Transcript
9MRr2iVmlMs • Webinar 110 Penerapan Konsep dan Prinsip Ekonomi Lingkungan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0144_9MRr2iVmlMs.txt
Kind: captions
Language: id
mengajar yang
berpengalaman memberikan pengalaman
langsung dengan
[Musik]
praktikum dan e-learning yang dapat
diakses di manapun.
[Musik]
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya, terasa gitu
manfaatnya di kami, terutama untuk e
para konsultan yang memerlukan
tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih
Eco Edu dan sempat mengikuti
pelatihannya juga dan itu terbukti benar
gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada
Edu ya yang akan menyarakan pelatihan.
Nah, di sini juga saya banyak baca
terlebih dahulu ya terkait tentang
informasi yang
diselu. Nah, menurut saya itu menjadi
hal yang membuat tertarik untuk ikut
pelatihan gitu. Jadi saya sering lihat
di Instagram gitu bagaimana Idu
menyampaikan informasinya. Ego edu itu
bagus
karena itu selalu tergini terus
mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau
yang itu bagus-bagus dan terbaiklah
kejutannya.
[Musik]
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan gitu ya.
ee bertahun dalam penyusunan dokumen AMD
saya jadi bisa lebih produktif, lebih
efektif juga ee punya update gitu ya,
update-update persoalan-persoalan dalam
penjasan AMDA terkini dari ahlinya
langsing di lapangan begitu yang
pengalamannya tidak diragukan. Menurut
saya pelatihan yang disediakan EO ini
sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk
aksesnya gitu. Jadi ada teknologi
terbaru yang saya dapat itu di
e-learning ya. Itu luar biasa ee
pembelajarannya juga mudah sekali untuk
dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti
dan juga menambah ilmu pengetahuan yang
banyak banget.
[Musik]
Eh, e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
Arning itu membantu sekali ketika pada
saat penyampaian materi ada yang
ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa
lihat materi itu di 7 sangat membantu
Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus
lihat video yang bisa diakses kapan aja
dan di mana
[Musik]
aja. R juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari kas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu
karena memang e pelatihannya itu pun
sangat membantu ya dalam menyelesaikan
satu pekerjaan yang ada di e sekitar
lingkungan saya sendiri gitu. E saya
kira sepat sesuailah dengan apa yang
didapatkan.
[Musik]
E-KTP efektif, tepat, dan profesional.
Hemat, cermat, dan hebat, keren,
profesional, dan juga keginian.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar Eko Ed-110.
Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak
dan Ibu semua yang sudah selalu setia
untuk mengikuti acara webinar ini. Dan
tak lupa saya mengucapkan selamat hari
buruh internasional kepada seluruh
pekerja buruh dan insan yang telah
mendedikasikan tenaga, waktu dan pikiran
demi kemajuan bangsa dan
negara. Hari ini webinar EVO akan
mengangkat tema penerapan konsep dan
prinsip ekonomi lingkungan dalam
perencanaan pembangunan daerah.
Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas
sebagai moderator pada acara ini. Baik,
Bapak dan Ibu semuanya, sebelum memulai
webinar pada siang ini, alangkah baiknya
kita berdoa bersama-sama sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing-masing.
Berdoa
dipersilakan. Berdoa selesai.
Untuk acara selanjutnya, mari kita
menyanyikan lagu Indonesia Raya secara
bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak
dan Ibu untuk duduk.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Baik, kepada Bapak dan Ibu semuanya,
izinkan saya untuk mempromosikan tiga
pelatihan dalam waktu dekat ini yang
akan diselenggarakan oleh kami. yakni
yang pertama ada pelatihan penyusunan
laporan pemantauan lingkungan RKLRPL
gelombang du yaitu yang akan
dilaksanakan pada tanggal 5 sampai
dengan 7 Mei 2025 lalu dilanjutkan pada
minggu yang sama yaitu pelatihan dan
sertifikasi pengambilan contoh uji air
atau
PCUA gelombang 1 yang akan dilaksanakan
pada tanggal 5 sampai 9 Mei 2025 lalu
dilanjutkan lagi pada tanggal 14 sampai
20 Mei 2025 yaitu pelatihan penunjang
dokumen AMDAL dan SLO yaitu persetujuan
teknis untuk air limbah. Dan jika Bapak
dan Ibu melakukan pembayaran pada satu
pelatihan Bapak Ibu akan mendapatkan
diskon 10% dari biaya investasi. Lalu
untuk informasi lebih lanjut dapat
menghubungi admin kami Riris dan Nisa
ataupun Bapak Ibu juga bisa mengunjungi
sosial media kami yakni ada Instagram,
YouTube channel,
Facebook, dan juga website resmi kami
yaitu
ecoedu.co.id ataupun juga bagi Bapak Ibu
yang tertarik langsung untuk mendaftar,
silakan diakses saja ke
pendaftaran.co.id.
Selain itu, kami juga terdapat inhouse
training yang dapat dilakukan secara
offline sesuai dengan permintaan dari
instansi perusahaan Bapak dan Ibu
semuanya. Selanjutnya kita akan langsung
saja masuk pada kegiatan utama kita di
mana webinar kali ini kita akan
berdiskusi mengenai penerapan konsep dan
prinsip ekonomi lingkungan dalam
perencanaan pembangunan daerah. Dan di
sini juga kami telah menghadirkan
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya untuk memberikan materi dan
wawasan yang bermanfaat ini. Baik,
langsung saja saya perkenan perkenankan
saya memperkenalkan narasumber kita hari
ini yaitu Dr. Ir. Iwan Kustiwan, MT.
Beliau merupakan dosen atau Lektor,
Kepala pada program studi Pencanaan
Wilayah dan Kota, S PPK ITB.
dan kebetulan beliau sudah ada di dalam
ruangan Zoom ini. Ee selamat siang
kepada Pak Iwan. Selamat siang. Iya.
Baik, Pak Iwan, bagaimana kabarnya pada
siang hari ini, Pak? Baik. Baik,
baik. Kalau gitu saya izin terlebih
dahulu ya, Pak sebelum kita mulai. Di
sini ada beberapaem di sini ada beberapa
teknis. Yang pertama itu untuk pemaparan
dilaksanakan selama 1eng jam, lalu
dilanjutkan lagi dengan sesi tanya jawab
dengan menggunakan aplikasi Slido dan
kemudian dilanjutkan lagi dengan tanya
jawab secara langsung. Baik, untuk
mengefektifkan waktu saya serahkan
ruangan Zoom ini kepada Pak Iwan dan
kepada Bapak dan Ibu semuanya. Selamat
mengikuti acara webinar ini.
Terima kasih Mbak Dini. Suara saya cukup
baik. Terdengar? Terdengar jelas, Pak.
Ya. Ee Bapak, Ibu sekalian,
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ee pertama-tama saya
mengucapkan terima kasih sudah diundang
oleh Eko Edu untuk ee
menyampaikan materi ya. Saya kira materi
yang ee menurut saya ini penting sekali
terkait ke ee perencanaan pembangunan
daerah ya juga tentu saja berkaitan juga
dengan perencanaan tata ruang yang
bagaimanapun sekarang sudah tidak bisa
dilepaskan dengan ee satu konsep ya
ataupun prinsip-prinsip yang kemudian
harus di ee jadikan sebagai dasar yaitu
ee prinsip pembangunan berkelanjutan
gitu ya. Jadi ee saya ee diminta untuk
menyampaikan materi berkaitan dengan
ekonomi lingkungan. Jadi ee ekonomi
lingkungan dan kemudian bagaimana
penerapannya di dalam ee perencanaan e
pembangunan daerah ya dan juga saya akan
kaitkan juga dengan perencanaan tata
ruang wilayah begitu ya. Jadi ee materi
ini tentu saja ee merupakan materi yang
saya kira ee cukup luas sebetulnya
begitu tapi saya berusaha barangkali ee
menyampaikannya dalam waktu yang lebih
singkat gitu ya. meskipun tadi
disediakan cukup lama 1 jam seteng ya,
jadi saya izin share screen untuk
menyampaikan pokok-pokok bahasan yang
akan saya
sampaikan. Sudah tertayang Bapak, Ibu
sekalian. Ya, sudah Pak.
Iya. Ee ada
beberapa ee pokok bahasan gitu ya yang
saya akan sampaikan. ini saya kira ee
mengerucut kepada satu ee instrumen ya
yang saya kira nanti ee menjadi bagian
dari keseharian kita ya di ee dalam
konteks ee pengelolaan dan perlindungan
lingkungan di satu sisi dan juga di
dalam perencanaan pembangunan daerah ya
yaitu ee nanti saya berujung kepada
kebutuhan penyusunan KL gitu ya. Nah,
tentu saja ee ada perjalanan panjang
gitu untuk sampai ke situ. Jadi saya
akan menyampaikannya mulai dari ee latar
belakang yang saya kira ee menjadi dasar
ya e kenapa ee ekonomi lingkungan
ataupun kemudian ekonomi hijau ya
sekarang apa sering di ee sampaikan di
berbagai ee kesempatan itu menjadi ee
sesuatu yang kemudian ee perlu dijadikan
acuan gitu ya. Jadi tantangan
pembangunan ya khususnya pembangunan
daerah yang tetap ee mempersoalkan ee
apa namanya ee konflik dalam tanda petik
gitu ya. Ee keinginan untuk
mengembangkan atau ee menumbuhkan
ekonomi daerah begitu atau wilayah
begitu yang kemudian seringkali ee
bertabrakan gitu ya dengan ee
perlindungan lingkungan gitu ya. Ini
tentu saja bukan isu yang ee lokal
begitu ya. itu menjadi isu ee nasional
dan juga global bahkan gitu ya. Nah,
atas dasar itu kita akan nanti ee
membahas apa itu ekonomi lingkungan gitu
ya. Apa bedanya dengan ekonomi
konvensional begitu ya atau ekonomi
klasik gitu ya. Ee kemudian ee kita akan
masuk lebih jauh nanti membahas ee
konsep-konsep dasar ya dan prinsip ee di
dalam ekonomi lingkungan ya. Jadi ada
beberapa ee konsep dasar yang perlu kita
pahami ya. ee terutama terkait ke konsep
eksternalitas gitu ya. Kemudian konsep
nilai dari sumber daya alam ya. Kemudian
yang tidak kalah pentingnya adalah
tentang prinsip dan konsep ee jasa
lingkungan. Kemudian atas datar itulah
ee kemudian ee selama ini ya atau dalam
waktu yang sebetulnya tidak terlalu lama
itu belum lama barangkali beberapa
dekade terakhir ya ee sudah dimulai
upaya untuk kemudian dalam tanda petik
ya ee
mengkuantifikasikan ee sumber daya alam
dan lingkungan itu. Jadi fungsi ee
sumber daya alam tidak bisa lagi kita
lihat semata fungsi ee sosial ekonomi
gitu, tetapi juga kemudian bisa ee
dilihat dari ee fungsi ekologisnya. Nah,
sehingga dengan demikian ketika kita
ingin ee menghitung keseluruhan nilai
dari sumber daya alam dan lingkungan,
maka kita harus melakukan valuasinya dan
tentu saja ee alat-alat ekonomi begitu
ya, instrumen-instrumen ekonomi menjadi
ee bagian yang ee tidak bisa kita apa
namanya lupakan gitu ya. Jadi kita
menggunakan berbagai konsep ekonomi
untuk mengkuantifikasikan keseluruhan
fungsi ee sumber daya alam dan
lingkungan ya yang pada dasarnya ee
seperti dua sisi mata uang ya. Ada
fungsi sosial ekonomi atau fungsi
ekonomi sering disebut begitu dan fungsi
ee lingkungan logis ya. Kemudian di
negara kita sebetulnya
ee ee instrumen ekonomi lingkungan ini
sudah ee di ee adopsi ya di dalam
peraturan perundangan di dalam ee apa
Undang-Undang ee 32 ya tahun 2000 ee 9
begitu ee Undang-Undang PPLH
Undang-Undang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup ee sudah ee
ada ee instrumen ekonomi lingkungan yang
kemudian juga ee tentu saja akan
diberlakukan di Indonesia begitu ya ee
cukup banyak ya itu kita akan bahas
nanti dan kita nanti akan memilih ee
satu ee jenis ya satu jenis atau satu
bagianlah begitu ya satu unsur dari ee
instrumen ekonomi lingkungan tersebut ya
yang terkait dengan perencanaan
pembangunan dan instrumen di dalam ee
kegiatan ekonomi secara umum gitu.
Kemudian ee atas dasar itu nanti kita
bicara urgensi pengintegrasian ee
konsep-konsep ekonomi lingkungan ya.
atau juga nanti ekonomi hijau ya nanti
kita bahas apa perbedaan ekonomi
lingkungan dengan ekonomi hijau ya ee di
dalam perencanaan ee pembangunan daerah
ya ee termasuk ee saya nanti sampaikan
juga dalam konteks penyusunan ee rencana
tata ruang wilayah ya
RTRW ee kabupaten kota barangkali gitu
ya. Oke, jadi ee ini yang saya kira ee
pertama menjadi titik tolak ya
pembahasan kita tentang perlunya ekonomi
lingkungan sebagai pendekatan dalam
tanda petik ya alternatif ya ee dalam
melihat ee lingkungan sumber daya alam
dan lingkungan gitu ee dari perspektif
ekonomi ya. Jadi ekonominya bukan
ekonomi ee biasa gitu, tapi ekonomi
lingkungan yaitu ee ee berbagai fenomena
ya yang menunjukkan kepada kita ya bahwa
di tingkat global saat ini ya ada banyak
isu global yang yang saya kira ini sudah
ee sering disebut sebagai ee krisis gitu
ya. ini saya kira ee laporan ya dari
World Economic Forum 2024 itu mencatat
ee satu dekade ke depan itu ada beberapa
ee indikasi isu-isu yang akan menjadi ee
hangat begitu ya. Ee dan itu kemudian ee
disimpulkan sebagai apa yang kita sering
dengar begitu ya ee triple planetary
krisis gitu ya. Jadi ada ee tiga apa
ancaman ya, tiga masalah utama ya yang
dihadapi oleh ee umat manusia gitu ya.
yaitu pertama perubahan iklim ya,
kemudian polusi dan kerusakan lingkungan
dan kemudian hilangnya keanekaan hayati
ya triple planetary krisis inilah yang
sesungguhnya dalam tanda petik ya
memaksa kita untuk ee mencari alternatif
ee baru ya ee ketika melihat ee
bagaimana kita mengelola sumber daya
alam dan lingkungan ya ee dalam konteks
ee pembangunan yang berkelanjutan. kan
gitu ya. Nah, jadi ee ee adanya krisis
tersebut sesungguhnya membawa kita
kepada ee satu apa kebutuhan ya
kebutuhan untuk melakukan perubahan ya.
Ya, kalau perlu perubahannya radikal
barangkali ya. Jadi ee kebutuhan untuk
melakukan transformasi ya dari ekonomi
yang sekarang ini yang ee tadi
menimbulkan ee apa ee tiga krisis besar
tadi begitu ya. Ee jadi ee kita harus
melakukan transformasi dari ekonomi
cokelat ya. Jadi sistem ekonomi yang ee
coklat gitu, brown ekonomi ya ke ekonomi
hijau untuk mendukung pembangunan
berkelanjutan gitu ya. Jadi ee kita tahu
ya ee kecenderungan global saat ini dan
tentu saja nanti kita juga bisa lihat di
level nasional dan lokal menunjukkan hak
yang sama. Nah, jadi kecenderungan
global saat ini menunjukkan pertumbuhan
ekonomi masih menganut prinsip ee
ekonomi coklat gitu ya atau aktivitas
ekonomi yang ee masih ya masih dominan
begitu mengeksploitasi sumber daya alam
ya dan kemudian pada akhirnya memberikan
dampak buruk terhadap lingkungan ya.
Jadi pembangunan atau katakanlah
pembangunan ekonomi sering
diinterpretasikan untuk ee dalam
kaitannya dengan sumber daya adalah
ekspektasi ya. Dan itu tentu saja ee ee
ee sudah kita ketahui bersama ya. Ee
ujung-ujungnya dampaknya adalah ee
kerusakan lingkungan gitu ya atau ee
terjadinya penurunan atau degradasi
kualitas lingkungan gitu ya ee di mana
ee sumber daya itu berada begitu ya.
Nah, oleh sebab itu
ee dengan melihat bahwa isu itu menjadi
sesuatu yang bersifat global ee tentu
saja harus ada perubahan ya. Jadi
bagaimana mengubah prinsip ekonomi yang
cokat itu gitu ya yang nanti kalau
dikaitkan dengan energi misalnya energi,
energi kotor gitu ya ee ke arah energi
yang bersih, energi ee baru yang
kemudian terbarukan gitu ya. Itu adalah
tantangan gitu ya. Jadi mengubah ekonomi
ee coklat ke ekonomi ee hijau yang tentu
saja ee tidak mudah ya dan itu kemudian
ee memerlukan berbagai instrumen ya
instrumennya yang nanti kita akan
bicarakan ya. Jadi ee ilmu ekonomi ya
atau cabang ilmu ekonomi yang kemudian
kita sebut ekonomi lingkungan ini adalah
salah satunya. Ee ini saya punya satu
gambaran bagaimana pada tingkat nasional
ya atau ee data-data antar provinsi ya
yang menunjukkan kepada kita ee daerah
membangun ya provinsi tiap provinsi
membangun gitu ya. Ee secara nasional
ada juga ee target pertumbuhan ekonomi
gitu ya. tiap daerah juga melakukan itu.
Jadi, pertumbuhan ekonomi e bagaimanapun
tetap digjot begitu ya, tetap ee
diakselerasi gitu ya dengan dengan
tujuan atau demi untuk kemudian
meningkatkan ee kualitas hidup manusia
gitu ya. Jadi pembangunan atau
pertumbuhan ekonomi diharapkan berdampak
pada pembangunan sosial ya. Kemudian ee
mestinya juga ee tentu saja sejalan ya
dengan ee perlindungan terhadap
lingkungan. Tetapi pada kenyataannya
tidak demikian ya. Kita bisa melihat
data-data ini data-data provinsi ya saya
kira dari suatu ee studi ya dalam rangka
penyusunan RPJPN ya. Ini ee ee
dibandingkan ya indeks ee tiga ee unsur
ya dari pembangunan berkelanjutan yaitu
ekonomi ya, sosial ya. dalam hal ini
indeks pembangunan manusia digunakan
sebagai indikatornya dan kemudian ee
IKLH ya untuk ee indikator dari ee
dimensi atau aspek ee ekonomi eh maaf ee
lingkungan gitu ya. Nah, kita bisa
melihat ee kalau secara keseluruhan ini
provinsi berdasarkan ranking
pertumbuhannya begitu ya. Nah, kemakin
ke kanan itu adalah provinsi-provinsi
yang ee tumbuh e pesat pembangunan
ekonominya ya pada saat yang sama ya.
kemudian punya indeks ee pembangunan
manusia yang meningkat. kira-kira begitu
ya ee kira-kira hampir ee berdekatan
gitu ya meskipun tidak selalu atau tidak
terjadi di semua ee provinsi tetapi pada
dasarnya ee pembangunan ekonomi mampu
meningkatkan IPM ya meningkatkan
kualitas hidup manusia ya kesehatan,
pendidikan dan daya beli ya begitu itu
ee elemen-elemen dari apa dari ee dari
ee IPM ya. Tetapi kalau kita bandingkan
dengan IKLH itu ee selalu terjadi gap
gitu ya. Jadi pertumbuhan ekonominya
tinggi ya, provinsi-provinsi dengan
pertumbuhan atau indeksnya lebih tinggi
ee IKLH-nya ee tidak sepadan begitu.
Selalu akan ada gap gitu ya. Beberapa
provinsi yang kaya sumber daya alam ya.
di sebelah kanan Anda bisa melihat ya
meskipun ee tidak selalu ee apa namanya
ee yang tertinggi secara ekonomi ya. Ee
tapi kita bisa melihat beberapa provinsi
ya ee yang di sebelah kanan itu gap-nya
makin besar ya, makin besar begitu ya.
Jadi ee IKLH-nya ee pertumbuhan ya
pertumbuhan EKLH-nya tidak tidak secepat
e pertumbuhan ekonomi gitu ya. Nah,
kemudian ada indikator lain yang
sekarang juga mulai dimasukkan ya itu
indeks kebahagiaan gitu ya. Ini juga
bisa ee menjadi hal yang lain gitu ya.
Nah, jadi idealnya kan ee kita ingin ee
ada keserasan antara pertumbuhan ekonomi
ya e kemudian pembangunan sosial dan
perlindungan lingkungan yang kemudian
membuat ee manusianya lebih bahagia.
Kira-kira begitu ya. Tujuan pembangunan
itu sesungguhnya itu ya menuju ee
tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi
gitu ya. ee bukan semata-mata
pertumbuhan ekonomi, sosial dan
sebagainya, tapi keseluruhannya adalah
dalam tanda peti yang barangkali bereat
lebih ee spiritual begitu
ya. Oke. Ini menarik ya ee untuk
kemudian melihat nanti pada tingkat
daerah bagaimana ee sesungguhnya kita
bisa ee melakukan upaya untuk ee
mengurangi gap itu ya atau apa yang
terjadi sehingga sebetulnya ada gap
antara pertumuhan ekonomi dengan IKLH di
masing-masing provinsi tersebut
gitu. Oke ya. dalam ketik itulah ya tadi
eh eh eh triple planetary crisis ya
kemudian juga ketidaksarasan antara ee
tiga dimensi dari ee pembangunan ya ee
kemudian ee melahirkan ee gagasan ya
untuk ee melihat ee atau menggunakan
ee ekonomika ya ilmu ekonomi dengan
perspektif lingkungan gitu ya. Jadi
karena kita melihat bahwa ekonomi ee
konvensional yang ee saya kira kita
kenal semua begitu ya ee teman-teman ee
yang belajar di apa bidang tersebut
ataupun ee secara umum ya kita kenal
bahwa ilmu ekonomi pada dasarnya ilmu
yang mempelajari bagaimana manusia
melakukan ee sumber daya melakukan
alokasi sumber daya ee yang langka gitu
ya. Jadi nanti kalau dikaitkan dengan ee
eksploitasi atau ee pemanfaatan sumber
daya alam misalnya ya, seberapa besar
sumber daya harus ee diekstraksi ya
sehingga menghasilkan manfaat yang
sebesar-besarnya bagi kita sebagai
manusia begitu ya. Jadi ee unsur
utilitariannya ee sangat kuat di situ
gitu ya. Nah, persoalannya adalah
bagaimana kita mengelola sumber daya
alam begitu agar menghasilkan manfaat
yang sebesar-besarnya seperti ee tujuan
pembangunan ekonomi ya, tapi tidak
mengorbankan kelestarian sumber daya
alam itu sendiri. Itu pertanyaan
besarnya yang saya kira tidak bisa
dijawab oleh ilmu ekonomi ee klasik gitu
ya. Maka lahirlah ekonomi ee lingkungan
ya. Jadi envirta ekonomik begitu ya.
Jadi ee jadi kalau sebetulnya bahasa
Indonesia yang baiknya itu ekonomika
lingkungan gitu ya. Karena nanti ee bisa
bertukar dengan nanti konsep yang kita
akan jelaskan juga ee ekonomi hijau ya.
Ee ekonomi bukan ekonomika gitu ya.
Ekonomi hijau. Jadi itu model ekonomi
ya. Kalau ekonomika ya ilmu ekonomi ya.
Jadi ekonomika lingkungan ya lebih tepat
sebetulnya kalau apa ingin membedakannya
dengan ee ekonomi dalam pengertian model
atau sistem perekonomian gitu ya. Nah,
jadi ee ekonomi lingkungan ya atau
ekonomika lingkungan pada dasarnya
adalah penerapan prinsip-prinsip
ekonomika secara umum ya untuk
mempelajari bagaimana sumber daya alam
dan lingkungan dikelola gitu ya. Ya,
jadi fokusnya bagaimana? dan ee mengapa
manusia mengambil keputusan yang
menimbulkan konsekuensi terhadap
lingkungan alami. Ya, jadi ee kalau
ekonomi ee umum menyangkut keseimbangan
suplly dan demand dan kemudian harga
merefleksikan kelangkaan suatu barang,
itu saya kira menjadi ee teori dasarnya
gitu ya. Ee semakin langka nanti semakin
mahal gitu ya. Kemudian ee nanti bekerja
hukum pasar ya, suplly dan deman
kira-kira begitu ya. ee tetapi kalau itu
diterapkan dalam ee lingkungan ya, jadi
dalam ekonomi lingkungan hal ini tidak
berbeda sebetulnya ya. Tetapi ee pasar
dalam ee kaitannya dengan sumber daya
alam dan lingkungan ya pasar dan tentu
saja harganya nanti itu ee seringki
tidak eksis, tidak nyata gitu ya. Jadi
ada ee ada nanti kita bahas ada barang,
ada jasa gitu ya. barangnya mungkin
nyata, tapi kemudian ee sumber daya alam
itu punya di balik itu ada ee jasa dan
itu seringki tidak
tidak dapat dihitung dengan mudah gitu
ya. Nah, sehingga kemudian ee nanti
melahirkan ee perlunya beberapa ee
konsep ee baru ya, konsep-konsep
tambahan yang membedakan
ekonomi apa namanya konvensional dengan
ekonomi lingkungan gitu ya. Jadi ekonomi
lingkungan pada dasarnya ilmu yang
mempelajari perilaku dan kegiatan
manusia di dalam memanfaatkan sumber
daya alam dan lingkungan. Nah, dalam
ekonomika lingkungan ya sumber daya alam
dan lingkungan
dipelajari dan dipertahankan serta
ditingkatkan penggunaannya ya tadi untuk
ee sebesar-besarnya kemanfaatan bagi
manusia ya dengan tujuan pemakaian yang
atau pemanfaatan yang lebih bersifat
jangka panjang dan berkelanjutan gitu
ya. ee di sebelah kanan ini ada ee apa
namanya diagram yang menunjukkan
bagaimana posisi ekonomika lingkungan ya
envirmental ekonomi gu ya di ee dengan
berbagai ee teori yang lain ya yang
mulai dari ekonomi klasik ya ketika
dihadapkan pada krisis ekologi muncullah
eh ekonomika ekologi begitu ya muncullah
green economic gitu ya ee muncullah
ekonomi ee lingkungan ya seperti yang
kita bahas sekarang ini.
Oke. Nah, ini perbedaan yang ee mendasar
antara sistem ekonomi konvensional
dengan sistem ekonomi menurut ekonomika
lingkungan ya. Nah, di sebelah kiri kita
sudah paham ya, selalu ada ee apa
namanya aliran ya. Ee ada di dalam
sistem ekonomi konvensional itu ada
produksi, ada konsumsi ya, ada produk,
ada ee tenaga kerja ya, ada perusahaan,
ada ee ee rumah tangga ya, kemudian
terjadi aliran ya aliran produk dari ee
perusahaan begitu ee ke rumah tangga.
Kemudian ada ee aliran ee dari rumah
tangga berupa tenaga kerja ee ke
perusahaan gitu ya. dan begitu
seterusnya ya ee sistemnya tertutup
begitu ya. Nah, di situ tidak ada
kebocoran apapun itu ya begitu ya. Jadi
berputar seperti itu. Jadi nanti produk
punya harga, tenaga kerja punya harga
dan itulah yang nanti menggerakkan ee
ekonomi pasar begitu ya ee di sektor
perusahaan gitu ya. ee ee ee di sebelah
kanan ini ada ee ee kira-kira hampir
sama diagramnya, tetapi
kemudian ada elemen-elemen lain ya,
unsur-unsur lain yang ditambahkan yang
kemudian juga diperhitungkan ya di dalam
sistem ekonomi tersebut ya. Jadi di situ
ada limbah ya. Jadi ee proses produksi
itu menghasilkan limbah ya. Proses
konsumsi oleh sektor rumah tangga
menghasilkan limbah. limpah itu dibuang
ke mana gitu ya, dibuang ke alam,
dibuang ke lingkungan gitu ya. Nah,
begitu ee perusahaan memproduksi juga
nanti menghasilkan limbah-limbah
produksi begitu ya dan itu pun dibuang
harus ee dibuang ke mana? Ke alam juga.
Jadi ee menimbulkan yang nanti kita akan
kenal sebagai eksternalitas ya, sebagai
dampak ya ee berupa ee pencemaran ya
terhadap udara, terhadap air, terhadap
tanah dan seterusnya gitu ya atau ee
timbulan sampah gitu ya atau limbah gitu
ya. Jadi ee sampah, limbah, pencemaran
itu tidak masuk di dalam ekonomi klasik
ya, di dalam ekonomi konvensional
sebagai ee sesuatu yang kemudian harus
diperhitungkan ya di dalam penentuan
harga begitu ya. Oke ya. Jadi kalau kita
ee gambarkan lebih lanjut sistem ekonomi
yang terintegrasi dengan lingkungannya
mestinya ee seperti di diagram ini gitu
ya. Jadi ada produsen, ada konsumen ya,
kemudian ada aliran materi, ada aliran
energi gitu ya ee antara konsumen dengan
produsen. Nah, kemudian ada aliran
limbah ya selain ee aliran ee atau flow
yang lain ya, barang dan jasa ya, tenaga
kerja, moda dan sebagainya yang memang
ee ada di ekonomi konvensional gitu ya.
Tetapi di sini ee perbedaannya adalah
adanya limbah ya. Nah, limbah ini bisa
ee didaur ulang ya ee menjadi bagian
dari ee produksi ya katakanlah nanti
kalau produksinya ee apa menggunakan
konsep produksi ya sekarang ee kita
sering mendengar ee ekonomi silikuler
gitu ya menjadi limbah nanti menjadi
input atau menjadi sumber daya baru gitu
ya. Nah, dan kemudian ee di sini ee ada
semesta ya, ada semesta, ada universe
yang harus diperhitungkan di situ karena
ada aliran dari e sumber ee energi
terbesar yaitu radiasi atau energi
matahari ya yang juga diperhitungkan dan
itu kemudian nanti menjadi elemen
penting ya bagi berbagai jasa ekosistem.
Kira-kira begitu ya. Jadi ketika kita
memasukkan unsur-unsur yang semula tidak
dihitung ya ee di dalam ekonomi
konvensional, di dalam ekonomi
lingkungan menjadi lebih kompleks gitu
ya. Karena ternyata ee sistem ekonomi
itu tidak tertutup hanya ee di produsen
dan konsumen gitu ya. Tetapi ada
environment ya, ada lingkungan ya. Di
situ nanti ada jasa lingkungan juga ya.
Dan kemudian di situ nanti ada dampak
ya, ada eksternalitas dan sebagainya.
Kemudian kita harus perhitungkan juga
begitu.
Oke. Nah, ee itu adalah ee apa ee
ekonomi lingkungan gitu ya. Kemudian ada
yang disebut eh konsep ekonomi hijau.
Nah, ini green ekonomi ya, ekonominya
bukan ekonomik ya, tapi ekonomi. Jadi,
ini lebih tepat sebenarnya kalau
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia
yang baik itu perekonomian hijau gitu
ya. Tapi kita terlanjur ya sehingga
kemudian keluar ee istilah ekonomi hijau
ya, green ekonomi gitu ya. e yang nanti
bisa tertukar dengan ekonomi lingkungan
ya. Kalau ekonomi lingkungan yang tadi
ee ilmu ekonomi ya e dengan ee
perspektif lingkungan kira-kira begitu
ya. Tapi kalau ekonomi hijau adalah moda
ya, moda atau sistem perekonomian yang
hijau ya yang boleh jadi ee memang
karena menggunakan pendekatan ekonomi
lingkungan gitu ya. Jadi ini kalau
disebut ee proses produk gitu ya,
ekonomi ee hijau itu adalah produk ya ee
hasil dari ee proses ee apa bekerjanya
ee ilmu ekonomi kira-kira gitu ya atau
digunakannya berbagai instrumen ee
ekonomi lingkungan ya untuk membuat ee
apa namanya ee ekonomi kita menjadi
lebih ee hijau, lebih berkelanjutan gitu
ya. Jadi, konsep ekonomi hijau kemudian
ee sering disebut sebagai salah satu ee
apa namanya min ya, salah satu kendaraan
atau sarana untuk mewujudkan pembangunan
berkelanjutan gitu ya. Ya, jadi ee kita
bisa lihat ini dari beberapa definisi
ya. Ya, ini yang paling lama UNEP ya
menyebutkan ekonomi hijau adalah ekonomi
atau sistem perekonomian ya yang
menghasilkan peratan kesejahteraan
manusia dan ekuitas sosial ya sementara
secara signifikan mengurangi risiko
lingkungan ya dan kelangkaan ekologis
gitu ya. Jadi ini ee ekonomi hijau ya ee
menyeratkan pengakuan bahwa pembangunan
ekonomi adalah kendaraan utama untuk
mencapai kesejahteraan yang
berkelanjutan gitu ya. Jadi peningkatan
kejahatan manusia dapat dicapai tanpa
merusak ee lingkungan atau menghabiskan
ee sumber daya alam gitu ya. Jadi ee
muncullah nanti berbagai ee definisi
operasional dari ekonomi hijau ya. Salah
satunya adalah ee jadi ee ekonomi hijau
dipandang sebagai model pembangunan
ekonomi ya yang ee menunjang ya atau ee
mendukung ya pembangunan berkelanjutan
dengan fokus pada investasi ya.
investasinya nanti dikenai sebagai
investasi hijau ya ee kapita ya dan
infrastruktur ya lapangan kerja dikaren
green job ya dan kemudian keterampilan
untuk mewujudkan kesehatan sosial dan
kelestarian lingkungan
secara apa bersamaan gitu
ya. Oke. Nah, kembali ke ekonomi
lingkungan ya. ini ada beberapa aspek ya
atau konsep dasar ya atau konsep utama
lah ya dari dalam ekonomi lingkungan
yang ee saya kira ee apa namanya menjadi
menjadi titik tolak kita untuk nanti
bicara berbagai instrumen yang kemudian
dikembangkan gitu ya, yaitu konsep
kegagalan pasar ya. Nah, ini menjadi apa
sangat apa namanya ee sangat ee nyata
begitu ya nanti ketika kita bicara ee
dalam tanda petik barang dan jasa
lingkungan ya. Kemudian kedua konsep
eksternalitas ya. Kemudian ee sifat ee
apa namanya? tidak adanya pengecualian
ya non expudability dari eh
barang-barang ee publik ya publik ya
yang ee nanti juga ee beberapa bagian
saya bahas begitu ya. Kemudian yang
terakhir valuasi ya. Jadi sumber daya
alam dan lingkungan itu harus divaluasi
ee divaluasinya secara ekonomi ya supaya
apa? itu Pak ya. Ee kita memasukkan
elemen-elemen baru ke dalam sistem
ekonomi yang tadi ee kita lihat di dalam
diagram yaitu adanya limbah ya dari
produksi ya, adanya limbah juga dari
konsumsi itu kemudian bisa
di die divaluasi secara ekonomi ya.
Dengan demikian nanti ee harga ya ee
sebagai ee instrumen utama ya, sebagai
konsep utama di dalam ee apa namanya
sistem ekonomi begitu ee itu kemudian ee
jadi ee bisa ee dihitung secara
keseluruhan ya. Dan kemudian ee dengan
angka nomina itu ee kita menjadi lebih
ee lebih memahami gitu ya, bahwa
persoalan lingkungan itu yang semula apa
implisit ya, jadi eksplisit karena
secara ekonomi ternyata ada nilainya.
Kira-kira begitu ya. Jadi ini ee gunanya
adalah ee guna dari ee melakukan valuasi
ekonomi terhadap sumber daya
alam. Oke. Ee jadi ini konsep yang
pertama adalah eksternalitas ya. Nah,
apa itu saya kira ee secara umum ee
kalau apa and bahasa gampangnya itu
eksternal itu dampak gitu ya. Ya, jadi
suatu proses itu ada ada suat ada
inputnya begitu ya. Kemudian proses itu
menghasilkan output. Output itu ada
yangas menghasilkan apa namanya outcome
gitu ya. Nah, di sisi lain itu ada
impact ya. Impact itu sebetulnya
eksternalitas. Jadi sesuatu yang tidak
kita ee ee tuju ya. tetapi ee selalu
muncul ketika kita melakukan aktivitas
produksi apapun kira-kira gitu ya. Jadi
selain hal-hal yang berupa eh outcome
gitu, ada hal-hal yang dalam tanda
pendik ee tidak kita inginkan atau kita
tidak rencanakan bahkan yaitu yang
disebut sebagai impact itu ya. Jadi
eksternalitas terjadi ee bila aktivitas
e pelaku ekonomi mempengaruhi aktivitas
pelaku ekonomi yang lain. Namun
pengaruhnya tidak terefaksikan pada
transaksi di pasar gitu ya. misalnya
pabrik bahan kimia mengeluarkan B3 ya,
B3 kemudian ee mengkontaminasi ya ee
badan air atau apa ee apa ee udara dan
sebagainya ya. Kebisingan lalu lintas ya
misalnya di eh maaf ee lalu lintas
pesawat ya di sekitar bandara misalnya
itu ee di dirasakan oleh penduduk di
sekitar bandara padahal mereka tidak ada
kaitannya dengan bandara tersebut ya.
Mereka barangkali tidak juga e pernah
naik pesawat kira-kira gitu ya. tapi
mereka malah ee jadi bising ya begitu ya
atau sampah yang dibuang ke sungai ya
yang kemudian mengalir ke hilir ya
kemudian ee kualitas ee sungai ya ee
memburuk ya ee di bagian hilir ya dan
kemudian masyarakat di hilir yang
kemudian menerima dampaknya pada mereka
ee tidak berkaitan dengan aktivitas yang
mencemarai di hulunya kira-kira begitu.
Jadi ee itu semua ee eksternalitas tapi
negatif ya. Tapi ada juga eksternalitas
ee positif ya. Jadi ee terjadi ketika
kegiatan satu ee pihak ya menimbulkan
dampak positif terhadap pihak yang lain
ya. Nah, ini saya kira contohnya banyak
ya ee tumpahan teknologi ya yang membuat
barang-barang ee katakanlah dari Cina
murah sekali ya begitu ya dan kita
menikmatinya gitu ya. Itu ekstraas ee
apa positif ya. ya. Jadi bisa terjadi
dari ee konsumen ke konsumen ya yang
negatif itu bisa juga dari produser ke
konsumen, bisa dari ee produser ke
produser. Ini saya kira ee apa di ee
level perusahaan gitu ya. Persoalannya
adalah eksternitas yang kemudian terjadi
di barang publik. Ini yang jadi
persoalan nanti di dalam ekonomi
lingkungan ya. Barang publik seperti
kita ketahui punya salah satu
karakteristik yaitu e nonek eksklusif
ya. ya. Nah, jadi bilang barang itu
diproduksi maka barang tersebut
memberikan manfaat kepada seluruh
kelelompok masyarakat. Misalnya ee udara
bersih yang dihasilkan sehat ya yang
diberhasilkan ee dihasilkan oleh ruang
terbuka hijau di perkotaan ya itu ee apa
namanya manfaatnya di ee rasakan oleh
semua orang kira-kira gitu ya. Ee baik
yang bayar pajak ya, baik yang bayar
pajak maupun tidak kira-kira gitu ya.
Jadi ee apa namanya itu ee membuat
kemudian ee ada
ada ses ya. Sesnya itu salah satunya
adalah
ee eh penggunaan berlebih ya ee over
consumption ya. ee over consumption ini
ee apa sering di apa diceritakan ya
sebagai ee apa namanya ee fenomena ya
yang eh disebut sebagai tragedi of the
common ya. Tragedi of. Jadi tragedi
barang publik ya, barang milik ungu
begitu ya. Yang eh ilustrasinya ee
siapa? Eh Hardin ya tahun 60-an ya
menggunakan apa namanya ee metafor ya
menggunakan ee apa cerita ee apa ee yang
diandaikan ada
ada biri-biri ya, ada apa namanya? ada
ada ee biri-biri yang ee ada di apa di
padang pengembelaan gitu ya. Kalau
jumlahnya sedikit tidak masalah tapi
makin lama makin besar ya. Kemudian ee
apa ee saling berebut ya. Nah, kemudian
rumput di sana kemudian tidak ee bisa
tumbuh memenuhi ee kebutuhan ya
alih-alih ee apa namanya yang jadi makin
banyak ee apa namanya ee ternaknya
bahkan banyak ee biri-birinya maka
kemudian ee sumber daya di sana menjadi
ee menyusut gitu ya. Dan kemudian ee
nanti terjadi ee persaingan ya. Kalau
persaingan terjadi maka yang menang
adalah yang besar. kira-kira begitu ya.
Nah, kemudian persaingan tidak di
ternaknya saja tapi bisa juga di antara
peternaknya begitu ya. Nah, itu jadi
tragedi ya, tragedian publik dan
ee apa namanya fenomena overpon ini
kemudian eh menjadi dasar ya atau
cerita-cerita atau kisah eh traged of
the common ini menjadi dasar dari konsep
eh carry capacity ya. Jadi ee padang
pengembalaan itu ada pada ada ee daya
dukungnya, ada batas daya dukungnya ya
ee dengan luasan tertentu hanya ee bisa
ee mendukung ya ee kehidupan e sekian
ekor kira-kira be kalau lebih dari ee
daya dukungnya itu ya terjadi ee tragedi
terjadiaka kira-kira begitu ya. Nah, di
dunia modern itu banyak sekali barang
publik ya yang kemudian ee sesungguhnya
ee mengalami ee apa namanya ee cerita
yang mengalami ee kisah gitu ya ee atau
mirip kisahnya dengan tragedi dekaman
gitu ya. Misalnya e kalau kita bisa
lihat ruang publik ya, ruang publik
sekarang di perkotaan misalnya jalan
raya ya. Nah, jalan itu ruang publik itu
seperti pada penggembalaan ya. Tiap hari
ee penduduk kota begitu membawa ee
ternaknya masing-masing ya, yaitu
kendaraan bermotor ya. Ya, ee kita bisa
melihat itu macet begitu ya. Kita bisa
melihat ee apa namanya? Semua orang
menuju tempat yang sama pada waktu yang
sama gitu ya. Dan kemudian ee kapasitas
jalan bisa terlampaui dan itu kemudian
kita sebut sebagai macet gitu ya. Kita
bisa bayangkan kalau di ee apa di
perempatan itu tidak ada ee lampu stopan
gitu ya, tidak ada polisi lalu lintas
atau tidak ada aturan lalu lintas
barangkali. Nah, setiap ee pagi kita
akan ketemu banyak ee apa namanya? ee
peristiwa ee pertengkaran ya,
pertengkaran ya masing-masing orang
ingin ee berebut ya sampai ke tujuannya
dan kemudian bertabrakan barangkali di
ee tengah-tengah ee persimpangan begitu
ya, di tengah-tengah perempatan ee jalan
gitu ya. Kalau tidak ada lampu stopan
yang mengatur siapa yang duluan gitu ya.
itu itu adalah fenomena tragedy of the
common dari eh kota-kota modern saya
kira ya. E untunglah ada aturan ya. Nah,
jadi di situ ee kita ee melihat perlunya
ya perlunya ee pengelolaan ya perlunya
ee pengaturan ya terhadap ee barang
publik tersebut ya sehingga nanti ada
ada ee yang diatur ya siapa yang boleh,
siapa yang boleh memanfaatkan begitu ya
ee berapa besar ya ee nanti berkaitan
dengan kuat tahap misalnya sumber daya
alam yang boleh di ee budidayakan dan
seterusnya ya. ee kemudian ada
regulasinya ya. Ee kemudian apakah
masyarakat bisa mengaturnya sendiri dan
seterusnya itu jadi ee jadi bagian dari
bagai ee bagaimana ee melakukan ee
pengelolaan ee terhadap sumber daya alam
ya supaya sumber daya alam yang
mengalami fenomena overconsumption ini
tidak menimbulkan
tragedi. Oke. Banyak tipenya ya. ini
tadi seperti ee sudah saya sampaikan ee
ee ada berdasarkan positif negatifnya
gitu ya, tapi juga bisa berkaitan dengan
ee teknologi ya ee eksternalitas
produksi ya ee konsumsi di situ masuk ee
T hari kemudian ee dikaitkan dengan apa
namanya pembagian eksternalitas ee
publik dan privat ya ee dan itu nanti
tentu saja ee yang nanti menjadi
perhatian kita adalah yang berkaitan
nanti dengan ee publik ya, karena tadi
yang kita bahas adalah ee public gold
gitu ya atau barang publik ya yang nanti
sebagian akan kita bisa lihat di dalam
ee karakteristik ee sumber daya alam ya.
Ee kemudian konsep berikutnya ya ee
selain eksternalitas ya dan ee barang
publik yang tadi sudah saya sampaikan ee
konsep berikutnya yang tidak kalah
penting ya di dalam ekonomi lingkungan
adalah konsep ee jasa ekosistem ya. Jadi
ee ee sumber daya alam gitu ya. ya,
sumber daya alam itu ee ee mempunyai dua
sisi ya seperti mata uang ya, seperti
koin begitu dua sisi mata uang gitu ya.
Jadi ada ee berkaitan dengan fungsi
sosial ekonominya ya atau sering malah
disebut fungsi ekonomi ya karena di situ
ee sifatnya barang ya sehingga nanti ee
ee dapat diperjual belikan atau jadi
komoditas gitu ya sehingga ada nilai ee
nomina di situ ya ada nilai ekonomi di
situ. Ee sisi kedua adalah fungsi
ekologis ya. Fungsi ekologis ini adalah
ya ini jasa lingkungan ini ya. Jadi ee
apa sumber daya alam itu punya
barangnya, punya jasanya, begitu ya. ee
jasanya itu yang ee pada dasarnya
menunjukkan jasa ekosistem yang melekat
di sumber daya alam itu sehingga
dikenalah konsep misalnya mode alam ya
ee moda alam atau ee natural kapital ya
yang pada dasarnya menyatukan dua-duanya
ya bukan sumber daya alam sebagai
komoditas, sebagai barang semata, tapi
juga ada jasa yang kemudian juga harus
dihitung. Jadi jasa ini pada dasarnya
adalah semua manfaat ya yang diberikan
oleh sistem pada masyarakat. ya yang
mempengaruhi ya kesehatan ya, kualitas
hidup ya, kemudian juga pembangunan
ekonomi ya ee orang-orang atau
masyarakat yang berada di situ ya. Jadi
ee sekurang-kurangnya ada empat ya, ada
jasa penyediaan ya, jasa pengaturan,
jasa budaya, dan jasa pendukung. Ini
saya kira ee sudah sangat ee apa namanya
populer ya. Ee lahir sejak tahun 2005-an
ya. Jadi, Milenium ekosistem eh
assessment ya sudah menghitung apa
namanya melakukan penilaian terhadap
jasa ekosistem secara global ya. Dan
jasa ekosistem ini tentu saja nanti
punya punya manfaat ya, punya ee apa ee
ee konsekuensi ya. Jadi ee kalau terjadi
perubahan ekosistem maka terjadi
perubahan jasa ekosistem yang diberikan
oleh ee apa namanya? oleh ekosistem
aliahnya. Kira-kira begitu ya. Ee oleh
sebab itu kemudian nanti ee ee
konsekuensinya ada ee konsekuensinya
adalah pada tingkat kesejahteraan
manusia ya. Ya. Jadi ee apa namanya ini
sudah banyak distudi begitu ya. Jadi ee
tentu saja ee ee pengukuran ya terhadap
ee jasa ekosistem ini menjadi sangat
penting ya. manakala kita kemudian ee
melakukan perencanaan pembangunan ya
begitu ya di suatu wilayah ya atau di
suatu daerah ya. Karena bagaimanapun
nanti ee ada sumber daya alam ya ee yang
kemudian nanti ada jasa ee ee jasa
ekosistem atau jasa lingkungan yang juga
dihitung yang kemudian kalau nanti ee
apa kegiatan pembangunan itu ee
mempunyai tujuan tertentu yang kemudian
ee memaksa ya ee sumber daya alam itu
dieksploitasi ya. Maka kemudian pada ee
pada waktu yang sama ya atau secara
serentak sesungguhnya ada ee gangguan ya
ee terhadap ee jasa ekosistem yang
melekat di dalamnya. Kira-kira begitu
ya. Jadi kalau kita membalak ee kayu di
hutan itu ee ee kayunya kita peroleh ya
sebagai produk gitu ya dari pembalakan
tersebut gitu. Itu berarti barangnya tuh
ya. Tapi pada saat yang sama e boleh
jadi jasa jasa ekologis dari hutan itu
ya ee sebagian jasa ekologis dari hutan
itu bisa hilang atau bahkan seluruh jasa
ee jasa ekosistem pada hutan itu bisa
hilang. jasa tata airnya misalnya begitu
ya karena kemudian eh tidak ada
catchment area di eh hutan itu begitu ya
atau berkurang kemampuan kecem area
sehingga air eh jadi run off ya dan
kemudian menyebabkan banjir lagi-lagi
nanti mempengaruhi ee apa namanya
manusia ya mempengaruhi kecan manusia
gitu ya.
Oke. Nah, itu ee beberapa tiga konsep
dasar yang saya kira menjadi penting ya
di dalam ekologi e maaf di dalam ekonomi
lingkungan. Kemudian ee dalam ee mode
ekonomi hijau pun kemudian ada beberapa
prinsip ya. Nah, prinsip yang ini saya
kutip ee dari ee kajian yang dilakukan
oleh BAPENAS ya. ee ee sejak tahun
2020-an saya kira sudah banyak dilakukan
ya ee kajian tentang ee apa ekonomi
hijau dan kemudian penerapannya yang
kemudian bermuara pada digunakannya
konsep ini pada penyusunan
RPJPN ya
2025245 ya dan
RPJMN 2025-2029 ya seperti yang sudah
kita ee ketahui bersama ya. Nah, itu ee
prinsip ekonomi hijau itu ada lima ya.
Ee jadi ee meskipun ee seolah-olah hijau
itu e lebih lebih apa ee dominan ya
aspek lingkungannya gitu ya ee dari
namanya begitu. Tapi sesungguhnya di
dalam prinsip itu ee apa namanya
sesungguhnya menyangkut unsur-unsur
pembangunan berkelanjutan secara utuh
sebetulnya ya. di situ ada prinsip
kesejahteraan will being yang tadi ya
yang boleh jadi dipengaruhi oleh tadi
perubahan di dalam ekosistem ya ee
manakala memberikan jasa kepada ee
masyarakatnya gitu ya. Kemudian yang
kedua ee prinsip keadilan justice ya ini
termasuk juga ee keadilan intragenerasi
dan ee antargenasi gitu ya. Kemudian ee
prinsip ketiga ya, planetari benderis
ya. Ee ini ee batas-batas daya dukunglah
ya, batas daya dukung ee e bumi kita ya
atau wilayah kita ya. Kemudian prinsip
berikutnya efisiensi dan kecukupan gitu
ya. Kemudian yang terakhir harus adanya
tata kelola. Ini yang penting ya. ya ee
tata kelola yang baik ya yang kemudian
nanti ee mengatur ya kemudian juga ee
mengendalikan begitu ya bagaimana ee
pemanfaatan sumber daya alam ya ee
sejalan dengan misalnya perlindungan ee
lingkungan gitu ya ee sehingga
dua-duanya bukan untuk dipertentangkan
gitu ya ee antara pemanfaatan dengan ee
perlindungan ya. jadi pemanfaatan
tidak meniadakan perlindungan sementara
perlindungan tidak ee menyebabkan ee apa
namanya ee kita tidak harus ee
memanfaatkan ya ee sehingga tidak
membangun dalam tanda petik gitu ya.
Jadi keduanya kemudian harus dilakukan
bersama-sama dengan adanya pengaturan ya
ee dalam suatu tata kelola yang baik
yang kemudian akuntabel ya kemudian juga
transparan ya kemudian juga ee ada
lembaga yang kemudian ee melakukannya
begitu ya. Nah, kemudian ee berikutnya
yang saya kira ee apa selalu
menjadi apa namanya pembeda ya. berbeda
dan ini upaya ee merupakan upaya untuk
supaya barang dan jasa lingkungan itu
bisa ee dihitung ya. Sama seperti ee
barang-barang yang dalam tanda petik
gitu ya. Ee barang-barang yang ee dengan
menggunakan perspektif harga ee ee
ekonomi secara konvensional gitu ya.
Jadi pendekatan valuasi ekonomi ya
begitu ya. Jadi ee ee titik tolaknya
adalah ee ee prinsip ini ya. Jadi ee
dengan meningkatnya ee kegiatan atau
usaha manusia untuk kebutuhan fisiknya
ya. Ya, kebutuhan fisiknya bisa mulai
dari kebutuhan dasar sampai kebutuhan ee
sekunder tersier gitu. E sesungguhnya
tidak mungkin tidak ada sumber daya yang
digunakan ya. Tidak mungkin tidak ada
sumber daya yang digunakan. Jadi selalu
akan menggunakan sumber daya alam yang
kemudian kita ekstraksi di permukaan
bumi ini ya. Jadi kondisi lingkungan
pasti akan terpengaruh. Jadi kalau kita
mengambil sumber daya dari suatu
lingkungan, maka lingkungan di mana
tempat sumber daya alam berada itu boleh
jadi nanti terganggu, boleh jadi
mengalami penurunan kualitas gitu ya.
Jadi bukan ee sumber daya alamnya saja
yang menyusut, tapi lingkungan tempat
sumber daya berada juga akan bisa
mengalami ee degradasi ya, degradasi
kualitas lingkungan ya. Jadi misalnya
saja ee nanti ee keluar limbah ya limbah
yang nanti berlebihan ya. Kalau kemudian
ee melampaui atau ee di atas daya
tampung lingkungan maka kemudian ee
menyebabkan atau kita sebut sebagai
pencemaran ya dan itu pada dasarnya
menurunkan kualitas hidup kita ee
menurunkan kesejahteraan kita ya.
Ee oleh sebab itu kita harus semakin
memahami ya hubungan sebab akibat dari
ee bagaimana pemanfaatan sumber daya
alam terjadi ya atau dilakukan ya yang
kemudian ee dampaknya terhadap ee
lingkungan gitu ya. Jadi ee apa namanya
ee kita sering kemudian ee menggunakan
ee pendekatan misalnya ee ketika melihat
masalah lingkungan menggunakan
pendekatan DPCR ya, ada e driving force
gitu ya, ada
ada eh apa pressure ya, ada state gitu
ya, ada impact kemudian ada respon. Jadi
kita hubungan sebab akibat itu yang
kemudian ee harus kita ee ketahui ya.
manakala kita ingin mengelola sumber
daya alam ini lebih baik ya atau lebih
berkelanjutan gitu ya. Nah, kemudian
juga ee kita menghitung ee bagaimanapun
menghitung manfaat biaya gitu ya atau
manfaat mudarat itu itu harus secara
keseluruhan ya begitu ya. Jadi ee bukan
hanya manfaat saja yang seringkali
secara ekonomi tapi juga moderatnya atau
biayanya, costnya secara sosial, secara
lingkungan dan itu kemudian harus
dihitung secara bersama-sama. Nah, jadi
konsep dasarnya adalah menghitung
keseluruhan ee barang dan jasa ya,
kemudian menghitung ee manfaat sekaligus
juga moderat gitu ya. Dengan demikian
yang disebut nilai pada dasarnya adalah
nilai keseluruhan dari sumber daya alam
dan lingkungan itu ya, tidak bias ke
nilai ekonomi belaka ya.
Nah, jadi ee valuasi ini menjadi penting
ya ee karena ya tadi seperti ee saya
sampaikan ya ee apa namanya ada ee apa
cost ya, ada ee benefit begitu ya. Ee
dan kemudian kalau secara ekonomi kan
sering kita ee gunakan ya ee analisis
biaya dan manfaat Anda tahu analisis
manfaat biaya. Kalau manfaatnya lebih
dari biaya kemudian ee kegiatan itu kita
sebut layak kira-kira begitu ya. Tapi
harus diperluas itu ya, diperluas untuk
semua ee tidak hanya untuk barang saja,
tapi juga untuk jasanya. Nah, itulah
yang mendasari ee apa namanya? Evaluasi
ya. Jadi kita menghitung ee sumber daya
alam itu ya, fungsi sosial ekonominya
sekaligus fungsi ekologisnya dan di
antara keduanya sesungguhnya ee tidak
bisa dilepaskan. Karena boleh jadi
ketika kita mengambil barang dari alam,
dari ee lingkungan, pada saat yang sama
lingkungan bisa ee menurun ya menurun ee
kualitasnya ya dan dengan demikian nanti
ee menyebabkan ee sumber daya alam yang
ada juga menurun. Nah, kira-kira begitu.
Jadi ada ada ee keterkaitan ya antara
ekosistem ya dengan sosio eh ekonomi
sistem ya sistem sosial ekonomi atau
sering disebut ekosistem dengan human
system
ya. Oke. Nah, jadi penting bagi kita
untuk melihat ee menilai ya menyatakan
nilai terhadap sumber daya alam dan
bagaimana itu dilakukan. Saya kira ee
kita bisa melihat sumber daya alam itu
punya dua nilai terutama ya nilai dasar
ya, yaitu nilai nilai instrumental dan
nilai intrinsik. Nah, nilai instrumental
itulah yang sekarang ini kita kita ee
mendominasi ya pemahaman kita ya. Jadi
nilai
ekonomi ee nanti kalau lahan nanti ada
yang disebut ee economic lantren rent
misalnya begitu ya. Padahal pada saat
yang sama ada yang disebut eh
perimetaren gitu ya. Dan itu pada
dasarnya itu adalah nilai yang melekat
ya. Melekat. Jadi ada nilai-nilai
nutrinsik. Jadi hutan di ee apa namanya?
Hutan tropis misalnya di Kalimantan ya
punya itu ya. Ee kita bisa ee apa
namanya contoh tadi yang saya sampaikan
kita bisa ee apa namanya mengambil ee
hutan gitu. Tapi pada saat yang sama
kemampuan hutan mengabsorsi karbon ya ee
ataupun ee memberikan jasa pengaturan
terhadap ee apa namanya ee tata air ya
hidrologi akan berkurang. Kira-kira
begitu ya. Itu menunjukkan kepada kita
nilai keduanya itu harus dihitung secara
bersama-sama dan itu bisa berbeda dengan
nilai yang ada saat ini yang kita
fokuskan pada nilai ekonomi. Ini saya
kira ee salah satu contoh saja untuk
hutan ya. Ada nilai penggunaan langsung
ya, ada nilai ee ee penggunaan tidak
langsung, kemudian ada nilai pilihan,
nilai warisan, ada nilai ee
keberadaannya, eksistensinya ya. E semua
nilai ini harus dijumlahkan kitosit dari
semua nilai baru itu adalah nilai dari
sumber daya tersebut.
Nah, ee kalau kita sederhanakan
sebetulnya ee kegiatan pembangunan yang
kita lakukan ya pada dasarnya ee apa
namanya dalam perspektif ee ruang gitu
ya. Ya, itu ee seringkali kemudian
menyebabkan ee perubahan ee fungsi ruang
ya ee perubahan katakanlah menyebabkan
alih fungsi lahan ya kalau di daratan
ya. Kalau di daratan ee di ruang daratan
itu kita sebut sebagai al fungsi lahan.
Itu bisa dari hutan ke bukan hutan ya,
kita sebut ee deforestasi gitu ya atau
dari pertanian ke permukiman atau ke
perkotaan gitu ya. Juga ahli fungsi
lahan pertanian ke pertanian. Nah,
kasus-kasus ahli fungsi lahan pada
dasarnya adalah ya ee eh bentuk fisik ya
dari cerminan atau representasi secara
fisik dari aktivitas ee apa namanya
pemanfaatan sumber daya alam. ya dalam
ini lahan ya.
Nah, proses ini ya seperti kita ketahui
adalah proses yang ee sesungguhnya dari
sisi ekonomi ya ekonominya ekonomi ya
proses dari fungsi lahan ini berlangsung
selalu dari aktivitas dengan ekonomi
landren yang lebih rendah ke yang
tinggi ya katakanlah dari sawah eh maaf
dari hutan ke perkebunan ya apa sawit
barangkali ya atau dari ee sawah menjadi
ee permukiman atau perkotaan ya. Ya.
Jadi dari yang lebih rendah ke lebih
tinggi. Nah, sehingga secara ekonomi
itulah yang mendorong ya ee ahli fungsi
lahan itu terjadi secara masing ya skala
besarnya begitu ya. Kalau membebaskan
lahan untuk ee Bud estate luar biasa ya
hutan kemudian di deforestasi kalau ee
bangun kawasan industri, membangun kota
baru ya kemudian ee ahli fungsi lahan
dari pertanian misalnya ee di pinggiran
kota ya atau di ee sekitar kota-kota
yang sudah berkembang gitu ya. Nah,
tetapi kita harus melihat dari sisi lain
ya, pada saat nilai ekonomi lahan itu
meningkat naik ya ke tingkat yang lebih
tinggi ke harga kalau di pasar disebut
harga lahan yang lebih tinggi. Nah,
sesungguhnya di balik itu terjadi
penurunan ya yang disebut envirmental
ren, nilai lingkungan ya, rente
lingkungannya menurun gitu ya.
Katakanlah hutan jadi e perkebunan ya ee
ee jadi pertanian juga bisa ya jadi food
estate misalnya begitu. Nah, itu ee
berarti fungsi ekologis hutannya menurun
ya. Jasa beberapa jasa ekosistemnya
tidak bisa berjalan ya. Nah, berarti
sebetulnya nilai nilai ekonominya
meningkat tetapi nilai lingkungannya
menurun ya. Jadi ee jadi apa namanya? Ee
ee itu yang kemudian ee sesungguhnya
harus kita pertimbangkan gitu ya ee
secara masak gitu ya. Jadi dalam oleh
sebab itu kemudian nah harus ee
perubahan atau alih fungsi lan harus di
ee di ee pertimbangkan dalam perspektif
jangka panjang kira-kira gitu ya. Karena
apa? Alif fungsi lahan itu e suatu
proses yang irreversibel tak terbalikan
ya. Ini ada diagram yang saya kira baik
sekali ya. misalnya dari hutan ke
perkebunan ya atau ke pertanian,
kemudian dari pertanian ke perkotaan
atau ke industri sampai ke komersia ya
permukiman jadi komersia itu tidak
pernah ada ceritanya
bisa kembali ke kondisi awal karena apa
karena secara ekonomi bergerak ke
arah landan ren ekonomi yang semakin
tinggi. Dan itulah ee
ee dari perspektif ekonomi konvensional
begitu ya. Ee pada saat yang sama
terjadi
penurunan atau penyusutan nilai dari
nilai lingkungannya ya. Katakanlah sawah
ya yang ee jadi ee karena kota dibangun
ya ee kemudian di rencana tata ruangnya
juga kemudian disebutkan sebagai kawasan
ee permukiman begitu ya. Maka kemudian
ee terjadi ahli pengilahan gitu ya
secara formal ya secara terencana ya. Ee
dan kemudian ee kita tahu sawah itu
bagaimanapun punya fungsi ekologis ya
yaitu mengenangkan air. Ah ketika jadi
ee perumahan, jadi permukiman ya fungsi
menggenangkan air itu jadi hilang karena
harus diurug ya, harus dimatangkan
sehingga kita harus membuat sistem
drainase sebagai substitusinya gitu ya.
Dan kalau itu tidak tidak mencukupi,
tidak mensubstitusi e sistem drainase
alami, ya begitu ee maka menyebabkan
banjir ya. Jadi ee beberapa waktu lalu
ya yang kita dengar di ee Bekasi, di
kota Bekasi, di kota itu ya bagaimana
fungsi ee sungai-sungai itu kemudian
atau fungsi ee daerah dataran banjir itu
ya sudah hilang karena ee dibangun
perumahan-perumahan baru di sana ya.
Oke. Nah, jadi atas dasar itu ya
kemudian berkembang e berbagai metode
untuk melakukan valuasi ekonomi ya ee
terutama ee menghitung dampaknya. Ini
yang ee paling paling nyata ya harus
dihitung. Jadi menghitung dampaknya jadi
eksternalitas tadi ya dari suatu
kegiatan ee yang menghasilkan itu
dampaknya seperti apa begitu ya. Nah,
jadi ee valuasi ini sesungguhnya ee ee
dalam kaitan dengan penghitungan dampak
ya sudah e dimulai dalam AMDA sebetulnya
ya meskipun di dalam AMDA tidak sampai
ke penghitungan secara kuantitatif gitu
ya. Jadi ee secara kualitatif ya sudah
disebutkan ada potensi dampak ya
terhadap fisik ee kimiawi ya kemudian
biologisi, sosial ekonomi, kesehatan
masyarakat tapi tidak diteruskan
kira-kira begitu ya. Tidak diteruskan
ya. Ee jadi ee yang ee diagram yang
sebelah kanan ini ya ee penghitungan
impact-nya ya hanya kemudian kita bisa
mendefinisikan dampak penting kemudian
dampak penting negatif gitu ya begitu
ya. Dan kemudian itu yang nanti menjadi
dasar kita melakukan ee merumuskan ya ee
RK RPL begitu ya. Nah, tetapi kita tidak
menghitung lebih jauh gitu ya. ya. Jadi
meskipun sudah menggunakan pendekatan ee
dampak yang ee yang sudah sudah sangat
ee komprehensif ya, yaitu B for after
ya. Jadi sebelum ada kegiatan dengan
kegiatan itu kan ee bagus sekali ya
kalau dilakukan atau dengan dan tanpa
gitu ya. ada suatu kegiatan dengan
dampak kegiatan ini ee ee menjadi dasar
juga nanti kalau diterapkan dalam
konteks ee rencana tata ruang ya
misalnya dengan adanya rencana dengan
tanpak rencana ee mungkin nanti ada di
KLAS itu ya. Jadi pada praktiknya sudah
ee AMD belum masih belum pada sampai
perkiraan nilai nilai uang nilai rupiah
gitu ya dari dampak karenanya pada ee
pernyataan apakah dampak itu penting
atau tidak penting dan kemudian nanti
kita fokus pada dampak penting negatif
begitu ya. Eah berkembanglah atau
muncullah ee kebutuhan untuk menghitung
valuasi ekonomi secara utuh ya. Jadi ee
ee supaya nilai itu mencerminkan guna
keseluruhan ya. Nilai mencerminkan guna
ini saya kira beberapa prinsip itu ya.
Ee jadi ee tapi guna itu bukan hanya ee
yang dapat diperjual belikan saja ya
dalam konteks komoditas ya. Jadi sumber
daya alam sebagai komoditas kan nanti
dihitungnya adalah e yang dapat dijual
gitu ya secara ekonomi yang di situ ada
sub apa namanya ada demand ya ada
demand. kemudian kita ee punya kemampuan
untuk mengolahnya kira-kira begitu ya
dan ada demand sehingga jadilah
komoditas jadilah ee sumber daya alam
itu menjadi komoditas yang dapat dijual
belikan. Nah, kalau barangnya tidak
dapat diperjual belikan, nah itu
bagaimana? Itu yang kemudian menyebabkan
kita boros. Ya, itu harus dihitung juga
karena boleh jadi bukan barang yang
diperjualikan, tapi hanya jasa ya yang
eksisnya itu ee apa namanya?
sesungguhnya bersama-sama dengan
barangnya. Kalau barangnya tidak ada,
jasanya hilang kira-kira ya. Jadi, oleh
sebab itu ee jangan di pilah
penghitungannya jangan dibagi dua gitu
ya. Jangan hanya fokus ke barang saja
ya. Itu dihitung karena kita boros itu
karena kita memilah keduanya ya. Yang
satu urusan ee publik ya, yang jasa itu.
Tapi kalau yang bareng urusan privat
gitu ya. Nah, jadi kita ingin untung aja
ya harganya murah gitu ya. Padahal ee
nanti kalau mencemari yang mendapat
dampak adalah ee apa dampak itu jadi
sosial cost ya, beban masyarakat
kira-kira begitu
ya. Oke. Jadi ee dasarnya itu jadi
menghitung secara lengkap ya sehingga
kemudian berkembang metoda ya. Ada
metode langsung didasarkan harga pasar
ini yang paling mia ya. Ee jadi semua
sumber daya alam dihitung harga pasarnya
untuk barangnya dan untuk jasanya ya.
Jadi atau juga dengan proksi ya nilai
barang dengan barang pengganti ya
kemudian metode berdasarkan nasi survei
ya ada willing to pay dan sebagainya.
Ini saya kira
satu materi tersendiri ya kalau di saya
kira ee apa kita tidak cukup waktu gitu
ya untuk menyampaikan di situ.
Tahap-tahapannya saya kira ee ee
disampaikan di situ ya ee karena fokus
ke dampak ke impact ya. Jadi mulai dari
identifisi dampak, kemudian
mengkuantifikasi, kemudian setelah itu
melakukan koluasi, setelah itu melakukan
analisis ee apa namanya ee cost and
bbitnya. Oke, itu ee saya kira yang
menyangkut valuasi. Nah, kemudian ee
berikutnya kita masuk ke instrumen
ekonominya. Ee instrumen ekonomi
lingkungan ini sesungguhnya ya seperti
tadi saya sampaikan sudah ada di
Undang-Undang 32 ya. ee dan kemudian
sudah ada PP-nya ya 2017 ya. Jadi ee
sudah cukup lama ya 8 tahun yang lalu
sudah ada
instrumennya. Jadi di situ disebutkan
jadi di ee ee tata kelola lingkungan
Indonesia di Indonesia berdasarkan
undang ee Undangundang PPLH ini ee
sebetulnya ee menyebutkan adanya berapa
11 ya atau berapa nih ya di bawah itu ee
instrumen PLH ya. Tapi instrumen itu
bisa dilihat di berbagai tahap.
Yang pertama di tahap tahap perencanaan
itu kita yang kita akan bahas ini ya. Di
tahap perencanaan instrumen ekonomi ee
lingkungan ya yang ada di tahap
perencanaan. Nah, di situ disebutkan ada
tiga ya, yaitu perencanaan ee
pembangunan ya dan kegiatan ekonomi,
kemudian pendanaan lingkungan hidup dan
ee insentif dan atau disinentif ya.
insentifentif jadi tiga tiga tiga
instrumen ekonomi lingkungan hidup yang
ee apa dikena ya ee dan salah satunya
adalah salah satu kelompoknya itu adalah
di tahapan ee perencanaan. Jadi
bersama-sama dengan KHS, bersama-sama
dengan tata ruang ya, bersama-sama
dengan AMDA KLUPL ya itu adalah ee
instrumen dalam tahap perencanaan ya
dari penyelenggaraan PPLH secara
keseluruhan ya. Jadi ee yang pertama ini
instrumen ee ekonomi lingkungan ya ee
berupa instrumen
perencanaan pembangunan
ekonomi ya, pembangunan dan kegiatan
ekonomi ya ada empat ya rasa sumber daya
alam cuman ini ideal sekali kalau kita
punya ini ya beberapa sektor sudah
menyusun ya saya kira ya. Nah, jadi cash
flow ya dari pemanfaatan sumber daya
alam ya itu ee dari tahun ke tahun
begitu bisa diketahui kita se yang kita
tahu ya ee kita berada pada tahap mana
begitu ya, kita punya berapa begitu ya,
sudah digunakan berapa. Ee kemudian ee
investasi yang mengubah aset-aset alam
seperti apa dan seterusnya itu ide
sekali kalau kalau disusun begitu ya.
Dan ini sudah ee beberapa kali disusun
secara nasional ya. Tapi pada tingkat
belum ya. ee pada tingkat nasional pun
ee saya kira dibuat secara sektoral ya
diutanahan baru sudah mulai ya. Kemudian
yang kedua penyusunan PDB dan PDRB yang
mencakup penyusunan penyusutan sumber
daya alam dan kerusakan lingkungan hidup
ini sering disebut ee PDB dan PDRB
hijau ya. Jadi kalau sekarang ee yang
berlaku di dalam ee data-data ekonomi
kita itu adalah PDRB cokelat ya gitu.
PDRB cokelat begitu ya. yang tadi di di
dalamnya ee implisit saja ya ee atau
bahkan tidak dihitung ya ee adanya ee
kemungkinan ee penyusutan sumber daya
alam ketika kita menghitung ya
keseluruhan besaran produk di suatu
sektor ya katakan di sektor ee sumber
daya alam tertentu ya misalnya mindra
misalnya atau hutan gitu ya e dan tidak
menghitung kerusakan lingkungan yang
ditimbulkan degradasi yang ditimbulkan
akibat tadi. e kita mengekspotasi sumber
daya jadi ee misalnya contohnya satu
kabupaten di Kalimantan Timur gitu ya,
punya sumber daya hutan yang besar
dihitung PDRB-nya PDRB kutarnya tinggi
punya batuara PDRB sektor ee
pertambangannya tinggi gitu ya.
itu PDR itu PDRB coklat itu ternyata
semu itu karena ee di balik itu ada ee
penyusutan hutan ya dan penyusutan batu
bara yang tidak dihitung dan yang lebih
parah lagi ada degradasi lingkungan atau
kerusakan lingkungan akibat deforestasi
misalnya atau akibat ee penambangan batu
bara yang tidak dihitung.
Nah, kalau kita ingin membuat PDRB-nya
hijau sebetulnya yang tadi coklat, PDRB
cokelat atas dasar produksi dari sumber
daya itu harus dikurangi dengan
penyusutan dan degradasi lingkungan yang
ditimbulkannya. Baru gitulah
ee PDB atau PDRB rilnya gitu ya. ini
pernah diuji cobakan dan
tampaknya kita tidak suka ya angka-angka
ini. Nah, nanti suatu daerah dalam tanda
petik seperti miskin ya secara
keseluruhan ya. Jadi yang dalam titik
kaya itu sesungguhnya miskin karena
menyimpan ee dalam tanda petik ancaman
kerusakan lingkungan atau
penyusutan budaya alam itu di masa depan
gitu ya. Gitu ya. Jadi ee ee ini
tampaknya tidak populer ya begitu ya. ee
beberapa uji coba di kabupaten kota di
provinsi ee menghilang ya di beberapa ee
apa namanya tahun 2010-an itu banyak
dilakukan ya tapi sekarang sudah relatif
tidak dilakukan lagi. Kemudian yang
berikutnya mekanisme kompensasi ee imba
jasa lingkungan antar daerah ini yang
segera potensi dilakukan ya. dan ini ee
menjadi tantangan ya dikaitkan dengan
perencanaan pembangunan daerah atau
perencanaan tatarung wilayah. Ee karena
ee kalau kita melihat suatu wilayah ee
dalam perspektif eorion gitu ee suatu
daerah itu ee tidak bisa ee apa dilihat
secara administratif belaka, harus
dilihat secara fungsional ya
sekurang-kurangnya misalnya dalam satu
DAS ya. sehingga kemudian nanti ee ada
apa namanya pemenuhan kebutuhan ee yang
bisa dilakukan oleh ee seluruh
katakanlah di situ ada beberapa daerah
bisa melakukannya ee bersama-sama ya
begitu ya. Ee ada daerah yang tidak
punya sumber air baku gitu ya. Maka ee
dia hanya ee pemanfaat aja karena di
hilir gitu ya. Tapi ada kabupaten ya
atau daerah atau kabupaten di atasnya di
guluh yang nanti bisa berperan sebagai
penyedia ya begitu ya. Kemudian terjadi
ee aliran ya aliran ee manfaat ya ee
dari hulu ke hilir. Nah, dan hilir
kemudian e tentu saja implikasinya harus
ee memberikan kompensasi, memberikan
imbah ya, imbah atas jasa yang diberikan
oleh hulunya begitu ya. Nah, terjadilah
ee apa namanya ee apa namanya kegiatan
yang kemudian ee disebut sebagai kerja
sama antar wilayah yang menguntungkan
gitu ya. Ee saya teruskan dulu ya Pak
Mas sedikit lagi mungkin nanti
diskusinya bisa lebih lengkap gitu ya.
Ee kemudian yang terakhir internalisasi
biaya lingkungan hidup ya ke
dalam apa harga pasar ya atau harga
produksi gitu ya. Dan ee dua yang di
antara empat ini nanti yang akan kita
bahas lebih lanjut karena ini yang akan
punya kaitan dengan dengan apa dengan ee
perencanaan pembangunan daerah ya.
Kemudian yang kedua, kelompok kedua
adalah instrumen pendanaan ya. Ini juga
tidak akan kita bahas ya, ada dana
jaminan pemulihan lingkungan
ya. Dulu ada apa ee apa iuran retribusi
begitu ya. ee kemudian jadi ini saya
kira ee sudah sebagian sudah mulai
dilakukan ya. Kemudian dana
penanggulangan pencemaran, kemudian dana
amanah bantuan untuk konservasi,
kemudian yang terakhir insentif dan
isintif. Ini banyak sekali ya. Nah, ini
yang menarik yang terakhir ini
sebetulnya ya kalau yang pertama itu
dilakukan oleh ee pemerintah ya atau
pemerintah daerah ya. ee kalau yang ee
ee ketiga ini ya tadi yang satu dan dua,
kelompok satu dan dua itu oleh
pemerintah kalau ini ee melibatkan
masyarakat dan dunia usaha. Jadi ee
instrumen yang delapan ini ya e ini
melibatkan masyarakat, melibatkan dunia
usaha, sektor swasta ya. ee sehingga ini
menjadi persektif dilakukan dan ini ee
bisa meng apa namanya menutupi ya
melengkapi ee kekurangan yang dilakukan
oleh ee apa instrumen-instrumen lain
gitu ya. Karena di sini ada pergeseran
dari ee sistem pengelolaan lingkungan
ADA ya atur dan awasi gitu ya. Apa
istilahnya Pak Profesor atau Semaroto
menyebutkan common and control gitu ya.
Jadi atur dan awasi. Jadi pemerintah
bikin aturan kemudian aturi ee awasi
pelaksanaannya gitu ya tindak atau
memberikan sanksi kalau ada pelanggaran
gitu ya. Nah itu yang ee berkembang ya
ee selama ini. Tapi yang insentif
insentif ini pada dasarnya ADS atur diri
sendiri. Jadi perusahaan atau masyarakat
mengatur dirinya sendiri ya. Jadi ada
instrumen ee ee yang kemudian
memindahkan menggeser tanggung jawab
menjaga kepatuhan atau penegan hukum ini
oleh masyarakat atau dunia ee baa
sendiri ya. Ya, kita kenal misalnya ee
apa namanya ee penghargaan lingkungan
ya, kemudian ee apa ISO ya, berbagai
standar ya ee equalabeling ya, kemudian
ee perdagangan izin ya dan sebagainya.
ini saya kira beberapa sudah mulai ee
dilakukan dan ini saya kira perspektif
ke depan ya untuk melengkapi ee
kekurangan kekurangan dari ee apa
namanya ee instrumen ee dua instrumen
yang lain. Ee saya ingin melanjutkan
yang tadi ya yang instrumen perencanaan
karena ini yang relevapan dengan
pembungan daerah yaitu imbah jasa
lingkungan ya. ini konsepnya ee seperti
tadi saya sampaikan ada hulu hilir ee
kemudian yang diintervensi sebetulnya
adalah line use ya penggunaan lahan atau
tutupan lahan gitu. Nah, sehingga ini
potensi dimanfaatkan dalam konteks ee
perencanaan tata ruang ya ee bukan ee
air saja, bukan ee ee apa namanya jasa
tata air saja ya yang bisa e dilihat
dalam konteks himba jasa lingkungan tapi
juga ee reduksi karbon ya, reduksi emisi
ya ee juga bisa ee berkaitan dengan ee
konservasi biodiversity ya. Kemudian di
kawasan perkotaan di beberapa tempat itu
juga ada potensi ee untuk apa menutupi
kekurangan ruang terbuka hijau di
perkotaan ya kalau bekerja sama dengan
wilayah yang lebih luas. Sehingga tidak
perlu kalau suatu kota tidak tidak ee
apa tidak punya potensi untuk apa
membangun ruang terbuka hijaunya gitu
ya. bisa saja bekerja sama dengan
kabupaten yang ada di henterline-nya, di
wilayah belakangnya dan secara
keseluruhan kemudian ee menjadi memenuhi
kira-kira begitu ya. Jadi ada klaim ee
pemenuhan kebutuhan RTH oleh beberapa
kabupaten kota ya. ee dan secara ee apa
mekanisme itu berarti ada jasa
lingkungan ya dari kawasan lain ke ee
kota yang kemudian nanti menjadi
pemanfaat semata dari jasa ee apa
penyediaan RTH-nya ya. Jadi ini
barangkali perluasan dari ee yang bisa
dilakukan
ya. Oke ya. Ee ini bagian terakhir ya
Bapak Ibu sekalian. Ee barangkali nanti
pertanyaannya bisa dikaitkan juga ke
sini. Jadi, bagaimana kemudian berbagai
prinsip itu pada akhirnya harus kita
kaitkan dengan ee apa kita manfaatkan ya
ee dalam ee perencanaan pembangunan ya.
Jadi bagaimana tadi persoalan ee yang
menjadi dasar kita isu-isu ee krisis
lingkungan menjadi dasar. Kemudian dari
berbagai konsep ya dan prinsip yang kita
sudah bisa pelajari ya beberapa
instrumen generik juga sudah berkembang
ya secara ee apa namanya di dunia
akademik maupun di ee praktik ya e
perencanaan pembangunan itu bisa
diterapkan ee untuk kemudian secara
prosedural nanti bisa diterapkan di ee
praktik perencanaan pembangunan daerah
ya. Jadi secara prosedural dan juga
tentnya secara substantif ya, substantif
dari rencananya sendiri supaya
prinsip-prinsip itu masuk gitu ya.
Nah, kita bisa lihat ya di dalam di
Indonesia praktik perencanaan
pembangunan daerah ini sesungguhnya
tidak bisa dilepaskan dengan ee ee
sistem perencanaan ee pembangunan ee
nasional ya begitu ya yang ee didasarkan
pada undang-undang 25 ya
itu melahirkan atau ee produknya adalah
ee rencana rencana pembangunan ya ee
jangka panjang, jangka menengah ya
kemudian untuk nasional maupun untuk
daerah ya. Kemudian yang kedua ee sistem
perencanaan atau lebih tepat ee apa
namanya ee penata ruang ya. Jadi
perencanaan tata ruang wilayah di situ
ya ee salah satu bagiannya yang
menghasilkan produk ee rencana tetarung
wilayah ya dari nasional sampai ke
kabupaten kota ya ee aturan dari
Undang-Undang 26 tahun 2007 gitu ya.
Nah, kalau kita lihat ee pendekatan
penyusunan dari ee rencana itu ya, baik
pembangunan maupun rencana tata ruang
sesungguhnya sama ya, menggunakan ee apa
namanya ee pendekatan prosedural dan
substantif ya. Khusus untuk substansif
tentu saja ini yang ee penting ya ee ada
beberapa aspek ya. Jadi selalu harus
dilakukan secara holistik ya
integratifah itu beberapa yang sekarang
terpisah-pisah harus diintegrasikan ya.
kemudian secara spasia ya karena dalam
banyak hal nanti ketika kita bicara jasa
lingkungan itu mau tidak mau harus
secara spasial ya jadi tidak bisa ee
daerah administratif dianggap sebagai
satu sistem tapi dia menjadi subsistem
dari wilayah yang lebih luas barangkali
gitu ya eh region-nya ya yang kemudian
nanti memberi jasa ekosistem secara utuh
gitu ya.
Oke. Ee kalau kita lihat ee apa
penyusunan RPJP RPJMN begitu itu ada
yang menarik di sini ada selalu ini saya
kira pesan dari Undang-Undang 32 ya ee
ee yaitu ee ada instrumen di perencanaan
yang kemudian digunakan yaitu KH. ini
saya ee pandang sebagai apa instrumen
yang paling apa paling penting ya
memasukkan tadi berbagai konsep itu
yaitu KS karena adanya di bagian awal ya
dari tahapan penyelenggaraan ee
perlindungan dan pengelolan lingkungan
hidup yaitu di tahap perencanaan. Jadi
instrumen KLS itu ee kita harapkan
menjadi ee istilnya pengawal ya pengawal
yang baik ya untuk kemudian kita
menghijaukan ya proses perencanaan ya.
Ya. Kemudian kalau penata ruang seperti
ini ya saya kira ada ee apa namanya ada
tata ruang apa rencana umum, ada rencana
rinci rencana umum rencana yang ee
disusun menurut wilayah administratif
ya. Sama seperti rencana pembangun
daerah secara administratif itu
sesungguhnya jadi jadi apa namanya? Jadi
ee jadi ee faktor penting ya untuk kita
mempertimbangkan apa instrumen ee
lingkungan hiup ya karena pada
perencanaan-perencanaan yang dilakukan
ya. baik daerah maupun tata ruang tadi
itu ee pendekatannya adalah wilayah
administratif dan itu dalam tanda petik
tidak cocok, tidak pas
dengan ee apa namanya persyaratan ya
persyaratan berlakunya berbagai
instrumen yang barangkali lebih
menginginkan wilayah penisional
ya. Ini saya lewati saja ya ee kedua
antara RTR dengan ee RPJP RPJM ada
kaitan ya. Jadi rencana tata ruang pada
dasarnya adalah mantra ruang dari
rencana pembangunan. Jadi keduanya bukan
dua yang berbeda ya. Nah itu harus
saling ee ee diselaraskan ya. Nah, jadi
KLAS pada dasarnya instrumen merupakan
instrumen PPLH ya dalam di dalam tahap
perencanaan yang mempunya peran penting
ya untuk menerapkan berbagai konsep dan
prinsip ekonomi lingkungan ya. Bahkan ee
beberapa tadi prinsip-prinsip ekonomi
hijau ya. Ya. Jadi ee karena kita tahu
KLAS adalah apa namanya? Tujuan KLAS
adalah memastikan ee kebijakan ee
pembangunan ya atau ee rencana
pembangunan atau ee katakanlah ee KRP
itu ya penyusunan KRP itu
mempertimbangkan dan terintegrasi ya
dengan prinsip pembangunan
berkelanjutan. K kira-kira begitu ya.
Jadi ee saya sebut e sering saya sebut
itu mengarus utamakan ya mengarus
utamakan prinsip pembangunan
berbeleraditan ya atau ee sering juga
mengarusakan ya ekonomi jauh ya yang
diinginkan. Kita bisa lihat ya ini
tahapan seperti ini dan yang terpenting
yang tadi dikaitkan dengan ee jasa
ekosistem dan sebagainya ini terkait ke
ee satu tahap di dalam KLS yang sangat
penting yaitu analisis pengaruh KRP
terhadap kondisi lingkungan hidup ya. di
mana di situ ada upaya untuk ee apa
membandingkan dalam tanda petik ya ee
apa namanya ee kondisi lingkungan hidup
baselin ya existing dengan ee kondisi
lingkungan hidup yang ee terjadi setelah
adanya rencana gitu ya. Nah, sehingga
itu mempengaruhi ee berbagai aspek
kondisi lingkungan hidup ya. Salah
satunya adalah jasa ekosistem ya. C yang
tadi saya yang kita bicarakan tadi ya.
Begitu ya. Jadi ee jadi KLS ee banyak
mengandung ee apa konsep-konsep dasar
yang tadi ee sudah kita bicarakan di
ekonomi
lingkus rencana tata ruang wilayah ya
yang sekarang itu e mau tidak mau harus
dilakukan secara ee apa namanya
terintegrasi ya dengan KS ya. Nah, jadi
dengan demikian sebetulnya ee KLAS ya
mestinya dalam tanda petik ya
menghijaukan planning proses ya
menghijaukan perencanaan tata ruang
wilayah yang ee dalam tanda petik ya ee
mempunyai prosedur tersendiri tapi bisa
dihijaukan di prosesnya ya dengan
menerapkan tadi ee berbagai pendekatan
ya di dalam ekonomi lingkungan maupun di
produknya di hasilnya ya. ini saya kira
ee sudah di sadari oleh teman-teman di
LHK ya waktu itu dan juga teman-teman di
Kementerian ATR ya sehingga keluar
Permen ee ATR yang ee mengintegrasikan
kedua ee tahapan
ini. Nah, demikian juga untuk ee apa
untuk e perencanaan pembangunan ya. Nah,
ini saya kira sudah tidak bisa ditawar
lagi ya. ee Kemendagri mengeluarkan
beberapa arahan ya berdasarkan ee
Permendagri 7 tentu saja ya yang selama
ini menjadi dasar untuk penyusunan KLS
secara ee spesifik untuk rencana
pembangunan daerah. tapi ee ada apa
namanya? ada pesan yang ee kuat begitu
ya untuk kemudian mengadopsi apa yang
sudah dilakukan di dalam penyusunan
RPJMN dan bahkan
RPJPN ya, yaitu memasukkan ee apa
namanya ee aspek-aspek ya yang ee sudah
apa namanya sudah jadi kesepakatan kita
ya itu SDG masuk ya kemudian tentu saja
ee menuatan KLS seperti diamanatkan di
Undang-Undang 32 ya dan di PP46 ya.
Kemudian ee konsep ee apa namanya ee ee
isu-isu lingkungan yang tadi ya yang
sehingga mau tidak mau ya ee apa namanya
konsep dan prinsip ee
lingkungan apa namanya ekonomi
lingkungan mau tidak mau juga harus
diadopsi ya karena ee KLS RPJMD yang
sekarang sedang masih di susun ya ee di
hampir semua daerah kabupaten kota
memerlukan dukungan KLS yang ee
berkualitas. ya tentu saja yang tentu
saja ee nanti terbuka kesempatan untuk
ee mengoptimalkan ya ee atau apa
mengoptimalkan penerapan ya berbagai
konsep dan prinsip yang tadi sudah kita
bicarakan ya. Jadi terbuka jadi banyak
instrumen-instrumen yang ee sifatnya
generik begitu itu nanti harus
dispesifikasikan di daerah ya sesuai
dengan karakternya ya atau sesuai dengan
ee terpenuhi tidaknya persyaratan
instrumen itu dilaksanakan ya.
Barangkali itu ee waktunya saya kira
sudah ee hampir ee habis ya. Jadi saya
akhiri saja ee paparannya barangkali ee
kesempatan diskusi kita nanti bisa lebih
banyak. Terima kasih atas perhatiannya.
Saya kembalikan dulu kepada moderator.
Terima kasih.
Ya. Baik, terima kasih kepada Pak Iwan
atas pemateriannya yang sangat
bermanfaat ini dan kita akan lanjutkan
pada sesi tanya jawab dari Slidin
terlebih
dahulu. Di sini saya akan tampilkan.
[Musik]
Baik, kurang lebih ada enam pertanyaan
yang ada dari slide ini dan kepada Pak
Iwan bisa langsung dijawab saja ee
pertanyaannya satu persatu.
I terima kasih Mbak Dini ya. Pertanyaan
pertama ini saya kira ee apa ee tidak
benar ya sebetulnya karena ekonomi hijau
ini ee sebetulnya ee sudah
di apa sudah ee digunakan atau
diterapkan ya secara ee secara ee apa
namanya secara lengkaplah ya dengan
tentu saja jadi serius ya mestinya
ketika menyusun RPJPN ya RPJPN itu ee
secara eksplisit ya menyebutkan
menggunakan ee ee apa namanya ee konsep
ya atau prinsip-prinsip ekonomi hijau ya
sehingga ee keluar ee di dalam kajiannya
ya ee apa namanya itu kalau tidak salah
ee menggunakan apa ee ee pemodelan ee
dinamika sistemnya, sistem dinamik
begitu. Nah, keluar ee apa
berbagai ee berbagai ee apa namanya ee
rekomendasilah begitu ya. ya terkait ke
apa yang akan dilakukan dalam jangka
panjang ke depan ya dengan menerapkan ee
hampir semua
konsep ekonomi hijau ya sehingga
kemudian muncul ee ee indeks ee apa ee
indeks ekonomi hijau Indonesia ya yang
sudah diturunkan ke provinsi ya. Jadi
saya kira ee dalam konteks perencanaan
PA dalam hal ini
RPJPN dan RPJMN tentu saja ekonomi hijau
di
eeelaksanakan secara serius gitu ya. Ee
tapi yang belum dalam tanda petik ya
belum ee bukan belum terjadi tapi belum
barangkali belum di ee lihat ya
dievaluasi bagaimana ee sejauh mana
penerapannya ya. Itu yang Anda tanyakan
ya yang berkaitan dengan tadi ee sektor
bisnis ya. sektor misis ya. Ada yang ini
masih ada nuansa ee apa pembangun. Jadi
di di berarti di di tahap kegiatan
ekonominya ya. Jadi kalau tadi di tahap
perencanaan pembangunannya sudah oke ya.
Sekarang di tahap kegiatan ekonomi yang
dilakukan oleh ee bukan hanya pemerintah
tentu saja tetapi melibatkan ee sektor
bisnis ya. Nah, di sinilah masih ada
banyak ee apa ee kegiatan sektoral ya,
kegiatan bisnis yang ee seperti kita
ketahui ya, ini saya kira ee ee kita
semua sudah paham ya ee adanya
Undang-Undang Cipta Kerja ya yang banyak
hal ee apa namanya untuk atau demi
kemudahan investasi beberapa peraturan
yang terkait ee pengelolaan sumber daya
alam dalam tanda petik ya seperti
deregulasi ya seperti di deregulasi
sehingga ee dalam perspektif ee
teman-teman misalnya ya di LSM
seringkali dianggap melemahkan upaya
kita untuk melakukan perlindungan
terhadap lingkungan ya. Misalnya
ketentuan apa?
Ketentuan ee luas hutan proporsi ya luas
hutan ee di dalam blow atau di dalam DAS
yang kemudian jadi hilang ya setelah
Undang-Undang Cipta Kerja yang semulai
ada di Undang-Undang Kehutanan ya.
Nah, itu ee seringki dianggap juga jadi
seperti melemahkan. Jadi berarti ee apa
terbuka kesempatan membuka lahan luas
dan itu bisa menjadi ancaman. Kira-kira
begitu ya. N jadi pada kegiatan ekonomi
masih ada ee apa indikasi-indikasi
seperti itu ya. ee karena kita dalam
tanda petik ee tetap ya di dalam
praktiknya menjadikan ee ekonomi atau
pertumbuhan ekonomi ya yang mau tidak
mau ditopang dengan ee apa namanya
kemudahan investasi harus jadi panglima
jadi diomor satukan ya sehingga boleh
jadi bisa menjadi ancaman terhadap ee
apa namanya ee perlindungan lingkungan
ya ya di dengan PSN ya disebutkan
barangkali di beberapa lokasi yang
kemudian ditetap dakukan oleh PSN
ya. Kemudian bagaimana cara
membangkitkan masyarakat heterogen,
peduli terhadap lingkungan mengingat
kesibukan pekerjaan masing-masing. Ya,
ini saya kira ee bagian yang juga
menjadi apa namanya ee tugas kita untuk
bersama-sama ya. Karena ee kalau saya
punya apa selalu punya pandangan ee
harus ada tiga tiga sisi yang harus kita
ee lakukan ya. Jadi ada yang sifatnya
software yaitu ee menghijaukan peraturan
gitu ya. Menghijaukan peraturan ya,
peraturan perundangan. Yang kedua itu
harus didukung dengan hardware, harus
dalam pembangunan fisik karena prasarana
atau infrastruktur harus dibangun gitu
ya. Jadi pengeluaran lingkungan
membutuhkan infrastruktur lingkungan ya.
Kira-kira begitu ya. Kalau kita ingin
mengubah ee apa namanya ee ee apa ee
sanitary land gitu ya. eh open dumping
dari apa ee pengelolaan persampahan itu
harus ada infrastruktur penggantinya
yang tentu saja mahal. Kira-kira begitu
itu harus dilakukan. Nah, tapi yang
tidak kalah penting satu lagi yaitu ee
upaya kita untuk melakukan edukasi
kepada masyarakat. Jadi perubahan
perilaku masyarakat. Jadi tiga-tiganya
harus seimbang. Nomor satu sudah banyak
cukup banyak dilakukan ya. Nomor dua e
pemerintah punya keterbatasan. Nomor
tiga yang barangkali menjadi tugas kita
semua.
yaitu meningkatkan kepeduli ee
kepedulian terhadap lingkungan ya,
meningkatkan apa istilahnya ee literasi
ekologis ya dari masyarakat ya yang
tidak kalah penting ya ee dimulai dari
hal-hal kecil yang bisa berdampak
terhadap masalah yang lebih besar bahkan
ee bisa berujung pada isu globa
kira-kira begitu ya. ee sering
disampaikan di
beberapa publikasi yang populer ya,
bagaimana perubahan iklim itu sebetulnya
dimulai dari rumah kita gitu ya.
Kira-kira begitu ya. Jadi oleh sebab itu
ee dari ee aspek masyarakat ini juga
menjadi ee sangat penting ya ee ee tidak
kalah penting dengan tiga sisi yang lain
menyangkut peraturan perundangan dan
pengembangan atau pembangunan
infrastruktur ee pengelolaan lingkungan
ya.
Kemudian ee yang ketiga ee terkait ke
perubahan iklim ya, bagaimana
perencanaan pembangunan daerah dapat
disesuaikan dengan prinsip ekonomian
untuk meningkatkan ketahanan ee wilayah
ya. Jadi, perencanaan ee pembangunan
daerah maupun perencanaan tata ruangnya
ee sudah waktunya sudah ee apa sudah
waktunya sekarang itu harus ee
mengintegrasikan ya dengan atau
memanfaatkan ya mengintegrasikan atau
memanfaatkan kajian-kajian yang
berkaitan dengan ee mitigasi ya dan
adaptasi atau bahkan risiko terhadap ee
perubahan iklim begitu ya. Jadi ee
integrasi antara jadi ketika kita
menyusun bencana tata ruang wilayah itu
aspek kebencanaan itu sudah mutlak harus
menjadi pertimbangan utama gitu ya. Ee
karena bagaimanapun nanti apa yang kita
rencanakan bisa porak-poranda ya
manakala kita tidak memperhatikan aspek
kebencanaan. Jadi ee apa kajian
kerentanan ya, kajian risiko itu bisa ee
dalam tanda petik ya, bisa nanti
meningkatkan kualitas rencana supaya ee
perencana tata ruang misalnya itu punya
ee punya peran sebagai ee alat untuk ee
mitigasi ya terhadap perubahan iklim ya
begitu ya. Bukan ee apa? Jadi ee bisa
bisa ee berperan ya ee karena
perencanaan itu pada dasarnya berperan
dalam dalam tahap indigasi gitu ya. Jadi
justru justru nanti mengurangi ee apa
mengatur atau mengurangi kegiatan ya
yang kemudian menghasilkan GRK.
kira-kira begitu ya ee di kebencanaan ee
untuk kemudian ee mencegah ya mencegah
atau mereduksi ya ee kemungkinan
terjadinya ee dampak yang tidak dapat
ditentangani di suatu wilayah berkaitan
dengan ee perencanaan pembangunan ya.
Kira-kira begitu. Jadi ee aspek
kebencanaan dan perubahan iklim ee saya
kira apa harus menjadi perhatian utama
di dalam perencanaan tata ruang ya. dan
itu sudah ee ditempelkan ya ditempelkan
atau di masukkan di dalam KHS ya. Salah
satu aspek dari KLS ada enam aspek.
Salah satunya berkaitan ke perubahan
iklim ya ee apa adaptasi terhadap
perubahan iklim. Jadi saya kira ee sudah
masuk dan secara prosedural harus
dilakukan gitu ya melalui KLS. Oke.
Kemudian ee penerapan konsep ekonomi
lingkungan di wilayah Indonesia ya. Ya
sudah, Pak. Sebagian sudah tapi tentu
saja masih masih bergeraklah ya. Ee jadi
hasilnya itu ee kalau ee saya tidak
sempat menampilikan ya, ada
penghitungan ee indeks
ee ekonomi hijau Indonesia ya per
provinsi. Itu saya kira menunjukkan
kinerja pembangunan kita selama ini ya
selama 20 tahun bahkan dihitung ya. ya
itu beberapa daerah
ee apa buruk ya beberapa buruk ya ee
tapi ee secara keseluruhan kalau tidak
salah ya tidak baik ya tidak tidak di
atas berapa 75% gitu ya kalau indeksnya
pakai 100 misalnya itu tidak di atas 75%
jadi menunjukkan kepada kita bahwa
indeks ee ekonomi hijau kita ee masih
rendah ya masih rendah belum
memuaskanlah begitu ya tapi beberapa
daerah ada yang lebih rendah lagi ya
terutama apa ee wilayah-wilayah yang ee
menariknya ya di sini ya ee adalah e
kaya sumber daya
alam ini bahkan ind ekonomi hijunya
lebih rendah jauh lebih rendah gitu ya
tadi terkait
ke apa namanya ee penyusutan sumber daya
alam dan degradasi lingkungan yang
ditimbulkan dari eksploitasi sumber daya
alam
itu. Oke, kemudian berikutnya tanpa
nama
bagaimana ide besar secara ekonomi
lingkungan ini agar bisa ee mandiri
menyelikan dari tekanan isu ya saya kira
ee hampir tidak mungkin ya kita ee apa
lepas gitu ya dari isu globa ya. Jadi ee
sering kan disampaikan oleh ee berbagai
pihak
ya meskipun bisa dari perspektif yang
berlawanan yang berbeda ya. Jadi sering
di ee sampaikan bahwa kita se sekarang
ini berada di dalam ee apa namanya kap
yang sama begitu ya. Di mana kap kita
bocor kira-kira begitu ya. Ee kita
mengalami krisis ee lingkungan lebah
gitu ya. Ee jadi ketika ee ee kita ee
kapal kita bocor itu kita tidak perlu
bertanya lagi siapa yang menyebabkan
bocor, tapi kita harus sama-sama
menambah kira-kira gitu ya. Baik yang
menyebabkan bocor maupun tidak ee maupun
yang hanya terdampah kira-kira gitu ya.
Jadi yang menyebabkan ee pemanasan
global atau perubahan iklim ya pasti
harus. Tapi yang tidak pun ya dalam
tanda petik harus juga melakukan hal
yang sama. karena kita ee kalau tidak
melakukan itu akan tenggelam
bersama-sama kira-kira ya. Ya, muncullah
kemudian ee apa namanya ee ee ee sering
disampaikan bahwa kita punya hutan ee
hujan tropis ya yang menjadi paru-paru
dunia gitu ya sehingga harus
dipertahankan gitu ya karena kalau tidak
nanti bumi akan panas gitu kira-kira
akan makin panas gitu ya. Ee dengan
demikian ee ee kita harus dalam penika
itu implikasinya banyak ya. Jadi berarti
kita harus menyetop ekspasi sumber daya
hutan kita gitu ya. Pada pembangunan
kita masih membutuhkan itu gitu ya. Apa
yang harus dilakukan? Tentu saja harus
ada imbalannya. Itu sama seperti yang di
sampaikan tadi di imbah jasa lingkungan
ya. Dalam skala global harus ada ee apa
ee eh proses itu juga P juga ya eh apa
payment eh environment services juga ya
yang kita kenal di perdagangan karbon
barangkali ya. ya carbon rate gitu ya
Redd ya misalnya RDD plus dan sebagainya
itu saya kira ee dalam dalam konteks itu
tapi sekelanja global ya mirip seperti
ee persoalan lingkungan yang tidak bisa
di ee diisolasi ya secara wilayah
administratif. Kalau sekarang tidak bisa
diisolasi secara negara ya ee eh
borderless gitu ya, border borders ya,
Bersess jadi tidak ada batas gitu ya.
Bagaimana kebakaran hutan misalnya ya,
bagaimana apa kenaikan ee apa suhu ya,
itu dialami oleh semua ee termasuk yang
tidak melakukannya gitu
ya.
Oke. Ee jadi hampir tidak mungkin ya.
Jadi kita harus masuk ke dalam sistem
ya, di dalam sistem global ya ee dalam
konteks penanganan ee dampak perubahan
iklim ya kita ee karena kita juga sudah
sepakat ya SDG kita sepakati ya di
beberapa bagian SDGIS itu eh nanti
memberi pesan kita harus melakukan
kemitraan ya antara negara maju dengan
ee negara berkembang ya dan tentu saja
itu ee ee adalah bagian dari ee alat ee
diplomasi kita ya secara lingkungan. ya,
bahwa kita itu ya harus harus tidak
tidak hanya dituntut ee menjalankan
dalam tandapi kewajiban, kita juga punya
hak kira-kira gitu ya punya hak untuk
dapat ee kompensasi atau imba dan
sebagainya imbalan dan sebagainya. Itu
saya kira ee sudah ee dalam sistem
global seperti itu ya. Jadi hampir tidak
mungkin ya kita mengisolasi dari ee
karena isunya sudah gbah ya.
Kemudian ee ekonomi ini bisa
diturunkan akan menemui kendala saat
perubahan iklim dunia yang berana.
Bagaimana cara agar ekonomi dapat
bersinergi saat ini? Ya, saya kira sudah
tadi disampaikan ya. Jadi ee dibuatlah
ee NDC ya. Nah, jadi komitmen tiap
negara NDC itu tiap negara untuk
menurunkan emisi GRK-nya ya. Nah, kita
janji itu. Nah, tapi persoalannya
janjinya ee memang diharuskan janjinya
itu ee ambisius ya menurunkan berapa ee
41% ya 26% tanpa bantuan gitu ya ee atau
apa namanya dengan bantuan ee apa ee
kerja sama harus lebih tinggi dan
sebagainya. itu itu sesungguhnya janji
kita ya komitmen untuk menurunkan itu.
Nah, itu harus disesuaikan nanti dengan
peraturan perundangan di dalam
pelaksanaannya. Nah, ya persoalannya di
negara kita di di ee untuk memenuhi
janji-janji itu e kadang kala masih
banyak yang belum belum sinkron ya. Nah,
misalnya saja janji kita untuk
menurunkan ee emisi GRK sampai 2000
berapa? 2050 ya itu tidak sesuai dengan
ee kita masih masih memberi ruang ya
untuk ee pembangunan atau pengembangan
PLTU ya, energi kotor gitu ya. Ee
alih-alih ee mempromosikan energi baru
terbarukan secara lebih cepat. Kira-kira
begitu ya. Jadi ee PLTU masih dibangun,
tidak ada penutupan PLTU kira-kira
begitu ya. Bahkan ada yang PLTU baru
begitu ya. Padahal ee PL baru kan
dianggap ee energi kotor ya, yang ee
menyebabkan ya ee ee apa namanya harapan
kita untuk menurunkan GRK itu jadi
hampir mustahil gitu kalau itu dilakukan
karena harus ee dikurangi ya ee
pemanfaatan energi kotor yang tadi ee
masuk ekonomi cokelat itu. Nah, di sisi
lain energi baru terbarukan
dipromosikan. Itu yang barangkali ee
menurut tema saya ee tidak sebanding ya.
antara komitmen global kita untuk
menurunkan GRK di satu sisi, di sisi
lain ee di pelaksanaannya di
sektor-sektor ee tertentu ya, terutama
yang berkaitan dengan energi belum
sepadan
ya. Oke, itu Mbak Dini yang dari
pertanyaan tertulis. Iya, baik Pak.
Terima kasih atas jawabannya dan kita
akan lanjutkan lagi pada sesi tanya
jawab langsung dari peserta Zoom dan
kebetulan di sini Bapak Masahoro sudah
melakukan raise hand
ya. Baik.
Dipersilakan kasih Mbak. Asalamualaikum
wabarakatuh. Selamat siang Pak Dr. Iwan
Kustiwan. Kedengaran, Pak? Ya, kedengar,
Pak. Pak Baik, baik baik baik.
Eh, saya kemarin
waktu di BAPENAS lantai 3, lupa di
gedung mana, K banyak gedunya ya.
Kemudian sebelumnya di Kementerian
Direktat Bina Pembangunan. Pak Dr. Wisnu
mungkin kenal Pak ya. Iya. I drter Wisnu
ya. Terkait dengan pembahasan RPJPD
daerah tingkat DU kemarin dua daerah
yang sedampingi. Salah satu kabupaten di
Provinsi Papua. Tidak usah saya sebut
namanya Pak yang jelasnya salah satu.
Kemudian ada satu kabupaten di Provinsi
Selatan. Nah, ee saya tercengan
ketika mendengar bahwa dalam konsep
pembangunan jangka panjang nasional 20
tahun ke depan di mana Indonesia
diharapkan menuju Indonesia.
He. Tetapi ketika ada kebijakan dari
pemerintah pusat ada yang disebut dengan
kebijakan yang sifat perintah atau
informatif. Artinya tidak bisa
ditawar-menawar oleh siapapun, baik
kota, provinsi, maupun kabupaten. Harus
dilaksanakan. Nah, kadang kala ini
bertentangan dengan potensi lokal yang
dimiliki daerah atau kota. Ini
masalahnya situ, Pak. Jadi, sepertinya
kalau kita melihat bahwa konsep otonomi
daerah yang sesungguhnya kemandian
daerah dalam menyusun programnya sesuai
dengan potensi lokal yang dimiliki
daerahnya itu tidak terlalu berjalan
dengan bagus itu ya. Karena adanya tadi
itu perintah yang sifat saya katakan
kalau istilah impatif itu kan perintah
Pak, instruksi
sebenarnya maksudnya harus
dilaksanakan. Olehnya itu maka ee
situlah kendala utama. Nah, terkait
dengan ee apa tadi KRV ya, kebijakan
rencana dan program ini pasti tahap awal
dari penyusunan yang disebut dengan
pelaksanaan KLHS, kajian lingkungan
hidup strategis. Tujuannya tentu
mengidentified ee program kebijakan yang
berdampak ee potensi risiko jangka
panjang ataupun jangka dekat terhadap ee
keberlangsungan lingkungan. Itu kan
konsepnya, Pak. Nah, tadi Bapak banyak
menyinggung masalah keterkaitan antara
KLHS kemudian kaitannya dengan RTR
sampai menyinggung RT rencana detail
tataruan, rencana zonasi wilayah posisi
dan pula-pulau kecil dan sebagainya.
Kadang kala itu sering tidak sesuai
dengan ketika kita menyusung RPJPD.
Contohnya lah RPD kemarin itu kadang
kala berbeda kondisi ril tata ruang yang
dibuat oleh teman-teman
sebelumnya dengan ketika kita mau
menyelesaikan di dalam penyusunan RPJPD.
Karena bagaimanapun juga rencana
pembangunan jangka panjang daerah 20
tahun ke depan itu akan menjadi payung
atau gidernya
GBHN-nya pemerintah daerah melalui
penyusunan RPJMD. Nah, sekarang ini
sementara kita menyusun ranual, Pak.
Tidak lama lagi kita akan masuk dalam
rahir. Kemudian kita akan buat
Ramperdanya. Barulah resmi dilaksanakan
oleh bupati, kepala daerah, walikota
untuk 5 tahun dan dijabarkan di dalam
setiap tahun RKVD rencana kegiatan pinta
daerah. Kan begitu analogi berpikirnya
Pak ya dengan harapan bahwa semua
inputan-inputan data mulai dari tadi
KLHS, RTW dan sebagainya itu memang
benar tapi kenyataannya banyak yang
miss, banyak yang keliru, tidak sesuai
dengan fakta yang sebenarnya. Makanya
kalau dikatakan dalam peraturan menteri
bahwa 5 tahun paling tidak kalau perlu
saya setiap 2 tahun 3 tahun itu harus
dikoreksi RTOR itu karena laju
pembangunan itu sangat dinamik sekali
sehingga ini menjadi miss ketika kita
melakukan cross check di lapangan. itu
kendala-kendala yang pernah saya alami.
Saya mendampingi penyusunan RPJPD dua
kabupaten, kemudian RPJMD sekarang masuk
dalam tahap RAN baru-baru saya pulang
dari daerah lagi untuk menyiapkan ee
persiapan terakhirnya. Nah, yang kedua
yang saya mau sampaikan bahwa soal
valuasi ekonomi
lingkungan ini, valuasi ekonomi
lingkungan ini bagaimanapun kaitannya
kalau kita kaitkan dengan manrop, fungsi
ekologis manrop kaitannya dengan emisi
karbon. Saya kira ini ee hal yang harus
dipertimbangkan dan banyak fakta di
lapangan kawasan Manrok dirubah jadi
kawasan
pertambakan. Bahkan ada instruksi
menteri bukan instruksi ya instruksi
kalau tidak salah Pak Binsar Panjaitan
ketika dia menteri apa koordinator
maritimnya Pak bahwa akan mencetak
sekian juta hektar lahan. Nah kalau
sasarannya manrop itu kan celaka, Pak.
Mengapa saya katakan celaka? Itu kan
paru-paru dunia yang dibagai-bagi.
Karena ingat dari semua vegetasi yang
paling bagus itu penyerapan karbonnya
adalah manrop,
Pak. Manrro itu paling efektif
penyerapan karbonnya dengan segala jenis
karbon. Nah, kalau ini dirusak ya sama
saja mengkiamatkan Indonesia,
Pak. Nah, itu makanya saya kembali lagi
bahwa mudah-mudahan Indonesia emas itu
tidak menjadi Indonesia lemas 20 tahun
ke depan. Mudah-mudahan tidak menjadi
Indonesia lemas. Karena gejala itu ada
sekarang. Gejala itu ada. Gejala itu
ada.
Yang ketiga mungkin yang saya garis
bawahi soal masalah ekonomi hijau. Saya
lebih cenderung pada ekonomi biru, Pak.
Karena ekonomi hijau itu masih kelihatan
destruktif pembangunannya itu tidak
sesuai dengan kaidah-kaidah pemanfaatan
kawasan sebenarnya. Kist masih banyak
yang dilanggar. Kalau tidak salah itu
ekonomi hijau itu dikembangkan oleh eh
Carl Baker ya. Coba dikoreksi Pak kalau
salah. Kemudian untuk ekonomi hijau itu
kan dan Pauli. Betul Pak ya? Ekonomi
biru. Nah sebelum-sebelumnya ekonomi
coklat, ekonomi macam-macam kan. It
materi kuliah saya juga, Pak.
Kemarin-kemarin itu 10 tahun lebih saya
mengajar masalah konsep-konsep itu
sehingga karena saya banyak yang tidak
masuk di akal saya, saya malas lagi
mengajar mat masalah materi-materi itu
gitu loh. Karena tidak sesuai dengan
kaidah-kaidah fakta-fakta aktual di
lapangan. Nah, yang terakhir, Pak ee
saya kira penilaian valuasi ekonomi ini
kita harus hati-hati, Pak. Hati-hati
jangan sampai pusing ekologisnya
diabaikan untuk jangka panjang generasi
ke depan hanya karena memburu
nilai-nilai ekonominya saja. Ingat kalau
mar
apa Kal Mars ya tadi yang Bapak singgung
bahwa sesuatu sumber daya kalau belum
diintervensi belum ada apa-apanya. Kalau
saya pendek katanya bahwa secara alami
konsep ekologi itu tanpa diapa-apakan
itu akan mengami mengalami perubahan
apalagi diintervensi dengan hal-hal yang
tidak ee frly lingkungan atau ramah
lingkungan. Terima kasih banyak Pak.
Asalamualaikum wabarakatuh.
Bisa ditang Pak ya konsepnya ya.
Waalaikumsalam. Ya, terima kasih, Pak.
Langsung saya tanggapi saja, ya, Bu
Dini, ya. Iya, dipersilakan, Pak. Ya,
terkait ke ee apa namanya? Kebijakan
imperatif, ya ee terkait ke
RPJPD ya, terutama begitu ee yang punya
implikasi di dalam pengelolaan sumber
daya alam dan lingkungan di daerah. ya
memang ee saya meng apa menangkap ee
indikasi yang sama, Pak. Jadi ee dalam
pengelolaan lingkungan, pengeluan sumber
daya alam dan lingkungan ini ya ee
beberapa tahun terakhir ini ada
kecenderungan apa istilahnya
resentralisasi, Pak. Betul. Betul.
Betul. Resentralisasi ya. Ya. Jadi ee
kembali ditarik ke pusat gitu ya.
Sehingga kemudian ee pusat maunya apa
kemudian daerah ee diperintah begitu ya.
Begitu ya.
ditugaskan untuk memenuhinya gitu ya.
Dan itu kemudian sering berlawanan
dengan ee kepentingan daerah gitu ya.
Terutama yang tadi Bapak sebutkan ya
berkaitan dengan kondisi e lokal ya,
kearifan lokal atau karakteristik
wilayah yang saya kira berbeda-beda ya.
Jadi saya setuju jadi ee ee pengelolaan
sumber daya alam itu idealnya memang
harus didesentralisasikan, Pak. Supaya
tidak ee apa namanya? ee
tidak ee tidak
ee menjadi apa ya menjadi ee bagian dari
ee ee sesungguhnya ada beberapa nilai
kebaikan juga melakukan ee sentralisasi
ya e untuk misalnya pemerataan ya begitu
ya karena nanti dengan nanti ada dana
bagi hasil setelah itu kemudian
dikembalikan ke daerah dan daerah lain
yang kemudian juga tidak mempunyai
sumber daya alam memperoleh juga begitu
ya. Tapi dalam banyak kasus ee apa
terlalu kuatnya begitu ya, terlalu
kuatnya peran pemerintah pusat justru ee
menghilangkan atau mengurangi kemampuan
ee mengatur dari daerah gitu. Justru
justru karena ada desentralisasi
resentralisasi itu jadi daerah makin
tidak mampu melakukan ee melaksanakan ee
apa namanya
kewajiban ee desentralisasinya.
Kira-kira begitu ya. Jadi ya karena
bukan kami ya kita bisa melihat ee
misalnya ee sumber daya perairan ya
begitu ya waktu di Undang-Undang Lama
kan kabupaten kota saja punya. Nah
sekarang jadi tarik ke provinsi saja
begitu ya. Kemudian ee ee pertambangan
dan energi ya ditarik seluruhnya ke
pusat gitu ya. Jadi hampir semua yang ee
sumber daya alam ee strategis ya ee
sesungguhnya sekarang itu mengalami
resentralisasi.
Nah, dan itu saya kira ee betul apa
namanya akan ee berdampak ee pada
kemampuan daerah kemudian untuk dapat
mengatur atau mengelola wilayahnya
sendiri yang ee sesungguhnya punya
karakteristik ee berbeda-beda atau
beragam gitu ya. e sehingga ee ee bisa
jadi apa yang ee di apa di ee secara
imperatif ya di ee apa kebijakan diambil
di tingkat pusat itu tidak cocok gitu ya
karena ee kebijakannya apa generik Pak
umum ya tidak spesifik sesuai dengan
karakter wilayah gitu ya seperti ee
katakanlah penugasan ee BUD estate
Pakugasan Estate itu benar-benar
nasional Pak benar-benar kepentingan
nasional kan. Nah, ada jadi kepentingan
nasional kemudian kan ditaruh atau
ditempatkan sebagai kepentingan yang
lebih besar sehingga daerah harus dalam
tandik menerima saja tugas itu begitu
ya. Padahal tadi ada banyak persoalan ya
ee limitasi ataupun kendala ee mereka ee
melaksanakan bisa dia melaksanakannya ya
atau bahkan apakah bisa justru menjadi
ancaman ya alih-alih ee ee apa
meningkatkan kemampuan atau kemandirian
pangan kita yang terjadi malah ee
hutannya sudah rusak duluan gitu ya. Dan
kemudian ee seperti ee kisah di Orde
Baru ya e waktu pencetakan sawah di
Kalimantan ya yang 1 juta hektar itu
barangkali kira-kira ee apa namanya ee
kebijakan-kebijakan yang sentralistik
semacam itu ee mestinya ee ee
dikurangilah begitu ya kira-kira begitu
ya dan mestinya ya ee daerah kemudian
menangkapnya sebagai ee kewenangan atau
apa namanya ee ya kewenangan ya karena
terkait dengan kepentingan mereka yang
lebih tinggi begitu untuk kemudian ee
mengaturnya sendiri ya. Jadi ee ee itu
yang saya kira ee bisa saya tang jadi
kecenderungan desentralisasi sayaat
sepakat ya. Kemudian yang kedua terkait
ke ee KLAS ya ini ee RPJP dengan RT RW
sebetulnya ini sama-sama sama-sama ee
jangka panjang, Pak. Jadi sebetulnya
bisa saling mengacu, mengacu ya karena
ee karena di peraturannya sendiri
sebetulnya ee bisa saling mengacu. Tadi
saya sampaikan RT RW itu matra ruang Pak
dari rencana pembangunan daerah Pak.
Jadi kalau sudah ada ee RPJPD sebetulnya
ee visi pembangunan daerahnya itu tidak
bikin baru lagi. Tata ruang itu tinggal
menerjemahkannya secara spasial, Pak. I
ya karena yang berbeda di situ hanya
pendekatan ya. I. Jadi ee pendekatan ee
perencanaan pembangunan kan ee sektor
gitu ya. Tapi ee pertanyaannya di mana
sektor itu dibangun itu adalah ee
jawabannya itu ada di rencana tata
ruang. Kira-kira gitu ya. Jadi mata
ruang dari pembangunan daerah itu adalah
RTW. Nah, itu tidak mulus, Pak. Nah,
tidak mulus karena ee ya banyaklah ya
saya ee ee lama mendalami ini begitu.
Jadi seringki yang ee katakanlah yang
diindikasikan di RTRW eh mestinya yang
di TRW itu di juga digunakan diacu oleh
RPJMD, Pak. Karena RPJM jangka jangka
menengah ya. Dan dia ee apa menurunkan
secara hierarkis dari RP ee JPD-nya ya,
tapi secara ee fungsional secara
administratif di daerahnya dia juga
harus mengacu kepada RTRW. Kira-kira
begitu ya. I tapi yang terjadi di
lapangan memang yang diindikasikan
sebagai program pembangunan di RTRW itu
tidak jadi program di dalam
RPJMD ya. Jadi tidak nyambung Pak ya. Ee
banyak sebabnya ya perbedaan nomenklatur
ya kemudian perbedaan apa metoda begitu
ya. ee tapi intinya ee menunjukkan
kepada kita ya apa yang
diindikasikan tidak
dilaksanakan implementasinya karena
tidak jadi program pembangunan gitu.
Jadi yang digambarkan seperti Bapak
sebutkan ya jadi tidak terealisasi pasti
begitu ya. Nah kemudian yang menjadi
persoalan yang dibangun ya berdasarkan
RPJMD dan tentu saja nanti rencana
tahunannya itu tidak sesuai dengan RTRW
Pak gitu ya. Jadi yang program yang
dibuat tidak sesuai dengan ee yang di
RTRW, tetapi yang yang
dilaksanakan lain lagi. Kira-kira begitu
ya. Atau kalau kalau di kita malah ee
perpace-nya lain lagi, Pak. Di luar dua
itu perpace-nya lain lagi, Pak. Lain
lagi. Dan perp itulah yang menyebabkan
yang lain harus berubah. Ya, seperti
kita ketahui PSN, beberapa PSN kan tidak
sesuai dengan RPJMD-nya, Pak. Betul.
Betul. Tidak sesuai atau tidak ada di
RTRW-nya.
Tapi tadi ee karena sentralisasi gitu ya
atau
resentralisasi ee apa yang harus
dilakukan ya? rencana pembangunan daerah
atau rencana tata ruang
wilayah yang tidak sesuai dengan
PSN ditinjau kembali
Subhan sesuai dengan peraturan yang
berlaku. Jadi supaya sesuai dengan PSN
ya itulah itu. Tap Pak itu yang saya
katakan Indonesia lemas nanti itu
indikasi dari indikasi dari dari ee
kuatnya atau terlalu kuatnya pemerintah
pusat begitu ya. Begitu. Oke. Kemudian
ee yang ee terkait valuasi ya. Betul,
Pak. Jadi memang itu harus hati-hati
begitu jangan sampai ya. Tapi saya kira
kalau dihitung semuanya, Pak, itu ee ee
kita mestinya menjadi lebih sadar gitu
ya, bahwa ee yang kita hitung sekarang
secara ekonomi itu semu, Pak. I ya. Ee
jadi kalau kalau begitu harus dihitung
dengan tadi mengurangkan ya atau
mengurangi dengan ee apa nilai-nilai ee
penyusutan sumber daya alam dan
nilai-nilai degradasi lingkungan. Nah,
sehingga nilai yang itu yang sebetulnya
apa namanya ada begitu ya. ini ee mirip
ini, Pak. Mirip ee beberapa waktu lalu
kita kan e mendengar apa membahasa
berita ya, menyaksikan apa namanya kasus
ee korupsi sumber daya alam ya di ee apa
Belitung ya di Belitung ya. Kemudian
keluar angka-angka Pak itu angka itu
angka valuasi Pak yang 273 triliun itu.
Iya. I itu angka valuasi Pak terhadap
sumber daya alam dan lingkungan secara
keseluruhan. itu yang angka yang
sesungguhnya itu makanya tidak nyata itu
ya bukan bukan korupsinya sebesar itu
kan begitu ya karena ee penyusutan
sumber daya alam dan lingkungan yang
rusaknya itu dihitung jadi ee si yang
bersangkutan itu ya tidak mungkinlah
dapat uang segitu besar gitu ya tapi
besar sekali jadinya kalau begitu nilai
sumber daya alam itu besar sekali gitu
ya ee karena dihitung juga dengan
kerusakan yang ditimbukannya gitu ya
jadi berarti ee yang ee rugi begitu
dalam tandik negara rugi itu jadi besar
ya kalau menghitungnya dengan kerusakan
yang ditukan, bukan hanya ee produksi
dari ee barang atau komoditas yang
dihasilkan dari pertambangan tersebut
begitu ya. Jadi memang harus hati-hati
karena ee bisa digunakan untuk ee
memberi apa justifikasi terhadap ee apa
kebijakan atau keputusan politis begitu
ya. Kemudian ekonomi biru. Betul Pak.
Ekonomi biru itu salah satu salah satu
ee harapan kita ya. Seperti kita ketahui
perairan kita luas gitu ya, bahkan lebih
luas dari daratan. Dengan demikian
ekonomi biru juga ee jadi e sekarang ee
ya karena ini tadi saya bias ee daratan
ya, bias ruang daratan ya kita bicara
seolah-olah ekonomi ee hijau saja
begitu. Padahal sesungguhnya yang kita
maksud ya ekonomi yang ee ekonomi
lingkungan itu mencakup ya ekonomi hijau
dan juga ekonomi biru gitu ya atau
dua-duanya disebut. sekarang itu malah
beberapa itu disebut dua-duanya supaya
kemudian tidak ada ee pandangan bahwa ee
kita hanya ee prioritas ke daratan ya
begitu ya. Di tata ruang apa di ruang
terbuka hijau di perkotaan pun sekarang
ada indeks hijau biru Indonesia Pak.
Jadi yang dihitung bukan bukan ruang
terbuka hijaunya saja tapi badan air
Pak. Sungai danau, embu itu dihitung
juga. I. Jadi itu mirip sama seperti ee
konsep ekonomi biru yang juga menghitung
sumber daya perairan.
Begitu, Pak. Ee kasih, Pak. Pak Iwan
pencerahannya luar biasa. Saya senam
pemaparannya terinci sekali. Terima
kasih banyak, Pak. Asalamualaikum
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Berikutnya silakan. Iya.
Baik. Ee di sini karena sebetulnya sudah
lewat dari jam 12.00, Namun saya
memberikan kesempatan untuk satu penanya
saja dan kebetulan Pak Nur ee dari tadi
sudah melakukan rise
hand ya. Dipersilakan kepada Pak Nur,
Pak. Muhammad Nur ya. Iya. Muhammad Nur
Kak
sudah tidak bergabung.
Atau mungkin saya skip saja kepada Pak
Lukman ya. Pak Lukman dan kepada Pak
Lukman mungkin untuk pertanyaannya
langsung to the point saja.
Ee iya. Baik.
[Musik]
Ee asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Pak. Waalaikumsalam,
Dr. Iwan Kustiawan dan Bapak Ibu
peserta. Eh ringkas saja.
ee apa
mungkin ee pemerintah mungkin
perlu membuat
baselin ee nilai
ekonomi
lingkungan berdasarkan
tutupan
lahan
sehingga ini bisa memberikan
kepastian bagi pemerintah.
daerah, pengusaha, dan masyarakat.
Sebab
kalau belum ada aturannya atau standar
yang
resmi
legal, maka bisa
jadi masing-masing
individu akan bisa memberikan
penilaian yang
berbeda-beda. Nah, saya kira ini bisa
saja pelan-pelan mungkin
supaya ada kepastian karena kalau bicara
pembangunan kan tidak hanya lingkungan
kita bicara tetapi juga ada aspek
ekonominya dan aspek sosialnya. Saya
kira itu saja Pak Iwan. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam.
Waalaikumsalam, Pak Lukman. ya ee upaya
untuk menghitung ee sumber daya alam dan
lingkungan ya ee secara utus secara
keseluruhan sebetulnya itu kan ee ada di
instrumen yang namanya neraca sumber
daya alam ya. Nah, jadi kira neraca
sumber daya alam kalau ee lihat ee di
PP46 ya 2017 itu isinya adalah ya
seluruh seluruh ee sumber daya yang
menjadi aset kita ya. Jadi berapa ee
jumlahnya ya? Kalau ada mineral berapa
jenis mineralnya apa kemudian nilai
depositnya ee seberapa besar kemudian
divaluasi ya secara ekonomi nilainya
berapa begitu ya. Dan kemudian itu
menjadi ee dasar ee untuk kemudian di ee
pantau ya ee tiap ee secara periodik ya
mungkin tidak setiap tahun ya mungkin
secara periodik gitu ya sehingga
menunjukkan kepada kita nanti adanya
penyusutan jadi seperti cash flow Pak
ya. ada ada depresiasi ya ee terhadap
aset ya. Jadi ini aset aset alam ya.
Jadi hitung ya dihitung jadi nanti
berkurang ya. Jadi ee di di Kalimantan
Timur itu jangan jangan dihitung terus
ee sumber daya alam
mineralnya seperti di apa di
dokumen-dokumen lama hasil studi gitu
ya. Karena sudah berkurang jauh gitu ya.
Kira-kira begitu ya. Nah, itu pada saat
yang sama nanti ada ee kerusakan
lingkungan yang lain yang juga dihitung.
Nah, gitu kira-kira. Jadi sehingga
secara keseluruhan nanti posisinya ee
apa total asetnya berapa kira-kira
begitu ya. Jadi ee mirip di cash flow di
suatu perusahaan gitu ya. Ada ada
pemasukan, ada pengeluaran kira-kira
gitu ya. Ada penyusutan terhadap
aset-aset yang dimiliki. Kira-kira
begitu ya. Nah itu ee apa kalau
dilakukan dalam level negara kan ee
besar sekali, kompleks sekali gitu ya.
Nah, ini sudah dilakukan untuk beberapa
sektor salah satunya kehutanan Pak.
kehutanan ee Bapak bisa ee apa lihat di
BPS sudah ada publikasi ya naras daya
hutan ya beberapa tahun tapi memang
seringkiali ee seringki yang seperti itu
ee berhenti Pak apa ee hanya sekali gitu
ya terus hilang ee beberapa tahun terus
tidak ada lagi padahal misalnya kalau
berkalah kan jadi jadi ukuran tadi untuk
melihat ee perubahannya dari waktu ke
waktu karena fungsi neraca kan begitu ya
tidak ee apa tidak snapshot gitu itu
satu saat saja. Tapi ee dilihat nanti ee
ee pergeserannya, perubahannya dari
waktu ke waktu dan atas dasar itulah
kita jadi tahu persis ya ee kuota sumber
daya alam yang
dimanfaatkan gitu ya. Jadi kalau ada itu
neraca sumber daya alam ya dan
lingkungan gitu ee RPPH itu menyusunnya
mudah Pak. Kalau LPPH itu sudah lengkap,
sudah baik disusun ya karena ada
inventarisasi sumber daya alam yang
lengkap dengan valuasinya maka ee apa
instrumen-instrumen lain lebih mudah
lagi ya ee KLAS ya lebih mudah lagi
karena ee RPPLH-nya sudah sudah ee
lengkap ya ee berdasarkan hasil
inventarisasi bahkan valuasi misalnya
terhadap ee sumber daya alam yang ada di
suatu wilayah gitu ya. Itu ee
perjalanannya panjang gitu ya. Jadi ee
yang sekarang dilakukan persektoar ya.
Tapi ee mungkin ya itu salah satu ee
langkah penting saya kira ya ee ke depan
ee jadi pengembangan suatu sektor harus
berbasis atau punya base lain gitu ya.
Jadi kita menuju atau kita melakukan ee
pengelolaan sumber daya tersebut ya ee
kita sebut katakanlah pengelolaan sumber
daya ee berkelanjutan itu karena kita
tahu ya yang dituju di depan itu ee
kalau kita bisa menyatakan yang jadi
tujuan kita itu kan ee sebaiknya kita
tahu sekarang kita berada di mana
kira-kira gitu ya. Itu B lain pentingnya
B lain pentingan data dasar ya. Jadi
kita tahu ee apa gap ya antara yang kita
akan tuju ya yang bisa jadi itu komitmen
global ya. Tapi harus tahu kondisi
sekarang ya seperti tadi emisi GRK kita
harus menurunkan sekian persen atau
sekian ton begitu ya ee menurun begitu
kalau misalnya per kapita. sekarang
posisinya seperti apa? Itu penghitungan
sekarang posisinya seperti apa. Itu pun
saya kira tidak ee atau belum dilakukan
secara lengkap untuk semua sumber daya
alam gitu ya. Jadi masih masih banyak
kegiatan yang dilakukan kalau kita mau
melaksanakan semua instrumen di PPLH ya.
Kalau dirinci semuanya ada berapa? 17 ya
17 instrumen ya ekonomi itu kalau di
dihitung secara ee rincian atau jenis ee
jenis dari tiap ee instrumen ya. Yang
banyak sebetulnya instrumen insentif
disinentif tapi kalau yang neraca ya
poinnya hanya itu tadi ya ee
penghitungan aset ee sumber daya alam.
Begitu Pak Lukman
ya. Baik, ee untuk sesi tanya jawab kita
cukupkan. Terima kasih kepada Bapak dan
Ibu yang sudah
berpartisipasi untuk menutup acara
webinar ini. Kepada Pak Iwan untuk
memberikan closing statement ya. Ee
Bapak, Ibu sekalian para peserta webinar
pada siang ini terima kasih atas
perhatiannya. Jadi apa yang saya
sampaikan ya terkait dengan ekonomi ee
lingkungan ya dan kemudian bagaimana
penerapannya ee dalam ee perencanaan
pembangunan daerah itu ee saya maksudkan
sebagai apa namanya ee wawasan ya ee
untuk Bapak Ibu sekalian ee dan juga
barangkali bisa menjadi inspirasi juga
untuk ee lebih ee memahami persoalan ee
lingkungan dan pengelolaan sumber daya
secara lebih utuh gitu ya. Jadi ee ee
perencanaan pembangunan daerah
bagaimanapun ee tidak bisa dilaksanakan
tanpa kita memahami ya ee katakanlah
pendekatan-pendekatan yang ee sesuai ya
pendekatan yang komprehensif untuk ee
apa namanya melakukan ee pengelolaan ya
pemanfaatan kemudian juga nanti ee
pengembangan ya dari apa-apa yang ada di
dalam ee lingkungan kita ya tanpa ee ee
mengetahui berbagai ee instrumen ya gitu
ya. Jadi kita ee pada dasarnya instrumen
itu nanti mengintervensi ee
kondisi-kondisi yang sekarang terjadi ya
bisnis yang barangkali tidak kita sukai
karena bermasalah ya dan kemudian kita
ingin menginterveninya. Nah, ee
instrumen-instrumen itu pada dasarnya
bersifat umum, generik ya, dikena di
berbagai negara begitu ya. Sudah ada
yang berhasil, sudah banyak juga yang ee
menerapkannya begitu ya. Nah, tetapi
untuk Ktek Indonesia tentu saja harus ee
harus selalu disesuaikan dengan
karakteristik ya. Apalagi di dalam
perencanaan pembangunan daerah atau tata
ruang wilayah ya harus dikaitkan dengan
karakteristik wilayahnya masing-masing.
Jadi, Bapak Ibu sekalian ee itu
barangkali yang bisa ee saya sampaikan
ya. Terima kasih atas perhatiannya.
Mudah-mudahan kita ketemu di lain
kesempatan. Terima kasih.
Terima kasih banyak kepada Pak Iwan.
Namun sebelum meninggalkan ruangan Zoom,
Pak Iwan, kita akan melakukan
dokumentasi terlebih dahulu ya. Dan
kepada Bapak dan Ibu semuanya yang bisa
mengaktifkan kameranya dipersilakan
untuk open
kamera. Baik, kita mulai saja untuk sesi
dokumentasinya. Saya akan melakukan
perhitungan bundur dari angka 3 ya.
321 ya. Sekali lagi. 3 2
1. Oke, untuk dokumentasi dicukupkan.
Saya ucapkan sekali lagi terima kasih
kepada Pak Iwan atas penyampaian materi
ini yang sangat bermanfaat. Semoga kita
bertemu lagi di lain kesempatan, Pak.
Dan kepada Pak Iwan apabila ingin
meninggalkan ruangan Zoom, sudah
dipersilakan.
Terima kasih. Saya Ya, terima kasih Pak
Iwan.
Baik kepada Bapak Ibu semuanya, berakhir
sudah acara webinar di hari
ini. Bagi Bapak dan Ibu yang ingin
mendapatkan
e-sertifikatnya, Bapak Ibu dapat mengisi
link presensi kehadiran yang tertera di
layar ini. Dan ketika Bapak, Ibu mengisi
presensi, pastikan nama dan email sudah
diketik dengan benar karena hal ini akan
mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya.
Baik, ee saya akhiri kegiatan webinar
hari ini. Mohon maaf apabila saya ada
salah kata dan salah
ucap. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang dan selamat
melanjutkan aktivitas lainnya.