Webinar 107 Perkembangan Teknologi PLTN dan Potensi Aplikasi PLTN Generasi Lanjut di Indonesia
JVjKhn2iF28 • 2025-03-20
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id diakses di [Musik] manapun. Jadi, awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli gitu. Sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar begitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu yang akan menyengarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya baca baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang diselu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi, saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana EU menyampaikan informasinya. Ego itu bagus karena itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau mentarnya itu bagus-bagus dan terbaiklah [Musik] kejutannya. Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. ee bertahun dalam penyusunan dokumen AMD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam keasan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan Eduidu ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] Eh, e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. E saya kira sepat sesuailah dengan apa yang [Musik] didapatkan. EKTP efektif, tepat, dan profesional, hemat, cermat, dan hebat, keren, profesional, dan juga ke sini. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan webinar ini merupakan webinar terakhir pada bulan Ramadan. Ee saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Semoga Bapak dan Ibu semua dalam keadaan baik dan masih semangat dalam menjalankan ibadah puasanya. Baik, untuk hari ini webinar Ekoedu akan mengangkat tema perkembangan teknologi PLTN dan potensi aplikasi PLTN generasi lanjut di Indonesia. Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik Bapak Ibu semua, sebelum memulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Untuk acara selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk duduk tegak. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik Bapak Ibu ee izinkan saya mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami. Yang pertama yaitu pelatihan perhitungan emisi gas rumah rumah kaca dan perdagangan karbon yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 18 April 2025. Lalu pada minggu yang sama terdapat pelatihan dan sertifikasi penanggungjawaban pengendalian pencemaran air atau yang biasa disingkat PPPA dan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pemodelan kualitas air sungai Queluk dan WASP yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 hingga 25 April tahun 2025. Jika Bapak dan Ibu melakukan pembayaran pada HAM-1 pelatihan, maka Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10% dari biaya investasi. Untuk informasi lebih lanjut, Bapak Ibu dapat menghubungi admin kami Riris Danisa. Bapak, Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami, yakni ada Instagram, YouTube channel, Facebook X, dan juga Bapak, Ibu dapat ee mengunjungi website kami yaitu www.ecoco.id ataupun jika Bapak Ibu yang tertarik langsung untuk mendaftar, Bapak Ibu ee silakan mengakses ke pendaftaran ecoedu.co.id. Selain itu kami juga terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline sesuai dengan permintaan dari instansi perusahaan Bapak dan Ibu semuanya. Jadi kami tunggu Bapak dan Ibu semua di pelatihan. Selanjutnya kita akan langsung masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai perkembangan teknologi PLTN dan potensi aplikasi PLTN generasi lanjut di Indonesia. Ee dan kami telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat. Baik, perkenankan saya memperkenalkan narasumber kita hari ini, yaitu Prof. Dr. Zaki Suud, MM. Beliau merupakan guru besar dalam bidang fisika reaktor nuklir dan keselamatan nuklir di ITB. Dan kebetulan Prof. Zaki sudah ada di dalam ruangan Zoom. Selamat siang, Prof. Zaki. Selamat siang, ya. Bagaimana, Prof. Kabarnya untuk siang hari ini? Baik, alhamdulillah Bu sehat-sehat ya. Alhamdulillah ya. Alhamdulillah, Prof. Ee baik, Prof. Izin sebelum kita mulai izinkan saya menyampaikan beberapa teknis. Untuk pemaparan dilaksanakan selama 1 seteng jam kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan dengan menggunakan aplikasi Slidu dan dilanjut dengan tanya jawab secara langsung. Baik, untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Prof. Zaki. Dan kepada Bapak Ibu semuanya selamat mengikuti acara webinar hari ini. Baik, saya izin share screen ya. Baik, terima kasih. Apakah suara saya sudah terdengar cukup jelas? Ee sudah terdengar, Prof. Baik, terima kasih. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Ee di sesi ini saya akan menyampaikan topik tentang perkembangan teknologi PLTn dan potensi aplikasi PLTN generasi lanjut di Indonesia. Ee Bapak Ibu sekalian, mungkin ee di antara kita kalau dengar PLTM wah ee yang ke bayang itu seperti kecelakaan Fukushima atau Chernobil begitu ya. Jadi apa namanya cukup mengerikan begitu. Nah, tetapi sebetulnya kalau kita lihat ee PLTN ini juga mengalami evolusi teknologi yang cukup pesat ya. Jadi setiap kali ada kecelakaan sebetulnya PLT ini sudah menggunakan teknologi yang paling canggih dari teknologi yang ada. Jadi kalau di antara sistem-sistem engineering yang ada, maka yang paling ketat standar dan teknologinya itu sebetulnya PLTN. Tetapi walaupun sudah begitu, tetap saja bisa terjadi kecelakaan ya dan itu ee membuat ee suatu revolusi teknologi. Nah, itu yang akan kita bahas di dalam ee sesi kita hari ini. Ee ini adalah cakupan pembahasan kita dari pendahuluan evolusi teknologi PLTN, kemudian ada prospek PLTN modular ini suatu perkembangan baru. Kemudian PLTN besar itu mungkin kita bisa jumpai di generasi. Kemudian kita akan melihat di sesi berikutnya tentang prospek aplikasi PLTN di Indonesia. Dan kesimpulan Bapak, Ibu sekalian ee peserta webinar ini kita amati akhir-akhir ini perubahan iklim itu terasa lebih jelas dampaknya. Misalnya kalau kita lihat di beberapa negara seperti Eropa yang ee selama ini hampir tidak pernah kedengaran banjir, kebakaran yang hebat, termasuk di Amerika yang terakhir-terakhir di Los Angeles ya, itu kita jumpai banyak sekali banjir-banjir dahsyat yang luar biasa. setahun 2 tahun yang lalu di Jerman, terus di Spanyol ya tahun lalu di Amerika kebakaran Los Angeles itu para pakar memberikan pernyataan bahwa itu ada kontribusi dari eh global warming juga dan juga yang juga kalah dikhawatirkan adalah ee pencairan es dikutub yang bisa membuat permukaan air itu semakin naik dan itu bisa berdampak tenggelamnya beberapa wilayah pantai di Indonesia. Karena tanpa kenaikan air pun beberapa wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Demak, Pekalongan itu mengalami penurunan tanah sedemikian sehingga ee daerah yang terendam itu menjadi semakin ee luas. Daerah pantai mulai tertikis dan hilang begitu ya. Nah, ini semua tentu perlu suatu penanganan yang harus dilakukan secara kolektif. Nah, ini kalau kita lihat perlu eh radical change ya, perlu adanya penanganan yang sangat radikal untuk menangani global warming. Pada intinya kita harus membatasi produksi gas rumah kaca secara signifikan. Nah, dalam konteks inilah kita melihat prospek dari PLTN generasi lanjut yang bisa memegang peran penting di sini. Mengapa? karena PLTN itu ee tidak menghasilkan gas rumah kaca di dalam operasinya. Sementara PLTN ini memiliki density energi yang sangat besar sehingga bisa menggantikan peran seperti batu pembangkit batu bara, pembangkit gas untuk menjadi ee base load di dalam produksi listrik misalnya. Nah, ini adalah gambaran ee pengguna PLTN di tahun 2023 ini kalau kita lihat ee ini adalah negara dengan pengguna yang terbesar mulai dari Amerika, kemudian ee Cina, Amerika, Cina, kemudian Prancis. ini dari sisi produksi energinya ya dan seterusnya. Kemudian kalau dilihat dari persentase berapa persen nuklir itu menyumbangkan listrik di masing-masing negara, ternyata paling tinggi Prancis. Tahun yang lalu itu Prancis listrik menyumbangkan 62,4%. Di bawahnya sedikit ada Slovakia itu 62%. Ukrainia ini tidak ada data persis karena situasi sedang perang. Belgia itu 45%, Hongaria, Slovenia dan seterusnya ya. Sampai Amerika itu sebetulnya PLTn-nya paling banyak. Ini dari produksi energi juga paling banyak. Tetapi kalau dari sisi persentase untuk pembangkitan listrik ini hanya 17,8% ya. Baik, berikutnya. Iya. Oke, kita lanjutkan. Maaf ada kendala. Ee nah ini adalah ee perbandingan beberapa bentuk energi yang pada akhirnya digunakan oleh manusia di dunia. Pertama di sini ada ee batu bara ya, batu bara. Kemudian merah ini minyak. Ee ini gas. yang hijau ini bioenergi dan ee sampah. Kemudian ini listrik ya. Kemudian yang terakhir adalah berupa panas. Nah, berikutnya ini adalah dari sisi listrik. Jadi dari total produksi yang untuk listrik itu kontribusi dari masing-masing komponen itu ada berapa? ini misalnya kalau di tahun 0 itu ee produksi listriknya sekitar ini dan ini kontribusinya paling banyak dari batu bara, minyak, kemudian gas. Ah, ini nuklir. Ee ini hidro dan ini nuklir. Ya, biru itu hidro dan ini nuklir. Di tahun 90 ini penggunaan batu bara tampaknya naik memang konsumsi secara menyeluruh meningkat. Nah, di tahun 90 ini ee ini juga cukup besar ya kontribusi dari nuklir. Ada peningkatan yang cukup besar. Kemudian tahun 2000-an ini meningkat lagi, nuklir juga masih meningkat. Di sini kalau kita lihat. Nah, di [Musik] tahun 2010 misalnya ini ah ini ada sedikit mulai ada pergeseran ya di sini 2022 ini ee solar ini mulai masuk agak signifikan yang tadinya belum masuk sebelumnya. Kemudian withdraw ada juga peningkatan di sini artinya ini renewable ee peranannya mulai meningkat di sini. Nah, berikutnya ini adalah ee total pembangkit yang tersedia ya di sini di dunia ini kalau kita melihat dan perbandingannya untuk nuklir. Jadi di tahun 2022 itu ada sekitar [Musik] 8.281 ee gigw elektrik dan nuklir itu ada 371 yang kalau dihitung sekitar 4,5%. Nah, perkiraan untuk 2030 ini ada perkiraan low dan high. itu kalau low-nya sekitar 403 GW elektrik untuk nuklir ini untuk totalnya tidak berbeda di sini. Kemudian untuk estimasi high estimate itu 462. Nah, ini kira-kira 4% kalau yang high ini 4,6%. Kemudian yang 2040 ini meningkat lagi menjadi 434 low-nya dan high-nya 681. ini antara 3,4 sampai 5,3 untuk kontribusi ee nuklir bagi pembangkit listrik keseluruhan dan di 2050 ini diperkirakan naik menjadi antara low-nya itu 458, high-nya 8 90 dan ini ee kontribusinya antara 2,8% sampai 5,4%. Selanjutnya di sini ee ini adalah dari sisi produksi listriknya. Kalau tadi dari kapasitas pembangkit, dari kapasitas pembangkit nuklir memang relatif kecil, tetapi nuklir itu bisa dipakai terus-menerus sebagai baselot. Sedangkan misalnya sebagai perbandingan untuk solar itu tentu tidak bisa 24 jam menghasilkan listrik. Mungkin di daerah kita Indonesia pun paling mungkin sehari 6 jam atau 8 jam paling banyak. Nah, jadi dari sisi produksi listriknya kalau kita lihat ini nuklir itu bisa mencapai 9,2% meskipun dari sisi kapasitas pembangkit hanya 4,5% dan di dalam high estimate di 2050 itu diperkirakan bisa mencapai 14,3% dari sisi yang paling maksimal ya. Nah, sekarang saya akan masuk ke prinsip kerja reaktor nuklir. Reaktor nuklir itu energinya didapat dari reaksi fusi nuklir, visi nuklir, yaitu pembelahan uranium atau inti-inti lain. Misalnya plutonium atau uranium 233 itu juga bisa. Nah, ini gambarannya sebuah netron itu ee ditembakkan pada uranium 235. Kemudian ee dari situ dihasilkan dua pecahan visi. Dan dari dua pecahan visi ini selain itu ada empat netron atau 5 netron. Ini tergantung jenis ee reaksinya. Jadi ada bervariasi kadang bisa du bisa lima. Nah, secara rata-rata kalau untuk reaktor termal itu kira nilainya kira-kira 2,45 ee nitron perisi dihasilkan. Nah, pertanyaannya netron ini ke mana saja? Nah, kalau di dalam ee kalau di dalam bom atom nitron ini semuanya diarahkan untuk memicu visi berikutnya sehingga energi itu dalam waktu sangat singkat bisa menjadi ee terkumpul sangat besar dan sangat menghancurkan. Tetapi di reaktor nuklir itu tidak mungkin. Karena apa? Byin material yang digunakan itu dirancang agar supaya yang meneruskan ke visi berikutnya itu hanya satu netron. yang lain akan diserap oleh material di sekitar reaktor. Ada juga yang keluar teras sehingga by desain reaktor nuklir itu tidak mungkin berubah menjadi bom atom. Tidak mungkin karena by desain di dalam materialnya itu sudah dirancang secara rata-rata hanya satu netron dari sekian netron yang dihasilkan itu yang akan memicu visi berikutnya sehingga daya reaktor itu relatif stabil. Nah, ini adalah perbandingan energi nuklir dengan energi kimia. Jadi, kalau energi kimia misalnya batubara, minyak, biomassa, dan sebagainya itu prinsipnya berbasis karbon. Kalau kita satu atom karbon kita bakar, kita dapat energi ya mungkin ini satu-satuan energi kita sebut 4 elektron volt. Nah, kalau uranium 235 ini kita belah dengan menembakkan elektron kepadanya, maka kita akan mendapatkan 200 juta elektron vol. Jadi, kira-kira 50 juta kali lebih besar dari yang kita dapat dari pembakaran satu atom karbon. Inilah sebabnya nuklir itu dikatakan memiliki density energi yang sangat tinggi. Sebagai gambaran mungkin kalau kita lihat ada kapal induk itu biasanya ditenagai dengan nuklir. Kalau kapal induk ditenagai dengan mesin diesel mungkin dia harus ngisi bahan bakar beberapa hari sekali. Tetapi kalau kapal induk itu ditenagai dengan nuklir, ngisi bahan bakarnya cukup 20 tahun sekali. Jadi kapal induk itu cukup mengisi bahan bakar 20 tahun sekali. Sedangkan kalau pakai solar ya itu mungkin bisa pakai ee beberapa hari sekali harus diisi lagi. Jadi itulah gambaran bagaimana nuklirnya density energinya luar biasa besar. Nah, ini adalah gambaran reaktor nuklir yang paling banyak ee digunakan di dunia ini. Ee reaktor nuklir ketika mengalami reaksi fisik maka dihasilkan netron. Nah, kalau kita lihat energinya, netron yang dihasilkan itu energinya tinggi sekali. ordernya mega elektron volt, jutaan elektron volt. Sedangkan kalau kita lihat ini adalah cross section atau peluang terjadinya reaksi nuklir, reaksi visi. Kita lihat ini logaritmik ya. Jadi kalau kita ambil di daerah di mana netron itu dihasilkan energinya itu peluang terjadinya interaksi cuman kira-kira 1 ban. Dibandingkan kalau kita ambil di daerah termal itu bisa mendekati 1000. Atau kalau yang rata-rata di daerah yang digunakan di reaktor PWR misalnya itu sekitar 560-an bar. Jadi probabilitas terjadinya reaksi fisik di daerah termal ini jauh lebih tinggi. Itulah sebabnya ee di awal pengembangan ee PLTN untuk listrik maka digunakan ee reaktor air dan ee pembangkitan fisinya itu dirancang di daerah termal. Nah, sekarang pertanyaannya kalau netron dihasilkan di daerah energi tinggi kemudian visinya dirancang untuk dihasilkan di daerah termal maka berarti harus ada proses untuk membawa netron dari energi tinggi ini ke energi rendah, energi termal. Nah, proses ini disebut moderasi. Jadi untuk reaktor nuklir termal seperti PWR yang mayoritas dipakai di dunia saat ini sekitar 70% lebih itu ada proses moderasi atau penurunan energi netron dari jutaan elektron volt ke orde di bawah 1 elektron volt. Nah, proses moderasi ini pada hakikatnya adalah menumbuk-numbukkan nutron dengan atom yang sedapat mungkin ee besarnya itu menyerupai netron. Nah, di sini ee untuk moderasi ini yang paling efektif atom-atom kecil. Maka banyak digunakan sebagai pendingin dan sekaligus moderator itu air atau air berat atau berilium atau maksimum karbon itu yang bisa digunakan. Nah, mekanisme pengendalian reaktor reaktor nuklir itu bisa dikendalikan misalnya kalau kita ingin menaikkan daya itu kita bisa menggunakan batang kendali. Ini gambarnya seperti ini. Jadi, setiap reaktor nuklir biasanya dipasang batang kendali yang bisa digerakkan naik dan turun ke dalam reaktor. Nah, batang kendali ini bagian bawahnya diberi boron. Boron itu penyerap netron yang sangat kuat. Jadi kalau kita mau menurunkan daya reaktor, batang kendali ini kita turunkan, maka penyerap netron itu akan menyerap banyak netron dan menyebabkan turunnya daya reaktor. Kalau kita ingin menaikkan daya, batang kendali ini kita naikkan, maka ee penyerapan elektron berkurang, dayanya akan naik. Nah, ini adalah standar-standar dalam pembangunan dan pengoperasian reaktor nuklir. Nah, reaktor nuklir merupakan produk yang dikontrol secara internasional dengan sangat ketat sehingga jaminan kualitasnya termasuk yang paling baik di antara produk-produk industri yang lain. Standar-standar prosedur termasuk dalam hal pengoperasian dan sistem keselamatan harus diterapkan dengan sempurna agar izin pengoperasian dapat berjalan dengan lancar. Nah, kenyataannya memang masih terjadi beberapa kecelakaan. Nah, ini kita melihat evolusi teknologi di PLTN termasuk yang pada intinya revolusi teknologi itu banyak dipicu karena adanya kecelakaan. Jadi, misalnya ini reaktor nuklir mulai dioperasikan secara komersial itu kira-kira di pertengahan dekade 60-an yaitu tahun 5 ke atas gitu. Nah, ini di sini tahun 0-an itu banyak sekali dibangun PLTn dan kebanyakannya itu reaktor termal ya dan reaktor air itu yang dominan PWR dan BWR. Di sini ada juga tipe kendu VV ini yang tipe Chernobil ya yang ada di ini. Kemudian ini tipe gas yang ada di Inggris. Nah, di tahun 9 itu ada kecelakaan besar nuklir pertama namanya Trile Island. itu di Amerika Serikat dan ini ee menyebabkan teras reaktor itu meleleh. Tetapi karena desain PLTN di standar di negara-negara barat itu ada pengungkung. Jadi PLTN itu ada pengungkung tembok setebal 2 m. Nah, itu yang kemudian menahan bahan radiasi itu tidak lepas ke lingkungan sehingga walaupun terasnya meleleh tapi tidak sempat menyebarkan radiasi yang signifikan ke sekitarnya. Nah, di tahun -an ini setelah kecelakaan itu maka terjadi suatu situasi yang sangat ee syok di Amerika. Kalau kita amati Amerika itu tidak pernah membangun PLTN baru sejak kecelakaan Tremel Island sampai tahun 2010 ketika dia kemudian mulai membangun lagi dengan PLTN generasi baru. Nah, setelah kecelakaan itu maka terjadilah revolusi teknologi khususnya ee yang terkait dengan aspek keselamatan di sisi termal hidrauliknya. Nah, ada seorang pakar nuklir di Amerika yang waktu itu memimpin Manhattan Project yaitu Alvin Wenberg. Mungkin Bapak Ibu eh cukup mengenal karena beberapa waktu lalu filmnya eh telah beredar ya Manhattan Project ya. Nah, Alvin Wenberg ini adalah pemimpin Manhattan Project waktu itu. Dia kemudian menulis satu paper di jurnal yang sangat bergengsi yaitu Sence. Dia tulis judulnya adalah Second Nuclear Era. Nah, intinya adalah dia mengatakan era nuklir pertama itu mengandalkan sistem keselamatan aktif. Jadi, dengan teknologi yang paling canggih, dengan komputer yang sangat canggih dan peralatan yang sistem keselamatannya pun dirancang redundan saling independen sehingga peluang terjadinya kecelakaan itu kecil sekali. Tetapi ketika ternyata ada kecelakaan, para pakar nuklir di Amerika itu menjadi bingung bagaimana bisa dengan sistem secanggih ini dan seketat ini bisa terjadi kecelakaan. Maka eh Alvin Wenberg itu kemudian menawarkan bahwa sebaiknya di era nuklir berikutnya sistem keselamatan untuk mencegah dari kecelakaan yang fatal itu harus mengandalkan sistem pasif dan atau keselamatan inherent, yaitu sistem keselamatan yang hanya mengandalkan hukum-hukum alam. Jadi selama hukum-hukum alam itu berlaku maka tidak akan gagal sistem itu. Nah, itulah filosofi yang kemudian dipakai untuk merevolusi teknologi. Maka di tahun-tahun berikutnya lahirlah yang dikenal dengan generasi 3. Generasi 3 ini prinsipnya PLTN tipe air yang telah ditambahkan teknologi keselamatan pasif atau keselamatan inherent khususnya karena antisipasi terhadap kecelakaan Tremil Island. maka fokusnya pada antisipasi terhadap kecelakaan yang terkait thermal hidraulik. Nah, tetapi di tahun 6 1986 ada kecelakaan yang lebih besar yaitu kecelakaan Cernobil. Nah, kecelakaan Chernobil ini sangat dahsyat karena apa? Ya, mungkin kita bisa ceritakan latar belakangnya. Pertama, Chernobil itu bukan reaktor konvensional. Beda dengan reaktor yang digunakan PWR. BWR yang digunakan di negara-negara barat. Chernobil ini adalah reaktor yang sebetulnya desain awalnya adalah untuk membuat senjata mir. Jadi kita tahu di era tahun 60-an itu perang dingin sedang puncak-puncaknya dan Rusia secara relatif itu ketinggalan dari sisi senjata nuklir dibandingkan Amerika. Maka di tahun 60-an itu ee Rusia sedang giat-giatnya memperbanyak senjata nuklir. Nah, untuk itu dia membuat banyak reaktor nuklir untuk membuat plutonium bagi senjata nuklir. Tetapi orang Rusia ini hemat sekali sehingga dia pengin juga reaktor yang untuk buat senjata nuklir itu bisa menghasilkan listrik untuk PLTN. Maka ini menjadi dual function dan dampaknya adalah ada beberapa aspek keselamatan yang dikurbankan. misalnya salah satunya adalah feedback. Ada feedback yang positif yaitu feedback untuk temperatur pendingin. Jadi kalau temperatur pendinginnya naik maka dayanya akan naik. Itu tentu sangat berbahaya. Di reaktor-reaktor yang lain ee feedback untuk temperatur pendingin ini selalu negatif gitu ya. Nah, dampak mobil ini luar biasa dan itu terutama ke Eropa dan akhirnya ke seluruh dunia itu membuat orang menjadi sangat skeptis terhadap PLTN. Tapi di sisi lain itu kemudian memicu revolusi teknologi yang lebih besar. Kalau Trile Island ini menghasilkan revolusi generasi 3 dan 13, maka Chernobyl itu memicu revolusi yang lebih besar yang menghasilkan generasi 4. Nah, generasi 4 KLTN ini intinya adalah selain fokus pada masalah keselamatan yang lebih tinggi itu sekaligus untuk memecahkan sisa-sisa masalah yang masih ada di PLTN. Yang pertama misalnya untuk meningkatkan aspek keekonomisan. Kemudian terutama di safety yaitu memperkuat inherent safety atau passive safety. Yang ketiga untuk meminimalisir limbah dan yang keempat untuk proliferation resistance. Proleration resistance ini adalah upaya untuk mencegah penyebaran senjata nuklir. Jadi, bagaimana caranya PLTN yang dibangun tidak memberikan peluang bagi yang punya itu untuk misalnya mengambil bahan bakarnya untuk dibuat senjata nuklir. Nah, ini adalah teknologi yang terkait proliferation resistance. Nah, mungkin sedikit saya singgung dengan tentang kecelakaan Chernobil. Nah, Chernobil ini sekali sebetulnya bukan tipe reaktor biasa. Tadi saya sudah katakan karena dia reaktor yang awalnya dibangun untuk buat senjata nuklir, maka tipenya sangat berbeda dengan reaktor konvensional. Reaktor ini dia merupakan tipe kanal. Bahan bakarnya itu ee bisa di di diganti sambil beroperasi. Jadi, bahan bakarnya itu bisa didorong sambil beroperasi sehingga dia bisa dikeluarkan. Kalau orang mau buat senjata nuklir, dia perlu plutonium yang baru diproduksi dari reaktor langsung diambil. Nah, itu perlu sistem bahan bakar yang bisa dikeluarkan dengan cepat. Makanya dia menggunakan bahan bakar yang bisa di bisa diputar sambil beroperasi. Ini memang tidak lazim untuk reaktor-reaktor ee komersial yang ada. Nah, tapi ya ini karena memang awalnya dikembangkan untuk senjata nuklir. Nah, tetapi sebetulnya pertanyaannya mengapa dia sudah 16 tahun lebih sejak dioperasikan? Kok baru kecelakaannya di tahun 2000 eh di tahun 1996 eh '86. Ah, sebetulnya Chernobil ini memang dia tidak terlalu ideal dari sisi reaktornya karena dia merupakan dual function untuk senjata nuklir dan untuk listrik. tetapi dia juga diperlengkapi dengan sistem kontrol yang cukup canggih. Makanya sebetulnya ee sejak sekitar 5 lebih dari 15 tahun beroperasi itu tidak ada kecelakaan juga. Nah, kecelakaan Chernobil itu merupakan gabungan dari desain yang tidak ideal dengan kesalahan operasi yang fatal. Sebetulnya untuk reaktor termal itu tidak dimungkinkan untuk mengubah daya secara cepat. Jadi misalnya ee reaktor termal terutama yang besar seperti ini ini kalau dia dayanya diturunkan drastis ya dia akan padam dan enggak bisa dinyalakan lagi. Nah pada saat itu ada PLTN Chernobil yang sedang akan dipadamkan untuk maintenance. Nah, pada saat itu ee pemimpin bagian turbin itu meminta kepada anak buahnya supaya ee melakukan uji coba turbin di daya rendah. Ah, ini jadi pimpinannya itu tidak memahami prinsip kerja PLTN khususnya yang termal. Nah, dia memerintahkan seperti itu. Celakanya pada saat ee eksperimen itu akan dilakukan, tidak ada orang yang ahli reaktor nuklir di sana. Yang ada hanya orang ahli turbin beberapa orang dan mereka kemudian menurunkan daya itu dengan memasukkan batang kendali ke dalam reaktor. Ketika dayanya sudah mendekati nol, mereka maunya kemudian ditahan dayanya. Tidak mungkin karena ada efek senon. Senon ini adalah pecahan fisi yang memiliki cross action penyerapan netron yang sangat besar. Jadi pada saat reaktor itu diturunkan dayanya, senon ini naik populasinya dan kemudian itu menyebabkan reaktornya kemudian padam. Nah, secara prinsip mestinya reaktornya enggak bisa dinyalakan selama beberapa puluh jam gitu ya. baru nanti setelah senonnya habis baru boleh dinyalakan lagi. Nah, karena operator ini tidak memahami dia takut dengan atasannya yang menyuruh dia melakukan uji coba di ee daya rendah untuk turbin tadi. Maka dia tarik batang kendali satu dua dan seterusnya. Nah, celakanya reaktor Chernobil ini baru diganti bahan bakar. Sebetulnya kalau dia sudah setengah pakai saja ditarik semua batang kendali juga enggak akan nyala. Nah, tetapi ya apesnya dia baru diganti bahan bakar sehingga ketika hampir semua batang kendali ditarik maka nyala itu reaktornya. Nah, tapi begitu reaktornya nyala senonnya itu kemudian menyusut dan itu memicu ee reaktivitas yang luar biasa besar. Daya reaktor kemudian naik dengan sangat cepat dalam order detik dan kemudian menimbulkan ledakan yang dahsyat. Sebetulnya ketika terjadi vibrasi yang sangat kuat, operator itu sudah memahami, "Wah, ada something wrong." Dia mencoba memadamkan tapi sudah terlambat. Begitu. Jadi itu ee sekilas tentang kejadian Cherobil ya. Nah, di sini saya ada juga kecelakaan Fukushima. Kalau Fukusima itu memang dipicu oleh ee bencana alam. Tetapi juga ee kalau kita lihat di IAE dan di beberapa pakar Fukusima itu masih dikategorikan manmade. Mengapa manmade? Karena sebetulnya operator itu sudah diberikan peringatan untuk menaikkan dinding tsunami. Kemudian yang kedua sudah diberi peringatan juga untuk merapikan saluran solar sejak tahun 90-an oleh ekspert dari IA yang yangpeksinya. Nah, kelemahannya adalah Jepang sampai dengan kecelakaan Fibusima, regulator itu tidak independen. Regulator itu ada di bawah Kementerian Perindustrian, di bawah MITI. Sehingga regulator itu tidak punya power untuk melarang operasi reaktor yang tidak memenuhi ee prosedur. Dan yang juga sangat fatal itu adalah baterai tidak terpasang. Padahal harusnya baterai ini dalam operasi harus terpasang sebagai bagian dari backup. untuk kalau misalnya ada keadaan darurat yang listriknya mati kemudian gensetnya juga fail maka baterai ini adalah benteng terakhir untuk mencegah kecelakaan reaktor. Nah, celakanya waktu itu juga tidak dipasang. Mengapa tidak dipasang? Karena sebetulnya sistem jaringan listrik Jepang ini sangat tangguh. Sejauh ini gempa-gempa yang ada itu enggak pernah sampai memadamkan jaringan listrik. Jadi setelah reaktor otomatis padam, sisa panas yang ordnya 1% dari peluruhan bahan radioaktif itu selalu bisa diambil dari jaringan listrik. Sehingga selama ini genset dan baterai ini enggak pernah dipakai. Seumur-umur sekian puluh tahun Jepang mengoperasikan PLTn itu gitu. Nah, tapi itu kan seharusnya tidak boleh karena secara standar operasi ya mau seperti apapun genset dan baterainya harus selalu terpasang. Mengapa? karena ya dia fungsinya untuk mengantisipasi kondisi kejadian yang sangat darurat atau hypotetical accident yang kejadiannya mungkin sekali dalam 1000 tahun atau dalam 5.000 tahun. Jadi memang selama ini enggak pernah terjadi tapi sekali itu diperlukan dan tidak dipasang ya dampaknya seperti Fibusima. Nah, dari pengalaman kecelakaan-kecelakaan yang ada, maka bisa ditarik kesimpulan margin keselamatan harus dibuat sedemikian sehingga sekalipun ada kesalahan beruntun termasuk kemungkinan sabotase tidak memicu keselakan fatal. Nah, ini adalah yang melatar belakangi lahirnya generasi keempat. Kemudian semua komponen balikan reaktivitas ini harus negatif. Cernobil itu positif ya dari sisi ee koefisien untuk temperatur pendingin. Kemudian stuk pengukum standar barat mutak diperlukan. Ini yang pada kasus trial island itu menahan bahan radioaktif sehingga tidak lepas ke lingkungan dan tidak boleh ekses reaktivitas yang terlalu besar. Jadi seharusnya seperti Chernobil, ses reaktivitas stok bahan bakar di awal untuk operasi sampai 2 tahun itu awalnya harus dikompensasi dengan eh burnable poison sehingga tidak semuanya mengandalkan batang kendali agar supaya operator itu punya keterbatasan untuk ee menaikkan batang kendali hanya yang diperlukan untuk operasional. Kalau ini sudah diterapkan mestinya Chernobil tidak perlu terjadi. Nah, ini adalah ee kalau kita lihat prospek daripada PLTN dan dinamikanya. Setelah kecelakaan Fukushima, kita lihat ee prospek nuklir itu betul-betul turun ke titik nadir dan itu ee tapi ada positifnya. Positifnya apa? Setelah kecelakaan Tremal Island dan eh Chernobil, sebetulnya teknologi canggih generasi 3 dan generasi 4 itu sudah mulai dikembangkan. Tetapi industri nuklir itu sangat relaktasannya Cernobil itu tipe reaktornya yang bermasalah. Jadi nothing to do dengan PLTN generasi 2 yang ada di barat itu bukan urusan kita begitu. Tetapi setelah keselangan Fukusima, mereka tidak bisa lagi menolak. Dan kita bisa lihat pasca kecelakaan Fukushima, maka PLTNPLTN yang dibangun tidak ada lagi yang generasi dua, tapi semua dari generasi lanjut minimal generasi 3 plus dan ya generasi 4 mulai dibangun juga yaitu misalnya yang dari high temperature ke food reaktor yang sudah dibangun di Cina ya. Nah, tetapi setelah 5 10 tahun setelah kejadian Fukusima, ternyata problem pemanasan global ini menjadi sangat kuat isunya. Dan untuk mengatasi problem pemanasan global ini memang menjadi sangat sulit karena renewable energy memang banyak stok tapi kan ada keterbatasan operasinya. Energi surya misalnya hanya di siang dan terbatas gitu ya. sehingga perlu komposisi energi yang lebih beragam yang bisa menanggung baselot menggantikan batu bara. Nah, dalam posisi ini nuklir memiliki peran yang sangat cocok. Dia tidak menghasilkan gas rumah kaca. Dia bisa menghasilkan pembangkit yang luar biasa kapasitasnya. Pembangkit nuklir itu yang paling besar bisa sampai 1600 MW. Jauh lebih besar dari pembangkit-pembangkit batubara yang ada. Nah, di sini kita melihat pada apalagi kemudian terjadi konflik di ee Rusia dengan Ukrain itu membuat dunia Barat sangat menghadapi tekanan yang luar biasa karena harga gas naik yang luar biasa tinggi, kemudian ada keterbatasan suplai, kemudian minyak juga mengalami kenaikan waktu itu. Maka kemudian orang mau tidak mau berpaling kepada nuklir. Bahkan seperti Jepang yang terkenal langsung dampak Fibusima itu sekarang fasenya adalah mempercepat pengoperasian PLTN yang ada tentu dengan standar yang jauh lebih ketat. Dan kemudian Jepang juga mulai mengembangkan PLTN-PLTN baru dari generasi lanjut. Ah, ini adalah gambaran keselamatan inherent yang digadang-gadang pada generasi 3 dan generasi 4 itu seperti apa sih? Misalnya begini, kalau reaktor nuklir itu dipadamkan seperti pada Fukushima, pada kecelakaan Fukushima sebetulnya PLTN-nya itu sudah padam otomatis. Jadi kecelakaan Fukushima itu bukan karena PLTn-nya meledak enggak bisa dipadamkan. PLT-nya langsung padam saat itu. Nah, cuman sisa-sisa pecahan visi itu masih memiliki orde kira-kira 1% dari daya. Nah, sisa-sisa pecahan visi ini ee sisa-sisa pecahan visi ini harus dibuang. Kalau tidak dibuang, maka dia akan bisa menimbulkan kerusakan di teras walaupun ordennya di bawah 1%. Nah, untuk membuang sisa pecahan visi ini selama ini digunakan listrik dari jaringan. Kalau itu enggak ada akan digantikan oleh genset. Buku Sima itu punya sekitar 14 genset independen dan itu gensetnya juga nyala waktu itu ya. Tetapi karena saluran solarnya yang disuruh memperbaiki tidak diperbaiki ketika tsunami datang menerjang saluran solar dan gensetnya jadi padam. Nah, celakanya baterai tidak dipasang. Kalau baterainya sesuai dengan prosedur dipasang, maka harusnya dia masih punya 8 jam waktu untuk mencari solusi. Misalnya helikopter bisa datang bawa genset baru misalnya dan mestinya kecelakaan seperti Fukusima bisa dihindarkan. Nah, pada generasi ketiga dan keempat orang mengembangkan ee sistem keselamatan berbasis hukum-hukum alam. Jadi misalnya untuk membuang panas itu pakai sirkulasi alamiah yang menggunakan hukum gravitasi. Nah, ini ilustrasinya bisa kita bayangkan arsitek yang handal, yang hebat, dia bisa bikin rumah itu sejuk tanpa perlu pakai AC. Nah, itu gambarannya kira-kira seperti itulah. Nah, ini adalah gambaran PLTN generasi 3 yang sudah mengadopsi keselamatan pasif ee dan terutama ini munculnya PLTN modular itu cukup cukup menarik karena kalau dulu PLTN itu ukurannya besar-besar terutama untuk mengejar keekonomisan. Nah, belakangan ini muncul paradigma baru PLTN yang cenderung ukurannya itu lebih kecil paling enggak sepertiga dari ukuran PLTN besar atau bahkan kurang dari 1/10. Tapi PLTN-PLTN yang kecil ini bisa digabung dan kemudian menghasilkan ee apa namanya daya listrik yang bisa lebih besar dari PLTN yang besar yang satu gitu ya. Nah, di sini contohnya ee PLTN modular ini mempunyai prospek karena apa? Dengan ukuran kecil maka modul yang dibangun banyak dan ini bisa mendorong kepada produksi massal di pabrik. Kalau produksi massal di pabrik maka cost bisa ditekan. Kemudian yang sangat penting adalah dengan model produksi massal maka pembangunan PLTN itu bisa dikurangi waktunya. Salah satu yang bikin PLTN itu sangat mahal selain requirement standar material yang digunakannya itu sangat tinggi itu juga terkait dengan masalah lama pembangunan PLT itu kadang-kadang memerlukan antara 57 sampai kadang-kadang kalau ini ada yang sampai 10 tahun itu yang membuat cost juga menjadi lebih mahal. Nah, dengan modular dan waktu pembangunan bisa ditekan lebih kecil, maka diharapkan lebih kompetitif. Dan selain itu dengan produksi massal di pabrik, maka safety test-nya bisa secara skala penuh dilakukan di pabrik. Setelah lolos semuanya baru dibawa di lapangan untuk dioperasikan. Begitu. Dan ujung-ujungnya ee ini diharapkan reaktor kecil ini lebih mudah mempunyai keselamatan inherent dan lebih kompetitif ya di sini. Nah, salah satu kuncinya misalnya untuk reaktor air sama-sama reaktor air tapi karena reaktor ini kecil maka di dalam pressure vessel itu teras reaktor kemudian steam generator ini semua jadi satu. Nah, reaktor nuklir yang rawan itu adalah pipa-pipa penghubung dari teras ke steam generator yang fungsinya untuk menghasilkan uap untuk memutar turbin. Nah, ini kalau kita lihat ketika reaktor ini dalam bentuk integral seperti ini, semua ada di dalam tabung dan pipa-pipanya ini bisa diatur tekanannya di dalam dan di luar itu sama. Jadi, tidak ada tekanan yang begitu perbedaannya ekstrem. Kalau reaktor konvensional itu di dalam itu 200 atmosfer, di luar satu atmosfer dan itu memang dikhawatirkan bisa memicu misalnya pecahnya pipa. Tapi di sini tekanan dalam dan luar dibuat sama sehingga kemungkinan pipa pecah itu menjadi sangat-sangat kecil. Sehingga untuk reaktor tipe seperti ini, probabilitas terjadinya ee kecelakaan besar seperti Chernobil atau Fukusima bisa dibilang bisa diabaikan kemungkinannya. Nah, ini adalah yang dari tipe pendingin air ya. Jadi, ini beberapa revolusi teknologi yang digunakan. Salah satunya adalah dia beberapa tipe reaktor ini bahkan bisa beroperasi dengan sirkulasi alamiah tanpa perlu pompa itu bisa. Terutama untuk reaktor-reaktor yang ukurannya itu ordennya 100 MW elektrik ke bawah itu dia bisa beroperasi tanpa pompa. Jadi kemungkinan pompa mati dan memicu kecelakaan itu bisa diabaikan. Kemudian sirkulasi alamiah juga bisa digunakan untuk membuang sisa panas yang memicu kecelakaan ee fukusima tadi ya. Dan sistem kontrol reaktivitas pasif ini juga diterapkan untuk mencegah kecelakaan seperti Cernobil. Nah, ini adalah tipe-tipe PLTN generasi 3 dari yang sifatnya modular ya, reaktor modular yang yang ready seperti ini. Nuskill ini sudah mendapatkan lisensi dari eh NRC, Badan Regulasi Nuklirnya Amerika. Kemudian Karim ini sedang dibangun. Kemudian eh Smart ini punya Korea ya. Ini juga sudah dapat lisensi untuk dibangun ya. Dan banyak tipe-tipe lain seperti KLT40 ini juga sudah beroperasi ya, sudah lama beroperasi di. Nah, revolusi teknologi itu juga diterapkan pada tipe reaktor lain. Nah, ini adalah reaktor yang tipenya gas dikenal sebagai high temperature gas food reaktor. Nah, untuk tipe ini keistimewaannya apa? Bahan bakar itu dikelilingi dengan tiga lapisan khusus eh coed partikel dari tipe silikon karbite. Sedemikian sehingga kalaupun ada kecelakaan suhunya nyampai 2000 derajat, bahan radioaktif ini enggak bisa lepas ke lingkungan. Jadi ini kelebihannya. Jadi reaktor ini kalaupun ada kecelakaan dia bisa menahan bahan radioaktif ini tidak keluar ke lingkungan sehingga seringki dipakai untuk jok reaktor tipe ini nih cocok ditaruh di pinggir kota karena tidak memerlukan evakuasi begitu. Nah, reaktor ini juga bisa memadamkan diri sendiri pada saat kecelakaan dengan menggunakan efek dopler yang sangat kuat negatifnya gitu. Nah, ini adalah tipe reaktor highgas reaktor yang eh desainnya leadingya tapi yang paling lid. Nah, sekarang kita akan masuk PLTN generasi 4. Nah, PLTN generasi 4 ini ada enam tipe. Enam tipe PLTN generasi 4. Yang pertama adalah very high temperature reaktor. Ini adalah reaktor gas seperti yang barusan kita ceritakan, tapi suhu operasinya dinaikkan sangat tinggi, bisa 1000 derajat atau lebih. Sehingga tujuannya adalah pertama menghasilkan efisiensi konversi energi yang lebih tinggi bisa mencapai 60% sehingga panas lingkungan, polusi termal kelingkungan bisa ditekan. Selain itu bisa dipakai untuk produksi hidrogen, untuk proses industri dan sebagainya. Kemudian ada yang tipe molten salt reaktor. Ini adalah reaktor yang generasi empat juga yang menggunakan bahan bakar cair dan pendinginnya juga cair ya. Kemudian reaktor sodium fast reaktor ini adalah reaktor cepat yang berpendingin sodium. Nah, reaktor ini sebetulnya sudah lebih dulu dari reaktor komersial beroperasi. Tahun 40-an ini sudah menghasilkan ee listrik sebetulnya tetapi tidak kunjung komersial karena memang cost-nya agak mahal. Karena sodium ini kalau ketemu air itu bisa meledak, maka harus ada tambahan layer namanya intermediate exchanger dan sebagainya sehingga costnya menjadi mahal dan agak sulit bersaing dengan reaktor air walaupun dia dari sisi keselamatan lebih baik ya. Kemudian reaktor air yang masuk generasi keempat satu-satunya adalah super critical reactor. Kemudian ada gaspast reaktor dan ada LED cult atau LED bmart cult fast rector. Nah, kita akan lihat satu persatu. Nah, ini adalah very high temperature reactor. Nah, ini kalau kita lihat sistemnya modular. Kemudian bahan dikemas dalam kotikel ini benteng pertahanan dan dia mampu bertahan terhadap berbagai kecelakaan parah secara mandiri termasuk bila saluran pendinginnya itu pecah. Jadi, dia sudah dirancang. Kalau saluran pendinginnya pecah, maka dia akan melalui radiasi membuang panas ke sekitarnya dan kemudian dibuang dengan sirkulasi alamiaan. Nah, reaktor ini secara prinsip teknologinya sudah ready. Salah satunya yaitu HTRPM yang ada di Cina itu sudah masuk fase operasi komersial ya. Jadi, sudah menghasilkan listrik yang disambung ke grid ee listrik di Cina. Kemudian ini adalah tipe-tipe yang ya tadi HTRPM ini yang paling leading di dunia ini sudah masuk operasi menghasilkan daya listrik yang sudah disambung ke grid ya. Kemudian yang tipe kedua adalah ee reaktor PLTN berpendingin PB atau PBB cair. Jadi ini yang termasuk fase apa? Bagian dari liquid metal cool f reaktor. Apa keistimewaannya? reaktor ini punya keselamatan inherent berdasarkan eh feedback-feedback utamanya, Doppler, bio axel expansion, coradal expansion, dan cool density. Jadi mereka punya feedback negatif di beberapa titik sedemikian sehingga kalau misalnya pompanya mati semuanya dia akan bisa memadamkan sendiri tanpa perlu bantuan operator, tanpa perlu dipadamkan oleh sistem ee kontrol misalnya. Jadi istilahnya disabotase pun dia bisa bertahan sendiri. Kemudian dia bisa menggunakan sirkulasi alamiah untuk membuang panas dikih tadi yang memicu keselakaan fukusima baik melalui sirkulasi pendingin di sini maupun ada satu lagi yaitu pendingin udara yang diterapkan ke sini yang dikenal dengan Arfac reactor vessel auxiliary cooling system. Jadi dia punya multiple system untuk membuang panas secara pasif. Kemudian dia bisa menggunakan zero reactivity swing. Jadi dia tidak perlu menyetok eh uranium bahan bakarnya itu terlalu banyak di awal karena dia bisa memproduksi bahan bakar sambil beroperasi sehingga kemungkinan kecelakaan seperti Chernobil itu bisa diabaikan. Dan ini adalah tipe reaktor yang leading buatan Rusia. Karena memang Rusia ini dia sudah mengoperasikan reaktor berpendingin PBBI sejak tahun 60-an untuk kapal selamnya. Nah, ini salah satu desain yang leading itu untuk pendingin PBBI itu ada SVBR 100, ada Bres untuk yang berpendingin BB dan seterusnya. Nah, berikutnya ini adalah yang berpendingin sodium. Nah, secara prinsip hampir sama dengan yang berbendingin BBBI. Dia punya feedback juga untuk memadamkan reaktor secara otomatis. dia bisa juga dengan zero pern up reactivity swing dan kemudian dia marginnya memang tidak sebesar PB tapi cukup juga dan cuma tambahannya dia perlu intermedi untuk mencegah kemungkinan pendingin utama ini mengalami reaksi dengan air di sini ini sebetulnya generasi empat yang relatif paling banyak dikembangkan dan paling siap sebetulnya cuma memang dari sisi costnya sistem keselamatan khusus ini masih cukup mahal ya di sini. Nah, ini adalah tipe-tipe reaktor berpendingin sodium yang sudah beroperasi cukup lama. Ini BN600 punya Rusia sudah beroperasi. BN800 sudah beroperasi cukup lama. Kemudian ini CN600 beroperasi mulai 2023. Ini mulai tahun sudah 10 tahunan lah ini beroperasi. Nah, yang paling menarik ini sekarang Amerika Terra Power itu mengembangkan PLTN berpendingin sodium dayanya 345 MW yang menggunakan mekanisme breedb. Jadi artinya keistimewaannya adalah reaktor ini bisa memakan uranium alam, tidak perlu dengan pengayaan uranium. Nah, ini adalah satu apa namanya? Satu revolusi teknologi. Ini punya Billgate ya. Nah, selanjutnya ini adalah tipe jenis ee gas fas reaktor. Dia pendinginnya helium. Dia juga punya keselamatan pasif berbasis feedback. Jadi kalau disabotase pun dia bisa memadamkan dayanya sendiri. Kemudian dia membuang sisa panas berbasis radiasi ke sekitar. dia bisa membuat zero up reactivity swing. Artinya dia enggak perlu menyetok bahan bakar terlalu banyak di awal untuk bisa beroperasi sampai 1020 tahun. Dan dia pendinginnya gaselium yang relatif iner. Dan sekarang proyek paling penting terkait ini adalah Allegro di Eropa ya. Nah, reaktor ini termasuk yang banyak kita teliti di ITB ini. Mungkin publikasi kita tentang reaktor ini termasuk yang paling banyak di dunia ya. oleh grup kita. Nah, selanjutnya ini adalah reaktor Molton Salt. Nah, ini cukup ramai di Indonesia karena ada beberapa perusahaan yang mengusulkan untuk membangun ini. Ini memang termasuk salah satu dari generasi empat ya. Dia punya keselamatan inherent dengan memanfaatkan mekanisme feedback. Ada juga sistem untuk mengalirkan bahan bakar secara pasif ke tangki penampungan pada kondisi kecelakaan. Nah, dia memungkinkan penerapan siklus bahan bakar tertutup karena apa? bahan bakarnya cair sehingga gampang dialirkan dan bisa diproses. Misalnya kalau dengan sistem tertutup misalnya bahan bakar, bekas, senonnya dan sebagainya mau dibuang itu bisa sambil jalan reprocessing. Cuma memang ee sisi negatifnya karena dia bisa dioperasikan sambil direproses, maka kadang-kadang pihak baratnya agak khawatir ini kalau digunakan untuk memproduksi plutonium untuk senjata nuklir. Jadi tantangannya dari sisi ee nonproliferasi. Nah, ada satu kendala di reaktor tipe ini itu adalah terkait ee apa namanya? korosi. Jadi bahan bakar ee bahan pendingin dari tipe molen salt ini punya kendala kurusinya tinggi sekali. Jadi ini termasuk problem yang harus dipecahkan. sama dengan yang berbendingin PB atau PBI itu meskipun punya banyak keunggulan problemnya adalah korusi. Nah, kalau yang PB atau PBB kuncinya sudah ada yaitu mengontrol oksigen. Nah, di sini memang ini tantangan masih perlu waktu generasi empat yang lain masih perlu waktu mungkin perlu 10 sampai 15 tahun barangkali untuk masuk ke fase komersial. Nah, ini adalah reaktor super critical water reaktor ya. Nah, reaktor seperti ini kelebihannya apa? dia itu menggunakan tekanan airnya itu lebih tinggi. Kalau PWR sekarang itu kira-kira 20 megapal. Ini dia makai lebih tinggi 25 megap. Membuat reaktor ini airnya ini beroperasi di atas titik kritis. Dia pendinginnya itu bisa mencapai 500 derajat Celcius. Sedemikian sehingga efisiensi konversi energinya bisa mencapai 44 sampai 48%. Banding dengan reaktor komersial yang ada sekarang. ordinnya hanya 33%. Spektrum netronnya bersifat termal, cepat, maupun gabungan. Nah, ini merupakan satu satunya PLTn generasi 4 yang masuk di sini ya. Nah, tetapi masalahnya ini perlu banyak pengembangan sistem sehingga diperkirakan dia mungkin akan komersial barangkali 20 tahun atau sampai 30 tahun ke depan baru bisa masuk ke komersial ya. karena dia perlu misalnya bagus. Baik. Nah, ini adalah contoh bagaimana generasi keempat itu mampu membuat reaktor itu mengalami pemadaman secara inherent tanpa perlu digerakkan operator atau kontrol komputer dan seterusnya. Jadi ketika ada kecelakaan dipicu misalnya sabotase ada ee batang kendali ditarik maka ini akan memicu kenaikan daya. Kenaikan daya memicu kenaikan temperatur dan ini kemudian memicu reaktivitas negatif dan ini kemudian mengkompensasi aktivitas eksternal sehingga kembali normal tanpa perlu bantuan dari operator ataupun ee komputer dan sebagainya. Jadi istilahnya ini yang disebut dengan keselamatan inherent atau pasif. Demikian juga kalau misalnya pompa-pompanya mati semua misalnya dia akan mengalami penurunan daya tentunya penurunan pendingin akan mengakibatkan ee kenaikan suhu. Kenaikan suhu karena ketika pompa mati flow-nya berkurang maka tidak seimbang antara daya dengan flow sehingga kenaikan suhu kenaikan suhu memicu feedback negatif dan memicu daya untuk turun. Jadi ini ini terjadi secara alamiah tanpa perlu bantuan operator, tanpa perlu komputer, tanpa perlu listrik begitu ya. Nah, ini adalah terkait dengan xenon ya. Jadi ini kasus Chernobil ini kalau daya itu diturunkan dengan drastis kayak Cobitas negatif yang sangat besar sehingga reaktornya akan sulit untuk dihidupkan lagi. Nah, ketika operator memaksakan untuk dihidupkan ya ini sebetulnya kayak kasus Cherobil itu menjadi fatal. Sebetulnya kalau Chernobil itu sudah menggunakan kontrol reaktivitas pasif maka sebetulnya mau dipaksa hidup pun mestinya tidak bisa begitu. Nah, inilah yang juga menjadi kendala mengapa PLTN berdaya besar itu umumnya harus jadi baselot, tidak bisa diubah-ubah dayanya secara drastis. Malam misalnya 100% full power, siang 25% misalnya itu ee bisa berbahaya. Ada kondisi tertentu di mana itu bisa dilakukan, tapi memang harus desainnya sangat khusus. Ini contohnya mungkin kita skip beberapa. Ini adalah beberapa ee PLTn yang kita kembangkan di ITB ya. Desainnya ini misalnya yang berbendingin PBPBI dan ee termasuk 20 30 tahun tanpa mengisi ulang bahan bakar. Nah, ini teras juga bisa menghasilkan bahan bakar sambil beroperasi sehingga kita enggak perlu nyetok bahan bakar di awal yang bisa memicu ee rawan keselakan. Nah, ini adalah mekanisme bagaimana teras itu diatur supaya dia bisa berumur panjang tanpa harus menyetok bahan bakar di awal. Nah, ini jenis reaktor lain yang disebut dengan modified candle ini sebetulnya agak mirip dengan reaktor builfit tadi ya. Ini reaktor yang bisa b
Resume
Categories