Webinar ASN Belajar Seri 31 - ASN Sehat Produktivitas Melesat
eF4LkxFEmF8 • 2023-08-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Tapi sing kono sing
tak masalah
jawab wis jawab
Eh, Rakutane
[Musik]
sing paparan iki durung l nek gak ngak
iso aku berdi
Baik
semua terima kasih
[Musik]
Juli
yang
[Musik]
Baik Bapak Ibu di sini mengunjungi
yang ada di sebelah kiri rambut
bisa berfoto
di Komasi Kalimantan.
Kami silakan Bapak Ibu yang bisa dari
yang ada di
kami silakan Bapak Ibu bisa
[Musik]
desktop desktop
desktop
desktop nyala.
I apa nyal kan
on ya
[Musik]
coba gerak
[Musik]
telah tersedia
Trisik dan Bapak Ibu boleh berkunjung
berfoto
dengan
waktu
[Musik]
C2
[Musik]
Simpan
ini dari
[Musik]
ee
oke Oke,
[Musik]
Tuhan
[Musik]
B
[Musik]
yang
terus
ngeling
yang
[Musik]
Eh ik coba
[Musik]
yang
[Musik]
ya
T du sat kamera on.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sejahtera. Shalom. Om swastiastu.
Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat
datang saya sampaikan kepada seluruh
narasumber dan peserta dalam webinar ASN
Belajar seri ke-31
persembahan dari Corpues Rigis BPSDM
Jawa Timur.
Webinar ASN Belajar seri ke-31 ini
mengangkat tema yang relate dengan kita
semua, yakni ASN sehat produktivitas
melesat. Perkenalkan saya Yuan Yucan
sebagai host pada webinar kali ini.
Sobat ASN semuanya, webinar ASN belajar
kali ini sangatlah spesial. bisa
dirasakan suasana ada saib-sayub
terdengar suasana kemeriahan karena kita
live dari arena gelaran Jambore Inovasi
Nusantara atau join yang diselenggarakan
oleh Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia di Samarinda
Convention Hall dan juga di ibu kota
Nusantara.
Berikut ini adalah webinar ASN belajar
seri ke-31.
[Musik]
Baik, sobat ASN semuanya, sebelumnya
izinkan saya menyapa terlebih dahulu
para tamu kehormatan dan juga para
narasumber yang sudah hadir baik secara
langsung maupun virtual.
Baik, izinkan saya menyapa yang
terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP.
Beliau adalah Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang, Bapak.
Dan berikutnya
[Musik]
Iya. Baik. Dan berikutnya saya juga akan
menyapa para narasumber yang telah hadir
dan siap membagikan ilmunya kepada kita
semua pada hari ini. Dan tentu saja para
sobat ASN dapat mengajukan pertanyaan
mumpung ya. Baik, yang pertama saya akan
menyapa Bapak ee yang kami hormati Bapak
Dr. Andrianto, SH., MKes. Beliau adalah
Kepala Brida Provinsi Jawa Timur. saat
ini telah bergabung secara virtual dan
akan menyampaikan keynote speech-nya
nanti kepada kita semua. Asalamualaikum,
selamat siang Bapak Andrianto.
Berikutnya
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Sehat nggih, Pak?
Alhamdulillah sehat, Mbak.
Senang sekali. Selanjutnya saya juga
menyapa Ibu Dr. Neni Ismaya, Mom. Beliau
adalah dosen di STIK Mahakam Samarinda.
Selamat siang, Ibu. telah hadir bersama
kita langsung di sini. Kemudian
selanjutnya Ibu Silvani Dianita, MTsi
Psikolog,
seorang pranata humas sekaligus psikolog
klinis dewasa telah bergabung juga
bersama kita secara daring. Apa kabar
Ibu Silvani Dianita?
[Musik]
Semoga sehat selalu, Ibu. Dan tidak
ketinggalan saya ucapkan selamat siang
kepada panelis kita yang pada sesi
diskusi nantinya akan memimpin sesi
diskusi panel Bapak Ahmad Fadoli, Esos,
M.Si. si beliau adalah KTIM seksi P2M
BNN Kota Samarinda.
Dan tentu saja saya mengucapkan selamat
bergabung kepada seluruh peserta Sobat
ASN yang antusiasmenya sangat luar biasa
pada siang hari ini yang bergabung baik
melalui link Zoom maupun YouTube channel
BPSDM Jatim TV.
Sobat ASN, puji syukur ke hadirat Allah
Subhanahu wa taala atas berkat dan
rahmatnya kita semua masih diberikan
kesehatan juga kesempatan sehingga dapat
bergabung di momen yang sangat baik ini.
Semoga usaha kita semua untuk terus
mengupdate ilmu, memperbaiki diri
senantiasa diberikan kelancaran. Amin.
Amin ya rabbal alamin.
Sobat ASN, kesehatan mental telah
menjadi topik yang semakin mendapat
perhatian di berbagai lapisan
masyarakat. Salah satu kelompok yang
dipandang perlu memberikan perhatian
khusus terhadap kesehatan mental adalah
Aparatur Sipil Negara atau ASN. Mengapa?
Karena ASN memiliki tugas dan peran yang
sangat penting, yakni selain menjalankan
tugas-tugas pemerintahan juga memberikan
pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena
itu, bagi ASN menjaga kesehatan mental
adalah hal yang tak boleh diabaikan.
Untuk itulah, Sobat ASN, apa pentingnya
dan bagaimana menjaga kesehatan mental
kita akan dibahas di webinar ASN Belajar
seri ke-31 ini.
Kesehatan mental telah menjadi topik
yang semakin mendapat perhatian di
berbagai lapisan masyarakat. Salah satu
kelompok yang perlu memberikan perhatian
khusus terhadap kesehatan mental adalah
Aparatur Sipil Negara, ASN. ASN memiliki
peran yang sangat penting dalam
menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan
memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan
mental mereka adalah hak yang tak boleh
diabaikan. Kesehatan mental yang baik
memiliki dampak positif pada
produktivitas dan kreativitas kerja. ASM
yang memiliki kesehatan mental yang
optimal cenderung lebih mampu mengelola
stres, memiliki daya kreativitas yang
tinggi, dan mampu menjaga fokus dalam
menjalankan tugas-tugas mereka.
Keterampilan komunikasi yang baik adalah
aspek penting dalam lingkungan kerja.
ASN perlu berinteraksi dengan sesama
pegawai, atasan, dan masyarakat.
Keterampilan komunikasi yang efektif
dapat membantu menghindari konflik yang
tidak perlu, memperkuat hubungan kerja
yang sehat, dan memastikan informasi
disampaikan dengan jelas. ASN yang mampu
berkomunikasi dengan baik cenderung
mengalami tingkat stres yang lebih
rendah dan kesehatan mental yang lebih
baik. Di Indonesia, masalah kesehatan
mental di kalangan ASN menjadi perhatian
serius. Tuntutan tugas yang tinggi,
tekanan performa, serta beban kerja yang
berat seringki menjadi penyebab stres,
dan tekanan psikologis. Beberapa
instansi pemerintah dan lembaga swadaya
masyarakat LSM telah mulai mengadakan
pelatihan dan seminar mengenai manajemen
stres, kesehatan mental, dan
keterampilan komunikasi untuk ASN.
Pentingnya kesehatan mental bagi ASN
sangatlah jelas guna menjaga
produktivitas, kreativitas, dan kualitas
kerja mereka. Keterampilan komunikasi
yang baik juga memiliki peran penting
dalam mendukung kesehatan mental yang
optimal. Untuk itu, webinar ASN Belajar
seri 31 yang diselenggarakan BPSDM
Provinsi Jawa Timur mengambil tema ASN
sehat produktivitas melesat yang akan
membawa kita sadar akan pentingnya
menjaga kesehatan mental sehingga ASN di
Indonesia diharapkan dapat lebih mampu
mengelola stres dan memberikan
kontribusi yang lebih baik dalam
pelayanan kepada masyarakat.
5 4 3 2 1
Baik Bapak, Ibu, Sobat ASN, untuk
membuka acara ini mari kita simak
bersama opening speech dari Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Kepada yang
terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP.
Kami persilakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat siang, salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
bersyukur pada Allah Subhanahu wa taala.
Hari ini ASN Belajar seri ke-31 kembali
tayang ee dari kawasan ibu kota
Nusantara yang bersamaan dengan momentum
Jambore Inovasi Nusantara yang
diselenggarakan oleh Lembaga
Administrasi Negara bersamaan juga
dengan penyelenggaraan Jambore Inovasi
Kalimantan 2023. Nah, pada hari ini seri
ke-31 ini tentu tidak kalah menariknya
dengan tema-tema di seri-seri sebelumnya
para sobat ASN. Ee kita akan membahas
secara luas mengenai kesehatan mental
para ASN. Bapak, Ibu sekalian, para
sobat ASN yang saya banggakan. Di
manapun kita bekerja, di manaun kita
melamar pekerjaan, pasti dipers
dipersyaratkan apa yang disebut sebagai
sehat jasmani dan rohani. Nah, tentu
saja karena sehat jasmani dan rohani ini
akan menjadi syarat utama kita bisa
bekerja dengan optimal. Badan Kesehatan
Dunia atau WHO menerjemahkan sehat itu
komprehensif, yakni sehat secara fisik,
sehat secara psikologis, dan sehat
secara sosial. Nah, Sobat SN, tentu saja
kesehatan yang komprehensif akan membuat
kita bisa bekerja secara optimal,
berkinerja secara optimal, dan itu tentu
akan menjadi daya dukung utama bagi
pencapaian sasaran dan tujuan serta
visi-visi organisasi kita. Nah, pada
kesempatan kali ini kita kedatangan
narasumber yang saya kira sangat
kompeten di bidangnya. Ada Bapak Kepala
Brida Badan Riset dan Inovasi Daerah
Provinsi Jawa Timur, Pak Dr. Andrianto.
Dan nanti akan disertai dengan
narasumber-narasumber yang lain yang
juga akan memberikan insight kepada kita
bagaimana kesehatan mental kita mampu
mendukung kinerja kita sebagai aparatur
sipil negara. Sobat DSN dari kawasan ibu
kota Nusantara dan dari perhelatan
Jambore Inovasi Nusantara. Saya Kepala
BPSDM Jawa Timur mengucapkan selamat
mengikuti webinar ASN seri ke-31. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak atas
opening speech yang sudah disampaikan.
Selanjutnya sobat semuanya kita akan
mendengarkan keynote speech dari tokoh
yang sangat kompeten di bidangnya. Kali
ini keynote speech akan dibawakan secara
daring karena telah hadir di tengah kita
secara virtual Bapak Dr. Andrianto,
S.H., MKes. Beliau adalah Kepala BRIA
Provinsi Jawa Timur. Kepada Bapak Dr.
Andrianto kami persilakan.
[Musik]
Terima kasih, Mbak Iwan.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Yang kita hormati bersama ee Bapak Dr.
Ramnianto, Kepala Badan PSDM Provinsi
Jawa Timur, para narasumber
ee dan semuanya saja para ASN di seluruh
Indonesia ee yang ee ikut di dalam AS
Belajar yang ke-31 ini. Senang sekali
rasanya dengan tema yang yang luar biasa
saya kembali menyapa para ASN di seluruh
Indonesia. Baik, ee izinkan saya untuk
share screen.
Share screen ee apa
ee
materi saya.
Sambil menunggu materi saya, saya
sampaikan Bapak Ibu sekalian bahwa ee
kesehatan mental cukup cukup penting
sekali karena kesehatan mental itu
adalah mempengaruhi produktivitas.
Saya jelaskan bahwa tingkatan sehat itu
yang paling ee rendah itu adalah sehat
dan di atasnya itu adalah fit. Kemudian
di atasnya lagi apa yang disebut dengan
eh wellness atau kebugaran. Dan kalau
sehat sama fit itu lebih banyak ke arah
aspek fisik. Tetapi kalau seandainya ee
apa kalau bugar itu adalah ditambahkan
dengan ee persoalan psikis, psikologis
atau bahagia sehingga dia lebih tinggi
tingkatannya hanya daripada fit sehingga
menjadi bugar. ASN yang bugar itu jauh
lebih bagus daripada hanya sekedar sehat
saja. Tetapi bugar itu menunjukkan sehat
secara mental pula. sehingga yang
terjadi prioritas akan meningkat.
Barangkali saya kasih ilustrasi
sederhana saja. Kalau seandainya ASN itu
mengerjakan misalkan menyelesaikan
masalah itu laporan katakanlah dalam
satu
ee hari 10 laporan misalkan, maka dengan
bugar dengan dia ada kebahagiaan maka
itu menjadi ee apa menjadi 20 misalkan
begitu. Jadi ini menjadi hal yang sangat
penting. Baik, saya izin share screen.
Ee
baik, mudah-mudahan bisa bisa terlihat
next gitu ya. Baik, Mas.
Baik. Ini ini saya memberikan sebuah
inspirasi aja sederhana saja, singkat
saja bahwa pernah ada seorang calon
santri putra dari seorang pejabat yang
kaya raya kepengin masuk di dalam sebuah
ee pondok pesantren yang dipimpin oleh
seorang ee IAIN yang cukup bijaksana.
Dia memaksa untuk masuk. Tetapi katanya
kiai tersebut tentunya harus harus ee
apa? Tes terlebih dahulu. Tes terlebih
dahulu. Kemudian tesnya mudah kok. ee
pas ee calon santunnya menyatakan, "Oh,
ada tes." Iya, memang wajib, tapi mudah,
hanya satu tes. Kemudian
Pak ee tersebut siap, Kiai. Saya ee siap
tesnya ternyata gampang, Teman-teman
sekalian. Ternyata ee apa sati tersebut
disuruh untuk membawa ee mengambil satu
apa? Satu botol air mineral gitu.
Kemudian sii tersebut mengambil ee gelas
yang kosong.
Tesnya saya sederhana saja. Wahai calon
santri, silakan menuangkan air tersebut
pada gelas kosong yang saya pegang ini.
Gitu. Oh, siap Kiai. Begitu. Pada saat
mau dituangkan, ternyata gelas kosong
yang dipegang oleh sang ee kiai tersebut
kemudian ditarik ke atas. Apa yang
terjadi? Tentunya tumpah. Tentunya tidak
masuk dalam gelas tersebut. Aknya
ditarik kembali. Loh, Pak Kiai silakan
mohon jangan dinaikkan ke atas
diturunkan lagi. Oh, iya. Siap. Waktu
mau dimasukkan yang kedua kali tetap
ditarik ke atas lagi, tumpah lagi. Itu
loh. Santri tersebut mengatakan, "Loh,
kalau saya tidak apa ee gelasnya tidak
ditaruh di bawah, bagaimana saya bisa
mengisi ini?" Kemudian yang ketiga,
Teman-teman sekalian, kemudian baru
sampaikan baru dimasukkan.
Apa jawabnya sang kiai tersebut? Ya,
kalau kamu kepengin belajar,
maka hilangkan ego kamu, hilangkan
kesombongan kamu. Kalau kamu masih
memposisikan di atas, maka tidak akan
mungkin kamu bisa menerima ilmu apapun
yang diberikan oleh dosen, oleh guru,
oleh kiai, oleh ustaz dan sebagainya.
Kamu tidak akan mungkin terisi penuh
karena kamu masih diliputi kesombongan
dan ketinggian hati.
Teman-teman sekalian, ASN belajar ee
yang dikembangkan ee BPSDM sudah yang
ke-31.
Ini akan hanya berupa sekedar sekedar
kita mendengarkan saja kalau seandainya
kita masih membusikan pada hati. Tapi
kalau seandainya kita kepingin
mendapatkan ilmu dari para narasumber
yang hebat-hebat, maka penjingan harus
membersihkan diri kita di bawah
sedemikian rupa supaya ilmu kita bisa
masuk. Ini ilustrasi ee pertama kali.
Lanjut.
Nah, ini ini ee semuanya paham betul
bahwa Presiden kita ee Bapak Joko Widodo
menyatakan bahwa di era eh disrupsi atau
disruption ini eh di arah revolusi
digital bukan hanya 4.0 tapi sudah
5.05.0.
Maka kita harus berubah, kita harus off
the box, kita harus berpikir eh apa
bukan hanya lagi yang yang ordinary atau
biasa-biasa saja, tetapi kita harus
melakukan extraordinary. Sebab apa?
Kompetitor kita sudah mulai maju. Kalau
seandainya kita tidak berubah,
Teman-teman sekalian, maka kita akan
ketinggalan nanti. Maka Pak Jokowi
menyatakan bahwa kita harus terus
membangun Indonesia yang adaptif,
Indonesia yang produktif, yang inovatif,
secta Indonesia yang kompetitif. Kalau
tidak Indonesia akan ketinggalan gitu.
Dan ini pentingnya sebuah inovasi,
pentingnya ee sebuah perubahan diri
kita. Jadi kalau seandainya ASN tidak
mampu merubah itu itu kita akan menjadi
ketinggalan.
Sudah tahu bahwa ASN setiap hari itu
mengerjakan itu-itu saja ya yang
membosankan. Mengapa tidak mencoba untuk
berpikir sedemikian rupa bahwa apa yang
dilakukan oleh AS tersebut itu adalah
yang menyenangkan bukan yang membosankan
gitu ya. lah ini ini butuh butuh berubah
kalau tidak tidak berubah itu itu
dikatakan ya memang betul dikatakan
tolol atau dungu gitu ya ASN tersebut ya
kalau kepingin dia itu dipuji kepengin
dia itu naik pangkat kepengin dia itu
berprestasi ya harus berubah ya jangan
jangan hanya seperti biasa-biasa begini
saja gitu loh ya kita bisa memahami
persoalan ini ya jadi Pak Jokowi itu
cuma hanya sekedar memotivasi memicu
supaya ASN itu terus bergerak terus
berubah sebab Kalau tidak zaman sekarang
itu kita ketinggalan ya jangan, jangan
berpikir katanya Morris Cheng, Mais
Cheng itu adalah taipan Cina yang
sekarang yang kaya raya. Dia menyatakan
jangan berpikir penjenengan kaya raya.
Itu kalau seandainya penjenengan ketika
jualan, ya jualan itu-itu saja dengan
pasar itu-itu saja kemudian tidak mampu
berubah ya jangan jangan mengandalkan
keuntungan yang besar. G ini yang
terjadi. Next. Lanjut.
Nah, ini teman-teman sekalian ini saya
kasih contoh yang sangat sederhana saja.
Ketika Global Innovation Index tahun
2022 itu di lansing apa yang terjadi?
Indonesia memang ranking 75 itu di Asia
pun kita menempatkan ranking ke-13. Ini
ini suu hal yang yang cukup cukup
memprihatinkan. Kita kalah sama ee ee
Malaysia kemudian Singapura dan
sebagainya. kita urutan 13.
Tapi bukan bukan bukan itu yang bisa
kita ambil ya. Ada ada dua yang kita
ambil. Yang pertama bahwa bisnis eh apa
sopistication-nya kita itu rankingnya
itu 92
tetapi market sopistication-nya itu
ranking 30 eh apa ranking 36 ya gitu ya.
Yang jadi intinya kesimpulannya bahwa
Indonesia itu cuma sering sekali pandai
sekali berbicara, pandai sekali itu
membuat konten-konten yang luar biasa
itu pintar gitu. Tapi ketika
mengeksekusi itu lemah gitu.
Indonesia itu diakui dunia itu pintar
ngomong gitu loh. Kalau juara olimpiade
bagus tapi pada saat ee eksekusi
mengimplementasikan itu sulit sekali
itu. Maka kita itu inovasinya menjadi
rendah. Soal riset pintar. Waduh, Scopus
itu diisi oleh oleh kandidat doktor,
kandidat magister dan sebagainya terisi
semuanya. Tapi ketika hasil riset
tersebut bagaimana diimplementasikan itu
itu nol gitu loh. Itu itu fakta. Coba
dilihat di situ nanti pan pelajari itu
ya. Nah, itu itu hikmah yang pertama.
Hikmah yang kedua di dalam Global
Innovation index itu kalau kita
perhatikan ternyata negara terinovasi di
dunia itu adalah bukan Amerika, bukan
Jerman, bukan Swedia, bukan Korea
Selatan,
tapi adalah Swiss. Swiss itu negara
Eropa yang kecil, negara kecil di Eropa
yang sangat luar biasa. apa yang
dilakukan oleh oleh negara Swiss
sehingga dikatakan bahwa dia sebagai
negara yang terinovatif di dunia.
Yang pertama ternyata Swiss itu
menjadikan inovasi sebagai habit,
sebagai kebiasaan,
sebagai budaya sehari-hari.
Jadi, SU itu sudah menjadikan PR-nya itu
bukan hanya matematika atau PR IPA,
tidak. Tetapi anak SD pun itu diberikan
PR gurunya. Itu adalah PR inovasi. Saya
kasih contoh sederhana saja. Misalkan
saya pegang ini BP ini. Ini contoh
tugasnya bahwa inovasi dijadikan habit
sejak di sekolah dasar gitu ya.
Anak-anakku sekalian. Kalau Ballpoint
ini saya ee saya beli itu seharga
Rp10.000.
Bagaimana caranya BP ini itu bisa
harganya lebih mahal Rp20.000 bahkan
Rp25.000 R000 bahkan Rp50.000 bahkan
Rp100.000 bahkan R juta itu PR-nya.
Maka keesokan harinya dia melihat BP
ini, maka anak itu menjadi ee ee apa?
Berkreasi pemikirannya begitu luar
biasa. Itu yang dikatakan inovasi.
Dia membuat sebuah kebaharuan gitu. Oh
iya, kalau seandainya misalkan ini bahan
dasarnya yang warna kuning ini jadi emas
itu sudah jutaan rupiah. Itu sudah
inovasi itu. Bagaimana kalau seandainya
ini saya buat semacam grafir begitu ada
kata-kata mutiaranya yang dijual
kata-kata mutiaranya bisa jadi 10.000
dijual menjadi Rp2.000 karena tulisan
grafirnya bagus dan seterusnya. Ini ini
luar biasa. Saya kasih contoh sederhana
saja.
Kalau seandainya seorang ASN itu bekerja
di sebuah tempat yang sudah
berbulan-bulan, bertahun-tahun, meja
kursinya sama seperti itu gitu loh,
gordennya sama,
warna dindingnya sama, fas bunganya juga
gak pernah diganti dan sebagainya, maka
jelas muncul kebosanan secara psikologis
ya. Psikolog yang nanti mungkin
narasumber ee dari psikolog akan
menyatakan bahwa jelas muncul kebosanan
karena itu sering dilakukan setiap hari.
gitu. L kenapa tidak mencoba tiba-tiba
gorden tersebut kemudian diambil dicuci
kemudian digantikan warna yang lainnya
atau mungkin komposisi mejanya digeser
dan sebagainya.
Ini penting itu supaya apa? Gairannya
kan menjadi muncul. Kenapa sih saya saya
coba untuk untuk
apa menyebut merek ya? Mohon maaf
sekali, mohon maaf lagi anak-anak kita.
Padahal kita kalau sehingga kita sajikan
makanan yang enak kemudian yang bergizi
tinggi di rumah itu mereka tidak mau
makan itu atau makannya seleranya
sedikit sekali. Tapi kalau senya kita
ajak ke katakanlah misalkan McD, KFC dan
sebagain mengapa dia suka itu? Padahal
nota Bnya belum tentu sehat. Belum tentu
ya gitu ya.
Karena dilihat adalah suasana di sana
itu dia bisa duduk di mana saja, bisa
melihat orang banyak dan sebagainya.
Lah kalau tetap kita siapkan makanan di
meja makan yang taplak mejanya saja
setahun setahun sekali belum tentu ganti
gitu ya, maka dia akan muncul kebosanan.
Mengapa kita tidak melakukan inovasi
supaya anak kita itu makan bergizi
tinggi dan sebagainya. Inovasi sebagai
habit. Kenapa teman-teman sekalian?
Karena inovasi katalit kesejahteraan
tadi sudah dikatakan Mauris Cheng. Kalau
penjeningan jual barang ini saja
begitu saja bertahun-tahun, bagaimana
penyak
benefit lebih gitu loh. Tapi cobalah
kalau panjenengan jual katana lemper,
lempernya diperkecil kemudian bungkusnya
jangan daun pisang tapi dibungkus
sedemian rupa dan sebagainya cobalah itu
berkreasi inisiatif itu inovasi B
sekalian. AS pun juga demikian. Sudah
saya kata tadi bahwa ketika ASN
memasukkan unsur mental, memasukkan
unsur psikologis, maka inovasi berjalan.
G sebab kalau saya mengandalkan hanya
sekedar fisik, maka produktivitas adalah
tetap bahkan makan bergeser rendah gitu.
Ayo kita berb kreasi. Kreasi atau
inovatif ini adalah contoh bentuk
bagaimana mental atau psikologi seorang
itu bekerja.
Jangan mengatakan bahwa saya sehat
mental, tapi dia tidak mencoba untuk
membuktikan, memanifestasikan bahwa
penyingan sehat mental itu dengan kerja,
dengan inovasi.
Next, lanjut.
Nah, ini teman-teman sekalian saya
sekarang tidak mempelajari leadership,
tetapi yang jelas bahwa sekali lagi
bahwa ASN di dalam memberikan pelayanan
publik kalau seandainya tidak diikuti
dengan perubahan
siap untuk menghadapi perubahan atau
disebut dengan adaptive leader, maka
maka penjenengan tidak akan berubah gitu
loh berubahnya itu ya. Sehingga sehingga
saya katakan bahwa ee kita sering sekali
ee sakta prasak koordinasi disebutkan
bahwa harus memiliki kredibilitas dan
reputasi. Tunjukkan gitu loh. Jangan
marah, jangan sakit hati ketika atasan
menyatakan bahwa panjenengan malas,
panjenengan tidak tidak kreatif. Itu
kalau panjenengan tidak memujud
mewujudkan, tidak memberikan legasi
warisan bahwa panjenengan itu punya
kreasi gitu loh. Ayolah gitu ya. Usulkan
sederhana saja, Pak. Bagaimana kalau
seandainya setiap bulan itu ee ASN itu
coba memperbaiki meja kursinya saja itu
sama situasi kantor? Cobalah itu ya. ASN
harus berubah. Lanjut.
Escape. Oke, next. Oke, ya. Jadi, ya ASN
harus harus eh betul-betul keluar dari
zona nyaman.
Mental blocknya itu harus dihilangkan.
Sebab biasanya ASN itu mesti masih masih
saja berpikir bahwa sebenarnya saya
dengan begini saja saya sudah dapat
gaji. TPP-nya Jawa Timur wah luar biasa
tinggi dibandingkan provinsi yang
lainnya dan sebagainya dan sebagainya.
Tapi ingat loh, Teman-teman sekalian
bahwa sebenarnya gaji itu adalah amanah
gitu loh. Gaji itu adalah TPP itu adalah
betul-betul amanah yang panjenengan
kalau seandainya tidak bekerja sesuai
dengan gaji itu sama dengan zalim. Mohon
maaf saya agak kasar itu.
Iya. Bahwa panjenengan AS itu harus
diwujudkan dalam karya. Maka Permenpan
nomor 1 tahun 2023 bahwa penilaian
sekarang ASN itu adalah berbasis kinerja
itu tepat gitu loh. Sekali lagi saya
katakan jangan mengha bahwa saya ASN
yang baik gitu loh. Tetapi kalau
penjenan tidak mampu berinisiatif,
berinovasi makanya yang terjadi
panjenengan dikatakan bahwa panjenengan
adalah ASN yang tidak ber berkreasi,
tidak berinovasi. Ayo teman sekalian,
zona nyaman harus penjenan hilangkan.
Mental blok penjeningan hilangkan.
Biasanya penjenengan datang terlambat
berangkat pagi dan sebagainya. Biasanya
penjenengan tidak tersenyum-senyumlah
gitu ya. Jadi lihat keluarkan,
tingkatkan percaya diri panjenengan
bahwa sebenarnya adalah penjenengan
mampu. Sekali lagi saya katakan bahwa
inovasi itu bukan harus menghasilkan
sebuah produk ya. Penjenengan biasanya
nyun sewu aja ya. Biasanya penjenengan
itu pakai baju dannya bagi laki-laki
gitu ya. Kemudian tiba-tiba penjenengan
pakai parfum. Itu sudah inovatif.
Ini ini sederhana saja saja. Kenapa
peningan pakai parfum? Karena dengan
pakai parfum penjingan ee mendapatkan ee
bau yang harum. Maka penjenengan
merasakan bahwa saya bekerja ini akan
menjadi lebih giat karena suasananya
harum daripada saya melihat situasi
kantor yang tidak tidak bau enak
misalkan semacam ini. Ini ini sebuah
contoh sederhana saja ya. Jadi ini
adalah ee ini harus pilihan kita bahwa
kita harus betul-betul berubah lahir
maupun batin. Lanjut lah. ini teman
sudah saya kat tadi bahwa memang di
dalam epidemiologi, kebetulan saya juga
epidemolog bahwa di dalam ee apa
kesatuan ee tubuh manusia itu terbagi
menjadi tiga, yaitu adalah sakit dengan
persentase yang sedikit kecil, kemudian
sehat dan kemudian yang ee berisiko.
Istilahnya yang berisiko. Berisiko
begini. Saya sehat tapi saya memasuki
lingkungan kerja yang baunya tidak
bagus. udaranya tidak bagus itu berisiko
itu ee kurang lebih 80%-an gitu ya. Jadi
sehat itu cuma kualitasnya ee ee rendah.
Nah, pada tingkatan sehat itu terbagi
menjadi tiga, yaitu sehat. Di atasnya
sehat itu namanya fit. Di atasnya lagi
itu namanya bugar atau wellness, gitu
ya. Jadi, sehat itu adalah tingkatan
yang paling rendah gitu. Karena ukuran
sehat itu hanya fisik gitu. Tapi ketika
bugar yang di atasnya sehat itu
ukurannya adalah mental, psikis.
Jadi kalau seandainya ee seorang
manusia, seorang ASN itu dikatakan
bugar, berarti dia sehat secara fisik,
tetapi mentalnya bagus gitu loh, bahagia
dan itu tampak kelihatan sekali gitu
loh.
Jadi, jadi hal-hal semacam itu ya.
Sehingga pada saat mungkin dia ee biasa
ee di warung kopi ngobrol terbelol
karena capek, tapi dimanfaatkan oburan
tersebut adalah oburan untuk kalkulasi
pekerjaan gitu. itu itu dari menang itu
bugar
dan output daripada kebugaran itu adalah
produktivitas.
Jadi kalau orang sehat itu biasanya
melakukan produktivitas katakanlah
membuat ee proposal misalkan sehari itu
adalah 10 maka pada saat dia bugar itu
lebih dari 10. Itu ukurannya itu kenapa?
karena dia dia ketika mengerjakan itu
dengan bahagia itu maka ee ee
panjenengan jangan marah kalau
seandainya misalkan ada temannya
panjenengan ketika bekerja itu ada ee
apa sebelahnya ada musik misalkan itu
itu tidak ada masalah itu adalah
strategi dia supaya dia lebih bugar gitu
karena ada unsur mental ada unsur psikis
yang masuk tersebut ya saya kira ASN
untuk pada saat ASN belajar 31 ini
output-nya harus ASN bukan hanya sekedar
sehat bukan bukannya sekedar fit tapi
harus bugar yaitu memasukkan unsur
mental atau psikis yang kemudian
output-nya adalah prioritasnya menjadi
lebih meningkat. Next. Oke. Jadi ini ini
sekedar teori saja teman-teman sekalian.
Apa yang menyebabkan mental blocks kita
itu sulit ditembus? Apa yang menyebabkan
ee mental tidak dimasukkan di dalam di
dalam ee ee pekerjaan seorang ASN ya?
Apa kita ee sulit untuk keluar dari zona
nyaman? Itu yang disebut dengan mindset.
Jadi mindset itu adalah pola menetap
yang tertanam di dalam pikiran bawa
sadar kita.
Ayo kalau kita misalkan naik mobil atau
naik sepeda motor, kira-kira kalau
seandainya kita ngerem dan sebagainya
itu alam bawah sadar atau alam bawah
tidak sadar?
Itu alam bawah tidak sadar, Teman-teman.
Sekalian bukan alam sadar. Kalau alam
sadar bahaya itu. Eh sebentar sebentar
saya tak cari ngerem dulu ya. Kesuen dan
nabrak orang gitu. Maka saya otomatis
gitu. Sehingga kalau seandainya misalkan
ada suatu misalkan sudah jaraknya dia
ngerem di depannya, maka kita otomatis
ngerem. Itu alam tidak bawasan anda.
Kenapa? Karena sudah tertanam di dalam
pikiran kita. Jadi mengubah mindset itu
nota B sulit ya, tapi harus dimulai.
Sebab keluar dari zona nyaman atau
mental blocks kita itu harus dimulai
gitu loh. Sampa sudah kadung terjadi
mindset. Apalagi kalau seandainya
mindset tersebut sudah tertanam di bawah
pikiran, di bawah ee alam sadar kita.
Kemudian yang bisa ee mengendalikan
sikap dan perilaku yang tidak bagus itu.
Nah, ini peran daripada atasan-atasan
yang bagaimana memfasilitasi,
mengkondisikan sedemikian rupa bahwa
mindsetnya pelan-pelan harus kita rubah.
Eah, contohnya dengan punishment, dengan
reward dan sebagainya. penting itu benar
ya, bahwa ee atasan menyatakan bahwa
siapa yang ee dalam 1 bulan itu tidak
pernah terlambat itu maka akan
mendapatkan hadiah menipun sedikit
dapatnya itu itu mengubah pelan-pelan
mengubah mindset dari yang negatif
menjadi positif. Tapi saya katakan
teman-teman sekalian belajarlah gitu ya.
Saya kasih contoh tadi di sana itu
adalah ilustrasi tentang mindset.
Cobalah kita sulit memang kalau senya
kita menulis ya itu biasa dengan tangan
kanan menjadi tangan kiri tapi
sebenarnya bisa. Kenapa? Mak dengan
konsentrasi dan kita mulai itu mulai
jangan mengatakan jangan tidak bisa ya
karena apa? Karena memang mindset itu ee
ee apa sesuatu yang yang sulit untuk
dirubah. Lanjut tinggal sedikit teman
sekalian. Nah, ini semuanya dikembalikan
pada diri masing-masing. Sukses kemudian
peningan dikatakan ASN yang baik, yang
kreatif, yang inovatif dan sebagainya
itu ditentukan oleh sikap Anda sendiri.
Coba perhatikan gambar yang di bawah
yang di tengah itu. Itu kelihatan sekali
sama-sama orangnya dan sebagainya. Tapi
dengan postur yang yang ee tubuh atau ee
style yang semacam itu kelihatan sekali
dia itu jutek gitu. Tapi ketika dia itu
senyum dan sebagainya orang senang
melihat itu senang gitu loh. Ini adalah
memasukkan unsur psikis sama mental itu
kelihatan bukan dan sebagainya.
Maka ini legasi kalau senya penjenengan
sudah dicap orang, jangan marah kalau
penjenengan itu dicap orang cutek dan
sebagainya. Teman-teman sekalian, ada
salah satu dosen yang dikeluarkan oleh
Universitas Erlangga hanya karena dia
itu adalah tidak mampu membina hubungan
dengan mahasiswa. Dia cuma hanya sekedar
mengajar saja. Pintar dia cuman hanya
sekedar mengajar tidak ada
interaktivasinya. Itu dikeluarkan kalau
sama universang
ini menjadi menjadi penting sekali.
Cuman. Padahal cuman yang merubah dari
menutut menjadi senyum. Luar biasa.
Di dalam degradasi kebodohan itu dia itu
kalau dia tidak tahu, tidak belajar itu
dikatakan bodoh memang. Tapi kalau dia
tidak tahu tetapi tidak bisa eh sori
tahu tetapi tidak bisa melakukan dan
sebagainya itu adalah lebih bodoh. Tapi
kalau tahu dan bisa tetapi tidak mau itu
paling bodoh. Artinya apa teman-teman
sekalian? Sebenarnya panjenengan paham
gitu loh. Bahwa kalau saya melakukan
begini maka saya akan begini. Kalau saya
melakukan ini, saya akan begini. Kalau
saya makan ini, maka saya lambung saya
kambo. Kalau saya begini, itu kan yang
paham penjenengan sendiri itu tapi kalau
penjenengan tahu bisa tetapi tidak mau
ya itu paling bodoh. Mohon maaf saya
agak agak agak kasar tapi ini
menunjukkan supaya peningan bisa bisa
apa ee ee menjadi termotivasi bahwa
sebenarnya panjenengan itu bisa
memasukkan unsur itu gitu loh, bisa
berubah. Maka segitiga kemampuan ini
bukan hanya sekedar penjenengan tahu
saja bisa tapi juga mau ya. Tiga hal
semacam ini ee menjadi ee peningan akan
menjadi meningkat. Ini pentingnya ASN
belajar. Next. Lanjut. Tinggal sedikit
lah ini teman-teman sekalian. Maka tips
lalu bugar yang diwujudkan dengan
produktivitas yang memasukkan unsur
mental sebagainya tentunya bukan hanya
sekedar sehat mengaku bahwa mental saya
bagus. Bukan hanya itu saja, tetapi ada
enam hal yang barangkali perlu ee
panjenengan siapkan tentunya dengan gizi
seimbang. Sekarang, Teman-teman
sekalian, banyak sekali makanan-makanan
yang tidak sehat dijual. Maka
penjeningan memilih dan memilah makanan
itu jauh penting sekali, Teman-teman
sekalian. Kalau sudah tahu bahwasanya
ini banyak pengawetnya, bahan pengawet
itu biasanya sebagai inhibitor namanya,
sebagai penghambat penyerapan zat gizi
yang bagus. Sayang sekali. Maka
pendingan harus bisa memilih lah. Kalau
saya tidak bisa memilih ya masak aja di
rumah gitu untuk anak-anak kita, untuk
adik kita dan sebagainya. Itu tergantung
panjenengan. Kalau penjenengan tidak
yakin subhat misalkan itu kan
dihidarkan, maka cobalah panjenengan
mencoba untuk buat nasi goreng sendiri
saja maka panjenengan bisa mencampurkan
sayur dan sebagainya. gizi seimbang itu
penting. Kemudian olahraga ini exercise.
Meskipun olahraga tidak harus harus apa
ee apa harus fisik yang keras kemudian
maraton, tidak harus begitu. Maka
orang-orang yang ringan-ringan kecil
penjeningan bisa di YouTube. Luar biasa
sekali, banyak sekali ee olahraga
olahraga yang ringan tetapi cukup cukup
cukup baik untuk tubuh kita. Kemudian
kesehatan lingkungan tadi saya katakan
cobalah teman-teman sekalian melihat
sekitar kalau sudah tahu di situ ada
cendela tidak pernah dibuka suatu tiket
datang lebih pagilah kita terus dibuka
bagaimana udara bisa masuk dan
sebagainya. Kenapa? Karena kesehatan
lingkungan itu juga mempengaruhi mental
kita. Kita cepat ngantuk, kita cepat
bosan, belum apa-apa sudah batuk dan
sebagainya. Maka ciptakan lingkungan
yang bersih. Kalau seandainya bisa pan
punya rezeki, nyun sewu loh ya. Di situ
ada cleaning service misalkan pingan
kasih uang Rp50.000 coba tolong
dibersihkan ini coba Rp50.000 tapi
penjenengan bisa membersihkan ruangannya
panjenengan itu bisa peningan pakai
dalam 1 tahun loh ya tanpa sadar
penjenengan cobalah nengok ke atas bisa
jadi sarang laba-laba di situ sudah
masih ada dan sebagainya kasang R5000
itu bersih itu. Kemudian kelola stres
manajemen ya. Jadi, bagaimana manajemen
stres atau mengelola stres. Ya, kembali
lagi saya teman-teman sekalian stres itu
adalah apa? Alamiah dan eh apa eh hal
yang manusiawi gitu ya. Tetapi yang
jelas bahwa la yuk nafsanaha.
Jadi Allah tidak akan memberikan beban
kepada manusia yang di luar kemampuannya
gitu ya. Artinya bahwa ee masalah itu
tetap masih ada, tapi bagaimana kita
mengelola itu saran saya cuma hanya
kalau seandainya bertubi-tubi masalahnya
ada, selesaikan satu persatu. satu
persatu maka insyaallah panjenengan akan
bisa menyelesaikan. Kemudian spiritual
tentunya sebagai makhluk yang beragama,
manusia yang beragama, penjingan
beribadah. Agama apapun juga saya kira
dengan kita beribadah maka kita akan
menjadi lebih ikhlas, lebih pasrah, maka
peningan, kesehatan mental akan menjadi
tumbuh dengan bagus. Kemudian lifestyle,
teman-teman sekalian ee ada yang
membedakan teman-teman sekalian dengan
kondisi sekarang. Sesungguhnya orang
yang paling katanya ya orang yang paling
bahagia itu adalah orang yang ee mampu
memanfaatkan dengan kondisi yang ada,
bersyukur dia dan sebagainya. Mungkin
saya tidak bisa melihat ee apa Pak
Kasiadi melihat sepatunya Pak Kasiadi
dengan ukuran sepatu saya gitu. Jelas
gak akan mungkin saya melihat itu ya.
Mungkin bagi saya, nyun sewu, belanja
seperti Pak Kasih Adi yang sehari ee
untuk belanja saja Rp250.000 bagi saya
adalah pemborosan. Tapi saya tidak bisa
mengukur itu. Bisa jadi Pak Asi Adi
adalah mengeluarkan Rp250.000 per hari
itu karena dia memasak untuk tetangganya
yang barangkali membutuhkan. Kita tidak
bisa mengukur sepatu orang dengan ee
ukuran kaki kita. Jadi, lifestyle itu
juga penting, Teman-teman sekalian, gitu
ya. Baik, next.
Itu yang mungkin bisa saya sampaikan
Mbak Yan ya. ee Mbak Yuan yang bisa saya
sampaikan sebagai pengantar saja bahwa
betapa pentingnya ee apa ee kesehatan
mental dan sesuai dengan temanya bahwa
kesehatan mental yang bagus maka karir
akan melesat, ASN akan melesat dan
sebagainya. Mungkin itu yang bisa saya
sampaikan Bapak Ibu sekalian. Matur
nuwun ee bisa diop share-nya.
Sekian. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Dr.
Andrianto atas pesan-pesannya. Semoga
kita semua menjadi ASN yang tidak hanya
sehat, tidak hanya fit, tapi juga bugar.
Ingat juga tadi pesannya Pak Andrianto,
kita harus berpikir eh straordinary ya,
Pak ya. Membiasakan inovasi adalah
sebagai habit. Dan sebelum itu kita
harus mengosongkan pikiran Nuru,
merendahkan hati supaya bisa menerima
ilmu dan insight yang baru. Baik, Sobat
ASN masih dalam eh live dari Arena
Joinus atau Jambore Inovasi Nusantara.
Saya mohon izin untuk mengingatkan untuk
mengisi daftar hadir atau presensi.
Mohon disempatkan atau disegerakan
begitu ya. linknya sudah tertera atau
tersemat di chatbox ataupun juga di
kolom komentar. Mohon disempatkan
mengisi karena daftar hadir ini akan
ditutup 1 jam setelah acara berakhir.
Baik, Sobat ASN boleh disiapkan alat
tulisnya, siapkan
pertanyaan-pertanyaannya
untuk sesi selanjutnya ya. Karena untuk
penanya teraktif, untuk ee Sobat ASN
teraktif akan dihubungi oleh pihak
panitia dan menempatkan merchandise.
Baik Bapak, Ibu, Sobat ASN, kita ke sesi
berikutnya yakni sesi diskusi panel.
Telah hadir di tengah kita Ibu Dr. Neni
Ismaya, Mom. Beliau adalah dosen STI
Mahakam Samarinda.
Selamat siang, Ibu.
[Musik]
Iya.
Telah hadir juga
Bu Iya, Ibu Dr. Neni telah hadir bersama
kita semua bergabung di forum ini dan
langsung dari arena gelaran joins. Apa
kabar Ibu Neni?
Alhamdulillah
syukurlah sudah siap memberikan
materinya Ibu Neni nggih. Siap
siap.
Iya. Selain Ibu Dr. Neni Ismaya telah
hadir pula secara daring Ibu Silvani
Dianita, MPSI, psikolog. Beliau adalah
pranata humas sekaligus psikolog klinis
untuk dewasa. Apa kabar, Ibu
Silvani Dianita sudah bergabung?
Baik, sambil mengecek saya perkenalkan
yang paling ganteng di antara sesi
panelis kali ini. Tentu saja panelisnya
Bapak Ahmad Fadoli, Esos, M.Si.
Asalamualaikum. Apa kabar Bapak Ahmad
Fadoli? Warahmatullah. Kabar baik
baik. Senang sekali Bapak dapat hadir
bersama.
Iya. Ibu Silvita
apa kabar?
[Musik]
Sambil kita coba apakah
ya?
Iya.
Selamat siang, Mbak.
Dengar suara saya?
Iya sudah terdengar.
Suara kita di sini sudah terdengar juga
ya, Ibu? Ya, sudah.
Iya.
Salam kenal untuk semua.
Baik, sudah siap memberikan materinya
ya, Ibu Silvita.
Iya, siap.
Baiklah, Sobat ASN di mana pun berada
baik yang bergabung melalui link Zoom
maupun di YouTube BPSDM Jatim TV, kita
ke sesi selanjutnya yang akan dipimpin
langsung oleh Bapak Ahmad Fadoli, SOS,
MSI.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom.
Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam
sobat ASN di mana pun Anda berada. Ee
hari ini kita live langsung dari
IKN ya, dari Kalimantan Timur
dalam rangka ee ASN belajar bekerja sama
dengan ee BPSDM Jatim dalam rangka
mengangkat tema
ASN sehat produktivitas melesat. Sobat
SN bicara
kesehatan mental itu erat kaitannya
dengan ee kebahagiaan.
Data
PBB menyatakan bahwasanya
secara dunia negara yang paling
berbahagia hari ini tahun 2023 setelah
dirilis kemarin menempati ditempati oleh
ee negara Finlandia ini negara-negara di
Sekelandiapia di Eropa Utara Indonesia
negara kita itu di indeks negara indeks
kebahagiaan kita menempati urutan ke-84
Jadi angka ini masih di bawah Singapura
di urutan 25, kemudian di bawah
Malaysia, di bawah Thailand, bahkan di
bawah Filipina. Nah, kemudian apa
hubungannya indeks kebahagiaan itu
dengan ee apa namanya ee kondisi
masyarakat kita bahwasana memang kondisi
kebahagiaan ini tadi disampaikan Pak
Andrianto bahwasanya
orang yang bahagia itu akan bugar dan
bugar ini akan meningkatkan produkitas.
Nah, bagaimana kemudian dengan konteks
ASN kita bahwasanya bicara negara yang
ee indeks kebanyor
84 tentu ini juga berdampak bagi ASN
kita. Nah, terbukti akhir-akhir ini
banyak ASN kita yang bermasalah dengan
kesehatan mental, banyak yang mengidap
ee psikosovofenia.
Bahkan saya sendiri yang berdinas di BNN
itu menemukan bahwasanya banyaknya
ASN-ASN yang ee terlibat dalam
penyalahgunaan narkotika itu juga
kaitannya dengan
permasalahan-permasalahan yang dihadapi
sehingga dia tidak punya ee seni dalam
menyelesaikan permasalahan itu. Akhirnya
kemudian larinya ke narkotika. Baik,
Sobat ASN. Ee untuk memingkat waktu ini
sebelum saya mulai saya cek dulu ya.
Saya cek dulu. Saya sapa dulu untuk
audiens e karena seperti biar audiens
mengetahui suasana di sini ya. Ini
suasananya di gedung eh Samarinda
Convention Center ya. Ini ramai sekali
karena ada gelaran Jambore Inovasi eh
2023. Saya cek ke audien apakah suara
kami terdengar jelas. Silakan bubukkan
di kolom komentar.
Jelas ya? Oke, jelas. E
semuanya dengar ya. Ini untuk membahas
tema kita pada siang hari ini. Ini di
depan saya sudah hadir narasumber kita,
Bu Dr.
Neni Ismaya, Mom. Beliau adalah dosen
STIK Mahakam Samarinda. Kemudian juga
beliau ini ketua korwil Asosiasi
Pendidikan Ilmu Komunikasi Wilayah
Kalimantan Timur. Kemudian beliau ini
juga fokus pada ee komunikasi humaniora
dan budaya dan termasuk beliau juga
pendamping dan pembina kelompok
transgender di Yogyakarta. Nah, ee Dr.
Neni nanti akan menyampaikan materi
pertama. Ee nanti yang narasumber kedua
ada ee ini Ibu Psikolog
dari Bu Silviani
Dianita psikolog. Nah, beliau ini
sebenarnya
ee ya humas ya PR ya pokoknya semuanya
beliau bisa ya. dia dia mempunyai apa
keahlian di bidang komunikasi tapi juga
mempunyai ee keahlian di bidang ee
psikologi. Oh untuk yang pertama materi
kita adalah terkait dengan komunikasi.
Semua dari kita manusia alatnya adalah
komunikasi. Nah, tapi tidak jarang
komunikasi-komunikasi yang ee kita alami
entah di kantor, di lingkungan kita
sehari-hari itu justru membuat ee awal
mula permasalahan terjadi. Nah, karena
itu bagaimana tip dan triksnya supaya
kemudian gaya komunikasi ini dapat
menunjang kinerja kita sebagai abdi
negara ASN dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat.
Inilah kita sambut bersama Bu Dr. Neni
Ismaya Imikom. Nanti izin Bu ee materi
disampaikan secara singkat padat selama
20 menit. Nanti akan kita buka untuk
tanya jawab setelah dari Bu E Silvani
Dianita menyampaikan materi. P Neni kami
persilakan 20 menit.
Oke, terima kasih eh Mas Fadoli atas eh
opening-nya yang luar biasa. Ini
sebetulnya reuni tipis-tipis kita ya.
Cukup menarik. Ee
ini adalah pengalaman pertama di mana ee
saya memberikan
materi yang berhubungan dengan sahabat
ee ASN tentang kesehatan mental gitu ya.
Komunikasi itu adalah sesuatu yang
memang sangat diperlukan dan tidak
terlepas dalam kehidupan kita
sehari-hari.
Definisi dari komunikasi sebetulnya
bukan sesuatu yang mudah kita ee
rangkai. Misalnya kita ngomong sudah
komunikasi gitu ya. Tapi bagaimana kalau
ee asal kita ngomong orang gak mengerti
ya ee persepsi berbeda dengan pesan yang
apa yang e kita sampaikan
itu juga menjadi suatu ee permasalahan.
Di sini saya ditugasi oleh ee
teman-teman untuk menyampaikan gaya
komunikasi dan pengaruhnya terhadap
kesehatan mental di tempat kerja. Dan
ini sangat ee besar korelasinya gaya
komunikasi itu dengan ee kesehatan
mental. Apalagi untuk saat ini kita
tidak bisa memungkiri lagi keberadaan
ee teknologi, perkembangan teknologi,
media sosial ya ee kecepatan informasi
dan lain sebagainya itu suka tidak suka
kita menghadapi kita ee berinteraksi
juga dengan hal tersebut
dan itu juga mempengaruhi e kesehatan
mental bila kita tidak cermat atau tidak
bijak untuk menghadapi informasi
derasnya arus informasi tersebut.
Oke, sebelumnya saya akan memberikan
sedikit ee apa sih tentang arti dari
komunikasi.
Komunikasi itu sendiri ya di sini. Next,
komunikasi itu dapat dimaknai bisa
dilihat di sini suatu tindakan manusia
atau aktivitas manusia. Ya, kita kan
setiap hari berinteraksi, menyampaikan
pesan, kemudian ee menyampaikan
informasi, menyampaikan emosi. E itu
adalah aktivitas manusia sehari-hari.
Kemudian merupakan suatu proses
interaksi antar manusia untuk saling
memahami. Nah, ini kunci utama dalam
komunikasi bahwa komunikasi itu apa yang
kita sampaikan. Misalnya saya bicara
yang mendengarkan atau yang menjawab itu
mengerti. atas pertanyaan atau
pernyataan yang saya sampaikan ya, itu
artinya pemahaman bersama. Komunikasi
tujuannya adalah untuk menyatukan
persepsi.
Kemudian adanya proses transaksi.
Dalam interaksi manusia, proses
transaksi itu terjadi. Transaksi itu
tidak semata-mata berhubungan dengan
uang, tetapi bagaimana kita memenuhi
kebutuhan kita. salah satunya adalah
kebutuhan informasi ya. Kemudian sebagai
proses adaptasi individu dan lingkungan.
Kita belajar dari yang baik bersifat ee
interaksional, baik itu bersifat ee
verbali atau nonverbali itu harus mampu
kita lakukan untuk dapat kita berada di
dalam lingkungan baru khususnya.
Kemudian adalah proses pengiriman ide
atau pikiran atau pengetahuan.
Kita semua itu bisa mengetahui banyak
hal. Itu berdasarkan informasi yang kita
terima. Tidak semuanya kita selalu tahu
dari lahir kita tahu. Itu enggak ya. Itu
proses interaksi dan proses transaksi
yang terjadi di dalam interaksi itu
sendiri. Kemudian adalah proses
pertukaran informasi verbal maupun
nonverbal. Ya, apa yang saya lakukan ini
adalah proses informasi verbal gitu.
Kalau sahabat ASN melihat kami yang ada
di sini seperti saya sekarang pakai baju
pink, kemudian ee pakai mungkin ee ee
melihat saya pakai berkacamata
bisa dimaknai berbagai macam ya. bisa
bisa juga ee teman-teman atau sahabat
ASN menyebut ya namanya juga dosen ya
pasti pakai kacamata belum tentu. Tetapi
itu adalah pemaknaan ee informasi
nonverbal ya. Kemudian proses merespon
atau pesan yang diterima atas pesan yang
diterima. Setiap pesan yang kita
sampaikan, informasi yang kita sampaikan
itu diharapkan untuk mendapatkan respon
atau balasan ya. Baik itu berupa
persetujuan,
penolakan ya itu sangat dibutuhkan.
Bukan berarti kalau misalnya saya
menjawab, misalnya saya menanya sama e
Mas Fadoli, "Mas, mau makan bakso gak?"
Kalau misalnya Mas Fadoli diam saja,
saya bingung mau atau tidak.
Ya, saya butuh respon ya atau tidak,
gitu.
Itu pentingnya respon. Jadi, proses
komunikasi ideal itu perlu adanya
respon. Kemudian yang selanjutnya adalah
proses mempengaruhi dan dipengaruhi.
ya kita ini melakukan ee penyampaian
informasi dalam proses interaksi dan
transaksi itu pasti ada proses
mempengaruhi dan dipengaruhi di
dalamnya.
Saya berbicara ee misalnya menanyakan
ee mohon maaf namanya siapa? Kemudian
ada salah satu sahabat ASN menjawab,
"Oh, nama saya Ani misalnya." Itu sudah
ada proses ee mempengaruhi dan
dipengaruhi. di mana ada respon, ada
kepercayaan lawan bicara saya memberikan
jawaban atas informasi yang saya
sampaikan seperti itu.
Ee itu adalah makna dari komunikasi.
Sebetulnya definisi komunikasi itu
banyak sekali, tidak bisa dibatasi.
Karena kita diam itu juga sudah
komunikasi. Diam sendiri pun mempunyai
ee persepsi yang berbeda-beda di dalam
setiap orang yang melihat. Misalnya pada
saat saya diam ya, ada teman yang
menyebutkan ee emang lagi sakit ya
misalnya ee lagi sedih ya, lagi ada
masalah padahal sebetulnya gak ada
apa-apa gitu ya. Yang biasanya kita
ramai, biasanya kita suka berbicara
kemudian tiba-tiba kita diam. Itu
persepsi lawan bicara kita atau
lingkungan itu akan berbeda-beda.
Oke, next.
Nah, ini adalah fungsi, strategi, dan
tujuan dari komunikasi. Ya, sebetulnya
untuk fungsi sendiri, peran dan
fungsinya sendiri itu banyak seperti
yang ada di slide ya. Salah satunya
adalah penyampaian informasi. Setiap
manusia yang utama kebutuhan itu adalah
informasi ya. Bukan masalah makan, bukan
masalah sandang atau papan, tapi yang
utama adalah informasi.
Balik.
Oke.
Ee yang depan. Yang depan. Mundur
mundur. Iya.
Lagi. Mundur lagi.
Iya. Oke.
Informasi ini adalah penting ya.
Misalnya masalah kalau ada yang bilang
bahwa kebutuhan utama adalah makan ya.
Sandang dan papan. makan itu kalau kita
tidak tahu bagaimana cara mengolah bahan
makanan atau mendapatkan makanan,
kita juga enggak akan bisa makan. Dari
mana hal itu bisa kita penuhi? Yaitu
adalah dari informasi, ya. Kemudian
sebagai bentuk pengenalan ya, sebagai
identitas diri
itu tujuannya adalah untuk mengetahui
setiap pelaku komunikasi akan selalu
menyampaikan identitas dirinya baik
secara verbal maupun secara nonverbal.
Ya,
ada fungsi-fungsi lain antara lain
adalah menyatakan emosi. Ya, Anda marah
itu enggak harus ngomel-ngomel, enggak.
Cukup Anda diam, kemudian ekspresi
berubah,
kemudian ee gerak tubuh pun juga
berubah. Ya, itu sebagai bentuk
penegasan bahwa emosi saya tuh lagi
marah nih, lagi senang nih, lagi sedih
gitu ya. itu semuanya
selalu kita bawa, selalu kita sampaikan
secara ee lebih sering secara nonverbal
seperti itu. Kemudian sebagai bentuk
pertahanan diri ya, wah saya harus
berubah. Saya tidak boleh selalu di
zomena nyaman. Seperti yang tadi sudah
disampaikan di awal bahwa pertahanan
diri itu kita akan membentuk bahwa diri
kita ini adalah
ya setiap individu menyatakan bahwa kita
ini yang terbaik gitu ya. Kita ini benar
nih. Itu bentuk pertahanan diri dan itu
juga sebagai bentuk atau tujuannya
sebagai peringatan untuk diri kita.
Kemudian untuk menyatakan instruksi ya
biasanya kalau di dalam ee
ASN atau ee di lingkungan kerja ASN itu
jelas ee bersifat instruksional.
Kemudian sama di swasta pun juga
demikian ya ee bersifat instruksional.
Kemudian ee menyatakan hubungan. Tadi
sudah disampaikan bahwa komunikasi itu
sebagai bentuk interaksi ya.
Kemudian sebagai sosialisasi,
menghibur, mendidik, memotivasi
serta mendukung. Ya, motivasi dan
mendukung ini adalah yang paling besar
peranannya untuk meningkatkan kinerja
atau ee
pola kerja dari sahabat-sahabat ASN
supaya di lingkungan kerja yang dinamis
sekarang ini kita dituntut untuk
menciptakan lingkungan kerja yang
dinamis dan kita pun harus menjadi
manusia yang dinamis.
Oke. Baik. Next.
Nah, kemudian kita masuk dalam gaya
komunikasi ya. Gaya komunikasi di sini
gaya itu adalah cara seseorang dalam
melakukan interaksi
baik itu melalui pesan verbal maupun
pesan nonverbal
sehingga pesan dapat dipahami dan
dimengerti untuk mencapai tujuan. yang
Anda ee teman-teman atau sahabat ASN ini
harus mampu untuk melakukan
tindakan komunikasi ya. Harus dibiasakan
untuk menyampaikan sesuatu yang ada di
dalam pikiran. Jangan disimpan. Kalau
disimpan, enggak ada yang tahu, ya.
Kemudian di dalam bentuk nonverbal.
bentuk nonverbal itu
sesuatu yang paling mudah dipahami
dengan orang lain tanpa harus kita
menyampaikan secara lisan
seperti itu.
Gaya setiap individu itu berbeda-beda.
Ada yang cukup secara simbolik, ada yang
perlu menggunakan kata-kata. Ya,
semuanya itu biasanya melekat menjadi
bagian dari
ee dari kepribadian individu
masing-masing ya. Ada yang suka oke
dialog, ada yang suka bentak-bentak, ada
yang suka cukup menunjukkan raut muka
yang happy atau senang atau memang tidak
suka atau memang marah gitu ya. setiap
individu berbeda-beda.
Kemudian melalui gaya komunikasi
lingkungan sosial ya antara lain
masyarakat dan lingkungan individu itu
dapat memahami seseorang ya. Pelaku
komunikasi itu mempunyai kepribadian
yang unik. Setiap orang itu unik, tidak
ada yang sama. ya gaya berkomunikasinya
ada yang happy, ada yang datar, ada yang
ya formal seperti itu ya. Setiap
individu ee mempunyai khasnya
masing-masing.
Kemudian gaya komunikasi seseorang
dipengaruhi oleh emosi, situasi, dan
lingkungan.
Nah, ini penting yang biasanya kita
bicaranya santai, kemudian bicaranya
kita ee bersifat dialogis gitu ya.
Tiba-tiba suatu saat kita ngomong
volumenya keras, intonasinya tegas.
Ya, orang yang biasa melihat kita ee
bicaranya santai kemudian punya intonasi
yang berbeda pasti akan bertanya, "Eh,
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:13 UTC
Categories
Manage