ASN Mengaji Seri 28 - Fiqih Waris : Bagaimana Pembagian Waris Menurut Syariat Islam ? (Eps. 01)
y8xup4etCl0 • 2024-09-11
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahiabbil alamin wabihi nainu umud dunyain wasatu wasalamaidil mursalinidina wa Maulana Muhammad yang kami hormati k Abdul Fa alfizin yang kami hormati jemaah salat zuhur masjid Alhuda pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur keehadirat Allah subhanahu wa taala yang mana pada kesempatan siang hari ini kita masih diberi kesehatan kekuatan sehingga dapat mengikuti salat zuhur berjamaah sekaligus mengikuti kajian yang dilaksanakan oleh bbsdm Provinsi Jawa Timur yaitu tentang fikih waris yang mana pada siang hari ini dengan tema fikih waris Bagaimana pembagian waris menurut ajaran Islam kedua kalinya selawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang telah memberi tauladan dan bimbingan kepada kita semua dan ajaran yang benar berupa ajaran Islam semoga kelak nanti kita selalu mendapat syafaah dari beliau amin amin ya rabbal alamin jemahat luhur yang dirahmati Allah subhanahu wa taala marilah kita ikuti bersama kajian fikih waris Bagaimana pembagian waris menurut ajaran Islam yang akan disampaikan oleh k. ha fahid faizin dari MUI Kota Surabaya kepada beliaunya kami persilakan salamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalikumsalam [Musik] Allah irli Amri wahluluqdaniqu Amma ba para jemah yang saya hormati Alhamdulillah kita oleh Allah masih diberikan nikmat sehat walafiah sehingga kita bisa melaksanakan ibadah salat zuhur berjamaah yang kita lanjutkan dengan kajian b'da zuhur semoga setiap langkah kita menuju majelis ilmu ini menjadi penggugur dosa-dosa kita menjadi peningkat derajat kita dan semoga Allah subhanah wa taala selalu memudahkan setiap langkah kita menuju surganya Allah subhanahu wa taala amin ya rabbal alamin para jemaah kita hari ini akan membahas tentang ilmu waris ilmu yang sudah mulai jarang dibahas bahkan cenderung dihindari Rasulullah S Alaihi Wasallam dalam hadis riwayat Ibnu Majah addaru quutni dan Imam Hakim Beliau mengatakan Al Q Rasulullah Ya aba Hurairah taamul Farid Rasulullah pernah mengatakan kepada Abu Hurairah Abu Hurairah belajarlah faraid belajarlah ilmu waris faainnahu nisful Ilmi karena ilmu waris ini adalah separuh dari ilmu wa inahu Yunsa dan ilmu ini ilmu yang kelak akan dilupakan bahkan akan dihindari wahua awalu Ma yunza Min umati ilmu waris ini adalah ilmu yang pertama kali akan dicabut dari umatku jadi salah satu tanda kiamat adalah kelak tidak ada orang yang belajar ilmu Waris dan tidak ada yang ngerti ilmu waris maka Alhamdulillah ini termasuk kajian penunda kiamat karena nanti tanda kiamat itu kalau enggak ada orang ngerti waris Jadi kalau ada kajian waris berarti penunda yam jadi kalau jenengan di masjid yang lain itu ada tanda-tanda kiamat di sini kita gak usah tanda-tanda kiamat tanda-tanda penunda kiamat karena ilmu Aris itu ilmu yang pertama kali dicabut dan itu salah satu tanda kiamat makanya dalam hadis riwayat yang lain riwayat Imam Hakim dari Abdullah bin Mas'ud Rasulullah mengatakan taalamul Quran Belajarlah kalian al-qur'an waimuhu Anas dan ajarkanlah Quran itu kepada orang lain maka Jangan sampai kita umur sudah semakin tua kok semakin tidak ngerti al-qur'an tidak semakin dekat dengan Quran tidak ada kata terlambat belajar Quran dan ngajarkan Quran wa taamul faraid sebagaimana kamu perlu belajar Quran kata Rasulullah Belajarlah ilmu waris Belajarlah faraid waimu Anas dan ajarkanlah ilmu waris ilmu faraid ini kepada manusia faimun mabudun kata Rasulullah Saya manusia biasa saya juga akan meninggal kata Rasulullah wa inalmabat dan nanti ilmu waris ini akan dicabut oleh Allah dan kalau ilmu waris ini sudah dicabut akan muncul fitnah Maka nanti pembagian waris ini pembagian yang di mana pun di kalangan siapun pembagian yang paling sensitif dan paling banyak menimbulkan gejola banyak keluarga itu pecah gara-gara urusan waris anak tukaran antar anak itu gara beberapa waktu yang lalu sampai ada seorang ibu yang digugat Mak kata Rasulullah S alaii wasallam ini perlu dipelajari karena nanti akan ada zaman ketika ilmu ini kemudian oleh Allah dicabut dan akan muncul banyak fitnah kata rasulullahta biha berselisih dua orang yang kemudian membahas bab waris mereka punya perbedaan dan tidak ada yang menemukan orang yang memutuskan karena ilmu ini sudah hilang makanya ilmu ini sekarang jarang Pak kalau di Akak di pesantren jarang jenengan cari pengajian-pengajian bahas waris itu sekarang J enggak pernah ngih baru pertama kali ini ngih makanya ini termasuk tanda-tanda penunda kiamat berarti kiamat ini semakin lama Pak karena semakin masalahnya satu jenengan setelah pengajian ngerti apa ndak Kalau jenengan setelah pengajian ngerti berarti kiamat ditunda tapi setelah pengajian lali metu wis buyar kabeh maka berarti itu tidak jadi penunda kiamat cuma untungnya satu Pak Ono rekamane jadi Andaikan ndak tahu itu bisa buka lagi ini berarti salah satu rekaman ini tanda-tanda penunda kiamat ini ini waris jadi ini saking pentingnya Rasulullah sallall alaihi wasallam mempelajari ilmu waris itu sampai beliau mensejajarkan dengan belajar Quran beliau menyampaikan belajar Quran setelah itu belajar waris sakking penya waris maka ini Pak sumber dosa itu di antaranya dari waris Pak dan ini salah satu dosa yang berkelanjutan dan sampai diturunkan itu dosa waris makanya Allah subhanahu wa taala dalam surah an-nisa setelah beliau membahas tentang waris satu-satunya ayat Pak yang dibahas detail di al-qur'an itu waris jenengan lihat hukum-hukum di al-qur'an yang detail itu hanya waris salat itu jenengan ndak akan nemukan cara salat mulai takbir sampai salam di Quran gak akan nemu waktu salat jenengan ndak nemu l waktu itu ndak ada yang disebutkan detail zakat jenengan gak akan menemukan perhitungan detail zakat gak ada Haji jenengan juga engak akan nemukan penjelasan detail tentang haji satu-satunya surat yang banyak membahas Waris dan detail pak kalau ini meninggal masih ada ini maka dapat ini kalau enggak ada ini maka dapat ini itu detail pak itu satusatunya ayat itu bab waris Allah menjelaskan detail tapi sangat jarang dipelajari padahal paling detail itu ya bab waris jenengan di al-qur'an hukum fikih yang al-qur'an membahas detail itu hanya satu waris Pak makanya setelah Allah subhanahu wa taala membahas detail tentang waris Allah kemudian memberikan satu klausul Beliau mengatakan tilka hududullah itulah ketentuan Allah wamay yutiillah wa rasulahu yudkhilhu jannatin tajri Min tahtihal anharu kholidina fiha orang yang taat dengan ketentuan Allah dan rasulnya maka Allah akan memasukkan dia ke dalam surga yang di dalamnya akan mengalir sungai-sungai kholidina fiha dia akan kekal di dalamnyaulim dan itulah kemenangan keberuntungan yang sangat besar sebaliknya Allah menegaskanahahu orang yang tidak mau dengan Hukum Allah tidak mau mengikuti ketentuan yang telah ditentukan dengan detail oleh Allah mereka akan dimasukkan ke neraka secara kekal maka salah satu dosa Pak nanti yang dosa itu termasuk agak sangat ngeri itu adalah dosa warisak saya kasih gambaran Pak Nah ini saya kasih gambaran entar ini saya H Umpama ini ada orang meninggal ada harta ini dia punya anak empat warisnya empat ada a ada B ada C ada d gara-gara salah satunya tidak ikut waris gara-gara ada yang ngerebut haknya Maka nanti akan ada yang kekurangan haknya Umpama ini Yang seharusnya dibagi sesuai waris ternyata hanya dikuasai oleh ini ini enggak dapat maka berarti selama hidup selama hidup Andaikan Dia hidup maka yang dipakai oleh ini ini berarti dia menggunakan haknya orang lain kalau itu Umpama harta yang harta itu kemudian dimakan berarti dia makan bukan haknya kan haknya ini dan Andaikan itu berupa panggonan berupa tempat berupa rumah maka dia selama hidup menggunakan rumahnya orang yang di situ ada haknya ini yang enggak dikasih dan ini nanti punya anak punya anak berarti anaknya ini ini mengambil haknya ini jadi dosanya ini dosanya ini diturunkan ke anaknya diturunkan ke anaknya ini juga diturunkan ke anaknya ini nanti kan punya anak lagi ini punya anak lagi lagi ini punya anak lagi maka salah satu potensi dosa yang diturunkan secara turun-temurun itu dosa waris paham Nggih maka ini penting Pak loh benar belum tentu loh kita kadang-kadang bisa jadi di atas kita itu kita enggak tahu Makanya ayo kita Cut mulai sekarang kita selesaikan dari kita sudah sampai ke bawah itu aman pak jadi Kalau umpama kita kemudian ngambil haknya ini haknya C haknya d kita ambil loh Jangan salah Ini berarti selama dia menggunakan maka dia kemudian menggunakan haknya orang mengambil haknya orang kemudian diturunkan ke anaknya diturunkan ke cucunya dan seterusnya sebaliknya ini mungkin bisa jadi dia enggak dapat hak tapi ingat Allah itu maha adil kelak di Hari Kiamat Allah itu maha adil dan paling detail bisa jadi di hari kiamat yang paling beruntung yang ini karena ini nanti yang memanen Berapa banyak Umpama dia sekian puluh tahun ini kan bisa puluhan tahun ini dia menggunakan rumah berarti dia dapat pahala sekian puluh tahun rumah yang dipakai dapat pahala sekian makanan yang dimakan dan ini hitungannya semuanya di hari kiamat ada paham ngih makanya Ayo belajar waris ini kita Cut kita enggak tahu di atas kita ya sudah kita Cut anak kita selamat cucu kita selamat jadi membagi waris itu Pak bukan hanya membagi dengan cara semuanya dapat bukan itu yang paling penting semuanya Selamat anaknya selamat cucunya selamat paham ngih itu yang paling penting pun ini kalau kita baca waris makanya Allah mengatakan yudkiluhu naron kholidan fiha walahu adzabum muhin para jemah yang saya hormati sebelum kita baca waris hal-hal yang harus ditunaikan sebelum pembagian waris orang yang meninggal sebelum hartanya dibagi ada beberapa hal yang harus dia Perhatikan satu hak yang terkait harta langsung contoh kalau si mayit sekian tahun punya toko tidak pernah bayar zakat sebelum hartanya dibagi zakatnya tunaikan dulu karena itu adalah haknya si mayit Kasihan dia kalau ada barang barang yang digadaikan sekarang ini kan pada pintar Pak sekarang ini Pak sekarang itu yang sekolah bukan hanya orang Pak BPKB sertifikat Tan itui pintar pintar sekolah Nah jadi Kalau umpama ada orang meninggal kemudian jangan cari bpkb-nya sertifikat tanahnya mana yang sekolah-sekolah itu segera selesaikan diluluskan sekolahnya kemudian dibayarkan sebelum dibagi jangan sampai dibagi haknya nya mayit belum terpenuhi harta yang terkait tentang hak-haknya si mayit terhadap harta belum dipenuhi termasuk hutang ya kalau mayit punya hutang tanggungan juga diselesaikan kemudian biaya perawatan jadi Pak ini ada ada bagusnya ada ya nak saya selamatan itu bagus Cuma kalau yang selamatan itu ada ahli waris yang masih belum baleg ada bayi artinya kemudian hartanya mayit digunakan selamatan padahal selamatan itu ada haknya ahli waris yang lain itu nak boleh paham Nggih makanya biaya perawatan itu selesaikan dulu ya kalau di kota Umpama ada tanah untuk pemakaman itu bayar ya pakai dananya uangnya mayit kemudian pemandian pemakaman semuanya tapi gak usah sampai disewakan Hotel kayak di anu itu gak usah Pak ya ya yang wajib-wajiblah pemandian pemakaman kafan itu diambilkan dulu sebelum dibagikan secara waris kemudian yang perlu pembayaran hutang Ah ini Pak kasihan si mayit itu pak jadi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu mengatakan Al mayyit muallaqun bidainih mayit itu digantungkan dengan hutangnya makanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu sampai ke ketika ada orang yang mati punya hutang beliau tidak mau mensalati sampai hutangnya dibayar maka sebelum waris dibagi hutang-hutang mayit selesaikan hutang-hutang kepada siapapun diselesaikan Jangan sampai ada hutang-hutang yang belum diselesaikan nah bagaimana kalau hutangnya lebih besar dibandingkan warisannya ada orang ada orang Umpama ya ada orang itu ketika dia meninggal Dia punya aset asetnya itu mungkin senilai 1 miliar asetnya 1 miliar setelah dihitung dikus semuanya 1 miliar ternyata dia punya tanggungan hutang itu sampai 2 miliar berarti warisnya ini ini kan tidak cukup kurang miliar maka Bagaimana ini wajib dijual untuk mengganti Ini sisanya ini tanggungan siapa bukan tanggungan ahli waris paham ngih jadi secara fekih secara fekih loh secara fekih saya gak B jadi Umpama ada orang punya hutang semua hartanya habis untuk bayar hutang ternyata hutangnya masih ada secara fikih ahli warisnya tidak wajib mengganti hutangnya secara fikih cuma ya secara secara fikih kadang-kadang kan beda dengan secara etika ya mosok Bapake ngerumat anake mulai cilik sampai gede sampai Dadi wuong Bapake duwe utang kok enggak dibayar itu kan beda lag tapi secara fqih gak wajib Jadi kalau jenangan tanya Ustaz secara fikih boleh wajib Enggak saya jaur gak wajib sama dengan orang punya tanggungan puasa ada orang meninggal pernah gak puasa pertanyaan saya ahli waris wajib puasa nak nak wajib itu tanggungannya dia tapi sebagai bentuk bakti kita sebagai anak kita Umpama mengqada puasanya itu namanya kebaikan kita jadi secara fikih Andaikan ada kasus orang punya aset asetnya Terata ketika gal tidak cukup membayar hutangnya maka asetnya dijual untuk membayar sisanya itu secara fikih bukan tanggungan ahli waris cuma ahli waris sebagai anak sebagai keluarga yang kemudian punya kebaikan ya dia punya kebaikan untuk membayarnya melunasinya tapi bukan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan paham Nggih ini terkait tentang masalah hutang kemudian wasiat nah wasiat ini juga perlu Pak wasiat ini perlu di apa namanya dielesaikan ahli mayit itu wasiatnya berapa berapa berapa dan wasiat ini tidak boleh sepertiga contoh nanti saya akan bahas bab wasiat contoh mayit ngomongna mek Bapak mati tolong seperempat dunyone Bapak kek masjid maka sebelum dibagi ini harus dilaksanakan wasiat-wasiat yang terkait tentang harta mayit kalau kurang dari sepertiga maka dia wajib ditunaikan ini yang perlu kita perhatikan pun lanjut nah ketentuan wasiat apa wasiat itu wasiat itu kata ulama adalah tamlikun mudofun Il Ma ba maut wasiat itu adalah pemberian harta sukarela tapi dikaitkan setelah mati jadi kalau ada orang ngomong mek Bapak mati Laut Kidul iku bagiane adikmu Umpama dia punya laut maka kalau itu dikaitkan setelah mati itu namanya wasiat tapi kalau dia ngomong aku duwe tanah tanah tek Endi tek balungsari tanah sing tek Balung saru tak kekno adikmu itu namanya hibah paham Nggih jadi ada hibah ada waris ada wasiat sesuatu yang beda Jadi kalau ada orang ngomong ini mobil tak kekno adikmu itu hibah tapi kalau dia ngomongnya begini me aku mati mobil iki kekno adikmu berarti wasiat paham Nggih atau kata Mazhab Syafi'i pemberian waktu sakit parah ada orang sakit yang kemudian nyambung sekarat nyambung mati dia ngomong umat iki tak ko adikmu maka kata ulama ini masuk kategori wasiat paham Nggih jadi bedanya wasiat itu artinya adalah pemberian seseorang yang sifatnya sukarela tapi dikaitkan setelah mati tapi kalau pelaksanaannya sebelum mati namanya hibah kalau ndak ngomong apa-apa mati waris paham Nggih jadi ada waris ada hibah ada wasiat w ketentuan wasiat itu ada ketentuannya satu ketentuan wasiat itu kata ulama di hadis dikatakan La wasiyata liwarittin illa ayujizal warotah wasiat itu tidak berlaku untuk ahli waris kecuali ahli waris yang lain sepakat jadi Umpama Saya punya anak tiga saya ngomong sama anak saya yang laki-laki nak bagian tanah iki bagiane adikmu me aku mati iki Pagani adikmu maka ketika saya mati ini nak berlaku wasiat ini pak yang berlaku waris kecuali ahli waris yang lain anak saya yang dua sepakat Oh gak Poo karena ini wasiatnya Bapak ini wasiatnya Ibu gak apa-apa berarti ini untuk adik tapi kalau yang lain gak setuju gak boleh diganggu gugat karena kalau wasiat untuk ahli waris gak berlaku Tapi kalau wasiat untuk selain ahli waris maka ahli waris gak boleh menghalangi contoh contoh nanti termasuk ini Pak anak angkat itu ahli waris atau bukan bukan maka anak angkat itu kalau dia meninggal anak angkat gak dapat warisan tapi kalau wasiat dapat jti ngomong iki aku Mik mati anak angkatku iki oleh toko ternyata tokonya nya kemudian dia meninggal tokonya dihitung ternyata tokonya ini tidak sampai sepertiga dari total aset yang ditinggalkan ahli waris eh ditinggalkan orang yang mati maka anak angkat ini dapat tapi kalau lebih sepertiga maka dia tidak dapat lebihnya paham Nggih jadi ketentuan wasiat itu satu hanya berlaku untuk selain ahli waris untuk ahli waris gak berlaku kecuali ahli waris yang lain setuju nomor dua kalau untuk selain ahli waris langsung jadi setuju atau enggak setuju tetap jadi kecuali wasiatnya lebih sepertiga Maka kalau lebih sepertiga lebihnya harus persetujuan ahli waris ada orang mati meninggalkan rumah dia ngomong aku wasiat Umah iki gawe Pondok Berarti kan bukan untuk ahli waris Nanti kalau dia meninggal dihitung rumah ini nilai nya berapa warisannya berapa totalnya kalau dia punya rumah yang lain ternyata rumah ini nilainya cuma 1/empat Maka langsung wajib dilaksanakan jadi Pondok ahli waris gak B gak boleh menggugat tapi ternyata setelah meninggal nilainya ini 1 miliar Padahal dia punya rumah cuma dua yang satunya lebih murah berarti total asetnya gak sampai 2 miliar berarti kan nilai rumah Ini kan lebih separuh nah Kalau lebih separuh maka yang berlaku sepertiganya lebihnya tergantung ahli waris ahli waris mau apa Dak kalau nak mau maka Pondok yang jatahnya Pondok yang sepertiganya lebihnya nak paham Nggih makanya rasulullahaihi wasallam itu mengatakan ini sahabat Pak jadi jenengan begini Pak Kenapa kok ada warisan Kenapa kok ada hukum waris itu menunjukkan umat Islam kudu duwe duno kira-kira mek jeneng ndak duwe dunyo ono sing diwaris ndak paham ya makanya ayat tentang waris itu motivasi kita untuk mikir anak keturunan kita makanya dulu ada sahabat namanya Saad bin Abi waqqas Saad bin Abi waqqas ini punya harta banyak beliau itu jiwa sosialnya muncul Rasul saya punya harta banyak anak saya satu perempuan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian ditanya lalu bagaimana Boleh gak saya seodqah separuhnya oleh Rasulullah dilarang Kenapa kata beliau kamu punya anak jangan sampai anakmu tersiksa akhirnya dia nawar lagi Lalu bagaimana kalau saya sedekahkan semuanya enggak boleh 2/3 gak boleh separuh gak boleh akhirnya dia ngomong Bagaimana kalau sepertiga ketika sepertiga Rasulullah mengatakan ya kalau sepertiga boleh ini pun kalau menurut saya sudah terlalu banyak Nah ini pak penting Pak Rasulullah mengatakan begini inaka antair minum yatakaunas lebih baik kamu punya harta kamu wariskan ke Anakmu anakmu jadi orang yang mapan anak yang cukup secara ekonomi itu lebih baik dibandingkan kamu mati kabeh dikek nang masjid anakmu ndak kebagian awakmu mati Bu bojone ambe anake misu-misu Bapak ndak Kurang ajar iki ndak ditinggali warisan paham makanya kata Rasul sahu Alaihi Wasallam lebih baik kamu meninggalkan keturunanmu secara ekonomi cukup mapan kaya lebih baik dibandingkan kamu meninggalkan keturunan kamu dalam kondisi miskin jaluk-jaluk nang menungso makanya jenengan ya sosial bagus p Pak tapi ya kudu mikir-mikir Pak kadang-kadang ada orang itu sosial wis Umah iki tak wakafno tanah iki wakaf G masjid anake gigjari ndak Bapak iki tanggal Jangan sampai setelah jenengan mati anak jenengan benc nang sampeyan luar biasa Kenapa nak ditinggali opo-opo paham ngih ya anu sodqah Bagus Pak Bagus makanya Rasulullah itu kalau ke orang itu lihat-lihat Pak Rasulullah itu pernah nerima orang seodqah bukan hanya separuh 100%. seodqahnya Siapa ada yang tahu Abu Bakar Abu Bakar itu Perang Tabuk itu semua hartanya dibawa ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bertanya apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu Beliau mengatakan tidak ada aku tinggalkan untuk mereka Allah dan rasulnya oleh Rasulullah diterima kenapa Rasulullah tahu tingkat imannya Abu Bakar Rasulullah tahu tingkat imannya istri dan anaknya Abu Bakar tapi Saad bin Abi waqqas punya anak satu mau sedqah 2/3 gak boleh mau sodqah setengah nak boleh mentok sepertiga itu pun banyak kenapa beliau tahu mungkin kualitas anaknya tidak setingkat kualitas imannya bakar makanya sampeyan me sodqoh yo delok-delok isik Pak nek sekirane Bojo tek Omah bengak-bengok yo ojo akeh-akeeh wong bojone ndak tuman dibelanjani tonggone dibelanjani bengak-bengok omane bojone tonggo sing dibelanjani tambah bengak-bengok paham Nggih jadi sekirane sodqoh itu ya mikir-mikir kecuali jenengan bojone wis berlebih anak berlebih jenengan sodqoh berlebih nak apa-apa dan itu pun kalaupun wasiat mentok sepertiga pun nah ini Pak penting bedanya waris Islam itu Pak Islam itu Masyaallah adil Pak Islam ngasih ketentuan waris tapi Islam ngasih solusi Jadi kalau waris itu objektif pokok mati objektif Lanang wedok anak opo duduk ndak mikir anak pertama anak kedua ndak mikir anak sing siji Profesor anak sing siji dungu pokok jeneng anak oleh karena kalau waris itu sudah saklek pahamih jadi kalau waris sudah S kalau jenengan pengin ndak pakai waris ya ojo ngentene mati bisa pakai hibah karena Islam itu untuk BAB waris itu objektif karena nanti kalau diserahkan subjektif bahaya umpomo sing gendeng ambek sing pinter sakjane oleh akeh sing I kalau menurut sampeyan sing pinter me J sing gendeng sing pintter kan usah jolek duit aku gendeng gak us olek duit berarti yang seharusnya dapat banyak yang mana itu kan subjektif paham Nggih yang lumpo sama yang sempurna lebih baikus yang mana kan subjektif ini bagi yang lumpuh mungkin oh enak Dia sudah dapat apa-apa saya lumpuh gak dapat apa-apa anak pertama dengan anak terakhir anak pertama pernah hidup susah payah anak terakhir Kari naake anak yang pertama usianya 30 tahun anak terakhir baru lahir kira-kira dapatnya sama atau beda kalau waris Sama ndak mikir anak pertama terakhir karena kalau bicara anak pertama terakhir itu kan subjektif waris gak bicara subjektif objektif karena nanti kalau anak pertama ngomong aku kudu oleh ake wong Aku sing melok kerjo Ji anak sing terakhir Yo sampean wis tuek ngentekno dunyone Bapak kan Luwih akeh kan subjektif akhirnya Iya apa ndak lah karena ini subjektif Islam ndak mau pokok waris objektif Lanang wedok anak opo ndak itu Tok ndak ada istilah anak pertama anak terakhir Bojo ya podo Pak l Umpama sampean punya Bojo papat ada istri yang pertama itu menikah sama Sampean sudah menemani 40 tahun ono Bojo sing terakhir sing nomor papat kawit nikah jam l mati sing lanang dalam Bab waris sama apa Nak sama sama-sama istri paham Nggih sama-sama istri karena nanti Kalau umpama dibedakan pasti subjektif kalau subjektif akan ada perselisihan Jar Bojo sing tuek wong kawe Dadi bojone Aku sing Jar sing enom ngomong ngene loh sampeyan Dadi Bojo kan wis empas aku kan disisai ampasito kan bisa jadi itu kan subjektif makanya waris tidak subjektif paham Nggih Nah kalau jenengan pengin yang subjektif ya jangan pakai waris ojo ngenteni mati he P paham ngih Islam itu Masyaallah Fair ngenteni mati G bisa tapi kalau jenan pengin yang jenengan tidak pakai yang objektif ya J ngenteni mati Apa bedanya waris hibah wasiat bedanya satu waris adalah harta mayit yang dibagikan setelah wafat jadi ngenteni mati iku jening waris kalau hibah diberikan saat hidup sehat bukan waktu sekarat kalau wasiat ngomongnya waktu sehat tapi pelaksanaannya pengin ngenteni mati paham ngih waktu sehat ngomong duitku akeh ko mati k masjid iku jenenge wasiat ngomonge waktu sehat tapi pelaksanane ngenteni mati paham bedanya Nggih UN satu waris dibagi sesuai ketentuan syariat Islam ndak boleh tidak harus saklek kalau waris itu gak bisa Gak bisa ditawar paham ng makanya nanti kalau jenengan pembagian waris itu ya harus dibagi dulu nak boleh saring raera wis gak apao dibagi ngene a gak bisa bagi dulu baru setelah dibagi baru bicara kesepakatan kesepakatan keluarga itu berlaku setelah ada pembagian jelas karena waris itu sesuai ketentuan kalau hibah nak ada ketentuan sakarep sampean selagi jenengan tidak bertujuan untuk menghalangi salah satunya jenengan gak dosa karena itu murni kebijakan kita Saya pengin anak saya yang ngerumat saya yang bagian nyewoki saya dapat banyak ya itu hak jenengan tapi gak usah ngant mati kalau itu pengin jenengan lakukan dengan cara apa hibah diberikan sebelum jenengan mati waktu sehat itu hifah mau ngasih masjid mau ngasih anak angkat boleh paham Nggih nah ngapunten ngapunten m mengingat saya termasuk nanti pak pembagian yang anak hasil zina anak hasil zina itu secara waris dapat apa gak ndak dapat paham Nggih ke aah enggak dapat Ibu makanya ngati-ngati Pak naudubillah wis Jogo temen du anak wedok Pak karena kalau anak itu Pak nauzubillah anak perempuan itu pak kalau mobil Pak kecelakaan itu penyoke menjero tapi mek arek wedok kecelakaan itu penyoke menjobo penyoke mengarep jadi Kalau umpama Pak si masih anu n mumpung ingat jenengan nauzubillah ini naudubillah Nggih Pak ada a a ini perempuan Pak kok enggak bisa rek jadi ada Ahmad Ahmad ini a laki-laki ya Ena B perempuan wis zina hamil ini nah pertanyaannya B ketika hamil boleh enggak nikah dengan a boleh jangankan nikah dengan a Andaikan Dia enggak jadi nikah sama a nikah sama C itu boleh Pak karena orang hamil karena zina gak punya Idah paham Nggih nikahnya sah Saya ulangi lagi nikahnya sah Jadi kalau B ini hamil karena zina ini zina Kalau hamil karena zina jangankan dengan yang menzinai dengan orang lain pun C orang lain ini boleh meskipun hamilnya 8 bulan paham Nggih secara fikih nikahnya sah wies tapi masalahnya bukan masalah nikahnya Pak masalah nanti anak yang lahir Pak ini yang hati-hati jadi ketika a dan b ini kemudian hamil kemudian punya anak di sini b punya anak D karena ini hamil di luar nikah maka statusnya D ini anaknya bukan nasabnya ke A tapi nasabnya hanya ke B Paham Nggih karena nasabnya ke b yang perlu dihati-hati satu kalau ini perempuan maka dia ndak pernah punya Wali gak ada Wali dia karena Wali itu dari pihak Bapak meskipun ini sudah nikah itu sudah bukan bapaknya statusnya a ini dengan b kalau Andaikan Dia nikah statusnya adalah dia adalah Ayah angkat suaminya Ibu bukan ayah kandung meskipun secara biologis dia itu Ayah kandungnya paham Nggih pun makanya ngapunten ini saya sedikit luruskan kait tentang DNA DNA secara fokeh beda Pak DNA itu begini Pak ini A dan B zina kan punya anak D ini secara DNA dna-nya ke mana Ke A tapi secara nasab gak boleh diakui sebagai anaknya A Paham Nggih atau sebaliknya Pak ada seorang suami istri A dan B Suami istri si a suaminya nuduh istrinya zina punya anak dan anaknya ini diduga bukan anaknya A itu anaknya orang maka tes DNA tidak akan pernah merubah anaknya tetap kepada suaminya paham Nggih Umpama a dan b ini nikah suami istri punya anak si a ini nodoh Oh itu bukan anak saya itu anak selingkuhannya dia ndak boleh pakai tdna tdna itu sebagai penguat saja Andaikan Dia tidak mau mengakui anaknya ada proses namanya sumpah Lian semacam sumpah pocong baru dianggap bukan anaknya pisah selama-lamanya paham ngih makanya perlu dipahami tes DNA itu tidak seperti yang dikeluar-keluarkan itu hukum-hukum fqih itu tidak bisa seperti itu karena ada beberapa hal yang kayak gini enggak bisa paham ngih pun satu nomor dua nah kalau ini anak perempuan gak boleh punya Wali ini bahaya Pak karena dianggap iki anakku dewe Wong hubunganku dan aku sekarang menjadi istri suami dari ibunya kemudian anaknya perempuan waktu akad nikah sing jadi Wali Bapake sing hasil zina loh berarti kan kasihan anaknya nikahnya enggak sah karena walinya bukan dia paham ngih ini yang harus di hati-hati Pak kasus-kasus seper ini banyak kalau enggak ngerti fikih bahaya satu nomor dua ini anaknya b bukan wasapnya ke a karena bukan wasabnya ke a Andaikan a mati dia enggak dapat waris secara fekih Andaikan ibunya mati maka dia dapat waris loh umpama-umpama ini tobat tobat ya aku tobat wis y opo-yopo kan Ini anakku pengin dapat dia dapat dari hartanya ya jangan nunggu mati Waktu hidup si A itu ngomong iki bagaian d hibah paham Nggih Wis ini bagiannya D Jangan nunggu mati kalau kalau nunggu mati ini enggak dapat ngotot kayak apa gak dapat karena dia nasabnya bukan ke ya kalau pengin dapat ya ngomong ya wis durunge mati ngomong nanganak eliane iki bagian iki yo kakakmu sing pertama Iki sigde sudah dikasihkan karena nanti kalau dia meninggal sudah enggak dapat lagi paham Nggih ini yang kemudian harus termasuk anak angkat anak angkat itu aduh hati-hati pak anak angkat itu kalau jenengan masukkan ke Kakak kalau anaknya laki-laki belum pernah jenengan susoni oleh ibu istri jenengan berarti setnya anakangkat itu orang lain karena orang lain kalau dia lakilaki salaman sama istri jenengan nak boleh di rumah berduaan ndak boleh paham Nggih istri jenengan gak pakai kerudung gak boleh di depan anak angkat karena anak angkat itu orang lain kecuali ngambil anak angkatnya di bawah 2 tahun sempat disusoni dan nyusoni gak harus banyak makanya saya bilang sama ibu-ibu yang ngambil anak angkat ngambil anak angkat itu paling aman satu kalau dia perempuan ambil yang ponakannya si istri berarti kan e apa ambil yang ponakannya si suami berarti kan Andaikan Dia kemudian ee bukan anak suson masih mahram dengan suaminya paham Nggih yang paling aman enak dijadikan anak suson sekarang dokter bisa Pak meskipun gak pernah hamil itu ada beberapa obat itu yang bisa merangsang punya air susu gak harus banyak yang penting lima kali nyusoni dan harus kenyang pagi disusoni sekali nanti siang susoni sampai lima kali sudah jadi anak suson tanya ke dokter sekiranya bisa keluar air susu gak banyak enggak apa-apa Yang penting dia pernah menyusu ke istri jenengan sebanyak lima kali paham Nggih pun Nah anak angkat ak dapat waris kalau anak angkat pengin dapat bagi bisa lewat hibah Jadi kalau hibah hibah itu sesuai dengan kebijaksanaan pemberi wasiat itu sama tapi maksimum sepertiga lebih sepertiga nak boleh pun nomor t waris hanya berlaku untuk ahli waris selain ahli waris gak berlaku anak angkat gak berlaku anak macam-macam gak berlaku hanya ketentu ya saklek ahli waris kalau hibah hibah boleh ke ahli waris boleh ke selain ahli waris kalau wasiat kebalikannya ke ahli waris gak berlaku kecuali disetujui ke selain ahli waris berlaku maksimum sepertiga paham Nggih Jadi kalau waris khusus ahli waris kalau wasiat selain ahli waris itu pun mentok sepertiga yang paling leluasa adalah hibah kalau waris mengikat waris itu sifatnya mengikat Nak bisa lari mati ya wis ikut ketentuan tapi kalau hibah sukarela Jadi kalau jangan pengin tanpa aturan ya pakai hibah wasiat juga suka rela paham Nggih pun Sebelum saya lanjut ada yang mau tanya kita diskusi aja ini banyak Pak ini soalnya materinya banyak Nggih ada yang mau nya Monggo ini baru 10 dari 46 [Tertawa] slidetanya Asalamualaikum Pak ustaz Waalaikumsalam warabarakatuh untuk pembagiannya cewek sama cowok gimana untuk waris Oh ngge nanti kita belum ke situ Pak nanti pembagiannya karena kalau k kalau kalau sesama anak itu nanti pembagiannya satu banding du tapi memang ada ketentuan lain itu ada ketentuan lain 1 banding du Jadi kalau jenengan pengin ndak pakai itu ya ojo ngenteni mati Nggih Monggo Asalamualaikum Ustaz Waalaikumsalam warakatuh ini tadi yang jenengan tadi ada kejadian beneran gitu ya jadi ee sudah hamil terus nikah punya anak perempuan persis tadi itu lah setelah nikah pada saat nikah ternyata bapak yang EE Bapaknya yang menghamili Iya yang malaleni yang jadi Wali ituu sudah terlanjur Mungkin lama sudah ya Ini gimana cara ngatasnya apa harus nikah lagi atau gimana di Nikah ulang pak nikah Kolang betul jadi ya dicaj nikah itu namanya nanti masuknya masuk nikah syubhat anaknya Tapi tetap anaknya kepada suami anaknya itu enggih Eng jadi itu namanya ee syubhat jadi memang harus nikah ulang makanya pentingnya ngaji itu itu Pak walinya harus wali hakim gak ada lagi harus Hakim ya makanya Kasihan anak zina itu makanya Kenapa Islam itu sangat ketat untuk masalah perzinan jangankan sampai zina al-quran itu membahasakan wala taqrobu jangan dekat dekat zina karena kaitannya itu banyak Nanti paham ngih nah Umpama malu begini solusinya Ustaz malu Ustaz nanti kan kalau ini kan aib keluarga ya Kalau sama besan enggak enak dalam giih sama besannya enggak enak sama Besak enak betul jenengan paling enak bagaimana Nikahnya di KUA Tapi sebelumnya ku-nya dikasih tahu berdua aja s k ua kasusnya gak usah nyuluk besasane besasan kok paham Nggih OJ Kandani besasane nang KUA Pak KUA ini kasusnya seperti seperti ini ini nanti yang ngakat jenengan tapi seakan-akan saya paham Nggih seakan-akan saya memasrahkan ke jenengan loh iya ini kan aib Pak aib kan saya tahu ini aib Kalau dibuka kan nanti buyar kabeh ya kan bukan hanya sama besanya sak tonggo-tonggo is buyar makanya solusinya tadi itu jeneng E ini orang ini dekat ke KUA bilang Terus terang ke KUA Tapi bilang sama Ka Pak KUA tolong ini ini rahasia jangan sampai dibuka dan gak apa-apa itu enggak apa-apa jadi dosa itu pak kalau Allah tidak menampakkan gak usah disebarkan paham Nggih pun bilang sama KUA Berarti Pak Ini nanti Pak KUA yang jadi Wali jenengan nanti si laki-laki Pak tak bawa ke KUA kan nikah kan di KUA sekarang kan Nah nanti saya cuma pura-pura maserahkan tapi nanti jenengan segotnya segot jenengan yang walinya segotnya jenengan saya nikahkan gak usah ngomong wakil ketika menikahkan saya nikahkan ini gitu aja paham Nggih jadi memang itu yang kemudian harus dipahami pun ada lagi Monggo Nggih sami-sami Monggo ada lagi ada Saya mau tanya Oke Monggo Monggo enggih nanti panjang-panjang sing Maang enggak ngerti ngih J Sewu ee tentang ini n Sewu misalkan ada yang bikin surat wasiat di notaris gitu itu ternyata berbeda sekali dengan fikih itu boleh dilaksanakan atau tidak ini Pak memang jadi ada hukum positif ada hukum agama itu kadang-kadang beda saya enggak tahu hukum positifnya wasiat itu mengikat atau nak tapi kalau secara fikih kalau wasiat ituotnya wasiat nunggu mati itu kalau untuk ahli waris nak berlaku lah engak tahu kalau saya dihukum positifnya Bagaimana engak Tahu makanya Pak hukum positif sama hukum Fih ini harus jalan bersama contoh begini jenengan kalau ada orang meninggal itu kalau bisa cepat-cepat Pak cepat-cepat ini tabu di kita ya harusnya orang meninggal itu semakin cepat semakin baik dibagi warisnya karena kalau tidak semakin cepat dibagi semakin akan ada potensi dosa contoh begini ada a meninggal ketika a meninggal ini enggak dibagi warisnya berarti rumah Ini kan milik bersama Padahal sebelum dibagi dipakai oleh salah satunya berarti salah satunya kan menggunakan orang lain belum k ada barang-barang yang dijual Lah potensi-potensi ini kan bahaya makanya saya biasanya kalau membagi waris itu ada tiga ada tiga Pak tiga Proses saya satu saya bagi secara proses waris nomor dua ada proses istird proses istird itu eh proses Iya proses saling Rid jadi Umpama ada yang pengin tidak sesuai ini Oh saya bagi ya kebanyakan tak keksikan ke adik saya itu namanya proses istid proses istid ini sesuai dengan sukarela gak boleh dipaksa kalau memang tidak sesuai dengan itu Ya boleh saling Rida tapi enggak bisa dipaksa Andaikan gak Rida gak boleh baru yang ketiga Saya biasanya ada proses istihlal Pak saling menghalalkan Kenapa kok proses saling menghalalkan karena kebiasaan orang Indonesia baru dibagi waris itu kadang-kadang nunggu puluhan tahun paling cepat ngenteni setahun berarti selama 1 tahun itu kan ada barang yang dipakai oleh salah satunya padahal itu bukan murni miliknya dia berarti kan ada potensi dosa makanya ketika dibagi ada proses namanya istihlal saling menghalalkan paham Nggih ini penting nah ini yang kemudian harus dijadikan seperti itu nomor selanjutnya Setelah selesai saya minta ini ada hitam di atas putih setelah hitam di atas putih kalau bisa dinotariskan Pak karena kalau sekarang tidak seperti ini Pak orang dulu itu kalau jual beli gak ada hitam di atas putih Karena orang dulu itu saling percaya cukup sekarang gak bisa ada beberapa kasus Pak ada masjid itu malah pengurus masjidnya ada bukan masjid ada orang beli rumah beli tanah malah yang beli Kena hukum Kenapa karena ternyata rumah ini tangan ketiga jadi ada seorang dulu jual ke b gak ada notaris dijual ke c ketika dijual ke c cucunya si a ini kan sudah dua dua ng cucunya si A ituu megang sertifikatnya Ik Tek aku iki ndak mau tahu saya Mbah saya jual apa ndak sing penting aku nyekel sertifikate kira-kira orang seperti ini secara hukum Menang enggak menang tapi kan bukan haknya paham Nggih makanya pentingnya hitam di atas putih Pak Kenapa hitam di atas putih bisa jadi kita punya anak anak kita rukun tapi karena enggak ada hitam di atas putih Siapa yang jamin cucunya gak saling rebutan berarti kalau nanti tidak ada tadian kita menjadikan ada potensi cucu kita kita jerumuskan ke dosa paham Nggih makanya saya setuju setelah pembagian waris itu saya bilang ya sudah ini Ayo tanda tangan bersama kalau kalau bisa notariskan jagani pak zaman-zaman seakhir pak jagani io anake rukun putune paham ngih ini yang harus kitaus ada lagi Monggo ngih Monggo ya Ustaz mau mau tanya Tadi kan misalnya kalau ada a b sama C Itu warisnya kan misalnya sama gitu Pak ya Pak ustaz terus misalnya Si A Ini kakaknya yang Maksudnya yang EE pengin mendominasi akhirnya si B si C terpaksa ngalah dan enggak Rida lah kan Berarti tadi kan katanya dosanya nanti si A itu sampai ke anak-anaknya gitu ya Pak ustaz ke keturunannya Lah terus itu nanti untuk dosanya itu sampai kapan Pak ustaz maksudnya terus gitu atau sampai anak keturunannya sadar atau gimana Pak yang dosa ya Bapaknya begini Pak ini terakhir ngih dosa itu kalau kaitannya dengan harta benda itu tidak ada cara kecuali dikembalikan makanya harta haram itu gak cukup dengan umroh harta haram itu gak cukup dengan zakat Andaikan harta haram cukup dizakati enak pak koruptor itu tinggal korupsi engok dizakati Mari Makanya bagaimana mana cara tobat dari seperti itu satu cara tobat seperti itu kalau bisa dikembalikan wajib dikembalikan dikembalikan wajib gak bisa ituak enggak bisa caranya enggak bisa memang kalau harta haram itu itu memang harus kembalikan kalau gak bisa dikembalikan kenapa enggak bisa dikembalikan satu contoh Orangnya sudah enggak ada hartanya sudah enggak adaok enggak bisalah maka solusi yang kedua adalah minta maaf minta halalnya yang namanya minta halal ya Tergantung yang ngasih makanya Pak saya ngomong Memaafkan itu bukan kewajiban paham Nggih saya punya salah kejenengan jenengan gak punya kewajibanaafkan saya Pak Andaikan jenengan ndak minta ndak memaafkan saya itu hak jenengan dan jenengan berhak menuntut sampai di hari kiamat jadi orang yang makanya Pak saya ngomong ke jenengan dosa paling abot itu Pak dosa kepada sama manusia makanya Sufyan Asari mengatakan kamu datang kepada Allah dengan membawa 70 dosa kepada Allah itu jauh lebih ringan dibandingkan kau datang kepada Allah bawa satu dosa sama-sama manusia karena sesama manusia ini pak kalau dia tidak memaafkan gak bisa selesai gak ada alasan ohoh aku bial sepuro enggak dimaafkan itu kan bukan salah saya gak bisa paham Nggih karena Memaafkan itu bukan bukan kewajiban itu hak orang punya salah ke saya itu hak saya memaafkan gak ada kewajiban saya memaafkan jadi kalau saya enggak memaafkan sampai hari kiamat bisa dituntut ngih ngih nah caranya bagaimana solusinya Pak solusinya kalau bisa dikembalikan kembalikan gak bisa minta maaf Ba maaf makanya kata Imam Ghazali kalau gak bisa satu perbanyak pahala sekiranya Andaikan Dia nuntut pahala kita cukup untuk mengganti itu gak ada lagi Makanya Pak saya sering ngomong ibadah sampaian minimalis o wong OJ maksimalis Pak loh bener Pak wong ibadah dewe minimalis m ngilokno wong kuu Masyaallah maksimalis paham Nggih satu paham Nggih nah solusi terakhir solusi terakhir jenengan wis mentok Ustaz wis ibadah saya mentoknya sekian saya wis tobat minta kepada Allah kenapa kok minta kepada Allah Karena yang bisa bolak-balikkan hati itu Allah ini solusi terakhir tapi kan belum tentu ini makanya solusi pertama itu itu yang paling pasti karena nanti ada hadis Pak ini terakhir ada hadis kelak nanti di hari kiamat itu ada dua orang yang kemudian berselisih saling tuntut dan sampai Rasulullah itu ketika menceritakan itu beliau menangis saking hebatnya di hari kiamat itu orang saling menuntut ndak mau tahu pokok aku naluk ganjarane makanya orang itu nanti ada orang yang bangkrut itu ganjarannya akek entek karena penuntutnya banyak makanya orang paling selamat itu bukan orang yang paling banyak balap bawa pahala orang yang selamat besok di hari kiamat orang yang paling sedikit penuntutnya jenengan punya modal 1 miliar yang nuntut 2 miliar tekor saya punya modal R juta tapi itu murni punya saya gak ada yang nuntut aman paham Nggih orang ibadahnya pas-pasan tapi enggak ada yang nuntut aman orang ibadahnya akeh sing nuntut akeh paham Nggih maka di hari kiamat itu nanti ada orang yang saling menuntut sampai Allah itu kemudian mengatakan begini karena a gak gak kenek pokok saya ya minta nuntut maka Allah itu yang maha pengasih mengatakan begini angkat kepalamu si orang penuntut ini Melihat Surga Sampai kaget ya Allah itu surganya siapa punya nabi siapa punya Wali siapa punya Syuhada siapa kata Allah bukan itu punya orang yang mampu membeli orang ini mikir wong kontrak entek Dun a larang ek surgao berapa harganya Allah menjawab harganya murah apa Maafkan saudaramu itu milikmu maka dua orang ini kemudian penuntutti memaafkan aku maafkan dia dan dua-dua oranganya di masuk sekan surga paham ngih cuma kan ini takut sampean gak termasuk yang ini gitu loh makanya proses yang tadi itu dilakukan terakhir mek mentok wisan duit wis wis ndak ada Ustaz Ya sudah mendekat kepada Allah nangis kepada Allah ya Allah Jadikan saya besok orang yang nuntut ini ikhlas dengan tuntutannya gitu Nggih cekap Nggih cekap Semoga menjadi ilmu manfaat Barokah Semoga kita o Allah jadikan orang istikamah dalam kebaikan amin ya rabbal alamin ini yang mungkin bisa saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalikumsam Terima kasih Ustaz sangat menarik mungkin nanti bisa dilanjut di ASN mengaji seri ke-29 dan ke-30 terima kasih kami sampaikan kepada para jemah atas perkenanan sampai selesai kurang lebihnya kami mohon maaf akhirul kalam wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories