Transcript
u1UFdFhWZGQ • Webinar 111 Pemanfaatan Teknologi Survei Laut untuk Deteksi Dini Dampak Lingkungan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0145_u1UFdFhWZGQ.txt
Kind: captions Language: id air menggunakan sensor, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan remote sensing. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Ekoedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman. memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu yang akan menyelenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya baca-baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang diaskan oleh Paku. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi, saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Eko menyampaikan informasinya. Ego itu bagus karena pelatihan-patihnya itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau main itu bagus-bagus dan terbaiklah di [Musik] bidangnya. Iya. Eh, yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan gitu ya. Tertanggung dalam penyusunan dokumen AMDA def saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam kebasan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan EOID ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Learning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kasadan sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut saya sepadan Bu karena memang pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di ee sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Saya kira sepat sesuailah dengan apa yang [Musik] didapatkan. EKP efektif, tepat dan profesional. Hemat, cermat dan hebat. Keren, profesional dan juga ke sini. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak dan Ibu. Selamat datang kembali di webinar dari ecoedu.co.id, Kamis, 8 Mei 2025 bersama saya Budi yang akan menemani Bapak dan Ibu. Kali ini tema webinar yang akan diangkat yakni pemanfaatan teknologi survei laut untuk deteksi dini dampak lingkungan industri lepas pantai yang akan dibawakan oleh Bapak Ir. Pranoto eh beliau merupakan Freelance Survey Consultant. Baik, sebelum kita e memulai acara alangkah baiknya kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Ya, berdoa dicukupkan. Selanjutnya kita akan menyimak lagu Indonesia Raya. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik Bapak dan Ibu, selanjutnya saya akan mengumumkan kepada Bapak dan Ibu bahwa di sini ada ee tiga pelatihan yang akan dilaksanakan ya. Ee yang pertama tiga pelatihan pertama yakni ada pelatihan penunjang dokumen AMDAL dan SLO persetujuan teknis untuk air limbah yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 20 Mei 2025. Kemudian selanjutnya yaitu ada pelatihan penunjang dokumen AMDAL persetujuan teknis untuk limbah B3 yang akan dilaksanakan pada tanggal ee 19 hingga 23 Mei 2025. Lalu yang terakhir yaitu ada pelatihan pemodelan dispersi udara airmond Cpff dan high speed yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 hingga 30 Mei 2025. Ya, selanjutnya ada juga pelatihan yang bekerja sama dengan BNSP, yakni pelatihan dan sertifikasi pengelolaan limbah padat B3 atau PLB3 yang akan dilaksanakan pada 19 hingga 23 Mei 2025. Jadi, bersamaan dengan ee pekan dilaksanakannya pelatihan pertek B3 tadi ya, Bapak dan Ibu. Jadi nanti ketika pekan yang dilaksanakan PT B3 itu Bapak dan Ibu bisa memilih antara salah satu antara ee pelatihan dan sertifikasi polan limbah limbah padat P3 atau yang persetujuan teknis untuk limbah P3-nya. Ya, bagi Bapak dan Ibu yang ingin mengetahui ee profile Ekoed Eduedu atau pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan di Ecoed Eedu, Bapak dan Ibu dapat mengontak kami. Di sini ada dua admin, yaitu admin RIS dan admin ISA. Kemudian Bapak dan Ibu bisa ee kunjungi sosial media kami. Di sini ada Instagram, YouTube channel, Facebook, Twitter, dan website utama kami yakni eh www.ecoedu.co.id. ecoedu.co.id. Serta Bapak dan Ibu yang sudah memutuskan untuk mengikuti pelatihan apa, Bapak dan Ibu bisa melakukan pendaftaran di pendaftaran.co.id. Oleh karena itu, kami tunggu Bapak dan Ibu di pelatihan. Terima kasih dan salam lestari. Baik, kita kembali lagi ke tema webinar kita ee yakni tentang pemanfaatan teknologi survei laut untuk deteksi dini dampak lingkungan industri lepas pantai yang akan dibawakan oleh Bapak Ir. Pranoto Yudo em selaku freelance survey konsultan. Ya, kita tahu bahwa di tengah laut itu ada semacam industri offshore ya. dan tentunya ee menimbulkan dampak lingkungan dari ee kegiatan operasional tersebut. Nah, kita untuk mencegahnya kita perlu ada deteksi dini yang menggunakan teknologi. Ya, kebetulan ee untuk Bapak untuk Bapak Pranoto, Ir. Pranoto Yudo sudah hadir di tengah-tengah kita. Saya akan sapa terlebih dahulu. Selamat pagi, Pak Pranoto. Selamat pagi, ya. Bagaimana kabarnya, Pak, hari ini? Baik, alhamdulillah, Mas Budi. Alhamdulillah. Baik, sudah siap, Pak, untuk menyampaikan materi webinar untuk sesi? Baik, Pak. Kalau begitu untuk ruangan Zoom dan waktunya saya persilakan untuk Bapak Pranoto dan selamat menyimak untuk Bapak dan Ibu peserta webinar. Terima kasih. Baik. Ee bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kira-kira sudah tampak belum ya? Ee presentasi saya sudah tampak, Pak. Tapi belum full screen. Oke. Oke. Baik. Ee sudah kelihatan ya? Sudah kelihatan, Pak. Ee pada pagi ini saya akan mencoba memaparkan mengenai pemanfaat pemanfaatan teknologi survei laut untuk mendeteksi ee secara awal atau secara dini mengenai dampak lingkungan industri ee lepas pantai. Ini ee sedikit mengenai saya. Ee nama saya Pranoto Yudo. Background-nya adalah e dari Teknik GeoDesi, alumni ITB. Ee di tahun 91 ee saya memulai pekerjaan di survei consultant. Kemudian selama 30 tahun ee bekerja di perusahaan minyak, perusahaan minyak lepas pantai yaitu 25 tahun di total INP Indonesia dan 5 tahun di Pertamina Hulu Mahakam. bidang yang saya geluti adalah survei, marine, inspection, corrosion, dan eh pipelines. Kemudian eh terakhir eh setelah eh pensiun saya banyak eh konsultan secara freelance dan pernah menjadi ee guru guru tamu di ITB dan UNJANI untuk ee mengampu kuliah ee oseanografi dan hidrografi. Saya juga ee menulis buku mengenai survei hidrografi. Silakan bagi ee rekan-rekan yang tertarik. Baik, ee pagi ini saya akan mencoba ada delapan ee subbab. Bila waktunya terbatas, saya akan coba ee cepat saja, tapi ee tetap tidak meninggalkan inti dari ee presentasi ini. Jadi yang pertama akan mulai dengan industri lepas pantai, kemudian dampak lingkungan ee pada kegiatan lepas pantai. Yang ketiga adalah ee deteksi dini. Keempat, penggunaan teknologi survei laut. Yang kelima, 678 ee saya akan mencoba aplikasi ee teknologi survei laut dalam mendeteksi masalah integrity atau integritas pipa yang mana bila integritasnya jelek atau rapuh maka akan mengakibatkan pada ee suatu ee accident atau kecelakaan pada pipa tersebut. Yang keenam adalah deteksi tentang kebocoran pipa dasar laut. Yang ketujuh adalah tumpahan minyak berat. Ya, karena kalau minyak ee ringan itu biasanya kita ngambil ee sampel di permukaan. Ini adalah tumpahan minyak berat atau selari atau slutch e oil. Kemudian yang terakhir adalah survei terumbu karang. Baik, ini mengenai tentang industri lepas pantai itu secara umum yang saya ketahui itu ada tiga. Yang nomor pertama itu tidak begitu populer di Indonesia, yaitu mengenai ee ladang angin atau windfield atau pembangkit listrik tenaga Bayu atau tenaga angin lepas pantai. Yang kedua oil and gas. Yang ketiga adalah kegiatan pengerukan untuk alur pelayaran maupun untuk penambangan. untuk ee Winfield itu ee sekilas bahwa kegiatan ini sebagaimana kegiatan industri itu pasti akan mengalami fase konstruksi seperti pembangunan kincir angin, turbin bawah air, serta platform ee infrastruktur ee Winfield itu sendiri. Kemudian yang kedua adalah fase pemasangan kabel atau kabel installation yang mana meliputi pekerjaan trenching atau penggalian parit untuk ee kabel itu ditanam. Kemudian laying atau pemasangan atau penggelaran kabel. Yang ketiganya adalah eh burial atau barial eh kabel atau penguburan ee kabel. Yang ketiga, fase produksi. Tentu saja ketiga fase ini akan ee ada ee dampak ee lingkungan. Dan yang berikutnya adalah kegiatan migas lepas pantai. Ini yang ee dulu saya ee biasa alami sehari-hari karena saya dulu di offshore operation-nya di lepas pantai. Baik untuk survei kegiatan marine maupun inspection dan operation. Kegiatan migas lepas pantai itu ee boleh dikatakan terdiri dari ee empat fase. Pertama fase pencarian atau eksplorasi yang terdiri dari survei geofisika atau seismik dan pengeboran eksplorasi. Yang kedua adalah fase pengembangan ya. Setelah ditemukan minyak, maka ee kami melakukan pengembangan yaitu membuat atau mengkonstruksi ee platform atau anjungan lepas pantai lengkap dengan ee infrastruktur di atasnya. kemudian melakukan pipeling atau pemasangan pipa dari platform ke instal instalasi di darat atau di processing area yang ada di darat mulai dari pipa 16 inch, 20 inch, 32 inch, 24 in. Kemudian juga melakukan trenching untuk ee pembangunan apa di processing area draging untuk alur. Yang ketiga adalah fase produksi memproduksi minyak dan gas. Dan yang keempat adalah fase ee selesai ya, fase pembongkaran di mana sebuah perusahaan migas itu tidak memproduksi lagi atau dinyatakan tidak cukup secara ekonomi untuk memproduksi migas. Jadi sesuai aturan dari migas atau SKK migas itu perusahaan minyak harus melakukan fase dekomisioning atau pembongkaran dan mengembalikan keadaannya itu seperti semula. Jadi tidak tidak ada lagi platform dan ee seterusnya. Kemudian ee ini adalah impact atau dampak-dampak pada masing-masing eh fase. Ada operation impact, ada accidental impact. Jadi accidental itu ee boleh dikatakan ee jarang eh akcidental. Kemudian operational impact itu dampak akibat pengoperasian ya seperti kegiatan survei, drilling, construction itu ada dampak eh operation. Begitu pula dengan eh production. Kemudian kegiatan pengurukan itu bisa untuk keperluan alur pelayaran dan pelabuhan seperti memperdalam dasar laut dan memperlebar alur atau kegiatan draging untuk penambangan. Baik penambangan pasir seperti sekarang yang sedang ee ramai ya di Batam atau di Kepulauan Riau. Jadi ekspor pasir dari Batam ke Singapura. Kemudian juga penambangan lainnya seperti penambangan emas di dekat ee Banten, wilayah Banten itu juga ee ketiganya ee menghasilkan ee satu dampak bagi ee lingkungan sedikit atau banyak. Kemudian apa saja dampak lingkungan pada kegiatan lepas pantai? Sebagaimana kita tahu bahwa kegiatan industri lepas pantai akan berdampak pada pencemaran air ya yang dibold atau di dihighlight itu adalah yang bisa dideteksi menggunakan ee teknologi survei ee laut. Pencemaran air itu akibat ee limbah ya, limbah ee dari pengeboran. Kalau kita mengebor maka akan ada limbah seperti OBM oil basem sebagai pemberat saat pengebor balancing. Kemudian kalau di platform itu mungkin ada OWTU oily water treatment unit itu ee kalau tidak sesuai dengan ee ppm-nya maka akan menyebabkan ee limbah. Tapi ee kegiatan ini di perusahaan ee Migas itu diawasi secara ketat. Jadi diusahakan se bisa mungkin tidak ada satu limbah pun yang keluar dari ee unit baik unit ee mat tank atau tangki-tangki ee lumpur maupun tangki ee OWTU. Kemudian ee pengolahan minyak. Tadi sudah disebut disebutkan bahwa minyak yang kita dapat itu masih bercampur aduk sehingga kita harus pisahkan antara minyak perut terus ee oil, kemudian juga emulsi. Tentu saja ini dapat ya dapat atau bisa mengakibatkan limbah. Kemudian ee tumpahan minyak dari tanker ya, terutama ee transportasi karena bisa jadi ada accident atau seperti tubrukan atau menubruk atau tubrukan sehingga dapat ee terjadi atau menyebabkan tumpahan minyak sehingga menyebabkan pencemaran parah pada lingkungan laut, mengancam kehidupan laut dan merusak ekosistem. Kemudian akibat lain dari pencemaran ee air itu akibat dari kebocoran pipa, pipa migas bawah air, baik pipa minyak maupun pipa gas. Ee selanjutnya itu adalah ee pencemaran air itu diakibatkan adanya kegiatan paip trenching dan bari. Jadi saat pemasangan pipa kita melakukan trenching atau pengerukan untuk membenamkan ee pipa atau kabel. Kemudian aktivitas draging atau pengerukan itu juga dapat mengakibatkan pencemaran air. Nah, pencemaran air ini baik tumpahan minyak, kebocoran, kemudian juga ee hal-hal yang terjadi akibat ee kegiatan tersebut itu dapat dideteksi dengan menggunakan teknologi survei laut. Sedangkan polusi udara itu tidak akan ee saya bahas karena ee ya namanya juga di udara jadi bukan di laut. Jadi ee tidak mungkin bisa dideteksi menggunakan teknologi survei laut. Kemudian ee gangguan habitat laut ini juga dapat terjadi akibat ee dampak kegiatan industri lepas pantai seperti kerusakan terumbu karang dan kehidupan habitat laut seperti bentik dan seterusnya. juga bisa jadi akibat pengeboran ya tentunya pengeboran yang ee di luar prosedur ya atau ee tidak mengikuti prosedur, pemasangan infrastruktur lepas pantai, pelayaran dan pengolahan gas. Nah, gangguan habitat laut ini dapat dideteksi dengan teknologi survei laut. Kemudian ee kebocoran minyak, kebocoran pipa minyak atau gas itu bisa diakibatkan oleh external forces atau ee kekuatan dari luar ya, seperti pergerakan ee dasar laut, kemudian ada naik atau turunnya ee dasar laut atau kegiatan ee seismik. Kemudian juga kebocoran minyak itu bisa diakibatkan oleh corrosion seperti mungkin ada teman-teman yang tahu tentang SCC atau stress corrosion, stress cracking corrosion itu adalah eh korosi atau kegagalan eh produk atau metal akibat adanya ee stres atau tegangan tegangan tarikan ya. ditambah dengan ee adanya lingkungan ee korosi di dalam pipa itu sendiri. Jadi nanti ee akibatnya adalah terjadi ee crack. Krak itu ee retak yang dapat mengakibatkan kebocoran. Nah, kedua ini eh soil movement, subsident, terus stress corrosion cracking itu bisa dieteksi secara awal menggunakan ee survei bawah laut. Nah, akibat lain dari kebocoran itu adalah kegiatan kapal-kapal ya akibat seperti dulu di balik papan kegiat terus diikut lama itu akibat ee pengerukan terus ee jangkar terus ee dampak dari pihak ketiga seperti kapal yang menubruk eh riser pip riser semuanya dapat menyebabkan pencemaran ee laut ya, kebocoran ya. Kebocoran ini dapat menyebabkan pencemaran laut, mengancam kehidupan laut, merusak ekosistem dan bahkan kebakaran serta kematian ee manusia. Yang ini pernah saya alami di tahun 98 di mana ada ee sekitar tiga orang meninggal akibat kebakaran besar. ee pecahnya pipa [Musik] ee 12 inch di daerah Kutai Lama. Kemudian ee dampak lain dari lingkungan, dampak lain dari ee industri lepas pantai itu adalah polusi suara ya. Jadi polusi suara tidak hanya terjadi di kita di udara di apa di atas air, tapi ee kegiatan seismik ya seismik yang menggunakan sounds source seperti dan seterusnya itu dapat mengganggu ee komunikasi makhluk makhluk hidup yang ada di dalam laut seperti ikan paus ya. Karena ikan paus itu ee berkomunikasi, bernavigasi, mencari makan itu menggunakan ee gelombang. Sementara kita dalam melakukan eksplorasi juga menggunakan gelombang. Jadi, ini adalah ee satu ee ee satu dampak penggunaan ee sonar atau seismik pada ikan paus. Tidak sedikit kita mendengar bahwa ikan paus terdampar di pantai dan seterusnya karena salah salah arah atau tersesat sehingga tidak dapat ee bernavigasi ke laut yang aman. Dampak lainnya adalah perubahan iklim tidak akan saya bahas. Kemudian pencemaran tanah itu pun tidak akan saya bahas. Kemudian kita sekarang bicara masalah ee deteksi. Deteksi dini atau deteksi awal, yaitu kegiatan untuk ee mengidentifikasi, memantau perubahan atau ancaman secepat mungkin sehingga tindakan pencegahan dan mitigasi dapat diambil. Nah, kalau kita bicara perubahan tentu nanti ee kegiatannya itu bisa ee berkala ya. kegiatan deteksi ini mungkin per kuartal atau dan seterusnya atau ee pakai kalau inspeksi itu pakai RBI atau Risbas based inspection. Jadi inspeksi yang berdasarkan eh risiko. Ee beberapa metode deteksi itu seperti memonitor atau memantau seperti kualitas udara, air, tanah, suhu, dan seterusnya. Kemudian juga melakukan ee testing atau pengujian polusi, kebisingan dan seterusnya. Kemudian yang ketiga adalah ee pemantauan atau pendeteksian menggunakan ee teknologi seperti sensor, satelit, teknologi IoT, internet untuk ee memantau lingkungan secara real time. Nah, di sini ee ee teknologi survei laut termasuk ee sensor ya, sensor untuk keperluan survei dan ee monitoring. Ee untuk model matematik itu ee tidak akan saya bahas di sini. Kemudian manfaatnya tadi sudah sudah disebutkan yaitu mencegah kerusakan, mencegah kerugian ekonomi, serta memperbaiki kualitas hidup. Baik, ee sekarang kita bicara tentang survei ya. Kebetulan ee mungkin banyak dari rekan-rekan belum paham tentang survei. Survei laut. Kalau di universitas bisa belajar di jurusan ee geodesi atau sekarang geomatika. Geodesi, geomatika. Istilah lain dari geodesi itu ada juga geospasial. Itu sebenarnya adalah kegiatan melakukan pengukuran dan pemetaan untuk mendapatkan informasi kedalaman dasar laut. Kemudian topografi dasar laut atau apa? bentuk dasar laut, kemudian fitur fitur dasar laut atau sifat-sifat dasar laut. Karena kita tidak ingin hanya ee tahu kedalaman, tapi tidak tahu apa yang ada di dasar laut. Kalau di darat kan jelas ada pohon, ada sungai, ada rumah, jembatan dan seterus seterusnya. Ya, kalau di dasar laut kita tidak mungkin menyelam, tapi kita harus menggunakan teknologi ee sonar apa untuk mengetahui apakah di bawah itu ada bangkai kapal, ada pipa, apakah ada karang, apakah batuannya itu sedimen atau memang ee batu keras dan seterusnya. Kegiatan ini biasanya lebih banyak ditujukan ke pelayaran, kemudian konstruksi lepas pantai, pengerukan, terus pengeboran, eksplorasi seperti penambangan, dan ee PLTB Pembangkit Listrik Tenaga Bayu. Nah, kegiatannya apa aja? Kegiatannya itu setidaknya adalah kegiatan yang berkaitan dengan posisi dan navigasi. yang meliputi kegiatan geodesi. Kemudian pengamatan pasang surut dan arus. Yang ketiga adalah mengukur kedalaman. Keempat adalah memetakkan fitur-fitur dasar laut ini. Alat-alat yang dipakai itu ada lima jenis. Ada alat posisi dan navigasi. Macam-macam ini alatnya ada GNSS, ada underwat positioning system. Kalau kita ingin ee wahananya itu kita ingin ee submerge atau kita tenggelamkan, maka seperti pakai kapal selam atau underwater eh vehicle autonomous eh underwater vehicle itu menggunakan underwater positioning system. Kemudian juga ada go, ada MRU. Kemudian yang kedua adalah ee pengamatan oceanografi seperti tight kids, current meter, ada juga eh CTD, kemudian eh batimetri yaitu pengukuran kedalaman laut menggunakan ecosonder. Ada single beam, ada multi beam eekosonder. Yang keempat ee pemetaan fitur dasar laut itu menggunakan alat set skan sonar, magnetometer, serta multibeam ekosonda. Kemudian juga ada survei untuk mengetahui keberadaan benda-benda di bawah dasar laut atau subsurface seperti bari eh pipe atau lapisan sedimen itu kita gunakan sub bottom profiler. Nah, selain untuk eh survei dan pemetaan, teknologi survei ini juga dapat digunakan untuk inspeksi pipa bawah air ya. untuk identifikasi lingkungan seperti memantau keadaan terumbu karang, tumpahan minyak, kebocoran minyak, dan gas sehingga dapat digunakan sebagai alat ee deteksi dini akan adanya dampak aktivitas industri di laut. Nah, ini alat yang dipakai eh dua yaitu multibeam eoner dan set scan sonar ya. Tentu saja dibantu dengan alat positioning dan navigation. Ini hanya eh sensornya ya, sensornya multibeam eoner dan side scan zon. Nanti dalam pelaksanaannya dibantu eh oleh positioning dan navigation serta pengamatan pasang surut dan arus. Bagaimana ee prinsip kerja kedua alat ini? Baik multibeam maupun set scan sonar itu prinsipnya menggunakan gelombang akustik bawah air. Karena satu-satunya gelombang yang bisa bekerja di dalam air itu adalah gelombang akustik atau suara. Kita tidak mungkin menggunakan gelombang elektromagnetik atau gelombang cahaya. Nah, kegunaannya apa? Kalau kita menggunakan gelombang, tentu kita dapat melakukan pengukuran sekaligus pengindraan. Ya, yang paling gampang itu pengindraan penggunaan USG ya. Bagi ibu-ibu apa? Ibu yang hamil ultrasonografi. Nah, kita bisa mengindra apa yang ada di dalam perut ee seorang ibu pun begitu dengan ee prinsip dari multibeam dan set scansional. Jadi, bisa mendeteksi dasar laut maupun apa yang ada di water colom atau di kolom air. Terus ee caranya gimana setelah dilakukan pengukaran? Nah, identifikasi atau deteksinya itu menggunakan interpretasi ya. Karena kita tahu bahwa untuk melihat itu ada dua, satu visual atau langsung. Yang kedua itu melakukan interpret interpretasi atau ee melakukan penilaian kesan. Kalau kesannya ini berarti ini, kalau itu berarti itu dan seterusnya. Nah, kesannya seperti rona, bentuk, ukuran, pola, bayangan, dan seterusnya terhadap objek yang terkena gelombang akustik bawah air. Nah, karena sifatnya interpret atau interpretasi, maka diperlukan ee verifikasi atau ee menggunakan sampling. baik ee kita ngambil sampel atau kita melihat secara langsung menggunakan ee penyelam atau menggunakan kendaraan bawah air atau ROV yang dilengkra dengan kamera atau kita juga bisa melakukan verifikasi dari hasil laporan survei sebelumnya. Baik, ini ee gelombang akustik. Mungkin tidak kurang menarik, tapi harus saya jelaskan bahwa gelombang akustik itu gelombang mekanik ya, bukan gelombang elektro ee elektromagnetik tapi dia mekanik. Mekanik itu harus ada sesuatu yang ee dipukul atau ee dibunyikan atau sumber bunyi ya. Entah lonceng atau suara seperti saya bicara ini juga adalah mekanik yaitu bergetarnya pita suara. Nah, kemudian gelombang ini merambat merambat ke media seperti di udara. Kalau kita celupkan di air, gelombang ini juga akan merambat ke air. Terus bergerak secara longitudinal atau memanjang. bentuknya itu bolak-balik atau ee nah ini seperti di bawah ini ada perapatan, ada perenggangan ya, beda dengan gelombang elektromagnetik ini yang di bawah itu visualisasi ee dari gelombang. Jadi kalau ee bukit itu berarti terjadi perapatan ee partikel. Kalau ee lembah itu adalah perenggan. Kemudian ini kita sebut [Musik] ee seismik trace. Seismik trace itu adalah satu penggalan gelombang suara. Jadi gelombang seb gelombang suara sebagaimana gelombang lainnya pasti terdiri dari amplitudo. Kemudian ada lembah atau palung ada banjang gelombang, ada frekuensi, ada tinggi gelombang dan seterusnya. Kemudian sifatnya gelombang suara itu merambat ke segala arah dengan sama besar ya. Jadi luas permukaan yang dilewati oleh bunyi itu bisa didefinisikan sebagai luas dari permukaan bola. ini bisa kita coba misalkan rekan-rekan me jatuhkan sebuah batu ya di danau, maka dia akan merambat ee ke segala arah. Kemudian suara itu memiliki intensitas ya, intensitas gelombang dan juga memiliki tingkat intensitas gelombang akustik. Kita pernah mendengar bahwa intensitas yang bisa merusak telinga adalah sebesar 85 desibel. Itu namanya tingkat intensitas. J satuannya desibel. Kemudian ee gelombang suara akustik bawah air itu akan mengalami ee pantulan gemak karena perbedaan sifat elastis dari medium. berdasarkan air ee gelombang suara merambat di air kemudian mengenai ee dasar laut yang lebih keras daripada air maka dia akan memantul. Kemudian bila energinya lebih maka dia akan penetrate atau ee masuk ke lebih dalam lagi menembus ya. Kemudian kita mengenal adanya persamaan sonar. Nah, ini ee penting untuk teman-teman ee ketahui. Jadi, suatu sonar ya sonar atau sound and navigation ranging itu bisa tertangkap bila eh memenuhi rumus ini. Jadi ada source level. Source level itu eh kekuatan sumber ee bunyi. Kemudian dia merambat akan berkurang sebesar 2 TL. TL itu transmission loss atau kehilangan transmisi dua kali karena pantulannya datang dan memantulnya dua kali. Kemudian dia dia berkurang karena adanya noise noise level tapi dia eh noise level bisa dikurangi atau dicoba di eliminasi menggunakan diivity index. Kemudian bisa dikuatkan lagi. Plus itu artinya menguatkan, min itu melemahkan oleh BS back eh back eh skatter kemudian dilemahkan oleh eh DT eh threshold ya. Eah ini noise level. No, itu otomatis ya kalau kita dengar suara, kalau kita enggak benar-benar fokus, maka kita enggak bisa mendengar ee suara yang asli tersebut. Nah, ini akibat kebisingan lingkungan dan seterusnya. Kalau directivity index itu adalah eh desain alat. Jadi alat ecosonder multibeam atau set scan itu alat yang dibuat sedemikian rupa sehingga meminimalkan eh noise selama penjalaran gelombang. Kemudian ada detection threshold itu eh level terendah di mana eh alat sonar itu dapat mendeteksi gema yang kembali. Semakin tresselnya besar berarti dia akan berkurang. Nah, ini ee tentang bottom back skatering ini penting karena ini adalah dasar dari penginderaan ee penginderaan pantulan atau gema atau jejak gema ee objek-objek bawah laut yang terkena ee gelombang akustik ini. Ee rumusnya seperti ini ya, prinsipnya tetap satannya ee desibel ya. Semakin desibelnya besar plus berarti dia semakin keras kencang. Nah, kenapa bottom back skater ini penting? Karena tadi sudah disebutkan untuk keperluan apa? penginderaan sehingga kita bisa menebak tentu ee bukan asal nebak ya sifat dasar laut karena partikel dasar laut itu dapat disamakan dengan pantulan atau reflektor dan pantulannya ini sebagai jumlah energi dari interface air dan dasar laut ya. Jadi nanti analisanya menggunakan jumlah energi per ee per apa onifikasi atau per ee interface ini rumusnya. Kemudian saya langsung lancat aja pada pengaturan ini eh source level di alat-alat eh sonar baik multibeam baik sub button profiler side scan sonar dan seterusnya atau semua peralatan hidrografi itu pasti menggunakan eh TX. TX itu transmit. transmitter power. Artinya bila terlampau dalam atau jauh maka ini perlu diatur. Jadi ee PX power atau transmitter power itu bergantung pada kondisi dasar laut dan kedalaman. Contohnya misalkan perairannya itu lumpur atau material organik itu ee kita bisa gunakan setting yang tinggi. Tapi kalau ee keras dasar lautnya keras seperti ee berpasir atau berbatuan atau ee dasar lautnya itu dangkal itu gunakan ee transmiternya yang low atau rendah. Kemudian juga ada sensitivity ya. Sensitivity itu bertujuan menampilkan sinyal yang di atas ambang batas. Jadi memiliki kualitas yang bagus serta bebas noise. Nah, ini contoh ya. Ini contoh dari plekaman kedalaman. Kalau terlampau tinggi nanti hitamnya itu ee jadi tebal. Jadi ini harus diatur supaya kita bisa mendapatkan dasar laut yang tajam. Baik. Ee lanjut. Akustik bawah air sebagaimana gelombang ya pasti mengalami reflaksi atau pembiasan. Nah, ini menyebabkan nanti gelombang akustik itu akan dibelokkan ya. setiap kali menemui ee batas antara media seperti air dengan dasar laut, dia akan ee dibiaskan kalau gelombangnya itu masuk penetrit tembus ke dasar ee dasar laut. Tapi kalau enggak, kalau tidak ee frekuensinya terlampau tinggi, maka dia akan dipantulkan. Jadi ada refraksi, ada refleksi. Ini contoh refraksi. Kalau kita menggunakan multibeam eekosonder. Multi beam eekosonder itu banyak bim. Jadi ekosonder dia memancarkan banyak bir bim. Maka bim yang paling luar yang warna merah dia tidak akan lurus seperti ini. Dia akan belok. Jadi yang tidak mengalami refraksi itu gelombang suara yang persis di bawah transduser. Transuser itu alat yang mengirimkan ee gelombang suara. Kemudian gelombang memiliki kecepatan suara. Kecepatan suaranya itu tidak tunggal ya. Dia berupa profil. Jadi beda-beda bergantung pada kedalaman. bergantung pada solimit, suhu, konduktivitas dan seterusnya. Ini ee rumusnya silakan bagi yang senang rumus. Nah, ini ee kecepatan suara itu bisa seperti ini. Dia tiap kolom air itu ee nilainya berbeda-beda sehingga bisa jadi pas di atas tinggi, di bawah ee jadi rendah. Tapi rata-rata kecepatan suara adalah ee 500 m/detik, ya. Kemudian frekuensi, nah ini penting. Frekuensi gelombang suara itu ee berbanding lurus dengan atenuasi. Atenuasi itu pelemahan. Jadi semakin tinggi frekuensinya maka gelombangnya itu cepat melemah. Jadi enggak sampai ke bawah. Kemudian juga penetrasi dan jangkauan itu berbanding terbalik dan frekuensi. Kalau kita ingin ngukur ee di laut yang agak yang dalam, maka biasanya frekuensinya di kecilkan supaya dia bisa sampai ke bawah atau bisa menembus ee dasar laut ini. Penggolongan ee survei laut biasanya menggunakan audioonic ya yang bisa terdengar biasa atau ultrasonic. Ultrasonic itu di atas 20 kHz. Nah, ini yang biasa dipakai di multibeam dan side scans sonar. Ini ee frekuensi untuk kedalaman bisa milih. Biasanya kalau kita mau survei kedalaman airnya berapa, frekuensinya nanti kita pilih. Kemudian panjang gelombang. Panjang gelombang itu penting karena ee untuk menentukan resolusi. Semakin kecil panjang gelombang semakin resolusinya detail. Jadi kita bisa membeda membedakan gerombolan ikan atau ee objek-objek yang lainnya. Nah, semakin ee besar tinggi panjang gelombang, maka dia bisa menjangkau lebih e lebih panjang tapi resolusinya berkurang. Nah, ini seperti ini resolusi citra atau gambar ini perbandingan antara 60 kHz dengan 30 kHz. Maka 60 kHz lebih ee detail nanti gambarnya lebih lebih halus ibaratnya. Kalau kalau kalau misalkan apa ada jerawat itu kelihatan langsung karena ee ditembak pakai gelombang dengan frekuensi yang lebih tinggi. Sedangkan kalau ee gelombangnya rendah maka dia tidak detail. Jadi objek-objek tertentu ee tidak akan ee tampak. Kemudian tekniknya gimana cara ee teknik ee multibeam dan set scan sonor itu mengukur dan menghindar. Yang pertama dia perlu sumber gelombang ya, sumber gelombang seperti, boomer, page sparker. Kemudian juga perlu perekam gelombang pantul berupa hidropon atau translucer receiver. Nah, ini prinsipnya. Jadi begitu gelombang ditransmisikan ke bawah air, maka begitu kena dasar laut dia akan mengalami pertama memantulkan atau diteruskan ke dasar laut atau ee tersebar atau sket skater di dasar laut. Nah, ini yang ditangkap nanti ada dua, satu pantulannya. Yang kedua, scattering-nya atau back skater hamburannya terutama hambur balik yang bisa ditangkap oleh ee receiver. Kemudian ee transmisi ee penetrasinya ee apa ee tembusannya dan nanti juga dipantulkan lagi begitu dia menembus ke dasar ee laut begitu ketemu yang lebih apa densitasnya yang berbeda, dia akan dipantulkan juga. Kemudian teknik pengukuran jarak atau kedalaman itu pakai integral. Jadi setengah integral C. C itu kecepatan kali ee waktu tempuh ya, waktu rambat gelombang. Ini adalah dasar dari semua ee sonar. Kemudian kita mengenal interface atau batas antar media perambatan gelombang. pertama water colom atau lapisan air. Kedua, nah di lapisan air itu banyak kolom ya, kolom-kolom gitu. Karena kepadatan air itu berbeda-beda tiap kedalaman. Kemudian air dengan sedimen atau dasar laut atau sedimen dengan sedimen atau per lapisan sedimen. Ee nanti produknya apa? Produknya itu ada ee dua ya, ada dua produknya. satu eh image base atau gambar seperti nanti set scan sonar itu berupa ee gambar, image atau signal ee gelombang untuk menghitung kedalaman atau untuk menghitung DE skatter. Nah, ini contoh contoh hasil dari perekaman ee single beam ya. Ini kita bisa melihat ee kumpulan ikan, terus pantulan balik skater. Ini contoh dari lapisan ee batuan atau sedimen yang ditangkap oleh sub button profiler. Kemudian ee teknik ee perekaman tadi teknik pengukuran kedalaman, sekarang teknik backter. Back skatter itu hanya bisa ditangkap oleh multibeam dan side scan ya. Selain itu enggak bisa. Jadi ee batuan, respon batuan terhadap gelombang yang datang berbeda-beda tergantung sifat fisik sedimen atau batuan. Kemudian gelombang yang terpantul atau terhambur selanjutnya ditangkap oleh hidrofon dan diteruskan pada instrumen untuk selanjutnya direkam dalam nilai back skatter atau signal ya atau e berupa citra image. Ini contoh contoh nilai backcatter untuk keperluan ee interpretasi seperti lempung ya. Nempung itu dia memiliki rentang back skatter antara -33 sama -8. Kemudian ee lanau lanau kelempung-lembungan itu ee desibelnya lebih tinggi -27 sampai 23. Berarti ee lano itu lebih keras dari ee lano kelembungan itu lebih keras. Kemudian ada siclay yang paling keras itu adalah ee sen atau pasir. Ee paling keras maksudnya ee batu ya, batu lebih keras lagi. Nah, ini contoh dari ee tangkapan back skater berupa image atau sonografi dari set scans sonar seperti ini. Jadi, kita melihat derajat kehitaman ada yang paling hitam, ada yang putih terang dan seterusnya. Kalau hitam berarti dia tidak terkena gema atau tidak terkena ee gelombang suara. Semakin ee terang berarti batuannya semakin keras atau kasar atau padat atau ee bersudut. Nah, ini contoh ee tangkapan pokmar ya. Jadi dasar laut yang kemungkinan mengandung gas. Ada pokmar seperti apa? Kayak cacar gitu. Ini yang sebelah kanan itu berpasir ya. Ada gelombang pasir. Oke, sekarang lebih detail tentang multibeam ya. Multiam. Multibeam itu adalah salah satu jenis eosonder alat untuk mengukur kedalaman air. Cuman kelebihannya kan ecosonder ada dua, ada single beam dan multibeam. Nah, kelebihan multibeam dia selain mengukur kedalaman, dia juga bisa menangkap nilai back skatter sehingga kita bisa melakukan pengindraan ee jarak jauh ee dasar-dasar laut ee apa fitur-fitur dasar laut. Ya, perbedaannya di situ. Prinsipnya prinsipnya mirip mirip dengan single beam. Cuman dia ee beam-nya itu ee terbagi menjadi banyak. Tadinya BIM-nya sebenarnya ee dua ya, dua. Satu BIM yang dipancarkan atau trans eh projjector beam atau transmitter beam yang bentuknya itu seperti kipas ya, bukan kipas angin tapi kipas Cina. Mungkin ee rekan-rekan pernah lihat orang film-film kungfu, orang kipasan gitu memakai kipas. N seperti itu dia ee tipis tapi dia melebar bisa sampai ke kiri 60 derajat ke kanan 60 derajat. Jadi bisa ee cukup lebar. Kemudian komponennya itu seperti biasa ada ee transluser ya. Translu kalau teman-teman pengin tahu translu apa. Translu alat untuk ee membangkitkan gelombang suara. Jadi dia gelombang suara dari mana? Gelombang suara itu dari listrik. Nah, listrik itu nanti ke satu elemen seperti pizock. Nah, elemennya itu dia akan merubah ee listrik menjadi gelombang suara. Contoh yang paling gampang itu ee kalau teman-teman senang musik itu suara simbal. Nah, itu diketuk teng. Nah, itu seperti itu dia menjadi suara. Nah, ketukannya itu dari listrik. Nah, oleh transluser kemudian dikirim ke dasar laut memantul. Pantulannya itu diterima lagi oleh transduuser penerima berupa suara nanti diconvert dikonversikan ke energi ee listrik ya. Kemudian ada pengolah ee data gelombang suara yang kita sebut transfer. Kemudian ada software untuk mengolah data serta ada display atau tampilan. Nah, ini seperti ini. Ini tadi konsep kedalaman. Sudah paham ya? Kita lihat yang paling kiri yang kayak setengah bola ini karena ee bim-nya itu lebar. Jadi kalau bim-nya lebar ee dia tidak ee resolusinya tidak ee tidak detail. Jadi mana yang duluan dia yang akan dipantulkan. Kita tahu bahwa kedalaman yang benar itu persis di bawah transluer. Tapi karena BIM-nya terlampau lebar maka dia akan ee mengukur mana yang kena ee gelombang suara terlebih dahulu. Jadi ada ee satu ee kesalahan atau ketidakpastian. Nah, kalau bimnya itu seperti yang di tengah diperapat atau dipersempit, maka dia akan lebih akurat. Nah, yang ee kanan itu adalah prinsip pengiriman dan penerimaan gelombang pantul. Ya, jadi sekali lagi kalau teman-teman ee lihat ecosonder kita ada dua jenis. Satu eekosonder jenis untuk navigasi ya. Misalkan teman-teman beli di toko elektronik itu ada, tetapi itu tidak bisa digunakan untuk ee survei dan pemetaan karena e ininya BIM-nya terlampau lebar. Dan yang kedua adalah eekosonder untuk survei dan pemetaan. Nah, ini perbedaan antara ee BIM sempit dan BIM lebar. Kalau BIM sempit dia bisa menelusuri bentuk topografi ee bawah laut. Ya, kalau dasar lautnya datar mah ee bisa pakai apa? BIM yang lebar. Tapi kalau sudah topografinya ee sempit atau tidak datar harus menggunakan eerder dengan beim yang sempit. Kemudian ee multibeam itu kelebihannya selain dia bisa mengukur back skatter maka dia sekali pink sekali pink itu sekali memancarkan gelombang suara dia bisa menangkap ee banyak titik bisa sampai ratusan 150 120 dan seterusnya sehingga kalau kita survei suatu permukaan dasar laut maka akan terkena semua 100%. Jadi berbeda dengan ee single beam yang hanya satu-satu. Kemudian kelebihan lain adalah resolusinya itu sangat tinggi ya sehingga bisa membedakan objek dengan ukuran 1 centti. Jadi kalau ada bangkai kapal, ada pipa, ada koral atau riif atau terumbu, maka bisa dikenali dari hasil multibeam. berbeda dengan single beam eosendal. Nah, ini e transusernya juga beda ya antara single beam sama multibeam. Kalau transuser multibeam itu bentuknya array sehingga bisa membentuk beam. Jadi, BIMnya bisa jadi ratusan. tadinya cuman ee satu BIM yang lebar bisa pecah-pecah menjadi ee ratusan dengan arah yang e multiple yang banyak. Kemudian juga ada beam steering kemampuannya beam sempit itu ee biasanya 2 derajat sampai 5 derajat sehingga eh directivity-nya sangat tinggi. Jadi sekali lagi ada eh transduser pengirim atau projektor dan penerima. Nah, ini seperti ini ee geometrinya ini yang merah ini transusernya. Jadi [Musik] yang yang arah memanjang itu transuser pengirim gelombang suara dia kayak kipas. nanti didengar oleh hidropon dalam bentuk ee ee perpotongan antara ee strip projecttor dengan strip hidropone. Nah, yang diarsir itu yang yang apa kedalaman itu aslinya kecil-kecil itu per senti itu ini untuk menggambarkan aja. Nah, ini seperti ini prinsipnya. Jadi, ee arah memanjang itu adalah transmit beam, arah melintang kapal itu namanya receive beam. Receive beam itu kalau boleh ee telinga ya kalau kita orang itu. Jadi, telinganya itu bisa sampai ratusan mendengar dia. Nah, yang didengar itu apa? yang didengar itu satu BIM yang lebar dia mengenai banyak banyak fitur ee fitur dasar laut dia didengar per beam dia dibentuk beam forming dia dibentuk berdasarkan ee sudut-sudutnya sudut-sudut masing-masing BIM. Jadi tiap tiap telinga atau receiver dia mendengarkan suara yang dipantulkan per masing-masing ee sudut sudut BIM. Nah, ini hasilnya seperti ini. Jadi, kelihatan bentuknya itu adalah model tiga dimensi. Berbeda dengan single beam yang hanya ee seperti gambar penampang kali ini, dia benar-benar tiga dimensi. Jadi, kelihatan mana yang bukit, mana yang lembah dan seterusnya. Mana yang daerah tinggi, daerah rendah. Jadi ee yang diukur itu adalah perpotongan antara ee transmitter dan ee receiver. Kemudian tadi ee nilai backor sudah ya. Kemudian ee sistemnya apa aja? Nah, ini kalau rekan-rekan pengin tahu multibeam itu apa aja? Silakan ada yang ditanyaah. untuk sesi tanya jawab nanti setelah pemaparan materi, Pak. Oke. Iya, silakan dilanjutkan lagi sampai setengah. I baik. Ini secara simpel ya. Jadi, pertama semua alat ee semua alat ee survei bawah laut simpelnya itu pasti terdiri dari transduuser. Jadi di dalam transduuser itu ada pengirim dan penerima global akustik. Kemudian transduuser ini dikonnect atau dihubungkan ke transfer. Transfer itu dia nanti dia akan mengolah e data-data tadi seperti menjadi kedalaman atau menjadi nilai-nilai backatter. Kemudian masuk ke software. Ada software-nya di ee apa ee nanti oleh software diolah seper supaya mudah untuk di tampilkan. Nah, nanti penampilannya bisa menggunakan apa? Monitor komputer atau bisa diprint, Pak. ya. Jadi ee aksesorisnya, aksesorisnya itu seperti tadi disebutkan eh multibeam harus punya motion sensor atau gerakan kapal ya. Kapal itu kan bisa bergerak roll, pit, shift roll, itu mendongak, oleng dan seterusnya. itu harus ada ee kompensasi untuk nilai ee multiamin. Kemudian ada sound velocity profiler karena gelombang merambat dari transluser ke dasar laut itu ee kecepatan suaranya kan beda-beda. Nah, itu harus dikoreksi gelombang itu. Kemudian juga ada sound velocity pro, jadi kecepatan suara yang diukur di transuser ini ee untuk keperluan ee apa ya? keperluan transuser multibeam karena dia harus melakukan eh steering. Jadi eh perbedaan dengan SVP dan eh SV SV ya profiler sama pro. Kemudian ada position positioning dan navigation ini pemasangannya. Nah, ini kalau tadi rekan-rekan pengin tahu, jadi yang hitam gambar kiri atas yang hitam itu dia memancarkan gelombang suara. Bentuknya itu seperti kipas tipis ya, tipis. kemudian diterima oleh yang merah ini. Nah, yang merah ini sebenarnya penerima seperti telinga. Nanti di algoritmanya dia akan menerima ee pantulan dari masing per sudut per sudut multiamah logikanya gitu. Nah, di sini dilengkapi dengan sensor-sensor. Ini banyak sensor. Ada sound speed sensor, ada MRU dan seterusnya. Ini dipasangnya di depan kebetulan ya pasang di depan seperti ini. Multibin cukup berat ya sekitar 20 kilo ininya ee transdu ini persalatan di bawah lunas sekitar 500 m eh 500 mili sori. Ini pakai penguat supaya enggak lepas. Kemudian kalibrasi ya, sebagaimana alat ukur namanya juga alat ukur itu harus dikalibrasi. Sebenarnya ada yang kurang tapi ee selintas saja. Jadi kalibrasi multibeam itu ada static calibration, ada performance test, ada dynamic atau pas test. Nah, nanti dibaca ada statik itu di saat ee alatnya belum dipasang ya. Kemudian performance test itu gunanya karena walaupun dia lebar ya seperti kipas tadi ee sisi luar itu tidak semuanya bisa dipakai. Jadi kita mencari sisi luar yang masih bagus. Jadi yang masih sesuai dengan ketelitian yang diinginkan. P stes itu nanti kalibrasi alat-alat motion itu dikalibrasi di stel-stel. Nah, ini tadi ee pengecekan lebar SWAT atau sapuan itu tidak semuanya dipakai. Jadi, yang dipakai itu adalah lebar SWAT yang memenuhi kriteria akurasi. Kemudian pengolahan data. Pengolahan data itu ada dua ya, data kedalaman dan data backcatter. menggunakan software. Software-nya ee macam-macam. Ada software komersial. Biasanya kalau kita beli multibeam nanti kita dapat software-nya, ada dongelnya dan seterusnya. Untuk data kedalaman itu algoritmanya biasa seperti tadi pakai nilai integral setengah integral kali kecepatan dan ee beda waktu. Beda waktunya itu hasil perekaman. Kemudian untuk back skatter itu diolah menggunakan teknik angular respon analisis itu teknik yang menganalisa ee datangnya ee gelombang suara, sudut datangnya gelombang suara terhadap ee nilai backter. Kemudian juga ada sedimen analisis tool. Kemudian ada juga multi specttral backter. Nah, multipektral itu kalau dia banyak frekuensi ya, multifrekuensi, multi beam, nah itu bisa memperhalus ee karakteristik si bet lebih bagus lagi. Tentu harganya ee lebih mahal. Penyajian data bisa berupa 3D model, klasifikasi sepad dan seterusnya. Kemudian kita beralih ke side scan. Site scan sonar itu mirip seperti multibeam. Dia sekali pancar kayak apa? Kayak kipas tadi ya. Kayak kipas kiri dan kanan tipis tapi dia tidak mengukur ee waktu pantul gitu, tapi dia langsung mengukur back skatter kemudian ditampilkan dalam bentuk ee image atau gambar ya. Informasi yang didapat itu nantinya seperti informasi gambar atau foto lah, foto drone ya. Kalau teman-teman pernah drone moto dari atas. Nah, itu seperti itu kira-kira seperti itu bentuknya image atau kayak dan panda petik foto sehingga informasi e informasi yang didapat itu bukan kedalaman tapi ee bentuk dan ukuran serta ee fitur atau sifat-sifat dasar laut. Kemudian sesuai namanya dia sifatnya itu menyapu atau scan scanning memindai ya. memindai. Nah, ini seperti ini dian si apa dasar laut ini scan prinsipnya pantulan kuat akan menghasilkan bayangan yang terang sedangkan bayangan benda yang tidak terkena ee suara akan menghasilkan ee rona yang gelap ya seperti ini. Nah, ini nama eh tofice atau transduuser ya. Kalau tadi di multibeam disebut transduuser, kalau di side scan disebut dengan fish. Itu sama yang hitam ini adalah dia memancarkan sinar bukan sinar apa gelombang. Ke kiri dan ke kanan itu lebar sapuannya itu dari B ke C. Kemudian ee lebar bimnya itu dari C ke D biasanya 1 derajat. Jadi lebih lebih sempit daripada multibeam ecosonder. Kemudian susunan transdusernya ada dua, transduser kiri dan kanan. Ini prinsip interpretasinya. Jadi cara ngukur kalau ada lubang gimana cara ngukur kedalaman lubang. Nah, ini seperti ini prinsipnya adalah kalau ee dasar lautnya itu empuk gitu bukan keras, maka dia akan menghasilkan wick echo atau ee panturan yang lemah. Kalau dia keras, dia seperti batu karang dan seterusnya maka akan menghasilkan yang lebih terang. Kalau tidak terkena maka dia hitam dan seterusnya. Ini contohnya set scan ini ada yang warna hitam ya, ada objek, ada warna hitam. Hitam kelihatan nanti ee bisa dilakukan interpretasi. Kemudian kemampuan sistem dari frekuensi dia tinggi 3 100 sampai 320 5 kHz. Jadi bisa ee untuk mendapatkan resolusi yang tajam. Kemudian jangkauannya bisa m sampai 500 m kiri kanan. Bahkan bis kalau frekuensinya tinggi sekali seperti 780 kHz dia ee cakupannya cuman ee 12,5 sampai 37,5. Jadi kalau teman-teman pengin yang lebih detail, nah itu pakai frekuensi yang e lebih ee tinggi. Tapi otomatis sifice-nya harus diturunkan lebih bawah supaya dia dapat ee resolusi yang tinggi. Nah, resolusinya berapa? Itu bisa sampai 30 9 mm atau 3,9 cm ya. Jadi bisa membedakan objek yang ee lebih tinggi atau lebih besar daripada 3,9 cm. Kemudian koreksi-koreksinya banyak ada koreksi amplitudo, run range, speed dan seterusnya. Terus ee tofis itu hanya boleh ditarik dengan kecepatan tertentu ya seperti 1 sampai 8 nots. Tergantung panjang lebek. Lebek itu tali yang ditarik ini nanti diikat ini si ditarik oleh kapal yang sebelah kiri. Nah, ini kabel yang kuning itu namanya kabel labet. Jadi untuk menarik office. Terus ini adalah prosesornya yang di tengah itu transfer ya. Mengolah data-data gelombang suara menjadi image atau gambar yang kanan display. Kita lihat hasil rekaman dari set scansional ini. Perencanaan sekilas saja. Jadi kita harus memperhitungkan spasi ee lajur, arah lajur seperti arus harus diperhitungkan angin dan seterusnya supaya apa? Supaya gambarnya itu bagus, enggak asal-asalan. Seperti kita nge-drone itu kan enggak enggak bisa terbang kalau angin besar dan seterusnya. Kecepatan kapal juga harus dilihat. Kalau frekuensinya tinggi berarti ee kecepatan kapalnya harus pelan dan seterusnya. Kemudian ee frekuensi dan range itu harus disetel sesuai dengan tujuan survei. Kualitas tadi sudah disinggung. Kemudian steering atau kemudi ahli. Jadi si kaptennya itu harus ahli. Benar karena kita ingin mendapatkan kualitas gambar yang bagus. Kalibrasi ini ada kalibrasinya ada kalibrasi positioning ada sound velocity dan seterusnya. Nah tinggi itu enggak boleh sembarangan, enggak asal aja beda dengan multiam. multibeam itu fix kalau office itu dia dia ditarik ee 10 sampai 45% dari range. Kalau range-nya 50 m ya dia harus sekitar 5 m ke bawah dari dasar laut. Kemudian pengolahan data itu bisa eh grafis, bisa numeris. Kalau grafis itu image. Sifat dari pengolahan data itu bisa real time, processing, dan post processing. Real time itu sambil survei. Jadi kita setting-setting. Nah, ini ada eh real time processing nanti silakan dibaca. Ada sebenarnya ada dua yaitu koreksi akibat distorsi geometrik dan radiometrik. Kenapa geometrik? Karena kan dia ee side ya, side itu menyamping kalau kita foto drone ya, drone itu kan tegak tegak lurus lah. Nah, makanya ada distorsi geometrik. Nah, ini harus dikoreksi. Terus kenapa ada koreksi radiometrik? Karena kita menggunakan gelombang akustik. gelombang akustik itu ada pelemahan seperti tadi ya saya sampaikan di depan ada pelemahan gelombang atau attenuation kemudian ada absorption refraction dan seterusnya jadi ini harus diberikan koreksi radiometrik supaya bayangan gambar yang didapat itu jelas semua jadi jangan sampai yang jelasnya itu cuman di bawah topis tapi yang ujung-ujungnya nya tidak jelas. Nah, ini kondisi tofisnya. Kalau yang tidak mahir itu seperti ular ya, belok-belok enggak karuan. Jadi diperlukan satu ketangkasan atau keterampilan. Ini contoh-contoh koreksi. Yang kiri sebelum dikoreksi range yang kanan sudah. Ini TVG ya. TVG tadi mengenai apa? PVG itu time variate gain. Gin itu kayak bus ya. Eh booster itu penguat penguat ee gelombang. Jadi supaya semua objek menerima ee gelombang suara yang sama. Nah ini yang B itu sudah dikoreksi TVG. Kemudian post processing. Nah, setelah real time-nya real time processing selesai, maka selanjutnya adalah post processing. Itu interpretasi aja. interpretasi walaupun interpretasi tidak boleh semua orang melakukan interpretasi. Jadi harus yang benar-benar skill, berpengalaman, terampil dan seterusnya. Karena di situ adanya sense ya. Kalau kita bicara remote sensing maka ada sense. Ada sense. Tidak semua orang memiliki sense yang eh bagus sehingga bisa membedakan ee rona atau saturasi kejenuhan. ee piksel, bentuk, ukuran, kemudian intensitas ee gema dan seterusnya. Nah, ini ee untuk interpretasi citra itu ada ada dua, kualitatif dan ee kuantitatif. Nah, kalau kualitatif itu kita mencoba mengenal mengenali ee derajat derajat ee putih atau hintan atau bahkan nol tidak ada jejak gemak. Kalau putih menonjol pasti ada ee objek yang ee reflektornya kuat dan seterusnya. Kalau yang pantulannya rendah itu pasti yang halus-halus lah. Kalau yang pantulan yang keras pasti yang kasar-kasar. Yang halus itu seperti apa ya? Lempu, lanau dan seterusnya. Kalau terumbu ya, terumbu yang masih hidup itu reflektifnya itu rendah. Tapi begitu terumbunya mati dia keras. Jadi lebih silau lah ibaratnya. Jadi kekerasan, kekasaran, kepadatan, serta jarak atau sudut pemancaran itu berpengaruh terhadap nilai citra atau nilai hambur balik. Nah, ini seperti ini. Sekarang kita ke kualitatif. Kualitatif tuh kita ingin pengin tahu ukurannya, ukuran benda ini berapa. Misalkan ada pipa ini pipanya di mana, posisinya, panjang berapa dan seterusnya. Nah, ini prinsipnya dari sebelah kiri ya. Pokoknya kalau enggak kena gelombang suara dia hitam atau shadow berbayang. Nah, ini contoh-contoh ee kunci interpretasi apakah itu pasir. Nanti bisa dilihat dari derajat ee terangnya. Kemudian kuantitatif ya kita coba menghitung tinggi objek. Misalkan objeknya tinggi seperti karang terumbu itu tingginya berapa? Ini bisa diukur dengan rumus ee trigonometri biasa. Nah, ini ee sebelah kiri itu ee apa ee potongan ee geometri dari tofis dan dasar laut. Jadi bisa dilihat, jadi yang putih itu adalah pantulan kuat, yang hitam itu pantulan ee bayangan. Jadi kalau ee rekan-rekan lihat di sini, ini pasti ada ee kayak lubang gitu. Nah, nanti ini rumus yang bisa dipakai. Nah, ini kalau ada tonjolan seperti ini. Tonjolan nanti ini lebih apa? lebih terang kalau yang di belakangnya ee tidak ada ee tidak ada ee gema atau ee tidak ada jejak gema. Nah, ini rumusnya rumus biasa aja trigonometri Pythagoras. Saya enggak akan menerangkan detail. Kemudian setelah interpretasi selesai, selanjutnya adalah mosaik. Maak itu penggabungan semua citra ya. Nah, kenapa perlu? Nah, karena kita kan ingin mendapatkan gambaran secara global keseluruhan untuk ee meningkatkan interpretasi ee gambar secara kualitatif ya. Jadi harus dimosaik, digabung-gabung. Nah, setelah mosaik biasanya lanjut ke analisa ee sinyal akustik, tekstur dan target ee dasar laut atau nilai yang hambur balik. Nah, ini setelah mosaik selesai baru melakukan analisa nilai ambur balik. Setelah semuanya selesai kemudian di inventaris di data lalu dibuatlah ee peta. Nah, untuk meyakinkan bahwa ee ee interpretasi kita sudah baik, bagus, maka perlu sampling. Jadi, kita melakukan pengambilan sampel. Bisa menggunakan ee kamera yang dipasang di bawah atau penyelam atau sampel langsung menggunakan coring. Baik, ini sekarang kita mencoba masuk ke aplikasi ya. aplikasi mengenai pipa. Teman-teman pasti pernah melihat pipa. Pipa itu bisa bocor ya. Bisa bocor karena ee dua hal. Pertama disengaja ya banyak kasus-kasus yang orang sengaja membocorkan pipa seperti di Sumatera ya, di daerah [Musik] Rokan Prabum Mulih dan seterusnya. itu disengaja. Tapi ada juga faktor ee alam. Faktor alam yang ketiga adalah faktor ee korosi. Nah, kita akan mencoba faktor alam dan korosi. Kenapa terjadi ee kebocoran? itu ada dua. Pertama karena ee environya atau lingkungan di dalam pipa atau di luar pipanya itu korosif ya. Baik korosif karena sulfur dan seterusnya atau karena bakteri. Kemudian di luarnya juga mungkin terlampau asam. Kemudian ee si pipanya itu tidak teraliri apa ee proteksi ee listrik, maka itu bisa menjadi penyebab korosi. Penyebab alam adalah free span ya, free span. FreePAN itu menggantung. Jadi si pipa itu tidak di ee disupport atau didukung oleh ee didukung secara cukup oleh ee biasanya sih oleh ee si soil atau ee tanah. Biasanya ee pipa yang sudah dipasang itu dikubur atau dibikinkan trenching kuburan. Jadi bikin parit sepanjangnya kemudian pipanya dibenamkan kemudian dikubur atau barit sehingga pipa secara integritas integrity itu aman tidak tidak akan ada free span. Kemudian faktor alam mau tidak mau seperti landlight atau pergeseran ee dasar laut menyebabkan pipa itu ee mengalami perubahan geometri seperti king, kingki atau bakling. Buckling itu melengkung ya, melengkung baik e lateral maupun vertikal. King itu kayak keriting gitu. Kemudian expose pipa yang tadinya sudah dibenamkan dia nongol mungkin karena pressure-nya naik atau ada scoring atau scoring itu apa ee erosi gitu sehingga expose. Kemudian juga ada karena coatingnya defect coating itu adalah pelindung pipa ya supaya pipa itu tidak berkarat itu rusak itu juga bisa potensi ee kebocoran. Ini ada gambarnya ada skor atau erosi, ada roky, kemudian juga ada fitur batimetri karena dia naik ya naik atau turun. Kemudian ada crossing pipe to pipe. Jadi crossing pipa ke pipa. Nah, caranya, nah caranya kita bisa menggunakan teknologi multibeam ecosunder. Ya, kita kepengin tahu apakah pipa ini eh free span atau tidak. itu bisa dilihat dari hasil multibeam eekosunder. Teknik surveinya itu ee si pipa disurvei memanjang sehingga ter ee detetect semua memanjang. Kemudian ini hasil multibeam masih ini kelihatan ya kelihatan itu yang bulat-bulat kecil kayak serabi itu sebenarnya ee sandbag ya. Mungkin kalau orang orang apa? Orang kelautan tahu teknik kelautan sand baging atau kantong-kantong ee pasir kalau enggak ee dicampur pasir dengan semen. Gunanya itu supaya pipa itu tidak eh fre span. Jadi ada tahanan ada yang menahan. Nah, itu bisa ee kita bisa memonitor perbaikan frepen di dasar laut menggunakan multibeam eosonder. Kemudian kita lihat adanya buakling ya. Buckling itu perubahan geometri pipa karena ee pipa itu harus lurus. Kalaupun dia belok, dia akan mengikuti kurvatur atau ee radius ee yang diperbolehkan. Nah, kalau ada anomali atau keanehan maka akan terlihat dari dari hasil survei. Nah, ini kalau sudah kayak gini kemungkinan akan terjadi SCC atau stress crack corrosion bila eh produk yang dialirkan di dalam pipa itu mengandung ee korosif atau karat atau ee integritas dari pipa itu ee sudah menipis, artinya pipa itu sudah tidak terlindungi karena mungkin ee CP atau catodic protection-nya sudah hilang. hilang atau tidak efektif atau tidak ada ee corosion inhibitor, maka bisa dipastikan ee dalam waktu tidak lama akan terjadi kebocoran. Karena saya pernah ngalami sendiri tapi ini di darat pipa 36 inch karena ada SCC dia langsung rupture atau pecah pecah dan menyemburkan gas setinggi 30 m. Kemudian kita lihat ee tadi multibeam ya, sekarang side scan. Side scan itu ee sama sebenarnya lebih lebih jelas. Kalau tadi multibeam itu pakai 3D model ya. Kalau set scan itu pakai image langsung gambar. Nah, ini kelihatan ya tipa yang tidak normal. Pertama expos. Kedua dia ada bakling lateral ya. Ini bisa kelihatan. Nah, ini kalau teman-teman lihat yang hitam ini, ini hitam ini di tengah ini menunjukkan bahwa citra set scan itu belum dikoreksi menggunakan teknik eh slan slan range correction. Oke, ini yang sebelah kiri itu kunci interpretasi ya. Ada boulder. Bolder itu batuan yang gede-gede berangkal gitu. Ada mat lumpur, ada gravel. Nanti boulder akan terlihat. Kalau lumpur, lumpur tidak akan ee begitu terlihat. Dia lembut. Kalau gravel kerikil dia kelihatan. Nah, ini seperti ini. Ini image-nya belum 100% dikoreksi. Ini kalau teman-teman mau mencoba interpretasi tinggal dilihat aja dari dari tengah ke kiri atau dari tengah tengah ke kanan. Jadi kita lihat di pipa itu pipanya sudah mulai ngangkat ya. Kelihatan ada hitam-hitam. Kalau hitam itu apa tadi? Ada ee shadow ya, shadow area artinya apa? Artinya pipa itu memang di bawah pipa itu ada ee kayak bolongan atau ker. Ini biasanya kalau kondisi abnormal itu kita akan mengerahkan ee penyelam atau dibos. pipa yang expos ini bayangannya terlihat seperti ini. Ini untuk pipa yang bagus atau enggaknya biasanya ee side scan sonarnya menggunakan frekuensi yang tinggi supaya supaya halus atau mulus gitu. Jadi kalau untuk keperluan identifikasi pipa gunakan ee frekuensi yang tinggi seperti 400 kHz ke atas. Kemudian ini geometri yang jelek atau yang buruk ini kita lihat ada bayangannya di sini di kiri ini king ya king king ee seperti ini. Jadi si pipa itu naik ke atas atau bulingnya vertikal. Ini juga potensi rupture atau e bocor pecah. seperti ini. Yang sebelah kanan itu ada pergerakan tanah ya. Pergerakan tanah. Tahunya dari mana? Tahunya itu ada pergeseran ini tipa ada apa? Daerah hitam, ada yang terang dan seterus dan seterusnya. Ini tinggi. Jadi si pipa itu benar-benar sudah keluar kemudian terdesak atau didesak oleh gerakan tanah dari atas. ke bawah seperti ini. Ini posisi pipanya sudah berubah. Tadinya di sini dia [Musik] melengkung. Nah, ini pergerakan tanah seperti yang tadi. Ini gambarnya di besar-besarkan. Jadi bagi ee pipeline engineer bisa menganalisa kira-kira integritasnya atau apa lifetime-nya itu sampai kapan bisa diperkirakan. Kemudian ini adalah ee coating ya. Coating itu pembungkus pipa atau pengaman pipa. Ini pecah ya. Ada yang pecah, ada yang hilang dan seterusnya. Concrete coating itu selain sebagai eh corrosion protection, dia juga eh berguna sebagai eh waiting atau pemberat pemberat pipa ya supaya pipa tetap di posisinya. Ini bisa dimonitor menggunakan eh set scansional. Nah, ini kelihatan ada score scoring atau erosion tanahnya hilang ya sehingga pipanya menggantung. Kemudian juga ada. Nah, kalau multibeam itu ee shadow bayangan pipa itu enggak kelihatan. Kalau di side scan kelebihnya kelebihannya kita bisa melihat eh shadow eh shadow of p bayangan pipa. J pipanya itu apakah eh free span atau tidak? Apakah sekedar expose atau termasuk free span? Ini ini bukan multibeam, ini sekedar ee sekedar ee hasil dari sub bottom profiler untuk membantu eh draging atau pengerukan. Apabila kita mau masang pipa di sebelahnya, maka pipa yang ada existing pipe itu harus di eh harus bisa diidentifikasi terlebih dahulu supaya dia tidak terkena eh dedging clamp. Lanjut. Ini ada kebocoran ya, kebocoran kebocoran gas yang bisa dibuktikan menggunakan multi beam. Ini kita lihat ini ee bubelnya. Bubelnya penyebar ke kiri dan ke kanan pipa ini titik bocornya. Nah, ini dari atas ini ee hasil tangkapan watercolom. Water colom itu apa? ee badan air. Jadi kita kelihatan di airnya itu tidak murni air tapi tercampur dengan bubble-bubble gas. Nah, ini bentuk ini ee yang tadi itu sebelahnya. Kemudian ini analisa frepen ya. Kalau ada kebocoran ini, ini bubelnya kelihatan. Ini bocornya di sini. ini bubel ke atas ketangkap oleh back skatter ee watercolum. Kemudian ini kebocoran ya, kebocoran masih hasil multibeam ini kelihatan kelihatan dari apa? Kelihatan dari ee warnanya, dari warna-warnanya. Ini arah arah pantai. Ini arah ee offsore. Kemudian ini daerah sekitarnya bisa nampak pipanya sudah expos pipa gas ini leak-nya di sini. Ini hasil 3D ya, 3D model dari multibeam. Kemudian ini analisa mengenai ee water colom. Water colom. Jadi ada kebocoran gas terlihat di water colom kalau kita pakai multibim micoser. Kemudian ini ini ee badan air atau kondisi perairan yang bagus ya yang tidak ada polusi ini bisa ditangkap dengan menggunakan ee multibeam ecosonder. Ini hasil multibeam. kelihatan ini ada gambar struktur struktur yang tadi pipa tadi ini sudah tidak ada kebocoran kemudian hasil set scan ini kelihatan tadi kebocoran pipa kelihatan nah ini ciri khas dari side scan itu ada shadow atau bayangan nah ini bayangannya ini memanjang nih memanjang panjang bisa diukur berapa tingginya ini gas ya bukan minyak ya berapa tinggi ee semburan gas sehingga kita bisa tahu berapa gas yang terbuang atau dibuang berapa apa ee juta mm scvd berapa juta kubik fit per day-nya [Musik] hilang ini ee untuk memastikan kita turunkan e ROV plus kamera atau kendaraan bawah air karena untuk penyelam berbahaya. Kemudian ini tumpahan minyak. Tumpahan minyak. Minyak yang dimaksud itu bukan bukan minyak biasa ya. Kalau kita bicara minyak biasa itu berat jenisnya 0,85. ini eh kayak selari eh oil atau very heavy crude oil itu spik gravity-nya 1,14. Jadi resikonya dasar laut itu akan ter cemar karena dipenuhi oleh akumulasi ee minyak berat di dasar laut tersebut. Nah, ini bisa dipetakan atau bisa dilihat dari hasil side scan sonar. Keuntungannya kalau kita melakukan recovery ee minyak ya, minyak yang tumpah dan jatuh di jatuh di dasar laut ya, bukan di permukaan. Kalau di permukaan kan pakai oil boom, pakai dispers, dispersion, pakai apa? Deterjen dan seterusnya. Nah, kalau ini dia jatuh ke dasar laut, maka harus diambil dengan menggunakan biasanya kapal keruk ya. Nah, kapal keruknya itu dipandu dengan hasil atau dari hasil set scansioner. Jadi, kita bisa menandai tumpahan-tumpahan. Nah, ini seperti ini. Tumpahan minyak beratnya di sini. Nah, ini yang di tengah ini lari ee minyak berat yang di dasar laut ini dia bergeser bergeser ke selatan. Lanjut. Terakhir adalah terumbuh karang. Karena ini penting perumbu karang itu menunjukkan tingkat kesuburan, banyaknya ikan, keaneka rahargawan diota, terus ee nilai apa ee pariwisata dan seterusnya. Jadi ee alangkah baiknya kalau di ee monitor terutama bila di sekitar terumbu itu banyak kegiatan pelayaran kapal-kapal besar ataupun ee kegiatan lepas pantai. Nah, ini ee kerusakan terumbu karang biasanya kalau mau gampangnya itu pakai penyelam. penyelam yang ditarik ya ditarik oleh kapal kecepatan rendah dia merekam ee video untuk melihat jenis terumbu karang dan tutupan terumbu karang. Tapi ini tentu saja memiliki keterbatasan karena hanya pada daerah sampel yang diambil. Nah, untuk itu maka digunakan e teknologi set scans sonar atau multibeam. nanti ee dilihat mana yang lebih ee murah dan lebih teliti. Kemudian analisanya itu menggunakan eh back skatter strength analisis analisis untuk melihat apakah koralnya itu hidup atau ee mati ya. Kalau dia mati pasti nilai back skaternya kuat ya karena dia ee kembali menjadi kapur ya kalsium karbonat CCO3. Nah, ini contohnya ini udah berupa terumbu ya, koloni-koloni koral. Ini hasil side scan-nya. Kemudian yang bawah itu hasil foto. Yang atas itu adalah ee hasil dari ee set scans sonar ya. Kelihatan ada bayangan hitam. Berarti terumbunya itu tinggi besar tinggi. Ini masih bagus. Kemudian ini terumbu karang tapi yang kecil-kecil bukan bongkahan. Masih bagus. Nah, ini kalau sudah terang kayak gini itu biasanya sudah ee mati. Sudah mati nanti verifikasinya dari hasil ee foto. Ada koordinat kemudian kita turunkan foto di koordinat tersebut. Jadi derajat kehitamannya itu ee terang atau hampir tidak hitam itu kemungkinan terumbu karang sudah mati. Ini ee fiturnya modelnya ya warna merah merah muda ini. Ini masih bagus. Kemudian yang pinggirannya rumbu karang yang kecil-kecil itu ditandai dengan warna hijau. Dan terakhir itu spot-spot ya, spot-spot warna merah itu ee karangnya sudah tumbuh karangnya itu sudah ee rusak. ini kalau ada uang itu bisa digabungkan set scan spanor yang multibeam supaya tapi ya ee lumayan tidak kurang ekonomis e sayang sekali tapi ee terserah pada apa pemegang ee keputusan jadi gabungan scans sonor dan multibit ini ee kamera yang dipasang di bawah eh transduuser atau di bawah ee perahu untuk melakukan melakukan ee pematretan. Demikian ee saudara-saudara sekalian yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan ee paham karena cukup banyak dan padat tapi minimal memahami prinsip kerja multibeam set scan dan ee mengerti aplikasi ee multibeam dan eh set scan. Silakan saya kembalikan ke host ya. Baik, terima kasih banyak kepada Bapak Pranoto atas penyampaian materi terkait teknologi ee ini ya, deteksi dinding pencemaran lingkungan ya dari kegiatan industri. Tadi kita lihat ada delapan jenis ya, ada delapan jenis yang mana masing-masing memiliki cara kerja dan prinsip dan cara kerjanya masing-masing. Begitu. Oke. Baik, kita lanjut ke sesi pertanyaan, yaitu ee saya akan menampilkan pertanyaan dari Slido terlebih dahulu baru nanti habis itu kita akan langsung ke penanya yang ada di ruangan Zoom. Oke. Baik, saya akan langsung ee bacakan pertanyaannya di sini ada dari Pak Kuswadi. Pak Koswadi ya. Ee untuk teknis survei ekologi laut, pemantauan kondisi kesehatan plus kerusakan terbuang dibutuhkan kapasitas kompetensi bidang apa saja yang harus kita kuasai? Ya, silakan kepada Pak Pranoto untuk langsung menjawab. Terima kasih. Baik ya, karena ini mengenai tentang kesehatan ya, setidaknya paham tentang terumbu. lebih bagus lagi orang yang paham tentang biologi laut atau ee oceanografi ee biologi. Yang kedua ee teknologi survei dia pernah menggunakan ee set scansoner paham tentang interpretasi ee perbedaan terumbu ee sehat dan terumbu ee sakit atau rusak atau mati itu ee caranya bagaimana? Tadi sudah beberapa tips tentang ini ya, tapi tetap ya karena interpretasi enggak bisa sembarang orang. tapi bisa dilakukan oleh semua orang asal dia memiliki satu keterampilan, pengalaman. Jadi ee pengalaman yang berkali-kali dia hafal betul, ah ini pasti nih keras ini. Oh, ini pasti ee cuman bayangan. Nah, di situlah diperlukan kompetensi orang yang bisa melakukan interpretasi secara kualitatif maupun kuantitatif khususnya tentang ee fitur terumbu. Jadi tidak salah nanti kalau ditanya ini terumbu karang berapa nih luasnya. Nah, dia dia paham oh ini terumbu terumbu sehingga dia bisa melakukan analisa kualitatif menghitung e volume volume boleh ya volume boleh atau luasan dari terumbu serta sehat atau tidaknya seperti itu. Oke. Baik, kita lanjut ke pertanyaan kedua, yakni visual observasi merupakan survei yang paling sederhana walau subjektif. Ee kira-kira bagaimana menurut Bapak? Sebenarnya ee visual, namanya juga visual ya, pakai mata tapi dia tidak melakukan penilaian itu ee saya kira cukup objektif. Yang penting dia melampirkan bukti dari ee observasi tersebut seperti kamera atau ee foto ya. Dan dia tidak menafsirkan ee asal yang penting dia secara objektif dia tampilkan. Nah, nanti kalau memang dia kompeten, dia ahli, eeah bolehlah dia melakukan satu ee komentar terhadap hasil observasi visual tersebut. Tapi kalau dia tidak memiliki satu kompetensi, kompetensi yang lebih baik apa adanya. Seperti itu, Pak. Oke. Selanjutnya yakni bagaimana integrasi berbagai teknologi survei laut misalnya akustik, optik, sensor kimia dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi dampak lingkungan. Ee makasih ya. Jadi tadi teknologi survei laut itu bisa dikombine atau dikombinasikan dengan eh remote sensing atau eh drone ya. Contoh misalkan terumbo karang itu kan pasti ee ada di laut dangkal 2 m, 5 m, 1 m. Jadi bisa di ee diintegrasikan. Kemudian untuk sensor kimia saya belum belum paham, tapi setidaknya kita bisa menggunakan ee sensor seperti gerakan apa transportasi sedimen juga bisa membantu. Jadi ee terserah akhirnya terpulang pada pemegang keputusan ee mengenai ee pengendalian dampak ee lingkungan ini. Oke. Eh, selanjutnya yakni masih dari Pak Paustinus ya. Eh, teknologi survei laut apa saja yang saat ini dianggap paling efektif dan akurat untuk mendeteksi dini dampak lingkungan dari operasi industri lepas partai? Jadi, ee tadi paling efektif ada dua tadi, multiam multiamoner, dan set scan sonar. Kalau dari sisi ekonomis ee relatif lebih ekonomis atau lebih murah e scan sonar keduanya juga memiliki akurat tapi eh dalam hal operation atau data acquisition terkadang eh set scan sonar itu lebih eh lebih lebih susah ya karena dia harus menjaga menjaga kelurusan apa ee kemudian tinggi dari dasar laut supaya dia mendapatkan hasil yang akurat. Jadi umumnya supaya gampangnya dan safety ya kita bicara safety biasanya ee menggunakan multibeam ecoser walaupun agak ee agak mahal cuman di dunia industri lepas pantai sebelum mengambil keputusan untuk pemantauan langsung biasanya ee kami ya kemudian saya pernah di bagian produksi itu melakukan pemantauan menggunakan ee pressure pressure ee pengukuran apa? Tekanan. Jadi tekanan di tiap segmen pipa apakah terjadi drop atau tidak. Jadi kalau ee pressurnya drop maka kemungkinan besar ada kebocoran. Jadi ee baru setelah dianggap itu kita mengarrange atau mengerahkan ee alat eh survei la tadi multibeam atau eh set scans sonar. Jadi keduanya itu sebenarnya ee alat bantu untuk meyakinkan bahwa memang betul ada dampak lingkungan. Itu aja, Pak. Oke. Selanjutnya yakni berdasarkan pengalaman Bapak, apa peran dan kerja sama pemerintah daerah dalam konteks kegiatan ini? Karena kegiatan ini dilakukan di wilayah yang dikelolanya, kegiatan dalam ee deteksi dini mungkin ya, Pak ya. Oke, silakan, Pak. Ee pertanyaannya agak berat ya karena ee peran dan kerja sama pemerintah daerah karena ee pemda juga memiliki badan lingkungan hidup ya. Saya enggak enggak kurang paham ee terhadap ee scope of work-nya pemda. Cuman ee kami bila bila ada accident atau kecelakaan yang berdampak tentu saja pada lingkungan kami selalu ee melaporkan ke pemda seperti ee permit ya izin izin-izin itu ee pemda selalu ee dilibatkan izin-izin kegiatan ee lepas pantai seperti pengerukan atau ee konstruksi lepas pantai itu aja. Baik, kita ke pertanyaan terakhir yakni dari Pak Husein Pulungan. Ee bagaimana strategi pemerintah dan pelaku industri dalam mengintegrasikan teknologi survei laut seperti sensor bawah laut, drot laut ee yang berbasis satel satelit. Biasanya kami ee dari pemerintah ya, dari pemerintah itu ada Brin. Brin itu Badan Risetch riset nasional. Kemudian ee kami instansi ee migas itu di bawah SKK migas. Satuan kerja ee satuan khusus kerja ee migas. Jadi keduanya itu adalah pemerintah baik SKK Migas, BRIN dan seterusnya. Mereka itu memiliki satu ya kalau boleh dikatakan kayak sistem informasi ee geografi atau sistem pemantauan ee lingkungan. Karena kami ee dari oil and gas itu selalu melaporkan tiap kuartal tentang ee ee apa hasil ee pemantauan ee lingkungan baik udara ee air maupun ee tanah. cuman untuk ee mengintegrasikan sensor bawah laut itu drone laut itu ee dari apa dari pelaku industri masih ee bersifat pertama itu ee bersifat ee reaktif ya bukan walaupun ada proaktif tapi kalau proaktifnya lebih bersifat ke RBI. atau risk based inspection. Jadi, secara berkala kami biasanya menggunakan ee menggunakan drone laut itu karena cukup ee ee ribet biasanya per 5 tahun atau per berapa. Tapi kalau inspeksinya biasanya berdasarkan ee resiko yang ee resiko yang ada pada e objek yang akan di ee pantau. Nah, selanjutnya ee melaporkan ke SKK Migas. Nanti mungkin di atas pemerintah SKK Migas dan BRIN bekerja sama mengenai ee teknologi yang bisa atau yang dapat diterapkan gitu, Pak. Oke. Baik. Ee selanjutnya kita akan ee membuka sesi tanya jawab untuk peserta yang ada di Zoom meeting. Namun mohon maaf karena keterbatasan waktu, jadi saya hanya batasi sampai dua penanya saja. Kebetulan ee sudah ada satu penanya yang res hand ya, jadi nanti silakan satu lagi yang ingin bertanya untuk res hand. Ee baik, di sini ada Bapak ee Mas Horo ya. Silakan Bapak Masia Horo untuk menyampaikan pertanyaannya ya. Silakan diaksep, Pak. Iya, baikh, Mas. Ya, mohon maaf saya tidak bisa menulis lama karena lagi sedang kasih ujian juga di kampus. Jadi, sambil kesujian saya nonton kuliahnya Pak pemaparan Pak Pernoto. Bagus sekali, sangat teknis sekali. Kebetulan basic saya juga dari kelautan, Pak. Dari teknologi kelautan. Jadi sedikit ee nyambunglah dengan e materi yang Bapak berikan. Nah, setahu kami kalau kami di bidang kelautan, Pak ee selain multiin, kemudian single bin, ada double bin, bahkan ada split bin yang biasa digunakan di dalam ee melakukan survei-survei kawanan ikan gitu ya. Nah, soal bagaimana anunya kan selalu yang menjadi masalah adalah memang masalah arus. Karena tadi betul bahwa kalau arusnya tenang itu jauh. Memang kalau pariran tenang itu pasti lebih baguslah, efektiflah masalah perambatan gelombang suaranya. Tetapi ketika arus itu ee punya kecepatan di luar dari batas kendali kita, kadang kala itu yang menjadi menyelitkan. Nah, penyelesaian kecepatan kapal ini jadi masalah agar tidak semata-mata karena faktor ee kecepatan arus, pas faktor ee apa namanya viskosity atau kekentalan termasuk ee kandungan-kandungan mineral dalam perairan itu sangat memberikan pengaruh terhadap ee proses perambatan gelombang akustiknya. Nah, ini ee dari sekian metode yang ada ya terlepas bahwa luasan cakupan areanya ataupun ee kedalaman panjang gelombang yang terlambat e yang apa yang di bisa dirambatkan. Paling intinya bahwa kondisi topografi sangat berperan ee menentukan efektif tidaknya juga daripada e gelombang suara yang dipancarkan itu. Nah, dari tiga tadi split bin, multibin, dan single bin untuk area yang lebih luas itu cocoknya yang mana, Pak? Promoto. Yang kedua, yang kedua kalau untuk minyak, kalau untuk minyak biasanya kita tidak menggunakan akustik biasa, tapi kita menggunakan siksmisk bomer. Setahu saya kalau untuk minyak tampan di dasar ee di bawah dasar laut biasanya menggunakan bomer. Nah, bagaimana prinsip kerjanya antara secara algoritmanya antara bomer dengan eh hidroakustik lain seperti ekoster seperti di ee untuk perikanan, Pak? Terima kasih banyak. Saya kira jelas. Silakan, Mas. Oke. Ee makasih ee cukup ee menarik ya. Ee yang kedua dulu ya. Pertanyaan yang kedua. Jadi ee boomer tadi ee pemakaian frekuensi itu akan menentukan jangkauan jangkauan atau kedalaman ee serta penetrasi gelombang ke bawah dasar laut. Ya, kalau kita pakai yang biasa seperti translu ya kan nanti ada transduser ya. ada eh transducer, ada pinger, ada sparker, ada boomer. Nah, boomer itu dia akan memancarkan energi suara yang kuat sehingga dia bisa mendeteksi lapisan batuan di bawahnya. Ada lagi di atas boomer itu namanya eh water gun atau air gun atau airgun yang dia bisa menembus sampai ee 1000 2000 m. Nah, itu kegunaannya untuk eksplorasi minyak lepas pantai ya atau migas lepas pantai. Jadi ee penggunaan boomer itu hanya pada kekuatan amplitudo suaranya, Pak. Jadi supaya pertama frekuensinya direndahkan biasanya frekuensinya itu di bawah 10 kHz bisa pakai 1 kHz atau pakai herz dan dia bisa tembus sampai ke bawah ee karena tujuan kita kan mencari ee minyak ya itu dia bisa tembus di bawah dasar laut di subsurface dia bisa sampai kilo bisa 1 kilo, 2 kilo, 3 kilo dan seterusnya. Nah, jadi sebenarnya di atas bumer ada juga ee ergan, macam-macam seperti itu. Terus yang pertanyaan pertama apa tadi tadi kaitannya dengan anu, Pak? Dari ketiga model itu kan ada multibin, spli bin, double bin, bahkan ada juga single bin dan sebagainya. mana yang lebih efektif di dalam mendeteksi dasar laut dengan hubungannya dengan kecepatan kapal dan kondisi laut yang sangat dinamik itu. Betul, Pak. Jadi efektivitas ya efektivitas tentu saja harus dikaitkan dengan efisiensi. Kalau misalkan ee misalkan kita punya budget sekian tapi sudah efektif kita ngapain harus detail gitu, harus wah detail banget. misalkan cukup pakai single beam. Nah, itu pakai eh single beam. Tapi kalau memang kita harus ee istilahnya tanda kutip meraba atau meng apa ee mensense gitu menginterfage yang harus harus lebih resolusi lebih tinggi ee karena untuk keperluan safety atau keselamatan atau ee lindungan lingkungan maka mau enggak mau kita harus menggunakan ee multibeam eh ecosonder. Sekarang itu multibeam ecoser sudah lebih ee terjangkau dan banyak digunakan terutama untuk survei pelipeline. Nah, kalau yang satu lagi eerder yang satu lagi apa? Split. Split beam, Bu. Split beam, ya? Iya, split beam-nya, Pak. Iya, split beam itu mungkin kayak jenis Garmin itu ya mungkin. I kayak garmin, Pak Proto. Betul. Mirip Funder gitu ya mungkin ya. I betul betul, Pak. Mirip Garmin. Kalau Pferinder kami tidak pakai, Pak, karena secara teknis itu kurang bisa dipertanggung jawabkan. Biasanya Finder itu untuk keperluan rekreasi. Misalkan Bapak senang mancing dari Pfer kita bisa menemukan daerah yang banyak ikannya, ada terumbu-terrumbu karang. Jadi lebih ke recreation. Tapi untuk keperluan teknik kami lebih banyak ke single beam sama multibeam. Baik kasih banyak Pak Pron. Luar biasa pencerahannya. Teknis banget Pak. Tapi saya senang karena kuliah ini juga kita sering kali ikuti yang begini-begini Pak. Terima kasih banyak Pak. Mas sangatsama moderator ya. Baik. Ee saya beri kesempatan kepada satu penanya lagi. Silakan yang ingin bertanya bisa langsung rais hand saja ya. Saya tunggu sekitar 1 menit ya, Bapak dan Ibu. Ya, silakan barangkali ada yang ingin bertanya langsung reset saja. Oke, nanti ee begitu 12.03 kalau tidak ada yang res hand ee saya akan langsung close saja untuk webinar ee kali ini. Oke. Baik. ee karena tidak ada yang resen ya, mungkin dicukupkan untuk webinar kali ini ya. Saya yakin juga pasti Bapak dan Ibu ee belum terpikir ya kira-kira pertanyaan ini apa. Tidak perlu khawatir nanti bisa ee japri saja admin jika ada pertanyaan untuk Pak Pranoto nanti akan kami sampaikan kepada ee Bapak Pramonoto gitu. Oke. Ee sebelumnya saya terima kasih banyak kepada Bapak Pranoto Yudo atas penyampaian materinya. Ee semoga nanti di ke depan kita bisa ee ini lagi ya, Pak, bertemu lagi di acara lainnya. Oke, mungkin sebelum Pak Pranoto meninggalkan ruangan, saya akan dokumentasi terlebih dahulu. Jadi, silakan Bapak dan Ibu yang ee bisa oncam ya. Ini saya akan ee dua kali ini ya, dua kali pengambilan fotonya. Jadi silakan Bapak dan Ibu ee on cam barangkali bisa ee ke screenshot ya. Oke, saya mulai hitung mundur dari angka 3 2 1 ya. Sekali lagi Bapak dan Ibu 3 2 1. Oke, sudah terdokumentasi. Terima kasih banyak kepada Pak Prandogo Yudo atas ee waktunya dan kesempatannya dalam menyampaikan ee informasi-informasi atau pengetahuan yang sangat berharga buat kami khususnya buat yang memang ee bekerja sebagai ee teknisi di lautan begitu. Oke, jika ingin meninggalkan ruangan dipersilakan, Pak. Terima kasih banyak ya. Baik Bapak dan Ibu, berakhir sudah untuk webinar kali ini. Ee saya ingatkan kembali kepada Bapak dan Ibu ee untuk mendapatkan e-sertifikat Bapak dan Ibu harus mengisi daftar hadir yang sudah dibagikan di ini ya di chat ya dan juga tertera di ee ini di layar Zoom ya. ini ada link presensi kehadirannya. Dan ketika mengisi presensi kehadiran Bapak dan Ibu dimohon dicek kembali pengetikan nama dan ee email-nya ya Bapak dan Ibu karena nanti akan mempengaruhi ee penerbitan e-sertifikatnya. Begitu. Jadi silakan sebelum di-submit dicek kembali ya, Bapak dan Ibu. Oke, mungkin itu saja dari saya. Kurang segala hal-hal yang kurang berkenan mohon dimaafkan. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan selamat melanjutkan aktivitas lainnya. Terima kasih ya. Terima kasih Pak Prof. Makasih. Sama-sama. Izin live ya. Silakan Pak. Terima kasih. Iya.