Transcript
p_c6oPHFYvU • ASN Mengaji Seri 1 | 2025 - Fiqih Pengurusan Jenazah (Eps. 03)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0201_p_c6oPHFYvU.txt
Kind: captions Language: id asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmat Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahibabbil alamin wabihi n umunin wasatu wasalam ala sayyidil mursalin sayidina wa Maulana Muhammadin waa alihi wasohbihi ajmain Amma Badu hadratil muhtaramin yang kami hormati Ustaz Faid faizin para jemaah masjid Alhuda yang kami hormati pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah subhanahu wa taala yang mana pada kesempatan siang hari ini kita masih diberi kesehatan kekuatan sehingga dapat hadir di masjid Alhuda dalam rangka salat zuhur berjamaah sekaligus mengikuti kajian ASN mengaji kedua kalinya selawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang telah memberi bimbingan dan ajaran yang benar berupa agama Islam para jemaah salat zuhur masjid al-huda yang dirahmati Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah pada kesempatan siang hari ini kita mengikuti lanjutan episode ketig ASN mengaji dengan tema fikih pengurusan jenazah yang merupakan lanjutan dari tahun kemarin 2024 oleh karena di tahun 2025 ini kita awali dengan dengan seri 1 episode 3 Yang merupakan lanjutan dari tahun kemarin para jemaah yang dirahmati Allah subhanahu wa taala marilah kita ikuti bersama episode ketiga ASN mengaji dengan tema fikih pengurusan jenazah yang akan disampaikan oleh Al Ustaz k. ha Faid faizin Razak kepada beliaunya kami persilakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala sayyidil mursalin Sayyidina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi Warik wasallim ajmain qolu subhanaka la Ilma Lana illa Ma alamtana innaka Antal alimul Hakim Allahumma ftah Alaina futuhal Arifin waj'al a'malana khisatan liwajhikal Karim birahmatika ya arhamarahimin rbisrohli Sadri irli Amri wahlqaniqui Amma Badu para jemaah yang saya hormati Alhamdulillah kita bisa berkumpul lagi di masjid yang Insyaallah penuh barokah ini setelah hampir 1 tahun kita tidak ketemu terakhir ketemu kita 2024 sekarang sudah 2025 Alhamdulillah S tahun Alhamdulillah semoga setiap langkah kita menuju majelis ilmu ini menjadi penggugur dosa-dosa kita menjadi peningkat derajat kita dan semoga Allah subhanahu wa taala selalu memudahkan setiap langkah kita menuju surganya Allah subhanahu wa taala amin ya rabbal alamin kita akan melanjutkan kajian tentang tata cara merawat jenazah kemarin kita telah sedikit menyinggung terkait tentang pelaksanaan memandikan mayit kita akan perdalam materi memandikan mayit pada kali ini Insyaallah nanti kalau nutut kita akan ee perdalam juga terkait tentang mengkafani mayit sebenarnya kalau ada yang mau dipraktikkan itu lebih menarik sebenarnya ini kalau [Tertawa] ada ada relawan Yang mau dijadikan praktik itu menarik para jemaah Sebelum saya memulai tentang tata cara memandikan mayit ada beberapa kaidah dasar yang ingin saya sampaikan ini sempat saya singgung cuma saya sampaikan lagi hari ini berdasarkan dengan hadisnya ini yang sering saya sampaikan orang mayit itu sama dengan orang hidup dia punya kehormatan sama dengan orang hidup dan mayat itu juga merasakan sakit sama dengan orang hidup Makanya kalau ada mayat yang kemudian dia tidak boleh dibedah kecuali dengan keadaan darurat Karena bagaimanapun anggota tubuhnya gak boleh diambil karena itu adalah kemuliaan mayat dalam hadis rasulullah mengatakan la tandur Ila fakidzi hayyin wala mayyitin hadis riwayat Abu Dawud Rasulullah mengatakan Jangan pernah melihat paha orang hidup dan paha orang meninggal paha itu kan aurat maka orang hidup pahanya juga nak boleh dilihat mayat pun juga gak boleh dipahan Cuma sekarang lihat paha itu gampang sekarang Pak kalau kata Ustaz Latif itu lihat paha ayam kampung itu sekarang lebih sulit dibandingkan lihat paha perempuan karena kalau lihat paha ayam kampung itu kita harus datang ke kampung dulu cari ayamnya belum langsung bisa dilihat harus dibeli belum bisa dilihat harus dikejar dulu Pak belum bisa dilihat harus sembelih dulu Pak belum bisa dilihat harus direbus dulu baru bulunya di cabuti baru bisa melihat pahanya yang mulus Sekarang kita berangkat kerja sampean mulai berangkat kerja sampai sini ini lihat paha berapa kali pak lihat paha banyakan ini yang paha Jadi tidak boleh melihat pahanya orang hidup maupun orang mati berdasarkan hadis ini Ibnu Abdul bar dalam kitabnya at-tamhid dan dalam kitabnya al-istizkar mengatakan dari Abu Umar asunah almjtama alaiha sunah yang disepakati oleh ulama adalah tahrimun Nad Ila auratil Hayi Wal mayyit haram melihat auratnya orang mati dan orang hidup sebagaimana orang hidup auratnya haram dilihat orang mati juga haram dilihat makanya Kemarin saya sampaikan kalau kita memandikan mayat kalau kita memandikan mayit jangan sampai di telanjang bulat minimal auratnya tertutup minimal ini Pak makanya kata apa dari apa pusar ngih pusar Sampai lutut itu minimal tertutup Pak bahkan sunahnya kalau bisa tertutup mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki jadi semuanya tertutup itu yang sunah seperti itu kalaupun Nak bisa minimal aurat tertutup dari pusar Sampai lutut itu minimal Pak gak boleh telanjang yang bulat Ini kata Imam Ibnu Abdil bar dalam kitabnya al-istizkar dan dalam kitabnya e at-tamhid yang kedua anjuran kalau ada orang meninggal anjurannya segera dimandikan ngdak usah ditunggu matang Pak jadi langsung enggak usah nunggu Besok gak usah nunggu anaknya kalau bisa segera paham Nggih apalagi nunggu anaknya anaknya dari Kalimantan seakan mayatnya Pak seaken mayatnya ini yang kemudian anjuran seperti itu sunah mensegerakan memandikan mayat jika yakin sudah meninggal cuma kata ulama boleh segera dimandikan itu kalau sudah yakin mati kalau masih ragu OJ langsung dimandikan khawatir waktu dimandikan langsung berdiri itu nanti buyar kabek makanya kata kitab mil muhtaj dikatakan wubadar bifathban sunah disegerakan untuk memandikan mayat untuk memandikan mayit kalau yakin kalau sudah mati dengan munculnya tanda-tanda kematiantiramin kakinya sudahemas Win hidungnya sudah mulai agak melemas pilingannya sudah mulai agak cekung ini tanda-tanda kalau sekarang kan gampang ya tandanya itu ada urat nadi itu kan Bisa dicek ya mati atau gak Pak apa dasarnya dasarnya adalah ketika Rasulullah S Alaihi Wasallam mengunjungi thhah bin bar Beliau mengatakan inni la Aro thha illa qod hadata fihil maut fayut bihi faajjilu bihi saya melihat tidak melihat thhah kecuali dia baru wafat maka kata beliau tolong segerakan prosesi pengurusan jenazahnya fainahu laagiifati mmin anbas ahli karena tidak seharusnya mayat seorang mukmin itu ditahan sampai kemudian ada di keluarganya terlalu lama ini riwayat Imam Abu Dawud Makanya kalau bisa segera di e mandikan perkara nanti Karena begini Pak karena mayat Ini bisa disalati itu syaratnya harus Suci paham suci dari najis Suci setelah dimandikan Nah kan Eman Pak kasihan Pak Umpama ada mayat belum dimandikan kan belum disalati Umpama ada keluarganya yang jauh-jauh baru datang dan dia pengin cepat pulang kan Eman kalau cuma datang cumacuma untuk lihat kan minimal kalau ada orang datang dari jauh setelah dimandikan meskipun Umpama ada prosesi yang belum mengkafani masih nanti kemudian ee memandi Apa mengkuburkan masih nanti kan minimal yang datang-datang itu gak cuma lihat bisa langsung ikut salat paham Nggih jadi segera dimandikan jadi nanti Umpama ada tamu-tamu jauh pengin cepat pulang Bisa minimal menalati jika masih ragu maka wajib diakhirkan sampai yakin kecuali sudah ada perubahan bau jika dikhawatirkan mayat berubah maka wajib di mandikan segera ini yang kemudian harus dijadikan sebagai pedoman kita pengurusan jenazah ojo suwe suwe apalagi sampai dinginapkan di hotel kan sekarang lagi musim hotel hotel untuk mayat itu kan lagi musim pun jadi kalau bisa segera kemudian orang yang memandikan ini penting Pak orang yang memandikan harus amanah jangan orang yang lesannya senang gosip karena bahaya dalam hadis orang yang memandikan harus orang amanah sehingga bisa menyempurnakan prosesi pemandian dan yang paling penting ini bisa menjaga rahasia mayat orang dimandikan itu kan kabeh ketok Pak Artinya kabeh Isa dicekel kan auratnya mayat itu meskipun gak dilihatkan bisa minimal kelihatan dikit-dikit anggota tubuh bagian dada kalau laki-laki kan selama ini tertutup Umpama ketika meninggal bisa terlihat loh umpomo sing mandikan itu ahli fitnah kemudian dia ahli rasan rasan kelihatan ternyata mayatnya itu ada tatunya tertutup gak itu kan aib gara-gara yang mandikan itu tahu ini ada tatonya padahal orang ini sudah tobat disebarkan kan jadi fitnah Makanya kalau bisa yang mandikan cari amanah Pak sekir modti aman omong o diundang l bener sekir seneng-seneng cer nang tonggo seneng cerita nang yasinan mending gak usah Pak jenengan jenengan sebagai keluarga itu punya hak yang paling berhak terhadap mayat Ini kalau sekiranya yang mandikan itu jangan rasa jangan tahu sendiri ini meskipun Pak Mudin Tapi senang cerita senang rasan-rasan senangtingak usah paham yang kedua proses mandian kalau bisa tertutup sama Pak kalau bisa tertutup jangan banyak-banyak yang mandikan kabeh mandikan teko kabeh dulore pengin Nok loh takutnya satu pak lesannya ndak bisa dijaga yang namanya mayat itu macam-macam pak ini yang kemudian supaya terhindar dari fitnah makanya dalam kitab almajmu dikatakan Yagi ayakunalil aminan karena ada hadis yil mautakum jangan sampai memandikan mayat-mayat kalianalmunun kecuali orang-orang yang amanah Kenapa kata beliau kata beliau warubama jamilin orang yang amanah itu kalau mayatnya baik maka dia akan ceritakan kebaikannya kalau mayatnya buruk dia diam lesnya karena ada hadisahutakum kalau orang mati yang disebutkan yang baik baik dan cegahlah lesan kalian untuk menyebutkan keburukan mayat lah kalau orangnya amanah orangnya Saleh Kano api dicerit ono El ditutup Pah sat nomor du Pak kadang-kadang di tubuhnya mayat Ini ada sesuatu yang ayat itu selama hidup dia sembunyikan kalau mati kan sudah enggak bisa menyembunyikan wong mati loh kalau ini ketahuan yang mandikan kemudian lesannya celeper lesannya Kemudian senang ngomong loh kan terbuka semua ini bahaya warubama ijtama Fi maudiin Min badani damun kadang-kadang jamanya orang mati kadang-kadang keluar darah kan itu normal Pak tapi bagi orang yang ahli fitnah matine elek opo mendeli mendelik itu kan belum tentu jelek matine elek lesane keluar darah Kemudian dari hidungnya keluar darah itu kan belum tentu azab itu kan bisa jadi memang normal pahami gara-gara banyak yang lihat atau yang mandikan gak amanah jadi fitnah pun termasuk juga kata Imam Nawawi bisa jadi yang namanya orang mati bau itu wajar gak Pak wajar bagi orang yang amanah kan aman tapi bagi Orang yang ahli fitnah kuh mayat elek iki ambone basin luoh kan jadi fitnah Pak ini yang kemudian harus kita jaga pun hukum menyeburkan informasi mayat nah ini kata kitab albujairi ini dikatakan kalau lihat yang baik maka Sebutkan tapi kalau lihat yang buruk kalau bisa ditutup kecuali ada kemaslahatan nah kecuali kalau ada kemaslahatan ya diperkenankan pun saya lanjutkan niat memandikan dan mewudui mayit memandikan mayat itu tidak wajib niat ulama berbeda pendapat tapi pendapat al-asah dalam kitab mil muhtaj dikatakan W tajibu niatul Gil a tu fitil gusli fil asoh fayakfi Gul kafir jadi orang yang memandikan mayat itu tidak wajib ni niat meskipun ada pendapat ulama yang mewajibkan makanya paling aman waktu mandikan ya niat waktu jenengan nyiram itu dengan niat saya niat memandingan mayat yang wajib hatinya niat supaya keluar dari khilafiah ulama pun Kemudian yang kedua mewudui mayat itu sunah jadi kalau bisa mayat setelah diwudui dibersihkan semua kotoran-kotorannya sudah bersihkan terakhir diwudui tapi kalau mewudui niatnya wajib kalau mewudui niatnya wajib jadi diniati mewudui yang sunah ini bisa dibaca dalam kitab hasiahimi Alal Khatib pun posisi mayat saat dimandikan satu Letakkan mayat di atas dipan yang tinggi Pak kalau bisa agak tinggi jangan terlalu rendah Kenapa supaya enggak kena percikan najis makanya agak tinggi kalau bisa ini dalam kitab tuhfatul muhtaj dikatakanwi jadi posisinya agak tinggi dipannya kemudian kepalanya agak diataskan supaya nanti tidak ada air yang masuk ke dalam tubuhnya ini kan akan mempercepat proses pembusukan kemudian ditidurkan terlentang menghadap kiblat usahakan menghadap kiblat Bagaimana caranya kepala agak terangkat jadi kepala itu di kiblat itu barat nggih berarti kepala di timur kaki barat Nggih kepala Timur kaki barat ini sunah Nggih sunah jadi sunahnya seperti itu wfiatu dalam kitabahzib Fi fqil Imam asyafii wfiatuual mustalqan terlentang e bukan mengkurap warlahu alblah kakinya ngadap kiblatakunulalunir as Al jadi kepalanya agak diataskan sekiranya nanti air nak ngalir ke kepala nak masuk lewat lubang-lubang kepala bakar dupa Pak pokok usahakan bakar bukhur Tahu bukhur selama prosesi dia wafat sampai dimakamkan usahakan bukhur itu selalu hidup Kenapa supaya kalau ada bau ndak busuk ada bau busuk itu tertutupi dengan bumbukur maka dalam kitab asnal maalib dikatakan ahakan sejak ada orang yang wafat langsung buka langsung bakar dupa buka bakar buh sampai proses selesai kenapa busuk itu yang manusiawi Pak tapi bagi orang-orang yang senang ngomong itu kan jadi masalah Pak Nah supaya itu tidak terjadi kan siapa yang bisa mengendalikan omongan orang Pak kan gak bisa Wong akeh makanya supaya terhindar seperti itu bakar dupa kalaupun nanti mayat itu ada bau-bau gak enak itu tertutup bau dupa atau bau bukhur paham ngih pun ukuran minimal memandikan mayat Intinya satu memandikan mayat itu bersih seluruh najis siram rata itu minimal Jadi kalau jenengan bingung bagaimana cara sempurnanya pokok bersihkan najisnya siram rata selesai itu ukuran minimal kalau yang ingin sempurna seperti ini pak yang sempurna satu sebelum memandikan satu bersihkan kotoran di perut begini Pak jangan S begini Pak ini yang terjadi banyak sering kalau enggak tuntas Pak perut itu kan masih apalagi habis makan banyak Umpama orangnya mati mati Mar restoran mangan akeh kan kemungkinan besar setelah dimandikan keluar lagi supaya nanti ndak kerj ping paham Nggih Mari dimandikan keluar lagi kan dibersihkan lagi supaya enggak seperti itu tuntaskan bersihkan kotran di perut caranya Bagaimana mayat diposisikan duduk agak condong ke belakang nanti akan ada videonya agak begini tekan perut Beru ulang-ulang dari atas ke bawah tapi tetap pelan-pelan Pak jangan sampai kemudian kemudian ee terlalu keras karena mayit itu juga merasakan sakit pada saat menekat perut bagian kanan orang yang berada pada posisi kaki mengangkat paha kiri mayit dan seterusnya jadi bagian kanan ditekan bagian kiri agak diangkat nanti bagian perut kiri ditekan tangan kaki kanan diangkat Nah nanti akan ada videonya nah coba kita lihat ini videonya Pak Nah ini kan tadi sunah ditutup semua Nggih sak wajah-wajahnya Pak supaya yang mandikan itu nak Wedi Pak wedok mendelik kan waktu mandikan Nah coba Jan lihat ini ditekan sedikit agak miring ya agak miring lah coba Jan lihat ini nah sebelah kanan ditekan dari atas ke bawah dulu ditekan pelan-pelanok get-get Mas akan mayitnya Mbak Lun jadi agak seperti itu kita lanjut untuk menyentuh aurat wajib menggunakan sarung tangan untuk selain aurat hukumnya sunah Usahakan kalau mandi itu sudah pakai kaos tangan Nggih pakai apa sekarang itu namanya Pak yang kayak karet itu Pak Nggih nah kayak karet itu usahan pakai itu karena kalau menyentu aurat hukumnya wajib kalau selain aurat sunah ya mending dari awal sudah pakai itu penutup tu suami atau istri boleh menyentuh aurat kecuali yang mandikan suaminya sendiri atau istri sendiri itu boleh menyentuh aurat tanpa alas Ada pendapat karangan hanafiyah selain suami atau istri menyentuh aurat mayit tanpa alas hukumnya makruh tapi kalau bisa wis aman pakai alas kemudian bersihkan seluruh najis pada mayat kalau ada najis-najis bersihkan semua membersihkan dubur sebelum ini sebelum sebelum dimandikan Nggih sebelum dimandikan itu dubur kubul dibersihkan dengan tangan kiri jangan pakai tangan kanan tangan kiri wajib menggunakan alas bersihkan gigi Pak giginya dibersihkan pakai jari telunjuk kiri bisa pakai ini ini kayak disikati gitu lubang hidung dibersihkan pakai jari kelingking cok Cu Pak jero-jero sakan m Pak jadi bersihkan dengan jari kelingking kiri kalau pokoknya pakai alas bersihkan kotoran di bawah kuku kalau memang mayatnya ini kemudian kukunya agak kotor ya dibersihkan dengan sesuatu yang lunak Nah kita lihat nah ini pakai alas Nggih pakai [Musik] alas nah ini kita bersihkan duburnya kita bersihkan ini gak dilihatkan Pak karena dubur yang dibersihkan Pak ini sambil disiram duburnya dibersihkan engih dibersihkan nah terus itu nah ini kalau mau praktik enak Pak Nah dibersihkan giginya kukunya diberikan bisa pakai daun kukunya bisa dibersihkan pakai daun bisa apa ini daun apa ini gakkok nemunya daun Kak pokoknya yang sesuatu yang lunak sesuatu yang lunak daun Cider juga bagus daun stir paling bagus daun Wid apa Bidara Nggih daun bidara pun saya Dar lupa kalau ada mayat klub tahu kulub pak waktu dimandikan ternyata durung sunat utau Mari sunat tapi nutup bagian bawah kulub itu kan harus dibersihkan Pak maka kata ulama wajib dibersihkan kalau gak bisa dibersihkan kecuali dengan dipotong gak boleh dipotong haram karena menyakiti mayat caranya bagaimana maka ditayamumi Nah kan enggak tahu kayak apa enggak bisa dibuka itu kayak apa ya mungkin ada kasus-kasus tertentu karena sudah mati kulubnya itu enggak bisa dibuka maka ditayamumi gantinya ini ditayamumi supaya bisa disalati paham ngih ini kalau ada klub terakhir mayat diwudui sepertimana wudunya orang hidup ya tapi kalau waktu diwudui kepala mayat agak dimiringkan agar enggak masuk ke dalam mulut niat wudunya saya niat mewudui mayat Ini ini niat wudunya nah diwudui agak di keataskan ngih Pak agak di keataskan ada yang mau praktik ada kamar mandi tinggal cari relawannya ini nah diwudui diwudui ya Mas diwudui seperti wudunya orang hidup untuk kumur-kumurnya ulama berbeda pendapat Kalau saya lebih cenderung Karena kan orang mati sudah enggak bisa kumur-kumur Pak kalau dimasukkan malah takut masuk malah tertelan kalau saya sih mending enggak usah meskipun ada khilafiah ulama ada yang mengatakan tetap sunah dikumur-kumur sama ee menghirup air hidung itu Tapi kan orang mati kan bisa ngirup makanya ya dibersihkan biasa mawon ini diwudui dan selesai dimandikan Nggih ini dimandikan Selesai mandikan selesai bersih semua jadi wudu itu terakhir Pak bersih semua baru di wudui nah seperti orang yang hidup e telinganya diwudui juga [Musik] nah tutup lagi Kemudian kakinya di ini terakhir prosesi terakhir kalau kita selesai memandikan terakhir ya diwudui ini tetap sunah Sampai lutut karenaan sunah dipanjangkan Sampai lutut sunahnya yang wajib sampai mata kaki Nah coba Jangan lihat selama ini kan prosesinya air itu lewat atas kain paham ngih enam harus tertutup tata cara mandikan kepala dan jenggot disabuni disisir pelan-pelan agar tak rontok jadi kalau bisa juga disisir bila ada rambut yang rontok wajib dikubur bareng mayit jadi wajib ee yang kemudian rontok-rontokannya diwajibkan sunah dimasukkan ke dalam kain kafan jadi kalau bisa ya rontok-rontokannya itu dipilihi dimasukkan ke kain kafan Karena begini Pak aurat itu tetap aurat meskipun terlepas paham Nggih aurat itu tetap aurat meskipun terlepas contoh bulu kemaluan itu aurat gak aurat Kenapa kok bulu kemaluan itu aurat karena bulu kemaluan Itu posisinya ada di aurat Maka kalau jenengan nyukur bulu kemaluan wajib dipendam Pak jangan dibuang sembarangan Pak karena sama dengan membuka aurot perempuan rambutnya aurot gak Maka kalau potong rambut rambutnya wajib diambil wajib di pendam Iya loh saya pak istri saya itu kalau istri saya itu biasanya yang motong saya sendiri tak pendam kalaupun Saya nyari salon Saya nyari salon khusus perempuan yang tertutup cari salon perempuan yang tertutup Saya pasti bawa keresek kalau istri saya itu ke salon saya pasti bawa kresek setelah istri saya di apa potong itu itu saya sapu Pak saya masukkan kresek karena rambut itu aurat baik masih nyambung maupun sudah lepas paham Nggih maka enggak boleh opo mana yang rambute dulu Saya masih ingat apa itu ya yang ngengingeng itu loh Pak Apa Pak arbana ng iku Biasanya kalau dulu Saya masih ingat waktu kecil itu dijol ijolan op Pak ijolan rambut jadi rambute mbe diijolno Arwana itu gak boleh Pak Ar manis ngih itu sekarang masih ada ngih masih ada beberapa daerah masih ada itu gak boleh Pak Kenapa karena rambutnya perempuan itu dia tetap aurat baik dia masih nyambung maupun sudah putus paham makanya kalau ada rambut-rambut ya juga di dikubur ya kalau Mas Makanya kalau Jan kalau mau nyalonkan istri bawa kresek meskipun Doan gak apao Pak tapi aman Pak aman aman dibandingkan Ee kita kemudian membayarkan rambut istri kita kemudian terbuka auratnya nah ini sunahnya di sampui ya disampui Dis sisir Pak diperlakukan dengan Baiklah mayat itu diperlakukan dengan baik ya disisiri disampuhi kemudian sabuni seluruh tubuh mayit disabuni kemudian disiram setelah itu siram seluruh tubuh dengan air bersih jadi wudu itu Pak wudu itu Setelah membersihkan kotoran sebelum prosesi memandikan jadi ee tadi saya agak agak terlewat tadi di keterangannya ada jadi setelah dibersihkan jadi begini prosesinya Itu sebelum dimandikan pokok bersih dulu jadi J kalau ada kotoran dibersihkan sebelum dimandikan kemudian telinga-telinga kalau butuh ada yang dibersihkan dibersihkan kemudian hidung dibersihkan gigi dibersihkan kemudian dibawa-bawa kuku dibersihkan setelah itu diwudui Nah setelah diwudui baru prosesi memandikan kayak tadi itu pak jadi disiram pakai macam-macam siram seluruh tubuh mayat dengan air bersih untuk menghilangkan si sabun yang pertama prosesinya pakai sabun dulu nanti disiram pakai air mutlak itu di akhir paham Nggih dimulai sebelah kanan mayat dimiringkan ke kiri dan menyiram bagian punggung dari arah kanan mayat dimiringkan ke kanan untuk menyiram bagian punggung arah kiri nanti akan kita lihat contohnya Ini setelah sabuni Nggih sabuni bersih baru kemudian pakai air yang bersih air yang air mutlak ya air mutlak tadi kan sudah disabuni kalau di anu itu pakai ini pakai apa air yang pakai cibo yang gede Kalau biasanya anu nah ini yang tadi katakan dimiringkan ke kiri jadi tetap Pak loh Coba lihat aurat tetap tertutup Pak aurat tetap tertutup Makanya tadi saya katakan cari apa ini kayak sampiran ya kalau kata orang Jawa Itu samperan ya sampan kalau orang Madura Inggris Timur samperan jadi tetap meskipun dimiringkan itu tetap tertutup ya Coba in lihat dimiringkan ke kiri disiram miringkan ke kanan disiram tetap tertutup auratnya enggak ada yang terbuka selama prosesi memandikan makanya cari kain samperan perempuan yang sangat sangat ee besar sangat lebar terakhir siram seluruh tubuh mayat dengan air yang dicampur sedikit air Barus tadi kan sudah pakai air bersih Nggih nah yang terakhir dicampur dengan sedikit air Barus pada saat inilah kemudian niat memandikan mayat kemudian tata cara penyiraman sebagaimana siraman sebelumnya dimulai dari sebelah kanan dan seterusnya ya diratakan lagi kayak tadi itu nah ini sudah selesai memandikan mayit jika ingin sempurna basuhan air dicampur kapur barus diulang tiga kali jumlahnya lima disabuni dibilas air campur kapur barus air campur se kabur Barus sampai rata air bercampur kabur Barus sampai rata ini kalau pengin sempurna Nah jadi minimal pokok Saya ulangi mandikan Ma itu intinya satu Suci najisnya sekali siram itu paling minim paham Nggih ya kalau paling sempurna ada campuran sabun disiram pakai air besi kalau ingin agak sempurna diulang tiga kali disabuni dibilas air bersih dicampur air Barus Sampai Tiga Kali air Barus kemudian kalau pengin sempurna sampai tujuh kali sabuni bilas sabuni bilas air campur air Barus sambil niat memandikan tiga kali kalau pengin sempurna se kali sabuni bilas sabuni bilas sabuni vilas campur air Barus tiga kali ya sak kuate sing ngadusi pak sak kuate sing ngadosiali ya Yang seurnnya masuk angin mayitangin makanya ya Tergantung mayitnya kondisinya seperti apa inti prosesi memandikan itu mengeluarkan kotoran perut ini sunah ya mensucikan semua najis wajib jadi saya katakan inti yang wajib itu suci najis siram rata itu intinya paham Nggih kalau itu bisa dilakukan sekali cukup sekali minimal membersihkan semua kotoran ini yang sunah gigi ini sunah Pak Tapi kalau najis wajib tapi kalau kayak Gigi hidung itu kan kotor tapi ndak najis itu sunah wudu sunah menyabuni sunah menyiram dengan air mutlak ini yang wajib makanya tadi yang perlu dipahami inti memandikan yang wajib sucikan najis siram sekali pakai air mutlak paham Nggih pun kemudian tapi dicampur air barusnya jangan banyak-banyak Pak sekiranya enggak sampai menjadikan air airnya itu berubah berubah karena kalau Berubah kan gak jadi air mutlak dicampur sekiranya gak sampai menjadikan airnya itu mutlaknya hilang setelah dimandikan nah stretching lagi pak Mit kan setelah mandikan kan kaku biar nanti prosesi mengkafani agak agak mudah setelah itu dilemaskan lagi pak kayak dulu contohnya kan tadi sudah dulu kan pernah ya melemaskan itu dilemaskan lagi sebagaimana prosesi awal nah yang tadi itu yang ini kan dulu jadi ini ketika wafat kan di dilemaskan supaya mandikan gampang nanti setelah mandikan juga dilemaskan kayak gini lagi supaya nanti mengkafani gampang paham Nggih nah ini tadi yang ini dulu pernah di Anukan jadi semuanya dilemaskan supaya nanti waktu mengkafani agak mudah nah olahraga jadi mayatnya juga perlu olahraga pak biar biar lemas nak kaku gak kaku ya stretchingnya nak kaku k kalau enggak gitu P nanti Saken sing bagian ngafani Pak kesulitan kaku itu enggak enak makanya di setelah mandikan tetap di anu lagi dilemaskan Lagi Nah pelan-pelan juga nah semuanya pergelangan pokok setiap sendi setiap sendinya juga di di apa di inikan dilemaskan supaya nanti proses mengkafan lebih mudah nah ini kakinya juga sama dilemaskan supaya nanti mudah untuk dikafani setelah itu dianduki sampai kering rambut yang panjang dikepang kalau anu dalam kitab as dikatak dan seterusnya jadi dikeringkan supaya nanti waktu dikafani kafannyaak basah keringu pakahkan dalam kitabb dikatakan sampai kering ya Kok kering benar supaya nanti kafan itu kering Kenapa karena nanti kalau basa manusiawi normalnya sesuatu yang kena air itu cepat rusak prosesi pembusukannya kan semakin cepat paham Nggih itu Alasannya pun nah tambahan penjelasan terkait memandikan mayat ini yang tadi saya jelaskan kulufnya laki-laki yang sulit dibuka untuk disucukan kecuali dengan dilukai maka wajib ditayamumi ya kalau ada kasus orang yang setelah mau dimandikan kok ternyata durung sunat itu k gak boleh disunat waktu mati pak haram ulama sepakat haram ada satu keterangan dalam kitab Fathul alam sebelum dikafani ditulis Basmalah di dahi dan kalimat Lailahaillallah di dada tapi ndak boleh pakai tinta pakai apa pakai air atau pakai minyak wangi ambil minyak wangi jenengan apa jenengan tutulkan ke tangan ditulis pakai tangan bismillah kemudian di dadanya ditulis Lailahaillallah tapi pakai air atau pakai minyak wangi gak boleh pakai tinta paham ngih dalam kitab fthul alam dikatakan wqila Baim Anna mimma yuktab ala jabhatil mayit bhoiri midadin Bil usbu almabbih Bismillahirrahmanirrahim jadi sunah ditulis pakai jari telunjuk pakai ee air atau pakai minyak dahinya nya Bismillahirrahmanirrahim dadanya Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah setelah dimandikan sebelum dikafani pun lanjut ini kita masuk ke kafan semua kain yang halal di pakai mayat ketika hidup bisa dijadikan kafan jadi sutra kalau bagi laki-laki haram ya Enggak boleh dijadikan kafan jadi kafan itu ndak harus putih J kalau jenengan pengin Biar agak beda kafannya nya pakai baju anu gak masalah Pak tapi ya fajarnya pakai putih sunahnya pakai putih pakai Bati oh karena sekarang hari batik wafatnya waktu hari hari batik di Kaman pakai batik tapi ya aneh aja Pak kemudian sunah kain putih kain putih sunah minimal selembar jadi kafan itu Pak pokok S lembar iso nutup kabeh selesai itu minimal ngih minimal minimal selembar yang bisa nutup semua anggota tub tubuh tapi mayat laki-laki yang utama tiga lembar tiga lembar kain boleh ditambah surban dan gamis sehingga jumlahnya 5 lembar minimal satu lembar nutup semua tapi kalau bisa yang paling utama tiga lembar bisa ditambah dengan surban dan gamis surbannya tetap pakai a kain kafan Pak bukan surban sampean beli di toko bukan nanti saya lihatkan surbannya kayak apa Pak mayat perempuan yang lebih utama lima dua lapis kain ditambah gamis tambah kerudung kemudian ee kain jarit haram menulis kain kafan dengan lafaz-lafaz yang dimuliakan paham Nggih jadi tulisannya dikayi tulisan Basmalah gak boleh pak itu kan berarti nanti menghinakan lafaz-lafaz itu kan nanti ditaruh di bawah Pak apalagi nanti campur dengan darah nanah mayit Pah ngih jadi kain biasa saja makanya biasanya dulu orang yang Haji umrah itu biasanya nanti pakaiannya itu supaya menjadi bukti ee si mayit gak masalah UN pemotongan kain ada kain utama potong kain kafan sesuai tinggi mayat ditambah 50 cmti jadi lebarnya kafan itu ya Tergantung mayatnya Pak mayat kecil atau mayat jumbo itu pasti beda Pak jadi sesuai dengan itu Tapi kalau bisa ukur ditambahi 50 centi buat tiga ada kain sambungan nanti potong kain sepanjang 1 M 3 lembar gamis potong kain berukulan dua kali lipat panjang mayit J kalau mayit itu Umpama 1 150 ngih Berarti sekitar 3 m selebar 3 m itu nanti yang dijadikan gamis kemudian tengah-tengahnya dilubangi untuk kepala kemudian sebaiknya gamis berlengan ada lengannya dan dijahit kalau bisa ada jarit atau samper ini untuk perempuan sekitar 1,5 m ini untuk ceweknya Nah ini kalau kita lihat Pak ini gamis ini gamis ini yang tadi saya katakan yang panjangnya itu dua kali lipat panjang mayit nanti tengahnya dikasih lubang untuk dimasukkan kepala itu jadi gamisnya nanti nah ini kalau bisa ini kain tadi tadi saya katakan kain utama ukurannya panjang mayat ditambah 50 cm ada sambungannya ini kalau bisa dijahit ini sambungannya sambungannya 1 M cukup nah ini penyusutan Kay kafan ini talinya Pak ng ini tali ini tali 1 2 3 ini satu lembar pertama itu lembar pertama lembar kedua lembar ketiga tadi kan kan tiga ngih tiga sunat utamaan tiga lembar lembar pertama lembar kedua lembar ketiga jadi sebelum mayatnya ditaruh ya kaainnya disiapkan dulu nah dibuatkan celana dalam ya C dalam dari kain itu kain celana dalamnya nah ini celana dalam ini kalau wanita satu ini talinya ngih ada empat ada lima ng yang satunya dia anu satu kain pertama kain kedua nah ini yang kemudian ada satu kain yang tadi itu untuk anunya nah ini gamisnya gamisnya yang tadi itu masukkan gamisnya nah ini yang tadi seweknya seweknya itu ada satu kain untuk khusus sewek celana dalam baru dikasih celana dalam Ini yang enggak bagus kayak kayak gini Enggak bagus Pak ini yang contoh yang kurang bagus yang yang paling bagus yang kayak tadi Pak tu Coba kita lihat praktiknya siapkan talinya bentangkan kain yang tadi dua lembar untuk wanita dan anu selang-seling kemudian bentangkan gamis ya Ini tadi sudah dijelaskan gambarnya siapkan kerudung untuk perempuan kayak tadi itu yang tadi yang di atas itu itu kerudungnya masing-masing lembar ditaburi Nah nanti setiap lembar itu ditaburi kair apa kapur barus supaya nanti menghilangkan apa ya meng apa bau-bau kemudian ini juga menghindarkan hewan-hewan supaya enggak cepat masuk kasihan mayatnya kita lihat ini nah ini tadi Pak ini kain apa ini yang tadi yang itu kan kan ada kayu Apa talinya ya Nah ini lembar pertama Nah kalau bisa dianukan ke bukhur biar wangi jadi apa namanya nah dikasih k Apa kar Barus J kalau bisa ya Di ada bukhur itu pak biar biar harum lah waktu nyolati juga bau harum tapi ada beberapa itu yang minyak khas mayat itu ada saya dulu kalau di Moden itu kuning itu enggak tahu apa memang itu minyak khas baunya itu khas Pak baunya itu khas Apa serimi itu enggak boleh dibuat salat gak bisa ya Itu khusus Pak ini kayak mayat tadi ini tadi Nah tapuri bakur Barus campuri kapur barus po setiap lapis dikasih kapur barus jadi tiga lapis Nggih tadi ini sudah lapis ke berapa tadi lapis kedua Nggih nah taburi kabur Barus n ambil lagi nah dikasih di bukhur pak biar segar Pak mayit seger ambon-ambone me enak berarti sudah ketiga tadi sudah lapis ketiga ini kayaknya gamis ini nah ini gamisnya Oh gak lapis ketiga ini berarti lapis ketiga berarti Nggih ini tadi sudah lapis per jadi tali dulu setelah tali lapis pertama lapis kedua selang-seling ya lapis kedua ketika selang-seling nah Kasih lagi kapur barus kasih lagi kapur barus [Musik] ada yang anu punya Obsesi jadi Mudin Pak langsung prakk langsung prakk nah ini gamisnya iniah inibannya Pak kalau ada Kalau mau dikasih Sban tapi gak wajibuan maahkan umro Monggo sebagai buktinya Nggih paket ihram paket ihram Nggih paket ihram itu bisa tambahkan nah ini yang gamis Nggih yang gamis yang paling panjang dua kali panjangnya mayit dua kali panjangnya mayit Nah itu kepalanya lubang lubangnya itu untuk biar masuk kepala Nah kalau bisa dibuat gamis kalau bisa digamisnya kayak Dik jahit kayak gamis benaran itu lebih bagus Pak jadi ada tangannya gitu loh Pak gamis tapi dari kain kafan gamisnya lebar terus tangannya juga ada Kalau bisa dijahit malah lebih bagus meskipun gak wajibihak wajib nah peletakan jenazah pada kafan Letakkan mayat terlentang tangan sedap lurus bisa lurus gini tapi yang banyak kayaknya sedekap ngih yang banyak bisa lurus juga beri kapas yang sudah diberi wangian Pak jadi ambil kapas yang sudah dikasih minyak wangi Semoga semua anggota sujud dahi telapak tangan sela-sela jari tangan kuku itu dikasih kapas yang sudah ada minyak wanginya semua lubang juga dikasih mata juga apa hidung dubur kalau ada luka juga dikasih ee dikasih kapas yang sudah dikasih minyak wangi kelebihan kain pada bagian kepala sunah lebih panjang daripada P kaki ini terakhir nah terakhir Pak ini tadi sudah disusun Nggih nah ini kalau nah tadi jadi tetap aurat harus tetap dijaga Pak aurat tetap harus dijaga ini kapasnya dipasang Pak wakang m perah kalau bisa Pak pernah itu itu beneran atau berarti mati suri mungk Oh mati su ini celai Nggih sunah dicelak dicelai Pak tapi hidup lagi setelah itu Pak hidup lagi satu minggu mati lagi nah dicelai ng dicelai sunah dicelai ini tadi yang saya katakan tadi kapas-kapasnya ini si minyak atau anu maka harus nah minyak-minyaknya saya percepat aja ini intinya kayak tadi itu pak di masukkan ke tempat-tempat sujudnya anggota-anggota sujudnya loh kok hilang anggota-anggota sujudnya juga dikasih Nah tadi [Musik] sudah Nah ini tangannya dimasukkan ini kalau gamisnya Ada apa tadi tangannya dijahit makanya bagus ya gamis tapi bukan gamis beli Pak Bukan maksudnya itu gamis ya kain kafan dijahit model gamis ada tangannya yang lebar Ini kan ada gamisnya kan jadi mayatnya dimasukkan jadi kayak gamis ya kayak baju gamis sudah pakai gamis dalam loh belum nyambung Oh belum nyambung sekedared dalam belum nyambung dari tadi belum nyambung tapi yang awal nyambung nyambung ulangi lagi lagi dari mana tadi [Musik] masukkan ke paus gi Tadi I sebentar yang tadi mana tadi mengkafani mayata ini ini k tadi k wis gak usah tak percepat biar nanti hidup sendiri aja biar enggak kepaus ya tak sampai tadi di mana tadi sampai celaan ngih Wis ini jadi sudah [Tertawa] Tapi minimal kalau jenengan tahu ilmunya Pak Pak modine rodok keliru ngono bisa membenarkan jenengan kayak kayak menelanjangi itu kan gak boleh J kan bisa meluruskan nah ini pak yang tadi sampai ini ini tadi gamisnya di masukkan tadi kan sudah gamisnya sudah dimasukkan itu t gamis yang ada tangannya tadi Nah itu gamisnya kalau ini model gamisnya model gamis gini Jadi tangannya ada tangannya juga nah dimasukkan gamisnya ya ya model kayak baju gamis model kayak baju gamis gak Wajib Pak yang wajib cuma satu pak sak kain bunder tutup kabeh itu yang paling wajib ini kan sunahnya pakai gamis tiga lapis Andaikan jenengan ndak bisa pokok digulung ngo nak apao Pak tapi akakti pantes pokok nutup pokok nutup yang wajib itu lagi gamis ini bisa jadi anu pak ide bisnis Pak jual beli gamis mayat itu kan jadi kalau ada yang mau beli apa ada mayat gak usah jahit lagi wis ada yang sudah jadi gamis mayat Ini gamisnya sudah Nah kan sudah sudah tertutup pakai gamis Kan sudah terutup pakai gamis Nggih sudah waktu buka enak wis nah ini ee surbannya Diani nah ini surbani inya kalau bisa Sona di apa namanya ditali Pak supaya enggak mengopak nah ini lapis pertama lapis pertama paling atas ngih lapis pertama paling atas nah baru ditali makanya tadi itu disusun dulu Pak jangan Jan mayatnya dulu di bawah susun dulu kafannya jadi lebih gampang Nah saya kira cukup Nggih Monggo kalau ada mau tanya kalau enggak ada saya tutup dengan baca doa Nggih Monggo noo niku Oh iya nempel tanah Nggih Nggih nanti kita akan bahas itu kalau sudah masuk di menguburkan mayat Oke ini kan nanti ada satu sesi lagi nanti kita bahas mensalati menguburkan mensalati mengkuburkan mongo Monggo Baik terima kasih Pak ada satu pertanyaan terkait dengan mayat itu P mungkin Apakah itu mayat itu dari kecelakaan atau ada penyakit yang memang membuat e tubuhnya itu mengeluarkan darah terus dan tidak bisa berhenti berhenti darah ini Bagaimana untuk mensucikannyaak Ustaz Terima kasih asalamaikum warahmatullah wabarakatuh Jadi kalau memang keluar darah terus gak bisa berhenti wis dimfu Pak kalau keluar darah terusis kan ada memang tipe-tipe May itu kan beda-bedaak bisa lagi ya wis dimahfu jadi Artinya kita proses seperti biasa setelah itu sudah keluar lagi dan gak bisa mampet Ya sudah itu setelah itu di dimafu gitu Nggih nah saya lupa memandikan itu pendapat yang kuat kata Imam Nawawi memandikan itu kewajibannya orang hidup jadi Umpama ada orang mati tenggelam sudah bersih gak sudah mandi sudah kan tapi mandi sendiri kan Maka kalau menurut imam nawawi orang yang tenggelam Setelah dia dientas tetap wajib dimandikan karena memandikan itu kewajibannya orang hidup bahkan Umpama kata kata ulama Andaikan ada seorang yang punya keramat iso adus dewe Mari mati iso adus dewe tetap wajib di mandikan P ono wong keramat ngono aku tak dos dewe Eng tak ngelempah dewe tetap di wajib dimandikan Pak pahamih karena memandikan itu kewajibannya orang hidup paham nomor dua bahkan Andaikan ada orang sudah dimandikan malaikat pun tetap wajib dimandikan kita adau Pak sahabat itu gelarnyailul malaikah orang yang dimandikan malaikat kalau gak salah namanya Hah Hah itu beliau itu dulu habis habis jihad Pak jadi belia an Anyar berhubungan intim ada panggilan jihad Ndak sempat ados gede langsung jihad dan wafat maka Rasulullah mengatakan saya melihat hzalah itu dimandikan oleh malaikat itu namanya ghasilul malaikat tapi kan kasus handzala ini kan mati syahid kan gak usah dimandikan kalau mati syahid tapi Umpama ada orang Umpama jenengan lihat Ustaz saya Titi malam itu lihat dia dimandikan malaikat meskipun sudah dimandikan malaikat tetap mene wajib diadusi karena memandikan itu kewajiban orang hidup paham Nggih punun Saya kira cukup semoga Oh Monggo Monggo Monggo Monggo E miskan yang meningal itu orang apakah yang memandikan haror laki-laki ini atau mungkin dari keluarganya yang aaran perempuan nah ini untutannya di mana P jadi yang sis atau boleh yang melawan J tapi Masti adaatan ng satu kalau jenazah wanita yang lebih utama perempuan yang punya hubungan mahram Jadi kalau wanita kalau yang paling bagus ya yang mandikan perempuan yang punya hubungan mahram hubungan mahram itu siapa ibu anak saudara bibik paham ngih itu yang paling utama lelaki tidak boleh memandikan kecuali suami dan mahramnya tapi yang paling utama memang perempuan ya perempuan Pak meskipun laki-laki itu ada yang boleh siapa suaminya sendiri atau anaknya yang punya hubungan mahram tapi yang lebih bagus memang perempuan ya perempuan yang kemudian punya hubungan mahram yang pasti haram itu satu mayatnya perempuan yang mandikan laki-laki tidak ada hubungan mahram paham Nggih pun kalau yang pria yang utama laki-laki yang punya hubungan waris ashabah jadi anak paman ee saudara ponaan itu kan punya hubungan mah punya ahli waris ashabah perempuan tidak boleh memandikan kecuali istri atau mahramnya apa dasarnya dasarnya adalah hadis riwayat Imam Malik Abu Bakar itu berwasiat asma binti umais yang memandikan jadi Abu Bakar itu punya istri namanya asma binti umis salah satu pesannya Abu Bakar yang mandikan beliau adalah istrinya sendiri nomor dua riwayat daruutni Fatimah itu kan termasuk gelarnya ee albatul perempuan Suci karena Fatimah itu putrinya rasulullah yang sangat menjaga auratnya Pak sampai-sampai beliau itu pernah wasiat kalau mati yang boleh mandikan Saya hanya suami saya maka Fatimah itu Al dan kemudian faha jadi yang EE yang memandikan itu adalah suaminya gitu ngih Jadi kalau perempuan kalau laki-laki yang memandikan perempuan haram kecuali punya hubungan haram t cekap i Monggo Monggo Monggo Oke kalau laki-laki yang yang memandikan sama laki-laki yang punya Hubungan makhluk yang punya waris asobang iya k perempuan tidak mandikan perempuan tidak boleh memandikan kecuali istri istri atau yang punya hubungan mahramah kalau kalau istri kan bebas Ustaz enggih sampai sampai kalau yang anakar anak saya saya meninggal kan cukup aurat tetap Oh tetap aurat itu tetap Pak jadi aurat itu ya antara orang hidup sama mati aurat itu tetap kalau istri dak istri dak makanya tadi Pak kalau mayatnya istri atau suami sendiri basuh kemaluan ndak pakai apa nak pakai pelapis itu boleh karena suami istri kan bebas tapi kalau bukan suami istri minimal aurat harus pakai pelapis ngeten Nggih ngih ada lagi Monggo Nggih diwudui wudu itu hukum nya sunah Pak untuk mayat yang wajib memandikan jadi saya ulang lagi yang wajib itu hanya memandikan wudu itu sunah jadi Andaikan gak diwudui pun boleh tapi sunahnya sebelum prosesi memandikan diwudui Kapan diwuduinya setelah bersih semua bersih wudu prosesi pemandian gitu Nggih cukup Nggih cukup Semoga menjadi ilmu anfaat Barokah Semoga kita oleh Allah dijadikan orang yang istikqamah amin ya rabbal alamin Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahilamin Allahumma shalli wasallim ala sayyidina muhammad waa ali sayyidina muhammad rbanaagfirlana waliwiidina warhamhum Kama rabbauna shighar allahummafna bimaamtana waimna Ma yanfauna waidna Ilma Rabbana la tuz qulubana ba'da ID hadaitana wahblana madunka Rahmah innaka Antal Wahab Rabbana hablana Min azwajina wzurriyatina qurata y'yun waj'alna Lil muttaqina Imam [Musik] idina Muhammadi wasam subhikailtiun wasamal mursalin walhamdulillahbilaminatil Fatihah ini yang bisa sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf subhanakallahumma wabihamdika Ashadu Alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik waakiran wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam Terima kasih demikianlah tadi ASN mengaji seri pertama di tahun 2025 dan kelanjutan episode 3 dan untuk ee episode berikutnya yaitu pada tanggal 22 Januari Pak P hari Rabu yang merupakan dari ee fikih pengurusan jenazah yang akan tetap disampaikan oleh K.H Faid faizin Terima kasih akhirul kalam wasalamualaikum warahmatullahi wabarak