Webinar 139 Dari Emisi ke Penyakit: Dampak Kesehatan Polusi Udara
ESPBS7QMZsg • 2026-01-15
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi wabarak.
wabarakatuh.
Waalaikumsalam rekan sekalian
ya. Ya, selamat siang Bapak, Ibu, dan
rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar Eko ke-139.
Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak
Ibu semua yang sudah selalu setia untuk
mengikuti acara webinar ini. Dan hari
ini webinar
Edu akan mengangkat tema dari emisi ke
penyakit dampak kesehatan polusi udara.
Dan perkenalkan saya Dini yang akan
bertugas sebagai moderator pada acara
ini. Baik Bapak Ibu semuanya sebelum
kita mulai webinar pada siang ini,
alangkah baiknya kita berdoa
bersama-sama sesuai dengan agama dan
keyakinan masing-masing. Untuk itu
berdoa dipersilakan.
Doa dicukupkan.
Untuk acara selanjutnya, mari kita
menyanyikan lagu Indonesia Raya secara
bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak
Ibu untuk duduk tegak.
[musik]
Baik ee Bapak Ibu semuanya untuk
selanjutnya izinkan saya mempromosikan
tiga pelatihan dalam waktu dekat ini
yang akan diselenggarakan oleh kami,
yakni yang pertama adalah pelatihan
perhitungan emisi gas rumah kaca atau
GRK dan perdagangan karbon gelombang 22
mohon maaf gelombang 22 yang akan
dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 23
Januari 2026. Kemudian pada minggu yang
sama yaitu kami akan mengadakan
pelatihan pemodelan kualitas air sungai
Qual tuki dan wasp gelombang 21
dan yang di mana untuk kedua pelatihan
ini Bapak Ibu cukup melakukan biaya
investasi sebesar Rp3.600.000
karena untuk harga early bird-nya ini
sudah selesai Bapak Ibu semuanya. Namun
tidak perlu khawatir pada tanggal
pada tanggal yang sama juga tanggal 19
hingga 23 Januari 2026
kami juga di sini akan akan mengadakan
pelatihan dengan sertifikasi BNSP yaitu
pelatihan dan sertifikasi penanggung
jawab pengendalian pencemaran udara atau
PPPU gelombang 4 yang di mana untuk ee
pelatihan ini mendapatkan diskon 10%
apabila Bapak Ibu melakukan
pembayarannya hingga 18 Januari.
2026.
Baik, untuk informasi lebih lanjut dapat
menghubungi admin kami di Anto dan Nisa.
Kemudian juga kami memiliki ee sosial
media yang dapat dikunjungi dapat
dikunjungi melalui Instagram, YouTube
channel, Facebook X dan juga website
resmi kami di www.ecoedu.co.id.
Dan juga apabila Bapak Ibu yang tertarik
langsung untuk mendaftar, silakan
diakses saja pada pendaftaran.co.id.
Dan selain itu juga kami terdapat
inhouse training yang dapat dilakukan
secara offline maupun online sesuai
dengan permintaan dari instansi atau
perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami
tunggu Bapak Ibu semuanya di pelatihan
kami.
Oke. Baik Bapak Ibu. Selanjutnya kita
akan langsung saja masuk pada kegiatan
utama kita yang di mana webinar kali ini
akan berdiskusi mengenai dari emisi ke
penyakit, dampak kesehatan, polusi
udara, dan tentu saja kami juga telah
menghadirkan narasumber yang sangat
kompeten di bidangnya untuk memberikan
wawasan materi wawasan dan materi yang
bermanfaat ini. Dan baik ee perkenankan
saya untuk memperkenalkan narasumber
kita hari ini yaitu ada Prof. Dr.
Haryanto, SKM, MKes, MSC. Beliau
merupakan guru besar kesehatan
lingkungan di Fakultas Kesehatan
Masyarakat dan Ketua Pusat Riset
Perubahan Iklim Universitas Indonesia.
Dan kebetulan juga Prof. Budi sudah ada
di dalam ruangan Zoom. Selamat pagi
menjelang siang, Prof. Budi.
Iya, selamat pagi.
Ya, bagaimana Prof kabarnya?
Alhamdulillah sehat. Salam sehat ya
untuk semuanya
ya. Amin ya rabbal
Amin ya rabbal alamin, Prof.
Mudah-mudahan kita semua dalam lindungan
kesehatan ya. Baik Prof. Mungkin sebelum
kita mulai izinkan saya untuk
menyampaikan beberapa teknis terlebih
dahulu. yaitu yang pertama adalah untuk
pemaparan akan dilaksanakan selama 1
seteng jam kemudian
dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang
di mana sesi tanya jawab ini akan
menggunakan aplikasi Slido dan juga
tanya jawab langsung secara tanya jawab
secara langsung di dengan peserta Zoom
dan baik untuk mengefektifkan waktu saya
serahkan ruangan Zoom ini kepada Prof.
Budi dan kepada Bapak Ibu semuanya
selamat mengikuti acara webinar ini.
Baik, terima kasih.
Selamat pagi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sehat ya, salam sejahtera untuk ee
kita semua.
Saya akan share screen dulu.
Oke, mudah-mudahan sudah terlihat ya.
Ee sudah ya, Prof.
Oke. Ee baik, sesuai dengan ee yang
dijadwalkan ee saya diminta untuk
mengisi
ee tentang polusi udara ya khususnya
namun ee
ee lebih ke efek kesehatannya, efek
penyakitnya. Nah, ini sebenarnya yang
masih ee banyak kita
ee kalau boleh mengatakan kita abaikan
ya.
Nah, untuk itu ee saya sangat ee
menghargai sekali ee diundang untuk
sharing ini di ee teman-teman semuanya
karena kami sudah melakukan
bertahun-tahun untuk melakukan
riset-risetch
yang tujuannya adalah untuk membuktikan
memberikan bukti ee kepada
para pembuat keputusan, para akademisi
dan bahkan di seminar-seminar
internasional ya ee yang mereka juga
melakukan hal yang sama
ee untuk menggugah
ee para decision maker yang ada di
Indonesia terutama
ee bahwa selama ini kita sudah
eh suffering ya sudah suffer sudah
menderita karena adanya polusi udara itu
Tapi
kenapa kok mereka tidak menyadari itu
semua atau sadar-sadar sedikit?
Maka ee mari kita ikuti sama-sama ya apa
yang terjadi sebenarnya.
Oke. Ee ini adalah ee judulnya dari
emisi ke penyakit ya dampak kesehatan
polusi udara. Kita mulai saja. ini ee
seperti tadi saya sebut bahwa polusi
udara itu
ee merupakan risiko terbesar kesehatan
lingkungan global ya. Jadi di seluruh
dunia ini ee masalah polusi udara memang
menjadi ee hal yang penting ya. Nah, ini
ee dikeluarkan oleh eh World Health
Organization ya. Jadi regresisi
kesehatan dunia di bawah PBB tahun 2019
bahwa dari 10 penyakit, 10 ancaman
penyakit di global ini, di planet kita
ini
yang terbesar
risikonya karena polusi udara.
Jadi polusi udara yang terbesar.
Nah, ee ini ee sudah tentu melebihi dari
ancaman ee
pencemaran air ya ancaman pencem ee
kontaminasi makanan dan yang lainnya.
Nah, ee seluruh dunia juga konsent
upaya-upaya yang dilakukan luar biasa
yang berhasil
ee itu adalah ee Cina dan sekarang lagi
dipubuhi oleh ee Thailand ya itu ee
mereka menunjukkan progres yang
sangat-sangat ee signifikan ee dalam
upaya menurunkan polusi daerah dan
utamanya adalah melindung lindungi
warganya
akibat penyakit-penyakit dari polusi
udara.
Baik, ini ee yang dirilis tahun 2025
kemarin oleh eh Soga ya singkatannya
Soga, State of Global Air tahun 2025 ini
bisa di-download ya. Nah, jadi tinggal
cari aja Soga State of Global Air eh
2025 itu yang terbaru tiap tahun mereka
merilis itu ee lumayan ya sekitar 200
halaman gitu. Tapi bagus kalau punya itu
punya ee pegangan ini karena ini adalah
fakta-fakta yang terjadi di dunia
tentang polusi udara.
Nah, ee orientasinya juga kembali lagi
ketika ngomong polusi udara, maka yang
diomongin adalah bagaimana dampaknya,
bagaimana akibatnya terhadap manusianya.
Nah, dari di awal ee dari ee laporan ini
selalu disebutkan adalah efek polusi
udara terhadap kematian.
Ya. Jadi kita bisa lihat di sini,
jadi sekitar 8 juta orang
ee itu meninggal
terkait dengan penyakit-penyakit yang
diakibatkan oleh polusi udara ya. 8
jutaan yang meninggal. Terus kemudian
kalau ee
ini yang ee disebutkan juga yang data
terakhir tahun 2023
ee
90% kematian
ee dimensia
dimensia ee pada usia di atas 60 tahun e
atau gini 95% persen kematian
mereka-mereka yang di atas ee 60 tahun
itu disebabkan oleh penyakit-penyakit
tidak menular.
Nah, ee
ee oke nanti kita akan ke sana juga ee
karena kita ee mungkin sebagai bayangan
awal ya atau patokan awal bahwa kita ee
penyakit itu terbagi jadi dua yaitu
penyakit menular dan penyakit tidak
menular.
kita kenal misalnya flu, demang
berdarah, malaria,
ee TBC itu penyakit menular semua.
Sementara penyakit-penyakit tidak
menular itu yang tidak terlihat
tahu-tahu
ee ketika ee gejala sakit, ada gejala
sakit, maka ee ketika diperiksakan
diobati sudah di stadium
yang ee berbahaya. Jadi misalnya stadium
3, stadium 4 gitu yang sudah tidak
tertolong lagi. Nah, itu karena berbagai
macam bahan kimia yang masuk ke dalam
tubuh dan tidak bisa terdeteksi seperti
halnya penyakit penyakit menular. Kalau
kita flu, kita TB kan K TBC kan
kelihatan. Oke. Nah, lalu ee kembali ke
sini lagi.
Jadi ee
kematian karena penyakit-penyakit tidak
menular itu ee sekitar 7 juta ya atau
sekitar 86%
ee
terkait dengan polusi udara. Lalu kita
bisa lihat di sini ee ringkasannya ya.
Satu dari dua orang ya itu meninggal
karena ee
COPD PPOK yaitu di bahasa Indonesianya
penyakit paru obstruktif kronis.
Jadi ini penyakit paru jangka panjang
karena paparan
polusi udara jangka panjang setiap hari
ya, setiap jam, setiap hari, setiap ee
sampai e seminggu, 2 minggu, 3 minggu,
sebulan, dan tahunan yang kita tidak
tahu. Terus karena kita menghirup udara
yang kita tidak tahu apa itu isinya dan
kita berada di mana, udaranya seperti
apa kita tidak tahu. Yang penting
bernaapas saja terus. Nah, itu ee senya
kimia yang ada di tempat-tempat yang
kita lewati, kita kunjungi,
kita berada itu ee akan masuk ke dalam
paru-paru dan kalau itu isinya adalah
penyemar udara, maka ee
satu dari orang itu meninggal karena ee
PPOK ini penyakit paruonis
ee
yang terkait dengan polusi udara. Terus
kalau yang mereka yang dimensia
gangguan-gangguan pada ee otak ya ee itu
ee satu dari empat orang berarti 25%
dari kita. Kalau tadi 50% kan tinggi
sekali itu. Terus yang meninggal karena
penyakit jantung yang terkait dengan
polusi udara adalah satu dari 4 orang
25% dari kita. Jadi kalau sekarang kita
hitung
mudah-mudahan amin-amin enggak terjadi
ya. E sekitar kalau kita sekira sekarang
400-an orang itu 100nya berisiko.
Oke. Terus kemudian satu dari enam orang
ya ini
ee
meninggal karena diabetes.
Nah, ee sebenarnya indikatornya supaya
kita menyadari ya, indikatornya mudah
sekali. Kan sekarang ini kalau kita
melihat sekitar kita, ya, teman-teman
kita, saudara kita, tetangga kita, itu
kan
ee ada aja masalah yang misalnya mereka
diabet, cuci darah gitu ya, karena
masalah ginjal ya. Terus kemudian ee ee
dikit-dikit ada yang
ee menceritakan ada yang terkena kanser
ya, kenyangnya kerut. Terus kemudian ada
masalah-masalah jantung yang harus di
apa namanya sumbatannya harus di pasang
ring bahkan ada yang di
ee bypass gitu. Itu kan menjadi semakin
banyak sekarang ini dibandingkan dengan
dulu waktu kita masih ee lebih muda ya.
sekarang lebih banyak lagi ee di sekitar
kita. Nah, jadi ee marilah kita sadari
bahwa ternyata peran polusi udara itu
sangat besar untuk menjadikan
penderitaan-penderitaan seperti itu.
Nah, kemudian kalau kita lihat dari
berbagai sumber untuk konfirmasi aja
bahwa tadi ee kematian akibat
penyakit-penyakit terkait polusi udara
itu kalau dari WHO tadi kan sekitar 7
sampai 8 juta ya yang meninggal. Terus
kemudian dari ee ini EHM ya, IHME ini
adalah yang melakukan perhitungan
matriks. Kita juga bisa akses itu secara
online ya di eh Global burden of disease
ya istilahnya. Dia melaporkan setiap
saat juga itu sekitar 7 juta yang
meninggal. Terus kemudian ada riset yang
ee selalu melaporkan juga
ee itu sekitar 9 juta yang meninggal
akibat penyakit-penyakit dengan polusi
udara. Terus kemudian ee padahal
beberapa tahun sebelumnya, 6 tahun
sebelumnya itu hanya e yang meninggal
itu sekitar 3,3.
Jadi meningkatnya dua kali lipat lebih
ya.
dan ee dari sumber lain menyebutkan
hampir 9 juta juga yang meninggal akibat
korupsi darah. Nah, dengan data-data
dari berbagai sumber seperti ini dengan
ee
masing-masing dengan keakuratannya
dan ternyata di sekitaran 7 juta sampai
8 juta hampir 9 juta, maka ee kita harus
mempercayai ya bahwa betul risiko
kematian akibat polusi udara ini memang
serius.
besar sekali masalahnya.
Baik, terus dari mana sebenarnya
ee polusi udara itu terjadi? Kita
sebenarnya sudah tahu persis ya selama
ini ada pembakaran bahan bakar fosil ya.
Kita menggunakan bahan bakar minyak ya,
ada solar, ada bensin gitu. Nah, kenapa
kok kemudian dia jadi ee
jadi masalah utama?
karena ee
kualitas bahan bakarnya
ya, kualitas bahan bakar yang kita
pergunakan itu masih di bawah ee standar
aman untuk kesehatan.
Nah, kalau istilahnya di internasional
itu ee standar euro, euro ya, Euro
Standard Euro kalau paling ee rendah
untuk bisa dikatakan risikonya rendah
bagi kesehatan itu ee standarnya Euro 2.
Nah, Euro 2 itu setara dengan
ee
pertamaks ya, Pertamak yang 92 oktan
itu.
Jadi kita kalau menggunakan pertamak itu
Euro 2.
Sementara
e dari laporan ee ESDM ya ee kita masih
92% dari kita di Indonesia itu
menggunakan Pert
Euro 2 di bawah Pertama Max ya. Nah,
Pertal Live itu 92% yang
mempergunakannya dan itu ee lebih tinggi
ee kandungan sulfurnya. Jadi euro
standar euro itu dihitung dari kandungan
sulfur. Kalau euro 2 itu 500 ppm.
Kalau ee yang dicampurkan dalam bensin
solar dan kemudian kalau di
ee sebelum standar Euro 2 misalnya Euro
1 atau tidak masuk Euro itu di atasnya.
Nah, ee Pertal itu Pertamak 90 eh sori.
Pertal itu adalah oktannya riset oktan
number-nya itu 90 itu masih di bawah itu
di bawah ee pertamak dan kualitas yang
dicampurkan dari sulfurnya di bensin itu
semakin banyak.
Ada yang sampai 700, ada yang sampai
1.000 gitu. Bahkan untuk solar yang
kualitasnya rendah. solar. Solar yang
digunakan oleh ee PLN ya. Ya, kita harus
ee menyadari itu masih digunakan oleh
PLN, masih digunakan oleh industri ya
itu ee standar atau
ee sulfurnya itu masih di atas
ee 1.000 malah. Nah, itu berarti kotor
sekali.
Nah, di Indonesia masih menggunakan itu
menggunakan standar Euro 2 sebagian.
Jadi yang yang menggunakan Euro 2 ke
atas itu di Indonesia tinggal sisanya
kan 8% aja. Kalau 9 2%-nya itu di masih
kurang memenuhi syarat kesehatan. Nah,
hanya 8% bahan bakar yang digunakan yang
memenuhi syarat kesehatan.
Nah,
ee kita bisa bayangkan ya. Jadi hanya 8%
dari kita menggunakan bahan bakar
bersih.
Nah, ee kita juga sudah punya standar
yang lebih bagus lagi yaitu Euro 4. Itu
pertama green ya, selevel pertama green
itu yang oktan numbernya itu 95. Terus
kemudian ada juga Euro 6 standarnya itu
yang pertama turbo
98. Oktannya itu semakin bersih. Nah, di
negara-negara sekitar kita sudah pada
menggunakan Euro 4
ya. Jadi ee sulfurnya yang dikandung
dalam bahan bakarnya itu cuma 50 ppm
1/10 dari Pertamax ya. Nah, itu lebih
bersih dan negara-negara maju sudah pada
menggunakan Euro 6
ee pertama turbo gitu. itu bersih, lebih
bersih lagi. Oke, itu masalah ee kenapa
kok ee selalu diributkan ya sarana
transportasi jadi penyumbang utama ee
polusi udara dan kalau kita berada di
sarana tadi ee
di sekitar ee jalan raya apalagi yang
macet itu maka itu resikonya semakin
tinggi ya. Karena kualitas bahan bakar
yang digunakan 92%
ee kendaraan yang ada di jalan itu ee
kualitasnya rendah gitu. Baik. Ee sumber
polusi yang lain adalah emisi industri
ya. Nah, ini emisi industri sebenarnya
adalah buangan-buangan dari proses
industri, emisi-emisi dari proses
industri dan juga di sana ee kontribusi
dari bahan bakar yang digunakan itu
sangat besar. Seperti kita tahu kan ya
tadi saya singgung bahwa ee ada solar
murah untuk industri. Nah, itu kan ee
kualitasnya kotor. Jadi, kalau ketika
itu dibakar untuk diambil energinya
untuk proses produksi ya
berada di mana-mana gitu. Terus kemudian
polusi udara dalam ruang banyak ya.
Misalnya kalau masih menggunakan
minyak tanah, menggunakan
ee kayu ya, kayu bakar gitu. di beberapa
wilayah di pedesaan juga masih
menggunakan itu. Terus kemudian ada
rokok ya, rokok di dalam ruang dan ee
polusi macam-macam ya misalnya
bahan-bahan asbes dan sebagainya. Nah,
itu ee polusi udara dalam ruang yang ee
bermacam-macam
ee sumbernya termasuk juga yang dari
luar ee rumah itu kan juga masuk. Terus
kebakaran hutan sumber lainnya kita
sudah tahu bahwa kebakaran hutan sudah
jelas ee
me apa namanya menimbulkan banyaknya
polutan.
Terus kemudian kegiatan pertanian ya.
Terus kemudian bakar-bakaran kalau habis
itu ya habis
ee habis panen ya damennya. Damen kan
bahasa Indonesia eh bahasa Jawa ya.
Damen itu apa?
Wis pokoknya mudah-mudahan ngertilah
damen
apa itu yang ee sisa-sisa apa batang
batang
padi itu.
Terus kemudian produk kimia dan
sintesis.
Sintetis kemudian proses pembukaan
mikroba, terus kemudian transportasi
ternyata di masuk di sana. maksudnya
adalah transportasi tidak hanya yang di
darat ya, tapi juga di di laut, di udara
ya yang digunakan.
Ee terus kemudian pembakaran sampah
secara terbuka ini yang jadi masalah di
kota-kota besar sekarang ini ya. Ee
meskipun sudah dilarang tapi ya banyak
masih banyak yang nakal. Kemudian ee
dari pertambangan ya, pertambangan kita
harus lihat juga ee misalnya nih
ee batubara gitu ya. Batubara kan
sekarang dianggap e bukan lagi bahan
berbahaya ya, bahan berajaya.
Nah, sehingga mereka transportasinya
baik pakai truk, pakai tongkang ya itu
terbuka ya tanpa tertutup sehingga ee
polutan-polutannya itu ee ya ee banyak
yang tidak terlihat ya saking kecilnya
itu ee berterbangan di mana-mana dan
karena manusia ada di sana ya manusianya
bernafas dengan memasukkan
ee polutan polutannya gitu.
Simpanlah di dalam paru-paru kemudian
tersebar ke seluruh tubuh.
Nah, ee polutannya atau pencemahannya
itu apa saja sih? Ya, kita ee sebut ini
adalah ee partikulat mater ya.
Partikulat ya itu ada yang BM, ada yang
BM 2,5 ya. Terus ada yang berupa
gas-gas,
terus kemudian ee gas-gas yang ee apa ee
yang sifatnya seperti ee sulfur,
kemudian ee nitroken oksida, terus
pembakaran yang tidak sempurna itu
mengeluar selalu mengeluarkan CO dan
hampir tidak ada pembakaran yang
sempurna ya.
terus kemudian gabungan dari ee
polutan-polutan yang lain ya ee termasuk
ozon dan sebagainya.
Nah, diberbarengan
dengan ee bakar-bakaran
untuk kepentingan energi tadi ya kan ee
bahan bakar bahan minyak itu dibakar
untuk menghasilkan panas supaya bisa
menggerakkan mesin mobil
mesin kendaraan ya. Nah, itu energi yang
diperlukan. Ketika setiap pembagaran itu
terjadi, maka berbagai macam polutan ini
akan keluar, baik berupa bas maupun
berupa ee partikulat ya. Termasuk juga
di sana adalah eh greenhus gasis ya.
Gas-gas yang bisa menjadikan ee gas
rumah kaca. Gas-gas rumah kaca itu juga
diajarkan ketika ee secara berbarengan
ketika terjadi pembakaran tersebut. Nah,
inilah yang kemudian naik ke ee atmosfer
ee terus kemudian membuat atap gas ee
gas-gas rumah kaca di atmosfer kita ya
di atas permukaan bumi. Nah, itu yang
kemudian menghalangi sinar matahari yang
kemudian terjadi pemanasan global.
Pemanasan global mengakibatkan perubahan
iklim. Nah, jadi semua terkait nih
evolusi udara dengan perubahan iklim
gandengan semua barengan.
Nah, sementara perubahan iklim nanti ee
pada musim kemarau memberikan peluang
terjadinya produksi udara yang semakin
banyak. Nah, jadi ee itu sangat terkait
ya ketika makanya seringki ada statement
ee perubahan iklim dan polusi udara gitu
karena memang barengan.
Baik. Nah,
ini yang saya kira penting. Makanya saya
sebutkan di sini ee partikulat meter itu
apa sih? Ada kita kan sudah sangat
familiar ada PM 10, ada PM 2,5 gitu ya.
Sekarang yang paling ramai PM 2,5 gitu
kan. Nah, sebenarnya
ee ini PM Sulung maupun PM 2,5 karter
itu ee itu adalah ukuran
ukuran material, ukuran partikulat yang
ada di udara. Nah, kenapa kemudian hanya
yang dipentingkan hanya 10 ya BM 10
mikron ya ini 10 mikron meter
diameternya dan kemudian ada ee 2, 15
mikronm. Kenapa ee kemudian ukuran ini
jadi penting? Karena
ee
apa kaitannya adalah sebenarnya dari
kesehatan. Jadi yang menentukan ukuran
ini yang kemudian digunakan oleh
teman-teman dari lingkungan dan
sebagainya di seluruh dunia itu adalah
karena masalah dengan kesehatan
ya.
Ee kalau dulu bentar mana yang duluan?
Oke. Ee
nah
ukuran itu
jadi ini di dikategorikan dalam ukuran.
Nah, kenapa kok padahal kan tadi polusi
udara, polutan udara itu kan banyak ya,
ada partikel, ada gas, ada senyawa kimia
yang lain gitu ya. Nah, itu kan banyak
macam-macam. Kenapa kok justru yang jadi
perhatian BM10 dan BM2,5?
Karena ini PM10
itu adalah partikel-partikel yang
ukurannya 10 mikron
yang
di sana sudah jelas diikuti e atau
ditempeli. Jadi ini sebenarnya
material-material atau polutan-belutan
atau partikel-partikel yang baik itu gas
maupun ee gas maupun debu maupun
macam-macam ya yang ketika diukur itu
ukurannya 10 mikron. Nah, itu ee yang
ada di sana itu adalah ee
material-material tadi. Ada yang kimia,
ada yang debu, ada yang ee
bakteriologis, virus gitu ya. Nah, terus
ee kenapa 10 mikron? Karena untuk yang
ukurannya 10 mikron ini, PM10 ini hanya
sampai pada saluran nafas bagian atas
kalau masuk ke dalam tubuh manusia,
kalau terhirup oleh manusia.
Nah, hanya sampai kepada saluran nafas
bagian atas atau tenggorokan ya sampai
tenggorokan bang tenggorokan ini ke atas
ya. Jadi dari terhirup oleh hidung dan
kemudian bisa terhambat oleh macam-macam
yang ada sistem pertahanan dari saluran
nafas kita bagian atas itu dan dia tidak
bisa masuk lebih jauh ke dalam.
Nah, itu makanya disebut PM10. Nah,
kenapa kok itu kemudian jadi penting?
karena penyakit-penyakit
saluran nafas yang
ee
disebabkan atau terkait dengan PM10 ini
adalah penyakit kecaluran nafas bagian
atas
ya. Ada ISPA, ada terangan asma misalnya
ada pneumonia ya semuanya itu diur nafas
bagian atas gitu karena apa?
ee partikelnya itu masih sekitar 10
mikron dan dia tidak bisa masuk ke dalam
ee saluran nafas bagian bawah. Nah,
sehingga kaitannya
ukuran tersebut kaitannya dengan ee dia
akan berada di mana dan kemudian
penyakit apa atau gangguan-gangguan
kesehatan apa yang terjadi di
tempat-tempat di mana PM 10 tadi berada.
Nah, kemudian PM25 sendiri
ya itu ee masuk ke dalam tubuh eh masuk
ke dalam ee lebih dalam lagi. Jadi
karena lebih kecil ya dia masuk ke
paru-paru ya tersebar di paru-paru atau
deposit di paru-paru. Karena paru-paru
kaitannya langsung dengan berhubungan
langsung dengan jantung maka dia juga
akan masuk ke jantung ya berada di
jantung. Kemudian ee yang kimia, yang
bahan-bahan kimia itu ee sesuai dengan
valensi kimianya kalau kita masih ingat
ya, valensi kimianya maka dia akan
memilih ee beredar diedarkan
oleh aliran darah ke organ-organ tubuh,
organ vital tubuh ya, ke susunan saraf
pusat ya, ke otak, ke ginjal, ke
ee ke tulang
ee ke sistem reproduksi dan sebagainya
bisa terbal ke sana. Jadi contohnya
misalnya gini ee timbal ya kita tahu
timbal itu PB ya timbal itu PB itu
valensi kimianya 2 plus.
Nah, dia akan begitu masuk ke dalam
tubuh dan masuk ke aliran darah, maka
dia akan mencari organ tubuh yang
valensinya 2 plus. Misalnya
ee susunan saraf pusat
misalnya ee kalsium ya di kalsium itu di
tulang gitu dia akan di sana. Terus
kemudian dia kalau di masih pada
anak-anak masih ada di darah gitu. Nah,
sehingga gangguan-gangguan yang terjadi,
gangguan kesehatan yang terjadi adalah
kalau di tulang, tulang itu pusatnya
adalah di sumsum tulang belakang ya, di
tulang belakang maka itu adalah tempat
ee produksinya berbagai
ee material
ya, material untuk kelangsungan hidup.
Jadi misalnya di sana diproduksi darah
ya, darahnya darah macam-macam di sana
ya, darah merah, darah putih dan
sebagainya.
Nah, pembentukan sel-sel itu ada di ee
subsumtrang belakang. Nah, kalau timbal
ini ee
ee apa namanya? Gangguannya adalah
ee memotong pertumbuhan
jadi merusak atau menghambat pertumbuhan
dari pembentukan selah merah.
Ya, pembentukan sel darah merah akan
terganggu di sana sehingga darah
merahnya itu produksi darah merahnya
berkurang maka akan terjadi anemia.
Nah, ee kualitas darah merahnya kurang
bagus dan kemudian ee sampai di otak
maka ee karena lewat ee saluran lewat
sistem
saraf pusat ya, maka akan mengganggu
tingkat kecerdasan.
Kemudian sampai ke
sistem reproduksi maka kualitas sperma
juga berkurang. Terus kemudian bagi
ibu-ibu sistem reproduksinya terganggu,
susah mendapatkan anak, kemudian ada
gangguan pada ee bayi apa janin ya dan
kemudian juga bisa kalaupun lahir ee
physically sehat tapi kemudian ada
gangguan-gangguan
ee misalnya
ee
autis ya. terus kemudian
ee
stunting.
Nah, hal-hal seperti itu semuanya adalah
akibat polutan yang masuk ke dalam tubuh
dan mengganggu sistem dalam tubuh. Nah,
kembali lagi ee
lalu sebenarnya ee isinya PM 2,5
dan ee PM10 ini apa sih?
Ee tadi sudah ee saya sampaikan bahwa
isinya adalah macam-macam tadi ya. ee
yang nempel di ee partikel partikulat
dan kemudian ketika diukur, oh ini 2,5,
oh ini 10, gitu. Nah,
ukuran-ukuran ini akan sangat bergantung
dengan di mana kita melakukan
pengukurannya.
Ya, ini penting. Di mana kita melakukan
pengukurannya.
Kalau kita melakukan pengukuran itu di
jalan raya misalnya,
maka PM 2,5 yang tertangkap di sana itu
ya material-material yang diemisikan
oleh kendaraan bermotor.
Nah, jadi ada bahan kimia-bahan kimia di
sana, ada hidrokarbon, ada bensen, ada
ee ee apa senyawa kimia lain ya, sulfur,
NOX dan sebagainya
itu kalau di jalan raya.
Jadi kalau tertangkap di jalan raya PM
2,5-nya isinya itu dan kalau tersedot
atau terhirup oleh kita ya itulah yang
masuk senyawa-senyawa itulah yang masuk
ke dalam tubuh kita.
Kalau kita melakukan pengukurannya
misalnya di hutan gitu ya, kita
melakukan pengukuran di hutan
maka ee yang tertangkap di sana PM 2,5
yang tertangkap di sana itu isinya
ya serbuk sari, kapang, jamur. Jadi yang
sifat-sifatnya biologis
ya. Jadi ee berbeda nih ee anunya ee
kandungannya.
ee tergantung dari ee barangnya sama ya
BM 10 atau BM 2,5 tapi keindungannya
akan berbeda di mana itu berada termasuk
di dalam rumah misalnya ee bisa saja
isinya adalah asep rokok dan ee kemudian
ee dari minyak tanah ya t emisi minyak
tanah dan lain-lainnya.
Bahkan dari itu juga bisa dari furniture
ya. Jadi furniture yang ada chatnya ada
katakanlah
plitur ya dari plitur juga
terus kemudian dari aspage gitu ee nanti
tertangkapnya menjadi PM2,5 diukurnya.
Nah, kemudian kalau misalnya contoh yang
lain
kita ngukurnya di
ee
dekat industri ya, katakanlah industri
baja ya di Cilegon sana, maka yang
tertangkap di BM 2,5 itu isinya adalah
ya berbagai ee senyawa-senyawa ee PM 2,5
gitu.
Nah, ee senyawa-senyawa dari ee
pabrik baja tersebut, debu-debu baja dan
pakinya. Nah, itu isinya apa aja bisa
ada di sana. Demikian juga kalau kita
mengikuti di tambang batubara, di
lokasi-lokasi di mana truk-truk batubara
ya di Kalimantan Selatan itu yang menuju
ke pelabuhan ya itu kan truk-truk
membawa baju bara banyak sekali di
jalanan itu ya sampai tumpat-tumpat.
Nah, itu debu-debu yang terjadi di sana
ketika diukur itu ya ada yang BM10, ada
yang BM 2,5. Isinya ya
kandungan-kandungan dari ee batu bara.
Nah, kandungan batu bara itu kan
macam-macam tuh. Karena apa? Ketika
perut bumi itu dibongkar ya, perut bumi
dibongkar maka ee logam-logam berat yang
ada di perut bumi itu akan keluar.
Nah, kalau barak kan itu tercampur di
sana sehingga ya timbal kemudian
merkurium
ya program-rogram berat yang lain itu ee
terurai semua dan itulah yang kemudian
terhirup oleh kita.
Jadi perbedaannya adalah ukuran saja ini
tadi yang saya sampaikan BM10 itu hanya
di lokasi seuran nafas bagian atas
sehingga penyakit-penyakitnya adalah
penyakit-penyakit seluruh nafas bagian
atas ya dari batuk pilek dan sebagainya.
Terus kemudian kalau PM 2,5 masuk ke
dalam tubuh ya itu masuk sampai ee ke
paru-paru di dalam paru-paru kaitan
nanti berkaitan dengan sistem ini sistim
jantung ya.
beredar ke mana-mana sampai ke sistem
saraf juga. Terus kemudian kalau lebih
kecil lagi BM01 itu yang berupa virus,
gas dan sebagainya itu juga sama ee
sifatnya seperti BM 2,5 masuk ke ee
tubuh gitu.
Nah, ee ukurannya ini ya kalau kita ee
PM10 itu bayangannya adalah ee
rambut diameter rambut kita dibelah tu.
ya diameternya di belah 7 itu 10 mikron
karena rambut itu ukurannya sekitar 50
sampai 70 mikron. Jadi kalau PM10 ya
dibagi 10 kan. Jadi artinya rambut
tersebut dibelah menjadi tujuh.
Nah, kemudian yang dalam ee
kisah-kisah keagamaan
itu ee jembatan siratul mustaqim itu
yang mau menuju surga karena kan
ee apa namanya? PM10 ya.
Karena ee rambut dibelah tuuh kan jadi
PM 10 sebenarnya yang agak enggak
kelihatan rambutnya
jembatannya enggak kelihatan. Nah,
kemudian kalau PM 2,5 otomatis PM10
dibagi 4 kan
ya. PM10-nya dibagi 4 karena 2,5 ya 2,
10 jadi sekitar 30 rambut di di ee
diameternya dibagi 30. Nah, itu bayangan
untuk
ukurannya sehingga semuanya tidak
terlihat terhirup oleh kita dan masuk ke
dalam tubuh. Kalau PM10 sampai salur
nafas bagian atas. Kalau PM 2,5 bisa
masuk. lebih dalam sampai ke organ-organ
tubuh kita melalui paru-paru darah
jantung.
Baik. Nah, bagaimana kondisi penceman
udara di Indonesia? Ini kan sebenarnya
sudah disampaikan juga sebelumnya ya
kalau enggak salah oleh ee pada webinar
sebelumnya tentang pencemaran udara.
Nah, ini statusnya
ini
ee
rata-rata PM 2,5 itu adalah 35,5
mikrogram ya yang dilaporkan terakhir
35,5 mikrogram/m³.
Nah, bayangkan dengan standar dari WHO
yang 5 mikrogram/m³.
Artinya apa? Kalau pengin ee sehat,
bernafas dengan sehat, maka WHO
menetapkan ee udara yang terhirup harus
5 mikrogram/m³. Nah, ini tujuh kali
lipat nih, gitu. Kondisi kita tujuh kali
lipat. Makanya itu dianggap tertinggi di
ASEAN
bahkan ee seringki juga tertinggi di ee
dunia.
Nah, terus kemudian ee ee kondisinya
pernah menurun ya, terus kemudian naik
lagi. Terus kemudian ee wilayah-wilayah
seperti ee perkotaan di Jabod Tabek itu
ee
rata-ratanya bisa sampai ee 55 mik/m³
ya. Jadi berapa kali lipat WHO itu? 11
kali lipat WHO.
Terus kemudian ee
pada ini satu contoh 7 September 2025 ya
tahun lalu itu bisa sampai ISPYAnya di
Banten itu sekitar 140-an. Nah itu 140
98 itu ya sekitar 70-an lah. 70 kg
perub. Tinggi sekali ya. Jauh dari
sehatnya WHO.
Nah, ini ee kemudian ee yang tadi sudah
disinggung ee apa saja sih penyakit yang
ee disebabkan oleh polusi udara tadi.
Nah, sebut aja di sini ada infeksi
paru-paru. Ini yang ter banyak ya,
infeksi paru-paru, kanker paru-paru,
terus kemudian tadi PPOK ya, ee penyakit
paru obstruktif kronis ya. BBOK ini
adalah ee
ee gangguan-gangguan pada paru-paru yang
kemudian menyebabkan fungsi paru-paru
ee berkurang.
Jadi fungsi paru-paru itu berkurang itu
ada ukurannya. Ya. Jadi misalnya kalau
fungsi paru-paru sehat itu adalah 100%
maka ee fungsi paru-paru gangguan fungsi
paru istilahnya itu ee bagi
mereka-mereka yang ter
ee papari ee dari waktu ke waktu oleh
polusi udara maka itu akan berkurang
sedikit demi sedikit dan tidak pernah
kembali
kerusakannya.
Jadi kalau berkurang 10%, berkurang 25%
gitu. Jadi seperti diabetes juga ya ee
fungsi ginjal ya seperti fungsi ginjal.
Fungsi ginjal itu kalau ee sudah
terganggu dia akan berkurang, berkurang,
berkurang gitu. Tidak pernah akan
kembali lagi ee menjadi sehat kembali
gitu. Nah, itu adalah kebesaran Tuhan
untuk menciptakan hal-hal seperti ini
ya. Jadi kita harus menyadari itu dan
tahu persis bagaimana supaya ee paling
tidak kalau kita hidup di tempat polusi
udara ya bagaimana menghambatnya,
menguranginya, mengurangi percepatan
untuk berkurang fungsinya. Nah, kalau
PPOK ini kalau gangguan fungsi paru itu
terjadi, maka
kita mudah sekali terkena
penyakit-penyakit
yang ee terkait dengan paru-paru,
penyakit virus dan sebagainya yang masuk
ke paru-paru karena fungsi barunya
berkurang gitu. Nah, jadi kemampuan daya
tahan tubuh kita ee di paru-paru itu
berkurang dan itu yang menyebabkan
tingkat keparahan
dari penyakit akan terjadi di sana.
Lalu kemudian serangan asma, penyakit
jantung, dan pembuluh darah ya. Gangguan
proses perkembangan tadi ee saya
singgung stunting pembangkakan dan
iritasi pada jaringan paru-paru ya. ini
juga ee memperberat
ee kerja paru-paru.
Terus berat badan bayi lahir rendah
ya
ee
karena gangguan-gangguan logam berat
yang ada di ibunya dan dipindahkan ke
janinnya
sehingga kemudian mempengaruhi ee ketika
melahirkan
berat badan bayi ketika melahirkan.
Kemudian ada mengui batuk sultan
bernapas ya terus penyakit-penyakit yang
tidak menular lainnya. Nah, ada diabetes
ya. Terus kemudian kematian dini. Nah,
kematian dini ini yang sebenarnya tadi
dipakai sebagai indikator utama yang di
awal tadi di dunia itu menggunakan
berapa banyak kematian dini terjadi
karena kematian dini itu
di ee pengaruhi oleh polusi udara. Nah,
kematian dini itu adalah kematian ee
sebelum usia
ee menyentuh usia harapan rata-rata
harapan hidup.
Jadi kalau
kematian ini artinya kematian sebelum
waktunya kan.
Nah, kalau waktunya itu harusnya
rata-rata angka harapan hidup. Jadi
kalau di Indonesia itu menurut BPS 73
tahun angka harapannya.
Maka kemudian
ketika meninggal sebelum usia 73 tahun
ee akibat sakit ya,
maka
itu ee terkait
terbesar oleh polusi udara.
Bentar ya, saya minum dulu.
Sampai jatuh.
Hm.
Baik. Ee mohon maaf kita teruskan lagi.
Nah, eh premature deat ya. Kematian ini
kalau bahasa Inggrisnya primited death.
Nah, ee sebagai contoh aja ee dulu beber
tahun 2010-an lah ya 2010, 2011 2012 itu
di Cina itu melaporkan bahwa angka
harapan hidup polisi lalu lintas
ya di beberapa kota metropolitan di Cina
itu angka harapan hidupnya hanya
45 tahun.
Jadi ee polisi lol lintas di sana itu
tidak ada yang punya ee usia sampai 50
tahun gitu. Karena mereka di 45 tahun
rata-rata sudah meninggal gitu karena
exposure dari lingkungannya,
dari polusi udaranya.
Nah, terus kemudian beberapa tahun
kemudian mereka melaporkan bahwa
ee
ketika upaya perbaikan kualitas
saudaranya di di apa namanya? di ee
genjot habis digas ya digas digaskan
itu ee
ya sekitar 5 tahun kemudian
ee polisi lalu lintas tersebut
dilaporkan hanya beberapa orang yang
meninggung eh hanya beberapa orang yang
bertahan hidup
setelah pensiun.
Nah, rata-rata pensiun kan sebetulnya 55
tahun ya. Kalau di sana hanya beberapa
saja dari polisi lol lintas itu yang
bisa bertahan hidup di atas 55 tahun.
Nah, ngeri kan? Jadi enggak banyak
usianya karena polusi udara ee yang
terhirup ee dari hari ke hari, dari
waktu dari menit ke menit, dari jam ke
jam, dari hari ke hari, minggu ke minggu
gitu.
Oke, hasil hasil riset kita waktu itu
juga menunjukkan hal tersebut. Tapi dari
sisi besarnya exposure ee polusi udara
yang tertiru oleh polusi, ya, maka
rekomendasi kita adalah
ee supaya sering-sering dibuat shift
shifting ya. save artinya jangan 6 jam
walaupun polusi lalu lintas itu
terus-terusan di jalan
di buat ee 2 jam 2 jam gitulah 2 jam
kemudian kembali lagi ke ruangan
diganti yang lain 2 jam terus kemudian
kembali lagi. Jadi, shiftingnya harus
diatur sedemikian rupa
dan kemudian upaya polisi
lalu lintas ee seperti yang kita tahu
itu kalau misalnya di Jakarta ya di
Semanggi itu kan ada namanya mobil
oksigen.
Nah, jadi polusi itu kalau sudah
kelepepekan gitu ya waktu tugas jagain
semanggi itu terus dia akan masuk ke ee
apa ee kendaraan yang ee di dalamnya ada
oksigennya gitu untuk membersihkan diri.
Nah, seringkiali juga polusi-polusi itu,
polusi lalu lintas itu ketika ee
bernafasnya sudah terasa tidak enak itu
mereka akan ee kemudian melipir ya,
melipir kemudian apa ee datang ke
katakanlah di situ ada Indomart, ada
Alfamart gitu. mereka masuk dulu di
dalam situ beberapa saat gitu untuk
memulihkan ee
namanya ee nafasnya gitu.
Nah, itu ee secara naluri ya ee kita
sebenarnya diberikan alarm juga untuk
bisa me ee mencari
menormalisasi untuk normalisasi dari
gangguan-gangguan yang terjadi pada
kita.
Baik. Nah, ee tadi ee penyakit-penyakit
tadi itu sebenarnya ada kodenya secara
internasional. Jadi, namanya ICD Code
ya, ICD COD. ICD COD. Jadi itu ee kode
internasional untuk penyakit sehingga
kalau kita melakukan riset, melakukan
untuk mendeteksi penyakit apa yang
terkait dengan polusi darah. Jadi, ini
adalah penyakit-penyakit dari yang
terkait polusi darah. hasil riset kita
yang terbaru itu ada 12 ya kalau di
Indonesia yang dominan ada 12 dan kalau
kita mencari data-data penyakit tersebut
kita tinggal melihat atau menunjukkan
kodenya aja nih seperti ini J00 sampai06
itu untuk ISPA.
Nah, jadi ee kita di ee menunjuk minta
ke Puskesmas ee kode ini mesti yang
dikasihkan ISPA ini kita minta kode e
minta ke rumah sakit tentang data ini
yang keluar ya tepat gitu karena istilah
penyakit-penyakit itu macam-macam kan
tapi kalau ee di rumah sakit di
Puskesmas di seluruh dunia itu sudah
digolongkan dalam ICD Code ini. Nah, ini
penting untuk kalau kita melakukan riset
ee kaitannya antara polusi udara dan
penyakit.
Nah, ini tadi yang ee saya sampaikan ya,
kita bisa lihat bahwa polusi udara ini
efeknya kepada sistem saraf pada otak
ya, macam-macam gitu. terhuman dengan
sistem jantung, kemudian sistem ee
sistem ee bisa di kulit ya yang
digembar-gemborkan
nanti akan memperbesar biaya
apa istilahnya
skin care ya, memperbesar biasa skin
care ya ee karena ini mengganggu glowing
dari kita.
Nah, ini juga ada di sana. Terus
kemudian sistem darah dari tulang.
Kemudian ini sistem reproduksi ya baik
pada laki ataupun perempuan ya. Banyak
ee hal yang terjadi di sana. Terus
tidaknya
itu ee
perut ya, sistem perut pun juga bisa
terganggu.
Nah, di ee jadi ini ada hati, ada ginjal
ya, semuanya terganggu oleh polusi
udara. Jadi ee kita bisa lihat bahwa
polusi udara ini
ee yang menyebabkan berbagai penyakit
yang kita derita.
Jadi, sekitar 60%
ee dari berbagai penyakit itu disebabkan
oleh polusi darah.
Baik. Nah, ini tadi yang saya sampaikan
juga ada ee yang penyakit-penyakit
saluran nafas bagian atas ya PM10 itu
yang menyebabkan ee efek jangka pendek
langsung kemudian penyakitnya
terjadi
ya 27 hari gitu 2 sampai 7 hari terjadi
seperti COVID juga gitu itu jangka
pendek
virus
virus bakteri itu semuanya jangka pendek
Ee terus kemudian ee sudah B tentu ada
long term effect yang tadi ya
bahan-bahan kimia itu semuanya yang
menyebabkan berbagai gangguan di seluruh
organ tubuh itu adalah jangka panjang.
Nah, ee jangka panjang penyakit-penyakit
inilah yang kemudian ee menjadikan
disebut sebagai penyakit tidak menular.
Ee penyakit tidak menular dan itu yang
dominan dari penyakit tidak menular.
penyakit tidak menular itu ya kalau di
Indonesia dikategorikan adalah empat.
Ada tekanan darah tinggi itu jantung,
terus kemudian ee hipertensi ya.
Hipertensi itu adalah penyakit-nyakit ee
jantung. Terus kemudian yang kedua
diabetes, yang ketiga kegemukan,
obesitas, terus yang keempat. Yang
keempat apa ya?
E
jadi diabetes sudah, hipertensi sudah.
Ee
nah
satu lagi tadi apa?
Kok sudah lupa
ya? Pokoknya
nanti kita lihat ee
ee tolong dibantu untuk ngecek di anu
browsing tuh di empat penyakit ee tidak
menular di Indonesia.
Oke. Ee ada diabetes hipertensi, terus
kemudian obesitas satu lagi. Nah, yang
satu lagi
nah itu adalah efek jangka panjangnya
untuk penyakit-penyakit tidak menular
dan khususnya untuk penyakit ee tidak
menular yang terkait dengan polusi udara
itu disebut sebagai silent killer.
Ya, di awal saya sudah sampaikan
ketika kita terkena polusi udara jangka
panjang ya, senyawa-senyal kimia masuk
dalam tubuh jangka panjang merlakukan
perusakan-perusakan dari berbagai sistem
tubuh, organ tubuh
itu tanpa terasa
kita tidak merasakan sakit, tidak. Kita
berbeda dengan kalau ee jangka pendek tu
kita langsung batuk-batuk gitu ya, batuk
bilek gitu. Nah, kalau ini ya enggak
terasa.
Tapi ketika kemudian kita mengeluhkan
ada ee sakit di paru-paru, ada apa
namanya? Sering pusing ya.
Ee kemudian ketika diperiksakan maka ee
sudah cukup panah misalnya ee terjadi
tekanan darah tinggi ya, hipertensi,
terjadi ee katakanlah kanker paru-paru,
stadium 3 misalnya atau gangguan ginjal.
yang fungsinya tinggal 25% gitu. Nah,
itu mulai terjadi keluhan-keluhan di
sana sehingga ketika kita mempercayakan
diri sudah terlambat. Makanya itu
kemudian karena terlambat ya ee tinggal
menunggu waktu kan ya. Nah, itu yang
kemudian disebut di selur dunia sebagai
silent killer, pembunuh senyap.
Nah, jadi kita kalau bicara polusi udara
maka itu kita bicara dengan pembunuh
senyap. Oke.
Nah, ini ee persentasi dari
penyakit-penyakit ee paru-paru ya,
pneumonia itu 21%. Terus kemudian dari
sistem stroke ya, otak 20%. Terus
kemudian penyakit jantung 34% ya ini ee
penyakit-penyakit ee PPOK-nya 19% terus
kemudian kanker parutnya 7%. ini ee
sesuai dengan apa yang ada di
area kita ya, di area di mana kita
bernaapas baik di indoor maupun di
outdoor. Karena kita kan tidak hanya di
hidup di indoor tapi juga di outdoor
juga dan kita selalu bernafas, kita
selalu membawa hidung kita sehingga
ee apapun yang ada di depan kita, kita
masukkan dalam paru-paru.
ee kelompok-kelompok rentannya sudah
barang tentu ini terkait dengan sistem
metabolisme tubuh, terus beban beban
metabolisme untuk katakanlah misalnya
untuk ee membutuhkan ee berbagai macam
energi, vitamin dan sebagainya untuk
mereka-mereka yang ee lagi hamil ya.
Terus kemudian anak-anak ini metabolisme
tubuhnya sedang tumbuh sehingga imunitas
tubuhnya juga masih belum bisa bertahan
dengan baik.
Kemudian orang-orang dewasa yang
aktivitasnya itu ke mana-mana ya,
mobilitasnya ke mana-mana, hidungnya
selalu dibawa gitu sehingga disedot
semuanya. Terus kemudian untuk yang
orang-orang tua yang
ee
sistem tubuhnya juga sudah mulai menurun
ya sehingga ee kemampuan-kemampuan ee
pertahanan diri dari tubuh juga
berkurang. Nah, ini adalah
kelompok-kelompok rentangnya.
Lalu ini adalah pada anak-anak ya. Jadi
kita bisa lihat di sini aja ee
kematiannya sudah jelas banyak sekali.
Terus kemudian ini ada ee perkembangan
dari otak IQ ya. Tadi sudah disinggung
ya gangguan IQ IQ-nya menurun.
Ee terus kemudian ada berkurangnya
fungsi paru ya yang kemudian bisa
berakibat pada asma.
Terus kemudian ee bisa kemudian pada
anak-anak ini sekarang sudah banyak
terdeteksi banyak yang menderita kanker
ya kanker
leukemia gitu ya. Leukemia kan produksi
sel darah putihnya terlalu banyak ya
karena sel darah merahnya sedikit gitu.
Terus kemudian kronik respiratory
illness ya. Jadi penyak penyakit kronis
dari ee paru-paru, terus kemudian ada
gangguan jantung juga, kemudian stroke
juga. Jadi ee semakin banyak sekarang
anak-anak yang ee berisiko terhadap hal
ini.
Nah, kalau di Indonesia sendiri kita
bisa lihat bahwa tadi ee kita sebut ini
adalah penyakit tidak menular. Eh,
penyakit menular itu yang kuning, terus
penyakit tidak menular itu yang biru,
ya. Terus kemudian yang hijau ini cidra.
Nah, kematian di Indonesia itu sekarang
bergeser
ya kematian karena penyakit di
Indonesia. Kalau ini tahun 90-an itu
penyakit tidak menular itu kalah
dibandingkan dengan penyakit tidak
penyakit menular ya. Banyak penyakit
menular di sana.
Tapi karena kemajuan ee kedokteran,
alat-alat kedokteran banyak yang
canggih-canggih, terus obat-obatan
semakin ee bagus kualitasnya,
maka kemudian penyakit-pjakit infeksi
itu dengan cepat bisa ditahan dan
menurun gitu ya. Hingga tahun 2024 ini
hanya tinggal sekitar 18%
penyakit-penyakit infeksi
yang meninggal karena penyakit infeksi
di Indonesia. Sebaliknya
penyakit-penyakit tidak menular yang
tadi disebabkan oleh berbagai senyawa
kimia proporsi terbesarnya oleh polusi
udara itu meningkat
ya dari tahun ke tahun meningkat nih
tidak terdeteksi karena tidak terdeteksi
ya jadi ee semakin meningkat meningkat
dan kemudian sekarang 2024 itu sudah
hampir 78%
ee yang meninggal karena penyakit tidak
menular
ya.
Nah, jadi ee kita bisa lihat bahwa peran
dari ee polusi udara terhadap
penyakit-penyakit
yang tidak menular atau silent killer
itu
semakin mengancam ya, semakin lama
semakin tinggi dan mengancam. Nah,
tentunya kita ee apa namanya?
Pemikirannya adalah ee bagaimana caranya
supaya polusi udaranya diturunkan gitu.
Kalau selama ini kan cuman slogan-slogan
aja menukan polusi udara dan sebagainya.
Tapi apakah kita ikut terlibat di sana
sebagai manusia
ee sebagai orang yang punya hidung? Itu
jadi pertanyaan besar
dan kita sendiri yang tahu jawabnya.
Bukan lagi rumput ya.
Baik, rumput yang bergoyan maksudnya.
Nah, ini ee contoh-contoh dari riset
riset yang ee kita publikasikan ya. Ee
jadi ini ada saya di sini, [tertawa] ini
jurnal yang bagus.
Ee
ini kita coba waktu itu adalah me
riset
ee asap kebakaran hutan terhadap
tingkat kecerdasan anak.
Ya, jadi kita pengin lihat di seluruh
Indonesia dari data nasional untuk
kemudian dianalisis dan kita ketemu
ternyata memang ee asap dari kebakaran
sendiri bisa mempengaruhi tingkat
kecerdasan anak.
ya. Terus kemudian kita juga melakukan
riset ini
ee ini adalah bimbingan saya S3 di UI
itu menemukan bahwa ee kualitas udara
dalam ruang, kualitas saudara dalam
rumah itu ee merupakan pemicu dari ee
alergi ee pernapasan ya, alergi
pernapasan pada anak-anak.
Nah, artinya apa? Jadi ee kualitas
saudara dalam ruang itu ternyata
risikonya juga besar pada anak-anak. Itu
yang menyebabkan gangguan ganggar
penyakit ee pernapasan pada anak gitu.
Nah, sudah tentu kita harus mencari cara
gimana caranya ya supaya mereka
anak-anak ini ee bisa menghirup udara
yang bersih gitu. Karena ini nanti ada
gangguannya kan macam-macam ya tadi
gangguan otak, gangguan sistem
pernapasan dan sebagainya.
Nah, ini ee kita coba melakukan riset
juga ee di menggunakan
data-data dari medical record. Data
medical record itu data dari rumah sakit
ya, rumah sakit-rumah sakit yang ada di
Jakarta. ee ini ee
risetnya
ee
tingkat kesulitannya hanya pada akses
datanya. Karena kan rumah sakit itu
tidak akan pernah ee tidak bersedia
untuk memberikan atau men-share data
medical record-nya karena ya selalu
dengan alasan
ee kerahasiaan pasien.
Tapi ee karena kami menggunakan surat
sakti dari menteri dan saya sendiri yang
datang ke masing-masing rumah sakit dan
kebetulan juga kebetulan ya faktor
keberuntungan juga itu direktur-direktur
di rumah sakit itu banyak yang alumni
dari
FKM Uki ya jadi pada kenal gitu atau
paling tidak mereka tahu ee saya
sehingga kemudian ee cukup ee
melancarkan memudahkan bisa mendapatkan
data dan kita ketemu bahwa
5 hampir 60% dari seluruh penyakit yang
di Jakarta
itu terkait dengan polusi udara
hampir 60%.
Jadi ee bandingkan dengan misalnya
penyakit-penyakit yang terkait dengan
ee makanan minuman ya di hari dan
paginya itu ya terkait dengan makanan
minuman itu hanya sekitar 15%.
Terus bandingkan lagi dengan
penyakit-penyakit lain ya terkait dengan
ee
penjemar yang lain itu proporsinya
enggak besar. Nah, jadi kita temukan ini
60%
dari seluruh penyakit itu terkait dengan
polusi udara. Nah, ini ternyata ee
apa namanya? sejalan dengan apa yang
ditemukan di internasional ya di global
ya dari berbagai negara juga menyebutkan
sekitar 60% juga penyakit-penyakit itu
terkait dengan evolusion.
Terus kemudian kita coba hitung berapa
sih biaya mereka-mereka yang sakit itu
membay ee mengeluarkan uangnya.
Jadi itu ee maksimal ya mereka
mengeluarkan uang pada ini penduduk
Jakarta aja ya itu pada
2010 itu 38,5 triliun
ya 38,5 triliun
yang dibelanjakan atau di pakai untuk
pengobatan baik ee oution maupun inion
ya.
Jadi ee rate-nya antara 700 miliar
sampai 3,8,5 triliun.
Lalu
hal lain ini kita coba melihat ke gender
population ini kita konsentrasi di asma
dan gangguan fungsi paru ya tadi ya.
Gangguan fungsi paru kayak seperti awal
tadi. Nah ee ini pada 4.250 di Tangerang
anunya populasinya tertemu sampelnya ya.
ini kasar 2.900 kita ketemu bahwa
gangguan fungsi parunya itu 21%
di masyarakat umum ya ee ini kemudian di
ee Makassar 24%.
Masyarakat umum artinya apa? Ee begini
caranya kita menggunakan spasial
epidemologi. Jadi kota Tangerang itu
kita bagi dalam 40 koordinat ya. Dibagi
40 koordinat. Nah, di titik-titik
koordinat itu ee kita ukur PM2-nya
ya. Kita ukur PM 2,5-nya di 40 titik
koordinat tersebut. Dan kemudian
penduduk di sekitar koordinat tadi ya,
kita pilih ee 4 ee 4.250 dibagi 40 ya.
Kita pilih berapa rumah tangga yang
masing-masing di sana.
ee 10.
Nah, 40 * 10* 100 e 100 rumah tangan di
sekitar itu sekitar titik-titik itu ee
yang kemudian kita ukur ee gangguan asma
dan gangguan fungsi barunya ya. Nah,
jadi artinya apa yang didapat itu kan
general population jadi populasi umum
ya. Kita tidak tergantung pada dekat
jalan raya atau enggak gitu rumahnya.
Nah, kita ukur ternyata kita ketemu
bahwa tadi satu dari lima orang di
Tangerang itu ee sudah enggak normal
fungsi parunya dan satu dari empat orang
di Makassar.
Oke. Nah, kemudian
mahasiswa saya ee kita arahin untuk
mencoba melihat pada ibu-ibu rumah
tangga yang di lokasi industri
itu di dekat wilayah Pulau Gadung ya.
Nah, terus kemudian di ee temukan dari
ibu-ibu tersebut ternyata 38,5% merak
gangguan fungsi paruh
ya pada ibu-ibu di lokasi pulau gadem.
Kenapa ibu-ibu? karena lebih sering
berada di rumah dan sudah bar tentu itu
ee udara di rumahnya itu karena dekat
dengan industri ya ee dipenuhi oleh
polutan dari industri. Artinya apa?
Dekat dengan industri ternyata gang
fungsi barunya semakin tinggi gitu.
Lalu ee ini juga ee yang terbaru ee
mahasiswa saya
ee dia mencoba mengukur mereka yang
paling dekat dengan jalan raya yaitu
sopir microlet
ya. Super Microlet
itu karena dia bisa lebih dari 8 jam
sehari itu. Nah, sub microlet yang
diukur adalah eh recollet di Kampung
Melayu ya yang posnya di Kampung Melayu.
Jadi ada M01, M01A, M02 dan sebagainya.
Ada trayek gitu di sana. Terus
masing-masing diukur ee dibawain alat
ukur PM 2,5 real time ya. yang setiap
saat bisa memerlukan datanya itu ketemu
ketika diukur gangguan fungsi parunya
56%
ee mereka terganggu fungsi parunya ya
jadi lebih dari 50%. Nah, sehingga dari
tiga contoh tadi kalau general populasi
itu satu dari empat orang, satu dari
lima orang itu ee terganggu fungsi
barunya karena tingkat penyemaran di
wilayah tersebut yang tinggi. Kalau ke
di ibu rumah tangga yang dekat dengan
industri itu 38%
ya ee yang katakanlah satu dari tiga
orang yang menderita ee gangguan fungsi
paru artinya lebih tinggi daripada
populasi umum. Sementara mereka yang
berada di jalan raya itu lebih dari satu
dari dua orang yang menderita gangguan
fungsi paru. Nah, seperti tadi saya
sebut bahwa gangguan fungsi paru ini
tidak pernah bisa tersembuhkan, ba tidak
bisa dikembalikan lagi seperti semula
sehingga penyakit-penyakit gangguan
pernapasan, penyakit-penyakit terkait
dengan polusi udara itu akan semakin
meningkat gitu resikonya.
Baik. Nah, ini kemudian apakah di dalam
mobil
itu aman?
Kita juga melakukan penelitian itu. Kita
ukur PM2,nya
ee di dalam mobil berac
ya bersama orangnya lalu dibawa ke
orangnya selama 24 jam
sampelnya. Jadi kalau begitu ee ada di
jalan raya sekitar ee 2 jam ya, 1 jam
seteng sampai 2 jam gitu ya. Kalau di
Jakarta ya ini karena dari Depok ya
terus ee kantornya di Kadok Subroto ya
di Jakarta itu tinggi sekali yang
terhirup PM 2,5-nya
saya katakan terhirup karena memang ini
yang ada di dalam mobil sehingga itu
yang ee manusianya akan bernaapas tidak
mungkin. Nah, ini standarnya di sini ya,
standarnya yang merah ini. Ini jauh 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:13 UTC
Categories
Manage