Transcript
zcs6JIcr0fw • ASN Mengaji Seri 5 | 2025 - Istiqomah setelah Ramadhan : Apa dan Bagaimana?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0223_zcs6JIcr0fw.txt
Kind: captions
Language: id
ini kita dapat melaksanakan salat zuhur
berjamaah sekaligus mengikuti ASN
mengaji. Semoga amal ibadah Bapak Ibu
sekalian diterima oleh Allah subhanahu
wa taala. Amin. Amin ya rabbal alamin.
Kedua kalinya selawat serta salam
marilah kita haturkan kepada junjungan
kita Nabi Besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam yang telah memberi
bimbingan panduan berupa ajaran Islam.
Semoga kelak kita mendapat syafaah dari
beliau. Amin.
Amin. Salat zuhur yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Marilah kita ikuti
kajian ASN Mengaji dengan tema istikomah
setelah melaksanakan Ramadan yang akan
disampaikan oleh Ustaz Dr. H. Muhammad
Faizin Afwan dari Universitas Islam
Negeri Surabaya. Kepada beliaunya kami
persilakan.
Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Bismillah. Alhamdulillah.
Alhamdulillahilladzi ja'alana minal
aidina wal faizina wal
mustagfirina wal
maqbulina wal muhsitina wal muhsinina
wal
muhibbinu amin wa antum
bikhair taqobbalallahu minna waminkum
taqobbal ya karim siamana wa siyamukum
Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalah wa ashadu anna muhammadan
abduhu wa rasuluh alladzi la nabiya
ba'dah. Qolallahu taala azza wa jalla
alqoil. Auzubillahis samiil alim
minasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Waadzanaukum lain syakartum
laazidannakum walain kafartum
innazabiadid. Waqallahu taala azza
waalla alqoil.
Wasariu ila magfiratim mirbikum wa
jannatin arduhas samawati wal ard uidat
lil
muttaqin alladina yunfiquuna fari wai
waladinal gid
walinainas wallahu yuhibbul
muhsin alayya waqala rasulullah
shallallallahu alaihi wasallam
waqala Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam fi hadisil
ukhro manana yumminu billahi wal yaumil
akhir falyasil
rahimah waqala rasulullah shallallallahu
alaihi
wasallam fi hadisil ukhro
Manana yumminu billahi wal yaumil
akhir falyaakl
koiron a
litasmud. Waqal hukama laisal eid liman
labisal jadid wakinnal eid liman thatahu
tazid. Amma ba'du syaadatal qurama
alaiza alfudola.
Para kiai, para asatid, para
alim, wabil khusus keluarga besar BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Tidak lupa saya
sampaikan salam takzim kepada
Bapak pimpinan Bapak RAM, sekeluarga dan
keluarga besar, karyawan,
pegawai BPSDM dan
jajarannya dan segenap audiens para
pemirsa di
program ASN mengaji di BPSDM
pada kesempatan kalender 16 April
2 25 bertepatan dengan bulan
Syawal
Hijriah dalam tema melestarikan Ramadan
dalam kehidupan sehari-hari.
Ramadan ini adalah dibuat oleh Allah
untuk membangun
karakteristik umatnya.
Ramadan ini dijadikan oleh Allah sebagai
kawah Condro di
Muko tempat training center
sekaligus sebagai bagian dari pendidikan
kepada umat.
Jadi kalau Imam Al-Ghazali menyampaikan
bahwa Ramadan itu
adalah
sekolah syahru Ramadan kal madrasah
diibaratkan seperti madrasah. Jadi
kita di bulan Ramadan yang lalu itu
digemleng oleh Allah dengan kurikulum
yang variatif melampaui dari dimensi
kurikulum berbasis
kompetensi, kurikulum tingkat satuan
pendidikan atau bahkan kurikulum 13 atau
kurikulum merdeka yang terbaru. Bahkan
yang paling terbaru adalah kurikulum
yang berbasis kepada deep learning,
yaitu pembelajaran yang berbasis kepada
esensi dan pengalaman.
Bapak, Ibu
sekalian,
maka kita
lihat Ramadan itu output-nya adalah
mendidik manusia menjadi
disiplin. Ketika kita semuanya
melaksanakan ibadah puasa di bulan
Ramadan itu, kita semuanya memahami
regulasi, memahami
aturan-aturan yang disampaikan oleh
Allah di dalam Al-Qur'an dan dijelaskan
oleh Rasulullah Muhammad sallallahu
alaihi wasallam bahwa Ramadan itu kita
berpuasa tidak boleh makan, minum, dan
menjaga dari hal-hal yang membatalkan
ibadah puasa selama 13 hingga 14 jam.
There are 14 hours in our passing
month. Semenjak terbitnya fajar sodq
ketika
kita sahur dan diakhiri dengan imsak,
maka imsak itu adalah batasan kita tidak
boleh makan minum sampai terbenamnya
matahari jam 17.00.
50 hampir 13 sama 14 jam itu adalah
membangun karakteristik disiplin
semuanya
sama. Mendidik
manusia sebagai karakter
penyabar. Orang puasa itu dilatih oleh
Allah untuk menjadi sabar. sabar
dalam lapar dahaga maupun menjauhi
hal-hal yang membatalkan ibadah puasa
ini luar biasa.
Kalau karakteristik kita bangsa
Indonesia yang memiliki nation karakter
building membangun karakter manusia
secara
nasional yang
berkali-kali masih belum bisa berhasil
evaluasinya
adalah esensi dari sabar itu adalah
menghadapi kenyataan hidup ini dan
menghadapi ketika kita
menjalankan aturan
ketaatan diri kita kepada Allah atau
menjauhi larangan Allah.
Sabar, mendidik manusia menjadi
pemaaf. Maka esensi takwa itu kalau di
dalam
Al-Qur'an korjuan puasa Albaqarah 183
itu adalah menjadi manusia yang bertakwa
kepada
Allah, Pak.
Pak,
Pak.
Inti dan tujuan dari puasa itu jelas
dalam surah Albaqarah 183. Ya
ayyuhalladzina amanu kutiba
alaikumusam kama kutiba alalladina
minqoblikum la'allakum tattaquun. Jelas
takwa kepada Allah Subhanahu wa taala.
Maka melahirkan menjadi manusia yang
dermawan, menjadi ahli membaca
Al-Qur'an, menjadi ahli qiyamulail dan
menjadi ahli sodqah, dan ahli refleksi
dan ahli muhasabah.
Pak,
Pak.
The biggest question now.
I pertanyaan terbesar yang ingin saya
tanyakan kepada
panjenengan ketika Ramadan panjenengan
sudah khatam berapa kali?
Khatam berapa juz?
lah. Ini berarti karakter yang dibangun
oleh Allah melalui bulan Ramadan ini
harus kita evaluasi secara
esensial. Terbagi menjadi tiga bagian
ketika Ramadan itu datang. Ada yang
menganggap bahwa Ramadan itu ya sudah
bulan biasa-biasa saja. Ramadan ini tamu
biasa.
Jadi dia
mengambil sesuatu yang tidak banyak.
Yang kedua itu Ramadan ini dianggap
sebagai
tamu ya tamu yang tidak penting-penting
amat.
Kalau panjenengan kedatangan tamu itu
kan disiapkan karpet
merah,
jamuannya, kemudian nanti pulangnya
dikasih bawaan apa? Wis biasa-biasa saja
ya. Puasa ya tarawih wis biasa-biasa
saja.
Tapi ada yang menganggap karena bulan
Ramadan ini adalah syahrun adzimun wa
syahrun
mubarok fihi rahmatun wafiratun waidum
minanar. Maka disiapkan yang
[Tepuk tangan]
istimewa.
Disiapkan tidak hanya cukup banner
besar tapi disiapkan dengan
program-program yang luar biasa.
Maka dia mengambil bulan puasa ini apa
yang sudah dianjurkan oleh Allah diambil
semua. Maka ketika bulan Ramadan selesai
dia akan mendapatkan
mutiara-mutiara pasca
Ramadan. Lah yang
biasa-biasa sudah khatam berapa kali? Ya
karena dianggap biasa ya mantuk-mantuk
saja. Setelah Ramadan dapat apa? What
think you get from Ramadan? Hal apa yang
panjenengan dapatkan dari Ramadan ini?
Maka tiga kelompok besar ini yang hebat
itu adalah yang mengagungkan bulan
Ramadan. Sehingga bulan Ramadan ini
adalah bulan yang mulia di dalamnya
Allah membangun karakteristik-karakistik
yang hebat.
Nah, di surah Albaqarah bahwa menjadikan
manusia yang bertakwa kepada penciptanya
ini adalah menjadi kor, menjadi
esensi, menjadi hal yang
substansi. Makanya perbandingan bulan
Ramadan dengan 11 bulan di luar Ramadan
itu berbeda banget, Bapak, Ibu sekalian.
Bulan Ramadan itu begitu semarak mulai
di musala, di surau, dilanggar, di
masjid, di instansi semuanya yang
biasanya tidak ada kegiatan di Ramadan
ini full. Mulai tadarus Al-Qur'an, mulai
tarawih, mulai takjil, mulai berbuka,
semuanya ada. Mulai qiyamulail, iktikaf
bersama, semuanya ada.
Nah, ketika bulan Ramadan tiba itu what
thing we have to do? Hal apa yang harus
kita
kerjakan? Pak,
Pak
semangat Ramadan itu semestinya harus
kita kobarkan di 11 bulan di luar bulan
Ramadan.
Saya
tanya, panjenengan ketika ditinggalkan
bulan Ramadan itu bergembira apa
menangis?
Senang enggak poso gitu? Pertanyaan
jawabannya begitu.
the biggest anwers of the human in the
world after fasting Ramadan. So they
very happy because they do not
fast.
Fahimtum? Understand? Yes.
Masyaallah. Puo berarti dijadikan
sebagai beban. ini yang mindsetnya harus
di-refresh. Nah, padahal Allah itu
menjadikan kita dalam bulan Ramadan ini
menjadi takwa kepada
penciptanya. Nah, keberkahan dan
kemuliaannya penuh rahmah Ramadan itu
dan penuh magfirah, penuh dengan derajat
kebebasan siksa api neraka.
Di dalamnya Al-Qur'an juga menurunkan
malam yang penuh dengan keberkahan
namanya nuzulul Qur'an.
Pak
Nuzul Qur'an itu perspektif kita adalah
bahwa Al-Qur'an itu diturunkan oleh
Allah
berangsur-angsur. Padahal perspektif
mufassir, ahli tafsir bahwa nuzul Quran
itu Al-Qur'an itu diturunkan oleh
Allah dari Sidratul
Muntaha langit yang ketujuh ke langit
yang paling dekat dengan dunia.
Pak, langit yang paling dekat dunia itu
langit nomor satu. Namanya apa? Baitul
Izzah. Apa, Pak? Baitul izzah. Jadi,
dari Sidratul Muntaha ke Baitul Izzah,
Al-Qur'an itu diturunkan secara
langsung, blek 30 juz.
Baru kemudian proses diturunkan oleh
Allah dari Baitul Izza ke dunia ini, ke
bumi, ke Rasulullah melalui malaikat
Jibril itu selama 23 tahun. Tepatnya 22
tahun, 2 bulan
22 hari.
Surat yang diturunkan
melalui kota Makkah namanya surat
Makkiah atau sebelum Rasulullah itu
hijrah ke kota Madinah itu namanya surat
Makkiah. Dan setelah Rasulullah
hijrah di Madinah selama 10 tahun itu
namanya surat madaniah. Jadi 30 juz itu
surat itu terbagi menjadi dua, yaitu
surat Makiyah dan surat Madaniah. Itulah
Al-Qur'anul Karim yang menjadi pegangan
dan pedoman hidup untuk umat di muka
bumi ini agar mereka selamat fidunya wal
akhirah. Amin ya rabbal alamin. Nah,
hadirin hadirat para rawuh para jemaah
Masjid Al-Huda dan seluruh pemirsa. di
dalam program ASN Mengaji BPSDM Provinsi
Jawa
Timur, maka ada satu malam juga yang
keberkahannya itu bisa
membangun dan merubah
secara faktual dan diametral dari sisi
kehidupannya. Apa yang dimaksud dengan
malam itu? Namanya malam lailatul qadar.
Pak, Pak
dereng sarapan sampean, Pak.
[Musik]
Kira-kira
revolusi yang terjadi dalam diri
panjenengan semua ini setelah puasa
selama 30 hari di bulan Ramadan ini
perasaan yang panjenengan dapatkan apa?
Semakin sehat
rodo loyo.
Awake loyo.
Kuru
kurus
kering soale habis
THR angpaunya habis untuk
kepentingan lebaran
kemarin. Menurut
penelitian bahwa puasa di Ramadan itu 30
hari itu satu menjadikan awet
muda apa?
Shihin kelihatannya tampak soyang ya.
Luk
Soyang berarti Ramadannya berhasil ya
ber hasil karena mendapatkan THR yang
[Tertawa]
memuaskan. Itu yang tampak Bapak Ibu
sekalian.
Maka yang sesungguhnya malam lailatul
qadar itu bisa merubah masa depan
kita. Yang sakit kemudian tiba-tiba
sembuh.
Ada. Coba panjenengan kemarin pada saat
10 malam yang terakhir, pengalaman
pribadi
panjenengan malam lailatul qadar itu
turun pada saat malam berapa? Saya ingin
tahu malam berapa, Pak?
Kalau saya pribadi, karena malam
lailatul qadar itu pengalaman pribadi
dan itu sifatnya individual itu turun
pada saat malam
21. Indikatornya apa? Satu, pada saat
itu langit bening, tidak ada mendung
sama sekali, tidak hujan.
Yang kedua, suasananya enak, angin
silir-silir. Kemudian keberkahan rezeki
begitu mengalir. Ya, mungkin pada saat
malam 21 itu tunjangan hari raya cair.
Ya, betul Bapak Ibu sekalian. Betul.
Betul. Dan banyak yang mengatakan sama
pengalamannya dengan saya bahwa
indikator malam lailatul qadar itu pada
saat malam 21 ya. Di masjid saya itu
setiap 10 malam terakhir itu ada
qiyamulail yang dilakukan pada saat jam
.00 hingga jam .00
dengan salat malam, salat taubat, salat
salat tahajud, salat hajat, kemudian
zikir, kemudian ditutup doa, dan
terakhir ditutup dengan sahur bersama
selama 10 hari. Dan itu pengalaman yang
paling menyenangkan itu malam
[Musik]
21. Berarti revolusi dalam diri
kita, perasaan yang terjadi itu begitu
bahagia. Makanya Ramadan itu ketika kita
memasuki bulan Syawal maka harus
gembira. Dengan gembira itu, Bapak Ibu
sekalian akan melahirkan sikap positif
dalam ilmu psikologi namanya hormon
endorfin. Apa, Pak?
Jadi panjenengan itu kalau berprasangka
kepada
pimpinan atau berprasangka kepada
siapapun, maka kalau bisa prasangkanya
itu positif. Apalagi panjenengan itu
berprasangka kepada Tuhan, kepada Allah.
Ana indadonni abdi bih. Itu benar. Saya
itu bergantung prasangka yang baik
kepada Tuhan kita.
Kalau
positif, maka hormonnya akan tumbuh
positif. Kalau positif dalam tubuh kita
ini, hormonnya akan muncul yang
baik-baik. Kalau baik berarti muncul
bahagia,
gembira. Masih diseneni bojone wis
gembira
wae, masih dikancingi lawang gembira wae
kita. Tapi ojo sampai dipecat karo
pimpinan terus bahagia iku.
Nah, harus
positif. Nah, kita lihat perspektif
takwa itu dalam kisah surah Ali Imran
134. Orang yang bertakwa kepada Allah
itu dijelaskan dengan gamblang oleh
Allah dalam Al-Qur'an perspektif Ali
Imran 134. Yang pertama itu adalah orang
yang
gemar berinfak.
alias tidak pelit. Kalau pelit,
kuburannya
semempit. Ini manusia yang gemar
berinfak dalam keadaan sempat maupun
sempit.
Pakih
Pak
orang yang bertakwa kepada Allah itu
karakter yang pertama yang
muncul itu adalah orang yang suka
menolong dilala
ketika tetangganya itu
mengalami kesusahan
keserpahan kita
tolong. Atau ketika panjenengan semua
dalam keadaan yang sempat
rezekinya, rezekinya melimpah
rua, maka sempatkanlah panjenengan untuk
bersedekah,
berinfak kepada
siapapun. Allah itu akan mengganti apa
yang kita keluarkan itu lebih banyak dan
berlipat-lipat.
Pakih.
Pernahkah panjenengan punga pengalaman
ketika sodqoh
Rp50.000 itu balasannya itu lebih dari R
juta? Yakin? Yakin. Yakin. Yakin. Yib.
Alhamdulillah. Ayo sodqoh
saiki. Masyaallah, Pak. Saya itu sudah
berkali-kali dilala ketika
saya Ramadan itu sebagian rezeki saya
dari masjid ke
masjid
dari mimbar ke
mimbar itu saya tebarkan pada saat hari
raya Idul
Fitri ke
janda-janda janda yang tua
Pak eh jenengan janda yang muda iku ya
rondo kempling sampeyan ya semuanya
masyaallah baliknya itu lebih
banyak baliknya lebih banyak dan itu
yang merasakan kita semua panjenengan
sendiri secara individual experiences in
religion in
your space betul Bapak Ibu sekalian
Nah, ini tidak pelit. Kalau pelit bisa
jadi kuburannya
sempit. Ah, kayak opo enggak sempit?
Wong ketika kita mati karena tidak
pernah bersedekah, orang yang datang
juga
sedikit. Akhirnya yang mengantar dan
yang menggotong itu gak ada. Seolah-olah
kuburan yang luas itu menjadi sempit
walaupun hanya 1,5 m.
Selanjutnya adalah orang yang mau
mengekang nafsu amarahnya harus
sabar. Coba satu masjid ini saya ingin
semuanya panjenengan senyum Pak. Senyum
Pak senyum Pak. Nggih. Kok ono sing
susah senyum? Utange akeh ta sampeyan?
Atau terlalu sampeyan bawa hidup ini
beban lapo sampeyan mikir negoro iku
negoro ono sing mikir
ng senyum senyum masyaallah nek senyum
tadi munculkan hormon endorfin senyum
tapi ojo sembarang senyum
sampean
nah jadi kalau kita mengekang hawa nafsu
itu minimal bisa menghindarkan S3. Sok
suci, seraka, dan
sombong. Kita hindarkan
D3, dengki, dendam,
dongkol. Pak, nggih, Pak. Nggih.
Sampeyan kiro-kiro nek pengajian iki sak
jam dongkol apa ora?
Temen tah? Iya. Wah, potongane sampeyan
gila.
Masyaallah. Alhamduillah.
Alhamdulillah lillah. I batine wis entek
setengah jam gitu.
kita gini Bapak Ibu sekalian memang
pengalaman kehidupan karena satu problem
kita bisa jadikan hati kita ini
dengki mendengarkan tetangganya beli
mobil baru awake
panas
ngerges.
Nah, kalau
panjenengan gara-gara
panjenengan tidak mendapatkan warisan
yang sesuai,
kira-kira hati panjenengan itu
enjoy-enjoy aja atau dendam?
Dendam dendam.
Subhanallah
ngerges. Yang asalnya saudara bisa
menjadi
musuh. Nalikane
riyo gak mungkin
salam-salaman.
Jelas mestine iku bageanku. duduk
bagaianmu. Masyaallah, Pak. Iki wis
memang manusia
itu lahir itu dalam keadaan tangannya
itu gegem opo ngene, Pak? Ngegem, kan?
Ya itu esensi manusia. Sesungguhnya
manusia itu dilahirkan dalam keadaan
yang gegem.
Kriston tinju, Pak. Ya sej kalau silat.
Nek silat kan ngeten
kembangane.
Masyaallah. Tapi nek wong BBSDM iki yo
pesilat kabeh bukan petinju. Nggih
[Tertawa]
ta. Masyaallah. Amin yaabbalamin.
Nah, yang ketiga memaafkan orang lain.
Jadi ini terutama Bapak Ibu sekalian
urusan antar sesama manusia baik itu
kepada suami, istri, tetangga, teman,
sahabat, dan masyarakat. Ini penting,
Pak. Jadi orang yang suka memaafkan itu
harus kita jadikan sebagai-bagaian
karakteristik kita.
Ya walaupun pimpinan kepada bawahan itu
sesungguhnya boleh
memarahi tapi melihat dalil bahwa orang
yang bertakwa itu mampu menahan rasa
amarahnya itu terus eling gak
sido dimarahi. Pak, Pak
sak ruangan iki pernah sampeyan diseneni
karo Abah
Shihin? Lho mulai sampeyan telat kok.
Sabar nggih. Sabar. Alhamdu lillah.
Masyaallah. Akan dicintai sesamanya
Bapak Ibu sekalian. Dan yang terakhir,
Allah
melebihi melebih mencintai orang yang
berbuat baik. Jadi lebih baik
memperbaiki daripada membalas.
Menimbulkan positif, tidak dendam, lebih
baik memberi kebaikan, menimbulkan sikap
simpati, jauh dari penyakit. panjenengan
semua kalau membalas apa yang dilakukan
orang lain, kita ingat cerita ketika
Rasulullah itu berdakwah di kota Thaif.
Ketika Rasulullah itu datang, Rasulullah
tidak mendapatkan sambutan sing
diharapkan oleh Rasulullah, diuji oleh
Allah. Orang-orang Thaif pada saat itu
melempari batu. Bapak, Ibu sekalian,
coba panjenengan nek disawat sandar karo
tonggone, panjenengan balas opo sampeyan
santet?
Ora mungkin git.
Masyaallah dilempari watu malahan g ya
Allah. Padahal Rasulullah ketika
dilempari batu dan lain sebagainya itu
Rasulullah tidak membalas malah
mendoakan.
Allahummahdi
Allahummagfirli fainnahum la y'lamun.
Ya Allah ampuni dan beri petunjuk umate
Kanjeng Nabi itu yang tidak tahu akan
ajaran
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Nek panjenengan bisa mekang
itu, maka panjenengan bisa dijauhkan
dari penyakit darah
tinggi,
hipertensi, nggih gula
darah,
darah darah
muda. Ni diabet ini. Masyaallah.
Mudah-mudahan Bapak Ibu sekalian bahwa
ibadah Ramadan ini perlu
istikamah. Kesalehan individual itu
perlu dilanjutkan dengan kesalehan
sosial. Dan amalan yang saleh itu perlu
kelanjutan dan kontinuitas.
Hasil produk dari pendidikan bulan
Ramadan yang digembleng oleh Allah
selama 1 bulan itu, maka harus kita
jadikan Ramadan itu menjadi pakaian
ibadah diri kita di 11 bulan yang lain.
Amin ya rabbal Amin ya rabbal alamin.
Bapak, Ibu
sekalian, semoga ilmu yang kita
sampaikan di dalam kesempatan hari ini
menjadi ilmu yang manfaat.
Manfaat fidini wad dunya wal
akhirat. Semoga panjenengan diberi
kesehatan oleh Allah, sehat
walafiat, segar bugar, zohiron wa
batinan secara sempurna. dijauhkan oleh
Allah dari bala, bencana, musibah dan
fitnah. Dan terakhir semoga panjenengan
diberikan umur panjang oleh Allah, bisa
berjumpa lagi dengan bulan Ramadan tahun
yang akan datang. Amin. Amin ya rabbal
alamin. Mari acara ASN Mengaji seri yang
kelima 2025 tahun ini kita akhiri dengan
membaca doa dan kita harapkan
mudah-mudahan doa-doa terbaik ini
diijabahi dan dikabulkan oleh Allah
subhanahu wa taala. Amin. Amin ya rabbal
alamin. Ala hadin asihah.
Alfatihah.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil alamin.
Arahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka
na'budu wa iyaka nasta. Ihdinasiratal
mustaqim.
Kita bacakan fatihah satu kali lagi
untuk pemirsa dan seluruh
audien ASN Mengaji BPSDM Provinsi Jawa
Timur ini yang sakit semoga disembuhkan
oleh Allah. Yang mengalami kesulitan
mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan
dan kelancaran dalam mengatasi
problemnya.
Alfatihah.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil
alaminrahmanirrahim. yaumidin iyaka
nabudu wa iyaka nastainal mustaqimatina
anamta alaihim giril magdubi alaihim
wadin amin
bismillahirrahmanirrahim allahumma
sholli wasallim ala sayyidina muhammadin
wa ala alihi wasohbihi wabarik wasallim
walhamdulillahi rabbil alamin
allahummaagfirlana dunubana waliwalidina
warhamhuma kama rbayana sighor allahumma
ya muyassir kulli asir yassir lana kul
asir
[Musik]
muun akir ya Allah ya rabbana wa ilahana
tuhan kami di dalam kesempatan siang
hari ini kami bersyukur atas program ASN
mengaji yang dilaksanakan oleh BPSDM
Provinsi Jawa Timur semoga Allah
Subhanahu wa taala senantiasa memberikan
kesehatan kepada kita semua dengan
kesehatan yang sempurna ziron wa
batinan. Ya Allah, ya Tuhan kami,
ampunilah dosa-dosa kami ya Allah,
ampuni dosa-dosa orang tua kami atas
kesilapan dan kekhilafan. Dan semoga di
hari yang baik dan bulan yang baik ini
kau jadikan kami menjadi manusia yang
bertakwa.
Ya Allah, ya Rabbana wa ilahana. Kami
bersyukur semoga kami yang hadir di
dalam forum kali ini yang mendapatkan
ujian semoga Kau berikan kemudahan ya
Allah. Yang sakit semoga Engkau
sembuhkan. Engkau sembuhkan ya Allah.
Engkau sembuhkan zhiron wa batinan. Dan
berikan umur panjang kepada kami ya
Allah sehingga kami bisa berjumpa lagi
dengan bulan Ramadan yang akan datang.
Rbana atmana nurona wagfirlana innaka
ala kulliin qodir. Rbana atina fid dunya
hasanah wafil akhirati hasanat
waqinaabanar.
Waqinaabanar waqinaabanar wailal jann
mal abr ya aziz ya garfar yabal alamin
subhanabbikail izzati amma yasifun
wasalamun alal mursalin
walhamdulillahiabbil
alamin.
Hadirin pemirsa dan audien program ASN
mengaji pada seri yang kelima di dalam
kesempatan hari ini. Semoga ilmu yang
kita dapatkan menjadi ilmu yang manfaat.
Dan kami akhiri wallahul musta'an ila
sabiliir rahman
sumalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih. Demikianlah tadi
ASN Istikomah Ramadan.
Semoga selalu meningkatkan
iman. Akhirul kalam.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]