Webinar 139 Dari Emisi ke Penyakit: Dampak Kesehatan Polusi Udara
ESPBS7QMZsg • 2026-01-15
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarak. wabarakatuh. Waalaikumsalam rekan sekalian ya. Ya, selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko ke-139. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Dan hari ini webinar Edu akan mengangkat tema dari emisi ke penyakit dampak kesehatan polusi udara. Dan perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik Bapak Ibu semuanya sebelum kita mulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. Untuk itu berdoa dipersilakan. Doa dicukupkan. Untuk acara selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk tegak. [musik] Baik ee Bapak Ibu semuanya untuk selanjutnya izinkan saya mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami, yakni yang pertama adalah pelatihan perhitungan emisi gas rumah kaca atau GRK dan perdagangan karbon gelombang 22 mohon maaf gelombang 22 yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 23 Januari 2026. Kemudian pada minggu yang sama yaitu kami akan mengadakan pelatihan pemodelan kualitas air sungai Qual tuki dan wasp gelombang 21 dan yang di mana untuk kedua pelatihan ini Bapak Ibu cukup melakukan biaya investasi sebesar Rp3.600.000 karena untuk harga early bird-nya ini sudah selesai Bapak Ibu semuanya. Namun tidak perlu khawatir pada tanggal pada tanggal yang sama juga tanggal 19 hingga 23 Januari 2026 kami juga di sini akan akan mengadakan pelatihan dengan sertifikasi BNSP yaitu pelatihan dan sertifikasi penanggung jawab pengendalian pencemaran udara atau PPPU gelombang 4 yang di mana untuk ee pelatihan ini mendapatkan diskon 10% apabila Bapak Ibu melakukan pembayarannya hingga 18 Januari. 2026. Baik, untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi admin kami di Anto dan Nisa. Kemudian juga kami memiliki ee sosial media yang dapat dikunjungi dapat dikunjungi melalui Instagram, YouTube channel, Facebook X dan juga website resmi kami di www.ecoedu.co.id. Dan juga apabila Bapak Ibu yang tertarik langsung untuk mendaftar, silakan diakses saja pada pendaftaran.co.id. Dan selain itu juga kami terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline maupun online sesuai dengan permintaan dari instansi atau perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami tunggu Bapak Ibu semuanya di pelatihan kami. Oke. Baik Bapak Ibu. Selanjutnya kita akan langsung saja masuk pada kegiatan utama kita yang di mana webinar kali ini akan berdiskusi mengenai dari emisi ke penyakit, dampak kesehatan, polusi udara, dan tentu saja kami juga telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan wawasan materi wawasan dan materi yang bermanfaat ini. Dan baik ee perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu ada Prof. Dr. Haryanto, SKM, MKes, MSC. Beliau merupakan guru besar kesehatan lingkungan di Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ketua Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia. Dan kebetulan juga Prof. Budi sudah ada di dalam ruangan Zoom. Selamat pagi menjelang siang, Prof. Budi. Iya, selamat pagi. Ya, bagaimana Prof kabarnya? Alhamdulillah sehat. Salam sehat ya untuk semuanya ya. Amin ya rabbal Amin ya rabbal alamin, Prof. Mudah-mudahan kita semua dalam lindungan kesehatan ya. Baik Prof. Mungkin sebelum kita mulai izinkan saya untuk menyampaikan beberapa teknis terlebih dahulu. yaitu yang pertama adalah untuk pemaparan akan dilaksanakan selama 1 seteng jam kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang di mana sesi tanya jawab ini akan menggunakan aplikasi Slido dan juga tanya jawab langsung secara tanya jawab secara langsung di dengan peserta Zoom dan baik untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Prof. Budi dan kepada Bapak Ibu semuanya selamat mengikuti acara webinar ini. Baik, terima kasih. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat ya, salam sejahtera untuk ee kita semua. Saya akan share screen dulu. Oke, mudah-mudahan sudah terlihat ya. Ee sudah ya, Prof. Oke. Ee baik, sesuai dengan ee yang dijadwalkan ee saya diminta untuk mengisi ee tentang polusi udara ya khususnya namun ee ee lebih ke efek kesehatannya, efek penyakitnya. Nah, ini sebenarnya yang masih ee banyak kita ee kalau boleh mengatakan kita abaikan ya. Nah, untuk itu ee saya sangat ee menghargai sekali ee diundang untuk sharing ini di ee teman-teman semuanya karena kami sudah melakukan bertahun-tahun untuk melakukan riset-risetch yang tujuannya adalah untuk membuktikan memberikan bukti ee kepada para pembuat keputusan, para akademisi dan bahkan di seminar-seminar internasional ya ee yang mereka juga melakukan hal yang sama ee untuk menggugah ee para decision maker yang ada di Indonesia terutama ee bahwa selama ini kita sudah eh suffering ya sudah suffer sudah menderita karena adanya polusi udara itu Tapi kenapa kok mereka tidak menyadari itu semua atau sadar-sadar sedikit? Maka ee mari kita ikuti sama-sama ya apa yang terjadi sebenarnya. Oke. Ee ini adalah ee judulnya dari emisi ke penyakit ya dampak kesehatan polusi udara. Kita mulai saja. ini ee seperti tadi saya sebut bahwa polusi udara itu ee merupakan risiko terbesar kesehatan lingkungan global ya. Jadi di seluruh dunia ini ee masalah polusi udara memang menjadi ee hal yang penting ya. Nah, ini ee dikeluarkan oleh eh World Health Organization ya. Jadi regresisi kesehatan dunia di bawah PBB tahun 2019 bahwa dari 10 penyakit, 10 ancaman penyakit di global ini, di planet kita ini yang terbesar risikonya karena polusi udara. Jadi polusi udara yang terbesar. Nah, ee ini ee sudah tentu melebihi dari ancaman ee pencemaran air ya ancaman pencem ee kontaminasi makanan dan yang lainnya. Nah, ee seluruh dunia juga konsent upaya-upaya yang dilakukan luar biasa yang berhasil ee itu adalah ee Cina dan sekarang lagi dipubuhi oleh ee Thailand ya itu ee mereka menunjukkan progres yang sangat-sangat ee signifikan ee dalam upaya menurunkan polusi daerah dan utamanya adalah melindung lindungi warganya akibat penyakit-penyakit dari polusi udara. Baik, ini ee yang dirilis tahun 2025 kemarin oleh eh Soga ya singkatannya Soga, State of Global Air tahun 2025 ini bisa di-download ya. Nah, jadi tinggal cari aja Soga State of Global Air eh 2025 itu yang terbaru tiap tahun mereka merilis itu ee lumayan ya sekitar 200 halaman gitu. Tapi bagus kalau punya itu punya ee pegangan ini karena ini adalah fakta-fakta yang terjadi di dunia tentang polusi udara. Nah, ee orientasinya juga kembali lagi ketika ngomong polusi udara, maka yang diomongin adalah bagaimana dampaknya, bagaimana akibatnya terhadap manusianya. Nah, dari di awal ee dari ee laporan ini selalu disebutkan adalah efek polusi udara terhadap kematian. Ya. Jadi kita bisa lihat di sini, jadi sekitar 8 juta orang ee itu meninggal terkait dengan penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh polusi udara ya. 8 jutaan yang meninggal. Terus kemudian kalau ee ini yang ee disebutkan juga yang data terakhir tahun 2023 ee 90% kematian ee dimensia dimensia ee pada usia di atas 60 tahun e atau gini 95% persen kematian mereka-mereka yang di atas ee 60 tahun itu disebabkan oleh penyakit-penyakit tidak menular. Nah, ee ee oke nanti kita akan ke sana juga ee karena kita ee mungkin sebagai bayangan awal ya atau patokan awal bahwa kita ee penyakit itu terbagi jadi dua yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. kita kenal misalnya flu, demang berdarah, malaria, ee TBC itu penyakit menular semua. Sementara penyakit-penyakit tidak menular itu yang tidak terlihat tahu-tahu ee ketika ee gejala sakit, ada gejala sakit, maka ee ketika diperiksakan diobati sudah di stadium yang ee berbahaya. Jadi misalnya stadium 3, stadium 4 gitu yang sudah tidak tertolong lagi. Nah, itu karena berbagai macam bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh dan tidak bisa terdeteksi seperti halnya penyakit penyakit menular. Kalau kita flu, kita TB kan K TBC kan kelihatan. Oke. Nah, lalu ee kembali ke sini lagi. Jadi ee kematian karena penyakit-penyakit tidak menular itu ee sekitar 7 juta ya atau sekitar 86% ee terkait dengan polusi udara. Lalu kita bisa lihat di sini ee ringkasannya ya. Satu dari dua orang ya itu meninggal karena ee COPD PPOK yaitu di bahasa Indonesianya penyakit paru obstruktif kronis. Jadi ini penyakit paru jangka panjang karena paparan polusi udara jangka panjang setiap hari ya, setiap jam, setiap hari, setiap ee sampai e seminggu, 2 minggu, 3 minggu, sebulan, dan tahunan yang kita tidak tahu. Terus karena kita menghirup udara yang kita tidak tahu apa itu isinya dan kita berada di mana, udaranya seperti apa kita tidak tahu. Yang penting bernaapas saja terus. Nah, itu ee senya kimia yang ada di tempat-tempat yang kita lewati, kita kunjungi, kita berada itu ee akan masuk ke dalam paru-paru dan kalau itu isinya adalah penyemar udara, maka ee satu dari orang itu meninggal karena ee PPOK ini penyakit paruonis ee yang terkait dengan polusi udara. Terus kalau yang mereka yang dimensia gangguan-gangguan pada ee otak ya ee itu ee satu dari empat orang berarti 25% dari kita. Kalau tadi 50% kan tinggi sekali itu. Terus yang meninggal karena penyakit jantung yang terkait dengan polusi udara adalah satu dari 4 orang 25% dari kita. Jadi kalau sekarang kita hitung mudah-mudahan amin-amin enggak terjadi ya. E sekitar kalau kita sekira sekarang 400-an orang itu 100nya berisiko. Oke. Terus kemudian satu dari enam orang ya ini ee meninggal karena diabetes. Nah, ee sebenarnya indikatornya supaya kita menyadari ya, indikatornya mudah sekali. Kan sekarang ini kalau kita melihat sekitar kita, ya, teman-teman kita, saudara kita, tetangga kita, itu kan ee ada aja masalah yang misalnya mereka diabet, cuci darah gitu ya, karena masalah ginjal ya. Terus kemudian ee ee dikit-dikit ada yang ee menceritakan ada yang terkena kanser ya, kenyangnya kerut. Terus kemudian ada masalah-masalah jantung yang harus di apa namanya sumbatannya harus di pasang ring bahkan ada yang di ee bypass gitu. Itu kan menjadi semakin banyak sekarang ini dibandingkan dengan dulu waktu kita masih ee lebih muda ya. sekarang lebih banyak lagi ee di sekitar kita. Nah, jadi ee marilah kita sadari bahwa ternyata peran polusi udara itu sangat besar untuk menjadikan penderitaan-penderitaan seperti itu. Nah, kemudian kalau kita lihat dari berbagai sumber untuk konfirmasi aja bahwa tadi ee kematian akibat penyakit-penyakit terkait polusi udara itu kalau dari WHO tadi kan sekitar 7 sampai 8 juta ya yang meninggal. Terus kemudian dari ee ini EHM ya, IHME ini adalah yang melakukan perhitungan matriks. Kita juga bisa akses itu secara online ya di eh Global burden of disease ya istilahnya. Dia melaporkan setiap saat juga itu sekitar 7 juta yang meninggal. Terus kemudian ada riset yang ee selalu melaporkan juga ee itu sekitar 9 juta yang meninggal akibat penyakit-penyakit dengan polusi udara. Terus kemudian ee padahal beberapa tahun sebelumnya, 6 tahun sebelumnya itu hanya e yang meninggal itu sekitar 3,3. Jadi meningkatnya dua kali lipat lebih ya. dan ee dari sumber lain menyebutkan hampir 9 juta juga yang meninggal akibat korupsi darah. Nah, dengan data-data dari berbagai sumber seperti ini dengan ee masing-masing dengan keakuratannya dan ternyata di sekitaran 7 juta sampai 8 juta hampir 9 juta, maka ee kita harus mempercayai ya bahwa betul risiko kematian akibat polusi udara ini memang serius. besar sekali masalahnya. Baik, terus dari mana sebenarnya ee polusi udara itu terjadi? Kita sebenarnya sudah tahu persis ya selama ini ada pembakaran bahan bakar fosil ya. Kita menggunakan bahan bakar minyak ya, ada solar, ada bensin gitu. Nah, kenapa kok kemudian dia jadi ee jadi masalah utama? karena ee kualitas bahan bakarnya ya, kualitas bahan bakar yang kita pergunakan itu masih di bawah ee standar aman untuk kesehatan. Nah, kalau istilahnya di internasional itu ee standar euro, euro ya, Euro Standard Euro kalau paling ee rendah untuk bisa dikatakan risikonya rendah bagi kesehatan itu ee standarnya Euro 2. Nah, Euro 2 itu setara dengan ee pertamaks ya, Pertamak yang 92 oktan itu. Jadi kita kalau menggunakan pertamak itu Euro 2. Sementara e dari laporan ee ESDM ya ee kita masih 92% dari kita di Indonesia itu menggunakan Pert Euro 2 di bawah Pertama Max ya. Nah, Pertal Live itu 92% yang mempergunakannya dan itu ee lebih tinggi ee kandungan sulfurnya. Jadi euro standar euro itu dihitung dari kandungan sulfur. Kalau euro 2 itu 500 ppm. Kalau ee yang dicampurkan dalam bensin solar dan kemudian kalau di ee sebelum standar Euro 2 misalnya Euro 1 atau tidak masuk Euro itu di atasnya. Nah, ee Pertal itu Pertamak 90 eh sori. Pertal itu adalah oktannya riset oktan number-nya itu 90 itu masih di bawah itu di bawah ee pertamak dan kualitas yang dicampurkan dari sulfurnya di bensin itu semakin banyak. Ada yang sampai 700, ada yang sampai 1.000 gitu. Bahkan untuk solar yang kualitasnya rendah. solar. Solar yang digunakan oleh ee PLN ya. Ya, kita harus ee menyadari itu masih digunakan oleh PLN, masih digunakan oleh industri ya itu ee standar atau ee sulfurnya itu masih di atas ee 1.000 malah. Nah, itu berarti kotor sekali. Nah, di Indonesia masih menggunakan itu menggunakan standar Euro 2 sebagian. Jadi yang yang menggunakan Euro 2 ke atas itu di Indonesia tinggal sisanya kan 8% aja. Kalau 9 2%-nya itu di masih kurang memenuhi syarat kesehatan. Nah, hanya 8% bahan bakar yang digunakan yang memenuhi syarat kesehatan. Nah, ee kita bisa bayangkan ya. Jadi hanya 8% dari kita menggunakan bahan bakar bersih. Nah, ee kita juga sudah punya standar yang lebih bagus lagi yaitu Euro 4. Itu pertama green ya, selevel pertama green itu yang oktan numbernya itu 95. Terus kemudian ada juga Euro 6 standarnya itu yang pertama turbo 98. Oktannya itu semakin bersih. Nah, di negara-negara sekitar kita sudah pada menggunakan Euro 4 ya. Jadi ee sulfurnya yang dikandung dalam bahan bakarnya itu cuma 50 ppm 1/10 dari Pertamax ya. Nah, itu lebih bersih dan negara-negara maju sudah pada menggunakan Euro 6 ee pertama turbo gitu. itu bersih, lebih bersih lagi. Oke, itu masalah ee kenapa kok ee selalu diributkan ya sarana transportasi jadi penyumbang utama ee polusi udara dan kalau kita berada di sarana tadi ee di sekitar ee jalan raya apalagi yang macet itu maka itu resikonya semakin tinggi ya. Karena kualitas bahan bakar yang digunakan 92% ee kendaraan yang ada di jalan itu ee kualitasnya rendah gitu. Baik. Ee sumber polusi yang lain adalah emisi industri ya. Nah, ini emisi industri sebenarnya adalah buangan-buangan dari proses industri, emisi-emisi dari proses industri dan juga di sana ee kontribusi dari bahan bakar yang digunakan itu sangat besar. Seperti kita tahu kan ya tadi saya singgung bahwa ee ada solar murah untuk industri. Nah, itu kan ee kualitasnya kotor. Jadi, kalau ketika itu dibakar untuk diambil energinya untuk proses produksi ya berada di mana-mana gitu. Terus kemudian polusi udara dalam ruang banyak ya. Misalnya kalau masih menggunakan minyak tanah, menggunakan ee kayu ya, kayu bakar gitu. di beberapa wilayah di pedesaan juga masih menggunakan itu. Terus kemudian ada rokok ya, rokok di dalam ruang dan ee polusi macam-macam ya misalnya bahan-bahan asbes dan sebagainya. Nah, itu ee polusi udara dalam ruang yang ee bermacam-macam ee sumbernya termasuk juga yang dari luar ee rumah itu kan juga masuk. Terus kebakaran hutan sumber lainnya kita sudah tahu bahwa kebakaran hutan sudah jelas ee me apa namanya menimbulkan banyaknya polutan. Terus kemudian kegiatan pertanian ya. Terus kemudian bakar-bakaran kalau habis itu ya habis ee habis panen ya damennya. Damen kan bahasa Indonesia eh bahasa Jawa ya. Damen itu apa? Wis pokoknya mudah-mudahan ngertilah damen apa itu yang ee sisa-sisa apa batang batang padi itu. Terus kemudian produk kimia dan sintesis. Sintetis kemudian proses pembukaan mikroba, terus kemudian transportasi ternyata di masuk di sana. maksudnya adalah transportasi tidak hanya yang di darat ya, tapi juga di di laut, di udara ya yang digunakan. Ee terus kemudian pembakaran sampah secara terbuka ini yang jadi masalah di kota-kota besar sekarang ini ya. Ee meskipun sudah dilarang tapi ya banyak masih banyak yang nakal. Kemudian ee dari pertambangan ya, pertambangan kita harus lihat juga ee misalnya nih ee batubara gitu ya. Batubara kan sekarang dianggap e bukan lagi bahan berbahaya ya, bahan berajaya. Nah, sehingga mereka transportasinya baik pakai truk, pakai tongkang ya itu terbuka ya tanpa tertutup sehingga ee polutan-polutannya itu ee ya ee banyak yang tidak terlihat ya saking kecilnya itu ee berterbangan di mana-mana dan karena manusia ada di sana ya manusianya bernafas dengan memasukkan ee polutan polutannya gitu. Simpanlah di dalam paru-paru kemudian tersebar ke seluruh tubuh. Nah, ee polutannya atau pencemahannya itu apa saja sih? Ya, kita ee sebut ini adalah ee partikulat mater ya. Partikulat ya itu ada yang BM, ada yang BM 2,5 ya. Terus ada yang berupa gas-gas, terus kemudian ee gas-gas yang ee apa ee yang sifatnya seperti ee sulfur, kemudian ee nitroken oksida, terus pembakaran yang tidak sempurna itu mengeluar selalu mengeluarkan CO dan hampir tidak ada pembakaran yang sempurna ya. terus kemudian gabungan dari ee polutan-polutan yang lain ya ee termasuk ozon dan sebagainya. Nah, diberbarengan dengan ee bakar-bakaran untuk kepentingan energi tadi ya kan ee bahan bakar bahan minyak itu dibakar untuk menghasilkan panas supaya bisa menggerakkan mesin mobil mesin kendaraan ya. Nah, itu energi yang diperlukan. Ketika setiap pembagaran itu terjadi, maka berbagai macam polutan ini akan keluar, baik berupa bas maupun berupa ee partikulat ya. Termasuk juga di sana adalah eh greenhus gasis ya. Gas-gas yang bisa menjadikan ee gas rumah kaca. Gas-gas rumah kaca itu juga diajarkan ketika ee secara berbarengan ketika terjadi pembakaran tersebut. Nah, inilah yang kemudian naik ke ee atmosfer ee terus kemudian membuat atap gas ee gas-gas rumah kaca di atmosfer kita ya di atas permukaan bumi. Nah, itu yang kemudian menghalangi sinar matahari yang kemudian terjadi pemanasan global. Pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim. Nah, jadi semua terkait nih evolusi udara dengan perubahan iklim gandengan semua barengan. Nah, sementara perubahan iklim nanti ee pada musim kemarau memberikan peluang terjadinya produksi udara yang semakin banyak. Nah, jadi ee itu sangat terkait ya ketika makanya seringki ada statement ee perubahan iklim dan polusi udara gitu karena memang barengan. Baik. Nah, ini yang saya kira penting. Makanya saya sebutkan di sini ee partikulat meter itu apa sih? Ada kita kan sudah sangat familiar ada PM 10, ada PM 2,5 gitu ya. Sekarang yang paling ramai PM 2,5 gitu kan. Nah, sebenarnya ee ini PM Sulung maupun PM 2,5 karter itu ee itu adalah ukuran ukuran material, ukuran partikulat yang ada di udara. Nah, kenapa kemudian hanya yang dipentingkan hanya 10 ya BM 10 mikron ya ini 10 mikron meter diameternya dan kemudian ada ee 2, 15 mikronm. Kenapa ee kemudian ukuran ini jadi penting? Karena ee apa kaitannya adalah sebenarnya dari kesehatan. Jadi yang menentukan ukuran ini yang kemudian digunakan oleh teman-teman dari lingkungan dan sebagainya di seluruh dunia itu adalah karena masalah dengan kesehatan ya. Ee kalau dulu bentar mana yang duluan? Oke. Ee nah ukuran itu jadi ini di dikategorikan dalam ukuran. Nah, kenapa kok padahal kan tadi polusi udara, polutan udara itu kan banyak ya, ada partikel, ada gas, ada senyawa kimia yang lain gitu ya. Nah, itu kan banyak macam-macam. Kenapa kok justru yang jadi perhatian BM10 dan BM2,5? Karena ini PM10 itu adalah partikel-partikel yang ukurannya 10 mikron yang di sana sudah jelas diikuti e atau ditempeli. Jadi ini sebenarnya material-material atau polutan-belutan atau partikel-partikel yang baik itu gas maupun ee gas maupun debu maupun macam-macam ya yang ketika diukur itu ukurannya 10 mikron. Nah, itu ee yang ada di sana itu adalah ee material-material tadi. Ada yang kimia, ada yang debu, ada yang ee bakteriologis, virus gitu ya. Nah, terus ee kenapa 10 mikron? Karena untuk yang ukurannya 10 mikron ini, PM10 ini hanya sampai pada saluran nafas bagian atas kalau masuk ke dalam tubuh manusia, kalau terhirup oleh manusia. Nah, hanya sampai kepada saluran nafas bagian atas atau tenggorokan ya sampai tenggorokan bang tenggorokan ini ke atas ya. Jadi dari terhirup oleh hidung dan kemudian bisa terhambat oleh macam-macam yang ada sistem pertahanan dari saluran nafas kita bagian atas itu dan dia tidak bisa masuk lebih jauh ke dalam. Nah, itu makanya disebut PM10. Nah, kenapa kok itu kemudian jadi penting? karena penyakit-penyakit saluran nafas yang ee disebabkan atau terkait dengan PM10 ini adalah penyakit kecaluran nafas bagian atas ya. Ada ISPA, ada terangan asma misalnya ada pneumonia ya semuanya itu diur nafas bagian atas gitu karena apa? ee partikelnya itu masih sekitar 10 mikron dan dia tidak bisa masuk ke dalam ee saluran nafas bagian bawah. Nah, sehingga kaitannya ukuran tersebut kaitannya dengan ee dia akan berada di mana dan kemudian penyakit apa atau gangguan-gangguan kesehatan apa yang terjadi di tempat-tempat di mana PM 10 tadi berada. Nah, kemudian PM25 sendiri ya itu ee masuk ke dalam tubuh eh masuk ke dalam ee lebih dalam lagi. Jadi karena lebih kecil ya dia masuk ke paru-paru ya tersebar di paru-paru atau deposit di paru-paru. Karena paru-paru kaitannya langsung dengan berhubungan langsung dengan jantung maka dia juga akan masuk ke jantung ya berada di jantung. Kemudian ee yang kimia, yang bahan-bahan kimia itu ee sesuai dengan valensi kimianya kalau kita masih ingat ya, valensi kimianya maka dia akan memilih ee beredar diedarkan oleh aliran darah ke organ-organ tubuh, organ vital tubuh ya, ke susunan saraf pusat ya, ke otak, ke ginjal, ke ee ke tulang ee ke sistem reproduksi dan sebagainya bisa terbal ke sana. Jadi contohnya misalnya gini ee timbal ya kita tahu timbal itu PB ya timbal itu PB itu valensi kimianya 2 plus. Nah, dia akan begitu masuk ke dalam tubuh dan masuk ke aliran darah, maka dia akan mencari organ tubuh yang valensinya 2 plus. Misalnya ee susunan saraf pusat misalnya ee kalsium ya di kalsium itu di tulang gitu dia akan di sana. Terus kemudian dia kalau di masih pada anak-anak masih ada di darah gitu. Nah, sehingga gangguan-gangguan yang terjadi, gangguan kesehatan yang terjadi adalah kalau di tulang, tulang itu pusatnya adalah di sumsum tulang belakang ya, di tulang belakang maka itu adalah tempat ee produksinya berbagai ee material ya, material untuk kelangsungan hidup. Jadi misalnya di sana diproduksi darah ya, darahnya darah macam-macam di sana ya, darah merah, darah putih dan sebagainya. Nah, pembentukan sel-sel itu ada di ee subsumtrang belakang. Nah, kalau timbal ini ee ee apa namanya? Gangguannya adalah ee memotong pertumbuhan jadi merusak atau menghambat pertumbuhan dari pembentukan selah merah. Ya, pembentukan sel darah merah akan terganggu di sana sehingga darah merahnya itu produksi darah merahnya berkurang maka akan terjadi anemia. Nah, ee kualitas darah merahnya kurang bagus dan kemudian ee sampai di otak maka ee karena lewat ee saluran lewat sistem saraf pusat ya, maka akan mengganggu tingkat kecerdasan. Kemudian sampai ke sistem reproduksi maka kualitas sperma juga berkurang. Terus kemudian bagi ibu-ibu sistem reproduksinya terganggu, susah mendapatkan anak, kemudian ada gangguan pada ee bayi apa janin ya dan kemudian juga bisa kalaupun lahir ee physically sehat tapi kemudian ada gangguan-gangguan ee misalnya ee autis ya. terus kemudian ee stunting. Nah, hal-hal seperti itu semuanya adalah akibat polutan yang masuk ke dalam tubuh dan mengganggu sistem dalam tubuh. Nah, kembali lagi ee lalu sebenarnya ee isinya PM 2,5 dan ee PM10 ini apa sih? Ee tadi sudah ee saya sampaikan bahwa isinya adalah macam-macam tadi ya. ee yang nempel di ee partikel partikulat dan kemudian ketika diukur, oh ini 2,5, oh ini 10, gitu. Nah, ukuran-ukuran ini akan sangat bergantung dengan di mana kita melakukan pengukurannya. Ya, ini penting. Di mana kita melakukan pengukurannya. Kalau kita melakukan pengukuran itu di jalan raya misalnya, maka PM 2,5 yang tertangkap di sana itu ya material-material yang diemisikan oleh kendaraan bermotor. Nah, jadi ada bahan kimia-bahan kimia di sana, ada hidrokarbon, ada bensen, ada ee ee apa senyawa kimia lain ya, sulfur, NOX dan sebagainya itu kalau di jalan raya. Jadi kalau tertangkap di jalan raya PM 2,5-nya isinya itu dan kalau tersedot atau terhirup oleh kita ya itulah yang masuk senyawa-senyawa itulah yang masuk ke dalam tubuh kita. Kalau kita melakukan pengukurannya misalnya di hutan gitu ya, kita melakukan pengukuran di hutan maka ee yang tertangkap di sana PM 2,5 yang tertangkap di sana itu isinya ya serbuk sari, kapang, jamur. Jadi yang sifat-sifatnya biologis ya. Jadi ee berbeda nih ee anunya ee kandungannya. ee tergantung dari ee barangnya sama ya BM 10 atau BM 2,5 tapi keindungannya akan berbeda di mana itu berada termasuk di dalam rumah misalnya ee bisa saja isinya adalah asep rokok dan ee kemudian ee dari minyak tanah ya t emisi minyak tanah dan lain-lainnya. Bahkan dari itu juga bisa dari furniture ya. Jadi furniture yang ada chatnya ada katakanlah plitur ya dari plitur juga terus kemudian dari aspage gitu ee nanti tertangkapnya menjadi PM2,5 diukurnya. Nah, kemudian kalau misalnya contoh yang lain kita ngukurnya di ee dekat industri ya, katakanlah industri baja ya di Cilegon sana, maka yang tertangkap di BM 2,5 itu isinya adalah ya berbagai ee senyawa-senyawa ee PM 2,5 gitu. Nah, ee senyawa-senyawa dari ee pabrik baja tersebut, debu-debu baja dan pakinya. Nah, itu isinya apa aja bisa ada di sana. Demikian juga kalau kita mengikuti di tambang batubara, di lokasi-lokasi di mana truk-truk batubara ya di Kalimantan Selatan itu yang menuju ke pelabuhan ya itu kan truk-truk membawa baju bara banyak sekali di jalanan itu ya sampai tumpat-tumpat. Nah, itu debu-debu yang terjadi di sana ketika diukur itu ya ada yang BM10, ada yang BM 2,5. Isinya ya kandungan-kandungan dari ee batu bara. Nah, kandungan batu bara itu kan macam-macam tuh. Karena apa? Ketika perut bumi itu dibongkar ya, perut bumi dibongkar maka ee logam-logam berat yang ada di perut bumi itu akan keluar. Nah, kalau barak kan itu tercampur di sana sehingga ya timbal kemudian merkurium ya program-rogram berat yang lain itu ee terurai semua dan itulah yang kemudian terhirup oleh kita. Jadi perbedaannya adalah ukuran saja ini tadi yang saya sampaikan BM10 itu hanya di lokasi seuran nafas bagian atas sehingga penyakit-penyakitnya adalah penyakit-penyakit seluruh nafas bagian atas ya dari batuk pilek dan sebagainya. Terus kemudian kalau PM 2,5 masuk ke dalam tubuh ya itu masuk sampai ee ke paru-paru di dalam paru-paru kaitan nanti berkaitan dengan sistem ini sistim jantung ya. beredar ke mana-mana sampai ke sistem saraf juga. Terus kemudian kalau lebih kecil lagi BM01 itu yang berupa virus, gas dan sebagainya itu juga sama ee sifatnya seperti BM 2,5 masuk ke ee tubuh gitu. Nah, ee ukurannya ini ya kalau kita ee PM10 itu bayangannya adalah ee rambut diameter rambut kita dibelah tu. ya diameternya di belah 7 itu 10 mikron karena rambut itu ukurannya sekitar 50 sampai 70 mikron. Jadi kalau PM10 ya dibagi 10 kan. Jadi artinya rambut tersebut dibelah menjadi tujuh. Nah, kemudian yang dalam ee kisah-kisah keagamaan itu ee jembatan siratul mustaqim itu yang mau menuju surga karena kan ee apa namanya? PM10 ya. Karena ee rambut dibelah tuuh kan jadi PM 10 sebenarnya yang agak enggak kelihatan rambutnya jembatannya enggak kelihatan. Nah, kemudian kalau PM 2,5 otomatis PM10 dibagi 4 kan ya. PM10-nya dibagi 4 karena 2,5 ya 2, 10 jadi sekitar 30 rambut di di ee diameternya dibagi 30. Nah, itu bayangan untuk ukurannya sehingga semuanya tidak terlihat terhirup oleh kita dan masuk ke dalam tubuh. Kalau PM10 sampai salur nafas bagian atas. Kalau PM 2,5 bisa masuk. lebih dalam sampai ke organ-organ tubuh kita melalui paru-paru darah jantung. Baik. Nah, bagaimana kondisi penceman udara di Indonesia? Ini kan sebenarnya sudah disampaikan juga sebelumnya ya kalau enggak salah oleh ee pada webinar sebelumnya tentang pencemaran udara. Nah, ini statusnya ini ee rata-rata PM 2,5 itu adalah 35,5 mikrogram ya yang dilaporkan terakhir 35,5 mikrogram/m³. Nah, bayangkan dengan standar dari WHO yang 5 mikrogram/m³. Artinya apa? Kalau pengin ee sehat, bernafas dengan sehat, maka WHO menetapkan ee udara yang terhirup harus 5 mikrogram/m³. Nah, ini tujuh kali lipat nih, gitu. Kondisi kita tujuh kali lipat. Makanya itu dianggap tertinggi di ASEAN bahkan ee seringki juga tertinggi di ee dunia. Nah, terus kemudian ee ee kondisinya pernah menurun ya, terus kemudian naik lagi. Terus kemudian ee wilayah-wilayah seperti ee perkotaan di Jabod Tabek itu ee rata-ratanya bisa sampai ee 55 mik/m³ ya. Jadi berapa kali lipat WHO itu? 11 kali lipat WHO. Terus kemudian ee pada ini satu contoh 7 September 2025 ya tahun lalu itu bisa sampai ISPYAnya di Banten itu sekitar 140-an. Nah itu 140 98 itu ya sekitar 70-an lah. 70 kg perub. Tinggi sekali ya. Jauh dari sehatnya WHO. Nah, ini ee kemudian ee yang tadi sudah disinggung ee apa saja sih penyakit yang ee disebabkan oleh polusi udara tadi. Nah, sebut aja di sini ada infeksi paru-paru. Ini yang ter banyak ya, infeksi paru-paru, kanker paru-paru, terus kemudian tadi PPOK ya, ee penyakit paru obstruktif kronis ya. BBOK ini adalah ee ee gangguan-gangguan pada paru-paru yang kemudian menyebabkan fungsi paru-paru ee berkurang. Jadi fungsi paru-paru itu berkurang itu ada ukurannya. Ya. Jadi misalnya kalau fungsi paru-paru sehat itu adalah 100% maka ee fungsi paru-paru gangguan fungsi paru istilahnya itu ee bagi mereka-mereka yang ter ee papari ee dari waktu ke waktu oleh polusi udara maka itu akan berkurang sedikit demi sedikit dan tidak pernah kembali kerusakannya. Jadi kalau berkurang 10%, berkurang 25% gitu. Jadi seperti diabetes juga ya ee fungsi ginjal ya seperti fungsi ginjal. Fungsi ginjal itu kalau ee sudah terganggu dia akan berkurang, berkurang, berkurang gitu. Tidak pernah akan kembali lagi ee menjadi sehat kembali gitu. Nah, itu adalah kebesaran Tuhan untuk menciptakan hal-hal seperti ini ya. Jadi kita harus menyadari itu dan tahu persis bagaimana supaya ee paling tidak kalau kita hidup di tempat polusi udara ya bagaimana menghambatnya, menguranginya, mengurangi percepatan untuk berkurang fungsinya. Nah, kalau PPOK ini kalau gangguan fungsi paru itu terjadi, maka kita mudah sekali terkena penyakit-penyakit yang ee terkait dengan paru-paru, penyakit virus dan sebagainya yang masuk ke paru-paru karena fungsi barunya berkurang gitu. Nah, jadi kemampuan daya tahan tubuh kita ee di paru-paru itu berkurang dan itu yang menyebabkan tingkat keparahan dari penyakit akan terjadi di sana. Lalu kemudian serangan asma, penyakit jantung, dan pembuluh darah ya. Gangguan proses perkembangan tadi ee saya singgung stunting pembangkakan dan iritasi pada jaringan paru-paru ya. ini juga ee memperberat ee kerja paru-paru. Terus berat badan bayi lahir rendah ya ee karena gangguan-gangguan logam berat yang ada di ibunya dan dipindahkan ke janinnya sehingga kemudian mempengaruhi ee ketika melahirkan berat badan bayi ketika melahirkan. Kemudian ada mengui batuk sultan bernapas ya terus penyakit-penyakit yang tidak menular lainnya. Nah, ada diabetes ya. Terus kemudian kematian dini. Nah, kematian dini ini yang sebenarnya tadi dipakai sebagai indikator utama yang di awal tadi di dunia itu menggunakan berapa banyak kematian dini terjadi karena kematian dini itu di ee pengaruhi oleh polusi udara. Nah, kematian dini itu adalah kematian ee sebelum usia ee menyentuh usia harapan rata-rata harapan hidup. Jadi kalau kematian ini artinya kematian sebelum waktunya kan. Nah, kalau waktunya itu harusnya rata-rata angka harapan hidup. Jadi kalau di Indonesia itu menurut BPS 73 tahun angka harapannya. Maka kemudian ketika meninggal sebelum usia 73 tahun ee akibat sakit ya, maka itu ee terkait terbesar oleh polusi udara. Bentar ya, saya minum dulu. Sampai jatuh. Hm. Baik. Ee mohon maaf kita teruskan lagi. Nah, eh premature deat ya. Kematian ini kalau bahasa Inggrisnya primited death. Nah, ee sebagai contoh aja ee dulu beber tahun 2010-an lah ya 2010, 2011 2012 itu di Cina itu melaporkan bahwa angka harapan hidup polisi lalu lintas ya di beberapa kota metropolitan di Cina itu angka harapan hidupnya hanya 45 tahun. Jadi ee polisi lol lintas di sana itu tidak ada yang punya ee usia sampai 50 tahun gitu. Karena mereka di 45 tahun rata-rata sudah meninggal gitu karena exposure dari lingkungannya, dari polusi udaranya. Nah, terus kemudian beberapa tahun kemudian mereka melaporkan bahwa ee ketika upaya perbaikan kualitas saudaranya di di apa namanya? di ee genjot habis digas ya digas digaskan itu ee ya sekitar 5 tahun kemudian ee polisi lalu lintas tersebut dilaporkan hanya beberapa orang yang meninggung eh hanya beberapa orang yang bertahan hidup setelah pensiun. Nah, rata-rata pensiun kan sebetulnya 55 tahun ya. Kalau di sana hanya beberapa saja dari polisi lol lintas itu yang bisa bertahan hidup di atas 55 tahun. Nah, ngeri kan? Jadi enggak banyak usianya karena polusi udara ee yang terhirup ee dari hari ke hari, dari waktu dari menit ke menit, dari jam ke jam, dari hari ke hari, minggu ke minggu gitu. Oke, hasil hasil riset kita waktu itu juga menunjukkan hal tersebut. Tapi dari sisi besarnya exposure ee polusi udara yang tertiru oleh polusi, ya, maka rekomendasi kita adalah ee supaya sering-sering dibuat shift shifting ya. save artinya jangan 6 jam walaupun polusi lalu lintas itu terus-terusan di jalan di buat ee 2 jam 2 jam gitulah 2 jam kemudian kembali lagi ke ruangan diganti yang lain 2 jam terus kemudian kembali lagi. Jadi, shiftingnya harus diatur sedemikian rupa dan kemudian upaya polisi lalu lintas ee seperti yang kita tahu itu kalau misalnya di Jakarta ya di Semanggi itu kan ada namanya mobil oksigen. Nah, jadi polusi itu kalau sudah kelepepekan gitu ya waktu tugas jagain semanggi itu terus dia akan masuk ke ee apa ee kendaraan yang ee di dalamnya ada oksigennya gitu untuk membersihkan diri. Nah, seringkiali juga polusi-polusi itu, polusi lalu lintas itu ketika ee bernafasnya sudah terasa tidak enak itu mereka akan ee kemudian melipir ya, melipir kemudian apa ee datang ke katakanlah di situ ada Indomart, ada Alfamart gitu. mereka masuk dulu di dalam situ beberapa saat gitu untuk memulihkan ee namanya ee nafasnya gitu. Nah, itu ee secara naluri ya ee kita sebenarnya diberikan alarm juga untuk bisa me ee mencari menormalisasi untuk normalisasi dari gangguan-gangguan yang terjadi pada kita. Baik. Nah, ee tadi ee penyakit-penyakit tadi itu sebenarnya ada kodenya secara internasional. Jadi, namanya ICD Code ya, ICD COD. ICD COD. Jadi itu ee kode internasional untuk penyakit sehingga kalau kita melakukan riset, melakukan untuk mendeteksi penyakit apa yang terkait dengan polusi darah. Jadi, ini adalah penyakit-penyakit dari yang terkait polusi darah. hasil riset kita yang terbaru itu ada 12 ya kalau di Indonesia yang dominan ada 12 dan kalau kita mencari data-data penyakit tersebut kita tinggal melihat atau menunjukkan kodenya aja nih seperti ini J00 sampai06 itu untuk ISPA. Nah, jadi ee kita di ee menunjuk minta ke Puskesmas ee kode ini mesti yang dikasihkan ISPA ini kita minta kode e minta ke rumah sakit tentang data ini yang keluar ya tepat gitu karena istilah penyakit-penyakit itu macam-macam kan tapi kalau ee di rumah sakit di Puskesmas di seluruh dunia itu sudah digolongkan dalam ICD Code ini. Nah, ini penting untuk kalau kita melakukan riset ee kaitannya antara polusi udara dan penyakit. Nah, ini tadi yang ee saya sampaikan ya, kita bisa lihat bahwa polusi udara ini efeknya kepada sistem saraf pada otak ya, macam-macam gitu. terhuman dengan sistem jantung, kemudian sistem ee sistem ee bisa di kulit ya yang digembar-gemborkan nanti akan memperbesar biaya apa istilahnya skin care ya, memperbesar biasa skin care ya ee karena ini mengganggu glowing dari kita. Nah, ini juga ada di sana. Terus kemudian sistem darah dari tulang. Kemudian ini sistem reproduksi ya baik pada laki ataupun perempuan ya. Banyak ee hal yang terjadi di sana. Terus tidaknya itu ee perut ya, sistem perut pun juga bisa terganggu. Nah, di ee jadi ini ada hati, ada ginjal ya, semuanya terganggu oleh polusi udara. Jadi ee kita bisa lihat bahwa polusi udara ini ee yang menyebabkan berbagai penyakit yang kita derita. Jadi, sekitar 60% ee dari berbagai penyakit itu disebabkan oleh polusi darah. Baik. Nah, ini tadi yang saya sampaikan juga ada ee yang penyakit-penyakit saluran nafas bagian atas ya PM10 itu yang menyebabkan ee efek jangka pendek langsung kemudian penyakitnya terjadi ya 27 hari gitu 2 sampai 7 hari terjadi seperti COVID juga gitu itu jangka pendek virus virus bakteri itu semuanya jangka pendek Ee terus kemudian ee sudah B tentu ada long term effect yang tadi ya bahan-bahan kimia itu semuanya yang menyebabkan berbagai gangguan di seluruh organ tubuh itu adalah jangka panjang. Nah, ee jangka panjang penyakit-penyakit inilah yang kemudian ee menjadikan disebut sebagai penyakit tidak menular. Ee penyakit tidak menular dan itu yang dominan dari penyakit tidak menular. penyakit tidak menular itu ya kalau di Indonesia dikategorikan adalah empat. Ada tekanan darah tinggi itu jantung, terus kemudian ee hipertensi ya. Hipertensi itu adalah penyakit-nyakit ee jantung. Terus kemudian yang kedua diabetes, yang ketiga kegemukan, obesitas, terus yang keempat. Yang keempat apa ya? E jadi diabetes sudah, hipertensi sudah. Ee nah satu lagi tadi apa? Kok sudah lupa ya? Pokoknya nanti kita lihat ee ee tolong dibantu untuk ngecek di anu browsing tuh di empat penyakit ee tidak menular di Indonesia. Oke. Ee ada diabetes hipertensi, terus kemudian obesitas satu lagi. Nah, yang satu lagi nah itu adalah efek jangka panjangnya untuk penyakit-penyakit tidak menular dan khususnya untuk penyakit ee tidak menular yang terkait dengan polusi udara itu disebut sebagai silent killer. Ya, di awal saya sudah sampaikan ketika kita terkena polusi udara jangka panjang ya, senyawa-senyal kimia masuk dalam tubuh jangka panjang merlakukan perusakan-perusakan dari berbagai sistem tubuh, organ tubuh itu tanpa terasa kita tidak merasakan sakit, tidak. Kita berbeda dengan kalau ee jangka pendek tu kita langsung batuk-batuk gitu ya, batuk bilek gitu. Nah, kalau ini ya enggak terasa. Tapi ketika kemudian kita mengeluhkan ada ee sakit di paru-paru, ada apa namanya? Sering pusing ya. Ee kemudian ketika diperiksakan maka ee sudah cukup panah misalnya ee terjadi tekanan darah tinggi ya, hipertensi, terjadi ee katakanlah kanker paru-paru, stadium 3 misalnya atau gangguan ginjal. yang fungsinya tinggal 25% gitu. Nah, itu mulai terjadi keluhan-keluhan di sana sehingga ketika kita mempercayakan diri sudah terlambat. Makanya itu kemudian karena terlambat ya ee tinggal menunggu waktu kan ya. Nah, itu yang kemudian disebut di selur dunia sebagai silent killer, pembunuh senyap. Nah, jadi kita kalau bicara polusi udara maka itu kita bicara dengan pembunuh senyap. Oke. Nah, ini ee persentasi dari penyakit-penyakit ee paru-paru ya, pneumonia itu 21%. Terus kemudian dari sistem stroke ya, otak 20%. Terus kemudian penyakit jantung 34% ya ini ee penyakit-penyakit ee PPOK-nya 19% terus kemudian kanker parutnya 7%. ini ee sesuai dengan apa yang ada di area kita ya, di area di mana kita bernaapas baik di indoor maupun di outdoor. Karena kita kan tidak hanya di hidup di indoor tapi juga di outdoor juga dan kita selalu bernafas, kita selalu membawa hidung kita sehingga ee apapun yang ada di depan kita, kita masukkan dalam paru-paru. ee kelompok-kelompok rentannya sudah barang tentu ini terkait dengan sistem metabolisme tubuh, terus beban beban metabolisme untuk katakanlah misalnya untuk ee membutuhkan ee berbagai macam energi, vitamin dan sebagainya untuk mereka-mereka yang ee lagi hamil ya. Terus kemudian anak-anak ini metabolisme tubuhnya sedang tumbuh sehingga imunitas tubuhnya juga masih belum bisa bertahan dengan baik. Kemudian orang-orang dewasa yang aktivitasnya itu ke mana-mana ya, mobilitasnya ke mana-mana, hidungnya selalu dibawa gitu sehingga disedot semuanya. Terus kemudian untuk yang orang-orang tua yang ee sistem tubuhnya juga sudah mulai menurun ya sehingga ee kemampuan-kemampuan ee pertahanan diri dari tubuh juga berkurang. Nah, ini adalah kelompok-kelompok rentangnya. Lalu ini adalah pada anak-anak ya. Jadi kita bisa lihat di sini aja ee kematiannya sudah jelas banyak sekali. Terus kemudian ini ada ee perkembangan dari otak IQ ya. Tadi sudah disinggung ya gangguan IQ IQ-nya menurun. Ee terus kemudian ada berkurangnya fungsi paru ya yang kemudian bisa berakibat pada asma. Terus kemudian ee bisa kemudian pada anak-anak ini sekarang sudah banyak terdeteksi banyak yang menderita kanker ya kanker leukemia gitu ya. Leukemia kan produksi sel darah putihnya terlalu banyak ya karena sel darah merahnya sedikit gitu. Terus kemudian kronik respiratory illness ya. Jadi penyak penyakit kronis dari ee paru-paru, terus kemudian ada gangguan jantung juga, kemudian stroke juga. Jadi ee semakin banyak sekarang anak-anak yang ee berisiko terhadap hal ini. Nah, kalau di Indonesia sendiri kita bisa lihat bahwa tadi ee kita sebut ini adalah penyakit tidak menular. Eh, penyakit menular itu yang kuning, terus penyakit tidak menular itu yang biru, ya. Terus kemudian yang hijau ini cidra. Nah, kematian di Indonesia itu sekarang bergeser ya kematian karena penyakit di Indonesia. Kalau ini tahun 90-an itu penyakit tidak menular itu kalah dibandingkan dengan penyakit tidak penyakit menular ya. Banyak penyakit menular di sana. Tapi karena kemajuan ee kedokteran, alat-alat kedokteran banyak yang canggih-canggih, terus obat-obatan semakin ee bagus kualitasnya, maka kemudian penyakit-pjakit infeksi itu dengan cepat bisa ditahan dan menurun gitu ya. Hingga tahun 2024 ini hanya tinggal sekitar 18% penyakit-penyakit infeksi yang meninggal karena penyakit infeksi di Indonesia. Sebaliknya penyakit-penyakit tidak menular yang tadi disebabkan oleh berbagai senyawa kimia proporsi terbesarnya oleh polusi udara itu meningkat ya dari tahun ke tahun meningkat nih tidak terdeteksi karena tidak terdeteksi ya jadi ee semakin meningkat meningkat dan kemudian sekarang 2024 itu sudah hampir 78% ee yang meninggal karena penyakit tidak menular ya. Nah, jadi ee kita bisa lihat bahwa peran dari ee polusi udara terhadap penyakit-penyakit yang tidak menular atau silent killer itu semakin mengancam ya, semakin lama semakin tinggi dan mengancam. Nah, tentunya kita ee apa namanya? Pemikirannya adalah ee bagaimana caranya supaya polusi udaranya diturunkan gitu. Kalau selama ini kan cuman slogan-slogan aja menukan polusi udara dan sebagainya. Tapi apakah kita ikut terlibat di sana sebagai manusia ee sebagai orang yang punya hidung? Itu jadi pertanyaan besar dan kita sendiri yang tahu jawabnya. Bukan lagi rumput ya. Baik, rumput yang bergoyan maksudnya. Nah, ini ee contoh-contoh dari riset riset yang ee kita publikasikan ya. Ee jadi ini ada saya di sini, [tertawa] ini jurnal yang bagus. Ee ini kita coba waktu itu adalah me riset ee asap kebakaran hutan terhadap tingkat kecerdasan anak. Ya, jadi kita pengin lihat di seluruh Indonesia dari data nasional untuk kemudian dianalisis dan kita ketemu ternyata memang ee asap dari kebakaran sendiri bisa mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. ya. Terus kemudian kita juga melakukan riset ini ee ini adalah bimbingan saya S3 di UI itu menemukan bahwa ee kualitas udara dalam ruang, kualitas saudara dalam rumah itu ee merupakan pemicu dari ee alergi ee pernapasan ya, alergi pernapasan pada anak-anak. Nah, artinya apa? Jadi ee kualitas saudara dalam ruang itu ternyata risikonya juga besar pada anak-anak. Itu yang menyebabkan gangguan ganggar penyakit ee pernapasan pada anak gitu. Nah, sudah tentu kita harus mencari cara gimana caranya ya supaya mereka anak-anak ini ee bisa menghirup udara yang bersih gitu. Karena ini nanti ada gangguannya kan macam-macam ya tadi gangguan otak, gangguan sistem pernapasan dan sebagainya. Nah, ini ee kita coba melakukan riset juga ee di menggunakan data-data dari medical record. Data medical record itu data dari rumah sakit ya, rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jakarta. ee ini ee risetnya ee tingkat kesulitannya hanya pada akses datanya. Karena kan rumah sakit itu tidak akan pernah ee tidak bersedia untuk memberikan atau men-share data medical record-nya karena ya selalu dengan alasan ee kerahasiaan pasien. Tapi ee karena kami menggunakan surat sakti dari menteri dan saya sendiri yang datang ke masing-masing rumah sakit dan kebetulan juga kebetulan ya faktor keberuntungan juga itu direktur-direktur di rumah sakit itu banyak yang alumni dari FKM Uki ya jadi pada kenal gitu atau paling tidak mereka tahu ee saya sehingga kemudian ee cukup ee melancarkan memudahkan bisa mendapatkan data dan kita ketemu bahwa 5 hampir 60% dari seluruh penyakit yang di Jakarta itu terkait dengan polusi udara hampir 60%. Jadi ee bandingkan dengan misalnya penyakit-penyakit yang terkait dengan ee makanan minuman ya di hari dan paginya itu ya terkait dengan makanan minuman itu hanya sekitar 15%. Terus bandingkan lagi dengan penyakit-penyakit lain ya terkait dengan ee penjemar yang lain itu proporsinya enggak besar. Nah, jadi kita temukan ini 60% dari seluruh penyakit itu terkait dengan polusi udara. Nah, ini ternyata ee apa namanya? sejalan dengan apa yang ditemukan di internasional ya di global ya dari berbagai negara juga menyebutkan sekitar 60% juga penyakit-penyakit itu terkait dengan evolusion. Terus kemudian kita coba hitung berapa sih biaya mereka-mereka yang sakit itu membay ee mengeluarkan uangnya. Jadi itu ee maksimal ya mereka mengeluarkan uang pada ini penduduk Jakarta aja ya itu pada 2010 itu 38,5 triliun ya 38,5 triliun yang dibelanjakan atau di pakai untuk pengobatan baik ee oution maupun inion ya. Jadi ee rate-nya antara 700 miliar sampai 3,8,5 triliun. Lalu hal lain ini kita coba melihat ke gender population ini kita konsentrasi di asma dan gangguan fungsi paru ya tadi ya. Gangguan fungsi paru kayak seperti awal tadi. Nah ee ini pada 4.250 di Tangerang anunya populasinya tertemu sampelnya ya. ini kasar 2.900 kita ketemu bahwa gangguan fungsi parunya itu 21% di masyarakat umum ya ee ini kemudian di ee Makassar 24%. Masyarakat umum artinya apa? Ee begini caranya kita menggunakan spasial epidemologi. Jadi kota Tangerang itu kita bagi dalam 40 koordinat ya. Dibagi 40 koordinat. Nah, di titik-titik koordinat itu ee kita ukur PM2-nya ya. Kita ukur PM 2,5-nya di 40 titik koordinat tersebut. Dan kemudian penduduk di sekitar koordinat tadi ya, kita pilih ee 4 ee 4.250 dibagi 40 ya. Kita pilih berapa rumah tangga yang masing-masing di sana. ee 10. Nah, 40 * 10* 100 e 100 rumah tangan di sekitar itu sekitar titik-titik itu ee yang kemudian kita ukur ee gangguan asma dan gangguan fungsi barunya ya. Nah, jadi artinya apa yang didapat itu kan general population jadi populasi umum ya. Kita tidak tergantung pada dekat jalan raya atau enggak gitu rumahnya. Nah, kita ukur ternyata kita ketemu bahwa tadi satu dari lima orang di Tangerang itu ee sudah enggak normal fungsi parunya dan satu dari empat orang di Makassar. Oke. Nah, kemudian mahasiswa saya ee kita arahin untuk mencoba melihat pada ibu-ibu rumah tangga yang di lokasi industri itu di dekat wilayah Pulau Gadung ya. Nah, terus kemudian di ee temukan dari ibu-ibu tersebut ternyata 38,5% merak gangguan fungsi paruh ya pada ibu-ibu di lokasi pulau gadem. Kenapa ibu-ibu? karena lebih sering berada di rumah dan sudah bar tentu itu ee udara di rumahnya itu karena dekat dengan industri ya ee dipenuhi oleh polutan dari industri. Artinya apa? Dekat dengan industri ternyata gang fungsi barunya semakin tinggi gitu. Lalu ee ini juga ee yang terbaru ee mahasiswa saya ee dia mencoba mengukur mereka yang paling dekat dengan jalan raya yaitu sopir microlet ya. Super Microlet itu karena dia bisa lebih dari 8 jam sehari itu. Nah, sub microlet yang diukur adalah eh recollet di Kampung Melayu ya yang posnya di Kampung Melayu. Jadi ada M01, M01A, M02 dan sebagainya. Ada trayek gitu di sana. Terus masing-masing diukur ee dibawain alat ukur PM 2,5 real time ya. yang setiap saat bisa memerlukan datanya itu ketemu ketika diukur gangguan fungsi parunya 56% ee mereka terganggu fungsi parunya ya jadi lebih dari 50%. Nah, sehingga dari tiga contoh tadi kalau general populasi itu satu dari empat orang, satu dari lima orang itu ee terganggu fungsi barunya karena tingkat penyemaran di wilayah tersebut yang tinggi. Kalau ke di ibu rumah tangga yang dekat dengan industri itu 38% ya ee yang katakanlah satu dari tiga orang yang menderita ee gangguan fungsi paru artinya lebih tinggi daripada populasi umum. Sementara mereka yang berada di jalan raya itu lebih dari satu dari dua orang yang menderita gangguan fungsi paru. Nah, seperti tadi saya sebut bahwa gangguan fungsi paru ini tidak pernah bisa tersembuhkan, ba tidak bisa dikembalikan lagi seperti semula sehingga penyakit-penyakit gangguan pernapasan, penyakit-penyakit terkait dengan polusi udara itu akan semakin meningkat gitu resikonya. Baik. Nah, ini kemudian apakah di dalam mobil itu aman? Kita juga melakukan penelitian itu. Kita ukur PM2,nya ee di dalam mobil berac ya bersama orangnya lalu dibawa ke orangnya selama 24 jam sampelnya. Jadi kalau begitu ee ada di jalan raya sekitar ee 2 jam ya, 1 jam seteng sampai 2 jam gitu ya. Kalau di Jakarta ya ini karena dari Depok ya terus ee kantornya di Kadok Subroto ya di Jakarta itu tinggi sekali yang terhirup PM 2,5-nya saya katakan terhirup karena memang ini yang ada di dalam mobil sehingga itu yang ee manusianya akan bernaapas tidak mungkin. Nah, ini standarnya di sini ya, standarnya yang merah ini. Ini jauh
Resume
Categories