Transcript
u1UFdFhWZGQ • Webinar 111 Pemanfaatan Teknologi Survei Laut untuk Deteksi Dini Dampak Lingkungan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0145_u1UFdFhWZGQ.txt
Kind: captions
Language: id
air menggunakan sensor, pelatihan sistem
informasi geografis, dan pelatihan
remote
sensing. Alumni pelatihan kami sudah
lebih dari 2.500 orang yang berasal dari
seluruh Indonesia. Pelayanan kami
terbuka untuk perusahaan, pemerintahan,
perorangan, ataupun pemerhati
lingkungan. Ekoedu selalu berusaha
menyajikan pelatihan yang berkualitas
dengan menghadirkan pengajar yang
berpengalaman.
memberikan pengalaman langsung dengan
praktikum dan e-learning yang dapat
diakses di manapun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya, karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya, terasa gitu
manfaatnya di kami terutama untuk e para
konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga
ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan
sempat mengikuti pelatihannya juga dan
itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat
Instagram itu ada Edu yang akan
menyelenggarakan pelatihan. Nah, di sini
juga saya baca-baca terlebih dahulu ya
terkait tentang informasi yang diaskan
oleh Paku. Nah, menurut saya itu menjadi
hal yang membuat tertarik untuk ikut
pelatihan gitu. Jadi, saya sering lihat
di Instagram gitu bagaimana Eko
menyampaikan informasinya. Ego itu bagus
karena pelatihan-patihnya itu selalu
tergini terus mengikuti zaman dan juga
pelatihnya atau main itu bagus-bagus dan
terbaiklah di
[Musik]
bidangnya. Iya. Eh, yang pertama memang
tentu saja ini meningkatkan dan
maksimalkan skill-skill yang saya
harapkan gitu ya. Tertanggung dalam
penyusunan dokumen AMDA def saya jadi
bisa lebih produktif, lebih efektif juga
ee punya update gitu ya, update-update
persoalan-persoalan dalam kebasan AMDA
terkini dari ahlinya langsing di
lapangan begitu yang pengalamannya tidak
diragukan. Menurut saya pelatihan yang
disediakan EOID ini sangat bermanfaat
sekali dan mudah untuk aksesnya gitu.
Jadi ada teknologi terbaru yang saya
dapat itu di e-learning ya. Itu luar
biasa ee pembelajarannya juga mudah
sekali untuk dipahami. Alhamdulillah
bisa mengikuti dan juga menambah ilmu
pengetahuan yang banyak banget.
[Musik]
eh e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien. Learning itu membantu sekali
ketika pada saat penyampaian materi ada
yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya
bisa lihat materi itu di
sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil
materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana aja.
4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari kasadan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah. Jadi menurut saya sepadan Bu
karena memang pelatihannya itu pun
sangat membantu ya dalam menyelesaikan
satu pekerjaan yang ada di ee sekitar
lingkungan saya sendiri gitu. Saya kira
sepat sesuailah dengan apa yang
[Musik]
didapatkan.
EKP efektif, tepat dan profesional.
Hemat, cermat dan hebat. Keren,
profesional dan juga ke sini.
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi Bapak dan Ibu.
Selamat datang kembali di webinar dari
ecoedu.co.id, Kamis, 8 Mei 2025 bersama
saya Budi yang akan menemani Bapak dan
Ibu. Kali ini tema webinar yang akan
diangkat yakni pemanfaatan teknologi
survei laut untuk deteksi dini dampak
lingkungan industri lepas pantai yang
akan dibawakan oleh Bapak Ir.
Pranoto eh beliau merupakan Freelance
Survey Consultant. Baik, sebelum kita e
memulai acara alangkah baiknya kita
berdoa menurut agama dan kepercayaan
masing-masing. Berdoa dipersilakan.
Ya, berdoa dicukupkan. Selanjutnya kita
akan menyimak lagu Indonesia Raya.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Baik Bapak dan Ibu, selanjutnya saya
akan mengumumkan kepada Bapak dan Ibu
bahwa di sini ada ee tiga pelatihan yang
akan dilaksanakan ya. Ee yang pertama
tiga pelatihan pertama yakni ada
pelatihan penunjang dokumen AMDAL dan
SLO persetujuan teknis untuk air limbah
yang akan dilaksanakan pada tanggal 14
hingga 20 Mei 2025.
Kemudian selanjutnya yaitu ada pelatihan
penunjang dokumen AMDAL persetujuan
teknis untuk limbah B3 yang akan
dilaksanakan pada tanggal ee 19 hingga
23 Mei 2025. Lalu yang terakhir yaitu
ada pelatihan pemodelan dispersi udara
airmond Cpff dan high speed yang akan
dilaksanakan pada tanggal 26 hingga 30
Mei 2025.
Ya, selanjutnya ada juga pelatihan yang
bekerja sama dengan BNSP, yakni
pelatihan dan sertifikasi pengelolaan
limbah padat B3 atau PLB3 yang akan
dilaksanakan pada 19 hingga 23 Mei 2025.
Jadi, bersamaan dengan ee pekan
dilaksanakannya pelatihan pertek B3 tadi
ya, Bapak dan Ibu. Jadi nanti ketika
pekan yang dilaksanakan PT B3 itu Bapak
dan Ibu bisa memilih antara salah satu
antara ee pelatihan dan sertifikasi
polan limbah limbah padat P3 atau yang
persetujuan teknis untuk limbah P3-nya.
Ya, bagi Bapak dan Ibu yang ingin
mengetahui ee profile Ekoed Eduedu atau
pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan
di Ecoed Eedu, Bapak dan Ibu dapat
mengontak kami. Di sini ada dua admin,
yaitu admin RIS dan admin ISA. Kemudian
Bapak dan Ibu bisa ee kunjungi sosial
media kami. Di sini ada Instagram,
YouTube channel, Facebook, Twitter, dan
website utama kami yakni eh
www.ecoedu.co.id.
ecoedu.co.id. Serta Bapak dan Ibu yang
sudah memutuskan untuk mengikuti
pelatihan apa, Bapak dan Ibu bisa
melakukan pendaftaran di
pendaftaran.co.id. Oleh karena itu, kami
tunggu Bapak dan Ibu di pelatihan.
Terima kasih dan salam lestari.
Baik, kita kembali lagi ke tema webinar
kita ee yakni tentang pemanfaatan
teknologi survei laut untuk deteksi dini
dampak lingkungan industri lepas pantai
yang akan dibawakan oleh Bapak Ir.
Pranoto Yudo em selaku freelance survey
konsultan. Ya, kita tahu bahwa di tengah
laut itu ada semacam industri offshore
ya. dan tentunya ee menimbulkan dampak
lingkungan dari ee kegiatan operasional
tersebut. Nah, kita untuk mencegahnya
kita perlu ada deteksi dini yang
menggunakan teknologi. Ya, kebetulan ee
untuk
Bapak untuk Bapak Pranoto, Ir. Pranoto
Yudo sudah hadir di tengah-tengah kita.
Saya akan sapa terlebih dahulu. Selamat
pagi, Pak Pranoto.
Selamat pagi, ya. Bagaimana kabarnya,
Pak, hari ini? Baik, alhamdulillah, Mas
Budi. Alhamdulillah. Baik, sudah siap,
Pak, untuk menyampaikan materi webinar
untuk sesi?
Baik, Pak. Kalau begitu untuk ruangan
Zoom dan waktunya saya persilakan untuk
Bapak Pranoto dan selamat menyimak untuk
Bapak dan Ibu peserta webinar. Terima
kasih.
Baik. Ee bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Kira-kira sudah tampak belum ya? Ee
presentasi saya
sudah tampak, Pak. Tapi belum full
screen. Oke. Oke.
Baik. Ee sudah kelihatan ya? Sudah
kelihatan, Pak.
Ee pada pagi ini saya akan mencoba
memaparkan mengenai pemanfaat
pemanfaatan teknologi survei laut untuk
mendeteksi ee secara awal atau secara
dini mengenai dampak lingkungan industri
ee lepas
pantai. Ini ee sedikit mengenai saya.
Ee nama saya Pranoto Yudo.
Background-nya adalah e dari Teknik
GeoDesi, alumni
ITB. Ee di tahun 91 ee saya memulai
pekerjaan
di survei consultant.
Kemudian selama 30 tahun ee bekerja di
perusahaan minyak, perusahaan minyak
lepas pantai yaitu 25 tahun di total INP
Indonesia dan 5 tahun di Pertamina Hulu
Mahakam. bidang yang saya geluti adalah
survei, marine, inspection, corrosion,
dan eh
pipelines. Kemudian eh terakhir eh
setelah eh pensiun saya
banyak eh konsultan secara
freelance dan pernah menjadi ee guru
guru tamu di ITB dan UNJANI untuk
ee
mengampu kuliah ee oseanografi dan
hidrografi. Saya juga ee menulis buku
mengenai survei hidrografi. Silakan bagi
ee rekan-rekan yang
tertarik. Baik, ee pagi ini saya akan
mencoba ada delapan ee subbab.
Bila waktunya terbatas, saya akan coba
ee cepat saja, tapi ee tetap tidak
meninggalkan inti dari
ee presentasi
ini. Jadi yang pertama akan mulai dengan
industri lepas
pantai, kemudian dampak
lingkungan ee pada kegiatan lepas
pantai. Yang ketiga adalah ee deteksi
dini. Keempat, penggunaan teknologi
survei laut. Yang kelima, 678 ee saya
akan mencoba aplikasi ee teknologi
survei laut dalam
mendeteksi masalah integrity atau
integritas pipa yang mana bila
integritasnya jelek atau rapuh maka akan
mengakibatkan pada ee suatu ee accident
atau kecelakaan pada pipa tersebut.
Yang keenam adalah deteksi tentang
kebocoran pipa dasar laut. Yang ketujuh
adalah tumpahan minyak berat. Ya, karena
kalau minyak ee ringan itu biasanya kita
ngambil ee sampel di permukaan. Ini
adalah tumpahan minyak berat atau selari
atau slutch e oil. Kemudian yang
terakhir adalah survei terumbu karang.
Baik, ini mengenai tentang industri
lepas pantai itu secara umum yang saya
ketahui itu ada tiga. Yang nomor pertama
itu tidak begitu populer di Indonesia,
yaitu mengenai ee ladang angin atau
windfield atau pembangkit listrik tenaga
Bayu atau tenaga angin lepas pantai.
Yang kedua oil and gas. Yang ketiga
adalah kegiatan
pengerukan untuk alur pelayaran maupun
untuk penambangan.
untuk ee
Winfield itu ee sekilas bahwa kegiatan
ini sebagaimana kegiatan industri itu
pasti akan mengalami fase konstruksi
seperti pembangunan kincir angin, turbin
bawah air, serta
platform ee infrastruktur
ee Winfield itu sendiri. Kemudian yang
kedua adalah fase pemasangan kabel atau
kabel installation yang mana meliputi
pekerjaan trenching atau penggalian
parit untuk
ee kabel itu ditanam. Kemudian laying
atau pemasangan atau penggelaran kabel.
Yang ketiganya adalah eh burial atau
barial eh kabel atau penguburan ee
kabel. Yang ketiga, fase produksi.
Tentu saja ketiga fase ini akan ee ada
ee dampak ee lingkungan.
Dan yang berikutnya adalah kegiatan
migas lepas pantai. Ini yang ee dulu
saya ee biasa alami sehari-hari karena
saya dulu di offshore operation-nya di
lepas
pantai. Baik untuk survei kegiatan
marine maupun inspection dan operation.
Kegiatan migas lepas pantai itu ee boleh
dikatakan terdiri dari ee empat fase.
Pertama fase pencarian atau
eksplorasi yang terdiri dari survei
geofisika atau seismik dan pengeboran
eksplorasi. Yang kedua adalah fase
pengembangan ya. Setelah ditemukan
minyak, maka
ee kami melakukan
pengembangan yaitu membuat atau
mengkonstruksi ee platform atau anjungan
lepas pantai lengkap dengan
ee infrastruktur di atasnya. kemudian
melakukan pipeling atau pemasangan
pipa dari
platform ke instal instalasi di darat
atau di processing area yang ada di
darat mulai dari pipa 16 inch, 20 inch,
32 inch, 24 in.
Kemudian juga melakukan trenching untuk
ee pembangunan apa di processing area
draging untuk
alur. Yang ketiga adalah fase
produksi memproduksi minyak dan gas.
Dan yang keempat adalah fase ee selesai
ya, fase pembongkaran di mana sebuah
perusahaan migas itu tidak memproduksi
lagi atau dinyatakan tidak cukup secara
ekonomi untuk memproduksi migas. Jadi
sesuai aturan
dari migas atau SKK migas itu perusahaan
minyak harus melakukan fase
dekomisioning atau pembongkaran dan
mengembalikan keadaannya itu seperti
semula. Jadi tidak tidak ada lagi
platform dan ee seterusnya.
Kemudian ee ini adalah impact atau
dampak-dampak pada masing-masing eh
fase. Ada operation impact, ada
accidental impact. Jadi accidental itu
ee boleh dikatakan
ee jarang eh akcidental.
Kemudian operational impact itu dampak
akibat pengoperasian ya seperti kegiatan
survei, drilling, construction itu ada
dampak eh operation. Begitu pula dengan
eh production.
Kemudian kegiatan
pengurukan itu bisa untuk keperluan alur
pelayaran dan pelabuhan
seperti memperdalam dasar laut dan
memperlebar alur atau kegiatan draging
untuk
penambangan. Baik penambangan pasir
seperti sekarang yang sedang ee ramai ya
di Batam atau di Kepulauan Riau. Jadi
ekspor
pasir
dari Batam ke
Singapura. Kemudian juga penambangan
lainnya seperti penambangan
emas di dekat ee Banten, wilayah
Banten itu juga ee ketiganya
ee menghasilkan ee satu dampak bagi ee
lingkungan sedikit atau banyak.
Kemudian
apa saja dampak lingkungan pada kegiatan
lepas pantai?
Sebagaimana kita tahu bahwa kegiatan
industri lepas pantai akan berdampak
pada pencemaran air ya yang dibold atau
di dihighlight itu adalah yang bisa
dideteksi menggunakan ee teknologi
survei ee laut. Pencemaran air itu
akibat ee limbah ya, limbah ee dari
pengeboran.
Kalau kita mengebor maka akan ada limbah
seperti OBM oil
basem sebagai pemberat saat
pengebor balancing.
Kemudian kalau di platform itu mungkin
ada OWTU oily water treatment unit itu
ee kalau tidak sesuai dengan ee ppm-nya
maka akan menyebabkan ee limbah.
Tapi ee kegiatan ini di perusahaan ee
Migas itu diawasi secara ketat. Jadi
diusahakan se bisa mungkin tidak ada
satu limbah pun yang keluar dari ee unit
baik unit ee mat tank atau tangki-tangki
ee lumpur maupun tangki ee OWTU.
Kemudian ee pengolahan minyak. Tadi
sudah
disebut disebutkan bahwa minyak yang
kita dapat itu masih bercampur aduk
sehingga kita harus pisahkan antara
minyak perut terus ee oil, kemudian juga
emulsi. Tentu saja ini dapat ya dapat
atau bisa mengakibatkan limbah. Kemudian
ee tumpahan minyak dari tanker ya,
terutama ee
transportasi karena bisa jadi ada
accident atau seperti
tubrukan atau menubruk atau tubrukan
sehingga dapat ee terjadi atau
menyebabkan tumpahan minyak sehingga
menyebabkan pencemaran parah pada
lingkungan laut, mengancam kehidupan
laut dan merusak ekosistem.
Kemudian akibat lain dari
pencemaran ee air itu akibat dari
kebocoran pipa, pipa migas bawah air,
baik pipa minyak maupun pipa
gas. Ee selanjutnya itu adalah ee
pencemaran air itu
diakibatkan adanya kegiatan paip
trenching dan bari. Jadi saat pemasangan
pipa kita melakukan trenching atau
pengerukan untuk membenamkan ee pipa
atau kabel.
Kemudian aktivitas draging atau
pengerukan itu juga dapat mengakibatkan
pencemaran
air. Nah, pencemaran air ini baik
tumpahan
minyak, kebocoran, kemudian
juga ee hal-hal yang terjadi akibat ee
kegiatan tersebut itu dapat dideteksi
dengan menggunakan teknologi survei
laut.
Sedangkan polusi udara itu tidak akan ee
saya bahas karena ee ya namanya juga di
udara jadi bukan di laut. Jadi ee tidak
mungkin bisa dideteksi menggunakan
teknologi survei laut.
Kemudian ee gangguan habitat laut ini
juga dapat terjadi akibat ee dampak
kegiatan industri lepas pantai seperti
kerusakan terumbu karang dan kehidupan
habitat laut
seperti bentik dan seterusnya. juga bisa
jadi akibat pengeboran ya tentunya
pengeboran
yang ee di luar prosedur ya atau ee
tidak mengikuti prosedur, pemasangan
infrastruktur lepas pantai, pelayaran
dan pengolahan gas. Nah, gangguan
habitat laut ini dapat dideteksi dengan
teknologi survei laut. Kemudian ee
kebocoran minyak, kebocoran pipa minyak
atau gas itu bisa diakibatkan oleh
external forces atau ee kekuatan dari
luar ya, seperti
pergerakan ee dasar laut, kemudian ada
naik atau turunnya ee dasar laut atau
kegiatan ee seismik.
Kemudian juga kebocoran minyak itu bisa
diakibatkan oleh corrosion seperti
mungkin ada teman-teman yang tahu
tentang SCC atau stress corrosion,
stress cracking corrosion itu adalah eh
korosi atau kegagalan
eh produk atau metal akibat adanya ee
stres atau tegangan tegangan tarikan ya.
ditambah dengan ee adanya lingkungan ee
korosi di dalam pipa itu
sendiri. Jadi nanti ee
akibatnya adalah terjadi
ee crack. Krak itu ee retak yang dapat
mengakibatkan kebocoran. Nah, kedua ini
eh soil movement, subsident, terus
stress corrosion cracking itu bisa
dieteksi secara awal menggunakan ee
survei bawah laut.
Nah, akibat lain dari kebocoran itu
adalah kegiatan kapal-kapal ya akibat
seperti dulu di balik
papan kegiat terus diikut lama itu
akibat ee pengerukan terus ee
jangkar terus
ee dampak dari pihak ketiga seperti
kapal yang menubruk eh riser pip
riser semuanya dapat menyebabkan
pencemaran ee laut ya, kebocoran ya.
Kebocoran ini dapat menyebabkan
pencemaran laut, mengancam kehidupan
laut, merusak
ekosistem dan bahkan kebakaran serta
kematian ee manusia. Yang ini pernah
saya alami di tahun 98 di
mana
ada
ee sekitar tiga orang meninggal akibat
kebakaran besar.
ee pecahnya pipa
[Musik]
ee 12
inch di daerah Kutai
Lama. Kemudian ee dampak lain dari
lingkungan, dampak lain dari ee industri
lepas pantai itu adalah polusi suara ya.
Jadi polusi suara tidak hanya terjadi
di kita di udara di apa di atas air,
tapi ee kegiatan seismik ya seismik yang
menggunakan sounds source seperti dan
seterusnya itu dapat mengganggu ee
komunikasi makhluk makhluk hidup yang
ada di dalam laut seperti ikan paus ya.
Karena ikan paus itu
ee berkomunikasi, bernavigasi, mencari
makan itu menggunakan ee gelombang.
Sementara kita dalam melakukan
eksplorasi juga
menggunakan gelombang. Jadi, ini adalah
ee satu
ee ee satu dampak penggunaan ee sonar
atau seismik pada ikan paus. Tidak
sedikit kita mendengar bahwa ikan paus
terdampar di pantai dan seterusnya
karena salah salah arah atau
tersesat sehingga tidak dapat
ee bernavigasi ke laut yang aman.
Dampak lainnya adalah perubahan iklim
tidak akan saya bahas. Kemudian
pencemaran tanah itu pun tidak akan saya
bahas. Kemudian kita sekarang bicara
masalah ee deteksi.
Deteksi dini atau deteksi awal, yaitu
kegiatan untuk ee
mengidentifikasi, memantau perubahan
atau
ancaman secepat mungkin sehingga
tindakan pencegahan dan mitigasi dapat
diambil. Nah, kalau kita bicara
perubahan tentu nanti ee kegiatannya itu
bisa ee berkala ya. kegiatan deteksi ini
mungkin per kuartal atau dan seterusnya
atau
ee pakai kalau inspeksi itu pakai RBI
atau Risbas based inspection. Jadi
inspeksi yang berdasarkan eh
risiko. Ee beberapa metode deteksi itu
seperti memonitor atau memantau seperti
kualitas udara, air, tanah, suhu, dan
seterusnya. Kemudian juga melakukan ee
testing atau
pengujian polusi, kebisingan dan
seterusnya.
Kemudian yang ketiga adalah
ee pemantauan atau pendeteksian
menggunakan ee
teknologi seperti sensor,
satelit, teknologi IoT,
internet untuk ee memantau lingkungan
secara real time. Nah, di sini ee ee
teknologi survei laut termasuk ee sensor
ya, sensor untuk keperluan survei dan ee
monitoring. Ee untuk model matematik itu
ee tidak akan saya bahas di sini.
Kemudian manfaatnya tadi sudah sudah
disebutkan yaitu mencegah kerusakan,
mencegah kerugian
ekonomi, serta memperbaiki kualitas
hidup. Baik, ee sekarang kita bicara
tentang survei ya. Kebetulan ee mungkin
banyak dari rekan-rekan belum paham
tentang survei. Survei laut.
Kalau di universitas bisa belajar di
jurusan ee geodesi atau sekarang
geomatika. Geodesi,
geomatika. Istilah lain dari geodesi itu
ada juga
geospasial. Itu sebenarnya adalah
kegiatan melakukan
pengukuran dan
pemetaan untuk mendapatkan informasi
kedalaman dasar laut. Kemudian topografi
dasar laut atau apa? bentuk dasar laut,
kemudian fitur fitur dasar laut atau
sifat-sifat dasar laut. Karena kita
tidak ingin hanya ee tahu kedalaman,
tapi tidak tahu apa yang ada di dasar
laut. Kalau di darat kan jelas ada
pohon, ada sungai, ada rumah, jembatan
dan seterus seterusnya. Ya, kalau di
dasar laut kita tidak mungkin
menyelam, tapi kita harus menggunakan
teknologi ee sonar apa untuk mengetahui
apakah di bawah itu ada bangkai kapal,
ada pipa, apakah ada karang, apakah
batuannya itu sedimen atau memang ee
batu keras dan seterusnya.
Kegiatan ini biasanya lebih banyak
ditujukan ke
pelayaran, kemudian konstruksi lepas
pantai,
pengerukan, terus pengeboran, eksplorasi
seperti penambangan, dan ee PLTB
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu. Nah,
kegiatannya apa aja? Kegiatannya itu
setidaknya adalah kegiatan yang
berkaitan dengan posisi dan navigasi.
yang meliputi kegiatan
geodesi. Kemudian pengamatan pasang
surut dan arus. Yang ketiga adalah
mengukur kedalaman. Keempat adalah
memetakkan fitur-fitur dasar
laut ini. Alat-alat yang dipakai itu ada
lima jenis. Ada alat posisi dan
navigasi. Macam-macam ini alatnya ada
GNSS, ada underwat positioning system.
Kalau kita ingin ee wahananya itu kita
ingin ee submerge atau kita
tenggelamkan, maka seperti pakai kapal
selam atau underwater
eh vehicle autonomous eh underwater
vehicle itu menggunakan underwater
positioning system. Kemudian juga ada
go, ada MRU.
Kemudian yang kedua adalah ee pengamatan
oceanografi seperti tight kids, current
meter, ada juga eh CTD, kemudian eh
batimetri yaitu pengukuran kedalaman
laut menggunakan ecosonder. Ada single
beam, ada multi beam
eekosonder. Yang keempat ee pemetaan
fitur dasar laut itu menggunakan alat
set skan sonar,
magnetometer, serta multibeam ekosonda.
Kemudian juga ada survei untuk
mengetahui keberadaan benda-benda di
bawah dasar laut atau
subsurface seperti bari eh pipe atau
lapisan
sedimen itu kita gunakan sub bottom
profiler. Nah, selain untuk eh survei
dan
pemetaan, teknologi survei ini juga
dapat digunakan untuk inspeksi pipa
bawah air ya.
untuk identifikasi lingkungan seperti
memantau keadaan terumbu karang,
tumpahan minyak, kebocoran minyak, dan
gas sehingga dapat digunakan sebagai
alat ee deteksi dini akan adanya
dampak aktivitas industri di laut.
Nah, ini alat yang dipakai eh dua yaitu
multibeam eoner dan set scan sonar ya.
Tentu saja dibantu dengan alat
positioning dan navigation. Ini hanya eh
sensornya ya, sensornya multibeam eoner
dan side scan
zon. Nanti dalam pelaksanaannya dibantu
eh oleh positioning dan navigation serta
pengamatan pasang surut dan arus.
Bagaimana ee prinsip kerja kedua alat
ini? Baik multibeam maupun set scan
sonar itu prinsipnya menggunakan
gelombang akustik bawah
air. Karena satu-satunya gelombang yang
bisa bekerja di dalam air itu adalah
gelombang akustik atau suara. Kita tidak
mungkin menggunakan gelombang
elektromagnetik atau gelombang cahaya.
Nah, kegunaannya apa? Kalau kita
menggunakan gelombang, tentu kita dapat
melakukan
pengukuran sekaligus pengindraan. Ya,
yang paling gampang itu pengindraan
penggunaan USG ya. Bagi ibu-ibu apa? Ibu
yang hamil ultrasonografi. Nah, kita
bisa mengindra apa yang ada di dalam
perut ee seorang ibu pun begitu dengan
ee prinsip dari multibeam dan set
scansional. Jadi, bisa mendeteksi dasar
laut maupun apa yang ada di water colom
atau di kolom air. Terus ee caranya
gimana setelah dilakukan pengukaran?
Nah, identifikasi atau deteksinya itu
menggunakan interpretasi
ya. Karena kita tahu bahwa untuk melihat
itu ada dua, satu visual atau langsung.
Yang kedua itu melakukan interpret
interpretasi atau ee melakukan penilaian
kesan. Kalau kesannya ini berarti ini,
kalau itu berarti itu dan seterusnya.
Nah, kesannya seperti rona, bentuk,
ukuran, pola, bayangan, dan seterusnya
terhadap objek yang terkena
gelombang akustik bawah
air. Nah, karena sifatnya interpret atau
interpretasi, maka
diperlukan ee verifikasi atau ee
menggunakan sampling. baik ee kita
ngambil sampel atau
kita melihat secara langsung menggunakan
ee penyelam atau menggunakan kendaraan
bawah air atau
ROV yang dilengkra dengan kamera atau
kita juga bisa melakukan verifikasi dari
hasil laporan survei sebelumnya.
Baik, ini ee gelombang akustik. Mungkin
tidak kurang menarik, tapi harus saya
jelaskan bahwa gelombang akustik itu
gelombang mekanik ya, bukan gelombang
elektro ee elektromagnetik tapi dia
mekanik. Mekanik itu harus ada sesuatu
yang ee dipukul atau ee dibunyikan atau
sumber bunyi ya.
Entah lonceng atau suara seperti saya
bicara ini juga adalah mekanik yaitu
bergetarnya pita suara. Nah, kemudian
gelombang
ini merambat merambat ke media seperti
di udara. Kalau kita celupkan di air,
gelombang ini juga akan merambat ke air.
Terus bergerak secara longitudinal atau
memanjang. bentuknya itu bolak-balik
atau
ee nah ini seperti di bawah ini ada
perapatan, ada
perenggangan ya, beda dengan gelombang
elektromagnetik ini yang di bawah itu
visualisasi ee dari gelombang. Jadi
kalau ee bukit itu berarti terjadi
perapatan ee partikel. Kalau ee lembah
itu adalah perenggan.
Kemudian ini kita sebut
[Musik]
ee seismik trace. Seismik trace itu
adalah satu penggalan gelombang suara.
Jadi gelombang seb gelombang suara
sebagaimana gelombang lainnya pasti
terdiri dari
amplitudo. Kemudian ada lembah atau
palung ada banjang gelombang, ada
frekuensi, ada tinggi gelombang dan
seterusnya. Kemudian sifatnya gelombang
suara itu merambat ke segala arah dengan
sama besar ya.
Jadi luas permukaan yang dilewati oleh
bunyi itu bisa didefinisikan sebagai
luas dari permukaan bola.
ini bisa kita coba misalkan rekan-rekan
me jatuhkan sebuah batu ya di danau,
maka dia akan merambat ee ke segala
arah.
Kemudian suara itu memiliki intensitas
ya, intensitas
gelombang dan juga memiliki tingkat
intensitas gelombang akustik.
Kita pernah mendengar bahwa
intensitas yang bisa merusak telinga
adalah
sebesar
85 desibel. Itu namanya tingkat
intensitas. J satuannya
desibel. Kemudian ee gelombang suara
akustik bawah air itu akan mengalami ee
pantulan gemak karena perbedaan sifat
elastis dari medium. berdasarkan
air ee gelombang suara merambat di air
kemudian mengenai ee dasar laut yang
lebih keras daripada air maka dia akan
memantul. Kemudian bila energinya lebih
maka dia akan penetrate atau
ee masuk ke lebih dalam lagi menembus
ya. Kemudian kita mengenal adanya
persamaan sonar. Nah, ini ee penting
untuk teman-teman ee ketahui. Jadi,
suatu sonar ya sonar atau sound and
navigation ranging itu bisa tertangkap
bila eh memenuhi rumus ini. Jadi ada
source level. Source level itu eh
kekuatan sumber ee bunyi. Kemudian dia
merambat akan berkurang sebesar 2 TL. TL
itu transmission loss atau kehilangan
transmisi dua kali karena pantulannya
datang dan memantulnya dua kali.
Kemudian dia dia berkurang karena adanya
noise noise level tapi dia eh noise
level bisa dikurangi atau dicoba di
eliminasi menggunakan diivity index.
Kemudian bisa dikuatkan lagi. Plus itu
artinya menguatkan, min itu melemahkan
oleh BS back eh back eh skatter kemudian
dilemahkan oleh eh
DT
eh threshold
ya. Eah ini noise level. No, itu
otomatis ya kalau kita dengar suara,
kalau kita enggak benar-benar fokus,
maka kita enggak bisa mendengar
ee suara yang asli tersebut. Nah, ini
akibat kebisingan lingkungan dan
seterusnya. Kalau directivity index itu
adalah eh desain alat. Jadi alat
ecosonder multibeam atau set scan itu
alat yang dibuat sedemikian rupa
sehingga meminimalkan eh noise selama
penjalaran gelombang. Kemudian ada
detection threshold itu eh level
terendah di mana eh alat sonar itu dapat
mendeteksi gema yang kembali.
Semakin tresselnya besar berarti dia
akan berkurang.
Nah, ini ee tentang bottom back
skatering ini penting karena ini adalah
dasar dari penginderaan
ee
penginderaan pantulan atau gema atau
jejak gema ee objek-objek bawah laut
yang terkena ee gelombang
akustik ini. Ee rumusnya seperti ini ya,
prinsipnya tetap satannya ee desibel ya.
Semakin desibelnya besar plus berarti
dia semakin keras
kencang. Nah, kenapa
bottom back skater ini penting? Karena
tadi sudah disebutkan untuk keperluan
apa? penginderaan sehingga kita bisa
menebak tentu ee bukan asal nebak ya
sifat dasar laut
karena partikel dasar laut itu dapat
disamakan dengan pantulan atau
reflektor dan pantulannya ini sebagai
jumlah energi dari
interface air dan dasar laut ya. Jadi
nanti analisanya menggunakan jumlah
energi per
ee per apa onifikasi atau per ee
interface ini rumusnya.
Kemudian saya langsung lancat aja pada
pengaturan ini eh source level di
alat-alat eh sonar baik multibeam baik
sub button profiler side scan sonar dan
seterusnya atau semua peralatan
hidrografi itu pasti menggunakan eh TX.
TX itu transmit. transmitter power.
Artinya bila terlampau dalam atau
jauh maka ini perlu diatur. Jadi
ee PX power atau transmitter power itu
bergantung pada kondisi dasar laut dan
kedalaman. Contohnya misalkan
perairannya itu lumpur atau material
organik itu
ee kita bisa gunakan setting yang
tinggi. Tapi kalau ee keras dasar
lautnya keras
seperti ee berpasir atau berbatuan atau
ee dasar lautnya itu dangkal itu gunakan
ee transmiternya yang low atau rendah.
Kemudian juga ada sensitivity ya.
Sensitivity itu bertujuan menampilkan
sinyal yang di atas ambang batas. Jadi
memiliki kualitas yang bagus serta
bebas
noise. Nah, ini contoh ya. Ini contoh
dari plekaman
kedalaman. Kalau
terlampau tinggi nanti hitamnya itu ee
jadi tebal.
Jadi ini harus diatur supaya kita bisa
mendapatkan dasar laut yang
tajam. Baik. Ee lanjut. Akustik bawah
air sebagaimana gelombang ya pasti
mengalami reflaksi atau pembiasan. Nah,
ini menyebabkan nanti gelombang akustik
itu akan dibelokkan ya. setiap kali
menemui ee batas antara media seperti
air dengan dasar laut, dia akan ee
dibiaskan kalau gelombangnya itu masuk
penetrit tembus
ke dasar ee dasar
laut. Tapi kalau enggak, kalau tidak ee
frekuensinya terlampau tinggi, maka dia
akan
dipantulkan. Jadi ada refraksi, ada
refleksi.
Ini contoh refraksi. Kalau kita
menggunakan multibeam
eekosonder. Multi beam eekosonder itu
banyak bim. Jadi ekosonder dia
memancarkan banyak bir bim. Maka bim
yang paling luar yang warna merah dia
tidak akan lurus seperti ini. Dia akan
belok. Jadi yang tidak mengalami
refraksi itu gelombang suara yang persis
di bawah transduser. Transuser itu alat
yang mengirimkan ee gelombang
suara. Kemudian gelombang memiliki
kecepatan
suara. Kecepatan suaranya itu tidak
tunggal ya. Dia berupa profil. Jadi
beda-beda bergantung pada kedalaman.
bergantung pada solimit, suhu,
konduktivitas dan seterusnya. Ini ee
rumusnya silakan bagi yang senang
rumus. Nah, ini ee kecepatan suara itu
bisa seperti
ini. Dia tiap kolom air itu ee nilainya
berbeda-beda sehingga bisa jadi pas di
atas tinggi, di bawah ee jadi rendah.
Tapi rata-rata kecepatan suara adalah
ee 500 m/detik, ya. Kemudian frekuensi,
nah ini penting. Frekuensi gelombang
suara itu
ee berbanding lurus dengan atenuasi.
Atenuasi itu pelemahan. Jadi semakin
tinggi
frekuensinya maka gelombangnya itu cepat
melemah. Jadi enggak sampai ke bawah.
Kemudian juga penetrasi dan jangkauan
itu berbanding terbalik dan frekuensi.
Kalau kita ingin ngukur ee di laut yang
agak yang dalam, maka biasanya
frekuensinya di kecilkan supaya dia bisa
sampai ke bawah atau bisa menembus ee
dasar
laut ini. Penggolongan ee survei laut
biasanya menggunakan audioonic ya yang
bisa terdengar biasa atau ultrasonic.
Ultrasonic itu di atas 20 kHz. Nah, ini
yang biasa dipakai di multibeam dan side
scans
sonar. Ini ee frekuensi untuk kedalaman
bisa
milih. Biasanya kalau kita mau survei
kedalaman airnya berapa, frekuensinya
nanti kita
pilih. Kemudian panjang gelombang.
Panjang gelombang itu penting karena ee
untuk menentukan resolusi. Semakin kecil
panjang gelombang semakin resolusinya
detail. Jadi kita bisa membeda
membedakan gerombolan ikan atau
ee objek-objek yang lainnya. Nah,
semakin ee besar tinggi panjang
gelombang, maka dia bisa menjangkau
lebih e lebih panjang tapi resolusinya
berkurang.
Nah, ini seperti ini resolusi citra atau
gambar ini perbandingan antara 60
kHz dengan 30 kHz. Maka 60 kHz lebih ee
detail nanti gambarnya lebih lebih halus
ibaratnya. Kalau
kalau kalau misalkan apa ada jerawat itu
kelihatan langsung karena ee ditembak
pakai gelombang dengan frekuensi yang
lebih tinggi. Sedangkan kalau ee
gelombangnya rendah maka dia tidak
detail. Jadi objek-objek tertentu ee
tidak akan ee tampak.
Kemudian tekniknya gimana cara ee teknik
ee multibeam dan set scan sonor itu
mengukur dan menghindar. Yang pertama
dia perlu sumber gelombang ya, sumber
gelombang seperti, boomer, page sparker.
Kemudian juga perlu perekam gelombang
pantul berupa hidropon atau translucer
receiver. Nah, ini prinsipnya. Jadi
begitu gelombang ditransmisikan ke bawah
air, maka begitu kena dasar laut dia
akan mengalami pertama
memantulkan atau diteruskan ke dasar
laut atau ee tersebar atau sket skater
di dasar laut. Nah, ini yang ditangkap
nanti ada dua, satu pantulannya. Yang
kedua, scattering-nya atau back skater
hamburannya terutama hambur balik yang
bisa ditangkap oleh
ee
receiver. Kemudian ee transmisi ee
penetrasinya ee apa ee
tembusannya dan nanti juga dipantulkan
lagi begitu dia menembus ke dasar ee
laut begitu ketemu yang lebih apa
densitasnya yang berbeda, dia akan
dipantulkan juga.
Kemudian teknik pengukuran jarak atau
kedalaman itu pakai integral. Jadi
setengah integral C. C itu kecepatan
kali ee waktu tempuh ya, waktu rambat
gelombang. Ini adalah dasar dari semua
ee
sonar. Kemudian kita mengenal interface
atau batas antar media perambatan
gelombang.
pertama water colom atau lapisan air.
Kedua, nah di lapisan air itu banyak
kolom ya, kolom-kolom
gitu. Karena kepadatan air itu
berbeda-beda tiap kedalaman. Kemudian
air dengan sedimen atau dasar laut atau
sedimen dengan sedimen atau per lapisan
sedimen. Ee nanti produknya apa?
Produknya itu
ada ee dua ya, ada dua produknya.
satu eh image base
atau gambar seperti nanti set scan sonar
itu berupa ee gambar, image atau signal
ee gelombang untuk menghitung kedalaman
atau untuk menghitung DE skatter. Nah,
ini contoh contoh hasil dari
perekaman ee single beam ya.
Ini kita bisa melihat ee kumpulan ikan,
terus pantulan balik
skater. Ini contoh dari lapisan ee
batuan atau sedimen yang ditangkap oleh
sub button
profiler. Kemudian ee teknik ee
perekaman tadi teknik pengukuran
kedalaman, sekarang teknik
backter. Back skatter itu hanya bisa
ditangkap oleh multibeam dan side scan
ya. Selain itu enggak
bisa. Jadi ee
batuan, respon batuan terhadap gelombang
yang datang berbeda-beda tergantung
sifat fisik
sedimen atau batuan.
Kemudian gelombang yang terpantul atau
terhambur selanjutnya ditangkap oleh
hidrofon dan diteruskan pada instrumen
untuk selanjutnya direkam dalam nilai
back skatter atau signal ya atau e
berupa citra
image. Ini contoh contoh nilai
backcatter untuk keperluan ee
interpretasi seperti lempung ya. Nempung
itu dia memiliki rentang back skatter
antara -33 sama
-8. Kemudian
ee lanau lanau kelempung-lembungan itu
ee desibelnya lebih tinggi -27 sampai
23. Berarti ee lano itu lebih keras dari
ee lano kelembungan itu lebih keras.
Kemudian ada siclay yang paling keras
itu adalah ee sen atau
pasir. Ee paling keras maksudnya ee batu
ya, batu lebih keras
lagi. Nah, ini contoh dari ee tangkapan
back skater berupa image atau sonografi
dari set scans sonar seperti ini. Jadi,
kita melihat derajat kehitaman ada yang
paling hitam, ada yang putih terang dan
seterusnya. Kalau hitam berarti dia
tidak terkena gema atau tidak terkena ee
gelombang
suara. Semakin ee terang berarti
batuannya semakin keras atau kasar atau
padat atau ee
bersudut. Nah, ini contoh ee tangkapan
pokmar ya. Jadi dasar laut yang
kemungkinan mengandung gas.
Ada pokmar seperti apa? Kayak cacar
gitu. Ini yang sebelah kanan
itu berpasir ya. Ada gelombang pasir.
Oke, sekarang lebih detail tentang
multibeam ya. Multiam.
Multibeam itu adalah salah satu jenis
eosonder alat untuk mengukur kedalaman
air. Cuman kelebihannya kan ecosonder
ada dua, ada single beam dan multibeam.
Nah, kelebihan multibeam dia selain
mengukur kedalaman, dia juga bisa
menangkap nilai back skatter sehingga
kita bisa melakukan pengindraan ee jarak
jauh ee dasar-dasar laut ee apa
fitur-fitur dasar laut.
Ya, perbedaannya di situ. Prinsipnya
prinsipnya mirip mirip dengan single
beam. Cuman dia ee beam-nya itu ee
terbagi menjadi banyak.
Tadinya BIM-nya sebenarnya ee dua ya,
dua. Satu BIM yang dipancarkan
atau trans eh projjector beam atau
transmitter beam yang bentuknya itu
seperti kipas ya, bukan kipas angin tapi
kipas Cina. Mungkin ee rekan-rekan
pernah lihat orang film-film kungfu,
orang kipasan gitu memakai kipas. N
seperti itu dia ee tipis tapi dia
melebar bisa sampai ke kiri 60 derajat
ke kanan 60 derajat. Jadi bisa ee cukup
lebar. Kemudian komponennya itu seperti
biasa ada ee transluser ya.
Translu kalau teman-teman pengin tahu
translu apa.
Translu alat untuk ee membangkitkan
gelombang suara. Jadi dia gelombang
suara dari mana? Gelombang suara itu
dari
listrik. Nah, listrik itu nanti ke satu
elemen seperti pizock. Nah, elemennya
itu dia akan merubah ee listrik menjadi
gelombang suara. Contoh yang paling
gampang itu ee kalau teman-teman senang
musik itu suara simbal. Nah, itu diketuk
teng. Nah, itu seperti itu dia menjadi
suara. Nah, ketukannya itu dari listrik.
Nah, oleh transluser kemudian dikirim ke
dasar laut memantul. Pantulannya itu
diterima lagi oleh transduuser penerima
berupa suara nanti diconvert
dikonversikan ke energi ee listrik ya.
Kemudian ada pengolah ee data gelombang
suara yang kita sebut transfer.
Kemudian ada software untuk mengolah
data serta ada display atau
tampilan. Nah, ini seperti ini. Ini tadi
konsep
kedalaman. Sudah paham ya? Kita lihat
yang paling kiri yang kayak setengah
bola ini karena ee bim-nya itu lebar.
Jadi kalau bim-nya lebar ee dia tidak ee
resolusinya tidak ee tidak detail. Jadi
mana yang duluan dia yang akan
dipantulkan. Kita tahu bahwa kedalaman
yang benar itu persis di bawah
transluer. Tapi karena BIM-nya terlampau
lebar maka dia akan ee mengukur mana
yang kena ee gelombang suara terlebih
dahulu. Jadi ada ee
satu ee kesalahan atau ketidakpastian.
Nah, kalau bimnya itu seperti yang di
tengah diperapat atau
dipersempit, maka dia akan lebih
akurat. Nah, yang ee kanan itu adalah
prinsip pengiriman dan penerimaan
gelombang pantul. Ya, jadi sekali lagi
kalau teman-teman ee lihat
ecosonder kita ada dua jenis. Satu
eekosonder jenis untuk
navigasi ya. Misalkan teman-teman beli
di toko elektronik itu ada, tetapi itu
tidak bisa digunakan untuk ee survei dan
pemetaan karena e ininya BIM-nya
terlampau
lebar. Dan yang kedua adalah eekosonder
untuk survei dan
pemetaan. Nah, ini perbedaan antara ee
BIM sempit dan BIM lebar. Kalau BIM
sempit dia bisa menelusuri bentuk
topografi ee bawah laut.
Ya, kalau dasar lautnya datar mah ee
bisa pakai apa? BIM yang lebar. Tapi
kalau sudah topografinya ee sempit atau
tidak datar harus menggunakan eerder
dengan beim yang sempit.
Kemudian
ee multibeam itu
kelebihannya selain dia bisa mengukur
back
skatter maka dia sekali pink sekali pink
itu sekali memancarkan gelombang suara
dia bisa menangkap ee banyak titik bisa
sampai ratusan
150 120 dan seterusnya sehingga kalau
kita survei suatu permukaan dasar laut
maka akan terkena semua
100%. Jadi berbeda dengan ee single beam
yang hanya
satu-satu. Kemudian kelebihan lain
adalah resolusinya itu sangat tinggi ya
sehingga bisa membedakan objek dengan
ukuran 1
centti. Jadi kalau ada bangkai kapal,
ada
pipa, ada koral atau riif atau terumbu,
maka bisa dikenali dari hasil multibeam.
berbeda dengan single beam
eosendal. Nah, ini e transusernya juga
beda ya antara single beam sama
multibeam. Kalau transuser multibeam itu
bentuknya array sehingga bisa membentuk
beam. Jadi, BIMnya bisa jadi ratusan.
tadinya cuman ee satu BIM yang lebar
bisa pecah-pecah menjadi ee
ratusan dengan arah yang e multiple yang
banyak. Kemudian juga ada beam steering
kemampuannya beam sempit itu ee biasanya
2 derajat sampai 5 derajat sehingga eh
directivity-nya sangat tinggi. Jadi
sekali lagi ada eh transduser pengirim
atau projektor dan penerima.
Nah, ini seperti ini ee
geometrinya ini yang merah ini
transusernya. Jadi
[Musik]
yang yang arah memanjang itu transuser
pengirim gelombang suara dia kayak
kipas. nanti didengar oleh hidropon
dalam bentuk
ee ee perpotongan antara ee strip
projecttor dengan strip
hidropone. Nah, yang diarsir itu yang
yang apa kedalaman itu aslinya
kecil-kecil itu per senti itu ini untuk
menggambarkan aja.
Nah, ini seperti ini
prinsipnya. Jadi, ee arah
memanjang itu adalah transmit beam, arah
melintang kapal itu namanya receive
beam. Receive beam itu kalau boleh ee
telinga ya kalau kita orang itu. Jadi,
telinganya itu
bisa sampai
ratusan mendengar dia. Nah, yang
didengar itu apa? yang didengar itu satu
BIM yang lebar dia mengenai banyak
banyak fitur ee fitur dasar laut dia
didengar per beam dia dibentuk beam
forming dia dibentuk berdasarkan ee
sudut-sudutnya sudut-sudut masing-masing
BIM. Jadi tiap tiap telinga atau
receiver dia mendengarkan suara yang
dipantulkan per masing-masing ee sudut
sudut BIM. Nah, ini hasilnya seperti
ini. Jadi, kelihatan bentuknya itu
adalah model tiga dimensi. Berbeda
dengan single beam yang hanya
ee seperti gambar penampang kali ini,
dia benar-benar tiga dimensi. Jadi,
kelihatan mana
yang bukit, mana yang lembah dan
seterusnya. Mana yang daerah tinggi,
daerah rendah.
Jadi ee yang diukur itu adalah
perpotongan antara
ee transmitter dan ee
receiver. Kemudian tadi ee nilai backor
sudah
ya. Kemudian ee sistemnya apa aja? Nah,
ini kalau rekan-rekan pengin tahu
multibeam itu apa
aja? Silakan ada yang ditanyaah.
untuk sesi tanya jawab nanti setelah
pemaparan materi, Pak. Oke. Iya, silakan
dilanjutkan lagi sampai setengah. I
baik. Ini secara simpel ya. Jadi,
pertama semua alat ee semua alat ee
survei bawah laut simpelnya itu pasti
terdiri dari transduuser. Jadi di dalam
transduuser itu ada pengirim dan
penerima global akustik. Kemudian
transduuser ini dikonnect atau
dihubungkan ke transfer. Transfer itu
dia nanti dia akan mengolah e data-data
tadi seperti menjadi kedalaman atau
menjadi nilai-nilai backatter.
Kemudian masuk ke software. Ada
software-nya di ee apa ee nanti oleh
software diolah seper supaya mudah untuk
di
tampilkan. Nah, nanti penampilannya bisa
menggunakan apa? Monitor
komputer atau bisa diprint, Pak.
ya. Jadi
ee
aksesorisnya, aksesorisnya itu seperti
tadi disebutkan eh multibeam harus punya
motion sensor atau gerakan kapal ya.
Kapal itu kan bisa bergerak roll, pit,
shift roll, itu mendongak, oleng dan
seterusnya. itu harus ada ee kompensasi
untuk nilai ee multiamin. Kemudian ada
sound velocity profiler karena gelombang
merambat dari transluser ke dasar laut
itu ee kecepatan suaranya kan beda-beda.
Nah, itu harus dikoreksi gelombang itu.
Kemudian juga ada sound velocity pro,
jadi kecepatan suara yang diukur di
transuser ini ee untuk keperluan ee apa
ya? keperluan transuser multibeam karena
dia harus melakukan eh steering. Jadi eh
perbedaan dengan SVP dan eh
SV SV ya profiler sama pro. Kemudian ada
position positioning dan
navigation ini pemasangannya.
Nah, ini kalau tadi rekan-rekan pengin
tahu, jadi yang hitam gambar kiri atas
yang hitam itu dia memancarkan gelombang
suara. Bentuknya itu seperti kipas tipis
ya, tipis. kemudian diterima oleh yang
merah ini. Nah, yang merah ini
sebenarnya penerima seperti telinga.
Nanti di algoritmanya dia
akan menerima ee pantulan dari masing
per sudut per sudut
multiamah logikanya gitu. Nah, di sini
dilengkapi dengan sensor-sensor. Ini
banyak sensor. Ada sound speed sensor,
ada MRU dan seterusnya. Ini dipasangnya
di depan kebetulan ya pasang di depan
seperti ini. Multibin cukup berat ya
sekitar 20 kilo ininya
ee
transdu ini persalatan di bawah lunas
sekitar 500 m eh 500 mili sori. Ini
pakai
penguat supaya enggak lepas.
Kemudian kalibrasi ya, sebagaimana alat
ukur namanya juga alat ukur itu harus
dikalibrasi. Sebenarnya ada yang kurang
tapi ee selintas saja. Jadi kalibrasi
multibeam itu ada static
calibration, ada performance test, ada
dynamic atau pas test.
Nah, nanti dibaca ada statik itu di saat
ee alatnya belum dipasang ya. Kemudian
performance test itu gunanya karena
walaupun dia lebar ya seperti kipas tadi
ee sisi luar itu tidak semuanya bisa
dipakai. Jadi kita mencari sisi luar
yang masih bagus. Jadi yang masih sesuai
dengan ketelitian yang diinginkan. P
stes itu nanti kalibrasi alat-alat
motion itu dikalibrasi di
stel-stel. Nah, ini tadi
ee pengecekan lebar SWAT atau sapuan itu
tidak semuanya dipakai. Jadi, yang
dipakai itu adalah lebar SWAT yang
memenuhi kriteria
akurasi. Kemudian pengolahan
data. Pengolahan data itu ada dua ya,
data kedalaman dan data backcatter.
menggunakan software. Software-nya ee
macam-macam. Ada software komersial.
Biasanya kalau kita beli multibeam nanti
kita dapat software-nya, ada dongelnya
dan
seterusnya. Untuk data kedalaman itu
algoritmanya biasa seperti tadi pakai
nilai integral setengah integral kali
kecepatan dan ee beda waktu. Beda
waktunya itu hasil perekaman.
Kemudian untuk back skatter itu diolah
menggunakan teknik angular respon
analisis itu teknik yang menganalisa ee
datangnya ee gelombang suara, sudut
datangnya gelombang suara terhadap ee
nilai backter. Kemudian juga ada sedimen
analisis tool. Kemudian ada juga multi
specttral backter. Nah, multipektral itu
kalau dia banyak frekuensi ya,
multifrekuensi, multi beam, nah itu bisa
memperhalus ee karakteristik si bet
lebih bagus lagi. Tentu harganya ee
lebih
mahal. Penyajian data bisa berupa 3D
model, klasifikasi sepad dan
seterusnya. Kemudian kita beralih ke
side scan. Site scan sonar itu mirip
seperti multibeam. Dia sekali pancar
kayak apa? Kayak kipas tadi ya. Kayak
kipas kiri dan
kanan tipis tapi dia tidak mengukur
ee waktu pantul gitu, tapi dia langsung
mengukur back skatter kemudian
ditampilkan dalam bentuk ee image atau
gambar ya. Informasi yang didapat itu
nantinya seperti informasi gambar atau
foto lah, foto drone ya. Kalau
teman-teman pernah drone moto dari atas.
Nah, itu seperti itu kira-kira seperti
itu bentuknya image atau kayak dan panda
petik
foto sehingga informasi e informasi yang
didapat itu bukan kedalaman tapi ee
bentuk dan ukuran serta ee fitur atau
sifat-sifat dasar
laut. Kemudian sesuai namanya dia
sifatnya itu menyapu atau scan scanning
memindai ya.
memindai.
Nah, ini seperti
ini dian si apa dasar laut ini
scan prinsipnya pantulan kuat akan
menghasilkan bayangan yang terang
sedangkan bayangan benda yang tidak
terkena ee suara akan
menghasilkan ee rona yang gelap ya
seperti ini. Nah, ini nama eh tofice
atau transduuser ya. Kalau tadi di
multibeam disebut
transduuser, kalau di side scan disebut
dengan fish. Itu sama yang hitam ini
adalah dia memancarkan sinar bukan sinar
apa gelombang. Ke
kiri dan ke
kanan itu lebar sapuannya itu dari B ke
C. Kemudian
ee lebar bimnya itu dari C ke D biasanya
1 derajat. Jadi lebih lebih sempit
daripada multibeam
ecosonder. Kemudian susunan
transdusernya ada dua, transduser kiri
dan
kanan. Ini prinsip interpretasinya. Jadi
cara ngukur kalau ada lubang gimana cara
ngukur kedalaman lubang. Nah, ini
seperti ini prinsipnya adalah kalau ee
dasar lautnya itu empuk gitu bukan
keras, maka dia akan menghasilkan wick
echo atau ee panturan yang lemah. Kalau
dia keras, dia seperti batu karang dan
seterusnya maka akan menghasilkan yang
lebih terang. Kalau tidak terkena maka
dia
hitam dan seterusnya. Ini contohnya set
scan ini ada yang warna hitam ya, ada
objek, ada warna hitam. Hitam
kelihatan nanti ee bisa dilakukan
interpretasi. Kemudian kemampuan sistem
dari frekuensi dia tinggi 3 100 sampai
320 5 kHz. Jadi bisa ee untuk
mendapatkan resolusi yang tajam.
Kemudian jangkauannya bisa
m sampai 500 m kiri kanan. Bahkan bis
kalau frekuensinya tinggi sekali seperti
780 kHz dia ee cakupannya cuman ee 12,5
sampai 37,5. Jadi kalau teman-teman
pengin yang lebih detail, nah itu pakai
frekuensi yang e lebih ee tinggi. Tapi
otomatis sifice-nya harus diturunkan
lebih bawah supaya dia dapat ee resolusi
yang tinggi. Nah, resolusinya berapa?
Itu bisa sampai
30 9 mm atau 3,9 cm ya. Jadi bisa
membedakan objek yang ee lebih tinggi
atau lebih besar daripada 3,9
cm. Kemudian koreksi-koreksinya banyak
ada koreksi amplitudo, run range, speed
dan
seterusnya. Terus ee tofis itu hanya
boleh ditarik dengan
kecepatan tertentu ya seperti 1 sampai 8
nots. Tergantung panjang lebek. Lebek
itu tali yang ditarik ini nanti diikat
ini si ditarik oleh kapal yang sebelah
kiri. Nah, ini kabel yang kuning itu
namanya kabel labet. Jadi untuk menarik
office. Terus ini adalah
prosesornya yang di tengah itu transfer
ya. Mengolah
data-data gelombang suara menjadi image
atau
gambar yang kanan display. Kita lihat
hasil rekaman dari set
scansional ini. Perencanaan sekilas
saja. Jadi kita harus memperhitungkan
spasi ee lajur, arah lajur seperti arus
harus diperhitungkan angin dan
seterusnya supaya apa? Supaya gambarnya
itu bagus, enggak
asal-asalan. Seperti kita nge-drone itu
kan enggak enggak bisa terbang kalau
angin besar dan seterusnya.
Kecepatan kapal juga harus dilihat.
Kalau
frekuensinya tinggi
berarti ee kecepatan kapalnya harus
pelan dan seterusnya. Kemudian ee
frekuensi dan range itu harus disetel
sesuai dengan tujuan
survei. Kualitas tadi sudah disinggung.
Kemudian steering
atau
kemudi ahli. Jadi si kaptennya itu harus
ahli. Benar karena kita ingin
mendapatkan kualitas gambar yang bagus.
Kalibrasi ini ada kalibrasinya ada
kalibrasi positioning ada sound velocity
dan seterusnya. Nah tinggi itu enggak
boleh
sembarangan, enggak asal aja beda dengan
multiam. multibeam itu fix kalau office
itu dia dia ditarik ee 10 sampai 45%
dari range. Kalau range-nya 50 m ya dia
harus sekitar 5 m ke bawah dari dasar
laut. Kemudian pengolahan data itu bisa
eh grafis, bisa numeris. Kalau grafis
itu image. Sifat dari pengolahan data
itu bisa real time, processing, dan post
processing. Real time itu sambil survei.
Jadi kita
setting-setting. Nah, ini
ada eh real time processing nanti
silakan dibaca. Ada sebenarnya ada dua
yaitu koreksi
akibat distorsi geometrik dan
radiometrik. Kenapa geometrik? Karena
kan dia ee side ya, side itu menyamping
kalau kita foto drone ya, drone itu kan
tegak tegak lurus lah. Nah, makanya ada
distorsi geometrik. Nah, ini harus
dikoreksi. Terus kenapa ada koreksi
radiometrik? Karena kita menggunakan
gelombang akustik. gelombang akustik itu
ada pelemahan seperti tadi ya saya
sampaikan
di depan ada pelemahan gelombang atau
attenuation kemudian ada
absorption refraction dan seterusnya
jadi ini harus diberikan koreksi
radiometrik
supaya bayangan gambar yang didapat itu
jelas semua jadi jangan sampai yang
jelasnya itu cuman di bawah topis tapi
yang ujung-ujungnya nya tidak
jelas. Nah, ini kondisi tofisnya. Kalau
yang tidak mahir itu seperti ular ya,
belok-belok enggak karuan. Jadi
diperlukan satu ketangkasan atau
keterampilan. Ini contoh-contoh koreksi.
Yang kiri sebelum dikoreksi range yang
kanan
sudah. Ini TVG ya. TVG tadi mengenai
apa? PVG itu time variate gain. Gin itu
kayak bus ya. Eh booster itu penguat
penguat ee gelombang. Jadi supaya semua
objek menerima
ee gelombang suara yang sama. Nah ini
yang B itu sudah dikoreksi
TVG. Kemudian post processing. Nah,
setelah real time-nya real time
processing selesai, maka selanjutnya
adalah post processing. Itu interpretasi
aja.
interpretasi walaupun interpretasi
tidak boleh semua orang melakukan
interpretasi. Jadi harus yang
benar-benar skill, berpengalaman,
terampil dan
seterusnya. Karena di situ adanya sense
ya. Kalau kita bicara remote sensing
maka ada sense. Ada sense. Tidak semua
orang memiliki sense yang eh bagus
sehingga bisa membedakan ee rona atau
saturasi kejenuhan. ee piksel, bentuk,
ukuran, kemudian intensitas ee gema dan
seterusnya. Nah, ini ee untuk
interpretasi citra itu ada ada dua,
kualitatif dan ee kuantitatif. Nah,
kalau kualitatif itu kita mencoba
mengenal
mengenali ee derajat derajat ee putih
atau hintan atau bahkan nol tidak ada
jejak gemak. Kalau putih menonjol pasti
ada ee objek yang ee reflektornya kuat
dan seterusnya. Kalau yang pantulannya
rendah itu pasti yang halus-halus lah.
Kalau yang pantulan yang keras pasti
yang kasar-kasar. Yang halus itu seperti
apa ya? Lempu, lanau dan seterusnya.
Kalau terumbu ya, terumbu yang masih
hidup
itu reflektifnya
itu rendah. Tapi begitu terumbunya mati
dia keras. Jadi lebih silau lah
ibaratnya. Jadi kekerasan, kekasaran,
kepadatan, serta jarak atau sudut
pemancaran itu berpengaruh terhadap
nilai citra atau nilai hambur
balik. Nah, ini seperti ini. Sekarang
kita ke kualitatif. Kualitatif tuh kita
ingin pengin tahu ukurannya, ukuran
benda ini berapa. Misalkan ada pipa ini
pipanya di mana, posisinya, panjang
berapa dan
seterusnya. Nah, ini prinsipnya dari
sebelah kiri ya. Pokoknya kalau enggak
kena gelombang suara dia hitam atau
shadow berbayang. Nah, ini contoh-contoh
ee
kunci
interpretasi apakah itu pasir. Nanti
bisa dilihat dari derajat ee terangnya.
Kemudian kuantitatif ya kita coba
menghitung tinggi objek. Misalkan
objeknya tinggi seperti
karang terumbu itu tingginya berapa? Ini
bisa diukur dengan rumus ee trigonometri
biasa. Nah, ini ee sebelah kiri itu
ee apa ee potongan ee geometri dari
tofis dan dasar laut. Jadi bisa dilihat,
jadi yang putih itu adalah pantulan
kuat, yang hitam itu pantulan ee
bayangan. Jadi kalau ee rekan-rekan
lihat di sini, ini pasti ada ee kayak
lubang
gitu. Nah, nanti ini rumus yang bisa
dipakai. Nah, ini kalau ada tonjolan
seperti
ini. Tonjolan nanti ini lebih apa? lebih
terang kalau yang di belakangnya ee
tidak ada ee tidak ada ee gema
atau ee tidak ada jejak gema. Nah, ini
rumusnya rumus biasa aja
trigonometri
Pythagoras. Saya enggak akan menerangkan
detail.
Kemudian setelah interpretasi selesai,
selanjutnya adalah mosaik. Maak itu
penggabungan semua citra ya. Nah, kenapa
perlu? Nah, karena kita kan ingin
mendapatkan gambaran secara global
keseluruhan untuk ee meningkatkan
interpretasi ee gambar secara kualitatif
ya. Jadi harus dimosaik,
digabung-gabung.
Nah, setelah mosaik biasanya lanjut ke
analisa ee sinyal akustik, tekstur dan
target ee dasar laut atau nilai yang
hambur balik. Nah, ini setelah mosaik
selesai baru melakukan analisa nilai
ambur balik. Setelah semuanya selesai
kemudian di inventaris di data lalu
dibuatlah ee peta. Nah, untuk meyakinkan
bahwa ee ee interpretasi kita sudah
baik, bagus, maka perlu sampling. Jadi,
kita melakukan pengambilan
sampel. Bisa menggunakan ee kamera yang
dipasang di bawah atau penyelam atau
sampel langsung menggunakan
coring. Baik, ini sekarang kita mencoba
masuk ke aplikasi ya.
aplikasi mengenai
pipa. Teman-teman pasti pernah melihat
pipa. Pipa itu bisa bocor
ya. Bisa bocor karena ee dua hal.
Pertama disengaja ya banyak kasus-kasus
yang orang sengaja membocorkan pipa
seperti di Sumatera ya, di
daerah
[Musik]
Rokan Prabum Mulih dan seterusnya.
itu disengaja. Tapi ada juga faktor ee
alam. Faktor
alam yang ketiga adalah faktor ee
korosi. Nah, kita akan mencoba faktor
alam dan
korosi. Kenapa terjadi ee kebocoran? itu
ada dua. Pertama karena ee environya
atau lingkungan di dalam pipa atau di
luar pipanya itu
korosif ya. Baik korosif karena sulfur
dan seterusnya atau karena
bakteri. Kemudian di luarnya juga
mungkin terlampau asam.
Kemudian ee si pipanya itu tidak
teraliri apa ee proteksi ee listrik,
maka itu bisa menjadi penyebab korosi.
Penyebab alam adalah free span ya, free
span.
FreePAN itu menggantung. Jadi si pipa
itu tidak di
ee disupport atau didukung oleh
ee didukung secara cukup oleh ee
biasanya sih oleh ee si soil atau ee
tanah. Biasanya ee pipa yang sudah
dipasang itu dikubur atau dibikinkan
trenching kuburan. Jadi bikin parit
sepanjangnya kemudian pipanya
dibenamkan kemudian dikubur atau barit
sehingga pipa secara integritas
integrity itu aman tidak tidak akan ada
free span.
Kemudian faktor alam mau tidak mau
seperti landlight atau pergeseran ee
dasar laut menyebabkan pipa itu ee
mengalami perubahan geometri seperti
king, kingki atau bakling. Buckling itu
melengkung ya, melengkung baik e lateral
maupun vertikal. King itu kayak keriting
gitu.
Kemudian
expose pipa yang tadinya sudah
dibenamkan dia nongol mungkin karena
pressure-nya naik atau ada scoring
atau scoring itu apa ee erosi gitu
sehingga
expose. Kemudian juga ada karena
coatingnya defect coating itu adalah
pelindung pipa ya supaya pipa itu tidak
berkarat itu rusak itu juga bisa potensi
ee
kebocoran. Ini ada gambarnya ada skor
atau
erosi, ada
roky, kemudian juga ada fitur batimetri
karena dia naik ya naik atau turun.
Kemudian ada crossing pipe to pipe. Jadi
crossing pipa ke
pipa.
Nah,
caranya, nah caranya kita bisa
menggunakan teknologi multibeam
ecosunder. Ya, kita kepengin tahu apakah
pipa ini eh free span atau tidak. itu
bisa dilihat dari hasil multibeam
eekosunder. Teknik surveinya itu ee si
pipa disurvei
memanjang sehingga ter ee detetect
semua
memanjang.
Kemudian ini hasil multibeam masih ini
kelihatan ya kelihatan itu yang
bulat-bulat kecil kayak serabi itu
sebenarnya ee sandbag ya. Mungkin kalau
orang orang apa? Orang kelautan tahu
teknik kelautan sand baging atau
kantong-kantong ee pasir kalau enggak ee
dicampur pasir dengan semen. Gunanya itu
supaya pipa itu tidak eh fre span. Jadi
ada tahanan ada yang menahan.
Nah, itu bisa ee kita bisa memonitor
perbaikan frepen di dasar laut
menggunakan multibeam
eosonder. Kemudian kita lihat adanya
buakling ya. Buckling itu perubahan
geometri pipa karena ee pipa itu harus
lurus. Kalaupun dia belok, dia akan
mengikuti kurvatur atau ee radius ee
yang diperbolehkan.
Nah, kalau ada anomali atau keanehan
maka akan terlihat dari dari hasil
survei. Nah, ini kalau sudah kayak gini
kemungkinan akan terjadi SCC atau stress
crack corrosion bila eh produk yang
dialirkan di dalam pipa itu
mengandung ee korosif atau karat atau ee
integritas dari pipa itu ee sudah
menipis, artinya pipa itu sudah tidak
terlindungi karena mungkin ee CP atau
catodic protection-nya sudah hilang.
hilang atau tidak efektif atau tidak ada
ee corosion inhibitor, maka bisa
dipastikan ee dalam waktu tidak lama
akan terjadi kebocoran. Karena saya
pernah ngalami sendiri tapi ini di darat
pipa 36 inch karena ada SCC dia langsung
rupture atau pecah pecah dan
menyemburkan gas setinggi 30 m.
Kemudian kita lihat ee tadi multibeam
ya, sekarang side scan. Side scan itu
ee sama sebenarnya lebih lebih
jelas. Kalau tadi multibeam itu pakai 3D
model ya. Kalau set scan itu pakai image
langsung gambar. Nah, ini kelihatan ya
tipa yang tidak
normal. Pertama expos. Kedua dia ada
bakling
lateral ya. Ini bisa kelihatan. Nah, ini
kalau teman-teman lihat yang hitam ini,
ini hitam ini di tengah ini menunjukkan
bahwa citra set scan itu belum
dikoreksi menggunakan teknik eh slan
slan range
correction. Oke, ini yang sebelah kiri
itu kunci interpretasi ya. Ada boulder.
Bolder itu batuan yang gede-gede
berangkal gitu. Ada mat lumpur, ada
gravel. Nanti boulder akan terlihat.
Kalau lumpur, lumpur tidak akan ee
begitu
terlihat. Dia lembut. Kalau gravel
kerikil dia kelihatan. Nah, ini seperti
ini. Ini image-nya belum 100% dikoreksi.
Ini kalau teman-teman mau mencoba
interpretasi tinggal dilihat aja dari
dari tengah ke kiri atau dari tengah
tengah ke
kanan. Jadi kita lihat di pipa itu
pipanya sudah mulai ngangkat ya.
Kelihatan ada
hitam-hitam. Kalau hitam itu apa tadi?
Ada ee shadow ya, shadow area artinya
apa? Artinya pipa itu memang di bawah
pipa itu ada ee kayak bolongan atau
ker. Ini biasanya kalau kondisi abnormal
itu kita akan mengerahkan ee penyelam
atau dibos.
pipa yang
expos ini bayangannya terlihat seperti
ini. Ini untuk pipa yang bagus atau
enggaknya biasanya ee side scan sonarnya
menggunakan frekuensi yang tinggi supaya
supaya halus atau mulus
gitu. Jadi kalau untuk keperluan
identifikasi pipa gunakan ee frekuensi
yang tinggi seperti
400 kHz ke atas.
Kemudian ini geometri yang jelek atau
yang buruk ini kita lihat ada
bayangannya di sini di kiri ini king ya
king king ee seperti
ini. Jadi si pipa itu naik ke atas atau
bulingnya
vertikal. Ini juga potensi rupture atau
e bocor pecah.
seperti ini. Yang sebelah kanan itu ada
pergerakan tanah ya. Pergerakan
tanah. Tahunya dari mana? Tahunya itu
ada pergeseran ini tipa ada apa? Daerah
hitam, ada yang terang dan seterus dan
seterusnya. Ini tinggi. Jadi si pipa itu
benar-benar sudah keluar kemudian
terdesak atau didesak oleh gerakan tanah
dari atas.
ke
bawah seperti ini. Ini posisi pipanya
sudah berubah. Tadinya di sini dia
[Musik]
melengkung. Nah, ini pergerakan tanah
seperti yang tadi. Ini gambarnya di
besar-besarkan.
Jadi bagi ee pipeline engineer bisa
menganalisa kira-kira integritasnya atau
apa lifetime-nya itu sampai kapan bisa
diperkirakan. Kemudian ini adalah ee
coating ya. Coating itu pembungkus
pipa atau pengaman pipa. Ini pecah ya.
Ada yang pecah, ada yang hilang dan
seterusnya.
Concrete coating itu selain sebagai eh
corrosion protection, dia juga eh
berguna sebagai eh waiting atau pemberat
pemberat pipa ya supaya pipa tetap di
posisinya. Ini bisa dimonitor
menggunakan eh set
scansional. Nah, ini kelihatan ada score
scoring atau erosion tanahnya hilang ya
sehingga pipanya menggantung.
Kemudian juga
ada. Nah, kalau multibeam itu ee shadow
bayangan pipa itu enggak
kelihatan. Kalau di side scan kelebihnya
kelebihannya kita bisa melihat eh shadow
eh shadow of p bayangan pipa. J pipanya
itu apakah eh free span atau tidak?
Apakah sekedar expose atau termasuk free
span?
Ini ini bukan multibeam, ini sekedar ee
sekedar ee hasil dari sub bottom
profiler untuk membantu eh draging atau
pengerukan. Apabila kita mau masang pipa
di sebelahnya, maka pipa yang ada
existing pipe itu harus di eh harus bisa
diidentifikasi terlebih dahulu supaya
dia tidak terkena eh dedging
clamp. Lanjut. Ini ada kebocoran ya,
kebocoran kebocoran gas yang bisa
dibuktikan menggunakan multi beam. Ini
kita lihat ini ee
bubelnya.
Bubelnya penyebar ke kiri dan ke kanan
pipa ini titik bocornya. Nah, ini dari
atas ini
ee hasil tangkapan watercolom. Water
colom itu apa? ee badan air. Jadi kita
kelihatan di airnya itu tidak murni air
tapi tercampur dengan bubble-bubble gas.
Nah, ini bentuk
ini ee yang tadi itu
sebelahnya. Kemudian ini analisa frepen
ya. Kalau ada kebocoran ini, ini
bubelnya kelihatan. Ini bocornya di
sini. ini bubel ke atas ketangkap oleh
back skatter ee
watercolum.
Kemudian ini kebocoran ya, kebocoran
masih hasil multibeam ini
kelihatan kelihatan dari
apa? Kelihatan dari ee
warnanya, dari warna-warnanya.
Ini arah arah pantai. Ini arah ee
offsore.
Kemudian ini daerah sekitarnya bisa
nampak pipanya sudah
expos pipa gas ini leak-nya di sini. Ini
hasil 3D ya, 3D model dari multibeam.
Kemudian ini analisa
mengenai ee water colom. Water colom.
Jadi ada kebocoran gas terlihat di water
colom kalau kita pakai multibim
micoser.
Kemudian ini ini ee badan air atau
kondisi perairan yang bagus ya yang
tidak
ada polusi ini bisa ditangkap dengan
menggunakan ee multibeam
ecosonder. Ini hasil multibeam.
kelihatan ini ada gambar
struktur struktur yang tadi pipa tadi
ini sudah tidak ada
kebocoran kemudian hasil set scan ini
kelihatan tadi kebocoran pipa
kelihatan nah ini ciri khas dari side
scan itu ada shadow atau
bayangan nah ini bayangannya ini
memanjang nih memanjang
panjang bisa
diukur berapa tingginya ini gas ya bukan
minyak ya berapa tinggi ee semburan gas
sehingga kita bisa tahu berapa gas yang
terbuang atau
dibuang berapa apa ee juta mm scvd
berapa juta kubik fit per day-nya
[Musik]
hilang ini ee untuk memastikan kita
turunkan e ROV plus kamera
atau kendaraan bawah
air karena untuk penyelam
berbahaya. Kemudian ini tumpahan minyak.
Tumpahan
minyak. Minyak yang dimaksud itu bukan
bukan minyak biasa ya. Kalau kita bicara
minyak biasa itu berat jenisnya 0,85.
ini eh kayak selari eh oil atau very
heavy crude oil itu spik gravity-nya
1,14. Jadi
resikonya dasar laut itu akan ter
cemar karena dipenuhi oleh akumulasi ee
minyak berat di dasar laut tersebut.
Nah, ini bisa dipetakan atau bisa
dilihat dari hasil side scan
sonar. Keuntungannya kalau kita
melakukan recovery ee minyak ya, minyak
yang tumpah dan jatuh
di jatuh di dasar laut ya, bukan di
permukaan. Kalau di permukaan kan pakai
oil boom, pakai dispers, dispersion,
pakai apa? Deterjen dan seterusnya.
Nah, kalau ini dia jatuh ke dasar laut,
maka harus diambil dengan menggunakan
biasanya kapal keruk ya. Nah, kapal
keruknya itu dipandu dengan hasil atau
dari hasil set scansioner. Jadi, kita
bisa
menandai tumpahan-tumpahan. Nah, ini
seperti ini. Tumpahan minyak beratnya di
sini.
Nah, ini yang di tengah ini lari ee
minyak berat yang di dasar laut ini dia
bergeser bergeser
ke
selatan. Lanjut. Terakhir adalah
terumbuh karang. Karena ini penting
perumbu karang itu menunjukkan tingkat
kesuburan, banyaknya ikan, keaneka
rahargawan
diota, terus ee nilai apa ee
pariwisata dan seterusnya. Jadi ee
alangkah baiknya kalau di ee monitor
terutama bila di sekitar terumbu itu
banyak kegiatan pelayaran kapal-kapal
besar ataupun ee kegiatan lepas
pantai. Nah, ini ee kerusakan terumbu
karang biasanya kalau mau gampangnya itu
pakai penyelam. penyelam yang ditarik ya
ditarik oleh kapal kecepatan rendah dia
merekam ee video untuk melihat jenis
terumbu karang dan tutupan terumbu
karang. Tapi ini tentu saja memiliki
keterbatasan karena hanya pada daerah
sampel yang
diambil. Nah, untuk itu maka digunakan e
teknologi set scans sonar atau
multibeam. nanti ee dilihat mana yang
lebih ee murah dan lebih teliti.
Kemudian analisanya itu menggunakan eh
back skatter strength analisis analisis
untuk melihat
apakah koralnya itu
hidup atau ee mati ya. Kalau dia mati
pasti nilai back skaternya kuat ya
karena dia ee kembali menjadi kapur ya
kalsium karbonat
CCO3. Nah, ini
contohnya ini udah berupa terumbu ya,
koloni-koloni
koral. Ini hasil side scan-nya.
Kemudian yang bawah itu hasil foto. Yang
atas itu adalah
ee hasil dari ee set scans sonar ya.
Kelihatan ada bayangan hitam. Berarti
terumbunya itu tinggi besar
tinggi. Ini masih bagus.
Kemudian ini terumbu karang tapi yang
kecil-kecil bukan
bongkahan. Masih bagus. Nah, ini kalau
sudah terang kayak gini itu biasanya
sudah ee mati. Sudah mati nanti
verifikasinya dari hasil ee foto. Ada
koordinat kemudian kita turunkan foto di
koordinat tersebut. Jadi derajat
kehitamannya itu ee terang atau hampir
tidak hitam itu kemungkinan terumbu
karang sudah mati. Ini ee fiturnya
modelnya ya warna merah merah muda ini.
Ini masih bagus. Kemudian yang
pinggirannya rumbu karang yang
kecil-kecil itu ditandai dengan warna
hijau. Dan terakhir itu spot-spot ya,
spot-spot warna merah itu ee karangnya
sudah tumbuh karangnya itu sudah ee
rusak.
ini kalau ada uang itu bisa digabungkan
set scan spanor yang multibeam supaya
tapi ya ee lumayan tidak kurang ekonomis
e sayang sekali tapi ee terserah pada
apa pemegang ee
keputusan jadi gabungan scans sonor dan
multibit ini ee kamera yang dipasang di
bawah eh transduuser atau di bawah ee
perahu untuk melakukan melakukan
ee
pematretan. Demikian ee saudara-saudara
sekalian yang bisa saya sampaikan.
Mudah-mudahan ee paham karena cukup
banyak dan padat tapi minimal memahami
prinsip kerja multibeam set scan dan ee
mengerti aplikasi ee multibeam dan eh
set
scan. Silakan saya kembalikan ke host
ya. Baik, terima kasih banyak kepada
Bapak Pranoto atas penyampaian materi
terkait teknologi ee ini ya, deteksi
dinding pencemaran lingkungan ya dari
kegiatan industri. Tadi kita lihat ada
delapan jenis ya, ada delapan jenis yang
mana masing-masing memiliki cara kerja
dan prinsip dan cara kerjanya
masing-masing. Begitu. Oke. Baik, kita
lanjut ke sesi pertanyaan, yaitu ee saya
akan menampilkan pertanyaan dari Slido
terlebih dahulu baru nanti habis itu
kita akan langsung ke penanya yang ada
di ruangan Zoom. Oke. Baik, saya akan
langsung ee bacakan pertanyaannya di
sini ada dari Pak Kuswadi. Pak Koswadi
ya. Ee untuk teknis survei ekologi laut,
pemantauan kondisi kesehatan plus
kerusakan terbuang dibutuhkan kapasitas
kompetensi bidang apa saja yang harus
kita kuasai? Ya, silakan kepada Pak
Pranoto untuk langsung menjawab. Terima
kasih.
Baik ya, karena ini mengenai tentang
kesehatan ya, setidaknya paham tentang
terumbu. lebih bagus lagi orang yang
paham tentang biologi laut atau ee
oceanografi ee biologi. Yang kedua ee
teknologi survei dia pernah menggunakan
ee set scansoner paham tentang
interpretasi
ee perbedaan terumbu ee sehat dan
terumbu ee sakit atau rusak atau mati
itu ee caranya bagaimana? Tadi sudah
beberapa tips tentang ini ya, tapi tetap
ya karena interpretasi enggak bisa
sembarang orang. tapi bisa dilakukan
oleh semua orang asal dia memiliki satu
keterampilan, pengalaman. Jadi ee
pengalaman yang berkali-kali dia hafal
betul, ah ini pasti nih keras ini. Oh,
ini pasti ee cuman bayangan. Nah, di
situlah diperlukan kompetensi orang yang
bisa melakukan
interpretasi secara kualitatif maupun
kuantitatif khususnya tentang
ee fitur terumbu. Jadi tidak salah nanti
kalau ditanya ini terumbu karang berapa
nih luasnya. Nah, dia dia paham oh ini
terumbu terumbu sehingga dia bisa
melakukan analisa kualitatif menghitung
e volume volume boleh ya volume boleh
atau luasan dari terumbu serta sehat
atau tidaknya seperti
itu. Oke. Baik, kita lanjut ke
pertanyaan kedua, yakni visual observasi
merupakan survei yang paling sederhana
walau subjektif. Ee kira-kira bagaimana
menurut Bapak?
Sebenarnya ee visual, namanya juga
visual ya, pakai mata tapi dia tidak
melakukan penilaian itu ee saya kira
cukup objektif. Yang penting
dia melampirkan bukti dari ee observasi
tersebut seperti kamera atau ee foto ya.
Dan dia tidak menafsirkan ee asal yang
penting dia secara objektif dia
tampilkan. Nah, nanti kalau memang dia
kompeten, dia ahli, eeah bolehlah dia
melakukan satu ee komentar terhadap
hasil observasi visual tersebut. Tapi
kalau dia tidak memiliki satu
kompetensi, kompetensi yang lebih baik
apa
adanya. Seperti itu,
Pak. Oke. Selanjutnya yakni bagaimana
integrasi berbagai teknologi survei laut
misalnya akustik, optik, sensor kimia
dapat memberikan pemahaman yang lebih
komprehensif tentang potensi dampak
lingkungan.
Ee makasih ya. Jadi tadi teknologi
survei laut itu bisa dikombine atau
dikombinasikan dengan eh remote sensing
atau eh drone ya. Contoh misalkan
terumbo karang itu kan pasti ee ada di
laut dangkal 2 m, 5 m, 1 m. Jadi bisa di
ee diintegrasikan.
Kemudian untuk sensor kimia saya belum
belum paham, tapi setidaknya kita bisa
menggunakan ee sensor seperti gerakan
apa transportasi sedimen juga bisa
membantu. Jadi ee terserah akhirnya
terpulang pada pemegang keputusan ee
mengenai ee pengendalian dampak ee
lingkungan ini.
Oke. Eh, selanjutnya yakni masih dari
Pak Paustinus ya. Eh, teknologi survei
laut apa saja yang saat ini dianggap
paling efektif dan akurat untuk
mendeteksi dini dampak lingkungan dari
operasi industri lepas partai?
Jadi, ee tadi paling efektif ada dua
tadi,
multiam multiamoner, dan set scan sonar.
Kalau dari sisi ekonomis
ee relatif lebih ekonomis atau lebih
murah e scan sonar keduanya juga
memiliki akurat tapi eh dalam hal
operation atau data acquisition
terkadang eh set scan sonar itu lebih eh
lebih lebih susah ya karena dia harus
menjaga menjaga kelurusan apa ee
kemudian tinggi dari dasar laut supaya
dia mendapatkan hasil yang akurat.
Jadi umumnya supaya gampangnya dan
safety ya kita bicara safety biasanya ee
menggunakan multibeam ecoser walaupun
agak
ee agak mahal cuman di dunia industri
lepas pantai sebelum mengambil keputusan
untuk pemantauan langsung biasanya ee
kami ya kemudian saya pernah di bagian
produksi itu melakukan pemantauan
menggunakan ee pressure
pressure ee pengukuran apa? Tekanan.
Jadi tekanan di tiap segmen pipa apakah
terjadi drop atau tidak. Jadi kalau ee
pressurnya drop maka kemungkinan besar
ada
kebocoran. Jadi ee baru setelah dianggap
itu kita mengarrange atau mengerahkan ee
alat eh survei la tadi multibeam atau eh
set scans sonar.
Jadi keduanya itu sebenarnya ee alat
bantu untuk meyakinkan bahwa memang
betul ada dampak
lingkungan. Itu aja, Pak.
Oke. Selanjutnya yakni berdasarkan
pengalaman Bapak, apa peran dan kerja
sama pemerintah daerah dalam konteks
kegiatan ini? Karena kegiatan ini
dilakukan di wilayah yang dikelolanya,
kegiatan dalam ee deteksi dini mungkin
ya, Pak ya. Oke, silakan, Pak.
Ee pertanyaannya agak berat ya karena ee
peran dan kerja sama pemerintah
daerah karena ee pemda juga
memiliki badan lingkungan hidup ya. Saya
enggak enggak kurang paham ee terhadap
ee scope of work-nya pemda. Cuman ee
kami bila bila ada accident atau
kecelakaan yang berdampak tentu saja
pada lingkungan kami selalu ee
melaporkan ke pemda seperti ee permit ya
izin izin-izin itu ee pemda selalu ee
dilibatkan izin-izin kegiatan ee lepas
pantai seperti pengerukan atau ee
konstruksi lepas
pantai itu aja.
Baik, kita ke pertanyaan terakhir yakni
dari Pak Husein
Pulungan.
Ee bagaimana strategi pemerintah dan
pelaku industri dalam mengintegrasikan
teknologi survei laut seperti sensor
bawah laut, drot laut ee yang berbasis
satel satelit.
Biasanya kami ee dari pemerintah ya,
dari pemerintah itu ada Brin. Brin itu
Badan
Risetch riset
nasional.
Kemudian ee kami instansi ee migas itu
di bawah SKK migas. Satuan kerja ee
satuan khusus kerja ee migas. Jadi
keduanya itu adalah pemerintah baik SKK
Migas, BRIN dan seterusnya. Mereka itu
memiliki satu ya kalau boleh dikatakan
kayak sistem informasi ee geografi atau
sistem pemantauan ee lingkungan. Karena
kami ee dari oil and gas itu selalu
melaporkan tiap kuartal tentang ee ee
apa hasil ee pemantauan ee lingkungan
baik udara
ee air maupun ee tanah. cuman untuk ee
mengintegrasikan sensor bawah laut itu
drone
laut itu ee
dari apa dari pelaku industri masih
ee bersifat pertama itu ee bersifat ee
reaktif ya bukan walaupun ada proaktif
tapi kalau proaktifnya lebih bersifat ke
RBI. atau risk based inspection. Jadi,
secara berkala kami biasanya menggunakan
ee menggunakan drone laut itu karena
cukup ee ee ribet biasanya per 5 tahun
atau per berapa. Tapi kalau inspeksinya
biasanya berdasarkan ee resiko yang ee
resiko yang ada pada e objek yang akan
di ee
pantau. Nah, selanjutnya ee melaporkan
ke SKK Migas.
Nanti mungkin di atas pemerintah SKK
Migas dan BRIN bekerja sama mengenai ee
teknologi yang bisa atau yang dapat
diterapkan gitu,
Pak. Oke. Baik. Ee selanjutnya kita akan
ee membuka sesi tanya jawab untuk
peserta yang ada di Zoom meeting. Namun
mohon maaf karena keterbatasan waktu,
jadi saya hanya batasi sampai dua
penanya saja. Kebetulan ee sudah ada
satu penanya yang res hand ya, jadi
nanti silakan satu lagi yang ingin
bertanya untuk res hand. Ee baik, di
sini ada Bapak ee Mas Horo ya. Silakan
Bapak Masia Horo untuk menyampaikan
pertanyaannya
ya. Silakan diaksep, Pak. Iya, baikh,
Mas. Ya, mohon maaf saya tidak bisa
menulis lama karena lagi sedang kasih
ujian juga di kampus. Jadi, sambil
kesujian saya nonton kuliahnya Pak
pemaparan Pak Pernoto. Bagus sekali,
sangat teknis sekali. Kebetulan basic
saya juga dari kelautan, Pak. Dari
teknologi kelautan. Jadi sedikit ee
nyambunglah dengan e materi yang Bapak
berikan. Nah, setahu kami kalau kami di
bidang kelautan, Pak ee selain multiin,
kemudian single bin, ada double bin,
bahkan ada split bin yang biasa
digunakan di dalam ee melakukan
survei-survei kawanan ikan gitu ya. Nah,
soal bagaimana anunya kan selalu yang
menjadi masalah adalah memang masalah
arus. Karena tadi betul bahwa kalau
arusnya tenang itu jauh. Memang kalau
pariran tenang itu pasti lebih baguslah,
efektiflah masalah perambatan gelombang
suaranya. Tetapi ketika arus itu ee
punya kecepatan di luar dari batas
kendali kita, kadang kala itu yang
menjadi menyelitkan. Nah, penyelesaian
kecepatan kapal ini jadi masalah agar
tidak semata-mata karena faktor ee
kecepatan arus, pas faktor ee apa
namanya viskosity atau kekentalan
termasuk ee kandungan-kandungan mineral
dalam perairan itu sangat memberikan
pengaruh terhadap ee proses perambatan
gelombang akustiknya. Nah, ini ee dari
sekian metode yang ada ya terlepas bahwa
luasan cakupan areanya ataupun ee
kedalaman panjang gelombang yang
terlambat e yang apa yang di bisa
dirambatkan. Paling intinya bahwa
kondisi topografi sangat berperan ee
menentukan efektif tidaknya juga
daripada e gelombang suara yang
dipancarkan itu. Nah, dari tiga tadi
split bin, multibin, dan single bin
untuk area yang lebih luas itu cocoknya
yang mana, Pak? Promoto. Yang kedua,
yang kedua kalau untuk minyak, kalau
untuk minyak biasanya kita tidak
menggunakan akustik biasa, tapi kita
menggunakan siksmisk
bomer. Setahu saya kalau untuk minyak
tampan di dasar ee di bawah dasar laut
biasanya menggunakan bomer. Nah,
bagaimana prinsip kerjanya antara secara
algoritmanya antara bomer dengan eh
hidroakustik lain seperti ekoster
seperti di ee untuk perikanan, Pak?
Terima kasih banyak. Saya kira
jelas. Silakan, Mas.
Oke.
Ee makasih ee cukup ee menarik ya. Ee
yang kedua dulu ya. Pertanyaan yang
kedua. Jadi
ee boomer tadi
ee pemakaian frekuensi itu akan
menentukan jangkauan jangkauan atau
kedalaman ee serta penetrasi gelombang
ke bawah dasar laut. Ya, kalau kita
pakai yang biasa seperti translu ya kan
nanti ada transduser ya.
ada eh transducer, ada pinger, ada
sparker, ada boomer. Nah, boomer itu dia
akan memancarkan energi suara yang kuat
sehingga dia bisa mendeteksi lapisan
batuan di bawahnya.
Ada lagi di atas boomer itu namanya eh
water gun atau air gun atau airgun yang
dia bisa menembus sampai ee 1000 2000 m.
Nah, itu kegunaannya untuk eksplorasi
minyak lepas pantai ya atau migas lepas
pantai. Jadi ee penggunaan boomer itu
hanya pada kekuatan amplitudo suaranya,
Pak. Jadi supaya pertama frekuensinya
direndahkan biasanya frekuensinya itu di
bawah 10 kHz bisa pakai 1 kHz atau pakai
herz dan dia bisa tembus sampai ke bawah
ee karena tujuan kita kan mencari ee
minyak ya itu dia bisa tembus di bawah
dasar laut di subsurface dia bisa sampai
kilo bisa 1 kilo, 2 kilo, 3 kilo dan
seterusnya. Nah, jadi sebenarnya di atas
bumer ada juga ee ergan, macam-macam
seperti itu. Terus yang pertanyaan
pertama apa tadi
tadi kaitannya dengan anu, Pak? Dari
ketiga model itu kan ada multibin, spli
bin, double bin, bahkan ada juga single
bin dan sebagainya. mana yang lebih
efektif di dalam mendeteksi dasar laut
dengan hubungannya dengan kecepatan
kapal dan kondisi laut yang sangat
dinamik itu. Betul, Pak. Jadi
efektivitas ya efektivitas tentu saja
harus dikaitkan dengan
efisiensi. Kalau
misalkan ee misalkan kita punya budget
sekian tapi sudah efektif kita ngapain
harus detail gitu, harus wah detail
banget. misalkan cukup pakai single
beam. Nah, itu pakai eh single beam.
Tapi kalau memang kita harus ee
istilahnya tanda kutip meraba atau meng
apa ee mensense gitu menginterfage yang
harus harus lebih resolusi lebih
tinggi ee karena untuk keperluan safety
atau keselamatan atau ee lindungan
lingkungan maka mau enggak mau kita
harus menggunakan ee multibeam eh
ecosonder. Sekarang itu multibeam ecoser
sudah lebih ee terjangkau dan banyak
digunakan terutama untuk survei
pelipeline. Nah, kalau yang satu lagi
eerder yang satu lagi apa? Split. Split
beam, Bu. Split beam, ya? Iya, split
beam-nya, Pak. Iya, split beam itu
mungkin kayak jenis Garmin itu ya
mungkin. I kayak garmin, Pak Proto.
Betul. Mirip Funder gitu ya mungkin ya.
I betul betul, Pak. Mirip Garmin. Kalau
Pferinder kami tidak pakai, Pak, karena
secara teknis itu kurang bisa
dipertanggung jawabkan. Biasanya Finder
itu untuk keperluan rekreasi. Misalkan
Bapak senang mancing dari Pfer kita bisa
menemukan daerah yang banyak ikannya,
ada terumbu-terrumbu karang. Jadi lebih
ke recreation. Tapi untuk keperluan
teknik kami lebih banyak ke single beam
sama multibeam.
Baik kasih banyak Pak Pron. Luar biasa
pencerahannya. Teknis banget Pak. Tapi
saya senang karena kuliah ini juga kita
sering kali ikuti yang begini-begini
Pak. Terima kasih banyak Pak. Mas
sangatsama moderator
ya. Baik. Ee saya beri kesempatan kepada
satu penanya lagi. Silakan yang ingin
bertanya bisa langsung rais hand
saja ya. Saya tunggu sekitar 1 menit ya,
Bapak dan
Ibu. Ya, silakan barangkali ada yang
ingin bertanya langsung reset saja.
Oke, nanti ee begitu 12.03 kalau tidak
ada yang res hand ee saya akan langsung
close saja untuk webinar ee kali
ini. Oke. Baik. ee karena tidak ada yang
resen ya, mungkin dicukupkan untuk
webinar kali ini ya. Saya yakin juga
pasti Bapak dan Ibu ee belum terpikir ya
kira-kira pertanyaan ini apa. Tidak
perlu khawatir nanti bisa ee japri saja
admin jika ada pertanyaan untuk Pak
Pranoto nanti akan kami sampaikan kepada
ee Bapak Pramonoto gitu. Oke. Ee
sebelumnya saya terima kasih banyak
kepada Bapak Pranoto Yudo atas
penyampaian materinya. Ee semoga nanti
di ke depan kita bisa ee ini lagi ya,
Pak, bertemu lagi di acara lainnya. Oke,
mungkin sebelum Pak Pranoto meninggalkan
ruangan, saya akan dokumentasi terlebih
dahulu. Jadi, silakan Bapak dan Ibu yang
ee bisa oncam ya. Ini saya akan ee dua
kali ini ya, dua kali pengambilan
fotonya. Jadi silakan Bapak dan Ibu ee
on cam barangkali bisa ee ke screenshot
ya. Oke, saya mulai hitung mundur dari
angka
3 2
1 ya. Sekali lagi Bapak dan Ibu 3 2
1. Oke, sudah terdokumentasi. Terima
kasih banyak kepada Pak Prandogo Yudo
atas ee waktunya dan kesempatannya dalam
menyampaikan ee informasi-informasi atau
pengetahuan yang sangat berharga buat
kami khususnya buat yang memang ee
bekerja sebagai ee teknisi di lautan
begitu. Oke, jika ingin meninggalkan
ruangan dipersilakan, Pak. Terima kasih
banyak
ya. Baik Bapak dan Ibu, berakhir sudah
untuk webinar kali ini. Ee saya ingatkan
kembali kepada Bapak dan Ibu ee untuk
mendapatkan e-sertifikat Bapak dan Ibu
harus mengisi daftar hadir yang sudah
dibagikan di ini ya di chat ya dan juga
tertera di ee ini di layar Zoom ya. ini
ada link presensi kehadirannya. Dan
ketika mengisi presensi kehadiran Bapak
dan Ibu dimohon dicek kembali pengetikan
nama dan ee email-nya ya Bapak dan Ibu
karena nanti akan
mempengaruhi ee penerbitan
e-sertifikatnya. Begitu. Jadi silakan
sebelum di-submit dicek kembali ya,
Bapak dan Ibu. Oke, mungkin itu saja
dari saya. Kurang segala hal-hal yang
kurang berkenan mohon dimaafkan.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang dan selamat
melanjutkan aktivitas lainnya. Terima
kasih ya. Terima kasih Pak Prof.
Makasih.
Sama-sama. Izin live
ya. Silakan Pak. Terima kasih. Iya.