Transcript
9MRr2iVmlMs • Webinar 110 Penerapan Konsep dan Prinsip Ekonomi Lingkungan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0144_9MRr2iVmlMs.txt
Kind: captions Language: id mengajar yang berpengalaman memberikan pengalaman langsung dengan [Musik] praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. [Musik] Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami, terutama untuk e para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya yang akan menyarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang diselu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Idu menyampaikan informasinya. Ego edu itu bagus karena itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau yang itu bagus-bagus dan terbaiklah kejutannya. [Musik] Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan gitu ya. ee bertahun dalam penyusunan dokumen AMD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam penjasan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan EO ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] Eh, e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di 7 sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja. R juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. E saya kira sepat sesuailah dengan apa yang didapatkan. [Musik] E-KTP efektif, tepat, dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat, keren, profesional, dan juga keginian. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko Ed-110. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Dan tak lupa saya mengucapkan selamat hari buruh internasional kepada seluruh pekerja buruh dan insan yang telah mendedikasikan tenaga, waktu dan pikiran demi kemajuan bangsa dan negara. Hari ini webinar EVO akan mengangkat tema penerapan konsep dan prinsip ekonomi lingkungan dalam perencanaan pembangunan daerah. Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik, Bapak dan Ibu semuanya, sebelum memulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Berdoa selesai. Untuk acara selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk duduk. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik, kepada Bapak dan Ibu semuanya, izinkan saya untuk mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami. yakni yang pertama ada pelatihan penyusunan laporan pemantauan lingkungan RKLRPL gelombang du yaitu yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai dengan 7 Mei 2025 lalu dilanjutkan pada minggu yang sama yaitu pelatihan dan sertifikasi pengambilan contoh uji air atau PCUA gelombang 1 yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 9 Mei 2025 lalu dilanjutkan lagi pada tanggal 14 sampai 20 Mei 2025 yaitu pelatihan penunjang dokumen AMDAL dan SLO yaitu persetujuan teknis untuk air limbah. Dan jika Bapak dan Ibu melakukan pembayaran pada satu pelatihan Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10% dari biaya investasi. Lalu untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi admin kami Riris dan Nisa ataupun Bapak Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami yakni ada Instagram, YouTube channel, Facebook, dan juga website resmi kami yaitu ecoedu.co.id ataupun juga bagi Bapak Ibu yang tertarik langsung untuk mendaftar, silakan diakses saja ke pendaftaran.co.id. Selain itu, kami juga terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline sesuai dengan permintaan dari instansi perusahaan Bapak dan Ibu semuanya. Selanjutnya kita akan langsung saja masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai penerapan konsep dan prinsip ekonomi lingkungan dalam perencanaan pembangunan daerah. Dan di sini juga kami telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat ini. Baik, langsung saja saya perkenan perkenankan saya memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu Dr. Ir. Iwan Kustiwan, MT. Beliau merupakan dosen atau Lektor, Kepala pada program studi Pencanaan Wilayah dan Kota, S PPK ITB. dan kebetulan beliau sudah ada di dalam ruangan Zoom ini. Ee selamat siang kepada Pak Iwan. Selamat siang. Iya. Baik, Pak Iwan, bagaimana kabarnya pada siang hari ini, Pak? Baik. Baik, baik. Kalau gitu saya izin terlebih dahulu ya, Pak sebelum kita mulai. Di sini ada beberapaem di sini ada beberapa teknis. Yang pertama itu untuk pemaparan dilaksanakan selama 1eng jam, lalu dilanjutkan lagi dengan sesi tanya jawab dengan menggunakan aplikasi Slido dan kemudian dilanjutkan lagi dengan tanya jawab secara langsung. Baik, untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak Iwan dan kepada Bapak dan Ibu semuanya. Selamat mengikuti acara webinar ini. Terima kasih Mbak Dini. Suara saya cukup baik. Terdengar? Terdengar jelas, Pak. Ya. Ee Bapak, Ibu sekalian, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee pertama-tama saya mengucapkan terima kasih sudah diundang oleh Eko Edu untuk ee menyampaikan materi ya. Saya kira materi yang ee menurut saya ini penting sekali terkait ke ee perencanaan pembangunan daerah ya juga tentu saja berkaitan juga dengan perencanaan tata ruang yang bagaimanapun sekarang sudah tidak bisa dilepaskan dengan ee satu konsep ya ataupun prinsip-prinsip yang kemudian harus di ee jadikan sebagai dasar yaitu ee prinsip pembangunan berkelanjutan gitu ya. Jadi ee saya ee diminta untuk menyampaikan materi berkaitan dengan ekonomi lingkungan. Jadi ee ekonomi lingkungan dan kemudian bagaimana penerapannya di dalam ee perencanaan e pembangunan daerah ya dan juga saya akan kaitkan juga dengan perencanaan tata ruang wilayah begitu ya. Jadi ee materi ini tentu saja ee merupakan materi yang saya kira ee cukup luas sebetulnya begitu tapi saya berusaha barangkali ee menyampaikannya dalam waktu yang lebih singkat gitu ya. meskipun tadi disediakan cukup lama 1 jam seteng ya, jadi saya izin share screen untuk menyampaikan pokok-pokok bahasan yang akan saya sampaikan. Sudah tertayang Bapak, Ibu sekalian. Ya, sudah Pak. Iya. Ee ada beberapa ee pokok bahasan gitu ya yang saya akan sampaikan. ini saya kira ee mengerucut kepada satu ee instrumen ya yang saya kira nanti ee menjadi bagian dari keseharian kita ya di ee dalam konteks ee pengelolaan dan perlindungan lingkungan di satu sisi dan juga di dalam perencanaan pembangunan daerah ya yaitu ee nanti saya berujung kepada kebutuhan penyusunan KL gitu ya. Nah, tentu saja ee ada perjalanan panjang gitu untuk sampai ke situ. Jadi saya akan menyampaikannya mulai dari ee latar belakang yang saya kira ee menjadi dasar ya e kenapa ee ekonomi lingkungan ataupun kemudian ekonomi hijau ya sekarang apa sering di ee sampaikan di berbagai ee kesempatan itu menjadi ee sesuatu yang kemudian ee perlu dijadikan acuan gitu ya. Jadi tantangan pembangunan ya khususnya pembangunan daerah yang tetap ee mempersoalkan ee apa namanya ee konflik dalam tanda petik gitu ya. Ee keinginan untuk mengembangkan atau ee menumbuhkan ekonomi daerah begitu atau wilayah begitu yang kemudian seringkali ee bertabrakan gitu ya dengan ee perlindungan lingkungan gitu ya. Ini tentu saja bukan isu yang ee lokal begitu ya. itu menjadi isu ee nasional dan juga global bahkan gitu ya. Nah, atas dasar itu kita akan nanti ee membahas apa itu ekonomi lingkungan gitu ya. Apa bedanya dengan ekonomi konvensional begitu ya atau ekonomi klasik gitu ya. Ee kemudian ee kita akan masuk lebih jauh nanti membahas ee konsep-konsep dasar ya dan prinsip ee di dalam ekonomi lingkungan ya. Jadi ada beberapa ee konsep dasar yang perlu kita pahami ya. ee terutama terkait ke konsep eksternalitas gitu ya. Kemudian konsep nilai dari sumber daya alam ya. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah tentang prinsip dan konsep ee jasa lingkungan. Kemudian atas datar itulah ee kemudian ee selama ini ya atau dalam waktu yang sebetulnya tidak terlalu lama itu belum lama barangkali beberapa dekade terakhir ya ee sudah dimulai upaya untuk kemudian dalam tanda petik ya ee mengkuantifikasikan ee sumber daya alam dan lingkungan itu. Jadi fungsi ee sumber daya alam tidak bisa lagi kita lihat semata fungsi ee sosial ekonomi gitu, tetapi juga kemudian bisa ee dilihat dari ee fungsi ekologisnya. Nah, sehingga dengan demikian ketika kita ingin ee menghitung keseluruhan nilai dari sumber daya alam dan lingkungan, maka kita harus melakukan valuasinya dan tentu saja ee alat-alat ekonomi begitu ya, instrumen-instrumen ekonomi menjadi ee bagian yang ee tidak bisa kita apa namanya lupakan gitu ya. Jadi kita menggunakan berbagai konsep ekonomi untuk mengkuantifikasikan keseluruhan fungsi ee sumber daya alam dan lingkungan ya yang pada dasarnya ee seperti dua sisi mata uang ya. Ada fungsi sosial ekonomi atau fungsi ekonomi sering disebut begitu dan fungsi ee lingkungan logis ya. Kemudian di negara kita sebetulnya ee ee instrumen ekonomi lingkungan ini sudah ee di ee adopsi ya di dalam peraturan perundangan di dalam ee apa Undang-Undang ee 32 ya tahun 2000 ee 9 begitu ee Undang-Undang PPLH Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ee sudah ee ada ee instrumen ekonomi lingkungan yang kemudian juga ee tentu saja akan diberlakukan di Indonesia begitu ya ee cukup banyak ya itu kita akan bahas nanti dan kita nanti akan memilih ee satu ee jenis ya satu jenis atau satu bagianlah begitu ya satu unsur dari ee instrumen ekonomi lingkungan tersebut ya yang terkait dengan perencanaan pembangunan dan instrumen di dalam ee kegiatan ekonomi secara umum gitu. Kemudian ee atas dasar itu nanti kita bicara urgensi pengintegrasian ee konsep-konsep ekonomi lingkungan ya. atau juga nanti ekonomi hijau ya nanti kita bahas apa perbedaan ekonomi lingkungan dengan ekonomi hijau ya ee di dalam perencanaan ee pembangunan daerah ya ee termasuk ee saya nanti sampaikan juga dalam konteks penyusunan ee rencana tata ruang wilayah ya RTRW ee kabupaten kota barangkali gitu ya. Oke, jadi ee ini yang saya kira ee pertama menjadi titik tolak ya pembahasan kita tentang perlunya ekonomi lingkungan sebagai pendekatan dalam tanda petik ya alternatif ya ee dalam melihat ee lingkungan sumber daya alam dan lingkungan gitu ee dari perspektif ekonomi ya. Jadi ekonominya bukan ekonomi ee biasa gitu, tapi ekonomi lingkungan yaitu ee ee berbagai fenomena ya yang menunjukkan kepada kita ya bahwa di tingkat global saat ini ya ada banyak isu global yang yang saya kira ini sudah ee sering disebut sebagai ee krisis gitu ya. ini saya kira ee laporan ya dari World Economic Forum 2024 itu mencatat ee satu dekade ke depan itu ada beberapa ee indikasi isu-isu yang akan menjadi ee hangat begitu ya. Ee dan itu kemudian ee disimpulkan sebagai apa yang kita sering dengar begitu ya ee triple planetary krisis gitu ya. Jadi ada ee tiga apa ancaman ya, tiga masalah utama ya yang dihadapi oleh ee umat manusia gitu ya. yaitu pertama perubahan iklim ya, kemudian polusi dan kerusakan lingkungan dan kemudian hilangnya keanekaan hayati ya triple planetary krisis inilah yang sesungguhnya dalam tanda petik ya memaksa kita untuk ee mencari alternatif ee baru ya ee ketika melihat ee bagaimana kita mengelola sumber daya alam dan lingkungan ya ee dalam konteks ee pembangunan yang berkelanjutan. kan gitu ya. Nah, jadi ee ee adanya krisis tersebut sesungguhnya membawa kita kepada ee satu apa kebutuhan ya kebutuhan untuk melakukan perubahan ya. Ya, kalau perlu perubahannya radikal barangkali ya. Jadi ee kebutuhan untuk melakukan transformasi ya dari ekonomi yang sekarang ini yang ee tadi menimbulkan ee apa ee tiga krisis besar tadi begitu ya. Ee jadi ee kita harus melakukan transformasi dari ekonomi cokelat ya. Jadi sistem ekonomi yang ee coklat gitu, brown ekonomi ya ke ekonomi hijau untuk mendukung pembangunan berkelanjutan gitu ya. Jadi ee kita tahu ya ee kecenderungan global saat ini dan tentu saja nanti kita juga bisa lihat di level nasional dan lokal menunjukkan hak yang sama. Nah, jadi kecenderungan global saat ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi masih menganut prinsip ee ekonomi coklat gitu ya atau aktivitas ekonomi yang ee masih ya masih dominan begitu mengeksploitasi sumber daya alam ya dan kemudian pada akhirnya memberikan dampak buruk terhadap lingkungan ya. Jadi pembangunan atau katakanlah pembangunan ekonomi sering diinterpretasikan untuk ee dalam kaitannya dengan sumber daya adalah ekspektasi ya. Dan itu tentu saja ee ee ee sudah kita ketahui bersama ya. Ee ujung-ujungnya dampaknya adalah ee kerusakan lingkungan gitu ya atau ee terjadinya penurunan atau degradasi kualitas lingkungan gitu ya ee di mana ee sumber daya itu berada begitu ya. Nah, oleh sebab itu ee dengan melihat bahwa isu itu menjadi sesuatu yang bersifat global ee tentu saja harus ada perubahan ya. Jadi bagaimana mengubah prinsip ekonomi yang cokat itu gitu ya yang nanti kalau dikaitkan dengan energi misalnya energi, energi kotor gitu ya ee ke arah energi yang bersih, energi ee baru yang kemudian terbarukan gitu ya. Itu adalah tantangan gitu ya. Jadi mengubah ekonomi ee coklat ke ekonomi ee hijau yang tentu saja ee tidak mudah ya dan itu kemudian ee memerlukan berbagai instrumen ya instrumennya yang nanti kita akan bicarakan ya. Jadi ee ilmu ekonomi ya atau cabang ilmu ekonomi yang kemudian kita sebut ekonomi lingkungan ini adalah salah satunya. Ee ini saya punya satu gambaran bagaimana pada tingkat nasional ya atau ee data-data antar provinsi ya yang menunjukkan kepada kita ee daerah membangun ya provinsi tiap provinsi membangun gitu ya. Ee secara nasional ada juga ee target pertumbuhan ekonomi gitu ya. tiap daerah juga melakukan itu. Jadi, pertumbuhan ekonomi e bagaimanapun tetap digjot begitu ya, tetap ee diakselerasi gitu ya dengan dengan tujuan atau demi untuk kemudian meningkatkan ee kualitas hidup manusia gitu ya. Jadi pembangunan atau pertumbuhan ekonomi diharapkan berdampak pada pembangunan sosial ya. Kemudian ee mestinya juga ee tentu saja sejalan ya dengan ee perlindungan terhadap lingkungan. Tetapi pada kenyataannya tidak demikian ya. Kita bisa melihat data-data ini data-data provinsi ya saya kira dari suatu ee studi ya dalam rangka penyusunan RPJPN ya. Ini ee ee dibandingkan ya indeks ee tiga ee unsur ya dari pembangunan berkelanjutan yaitu ekonomi ya, sosial ya. dalam hal ini indeks pembangunan manusia digunakan sebagai indikatornya dan kemudian ee IKLH ya untuk ee indikator dari ee dimensi atau aspek ee ekonomi eh maaf ee lingkungan gitu ya. Nah, kita bisa melihat ee kalau secara keseluruhan ini provinsi berdasarkan ranking pertumbuhannya begitu ya. Nah, kemakin ke kanan itu adalah provinsi-provinsi yang ee tumbuh e pesat pembangunan ekonominya ya pada saat yang sama ya. kemudian punya indeks ee pembangunan manusia yang meningkat. kira-kira begitu ya ee kira-kira hampir ee berdekatan gitu ya meskipun tidak selalu atau tidak terjadi di semua ee provinsi tetapi pada dasarnya ee pembangunan ekonomi mampu meningkatkan IPM ya meningkatkan kualitas hidup manusia ya kesehatan, pendidikan dan daya beli ya begitu itu ee elemen-elemen dari apa dari ee dari ee IPM ya. Tetapi kalau kita bandingkan dengan IKLH itu ee selalu terjadi gap gitu ya. Jadi pertumbuhan ekonominya tinggi ya, provinsi-provinsi dengan pertumbuhan atau indeksnya lebih tinggi ee IKLH-nya ee tidak sepadan begitu. Selalu akan ada gap gitu ya. Beberapa provinsi yang kaya sumber daya alam ya. di sebelah kanan Anda bisa melihat ya meskipun ee tidak selalu ee apa namanya ee yang tertinggi secara ekonomi ya. Ee tapi kita bisa melihat beberapa provinsi ya ee yang di sebelah kanan itu gap-nya makin besar ya, makin besar begitu ya. Jadi ee IKLH-nya ee pertumbuhan ya pertumbuhan EKLH-nya tidak tidak secepat e pertumbuhan ekonomi gitu ya. Nah, kemudian ada indikator lain yang sekarang juga mulai dimasukkan ya itu indeks kebahagiaan gitu ya. Ini juga bisa ee menjadi hal yang lain gitu ya. Nah, jadi idealnya kan ee kita ingin ee ada keserasan antara pertumbuhan ekonomi ya e kemudian pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan yang kemudian membuat ee manusianya lebih bahagia. Kira-kira begitu ya. Tujuan pembangunan itu sesungguhnya itu ya menuju ee tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi gitu ya. ee bukan semata-mata pertumbuhan ekonomi, sosial dan sebagainya, tapi keseluruhannya adalah dalam tanda peti yang barangkali bereat lebih ee spiritual begitu ya. Oke. Ini menarik ya ee untuk kemudian melihat nanti pada tingkat daerah bagaimana ee sesungguhnya kita bisa ee melakukan upaya untuk ee mengurangi gap itu ya atau apa yang terjadi sehingga sebetulnya ada gap antara pertumuhan ekonomi dengan IKLH di masing-masing provinsi tersebut gitu. Oke ya. dalam ketik itulah ya tadi eh eh eh triple planetary crisis ya kemudian juga ketidaksarasan antara ee tiga dimensi dari ee pembangunan ya ee kemudian ee melahirkan ee gagasan ya untuk ee melihat ee atau menggunakan ee ekonomika ya ilmu ekonomi dengan perspektif lingkungan gitu ya. Jadi karena kita melihat bahwa ekonomi ee konvensional yang ee saya kira kita kenal semua begitu ya ee teman-teman ee yang belajar di apa bidang tersebut ataupun ee secara umum ya kita kenal bahwa ilmu ekonomi pada dasarnya ilmu yang mempelajari bagaimana manusia melakukan ee sumber daya melakukan alokasi sumber daya ee yang langka gitu ya. Jadi nanti kalau dikaitkan dengan ee eksploitasi atau ee pemanfaatan sumber daya alam misalnya ya, seberapa besar sumber daya harus ee diekstraksi ya sehingga menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kita sebagai manusia begitu ya. Jadi ee unsur utilitariannya ee sangat kuat di situ gitu ya. Nah, persoalannya adalah bagaimana kita mengelola sumber daya alam begitu agar menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya seperti ee tujuan pembangunan ekonomi ya, tapi tidak mengorbankan kelestarian sumber daya alam itu sendiri. Itu pertanyaan besarnya yang saya kira tidak bisa dijawab oleh ilmu ekonomi ee klasik gitu ya. Maka lahirlah ekonomi ee lingkungan ya. Jadi envirta ekonomik begitu ya. Jadi ee jadi kalau sebetulnya bahasa Indonesia yang baiknya itu ekonomika lingkungan gitu ya. Karena nanti ee bisa bertukar dengan nanti konsep yang kita akan jelaskan juga ee ekonomi hijau ya. Ee ekonomi bukan ekonomika gitu ya. Ekonomi hijau. Jadi itu model ekonomi ya. Kalau ekonomika ya ilmu ekonomi ya. Jadi ekonomika lingkungan ya lebih tepat sebetulnya kalau apa ingin membedakannya dengan ee ekonomi dalam pengertian model atau sistem perekonomian gitu ya. Nah, jadi ee ekonomi lingkungan ya atau ekonomika lingkungan pada dasarnya adalah penerapan prinsip-prinsip ekonomika secara umum ya untuk mempelajari bagaimana sumber daya alam dan lingkungan dikelola gitu ya. Ya, jadi fokusnya bagaimana? dan ee mengapa manusia mengambil keputusan yang menimbulkan konsekuensi terhadap lingkungan alami. Ya, jadi ee kalau ekonomi ee umum menyangkut keseimbangan suplly dan demand dan kemudian harga merefleksikan kelangkaan suatu barang, itu saya kira menjadi ee teori dasarnya gitu ya. Ee semakin langka nanti semakin mahal gitu ya. Kemudian ee nanti bekerja hukum pasar ya, suplly dan deman kira-kira begitu ya. ee tetapi kalau itu diterapkan dalam ee lingkungan ya, jadi dalam ekonomi lingkungan hal ini tidak berbeda sebetulnya ya. Tetapi ee pasar dalam ee kaitannya dengan sumber daya alam dan lingkungan ya pasar dan tentu saja harganya nanti itu ee seringki tidak eksis, tidak nyata gitu ya. Jadi ada ee ada nanti kita bahas ada barang, ada jasa gitu ya. barangnya mungkin nyata, tapi kemudian ee sumber daya alam itu punya di balik itu ada ee jasa dan itu seringki tidak tidak dapat dihitung dengan mudah gitu ya. Nah, sehingga kemudian ee nanti melahirkan ee perlunya beberapa ee konsep ee baru ya, konsep-konsep tambahan yang membedakan ekonomi apa namanya konvensional dengan ekonomi lingkungan gitu ya. Jadi ekonomi lingkungan pada dasarnya ilmu yang mempelajari perilaku dan kegiatan manusia di dalam memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan. Nah, dalam ekonomika lingkungan ya sumber daya alam dan lingkungan dipelajari dan dipertahankan serta ditingkatkan penggunaannya ya tadi untuk ee sebesar-besarnya kemanfaatan bagi manusia ya dengan tujuan pemakaian yang atau pemanfaatan yang lebih bersifat jangka panjang dan berkelanjutan gitu ya. ee di sebelah kanan ini ada ee apa namanya diagram yang menunjukkan bagaimana posisi ekonomika lingkungan ya envirmental ekonomi gu ya di ee dengan berbagai ee teori yang lain ya yang mulai dari ekonomi klasik ya ketika dihadapkan pada krisis ekologi muncullah eh ekonomika ekologi begitu ya muncullah green economic gitu ya ee muncullah ekonomi ee lingkungan ya seperti yang kita bahas sekarang ini. Oke. Nah, ini perbedaan yang ee mendasar antara sistem ekonomi konvensional dengan sistem ekonomi menurut ekonomika lingkungan ya. Nah, di sebelah kiri kita sudah paham ya, selalu ada ee apa namanya aliran ya. Ee ada di dalam sistem ekonomi konvensional itu ada produksi, ada konsumsi ya, ada produk, ada ee tenaga kerja ya, ada perusahaan, ada ee ee rumah tangga ya, kemudian terjadi aliran ya aliran produk dari ee perusahaan begitu ee ke rumah tangga. Kemudian ada ee aliran ee dari rumah tangga berupa tenaga kerja ee ke perusahaan gitu ya. dan begitu seterusnya ya ee sistemnya tertutup begitu ya. Nah, di situ tidak ada kebocoran apapun itu ya begitu ya. Jadi berputar seperti itu. Jadi nanti produk punya harga, tenaga kerja punya harga dan itulah yang nanti menggerakkan ee ekonomi pasar begitu ya ee di sektor perusahaan gitu ya. ee ee ee di sebelah kanan ini ada ee ee kira-kira hampir sama diagramnya, tetapi kemudian ada elemen-elemen lain ya, unsur-unsur lain yang ditambahkan yang kemudian juga diperhitungkan ya di dalam sistem ekonomi tersebut ya. Jadi di situ ada limbah ya. Jadi ee proses produksi itu menghasilkan limbah ya. Proses konsumsi oleh sektor rumah tangga menghasilkan limbah. limpah itu dibuang ke mana gitu ya, dibuang ke alam, dibuang ke lingkungan gitu ya. Nah, begitu ee perusahaan memproduksi juga nanti menghasilkan limbah-limbah produksi begitu ya dan itu pun dibuang harus ee dibuang ke mana? Ke alam juga. Jadi ee menimbulkan yang nanti kita akan kenal sebagai eksternalitas ya, sebagai dampak ya ee berupa ee pencemaran ya terhadap udara, terhadap air, terhadap tanah dan seterusnya gitu ya atau ee timbulan sampah gitu ya atau limbah gitu ya. Jadi ee sampah, limbah, pencemaran itu tidak masuk di dalam ekonomi klasik ya, di dalam ekonomi konvensional sebagai ee sesuatu yang kemudian harus diperhitungkan ya di dalam penentuan harga begitu ya. Oke ya. Jadi kalau kita ee gambarkan lebih lanjut sistem ekonomi yang terintegrasi dengan lingkungannya mestinya ee seperti di diagram ini gitu ya. Jadi ada produsen, ada konsumen ya, kemudian ada aliran materi, ada aliran energi gitu ya ee antara konsumen dengan produsen. Nah, kemudian ada aliran limbah ya selain ee aliran ee atau flow yang lain ya, barang dan jasa ya, tenaga kerja, moda dan sebagainya yang memang ee ada di ekonomi konvensional gitu ya. Tetapi di sini ee perbedaannya adalah adanya limbah ya. Nah, limbah ini bisa ee didaur ulang ya ee menjadi bagian dari ee produksi ya katakanlah nanti kalau produksinya ee apa menggunakan konsep produksi ya sekarang ee kita sering mendengar ee ekonomi silikuler gitu ya menjadi limbah nanti menjadi input atau menjadi sumber daya baru gitu ya. Nah, dan kemudian ee di sini ee ada semesta ya, ada semesta, ada universe yang harus diperhitungkan di situ karena ada aliran dari e sumber ee energi terbesar yaitu radiasi atau energi matahari ya yang juga diperhitungkan dan itu kemudian nanti menjadi elemen penting ya bagi berbagai jasa ekosistem. Kira-kira begitu ya. Jadi ketika kita memasukkan unsur-unsur yang semula tidak dihitung ya ee di dalam ekonomi konvensional, di dalam ekonomi lingkungan menjadi lebih kompleks gitu ya. Karena ternyata ee sistem ekonomi itu tidak tertutup hanya ee di produsen dan konsumen gitu ya. Tetapi ada environment ya, ada lingkungan ya. Di situ nanti ada jasa lingkungan juga ya. Dan kemudian di situ nanti ada dampak ya, ada eksternalitas dan sebagainya. Kemudian kita harus perhitungkan juga begitu. Oke. Nah, ee itu adalah ee apa ee ekonomi lingkungan gitu ya. Kemudian ada yang disebut eh konsep ekonomi hijau. Nah, ini green ekonomi ya, ekonominya bukan ekonomik ya, tapi ekonomi. Jadi, ini lebih tepat sebenarnya kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang baik itu perekonomian hijau gitu ya. Tapi kita terlanjur ya sehingga kemudian keluar ee istilah ekonomi hijau ya, green ekonomi gitu ya. e yang nanti bisa tertukar dengan ekonomi lingkungan ya. Kalau ekonomi lingkungan yang tadi ee ilmu ekonomi ya e dengan ee perspektif lingkungan kira-kira begitu ya. Tapi kalau ekonomi hijau adalah moda ya, moda atau sistem perekonomian yang hijau ya yang boleh jadi ee memang karena menggunakan pendekatan ekonomi lingkungan gitu ya. Jadi ini kalau disebut ee proses produk gitu ya, ekonomi ee hijau itu adalah produk ya ee hasil dari ee proses ee apa bekerjanya ee ilmu ekonomi kira-kira gitu ya atau digunakannya berbagai instrumen ee ekonomi lingkungan ya untuk membuat ee apa namanya ee ekonomi kita menjadi lebih ee hijau, lebih berkelanjutan gitu ya. Jadi, konsep ekonomi hijau kemudian ee sering disebut sebagai salah satu ee apa namanya min ya, salah satu kendaraan atau sarana untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan gitu ya. Ya, jadi ee kita bisa lihat ini dari beberapa definisi ya. Ya, ini yang paling lama UNEP ya menyebutkan ekonomi hijau adalah ekonomi atau sistem perekonomian ya yang menghasilkan peratan kesejahteraan manusia dan ekuitas sosial ya sementara secara signifikan mengurangi risiko lingkungan ya dan kelangkaan ekologis gitu ya. Jadi ini ee ekonomi hijau ya ee menyeratkan pengakuan bahwa pembangunan ekonomi adalah kendaraan utama untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan gitu ya. Jadi peningkatan kejahatan manusia dapat dicapai tanpa merusak ee lingkungan atau menghabiskan ee sumber daya alam gitu ya. Jadi ee muncullah nanti berbagai ee definisi operasional dari ekonomi hijau ya. Salah satunya adalah ee jadi ee ekonomi hijau dipandang sebagai model pembangunan ekonomi ya yang ee menunjang ya atau ee mendukung ya pembangunan berkelanjutan dengan fokus pada investasi ya. investasinya nanti dikenai sebagai investasi hijau ya ee kapita ya dan infrastruktur ya lapangan kerja dikaren green job ya dan kemudian keterampilan untuk mewujudkan kesehatan sosial dan kelestarian lingkungan secara apa bersamaan gitu ya. Oke. Nah, kembali ke ekonomi lingkungan ya. ini ada beberapa aspek ya atau konsep dasar ya atau konsep utama lah ya dari dalam ekonomi lingkungan yang ee saya kira ee apa namanya menjadi menjadi titik tolak kita untuk nanti bicara berbagai instrumen yang kemudian dikembangkan gitu ya, yaitu konsep kegagalan pasar ya. Nah, ini menjadi apa sangat apa namanya ee sangat ee nyata begitu ya nanti ketika kita bicara ee dalam tanda petik barang dan jasa lingkungan ya. Kemudian kedua konsep eksternalitas ya. Kemudian ee sifat ee apa namanya? tidak adanya pengecualian ya non expudability dari eh barang-barang ee publik ya publik ya yang ee nanti juga ee beberapa bagian saya bahas begitu ya. Kemudian yang terakhir valuasi ya. Jadi sumber daya alam dan lingkungan itu harus divaluasi ee divaluasinya secara ekonomi ya supaya apa? itu Pak ya. Ee kita memasukkan elemen-elemen baru ke dalam sistem ekonomi yang tadi ee kita lihat di dalam diagram yaitu adanya limbah ya dari produksi ya, adanya limbah juga dari konsumsi itu kemudian bisa di die divaluasi secara ekonomi ya. Dengan demikian nanti ee harga ya ee sebagai ee instrumen utama ya, sebagai konsep utama di dalam ee apa namanya sistem ekonomi begitu ee itu kemudian ee jadi ee bisa ee dihitung secara keseluruhan ya. Dan kemudian ee dengan angka nomina itu ee kita menjadi lebih ee lebih memahami gitu ya, bahwa persoalan lingkungan itu yang semula apa implisit ya, jadi eksplisit karena secara ekonomi ternyata ada nilainya. Kira-kira begitu ya. Jadi ini ee gunanya adalah ee guna dari ee melakukan valuasi ekonomi terhadap sumber daya alam. Oke. Ee jadi ini konsep yang pertama adalah eksternalitas ya. Nah, apa itu saya kira ee secara umum ee kalau apa and bahasa gampangnya itu eksternal itu dampak gitu ya. Ya, jadi suatu proses itu ada ada suat ada inputnya begitu ya. Kemudian proses itu menghasilkan output. Output itu ada yangas menghasilkan apa namanya outcome gitu ya. Nah, di sisi lain itu ada impact ya. Impact itu sebetulnya eksternalitas. Jadi sesuatu yang tidak kita ee ee tuju ya. tetapi ee selalu muncul ketika kita melakukan aktivitas produksi apapun kira-kira gitu ya. Jadi selain hal-hal yang berupa eh outcome gitu, ada hal-hal yang dalam tanda pendik ee tidak kita inginkan atau kita tidak rencanakan bahkan yaitu yang disebut sebagai impact itu ya. Jadi eksternalitas terjadi ee bila aktivitas e pelaku ekonomi mempengaruhi aktivitas pelaku ekonomi yang lain. Namun pengaruhnya tidak terefaksikan pada transaksi di pasar gitu ya. misalnya pabrik bahan kimia mengeluarkan B3 ya, B3 kemudian ee mengkontaminasi ya ee badan air atau apa ee apa ee udara dan sebagainya ya. Kebisingan lalu lintas ya misalnya di eh maaf ee lalu lintas pesawat ya di sekitar bandara misalnya itu ee di dirasakan oleh penduduk di sekitar bandara padahal mereka tidak ada kaitannya dengan bandara tersebut ya. Mereka barangkali tidak juga e pernah naik pesawat kira-kira gitu ya. tapi mereka malah ee jadi bising ya begitu ya atau sampah yang dibuang ke sungai ya yang kemudian mengalir ke hilir ya kemudian ee kualitas ee sungai ya ee memburuk ya ee di bagian hilir ya dan kemudian masyarakat di hilir yang kemudian menerima dampaknya pada mereka ee tidak berkaitan dengan aktivitas yang mencemarai di hulunya kira-kira begitu. Jadi ee itu semua ee eksternalitas tapi negatif ya. Tapi ada juga eksternalitas ee positif ya. Jadi ee terjadi ketika kegiatan satu ee pihak ya menimbulkan dampak positif terhadap pihak yang lain ya. Nah, ini saya kira contohnya banyak ya ee tumpahan teknologi ya yang membuat barang-barang ee katakanlah dari Cina murah sekali ya begitu ya dan kita menikmatinya gitu ya. Itu ekstraas ee apa positif ya. ya. Jadi bisa terjadi dari ee konsumen ke konsumen ya yang negatif itu bisa juga dari produser ke konsumen, bisa dari ee produser ke produser. Ini saya kira ee apa di ee level perusahaan gitu ya. Persoalannya adalah eksternitas yang kemudian terjadi di barang publik. Ini yang jadi persoalan nanti di dalam ekonomi lingkungan ya. Barang publik seperti kita ketahui punya salah satu karakteristik yaitu e nonek eksklusif ya. ya. Nah, jadi bilang barang itu diproduksi maka barang tersebut memberikan manfaat kepada seluruh kelelompok masyarakat. Misalnya ee udara bersih yang dihasilkan sehat ya yang diberhasilkan ee dihasilkan oleh ruang terbuka hijau di perkotaan ya itu ee apa namanya manfaatnya di ee rasakan oleh semua orang kira-kira gitu ya. Ee baik yang bayar pajak ya, baik yang bayar pajak maupun tidak kira-kira gitu ya. Jadi ee apa namanya itu ee membuat kemudian ee ada ada ses ya. Sesnya itu salah satunya adalah ee eh penggunaan berlebih ya ee over consumption ya. ee over consumption ini ee apa sering di apa diceritakan ya sebagai ee apa namanya ee fenomena ya yang eh disebut sebagai tragedi of the common ya. Tragedi of. Jadi tragedi barang publik ya, barang milik ungu begitu ya. Yang eh ilustrasinya ee siapa? Eh Hardin ya tahun 60-an ya menggunakan apa namanya ee metafor ya menggunakan ee apa cerita ee apa ee yang diandaikan ada ada biri-biri ya, ada apa namanya? ada ada ee biri-biri yang ee ada di apa di padang pengembelaan gitu ya. Kalau jumlahnya sedikit tidak masalah tapi makin lama makin besar ya. Kemudian ee apa ee saling berebut ya. Nah, kemudian rumput di sana kemudian tidak ee bisa tumbuh memenuhi ee kebutuhan ya alih-alih ee apa namanya yang jadi makin banyak ee apa namanya ee ternaknya bahkan banyak ee biri-birinya maka kemudian ee sumber daya di sana menjadi ee menyusut gitu ya. Dan kemudian ee nanti terjadi ee persaingan ya. Kalau persaingan terjadi maka yang menang adalah yang besar. kira-kira begitu ya. Nah, kemudian persaingan tidak di ternaknya saja tapi bisa juga di antara peternaknya begitu ya. Nah, itu jadi tragedi ya, tragedian publik dan ee apa namanya fenomena overpon ini kemudian eh menjadi dasar ya atau cerita-cerita atau kisah eh traged of the common ini menjadi dasar dari konsep eh carry capacity ya. Jadi ee padang pengembalaan itu ada pada ada ee daya dukungnya, ada batas daya dukungnya ya ee dengan luasan tertentu hanya ee bisa ee mendukung ya ee kehidupan e sekian ekor kira-kira be kalau lebih dari ee daya dukungnya itu ya terjadi ee tragedi terjadiaka kira-kira begitu ya. Nah, di dunia modern itu banyak sekali barang publik ya yang kemudian ee sesungguhnya ee mengalami ee apa namanya ee cerita yang mengalami ee kisah gitu ya ee atau mirip kisahnya dengan tragedi dekaman gitu ya. Misalnya e kalau kita bisa lihat ruang publik ya, ruang publik sekarang di perkotaan misalnya jalan raya ya. Nah, jalan itu ruang publik itu seperti pada penggembalaan ya. Tiap hari ee penduduk kota begitu membawa ee ternaknya masing-masing ya, yaitu kendaraan bermotor ya. Ya, ee kita bisa melihat itu macet begitu ya. Kita bisa melihat ee apa namanya? Semua orang menuju tempat yang sama pada waktu yang sama gitu ya. Dan kemudian ee kapasitas jalan bisa terlampaui dan itu kemudian kita sebut sebagai macet gitu ya. Kita bisa bayangkan kalau di ee apa di perempatan itu tidak ada ee lampu stopan gitu ya, tidak ada polisi lalu lintas atau tidak ada aturan lalu lintas barangkali. Nah, setiap ee pagi kita akan ketemu banyak ee apa namanya? ee peristiwa ee pertengkaran ya, pertengkaran ya masing-masing orang ingin ee berebut ya sampai ke tujuannya dan kemudian bertabrakan barangkali di ee tengah-tengah ee persimpangan begitu ya, di tengah-tengah perempatan ee jalan gitu ya. Kalau tidak ada lampu stopan yang mengatur siapa yang duluan gitu ya. itu itu adalah fenomena tragedy of the common dari eh kota-kota modern saya kira ya. E untunglah ada aturan ya. Nah, jadi di situ ee kita ee melihat perlunya ya perlunya ee pengelolaan ya perlunya ee pengaturan ya terhadap ee barang publik tersebut ya sehingga nanti ada ada ee yang diatur ya siapa yang boleh, siapa yang boleh memanfaatkan begitu ya ee berapa besar ya ee nanti berkaitan dengan kuat tahap misalnya sumber daya alam yang boleh di ee budidayakan dan seterusnya ya. ee kemudian ada regulasinya ya. Ee kemudian apakah masyarakat bisa mengaturnya sendiri dan seterusnya itu jadi ee jadi bagian dari bagai ee bagaimana ee melakukan ee pengelolaan ee terhadap sumber daya alam ya supaya sumber daya alam yang mengalami fenomena overconsumption ini tidak menimbulkan tragedi. Oke. Banyak tipenya ya. ini tadi seperti ee sudah saya sampaikan ee ee ada berdasarkan positif negatifnya gitu ya, tapi juga bisa berkaitan dengan ee teknologi ya ee eksternalitas produksi ya ee konsumsi di situ masuk ee T hari kemudian ee dikaitkan dengan apa namanya pembagian eksternalitas ee publik dan privat ya ee dan itu nanti tentu saja ee yang nanti menjadi perhatian kita adalah yang berkaitan nanti dengan ee publik ya, karena tadi yang kita bahas adalah ee public gold gitu ya atau barang publik ya yang nanti sebagian akan kita bisa lihat di dalam ee karakteristik ee sumber daya alam ya. Ee kemudian konsep berikutnya ya ee selain eksternalitas ya dan ee barang publik yang tadi sudah saya sampaikan ee konsep berikutnya yang tidak kalah penting ya di dalam ekonomi lingkungan adalah konsep ee jasa ekosistem ya. Jadi ee ee sumber daya alam gitu ya. ya, sumber daya alam itu ee ee mempunyai dua sisi ya seperti mata uang ya, seperti koin begitu dua sisi mata uang gitu ya. Jadi ada ee berkaitan dengan fungsi sosial ekonominya ya atau sering malah disebut fungsi ekonomi ya karena di situ ee sifatnya barang ya sehingga nanti ee ee dapat diperjual belikan atau jadi komoditas gitu ya sehingga ada nilai ee nomina di situ ya ada nilai ekonomi di situ. Ee sisi kedua adalah fungsi ekologis ya. Fungsi ekologis ini adalah ya ini jasa lingkungan ini ya. Jadi ee apa sumber daya alam itu punya barangnya, punya jasanya, begitu ya. ee jasanya itu yang ee pada dasarnya menunjukkan jasa ekosistem yang melekat di sumber daya alam itu sehingga dikenalah konsep misalnya mode alam ya ee moda alam atau ee natural kapital ya yang pada dasarnya menyatukan dua-duanya ya bukan sumber daya alam sebagai komoditas, sebagai barang semata, tapi juga ada jasa yang kemudian juga harus dihitung. Jadi jasa ini pada dasarnya adalah semua manfaat ya yang diberikan oleh sistem pada masyarakat. ya yang mempengaruhi ya kesehatan ya, kualitas hidup ya, kemudian juga pembangunan ekonomi ya ee orang-orang atau masyarakat yang berada di situ ya. Jadi ee sekurang-kurangnya ada empat ya, ada jasa penyediaan ya, jasa pengaturan, jasa budaya, dan jasa pendukung. Ini saya kira ee sudah sangat ee apa namanya populer ya. Ee lahir sejak tahun 2005-an ya. Jadi, Milenium ekosistem eh assessment ya sudah menghitung apa namanya melakukan penilaian terhadap jasa ekosistem secara global ya. Dan jasa ekosistem ini tentu saja nanti punya punya manfaat ya, punya ee apa ee ee konsekuensi ya. Jadi ee kalau terjadi perubahan ekosistem maka terjadi perubahan jasa ekosistem yang diberikan oleh ee apa namanya? oleh ekosistem aliahnya. Kira-kira begitu ya. Ee oleh sebab itu kemudian nanti ee ee konsekuensinya ada ee konsekuensinya adalah pada tingkat kesejahteraan manusia ya. Ya. Jadi ee apa namanya ini sudah banyak distudi begitu ya. Jadi ee tentu saja ee ee pengukuran ya terhadap ee jasa ekosistem ini menjadi sangat penting ya. manakala kita kemudian ee melakukan perencanaan pembangunan ya begitu ya di suatu wilayah ya atau di suatu daerah ya. Karena bagaimanapun nanti ee ada sumber daya alam ya ee yang kemudian nanti ada jasa ee ee jasa ekosistem atau jasa lingkungan yang juga dihitung yang kemudian kalau nanti ee apa kegiatan pembangunan itu ee mempunyai tujuan tertentu yang kemudian ee memaksa ya ee sumber daya alam itu dieksploitasi ya. Maka kemudian pada ee pada waktu yang sama ya atau secara serentak sesungguhnya ada ee gangguan ya ee terhadap ee jasa ekosistem yang melekat di dalamnya. Kira-kira begitu ya. Jadi kalau kita membalak ee kayu di hutan itu ee ee kayunya kita peroleh ya sebagai produk gitu ya dari pembalakan tersebut gitu. Itu berarti barangnya tuh ya. Tapi pada saat yang sama e boleh jadi jasa jasa ekologis dari hutan itu ya ee sebagian jasa ekologis dari hutan itu bisa hilang atau bahkan seluruh jasa ee jasa ekosistem pada hutan itu bisa hilang. jasa tata airnya misalnya begitu ya karena kemudian eh tidak ada catchment area di eh hutan itu begitu ya atau berkurang kemampuan kecem area sehingga air eh jadi run off ya dan kemudian menyebabkan banjir lagi-lagi nanti mempengaruhi ee apa namanya manusia ya mempengaruhi kecan manusia gitu ya. Oke. Nah, itu ee beberapa tiga konsep dasar yang saya kira menjadi penting ya di dalam ekologi e maaf di dalam ekonomi lingkungan. Kemudian ee dalam ee mode ekonomi hijau pun kemudian ada beberapa prinsip ya. Nah, prinsip yang ini saya kutip ee dari ee kajian yang dilakukan oleh BAPENAS ya. ee ee sejak tahun 2020-an saya kira sudah banyak dilakukan ya ee kajian tentang ee apa ekonomi hijau dan kemudian penerapannya yang kemudian bermuara pada digunakannya konsep ini pada penyusunan RPJPN ya 2025245 ya dan RPJMN 2025-2029 ya seperti yang sudah kita ee ketahui bersama ya. Nah, itu ee prinsip ekonomi hijau itu ada lima ya. Ee jadi ee meskipun ee seolah-olah hijau itu e lebih lebih apa ee dominan ya aspek lingkungannya gitu ya ee dari namanya begitu. Tapi sesungguhnya di dalam prinsip itu ee apa namanya sesungguhnya menyangkut unsur-unsur pembangunan berkelanjutan secara utuh sebetulnya ya. di situ ada prinsip kesejahteraan will being yang tadi ya yang boleh jadi dipengaruhi oleh tadi perubahan di dalam ekosistem ya ee manakala memberikan jasa kepada ee masyarakatnya gitu ya. Kemudian yang kedua ee prinsip keadilan justice ya ini termasuk juga ee keadilan intragenerasi dan ee antargenasi gitu ya. Kemudian ee prinsip ketiga ya, planetari benderis ya. Ee ini ee batas-batas daya dukunglah ya, batas daya dukung ee e bumi kita ya atau wilayah kita ya. Kemudian prinsip berikutnya efisiensi dan kecukupan gitu ya. Kemudian yang terakhir harus adanya tata kelola. Ini yang penting ya. ya ee tata kelola yang baik ya yang kemudian nanti ee mengatur ya kemudian juga ee mengendalikan begitu ya bagaimana ee pemanfaatan sumber daya alam ya ee sejalan dengan misalnya perlindungan ee lingkungan gitu ya ee sehingga dua-duanya bukan untuk dipertentangkan gitu ya ee antara pemanfaatan dengan ee perlindungan ya. jadi pemanfaatan tidak meniadakan perlindungan sementara perlindungan tidak ee menyebabkan ee apa namanya ee kita tidak harus ee memanfaatkan ya ee sehingga tidak membangun dalam tanda petik gitu ya. Jadi keduanya kemudian harus dilakukan bersama-sama dengan adanya pengaturan ya ee dalam suatu tata kelola yang baik yang kemudian akuntabel ya kemudian juga transparan ya kemudian juga ee ada lembaga yang kemudian ee melakukannya begitu ya. Nah, kemudian ee berikutnya yang saya kira ee apa selalu menjadi apa namanya pembeda ya. berbeda dan ini upaya ee merupakan upaya untuk supaya barang dan jasa lingkungan itu bisa ee dihitung ya. Sama seperti ee barang-barang yang dalam tanda petik gitu ya. Ee barang-barang yang ee dengan menggunakan perspektif harga ee ee ekonomi secara konvensional gitu ya. Jadi pendekatan valuasi ekonomi ya begitu ya. Jadi ee ee titik tolaknya adalah ee ee prinsip ini ya. Jadi ee dengan meningkatnya ee kegiatan atau usaha manusia untuk kebutuhan fisiknya ya. Ya, kebutuhan fisiknya bisa mulai dari kebutuhan dasar sampai kebutuhan ee sekunder tersier gitu. E sesungguhnya tidak mungkin tidak ada sumber daya yang digunakan ya. Tidak mungkin tidak ada sumber daya yang digunakan. Jadi selalu akan menggunakan sumber daya alam yang kemudian kita ekstraksi di permukaan bumi ini ya. Jadi kondisi lingkungan pasti akan terpengaruh. Jadi kalau kita mengambil sumber daya dari suatu lingkungan, maka lingkungan di mana tempat sumber daya alam berada itu boleh jadi nanti terganggu, boleh jadi mengalami penurunan kualitas gitu ya. Jadi bukan ee sumber daya alamnya saja yang menyusut, tapi lingkungan tempat sumber daya berada juga akan bisa mengalami ee degradasi ya, degradasi kualitas lingkungan ya. Jadi misalnya saja ee nanti ee keluar limbah ya limbah yang nanti berlebihan ya. Kalau kemudian ee melampaui atau ee di atas daya tampung lingkungan maka kemudian ee menyebabkan atau kita sebut sebagai pencemaran ya dan itu pada dasarnya menurunkan kualitas hidup kita ee menurunkan kesejahteraan kita ya. Ee oleh sebab itu kita harus semakin memahami ya hubungan sebab akibat dari ee bagaimana pemanfaatan sumber daya alam terjadi ya atau dilakukan ya yang kemudian ee dampaknya terhadap ee lingkungan gitu ya. Jadi ee apa namanya ee kita sering kemudian ee menggunakan ee pendekatan misalnya ee ketika melihat masalah lingkungan menggunakan pendekatan DPCR ya, ada e driving force gitu ya, ada ada eh apa pressure ya, ada state gitu ya, ada impact kemudian ada respon. Jadi kita hubungan sebab akibat itu yang kemudian ee harus kita ee ketahui ya. manakala kita ingin mengelola sumber daya alam ini lebih baik ya atau lebih berkelanjutan gitu ya. Nah, kemudian juga ee kita menghitung ee bagaimanapun menghitung manfaat biaya gitu ya atau manfaat mudarat itu itu harus secara keseluruhan ya begitu ya. Jadi ee bukan hanya manfaat saja yang seringkali secara ekonomi tapi juga moderatnya atau biayanya, costnya secara sosial, secara lingkungan dan itu kemudian harus dihitung secara bersama-sama. Nah, jadi konsep dasarnya adalah menghitung keseluruhan ee barang dan jasa ya, kemudian menghitung ee manfaat sekaligus juga moderat gitu ya. Dengan demikian yang disebut nilai pada dasarnya adalah nilai keseluruhan dari sumber daya alam dan lingkungan itu ya, tidak bias ke nilai ekonomi belaka ya. Nah, jadi ee valuasi ini menjadi penting ya ee karena ya tadi seperti ee saya sampaikan ya ee apa namanya ada ee apa cost ya, ada ee benefit begitu ya. Ee dan kemudian kalau secara ekonomi kan sering kita ee gunakan ya ee analisis biaya dan manfaat Anda tahu analisis manfaat biaya. Kalau manfaatnya lebih dari biaya kemudian ee kegiatan itu kita sebut layak kira-kira begitu ya. Tapi harus diperluas itu ya, diperluas untuk semua ee tidak hanya untuk barang saja, tapi juga untuk jasanya. Nah, itulah yang mendasari ee apa namanya? Evaluasi ya. Jadi kita menghitung ee sumber daya alam itu ya, fungsi sosial ekonominya sekaligus fungsi ekologisnya dan di antara keduanya sesungguhnya ee tidak bisa dilepaskan. Karena boleh jadi ketika kita mengambil barang dari alam, dari ee lingkungan, pada saat yang sama lingkungan bisa ee menurun ya menurun ee kualitasnya ya dan dengan demikian nanti ee menyebabkan ee sumber daya alam yang ada juga menurun. Nah, kira-kira begitu. Jadi ada ada ee keterkaitan ya antara ekosistem ya dengan sosio eh ekonomi sistem ya sistem sosial ekonomi atau sering disebut ekosistem dengan human system ya. Oke. Nah, jadi penting bagi kita untuk melihat ee menilai ya menyatakan nilai terhadap sumber daya alam dan bagaimana itu dilakukan. Saya kira ee kita bisa melihat sumber daya alam itu punya dua nilai terutama ya nilai dasar ya, yaitu nilai nilai instrumental dan nilai intrinsik. Nah, nilai instrumental itulah yang sekarang ini kita kita ee mendominasi ya pemahaman kita ya. Jadi nilai ekonomi ee nanti kalau lahan nanti ada yang disebut ee economic lantren rent misalnya begitu ya. Padahal pada saat yang sama ada yang disebut eh perimetaren gitu ya. Dan itu pada dasarnya itu adalah nilai yang melekat ya. Melekat. Jadi ada nilai-nilai nutrinsik. Jadi hutan di ee apa namanya? Hutan tropis misalnya di Kalimantan ya punya itu ya. Ee kita bisa ee apa namanya contoh tadi yang saya sampaikan kita bisa ee apa namanya mengambil ee hutan gitu. Tapi pada saat yang sama kemampuan hutan mengabsorsi karbon ya ee ataupun ee memberikan jasa pengaturan terhadap ee apa namanya ee tata air ya hidrologi akan berkurang. Kira-kira begitu ya. Itu menunjukkan kepada kita nilai keduanya itu harus dihitung secara bersama-sama dan itu bisa berbeda dengan nilai yang ada saat ini yang kita fokuskan pada nilai ekonomi. Ini saya kira ee salah satu contoh saja untuk hutan ya. Ada nilai penggunaan langsung ya, ada nilai ee ee penggunaan tidak langsung, kemudian ada nilai pilihan, nilai warisan, ada nilai ee keberadaannya, eksistensinya ya. E semua nilai ini harus dijumlahkan kitosit dari semua nilai baru itu adalah nilai dari sumber daya tersebut. Nah, ee kalau kita sederhanakan sebetulnya ee kegiatan pembangunan yang kita lakukan ya pada dasarnya ee apa namanya dalam perspektif ee ruang gitu ya. Ya, itu ee seringkali kemudian menyebabkan ee perubahan ee fungsi ruang ya ee perubahan katakanlah menyebabkan alih fungsi lahan ya kalau di daratan ya. Kalau di daratan ee di ruang daratan itu kita sebut sebagai al fungsi lahan. Itu bisa dari hutan ke bukan hutan ya, kita sebut ee deforestasi gitu ya atau dari pertanian ke permukiman atau ke perkotaan gitu ya. Juga ahli fungsi lahan pertanian ke pertanian. Nah, kasus-kasus ahli fungsi lahan pada dasarnya adalah ya ee eh bentuk fisik ya dari cerminan atau representasi secara fisik dari aktivitas ee apa namanya pemanfaatan sumber daya alam. ya dalam ini lahan ya. Nah, proses ini ya seperti kita ketahui adalah proses yang ee sesungguhnya dari sisi ekonomi ya ekonominya ekonomi ya proses dari fungsi lahan ini berlangsung selalu dari aktivitas dengan ekonomi landren yang lebih rendah ke yang tinggi ya katakanlah dari sawah eh maaf dari hutan ke perkebunan ya apa sawit barangkali ya atau dari ee sawah menjadi ee permukiman atau perkotaan ya. Ya. Jadi dari yang lebih rendah ke lebih tinggi. Nah, sehingga secara ekonomi itulah yang mendorong ya ee ahli fungsi lahan itu terjadi secara masing ya skala besarnya begitu ya. Kalau membebaskan lahan untuk ee Bud estate luar biasa ya hutan kemudian di deforestasi kalau ee bangun kawasan industri, membangun kota baru ya kemudian ee ahli fungsi lahan dari pertanian misalnya ee di pinggiran kota ya atau di ee sekitar kota-kota yang sudah berkembang gitu ya. Nah, tetapi kita harus melihat dari sisi lain ya, pada saat nilai ekonomi lahan itu meningkat naik ya ke tingkat yang lebih tinggi ke harga kalau di pasar disebut harga lahan yang lebih tinggi. Nah, sesungguhnya di balik itu terjadi penurunan ya yang disebut envirmental ren, nilai lingkungan ya, rente lingkungannya menurun gitu ya. Katakanlah hutan jadi e perkebunan ya ee ee jadi pertanian juga bisa ya jadi food estate misalnya begitu. Nah, itu ee berarti fungsi ekologis hutannya menurun ya. Jasa beberapa jasa ekosistemnya tidak bisa berjalan ya. Nah, berarti sebetulnya nilai nilai ekonominya meningkat tetapi nilai lingkungannya menurun ya. Jadi ee jadi apa namanya? Ee ee itu yang kemudian ee sesungguhnya harus kita pertimbangkan gitu ya ee secara masak gitu ya. Jadi dalam oleh sebab itu kemudian nah harus ee perubahan atau alih fungsi lan harus di ee di ee pertimbangkan dalam perspektif jangka panjang kira-kira gitu ya. Karena apa? Alif fungsi lahan itu e suatu proses yang irreversibel tak terbalikan ya. Ini ada diagram yang saya kira baik sekali ya. misalnya dari hutan ke perkebunan ya atau ke pertanian, kemudian dari pertanian ke perkotaan atau ke industri sampai ke komersia ya permukiman jadi komersia itu tidak pernah ada ceritanya bisa kembali ke kondisi awal karena apa karena secara ekonomi bergerak ke arah landan ren ekonomi yang semakin tinggi. Dan itulah ee ee dari perspektif ekonomi konvensional begitu ya. Ee pada saat yang sama terjadi penurunan atau penyusutan nilai dari nilai lingkungannya ya. Katakanlah sawah ya yang ee jadi ee karena kota dibangun ya ee kemudian di rencana tata ruangnya juga kemudian disebutkan sebagai kawasan ee permukiman begitu ya. Maka kemudian ee terjadi ahli pengilahan gitu ya secara formal ya secara terencana ya. Ee dan kemudian ee kita tahu sawah itu bagaimanapun punya fungsi ekologis ya yaitu mengenangkan air. Ah ketika jadi ee perumahan, jadi permukiman ya fungsi menggenangkan air itu jadi hilang karena harus diurug ya, harus dimatangkan sehingga kita harus membuat sistem drainase sebagai substitusinya gitu ya. Dan kalau itu tidak tidak mencukupi, tidak mensubstitusi e sistem drainase alami, ya begitu ee maka menyebabkan banjir ya. Jadi ee beberapa waktu lalu ya yang kita dengar di ee Bekasi, di kota Bekasi, di kota itu ya bagaimana fungsi ee sungai-sungai itu kemudian atau fungsi ee daerah dataran banjir itu ya sudah hilang karena ee dibangun perumahan-perumahan baru di sana ya. Oke. Nah, jadi atas dasar itu ya kemudian berkembang e berbagai metode untuk melakukan valuasi ekonomi ya ee terutama ee menghitung dampaknya. Ini yang ee paling paling nyata ya harus dihitung. Jadi menghitung dampaknya jadi eksternalitas tadi ya dari suatu kegiatan ee yang menghasilkan itu dampaknya seperti apa begitu ya. Nah, jadi ee valuasi ini sesungguhnya ee ee dalam kaitan dengan penghitungan dampak ya sudah e dimulai dalam AMDA sebetulnya ya meskipun di dalam AMDA tidak sampai ke penghitungan secara kuantitatif gitu ya. Jadi ee secara kualitatif ya sudah disebutkan ada potensi dampak ya terhadap fisik ee kimiawi ya kemudian biologisi, sosial ekonomi, kesehatan masyarakat tapi tidak diteruskan kira-kira begitu ya. Tidak diteruskan ya. Ee jadi ee yang ee diagram yang sebelah kanan ini ya ee penghitungan impact-nya ya hanya kemudian kita bisa mendefinisikan dampak penting kemudian dampak penting negatif gitu ya begitu ya. Dan kemudian itu yang nanti menjadi dasar kita melakukan ee merumuskan ya ee RK RPL begitu ya. Nah, tetapi kita tidak menghitung lebih jauh gitu ya. ya. Jadi meskipun sudah menggunakan pendekatan ee dampak yang ee yang sudah sudah sangat ee komprehensif ya, yaitu B for after ya. Jadi sebelum ada kegiatan dengan kegiatan itu kan ee bagus sekali ya kalau dilakukan atau dengan dan tanpa gitu ya. ada suatu kegiatan dengan dampak kegiatan ini ee ee menjadi dasar juga nanti kalau diterapkan dalam konteks ee rencana tata ruang ya misalnya dengan adanya rencana dengan tanpak rencana ee mungkin nanti ada di KLAS itu ya. Jadi pada praktiknya sudah ee AMD belum masih belum pada sampai perkiraan nilai nilai uang nilai rupiah gitu ya dari dampak karenanya pada ee pernyataan apakah dampak itu penting atau tidak penting dan kemudian nanti kita fokus pada dampak penting negatif begitu ya. Eah berkembanglah atau muncullah ee kebutuhan untuk menghitung valuasi ekonomi secara utuh ya. Jadi ee ee supaya nilai itu mencerminkan guna keseluruhan ya. Nilai mencerminkan guna ini saya kira beberapa prinsip itu ya. Ee jadi ee tapi guna itu bukan hanya ee yang dapat diperjual belikan saja ya dalam konteks komoditas ya. Jadi sumber daya alam sebagai komoditas kan nanti dihitungnya adalah e yang dapat dijual gitu ya secara ekonomi yang di situ ada sub apa namanya ada demand ya ada demand. kemudian kita ee punya kemampuan untuk mengolahnya kira-kira begitu ya dan ada demand sehingga jadilah komoditas jadilah ee sumber daya alam itu menjadi komoditas yang dapat dijual belikan. Nah, kalau barangnya tidak dapat diperjual belikan, nah itu bagaimana? Itu yang kemudian menyebabkan kita boros. Ya, itu harus dihitung juga karena boleh jadi bukan barang yang diperjualikan, tapi hanya jasa ya yang eksisnya itu ee apa namanya? sesungguhnya bersama-sama dengan barangnya. Kalau barangnya tidak ada, jasanya hilang kira-kira ya. Jadi, oleh sebab itu ee jangan di pilah penghitungannya jangan dibagi dua gitu ya. Jangan hanya fokus ke barang saja ya. Itu dihitung karena kita boros itu karena kita memilah keduanya ya. Yang satu urusan ee publik ya, yang jasa itu. Tapi kalau yang bareng urusan privat gitu ya. Nah, jadi kita ingin untung aja ya harganya murah gitu ya. Padahal ee nanti kalau mencemari yang mendapat dampak adalah ee apa dampak itu jadi sosial cost ya, beban masyarakat kira-kira begitu ya. Oke. Jadi ee dasarnya itu jadi menghitung secara lengkap ya sehingga kemudian berkembang metoda ya. Ada metode langsung didasarkan harga pasar ini yang paling mia ya. Ee jadi semua sumber daya alam dihitung harga pasarnya untuk barangnya dan untuk jasanya ya. Jadi atau juga dengan proksi ya nilai barang dengan barang pengganti ya kemudian metode berdasarkan nasi survei ya ada willing to pay dan sebagainya. Ini saya kira satu materi tersendiri ya kalau di saya kira ee apa kita tidak cukup waktu gitu ya untuk menyampaikan di situ. Tahap-tahapannya saya kira ee ee disampaikan di situ ya ee karena fokus ke dampak ke impact ya. Jadi mulai dari identifisi dampak, kemudian mengkuantifikasi, kemudian setelah itu melakukan koluasi, setelah itu melakukan analisis ee apa namanya ee cost and bbitnya. Oke, itu ee saya kira yang menyangkut valuasi. Nah, kemudian ee berikutnya kita masuk ke instrumen ekonominya. Ee instrumen ekonomi lingkungan ini sesungguhnya ya seperti tadi saya sampaikan sudah ada di Undang-Undang 32 ya. ee dan kemudian sudah ada PP-nya ya 2017 ya. Jadi ee sudah cukup lama ya 8 tahun yang lalu sudah ada instrumennya. Jadi di situ disebutkan jadi di ee ee tata kelola lingkungan Indonesia di Indonesia berdasarkan undang ee Undangundang PPLH ini ee sebetulnya ee menyebutkan adanya berapa 11 ya atau berapa nih ya di bawah itu ee instrumen PLH ya. Tapi instrumen itu bisa dilihat di berbagai tahap. Yang pertama di tahap tahap perencanaan itu kita yang kita akan bahas ini ya. Di tahap perencanaan instrumen ekonomi ee lingkungan ya yang ada di tahap perencanaan. Nah, di situ disebutkan ada tiga ya, yaitu perencanaan ee pembangunan ya dan kegiatan ekonomi, kemudian pendanaan lingkungan hidup dan ee insentif dan atau disinentif ya. insentifentif jadi tiga tiga tiga instrumen ekonomi lingkungan hidup yang ee apa dikena ya ee dan salah satunya adalah salah satu kelompoknya itu adalah di tahapan ee perencanaan. Jadi bersama-sama dengan KHS, bersama-sama dengan tata ruang ya, bersama-sama dengan AMDA KLUPL ya itu adalah ee instrumen dalam tahap perencanaan ya dari penyelenggaraan PPLH secara keseluruhan ya. Jadi ee yang pertama ini instrumen ee ekonomi lingkungan ya ee berupa instrumen perencanaan pembangunan ekonomi ya, pembangunan dan kegiatan ekonomi ya ada empat ya rasa sumber daya alam cuman ini ideal sekali kalau kita punya ini ya beberapa sektor sudah menyusun ya saya kira ya. Nah, jadi cash flow ya dari pemanfaatan sumber daya alam ya itu ee dari tahun ke tahun begitu bisa diketahui kita se yang kita tahu ya ee kita berada pada tahap mana begitu ya, kita punya berapa begitu ya, sudah digunakan berapa. Ee kemudian ee investasi yang mengubah aset-aset alam seperti apa dan seterusnya itu ide sekali kalau kalau disusun begitu ya. Dan ini sudah ee beberapa kali disusun secara nasional ya. Tapi pada tingkat belum ya. ee pada tingkat nasional pun ee saya kira dibuat secara sektoral ya diutanahan baru sudah mulai ya. Kemudian yang kedua penyusunan PDB dan PDRB yang mencakup penyusunan penyusutan sumber daya alam dan kerusakan lingkungan hidup ini sering disebut ee PDB dan PDRB hijau ya. Jadi kalau sekarang ee yang berlaku di dalam ee data-data ekonomi kita itu adalah PDRB cokelat ya gitu. PDRB cokelat begitu ya. yang tadi di di dalamnya ee implisit saja ya ee atau bahkan tidak dihitung ya ee adanya ee kemungkinan ee penyusutan sumber daya alam ketika kita menghitung ya keseluruhan besaran produk di suatu sektor ya katakan di sektor ee sumber daya alam tertentu ya misalnya mindra misalnya atau hutan gitu ya e dan tidak menghitung kerusakan lingkungan yang ditimbulkan degradasi yang ditimbulkan akibat tadi. e kita mengekspotasi sumber daya jadi ee misalnya contohnya satu kabupaten di Kalimantan Timur gitu ya, punya sumber daya hutan yang besar dihitung PDRB-nya PDRB kutarnya tinggi punya batuara PDRB sektor ee pertambangannya tinggi gitu ya. itu PDR itu PDRB coklat itu ternyata semu itu karena ee di balik itu ada ee penyusutan hutan ya dan penyusutan batu bara yang tidak dihitung dan yang lebih parah lagi ada degradasi lingkungan atau kerusakan lingkungan akibat deforestasi misalnya atau akibat ee penambangan batu bara yang tidak dihitung. Nah, kalau kita ingin membuat PDRB-nya hijau sebetulnya yang tadi coklat, PDRB cokelat atas dasar produksi dari sumber daya itu harus dikurangi dengan penyusutan dan degradasi lingkungan yang ditimbulkannya. Baru gitulah ee PDB atau PDRB rilnya gitu ya. ini pernah diuji cobakan dan tampaknya kita tidak suka ya angka-angka ini. Nah, nanti suatu daerah dalam tanda petik seperti miskin ya secara keseluruhan ya. Jadi yang dalam titik kaya itu sesungguhnya miskin karena menyimpan ee dalam tanda petik ancaman kerusakan lingkungan atau penyusutan budaya alam itu di masa depan gitu ya. Gitu ya. Jadi ee ee ini tampaknya tidak populer ya begitu ya. ee beberapa uji coba di kabupaten kota di provinsi ee menghilang ya di beberapa ee apa namanya tahun 2010-an itu banyak dilakukan ya tapi sekarang sudah relatif tidak dilakukan lagi. Kemudian yang berikutnya mekanisme kompensasi ee imba jasa lingkungan antar daerah ini yang segera potensi dilakukan ya. dan ini ee menjadi tantangan ya dikaitkan dengan perencanaan pembangunan daerah atau perencanaan tatarung wilayah. Ee karena ee kalau kita melihat suatu wilayah ee dalam perspektif eorion gitu ee suatu daerah itu ee tidak bisa ee apa dilihat secara administratif belaka, harus dilihat secara fungsional ya sekurang-kurangnya misalnya dalam satu DAS ya. sehingga kemudian nanti ee ada apa namanya pemenuhan kebutuhan ee yang bisa dilakukan oleh ee seluruh katakanlah di situ ada beberapa daerah bisa melakukannya ee bersama-sama ya begitu ya. Ee ada daerah yang tidak punya sumber air baku gitu ya. Maka ee dia hanya ee pemanfaat aja karena di hilir gitu ya. Tapi ada kabupaten ya atau daerah atau kabupaten di atasnya di guluh yang nanti bisa berperan sebagai penyedia ya begitu ya. Kemudian terjadi ee aliran ya aliran ee manfaat ya ee dari hulu ke hilir. Nah, dan hilir kemudian e tentu saja implikasinya harus ee memberikan kompensasi, memberikan imbah ya, imbah atas jasa yang diberikan oleh hulunya begitu ya. Nah, terjadilah ee apa namanya ee apa namanya kegiatan yang kemudian ee disebut sebagai kerja sama antar wilayah yang menguntungkan gitu ya. Ee saya teruskan dulu ya Pak Mas sedikit lagi mungkin nanti diskusinya bisa lebih lengkap gitu ya. Ee kemudian yang terakhir internalisasi biaya lingkungan hidup ya ke dalam apa harga pasar ya atau harga produksi gitu ya. Dan ee dua yang di antara empat ini nanti yang akan kita bahas lebih lanjut karena ini yang akan punya kaitan dengan dengan apa dengan ee perencanaan pembangunan daerah ya. Kemudian yang kedua, kelompok kedua adalah instrumen pendanaan ya. Ini juga tidak akan kita bahas ya, ada dana jaminan pemulihan lingkungan ya. Dulu ada apa ee apa iuran retribusi begitu ya. ee kemudian jadi ini saya kira ee sudah sebagian sudah mulai dilakukan ya. Kemudian dana penanggulangan pencemaran, kemudian dana amanah bantuan untuk konservasi, kemudian yang terakhir insentif dan isintif. Ini banyak sekali ya. Nah, ini yang menarik yang terakhir ini sebetulnya ya kalau yang pertama itu dilakukan oleh ee pemerintah ya atau pemerintah daerah ya. ee kalau yang ee ee ketiga ini ya tadi yang satu dan dua, kelompok satu dan dua itu oleh pemerintah kalau ini ee melibatkan masyarakat dan dunia usaha. Jadi ee instrumen yang delapan ini ya e ini melibatkan masyarakat, melibatkan dunia usaha, sektor swasta ya. ee sehingga ini menjadi persektif dilakukan dan ini ee bisa meng apa namanya menutupi ya melengkapi ee kekurangan yang dilakukan oleh ee apa instrumen-instrumen lain gitu ya. Karena di sini ada pergeseran dari ee sistem pengelolaan lingkungan ADA ya atur dan awasi gitu ya. Apa istilahnya Pak Profesor atau Semaroto menyebutkan common and control gitu ya. Jadi atur dan awasi. Jadi pemerintah bikin aturan kemudian aturi ee awasi pelaksanaannya gitu ya tindak atau memberikan sanksi kalau ada pelanggaran gitu ya. Nah itu yang ee berkembang ya ee selama ini. Tapi yang insentif insentif ini pada dasarnya ADS atur diri sendiri. Jadi perusahaan atau masyarakat mengatur dirinya sendiri ya. Jadi ada instrumen ee ee yang kemudian memindahkan menggeser tanggung jawab menjaga kepatuhan atau penegan hukum ini oleh masyarakat atau dunia ee baa sendiri ya. Ya, kita kenal misalnya ee apa namanya ee penghargaan lingkungan ya, kemudian ee apa ISO ya, berbagai standar ya ee equalabeling ya, kemudian ee perdagangan izin ya dan sebagainya. ini saya kira beberapa sudah mulai ee dilakukan dan ini saya kira perspektif ke depan ya untuk melengkapi ee kekurangan kekurangan dari ee apa namanya ee instrumen ee dua instrumen yang lain. Ee saya ingin melanjutkan yang tadi ya yang instrumen perencanaan karena ini yang relevapan dengan pembungan daerah yaitu imbah jasa lingkungan ya. ini konsepnya ee seperti tadi saya sampaikan ada hulu hilir ee kemudian yang diintervensi sebetulnya adalah line use ya penggunaan lahan atau tutupan lahan gitu. Nah, sehingga ini potensi dimanfaatkan dalam konteks ee perencanaan tata ruang ya ee bukan ee air saja, bukan ee ee apa namanya jasa tata air saja ya yang bisa e dilihat dalam konteks himba jasa lingkungan tapi juga ee reduksi karbon ya, reduksi emisi ya ee juga bisa ee berkaitan dengan ee konservasi biodiversity ya. Kemudian di kawasan perkotaan di beberapa tempat itu juga ada potensi ee untuk apa menutupi kekurangan ruang terbuka hijau di perkotaan ya kalau bekerja sama dengan wilayah yang lebih luas. Sehingga tidak perlu kalau suatu kota tidak tidak ee apa tidak punya potensi untuk apa membangun ruang terbuka hijaunya gitu ya. bisa saja bekerja sama dengan kabupaten yang ada di henterline-nya, di wilayah belakangnya dan secara keseluruhan kemudian ee menjadi memenuhi kira-kira begitu ya. Jadi ada klaim ee pemenuhan kebutuhan RTH oleh beberapa kabupaten kota ya. ee dan secara ee apa mekanisme itu berarti ada jasa lingkungan ya dari kawasan lain ke ee kota yang kemudian nanti menjadi pemanfaat semata dari jasa ee apa penyediaan RTH-nya ya. Jadi ini barangkali perluasan dari ee yang bisa dilakukan ya. Oke ya. Ee ini bagian terakhir ya Bapak Ibu sekalian. Ee barangkali nanti pertanyaannya bisa dikaitkan juga ke sini. Jadi, bagaimana kemudian berbagai prinsip itu pada akhirnya harus kita kaitkan dengan ee apa kita manfaatkan ya ee dalam ee perencanaan pembangunan ya. Jadi bagaimana tadi persoalan ee yang menjadi dasar kita isu-isu ee krisis lingkungan menjadi dasar. Kemudian dari berbagai konsep ya dan prinsip yang kita sudah bisa pelajari ya beberapa instrumen generik juga sudah berkembang ya secara ee apa namanya di dunia akademik maupun di ee praktik ya e perencanaan pembangunan itu bisa diterapkan ee untuk kemudian secara prosedural nanti bisa diterapkan di ee praktik perencanaan pembangunan daerah ya. Jadi secara prosedural dan juga tentnya secara substantif ya, substantif dari rencananya sendiri supaya prinsip-prinsip itu masuk gitu ya. Nah, kita bisa lihat ya di dalam di Indonesia praktik perencanaan pembangunan daerah ini sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dengan ee ee sistem perencanaan ee pembangunan ee nasional ya begitu ya yang ee didasarkan pada undang-undang 25 ya itu melahirkan atau ee produknya adalah ee rencana rencana pembangunan ya ee jangka panjang, jangka menengah ya kemudian untuk nasional maupun untuk daerah ya. Kemudian yang kedua ee sistem perencanaan atau lebih tepat ee apa namanya ee penata ruang ya. Jadi perencanaan tata ruang wilayah di situ ya ee salah satu bagiannya yang menghasilkan produk ee rencana tetarung wilayah ya dari nasional sampai ke kabupaten kota ya ee aturan dari Undang-Undang 26 tahun 2007 gitu ya. Nah, kalau kita lihat ee pendekatan penyusunan dari ee rencana itu ya, baik pembangunan maupun rencana tata ruang sesungguhnya sama ya, menggunakan ee apa namanya ee pendekatan prosedural dan substantif ya. Khusus untuk substansif tentu saja ini yang ee penting ya ee ada beberapa aspek ya. Jadi selalu harus dilakukan secara holistik ya integratifah itu beberapa yang sekarang terpisah-pisah harus diintegrasikan ya. kemudian secara spasia ya karena dalam banyak hal nanti ketika kita bicara jasa lingkungan itu mau tidak mau harus secara spasial ya jadi tidak bisa ee daerah administratif dianggap sebagai satu sistem tapi dia menjadi subsistem dari wilayah yang lebih luas barangkali gitu ya eh region-nya ya yang kemudian nanti memberi jasa ekosistem secara utuh gitu ya. Oke. Ee kalau kita lihat ee apa penyusunan RPJP RPJMN begitu itu ada yang menarik di sini ada selalu ini saya kira pesan dari Undang-Undang 32 ya ee ee yaitu ee ada instrumen di perencanaan yang kemudian digunakan yaitu KH. ini saya ee pandang sebagai apa instrumen yang paling apa paling penting ya memasukkan tadi berbagai konsep itu yaitu KS karena adanya di bagian awal ya dari tahapan penyelenggaraan ee perlindungan dan pengelolan lingkungan hidup yaitu di tahap perencanaan. Jadi instrumen KLS itu ee kita harapkan menjadi ee istilnya pengawal ya pengawal yang baik ya untuk kemudian kita menghijaukan ya proses perencanaan ya. Ya. Kemudian kalau penata ruang seperti ini ya saya kira ada ee apa namanya ada tata ruang apa rencana umum, ada rencana rinci rencana umum rencana yang ee disusun menurut wilayah administratif ya. Sama seperti rencana pembangun daerah secara administratif itu sesungguhnya jadi jadi apa namanya? Jadi ee jadi ee faktor penting ya untuk kita mempertimbangkan apa instrumen ee lingkungan hiup ya karena pada perencanaan-perencanaan yang dilakukan ya. baik daerah maupun tata ruang tadi itu ee pendekatannya adalah wilayah administratif dan itu dalam tanda petik tidak cocok, tidak pas dengan ee apa namanya persyaratan ya persyaratan berlakunya berbagai instrumen yang barangkali lebih menginginkan wilayah penisional ya. Ini saya lewati saja ya ee kedua antara RTR dengan ee RPJP RPJM ada kaitan ya. Jadi rencana tata ruang pada dasarnya adalah mantra ruang dari rencana pembangunan. Jadi keduanya bukan dua yang berbeda ya. Nah itu harus saling ee ee diselaraskan ya. Nah, jadi KLAS pada dasarnya instrumen merupakan instrumen PPLH ya dalam di dalam tahap perencanaan yang mempunya peran penting ya untuk menerapkan berbagai konsep dan prinsip ekonomi lingkungan ya. Bahkan ee beberapa tadi prinsip-prinsip ekonomi hijau ya. Ya. Jadi ee karena kita tahu KLAS adalah apa namanya? Tujuan KLAS adalah memastikan ee kebijakan ee pembangunan ya atau ee rencana pembangunan atau ee katakanlah ee KRP itu ya penyusunan KRP itu mempertimbangkan dan terintegrasi ya dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. K kira-kira begitu ya. Jadi ee saya sebut e sering saya sebut itu mengarus utamakan ya mengarus utamakan prinsip pembangunan berbeleraditan ya atau ee sering juga mengarusakan ya ekonomi jauh ya yang diinginkan. Kita bisa lihat ya ini tahapan seperti ini dan yang terpenting yang tadi dikaitkan dengan ee jasa ekosistem dan sebagainya ini terkait ke ee satu tahap di dalam KLS yang sangat penting yaitu analisis pengaruh KRP terhadap kondisi lingkungan hidup ya. di mana di situ ada upaya untuk ee apa membandingkan dalam tanda petik ya ee apa namanya ee kondisi lingkungan hidup baselin ya existing dengan ee kondisi lingkungan hidup yang ee terjadi setelah adanya rencana gitu ya. Nah, sehingga itu mempengaruhi ee berbagai aspek kondisi lingkungan hidup ya. Salah satunya adalah jasa ekosistem ya. C yang tadi saya yang kita bicarakan tadi ya. Begitu ya. Jadi ee jadi KLS ee banyak mengandung ee apa konsep-konsep dasar yang tadi ee sudah kita bicarakan di ekonomi lingkus rencana tata ruang wilayah ya yang sekarang itu e mau tidak mau harus dilakukan secara ee apa namanya terintegrasi ya dengan KS ya. Nah, jadi dengan demikian sebetulnya ee KLAS ya mestinya dalam tanda petik ya menghijaukan planning proses ya menghijaukan perencanaan tata ruang wilayah yang ee dalam tanda petik ya ee mempunyai prosedur tersendiri tapi bisa dihijaukan di prosesnya ya dengan menerapkan tadi ee berbagai pendekatan ya di dalam ekonomi lingkungan maupun di produknya di hasilnya ya. ini saya kira ee sudah di sadari oleh teman-teman di LHK ya waktu itu dan juga teman-teman di Kementerian ATR ya sehingga keluar Permen ee ATR yang ee mengintegrasikan kedua ee tahapan ini. Nah, demikian juga untuk ee apa untuk e perencanaan pembangunan ya. Nah, ini saya kira sudah tidak bisa ditawar lagi ya. ee Kemendagri mengeluarkan beberapa arahan ya berdasarkan ee Permendagri 7 tentu saja ya yang selama ini menjadi dasar untuk penyusunan KLS secara ee spesifik untuk rencana pembangunan daerah. tapi ee ada apa namanya? ada pesan yang ee kuat begitu ya untuk kemudian mengadopsi apa yang sudah dilakukan di dalam penyusunan RPJMN dan bahkan RPJPN ya, yaitu memasukkan ee apa namanya ee aspek-aspek ya yang ee sudah apa namanya sudah jadi kesepakatan kita ya itu SDG masuk ya kemudian tentu saja ee menuatan KLS seperti diamanatkan di Undang-Undang 32 ya dan di PP46 ya. Kemudian ee konsep ee apa namanya ee ee isu-isu lingkungan yang tadi ya yang sehingga mau tidak mau ya ee apa namanya konsep dan prinsip ee lingkungan apa namanya ekonomi lingkungan mau tidak mau juga harus diadopsi ya karena ee KLS RPJMD yang sekarang sedang masih di susun ya ee di hampir semua daerah kabupaten kota memerlukan dukungan KLS yang ee berkualitas. ya tentu saja yang tentu saja ee nanti terbuka kesempatan untuk ee mengoptimalkan ya ee atau apa mengoptimalkan penerapan ya berbagai konsep dan prinsip yang tadi sudah kita bicarakan ya. Jadi terbuka jadi banyak instrumen-instrumen yang ee sifatnya generik begitu itu nanti harus dispesifikasikan di daerah ya sesuai dengan karakternya ya atau sesuai dengan ee terpenuhi tidaknya persyaratan instrumen itu dilaksanakan ya. Barangkali itu ee waktunya saya kira sudah ee hampir ee habis ya. Jadi saya akhiri saja ee paparannya barangkali ee kesempatan diskusi kita nanti bisa lebih banyak. Terima kasih atas perhatiannya. Saya kembalikan dulu kepada moderator. Terima kasih. Ya. Baik, terima kasih kepada Pak Iwan atas pemateriannya yang sangat bermanfaat ini dan kita akan lanjutkan pada sesi tanya jawab dari Slidin terlebih dahulu. Di sini saya akan tampilkan. [Musik] Baik, kurang lebih ada enam pertanyaan yang ada dari slide ini dan kepada Pak Iwan bisa langsung dijawab saja ee pertanyaannya satu persatu. I terima kasih Mbak Dini ya. Pertanyaan pertama ini saya kira ee apa ee tidak benar ya sebetulnya karena ekonomi hijau ini ee sebetulnya ee sudah di apa sudah ee digunakan atau diterapkan ya secara ee secara ee apa namanya secara lengkaplah ya dengan tentu saja jadi serius ya mestinya ketika menyusun RPJPN ya RPJPN itu ee secara eksplisit ya menyebutkan menggunakan ee ee apa namanya ee konsep ya atau prinsip-prinsip ekonomi hijau ya sehingga ee keluar ee di dalam kajiannya ya ee apa namanya itu kalau tidak salah ee menggunakan apa ee ee pemodelan ee dinamika sistemnya, sistem dinamik begitu. Nah, keluar ee apa berbagai ee berbagai ee apa namanya ee rekomendasilah begitu ya. ya terkait ke apa yang akan dilakukan dalam jangka panjang ke depan ya dengan menerapkan ee hampir semua konsep ekonomi hijau ya sehingga kemudian muncul ee ee indeks ee apa ee indeks ekonomi hijau Indonesia ya yang sudah diturunkan ke provinsi ya. Jadi saya kira ee dalam konteks perencanaan PA dalam hal ini RPJPN dan RPJMN tentu saja ekonomi hijau di eeelaksanakan secara serius gitu ya. Ee tapi yang belum dalam tanda petik ya belum ee bukan belum terjadi tapi belum barangkali belum di ee lihat ya dievaluasi bagaimana ee sejauh mana penerapannya ya. Itu yang Anda tanyakan ya yang berkaitan dengan tadi ee sektor bisnis ya. sektor misis ya. Ada yang ini masih ada nuansa ee apa pembangun. Jadi di di berarti di di tahap kegiatan ekonominya ya. Jadi kalau tadi di tahap perencanaan pembangunannya sudah oke ya. Sekarang di tahap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh ee bukan hanya pemerintah tentu saja tetapi melibatkan ee sektor bisnis ya. Nah, di sinilah masih ada banyak ee apa ee kegiatan sektoral ya, kegiatan bisnis yang ee seperti kita ketahui ya, ini saya kira ee ee kita semua sudah paham ya ee adanya Undang-Undang Cipta Kerja ya yang banyak hal ee apa namanya untuk atau demi kemudahan investasi beberapa peraturan yang terkait ee pengelolaan sumber daya alam dalam tanda petik ya seperti deregulasi ya seperti di deregulasi sehingga ee dalam perspektif ee teman-teman misalnya ya di LSM seringkali dianggap melemahkan upaya kita untuk melakukan perlindungan terhadap lingkungan ya. Misalnya ketentuan apa? Ketentuan ee luas hutan proporsi ya luas hutan ee di dalam blow atau di dalam DAS yang kemudian jadi hilang ya setelah Undang-Undang Cipta Kerja yang semulai ada di Undang-Undang Kehutanan ya. Nah, itu ee seringki dianggap juga jadi seperti melemahkan. Jadi berarti ee apa terbuka kesempatan membuka lahan luas dan itu bisa menjadi ancaman. Kira-kira begitu ya. N jadi pada kegiatan ekonomi masih ada ee apa indikasi-indikasi seperti itu ya. ee karena kita dalam tanda petik ee tetap ya di dalam praktiknya menjadikan ee ekonomi atau pertumbuhan ekonomi ya yang mau tidak mau ditopang dengan ee apa namanya kemudahan investasi harus jadi panglima jadi diomor satukan ya sehingga boleh jadi bisa menjadi ancaman terhadap ee apa namanya ee perlindungan lingkungan ya ya di dengan PSN ya disebutkan barangkali di beberapa lokasi yang kemudian ditetap dakukan oleh PSN ya. Kemudian bagaimana cara membangkitkan masyarakat heterogen, peduli terhadap lingkungan mengingat kesibukan pekerjaan masing-masing. Ya, ini saya kira ee bagian yang juga menjadi apa namanya ee tugas kita untuk bersama-sama ya. Karena ee kalau saya punya apa selalu punya pandangan ee harus ada tiga tiga sisi yang harus kita ee lakukan ya. Jadi ada yang sifatnya software yaitu ee menghijaukan peraturan gitu ya. Menghijaukan peraturan ya, peraturan perundangan. Yang kedua itu harus didukung dengan hardware, harus dalam pembangunan fisik karena prasarana atau infrastruktur harus dibangun gitu ya. Jadi pengeluaran lingkungan membutuhkan infrastruktur lingkungan ya. Kira-kira begitu ya. Kalau kita ingin mengubah ee apa namanya ee ee apa ee sanitary land gitu ya. eh open dumping dari apa ee pengelolaan persampahan itu harus ada infrastruktur penggantinya yang tentu saja mahal. Kira-kira begitu itu harus dilakukan. Nah, tapi yang tidak kalah penting satu lagi yaitu ee upaya kita untuk melakukan edukasi kepada masyarakat. Jadi perubahan perilaku masyarakat. Jadi tiga-tiganya harus seimbang. Nomor satu sudah banyak cukup banyak dilakukan ya. Nomor dua e pemerintah punya keterbatasan. Nomor tiga yang barangkali menjadi tugas kita semua. yaitu meningkatkan kepeduli ee kepedulian terhadap lingkungan ya, meningkatkan apa istilahnya ee literasi ekologis ya dari masyarakat ya yang tidak kalah penting ya ee dimulai dari hal-hal kecil yang bisa berdampak terhadap masalah yang lebih besar bahkan ee bisa berujung pada isu globa kira-kira begitu ya. ee sering disampaikan di beberapa publikasi yang populer ya, bagaimana perubahan iklim itu sebetulnya dimulai dari rumah kita gitu ya. Kira-kira begitu ya. Jadi oleh sebab itu ee dari ee aspek masyarakat ini juga menjadi ee sangat penting ya ee ee tidak kalah penting dengan tiga sisi yang lain menyangkut peraturan perundangan dan pengembangan atau pembangunan infrastruktur ee pengelolaan lingkungan ya. Kemudian ee yang ketiga ee terkait ke perubahan iklim ya, bagaimana perencanaan pembangunan daerah dapat disesuaikan dengan prinsip ekonomian untuk meningkatkan ketahanan ee wilayah ya. Jadi, perencanaan ee pembangunan daerah maupun perencanaan tata ruangnya ee sudah waktunya sudah ee apa sudah waktunya sekarang itu harus ee mengintegrasikan ya dengan atau memanfaatkan ya mengintegrasikan atau memanfaatkan kajian-kajian yang berkaitan dengan ee mitigasi ya dan adaptasi atau bahkan risiko terhadap ee perubahan iklim begitu ya. Jadi ee integrasi antara jadi ketika kita menyusun bencana tata ruang wilayah itu aspek kebencanaan itu sudah mutlak harus menjadi pertimbangan utama gitu ya. Ee karena bagaimanapun nanti apa yang kita rencanakan bisa porak-poranda ya manakala kita tidak memperhatikan aspek kebencanaan. Jadi ee apa kajian kerentanan ya, kajian risiko itu bisa ee dalam tanda petik ya, bisa nanti meningkatkan kualitas rencana supaya ee perencana tata ruang misalnya itu punya ee punya peran sebagai ee alat untuk ee mitigasi ya terhadap perubahan iklim ya begitu ya. Bukan ee apa? Jadi ee bisa bisa ee berperan ya ee karena perencanaan itu pada dasarnya berperan dalam dalam tahap indigasi gitu ya. Jadi justru justru nanti mengurangi ee apa mengatur atau mengurangi kegiatan ya yang kemudian menghasilkan GRK. kira-kira begitu ya ee di kebencanaan ee untuk kemudian ee mencegah ya mencegah atau mereduksi ya ee kemungkinan terjadinya ee dampak yang tidak dapat ditentangani di suatu wilayah berkaitan dengan ee perencanaan pembangunan ya. Kira-kira begitu. Jadi ee aspek kebencanaan dan perubahan iklim ee saya kira apa harus menjadi perhatian utama di dalam perencanaan tata ruang ya. dan itu sudah ee ditempelkan ya ditempelkan atau di masukkan di dalam KHS ya. Salah satu aspek dari KLS ada enam aspek. Salah satunya berkaitan ke perubahan iklim ya ee apa adaptasi terhadap perubahan iklim. Jadi saya kira ee sudah masuk dan secara prosedural harus dilakukan gitu ya melalui KLS. Oke. Kemudian ee penerapan konsep ekonomi lingkungan di wilayah Indonesia ya. Ya sudah, Pak. Sebagian sudah tapi tentu saja masih masih bergeraklah ya. Ee jadi hasilnya itu ee kalau ee saya tidak sempat menampilikan ya, ada penghitungan ee indeks ee ekonomi hijau Indonesia ya per provinsi. Itu saya kira menunjukkan kinerja pembangunan kita selama ini ya selama 20 tahun bahkan dihitung ya. ya itu beberapa daerah ee apa buruk ya beberapa buruk ya ee tapi ee secara keseluruhan kalau tidak salah ya tidak baik ya tidak tidak di atas berapa 75% gitu ya kalau indeksnya pakai 100 misalnya itu tidak di atas 75% jadi menunjukkan kepada kita bahwa indeks ee ekonomi hijau kita ee masih rendah ya masih rendah belum memuaskanlah begitu ya tapi beberapa daerah ada yang lebih rendah lagi ya terutama apa ee wilayah-wilayah yang ee menariknya ya di sini ya ee adalah e kaya sumber daya alam ini bahkan ind ekonomi hijunya lebih rendah jauh lebih rendah gitu ya tadi terkait ke apa namanya ee penyusutan sumber daya alam dan degradasi lingkungan yang ditimbulkan dari eksploitasi sumber daya alam itu. Oke, kemudian berikutnya tanpa nama bagaimana ide besar secara ekonomi lingkungan ini agar bisa ee mandiri menyelikan dari tekanan isu ya saya kira ee hampir tidak mungkin ya kita ee apa lepas gitu ya dari isu globa ya. Jadi ee sering kan disampaikan oleh ee berbagai pihak ya meskipun bisa dari perspektif yang berlawanan yang berbeda ya. Jadi sering di ee sampaikan bahwa kita se sekarang ini berada di dalam ee apa namanya kap yang sama begitu ya. Di mana kap kita bocor kira-kira begitu ya. Ee kita mengalami krisis ee lingkungan lebah gitu ya. Ee jadi ketika ee ee kita ee kapal kita bocor itu kita tidak perlu bertanya lagi siapa yang menyebabkan bocor, tapi kita harus sama-sama menambah kira-kira gitu ya. Baik yang menyebabkan bocor maupun tidak ee maupun yang hanya terdampah kira-kira gitu ya. Jadi yang menyebabkan ee pemanasan global atau perubahan iklim ya pasti harus. Tapi yang tidak pun ya dalam tanda petik harus juga melakukan hal yang sama. karena kita ee kalau tidak melakukan itu akan tenggelam bersama-sama kira-kira ya. Ya, muncullah kemudian ee apa namanya ee ee ee sering disampaikan bahwa kita punya hutan ee hujan tropis ya yang menjadi paru-paru dunia gitu ya sehingga harus dipertahankan gitu ya karena kalau tidak nanti bumi akan panas gitu kira-kira akan makin panas gitu ya. Ee dengan demikian ee ee kita harus dalam penika itu implikasinya banyak ya. Jadi berarti kita harus menyetop ekspasi sumber daya hutan kita gitu ya. Pada pembangunan kita masih membutuhkan itu gitu ya. Apa yang harus dilakukan? Tentu saja harus ada imbalannya. Itu sama seperti yang di sampaikan tadi di imbah jasa lingkungan ya. Dalam skala global harus ada ee apa ee eh proses itu juga P juga ya eh apa payment eh environment services juga ya yang kita kenal di perdagangan karbon barangkali ya. ya carbon rate gitu ya Redd ya misalnya RDD plus dan sebagainya itu saya kira ee dalam dalam konteks itu tapi sekelanja global ya mirip seperti ee persoalan lingkungan yang tidak bisa di ee diisolasi ya secara wilayah administratif. Kalau sekarang tidak bisa diisolasi secara negara ya ee eh borderless gitu ya, border borders ya, Bersess jadi tidak ada batas gitu ya. Bagaimana kebakaran hutan misalnya ya, bagaimana apa kenaikan ee apa suhu ya, itu dialami oleh semua ee termasuk yang tidak melakukannya gitu ya. Oke. Ee jadi hampir tidak mungkin ya. Jadi kita harus masuk ke dalam sistem ya, di dalam sistem global ya ee dalam konteks penanganan ee dampak perubahan iklim ya kita ee karena kita juga sudah sepakat ya SDG kita sepakati ya di beberapa bagian SDGIS itu eh nanti memberi pesan kita harus melakukan kemitraan ya antara negara maju dengan ee negara berkembang ya dan tentu saja itu ee ee adalah bagian dari ee alat ee diplomasi kita ya secara lingkungan. ya, bahwa kita itu ya harus harus tidak tidak hanya dituntut ee menjalankan dalam tandapi kewajiban, kita juga punya hak kira-kira gitu ya punya hak untuk dapat ee kompensasi atau imba dan sebagainya imbalan dan sebagainya. Itu saya kira ee sudah ee dalam sistem global seperti itu ya. Jadi hampir tidak mungkin ya kita mengisolasi dari ee karena isunya sudah gbah ya. Kemudian ee ekonomi ini bisa diturunkan akan menemui kendala saat perubahan iklim dunia yang berana. Bagaimana cara agar ekonomi dapat bersinergi saat ini? Ya, saya kira sudah tadi disampaikan ya. Jadi ee dibuatlah ee NDC ya. Nah, jadi komitmen tiap negara NDC itu tiap negara untuk menurunkan emisi GRK-nya ya. Nah, kita janji itu. Nah, tapi persoalannya janjinya ee memang diharuskan janjinya itu ee ambisius ya menurunkan berapa ee 41% ya 26% tanpa bantuan gitu ya ee atau apa namanya dengan bantuan ee apa ee kerja sama harus lebih tinggi dan sebagainya. itu itu sesungguhnya janji kita ya komitmen untuk menurunkan itu. Nah, itu harus disesuaikan nanti dengan peraturan perundangan di dalam pelaksanaannya. Nah, ya persoalannya di negara kita di di ee untuk memenuhi janji-janji itu e kadang kala masih banyak yang belum belum sinkron ya. Nah, misalnya saja janji kita untuk menurunkan ee emisi GRK sampai 2000 berapa? 2050 ya itu tidak sesuai dengan ee kita masih masih memberi ruang ya untuk ee pembangunan atau pengembangan PLTU ya, energi kotor gitu ya. Ee alih-alih ee mempromosikan energi baru terbarukan secara lebih cepat. Kira-kira begitu ya. Jadi ee PLTU masih dibangun, tidak ada penutupan PLTU kira-kira begitu ya. Bahkan ada yang PLTU baru begitu ya. Padahal ee PL baru kan dianggap ee energi kotor ya, yang ee menyebabkan ya ee ee apa namanya harapan kita untuk menurunkan GRK itu jadi hampir mustahil gitu kalau itu dilakukan karena harus ee dikurangi ya ee pemanfaatan energi kotor yang tadi ee masuk ekonomi cokelat itu. Nah, di sisi lain energi baru terbarukan dipromosikan. Itu yang barangkali ee menurut tema saya ee tidak sebanding ya. antara komitmen global kita untuk menurunkan GRK di satu sisi, di sisi lain ee di pelaksanaannya di sektor-sektor ee tertentu ya, terutama yang berkaitan dengan energi belum sepadan ya. Oke, itu Mbak Dini yang dari pertanyaan tertulis. Iya, baik Pak. Terima kasih atas jawabannya dan kita akan lanjutkan lagi pada sesi tanya jawab langsung dari peserta Zoom dan kebetulan di sini Bapak Masahoro sudah melakukan raise hand ya. Baik. Dipersilakan kasih Mbak. Asalamualaikum wabarakatuh. Selamat siang Pak Dr. Iwan Kustiwan. Kedengaran, Pak? Ya, kedengar, Pak. Pak Baik, baik baik baik. Eh, saya kemarin waktu di BAPENAS lantai 3, lupa di gedung mana, K banyak gedunya ya. Kemudian sebelumnya di Kementerian Direktat Bina Pembangunan. Pak Dr. Wisnu mungkin kenal Pak ya. Iya. I drter Wisnu ya. Terkait dengan pembahasan RPJPD daerah tingkat DU kemarin dua daerah yang sedampingi. Salah satu kabupaten di Provinsi Papua. Tidak usah saya sebut namanya Pak yang jelasnya salah satu. Kemudian ada satu kabupaten di Provinsi Selatan. Nah, ee saya tercengan ketika mendengar bahwa dalam konsep pembangunan jangka panjang nasional 20 tahun ke depan di mana Indonesia diharapkan menuju Indonesia. He. Tetapi ketika ada kebijakan dari pemerintah pusat ada yang disebut dengan kebijakan yang sifat perintah atau informatif. Artinya tidak bisa ditawar-menawar oleh siapapun, baik kota, provinsi, maupun kabupaten. Harus dilaksanakan. Nah, kadang kala ini bertentangan dengan potensi lokal yang dimiliki daerah atau kota. Ini masalahnya situ, Pak. Jadi, sepertinya kalau kita melihat bahwa konsep otonomi daerah yang sesungguhnya kemandian daerah dalam menyusun programnya sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki daerahnya itu tidak terlalu berjalan dengan bagus itu ya. Karena adanya tadi itu perintah yang sifat saya katakan kalau istilah impatif itu kan perintah Pak, instruksi sebenarnya maksudnya harus dilaksanakan. Olehnya itu maka ee situlah kendala utama. Nah, terkait dengan ee apa tadi KRV ya, kebijakan rencana dan program ini pasti tahap awal dari penyusunan yang disebut dengan pelaksanaan KLHS, kajian lingkungan hidup strategis. Tujuannya tentu mengidentified ee program kebijakan yang berdampak ee potensi risiko jangka panjang ataupun jangka dekat terhadap ee keberlangsungan lingkungan. Itu kan konsepnya, Pak. Nah, tadi Bapak banyak menyinggung masalah keterkaitan antara KLHS kemudian kaitannya dengan RTR sampai menyinggung RT rencana detail tataruan, rencana zonasi wilayah posisi dan pula-pulau kecil dan sebagainya. Kadang kala itu sering tidak sesuai dengan ketika kita menyusung RPJPD. Contohnya lah RPD kemarin itu kadang kala berbeda kondisi ril tata ruang yang dibuat oleh teman-teman sebelumnya dengan ketika kita mau menyelesaikan di dalam penyusunan RPJPD. Karena bagaimanapun juga rencana pembangunan jangka panjang daerah 20 tahun ke depan itu akan menjadi payung atau gidernya GBHN-nya pemerintah daerah melalui penyusunan RPJMD. Nah, sekarang ini sementara kita menyusun ranual, Pak. Tidak lama lagi kita akan masuk dalam rahir. Kemudian kita akan buat Ramperdanya. Barulah resmi dilaksanakan oleh bupati, kepala daerah, walikota untuk 5 tahun dan dijabarkan di dalam setiap tahun RKVD rencana kegiatan pinta daerah. Kan begitu analogi berpikirnya Pak ya dengan harapan bahwa semua inputan-inputan data mulai dari tadi KLHS, RTW dan sebagainya itu memang benar tapi kenyataannya banyak yang miss, banyak yang keliru, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Makanya kalau dikatakan dalam peraturan menteri bahwa 5 tahun paling tidak kalau perlu saya setiap 2 tahun 3 tahun itu harus dikoreksi RTOR itu karena laju pembangunan itu sangat dinamik sekali sehingga ini menjadi miss ketika kita melakukan cross check di lapangan. itu kendala-kendala yang pernah saya alami. Saya mendampingi penyusunan RPJPD dua kabupaten, kemudian RPJMD sekarang masuk dalam tahap RAN baru-baru saya pulang dari daerah lagi untuk menyiapkan ee persiapan terakhirnya. Nah, yang kedua yang saya mau sampaikan bahwa soal valuasi ekonomi lingkungan ini, valuasi ekonomi lingkungan ini bagaimanapun kaitannya kalau kita kaitkan dengan manrop, fungsi ekologis manrop kaitannya dengan emisi karbon. Saya kira ini ee hal yang harus dipertimbangkan dan banyak fakta di lapangan kawasan Manrok dirubah jadi kawasan pertambakan. Bahkan ada instruksi menteri bukan instruksi ya instruksi kalau tidak salah Pak Binsar Panjaitan ketika dia menteri apa koordinator maritimnya Pak bahwa akan mencetak sekian juta hektar lahan. Nah kalau sasarannya manrop itu kan celaka, Pak. Mengapa saya katakan celaka? Itu kan paru-paru dunia yang dibagai-bagi. Karena ingat dari semua vegetasi yang paling bagus itu penyerapan karbonnya adalah manrop, Pak. Manrro itu paling efektif penyerapan karbonnya dengan segala jenis karbon. Nah, kalau ini dirusak ya sama saja mengkiamatkan Indonesia, Pak. Nah, itu makanya saya kembali lagi bahwa mudah-mudahan Indonesia emas itu tidak menjadi Indonesia lemas 20 tahun ke depan. Mudah-mudahan tidak menjadi Indonesia lemas. Karena gejala itu ada sekarang. Gejala itu ada. Gejala itu ada. Yang ketiga mungkin yang saya garis bawahi soal masalah ekonomi hijau. Saya lebih cenderung pada ekonomi biru, Pak. Karena ekonomi hijau itu masih kelihatan destruktif pembangunannya itu tidak sesuai dengan kaidah-kaidah pemanfaatan kawasan sebenarnya. Kist masih banyak yang dilanggar. Kalau tidak salah itu ekonomi hijau itu dikembangkan oleh eh Carl Baker ya. Coba dikoreksi Pak kalau salah. Kemudian untuk ekonomi hijau itu kan dan Pauli. Betul Pak ya? Ekonomi biru. Nah sebelum-sebelumnya ekonomi coklat, ekonomi macam-macam kan. It materi kuliah saya juga, Pak. Kemarin-kemarin itu 10 tahun lebih saya mengajar masalah konsep-konsep itu sehingga karena saya banyak yang tidak masuk di akal saya, saya malas lagi mengajar mat masalah materi-materi itu gitu loh. Karena tidak sesuai dengan kaidah-kaidah fakta-fakta aktual di lapangan. Nah, yang terakhir, Pak ee saya kira penilaian valuasi ekonomi ini kita harus hati-hati, Pak. Hati-hati jangan sampai pusing ekologisnya diabaikan untuk jangka panjang generasi ke depan hanya karena memburu nilai-nilai ekonominya saja. Ingat kalau mar apa Kal Mars ya tadi yang Bapak singgung bahwa sesuatu sumber daya kalau belum diintervensi belum ada apa-apanya. Kalau saya pendek katanya bahwa secara alami konsep ekologi itu tanpa diapa-apakan itu akan mengami mengalami perubahan apalagi diintervensi dengan hal-hal yang tidak ee frly lingkungan atau ramah lingkungan. Terima kasih banyak Pak. Asalamualaikum wabarakatuh. Bisa ditang Pak ya konsepnya ya. Waalaikumsalam. Ya, terima kasih, Pak. Langsung saya tanggapi saja, ya, Bu Dini, ya. Iya, dipersilakan, Pak. Ya, terkait ke ee apa namanya? Kebijakan imperatif, ya ee terkait ke RPJPD ya, terutama begitu ee yang punya implikasi di dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan di daerah. ya memang ee saya meng apa menangkap ee indikasi yang sama, Pak. Jadi ee dalam pengelolaan lingkungan, pengeluan sumber daya alam dan lingkungan ini ya ee beberapa tahun terakhir ini ada kecenderungan apa istilahnya resentralisasi, Pak. Betul. Betul. Betul. Resentralisasi ya. Ya. Jadi ee kembali ditarik ke pusat gitu ya. Sehingga kemudian ee pusat maunya apa kemudian daerah ee diperintah begitu ya. Begitu ya. ditugaskan untuk memenuhinya gitu ya. Dan itu kemudian sering berlawanan dengan ee kepentingan daerah gitu ya. Terutama yang tadi Bapak sebutkan ya berkaitan dengan kondisi e lokal ya, kearifan lokal atau karakteristik wilayah yang saya kira berbeda-beda ya. Jadi saya setuju jadi ee ee pengelolaan sumber daya alam itu idealnya memang harus didesentralisasikan, Pak. Supaya tidak ee apa namanya? ee tidak ee tidak ee menjadi apa ya menjadi ee bagian dari ee ee sesungguhnya ada beberapa nilai kebaikan juga melakukan ee sentralisasi ya e untuk misalnya pemerataan ya begitu ya karena nanti dengan nanti ada dana bagi hasil setelah itu kemudian dikembalikan ke daerah dan daerah lain yang kemudian juga tidak mempunyai sumber daya alam memperoleh juga begitu ya. Tapi dalam banyak kasus ee apa terlalu kuatnya begitu ya, terlalu kuatnya peran pemerintah pusat justru ee menghilangkan atau mengurangi kemampuan ee mengatur dari daerah gitu. Justru justru karena ada desentralisasi resentralisasi itu jadi daerah makin tidak mampu melakukan ee melaksanakan ee apa namanya kewajiban ee desentralisasinya. Kira-kira begitu ya. Jadi ya karena bukan kami ya kita bisa melihat ee misalnya ee sumber daya perairan ya begitu ya waktu di Undang-Undang Lama kan kabupaten kota saja punya. Nah sekarang jadi tarik ke provinsi saja begitu ya. Kemudian ee ee pertambangan dan energi ya ditarik seluruhnya ke pusat gitu ya. Jadi hampir semua yang ee sumber daya alam ee strategis ya ee sesungguhnya sekarang itu mengalami resentralisasi. Nah, dan itu saya kira ee betul apa namanya akan ee berdampak ee pada kemampuan daerah kemudian untuk dapat mengatur atau mengelola wilayahnya sendiri yang ee sesungguhnya punya karakteristik ee berbeda-beda atau beragam gitu ya. e sehingga ee ee bisa jadi apa yang ee di apa di ee secara imperatif ya di ee apa kebijakan diambil di tingkat pusat itu tidak cocok gitu ya karena ee kebijakannya apa generik Pak umum ya tidak spesifik sesuai dengan karakter wilayah gitu ya seperti ee katakanlah penugasan ee BUD estate Pakugasan Estate itu benar-benar nasional Pak benar-benar kepentingan nasional kan. Nah, ada jadi kepentingan nasional kemudian kan ditaruh atau ditempatkan sebagai kepentingan yang lebih besar sehingga daerah harus dalam tandik menerima saja tugas itu begitu ya. Padahal tadi ada banyak persoalan ya ee limitasi ataupun kendala ee mereka ee melaksanakan bisa dia melaksanakannya ya atau bahkan apakah bisa justru menjadi ancaman ya alih-alih ee ee apa meningkatkan kemampuan atau kemandirian pangan kita yang terjadi malah ee hutannya sudah rusak duluan gitu ya. Dan kemudian ee seperti ee kisah di Orde Baru ya e waktu pencetakan sawah di Kalimantan ya yang 1 juta hektar itu barangkali kira-kira ee apa namanya ee kebijakan-kebijakan yang sentralistik semacam itu ee mestinya ee ee dikurangilah begitu ya kira-kira begitu ya dan mestinya ya ee daerah kemudian menangkapnya sebagai ee kewenangan atau apa namanya ee ya kewenangan ya karena terkait dengan kepentingan mereka yang lebih tinggi begitu untuk kemudian ee mengaturnya sendiri ya. Jadi ee ee itu yang saya kira ee bisa saya tang jadi kecenderungan desentralisasi sayaat sepakat ya. Kemudian yang kedua terkait ke ee KLAS ya ini ee RPJP dengan RT RW sebetulnya ini sama-sama sama-sama ee jangka panjang, Pak. Jadi sebetulnya bisa saling mengacu, mengacu ya karena ee karena di peraturannya sendiri sebetulnya ee bisa saling mengacu. Tadi saya sampaikan RT RW itu matra ruang Pak dari rencana pembangunan daerah Pak. Jadi kalau sudah ada ee RPJPD sebetulnya ee visi pembangunan daerahnya itu tidak bikin baru lagi. Tata ruang itu tinggal menerjemahkannya secara spasial, Pak. I ya karena yang berbeda di situ hanya pendekatan ya. I. Jadi ee pendekatan ee perencanaan pembangunan kan ee sektor gitu ya. Tapi ee pertanyaannya di mana sektor itu dibangun itu adalah ee jawabannya itu ada di rencana tata ruang. Kira-kira gitu ya. Jadi mata ruang dari pembangunan daerah itu adalah RTW. Nah, itu tidak mulus, Pak. Nah, tidak mulus karena ee ya banyaklah ya saya ee ee lama mendalami ini begitu. Jadi seringki yang ee katakanlah yang diindikasikan di RTRW eh mestinya yang di TRW itu di juga digunakan diacu oleh RPJMD, Pak. Karena RPJM jangka jangka menengah ya. Dan dia ee apa menurunkan secara hierarkis dari RP ee JPD-nya ya, tapi secara ee fungsional secara administratif di daerahnya dia juga harus mengacu kepada RTRW. Kira-kira begitu ya. I tapi yang terjadi di lapangan memang yang diindikasikan sebagai program pembangunan di RTRW itu tidak jadi program di dalam RPJMD ya. Jadi tidak nyambung Pak ya. Ee banyak sebabnya ya perbedaan nomenklatur ya kemudian perbedaan apa metoda begitu ya. ee tapi intinya ee menunjukkan kepada kita ya apa yang diindikasikan tidak dilaksanakan implementasinya karena tidak jadi program pembangunan gitu. Jadi yang digambarkan seperti Bapak sebutkan ya jadi tidak terealisasi pasti begitu ya. Nah kemudian yang menjadi persoalan yang dibangun ya berdasarkan RPJMD dan tentu saja nanti rencana tahunannya itu tidak sesuai dengan RTRW Pak gitu ya. Jadi yang program yang dibuat tidak sesuai dengan ee yang di RTRW, tetapi yang yang dilaksanakan lain lagi. Kira-kira begitu ya. Atau kalau kalau di kita malah ee perpace-nya lain lagi, Pak. Di luar dua itu perpace-nya lain lagi, Pak. Lain lagi. Dan perp itulah yang menyebabkan yang lain harus berubah. Ya, seperti kita ketahui PSN, beberapa PSN kan tidak sesuai dengan RPJMD-nya, Pak. Betul. Betul. Tidak sesuai atau tidak ada di RTRW-nya. Tapi tadi ee karena sentralisasi gitu ya atau resentralisasi ee apa yang harus dilakukan ya? rencana pembangunan daerah atau rencana tata ruang wilayah yang tidak sesuai dengan PSN ditinjau kembali Subhan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jadi supaya sesuai dengan PSN ya itulah itu. Tap Pak itu yang saya katakan Indonesia lemas nanti itu indikasi dari indikasi dari dari ee kuatnya atau terlalu kuatnya pemerintah pusat begitu ya. Begitu. Oke. Kemudian ee yang ee terkait valuasi ya. Betul, Pak. Jadi memang itu harus hati-hati begitu jangan sampai ya. Tapi saya kira kalau dihitung semuanya, Pak, itu ee ee kita mestinya menjadi lebih sadar gitu ya, bahwa ee yang kita hitung sekarang secara ekonomi itu semu, Pak. I ya. Ee jadi kalau kalau begitu harus dihitung dengan tadi mengurangkan ya atau mengurangi dengan ee apa nilai-nilai ee penyusutan sumber daya alam dan nilai-nilai degradasi lingkungan. Nah, sehingga nilai yang itu yang sebetulnya apa namanya ada begitu ya. ini ee mirip ini, Pak. Mirip ee beberapa waktu lalu kita kan e mendengar apa membahasa berita ya, menyaksikan apa namanya kasus ee korupsi sumber daya alam ya di ee apa Belitung ya di Belitung ya. Kemudian keluar angka-angka Pak itu angka itu angka valuasi Pak yang 273 triliun itu. Iya. I itu angka valuasi Pak terhadap sumber daya alam dan lingkungan secara keseluruhan. itu yang angka yang sesungguhnya itu makanya tidak nyata itu ya bukan bukan korupsinya sebesar itu kan begitu ya karena ee penyusutan sumber daya alam dan lingkungan yang rusaknya itu dihitung jadi ee si yang bersangkutan itu ya tidak mungkinlah dapat uang segitu besar gitu ya tapi besar sekali jadinya kalau begitu nilai sumber daya alam itu besar sekali gitu ya ee karena dihitung juga dengan kerusakan yang ditimbukannya gitu ya jadi berarti ee yang ee rugi begitu dalam tandik negara rugi itu jadi besar ya kalau menghitungnya dengan kerusakan yang ditukan, bukan hanya ee produksi dari ee barang atau komoditas yang dihasilkan dari pertambangan tersebut begitu ya. Jadi memang harus hati-hati karena ee bisa digunakan untuk ee memberi apa justifikasi terhadap ee apa kebijakan atau keputusan politis begitu ya. Kemudian ekonomi biru. Betul Pak. Ekonomi biru itu salah satu salah satu ee harapan kita ya. Seperti kita ketahui perairan kita luas gitu ya, bahkan lebih luas dari daratan. Dengan demikian ekonomi biru juga ee jadi e sekarang ee ya karena ini tadi saya bias ee daratan ya, bias ruang daratan ya kita bicara seolah-olah ekonomi ee hijau saja begitu. Padahal sesungguhnya yang kita maksud ya ekonomi yang ee ekonomi lingkungan itu mencakup ya ekonomi hijau dan juga ekonomi biru gitu ya atau dua-duanya disebut. sekarang itu malah beberapa itu disebut dua-duanya supaya kemudian tidak ada ee pandangan bahwa ee kita hanya ee prioritas ke daratan ya begitu ya. Di tata ruang apa di ruang terbuka hijau di perkotaan pun sekarang ada indeks hijau biru Indonesia Pak. Jadi yang dihitung bukan bukan ruang terbuka hijaunya saja tapi badan air Pak. Sungai danau, embu itu dihitung juga. I. Jadi itu mirip sama seperti ee konsep ekonomi biru yang juga menghitung sumber daya perairan. Begitu, Pak. Ee kasih, Pak. Pak Iwan pencerahannya luar biasa. Saya senam pemaparannya terinci sekali. Terima kasih banyak, Pak. Asalamualaikum wabarakatuh. Waalaikumsalam. Berikutnya silakan. Iya. Baik. Ee di sini karena sebetulnya sudah lewat dari jam 12.00, Namun saya memberikan kesempatan untuk satu penanya saja dan kebetulan Pak Nur ee dari tadi sudah melakukan rise hand ya. Dipersilakan kepada Pak Nur, Pak. Muhammad Nur ya. Iya. Muhammad Nur Kak sudah tidak bergabung. Atau mungkin saya skip saja kepada Pak Lukman ya. Pak Lukman dan kepada Pak Lukman mungkin untuk pertanyaannya langsung to the point saja. Ee iya. Baik. [Musik] Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak. Waalaikumsalam, Dr. Iwan Kustiawan dan Bapak Ibu peserta. Eh ringkas saja. ee apa mungkin ee pemerintah mungkin perlu membuat baselin ee nilai ekonomi lingkungan berdasarkan tutupan lahan sehingga ini bisa memberikan kepastian bagi pemerintah. daerah, pengusaha, dan masyarakat. Sebab kalau belum ada aturannya atau standar yang resmi legal, maka bisa jadi masing-masing individu akan bisa memberikan penilaian yang berbeda-beda. Nah, saya kira ini bisa saja pelan-pelan mungkin supaya ada kepastian karena kalau bicara pembangunan kan tidak hanya lingkungan kita bicara tetapi juga ada aspek ekonominya dan aspek sosialnya. Saya kira itu saja Pak Iwan. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Waalaikumsalam, Pak Lukman. ya ee upaya untuk menghitung ee sumber daya alam dan lingkungan ya ee secara utus secara keseluruhan sebetulnya itu kan ee ada di instrumen yang namanya neraca sumber daya alam ya. Nah, jadi kira neraca sumber daya alam kalau ee lihat ee di PP46 ya 2017 itu isinya adalah ya seluruh seluruh ee sumber daya yang menjadi aset kita ya. Jadi berapa ee jumlahnya ya? Kalau ada mineral berapa jenis mineralnya apa kemudian nilai depositnya ee seberapa besar kemudian divaluasi ya secara ekonomi nilainya berapa begitu ya. Dan kemudian itu menjadi ee dasar ee untuk kemudian di ee pantau ya ee tiap ee secara periodik ya mungkin tidak setiap tahun ya mungkin secara periodik gitu ya sehingga menunjukkan kepada kita nanti adanya penyusutan jadi seperti cash flow Pak ya. ada ada depresiasi ya ee terhadap aset ya. Jadi ini aset aset alam ya. Jadi hitung ya dihitung jadi nanti berkurang ya. Jadi ee di di Kalimantan Timur itu jangan jangan dihitung terus ee sumber daya alam mineralnya seperti di apa di dokumen-dokumen lama hasil studi gitu ya. Karena sudah berkurang jauh gitu ya. Kira-kira begitu ya. Nah, itu pada saat yang sama nanti ada ee kerusakan lingkungan yang lain yang juga dihitung. Nah, gitu kira-kira. Jadi sehingga secara keseluruhan nanti posisinya ee apa total asetnya berapa kira-kira begitu ya. Jadi ee mirip di cash flow di suatu perusahaan gitu ya. Ada ada pemasukan, ada pengeluaran kira-kira gitu ya. Ada penyusutan terhadap aset-aset yang dimiliki. Kira-kira begitu ya. Nah itu ee apa kalau dilakukan dalam level negara kan ee besar sekali, kompleks sekali gitu ya. Nah, ini sudah dilakukan untuk beberapa sektor salah satunya kehutanan Pak. kehutanan ee Bapak bisa ee apa lihat di BPS sudah ada publikasi ya naras daya hutan ya beberapa tahun tapi memang seringkiali ee seringki yang seperti itu ee berhenti Pak apa ee hanya sekali gitu ya terus hilang ee beberapa tahun terus tidak ada lagi padahal misalnya kalau berkalah kan jadi jadi ukuran tadi untuk melihat ee perubahannya dari waktu ke waktu karena fungsi neraca kan begitu ya tidak ee apa tidak snapshot gitu itu satu saat saja. Tapi ee dilihat nanti ee ee pergeserannya, perubahannya dari waktu ke waktu dan atas dasar itulah kita jadi tahu persis ya ee kuota sumber daya alam yang dimanfaatkan gitu ya. Jadi kalau ada itu neraca sumber daya alam ya dan lingkungan gitu ee RPPH itu menyusunnya mudah Pak. Kalau LPPH itu sudah lengkap, sudah baik disusun ya karena ada inventarisasi sumber daya alam yang lengkap dengan valuasinya maka ee apa instrumen-instrumen lain lebih mudah lagi ya ee KLAS ya lebih mudah lagi karena ee RPPLH-nya sudah sudah ee lengkap ya ee berdasarkan hasil inventarisasi bahkan valuasi misalnya terhadap ee sumber daya alam yang ada di suatu wilayah gitu ya. Itu ee perjalanannya panjang gitu ya. Jadi ee yang sekarang dilakukan persektoar ya. Tapi ee mungkin ya itu salah satu ee langkah penting saya kira ya ee ke depan ee jadi pengembangan suatu sektor harus berbasis atau punya base lain gitu ya. Jadi kita menuju atau kita melakukan ee pengelolaan sumber daya tersebut ya ee kita sebut katakanlah pengelolaan sumber daya ee berkelanjutan itu karena kita tahu ya yang dituju di depan itu ee kalau kita bisa menyatakan yang jadi tujuan kita itu kan ee sebaiknya kita tahu sekarang kita berada di mana kira-kira gitu ya. Itu B lain pentingnya B lain pentingan data dasar ya. Jadi kita tahu ee apa gap ya antara yang kita akan tuju ya yang bisa jadi itu komitmen global ya. Tapi harus tahu kondisi sekarang ya seperti tadi emisi GRK kita harus menurunkan sekian persen atau sekian ton begitu ya ee menurun begitu kalau misalnya per kapita. sekarang posisinya seperti apa? Itu penghitungan sekarang posisinya seperti apa. Itu pun saya kira tidak ee atau belum dilakukan secara lengkap untuk semua sumber daya alam gitu ya. Jadi masih masih banyak kegiatan yang dilakukan kalau kita mau melaksanakan semua instrumen di PPLH ya. Kalau dirinci semuanya ada berapa? 17 ya 17 instrumen ya ekonomi itu kalau di dihitung secara ee rincian atau jenis ee jenis dari tiap ee instrumen ya. Yang banyak sebetulnya instrumen insentif disinentif tapi kalau yang neraca ya poinnya hanya itu tadi ya ee penghitungan aset ee sumber daya alam. Begitu Pak Lukman ya. Baik, ee untuk sesi tanya jawab kita cukupkan. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang sudah berpartisipasi untuk menutup acara webinar ini. Kepada Pak Iwan untuk memberikan closing statement ya. Ee Bapak, Ibu sekalian para peserta webinar pada siang ini terima kasih atas perhatiannya. Jadi apa yang saya sampaikan ya terkait dengan ekonomi ee lingkungan ya dan kemudian bagaimana penerapannya ee dalam ee perencanaan pembangunan daerah itu ee saya maksudkan sebagai apa namanya ee wawasan ya ee untuk Bapak Ibu sekalian ee dan juga barangkali bisa menjadi inspirasi juga untuk ee lebih ee memahami persoalan ee lingkungan dan pengelolaan sumber daya secara lebih utuh gitu ya. Jadi ee ee perencanaan pembangunan daerah bagaimanapun ee tidak bisa dilaksanakan tanpa kita memahami ya ee katakanlah pendekatan-pendekatan yang ee sesuai ya pendekatan yang komprehensif untuk ee apa namanya melakukan ee pengelolaan ya pemanfaatan kemudian juga nanti ee pengembangan ya dari apa-apa yang ada di dalam ee lingkungan kita ya tanpa ee ee mengetahui berbagai ee instrumen ya gitu ya. Jadi kita ee pada dasarnya instrumen itu nanti mengintervensi ee kondisi-kondisi yang sekarang terjadi ya bisnis yang barangkali tidak kita sukai karena bermasalah ya dan kemudian kita ingin menginterveninya. Nah, ee instrumen-instrumen itu pada dasarnya bersifat umum, generik ya, dikena di berbagai negara begitu ya. Sudah ada yang berhasil, sudah banyak juga yang ee menerapkannya begitu ya. Nah, tetapi untuk Ktek Indonesia tentu saja harus ee harus selalu disesuaikan dengan karakteristik ya. Apalagi di dalam perencanaan pembangunan daerah atau tata ruang wilayah ya harus dikaitkan dengan karakteristik wilayahnya masing-masing. Jadi, Bapak Ibu sekalian ee itu barangkali yang bisa ee saya sampaikan ya. Terima kasih atas perhatiannya. Mudah-mudahan kita ketemu di lain kesempatan. Terima kasih. Terima kasih banyak kepada Pak Iwan. Namun sebelum meninggalkan ruangan Zoom, Pak Iwan, kita akan melakukan dokumentasi terlebih dahulu ya. Dan kepada Bapak dan Ibu semuanya yang bisa mengaktifkan kameranya dipersilakan untuk open kamera. Baik, kita mulai saja untuk sesi dokumentasinya. Saya akan melakukan perhitungan bundur dari angka 3 ya. 321 ya. Sekali lagi. 3 2 1. Oke, untuk dokumentasi dicukupkan. Saya ucapkan sekali lagi terima kasih kepada Pak Iwan atas penyampaian materi ini yang sangat bermanfaat. Semoga kita bertemu lagi di lain kesempatan, Pak. Dan kepada Pak Iwan apabila ingin meninggalkan ruangan Zoom, sudah dipersilakan. Terima kasih. Saya Ya, terima kasih Pak Iwan. Baik kepada Bapak Ibu semuanya, berakhir sudah acara webinar di hari ini. Bagi Bapak dan Ibu yang ingin mendapatkan e-sertifikatnya, Bapak Ibu dapat mengisi link presensi kehadiran yang tertera di layar ini. Dan ketika Bapak, Ibu mengisi presensi, pastikan nama dan email sudah diketik dengan benar karena hal ini akan mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya. Baik, ee saya akhiri kegiatan webinar hari ini. Mohon maaf apabila saya ada salah kata dan salah ucap. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan selamat melanjutkan aktivitas lainnya.