File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
Transcript
4lTf1O4ruCo • ASN Mengaji Spesial Ramadhan - Kajian Kitab Adab "Al-Alim Wal Muta'allim" (Eps. 03)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0218_4lTf1O4ruCo.txt
Kind: captions Language: id ala sayyidina Muhammad. [Tepuk tangan] Bismillahikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirahmanirahimamdillahilam [Musik] yang saya hormati Bapak Dr. Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Dan yang saya hormati Bapak K. H. Abdulid Alfai. Dan yang saya hormati para jamiah Masjid Alhuda yang dirahmati oleh Allah. Alhamdulillah. Pertama-tama marilah kita selalu senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala atas karunia-Nya kita semua masih diberi kesehatan, diberi kesempatan sehingga kita dapat melaksanakan salat jemah zuhur. Mudah-mudahan amal ibadah panjenengan sedoyo diterima oleh Allah dan dijadikan Allah amalan ingkang saleh maslaakat fidina wad dunya wal akhirah. Amin. Amin. Para jamiyah yang dirahmati oleh Allah. Untuk pada siang hari ini kajian yaitu membahas kitab Alim Almutaalim yang mana akan disampaikan kepada Bapak K. Ha. Abdul Alfaizin. Waktu dan tempat kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala sayyidil mursalin sayyidina Muhammadin waa alihi wasohbihi wabarik wasallim ajma. Qolu subhanaka la ilma lana illa ma alamtana innaka antal alimul hakim. Allahumma ftah alaina futuhal arifin waj'al a'malana kholisatan liwajhikal karim. birahmatika ya arhamar rahimin. Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul uqdatan min lisani yafqohu qoli. Amma ba'du. Para jemaah yang saya hormati, yang saya hormati Kepala BPSDM dan para staf. Insyaallah hari ini kita akan melanjutkan tema tentang adab dan khusus hari ini saya ingin membahas sedikit adab yang akan tiap hari kita laksanakan yaitu adab yang berkaitan tentang suami istri. Jadi kalau kemarin kita membahas tentang adab di majelis ilmu, insyaallah hari ini kita akan bahas tentang adab di dalam rumah tangga dan pekan depan kita akan membahas adab di tempat kerja. Jadi biar lengkap adabnya. Kalau kita bicara tentang masalah rumah tangga, rumah tangga itu kata orang dulu itu seperti bahtera. Tahu bahtera nggih? Bahtera itu kan kapal. Kapal itu minimal ada lima unsur. Satu nahqoda. Dua, navigator, tiga, beta, empat bahan bakar. lima bendera. Nanti akan kita lihat bahtera rumah tangga ini apa saja, nahqodanya siapa, navigatornya siapa, petanya apa, bahan bakarnya apa, dan benderanya apa. Sik proses niku nunggu monggo monggo. Nah, bisa insyaallah. Bismillah. Hon para jemaah yang saya hormati, bahtera rumah tangga itu satu unsur utamanya adalah ada nahqada. Nah, qoda dalam rumah tangga itu adalah suami. Biasanya enggak masalah. Jadi bahtera rumah tangga itu satu nahqodah. Siapa nahqodahnya? Nahqodanya adalah yang di depan saya ini. Suami-suami itu nahqoda. Makanya, Pak, ngapunten dalam rumah tangga itu jangan sampai keliru, Pak. Jadi, nahqodah itu imam itu tetap adalah suami. Nggih. Monggo. Mboten apa? Mboten sandiku. Mboten sandu. Nah, nggih. Siap. Bismillah. Nah, sip. Nggih. Hun. Jadi dalam rumah tangga itu, Pak, posisi harus tepat, Pak. Jangan sampai kemudian salah posisi. Bahtera dalam rumah tangga itu satu nahqodanya suami. Jangan sampai yang jadi nahqotah istri, Pak. Pakai perasaan. Yang kedua, navigator istri. Nomor tiga, petanya ilmu. Nomor empat bahan bakarnya iman. Nomor lima, benderanya adab dan akhlak. Ini nanti yang akan kita bahas yang nomor lima. Kita khususkan di situ, Pak. Pon satu, Pak. Bicara bahtera rumah tangga satu nahqoda. Nahqoda itu suami, Pak. Jadi yang punya tanggung jawab kendali itu suami, Pak. Nanti yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah itu jenengan. Kalau ada seorang anak bermasalah, anak tidak dididik, itu yang berani harus mempertanggungjawabkan awal adalah seorang suami. Makanya kata Imam Ghazali, kalau seorang ayah tidak mendidik anaknya, maka dosa anak ini nanti akan mengalir kepada orang tuanya. Sebaliknya kalau ada seorang ayah yang dia mungkin tidak sempurna tapi dia berusaha menyempurnakan diri dan mendidik anaknya, maka kata Imam Ghazali, setiap kebaikan anak akan mengalir kepada orang tua. Ini yang harus kita perhatikan. Ngapunten. Di Al-Qur'an ini ngapunten, Pak. Sering keliru, Pak. Di Al-Qur'an dialog antara orang tua dengan anak itu kalau enggak salah ada 15, Pak. itu yang 10 dialognya ayah dengan anak. Dialog ibu itu cuma satu. Yang satunya lagi itu dialog kedua orang tua. Itu menunjukkan Al-Qur'an itu pengin ayah itu bukan hanya laki-laki itu tidak banyak bicara. Gak, Pak. Di Al-Qur'an dialog orang tua itu ayah ke anak. Coba jangan lihat dialognya Nabi Ibrahim dengan anak-anaknya, Nabi Yakub dengan anak-anaknya, Nabi Yakub dengan Yusuf. Hampir semuanya dialog orang tua. Nah, ini yang sering sekali kita mungkin tetap kita kewajiban nafkah, tapi perlu ada satu waktu kita itu tanya ke anak kita, dialog dengan anak kita. Itu yang dilakukan oleh Nabi Muhammad pun satu, Pak. Nomor dua, suami. Inilah yang Al-Qur'an mengatakan arrialu qawwamuna alanisa. Laki-laki itu nahqodah, pemimpin yang mengambali, yang menyendalikan kendali. Apa qawam itu? Kata ulama, alladzi yaquumu ala s'ni syaaiin waalihi wa yuslih. Orang yang mengurus, menjaga, dan melindungi. Jadi fungsi menjaga, mengurus, mengendalikan itu adalah ada pada suami. Makanya ngapunten nggih. Perlu kadang-kadang jenengan itu tidak semuanya diserahkan ke istri, Pak. Ada hal-hal itu anak itu didesain, Pak. Kalau ada anak itu didesain sama istri. Kalau jenengan pun kerjanya jauh, jenengan disain sama istrinya. Kalau minta sesuatu telepon dulu kepada ayahnya sebagai pemilik kebijakan supaya tahu, Pak. Itu menjadi budaya bagi anak kita bahwasanya seorang suami itulah yang menjadi imam pun. Maka tugas utama dari nahqoda adalah menyelamatkan seluruh awak kapal sampai tujuan sampai kemudian selamat, Pak. Inilah yang di Al-Qur'an dikatakan ya ayyuhalladzina amanu qu anfusakum wa ahlikum naro. Fungsinya nahqoda itu adalah bagaimana seluruh awak kapal itu selamat sampai tujuan. Apa tujuan kita akhirat? Bagaimana semua ahli kita, keluarga kita selamat masuk surga, terselamatkan tidak sampai masuk neraka. Ini tujuan utama, tugas utama jenengan sebagai suami. Ngapunten. Istri itu, Pak, setelah menikah sudah bukan tanggung jawab orang tuanya, Pak. Itu tanggung jawab jenengan. Seharusnya yang mendidik kalau dia gak tahu tentang fikih jenengan. Masalahnya begini. Jenengan ndak bisa didik, ndak tuman digaowo nang tempat pengajian. Paham nggih? Mek nang mall di cangking, bojone, anake nang tempat pengajian ndak tuman di cangking. Nang tempat pariwisata senangnya tuh full tim, Pak. Tapi ke majelis ilmu ndak pernah full tim. Kalau kita setiap minggu senang ngajak keluarga ke taman kota, tapi kenapa tidak pernah ngajak ke taman surga? Lah ini tugas jenengan. Kalau jenengan punya istri gak bisa salat, kewajiban yang mengajari siapa? Suami. Kalau suami gak bisa ngajari, ajak ke tempat majelis ilmu. Itu kewajiban jenengan. Paham ngih? Anak gak bisa baca Quran itu kewajiban siapa? Orang tua, suami. Kalau jenengan gak bisa didik ke orang lain atau jenengan ajak ke majelis taklim, jangan biarkan. Itu kewajiban kita. Jadi tugas nahqada itu satu, memimpin, mendidik, menafkahi, menjaga, mengasihi. Jadi bukan hanya ini, Pak. Kadang-kadang kita itu sebagai seorang suami fokusnya satu nafkahi. S penting tak k duit wi maring ng gak usah duduk urusanku. Itu bukan, Pak. Paham nggih? Kita punya kuasa untuk sampai mendidik anak dan istri kita. Makanya ayo jenengan usahakan, Pak. Saya sedikit cerita, Pak. Jangan tahu kisahnya Umar bin Abdul Aziz, Pak. Umar bin Abdul Aziz itu, Pak, saking sibuknya ngurus negara, beliau itu kan wilayah kekuasaannya lumayan banyak. Di sejarah Umar bin Abdul Aziz setelah beliau menjadi khalifah itu tidak sempat mandi junub. Ngapunten. Ngapunten. Saking bingungnya beliau, saking sibuknya beliau, beliau kumpul istri itu bisa dihitung jari, Pak. Tapi Umar bin Abdul Aziz pasti punya satu waktu 1 minggu sekali makan bareng anak, ngaji bareng, Pak. Sesibuk Umar bin Abdul Aziz. Terus alasan kita sibuk apa, Pak? Sampai kita tidak pernah dialog sama anak kita, tidak pernah ngecek salat anak kita, tidak pernah ngecek bacaan Quran anak kita, tidak pernah ngecek anak kita puasanya benar atau dak, tidak pernah ngecek media sosial anak kita itu ke mana saja. Oh bahaya itu, Pak. Jenengan tuh perlu ngecek media-media sosial anak jenengan tuh bahaya itu. Paham nggih? Ini kewajiban kita. Karena kewajiban kita adalah qu anfusak wa ahlum naro. Menjamin seluruh awak, seluruh anggota keluarga itu selamat sampai tujuan. Ini tujuan tugas seari seorang nahqoda pun istri itu navigator. Jadi kalau ada nahqoda itu suami, navigatornya istri. Tugas istri apa? Tugas istrihatuatun lilai bima hafidallah. Tugas istri itu adalah dia taat kepada Allah, kemudian menjadi pendamping suami untuk mendidik anak-anaknya dan yang nomor tiga mampu menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada. Itu tugas istri, Pak. Ini yang jangan sampai kemudian kita balik. yang kemudian menjadikan kita tidak bisa berjalan dengan baik. Pun rumah tangga bahtera itu, Pak butuh peta. Jenengan kalau tidak punya peta akan terambang ambing di atas samudra. Maka apa petanya? Petanya adalah ilmu. Makanya ayo. Alhamdulillah jenengan ini luar biasa. Sudah difasilitasi 2 minggu sekali ada majelis ilmu. Gunakan ini, Pak. Tidak semua institusi, tidak semua perusahaan ngasih fasilitas seperti ini, Pak. Ngapunten. Ada banyak perusahaan itu, Pak, hanya mikir pokok pekerjaan selesai. Urusan apik apa dak itu urusan kamu. Tapi seorang perusahaan, seorang kemudian institusi yang ngasih kesempatan jenengan untuk lebih baik itu sangat jarang. Maka ayo kita syukuri. Jenengan sudah difasilitasi, ayo digunakan dengan optimal. Karena peta kita itu ya ilmu, Pak. Orang tanpa ilmu itu seperti jalan di kegelap malam yang tidak tahu arah ke mana, Pak. Paham nggih? Inilah yang ilmu. Makanya Imam Bukhari dalam kitab Sahih Bukhari menulis babul ilmi qoblal qul wal amal. Bab pentingnya ilmu sebelum bertindak dan berucap. Orang yang berucap, beramal harus didasari ilmu. Makanya Imam Syafi'i mengatakan, "Orang yang pengin dunianya baik ya pakai ilmu. Orang yang pengin akhiratnya baik ya dengan dengan ilmu." Makanya ini jenengan peta. Ngapunten. Masalah rumah tangga itu kadang-kadang masalah itu bukan karena gak sayang, Pak. Karena minimnya ilmu. Kadang-kadang masalah rumah tangga itu tidak jalan dengan baik bukan karena tidak adanya kasih sayang, tapi minimnya ilmu. Makanya ini penting yang harus dipupuk antara seorang suami dan istri pun. Lanjut, Pak. Apa bahan bakarnya? Jenengan punya nahqoda enggak ada bahan bakarnya gak bisa jalan, Pak. Apa bahan bakarnya? Bahan bakarnya iman. Iman ini, Pak, kalau kita naik di atas akan selamat, di bawah selamat, Pak. Kalau kita gak punya iman, terperosok gampang kemudian menyalurkan kepada yang tidak baik. Ketika di atas juga gampang sombong. Makanya kata Rasulullah, beliau mengatakan, "Ajaban liamril mukmin." Orang mukmin, orang yang punya iman yang imannya sempurna itu selalu mengagumkan. Kenapa kok selalu mengagumkan? In asobathu sarakaro. Kalau dia dalam kondisi senang, dia akan bersyukur. Pun ngapunten, Pak. Orang di atas itu orang punya banyak uang, banyak jabatan, apakah menjamin bahagia, Pak? Rumah tangganya semakin anu, Pak. Banyak kasus orang itu semakin banyak uang, Pak. Semakin banyak pikiran, Pak. Semakin banyak mencari pelampiasan. Akhirnya apa? rumah tangga itu kadang-kadang menjadi masalah bukan karena dia di bawah ketika di atas. Nah, itu kalau enggak punya iman bahaya, Pak. Orang punya uang punya segalanya gak punya iman bahaya. Sebaliknya orang gak punya apa-apa, orang di bawa gak punya iman, itu juga bahaya. Makanya bahan bakarnya itu adalah iman. Karena itulah iman itu naik turun, harus selalu di charger. Chargernya apa? Ya, majelis ilmu seperti ini. Ini cara mencharger iman. Paham nggih? Makanya kata Rasulullah, orang mukmin itu selalu baik. Dia dapat kebaikan syukur, dapat musibah sabar. Ada orang itu, Pak, masyaallah gaji R2 juta. Itu kadang-kadang sama istri itu, Pak, masyaallah ke mana-mana itu goncengan raket, Pak. Seakan-akan dunia milik kita berdua. Yang lain itu ngontrak. Kadang-kadang hanya makan bakso di pinggir jalan itu bisa tertawa lepas, Pak. Tapi kalau ini enggak dijaga imannya, Pak. Kadang-kadang ketika gaji dari R2 juta naik ke R juta, itu sering makan ke restoran, pulang-pulang tengkar ketemu istri kayak ketemu musuh. Kenapa? Karena iman. Kuncinya orang di atas kalau iman baik, orang di bawah ketika iman baik. Makanya kata Rasulullah, bahan bakarnya iman ini yang harus selalu kita charger. Paham nggih? Mun ada orang itu masyaallah saya lihat ada beberapa orang itu, Pak diuji oleh Allah itu semakin mendekat, Pak. Tapi ada orang semakin diuji, semakin menjual agamanya. Yang membuktikan yang mempengaruhi apa? Kadar imannya. Ini yang harus kita jaga pun terakhir ini terkait tentang ini. Nanti kita belajar akhlak. Ah ini Pak akhlak ini bendera. Jadi yang namanya bahtera itu kan harus ada benderanya. Benderanya apa? Benderanya adalah akhlak dan adab. Makanya jenengan rumah tangga kadang-kadang kalau adabnya baik itu, Pak, ke tetangga itu, Pak, meskipun gak punya apa-apa terlihat baik, Pak. Kenapa? Karena Rasul mengatakan, "Akmalul mukminin imanan ahsanuhum khuluqo." Orang mukmin yang paling sempurna imannya, orang yang paling baik akhlaknya. Bahkan ngapunten masyaallah Rasulullah itu masyaallah ya. Beliau mengatakan begini, "Innarula layudriku biusni khuluqi darajatim alqoim." Orang itu dengan adab yang baik meskipun tidak rajin puasa sunah bisa mengalahkan derajatnya orang yang puasa sunah. Orang dengan adab dan akhlak yang baik dia mungkin jarang qiyamulail tapi bisa mengalahkan derajatnya orang yang qiyamulail. Karena adab itu menjadi satu yang akan menghiasi kehidupan kita. Makanya adab ini yang perlu kita lakukan. Adab itu intinya tiga kata Imam Turmudzi. Satu, adab itu badlul makruf, memberikan kebaikan. Kalau gak mampu kafula, menghindarkan sesuatu yang menyakitkan. Jadi kalau jenengan iso apik nang wong apiko me ndak iso meneng. Paham nggih? Itu prinsip Islam, Pak. Adab itu intinya tiga, Pak. Satu mek iso apik sing apik ndak iso meneng jangan menyakiti. Kalau kamu bisa menjadikan dia tersenyum jadikan dia tersenyum. Kalau kamu ndak bisa menjadikan dia tersenyum jangan jadikan dia menangis. Itu akhlak. Intisari adab itu tiga. Nomor tiga, bastul wajhi. Wajah yang berseri-seri. Wajah yang selalu tersenyum. Makane sing cemburutan Pak ndak beradab, Pak. Alhamdulillah. Sini tak lihat wajahnya berseri semua itu, Pak. Tapi ojo akeh-akeh Pak. Senyum Pak. Nanti jenengan disangka setengah setengah matang nanti jenengan kalau titik-titik senyum itu takut dianggap setengah setengah maten pun. Ini tentang adab pun para jemah yang saya hormati. Ayo kita kemudian ah ngapunten ini terakhir Pak terkait tentang bahtera sebelum kita bicara adab Pak ini selalu saya pesankan Pak prestasi terbesar iblis dalam hadis riwayat Muslim. Iblis itu pernah manggil, Pak, pasukannya. Setan itu dipanggil, Pak. Ada yang setan itu berhasil goda orang sampai membunuh oleh iblis. Tidak diapresiasi, dianggap biasa. Ada setan yang berhasil menggoda orang supaya tidak salat. Itu dianggap prestasi biasa, Pak. Tapi ada satu setan yang datang ke iblis, dia mengatakan, "Saya telah berhasil memisahkan antara dua suami istri sehingga rumah tangganya retak." Itu baru yang dapat piala iblis. Ngapunten, nggih. Jadi, prestasi terbesar iblis itu apa? Kalau ada seorang rumah tangga yang kemudian retak, berpisah, itu prestasi terbesar iblis, Pak. Makanya ayo kita dijaga. Suami istri itu punya adab sehingga tidak menjadikan iblis masuk ke situ. Karena itu prestasi terbesar iblis, Pak. Biasanya, Pak, kalau sudah retak itu, Pak, masalah tambah banyak, Pak. Anak gak keurus, macam-macam, Pak. Makanya di hadis Muslim, iblis itu mengatakan nikma anta. Kalau ada seorang setan yang datang ke iblis membawa berita berhasil memecah belah, berhasil meretakkan rumah tangga, iblis mengatakan, "Nikma anta." Setan terbaik ya kamu. Paham nggih? Makanya ayo jangan sampai kita menjadi penolong setan supaya mendapat iblis award, Pak. Ini berarti iblis award, Pak. Jadi iblis itu juga punya iblis award, Pak. Ya, iblis award itu ya itu setan-setan dipanggil, "Apa prestasi-prestasimu?" Ternyata iblis award itu pialanya diberikan kepada setan yang berhasil meretakkan rumah tangga. Itu iblis-nya di situ, Pak. Paham? Nggih. Pun. Makanya jangan sampai jenengan memberikan peluang supaya setan dapat piala iblis world. Pun. Para jem saya hormati, adab suami istri, prinsip dasar hak suami istri itu masyaallah ya. Al-Qur'an mengatakan begini. Walahunna mlulladzi alaihinna bil ma'ruf. Kata Al-Qur'an, walahunna mlulladzi alaihinna bil ma'ruf. Bagi istri punya hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang baik. Yang menarik, Pak, di Al-Qur'an hak suami dan istri yang didahulukan itu istri. Kalau jangan baca Al-Qur'an, walahunna bagi kalian istri-istri perempuan mendapatkan hak yang seimbang yang disebutkan istri dulu, Pak. Kenapa kata ulama? Karena kata ulama hak istri itu, Pak, sepanjang sejarah banyak terabaikan. Coba jangan lihat sejarah manapun, sejarah manaun haknya seorang perempuan itu pasti termarginalkan. Di zaman Arab jahiliah, seorang perempuan itu seperti benda. Jnya orang jahiliah ya. Jadi orang jahil itu, Pak, kalau seorang suami meninggal maka dia mewariskan harta plus mewariskan istri yang istrinya ini diwariskan ke keturunannya. Jadi kalau umpama ada suami menikah gitu ya, bukan ibunya si anak, kemudian suami ini meninggal, maka istrinya suami, istrinya istri tirinya ee ibu tirinya si anak itu menjadi warisannya anak, Pak. Terserah anak ini mau dijual atau gak. Karena itulah Al-Qur'an ketika bicara hak suami istri yang didahulukan siapa? Istri. Kenapa? Karena hak istri ini sering terabaikan. Jengan lihat di kerajaan-kerajaan Cina, di kerajaan Mesir, di kerajaan manaun pasti haknya perempuan itu selalu termarginalkan. Makanya ketika Islam datang, Islam itu kemudian yang disebutkan pertama adalah walahunna bagi kalian para istri, para perempuan mendapatkan hak. Makanya dalam hadis riwayat Bukhari, ada yang menarik yang ingin saya sampaikan di hadis riwayat Bukhari. Di hadis riwayat Bukhari itu dikatakan begini, Pak. Kunna fil jahiliyah. Kami di masa jahiliah. Kami di masa jahiliah. Kata beliau, "La nauddun nisa saian." Kami di zaman jahiliyah menganggap perempuan itu aib, tidak ada apa-apanya. Wong dulu zamannya Umar bin Khattab itu kalau punya anak perempuan, anak itu langsung dikubur hidup-hidup. Karena anak perempuan itu dianggap masalah, hidupnya gak berharga. Ketika falamma jaal Islam ketika Islam datang kata sahabat wakarohunallah rohna bidalika ala haqqo. Ternyata Islam itu sangat memuliakan perempuan. Bahkan di Al-Qur'an disebutkan pertama haknya sebelum seorang suami. Karena seorang istri sering terabaikan, Pak. Ngapunten. Biasanya kalau ada masalah rumah tangga itu yang jadi pelarian istri, Pak. Jenengan kalau ada anak berhasil punya prestasi selalu ngomong apa Pak? Sopo isik bapake? Iya apa ndak Pak? Coba ndak munggah dadi bojo cek gobloke ndak gelem ngajari anak. Iya apa gak pak? Loh itu watak pak. Gigih Pak loh biasanya kelas itu gitu Pak me anake juara bapake sopo isik coba gak gak naik kelas pasti ngene boj umang apao ae anake enggak di enggak dididik. Itulah kenapa Islam menyebutkan walahunna mlulladzi alaihinna bil marruf. Istri dulu yang didahulukan karena sering terabaikan. Paham nggih? Pun ini kalau kita bicara ini ada beberapa hak suami istri. Satu yang paling penting. Nah ini Pak ini penting Pak saya sering ini, Pak. Terutama pemuda Pak saya sering sambutkan Pak di Al-Qur'an Al-Qur'an mengatakan hunna libasul lakum wa antum libasul lahun. Kalian para istri itu pakaian bagi suami dan kalian para suami adalah pakaian bagi istri. Jadi ngapunten, Pak. Hak adab suami istri itu yang pertama adalah ayo jadi pakaian. Fungsi pakaian itu apa? Nutupi aurat, nutupi kejelekan. Maka fungsi utama seorang suami istri adalah ayo nutupi eleke pasangan. Paham nggih? Jadi bojone sing ngorokan jangan diceritakan waktu arisan. Nggih to Bu? Nggih. Bojone sing ngamukan judes ojo diceritakno di majelis taklim. Karena tugas suami istri itu adalah nutupi aurat. Paham nggih? Oh ini penting Pak. Ngapunten. Saya sering ini ke muda-muda. Saya biasanya kalau ngisi ceramah pernikahan Pak, saya pesan pertama sama para pasangan-pasangan muda itu satu Pak. Ayo sing pintar jadi pakaian. Biasanya, Pak, kalau ada seorang suami istri itu tengkar, Pak, itu yang masalah itu satu, Pak. Jangan sampai di-upload di media sosial. Ini fenomena suami istri, Pak. Biasanya suami istri muda-mudi itu, Pak, kalau tengkar sama suami itu upload-nya di media sosial. dijadikan status WA, dijadikan status Facebook, dijadikan status Instagram, dijadikan konten di TikTok. Apa yang terjadi? Jenenge lanang wedok tukaran biasa gak, Pak? Biasa. Ngapunten. Wong kadang-kadang bojo iku, Pak, lanang wedok iku awan tukaran bengi kelon. Mari gak anak? Dari anak. Benar. Masalah selesai kan, Pak? Loh, benar, Pak. Sebenarnya masalah selesai. Kenapa masalah gak selesai, Pak? Karena ketika tengkar masing-masing update status. Yang menjadi masalah itu adalah ketika update status ini ibarat api. Api itu yang paling baik kalau ada api, Pak, diisolisir, dilokalisir, Pak, supaya enggak nyebar. Makanya kalau ada hak suami istri, kalau ada tengkar, selesaikan. Kalau ini jadi update status, Pak. Satu, Pak. Dibaca tetangga, dibaca teman kantor, dibaca teman sekolah, dibaca lingkungan luar. Bisa jadi masalahnya suami istri, mari ambil kelon. Gara-gara ada yang baca komporisnya banyak, tukang kompornya banyak. Besok pagi ketemu temannya, koy bojo sampeyan gawe tukaran. Io io bojo sampean ngono. Nah, kompornya, Pak. Padahal sampean wis mari kelon membengi. Iya apa gak, Pak? Betul. Ngapunten. Kadang-kadang dibaca saudara, saudaranya enggak terima. Wok sing koy ngono. Golek sing koy ngono. Akeh tunggale pasar. Loh. Iya kan, Pak? Niki ngapunten. Makanya jadi suami istri itu, Pak, punya masalah tengkar. Selesaikan. Saya Pak, sering ngomong, Pak. Saya sering sama Pak Jenengan sama. Kalau jenengan ini kan sudah banyak yang jadi mertua. Oke, hati-hati, Pak. Saya selalu pesan, Pak. Ayo kalau jadi orang tua, jadi mertua, jadi orang tua mertua yang bijak, Pak. Me ono masalah anak jangan gampang-gampang ikut campur. Kadang-kadang masalah aneh itu, Pak, bengi wis mari, Pak, wis dadi anak maning. Gara-gara wong tuone ikut campur ndak mari mari. Paham nggih? Makanya ayo kalau jenengan jadi suami istri, pintar-pintar menjadi pakaian. Ya penting pakun. Nah, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu sangat mengecam. Beliau kemudian laalla yaqulu maaf biahli imranu bima faujar faqulhi ya rasulallah innahunna wa innahumaluna fala tafaluamaika fi thinhaun. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, ada seorang suami menceritakan apa yang diperbuat oleh seorang istrinya. Ngapunten termasuk ini adalah Pak Ayo kalau urusan ranjang jangan diceritakan orang. Itu Rasulullah mengibaratkan kayak setan laki nyeritakan setan perempuan. Wong kadang-kadang urusan ranjang itu dijadikan bahan diskusi, Pak. Bojomu yo opo kuat opo ndak jamune. Loh itu ndak penting, Pak. Itu oleh Rasulullah sallallahuaihi wasallam dikejang, Pak. Paham nggih? Termasuk nutupi urusan itu Pak. Ojo dibandingno, Pak. Apalagi ibu-ibu bandingno antar suami ituak enggak bagus. Ini yang harus dihati-hati pun. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hadis Muslim bahkan mengatakan inna min asyarrinas indallah manzilatan yaumalqiamah arjul yufdi ilroati wa tufdi ilaihi orang paling buruk kelak di hari kiamat adalah seorang suami yang menggauli istrinya dan pagi-pagi menceritakan rahasia istrinya makanya ayo jadi suami dan istri yang baik menjadi pakaian pun ngap punten. Termasuk nutupi kejelekan adalah menutupi kejelekan mantan istri, mantan suami. Nauzubillah nggih. Semoga kita terhindarkan. Tapi andaikan ada pasangan wis pisah, ayo ojo sering-sering nyebar aib masingmasing. Wis mari nek wis mari duduk jodoh wis selesai tutup. Eleke mantan bojo ojo diceritno wong. Eleke mantan istri ojo diceritakno wong. Ele mantan suami jangan diceritakan kepada orang lain. Ini termasuk adab dalam berumah tangga. Pun lanjut. Nomor dua, Pak. Saling menunjukkan rasa cinta. Saya enggak setuju, Pak, dengan konsep laki-laki tidak banyak bicara. Itu enggak setuju saya, Pak. Laki-laki itu harus mau bicara, Pak. Rasulullah itu, Pak, sering menyampaikan rasa cintanya ke istrinya. Kadang-kadang suami itu mosok gak rojo aku cinta. Suami itu Pak beda dengan perempuan Pak. Perempuan itu kalau sampean gak banyak cerita itu malah curiga. Paham nggih? Opo maneh metu-metune selalu rapi. Mulene parfume bedo berangkate parfum A mulene parfumnya bedo. Itu mencurigakan Pak. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu sering menunjukkan rasa cinta. Dalam hadis Muslim Rasulullah ketika ditanya ayyunnas ahabbu ilaika? Siapa orang yang paling kamu cintai ya Rasulullah? Rasulullah mengatakan, "Qala Aisyah, istriku Aisyah." Oh, jenengan seperti itu, Pak. Jadi sampaikan rasa cinta ojo sampai dadi bojo wong lanang, Pak. Nomore bojone diganti nomore polisi. Polisi satu, security satu, opo man? Tambahi depollek. Oh, sangat luar biasa itu, Pak. Jadi panggilan-panggilan sayang itu penting, Pak. Rasulullah itu manggil istrinya itu masyaallah Aisyah itu dipanggil Humairo. Wanita yang kemudian wajahnya pipinya kemerah-merahan. Itu penting. Tunjukkan kata-kata yang kata-kata itu adalah menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang kita, Pak. Paham nggih? Apalagi kontak istrinya ditulisi malaikat maut. Wah, itu sama luar biasa itu, Pak. Paham ngih? Pun sama dengan itu, Pak. Aisyah. Aisyah itu masyaallah, Pak. Ibunda Aisyah itu mengatakan, "Innamroatan atat Aisyah fasal anid." Ada seorang perempuan tanya kepada Siti Aisyah tentang bagaimana cara menggunakan pacar, pewarna pacar. Kata Siti Aisyah, "Ndak masalah kamu pakai pacar gak apa-apa cuma saya ndak senang." Kenapa kok saya ndak senang ke pacar? Karena habibi Rasulullah, kekasihku Rasulullah tidak senang bau pacar. Masyaallah. Nggih. Seorang Siti Aisyah itu tidak mau pakai pacar karena suaminya Rasulullah kekasihnya tidak senang baunya. Ini penting, Pak. Jangan jadi seorang suami atau istri yang ego, Pak. Jenengan kalau pakai parfum, beli parfum, ayo konsultasi ke pasangan. Senang enggak dengan parfum sampean? Jangan sampai bagi sampean senang, bagi istri jenengan senep. Iya. Apa gak? Ada beberapa parfum itu, Pak, istri yang enggak suka. Saya sendiri kalau beli parfum itu saya tanya istri, senang enggak? Karena apa yang disenang istri, saya juga ingin senang. Jangan sampai kita itu senang menyenangkan orang di luar, orang di dalam rumah gak senang. Paham nggih? Jenengan pakai baju, pilih baju, ibu juga pilih baju. Jenengan tanya, "Senang enggak dengan penampilan seperti ini?" Kalau senang, lanjut. Ini yang dilakukan oleh Siti Aisyah ketika ditanya tentang pacar. Beliau mengatakan, "Saya tidak senang pacar karena kekasih saya Rasulullah tidak senang baunya." Paham nggih? Pun ini penting ada seperti ini. Penting, Pak. Ajak diskusi. Kalau saya beli pakaian itu pasti diskusi, Pak. Pakaian apa? Saya kadang-kadang sedikit ngalah, kemudian istrinya kadang-kadang juga sedikit ngalah. Makan juga sama, Pak. Jangan sampai kita itu makan di makanan yang kita suka, istri kita enggak suka. Ini yang kemudian salah satu adab dalam suami istri pun. Kemudian yang nomor dua, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu sampai, Pak, saking cintanya sama istrinya, beliau itu menunjukkan rasa cintanya itu sampai tahu kapan istrinya itu tidak senang, kapan istrinya itu senang. Di hadis riwayat Bukhari, Rasulullah pernah mengatakan, "Aisyah, aku tahu kapan kamu lagi senang sama aku, kapan kamu lagi bad mood sama aku." Sampai tanda-tanda itu senang, Pak. Ngapun to, Pak. Saya dulu senang akik, Pak. Cincin ono permata itu, Pak. Itu kan enak tuh, Pak. Gawe noktok itu kan keroso, Pak. Itu saya senang, Pak. Dulu ketika saya nikah istri saya enggak suka karena dianggap kayak wakwek. Kata istri saya kayak wakwek. Maka saya harus menurunkan ego saya. Saya tidak ingin saya mencintai sesuatu, menyukai sesuatu, tapi istri saya enggak suka. Maka sampai saat ini saya enggak pernah pakai pakai apa itu ee akek itu enggak pernah pakai, Pak. Karena istri saya enggak suka. Paham nggih? Itu adab dalam rumah tangga pun Rasulullah itu, Pak sampai tahu, Pak kapan Siti Aisyah itu ee good mood, bad mood tahu. Aisyah tanya kemudian apa itu? Kata Rasulull sallallahu alaihi wasallam, "Kalau kamu senang lagi enak sama aku, biasanya kalau sumpah menggunakan warabbi Muhammad, demi Tuhannya Muhammad karena lagi senang. Tapi kalau enggak senang Siti Aisyah itu biasanya itu sumpahnya tidak mau menyebut nama Rasulullah, maka sumpahnya diganti warabbi Ibrahim." Demi Tuhannya Ibrahim. Sampai sedetail itu Rasulullah itu tahu, Pak, kapan Aisyah itu good mood, kapan bad mood. Paham nggih? Makanya jadi suami itu, Pak, adabnya harus peka, Pak. Jadi suami ndak peka, Mas. Ndak pengin mangan tah, Mas. Iku maksudde aku tukokno panganan, Pak. Paham nggih? Loh, bener, Pak. Jenengan harus jadi suami itu apa? Kadang-kadang ini Mas, ndak luwih tak, Pak. Itu bukan berarti tanya, Pak. Maksudnya apa pak? Aku luwih jan mangan itu suami harus peka, Pak. itu masyaallah Rasul sampai seperti itu itu peka, Pak. Paham nggih? Wong kadang suami itu gak peka, Pak. Ada seorang seorang ustaz itu dulu sampai menyesal karena dia itu gonceng. Istrinya ngomong, "Mas, ndak lapar tah?" Beliau mengatakan, "Ndak, saya enggak masih kenyang." gitu. Istrinya naik lagi, Pak. Kemudian di tengah jalan, "Mas, gak laparlah?" "Dak," gitu. Akhirnya pulang, istrinya telemas, Pak. Ternyata istrinya itu dari tadi lapar, Pak. Tapi suaminya ndak peka. Lah bahasa-bahasa seperti ini, Pak. Jenengan harus ngerti, Pak. Paham nggih? Mun. Jadi kalau jenengan ditanya, "Mas, gajianta itu artinya apa, Pak?" Tolong diop up. Tolong loh bahasa bahasa seperti itu harus ngerti jenengan. Loh, benar. Ee karena kadang-kadang bahasa istri itu, Pak, memang punya kamus tersendiri, Pak. Jadi, jenengan saya tahu seperti itu kadang-kadang dari istri saya, Pak. Jadi ada bahasa-bahasa enggak langsung itu biasanya ada, Pak. Lah itu sebagai seorang suami harus peka. Paham nggih? Mun kalau jenengan Mas ndak sumpek tanang umah itu maksudnya apa Pak? Ayo jalak jalan jalan. Itu harus ngerti jenengan. Paham ngih? Jadi bahasa-bahasa harus peka. Ini yang masyaallah. Saya kadang-kadang mendengar kisah Rasulullah itu saya masyaallah Rasulullah itu peka sampai seperti itu, Pak. Tahu kapan e good mood dan bad mood. Saya termasuk kalau istri saya itu paling paling sensitif dengan bau rokok, Pak. Jadi kalau saya pernah ngobrol gitu ya sama teman yang ngerokok itu saya pulang pasti tahu biasanya saya langsung lepas baju ganti baju. Paham nggih? Nah, hal seperti ini ini mungkin simpel sederhana tapi ini sangat berharga dalam rumah tangga. Ini adab suami istri pun saling berbagi senang dan susah. Saling berbagi senang dan susah. Jangan sampai jadi orang yang ego. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu pernah Abu Bakar dan Rasulullah itu duduk nangis, Pak. Itu Siti Aisyah. Masyaallah. Siti Aisyah itu kemudian datang, "Akhbirni min ayiin tabqki." Rasul, "Kenapa engkau menangis? Supaya saya bisa menemani engkau menangis." Itu Siti Aisyah, Pak. Masyaallah. Nggih. Luar biasa. Ng. Jadi ketika Siti Aisyah menjumpai Rasulullah sama Abu Bakar menangis berdua mungkin mikir masalah umat. Siti Aisah itu kem ngomong, "Apa yang menjadikan engkau menangis? Supaya saya bisa merasakan apa kesedihanmu? Supaya saya bisa menangis bareng, Pak." Jangan sampai jenengan bojone nangis sampean tertawa. Umpamanya dijak e di ditinggal Melayu. Oh, masyaallah, Pak. Kadang-kadang, Pak, suami itu, Pak, kalau istri sedih cukup menyediakan baunya untuk jadi tumpuan. Selesai, Pak. Paham nggih? Kadang-kadang seorang suami itu, Pak, istri itu, Pak, cuma butuh pendengar. Makanya kalau jenengan suami, ada istri yang kemudian sedih, macam-macam itu kadang-kadang cukup didengar, Pak. Ini yang menjadi akhlaknya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Pun dalam hadis yang lain dalam wasiatnya Umamah bintul Harit kepada anaknya, beliau mengatakan begini. Iyaka iyaki ee kepada putrinya ya. Iyaki wal farah baina yadahihi in kanana muhtamman. Nak kepada istrinya, kepada anak perempuannya. Beliau mengatakan begini, "Nak, awas-awas ya, jangan sampai menunjukkan rasa bahagia kalau suamimu lagi susah. Jangan pernah juga menunjukkan rasa susah kalau suami lagi bahagia. Istri juga sama, suami juga sama, Pak. Ayo berbagi rasa. Ayo yang punya empati. Ini adab dalam rumah tangga pun." Nah, ini penting, Pak. Saling berhias di depan pasangan. Ngapunten. Biasanya kita suami itu kadang-kadang berangkat rumah segar, ambune wangi, pulang kumus-kumus. Itu tidak menunjukkan adab. Sama dengan seorang istri. Istri kadang-kadang kalau ke pesta pakaiannya luar biasa. Kalau di rumah masyaallah wong deser sobek-sobek iku digawe, Pak. Ambone kecut-kecut, Pak. Kira-kira umpama kalau seperti ini, Pak, kan seakan bojone, Pak. Benar gak butuh bagian loh. Ini penting. Rasulullah itu untuk hal ini itu sangat vulgar. Abdullah bin Abbas dalam kitab fi Mkil e fi kasyfil musykil Abdullah bin Abbas beliau mengatakan begini. Inni la uhibbu an atazayyana lil mar'ah kama tatazayyana. Sebagaimana aku senang istriku berhias di depanku, maka aku juga senang berhias di depannya. Kalau jenengan senang lihat istri orang lain, jenengan tertarik pakai benges, istri jenengan suruh pakai benges. Sebaliknya itu juga jenengan lakukan apa yang disenang istri, maka jenengan lakukan. Ini yang kemudian menjadi adab suami istri pun. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu Pak kalau masuk rumah pasti dalam kondisi segar. Beliau sampai sikat gigi dulu, Pak. Dalam hadis riwayat Muslim, kana idakala baitahu bada abisiwaq. Rasulullah kalau masuk rumah beliau bersih-bersih, sikat gigi dulu supaya istrinya itu senang dengan penampilan beliau. Pun. Nah, ini ngapunten nggih. Ini biasanya, Pak, untuk kita, Pak. Banyak di antara kita berangkat itu segar, pakaian rapi, wangi, pulang-pulang tinggal sisa, pakaiannya lusuh, kemudian wajahnya cemberut dan macam-macam, Pak. Ini kalau bisa dihindari, Pak. Jangan sampai anak kita itu ketemu kita itu gak senang. Anak kita itu jangan sampai punya rasa ndak senang ketemu kita, tapi punya rasa senang dengan orang tuanya tetangga. Ini bahaya, Pak. Ngapunten. Ini pengalaman yang pernah diceritakan oleh seorang kiai yang kiai ini pernah sowan kepada Gus Baha. Ini saya dapat cerita dari beliau itu menarik, Pak. Ada seorang bapak itu kiai saking ketatnya ke anak, anak itu suruh ngaji terus ndak dikasih mainan, ndak dikasih waktu untuk bermain, Pak. Akhirnya apa? Si anak ini senang dengan tetangga mainnya, Pak. Di rumah tetangganya nyaman. Ada TV di rumah tangganya nyaman, gak pernah diober-abrik ngaji terus. Akhirnya apa? Anak ini ketika dewasa lebih milih ikut tetangganya merantau yang sampai meninggalkan salat dibandingkan ikut orang tuanya karena dia tidak pernah merasa punya jasa kepada orang tuanya. Ini hati-hati sebagai orang tua, Pak. Makanya usahakan Rasulullah itu, Pak, pulang jihad nyampai rumah diajak kuda-kudaan oleh Hasan Husein itu masih kuat. Paham nggih? diajak dijadikan kuda-kudaan oleh Hasan Husein itu masih kuat, Pak. Itu Rasulullah, Pak. Padahal dari perjalanan jauh. Makanya anaknya Rasulullah, cucunya gak ada yang tidak merasa bangga dengan bapaknya. Loh, kalau jenengan pulang kari memblene ngene tok. Kira-kira anak jenengan merasa jenengan kemudian berjasa? Ini yang harus dihati-hati, Pak. Karena anak kita suatu ketika akan dewasa. Dia akan bisa menentukan sendiri pilihannya. Jangan sampai dia lebih memilih orang lain dibandingkan kita. Paham nggih? Makanya ada satu hal yang menurut saya menarik ee dari saya sebenarnya senang dengan perilaku Gus Baha itu, Pak. Ada yang menarik bagi saya. Beliau mengatakan begini, "Anak saya kalau butuh uang saya meskipun butuh diur dibangunkan gak apa-apa." Kenapa? Kata beliau, "Karena saya adalah orang yang paling berhak untuk diganggu oleh anak saya. Karena saya pengin anak saya nanti merasa paling punya hutang jasa ke saya supaya saya bisa mengarahkan hidupnya kepada yang baik. Kalau kita sebagai orang tua, anak kita merasa bapak itu enggak ada apa-apanya, cuma ngek duit. Bapak itu di rumah sudah gak bisa ngapa-ngapain, gak nyaman dijadikan mainan, akhirnya dia lebih merasa punya hutang jasa sama tetangga, anak semakin dewasa semakin bisa memilihkan menentukan pilihan, Pak. Ini yang dikuhawatirkan, Pak. Makanya ngapunten ini hadis sahih, Pak. Masyaallah ya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu, Pak, kalau ada sahabat jihad itu, Pak, perjalanan jauh itu sebelum masuk Madinah, beliau gak mau masuk Madinah dalam kondisi sahabat itu lemas, pakaiannya lusuh, kusut. Maka Rasulullah itu kebiasaannya sebelum masuk kota Madinah, beliau membuat kemah. Apa tujuannya kemah? Sahabat yang capek-capek suruh mandi, pakaiannya dari perjalanan jauh yang sudah bau-bau apek suruh ganti. Yang kedua ini penting. Rasulullah ngutus satu orang datang ke Madinah. Apa yang dilakukan oleh orang ini? Ngasih kabar para istri, suaminya mau datang, desere sing apek danang diumbah. Paham nggih? pakaiannya yang lapuh segera diganti. Bahkan ngapunten Rasulullah itu agak vulgar, Pak, bahasa hadisnya itu, Pak. Supaya wanita-wanita itu berhias dan mencukur bulu kemaluannya. Loh, kan enak, Pak. Bojone teko seger, sing omah yo seger. Masalah kan begini, Pak. Bojone kesel di luar itu banyak godaan. Ketok sing wedok mble ngorok dijak anu nola ini kan masalah Pak muncul Pak. Waduh rek enan jobo kan bahaya Pak. Makanya saya sering ngomong kepada para istri itu Pak. Jenengan kalau enggak bisa masak warung wartek banyak jenengan kalau enggak bisa untuk kemudian cuci baju yang namanya tempat cuci baju itu banyak tapi urusan itu kalau gak bisa bahaya. Paham nggih? Karena yang di luar itu pasti haram. Makanya Rasulullah itu sampai hal seperti itu, Pak, itu diatur begitu luar biasa. Suaminya suruh siap, istrinya suruh siap. Jadi enggak ada masalah ke rumah tangga itu gak ada. Anaknya sahabat itu gak bangga dengan orang tuanya enggak ada. Karena ketika nyampai rumah sudah siap. Ini adab yang perlu kita praktikkan di rumah. Pak pun lanjut. Memiliki rasa cemburu yang wajar. Seorang suami harus punya cemburu. Istri juga punya cemburu. Tapi jangan terlalu, Pak. Jangan jadi kemudian security yang kemudian sampai semua kontak dihubungi siji-siji. Seorang suami juga sama. Jangan sampai ganti namanya Siti diganti sinten, Pak? Wong koncone Siti diganti Tono itu juga enggak boleh, Pak. Ini harus cemburu, harus ada tapi gak boleh. Tidak punya cemburu tercela, terlalu cemburu bahaya. Cemburu yang sedang-sedang ini yang kemudian dianjurkan. Nah, pun Rasulullah mengatakan ada tiga orang la yanzurullah ilaihim yaumalqiamah yang oleh Allah kelak tidak akan dilihat di hari kiamat. Siapa? Satu. Alaqu liwalidah. Orang yang durhaka kepada orang tua. Yang keempat. Yang kedua, wal mar'ah almutarajjilah. Perempuan-perempuan yang kemudian bermacak seperti laki-laki. Ah, yang ketiga ini, Pak. Wad dayus. Dayus. Siapa dayus? Orang yang enggak punya cemburu sama sekali. Seorang laki-laki istrinya dijapri laki-laki lain gak punya rasa cembur. Ini bahaya. Ini dilarang oleh Islam. Seorang suami yang kemudian melihat istrinya jalan sama laki-laki lain yang kemudian bukan mahram, dia biasa-biasa saja. Ini kata Rasulullah dayus. Ini termasuk orang yang oleh Allah nanti dikejam di hari kiamat. Paham nggih? Jadi cemburu itu, Pak adalah sesuatu yang penting dari rumah tangga. Asalkan jangan terlalu. Kalau terlalu juga bahaya pun. Makanya dalam kitab Syarhus Sunah Imam Albaghawi mengatakan, "Ala innahu la khairo fiman la yagor." Tidak ada kebaikan orang yang tidak punya rasa cemburu. Kemudian kalau cemburu terlalu juga bahaya, Pak. Makanya dalam kitab Uyunul Akhbar Ibnu Qutaibah mengatakan, "Iyaka wal giriro fainnaha miftahut tholaq." Hati-hati, cemburu yang berlebihan. Karena ini menjadi pembuka pintu perceraian. Biasanya perempuan yang terlalu cemburu ini kemudian tidak menjadikan suami nyaman dengan dirinya. Makanya cemburu itu yang biasa biasa saja pun. Lanjut, Pak. Nah, saya percepat. Ini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, Pak. Saya kadang-kadang masyaallah. Ini hadis sahih, Pak. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu, Pak, jenengan kalau bisa seperti ini, Pak, luar biasa. Rasulullah tuh, Pak, pernah beliau itu nerima tamu, tamu kehormatan. Ketika nerima tamu kehormatan itu di rumahnya Siti Aisyah kok. Ketepatan ada istrinya Rasulullah yang pintar masak itu bawa makanan dibawa ke rumahnya Siti Aisyah. Perempuan itu kan, Pak, teritorialnya kalau diganggu itu kan masalah, Pak. Kata Siti Aisyah, "Iki umahku bojone Rasulullah ulo ngirimi barang makanan ke saya." Maka apa yang dilakukan oleh Siti Aisyah? Siti Aisyah membanting makanan itu dengan wadahnya di depan tamunya Rasulullah. Pak, saya, Pak, ketika baca ini, Pak, saya enggak bisa bayangkan kalau itu terjadi kepada saya sama jenengan, Pak. Jenengan waktu di rumah kedatangan teman kantor, bojone numplukno panganan di depan teman kantor jenengan itu kalau terjadi kejenengan bagaimana, Pak? bisa terjadi perang dunia ketiga, Pak. Masyaallah. Tapi Rasulullah, Pak, masyaallah, Pak. Ini Rasul loh, Pak, pimpinan dunia akhirat, Pak. Apa yang beliau mengatakan? Beliau cuma diam hanya mengatakan gorot ummuk. Ketamunya mengatakan ndak poo ibumu lagi cemburu. Maka yang dilakukan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah beliau miliki makanan itu, Pak. Dipiliiki, dipilihi, dipilihi, ditaruh. Beliau hanya bilang sama Siti Aisyah, "Siti Aisyah, kamu telah memecahkan barang orang tolong diganti." Cukup itu ndak nyalahkan apalagi kemudian nempel. Tidak bicara apa-apa hanya mengatakan, "Karena kamu telah merusak barang orang tolong diganti." Selesai. Ini Rasulullah. Nah, ada yang di sini seperti Rasulullah, Pak? Ya Allah. Saya kadang-kadang baca ini tuh, Pak. Saya kadang-kadang baca itu, "Ya Allah. Saya enggak bisa pikir, Pak. Itu kalau terjadi ke saya, Pak. Saya kemudian di rumah kedatangan tamu-tamu jemah yang sering ikut pengajian saya. Istri saya marah mecapiring di depan jemaah saya. Loh, ini kan psikologi Rasulullah kan itu, Pak. Rasul pemimpin umat, pemimpin negara. Seorang rasul di depan umatnya ketepatan Siti Aisyah memecahkan wadah di depan tamunya. Masyaallah. Nggih. Makanya, Pak, ngapunten, Pak. Saya itu Mbak senang, Pak, kalau ada seorang suami istri ngaji, setelah ngaji pakai hadis untuk mengintimidasi pasangannya. Banyak enggak, Pak? Tipe-tipe suami kayak gini, Pak, ngaji tentang kewajiban istri. Mari ngono direkam diceritno nang bojone iki loh Dik jadi bojo sing apik koy ngene Pak. Padahal Rasulullah yang punya hadis itu nak seperti itu, Pak. Paham nggih? Rasulullah yang punya hadis gak seperti itu, Pak. Gak pernah mengintimidasi istrinya dengan ancaman. Coba jangan lihat hadis ini. Wong kita kadang-kadang itu, Pak. Istri juga sama, Pak. Kemudian belajar tentang tema kewajiban suami kepada istri direkam, Pak. Kekno bojone loh. Kalau ini seperti ini, Pak, itu sama dengan orang menuntut kewajib menuntut hak tapi lupa dengan kewajibannya. Ini yang ayo setelah kita baca hadis ini kita sedikit sadar, Pak. Pun. Yang selanjutnya adalah menjaga diri. Ini yang kemudian perlu kita pahami. Nah, makanya Pak kalau kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam beliau mengatakan begini, Pak. Beliau itu, Pak, sangat ketat untuk masalah ini. Makanya tadi saya katakan, Pak, urusan biologis ini, ini urusan penting. Jangan sampai ada masalah. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu pernah ketika beliau itu terganggu di luar, jad wajar ya, manusiawi. Jadi, beliau itu kemudian merasa manusiawi. Beliau datang ke masjid itu Pak, balik lagi, Pak. Setelah balik lagi masuk rumah, beliau kemudian terlihat basah kayak seperti manji junub. Maka beliau mengatakan, "Saya tadi tergoda oleh seorang di luar, maka saya pulang." Maka beliau mengatakan, "Kalau kamu tergoda di luar, maka cepat-cepat kamu pulang. Karena ada pada istrimu adalah sesuatu yang ada pada yang kamu tergoda dengannya." Paham nggih? Loh, benar, Pak. Makanya Rasulullah sangat mengecam kalau seorang istri nolak. Kenapa kok nolak, Pak? Umpama bayangkan sampeyan wis ngempet, wis digoda ngempet, ngempet, ngempet, mulai ditolak bojo. Kiro-kiro kiro-kiro ini bahaya enggak, Pak? Bahaya, Pak. Kalau jenengan ngempet luwih warung iso dituku, Pak. Kalau jenengan pakaian ndak bisa dicuci, masih banyak laundri. Tapi urusan itu kan sangat bahaya, Pak. Ah, tuku kan bahaya tukak. Paham, nggih. Makanya untuk hal ini beliau itu sangat ketat. Ini yang kemudian makanya Rasul mengatakan begini, Pakul imroat firabat. Kalau ada seorang suami mengajak istrinya untuk berhubungan intim istrinya ditolak, maka beliau mengatakan, "Laanatal malaikah hatta yusbiha." Maka seorang istri ini dilaknat oleh malaikat sampai waktu subuh. Karena apa? Karena kewajiban suami menjaga diri di luar supaya nanti kalau tergoda bisa diaruhkan di dalam rumah. Makanya jangan sampai ditolak. Paham nggih? Pun ini adab yang harus kita biasakan. Lanjut. Nah, terakhir dari saya, Pak. Terakhir dari saya saling bergaul dengan baik. Karena orang paling baik itu bukan orang yang paling baik di luar. Tapi orang paling baik itu adalah orang paling baik di antara keluarganya. Orang yang kemudian top markotop di luar, Pak. Jenengan gampang dia baik atau gak, Pak? Takon nang bojone, takon nang bojone. Mek bojone penceramah, Pak. Kayak saya gini ceramah saya baik atau gak? Sampang gampang, Pak. Sampean tanya ke istri saya, Pak. Kalau istri saya ngomong preketek, Mas berarti saya enggak baik, Pak. Paham, nggih? Karena indikator baik itu yang tahu selok-beloknya seorang istri. Makanya kenapa orang nonmuslim tidak bisa menyerang Rasulullah? Karena Rasulullah itu istrinya banyak. Tidak ada satu istri pun yang kecewa dengan beliau setelah beliau wafat. Semuanya setelah ditinggal wafat beliau semakin baik semakin rajin ibadah. Enggak punya celah orang nonmuslim untuk menyerang Rasulullah. Andaikan ada satu saja istri Rasulullah yang ngomong pretek. Pak selesai, Pak. Paham? Nggih. Makanya jenengan kalau nanti umpama jenengan ada seorang yang kagum, coba jangan tanya istrinya preketek atau gak. Kalau istrinya ngomong preketek berarti baik di luar di rumah enggak bagus, Pak. Sama jenengan juga sama. Jangan sesekali ketanya ke istri, "Dik, saya menuk kamu bagaimana, Dik?" Mek sampean bojone ngomong preketek wis berarti jenengan perlu ditingkatkan, nggih? Karena indikatornya ada pada istri. Makanya Rasul mengatakan, "Kirukum kohairukun liahli." Orang paling baik itu adalah orang yang paling baik kepada keluarganya. pun. Nah, sabar. Ini juga sama. Saya ingin sedikit nambahi ini, Pak. Ini paling penting, Pak. Wala tanssawul fadla bainakum. Kita melihat pasangan itu, Pak. Jangan melihat kekurangannya. Lihatlah kelebihannya. Kalau kita selalu melihat kekurangannya, tidak ada orang yang sempurna, Pak. Jenengan lihat istri itu, Pak, cerewet koy opo, Pak. Sampeyan ingat y opo-yopo iki ibu anak-anakku y opo-yopo dengan ini saya bisa menjaga diri saya tidak zina ya gara-gara disalurkan ke istri saya. Jadi setiap orang itu Pak pasti punya kelebihan. Orang yang fokus ke kelebihan maka yang namanya kejelekan akan terasa samar. Tapi orang yang fokus kepada kejelekan yang namanya kebaikan sebesar apapun akan terasa sirna. Pak Paham nggih? Makanya sering mengatakan kadang-kadang kita itu gajah di pelupuk mata tidak tampak tapi semut di seberang lautan tampak. Watek kita itu Pak kadang-kadang eleke bojo cilik ketok apike lali Pak. Wong kawin 20 tahun gara-gara salah siji siji sale. Pak langsung ngomong 20 tahun aku urip sampeyan. Ndak ono apike blas ndak ono senenge blas. Padahal anake 10 iku seneng gak, Pak? Saya kadang-kadang kan ngomong kawin 20 tahun ono senenge blas anake 10. Iku senang enggak, Pak? Kiro-kiro, Pak. Makanya prinsipnya adalah jangan sampai melupakan kebaikan. Lupakanlah yang jelek, ingatlah yang baik. Paham? Nggih pun ini yang kemudian harus dibiasakan supaya kita ini, Pak. Terakhir terakhir dari terakhir ini, Pak. Oh, akit saja nih, Pak. Waktunya enggak cukup, Pak. Wis, Pak. Ini, Pak. Penting, Pak. Jenengan tak tutup nikah itu, Pak. Kata kuncinya 4T, Pak. Kenapa, Pak? T. Satu tarahum, satu tahabbub, dua tarahum, nomor tig tafahum. Nomor empat taawun. Apa, Pak? Satu, tahabbub, saling mencintai. Nomor dua, tarahum, saling kasih sayang. Nomor tiga, tafahum, saling memahami. Nomor empat taawun, saling tolong menolong. Satu orang itu bisa baik kalau cinta. Ini biasanya, Pak, kalau untuk manten anyar, Pak. Manten anyar itu biasanya rasa cintanya yang tinggi, Pak. Jadi kalau manten anyar itu, Pak, biasanya kalau kesandung yang disalahkan batunya, Pak. Tapi wis tu, Pak. Kalau kesandung sing disalahno motone bojone, Pak. Karena memang tahabnya hilang. Makanya yang kedua kalau kita sudah manten-manten tuek kayak saya sampean ini, Pak, yang perlu ditinggalkan bukan cintanya, Pak. Tarahum, kasih sayangnya. Lihat istri, lihat suami itu lihat kasih sayangnya. Ketok bojo ngorok, masyaallah bojoku ngorok iki kesel iki rek. Dipiji taruhumnya yang muncul. Karena kita mencintai mungkin tidak seperti yang dulu, Pak. Makanya tahabub itu biasanya manten anyar. Manten yang lawas itu biasanya butuh ditingkatkan tarahumnya, Pak. Kalau kalau tidak masalah. Paham nggih pun? Karena kalau kita itu Pak kalau manten anyar itu, Pak biasanya senangnya pakai reksona. Kalau sudah pakai tua itu pakai remason. Paham ngih Pak? Jadi kalau waktu manten anyar pakai reksona, manten tua sudah pakai reason itu. Nah, yang seperti ini harus yang diperbanyak tarahumnya, Pak. Paham nggih? Pun. Yang ketiga, tafahum. Saling memahami, memahami kekurangan masing-masing, memahami aja-jab. Yang keempat, taawun, saling tolong menolong. Rasulullah itu, Pak, di rumah sering jahit baju sendiri. Rasulullah alaihi wasallam itu di rumah sering sandalnya rusak digerarap sendiri. Apakah itu kewajiban beliau? Itu bentuk taawun. Jadi, suami istri itu, Pak, jangan fokus kepada hak dan kewajiban masing-masing, tapi butuh taawun. Mana yang bisa dikerjakan oleh pasangan kerjakan. Paham nggih? Satu apa, Pak? Tahabbub. Nomor dua tarahum. Saling sayang menyayangi. Nomor tiga, tafahum. Saling memahami. Yang keempat taawun. Saling tolong-menolong pun kalau ada yang mau tanyakan saya persilakan. Pas jam siji, Pak. Nggih tinggal praktik berarti, Pak. Nggih. Monggo, monggo, monggo. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Bagaimana dengan anak umur, anak kambung? Apakah kita nanti juga dimintai bertanggung jawab? Terus bagaimana kalau bahsera itu tidak ada penumpang? Apakah ini juga nanti meringankan dan berantungan nanti? I pun juga bagaimana kalau kadir menentukan bahwa suar itu tidak punya apakah ini sudah meringankan untuk bisa pada waktu yang pertama yang ingin saya sampaikan kalau kita yang dimaksud itu adalah anak sambung itu anak bawaan pasangan nggih. Karena bawaan pasangan itu dia statusnya anak tiri. Berarti nggih. Ya, itu berarti statusnya adalah mahram. Maka perlakukanlah sebagaimana anak kita kalau kita mampu mendidik dia menjadi anak yang baik, maka bisa jadi saluran kita yang menjadi penolong ya dia. Itu yang pertama, Pak. Yang kedua, Pak. Allah itu kalau kita memahami dengan baik, semua yang diberikan Allah itu yang terbaik, Pak. Orang dikasih anak kalau dia memahami anak tanggung jawab maka dia akan menjadikan anaknya sebagai penerus keimanannya. Tapi orang yang tidak oleh Allah dikasirahi anak mungkin itu cara Allah takut anaknya menjadi penerus kejelekannya menjadi kemudian menjadikan dia imannya goyah. Maka yang perlu kita lakukan adalah harus selalu berhusnudan kepada Allah, Pak. Karena kalau kita berus kepada Allah, hidup itu ringan, Pak. Jenengan kalau selalu suudon sama Allah, dikasih apapun itu kemudian tidak merasa ringan. Makanya usul saya, apapun yang diberikan Allah itu pasti yang terbaik, Pak. Kadang-kadang Allah itu, dan ini sering saya alami, Pak, saya itu kadang-kadang oleh Allah. Makanya dalam kitab hikam itu dikatakan begini, Pak. Rubama mana fa'ok warubama aoka famanaat. Kadang-kadang Allah enggak ngasih itu pemberian. Kadang-kadang Allah ngasih itu Allah sebenarnya adalah ingin menguji, Pak. Ada orang dikasih anak, tapi siapa tahu anaknya itu yang kemudian menjadikan hidupnya sengsara. Makanya kata hikam, mata fataha laka babal fahmi fil mani adal manu ainal. Kalau kamu memahami husnudan kepada Allah ketika kamu tidak diberi, maka tidak diberi itu adalah pemberian, Pak. Ngapunten. Saya sedikit cerita pentingnya husnudon, Pak. Saya dulu waktu mondok Sidogiri itu pengin kuliah, Pak. Pengin saya itu segok ee madrasah plus kuliah karena SMA saya selesai, Pak. Tapi abah saya itu syaratnya satu. Kata Abah saya, "Awakmu boleh kuliah." Syaratnya satu. Sekolah madrasah di Sidogiri gak boleh putus. Saya keliling satu Pasuruan cari kampus yang kuliah pagi tok gak ada, Pak. Maka tahun itu saya merasa Allah gak ngasih saya solusi, Pak. Masyaallah, Pak. Allah itu luar biasa. Allah itu luar biasa, Pak. Nggih. Saya baru merasa itu ternyata setelah 2 tahun, setelah 2 tahun saya dapat yang andaikan saya kuliah mungkin gak terjadi paham ya. Dan itu juga terjadi ketika saya lulus kuliah. Saya ketika lulus kuliah itu saya ketika lulus kuliah. Ini penting husnudon, Pak. Saya tak sedikit cerita pengalaman saya, Pak. Saya ketika lulus kuliah itu, Pak, sudah mau berangkat ke Malaysia dapat beasiswa, Pak. Tapi gagal. Waktu itu sedikit kecewa, Pak. Tapi masyaallah itu cara Allah ngasih saya, Pak. Kenapa? Karena setelah saya pulang, Pak, dapat 2 bulan, 3 bulan, ternyata Bapak saya itu wafat, adik saya 9. Saya mikir, "Pak, Anda kan saya berangkat pasti pulang." Jadi Allah gak memberakan saya. Itu cara Allah supaya saya gak repot-repot pulang. Ketika saya tidak dapat kuliah, itu cara Allah supaya ngasih lebih banyak. Tugas kita cuma satu. Apapun yang Allah berikan kepada kita, husnudan. Kalau kita ndak punya anak, Allah gak nakkan kita anak, bisa dapat pahala jariah dari jalan yang lain. Bisa dapat pahala jariah dengan jenengan memberikan kepada lembaga pendidikan, jenengan bisa dapat dari jalur yang lain. Maka saran saya satu, apapun yang Allah berikan selalu husnudon. Ngoten nggih. Ada lagi, Pak? Cukup, Pak. Cukup nggih. Semoga bermanfaat. Semoga kita oleh Allah dijadikan orang yang istikamah. Kita dijadikan oleh Allah subhanahu wa taala keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Dan semoga kita dikumpulkan lagi di surganya Allah Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal alamin. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma shalli wasallim ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. Rbanagfirlana waliwalidina warhamhum kama rabba. Allahumfana bimaamtana waimna ma yanfauna wazidna ilma. Rabbana la tuzin qulubana ba'da idada wahablana minadunka rahma innaka antal wahab. Rabbana hablana min azwajina wurriyatina qurun walna lil muttaqina imama. Rabbana fid dunya hasan wafil akirati hasana waqina. Wasallallahu ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi wasallam. Subhana rabbika rabbil izzati amma yasifun wasalamun alal mursalin. Walhamdulillahi rabbil alamin. Bibarokatil [Musik] fatihah. Ini yang bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik waan. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih apa yang disampaikan. kita bisa bermanfaat dan bisa menambah ilmu kita semua. Akhirul kalam ihdinatal mustaqim. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik]