Transcript
zcs6JIcr0fw • ASN Mengaji Seri 5 | 2025 - Istiqomah setelah Ramadhan : Apa dan Bagaimana?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0223_zcs6JIcr0fw.txt
Kind: captions Language: id ini kita dapat melaksanakan salat zuhur berjamaah sekaligus mengikuti ASN mengaji. Semoga amal ibadah Bapak Ibu sekalian diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Amin. Amin ya rabbal alamin. Kedua kalinya selawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang telah memberi bimbingan panduan berupa ajaran Islam. Semoga kelak kita mendapat syafaah dari beliau. Amin. Amin. Salat zuhur yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Marilah kita ikuti kajian ASN Mengaji dengan tema istikomah setelah melaksanakan Ramadan yang akan disampaikan oleh Ustaz Dr. H. Muhammad Faizin Afwan dari Universitas Islam Negeri Surabaya. Kepada beliaunya kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah. Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi ja'alana minal aidina wal faizina wal mustagfirina wal maqbulina wal muhsitina wal muhsinina wal muhibbinu amin wa antum bikhair taqobbalallahu minna waminkum taqobbal ya karim siamana wa siyamukum Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh alladzi la nabiya ba'dah. Qolallahu taala azza wa jalla alqoil. Auzubillahis samiil alim minasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Waadzanaukum lain syakartum laazidannakum walain kafartum innazabiadid. Waqallahu taala azza waalla alqoil. Wasariu ila magfiratim mirbikum wa jannatin arduhas samawati wal ard uidat lil muttaqin alladina yunfiquuna fari wai waladinal gid walinainas wallahu yuhibbul muhsin alayya waqala rasulullah shallallallahu alaihi wasallam waqala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam fi hadisil ukhro manana yumminu billahi wal yaumil akhir falyasil rahimah waqala rasulullah shallallallahu alaihi wasallam fi hadisil ukhro Manana yumminu billahi wal yaumil akhir falyaakl koiron a litasmud. Waqal hukama laisal eid liman labisal jadid wakinnal eid liman thatahu tazid. Amma ba'du syaadatal qurama alaiza alfudola. Para kiai, para asatid, para alim, wabil khusus keluarga besar BPSDM Provinsi Jawa Timur. Tidak lupa saya sampaikan salam takzim kepada Bapak pimpinan Bapak RAM, sekeluarga dan keluarga besar, karyawan, pegawai BPSDM dan jajarannya dan segenap audiens para pemirsa di program ASN mengaji di BPSDM pada kesempatan kalender 16 April 2 25 bertepatan dengan bulan Syawal Hijriah dalam tema melestarikan Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Ramadan ini adalah dibuat oleh Allah untuk membangun karakteristik umatnya. Ramadan ini dijadikan oleh Allah sebagai kawah Condro di Muko tempat training center sekaligus sebagai bagian dari pendidikan kepada umat. Jadi kalau Imam Al-Ghazali menyampaikan bahwa Ramadan itu adalah sekolah syahru Ramadan kal madrasah diibaratkan seperti madrasah. Jadi kita di bulan Ramadan yang lalu itu digemleng oleh Allah dengan kurikulum yang variatif melampaui dari dimensi kurikulum berbasis kompetensi, kurikulum tingkat satuan pendidikan atau bahkan kurikulum 13 atau kurikulum merdeka yang terbaru. Bahkan yang paling terbaru adalah kurikulum yang berbasis kepada deep learning, yaitu pembelajaran yang berbasis kepada esensi dan pengalaman. Bapak, Ibu sekalian, maka kita lihat Ramadan itu output-nya adalah mendidik manusia menjadi disiplin. Ketika kita semuanya melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan itu, kita semuanya memahami regulasi, memahami aturan-aturan yang disampaikan oleh Allah di dalam Al-Qur'an dan dijelaskan oleh Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam bahwa Ramadan itu kita berpuasa tidak boleh makan, minum, dan menjaga dari hal-hal yang membatalkan ibadah puasa selama 13 hingga 14 jam. There are 14 hours in our passing month. Semenjak terbitnya fajar sodq ketika kita sahur dan diakhiri dengan imsak, maka imsak itu adalah batasan kita tidak boleh makan minum sampai terbenamnya matahari jam 17.00. 50 hampir 13 sama 14 jam itu adalah membangun karakteristik disiplin semuanya sama. Mendidik manusia sebagai karakter penyabar. Orang puasa itu dilatih oleh Allah untuk menjadi sabar. sabar dalam lapar dahaga maupun menjauhi hal-hal yang membatalkan ibadah puasa ini luar biasa. Kalau karakteristik kita bangsa Indonesia yang memiliki nation karakter building membangun karakter manusia secara nasional yang berkali-kali masih belum bisa berhasil evaluasinya adalah esensi dari sabar itu adalah menghadapi kenyataan hidup ini dan menghadapi ketika kita menjalankan aturan ketaatan diri kita kepada Allah atau menjauhi larangan Allah. Sabar, mendidik manusia menjadi pemaaf. Maka esensi takwa itu kalau di dalam Al-Qur'an korjuan puasa Albaqarah 183 itu adalah menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah, Pak. Pak, Pak. Inti dan tujuan dari puasa itu jelas dalam surah Albaqarah 183. Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumusam kama kutiba alalladina minqoblikum la'allakum tattaquun. Jelas takwa kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka melahirkan menjadi manusia yang dermawan, menjadi ahli membaca Al-Qur'an, menjadi ahli qiyamulail dan menjadi ahli sodqah, dan ahli refleksi dan ahli muhasabah. Pak, Pak. The biggest question now. I pertanyaan terbesar yang ingin saya tanyakan kepada panjenengan ketika Ramadan panjenengan sudah khatam berapa kali? Khatam berapa juz? lah. Ini berarti karakter yang dibangun oleh Allah melalui bulan Ramadan ini harus kita evaluasi secara esensial. Terbagi menjadi tiga bagian ketika Ramadan itu datang. Ada yang menganggap bahwa Ramadan itu ya sudah bulan biasa-biasa saja. Ramadan ini tamu biasa. Jadi dia mengambil sesuatu yang tidak banyak. Yang kedua itu Ramadan ini dianggap sebagai tamu ya tamu yang tidak penting-penting amat. Kalau panjenengan kedatangan tamu itu kan disiapkan karpet merah, jamuannya, kemudian nanti pulangnya dikasih bawaan apa? Wis biasa-biasa saja ya. Puasa ya tarawih wis biasa-biasa saja. Tapi ada yang menganggap karena bulan Ramadan ini adalah syahrun adzimun wa syahrun mubarok fihi rahmatun wafiratun waidum minanar. Maka disiapkan yang [Tepuk tangan] istimewa. Disiapkan tidak hanya cukup banner besar tapi disiapkan dengan program-program yang luar biasa. Maka dia mengambil bulan puasa ini apa yang sudah dianjurkan oleh Allah diambil semua. Maka ketika bulan Ramadan selesai dia akan mendapatkan mutiara-mutiara pasca Ramadan. Lah yang biasa-biasa sudah khatam berapa kali? Ya karena dianggap biasa ya mantuk-mantuk saja. Setelah Ramadan dapat apa? What think you get from Ramadan? Hal apa yang panjenengan dapatkan dari Ramadan ini? Maka tiga kelompok besar ini yang hebat itu adalah yang mengagungkan bulan Ramadan. Sehingga bulan Ramadan ini adalah bulan yang mulia di dalamnya Allah membangun karakteristik-karakistik yang hebat. Nah, di surah Albaqarah bahwa menjadikan manusia yang bertakwa kepada penciptanya ini adalah menjadi kor, menjadi esensi, menjadi hal yang substansi. Makanya perbandingan bulan Ramadan dengan 11 bulan di luar Ramadan itu berbeda banget, Bapak, Ibu sekalian. Bulan Ramadan itu begitu semarak mulai di musala, di surau, dilanggar, di masjid, di instansi semuanya yang biasanya tidak ada kegiatan di Ramadan ini full. Mulai tadarus Al-Qur'an, mulai tarawih, mulai takjil, mulai berbuka, semuanya ada. Mulai qiyamulail, iktikaf bersama, semuanya ada. Nah, ketika bulan Ramadan tiba itu what thing we have to do? Hal apa yang harus kita kerjakan? Pak, Pak semangat Ramadan itu semestinya harus kita kobarkan di 11 bulan di luar bulan Ramadan. Saya tanya, panjenengan ketika ditinggalkan bulan Ramadan itu bergembira apa menangis? Senang enggak poso gitu? Pertanyaan jawabannya begitu. the biggest anwers of the human in the world after fasting Ramadan. So they very happy because they do not fast. Fahimtum? Understand? Yes. Masyaallah. Puo berarti dijadikan sebagai beban. ini yang mindsetnya harus di-refresh. Nah, padahal Allah itu menjadikan kita dalam bulan Ramadan ini menjadi takwa kepada penciptanya. Nah, keberkahan dan kemuliaannya penuh rahmah Ramadan itu dan penuh magfirah, penuh dengan derajat kebebasan siksa api neraka. Di dalamnya Al-Qur'an juga menurunkan malam yang penuh dengan keberkahan namanya nuzulul Qur'an. Pak Nuzul Qur'an itu perspektif kita adalah bahwa Al-Qur'an itu diturunkan oleh Allah berangsur-angsur. Padahal perspektif mufassir, ahli tafsir bahwa nuzul Quran itu Al-Qur'an itu diturunkan oleh Allah dari Sidratul Muntaha langit yang ketujuh ke langit yang paling dekat dengan dunia. Pak, langit yang paling dekat dunia itu langit nomor satu. Namanya apa? Baitul Izzah. Apa, Pak? Baitul izzah. Jadi, dari Sidratul Muntaha ke Baitul Izzah, Al-Qur'an itu diturunkan secara langsung, blek 30 juz. Baru kemudian proses diturunkan oleh Allah dari Baitul Izza ke dunia ini, ke bumi, ke Rasulullah melalui malaikat Jibril itu selama 23 tahun. Tepatnya 22 tahun, 2 bulan 22 hari. Surat yang diturunkan melalui kota Makkah namanya surat Makkiah atau sebelum Rasulullah itu hijrah ke kota Madinah itu namanya surat Makkiah. Dan setelah Rasulullah hijrah di Madinah selama 10 tahun itu namanya surat madaniah. Jadi 30 juz itu surat itu terbagi menjadi dua, yaitu surat Makiyah dan surat Madaniah. Itulah Al-Qur'anul Karim yang menjadi pegangan dan pedoman hidup untuk umat di muka bumi ini agar mereka selamat fidunya wal akhirah. Amin ya rabbal alamin. Nah, hadirin hadirat para rawuh para jemaah Masjid Al-Huda dan seluruh pemirsa. di dalam program ASN Mengaji BPSDM Provinsi Jawa Timur, maka ada satu malam juga yang keberkahannya itu bisa membangun dan merubah secara faktual dan diametral dari sisi kehidupannya. Apa yang dimaksud dengan malam itu? Namanya malam lailatul qadar. Pak, Pak dereng sarapan sampean, Pak. [Musik] Kira-kira revolusi yang terjadi dalam diri panjenengan semua ini setelah puasa selama 30 hari di bulan Ramadan ini perasaan yang panjenengan dapatkan apa? Semakin sehat rodo loyo. Awake loyo. Kuru kurus kering soale habis THR angpaunya habis untuk kepentingan lebaran kemarin. Menurut penelitian bahwa puasa di Ramadan itu 30 hari itu satu menjadikan awet muda apa? Shihin kelihatannya tampak soyang ya. Luk Soyang berarti Ramadannya berhasil ya ber hasil karena mendapatkan THR yang [Tertawa] memuaskan. Itu yang tampak Bapak Ibu sekalian. Maka yang sesungguhnya malam lailatul qadar itu bisa merubah masa depan kita. Yang sakit kemudian tiba-tiba sembuh. Ada. Coba panjenengan kemarin pada saat 10 malam yang terakhir, pengalaman pribadi panjenengan malam lailatul qadar itu turun pada saat malam berapa? Saya ingin tahu malam berapa, Pak? Kalau saya pribadi, karena malam lailatul qadar itu pengalaman pribadi dan itu sifatnya individual itu turun pada saat malam 21. Indikatornya apa? Satu, pada saat itu langit bening, tidak ada mendung sama sekali, tidak hujan. Yang kedua, suasananya enak, angin silir-silir. Kemudian keberkahan rezeki begitu mengalir. Ya, mungkin pada saat malam 21 itu tunjangan hari raya cair. Ya, betul Bapak Ibu sekalian. Betul. Betul. Dan banyak yang mengatakan sama pengalamannya dengan saya bahwa indikator malam lailatul qadar itu pada saat malam 21 ya. Di masjid saya itu setiap 10 malam terakhir itu ada qiyamulail yang dilakukan pada saat jam .00 hingga jam .00 dengan salat malam, salat taubat, salat salat tahajud, salat hajat, kemudian zikir, kemudian ditutup doa, dan terakhir ditutup dengan sahur bersama selama 10 hari. Dan itu pengalaman yang paling menyenangkan itu malam [Musik] 21. Berarti revolusi dalam diri kita, perasaan yang terjadi itu begitu bahagia. Makanya Ramadan itu ketika kita memasuki bulan Syawal maka harus gembira. Dengan gembira itu, Bapak Ibu sekalian akan melahirkan sikap positif dalam ilmu psikologi namanya hormon endorfin. Apa, Pak? Jadi panjenengan itu kalau berprasangka kepada pimpinan atau berprasangka kepada siapapun, maka kalau bisa prasangkanya itu positif. Apalagi panjenengan itu berprasangka kepada Tuhan, kepada Allah. Ana indadonni abdi bih. Itu benar. Saya itu bergantung prasangka yang baik kepada Tuhan kita. Kalau positif, maka hormonnya akan tumbuh positif. Kalau positif dalam tubuh kita ini, hormonnya akan muncul yang baik-baik. Kalau baik berarti muncul bahagia, gembira. Masih diseneni bojone wis gembira wae, masih dikancingi lawang gembira wae kita. Tapi ojo sampai dipecat karo pimpinan terus bahagia iku. Nah, harus positif. Nah, kita lihat perspektif takwa itu dalam kisah surah Ali Imran 134. Orang yang bertakwa kepada Allah itu dijelaskan dengan gamblang oleh Allah dalam Al-Qur'an perspektif Ali Imran 134. Yang pertama itu adalah orang yang gemar berinfak. alias tidak pelit. Kalau pelit, kuburannya semempit. Ini manusia yang gemar berinfak dalam keadaan sempat maupun sempit. Pakih Pak orang yang bertakwa kepada Allah itu karakter yang pertama yang muncul itu adalah orang yang suka menolong dilala ketika tetangganya itu mengalami kesusahan keserpahan kita tolong. Atau ketika panjenengan semua dalam keadaan yang sempat rezekinya, rezekinya melimpah rua, maka sempatkanlah panjenengan untuk bersedekah, berinfak kepada siapapun. Allah itu akan mengganti apa yang kita keluarkan itu lebih banyak dan berlipat-lipat. Pakih. Pernahkah panjenengan punga pengalaman ketika sodqoh Rp50.000 itu balasannya itu lebih dari R juta? Yakin? Yakin. Yakin. Yakin. Yib. Alhamdulillah. Ayo sodqoh saiki. Masyaallah, Pak. Saya itu sudah berkali-kali dilala ketika saya Ramadan itu sebagian rezeki saya dari masjid ke masjid dari mimbar ke mimbar itu saya tebarkan pada saat hari raya Idul Fitri ke janda-janda janda yang tua Pak eh jenengan janda yang muda iku ya rondo kempling sampeyan ya semuanya masyaallah baliknya itu lebih banyak baliknya lebih banyak dan itu yang merasakan kita semua panjenengan sendiri secara individual experiences in religion in your space betul Bapak Ibu sekalian Nah, ini tidak pelit. Kalau pelit bisa jadi kuburannya sempit. Ah, kayak opo enggak sempit? Wong ketika kita mati karena tidak pernah bersedekah, orang yang datang juga sedikit. Akhirnya yang mengantar dan yang menggotong itu gak ada. Seolah-olah kuburan yang luas itu menjadi sempit walaupun hanya 1,5 m. Selanjutnya adalah orang yang mau mengekang nafsu amarahnya harus sabar. Coba satu masjid ini saya ingin semuanya panjenengan senyum Pak. Senyum Pak senyum Pak. Nggih. Kok ono sing susah senyum? Utange akeh ta sampeyan? Atau terlalu sampeyan bawa hidup ini beban lapo sampeyan mikir negoro iku negoro ono sing mikir ng senyum senyum masyaallah nek senyum tadi munculkan hormon endorfin senyum tapi ojo sembarang senyum sampean nah jadi kalau kita mengekang hawa nafsu itu minimal bisa menghindarkan S3. Sok suci, seraka, dan sombong. Kita hindarkan D3, dengki, dendam, dongkol. Pak, nggih, Pak. Nggih. Sampeyan kiro-kiro nek pengajian iki sak jam dongkol apa ora? Temen tah? Iya. Wah, potongane sampeyan gila. Masyaallah. Alhamduillah. Alhamdulillah lillah. I batine wis entek setengah jam gitu. kita gini Bapak Ibu sekalian memang pengalaman kehidupan karena satu problem kita bisa jadikan hati kita ini dengki mendengarkan tetangganya beli mobil baru awake panas ngerges. Nah, kalau panjenengan gara-gara panjenengan tidak mendapatkan warisan yang sesuai, kira-kira hati panjenengan itu enjoy-enjoy aja atau dendam? Dendam dendam. Subhanallah ngerges. Yang asalnya saudara bisa menjadi musuh. Nalikane riyo gak mungkin salam-salaman. Jelas mestine iku bageanku. duduk bagaianmu. Masyaallah, Pak. Iki wis memang manusia itu lahir itu dalam keadaan tangannya itu gegem opo ngene, Pak? Ngegem, kan? Ya itu esensi manusia. Sesungguhnya manusia itu dilahirkan dalam keadaan yang gegem. Kriston tinju, Pak. Ya sej kalau silat. Nek silat kan ngeten kembangane. Masyaallah. Tapi nek wong BBSDM iki yo pesilat kabeh bukan petinju. Nggih [Tertawa] ta. Masyaallah. Amin yaabbalamin. Nah, yang ketiga memaafkan orang lain. Jadi ini terutama Bapak Ibu sekalian urusan antar sesama manusia baik itu kepada suami, istri, tetangga, teman, sahabat, dan masyarakat. Ini penting, Pak. Jadi orang yang suka memaafkan itu harus kita jadikan sebagai-bagaian karakteristik kita. Ya walaupun pimpinan kepada bawahan itu sesungguhnya boleh memarahi tapi melihat dalil bahwa orang yang bertakwa itu mampu menahan rasa amarahnya itu terus eling gak sido dimarahi. Pak, Pak sak ruangan iki pernah sampeyan diseneni karo Abah Shihin? Lho mulai sampeyan telat kok. Sabar nggih. Sabar. Alhamdu lillah. Masyaallah. Akan dicintai sesamanya Bapak Ibu sekalian. Dan yang terakhir, Allah melebihi melebih mencintai orang yang berbuat baik. Jadi lebih baik memperbaiki daripada membalas. Menimbulkan positif, tidak dendam, lebih baik memberi kebaikan, menimbulkan sikap simpati, jauh dari penyakit. panjenengan semua kalau membalas apa yang dilakukan orang lain, kita ingat cerita ketika Rasulullah itu berdakwah di kota Thaif. Ketika Rasulullah itu datang, Rasulullah tidak mendapatkan sambutan sing diharapkan oleh Rasulullah, diuji oleh Allah. Orang-orang Thaif pada saat itu melempari batu. Bapak, Ibu sekalian, coba panjenengan nek disawat sandar karo tonggone, panjenengan balas opo sampeyan santet? Ora mungkin git. Masyaallah dilempari watu malahan g ya Allah. Padahal Rasulullah ketika dilempari batu dan lain sebagainya itu Rasulullah tidak membalas malah mendoakan. Allahummahdi Allahummagfirli fainnahum la y'lamun. Ya Allah ampuni dan beri petunjuk umate Kanjeng Nabi itu yang tidak tahu akan ajaran Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nek panjenengan bisa mekang itu, maka panjenengan bisa dijauhkan dari penyakit darah tinggi, hipertensi, nggih gula darah, darah darah muda. Ni diabet ini. Masyaallah. Mudah-mudahan Bapak Ibu sekalian bahwa ibadah Ramadan ini perlu istikamah. Kesalehan individual itu perlu dilanjutkan dengan kesalehan sosial. Dan amalan yang saleh itu perlu kelanjutan dan kontinuitas. Hasil produk dari pendidikan bulan Ramadan yang digembleng oleh Allah selama 1 bulan itu, maka harus kita jadikan Ramadan itu menjadi pakaian ibadah diri kita di 11 bulan yang lain. Amin ya rabbal Amin ya rabbal alamin. Bapak, Ibu sekalian, semoga ilmu yang kita sampaikan di dalam kesempatan hari ini menjadi ilmu yang manfaat. Manfaat fidini wad dunya wal akhirat. Semoga panjenengan diberi kesehatan oleh Allah, sehat walafiat, segar bugar, zohiron wa batinan secara sempurna. dijauhkan oleh Allah dari bala, bencana, musibah dan fitnah. Dan terakhir semoga panjenengan diberikan umur panjang oleh Allah, bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadan tahun yang akan datang. Amin. Amin ya rabbal alamin. Mari acara ASN Mengaji seri yang kelima 2025 tahun ini kita akhiri dengan membaca doa dan kita harapkan mudah-mudahan doa-doa terbaik ini diijabahi dan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala. Amin. Amin ya rabbal alamin. Ala hadin asihah. Alfatihah. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil alamin. Arahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyaka nasta. Ihdinasiratal mustaqim. Kita bacakan fatihah satu kali lagi untuk pemirsa dan seluruh audien ASN Mengaji BPSDM Provinsi Jawa Timur ini yang sakit semoga disembuhkan oleh Allah. Yang mengalami kesulitan mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengatasi problemnya. Alfatihah. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil alaminrahmanirrahim. yaumidin iyaka nabudu wa iyaka nastainal mustaqimatina anamta alaihim giril magdubi alaihim wadin amin bismillahirrahmanirrahim allahumma sholli wasallim ala sayyidina muhammadin wa ala alihi wasohbihi wabarik wasallim walhamdulillahi rabbil alamin allahummaagfirlana dunubana waliwalidina warhamhuma kama rbayana sighor allahumma ya muyassir kulli asir yassir lana kul asir [Musik] muun akir ya Allah ya rabbana wa ilahana tuhan kami di dalam kesempatan siang hari ini kami bersyukur atas program ASN mengaji yang dilaksanakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa memberikan kesehatan kepada kita semua dengan kesehatan yang sempurna ziron wa batinan. Ya Allah, ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami ya Allah, ampuni dosa-dosa orang tua kami atas kesilapan dan kekhilafan. Dan semoga di hari yang baik dan bulan yang baik ini kau jadikan kami menjadi manusia yang bertakwa. Ya Allah, ya Rabbana wa ilahana. Kami bersyukur semoga kami yang hadir di dalam forum kali ini yang mendapatkan ujian semoga Kau berikan kemudahan ya Allah. Yang sakit semoga Engkau sembuhkan. Engkau sembuhkan ya Allah. Engkau sembuhkan zhiron wa batinan. Dan berikan umur panjang kepada kami ya Allah sehingga kami bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadan yang akan datang. Rbana atmana nurona wagfirlana innaka ala kulliin qodir. Rbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanat waqinaabanar. Waqinaabanar waqinaabanar wailal jann mal abr ya aziz ya garfar yabal alamin subhanabbikail izzati amma yasifun wasalamun alal mursalin walhamdulillahiabbil alamin. Hadirin pemirsa dan audien program ASN mengaji pada seri yang kelima di dalam kesempatan hari ini. Semoga ilmu yang kita dapatkan menjadi ilmu yang manfaat. Dan kami akhiri wallahul musta'an ila sabiliir rahman sumalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih. Demikianlah tadi ASN Istikomah Ramadan. Semoga selalu meningkatkan iman. Akhirul kalam. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik]