File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
Transcript
4lTf1O4ruCo • ASN Mengaji Spesial Ramadhan - Kajian Kitab Adab "Al-Alim Wal Muta'allim" (Eps. 03)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0218_4lTf1O4ruCo.txt
Kind: captions
Language: id
ala
sayyidina Muhammad.
[Tepuk tangan]
Bismillahikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bismillahirahmanirahimamdillahilam
[Musik]
yang saya hormati Bapak
Dr. Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Dan yang saya hormati Bapak K. H.
Abdulid Alfai.
Dan yang saya hormati para jamiah Masjid
Alhuda yang dirahmati oleh Allah.
Alhamdulillah.
Pertama-tama marilah kita selalu
senantiasa memanjatkan puji syukur ke
hadirat Allah Subhanahu wa taala atas
karunia-Nya kita semua masih diberi
kesehatan, diberi kesempatan sehingga
kita dapat melaksanakan salat jemah
zuhur. Mudah-mudahan amal ibadah
panjenengan sedoyo diterima oleh Allah
dan dijadikan Allah amalan ingkang saleh
maslaakat fidina wad dunya wal akhirah.
Amin. Amin.
Para jamiyah yang dirahmati oleh Allah.
Untuk pada siang hari ini kajian yaitu
membahas kitab Alim Almutaalim yang mana
akan disampaikan kepada Bapak K. Ha.
Abdul
Alfaizin. Waktu dan tempat kami
persilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam.
Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
wasalamu ala sayyidil mursalin sayyidina
Muhammadin waa alihi wasohbihi wabarik
wasallim ajma. Qolu subhanaka la ilma
lana illa ma alamtana innaka antal
alimul hakim. Allahumma ftah alaina
futuhal arifin waj'al a'malana
kholisatan liwajhikal karim. birahmatika
ya arhamar rahimin. Rabbisrohli sodri
waassirli amri wahlul uqdatan min lisani
yafqohu qoli. Amma ba'du. Para
jemaah yang saya hormati, yang saya
hormati Kepala BPSDM dan para staf.
Insyaallah hari ini kita akan
melanjutkan tema tentang adab dan khusus
hari ini saya ingin membahas sedikit
adab yang akan tiap hari kita laksanakan
yaitu adab yang berkaitan tentang suami
istri. Jadi kalau kemarin kita membahas
tentang adab di majelis ilmu, insyaallah
hari ini kita akan bahas tentang adab di
dalam rumah tangga dan pekan depan kita
akan membahas adab di tempat kerja. Jadi
biar lengkap
adabnya. Kalau kita bicara tentang
masalah rumah tangga, rumah tangga itu
kata orang dulu itu seperti
bahtera. Tahu bahtera nggih? Bahtera itu
kan
kapal. Kapal itu minimal ada lima unsur.
Satu
nahqoda. Dua,
navigator, tiga, beta, empat bahan
bakar. lima bendera. Nanti akan kita
lihat bahtera rumah tangga ini apa saja,
nahqodanya siapa, navigatornya siapa,
petanya apa, bahan bakarnya apa, dan
benderanya apa.
Sik proses niku
nunggu monggo
monggo. Nah, bisa insyaallah.
Bismillah.
Hon para jemaah yang saya hormati,
bahtera rumah tangga itu satu unsur
utamanya adalah ada nahqada.
Nah, qoda dalam rumah tangga itu adalah
suami. Biasanya enggak masalah.
Jadi bahtera rumah tangga itu satu
nahqodah. Siapa nahqodahnya? Nahqodanya
adalah yang di depan saya ini.
Suami-suami itu nahqoda. Makanya, Pak,
ngapunten dalam rumah tangga itu jangan
sampai keliru, Pak. Jadi, nahqodah itu
imam itu
tetap adalah suami. Nggih.
Monggo. Mboten apa? Mboten sandiku.
Mboten sandu. Nah, nggih. Siap.
Bismillah. Nah, sip. Nggih. Hun. Jadi
dalam rumah tangga itu, Pak, posisi
harus tepat, Pak. Jangan sampai kemudian
salah posisi. Bahtera dalam rumah tangga
itu satu nahqodanya suami. Jangan sampai
yang jadi nahqotah istri, Pak. Pakai
perasaan.
Yang kedua, navigator istri. Nomor tiga,
petanya ilmu. Nomor empat bahan bakarnya
iman. Nomor lima, benderanya adab dan
akhlak. Ini nanti yang akan kita bahas
yang nomor lima. Kita khususkan di situ,
Pak. Pon satu,
Pak. Bicara bahtera rumah tangga satu
nahqoda. Nahqoda itu suami, Pak. Jadi
yang punya tanggung jawab kendali itu
suami, Pak.
Nanti yang akan dimintai
pertanggungjawaban oleh Allah itu
jenengan. Kalau ada seorang anak
bermasalah, anak tidak dididik, itu yang
berani harus mempertanggungjawabkan awal
adalah seorang suami. Makanya kata Imam
Ghazali, kalau seorang ayah tidak
mendidik anaknya, maka dosa anak ini
nanti akan mengalir kepada orang tuanya.
Sebaliknya kalau ada seorang ayah yang
dia mungkin tidak sempurna tapi dia
berusaha menyempurnakan diri dan
mendidik anaknya, maka kata Imam
Ghazali, setiap kebaikan anak akan
mengalir kepada orang tua. Ini yang
harus kita perhatikan. Ngapunten. Di
Al-Qur'an ini ngapunten, Pak. Sering
keliru, Pak. Di Al-Qur'an dialog antara
orang tua dengan anak itu kalau enggak
salah ada 15, Pak. itu yang 10 dialognya
ayah dengan
anak. Dialog ibu itu cuma satu. Yang
satunya lagi itu dialog kedua orang tua.
Itu menunjukkan Al-Qur'an itu pengin
ayah itu bukan hanya laki-laki itu tidak
banyak bicara. Gak, Pak. Di Al-Qur'an
dialog orang tua itu ayah ke anak. Coba
jangan lihat dialognya Nabi Ibrahim
dengan anak-anaknya, Nabi Yakub dengan
anak-anaknya, Nabi Yakub dengan Yusuf.
Hampir semuanya dialog orang tua. Nah,
ini yang sering sekali kita mungkin
tetap kita kewajiban nafkah, tapi perlu
ada satu waktu kita itu tanya ke anak
kita, dialog dengan anak kita. Itu yang
dilakukan oleh Nabi Muhammad pun satu,
Pak. Nomor dua, suami. Inilah yang
Al-Qur'an mengatakan arrialu qawwamuna
alanisa. Laki-laki itu nahqodah,
pemimpin yang mengambali, yang
menyendalikan kendali. Apa qawam itu?
Kata ulama, alladzi yaquumu ala s'ni
syaaiin waalihi wa yuslih. Orang yang
mengurus, menjaga, dan
melindungi. Jadi fungsi menjaga,
mengurus, mengendalikan itu adalah ada
pada suami. Makanya ngapunten nggih.
Perlu kadang-kadang jenengan itu tidak
semuanya diserahkan ke istri, Pak. Ada
hal-hal itu anak itu didesain, Pak.
Kalau ada anak itu didesain sama istri.
Kalau jenengan pun kerjanya jauh,
jenengan disain sama istrinya. Kalau
minta sesuatu telepon dulu kepada
ayahnya sebagai pemilik kebijakan supaya
tahu, Pak. Itu menjadi budaya bagi anak
kita bahwasanya seorang suami itulah
yang menjadi imam pun.
Maka tugas utama dari nahqoda adalah
menyelamatkan seluruh awak kapal sampai
tujuan sampai kemudian selamat, Pak.
Inilah yang di Al-Qur'an dikatakan ya
ayyuhalladzina amanu qu anfusakum wa
ahlikum naro. Fungsinya nahqoda itu
adalah bagaimana seluruh awak kapal itu
selamat sampai tujuan. Apa tujuan kita
akhirat? Bagaimana semua ahli kita,
keluarga kita selamat masuk surga,
terselamatkan tidak sampai masuk neraka.
Ini tujuan utama, tugas utama jenengan
sebagai suami. Ngapunten. Istri itu,
Pak, setelah menikah sudah bukan
tanggung jawab orang tuanya, Pak. Itu
tanggung jawab jenengan. Seharusnya yang
mendidik kalau dia gak tahu tentang
fikih
jenengan. Masalahnya begini. Jenengan
ndak bisa didik, ndak tuman digaowo nang
tempat
pengajian. Paham nggih? Mek nang mall di
cangking, bojone, anake nang tempat
pengajian ndak tuman di cangking. Nang
tempat pariwisata senangnya tuh full
tim, Pak. Tapi ke majelis ilmu ndak
pernah full
tim. Kalau kita setiap minggu senang
ngajak keluarga ke taman kota, tapi
kenapa tidak pernah ngajak ke taman
surga? Lah ini tugas jenengan. Kalau
jenengan punya istri gak bisa salat,
kewajiban yang mengajari siapa? Suami.
Kalau suami gak bisa ngajari, ajak ke
tempat majelis ilmu. Itu kewajiban
jenengan. Paham ngih? Anak gak bisa baca
Quran itu kewajiban siapa? Orang tua,
suami. Kalau jenengan gak bisa didik ke
orang lain atau jenengan ajak ke majelis
taklim, jangan biarkan. Itu kewajiban
kita. Jadi tugas nahqada itu satu,
memimpin, mendidik, menafkahi, menjaga,
mengasihi. Jadi bukan hanya ini, Pak.
Kadang-kadang kita itu sebagai seorang
suami fokusnya satu nafkahi. S penting
tak k duit wi maring ng gak usah duduk
urusanku. Itu bukan, Pak. Paham nggih?
Kita punya kuasa untuk sampai mendidik
anak dan istri kita. Makanya ayo
jenengan usahakan, Pak. Saya sedikit
cerita, Pak. Jangan tahu kisahnya Umar
bin Abdul Aziz,
Pak. Umar bin Abdul Aziz itu, Pak,
saking sibuknya ngurus negara, beliau
itu kan wilayah kekuasaannya lumayan
banyak. Di sejarah Umar bin Abdul Aziz
setelah beliau menjadi khalifah itu
tidak sempat mandi junub. Ngapunten.
Ngapunten. Saking bingungnya beliau,
saking sibuknya beliau, beliau kumpul
istri itu bisa dihitung jari, Pak. Tapi
Umar bin Abdul Aziz pasti punya satu
waktu 1 minggu sekali makan bareng anak,
ngaji bareng, Pak. Sesibuk Umar bin
Abdul Aziz. Terus alasan kita sibuk apa,
Pak? Sampai kita tidak pernah dialog
sama anak kita, tidak pernah ngecek
salat anak kita, tidak pernah ngecek
bacaan Quran anak kita, tidak pernah
ngecek anak kita puasanya benar atau
dak, tidak pernah ngecek media sosial
anak kita itu ke mana saja. Oh bahaya
itu, Pak. Jenengan tuh perlu ngecek
media-media sosial anak jenengan tuh
bahaya itu. Paham nggih? Ini kewajiban
kita. Karena kewajiban kita adalah qu
anfusak wa ahlum naro. Menjamin seluruh
awak, seluruh anggota keluarga itu
selamat sampai tujuan. Ini tujuan tugas
seari seorang nahqoda pun istri itu
navigator. Jadi kalau ada nahqoda itu
suami, navigatornya istri.
Tugas istri apa? Tugas
istrihatuatun lilai bima hafidallah.
Tugas istri itu adalah dia taat kepada
Allah, kemudian menjadi pendamping suami
untuk mendidik anak-anaknya dan yang
nomor tiga mampu menjaga dirinya ketika
suaminya tidak ada. Itu tugas istri,
Pak. Ini yang jangan sampai kemudian
kita balik. yang kemudian menjadikan
kita tidak bisa berjalan dengan baik.
Pun rumah tangga bahtera itu, Pak butuh
peta. Jenengan kalau tidak punya peta
akan terambang ambing di atas samudra.
Maka apa petanya? Petanya adalah ilmu.
Makanya ayo. Alhamdulillah jenengan ini
luar biasa. Sudah difasilitasi 2 minggu
sekali ada majelis ilmu. Gunakan ini,
Pak. Tidak semua institusi, tidak semua
perusahaan ngasih fasilitas seperti ini,
Pak. Ngapunten. Ada banyak perusahaan
itu, Pak, hanya mikir pokok pekerjaan
selesai. Urusan apik apa dak itu urusan
kamu. Tapi seorang perusahaan, seorang
kemudian institusi yang ngasih
kesempatan jenengan untuk lebih baik itu
sangat jarang. Maka ayo kita syukuri.
Jenengan sudah difasilitasi, ayo
digunakan dengan optimal. Karena peta
kita itu ya ilmu, Pak. Orang tanpa ilmu
itu seperti jalan di kegelap malam yang
tidak tahu arah ke mana, Pak. Paham
nggih? Inilah yang ilmu. Makanya Imam
Bukhari dalam kitab Sahih Bukhari
menulis babul ilmi qoblal qul wal amal.
Bab pentingnya ilmu sebelum bertindak
dan berucap.
Orang yang berucap, beramal harus
didasari ilmu. Makanya Imam Syafi'i
mengatakan, "Orang yang pengin dunianya
baik ya pakai ilmu. Orang yang pengin
akhiratnya baik ya dengan dengan ilmu."
Makanya ini jenengan peta. Ngapunten.
Masalah rumah tangga itu kadang-kadang
masalah itu bukan karena gak sayang,
Pak. Karena minimnya
ilmu. Kadang-kadang masalah rumah tangga
itu tidak jalan dengan baik bukan karena
tidak adanya kasih sayang, tapi minimnya
ilmu. Makanya ini penting yang harus
dipupuk antara seorang suami dan istri
pun. Lanjut, Pak. Apa bahan bakarnya?
Jenengan punya nahqoda enggak ada bahan
bakarnya gak bisa jalan, Pak. Apa bahan
bakarnya? Bahan bakarnya iman. Iman ini,
Pak, kalau kita naik di atas akan
selamat, di bawah selamat, Pak. Kalau
kita gak punya iman, terperosok gampang
kemudian menyalurkan kepada yang tidak
baik. Ketika di atas juga gampang
sombong. Makanya kata Rasulullah, beliau
mengatakan, "Ajaban liamril mukmin."
Orang mukmin, orang yang punya iman yang
imannya sempurna itu selalu mengagumkan.
Kenapa kok selalu
mengagumkan? In asobathu
sarakaro. Kalau dia dalam kondisi
senang, dia akan bersyukur. Pun
ngapunten, Pak. Orang di atas itu orang
punya banyak uang, banyak jabatan,
apakah menjamin bahagia, Pak? Rumah
tangganya semakin anu, Pak. Banyak kasus
orang itu semakin banyak uang, Pak.
Semakin banyak pikiran, Pak. Semakin
banyak mencari pelampiasan. Akhirnya
apa? rumah tangga itu kadang-kadang
menjadi masalah bukan karena dia di
bawah ketika di atas. Nah, itu kalau
enggak punya iman bahaya, Pak. Orang
punya uang punya segalanya gak punya
iman bahaya. Sebaliknya orang gak punya
apa-apa, orang di bawa gak punya iman,
itu juga bahaya. Makanya bahan bakarnya
itu adalah iman. Karena itulah iman itu
naik turun, harus selalu di charger.
Chargernya apa? Ya, majelis ilmu seperti
ini. Ini cara mencharger iman. Paham
nggih? Makanya kata Rasulullah, orang
mukmin itu selalu baik. Dia dapat
kebaikan syukur, dapat musibah sabar.
Ada orang itu, Pak,
masyaallah gaji R2 juta. Itu
kadang-kadang sama istri itu, Pak,
masyaallah ke mana-mana itu goncengan
raket, Pak. Seakan-akan dunia milik kita
berdua. Yang lain itu ngontrak.
Kadang-kadang hanya makan bakso di
pinggir jalan itu bisa tertawa lepas,
Pak. Tapi kalau ini enggak dijaga
imannya, Pak. Kadang-kadang ketika gaji
dari R2 juta naik ke R juta, itu sering
makan ke restoran, pulang-pulang tengkar
ketemu istri kayak ketemu musuh. Kenapa?
Karena iman. Kuncinya orang di atas
kalau iman baik, orang di bawah ketika
iman baik. Makanya kata Rasulullah,
bahan bakarnya iman ini yang harus
selalu kita charger. Paham nggih? Mun
ada orang itu masyaallah saya lihat ada
beberapa orang itu, Pak diuji oleh Allah
itu semakin mendekat, Pak. Tapi ada
orang semakin diuji, semakin menjual
agamanya. Yang membuktikan yang
mempengaruhi apa? Kadar imannya. Ini
yang harus kita jaga pun terakhir ini
terkait tentang ini. Nanti kita belajar
akhlak. Ah ini Pak akhlak ini bendera.
Jadi yang namanya bahtera itu kan harus
ada benderanya. Benderanya apa?
Benderanya adalah akhlak dan adab.
Makanya jenengan rumah tangga
kadang-kadang kalau adabnya baik itu,
Pak, ke tetangga itu, Pak, meskipun gak
punya apa-apa terlihat baik, Pak.
Kenapa? Karena Rasul mengatakan,
"Akmalul mukminin imanan ahsanuhum
khuluqo." Orang mukmin yang paling
sempurna imannya, orang yang paling baik
akhlaknya. Bahkan ngapunten masyaallah
Rasulullah itu masyaallah ya. Beliau
mengatakan begini, "Innarula layudriku
biusni khuluqi darajatim alqoim."
Orang itu dengan adab yang baik meskipun
tidak rajin puasa sunah bisa mengalahkan
derajatnya orang yang puasa sunah. Orang
dengan adab dan akhlak yang baik dia
mungkin jarang qiyamulail tapi bisa
mengalahkan derajatnya orang yang
qiyamulail. Karena adab itu menjadi satu
yang akan menghiasi kehidupan kita.
Makanya adab ini yang perlu kita
lakukan. Adab itu intinya tiga kata Imam
Turmudzi. Satu, adab itu badlul makruf,
memberikan kebaikan. Kalau gak mampu
kafula,
menghindarkan sesuatu yang menyakitkan.
Jadi kalau jenengan iso apik nang wong
apiko me ndak iso meneng. Paham nggih?
Itu prinsip Islam, Pak. Adab itu intinya
tiga, Pak. Satu mek iso apik sing apik
ndak iso meneng jangan menyakiti. Kalau
kamu bisa menjadikan dia tersenyum
jadikan dia tersenyum. Kalau kamu ndak
bisa menjadikan dia tersenyum jangan
jadikan dia menangis. Itu akhlak.
Intisari adab itu tiga. Nomor tiga,
bastul wajhi. Wajah yang berseri-seri.
Wajah yang selalu tersenyum. Makane sing
cemburutan Pak ndak beradab, Pak.
Alhamdulillah. Sini tak lihat wajahnya
berseri semua itu, Pak. Tapi ojo
akeh-akeh Pak. Senyum Pak. Nanti
jenengan disangka setengah setengah
matang nanti jenengan kalau titik-titik
senyum itu takut dianggap setengah
setengah maten pun. Ini tentang adab pun
para jemah yang saya hormati. Ayo kita
kemudian ah ngapunten ini terakhir Pak
terkait tentang bahtera sebelum kita
bicara adab Pak ini selalu saya pesankan
Pak prestasi terbesar iblis dalam hadis
riwayat Muslim. Iblis itu pernah
manggil, Pak, pasukannya. Setan itu
dipanggil, Pak. Ada yang setan itu
berhasil goda orang sampai membunuh oleh
iblis. Tidak diapresiasi, dianggap
biasa. Ada setan yang berhasil menggoda
orang supaya tidak salat. Itu dianggap
prestasi biasa, Pak.
Tapi ada satu setan yang datang ke
iblis, dia mengatakan, "Saya telah
berhasil memisahkan antara dua suami
istri sehingga rumah tangganya retak."
Itu baru yang dapat piala
iblis. Ngapunten, nggih. Jadi, prestasi
terbesar iblis itu apa? Kalau ada
seorang rumah tangga yang kemudian
retak, berpisah, itu prestasi terbesar
iblis, Pak. Makanya ayo kita
dijaga. Suami istri itu punya adab
sehingga tidak menjadikan iblis masuk ke
situ. Karena itu prestasi terbesar
iblis, Pak. Biasanya, Pak, kalau sudah
retak itu, Pak, masalah tambah banyak,
Pak. Anak gak keurus, macam-macam, Pak.
Makanya di hadis Muslim, iblis itu
mengatakan nikma anta. Kalau ada seorang
setan yang datang ke iblis membawa
berita berhasil memecah belah, berhasil
meretakkan rumah tangga, iblis
mengatakan, "Nikma anta." Setan terbaik
ya kamu. Paham nggih? Makanya ayo jangan
sampai kita menjadi penolong setan
supaya mendapat iblis award, Pak. Ini
berarti iblis award, Pak. Jadi iblis itu
juga punya iblis award, Pak. Ya, iblis
award itu ya itu setan-setan dipanggil,
"Apa prestasi-prestasimu?" Ternyata
iblis award itu pialanya diberikan
kepada setan yang berhasil meretakkan
rumah tangga. Itu iblis-nya di situ,
Pak. Paham? Nggih. Pun. Makanya jangan
sampai jenengan memberikan peluang
supaya setan dapat piala iblis world.
Pun. Para jem saya hormati, adab suami
istri, prinsip dasar hak suami istri itu
masyaallah ya. Al-Qur'an mengatakan
begini. Walahunna mlulladzi alaihinna
bil ma'ruf. Kata Al-Qur'an, walahunna
mlulladzi alaihinna bil ma'ruf. Bagi
istri punya hak yang seimbang dengan
kewajibannya menurut cara yang baik.
Yang menarik, Pak, di Al-Qur'an hak
suami dan istri yang didahulukan itu
istri.
Kalau jangan baca Al-Qur'an, walahunna
bagi kalian istri-istri perempuan
mendapatkan hak yang seimbang yang
disebutkan istri dulu, Pak. Kenapa kata
ulama? Karena kata ulama hak istri itu,
Pak, sepanjang sejarah banyak
terabaikan. Coba jangan lihat sejarah
manapun, sejarah manaun haknya seorang
perempuan itu pasti termarginalkan.
Di zaman Arab
jahiliah, seorang perempuan itu seperti
benda. Jnya orang jahiliah ya. Jadi
orang jahil itu, Pak, kalau seorang
suami meninggal maka dia mewariskan
harta plus mewariskan istri yang
istrinya ini diwariskan ke keturunannya.
Jadi kalau umpama ada suami menikah gitu
ya, bukan ibunya si anak, kemudian suami
ini meninggal, maka istrinya suami,
istrinya istri tirinya ee ibu tirinya si
anak itu menjadi warisannya anak, Pak.
Terserah anak ini mau dijual atau gak.
Karena itulah Al-Qur'an ketika bicara
hak suami istri yang didahulukan siapa?
Istri. Kenapa? Karena hak istri ini
sering terabaikan. Jengan lihat di
kerajaan-kerajaan Cina, di kerajaan
Mesir, di kerajaan manaun pasti haknya
perempuan itu selalu termarginalkan.
Makanya ketika Islam datang, Islam itu
kemudian yang disebutkan pertama adalah
walahunna bagi kalian para istri, para
perempuan mendapatkan hak. Makanya dalam
hadis riwayat Bukhari, ada yang menarik
yang ingin saya sampaikan di hadis
riwayat Bukhari. Di hadis riwayat
Bukhari itu dikatakan begini, Pak. Kunna
fil jahiliyah.
Kami di masa
jahiliah. Kami di masa jahiliah. Kata
beliau, "La nauddun nisa saian." Kami di
zaman jahiliyah menganggap perempuan itu
aib, tidak ada apa-apanya. Wong dulu
zamannya Umar bin Khattab itu kalau
punya anak perempuan, anak itu langsung
dikubur hidup-hidup. Karena anak
perempuan itu dianggap masalah, hidupnya
gak berharga.
Ketika falamma jaal Islam ketika Islam
datang kata
sahabat wakarohunallah rohna bidalika
ala haqqo. Ternyata Islam itu sangat
memuliakan perempuan. Bahkan di
Al-Qur'an disebutkan pertama haknya
sebelum seorang suami. Karena seorang
istri sering terabaikan, Pak. Ngapunten.
Biasanya kalau ada masalah rumah tangga
itu yang jadi pelarian istri, Pak.
Jenengan kalau ada anak berhasil punya
prestasi selalu ngomong apa Pak? Sopo
isik bapake? Iya apa ndak Pak? Coba ndak
munggah dadi bojo cek gobloke ndak gelem
ngajari anak. Iya apa gak pak? Loh itu
watak pak. Gigih Pak loh biasanya kelas
itu gitu Pak me anake juara bapake sopo
isik coba gak gak naik kelas pasti ngene
boj umang apao ae anake enggak di enggak
dididik. Itulah kenapa Islam menyebutkan
walahunna mlulladzi alaihinna bil
marruf. Istri dulu yang didahulukan
karena sering terabaikan. Paham nggih?
Pun ini kalau kita bicara ini ada
beberapa hak suami istri. Satu yang
paling penting. Nah ini Pak ini penting
Pak saya sering ini, Pak. Terutama
pemuda Pak saya sering sambutkan Pak di
Al-Qur'an Al-Qur'an mengatakan hunna
libasul lakum wa antum libasul lahun.
Kalian para istri itu pakaian bagi suami
dan kalian para suami adalah pakaian
bagi istri. Jadi ngapunten, Pak. Hak
adab suami istri itu yang pertama adalah
ayo jadi pakaian. Fungsi pakaian itu
apa? Nutupi aurat, nutupi
kejelekan. Maka fungsi utama seorang
suami istri adalah ayo nutupi eleke
pasangan. Paham nggih? Jadi bojone sing
ngorokan jangan diceritakan waktu
arisan. Nggih to Bu? Nggih. Bojone sing
ngamukan judes ojo diceritakno di
majelis taklim. Karena tugas suami istri
itu adalah
nutupi aurat. Paham nggih? Oh ini
penting Pak. Ngapunten. Saya sering ini
ke muda-muda. Saya biasanya kalau ngisi
ceramah pernikahan Pak, saya pesan
pertama sama para pasangan-pasangan muda
itu satu Pak. Ayo sing pintar jadi
pakaian.
Biasanya, Pak, kalau ada seorang suami
istri itu tengkar, Pak, itu yang masalah
itu satu, Pak. Jangan sampai di-upload
di media
sosial. Ini fenomena suami istri, Pak.
Biasanya suami istri muda-mudi itu, Pak,
kalau tengkar sama suami itu upload-nya
di media sosial. dijadikan status WA,
dijadikan status Facebook, dijadikan
status Instagram, dijadikan konten di
TikTok. Apa yang terjadi? Jenenge lanang
wedok tukaran biasa gak, Pak? Biasa.
Ngapunten. Wong kadang-kadang bojo iku,
Pak, lanang wedok iku awan tukaran bengi
kelon. Mari gak anak? Dari anak.
Benar. Masalah selesai kan, Pak? Loh,
benar, Pak. Sebenarnya masalah selesai.
Kenapa masalah gak selesai, Pak? Karena
ketika tengkar masing-masing update
status. Yang menjadi masalah itu adalah
ketika update status ini ibarat api. Api
itu yang paling baik kalau ada api, Pak,
diisolisir, dilokalisir, Pak, supaya
enggak nyebar. Makanya kalau ada hak
suami istri, kalau ada tengkar,
selesaikan.
Kalau ini jadi update status, Pak. Satu,
Pak. Dibaca
tetangga, dibaca teman kantor, dibaca
teman sekolah, dibaca lingkungan luar.
Bisa jadi masalahnya suami istri, mari
ambil kelon. Gara-gara ada yang baca
komporisnya banyak, tukang kompornya
banyak. Besok pagi ketemu temannya, koy
bojo sampeyan gawe tukaran. Io io bojo
sampean ngono. Nah, kompornya, Pak.
Padahal sampean wis mari kelon membengi.
Iya apa gak, Pak? Betul. Ngapunten.
Kadang-kadang dibaca saudara, saudaranya
enggak
terima. Wok sing koy ngono. Golek sing
koy ngono. Akeh tunggale pasar. Loh. Iya
kan, Pak? Niki ngapunten. Makanya jadi
suami istri itu, Pak, punya masalah
tengkar.
Selesaikan. Saya Pak, sering ngomong,
Pak. Saya sering sama Pak Jenengan sama.
Kalau jenengan ini kan sudah banyak yang
jadi mertua. Oke, hati-hati, Pak. Saya
selalu pesan, Pak. Ayo kalau jadi orang
tua, jadi mertua, jadi orang tua mertua
yang bijak, Pak. Me ono masalah anak
jangan gampang-gampang ikut
campur. Kadang-kadang masalah aneh itu,
Pak, bengi wis mari, Pak, wis dadi anak
maning. Gara-gara wong tuone ikut campur
ndak mari mari. Paham nggih? Makanya ayo
kalau jenengan jadi suami istri,
pintar-pintar menjadi pakaian. Ya
penting pakun.
Nah, Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam itu sangat mengecam. Beliau
kemudian laalla yaqulu maaf biahli
imranu bima
faujar
faqulhi ya rasulallah
innahunna wa
innahumaluna fala
tafaluamaika fi thinhaun.
Kata Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam, ada seorang suami menceritakan
apa yang diperbuat oleh seorang
istrinya. Ngapunten termasuk ini adalah
Pak Ayo kalau urusan ranjang jangan
diceritakan orang. Itu Rasulullah
mengibaratkan kayak setan laki
nyeritakan setan perempuan. Wong
kadang-kadang urusan ranjang itu
dijadikan bahan diskusi, Pak. Bojomu yo
opo kuat opo ndak jamune. Loh itu ndak
penting, Pak. Itu oleh Rasulullah
sallallahuaihi wasallam dikejang, Pak.
Paham nggih? Termasuk nutupi urusan itu
Pak. Ojo dibandingno, Pak. Apalagi
ibu-ibu bandingno antar suami ituak
enggak bagus. Ini yang harus dihati-hati
pun.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
dalam hadis Muslim bahkan mengatakan
inna min asyarrinas indallah manzilatan
yaumalqiamah arjul yufdi ilroati wa
tufdi ilaihi orang paling buruk kelak di
hari kiamat adalah seorang suami yang
menggauli istrinya dan pagi-pagi
menceritakan rahasia istrinya makanya
ayo jadi suami dan istri yang baik
menjadi pakaian pun ngap punten.
Termasuk nutupi kejelekan adalah
menutupi kejelekan mantan istri, mantan
suami. Nauzubillah nggih. Semoga kita
terhindarkan. Tapi andaikan ada pasangan
wis pisah, ayo ojo sering-sering nyebar
aib
masingmasing. Wis mari nek wis mari
duduk jodoh wis selesai tutup. Eleke
mantan bojo ojo diceritno wong. Eleke
mantan istri ojo diceritakno wong. Ele
mantan suami jangan diceritakan kepada
orang lain. Ini termasuk adab dalam
berumah tangga. Pun
lanjut. Nomor dua, Pak. Saling
menunjukkan rasa cinta. Saya enggak
setuju, Pak, dengan konsep laki-laki
tidak banyak bicara. Itu enggak setuju
saya, Pak. Laki-laki itu harus mau
bicara, Pak. Rasulullah itu, Pak, sering
menyampaikan rasa cintanya ke istrinya.
Kadang-kadang suami itu mosok gak rojo
aku cinta. Suami itu Pak beda dengan
perempuan Pak. Perempuan itu kalau
sampean gak banyak cerita itu malah
curiga. Paham nggih? Opo maneh
metu-metune selalu rapi. Mulene parfume
bedo berangkate parfum A mulene
parfumnya bedo. Itu mencurigakan Pak.
Makanya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam itu sering menunjukkan rasa
cinta. Dalam hadis Muslim Rasulullah
ketika ditanya ayyunnas ahabbu ilaika?
Siapa orang yang paling kamu cintai ya
Rasulullah? Rasulullah mengatakan, "Qala
Aisyah, istriku Aisyah." Oh, jenengan
seperti itu, Pak. Jadi sampaikan rasa
cinta ojo sampai dadi bojo wong lanang,
Pak. Nomore bojone diganti nomore
polisi. Polisi satu, security satu, opo
man? Tambahi depollek. Oh, sangat luar
biasa itu, Pak. Jadi panggilan-panggilan
sayang itu penting, Pak. Rasulullah itu
manggil istrinya itu masyaallah Aisyah
itu dipanggil Humairo. Wanita yang
kemudian wajahnya pipinya
kemerah-merahan. Itu penting. Tunjukkan
kata-kata yang kata-kata itu adalah
menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang
kita, Pak. Paham nggih? Apalagi kontak
istrinya ditulisi malaikat maut. Wah,
itu sama luar biasa itu,
Pak. Paham ngih?
Pun sama dengan itu, Pak. Aisyah. Aisyah
itu masyaallah, Pak. Ibunda Aisyah itu
mengatakan, "Innamroatan atat Aisyah
fasal
anid." Ada seorang perempuan tanya
kepada Siti Aisyah tentang bagaimana
cara menggunakan pacar, pewarna pacar.
Kata Siti Aisyah, "Ndak masalah kamu
pakai pacar gak apa-apa cuma saya ndak
senang." Kenapa kok saya ndak senang ke
pacar? Karena habibi Rasulullah,
kekasihku Rasulullah tidak senang bau
pacar. Masyaallah.
Nggih. Seorang Siti Aisyah itu tidak mau
pakai pacar karena suaminya Rasulullah
kekasihnya tidak senang baunya. Ini
penting, Pak. Jangan jadi seorang suami
atau istri yang ego, Pak. Jenengan kalau
pakai parfum, beli parfum, ayo
konsultasi ke pasangan. Senang enggak
dengan parfum sampean? Jangan sampai
bagi sampean senang, bagi istri jenengan
senep. Iya. Apa gak? Ada beberapa parfum
itu, Pak, istri yang enggak suka. Saya
sendiri kalau beli parfum itu saya tanya
istri, senang enggak? Karena apa yang
disenang istri, saya juga ingin senang.
Jangan sampai kita itu senang
menyenangkan orang di luar, orang di
dalam rumah gak senang. Paham nggih?
Jenengan pakai baju, pilih baju, ibu
juga pilih baju. Jenengan tanya, "Senang
enggak dengan penampilan seperti ini?"
Kalau senang, lanjut. Ini yang dilakukan
oleh Siti Aisyah ketika ditanya tentang
pacar. Beliau mengatakan, "Saya tidak
senang pacar karena kekasih saya
Rasulullah tidak senang baunya." Paham
nggih? Pun ini penting ada seperti ini.
Penting, Pak. Ajak diskusi. Kalau saya
beli pakaian itu pasti diskusi, Pak.
Pakaian apa? Saya kadang-kadang sedikit
ngalah, kemudian istrinya kadang-kadang
juga sedikit ngalah. Makan juga sama,
Pak. Jangan sampai kita itu makan di
makanan yang kita suka, istri kita
enggak suka. Ini yang kemudian salah
satu adab dalam suami istri pun.
Kemudian yang nomor dua, Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam itu sampai,
Pak, saking cintanya sama istrinya,
beliau itu menunjukkan rasa cintanya itu
sampai tahu kapan istrinya itu tidak
senang, kapan istrinya itu senang. Di
hadis riwayat Bukhari, Rasulullah pernah
mengatakan, "Aisyah, aku tahu kapan kamu
lagi senang sama aku, kapan kamu lagi
bad mood sama aku." Sampai tanda-tanda
itu senang, Pak. Ngapun to, Pak. Saya
dulu senang akik, Pak. Cincin ono
permata itu, Pak. Itu kan enak tuh, Pak.
Gawe noktok itu kan keroso,
Pak. Itu saya senang, Pak. Dulu ketika
saya nikah istri saya enggak suka karena
dianggap kayak wakwek. Kata istri saya
kayak wakwek. Maka saya harus menurunkan
ego saya. Saya tidak ingin saya
mencintai sesuatu, menyukai sesuatu,
tapi istri saya enggak suka. Maka sampai
saat ini saya enggak pernah
pakai pakai apa itu ee akek itu enggak
pernah pakai, Pak. Karena istri saya
enggak suka. Paham nggih? Itu adab dalam
rumah tangga pun Rasulullah itu, Pak
sampai tahu, Pak kapan Siti Aisyah itu
ee good mood, bad mood tahu. Aisyah
tanya kemudian apa itu? Kata Rasulull
sallallahu alaihi wasallam, "Kalau kamu
senang lagi enak sama aku, biasanya
kalau sumpah menggunakan warabbi
Muhammad, demi Tuhannya Muhammad karena
lagi senang. Tapi kalau enggak senang
Siti Aisyah itu biasanya itu sumpahnya
tidak mau menyebut nama Rasulullah, maka
sumpahnya diganti warabbi Ibrahim." Demi
Tuhannya Ibrahim. Sampai sedetail itu
Rasulullah itu tahu, Pak, kapan Aisyah
itu good mood, kapan bad mood. Paham
nggih? Makanya jadi suami itu, Pak,
adabnya harus peka, Pak. Jadi suami ndak
peka, Mas. Ndak pengin mangan tah, Mas.
Iku maksudde aku tukokno panganan, Pak.
Paham nggih? Loh, bener, Pak. Jenengan
harus jadi suami itu apa? Kadang-kadang
ini Mas, ndak luwih tak, Pak. Itu bukan
berarti tanya, Pak. Maksudnya apa pak?
Aku luwih jan mangan itu suami harus
peka, Pak. itu masyaallah Rasul sampai
seperti itu itu peka, Pak. Paham nggih?
Wong kadang suami itu gak peka, Pak. Ada
seorang seorang ustaz itu dulu sampai
menyesal karena dia itu gonceng.
Istrinya ngomong, "Mas, ndak lapar tah?"
Beliau mengatakan, "Ndak, saya enggak
masih kenyang." gitu. Istrinya naik
lagi, Pak. Kemudian di tengah jalan,
"Mas, gak laparlah?" "Dak," gitu.
Akhirnya pulang, istrinya telemas, Pak.
Ternyata istrinya itu dari tadi lapar,
Pak. Tapi suaminya ndak peka. Lah
bahasa-bahasa seperti ini, Pak. Jenengan
harus ngerti, Pak. Paham nggih? Mun.
Jadi kalau jenengan ditanya, "Mas,
gajianta itu artinya apa,
Pak?" Tolong diop up. Tolong loh bahasa
bahasa seperti itu harus ngerti
jenengan. Loh, benar. Ee karena
kadang-kadang bahasa istri itu, Pak,
memang punya kamus tersendiri, Pak.
Jadi, jenengan saya tahu seperti itu
kadang-kadang dari istri saya, Pak. Jadi
ada bahasa-bahasa enggak langsung itu
biasanya ada, Pak. Lah itu sebagai
seorang suami harus peka. Paham nggih?
Mun kalau jenengan Mas ndak sumpek
tanang umah itu maksudnya apa Pak? Ayo
jalak jalan jalan. Itu harus ngerti
jenengan. Paham ngih? Jadi bahasa-bahasa
harus peka. Ini yang masyaallah. Saya
kadang-kadang mendengar kisah Rasulullah
itu saya masyaallah Rasulullah itu peka
sampai seperti itu, Pak. Tahu kapan e
good mood dan bad mood. Saya termasuk
kalau istri saya itu
paling paling sensitif dengan bau rokok,
Pak. Jadi kalau saya pernah ngobrol gitu
ya sama teman yang ngerokok itu saya
pulang pasti tahu biasanya saya langsung
lepas baju ganti baju. Paham nggih? Nah,
hal seperti ini ini mungkin simpel
sederhana tapi ini sangat berharga dalam
rumah tangga. Ini adab suami istri
pun saling berbagi senang dan susah.
Saling berbagi senang dan susah. Jangan
sampai jadi orang yang
ego. Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam itu pernah Abu Bakar dan
Rasulullah itu duduk nangis, Pak. Itu
Siti Aisyah. Masyaallah. Siti Aisyah itu
kemudian datang, "Akhbirni min ayiin
tabqki." Rasul, "Kenapa engkau menangis?
Supaya saya bisa menemani engkau
menangis." Itu Siti Aisyah, Pak.
Masyaallah. Nggih. Luar biasa. Ng. Jadi
ketika Siti Aisyah menjumpai Rasulullah
sama Abu Bakar menangis berdua mungkin
mikir masalah umat. Siti Aisah itu kem
ngomong, "Apa yang menjadikan engkau
menangis? Supaya saya bisa merasakan apa
kesedihanmu? Supaya saya bisa menangis
bareng, Pak." Jangan sampai jenengan
bojone nangis sampean tertawa. Umpamanya
dijak e di ditinggal Melayu. Oh,
masyaallah, Pak. Kadang-kadang, Pak,
suami itu, Pak, kalau istri sedih cukup
menyediakan baunya untuk jadi tumpuan.
Selesai, Pak. Paham nggih? Kadang-kadang
seorang suami itu, Pak, istri itu, Pak,
cuma butuh pendengar.
Makanya kalau jenengan suami, ada istri
yang kemudian sedih, macam-macam itu
kadang-kadang cukup didengar,
Pak. Ini yang menjadi akhlaknya
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Pun dalam hadis yang lain dalam
wasiatnya Umamah bintul Harit kepada
anaknya, beliau mengatakan begini. Iyaka
iyaki ee kepada putrinya ya. Iyaki wal
farah baina yadahihi in kanana
muhtamman. Nak kepada istrinya, kepada
anak perempuannya. Beliau mengatakan
begini, "Nak, awas-awas ya, jangan
sampai menunjukkan rasa bahagia kalau
suamimu lagi susah. Jangan pernah juga
menunjukkan rasa susah kalau suami lagi
bahagia. Istri juga sama, suami juga
sama, Pak. Ayo berbagi rasa. Ayo yang
punya empati. Ini adab dalam rumah
tangga pun." Nah, ini penting, Pak.
Saling berhias di depan pasangan.
Ngapunten. Biasanya kita suami itu
kadang-kadang berangkat rumah segar,
ambune wangi, pulang
kumus-kumus. Itu tidak menunjukkan adab.
Sama dengan seorang istri. Istri
kadang-kadang kalau ke pesta pakaiannya
luar biasa. Kalau di rumah masyaallah
wong deser sobek-sobek iku digawe, Pak.
Ambone kecut-kecut, Pak. Kira-kira
umpama kalau seperti ini, Pak, kan
seakan bojone, Pak.
Benar gak butuh
bagian loh. Ini
penting. Rasulullah itu untuk hal ini
itu sangat
vulgar. Abdullah bin Abbas dalam kitab
fi Mkil e fi kasyfil musykil Abdullah
bin Abbas beliau mengatakan begini. Inni
la uhibbu an atazayyana lil mar'ah kama
tatazayyana. Sebagaimana aku senang
istriku berhias di depanku, maka aku
juga senang berhias di depannya. Kalau
jenengan senang lihat istri orang lain,
jenengan tertarik pakai benges, istri
jenengan suruh pakai benges. Sebaliknya
itu juga jenengan lakukan apa yang
disenang istri, maka jenengan lakukan.
Ini yang kemudian menjadi adab suami
istri pun. Makanya Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam itu Pak kalau masuk
rumah pasti dalam kondisi segar. Beliau
sampai sikat gigi dulu, Pak. Dalam hadis
riwayat Muslim, kana idakala baitahu
bada abisiwaq. Rasulullah kalau masuk
rumah beliau bersih-bersih, sikat gigi
dulu supaya istrinya itu senang dengan
penampilan beliau. Pun. Nah, ini
ngapunten nggih. Ini biasanya, Pak,
untuk kita,
Pak. Banyak di antara kita berangkat itu
segar, pakaian rapi, wangi,
pulang-pulang tinggal sisa, pakaiannya
lusuh, kemudian wajahnya cemberut dan
macam-macam, Pak. Ini kalau bisa
dihindari, Pak. Jangan sampai anak kita
itu ketemu kita itu gak senang. Anak
kita itu jangan sampai punya rasa ndak
senang ketemu kita, tapi punya rasa
senang dengan orang tuanya tetangga. Ini
bahaya, Pak. Ngapunten. Ini pengalaman
yang pernah diceritakan oleh seorang
kiai yang kiai ini pernah sowan kepada
Gus Baha. Ini saya dapat cerita dari
beliau itu menarik, Pak. Ada seorang
bapak itu kiai saking ketatnya ke anak,
anak itu suruh ngaji terus ndak dikasih
mainan, ndak dikasih waktu untuk
bermain, Pak. Akhirnya apa? Si anak ini
senang dengan tetangga mainnya, Pak. Di
rumah tetangganya nyaman. Ada TV di
rumah tangganya nyaman, gak pernah
diober-abrik ngaji terus. Akhirnya apa?
Anak ini ketika dewasa lebih milih ikut
tetangganya merantau yang sampai
meninggalkan salat dibandingkan ikut
orang tuanya karena dia tidak pernah
merasa punya jasa kepada orang tuanya.
Ini hati-hati sebagai orang tua, Pak.
Makanya usahakan Rasulullah itu, Pak,
pulang jihad nyampai rumah diajak
kuda-kudaan oleh Hasan Husein itu masih
kuat. Paham nggih? diajak dijadikan
kuda-kudaan oleh Hasan Husein itu masih
kuat, Pak. Itu Rasulullah, Pak. Padahal
dari perjalanan jauh. Makanya anaknya
Rasulullah, cucunya gak ada yang tidak
merasa bangga dengan bapaknya. Loh,
kalau jenengan pulang kari memblene
ngene tok. Kira-kira anak jenengan
merasa jenengan kemudian
berjasa? Ini yang harus dihati-hati,
Pak. Karena anak kita suatu ketika akan
dewasa. Dia akan bisa menentukan sendiri
pilihannya. Jangan sampai dia lebih
memilih orang lain dibandingkan kita.
Paham nggih? Makanya ada satu hal yang
menurut saya menarik ee dari saya
sebenarnya senang dengan perilaku Gus
Baha itu, Pak. Ada yang menarik bagi
saya. Beliau mengatakan begini, "Anak
saya kalau butuh uang saya meskipun
butuh diur dibangunkan gak apa-apa."
Kenapa? Kata beliau, "Karena saya adalah
orang yang paling berhak untuk diganggu
oleh anak saya.
Karena saya pengin anak saya nanti
merasa paling punya hutang jasa ke saya
supaya saya bisa mengarahkan hidupnya
kepada yang baik. Kalau kita sebagai
orang tua, anak kita merasa bapak itu
enggak ada apa-apanya, cuma ngek duit.
Bapak itu di rumah sudah gak bisa
ngapa-ngapain, gak nyaman dijadikan
mainan, akhirnya dia lebih merasa punya
hutang jasa sama tetangga, anak semakin
dewasa semakin bisa memilihkan
menentukan pilihan, Pak. Ini yang
dikuhawatirkan, Pak. Makanya ngapunten
ini hadis sahih, Pak. Masyaallah ya.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
itu, Pak, kalau ada sahabat jihad itu,
Pak, perjalanan jauh itu sebelum masuk
Madinah, beliau gak mau masuk Madinah
dalam kondisi sahabat itu lemas,
pakaiannya lusuh, kusut. Maka Rasulullah
itu kebiasaannya sebelum masuk kota
Madinah, beliau membuat
kemah. Apa tujuannya kemah? Sahabat yang
capek-capek suruh mandi, pakaiannya dari
perjalanan jauh yang sudah bau-bau apek
suruh ganti. Yang kedua ini penting.
Rasulullah ngutus satu orang datang ke
Madinah. Apa yang dilakukan oleh orang
ini? Ngasih kabar para istri, suaminya
mau datang, desere sing apek danang
diumbah. Paham nggih? pakaiannya yang
lapuh segera diganti. Bahkan ngapunten
Rasulullah itu agak vulgar, Pak, bahasa
hadisnya itu, Pak. Supaya
wanita-wanita itu berhias dan mencukur
bulu kemaluannya. Loh, kan enak, Pak.
Bojone teko seger, sing omah yo
seger. Masalah kan begini, Pak. Bojone
kesel di luar itu banyak godaan. Ketok
sing wedok mble
ngorok dijak anu nola ini kan masalah
Pak muncul Pak. Waduh rek enan jobo kan
bahaya Pak. Makanya saya sering ngomong
kepada para istri itu Pak. Jenengan
kalau enggak bisa masak warung wartek
banyak jenengan kalau enggak bisa untuk
kemudian cuci baju yang namanya tempat
cuci baju itu banyak tapi urusan itu
kalau gak bisa bahaya. Paham nggih?
Karena yang di luar itu pasti haram.
Makanya Rasulullah itu sampai hal
seperti itu, Pak, itu diatur begitu luar
biasa. Suaminya suruh siap, istrinya
suruh siap. Jadi enggak ada masalah ke
rumah tangga itu gak ada. Anaknya
sahabat itu gak bangga dengan orang
tuanya enggak ada. Karena ketika nyampai
rumah sudah siap. Ini adab yang perlu
kita praktikkan di rumah. Pak pun
lanjut. Memiliki rasa cemburu yang
wajar. Seorang suami harus punya
cemburu. Istri juga punya cemburu. Tapi
jangan terlalu, Pak. Jangan jadi
kemudian security yang kemudian sampai
semua kontak dihubungi siji-siji.
Seorang suami juga sama. Jangan sampai
ganti namanya Siti
diganti sinten,
Pak? Wong koncone Siti diganti Tono itu
juga enggak boleh, Pak. Ini harus
cemburu, harus ada tapi gak boleh. Tidak
punya cemburu tercela, terlalu cemburu
bahaya. Cemburu yang sedang-sedang ini
yang kemudian dianjurkan.
Nah, pun Rasulullah mengatakan ada tiga
orang la yanzurullah ilaihim
yaumalqiamah yang oleh Allah kelak tidak
akan dilihat di hari kiamat. Siapa?
Satu. Alaqu liwalidah. Orang yang
durhaka kepada orang tua. Yang keempat.
Yang kedua, wal mar'ah almutarajjilah.
Perempuan-perempuan yang kemudian
bermacak seperti laki-laki. Ah, yang
ketiga ini, Pak. Wad dayus. Dayus. Siapa
dayus? Orang yang enggak punya cemburu
sama sekali. Seorang laki-laki istrinya
dijapri laki-laki lain gak punya rasa
cembur. Ini bahaya. Ini dilarang oleh
Islam. Seorang suami yang kemudian
melihat istrinya jalan sama laki-laki
lain yang kemudian bukan mahram, dia
biasa-biasa saja. Ini kata Rasulullah
dayus. Ini termasuk orang yang oleh
Allah nanti dikejam di hari kiamat.
Paham nggih? Jadi cemburu itu, Pak
adalah sesuatu yang penting dari rumah
tangga. Asalkan jangan terlalu. Kalau
terlalu juga bahaya pun. Makanya dalam
kitab Syarhus Sunah Imam Albaghawi
mengatakan, "Ala innahu la khairo fiman
la yagor." Tidak ada kebaikan orang yang
tidak punya rasa
cemburu. Kemudian kalau cemburu terlalu
juga bahaya, Pak. Makanya dalam kitab
Uyunul Akhbar Ibnu Qutaibah
mengatakan, "Iyaka wal giriro fainnaha
miftahut tholaq."
Hati-hati, cemburu yang berlebihan.
Karena ini menjadi pembuka pintu
perceraian. Biasanya perempuan yang
terlalu cemburu ini kemudian tidak
menjadikan suami nyaman dengan dirinya.
Makanya cemburu itu yang biasa biasa
saja pun. Lanjut, Pak. Nah, saya
percepat. Ini Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam, Pak. Saya kadang-kadang
masyaallah. Ini hadis sahih, Pak.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
itu, Pak, jenengan kalau bisa seperti
ini, Pak, luar biasa. Rasulullah tuh,
Pak, pernah beliau itu nerima tamu, tamu
kehormatan. Ketika nerima tamu
kehormatan itu di rumahnya Siti Aisyah
kok. Ketepatan ada istrinya Rasulullah
yang pintar masak itu bawa makanan
dibawa ke rumahnya Siti Aisyah.
Perempuan itu kan, Pak, teritorialnya
kalau diganggu itu kan masalah, Pak.
Kata Siti Aisyah, "Iki umahku bojone
Rasulullah ulo ngirimi barang makanan ke
saya." Maka apa yang dilakukan oleh Siti
Aisyah? Siti Aisyah membanting makanan
itu dengan wadahnya di depan tamunya
Rasulullah. Pak, saya, Pak, ketika baca
ini, Pak, saya enggak bisa bayangkan
kalau itu terjadi kepada saya sama
jenengan, Pak. Jenengan waktu di rumah
kedatangan teman
kantor,
bojone numplukno panganan di depan teman
kantor jenengan itu kalau terjadi
kejenengan bagaimana, Pak?
bisa terjadi perang dunia ketiga, Pak.
Masyaallah. Tapi Rasulullah, Pak,
masyaallah, Pak. Ini Rasul loh, Pak,
pimpinan dunia akhirat, Pak. Apa yang
beliau mengatakan? Beliau cuma diam
hanya mengatakan gorot ummuk. Ketamunya
mengatakan ndak poo ibumu lagi
cemburu. Maka yang dilakukan oleh
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
adalah beliau miliki makanan itu, Pak.
Dipiliiki, dipilihi, dipilihi, ditaruh.
Beliau hanya bilang sama Siti Aisyah,
"Siti Aisyah, kamu telah memecahkan
barang orang tolong diganti." Cukup
itu ndak
nyalahkan apalagi kemudian
nempel. Tidak bicara apa-apa hanya
mengatakan, "Karena kamu telah merusak
barang orang tolong diganti." Selesai.
Ini Rasulullah. Nah, ada yang di sini
seperti Rasulullah, Pak? Ya Allah. Saya
kadang-kadang baca ini tuh, Pak. Saya
kadang-kadang baca itu, "Ya Allah.
Saya enggak bisa pikir, Pak. Itu kalau
terjadi ke saya, Pak. Saya kemudian di
rumah kedatangan tamu-tamu jemah yang
sering ikut pengajian saya. Istri saya
marah mecapiring di depan jemaah saya.
Loh, ini kan psikologi Rasulullah kan
itu, Pak. Rasul pemimpin umat, pemimpin
negara.
Seorang rasul di depan umatnya ketepatan
Siti Aisyah memecahkan wadah di depan
tamunya. Masyaallah. Nggih. Makanya,
Pak, ngapunten, Pak. Saya itu Mbak
senang, Pak, kalau ada seorang suami
istri ngaji, setelah ngaji pakai hadis
untuk mengintimidasi
pasangannya. Banyak enggak, Pak?
Tipe-tipe suami kayak gini, Pak, ngaji
tentang kewajiban istri. Mari ngono
direkam diceritno nang bojone iki loh
Dik jadi bojo sing apik koy ngene Pak.
Padahal Rasulullah yang punya hadis itu
nak seperti itu, Pak. Paham nggih?
Rasulullah yang punya hadis gak seperti
itu, Pak. Gak pernah
mengintimidasi istrinya dengan ancaman.
Coba jangan lihat hadis ini. Wong kita
kadang-kadang itu, Pak. Istri juga sama,
Pak. Kemudian belajar tentang tema
kewajiban suami kepada istri direkam,
Pak. Kekno bojone loh. Kalau ini seperti
ini, Pak, itu sama dengan orang menuntut
kewajib menuntut hak tapi lupa dengan
kewajibannya. Ini yang ayo setelah kita
baca hadis ini kita sedikit sadar, Pak.
Pun. Yang selanjutnya adalah menjaga
diri. Ini yang kemudian perlu kita
pahami. Nah, makanya Pak kalau kata
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
beliau mengatakan begini, Pak. Beliau
itu, Pak, sangat ketat untuk masalah
ini. Makanya tadi saya katakan, Pak,
urusan biologis ini, ini urusan penting.
Jangan sampai ada masalah. Makanya
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
itu pernah ketika beliau itu terganggu
di luar, jad wajar ya, manusiawi. Jadi,
beliau itu kemudian merasa manusiawi.
Beliau datang ke masjid itu Pak, balik
lagi, Pak. Setelah balik lagi masuk
rumah, beliau kemudian terlihat basah
kayak seperti manji junub.
Maka beliau mengatakan, "Saya tadi
tergoda oleh seorang di luar, maka saya
pulang." Maka beliau mengatakan, "Kalau
kamu tergoda di luar, maka cepat-cepat
kamu pulang. Karena ada pada istrimu
adalah sesuatu yang ada pada yang kamu
tergoda
dengannya." Paham nggih? Loh, benar,
Pak. Makanya Rasulullah sangat mengecam
kalau seorang istri
nolak. Kenapa kok nolak, Pak? Umpama
bayangkan sampeyan wis ngempet, wis
digoda ngempet, ngempet, ngempet, mulai
ditolak bojo. Kiro-kiro kiro-kiro ini
bahaya enggak, Pak? Bahaya, Pak. Kalau
jenengan ngempet luwih warung iso
dituku, Pak. Kalau jenengan pakaian ndak
bisa dicuci, masih banyak laundri. Tapi
urusan itu kan sangat bahaya, Pak. Ah,
tuku kan bahaya
tukak. Paham, nggih. Makanya untuk hal
ini beliau itu sangat ketat.
Ini yang kemudian makanya Rasul
mengatakan begini, Pakul imroat
firabat. Kalau ada seorang suami
mengajak istrinya untuk berhubungan
intim istrinya ditolak, maka beliau
mengatakan, "Laanatal malaikah hatta
yusbiha." Maka seorang istri ini
dilaknat oleh malaikat sampai waktu
subuh. Karena apa? Karena kewajiban
suami menjaga diri di luar supaya nanti
kalau tergoda bisa diaruhkan di dalam
rumah. Makanya jangan sampai ditolak.
Paham nggih? Pun ini adab yang harus
kita biasakan. Lanjut. Nah, terakhir
dari saya, Pak. Terakhir dari saya
saling bergaul dengan baik. Karena orang
paling baik itu bukan orang yang paling
baik di luar. Tapi orang paling baik itu
adalah orang paling baik di antara
keluarganya.
Orang yang kemudian top markotop di
luar, Pak. Jenengan gampang dia baik
atau gak, Pak? Takon nang
bojone, takon nang bojone. Mek bojone
penceramah, Pak. Kayak saya gini ceramah
saya baik atau gak? Sampang gampang,
Pak. Sampean tanya ke istri saya, Pak.
Kalau istri saya ngomong preketek, Mas
berarti saya enggak baik, Pak. Paham,
nggih? Karena indikator baik itu yang
tahu selok-beloknya seorang istri.
Makanya kenapa orang nonmuslim tidak
bisa menyerang
Rasulullah? Karena Rasulullah itu
istrinya banyak. Tidak ada satu istri
pun yang kecewa dengan beliau setelah
beliau
wafat. Semuanya setelah ditinggal wafat
beliau semakin baik semakin rajin
ibadah. Enggak punya celah orang
nonmuslim untuk menyerang Rasulullah.
Andaikan ada satu saja istri Rasulullah
yang ngomong pretek. Pak selesai, Pak.
Paham? Nggih. Makanya jenengan kalau
nanti umpama jenengan ada seorang yang
kagum, coba jangan tanya istrinya
preketek atau gak. Kalau istrinya
ngomong
preketek berarti baik di luar di rumah
enggak bagus, Pak. Sama jenengan juga
sama. Jangan sesekali ketanya ke istri,
"Dik, saya menuk kamu bagaimana, Dik?"
Mek sampean bojone ngomong preketek wis
berarti jenengan perlu ditingkatkan,
nggih? Karena indikatornya ada pada
istri. Makanya Rasul mengatakan,
"Kirukum kohairukun liahli." Orang
paling baik itu adalah orang yang paling
baik kepada keluarganya. pun. Nah,
sabar. Ini juga sama. Saya ingin sedikit
nambahi ini, Pak. Ini paling penting,
Pak. Wala tanssawul fadla
bainakum. Kita melihat pasangan itu,
Pak. Jangan melihat
kekurangannya. Lihatlah
kelebihannya. Kalau kita selalu melihat
kekurangannya, tidak ada orang yang
sempurna, Pak. Jenengan lihat istri itu,
Pak, cerewet koy opo, Pak. Sampeyan
ingat y opo-yopo iki ibu anak-anakku y
opo-yopo dengan ini saya bisa menjaga
diri saya tidak zina ya gara-gara
disalurkan ke istri saya. Jadi setiap
orang itu Pak pasti punya kelebihan.
Orang yang fokus ke kelebihan maka yang
namanya kejelekan akan terasa samar.
Tapi orang yang fokus kepada kejelekan
yang namanya kebaikan sebesar apapun
akan terasa sirna. Pak Paham nggih?
Makanya sering mengatakan kadang-kadang
kita itu gajah di pelupuk mata tidak
tampak tapi semut di seberang lautan
tampak. Watek kita itu Pak kadang-kadang
eleke bojo cilik ketok apike lali Pak.
Wong kawin 20 tahun gara-gara salah siji
siji sale. Pak langsung ngomong 20 tahun
aku urip sampeyan. Ndak ono apike blas
ndak ono senenge blas. Padahal anake 10
iku seneng gak, Pak? Saya kadang-kadang
kan ngomong kawin 20 tahun ono senenge
blas anake 10. Iku senang enggak, Pak?
Kiro-kiro,
Pak. Makanya prinsipnya adalah jangan
sampai melupakan kebaikan. Lupakanlah
yang jelek, ingatlah yang baik. Paham?
Nggih pun ini yang kemudian harus
dibiasakan supaya kita ini, Pak.
Terakhir terakhir dari terakhir ini,
Pak. Oh, akit saja nih, Pak. Waktunya
enggak cukup, Pak. Wis, Pak. Ini, Pak.
Penting, Pak. Jenengan tak tutup nikah
itu, Pak. Kata kuncinya 4T, Pak. Kenapa,
Pak? T.
Satu tarahum, satu tahabbub, dua
tarahum, nomor tig tafahum. Nomor empat
taawun. Apa, Pak? Satu, tahabbub, saling
mencintai. Nomor dua, tarahum, saling
kasih sayang. Nomor tiga, tafahum,
saling memahami. Nomor empat taawun,
saling tolong menolong. Satu orang itu
bisa baik kalau cinta. Ini biasanya,
Pak, kalau untuk manten anyar, Pak.
Manten anyar itu biasanya rasa cintanya
yang tinggi, Pak. Jadi kalau manten
anyar itu, Pak, biasanya kalau kesandung
yang disalahkan batunya, Pak. Tapi wis
tu, Pak. Kalau kesandung sing disalahno
motone bojone, Pak. Karena memang
tahabnya hilang. Makanya yang kedua
kalau kita sudah manten-manten tuek
kayak saya sampean ini, Pak, yang perlu
ditinggalkan bukan cintanya, Pak.
Tarahum, kasih sayangnya. Lihat istri,
lihat suami itu lihat kasih sayangnya.
Ketok bojo ngorok, masyaallah bojoku
ngorok iki kesel iki rek. Dipiji
taruhumnya yang muncul. Karena kita
mencintai mungkin tidak seperti yang
dulu, Pak. Makanya tahabub itu biasanya
manten anyar. Manten yang lawas itu
biasanya butuh ditingkatkan tarahumnya,
Pak. Kalau kalau tidak masalah. Paham
nggih pun? Karena kalau kita itu Pak
kalau manten anyar itu, Pak biasanya
senangnya pakai reksona. Kalau sudah
pakai tua itu pakai remason. Paham ngih
Pak? Jadi kalau waktu manten anyar pakai
reksona, manten tua sudah pakai
reason itu. Nah, yang seperti ini harus
yang diperbanyak tarahumnya, Pak. Paham
nggih? Pun. Yang ketiga, tafahum. Saling
memahami, memahami kekurangan
masing-masing, memahami aja-jab. Yang
keempat, taawun, saling tolong menolong.
Rasulullah itu, Pak, di rumah sering
jahit baju
sendiri. Rasulullah alaihi wasallam itu
di rumah sering sandalnya rusak
digerarap sendiri. Apakah itu kewajiban
beliau? Itu bentuk taawun. Jadi, suami
istri itu, Pak, jangan fokus kepada hak
dan kewajiban masing-masing, tapi butuh
taawun. Mana yang bisa dikerjakan oleh
pasangan kerjakan. Paham nggih? Satu
apa, Pak? Tahabbub. Nomor dua tarahum.
Saling sayang menyayangi. Nomor tiga,
tafahum. Saling memahami. Yang keempat
taawun. Saling tolong-menolong pun kalau
ada yang mau tanyakan saya
persilakan. Pas jam siji, Pak. Nggih
tinggal praktik berarti, Pak.
Nggih. Monggo, monggo, monggo.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullah.
Bagaimana dengan
anak umur, anak kambung? Apakah kita
nanti juga dimintai bertanggung
jawab? Terus bagaimana kalau bahsera itu
tidak ada penumpang?
Apakah ini juga nanti
meringankan dan berantungan nanti?
I pun juga bagaimana kalau kadir
menentukan bahwa suar itu tidak punya
apakah ini sudah meringankan untuk bisa
pada waktu
yang pertama yang ingin saya
sampaikan kalau kita yang dimaksud itu
adalah anak sambung itu anak bawaan
pasangan nggih. Karena bawaan pasangan
itu dia statusnya anak tiri. Berarti
nggih. Ya, itu berarti statusnya adalah
mahram. Maka perlakukanlah sebagaimana
anak kita kalau kita mampu mendidik dia
menjadi anak yang baik, maka bisa jadi
saluran kita yang menjadi penolong ya
dia. Itu yang pertama, Pak. Yang kedua,
Pak. Allah itu kalau kita memahami
dengan baik, semua yang diberikan Allah
itu yang terbaik, Pak. Orang dikasih
anak kalau dia memahami anak tanggung
jawab maka dia akan menjadikan anaknya
sebagai penerus
keimanannya. Tapi orang yang tidak oleh
Allah dikasirahi anak mungkin itu cara
Allah takut anaknya menjadi penerus
kejelekannya menjadi kemudian menjadikan
dia imannya goyah. Maka yang perlu kita
lakukan adalah harus selalu berhusnudan
kepada Allah, Pak. Karena kalau kita
berus kepada Allah, hidup itu ringan,
Pak. Jenengan kalau selalu suudon sama
Allah, dikasih apapun itu kemudian tidak
merasa ringan. Makanya usul saya, apapun
yang diberikan Allah itu pasti yang
terbaik, Pak. Kadang-kadang Allah itu,
dan ini sering saya alami, Pak, saya itu
kadang-kadang oleh Allah. Makanya dalam
kitab hikam itu dikatakan begini, Pak.
Rubama mana fa'ok warubama aoka
famanaat. Kadang-kadang Allah enggak
ngasih itu pemberian. Kadang-kadang
Allah ngasih itu Allah sebenarnya adalah
ingin menguji, Pak. Ada orang dikasih
anak, tapi siapa tahu anaknya itu yang
kemudian menjadikan hidupnya sengsara.
Makanya kata hikam, mata fataha laka
babal fahmi fil mani adal manu ainal.
Kalau kamu memahami husnudan kepada
Allah ketika kamu tidak diberi, maka
tidak diberi itu adalah pemberian, Pak.
Ngapunten. Saya sedikit cerita
pentingnya husnudon, Pak. Saya dulu
waktu mondok Sidogiri itu pengin kuliah,
Pak. Pengin saya itu segok ee madrasah
plus kuliah karena SMA saya selesai,
Pak. Tapi abah saya itu syaratnya satu.
Kata Abah saya, "Awakmu boleh kuliah."
Syaratnya satu. Sekolah madrasah di
Sidogiri gak boleh putus. Saya keliling
satu Pasuruan cari kampus yang kuliah
pagi tok gak ada, Pak.
Maka tahun itu saya merasa Allah gak
ngasih saya solusi, Pak. Masyaallah,
Pak. Allah itu luar biasa.
Allah itu luar biasa, Pak. Nggih. Saya
baru merasa itu ternyata setelah 2
tahun, setelah 2 tahun saya
dapat yang andaikan saya kuliah mungkin
gak terjadi paham ya.
Dan itu juga terjadi ketika saya lulus
kuliah. Saya ketika lulus kuliah itu
saya ketika lulus
kuliah. Ini penting husnudon, Pak. Saya
tak sedikit cerita pengalaman saya, Pak.
Saya ketika lulus kuliah itu, Pak, sudah
mau berangkat ke Malaysia dapat
beasiswa, Pak. Tapi
gagal. Waktu itu sedikit kecewa, Pak.
Tapi masyaallah itu cara Allah ngasih
saya, Pak. Kenapa? Karena setelah saya
pulang, Pak, dapat 2 bulan, 3 bulan,
ternyata Bapak saya itu wafat, adik saya
9. Saya mikir, "Pak, Anda kan saya
berangkat pasti pulang." Jadi Allah gak
memberakan saya. Itu cara Allah supaya
saya gak repot-repot
pulang. Ketika saya tidak dapat kuliah,
itu cara Allah supaya ngasih lebih
banyak. Tugas kita cuma satu. Apapun
yang Allah berikan kepada kita,
husnudan. Kalau kita ndak punya anak,
Allah gak nakkan kita anak, bisa dapat
pahala jariah dari jalan yang lain. Bisa
dapat pahala jariah dengan jenengan
memberikan kepada lembaga pendidikan,
jenengan bisa dapat dari jalur yang
lain. Maka saran saya satu, apapun yang
Allah berikan selalu husnudon. Ngoten
nggih. Ada lagi, Pak? Cukup, Pak. Cukup
nggih. Semoga bermanfaat. Semoga kita
oleh Allah dijadikan orang yang
istikamah. Kita dijadikan oleh Allah
subhanahu wa taala keluarga yang
sakinah, mawadah, warahmah. Dan semoga
kita dikumpulkan lagi di surganya Allah
Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal
alamin. Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma
shalli wasallim ala sayyidina Muhammad
wa ala ali sayyidina Muhammad.
Rbanagfirlana waliwalidina warhamhum
kama
rabba. Allahumfana bimaamtana waimna ma
yanfauna wazidna ilma. Rabbana la tuzin
qulubana ba'da idada wahablana minadunka
rahma innaka antal wahab. Rabbana
hablana min azwajina wurriyatina qurun
walna lil muttaqina
imama. Rabbana fid dunya hasan wafil
akirati hasana waqina.
Wasallallahu ala sayyidina Muhammadin wa
ala alihi wasahbihi wasallam. Subhana
rabbika rabbil izzati amma yasifun
wasalamun alal mursalin. Walhamdulillahi
rabbil alamin. Bibarokatil
[Musik]
fatihah. Ini yang bisa saya sampaikan.
Kurang lebihnya saya mohon maaf.
Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
alla ilahailla anta astagfiruka waubu
ilaik waan. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih apa yang disampaikan.
kita bisa bermanfaat dan bisa menambah
ilmu kita semua. Akhirul kalam ihdinatal
mustaqim. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]