Transcript
l8z2QlPEmAE • Webinar 125 Blue Carbon : Konservasi Produktif Sumber Daya Hayati untuk Adaptasi Perubahan Iklim
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0159_l8z2QlPEmAE.txt
Kind: captions
Language: id
Alumni pelatihan kami sudah lebih dari
2.500 orang yang berasal dari seluruh
Indonesia. Layanan kami terbuka untuk
perusahaan, pemerintahan, perorangan,
ataupun pemerhati lingkungan. Eko Edu
selalu berusaha menyajikan pelatihan
yang berkualitas dengan menghadirkan
pengajar yang berpengalaman,
memberikan pengalaman langsung dengan
praktikum
dan e-learning yang dapat diakses di
manapun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya, karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya, terasa gitu
manfaatnya di kami terutama untuk e para
konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga
ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan
sempat mengikuti pelatihannya juga dan
itu terbukti benar begitu. Nah, saya
lihat Instagram itu ada Edu ya yang akan
menyelenggarakan pelatihan. Nah, di sini
juga saya baca-baca terlebih dahulu ya
terkait tentang informasi yang diselu.
Nah, menurut saya itu menjadi hal yang
membuat tertarik untuk ikut pelatihan
gitu. Jadi, saya sering lihat di
Instagram gitu bagaimana Eko Idu
menyampaikan informasinya. Eko Edu
karena pelatihan-pelatihnya itu selalu
tergini terus mengikuti zaman dan juga
pelatihnya atau bagus-bagus dan
terbaiklah kejutannya.
[Musik]
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan begitu
ya. bertahun dalam penyimpinan dokumen
eject saya jadi bisa lebih produktif,
lebih efektif juga ee punya update gitu
ya, update-update persoalan-persoalan
dalam jasan AMDA terkini dari ahlinya
langsing di lapangan begitu yang
pengalamannya tidak diragukan. Menurut
saya pelatihan yang disediakan EO ini
sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk
aksesnya gitu. Jadi ada teknologi
terbaru yang saya dapat itu di
e-learning ya. Itu luar biasa ee
pembelajarannya juga mudah sekali untuk
dipahami.
Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga
menambah ilmu pengetahuan yang banyak
banget.
[Musik]
Eh, e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan, kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
itu membantu sekali ketika pada saat
penyampaian materi ada yang ketinggalan
gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi
itu di 7
sangat membantu, Mbak. Jadi saya ee
ambil materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana aja.
Juta dengan informasi yang kami peroleh
itu jauh dari atas padan sebenarnya.
Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang
terlalu murah itu jadi sepadanlah.
Jadi menurut saya padan Bu karena memang
e pelatihannya itu pun sangat membantu
ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan
yang ada di e sekitar lingkungan saya
sendiri gitu.
E saya kira sepatutan sesuailah dengan
apa yang didapatkan.
[Musik]
E-KTP
efektif, tepat, dan profesional,
hemat, cermat, dan hebat,
keren, profesional, dan juga ke sini.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar Ekoedu ke-125.
Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak,
Ibu semua yang sudah selalu setia untuk
mengikuti acara webinar ini. Hari ini
webinar Eko Eedu akan mengangkat tema
Blue Carbon konservasi produktif sumber
daya hayati untuk adaptasi perubahan
iklim.
Baik, perkenalkan saya Dini yang akan
bertugas sebagai moderator pada acara
ini. Baik, Bapak Ibu semuanya, sebelum
kita mulai webinar pada siang ini,
alangkah baiknya kita berdoa
bersama-sama sesuai dengan agama dan
kepercayaan masing-masing. Untuk itu
berdoa dipersilakan.
Berdoa dicukupkan. Untuk selanjutnya
mari kita menyanyikan lagu Indonesia
Raya secara bersama-sama. Diharapkan
kepada Bapak Ibu untuk duduk tegak.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Ya. Baik Bapak Ibu semuanya untuk
selanjutnya izinkan saya mempromosikan
tiga pelatihan dalam waktu dekat ini
yang akan diselenggarakan oleh kami.
Yaitu yang pertama
di minggu pertama itu pada tanggal 15
hingga 19 September 2025. Kami di sini
akan mengadakan dua pelatihan yaitu yang
pertama adalah pelatihan pemodelan
dispersi udara air modpff dan high split
gelombang 19.
Kemudian pelatihan dan sertifikasi
penanggung jawab operasional pengolahan
air limbah atau popak di gelombang 4.
Lalu kemudian di minggu selanjutnya pada
tanggal 22 hingga 26 September 2025 kami
di sini akan mengadakan pelatihan
penunjang dokumen AMDAL dan SLO
persetujuan teknis untuk emisi udara.
Dan kepada Bapak Ibu semuanya apabila
Bapak Ibu melakukan pembayaran pada
HAM-IN 1 pelatihan untuk pelatihan
pemodelan dispersi udara dan juga
pelatihan penunjang dokumen AMDAL dan
SLO. Terkait persetujuan teknis untuk
emisi udara, Bapak Ibu akan mendapatkan
diskon 10% yaitu Bapak Ibu cukup
membayar investasi sebesar Rp3.600.000
Dan ee untuk informasi lebih lanjut
dapat menghubungi admin kami di Riris
dan Nisa melalui WhatsApp. Lalu kemudian
Bapak Ibu juga bisa mengunjungi sosial
media kami yaitu ada Instagram, YouTube
channel, Facebook
dan juga website resmi kami di
www.efaedu.co.id evoedu.co.id
dan juga Bapak Ibu yang tertarik
langsung untuk mendaftar silakan diakses
saja pada pendaftaran.coedu.co.id.
Nah, di sini juga ee kami memiliki
inhouse training yang dapat dilakukan
secara offline maupun online sesuai
dengan permintaan dari instansi atau
perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi ee
kami menunggu Bapak Ibu di pelatihan.
Baik Bapak Ibu, untuk selanjutnya kita
langsung saja masuk pada kegiatan utama
kita di mana webinar kali ini kita akan
berdiskusi mengenai blue carbon
konservasi produktif sumber daya hayati
untuk adaptasi perubahan iklim. Dan di
sini juga kita sudah menghadirkan
narasumber yang kompeten di bidangnya
untuk memberikan materi
materi dan wawasan yang bermanfaat ini.
Dan langsung saja ee saya memperkenalkan
narasumber kita hari ini yaitu beliau
adalah Ibu Dr. Rernat Tri Dewi, S.,
M.Si. Nah, beliau merupakan dosen
biologi FPMIPA di Universitas
Padjajaran.
Dan ee mungkin saya akan sapa terlebih
dahulu. Selamat siang kepada Bu Tri
Dewi.
Selamat pagi mungkin ya, Mbak ya. Masih
pagi.
Iya, pagi menuju siang, Bu.
Iya. Bagaimana, Bu kabarnya hari ini?
Alhamdulillah sehat.
Alhamdulillah. Semoga selalu sehat
selalu ya,
Bu. Mungkin ee sebelum melanjutkan ee
acara webinarnya di sini saya akan
menyampaikan terlebih dahulu ee beberapa
teknis yaitu yang pertama itu adalah
pemaparan akan dilaksanakan selama 1
seteng jam kemudian nanti dilanjutkan
dengan sesi tanya jawab menggunakan
aplikasi Slido dan dilanjutkan lagi
dengan tanya jawab secara langsung. Dan
baik Bapak Ibu semuanya untuk
mengefektifkan waktu saya serahkan
ruangan Zoom ini kepada Ibu Tri dan
kepada Bapak Ibu selama semuanya selamat
mengikuti acara webinar ini.
Terima kasih Mbak Dini. Saya mungkin
minta izin untuk share screen ya.
Selamat pagi Bapak Ibu semua. Selamat
berjumpa secara virtual. Ee suara saya
apakah terdengar dengan jelas?
Ee terdengar dengan jelas Bu.
Oh, baik. Terima kasih. Saya share dulu
ya.
Iya.
Ya. Jadi ini emm judul yang dicover itu
memang ee apa judulnya? Saya lupa ya.
Judulnya itu ee sangat kuliah sekali
gitu. Jadi, makanya ee dengan tema besar
itu kemudian saya mengambil sebagian
kecil ee untuk ditampilkan di sini dan
ini adalah sebenarnya ee sharing session
saja tadi seperti yang dibilang oleh
Mbak Dini ya, bahwa kita di sini akan
berdiskusi. Jadi artinya dua arah gitu.
Nah, ee judulnya adalah ee kali ini saya
akan membawakan materi mengenai optimasi
blue carbon untuk bisnis yang
berkelanjutan.
Kalau masih kedengaran ee bau-bau kuliah
juga ya mohon maaf ya gitu. Hanya
intinya tuh saya ee pada kali ini saya
ingin meyakinkan gitu ya kepada ee Bapak
Ibu semua bahwa ee konservasi gitu
tindakan konservasi kegiatan-kegiatan
lingkungan itu sebenarnya bisa jadi cuan
loh gitu bisa buat bisnis juga loh gitu.
Nah itu kayak gimana? Mari kita ee
perdalam ya ee berikutnya.
Ee 1 seteng jam ya. Wah, panjang juga
ya.
Agak-agak ini juga nih nanti. Baik. Ee
iya kita mulai dari ee blue carbon itu
awalnya dari blue ekonomi ya. Jadi
bagaimana konsep blue ekonomi ini asal
eh historinya itu dari konferensi PBB
atau UN tentang pembangunan
berkelanjutan gitu ee yang ada di Rio
Henero pada tahun 2012 gitu. Jadi
bagaimana ee apa namanya awalnya dari
green ekonomi gitu ya. Kemudian karena
menyadari juga bahwa 70% dari bumi itu
adalah perairan laut sehingga kayaknya
kita juga harus berbikin tentang blue
ekonomi gitu ya. Nah, e ekonomi biru
kalau dalam bahasa Indonesianya itu
merujuk kepada segala sesuatu yang
terkait di lautan. Walaupun sebenarnya
inland water juga ya boleh dibilang
masuklah ya perairan walaupun itu ee
mungkin satu hanya 1% dari seluruh
perairan yang ada di permukaan bumi gitu
ya. Kalau inline watered tujuannya untuk
meningkatkan kesejahteraan manusia dan
kesetaraan sosial gitu
dengan secara signifikan juga mengurangi
ee risiko lingkungan dan kelangkaan
ekologi. Karena yang namanya pembangunan
itu pasti ada perubahan itu eufimisme
dari kerusakan ya sebenarnya. ee tetapi
kita berusaha supaya fungsi ekologinya
masih tetap bisa ee berjalan gitu
walaupun mungkin harus terkonversi dalam
bentuk yang berbeda. Kira-kira seperti
itu. Itulah makanya di dikatakannya
berkelanjutan gitu. Artinya ee yang
berkelanjutan itu fungsi ekologinya dan
juga manfaatnya bagi ee kehidupan secara
umum. Kira-kira demikian.
Nah, dari blue ekonomi itu kita masuk ke
blue carbon. Karena kalau ekonomi tadi
kan ee
apa namanya? Secara umumnya adalah
bagaimana yang menghasilkan ekonomi
gitu. Nah, gimana nih blue carbon nih?
Apakah dia hanya konservasi saja gitu?
Kan kadang konservasi itu ee apa ya
dianggap jauh dengan ee cuan gitu dengan
dengan ee unsur ekonomi gitu. Walaupun
sebenarnya kalau kita ee berpikirnya
secara ee visioner itu justru modal
ekonomi yang besar gitu. Selama kita
tidak serakah sebenarnya itu e jangka
panjang itu benar-benar ee basicnya atau
dasarnya pondasinya itu adalah dengan ee
lingkungan yang terus terjaga
keberlanjutannya. Kira-kira seperti itu.
Nah, blokarbon ini itu mengacu pada
karbon organik ya yang ditangkap dan
disimpan ya ditangkap tuh dengan
mekanisme kimia tertentu gitu ya. Dan
disimpan itu juga melalui mekanisme
kimia tertentu berikatan dengan ee apa
namanya ee unsur-unsur yang ada di ee
udara, di tanah, di ee air dan
sebagainya oleh lautan dan juga
ekosistem pesisir terutama untuk
ekosistem pesisir yang ee vegetasi gitu
ya, padang lamun. rawa pasang surut dan
juga hutan bakau. Kenapa? Karena ee
karbon inilah dengan dengan mekanisme ee
biologis dari tumbuhan atau vegetasi
itulah yang bisa ee menyebabkan ee
karbon itu tertangkap dan tanda kutip
tadi ya, bisa berikatan dengan
unsur-unsur ee hara yang ada di ee
kelompok tumbuhan gitu ya. eh artinya
tumbuhan ini bisa dikatakan yang
memiliki klorofil gitu. Kira-kira
seperti itu.
Nah, kenapa sih sebenarnya blue karbon
ini kok jadi ngetop banget? Nah, ini
kita jadi mau enggak mau berbicara
tentang pemanasan global yang nanti
akhirnya akan ke ee climate change atau
perubahan iklim gitu ya. Saya rasa
mungkin ee secara umum sudah bisa
dimengerti bahwa ee sudahudah tahu ya
pemanasan global tuh ee adalah bagaimana
bumi ini ee semakin panas. udaranya juga
meningkat sekitar 1,5 derajat
ee dalam jangka waktu 100 tahun gitu ya.
Mungkin kalau dipikir 1,5 derajat emang
kenapa sih gitu ya. Ee kalau air juga
kan meningkatnya dari dari biasa dari
dingin ke biasa ke hangat ke panas itu
enggak apa-apa ya. Kalau kalau air yang
buat diminum sih enggak apa-apa gitu ya.
Tapi kalau di udara itu ee kenaikan 1
sampai 2 derajat aja itu memberikan ee
apa ya efek atau dampak yang signifikan
kepada kehidupan secara umum gitu. Nah,
ee pada suhu yang relatif tinggi laju
fotos ini kita bicaranya ee terkait blue
apa namanya tadi ya ee vegetasi tadi.
Jadi laju fotosintesis dan laju
respirasi itu sama-sama meningkat. Namun
laju respirasi akan meningkat lebih
cepat dibandingkan dengan laju
fotosintesis sehingga pelepasan gas
karboni dioksida itu menjadi lebih besar
dibandingkan dengan ee penggunaannya dan
menyebabkan laut menjadi net carbon
source. Nah, jadi sebenarnya ee vegetasi
itu melakukan vegetasi dan e bumi ini
secara seimbang sebenarnya dulu awalnya
gitu ya. Ee laju fotosintesis yang
menggunakan karbon itu dengan laju
respirasi yang melepaskan karbon itu ee
seimbang. Tetapi kemudian pelepasan
karbon itu banyak terjadi ketika tidak
hanya dari kegiatan vegetasi itu saja,
tetapi dari antropogenik terutama. Nah,
ini adalah sebelah kanan. Ini adalah
gambaran sebenarnya apa sih yang
dinamakan pemanasan global atau efek ee
gas rumah kaca gitu. Jadi, sebenarnya ee
ketika udara di permukaan bumi ini kan
ada lapisan-lapisannya gitu ya, sampai
ke ada lapisan ozonnya gitu.
Nah, ee apakah karbon terutama karbon
dioksida gitu ya yang membuat panas
kemudian gas metana dan sebagainya itu
sebenarnya apakah sia-sia gitu? Oh,
tidak. Jadi sebenarnya secara alamiah
itu dibutuhkan ya ee ini kita bicara
dalam kondisi yang ee seimbang gitu.
Jadi dibutuhkan. Kenapa dibutuhkan?
Karena itu akan memerangkap
ee memerangkap atau mempertahankan
sebagian kecil dari panas radiasi
matahari itu di ee
kolom udara yang ada yang menyelimuti ee
planet bumi kita. Kenapa? Supaya untuk
mempertahankan panas. Jadi misalnya
gini, ketika malam itu kan ee gelap atau
ketiadaan cahaya di bagian yang tidak
terkena matahari gitu. Nah, itu akan
menyebabkan suhu menurun dengan ee
drastis terutama di daerah-daerah non
tropis. Kalau di tropis kayak di kita
mah mungkin ya mau musim hujan, mau
musim kemarau, mau musim duren dan
sebagainya kayaknya enggak terlalu
ngefek gitu ya. Musim hujan juga enggak
pakai jaket gitu kan. ee biasa aja gitu
ya. Ee ya paling agak-agak dingin-dingin
dikit gitu. Ee musim panas juga ya udah
gitu aja gitu. Jadi tidak terlalu tidak
terlalu terasa. Tapi ketika kita ke arah
temperate kemudian ee ke arah ee apalagi
yang daerah kutub itu apa namanya?
Perbedaan musim itu kerasa sekali dan
perbedaan siang malamnya pada
musim-musim tersebut itu ee ada gap suhu
atau temperatur yang sangat tajam. Nah,
itu ee ketika malam atau ketiadaan
cahaya itu ketiadaan berkurangnya
ketiadaan panas itu itu akan menyebabkan
suhu turun sekian derajat gitu. Yang
pernah saya alami itu di Eropa saya
merasakan sampai suhu minus 15 derajat
gitu ya. Dan itu dinginnya
kulkas pun tidak kurang dingin kayaknya
gitu kalau kita keluar gitu. Nah, ee
itulah gunanya kenapa ee gas-gas itu ee
akan terperangkap sedikit
ee untuk mempertahankan suhu sehingga
kita tidak ee mati kedinginan seperti
itu. Akan tetapi kemudian dengan
antropogenic activity atau kegiatan
manusia yang begitu beragam itu
menyebabkan
ee keseimbangan itu jadi ngejomplang
gitu. Jadi yang yang karbonnya yang
menyebabkan panasnya terperangkap itu
semakin banyak. Sementara yang
menggunakan karbon itu untuk
menyeimbangkan itu lagi semakin sedikit
gitu. Sehingga ee gas-gas yang
memerangkap panas itu menjadi naik
dengan cepat dan yang menggunakan karbon
itu semakin sedikit. itu yang
menyebabkan jadi ada pemanasan global
dan itu buktinya sudah mungkin kita
rasakan sekarang ya ee seperti itu. Nah,
ini kita akan masuk ke
eh
climate change akibat pemanasan global
itu. Ini apa nih? This meeting is being.
Oh, iya. Oke.
Nah, ee akibat pemanasan global itu yang
terjadi secara terus-menerus cuacanya
jadi berubah kaditu kadia dan sebagainya
itu menyebabkan adanya perubahan iklim
artinya cuaca yang berjangka panjang.
Nah, perubahan iklim ini data tahun 2022
ya ee yang terbaru mungkin sudah lebih
tinggi lagi gitu bahwa ada peningkatan
suhu nih, ada peningkatan suhu ya hanya
sekitar 1,15 saja ee dari tahun 1800 loh
ya 1800 gitu ee ke 1900
ini aja kenaikannya seperti ini. Nah,
sekarang kan udah kepala dua ya 2.000
sekian ya itu akan bertambah lebih lebih
naik lagi gitu seperti itu WMOIA World
Mul Organization ini. Dan buktinya
adalah di penggunaan Alpen Eropa itu
pencairan Gletcher terpecahkan tahun
2022 gitu. Ee ketebalannya menurun
kemudian ee terjadi apa namanya
pencairan es dikutub sehingga
peningkatan permukaan laut dan
sebagainya. Dan kalau di Indonesia yang
kerasa sekali adalah bahwa di puncak
gunung ee puncak Kartens ya, Jayawijaya
itu dulu kita dengan bangganya bahwa
Indonesia itu negara tropis tapi punya
ee gunung dengan puncaknya bersalju gitu
ya. Nah, sekarang itu sudah hampir
enggak ada gitu dan diperkirakan katanya
tahun depan itu terakhir ee puncak
Kartens ada ee saljunya gitu. ee mungkin
setelahnya kita enggak akan bisa
mengklaim dengan bangga bahwa Indonesia
adalah negara tropis yang punya ee
gunung, ada saljunya di puncaknya.
Kira-kira seperti itu. Dan itu adalah
akibat dari pemanasan global yang
terus-menerus sehingga mengakibatkan
perubahan iklim gitu. Kita mungkin juga
sudah merasakan sekarang ya ini harusnya
kan bulan Juni, Juli, Agustus ini ee
halodo ya kalau orang Sunda tapi ini
kayaknya banyak
hujan gitu. Nah, itu juga ya sebenarnya
sih disyukuri juga ya. Saya sih
alhamdulillah karena lebih suka yang
adem gitu dibandingkan dengan yang
panas. Tapi mungkin di di sebagian lain
sehingga ee nah ini krisisnya. Jadi ada
gelombang panas ekstrem, ada kekeringan
yang luar biasa, ada banjir yang dahsyat
gitu ya. Ini aja di di apa namanya di
berbagai belahan bumi itu merasakan hal
yang seperti ini gitu. Dan kalau ee
tumbuh-tumbuhan gitu saya lihat juga
mereka jadi bingung gitu ya. Emm
harusnya waktunya mereka sudah mulai
berbunga gitu, ini kok masih hujan-hujan
aja ya gitu. Jadi ini kapan kita
berbunganya? Ya wislah gitu ya udahlah
kita tidur lagi aja gitu misalnya
seperti itu. Jadi jadi kacau gitu. Kayak
misalnya mangga harusnya itu ee dia kan
setiap ee pergantian musim ya atau
pancaroba gitu dari musim panas ke musim
musim hujan ke musim kemarau atau
ataupun sebaliknya gitu. Jadi setahun
itu dua kali. Tapi kan sekarang ee jadi
tidak gitu, jadi enggak jelas. Dia dia
juga bingung nih kapan nih saya harus
berbuah. Kira-kira seperti itu. Dan
kalaupun ee berbuah biasanya enggak
enggak begitu bagus gitu. Enggak seenak
yang dulu. Kira-kira seperti itu ya.
Kalau yang punya ee pohon buah di
rumahnya dari dulu kecil sampai sekarang
mungkin bisa merasakan hal yang
tersebut. Nah, kemudian apa nih yang
bisa kita lakukan gitu sebagai bagian
dari ee masyarakat dunia gitu ya ee
adalah mengurangi emisi. Artinya emisi
itu mengurangi pelepasan karbon ke
lingkungan.
Bagaimana caranya? Ada dua cara utama
yaitu bagaimana mengurangi pelepasan
karbon dengan merekayasa proses
pelepasan karbon tersebut, gitu ya. Dan
yang satu lagi adalah menyediakan
penyerap karbonnya.
Nah, mana yang lebih ee sesuai itu
tergantung dari ee negaranya seperti apa
gitu ya atau ee siapalah terserah gitu.
Kalau merekayasa pelepasan karbon
biasanya ini adalah dilakukan oleh
negara-negara yang sudah ee maju ee
stemnya gitu ya. Jadi mereka akan
melakukan ee rekayasa dengan ee dengan
mesin dengan ee apa namanya reaksi atau
apapunlah seperti itu. Ee supaya ee
industrinya atau kegiatan
antropogeniknya tidak terlalu ee apa
namanya
merajal lela atau membabi buta gitu ya.
Ee karbon pelepasannya itu lebih
terkendali gitu atau kalau bisa bahkan
dikurangin gitu. Nah, kalau Indonesia
mungkin dengan kekayaan alam yang luar
biasa ini gitu ya ee masih kaya ya kita
bismillah mudah-mudahan gitu. Itu adalah
ee sebenarnya lebih cocok ke menyediakan
penyerap karbon gitu ya. Dan itu juga ee
terlihat bahwa sebenarnya
pemilihan ee kebijakan kita itu untuk ee
pengurangan emisi itu adalah dengan
menyediakan penyerap karbon. Karena
potensi kita yang kita punya tuh di situ
sebenarnya. Nah, itu di Indonesia itu eh
60% dari pengurangan emisi itu memang
lebih ke nature based solution ya. Jadi
berbasis sektor alam gitu. Eh, sementara
kalau negara lain pakainya yang tadi
merekayasa pelepasan karbon atau eh
pakai yang eh engineering gitu ya,
engineering eh carbon emission gitu dari
sektor energi terutama ya. Nah, ini
kemudian ee adanya ee
pengurangan-pengurangan emisi ini.
Kemudian kita masuk ke carbon trade.
Artinya ada perdagangan karbon dalam
bentuk bursa karbon gitu ya. Ee pasar
lah ya, pasarnya karbon gitu
kan. Kalau di apa namanya ee Sonya Raja
tuh kalau di Bandung ada pasar untuk
bahan bangunan gitu ya. Kalau pasar baru
mah pasar grosir gitu ya, baju dan
sebagainya. Nah, ini adalah pasar karbon
gitu kira-kira gitu. Nah, ini suatu
sistem yang mengatur mengenai
perdagangan karbon dan atau catatan
kepemilikan unit karbon. Nah, di
Indonesia sudah ada hukumnya yang
melandasi tentang ee perdagangan karbon
ini dan itu ada di ee OJK-nya dan
sebagainya dan sebagainya. Nanti bisa
dieksplore lebih dalam mengenai ee hukum
dan aturannya gitu ya. Kira-kira seperti
itu. Nah, kemudian kita masuk dari bursa
kabel itu ada namanya karbon kredit.
Karbon kredit ini adalah izin atau
sertifikat ee atau apa ya em ya izin sih
sebenarnya ee yang dapat diperdagangkan
ee yang memberikan hak ya kepada
pemegangnya untuk mengeluarkan 1 ton
karbon dioksida atau setara dengan gas
rumah kaca lainnya. Hitungannya nanti
ada macam-macam. Nah, satu karbon ee
kredit karbon itu setara dengan 1 ton
karbon dioksida.
Nah, kalau di Uni Eropa itu
diperdagangkan antara 7 US sampai 25 US
gitu. Rata-ratanya 16 sekian ya US
Dollar per ton tahun 2018. Dan ini ee
informasi terbaru itu terus ee meningkat
ya walaupun enggak terus jadi ee mahal
banget gitu. Enggak enggak juga gitu.
Kira-kira seperti itu. Nah, tujuan
utamanya adalah mengurangi emisi gas
rumah kaca untuk mengurangi efek
pemanasan global. Jadi, kira-kira
seperti ini gambarannya di sebelah kanan
ya, ada karbon emiternya. ini
digambarkannya industri ya, karena
memang yang secara signifikan ee ee
terukur gitu ee jumlahnya, kemudian
durasinya dan sebagainya itu adalah bagi
industri itu ee bisa
eh membayarkan carbon sequestration
untuk carbon avoidance itu eh ke
entah negara entah institusi entah
komunitas yang menyediakan si penyerap
karbon tersebut gitu. itu melalui apa?
Melalui karbon kredit kira-kira seperti
itu.
Nah, ini kita karena kita ngomong pasar,
kita harus ee ngomongnya penjual pembeli
berarti ya kan gitu. Karbon kredit ini
adalah ee siapa sih penjual karbon itu?
Para penjual kredit karbon adalah
perusahaan atau negara atau ee komunitas
gitu ya. Bisalah misalnya kalau di
Indonesia kan masyarakat adat yang punya
hutan adat dan sebagainya gitu ya.
menyerap emisi CO2
atau e ini duanya salah ya harusnya
turun tapi saya ngambilnya dari Voice of
Indonesia ini sudah tutup pula kantornya
gitu ya wk wk wk wk pembangkit tenaga
surya dan sebagainya gitu ya. Kemudian
ee
jadi bursa karbon ini sudah diresmikan
ya oleh presiden ketuuh tahun ee 2023 26
September. Jadi sudah ada pasarnya gitu
ee masuk ke bursa. Ee jadi boleh tuh
sudah mulai pasarnya sudah didirikan.
Jadi e shock way sekarang siapa yang mau
carbon trading kan gitu.
Nah, carbon trading di Indonesia ee
kayak mana sih? Nah, ini kita lihat ada
ee landasan hukumnya ya. Landasan
hukumnya ada kayak gini. Jadi ini sudah
legal gitu ya ee melalui bursa karbon
menjadi pedoman dan acuan. Nanti silakan
aja di ee explore lagi mengenai ini ya.
Eh, kemudian tuh ada informasi lebih
lanjut kepala departemen literasi dan
sebagainya dan sebagainya. Ee kemarin
saya nyoba nelepon tapi enggak ada
ngangkat itu 021 sekian itu nolnya
banyak banget gitu. Atau bisa di ee
email saja nanti kita lihat kayak ee apa
namanya? Silakan kalau mau di email
nanti bisa Bapak Ibu sekalian meekplore
lebih jauh lagi mengenai ini hukumnya
kayak mana sih gitu. Kalau saya mau
dagang karbon nih ee ngidernya kudu ke
mana gitu atau gimana itunya gitu ya. ee
aturan mainnya gitu kan ya.
Nah, ini kita lihat dari CNBC Indonesia
itu ada harga bursa karbon 13 kredit
karbon untuk hampir 460.000 mrik ton
setara karbon dioksida dari proyek PT
Pertamina Geothermal Energi. Ini saya
ngambilnya dari sini ya. Jadi nanti
silakan di e browsing lebih jauh lagi.
Nah, ini ada di Bursa Efek Indonesianya
mengatakan dan sebagain sebagainya. Jadi
tuh 18 US Do per ton. Tapi yang paling
murah juga ada dua gitu ya. Bahkan ada
ee kalau mau di di ee bandingkan dengan
Uni Eropa dia sudah nyampai tuh 80 dari
yang tadi tahun berapa tadi yang di atas
tuh 2022 tadi ee sekitar 16 di bawah
masih di bawah 20 ya 20 US DO nih
sekarang sudah seperti itu gitu ya ee
jadi ee cukup ee promising gitu
kira-kira seperti itu. Walaupun yang
terendahnya segini ya, segini nanti ee
ya siapa tahu aja kalau ee kualitasnya
bagus kan juga akan meningkat. Kira-kira
seperti itu.
Nah, ini siapa saja yang berpartisipasi?
Jadi ee carbon trade itu ee bersifatnya
sebenarnya secara umum masih sifatnya
sukarela, tetapi akan menjadi wajib
setelah aturan polusi yang lebih ketat
diterapkan. Jadi ada
perusahaan-perusahaan ee yang sudah ee
global gitu ya, yang sudah establish
secara global gitu. Itu dilihat dari
mungkin ee apa namanya ee ya mungkin e
jumlah perdagangannya seperti apa gitu
ya, jumlah bisnisnya seperti apa,
usahanya seperti apa, itu nanti ada
masuk-masuk ke dalam ee yang sudah
global gitu, ada kategorinya global.
berarti dia kalau global dia harus
menerapkan yang namanya ee green energi,
green managemen dan green-green yang
lain gitu ya. Kira-kira seperti itu.
Nah, ee jadinya wajib kalau itu. Nah,
kalau yang masih bersifat sukarela itu
ya silakan aja mangga gitu. Cuman
kadangnya kan kadang-kadang kan
seringnya ee suka tidak rela gitu ya.
Jadi, jadi ya ya gimana gitu. Jadi,
mangga B. Namun setelah batas polusi
ditetapkan untuk berbagai sektor,
perusahaan lain dapat bergabung gitu ya.
Misalnya perbankan, Unit Perusahaan
Energi Negara, Pertamina misalnya dan
perusahaan-perusahaan pertambangan
termasuk di antara para pembeli pada
perdagangan hari ini. Jadi ketika ada
kegiatan yang meng ee karbon emiter
gitu, artinya dia sebagai ee kegiatan
yang menghasilkan karbon atau melepas
karbon. Nah, dia bisa membeli ee apa
namanya? Ee
perusahaan lain yang menyerap karbon
gitu. Jadi balance kira-kira seperti
itu. Belinya di mana? Ya, di pasar
karbon. Kira-kira seperti itu. Ya,
demikian. Tapi sifatnya masih sukarela.
Artinya gini, kalau kita mau ngomong ee
ee sukarela, entar dulu ya, kita ngomong
sukarela dan suka tidak rela. Artinya
gini, ee ketika kita bicara bisnis itu
ada ee
salah satu yang dibicarakan adalah
hambatan gitu ya. Nah, hambatan bisnis
secara global itu ee enggak cuman global
aja sih sebenarnya secara kecil juga
bisa gitu. Ada ee hambatan tarif
namanya. Kan kemarin ramai tuh kita
barusan ee dapat kena dari Bapak yang di
sebelah sono tuh di bilang Indonesia
kena sekian persen gitu ya. India kena
sekian persen, ee Vietnam kena sekian.
Nah, itu hambatan tarif. Hambatan tarif
itu clear, ketahuan angkanya gitu ya.
Nah, ada lagi hambatan yang sebenarnya
ee patut diperhitungkan
oleh para pebisnis terutama global yaitu
hambatan non tarif yang kayaknya ini ee
gimana ya? em
sebenarnya mungkin tidak secara gamblang
keluar angkanya seperti yang hambatan
tarif gitu, tapi itu justru kadang ee
bisa jadi menjatuhkan gitu. Misalnya
adalah hambatan non tarif itu adalah
yang terkait dengan isu lingkungan tadi
yang ada green-greennya segala macam
itu. Kemudian ada ee isu ee keamanan
pangan. Nah, halal gitu ya ee halal non
halal. Kemudian keamanan pangan tuh
kayak kemarin toksik. Ah e udang kita
kan kemarin ee katanya gitu ya ee ada
apa sih ee
antibiotik atau apalah gitunya yang
mengandung ini itu ini itu dan
sebagainya dan sebagainya gitu. Dan
ternyata ketika ditelusuri ada yang
menyatakan bahwa lah itu mah memang
sudah bakalan begitu gitu seperti itu.
Tapi kan kita masih itu perdebatan. Nah,
itu kan jadi hambatan kita bisa diband,
bisa kena e embargo dan sebagainya. Dan
itu pernah terjadi di Indonesia di e era
tahun 1980-an ya. Jadi produk-produk
perikanan Indonesia tuh pernah diembargo
ketika keamanan tidak lolos keamanan
pangan. Jadi ditemukan ee apa ya satu
sisik atau satu rambut gitu di makanan
kaleng dan itu kita kena embargo selama
kalau enggak salah 5 tahun gitu ya. Ee
seperti itu. Nah, ya tadi ya. Jadi ke
isu lingkungan, isu keamanan keamanan
pangan, halal non halal, kemudian ee
upah pekerja, kemudian ee apa namanya?
Siapa yang ee bekerja misalnya
mempekerjakan ee ada isu tentang oh ini
mempekerjakan pabrik ini ee pegawainya
pekerja anak-anak dan sebagainya. Wah,
itu ada tuh satu perusahaan ee baju e
fashion ya terkenal gitu. Ternyata
ketika ditelusuri dia pabriknya di
negara di suatu negara gitu dan suatu
negaranya itu ternyata mempekerjakan
anak-anak di bawah umur gitu ya. Nah itu
wah langsung kena band dan sebagainya.
Nah jadi itu ada hambatan-hambatan
seperti itu dan karbon ini adalah isu
salah satu isu hambatan non tarif untuk
berbagai macam perdagangan gitu. Jadi
kalau misalnya kayak tambang kita mau
lolos gitu sebenarnya ya itu harus masuk
ke green mind mining dan sebagainya itu
tuh harus diperhatikan gitu karena hari
ini ee informasi begitu terbuka dan akan
mudah gitu ya untuk menelusuri benar
atau tidak. Nah, hambatan nonarif itu
menjadi sesuatu yang patut
diperhitungkan kalau kita mau berbisnis.
Dan sebenarnya justru di situ peluang
kita ketika kita bisa ee
membuat atau mengemas konservasi itu
menjadi sesuatu ee yang bagus gitu ya,
suatu yang bisa menjadi kekuatan kita
itu justru akan menjadi ee cuan yang ee
bisa diperhitungkan gitu. Kira-kira
seperti itu.
Nah, ini adalah gambaran Indonesia
Carbon Exchange ya. Ee kayak seperti
ini. Jadi sudah ada. Silakan nanti ini
nih ee website-nya Anda bisa Bapak Ibu
sekalian bisa mengeksplore lebih jauh
kalau mau ngulik seperti apa gitu ya.
Karena kalau di sini nanti terlalu
teknis. Ee jadi kira-kira ee mengapa
bernasakasi dengan kami ini. Jadi
promosinya dia kayak gini lah ya. Jadi
gitu ee
ee ada udah sudah ada nanti silakan ee
dieksplore lebih jauh mengenai Indonesia
Carbon Exchange. Nanti di situ ada
aturan-aturan dan sebagainya ya. Nah,
mekanisme bursa karbon itu kayak apa?
Nah, ini adalah eh allowance marketnya
tuh kira-kira seperti ini ya. Jadi, ada
allowance market, mekanisme pembatasan
dan perdagangan. Jadi, gini, kalau kita
mau ee dagang karbon gitu, itu ada tanda
kutip ee asesor gitu ya yang
memverifikasi ee sejauh mana kualitas
dari dagangan kita kan gitu ya.
gitu. Nah, ee kualitas dagangan kita ini
nanti akan dicek oleh asesor ada suatu
lembaga institusi yang ee third party
gitu ya. Jadi di luar siapapun juga dia
berdiri independen. Nah, itu yang akan
memberikan ee kita misalnya gini ee
taruhlah misalnya eh ini just for
example ya hanya untuk sebagai contoh.
Misalnya gini, walaupun ide ini harusnya
bagus juga kalau dilaksanakan. Kita
punya banyak taman nasional misalnya
gitu. Nah, salah satu taman nasional
kita nih bisa nih kalau misalnya
dijadikan ee carbon trade misalnya kayak
gitu karena kan ada luasannya dan
sebagainya gitu ya. Bisa diukur ee apa
namanya mm ee serapan karbonnya berapa
dengan ee apa namanya diapro atau
diagram profil untuk kalau orang biologi
pasti tahu ee tumbuhannya apa aja yang
ada di sana, pohonnya tingginya segimana
tu apa ee coverage-nya berapa dan
sebagainya sebagainya sehingga dia bisa
menyerap karbon sekian gitu kan. Nah,
misalnya seperti itu. Nah, itu nanti
akan diases oleh lembaga yang di luar
itu untuk eh benar enggak nih gitu kan
ya. Kemudian dia akan menghitung dan
sebagainya gini gini dan sebagainya
untuk kemudian oke gitu ya ee harga
karbon yang you jual gitu ee serapan
karbon yang jual itu setara dengan
sekian ton per dan itu nanti ada jangka
waktunya.
Jadi oke ee boleh ee didagangin 5 tahun
misalnya gitu. dan 5 tahun ini berarti
enggak boleh diapa-apain gitu. Nah, itu
kan sebenarnya bagus gitu ya ketika
untuk Taman Nasional. Jadi untuk
mengikat bahwa ini taman nasional jangan
diapa-apain nih kayak gitu. Kira-kira
seperti itu. Nah, ee jadi ada lembaga
yang ee asesornya sama dengan misalnya
kalau di industri itu apa ya? HACP,
kemudian ISO, ee ISO, ISO 9.000,
ISO 9.000 berapa? ISO 12.000 kan
gitu-gitu ya. Nah, itu kan ada
lembaganya. Nah, kita kan apply ke sana.
Kemudian nanti mereka mengasesor ee
kemudian oh oke you layak dapat ini
dapat certificate seperti itu. Nah kayak
gitulah kira-kira morales kayak gitu.
Sama kalau di mungkin di akademisi ee
akreditasi gitu ya akreditasi BAN PT
Lamsama atau ASI atau apalah gitu. Itu
ee itu adalah ee bukti bahwa ini loh
kita tuh sudah sudah levelnya ini
kemudian you boleh gitu kan. Nah itu kan
sama ada jangka waktunya juga gitu gitu
ya. Nah, jadi ini ee kira-kira
gambarannya kayak gitu. Jadi, ada
allowance market, ada offset market ee
skema di mana pelaku usaha
memperdagangkan ya. Jadi, ada dagangan
seperti itu, dapat membeli unit karbon
mencapai target pengurangan emisi dan
memenuhi komitmen mereka terhadap karbon
netral atau net zero gitu ya. Jadi yang
tadi ee apa lembaga tadi akan memberikan
itu supaya kita berkomitmen. Nah, ini
fitur perdagangannya kira-kira seperti
ini. Ini kalau tadi sudah masuk ke yang
ee website-nya idx Carbon Indonesia ya.
Jadi ada ee lelang dulu. Nah, kalau
kalau tadi sudah punya sertifikat
kemudian kan nanti ee ee dilelang nih
masuk ke dalam pasarnya kita bawa tuh
sertifikatnya ke pasarnya. Oi, nih ee
aku punya loh gitu sarapan karbon sekian
ini gini siapa nih yang mau beli kan
gitu. dan di lelang nanti masuk ke sana.
Kemudian ada perdagangan melalui
mekanisme lelang. Kemudian kalau udah
deal, nah salaman nih gitu ya kan e
negosiasi. Kemudian kita bisa boleh
didagangin gitu. Kira-kira seperti itu
ya. Ee dagang sih sebenarnya dagang
biasa gitu loh. Ini kenapa nih sumbernya
sumbernya enggak ada. Nah ini jadi serba
sebi perdagangan karbon ni kira-kira
seperti ini ya. Ini saya ngambilnya dari
tulisannya kecil di bawah nanti bisa
digedein. Ee ada penjual itu adalah yang
punya menghasilkan sedikit sekali emisi
atau mampu menyerap tadi ya. Kita kan
punya tuh potensi yang nature base tadi
ee punyalah kita gitu. Nah, kemudian ini
kita ee dapat kita ajukan supaya dapat
sertifikat atau izinnya tadi. Jadi ada
jumlah karbonnya berapa ee kemudian
range harganya berapa, durasinya dapat
gitu ya. Nah, kemudian setelah
didagangkan tadi di lelang, di pasar
karbon nanti ada yang beli gitu. Nah,
yang beli itu adalah ee negara-negara
atau siapapun yang melakukan kegiatan
sebagai karbon emiter tadi ee supaya
balance dia beli itu gitu begitu ya.
Jadi ada dua tipe pasar karbonnya, ada
yang sukarela dan tadi yang wajib ya.
Jadi kalau sukarela itu enggak diawasi
pemerintah lah, tidak ada batasan emisi
dan sebagainya. Tapi kalau yang wajib
itu diawasi melalui bursa, batas
kuotanya ditetapkan dan kemudian ee
kepada entitas yang menghasilkan emisi
karbon melebihi batas pemerintah.
Kira-kira seperti itu. Nah, ini ada
beberapa sukses story-nya. Ini adalah
ini Danon ya telah berinfektasi terkait
blue carbon. Jadi ini sebagai karbon
emiter dianya gitu ya.
Kemudian ee dia melakukan untuk karbon
dia bikin projek restorasi pangroove di
Sudarban India untuk sebagai penyerap
karbon. Nah, gitu. Dia juga bikin ee
enggak hanya sebagai karbonet, dia juga
bikin ee ee usaha untuk ee menyediakan
penyerap karbon tersebut gitu ya.
sehingga mm mencapai 5.600 hektar dan
sebagainya disepakati dan sebagainya dan
sebagainya dan akan dibagi dengan
komunitas hingga 50% keuntungannya,
sharing-nya seperti itu. Kira-kira
seperti itu. Ini dan ya. Sukses story
berikutnya adalah eh Cepsa ini
perusahaan minyak dan gas di Spanyol ya
telah mengimbangi sekitar 55.000 ton CO2
dari minyak pemanas yang dikonsumsi oleh
perang rumahannya. Kemudian setara
dengan ya gitu. Jadi emisinya dia
berapa? Itu setara dengan ee berapa dia
menanam pohon ini nih Rp330.000.
Nah, kayak gitu. Nah, itu nanti ee akan
kemitraan dengan daerah yang dia tanam
itu kayak tadi yang di sudarban di India
tadi. Jadi dapat ee sharing-nya ya nanti
diobrolin gitu di mana. Nah, ini
mengurangi emisi 9 sekitar 55% pada
tahun emisi bersih sampai 2050 gitu. ee
emisi bersih ini artinya dia balance
gitu ya dari dia mengeluarkan emisinya
berapa dan dia me ee membeli atau
menyediakan penyerapnya itu berapa
sehingga dia balance itu yang dinamakan
nol ee emisi bersih gitu. Kira-kira
seperti itu.
Kemudian ini berikutnya adalah eh
northern light eh ini di Norway ya. Ini
termasuk yang pionir ya. pionir untuk
carbon ini ee mencakup transportasi,
penerimaan, penyimpanan. Jadi banyak
bangetlah dia ee apa namanya ee kegiatan
karbon emiternya gitu, menghasilkan
emisi karbon yang tinggi dan dia
kemudian ee Norway ini termasuk yang
rajin membeli ee daerah-daerah serapan
karbon atau menyediakan dana untuk ee
apa namanya ee mengembangkan e penyerap
karbon tersebut gitu.
Nah, ini yang dalam negeri ini ya, yang
dalam negeri ini ee Pertamina ini kita
patut berbangga gitu lepas dari segala
kontroversi dan drama-dramanya. Ee tapi
Pertamina ini telah mencatatkan
penjualan karbon kredit. Nah, sekitar
tuh banyak huhuy gitu ya. Nah, sekitar
segini itu jadi
cuan juga nih gitu kan ya menembus 300
ee miliar US dolar atau sekitar segitu
untuk berasal dari kegiatan penanaman
hutan atau ee reboisasi dan Pertamina
ini banyak melakukan restorasi mangroove
ya banyak melakukan restorasi mangroove
di daerah pesisir itu mungkin salah satu
ee apa namanya programnya dia juga untuk
ee menyediakan ee penyerap karbon tadi.
Nah, kemudian apa sih? Kita lihat kan
tadi udah ya sukses story kayak gini.
Nah, kita sebagai ee apa namanya? Bagian
ee dari ee global gitu kita juga harus
tahu sebenarnya penyerap karbon teh nu
siga kumaha gitu ya. Nah, kalau
Indonesia tadi kan nature based. Karena
itu yang the easiest thing gitu ya. Eh,
hal yang paling mudah yang bisa kita
kita kembangkan ee berbasiskan keragaman
hayati yang ada yang kita punya gitu
kan. Kita modalnya apa gitu ya. Kalau
kita misalnya mau membuat apa instalasi
industri gini ya mangga gitu tapi ee
cost produknya harus diukur dan
sebagainya dan sebagainya. Jangan-jangan
kayaknya lebih efektif unanem pon
mangroove sekian banyak dibandingkan
dengan bikin itu gitu kan kira-kira
seperti itu. Walaupun itu harus paralel,
harus paralel gitu ya. Ee tidak
mengecilkan yang pengembangan itu tetapi
ee
daripada nungguin yang ini jadi
establish gitu ini kita juga bisa
paralel dengan yang nature base itu
karena memang itu adalah girirohnya.
Giroh itu apa? eh
ini ya warnanya kita lah ee semangatnya
kita tuh dari nature base itu gitu eh
kekuatan kita tuh di situ gitu ya. Nah,
ini kita bisa lihat bahwa ee yang
menyerap karbon tuh siapa sih ya cuman
tumbuhan memang gitu secara alamiah
gitu. Jadi ee artinya apa? Tumbuhan.
Kenapa tumbuhan? Karena dia yang punya
klorofil.
Ya, jadi ya bila laju proses
fotosintesis lebih besar, nah ini jadi
net carbonin dan kalau terjadi
sebaliknya jadi net carbon source malah.
Jadi harus hati-hati gitu. Nah, kita
usahakan memperbanyak fotosintesis
artinya harus memperbanyak tumbuhan,
kelompok tumbuhan. Jadi blue cararbon
Indonesia itu ee ternyata ya blue carbon
loh ya. dulu karbon itu ee artinya ee
serapan karbon yang berasal dari laut
itu 7% H 17% sampai susah ngomongin
blue carbon dunia. Jadi luar biasa ya
hampir seperlima dari blue carbon dunia
itu kita yang pegang gitu. Jadi jangan
main-main nih gitu. Jadi rata-rata
sumber karbon ini kita saya ambil dari
ICC TF ya Indonesian Climate Change
Trust Fund gitu. ini data tahun berapa
lupa saya. Ini ee sumber karbon di
ekosistem persisir. Nah, kita lihat nih
ya ee hutan tropis biomassa hidup.
Biomassa hidup itu artinya ee
kasarannya nih ya. Saya bingung
jelasinnya bodoh-bodohannya saya ee
maafkan.
Biomass hidup tuh misalnya jumlah
pohonnya berapal lah gitu ya yang bisa
menyerap gitu. Yang paling tinggi lamun
nih kecil banget. Rawa asin itu kecil,
estuari mangroove itu kecil, mangroove
osianik kecil, hutan tropis paling
tinggi kalau dilihat dari biomassa
hidupnya ya 600 ton ee C2 ekivalen per
hektar ya. Nah, tapi kita lihat karbon
organik tanahnya. Jadi kan ketika sudah
diserat kemudian supaya dia enggak
nyebar lagi, tidak teremisi lagi
harusnya kan itu disink. Nah, di sing di
di tanah atau di sedimennya itu capture
kemudian sing atau eh store gitu ya
disimpan itu ternyata loh lah ini yang
menakjubkan bahwa biomassa ee apa
namanya hutan tropis itu ternyata yang
paling kecil dibandingkan dengan
ekosistem ee pesisir mangrove oceanik
estuari eh even lamun yang ininya cuman
tadi 11 gitu ya.
Sehingga bisa dilihat di sini ee laju
penyimpanan karbon per tahunnya itu
ekosistem ee pesisir itu jauh lebih
tinggi dibandingkan hutan tropis di
daratan gitu. Itu makanya kenapa blue
cararbon itu nih lihat 17% blue karbon
dunia blue karbonnya aja gitu ya. Jadi
dia memegang peranan penting.
Nah, ini kita lihat ee nah ini adalah
perlu luasannya mangrov Padang lamun
gitu ya. Indonesia dengan negara-negara
yang dekat-dekat aja ya karena kan
negara tropis gitu. Enggak mungkin kita
dengan Jerman dia enggak punya mangroove
gitu. Ee ee apa namanya ee
ee Cina cuman yang bagian selatan aja
gitu ya yang mendekati tropis gitu. Nah,
ini Indonesia tuh jangan ditanya ya.
kira-kira seperti itu ya. Ee Filipina ya
lumayanlah tapi masih lebih jauh gitu
ya. Malaysia enggak usah disebut. Nah,
Papua Nugini itu juga ee
apa namanya? Mangrove-nya ee tinggi tapi
lamunnya dia enggak punya data. Belum
ada mungkin ya gitu ya. Ayo riset bareng
gitu ya. Nah, kemudian ini ee nah ini
data luas kawasan mangrf di Indonesia
ya. Ini ada sumbernya nanti silakan
kalau mau dieksplor lebih jauh.
memang tetap masih yang tertinggi adalah
Papua
ya, Papua kemudian diikuti dengan dan
lain sebagainya. Kalimantan, Sumatera,
Sulawesi, Maluku ee gitu ya. Jawa yang
paling kecil gitu karena memang sudah
lebih banyak orangnya daripada pohonnya.
Kira-kira seperti itu ya,
mangroove ya. Nah, ini ekosistem
mangroove ini kita lihat data dari tahun
ee saya ngambil dari data Dinas
Kehutanan tahun 2020 ya. Jadi di Jawa
Barat, di Jawa Barat mangrov itu hanya
ada di nah ini 1 2 3 4 5 6 kabupatennya
itu cuma ada di enam kabupaten
gitu ya. Ini kan Sukabumi,
ini ee Pangendaran ya. Ini di atas tuh
apa ya? Cirebon Indramayu kalau enggak
salah nih. Sini kan apa nih? Karawang.
Karawang, Bekasi dan sebagainya. Ini
Bekasi, ini Karawang. Ini apa ya?
sebelahnya Karawang apa? Subang gitu ya.
Jadi hanya di empat kabupaten ini gitu.
Nah, kemampuan mangroove dalam menyerap
ini ada penelitiannya ya. Jadi ee tadi
kemampuan mangrnya kan tadi ya. Jadi ee
yang diserap itu adalah bagian yang
menyerap adalah bagian atas dari ee
tumbuhannya kemudian disimpan di akarnya
dan kemudian disebarkan nanti di ee
sedimennya. Nah, kira-kira seperti itu.
Nah, ini eh below ground-nya carbon
storage-nya ternyata di antara eh
ekosistem yang lain ni boreal,
temperate, kemudian tropis ya, hutan
tropis. Mangrove itu yang paling tinggi
dan berapa kali lipat tingginya luar
biasa dibandingkan dengan yang lain. Ini
ada ee publikasinya ya. Silakan kalau
nanti mau dieksplor lebih jauh lagi.
Nah, gimana dengan lamun? Nah, lamun ini
lamun tahu enggak? Bukan lamun Sunda ya.
Lamun teu iya iya gitu. Bukan. Namun itu
sebenarnya ee yang the real rumput laut
ya, karena bentuknya benar-benar kayak
rumput yang ada kal. Jadi kalau Bapak
Ibu sekalian nanti ke pantai kemudian
ada yang bentuknya kayak rumput ee kayak
rumput aja tinggi atau ee besar-besar
kayak rumput alang-alang kayak gitu.
Nah, itu adalah lamun gitu ya. Memiliki
Padang Lamun Indonesia itu seluas ee
1.00 sekian. Tapi ini data dari FAO 2007
yang kemudian diperbarui kemarin sewaktu
saya bekerja dengan kebetulan saya ada
ee kerja sama dengan FAO tahun 2024 itu
sudah menurun
sangat banyak ya enggak sampai 1000
500 lagi gitu ya. Kira-kira seperti itu.
Dan ini adalah beberapa eh spesies atau
jenis lamun yang teridentifikasi ada di
Indonesia. Ini ada 1 2 3 4 12 spesies
dan satu sudah dinyatakan punah
gitu ya. Kasihan sekali.
Nah, ini kondisi lamun di Indonesia
seperti ini bisa dilihat memang yang
paling tinggi ya masih tetap di Papua.
Kalau di Papua lamunnya tinggi-tinggi
banget ya. Besar-besar banget
dibandingkan dengan yang saya pernah
lihat di Jawa dan juga di ee Kalimantan
gitu.
Nah, kemudian ini adalah rumput laut
atau makroalga atau apalah ya kalau kita
tahunya rumput laut mungkin untuk
ager-ager, untuk makanan dan sebagainya.
Dan ternyata rumput ini juga bisa
menyerap karbon gitu ya. Menghitung
jumlah karbon yang diserap ini ee ada
saya juga ada risetnya ini tentang ini
ya. Ee sebenarnya besar besar gitu ya ee
penyerapannya itu sangat besar gitu dan
bisa ee menyimpan karbon dua kali lebih
banyak dibandingkan kemampuan wilayah
daratan gitu ya. Ee akan tetapi karena
ee rumput laut ini dia tidak kan dia kan
ee tanaman tingkat rendah ya, tidak
punya perakaran yang bisa menyimpan
karbon secara stabil sampai ke sedimen
gitu. Sehingga kalau dan ini rumput laut
ini sangat sensitif terhadap musim. Jadi
kalau beda musim tuh nanti beda lagi ee
yang tumbuh apa dan sebagainya. Nah, itu
ee kadang para peneliti juga masih pro
kontra bahwa ini tuh sebenarnya juga
bisa jadi carbon source gitu. bukan
hanya karbon sink yang karbon karbon ee
absorber iya tapi mungkin tidak sampai
ke storage gitu atau bahkan sing gitu ya
kira-kira seperti itu.
Nah, ini tadi yang saya bilang bahwa ee
gimana cara kita meningkatkan ee
fotosintesis. Artinya dengan kalau blue
carbon artinya kita harus memperbanyak
ee kalau di daratan kita harus
mempertahankan taman nasional. Taman
nasional atau apapun lah ya, cagar alam,
cagar wisata atau apa diberikan status
yang jelas di diawasi dengan jelas
supaya itu bisa kita pertahankan, tidak
berubah ee beralih fungsi gitu ya. Nah,
kalau di ee pesisir itu kita harusnya
marine protect area memperbanyak dan ini
ee kalau enggak salah ini juga sudah
jadi salah satu ee
program utama dari ee Kementerian
Kelautan dan Perikanan sampai 202 kalau
enggak salah untuk memperluas dan
mengefektifkan. Artinya mengefektifkan
itu yang sudah ada itu mungkin akan di
eh mangrve restoration atau gimana dan
sebagainya. Kemudian akan ee semakin
dioptimalkan eh kemampuannya.
untuk tidak hanya sebagai penyerap
karbon. Karena sebenarnya kalau penyerap
karbon aja itu mungkin hanya salah satu
efek ya. Kalau kita bisa mempertahankan
Taman Nasional atau marine protected
area ini mempertahankan ekosistemnya
berarti berarti kita mempertahankan
fungsinya. Kalau kita mempertahankan
fungsinya itu rantai-rantai makanan yang
ada di situ sumber makanannya kita juga
akan terjaga gitu. Kira-kira seperti
itu. Makanya itu yang dinamakan dengan
keberlanjutan gitu ya. Dan dari MP MP
di Indonesia yang 200 sekian itu di Jawa
Barat itu ternyata cuman ada 12 3 4 5 6
gitu Jawa Barat ya cuman ini gitu ya
dengan ee dan statusnya less protected
tu luar biasa gitu ya. Mem ini dan ini
urutannya urutannya ini dilihat dari ee
kualitasnya ya. dari kualitasnya,
keterbaikannya yang mana yang
paling-panak. Jadi yang yang paling
bagus dari keenam ini adalah yang di
Pulau Biawak. Kemudian ee Pangandaran
itu kan ada dua ya, ada ee apa namanya?
Cagar cagar alam sama ada ee cagar
wisata gitu. Nah, yang cagar alamnya
masih urutan kedua dan sebagainya dan
sebagainya. Jadi ini
demikian. Kemudian pemanfaatan
potensinya adalah penurunan emisi gitu
ya, penyediaan data monitoring, aspek
legal, dan pengembangan kawasan
konservasi yang produktif. Nah, kenapa
kita bilang ee produktif? Karena tadi
ketika kita mempertahankan itu berarti
mempertahankan fungsinya. Kayak aja
kalau kita Bapak, Ibu sekalian
mempertahankan rumah, dijaga dengan
baik, itu kan berarti ee siapapun yang
tinggal di rumahnya itu kan akan merasa
nyaman sehingga akan produktif gitu kan
ya. ee kegiatannya berlangsung dengan ee
normal, mungkin dengan optimal dan
sebagainya gitu kan. Kecuali kalau
misalnya berantakan, pintunya enggak
ada, rumahnya, jendelanya enggak ada,
itu kan energinya hanya habis untuk aduh
apa ee mau tidur pintunya enggak ada
gitu kan ya, kena hujan dan sebagainya
kayak gitu. Sebenarnya ee mempertahankan
e lingkungan ekosistem adalah ya
mempertahankan rumah gitu.
Nah, ini adah kegiatan REDD ya. itu yang
terkait dengan eh apa emission and
deforestation gitu ya apa namanya
pembalakan hutan gitu eh penurunan emisi
dari deveritasi intinya tuh ini
kegiatannya ya penurunan emisi dari
degradasi hutan pemelihan dan
peningkatan cadangan karbon kemudian
penciptaan manfaat tambahan bersama
dengan peningkatan manfaat dari karbon
nah ini penciptaan manfaat tambahan
bersama jadi kalau kita mempertahankan
rumah ekosistem itu manfaatnya yang yang
dapat enggak cuma dari karbon aja, tapi
kesejahteran masyarakat lokal juga
kelestarian kekagaman hayati, produk
jasa ekosistem lainnya tuh banyak gitu
ya. Jadi kalau misalnya itu ya ikannya
jadi tetap banyak, kepiting bakaunya
juga tetap banyak kan gitu ya ee
bivalvia atau kerang-kerangannya juga
tetap banyak gitu. itu itu menyenangkan
sekali dan tidak hanya itu saja gitu ee
tidak hanya di laut saja, di hutan pun
demikian. Kira-kira seperti
ya
eh
this is the end of the story today gitu
ya. Jadi e saya cukupkan presentasi saya
di sini. Nah, mungkin kita akan lanjut
ke ee diskusi. Saya kembalikan ke
moderator. Saya stop sharing dulu ke
Mbak Dini mungkin ya. Terima kasih.
Ya. Baik, terima kasih kepada Ibu Tri
atas pemaparan materinya yang sangat
informatif dan membuka wawasan kita
semuanya. Dan tadi juga kita sudah
mendengarkan penjelasan yang sangat
komprehensif tadi mulai dari apa itu
blue ekonomi, blue carbon hingga juga
dengan perdagangan karbon. Dan baik
Bapak Ibu semuanya di sini kita akan
lanjutkan pada sesi selanjutnya yaitu
sesi tanya jawab dari aplikasi Slido.
Nah, mungkin di sini saya akan tampilkan
kurang lebih sudah ada 11 pertanyaan Ibu
Tri. Mungkin bisa saja langsung dijawab
ee satu persatu pertanyaannya.
Baik, ini saya boleh mikir dulu enggak
nih?
Boleh, Bu.
Pertanyaan seandainya apa memilih
pertanyaan yang Iya, yang awal dijawab
dulu.
Baik. Ee entar saya baca dulu ya.
Bagaimana cara komunitas bisa mengajukan
areal mangroove di sekitarnya untuk
menjadi proyek karbon dan memberi
manfaat ekonomi. Nah, tadi ee Pak atau
Ibu Anonyus ya itu kan di atasnya
Anonymus. Jadi ee jadi ini kita ee tadi
kan ada ada apa namanya? Ee masuk aja ke
website-nya yang tadi Pak ya. Maju masuk
ke website-nya tadi. Nanti itu ada
langkah-langkahnya tetapi ee yang jelas
kita harus mengajukan tadi yang saya
bilang mengajukan dulu ke ee lembaga ee
kalau enggak salah tuh ada beberapa ada
tiga lembaga tuh yang independen Vera ee
apaagi ya tadi ya?
Vera eh
gold standard sama integrity council for
the voluntary carbon market gitu ya.
Jadi itu ada beberapa ada beberapa eh
institusi yang tadi yang independen yang
triparty tadi yang akan memberikan
sertifikat Pak. Jadi kita ngajuin dulu
ke sana kemudian nanti ee sama kayak
kita ngajuin untuk ISO, untuk
akreditasi, untuk HACP gitu ya. ngajuin
ke sana nanti ee dari sana akan ee
mengses ya ngajuin tentunya juga enggak
gratis gitu ya, jadi tetap harus bayar
gitu. Nah, itu yang kadang suka uhuh
gitu ya. Ee nah itu jadi ee nanti ee
diajukan ke sana nanti mereka akan
menilai mengasses, menilai ee layak atau
tidak. kalau layak di level yang mana
gitu ya, harganya berapa, luasannya
berapa, durasinya bisa dipakai berapa
lama gitu, bisa didagangin berapa lama
sih ini gitu. Kira-kira seperti itu.
Nanti kalau sudah kita dapat itu
sertifikatnya pasti dengan membayar.
Nah, nah baru kita masuk datang tuh ke
pasar karbon. Nah, kita dagang di sana
gitu. Datangnya enggak enggak bawa
sertifikat gitu ya. Pasti kan online
segala macam. Nanti di dicek aja itu di
di yang bursa bursa karbon itu kan ada
website-nya. tadi sudah saya ee
sampaikan nanti bisa nanti saya share
ininya ee apa namanya PPT-nya nanti bisa
di ee explore lebih jauh dari
sumber-sumbernya. Kira-kira demikian.
Kemudian yang kedua, bagaimana kita
dapat mengintegrasikan konsep bluarbon
ke dalam kebijakan pengelolaan pesisir
dan laut yang ada pada saat ini dari
Universitas Lambung Mangkurat. Oh, ini
ya. Baik. Ee integrasi konsep bluokarbon
ya ke dalam PJA. Kebetulan saya mm
tahun kemarin 2024 kalau enggak salah
itu me ee menjadi reviewer untuk
kebijakan ekonomi
ekonomi biru ya ee Jawa Barat. Nah, itu
saya masukin konsep-konsep seperti ini
gitu. Jadi, bagaimana eh MPA apa marine
protected area itu bisa eh optimal dan
sebagainya dan sebagainya itu kita masuk
ke masukin kebijakan. Jadi ada ee peta
jalan ee peta ekonomi biru Jawa Barat
itu judulnya kayak gitu kalau enggak
salah. Nanti bisa bisa di bisa di ee
browsing dicari itu ee nah itu ee nanti
ada nanti masuk ke ee kita cari dulu
rootses-nya apa pasti gitu ya. Rootesnya
apa kemudian nanti kita analisis dan
sebagainya kemudian kita sampai ke
action plan-nya nanti apa dari
program-programnya itu bisa Pak gitu ya.
Jadi bisa itu. Tapi tentunya ya ee harus
harus harus duduk bersama dengan ee yang
para pemangku kebijakan ya gitu. Mungkin
baiknya akademisi dengan para pemangku
kebijakan karena kemarin itu kalau
enggak salah yang ee menjadi reviewer
itu di ee peta ekonomi biru Jawa Barat
itu dari UNPAT saya, kemudian ada dari
IPB kemudian mana lagi ya? Udah kalau
enggak salah itu jadi ee kayak gitu
gitu. Jadi, jadi itu ee biasanya BPPEDA
akan ya saya membantu BappPEDA untuk
itu, gitu. Jadi, jadi ee bisa Pak
diintegrasikan konsep PUKAM ini bisa
banget bisa banget gitu.
Duable, duable sekali.
Kemudian solusi dari kurangnya integrasi
kebijakan danasi antar ekonomi Indonesia
dalam kaitan ee ee oh ada yang gitu
lucu ya sekarang eh solusi dari kurang
integrasi
dalam kaitan tema yang misalkan solusi
kurangnya integrasi kebijakan.
Nah, ya itu tadi memang harus ee
keterlibatan ini ada orang ada orang
pemangku kebijakan yang saya enggak
kurang tahu ya kalau ee pemangku
kebijakannya ee harusnya pemangku
kebijakan melibatkan akademisi ya juga
praktisi gitu kan. Ee modelnya model
pentah lah harusnya ya gitu duduk
bersama. Dan itu nanti akan kita ee
bicarakan kira-kira yang seperti apa.
Harusnya terintegrasi. Sangat bisa ini
terintegrasi. Kalaupun mungkin tampaknya
kurang terintegrasi
itu sebenarnya mungkin pada ee
eksekusinya, pada pelaksanaannya
sepertinya seperti itu ya. Kalau kalau
kebijakan oh kita cakep-cakep, Pak,
kebijakannya gitu. Hanya mungkin pada
saat pelaksanaannya. Nah, mungkin kalau
kalau saran saya ee pemangku kebijakan
ee atau kita semua itu harus ee
memberlakukan model ee penta higelik
gitu supaya ee ee pentahis itu kan
masyarakat, pemangku kebijakan,
industri, akademisi, sama media. Nah,
ini nih harus ee bersatu, duduk bersama
membicarakan itu gitu. Dan itu akan
menjadi suatu kebijakan yang powerful
sebenarnya kalau kita benar-benar bisa
ee mengintegrasikan itu semua model
pentahelix ini di dilaksanakan
dengan benar gitu. Kira-kira seperti itu
ya.
Selanjutnya ee ee dari ee Bapak Ibu
anonyus, bagaimana hubungan antara
pemerintah desa dan perubahan iklim dan
upaya mitigasi.
Ya, itu. Entar ini saya mikir dulu
hubungan antara pemerintahan desa dan
perubahan iklim dan upaya mitigasi. Oh,
mungkin begini. Ee ini mungkin terkait
dengan climate resilience ya,
kelentingan
ee masyarakat pesisir untuk ee upaya
mitigasi perubahan iklim gitu ya. Nah,
salah satunya mungkin dengan tadi dengan
ee tadi program KKP itu setahu saya
adalah optimasi MPA.
Jadi tidak hanya memperluas MP, tapi ee
kalau memperluas kan yang sudah ada
diperluas atau yang belum ada diadain
gitu. Tapi ini lebih kepada optimasi.
Jadi kalau optimasi itu ketika yang
sudah ada apa yang ada dulu aja
dimanfaatkan. Nah, tapi MPA ini harus di
dilegalkan dulu statusnya. Nah, ketika
statusnya sudah menjadi legal itu nanti
ee dengan melibatkan masyarakat
setempat. Artinya apa? Kalau ada
penanaman mangroove ya dilibatkan
masyarakatnya. Jadi ee ada satu tuh yang
saya lupa di mana ya, Biofarma kalau
enggak salah ya. Mereka punya program
yang bagus. Artinya mereka tidak hanya
menanam mangroove tapi asuh mangroove.
Jadi setiap orang itu punya menanam
pohon mangroove dan itu mereka harus
mengasuh itu sampai jadi gede. Jadi
mereka punya tanggung jawab dan
keterikatan itu. Itu ee metode yang
bagus sekali yang diadop. saya lupa
kalau enggak salah Biofarma itu. Nah,
seperti itu sehingga masyarakat terlibat
dan siapapun yang ikut nanam itu ikut
ngurusin gitu, ikut ngurusin sampai jadi
bagus. Nah, itu ee ee kalau kalau
restorasi manglovnya berhasil, yang
jelas kita dapat ee serapan karbon di
sekitarnya. Kemudian ekosistem kan eh
ekosistem function-nya atau ekosistem
services-nya, layanan ekosistemnya itu
akan kembali gitu. Jadi itu akan ee yang
saya lihat itu selama saya banyak
penelitian itu
model yang udah saya lihat signifikan
perubahannya itu adalah di Karangsong di
Indramayu. itu saya penelitian 10 tahun
di sana dari sebelum COVID sampai
sekarang itu memang terlihat dari dulu
yang ditanaminnya cuman sedikit sampai
sekarang tuh sudah banyak lagi
burung-burung ee yang ee hinggap di sana
yang bermigrasi mampir ke sana dan itu
artinya apa? Kalau burung-burung sudah
banyak di sana berarti ada banyak sumber
makanan kan di sana. Nah, kalau banyak
sumber makanan berarti dia situ
gastropodanya, udangnya, ikannya dan
ikan belanaknya sekarang udah banyak
gitu. Enggak cuman ikan blodok aja tuh
yang enggak tahu saya digoreng tapi di
ikan blodoknya di Indramayu besar-besar
lah yang spesiesnya yang segini-gini dan
itu dimanfaatkan. Jadi seperti itu. Jadi
bagaimana ee pemerintah desa ya harus
terlibat ee di di
apa kegiatan-kegiatan yang ee terkait
dengan upaya mitigasi itu sebagai ee
bentuk dari climate resilience ya atau
kelentingan masyarakat pesisir dalam
menghadapi ee perubahan iklim itu
seperti itu. Jadi ee nanti ee dari usaha
konservasi itu kita bisa secara ekonomi
ee ee terangkat
juga gitu dan kita eh self sufficient.
Artinya apa? Self sufficient itu bisa
dapat memenuhi kebutuhan sendiri.
Kira-kir seperti itu ya. Berikutnya
adalah oh kemenku muda. Wah ini siapa
nih?
Eh,
it sounds like you might have switched
to a different language. Please update
it so we can provide better. Ini apa
nih? Indonesian emang saya bicara pakai
bahasa Indonesia ini apa nih? Ya, mohon
maaf.
Eh,
udah ya tadi eh dari perspektif
akademisi, apakah kegiatan mitigasi
perubahan iklim sudah terlambat
dilakukan mengingat iklim sudah bukan
berubah lagi tapi krisis? Iya, ini
jadi begini.
climate change eh you like it or not
gitu ya, suka atau tidak suka itu
sebenarnya akan terjadi secara alamiah
gitu. Hanya
manusia ini mempercepatnya
gitu.
Nah, ee
kalau dibilang terlambat ya mungkin
terlambat ya, tapi kita bisa
menekan atau memperlambat prosesnya
supaya enggak keburu hancur 5 tahun lagi
gitu.
Gitu. Jadi ee kita masih bisa
mengusahakan mengupayakan supaya itu
diperlambatlah gitu. tentunya tentunya
ini adalah eh global concern ya eh
kekhawatiran global kekhawatiran global
makanya ada program yang kayak SDGs gitu
ya sustainable development goals yang
kayak gitu itu adalah kekhawatiran
global untuk supaya ini bisa enggak sih
kehidupan ini berlangsung lebih lama
lagi memperlambat ee ee krisis iklim
seperti ini gitu. ee sebenarnya kita
masih masih bisa masih punya peluang itu
asal kita bisa mengerjakannya secara
bersama-sama. Nah, itu yang susah gitu.
Tapi kan eh start from the smallest
thing gitu ya. Jadi kita bisa mulai dari
yang paling eh kecil, yang paling
sederhana yang kita bisa gitu. Karena
kalau kita nunggu apa namanya ee stop
Kalimantan semua reboisasi gitu ya
kasihan juga gitu kan ya. Eh, mungkin
masyarakat di sana kan e mungkin nanti
ekonominya e terguncang atau gimana.
Jadi kita mulai dari yang kita bisa,
yang kita kecil-kecil. Jadi kalau
dibilang terlambat ya probably so gitu
ya. Tapi kita masih bisa ee
memperlambatnya lagi, menghambat,
menekan supaya tidak terlalu cepat
akselerasinya itu tidak ee jadi 10 gitu
ya. Jadi akselerasinya jadi 0 koma aja
deh gitu. Tapi pasti terjadi gitu dan
sudah terjadi gitu.
Tapi supaya kita akselerasi atau
penambahan kecepatannya itu enggak
sampai jebret 10 gitu ya, nanti tahun
depan jebret 25 gitu. Jangan gitu.
Kira-kira seperti itu.
Kemudian status izin hutan yang akan
kita jual belikan karbonnya, status
tanasnya harus seperti apa? Nah, ini ee
sertifikat hak milik gitu ya. Ee ee
enggak izin hutannya ini nanti ada
kriterianya itu ee itu ada kriterianya.
nya. Jadi misalnya kayak hutan adat ya.
Jadi ee
kalau misalnya satu orang punya satu
hektar gitu ee tapi tadi kan tidak
perorangan ya, tapi negara atau
institusi gitu atau komunitas gitu. Nah,
itu status tanahnya itu macam-macam.
Ee kalau misalnya suatu ee misalnya
komunitas masyarakat adat punya gitu ya,
ya kan boleh gitu. Nah, tapi itu kan
berarti harus ngajuin ee sertifikatnya
jelas bahwa ee luasan sekian ini adalah
ee ee statusnya ee masyarakat adat gitu
ya, hutan adat masyarakat anuh gitu
misalnya kayak gitu. Nah, itu itu
mungkin ee bisa ya. Nah, itu itu teknis
ya. Itu teknis nanti ee saya takut
salah. Jadi, silakan aja diperdalam lagi
di yang tadi gitu ya. Nanti ada
aturan-aturan tersendiri khususnya untuk
ee Indonesia kayak gimana di global
kayak gimana gitu. Mangga. Kemudian
green carbon ada mekanisme perdagangan
resal base payment. Apakah untuk karbon
perairan juga menggunakan metode yang
sama? Nah, ini sama ya ee ini teknis
gitu.
Ee jadi memang rata-rata em
karena karbon perairan ini maksudnya
karbon perairan tuh kan bentuknya juga
juga ee mangroove gitu ya, hutan dan
sebagainya gitu. Jadi result based
payment. Jadi ee saya rasa masih umum
ya, masih secara umum seperti itu gitu.
Karena mangroove pun di diikutkannya ke
dalam hutan. Jadi kayak hutan hutan
mangroove kemudian ee rawa besin dan
sebagainya dan sebagainya itu masih
masuknya di sana gitu. Kecuali saya
enggak tahu nih kalau misalnya
fitoplankton. Nah, fitoplankton di
perairan gitu. Tapi kan ee itu luas gitu
ya delineasinya itu kalau fitoon n rada
bingung tuh gitu kan. Nah, itu saya
enggak tahu tuh kalau yang kayak gitu.
Saya saya belum tahu tuh gitu ya. Belum
belum ee clear-nya gimana apakah
kemudian dihitungnya volume gitu ee
literannya ee sekian liter gitu. Nah,
enggak saya belum tahu gitu ya. Mohon
maaf mohon maaf yang itu ee Bapak atau
Ibu Gayuh Afrian saya belum tahu ee
lebih jauh mengenai itu ya.
Kemudian Ibu Suci Mahdianti, apa saja
jenis pohon yang cocok untuk dijadikan
proyek ee NBS dan berapa lama bisa bikin
untuk karbon yang boleh dari awal
menanam bibit pohon? Nah, itu juga ada
kriterianya. Makanya tadi kan harus di
ee ada asesornya tadi ya. Ee jadi
misalnya dilihat lah ini mah masih piyik
gitu kan. Nah, kalau masih piyik itu
gimana gitu misalnya baru anakan gitu.
Apakah sudah boleh gitu ya kalau anakan
itu bisa di bisa di ee klaim gitu e
untuk diajukan ini? Kalau saya rasa
belum ya kalau anakan cuman ee aturannya
gimana itu itu teknis sekali lagi saya
juga ee mohon maaf itu ee kalau pohon
yang ee apapun enggak ada kriterianya
ya. Jadi misalnya ee harus enggak boleh
pohon kamboja gitu enggak ada juga gitu
gitu ya. Jadi kalau misalnya ee ee
mangroove itu memang yang biasanya untuk
restorasi yang banyak itu sudah ee
terbukti cepat tumbuhnya dan lebih tahan
banting itu dari rizopora ya. Rizopora
tuh yang akarnya gitu tuh yang akarnya
besar gitu-gitu gitu. Nah, kalau yang
avisenia atau sonratia yang akarnya
pensil kayak gitu itu agak ee kurang
favorit ya untuk jadi restorasi karena
dia cukup cukup lama dan juga agak sulit
ya karena afisennya dan emm afisnya eh
itu biasanya dia tumbuhnya di bagian
terluar dari mangroove yang berbatasan
langsung dengan ee laut atau samud mud
sehingga membutuhkan
ee apa namanya? gempuran atau arus yang
spesifik gitu ya. Kan itu kan ada
sebenarnya kalau secara alamiah tuh ada
zonasinya ya dari yang terluar tuh apa,
terdalam apa ee kemudian sampai ke
daratan gimana, kemudian yang sudah
kepayau tuh apa, kemudian ada mangroove
sejati, mangroove tak sejati dan
sebagainya itu ee kayak gitu gitu. Jadi,
mm seperti itu. Dan sejauh ini memang
kalau yang ee paling cepat tumbuhnya,
paling tahan banting, dan paling
fleksibel di mana-mana adalah result
orang untuk mangratan
saya kurang paham ya karena saya orang
perairan gitu. Kalau daratan entar saya
bilang kelapa salah begini gitu ya.
Jangan
kelapa sawit jangan ya. Enggak, enggak
gitu. Jadi maksudnya ee saya bicara ini
tentang pesisir gitu ya. Kemudian ini eh
Saudara Anonimus, apakah blue carbon
hanya terfokus pada mangr dan ada pesil
pantai saja hingga saat ini? Loh lah iya
namanya blue carbon
kan yang terkait dengan laut dan
pesisir. Kalau
ee
fokusnya ya di sana gitu ya ee memang
mangroove yang paling ee apa namanya?
Paling cepat tumbuh gitu ya. Nah, ini
kalau ada yang mau mengusahakan lamun
sebenarnya juga boleh karena lamun juga
tadi serapannya juga banyak juga tinggi
gitu. Tapi ee sejauh ini tuh enggak ada
yang tergoda atau ee pengin menanam ee
restorasi lamun. Belum dengar judulnya
kecuali ada di Australia namanya si
Grass Bas itu dia dia ee komunitas atau
NGO yang memang menggalakkan penanaman
lamun gitu ya. Karena mungkin kontur
kontur pantainya juga berbeda dengan
kita. Nah, itu kita harus paham juga
gitu ya. Kira-kira seperti itu. Jadi,
iya betul bahwa blue carbon memang
fokusnya ee laut dan pesisir.
Kemudian minimal luasan berapa areal
bakau yang bisa belakang kabel di sini
seperti apa? Nah, ini ini juga ee tadi
ya ada luasan-luasan khusus ada itu ada
teknisnya nanti ee harus ee cari lagi
informasinya gitu. Jadi enggak bisa
kalau misalnya cuman ee sekian hektar
gitu tapi harus mencapai khusus gitu.
Nanti nanti ada yang menilai. Nah, itu
ada yang menilai. Kalau misalnya ini
kekecilan ini enggak ngaruh gitu kan
misalnya seperti itu atau harus harus
kurang ngaruh apabila diginikan. Nah,
itu saya enggak tahu gitu ya. Jadi ee
itu itu masih masih ee itu teknis
silakan nanti dibaca. Kemudian yang
terakhir, apakah pohon mangru bisa hidup
di pinggir sungai, daratan, terutama di
perkotaan yang banyak karbon? Enggak
bisa, Bapak, Ibu sekalian. ee mangroove
itu dia butuh ee daerah yang salin atau
air asin gitu ya. Jadi, makanya tadi
yang saya bilang zonasi mangroove itu
ada zonasinya dari yang terluar paling
dekat dengan laut, kemudian yang ee
untuk peredam gelombang dan sebagainya,
kemudian masuk ke yang substratnya
berlumpur yang kayak gimana, yang agak
karang bagaimana. Kemudian nanti kalau
sudah masuk ke daerah yang estuari, e
estuari itu payau gitu ya, pertemuan
daerah muara itu yang kayak gimana gitu.
Jadi kalau misalnya nanti ibu ngelihat
pohon nipah gitu ya, pohon nipah berarti
dia itu masuk mangruh itu sudah
salinitasnya payau. Nah, gitu kira-kira
seperti itu. Jadi kalau di kota, kalau
kotanya kota pesisir mungkin masih bisa.
Tapi kalau kotanya kayak Bandung enggak
bisa, Bu, gitu. Ee kita harus
menciptakan ekosistem air asin untuk
supaya mangrnya tumbuh, gitu. Nah, kalau
di daratan sebenarnya sih ee banyak ya.
Kalau ah diatan kan sebenarnya lebih
lebih bisa lebih bervariasi gitu karena
kan dia tidak membutuhkan
apa ee
ee faktor lingkungan yang khusus gitu.
Kalau yang mangrove kan dia harus asin,
harus air asin, harus e sedimennya juga
ee semi-semi lumpur gitu atau ada juga
yang ee di daerahnya karang dan
sebagainya gitu.
Saudara Anonymus. Mungkin demikian Mbak
Dini dari saya, mohon maaf kalau kurang
memuaskan
ya. Baik Bu Tri eh atas jawaban
jawabannya yang diskusinya ini sangat
menarik. Ee dan mungkin kita lanjutkan
lagi pada sesi tanya jawab secara
langsung dari peserta Zoom. Ee mungkin
dipersilakan kepada Bapak Ibu apabila
ada yang ingin ditanyakan ataupun
didiskusikan bisa langsung menggunakan
fitur raise hand.
Baik, mungkin dipersilakan kepada Bapak
Ibu apabila ada hal-hal yang ingin
ditanyakan ataupun didiskusikan terkait
tadi tentang blue blue carbon, blue
ekonomi ataupun carbon trade
bisa menggunakan saja ee fitur rise
hand-nya. Mungkin saya di sini akan
menunggu sekitar 1 menit Bapak Ibu
sampai jam 11.21.
Mm.
Ah, ini kebetulan sudah ada yang raise
hand dari Ibu Sri Malem Indrawati.
Untuk itu kami persilakan untuk
menyampaikan pertanyaannya.
Baik ee terima kasih. Ee sangat menarik
diskusi ini. Ee saya ingin menanyakan
terkait eh share sertifikat emission
reduction yang ada dari industri. Apakah
itu ee
bisa kita katakan perdagangan karbon
juga, Bu? Saya agak bingung ya karena
beberapa industri kan ee sudah
menerapkan ee CDM gitu. Mohon
penjelasannya, Bu. Terima kasih.
Mohon maaf, Bu. Apakah bisa diulangi?
Karena ee agak putus-putus di saya.
Ee ini Bu terkait share yang industri
lakukan
ee untuk program CDM-nya clean
development mechanism ee apakah itu juga
termasuk eh
perdagangan karbon ya Bu ya? Karena kan
ee sepemahan saya itu nanti share itu
dinilai gitu untuk ee mendukung ee
UNFCC
climate change terkait mitigasi climate
change. Demikian, Bu.
Mungkin ee
gimana ya artinya itu apakah memang
sudah bisa masuk ke perdagangan karbon
gitu. Ee itu sudah bentuk sertifikat
belum, Bu?
Apa?
Ee sudah, Bu. Jadi ee
seperti beberapa perusahaan di kebetulan
saya tinggal di Sumatera Utara ee
perusahaan itu
mereka sudah menurunkan emisi gas rumah
kacanya dan mendapatkan ee share gitu,
sertifikat emission reduction. Nah, itu
kaitannya dengan ee pasar karbon ini ee
bagaimana gitu, Bu.
Eh berarti itu kan save eh certificate
emission reduction ya.
Iya. Iya.
Itu ada ada jumlahnya enggak? Jadi gini,
sertificat emission reduction itu kan
berarti eh apa namanya? Sertifikat yang
dikeluar yang yang mengeluarkan
sertifikatnya siapa, Bu?
Ee UNFCC ya, lembaga lembaga terkait ee
climate change.
Ada lembaga ya di bawah UNFCC ya. Karena
itu beberapa industri ee sudah ada yang
menerapkannya untuk pengolahan limbah.
Jadi mereka ee mengolah limbah
organiknya menjadi ee listrik, gas metan
gitu ya. Lalu ee mendapatkan
share untuk itu gitu. Nah, itu mungkin
bisa dicek ke lembaga yang tadi saya
bilang yang vera kemudian global apa itu
tadi lupa saya itu. Apakah itu bisa
digunakan ee sebagai pengajuan untuk ee
apa namanya karbon trade tadi gitu.
Gitu karena yang Heeh. karena lembaga
yang mengeluarkan untuk yang apa namanya
carbon trade itu ee
lembaga independen. Lembaga independen
gitu. Jadi nanti mereka yang akan
mengasses gitu apakah itu ee setara
dengan berapa karbonnya berapa gitu.
Nah, gitu. Mengurangi karbonnya berapa
sehingga nanti akan keluar
ee jumlah jumlah kesetaraan karbonnya
dan jumlah harganya gitu Bu.
Kalau kita mau masuk ke pasar, karena
kalau mau masuk kita ke pasar karbon,
kita harus ee sampai kepada oh ee yang
punya saya ini seharga berapa gitu
sehingga kita dagangnya bisa di bisa di
sana. Jadi keluar sampai keluar itu.
Nah, itu yang mengeluarkan adalah
lembaga yang independen gitu. Nah, kalau
mungkin kalau kalau kalau perusahaan itu
sudah sudah punya ee share itu, nah itu
mungkin bisa dijadikan modal untuk
diajukan.
diajukan ke sana untuk ee bisa keluar
sertifikat yang dari lembaga independen
itu gitu.
Oke.
Nanti mereka yang keluar
dua hal yang berbeda ya, Bu. Iya.
Iya. Iya. Gitu. Tapi itu bisa sejalan
gitu. Bisa sejalan.
Baik
baik terima kasih Bu penjelasannya.
I
oke. Baik ee terima kasih kepada Ibu Sri
Malem atas ee pertanyaannya. Mungkin di
sini juga sudah ada yang rise hand yaitu
Pak Latif Sahubawa.
Untuk itu dipersilakan kepada Pak Latif
untuk menyampaikan pertanyaannya ataupun
hal-hal yang ingin didiskusikan.
Oke,
makasih ee Mbak moderator.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Bu Tri Dewi pribadi
ee materinya ee sangat menarik ya kalau
kita bicara mengenai blue cararbon dan
khusus di wilayah Pesir
ya. Ee benar yang disampaikan tadi kan
yang utama adalah dari mroove. Tapi
kemudian kalau kita lihat di beberapa
negara maju misalnya di Amerika Serikat
atau negara-negara yang lain itu ee
fitop lanton itu sudah dimasukkan dalam
ee perhitungan untuk ee apa ya blue
cararbon ini dan juga di kawasan
terbukaran Bu
itu sudah ada. Jadi ee saya kira ini
menarik kalau di wilayah pesisir ada
beberapa apa ya ee potensi selain dari
ee mangrop itu. Kemudian kalau terkait
dengan ee blue ekonomi
itu nanti perhitungan mengenai valuasi
ekonomi sumber daya masing-masing itu,
Pak. Jadi ini kalau blue ekonomi ini ee
kemudian kita kaitkan dengan ee apa
analisis ee atau valuasi ekonominya.
Jadi saya kira apa yang disampaikan oleh
Bu Tri tadi memang sangat bagus dan ee
perlu kita tambahkan dari beberapa yang
lain tadi di wilayah pesisir karena
trombukaran kemudian vito itu juga sudah
mulai di dikembangkan karena di vitantun
ini kan di Amerika itu di budidaya
kemudian dikonversi menjadi bahan baku
biodiesel Bu ini sangat diperhatikan
sekali dengan adanya apa yang mungkin ee
ee ee apa bahan bakar yang dari Timur
Tengah itu kan semakin ee berkurang
seperti itu Bu Tri. Jadi saya kira ini
sangat menarik dan mungkin kita bisa
tambahkan beberapa ee potensi ee karbon
tadi.
Iya.
Kira itu dari saya. Makasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Ya, terima kasih, Pak
Latif. Ya, betul sekali. Bahwa memang ee
ekosistem besar yang ada di ee pesisir
dan laut itu ee mangrove, ee lamun,
kemudian terumbu karang gitu ya. Nah,
memang itu memberikan memberikan apa ee
bisa menyerap bisa menyerap ee karbon
juga cukup cukup tinggi gitu. Ee hanya
memang kalau terumbu karang kita ee
mungkin hanya beberapa spot saja ya, Pak
ya. karena yang ee agak sulit kalau kita
misalnya kita bicara mengenai ee tadi
dikaitkan dengan e keterlibatan
masyarakat gitu kalau yang lebih cepat
gitu kan kalau misalnya ee apa namanya
kenapa mangroove ini lebih populer
karena dia yang lebih bisa dilakukan
untuk restorasi misalnya gitu kan ya ee
jadi kayak Pertamina mungkin milihnya
juga atau perusahaan-perusahaan lain
juga akan lebih memilih ee nan mangrov
gitu karena kalau untuk restorasi
terombuk karang itu waktunya lama banget
gitu kan. Ee jadi misalnya setahun tuh
hanya tumbuh ee ee 0,5 cent gitu
kira-kira seperti itu. Ee dan apa
namanya upaya restorasi yang cepat itu
mungkin yang paling tepat memang ee apa
dari mangroove tapi memang ee terumbu
karang dan juga ee vitoplankton itu ee
bisa dan sudah dihitung. Vitoplankton
itu juga memang penyerap yang yang cukup
tinggi. Bahkan kalau di Cina itu bisa
diadopsi ke kota-kota besar. Jadi mereka
seperti membuat ee apa namanya?
budidaya ee fitoplankton itu di
atap-atap gedung gitu di di kota-kotanya
mereka dan itu bisa ee diklaim sebagai
ee penyerap karbon dan sebagainya. Nah,
dan itu juga kebetulan saya lagi riset
yang itu, Pak, mengembangkan itu
fitoplankton dijadikan sebagai eh green
carbon absorber itu yang bisa dibawa ke
mana-mana. Jadi, portable seperti itu.
Dan ee terima kasih itu apa masukannya
ya. Jadi betul sekali Bapak Ibu sekalian
ee hanya memang kalau yang budidaya ee
fitoplankton dijadikan biodiesel itu
yang berkembang pesat juga di Australia,
Pak. di daerah Wolonggong itu di bagian
selatan itu juga di sana dan itu memang
ee
apa
ee prospektif ya prospektif cuman ya
duitnya juga gede Pak gitu kan karena
untuk konversinya ee apa untuk
konversinya
dari sekian juta liter itu ee
fitoplankton itu kemudian menjadi satu
botol ee biodiesel itu kan apa namanya
time consume dan ee
apa cost production-nya juga sangat
tinggi. Itu yang belum bisa ditekan.
Sehingga mengapa ee perkembangan
biodiesel itu masih ya sangat ee lambat
karena memang cost production-nya tinggi
sekali. Itu dari saya waktu tahun 2013
ikut apa namanya simposium yang di
Australia itu sampai sekarang ya
perkembangannya juga memang masih enggak
banyak gitu, Pak. Karena memang itu
modalnya gede banget.
modalnya sungguh besar gitu ya.
Ee ya demikian terima kasih masukannya
itu betul sekali. Jadi ee bisa
dikembangkan yang lain gitu ee hanya
memang butuh ee modal dan waktu yang
cukup lama. Kira-kira seperti itu.
Makasih, Pak.
Iya. Baik. Ee terima kasih kepada Pak
Latif tadi atas masukannya. Ee mungkin
kepada Bapak Ibu yang lain ini lumayan
masih cukup banyak waktunya.
Dipersilakan bagi Bapak dan Ibu yang
ingin ee bertanya ataupun berdiskusi
terkait materi yang sudah disampaikan
bisa langsung saja menggunakan fitur
raise hand Bapak dan Ibu semuanya.
Nanti akan kami beri kesempatan.
Ee mungkin saya kasih batas waktu sampai
jam 11.33 seperti itu.
Oke. Baik. Ee di sini sudah ada yang
eh raise hand ada Bapak Agus ya.
Dipersilakan kepada Pak Agus untuk
menyampaikan pertanyaannya.
Dipersilakan Pak Agus.
Oke, ee terima kasih ee atas
kesempatannya.
Ee ini terkait dengan
apa karbon tadi, Ibu ya. Nah, kebetulan
di tempat kami ini juga
ada satu perusahaan juga terkait dengan
penjualan karbon.
Ee namun ee di
kelompok masyarakat ini masih banyak
sekali yang belum paham betul gitu loh
apa sebenarnya yang di dilakukan oleh
kegiatan ee perusahaan tersebut.
Sementara lahan yang mereka ee kelola
itu sangat luas. Nah, yang sering
terjadi adalah ee rawannya kebakaran
hutan. kebakaran hutan gambut ke kawasan
gambut ini yang sangat menjadi ee
problema kita di di tempat kita di lahan
yang begitu luas dan sangat ee rawan
sekali ee akan kebakaran
ee lahan tersebut. Jadi mungkin ini
perlu suatu
apa ya mungkin sosialisasi atau yang
lebih ee dalam lagi ee terkait
pengelolaan karbon. Karena di di mata ee
kelompok masyarakat ini mereka sangat
belum begitu familiar
apa yang sebenarnya yang dijual, apa
yang sebenarnya yang dikelola. ini
kadang-kadang kita harus menjelaskan
terus-menerus ke masyarakat, enggak
henti-hentinya. Namun ee
ee beberapa stakeholder yang kita
gandeng seperti NGO dan lain sebagainya
ini memang sudah berusaha maksimal
untuk mensosialisasikan ini. Ee namun
ada beberapa hal juga yang menjadi
kendala kita ee masyarakat ini kan
terbiasa dengan pelaksanaan yang
kelihatan ee fisiknya ya. bukan ee kalau
karbon ini kan mereka enggak bisa lihat
apa sih sebenarnya yang yang didapat
dari dari
hasil penjualan tersebut gitu.
dan mereka hanya ee tahunya, oh ini di
di dikelola oleh perusahaan ini, oh ini
dikelola oleh perusahaan itu. Namun di
dalam aktivitas mereka sendiri pun ee
kadang-kadang masyarakat juga bingung
apa sebenarnya yang menjadi output untuk
masyarakat di sana gitu. Artinya dampak
yang mereka dapat dari penjualan karbon
itu sendiri apa. Nah, ini yang kita
kadang-kadang susah untuk menjelaskannya
ke masyarakat karena ee mereka juga dari
pihak NGO atau pengola ini kadang-kadang
agak sulit juga mereka menjelaskan ke
masyarakat itu apa sih yang menjadi ee
manfaat dari mereka untuk menjaga lahan
tersebut. ini agak-agak susah mungkin ke
depan kita ee apa ya artinya bagaimana
sih caranya untuk memberikan penjelasan
ke masyarakat, kelompok masyarakat
supaya memang mereka itu paham betul apa
sebenarnya ee manfaat daripada ee
pengelolaan karbon tersebut. Itu saja
sih, Bu. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Ee iya, Pak Latih. Eh, Pak Agus. Aduh,
maaf ya, Pak.
Iya. Em, di daerah mana Bapak, Pak,
kalau saya boleh tahu?
Ee di Kalimantan Tengah, Bu.
Oh, iya.
Sakitan Timur.
Iya. I ya. Memang edukasi mengedukasi
masyarakat itu suatu ee tugas yang berat
ya, Pak ya, gitu.
Betul. Apalagi kalau misalnya betul
sekali Pak, karbon ini kan enggak ee
tidak kasat mata gitu ya. Dirasakannya
juga apa sih orang kita juga baik-baik
aja gitu kan seperti itu.
Iya. Memang itu juga menjadi kendala Pak
ketika kami ee saya rasa kita menghadapi
kendala yang sama gitu secara umum di
Indonesia gitu ya. ketika kita untuk
bilang, "Eh, jangan ditebang gitu,
jangan di ini segala macam itu." Em
ketika ee masyarakat tuh tidak merasakan
manfaat secara langsung gitu ee itu agak
sulit gitu ya. Memang mungkin kalau ee
kita bisa pakai cara yang yang di India
itu jadi ee suksesnya adalah ketika
mereka masyarakat setempat tuh diajak ee
terlibat di restorasi ee mangroove itu
dengan apa ee mengembalikan
dalam jangka waktu ee ya
ada durasi tertentu gitu ya. Em artinya
ekosistemnya kembali, ekosistem ee
fungsi ekosistemnya kembali sehingga ee
yang tadinya kepiting bakaunya sudah ee
semakin berkurang dan yang biasanya
mereka mengambil kan biasanya mereka kan
ee ambil langsung gitu ya, Pak ya,
manfaat langsung gitu ya, mengambil
entah ee apa namanya hewan-hewannya atau
kemudian kayunya dia mereka ambil gitu.
terutama hewan-hewannya yang yang
pokoknya yang berurusan dengan perut lah
gitu. Ketika itu berurusan dengan perut,
fungsi itu kembali ee mangroove itu
kembali
memberikan fungsi untuk ee sebagai
penyedia sumber makanan mereka
itu cepat banget, Pak. Mereka langsung
Oh, iya. Gitu. Jadi memang kalau kita
menjelaskannya ee ke karbonnya, ke
ininya ngawang-ngawang gitu, Pak, ya. E
kan karena enggak enggak bisa karbon teh
bentuknya apa sih kan gitu enggak enggak
ada bentuknya gitu. Tapi mungkin kita ee
bisa ikut e mengikuti ya mengadopsi yang
ee di India itu saya lupa daerahnya itu
adalah dengan cara seperti itu mengajak
masyarakatnya menanam dulu ee enggak
dijelasin tuh Pak tentang karbonnya tapi
dijelasinnya adalah ee ya itu tadi ee
kembalinya fungsi ekosistem mangroove
itu sebagai penyedia sumber daya hayati
yang bisa mereka manfaatkan secara
langsung gitu. terutama untuk kebutuhan
perut. Nah, itu ee setelah mereka
mendapatkan itu ya karbon kan berarti
kan istilahnya kan by produknya gitu ya.
Kalau buat mereka mungkin buynya padahal
sebenarnya kita itu adalah tujuan
utamanya seperti itu gitu. Jadi memang
ee penyadaran masyarakat itu enggak
mudah gitu. Belum lagi kalau misalnya
nanti tiba-tiba udah mana nih udah
setahun kepitingnya enggak balik-balik
gitu kan ya. Nah itu tuh itu kadang kita
juga aduh gimana ya emang kok kenapa
kepitingnya ngebalik-balik juga gitu.
ternyata ada pencemaran gitu. Itu yang
pernah saya alami juga di beberapa
daerah gitu ya di Jawa Barat. Oh iya ya
gitu kan. Kenapa gitu? Ternyata pas
ditelusuri ee apa namanya ada pencemaran
gitu sehingga itu yang menyebabkan e
kepitingnya enggak mau ke situ gitu.
Jadi ee padahal mah sudah bagus gitu ya
kira-kira seperti itu. Tapi emm yang ee
saya salut yang di daerah Karangsong itu
itu bisa
bukan kembali 100% ya, tapi setidaknya
ee banyaknya burung yang di sana itu ee
apa namanya ee tinggal kembali di sana
itu menunjukkan sebagai indikator bahwa
dia mulai pulih gitu. Dia pulih
ekosistem itu healing dengan sendirinya
terutama kemarin ya itu penelitian saya.
Jadi ee lockdown 3 tahun itu memberikan
ee nature itu healing ee secara secara
naturally, secara alamiah sehingga itu
memberikan kesempatan mereka untuk bisa
ee berkembang berkembang lagi. Kalau
mungkin teman-teman yang di Maluku, di
Papua itu kan ee biasanya familiar
dengan Sasi ya. Nah, sasi itu adalah ee
hukum adat atau apa? Kearifan lokal yang
kayak gitu, Pak. Jadi me
menstop kegiatan
dari pemanen dan sebagainya untuk
memberikan waktu mereka healing healing
eh naturally gitu. Kemudian dalam jangka
waktu tentu jadi mereka bisa panen lagi
gitu. Nah, itu sebenarnya bagus kalau
bisa diterapkan di tempat lain gitu.
kira-kira seperti itu dan itu kayaknya
dan itu kalau untuk untuk healing
nature-nya, kalau untuk pendekatan
edukasi ke masyarakat ya itu Pak memang
kayaknya kalau kita ngomongnya langsung
ke tentang karbonnya kalau saran saya e
pundung Pak kalau orang apa sih nih e
ngomong-ngomong itu sosial sosialisasi
melulu gitu mana karbonnya teh gitu.
Jadi ee mungkin ee kayak main apa
namanya
ee apa tuh kalau yang diiniin teh,
disentil teh jadi enggak langsung gitu.
Jadi ke sini dulu nanti baru ke sana
gitu. Jadi kita ngambilnya mungkin
sosialisasinya yang mengembalikan fungsi
ekosistem yang terkait dengan kebutuhan
ee pangan gitu. Jadi saya rasa itu
mungkin akan lebih kena gitu mungkin.
Gitu, Pak. Saran dari saya.
Ya. Baik. Ee terima kasih kepada Pak
Agus atas ee pertanyaannya. Mungkin ini
Pak Latif apakah Risignan kembali untuk
memberikan pertanyaan?
Ya, dipersilakan Pak Latif.
Ee tadi saya kelewat satu Bu Tri. ini
kan ee menariknya karena ee
aplikasin atauasinya pada apa?
Lingkungan ekologi dan ekonomi ya Bu ya.
Ini bagus nih. Nah, kemudian saya ee
teringat dengan salah satu budaya yang
paling besar manfaatnya tidak hanya pada
lingkungan ya untuk penyerapan karbon
tapi juga untuk industri di berbagai
bidang yaitu mikroalg spirulina.
Saya kira ee mungkin kita sepakat kalau
ee di Indonesia mungkin masih sedikit
ya, tapi ee pastikan bahwa negara-negara
lain itu dia ekonominya bagus bangkit
itu dari budida, spirulina. Nah,
spirulina itu kan bisa di laut, pesisir,
dan kemud darat. Nah, ee kemudian gini,
Bu. Kalau untuk budidaya saya kira ee
teknologinya sangat sederhana Bu. Nah,
karena di spirulina ini kan basisnya itu
pada apa ya pengembangan industri di
bidang pangan ya. pangan bahkan sekarang
sudah dikembangkan sebagaian untuk
astronaut eh kapsul atau pil untuk ee
kapsul ke apa astron ke ke apa ke luar
angkasa proteinnya itu luar biasa
besarnya Bu dan beberapa senyawa
metabolis sekunder. Jadi ee
mungkin ini yang harus ee perlu kitaan
bersama dan ee saya kira Bu Tri sudah
lebih paham mengenai ini. Kalau kemudian
ini dalam rangka untuk mengurangi ya
pemanasan global
di Indonesia karena kita punya wilayah
presisir sebenarnya paling panjang
setelah Amerika Utara atau Kanada. Saya
kira itu sedikit masukan buat kita.
Makasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
I terima kasih Pak Latif. Ya, itu memang
ee prospektif ya. Ee kami juga di UNPAT
mengembangkan itu bahkan sudah sampai
jadi masker gitu, segala rupa lah
pokoknya sabun dan lain-lain gitu. Ee
spirulina yang tadinya sebenarnya toksik
ya toksik dia tapi kemudian bisa
dimanfaatkan dan sebenarnya enggak
spirula aja ya ee ada banyak yang lain
gitu. Mikroalga memang luar biasa.
Terima kasih, Pak Latif.
Mungkin kita bisa kerja sama gitu kali
ya, Pak ya. Ayo, Pak, kita riset bareng,
Pak.
I. Baik. Ee
terima kasih kepada Pak Latif atas
diskusinya. Mungkin ini Bu Tri ada
pertanyaan dari YouTube. Ee di sini saya
akan membacakan terlebih dahulu. Ini
dari YouTube yang dicopy ke dalam chat
Zoom. Di sini pertanyaannya itu
bagaimana menyikapi kerusakan beberapa
lingkungan sumber daya hayati di wilayah
NKRI dikarenakan pembukaan area
pertambangan di wilayah tersebut. Lalu
kemudian apakah bisa dikuantifikasi
sebagai nilai jasa ekosistem dan menjadi
acuan sebagai nilai ganti rugi jika
terjadi kerusakan akibat suatu kegiatan?
Baik. Terima kasih. Tambang ya.
Ngeri-ngeri sedap ini ngomongnya
ya. Sebenarnya gini, kalau kita bicara
ee kerusakan ekosistem apapun itu
berarti kan kayak tadi ya itu berarti
kegiatan pertambangan itu dia berarti
sebagai karbon emiter gitu. Dia yang
mengemisikan karbon. Kegiatan yang
mengemisikan karbon. Nah, itu nanti bisa
ee dihitung ee emisi karbonnya berapa
dari kegiatan ee pertambangan tersebut.
Itu sudah banyak apa namanya ee
aplikasinya ya di internet.
Mohon maaf ya kalau ada azan. Rumah saya
sebelah masjid soalnya.
Ee itu sudah bisa di di ee kuantifikasi
ya kegiatan pertambangan itu nanti
setara dengan emisi karbon berapa gitu.
ada gitu bisalah itu sudah bisa ee
banyak aplikasinya di internet silakan
mau pilih yang mana. Bahkan kegiatan
kita sehari-hari pun juga bisa di di
dikonversikan ee menghasilkan emisi
harian, emisi tahunan, mingguan. Kita
mau ngitung durasinya persatuan waktunya
apa, itu bisa itu bisa dikuantifikasi.
Nah, ee kemudian kalau misalnya itu
berarti kan sebagai karbon emiter nanti
itu itu nanti berarti karbon emiternya
itu seb ee dia akan kalau dia mau ee
supaya balance gitu ya, zero emisi
artinya dia harus membeli
ee
di pasar karbon kegiatan lain yang bisa
mengurangi atau menyerap karbon
tersebut. Nah, jumlahnya berapa? Ya itu
nanti ee deal deal dagangnya di pasar
karbon gitu. Kira-kira seperti itu kalau
terkait dengan ee carbon trade gitu ya.
Nah, kalau misalnya terkait dengan
kegiatan yang ee supaya bisa mengurangi
emisinya ya pasti harus reboisasi gitu.
Makanya kalau reboisasi dia butuh waktu
berapa lama gitu. Nah, nah itu yang yang
nanti bisa dikalkulasi juga tetap bisa
dikalkulasi juga. Misalnya yang mau
ditanam adalah misalnya sengon atau
apalah pohonnya itu nanti ada ada
konversinya dia bisa tumbuh untuk sampai
tegakannya sekian meter itu membutuhkan
waktu sekian lama dengan kondisi lahan
yang sekian-sekian misalnya seperti itu.
Itu nanti bisa di di bisa dikalkulasi
sehingga bisa diestimasi dia setara
dengan ee berapa ee ton karbon ee
sebagai pengurangan emisi misalnya
seperti itu. atau misalnya kalau pada
pertambangan tersebut menggunakan metode
yang ramah lingkungan itu juga bisa
dikonversikan ke dalam ee berarti metode
tersebut bisa sebagai tadi yang rekayasa
emisi karbon kan tadi untuk mengurangi
karbon kan dua caranya merekayasa emisi
karbonnya atau menyediakan penyerap
karbonnya. Nah, tinggal mau pilih yang
mana caranya dari dua ini gitu.
Kira-kira seperti itu. Itu kalau saran
saya untuk yang terkait dengan kegiatan
pertambangan.
Demikian mungkin.
Oke. Baik. Ee terima kasih Bu Tri Dewi
atas ee pertanya atas jawaban dan
diskusinya siang hari ini. Dan mungkin
untuk sesi tanya jawab kita cukupkan
saja. Terima kasih juga kepada Bapak,
Ibu yang sudah berpartisipasi
mungkin untuk menutup acara webinar ini
kepada Ibu Tri untuk memberikan closing
statement-nya.
Closing statement ya.
Ee
[Musik]
mari kita melakukan
hal yang paling mudah, yang paling
kecil, yang paling dekat dengan kita
untuk bisa menyelamatkan bumi.
Setidaknya mengurangi akselerasi dari
climate change. Kalau bisa nanam
pohon, nanam pohon.
Kalau bisa ee enggak pakai plastik,
enggak pakai plastik. Ke mana-mana pakai
bawa tumblr, bawa ee bawa tempat makan,
konsumsi. Jadi konsumsi yang terukur ya,
makan juga enggak perlu e sampai
banyak-banyak gitu. Artinya ya kita
lakukan apa yang kita bisa lakukan untuk
ee
kehidupan berkelanjutan ini.
Mungkin itu blue carbon adalah salah
satu solusinya. Mari kita bergerak
bersama-sama
ya. Baik ee terima kasih Bu Tri. ini
sangat diskusinya sangat menarik sekali
dan mungkin ee kita akan melakukan
dokumentasi terlebih dahulu kepada Bapak
Ibu di dalam peser di dalam Zoom silakan
untuk mengaktifkan kameranya.
Oke. Baik, mungkin saya akan mulai
melakukan perhitungan mundur. Dimulai
dari angka 3
2 1
ya. Baik, sekali lagi. 3 2 1.
Oke, untuk dokumentasi sudah dicukupkan
dan saya ucapkan terima kasih lagi
kepada Ibu Tri atas penyampaian materi
yang sangat bermanfaat ini. Semoga kita
bertemu lagi di lain kesempatan. Dan
kepada Ibu Tri apabila ingin
meninggalkan ruangan Zoom sudah
dipersilakan, Bu.
Baik. Baik. Terima kasih ee Mbak Dini,
Bapak Ibu sekalian. Saya ee undur diri.
Terima kasih atas perhatiannya,
pertanyaannya, diskusinya yang
menyenangkan. Semoga kita ee panjang
silaturahminya, bisa bertemu di lain
kesempatan, di lain waktu. Ee
kan ee saya terbuka untuk diskusi
lanjutan. Ee tadi ada email-nya saya,
silakan nanti bisa ditanya kepada
panitia. Terima kasih atas jempol,
keplok, lope dan sebagainya. Sehat
selalu Bapak Ibu, semangat, panjang
umur, perjuangan untuk kebaikan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Izin live ya.
Iya. Oke.
Baik Bapak Ibu semuanya, berakhir sudah
acara webinar di hari ini dan bagi Bapak
Ibu yang ingin mendapatkan e-sertifikat
di sini, Bapak Ibu dapat mengisi link
presensi kehadiran yang tertera di layar
ini.
Dan ketika Bapak, Ibu mengisi presensi
dipastikan nama dan emailnya sudah
diketik dengan benar karena hal ini akan
mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya.
Dan baik ee saya akhiri kegiatan webinar
hari ini. Mohon maaf apabila saya ada
salah sikap dan ucap. Wabillahi taufik
wal hidayah. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
siang dan selamat melanjutkan aktivitas
lainnya.