Kind: captions Language: id untuk mengakses materi pembelajaran yang dibutuhkan. Ketersediaan aula sasana wiatap guna mengakomodir kebutuhan acara berskala besar maupun pembelajaran yang bersifat umum. Aula dilengkapi dengan video tron, audio conference, dan beberapa fasilitas terkini. Terdapat pula aula GPT di lantai 3 yang dapat difungsikan sebagai ruang seremonial acara maupun sebagai ruang pembelajaran. Ruang Pusparaja dan Comon Center merupakan sarana untuk melakukan pembelajaran daring ASN belajar dan pembuatan konten online semacam podcast dan talk show. kelas internasional ruang kelas kreatif Euang kerja Widyaiswara BPSDM Jawa Timur sekaligus ruang diskusi dan pembimbingan para peserta dan WI. Gedung kerja GPT Ruang Perpustakaan BPSDM memiliki tempat yang nyaman untuk mengerjakan tugas juga menyediakan referensi buku-buku buku terkini serta buku referensi kertas kerja perubahan bagi para peserta yang tengah menempuh pendidikan. Ruang kesehatan dan laktasi bagi peserta putri atau karyawati yang membutuhkan. Ruang laktasi juga menyediakan perawatan kesehatan bagi para peserta pelatihan dan karyawan atau karyawati BPSDM Jawa Timur yang membutuhkan. Fasilitas beribadah yang selalu dijaga kebersihannya serta akses yang dekat dengan asrama peserta membuat para peserta nyaman untuk beribadah. Tersedia rumah tamu yang menjadi transit tamu VIP dengan fasilitas yang lengkap dan memadai. Bagi para peserta dari luar kota yang menempuh pendidikan disediakan asrama untuk menginap yaitu asrama Graha Utama, Graha Eka Praja, asrama Dwi Praja, asrama Tripra, asrama catur praja, asrama panca prraja, [Musik] asrama Sapta Praja, dan integrasi. [Musik] Kita jujur, Ma. Minimart yang didirikan dengan tujuan mengembangkan sikap integritas bagi peserta pelatihan dan karyawan ataupun karyawati BPSDM Jawa Timur dengan melakukan belanja dan pembayaran secara mandiri. Bumi Nusantara. Ruang transit VIP yang biasa diperuntukkan penerimaan tamu VIP dari pusat maupun gubernur, Wagup ataupun Sekda Provinsi Jawa Timur. Ruang makan yang nyaman menjadi tempat bertemunya seluruh peserta dari berbagai pelatihan untuk dapat saling berinteraksi, berbagi pengalaman dan juga kesan pesan. Cafe Outdoor yang mana para peserta dan karyawan ataupun karyawan di BPSDM dapat menikmati udara segar yang rindang dengan spot pemandangan yang berbeda. Kantin indoor yang dikelola DWP BPSDM Jawa Timur ini menggunakan pendingin ruangan sehingga pengunjung terhindar dari polusi asap rokok. Tersedia banyak ruang terbuka di BPSDM untuk melakukan diskusi bercengkrama maupun berbagai jenis kegiatan lain. Ruang Ide kreatif cetar biasa digunakan untuk berdiskusi atau sekedar bercengkerama. Gazibu belakang kelas A. [Musik] Gezibu depan masjid. [Musik] Nama bakti satya. Selain untuk berdiskusi, krapula digunakan sebagai area pembelajaran luar kelas ataupun fairwell party. Kolam pancing menjadi area favorit bagi yang memiliki hobi memancing untuk melepas benar. Ruang alumni didedikasikan bagi para alumni dekat timnas yang telah melalui tahap pendidikan serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat di tempat kerjanya. [Musik] Ruang bermain anak diperuntukkan bagi putra atau putri dari karyawan ataupun karyawati BPSDM Jawa Timur maupun peserta pelatihan yang hendak menitipkan anak sembari menempuh pendidikan di BPSDM Jawa Timur. Gedung yang dimanfaatkan sebagai tempat arsip dokumen BPSDM Provinsi Jawa Timur yang dikelola oleh arsiparis BPSDM Jawa Timur juga sebagai tempat penyimpanan barang pakai habis dan barang inventaris BPSDM yang nantinya akan didistribusikan. Fasilitas karaoke yang disediakan sebagai salah satu sarana hiburan bagi para peserta pelatihan. Untuk menjaga kebugaran tubuh, BBSDM menyediakan berbagai sarana dan prasarana olahraga. sepeda [Musik] jogging track [Musik] voli, [Musik] senam pagi bersama instruktur bulu tangkis tenis meja. tenis, fitness center [Musik] dan tidak ketinggalan ruang sauna. [Musik] Gerbang 24 University SDGIS BPSDM Jawa Timur untuk aparatur yang berkompeten, profesional, berintegritas, dan melayani. [Musik] Menjadi ASN yang kompeten merupakan tuntutan wajib di setiap pemerintah daerah. Untuk itu, setiap ASN harus mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi sebanyak 20 JP per tahun. Namun beban kerja yang tinggi membuat hal ini sulit terpenuhi. Kini hadir aplikasi pengembangan kompetensi mandiri Sibang Kodir. [Musik] Sibang Kodir adalah aplikasi yang dikembangkan oleh BPSDM Provinsi Jatim kolaborasi dengan BKD Provinsi Jatim dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim untuk membantu ASN dalam memenuhi kebutuhan pengembangan kompetensi sebanyak 20 JP per tahun. Sibang Kodir tersedia dalam aplikasi Android maupun website yang mudah diakses di mana saja dan kapan saja. Dengan aplikasi Sibang Kodir, target indeks profesionalitas ASN dapat lebih mudah tercapai. [Musik] Ayo dukung si Bang Kodir agar ASN makin kompeten. ASN kompeten, ASN keren. Informasi lebih lanjut, hubungi call center 031. 7412278 dipersembahkan oleh [Musik] Saudara barangkali sering mendengar tentang Fuka dan light walker. Fuka adalah volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Hari ini orang ingin volatil, serba cepat. Tapi saya harus sampaikan bahwa kecepatan tanpa kesadaran itu adalah kehampaan. So, kita bisa membuat volatil tetapi tolong dengan kesadaran penuh. Lalu, uncertainty, ketidakpastian, complexity, kerumitan, dan ambiguity ketidakjelasan. Itu kondisinya. Tetapi kita membutuhkan sebuah atau seorang SDM yang bernama light walker. Lightwer itu pekerja cahaya yang berbeda dengan hanya yang berorientasi fisik. Lightwer itu selalu punya tiga. Satu, hidupnya penuh dengan rasa kesyukuran. Bersyukur terhadap yang dimiliki maupun yang tidak. Yang kedua, orientasinya orientasi mulia. Mohon maaf tidak hanya masalah perut ke bawah, tapi juga perut ke atas. Dan yang ketiga, selalu berpikir positif apapun situasinya. Itu ciri-ciri light walker yang pertama. Yang kedua, si Lightwalker ini pasti dia orientasinya punya Nawaitu, kemudian eh Nawa NMS. Jadi niat, mimpi, dan strateginya hebat. Tidak hanya masalah physically atau financially, tapi dia more than that. Lalu yang kedua, selalu buka pikiran hati dan tangan dan dia selalu melakukan proses merenung, berubah, bertindak. Ini ciri kedua, light walker. Yang terakhir, light worker itu pasti sangat mendambahkan apapun berorientasi kepada ketuhanan. Jadi intinya mari kita masuk di era FUKA, masuk di era IT tetapi harus dengan kesadaran penuh. Indonesia mencanangkan 2025 birokrasi publik kita akan menjadi birokrasi publik kelas dunia. Tetapi itu bukanlah hal yang mudah karena kita harus membangun kompetensi itu dari landasan pertama sampai kompetensi-kompetensi yang paling tinggi. Sekaligus sebagai landasan pertama peletakan moral dan kompetensi maka Indonesia mencanangkan lasar CPNS. Ada apa dengan lasar CPNS kita? Lasar CPNS telah meletakkan empat dimensi dari ASN Indonesia. Yang pertama, mereka akan dilatih untuk menjadi warga negara yang baik melalui agenda peletakan sikap perilaku wilayah negara. Dimensi kedua, mereka dilatih menjadi seorang ASN yang berintegritas dengan agenda ASN berakhlak. Dan yang ketiga, dimensi kepegawaian. Mereka akan dilatih menjadi ASN yang smart, yang bisa mengikuti perkembangan dunia digital. Dan yang keempat, mereka bukanlah menjadi ASN yang hanya bisa ada di Menara Gading, tetapi mereka harus turun ke bumi di dalam rangka mengimplementasikan agenda 1 2 3 tadi menjadi aktivitas nyata sebagai ASN yang bertanggung jawab. Lasar CBNS adalah peletakan moral dan juga kompetensi ASN Indonesia. Semenjak berdirinya BPSDM Jawa Timur, kami telah secara progresif menciptakan wadah untuk tumbuh kembangnya para ASN Indonesia. Ketika era digital dimulai, tumbuh sebuah tekad kuat untuk menyelenggarakan berbagai bentuk pengembangan kompetensi nonasikal. sebuah pembelajaran bagi ASN untuk mengembangkan kemampuan mereka yang arah geraknya berdampingan dengan teknologi. Ee sangat luar biasa dan ini pengalaman kami ee belajar dengan menggunakan metode blended learning. Jadi secara online maupun secara luring dan sistem yang dikembangkan pembelajaran juga sangat memudahkan bagi kami meskipun ini baru bagi kami dan kami baru mengetahui ee ada mekanisme pembelajaran yang luar biasa seperti ini. bedah buku, sharing, komunitas belajar, patok banding, pelatihan jarak jauh, pendampingan di tempat kerja, podcast, dan webinar adalah kegiatan-kegiatan pembelajaran yang telah sukses diselenggarakan oleh BPSDM Jawa Timur. webinar series ee yang diselenggarakan BPSDM Provinsi ee Jawa Timur dengan ee mengambil tema hari ini yang ditulis tentang kehumasan ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa. Ini adalah merupakan sesuatu yang ee sangat menggembirakan. Inilah merupakan tanda tanda dimulainya sebuah era baru yaitu era ASN ee belajar BPSDM Provinsi Jawa Timur tentu akan terus meng-update dan meng-upgrade dirinya. Tentu kita menyiapkan mendidik mendiklat bahwa yang sekarang dididik didiklat adalah mereka yang akan bersiap juga untuk berhadapan pada 4.0 sekaligus 5.0 meninggalkan sebuah legasi yaitu government public relation academy. Ini kan hal-hal yang mungkin orang tidak terpikirkan bahwa ternyata BPSDM itu bisa membuat banyak program-program yang menarik untuk meningkatkan kapasitas ASN. Kesuksesan BPSDM Jawa Timur dalam pelaksanaan pengembangan kompetensi non klasikal ini akan terus kami pertahankan dan kembangkan menjadi lebih baik lagi. ASN yang berpengetahuan luas dan cakap adalah kebanggaan kami. SDM unggul menuju Indonesia emas adalah tujuan kami. Bersama BPSDM Jawa Timur, ASN Indonesia berakhlak juara. [Musik] Sobat, kita semua sebagai manusia dikarunia Allah lima sifat yang sama. Setiap manusia lima sifat. Yang pertama adalah kita dibekali oleh kecerdasan emosional. Kemudian kecerdasan spiritual, kecerdasan sosial, kecerdasan kinestetik, dan kiner kecerdasan fisik. Semua orang modalnya sama ya. Bagaimana kita ke depannya, kita mau menjadi apa itu terserah bagaimana kita mengelola lima kecerdasan tadi. Kalau kita bisa mengelola lima kecerdasan yang diberikan Allah kepada kita dengan baik, niscaya kita akan menjadi manusia yang sangat berguna, manusia yang sangat bermanfaat untuk manusia yang lain. Terima kasih. [Musik] Magister Kesehatan menjabat sebagai Kepala Seksi Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Stomo. saat ini yang mengikuti pelatihan kepimpinan pengawas angkatan 2 tahun 2021. Dalam aksi perubahan yang saya lakukan, saya mengambil proyek perubahan dengan judul Remind Me, yaitu penanggulangan atau pencegahan adanya ketidaklengkapan pengisian rekam medis elektronik yang dilakukan oleh dokter dengan melakukan notifikasi WhatsApp Gway yang saat ini sedang kami terapkan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Stomo. ini ee merupakan suatu metode melalui digitalisasi di mana itu menggabungkan antara dashboard yang merupakan output dari aplikasi rekam medis yang sudah berlaku. Kami gabungkan dengan notifikasi WA gateway yang tersampaikan kepada dokter sehingga dokter mempunyai suatu notifikasi segera melengkapi rekam medik elektronik yang beliau lakukan agar pelengkapan dari rekam medik elektronik yang beliau lakukan menjadi lebih tepat waktu. Sehingga hal ini membuat kelengkapan rekam medis elektronik yang ada menjadi lebih lengkap dan lebih terisi dengan baik dan itu akan menjadi output ke manaun yang akan kita lakukan sebagai dasar dari mutu Rumah Sakit Dr. Sutomo. Adanya remind me ini juga mempermudah kinerja dari rekam medis untuk melakukan review terhadap kelengkapan rekam medis elektronik. Dan review itu merupakan feedback kepada para dokter bagaimana nilai kinerja dari dokter itu tersebut. Dengan remin merupakan aksi perubahan yang telah kami lakukan. Kami harapkan menjadi suatu perubahan dari kinerja di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sutomo sehingga mutu Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sutomo menjadi lebih baik dalam performanya dan kinerjanya menjadi lebih efektif dan efisien. [Musik] Hai, saya Eko Budono dari bagian protokol dan komunikasi pimpinan sekretariat daerah Kabupaten Magetan. Saya peserta PKP angkatan 3 tahun 2021. Saat ini saya mengajukan perubahan ee aksi perubahan terkait dengan sistem manajemen ee sistem manajemen informasi perencanaan dan pelaporan melalui Kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bapak Adi Karo, AKS MAP. Hadirin dimohon berdiri. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. [Musik] He. He. [Musik] Hadirin disilakan duduk kembali. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Salam optimis. Salam optimis tim bangkit. Salam optimis Jatim bangkit. Boleh kita berikan tepuk tangan yang luar biasa untuk Bapak dan Ibu. Hari ini telah hadir bersama-sama kita yang terhormat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Bapak Adi Karono AKS MAP. Yang kami hormati Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Bapak Dr. Sugeng Haryono, M.Pd., Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik DIE, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, serta seluruh hadirin tamu undangan yang berbahagia. Setinggi puji dan sedalam rasa syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha pengasih pada hari ini, Selasa di lembar ke-22 bulan Agustus tahun 2023 bertempat di gedung Sasanawiat Praja BPSDM Provinsi Jawa Timur, kita dapat mengikuti acara Forum Perangkat Daerah bidang pengembangan kompetensi tahun 2023. Bapak, Ibu hadirin yang kami hormati. Untuk menyambut kehadiran seluruh tamu undangan yang berkenan hadir pada hari ini, izinkan kami mempersembahkan tarian selamat datang, yaitu tari Galuh prameswari. Galuh prameswari diartikan sebagai ekspresi gambaran dari perempuan yang anggun dan tangguh dalam karisma budaya Jawa Timur. Dan tarian ini diciptakan oleh Bapak Arif Rofik Widya Iswara BPSDM Provinsi Jawa Timur. Bapak, Ibu, inilah tariamwari [Musik] ratu hayu mincil saking ujung kalu prameswaring tuladane. Para putri cinandra kurang candra dinulu [Musik] sepet mati [Musik] ayuanteng ayu ning ora kecam [Musik] kembang mekar Mentiungti ora ayu kapati ratu niiro ayu [Musik] Lemah teles paribasane setya tuh wag Putri galuh pramiswari [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Ayo anten [Musik] kangayune ora kejampak [Musik] Kembang megar [Musik] pod [Musik] menung sapa sing kabti [Musik] ratu Niro ayu [Musik] peti ratu niiro ayu Nek godong janti lek gering-gering sampai mati tak elingeling. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] kali gelon kali timbang Pha [Musik] kabote. Ya bapak-bapake dhewe ya rama ramane dewe wong ayu sing ayu dewe. Wong manis manise dewe. [Musik] Prameswari [Musik] wis wayahe Galuh prameswari dadi tep palupi wong sak nuswantara. Setuju? Setuju setuju setuju [Musik] Hadirin yang kami hormati, agar acara pada pagi hari ini senantiasa membawa keberkahan bagi kita sekalian. Marilah kita bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu wa taala, Tuhan yang maha kuasa. Dan dalam hal ini doa akan dipimpin oleh Bapak Ahmalus Shihin, S.H., M.M. Kami persilakan. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Hamdas syakirin hamdan naimin. Hamda yfiamahu wauki mazida. Ya rabbana lakal hamdu kama yambagalali wajikalim waimik. Allahumma sholli wasallim ala sayyidina Muhammad waa ali sayyidina Muhammad. Allahumma ya Allah ya mujib sailin puji syukur kami persembahkan kehadirat-Mu. Berkat izin dan rida-Mu pada saat ini kami telah melaksanakan forum perangkat daerah tahun 2023. Kami dadahkan kedua belahan tangan kami untuk mendapatkan curahan rahmat dan kasih sayang-Mu. Untuk itu ya Allah kiranya berkenan memberkahi dan meridai acara yang kami laksanakan ini. Ya Allah, berikanlah kepada kami kecerdasan akal pikiran, kecerdasan hati, dan kecerdasan rohani sehingga forum ini akan dapat membuahkan hasil yang baik dan berguna bagi pengembangan kompetensi aparatur sipil negara di Provinsi Jawa Timur. Ya Allah, ya Tuhan kami, sesuai dengan petunjuk-Mu untuk mencapai kemaslahatan dalam urusan, haruslah kita musyawarahkan terlebih dahulu untuk menyamakan dan menyatukan silang pendapat sehingga melalui forum ini kami dapat berdiskusi tentang permasalahan peningkatan kompetensi aparatur sipil negara untuk reformasi birokrasi berdampak. Ya Allah yang maha kuasa, Engkau amanatkan diak kami sebagai birokrat di bumi persada ini. Tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar itu benar serta berikanlah kami kekuatan untuk menjalankannya. Dan tunjukkanlah pula kepada kami bahwa yang salah itu tetap salah. Berilah kami kemampuan untuk menjauhinya. Ya Allah, Tuhan yang maha pengampun, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa para pemimpin-pemimpin kami, serta kabulkanlah doa permohonan kami. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinazabanar. Subhana izma yasifun wasalamun alal mursalin walhamdulillahbil alamin. Bapak, Ibu tamu undangan yang kami hormati. Kegiatan pada hari ini mengusung tema transformasi manajemen ASN dan strategi pengembangan kompetensi untuk reformasi birokrasi berdampak yang diikuti oleh seluruh perangkat daerah di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Timur dan kepala BKD kabupaten kota di Jawa Timur. Untuk itu, marilah kita dengarkan bersama laporan penyelenggaraan yang akan disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami persilakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat pagi, salam sehat, salam sejahtera untuk kita sekalian. Yang terhormat, yang kita banggakan dan kita cintai bersama Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bapak Adi Karyono, KS MAP, Pak Deputi, Pak Kaban, Pak Sekda ini satu-satunya eslon 1 di Jawa Timur. [Tepuk tangan] Kalau di kementerian itu satu kementerian 9 eslon 1, 9 Dirjen kaban ses itu pegawainya 9.000. Bai ini satu-satunya eslon 1 dengan pegawai 81.000 lebih. Mudah-mudahan beliau sehat selalu. Kalau dijadikan satu dengan seluruh provinsi itu sekitar seteng juta, Pak, anak buah beliau ini. Jadi sebenarnya sudah cukup kuat ya, Pak Sekda sebenarnya kalau mau ke panggung politik. Itu baru ASN loh, Pak. belum siswa SMA SMK yang berada di bawah kewenangan beliau ini ada 1,3 juta. Insyaallah saya masih ingat. Mudah-mudahan Pak Sekda sehat selalu di tengah kesibukannya kami. Terima kasih atas kehadiran Bapak dan nanti berkenan memberikan arahan kepada kita semua. Bapak Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Lembaga Infasi Negara, Bapak Dr. Muhammad Taufik di IE. Matur nuwun Bapak walaupun ee sekejap bisa mampir di Jawa Timur dan nanti akan melanjutkan perjalanan ke daerah-daerah lain di Indonesia. Yang kami hormati Bapak Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri Pak Dr. Sugeng Haryono, M.Pd. Terima kasih. Matur nuwun Bapak sudah berkenan rawuh dan mohon maaf kami menghubungi agak mendadak karena agak sulit menyesuaikan dengan waktunya ee para pejabat kita yang ada di Jawa Timur yang luar biasa kesibukannya. Yang kami hormati pula para widyaiswara PPSDM Pro Jawa Timur. Hadir Pak Koordinator Widyaiswara, Pak Dr. Afan, disertai Widayiswara Utama dan Widiswara Madia yang hadir. Bapak, Ibu para kepala BKD, Kepala BKP, Kepala BKPSDM kabupaten kota yang hadir atau yang mewakili. Matur nuwun sanget rawuhnya dan perhatiannya terhadap kegiatan ini. Bapak, Ibu para pejabat pengelola kepegawaian di lingkungan perangkat daerah pemerintah Provinsi Jawa Timur yang hadir. Terima kasih. Dan seluruh undangan yang ee kami banggakan. Puji syukur ke hadat Allah Subhanahu wa taala. Pagi ini kegiatan ee forum perangkat daerah bidang pengembangan kompetensi tahun 2023 bisa kita laksanakan. Semua semata-mata karena izin dan rahmat dari Allah Subhanahu wa taala. Bapak Sekretaris Daerah yang kami banggakan. Komitmen Ibu Gubernur Jawa Timur terhadap pengembangan kompetensi ASN sangat luar biasa dan telah terbukti bahwa BPSDM Jawa Timur hattrik 3 tahun berturut-turut dikukuhkan oleh lembaga administrasi negara sebagai lembaga pengembangan kompetensi terbaik pertama tingkat nasional. Sengaja di hadapan Pak Deputi, Pak Sekda, dan Pak Kepala BPSDM kami pajang itu piagamnya itu hatrick 3 berturut-turut. Tentu ini karena komitmen Ibu Gubernur yang luar biasa, arahan-arahan dari Pak Sekda dan tentu bimbingan dari Lembaga Adventasi Negara dan BPSDM Kemendagri yang selama ini telah mendampingi kami dalam ee proses pengembangan kompetensi di Jawa Timur. Berbagai arahan Bapak Sekretaris Daerah selaku Ketua Tim reformasi Birokrasi Provinsi Jawa Timur telah kami terjemahkan ke dalam program-program strategis pengembangan kompetensi ASN. Salah satunya pada tanggal 8 Agustus 2023 yang lalu, Ibu Gubernur yang diwakili oleh Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur bersama Bapak Kepala Lembaga Administrasi Negara telah m-launching Pilot Project Integrasi Implementasi Model Pengembangan Kompetensi ASN berbasis corporate university dengan reformasi birokrasi tematik. Khususnya untuk tahun ini adalah reformasi birokrasi tematik pengembangan investasi. Dalam rangka penajaman program dan kegiatan serta arah pengembangan kompetensi ASN berbasis reformasi birokrasi tematik dimaksud, maka pada hari ini diselenggarakan Forum perangkat daerah bidang pengembangan kompetensi ASN yang diikuti oleh para pemangku kepentingan baik dari perangkat daerah provinsi maupun dari kabupaten kota seJawa Timur. berkenan hadir. Kami laporkan Bapak Sekda untuk memberikan pada arahan pada forum ini adalah Bapak Dr. Muhammad Taufik Dia selaku Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia dan Bapak Dr. Sugeng Haryono, M.Pd. selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri. Demikian yang dapat kami laporkan. Selanjutnya mohon dengan hormat kepada Bapak Sekretaris Daerah untuk menyampaikan sambutan pengarahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan ini. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] yang kami hormati. Selanjutnya marilah kita simak bersama sambutan serta pembukaan kegiatan Forum Perangkat Daerah Bidang Pengembangan Kompetensi tahun 2023 secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat Bapak Adi Karo AKS MAP. Kami persilakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Semangat pagi. Salam optimis Jatim Bangkit. Nah, biar kaget nih Pak Deputi Pak Kaban ini. Salam sejahtera untuk kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Yang terhormat Kepala BPSDMAGRI. Ini sama kepala BPSDM-nya ya, Pak Sugeng Haryono. Selamat datang, Pak. Terima kasih sudah hadir. Dan yang kedua tamu kita dan guru saya ini dosen saya di ST IAL, Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN RI Pak Muhammad Taufik ya. Dua orang ini hadir kemarin karena kesibukan saya boleh via Zoom meeting. Wah, kayaknya kualat kalau saya zoom meeting. Maka saya cancel satu acara pagi ini dan saya harus hadir karena dua orang penting ini. Ya. Ya. Bagaimana tidak Kepala Badan PW SDM dan Peningkatan Kompetensi SDM ada di sini? Ini beruntung Bapak Ibu sekalian forum ini dihadiri orang paling pentingnya di tanah air. Yang terhormat Kepala BPSDM Pak Ramli. Bapak tidak perlu menyampaikan ya tiga penghargaan ini sudah menunjukkan bahwa ini benar-benar kawah candra di mukanya. Pengembangan kualitas SDM bukan hanya Jawa Timur tapi nasional. kita dikatnya sudah tidak terbendung lagi. permintaan dari luar banyak sekali dan ini menunjukkan bahwa ini adalah tempat untuk menghasilkan SDM berkarakter dan pemimpin perubahan yang memang sudah menjadi jargon bahwa untuk reformasi birokrasi yang berdampak ya untuk pelayan publik yang berdampak langsung pada masyarakat tentu memerlukan orang-orang yang inovatif, berkarakter dan juga mempunyai jiwa kepemimpinan untuk berubah. Bapak, Ibu sekalian dalam hal ini juga pejabat struktural dan subkoordinator PPSDM kami yang kami hormati dan wabil khusus para widwara utama, Bapak Koordinator, Pak Afan dan rekan-rekan dan seluruh peserta baik dari BKD, BPSDM di kabupaten kota dan yang online kami ucapkan terima kasih. Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala pada hari ini kita bisa melaksanakan satu forum penting yang memang itu menjadi agenda rutin dari BPSDM dan tentu saja salam dari Ibu Gubernur kita betul-betul Jawa Timur itu fokus untuk bisa reform, untuk bisa pembangunan ini berjalan. Maka sumbernya dari bagaimana pengembangan dari kualitas SDM kita. Alhamdulillah pada hari ini kita forum perangkat daerah bidang pengembangan kompetensi tahun 2003 ee bisa dilaksanakan dan dua orang penting ini hadir khusus dan itu anugerah buat kita semua. Ee Bapak, Ibu sekalian ingin sampai sampaikan bahwa dalam forum kali ini dengan tema transformasi manajemen ASN dan strategi pengembangan kompetensi untuk reformasi birokrasi berdampak, tentu tema ini sejalan dengan arahan presiden. Mungkin 2 tahun ini 2021 kita tidak sekedar reform ya. Kalau di Menpan itu kita diminta untuk bagaimana mengukur reformasi birokrasinya, kali ini semakin tinggi levelnya. Jadi reformasi yang dimaksud haruslah berdampak dan tematik. Dan di tahun 2021, Jawa Timur dipilih dari tiga provinsi untuk menjadi piloting reformasi berdampak satu untuk ee penurunan angka kemiskinan, yang kedua untuk digitalisasi, yang ketiga untuk investasi. kami jawab tantangan tersebut salah satunya adalah kami memperoleh award untuk e government digital ya terkait dengan ee pemanfaatan SPBE untuk pelayan publik yang berdampak. Jadi kita mendapatkan penghargaan itu bukan karena digital dan sistemiknya, tetapi betul-betul diukur bahwa semua lain publik dengan menggunakan transformasi digitalnya menghasilkan dampak-dampak yang diinginkan. Salah satunya kemiskinan kita turun lebih cepat ya. Terbanyak di Pulau Jawa ini 338.000. Kemudian juga ee untuk investasinya kita meningkat jauh di antara provinsi ya di seluruh Pulau Jawa kalau kita Apple to Apple. Kemudian semua terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang 5,2 di atas nasional. Kemudian inflasi kita. Saya lagi senang nih Pak Sugeng. Saya lagi senang sekali. Biasanya setiap minggu itu kita deg-degan. Pak Mendagri akan mengabsen siapa provinsi maupun kabupaten kota yang inflasinya tinggi. Nah, kali ini saya bisa dalam 3 bulan ini nyenyak tidur karena inflasi kita mentumnya 0,15 sementara nasional 0,21. Jadi selalu menjadi contoh dan sekarang kami bisa bangga kenaikan dari investasi kita mencapai 38%. dan PMDA-nya, PMA-nya kita sudah 66%. Jadi, perkembangan dari pasca COVID di sini meroket sekali. Nah, dengan pertumbuhan ekonomi yang di atas rata-rata jauh di antara semua provinsi di Jawa dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasinya juga terkendali dengan baik, maka kami bisa menyatakan bahwa kita lagi perform sekali secara government. Namun demikian yang kami lakukan di Jawa Timur adalah bagaimana kita melanjutkan reformasi birokrasi dengan transformasi digitalnya. Tidak bisa tidak tantangan ke depan dengan era digitalisasi. kami terus bukan bersaing ya kalau melihat Jawa Barat memang sudah hightech ya hampir semua di dalam layanan publik maupun dan birokrasinya sudah menggunakan sistemik dan digital dan kita akan merancang ke sana khusus untuk transformasi digital ini kami perlu untuk ee agak berpacuh sedikit ya untuk mengatasi bagaimana ee reformasi secara struktural kita sudah mulai bagaimana penyed organisasi sudah bergerak ketika Pak Ramle masih di biro organisasi dari struktur yang besar sekarang sudah berkurang dan tahap berikutnya akan menghilangkan betul-betul Weberian menjadi ee profesional teknis. Kemudian dari situ kami juga menggaris bawahi terkait ee transformasi ya secara sosial atau culture. Ini penting banget bahwa ee sehebat apapun kalau budaya kerja kita, lingkungan kita belum mendukung ke arah bagaimana transformasi kita mengadu, maka kita juga harus memperhatikan itu. bagaimana nilai-nilai ya dengan core value berakhlaknya kita terapkan dan menjadi sesuatu habit bahwa kinerja itu bergerak dengan sesuatu yang bisa kondusif. Dan selanjutnya tidak bisa tidak rumusnya adalah bagaimana peningkatan kualitas SDM, bagaimana ee pengembangan SDM, bagaimana upskill, bagaimana networking di dalam pengembangan SDM. Alhamdulillah BPSDM bukan hanya sekedar memang hatricknya, tetapi betul-betul kita memberikan ee tolok ukur bagi kabupaten kota yang memang ingin maju, maka akan terlihat dari bagaimana pengembangan SDM-nya. Dan Bapak, Ibu sekalian, ee kerja-kerja kami akhirnya menghasilkan apa yang namanya kita menerima tamu untuk studi banding, studi tiru, studi studi kloning. Ya, hampir setiap waktu kami menerima tamu-tamu. ini menunjukkan bahwa Jawa Timur menjadi barometer baik di reformasi birokrasi dan tentu untuk SDM setiap diklat kepemimpinan, diklat teknis maka sumber penarikan pesertanya bukan hanya Jawa Timur. Jadi Jawa Timur go nasional ya. Kemudian juga BPSD mempelopori bagaimana training-training di luar negeri. Jadi Pak Ramli kayaknya kualat kalau Pak Sugeng tidak diajak, Pak Topi tidak diajak ini kan. Jadi setiap waktu kita memberikan training ya kepada Bapenda, BPKAD, kemudian kepada ee DPRD terutama ya. Nah, saya saya harapkan bahwa BPSDM Jawa Timur ini milik juga teman-teman dari BKD, BPSDM, kabupaten kota. Sehingga jika ada ya teman-teman ingin juga pengembangan SDM melalui kurs atau training luar negeri silakan dengan Pak Ramli. Tapi biaya sendiri ya. Khusus yang dua orang ini tamu kualat kalau pakai biaya sendiri. kita biaya adalah biaya dari kita ya. Saya sampaikan begini ini bukan apa basa-basi para melena Pak Dijen Kedah, Dijen Bangda tantangannya sudah kami jawab. Jawa Timur memecahkan kebuntuhan yang pernyataan enggak ada Sekda yang bisa neraktir kami ke luar negeri. Ya, saya buktikan Bapak mau berapa Pak Dian Kedah. tig lima lima saya kasih ya artinya kita ini sama-sama kalau punya kesempatan sama-sama hebatnya kita tentu hebat pula karena dukungan dari kementerian di pusat seperti itu. Tepuk tangan untuk ya teman-teman di BPSDM dan penyelenggaranya yang paling banyak tentu tempatnya Pak Ramli ya. Monggo kalau misalnya teman-teman dari BPSDM kabupaten kota yang berminat dan mempunyai kemampuan. Nah, kami juga ee ditegur sebetulnya, Pak, oleh Pak Sekjen. Pak Sekda tahu enggak yang paling banyak ke luar negeri, baik gubernur, Wakil Gubernur, bupati, Walikota, DPRD, staf itu nomor satu rankingnya Jawa Timur. Oh. Untung saja, Pak, di antara itu belum ada Sekda ke luar negeri. Ayo. Oh, i betul juga ya. Kan saya ngajak Bapak juga belum bisa saya belum bisa juga. Artinya kita coba membuat positif ya karena kami tempat untuk benchmaking, studi banding. Lalu kami studi bandingnya ke mana, Pak? Enggak mungkin saya ke provinsi lain, maka kami studi bandingnya adalah ke luar negeri karena standar kami sudah internasional gitu loh. Ini jawaban yang pas ya, tetapi karena juga menawarkan beliau Bapak mau ke mana, maka ya bagus jawabannya gitu kan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih BPSDM yang sudah sangat mewarnai ini sejalan dengan ee arahan dari Ibu Gubernur yang betul-betul fokus bahwa untuk bisa maju maka sangat tergantung man behind the gun. Oleh karena itu, kualitas SDM lebih jauh kita akan bahas terkait dengan kompetensi. Kita masih mungkin melihat bagaimana level jabatan. Kita masih melihat bagaimana sekedar peta jabatan. Tetapi sesungguhnya reform ini sudah mulai sederhana, tidak bisa terkotak-kotak begitu saja. Namun untuk kompetensi kami sedang menggalakkan, Pak, bagaimana kita merekrut dan meng-upskill terutama tenaga informasi komunikasi. Tenaga titik kita masih sangat rendah. Untung ternyata di level middle kita yang IT minded, yang internet minded sudah jalan. Sehingga reform itu mulai dari tengah. Kami lalu ke atas untuk menteleh komitmennya. Semua ini sangat tergantung komitmen. Reform sangat tergantung komitmen untuk bisa transformasi digital luar biasa beratnya di Jawa Timur. Sehingga kemarin jujur ya apa yang sudah kita bangun setahun ini memang sudah menggeliat. bagaimana semua layanan aplikasi ya dengan inovasinya menjadi settle dari mulai jos gandos ya untuk urusan eh single submission-nya untuk perizinan dengan ee Siska Perbaponya untuk mengetahui bagaimana perkembangan bahan-bahan pokok harganya sehingga inflasi kita bisa deteksi. Kemudian juga untuk rumah sakit kita mungkin yang pertama bisa melepaskan diri dari data yang dipegang oleh pihak lain. Kami dengan 3 bulan beroperasi untuk bisa mengembalikan bahwa data itu milik kita dan tersistem dengan baik dengan satu sehat. Maka kita lebih murah, lebih cepat dan bisa connect semua orang yang akan ee mengakses ke rumah sakit. Demikian juga dengan bagaimana lelang kita dengan Jatim Bejo, Jatim online belanja online ya dan tidak jat online itu sudah memperoleh penghargaan dari LKPP untuk yang terkait dengan jumlah etalase yang terbanyak dan kita semua akan galakkan untuk bagaimana cinta buatan Indonesia. Semuanya adalah digital. Mau tidak mau ya kita harus mengarah bagaimana sistemik dan digital untuk bisa menghilangkan frud dan bagaimana mendekatkan diri kepada layanan kepada masyarakat dan semuanya ujungnya adalah bagaimana meningkatkan layan kita yang berdampak langsung kepada masyarakat di anggaran perubahan ini kami juga kembali untuk menukik apa yang harus kita lakukan RAPBD perubahan kita harus bisa menambah kualitas dan jangkauan terkait dengan bantuan dan layanan kepada masyarakat yang berdampak langsung secara ekonomi. Maka dinas koperasi, Dinas Sosial, Tenaga kerja ya, kemudian kesehatan dan sebagainya itu menjadi target kami untuk dipenuhi target tambahan. Alhamdulillah tahun ini dari 32 triliun ya dengan penambahan sampai 35 triliun kita bisa ada pelampuan 1,4 triliun untuk bisa membangun apa. Dan 2024 kami sudah menyusun bagaimana redesain itu anggaran itu dilanjutkan 2024 dan akhirnya kita mengurangi belanja modal untuk membangun tower. Tetapi yang kita lakukan adalah tower. maksudnya adalah kantor-kantor dari OPD kita yang tingkatnya 8, tingkat 9 saya kurangi karena maintenancenya sangat berat tetapi lebih kepada kalaupun membangun adalah semua UPT layanan publik yang harus kita benahi dan selanjutnya sebagian kita gunakan untuk peningkatan kualitas SDM. Karena ke depan SDM yang unggul, SDM yang berkarakter dan punya kompetensi yang jelas ya itulah yang akan menyelamatkan kita untuk bisa meraih Indonesia Emas 2045. Saya kira itu yang bisa kami sampaikan. Sekali lagi terima kasih kepada Pak Deputi dan Pak Kaban ya untuk kehadirannya. manfaatkan dan teman-teman sekalian mudah-mudahan apa yang kita lakukan pada saat ini dan seterusnya terkait SDM betul-betul sinkron dengan reformasi birokrasi yang diinginkan yaitu berdampak bagi ee komitmen kita untuk menurunkan kemiskinan, meningkatkan investasi dan juga pengembangan digitalisasi. Demikian yang bisa kami sampaikan. Ini dibuka, Pak. Ya, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Forum Perangkat Daerah bidang pengembangan kompetensi tahun 2023 secara resmi saya nyatakan dimulai. Demikian mufalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Baik Bapak dan Ibu, dengan demikian telah kita ikuti rangkaian acara pembukaan Forum Perangkat Daerah bidang pengembangan kompetensi tahun 2023. Terima kasih kami sampaikan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur atas dukungan dan kehadirannya pada acara pagi hari ini. Berikutnya akan kita ikuti sesi foto bersama. Mohon berkenan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur beserta seluruh tamu kehormatan untuk dapat berfoto bersama seluruh peserta yang hadir pada kesempatan hari Ani. Dan bagi rekan-rekan fotografer, kami persilakan mengambil gambar dari atas panggung. Bagi Bapak Ibu kami persilakan untuk dapat tetap berdiri di tempat masing-masing dan kami undang untuk seluruh tamu kehormatan dapat bergabung di area depan. Mohon izin Bapak Ibu untuk dapat melihat ke kamera. 1 2 3 Baik. 1 2 3. Berikutnya salam optimis mungkin Bapak. Salam optimis Jatim Bangkit. Baik. 1 2 3. Baik, terima kasih. Sesi foto bersama selesai. Berikutnya tanpa mengurangi rasa hormat kami persilakan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur untuk dapat melanjutkan kegiatan berikutnya. Mas tolong ini menasti masyarakat agar teman-teman yang ada di sini ya nanti mungkin sekarang. Baik Bapak Ibu, sembari menunggu memasuki sesi selanjutnya, kami mohon Bapak Ibu untuk dapat mengisi survei kepuasan masyarakat yang barcode-nya akan tertera di layar LED. Jadi kami mohon untuk dapat men-scan barcode yang tertera di layar LED dan kami mohon Bapak Ibu untuk dapat segera mengisi survei tersebut. Baik Bapak dan Ibu, selanjutnya kita akan memasuki sesi pemaparan materi oleh narasumber yang luar biasa tentunya. Dan pada sesi kali ini akan dipandu langsung oleh moderator kita yakni Bapak Yudi Jiwindrio, SSTP, MSOS, analis kepegawaian ahli muda BKD Provinsi Jawa Timur. kami persilakan [Musik] cek. Baik, terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Shalom rahayu. Yang terhormat Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bapak Adi Karono. Yang kami hormati Bapak Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN pada Lembaga Administrasi Negara, Bapak Dr. Muhammad Taufik di E. Yang kami hormati Bapak Dr. Sugeng Haryono. Beliau adalah Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Dalam Negeri. Yang kami hormati Bapak Dr. Ramliamto, S.P., MP., Kepala BPSDM Kementerian Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Nah, Bapak, Ibu sekalian selamat datang di gedung Wiata Praja BPSDM Provinsi Jawa Timur. Baik, terima kasih Bapak Sekretaris Daerah Prov Jawa Timur berkenan hadir di dalam forum perangkat daerah bidang pengembangan kompetensi. Bapak, Ibu sekalian, barangkali langsung saja kita aturi untuk naik ke atas panggung untuk Bapak Dr. Muhammad Taufik. Monggo Bapak Dr. Sugeng langsung kami aturi untuk naik ke atas panggung Bapak. Kita berikan applaus yang sangat meriah Bapak Ibu sekalian. [Tepuk tangan] [Musik] Oke, Bapak, Ibu sekalian ee tentu di kesempatan yang sangat berbahagia ini kami akan ee menyapa terlebih dahulu yang kami hormati para kepala BKPSDM, Kepala BKP, BKPPD yang ada di kabupaten kota seluruh Jawa Timur. Saya lihat beberapa beliau hadir. Dan yang kami hormati juga teman-teman saya di perangkat daerah pemerintah provinsi Jawa Timur. Saya lihat ada banyak administrator, pejabat pengawas dan juga pengelola kepegawaian di lingkup pemerintah Provinsi Jawa Timur. Nah, Bapak, Ibu sekalian, pagi ini kita akan bersama-sama membahas tema yang sangat ee lagi in begitu ya di ee kalangan pengembangan SDM aparatur. Nah, karena banyak jokes yang ada di luar ee Bapak para narasumber bahwa pada saat kita diminta untuk merasionalisasi anggaran misalnya yang paling banyak dipotong adalah anggaran terkait dengan pengembangan kompetensi. Betul begitu ya? Betul. Nah, maka dengan forum ini, dengan forum yang sudah ter e yang sudah dimulai semoga anggaran dan kebijakan kaitan dengan pengembangan kompetensi di SDM aparatur ini bisa menjadi ee dioptimal dioptimalkan di masing-masing perangkat daerah. Dan Bapak Ibu sekalian, berbahagia sekali pagi ini kita akan membahas tema besar yaitu strategi pengembangan kompetensi untuk mewujudkan birokrasi berdampak, reformasi birokrasi berdampak. Bapak, Ibu sekalian, barangkali saya akan berikan kesempatan pertama untuk Bapak narasumber. Di kesempatan pertama akan kami berikan untuk Bapak Deputi Bidang Pengembangan Kompetensi dari Lembaga Administrasi Negara. Dan barangkali ee sudah siap untuk paparan Bapak. Baik. Nah, barangkali sebelum kita mulai akan saya bacakan sedikit ee kurikulum VITE dari beliau Bapak Ibu sangat luar biasa sekali eh Bapak Dr. Muhammad Taufik di I. Beliau lahir di Magelang dan yang menarik juga beliau pernah menempuh pendidikan sarjana di Universitas Jember. Betul. Nggih, Bapak. Nggih. Luar biasa. Ternyata warga Jawa Timur tapi lahirnya di Magelang, Bapak. Nggih. Nggih. Nah, ternyata S2 dan S3 beliau di Prancis di S3-nya yaitu di Institute Theudes Politik The Bordeok Prancis. Tepuk tangan untuk beliau, Bapak Ibu sekalian. Dan tentu kami sudah tidak sabar, Pak, memberi ee mendengarkan insight yang akan Bapak sampaikan kepada kami. Dan tentu Bapak, Ibu boleh dicatat nanti kaitan dengan ee materi beliau. kami akan berikan kesempatan nanti untuk kita perdalam di perbincangan dan diskusi yang akan kami berikan kesempatan di kesempatan berikutnya. Saya kira tidak perlu berlama-lama lagi, monggo kami ee persilakan Bapak Dr. Muhammad Taufik untuk memberikan materi. Terima kasih. Baik, saya berdiri aja biar kelihatan semuanya. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang saya hormati Bapak Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur yang sedang pengantar. Pak Sekda yang saya hormati, Pak Sugeng, sahabat saya, Mas Yudi, para widyaiswara, para kepala PKP SDM seluruh Jawa Timur dan para hadirin yang berbahagia. Pertama-tama kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa, alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi. Ee oh ya saya menyalami juga yang ikut yang secara online, ada yang secara online juga. Ee kita bersyukur kita bisa silaturahmi dalam keadaan sehat dan ee tak lupa kita panjatkan selawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam serta para sahabat, para keluarga dan semua pengikutnya. Bapak, Ibu sekalian, saya akan menyampaikan tadi menyambung apa yang disampaikan Pak Sekda bahwa SDM ini adalah kunci pembangunan. Ini sama dengan yang disampaikan oleh namanya Claus Swap ya, pemimpin buat Economic Forum yang menyatakan bahwa dunia ini sekarang sudah berubah ya. E dia ngomong 2014 dia bilang the end of capitalism bahwa dunia ini tidak digerakkan lagi dengan namanya kapitalisme tapi digerakkan namanya talentisme. Apa bedanya? Peradaban ini digerakkan oleh orang yang kemudian pembangunan yang memuk modal ya. Orang selalu berusaha ngomong tentang pertumbuhan ekonomi karena kita pengin mengejar modal modal yang menggerakkan peradaban ini. Nah, era era sekarang kita bicara tentang yang menggerakkan itu bukan uang, yang menggerakkan adalah manusia itu sendiri ya. Nah, makanya kita sudah lama ee mengenal namanya kita bicara tentang ekonomi apa ekonomi kita berbasis pada pengetahuan dan di situ kuncinya adalah media SDM-nya. Bapak Ibu sekalian ini yang kemudian oleh Tofler. Tofler ini nulis sudah mungkin sosiolog yang meramalkan sudah lama sekali tahun 0-an ya. Alvin Tofler ini dia bilang bahwa kita di abad 21 ini nanti ke depan ini di depan sekarang kita abad 21 perubahan akan sangat cepat sekali dengan tadi hasil karya manusia ya dan ini yang menjadi sebuah dilem yaitu ketika manusia bikin percepatan ee tadi dengan peradaban yang ada ilmu pengetahuan teknologi dan semuanya dan manusia kemudian dihadapkan apa pada sebuah problem ya pada sebuah problem yaitu adaptasi. Bagaimana dia beradaptasi dan perubahan yang diciptakannya sendiri. Makanya Alvin Tler bilang bahwa buta huruf orang disebut dengan buta aksara di abad 21 ini bukan orang yang tidak bisa baca tulis tapi yang orang yang tidak bisa belajar atau yang unlearn. Unlearn itu meninggalkan pola pikir yang lama dan relearn yang kemampuan kemudian belajar ulang semuanya. Ya, insinnya adalah belajar. Belajar hal yang baru, belajar juga meninggalkan pola pikir kebiasaan yang lama. Ini yang berat karena manusia ini susah berubah, beradaptasi. ya. Nah, Bapak Ibu sekalian ee apa yang disampaikan Alvin Tover ini ini menjadi sebuah perdebatan isu di mana-mana karena kita diad pada sebuah ee di di bidang SDM adalah adanya pergeseran ya ketenagakerjaan. Lanjut. Iya. Nah, ini sampai 2025 saja ini report yang ditulis oleh Watconic Forum tahun 2020, laporan tahun 2020. Dan ini bukan studi yang baru karena kayak MEN sudah bikin surveinya 2017. Apa yang dilihat adalah adanya sebuah progres, ada ada perubahan yang besar ketenagakerjaan 90 juta eh 85 juta pekerjaan hilang ya kan. Ini yang kita belum pernah ngitung sebenarnya jenis pekerjaan akan hilang di birokrasi itu rilnya berapa sampai tahun berapa. Dia ngitung nih 2025 85 pekerjaan hilang diganti 97 juta pekerjaan baru. Nah, apa yang hilang ini? Pekerjaan yang sifatnya manual, yang sifatnya rutin, yang bisa namanya low soft skill ya, yang tidak memerlukan hubungan interaksi manusia. Sifat yang administratif hilang semuanya. Nah, pekerjaan yang baru adalah yang membutuhkan konseptual thinking, kemampuan berpikir konseptual. Yang kedua adalah menguasai teknologi. Dan yang ketiga adalah kemampuan kita mengelola hubungan antar manusia. Jadi memang betul teknologi terutama dengan EI, artificial intelligence membuat perubahan sangat cepat sekali. Tapi ada faktor human yang tidak bisa digantikan. di Jepang ini memang betul ada robot yang kemudian mulai bantu orang dan sebagainya, tapi perawat-perawat Indonesia masih diimport ke sana, didatangkan ke sana karena robot tidak bisa mengerjakan tadi diajak ngobrol, diajak guyon segala macam, ya kan. Nah, inilah ke depan ketika semuanya serba otomatis, serba pakai artificial intelligence, serba robot ya, nilai kemanusiaan ini semakin kemudian semakin tinggi derajatnya ya. Lanjut. Nah, Bapak, Ibu sekalian, apa yang menjadi konsern ini surveinya juga World Economic Forum ini eh survei tahun ini eh survei yang judul dulunya Future of Job tahun ini dibuat apa yang kemudian dihadapi oleh berbagai organisasi di dunia. Jadi mereka pertama kali untuk menghadapi perubahan-perubahan besar tadi yang pertama disiapkan adalah learning and training and learning ya. Learning and development. ini saya terjemahkan dari reportnya. Silakan di-download. Apa mereka sekarang trennya investasi besar-besaran ya? Trennya investasi besar-besaran di ee pembelajaran dan pelatihan ya. Nah, jadi ee mereka punya forum punya punya rumusan ketika ee 2021 di Dafau mereka kumpul, mereka punya hitungan bahwa yang paling urgen itu adalah melakukan risk killing. Dan ini kalau kita mau bisa catch up dengan perubahan setelah COVID sampai 2025 paling tidak mereka pegawai itu 50% sudah mendapatkan keterampilan baru, keterampilan digital, keterampilan bagaimana mengelola model ee layanan yang baru dan seterusnya. Poinnya adalah bahwa ini semua seluruh dunia public eh public sektor maupun private sektor semua invest bareng-bareng di eh training and learning tadi ya. Lanjut. E. Nah, ini juga sama. Ini juga survei tahun ini ee ini Deloit. Deloit ini sebuah konsultan dunia yang sangat terpandang bedanya SDM. Dia bilang bahwa ini survei CEO CEO apa yang menjadi prioritas. Jadi CEO CEO adalah berpikir bahwa tadi seperti Pak Adi ya sangat berpengaruh pengembangan kompetensi sangat pengaruh untuk organisasi beradaptasi. Ini alasannya mengapa mereka harus invest ya nomor prioritas nomor satu bukan invest teknologi, bukan invest sarana prasarana, bukan invest apa-apa, tapi investin training dulu. Kenapa? riskilling tadi ini adalah kunci survive performance organisasi bukan untuk saat ini mungkin searang gak gak terasa tapi 5 tahun 10 tahun ke depan terasa mereka yang tidak invest mereka akan kemudian ketinggalan ya nah tadi yang sedihnya kita di pemerintahan ini nganggap bahwa pengeluaran bidang SDM itu ada sebuah pengeluaran bukan pengeluaran ya artinya bukan suatu yang dibuang-buang ya tetapi ini sebuah investasi memang kelihatan sekarang gak berubah datang ya masih lucu ya kan tapi 5 tahun ini dampaknya besar bagi organisasi ya nah Bapak Ibu sekalian lanjut nah ini yang kemudian menjadi konsen pemerintah dengan program transformasi birokrasi sebenarnya ada tiga pilar ya kita akan ambil satu pilar di dalam forum ini transformasi organisasi yaitu dengan kemarin ada kebijakan delayering dan seterusnya dan sekarang kita lagi bikin pedoman bagaimana membuat namanya cara kerjanya ini cara kerja dari organisasi model yang baru tadi ya termasuk tadi SPBE dan seterusnya. Kemudian yang kedua adalah SDM-nya. SDM ini mulai dari ee mulai rekrutmennya, kemudian mulai pemanfaatannya, pengembangannya, gaji pensiun dan sebagainya. Dan ini serentak kita lagi nyusun mulai dari revisi undang-undang ASN, revisi peraturan pemerintah ya tentang ee PNS dan ASN dan P3K ini kita gabung sampai ke peraturan menterinya ini kita siapin semuanya ya kenapa kita harus kebut ya. Kemudian yang ketiga adalah pilar transformasi kerja. Ini yang kita bicara tentang SPBE, penggunaan otomatisasi, digitalisasi pelayanan publik dan seterusnya. ini berjalan tiga pilar ini beriringan. Bapak, Ibu sekalian, kita akan fokus pada yang tengah ini. Lanjut. Nah, kemarin 1 seteng bulan yang lalu ya kita di kantor Setapres kita mulai mengerombak strategi kita untuk melakukan namanya reformasi birokrasi yang kemarin kita ini selalu bicara tentang dokumen dan seterusnya. kita bilang sekarang adalah bagaimana eh menggerakkan reformasi birokrasi melalui namanya human capital development plan. Jadi kita menggerakkan reformasi birokrasi bukan dengan pedoman-pedoman tapi melalui kapasitas orang-orangnya untuk melakukan perubahan. Nah, Bapak Ibu sekalian ini menjawab apa yang menjadi arahan Bapak Presiden. Birokrasi ini enggak boleh hanya di atas kertas. Birokrasi ini harus punya apa namanya? mampu menghasilkan perubahan yang yang real dinyatakan oleh masyarakat. Nah, inilah yang kemudian ee apa mulai tahun depan mainstreaming-nya bagaimana kita reformasi birokrasi ini adalah kita lihat sebagai bagian dari sebuah proses belajar. Nah, ini saya kebetulan ketua reformasi birokrasi di LAN ya. kita, saya mungkin hampir 10 tahun ya kita melakukan ee eksperimen-eksperimen ya. Nah, sekarang kita buat eksperimen lagi. Jadi kita ada ee tim ya, ada tim yang kemudian kita bicara tentang ee reformasi birokrasi tematik dan ada yang general. Nanti kita akan jelaskan di belakang. Nah, kemudiannya untuk apa? Untuk kemudian dua tim tadi yang satu keluar punya dampak keluar, yang satu punya dampak ke dalam. Lanjut. Nah, Bapak Ibu sekalian tadi saya sampaikan untuk menjabarkan pemikiran transformasi tadi yang pertama kali undang-undangnya ya kan. Nah, ini untuk pertama kali dalam sejarah Undang-Undang Kepegawaian di Indonesia ya. Kita atur satu bab khusus tentang pembahan kompetensi ya. Apa bunyinya? Ini yang menarik. Tidak kita bilang pegawai itu berhak dalam pengembangan kompetensi, tapi wajib ya wajib melakukan pengembangan kompetensi melalui pembelajaran secara terus-menerus agar tetap relevan ya. Kenapa? Nah, ini juga nanti kita jelaskan di PP-nya, draf-nya ini kita buat agar untuk memberhentikan pegawai itu mudah ya. Kok sekarang kan ada peringatan tertulis ya ya teguran tertulis ya lisan tertulis dan seterusnya panjang akhirnya lupa yang negur lupa apalagi yang ditegur lupa sama-sama lupa damai ya orang Indonesia itu mudah maafkan ya kok pertama ngamuk-ngamuk s 2 hari 3 hari 4 hari 5 hari katanya kok sunah rasul itu kok 3 hari enggak negur itu haram makanya kemudian negur salaman wis damai ya nak jadi dipecat ya kan sekarang ndak peringatan 1 2 3 pecat ya ini drafnya sudah kita nunggu begitu undang-undangnya diketok tahun ini diketok ya karena ini sudah masuk ke DPR sudah ee mau paripurna jadi begitu ketok PP-nya sudah jadi juga ya. Nah, apa ini isinya? Konsekuensinya kalau kita bilang di undang-undangnya ASN wajib belajar. Kalau gak belajar kasih sanksi. Masih bandel lagi kasih teguran. Teguran lagi enggak bandel lagi ya was salam. Ya, ini yang jadi apa namanya implikasinya. Kalau implikasinya juga wajib berarti penganggarannya juga programnya kegiatannya harus ada gitu ya. Nah, lanjut. Nah, kemudian di PP-nya ini kita kunci juga ya. Ini di PP-nya bagian pengembangan kompetensi ini juga kita atur di PP-nya. PP-nya draf-nya ya. Drafnya ee setiap pegawai ASEN wajib ikut belajar terus-menerus untuk mengembangkan kompetensi dan mengoptimalkan kapasitasnya. Jadi kita bilang bahwa tidak kita bilang bahwa tidak hanya mereka belajar tapi kapasitas. kapas itu artinya impactnya bagi organisasi itu dirasakan gitu. Jadi kok dia belajar, belajar, belajar ya tetapi enggak ada dampaknya ya gak gak gak ada gunanya ya. Jadi maksud kapasitas seperti itu. Nah, ini yang menarik. Jadi nanti ada pembelajaran yang ee diatur secara sentralistik. T ada tiga jenis pembelajaran sentralistik nanti dikelola secara nasional. Ada yang instansi dikeluar instansi pemerintah, kementerian, lembaga, provinsi, kabupaten, kota punya pengelolaan yang disebut dengan corporate university dan ada yang individu, pegawai juga ee mengelola dirinya sendiri dengan diberikan namanya learning wallet. Nah, ini lagi ee pembahasan progresnya cukup alot ya. Tetapi prinsipnya Kementerian Keuangan setuju semua mata anggaran yang namanya pembahan kompetensi kita akan kelompokkan dari belanja pegawai kelihatan betul. Jadi gak ada kemudian namanya macam-macam ada bintek ada sudi banding semua itu bagian dari Bangkom ya itu bagi subbagian dari belanja pegawai. Sehingga kemudian kita bisa bilang oh instansi bisa keluarkan berapa persen dari belanjanya. Karena di BUMN di perubahan perusahaan swasta dia bisa jawab dengan mudah sekali. Berapa persen Anda keluarkan untuk pemain kompansi? Ya, di seluruh dunia itu rata-rata antara 5 sampai 15%. Orang bisa jawab gampang. Kok kita kesulitan ya? Saya tanya Pak Ramli, Bu Dewi, berapa persen? Waduh. Ya, itu hanya Allah yang mengetahui karena itu tersebar di berbagai OPD ya, namanya beda-beda. Kemudian namanya tadi learning bolet. Lanjut. Nah, Bapak Ibu sekalian kita belajar kita mengartikannya ini bukan lagi kemudian tadi training, tapi kita ngomong tentang learning di dalam rumusan formulasi di dalam undang-undang yang baru, revisinya, PP-nya, permainnya, semua kita bicara tentang learning ya. Apa? Training hanya salah satu poin kecil saja dari training ya. Nah, inilah yang mungkin perlu kita penekanannya di sini. Learning ini harus sifatnya kolaboratif ya. Enggak kemudian kayak seperti ini ya model-model ceramah gini ya bolehlah ya untuk silaturahmi. Tapi yang learning ini kolaboratif ya. Ada coach, mentor, ada community practice namanya ya. E kolaboratif fokusnya pada pembelajar. gaya belajarnya beda-beda, kebutuhannya beda-beda. Nak bisa kemudian kita samakan semuanya. Nah, yang paling penting adalah fleksibel ya. Di mana saja, kapan saja dia bisa akses belajar dan penekanannya pada bereksperimen, coba hal yang baru ya mendorong inovasi yang apa bisa bermanfaat bagi organisasi. Ini learning orang itu. Kemudian kita wadah jadi eh learning. Implikasinya apa Bapak Ibu sekalian? Training ini kayak event. Event itu apa? Selalu ada pembukaan, penutupan, kesimpulan, saran, konsumsi dan sebagainya. Event ya. Learning gak ada event. Event learning itu kita sebut dengan sebuah proses yang embededes yang menyatu dengan pekerjaan. Ini yang kita apa tekankan di dalam eh desain yang Jawa Timur sudah punya namanya corporate university. Lanjut. Nah, Bapak Ibu sekalian, ini tren dunia. Tren dunia mungkin mohon bisa kelihatan ya. Jadi ini tren dunia. Tren dunia bagaimana pembahan kompetensi ya sejak setelah COVID kita bilang trennya adalah learning inflow of work ya. Sebelumnya kita bangga ngomong oh sudah digital oh banda kita sudah eh namanya blended learning. Oke kita dari saya mulai dari 20 2020 kita alihkan ke blended learning karena orang-orang enggak bisa belajar dengan kondisi COVID. Ya, tapi sekarang kita blended learning hanya bagian dari untuk men-support namanya learning inflow of work. Belajar sambil bekerja, belajar secara sosial, belajar melalui ada atasannya, koleganya, rekan kerjanya, belajar sambil bekerja. Ini yang kita sebut dengan learning inflow of work. Ini menjadi tren ya dari 2022 sampai nanti ee berikutnya. Lanjut. Nah, tadi yang apa penuangan kebijakannya tren dari learning eh apa learning in flow of work tadi di dalam namanya corporate university ya. Nah, corporate university apa? Sistem pembelajaran terintegrasi ya yang tadi ee mengintegrasikan klasikal dan nonklasikal di tempat kerja ya. Nah, lanjut. Nah, jadi tidak hanya sekedar belajar, tapi dia menjabarkan rencana strategis organisasi RPJMD ya kalau di daerah baik provinsi maupun kabupaten kota. Nah, ini di undang-undang dikunci juga ini ya pembelajaran ya dilakukan melalui sistem pembelajaran terintegrasi. Terintegrasi maksudnya apa? Terintegrasi dengan pekerjaan sebagai bagian penting saling terkait dengan sistem manajemen ASN. dan terhubung dengan pegawai lain lintas instansi kolaboratif ya. Nah, ini kok ini yang hadir ini forum dari jawa Timur gak ada yang misalnya di Jember belajarnya di Jember. Jember belajarnya ya misalnya di Jombang. Jombang nanti di Nganjuk Nganjuk di mana? Pacitan dan seterusnya. Nah, Bapak, Ibu sekalian, ini yang kita kunci nanti kita harapkan e kemarin kita senang ya ee di Jawa Timur tidak hanya provinsi yang punya ee eh corporate university, tapi beberapa kabupaten, kota punya. Tapi kita harapkan tidak hanya secara formal, tapi dengan undang-undang yang baru nanti ini akan menjadi sebuah sebuah kewajiban untuk membentuk tadi corporate university. Lanjut. di RPP-nya juga kita kunci setiap instansi pemerintah wajib memberikan kesempatan dan akses belajar pada pegawainya melalui sistem pembelajaran terintegrasi kurung corporate university ya ini di RPP-nya. Lanjut. Nah, kita sudah menerbitkan. Nah, ini ini ada sejarahnya ini. Jadi, Jawa Timur sudah menterbitkan terlebih dahulu 2021 ya. Ya, 2021. Konsepnya dari dari sini ya, tetapi ini karena kita ada dua eh corporate university yaitu nasional dan instansinya ya. Ini sudah terbit peraturan LAN eh nomor 6 2023 tentang corporate university. Lanjut. Nah, ini yang saya maksud tadi ada dua level ya yang disebut di dalam PP juga ada pembelajaran secara tersentralisir ya. ini ada corporate university nasional menjabarkan talan manajemen nasional ya yang mengakan kemudian sekarang kita punya namanya di ASN Talent Academy mungkin kalau pegawai Bapak Ibu belum masuk silakan masuk karena ini free ya free ya ee dan ini modelnya beda. Nanti ada magang di korporasi di perusahaan untuk apa? agar ASN-ASN muda ini agile ya, artinya dia lincah kayak enggak kalah dengan kawan-kawannya yang di private sektor, dimentori oleh kawan-kawan direktur-direktur di private sektor ya. E ini ini ee percobaan ya, tapi ini free ya, masuk free. Kemudian Anda di Klarpim ada digital campus ini kita kelola secara nasional agar intinya mulai free ya. Kita MOT, TOC ini mulai free ya. kita bebaskan ya ee untuk belajar untuk semua ee ASN. Kemudian ada setiap instansi bikin yang bawah ya corporate eh university instansi yang harus nyambung dengan talent manajemennya. Nah, ini untuk kabupaten kota ini bisa didesain jadi terintegrasi ya ee di bawah BKBSDM antara Manajemen dan ee Corp University di masing-masing kabupaten kota. Lanjut. Nah, ini di Jawa Timur sudah ada ya dari 2021 ya. Isinya kurang lebih sama dengan ee bagian di Perlan tadi tapi hanya bagian di instansinya ya. Ee ini kita harapkan model ini bisa digunakan. Saya selalu sampaikan ke pemerintah daerah yang lain udah gak usah repot-repot copy paste dari Jawa Timur ya. ini apa namanya modelnya corporate university yang bisa dikanukan untuk ee di pemerintahan daerah. Lanjut. Nah, apa isinya? Itu kan ini di ini bukan konsep juga tapi di pergup tadi juga diatur ya 10 20 70%. Di PP-nya juga kita atur 10 20 70% ya. Apa 10%-nya? Namanya formal learning. Tatap muka seperti ini namanya formal learning. Terus struktur ada tempatnya, jadwalnya, orangnya, pengajarnya namanya formal learning termasuk penugasan belajar mandiri. Kemudian ada social learning, belajar dari orang lain, ada coaching, mentoring ya, community of practice ya, apa community of practice ya. Kemudian ada experial learning belajar sambil bekerja. Nah, kalau kita ngelihat 10, 20, 70 ini 20 + 70 90 adanya di tempat kerja. Kalau di tempat kerja ini yang tanggung jawab siapa? Pimpinannya masing-masing. Nah, inilah yang kelebihannya tadi yang kita sebut dengan learning in flow of work. Belajar sambil bekerja tadi pimpinannya harus punya mindset mengembangkan. Nah, lanjut. Nah, Bapak Ibu sekalian ini yang sori ini juga hasil riset ya apa? E bersin namanya. Jose bersin ini dia e riset lama sekali. Apa sih pemanfaatan pembahan kompetensi? Ada beberapa jenis gitu ya. Ada pembahan kompetensi yang level 1 instansi ini kebanyakan di sini. Training kalau dibutuhkan ya misalnya ada Prajap training ya, ada kebutuhan barjas training ya sifatnya. Nah, ini bagi individu training-training seperti ini hanya nyoba di ya kalau bermanfaat ya coba kalau gak ya gak gitu dan seterusnya gitu ya. Nah, bagi organisasi ya untuk memenuhi kebutuhan tadi persyaratan kepegawaian dan seterusnya. Level 2 adalah pelatihan pengembangan yang sudah tertata dengan baik ya. Ini yang biasanya sudah diakreditasinya sudah baik. Nah, ini adalah bagi individu. Ini juga manfaatnya bagi individual dia ya, sekedar partisipasi ikut pelatihan. Nah, bagi organisasi maknanya apa? Nah, ini ada sebuah program ya, bisnis as usual yang agak lebih bagus adalah terintegrasi dengan manajemen talenta. Ini maknanya training tadi apa? Pengembangan kompetensi apa? untuk syarat menduduki jabatan ya pengembangan talenta tadi. Nah, kalau bagi organisasi apa bagian dari strategi ada manajemen talenta menyiapkan talen-talent apa posisi-posisi kunci critical occupation ya. Ee kemudian tadi kita rekrut mengembangkan orang untuk duduk kita. Yang paling advance, paling advance yang yang kita pengin mau capai dengan indikator ini adalah pengembangan kompetensi yang level 4. Di mana pengembangan kompetensi ini adalah bagian dari proses berkelanjutan. individu-individu menganggap pengembangan kompetensi adalah bagian dari untuk meningkatkan kinerja secara berkelanjutan bagi dirinya dan organisasinya. Nah, sekarang pertanyaannya bagaimana menciptakan itu level ini? Corporate university hanya bisa jalan menghasilkan level 4 ini kalau kemudian didukung dengan budaya. Nah, budaya artinya pemimpinnya menciptakan sebuah habit belajar ya. Kemudian BKPSDM, BP ee Biro Kepegawaian dan sebag menjadikan instrumen tadi agar mereka belajar yang punya impact bagi organisasinya. Ya, lanjut. Nah, Bapak Ibu sekalian untuk membangun budaya tadi ini peran sentralnya para pemimpin ini. Lanjut. Nah, ini kata Jaguar ini legendaris ya, CEO-nya Jenderal Elektrik. Dia nyelamatin perusahaan yang usia 300 tahun dari kebangkrutan dan dia punya resep salah satunya adalah pengembangan kompetensi. Ya, dia bilang bahwa orang ini sebelum jadi pemimpin, before you leader, success is all about growing yourself. Jadi sebelum kita menjadi pemimpin, Anda dikatakan berhasil, sukses kalau Anda berkembang terus, bisa ini, bisa itu dan seterusnya. Tapi ketika menjadi pemimpin, Anda dikatakan berhasil gagal ketika Anda bisa mengembangkan orang lain atau tidak gitu. Nah, inilah mindset ini harus muncul ya. Karena orang kalau ditanyain, "Oh, pengembangan kan urusannya pusdiklat, urunnya, urusannya BKPSDM, uruhnya BPSDM dan seterusnya. Ini mindset yang salah ya. Lanjut Bapak Ibu sekalian. Ini kita kunci di undang-undang lagi ya. Jadi kalau Bapak Ibu masih hafal bagian namanya akuntabilitasnya JPT administrator kita lombak di situ isinya adalah bahwa jabatan pimpinan tinggi, jabatan pimpinan administrator yang kota atas dan bawah ini isinya sama. bertanggung jawab dan berperan dalam mengelola, memotivasi, dan mendukung pengembangan pegawai ASN. Ya. Nah, konsekuensinya apa? bagian dari kinerjanya pimpinan dia. Kalau dia enggak mengembangkan coret dia. Ya. Nah, ini mungkin perhatian dari Bapak Ibu pengelola SDM yang hadir dalam forum ini. Tidak hanya ASN-nya yang wajib, pimpinannya dulu yang wajib menciptakan tadi learning culture tadi ya. Jadi kalau Bapak Ibu punya corporate university, pimpinannya gak punya budaya belajar, enggak mendorong adanya budaya belajar, ya hanya di atas kertas saja namanya corporate university tadi ya. Lanjut. Baik, ini sudah jalan sambil nunggu undang-undangnya. Permenpan yang baru, Permenpan pengelolaan kinerja. Bapak, Ibu sudah hafal semuanya. Bagaimana ekspektasi pimpinan? Nah, ini penting bagaimana pimpinan memberikan ekspektasi kinerja. Ya, kok kita ngomong berdampak, ngomong RB berdampak ya harus berhubungan dengan tadi target perubahan-perubahan yang diinginkan. Tetapi nah ada tetapinya di dalam Permenpan ini juga peran pemimpin pimpinan setiap pimpinan adalah juga memberikan ya bagaimana feedback dialog atasan bawan, coaching mentoring memberikan e apa namanya harapan masukan, pengembangan kompetensi keahlian dan keterampilan pegawai itu apa? Untuk memenuhi ekspektasi kinerjanya tadi ya. Jadi kita bilang bukan lagi penilaian kinerja, tapi pengelolaan kinerja, manajemen kinerja yang intinya adalah mendorong individu dalam organisasi untuk mengembangkan potensinya yang berkontribusi pada kinerja organisasi. Ya, lanjut. Nah, ini dia apa yang di harus ee dilakukan oleh pimpinan yaitu dia bisa mengerekomendasikan melalui corporate university tadi setiap OPD harus memberikan identifikasi pimpinannya melalui coaching dialog atasan bawahan yang diatur di Permenpan tadi. Ee orang perlu kompetensi apa, kompetensi apa dan sebagainya. Nah, ini pimpinannya sudah apa? 10, 20, 70, 10 sudah kirim. Kalau yang 10% kirim BPSDM bilang Pak Ramli ya ikutin program sana ya. Nah, kemudian yang lain-lainnya apa? Lanjut 20%. Nah, ini coaching wajib pemimpin wajib memberikan coaching ya. Nah, ini harus menjadi aturan dasar ya. Kalau anak-anak latar ikut apa? Jobs doing ya. Ini tinggal pakai keputusan sendiri ya. Aduh ya untuk kembangkan tadi komunit praktis ini untuk JF jabatan fungsional pemimpin bisa rekomendasi oh kamu ikut sana oh kok nak belum ada Pak namanya jaab e apa komunity practice analis kebijakan belum ada oh bentuk nanti ya lapor Pak Ramli bentuk ya kan bagian dari pengembangan tadi lanjut 70% ya ini belajar sambil kerja pimpinannya lagi di sini ini ya ngasih tugas kasih feedback ya nah Ada beberapa penugasan yang disebut di dalam undang-undang tadi yang belajar dengan instansi lain, kirim magang. Nah, jadi ini juga bisa dikelola bareng-bareng. Magang apa sih yang terbaik di Jawa Timur ini? Misalnya mau tentang UMKM yang hebat di mana kirim ke Sidoarjo misalnya. Oh, tentang anu apa namanya? Industri kreatif di mana kirim Banyuwangi misalnya. I kan untuk tadi belajar dari ee apa namanya? Sambil bekerja tadi ya. Nah, lanjut. Nah, Bapak Ibu sekalian ini kaitannya dengan tematik yang sekarang ini sesuai dengan tema ee pertemuan ini kita ada perubahan besar ya sesuai dengan Permenpan 3 2023 di mana reformasi birokrasi tidak lagi bicara area, tapi kita pisah menjadi ada dua dimensi yaitu tematik. tematik tadi adalah untuk peningkatan investasi, pengentasan kemiskinan, digitalisasi dan prioritas presiden yang lainnya. Tetapi ada yang namanya general. Jenderal itu masih melanjutkan apa yang Bapak Ibu lakukan terkait dengan area ya. Di sini yang e kaitannya ada beberapa indikator baru. Intinya apa? yang tematik itu dampak langsung ke eksternal stakeholder-nya ya terkait dengan tadi tema-tema yang menjadi prioritas yang general ini yang yang di dalam tadi tata laksana kemudian ada ee apa namanya pengatan organisasi regulasi dan seterusnya dan seterusnya ya. Nah, di kami kalau saya kita pisahkan tugas fungsi kita instansinya apa. Ini kita taruh di tematiknya ya. Kami misalnya di LAN ini ada ee pemban kompetensi dan inovasi serta transformasi ee administrasi ya. Nah, ini menjadi linya supporting-nya kita tuangkan dalam RB general ini. Nah, ini gak harus kaku area. Contoh ya, di kami RB Jeneral ini ada namanya ee apa namanya? Organizational marketing and branding. Bagaimana kita nge-branding organisasi kita mengembangkan komunikasi, kerja sama eh kolaborasi dengan stakeholder ya. di samping tadi ada yang yang delan area. Nah, delan area ini kita payungi di dalam corporate university-nya LAN. Jadi, penataan organisasi, kelembagaan, pelayanan, ee akuntabilitas kita jadikan sebagai sebuah proses belajar, ya. Jadi, kita ee dengan cara ini apa perbedaannya? Perbedaannya adalah semua orang tertarik untuk kemudian join di program RB kok dulu gak ee ketika bikin program RB ya bikin ada panitia orang yang yang terlibat ya kalau yang masuk di SK sekarang gak orang pengin pengin join. Oh saya pengin memperbaiki saya pengin belajar cara memperbaiki ee apa namanya ee bisnis proses tata laksananya dan seterusnya. Dan satu hal lagi ini yang kita bikin eksperimen. Penggeraknya siapa? Penggeraknya anak-anak muda ini. Milenial kita. Jangan lupa di birokrasi kita ini paling besar adalah sekarang milenial. Ini kita sebagai bentuk tadi belajar mengkader orang ya. mempersiapkan tadi pemimpin harus bisa mengembangkan orang lain. Nah, kita berikan kesempatan pada anak-anak muda untuk mengelola tadi ya kita yang senior-senior menjadi mentor, menjadi coach-nya dan seterusnya. Jadi ini sebuah sebuah cara bahwa reform esensinya adalah sebuah collective learning. Belajar secara bersama-sama dan tidak sekedar belajar tapi belajar yang berdampak. ini untuk merespon tuntutan ee sekarang pembahan kompetensi adalah kunci bagi semua organisasi untuk melakukan perubahan. Demikian yang bisa sampaikan, kurangnya mohon maaf. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] [Tepuk tangan] Bapak, Ibu sekalian luar biasa sekali ee tentu insek yang kita dapatkan dari paparan Pak Deputi. Nah, Bapak Ibu sekalian yang menarik tadi ya, ternyata Pak Deputi juga sempat memberikan bocoran begitu, bocoran tentang RUU ASN yang barangkali saat ini sedang viral juga di kalangan ee teman-teman SDM. ada beberapa revisi-revisi yang di ee rencanakan oleh pemerintah pusat, cuman kadang yang paling banyak disoroti adalah terkait dengan pengangkatan tenaga honorer biasanya. Tapi kalau di sesi ini tadi kita lihat luar biasa. Suatu saat nanti ee saat Undang-Undang ASN ini divisi, pengembangan kompetensi menjadi barang wajib yang harus kita laksanakan. Jadi saya juga sempat kepikiran tadi Bapak, Ibu. Mohon izin Pak Ramlianto, Bapak Kaban. Kalau namanya sekarang masih ASN belajar, barangkali nanti diganti ASN wajib belajar begitu ya. ASN wajib belajar seri 1 sampai yang terakhir 48. Guyon Bapak Ibu nggih. Ngapunten. Nah, untuk Bapak Ibu sekalian tadi juga di ee berikan penekanan-penekanan bahwa talent is ee kapital yang sesungguhnya. Begitu. Jadi kapitalisme dalam arti modal sekarang sudah harusnya kalau kita punya talent yang luar biasa mestinya ini juga menjadi potensi kita untuk mengembangkan ee organisasi ini di masa yang akan datang. Bapak, Ibu sekalian ee kalau tadi sudah disinggung dan dibahas secara luas kaitan dengan konseptual pengembangan kompetensi baik dari sisi aturan dan kebijakan, maka di materi yang berikutnya yang akan disampaikan oleh Bapak Dr. Sugeng Haryono, M.Pd., Beliau nanti akan membahas berkaitan dengan implementasi kebijakan ee pengembangan kompetensi untuk mewujudkan ee reformasi birokrasi berdampak. Tentu nanti pembahasannya akan lebih detail berkaitan dengan data dan lain sebagainya. Baik, Ibu sekalian ee sedikit akan saya sampaikan ee kurikulum VITE beliau sedikit saja untuk kita lebih mengenal beliau yang luar biasa. Beliau pernah mendapatkan piagam kumlout dari UGM. Betul Bapak. Nggih. Tepuk tangan dong, Bapak, Ibu. Dan jabatan, pengalaman jabatan beliau sempat dan pernah menjadi Kepala Biro Perencanaan Hukum Kerja sama BNPP, kemudian Kepala Puslitbank Kemendagri, dan terakhir belum lama ini juga sempat beliau menjadi ee Plt. Dirjen Bina Bangda Kemendagri. Sangat luar biasa sekali. Dan akhirnya barangkali eh kami persilakan untuk Bapak Dr. Sugeng Haryono untuk menyampaikan materi dan paparan kepada kami. Terima kasih. Baik, terima kasih Pak Yudi. Boleh sambil berdiri ya? I Mas. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Selamat siang. Salam sejahtera untuk kita sekalian. Shalom. Om swastiastu, namo budhaya dan salam kebajikan, salam sehat untuk kita semua. Yang saya hormati Mas Duputi, kolega saya ini Pak Taufik, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Pak Ramlianto, dan Bapak Ibu sekalian dari OPD, dari kabupaten kota yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia. Kalau tadi Pak Taufik sudah banyak menyinggung tentang RB karena memang beliau ini suhunya RB. Saya sekarang nanti akan lebih fokus kepada beberapa hal yang tindak lanjut dari arahan Pak Taufik tadi. Bapak, Ibu sebelum sampai ke sana izinkan nanti kami untuk menyampaikan beberapa arahan nasional yang terbaru, terutama terkait dengan rancangan teknokratik RPJPN 2025-2045. Coba langsung ke paparan halaman 5. Saya agak lompat-lompat karena saya berusaha manfaatkan waktu paling lama sampai jam 11.00 nggih. Nanti sisanya karena tadi diwarning Mas Yudi 11.30 sudah selesai, maka mudah-mudahan setengah jam sisanya kita bisa manfaatkan untuk tanya jawab. Ya, Bapak, Ibu sekalian, kita sudah punya arah yang jelas, sudah punya visi di 2045 seringkiali sebut sebagai Indonesia emas. Tadi Pak Sekda dalam sambutannya juga menyampaikan seperti itu ya. Indonesia 2045 kalau dihitung dari waktu kita tinggal punya 22 tahun dari sekarang. Mudah-mudahan kita semua masih sampai ke titik itu ya. Yang menarik adalah 2045 sebagai acuan itu kita 100 tahun merayakan kemerdekaan di 2045. Ada sejumlah indikator yang bisa menjadi alat ukur apakah kita di 2045 itu betul-betul sudah menjadi Indonesia emas atau belum. Kita bisa lihat di sana misalnya terkait dengan indikator pendapatan per kapita yang sudah 46.900. Jadi dikalikan saja dengan angka flat misalnya 15.000 saat ini. Mudah-mudahan 22 tahun kita bisa menikmati angka itu. Meskipun tahun depan sudah naik 8% ya. Dan ada janji juga tunggir kita kemungkinan juga naik lagi dihitung-hitung ini ya. Naik maksimal 20% katanya. kita lihat nanti. Tapi yang jelas kalau gaji pokok sudah naik 8%, kalau pensiunan 12%. Ya. Baik. Di RU APBN Bapak Ibu sekalian lanjut coba ke halaman berikutnya ya. Saya yakin Bapak Ibu sudah mengenali foto di depan ini ya. Ini adalah foto ketika KTTG7 ya, Group on seven countries atau government 7 di Hiroshima 2 bulan yang lalu. Dan yang menarik Bapak Ibu, presiden kita diundang hadir di KT G7. Coba foto berikutnya. Oke. Atau yang sebelumnya tadi yang di ya. Ya, di sini Bapak Ibu dalam sesi foto presiden kita. Kita lihat di sini ini. Oke. A di sini ya. Dalam sesi foto, Presiden kita ditempatkan di tengah-tengah baris paling depan. Hanya dua baris di sana. Dan coba lihat yang ada di belakang Pak Jokowi sebelah kanannya. Bukang belakang persis ya. Sisi kirinya Pak Jokowi di belakang yang pakai dasi warna biru muda rambutnya putih. Siapa itu Bu? yang ada di belakang Pak Jokowi yang biru muda jaznya, dasinya biru muda, rambutnya putih. Siapa itu? Joe Biden. Ya, oke. Terima kasih. Kita lihat internasional paling enggak di KTTG7 ya, tujuh negara besar dunia memberikan apresiasi pada negara kita. Bahkan seorang presiden Amerika Serikat ketika berfoto diposisikan di baris kedua di sisi kiri Pak Jokowi. Ini tidak ada maksud apapun, tetapi kita sudah punya milestone yang luar biasa. Tinggal kita 22 tahun untuk sampai Indonesia Mas 2045. Nanti kita akan sampaikan sejumlah data yang menjadi tantangan kita untuk mewujudkan birokrasi berdampak dengan empat hal sebagai sasarannya. Oke, lanjut. ini untuk menunjukkan cacat terus ya. Oke. Sebelum ee di RPJPN kita ini sudah diluncurkan 15 Juni yang lalu. Bapak Presiden sudah m-launching rancangan Undang-Undang tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045. Bapak, Ibu, tahun depan 14 Februari 2024 kita bersama akan melaksanakan pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD. Siapapun Presiden terpilih akan menetapkan Perpres tentang RPJMN yang pertama dari RPJPN 2025-2045. siapapun presiden terpilih itu tonggak yang pertama dari RPJPN kita adalah nanti di Perpres tentang RPJMN di dalam RPJPN rancangan teknokratik yang mudah-mudahan sebentar lagi ini Pak Jokowi menjanjikan waktu e melaunching insyaallah dalam waktu dekat akan disahkan menjadi undang-undang kemungkinan di bulan September. Di sana ada empat angka keramat ya. Yang pertama adalah delapan agenda pembangunan. Nanti bisa kita buka apa saja. Agenda pembangunan. Yang jelas pengembangan sumber daya manusia reformasi birokrasi agenda paling atas. 17 arah pembangunan itu jabaran dari 8 ke dalam 17 arah dan kemudian 45 indikator untuk mengukur capaian keberhasilan pembangunan kita. Dan yang menarik adalah dari angka 8, 17, dan 45 kemudian muncul tiga prasyarat agar 8 agenda bisa dilaksanakan, 17 arah mencapai sasaran, dan 40 45 indikator terbukti di lapangan, maka dibutuhkan tiga prasyarat. Prasyarat itu yang pertama adalah adanya stabilitas nasional yang terjaga. kondusif. Yang kedua, adanya kesinambungan, adanya keberlanjutan terutama antar dokumen perencanaan program dan kegiatan nasional dengan di tingkat daerah RPJPN yang nanti sebentar lagi menjadi undang-undang di tingkat daerah akan kita jabarkan dalam Perda RPJPD 2025-2045. Dan menariknya adalah tahun yang sama 2045 eh 2024 di tanggal 27 November 2024 kita akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak nasional 37 gubernur dan wakil gubernur karena kalau Yogyakarta tidak dipilih dari 38 semua kabupaten kota, bupati, walikota, dan wakilnya kecuali yang di DKI. Karena DKI adalah sifatnya administratif akan dipilih serentak. Di sinilah prasyarat yang kedua dimaksudkan adanya kesinambungan. Begitu pusat sudah punya RPJPN, daerah akan punya RPJPD. Presiden yang terpilih nanti ya saat pemilu 14 Februari kemudian kemungkinan di Oktober katakanlah pelantikan terbentuk kabinet ya akan punya RPJMN. Maka siapapun kepala daerah, siapapun Gubernur Jawa Timur, Bupati, Walikota seJawa Timur dan se-Indonesia akan menjabarkannya di dalam RPJMD, Perda RPJMD paling lama 6 bulan setelah pelantikan dan mengacu semuanya ke empat angka ini 8, 175 dan 3 prasyarat. Inilah kesinambungan dan keberlanjutan. Kemudian syarat yang ketiga dari prasyarat ini adalah dan ini PR kita semua ini Pak Ramli punya PR berat di Jawa Timur. Prasyarat yang ketiga adalah tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas. Ini prasyarat yang mutlak kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045. Lanjut. Kita lihat yang coba bendera ee yang 8 40 ee 20 negara kemudian 12 ya. Mundur dulu sekarang. Mundur dulu. Mundur dulu. Setback sedikit ya. Oke. Yang halaman bukan bukan ini yang mundur. Terus terus lagi. Terus terus terus. Ah di sini Bapak Ibu. Salah satu indikator yang agak mudah untuk kita lihat daripada kita menggunakan ukuran-ukuran yang matematis ya. Kita pakai ukuran yang gampang saja. Existing saat ini kita ada di posisi G20. Kalau kita lihat dari 20 bendera negara ini, kita salah satunya. Tahun kemarin bahkan kita memegang sebagai keketuaan presidensi G20. Tahun ini India. Tahun kemarin kita sebagai presidensi G20 melaksanakan KTT di Bali dan tahun ini G7 kita belum masuk di sana. Tapi kita punya target 2045 sekurang-kurangnya kita adalah bagian dari G8. Kita akan menggusur salah satu negara di G8. Kita gantikan dengan negara kita. Syukur-syukur kita masuk dalam kotak G7. Jadi kalau dimerch, kalau dirampingkan dari 20 menjadi 12 menjadi 8 menjadi 7, kira-kira kita ada di kotak yang paling ini. Kita akan menggusur salah satu negara target besar kita dan ini tinggal 22 tahun. Dan alhamdulillahnya tadi kami sampaikan dalam KTT Hiroshima untuk G7, presiden kita sudah diundang sebagai tamu kehormatan ya yang pernah memegang presidensi G20. Tentu diundangnya Presiden karena ada sejumlah data keberhasilan. Salah satunya adalah bagaimana pengendalian COVID yang luar biasa, recovery-nya yang sangat cepat dan termasuk di dalamnya adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi kita yang jauh lebih cepat bahkan dibandingkan dengan beberapa negara G7. Namun kita juga sangat lengah ada sejumlah masalah yang nanti izin saya akan sampaikan kepada Bapak Ibu termasuk masalah yang ada di Jawa Timur dan kabupaten kotanya ya. Tapi target besar kita ke sana ya. Ketika tahun 2045 kita bisa menggantikan salah satu dari tujuh negara yang ada di sini, maka saat itulah berarti indikator keberhasilan pembangunan terbukti 2045. Itu ukuran yang paling mudah tetapi justru paling sulit dicapai. Tidak mudah. Oke, lanjut. Iya. Terus saja ya. Terus ya. Ini Bapak Ibu saya lewat saja ini 2024 tinggal tahun depan sudah habis ya tinggal setahun. Saya lebih ingin mengajak Bapak Ibu untuk memforecast yang ke depan. Lanjut saja ya, Bapak, Ibu. Dalam mewujudkan 2045 tadi sebagai target besar kita ya, seringki dalam era sekarang masih 4.0 atau sudah 5.0 ini dari 4 menuju ke li ya. Ya, dengan artificial intelligence-nya tetapi harus humanis. Kita seringkiali mendengar istilah fuka, tetapi coba kita harus konversi fuka dalam pandangan yang pesimistik kita menjadi sulit sekali kayak bergeraknya. Bagaimana fuka itu V-nya adalah volatility ya, kecepatan, tempo perubahan yang sangat cepat sepertinya kita sulit untuk mengimbangi. Maka V yang volatility ini volatile ini harus kita konversi menjadi vision punya arah yang jelas. Dan alhamdulillahnya arah 20 tahun ke depan kita sudah punya dengan ukuran kinerjanya. Dalam fuka yang pesimistik, O-nya itu adalah uncertainty, penuh ketidakpastian. Maka kita harus bisa mengkonversi melalui RB kita yang U itu menjadi understanding. Kita paham betul target kita. Visi jangka panjang, roadmap menuju ke sana. rencana yang harus kita lakukan termasuk ukurannya apa. Itulah understanding. Kita paham apa yang harus dilakukan tahun ini, tahun depan dan seterusnya. C di dalam fuka itu seringki dipahami sebagai complexity. Banyak variabel yang mempengaruhi sampai bingung kita. Jak usah bingung kalau kita sudah punya visi Indonesia emas, sudah punya pemahaman langkah menuju ke sana. Kemudian C itu kita clarity. Ya, kita perjelas, kita pertegas bahkan tidak cukup 5 tahunan. Tahun depan berbuat apa, per triwulan berbuat apa, maka kita punya SKP yang nanti KemaPAN RB ya akan menjadi makin elaboratif untuk mengukur kinerja kita, mengklarifikasi bahwa setiap satuan kerja berkontribusi untuk capaian target di tingkat daerah, di tingkat kementerian, di tingkat negara. Dan yang terakhir dalam fuka a-nya itu adalah ambiguity. Membingungkan. Ambigu. Enggak usah bingung. Kalau sudah punya visi, sudah paham langkahnya, sudah mempertegas, memperjelas menuju ke sana effort kita, maka kita harus agile, ada agility, ada kelincahan kita dalam bentuk organisasi. maka salah satunya adalah konversi RB yang sebelumnya bersifat prosedural melengkapi dokumen terbentuk tim ada delapan area perubahan prosedural ya yang penting dokumen-dokumen di-upload ya berubahlah menjadi tema yang ada dampaknya harus lincah termasuk bagaimana dari jabatan-jabatan administrasi administrator pengawas dikonversi ke jabatan fungsional itu adalah upaya untuk organisasi pemerintah menyesuaikan lincah dengan perubahan ke depan. Bagaimana layanan tadi? Pak Sekda mengatakan sudah dengan OSS online single submission tidak ada ceritanya investor harus datang ke DPMPTSP Kota Surabaya ke Jawa Timur cukup dari negaranya masing-masing dengan Undang-Undang Cipta Kerja sudah bisa diproses dan seterusnya. Baik Bapak Ibu, inilah yang ee menjadi target besar kita. Bagaimana kita sudah punya visi, tetapi tantangan terbesar kita adalah mewujudkan visi itu melalui RB yang berdampak. Coba sekarang ke halaman 14 ya. Kita lihat di sini Bapak Ibu IPM kita ya. Indi indeks pembangunan manusia, human development index rerata nasional adalah 72,91. Jawa Timur posisi di mana ya? 2021 ini Pak Ramli kita di 72,14 2022 di 72,75 ya mendekatilah rerata nasional tapi masih sedikit di bawah ya. Kita harus melaju lebih cepat ini untuk IPM kita. ya masih paling tinggi ya kita lihat DKI Jakarta dan seterusnya Jawa Timur kami tandai dengan kotak yang di tengah-tengah ya Pak Ramli dengan teman-teman Bapak Ibu para kepala BKPSDM kabupaten kota kita punya PR yang nanti kita lihat datanya per kabupaten kota seJawa Timur ya ada saudara kita yang paling belakang itu Papua dan Papua Barat ya ini alat untuk mengukur sejauh mana keberhasilan kita dalam mengembangkan sumber daya manusia, membangun sumber daya manusia melalui IPM, pendidikan, kesehatan, dan terkait dengan lapangan kerja, daya beli. Berikutnya kita lihat lagi data ini seJawa Timur. Mohon maaf Bapak Ibu kalau ada angka Bapak Ibu yang ada di kanan paling kanan atau mendekati kanan ya. Ini data saja secara objektif kita lihat ya. Saya enggak akan membacakan datanya, tapi Bapak Ibu bisa lihat di sini IPM yang paling tinggi di mana, titik tengah di mana, dan yang paling belakang di mana. Bapak, Ibu dari daerah ya, dari kabupaten kota, kita bisa sama-sama simak di sini. Tadi dari Rerata Jawa Timur sedikit saja kurangnya 0 kom sekian 0,2 untuk sampai ke posisi rerata nasional. Dan dari Jawa Timur itu kita lihat sekarang perkabupaten kota ya. Di mana posisi Bapak Ibu? Ada yang Sampang di sini ya? Ada yang kota Surabaya pasti ada di sini ya. Ya, ini data Bapak Ibu ya. Tugas kita adalah memastikan bahwa program kebijakan, penganggarannya, pelaksanaannya betul-betul sinergi kita untuk bisa naik IPM kita. Tidak sekedar di atas rerata nasional, tapi kita harus equal dengan syukur-syukur negara-negara G8 ya, tidak cukup lagi dengan negara G20. Syukur-syukur acuan kita sudah negara G8 untuk IPM nasional yang tadi rerata kita 72,7 sekian. Baik, lanjut lagi. Kita lihat data berikutnya ya. Ini hasil RB kemarin dari Kemenpan RB, realisasi RB. Saya enggak akan bacakan ya. Saya yakin Bapak Ibu kabupaten kota termasuk Provinsi Jawa Timur sudah, sudah selesai 100%. Ya, yang 103 pasti ada di dalamnya juga kabupaten kota sejawaja. Yang 63 juga pasti ada se Jawa Timur. Ya, saya ingin itu kami akan bacakan datanya data capaian-capaian RP. Lanjut kita lihat data berikutnya. Terus saja sudah dijelaskan Pak Taufik ini arahan dari Bapak Presiden dan telah muncul dalam dokumen ee kebijakan nasional untuk reformasi birokrasi berdampak. Keberhasilan reformasi birokrasi kita tidak lagi diukur sekali lagi by dokumen. Evidensinya dokumen. Tapi evidensya adalah bagaimana masyarakat merasakan outcome, kemanfaatan, dampak langsung bahwa birokrasi sudah berubah. Terutama layanan. tadi sangat bagus kalau Jawa Timur mengurangi anggaran kebijakan untuk tower dalam arti membangun gedung-gedung pemerintah tetapi yang diperkuat adalah layanan-layanan publik sehingga masyarakat memiliki rasa bahwa pemerintah betul-betul hadir, bahwa pemerintah betul-betul bekerja. Kita lihat dari kemiskinan, investasi, kemudian digitalisasi ya kita lihat angka-angkanya ya, PR kita seperti apa. Lanjut coba kita lihat angka kemiskinan. terus saja ya. Ya, ini saya paparkan dulu bagaimana kebijakan kita untuk pengalokasian anggaran. Lapor ke Pak Kepala BPSDM Provinsi ini saya dan Bapak Ibu sekalian. Insyaallah di dalam Permendagri tentang pedum APBD 2024 yang akan datang kewajiban mengalokasikan sekurang-kurangnya 0,34% dari total belanja di APBD provinsi dan 0,16% dari total belanja di APBD kabupaten kota itu hanya untuk pengembangan kompetensi dan uji kompetensi, tidak termasuk untuk gaji pegawai dan belanja pemeliharaan. sudah kita keluarkan. Alhamdulillah sudah diparaf. Mudah-mudahan nanti ketika harmonisasi tidak bergeser kebijakan itu sehingga mudah-mudahan memadai bagi Bapak Ibu. Kami kawal betul di Permendagri tentang pedoman umum penyusunan APBD. Selama ini kelihatannya besar tapi di dalamnya ada gaji pegawai dan pemeliharaan. Maka kami keluarkan ya untuk supaya data ini di 2024 yang akan datang kalau kita rakor lagi di sini sudah terkoreksi luar biasa. Nanti kita lihat nanti ya. Lanjut ya. Terus saja ini masih data yang tadi. Kita lihat sekarang penduduk miskin ini. Mohon maaf lagi-lagi kita harus introspeksi diri. Kemiskinan ekstrem secara nasional rata kita adalah 9,57%. Artinya apa? Dari total penduduk kita 9,57% di antaranya berada di posisi miskin ekstrem. Kalau dari hitung-hitungan statistik itu artinya desil 1. Desil 1 itu mohon maaf titik paling bawah 10% paling bawah masyarakat kita itulah kemiskinan ekstrem. Biasanya ukurannya adalah 1,9 US Do setara. ada ya beli puring powerity ya kalau dikonversi sekitar 34.000 sehari per orang di Jawa Timur mohon maaf lagi-lagi saya harus berikan tanda di tengah-tengah Jawa Timur 10,49% yang masih ada di kemiskinan ekstrem nasional 9,57, Jawa Timur 10,49%. Target kita tinggal setahun dari sekarang harus 0%. Mohon nanti Pak Ramli bisa dilaporkan kepada Ibu Gubernur melalui Pak Sekda ini target kita masih cukup banyak 10,49% untuk 0% di tahun depan. Ini tantangan pertama RB kita. Masyarakat akan melihat RB berhasil atau tidak ketika kemiskinan ekstrem di Jawa Timur menjadi 0% tahun depan. Posisi existing saat ini sekali lagi 10,49% ada di tengah-tengah, Pak. Masih ada jauh lebih tinggi. Tapi kita enggak perlu lihat angka kanan kiri. Kita lihat saja rerata nasional dan target yang akan datang. Targetnya 0%. Apa yang harus dilakukan? Nanti di bagian terakhir saya akan sampaikan. Coba lihat data berikutnya lagi. Terus terkait dengan stunting ya. Stunting target nasional kita 2024 adalah maksimal 14%. Rerata nasional saat ini adalah 21,6%. Jawa Timur 19,2%. Nanti kalau mau dizoom per kabupaten kota juga kita bisa sampaikan. Tapi karena waktu saya coba langsung lompat saja ya. Wah, masih banyak PR ini Pak Ramli dengan teman-teman para kepala BKP SDM ini ya. RB yang berdampak yang kedua adalah ketika stunting di Jawa Timur sekurang-kurangnya ke angka 14% dari posisi 19,2% dan tinggal punya waktu 1 tahun. Bagaimana 5%? Katakanlah kita bikin rata aja. Rata-rata kabupaten kota seJawa Timur harus menurunkan angka stunting 5%. dalam waktu 12 bulan ke depan misalnya. Kalau dibuat rata-rata nanti per bulannya tinggal dibagi saja bagi 12 ya. Bagaimana RB melakukan nanti kita lihat kita lihat lagi data berikutnya. Realisasi investasi. 2024 kita punya target investasi sebesar realisasinya R.600 triliun. Tahun terakhir realisasi kita. masih sekitar 4 35% baru 500 552 triliun dari target 1600 dan Jawa Timur ada di angka 65 sekian triliun ya cukup bagus kalau kita bandingkan bandingkan dengan provinsi yang lain yang mengalahkan adalah DKI Jakarta kemudian Jawa Barat yang mengalahkan kita ya DKI Jakarta dan Jawa Barat selebihnya ini luar biasa realisasi investasi. Kita berikan applause kepada kita semua seJawa Timur ya. Angka yang membanggakan dari tiga tadi IPM, kemiskinan ekstrem, stunting. Nah, itu enggak ada tepuk tangan tadi ya. Karena kalau angkat tadi tepuk tangan bahaya nanti ya. Yang perlu tepuk tangan angkat sini cukup bagus untuk realisasi investasi ya. Ini yang tadi RB berdampak kita salah satunya adalah peningkatan angka investasi melalui apa? Layanan yang cepat di DPMPTSP misalnya OSS kita termasuk untuk persetujuan bangunan gedung perubahan dari IMB ya. Alhamdulillah data kali ini luar biasa untuk Jawa Timur. Kita lihat lagi data berikutnya ya. indeks SPBE sistem pemerintahan berbasis elektronik dari angka 1 sampai 4 Jawa Timur ada di posisi 3,3 bahkan target nasional 2,6. Jawa Timur jauh di atas target. Applause lagi ini ya. Meskipun kita lihat dengan Jawa Barat ini, Jawa Barat di angka berapa itu? 3,37 lebih 0,07 dari Jawa Timur. Jangan kalah nih Pak Ramli ini ya. Iya. SPBE tadi Pak Sekda mengatakan, "Wah, sekarang Jawa Timur banyak kedatangan tamu untuk studi banding." Saya dibilang tadi studi tiru. Saya bilang karena yang dibandingkan adalah keberhasilan untuk ditiru di tempat lain. ATM amati, tiru, dan modifikasi ya. Salah satunya kelihatan dari SPBE kita yang 3,3. Alhamdulillah pada titik ini sudah untuk TRK. Syukur-syukur nanti mendekati angka empat atau bahkan sampai ke angka empat angka tertingginya. Tapi sudah cukup bagus karena rerata nasional masih 2,7 dan kita sekali lagi sudah jauh di atas rerata nasional 3,3 ya. PL lagi untuk kita ini. Luar biasa ini. Alhamdulillah. Kita lihat lagi data berikutnya. Terus ah sekarang enggak boleh tepuk tangan ini. Iya ini terkait dengan data inflasi yang kami tarik minggu kemarin, hari Senin kemarin. Mohon maaf saya enggak enggak berani membacakan angka ini. Tapi untungnya Pak Seda enggak di sini ya. Sebagai ketua TAPD ini sebagai ketua tim untuk pengendalian inflasi daerah ya TPID ya. Nanti laporkan Pak kepada Pak Sekda ini angkanya. ya, year on year ya. Perbandingkan dari tahun lalu ke tahun sekarang. Dari 10 provinsi yang tertinggi masih ada Jawa Timur di sana. Kita lihat kabupaten kotanya. Jangan nyalain provinsi, kabupaten kota juga kontribusi ini ya. Mohon maaf ada dari Jember di sini 3,73, ada dari Banyuwangi 3,32. Kita lihat yang di bawah ya, 10 kota yang tertinggi salah satunya Surabaya 4,46. Dan ini betul tadi Pak Sekda setiap hari Senin jam .00 pagi Bapak Menteri Dalam Negeri sesuai perintah dari Presiden. Kenapa kok Pak Mendagri yang diperintah bukan Menteri Keuangan, bukan e Menteri BAPENAS? Karena Mendagri sebagai korbinmas, koordinator pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Yang kedua selaku pembina dan pengawas umum untuk 10 aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah. Salah satu aspeknya adalah keuangan daerah. Aspek lainnya adalah pembangunan daerah. Maka diperintahlah kepada Mendaki dan setiap hari Senin jam .00 pagi trakor inflasi bagi daerah dengan inflasi tinggi langsung. Kenapa kok tinggi? Apa penyebabnya? Apa upayanya? Maka pasti hadir dari kementerian dan lembaga terkait ya. Baik, ini data yang terakhir yang harus kita bisa ubah melalui reformasi birokrasi. Kenapa kok RB yang kemudian menjadi tumpuan? Bapak, Ibu coba buka di Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Ada tiga fungsi ASN. Fungsi nomor satu itu sangat penting yaitu pelaksana kebijakan publik. kebijakan publik sudah ditentukan. Misalnya tadi stunting secara nasional di RPJMN sudah ditentukan 2024 tahun terakhir RPJMN kita 14%. Itulah kebijakan publik kita. Kemiskinan ekstrem sudah ditentukan di RPJMN 2024 0%. Investasi sudah ditentukan. 2024 target kita R.600 triliun. Itulah kebijakan publiknya. Baik itu di Undang-Undang Dasar, di Undang-Undang PP, Perpres, Perda, itulah kebijakan publik yang melaksanakan siapa? ASN. Dalam bahasa lain birokrasi. Sehebat apapun Jawa Timur punya RPJPD, RPJMD, punya Renstra di semua perangkat daerah, punya RKPD, punya RENJA, punya DPA, eksekutornya kemudian menentukan keberhasilannya yaitu birokrasi ASN. Maka yang perlu direform adalah pelaksana kebijakan publiknya. Jadi di sini terjawab kok kenapa kok birokrasi? Kenapa bukan dunia usaha? Kenapa bukan masyarakat? Kenapa bukan partai politik? Karena fungsi nomor satu birokrasi ASN itu adalah pelaksana kebijakan publik. Kebijakannya sudah ditentukan. Tinggal pelaksananya comply enggak dengan kebijakan itu. Yang kedua, fungsi ASN sekedar mengingatkan di dalam Undang-Undang 5 2014 adalah sebagai pelayan publik. Maka tadi RB dikatakan berhasil ketika masyarakat merasa terlayani langsung dari reform itu. Buahnya adalah layanan yang makin cepat, makin mudah, makin murah, makin canggih. Misalnya terkait apa? Kemiskinan, terkait apa stunting, terkait apa investasi dan seterusnya ya. Oke, lanjut. Sekarang coba ke halaman 18. Saya agak lompat-lompat ya di sini. Oke, halaman 18 ya. Ini tadi terus saja terus. Oke, coba ke halaman 34 sekarang. 34 ya. Baik Bapak Ibu, untuk mengatasi semua tadi melalui pendekatan pengembangan kompetensi reformasi birokrasi yang dilakukan oleh kita di BPSDM, BKPSDM atau sebutan lainnya pasti pendekatannya adalah pengembangan kompetensi atau sertifikasi kompetensi. Izin Bapak Ibu untuk mengingatkan kalau kita bicara untuk pengembangan sumber daya manusia maka sekurang-kurangnya treatmen kita itu melalui pengembangan kompetensi. Apakah itu namanya diklat, bimtek, sosialisasi, workshop, dan bentuk lainnya. Dan jangan lupa tambahkan juga dengan sertifikasi kompetensi, pengakuan sudah kompeten atau belum. Ini kami mengingatkan di dalam Undang-Undang Cipta Kerja, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 yang kita menyebutnya sebagai Omnibus Law gitu ya. Di sana dikatakan bahwa setiap lembaga, setiap orang yang bekerja di jasa konstruksi harus memiliki sertifikasi kompetensi. Ini Undang-Undang Cipta Kerja. Dan sertifikasi kompetensi itu kemudian kita pakai standarnya sudah internasional. Apalagi kita yang ASN sebagai pelaksana pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, maka tolong nanti diprogramkan di Pak Ramli dan teman-teman di daerah kabupaten kota. Selain kita mengembangkan berbagai kompetensi, empat kompetensi, apa itu kompetensi teknis, kompetensi manajerial, sosial, kultural, dan kompetensi pemerintahan, maka perlu juga kita lakukan sertifikasi kompetensi termasuk misalnya sertifikasi kompetensi pemerintahan. Misalnya begini, ini tadi saya dapat bisik-bisik dari Pak Sekda ya, lagi untuk pengisian jabatan di provinsi misalnya. Bagaimana orang yang akan duduk menjadi kepala OPD misalnya, Kepala Dinas PU punya latar belakang pendidikan teknis sipil misalnya. Oke. Kompetensi teknis enggak diragukan lagi. Manajerial sudah keliling ke berbagai titik cukup bagus ya. Sosial kultural wah syukur dia paham budaya setempat. Tapi satu hal lagi kompetensi pemerintahan harus dia kuasai supaya misalnya apa? jalan rusak. Kemudian dia tidak tahu itu kewajiban siapa. Bagaimana hubungan antara OPD dengan DPRD, bagaimana hubungan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, bagaimana hubungan antar aktor di dalam Forgo BIMDA? Bagaimana etika pemerintahan? Bagaimana keuangan daerah, domin antara APBN, APBD provinsi, APBD kabupaten kota? Siapa yang mesti bertanggung jawab? Ini contoh saja bahwa kompetensi pemerintahan menyasar seperti itu. Selain pendidikan pelatihannya, maka juga ada sertifikasi kompetensi pemerintahan. Itu silakan nanti kita cek di Undang-Undang Pemerintahan Daerah 23 Tahun 2014 di pasal 233. Oleh karena itu di bagian terakhir izin kami menyampaikan bahwa yang perlu kita lakukan di jajaran BPSDM, BKPSDM termasuk kami dan di LAN di Mas Taufik coba ke halaman 41 ya. Yang perlu kita lakukan adalah sekurang-kurang empat siklus ini. Siklus yang nomor satu kita paham betul apa yang dibutuhkan oleh semua ASN, semua OPD di daerah kita. Pak Ramlianto misalnya berapa OPD yang di Jawa Timur sini? Kalau boleh tahu semua OPD itulah kita perlu tahu apa kebutuhan pengembangan kompetensi per OPD itulah pada layer organisasi. Per jabatan itulah level jabatan, job untuk kebutuhan pembelajarannya, kebutuhan pengembangan kompetensi sampai bahkan kalau sanggup per individu ya. Sehingga yang kita berikan tidak lagi sifatnya generik ya. Semua orang dipukul rata perlu diklat ini. Padahal belum tentu. Semua jabatan perlu itu. Belum tentu. Bahkan kalau sanggup tadi per individu, kalau enggak per jabatan, minimal per organisasi apa yang dibutuhkan? Itulah di analisis kebutuhan pengembangan kompetensi. Termasuk analisis kebutuhan untuk sertifikasi kompetensi ini kita harus petakan. yang kemudian dari situ kalau sudah kita lakukan apakah pada level individu nanti ini ada uraiannya satu persatu ya atau coba halaman berikutnya ya ini yang untuk analisis kebutuhan ee pengembangan kompetensi dan sertifikasi kompetensi kita bisa mengetahui tergantung pada layernya syukur-syukur kalau bisa sudah pada level individu. Apa yang dibutuhkan sini tentu saja bukan sekedar daftar keinginan dari orang peror setiap pejabat atau setiap organisasi. Bukan daftar keinginan, daftar kebutuhan. Dari mana menentukan kebutuhannya? Di situlah kita turunkan dari target yang ada di RPJMD, target yang ada di Renstra setiap OPD yang kemudian dijabarkan dalam sasaran kinerja setiap jabatan dalam indikator kinerja. Jadi tidak lagi mohon maaf shopping list daftar keinginan kami perlunya diklat ini betul perlu itu. Enggak. Jangan jangan karena itu keinginannya kami perlu diklat bahasa Inggris. Kenapa? Karena akan dikirim keluar oleh Pak Ramli. Bukan itu. Kalau itu nanti kebutuhan individu subjektif tetapi yang melekat dengan jabatan Anda, dengan posisi Anda saat ini apa yang dibutuhkan? Kita turunkan salah satunya dari prioritas tugas pokok fungsi. di dari prioritas program yang ada di RPJMD yang ada di Renstra ya masing-masing perangkat daerah ini kita bisa identifikasi ya sehingga kita akan mengetahui nanti kebutuhan spesifik per orang, per jabatan dan per instansi atau per OPD. PPR kita yang pertama kita petakan dan tentu saja tadi sesuai dengan masalahnya misalnya mohon maaf tadi kita lihat IPM dari paling tinggi sampai paling rendah seJawa Timur tadi datanya nanti silakan Bapak Ibu bisa buka kembali mana kabupaten yang paling rendah kabupaten yang paling rendah titik IPM-nya tentu kebutuhan pembelajarannya berbeda dengan kabupaten yang IPM-nya sudah paling tinggi. kabupaten dengan angka stunting yang sudah bagus berdekati 14% dengan kabupaten yang angka stuntingnya tinggi kebutuhan RB-nya berbeda. Kabupaten kemiskinan ekstrem yang tinggi di atas 0% makin menjauh dari angka nol dengan yang mendekati angka nol pasti kebutuhan pengembangan kompetisinya berbeda. Maka tugas kita berkumpul di sini adalah memastikan mapping kebutuhan program kegiatan dan subkegiatan baik pengembangan kompetensi maupun sertifikasi based on kebutuhan based on program yang spesifik dengan tugas fungsi jabat spesifik dengan prioritas di dalam RPJMD dan Renstra. Tadi kita sudah sampaikan angka 8 17 45 dan 3 prasyaratnya. Langkah berikutnya setelah kita berhasil melakukan mapping seperti ini adalah kemudian kita melakukan apa disebut sebagai instructional development. Lanjut. Yaitu pengembangan instruksional dalam bentuk mulai nyusun modul, mulai nyusun ee bahan ajar ya, ada nyusun SOP, langkah kerja dan seterusnya. Karena tidak selalu ada di dalam kelas bisa juga dalam bentuk magang. Oh, jangan-jangan ini dibutuhkan bukan lagi belajar di dalam kelas ini langsung belajar dari praktiknya. Kita cangkokkan saja ke daerah yang sudah berhasil. Daerah dengan IPM yang rendah menjadi mentor untuk daerah dengan IPM yang eh IPM yang tinggi, mohon maaf menjadi mentor untuk daerah dengan IPM yang rendah. Mungkin tidak perlu pembelajaran yang perlu kita buat apa? Manualnya, langkah-langkahnya sampai ke sana. Itu tugas kita. Maka namanya sekarang bukan badan diklat, badan pengembangan sumber daya manusia. kita tidak lagi cukup mendidik dan melatih dimensinya jauh lebih luas gitu. In itulah kita ke ee instructional development ya. Lanjut lagi. Kemudian langkah yang paling sering kita lakukan adalah lalu empat kita langsung langkah yang ketiga yang namanya training delivery. Training tidak selalu dalam arti pendidikan dan pelatihan. katakanlah kita sebut sebagai ee pengembangan kompetensi dan sertifikasi kompetensi tadi dengan segala metodenya, mau klasikal, mau blended, mau murni, online itu metode saja bahkan bisa pemagangan dan seterusnya. Tetapi kita tidak boleh lagi orientasi kita hanya ke aspek lompat langsung ke pelaksanaan pengembangan kompetensi tanpa didahului tadi dengan dua langkah sebelumnya. baik itu mapping program kegiatan subkegiatannya sesuai kebutuhan dan yang kedua adalah setelah tahu mapping-nya kemudian ada instructional development dan yang terakhir kemudian adalah langkah kita adalah evaluasi kita mengevaluasi dari tiga langkah itu titik mana yang perlu kita perbaiki titik mana kekurangan kita untuk menjadi bahan masukan dari segala upaya-upaya kita ke depan dan ini sekali lagi harus dikaitkan dengan empat target untuk RB berd Dampak tadi seperti tadi angka-angka tadi kita silakan nanti cek ya posisi kita ada di mana, berarti kita harus menuju ke mana, apa langkah kita sampai ke sana. Instrumen yang kita gunakan adalah dua reformasi birokrasi, yang kedua adalah pengembangan kompetensi dan sertifikasi kompetensi. Saya pikir demikian, saya kembalikan kepada Pak Yudi. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Tepuk tangan] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. luar biasa ee paparan disampaikan oleh Pak Dr. Sugeng. Bapak, Ibu sekalian ee sedikit barangkali saya review sebelum kita akan sampai di ee sesi diskusi begitu. Barangkali kita perlu pedalaman-perdalaman terhadap materi sudah disampaikan. Bapak, Ibu sekalian tadi disampaikan bahwa data secara data yang dipaparkan oleh Pak Dr. Sugeng sangat menarik. Ada beberapa area-area di antara empat area yang memang disasar oleh Bapak Presiden khususnya berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan, peningkatan investasi, kemudian digitalisasi ee pemerintahan dan juga secara tematik barangkali di ee area penanggulangan ee stunting ee ada beberapa area yang masih membutuhkan perhatian utama kita dan tentu nanti di dua area yang barangkali menjadi catatan tadi ada di kemiskinan inflasi dan juga stunting ini semestinya menjadi dasar kita di dalam menentukan ee kebutuhan diklat atau kebutuhan pengembangan kompetensi aparatur. Maka perlu ee dulu pernah ada namanya AKPA, analisis kebutuhan pengembangan aparatur. ini yang artinya data-data yang disampaikan oleh Pak ee Kepala BPSDM ee Kemendagri mestinya ini menjadi dasar kita dalam proses merencanakan kebutuhan pengembangan kompetensi ASN. Bapak, Ibu sekalian ee kita tiba di sesi ee diskusi. Bapak, Ibu kami persilakan barangkali setelah ini yang ingin mengajukan pertanyaan untuk tunjuk tangan dulu. Kemudian akan kami persilakan dan mohon menyebutkan nama dan juga ee asal instansi Bapak Ibu. Kemudian mohon izin ee pertanyaan ditujukan kepada narasumber ee satu atau narasumber dua begitu ke Pak Dr. ee Muhammad Taufik atau Pak Dr. Sugang. Baik. Barangkali dari sisi kiri saya dulu, Pak. [Musik] Setiap pertanyaan harus ada pantun ya, Pak ya. Enggak jadi nanya boten. Ee silakan di Terima kasih loh dari Oh, silakan Bapak. Nggih. Terima kasih. Silakan Pak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Muzamil dari Rumah Sakit Haji Surabaya di unit LDBank di Diklit ya. ee di tempat kami alhamdulillah insyaallah sudah difasilitasi untuk pengembangan kompetensi ya. Jadi acara-acara untuk kediklatan dan penelitian sudah sangat membudaya dan mungkin yang kami butuhkan adalah roadmap ke depan. Cuman yang kami kadang bingung kira-kira pertanyaan ini buat Pak Dr. Sugeng kira-kira kami mulai dari peran individu atau dari organisasi? Karena kalau di top menuju dan itu nanti jatuhnya kadang kurang jelas apa namanya indikator kinerja individunya itu kadang kurang terarah. Maksudnya begini, ketika kita ambil peta dari Renstra, kadang Renstra itu enggak mengacu pada titik fokus yang diharapkan ketika mengerucut ke atas ke Jatim misalkan, anggaplah kami dari rumah sakit. Tentunya goal dari prioritas pelayanan kami itu nanti akan mendukung didukung oleh unit-unit yang paling bawah. Karena yang kami ketahui untuk suksesnya sebuah organisasi ketika ada mapping yang jelas kemudian didukung oleh sampai kinerja individu yang jelas maka itu bisa terlaksana. Jadi yang yang kami butuhkan sebetulnya kinerja kami dari yang paling bawah itu supaya kena ke tujuan RENTRA yang diharapkan dan itu menjadi prioritas utama agar indikator organisasi itu tercapai. Kira-kira pihak-pihak mana saja yang mungkin dari awal bisa membuat kesepakatan bersama yang nanti akan membuat roadmap untuk pengembangan kompetensi selanjutnya nanti didukung ke seluruh ASN yang menjadi pelaksana unit. Mungkin itu, Pak. Terima kasih. Baik, terima kasih. Ee Bapak, mohon maaf diulang namanya, Pak. Muzamil, Pak. Pak Muzamil. Iya. Oh, baik. Pak Musamil dari Rumah Sakit Haji. Betul ya, Pak? Ya. Iya, betul. Nggih. Baik. Eh, kemudian kita lanjut ke pertanyaan kedua. Oh, Bapak yang di depan monggo kami persilakan. Ee teman-teman panitia mohon dibantu. Terima kasih. Saya Kustoro Widya Iswara dari WPSDM Widyaiswara Mya. Eh, saya tertarik dengan eh model dio tadi ya, learning in eh flow of work ya. Saya coba kaitkan dengan ee reformasi birokrasi yang dikaitkan dengan Bapak Kepala BPSDM tadi berkaitan dengan parameter-parameter yang apa terkait dengan kinerja. Apalagi kita di sini sebagai corporate university, Pak. Nah, kira-kira di dalam menterjemahkan itu dalam konteks training need analysis-nya seperti apa, Pak? Supaya ada sebuah panduan yang jelas ee dalam proses penetapan ee pelatihan yang akan dilaksanakan ke learning fokus-nya, learning infrastructure-nya, learning eh apa arsitekturnya, learning source-nya. ini barangkali tentu saja juga dikaitkan dengan kemampuan dari ee tenaga kita ya dalam konteks untuk memenuhi ee kebutuhan di daerah. Itu saja Bu mungkin saya Pak yang saya ingin saya sampaikan. Jadi bagaimana mencoba mengintegrasikan dalam strategi pembelajarannya. Terima kasih, Pak. Nggih. Terima kasih, Pak Bapak Kustoro ee WI madya di BPSDM Jatim. Nggih, terima kasih. Barangkali satu lagi Bapak Ibu di ee sisi kanan ee Ibu yang pakai batik kuning barangkali nggih. Kami silakan ee sampaikan nama kemudian dari instansi mana dan pertanyaan ditujukan kepada siapa. Oke, terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Nuril dari RSUD Dausada. Ee mohon maaf agak pelan dan agak kencang sedikit suaranya. Saya Nuril dari RSUD Dahahus Kediri. Ee mohon izin bertanya. Tadi Dr. Sugeng sudah menjelaskan bahwa ee beberapa poin salah satunya kemiskinan yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan. Saya juga tertarik dengan eh statement dari dr. Taufik bahwa dalam tren global disrupsi teknologi dan perubahan dari segi pekerjaan nanti itu akan memangkas miliar pekerja di Indonesia untuk menjadi untuk tidak digunakan lagi karena sudah menuju era digitalisasi untuk membuka lapangan kerjaan dengan adanya era digitalisasi itu seperti apa implementasinya. Itu yang pertama. Untuk yang kedua, pada era digital ini kan memang ee nantinya akan menggunakan teknologi AAI yang 1000 kali lebih pintar daripada manusia. Selain pengembangan SDM, kira-kira strategi apaagi yang bisa digunakan supaya manusia bisa bertahan daripada robot? Terima kasih. Enggih, terima kasih eh Ibu Nuril dari Kediri dan barangkali ee pertanyaan lebih banyak diarahkan ke Dr. Sugeng. Jadi di kesempatan pertama kami persilakan Pak Dr. Sugeng untuk menanggapi pertanyaan. Ee nanti apabila ada beberapa area yang barangkali ingin ditkan, kami juga persilakan kepada Bapak Dr. Muhammad Taufik. Ngih. Kami persilakan, Pak. Baik, terima kasih. Pertama, Pak Muzamin. Mohon maaf kalau salah menyebut nama. Training need analysis atau training need assessment. Jadi yang kita ukur sekali lagi adalah kebutuhan bukan keinginan. Bagaimana cara memastikan apakah ini kebutuhan atau keinginan? Maka sebelumnya kita harus sudah punya dulu acuannya. Ada opsi-opsinya. Jadi opsinya itu bukan opsi terbuka lagi, tapi opsinya bisa tertutup. Misalnya kita turunkan dari kalau Bapak Ibu buka izin di dalam RPJMD kita yang existing dan termasuk nanti ke depan ya pasti ada satu bab judulnya adalah prioritas program. Kalau dulu kalau dulu bab ini menyatu prioritas program dan indikasi pendanaan. Saya yakin Bapak Ibu yang pernah tergabung apakah di Pansus ataukah di BPEDA pasti masih ingat ya ada satu bab di RPJMD judulnya adalah prioritas program dan Indikasi Pendanaan. Sekarang sudah dipecah ee menjadi dua bab tersendiri karena di RPJMD sudah bicara prioritas program dan prioritas program ini nanti ada mengacunya terutama adalah dari 32 urusan pemerintahan konkuren berbasis kepada kewenangan. Kemudian di setiap renstra perangkat daerah pasti juga ada bab tentang indikator ee ada bab tentang prioritas program perangkat daerah. Coba cek di dalam RENSTRA Bapak Ibu. Dan ada juga bab di Renstra kita tentang indikasi pendanaan. Menarik lagi di RPJMD ada bab terakhir sebelum penutup namanya indikator kinerja daerah dan di Renstra ada indikator kinerja perangkat daerah. Ini bukan dua dokumen yang saling terpisah karena Renstra per OPD adalah jabaran dari RPJMD. Itu dulu sebagai target kita. orang opsionalnya adalah sesuai dengan yang sudah ditargetkan baik itu di dalam RPJMD kemudian turunannya ke dalam RENSTRA. Dari Renstra kita menurunkan kemudian di dalam ee sasaran kinerja kita sasaran kinerja per OPD. Makanya izin di awal tahun anggaran pasti semua kepala OPD tanda tangan perjanjian kinerja dengan kepala daerah. Yang diperjanikan apa? bahwa kita dalam 1 tahun sanggup untuk mewujudkan sasaran yang sudah ditulis itu dituangkan dari mana itu dari tadi RPJMD ada bab prioritas program di Renstra ada prioritasnya diturunkan kemudian ke dalam perjanjian kinerja kita setiap kepala OPD Pak Ramli tanda tangan kepala BPSDM beliau kan enggak kerja sendiri dijabarkanlah ini kemudian ke dalam SKP kita masing-masing orang yang bekerja di PPSDM membantu Pak Ramlianto untuk mencapai target sasaran kinerja BPSDM yang diturunkan tadi dari Renstranya. Baru kemudian ada indikator kinerjanya sudah ada alat ukurnya pelaksanaan kinerja terakhir baru pelaporan kinerja barulah menentukan nanti dapat tukin enggak ini 100% enggak tunjangan kinerjanya bulanannya seperti itu ya. Baik jadi mulainya dari sana. Jadi apakah nanti ini individu atau organisasi? Kalau bisa dan ini ideal per individu karena kebutuhan pengembangan kompetensi per individu itu beda. Mohon maaf kalau mau jujur nih Bapak Ibu ketika Bapak Ibu dilantik atau mendapatkan SK jabatan tertentu, pernah enggak instansi memberikan katakanlah pengembangan kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsi itu? Ada enggak? Mohon maaf ini sedikit curhat. Ketika saya dulu saya pernah menjadi inspektur, saya tidak punya latar belakang pengalaman pendidikan pelatihan di bidang pemeriksaan. Tiba-tiba saya harus menjadi penanggung jawab pemeriksaan di lima komponen di Kemendagri, tujuh provinsi di Indonesia. Apa yang terjadi? Secara instinktif saya belajar dan saya yakin ini terjadi di Bapak Ibu. Tapi mudah-mudahan Jawa Timur enggak seperti itu ya. instinktif saya belajar sendiri. Anak buah saya ada pengawas pemerintahan, ada auditor yang memang sejak awal berpuluh tahun mereka menggeluti itu. Kita sebagai inspektur harus bisa menyalib kecepatan mereka. Karena apa? Kita mengarahkan. Sasaran kinerja pengawasan harus kita yang mengoreksi bahkan sampai dengan temuan harus kita ikut mengoreksi. Bayangkan, mohon maaf, untuk melakukan tugas ini tanpa dibekali dengan kemampuan kompetensi tertentu. Oke. Kemudian saya pernah bergeser menjadi kepala pusat data dan sistem informasi. Ini contoh saja pengalaman pribadi ya. Kalau dalam istilah Pak Deputi Pak Tobek itu adalah tit knowledge-nya ya. Sebagai kepala pusat data sistem informasi saya enggak paham betul tentang arsitektur sistem informasi. Insyaallah paham menggunakan komputer, tapi enggak paham bahasa program. Sementara tugas dan fungsi saya adalah terkait dengan sistem informasi, kepala pusat data dan sistem informasi sekementerian dalam negeri. Apa yang terjadi? Instinktif saya harus belajar lagi. Ya, saya paham istilah silo dan seterusnya. Oh, dari situ saya bahan-bahasa aplikasi sampai saya coba diisplay. Tapi ini kan setiap orang menjadi berbeda-beda pendekatannya. Maka tugas dari kita BPSDM dan BKPSDM memastikan seseorang yang diberikan amanah jabatan karena mohon maaf tidak ada lagi namanya jabatan staf. Coba buka di Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 ada tiga jenis jabatan ASN. Jabatan pimpinan tinggi, jabatan administrasi, jabatan fungsional. Jabatan pimpinan tinggi utama madya pratama. Administrasi administrator pengawas pelaksana fungsional keahlian keterampilan lalu di mana staf enggak ada lagi. Semua orang punya jabatan. Bahkan tahun pertama dilantik sebagai CPNS sudah punya jabatan sebagai PNS. Maka tugas kita adalah melengkapi kemampuan kompetensi kepada setiap pegawai untuk melaksanakan tugas jabatan itu. Yang uraian sasaran kinerjanya dijabarkan tadi dari RPJMD besarannya ya. RPJMD tentu saja ngambil dari RPJPD, ngambil juga dari RPJPN tapi terlalu tinggi. Kita tak ambil saja RPJMD jabarkan ke dalam RENSRA tadi terutama pada bab tentang prioritas program dan indikator kinerja. Kemudian dijabarkan itu ke dalam perjanjian kinerja. Setiap kepala OPD diturunkan dalam sasaran kinerja. Bagaimana kita memastikan setiap pegawai bisa mewujudkan sasaran kinerja yang diberikan kepada dia. Kalau kita enggak memberikan kepada mereka tools alat bekerja yang namanya kompetensi. Kompetensi pun enggak cukup. Maka harus ada sertifikasi kompetensi pengakuan. Kayak begini, Bapak, Ibu. Bapak, Ibu sudah membeli mobil nih, ya. mobil itu Bapak, Ibu atau motor nih mohon maaf ikut kursus mengemudi ya. Apakah setelah selesai kursus pengemudi Bapak Ibu sudah bisa bawa mobil di jalan atau motor? Belum bisa. Perlu apalagi SIM ya. Karena kursus mengemudi adalah untuk memberikan kompetensi kepada dia supaya kompeten. Paham menggunakan peralatan paham dengan rambu-rambu. Tapi apakah yang bersangkutan betul-betul bisa mengemudi enggak? Maka perlu SIM, pengakuan kompetensi kepada seseorang untuk layak membawa kendaraan. Itu pun ada kualifikasi mau A, mau SIM C dan seterusnya ya. Maka kalau melanggar di jalan, polisi bertanya dulu kursus di mana? Enggak tanya itu punya SIM enggak? Masih berlaku tidak. Itulah sertifikasi kompetensi, pengakuan kompetensi. Setelah seseorang dinyatakan lulus punya STTPP, kita perlu uji lagi. Sudah kompeten belum? Jangan-jangan aktif hadir di kelas, nilainya bagus, tetapi suruh menerapkan enggak bisa, maka target kita harus sampai kompeten. Dan kompetensi ini kalau katakanlah kita bicarakan ada dua layer ya, untuk jabatan fungsional dan untuk kompetensi pemerintahan. Paling enggak sampai saat ini di situ. Katakanlah di Kementerian Dalam Negeri ada tujuh jabatan fungsional. Salah satunya yang baru lahir adalah pranata perjinan. siapapun menjadi pranata perizinan sudah diberikan ilmunya lulus dia terima STTP. Tetapi apakah yang bersangkutan bisa mempraktikkan ilmu itu atau tidak? Itulah standar kompetensi kita sampai kompeten. Maka idealnya per individu kalau bisa. Bagaimana caranya? Akan sangat bagus. Siapa tahu saya yakin kalau Jawa Timur ini kan resarch-nya unlimited ini ya. W-nya luar biasa ya. Teknologinya luar biasa. tadi kan yang bisa mengalahkan SPBE Jawa Timur hanya ada dua, DKI dan Jawa Barat. Kalau mau belajar hanya dua tempat, maka belajarnya keluar ya. Maka bisa kita buat opsi. Misalnya di dalam website-nya ee BPSDM Provinsi Jawa Timur kita ada opsi-opsi belajar yang setiap orang bisa memilih opsi itu. Ya, opsi itu yang sudah kita buat mungkin tidak harus dalam satu pelatihan modul tertentu. Saya untuk pelatihan X tidak semua modul perlu saya baca. Saya hanya perlu mempelajari ini saja. Maka kita ngambil itu setelah dia merasa bisa, dia datang ke asesor, tolong saya diuji. Apakah saya sudah menguasai enggak kompetensi ini? Misalnya ini orang yang bekerja di BPPEDA, ada pelatihan tentang analisis data. Ya, tekniknya kita sudah paham, tapi yang saya belum paham adalah menggunakan aplikasi ini. Belajar aja itu. Setelah paham datang ke asesor ada dites, diuji kompeten atau belum. persis dengan kita datang ke polisi untuk kemudian ke Samsat untuk dites lolos SIM atau tidak. Ya, jadi idealnya adalah per individu. Tapi kalau ini terlalu banyak, Pak, pegawai kami per jabatan. Jabatan dirumpunkan tadi kan rumpunannya kalau sesuai jabatan ASN kan cuma tiga, pimpinan tinggi, administrasi, fungsional klusternya tiga. Masuk jabatan mana nih jabatan fungsional fungsional yang mana keahlian. keahlian jenis jabatannya apa? Jadi per kluster. Kalaupun enggak sanggup, ya sudah perganisasi lebih mudah lagi gitu. Setiap orang yang bekerja di Papeda maka Pak Ramli akan membuat programnya secara generik. Siapapun bekerja di PapPeda perlu pengembangan kompetensi ini. Siapapun bekerja di Dinas Pertanian perlu pengembangan kompetensi ini. Itu paling dalam tanda petik paling mudah ya. Tapi kalau bisa per individu. Kemudian yang kedua tadi mohon maaf kalau salah sebut nama Pak Kuswaro ee ya hampir sama dengan yang pertama training rate analisis atau training assessment itu tadi sebagai langkah yang pertama dalam pengembangan kompetensi maka tentu saja kita membutuhkan resource. resource kita selain dalam bentuk orang, resource kita dalam bentuk dokumen. Dokumennya pasti kita membutuhkan tadi dokumen RPJMD, kita membutuhkan dokumen Renstra, kita membutuhkan dokumen yang namanya sasaran kinerja, kita membutuhkan dokumen tadi perjanjian kinerja, sasaran kinerja dan seterusnya. Itu sebagai ee shortlist-nya ya. Jadi tidak berikan open menu kepada setiap orang menentukan kebutuhannya, tapi sudah kita tentukan short list-nya. Kemudian ah ini tenaga pengajar, tenaga pendidik pun sudah harus berubah. Berubah kita misalnya menjadi mentor, menjadi pelaksana untuk coaching klinik, pendamping, fungsi-fungsi pendampingan yang tidak selalu dalam arti mengajar di dalam kelas. Karena kebutuhan setiap orang untuk pengembangan kompetensi belum tentu harus kita jawab dengan ikut kelas pelatihan. Jangan-jangan bukan pelatihan tapi langsung ke praktiknya. Bagaimana mengoperasikan model OSS. Mungkin ilmunya sebentar tetapi begitu coba dipraktikkan. Misalnya contoh ini ketika melihat dokumen tata ruang usulan dari daerah. Saya pernah sebentar di Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah saya belajar, oh ternyata kalau ada rencana detail tata ruang dari satu provinsi di ujukan ke Kemendagri, bagaimana caranya kami mer-review secara cepat dokumen ini. Apa yang terjadi? Kita overlaykan dengan target nasional. Bagaimana caranya? Ini jangan-jangan enggak perlu pelatihan, praktikkan langsung mentoring, coaching klinik lebih mudah, lebih cepat. langsung kita lihat langkah-langkah kerjanya dibanding dengan kita di dalam kelas kemudian ilmunya dapat tetapi penerapannya agak kurang. Tentu idealnya punya ilmunya sampai bisa menerapkan. Kemudian ee ini seperti kalau Bapak Ibu mohon maaf menggunakan marketplace. Setiap orang punya pilihan mohon maaf ini saya enggak mempromosikan marketplace tertentu misalnya kita mau makan kebutuhan. Saya suka makan gado-gado dan saya membutuhkan makanan itu misalnya. Maka berbeda dengan Pak Taufik yang ternyata pilihannya sate kan berbeda. Satenya pun spesifik ke sate kambing yang masih muda katanya. Ya. Ya. Tapi mau cepat pulang nanti ya. Opsi inilah opsi yang dipilih setiap orang dan tugas kita di BPSDM, BKBSDM memastikan terjawab opsi ini. Ya, sekarang kalau merdeka belajar kan seperti itu sebetulnya semangatnya. Setiap orang merdeka untuk menentukan pilihan belajarnya. Sama halnya setiap ASN merdeka menentukan pilihan belajarnya. Tapi sekali lagi yang dipilih adalah sesuai dengan tugas fungsi sesuai dengan tadi mulai RPJMD, Renstar dan seterusnya ke bawah. Tapi opsi itu secara klaster sudah kita buat dan tugas nanti Widya Iswara dan teman-teman fungsional menjadi lebih complicated. Tidak lagi sekedar mendidik melatih di depan kelas, tetapi sampai bagaimana memastikan mereka kompeten di lapangan. Terakhir Bu Nurul, saya pikir nanti ini juga bisa dijawab oleh Pak Deputi, Pak Taufik. Tapi sedikit saya menekankan mungkin agak sedikit keluar upaya mengatasi kemiskinan itu tidak bisa terus-menerus kita hanya dengan cara charity ya. Bagaimana memindahkan ya kalau kami BTT setiap ABD pasti ada BT ya dana BTT umumnya nanti dipakai pada saat keadaan tertentu paksa untuk ke sana. Program ini boleh untuk sesuatu yang sifatnya instan dalam waktu dekat, tapi dalam jangka panjang adalah harus dengan membuka lapangan kerja. Dan sebetulnya kebijakan secara nasional dengan hilirisasi kalau Bapak Ibu ikuti kita sudah melarang untuk mengekspor bahan baku. Minimal yang kita ekspor adalah setengah jadi atau bahan jadi. Misalnya ini paling mudah dulu pertama kali kita rotan. Kalau dikirim dalam bentuk rotan, nanti suatu saat kita akan mengimpor mebel yang bagus dari rotan. Padahal rotannya dari kita. Bayangkan berapa lapangan kerja terbuka dengan hilirisasi. Memang untuk hilirisasi salah satu tantangannya selain tantangan lingkungan limbah, maka tantangan yang salah satu utama adalah sumber daya manusia, hilirisasi. Dan mudah-mudahan nanti Pak Kepala BPSDM Jawa Timur, Pak Ramli sudah bisa melihat hilirisasi yang ada di Jawa Timur, terutama industri dan bagaimana kita mempersiapkan tenaga kerja kita untuk komply dengan hilirisasi itu. Ya, kalau sekarang lagi ramai kita bagaimana dengan nikel dan kita dihadang dua lembaga dunia ya, WTO dan IMF ya ketika kita hilirisasi. Tapi hilirisasi ini selain meningkatkan nilai tambah dari suatu komoditi juga membuka lapangan kerja tetapi dengan satu syarat tenaga kerja harus kompeten. Maka di dalam Undang-Undang Cipta Kerja sudah dipersyaratkan memenuhi persyaratan kompetensi sertifikasi kompetensi. Mohon maaf dan ini PR dari kita semua untuk memastikan bahwa mengatasi kemiskinan jangka panjang tidak lagi program charity tapi harus melalui pendekatan pengembangan kompetensi. Saya pikir ini Mas Yudi saya kembalikan ke Pak Boleh satu Pak Sugeng boleh satu Pak Cik. Ee barangkali ee terakhir Bapak nggih satu pertanyaan terakhir ini ee dari Oh gak kaitannya dengan Pak Sugeng tadi bicara. Oh baik baik monggo Bapak. Nggih, makasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Saya tertarik Pak Sugeng karena ini memang eranya cuma pertanyaan saya kaitannya dengan penilaian kinerja dan untuk jabatan fungsional itu ada dupa angka kredit. Nah, sekarang ini kan sedang digaungkan untuk dijadikan satu. Karena mohon maaf untuk weda iswara itu angka kreditnya itu pelit, Pak. 0,0 koma jadi setengah mati itu, Pak. Nah, saya hanya tanya bagaimana menurut Pak Sugeng kaitan jabatan fungsional itu antara Dupak dan kinerja. Matur nuwun, Pak Sugeng. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mudah-mudahan ini terakhir. Mudah-mudahan baikh, matur nuwun. Ini Pak Koordinator WI kita ini. Applaus untuk beliau ini sesepuh kita. Terima kasih. Jadi begini. sebetulnya dengan Permen RB masih ada angka kredit enggak sekarang? Iya. Ya, sudah dikonversi ya. Kita mulai dari tadi perjanjian kinerjanya Kepala BPSDM ya, kemudian kesasaran kinerja individu, perjabatan yang ada di bawahnya dan yang dibutuhkan. Kemudian kan kita sebetulnya setiap jabatan fungsional pasti ada Permenpannya. Satu jabatan fungsional, satu Permenpan. Permenpan itu judulnya sangat generik paling enggak sampai saat ini misalnya Permenpan nomor sekian tahun sekian tentang jabatan fungsional wida ispwara dan angka kreditnya selalu itu generik yang membedakan nama jabatan fungsionalnya saja tapi judulnya pasti sama nomornya beda-beda tergantung kapan lahirnya karena setiap jabatan fungsinya diatur dalam satu Permenpan maka di dalamnya pasti ada uraian tugasnya baik yang sifatnya pokok maupun penunjang. Ya, ini sebagai gambaran. Saya dulu ketika menjadi inspektur anak buah saya. Jadi di Kemendagri satu-satunya unit kerja eslon 2 yang tidak punya eslon 3 dan sudah puluhan tahun adalah inspektur. Saya dulu tidak pernah punya jabatan struktural di bawah inspektur. Langsung fungsional semua para auditor dan pengawas pemerintahan fungsional semua. Suatu saat saya tugaskan mereka ikut jadi rapat. rapat antara APIB dengan APH. Selalu mereka tanya surat tugas saya perintah. Kemudian mereka dokumentasikan secara lengkap daftar hadir, nutulensi rapat dan seterusnya ya. Untuk apa tadi sebutannya angka kredit evidence dan semua ada konversinya. Dan ternyata Bapak Ibu, mohon maaf untuk widyaiswara mengajar di depan kelas itu angka kreditnya paling kecil dibanding misalnya terlibat dalam satu karya ilmiah berkontribusi merumuskan kebijakan. Jadi mohon maaf Bapak Ibu misalnya menjadi WI jangan wah saya enggak bisa ngomong di depan kelas jangan takut. Karena nilai angka kredit yang paling besar bukan di situ. Justru ketika Bapak, Ibu terlibat dalam perumusan kebijakan, memberikan masukan kebijakan tinggi, misalnya ini Pak Ramli tiba-tiba menugaskan para WI untuk ikut terlibat di dalam Raperda tentang RPJMD Jawa Timur 2025-2030. Nilainya tinggi ya. Apalagi kemudian ternyata Bapak bisa memberikan polis paper kepada gubernur. Wah, lebih tinggi lagi ini. Ini sebagai evidence dibanding mohon maaf sekedar kita wah widar kan mengajar bukan gitu. Itu yang seringkiali hanya berapa mengajar 0,08 ya atau 0,06 per JP. Artinya untuk dapat nilai 8 angka kredit perlu 100 jam pelajaran 100 JP sehari berapa JP? 10 JP. berarti perlu berdiri di depan kelas 10 hari full mungkin enggak? Enggak mungkin hanya untuk delapan angka kredit. Enggak mungkin. Kenapa enggak shortcut ke tugas yang lain? Tapi tentu saja ada evidence-nya, ada bukti penugasannya. Nah, ini yang ee saya yakin kita tidak hanya karena sekarang ya jabatan fungsional makin variatif ya. Ada analisis kebijakan ini yang paling banyak ini di Jawa Timur saya yakin paling banyak analisis kebijakan, analisis kepegawaian semua OPD ada. perencana ada, perancang ada perancang perundang-undangan ya dan seterusnya. Yang kemudian dibutuhkan adalah bahwa setiap penugasan harus bisa dikonversi apa kaitannya dengan tugas dan fungsi. Kemudian ada evidensnya dan seterusnya dan ternyata kalau dilihat sekali lagi di dalam bobot tugas-tugas yang pokok mana yang lebih besar konversinya itu yang harus kita bantu untuk dalam tanda pik untuk naik pangkat, naik jencang dan seterusnya. Dan tidak kalah pentingnya adalah untuk naik jencang nanti dibutuhkan juga tadi sertifikasi kompetensi. Tidak sekedar pelatihan-pelatihan dengan evidence STTP tapi juga sampai dinyatakan kompeten untuk level tertentu. Saya pikir itu Pak Judi. Terima kasih. Ini sudah ada Pak Taufik ya. Nggih. Terima kasih. Ee selanjutnya mungkin ee tanggapan dari Bapak Deputi ee barangkali karena waktunya juga sudah di ujung acara Bapak sekalian mungkin kalau berkenan saya mohon untuk closing statement dari Pak Deputi untuk menanggapi pertanyaan kemudian eh closing statement. Baik. [Musik] Baik, terima kasih tadi ee Pak Muzani tadi ya sudah dijelaskan ee kita dengan Permen PAN 6 2022 ee sudah berganti SKP-nya ya kan tadi nyambungnya nanti dengan Permen PAN 6 2022 adalah pengelolaan kinerja termasuk nanti untuk yang Permen ee jabatan fungsional juga sudah diganti semua. basisnya adalah ekspektasi pimpinan. Tadi sudah dijelaskan Pak Sugeng dari apa Rensra segala macam. Nah, nanti fungsi dari ekspektasi pimpinan adalah men-setting targetnya dan ini enggak seperti yang model kemarin ada negonya ya. bisa nego ya. nego. Artinya inilah fungsi tadi kewajiban setiap pimpinan dipastikan melakukan coaching mentoring. Coaching tadi fungsinya untuk men-setting tadi apa ekspektasinya pada setiap ee ee pegawai dan ini yang penting apa yang kemudian ekspektasi pimpinan terhadap kompetensi yang harus dimiliki pegawai. Nah, ini bisa memberikan tugas tadi saya sampaikan. Oke, karena kurang komunikasinya, coba kamu kembangkan kompetensinya. Coba ini gitu. Kalau misalnya pimpinannya kemudian, oh punya anggaran ya dibikin ada anggarannya. Kok enggak ada ya bikinlah kegiatan misalnya bentuknya penugasan dan sebagainya. Nah, Bapak Ibu sekalian ini sebuah hal yang menjadi sebuah tren di luar sana. artinya di private sektor di BUMN para manajer itu harus punya kompetensi atau kemampuan dalam namanya pengembangan SDM ya. Ini yang penting ya tidak kemudian hanya makai saja. Ini sebuah paradigma baru dan ini sebuah keharusan ya. Keseharusan minimal misalnya memberikan coaching mentoring. Coaching mentoring itu apa? Feedback. Men-setting ekspektasi bareng-bareng dengan tadi bawahannya dalam bentuk tadi dialog atasan bawahan. ini wajib ya, ini wajib untuk kemudian dilakukan oleh setiap pimpinan. Nah, tanpa itu maka akan kesulitan men-setting tadi kan selama ini kok kita anu e ini yang kita lakukan juga ee Pak buah nyusun SKP kemudian kita tinggal tanda tangan gak ngerti sebenarnya yang disusun itu apa. Kenapa? Karena ini bersenjang direktur rumah sakit ya kan punya target dia. Oke. Kalau kita punya target misalnya kalau di rumah sakit mungkin saya pakai balance scorecard gitu kan ya. Target keuangan berapa, target pelayanan berapa ya kan. Kemudian target pengembangan berapa ya. Nah target perbaikan ee bisnis proses seperti apa? Kemudian ini yang akan kemudian kita turunkan target tadi kepada anak buah kita ya, direktur, kepada kepala-kepala bidang di situ, kepala bidang turun lagi ke bawahnya sampai pada staf masing-masing harus melakukan coaching mentoring. Ini yang sangat penting karena esensinya adalah bukan kita ngukur kinerja. Ngukur kinerja ini tugasnya bagian kepegawaian. Pimpinan itu namanya mengelola kinerja. Performance management beda dengan performance measurement. Performance measurement bagian kepegawaian. You di-etting targetnya berapa dinilai kepegawaian keluarlah tuninnya ya. Nah, pimpinan adalah dia manage performance tadi. Apa manage tadi? Setting ekspektasi ya. Kemasih motivasi, ngasih feedback, ngasih identifikasi pengembangan dan seterusnya ya. Nah, ini ini pendekatan yang ee tadi yang baru Pak Toro ya tadi bagaimana desainin flow of work tadi. Nah, sebenarnya ini yang belum jalan gitu ya. Mengapa? Karena kita memang terus terang agak agak lambat ee mengeluarkan ee pedoman corpor corporate university meskipun substansinya sudah kita share ke mana-mana untuk kemudian menjadi contoh bagaimana nyusun peraturan tentang corporate university. Jadi bareng dengan corporate university itu satu kita suruh rubah bukan rubah total tapi kita menambahkan peran widya iswara itu di perlan 8 tentang ee ee peran ee apa para widyaiswara sebagai pendamping pengembangan kompetensi di tempat kerja. Mau jadi mentor, mau jadi coach, menjadi pendamping, mau menjadi apa itu kita ada angka kreditnya. Ya, sekali lagi kita enggak pakai angka kritis seperti kemarin dengan Permenpan 1 2023 tadi. Ekspektasi dari siapa? Dari Pak Ramri. Pak Ramri tugaskan ya kan. Nah, di dalam payungnya corporate University Jawa Timur ini kepala BPSDM itu namanya Chief of Learning Officer, koordinator pembelajaran ya. Artinya bagaimana UPD-UPD mendesain menjabarkan pembelajaran sesuai dengan RPJMD ya kan. Kemudian ada RKPD-nya. RKPD ini kemudian harus dijabarkan apa prioritas tahun depan ini anggarannya apa saja. Ini diputuskan di namanya di depan pengarahnya di dalam Pergup 59 2021 ya. Nah, ee di kabupaten kota seperti apa? sama harus dipimpin langsung oleh kepala daerah memutuskan langsung anggaran sisisir semua UPD-UPD biasanya itu pengemban kompetensi itu kelihatannya kecil sebenarnya besar kenapa dia nempel di kegiatan ada namanya sosialisasi ada namanya bintek ada namanya studi banding ada namanya macam-macam nah ini yang kemudian tadi perlu dikumpulkan nah poinnya adalah bagaimana mendesain tadi ee apa namanya ee inflow of work tadi inflow of itu artinya bahwa kemudian setiap pimpinan OPD kalau kita melihat di dalam corporate university, saya enggak tahu mungkin ee kemarin kita sudah bareng-bareng nyusun pedoman teknisnya di situ ada jadwalnya, Pak. Kapan identifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi saya sampaikan oleh Pak Sugeng tadi di setiap OPD kemudian naik dikoordinir oleh ee ee Kepala BPSDM ya kemudian ditentukan yang prioritas di dalam rapat bersama dengan kepala daerah atau yang mewakili nanti untuk menetuskan langsung berapa anggarannya ya. Ini mohon maaf kadang-kadang ada daerah-daerah yang enggak bukan daerah miskin ya di daerah Jawa ini yang tidak menganggarkan lasar kan kebangetan itu ya. Anda kemudian tidak menganggarkan pelatihan keminan padahal jelas-jelas itu wajib. Mengapa? Karena kemudian untuk prioritas yang lainnya. Nah, ini kepala daerah harus kemudian putuskan di situ ya. Kalau di kementerian ini Bu Menteri, Bu Menteri Keuangan duduk langsung mimpin setiap tahun rapat mengarahkan apa yang prioritas tadi ya, terutama untuk pengembangan talenta. Nah, tadi analisis kebutuhan tadi kemudian nanti kita akan tetapkan mana yang cukup dikerjakan secara tadi yang 20 atau 70% ya. Ini yang disebut dengan inflow of work tadi. Bekerja sambil belajar, ada coaching, mentoring, penugasan dan seterusnya. mana yang 10% untuk yang mandatori yang wajib tadi lacer pelatihan kepemimpinan, macam-macam ya. Nah, jadi kok nah bagaimana desain yang influ of work tergantung dari bagaimana kemudian ee pimpinan OPD-nya akan mendesain. Nah, kita punya namanya jabatan fungsional baru yang akan bantu desain yang tepat namanya analis pengembangan kompetensi ya. Nah, tugasnya apa? tugasnya bantu desain tadi yang custom. Custom itu yang sesuai kebutuhan untuk setiap OPD iniya PU tugasnya apa? Yuk, magang-magang di jalan misalnya kan ee bareng-bareng lihat di jalan apa ee buat jalan misalnya seperti itu ya kan. Nah, jadi ee desainnya seperti itu. Nah, sebelum ini bisa jalan siapa yang bantu? Kawan-kawan widayiswara bisa bantu tadi ya. Tapi prinsipnya tadi apa namanya ee ada 2070%. Nah, Bapak Ibu kalau kepegawaian sini sudah punya N box grade. NB box grade saya pikir semua pasti punya ya. Di situ nanti kita akan akan bisa ee tulis di situ ya. Ada saya yakin semua paham ya. Kotak bok ini cocoknya programnya Bangkomnya apa? Kotak kotak nomor 7 apa? Kotak nomor 8 apa? Kotak nomor 6 apa? Ini yang kita lakukan. Oke, sebenarnya cukup misalnya tadi katakan Pak Sugeng tadi job rotation ya putar aja dia. Kenapa? Problemnya bukan di kompetensi, kinerjanya kurang. Mengapa? Enggak cocok dia ya background-nya tuh SH tapi ngurusin urusan apa tadi ya sawah dan sebagainya. Jadi, nah ini yang kemudian tadi namanya job rotation bagian dari kompetensi. Nah, kawan-kawan kepegawaian paham. lihat N box grid tadi kita akan tetapkan tadi mana problemnya di kinerja atau kompetensinya dia kalau kinerja tambahin dia kayak mungkin tak kasih coaching mentoring kasih special assignment misalnya ya kan ee kasih misalnya ee kesempatan untuk ee ada di penugasan di tempat instansi yang lain secondment misalnya. Nah, inilah yang kemudian desain-desain tadi yang sebenarnya kita enggak enggak mengeksplore ke sana dan itu gak pakai biaya gitu. Misalnya coaching, mentoring, pengarahan, bikin community practice i kan misalnya kita bikin namanya WI ada community practice, ada analisis kebijakan bikin communit practice dan sebagainya. Nah, Bapak Ibu sekalian yang lain adalah tadi info of work tadi sebenarnya perlu ada sebuah sistem yang bantu agar ee pegawai itu nak meninggalkan pekerjaan. Makanya kemudian kita sekarang punya Bapak Ibu lihat mau lasar pelatan pimpinan semua ada emosinya. Mengapa tadi bisa jalan inflow of work-nya? Dia belajar sambil bekerja meskipun kadang-kadang kadang-kadang sambil nyolong-nyolong karena tadi kadang-kadang ditugasi dan sebagainya. Nah, jadi sistem informasi memungkinkan orang belajar kapan saja, di mana saja ketika sambil kerja ngecek dia ya ngecek dan sebagainya. Nah, kita punya namanya platform sekarang yang baru namanya talentan academy ya. Itu prinsipnya adalah yang kita sebut namanya multi exit, multi entry. Multiit multi entry itu pertama adalah orang bisa masuk di mana saja, belajar apa saja di situ dan dia keluar kapan saja. Kok kalau sekarang kan enggak ikut misalnya latar ya? Ya harus ber sampai selesai dia selesai. Kalau gak gak dapat sertifikat ya. Kok ini gak dia ya di situ ada empat kluster. Kluster kepemimpinan, kluster namanya eh life skill, digital skill, kemudian innovation skill. Kita punya empat kluster di dalam. Silakan nanti dibuka di website kami ASN Talent Academy ya. Nah, memang ini kita lagi migrasi sistem karena sistem yang pakai Anda masih pakai model. Moodle ini agak kawan-kawan harus daftar dulu baru. Nah, ke depan gak perlu daftar. Bapak, Ibu punya NIP masukin aja belajar di situ ya. Nah, jadi ini akan terus berkembang model-model seperti ini ya kan yang apa namanya free access ya. Ais itu ASN boleh masuk gak perlu kemudian dia ngomong karena peserta latsar atau ke peserta pelatihan pimpinan dan sebagainya. Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi ini model-model pembahan kompetensi tadi inflow of work tadi ya. Orang belajar itu gak perlu menjadi sebuah event khusus gitu ya. Artinya sebuah peristiwa khusus yang ee tapi ini ee berjalan sambil bekerja tadi. Kemudian ee ee tadi Pak Sutoro silakan nanti cek eh Perlan 8 2021 itu peran mungkin Pak Ramli ini perlu mulai kita exercise untuk corporate university-nya Jawa Timur. Apa namanya Pak Afan dan kawan-kawan ini yang senior-senior bisa langsung kita terjunkan ya UPD-UPD. Nah, ini yang nanti ada tayangan satu lagi coba Mas kita jawab bagaimana desain tadi untuk ee RB-nya. Ini yang kita praktikkan di Kalimantan Utara dan ee hari Kamis ini kita PKN 2-nya modelnya pakai ini, Pak. Jadi kita exercise bikin kluster misalnya Jawa Timur itu punya tanggung jawab salah satu daerah yang ee punya tanggung jawab untuk RB kemiskinan ekstrem di program Menpan ya. Nah, tadi sudah sampaikan ee datanya oleh Pak Sugeng ini targetnya gimana ngeroyoknya? Contoh kalau di ini kita di Kalimantan Utara kita exercise seperti ini. OPD terkait kita kumpulkan ya dikoordinir oleh BKPSDM sesuai dengan kluster penanggung jawabnya. Kemiskinan kalau di daftarnya Menpan itu siapa yang tanggung jawab kemiskinan? Duk capil. Kemudian kesehatan ada pendidikan ya ee Dinas Sosial ya ee ada tujuh kalau enggak salah masuk dalam kluster kemiskinan. Nanti untuk investasi masuk di klaster investasi ada UMKM, perindustrian, perdagangan dan seterusnya masuk ke situ. Nah, ini kok kita kalau Bapak Ibu di ee BPKPSD punya PKP PKM di koordin Pak Ramli ya kan ini bisaercise seperti ini. Contoh di Banten. Jadi proyek perubahannya ada dua e bukan dua, ada dua. Satu memang proyek perubahan ini itu kita awal waktu nanti hari eh hari ini pembukaan besok kita akan kumpulkan peserta yang masuk di kluster kemiskinan nanti proyek perubahannya mengacu ke sana ya. Nah, kemudian yang kedua ketika stula kalau PKPPA mereka harus bikin rekomendasi yang kemudian kita petakan sesuai klusternya tadi ya kan. Nah, jadi dengan cara ini melalui kita bisa memberikan kontribusi dari melalui pelatihan kepimpinannya. Kemudian, wah kok enggak punya pelatihan keminan gimana? Contoh bulungan. Bulungan ini gak punya dia ya, enggak menyelenggarakan dia. Nah, gimana caranya? Bikin aja Pak Bupati bikin ya kan ee membuat kluster seperti ini. OPD-UPD penanggung jawabnya. Kepala dinasnya datang pembukaan aja gak apa-apa yang penting ada tim. timnya datang sampai hari ini masih coaching mentoring dengan kita secara online ya. Nah, ini yang kemudian ee apa namanya bisa dixercise bahwa intinya pengembangan ini pengembangan kompetensinya di mana, Pak? Pengembangan kompetensinya bareng-bareng memecahkan problem bagaimana mendongkrak ee tadi angka menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Bulungan. Nah, caranya gimana? Mereka belajar bagaimana mengintegrasikan anggaran mereka. Anggarannya betul, Pak. Kita sisir itu anggarannya sebagian besar tidak ada hubungannya dengan kemiskinan tadi. Satu. Yang kedua, OPD 1 dengan yang lain gak enggak nge-klop dia. Tiga, dia hanya berputar pada masalah birokrasi ya. UPD, UPD, UPD ya. Masyarakatnya enggak diajak, potensi-potensi ee di luar birokrasi enggak diajak. Keempat, gak ada bahasa yang sama. Kenapa datanya beda? Nah, mereka dari situ belajar oh cara menyamakan data gimana caranya? Di Banten ini, Ibu-ibu PKK kita libatkan. Kenapa? Pembelajaran ini inklusif dengan stakeholder gitu kan ya. Untuk apa? Cleansing data. Data apa? Data stunting. Nah, ini juga penting bagaimana masyarakat kita libatkan untuk ikut belajar. Wakil-wakil masyarakat tadi belajar. Gimana caranya ya mereka ikutikut Zoom dan seterusnya. Di Banten ini menarik karena daerah yang gak stunting mereka mengajukan diri sebagai stunting. Makanya stuntingnya enggak turun-turun. Anggarannya berapa enggak turun. Kenapa? Karena ngelihat tetangganya kok stunting kok enak dapat susu, beras, ya kan roti, endok dan sebagainya. Nah, makanya Pak, aku stunting juga Pak. Loh, kamu di tinggi aku maunya stunting katanya. Nah, jadi Ibu BPKK gerak dia artinya pembelajaran ini kolaboratif tadi ya. Kemudian Mbak Nurul di mana tadi ee apa namanya ee untuk pengetasan kemiskinan digitalisasi tadi ini yang dilakukan adalah sebenarnya saya enggak tahu apakah kawan-kawan ikut program. Jadi beberapa tempat misalnya saya kemarin kalau enggak salah Kota Batu dapat penghargaan ee ikut program namanya DLA Digital Leader Academy sama DTS Digital Talent Scholarship. Apa yang dilakukan? Bantu kawan-kawan untuk kemudian ee melakukanembantu transformasi digital melek digital dulu. Nah, kalau ke misalnya nanti mungkin Pak Ramli bisa ee dengan Pak Hari Kepala BPSDM-nya ee di Kemenfo, Komenfo untuk bikin program nanti yang untuk penguatan misalnya transformasi UMKM-nya ya kan. Atau kita buka tadi misalnya ini yang kemarin memenangkan award di Kota Batu. Ide anak-anak masuk di program tadi ya di program tadi untuk kemudian mencoba menciptakan inovasi dengan aplikasi tadi dibimbing oleh namanya Amazon Web Service AWS ya. Nah, itu gratis ya. silakan nanti mungkin dikoordinir ee dari BPSDM gak perlu kalau digital gak perlu setiap kota punya sendiri-sendiri bisa bareng-bareng ee dalam apa namanya dikoordinir BPSDM. Nah, apa yang kemudian perlu? Nah, mungkin ini bagaimana kita membuat mereka punya akses pasar dan bisa kemudian ikut di dalam apa kegiatan ekonomi tadi entah di UMKM-nya ya. Nah, AWS tadi Amazon Web Service ngajari literasi digital misalnya, "Yuk jual barang." Tapi ketika barangnya sendiri gak bermutu, gimana caranya? Enggak kita hubungkan ya dengan namanya Dinas Koperasi. Sor ada yang dari Malang, ada dari Malang ya. Ada dari Malang ada namanya forum jagong bareng ya. Dan jagong bareng g kan e itu apa namanya untuk nyari solusi bareng gimana ya? Nah, Mak ini yang kemudian tadi saya pikir bisa menyentuh ee kawan-kawan yang membutuhkan tadi bagaimana ee intinya kemiskinan ini gak bisa kemudian hanya dengan bantuan tunai, bantuan beras, tapi pembahan kompetensi tadi ya bentuknya voucher misalnya, oh dia mau jualan apa dan seterusnya dibantu. Nah, kemudian di samping itu ee beberapa tempat juga ee kerja sama dengan ee marketplace kayak Shopee, ee Tokopedia, Tokopedia sudah masuk Papua untuk bantu marketingkan dia produk-produk dari ee apa dari masyarakat kesenian, obat-obatan dan sebagainya. Nah, ini yang kemudian kita bisa lihat bagaimana potensinya kawan-kawan punya pekerjaan menghasilkan tadi melalui akses digital tadi ya. Nah, kemudian tadi ee bagaimana tadi pengembangan apa namanya manusia yang unggul ya yang di luar dengan ee pengembangan kompetensi ini seperti apa. Nah, Bapak Ibu sekalian tadi yang potret yang mungkin ee agak asing bagi kita ya tadi yang ee level pengembangan kompetensi manfaatnya bagi organisasi. Pengembangan kompetensi ini sebenarnya butuh sebuah apa namanya? tidak agar tidak menjadi sekedar kegiatan ya, tapi menjadi sebuah hal yang bermanfaat, punya dampak langsung harus menjadi budaya. Nah, budayanya melalui tadi tadi sampaikan kepemimpinan yang baik, menciptakan iklim dialog, memberikan contoh, coaching, mentoring, yang mau dikritik terbuka ya kan untuk e dialog, diskusi dan sebagainya. Ini sangat penting untuk kemudian orang merasa perlu untuk belajar. Ketika pimpinannya selalu hanya bahasanya memberikan arahan dan teguran, maka orang gak perlu belajar. Saya nunggu ahan pimpinan dan menghindari caranya tidak ditegur ya kan. Tapi ketika pimpinan kemudian memberikan challenge tantangan, yuk kita bikin terobosan. Kita dengar apa namanya ee masukan dari kawan-kawan rapim ini kita gunakan untuk dengerin ide-ide tadi. Pimpinan tugasnya untuk memberikan kemudian penghargaan. Oh, bagus. Semua bagus ya. Kayak Pak Toro kok ngajar, Pak Afan ngajar itu kan. Oh, bagus bagus. Orang merasa dihargai. Besok saya belajar lagi. Tapi kok kamu ngomong apa enggak jelas kok sudah besok lagi enggak mau belajar dia ya. Nah, jadi iklim organisasi tadi yang sangat penting tadi untuk membuat orang kemudian tadi menjadi unggul di samping tadi ada program-program peman kompetensi. Tugas pimpinan adalah menciptakan sebuah budaya unggul. budaya menghargai semua orang punya potensi. Makasih. I eh baik, terima kasih ee Pak Deputi. Sangat menarik ee di kaitan dengan ide-ide tadi disampaikan ee tadi saya juga mengamati begitu. Bapak banyak menotice Bapak Kepala BPSDM Jatim. Tantangan beliau cukup berat dengan tantangan yang luar biasa dengan ide-ide bahkan. Dan barangkali mohon berkenan ee Pak Dr. Ramlianto, S.P., MP untuk menanggapi, Pak. Karena saya dengar berkali-kali nama Bapak disebut di dalam forum diskusi ini. Monggo kami persilakan, Pak. Iya. Orang daerah itu kalau diperintah pusat bilangnya harus siap. Tapi saya laporkan Pak Deputi, Pak Kaban tanggal 18 Agustus kemarin seperti yang saya laporkan ke Pak Sekda tadi, PSDM Jawa Timur sudah memulai. Jadi pengembangan kompetensi kaitannya dengan RB tematik itu kita sudah mulai, timnya Bu Dewi sudah mulai. Kita kan ada namanya ee tim reformasi birokrasi Jawa Timur. Di dalamnya itu ada Pokja, Pak, sesuai tema. ada pokja ee untuk kemiskinan, ada pokja untuk ee apa? investasi. Nah, tahun ini bukan tahun ini ya, sisa tahun ini karena saya di sini baru 1 bulan yang lalu, Pak. Jadi, sisa tahun ini itu kita akan manfaatkan untuk uji coba ee penerapan model corporate university untuk RB tematik investasi. Kita sudah MOU dengan Dinas Koperasi, Dinas Perindak, Biro Perekonomian, Biro AP, DPMPTSP. Kita akan menggali bersama kompetensi gap-nya. Kita akan menyusun bersama jenis pelatihannya, jenis pengembangan kompetensinya. Kita akan susun bersama kurikulumnya, kita akan susun bersama modul-modulnya. Lalu kita akan tanam di sebuah learning management system. sehingga siapapun yang ingin belajar tentang bagaimana mengembangkan ASN mengembangkan kompetensinya di bidang untuk peningkatan investasi ada di situ. Nah, dari situ kemudian kita juga akan ee siapkan ee modul-modul untuk memandu mereka apa inovasi-inovasi yang bisa dilakukan oleh ASN dalam rangka meningkatkan investasi itu. Itu sudah di launching, Pak. Kebetulan Pak Kepala LAN yang mlauning dan Pak Wagub tanggal 8 Agustus kemarin. Insyaallah sudah kami respon. Nah, tentu nanti kalau ini sudah ketemu model yang paling baik untuk investasi, kita akan lanjut untuk ee digitalisasi dan kemiskinan serta yang lain. Kenapa kemarin milih investasi? Karena kita ingin memperseiringkan dengan temanya PKN 2, Pak Deputi. Kebetulan PKN 2 yang angkatan ke-30 2 itu temanya tentang pembahan investasi sehingga ee integrasi Korpo ke RB tematik kita ambil tema yang sama. Demikian Pak Deputi laporan kami. Baik cek. Baik terima kasih tepuk tangan yang meriah untuk kita semuanya Bapak Ibu. Rasanya waktunya kurang nggih Bapak Ibu nggih. Tapi saya paham masih banyak mungkin yang Bapak Ibu ingin sampaikan kepada kami. Nanti boleh pertanyaan yang masih tersisa diclek oleh teman-teman panitia di belakang. Bapak Ibu sekalian, kita sudah tiba di penghujung acara. Terima kasih atas perhatian Bapak Ibu sekalian. Terima kasih luar biasa untuk para narasumber, Pak Deputi matur numah nuwun, Pak Kepala PSDMRI terima kasih. Ee terima kasih juga Bapak Kepala PSDM Provinsi Jawa Timur eh Pak Mujib Afan, Bapak Koordinator Widya Iswara, Bapak Ibu pejabat administrator, pengawas dan juga fungsional yang ada di Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bapak, Ibu para kepala BKD, BKPPD, BKPSDM, matur nembah nuwun rawuhnya dalam ee forum yang luar biasa ini. Semoga nanti Bapak Ibu sekalian kita bisa bertemu, berjumpa di forum-forum dan perbincangan yang akan luar biasa setelah momen-momen hari ini. Bapak, Ibu, sekian dan terima kasih. Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan atas ee saya dalam memimpin jalannya diskusi pada siang hari ini. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Baik Bapak dan Ibu boleh kita berikan tepuk tangan sekali lagi untuk para narasumber yang luar biasa tentunya. Baik, dengan demikian telah kita ikuti sesi pemaparan materi yang telah disampaikan oleh para narasumber yang luar biasa tentunya. Dan pada rangkaian acara yang terakhir, Bapak dan Ibu akan kita ikuti sosialisasi inventarisasi usulan Bangkom melalui aplikasi Sibang Qodir yang akan disampaikan oleh tim BPSDM Provinsi Jawa Timur. Namun sebelum itu kami mohon Bapak dan Ibu yang belum melakukan survei kepuasan masyarakat untuk dapat mengisi survei terlebih dahulu tentunya melalui scan QR code yang tertera di layar. Jadi kami persilakan sembari menanti memasuki sesi berikutnya. Bagi Bapak dan Ibu yang belum mengisi survei kepuasan masyarakat dapat melakukan scan QR code yang tertera pada layar terlebih dahulu. Baik, berikutnya Bapak Bapak, Ibu yang telah mengisi survei kepuasan masyarakat, berikutnya kami mohon untuk dapat mengisi daftar hadir dan monev melalui link yang akan ditampilkan pada layar berikut ini. Jadi kami mohon Bapak Ibu sebelum acara berakhir nantinya harapannya seluruh peserta yang hadir pada kesempatan hari ini telah mengisi daftar hadir dan monev melalui link yang tertera berikut ini. Karena ini ada kaitannya dengan penyediaan e-sertifikat yang nantinya Bapak Ibu dapatkan. Oke, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Masih semangat nggih Bapak Ibu? Nggih. Setelah materi yang luar biasa dari narasumber yang masyaallah kali ini kami akan melanjutkan ke sesi yang tidak kalah penting, Bapak Ibu. Jadi ee kami berdua akan menyampaikan sosialisasi tentang Infus Bangk yaitu inventarisasi usulan pengembangan kompetensi via aplikasi Sibang Kodir. Jadi next paparannya. Oh, masih materi dan daftar hadir ya. sedikit previs Bapak Ibu nggih. Mungkin selama ini mendengar tentang aplikasi Sibang Kodir cuma selama ini untuk implementasinya masih diperuntukkan untuk OPD PEMPR. Jadi untuk KAP kota masih belum menggunakan aplikasi Sibang Godir. Nah, pada tahun ini kami menanggapi isu-isu yang berkembang. kami mengembangkan ee infus Bangkom BPSJM ini yaitu inventarisasi usulan pengembangan kompetensi via aplikasi Cibang Kodir. Next. Ee jadi ini tampilannya nanti ke depannya. Next. Aplikasi ini merupakan ee integrasi data penunjang pelaksanaan kebijakan pengembangan kompetensi. Karena itu nanti yang berperan dalam pelaksanaan Infus Bangkom ini adalah pengelola kepegawaian yang ada di Kapota maupun BKD ataupun BKPSDM di Kapkota. Jadi ini merupakan penambahan fungsi SIBANG kode dalam implementasi kebijakan pengembangan kompetensi. Untuk itu akan diadakan perluasan user si bankoder sesuai dengan karakteristik pemanfaatan. Pada saat ini kami masih dalam level inventarisasi usulan pengembangan kompetensi. Next. ee garis besar pemanfaatnya nanti ee penyusunan usulan kegiatan pengembangan kompetensi itu ee tidak hanya pelatihan juga ada evaluasi juga ada kegiatan penunjang lainnya juga ee informasi nanti juga tentang ee berbagai pelayanan yang diselenggarakan oleh BPSDM. Informasi nanti juga tentang tarif pelayanan juga yang diselenggarakan oleh BPSDM. Nanti di dalamnya juga akan ada fitur tanya tarif. Ini salah satu hal yang penting. Jadi nanti Bapak Ibu apabila ingin melaksanakan kegiatan di BPSDM, bingung tarifnya seperti apa, nanti bisa ditanyakan melalui aplikasi ini. Ee untuk lebih jelasnya mengingat waktu yang sudah jam kritis, kami silakan ke Mas Hendrik untuk menyampaikan teknik aplikasi. Silakan, Mas. Tes. Baik, terima kasih Bu Nurul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Melanjutkan dari paparannya Ibu Nurul, saya akan langsung menyajikan ee slide. Mohon operator menampilkan slide-nya. Oke, aplikasi Infus Bangkom ini ya mohon izin ee saya berdiri. Ee aplikasi Infus Bangcom ini adalah satu aplikasi yang berbasis web online. Jadi nanti Bapak Ibu sekalian yang menjadi user nanti akan diberi hak akses. Untuk hak aksesnya nanti bisa koordinasi dengan teman-teman di BPSDM. Lanjut. Nah, singkat saja saya akan menerangkan pendahuluan operasional aplikasi dan penutup. Lanjut, Mas. Untuk pendahuluan ada dua topik yaitu posisi infus Bangkom dengan si Bangodir. Biar ee Bapak Ibu sekalian gak terlalu ee bingung nanti karena ada di sini mungkin yang tidak menggunakan ee Sibang Kodir dan kedua persiapan dan ketentuan. Eeah pada topik ini nanti akan saya jelaskan. Lanjut Mas. Nah, posisi Sibang Koding dan Infus Bankcom ini adalah ee pengembangan dari Sibang Kodir itu sendiri. Di mana Sibang Kodir sudah berjalan sekian tahun dan sudah ee pada posisinya ee integrasi dengan E-Master di BKD Jawa Timur. Nah, saat ini di Infus Bangkom itu ee user aplikasinya sudah dikembangkan dari Sibang Kodir di mana ee usernya ada admin OPD, kemudian super admin, dan yang baru ini adalah user kabupaten kota. Nah, di sini letak perbedaannya. Kalau di aplikasi Sibang Kodir, penggunanya atau entitasnya itu adalah user ASN seluruh Provinsi Jawa Timur yang di bawah naungan provinsi. Kemudian subadmin OPD juga selain superadmin dan BPSDM itu sendiri. Kemudian ada link di E-Master BKD Provinsi. Nah, Infus Bangkom ini adalah pengembangannya saja. Jadi ee menambung dari inventarisasi usulan di situ letaknya. Oke, next. Nah, Infus Bankom bisa diakses melalui browser baik dari PC, laptop, maupun smartphone. Untuk user OPD dan kabupaten kota dengan alamat sebagai berikut yang di bawah itu eh sibangkodir.bpsdm.jatim.go.id/infusbangkok. go.id/infusbangom di mana nanti akan eh ada tampilan yang sudah ditunjukkan dari paparannya Bu Nurul tadi. Kemudian untuk upload file. Upload file surat pengantar yang diizinkan maksimal 1 MB. 1 MB dalam bentuk PDF saja. Nah, ini ee mengacu bahwa keterbatasan server kita nanti ee juga ada ee semacam kemarin yang di Sibang Kodir itu upload PDF-nya sampai 2 mega lebih ee akan terjadi penumpukan data di server di seluruh ASN itu kurang lebih dari Rp50.000. Nah, kemudian periode usulan hanya dibuka yang masih aktif saja saat itu. Bapak, Ibu mungkin bisa mengusulkan ee inventarisasinya nanti pada posisi super admin dikumpulkan di sana. User bisa melakukan input edit, hapus, upload saat masih periode usulan aktif. Nah, ini ketentuannya seperti itu, Bu. Lanjut. Nah, sekarang cara singkat saja operasional aplikasi di mana user nanti adalah cara loginnya input, edit, dan hapus. Lanjut. Nah, alamat perlu diketahui nanti bisa diakses di sibangkodir.psd.jatimprov.go.id/infusbangcom. Pakai v ya infus infusbangkom. di sana nanti loginnya sesuai dengan ee yang teman-teman BPSDM bagikan nanti. Lanjut. Nah, ketika masuk sudah login dashboard nanti tampilannya sederhana. Kita memang buat sederhana. Bagaimana bisa menginput aja nanti. Lanjut. Nah, di bagian kiri itu ada menu input usulan. Nah, di sini di input usulan ini nanti ee yang pojok bagian hijau bagian kanan atas itu ee Bapak Ibu sekalian bisa langsung klik saja. Lanjut. Kemudian ada tiga tahap di sini. Tiga tahap di sini input usulan kemudian ngisi P-nya nama dan alamat dan sebagainya. kemudian baru upload surat ee pengantar seperti itu. Tahap pertama kita input usulan dulu. Lanjut yang di bagian bawah itu pojok kanan bawah ada klik proses ee isi. Lanjut Mas Submit. Nah, sederhana sekali ini sisinya mungkin agak enggak kelihatan. Nah, di sana nanti ada beberapa inputan yang Bapak Ibu bisa pilih. Nah, di sini di zoom in. Nah, di situ ada isian periode, kemudian jenis kegiatan, aktivitas, kemudian penyusunan, jenis pembiayaan, uraian kegiatan, agak ke scroll ke bawah, Mas, ya. target group, kemudian jumlah output, satuan output di mana di situ sudah menjadi variabel atau parameter dari teman-teman BPSDM untuk mengkalkulasi atau menginventarisasi usulan tersebut. Nah, di sini tidak ada upload apa-apa, hanya milih dan ngisi. Nah, kemudian di-submit ada tombol bagian bawah itu klik submit. Next, Mas. Di zooom. Nah, di sini akan tersimpan. Ketika ada sudah sukses menyimpan, maka akan terdata di usulan. Nah, di sini nanti secara otomatis bisa lebih dari satu usulan, dua atau tiga, monggo terserah. sesuai diisi lagi. Kemudian setelah diisi, Bapak Ibu pilih ada sebelah kiri ada centang itu. Jika ada dua atau tiga lebih diblok aja dicentang 1 2 3. Kemudian diisi PIC-nya sebelah kanan bawah itu ada isi PIC. Lanjut PIC. Nah, ini ya di situ. Kemudian next, Mas. Lanjut. Nah, ketika diblok seperti itu lagi. Lanjut. Nah, di sini diisi P-nya. P diisi sesuai dengan variabel-variabelnya. Ada nama, telepon, email, jabatan, dan seterusnya. Bisa lebih dari satu. Begitu. Tahap selanjutnya ini adalah tahap isi PIC. Kemudian lanjut pada surat pengantar. Next. Nah, di sini Bapak Ibu diizinkan untuk ee upload ee dalam bentuk PDF maksimal 1 Mega. Nanti bisa di jika di MSWD dikonversi ke PDF. Nah, dari situ dipersilakan untuk klik setelah upload dari ee perangkat Bapak Ibu bisa di simpan. Next. Nah, setelah disimpan ternyata ada kesalahan atau perlu diedit Bapak Ibu sekalian yang sebelah kanan nanti ada tombol ee edit sama hapus. bisa diedit seperti itu dari uraian singkat ini. Next, Mas. Nah, cukup singkat Bapak Ibu sekalian supaya dimudahkan bahwa aplikasi ini bisa merangkum dari seluruh usulan ee inventarisasi untuk dikoordinasikan dengan teman teman di BPSDM. Nah, untuk itu ee apabila lebih dan kurangnya kami mohon maaf. Saya kembalikan ke Bu Nurul. Terima kasih. I, terima kasih Mas Hendrik. Eh, jadi Bapak Ibu nanti jangan khawatir akan ada video tutorial yang kami sertakan pada link materi. Mungkin nanti penyampaian dari Mas Hendrik-nya terlalu cepat. Insyaallah nanti di video tutorial akan ada ee penjelasannya. sedikit menambahi apa yang disampaikan oleh Mas Hendrik tadi. Ee next ke paparan saya. Di dalam Infus Bangkom ini, Bapak Ibu, nanti kami akan menampilkan tarif. Di dalamnya tuh ada dua jenis tarif. Tarif yang sudah dalam bentuk baku pelatihan. Ada satu lagi itu tarif yang berupa semacam indeks. Nah, indeks ini nanti berguna untuk kegiatan pada umumnya pelatihan teknis dan fungsional. Ini saya berikan salah satu contohnya. Jadi, Kabupaten A akan melaksanakan kegiatan pelatihan kompetensi teknis selama 5 hari di BPSM Provinsi Jawa Timur, kampus Surabaya untuk 30 orang peserta dengan studi lapangan di Provinsi Jawa Timur selama 2 hari. Nah, bagaimana cara menghitung indeks tarifnya? Ini kalau dilihat di tarif yang kami tampilkan tidak ada Bapak Ibu, tapi ada harga satuannya itu sudah ditampilkan. Jadi misalkan ee ini kan 5 hari di di 5 hari itu ada 2 hari untuk OL-nya. Jadi untuk kegiatan di BBSDM selama 3 hari itu indeksnya adalah Rp800.000 per hari. Jadi untuk pelatihan di BPSDM 3 harinya itu tarifnya Rp2.400. Sedangkan untuk pelaksanaan orientasi lapangan 2 hari yang dilaksanakan di dalam provinsi itu indeksnya per hari Rp2.600. Jadi untuk 2 hari indeksnya nanti akan 5,2 juta. Secara keseluruhan tarif perang nanti jatuhnya akan 2,4 juta + 5,2 juta akhirnya 7,6 juta. Ini contoh penghitungan tarif, Bapak Ibu. Jadi nanti matriksnya bisa dilihat ee disesuaikan dengan kondisi pelatihan yang diinginkan. Apakah pelaksanaannya di BPSDM Jatim ataukah di hotel ataukah itu nanti ada OL-nya atau tidak. nanti bisa disesuaikan, ada keterangannya nanti bisa dipilih. Jadi ini saya misalkan anggaran pelatihan untuk 30 orang peserta nanti totalnya akan dibutuhkan anggaran sebesar R28 juta. Jadi untuk pelatihan kompetensi teknis selama 5 hari yang dilaksanakan di BPSDM Provinsi Jawa Timur dengan 2 hari orientasi lapangan yang dilaksanakan di Prof. Jatim anggarannya sebesar R28 juta. Tapi Bapak Ibu jangan khawatir, nanti di dalam fitur Infus Bangkok ini juga kami sudah menambahkan fitur tanya tarif. Jadi misalkan nanti Bapak Ibu ee tinggal milih jenis kegiatan apa yang mau ditanyakan. Ada sembilan jenis kalau enggak salah itu nanti tinggal dipilih. Misalkan untuk pelatihan teknis tinggal dipilih aja dekat teknis. Nanti silakan diketik Bapak Ibu kondisi seperti apa. Jadi misalkan saya ingin melaksanakan pelatihan fungsional pesertanya sekian dilaksanakan di sini di sini mohon anu dibantu berapa tarifnya nanti tinggal kirim akan kami sampaikan kepada bidang pengelola Bapak Ibu. Jadi akan kami sampaikan jadi Bapak Ibu nanti mungkin kebingungan tarifnya ini berapa karena di matriks kami tidak muncul. Nanti di Infus Bangkom akan kami sampaikan kami tambahkan fitur tanya tarif untuk membantu Bapak Ibu dalam menghitung tarif. Ngaten nggih Bapak Ibu nggih. Insyaallah bisa nggih. Next. Nah, ini tindak lanjut Bapak Ibu. Jadi ee untuk pembukaan fase usulan untuk penyusulan APBD tahun 2024 insyaallah akan mulai kami buka mulai tanggal 28 Agustus hingga 1 September. Jadiemb ee hanya kami buka 1 minggu ya Bapak Ibu. Untuk itu mulai dari sekarang mungkin nanti pada saat kembali mulai dibu mulai disusun usulan kegiatan pengembangan kompetensi yang dibutuhkan, PIC yang ditunjuk serta surat pengantar. Untuk penggunaan Infus Bankom ini karena sudah terintegrasi dengan si bank kode yang sudah berjalan. Jadi untuk OPD PEMPR sudah ada username-nya sesuai dengan admin nggih Bapak Ibu. Sedangkan untuk Kapkota nanti kami akan mengedarkan surat Bapak Ibu dari BKD dan BKPSDM Kapkota. Nanti intinya adalah Bapak Ibu diwajibkan untuk mengisi berita acara dulu karena ini terkait manajemen aplikasi sesuai arahan dari Dinas Kominfo Prof Jatim. Apabila Bapak, Ibu sudah mengisi berita acara dan sudah dikirimkan ke kami, nanti akan kami kirimkan username dan password sehingga bisa mengakses. Jadi, apabila nanti tidak mengirimkan berita acara, mohon maaf sekali tidak kami berikan akses untuk bisa ee masuk ke Infus Bangkom. Ee dari paparan ini monggo kami lanjutkan ke sesi tanya jawab. Ee kami batasi hanya satu. Monggo. Ee petugas mik-nya ada yang tanya. Oh, ada dua yang belakang. Satu mbaknya sama Bapak yang tadi angkat tangan ya, Pak ya. Gigih. Monggo. Petugas mik-nya mohon dibantu. Sebelah kanan eh kiri ya. Di sana ya. Ee terima kasih atas kesempatannya Bu. Saya dari Visnia Dinas Perhubungan. Ada dua hal yang ingin saya tanyakan terkait ee si bank Kodirnya. Ee jadi ini ada beberapa pegawai yang belum masuk di aplikasi Sibang Kodir, yaitu empat pegawai dari pola pembibitan CPNS STTD. Kemarin kita sudah laporkan ke Bu Novi katanya ada programmernya dan ini kebetulan ada programnya saya laporkan karena mereka mau menginput ee di KLAT itu belum bisa. Lalu yang kedua untuk P3K apakah juga mengisi aplikasi Sibang Kodir karena juga datanya belum masuk di aplikasi Sibang Kodir Dinas Perhubungan. Terima kasih. Terima kasih Bu Fnya. Monggo Bapak yang tadi sekalian kami jawab pertanyaannya. Baik, terima kasih. Mohon izin, nama saya Prahara dari Biro Pengadaan Barang Jasa. Ee izin tanya ee untuk pengusulan diklat apakah langsung bisa difasilitasi atau menunggu tahun depannya? Ya, mungkin ada diklat yang sebelumnya tidak direncanakan, namun ee ada anggaran kemudian kita langsung usulkan. Apakah langsing bisa difasilitasi? Begitu saja pertanyaannya. Terima kasih. I ada pertanyaan lain mungkin yang ketiga depan. Oh ya sudah ya sudah satu sama. Baik izin Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Izin saya perio dari Kabupaten Kediri ee terkait dengan inventarasi inventarisasi usulan bagi kabupaten kota itu yang diinput itu adalah ee usulan diklat yang akan difasilitasi oleh BPSDM Jatim ataukah juga ee pelatihan ataupun diklat yang bisa diikuti di BPSDM BPSDM Jatim ya ataukah antara tadi ya antara yang difasilitasi atau yang diikuti di PPSD dan Jatim. Terima kasih. Nggih. Yang terakhir tadi sayap kanan ada satu ya atau sudah? Nggih. Baik, matur nuwun atas pertanyaan diberikan. Yang pertama dari Bu Wisnia Disbu untuk si Bang Kodir saat ini posisinya memang kami masih ini ee dalam proses SSO dengan Emaster BKD. Jadi untuk ada CPNS ataupun TIP P3K yang belum masuk insyaallah nanti ee dalam waktu dekat nggih Mas Hendrik nggih akan segera bisa masuk karena sudah terintegrasi dengan e-master. Jadi kalau memang ee integrasi ini sudah berhasil, insyaallah nanti ee P3K ataupun CPNS otomatis bisa langsung masuk dan ee sesuai dengan amanat IPSN ini bahwa IPSN itu diperuntukkan ASN kan ada PNS dan anu nggih PNS ee PNS dan P3K ngunten. Jadi semuanya nginput Bu, nggih. Nah, itu yang pertanyaan pertama. Yang kedua dari Biro Barjas tadi ee memang ini Bapak, jadi intinya kami di sini itu untuk melaksanakan inventarisasi usulan dulu terkait difasilitasi atau tidak memang ada tahapan yang akan ditempuh. Kalaupun nanti misalkan ada pelatihan yang urgen itu memang ada ini ya mekanisme sendiri. Kalaupun ee apalagi sekarang dengan adanya SIPD untuk memasukkan pelatihan itu tidak sewaktu-waktu. Sebagaimana kita ketahui untuk merubah dokumen perencanaan itu dokumen anggaran tidak bisa sewaktu-waktu. Karena itu nanti kan tadi saya sudah sampaikan bahwa Infos Bankom nanti yang dibuka ee minggu depan itu akan digunakan sebagai database penyusunan perencanaan tahun 2024 itu, Pak. Nggih. Jadi kalaupun nanti ada hal yang urgen apalagi ini sesama Pempr mungkin gitu ya, Pak ya, mungkin nanti bisa berkomunikasi, berkonsultasi mungkin di luar mekanisme ini karena yang ada di mekanisme investom adalah yang sesuai prosedur Bapak. Jadi masuk ke dokumen perencanaan, masuk ke renja, masuk ke itu Pak. Jadi kalau minta yang ee apa namanya? instan langsung ada PR yang kemarin itu sepertinya belum bisa diakomodir Bapak ngapunten di Infus Bankkom ini. Terus yang pertanyaan terakhir dari Pak Priedi matur nuwun Bapak atas ketelitiannya. Jadi ee pelatihan yang ditawarkan di ee pelatihan yang diinventarisir ini ada dua Bapak nanti pada saat masuk itu ada dua jenis pembiayaan. Yang pertama oleh APBD Pemprov, yang kedua oleh APBD instansi pengirim. Karena itu tadi saya sedikit menjelaskan tentang tarif ee pelayanan. Jadi nanti misalkan dari Kediri ada pelatihan yang berharap difasilitasi oleh BPSDM anggarannya Pempr itu nanti ee pembiayaannya dipilih APBD Pempr kalau itu berasal dari kebutuhan ee KP Kediri sendiri. Jadi mengirim ke kami nanti diisi aja APBD instansi pengirim dan ditentukan tarif berapa yang diputuskan nanti gitu nggih Pak? Nggih. Ee Bapak Ibu masih ada pertanyaan lagi atau cukup sekian? Cukup. Nggih. Nggih. Demikian Bapak Ibu. Demikian Bapak Ibu sedikit penyampaian dari kami terkait INV Bangkom. kami tunggu partisipasi dan ee apa namanya? Sambutan dari Bapak Ibu semua nggih. Karena ini pada dasarnya untuk ee menunjang pelaksanaan kebijakan pengembangan kompetensi di Pempr Jatim ini. Ini merupakan suatu amanah yang harus kami emban karena memang ee sudah suatu tuntutan bahwa untuk melaksanakan perencanaan itu memang harus berdasarkan dokumen yang reliable. Nggih. Nggih. Demikian yang kami sampaikan. Ee atas kurang lebihnya kami mohon maaf. Waktu kami kembalikan ke teman-teman MC. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Baik, Bapak Ibu hadirin yang kami hormati. Dengan demikian usai sudah serangkaian acara Forum Perangkat Daerah bidang pengembangan kompetensi tahun 2023. Saya Jordan selaku pembawa acara pamit undur diri. Terima kasih. Selamat siang. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. kami informasikan kepada Bapak Bapak Ibu untuk kiri ada QR code untuk materi yang telah dipaparkan oleh para narasumber. Jadi, kami persilakan Bapak, Ibu untuk dapat meluangkan waktu mengisi daftar hadir karena ini berkaitan dengan e-sertifikat yang akan Bapak Ibu dapatkan. Demikian informasi dari kami. Terima kasih. Iya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Para narasumber yang saya hormati, seluruh peserta ASN belajar BPSDM Provinsi Jawa Timur di mana saja semuanya yang saya hormati. Alhamdulillah inisiasi dari BPSDM Provinsi Jawa Timur yang menjadi PALT Project Corporate University diharapkan akan terus bisa memberikan pembelajaran, penguatan, pengembangan kapasitas, pengembangan wawasan, pengembangan kompetensi lewat berbagai forum. berbagai metode dan berbagai momentum. Salah satu yang menurut saya bisa memberikan referensi pembelajaran dengan narasumber-narasumber yang luar biasa adalah ASN belajar yang dilaksanakan secara virtual ini. Saya berharap bahwa ASN di seluruh Indonesia yang mengikuti proses pembelajaran secara virtual ini tidak akan pernah berhenti untuk terus meningkatkan kapasitasnya, meningkatkan kompetensinya, meningkatkan seluruh jejaringnya melalui berbagai proses-proses pembelajaran yang diharapkan akan ketemu sinkronisasi dengan kebutuhan kebutuhan faktual di lapangan. Seluruh proses yang kita lakukan tentu akan terus beradapan pada berbagai perubahan-perubahan ekosistem. Era 4.0, 5.0, 6.0 memberikan dampak terhadap disrupsi terhadap banyak hal. Kita pun di lingkungan pemerintahan juga harus melakukan berbagai percepatan-percepatan adaptasi. Kita juga diharapkan bisa merespon secara cepat, menyelesaikan berbagai persoalan persoalan yang mungkin relatif lebih kompleks dan kita diharapkan bisa melakukan format-format yang out of the box, tidak berjalan linear, tapi melakukan berbagai lompatan-lompatan pemikiran, lompatan-lompatan karya-karya nyata dan lompatan-lompatan prestasi yang bisa memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di mana pun kita bertugas. Mudah-mudahan ASN belajar ini akan terus bisa mengembangkan seluruh proses di antara seluruh peserta ASN belajar. bahwa jejaring secara nasional bisa kita lakukan tentu menjadi bagian penting untuk bisa merajut kebersatuan di antara kita semua, kebersaudaraan di antara kita semua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepada seluruh narasumber saya menyampaikan banyak terima kasih dan seluruh peserta ASN belajar. Saya juga menyampaikan terima kasih. Mudah-mudahan akan terus bisa memberikan penguatan bagi bakti dan dedikasi seluruh ASN di seluruh Indonesia. Terima kasih semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. [Musik] Semenjak berdirinya BPSDM Jawa Timur, kami telah secara progresif menciptakan wadah untuk tumbuh kembangnya para ASN Indonesia. Ketika era digital dimulai, tumbuh sebuah tekad kuat untuk menyelenggarakan berbagai bentuk pengembangan kompetensi non klasikal. sebuah pembelajaran bagi ASN untuk mengembangkan kemampuan mereka yang arah geraknya berdampingan dengan teknologi. Ee sangat luar biasa dan ini pengalaman kami ee belajar dengan menggunakan metode blended learning. Jadi secara online maupun secara luring dan sistem yang dikembangkan pembelajaran juga sangat memudahkan bagi kami meskipun ini baru bagi kami dan kami baru mengetahui ee ada mekanisme pembelajaran yang luar biasa seperti ini. bedah buku, sharing, komunitas belajar, patok banding, pelatihan jarak jauh, pendampingan di tempat kerja, podcast, dan webinar adalah kegiatan-kegiatan pembelajaran yang telah sukses diselenggarakan oleh BPSDM Jawa Timur. webinar series ee yang diselenggarakan BPSDM Provinsi ee Jawa Timur dengan ee mengambil tema hari ini yang ditulis tentang kehumasan ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa. Ini adalah merupakan sesuatu yang ee sangat menggembirakan. Inilah merupakan tanda tanda dimulainya sebuah era baru yaitu era ASN ee belajar BPSDM Provinsi Jawa Timur tentu akan terus meng-update dan meng-upgrade dirinya. Tentu kita menyiapkan mendidik mendiklat bahwa yang sekarang dididik didiklat adalah mereka yang akan bersiap juga untuk berhadapan pada 4.0 sekaligus 5.0 meninggalkan sebuah legasi yaitu government public relation academy. Ini kan hal-hal yang mungkin orang tidak terpikirkan bahwa ternyata BPSDM itu bisa membuat banyak program-program yang menarik untuk meningkatkan kapasitas ASN. Kesuksesan BPSDM Jawa Timur dalam pelaksanaan pengembangan kompetensi non klasikal ini akan terus kami pertahankan dan kembangkan menjadi lebih baik lagi. ASN yang berpengetahuan luas dan cakap adalah kebanggaan kami. SDM unggul menuju Indonesia Emas adalah tujuan kami. Bersama BPSDM Jawa Timur, ASN Indonesia berakhlak juara.