Transcript
p_c6oPHFYvU • ASN Mengaji Seri 1 | 2025 - Fiqih Pengurusan Jenazah (Eps. 03)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0201_p_c6oPHFYvU.txt
Kind: captions
Language: id
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Waalaikumsalam warahmat
Bismillahirrahmanirrahim
alhamdulillahibabbil alamin wabihi n
umunin wasatu wasalam ala sayyidil
mursalin sayidina wa Maulana Muhammadin
waa alihi wasohbihi ajmain Amma Badu
hadratil muhtaramin yang kami hormati
Ustaz Faid
faizin para jemaah masjid Alhuda yang
kami hormati pertama-tama marilah kita
panjatkan puji syukur ke hadirat Allah
subhanahu wa taala yang mana pada
kesempatan siang hari ini kita masih
diberi kesehatan kekuatan sehingga dapat
hadir di masjid Alhuda dalam rangka
salat zuhur berjamaah sekaligus
mengikuti kajian ASN mengaji kedua
kalinya selawat serta salam marilah kita
haturkan kepada junjungan kita nabi
besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam yang telah memberi bimbingan
dan ajaran yang benar berupa agama Islam
para jemaah salat zuhur masjid al-huda
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala
Alhamdulillah pada kesempatan siang hari
ini kita mengikuti lanjutan episode
ketig ASN mengaji dengan tema fikih
pengurusan jenazah yang merupakan
lanjutan dari tahun kemarin 2024 oleh
karena di tahun 2025 ini kita awali
dengan dengan seri 1 episode 3 Yang
merupakan lanjutan dari tahun kemarin
para jemaah yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala marilah kita ikuti
bersama episode ketiga ASN mengaji
dengan tema fikih pengurusan jenazah
yang akan disampaikan oleh Al Ustaz k.
ha Faid faizin Razak kepada beliaunya
kami
persilakan asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Waalaikumsalam alhamdulillahiabbil
alamin wasalatu wasalamu ala sayyidil
mursalin Sayyidina
Muhammadin wa ala alihi wasohbihi Warik
wasallim ajmain qolu subhanaka la Ilma
Lana illa Ma alamtana innaka Antal
alimul Hakim Allahumma ftah Alaina
futuhal Arifin waj'al a'malana khisatan
liwajhikal Karim birahmatika ya
arhamarahimin rbisrohli Sadri irli Amri
wahlqaniqui Amma Badu para jemaah yang
saya hormati Alhamdulillah kita bisa
berkumpul lagi di masjid yang Insyaallah
penuh barokah ini setelah hampir 1 tahun
kita tidak ketemu terakhir ketemu kita
2024 sekarang sudah
2025 Alhamdulillah S tahun Alhamdulillah
semoga setiap langkah kita menuju
majelis ilmu ini menjadi penggugur
dosa-dosa kita menjadi peningkat derajat
kita dan semoga Allah subhanahu wa taala
selalu memudahkan setiap langkah kita
menuju surganya Allah subhanahu wa taala
amin ya rabbal alamin kita akan
melanjutkan kajian tentang tata cara
merawat jenazah kemarin kita telah
sedikit menyinggung terkait tentang
pelaksanaan memandikan mayit kita akan
perdalam materi memandikan mayit
pada kali ini Insyaallah nanti kalau
nutut kita akan
ee perdalam juga terkait tentang
mengkafani mayit sebenarnya kalau ada
yang mau dipraktikkan itu lebih menarik
sebenarnya ini kalau
[Tertawa]
ada ada relawan Yang mau dijadikan
praktik itu
menarik para jemaah Sebelum saya memulai
tentang tata cara memandikan mayit ada
beberapa kaidah dasar yang ingin saya
sampaikan ini sempat saya singgung cuma
saya sampaikan lagi hari ini berdasarkan
dengan hadisnya ini yang sering saya
sampaikan orang mayit itu sama dengan
orang hidup dia punya kehormatan sama
dengan orang hidup dan mayat itu juga
merasakan sakit sama dengan orang hidup
Makanya kalau ada mayat yang kemudian
dia tidak boleh
dibedah kecuali dengan keadaan darurat
Karena bagaimanapun anggota tubuhnya gak
boleh diambil karena itu adalah
kemuliaan
mayat dalam hadis rasulullah mengatakan
la tandur Ila fakidzi hayyin wala
mayyitin hadis riwayat Abu Dawud
Rasulullah mengatakan Jangan pernah
melihat paha orang hidup dan paha orang
meninggal paha itu kan aurat maka orang
hidup pahanya juga nak boleh dilihat
mayat pun juga gak boleh dipahan Cuma
sekarang lihat paha itu gampang sekarang
Pak kalau kata
Ustaz Latif itu lihat paha ayam kampung
itu sekarang lebih sulit dibandingkan
lihat paha perempuan karena kalau lihat
paha ayam kampung itu kita harus datang
ke kampung dulu cari ayamnya belum
langsung bisa dilihat harus dibeli belum
bisa dilihat harus dikejar dulu Pak
belum bisa dilihat harus sembelih dulu
Pak belum bisa dilihat harus direbus
dulu baru bulunya
di cabuti baru bisa melihat pahanya yang
mulus Sekarang kita berangkat kerja
sampean mulai berangkat kerja sampai
sini ini lihat paha berapa kali
pak lihat paha banyakan ini yang paha
Jadi tidak boleh melihat pahanya orang
hidup maupun orang mati berdasarkan
hadis ini Ibnu Abdul bar dalam kitabnya
at-tamhid dan dalam kitabnya al-istizkar
mengatakan dari Abu Umar asunah almjtama
alaiha sunah yang disepakati oleh ulama
adalah tahrimun Nad Ila auratil Hayi Wal
mayyit haram melihat auratnya orang mati
dan orang hidup sebagaimana orang hidup
auratnya haram dilihat orang mati juga
haram dilihat makanya Kemarin saya
sampaikan kalau kita memandikan mayat
kalau kita memandikan mayit jangan
sampai di telanjang bulat minimal
auratnya tertutup minimal ini Pak
makanya kata apa dari apa pusar ngih
pusar Sampai lutut itu minimal tertutup
Pak bahkan sunahnya kalau bisa tertutup
mulai dari ujung rambut sampai
ujung kaki jadi semuanya tertutup itu
yang sunah seperti itu kalaupun Nak bisa
minimal aurat tertutup dari pusar Sampai
lutut itu minimal Pak gak boleh
telanjang yang bulat Ini kata Imam Ibnu
Abdil bar dalam kitabnya al-istizkar dan
dalam kitabnya e
at-tamhid yang kedua anjuran kalau ada
orang meninggal anjurannya segera
dimandikan ngdak usah ditunggu matang
Pak jadi langsung enggak usah nunggu
Besok gak usah nunggu anaknya kalau bisa
segera paham Nggih apalagi nunggu
anaknya anaknya dari Kalimantan seakan
mayatnya Pak seaken mayatnya ini yang
kemudian anjuran seperti itu sunah
mensegerakan memandikan mayat jika yakin
sudah meninggal cuma kata ulama boleh
segera dimandikan itu kalau sudah yakin
mati kalau masih ragu OJ langsung
dimandikan khawatir waktu dimandikan
langsung berdiri itu nanti buyar kabek
makanya kata kitab mil muhtaj dikatakan
wubadar bifathban
sunah disegerakan untuk memandikan mayat
untuk memandikan mayit kalau yakin kalau
sudah
mati dengan munculnya tanda-tanda
kematiantiramin kakinya sudahemas Win
hidungnya sudah mulai agak
melemas pilingannya sudah mulai agak
cekung
ini tanda-tanda kalau sekarang kan
gampang ya tandanya itu ada urat nadi
itu kan Bisa dicek ya mati atau gak
Pak apa dasarnya dasarnya adalah ketika
Rasulullah S Alaihi Wasallam mengunjungi
thhah bin bar Beliau mengatakan inni la
Aro thha illa qod hadata fihil maut
fayut bihi faajjilu bihi saya melihat
tidak melihat thhah kecuali dia baru
wafat maka kata beliau tolong segerakan
prosesi pengurusan jenazahnya fainahu
laagiifati mmin
anbas ahli karena tidak seharusnya mayat
seorang mukmin itu
ditahan sampai kemudian ada di
keluarganya terlalu lama ini riwayat
Imam Abu Dawud Makanya kalau bisa segera
di e mandikan perkara nanti Karena
begini Pak karena mayat Ini bisa
disalati itu syaratnya harus Suci paham
suci dari najis Suci setelah
dimandikan Nah kan Eman Pak kasihan Pak
Umpama ada mayat belum dimandikan kan
belum
disalati Umpama ada keluarganya yang
jauh-jauh baru datang dan dia pengin
cepat pulang kan Eman kalau cuma datang
cumacuma untuk lihat kan minimal kalau
ada orang datang dari jauh setelah
dimandikan meskipun Umpama ada prosesi
yang belum mengkafani masih nanti
kemudian ee memandi Apa mengkuburkan
masih nanti kan minimal yang
datang-datang itu gak cuma lihat bisa
langsung ikut salat paham Nggih jadi
segera dimandikan jadi nanti Umpama ada
tamu-tamu jauh pengin cepat pulang Bisa
minimal
menalati jika masih ragu maka wajib
diakhirkan sampai yakin kecuali sudah
ada perubahan bau jika dikhawatirkan
mayat berubah maka wajib di mandikan
segera ini yang kemudian harus dijadikan
sebagai pedoman kita pengurusan jenazah
ojo suwe suwe apalagi sampai dinginapkan
di hotel kan sekarang lagi musim hotel
hotel untuk mayat itu kan lagi musim pun
jadi kalau bisa
segera kemudian orang yang memandikan
ini penting Pak orang yang memandikan
harus amanah jangan orang yang lesannya
senang gosip karena bahaya dalam hadis
orang yang memandikan harus orang amanah
sehingga bisa menyempurnakan prosesi
pemandian dan yang paling penting ini
bisa menjaga rahasia
mayat orang dimandikan itu kan kabeh
ketok Pak Artinya kabeh Isa dicekel
kan auratnya mayat itu meskipun gak
dilihatkan bisa minimal kelihatan
dikit-dikit anggota tubuh bagian dada
kalau laki-laki kan selama ini tertutup
Umpama ketika meninggal bisa terlihat
loh umpomo sing mandikan itu ahli fitnah
kemudian dia ahli rasan rasan kelihatan
ternyata mayatnya itu ada tatunya
tertutup gak itu kan aib gara-gara yang
mandikan itu tahu ini ada tatonya
padahal orang ini sudah tobat disebarkan
kan jadi fitnah Makanya kalau bisa yang
mandikan cari amanah Pak
sekir modti aman omong o diundang l
bener sekir seneng-seneng cer nang
tonggo seneng cerita nang yasinan
mending gak usah Pak jenengan jenengan
sebagai keluarga itu punya hak yang
paling berhak terhadap mayat Ini kalau
sekiranya yang mandikan itu jangan rasa
jangan tahu sendiri ini meskipun Pak
Mudin Tapi senang cerita senang
rasan-rasan
senangtingak usah
paham yang kedua proses mandian kalau
bisa tertutup sama Pak kalau bisa
tertutup jangan banyak-banyak yang
mandikan kabeh mandikan teko kabeh
dulore pengin Nok loh takutnya satu pak
lesannya ndak bisa dijaga yang namanya
mayat itu macam-macam pak ini yang
kemudian supaya terhindar dari
fitnah makanya dalam kitab almajmu
dikatakan Yagi ayakunalil aminan karena
ada hadis yil mautakum
jangan sampai memandikan mayat-mayat
kalianalmunun kecuali orang-orang yang
amanah Kenapa kata beliau kata beliau
warubama jamilin orang yang amanah itu
kalau mayatnya baik maka dia akan
ceritakan kebaikannya kalau mayatnya
buruk dia diam lesnya karena ada
hadisahutakum kalau orang mati yang
disebutkan yang baik
baik dan cegahlah lesan kalian untuk
menyebutkan keburukan mayat lah kalau
orangnya amanah orangnya Saleh Kano api
dicerit ono El ditutup
Pah sat nomor du
Pak kadang-kadang di tubuhnya mayat Ini
ada sesuatu yang ayat itu selama hidup
dia sembunyikan kalau mati kan sudah
enggak bisa menyembunyikan wong mati loh
kalau ini ketahuan yang mandikan
kemudian lesannya
celeper lesannya Kemudian senang ngomong
loh kan terbuka semua ini
bahaya warubama ijtama Fi maudiin Min
badani damun kadang-kadang jamanya orang
mati kadang-kadang keluar darah kan itu
normal Pak tapi bagi orang yang ahli
fitnah matine elek opo mendeli mendelik
itu kan belum tentu jelek matine elek
lesane keluar darah Kemudian dari
hidungnya keluar darah itu kan belum
tentu azab itu kan bisa jadi memang
normal pahami gara-gara banyak yang
lihat atau yang mandikan gak amanah jadi
fitnah
pun termasuk juga kata Imam Nawawi bisa
jadi yang namanya orang mati bau itu
wajar gak Pak wajar bagi orang yang
amanah kan aman tapi bagi Orang yang
ahli fitnah
kuh mayat elek iki ambone basin luoh kan
jadi fitnah Pak ini yang kemudian harus
kita jaga
pun hukum menyeburkan informasi mayat
nah ini kata kitab albujairi ini
dikatakan kalau lihat yang baik maka
Sebutkan tapi kalau lihat yang buruk
kalau bisa ditutup kecuali ada
kemaslahatan nah kecuali kalau ada
kemaslahatan ya diperkenankan pun saya
lanjutkan niat memandikan dan mewudui
mayit memandikan mayat itu tidak wajib
niat ulama berbeda pendapat tapi
pendapat al-asah dalam kitab mil muhtaj
dikatakan W tajibu niatul Gil a tu fitil
gusli fil asoh fayakfi
Gul kafir jadi orang yang memandikan
mayat itu tidak wajib ni niat meskipun
ada pendapat ulama yang mewajibkan
makanya paling aman waktu mandikan ya
niat waktu jenengan nyiram itu dengan
niat saya niat memandingan mayat yang
wajib hatinya niat supaya keluar dari
khilafiah ulama
pun Kemudian yang kedua mewudui mayat
itu sunah jadi kalau bisa mayat setelah
diwudui dibersihkan semua
kotoran-kotorannya sudah bersihkan
terakhir diwudui tapi kalau mewudui
niatnya wajib
kalau mewudui niatnya wajib jadi diniati
mewudui yang sunah ini bisa dibaca dalam
kitab hasiahimi Alal
Khatib pun posisi mayat saat dimandikan
satu Letakkan mayat di atas dipan yang
tinggi Pak kalau bisa agak tinggi jangan
terlalu rendah Kenapa supaya enggak kena
percikan najis makanya agak tinggi kalau
bisa ini dalam kitab tuhfatul muhtaj
dikatakanwi
jadi posisinya agak tinggi dipannya
kemudian kepalanya agak diataskan supaya
nanti tidak ada air yang masuk ke dalam
tubuhnya ini kan akan mempercepat proses
pembusukan kemudian ditidurkan
terlentang menghadap kiblat usahakan
menghadap kiblat Bagaimana caranya
kepala agak terangkat jadi kepala itu di
kiblat itu barat nggih berarti kepala di
timur kaki barat Nggih kepala Timur kaki
barat ini sunah Nggih sunah jadi
sunahnya seperti
itu wfiatu dalam kitabahzib Fi fqil Imam
asyafii
wfiatuual mustalqan terlentang e bukan
mengkurap warlahu
alblah kakinya ngadap
kiblatakunulalunir
as Al jadi kepalanya agak diataskan
sekiranya nanti air nak ngalir ke kepala
nak masuk lewat lubang-lubang kepala
bakar dupa Pak pokok usahakan bakar
bukhur Tahu bukhur selama prosesi dia
wafat sampai dimakamkan usahakan bukhur
itu
selalu hidup Kenapa supaya kalau ada bau
ndak busuk ada bau busuk itu tertutupi
dengan bumbukur maka dalam kitab asnal
maalib dikatakan
ahakan sejak ada orang yang wafat
langsung buka langsung bakar dupa buka
bakar buh sampai proses selesai
kenapa busuk itu yang manusiawi Pak tapi
bagi orang-orang yang senang ngomong itu
kan jadi masalah Pak Nah supaya itu
tidak terjadi kan siapa yang bisa
mengendalikan omongan orang Pak kan gak
bisa Wong akeh makanya supaya terhindar
seperti itu bakar dupa kalaupun nanti
mayat itu ada bau-bau gak enak itu
tertutup bau dupa atau bau bukhur paham
ngih
pun ukuran minimal memandikan mayat
Intinya satu memandikan mayat itu bersih
seluruh najis siram rata itu minimal
Jadi kalau jenengan bingung bagaimana
cara sempurnanya pokok bersihkan
najisnya siram rata selesai itu ukuran
minimal kalau yang ingin sempurna
seperti ini pak yang sempurna satu
sebelum memandikan satu bersihkan
kotoran di
perut begini Pak jangan S begini Pak ini
yang terjadi banyak sering kalau enggak
tuntas Pak perut itu kan masih apalagi
habis makan banyak Umpama orangnya mati
mati Mar restoran mangan akeh kan
kemungkinan besar setelah dimandikan
keluar lagi supaya nanti ndak kerj ping
paham Nggih Mari dimandikan keluar lagi
kan dibersihkan lagi supaya enggak
seperti itu tuntaskan bersihkan kotran
di perut caranya Bagaimana mayat
diposisikan duduk agak condong ke
belakang nanti akan ada videonya agak
begini tekan perut Beru ulang-ulang dari
atas ke bawah tapi tetap pelan-pelan Pak
jangan sampai kemudian kemudian ee
terlalu keras karena mayit itu juga
merasakan
sakit pada saat menekat perut bagian
kanan orang yang berada pada posisi kaki
mengangkat paha kiri mayit dan
seterusnya jadi bagian kanan ditekan
bagian kiri agak diangkat nanti bagian
perut kiri ditekan tangan kaki kanan
diangkat Nah nanti akan ada videonya nah
coba kita lihat ini videonya Pak
Nah ini kan tadi sunah ditutup semua
Nggih sak wajah-wajahnya Pak supaya yang
mandikan itu nak Wedi Pak wedok mendelik
kan waktu mandikan Nah coba Jan lihat
ini ditekan
sedikit agak miring ya agak miring lah
coba Jan lihat ini nah sebelah kanan
ditekan dari atas ke bawah dulu ditekan
pelan-pelanok get-get Mas akan mayitnya
Mbak Lun jadi agak seperti itu kita
lanjut untuk menyentuh aurat wajib
menggunakan sarung tangan untuk selain
aurat hukumnya sunah Usahakan kalau
mandi itu sudah pakai kaos tangan Nggih
pakai apa sekarang itu namanya
Pak yang kayak karet itu Pak Nggih nah
kayak karet itu usahan pakai itu karena
kalau menyentu aurat hukumnya wajib
kalau selain aurat sunah ya mending dari
awal sudah pakai itu penutup
tu suami atau istri boleh menyentuh
aurat kecuali yang mandikan suaminya
sendiri atau istri sendiri itu boleh
menyentuh aurat tanpa alas Ada pendapat
karangan hanafiyah selain suami atau
istri menyentuh aurat mayit tanpa alas
hukumnya makruh tapi kalau bisa wis aman
pakai
alas kemudian bersihkan seluruh najis
pada mayat kalau ada najis-najis
bersihkan semua membersihkan dubur
sebelum ini sebelum sebelum dimandikan
Nggih sebelum dimandikan itu dubur kubul
dibersihkan dengan tangan kiri jangan
pakai tangan kanan tangan kiri wajib
menggunakan alas bersihkan gigi Pak
giginya dibersihkan pakai jari telunjuk
kiri bisa pakai ini ini kayak disikati
gitu lubang hidung dibersihkan pakai
jari kelingking cok Cu Pak jero-jero
sakan m Pak jadi bersihkan dengan jari
kelingking kiri kalau pokoknya pakai
alas bersihkan kotoran di bawah kuku
kalau memang mayatnya ini kemudian
kukunya agak kotor ya dibersihkan dengan
sesuatu yang lunak Nah kita lihat nah
ini pakai alas Nggih
pakai
[Musik]
alas nah ini kita bersihkan duburnya
kita bersihkan ini gak dilihatkan Pak
karena dubur yang dibersihkan Pak ini
sambil disiram duburnya dibersihkan
engih dibersihkan nah terus
itu nah ini kalau mau praktik enak Pak
Nah dibersihkan
giginya kukunya diberikan bisa pakai
daun kukunya bisa dibersihkan pakai daun
bisa apa ini daun apa ini gakkok nemunya
daun Kak pokoknya yang sesuatu yang
lunak sesuatu yang lunak daun Cider juga
bagus daun stir paling bagus daun Wid
apa Bidara Nggih daun bidara pun saya
Dar lupa kalau ada mayat klub tahu kulub
pak waktu dimandikan ternyata durung
sunat utau Mari sunat tapi nutup bagian
bawah kulub itu kan harus dibersihkan
Pak maka kata ulama wajib dibersihkan
kalau gak bisa dibersihkan kecuali
dengan dipotong gak boleh dipotong haram
karena menyakiti mayat caranya bagaimana
maka ditayamumi Nah kan enggak tahu
kayak apa enggak bisa dibuka itu kayak
apa ya mungkin ada kasus-kasus tertentu
karena sudah mati kulubnya itu enggak
bisa dibuka maka ditayamumi gantinya ini
ditayamumi supaya bisa disalati paham
ngih ini kalau ada
klub terakhir mayat diwudui sepertimana
wudunya orang hidup ya tapi kalau waktu
diwudui kepala mayat agak dimiringkan
agar enggak masuk ke dalam mulut niat
wudunya saya niat mewudui mayat Ini ini
niat
wudunya nah diwudui agak di keataskan
ngih Pak agak di
keataskan ada yang mau
praktik ada kamar mandi
tinggal cari relawannya ini nah
diwudui diwudui
ya Mas diwudui seperti wudunya orang
hidup untuk kumur-kumurnya ulama berbeda
pendapat Kalau saya lebih cenderung
Karena kan orang mati sudah enggak bisa
kumur-kumur Pak kalau dimasukkan malah
takut masuk malah tertelan kalau saya
sih mending enggak usah meskipun ada
khilafiah ulama ada yang mengatakan
tetap sunah dikumur-kumur sama ee
menghirup air hidung itu Tapi kan orang
mati kan bisa ngirup makanya ya
dibersihkan biasa mawon ini
diwudui dan selesai dimandikan Nggih ini
dimandikan Selesai mandikan selesai
bersih semua jadi wudu itu terakhir Pak
bersih semua baru di wudui nah seperti
orang yang hidup e telinganya diwudui
juga
[Musik]
nah tutup lagi
Kemudian kakinya di
ini terakhir prosesi terakhir kalau kita
selesai memandikan terakhir ya diwudui
ini tetap sunah Sampai lutut karenaan
sunah
dipanjangkan Sampai lutut sunahnya yang
wajib sampai mata
kaki Nah coba Jangan lihat selama ini
kan prosesinya air itu lewat atas kain
paham ngih enam harus
tertutup tata cara mandikan kepala dan
jenggot disabuni disisir pelan-pelan
agar tak rontok jadi kalau bisa juga
disisir bila ada rambut yang rontok
wajib dikubur bareng mayit jadi wajib ee
yang kemudian rontok-rontokannya
diwajibkan sunah dimasukkan ke dalam
kain kafan jadi kalau bisa ya
rontok-rontokannya itu dipilihi
dimasukkan ke kain kafan Karena begini
Pak aurat itu tetap aurat meskipun
terlepas paham Nggih aurat itu tetap
aurat meskipun terlepas contoh bulu
kemaluan itu aurat gak aurat Kenapa kok
bulu kemaluan itu aurat karena bulu
kemaluan Itu posisinya ada di aurat Maka
kalau jenengan nyukur bulu kemaluan
wajib dipendam Pak jangan dibuang
sembarangan Pak karena sama dengan
membuka
aurot perempuan rambutnya aurot gak Maka
kalau potong rambut
rambutnya wajib
diambil wajib di
pendam Iya loh saya pak istri saya itu
kalau istri saya itu biasanya yang
motong saya sendiri tak pendam kalaupun
Saya nyari salon Saya nyari salon khusus
perempuan yang tertutup cari salon
perempuan yang tertutup Saya pasti bawa
keresek kalau istri saya itu ke salon
saya pasti bawa kresek setelah istri
saya di apa potong itu itu saya sapu Pak
saya masukkan kresek karena rambut itu
aurat
baik masih nyambung maupun sudah lepas
paham Nggih maka enggak boleh opo mana
yang rambute dulu Saya masih ingat apa
itu ya yang ngengingeng itu loh
Pak Apa Pak arbana ng iku Biasanya kalau
dulu Saya masih ingat waktu kecil itu
dijol ijolan op Pak ijolan rambut jadi
rambute mbe diijolno
Arwana itu gak boleh Pak Ar manis ngih
itu sekarang masih ada ngih masih ada
beberapa daerah masih ada itu gak boleh
Pak Kenapa karena rambutnya perempuan
itu dia tetap aurat baik dia masih
nyambung maupun sudah putus paham
makanya kalau ada rambut-rambut ya juga
di
dikubur ya kalau Mas Makanya kalau Jan
kalau mau nyalonkan istri bawa kresek
meskipun Doan gak apao Pak tapi aman Pak
aman aman dibandingkan Ee kita kemudian
membayarkan rambut istri kita kemudian
terbuka auratnya nah ini sunahnya di
sampui ya
disampui Dis sisir
Pak diperlakukan dengan Baiklah mayat
itu diperlakukan dengan
baik ya disisiri
disampuhi
kemudian sabuni seluruh tubuh mayit
disabuni kemudian
disiram setelah itu siram seluruh tubuh
dengan air
bersih jadi wudu itu Pak wudu itu
Setelah membersihkan kotoran sebelum
prosesi
memandikan jadi ee tadi saya agak agak
terlewat tadi di keterangannya ada jadi
setelah dibersihkan jadi begini
prosesinya Itu sebelum dimandikan pokok
bersih dulu jadi J kalau ada kotoran
dibersihkan sebelum
dimandikan kemudian telinga-telinga
kalau butuh ada yang dibersihkan
dibersihkan kemudian hidung dibersihkan
gigi dibersihkan kemudian dibawa-bawa
kuku dibersihkan setelah itu diwudui Nah
setelah diwudui baru prosesi memandikan
kayak tadi itu pak jadi disiram pakai
macam-macam siram seluruh tubuh mayat
dengan air bersih untuk menghilangkan si
sabun yang pertama prosesinya pakai
sabun dulu
nanti disiram pakai air mutlak itu di
akhir paham Nggih dimulai sebelah kanan
mayat dimiringkan ke kiri dan menyiram
bagian punggung dari arah kanan mayat
dimiringkan ke kanan untuk menyiram
bagian punggung arah kiri nanti akan
kita lihat
contohnya Ini setelah sabuni Nggih
sabuni bersih baru kemudian pakai air
yang bersih air yang air mutlak ya air
mutlak tadi kan sudah disabuni
kalau di anu itu pakai ini pakai apa air
yang pakai cibo yang gede Kalau biasanya
anu nah ini yang tadi katakan
dimiringkan ke kiri jadi tetap Pak loh
Coba lihat aurat tetap tertutup
Pak aurat tetap
tertutup Makanya tadi saya katakan cari
apa ini kayak sampiran ya kalau kata
orang Jawa Itu samperan ya sampan kalau
orang Madura Inggris Timur samperan jadi
tetap meskipun dimiringkan itu tetap
tertutup ya Coba in lihat dimiringkan ke
kiri disiram miringkan ke kanan disiram
tetap tertutup auratnya enggak ada yang
terbuka selama prosesi memandikan
makanya cari kain samperan perempuan
yang sangat sangat ee besar sangat
lebar terakhir siram seluruh tubuh mayat
dengan air yang dicampur sedikit air
Barus tadi kan sudah pakai air bersih
Nggih nah yang terakhir dicampur dengan
sedikit air Barus pada saat inilah
kemudian niat memandikan
mayat kemudian tata cara penyiraman
sebagaimana siraman sebelumnya dimulai
dari sebelah kanan dan seterusnya ya
diratakan lagi kayak tadi itu nah ini
sudah selesai memandikan mayit jika
ingin sempurna basuhan air dicampur
kapur barus diulang tiga kali jumlahnya
lima disabuni dibilas air campur kapur
barus air campur se kabur Barus sampai
rata air bercampur kabur Barus sampai
rata ini kalau pengin sempurna Nah jadi
minimal pokok Saya ulangi mandikan Ma
itu intinya satu Suci najisnya sekali
siram itu paling minim paham Nggih ya
kalau paling sempurna ada campuran sabun
disiram pakai air besi kalau ingin agak
sempurna diulang tiga kali disabuni
dibilas air bersih dicampur air Barus
Sampai Tiga Kali air Barus kemudian
kalau pengin sempurna sampai tujuh kali
sabuni bilas sabuni bilas
air campur air Barus sambil niat
memandikan
tiga kali kalau pengin sempurna se
kali sabuni bilas sabuni bilas
sabuni
vilas campur air Barus tiga kali ya sak
kuate sing ngadusi pak sak kuate sing
ngadosiali ya Yang
seurnnya masuk angin mayitangin makanya
ya Tergantung mayitnya kondisinya
seperti apa inti prosesi memandikan itu
mengeluarkan kotoran perut ini sunah ya
mensucikan semua najis wajib jadi saya
katakan inti yang wajib itu suci
najis siram rata itu intinya paham Nggih
kalau itu bisa dilakukan sekali cukup
sekali
minimal membersihkan semua kotoran ini
yang sunah gigi ini sunah Pak Tapi kalau
najis wajib tapi kalau kayak Gigi hidung
itu kan kotor tapi ndak najis itu
sunah wudu
sunah menyabuni
sunah menyiram dengan air mutlak ini
yang wajib makanya tadi yang perlu
dipahami inti memandikan yang wajib
sucikan najis siram sekali pakai air
mutlak paham Nggih
pun kemudian tapi dicampur air barusnya
jangan banyak-banyak Pak sekiranya
enggak sampai menjadikan air airnya itu
berubah berubah karena kalau Berubah kan
gak jadi air mutlak dicampur sekiranya
gak sampai menjadikan airnya itu
mutlaknya hilang setelah dimandikan nah
stretching lagi pak Mit kan setelah
mandikan kan kaku biar nanti prosesi
mengkafani agak agak mudah setelah itu
dilemaskan lagi pak kayak dulu contohnya
kan tadi sudah dulu kan pernah ya
melemaskan itu dilemaskan lagi
sebagaimana prosesi awal
nah yang tadi itu yang ini kan dulu jadi
ini ketika wafat kan di dilemaskan
supaya mandikan gampang nanti setelah
mandikan juga dilemaskan kayak gini lagi
supaya nanti
mengkafani gampang paham Nggih nah ini
tadi yang ini dulu pernah di Anukan jadi
semuanya
dilemaskan supaya nanti waktu mengkafani
agak
mudah
nah olahraga jadi mayatnya juga perlu
olahraga pak biar
biar lemas nak kaku gak kaku ya
stretchingnya nak kaku k kalau enggak
gitu P nanti Saken sing bagian ngafani
Pak kesulitan kaku itu enggak enak
makanya di setelah mandikan tetap di anu
lagi dilemaskan Lagi Nah pelan-pelan
juga nah semuanya pergelangan pokok
setiap sendi setiap sendinya juga di di
apa di inikan dilemaskan
supaya nanti proses mengkafan lebih
mudah nah
ini kakinya juga sama
dilemaskan supaya nanti mudah untuk
dikafani
setelah itu dianduki sampai
kering rambut yang panjang dikepang
kalau anu dalam kitab as
dikatak dan seterusnya
jadi
dikeringkan supaya nanti waktu dikafani
kafannyaak basah keringu
pakahkan dalam kitabb dikatakan
sampai kering ya Kok kering benar supaya
nanti kafan itu kering Kenapa karena
nanti kalau basa manusiawi normalnya
sesuatu yang kena air itu cepat rusak
prosesi pembusukannya kan semakin cepat
paham Nggih itu Alasannya
pun nah tambahan penjelasan terkait
memandikan mayat ini yang tadi saya
jelaskan kulufnya laki-laki yang sulit
dibuka untuk disucukan kecuali dengan
dilukai maka wajib ditayamumi ya kalau
ada kasus orang yang setelah mau
dimandikan kok ternyata durung sunat itu
k gak boleh disunat waktu mati pak haram
ulama sepakat
haram ada satu keterangan dalam kitab
Fathul alam sebelum dikafani ditulis
Basmalah di dahi dan kalimat
Lailahaillallah di dada tapi ndak boleh
pakai tinta pakai apa pakai air atau
pakai minyak wangi ambil minyak wangi
jenengan apa jenengan tutulkan ke tangan
ditulis pakai tangan bismillah kemudian
di dadanya ditulis Lailahaillallah tapi
pakai air atau pakai minyak wangi gak
boleh pakai tinta paham ngih dalam kitab
fthul alam dikatakan wqila Baim Anna
mimma yuktab ala jabhatil mayit bhoiri
midadin Bil usbu almabbih
Bismillahirrahmanirrahim jadi sunah
ditulis pakai jari telunjuk pakai ee air
atau pakai minyak dahinya nya
Bismillahirrahmanirrahim dadanya
Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah
setelah dimandikan sebelum dikafani
pun lanjut ini kita masuk ke
kafan semua kain yang halal di pakai
mayat ketika hidup bisa dijadikan kafan
jadi sutra kalau bagi laki-laki haram ya
Enggak boleh dijadikan kafan jadi kafan
itu ndak harus putih J kalau jenengan
pengin Biar agak beda kafannya nya pakai
baju anu gak masalah Pak tapi ya
fajarnya pakai putih sunahnya pakai
putih pakai Bati oh karena sekarang hari
batik wafatnya waktu hari hari batik di
Kaman pakai batik tapi ya aneh aja Pak
kemudian sunah kain putih kain putih
sunah minimal selembar jadi kafan itu
Pak pokok S lembar iso nutup kabeh
selesai itu minimal ngih minimal minimal
selembar yang bisa nutup semua anggota
tub
tubuh tapi mayat laki-laki yang utama
tiga lembar tiga lembar kain boleh
ditambah surban dan gamis sehingga
jumlahnya 5 lembar minimal satu lembar
nutup semua tapi kalau bisa yang paling
utama tiga lembar bisa ditambah dengan
surban dan gamis surbannya tetap pakai a
kain kafan Pak bukan surban sampean beli
di toko bukan nanti saya lihatkan
surbannya kayak apa Pak mayat perempuan
yang lebih utama lima dua lapis kain
ditambah gamis tambah kerudung kemudian
ee kain
jarit haram menulis kain kafan dengan
lafaz-lafaz yang dimuliakan paham Nggih
jadi tulisannya dikayi tulisan Basmalah
gak boleh pak itu kan berarti nanti
menghinakan lafaz-lafaz itu kan nanti
ditaruh di bawah Pak apalagi nanti
campur dengan darah nanah mayit Pah ngih
jadi kain biasa saja makanya biasanya
dulu orang yang Haji umrah itu biasanya
nanti pakaiannya itu supaya menjadi
bukti ee si mayit gak masalah
UN pemotongan kain ada kain utama potong
kain kafan sesuai tinggi mayat ditambah
50 cmti jadi lebarnya kafan itu ya
Tergantung mayatnya Pak mayat kecil atau
mayat jumbo itu pasti beda Pak jadi
sesuai dengan itu Tapi kalau bisa ukur
ditambahi 50 centi buat tiga ada kain
sambungan nanti potong kain sepanjang 1
M 3 lembar gamis potong kain berukulan
dua kali lipat panjang mayit J kalau
mayit itu Umpama
1 150 ngih Berarti sekitar 3
m selebar 3 m itu nanti yang dijadikan
gamis kemudian tengah-tengahnya
dilubangi untuk
kepala kemudian sebaiknya gamis
berlengan ada lengannya dan dijahit
kalau bisa
ada jarit atau samper ini untuk
perempuan sekitar 1,5 m ini untuk
ceweknya Nah ini kalau kita lihat Pak
ini
gamis ini gamis ini yang tadi saya
katakan yang panjangnya itu dua kali
lipat panjang mayit nanti tengahnya
dikasih lubang untuk
dimasukkan kepala itu jadi gamisnya
nanti nah ini kalau bisa ini kain tadi
tadi saya katakan kain utama ukurannya
panjang mayat ditambah 50 cm ada
sambungannya ini kalau bisa dijahit ini
sambungannya sambungannya 1 M
cukup nah ini penyusutan Kay kafan ini
talinya Pak ng ini tali ini tali 1 2
3 ini satu lembar
pertama itu lembar pertama lembar
kedua lembar ketiga tadi kan kan tiga
ngih tiga sunat utamaan tiga lembar
lembar pertama lembar kedua lembar
ketiga jadi sebelum mayatnya ditaruh ya
kaainnya disiapkan dulu
nah dibuatkan celana
dalam ya C dalam dari kain itu kain
celana
dalamnya nah ini celana dalam
ini kalau
wanita satu ini talinya ngih ada empat
ada lima ng yang satunya dia anu satu
kain pertama kain kedua nah ini yang
kemudian ada satu kain yang tadi itu
untuk anunya nah ini gamisnya gamisnya
yang tadi itu masukkan gamisnya nah ini
yang tadi
seweknya seweknya itu ada satu kain
untuk khusus
sewek celana dalam baru dikasih celana
dalam Ini yang enggak bagus kayak kayak
gini Enggak bagus Pak ini yang contoh
yang kurang bagus yang yang paling bagus
yang kayak tadi Pak tu Coba kita lihat
praktiknya siapkan
talinya bentangkan kain yang tadi dua
lembar untuk wanita dan anu
selang-seling kemudian bentangkan gamis
ya Ini tadi sudah dijelaskan gambarnya
siapkan kerudung untuk perempuan kayak
tadi itu yang tadi yang di atas itu itu
kerudungnya masing-masing lembar
ditaburi Nah nanti setiap lembar itu
ditaburi kair apa kapur barus supaya
nanti menghilangkan apa ya meng apa
bau-bau kemudian ini juga menghindarkan
hewan-hewan supaya enggak cepat masuk
kasihan
mayatnya kita lihat ini nah ini tadi Pak
ini kain apa ini yang tadi yang itu kan
kan ada kayu Apa talinya ya Nah ini
lembar
pertama Nah kalau bisa dianukan ke
bukhur biar wangi jadi apa namanya nah
dikasih k Apa kar Barus J kalau bisa ya
Di ada bukhur itu pak biar biar harum
lah waktu nyolati juga bau harum tapi
ada beberapa itu yang minyak khas mayat
itu ada saya dulu kalau di Moden itu
kuning itu enggak tahu apa memang itu
minyak khas baunya itu khas Pak baunya
itu
khas Apa serimi itu enggak boleh dibuat
salat gak bisa
ya Itu khusus Pak
ini kayak mayat tadi ini
tadi Nah tapuri bakur Barus campuri
kapur barus po setiap lapis
dikasih kapur barus
jadi tiga lapis Nggih tadi ini sudah
lapis ke berapa tadi lapis kedua Nggih
nah taburi kabur
Barus n ambil
lagi nah dikasih di bukhur pak biar
segar Pak mayit seger ambon-ambone me
enak berarti sudah ketiga tadi sudah
lapis ketiga ini kayaknya gamis ini nah
ini
gamisnya Oh gak lapis ketiga ini berarti
lapis ketiga berarti Nggih ini tadi
sudah lapis per jadi tali dulu setelah
tali lapis pertama lapis kedua
selang-seling ya lapis kedua ketika
selang-seling
nah Kasih lagi kapur
barus kasih lagi kapur barus
[Musik]
ada yang anu punya Obsesi jadi Mudin
Pak langsung
prakk langsung
prakk nah ini gamisnya
iniah inibannya Pak kalau ada Kalau mau
dikasih Sban tapi gak
wajibuan
maahkan umro Monggo sebagai buktinya
Nggih paket ihram paket ihram Nggih
paket ihram itu bisa
tambahkan nah ini yang gamis Nggih yang
gamis yang paling panjang dua kali
panjangnya
mayit dua kali panjangnya mayit
Nah itu kepalanya lubang lubangnya itu
untuk biar masuk kepala Nah kalau bisa
dibuat gamis kalau bisa digamisnya kayak
Dik jahit kayak gamis benaran itu lebih
bagus Pak jadi ada tangannya gitu loh
Pak gamis tapi dari kain kafan gamisnya
lebar terus tangannya juga ada Kalau
bisa dijahit malah lebih bagus meskipun
gak wajibihak
wajib nah peletakan jenazah pada kafan
Letakkan mayat
terlentang tangan sedap
lurus bisa lurus gini tapi yang banyak
kayaknya sedekap ngih yang banyak bisa
lurus juga beri kapas yang sudah diberi
wangian Pak jadi ambil kapas yang sudah
dikasih minyak wangi Semoga semua
anggota sujud dahi telapak tangan
sela-sela jari tangan kuku itu dikasih
kapas yang sudah ada minyak wanginya
semua lubang juga dikasih mata juga apa
hidung
dubur kalau ada luka juga dikasih ee
dikasih kapas yang sudah dikasih minyak
wangi kelebihan kain pada bagian kepala
sunah lebih panjang daripada P kaki ini
terakhir nah terakhir Pak ini tadi sudah
disusun
Nggih
nah ini
kalau nah tadi
jadi tetap aurat harus tetap dijaga Pak
aurat tetap harus dijaga ini kapasnya
dipasang
Pak wakang
m
perah kalau bisa Pak pernah itu itu
beneran atau berarti mati suri mungk Oh
mati
su ini celai Nggih sunah
dicelak dicelai
Pak tapi hidup lagi setelah itu Pak
hidup
lagi satu minggu mati lagi nah dicelai
ng dicelai sunah
dicelai ini tadi yang saya katakan tadi
kapas-kapasnya ini si minyak atau anu
maka
harus nah
minyak-minyaknya saya percepat aja
ini intinya kayak tadi itu pak di
masukkan ke tempat-tempat sujudnya
anggota-anggota sujudnya loh kok hilang
anggota-anggota sujudnya juga
dikasih Nah tadi
[Musik]
sudah Nah ini tangannya dimasukkan ini
kalau gamisnya Ada apa tadi tangannya
dijahit makanya bagus ya gamis tapi
bukan gamis beli Pak Bukan maksudnya itu
gamis ya kain kafan
dijahit model gamis ada tangannya yang
lebar Ini kan ada gamisnya kan jadi
mayatnya dimasukkan jadi kayak gamis ya
kayak baju
gamis sudah pakai
gamis dalam loh belum nyambung Oh belum
nyambung
sekedared
dalam belum nyambung dari tadi belum
nyambung tapi yang awal nyambung
nyambung ulangi lagi lagi dari mana tadi
[Musik]
masukkan ke paus gi Tadi
I sebentar yang tadi mana
tadi mengkafani mayata
ini ini k tadi k wis gak usah tak
percepat biar nanti hidup sendiri aja
biar enggak
kepaus ya tak sampai tadi di mana
tadi sampai celaan ngih Wis
ini jadi sudah
[Tertawa]
Tapi minimal kalau jenengan tahu ilmunya
Pak Pak modine rodok keliru ngono bisa
membenarkan jenengan kayak kayak
menelanjangi itu kan gak boleh J kan
bisa meluruskan nah ini pak yang tadi
sampai ini ini tadi gamisnya di masukkan
tadi kan sudah gamisnya sudah dimasukkan
itu t gamis yang ada tangannya tadi Nah
itu
gamisnya kalau ini model gamisnya model
gamis gini Jadi tangannya ada tangannya
juga
nah dimasukkan gamisnya ya ya model
kayak baju gamis model kayak baju
gamis gak Wajib Pak yang wajib cuma satu
pak sak kain bunder tutup kabeh itu yang
paling wajib ini kan sunahnya pakai
gamis tiga
lapis Andaikan jenengan ndak bisa pokok
digulung ngo nak apao Pak tapi akakti
pantes
pokok nutup pokok nutup yang wajib
itu lagi
gamis ini bisa jadi anu pak ide bisnis
Pak jual beli gamis mayat itu
kan jadi kalau ada yang mau beli apa ada
mayat gak usah jahit lagi wis ada yang
sudah jadi gamis mayat Ini gamisnya
sudah Nah
kan sudah sudah tertutup pakai gamis Kan
sudah terutup pakai
gamis Nggih sudah waktu buka enak wis
nah ini ee
surbannya
Diani nah ini
surbani inya kalau bisa Sona di apa
namanya ditali Pak supaya enggak
mengopak nah ini lapis
pertama lapis pertama paling atas ngih
lapis pertama paling
atas nah baru
ditali makanya tadi itu disusun dulu Pak
jangan Jan mayatnya dulu di bawah susun
dulu kafannya jadi lebih
gampang Nah saya kira cukup Nggih Monggo
kalau ada mau tanya kalau enggak ada
saya tutup dengan baca doa Nggih
Monggo noo
niku Oh iya nempel tanah Nggih Nggih
nanti kita akan bahas itu
kalau sudah masuk
di menguburkan mayat Oke ini kan nanti
ada satu sesi lagi nanti kita bahas
mensalati menguburkan mensalati
mengkuburkan mongo
Monggo Baik terima kasih Pak ada satu
pertanyaan terkait dengan mayat itu
P mungkin Apakah itu mayat itu dari
kecelakaan
atau ada penyakit yang memang membuat e
tubuhnya itu mengeluarkan darah terus
dan tidak bisa berhenti berhenti darah
ini Bagaimana untuk
mensucikannyaak Ustaz Terima kasih
asalamaikum warahmatullah wabarakatuh
Jadi kalau memang keluar darah terus gak
bisa berhenti wis dimfu Pak kalau keluar
darah terusis kan ada memang tipe-tipe
May itu kan beda-bedaak bisa lagi ya wis
dimahfu jadi Artinya kita proses seperti
biasa setelah itu sudah keluar lagi dan
gak bisa mampet Ya sudah itu setelah itu
di dimafu gitu Nggih nah saya lupa
memandikan itu pendapat yang kuat kata
Imam Nawawi memandikan itu
kewajibannya orang hidup jadi Umpama ada
orang mati
tenggelam sudah bersih gak sudah mandi
sudah kan tapi mandi sendiri kan Maka
kalau menurut imam nawawi orang yang
tenggelam Setelah dia dientas tetap
wajib dimandikan karena memandikan itu
kewajibannya orang hidup bahkan Umpama
kata kata ulama Andaikan ada seorang
yang punya keramat iso adus dewe Mari
mati iso adus dewe tetap wajib di
mandikan P ono wong keramat ngono aku
tak dos dewe Eng tak ngelempah dewe
tetap di wajib dimandikan Pak pahamih
karena memandikan itu kewajibannya orang
hidup paham nomor dua bahkan Andaikan
ada orang sudah dimandikan malaikat pun
tetap wajib dimandikan kita adau Pak
sahabat itu gelarnyailul malaikah orang
yang dimandikan malaikat kalau gak salah
namanya
Hah Hah itu beliau itu dulu
habis habis jihad Pak jadi belia an
Anyar berhubungan intim ada panggilan
jihad Ndak sempat ados
gede langsung jihad dan wafat maka
Rasulullah mengatakan saya melihat
hzalah itu dimandikan oleh malaikat itu
namanya ghasilul malaikat tapi kan kasus
handzala ini kan mati syahid kan gak
usah dimandikan kalau mati syahid tapi
Umpama ada orang Umpama jenengan lihat
Ustaz saya Titi malam itu lihat dia
dimandikan malaikat meskipun sudah
dimandikan malaikat tetap mene wajib
diadusi karena memandikan itu kewajiban
orang hidup paham Nggih punun Saya kira
cukup semoga Oh Monggo Monggo Monggo
Monggo
E miskan yang meningal itu orang apakah
yang memandikan haror laki-laki ini atau
mungkin dari keluarganya yang aaran
perempuan nah ini untutannya di mana
P jadi yang sis atau boleh yang melawan
J tapi Masti adaatan
ng satu kalau jenazah wanita yang lebih
utama perempuan yang punya hubungan
mahram Jadi kalau wanita kalau yang
paling bagus ya yang mandikan perempuan
yang punya hubungan mahram hubungan
mahram itu siapa ibu anak saudara bibik
paham ngih itu yang paling
utama lelaki tidak boleh memandikan
kecuali suami dan mahramnya tapi yang
paling utama memang perempuan ya
perempuan Pak meskipun laki-laki itu ada
yang boleh siapa suaminya sendiri atau
anaknya yang punya hubungan mahram tapi
yang lebih bagus memang perempuan ya
perempuan yang kemudian punya hubungan
mahram yang pasti haram itu satu
mayatnya perempuan yang mandikan
laki-laki tidak ada hubungan mahram
paham Nggih pun kalau yang pria yang
utama laki-laki yang punya hubungan
waris ashabah
jadi anak paman
ee saudara
ponaan itu kan punya hubungan mah punya
ahli waris ashabah perempuan tidak boleh
memandikan kecuali istri atau mahramnya
apa dasarnya dasarnya adalah hadis
riwayat Imam Malik Abu Bakar itu
berwasiat asma binti umais yang
memandikan jadi Abu Bakar itu punya
istri namanya asma binti umis salah satu
pesannya Abu Bakar yang mandikan beliau
adalah istrinya sendiri nomor dua
riwayat daruutni Fatimah itu kan
termasuk gelarnya ee albatul perempuan
Suci karena Fatimah itu putrinya
rasulullah yang sangat menjaga auratnya
Pak sampai-sampai beliau itu pernah
wasiat kalau mati yang boleh mandikan
Saya hanya suami saya maka Fatimah
itu Al dan
kemudian faha jadi yang EE yang
memandikan itu adalah suaminya gitu ngih
Jadi kalau perempuan kalau laki-laki
yang memandikan perempuan haram kecuali
punya hubungan haram t cekap
i Monggo Monggo Monggo
Oke kalau laki-laki yang yang memandikan
sama laki-laki yang punya Hubungan
makhluk yang punya waris asobang iya
k perempuan tidak mandikan perempuan
tidak boleh memandikan kecuali istri
istri atau yang punya hubungan mahramah
kalau kalau istri kan bebas Ustaz enggih
sampai sampai kalau yang
anakar anak saya saya meninggal kan
cukup aurat tetap Oh tetap aurat itu
tetap Pak jadi aurat itu ya antara orang
hidup sama mati aurat itu tetap kalau
istri dak istri dak makanya tadi Pak
kalau
mayatnya istri atau suami sendiri basuh
kemaluan ndak pakai apa nak pakai
pelapis itu boleh karena suami istri kan
bebas tapi kalau bukan suami istri
minimal aurat harus pakai pelapis ngeten
Nggih ngih ada lagi Monggo
Nggih
diwudui wudu itu hukum nya sunah Pak
untuk mayat yang wajib memandikan jadi
saya ulang lagi yang wajib itu hanya
memandikan wudu itu sunah jadi Andaikan
gak diwudui pun boleh tapi sunahnya
sebelum prosesi memandikan diwudui Kapan
diwuduinya setelah bersih semua bersih
wudu prosesi pemandian gitu
Nggih cukup Nggih cukup Semoga menjadi
ilmu anfaat Barokah Semoga kita oleh
Allah dijadikan orang yang istikqamah
amin ya rabbal alamin
Bismillahirrahmanirrahim
alhamdulillahilamin Allahumma shalli
wasallim ala sayyidina muhammad waa ali
sayyidina muhammad
rbanaagfirlana waliwiidina warhamhum
Kama rabbauna shighar allahummafna
bimaamtana waimna Ma yanfauna waidna
Ilma Rabbana la tuz qulubana ba'da ID
hadaitana wahblana madunka Rahmah innaka
Antal Wahab Rabbana hablana Min azwajina
wzurriyatina qurata y'yun waj'alna Lil
muttaqina Imam
[Musik]
idina
Muhammadi wasam
subhikailtiun
wasamal mursalin
walhamdulillahbilaminatil
Fatihah ini yang bisa sampaikan kurang
lebihnya saya mohon maaf
subhanakallahumma wabihamdika Ashadu
Alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
ilaik waakiran wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumsalam Terima kasih demikianlah
tadi ASN mengaji seri pertama di tahun
2025 dan kelanjutan episode 3 dan untuk
ee episode berikutnya yaitu pada tanggal
22 Januari Pak P hari Rabu yang
merupakan dari ee fikih pengurusan
jenazah yang akan tetap disampaikan oleh
K.H Faid faizin Terima kasih akhirul
kalam wasalamualaikum warahmatullahi
wabarak