Webinar ASN Belajar Seri 32 - ASN Mengisi Kemerdekaan: Seperti Apa?
ibuQceJtbDw • 2024-08-22
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Halo, Sobat ASN. Yuk simak tata cara
mendapatkan e-sertifikat webinar ASN
belajar.
Pertama, pastikan Sobat ASN sudah
mendaftar dalam kegiatan webinar ASN
belajar ya. Link pendaftaran dapat diisi
maksimal H-1 sebelum webinar
dilaksanakan.
Masukkan alamat yang tertera pada flyer
ASN belajar. Sebagai contoh,
bit.ly/daftarnb.
[Musik]
Lalu masukkan email sobat ASN yang masih
aktif.
Berikutnya isi kolom data diri Sobat ASN
pada formulir yang tersedia.
Isi setiap kolom dengan benar, ya.
Nama. Tulis nama lengkap Sobat ASN
karena ini adalah nama yang akan tertera
pada e-sertifikat.
Selanjutnya isi kolom NIP,
pangkat, dan golongan sobat ASN.
Jabatan dan instansi dari mana Sobat ASN
berasal juga harus diisi dengan benar,
ya.
Jangan lupa pilih kota atau kabupaten
dari mana Sobat ASN berasal.
Kemudian isi nomor WhatsApp Sobat ASN.
[Musik]
Setelah semua kolom terisi, cek dan
pastikan kembali data yang sudah Sobat
ASN isi benar.
Lalu klik submit.
Setelah Sobat ASN submit akan muncul
informasi terkait link Zoom meeting,
link virtual background, dan link
presensi yang dapat Sobat ASN gunakan
pada saat webinar.
Sobat ASN ingat ya, link presensi baru
bisa diakses pada saat webinar
berlangsung.
Link presensi dapat Sobat ASN lihat pada
laman informasi, running text, atau pada
pin live chat YouTube BPSDM Jatim TV.
Pastikan kembali data diri Sobat ASN
sudah benar.
Setelah itu, Sobat ASN dapat langsung
tanda tangan pada kolom yang tersedia.
Jika sudah, klik submit.
[Musik]
Setelah mengisi link presensi, Sobat ASN
akan langsung diarahkan untuk mengisi
lembar penilaian.
[Musik]
Setelah Sobat ASN submit lembar
penilaian, jangan lupa untuk klik link
kuisioner ya, Sobat.
[Musik]
Di akhir, Sobat ASN juga bisa menuliskan
kritik dan saran untuk webinar ASN
belajar loh.
[Musik]
Setelah mengisi kuesioner, Sobat ASN
dapat langsung mengunduh e-sertifikat
webinar ASN belajar.
E-sertifikat bisa diunduh setelah acara
webinar selesai, ya. Jadi pastikan sobat
ASN mengikuti webinar sampai akhir.
[Musik]
Gimana Sobat ASN? Sekarang cara
mendapatkan e-sertifikat semakin mudah
bukan?
Tetap semangat dan ikuti webinar ASN
belajar persembahan Korpu SDJIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
[Musik]
satu orang total yaitu 30 orang.
Kemudian untuk enggak butuh pelatihan
itu dan mungkin setelah nulis dari situ
enggak nyambut gawe perkara pelatihan.
Pokoke sing nganggur sopo sing rodok
bener neng kantore sopo supaya lumayan
dia enggak di kantor selama seminggu.
Nah itu diri. Maka waktu itu
kalian
[Musik]
Kalau sini
itu termasuk
[Musik]
Terus selama setahun tuh aku wis ngerti
ilmune terus aku dipedake opo. Nah, saya
itu saya sambil nyari-nyari
ada karena saya cerita saya ngobrol
enggak apa-apa ini ya
kadangnya di single-single gitu saya
cerita untung ada les jadi enggak ada
itu ini kita berada di salah satu PET di
Kota Yogyakarta. Kebetulan ee nama
tempatnya adalah tahu
memproduksi keripik rumput laut yang ee
unik
kemudian ee tempatnya juga benar-benar
dipering di rumah ya, Mas. Kemudian ini
juga banyak variannya olahannya kita di
sini juga ee mendapatkan banyak
informasi dari mulai ee cara
pengadaan bahan produksinya juga seperti
apa. Terus ketika ada keluhan dari
pelanggan juga cara penanganannya
seperti apa sudah dijelaskan i semuanya
lima nanya produknya juga bersih
kemudian bahannya juga berkualitas ya
Mas
rasanya juga
rasanya juga enak
saat ini sedang ada di Bakia Patok 25 di
Yogyakarta ee untuk peninjauan proses
produksinya sedang berlangsung dengan
teman-teman dan ee tadi sempat melihat
bahwa proses produksinya juga sangat
rapi, sangat bersih sesuai prosedur
keamanan pangan kita. Kemudian juga
bahan-bahannya juga ternyata sangat
berkualitas makanya ee produk yang
dihasilkan juga sangat berkualitas gitu.
[Musik]
Nanti ada yang moderator sekaligus kalau
nanti sudah ada yang malam ini langsung
pulang
[Musik]
komposisi bahan yang digunakan pada
usaha ya. Jadi di sini Bapak seperti ini
Bapak kami datang ke
servis pengembangan kompetensi
Kabupaten Cberang
kemarin ada merchandise sempurnahan
Bapak Ibu sekalian ya. Terima kasih
panitia ke depan.
[Musik]
Kemerdekaan adalah warisan berharga yang
harus kita jaga. Sebagai tulang punggung
birokrasi, ASN memiliki peran strategis
dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan
Indonesia,
yakni menciptakan masyarakat yang adil,
makmur, dan sejahtera melalui pelayanan
publik berkualitas dan inovasi
berkelanjutan.
Dengan berkomitmen pada pembaruan dan
kreativitas serta berpegang pada
nilai-nilai integritas, profesionalisme,
dan loyalitas, ASN diharapkan dapat
terus berkontribusi dalam mengisi
kemerdekaan Indonesia demi tercapainya
cita-cita nasional.
[Musik]
Ayo gelor semangat kemerdekaan bersama
webinar ASN Belajar seri 32. Nusantara
baru, Indonesia maju.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Sobat ASN.
Wah, senang sekali saya pagi hari ini
Yuri Sabrina bisa menyapa sobat ASN
semua dalam acara yang sudah
ditunggu-tunggu, yaitu ASN belajar seri
20 tahun 2024 persembahan Corpus SDGIS
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ye,
Sobat ASN sekarang ini kan masih dalam
rangka kemerdekaan Republik Indonesia
yang ke-79 ya. HUT R yang ke-79. Nah,
kemerdekaan itu apa sih? Kemerdekaan itu
adalah warisan berharga yang harus kita
jaga. Iya, benar. Karena kita sudah 79
tahun nih Republik merdeka, Republik
Indonesia merdeka gitu kan. Dan sebagai
tulang punggung birokrasi, ASN memiliki
peran strategis dalam mewujudkan
cita-cita kemerdekaan Indonesia, yakni
menciptakan masyarakat yang adil,
makmur, dan sejahtera melalui pelayanan
publik berkualitas dan inovasi
berkelanjutan. Dengan berkomitmen pada
pembaruan dan kreativitas serta
berpegang pada nilai-nilai integritas,
profesionalisme, dan loyalitas, ASN
diharapkan dapat terus berkontribusi
dalam mengisi kemerdekaan Indonesia demi
tercapainya cita-cita nasional. Seperti
apa sih peran ASN dalam mengisi
kemerdekaan? Selengkapnya akan dibahas
dalam webinar ASN Belajar seri 32 tahun
2024.
[Musik]
Sobat ASN, untuk membuka webinar kita
pada hari ini, marilah kita simak
bersama opening speech yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P., MP.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Merdeka.
So ASN. Selamat bertemu kembali dalam
webinar series ASN Belajar persembahan
Jatim Corporate University Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Pada hari ini,
Kamis tanggal 22 Agustus 2024, ASN
Belajar telah memasuki seri ke-32 untuk
tahun 2024.
Sebagai lembaga pengembangan kompetensi
ASN yang konsen pada kebutuhan kekinian
para ASN sebagai tuntutan bidang
tugasnya, BPSDM Provinsi Jawa Timur
terus berupaya untuk menyajikan
tema-tema aktual yang relate dengan
kebutuhan pengembangan kompetensi ASN
dalam rangka menjawab dan mengantisipasi
berbagai fenomena terkini. Soat ASN
masih dalam suasana hari ulang tahun
kemerdekaan Republik Indonesia yang
ke-79.
ASN Belajar seri ke-32 tahun 2024 ini
menyajikan tema yang terkait, yakni
bagaimana kita sebagai aparatur sipil
negara yang merupakan perekat persatuan
dan kesatuan bangsa mampu memberikan
kontribusi yang nyata dalam mengisi
kemerdekaan yang kita raih. Nah, Sobat
ASN, oleh karena itu tema yang kita
angkat dalam webinar series ASN belajar
seri ke-32 ini ASN mengisi kemerdekaan
seperti apa?
Tentu saja topik menarik ini membutuhkan
diskusi yang intensif dari beragam
perspektif. Karena transformasi
Indonesia menjadi negara yang maju
membutuhkan peran ASN yang lebih
signifikan lagi.
Sahabat ASN, telah menjadi kesadaran
kolektif bangsa bahwa kemerdekaan yang
kita raih 79 tahun yang lalu merupakan
berkat rahmat Allah yang maha kuasa yang
disertai dengan lelehan air mata,
cucuran keringat, dan tetesan darah
pejuang bangsa.
Sejarah mencatat dengan tinta emas.
Betapa banyak kusuma bangsa kita yang
wafat. Terluka, cacat, kelaparan,
kelelahan, kehilangan harta dan sahabat,
bahkan kehilangan keluarga.
Pengorbanan lahir dan batin para pejuang
selama puluhan bahkan ratusan tahun
tentu tidak sia-sia. Karena pada tanggal
17 Agustus 1945
akhirnya Indonesia memproklamasikan
kemerdekaannya dan dunia mengakui
Indonesia sebagai negara yang merdeka.
Shabat ASN, tentu kita juga sadar
sepenuhnya bahwa kita adalah penerus
para pejuang kemerdekaan yang telah
dengan susah payah memperjuangkan
kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.
Maka ada konsekuensi logus yang tidak
ringan yang harus kita pukul bersama.
Yakni bagaimana kita mengisi kemerdekaan
ini dengan beragam upaya produktif yang
dapat membawa negeri kita tercinta ini
menuju Indonesia yang maju, bermartabat.
aman, tentram, adil, dan sejahtera
secara merata dan menyeluruh. Di pundak
para ASN lah ada tanggung jawab yang
sangat berat, namun juga terhormat.
Apalagi kita sedang bergerak menuju
Indonesia Emas 2045.
Sobat ASN, maka tak ada kata lain bagi
kita para tersipil negara kecuali kita
harus mewarisi semangat luar biasa dari
para pendahulu kita tersebut. yang jika
kita terjemahkan dalam konteks kekinian
adalah dengan cara mengisi kemerdekaan
ini dengan penuh dedikasi, integritas,
kapasitas, dan kapabilitas yang tinggi.
Setidaknya jika kita mengacu pada
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023
tentang Aparatur Sipil Negara, ASN
memiliki peran yang sangat strategis
sebagai perencana, pelaksana, dan
pengawas penyelenggaraan tugas umum
pemerintahan dan bangunan nasional
melalui pelaksanaan kebijakan dan peran
publik yang profesional, bebas dari
intervensi politik, dan bersih dari
praktik korupsi, polisi, dan nepotisme.
Nah, sebab ASN, lalu bagaimana kita
sebagai ASN berkontribusi secara nyata
dan signifikan dalam rangka mengisi
kemerdekaan ini. Untuk membahas cerdas
dan tintas topik ini, kami sudah
mengundang dengan hormat para narasumber
yang sudah pasti sangat kompeten di
bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih kepada Bapak
Ahmad Darmuji, Sos, M.Si. Beliau adalah
Kepala Kantor L2 Badan Kepegawaian
Nasional Republik Indonesia. Kedua, kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Bapak Dr. Sarkawi Husain,
MHum. Beliau adalah Ketua Program Studi
Ilmu Sejarah Universitas Erlangga
Surabaya. Dan ketiga, kami berterima
kasih kepada yang terhormat Ibu Sartika
Mayasari, SSTP, MA. Beliau adalah
penyandang gelar ASN Inspiratif Nasional
tahun 2018 yang saat ini menjabat
sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan
Perempuan, Perlindungan Anak,
Pengendalian Penduduk, dan Keluarga
Berencana. Kabupaten Gayoles, Provinsi
Aceh. Nah, Sobat ASN, mari kita simak
dengan seksama webinar ASN belajar seri
ke-32 tahun 2024. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Merdeka.
[Tepuk tangan]
Sobat ASN, kita baru saja mendengarkan
ke speech oleh Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur,
Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami
haturkan. Terima kasih banyak Bapak Dr.
Ramlianto, SPMP.
Nah, sebelum kita lanjut saya ingin
mengingatkan terlebih dahulu kepada
sobat ASN bahwa link presensi sudah bisa
diakses. Jadi bisa langsung saja ketik
atau tulis di situ ya bit.li garis mir
hadir seri 32 pada laman Google atau
Safari Sobat ASN semua. Nah, di sana
sobat ASN bisa juga melihat link
presensi pada running tex atau pada pin
chat YouTube BPSDM Jatim TV. Pastikan
nama yang sobat ASN tulis benar karena
data yang sudah diinput tidak dapat
direvisi. Running tex bisa sobat ASN
lihat di bawah ini. Silakan simak
informasi yang ada pada running. Sobat
ASN juga berkesempatan untuk mendapatkan
10 merchandise ASN belajar. Cara
ngedapetinnya gampang banget. Yang pasti
Sobat ASN harus aktif sebagai penanya
untuk mengikuti kuis di official
Instagram juga bisa. Jangan lupa
difollow @bpsdmjatim
dan @vipprocommunication.
[Musik]
Pasti sudah enggak sabar kan untuk masuk
ke pemaparan materi yang pertama. Nah,
pemaparan materi yang pertama kali ini
akan disampaikan oleh Kepala Kantor
Regional 2 Badan Kepegawaian Negara
Surabaya yaitu Bapak A Darmuji, Sos,
M.Si.
[Tepuk tangan]
Selamat pagi, Bapak Darmaji Darmuji.
Mohon maaf.
Selamat pagi, Mbak Yuriina.
Baik. Sehat?
Sehat, Pak.
Alhamdulillah. Semoga sama-sama ya para
teman-teman hadirin sekalian.
Baik, Bapak bisa langsung saja untuk
memulai pemaparan sesi materi pertama
pada pagi hari ini. Silakan Bapak. Oke,
saya izin
share screen.
Apakah sudah bisa
di layar? Mbak Yulis
sudah, Pak.
Sudah aman,
I. Baik, terima kasih.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam merdeka
teman-teman ASN yang selalu mengikuti
webinar ASN belajar pada kesempatan seri
ke-32 ini. Yang pertama saya mengucapkan
terima kasih dan salam hormat kepada
Bapak Kepala PSDM Provinsi Jawa Timur,
Bapak Dr. Ramlianto.
Dan nanti kita juga bersama-sama dengan
Dr. Salkawi B Hinir dan Ibu Sartika
Mayasari. Oh iya, Mbak Yuris. Ee pada
kesempatan ini saya ingin menyampaikan
beberapa hal terkait dengan peran ASN
sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.
Bapak, Ibu sekalian ee sebagaimana tadi
ee Bapak Kepala PKPSDM menyampaikan
bahwa
ASN menjadi tulang punggung dan mesin
birokrasi.
Oleh karena itu, sebagai mesin birokrasi
kita bisa ee mengerti apa yang menjadi
kebijakan
di dalam rangka mengelola ASN. kita
sebagai aparatur negara ee tentu harus
memiliki talenta ASN yang berkualitas
dan berdaya saing. Nah, ini menjadi
kunci apa yang disampaikan oleh Bapak
Menpan RB sehingga ASN yang berkualitas
berdaya saing menjadi kunci dalam
mengiri tantangan reformasi birokrasi.
Sesuai dengan di era disrupsi
pemerintah, kita harus bergerak lebih
lincah dan cepat. dalam membuat
kebijakan statis pembangunan nasional di
mana kita tahun 2025 nanti 2026
ee 27 28 29 kita menjadi era eh RENSRA
ke depan dan ee kita ulang tahun
kemerdekaan yang ke-79
dan nanti 100 tahun Indonesia merdeka
diharapkan kita menjadi ee insan-insan
yang membangun Indonesia menjadi
Indonesia emas di 100 tahun kemerdan
Indonesia. Ee teman-teman ASN yang
sekalian, oleh karena itu kita sebagai
ASN dituntut terus berinovasi dalam
mengusung kebijakan yang berkaitan
dengan kerja birokrasi tersebut.
Apa kerja birokrasi?
Sebagaimana kita ketahui di dalam
pembukaan undang-undang dan tercantum di
dalam Undang-Undang 20 bahwa
untuk
membentuk suatu negara yang melindungi
sekedar bangsa Indonesia, kita tahu maka
perlu untuk memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
melaksanakan ketertiban dunia.
Untuk memakan kesejahteraan, tentu kita
sebagai tulang punggung birokrasi harus
berkinerja baik dan selalu hadir dengan
membangun tata kelola pemerintahan yang
bersih, efektif, demokrasi, dan
terpercaya. Ya, sehingga kita bisa ee
berperan ya.
Peran yang kita sampaikan adalah kita
adalah sebagai pelaksana kebijakan
publik, pelaksana dan pelayan publik,
serta perekat dan pemersatu bangsa. Ini
kita ketahui di dalam naskah
undang-undang. Sehingga
dalam mengisi kemerdekaan setiap ASN
harus bersikap profesional dalam
pelayanan dan netral dan bebas dari
intervensi politik, tidak diskriminatif.
Dalam pelayanan dia bersih dari praktik
KKN sehingga mampu menyediakan pelayanan
yang berkualitas
dan mampu menjalankan peran sebagai
perkat e persatuan dan kesatuan bangsa.
Ini yang diharapkan kita mampu mengisi
kementerangan terbaik. Bagaimana ee
perjalanan aturan di bidang kepegawaian?
Kita tahu ee sejak Indonesia merdeka
kemudian beberapa tahun kemudian kita
ada undang-undang ee tentang ketentuan
pokok kepegawaian tahun 1.
Intinya di situ adalah ada kewajiban dan
hak pegawai dalam urusan kepegawaian.
Kemudian di tahun 4 itu juga ada
kedudukan kewajiban laki-laki kewajiban
sebagai ASN yang mana di masa reformasi
tahun 99 muncullah Undang-Undang 43
sebagai perubahan karena adanya
desentralisasi jadi pelayanan lebih
kepada di tingkat masyarakat. Kemudian
perkembangan selanjutnya kita tahu bahwa
adanya Undang-Undang 5 Tahun 2014. Nah,
inilah di sinilah muncul adanya ASN yang
terdiri dari PNS dan P3K
atau pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja sejak adanya
Undang-Undang 5 Tahun 2014. Kemudian
yang terbaru adalah Undang-Undang 20
tahun 2023. Diharapkan ASN ini adalah
menkan merit system ya, di mana segala
proses manajemen itu harus dilakukan
dengan MI system. Dan kedua adalah
penetapan kebutuhan PNS dan P3K sesuai
dengan ee rencana pembangunan nasional
maupun pembangunan yang ada di instansi
masing-masing baik instansi pusat maupun
instansi daerah sehingga diharapkan
adanya kesejahteraan PNS dan P3K.
Kemudian juga ada kebijakan tentang
penataan tenaga honorer dan di dalam
layanan semua digitalisasi manajemen ASN
ya di sini dicantum di dalam
Undang-Undang 20 Tahun 2003.
Kemudian bagaimana posisi statistik
kalau kita lihat ya
berapa jumlah dan komposisi ASN pada
saat ini data per1 Agustus
ee dari R.700 78471
ASN ini 77%-nya masih ee PNS dan P3K-nya
ee 23% ya. Nah, adapun komposisi di
instansi pusat itu hanya 22%.
Nah, sehingga ini pendekatan pelayanan
ASN ada di instansi daerah sebanyak
Rp3.700.000-an.
Adapun ee jumlahnya itu mendominasi
adalah wanita ya pada saat ini. Karena
berdasarkan seleksi CASN juga wanita
banyak yang lulus dan pasiennya tinggi.
Lalu dari sisi pendidikan dalam rangka
kita memajukan pelayanan saat ini sudah
ee mencapai
tinggi ya sekitar 89%
itu hampir diduduki oleh S1 maupun D4.
Nah, ini harapan kami ini terus bisa
meningkatkan kualifikasi pendidikan
sehingga kita bisa menjadi kategori
tingkat pendidikan yang tinggi. Nah,
kalau kita lihat dari usianya ini sangat
produktif ya masih ya di 31 sampai 40
tahun. 41 dan 50 tahun ini sampai ini
masa-masa yang SN ini produktif sehingga
ini harapannya ee yang memiliki
pengalaman kerja di atas 10 tahun yaitu
1 juta lebih. Ini bisa sebagaion dalam
rangka kita melaksanakan tugas-tugas
kita berdasarkan profesional yaitu
memiliki pengalaman dan kualifikasi
pendidikan yang baik.
Adapun jabatan saat ini kita tahu bahwa
jabatannya adalah jabatan struktural dan
nonstruktural atau jabatan manajerial
dan jabatan non manajerial. Jabatan
manajerial ini hanya sekitar 7%
yang saat ini 70%-nya adalah jabatan
fungsional. Karena ee kita ingin
meningkatkan pelayanan di bidang
pendidikan dan kesehatan, maka banyak
ada dosen, guru menempati jumlah
tertinggi, kemudian medis dan tenaga
teknis ee pendukung untuk jabatan j
fungsional baik itu di bidang pertanian,
bagian teknologi adapun pelaksana itu
23%. Ini adalah komposisi saat ini yang
akan berkontribusi kepada kemajuan.
Adapun di wilayah ee Kandek Surabaya ini
ee kami terdiri dari 39
yang terdiri instansi provinsi,
kabupaten, dan kota. Jumlahnya ada
381.048
ya jumlah yang ada ASN di wilayah Jawa
Timur
ini posisinya adalah P3K sebanyak 73%
dan PNS-nya hanya 26%. Ini posisi di
Jawa Timur.
Bapak, Ibu sekalian, teman-teman Asen
yang berbahagia,
bagaimanakah ee kebijakan-kebijakan
dalam rangka Badan Kepegawai Negara
dalam melakukan tugas-tugasnya agar
berkontribusi dalam pengelolaan dan
penyelenggaraan manajemen ASN kita ada
empat, yaitu merumuskan kebijakan
teknis, melakukan pembinaan dan
penyelenggaraannya pelayanan serta
pengendalian, ya.
Nah, ini semua ya melalui digitalisasi.
Jadi, sekarang kita layanannya semua
digital sehingga harapannya kita akan
lebih efisien, efektif, dan transparan.
Nah, digital ini di dalam satu platform
yaitu sistem informasi aparatur sipil
negara atau SISN.
di mana ini adalah bagian bentuk inovasi
yang dilakukan oleh BKN dalam
melaksanakan manajemen dan ini untuk
memastikan bahwa seluruh rangkaian
layanan ASN dari perencanaan kebutuhan
sampai pemberhentian ini terpenuhi ya
dilaksanakan profesional, akuntabel,
efektif, efisien dengan ee satu platform
ini sehingga kita bisa menjangkau dari
ee seluruh tanah air.
Bapak, Ibu sekalian, teman-teman yang
berbahagia, layanan-layanan ini dalam
fitur-fiturnya ada enam, yaitu baik
layanan perencanaan, perekrutan,
pengembangan kapasitas pan kinerja,
promosi, dan lokasi. Ini kalau dibuka ee
di SISN layanan-layanan ini adalah
layanan di dalam ee siklus manajemen
ASN. Nah, ini harapan kami teman-teman
ASN sekalian bisa mengakses ya dengan
akun masing-masing.
Nah, bagaimana ee pentingnya manajemen
yang terdiri dari delapan aspek, yaitu
perencanaan kebutuhan, kemudian aspek
pengadaannya baik pengadaan CPNS maupun
P3K, kemudian penguatan budaya dan citra
institusi, kemudian setelah memiliki ee
kapabilitas dan budaya perilaku yang ee
baik, yang berapak, maka kita harapkan
bisa mengelola kinerja kita dengan baik
dan kita bisa memberikan pelayanan
terbaik bagi masyarakat. Namun juga kita
perlu terusmenerus mengembangkan talenta
kita dalam rangka mengemban karir ya
sehingga perlu adanya pengembangan
kompetensi. Nah, pada hari ini kita
mengikuti pengembangan kompetensi yang
dilakukan melalui webinar. Nah, ini
harapannya kita belajar terus-menerus.
Bagi yang mereka yang berprestasi tentu
akan diberikan reward, penghargaan, dan
pengakuan. Nah, adapun setelah ee ASN
itu memenuhi syarat-syarat batas usia
pensiun ataupun salat lain itu akan ee
berhenti berkinerja. Inilah kita siklus
dalam manajemen ASN dan menjadi kunci
Bapak Ibu sekalian,
kebijakan perencanaan kebutuhan ini
menjadi kunci di mana pada saat
pengadaan ini kita harapkan kita mampu
memperoleh karakter pribadi selaku ASN
yang pelayanan publik dan mampu berperan
sebagai perekat NKRI serta memiliki
intelijensi yang tinggi ya dan untuk
pengembangan kapasitas dan kinerja serta
memiliki keterampilan keahlian perilaku
sesuai dengan jabatan-jabatan yang
dibutuhkan dalam organisasi dan mampu
mengakselerasi fungsi dan tugas
organisasi ini. Di dalam perencanaan
kebutuhan kita harus memberikan
aspek-aspek di samping aspek dari
rencana pembangunan jang kemenangan
nasional serta mempertimbangkan
kemampuan keuangan negara. Jadi kunci.
Bapak, Ibu sekalian, teman-teman yang
berbahagia, untuk pengadaan jabatan saat
ini, jabatan yang melalui seleksi CASN
adalah untuk jabatan-jabatan non
manajerial, yaitu jabatan pelaksana dan
fungsional yang sudah diumumkan di
seluruh instansi secara nasional. Nah,
prinsip-prinsip kita di dalam ee
pengadaan yaitu instansi pemerintah
merencanakan pelaksanaan pengadaan dan
mengumumkan secara terbuka kebutuhan ASN
untuk diisi oleh calon-calon
talent-talent yang ada di Indonesia.
Sehingga setiap warga negara mempunyai
kesempatan yang sama untuk menjadi ASN
sepanjang memenuhi persyaratan ya.
Oleh karena itu, setelah jadi ASN perlu
dalam mengisi kemerdekaan kita perlu
penguatan budaya kerja dan citra
organisasi ya. Budaya kerja dan citra
organisasi ini selalu yang sekarang
adalah ASN berakhlak ya. ASN berakhlak
ini tentu kita sudah ee bisa
menerjemahkan sebagaimana di dalam
undang-undang disebutkan bahwa misalnya
orientasi yang pertama adalah pelayanan
di mana kita sebagai AS harus memahami
dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
kita harus melayani dengan ramah,
cekatan, solutif, dan dapat diandalkan
serta terus memperbaiki ee tiada henti.
Jadi perbaikan terus-menerus dalam muka
pelayanan.
Kemudian juga akuntabel di mana kita
harus melaksanakan tugas-tugas kita ya
dan tidak menyalahgunakan ee kewenangan
jabatannya.
Dan tentu kita harus memiliki kompetensi
yaitu selalu meningkatkan kompetensi
diri untuk menjambat tantangan tersebut
ya dan selalu membantu orang lain untuk
belajar. Di samping mengembangkan
dirinya, dia juga membantu orang lain
untuk terus belajar sehingga dapat
melaksanakan tugas dengan kualitas
terbaik. Nah, tentu kita bisa harmonis.
Artinya kita suka menolong, membangun
lingkungan kerja yang baik, dan
menghargai setiap sikap orang tanpa
membedakan latar belakangnya. Dan kita
juga harus loyal, artinya berdedikasi
dan mengutamakan kepentingan bangsa dan
negara.
sebagai ee ASN tentu ini memegang teguh
ideologi Pancasila
menjaga nama baik ASN dan menjaga
rahasia jabatan dan negara. Tentu di era
yang saat ini kita harus selalu menjadi
ASN yang adaptif, terus berinovasi dan
antusias dalam menggerakkan serta
menghadapi perubahan.
kita harus mampu menyesuaikan diri
menghadapi perubahan-perubahan saat ini
dan melakukan inovasi dan mengembangkan
kreativitas serta selalu bertindak
proaktif ya sehingga ee kita harus
membangun jaringan kerja melalui
kolaboratif yaitu membangun kerja sama
yang sinergis memberikan kesempatan
kepada berpihak berbagai pihak untuk
berkontribusi dalam pelayanan kita dan
menggerakkan pemanfaatan sumber-sumber
daya untuk tujuan bersama. Inilah adalah
penguatan budaya sehingga citra
organisasi yang kita ee emban dalam
tugas akan berkontribusi dalam mengisi
kemerdekaan yaitu memberikan layanan
pada masyarakat.
Ukurannya adalah kinerja. Oleh karena
saat ini adalah kita dikembangkan adanya
pengelolaan kinerja. Jadi kalau kita
mempunyai kapabilitas kreatif dan
sebagainya, kemudian kita yang diukur
adalah hasil kerja ya. Oleh karena itu
diharapkan adanya dialog yang intensif
antara atasan, bawahan ataupun rekan
kerja sehingga kita mampu menjamin bahwa
efektivitas dalam pengembangan pegawai
itu bisa terjamin. Ini harapan kita
dengan adanya ee dialog kinerja yang
baik, atasan, bawahan, kinerja yang ee
kemudian berorientasi layanan, kita bisa
memperoleh suatu penghargaan-penghargaan
apresiasi dari pimpinan organisasi
maupun dari masyarakat sehingga ada
pengakuan tugas kita dalam berkontribusi
kepada masyarakat.
Sebagai ASN tentu kita ee perlu
mengembangkan karir yaitu berdasarkan
kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan
kebutuhan organisasi. Ini yang menjadi
penting bagi kita karena ke depan kita
harus ada mobilitas talenta nasional
yang masuk di dalam talent pool di dalam
SSN. Nah, tentu ini berdasarkan merit
system melalui manajemen talenta yang
akan dibangun secara nasional. setelah
nanti PP Manajemen SN itu
berlaku. Bapak, Ibu sekalian,
saya ee lanjutkan untuk ee akhir karena
waktunya sudah akan berakhir yaitu
bagaimana kita mengembangkan kompetensi.
ASN saat ini wajib melaksanakan
pengembangan kompetensi melalui
pembelajaran secara terus-menerus.
Saya sangat bangga karena BPSDM
terus-menerus melakukan webinar sehingga
kita bisa ee belajar ya
baik sistem pembelajaran yang
terintegrasi dengan pekerjaan sebagai
bagian penting dan saling terkait dengan
komponen manajemen SN dan terhubung
dengan pegawai lain lintas instansi
pemerintah maupun dengan pihak terkait.
Nah, ini yang menjadi ee penting dan
sangat bermanfaat bagi kita semua.
Bapak, Ibu sekalian ee tentu di dalam
undang-undang ini juga memberikan
penghargaan dan pengakuan bagi
pegawai-pegawai yang inovatif dan
berprestasi.
Nanti narasumber kita ada Ibu Sartika
sebagai ee
apa ya? Sebagai figur yang bisa ee
membagi membagi pengalamannya sehingga
beliau adalah ee ASN yang inovatif
sehingga di sini di aturan juga ada ee
pemberikan penghargaan baik penghasilan
yang ber maupun penghasilan yang
bersifat motivasi ya. ada tunjangan,
jaminan sosial, lingkungan kerja, dan
pengembangan diri. Ya, ini beberapa yang
diatur di dalam manajemen ASN.
Bapak, Ibu sekalian, tentu sebagai ASN
dalam melayani masyarakat dan kita
bergirer
terus-menerus kalau kita melakukan
kewajiban dengan disiplin, tentu kita
akan mencapai pada batas usia pensiun
sehingga kita memperoleh pemberhentian
dengan hormat. Ya, pemberhentian dengan
hormat. Namun, kita harus menghindari
yang sebelah kiri. pemerhentian tidak
dengan hormat karena melakukan
penyelewengan
pelanggaran disiplin ataupun dipidana
ini. Saya harapkan ASN-ASN kita ke depan
tidak terjebak ya dalam ee melakukan
tindak pidana kejahatan karena
jabatannya.
atau menjadi anggota atau pengurus
partai ini kalau ee sesuai ketentuan
makanya ASN kalau yang mau mencalonkan
sebagai pengurus, partai, maupun ee
calon ee pimpinan daerah harus
mengundurkan diri. Inilah beberapa hal
yang bisa kami share dalam kaitannya
dengan kebijakan teknis manajemen ASN
sehingga ASN kita harapkan bisa
profesional ya kemudian berintegritas.
Inilah perjuangan kita dalam memberikan
layanan masyarakat sehingga baik itu
layanan bidang pendidikan menjadi
Indonesia itu lebih maju dan
kesejahteraan melalui kesehatan dan kita
bisa memberikan layanan yang terbaik.
Demikian yang bisa saya sampaikan Mbak
Yuris. Saya kembalikan kepada host.
Sekian. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam merdeka.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak
Adarmuji, Esos, M.Si. yang sudah
memberikan materi di paparan pertama
pada pagi hari ini. Dan sobat ASN,
setelah ini kita akan lanjut ke sesi
tanya jawab. Jadi untuk sobat ASN yang
sudah bergabung di Zoom bisa menggunakan
feature raise hand ya atau yang
bergabung melalui YouTube bisa langsung
saja tuliskan di situ ya. Ketik ketik
ketik pertanyaan melalui live chat.
[Musik]
Baik, sekarang sudah mulai masuk ke sesi
tanya jawab dan sudah ada beberapa
penanya yang sudah dipilih oleh host.
Ya, langsung saja kalau begitu saya
menyapa terlebih dahulu. Mohon izin
untuk Bapak Darmuji, saya ingin menyapa
terlebih dahulu penanya pertama dari
Bapak Jefri Prata. Selamat pagi, Bapak
Jefri Prata.
Selamat pagi, Bapak
ya. Selamat pagi, Bu.
Ya, selamat pagi, Bapak Jefri Prata.
Kalau boleh tahu ee asal dari mana, Pak?
Boleh.
Saya dari Binje, Bu.
Dari Binjai. Binjai?
Iya.
Baik. Dari Binjai. Eh, boleh diopen dulu
kameranya, open cam dulu.
Eh, ini Bu lagi kerja Bu, mohon maaf Bu
ya.
Oh, begitu. Baik, baik kalau begitu
untuk Bapak Jefri Prata mungkin langsung
saja pertanyaannya yang akan diajukan ke
Bapak Adar Muji, Sos, M.Si. Silakan.
Ee gini, Pak. Ee yang pertama, Pak,
bagaimana tantangan dan strategi dalam
mengisi kemerdekaan ASN
di mana mewujudkan Indonesia ini yang
maju, berdaulat, mandiri, dan
berkepribadian berdasarkan
gotong-royong, Pak.
Yang kedua, seperti apa langkah
Kementerian Agama mengajak ASN di
seluruh provinsi di mana mengisi hari
kemerdekaan ini dengan meningkatkan
toleransi, Pak?
Tanpa mengedepankan sikap toleransi
dalam setiap perjalanan sebagai ASN
tentu akan mengusik mana makna
kemerdekaan itu sendiri. Terima kasih,
Pak. Selamat pagi.
Selamat pagi. Terima kasih, Bapak Jefri
Prata. Ini ada dua pertanyaan, Bapak
Darmuji. Mohon izin bisa langsung
dijawab mungkin, Bapak.
Baik. Ee selamat pagi, horas ee Pak
Jefri Pranata ya, kami dari ee BKN. Yang
pertama bagaimana tantangan dan strategi
ya dalam kita menghadapi sehingga dengan
sistem gotong-royong.
Jadi memang
budaya kita adalah sebenarnya budaya
yang baik adalah bergotong-royong.
Bergotong-royong dalam arti bahwa
sisi-sisi ee dari ee budaya lokal itu
sangat mempengaruhi kita dalam
bersinergi, berkotorong dalam membangun.
Oleh karena itu ya ini ee peran
strategisnya di Kementerian Agama
sebagai perekat dan pemersatu itu memang
dengan melakukan pendekatan
gotongroyong.
Ini menjadi penting strateginya sehingga
nilai-nilai budaya yang beragam di
Indonesia ini ke depan menjadi
langkah-langkah strategis. Karena ee
Nusantara
ini adalah terdiri dari berbagai suku,
agama dan tentu pertanyaan kedua,
langkah kemenak ya setiap provinsi agar
ada toleransi.
Tentu ee kita toleransi mengikuti juga
ketentuan-ketentuan.
dalam Kementerian Agama tentu ee banyak
kebijakan-kebijakan
yang akan diterapkan karena ASN ini
adalah pelaksana kebijakan
sehingga dalam pelayanan itu kita tidak
ada diskriminasi.
Ini harapan dari kita semua. Kalau
kebijakan-kebijakan yang diterapkan dan
diimplementasikan
itu tidak diskriminasi, maka pelayanan
kita akan pelayanan terbaik untuk
seluruh warga. Harapannya kita tidak ee
terjadi pilih kasih dalam pelayanan.
Itu ee yang bisa saya jelaskan ee Pak
Jefri. Selamat bertugas ee saat ini.
Terima kasih.
Terima kasih Bapak Darmuji, Bapak Jefri
Prata sudah terjawab ya, Pak ya dengan
baik ya, Pak ya.
Baik, Bu. Terima kasih, Bu.
Siap. Terima kasih Bapak Jefri Prata.
Satu pertanyaan dari Binjai Sumatera
Utara sudah diberikan oleh Bapak Jefri
Prata. Selanjutnya untuk penanya kedua
ada Bapak Haji Sakti. Selamat pagi Bapak
Haji Sakti Pranomo.
Selamat pagi.
Iya, pagi Bapak. Iohin bertanya Bapak
Hak Pranomo. Ini dari
Kota Batu.
Wow, Malang. Wow. Silakan.
Kota Batu. Bu dulu gabung sama Malang.
Oh, Kota Batu. Oh, baik. Sepertinya saya
mainnya memang kurang jauh ya, Pak ya.
Oke, Bapak Haji silakan Bapak untuk
pertanyaannya langsung ke Bapak Darmuji.
Siap. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Matur nuwun Pak
waktu dan kesempatannya ada sedikit ee
penceraannya
karena kalau saya lihat dari pemateri
tersebut Pak Darmaji ini ee
mengalami masa tiga ya diregulasi.
Iya. Ah, ini Pak ee mohon di
tentang ini saya agak tergelitik itu
tentang ini sebuah ee kata-kata ing
ngarso
Sung Tulod ing Madio,
Tuturi Handayani. Dalam hal tentang
pertama itu tentang kita dalam mengisi
kemerdekaan ini Pak.
Nah, itu terus kalau kita rasakan ya ini
tentang kita rasakan ada pergeseran itu
di mana ketika kita itu dari konsep
dulu ini Pamong Projo menjadikan di sisi
pelayanan itu yang pertama. Yang kedua
ini Pak ee
Mohonkir. Jadi sebuah penceraan
tentang ini membuat sebuah strategi
dengan namanya kebijakan-kebijakan.
Nah, bagaimana ee supaya ketika membuat
sebuah kebijakan itu bijak dulu baru
membuat kebijakan. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Monggo Bapak Darmuji
silakan bisa langsung dijawab pertanyaan
dari Bapak Haji
dari Kota Batu.
Semangat pagi Pak Haji. Iya. Ini kami
sering karena keluarga di Malang, Pak.
Jadi sebenarnya enggak jauhkan tugas di
Surabaya.
Ee baik Mbak Yuris. Tadi saya memang ee
hampir mengalami tiga undang-undang ya
karena saya masuk di 85 sehingga ada
undang-undang 43. Kemudian saya ee juga
mengalami Undang-Undang 14. Nah,
sekarang ada Undang-Undang Baru. Nah, di
dalam ee Undang-Undang 5 sejak itu
artinya bahwa kompetensi yang diatur di
dalam undang-undang adalah kompetensi
manajerial,
sosiokultural,
dan kompetensi teknis. Nah, untuk
kepemimpinan ini memang butuh
manajerial. me-anage liat. Sehingga yang
dulu konsepnya kita itu di dalam
Undang-Undang 74 itu abdi negara,
mengabdi. Ya, jadi mengabdi itu ya wis
nurut pimpinannya. Namanya mengabdi apa
yang diperintahkan pimpinan ini.
Harapannya pimpinan ini menjadi orang
yang role model ya. Role itu ya orang
yang memiliki integritas sebagai contoh
petoladan. sehingga kalau memerintahkan
ditaati bawahan itu tapi konsep itu
kemudian berubah di dalam undang-undang
berarti kita berperan sebagai ee
perencana dan pelaksana kebijakan. Jadi
kita yang nyusun merencanakan, kita juga
yang mengimplement kebijakan. Jadi kalau
kita memiliki kompetensi tadi menyusun
kebijakan harusnya dia memiliki
kompetensi juga sosiokultural. Kenapa?
Karena budaya bergam jangan sampai itu
sesuai dengan ee kemauannya yang membuat
aturan, tapi paling tidak ada dia adalah
masukan-masukan ya, public hearing
sebelum kebijakan diterapkan ya. ada
pabik kirim pendapat dari masyarakat
kemudian diramu karena kebijakan ini ee
yang bisa diterapkan bukan kebijakan
yang ee istilahnya di langit tapi
kebutuhannya di bumi. Ini kan
kebijakannya jadi tidak nyambung. Maka
ee kuncinya sebenarnya apapun peraturan
berubah kuncinya adalah pimpinan Bapak.
Maka Nusantara yang baru ini adalah
bukan transformasi hanya pindah ee ibu
kota, tapi pola kepemimpinan kita
sebagai role model. Kalau pimpinannya
sudah kompeten, dia berintegritas,
bersih, tentu bawah itu kan mudah
meniru. Omongannya juga di buku ditiru.
Karena apa? Dia ing ngarso sebagai
tulodo gitu, Pak ya. Nah, sekarang
istilahnya berubah menjadi role model ya
sebagai contoh ya. Maka ada berakhlak
kalau itu seseorang yang berakhlak
sebagai suri tuladan. Kalau atasannya
sebagai suri tuladan itu baik,
integritas, tidak menyat kemenangan.
harapannya kita
karena tadi dia juga terjun ing
madangkarso. Jadi sebagai pimpinan tidak
harus di belakang meja tapi dia terjun
ke bawah sehingga tahu apa-apa masukan
dari bawah. Nah, ini harapan kita, Pak
ee masa depan undang-undang itu
transformasi ke sana. Demikian ee Pak
Haji semangat. Selamat.
Terima kasih.
Demikian Mbak I Bapak Darmuji. Terima
kasih Bapak Aji. Pripun, Pak? sudah
terjawab ya, Pak ya.
Siap. Baik, kalau begitu untuk Bapak
Jefri Prata dan juga Bapak Haji Sakti
Pranomo. Ya, penanya terpilih bisa
langsung konfirmasi alamat ke CP di
untuk pengiriman hadiahnya ya. Sekali
lagi saya ucapkan terima kasih Bapak
Adarmuji Esos, M.Si. si yang sudah
berkenan meluangkan waktunya pada pagi
hari ini untuk memberikan materi yang
luar biasa keren dan juga bersedia
menjawab pertanyaan-pertanyaan dari
Bapak-bapak yang sudah bertanya tadi.
Semoga sehat selalu, Bapak. Silakan ee
izin kalau berkenan melanjutkan kembali
aktivitasnya. Terima kasih, Bapak.
Ngih. Matur nuwun. Asalamualaikum. Salam
merdeka buat semuanya.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Salam merdeka. Baik. Sobat
ASN jangan ke mana-mana karena sebentar
lagi kita akan masuk ke sesi pemaparan
materi kedua yang akan disampaikan dari
narsum kita yang kedua ini langsung
dikirim dari Universitas Erlangga.
Penasaran kan? Jangan ke mana-mana,
tetap di ASN Belajar.
[Musik]
Sobat ASN, sekarang kita waktunya masuk
ke sesi pemaparan materi kedua oleh
narasumber kedua kita pada pagi hari ini
yang sudah berkenan hadir di sini ya
bersama kita yang pasti ada Bapak Dr.
Sarkawi B. Husein, M.Hum selaku Kepala
Program Studi Ilmu Sejarah. Universitas
Erlangga.
[Tepuk tangan]
Selamat pagi Bapak Sarkawi.
Pagi, Mbak. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Sehat, Pak?
Alhamdulillah sehat, Pak.
Alhamdulillah. Baik, Bapak. mungkin bisa
langsung saja untuk materi kedua pada
pagi hari ini.
Baik, saya izin share screen ya.
Siap, Bapak.
Oke, sudah kelihatan ya.
Sudah, sudah terlihat Bapak di sini. I
ee baik. Ee asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Ee
kawan-kawan ASN yang sempat hadir di
ruang Zoom ini. Ee pertama-tama terima
kasih atas kesempatan yang diberikan
oleh Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur.
Ee oleh karena itu yang terhormat Bapak
Dr. Ramlianto,
kemudian para narasumber Pak Darmuji,
Ibu Sartika,
dan seluruh panitia yang mengawal acara
ini. Baik, saya diminta oleh
kawan-kawan panitia untuk bicara tentang
ee apa namanya?
ASN mengisi kemerdekaan seperti apa
sebenarnya. Jadi saya mungkin mau
melihatnya dari perspektif sejarah
karena saya adalah berkecimpung di
bidang sejarah.
Nah,
di gambar ini kalau Bapak Ibu lihat di
slide saya ini, ini adalah ee contoh
dari ee para pegawai sebenarnya pada
masa ee kolonial.
Kita lihat di sini ada yang pakai
blangkon, ada yang pakai pantalon kayak
sarung dan seterusnya.
Nah, ee saya ingin menyampaikan bahwa
sebenarnya
keberadaan ASN ini ee bukanlah sesuatu
ee yang ujuk-ujuk ada ya, tapi dia
memiliki akar yang panjang yang kita
bisa telusuri sejak zaman kolonial.
Nah, asal usulnya misalnya kita bisa
telusuri ee hingga abad ke-16 ketika
Fen the eh indc
memburu rempah-rempah di Nusantara. Nah,
kita tahu
untuk melancarkan urusan dagangnya ee
siasat awal VOC adalah menjalin
relasi
ee apa namanya dengan kerajaan-kerajaan
atau kesultanan yang sedang berpuasa.
Dan kita juga tahu bahwa VOC yang kita
pelajari, Ibu Bapak pelajari di sekolah
itu memiliki yang disebut dengan hak
koti. Hak untuk menerbitkan mata uang,
hak untuk membikin perjanjian dengan
kerajaan,
hak memiliki ee angkatan perang
misalnya.
Itu yang menyebabkan kenapa VC e begitu
kuat di Nusantara pada ee masa itu.
Oke.
Nah,
kalau kita baca bukunya Ibu Hidland, Ibu
ini adalah ahli sejarah Jawa dan ahli
sejarah Sulawesi Selatan. di bukunya
yang berjudul Terbentuknya sebuah elit
Birokrasi. Dia menyebutkan bahwa
pemerintahan kolonial saat itu punya
pendirian untuk memelihara struktur
politik pribumi
dan memerintahkan rakyat melalui
pemimpin-pemimpin sendiri. Inilah yang
disebut dengan politik ya, permainan
rakyat itu. Jadi dia ee menggunakan ee
pejabat-pejabat lokal untuk tanda kutip
menindas,
memeras para pribumi-pribumi yang ada di
bawah. Jadi bukan pemerintah kolonial
yang terjun langsung, tapi menggunakan
kaki tangan ee pejabat-pejabat pribumi.
Nah, sistem kerja seperti ini berlanjut
hingga VOC bangkrut pada 1779
yang kemudian kekuasaannya berpindah ke
pemerintahan kolonial ee Belanda.
Nah, saat itu birokrasi Hindia Belanda
membagi pegawainya menjadi dua
klasifikasi.
Ada yang pegawai Eropa dan ada pegawai
pribumi.
Nah, pegawai Eropa ini sering disebut
dengan Binonland bestiur atau disingkat
dengan BB.
Sementara yang pribumi ini sering
disebut dengan inlance bestiure atau
disingkat dengan IB atau dalam bahasa
Jawa dikenal dengan istilah pangreh
praja. Jadi asaloso kata pangreh praja
itu berasal dari ee klasifikasi
pembagian
pegawai ee pada masa kolonial ee
Belanda.
Nah, Bland Bur ini terdiri atas
gubernur, residen, asisten residen, dan
kontrolir.
Dan tentunya lebih banyak berinteraksi
dengan pemerintah pusat untuk menentukan
kebijakan dan prioritas apa yang
diperlukan di sana jajahannya.
Sementara inlandur
atau pejabat pribumi
bertugas untuk memerintahkan warga
bekerja memproduksi barang untuk siapa?
Untuk ya pemerintah kolonial Belanda
tentunya.
Nah, kapan munculnya birokrasi modern
itu?
Dan ini tentu berkaitan dengan kondisi
politik awal abad 20.
Nah, pada awal abad ke-20 kebijakan
penjajahan Belanda ini mengalami
perubahan arah yang paling mendasar.
Eksploitasi terhadap Indonesia sebagai
pembenaran utama atas kekuasaannya
ini mulai berkurang dan digantikan
dengan pernyataan-pernyataan
keprihatinan atas kesejahteraan bangsa
Indonesia.
Kebijakan apa itu? Itulah yang disebut
dengan politik etis.
Politik etis ini berpangkal pada gagasan
kewajiban moral
dan hutang budi atau yang disebut dengan
Nou,
pemerintah kolonial terhadap tanah
jajakannya yaitu ee Indonesia.
Nah, pidato tahunan Ratu Wilhelmina dari
takhta kerajaan pada September 01
mengumandangkan bermulanya zaman baru
dalam politik kolonial yang lazim
disebut dengan politik etis dengan
trilogi kebijakan yakni edukasi,
irigasi,
dan emigrasi.
Nah, salah satu yang penting dari
kebijakan ini adalah edukasi.
Nah, pada periode ini perkembangan
pendidikan mendapat perhatian khusus
yang menurut Van Defenter dan para
pengikutnya
adalah inti dan kunci segala perubahan
yang diinginkan.
Bagi fundenter
tidak akan ada perubahan tanpa
tenaga-tenaga pribumi yang berpendidikan
maksudnya berpendidikan cukup yang untuk
memikul beban-beban birokrasi e modern
ee kolonial
di sekedar intermeso ini Ratu Wilh Helm
cantik sekali pada masa mudanya
ee dia bernama lengkap Kap Wilhelmina,
Helena, Paulin, Marie van Oran Nasau.
Ini adalah ratu Belanda sejak 1890
sampai 48.
Jadi dia memimpin Belanda ini selama
lebih dari 50 tahun, lebih lama dari
pada penguasaan monarki kerajaan Belanda
lainnya.
Nah, masa kekuasaannya ini menjadi saksi
beberapa titik perubahan di Belanda
dalam sejarah dunia. misalnya perang
dunia pertama, peran dunia kedua,
krisis ekonomi dunia atau Malaysia, dan
kejatuhan Belanda sebagai penguasa ee
kolonial.
Nah, sejak politik KETIS dijalankan,
pendidikan bagi bangsa Indonesia
mengalami kebajuan yang lebih pesat
dalam beberapa dekade dibanding apa yang
terjadi beberapa abad sebelumnya.
Misalnya jumlah sekolah rendah meningkat
dengan cepat. Sekolah yang berorientasi
Barat diciptakan baik untuk orang Cina
untuk orang-orang Indonesia.
Begitu pula ee pendidikan berkembang
secara vertikal dengan adanya Milo
misalnya, Alchemene Middle Bar School
dan ee seterusnya.
Nah,
sejalan dengan hal tersebut, motivasi
dan kepentingan ekonomi tidak bisa
dinafikan
juga turut menyertai kebijakan politik
etis pemerintah Hindia Belanda pada masa
itu.
Hal tersebut bisa dipahami
mengingat akhir abad ke-19 dan awal abad
ke-20 ini merupakan proses atau
merupakan periode di mana tumbuh
pesatnya perkebunan swasta dan
perusahaan lain baik di Jawa maupun di
ee luar Jawa. dan perusahaan-perusahaan
kolonial itu kita bisa masih bisa
saksikan ee sisa-sisanya hingga dewasa
ini.
Nah, perkembangan itu misalnya harus
ditunjang oleh sistem administrasi,
sistem produksi,
manajemen modern, dan birokrasi
pemerintahan yang bersifat legal,
rasional
yang banyak menuntut tenaga ahli untuk
menjalankan ee programnya.
Nah, berbeda tentu dengan masa
sebelumnya yang lebih banyak tergantung
pada lembaga-lembaga kekuasaan feodal
tradisional.
Sistem kapitalisme yang masuk melalui
proses ini menuntut pemerintah untuk
mengirimkan
banyak tenaga ahli yang tidak bisa
dipenuhi dari tenaga Eropa.
Juga perlu dicatat
dengan bertambah luasnya kekuasaan
Belanda ini maka kebutuhan akan
birokrasi Indonesia yang berpendidikan
Barat semakin besar.
Jadi bila sebelumnya kedudukan-kedudukan
tinggi dalam hierarki kepegawaian
Indonesia diberikan atas dasar asal
keturunan,
maka politik kolonial yang baru
menjadikan pendidikan sebagai ee ukuran
utama.
Nah, ini di gambar ini Ibu Bapak bisa
lihat ini adalah ee tempat di mana para
ASN zaman kolonial itu bersekolah. salah
satunya di Madiun yang disebut dengan
oplading school for in Amtenaren.
Jadi sekolah amenar ya, sekolah calon eh
birokrat ee kolonial pada masa itu.
Nah, ee sebelum sampai di sini saya
ingin mengatakan bahwa
ketika perkebunan-perkebunan Belanda
tumbuh subur di Nusantara kita
ee bisa dikatakan sepertiga dari
anggaran pendapatan Belanda itu
diperoleh didapatkan dari hasil-hasil
ee perkebunan di Nusantara di Deli
Serdang misalnya, di Jawa.
Jadi saya ingat ee waktu berkunjung ke
Belanda ee waktu saya mengambil posok di
negeri Belanda, saya diundang oleh ee
seorang sejarawat Ital yang sedang
pameran di di Rotterdam.
Judul pameran itu adalah eh The Dark
Side of Colonialism in Indonesia kan.
Jadi sisi gelap dari masa kolonial
Indonesia. Nah, yang ditampilkan dalam
pameran itu misalnya adalah bagaimana
pemerintah Belanda itu
menggunakan pribumi untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan
ee pemerintahnya melalui
ee tanam paksa misalnya atau kultur
stelsel ee pada ee masa itu. sehingga
Belanda bisa buat jembatan, bisa buat
rel kereta api.
Saya ingat persis ketika saya dari
Leiden, salah satu kota pendidikan di
Blanak, Leiden menuju ke Rotterdam, saya
naik kereta api. Teman saya orang
Belanda namanya Martina Barwhen, dia
bilang, "Eh, Sarkawi, kamu tahu enggak
rel kereta api yang kita lewati dari
Leiden ke Rotterdam ini?
ini diperoleh dari ee kekayaan negerimu
lewat perkebunan-perkebunan ee Belanda.
Nah, itu artinya betapa dahsyatnya
memang kekayaan kita yang dikeruk oleh
pemerintah Belanda. Nah, untuk memanage
ee perkebunan-perkebunan itu tentu
membutuhkan pendidikan yang baik bagi
pribumi yang membantu mengelola berbagai
macam kantor itu.
Tapi kenyataan ini
juga mengakibatkan terjadinya mobilitas
sosial yang antara lain ditandai dengan
munculnya elit baru Indonesia.
Nah, elit baru ini sebagian
terkooptasi dalam jaringan birokrasi
kolonial.
Ada yang menjadi pegawai Pangrek Praja,
ada menjadi Wedono, menjadi apa bupati
dan seterusnya.
Tapi ada juga
yang ee berseberangan dengan pemerintah
kolonial pada masa itu. Sehingga apa
yang terjadi kemudian? Pendidikan yang
diterapkannya itu justru menjadi
bumerang bagi sistem kolonialnya.
Nah, menurut Hari Benda,
pendidikan Barat katanya betapaapun baik
maksudnya telah bergabung untuk
melepaskan angin topan
reperkusi-reperkusi
yang tidak terduga yang akan mengancam
landasan utama masyarakat kolonial itu
sendiri.
Jadi mereka menyekolahkan pribumi tapi
kemudian berbalik juga melawan
pemerintah kolonial pada saat itu.
Walaupun tidak bisa juga dinafikan
banyak juga yang kemudian terkooptasi
menjadi pegawai birokrati birokrat pada
zaman ee kolonial.
Dengan kata lain, gelombang perubahan
ini telah berjalan semakin cepat dari
sebelumnya.
Akan tetapi semuanya melimpah keluar
kerangka tujuan yang di telah digariskan
oleh para penganjur politik etis.
Penentangan ini dilakukan dengan cara
menyatukan diri lewat berbagai
organisasi sosial, organisasi agama, dan
politik.
Dan misalnya Surabaya ini kan menjadi ee
kota pergerakan ya, di mana ada Cokor
Aminoto di sini, ada Soekarno di sini,
Sema juga pernah di sini. Banyak sekali
yang di Penilih sana itu menjadi tempat
persemaian para pahlawan yang kemudian
melakukan penentangan terhadap kekuasaan
ee kolonial.
Kenapa itu terjadi?
Karena sistem pendidikan baru tersebut
mempercepat tumbuhnya golongan
intelijensial
yang kemudian memegang peranan dalam
fungsi-fungsi baru yang diciptakan oleh
perkembangan proses birokrasi,
komersialisasi, dan urbanisasi.
Nah, orang-orang inilah yang kemudian
memegang peranan dalam berbagai lapangan
pekerjaan seperti guru, pegawai
administrasi,
hakim,
pengacara, dan yang lain-lain.
Nah, kita masuk di sesi yang kedua di
topik yang kedua,
perjalanan panjang menuju kemerdekaan.
ee kalau misalnya kemarin di
kampung-kampung
ee sibuk merayakan kemerdekaan dengan
sejumlah lomba ee panjat pinang dan
seterusnya,
maka 79 tahun yang lalu bahkan jauh
sebelumnya para pejuang kita berjuang
hingga tetes darah penghabisan
dan itu dilakukan dengan berbagai cara,
berbagai alat misalnya senjata
Bahkan jimat pun digunakan pada ee masa
itu.
Eh ketika 2020 saya ke arsip nasional di
Denhak Belanda, saya menemukan banyak
sekali jimat yang disita oleh pemerintah
kolonial Belanda pada masa itu dan itu
disimpan oleh
eh arsif nasional Belanda, jimat-jimat
yang biasa di dililitkan di perut
anak-anak kecil dan itu digunakan oleh
para pejuang. Jadi saya tidak bisa
membayangkan betapa
luar biasanya para ee pejuang kita pada
masa itu dengan berbagai cara yang
digunakan.
Berjuang tak kena lelah dalam menjawab
apa melawan penjajahan
hingga akhirnya bangsa kita merdeka yang
ditandai dengan proklamasi kemerdekaan
oleh Bung Karno dan Hatta.
Nah, kalau melihat ee perjuangan para
pahlawan kita, saya setuju dengan
kalimat yang pernah diucapkan oleh Bapak
Anis Baswedan ketika kami undang ke FB
beberapa tahun yang lalu. Dia mengatakan
bahwa para pejuang itu telah selesai
dengan dirinya sendiri. Tidak ada niatan
untuk memperkaya dirinya dan keluarganya
dan kelompoknya.
Dia sudah selesai dengan dirinya. sudah
mewakafkan dirinya pada bangsa dan
negara Indonesia yang ee merdeka.
Nah,
apa yang bisa dilakukan aparatur sipil
negara
dalam pembangunan negara?
Bagi saya karena saya juga saya adalah
bagian dari ASN juga momon kemerdekaan
ini ee adalah saat yang tepat saya kira
untuk memperkuat kembali
menghidupkan kembali semangat
nasionalisme dan dedikasi kita terhadap
bangsa yang besar ini.
Kita memiliki tanggung jawab besar dalam
pembangunan negara dan saya pikir
tugasnya ee tidak ma
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:04 UTC
Categories
Manage