Kind: captions Language: id [Musik] Halo, Sobat ASN. Yuk simak tata cara mendapatkan e-sertifikat webinar ASN belajar. Pertama, pastikan Sobat ASN sudah mendaftar dalam kegiatan webinar ASN belajar ya. Link pendaftaran dapat diisi maksimal H-1 sebelum webinar dilaksanakan. Masukkan alamat yang tertera pada flyer ASN belajar. Sebagai contoh, bit.ly/daftarnb. [Musik] Lalu masukkan email sobat ASN yang masih aktif. Berikutnya isi kolom data diri Sobat ASN pada formulir yang tersedia. Isi setiap kolom dengan benar, ya. Nama. Tulis nama lengkap Sobat ASN karena ini adalah nama yang akan tertera pada e-sertifikat. Selanjutnya isi kolom NIP, pangkat, dan golongan sobat ASN. Jabatan dan instansi dari mana Sobat ASN berasal juga harus diisi dengan benar, ya. Jangan lupa pilih kota atau kabupaten dari mana Sobat ASN berasal. Kemudian isi nomor WhatsApp Sobat ASN. [Musik] Setelah semua kolom terisi, cek dan pastikan kembali data yang sudah Sobat ASN isi benar. Lalu klik submit. Setelah Sobat ASN submit akan muncul informasi terkait link Zoom meeting, link virtual background, dan link presensi yang dapat Sobat ASN gunakan pada saat webinar. Sobat ASN ingat ya, link presensi baru bisa diakses pada saat webinar berlangsung. Link presensi dapat Sobat ASN lihat pada laman informasi, running text, atau pada pin live chat YouTube BPSDM Jatim TV. Pastikan kembali data diri Sobat ASN sudah benar. Setelah itu, Sobat ASN dapat langsung tanda tangan pada kolom yang tersedia. Jika sudah, klik submit. [Musik] Setelah mengisi link presensi, Sobat ASN akan langsung diarahkan untuk mengisi lembar penilaian. [Musik] Setelah Sobat ASN submit lembar penilaian, jangan lupa untuk klik link kuisioner ya, Sobat. [Musik] Di akhir, Sobat ASN juga bisa menuliskan kritik dan saran untuk webinar ASN belajar loh. [Musik] Setelah mengisi kuesioner, Sobat ASN dapat langsung mengunduh e-sertifikat webinar ASN belajar. E-sertifikat bisa diunduh setelah acara webinar selesai, ya. Jadi pastikan sobat ASN mengikuti webinar sampai akhir. [Musik] Gimana Sobat ASN? Sekarang cara mendapatkan e-sertifikat semakin mudah bukan? Tetap semangat dan ikuti webinar ASN belajar persembahan Korpu SDJIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. [Musik] satu orang total yaitu 30 orang. Kemudian untuk enggak butuh pelatihan itu dan mungkin setelah nulis dari situ enggak nyambut gawe perkara pelatihan. Pokoke sing nganggur sopo sing rodok bener neng kantore sopo supaya lumayan dia enggak di kantor selama seminggu. Nah itu diri. Maka waktu itu kalian [Musik] Kalau sini itu termasuk [Musik] Terus selama setahun tuh aku wis ngerti ilmune terus aku dipedake opo. Nah, saya itu saya sambil nyari-nyari ada karena saya cerita saya ngobrol enggak apa-apa ini ya kadangnya di single-single gitu saya cerita untung ada les jadi enggak ada itu ini kita berada di salah satu PET di Kota Yogyakarta. Kebetulan ee nama tempatnya adalah tahu memproduksi keripik rumput laut yang ee unik kemudian ee tempatnya juga benar-benar dipering di rumah ya, Mas. Kemudian ini juga banyak variannya olahannya kita di sini juga ee mendapatkan banyak informasi dari mulai ee cara pengadaan bahan produksinya juga seperti apa. Terus ketika ada keluhan dari pelanggan juga cara penanganannya seperti apa sudah dijelaskan i semuanya lima nanya produknya juga bersih kemudian bahannya juga berkualitas ya Mas rasanya juga rasanya juga enak saat ini sedang ada di Bakia Patok 25 di Yogyakarta ee untuk peninjauan proses produksinya sedang berlangsung dengan teman-teman dan ee tadi sempat melihat bahwa proses produksinya juga sangat rapi, sangat bersih sesuai prosedur keamanan pangan kita. Kemudian juga bahan-bahannya juga ternyata sangat berkualitas makanya ee produk yang dihasilkan juga sangat berkualitas gitu. [Musik] Nanti ada yang moderator sekaligus kalau nanti sudah ada yang malam ini langsung pulang [Musik] komposisi bahan yang digunakan pada usaha ya. Jadi di sini Bapak seperti ini Bapak kami datang ke servis pengembangan kompetensi Kabupaten Cberang kemarin ada merchandise sempurnahan Bapak Ibu sekalian ya. Terima kasih panitia ke depan. [Musik] Kemerdekaan adalah warisan berharga yang harus kita jaga. Sebagai tulang punggung birokrasi, ASN memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, yakni menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera melalui pelayanan publik berkualitas dan inovasi berkelanjutan. Dengan berkomitmen pada pembaruan dan kreativitas serta berpegang pada nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan loyalitas, ASN diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan Indonesia demi tercapainya cita-cita nasional. [Musik] Ayo gelor semangat kemerdekaan bersama webinar ASN Belajar seri 32. Nusantara baru, Indonesia maju. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Sobat ASN. Wah, senang sekali saya pagi hari ini Yuri Sabrina bisa menyapa sobat ASN semua dalam acara yang sudah ditunggu-tunggu, yaitu ASN belajar seri 20 tahun 2024 persembahan Corpus SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ye, Sobat ASN sekarang ini kan masih dalam rangka kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 ya. HUT R yang ke-79. Nah, kemerdekaan itu apa sih? Kemerdekaan itu adalah warisan berharga yang harus kita jaga. Iya, benar. Karena kita sudah 79 tahun nih Republik merdeka, Republik Indonesia merdeka gitu kan. Dan sebagai tulang punggung birokrasi, ASN memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, yakni menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera melalui pelayanan publik berkualitas dan inovasi berkelanjutan. Dengan berkomitmen pada pembaruan dan kreativitas serta berpegang pada nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan loyalitas, ASN diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan Indonesia demi tercapainya cita-cita nasional. Seperti apa sih peran ASN dalam mengisi kemerdekaan? Selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN Belajar seri 32 tahun 2024. [Musik] Sobat ASN, untuk membuka webinar kita pada hari ini, marilah kita simak bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Merdeka. So ASN. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Pada hari ini, Kamis tanggal 22 Agustus 2024, ASN Belajar telah memasuki seri ke-32 untuk tahun 2024. Sebagai lembaga pengembangan kompetensi ASN yang konsen pada kebutuhan kekinian para ASN sebagai tuntutan bidang tugasnya, BPSDM Provinsi Jawa Timur terus berupaya untuk menyajikan tema-tema aktual yang relate dengan kebutuhan pengembangan kompetensi ASN dalam rangka menjawab dan mengantisipasi berbagai fenomena terkini. Soat ASN masih dalam suasana hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79. ASN Belajar seri ke-32 tahun 2024 ini menyajikan tema yang terkait, yakni bagaimana kita sebagai aparatur sipil negara yang merupakan perekat persatuan dan kesatuan bangsa mampu memberikan kontribusi yang nyata dalam mengisi kemerdekaan yang kita raih. Nah, Sobat ASN, oleh karena itu tema yang kita angkat dalam webinar series ASN belajar seri ke-32 ini ASN mengisi kemerdekaan seperti apa? Tentu saja topik menarik ini membutuhkan diskusi yang intensif dari beragam perspektif. Karena transformasi Indonesia menjadi negara yang maju membutuhkan peran ASN yang lebih signifikan lagi. Sahabat ASN, telah menjadi kesadaran kolektif bangsa bahwa kemerdekaan yang kita raih 79 tahun yang lalu merupakan berkat rahmat Allah yang maha kuasa yang disertai dengan lelehan air mata, cucuran keringat, dan tetesan darah pejuang bangsa. Sejarah mencatat dengan tinta emas. Betapa banyak kusuma bangsa kita yang wafat. Terluka, cacat, kelaparan, kelelahan, kehilangan harta dan sahabat, bahkan kehilangan keluarga. Pengorbanan lahir dan batin para pejuang selama puluhan bahkan ratusan tahun tentu tidak sia-sia. Karena pada tanggal 17 Agustus 1945 akhirnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya dan dunia mengakui Indonesia sebagai negara yang merdeka. Shabat ASN, tentu kita juga sadar sepenuhnya bahwa kita adalah penerus para pejuang kemerdekaan yang telah dengan susah payah memperjuangkan kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. Maka ada konsekuensi logus yang tidak ringan yang harus kita pukul bersama. Yakni bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini dengan beragam upaya produktif yang dapat membawa negeri kita tercinta ini menuju Indonesia yang maju, bermartabat. aman, tentram, adil, dan sejahtera secara merata dan menyeluruh. Di pundak para ASN lah ada tanggung jawab yang sangat berat, namun juga terhormat. Apalagi kita sedang bergerak menuju Indonesia Emas 2045. Sobat ASN, maka tak ada kata lain bagi kita para tersipil negara kecuali kita harus mewarisi semangat luar biasa dari para pendahulu kita tersebut. yang jika kita terjemahkan dalam konteks kekinian adalah dengan cara mengisi kemerdekaan ini dengan penuh dedikasi, integritas, kapasitas, dan kapabilitas yang tinggi. Setidaknya jika kita mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, ASN memiliki peran yang sangat strategis sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan bangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan peran publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, dan bersih dari praktik korupsi, polisi, dan nepotisme. Nah, sebab ASN, lalu bagaimana kita sebagai ASN berkontribusi secara nyata dan signifikan dalam rangka mengisi kemerdekaan ini. Untuk membahas cerdas dan tintas topik ini, kami sudah mengundang dengan hormat para narasumber yang sudah pasti sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ahmad Darmuji, Sos, M.Si. Beliau adalah Kepala Kantor L2 Badan Kepegawaian Nasional Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. Sarkawi Husain, MHum. Beliau adalah Ketua Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Erlangga Surabaya. Dan ketiga, kami berterima kasih kepada yang terhormat Ibu Sartika Mayasari, SSTP, MA. Beliau adalah penyandang gelar ASN Inspiratif Nasional tahun 2018 yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana. Kabupaten Gayoles, Provinsi Aceh. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-32 tahun 2024. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Merdeka. [Tepuk tangan] Sobat ASN, kita baru saja mendengarkan ke speech oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami haturkan. Terima kasih banyak Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Nah, sebelum kita lanjut saya ingin mengingatkan terlebih dahulu kepada sobat ASN bahwa link presensi sudah bisa diakses. Jadi bisa langsung saja ketik atau tulis di situ ya bit.li garis mir hadir seri 32 pada laman Google atau Safari Sobat ASN semua. Nah, di sana sobat ASN bisa juga melihat link presensi pada running tex atau pada pin chat YouTube BPSDM Jatim TV. Pastikan nama yang sobat ASN tulis benar karena data yang sudah diinput tidak dapat direvisi. Running tex bisa sobat ASN lihat di bawah ini. Silakan simak informasi yang ada pada running. Sobat ASN juga berkesempatan untuk mendapatkan 10 merchandise ASN belajar. Cara ngedapetinnya gampang banget. Yang pasti Sobat ASN harus aktif sebagai penanya untuk mengikuti kuis di official Instagram juga bisa. Jangan lupa difollow @bpsdmjatim dan @vipprocommunication. [Musik] Pasti sudah enggak sabar kan untuk masuk ke pemaparan materi yang pertama. Nah, pemaparan materi yang pertama kali ini akan disampaikan oleh Kepala Kantor Regional 2 Badan Kepegawaian Negara Surabaya yaitu Bapak A Darmuji, Sos, M.Si. [Tepuk tangan] Selamat pagi, Bapak Darmaji Darmuji. Mohon maaf. Selamat pagi, Mbak Yuriina. Baik. Sehat? Sehat, Pak. Alhamdulillah. Semoga sama-sama ya para teman-teman hadirin sekalian. Baik, Bapak bisa langsung saja untuk memulai pemaparan sesi materi pertama pada pagi hari ini. Silakan Bapak. Oke, saya izin share screen. Apakah sudah bisa di layar? Mbak Yulis sudah, Pak. Sudah aman, I. Baik, terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam merdeka teman-teman ASN yang selalu mengikuti webinar ASN belajar pada kesempatan seri ke-32 ini. Yang pertama saya mengucapkan terima kasih dan salam hormat kepada Bapak Kepala PSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto. Dan nanti kita juga bersama-sama dengan Dr. Salkawi B Hinir dan Ibu Sartika Mayasari. Oh iya, Mbak Yuris. Ee pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa hal terkait dengan peran ASN sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Bapak, Ibu sekalian ee sebagaimana tadi ee Bapak Kepala PKPSDM menyampaikan bahwa ASN menjadi tulang punggung dan mesin birokrasi. Oleh karena itu, sebagai mesin birokrasi kita bisa ee mengerti apa yang menjadi kebijakan di dalam rangka mengelola ASN. kita sebagai aparatur negara ee tentu harus memiliki talenta ASN yang berkualitas dan berdaya saing. Nah, ini menjadi kunci apa yang disampaikan oleh Bapak Menpan RB sehingga ASN yang berkualitas berdaya saing menjadi kunci dalam mengiri tantangan reformasi birokrasi. Sesuai dengan di era disrupsi pemerintah, kita harus bergerak lebih lincah dan cepat. dalam membuat kebijakan statis pembangunan nasional di mana kita tahun 2025 nanti 2026 ee 27 28 29 kita menjadi era eh RENSRA ke depan dan ee kita ulang tahun kemerdekaan yang ke-79 dan nanti 100 tahun Indonesia merdeka diharapkan kita menjadi ee insan-insan yang membangun Indonesia menjadi Indonesia emas di 100 tahun kemerdan Indonesia. Ee teman-teman ASN yang sekalian, oleh karena itu kita sebagai ASN dituntut terus berinovasi dalam mengusung kebijakan yang berkaitan dengan kerja birokrasi tersebut. Apa kerja birokrasi? Sebagaimana kita ketahui di dalam pembukaan undang-undang dan tercantum di dalam Undang-Undang 20 bahwa untuk membentuk suatu negara yang melindungi sekedar bangsa Indonesia, kita tahu maka perlu untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan melaksanakan ketertiban dunia. Untuk memakan kesejahteraan, tentu kita sebagai tulang punggung birokrasi harus berkinerja baik dan selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokrasi, dan terpercaya. Ya, sehingga kita bisa ee berperan ya. Peran yang kita sampaikan adalah kita adalah sebagai pelaksana kebijakan publik, pelaksana dan pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Ini kita ketahui di dalam naskah undang-undang. Sehingga dalam mengisi kemerdekaan setiap ASN harus bersikap profesional dalam pelayanan dan netral dan bebas dari intervensi politik, tidak diskriminatif. Dalam pelayanan dia bersih dari praktik KKN sehingga mampu menyediakan pelayanan yang berkualitas dan mampu menjalankan peran sebagai perkat e persatuan dan kesatuan bangsa. Ini yang diharapkan kita mampu mengisi kementerangan terbaik. Bagaimana ee perjalanan aturan di bidang kepegawaian? Kita tahu ee sejak Indonesia merdeka kemudian beberapa tahun kemudian kita ada undang-undang ee tentang ketentuan pokok kepegawaian tahun 1. Intinya di situ adalah ada kewajiban dan hak pegawai dalam urusan kepegawaian. Kemudian di tahun 4 itu juga ada kedudukan kewajiban laki-laki kewajiban sebagai ASN yang mana di masa reformasi tahun 99 muncullah Undang-Undang 43 sebagai perubahan karena adanya desentralisasi jadi pelayanan lebih kepada di tingkat masyarakat. Kemudian perkembangan selanjutnya kita tahu bahwa adanya Undang-Undang 5 Tahun 2014. Nah, inilah di sinilah muncul adanya ASN yang terdiri dari PNS dan P3K atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja sejak adanya Undang-Undang 5 Tahun 2014. Kemudian yang terbaru adalah Undang-Undang 20 tahun 2023. Diharapkan ASN ini adalah menkan merit system ya, di mana segala proses manajemen itu harus dilakukan dengan MI system. Dan kedua adalah penetapan kebutuhan PNS dan P3K sesuai dengan ee rencana pembangunan nasional maupun pembangunan yang ada di instansi masing-masing baik instansi pusat maupun instansi daerah sehingga diharapkan adanya kesejahteraan PNS dan P3K. Kemudian juga ada kebijakan tentang penataan tenaga honorer dan di dalam layanan semua digitalisasi manajemen ASN ya di sini dicantum di dalam Undang-Undang 20 Tahun 2003. Kemudian bagaimana posisi statistik kalau kita lihat ya berapa jumlah dan komposisi ASN pada saat ini data per1 Agustus ee dari R.700 78471 ASN ini 77%-nya masih ee PNS dan P3K-nya ee 23% ya. Nah, adapun komposisi di instansi pusat itu hanya 22%. Nah, sehingga ini pendekatan pelayanan ASN ada di instansi daerah sebanyak Rp3.700.000-an. Adapun ee jumlahnya itu mendominasi adalah wanita ya pada saat ini. Karena berdasarkan seleksi CASN juga wanita banyak yang lulus dan pasiennya tinggi. Lalu dari sisi pendidikan dalam rangka kita memajukan pelayanan saat ini sudah ee mencapai tinggi ya sekitar 89% itu hampir diduduki oleh S1 maupun D4. Nah, ini harapan kami ini terus bisa meningkatkan kualifikasi pendidikan sehingga kita bisa menjadi kategori tingkat pendidikan yang tinggi. Nah, kalau kita lihat dari usianya ini sangat produktif ya masih ya di 31 sampai 40 tahun. 41 dan 50 tahun ini sampai ini masa-masa yang SN ini produktif sehingga ini harapannya ee yang memiliki pengalaman kerja di atas 10 tahun yaitu 1 juta lebih. Ini bisa sebagaion dalam rangka kita melaksanakan tugas-tugas kita berdasarkan profesional yaitu memiliki pengalaman dan kualifikasi pendidikan yang baik. Adapun jabatan saat ini kita tahu bahwa jabatannya adalah jabatan struktural dan nonstruktural atau jabatan manajerial dan jabatan non manajerial. Jabatan manajerial ini hanya sekitar 7% yang saat ini 70%-nya adalah jabatan fungsional. Karena ee kita ingin meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan, maka banyak ada dosen, guru menempati jumlah tertinggi, kemudian medis dan tenaga teknis ee pendukung untuk jabatan j fungsional baik itu di bidang pertanian, bagian teknologi adapun pelaksana itu 23%. Ini adalah komposisi saat ini yang akan berkontribusi kepada kemajuan. Adapun di wilayah ee Kandek Surabaya ini ee kami terdiri dari 39 yang terdiri instansi provinsi, kabupaten, dan kota. Jumlahnya ada 381.048 ya jumlah yang ada ASN di wilayah Jawa Timur ini posisinya adalah P3K sebanyak 73% dan PNS-nya hanya 26%. Ini posisi di Jawa Timur. Bapak, Ibu sekalian, teman-teman Asen yang berbahagia, bagaimanakah ee kebijakan-kebijakan dalam rangka Badan Kepegawai Negara dalam melakukan tugas-tugasnya agar berkontribusi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan manajemen ASN kita ada empat, yaitu merumuskan kebijakan teknis, melakukan pembinaan dan penyelenggaraannya pelayanan serta pengendalian, ya. Nah, ini semua ya melalui digitalisasi. Jadi, sekarang kita layanannya semua digital sehingga harapannya kita akan lebih efisien, efektif, dan transparan. Nah, digital ini di dalam satu platform yaitu sistem informasi aparatur sipil negara atau SISN. di mana ini adalah bagian bentuk inovasi yang dilakukan oleh BKN dalam melaksanakan manajemen dan ini untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian layanan ASN dari perencanaan kebutuhan sampai pemberhentian ini terpenuhi ya dilaksanakan profesional, akuntabel, efektif, efisien dengan ee satu platform ini sehingga kita bisa menjangkau dari ee seluruh tanah air. Bapak, Ibu sekalian, teman-teman yang berbahagia, layanan-layanan ini dalam fitur-fiturnya ada enam, yaitu baik layanan perencanaan, perekrutan, pengembangan kapasitas pan kinerja, promosi, dan lokasi. Ini kalau dibuka ee di SISN layanan-layanan ini adalah layanan di dalam ee siklus manajemen ASN. Nah, ini harapan kami teman-teman ASN sekalian bisa mengakses ya dengan akun masing-masing. Nah, bagaimana ee pentingnya manajemen yang terdiri dari delapan aspek, yaitu perencanaan kebutuhan, kemudian aspek pengadaannya baik pengadaan CPNS maupun P3K, kemudian penguatan budaya dan citra institusi, kemudian setelah memiliki ee kapabilitas dan budaya perilaku yang ee baik, yang berapak, maka kita harapkan bisa mengelola kinerja kita dengan baik dan kita bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Namun juga kita perlu terusmenerus mengembangkan talenta kita dalam rangka mengemban karir ya sehingga perlu adanya pengembangan kompetensi. Nah, pada hari ini kita mengikuti pengembangan kompetensi yang dilakukan melalui webinar. Nah, ini harapannya kita belajar terus-menerus. Bagi yang mereka yang berprestasi tentu akan diberikan reward, penghargaan, dan pengakuan. Nah, adapun setelah ee ASN itu memenuhi syarat-syarat batas usia pensiun ataupun salat lain itu akan ee berhenti berkinerja. Inilah kita siklus dalam manajemen ASN dan menjadi kunci Bapak Ibu sekalian, kebijakan perencanaan kebutuhan ini menjadi kunci di mana pada saat pengadaan ini kita harapkan kita mampu memperoleh karakter pribadi selaku ASN yang pelayanan publik dan mampu berperan sebagai perekat NKRI serta memiliki intelijensi yang tinggi ya dan untuk pengembangan kapasitas dan kinerja serta memiliki keterampilan keahlian perilaku sesuai dengan jabatan-jabatan yang dibutuhkan dalam organisasi dan mampu mengakselerasi fungsi dan tugas organisasi ini. Di dalam perencanaan kebutuhan kita harus memberikan aspek-aspek di samping aspek dari rencana pembangunan jang kemenangan nasional serta mempertimbangkan kemampuan keuangan negara. Jadi kunci. Bapak, Ibu sekalian, teman-teman yang berbahagia, untuk pengadaan jabatan saat ini, jabatan yang melalui seleksi CASN adalah untuk jabatan-jabatan non manajerial, yaitu jabatan pelaksana dan fungsional yang sudah diumumkan di seluruh instansi secara nasional. Nah, prinsip-prinsip kita di dalam ee pengadaan yaitu instansi pemerintah merencanakan pelaksanaan pengadaan dan mengumumkan secara terbuka kebutuhan ASN untuk diisi oleh calon-calon talent-talent yang ada di Indonesia. Sehingga setiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi ASN sepanjang memenuhi persyaratan ya. Oleh karena itu, setelah jadi ASN perlu dalam mengisi kemerdekaan kita perlu penguatan budaya kerja dan citra organisasi ya. Budaya kerja dan citra organisasi ini selalu yang sekarang adalah ASN berakhlak ya. ASN berakhlak ini tentu kita sudah ee bisa menerjemahkan sebagaimana di dalam undang-undang disebutkan bahwa misalnya orientasi yang pertama adalah pelayanan di mana kita sebagai AS harus memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat. kita harus melayani dengan ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan serta terus memperbaiki ee tiada henti. Jadi perbaikan terus-menerus dalam muka pelayanan. Kemudian juga akuntabel di mana kita harus melaksanakan tugas-tugas kita ya dan tidak menyalahgunakan ee kewenangan jabatannya. Dan tentu kita harus memiliki kompetensi yaitu selalu meningkatkan kompetensi diri untuk menjambat tantangan tersebut ya dan selalu membantu orang lain untuk belajar. Di samping mengembangkan dirinya, dia juga membantu orang lain untuk terus belajar sehingga dapat melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik. Nah, tentu kita bisa harmonis. Artinya kita suka menolong, membangun lingkungan kerja yang baik, dan menghargai setiap sikap orang tanpa membedakan latar belakangnya. Dan kita juga harus loyal, artinya berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. sebagai ee ASN tentu ini memegang teguh ideologi Pancasila menjaga nama baik ASN dan menjaga rahasia jabatan dan negara. Tentu di era yang saat ini kita harus selalu menjadi ASN yang adaptif, terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan serta menghadapi perubahan. kita harus mampu menyesuaikan diri menghadapi perubahan-perubahan saat ini dan melakukan inovasi dan mengembangkan kreativitas serta selalu bertindak proaktif ya sehingga ee kita harus membangun jaringan kerja melalui kolaboratif yaitu membangun kerja sama yang sinergis memberikan kesempatan kepada berpihak berbagai pihak untuk berkontribusi dalam pelayanan kita dan menggerakkan pemanfaatan sumber-sumber daya untuk tujuan bersama. Inilah adalah penguatan budaya sehingga citra organisasi yang kita ee emban dalam tugas akan berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan yaitu memberikan layanan pada masyarakat. Ukurannya adalah kinerja. Oleh karena saat ini adalah kita dikembangkan adanya pengelolaan kinerja. Jadi kalau kita mempunyai kapabilitas kreatif dan sebagainya, kemudian kita yang diukur adalah hasil kerja ya. Oleh karena itu diharapkan adanya dialog yang intensif antara atasan, bawahan ataupun rekan kerja sehingga kita mampu menjamin bahwa efektivitas dalam pengembangan pegawai itu bisa terjamin. Ini harapan kita dengan adanya ee dialog kinerja yang baik, atasan, bawahan, kinerja yang ee kemudian berorientasi layanan, kita bisa memperoleh suatu penghargaan-penghargaan apresiasi dari pimpinan organisasi maupun dari masyarakat sehingga ada pengakuan tugas kita dalam berkontribusi kepada masyarakat. Sebagai ASN tentu kita ee perlu mengembangkan karir yaitu berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi. Ini yang menjadi penting bagi kita karena ke depan kita harus ada mobilitas talenta nasional yang masuk di dalam talent pool di dalam SSN. Nah, tentu ini berdasarkan merit system melalui manajemen talenta yang akan dibangun secara nasional. setelah nanti PP Manajemen SN itu berlaku. Bapak, Ibu sekalian, saya ee lanjutkan untuk ee akhir karena waktunya sudah akan berakhir yaitu bagaimana kita mengembangkan kompetensi. ASN saat ini wajib melaksanakan pengembangan kompetensi melalui pembelajaran secara terus-menerus. Saya sangat bangga karena BPSDM terus-menerus melakukan webinar sehingga kita bisa ee belajar ya baik sistem pembelajaran yang terintegrasi dengan pekerjaan sebagai bagian penting dan saling terkait dengan komponen manajemen SN dan terhubung dengan pegawai lain lintas instansi pemerintah maupun dengan pihak terkait. Nah, ini yang menjadi ee penting dan sangat bermanfaat bagi kita semua. Bapak, Ibu sekalian ee tentu di dalam undang-undang ini juga memberikan penghargaan dan pengakuan bagi pegawai-pegawai yang inovatif dan berprestasi. Nanti narasumber kita ada Ibu Sartika sebagai ee apa ya? Sebagai figur yang bisa ee membagi membagi pengalamannya sehingga beliau adalah ee ASN yang inovatif sehingga di sini di aturan juga ada ee pemberikan penghargaan baik penghasilan yang ber maupun penghasilan yang bersifat motivasi ya. ada tunjangan, jaminan sosial, lingkungan kerja, dan pengembangan diri. Ya, ini beberapa yang diatur di dalam manajemen ASN. Bapak, Ibu sekalian, tentu sebagai ASN dalam melayani masyarakat dan kita bergirer terus-menerus kalau kita melakukan kewajiban dengan disiplin, tentu kita akan mencapai pada batas usia pensiun sehingga kita memperoleh pemberhentian dengan hormat. Ya, pemberhentian dengan hormat. Namun, kita harus menghindari yang sebelah kiri. pemerhentian tidak dengan hormat karena melakukan penyelewengan pelanggaran disiplin ataupun dipidana ini. Saya harapkan ASN-ASN kita ke depan tidak terjebak ya dalam ee melakukan tindak pidana kejahatan karena jabatannya. atau menjadi anggota atau pengurus partai ini kalau ee sesuai ketentuan makanya ASN kalau yang mau mencalonkan sebagai pengurus, partai, maupun ee calon ee pimpinan daerah harus mengundurkan diri. Inilah beberapa hal yang bisa kami share dalam kaitannya dengan kebijakan teknis manajemen ASN sehingga ASN kita harapkan bisa profesional ya kemudian berintegritas. Inilah perjuangan kita dalam memberikan layanan masyarakat sehingga baik itu layanan bidang pendidikan menjadi Indonesia itu lebih maju dan kesejahteraan melalui kesehatan dan kita bisa memberikan layanan yang terbaik. Demikian yang bisa saya sampaikan Mbak Yuris. Saya kembalikan kepada host. Sekian. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam merdeka. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Adarmuji, Esos, M.Si. yang sudah memberikan materi di paparan pertama pada pagi hari ini. Dan sobat ASN, setelah ini kita akan lanjut ke sesi tanya jawab. Jadi untuk sobat ASN yang sudah bergabung di Zoom bisa menggunakan feature raise hand ya atau yang bergabung melalui YouTube bisa langsung saja tuliskan di situ ya. Ketik ketik ketik pertanyaan melalui live chat. [Musik] Baik, sekarang sudah mulai masuk ke sesi tanya jawab dan sudah ada beberapa penanya yang sudah dipilih oleh host. Ya, langsung saja kalau begitu saya menyapa terlebih dahulu. Mohon izin untuk Bapak Darmuji, saya ingin menyapa terlebih dahulu penanya pertama dari Bapak Jefri Prata. Selamat pagi, Bapak Jefri Prata. Selamat pagi, Bapak ya. Selamat pagi, Bu. Ya, selamat pagi, Bapak Jefri Prata. Kalau boleh tahu ee asal dari mana, Pak? Boleh. Saya dari Binje, Bu. Dari Binjai. Binjai? Iya. Baik. Dari Binjai. Eh, boleh diopen dulu kameranya, open cam dulu. Eh, ini Bu lagi kerja Bu, mohon maaf Bu ya. Oh, begitu. Baik, baik kalau begitu untuk Bapak Jefri Prata mungkin langsung saja pertanyaannya yang akan diajukan ke Bapak Adar Muji, Sos, M.Si. Silakan. Ee gini, Pak. Ee yang pertama, Pak, bagaimana tantangan dan strategi dalam mengisi kemerdekaan ASN di mana mewujudkan Indonesia ini yang maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong-royong, Pak. Yang kedua, seperti apa langkah Kementerian Agama mengajak ASN di seluruh provinsi di mana mengisi hari kemerdekaan ini dengan meningkatkan toleransi, Pak? Tanpa mengedepankan sikap toleransi dalam setiap perjalanan sebagai ASN tentu akan mengusik mana makna kemerdekaan itu sendiri. Terima kasih, Pak. Selamat pagi. Selamat pagi. Terima kasih, Bapak Jefri Prata. Ini ada dua pertanyaan, Bapak Darmuji. Mohon izin bisa langsung dijawab mungkin, Bapak. Baik. Ee selamat pagi, horas ee Pak Jefri Pranata ya, kami dari ee BKN. Yang pertama bagaimana tantangan dan strategi ya dalam kita menghadapi sehingga dengan sistem gotong-royong. Jadi memang budaya kita adalah sebenarnya budaya yang baik adalah bergotong-royong. Bergotong-royong dalam arti bahwa sisi-sisi ee dari ee budaya lokal itu sangat mempengaruhi kita dalam bersinergi, berkotorong dalam membangun. Oleh karena itu ya ini ee peran strategisnya di Kementerian Agama sebagai perekat dan pemersatu itu memang dengan melakukan pendekatan gotongroyong. Ini menjadi penting strateginya sehingga nilai-nilai budaya yang beragam di Indonesia ini ke depan menjadi langkah-langkah strategis. Karena ee Nusantara ini adalah terdiri dari berbagai suku, agama dan tentu pertanyaan kedua, langkah kemenak ya setiap provinsi agar ada toleransi. Tentu ee kita toleransi mengikuti juga ketentuan-ketentuan. dalam Kementerian Agama tentu ee banyak kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan karena ASN ini adalah pelaksana kebijakan sehingga dalam pelayanan itu kita tidak ada diskriminasi. Ini harapan dari kita semua. Kalau kebijakan-kebijakan yang diterapkan dan diimplementasikan itu tidak diskriminasi, maka pelayanan kita akan pelayanan terbaik untuk seluruh warga. Harapannya kita tidak ee terjadi pilih kasih dalam pelayanan. Itu ee yang bisa saya jelaskan ee Pak Jefri. Selamat bertugas ee saat ini. Terima kasih. Terima kasih Bapak Darmuji, Bapak Jefri Prata sudah terjawab ya, Pak ya dengan baik ya, Pak ya. Baik, Bu. Terima kasih, Bu. Siap. Terima kasih Bapak Jefri Prata. Satu pertanyaan dari Binjai Sumatera Utara sudah diberikan oleh Bapak Jefri Prata. Selanjutnya untuk penanya kedua ada Bapak Haji Sakti. Selamat pagi Bapak Haji Sakti Pranomo. Selamat pagi. Iya, pagi Bapak. Iohin bertanya Bapak Hak Pranomo. Ini dari Kota Batu. Wow, Malang. Wow. Silakan. Kota Batu. Bu dulu gabung sama Malang. Oh, Kota Batu. Oh, baik. Sepertinya saya mainnya memang kurang jauh ya, Pak ya. Oke, Bapak Haji silakan Bapak untuk pertanyaannya langsung ke Bapak Darmuji. Siap. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Matur nuwun Pak waktu dan kesempatannya ada sedikit ee penceraannya karena kalau saya lihat dari pemateri tersebut Pak Darmaji ini ee mengalami masa tiga ya diregulasi. Iya. Ah, ini Pak ee mohon di tentang ini saya agak tergelitik itu tentang ini sebuah ee kata-kata ing ngarso Sung Tulod ing Madio, Tuturi Handayani. Dalam hal tentang pertama itu tentang kita dalam mengisi kemerdekaan ini Pak. Nah, itu terus kalau kita rasakan ya ini tentang kita rasakan ada pergeseran itu di mana ketika kita itu dari konsep dulu ini Pamong Projo menjadikan di sisi pelayanan itu yang pertama. Yang kedua ini Pak ee Mohonkir. Jadi sebuah penceraan tentang ini membuat sebuah strategi dengan namanya kebijakan-kebijakan. Nah, bagaimana ee supaya ketika membuat sebuah kebijakan itu bijak dulu baru membuat kebijakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Monggo Bapak Darmuji silakan bisa langsung dijawab pertanyaan dari Bapak Haji dari Kota Batu. Semangat pagi Pak Haji. Iya. Ini kami sering karena keluarga di Malang, Pak. Jadi sebenarnya enggak jauhkan tugas di Surabaya. Ee baik Mbak Yuris. Tadi saya memang ee hampir mengalami tiga undang-undang ya karena saya masuk di 85 sehingga ada undang-undang 43. Kemudian saya ee juga mengalami Undang-Undang 14. Nah, sekarang ada Undang-Undang Baru. Nah, di dalam ee Undang-Undang 5 sejak itu artinya bahwa kompetensi yang diatur di dalam undang-undang adalah kompetensi manajerial, sosiokultural, dan kompetensi teknis. Nah, untuk kepemimpinan ini memang butuh manajerial. me-anage liat. Sehingga yang dulu konsepnya kita itu di dalam Undang-Undang 74 itu abdi negara, mengabdi. Ya, jadi mengabdi itu ya wis nurut pimpinannya. Namanya mengabdi apa yang diperintahkan pimpinan ini. Harapannya pimpinan ini menjadi orang yang role model ya. Role itu ya orang yang memiliki integritas sebagai contoh petoladan. sehingga kalau memerintahkan ditaati bawahan itu tapi konsep itu kemudian berubah di dalam undang-undang berarti kita berperan sebagai ee perencana dan pelaksana kebijakan. Jadi kita yang nyusun merencanakan, kita juga yang mengimplement kebijakan. Jadi kalau kita memiliki kompetensi tadi menyusun kebijakan harusnya dia memiliki kompetensi juga sosiokultural. Kenapa? Karena budaya bergam jangan sampai itu sesuai dengan ee kemauannya yang membuat aturan, tapi paling tidak ada dia adalah masukan-masukan ya, public hearing sebelum kebijakan diterapkan ya. ada pabik kirim pendapat dari masyarakat kemudian diramu karena kebijakan ini ee yang bisa diterapkan bukan kebijakan yang ee istilahnya di langit tapi kebutuhannya di bumi. Ini kan kebijakannya jadi tidak nyambung. Maka ee kuncinya sebenarnya apapun peraturan berubah kuncinya adalah pimpinan Bapak. Maka Nusantara yang baru ini adalah bukan transformasi hanya pindah ee ibu kota, tapi pola kepemimpinan kita sebagai role model. Kalau pimpinannya sudah kompeten, dia berintegritas, bersih, tentu bawah itu kan mudah meniru. Omongannya juga di buku ditiru. Karena apa? Dia ing ngarso sebagai tulodo gitu, Pak ya. Nah, sekarang istilahnya berubah menjadi role model ya sebagai contoh ya. Maka ada berakhlak kalau itu seseorang yang berakhlak sebagai suri tuladan. Kalau atasannya sebagai suri tuladan itu baik, integritas, tidak menyat kemenangan. harapannya kita karena tadi dia juga terjun ing madangkarso. Jadi sebagai pimpinan tidak harus di belakang meja tapi dia terjun ke bawah sehingga tahu apa-apa masukan dari bawah. Nah, ini harapan kita, Pak ee masa depan undang-undang itu transformasi ke sana. Demikian ee Pak Haji semangat. Selamat. Terima kasih. Demikian Mbak I Bapak Darmuji. Terima kasih Bapak Aji. Pripun, Pak? sudah terjawab ya, Pak ya. Siap. Baik, kalau begitu untuk Bapak Jefri Prata dan juga Bapak Haji Sakti Pranomo. Ya, penanya terpilih bisa langsung konfirmasi alamat ke CP di untuk pengiriman hadiahnya ya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Bapak Adarmuji Esos, M.Si. si yang sudah berkenan meluangkan waktunya pada pagi hari ini untuk memberikan materi yang luar biasa keren dan juga bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Bapak-bapak yang sudah bertanya tadi. Semoga sehat selalu, Bapak. Silakan ee izin kalau berkenan melanjutkan kembali aktivitasnya. Terima kasih, Bapak. Ngih. Matur nuwun. Asalamualaikum. Salam merdeka buat semuanya. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Salam merdeka. Baik. Sobat ASN jangan ke mana-mana karena sebentar lagi kita akan masuk ke sesi pemaparan materi kedua yang akan disampaikan dari narsum kita yang kedua ini langsung dikirim dari Universitas Erlangga. Penasaran kan? Jangan ke mana-mana, tetap di ASN Belajar. [Musik] Sobat ASN, sekarang kita waktunya masuk ke sesi pemaparan materi kedua oleh narasumber kedua kita pada pagi hari ini yang sudah berkenan hadir di sini ya bersama kita yang pasti ada Bapak Dr. Sarkawi B. Husein, M.Hum selaku Kepala Program Studi Ilmu Sejarah. Universitas Erlangga. [Tepuk tangan] Selamat pagi Bapak Sarkawi. Pagi, Mbak. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sehat, Pak? Alhamdulillah sehat, Pak. Alhamdulillah. Baik, Bapak. mungkin bisa langsung saja untuk materi kedua pada pagi hari ini. Baik, saya izin share screen ya. Siap, Bapak. Oke, sudah kelihatan ya. Sudah, sudah terlihat Bapak di sini. I ee baik. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee kawan-kawan ASN yang sempat hadir di ruang Zoom ini. Ee pertama-tama terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Ee oleh karena itu yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, kemudian para narasumber Pak Darmuji, Ibu Sartika, dan seluruh panitia yang mengawal acara ini. Baik, saya diminta oleh kawan-kawan panitia untuk bicara tentang ee apa namanya? ASN mengisi kemerdekaan seperti apa sebenarnya. Jadi saya mungkin mau melihatnya dari perspektif sejarah karena saya adalah berkecimpung di bidang sejarah. Nah, di gambar ini kalau Bapak Ibu lihat di slide saya ini, ini adalah ee contoh dari ee para pegawai sebenarnya pada masa ee kolonial. Kita lihat di sini ada yang pakai blangkon, ada yang pakai pantalon kayak sarung dan seterusnya. Nah, ee saya ingin menyampaikan bahwa sebenarnya keberadaan ASN ini ee bukanlah sesuatu ee yang ujuk-ujuk ada ya, tapi dia memiliki akar yang panjang yang kita bisa telusuri sejak zaman kolonial. Nah, asal usulnya misalnya kita bisa telusuri ee hingga abad ke-16 ketika Fen the eh indc memburu rempah-rempah di Nusantara. Nah, kita tahu untuk melancarkan urusan dagangnya ee siasat awal VOC adalah menjalin relasi ee apa namanya dengan kerajaan-kerajaan atau kesultanan yang sedang berpuasa. Dan kita juga tahu bahwa VOC yang kita pelajari, Ibu Bapak pelajari di sekolah itu memiliki yang disebut dengan hak koti. Hak untuk menerbitkan mata uang, hak untuk membikin perjanjian dengan kerajaan, hak memiliki ee angkatan perang misalnya. Itu yang menyebabkan kenapa VC e begitu kuat di Nusantara pada ee masa itu. Oke. Nah, kalau kita baca bukunya Ibu Hidland, Ibu ini adalah ahli sejarah Jawa dan ahli sejarah Sulawesi Selatan. di bukunya yang berjudul Terbentuknya sebuah elit Birokrasi. Dia menyebutkan bahwa pemerintahan kolonial saat itu punya pendirian untuk memelihara struktur politik pribumi dan memerintahkan rakyat melalui pemimpin-pemimpin sendiri. Inilah yang disebut dengan politik ya, permainan rakyat itu. Jadi dia ee menggunakan ee pejabat-pejabat lokal untuk tanda kutip menindas, memeras para pribumi-pribumi yang ada di bawah. Jadi bukan pemerintah kolonial yang terjun langsung, tapi menggunakan kaki tangan ee pejabat-pejabat pribumi. Nah, sistem kerja seperti ini berlanjut hingga VOC bangkrut pada 1779 yang kemudian kekuasaannya berpindah ke pemerintahan kolonial ee Belanda. Nah, saat itu birokrasi Hindia Belanda membagi pegawainya menjadi dua klasifikasi. Ada yang pegawai Eropa dan ada pegawai pribumi. Nah, pegawai Eropa ini sering disebut dengan Binonland bestiur atau disingkat dengan BB. Sementara yang pribumi ini sering disebut dengan inlance bestiure atau disingkat dengan IB atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah pangreh praja. Jadi asaloso kata pangreh praja itu berasal dari ee klasifikasi pembagian pegawai ee pada masa kolonial ee Belanda. Nah, Bland Bur ini terdiri atas gubernur, residen, asisten residen, dan kontrolir. Dan tentunya lebih banyak berinteraksi dengan pemerintah pusat untuk menentukan kebijakan dan prioritas apa yang diperlukan di sana jajahannya. Sementara inlandur atau pejabat pribumi bertugas untuk memerintahkan warga bekerja memproduksi barang untuk siapa? Untuk ya pemerintah kolonial Belanda tentunya. Nah, kapan munculnya birokrasi modern itu? Dan ini tentu berkaitan dengan kondisi politik awal abad 20. Nah, pada awal abad ke-20 kebijakan penjajahan Belanda ini mengalami perubahan arah yang paling mendasar. Eksploitasi terhadap Indonesia sebagai pembenaran utama atas kekuasaannya ini mulai berkurang dan digantikan dengan pernyataan-pernyataan keprihatinan atas kesejahteraan bangsa Indonesia. Kebijakan apa itu? Itulah yang disebut dengan politik etis. Politik etis ini berpangkal pada gagasan kewajiban moral dan hutang budi atau yang disebut dengan Nou, pemerintah kolonial terhadap tanah jajakannya yaitu ee Indonesia. Nah, pidato tahunan Ratu Wilhelmina dari takhta kerajaan pada September 01 mengumandangkan bermulanya zaman baru dalam politik kolonial yang lazim disebut dengan politik etis dengan trilogi kebijakan yakni edukasi, irigasi, dan emigrasi. Nah, salah satu yang penting dari kebijakan ini adalah edukasi. Nah, pada periode ini perkembangan pendidikan mendapat perhatian khusus yang menurut Van Defenter dan para pengikutnya adalah inti dan kunci segala perubahan yang diinginkan. Bagi fundenter tidak akan ada perubahan tanpa tenaga-tenaga pribumi yang berpendidikan maksudnya berpendidikan cukup yang untuk memikul beban-beban birokrasi e modern ee kolonial di sekedar intermeso ini Ratu Wilh Helm cantik sekali pada masa mudanya ee dia bernama lengkap Kap Wilhelmina, Helena, Paulin, Marie van Oran Nasau. Ini adalah ratu Belanda sejak 1890 sampai 48. Jadi dia memimpin Belanda ini selama lebih dari 50 tahun, lebih lama dari pada penguasaan monarki kerajaan Belanda lainnya. Nah, masa kekuasaannya ini menjadi saksi beberapa titik perubahan di Belanda dalam sejarah dunia. misalnya perang dunia pertama, peran dunia kedua, krisis ekonomi dunia atau Malaysia, dan kejatuhan Belanda sebagai penguasa ee kolonial. Nah, sejak politik KETIS dijalankan, pendidikan bagi bangsa Indonesia mengalami kebajuan yang lebih pesat dalam beberapa dekade dibanding apa yang terjadi beberapa abad sebelumnya. Misalnya jumlah sekolah rendah meningkat dengan cepat. Sekolah yang berorientasi Barat diciptakan baik untuk orang Cina untuk orang-orang Indonesia. Begitu pula ee pendidikan berkembang secara vertikal dengan adanya Milo misalnya, Alchemene Middle Bar School dan ee seterusnya. Nah, sejalan dengan hal tersebut, motivasi dan kepentingan ekonomi tidak bisa dinafikan juga turut menyertai kebijakan politik etis pemerintah Hindia Belanda pada masa itu. Hal tersebut bisa dipahami mengingat akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 ini merupakan proses atau merupakan periode di mana tumbuh pesatnya perkebunan swasta dan perusahaan lain baik di Jawa maupun di ee luar Jawa. dan perusahaan-perusahaan kolonial itu kita bisa masih bisa saksikan ee sisa-sisanya hingga dewasa ini. Nah, perkembangan itu misalnya harus ditunjang oleh sistem administrasi, sistem produksi, manajemen modern, dan birokrasi pemerintahan yang bersifat legal, rasional yang banyak menuntut tenaga ahli untuk menjalankan ee programnya. Nah, berbeda tentu dengan masa sebelumnya yang lebih banyak tergantung pada lembaga-lembaga kekuasaan feodal tradisional. Sistem kapitalisme yang masuk melalui proses ini menuntut pemerintah untuk mengirimkan banyak tenaga ahli yang tidak bisa dipenuhi dari tenaga Eropa. Juga perlu dicatat dengan bertambah luasnya kekuasaan Belanda ini maka kebutuhan akan birokrasi Indonesia yang berpendidikan Barat semakin besar. Jadi bila sebelumnya kedudukan-kedudukan tinggi dalam hierarki kepegawaian Indonesia diberikan atas dasar asal keturunan, maka politik kolonial yang baru menjadikan pendidikan sebagai ee ukuran utama. Nah, ini di gambar ini Ibu Bapak bisa lihat ini adalah ee tempat di mana para ASN zaman kolonial itu bersekolah. salah satunya di Madiun yang disebut dengan oplading school for in Amtenaren. Jadi sekolah amenar ya, sekolah calon eh birokrat ee kolonial pada masa itu. Nah, ee sebelum sampai di sini saya ingin mengatakan bahwa ketika perkebunan-perkebunan Belanda tumbuh subur di Nusantara kita ee bisa dikatakan sepertiga dari anggaran pendapatan Belanda itu diperoleh didapatkan dari hasil-hasil ee perkebunan di Nusantara di Deli Serdang misalnya, di Jawa. Jadi saya ingat ee waktu berkunjung ke Belanda ee waktu saya mengambil posok di negeri Belanda, saya diundang oleh ee seorang sejarawat Ital yang sedang pameran di di Rotterdam. Judul pameran itu adalah eh The Dark Side of Colonialism in Indonesia kan. Jadi sisi gelap dari masa kolonial Indonesia. Nah, yang ditampilkan dalam pameran itu misalnya adalah bagaimana pemerintah Belanda itu menggunakan pribumi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ee pemerintahnya melalui ee tanam paksa misalnya atau kultur stelsel ee pada ee masa itu. sehingga Belanda bisa buat jembatan, bisa buat rel kereta api. Saya ingat persis ketika saya dari Leiden, salah satu kota pendidikan di Blanak, Leiden menuju ke Rotterdam, saya naik kereta api. Teman saya orang Belanda namanya Martina Barwhen, dia bilang, "Eh, Sarkawi, kamu tahu enggak rel kereta api yang kita lewati dari Leiden ke Rotterdam ini? ini diperoleh dari ee kekayaan negerimu lewat perkebunan-perkebunan ee Belanda. Nah, itu artinya betapa dahsyatnya memang kekayaan kita yang dikeruk oleh pemerintah Belanda. Nah, untuk memanage ee perkebunan-perkebunan itu tentu membutuhkan pendidikan yang baik bagi pribumi yang membantu mengelola berbagai macam kantor itu. Tapi kenyataan ini juga mengakibatkan terjadinya mobilitas sosial yang antara lain ditandai dengan munculnya elit baru Indonesia. Nah, elit baru ini sebagian terkooptasi dalam jaringan birokrasi kolonial. Ada yang menjadi pegawai Pangrek Praja, ada menjadi Wedono, menjadi apa bupati dan seterusnya. Tapi ada juga yang ee berseberangan dengan pemerintah kolonial pada masa itu. Sehingga apa yang terjadi kemudian? Pendidikan yang diterapkannya itu justru menjadi bumerang bagi sistem kolonialnya. Nah, menurut Hari Benda, pendidikan Barat katanya betapaapun baik maksudnya telah bergabung untuk melepaskan angin topan reperkusi-reperkusi yang tidak terduga yang akan mengancam landasan utama masyarakat kolonial itu sendiri. Jadi mereka menyekolahkan pribumi tapi kemudian berbalik juga melawan pemerintah kolonial pada saat itu. Walaupun tidak bisa juga dinafikan banyak juga yang kemudian terkooptasi menjadi pegawai birokrati birokrat pada zaman ee kolonial. Dengan kata lain, gelombang perubahan ini telah berjalan semakin cepat dari sebelumnya. Akan tetapi semuanya melimpah keluar kerangka tujuan yang di telah digariskan oleh para penganjur politik etis. Penentangan ini dilakukan dengan cara menyatukan diri lewat berbagai organisasi sosial, organisasi agama, dan politik. Dan misalnya Surabaya ini kan menjadi ee kota pergerakan ya, di mana ada Cokor Aminoto di sini, ada Soekarno di sini, Sema juga pernah di sini. Banyak sekali yang di Penilih sana itu menjadi tempat persemaian para pahlawan yang kemudian melakukan penentangan terhadap kekuasaan ee kolonial. Kenapa itu terjadi? Karena sistem pendidikan baru tersebut mempercepat tumbuhnya golongan intelijensial yang kemudian memegang peranan dalam fungsi-fungsi baru yang diciptakan oleh perkembangan proses birokrasi, komersialisasi, dan urbanisasi. Nah, orang-orang inilah yang kemudian memegang peranan dalam berbagai lapangan pekerjaan seperti guru, pegawai administrasi, hakim, pengacara, dan yang lain-lain. Nah, kita masuk di sesi yang kedua di topik yang kedua, perjalanan panjang menuju kemerdekaan. ee kalau misalnya kemarin di kampung-kampung ee sibuk merayakan kemerdekaan dengan sejumlah lomba ee panjat pinang dan seterusnya, maka 79 tahun yang lalu bahkan jauh sebelumnya para pejuang kita berjuang hingga tetes darah penghabisan dan itu dilakukan dengan berbagai cara, berbagai alat misalnya senjata Bahkan jimat pun digunakan pada ee masa itu. Eh ketika 2020 saya ke arsip nasional di Denhak Belanda, saya menemukan banyak sekali jimat yang disita oleh pemerintah kolonial Belanda pada masa itu dan itu disimpan oleh eh arsif nasional Belanda, jimat-jimat yang biasa di dililitkan di perut anak-anak kecil dan itu digunakan oleh para pejuang. Jadi saya tidak bisa membayangkan betapa luar biasanya para ee pejuang kita pada masa itu dengan berbagai cara yang digunakan. Berjuang tak kena lelah dalam menjawab apa melawan penjajahan hingga akhirnya bangsa kita merdeka yang ditandai dengan proklamasi kemerdekaan oleh Bung Karno dan Hatta. Nah, kalau melihat ee perjuangan para pahlawan kita, saya setuju dengan kalimat yang pernah diucapkan oleh Bapak Anis Baswedan ketika kami undang ke FB beberapa tahun yang lalu. Dia mengatakan bahwa para pejuang itu telah selesai dengan dirinya sendiri. Tidak ada niatan untuk memperkaya dirinya dan keluarganya dan kelompoknya. Dia sudah selesai dengan dirinya. sudah mewakafkan dirinya pada bangsa dan negara Indonesia yang ee merdeka. Nah, apa yang bisa dilakukan aparatur sipil negara dalam pembangunan negara? Bagi saya karena saya juga saya adalah bagian dari ASN juga momon kemerdekaan ini ee adalah saat yang tepat saya kira untuk memperkuat kembali menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan dedikasi kita terhadap bangsa yang besar ini. Kita memiliki tanggung jawab besar dalam pembangunan negara dan saya pikir tugasnya ee tidak main-main. Tugas kita meliputi banyak aspek. Mulai dari memberikan pelayanan publik yang berkualitas hingga menjaga stabilitas dan perkembangan daerah. Dengan kata lain, semangat kemerdekaan ini harus selalu menjadi pijakan dalam menjalankan ee tugas-tugas ee tersebut. Nah, bagaimana kita memaknainya? Bagi saya, bagi ASN saya pikir seperti saya juga karena ASN makna 17an itu lebih dari sekedar perayaan, lebih dari sejumlah lomba panjat pinang, lomba kelereng dan sebagainya. Tapi makna 17 bahagilan untuk mengaktualisasikan semangat kemerdekaan dalam setiap tugas harian kita. Kita harus menjadi pionir kemajuan dan perubahan. dan memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional dan daerah. Dengan kesadaran atas arti kemerdekaan ini, kita harus melibatkan diri secara lebih bermakna dalam membentuk masa depan yang lebih baik. Ee tentunya ada beberapa nilai yang mungkin kita bisa petik dari para pahlawan kita. Yang pertama saya pikir sudah disampaikan juga oleh Pak Darmuji tadi. Pertama adalah integritas. Kita harus miliki sikap ini seperti juga yang dimiliki yang ditunjukkan oleh para pejuang kita yang saya bilang tadi yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Tidak ada niat untuk nyolong harta kekayaan negara pada mereka. Kedua, nilai yang kedua adalah berkat dan pemersatu bangsa. Kita harus mampu menjadi perkat dan pemersatu. Kita harus mampu mewujudkan semangat dan nilai-nilai luhur pahlawan dalam menjalankan tugas kita masing-masing. Nilai yang ketiga adalah strategis dalam Bun bangsa. Peran strategis ASN ini tidak hanya terbatas pada tugas administratif tentunya, tapi juga tugas kita dalam menjaga persatuan, keberagaman dan juga ee persatuan bangsa. Kemudian yang keempat, inspiratif. Perayaan kemerdekaan menjadi momentum penting bagi kita untuk memupuk jiwa nasionalisme, patriotisme, dan kecintaan pada bangsa. Kita harus menyadari bahwa pentingnya para mereka dalam ke Indonesia serta meneruskan semangat perjuangan para pahlawan itu. Yang kelima, sikap yang profesional dan transformatif. ASN kita semua didorong untuk melakukan transformasi diri menjadi abdi negara yang lebih profesional memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Yang keenam kita harus punya sikap yang toleran pluralis dan terbuka. Tidak membeda-bedakan dalam melayani ee ee masyarakat. Sikap toleran ini misalnya saya ingin contohkan ditunjukkan misalnya oleh seorang pahlawan nasional Abdurrahman Baswedan. Dia adalah seorang pluralis intrakultural sejati dan sangat terbuka. Sahabatnya datang dari berbagai golongan ee termasuk keturunan Tionghua seperti Caliang pernah tinggal serumah ee dengannya. Jadi Yunus Yahya seorang muslim Tionghoa merasa heran bagaimana orang Tionghoa dan orang Arab bisa tinggal serumah gitu kan. Bagaimana cowa Liam pernah tinggal serumah dengan Baswedan? Apa rahasianya? Katanya ternyata jawabannya adalah adanya kesamaan sifat di antara mereka yakni sama-sama mencintai Indonesia merdeka yang bersatu dan ee demokratis. Itu mungkin yang bisa saya sampaikan, Mbak Yuri, Mbak host. Mungkin kita bisa lanjutkan dengan ee tanya jawab nanti. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Dr. Sarkawi B. Husein, M.Hum yang sudah memberikan materi di pemaparan kedua ini. Dan sobat ASEAN, seperti biasa sebentar lagi kita akan masuk lanjut ke sesi tanya jawab. Jadi untuk sobat ASN yang sudah bergabung di Zoom bisa menggunakan fitur rise hand atau yang bergabung lewat YouTube bisa langsung ketik-ketik aja di situ pertanyaannya melalui live chat. [Musik] Baik, ini sudah ada beberapa penanya yang sudah dipilih oleh host Bapak Sarkawi. Mohon izin saya undang dulu Ibu Benita dari Jember. Selamat pagi, Ibu. Ibu Benita. Selamat pagi. Iya, selamat pagi. Iya, Ibu. Suara saya terdengar jelas di sana? Iya, terdengar jelas. Siap. Begitu pun. Cuma saya mau menghidupkan kamera enggak bisa. Ya udah, saya hidupkan. Tapi kok dia kamera ini ya? Mungkin kayak terkunci gitu. Oh, enggak apa-apa, Ibu. Enggak apa-apa. Yang penting suaranya jelas aja ya, Bu. Ya, Ibu mohon izin bertanya dulu, Ibu. Siap. Dari Dinas apa, Ibu? Dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Kabupaten Jember. Oh, baik. PUPR Jember. Siap. Silakan. Izin, Ibu untuk pertanyaannya kepada Bapak Sarkawi. Iya. Ee terima kasih. Ee seperti tadi sudah disampaikan oleh Bapak Sarkawi, Bu. Kita harus ada toleransi istilahnya dalam ee tema kali ini kita sebagai ASN ada toleransi. Nah, di sini kebetulan saya menangani di seksi pertanahan di bidang tata ruang dan pertanahan. Nah, di sini kita harus ee dalam menghadapi misalkan seperti investor luar yang di situ dia itu ya mohon maaf ini ya sharing ya kaitannya dengan izin-izin di seksi pertanahan. Nah, itu ada investor yang dari luar istilahnya ya. Kita secara ekonomi ya, Nyon Sewu secara ekonomi kita itu merasa kayak kayak dijajah gitu. Kita bilang ini ee sudah merdeka. Tetapi dengan adanya investor yang dari luar untuk daerah ya maksud kami investor tersebut bukan dari luar negeri tetapi dari luar daerah. Nah, dari situ secara otomatis kita ingin ee membantu untuk daerah kita sendiri itu dengan adanya investor yang dari luar kabupaten itu kita merasa kurang kurang begitu nyaman. Jadi seperti itu. Nah, sedangkan kita dituntut untuk adanya toleransi. Nah, mohon maaf ini. Jadi saya mohon saran apa yang harus kita lakukan sebagai seorang ASN. Terima kasih Bapak Sarow atas sharing-nya, atas masukannya. Kami tunggu. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, pertanyaan dari Bu Benita. Mungkin bisa langsung Bapak Sarkawi jawab. Baik, makasih Bu Benita. ee pertanyaan yang luar biasa menarik dan juga pasti sangat sulit untuk dijawab. Ee baik, Ibu. Memang kadang-kadang kita ee seperti dilema ya, dilema antara ingin meningkatkan ekonomi daerah kita, tapi juga ee ada persoalan lain yang di luar persoalan ekonomi. Saya begini, Bu. Saya ingat ee satu buku yang berjudul ee apa namanya? negara tanpa warga yang ditulis oleh Jo Santoso. Salah satu kritiknya itu, Bu, adalah bagaimana pemerintah kota, pemerintah daerah di Indonesia ini sering sekali melakukan pelanggaran atas kebijakan yang sudah dibuatnya. Kebijakan apa itu? Yaitu master plan kotanya. dia bilang master plan itu adalah pemutihan atas pelanggaran master sebelumnya, masterpl sebelumnya. Yang saya mau katakan adalah sebenarnya persoalan investasi daerah lokasinya di mana itu kan sudah ditentukan, sudah diatur dalam master plan daerah beserta kebijakan-kebijakan turunannya, RTRW-nya dan seterusnya gitu kan. ini lokasi ini untuk kepentingan ee pengembangan apa? Apakah dia pemukiman, perindustrian dan seterusnya dan seterusnya. Tapi yang terjadi kemudian adalah itu dilanggar dan direvisi untuk 5 tahun ke depannya lagi. Nah, itu menurut saya penyakit di situ. Tidak terkecuali Surabaya, Bu. kawasan yang saya tempati di Surabaya Timur itu kalau menurut ee Masterpin 2000 itu kan kawasan resapan air. Tapi coba kita lihat apa yang terjadi sekarang. Pengembang-pengembang besar, investor-investor besar ada di situ. Perumahan-perumahan besar ada di situ, Ibu. Nah, ini memang sangat dilematis. Ee persoalannya adalah apakah pemerintah kota, pemerintah daerah ee punya komitmen yang kuat, politikal political will yang kuat untuk menjaga kebijakan yang sudah ditetapkan itu? Karena menurut saya, kita tidak boleh berpikir semata-mata untuk kepentingan ekonomi, investasi, tapi kan juga kita harus berpikir pada aspek lingkungan, kenyamanan masyarakat, bagaimana wilayah itu enggak banjir. Bayangkan Bu Benita, tiap tahun wilayah Surabaya Timur misalnya itu ya menerima limpahan banjir karena wilayah itu sudah ee dikuasai tanda kutip oleh para investor untuk membangun rumah-rumah mewah misalnya kan. Jadi aspek-aspek itu menurut saya yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah kota termasuk ee Dinas PUPR yang menurut saya sangat berkepentingan di urusan e pemukiman-pemukiman ee masyarakat ini. Dan kalau kita lihat kan itu dinikmati oleh ee segelintir masyarakat elit. Sementara masyarakat biasa ee mereka menyebar di bantaran sungai, di rel kereta api dan seterusnya. Dan kalau kita lihat riset terakhir, salah satu pusat kantong-kantong kemiskinan itu adalah di bantaran kali, di rel kereta api dan ee dan seterusnya. Jadi kalau saya Bu e kuncinya adalah ee bagaimana pemerintah daerah, pemerintah kota mematuhi kebijakannya sendiri yang sudah ditetapkan. termasuk urusan ee investor-investor ini. Saya pikir saya kira begitu jawaban saya, Ibu ee Benita. Mohon maaf kalau tidak bisa menjawab dengan baik. Kasih siap Bapak. Terima kasih. Baik, Bu Benita terima kasih sudah bertanya dan Bapak Sarkawi juga terima kasih sudah menjawab pertanyaan dari Ibu Benita. Selanjutnya ada satu lagi, Bapak Lutfi. Selamat pagi, Bapak Luthfi. Selamat pagi, Bu. Ya, Bapak Lutfi. Kalau boleh diinfo Bapak Lutfi, domisili di mana atau dari mana? Saya dari Kabupaten Malang, Bu. Ee kerjanya di RSUD Lawang kebetulan. Baik, Bapak Lif mungkin bisa open cam terlebih dahulu. Mohon maaf, ini PC-nya gak ada kameranya, Bu. Oh, baik. Siap. Jadul. Siap-siap. Bapak Lfi bisa langsung mengajukan pertanyaan untuk Bapak Sarkawi. Silakan, Pak Lutfi. Iya, Pak Sarkawi tadi ee disebutkan transformatif dan profesional. Jadi, ASN didorong untuk melakukan transformasi diri yang tadi disebutkan nggih yang mungkin ee itu berkaitan dengan konsep merdeka. Jadi konsep merdeka bagi masing-masing ASN itu kan mungkin berbeda dan relatif nggih antara ASN 1 dan ASN yang lain. Karena saya pernah membaca tentang ASN yang merasa belum merdeka dengan pola kepemimpinan yang autokratis apalagi sampai pola kepemimpinan yang otoriter sehingga mungkin keinginan untuk berinovasi dan berkreasi itu sedikit terkurung atau terkotak gitu ya. Jadi banyak ASN itu yang berharap ee apa atasan atau pimpinannya itu memiliki pola kepemimpinan yang mungkin transformasional ya, yang menganggap atasan adalah seorang leader bukan seorang bos. Ngaten, Pak. Mungkin yang saya tanyakan adalah konsep merdeka bagi ASN dalam berorganisasi itu yang sebenarnya itu yang kayak gimana sih, Pak? Terima kasih. Baik, terima kasih Pak Lutfi. Bapak Sarkawi mungkin langsung berkenan untuk menjawab pertanyaan dari Pak Luti. Menarik sekali pertanyaan dari RSUD Lawang Malang. Ee sebenarnya apa yang Pak Lutfi rasakan itu juga kami rasakan di dunia perguruan tinggi, Pak Lutfi. Bahkan ee kami saya sering bilang ke teman-teman ee saya pikir juga ASN lain merasakan bagaimana kita hampir tiap minggu itu diminta ngisi aplikasi gua. Saya bilang ke teman-teman lama-lama ini kita tidak mengabdi pada ilmu pengetahuan, tapi kita mengabdinya pada aplikasi. gitu ya. Artinya apa? Ee aspek-aspek yang menurut saya ee tidak terlalu berkontribusi langsung pada kemampuan profesional kita ee kadang-kadang itu menyita waktu. Persoalan administratif, persoalan apa dan ee seterusnya itu jauh menyita waktu kita dibanding urusan kemampuan meningkatkan kualifikasi diri. Dan saya sependapat juga sependapat dengan Pak Darmuji tadi bahwa mestinya pemimpin itulah yang memberi contoh pertama kali bagaimana kita melakukan transformasi diri misalnya yang saya maksud di sini antara lain misalnya bagaimana kita meningkatkan kualitas diri kita, pengetahuan kita, kemampuan akademi kita, kemampuan skill kerja kita. Jadi itu yang menurut saya harus selalu ditransformasikan, ditingkatkan kualitasnya. Ee bagi ASN misalnya ee Pak Pakvi ee menurut saya tidak harus melulu ee bekerja di balik. misalnya ee ASN misalnya bisa mengasa dirinya bagaimana dia menuangkan gagasannya di surat kabar, di koran, di blog-blok ee apa namanya ee website yang sifatnya open dan seterusnya menuangkan gagasannya di situ. Dan menurut saya juga secara ekonomi ini ini ee apa namanya ee menarik dan bisa menambah pendapatan misalnya. Jadi bayangkan kalau kita bisa menulis di detik misalnya di opini kita bisa dapat duit 600.000 nulis di Jawa Pos ee dapat duit sejuta di opini. N saya gini jadi kemampuan peningkatan kualitas diri kita itu bisa kita gunakan juga untuk menambah tidak cuma keterampilan kita, tapi juga menambah penghasilan ee ekonomi kita misalnya. Dan tentu yang paling penting adalah gagasan kita bisa dibaca oleh ee banyak orang di seluruh Indonesia yang kebetulan membaca ee apa artikel kita di koran misalnya. Ini ini contoh kasus kecil yang ya saya maksud Pak Lutfi bagaimana kita ee meningkatkan kualitas ee diri kita. Mungkin itu yang bisa saya jawab Mbak Yuri. Terima kasih. Siap Pak Sarwi. Terima kasih, Pak. Bagaimana, Pak? Giih. Bu, ya. Terima kasih, Bu. Sudah, Njih, ya. Terima kasih, Pak Lutfi. Baik, sekali lagi untuk kedua penanya terpilih ya bisa langsung konfirmasi alamat ke CP di 082119411. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Sarkawi B. Husein, M.Hum karena sudah berkenan meluangkan waktunya pada pagi hari ini di ASN Belajar untuk memberikan paparan materi di sesi kedua ini. Pak, sehat selalu beserta keluarga sampai Mbak Makasih. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Sobat ASN jangan ke mana-mana masih tetap di ASN belajar karena sebentar lagi kita akan masuk ke sesi pemaparan materi ketiga. Nah, siapakah nanti yang akan mengisi materi ketiga? pada pagi hari ini. Jangan ke mana-mana, tetap di ASN belajar. [Musik] Sobat ASN, di pemaparan materi ketiga kali ini ada satu narasumber yang ya beliau ini satu-satunya narasumber wanita di sini ya yang hadir di ASN belajar pada seri ke-32 ini. Ya, Ibu Sartika Mayasari, SSTP, MA selaku ASN Inspiratif Nasional tahun 2018, Kepala DP3 AP2KB Gayoes. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Bu Sartika. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Yuris. Terima kasih, Ibu. Ibu kalau saya baca ini pernah jadi ASN inspiratif nasional tahun 2018. Benar. Benar, Mbak. Benar. Wow. Luar biasa. Nanti mungkin boleh diceritain sedikit ya, Bu ya. Gimana ceritanya kok bisa jadi ASN Inspiratif Nasional tahun 2018 itu bagaimana ceritanya? mungkin perjalanannya dan lain-lain sebagainya. Boleh, boleh, Mbak. Siap. Boleh, Pak. Kalau begitu langsung saja saya persilakan Ibu Sartika Mayasari, SST.PMA selaku Kepala DP3 AP2 KB Gayul Wes untuk materi ketiga pada pagi hari ini. Terima kasih Mbak Yuris. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera, salam sehat untuk kita semua. Salam kenal. Saya Sartika Mayasari dari ujung Aceh ya, ujung negeri hari ini memaparkan terkait dengan ee bagaimana SN mengisi kemerdekaan di Republik Indonesia ini. Sebelumnya penghormatan saya kepada Bapak Dr. Ramlianto SPMP. SebM Provinsi Jawa Timur, Bapak Kinote Speaker yang tadi sudah kita dengarkan, Bapak Adar Muji, Esos, M.Si. Eh, Kakanrek 2 DKN Surabaya. Kemudian Bapak narasumber yang kedua tadi Bapak Dr. Sarkawi B. absen, MHum dan ee seluruh sahabat ASN di mana pun berada yang hari ini punya semangat yang saya rasa membarah setelah kemarin kita ee memperingati 79 Indonesia Merdeka dengan tema Nusantara Baru Indonesia Maju. Baiklah, saya akan coba memaparkan terkait dengan bagaimana SN mengisi kemerdekaan. Sebelumnya saya akan mencoba untuk eh mengambil sebuah atau mengutip sebuah quotes dari founding father kita Bapak Ir. Soekarno bahwa get me 1000 parents I will adaptly the from the roots and give me 10 and I will undly shake the Ini sebuah kalimat yang membuat semangat saya selalu membarah termasuk juga semangat para ASN di mana pun berada. yang tentunya mengambil coach ini sebagai penyemangat diri walaupun mungkin kadang-kadang di titik nadir begitu. Lanjut. Next. Ee saya mencoba untuk membagi sesi ini menjadi tiga sesi. Yang pertama adalah sesi agresi Belanda di tanah Aceh. Ee kenapa hal ini perlu ee saya sampaikan? karena ee bermulanya menjadi ASN inspiratif karena kita mengenal dan menggali sejarah terlebih dahulu. Di mana ee agresi Belanda di tanah Aceh saya fokuskan berada di Gayules. Ee ini peta Aceh pada masa lalu dan masa kini. Di mana di Kesultanan Aceh Darussalam ini petanya masih sangat original. Saya ee ambil dari Tropen Museum. Kemudian hari ini ee peta selanjutnya adalah peta masa kini di mana saya hari ini berada di Gayules ya yang berada di wilayah tengahnya Aceh yang akan memberikan ee bercerita tentang bagaimana kiat-kiat ee sehingga bisa kemarin itu menjadi salah satu ASN inspiratif tingkat nasional Aceh ee berada ee di ujung ya di ujung Indonesia sebelah barat Indonesia yang memiliki 23 kabupaten kota. Salah satunya adalah Gayules sebagaimana yang saya tandai sebagai titik lokasi tempat saya berada hari ini. Next. [Musik] Belanda masuk ke Aceh ee mendarat pertama kali di Aceh pada 5 April 1873 di bawah pimpinan Johan Hermes Kochler. Tujuan Belanda datang ke Aceh adalah karena daerah ini memiliki kerajaan kuat dan kemampuan diplomatis tinggi dalam hal perdagangan. Karena waktu itu Belanda menganggap bahwa Aceh sangat strategis untuk ee menjadi daerah penghubung ee daerah timur dan barat di seluruh ee ee apa namanya? perdagangan yang ada di Indonesia. Waktu itu belum Indonesia ya. Nah, kemudian Sultan Aceh Muhammad Daud Syah menyerah kepada Belanda pada tahun 1903. Saat itu daerah Aceh yang belum takluk adalah wilayah tengah yaitu Gayul Lues. Jadi Van H memerintahkan Van Delen untuk menaklukkan daerah tersebut ya Gayoles dan sekitarnya. Akhirnya Belanda masuk ke Gayoles itu pada tahun 1904. Jadi Gayo Lu dijajah Belanda hanya selama 38 tahun dari 1904 hingga ke 1942. Agresi militer Belanda di Gayo ini. Eh saya juga mengambil data dari Tropen Museum sebagaimana sudah menjadi ee cerita dari masa ke masa bahwa agresi militer Belanda ee luar biasa dengan kekejamannya hampir dengan 4.000 rakyat Gayo dan Alas Gugur ketika itu. Ini foto saya ambil dari Tropen Museum juga sama ee di e Benteng Kutareh, Aceh Tenggara ketika itu. Ee dengan agresi-agresi mereka meruntuhkan semua benteng-benteng yang ada di Gayo ee yang menggugurkan para pahlawan-pahlawan Gayo seperti Aman Linting, Aman Jatah, Haji Sulaiman, Lebih Jogam. Salah satunya adalah Srikandi Gayolu yaitu Inen May Tri yang meninggal atau yang gugur saat itu dengan posisi masih ee pengantin baru. Jadi sejarah-sejarah itu terus kita ceritakan kepada anak cucu hingga saat ini. Nah, setelah ee pembantaian kemudian penguasaan semua benteng yang ada di daerah Gayo saat itu Belanda membangun yang disebut dengan vivak belang kejeren. Bifak sendiri bah dari bahasa Perancis yang berarti atau memiliki makna tempat berlindung sementara untuk keadaan yang darurat. Jadi, Bifak Blang Kejren hari ini adalah pendoponya Bupati Gayoles atau rumah jabatan dari Bapak Bupati Gayoles. Next. Nah, setelah bivak Blank Jeren dan eh Belanda memiliki tatanan pemerintahan dengan versi mereka ya pada saat itu. Jadi ditemui beberapa masyarakat di Gayules khususnya di Blangkejren saat itu eh merupakan mereka yang ee menderita penyakit lepra sehingga lokasi isolasi dijadikan adalah Kampung Agusen. Jadi Kampung Agusen ini punya sejarah yang luar biasa di mana seluruh penderita Lepra saat itu diungsikan ke Kampung Agusan. Ini eh terjadi pada 1907 dan sampai dengan ee masa kemerdekaan Kampung Agusten sebagai tempat isolasi bagi penderita penyakit lepra. Sesi kedua saya ee membagi menjadi bagaimana mengisi kemerdekaan dengan mengabdi di Lembah Ganja. Ini salah satu judul yang saya eh berikan kepada apply kepada eh Kementan RB saat itu ketika menjadi ASEN inspiratif mengabdi di lebah gaja. Jadi kata-kata ganja itu ternyata menjadi primadona. Sehingga saat itu saya diundang untuk menjadi salah satu bagian daripada ASN inspiratif nasional yaitu untuk memberikan sumbangsih dan pengabdian di Kampung Agusan sebagai camat pelang kejadian. Jika itu Agusan, Lepra, Ganj dan kemiskinan. Ini tiga kata yang sangat melekat dengan Kampung Agusen. Selain sudah konotasi yang negatif terhadap masyarakat penderita lepra yang diisolir ke tempat tersebut, ganja tumbuh subur. Kenapa? Nah, ini juga menjadi pertanyaan karena ganja sendiri di Aceh itu sebuah rempah-rempah ya yang dijadikan sebagai ee empuk dari daging atau kuah belangong istilah kita di sini. Jadi kalau tanpa ganja itu dulu enggak enak gitu kalau enggak masak. Jadi konotasi-konotasi ini seing waktu berubah dengan peraturan-peraturan pemerintah yang datang pada saat ini. Dan kemudian kemiskinan ketika saya camat di sana ketika itu 11 tahun 12 tahun yang lalu ee kemiskinan yang saya lihat itu memang sangat luar biasa. Apalagi untuk tingkat pendidikan anak-anak pada umumnya bersekolah hanya sampai dengan tingkat SMP karena SMA tidak ada. Sedangkan jarak tempuh dari ibu kota kabupaten itu apa? Dengan jarak 20 km sehingga mereka susah untuk mendapatkan akses pendidikan. Kemudian apalagi konotasi terhadap kampung tersebut sudah menjadi tempat isolasi ganja kemudian lepra sehingga seolah-olah masyarakat di Agusan punya hukum sendiri tanpa tersentuh dengan hukum nasional. Jadi saya sampaikan di situ waktu itu saya berpikir bahwa Agosen ini belum merdeka begitu. Jadi saya mencoba pendekatan dengan masyarakat setempat dan malah saya ditolak oleh masyarakat pertama sekali datang ke sana. Kenapa? Karena saya anggap saya adalah cua kalau silah Aceh itu mata-mata. Sehingga ee saya ee mereka tidak tahu kalau waktu saya camat, saya datang ke sana ee dua kali datang masih ditolak, tiga kali saya pakai atribut dengan lengkap dengan ee mangkok tanda jabatan. Akhirnya mereka menerima saya bahwa ini ternyata camat ee kami. Begitu. Jadi agak susah masuk waktu itu ke Kampung Agusan. Nah, ini kondisi Kampung Agusan eh sahabat SN semua ee akses jembatan masih sangat manual zaman dulu ya. Sehingga ini perlu untuk betul-betul kita sentuh. Next. Nah, lebih dekat dengan Kampung Agusen eh beberapa informasi turun-temurun. Agusan berarti awal atau mula. Beberapa informasi juga menyatakan bahwa Agosen berasal akronim dari Aceh Gugus atau Pegunungan Selatan yang kebetulan letaknya berada di ee di daerah selatan di Kecamatan Blang Kejerren. Jadi kecamatan dan kemukiman yang berada di Kampung Agusen eh Kampung Agosen merupakan bagian dari Kecamatan Belang Kejren dan berada di Kemukiman ujung Baru. Jadi dalam strata pemerintahan di Aceh, sama halnya dengan di pemerintahan Sumatera Barat bahwa pemerintahan di Aceh itu memiliki yang namanya pemerintahan mukim yang berada langsung di bawah camat. Jadi kekhususan ini ee berfungsi untuk untuk me apa namanya? E tali koordinasi antara penghulu atau kepala desa dengan camak itu di apa namanya? dimudahkan melalui pemerintahan mukim. Jadi, pemerintahan mukim saat ini ee sebanyak 25 kemukiman itu membawahi biasanya 5 sampai dengan 7 atau dela yang ee berada di bawahnya. Jadi, kekasan daripada pemerintahan mukim ini ee membantu para camat untuk bisa mengkoordinasikan setingkat bagaimana menjaga hutan, adat istiadat, syariat Islam. Jadi, ee kemukiman ini sangat ee membantu sekali permasalahan-permasalahan yang ada di tingkat desa dan di kecamatan. Nah, ee di Kampung Agusan itu terdiri dari empat dusun. Ada dusun Toa, Dusun Uken, Singah Mulle, dan Palimebas. Dan ini semua dusun-dusun ini sudah kita sentuh dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya bagaimana mereka tidak lagi ee hidup dengan ketakutan. ketakutan dalam arti mereka tidak lagi menanam yang namanya ee tanaman haram itu. Sekarang sudah alhamdulillah berubah menjadi tanaman-tanaman kopi dan juga cerai wangi baik itu kopi robusta dan kopi arabikaagayo. Nah, jumlah penduduk sangat sedikit sahabat SN hanya 913 jiwa dan ini semuanya ee berada di kampung yang terletak di lembah sangat lembah daripada ee Gunung Lauser. Jadi tempatnya itu sangat asri, sangat indah. Saya pertama sekali datang ketika menjadi camat, saya berasa ini bukan tempat yang terisolir, tapi ini adalah this is heaven. Ini adalah surga yang tersembunyi. Nah, sahabat esen semua komoditi unggulan sumber PAD Desa ya, pendapatan asli desa yang ada di Kampung Agosen itu berasal dari tanaman kopi Arabika dan Robus Tagayo, Seriwangi, dan Ekowisata Agusan. Next. Ketika itu saya memiliki sebuah ee pemahaman terhadap ee masyarakat Kampung Agusan ee kenapa mereka sangat terisolir di zaman yang penuh dengan kemerdekaan ini. Karena terus terang saya sempat ee sedih, terharu ketika saya berkunjung di jam .00 pagi ke kampung tersebut untuk menjadi ee pembina upacara di SD yang ada di Kampung Agus. Ketika itu saya ee sampaikan kepada Bapak Penghulu dan Kepala Sekolah itu kenapa ada anak kelas 1 sampai kelas 3 SD enggak ikut baris atau apel? Kenapa mereka harus ke atas? Seperti Tarzan ya, mereka ee dengan kemiringan yang cukup curam naik ke atas bukit itu untuk menuju ke sekolahnya yang begitu jauh. Sedangkan kelas 4 dan 6 sampai dengan 6 SD itu berada di bawah atau di lembah. Akhirnya saya sampaikan kepada Pak Penghulu atau Kepala Desa di sini namanya penghulu ee saya sampaikan kenapa ini bisa terjadi. Saya rasa ini adalah suatu pembodohan belum menikmati kemerdekaan dengan secara hari ini Aceh memiliki otonomi khusus apalagi untuk pendidikan. saya sampaikan begitu. Akhirnya saya berinisiasi untuk bagaimana membuat self assesment kepada Kampung Agusen sehingga muncullah ide-ide inovasi yang yang saya sampaikan ke seluruh sahabat ESN pada hari ini. Pertama, mobile district government di mana pelayanan administrasi kecamatan dijalankan dari Agusen dengan jarak yang paling jauh dari pusat ibuota. Saya memimpin saat itu 22 desa atau kampung. Eh Agusan merupakan ee kampung yang terjauh dari seluruh kampung yang saya pimpin ketika camat dengan jarak 20 km dengan kecuraman kemudian akses yang sangat sulit. Ketika itu eh saat itu saya berinisiasi bagaimana masyarakat bisa mengunjungi Agusen karena stigma negatif sebagai tempat isolasi. Kemudian ganja yang luar biasa masih merebak banyak ya. Kemudian ee kemiskinan, kemudian sekolahnya terbatas, akses semuanya terbatas. Sehingga saya berupaya dengan teman-teman di kantor camat waktu itu kita mencoba untuk mobile district government. Artinya kami berkantor di dari Kampung Agosen. Mau tidak mau, suka tidak suka, semua administrasi saya jalankan dari Kampung Agusen. Akhirnya masyarakat akan melihat, "Oh, Kampung Agusen sudah berbenah begitu." Jadi saya ingin menampilkan ini loh potret Agusen saat ini jauh daripada pandangan masyarakat yang sudah memberikan sertip negatif terhadap Kampung Agusen. Kemudian kami juga membentuk saat itu adalah English Village ya, membentuk kelompok belajar bahasa Inggris. Ee pagi-pagi kelasnya untuk ibu-ibu, ee siang untuk anak-anak, kemudian malamnya untuk bapak-bapak. Jadi waktu itu saya dijuluki sebagai camat yes saking eh semangatnya mengajar bahasa Inggris dengan eh para ibu-ibu dan bapak-bapak, anak-anak yang ada di sana. Nah, kemudian kita juga membentuk yang namanya Agusan Besaman. Jadi Saman itu merupakan hari ini ee tarian yang sudah melegenda yang sudah disahkan oleh eh UNICEF sebagai eh warisan tak benda untuk Gayu lues. Nah, jadi Gayu Gagusan Bersaman itu singkatan dari akronim dari Agusan Bersih, asli, aman, dan nyaman. Saat itu bagaimana kita bisa menciptakan kampung yang bersih, asri, aman, nyaman untuk para investor ee kemudian wisatawan ya. Akhirnya mereka ee mengubah citra negatif e Agusen itu menjadi kampung yang wajib dikunjungi karena sudah saking bersihnya, asrinya, nyamannya apalagi ee di sungai-sungai Agusten itu masih ee hidup ya ikan-ikan ee yang masih dinikmati oleh ee semua wisatawan yang datang ke sana. Kemudian ee ada pemingun. Pemingun dari bahasa Gayo artinya setiap minggu, pertemuan setiap minggu. Jadi saya membentuk ee pengajian untuk ibu-ibu sekaligus arisan jamban sehat. Karena ada beberapa masyarakat kita saat itu belum memiliki jamban. Sehingga dengan kegiatan pemingun ini saya tidak mematok beberapa ibu-ibu untuk bawa uang arisan tetapi sukarela. Jadi hasil dari arisan itu kita bangun ee apa jamban. Ketika diundi sudah keluar nama ibu tersebut ya atau rumah tersebut. Jadi kita bangun jamban sehat. Jadi alhamdulillah ee air bersih sudah masuk, jambannya sudah ada. Jadi kalau wisatawan pun datang mereka tidak lagi ada kesan jorok untuk kampung Agustusen itu. Kemudian ada lagi ee kegiatan disebut dengan Mas Darwis, masyarakat sadar wisata. Nah, masyarakat sadar wisata ini saya memang fokuskan kepada para sebujang dan para seberu itu anak-anak muda di kampung ya yang kita bentuk dalam kelompok Mas Darwis. Jadi, Mas Darwis ini diketuai oleh ketua pemuda kampung tersebut yang bisa ee mengedukasi, kemudian bisa memanajemen bagaimana wisata itu. Kami juga melibatkan teman-teman dari negara donor seperti USET, kemudian Ausate, kemudian ada kegiatan seperti Jaflek, OIC, Orang hutan dan lain sebagainya. karena luar biasa flora fauna di Agustusen itu masih sangat-sangat alami. Kemudian yang terakhir ada inovasi yang kami lakukan juga dengan CNF station Research yaitu CNF itu singkatan dari coffee and forest ya. Jadi beberapa dari ee apa negara-negara seperti Amerika, seperti Rusia hadir ke Agusan untuk ee meneliti terkait dengan hutan fauna, flora yang ada di Agus. Jadi kami menyiapkan tempat untuk itu sesuai dengan packaging-packaging wisata yang ada saat itu. Next. Next. Berikut video sedikit tentang lebih dekat dengan Agusen saya sampaikan ke seluruh sahabat. Lailahaillallah. Ahu. Salami kami ku para undangan. Selamat datang ku wisata kami. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kampung Agusen terletak di kakinya Gunung Lauser paling ujung di Kecamatan Belang Kejeren. dijuluki 1000 bukit dan sungainya yaitu diberi nama sungai Agusen dan yang masih bisa diminum oleh masyarakat. [Musik] Dulu Kampung Agosen yaitu memang terkenal ee di mungkin enggak di Gayo luas saja dan juga terkenal kepada mancanegara disebut-sebut adalah di sini ganja yang terbaik. Mengapa? Karena ternyata Kampung Agosen ini bukan masyarakat tidak mau berubah karena belum pernah disentuh oleh pemerintah daerah yang akhirnya alhamdulillah dengan adanya juga dana desa dengan program ya dari ee Kementerian Desa akhirnya bisa dipergunakan untuk pemberdayaan masyarakat kampung. Karena waktu itu saya pernah ee ee sampaikan kepada Bapak Bupati waktu itu Bapak Haji Ibnu Hasyim bahwa yang sangat tepat untuk mengatasi ganja itu adalah substitusi. Khususinya dengan apa? dengan kopi. Alhamdulillah teman-teman lestari saya ayo kopi aja deh dari JPR juga pemer bagaimana mereka mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan juga sampai panen sampai dengan packaging. [Musik] Sekarang kami berkomitmen untuk yaitu mengembangkan wisatanya dan juga mengembangkan potensi alam yang ada di Kampung Agusen seperti tanaman kopi dan perlu yaitu pemasarannya seperti itu. He. [Musik] Kampung Agosen itu layak untuk dijadikan suatu tempat destinasi yang harus dikunjungi masyarakat banyak. Kenapa? tempatnya itu sangat indah dengan modal sosialnya alamnya yang luar biasa, sumber air di sana tempatnya, kemudian ee flora faunanya anggreknya, kemudian manuk reja bujangnya ya ada di sini. Kenapa itu tidak dijadikan suatu modal untuk dikembangkan sebagai tempat destinasi wisata? [Musik] Harapan kami kepada kaum biak niama kulurine Marielah kita berkunjung ke Kampung Wisata Agusen ini menikmati sungainya yang jernih dan alamnya yang indah dan bisa menikmati kopi Agusen. [Musik] Baiklah, sahabat ASN di mana pun berada, itu tadi Kampung Agosen saat ini yang saya tidak punya dokumen begitu before-nya, tetapi inilah ee after-nya yang luar biasa perubahannya sehingga sampai hari ini masih dikunjungi sebagai pusat. destinasi wisata yang ada di Kabupaten Gayoles. Next. Ee karena kerja dan kinerja itu dilihat oleh khalayak, akhirnya saya secara pribadi ee diundang kemudian mendapat penghargaan di beberapa ee penghargaan nasional dan internasional. Salah satunya sebagai champion dari US AID Amerika. Kemudian sebagai ASN inspiratif tahun 2018. Kemudian dinobatkan juga sebagai purna praja inspiratif dari ee teman-teman di IKPTK pusat. Kemudian dari West Foreng juga sebagai tokoh penggiat Eko wisata lokal Indonesia. Jadi penghargaan ini semua karena dedikasi dan kerja sama kolaborasi dengan semua pihak yang telah kita lakukan selama ini. Next. ee Kampung Eko Wisata Agusen hari ini ada paket-paket wisata sahabat ASN semua. Salah satunya adalah Arum Jeram, kemudian wisata tubing, wisata kemping, wisata kebun kopi, minum kopi di kebun kopi. Kemudian ada penyewaan pondok sebagai ee income bagi masyarakat yang memiliki pondok silakan itu kita bebaskan. Kemudian ada homestay, bisa menginap di sana. Kemudian ada ee masakan khas gayo, ili pengat. Jadi ikan hili ini hanya tumbuh hidup ya, hanya hidup di Sungai Agusen. Jadi sebagai kearifan lokalnya juga kita coba untuk ee membuat semenarik mungkin sehingga ini menjadi salah satu ee minat daripada wisatawan untuk berkunjung kembali dengan khas makanan yang ada. Kemudian ada Sungai Agusen ini luar biasa. Eh, next. Kemudian ee ASN mengisi kemerdekaan ini sesi ketiga, sesi terakhir. Lanjut. Nah, saya mengutip eh pernyataan dari Presiden Jokowi dan juga saya kutip dari sindonews.com. Setiap A harus mempunyai orientasi yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. PSN bukan pejabat yang justru minta dilayani yang bergaya seperti pejabat zaman kolonial dulu. Kita adalah pamong, kita bukan pangreh. Lanjut. ee dimensi sikap perilaku SN mungkin oleh Bapak Darmuji tadi sudah sampaikan ya, ada dimensi sikap perilaku SN dalam hal ini adalah cor values ya yang sudah melekat dan sudah kita eh sepakati bersama bahwa ASN itu adalah profesi. Kemudian sebagai profesi ASN memiliki nilai dasar kode etik dan kode perilaku. Nilai dasar tersebut eh dunch oleh Bapak Presiden Jokowi pada bulan Juli 2021. yang disingkat dengan berakhlak. Ya, dari tujuh indikator ini rasanya ini menjadi salah satu afirmasi bagi kita untuk ee kita selalu terapkan setiap hari, setiap pagi sebagai afirmasi kita ya. Bangun tidur itu kita harus berakhlak yaitu berorientasi kepada pelayanan, kemudian akuntabel, kemudian kompeten, harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif. Ketika dimensi sikap perilaku ini sudah kita miliki, saya rasa semangat kerja kinerja kita akan meningkat. Next. Ee selain dari eh Corviolus tadi, kita sebagai ASN untuk mengisi kemerdekaan ini harus memiliki soft skill di mana soft skill itu harus kemampuan memecahkan masalah yang kompleks. Bagaimana cara kita merespon permasalahan-permasalahan tersebut dan harus solutif, harus cepat menemukan solusi. Ini salah satu tantangan kita di zaman ee digital ini. Kemudian berpikir kritis dan kreatif. Kalau cara berpikir kita masih old atau lama ini, saya rasa kita tidak bisa ee menjadi ASN yang kreatif. Karena hari ini tentu kita menjadi seorang ASN yang open minded. Kemudian ada manajemen manusia. Bagaimana kita bisa mengelola pekerjaan, memanage bawahan, kemudian me-manage waktu pekerjaan. Ini adalah tugas kita sebagai ASN mengisi daripada kemerdekaan hari ini. Kemudian kemampuan berkoordinasi. Ini salah satu kegiatan atau ee kemampuan yang harus kita ee tekuni karena kemampuan berkoordinasi adalah tidak lepas dari kemampuan kita berkomunikasi. Kemudian negosiasi dan konektivitas, membangun jejaring, network ini salah satu kegiatan seorang ISN harus mampu untuk membangun jejaring. Kemudian orientasi pelayanan. Apapun kegiatan hari ini dengan tusi kita masing-masing, orientasi kita tidak boleh tidak hanya untuk memberikan pelayanan yang terbaik. pelayanan yang prima untuk masyarakat di sekitar kita. Kemudian cepat membuat keputusan. Harus segera membuat keputusan. Tidak bisa lambat berpikir. Harus segera dan harus tepat. Membidik dengan yang tepat. Kemudian kecerdasan emosional, sosial, spiritual, dan moral. Ini hal yang sangat harus dimiliki semua ASN. Boleh cerdas tapi emosional harus pandai mengelola dan kita harus memiliki yang namanya spiritual ction. Kecerdasan spiritual ini semua kita bangsa yang merdeka, bangsa yang berbudaya, bangsa yang beragama tentunya soft skill ini harus kita miliki semua ASEAN yang ada di Indonesia. Lanjut. Bagi saya sebagai ASN yang profesional adalah pahlawan masa kini. Mengapa? Karena seorang pahlawan harus memiliki sikap profesional. Pertama, mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, keluarga atau golongan. Kemudian berjuang tanpa pamrih, ikhlas berkorban. ini sudah kita lakukan, kita buktikan ketika saya bisa bekerja sama dengan teman-teman Buspika atau Porco Pimcham kemudian bisa melibatkan konektivitas dengan teman-teman negara donor seperti USID, Auset dan lain sebagainya. Itu semua tanpa gaji dan itu semua harus diikhlas karena tanpa keikhlasan saya rasa tidak bisa membangun Kampung Agusen hingga sampai saat ini karena tidak ada anggarannya begitu. kemudian selalu merasa terpanggil untuk mengatasi masalah di lingkungannya. Peduli dan tanggung jawab. Kita harus care, kita harus respect, dan kita harus ee peduli, respon terhadap apapun yang terjadi di sekitar kita. Kemudian berorientasi memberi bukan meminta. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah itu istilahnya ya. Kemudian memiliki idealisme dan determinasi tinggi untuk mewujudkan idealismenya. Boleh idealisme dijunjung tinggi karena itu salah satu prinsip hidup. ya. Karena hari ini kita sebagai ASN punya kode etik dan cara bagaimana kita bisa menjadi seorang ASN yang ee menjalankan kode etik tersebut. Kemudian berani berinisiatif tidak menunggu orang lain atau waktu lain. Tidak bisa menunggu kerjaan hari ini diselesaikan untuk esok. Karena semakin kita menunggu pekerjaan-pekerjaan lain akan selalu makin menumpuk sehingga pekerjaan hari ini tidak bisa kita selesaikan. Jadi disiplin. Kemudian berkarir tanpa batas usia. Jabatan status ekonomi dan domisili. Hari ini kita buktikan dengan adanya webinar ya ASN Belajar seri 32 yang luar biasa ini salah satu bentuk bahwa komunikasi kita sebagai AS SN tanpa batas, tanpa ee apa? jeda, kemudian tanpa mengenal domisili dan latar belakang kita. Ini luar biasa sekali apresiasi untuk BPSDM Jawa Timur. Next. Baik, terima kasih sahabat ASN semuanya. tadi pemaparan saya yang cukup panjang, mohon maaf. Semoga bisa menginspirasi sahabat ESN di mana pun berada. Mohon maaf apabila terdapat salah khilaf saya. Saya ucapkan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera dan salam merdeka untuk kita semua. Merdeka. Terima kasih Bu Sartika. Luar biasa sekali pemaparan materi di sesi ketiga ini. Wow. Ternyata seorang ASEAN itu harus bisa menjadi seorang pahlawan ya. Bagaimana cara menjadi seorang pahlawan masa kini? Yaitu dengan memiliki karakter-karakter pahlawan yang tadi sudah disebutkan di slide terakhir ya, Bu Sartika ya. Baik. Nah, Sobat ASN selanjutnya kita akan masuk ke sesi tanya jawab. [Musik] Baik, sudah ada beberapa penanya di sini. Bu Sartika, saya mohon izin terlebih dahulu untuk memanggil satu penanya dari Bapak Nurul Hidayat. Selamat siang, Bapak Nurul Hidayat. Selamat siang. Selamat siang, Bapak. Siang, Bapak mohon izin dari mana Bapak? dari Madura ujung timur, Mbak. Wow, dari Madura. Kepulauan. Iya, masih kepulauan, Mbak. Siap-siap, Bapak Nurul Hidayat, silakan pertanyaannya untuk Ibu Sartika pada sesi materi ketiga ini. Ee terima kasih atas waktu yang telah diberikan oleh hostnya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Ee terkait dengan paparan yang disampaikan oleh Mbak Sartika Mayasari, kami merasa ee ada sedikit terharunya juga banyaklah karena tidak semua apalagi ASN memiliki peran aktif untuk meningkatkan ataupun mendestinasikan wisatanya, wilayahnya gitu. Jadi sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya hari ini sampai saat ini dunia IT itu telah kita jalani bersama. Cuman karena kita dibenturkan oleh suatu kondisi di mana di media itu sering dinampakkan bahwasanya kota yang kita cintai, negeri yang kita cintai ee dibuat keuntungan oleh beberapa elemen hanya untuk merop untung sendiri begitu. Nah, apa langkahnya, Mbak? Manakala Ibu, manakala kita untuk mempromosikan daerahnya kita agar kita lebih leluasa, lebih mengembangkan diri, serta mendapat pengakuan dari masyarakat bahwasanya ini loh negeri kami, inilah negeri kami yang remah, yang gemah ripah loh jawi itu seperti ini. tapi kita dibenturkan oleh media yang seolah-olah kita ditekan untuk ngambil posisi sebelah mana gitu, Mbak. Jadi yang kedua ee leadership itu yang seperti apa pada saat kita di dunia kantoran atau di instansi segala macam. Karena tidak semua leadership itu bisa menjadi sifat pribadi seseorang manakala geografisnya terus ee masyarakatnya di sana apatisme dan ee optimisnya masyarakat itu pal beda-beda. Jadi yang paling pokok seperti apa leadership yang betul-betul mengenai kepada kita selaku pemimpin kepada bawahan. Jadi demikian Mbak Sartika yang kami dapat sampaikan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, dua pertanyaan dari Bapak Nurul Hidayat dari Madura yang saya kira pertanyaannya nih luar biasa bagus. Bu Sartika, silakan, Ibu. Oke, terima kasih ee Pak Nurul ya. dari Madura. Salam kenal ya, Pak, dari Aceh. Iya, Mbak. Luar biasa pertanyaannya. Kalau Bapak terharu, saya tadi malam mau nyiapkan slide itu nangis, Pak. Karena saya berpikir ini sudah satu dekade lewat. Saya pernah ee menjadi bagian daripada kampung Agusen. Saya waktu itu baru berusia 27 tahun, Pak. Sebagai can ee saya punya anak baru usia 6 bulan saat itu. Jadi, saya bawa ke mana-mana. Jadi jawabannya satu, Pak. Karena cinta, Pak. Karena mencintai. Saya mencintai pekerjaan sebagai api negara. Karena kita memang sudah di apa? Sudah dikukuhkan untuk menjadi seorang pamong ya, Pak. Jadi mau enggak mau, suka tidak suka memang itu timbulkan rasa cinta dulu untuk suatu pekerjaan. Saya rasa sesuatu yang dari hati akan kembali ke hati. Jadi masyarakat akan menerima penolakan-penolakan di awal termasuk beberapa ee apa namanya? Mohon izin, Pak. Saya cerita ya karena ini pengalaman yang luar biasa. Ketika itu ee mafia yang saya hadapi karena sudah biasa dengan bagaimana ganja itu seolah-olah legal ya dalam tanda kutip. Jadi saya selalu bawa alat kejut, Pak. Jadi ke mana-mana kelapa saya bawa kejut. Di mana jumpa ya kita ee face to face lah begitu kira-kira. Jadi saya rasa memang ee cerita ini memang cerita yang ya begitu adanya begitu. Jadi pure begitu di lapangan, Pak. Jadi jarak tempuh yang tidak boleh pakai spir saya nyetir sendiri kemudian bawa baby dengan penjaganya. Saya mengajar bahasa Inggris dengan masyarakat itu semua akibat cinta, Pak. Jadi mencintai pekerjaan, mencintai masyarakat yang non jauh di sana tidak tersentuh selama ini. Ini yang menimbulkan rasa saya untuk selalu datang ke sana. Saya berusaha untuk kangen terus dengan mereka. Begitu. Sehingga ketika saya pertama sekali mengumumkan bahwa wirid akbar di tingkat kabupaten itu ada di Agusan, mereka kaget begitu. Kenapa di tempat isolasi lepra dilaksanakan itu? Begitu. Jadi semua media saya ajak, Pak. Jadi tidak terbentur dengan media yang seperti Bapak sampaikan tadi. Saya media saya ajak ini loh Agusen before after kamu akan lihat kamu akan terus untuk mengekpose bahwa berita ini adalah benar adanya ada yang berubah di kampung Agusen. Begitu jadi begitu saya pertama datang ke sana itu ditutup jendela. dan tidak diterima oleh masyarakat. Akhirnya saya masuk lewat pengajian ibu-ibu. Jadi kita belajar dari Asmaul Husna, fardu kifayahnya kan begitu ya, Pak ya. Terus pengajian wirid yasinnya. Jadi saya masuk dengan kearifan lokal dulu, Pak. Jadi strateginya itu kearifan lokal dulu yang kita pahami, kita pelajari begitu. Jadi akhirnya masyarakat menerima saya sampai saya sampai saat ini panggil Bu Camat, Pak. Walaupun saya sudah ee di instansi lain begitu ya, Pak, ya. Jadi ini luar biasa ee apresiasi dari masyarakat. Kemudian untuk leadership yang saya terapkan adalah semangat kegotong-royong. Kita tidak merasa sebagai atasan atau pimpinan, tapi bagaimana mereka menganggap kita adalah sahabat, mereka menganggap kita adalah keluarga. Sehingga dengan cara seperti itu mereka tidak ada rasa sungkan untuk mengungkapkan apapun. Contoh, Pak, waktu saya berada di Kampung Agusan, ada 14 anak yang putus sekolah di usia SMA. Saya kumpulkan mereka, "Kenapa, Dek, kamu tidak sekolah? Sedangkan ini sudah zamannya orang sekolah. Saya bilang begitu, "Ibu," kata mereka, "Ibu, bapak saya berada di lembaga permasyarakat. Saya kaget itu, Pak. Syok saya. Saya tinggal dengan nenek saya yang untuk makan pun kadang-kadang susah begitu. Saya nangis waktu itu, Pak. Saya sampaikan, "Sudah berapa tahun ibu bapak kamu ada di LP?" "Sudah 4 tahun, Bu." Jadi sejak saya tamat SMA tamat dari SD itu, ibu bapak saya sudah tidak ada. Mereka ada di LP. Kenapa sebagai kurir ganja, Pak? Jadi rasa-rasa seperti itu saya kumpulkan gini loh, kamu mau enggak sekolah? Maka saya buat di kelas kelompok belajar di sana. Mereka saya latih untuk menjadi juru parkir. Akhirnya apa Pak? Mereka mohon maaf tidak lagi apa datang ke kebun-kebun ganja itu. Mereka sudah menetap di kampung itu menjadi juru parkir. Saya tanya di pendapatan mereka pertama, "Pendapatan kamu berapa bulan ini?" "Alhamdulillah, Bu, sudah 4 juta." gitu loh. Saya kaget, Pak. di itu sampai saat ini kalau saya datang ke kampung itu, Pak, saya masih dipanggil Bu Camat. Jadi akhirnya eh label-label seperti itu yang saya rasa leadership kita harus dengan e kegotongroyongan, tidak merasa kita adalah pemimpin. Sedangkan sebenarnya kita sedang mestir, kan begitu ya, Pak. Seorang pemimpin harus mestir dengan seninya mereka. Jadi begitu, Pak Nurul Hidayah. Terima kasih banyak, Pak, atas pertanyaan luar biasa Pak. Matur suun, Pak. Baik. Ini tadi pertanyaan yang luar biasa dengan jawaban yang juga luar biasa. Bu Sartika kalau kalau saya dengarkan tadi jawaban Bu Sartika yang pertama adalah dengan menumbuhkan rasa cinta pada pekerjaan itu sendiri ya Bu ya. Akhirnya otomatis alami semuanya bisa teratasi dengan baik ya karena mengerjakannya dengan rasa cinta itu tadi ya. Yang kedua adalah dengan cara gotong-royong. Bagaimana kita menunjukkan leadership kita dengan cara kita sendiri. Salah satunya adalah dengan cara gotongroyong yang tadi Ibu ceritakan pengalaman Ibu Sartika di sana ya Bu ya. Baik Ibu terima kasih banyak Pak Nurul Hidayat. Terima kasih banyak Pak Nurul. Baik, untuk penanya selanjutnya ada Bapak Shihin. Selamat siang Bapak Solihin. Bapak Sihin. Iya, suara saya terdengar jelas, Pak. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Shihin kalau boleh tahu domisili atau tinggal di mana, Pak? Saya Banyuwangi. Oh, Banyuwangi. Banyuwangi. Mana, Pak? Banyuwangi Kota Oh, Banyuwangi Kota siapasnya Dinas Perustan dan Keasipan. Siap, Bapak Shihin silakan. Langsung saja pertanyaan untuk Ibu Sartika. Nggih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi menjelang siang, Bu Sartika. Ee tadi yang Ibu paparkan tadi, saya juga terinspirasi ee melihat ASN sekarang ini kan bagaimana cara kita untuk mengisi kemerdekaan apalagi kita enggak ikut berjuang. Hanya sekarang tinggal menikmati aja. Nah, kemudian ketika kita sudah menikmati apa yang kita dapatkan itu sudah jelas. Sekarang apa kontribusi kita? kepada kemerdekaan ini setelah rakyat Indonesia ini sudah mengalami beda sudah 79 tahun kita sudah pernah sudah banyak dinikmati sudah banyak yang kita dapatkan dari situ. Apalagi kita semuanya Bu. Jadi beberapa hal yang perlu saya tanyakan bagaimana kita sebagai ASN khususnya di apa Republik Indonesia ini bagaimana cara kita mengisi kemerdekaan dalam rangka bekerja di pegawai negeri ini supaya nanti ke depannya apa yang kita kerjakan, apa yang kita lakukan akan merasa bahwa kita itu ikut bertanggung jawab untuk bagaimana mengisi kemerdekaan. Apalagi ini nanti untuk masa depan anak cucu kita ke depannya sehingga apa yang kita dapatkan itu tidak tidak mubadir gitu. Jadi pertanyaannya bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini dengan sesuai dengan arah dan kebijakan atau perjuangan para pejuang-pejuang, para swak-suarga yang dulu yang pernah berjuang memperebutkan kemerdekaan ini. Jadi itu saja, Bu. Ikan sepat, ikan bagus, makin cepat, makin bagus. Asalamualaikum warakatuh. Waalaikumsalam warikumsalam. Siap. Bapak SH dari Kota Banyuwangi dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kearsipan Kabupaten Banyuwangi. Ibu Sartika silakan. Oke, terima kasih Pak Shihin. Salam kenal dari Aceh, Pak. Dari Banyuwangi. Cukup jauh ya, Pak ya. Luar biasa pertanyaannya. Nah, baik Pak. Ee sebenarnya apa kontribusi kita untuk mengisi kemerdekaan? Pertama, kita sebagai ASN punya tus tugas pokok fungsi kita masing-masing sesuai dengan baik itu pejabat yang melegat atau fungsional yang saat ini sedang kita galak-galakkannya di dunia ASN. Begitu. Artinya hal yang paling utama untuk dilakukan untuk mengisi kemerdekaan itu terus berkomitmen, Pak, dengan perencanaan kehidupan, pengembangan kepribadian yang luar biasa. Karena mohon izin negara lain mungkin ASN atau eh civil government-nya itu sudah digantikan oleh robot. Tapi hari ini kita di Indonesia alhamdulillah masih diberdayakan manusia-manusia yang unggul di bidangnya. Luar biasa Pak. Pakai belangkon ya. Mantap, Pak Solihin. Nah, jadi saya ingin sampaikan bahwa ketika ada niat untuk terus maju, kemudian ada niat untuk terus mengembangkan diri, insyaallah saya yakin konsistensi- konsistensi ini akan menjadi salah satu bentuk pengabdian kita untuk mengisi kemerdekaan. Karena kode etik manaun di dunia ASN maupun ajaran agama mana pun tidak ada yang mengajarkan tentang keburukan. Pasti kepada kebaikan. Jadi konsistensi ini yang harus kita isi dalam diri kita dengan afirmasi setiap hari bahwa kita adalah SN yang harus menginspirasi banyak orang, harus bermanfaat untuk orang. Jadi, sebagaimana Sayidah Ali juga menyatakan manusia yang terbaik itu adalah manusia yang bisa bermanfaat untuk manusia lainnya. Begitu, Pak Shihin. Jadi, terus berkarya ya, Pak ya. Terima kasih. Terima kasih, Pak. Baik. Saya setuju sekali beserta dengan quot-nya tadi itu kalau enggak salah Ali bin Abu Thalib ya, Bu ya. Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa menjadi manfaat untuk manusia lainnya. Pak Shihin sudah aman ya, Pak ya jawabannya Bu Sartika ya. Sudah, Pak. Bu, siap. Alhamdulillah kalau begitu. Terima kasih, Pak Shihin. Terima kasih. Baik, Ibu. Mohon izin, ternyata masih ada satu lagi yang ingin bertanya sama Buika. Luar biasa ini. Welcome. Enggak apa-apa. Silakan, Pak. Baik. Ini ada Bapak Ahmad Fauzani. Selamat siang, Bapak. Selamat siang, Ibu. Salam kenal dari Madiun. Salam kenal, Bapak. Salam kenal, Pak. Pak dari Madiun, ya. Kalau boleh tahu dari memotivasi sekali ini. Iya. untuk bahasan kali ini. Baik, kebetulan kita kan juga sering ngulik-ngulik dengan UMKM dan lain-lain gitu. Pemberdayaan masyarakat. Intinya memang ee saya rasa memang banyak-banyak sekali tantangan. Apalagi kalau kita sebagai ASN itu kadang-kadang mikirnya gini, ee aku yang kerja sing kayak gini dapatnya ya segini ya. Mereka yang biasa-biasanya juga segini. Akhirnya kita wis enake tak terbebani apa-apa dengan dengan pendapatan yang sama. Bagaimana bisa menghapus pola itu di pikiran kita biar kita itu tetap semangat dalam meng-upgrade diri kita di berbagai sektor. Itu aja pertanyaan dari Madiun ya. Oke terima kasih Bapak Ahmad Fauzani. Pertanyaannya singkat, jelas padat. Monggo Bu Sartika silakan langsung. Salam kenal Pak Ahmad dari Madiun. Luar biasa pertanyaannya. Sebenarnya kalau cerita ini kita cerita tentang pengembangan diri, Pak. Kenapa? Karena semua yang Bapak tanyakan tadi itu sebenarnya sudah melekat di corvilus-nya para ASN kita ya dan sudah di launch oleh Bapak Jokowi beberapa tahun yang lalu. Artinya apa, Pak? Ee untuk menjadi seorang ASN yang punya kepribadian yang berbeda dari kebanyakan itu memang harus punya latihan terus, Pak. Latihan terus. Susah, Pak. susah jadi ASN Inspiratif itu apalagi sudah selesai jadi purna ASN Inspiratif tanggung jawabnya itu, Pak. Jadi kami saya kebetulan ee 2018 dengan ee 12 teman-teman sebagai ASN inspiratif yang diundang langsung ke e Jakarta waktu itu berkomitmen. Jadi walaupun sudah selesai ini penilaian inspiratifnya tapi kita sedang selalu ee apa? berkomunikasi selalu memberikan terbaik walaupun tidak dinilai begitu. Jadi kesannya itu eh look in, jangan look out. Jadi look-nya itu yang susah, Pak. Jadi terus mengasah kepribadian, kemudian selalu berpikir positif ee berkawan dengan teman-teman yang celnya tidak toksik. Kan begitu ya, Pak ya. Jadi hal-hal semacam ini memang harus kita afirmasi setiap hari supaya apa? Yang muncul pun akan yang positif begitu. Jadi saya rasa kalau masih kita berpikir bahwa saya sudah kerja nih, tapi gaji saya kok sama aja sama enggak pernah masuk kerja nih kan gitu ya, Pak ya. Jadi ini ini udah itu urusanmu, ini urusan saya gitu. Jadi kadang-kadang ada pilah-pilah cara berpikir. Kita mungkin harus seperti itu sebagai kalau mau maju. Karena yang yang dihisab itu kita sendiri bukan orang lain tidak akan ditanya ketika kita dihisap nanti, Pak. Jadi saya pun pikirnya begitu. Jadi ee mau enggak mau, suka tidak suka, ya inilah this is my way. Jadi inilah jalan hidupku, kan begitu ya, Pak ya. Jadi saya rasa butuh latihan yang banyak karena terus terang Pak begitu menjadi ASN inspiratif ketika di Lembah Ganja dengan tantangannya itu jumpa dengan mafia ancaman itu selalu di mau dibunuh kan begitu apalagi AC agak ekstrem dulu Pak. Nah jadi saya rasa ini adalah salah satu tantangan dan ujian bagi saya ya Allah saya cuma ngomongnya begitu ini adalah tantangan untuk saya ketika engkau memberikan kekuatan, insyaallah saya kuat. La haula wala quwwata illa billah. Jadi doa itu aja dulu, Pak. Jadi saya rasa ini adalah satu latihan Pak. Jadi karena sudah sering latihannya itu, jadi kalau mau didemo orang, mau camat itu diemo dulu, Pak. Sudah enggak takut karena tantangnya itu memang mendewasakan kita begitu, Pak. Jadi e Pak Ahmad dari Madiun terus terus mengembangkan diri, Pak. Insyaallah saya tunggu Bapak sebagai next ASN inspiratif tahun selanjutnya. Makasih ya, Pak. Terima kasih jawabannya. Tetap semangat. Merdeka. Wah, luar biasa. Keren sekali. Boleh diberikan tepuk tangan untuk seluruh penanya kita pada sesi terakhir ya. Meskipun ini sesi terakhir tapi ternyata masih banyak yang fokus di ASN belajar seri ke-32 kali ini. Baik, terima kasih sekali lagi Bapak Ahmad Fauzani dari Madiun. Sehat selalu Bapak beserta keluarga ya. Dan ee kalau boleh Bu Sartika saya mau minta saran-saran penting yang mungkin bisa diberikan Ibu Sartika ya. yang pernah menjadi ASN inspiratif di tahun 2018 untuk sobat ASN di seluruh Indonesia yang mengikuti ASN belajar pada hari ini. Baik, terima kasih Mbak Yuris. Pesan saya sebagai purna ASN Inspiratif 2018 untuk seluruh sahabat ASN di mana pun berada, tetaplah menjadi dirimu. Never be, jangan menjadi orang lain. Karena versi diri kita itu enggak dimiliki oleh siapapun. Hanya kita. Kita itu adalah manusia yang sangat terbatas. Jadi kalau misalnya kerja sendiri itu enggak mungkin. Ayo ajak kolaborasi yang lainnya. tetap semangat, tetap rendah hati, tetap memberikan terbaik untuk lingkungan kita. Salam merdeka untuk semua di mana pun berada. Terima kasih. Terima kasih Bu Sartika Mayasari, STP, MA sekali lagi sudah berkenan untuk meluangkan waktunya mengisi materi di sesi ketiga ini dengan luar biasa dan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dari Sobat ASN yang sudah dilontarkan tadi. Keren, Ibu. Sehat selalu Ibu Sartika beserta. Kasih banyak Mbak Yuris. Matur suwun. Baik untuk penanya terpilih bisa langsung konfirmasi alamat ya ke CP di 082119411. [Musik] dari ketiga pemateri kita pada hari ini di ASN Belajar seri ke-32. Luar biasa semua. Saya sungguh sangat amat banyak mendapatkan insight pada pagi hari ini dan semoga semua sobat ASN yang ada di seluruh Indonesia yang mengikuti ASN belajar pada seri ke-32 ini juga mendapatkan hal yang sama ya, mendapatkan ilmu yang bermanfaat, insight, masukan yang bisa membangun ASN, Sobat ASN yang pada hari ini mengikuti ASN belajar di seri ke-32. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pada ASM Belajar seri ke-32 pada hari ini yaitu Kepala Kan 2 BKN Surabaya Bapak Adar Muji Sos, M.Si. dan juga Kaprodi Ilmu Sejarah Universitas Erlangga Bapak Dr. Sakawi B Husein, MHum. Serta Ibu Sartika Mayasari, Sst.P. MA yang pernah menjadi ASN Inspiratif Nasional tahun 2018 selaku Kepala DP3 AP2 KB Gayo Les. Sekali lagi, Sobat ASN, saya izin mengingatkan untuk link presensi sudah dapat diakses. Langsung tulis saja bit.li/h hadir seri 32 pada laman Google maupun Safari. Dan link presensi hanya hari ini saja ditunggu sampai pukul 23.59 59 waktu Indonesia bagian barat. Dan pastikan juga nama yang sobat ASN tulis itu benar ya, karena data yang sudah diinput tidak bisa direvisi. Dirgahayu Republik Indonesia ke-79 merdeka. Merdeka. Tetap utamakan disiplin karena disiplin yang kuat akan membuat ASN mampu mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai kepahlawanan sehingga ASN akan lebih profesional dan berintegritas. Kiajar Dewantara Said. Di mana ada kemerdekaan, di situ harus ada disiplin yang kuat. Kami pamit undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. ASN belajar seri 32 merdeka. [Musik] Zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas [Musik]