Transcript
l8z2QlPEmAE • Webinar 125 Blue Carbon : Konservasi Produktif Sumber Daya Hayati untuk Adaptasi Perubahan Iklim
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0159_l8z2QlPEmAE.txt
Kind: captions Language: id Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Layanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Eko Edu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman, memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar begitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya yang akan menyelenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya baca-baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang diselu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi, saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Eko Idu menyampaikan informasinya. Eko Edu karena pelatihan-pelatihnya itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau bagus-bagus dan terbaiklah kejutannya. [Musik] Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. bertahun dalam penyimpinan dokumen eject saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam jasan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan EO ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] Eh, e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan, kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di 7 sangat membantu, Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. Juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari atas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut saya padan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. E saya kira sepatutan sesuailah dengan apa yang didapatkan. [Musik] E-KTP efektif, tepat, dan profesional, hemat, cermat, dan hebat, keren, profesional, dan juga ke sini. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Ekoedu ke-125. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak, Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Hari ini webinar Eko Eedu akan mengangkat tema Blue Carbon konservasi produktif sumber daya hayati untuk adaptasi perubahan iklim. Baik, perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik, Bapak Ibu semuanya, sebelum kita mulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Untuk itu berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Untuk selanjutnya mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk tegak. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Ya. Baik Bapak Ibu semuanya untuk selanjutnya izinkan saya mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami. Yaitu yang pertama di minggu pertama itu pada tanggal 15 hingga 19 September 2025. Kami di sini akan mengadakan dua pelatihan yaitu yang pertama adalah pelatihan pemodelan dispersi udara air modpff dan high split gelombang 19. Kemudian pelatihan dan sertifikasi penanggung jawab operasional pengolahan air limbah atau popak di gelombang 4. Lalu kemudian di minggu selanjutnya pada tanggal 22 hingga 26 September 2025 kami di sini akan mengadakan pelatihan penunjang dokumen AMDAL dan SLO persetujuan teknis untuk emisi udara. Dan kepada Bapak Ibu semuanya apabila Bapak Ibu melakukan pembayaran pada HAM-IN 1 pelatihan untuk pelatihan pemodelan dispersi udara dan juga pelatihan penunjang dokumen AMDAL dan SLO. Terkait persetujuan teknis untuk emisi udara, Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10% yaitu Bapak Ibu cukup membayar investasi sebesar Rp3.600.000 Dan ee untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi admin kami di Riris dan Nisa melalui WhatsApp. Lalu kemudian Bapak Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami yaitu ada Instagram, YouTube channel, Facebook dan juga website resmi kami di www.efaedu.co.id evoedu.co.id dan juga Bapak Ibu yang tertarik langsung untuk mendaftar silakan diakses saja pada pendaftaran.coedu.co.id. Nah, di sini juga ee kami memiliki inhouse training yang dapat dilakukan secara offline maupun online sesuai dengan permintaan dari instansi atau perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi ee kami menunggu Bapak Ibu di pelatihan. Baik Bapak Ibu, untuk selanjutnya kita langsung saja masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai blue carbon konservasi produktif sumber daya hayati untuk adaptasi perubahan iklim. Dan di sini juga kita sudah menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya untuk memberikan materi materi dan wawasan yang bermanfaat ini. Dan langsung saja ee saya memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu beliau adalah Ibu Dr. Rernat Tri Dewi, S., M.Si. Nah, beliau merupakan dosen biologi FPMIPA di Universitas Padjajaran. Dan ee mungkin saya akan sapa terlebih dahulu. Selamat siang kepada Bu Tri Dewi. Selamat pagi mungkin ya, Mbak ya. Masih pagi. Iya, pagi menuju siang, Bu. Iya. Bagaimana, Bu kabarnya hari ini? Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah. Semoga selalu sehat selalu ya, Bu. Mungkin ee sebelum melanjutkan ee acara webinarnya di sini saya akan menyampaikan terlebih dahulu ee beberapa teknis yaitu yang pertama itu adalah pemaparan akan dilaksanakan selama 1 seteng jam kemudian nanti dilanjutkan dengan sesi tanya jawab menggunakan aplikasi Slido dan dilanjutkan lagi dengan tanya jawab secara langsung. Dan baik Bapak Ibu semuanya untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Ibu Tri dan kepada Bapak Ibu selama semuanya selamat mengikuti acara webinar ini. Terima kasih Mbak Dini. Saya mungkin minta izin untuk share screen ya. Selamat pagi Bapak Ibu semua. Selamat berjumpa secara virtual. Ee suara saya apakah terdengar dengan jelas? Ee terdengar dengan jelas Bu. Oh, baik. Terima kasih. Saya share dulu ya. Iya. Ya. Jadi ini emm judul yang dicover itu memang ee apa judulnya? Saya lupa ya. Judulnya itu ee sangat kuliah sekali gitu. Jadi, makanya ee dengan tema besar itu kemudian saya mengambil sebagian kecil ee untuk ditampilkan di sini dan ini adalah sebenarnya ee sharing session saja tadi seperti yang dibilang oleh Mbak Dini ya, bahwa kita di sini akan berdiskusi. Jadi artinya dua arah gitu. Nah, ee judulnya adalah ee kali ini saya akan membawakan materi mengenai optimasi blue carbon untuk bisnis yang berkelanjutan. Kalau masih kedengaran ee bau-bau kuliah juga ya mohon maaf ya gitu. Hanya intinya tuh saya ee pada kali ini saya ingin meyakinkan gitu ya kepada ee Bapak Ibu semua bahwa ee konservasi gitu tindakan konservasi kegiatan-kegiatan lingkungan itu sebenarnya bisa jadi cuan loh gitu bisa buat bisnis juga loh gitu. Nah itu kayak gimana? Mari kita ee perdalam ya ee berikutnya. Ee 1 seteng jam ya. Wah, panjang juga ya. Agak-agak ini juga nih nanti. Baik. Ee iya kita mulai dari ee blue carbon itu awalnya dari blue ekonomi ya. Jadi bagaimana konsep blue ekonomi ini asal eh historinya itu dari konferensi PBB atau UN tentang pembangunan berkelanjutan gitu ee yang ada di Rio Henero pada tahun 2012 gitu. Jadi bagaimana ee apa namanya awalnya dari green ekonomi gitu ya. Kemudian karena menyadari juga bahwa 70% dari bumi itu adalah perairan laut sehingga kayaknya kita juga harus berbikin tentang blue ekonomi gitu ya. Nah, e ekonomi biru kalau dalam bahasa Indonesianya itu merujuk kepada segala sesuatu yang terkait di lautan. Walaupun sebenarnya inland water juga ya boleh dibilang masuklah ya perairan walaupun itu ee mungkin satu hanya 1% dari seluruh perairan yang ada di permukaan bumi gitu ya. Kalau inline watered tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial gitu dengan secara signifikan juga mengurangi ee risiko lingkungan dan kelangkaan ekologi. Karena yang namanya pembangunan itu pasti ada perubahan itu eufimisme dari kerusakan ya sebenarnya. ee tetapi kita berusaha supaya fungsi ekologinya masih tetap bisa ee berjalan gitu walaupun mungkin harus terkonversi dalam bentuk yang berbeda. Kira-kira seperti itu. Itulah makanya di dikatakannya berkelanjutan gitu. Artinya ee yang berkelanjutan itu fungsi ekologinya dan juga manfaatnya bagi ee kehidupan secara umum. Kira-kira demikian. Nah, dari blue ekonomi itu kita masuk ke blue carbon. Karena kalau ekonomi tadi kan ee apa namanya? Secara umumnya adalah bagaimana yang menghasilkan ekonomi gitu. Nah, gimana nih blue carbon nih? Apakah dia hanya konservasi saja gitu? Kan kadang konservasi itu ee apa ya dianggap jauh dengan ee cuan gitu dengan dengan ee unsur ekonomi gitu. Walaupun sebenarnya kalau kita ee berpikirnya secara ee visioner itu justru modal ekonomi yang besar gitu. Selama kita tidak serakah sebenarnya itu e jangka panjang itu benar-benar ee basicnya atau dasarnya pondasinya itu adalah dengan ee lingkungan yang terus terjaga keberlanjutannya. Kira-kira seperti itu. Nah, blokarbon ini itu mengacu pada karbon organik ya yang ditangkap dan disimpan ya ditangkap tuh dengan mekanisme kimia tertentu gitu ya. Dan disimpan itu juga melalui mekanisme kimia tertentu berikatan dengan ee apa namanya ee unsur-unsur yang ada di ee udara, di tanah, di ee air dan sebagainya oleh lautan dan juga ekosistem pesisir terutama untuk ekosistem pesisir yang ee vegetasi gitu ya, padang lamun. rawa pasang surut dan juga hutan bakau. Kenapa? Karena ee karbon inilah dengan dengan mekanisme ee biologis dari tumbuhan atau vegetasi itulah yang bisa ee menyebabkan ee karbon itu tertangkap dan tanda kutip tadi ya, bisa berikatan dengan unsur-unsur ee hara yang ada di ee kelompok tumbuhan gitu ya. eh artinya tumbuhan ini bisa dikatakan yang memiliki klorofil gitu. Kira-kira seperti itu. Nah, kenapa sih sebenarnya blue karbon ini kok jadi ngetop banget? Nah, ini kita jadi mau enggak mau berbicara tentang pemanasan global yang nanti akhirnya akan ke ee climate change atau perubahan iklim gitu ya. Saya rasa mungkin ee secara umum sudah bisa dimengerti bahwa ee sudahudah tahu ya pemanasan global tuh ee adalah bagaimana bumi ini ee semakin panas. udaranya juga meningkat sekitar 1,5 derajat ee dalam jangka waktu 100 tahun gitu ya. Mungkin kalau dipikir 1,5 derajat emang kenapa sih gitu ya. Ee kalau air juga kan meningkatnya dari dari biasa dari dingin ke biasa ke hangat ke panas itu enggak apa-apa ya. Kalau kalau air yang buat diminum sih enggak apa-apa gitu ya. Tapi kalau di udara itu ee kenaikan 1 sampai 2 derajat aja itu memberikan ee apa ya efek atau dampak yang signifikan kepada kehidupan secara umum gitu. Nah, ee pada suhu yang relatif tinggi laju fotos ini kita bicaranya ee terkait blue apa namanya tadi ya ee vegetasi tadi. Jadi laju fotosintesis dan laju respirasi itu sama-sama meningkat. Namun laju respirasi akan meningkat lebih cepat dibandingkan dengan laju fotosintesis sehingga pelepasan gas karboni dioksida itu menjadi lebih besar dibandingkan dengan ee penggunaannya dan menyebabkan laut menjadi net carbon source. Nah, jadi sebenarnya ee vegetasi itu melakukan vegetasi dan e bumi ini secara seimbang sebenarnya dulu awalnya gitu ya. Ee laju fotosintesis yang menggunakan karbon itu dengan laju respirasi yang melepaskan karbon itu ee seimbang. Tetapi kemudian pelepasan karbon itu banyak terjadi ketika tidak hanya dari kegiatan vegetasi itu saja, tetapi dari antropogenik terutama. Nah, ini adalah sebelah kanan. Ini adalah gambaran sebenarnya apa sih yang dinamakan pemanasan global atau efek ee gas rumah kaca gitu. Jadi, sebenarnya ee ketika udara di permukaan bumi ini kan ada lapisan-lapisannya gitu ya, sampai ke ada lapisan ozonnya gitu. Nah, ee apakah karbon terutama karbon dioksida gitu ya yang membuat panas kemudian gas metana dan sebagainya itu sebenarnya apakah sia-sia gitu? Oh, tidak. Jadi sebenarnya secara alamiah itu dibutuhkan ya ee ini kita bicara dalam kondisi yang ee seimbang gitu. Jadi dibutuhkan. Kenapa dibutuhkan? Karena itu akan memerangkap ee memerangkap atau mempertahankan sebagian kecil dari panas radiasi matahari itu di ee kolom udara yang ada yang menyelimuti ee planet bumi kita. Kenapa? Supaya untuk mempertahankan panas. Jadi misalnya gini, ketika malam itu kan ee gelap atau ketiadaan cahaya di bagian yang tidak terkena matahari gitu. Nah, itu akan menyebabkan suhu menurun dengan ee drastis terutama di daerah-daerah non tropis. Kalau di tropis kayak di kita mah mungkin ya mau musim hujan, mau musim kemarau, mau musim duren dan sebagainya kayaknya enggak terlalu ngefek gitu ya. Musim hujan juga enggak pakai jaket gitu kan. ee biasa aja gitu ya. Ee ya paling agak-agak dingin-dingin dikit gitu. Ee musim panas juga ya udah gitu aja gitu. Jadi tidak terlalu tidak terlalu terasa. Tapi ketika kita ke arah temperate kemudian ee ke arah ee apalagi yang daerah kutub itu apa namanya? Perbedaan musim itu kerasa sekali dan perbedaan siang malamnya pada musim-musim tersebut itu ee ada gap suhu atau temperatur yang sangat tajam. Nah, itu ee ketika malam atau ketiadaan cahaya itu ketiadaan berkurangnya ketiadaan panas itu itu akan menyebabkan suhu turun sekian derajat gitu. Yang pernah saya alami itu di Eropa saya merasakan sampai suhu minus 15 derajat gitu ya. Dan itu dinginnya kulkas pun tidak kurang dingin kayaknya gitu kalau kita keluar gitu. Nah, ee itulah gunanya kenapa ee gas-gas itu ee akan terperangkap sedikit ee untuk mempertahankan suhu sehingga kita tidak ee mati kedinginan seperti itu. Akan tetapi kemudian dengan antropogenic activity atau kegiatan manusia yang begitu beragam itu menyebabkan ee keseimbangan itu jadi ngejomplang gitu. Jadi yang yang karbonnya yang menyebabkan panasnya terperangkap itu semakin banyak. Sementara yang menggunakan karbon itu untuk menyeimbangkan itu lagi semakin sedikit gitu. Sehingga ee gas-gas yang memerangkap panas itu menjadi naik dengan cepat dan yang menggunakan karbon itu semakin sedikit. itu yang menyebabkan jadi ada pemanasan global dan itu buktinya sudah mungkin kita rasakan sekarang ya ee seperti itu. Nah, ini kita akan masuk ke eh climate change akibat pemanasan global itu. Ini apa nih? This meeting is being. Oh, iya. Oke. Nah, ee akibat pemanasan global itu yang terjadi secara terus-menerus cuacanya jadi berubah kaditu kadia dan sebagainya itu menyebabkan adanya perubahan iklim artinya cuaca yang berjangka panjang. Nah, perubahan iklim ini data tahun 2022 ya ee yang terbaru mungkin sudah lebih tinggi lagi gitu bahwa ada peningkatan suhu nih, ada peningkatan suhu ya hanya sekitar 1,15 saja ee dari tahun 1800 loh ya 1800 gitu ee ke 1900 ini aja kenaikannya seperti ini. Nah, sekarang kan udah kepala dua ya 2.000 sekian ya itu akan bertambah lebih lebih naik lagi gitu seperti itu WMOIA World Mul Organization ini. Dan buktinya adalah di penggunaan Alpen Eropa itu pencairan Gletcher terpecahkan tahun 2022 gitu. Ee ketebalannya menurun kemudian ee terjadi apa namanya pencairan es dikutub sehingga peningkatan permukaan laut dan sebagainya. Dan kalau di Indonesia yang kerasa sekali adalah bahwa di puncak gunung ee puncak Kartens ya, Jayawijaya itu dulu kita dengan bangganya bahwa Indonesia itu negara tropis tapi punya ee gunung dengan puncaknya bersalju gitu ya. Nah, sekarang itu sudah hampir enggak ada gitu dan diperkirakan katanya tahun depan itu terakhir ee puncak Kartens ada ee saljunya gitu. ee mungkin setelahnya kita enggak akan bisa mengklaim dengan bangga bahwa Indonesia adalah negara tropis yang punya ee gunung, ada saljunya di puncaknya. Kira-kira seperti itu. Dan itu adalah akibat dari pemanasan global yang terus-menerus sehingga mengakibatkan perubahan iklim gitu. Kita mungkin juga sudah merasakan sekarang ya ini harusnya kan bulan Juni, Juli, Agustus ini ee halodo ya kalau orang Sunda tapi ini kayaknya banyak hujan gitu. Nah, itu juga ya sebenarnya sih disyukuri juga ya. Saya sih alhamdulillah karena lebih suka yang adem gitu dibandingkan dengan yang panas. Tapi mungkin di di sebagian lain sehingga ee nah ini krisisnya. Jadi ada gelombang panas ekstrem, ada kekeringan yang luar biasa, ada banjir yang dahsyat gitu ya. Ini aja di di apa namanya di berbagai belahan bumi itu merasakan hal yang seperti ini gitu. Dan kalau ee tumbuh-tumbuhan gitu saya lihat juga mereka jadi bingung gitu ya. Emm harusnya waktunya mereka sudah mulai berbunga gitu, ini kok masih hujan-hujan aja ya gitu. Jadi ini kapan kita berbunganya? Ya wislah gitu ya udahlah kita tidur lagi aja gitu misalnya seperti itu. Jadi jadi kacau gitu. Kayak misalnya mangga harusnya itu ee dia kan setiap ee pergantian musim ya atau pancaroba gitu dari musim panas ke musim musim hujan ke musim kemarau atau ataupun sebaliknya gitu. Jadi setahun itu dua kali. Tapi kan sekarang ee jadi tidak gitu, jadi enggak jelas. Dia dia juga bingung nih kapan nih saya harus berbuah. Kira-kira seperti itu. Dan kalaupun ee berbuah biasanya enggak enggak begitu bagus gitu. Enggak seenak yang dulu. Kira-kira seperti itu ya. Kalau yang punya ee pohon buah di rumahnya dari dulu kecil sampai sekarang mungkin bisa merasakan hal yang tersebut. Nah, kemudian apa nih yang bisa kita lakukan gitu sebagai bagian dari ee masyarakat dunia gitu ya ee adalah mengurangi emisi. Artinya emisi itu mengurangi pelepasan karbon ke lingkungan. Bagaimana caranya? Ada dua cara utama yaitu bagaimana mengurangi pelepasan karbon dengan merekayasa proses pelepasan karbon tersebut, gitu ya. Dan yang satu lagi adalah menyediakan penyerap karbonnya. Nah, mana yang lebih ee sesuai itu tergantung dari ee negaranya seperti apa gitu ya atau ee siapalah terserah gitu. Kalau merekayasa pelepasan karbon biasanya ini adalah dilakukan oleh negara-negara yang sudah ee maju ee stemnya gitu ya. Jadi mereka akan melakukan ee rekayasa dengan ee dengan mesin dengan ee apa namanya reaksi atau apapunlah seperti itu. Ee supaya ee industrinya atau kegiatan antropogeniknya tidak terlalu ee apa namanya merajal lela atau membabi buta gitu ya. Ee karbon pelepasannya itu lebih terkendali gitu atau kalau bisa bahkan dikurangin gitu. Nah, kalau Indonesia mungkin dengan kekayaan alam yang luar biasa ini gitu ya ee masih kaya ya kita bismillah mudah-mudahan gitu. Itu adalah ee sebenarnya lebih cocok ke menyediakan penyerap karbon gitu ya. Dan itu juga ee terlihat bahwa sebenarnya pemilihan ee kebijakan kita itu untuk ee pengurangan emisi itu adalah dengan menyediakan penyerap karbon. Karena potensi kita yang kita punya tuh di situ sebenarnya. Nah, itu di Indonesia itu eh 60% dari pengurangan emisi itu memang lebih ke nature based solution ya. Jadi berbasis sektor alam gitu. Eh, sementara kalau negara lain pakainya yang tadi merekayasa pelepasan karbon atau eh pakai yang eh engineering gitu ya, engineering eh carbon emission gitu dari sektor energi terutama ya. Nah, ini kemudian ee adanya ee pengurangan-pengurangan emisi ini. Kemudian kita masuk ke carbon trade. Artinya ada perdagangan karbon dalam bentuk bursa karbon gitu ya. Ee pasar lah ya, pasarnya karbon gitu kan. Kalau di apa namanya ee Sonya Raja tuh kalau di Bandung ada pasar untuk bahan bangunan gitu ya. Kalau pasar baru mah pasar grosir gitu ya, baju dan sebagainya. Nah, ini adalah pasar karbon gitu kira-kira gitu. Nah, ini suatu sistem yang mengatur mengenai perdagangan karbon dan atau catatan kepemilikan unit karbon. Nah, di Indonesia sudah ada hukumnya yang melandasi tentang ee perdagangan karbon ini dan itu ada di ee OJK-nya dan sebagainya dan sebagainya. Nanti bisa dieksplore lebih dalam mengenai ee hukum dan aturannya gitu ya. Kira-kira seperti itu. Nah, kemudian kita masuk dari bursa kabel itu ada namanya karbon kredit. Karbon kredit ini adalah izin atau sertifikat ee atau apa ya em ya izin sih sebenarnya ee yang dapat diperdagangkan ee yang memberikan hak ya kepada pemegangnya untuk mengeluarkan 1 ton karbon dioksida atau setara dengan gas rumah kaca lainnya. Hitungannya nanti ada macam-macam. Nah, satu karbon ee kredit karbon itu setara dengan 1 ton karbon dioksida. Nah, kalau di Uni Eropa itu diperdagangkan antara 7 US sampai 25 US gitu. Rata-ratanya 16 sekian ya US Dollar per ton tahun 2018. Dan ini ee informasi terbaru itu terus ee meningkat ya walaupun enggak terus jadi ee mahal banget gitu. Enggak enggak juga gitu. Kira-kira seperti itu. Nah, tujuan utamanya adalah mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mengurangi efek pemanasan global. Jadi, kira-kira seperti ini gambarannya di sebelah kanan ya, ada karbon emiternya. ini digambarkannya industri ya, karena memang yang secara signifikan ee ee terukur gitu ee jumlahnya, kemudian durasinya dan sebagainya itu adalah bagi industri itu ee bisa eh membayarkan carbon sequestration untuk carbon avoidance itu eh ke entah negara entah institusi entah komunitas yang menyediakan si penyerap karbon tersebut gitu. itu melalui apa? Melalui karbon kredit kira-kira seperti itu. Nah, ini kita karena kita ngomong pasar, kita harus ee ngomongnya penjual pembeli berarti ya kan gitu. Karbon kredit ini adalah ee siapa sih penjual karbon itu? Para penjual kredit karbon adalah perusahaan atau negara atau ee komunitas gitu ya. Bisalah misalnya kalau di Indonesia kan masyarakat adat yang punya hutan adat dan sebagainya gitu ya. menyerap emisi CO2 atau e ini duanya salah ya harusnya turun tapi saya ngambilnya dari Voice of Indonesia ini sudah tutup pula kantornya gitu ya wk wk wk wk pembangkit tenaga surya dan sebagainya gitu ya. Kemudian ee jadi bursa karbon ini sudah diresmikan ya oleh presiden ketuuh tahun ee 2023 26 September. Jadi sudah ada pasarnya gitu ee masuk ke bursa. Ee jadi boleh tuh sudah mulai pasarnya sudah didirikan. Jadi e shock way sekarang siapa yang mau carbon trading kan gitu. Nah, carbon trading di Indonesia ee kayak mana sih? Nah, ini kita lihat ada ee landasan hukumnya ya. Landasan hukumnya ada kayak gini. Jadi ini sudah legal gitu ya ee melalui bursa karbon menjadi pedoman dan acuan. Nanti silakan aja di ee explore lagi mengenai ini ya. Eh, kemudian tuh ada informasi lebih lanjut kepala departemen literasi dan sebagainya dan sebagainya. Ee kemarin saya nyoba nelepon tapi enggak ada ngangkat itu 021 sekian itu nolnya banyak banget gitu. Atau bisa di ee email saja nanti kita lihat kayak ee apa namanya? Silakan kalau mau di email nanti bisa Bapak Ibu sekalian meekplore lebih jauh lagi mengenai ini hukumnya kayak mana sih gitu. Kalau saya mau dagang karbon nih ee ngidernya kudu ke mana gitu atau gimana itunya gitu ya. ee aturan mainnya gitu kan ya. Nah, ini kita lihat dari CNBC Indonesia itu ada harga bursa karbon 13 kredit karbon untuk hampir 460.000 mrik ton setara karbon dioksida dari proyek PT Pertamina Geothermal Energi. Ini saya ngambilnya dari sini ya. Jadi nanti silakan di e browsing lebih jauh lagi. Nah, ini ada di Bursa Efek Indonesianya mengatakan dan sebagain sebagainya. Jadi tuh 18 US Do per ton. Tapi yang paling murah juga ada dua gitu ya. Bahkan ada ee kalau mau di di ee bandingkan dengan Uni Eropa dia sudah nyampai tuh 80 dari yang tadi tahun berapa tadi yang di atas tuh 2022 tadi ee sekitar 16 di bawah masih di bawah 20 ya 20 US DO nih sekarang sudah seperti itu gitu ya ee jadi ee cukup ee promising gitu kira-kira seperti itu. Walaupun yang terendahnya segini ya, segini nanti ee ya siapa tahu aja kalau ee kualitasnya bagus kan juga akan meningkat. Kira-kira seperti itu. Nah, ini siapa saja yang berpartisipasi? Jadi ee carbon trade itu ee bersifatnya sebenarnya secara umum masih sifatnya sukarela, tetapi akan menjadi wajib setelah aturan polusi yang lebih ketat diterapkan. Jadi ada perusahaan-perusahaan ee yang sudah ee global gitu ya, yang sudah establish secara global gitu. Itu dilihat dari mungkin ee apa namanya ee ya mungkin e jumlah perdagangannya seperti apa gitu ya, jumlah bisnisnya seperti apa, usahanya seperti apa, itu nanti ada masuk-masuk ke dalam ee yang sudah global gitu, ada kategorinya global. berarti dia kalau global dia harus menerapkan yang namanya ee green energi, green managemen dan green-green yang lain gitu ya. Kira-kira seperti itu. Nah, ee jadinya wajib kalau itu. Nah, kalau yang masih bersifat sukarela itu ya silakan aja mangga gitu. Cuman kadangnya kan kadang-kadang kan seringnya ee suka tidak rela gitu ya. Jadi, jadi ya ya gimana gitu. Jadi, mangga B. Namun setelah batas polusi ditetapkan untuk berbagai sektor, perusahaan lain dapat bergabung gitu ya. Misalnya perbankan, Unit Perusahaan Energi Negara, Pertamina misalnya dan perusahaan-perusahaan pertambangan termasuk di antara para pembeli pada perdagangan hari ini. Jadi ketika ada kegiatan yang meng ee karbon emiter gitu, artinya dia sebagai ee kegiatan yang menghasilkan karbon atau melepas karbon. Nah, dia bisa membeli ee apa namanya? Ee perusahaan lain yang menyerap karbon gitu. Jadi balance kira-kira seperti itu. Belinya di mana? Ya, di pasar karbon. Kira-kira seperti itu. Ya, demikian. Tapi sifatnya masih sukarela. Artinya gini, kalau kita mau ngomong ee ee sukarela, entar dulu ya, kita ngomong sukarela dan suka tidak rela. Artinya gini, ee ketika kita bicara bisnis itu ada ee salah satu yang dibicarakan adalah hambatan gitu ya. Nah, hambatan bisnis secara global itu ee enggak cuman global aja sih sebenarnya secara kecil juga bisa gitu. Ada ee hambatan tarif namanya. Kan kemarin ramai tuh kita barusan ee dapat kena dari Bapak yang di sebelah sono tuh di bilang Indonesia kena sekian persen gitu ya. India kena sekian persen, ee Vietnam kena sekian. Nah, itu hambatan tarif. Hambatan tarif itu clear, ketahuan angkanya gitu ya. Nah, ada lagi hambatan yang sebenarnya ee patut diperhitungkan oleh para pebisnis terutama global yaitu hambatan non tarif yang kayaknya ini ee gimana ya? em sebenarnya mungkin tidak secara gamblang keluar angkanya seperti yang hambatan tarif gitu, tapi itu justru kadang ee bisa jadi menjatuhkan gitu. Misalnya adalah hambatan non tarif itu adalah yang terkait dengan isu lingkungan tadi yang ada green-greennya segala macam itu. Kemudian ada ee isu ee keamanan pangan. Nah, halal gitu ya ee halal non halal. Kemudian keamanan pangan tuh kayak kemarin toksik. Ah e udang kita kan kemarin ee katanya gitu ya ee ada apa sih ee antibiotik atau apalah gitunya yang mengandung ini itu ini itu dan sebagainya dan sebagainya gitu. Dan ternyata ketika ditelusuri ada yang menyatakan bahwa lah itu mah memang sudah bakalan begitu gitu seperti itu. Tapi kan kita masih itu perdebatan. Nah, itu kan jadi hambatan kita bisa diband, bisa kena e embargo dan sebagainya. Dan itu pernah terjadi di Indonesia di e era tahun 1980-an ya. Jadi produk-produk perikanan Indonesia tuh pernah diembargo ketika keamanan tidak lolos keamanan pangan. Jadi ditemukan ee apa ya satu sisik atau satu rambut gitu di makanan kaleng dan itu kita kena embargo selama kalau enggak salah 5 tahun gitu ya. Ee seperti itu. Nah, ya tadi ya. Jadi ke isu lingkungan, isu keamanan keamanan pangan, halal non halal, kemudian ee upah pekerja, kemudian ee apa namanya? Siapa yang ee bekerja misalnya mempekerjakan ee ada isu tentang oh ini mempekerjakan pabrik ini ee pegawainya pekerja anak-anak dan sebagainya. Wah, itu ada tuh satu perusahaan ee baju e fashion ya terkenal gitu. Ternyata ketika ditelusuri dia pabriknya di negara di suatu negara gitu dan suatu negaranya itu ternyata mempekerjakan anak-anak di bawah umur gitu ya. Nah itu wah langsung kena band dan sebagainya. Nah jadi itu ada hambatan-hambatan seperti itu dan karbon ini adalah isu salah satu isu hambatan non tarif untuk berbagai macam perdagangan gitu. Jadi kalau misalnya kayak tambang kita mau lolos gitu sebenarnya ya itu harus masuk ke green mind mining dan sebagainya itu tuh harus diperhatikan gitu karena hari ini ee informasi begitu terbuka dan akan mudah gitu ya untuk menelusuri benar atau tidak. Nah, hambatan nonarif itu menjadi sesuatu yang patut diperhitungkan kalau kita mau berbisnis. Dan sebenarnya justru di situ peluang kita ketika kita bisa ee membuat atau mengemas konservasi itu menjadi sesuatu ee yang bagus gitu ya, suatu yang bisa menjadi kekuatan kita itu justru akan menjadi ee cuan yang ee bisa diperhitungkan gitu. Kira-kira seperti itu. Nah, ini adalah gambaran Indonesia Carbon Exchange ya. Ee kayak seperti ini. Jadi sudah ada. Silakan nanti ini nih ee website-nya Anda bisa Bapak Ibu sekalian bisa mengeksplore lebih jauh kalau mau ngulik seperti apa gitu ya. Karena kalau di sini nanti terlalu teknis. Ee jadi kira-kira ee mengapa bernasakasi dengan kami ini. Jadi promosinya dia kayak gini lah ya. Jadi gitu ee ee ada udah sudah ada nanti silakan ee dieksplore lebih jauh mengenai Indonesia Carbon Exchange. Nanti di situ ada aturan-aturan dan sebagainya ya. Nah, mekanisme bursa karbon itu kayak apa? Nah, ini adalah eh allowance marketnya tuh kira-kira seperti ini ya. Jadi, ada allowance market, mekanisme pembatasan dan perdagangan. Jadi, gini, kalau kita mau ee dagang karbon gitu, itu ada tanda kutip ee asesor gitu ya yang memverifikasi ee sejauh mana kualitas dari dagangan kita kan gitu ya. gitu. Nah, ee kualitas dagangan kita ini nanti akan dicek oleh asesor ada suatu lembaga institusi yang ee third party gitu ya. Jadi di luar siapapun juga dia berdiri independen. Nah, itu yang akan memberikan ee kita misalnya gini ee taruhlah misalnya eh ini just for example ya hanya untuk sebagai contoh. Misalnya gini, walaupun ide ini harusnya bagus juga kalau dilaksanakan. Kita punya banyak taman nasional misalnya gitu. Nah, salah satu taman nasional kita nih bisa nih kalau misalnya dijadikan ee carbon trade misalnya kayak gitu karena kan ada luasannya dan sebagainya gitu ya. Bisa diukur ee apa namanya mm ee serapan karbonnya berapa dengan ee apa namanya diapro atau diagram profil untuk kalau orang biologi pasti tahu ee tumbuhannya apa aja yang ada di sana, pohonnya tingginya segimana tu apa ee coverage-nya berapa dan sebagainya sebagainya sehingga dia bisa menyerap karbon sekian gitu kan. Nah, misalnya seperti itu. Nah, itu nanti akan diases oleh lembaga yang di luar itu untuk eh benar enggak nih gitu kan ya. Kemudian dia akan menghitung dan sebagainya gini gini dan sebagainya untuk kemudian oke gitu ya ee harga karbon yang you jual gitu ee serapan karbon yang jual itu setara dengan sekian ton per dan itu nanti ada jangka waktunya. Jadi oke ee boleh ee didagangin 5 tahun misalnya gitu. dan 5 tahun ini berarti enggak boleh diapa-apain gitu. Nah, itu kan sebenarnya bagus gitu ya ketika untuk Taman Nasional. Jadi untuk mengikat bahwa ini taman nasional jangan diapa-apain nih kayak gitu. Kira-kira seperti itu. Nah, ee jadi ada lembaga yang ee asesornya sama dengan misalnya kalau di industri itu apa ya? HACP, kemudian ISO, ee ISO, ISO 9.000, ISO 9.000 berapa? ISO 12.000 kan gitu-gitu ya. Nah, itu kan ada lembaganya. Nah, kita kan apply ke sana. Kemudian nanti mereka mengasesor ee kemudian oh oke you layak dapat ini dapat certificate seperti itu. Nah kayak gitulah kira-kira morales kayak gitu. Sama kalau di mungkin di akademisi ee akreditasi gitu ya akreditasi BAN PT Lamsama atau ASI atau apalah gitu. Itu ee itu adalah ee bukti bahwa ini loh kita tuh sudah sudah levelnya ini kemudian you boleh gitu kan. Nah itu kan sama ada jangka waktunya juga gitu gitu ya. Nah, jadi ini ee kira-kira gambarannya kayak gitu. Jadi, ada allowance market, ada offset market ee skema di mana pelaku usaha memperdagangkan ya. Jadi, ada dagangan seperti itu, dapat membeli unit karbon mencapai target pengurangan emisi dan memenuhi komitmen mereka terhadap karbon netral atau net zero gitu ya. Jadi yang tadi ee apa lembaga tadi akan memberikan itu supaya kita berkomitmen. Nah, ini fitur perdagangannya kira-kira seperti ini. Ini kalau tadi sudah masuk ke yang ee website-nya idx Carbon Indonesia ya. Jadi ada ee lelang dulu. Nah, kalau kalau tadi sudah punya sertifikat kemudian kan nanti ee ee dilelang nih masuk ke dalam pasarnya kita bawa tuh sertifikatnya ke pasarnya. Oi, nih ee aku punya loh gitu sarapan karbon sekian ini gini siapa nih yang mau beli kan gitu. dan di lelang nanti masuk ke sana. Kemudian ada perdagangan melalui mekanisme lelang. Kemudian kalau udah deal, nah salaman nih gitu ya kan e negosiasi. Kemudian kita bisa boleh didagangin gitu. Kira-kira seperti itu ya. Ee dagang sih sebenarnya dagang biasa gitu loh. Ini kenapa nih sumbernya sumbernya enggak ada. Nah ini jadi serba sebi perdagangan karbon ni kira-kira seperti ini ya. Ini saya ngambilnya dari tulisannya kecil di bawah nanti bisa digedein. Ee ada penjual itu adalah yang punya menghasilkan sedikit sekali emisi atau mampu menyerap tadi ya. Kita kan punya tuh potensi yang nature base tadi ee punyalah kita gitu. Nah, kemudian ini kita ee dapat kita ajukan supaya dapat sertifikat atau izinnya tadi. Jadi ada jumlah karbonnya berapa ee kemudian range harganya berapa, durasinya dapat gitu ya. Nah, kemudian setelah didagangkan tadi di lelang, di pasar karbon nanti ada yang beli gitu. Nah, yang beli itu adalah ee negara-negara atau siapapun yang melakukan kegiatan sebagai karbon emiter tadi ee supaya balance dia beli itu gitu begitu ya. Jadi ada dua tipe pasar karbonnya, ada yang sukarela dan tadi yang wajib ya. Jadi kalau sukarela itu enggak diawasi pemerintah lah, tidak ada batasan emisi dan sebagainya. Tapi kalau yang wajib itu diawasi melalui bursa, batas kuotanya ditetapkan dan kemudian ee kepada entitas yang menghasilkan emisi karbon melebihi batas pemerintah. Kira-kira seperti itu. Nah, ini ada beberapa sukses story-nya. Ini adalah ini Danon ya telah berinfektasi terkait blue carbon. Jadi ini sebagai karbon emiter dianya gitu ya. Kemudian ee dia melakukan untuk karbon dia bikin projek restorasi pangroove di Sudarban India untuk sebagai penyerap karbon. Nah, gitu. Dia juga bikin ee enggak hanya sebagai karbonet, dia juga bikin ee ee usaha untuk ee menyediakan penyerap karbon tersebut gitu ya. sehingga mm mencapai 5.600 hektar dan sebagainya disepakati dan sebagainya dan sebagainya dan akan dibagi dengan komunitas hingga 50% keuntungannya, sharing-nya seperti itu. Kira-kira seperti itu. Ini dan ya. Sukses story berikutnya adalah eh Cepsa ini perusahaan minyak dan gas di Spanyol ya telah mengimbangi sekitar 55.000 ton CO2 dari minyak pemanas yang dikonsumsi oleh perang rumahannya. Kemudian setara dengan ya gitu. Jadi emisinya dia berapa? Itu setara dengan ee berapa dia menanam pohon ini nih Rp330.000. Nah, kayak gitu. Nah, itu nanti ee akan kemitraan dengan daerah yang dia tanam itu kayak tadi yang di sudarban di India tadi. Jadi dapat ee sharing-nya ya nanti diobrolin gitu di mana. Nah, ini mengurangi emisi 9 sekitar 55% pada tahun emisi bersih sampai 2050 gitu. ee emisi bersih ini artinya dia balance gitu ya dari dia mengeluarkan emisinya berapa dan dia me ee membeli atau menyediakan penyerapnya itu berapa sehingga dia balance itu yang dinamakan nol ee emisi bersih gitu. Kira-kira seperti itu. Kemudian ini berikutnya adalah eh northern light eh ini di Norway ya. Ini termasuk yang pionir ya. pionir untuk carbon ini ee mencakup transportasi, penerimaan, penyimpanan. Jadi banyak bangetlah dia ee apa namanya ee kegiatan karbon emiternya gitu, menghasilkan emisi karbon yang tinggi dan dia kemudian ee Norway ini termasuk yang rajin membeli ee daerah-daerah serapan karbon atau menyediakan dana untuk ee apa namanya ee mengembangkan e penyerap karbon tersebut gitu. Nah, ini yang dalam negeri ini ya, yang dalam negeri ini ee Pertamina ini kita patut berbangga gitu lepas dari segala kontroversi dan drama-dramanya. Ee tapi Pertamina ini telah mencatatkan penjualan karbon kredit. Nah, sekitar tuh banyak huhuy gitu ya. Nah, sekitar segini itu jadi cuan juga nih gitu kan ya menembus 300 ee miliar US dolar atau sekitar segitu untuk berasal dari kegiatan penanaman hutan atau ee reboisasi dan Pertamina ini banyak melakukan restorasi mangroove ya banyak melakukan restorasi mangroove di daerah pesisir itu mungkin salah satu ee apa namanya programnya dia juga untuk ee menyediakan ee penyerap karbon tadi. Nah, kemudian apa sih? Kita lihat kan tadi udah ya sukses story kayak gini. Nah, kita sebagai ee apa namanya? Bagian ee dari ee global gitu kita juga harus tahu sebenarnya penyerap karbon teh nu siga kumaha gitu ya. Nah, kalau Indonesia tadi kan nature based. Karena itu yang the easiest thing gitu ya. Eh, hal yang paling mudah yang bisa kita kita kembangkan ee berbasiskan keragaman hayati yang ada yang kita punya gitu kan. Kita modalnya apa gitu ya. Kalau kita misalnya mau membuat apa instalasi industri gini ya mangga gitu tapi ee cost produknya harus diukur dan sebagainya dan sebagainya. Jangan-jangan kayaknya lebih efektif unanem pon mangroove sekian banyak dibandingkan dengan bikin itu gitu kan kira-kira seperti itu. Walaupun itu harus paralel, harus paralel gitu ya. Ee tidak mengecilkan yang pengembangan itu tetapi ee daripada nungguin yang ini jadi establish gitu ini kita juga bisa paralel dengan yang nature base itu karena memang itu adalah girirohnya. Giroh itu apa? eh ini ya warnanya kita lah ee semangatnya kita tuh dari nature base itu gitu eh kekuatan kita tuh di situ gitu ya. Nah, ini kita bisa lihat bahwa ee yang menyerap karbon tuh siapa sih ya cuman tumbuhan memang gitu secara alamiah gitu. Jadi ee artinya apa? Tumbuhan. Kenapa tumbuhan? Karena dia yang punya klorofil. Ya, jadi ya bila laju proses fotosintesis lebih besar, nah ini jadi net carbonin dan kalau terjadi sebaliknya jadi net carbon source malah. Jadi harus hati-hati gitu. Nah, kita usahakan memperbanyak fotosintesis artinya harus memperbanyak tumbuhan, kelompok tumbuhan. Jadi blue cararbon Indonesia itu ee ternyata ya blue carbon loh ya. dulu karbon itu ee artinya ee serapan karbon yang berasal dari laut itu 7% H 17% sampai susah ngomongin blue carbon dunia. Jadi luar biasa ya hampir seperlima dari blue carbon dunia itu kita yang pegang gitu. Jadi jangan main-main nih gitu. Jadi rata-rata sumber karbon ini kita saya ambil dari ICC TF ya Indonesian Climate Change Trust Fund gitu. ini data tahun berapa lupa saya. Ini ee sumber karbon di ekosistem persisir. Nah, kita lihat nih ya ee hutan tropis biomassa hidup. Biomassa hidup itu artinya ee kasarannya nih ya. Saya bingung jelasinnya bodoh-bodohannya saya ee maafkan. Biomass hidup tuh misalnya jumlah pohonnya berapal lah gitu ya yang bisa menyerap gitu. Yang paling tinggi lamun nih kecil banget. Rawa asin itu kecil, estuari mangroove itu kecil, mangroove osianik kecil, hutan tropis paling tinggi kalau dilihat dari biomassa hidupnya ya 600 ton ee C2 ekivalen per hektar ya. Nah, tapi kita lihat karbon organik tanahnya. Jadi kan ketika sudah diserat kemudian supaya dia enggak nyebar lagi, tidak teremisi lagi harusnya kan itu disink. Nah, di sing di di tanah atau di sedimennya itu capture kemudian sing atau eh store gitu ya disimpan itu ternyata loh lah ini yang menakjubkan bahwa biomassa ee apa namanya hutan tropis itu ternyata yang paling kecil dibandingkan dengan ekosistem ee pesisir mangrove oceanik estuari eh even lamun yang ininya cuman tadi 11 gitu ya. Sehingga bisa dilihat di sini ee laju penyimpanan karbon per tahunnya itu ekosistem ee pesisir itu jauh lebih tinggi dibandingkan hutan tropis di daratan gitu. Itu makanya kenapa blue cararbon itu nih lihat 17% blue karbon dunia blue karbonnya aja gitu ya. Jadi dia memegang peranan penting. Nah, ini kita lihat ee nah ini adalah perlu luasannya mangrov Padang lamun gitu ya. Indonesia dengan negara-negara yang dekat-dekat aja ya karena kan negara tropis gitu. Enggak mungkin kita dengan Jerman dia enggak punya mangroove gitu. Ee ee apa namanya ee ee Cina cuman yang bagian selatan aja gitu ya yang mendekati tropis gitu. Nah, ini Indonesia tuh jangan ditanya ya. kira-kira seperti itu ya. Ee Filipina ya lumayanlah tapi masih lebih jauh gitu ya. Malaysia enggak usah disebut. Nah, Papua Nugini itu juga ee apa namanya? Mangrove-nya ee tinggi tapi lamunnya dia enggak punya data. Belum ada mungkin ya gitu ya. Ayo riset bareng gitu ya. Nah, kemudian ini ee nah ini data luas kawasan mangrf di Indonesia ya. Ini ada sumbernya nanti silakan kalau mau dieksplor lebih jauh. memang tetap masih yang tertinggi adalah Papua ya, Papua kemudian diikuti dengan dan lain sebagainya. Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku ee gitu ya. Jawa yang paling kecil gitu karena memang sudah lebih banyak orangnya daripada pohonnya. Kira-kira seperti itu ya, mangroove ya. Nah, ini ekosistem mangroove ini kita lihat data dari tahun ee saya ngambil dari data Dinas Kehutanan tahun 2020 ya. Jadi di Jawa Barat, di Jawa Barat mangrov itu hanya ada di nah ini 1 2 3 4 5 6 kabupatennya itu cuma ada di enam kabupaten gitu ya. Ini kan Sukabumi, ini ee Pangendaran ya. Ini di atas tuh apa ya? Cirebon Indramayu kalau enggak salah nih. Sini kan apa nih? Karawang. Karawang, Bekasi dan sebagainya. Ini Bekasi, ini Karawang. Ini apa ya? sebelahnya Karawang apa? Subang gitu ya. Jadi hanya di empat kabupaten ini gitu. Nah, kemampuan mangroove dalam menyerap ini ada penelitiannya ya. Jadi ee tadi kemampuan mangrnya kan tadi ya. Jadi ee yang diserap itu adalah bagian yang menyerap adalah bagian atas dari ee tumbuhannya kemudian disimpan di akarnya dan kemudian disebarkan nanti di ee sedimennya. Nah, kira-kira seperti itu. Nah, ini eh below ground-nya carbon storage-nya ternyata di antara eh ekosistem yang lain ni boreal, temperate, kemudian tropis ya, hutan tropis. Mangrove itu yang paling tinggi dan berapa kali lipat tingginya luar biasa dibandingkan dengan yang lain. Ini ada ee publikasinya ya. Silakan kalau nanti mau dieksplor lebih jauh lagi. Nah, gimana dengan lamun? Nah, lamun ini lamun tahu enggak? Bukan lamun Sunda ya. Lamun teu iya iya gitu. Bukan. Namun itu sebenarnya ee yang the real rumput laut ya, karena bentuknya benar-benar kayak rumput yang ada kal. Jadi kalau Bapak Ibu sekalian nanti ke pantai kemudian ada yang bentuknya kayak rumput ee kayak rumput aja tinggi atau ee besar-besar kayak rumput alang-alang kayak gitu. Nah, itu adalah lamun gitu ya. Memiliki Padang Lamun Indonesia itu seluas ee 1.00 sekian. Tapi ini data dari FAO 2007 yang kemudian diperbarui kemarin sewaktu saya bekerja dengan kebetulan saya ada ee kerja sama dengan FAO tahun 2024 itu sudah menurun sangat banyak ya enggak sampai 1000 500 lagi gitu ya. Kira-kira seperti itu. Dan ini adalah beberapa eh spesies atau jenis lamun yang teridentifikasi ada di Indonesia. Ini ada 1 2 3 4 12 spesies dan satu sudah dinyatakan punah gitu ya. Kasihan sekali. Nah, ini kondisi lamun di Indonesia seperti ini bisa dilihat memang yang paling tinggi ya masih tetap di Papua. Kalau di Papua lamunnya tinggi-tinggi banget ya. Besar-besar banget dibandingkan dengan yang saya pernah lihat di Jawa dan juga di ee Kalimantan gitu. Nah, kemudian ini adalah rumput laut atau makroalga atau apalah ya kalau kita tahunya rumput laut mungkin untuk ager-ager, untuk makanan dan sebagainya. Dan ternyata rumput ini juga bisa menyerap karbon gitu ya. Menghitung jumlah karbon yang diserap ini ee ada saya juga ada risetnya ini tentang ini ya. Ee sebenarnya besar besar gitu ya ee penyerapannya itu sangat besar gitu dan bisa ee menyimpan karbon dua kali lebih banyak dibandingkan kemampuan wilayah daratan gitu ya. Ee akan tetapi karena ee rumput laut ini dia tidak kan dia kan ee tanaman tingkat rendah ya, tidak punya perakaran yang bisa menyimpan karbon secara stabil sampai ke sedimen gitu. Sehingga kalau dan ini rumput laut ini sangat sensitif terhadap musim. Jadi kalau beda musim tuh nanti beda lagi ee yang tumbuh apa dan sebagainya. Nah, itu ee kadang para peneliti juga masih pro kontra bahwa ini tuh sebenarnya juga bisa jadi carbon source gitu. bukan hanya karbon sink yang karbon karbon ee absorber iya tapi mungkin tidak sampai ke storage gitu atau bahkan sing gitu ya kira-kira seperti itu. Nah, ini tadi yang saya bilang bahwa ee gimana cara kita meningkatkan ee fotosintesis. Artinya dengan kalau blue carbon artinya kita harus memperbanyak ee kalau di daratan kita harus mempertahankan taman nasional. Taman nasional atau apapun lah ya, cagar alam, cagar wisata atau apa diberikan status yang jelas di diawasi dengan jelas supaya itu bisa kita pertahankan, tidak berubah ee beralih fungsi gitu ya. Nah, kalau di ee pesisir itu kita harusnya marine protect area memperbanyak dan ini ee kalau enggak salah ini juga sudah jadi salah satu ee program utama dari ee Kementerian Kelautan dan Perikanan sampai 202 kalau enggak salah untuk memperluas dan mengefektifkan. Artinya mengefektifkan itu yang sudah ada itu mungkin akan di eh mangrve restoration atau gimana dan sebagainya. Kemudian akan ee semakin dioptimalkan eh kemampuannya. untuk tidak hanya sebagai penyerap karbon. Karena sebenarnya kalau penyerap karbon aja itu mungkin hanya salah satu efek ya. Kalau kita bisa mempertahankan Taman Nasional atau marine protected area ini mempertahankan ekosistemnya berarti berarti kita mempertahankan fungsinya. Kalau kita mempertahankan fungsinya itu rantai-rantai makanan yang ada di situ sumber makanannya kita juga akan terjaga gitu. Kira-kira seperti itu. Makanya itu yang dinamakan dengan keberlanjutan gitu ya. Dan dari MP MP di Indonesia yang 200 sekian itu di Jawa Barat itu ternyata cuman ada 12 3 4 5 6 gitu Jawa Barat ya cuman ini gitu ya dengan ee dan statusnya less protected tu luar biasa gitu ya. Mem ini dan ini urutannya urutannya ini dilihat dari ee kualitasnya ya. dari kualitasnya, keterbaikannya yang mana yang paling-panak. Jadi yang yang paling bagus dari keenam ini adalah yang di Pulau Biawak. Kemudian ee Pangandaran itu kan ada dua ya, ada ee apa namanya? Cagar cagar alam sama ada ee cagar wisata gitu. Nah, yang cagar alamnya masih urutan kedua dan sebagainya dan sebagainya. Jadi ini demikian. Kemudian pemanfaatan potensinya adalah penurunan emisi gitu ya, penyediaan data monitoring, aspek legal, dan pengembangan kawasan konservasi yang produktif. Nah, kenapa kita bilang ee produktif? Karena tadi ketika kita mempertahankan itu berarti mempertahankan fungsinya. Kayak aja kalau kita Bapak, Ibu sekalian mempertahankan rumah, dijaga dengan baik, itu kan berarti ee siapapun yang tinggal di rumahnya itu kan akan merasa nyaman sehingga akan produktif gitu kan ya. ee kegiatannya berlangsung dengan ee normal, mungkin dengan optimal dan sebagainya gitu kan. Kecuali kalau misalnya berantakan, pintunya enggak ada, rumahnya, jendelanya enggak ada, itu kan energinya hanya habis untuk aduh apa ee mau tidur pintunya enggak ada gitu kan ya, kena hujan dan sebagainya kayak gitu. Sebenarnya ee mempertahankan e lingkungan ekosistem adalah ya mempertahankan rumah gitu. Nah, ini adah kegiatan REDD ya. itu yang terkait dengan eh apa emission and deforestation gitu ya apa namanya pembalakan hutan gitu eh penurunan emisi dari deveritasi intinya tuh ini kegiatannya ya penurunan emisi dari degradasi hutan pemelihan dan peningkatan cadangan karbon kemudian penciptaan manfaat tambahan bersama dengan peningkatan manfaat dari karbon nah ini penciptaan manfaat tambahan bersama jadi kalau kita mempertahankan rumah ekosistem itu manfaatnya yang yang dapat enggak cuma dari karbon aja, tapi kesejahteran masyarakat lokal juga kelestarian kekagaman hayati, produk jasa ekosistem lainnya tuh banyak gitu ya. Jadi kalau misalnya itu ya ikannya jadi tetap banyak, kepiting bakaunya juga tetap banyak kan gitu ya ee bivalvia atau kerang-kerangannya juga tetap banyak gitu. itu itu menyenangkan sekali dan tidak hanya itu saja gitu ee tidak hanya di laut saja, di hutan pun demikian. Kira-kira seperti ya eh this is the end of the story today gitu ya. Jadi e saya cukupkan presentasi saya di sini. Nah, mungkin kita akan lanjut ke ee diskusi. Saya kembalikan ke moderator. Saya stop sharing dulu ke Mbak Dini mungkin ya. Terima kasih. Ya. Baik, terima kasih kepada Ibu Tri atas pemaparan materinya yang sangat informatif dan membuka wawasan kita semuanya. Dan tadi juga kita sudah mendengarkan penjelasan yang sangat komprehensif tadi mulai dari apa itu blue ekonomi, blue carbon hingga juga dengan perdagangan karbon. Dan baik Bapak Ibu semuanya di sini kita akan lanjutkan pada sesi selanjutnya yaitu sesi tanya jawab dari aplikasi Slido. Nah, mungkin di sini saya akan tampilkan kurang lebih sudah ada 11 pertanyaan Ibu Tri. Mungkin bisa saja langsung dijawab ee satu persatu pertanyaannya. Baik, ini saya boleh mikir dulu enggak nih? Boleh, Bu. Pertanyaan seandainya apa memilih pertanyaan yang Iya, yang awal dijawab dulu. Baik. Ee entar saya baca dulu ya. Bagaimana cara komunitas bisa mengajukan areal mangroove di sekitarnya untuk menjadi proyek karbon dan memberi manfaat ekonomi. Nah, tadi ee Pak atau Ibu Anonyus ya itu kan di atasnya Anonymus. Jadi ee jadi ini kita ee tadi kan ada ada apa namanya? Ee masuk aja ke website-nya yang tadi Pak ya. Maju masuk ke website-nya tadi. Nanti itu ada langkah-langkahnya tetapi ee yang jelas kita harus mengajukan tadi yang saya bilang mengajukan dulu ke ee lembaga ee kalau enggak salah tuh ada beberapa ada tiga lembaga tuh yang independen Vera ee apaagi ya tadi ya? Vera eh gold standard sama integrity council for the voluntary carbon market gitu ya. Jadi itu ada beberapa ada beberapa eh institusi yang tadi yang independen yang triparty tadi yang akan memberikan sertifikat Pak. Jadi kita ngajuin dulu ke sana kemudian nanti ee sama kayak kita ngajuin untuk ISO, untuk akreditasi, untuk HACP gitu ya. ngajuin ke sana nanti ee dari sana akan ee mengses ya ngajuin tentunya juga enggak gratis gitu ya, jadi tetap harus bayar gitu. Nah, itu yang kadang suka uhuh gitu ya. Ee nah itu jadi ee nanti ee diajukan ke sana nanti mereka akan menilai mengasses, menilai ee layak atau tidak. kalau layak di level yang mana gitu ya, harganya berapa, luasannya berapa, durasinya bisa dipakai berapa lama gitu, bisa didagangin berapa lama sih ini gitu. Kira-kira seperti itu. Nanti kalau sudah kita dapat itu sertifikatnya pasti dengan membayar. Nah, nah baru kita masuk datang tuh ke pasar karbon. Nah, kita dagang di sana gitu. Datangnya enggak enggak bawa sertifikat gitu ya. Pasti kan online segala macam. Nanti di dicek aja itu di di yang bursa bursa karbon itu kan ada website-nya. tadi sudah saya ee sampaikan nanti bisa nanti saya share ininya ee apa namanya PPT-nya nanti bisa di ee explore lebih jauh dari sumber-sumbernya. Kira-kira demikian. Kemudian yang kedua, bagaimana kita dapat mengintegrasikan konsep bluarbon ke dalam kebijakan pengelolaan pesisir dan laut yang ada pada saat ini dari Universitas Lambung Mangkurat. Oh, ini ya. Baik. Ee integrasi konsep bluokarbon ya ke dalam PJA. Kebetulan saya mm tahun kemarin 2024 kalau enggak salah itu me ee menjadi reviewer untuk kebijakan ekonomi ekonomi biru ya ee Jawa Barat. Nah, itu saya masukin konsep-konsep seperti ini gitu. Jadi, bagaimana eh MPA apa marine protected area itu bisa eh optimal dan sebagainya dan sebagainya itu kita masuk ke masukin kebijakan. Jadi ada ee peta jalan ee peta ekonomi biru Jawa Barat itu judulnya kayak gitu kalau enggak salah. Nanti bisa bisa di bisa di ee browsing dicari itu ee nah itu ee nanti ada nanti masuk ke ee kita cari dulu rootses-nya apa pasti gitu ya. Rootesnya apa kemudian nanti kita analisis dan sebagainya kemudian kita sampai ke action plan-nya nanti apa dari program-programnya itu bisa Pak gitu ya. Jadi bisa itu. Tapi tentunya ya ee harus harus harus duduk bersama dengan ee yang para pemangku kebijakan ya gitu. Mungkin baiknya akademisi dengan para pemangku kebijakan karena kemarin itu kalau enggak salah yang ee menjadi reviewer itu di ee peta ekonomi biru Jawa Barat itu dari UNPAT saya, kemudian ada dari IPB kemudian mana lagi ya? Udah kalau enggak salah itu jadi ee kayak gitu gitu. Jadi, jadi itu ee biasanya BPPEDA akan ya saya membantu BappPEDA untuk itu, gitu. Jadi, jadi ee bisa Pak diintegrasikan konsep PUKAM ini bisa banget bisa banget gitu. Duable, duable sekali. Kemudian solusi dari kurangnya integrasi kebijakan danasi antar ekonomi Indonesia dalam kaitan ee ee oh ada yang gitu lucu ya sekarang eh solusi dari kurang integrasi dalam kaitan tema yang misalkan solusi kurangnya integrasi kebijakan. Nah, ya itu tadi memang harus ee keterlibatan ini ada orang ada orang pemangku kebijakan yang saya enggak kurang tahu ya kalau ee pemangku kebijakannya ee harusnya pemangku kebijakan melibatkan akademisi ya juga praktisi gitu kan. Ee modelnya model pentah lah harusnya ya gitu duduk bersama. Dan itu nanti akan kita ee bicarakan kira-kira yang seperti apa. Harusnya terintegrasi. Sangat bisa ini terintegrasi. Kalaupun mungkin tampaknya kurang terintegrasi itu sebenarnya mungkin pada ee eksekusinya, pada pelaksanaannya sepertinya seperti itu ya. Kalau kalau kebijakan oh kita cakep-cakep, Pak, kebijakannya gitu. Hanya mungkin pada saat pelaksanaannya. Nah, mungkin kalau kalau saran saya ee pemangku kebijakan ee atau kita semua itu harus ee memberlakukan model ee penta higelik gitu supaya ee ee pentahis itu kan masyarakat, pemangku kebijakan, industri, akademisi, sama media. Nah, ini nih harus ee bersatu, duduk bersama membicarakan itu gitu. Dan itu akan menjadi suatu kebijakan yang powerful sebenarnya kalau kita benar-benar bisa ee mengintegrasikan itu semua model pentahelix ini di dilaksanakan dengan benar gitu. Kira-kira seperti itu ya. Selanjutnya ee ee dari ee Bapak Ibu anonyus, bagaimana hubungan antara pemerintah desa dan perubahan iklim dan upaya mitigasi. Ya, itu. Entar ini saya mikir dulu hubungan antara pemerintahan desa dan perubahan iklim dan upaya mitigasi. Oh, mungkin begini. Ee ini mungkin terkait dengan climate resilience ya, kelentingan ee masyarakat pesisir untuk ee upaya mitigasi perubahan iklim gitu ya. Nah, salah satunya mungkin dengan tadi dengan ee tadi program KKP itu setahu saya adalah optimasi MPA. Jadi tidak hanya memperluas MP, tapi ee kalau memperluas kan yang sudah ada diperluas atau yang belum ada diadain gitu. Tapi ini lebih kepada optimasi. Jadi kalau optimasi itu ketika yang sudah ada apa yang ada dulu aja dimanfaatkan. Nah, tapi MPA ini harus di dilegalkan dulu statusnya. Nah, ketika statusnya sudah menjadi legal itu nanti ee dengan melibatkan masyarakat setempat. Artinya apa? Kalau ada penanaman mangroove ya dilibatkan masyarakatnya. Jadi ee ada satu tuh yang saya lupa di mana ya, Biofarma kalau enggak salah ya. Mereka punya program yang bagus. Artinya mereka tidak hanya menanam mangroove tapi asuh mangroove. Jadi setiap orang itu punya menanam pohon mangroove dan itu mereka harus mengasuh itu sampai jadi gede. Jadi mereka punya tanggung jawab dan keterikatan itu. Itu ee metode yang bagus sekali yang diadop. saya lupa kalau enggak salah Biofarma itu. Nah, seperti itu sehingga masyarakat terlibat dan siapapun yang ikut nanam itu ikut ngurusin gitu, ikut ngurusin sampai jadi bagus. Nah, itu ee ee kalau kalau restorasi manglovnya berhasil, yang jelas kita dapat ee serapan karbon di sekitarnya. Kemudian ekosistem kan eh ekosistem function-nya atau ekosistem services-nya, layanan ekosistemnya itu akan kembali gitu. Jadi itu akan ee yang saya lihat itu selama saya banyak penelitian itu model yang udah saya lihat signifikan perubahannya itu adalah di Karangsong di Indramayu. itu saya penelitian 10 tahun di sana dari sebelum COVID sampai sekarang itu memang terlihat dari dulu yang ditanaminnya cuman sedikit sampai sekarang tuh sudah banyak lagi burung-burung ee yang ee hinggap di sana yang bermigrasi mampir ke sana dan itu artinya apa? Kalau burung-burung sudah banyak di sana berarti ada banyak sumber makanan kan di sana. Nah, kalau banyak sumber makanan berarti dia situ gastropodanya, udangnya, ikannya dan ikan belanaknya sekarang udah banyak gitu. Enggak cuman ikan blodok aja tuh yang enggak tahu saya digoreng tapi di ikan blodoknya di Indramayu besar-besar lah yang spesiesnya yang segini-gini dan itu dimanfaatkan. Jadi seperti itu. Jadi bagaimana ee pemerintah desa ya harus terlibat ee di di apa kegiatan-kegiatan yang ee terkait dengan upaya mitigasi itu sebagai ee bentuk dari climate resilience ya atau kelentingan masyarakat pesisir dalam menghadapi ee perubahan iklim itu seperti itu. Jadi ee nanti ee dari usaha konservasi itu kita bisa secara ekonomi ee ee terangkat juga gitu dan kita eh self sufficient. Artinya apa? Self sufficient itu bisa dapat memenuhi kebutuhan sendiri. Kira-kir seperti itu ya. Berikutnya adalah oh kemenku muda. Wah ini siapa nih? Eh, it sounds like you might have switched to a different language. Please update it so we can provide better. Ini apa nih? Indonesian emang saya bicara pakai bahasa Indonesia ini apa nih? Ya, mohon maaf. Eh, udah ya tadi eh dari perspektif akademisi, apakah kegiatan mitigasi perubahan iklim sudah terlambat dilakukan mengingat iklim sudah bukan berubah lagi tapi krisis? Iya, ini jadi begini. climate change eh you like it or not gitu ya, suka atau tidak suka itu sebenarnya akan terjadi secara alamiah gitu. Hanya manusia ini mempercepatnya gitu. Nah, ee kalau dibilang terlambat ya mungkin terlambat ya, tapi kita bisa menekan atau memperlambat prosesnya supaya enggak keburu hancur 5 tahun lagi gitu. Gitu. Jadi ee kita masih bisa mengusahakan mengupayakan supaya itu diperlambatlah gitu. tentunya tentunya ini adalah eh global concern ya eh kekhawatiran global kekhawatiran global makanya ada program yang kayak SDGs gitu ya sustainable development goals yang kayak gitu itu adalah kekhawatiran global untuk supaya ini bisa enggak sih kehidupan ini berlangsung lebih lama lagi memperlambat ee ee krisis iklim seperti ini gitu. ee sebenarnya kita masih masih bisa masih punya peluang itu asal kita bisa mengerjakannya secara bersama-sama. Nah, itu yang susah gitu. Tapi kan eh start from the smallest thing gitu ya. Jadi kita bisa mulai dari yang paling eh kecil, yang paling sederhana yang kita bisa gitu. Karena kalau kita nunggu apa namanya ee stop Kalimantan semua reboisasi gitu ya kasihan juga gitu kan ya. Eh, mungkin masyarakat di sana kan e mungkin nanti ekonominya e terguncang atau gimana. Jadi kita mulai dari yang kita bisa, yang kita kecil-kecil. Jadi kalau dibilang terlambat ya probably so gitu ya. Tapi kita masih bisa ee memperlambatnya lagi, menghambat, menekan supaya tidak terlalu cepat akselerasinya itu tidak ee jadi 10 gitu ya. Jadi akselerasinya jadi 0 koma aja deh gitu. Tapi pasti terjadi gitu dan sudah terjadi gitu. Tapi supaya kita akselerasi atau penambahan kecepatannya itu enggak sampai jebret 10 gitu ya, nanti tahun depan jebret 25 gitu. Jangan gitu. Kira-kira seperti itu. Kemudian status izin hutan yang akan kita jual belikan karbonnya, status tanasnya harus seperti apa? Nah, ini ee sertifikat hak milik gitu ya. Ee ee enggak izin hutannya ini nanti ada kriterianya itu ee itu ada kriterianya. nya. Jadi misalnya kayak hutan adat ya. Jadi ee kalau misalnya satu orang punya satu hektar gitu ee tapi tadi kan tidak perorangan ya, tapi negara atau institusi gitu atau komunitas gitu. Nah, itu status tanahnya itu macam-macam. Ee kalau misalnya suatu ee misalnya komunitas masyarakat adat punya gitu ya, ya kan boleh gitu. Nah, tapi itu kan berarti harus ngajuin ee sertifikatnya jelas bahwa ee luasan sekian ini adalah ee ee statusnya ee masyarakat adat gitu ya, hutan adat masyarakat anuh gitu misalnya kayak gitu. Nah, itu itu mungkin ee bisa ya. Nah, itu itu teknis ya. Itu teknis nanti ee saya takut salah. Jadi, silakan aja diperdalam lagi di yang tadi gitu ya. Nanti ada aturan-aturan tersendiri khususnya untuk ee Indonesia kayak gimana di global kayak gimana gitu. Mangga. Kemudian green carbon ada mekanisme perdagangan resal base payment. Apakah untuk karbon perairan juga menggunakan metode yang sama? Nah, ini sama ya ee ini teknis gitu. Ee jadi memang rata-rata em karena karbon perairan ini maksudnya karbon perairan tuh kan bentuknya juga juga ee mangroove gitu ya, hutan dan sebagainya gitu. Jadi result based payment. Jadi ee saya rasa masih umum ya, masih secara umum seperti itu gitu. Karena mangroove pun di diikutkannya ke dalam hutan. Jadi kayak hutan hutan mangroove kemudian ee rawa besin dan sebagainya dan sebagainya itu masih masuknya di sana gitu. Kecuali saya enggak tahu nih kalau misalnya fitoplankton. Nah, fitoplankton di perairan gitu. Tapi kan ee itu luas gitu ya delineasinya itu kalau fitoon n rada bingung tuh gitu kan. Nah, itu saya enggak tahu tuh kalau yang kayak gitu. Saya saya belum tahu tuh gitu ya. Belum belum ee clear-nya gimana apakah kemudian dihitungnya volume gitu ee literannya ee sekian liter gitu. Nah, enggak saya belum tahu gitu ya. Mohon maaf mohon maaf yang itu ee Bapak atau Ibu Gayuh Afrian saya belum tahu ee lebih jauh mengenai itu ya. Kemudian Ibu Suci Mahdianti, apa saja jenis pohon yang cocok untuk dijadikan proyek ee NBS dan berapa lama bisa bikin untuk karbon yang boleh dari awal menanam bibit pohon? Nah, itu juga ada kriterianya. Makanya tadi kan harus di ee ada asesornya tadi ya. Ee jadi misalnya dilihat lah ini mah masih piyik gitu kan. Nah, kalau masih piyik itu gimana gitu misalnya baru anakan gitu. Apakah sudah boleh gitu ya kalau anakan itu bisa di bisa di ee klaim gitu e untuk diajukan ini? Kalau saya rasa belum ya kalau anakan cuman ee aturannya gimana itu itu teknis sekali lagi saya juga ee mohon maaf itu ee kalau pohon yang ee apapun enggak ada kriterianya ya. Jadi misalnya ee harus enggak boleh pohon kamboja gitu enggak ada juga gitu gitu ya. Jadi kalau misalnya ee ee mangroove itu memang yang biasanya untuk restorasi yang banyak itu sudah ee terbukti cepat tumbuhnya dan lebih tahan banting itu dari rizopora ya. Rizopora tuh yang akarnya gitu tuh yang akarnya besar gitu-gitu gitu. Nah, kalau yang avisenia atau sonratia yang akarnya pensil kayak gitu itu agak ee kurang favorit ya untuk jadi restorasi karena dia cukup cukup lama dan juga agak sulit ya karena afisennya dan emm afisnya eh itu biasanya dia tumbuhnya di bagian terluar dari mangroove yang berbatasan langsung dengan ee laut atau samud mud sehingga membutuhkan ee apa namanya? gempuran atau arus yang spesifik gitu ya. Kan itu kan ada sebenarnya kalau secara alamiah tuh ada zonasinya ya dari yang terluar tuh apa, terdalam apa ee kemudian sampai ke daratan gimana, kemudian yang sudah kepayau tuh apa, kemudian ada mangroove sejati, mangroove tak sejati dan sebagainya itu ee kayak gitu gitu. Jadi, mm seperti itu. Dan sejauh ini memang kalau yang ee paling cepat tumbuhnya, paling tahan banting, dan paling fleksibel di mana-mana adalah result orang untuk mangratan saya kurang paham ya karena saya orang perairan gitu. Kalau daratan entar saya bilang kelapa salah begini gitu ya. Jangan kelapa sawit jangan ya. Enggak, enggak gitu. Jadi maksudnya ee saya bicara ini tentang pesisir gitu ya. Kemudian ini eh Saudara Anonimus, apakah blue carbon hanya terfokus pada mangr dan ada pesil pantai saja hingga saat ini? Loh lah iya namanya blue carbon kan yang terkait dengan laut dan pesisir. Kalau ee fokusnya ya di sana gitu ya ee memang mangroove yang paling ee apa namanya? Paling cepat tumbuh gitu ya. Nah, ini kalau ada yang mau mengusahakan lamun sebenarnya juga boleh karena lamun juga tadi serapannya juga banyak juga tinggi gitu. Tapi ee sejauh ini tuh enggak ada yang tergoda atau ee pengin menanam ee restorasi lamun. Belum dengar judulnya kecuali ada di Australia namanya si Grass Bas itu dia dia ee komunitas atau NGO yang memang menggalakkan penanaman lamun gitu ya. Karena mungkin kontur kontur pantainya juga berbeda dengan kita. Nah, itu kita harus paham juga gitu ya. Kira-kira seperti itu. Jadi, iya betul bahwa blue carbon memang fokusnya ee laut dan pesisir. Kemudian minimal luasan berapa areal bakau yang bisa belakang kabel di sini seperti apa? Nah, ini ini juga ee tadi ya ada luasan-luasan khusus ada itu ada teknisnya nanti ee harus ee cari lagi informasinya gitu. Jadi enggak bisa kalau misalnya cuman ee sekian hektar gitu tapi harus mencapai khusus gitu. Nanti nanti ada yang menilai. Nah, itu ada yang menilai. Kalau misalnya ini kekecilan ini enggak ngaruh gitu kan misalnya seperti itu atau harus harus kurang ngaruh apabila diginikan. Nah, itu saya enggak tahu gitu ya. Jadi ee itu itu masih masih ee itu teknis silakan nanti dibaca. Kemudian yang terakhir, apakah pohon mangru bisa hidup di pinggir sungai, daratan, terutama di perkotaan yang banyak karbon? Enggak bisa, Bapak, Ibu sekalian. ee mangroove itu dia butuh ee daerah yang salin atau air asin gitu ya. Jadi, makanya tadi yang saya bilang zonasi mangroove itu ada zonasinya dari yang terluar paling dekat dengan laut, kemudian yang ee untuk peredam gelombang dan sebagainya, kemudian masuk ke yang substratnya berlumpur yang kayak gimana, yang agak karang bagaimana. Kemudian nanti kalau sudah masuk ke daerah yang estuari, e estuari itu payau gitu ya, pertemuan daerah muara itu yang kayak gimana gitu. Jadi kalau misalnya nanti ibu ngelihat pohon nipah gitu ya, pohon nipah berarti dia itu masuk mangruh itu sudah salinitasnya payau. Nah, gitu kira-kira seperti itu. Jadi kalau di kota, kalau kotanya kota pesisir mungkin masih bisa. Tapi kalau kotanya kayak Bandung enggak bisa, Bu, gitu. Ee kita harus menciptakan ekosistem air asin untuk supaya mangrnya tumbuh, gitu. Nah, kalau di daratan sebenarnya sih ee banyak ya. Kalau ah diatan kan sebenarnya lebih lebih bisa lebih bervariasi gitu karena kan dia tidak membutuhkan apa ee ee faktor lingkungan yang khusus gitu. Kalau yang mangrove kan dia harus asin, harus air asin, harus e sedimennya juga ee semi-semi lumpur gitu atau ada juga yang ee di daerahnya karang dan sebagainya gitu. Saudara Anonymus. Mungkin demikian Mbak Dini dari saya, mohon maaf kalau kurang memuaskan ya. Baik Bu Tri eh atas jawaban jawabannya yang diskusinya ini sangat menarik. Ee dan mungkin kita lanjutkan lagi pada sesi tanya jawab secara langsung dari peserta Zoom. Ee mungkin dipersilakan kepada Bapak Ibu apabila ada yang ingin ditanyakan ataupun didiskusikan bisa langsung menggunakan fitur raise hand. Baik, mungkin dipersilakan kepada Bapak Ibu apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan ataupun didiskusikan terkait tadi tentang blue blue carbon, blue ekonomi ataupun carbon trade bisa menggunakan saja ee fitur rise hand-nya. Mungkin saya di sini akan menunggu sekitar 1 menit Bapak Ibu sampai jam 11.21. Mm. Ah, ini kebetulan sudah ada yang raise hand dari Ibu Sri Malem Indrawati. Untuk itu kami persilakan untuk menyampaikan pertanyaannya. Baik ee terima kasih. Ee sangat menarik diskusi ini. Ee saya ingin menanyakan terkait eh share sertifikat emission reduction yang ada dari industri. Apakah itu ee bisa kita katakan perdagangan karbon juga, Bu? Saya agak bingung ya karena beberapa industri kan ee sudah menerapkan ee CDM gitu. Mohon penjelasannya, Bu. Terima kasih. Mohon maaf, Bu. Apakah bisa diulangi? Karena ee agak putus-putus di saya. Ee ini Bu terkait share yang industri lakukan ee untuk program CDM-nya clean development mechanism ee apakah itu juga termasuk eh perdagangan karbon ya Bu ya? Karena kan ee sepemahan saya itu nanti share itu dinilai gitu untuk ee mendukung ee UNFCC climate change terkait mitigasi climate change. Demikian, Bu. Mungkin ee gimana ya artinya itu apakah memang sudah bisa masuk ke perdagangan karbon gitu. Ee itu sudah bentuk sertifikat belum, Bu? Apa? Ee sudah, Bu. Jadi ee seperti beberapa perusahaan di kebetulan saya tinggal di Sumatera Utara ee perusahaan itu mereka sudah menurunkan emisi gas rumah kacanya dan mendapatkan ee share gitu, sertifikat emission reduction. Nah, itu kaitannya dengan ee pasar karbon ini ee bagaimana gitu, Bu. Eh berarti itu kan save eh certificate emission reduction ya. Iya. Iya. Itu ada ada jumlahnya enggak? Jadi gini, sertificat emission reduction itu kan berarti eh apa namanya? Sertifikat yang dikeluar yang yang mengeluarkan sertifikatnya siapa, Bu? Ee UNFCC ya, lembaga lembaga terkait ee climate change. Ada lembaga ya di bawah UNFCC ya. Karena itu beberapa industri ee sudah ada yang menerapkannya untuk pengolahan limbah. Jadi mereka ee mengolah limbah organiknya menjadi ee listrik, gas metan gitu ya. Lalu ee mendapatkan share untuk itu gitu. Nah, itu mungkin bisa dicek ke lembaga yang tadi saya bilang yang vera kemudian global apa itu tadi lupa saya itu. Apakah itu bisa digunakan ee sebagai pengajuan untuk ee apa namanya karbon trade tadi gitu. Gitu karena yang Heeh. karena lembaga yang mengeluarkan untuk yang apa namanya carbon trade itu ee lembaga independen. Lembaga independen gitu. Jadi nanti mereka yang akan mengasses gitu apakah itu ee setara dengan berapa karbonnya berapa gitu. Nah, gitu. Mengurangi karbonnya berapa sehingga nanti akan keluar ee jumlah jumlah kesetaraan karbonnya dan jumlah harganya gitu Bu. Kalau kita mau masuk ke pasar, karena kalau mau masuk kita ke pasar karbon, kita harus ee sampai kepada oh ee yang punya saya ini seharga berapa gitu sehingga kita dagangnya bisa di bisa di sana. Jadi keluar sampai keluar itu. Nah, itu yang mengeluarkan adalah lembaga yang independen gitu. Nah, kalau mungkin kalau kalau kalau perusahaan itu sudah sudah punya ee share itu, nah itu mungkin bisa dijadikan modal untuk diajukan. diajukan ke sana untuk ee bisa keluar sertifikat yang dari lembaga independen itu gitu. Oke. Nanti mereka yang keluar dua hal yang berbeda ya, Bu. Iya. Iya. Iya. Gitu. Tapi itu bisa sejalan gitu. Bisa sejalan. Baik baik terima kasih Bu penjelasannya. I oke. Baik ee terima kasih kepada Ibu Sri Malem atas ee pertanyaannya. Mungkin di sini juga sudah ada yang rise hand yaitu Pak Latif Sahubawa. Untuk itu dipersilakan kepada Pak Latif untuk menyampaikan pertanyaannya ataupun hal-hal yang ingin didiskusikan. Oke, makasih ee Mbak moderator. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bu Tri Dewi pribadi ee materinya ee sangat menarik ya kalau kita bicara mengenai blue cararbon dan khusus di wilayah Pesir ya. Ee benar yang disampaikan tadi kan yang utama adalah dari mroove. Tapi kemudian kalau kita lihat di beberapa negara maju misalnya di Amerika Serikat atau negara-negara yang lain itu ee fitop lanton itu sudah dimasukkan dalam ee perhitungan untuk ee apa ya blue cararbon ini dan juga di kawasan terbukaran Bu itu sudah ada. Jadi ee saya kira ini menarik kalau di wilayah pesisir ada beberapa apa ya ee potensi selain dari ee mangrop itu. Kemudian kalau terkait dengan ee blue ekonomi itu nanti perhitungan mengenai valuasi ekonomi sumber daya masing-masing itu, Pak. Jadi ini kalau blue ekonomi ini ee kemudian kita kaitkan dengan ee apa analisis ee atau valuasi ekonominya. Jadi saya kira apa yang disampaikan oleh Bu Tri tadi memang sangat bagus dan ee perlu kita tambahkan dari beberapa yang lain tadi di wilayah pesisir karena trombukaran kemudian vito itu juga sudah mulai di dikembangkan karena di vitantun ini kan di Amerika itu di budidaya kemudian dikonversi menjadi bahan baku biodiesel Bu ini sangat diperhatikan sekali dengan adanya apa yang mungkin ee ee ee apa bahan bakar yang dari Timur Tengah itu kan semakin ee berkurang seperti itu Bu Tri. Jadi saya kira ini sangat menarik dan mungkin kita bisa tambahkan beberapa ee potensi ee karbon tadi. Iya. Kira itu dari saya. Makasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ya, terima kasih, Pak Latif. Ya, betul sekali. Bahwa memang ee ekosistem besar yang ada di ee pesisir dan laut itu ee mangrove, ee lamun, kemudian terumbu karang gitu ya. Nah, memang itu memberikan memberikan apa ee bisa menyerap bisa menyerap ee karbon juga cukup cukup tinggi gitu. Ee hanya memang kalau terumbu karang kita ee mungkin hanya beberapa spot saja ya, Pak ya. karena yang ee agak sulit kalau kita misalnya kita bicara mengenai ee tadi dikaitkan dengan e keterlibatan masyarakat gitu kalau yang lebih cepat gitu kan kalau misalnya ee apa namanya kenapa mangroove ini lebih populer karena dia yang lebih bisa dilakukan untuk restorasi misalnya gitu kan ya ee jadi kayak Pertamina mungkin milihnya juga atau perusahaan-perusahaan lain juga akan lebih memilih ee nan mangrov gitu karena kalau untuk restorasi terombuk karang itu waktunya lama banget gitu kan. Ee jadi misalnya setahun tuh hanya tumbuh ee ee 0,5 cent gitu kira-kira seperti itu. Ee dan apa namanya upaya restorasi yang cepat itu mungkin yang paling tepat memang ee apa dari mangroove tapi memang ee terumbu karang dan juga ee vitoplankton itu ee bisa dan sudah dihitung. Vitoplankton itu juga memang penyerap yang yang cukup tinggi. Bahkan kalau di Cina itu bisa diadopsi ke kota-kota besar. Jadi mereka seperti membuat ee apa namanya? budidaya ee fitoplankton itu di atap-atap gedung gitu di di kota-kotanya mereka dan itu bisa ee diklaim sebagai ee penyerap karbon dan sebagainya. Nah, dan itu juga kebetulan saya lagi riset yang itu, Pak, mengembangkan itu fitoplankton dijadikan sebagai eh green carbon absorber itu yang bisa dibawa ke mana-mana. Jadi, portable seperti itu. Dan ee terima kasih itu apa masukannya ya. Jadi betul sekali Bapak Ibu sekalian ee hanya memang kalau yang budidaya ee fitoplankton dijadikan biodiesel itu yang berkembang pesat juga di Australia, Pak. di daerah Wolonggong itu di bagian selatan itu juga di sana dan itu memang ee apa ee prospektif ya prospektif cuman ya duitnya juga gede Pak gitu kan karena untuk konversinya ee apa untuk konversinya dari sekian juta liter itu ee fitoplankton itu kemudian menjadi satu botol ee biodiesel itu kan apa namanya time consume dan ee apa cost production-nya juga sangat tinggi. Itu yang belum bisa ditekan. Sehingga mengapa ee perkembangan biodiesel itu masih ya sangat ee lambat karena memang cost production-nya tinggi sekali. Itu dari saya waktu tahun 2013 ikut apa namanya simposium yang di Australia itu sampai sekarang ya perkembangannya juga memang masih enggak banyak gitu, Pak. Karena memang itu modalnya gede banget. modalnya sungguh besar gitu ya. Ee ya demikian terima kasih masukannya itu betul sekali. Jadi ee bisa dikembangkan yang lain gitu ee hanya memang butuh ee modal dan waktu yang cukup lama. Kira-kira seperti itu. Makasih, Pak. Iya. Baik. Ee terima kasih kepada Pak Latif tadi atas masukannya. Ee mungkin kepada Bapak Ibu yang lain ini lumayan masih cukup banyak waktunya. Dipersilakan bagi Bapak dan Ibu yang ingin ee bertanya ataupun berdiskusi terkait materi yang sudah disampaikan bisa langsung saja menggunakan fitur raise hand Bapak dan Ibu semuanya. Nanti akan kami beri kesempatan. Ee mungkin saya kasih batas waktu sampai jam 11.33 seperti itu. Oke. Baik. Ee di sini sudah ada yang eh raise hand ada Bapak Agus ya. Dipersilakan kepada Pak Agus untuk menyampaikan pertanyaannya. Dipersilakan Pak Agus. Oke, ee terima kasih ee atas kesempatannya. Ee ini terkait dengan apa karbon tadi, Ibu ya. Nah, kebetulan di tempat kami ini juga ada satu perusahaan juga terkait dengan penjualan karbon. Ee namun ee di kelompok masyarakat ini masih banyak sekali yang belum paham betul gitu loh apa sebenarnya yang di dilakukan oleh kegiatan ee perusahaan tersebut. Sementara lahan yang mereka ee kelola itu sangat luas. Nah, yang sering terjadi adalah ee rawannya kebakaran hutan. kebakaran hutan gambut ke kawasan gambut ini yang sangat menjadi ee problema kita di di tempat kita di lahan yang begitu luas dan sangat ee rawan sekali ee akan kebakaran ee lahan tersebut. Jadi mungkin ini perlu suatu apa ya mungkin sosialisasi atau yang lebih ee dalam lagi ee terkait pengelolaan karbon. Karena di di mata ee kelompok masyarakat ini mereka sangat belum begitu familiar apa yang sebenarnya yang dijual, apa yang sebenarnya yang dikelola. ini kadang-kadang kita harus menjelaskan terus-menerus ke masyarakat, enggak henti-hentinya. Namun ee ee beberapa stakeholder yang kita gandeng seperti NGO dan lain sebagainya ini memang sudah berusaha maksimal untuk mensosialisasikan ini. Ee namun ada beberapa hal juga yang menjadi kendala kita ee masyarakat ini kan terbiasa dengan pelaksanaan yang kelihatan ee fisiknya ya. bukan ee kalau karbon ini kan mereka enggak bisa lihat apa sih sebenarnya yang yang didapat dari dari hasil penjualan tersebut gitu. dan mereka hanya ee tahunya, oh ini di di dikelola oleh perusahaan ini, oh ini dikelola oleh perusahaan itu. Namun di dalam aktivitas mereka sendiri pun ee kadang-kadang masyarakat juga bingung apa sebenarnya yang menjadi output untuk masyarakat di sana gitu. Artinya dampak yang mereka dapat dari penjualan karbon itu sendiri apa. Nah, ini yang kita kadang-kadang susah untuk menjelaskannya ke masyarakat karena ee mereka juga dari pihak NGO atau pengola ini kadang-kadang agak sulit juga mereka menjelaskan ke masyarakat itu apa sih yang menjadi ee manfaat dari mereka untuk menjaga lahan tersebut. ini agak-agak susah mungkin ke depan kita ee apa ya artinya bagaimana sih caranya untuk memberikan penjelasan ke masyarakat, kelompok masyarakat supaya memang mereka itu paham betul apa sebenarnya ee manfaat daripada ee pengelolaan karbon tersebut. Itu saja sih, Bu. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ee iya, Pak Latih. Eh, Pak Agus. Aduh, maaf ya, Pak. Iya. Em, di daerah mana Bapak, Pak, kalau saya boleh tahu? Ee di Kalimantan Tengah, Bu. Oh, iya. Sakitan Timur. Iya. I ya. Memang edukasi mengedukasi masyarakat itu suatu ee tugas yang berat ya, Pak ya, gitu. Betul. Apalagi kalau misalnya betul sekali Pak, karbon ini kan enggak ee tidak kasat mata gitu ya. Dirasakannya juga apa sih orang kita juga baik-baik aja gitu kan seperti itu. Iya. Memang itu juga menjadi kendala Pak ketika kami ee saya rasa kita menghadapi kendala yang sama gitu secara umum di Indonesia gitu ya. ketika kita untuk bilang, "Eh, jangan ditebang gitu, jangan di ini segala macam itu." Em ketika ee masyarakat tuh tidak merasakan manfaat secara langsung gitu ee itu agak sulit gitu ya. Memang mungkin kalau ee kita bisa pakai cara yang yang di India itu jadi ee suksesnya adalah ketika mereka masyarakat setempat tuh diajak ee terlibat di restorasi ee mangroove itu dengan apa ee mengembalikan dalam jangka waktu ee ya ada durasi tertentu gitu ya. Em artinya ekosistemnya kembali, ekosistem ee fungsi ekosistemnya kembali sehingga ee yang tadinya kepiting bakaunya sudah ee semakin berkurang dan yang biasanya mereka mengambil kan biasanya mereka kan ee ambil langsung gitu ya, Pak ya, manfaat langsung gitu ya, mengambil entah ee apa namanya hewan-hewannya atau kemudian kayunya dia mereka ambil gitu. terutama hewan-hewannya yang yang pokoknya yang berurusan dengan perut lah gitu. Ketika itu berurusan dengan perut, fungsi itu kembali ee mangroove itu kembali memberikan fungsi untuk ee sebagai penyedia sumber makanan mereka itu cepat banget, Pak. Mereka langsung Oh, iya. Gitu. Jadi memang kalau kita menjelaskannya ee ke karbonnya, ke ininya ngawang-ngawang gitu, Pak, ya. E kan karena enggak enggak bisa karbon teh bentuknya apa sih kan gitu enggak enggak ada bentuknya gitu. Tapi mungkin kita ee bisa ikut e mengikuti ya mengadopsi yang ee di India itu saya lupa daerahnya itu adalah dengan cara seperti itu mengajak masyarakatnya menanam dulu ee enggak dijelasin tuh Pak tentang karbonnya tapi dijelasinnya adalah ee ya itu tadi ee kembalinya fungsi ekosistem mangroove itu sebagai penyedia sumber daya hayati yang bisa mereka manfaatkan secara langsung gitu. terutama untuk kebutuhan perut. Nah, itu ee setelah mereka mendapatkan itu ya karbon kan berarti kan istilahnya kan by produknya gitu ya. Kalau buat mereka mungkin buynya padahal sebenarnya kita itu adalah tujuan utamanya seperti itu gitu. Jadi memang ee penyadaran masyarakat itu enggak mudah gitu. Belum lagi kalau misalnya nanti tiba-tiba udah mana nih udah setahun kepitingnya enggak balik-balik gitu kan ya. Nah itu tuh itu kadang kita juga aduh gimana ya emang kok kenapa kepitingnya ngebalik-balik juga gitu. ternyata ada pencemaran gitu. Itu yang pernah saya alami juga di beberapa daerah gitu ya di Jawa Barat. Oh iya ya gitu kan. Kenapa gitu? Ternyata pas ditelusuri ee apa namanya ada pencemaran gitu sehingga itu yang menyebabkan e kepitingnya enggak mau ke situ gitu. Jadi ee padahal mah sudah bagus gitu ya kira-kira seperti itu. Tapi emm yang ee saya salut yang di daerah Karangsong itu itu bisa bukan kembali 100% ya, tapi setidaknya ee banyaknya burung yang di sana itu ee apa namanya ee tinggal kembali di sana itu menunjukkan sebagai indikator bahwa dia mulai pulih gitu. Dia pulih ekosistem itu healing dengan sendirinya terutama kemarin ya itu penelitian saya. Jadi ee lockdown 3 tahun itu memberikan ee nature itu healing ee secara secara naturally, secara alamiah sehingga itu memberikan kesempatan mereka untuk bisa ee berkembang berkembang lagi. Kalau mungkin teman-teman yang di Maluku, di Papua itu kan ee biasanya familiar dengan Sasi ya. Nah, sasi itu adalah ee hukum adat atau apa? Kearifan lokal yang kayak gitu, Pak. Jadi me menstop kegiatan dari pemanen dan sebagainya untuk memberikan waktu mereka healing healing eh naturally gitu. Kemudian dalam jangka waktu tentu jadi mereka bisa panen lagi gitu. Nah, itu sebenarnya bagus kalau bisa diterapkan di tempat lain gitu. kira-kira seperti itu dan itu kayaknya dan itu kalau untuk untuk healing nature-nya, kalau untuk pendekatan edukasi ke masyarakat ya itu Pak memang kayaknya kalau kita ngomongnya langsung ke tentang karbonnya kalau saran saya e pundung Pak kalau orang apa sih nih e ngomong-ngomong itu sosial sosialisasi melulu gitu mana karbonnya teh gitu. Jadi ee mungkin ee kayak main apa namanya ee apa tuh kalau yang diiniin teh, disentil teh jadi enggak langsung gitu. Jadi ke sini dulu nanti baru ke sana gitu. Jadi kita ngambilnya mungkin sosialisasinya yang mengembalikan fungsi ekosistem yang terkait dengan kebutuhan ee pangan gitu. Jadi saya rasa itu mungkin akan lebih kena gitu mungkin. Gitu, Pak. Saran dari saya. Ya. Baik. Ee terima kasih kepada Pak Agus atas ee pertanyaannya. Mungkin ini Pak Latif apakah Risignan kembali untuk memberikan pertanyaan? Ya, dipersilakan Pak Latif. Ee tadi saya kelewat satu Bu Tri. ini kan ee menariknya karena ee aplikasin atauasinya pada apa? Lingkungan ekologi dan ekonomi ya Bu ya. Ini bagus nih. Nah, kemudian saya ee teringat dengan salah satu budaya yang paling besar manfaatnya tidak hanya pada lingkungan ya untuk penyerapan karbon tapi juga untuk industri di berbagai bidang yaitu mikroalg spirulina. Saya kira ee mungkin kita sepakat kalau ee di Indonesia mungkin masih sedikit ya, tapi ee pastikan bahwa negara-negara lain itu dia ekonominya bagus bangkit itu dari budida, spirulina. Nah, spirulina itu kan bisa di laut, pesisir, dan kemud darat. Nah, ee kemudian gini, Bu. Kalau untuk budidaya saya kira ee teknologinya sangat sederhana Bu. Nah, karena di spirulina ini kan basisnya itu pada apa ya pengembangan industri di bidang pangan ya. pangan bahkan sekarang sudah dikembangkan sebagaian untuk astronaut eh kapsul atau pil untuk ee kapsul ke apa astron ke ke apa ke luar angkasa proteinnya itu luar biasa besarnya Bu dan beberapa senyawa metabolis sekunder. Jadi ee mungkin ini yang harus ee perlu kitaan bersama dan ee saya kira Bu Tri sudah lebih paham mengenai ini. Kalau kemudian ini dalam rangka untuk mengurangi ya pemanasan global di Indonesia karena kita punya wilayah presisir sebenarnya paling panjang setelah Amerika Utara atau Kanada. Saya kira itu sedikit masukan buat kita. Makasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. I terima kasih Pak Latif. Ya, itu memang ee prospektif ya. Ee kami juga di UNPAT mengembangkan itu bahkan sudah sampai jadi masker gitu, segala rupa lah pokoknya sabun dan lain-lain gitu. Ee spirulina yang tadinya sebenarnya toksik ya toksik dia tapi kemudian bisa dimanfaatkan dan sebenarnya enggak spirula aja ya ee ada banyak yang lain gitu. Mikroalga memang luar biasa. Terima kasih, Pak Latif. Mungkin kita bisa kerja sama gitu kali ya, Pak ya. Ayo, Pak, kita riset bareng, Pak. I. Baik. Ee terima kasih kepada Pak Latif atas diskusinya. Mungkin ini Bu Tri ada pertanyaan dari YouTube. Ee di sini saya akan membacakan terlebih dahulu. Ini dari YouTube yang dicopy ke dalam chat Zoom. Di sini pertanyaannya itu bagaimana menyikapi kerusakan beberapa lingkungan sumber daya hayati di wilayah NKRI dikarenakan pembukaan area pertambangan di wilayah tersebut. Lalu kemudian apakah bisa dikuantifikasi sebagai nilai jasa ekosistem dan menjadi acuan sebagai nilai ganti rugi jika terjadi kerusakan akibat suatu kegiatan? Baik. Terima kasih. Tambang ya. Ngeri-ngeri sedap ini ngomongnya ya. Sebenarnya gini, kalau kita bicara ee kerusakan ekosistem apapun itu berarti kan kayak tadi ya itu berarti kegiatan pertambangan itu dia berarti sebagai karbon emiter gitu. Dia yang mengemisikan karbon. Kegiatan yang mengemisikan karbon. Nah, itu nanti bisa ee dihitung ee emisi karbonnya berapa dari kegiatan ee pertambangan tersebut. Itu sudah banyak apa namanya ee aplikasinya ya di internet. Mohon maaf ya kalau ada azan. Rumah saya sebelah masjid soalnya. Ee itu sudah bisa di di ee kuantifikasi ya kegiatan pertambangan itu nanti setara dengan emisi karbon berapa gitu. ada gitu bisalah itu sudah bisa ee banyak aplikasinya di internet silakan mau pilih yang mana. Bahkan kegiatan kita sehari-hari pun juga bisa di di dikonversikan ee menghasilkan emisi harian, emisi tahunan, mingguan. Kita mau ngitung durasinya persatuan waktunya apa, itu bisa itu bisa dikuantifikasi. Nah, ee kemudian kalau misalnya itu berarti kan sebagai karbon emiter nanti itu itu nanti berarti karbon emiternya itu seb ee dia akan kalau dia mau ee supaya balance gitu ya, zero emisi artinya dia harus membeli ee di pasar karbon kegiatan lain yang bisa mengurangi atau menyerap karbon tersebut. Nah, jumlahnya berapa? Ya itu nanti ee deal deal dagangnya di pasar karbon gitu. Kira-kira seperti itu kalau terkait dengan ee carbon trade gitu ya. Nah, kalau misalnya terkait dengan kegiatan yang ee supaya bisa mengurangi emisinya ya pasti harus reboisasi gitu. Makanya kalau reboisasi dia butuh waktu berapa lama gitu. Nah, nah itu yang yang nanti bisa dikalkulasi juga tetap bisa dikalkulasi juga. Misalnya yang mau ditanam adalah misalnya sengon atau apalah pohonnya itu nanti ada ada konversinya dia bisa tumbuh untuk sampai tegakannya sekian meter itu membutuhkan waktu sekian lama dengan kondisi lahan yang sekian-sekian misalnya seperti itu. Itu nanti bisa di di bisa dikalkulasi sehingga bisa diestimasi dia setara dengan ee berapa ee ton karbon ee sebagai pengurangan emisi misalnya seperti itu. atau misalnya kalau pada pertambangan tersebut menggunakan metode yang ramah lingkungan itu juga bisa dikonversikan ke dalam ee berarti metode tersebut bisa sebagai tadi yang rekayasa emisi karbon kan tadi untuk mengurangi karbon kan dua caranya merekayasa emisi karbonnya atau menyediakan penyerap karbonnya. Nah, tinggal mau pilih yang mana caranya dari dua ini gitu. Kira-kira seperti itu. Itu kalau saran saya untuk yang terkait dengan kegiatan pertambangan. Demikian mungkin. Oke. Baik. Ee terima kasih Bu Tri Dewi atas ee pertanya atas jawaban dan diskusinya siang hari ini. Dan mungkin untuk sesi tanya jawab kita cukupkan saja. Terima kasih juga kepada Bapak, Ibu yang sudah berpartisipasi mungkin untuk menutup acara webinar ini kepada Ibu Tri untuk memberikan closing statement-nya. Closing statement ya. Ee [Musik] mari kita melakukan hal yang paling mudah, yang paling kecil, yang paling dekat dengan kita untuk bisa menyelamatkan bumi. Setidaknya mengurangi akselerasi dari climate change. Kalau bisa nanam pohon, nanam pohon. Kalau bisa ee enggak pakai plastik, enggak pakai plastik. Ke mana-mana pakai bawa tumblr, bawa ee bawa tempat makan, konsumsi. Jadi konsumsi yang terukur ya, makan juga enggak perlu e sampai banyak-banyak gitu. Artinya ya kita lakukan apa yang kita bisa lakukan untuk ee kehidupan berkelanjutan ini. Mungkin itu blue carbon adalah salah satu solusinya. Mari kita bergerak bersama-sama ya. Baik ee terima kasih Bu Tri. ini sangat diskusinya sangat menarik sekali dan mungkin ee kita akan melakukan dokumentasi terlebih dahulu kepada Bapak Ibu di dalam peser di dalam Zoom silakan untuk mengaktifkan kameranya. Oke. Baik, mungkin saya akan mulai melakukan perhitungan mundur. Dimulai dari angka 3 2 1 ya. Baik, sekali lagi. 3 2 1. Oke, untuk dokumentasi sudah dicukupkan dan saya ucapkan terima kasih lagi kepada Ibu Tri atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat ini. Semoga kita bertemu lagi di lain kesempatan. Dan kepada Ibu Tri apabila ingin meninggalkan ruangan Zoom sudah dipersilakan, Bu. Baik. Baik. Terima kasih ee Mbak Dini, Bapak Ibu sekalian. Saya ee undur diri. Terima kasih atas perhatiannya, pertanyaannya, diskusinya yang menyenangkan. Semoga kita ee panjang silaturahminya, bisa bertemu di lain kesempatan, di lain waktu. Ee kan ee saya terbuka untuk diskusi lanjutan. Ee tadi ada email-nya saya, silakan nanti bisa ditanya kepada panitia. Terima kasih atas jempol, keplok, lope dan sebagainya. Sehat selalu Bapak Ibu, semangat, panjang umur, perjuangan untuk kebaikan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Izin live ya. Iya. Oke. Baik Bapak Ibu semuanya, berakhir sudah acara webinar di hari ini dan bagi Bapak Ibu yang ingin mendapatkan e-sertifikat di sini, Bapak Ibu dapat mengisi link presensi kehadiran yang tertera di layar ini. Dan ketika Bapak, Ibu mengisi presensi dipastikan nama dan emailnya sudah diketik dengan benar karena hal ini akan mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya. Dan baik ee saya akhiri kegiatan webinar hari ini. Mohon maaf apabila saya ada salah sikap dan ucap. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan selamat melanjutkan aktivitas lainnya.