Webinar ASN Belajar Seri 32 - ASN Mengisi Kemerdekaan: Seperti Apa?
ibuQceJtbDw • 2024-08-22
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Halo, Sobat ASN. Yuk simak tata cara mendapatkan e-sertifikat webinar ASN belajar. Pertama, pastikan Sobat ASN sudah mendaftar dalam kegiatan webinar ASN belajar ya. Link pendaftaran dapat diisi maksimal H-1 sebelum webinar dilaksanakan. Masukkan alamat yang tertera pada flyer ASN belajar. Sebagai contoh, bit.ly/daftarnb. [Musik] Lalu masukkan email sobat ASN yang masih aktif. Berikutnya isi kolom data diri Sobat ASN pada formulir yang tersedia. Isi setiap kolom dengan benar, ya. Nama. Tulis nama lengkap Sobat ASN karena ini adalah nama yang akan tertera pada e-sertifikat. Selanjutnya isi kolom NIP, pangkat, dan golongan sobat ASN. Jabatan dan instansi dari mana Sobat ASN berasal juga harus diisi dengan benar, ya. Jangan lupa pilih kota atau kabupaten dari mana Sobat ASN berasal. Kemudian isi nomor WhatsApp Sobat ASN. [Musik] Setelah semua kolom terisi, cek dan pastikan kembali data yang sudah Sobat ASN isi benar. Lalu klik submit. Setelah Sobat ASN submit akan muncul informasi terkait link Zoom meeting, link virtual background, dan link presensi yang dapat Sobat ASN gunakan pada saat webinar. Sobat ASN ingat ya, link presensi baru bisa diakses pada saat webinar berlangsung. Link presensi dapat Sobat ASN lihat pada laman informasi, running text, atau pada pin live chat YouTube BPSDM Jatim TV. Pastikan kembali data diri Sobat ASN sudah benar. Setelah itu, Sobat ASN dapat langsung tanda tangan pada kolom yang tersedia. Jika sudah, klik submit. [Musik] Setelah mengisi link presensi, Sobat ASN akan langsung diarahkan untuk mengisi lembar penilaian. [Musik] Setelah Sobat ASN submit lembar penilaian, jangan lupa untuk klik link kuisioner ya, Sobat. [Musik] Di akhir, Sobat ASN juga bisa menuliskan kritik dan saran untuk webinar ASN belajar loh. [Musik] Setelah mengisi kuesioner, Sobat ASN dapat langsung mengunduh e-sertifikat webinar ASN belajar. E-sertifikat bisa diunduh setelah acara webinar selesai, ya. Jadi pastikan sobat ASN mengikuti webinar sampai akhir. [Musik] Gimana Sobat ASN? Sekarang cara mendapatkan e-sertifikat semakin mudah bukan? Tetap semangat dan ikuti webinar ASN belajar persembahan Korpu SDJIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. [Musik] satu orang total yaitu 30 orang. Kemudian untuk enggak butuh pelatihan itu dan mungkin setelah nulis dari situ enggak nyambut gawe perkara pelatihan. Pokoke sing nganggur sopo sing rodok bener neng kantore sopo supaya lumayan dia enggak di kantor selama seminggu. Nah itu diri. Maka waktu itu kalian [Musik] Kalau sini itu termasuk [Musik] Terus selama setahun tuh aku wis ngerti ilmune terus aku dipedake opo. Nah, saya itu saya sambil nyari-nyari ada karena saya cerita saya ngobrol enggak apa-apa ini ya kadangnya di single-single gitu saya cerita untung ada les jadi enggak ada itu ini kita berada di salah satu PET di Kota Yogyakarta. Kebetulan ee nama tempatnya adalah tahu memproduksi keripik rumput laut yang ee unik kemudian ee tempatnya juga benar-benar dipering di rumah ya, Mas. Kemudian ini juga banyak variannya olahannya kita di sini juga ee mendapatkan banyak informasi dari mulai ee cara pengadaan bahan produksinya juga seperti apa. Terus ketika ada keluhan dari pelanggan juga cara penanganannya seperti apa sudah dijelaskan i semuanya lima nanya produknya juga bersih kemudian bahannya juga berkualitas ya Mas rasanya juga rasanya juga enak saat ini sedang ada di Bakia Patok 25 di Yogyakarta ee untuk peninjauan proses produksinya sedang berlangsung dengan teman-teman dan ee tadi sempat melihat bahwa proses produksinya juga sangat rapi, sangat bersih sesuai prosedur keamanan pangan kita. Kemudian juga bahan-bahannya juga ternyata sangat berkualitas makanya ee produk yang dihasilkan juga sangat berkualitas gitu. [Musik] Nanti ada yang moderator sekaligus kalau nanti sudah ada yang malam ini langsung pulang [Musik] komposisi bahan yang digunakan pada usaha ya. Jadi di sini Bapak seperti ini Bapak kami datang ke servis pengembangan kompetensi Kabupaten Cberang kemarin ada merchandise sempurnahan Bapak Ibu sekalian ya. Terima kasih panitia ke depan. [Musik] Kemerdekaan adalah warisan berharga yang harus kita jaga. Sebagai tulang punggung birokrasi, ASN memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, yakni menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera melalui pelayanan publik berkualitas dan inovasi berkelanjutan. Dengan berkomitmen pada pembaruan dan kreativitas serta berpegang pada nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan loyalitas, ASN diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan Indonesia demi tercapainya cita-cita nasional. [Musik] Ayo gelor semangat kemerdekaan bersama webinar ASN Belajar seri 32. Nusantara baru, Indonesia maju. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Sobat ASN. Wah, senang sekali saya pagi hari ini Yuri Sabrina bisa menyapa sobat ASN semua dalam acara yang sudah ditunggu-tunggu, yaitu ASN belajar seri 20 tahun 2024 persembahan Corpus SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ye, Sobat ASN sekarang ini kan masih dalam rangka kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 ya. HUT R yang ke-79. Nah, kemerdekaan itu apa sih? Kemerdekaan itu adalah warisan berharga yang harus kita jaga. Iya, benar. Karena kita sudah 79 tahun nih Republik merdeka, Republik Indonesia merdeka gitu kan. Dan sebagai tulang punggung birokrasi, ASN memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, yakni menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera melalui pelayanan publik berkualitas dan inovasi berkelanjutan. Dengan berkomitmen pada pembaruan dan kreativitas serta berpegang pada nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan loyalitas, ASN diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan Indonesia demi tercapainya cita-cita nasional. Seperti apa sih peran ASN dalam mengisi kemerdekaan? Selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN Belajar seri 32 tahun 2024. [Musik] Sobat ASN, untuk membuka webinar kita pada hari ini, marilah kita simak bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Merdeka. So ASN. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Pada hari ini, Kamis tanggal 22 Agustus 2024, ASN Belajar telah memasuki seri ke-32 untuk tahun 2024. Sebagai lembaga pengembangan kompetensi ASN yang konsen pada kebutuhan kekinian para ASN sebagai tuntutan bidang tugasnya, BPSDM Provinsi Jawa Timur terus berupaya untuk menyajikan tema-tema aktual yang relate dengan kebutuhan pengembangan kompetensi ASN dalam rangka menjawab dan mengantisipasi berbagai fenomena terkini. Soat ASN masih dalam suasana hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79. ASN Belajar seri ke-32 tahun 2024 ini menyajikan tema yang terkait, yakni bagaimana kita sebagai aparatur sipil negara yang merupakan perekat persatuan dan kesatuan bangsa mampu memberikan kontribusi yang nyata dalam mengisi kemerdekaan yang kita raih. Nah, Sobat ASN, oleh karena itu tema yang kita angkat dalam webinar series ASN belajar seri ke-32 ini ASN mengisi kemerdekaan seperti apa? Tentu saja topik menarik ini membutuhkan diskusi yang intensif dari beragam perspektif. Karena transformasi Indonesia menjadi negara yang maju membutuhkan peran ASN yang lebih signifikan lagi. Sahabat ASN, telah menjadi kesadaran kolektif bangsa bahwa kemerdekaan yang kita raih 79 tahun yang lalu merupakan berkat rahmat Allah yang maha kuasa yang disertai dengan lelehan air mata, cucuran keringat, dan tetesan darah pejuang bangsa. Sejarah mencatat dengan tinta emas. Betapa banyak kusuma bangsa kita yang wafat. Terluka, cacat, kelaparan, kelelahan, kehilangan harta dan sahabat, bahkan kehilangan keluarga. Pengorbanan lahir dan batin para pejuang selama puluhan bahkan ratusan tahun tentu tidak sia-sia. Karena pada tanggal 17 Agustus 1945 akhirnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya dan dunia mengakui Indonesia sebagai negara yang merdeka. Shabat ASN, tentu kita juga sadar sepenuhnya bahwa kita adalah penerus para pejuang kemerdekaan yang telah dengan susah payah memperjuangkan kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. Maka ada konsekuensi logus yang tidak ringan yang harus kita pukul bersama. Yakni bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini dengan beragam upaya produktif yang dapat membawa negeri kita tercinta ini menuju Indonesia yang maju, bermartabat. aman, tentram, adil, dan sejahtera secara merata dan menyeluruh. Di pundak para ASN lah ada tanggung jawab yang sangat berat, namun juga terhormat. Apalagi kita sedang bergerak menuju Indonesia Emas 2045. Sobat ASN, maka tak ada kata lain bagi kita para tersipil negara kecuali kita harus mewarisi semangat luar biasa dari para pendahulu kita tersebut. yang jika kita terjemahkan dalam konteks kekinian adalah dengan cara mengisi kemerdekaan ini dengan penuh dedikasi, integritas, kapasitas, dan kapabilitas yang tinggi. Setidaknya jika kita mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, ASN memiliki peran yang sangat strategis sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan bangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan peran publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, dan bersih dari praktik korupsi, polisi, dan nepotisme. Nah, sebab ASN, lalu bagaimana kita sebagai ASN berkontribusi secara nyata dan signifikan dalam rangka mengisi kemerdekaan ini. Untuk membahas cerdas dan tintas topik ini, kami sudah mengundang dengan hormat para narasumber yang sudah pasti sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ahmad Darmuji, Sos, M.Si. Beliau adalah Kepala Kantor L2 Badan Kepegawaian Nasional Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. Sarkawi Husain, MHum. Beliau adalah Ketua Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Erlangga Surabaya. Dan ketiga, kami berterima kasih kepada yang terhormat Ibu Sartika Mayasari, SSTP, MA. Beliau adalah penyandang gelar ASN Inspiratif Nasional tahun 2018 yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana. Kabupaten Gayoles, Provinsi Aceh. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-32 tahun 2024. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Merdeka. [Tepuk tangan] Sobat ASN, kita baru saja mendengarkan ke speech oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami haturkan. Terima kasih banyak Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Nah, sebelum kita lanjut saya ingin mengingatkan terlebih dahulu kepada sobat ASN bahwa link presensi sudah bisa diakses. Jadi bisa langsung saja ketik atau tulis di situ ya bit.li garis mir hadir seri 32 pada laman Google atau Safari Sobat ASN semua. Nah, di sana sobat ASN bisa juga melihat link presensi pada running tex atau pada pin chat YouTube BPSDM Jatim TV. Pastikan nama yang sobat ASN tulis benar karena data yang sudah diinput tidak dapat direvisi. Running tex bisa sobat ASN lihat di bawah ini. Silakan simak informasi yang ada pada running. Sobat ASN juga berkesempatan untuk mendapatkan 10 merchandise ASN belajar. Cara ngedapetinnya gampang banget. Yang pasti Sobat ASN harus aktif sebagai penanya untuk mengikuti kuis di official Instagram juga bisa. Jangan lupa difollow @bpsdmjatim dan @vipprocommunication. [Musik] Pasti sudah enggak sabar kan untuk masuk ke pemaparan materi yang pertama. Nah, pemaparan materi yang pertama kali ini akan disampaikan oleh Kepala Kantor Regional 2 Badan Kepegawaian Negara Surabaya yaitu Bapak A Darmuji, Sos, M.Si. [Tepuk tangan] Selamat pagi, Bapak Darmaji Darmuji. Mohon maaf. Selamat pagi, Mbak Yuriina. Baik. Sehat? Sehat, Pak. Alhamdulillah. Semoga sama-sama ya para teman-teman hadirin sekalian. Baik, Bapak bisa langsung saja untuk memulai pemaparan sesi materi pertama pada pagi hari ini. Silakan Bapak. Oke, saya izin share screen. Apakah sudah bisa di layar? Mbak Yulis sudah, Pak. Sudah aman, I. Baik, terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam merdeka teman-teman ASN yang selalu mengikuti webinar ASN belajar pada kesempatan seri ke-32 ini. Yang pertama saya mengucapkan terima kasih dan salam hormat kepada Bapak Kepala PSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto. Dan nanti kita juga bersama-sama dengan Dr. Salkawi B Hinir dan Ibu Sartika Mayasari. Oh iya, Mbak Yuris. Ee pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa hal terkait dengan peran ASN sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Bapak, Ibu sekalian ee sebagaimana tadi ee Bapak Kepala PKPSDM menyampaikan bahwa ASN menjadi tulang punggung dan mesin birokrasi. Oleh karena itu, sebagai mesin birokrasi kita bisa ee mengerti apa yang menjadi kebijakan di dalam rangka mengelola ASN. kita sebagai aparatur negara ee tentu harus memiliki talenta ASN yang berkualitas dan berdaya saing. Nah, ini menjadi kunci apa yang disampaikan oleh Bapak Menpan RB sehingga ASN yang berkualitas berdaya saing menjadi kunci dalam mengiri tantangan reformasi birokrasi. Sesuai dengan di era disrupsi pemerintah, kita harus bergerak lebih lincah dan cepat. dalam membuat kebijakan statis pembangunan nasional di mana kita tahun 2025 nanti 2026 ee 27 28 29 kita menjadi era eh RENSRA ke depan dan ee kita ulang tahun kemerdekaan yang ke-79 dan nanti 100 tahun Indonesia merdeka diharapkan kita menjadi ee insan-insan yang membangun Indonesia menjadi Indonesia emas di 100 tahun kemerdan Indonesia. Ee teman-teman ASN yang sekalian, oleh karena itu kita sebagai ASN dituntut terus berinovasi dalam mengusung kebijakan yang berkaitan dengan kerja birokrasi tersebut. Apa kerja birokrasi? Sebagaimana kita ketahui di dalam pembukaan undang-undang dan tercantum di dalam Undang-Undang 20 bahwa untuk membentuk suatu negara yang melindungi sekedar bangsa Indonesia, kita tahu maka perlu untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan melaksanakan ketertiban dunia. Untuk memakan kesejahteraan, tentu kita sebagai tulang punggung birokrasi harus berkinerja baik dan selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokrasi, dan terpercaya. Ya, sehingga kita bisa ee berperan ya. Peran yang kita sampaikan adalah kita adalah sebagai pelaksana kebijakan publik, pelaksana dan pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Ini kita ketahui di dalam naskah undang-undang. Sehingga dalam mengisi kemerdekaan setiap ASN harus bersikap profesional dalam pelayanan dan netral dan bebas dari intervensi politik, tidak diskriminatif. Dalam pelayanan dia bersih dari praktik KKN sehingga mampu menyediakan pelayanan yang berkualitas dan mampu menjalankan peran sebagai perkat e persatuan dan kesatuan bangsa. Ini yang diharapkan kita mampu mengisi kementerangan terbaik. Bagaimana ee perjalanan aturan di bidang kepegawaian? Kita tahu ee sejak Indonesia merdeka kemudian beberapa tahun kemudian kita ada undang-undang ee tentang ketentuan pokok kepegawaian tahun 1. Intinya di situ adalah ada kewajiban dan hak pegawai dalam urusan kepegawaian. Kemudian di tahun 4 itu juga ada kedudukan kewajiban laki-laki kewajiban sebagai ASN yang mana di masa reformasi tahun 99 muncullah Undang-Undang 43 sebagai perubahan karena adanya desentralisasi jadi pelayanan lebih kepada di tingkat masyarakat. Kemudian perkembangan selanjutnya kita tahu bahwa adanya Undang-Undang 5 Tahun 2014. Nah, inilah di sinilah muncul adanya ASN yang terdiri dari PNS dan P3K atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja sejak adanya Undang-Undang 5 Tahun 2014. Kemudian yang terbaru adalah Undang-Undang 20 tahun 2023. Diharapkan ASN ini adalah menkan merit system ya, di mana segala proses manajemen itu harus dilakukan dengan MI system. Dan kedua adalah penetapan kebutuhan PNS dan P3K sesuai dengan ee rencana pembangunan nasional maupun pembangunan yang ada di instansi masing-masing baik instansi pusat maupun instansi daerah sehingga diharapkan adanya kesejahteraan PNS dan P3K. Kemudian juga ada kebijakan tentang penataan tenaga honorer dan di dalam layanan semua digitalisasi manajemen ASN ya di sini dicantum di dalam Undang-Undang 20 Tahun 2003. Kemudian bagaimana posisi statistik kalau kita lihat ya berapa jumlah dan komposisi ASN pada saat ini data per1 Agustus ee dari R.700 78471 ASN ini 77%-nya masih ee PNS dan P3K-nya ee 23% ya. Nah, adapun komposisi di instansi pusat itu hanya 22%. Nah, sehingga ini pendekatan pelayanan ASN ada di instansi daerah sebanyak Rp3.700.000-an. Adapun ee jumlahnya itu mendominasi adalah wanita ya pada saat ini. Karena berdasarkan seleksi CASN juga wanita banyak yang lulus dan pasiennya tinggi. Lalu dari sisi pendidikan dalam rangka kita memajukan pelayanan saat ini sudah ee mencapai tinggi ya sekitar 89% itu hampir diduduki oleh S1 maupun D4. Nah, ini harapan kami ini terus bisa meningkatkan kualifikasi pendidikan sehingga kita bisa menjadi kategori tingkat pendidikan yang tinggi. Nah, kalau kita lihat dari usianya ini sangat produktif ya masih ya di 31 sampai 40 tahun. 41 dan 50 tahun ini sampai ini masa-masa yang SN ini produktif sehingga ini harapannya ee yang memiliki pengalaman kerja di atas 10 tahun yaitu 1 juta lebih. Ini bisa sebagaion dalam rangka kita melaksanakan tugas-tugas kita berdasarkan profesional yaitu memiliki pengalaman dan kualifikasi pendidikan yang baik. Adapun jabatan saat ini kita tahu bahwa jabatannya adalah jabatan struktural dan nonstruktural atau jabatan manajerial dan jabatan non manajerial. Jabatan manajerial ini hanya sekitar 7% yang saat ini 70%-nya adalah jabatan fungsional. Karena ee kita ingin meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan, maka banyak ada dosen, guru menempati jumlah tertinggi, kemudian medis dan tenaga teknis ee pendukung untuk jabatan j fungsional baik itu di bidang pertanian, bagian teknologi adapun pelaksana itu 23%. Ini adalah komposisi saat ini yang akan berkontribusi kepada kemajuan. Adapun di wilayah ee Kandek Surabaya ini ee kami terdiri dari 39 yang terdiri instansi provinsi, kabupaten, dan kota. Jumlahnya ada 381.048 ya jumlah yang ada ASN di wilayah Jawa Timur ini posisinya adalah P3K sebanyak 73% dan PNS-nya hanya 26%. Ini posisi di Jawa Timur. Bapak, Ibu sekalian, teman-teman Asen yang berbahagia, bagaimanakah ee kebijakan-kebijakan dalam rangka Badan Kepegawai Negara dalam melakukan tugas-tugasnya agar berkontribusi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan manajemen ASN kita ada empat, yaitu merumuskan kebijakan teknis, melakukan pembinaan dan penyelenggaraannya pelayanan serta pengendalian, ya. Nah, ini semua ya melalui digitalisasi. Jadi, sekarang kita layanannya semua digital sehingga harapannya kita akan lebih efisien, efektif, dan transparan. Nah, digital ini di dalam satu platform yaitu sistem informasi aparatur sipil negara atau SISN. di mana ini adalah bagian bentuk inovasi yang dilakukan oleh BKN dalam melaksanakan manajemen dan ini untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian layanan ASN dari perencanaan kebutuhan sampai pemberhentian ini terpenuhi ya dilaksanakan profesional, akuntabel, efektif, efisien dengan ee satu platform ini sehingga kita bisa menjangkau dari ee seluruh tanah air. Bapak, Ibu sekalian, teman-teman yang berbahagia, layanan-layanan ini dalam fitur-fiturnya ada enam, yaitu baik layanan perencanaan, perekrutan, pengembangan kapasitas pan kinerja, promosi, dan lokasi. Ini kalau dibuka ee di SISN layanan-layanan ini adalah layanan di dalam ee siklus manajemen ASN. Nah, ini harapan kami teman-teman ASN sekalian bisa mengakses ya dengan akun masing-masing. Nah, bagaimana ee pentingnya manajemen yang terdiri dari delapan aspek, yaitu perencanaan kebutuhan, kemudian aspek pengadaannya baik pengadaan CPNS maupun P3K, kemudian penguatan budaya dan citra institusi, kemudian setelah memiliki ee kapabilitas dan budaya perilaku yang ee baik, yang berapak, maka kita harapkan bisa mengelola kinerja kita dengan baik dan kita bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Namun juga kita perlu terusmenerus mengembangkan talenta kita dalam rangka mengemban karir ya sehingga perlu adanya pengembangan kompetensi. Nah, pada hari ini kita mengikuti pengembangan kompetensi yang dilakukan melalui webinar. Nah, ini harapannya kita belajar terus-menerus. Bagi yang mereka yang berprestasi tentu akan diberikan reward, penghargaan, dan pengakuan. Nah, adapun setelah ee ASN itu memenuhi syarat-syarat batas usia pensiun ataupun salat lain itu akan ee berhenti berkinerja. Inilah kita siklus dalam manajemen ASN dan menjadi kunci Bapak Ibu sekalian, kebijakan perencanaan kebutuhan ini menjadi kunci di mana pada saat pengadaan ini kita harapkan kita mampu memperoleh karakter pribadi selaku ASN yang pelayanan publik dan mampu berperan sebagai perekat NKRI serta memiliki intelijensi yang tinggi ya dan untuk pengembangan kapasitas dan kinerja serta memiliki keterampilan keahlian perilaku sesuai dengan jabatan-jabatan yang dibutuhkan dalam organisasi dan mampu mengakselerasi fungsi dan tugas organisasi ini. Di dalam perencanaan kebutuhan kita harus memberikan aspek-aspek di samping aspek dari rencana pembangunan jang kemenangan nasional serta mempertimbangkan kemampuan keuangan negara. Jadi kunci. Bapak, Ibu sekalian, teman-teman yang berbahagia, untuk pengadaan jabatan saat ini, jabatan yang melalui seleksi CASN adalah untuk jabatan-jabatan non manajerial, yaitu jabatan pelaksana dan fungsional yang sudah diumumkan di seluruh instansi secara nasional. Nah, prinsip-prinsip kita di dalam ee pengadaan yaitu instansi pemerintah merencanakan pelaksanaan pengadaan dan mengumumkan secara terbuka kebutuhan ASN untuk diisi oleh calon-calon talent-talent yang ada di Indonesia. Sehingga setiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi ASN sepanjang memenuhi persyaratan ya. Oleh karena itu, setelah jadi ASN perlu dalam mengisi kemerdekaan kita perlu penguatan budaya kerja dan citra organisasi ya. Budaya kerja dan citra organisasi ini selalu yang sekarang adalah ASN berakhlak ya. ASN berakhlak ini tentu kita sudah ee bisa menerjemahkan sebagaimana di dalam undang-undang disebutkan bahwa misalnya orientasi yang pertama adalah pelayanan di mana kita sebagai AS harus memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat. kita harus melayani dengan ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan serta terus memperbaiki ee tiada henti. Jadi perbaikan terus-menerus dalam muka pelayanan. Kemudian juga akuntabel di mana kita harus melaksanakan tugas-tugas kita ya dan tidak menyalahgunakan ee kewenangan jabatannya. Dan tentu kita harus memiliki kompetensi yaitu selalu meningkatkan kompetensi diri untuk menjambat tantangan tersebut ya dan selalu membantu orang lain untuk belajar. Di samping mengembangkan dirinya, dia juga membantu orang lain untuk terus belajar sehingga dapat melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik. Nah, tentu kita bisa harmonis. Artinya kita suka menolong, membangun lingkungan kerja yang baik, dan menghargai setiap sikap orang tanpa membedakan latar belakangnya. Dan kita juga harus loyal, artinya berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. sebagai ee ASN tentu ini memegang teguh ideologi Pancasila menjaga nama baik ASN dan menjaga rahasia jabatan dan negara. Tentu di era yang saat ini kita harus selalu menjadi ASN yang adaptif, terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan serta menghadapi perubahan. kita harus mampu menyesuaikan diri menghadapi perubahan-perubahan saat ini dan melakukan inovasi dan mengembangkan kreativitas serta selalu bertindak proaktif ya sehingga ee kita harus membangun jaringan kerja melalui kolaboratif yaitu membangun kerja sama yang sinergis memberikan kesempatan kepada berpihak berbagai pihak untuk berkontribusi dalam pelayanan kita dan menggerakkan pemanfaatan sumber-sumber daya untuk tujuan bersama. Inilah adalah penguatan budaya sehingga citra organisasi yang kita ee emban dalam tugas akan berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan yaitu memberikan layanan pada masyarakat. Ukurannya adalah kinerja. Oleh karena saat ini adalah kita dikembangkan adanya pengelolaan kinerja. Jadi kalau kita mempunyai kapabilitas kreatif dan sebagainya, kemudian kita yang diukur adalah hasil kerja ya. Oleh karena itu diharapkan adanya dialog yang intensif antara atasan, bawahan ataupun rekan kerja sehingga kita mampu menjamin bahwa efektivitas dalam pengembangan pegawai itu bisa terjamin. Ini harapan kita dengan adanya ee dialog kinerja yang baik, atasan, bawahan, kinerja yang ee kemudian berorientasi layanan, kita bisa memperoleh suatu penghargaan-penghargaan apresiasi dari pimpinan organisasi maupun dari masyarakat sehingga ada pengakuan tugas kita dalam berkontribusi kepada masyarakat. Sebagai ASN tentu kita ee perlu mengembangkan karir yaitu berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi. Ini yang menjadi penting bagi kita karena ke depan kita harus ada mobilitas talenta nasional yang masuk di dalam talent pool di dalam SSN. Nah, tentu ini berdasarkan merit system melalui manajemen talenta yang akan dibangun secara nasional. setelah nanti PP Manajemen SN itu berlaku. Bapak, Ibu sekalian, saya ee lanjutkan untuk ee akhir karena waktunya sudah akan berakhir yaitu bagaimana kita mengembangkan kompetensi. ASN saat ini wajib melaksanakan pengembangan kompetensi melalui pembelajaran secara terus-menerus. Saya sangat bangga karena BPSDM terus-menerus melakukan webinar sehingga kita bisa ee belajar ya baik sistem pembelajaran yang terintegrasi dengan pekerjaan sebagai bagian penting dan saling terkait dengan komponen manajemen SN dan terhubung dengan pegawai lain lintas instansi pemerintah maupun dengan pihak terkait. Nah, ini yang menjadi ee penting dan sangat bermanfaat bagi kita semua. Bapak, Ibu sekalian ee tentu di dalam undang-undang ini juga memberikan penghargaan dan pengakuan bagi pegawai-pegawai yang inovatif dan berprestasi. Nanti narasumber kita ada Ibu Sartika sebagai ee apa ya? Sebagai figur yang bisa ee membagi membagi pengalamannya sehingga beliau adalah ee ASN yang inovatif sehingga di sini di aturan juga ada ee pemberikan penghargaan baik penghasilan yang ber maupun penghasilan yang bersifat motivasi ya. ada tunjangan, jaminan sosial, lingkungan kerja, dan pengembangan diri. Ya, ini beberapa yang diatur di dalam manajemen ASN. Bapak, Ibu sekalian, tentu sebagai ASN dalam melayani masyarakat dan kita bergirer terus-menerus kalau kita melakukan kewajiban dengan disiplin, tentu kita akan mencapai pada batas usia pensiun sehingga kita memperoleh pemberhentian dengan hormat. Ya, pemberhentian dengan hormat. Namun, kita harus menghindari yang sebelah kiri. pemerhentian tidak dengan hormat karena melakukan penyelewengan pelanggaran disiplin ataupun dipidana ini. Saya harapkan ASN-ASN kita ke depan tidak terjebak ya dalam ee melakukan tindak pidana kejahatan karena jabatannya. atau menjadi anggota atau pengurus partai ini kalau ee sesuai ketentuan makanya ASN kalau yang mau mencalonkan sebagai pengurus, partai, maupun ee calon ee pimpinan daerah harus mengundurkan diri. Inilah beberapa hal yang bisa kami share dalam kaitannya dengan kebijakan teknis manajemen ASN sehingga ASN kita harapkan bisa profesional ya kemudian berintegritas. Inilah perjuangan kita dalam memberikan layanan masyarakat sehingga baik itu layanan bidang pendidikan menjadi Indonesia itu lebih maju dan kesejahteraan melalui kesehatan dan kita bisa memberikan layanan yang terbaik. Demikian yang bisa saya sampaikan Mbak Yuris. Saya kembalikan kepada host. Sekian. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam merdeka. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Adarmuji, Esos, M.Si. yang sudah memberikan materi di paparan pertama pada pagi hari ini. Dan sobat ASN, setelah ini kita akan lanjut ke sesi tanya jawab. Jadi untuk sobat ASN yang sudah bergabung di Zoom bisa menggunakan feature raise hand ya atau yang bergabung melalui YouTube bisa langsung saja tuliskan di situ ya. Ketik ketik ketik pertanyaan melalui live chat. [Musik] Baik, sekarang sudah mulai masuk ke sesi tanya jawab dan sudah ada beberapa penanya yang sudah dipilih oleh host. Ya, langsung saja kalau begitu saya menyapa terlebih dahulu. Mohon izin untuk Bapak Darmuji, saya ingin menyapa terlebih dahulu penanya pertama dari Bapak Jefri Prata. Selamat pagi, Bapak Jefri Prata. Selamat pagi, Bapak ya. Selamat pagi, Bu. Ya, selamat pagi, Bapak Jefri Prata. Kalau boleh tahu ee asal dari mana, Pak? Boleh. Saya dari Binje, Bu. Dari Binjai. Binjai? Iya. Baik. Dari Binjai. Eh, boleh diopen dulu kameranya, open cam dulu. Eh, ini Bu lagi kerja Bu, mohon maaf Bu ya. Oh, begitu. Baik, baik kalau begitu untuk Bapak Jefri Prata mungkin langsung saja pertanyaannya yang akan diajukan ke Bapak Adar Muji, Sos, M.Si. Silakan. Ee gini, Pak. Ee yang pertama, Pak, bagaimana tantangan dan strategi dalam mengisi kemerdekaan ASN di mana mewujudkan Indonesia ini yang maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong-royong, Pak. Yang kedua, seperti apa langkah Kementerian Agama mengajak ASN di seluruh provinsi di mana mengisi hari kemerdekaan ini dengan meningkatkan toleransi, Pak? Tanpa mengedepankan sikap toleransi dalam setiap perjalanan sebagai ASN tentu akan mengusik mana makna kemerdekaan itu sendiri. Terima kasih, Pak. Selamat pagi. Selamat pagi. Terima kasih, Bapak Jefri Prata. Ini ada dua pertanyaan, Bapak Darmuji. Mohon izin bisa langsung dijawab mungkin, Bapak. Baik. Ee selamat pagi, horas ee Pak Jefri Pranata ya, kami dari ee BKN. Yang pertama bagaimana tantangan dan strategi ya dalam kita menghadapi sehingga dengan sistem gotong-royong. Jadi memang budaya kita adalah sebenarnya budaya yang baik adalah bergotong-royong. Bergotong-royong dalam arti bahwa sisi-sisi ee dari ee budaya lokal itu sangat mempengaruhi kita dalam bersinergi, berkotorong dalam membangun. Oleh karena itu ya ini ee peran strategisnya di Kementerian Agama sebagai perekat dan pemersatu itu memang dengan melakukan pendekatan gotongroyong. Ini menjadi penting strateginya sehingga nilai-nilai budaya yang beragam di Indonesia ini ke depan menjadi langkah-langkah strategis. Karena ee Nusantara ini adalah terdiri dari berbagai suku, agama dan tentu pertanyaan kedua, langkah kemenak ya setiap provinsi agar ada toleransi. Tentu ee kita toleransi mengikuti juga ketentuan-ketentuan. dalam Kementerian Agama tentu ee banyak kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan karena ASN ini adalah pelaksana kebijakan sehingga dalam pelayanan itu kita tidak ada diskriminasi. Ini harapan dari kita semua. Kalau kebijakan-kebijakan yang diterapkan dan diimplementasikan itu tidak diskriminasi, maka pelayanan kita akan pelayanan terbaik untuk seluruh warga. Harapannya kita tidak ee terjadi pilih kasih dalam pelayanan. Itu ee yang bisa saya jelaskan ee Pak Jefri. Selamat bertugas ee saat ini. Terima kasih. Terima kasih Bapak Darmuji, Bapak Jefri Prata sudah terjawab ya, Pak ya dengan baik ya, Pak ya. Baik, Bu. Terima kasih, Bu. Siap. Terima kasih Bapak Jefri Prata. Satu pertanyaan dari Binjai Sumatera Utara sudah diberikan oleh Bapak Jefri Prata. Selanjutnya untuk penanya kedua ada Bapak Haji Sakti. Selamat pagi Bapak Haji Sakti Pranomo. Selamat pagi. Iya, pagi Bapak. Iohin bertanya Bapak Hak Pranomo. Ini dari Kota Batu. Wow, Malang. Wow. Silakan. Kota Batu. Bu dulu gabung sama Malang. Oh, Kota Batu. Oh, baik. Sepertinya saya mainnya memang kurang jauh ya, Pak ya. Oke, Bapak Haji silakan Bapak untuk pertanyaannya langsung ke Bapak Darmuji. Siap. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Matur nuwun Pak waktu dan kesempatannya ada sedikit ee penceraannya karena kalau saya lihat dari pemateri tersebut Pak Darmaji ini ee mengalami masa tiga ya diregulasi. Iya. Ah, ini Pak ee mohon di tentang ini saya agak tergelitik itu tentang ini sebuah ee kata-kata ing ngarso Sung Tulod ing Madio, Tuturi Handayani. Dalam hal tentang pertama itu tentang kita dalam mengisi kemerdekaan ini Pak. Nah, itu terus kalau kita rasakan ya ini tentang kita rasakan ada pergeseran itu di mana ketika kita itu dari konsep dulu ini Pamong Projo menjadikan di sisi pelayanan itu yang pertama. Yang kedua ini Pak ee Mohonkir. Jadi sebuah penceraan tentang ini membuat sebuah strategi dengan namanya kebijakan-kebijakan. Nah, bagaimana ee supaya ketika membuat sebuah kebijakan itu bijak dulu baru membuat kebijakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Monggo Bapak Darmuji silakan bisa langsung dijawab pertanyaan dari Bapak Haji dari Kota Batu. Semangat pagi Pak Haji. Iya. Ini kami sering karena keluarga di Malang, Pak. Jadi sebenarnya enggak jauhkan tugas di Surabaya. Ee baik Mbak Yuris. Tadi saya memang ee hampir mengalami tiga undang-undang ya karena saya masuk di 85 sehingga ada undang-undang 43. Kemudian saya ee juga mengalami Undang-Undang 14. Nah, sekarang ada Undang-Undang Baru. Nah, di dalam ee Undang-Undang 5 sejak itu artinya bahwa kompetensi yang diatur di dalam undang-undang adalah kompetensi manajerial, sosiokultural, dan kompetensi teknis. Nah, untuk kepemimpinan ini memang butuh manajerial. me-anage liat. Sehingga yang dulu konsepnya kita itu di dalam Undang-Undang 74 itu abdi negara, mengabdi. Ya, jadi mengabdi itu ya wis nurut pimpinannya. Namanya mengabdi apa yang diperintahkan pimpinan ini. Harapannya pimpinan ini menjadi orang yang role model ya. Role itu ya orang yang memiliki integritas sebagai contoh petoladan. sehingga kalau memerintahkan ditaati bawahan itu tapi konsep itu kemudian berubah di dalam undang-undang berarti kita berperan sebagai ee perencana dan pelaksana kebijakan. Jadi kita yang nyusun merencanakan, kita juga yang mengimplement kebijakan. Jadi kalau kita memiliki kompetensi tadi menyusun kebijakan harusnya dia memiliki kompetensi juga sosiokultural. Kenapa? Karena budaya bergam jangan sampai itu sesuai dengan ee kemauannya yang membuat aturan, tapi paling tidak ada dia adalah masukan-masukan ya, public hearing sebelum kebijakan diterapkan ya. ada pabik kirim pendapat dari masyarakat kemudian diramu karena kebijakan ini ee yang bisa diterapkan bukan kebijakan yang ee istilahnya di langit tapi kebutuhannya di bumi. Ini kan kebijakannya jadi tidak nyambung. Maka ee kuncinya sebenarnya apapun peraturan berubah kuncinya adalah pimpinan Bapak. Maka Nusantara yang baru ini adalah bukan transformasi hanya pindah ee ibu kota, tapi pola kepemimpinan kita sebagai role model. Kalau pimpinannya sudah kompeten, dia berintegritas, bersih, tentu bawah itu kan mudah meniru. Omongannya juga di buku ditiru. Karena apa? Dia ing ngarso sebagai tulodo gitu, Pak ya. Nah, sekarang istilahnya berubah menjadi role model ya sebagai contoh ya. Maka ada berakhlak kalau itu seseorang yang berakhlak sebagai suri tuladan. Kalau atasannya sebagai suri tuladan itu baik, integritas, tidak menyat kemenangan. harapannya kita karena tadi dia juga terjun ing madangkarso. Jadi sebagai pimpinan tidak harus di belakang meja tapi dia terjun ke bawah sehingga tahu apa-apa masukan dari bawah. Nah, ini harapan kita, Pak ee masa depan undang-undang itu transformasi ke sana. Demikian ee Pak Haji semangat. Selamat. Terima kasih. Demikian Mbak I Bapak Darmuji. Terima kasih Bapak Aji. Pripun, Pak? sudah terjawab ya, Pak ya. Siap. Baik, kalau begitu untuk Bapak Jefri Prata dan juga Bapak Haji Sakti Pranomo. Ya, penanya terpilih bisa langsung konfirmasi alamat ke CP di untuk pengiriman hadiahnya ya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Bapak Adarmuji Esos, M.Si. si yang sudah berkenan meluangkan waktunya pada pagi hari ini untuk memberikan materi yang luar biasa keren dan juga bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Bapak-bapak yang sudah bertanya tadi. Semoga sehat selalu, Bapak. Silakan ee izin kalau berkenan melanjutkan kembali aktivitasnya. Terima kasih, Bapak. Ngih. Matur nuwun. Asalamualaikum. Salam merdeka buat semuanya. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Salam merdeka. Baik. Sobat ASN jangan ke mana-mana karena sebentar lagi kita akan masuk ke sesi pemaparan materi kedua yang akan disampaikan dari narsum kita yang kedua ini langsung dikirim dari Universitas Erlangga. Penasaran kan? Jangan ke mana-mana, tetap di ASN Belajar. [Musik] Sobat ASN, sekarang kita waktunya masuk ke sesi pemaparan materi kedua oleh narasumber kedua kita pada pagi hari ini yang sudah berkenan hadir di sini ya bersama kita yang pasti ada Bapak Dr. Sarkawi B. Husein, M.Hum selaku Kepala Program Studi Ilmu Sejarah. Universitas Erlangga. [Tepuk tangan] Selamat pagi Bapak Sarkawi. Pagi, Mbak. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sehat, Pak? Alhamdulillah sehat, Pak. Alhamdulillah. Baik, Bapak. mungkin bisa langsung saja untuk materi kedua pada pagi hari ini. Baik, saya izin share screen ya. Siap, Bapak. Oke, sudah kelihatan ya. Sudah, sudah terlihat Bapak di sini. I ee baik. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee kawan-kawan ASN yang sempat hadir di ruang Zoom ini. Ee pertama-tama terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Ee oleh karena itu yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, kemudian para narasumber Pak Darmuji, Ibu Sartika, dan seluruh panitia yang mengawal acara ini. Baik, saya diminta oleh kawan-kawan panitia untuk bicara tentang ee apa namanya? ASN mengisi kemerdekaan seperti apa sebenarnya. Jadi saya mungkin mau melihatnya dari perspektif sejarah karena saya adalah berkecimpung di bidang sejarah. Nah, di gambar ini kalau Bapak Ibu lihat di slide saya ini, ini adalah ee contoh dari ee para pegawai sebenarnya pada masa ee kolonial. Kita lihat di sini ada yang pakai blangkon, ada yang pakai pantalon kayak sarung dan seterusnya. Nah, ee saya ingin menyampaikan bahwa sebenarnya keberadaan ASN ini ee bukanlah sesuatu ee yang ujuk-ujuk ada ya, tapi dia memiliki akar yang panjang yang kita bisa telusuri sejak zaman kolonial. Nah, asal usulnya misalnya kita bisa telusuri ee hingga abad ke-16 ketika Fen the eh indc memburu rempah-rempah di Nusantara. Nah, kita tahu untuk melancarkan urusan dagangnya ee siasat awal VOC adalah menjalin relasi ee apa namanya dengan kerajaan-kerajaan atau kesultanan yang sedang berpuasa. Dan kita juga tahu bahwa VOC yang kita pelajari, Ibu Bapak pelajari di sekolah itu memiliki yang disebut dengan hak koti. Hak untuk menerbitkan mata uang, hak untuk membikin perjanjian dengan kerajaan, hak memiliki ee angkatan perang misalnya. Itu yang menyebabkan kenapa VC e begitu kuat di Nusantara pada ee masa itu. Oke. Nah, kalau kita baca bukunya Ibu Hidland, Ibu ini adalah ahli sejarah Jawa dan ahli sejarah Sulawesi Selatan. di bukunya yang berjudul Terbentuknya sebuah elit Birokrasi. Dia menyebutkan bahwa pemerintahan kolonial saat itu punya pendirian untuk memelihara struktur politik pribumi dan memerintahkan rakyat melalui pemimpin-pemimpin sendiri. Inilah yang disebut dengan politik ya, permainan rakyat itu. Jadi dia ee menggunakan ee pejabat-pejabat lokal untuk tanda kutip menindas, memeras para pribumi-pribumi yang ada di bawah. Jadi bukan pemerintah kolonial yang terjun langsung, tapi menggunakan kaki tangan ee pejabat-pejabat pribumi. Nah, sistem kerja seperti ini berlanjut hingga VOC bangkrut pada 1779 yang kemudian kekuasaannya berpindah ke pemerintahan kolonial ee Belanda. Nah, saat itu birokrasi Hindia Belanda membagi pegawainya menjadi dua klasifikasi. Ada yang pegawai Eropa dan ada pegawai pribumi. Nah, pegawai Eropa ini sering disebut dengan Binonland bestiur atau disingkat dengan BB. Sementara yang pribumi ini sering disebut dengan inlance bestiure atau disingkat dengan IB atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah pangreh praja. Jadi asaloso kata pangreh praja itu berasal dari ee klasifikasi pembagian pegawai ee pada masa kolonial ee Belanda. Nah, Bland Bur ini terdiri atas gubernur, residen, asisten residen, dan kontrolir. Dan tentunya lebih banyak berinteraksi dengan pemerintah pusat untuk menentukan kebijakan dan prioritas apa yang diperlukan di sana jajahannya. Sementara inlandur atau pejabat pribumi bertugas untuk memerintahkan warga bekerja memproduksi barang untuk siapa? Untuk ya pemerintah kolonial Belanda tentunya. Nah, kapan munculnya birokrasi modern itu? Dan ini tentu berkaitan dengan kondisi politik awal abad 20. Nah, pada awal abad ke-20 kebijakan penjajahan Belanda ini mengalami perubahan arah yang paling mendasar. Eksploitasi terhadap Indonesia sebagai pembenaran utama atas kekuasaannya ini mulai berkurang dan digantikan dengan pernyataan-pernyataan keprihatinan atas kesejahteraan bangsa Indonesia. Kebijakan apa itu? Itulah yang disebut dengan politik etis. Politik etis ini berpangkal pada gagasan kewajiban moral dan hutang budi atau yang disebut dengan Nou, pemerintah kolonial terhadap tanah jajakannya yaitu ee Indonesia. Nah, pidato tahunan Ratu Wilhelmina dari takhta kerajaan pada September 01 mengumandangkan bermulanya zaman baru dalam politik kolonial yang lazim disebut dengan politik etis dengan trilogi kebijakan yakni edukasi, irigasi, dan emigrasi. Nah, salah satu yang penting dari kebijakan ini adalah edukasi. Nah, pada periode ini perkembangan pendidikan mendapat perhatian khusus yang menurut Van Defenter dan para pengikutnya adalah inti dan kunci segala perubahan yang diinginkan. Bagi fundenter tidak akan ada perubahan tanpa tenaga-tenaga pribumi yang berpendidikan maksudnya berpendidikan cukup yang untuk memikul beban-beban birokrasi e modern ee kolonial di sekedar intermeso ini Ratu Wilh Helm cantik sekali pada masa mudanya ee dia bernama lengkap Kap Wilhelmina, Helena, Paulin, Marie van Oran Nasau. Ini adalah ratu Belanda sejak 1890 sampai 48. Jadi dia memimpin Belanda ini selama lebih dari 50 tahun, lebih lama dari pada penguasaan monarki kerajaan Belanda lainnya. Nah, masa kekuasaannya ini menjadi saksi beberapa titik perubahan di Belanda dalam sejarah dunia. misalnya perang dunia pertama, peran dunia kedua, krisis ekonomi dunia atau Malaysia, dan kejatuhan Belanda sebagai penguasa ee kolonial. Nah, sejak politik KETIS dijalankan, pendidikan bagi bangsa Indonesia mengalami kebajuan yang lebih pesat dalam beberapa dekade dibanding apa yang terjadi beberapa abad sebelumnya. Misalnya jumlah sekolah rendah meningkat dengan cepat. Sekolah yang berorientasi Barat diciptakan baik untuk orang Cina untuk orang-orang Indonesia. Begitu pula ee pendidikan berkembang secara vertikal dengan adanya Milo misalnya, Alchemene Middle Bar School dan ee seterusnya. Nah, sejalan dengan hal tersebut, motivasi dan kepentingan ekonomi tidak bisa dinafikan juga turut menyertai kebijakan politik etis pemerintah Hindia Belanda pada masa itu. Hal tersebut bisa dipahami mengingat akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 ini merupakan proses atau merupakan periode di mana tumbuh pesatnya perkebunan swasta dan perusahaan lain baik di Jawa maupun di ee luar Jawa. dan perusahaan-perusahaan kolonial itu kita bisa masih bisa saksikan ee sisa-sisanya hingga dewasa ini. Nah, perkembangan itu misalnya harus ditunjang oleh sistem administrasi, sistem produksi, manajemen modern, dan birokrasi pemerintahan yang bersifat legal, rasional yang banyak menuntut tenaga ahli untuk menjalankan ee programnya. Nah, berbeda tentu dengan masa sebelumnya yang lebih banyak tergantung pada lembaga-lembaga kekuasaan feodal tradisional. Sistem kapitalisme yang masuk melalui proses ini menuntut pemerintah untuk mengirimkan banyak tenaga ahli yang tidak bisa dipenuhi dari tenaga Eropa. Juga perlu dicatat dengan bertambah luasnya kekuasaan Belanda ini maka kebutuhan akan birokrasi Indonesia yang berpendidikan Barat semakin besar. Jadi bila sebelumnya kedudukan-kedudukan tinggi dalam hierarki kepegawaian Indonesia diberikan atas dasar asal keturunan, maka politik kolonial yang baru menjadikan pendidikan sebagai ee ukuran utama. Nah, ini di gambar ini Ibu Bapak bisa lihat ini adalah ee tempat di mana para ASN zaman kolonial itu bersekolah. salah satunya di Madiun yang disebut dengan oplading school for in Amtenaren. Jadi sekolah amenar ya, sekolah calon eh birokrat ee kolonial pada masa itu. Nah, ee sebelum sampai di sini saya ingin mengatakan bahwa ketika perkebunan-perkebunan Belanda tumbuh subur di Nusantara kita ee bisa dikatakan sepertiga dari anggaran pendapatan Belanda itu diperoleh didapatkan dari hasil-hasil ee perkebunan di Nusantara di Deli Serdang misalnya, di Jawa. Jadi saya ingat ee waktu berkunjung ke Belanda ee waktu saya mengambil posok di negeri Belanda, saya diundang oleh ee seorang sejarawat Ital yang sedang pameran di di Rotterdam. Judul pameran itu adalah eh The Dark Side of Colonialism in Indonesia kan. Jadi sisi gelap dari masa kolonial Indonesia. Nah, yang ditampilkan dalam pameran itu misalnya adalah bagaimana pemerintah Belanda itu menggunakan pribumi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ee pemerintahnya melalui ee tanam paksa misalnya atau kultur stelsel ee pada ee masa itu. sehingga Belanda bisa buat jembatan, bisa buat rel kereta api. Saya ingat persis ketika saya dari Leiden, salah satu kota pendidikan di Blanak, Leiden menuju ke Rotterdam, saya naik kereta api. Teman saya orang Belanda namanya Martina Barwhen, dia bilang, "Eh, Sarkawi, kamu tahu enggak rel kereta api yang kita lewati dari Leiden ke Rotterdam ini? ini diperoleh dari ee kekayaan negerimu lewat perkebunan-perkebunan ee Belanda. Nah, itu artinya betapa dahsyatnya memang kekayaan kita yang dikeruk oleh pemerintah Belanda. Nah, untuk memanage ee perkebunan-perkebunan itu tentu membutuhkan pendidikan yang baik bagi pribumi yang membantu mengelola berbagai macam kantor itu. Tapi kenyataan ini juga mengakibatkan terjadinya mobilitas sosial yang antara lain ditandai dengan munculnya elit baru Indonesia. Nah, elit baru ini sebagian terkooptasi dalam jaringan birokrasi kolonial. Ada yang menjadi pegawai Pangrek Praja, ada menjadi Wedono, menjadi apa bupati dan seterusnya. Tapi ada juga yang ee berseberangan dengan pemerintah kolonial pada masa itu. Sehingga apa yang terjadi kemudian? Pendidikan yang diterapkannya itu justru menjadi bumerang bagi sistem kolonialnya. Nah, menurut Hari Benda, pendidikan Barat katanya betapaapun baik maksudnya telah bergabung untuk melepaskan angin topan reperkusi-reperkusi yang tidak terduga yang akan mengancam landasan utama masyarakat kolonial itu sendiri. Jadi mereka menyekolahkan pribumi tapi kemudian berbalik juga melawan pemerintah kolonial pada saat itu. Walaupun tidak bisa juga dinafikan banyak juga yang kemudian terkooptasi menjadi pegawai birokrati birokrat pada zaman ee kolonial. Dengan kata lain, gelombang perubahan ini telah berjalan semakin cepat dari sebelumnya. Akan tetapi semuanya melimpah keluar kerangka tujuan yang di telah digariskan oleh para penganjur politik etis. Penentangan ini dilakukan dengan cara menyatukan diri lewat berbagai organisasi sosial, organisasi agama, dan politik. Dan misalnya Surabaya ini kan menjadi ee kota pergerakan ya, di mana ada Cokor Aminoto di sini, ada Soekarno di sini, Sema juga pernah di sini. Banyak sekali yang di Penilih sana itu menjadi tempat persemaian para pahlawan yang kemudian melakukan penentangan terhadap kekuasaan ee kolonial. Kenapa itu terjadi? Karena sistem pendidikan baru tersebut mempercepat tumbuhnya golongan intelijensial yang kemudian memegang peranan dalam fungsi-fungsi baru yang diciptakan oleh perkembangan proses birokrasi, komersialisasi, dan urbanisasi. Nah, orang-orang inilah yang kemudian memegang peranan dalam berbagai lapangan pekerjaan seperti guru, pegawai administrasi, hakim, pengacara, dan yang lain-lain. Nah, kita masuk di sesi yang kedua di topik yang kedua, perjalanan panjang menuju kemerdekaan. ee kalau misalnya kemarin di kampung-kampung ee sibuk merayakan kemerdekaan dengan sejumlah lomba ee panjat pinang dan seterusnya, maka 79 tahun yang lalu bahkan jauh sebelumnya para pejuang kita berjuang hingga tetes darah penghabisan dan itu dilakukan dengan berbagai cara, berbagai alat misalnya senjata Bahkan jimat pun digunakan pada ee masa itu. Eh ketika 2020 saya ke arsip nasional di Denhak Belanda, saya menemukan banyak sekali jimat yang disita oleh pemerintah kolonial Belanda pada masa itu dan itu disimpan oleh eh arsif nasional Belanda, jimat-jimat yang biasa di dililitkan di perut anak-anak kecil dan itu digunakan oleh para pejuang. Jadi saya tidak bisa membayangkan betapa luar biasanya para ee pejuang kita pada masa itu dengan berbagai cara yang digunakan. Berjuang tak kena lelah dalam menjawab apa melawan penjajahan hingga akhirnya bangsa kita merdeka yang ditandai dengan proklamasi kemerdekaan oleh Bung Karno dan Hatta. Nah, kalau melihat ee perjuangan para pahlawan kita, saya setuju dengan kalimat yang pernah diucapkan oleh Bapak Anis Baswedan ketika kami undang ke FB beberapa tahun yang lalu. Dia mengatakan bahwa para pejuang itu telah selesai dengan dirinya sendiri. Tidak ada niatan untuk memperkaya dirinya dan keluarganya dan kelompoknya. Dia sudah selesai dengan dirinya. sudah mewakafkan dirinya pada bangsa dan negara Indonesia yang ee merdeka. Nah, apa yang bisa dilakukan aparatur sipil negara dalam pembangunan negara? Bagi saya karena saya juga saya adalah bagian dari ASN juga momon kemerdekaan ini ee adalah saat yang tepat saya kira untuk memperkuat kembali menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan dedikasi kita terhadap bangsa yang besar ini. Kita memiliki tanggung jawab besar dalam pembangunan negara dan saya pikir tugasnya ee tidak ma
Resume
Categories