Webinar ASN Belajar Seri 31 - ASN Sehat Produktivitas Melesat
eF4LkxFEmF8 • 2023-08-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Tapi sing kono sing tak masalah jawab wis jawab Eh, Rakutane [Musik] sing paparan iki durung l nek gak ngak iso aku berdi Baik semua terima kasih [Musik] Juli yang [Musik] Baik Bapak Ibu di sini mengunjungi yang ada di sebelah kiri rambut bisa berfoto di Komasi Kalimantan. Kami silakan Bapak Ibu yang bisa dari yang ada di kami silakan Bapak Ibu bisa [Musik] desktop desktop desktop desktop nyala. I apa nyal kan on ya [Musik] coba gerak [Musik] telah tersedia Trisik dan Bapak Ibu boleh berkunjung berfoto dengan waktu [Musik] C2 [Musik] Simpan ini dari [Musik] ee oke Oke, [Musik] Tuhan [Musik] B [Musik] yang terus ngeling yang [Musik] Eh ik coba [Musik] yang [Musik] ya T du sat kamera on. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat datang saya sampaikan kepada seluruh narasumber dan peserta dalam webinar ASN Belajar seri ke-31 persembahan dari Corpues Rigis BPSDM Jawa Timur. Webinar ASN Belajar seri ke-31 ini mengangkat tema yang relate dengan kita semua, yakni ASN sehat produktivitas melesat. Perkenalkan saya Yuan Yucan sebagai host pada webinar kali ini. Sobat ASN semuanya, webinar ASN belajar kali ini sangatlah spesial. bisa dirasakan suasana ada saib-sayub terdengar suasana kemeriahan karena kita live dari arena gelaran Jambore Inovasi Nusantara atau join yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia di Samarinda Convention Hall dan juga di ibu kota Nusantara. Berikut ini adalah webinar ASN belajar seri ke-31. [Musik] Baik, sobat ASN semuanya, sebelumnya izinkan saya menyapa terlebih dahulu para tamu kehormatan dan juga para narasumber yang sudah hadir baik secara langsung maupun virtual. Baik, izinkan saya menyapa yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Beliau adalah Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, Bapak. Dan berikutnya [Musik] Iya. Baik. Dan berikutnya saya juga akan menyapa para narasumber yang telah hadir dan siap membagikan ilmunya kepada kita semua pada hari ini. Dan tentu saja para sobat ASN dapat mengajukan pertanyaan mumpung ya. Baik, yang pertama saya akan menyapa Bapak ee yang kami hormati Bapak Dr. Andrianto, SH., MKes. Beliau adalah Kepala Brida Provinsi Jawa Timur. saat ini telah bergabung secara virtual dan akan menyampaikan keynote speech-nya nanti kepada kita semua. Asalamualaikum, selamat siang Bapak Andrianto. Berikutnya Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sehat nggih, Pak? Alhamdulillah sehat, Mbak. Senang sekali. Selanjutnya saya juga menyapa Ibu Dr. Neni Ismaya, Mom. Beliau adalah dosen di STIK Mahakam Samarinda. Selamat siang, Ibu. telah hadir bersama kita langsung di sini. Kemudian selanjutnya Ibu Silvani Dianita, MTsi Psikolog, seorang pranata humas sekaligus psikolog klinis dewasa telah bergabung juga bersama kita secara daring. Apa kabar Ibu Silvani Dianita? [Musik] Semoga sehat selalu, Ibu. Dan tidak ketinggalan saya ucapkan selamat siang kepada panelis kita yang pada sesi diskusi nantinya akan memimpin sesi diskusi panel Bapak Ahmad Fadoli, Esos, M.Si. si beliau adalah KTIM seksi P2M BNN Kota Samarinda. Dan tentu saja saya mengucapkan selamat bergabung kepada seluruh peserta Sobat ASN yang antusiasmenya sangat luar biasa pada siang hari ini yang bergabung baik melalui link Zoom maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV. Sobat ASN, puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala atas berkat dan rahmatnya kita semua masih diberikan kesehatan juga kesempatan sehingga dapat bergabung di momen yang sangat baik ini. Semoga usaha kita semua untuk terus mengupdate ilmu, memperbaiki diri senantiasa diberikan kelancaran. Amin. Amin ya rabbal alamin. Sobat ASN, kesehatan mental telah menjadi topik yang semakin mendapat perhatian di berbagai lapisan masyarakat. Salah satu kelompok yang dipandang perlu memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan mental adalah Aparatur Sipil Negara atau ASN. Mengapa? Karena ASN memiliki tugas dan peran yang sangat penting, yakni selain menjalankan tugas-tugas pemerintahan juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, bagi ASN menjaga kesehatan mental adalah hal yang tak boleh diabaikan. Untuk itulah, Sobat ASN, apa pentingnya dan bagaimana menjaga kesehatan mental kita akan dibahas di webinar ASN Belajar seri ke-31 ini. Kesehatan mental telah menjadi topik yang semakin mendapat perhatian di berbagai lapisan masyarakat. Salah satu kelompok yang perlu memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan mental adalah Aparatur Sipil Negara, ASN. ASN memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental mereka adalah hak yang tak boleh diabaikan. Kesehatan mental yang baik memiliki dampak positif pada produktivitas dan kreativitas kerja. ASM yang memiliki kesehatan mental yang optimal cenderung lebih mampu mengelola stres, memiliki daya kreativitas yang tinggi, dan mampu menjaga fokus dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Keterampilan komunikasi yang baik adalah aspek penting dalam lingkungan kerja. ASN perlu berinteraksi dengan sesama pegawai, atasan, dan masyarakat. Keterampilan komunikasi yang efektif dapat membantu menghindari konflik yang tidak perlu, memperkuat hubungan kerja yang sehat, dan memastikan informasi disampaikan dengan jelas. ASN yang mampu berkomunikasi dengan baik cenderung mengalami tingkat stres yang lebih rendah dan kesehatan mental yang lebih baik. Di Indonesia, masalah kesehatan mental di kalangan ASN menjadi perhatian serius. Tuntutan tugas yang tinggi, tekanan performa, serta beban kerja yang berat seringki menjadi penyebab stres, dan tekanan psikologis. Beberapa instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat LSM telah mulai mengadakan pelatihan dan seminar mengenai manajemen stres, kesehatan mental, dan keterampilan komunikasi untuk ASN. Pentingnya kesehatan mental bagi ASN sangatlah jelas guna menjaga produktivitas, kreativitas, dan kualitas kerja mereka. Keterampilan komunikasi yang baik juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental yang optimal. Untuk itu, webinar ASN Belajar seri 31 yang diselenggarakan BPSDM Provinsi Jawa Timur mengambil tema ASN sehat produktivitas melesat yang akan membawa kita sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental sehingga ASN di Indonesia diharapkan dapat lebih mampu mengelola stres dan memberikan kontribusi yang lebih baik dalam pelayanan kepada masyarakat. 5 4 3 2 1 Baik Bapak, Ibu, Sobat ASN, untuk membuka acara ini mari kita simak bersama opening speech dari Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Kepada yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami persilakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN bersyukur pada Allah Subhanahu wa taala. Hari ini ASN Belajar seri ke-31 kembali tayang ee dari kawasan ibu kota Nusantara yang bersamaan dengan momentum Jambore Inovasi Nusantara yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara bersamaan juga dengan penyelenggaraan Jambore Inovasi Kalimantan 2023. Nah, pada hari ini seri ke-31 ini tentu tidak kalah menariknya dengan tema-tema di seri-seri sebelumnya para sobat ASN. Ee kita akan membahas secara luas mengenai kesehatan mental para ASN. Bapak, Ibu sekalian, para sobat ASN yang saya banggakan. Di manapun kita bekerja, di manaun kita melamar pekerjaan, pasti dipers dipersyaratkan apa yang disebut sebagai sehat jasmani dan rohani. Nah, tentu saja karena sehat jasmani dan rohani ini akan menjadi syarat utama kita bisa bekerja dengan optimal. Badan Kesehatan Dunia atau WHO menerjemahkan sehat itu komprehensif, yakni sehat secara fisik, sehat secara psikologis, dan sehat secara sosial. Nah, Sobat SN, tentu saja kesehatan yang komprehensif akan membuat kita bisa bekerja secara optimal, berkinerja secara optimal, dan itu tentu akan menjadi daya dukung utama bagi pencapaian sasaran dan tujuan serta visi-visi organisasi kita. Nah, pada kesempatan kali ini kita kedatangan narasumber yang saya kira sangat kompeten di bidangnya. Ada Bapak Kepala Brida Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur, Pak Dr. Andrianto. Dan nanti akan disertai dengan narasumber-narasumber yang lain yang juga akan memberikan insight kepada kita bagaimana kesehatan mental kita mampu mendukung kinerja kita sebagai aparatur sipil negara. Sobat DSN dari kawasan ibu kota Nusantara dan dari perhelatan Jambore Inovasi Nusantara. Saya Kepala BPSDM Jawa Timur mengucapkan selamat mengikuti webinar ASN seri ke-31. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak atas opening speech yang sudah disampaikan. Selanjutnya sobat semuanya kita akan mendengarkan keynote speech dari tokoh yang sangat kompeten di bidangnya. Kali ini keynote speech akan dibawakan secara daring karena telah hadir di tengah kita secara virtual Bapak Dr. Andrianto, S.H., MKes. Beliau adalah Kepala BRIA Provinsi Jawa Timur. Kepada Bapak Dr. Andrianto kami persilakan. [Musik] Terima kasih, Mbak Iwan. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang kita hormati bersama ee Bapak Dr. Ramnianto, Kepala Badan PSDM Provinsi Jawa Timur, para narasumber ee dan semuanya saja para ASN di seluruh Indonesia ee yang ee ikut di dalam AS Belajar yang ke-31 ini. Senang sekali rasanya dengan tema yang yang luar biasa saya kembali menyapa para ASN di seluruh Indonesia. Baik, ee izinkan saya untuk share screen. Share screen ee apa ee materi saya. Sambil menunggu materi saya, saya sampaikan Bapak Ibu sekalian bahwa ee kesehatan mental cukup cukup penting sekali karena kesehatan mental itu adalah mempengaruhi produktivitas. Saya jelaskan bahwa tingkatan sehat itu yang paling ee rendah itu adalah sehat dan di atasnya itu adalah fit. Kemudian di atasnya lagi apa yang disebut dengan eh wellness atau kebugaran. Dan kalau sehat sama fit itu lebih banyak ke arah aspek fisik. Tetapi kalau seandainya ee apa kalau bugar itu adalah ditambahkan dengan ee persoalan psikis, psikologis atau bahagia sehingga dia lebih tinggi tingkatannya hanya daripada fit sehingga menjadi bugar. ASN yang bugar itu jauh lebih bagus daripada hanya sekedar sehat saja. Tetapi bugar itu menunjukkan sehat secara mental pula. sehingga yang terjadi prioritas akan meningkat. Barangkali saya kasih ilustrasi sederhana saja. Kalau seandainya ASN itu mengerjakan misalkan menyelesaikan masalah itu laporan katakanlah dalam satu ee hari 10 laporan misalkan, maka dengan bugar dengan dia ada kebahagiaan maka itu menjadi ee apa menjadi 20 misalkan begitu. Jadi ini menjadi hal yang sangat penting. Baik, saya izin share screen. Ee baik, mudah-mudahan bisa bisa terlihat next gitu ya. Baik, Mas. Baik. Ini ini saya memberikan sebuah inspirasi aja sederhana saja, singkat saja bahwa pernah ada seorang calon santri putra dari seorang pejabat yang kaya raya kepengin masuk di dalam sebuah ee pondok pesantren yang dipimpin oleh seorang ee IAIN yang cukup bijaksana. Dia memaksa untuk masuk. Tetapi katanya kiai tersebut tentunya harus harus ee apa? Tes terlebih dahulu. Tes terlebih dahulu. Kemudian tesnya mudah kok. ee pas ee calon santunnya menyatakan, "Oh, ada tes." Iya, memang wajib, tapi mudah, hanya satu tes. Kemudian Pak ee tersebut siap, Kiai. Saya ee siap tesnya ternyata gampang, Teman-teman sekalian. Ternyata ee apa sati tersebut disuruh untuk membawa ee mengambil satu apa? Satu botol air mineral gitu. Kemudian sii tersebut mengambil ee gelas yang kosong. Tesnya saya sederhana saja. Wahai calon santri, silakan menuangkan air tersebut pada gelas kosong yang saya pegang ini. Gitu. Oh, siap Kiai. Begitu. Pada saat mau dituangkan, ternyata gelas kosong yang dipegang oleh sang ee kiai tersebut kemudian ditarik ke atas. Apa yang terjadi? Tentunya tumpah. Tentunya tidak masuk dalam gelas tersebut. Aknya ditarik kembali. Loh, Pak Kiai silakan mohon jangan dinaikkan ke atas diturunkan lagi. Oh, iya. Siap. Waktu mau dimasukkan yang kedua kali tetap ditarik ke atas lagi, tumpah lagi. Itu loh. Santri tersebut mengatakan, "Loh, kalau saya tidak apa ee gelasnya tidak ditaruh di bawah, bagaimana saya bisa mengisi ini?" Kemudian yang ketiga, Teman-teman sekalian, kemudian baru sampaikan baru dimasukkan. Apa jawabnya sang kiai tersebut? Ya, kalau kamu kepengin belajar, maka hilangkan ego kamu, hilangkan kesombongan kamu. Kalau kamu masih memposisikan di atas, maka tidak akan mungkin kamu bisa menerima ilmu apapun yang diberikan oleh dosen, oleh guru, oleh kiai, oleh ustaz dan sebagainya. Kamu tidak akan mungkin terisi penuh karena kamu masih diliputi kesombongan dan ketinggian hati. Teman-teman sekalian, ASN belajar ee yang dikembangkan ee BPSDM sudah yang ke-31. Ini akan hanya berupa sekedar sekedar kita mendengarkan saja kalau seandainya kita masih membusikan pada hati. Tapi kalau seandainya kita kepingin mendapatkan ilmu dari para narasumber yang hebat-hebat, maka penjingan harus membersihkan diri kita di bawah sedemikian rupa supaya ilmu kita bisa masuk. Ini ilustrasi ee pertama kali. Lanjut. Nah, ini ini ee semuanya paham betul bahwa Presiden kita ee Bapak Joko Widodo menyatakan bahwa di era eh disrupsi atau disruption ini eh di arah revolusi digital bukan hanya 4.0 tapi sudah 5.05.0. Maka kita harus berubah, kita harus off the box, kita harus berpikir eh apa bukan hanya lagi yang yang ordinary atau biasa-biasa saja, tetapi kita harus melakukan extraordinary. Sebab apa? Kompetitor kita sudah mulai maju. Kalau seandainya kita tidak berubah, Teman-teman sekalian, maka kita akan ketinggalan nanti. Maka Pak Jokowi menyatakan bahwa kita harus terus membangun Indonesia yang adaptif, Indonesia yang produktif, yang inovatif, secta Indonesia yang kompetitif. Kalau tidak Indonesia akan ketinggalan gitu. Dan ini pentingnya sebuah inovasi, pentingnya ee sebuah perubahan diri kita. Jadi kalau seandainya ASN tidak mampu merubah itu itu kita akan menjadi ketinggalan. Sudah tahu bahwa ASN setiap hari itu mengerjakan itu-itu saja ya yang membosankan. Mengapa tidak mencoba untuk berpikir sedemikian rupa bahwa apa yang dilakukan oleh AS tersebut itu adalah yang menyenangkan bukan yang membosankan gitu ya. lah ini ini butuh butuh berubah kalau tidak tidak berubah itu itu dikatakan ya memang betul dikatakan tolol atau dungu gitu ya ASN tersebut ya kalau kepingin dia itu dipuji kepengin dia itu naik pangkat kepengin dia itu berprestasi ya harus berubah ya jangan jangan hanya seperti biasa-biasa begini saja gitu loh ya kita bisa memahami persoalan ini ya jadi Pak Jokowi itu cuma hanya sekedar memotivasi memicu supaya ASN itu terus bergerak terus berubah sebab Kalau tidak zaman sekarang itu kita ketinggalan ya jangan, jangan berpikir katanya Morris Cheng, Mais Cheng itu adalah taipan Cina yang sekarang yang kaya raya. Dia menyatakan jangan berpikir penjenengan kaya raya. Itu kalau seandainya penjenengan ketika jualan, ya jualan itu-itu saja dengan pasar itu-itu saja kemudian tidak mampu berubah ya jangan jangan mengandalkan keuntungan yang besar. G ini yang terjadi. Next. Lanjut. Nah, ini teman-teman sekalian ini saya kasih contoh yang sangat sederhana saja. Ketika Global Innovation Index tahun 2022 itu di lansing apa yang terjadi? Indonesia memang ranking 75 itu di Asia pun kita menempatkan ranking ke-13. Ini ini suu hal yang yang cukup cukup memprihatinkan. Kita kalah sama ee ee Malaysia kemudian Singapura dan sebagainya. kita urutan 13. Tapi bukan bukan bukan itu yang bisa kita ambil ya. Ada ada dua yang kita ambil. Yang pertama bahwa bisnis eh apa sopistication-nya kita itu rankingnya itu 92 tetapi market sopistication-nya itu ranking 30 eh apa ranking 36 ya gitu ya. Yang jadi intinya kesimpulannya bahwa Indonesia itu cuma sering sekali pandai sekali berbicara, pandai sekali itu membuat konten-konten yang luar biasa itu pintar gitu. Tapi ketika mengeksekusi itu lemah gitu. Indonesia itu diakui dunia itu pintar ngomong gitu loh. Kalau juara olimpiade bagus tapi pada saat ee eksekusi mengimplementasikan itu sulit sekali itu. Maka kita itu inovasinya menjadi rendah. Soal riset pintar. Waduh, Scopus itu diisi oleh oleh kandidat doktor, kandidat magister dan sebagainya terisi semuanya. Tapi ketika hasil riset tersebut bagaimana diimplementasikan itu itu nol gitu loh. Itu itu fakta. Coba dilihat di situ nanti pan pelajari itu ya. Nah, itu itu hikmah yang pertama. Hikmah yang kedua di dalam Global Innovation index itu kalau kita perhatikan ternyata negara terinovasi di dunia itu adalah bukan Amerika, bukan Jerman, bukan Swedia, bukan Korea Selatan, tapi adalah Swiss. Swiss itu negara Eropa yang kecil, negara kecil di Eropa yang sangat luar biasa. apa yang dilakukan oleh oleh negara Swiss sehingga dikatakan bahwa dia sebagai negara yang terinovatif di dunia. Yang pertama ternyata Swiss itu menjadikan inovasi sebagai habit, sebagai kebiasaan, sebagai budaya sehari-hari. Jadi, SU itu sudah menjadikan PR-nya itu bukan hanya matematika atau PR IPA, tidak. Tetapi anak SD pun itu diberikan PR gurunya. Itu adalah PR inovasi. Saya kasih contoh sederhana saja. Misalkan saya pegang ini BP ini. Ini contoh tugasnya bahwa inovasi dijadikan habit sejak di sekolah dasar gitu ya. Anak-anakku sekalian. Kalau Ballpoint ini saya ee saya beli itu seharga Rp10.000. Bagaimana caranya BP ini itu bisa harganya lebih mahal Rp20.000 bahkan Rp25.000 R000 bahkan Rp50.000 bahkan Rp100.000 bahkan R juta itu PR-nya. Maka keesokan harinya dia melihat BP ini, maka anak itu menjadi ee ee apa? Berkreasi pemikirannya begitu luar biasa. Itu yang dikatakan inovasi. Dia membuat sebuah kebaharuan gitu. Oh iya, kalau seandainya misalkan ini bahan dasarnya yang warna kuning ini jadi emas itu sudah jutaan rupiah. Itu sudah inovasi itu. Bagaimana kalau seandainya ini saya buat semacam grafir begitu ada kata-kata mutiaranya yang dijual kata-kata mutiaranya bisa jadi 10.000 dijual menjadi Rp2.000 karena tulisan grafirnya bagus dan seterusnya. Ini ini luar biasa. Saya kasih contoh sederhana saja. Kalau seandainya seorang ASN itu bekerja di sebuah tempat yang sudah berbulan-bulan, bertahun-tahun, meja kursinya sama seperti itu gitu loh, gordennya sama, warna dindingnya sama, fas bunganya juga gak pernah diganti dan sebagainya, maka jelas muncul kebosanan secara psikologis ya. Psikolog yang nanti mungkin narasumber ee dari psikolog akan menyatakan bahwa jelas muncul kebosanan karena itu sering dilakukan setiap hari. gitu. L kenapa tidak mencoba tiba-tiba gorden tersebut kemudian diambil dicuci kemudian digantikan warna yang lainnya atau mungkin komposisi mejanya digeser dan sebagainya. Ini penting itu supaya apa? Gairannya kan menjadi muncul. Kenapa sih saya saya coba untuk untuk apa menyebut merek ya? Mohon maaf sekali, mohon maaf lagi anak-anak kita. Padahal kita kalau sehingga kita sajikan makanan yang enak kemudian yang bergizi tinggi di rumah itu mereka tidak mau makan itu atau makannya seleranya sedikit sekali. Tapi kalau senya kita ajak ke katakanlah misalkan McD, KFC dan sebagain mengapa dia suka itu? Padahal nota Bnya belum tentu sehat. Belum tentu ya gitu ya. Karena dilihat adalah suasana di sana itu dia bisa duduk di mana saja, bisa melihat orang banyak dan sebagainya. Lah kalau tetap kita siapkan makanan di meja makan yang taplak mejanya saja setahun setahun sekali belum tentu ganti gitu ya, maka dia akan muncul kebosanan. Mengapa kita tidak melakukan inovasi supaya anak kita itu makan bergizi tinggi dan sebagainya. Inovasi sebagai habit. Kenapa teman-teman sekalian? Karena inovasi katalit kesejahteraan tadi sudah dikatakan Mauris Cheng. Kalau penjeningan jual barang ini saja begitu saja bertahun-tahun, bagaimana penyak benefit lebih gitu loh. Tapi cobalah kalau panjenengan jual katana lemper, lempernya diperkecil kemudian bungkusnya jangan daun pisang tapi dibungkus sedemian rupa dan sebagainya cobalah itu berkreasi inisiatif itu inovasi B sekalian. AS pun juga demikian. Sudah saya kata tadi bahwa ketika ASN memasukkan unsur mental, memasukkan unsur psikologis, maka inovasi berjalan. G sebab kalau saya mengandalkan hanya sekedar fisik, maka produktivitas adalah tetap bahkan makan bergeser rendah gitu. Ayo kita berb kreasi. Kreasi atau inovatif ini adalah contoh bentuk bagaimana mental atau psikologi seorang itu bekerja. Jangan mengatakan bahwa saya sehat mental, tapi dia tidak mencoba untuk membuktikan, memanifestasikan bahwa penyingan sehat mental itu dengan kerja, dengan inovasi. Next, lanjut. Nah, ini teman-teman sekalian saya sekarang tidak mempelajari leadership, tetapi yang jelas bahwa sekali lagi bahwa ASN di dalam memberikan pelayanan publik kalau seandainya tidak diikuti dengan perubahan siap untuk menghadapi perubahan atau disebut dengan adaptive leader, maka maka penjenengan tidak akan berubah gitu loh berubahnya itu ya. Sehingga sehingga saya katakan bahwa ee kita sering sekali ee sakta prasak koordinasi disebutkan bahwa harus memiliki kredibilitas dan reputasi. Tunjukkan gitu loh. Jangan marah, jangan sakit hati ketika atasan menyatakan bahwa panjenengan malas, panjenengan tidak tidak kreatif. Itu kalau panjenengan tidak memujud mewujudkan, tidak memberikan legasi warisan bahwa panjenengan itu punya kreasi gitu loh. Ayolah gitu ya. Usulkan sederhana saja, Pak. Bagaimana kalau seandainya setiap bulan itu ee ASN itu coba memperbaiki meja kursinya saja itu sama situasi kantor? Cobalah itu ya. ASN harus berubah. Lanjut. Escape. Oke, next. Oke, ya. Jadi, ya ASN harus harus eh betul-betul keluar dari zona nyaman. Mental blocknya itu harus dihilangkan. Sebab biasanya ASN itu mesti masih masih saja berpikir bahwa sebenarnya saya dengan begini saja saya sudah dapat gaji. TPP-nya Jawa Timur wah luar biasa tinggi dibandingkan provinsi yang lainnya dan sebagainya dan sebagainya. Tapi ingat loh, Teman-teman sekalian bahwa sebenarnya gaji itu adalah amanah gitu loh. Gaji itu adalah TPP itu adalah betul-betul amanah yang panjenengan kalau seandainya tidak bekerja sesuai dengan gaji itu sama dengan zalim. Mohon maaf saya agak kasar itu. Iya. Bahwa panjenengan AS itu harus diwujudkan dalam karya. Maka Permenpan nomor 1 tahun 2023 bahwa penilaian sekarang ASN itu adalah berbasis kinerja itu tepat gitu loh. Sekali lagi saya katakan jangan mengha bahwa saya ASN yang baik gitu loh. Tetapi kalau penjenan tidak mampu berinisiatif, berinovasi makanya yang terjadi panjenengan dikatakan bahwa panjenengan adalah ASN yang tidak ber berkreasi, tidak berinovasi. Ayo teman sekalian, zona nyaman harus penjenan hilangkan. Mental blok penjeningan hilangkan. Biasanya penjenengan datang terlambat berangkat pagi dan sebagainya. Biasanya penjenengan tidak tersenyum-senyumlah gitu ya. Jadi lihat keluarkan, tingkatkan percaya diri panjenengan bahwa sebenarnya adalah penjenengan mampu. Sekali lagi saya katakan bahwa inovasi itu bukan harus menghasilkan sebuah produk ya. Penjenengan biasanya nyun sewu aja ya. Biasanya penjenengan itu pakai baju dannya bagi laki-laki gitu ya. Kemudian tiba-tiba penjenengan pakai parfum. Itu sudah inovatif. Ini ini sederhana saja saja. Kenapa peningan pakai parfum? Karena dengan pakai parfum penjingan ee mendapatkan ee bau yang harum. Maka penjenengan merasakan bahwa saya bekerja ini akan menjadi lebih giat karena suasananya harum daripada saya melihat situasi kantor yang tidak tidak bau enak misalkan semacam ini. Ini ini sebuah contoh sederhana saja ya. Jadi ini adalah ee ini harus pilihan kita bahwa kita harus betul-betul berubah lahir maupun batin. Lanjut lah. ini teman sudah saya kat tadi bahwa memang di dalam epidemiologi, kebetulan saya juga epidemolog bahwa di dalam ee apa kesatuan ee tubuh manusia itu terbagi menjadi tiga, yaitu adalah sakit dengan persentase yang sedikit kecil, kemudian sehat dan kemudian yang ee berisiko. Istilahnya yang berisiko. Berisiko begini. Saya sehat tapi saya memasuki lingkungan kerja yang baunya tidak bagus. udaranya tidak bagus itu berisiko itu ee kurang lebih 80%-an gitu ya. Jadi sehat itu cuma kualitasnya ee ee rendah. Nah, pada tingkatan sehat itu terbagi menjadi tiga, yaitu sehat. Di atasnya sehat itu namanya fit. Di atasnya lagi itu namanya bugar atau wellness, gitu ya. Jadi, sehat itu adalah tingkatan yang paling rendah gitu. Karena ukuran sehat itu hanya fisik gitu. Tapi ketika bugar yang di atasnya sehat itu ukurannya adalah mental, psikis. Jadi kalau seandainya ee seorang manusia, seorang ASN itu dikatakan bugar, berarti dia sehat secara fisik, tetapi mentalnya bagus gitu loh, bahagia dan itu tampak kelihatan sekali gitu loh. Jadi, jadi hal-hal semacam itu ya. Sehingga pada saat mungkin dia ee biasa ee di warung kopi ngobrol terbelol karena capek, tapi dimanfaatkan oburan tersebut adalah oburan untuk kalkulasi pekerjaan gitu. itu itu dari menang itu bugar dan output daripada kebugaran itu adalah produktivitas. Jadi kalau orang sehat itu biasanya melakukan produktivitas katakanlah membuat ee proposal misalkan sehari itu adalah 10 maka pada saat dia bugar itu lebih dari 10. Itu ukurannya itu kenapa? karena dia dia ketika mengerjakan itu dengan bahagia itu maka ee ee panjenengan jangan marah kalau seandainya misalkan ada temannya panjenengan ketika bekerja itu ada ee apa sebelahnya ada musik misalkan itu itu tidak ada masalah itu adalah strategi dia supaya dia lebih bugar gitu karena ada unsur mental ada unsur psikis yang masuk tersebut ya saya kira ASN untuk pada saat ASN belajar 31 ini output-nya harus ASN bukan hanya sekedar sehat bukan bukannya sekedar fit tapi harus bugar yaitu memasukkan unsur mental atau psikis yang kemudian output-nya adalah prioritasnya menjadi lebih meningkat. Next. Oke. Jadi ini ini sekedar teori saja teman-teman sekalian. Apa yang menyebabkan mental blocks kita itu sulit ditembus? Apa yang menyebabkan ee mental tidak dimasukkan di dalam di dalam ee ee pekerjaan seorang ASN ya? Apa kita ee sulit untuk keluar dari zona nyaman? Itu yang disebut dengan mindset. Jadi mindset itu adalah pola menetap yang tertanam di dalam pikiran bawa sadar kita. Ayo kalau kita misalkan naik mobil atau naik sepeda motor, kira-kira kalau seandainya kita ngerem dan sebagainya itu alam bawah sadar atau alam bawah tidak sadar? Itu alam bawah tidak sadar, Teman-teman. Sekalian bukan alam sadar. Kalau alam sadar bahaya itu. Eh sebentar sebentar saya tak cari ngerem dulu ya. Kesuen dan nabrak orang gitu. Maka saya otomatis gitu. Sehingga kalau seandainya misalkan ada suatu misalkan sudah jaraknya dia ngerem di depannya, maka kita otomatis ngerem. Itu alam tidak bawasan anda. Kenapa? Karena sudah tertanam di dalam pikiran kita. Jadi mengubah mindset itu nota B sulit ya, tapi harus dimulai. Sebab keluar dari zona nyaman atau mental blocks kita itu harus dimulai gitu loh. Sampa sudah kadung terjadi mindset. Apalagi kalau seandainya mindset tersebut sudah tertanam di bawah pikiran, di bawah ee alam sadar kita. Kemudian yang bisa ee mengendalikan sikap dan perilaku yang tidak bagus itu. Nah, ini peran daripada atasan-atasan yang bagaimana memfasilitasi, mengkondisikan sedemikian rupa bahwa mindsetnya pelan-pelan harus kita rubah. Eah, contohnya dengan punishment, dengan reward dan sebagainya. penting itu benar ya, bahwa ee atasan menyatakan bahwa siapa yang ee dalam 1 bulan itu tidak pernah terlambat itu maka akan mendapatkan hadiah menipun sedikit dapatnya itu itu mengubah pelan-pelan mengubah mindset dari yang negatif menjadi positif. Tapi saya katakan teman-teman sekalian belajarlah gitu ya. Saya kasih contoh tadi di sana itu adalah ilustrasi tentang mindset. Cobalah kita sulit memang kalau senya kita menulis ya itu biasa dengan tangan kanan menjadi tangan kiri tapi sebenarnya bisa. Kenapa? Mak dengan konsentrasi dan kita mulai itu mulai jangan mengatakan jangan tidak bisa ya karena apa? Karena memang mindset itu ee ee apa sesuatu yang yang sulit untuk dirubah. Lanjut tinggal sedikit teman sekalian. Nah, ini semuanya dikembalikan pada diri masing-masing. Sukses kemudian peningan dikatakan ASN yang baik, yang kreatif, yang inovatif dan sebagainya itu ditentukan oleh sikap Anda sendiri. Coba perhatikan gambar yang di bawah yang di tengah itu. Itu kelihatan sekali sama-sama orangnya dan sebagainya. Tapi dengan postur yang yang ee tubuh atau ee style yang semacam itu kelihatan sekali dia itu jutek gitu. Tapi ketika dia itu senyum dan sebagainya orang senang melihat itu senang gitu loh. Ini adalah memasukkan unsur psikis sama mental itu kelihatan bukan dan sebagainya. Maka ini legasi kalau senya penjenengan sudah dicap orang, jangan marah kalau penjenengan itu dicap orang cutek dan sebagainya. Teman-teman sekalian, ada salah satu dosen yang dikeluarkan oleh Universitas Erlangga hanya karena dia itu adalah tidak mampu membina hubungan dengan mahasiswa. Dia cuma hanya sekedar mengajar saja. Pintar dia cuman hanya sekedar mengajar tidak ada interaktivasinya. Itu dikeluarkan kalau sama universang ini menjadi menjadi penting sekali. Cuman. Padahal cuman yang merubah dari menutut menjadi senyum. Luar biasa. Di dalam degradasi kebodohan itu dia itu kalau dia tidak tahu, tidak belajar itu dikatakan bodoh memang. Tapi kalau dia tidak tahu tetapi tidak bisa eh sori tahu tetapi tidak bisa melakukan dan sebagainya itu adalah lebih bodoh. Tapi kalau tahu dan bisa tetapi tidak mau itu paling bodoh. Artinya apa teman-teman sekalian? Sebenarnya panjenengan paham gitu loh. Bahwa kalau saya melakukan begini maka saya akan begini. Kalau saya melakukan ini, saya akan begini. Kalau saya makan ini, maka saya lambung saya kambo. Kalau saya begini, itu kan yang paham penjenengan sendiri itu tapi kalau penjenengan tahu bisa tetapi tidak mau ya itu paling bodoh. Mohon maaf saya agak agak agak kasar tapi ini menunjukkan supaya peningan bisa bisa apa ee ee menjadi termotivasi bahwa sebenarnya panjenengan itu bisa memasukkan unsur itu gitu loh, bisa berubah. Maka segitiga kemampuan ini bukan hanya sekedar penjenengan tahu saja bisa tapi juga mau ya. Tiga hal semacam ini ee menjadi ee peningan akan menjadi meningkat. Ini pentingnya ASN belajar. Next. Lanjut. Tinggal sedikit lah ini teman-teman sekalian. Maka tips lalu bugar yang diwujudkan dengan produktivitas yang memasukkan unsur mental sebagainya tentunya bukan hanya sekedar sehat mengaku bahwa mental saya bagus. Bukan hanya itu saja, tetapi ada enam hal yang barangkali perlu ee panjenengan siapkan tentunya dengan gizi seimbang. Sekarang, Teman-teman sekalian, banyak sekali makanan-makanan yang tidak sehat dijual. Maka penjeningan memilih dan memilah makanan itu jauh penting sekali, Teman-teman sekalian. Kalau sudah tahu bahwasanya ini banyak pengawetnya, bahan pengawet itu biasanya sebagai inhibitor namanya, sebagai penghambat penyerapan zat gizi yang bagus. Sayang sekali. Maka pendingan harus bisa memilih lah. Kalau saya tidak bisa memilih ya masak aja di rumah gitu untuk anak-anak kita, untuk adik kita dan sebagainya. Itu tergantung panjenengan. Kalau penjenengan tidak yakin subhat misalkan itu kan dihidarkan, maka cobalah panjenengan mencoba untuk buat nasi goreng sendiri saja maka panjenengan bisa mencampurkan sayur dan sebagainya. gizi seimbang itu penting. Kemudian olahraga ini exercise. Meskipun olahraga tidak harus harus apa ee apa harus fisik yang keras kemudian maraton, tidak harus begitu. Maka orang-orang yang ringan-ringan kecil penjeningan bisa di YouTube. Luar biasa sekali, banyak sekali ee olahraga olahraga yang ringan tetapi cukup cukup cukup baik untuk tubuh kita. Kemudian kesehatan lingkungan tadi saya katakan cobalah teman-teman sekalian melihat sekitar kalau sudah tahu di situ ada cendela tidak pernah dibuka suatu tiket datang lebih pagilah kita terus dibuka bagaimana udara bisa masuk dan sebagainya. Kenapa? Karena kesehatan lingkungan itu juga mempengaruhi mental kita. Kita cepat ngantuk, kita cepat bosan, belum apa-apa sudah batuk dan sebagainya. Maka ciptakan lingkungan yang bersih. Kalau seandainya bisa pan punya rezeki, nyun sewu loh ya. Di situ ada cleaning service misalkan pingan kasih uang Rp50.000 coba tolong dibersihkan ini coba Rp50.000 tapi penjenengan bisa membersihkan ruangannya panjenengan itu bisa peningan pakai dalam 1 tahun loh ya tanpa sadar penjenengan cobalah nengok ke atas bisa jadi sarang laba-laba di situ sudah masih ada dan sebagainya kasang R5000 itu bersih itu. Kemudian kelola stres manajemen ya. Jadi, bagaimana manajemen stres atau mengelola stres. Ya, kembali lagi saya teman-teman sekalian stres itu adalah apa? Alamiah dan eh apa eh hal yang manusiawi gitu ya. Tetapi yang jelas bahwa la yuk nafsanaha. Jadi Allah tidak akan memberikan beban kepada manusia yang di luar kemampuannya gitu ya. Artinya bahwa ee masalah itu tetap masih ada, tapi bagaimana kita mengelola itu saran saya cuma hanya kalau seandainya bertubi-tubi masalahnya ada, selesaikan satu persatu. satu persatu maka insyaallah panjenengan akan bisa menyelesaikan. Kemudian spiritual tentunya sebagai makhluk yang beragama, manusia yang beragama, penjingan beribadah. Agama apapun juga saya kira dengan kita beribadah maka kita akan menjadi lebih ikhlas, lebih pasrah, maka peningan, kesehatan mental akan menjadi tumbuh dengan bagus. Kemudian lifestyle, teman-teman sekalian ee ada yang membedakan teman-teman sekalian dengan kondisi sekarang. Sesungguhnya orang yang paling katanya ya orang yang paling bahagia itu adalah orang yang ee mampu memanfaatkan dengan kondisi yang ada, bersyukur dia dan sebagainya. Mungkin saya tidak bisa melihat ee apa Pak Kasiadi melihat sepatunya Pak Kasiadi dengan ukuran sepatu saya gitu. Jelas gak akan mungkin saya melihat itu ya. Mungkin bagi saya, nyun sewu, belanja seperti Pak Kasih Adi yang sehari ee untuk belanja saja Rp250.000 bagi saya adalah pemborosan. Tapi saya tidak bisa mengukur itu. Bisa jadi Pak Asi Adi adalah mengeluarkan Rp250.000 per hari itu karena dia memasak untuk tetangganya yang barangkali membutuhkan. Kita tidak bisa mengukur sepatu orang dengan ee ukuran kaki kita. Jadi, lifestyle itu juga penting, Teman-teman sekalian, gitu ya. Baik, next. Itu yang mungkin bisa saya sampaikan Mbak Yan ya. ee Mbak Yuan yang bisa saya sampaikan sebagai pengantar saja bahwa betapa pentingnya ee apa ee kesehatan mental dan sesuai dengan temanya bahwa kesehatan mental yang bagus maka karir akan melesat, ASN akan melesat dan sebagainya. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan Bapak Ibu sekalian. Matur nuwun ee bisa diop share-nya. Sekian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Dr. Andrianto atas pesan-pesannya. Semoga kita semua menjadi ASN yang tidak hanya sehat, tidak hanya fit, tapi juga bugar. Ingat juga tadi pesannya Pak Andrianto, kita harus berpikir eh straordinary ya, Pak ya. Membiasakan inovasi adalah sebagai habit. Dan sebelum itu kita harus mengosongkan pikiran Nuru, merendahkan hati supaya bisa menerima ilmu dan insight yang baru. Baik, Sobat ASN masih dalam eh live dari Arena Joinus atau Jambore Inovasi Nusantara. Saya mohon izin untuk mengingatkan untuk mengisi daftar hadir atau presensi. Mohon disempatkan atau disegerakan begitu ya. linknya sudah tertera atau tersemat di chatbox ataupun juga di kolom komentar. Mohon disempatkan mengisi karena daftar hadir ini akan ditutup 1 jam setelah acara berakhir. Baik, Sobat ASN boleh disiapkan alat tulisnya, siapkan pertanyaan-pertanyaannya untuk sesi selanjutnya ya. Karena untuk penanya teraktif, untuk ee Sobat ASN teraktif akan dihubungi oleh pihak panitia dan menempatkan merchandise. Baik Bapak, Ibu, Sobat ASN, kita ke sesi berikutnya yakni sesi diskusi panel. Telah hadir di tengah kita Ibu Dr. Neni Ismaya, Mom. Beliau adalah dosen STI Mahakam Samarinda. Selamat siang, Ibu. [Musik] Iya. Telah hadir juga Bu Iya, Ibu Dr. Neni telah hadir bersama kita semua bergabung di forum ini dan langsung dari arena gelaran joins. Apa kabar Ibu Neni? Alhamdulillah syukurlah sudah siap memberikan materinya Ibu Neni nggih. Siap siap. Iya. Selain Ibu Dr. Neni Ismaya telah hadir pula secara daring Ibu Silvani Dianita, MPSI, psikolog. Beliau adalah pranata humas sekaligus psikolog klinis untuk dewasa. Apa kabar, Ibu Silvani Dianita sudah bergabung? Baik, sambil mengecek saya perkenalkan yang paling ganteng di antara sesi panelis kali ini. Tentu saja panelisnya Bapak Ahmad Fadoli, Esos, M.Si. Asalamualaikum. Apa kabar Bapak Ahmad Fadoli? Warahmatullah. Kabar baik baik. Senang sekali Bapak dapat hadir bersama. Iya. Ibu Silvita apa kabar? [Musik] Sambil kita coba apakah ya? Iya. Selamat siang, Mbak. Dengar suara saya? Iya sudah terdengar. Suara kita di sini sudah terdengar juga ya, Ibu? Ya, sudah. Iya. Salam kenal untuk semua. Baik, sudah siap memberikan materinya ya, Ibu Silvita. Iya, siap. Baiklah, Sobat ASN di mana pun berada baik yang bergabung melalui link Zoom maupun di YouTube BPSDM Jatim TV, kita ke sesi selanjutnya yang akan dipimpin langsung oleh Bapak Ahmad Fadoli, SOS, MSI. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam sobat ASN di mana pun Anda berada. Ee hari ini kita live langsung dari IKN ya, dari Kalimantan Timur dalam rangka ee ASN belajar bekerja sama dengan ee BPSDM Jatim dalam rangka mengangkat tema ASN sehat produktivitas melesat. Sobat SN bicara kesehatan mental itu erat kaitannya dengan ee kebahagiaan. Data PBB menyatakan bahwasanya secara dunia negara yang paling berbahagia hari ini tahun 2023 setelah dirilis kemarin menempati ditempati oleh ee negara Finlandia ini negara-negara di Sekelandiapia di Eropa Utara Indonesia negara kita itu di indeks negara indeks kebahagiaan kita menempati urutan ke-84 Jadi angka ini masih di bawah Singapura di urutan 25, kemudian di bawah Malaysia, di bawah Thailand, bahkan di bawah Filipina. Nah, kemudian apa hubungannya indeks kebahagiaan itu dengan ee apa namanya ee kondisi masyarakat kita bahwasana memang kondisi kebahagiaan ini tadi disampaikan Pak Andrianto bahwasanya orang yang bahagia itu akan bugar dan bugar ini akan meningkatkan produkitas. Nah, bagaimana kemudian dengan konteks ASN kita bahwasanya bicara negara yang ee indeks kebanyor 84 tentu ini juga berdampak bagi ASN kita. Nah, terbukti akhir-akhir ini banyak ASN kita yang bermasalah dengan kesehatan mental, banyak yang mengidap ee psikosovofenia. Bahkan saya sendiri yang berdinas di BNN itu menemukan bahwasanya banyaknya ASN-ASN yang ee terlibat dalam penyalahgunaan narkotika itu juga kaitannya dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi sehingga dia tidak punya ee seni dalam menyelesaikan permasalahan itu. Akhirnya kemudian larinya ke narkotika. Baik, Sobat ASN. Ee untuk memingkat waktu ini sebelum saya mulai saya cek dulu ya. Saya cek dulu. Saya sapa dulu untuk audiens e karena seperti biar audiens mengetahui suasana di sini ya. Ini suasananya di gedung eh Samarinda Convention Center ya. Ini ramai sekali karena ada gelaran Jambore Inovasi eh 2023. Saya cek ke audien apakah suara kami terdengar jelas. Silakan bubukkan di kolom komentar. Jelas ya? Oke, jelas. E semuanya dengar ya. Ini untuk membahas tema kita pada siang hari ini. Ini di depan saya sudah hadir narasumber kita, Bu Dr. Neni Ismaya, Mom. Beliau adalah dosen STIK Mahakam Samarinda. Kemudian juga beliau ini ketua korwil Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Wilayah Kalimantan Timur. Kemudian beliau ini juga fokus pada ee komunikasi humaniora dan budaya dan termasuk beliau juga pendamping dan pembina kelompok transgender di Yogyakarta. Nah, ee Dr. Neni nanti akan menyampaikan materi pertama. Ee nanti yang narasumber kedua ada ee ini Ibu Psikolog dari Bu Silviani Dianita psikolog. Nah, beliau ini sebenarnya ee ya humas ya PR ya pokoknya semuanya beliau bisa ya. dia dia mempunyai apa keahlian di bidang komunikasi tapi juga mempunyai ee keahlian di bidang ee psikologi. Oh untuk yang pertama materi kita adalah terkait dengan komunikasi. Semua dari kita manusia alatnya adalah komunikasi. Nah, tapi tidak jarang komunikasi-komunikasi yang ee kita alami entah di kantor, di lingkungan kita sehari-hari itu justru membuat ee awal mula permasalahan terjadi. Nah, karena itu bagaimana tip dan triksnya supaya kemudian gaya komunikasi ini dapat menunjang kinerja kita sebagai abdi negara ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Inilah kita sambut bersama Bu Dr. Neni Ismaya Imikom. Nanti izin Bu ee materi disampaikan secara singkat padat selama 20 menit. Nanti akan kita buka untuk tanya jawab setelah dari Bu E Silvani Dianita menyampaikan materi. P Neni kami persilakan 20 menit. Oke, terima kasih eh Mas Fadoli atas eh opening-nya yang luar biasa. Ini sebetulnya reuni tipis-tipis kita ya. Cukup menarik. Ee ini adalah pengalaman pertama di mana ee saya memberikan materi yang berhubungan dengan sahabat ee ASN tentang kesehatan mental gitu ya. Komunikasi itu adalah sesuatu yang memang sangat diperlukan dan tidak terlepas dalam kehidupan kita sehari-hari. Definisi dari komunikasi sebetulnya bukan sesuatu yang mudah kita ee rangkai. Misalnya kita ngomong sudah komunikasi gitu ya. Tapi bagaimana kalau ee asal kita ngomong orang gak mengerti ya ee persepsi berbeda dengan pesan yang apa yang e kita sampaikan itu juga menjadi suatu ee permasalahan. Di sini saya ditugasi oleh ee teman-teman untuk menyampaikan gaya komunikasi dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental di tempat kerja. Dan ini sangat ee besar korelasinya gaya komunikasi itu dengan ee kesehatan mental. Apalagi untuk saat ini kita tidak bisa memungkiri lagi keberadaan ee teknologi, perkembangan teknologi, media sosial ya ee kecepatan informasi dan lain sebagainya itu suka tidak suka kita menghadapi kita ee berinteraksi juga dengan hal tersebut dan itu juga mempengaruhi e kesehatan mental bila kita tidak cermat atau tidak bijak untuk menghadapi informasi derasnya arus informasi tersebut. Oke, sebelumnya saya akan memberikan sedikit ee apa sih tentang arti dari komunikasi. Komunikasi itu sendiri ya di sini. Next, komunikasi itu dapat dimaknai bisa dilihat di sini suatu tindakan manusia atau aktivitas manusia. Ya, kita kan setiap hari berinteraksi, menyampaikan pesan, kemudian ee menyampaikan informasi, menyampaikan emosi. E itu adalah aktivitas manusia sehari-hari. Kemudian merupakan suatu proses interaksi antar manusia untuk saling memahami. Nah, ini kunci utama dalam komunikasi bahwa komunikasi itu apa yang kita sampaikan. Misalnya saya bicara yang mendengarkan atau yang menjawab itu mengerti. atas pertanyaan atau pernyataan yang saya sampaikan ya, itu artinya pemahaman bersama. Komunikasi tujuannya adalah untuk menyatukan persepsi. Kemudian adanya proses transaksi. Dalam interaksi manusia, proses transaksi itu terjadi. Transaksi itu tidak semata-mata berhubungan dengan uang, tetapi bagaimana kita memenuhi kebutuhan kita. salah satunya adalah kebutuhan informasi ya. Kemudian sebagai proses adaptasi individu dan lingkungan. Kita belajar dari yang baik bersifat ee interaksional, baik itu bersifat ee verbali atau nonverbali itu harus mampu kita lakukan untuk dapat kita berada di dalam lingkungan baru khususnya. Kemudian adalah proses pengiriman ide atau pikiran atau pengetahuan. Kita semua itu bisa mengetahui banyak hal. Itu berdasarkan informasi yang kita terima. Tidak semuanya kita selalu tahu dari lahir kita tahu. Itu enggak ya. Itu proses interaksi dan proses transaksi yang terjadi di dalam interaksi itu sendiri. Kemudian adalah proses pertukaran informasi verbal maupun nonverbal. Ya, apa yang saya lakukan ini adalah proses informasi verbal gitu. Kalau sahabat ASN melihat kami yang ada di sini seperti saya sekarang pakai baju pink, kemudian ee pakai mungkin ee ee melihat saya pakai berkacamata bisa dimaknai berbagai macam ya. bisa bisa juga ee teman-teman atau sahabat ASN menyebut ya namanya juga dosen ya pasti pakai kacamata belum tentu. Tetapi itu adalah pemaknaan ee informasi nonverbal ya. Kemudian proses merespon atau pesan yang diterima atas pesan yang diterima. Setiap pesan yang kita sampaikan, informasi yang kita sampaikan itu diharapkan untuk mendapatkan respon atau balasan ya. Baik itu berupa persetujuan, penolakan ya itu sangat dibutuhkan. Bukan berarti kalau misalnya saya menjawab, misalnya saya menanya sama e Mas Fadoli, "Mas, mau makan bakso gak?" Kalau misalnya Mas Fadoli diam saja, saya bingung mau atau tidak. Ya, saya butuh respon ya atau tidak, gitu. Itu pentingnya respon. Jadi, proses komunikasi ideal itu perlu adanya respon. Kemudian yang selanjutnya adalah proses mempengaruhi dan dipengaruhi. ya kita ini melakukan ee penyampaian informasi dalam proses interaksi dan transaksi itu pasti ada proses mempengaruhi dan dipengaruhi di dalamnya. Saya berbicara ee misalnya menanyakan ee mohon maaf namanya siapa? Kemudian ada salah satu sahabat ASN menjawab, "Oh, nama saya Ani misalnya." Itu sudah ada proses ee mempengaruhi dan dipengaruhi. di mana ada respon, ada kepercayaan lawan bicara saya memberikan jawaban atas informasi yang saya sampaikan seperti itu. Ee itu adalah makna dari komunikasi. Sebetulnya definisi komunikasi itu banyak sekali, tidak bisa dibatasi. Karena kita diam itu juga sudah komunikasi. Diam sendiri pun mempunyai ee persepsi yang berbeda-beda di dalam setiap orang yang melihat. Misalnya pada saat saya diam ya, ada teman yang menyebutkan ee emang lagi sakit ya misalnya ee lagi sedih ya, lagi ada masalah padahal sebetulnya gak ada apa-apa gitu ya. Yang biasanya kita ramai, biasanya kita suka berbicara kemudian tiba-tiba kita diam. Itu persepsi lawan bicara kita atau lingkungan itu akan berbeda-beda. Oke, next. Nah, ini adalah fungsi, strategi, dan tujuan dari komunikasi. Ya, sebetulnya untuk fungsi sendiri, peran dan fungsinya sendiri itu banyak seperti yang ada di slide ya. Salah satunya adalah penyampaian informasi. Setiap manusia yang utama kebutuhan itu adalah informasi ya. Bukan masalah makan, bukan masalah sandang atau papan, tapi yang utama adalah informasi. Balik. Oke. Ee yang depan. Yang depan. Mundur mundur. Iya. Lagi. Mundur lagi. Iya. Oke. Informasi ini adalah penting ya. Misalnya masalah kalau ada yang bilang bahwa kebutuhan utama adalah makan ya. Sandang dan papan. makan itu kalau kita tidak tahu bagaimana cara mengolah bahan makanan atau mendapatkan makanan, kita juga enggak akan bisa makan. Dari mana hal itu bisa kita penuhi? Yaitu adalah dari informasi, ya. Kemudian sebagai bentuk pengenalan ya, sebagai identitas diri itu tujuannya adalah untuk mengetahui setiap pelaku komunikasi akan selalu menyampaikan identitas dirinya baik secara verbal maupun secara nonverbal. Ya, ada fungsi-fungsi lain antara lain adalah menyatakan emosi. Ya, Anda marah itu enggak harus ngomel-ngomel, enggak. Cukup Anda diam, kemudian ekspresi berubah, kemudian ee gerak tubuh pun juga berubah. Ya, itu sebagai bentuk penegasan bahwa emosi saya tuh lagi marah nih, lagi senang nih, lagi sedih gitu ya. itu semuanya selalu kita bawa, selalu kita sampaikan secara ee lebih sering secara nonverbal seperti itu. Kemudian sebagai bentuk pertahanan diri ya, wah saya harus berubah. Saya tidak boleh selalu di zomena nyaman. Seperti yang tadi sudah disampaikan di awal bahwa pertahanan diri itu kita akan membentuk bahwa diri kita ini adalah ya setiap individu menyatakan bahwa kita ini yang terbaik gitu ya. Kita ini benar nih. Itu bentuk pertahanan diri dan itu juga sebagai bentuk atau tujuannya sebagai peringatan untuk diri kita. Kemudian untuk menyatakan instruksi ya biasanya kalau di dalam ee ASN atau ee di lingkungan kerja ASN itu jelas ee bersifat instruksional. Kemudian sama di swasta pun juga demikian ya ee bersifat instruksional. Kemudian ee menyatakan hubungan. Tadi sudah disampaikan bahwa komunikasi itu sebagai bentuk interaksi ya. Kemudian sebagai sosialisasi, menghibur, mendidik, memotivasi serta mendukung. Ya, motivasi dan mendukung ini adalah yang paling besar peranannya untuk meningkatkan kinerja atau ee pola kerja dari sahabat-sahabat ASN supaya di lingkungan kerja yang dinamis sekarang ini kita dituntut untuk menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan kita pun harus menjadi manusia yang dinamis. Oke. Baik. Next. Nah, kemudian kita masuk dalam gaya komunikasi ya. Gaya komunikasi di sini gaya itu adalah cara seseorang dalam melakukan interaksi baik itu melalui pesan verbal maupun pesan nonverbal sehingga pesan dapat dipahami dan dimengerti untuk mencapai tujuan. yang Anda ee teman-teman atau sahabat ASN ini harus mampu untuk melakukan tindakan komunikasi ya. Harus dibiasakan untuk menyampaikan sesuatu yang ada di dalam pikiran. Jangan disimpan. Kalau disimpan, enggak ada yang tahu, ya. Kemudian di dalam bentuk nonverbal. bentuk nonverbal itu sesuatu yang paling mudah dipahami dengan orang lain tanpa harus kita menyampaikan secara lisan seperti itu. Gaya setiap individu itu berbeda-beda. Ada yang cukup secara simbolik, ada yang perlu menggunakan kata-kata. Ya, semuanya itu biasanya melekat menjadi bagian dari ee dari kepribadian individu masing-masing ya. Ada yang suka oke dialog, ada yang suka bentak-bentak, ada yang suka cukup menunjukkan raut muka yang happy atau senang atau memang tidak suka atau memang marah gitu ya. setiap individu berbeda-beda. Kemudian melalui gaya komunikasi lingkungan sosial ya antara lain masyarakat dan lingkungan individu itu dapat memahami seseorang ya. Pelaku komunikasi itu mempunyai kepribadian yang unik. Setiap orang itu unik, tidak ada yang sama. ya gaya berkomunikasinya ada yang happy, ada yang datar, ada yang ya formal seperti itu ya. Setiap individu ee mempunyai khasnya masing-masing. Kemudian gaya komunikasi seseorang dipengaruhi oleh emosi, situasi, dan lingkungan. Nah, ini penting yang biasanya kita bicaranya santai, kemudian bicaranya kita ee bersifat dialogis gitu ya. Tiba-tiba suatu saat kita ngomong volumenya keras, intonasinya tegas. Ya, orang yang biasa melihat kita ee bicaranya santai kemudian punya intonasi yang berbeda pasti akan bertanya, "Eh,
Resume
Categories