File TXT tidak ditemukan.
Webinar 130 Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Memantau Perubahan Kualitas Lingkungan
Kp_mzuARly4 • 2025-10-16
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko Edu ke-130. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak, Ibu semuanya yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Dan hari ini webinar Ekoed Edu akan mengangkat tema pemanfaatan data pengindraan jauh untuk memantau perubahan kualitas lingkungan. Dan perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Ee baik Bapak Ibu semuanya sebelum kita mulai webinar alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Untuk itu berdoa dipersilakan. berdoa dicukupkan. Untuk acara selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama dan diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk tegar. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Ee baik ee Bapak Ibu semuanya di sini izinkan saya untuk mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami ee yaitu yang pertama ee di sini di minggu selanjutnya yaitu pada tanggal 20 hingga 24 dan 20 hingga 28 Oktober di sini kami akan mengadakan dua pelatihan yaitu yang pertama adalah pelatihan dasar AMDAL gelombang 19 yang di mana apabila Bapak Ibu tertarik Bapak Ibu bisa Bapak Ibu cukup untuk membayar biaya investasi sebesar Rp4.500.000. Kemudian di minggu yang sama juga kami akan mengadakan pelatihan pemodelan kualitas air sungai qual 2K dan WASP gelombang 20. Dan Bapak Ibu di sini cukup membayar dengan biaya investasi sebesar Rp3.600.000. Lalu kemudian di minggu selanjutnya yaitu pada tanggal 27 hingga 31 Oktober 2025 kami akan mengadakan pelatihan perhitungan emisi gas rumah kaca atau GRK dan perdagangan karbon gelombang 21. Dan apabila Bapak Ibu tertarik untuk mengikuti pelatihan tersebut, Bapak Ibu cukup membayar dengan biaya investasi sebesar Rp3.600.000. Dan untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi admin kami yaitu ada Riris Danisa. Dan Bapak Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami yaitu ada Instagram, YouTube channel, Facebook dan juga website resmi kami di www.ecoedu.co.id. Dan apabila Bapak Ibu langsung tertarik untuk mendaftarnya, silakan saja diakses ke pendaftaran.edu.co.id. Dan selain itu juga kami di sini terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline maupun online sesuai dengan permintaan dari instansi atau perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami tunggu Bapak Ibu semuanya di pelatihan. Dan baik, langsung saja kita akan langsung masuk pada kegiatan utama kita yang di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai pemanfaatan data pengindraan jauh untuk memantau perubahan kualitas lingkungan dan tentu saja kita kami juga telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat ini. Dan langsung saja izinkan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu adalah Bapak Dr. Raden Putra, ST. Beliau merupakan dosen Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Sumatera atau Itera dan saya akan menyapa terlebih dahulu. Selamat siang, Pak Raden. Selamat siang, ya. Baik, Pak Raden. Apa kabarnya hari ini? Alhamdulillah kabar baik. Heeh. Alhamdulillah. Mudah-mudahan kita selalu dalam keadaan sehat walafiat dan mungkin ee sebelum dimulai izinkan saya untuk menyampaikan beberapa teknis terlebih dahulu. Yaitu yang pertama adalah untuk pemaparan akan dilaksanakan selama 1 jam dan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan menggunakan aplikasi Slido dan dilanjutkan lagi dengan tanya jawab secara langsung. Dan baik untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak Raden dan kepada Bapak Ibu semuanya selamat mengikuti acara webinar. Baik, terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi semuanya, Bapak, Ibu. sebelumnya apakah suara saya terdengar dengan baik? Terdengar, Pak. Baik, terima kasih. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada ee pihak Eko Endu ya yang sudah ee mengundang saya untuk berbagi dan berdiskusi terkait dengan judul pemanfaatan data penginderaan jauh ya untuk memantau kualitas lingkungan. Di kesempatan kali ini izinkan saya Bapak Ibu untuk bisa sharing, berbagi pengalaman seperti itu. Tidak ada maksud untuk menggurui atau seperti ee memberi kuliah begitu, tidak ya Bapak Ibu. tapi lebih kepada ee kita berbagi ee pengetahuan mana tahu kita ee bisa saling berkolaborasi seperti itu untuk penelitian, untuk pengajaran, dan ee kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat untuk kita semua. Em judulnya terkait dengan data penginderaan jauh ee fokusnya adalah untuk pemantauan perubahan kualitas lingkungan. Next. ee dalam materi hari ini itu ada setidaknya ada empat poin ya Bapak Ibu yang coba saya paparkan ke depan terkait dengan ee bagaimana mekanisme dari penginderaan jauh tersebut ee menghasilkan sebuah data, kemudian bagaimana karakteristik dari data yang akan dihasilkan seperti itu. nanti ee itu akan kita coba bahas dan cuma kita kaji seberapa jauh ee data-data tersebut mungkin bisa dimanfaatkan dalam pendekatan kondisi lingkungan di sekitar kita. Kemudian yang topik yang berikutnya kita juga akan coba mengkaji terkait dengan bagaimana sebuah penginderan jauh itu dimaknai sebagai sumber data dalam pemantauan lingkungan. Karena ee di ee keilmuan lingkungan sendiri ini sebenarnya adalah satu hal yang ee baru gitu ya atau belum lama seperti itu. Bagaimana data-data penginderan jauh itu coba di posisikan sebagai pengganti dari data-data yang mungkin selama ini dihasilkan dari pemantauan langsung di lapangan. mungkin menggunakan instrumen atau mengambil sampel seperti itu ya. Namun ini akan kita coba ganti seperti itu dengan data-data rekaman hasil penginderaan jauh baik itu dari ee data citra satelit atau data foto udara seperti itu ya. Kemudian ee dalam paparan juga saya sajikan terkait dengan studi kasus beberapa ee hal dan pengalaman yang pernah kami kerjakan bersama teman-teman di Institut Teknologi Sumatera. mungkin ada beberapa juga yang berkolaborasi dengan ee pihak lain. Next, penginderaan jauh sendiri, Bapak Ibu sekalian, itu memang kita maknai sebagai ee tools ya, tools dalam atau ilmu untuk mendapatkan ee informasi tentang permukaan bumi. Jadi jelas Bapak Ibu bahwa objek dari pengindaan jauh itu adalah objek yang terdapat pada permukaan bumi. Namun dalam proses mendapatkan datanya tersebut kita tidak memerlukan kontak langsung terhadap objek tersebut. Seperti itu. Jika di dunia survei pemetaan mungkin kita mendengar ee mengenal ya dengan istilah ee akuisi data terestrial seperti itu ya. atau ee kami juga di Teknik Lingkungan ee umum mengambil data sampling air, udara, emisi, begitu ya untuk selanjutnya di ee lakukan pengujian di lab seperti itu. Itu artinya kita langsung bersentuhan dengan objek yang akan kita kaji informasinya. Namun tidak demikian dengan yang penginderaan jauh. Pada gambar juga terlihat ya bahwa ee mekanisme bagaimana sebuah sistem penginderan jauh itu melakukan perekaman dan akuisisi data yang sebenarnya memanfaatkan gelombang elektromagnetik ya yang selanjutnya diolah untuk mendapatkan karakteristik dari si objek yang direkam. Untuk lebih jelasnya kita lanjut ke slide berikutnya ya, Bapak, Ibu. bahwa di dalam pengindan jauh itu memang ada beberapa sistem komponen seperti itu. Jika saya sederhanakan itu setidaknya ada 1 2 3 4 5 6 7uh kotak ya Bapak Ibu ya. Bahwa penginderan jauh itu memang komponen yang pertama itu terkait dengan sumber tenaganya. Jadi penginderaan jauh itu perlu untuk dibekali oleh power atau sumber tenaga yang mana ini menjadi komponen untuk ee sebagai sumber dari gelombang elektromagnetik yang nantinya akan direkam. Dalam poin sumber tenaga ini, Bapak Ibu, kita mengenal dengan istilah penginderaan jauh aktif dan pasif. di mana penginderaan jauh pasif itu kita memanfaatkan ee sumber tenaga dari alam yang berlimpah yaitu bintang matahari ya yang ee terus memancarkan panjang gelombang tertentu yang kemudian diterima oleh objek di permukaan bumi. Sementara untuk sumber tenaga aktif itu atau kita sebutnya sebagai penginderaan jauh aktif itu memang si sensor atau wahana itu memang dibekali oleh sumber tenaga sendiri. Semacam ee sistem radar ya. ya itu juga ee dia dibekali oleh ee sumber tenaga yang memancarkan panjang gelombang tertentu sehingga karena dia sifatnya aktif dan dibekali oleh sumber tenaga maka ee sistem penginderaan jauh aktif itu cenderung memiliki karakteristik data yang lebih lengkap, yang lebih ee minim gangguan seperti itu ya Bapak, Ibu ya. Kemudian komponen yang berikutnya tentu ee kita butuh yang namanya media. Media yang menjadi perantara bagi panjang gelombang tertentu untuk ee bisa ee berpindah ya dari sumber menuju ee objeknya. Nah, atmosfer ini dalam sistem penginderan jauh dimaknai sebagai media. Namun di sisi lain juga ee atmosfer itu juga dimaknai sebagai sebuah hambatan untuk menghasilkan data yang berkualitas. Sebagaimana yang kita ketahui Bapak, Ibu ya, bahwa pengindraan jauh itu memang menggunakan ee sensor yang dibawa oleh wahana satelit yang dia posisinya beredar di luar. bumi seperti itu beredar pada orbitnya sehingga ee panjang gelombang yang dipancarkan yang diterima objek kemudian yang dipantulkan dan diterima kembali oleh si sensor satelit itu tentu melewati ee kolom atmosfer dengan sekian banyak gangguan ya Bapak Ibu ya. di situ ada awan, ada temperatur seperti itu. Itu yang bisa dimaknai sebagai gangguan ee bagi menghasilkan data penginderaan jauh yang berkualitas. Untuk selanjutnya ee penginderaan jauh juga memanfaatkan gelombang ee elektromagnetik sebelumnya. Ee komponen yang ketiga yaitu gelombang elektromagnetik. ini yang dimanfaatkan oleh penginderaan jauh yang untuk selanjutnya nanti akan direkam. Biasanya kita mengenal dengan istilah kanal atau pen ya yang ee menjadi wadah untuk perekaman data pada satu sensor. Kemudian objek di permukaan bumi itu adalah menjadi ee subjek yang akan dilakukan pemantauan dalam sistem penginderaan jauh. Kemudian sebuah sistem penginderan jauh juga tidak bisa lepas dari yang namanya sensor perekaman. Karena memang dalam penginderaan jauh ini ee panjang gelombang elektromagnetik yang dipantulkan atau yang dipancarkan oleh objek di permukaan bumi itu harus mampu direkam oleh sebuah sensor yang dibawa oleh poin berikutnya yaitu wahana. Nah, wahana ini memang dimaknai sebagai ee satelit atau si pembawa sensornya ya yang melakukan perekaman terhadap ee panjang gelombang elektromagnetik yang selanjutnya disimpan dalam kanal atau band dengan karakteristik tertentu yang selanjutnya akan dilakukan ee pemrosesan data seperti itu. Nah, hasil dari pemurhan data itu akan dilakukan interpretasi untuk menghasilkan sebuah informasi. Ketika kita ee membahas terkait dengan penginderaan jauh, Bapak Ibu, kita memang tidak bisa terlepas dari seluruh kotak ini, Bapak, Ibu, ya. di mana ee sensor kemudian panjang gelombang, kemudian wahana yang membawa si sensornya itu menjadi sebuah satu kesatuan seperti itu. Kemudian diakhiri dengan ee pemrosesan data. Biasanya kita menggunakan ee pemoses secara digital ya, Bapak, Ibu ya, dengan bantuan tools atau ee perangkat-perangkat luna sesuai dengan data yang kita gunakan. Next. Penginderaan jauh yang diakuisisi melalui mekanisme yang sudah dijelaskan sebelumnya ya, Bapak, Ibu. Tentu dia memiliki kekurangan dan kelebihan Bapak, Ibu. kekurangan dan kelebihan dari data yang dihasilkan oleh penginderaan jauh tersebut secara sederhana itu bisa dinilai melalui tiga karakteristik ini atau kita biasanya juga menyebut dengan istilah resolusi ya Bapak Ibu ya bahwa karakteristik ee atau resolusi spasial kemudian karakteristik atau resolusi spektral dan yang berikutnya adalah ee resolusi temporal. terkait dengan yang spasial Bapak Ibu ya. Ee karakteristik spasial dalam penginderaan jauh itu yang paling banyak sebenarnya dibahas. Karena memang biasanya ketika kita berbicara tentang konsep spasial ke ruangan, kita memang ee memaknai konsep tersebut sebagai akurasi ke ruangan yang dalam data pengindraan jauh itu bisa diwakili oleh ukuran piksel dari setiap data yang dihasilkan. Jadi kalau secara sederhana Bapak Ibu terkait dengan resolusi spasial itu sangat erat kaitannya ee dengan yang namanya ee ukuran piksel. Sebuah data dengan resolusi spasial tinggi tentu dia memiliki ukuran resolusi atau satuan piksel yang semakin kecil. Ukuran piksel yang semakin kecil akan membuat density dari piksel tersebut dalam satu paket data akan semakin tinggi. Jadi kalau ukuran pikselnya rendah maka tingkat kepadatan pikselnya akan semakin tinggi. Kapasitasnya pun akhirnya juga semakin besar. Namun kedilan dari data itu juga akan tersampaikan. Begituun sebaliknya Bapak Ibu ya. Jadi kalau Bapak Ibu ingin mendapatkan ee akurasi spasial yang tinggi, maka Bapak Ibu harus mencari data-data pada resolusi tinggi yang mana ukuran pikselnya akan ee semakin kecil dengan kerapatan yang semakin tinggi sehingga informasi yang Bapak Ibu dapatkan akan semakin ee banyak seperti itu. Kemudian yang kedua ini adalah terkait dengan ee resolusi spektral ya yang bisa kita maknai sebagai kemampuan si sensor yang bertindak sebagai perekam panjang gelombang dalam mengidentifikasi kehalusan interval panjang gelombang yang dia rekap. Jadi ee semakin halus interval panjang gelombang yang bisa dia rekam untuk setiap karakteristiknya, tentu ee karakteristik spektralnya juga akan semakin baik. Resolusi spektral yang lebih halus itu juga akan mencerminkan interval panjang gelombang yang lebih dekat. Artinya panjang gelombang ini juga ee menjadi satu hal yang utama dalam ee pengolahan data menggunakan perangkat lunak ya Bapak, Ibu ya. Kombinasi dan tingkat kehalusan dari panjang gelombang yang direkam itu tentu akan ee semakin mewakili objek yang ee dibawa oleh si panjang gelombang tersebut. Yang ketiga terkait dengan karakteristik temporal ya Bapak, Ibu ya. Ini yang sebenarnya yang paling mudah dipahami ya, Bapak ya. Secara sederhana karakteristik temporal itu sebenarnya adalah bagaimana sebuah sistem pengindraan jauh mampu untuk meng-capture untuk mendapatkan data pada posisi yang sama ee namun pada waktu yang berbeda seperti itu ya. Jadi ee kalau misalnya kita ingin mendapatkan peta atau citra satu daerah itu berapa lama lagi kemampuan si ee sistem penginderan jauh tersebut untuk mengakuisisi data pada posisi yang sama seperti itu. Nah, itu dimaknai sebagai ee karakteristik temporal. Karakteristik temporal ini memang sangat berkaitan erat dengan ee orbit, kemudian ee berapa banyak juga ee wahana atau satelit yang beredar ya, Bapak, Ibu ya. seperti itu sehingga ee temporal itu akan menghasilkan ee waktu perekaman antara satu sistem dengan sistem pengendaraan jauh lainnya akan berbeda. Next. lebih detail Bapak Ibu ee kalau kita selami lebih dalam ya Bapak Ibu ya yang pojok kiri atas itu simulasi terkait dengan resolusi spasial di mana resolusi spasial tinggi itu akan menampilkan informasi yang lebih detail. Sementara ukuran piksel yang besar tentu dia akan mereduksi informasi yang direkam oleh ee sistem penginderaan jauh. Kita biasanya menyebut ee resolusi spasial ini dengan ee resolusi rendah, menengah, dan tinggi ya, Bapak, Ibu. Sementara yang di pojok kanan itu terkait dengan resolusi spektral itu untuk yang di sumbu Y-nya itu spot 5, LANSAT 8 itu merupakan ee beberapa produk dari sistem penginderaan jauh ya Bapak Ibu ya ee yang lakukan perekaman dan dia memiliki karakteristik panjang gelombang perekaman pada masing-masing ee datanya. Jadi, spot 5 itu diwakili yang ee spot-spot warna merah itu ya, Bapak, Ibu ya. Kalau dilihat memang yang paling ee banyak apa istilahnya perekamannya itu yang paling bawah ya Bapak, Ibu ya. High map ya, paling bawah ya, Bapak, Ibu ya. itu. Kemudian yang berikutnya juga yang paling halus juga itu ada di Word View 3 di mana ee panjang gelombang pada karakteristik tertentu itu akan ee dimanfaatkan untuk pengolahan data dengan komposit band yang berbeda-beda. Untuk selanjutnya Bapak Ibu itu ada yang di pojok kanan bawah ya, Bapak Ibu ya. itu merupakan ee gambaran terkait dengan perbandingan antara resolusi spasial dengan resolusi temporal. Memang untuk spatial resolution dan temporal resolusi itu biasanya memang berbanding terbalik Bapak, Ibu ya. di mana sistem penginderan jauh yang menghasilkan temporal resolusi tinggi itu biasanya tidak dibarengi dengan spasial resolusi yang juga baik seperti itu. Jadi, Bapak, Ibu harus mensiatsati apabila kebutuhan pekerjaan, kebutuhan riset Bapak, Ibu itu membutuhkan ee resolusi temporal yang lebih baik, maka biasanya Bapak Ibu akan coba mengorbankan untuk yang resolusi spasialnya. Ini sebagai gambaran ya, Bapak, Ibu, bahwa teman-teman di BMKG misalnya yang biasa berkutat dengan cuaca, iklim, kemudian fenomena klimatologi Bapak Ibu ya itu memang biasanya akan lebih memilih untuk ee tipe-tipe penginderan jauh yang menghasilkan resolusi temporal lebih rapat. Jadi perekaman dari data temporalnya itu semakin rapat Bapak Ibu ya. Tapi untuk resolusi spasialnya biasanya itu yang dikorbankan karena ukurannya pikselnya terlalu ee atau cukup besar seperti itu. Tapi yang di kaji oleh teman-teman di keilmuan klimatologi biasanya memang mereka mempelajari terkait dengan bagaimana dinamika pergerakan dari sebuah ee parameter tertentu gitu ya atau sebuah anomali iklim tertentu seperti badai, seperti pergerakan angin seperti itu ya. curah hujan itu dipelajari dalam konteks intensitas dan juga konteks ee pergerakannya menuju ke mana seperti itu. sehingga memang ketika ee kajian-kajian yang sifatnya lebih menekankan kepada pergerakan arah ke mana, intensitas bagaimana, itu memang ee teman-teman biasanya lebih ee menginginkan data yang lebih rapat sehingga resolusi temporalnya yang menjadi fokus utama. Sementara bagi ee kajian-kajian yang sifatnya ke perencanaan, tata ruang seperti itu, itu memang mengarah kepada ee resolusi spasial karena memang ee ingin mendapatkan informasi terkait dengan tutupan lahan, informasi terkait dengan ee temperatur suatu wilayah seperti itu ya di daratan. Nah, seperti itu. Jadi ee berbeda aspek yang dikaji tentu ee resolusi yang dipilih tentu juga mungkin akan menghasilkan kebutuhan yang berbeda. Kemudian yang di sebelah kiri bawah itu Bapak Ibu ya yang ada tabel ya itu saya ee masukkan contoh dari ee data Lansat 8 dari United States USGS ya Bapak Ibu ya. di mana ee sistem pengindraan jauh LAN 8 ini, Lens satelit 8 ini, itu dia melakukan perekaman terhadap ee 11 kanal atau band yang masing-masing bandnya itu memang memiliki fungsi perekaman pada karakteristik panjang gelombang elektromagnetik tertentu yang memiliki fungsi khusus. Ini contohnya BN1 ya, Bapak, Ibu ya. itu dia merekam pada panjang gelombang 0,43 sampai 453 dengan maksud ee untuk mempelajari kostal atau aerosol seperti itu. Di mana resolusi spasialnya satu pikselnya itu memiliki ukuran 30 m * 30 m. Nah, dalam pengolahan data penginderaan jauh Bapak Ibu kita biasanya mengenal yang namanya komposit pin ya Bapak Ibu ya. bagaimana kita mengkombinasikan beberapa band untuk menghasilkan ee gambaran visual yang berbeda-beda. Karena ee setiap kajian tentu dia ingin menghasilkan visual yang ee khusus mungkin untuk natural ee color gitu ya. untuk warna alami mungkin dia akan lebih memilih menggunakan RGB seperti itu. Tapi kalau untuk ee membedakan antara daratan dan lautan juga tentu dia akan memiliki ee karakteristik komposit band yang berbeda seperti itu. Saya rasa itu ya Bapak Ibu terkait dengan ee bagaimana kita memahami karakteristik data dari penginderaan jauh melalui tiga pendekatan tadi, spektral, kemudian spasial, dan ee temporal. Sehingga melalui tiga kombinasi itu kita bisa tahu ee data mana yang akhirnya kita pilih untuk kita gunakan sebagai sumber informasi untuk mendekati kondisi lingkungan yang ada di sekitar objek penelitian kita. Next. Jadi ee secara sederhana Bapak Ibu saya coba menyajikan bagaimana pemanfaatan data penginderaan jauh itu dimaknai sebagai proses kita berangkat dari sebuah masalah ee yang coba kita pahami dan kita berdasarkan pemahaman atas masalah tersebut kita menentukan data apa yang perlu kita dapatkan. data apa yang perlu kita kumpulkan. Saya lebih memilih redaksi saat ini, penentuan dan pengumpulan ya, Bapak, Ibu ya. Karena memang ee teknologi remote sensing penginderaan jauh dewasa ini juga mengarah kepada mekanisme cloud computing. Artinya mulai ee mengarah kepada data-data tersebut. Tidak perlu di-download lagi, Bapak, Ibu ya. tapi cukup dipanggil kemudian cukup menginputkan algoritmanya apa hasilnya akan di ee dapatkan seperti itu. Ini ee sekarang dewasa ini perangkat lunak yang mampu itu yang paling banyak digunakan sekarang ya Bapak Ibu ya. Mungkin Bapak, Ibu juga sudah banyak yang menggunakan yaitu Google Earth Engine. Bagaimana ketika kita ingin menggunakan sebuah data itu kita tidak lagi perlu untuk men-download-nya, tapi ee kita cukup ee memasukkan script yang berisi algoritma, yang berisi tentang data-data apa yang kita butuhkan, mau diolah seperti apa dan ingin dihilkan dalam format apa. itu biasanya kita menggunakan ee Google Earth Engine. Jadi ee mekanismenya sekarang sudah semakin bergeser ya, Bapak, Ibu ya. Kalau dulu zaman-zaman penelitian saya S1 itu teman-teman yang fokus penelitian di penginderaan jauh itu ya kuat-kuatan download data gitu Bapak, Ibu ya. Misalnya data Lansat. data lanat itu satu scene satu petrow itu bisa 500 ee 300 lah 350 sampai ee 600 MB ya rata-rata 12 giga lah ya Bapak Ibu ya. Sementara dalam satu penelitian itu biasanya kita membutuhkan ee beberapa ee rekaman data sehingga download-nya harus ee menunggu gitu ya Bapak Ibu ya. Belum lagi kalau misalkan kita ingin download ee citra satelitnya pada level produk tertentu, jadi kita harus request lagi gitu ya kalau untuk lansat seperti itu. Nah, ini ini semakin ke sini itu perkembangannya sudah mulai mengarah kepada ee cloud computing atau pemprosesan di cloud ya, Bapak, Ibu ya. Jadi kita ee sekarang cukup mencari script-nya kemudian kita masukkan ke dalam Google Earth Engine-nya misalnya akan menghasilkan produk. Kemudian ee di di kotak yang ketiga setelah kita melakukan ee penentuan dan pengumpulan data Bapak Ibu, kita melakukan pra pemprosesan ya Bapak Ibu ya. Jadi data itu kalau dalam mekanisme pengolahan data penginderaan jauh, sebuah data itu memang perlu dipraprocessing. Artinya data-data itu perlu diberikan ee koreksi, perlu dilakukan perbaikan seperti itu. Baik dari sisi mungkin bentuknya, dari posisinya, kemudian dari gangguan ee awan begitu ya, Bapak, Ibu ya. Nah, itu ee juga harus dilakukan perbaikan atau koreksi dari ee posisinya geometriknya. Jadi itu beberapa poin ee yang harus dilakukan dalam kontak praprocessing atau praproprosesan yang selanjutnya diilakukan tahap analisis ketika memang data tersebut sudah ee mendapatkan pemrosesan koreksi perbaikan misalnya penajaman citra begitu ya Bapak Ibu ya ancement. Kemudian dilakukan proses analisis. Nah, proses analisis ini memang ee ada beberapa tipe ya, Bapak, Ibu ya. Nanti di slide berikutnya akan ada prinsip dan kerangka utama dalam pemanfaatan data penginderaan jauh ketika proses analisis yang dilakukan dengan metode misalnya klasifikasi pendekatan indeks atau langsung menggunakan nilai ee atau konsentrasi yang hasil pengolahan atau kombinasi band, maka proses analisis berikutnya itu, Bapak Ibu adalah bagaimana kita melakukan interpretasi terhadap terhadap hasil yang kita dapatkan seperti itu. Proses interpretasi ini tentu disesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing ya, Bapak, Ibu ya. Apakah ee interpretasinya ini menyangkut terkait dengan studi perubahan atau hanya sebagai ee studi untuk mengkuantifikasi, untuk mendapatkan gambaran distribusi spasialnya seperti itu. Nah, itu ee sangat bergantung pada kerangka riset, kerangka kegiatan yang Bapak, Ibu ee kembangkan. Baru setelah dilakukan interpretasi hasil, kita lanjut bagaimana ee sebuah hasil interpretasi itu dilanjutkan ke penyajian informasi. Seperti itu. Next. Dalam ee tahap berikutnya kita akan bahas ya, Bapak, Ibu ya, terkait dengan beberapa permasalahan lingkungan. Ee ada beberapa poin ini sebelumnya saya mohon maaf ya Bapak Ibu. Saya juga sampaikan ke admin bahwa ada ee kesalahan ee saya ya. saya itu sudah buat materinya dilengkapi dengan ee data-data nih. Harusnya di slide ini saya menampilkan nih data-data dari IPCC ya terkait dengan bagaimana isu perubahan iklim yang dikumpulkan dari beberapa daerah seperti itu, beberapa negara. Namun memang ada kesalahan dalam ee saya menyimpan file-nya seperti itu. Jadi ee saya dadak harus buat lagi. Tapi enggak apa-apa akan ee saya coba sampaikan bahwa secara sederhana Bapak Ibu permasalahan lingkungan yang dapat dan ee mampu untuk didekati oleh data penginderaan jauh itu setidaknya ada perubahan dan degradasi ekosistem. Kemudian ada pencemaran dan kualitas lingkungan. Namun untuk yang poin kedua ini memang kita tidak bisa begitu detail ya, Bapak, Ibu ya. Karena ee kita mendekatinya dalam konteks spasial ke ruangan. Karena ee biasanya kalau kami di teknik lingkungan itu kan ee pengujian-pengujian lab skala detail ya pada ee kontrol lingkungan yang dapat dijaga begitu karena dia skalanya adalah skala lab ini tidak bisa untuk bisa menghasilkan ee karakteristik yang semacam itu, tetapi kita bisa memanfaatkannya untuk pendekatan untuk skala yang lebih luas seperti itu. itu. Kemudian permasalahan lingkungan yang berikutnya memang kita juga bisa ee bagaimana memanfaatkan data pengindaran jauh untuk mengukur bagaimana daya dukung, mengukur bagaimana perencanaan tata ruang dan perubahan iklim seperti itu. Itu juga mampu didekati dengan ee interpretasi data-data penginderaan jauh yang ada. Next. penginderaan jauh dalam pendekatan permasalahan lingkungan Bapak Ibu itu kalau saya sederhanakan saya biasanya menggunakan tiga ee prinsip ini ya Bapak Ibu ya. bagaimana permasalahan lingkungan yang tadi disampaikan itu mampu dijelaskan oleh interpretasi data pemanfaatan lingkungan melalui metode pendekatan nilai konsentrasi atau kelimpahan. Jadi dalam konteks ini data-data penginderaan jauh citra satelit e kemudian juga kita bisa menyebutnya foto udara ya Bapak Ibu ya ee sebagai bagian dari penginderaan jauh. Namun memang foto udara itu karena sangat ee masif perkembangannya Bapak Ibu itu seolah-olah dia menjadi sebuah cabang ilmu sendiri gitu Bapak Ibu ya. Padahal kalau kita cermati ee fotara itu mekanismenya sebenarnya ee masuk ke dalam konteks penginderaan jauh ya. bagaimana sebuah sensor dibawa oleh sebuah wahana untuk ee mempelajari objek yang ada di permukaan bumi. Kembali lagi bahwa pendekatan nilai konsentrasi atau kelimpahan dari misalnya kita ambil contohnya ee parameter ee kondisi lingkungan ya Bapak Ibu ya. misalnya kita ke parameter udara misalnya adanya emisi ee karbon seperti itu. Nah, itu itu kita bisa langsung memanfaatkan data citra satelit ee perekaman misalnya data citra Sentinel 5P itu dia sudah menyiapkan produk ee yang bisa untuk mengukur mempelajari bagaimana kelimpahan sebuah parameter karbon kelimpahan ee karbon di satu wilayah. Cuman memang catatannya Bapak, Ibu ketika kita menggunakan data penginderaan jauh untuk pendekatan nilai, konsentrasi dan kelimpahan, berhatihati pada ee jenis satuannya ya Bapak, Ibu ya. Biasanya kalau kita menilai parameter udara itu kan biasanya adalah kelimpahan per volume biasanya. Tapi untuk data dari pengindaran jauh itu biasanya menampilkan dalam konsentrasi pers satuan luas karena memang ee dalam sistem penginderan jauh kita mengukur pada satuan dua dimensi atau luas. Begitu ya Bapak Ibu. Kemudian yang kedua kita juga biasanya mengenal ini beberapa pendekatan indeks ya. Jadi kita ada parameternya, tapi ee nilainya itu tidak langsung menggunakan nilai kelimpahan atau konsentrasinya, tapi kita konversi menjadi sebuah indeks untuk mengukur bagaimana ee tingkat indeksnya. Nah, indeks ini ada macam-macam ya, Bapak, Ibu ya. Kalau pendekatan indeks ini yang paling umum yang selalu mungkin teman-teman yang berpenelitian bekerja di keilmuan pengindaran jauh mungkin yang paling umum adalah ee indeks vegetasi atau indeks kehijauan vegetasi ya Bapak Ibu ya. Green index yang menggunakan rumus NDVI ya Bapak Ibu ya. Nearest density vegetation index itu yang paling umum. Namun di luar itu sebenarnya masih banyak ya Bapak, Ibu ya. Ada tentang kebasahan ee itu adalah density water index eh wetness index. Kemudian untuk yang ee menghitung kerapatan dari bangunan, kita punya yang namanya NDBI build up index seperti itu. Ee kita bisa mendekati ee kualitas lingkungan juga melalui pendekatan indeks yang saya sebutkan tadi, Bapak, Ibu. Yang berikutnya kita melakukan pendekatan klasifikasi. Nah, pendekatan klasifikasi ini ee kita biasanya sudah punya rentang interval ya, Bapak, Ibu ya. Kemudian dari rentang interval itu kita klasifikasikan sesuai dengan apa? Regulasi SNI atau sesuai dengan kebutuhan ee kerja kita. Next, kita mungkin langsung ke Oh, i ini juga cukup penting Bapak, Ibu. bagaimana ee dalam pemanfaatan data penginderaan jauh itu harus dibarengi dengan kerangka umum atau kerangka pikir seperti itu, Bapak, Ibu ya. Bahwa data pengindaran jauh yang kita olah itu kita tujukan untuk yang sifatnya kajian distribusi spasial itu yang paling dangkal. Kemudian ee yang berikutnya kita juga bisa melakukan kajian terkait bagaimana perubahan atas satu parameter atau kualitas lingkungan. Misalnya bagaimana tingkat kehijauan vegetasi dari satu ke waktu ee yang lain seperti itu ya Bapak, Ibu ya. Kemudian ee yang paling tinggi memang itu mengarah kepada kajian pemodelan. Nah, pemodelan ini sebenarnya bisa diklasifikasikan lagi, Bapak, Ibu. Apakah pemodelan ini diarahkan hanya untuk meningkatkan akurasi hasil dengan ee biasanya kita mengkombinasikan data penginderaan jauh, kita kombinasikan dengan data ee pengukuran lapangan. Nah, data penginderan jauhnya itu biasanya ee digunakan untuk mendekati secara luas. Namun data lapangannya itu untuk memodelkan agar ee nilai pendekatan dari spasialnya itu lebih baik seperti itu. Kemudian ee data pengineran jauh juga bisa ee digunakan untuk pemodelan yang mengarah kepada prediksi seperti itu. bagaimana prediksi sebuah tutupan lahan di masa yang akan datang itu juga bisa di ee dapatkan. Begituun juga dengan pemodelan yang mengarah kepada ee pengambilan keputusan misalnya terkait dengan kesesuaian lahan atau ee kesesuaian ee suatu ee tujuan yang akan dicapai ya. Misalnya kita ingin membuat TPA dengan para tempat ee pembuangan akhir ya, Bapak, Ibu ya, atau pemesan asir akhir yang ee dia dibentuk kesesuaian TPA-nya itu berdasarkan beberapa parameter data pengindaran jauh misalnya, itu juga bisa didapatkan. Jadi tinggal Bapak Ibu ingin melaksanakan riset ee dapat pekerjaan perencanaan apa misalnya seperti itu. Tinggal Bapak Ibu tentukan Bapak Ibu ingin menggunakan kerangka pikir pada level yang paling dangkal, yang paling dasar sebagai visualisasi distribusi spasial saja atau sampai yang paling tinggi advance untuk ee pemodelan ee prediksi atau pemodelan ee kesesuaian. Next, kita mungkin langsung menuju ke studi kasus ya, Bapak, Ibu ya. ini beberapa ee kegiatan penelitian mungkin yang pernah ee dilaksanakan ee beberapa ee tim baik itu kolaborasi juga ya dengan mahasiswa atau dengan ee kolega yang lain. Bagaimana ee data penginderan jauh berupa citra satelit Sentinel 2A itu diolah menggunakan ee software Snap 7 versi 7 ya, Bapak, Ibu ya. itu mampu untuk mendekati ee kondisi lingkungan dan menentukan bagaimana status trofik dari air danau. Ini kebetulan ee objek kajiannya ada di Danau Warhanau di Lampung. Jadi ini kita mendekati dengan tiga parameter untuk menyusun status trofiknya. Di situ ada parameter klorofil A, di situ ada parameter kecerahan, kemudian di situ juga ada parameter total fosfor. Jadi ee dengan menggunakan kombinasi band yang menggunakan algoritma dari penelitian yang sudah ada sebelumnya, kita coba mendekati bagaimana kelimpahan klorofil A, bagaimana tingkat kecerahan, dan bagaimana ee konsentrasi total fosfor yang terkandung dalam perairan Danau Ranau. seperti yang ditunjukkan Bapak, Ibu bahwa memang ini ee berhasil untuk mewakili status ee perairan tersebut. Yang selanjutnya untuk menuju status trofik next itu kita perlu mengkonversi dari kelimpahan konsentrasi di masing-masing parameter tadi Bapak Ibu itu dikonversi ke pendekatan indeks. Jadi kalau tadi sebelumnya itu dia ee hanya dalam bentuk intensitas dan kelimpahan atau konsentrasi ya Bapak Ibu ya di perairan. Kemudian kita rubah ke indeks dengan ee rumus yang ada seperti itu untuk masing-masing ee parameter. Kemudian dimasukkan ke dalam ee rumus untuk menghitung bagaimana status trofik Danau Ranau. Jadi, status trofik perairan ini ee menggambarkan bagaimana tingkat kesuburan dari ee perairan tersebut yang arahnya adalah mengarah kepada ee bagaimana kualitas dari perairan itu. Kualitasnya dinilai dari tingkat kesuburan tadi, Bapak, Ibu ya. ee dan didapatkan bahwa ee danau ranau tersebut berada pada ee kelas ee 1 dan 2 ya Bapak Ibu yang di atas. Oke, next. Yang berikutnya ee kami juga pernah melakukan studi terkait dengan kekeringan lahan gambut di Provinsi Riau seperti itu menggunakan data-data ee berupa data pengineran jauhnya yang kita manfaatkan waktu itu dari Lansat 8 ya Bapak, Ibu ya untuk interval perekaman tahun 2018 sampai 2020 seperti itu. Kemudian coba kita kombinasikan, kita combine dengan data-data hasil perekaman stasiun pemantauan lahan gambut atau kita sebut ee Sipalaga. Ini dulu ee di tahun lalu ini Sipalaga masih dioperasikan oleh Badan Restorasi Gambut Mangrve ya, Bapak, Ibu ya, Bu Irgi. Namun sekarang nampaknya ee tidak dilanjutkan untuk Badan Restorasi gambut mangr tersebut. Em sebenarnya instrumen Cipalaga tersebut itu sangat baik ya Bapak Ibu ya data-datanya bagaimana bisa dimanfaatkan salah satunya contohnya untuk ee mendekati bagaimana kekerengan lahan gambut di Riau yang sensitif dan selama ini selalu ee terpapar oleh isu kebakaran hutan dan lahan seperti itu. Secara sederhana e kerangka pikir dari studi kekeringan lahan gabut ini bagaimana kita coba ee menilai kekeringan lahan tapi kita tidak menggunakan data lapangan, tapi bagaimana kita coba mengkombinasikan data lapangan dan data penginderaan jauh. Fungsinya tidak lain tidak bukan Bapak, Ibu ya, bahwa ee data lapangan itu kan hasil perekaman yang sifatnya adalah data diskrit. Artinya dia tidak kontinue, Bapak, Ibu. Nah, data yang diskrit tersebut itu berfungsi untuk ee memodelkan bagaimana data kontinue yang dihasilkan oleh data pengindraan jauh itu bisa diintervensi oleh si data lapangan ini. sehingga ee hasil pemodelannya itu tentu akan menghasilkan akurasi data spasial yang harusnya lebih baik dari sekedar kita hanya menggunakan data ee penginderaan jauh dalam hal ini lansa delapan. Next. Hasilnya Bapak Ibu di sini eh kita coba olah menggunakan normalized different vegetation index. kita menilai sejauh apa vegetasi kehijauan ee atau tingkat kehijauan vegetasi ya yang ada di lahan gambut Provinsi Riau. Kemudian kita juga ee menilai bagaimana temperatur dari lahan gambut tersebut. Kemudian dari dua ee hasil pemantauan dari data penginderaan jauh ini. Next. Ini coba kita lakukan. ee analisis hubungan keterkaitan secara sederhana menggunakan analisis ee skater plot ya Bapak Ibu atau ee linear sederhana. Dari sini ee kita mendapatkan bahwa memang ee keterkaitan antara vegetasi kerapatan atau maaf ee kerapatan vegetasi terhadap temperatur permukaan tanah itu memang memiliki ee korelasi yang cukup tinggi ya, Bapak, Ibu. Sehingga atas dasar ini, next, kita mampu untuk menghasilkan yang namanya ee temperatur vegetation density index. ini adalah ee kekeringan lahan, tapi kekeringan lahannya itu diapatkan melalui pendekatan ee tingkat kehijauan vegetasi seperti itu melalui hasil dari pendekatan skater plot antara vegetation index dengan lens suppli temperatur tadi. dalam format ee riset kami pada saat itu, kami membandingkan bagaimana tahun 2018 dan tahun 2000 19. Next. Kemudian 2019 dan 2020 ee bagaimana kecenderungannya ya Bapak Ibu? Karena kita tahu pada saat itu 2018 1920 itu tahun 2019-nya kita mengalami anomali iklim ya Bapak, Ibu ya. sehingga musim kemarau kita lebih panjang seperti itu. Nah, atas dasar itu kita coba mempelajari bagaimana temperatur lahan gambut yang dipengaruhi oleh adanya kemarau panjang akibat adanya anomali iklim. Kalau tidak salah 2019 itu anomali iklimnya itu tentang ee elino ya Bapak, Ibu ya, yang ada di Samdra Pasifik. Next. Kemudian ini kita ee validasi atau kita bandingkan dengan data-data hasil perekaman lapangan ya. Ini yang bintang-bintang ini. Ini ada stasiun pemantauan lahan gambutnya ya Bapak Ibu ya. Yang merekam tinggi muka air, yang merekam curah hujan, yang merekam kelembaban tanah. Nah, itu coba akan kita ee bandingkan terhadap ee nilai kekeringan lahan yang sudah kita hasilkan tadi. Next. Nah, hasil dari ee perbandingannya kita sajikan secara sederhana ya, Bapak, Ibu ya. Melalui perbandingan grafik saja. Ini dengan curah hujan. Next. Data curah hujannya dapatnya yang dari Sipalaga ya, Bapak, Ibu ya. Kemudian ini juga kita bandingkan dengan tinggi muka air gambut. Next. Kemudian ee kita bandingkan juga dengan kelembapan tanah atau soer yang dihasilkan. Next. Ini ee dibandingkan dengan ee hotspot ya, Bapak, Ibu ya ee atau ee kebakaran lahan gambut. Next. itu ee Bapak Ibu untuk yang ee studi kasus berikutnya yang terakhir ini. ini ee saya coba menyajikan bagaimana penginderaan jauh khususnya untuk teknologi pemetaan udara ya foto udara itu mampu kita manfaatkan untuk mendekati nilai volume timbunan sampah yang ada di tempat pembuangan air. Ini kas studi kasusnya di TPA Bakung yang ada di Kota Bandar Lampung. kita coba ee mengukur bagaimana timbunannya. Kita mulai dengan meletakkan posisi ground control point dan independent control point-nya GCP dan ICP. Kemudian kita men-setting bagaimana jalur terbang dari ee foto udara yang nantinya akan kita hasilkan. Kemudian kita lakukan pengukuran untuk GCPICP menggunakan GNSS ee tipe geodetik. Kemudian kita juga ee laksanakan misi terbangnya. Next. Dari hasil itu kita coba olah untuk dapatkan digital elevation modelnya. Dan berdasarkan DM eh digital elevation model dan dibandingkan terhadap eh tinggi elevasi muka tanah yang ada di masterplnya ya Bapak Ibu ya itu kita bisa mendapatkan yang namanya volume timbunan sampah. Nah, pada saat itu kami coba membandingkan bagaimana ee timbunan sampah yang ada sekarang pada saat itu tahun 2022 ee itu dibandingkan dengan berapa banyak ritasi truk timbunan sampah yang masuk ke dalam TPA. Jadi kita bisa membandingkan kemudian kita hitung bagaimana proyeksi timbunan sampah yang akan masuk ke dalam TPA. Nah, dari hasil perbandingan antara proyeksi itu kita hitung dan ternyata kita dapat di antara tahun 2024 dan 2025 itu TPA akan mengalami yang namanya overload seperti itu. Jadi, e TPA akan penuh pada interval 2024. menuju 2025. Dan ee tadi yang terlewat bahwa hasil pengukuran dari foto udara ini ini ternyata ee memenuhi ee akurasi kelas 1 ya, Bapak, Ibu ya. Kalau dilihat dari ee CE90 dan linear error 90-nya kalau dibandingkan dengan SNI tentang ketelitian peta dasar. Nah, dari hasil ini kita tahu bahwa tahun 2024 menuju 2025 TPA akan penuh dan apa ee fakta lapangannya Bapak Ibu. Next. Ternyata di tahun 2025 Bapak Ibu kita ee atau Kota Bandar Lampung itu mengalami ee penyegelan terhadap TPA Bakung ya Bapak, Ibu ya. Jadi, TPH Bakung itu di ee akhir 2024 itu mengalami ee penyegelan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada saat itu. Nah, ini semakin ee menyadarkan kita bahwa sebenarnya teknologi ee penginderaan jauh ee dalam eksekusi pendekatan kondisi lingkungan itu ternyata dirasa cukup mampu untuk ee mewakili fakta yang ada di lapangan bahkan ketika kita berbicara untuk proyeksi sekalipun. Next. Saya rasa itu ee Bapak, Ibu beberapa studi kasus sehingga kita masuk kepada kesimpulan ee secara sederhana saja bahwa penginderaan jauh sampai ee saat ini itu masih menjadi salah satu sumber data yang cukup memegang peran penting dalam ee berbagai kajian lingkungan. Yang kedua, bagaimana pemanfaatan data penginderaan jauh itu dia ee ber mengambil posisi sebagai representasi kondisi lingkungan atau dia meningkatkan akurasi dari hasil atau juga bisa dimaknai sebagai data ee data pengindaran jauh itu sebagai bank data. Kemudian juga ee dalam konteks perencanaan ee data penginderaan jauh yang sudah diolah menghasilkan informasi itu bisa juga menghasilkan pengambilan keputusan untuk ee pengambilan keputusan ya Bapak Ibu. Yang terakhir, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau ya, Bapak, Ibu ya, saat ini ya, itu sebenarnya harus dimaknai sebagai peluang besar bahwa penginderaan jauh itu sebenarnya bisa menjadi pilihan utama untuk mendekati studi lingkungan hingga skala menengah dan menuju detail seperti itu. Tapi tentu perlu di ee barengi juga dengan ee resolusi spasial dan temporalnya tadi ya, Bapak, Ibu ya. Yang sudah kita bahas khususnya untuk lingkup pemantauan kualitas lingkungan. Next. Saya rasa itu Bapak Ibu ee sedikit sharing season dari saya. Jadi ee kalau ada salah dalam penyampaian atau ada yang ee belum jelas seperti itu saya mohon maaf. ee mungkin kita bisa lanjutkan ke sesi diskusi. Saya kembalikan kepada moderator, ya. Baik. Ee terima kasih banyak at kepada Pak Raden atas pemaparan materinya yang sangat informatif dan membuka wawasan kita semuanya. Dan baik Bapak Ibu semuanya, kita juga sudah mendengarkan penjelasan yang komprehensif tadi dimulai dari konsep dasar penginderan jauh kemudian hingga pemanfaatan penginderan jauh untuk menganalisis permasalahan lingkungan. Dan untuk itu kita akan lanjutkan pada sesi diskusi atau tanya jawab yang di mana untuk tanya jawab pertama itu dari aplikasi Slido terlebih dahulu. Dan di sini sudah ada 11 pertanyaan Pak Raden dan mungkin ee kepada Pak Raden bisa langsung saja untuk menjawabnya satu per satu persatu pertanyaannya. Baik, terima kasih. Em yang pertama, bagaimana langkah pengerjaan ee penginderaan jauh mengkaji perubahan kualitas air waduk yang difungsikan sebagai tempat wisata, data dan metode yang diinginkan agar menjadi disertasi yang berbobot dan menarik. Wah, ini berat ini mau mengarah ke disertasi ya, Bapak, Ibu ya. Jadi harus ada novelty yang ditawarkan ya. Jadi memang kecenderungannya Bapak Ibu kalau data pengindraan jauh untuk ee targetnya itu adalah produk pendidikan yang tertinggi ya Bapak Ibu ini disertasi S3 memang banyak mengarahkan kepada pemodelan. Bagaimana pemodelan itu akan menghasilkan ee rumus algoritma yang itu dinilai sebuah novelty ya Bapak, Ibu ya. Nah, itu itu ee jawaban pertamanya Bapak, Ibu. Nah, tinggal pengerjaannya. Nah, kalau pengerjaannya tadi itu Bapak, Ibu ee bisa dilihat dari tahapan sederhana tadi itu ya, bagaimana memahami permasalahan sampai menentukan data dan menghasilkan informasi seperti itu. Kalau yang Waduk tadi yang studi kasus saya itu sederhana aja Bapak, Ibu. Jadi kita enggak membangun model, tapi kita menggunakan model algoritma dari penelitian orang. Terus kita pakai karena kita rasa itu mendekati kondisi WADO yang kita akan kaji. Kemudian ee kita pakai algoritmanya. Nah, algoritmanya itu akan mengkombinasikan band-band hasil perekaman dari citra satelitnya. Dalam hal ini citra satelitnya yang saya pakai adalah ee Sentinel 2. Sentinelnya Sentinel 2A. Jadi begitu ya Bapak Ibu mudah-mudahan menjawab seperti itu. Kemudian untuk yang kedua, bagaimana pengindaran jauh dimanfaatkan untuk memantau dampak tambang batubara dengan perangkat sederhana. ee kalau dampak pertambangan batu bara mungkin Bapak Ibu ya. Jadi kayak semacam ee debu terbang ya kayak fly as bottom as-nya seperti itu ya atau debu di jalan hasil dari ee transport batuara ya Bapak Ibu ya. Ee kalau dari skill-nya Bapak, Ibu ya, mungkin saya kalau diminta untuk mempelajari itu saya lebih memilih untuk menggunakan ee foto udara ya, Bapak, Ibu ya. Tidak saya arahkan kepada data citra satelit karena kalau ee mengarahnya kepada penggunaan data citra satelit harga mati itu kayaknya harus menggunakan yang resolusi tinggi Bapak, Ibu ya. Nah, resolusi tinggi itu biasanya berbayar dan cukup besar. Ee kalau saya sih lebih memilih nerbangin drone aja Bapak Ibu untuk ee akuisisi datanya. Tinggal bagaimana ee wahana pesawat nir awaknya itu saya bekali dengan sensor. Nah, sensornya tergantung. Kita sensornya mau mempelajari tentang sensornya sensor apa ee terkait dengan ee debu partikulat seperti itu ya. atau mau mengarah ke ee gas seperti itu. Jadi kalau untuk ee pemantauan dampak tambang batubara ya saya memaknainya demikian ya Bapak Ibu ya. Mudah-mudahan menjawab. Kemudian ini ada dari Jogja, Pak Haris Longke. Bagaimana cara masyarakat umum termasuk pelajar dapat memanfaatkan informasi dari penginderaan jauh untuk meningkatkan kesadaran lingkungan? Nah, ini kalau mau belajar pemanfaatan datanya sebenarnya sekarang sudah banyak Bapak Ibu ya ee panduan-panduan. Bahkan kalau di YouTube-YouTube itu Bapak Ibu ee di YouTube itu step by step-nya itu udah sangat rigid sekali Bapak itu. Bagaimana habis ngeklik ini, ngeklik ini, setelah download ini diapain lagi gitu. Jadi tinggal ngikutin aja. Saya rasa kalau untuk ee pemprosisan data penginderaan jauh itu tidak akan sangat sulit untuk mendapatkan ee bagaimana cara eksekusinya. Kemudian kalau untuk yang software-software terkadang itu juga udah ada komunitasnya Bapak, Ibu ya. Kayak misalnya Google Earth Engine tuh yang baru-baru ini kan e banyak dipakai itu untuk eh generate script-nya itu udah cukup banyak Bapak Ibu komunitas-komunitas ee untuk sharing ee pengetahuan terkait dengan script yang ee ada di dalam ee Google Earth engine. Sementara kalau untuk meningkatkan kesadaran lingkungan saya lebih memaknainya ke arah literasi saja sih, Bapak Ibu ya. Jadi, bagaimana ee kebiasaan membaca kita itu justru yang ee mampu menyadarkan kita bahwa ee kita perlu menjaga. Kemudian cara menjaganya juga itu bisa kita dapatkan dengan fakta-fakta yang sudah kita literasi seperti itu. Mudah-mudahan menjawab, Pak Haris. Kemudian dari Pak Pak atau Mbak ini ya, Maulina Rizki Amaliah, Mbak kayaknya ya atau Ibu. Seberapa sering data pengindaran jauh diperbaharui agar bisa digunakan untuk pemantauan berkelanjutan. Ah, ini ini poin bagus nih pertanyaannya Bapak, Ibu ya. Jadi ee kita tuh kalau mau mempelajari tentang studi kasus perubahan ee membandingkan data perekaman satu dengan yang lain itu tuh kira-kira paling tepatnya itu per interval berapa? Saya memahami pertanyaannya begitu ya Bapak Ibu ya. Jadi kalau antara satu kajian dengan kajian yang lain tentu akan berbeda-beda ya Bapak Ibu ya. Misalnya kita ingin mengidentifikasi perubahan tutupan lahan. Perubahan tutupan lahan yang terjadi di kawasan urban dengan kawasan ee hutan tentu dia akan memiliki interval perubahan yang berbeda ya, Bapak, Ibu ya. Untuk yang kawasan hutan yang masih terjaga tentu mungkin perubahan tutupan lahannya dalam 1 2 3 atau 5 tahun itu mungkin tidak akan terlihat begitu jelas Bapak Ibu. Tapi kalau untuk kawasan urban perkotaan, dinamika perubahan ee kawasan itu itu mungkin antara 1 tahun, 2 tahun itu mungkin sudah bisa terlihat ya, Bapak, Ibu ya. bagaimana ee area-area yang bervegetasi mungkin hilang, berkurang, kemudian area-area yang terbangun semakin bertambah seperti itu. Jadi ee kembali lagi ee Bu Rizki ya terkait dengan ee kajian apa yang akan di ee laksanakan. Izin bertanya ini dari Mas Roni. Pak Roni, peranan pemantauan perubahan kualitas lingkungan dengan menggunakan pengindraan jauh untuk suatu proyek konstruksi khususnya em kebutuhannya kalau saya ee lihat dari kacamata ini kebutuhan-kebutuhan detail ya Bapak Ibu ya. Ee ini juga saya rasa saya akan lebih memilih menggunakan ee teknologi-teknologi pengindraan jauh yang ee ee yang skala detail ya, seperti foto udara ya, Bapak, Ibu ya. Jadi, bagaimana kita mengakuisisi data foto sebelum dan sesudah. Tapi untuk ee large scale-nya itu bisa di pelajari menggunakan data pengindraan jauh seperti itu. Saya rasa itu ini Ibu moderator harus dibacain, harus ditanggapi semua nih. Iya, Pak. Biasanya gitu. Ini udah hasil dari apa? Di filter juga, Pak. Oke. Iya. Heeh. Enggak apa-apa berarti ee teman-teman yang mengikuti cukup ee ingin banyak tahu ya Bapak Ibu ya terkait dengan penginduran jauh. Kemudian yang ee berikutnya dari Bu atau Bapak Dias nih ya. Apakah metode penginderaan jauh saat ini sudah bisa memberikan nilai kuantitatif yang bisa dijadikan data pembanding utamanya terkait IKLH? Ini indeks kualitas lingkungan hidup ya kita bicaranya ya berarti ya menjadi pembanding utama. Jawabannya bisa Bapak, Ibu. Bahkan ee kajian-kajian kebencanaan saat ini itu dominan juga banyak menggunakan data pembanding ee penginderaan jauh khususnya untuk ee ketersediaan data ya Bapak, Ibu ya. Karena penginderaan jauh ini sebenarnya kalau berkaitan dengan ketersediaan data ini adalah salah satu metode yang paling powerful loh Bapak Ibu. Ee data citra satelit lansat itu, Bapak Ibu itu dari tahun 090-an itu sudah ada, Bapak Ibu. Jadi kalau Bapak Ibu mau mempelajari kualitas lingkungan misalnya tutupan lahan gitu ya di era-era 8090-an sangat-sangat bisa menggunakan data ee itu. Sekarang pertanyaan saya mana ada lagi data ee yang sekian tahun dari zaman dulu ya itu tersedia gitu dan masih bisa diolah gitu ya, kualitasnya tidak menurun begitu maksud saya. Jadi ee sangat-sangat bisa terkait dengan indeks kualitas lingkungan hidup ya. Ee tinggal parameternya aja Bapak Ibu ee mau dibandingkannya dalam konteks apa. Misalnya kalau kualitas air perairan ya di suatu sungai. Tentu kalau sungainya ee enggak besar ya, skalanya kecil termasuk sungai kecil gitu ya, tentu ee data citra satelit enggak enggak enggak mampu untuk mendapatkan data itu kalau untuk resolusi menengah ke bawah. Nah, untuk pembanding utamanya kita bisa memanfaatkan data-data pengindaran jauh pada level kurasi tinggi. Itu itu sangat memungkinkan Bapak, Ibu dengan mengkombinasikan ee atau menggunakan algoritma dan komposit band sesuai dengan ee kebutuhan parameter yang akan diamati. Jenis data untuk mengetahui kualitas air tanah menggunakan
Resume
Categories