Webinar ASN Sehat Bugar 2025 - Wealth Wellness Wisdom
am_bMv8pKzo • 2025-05-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bukan hanya dari tenaga, namun dari hati
yang penuh cinta. Bukan hanya dari
logikanya, tapi dari intuisi yang
mendalam. Wanita adalah pencipta
kehidupan, pelindung keluarga. Ketika
tantangan datang, mereka tidak pernah
menyerah. Mereka bangkit, berdiri dengan
tegar, dan melangkah maju dengan
keyakinan.
Karena setiap wanita tahu kekuatan
sejati bukan tentang tidak pernah jatuh,
namun tentang selalu mampu untuk bangkit
kembali. Hari ini saya bersyukur dan
bahagia bisa membersamai Dharma Wanita
Persatuan PPSDM Jawa Timur. Wanita yang
penuh dengan kelembutan, penuh dengan
cinta, dan bersedia memberikan kasih
sayangnya untuk semua yang dia
cintai. Ada kekuatan yang luar biasa.
dalam setiap jiwa wanita. Bukan hanya
dari tenaga, namun dari hati yang penuh
cinta. Bukan hanya dari logikanya, tapi
dari intuisi yang mendalam. Wanita
adalah pencipta kehidupan, pelindung
keluarga. Ketika tantangan datang,
mereka tidak pernah menyerah. Mereka
bangkit, berdiri dengan tegar, dan
melangkah maju dengan keyakinan.
Karena setiap wanita tahu kekuatan
sejati bukan tentang tidak pernah jatuh,
namun tentang selalu mampu untuk bangkit
kembali. Hari ini saya bersyukur dan
bahagia bisa membersamai Dharma Wanita
Persatuan PPSDM Jawa Timur. Wanita yang
penuh dengan kelembutan, penuh dengan
cinta, dan bersedia memberikan kasih
sayangnya untuk semua yang dia cintai.
Okay.
[Musik]
menyampaikan terima kasih atas nama
BPSDM kepada ketua dan seluruh pengurus
ee
Dewan Terma Wanita Persatuan BPSM Jawa
Timur yang sudah menginisiasi kegiatan
Sarah ini Pak Satura ini terdapat tiga
faktor yang menjadi penopang kita
Ekonomi Jawa Timur yaitu yang pertama
sektor industri pengolahan, yang kedua
sektor perdagangan, yang ketiga dari
sektor pertanian.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Ма
[Musik]
menyampaikan terima kasih atas nama
BPSDM kepada ketua dan seluruh pengurus
ee
Dewan Terpawanita Persatuan BPSM Jawa
Timur yang sudah menginisiasi kegiatan
Sarah ini Pak Satura ini terdapat tiga
faktor yang menjadi penumpang utama
struktur ekonomi Jawa Timur yaitu yang
pertama sektor industri pengolahan yang
kedua sektor perdagangan, yang ketiga
dari sektor pertanian
[Musik]
apa aja
[Musik]
H
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi. Salam
sejahtera bagi kita semua. Om
swastiastu. Namo buddhaya. Salam
kebajikan. Izin saya punya pantun hari
ini. Boleh dijawab dengan cakep
ya. Pagi hari minum kopi secangkir.
Cakep.
Tambah nikmat cemilannya kue lumpia.
Cakep.
Acara perdana hari ini hadir untuk
keluarga ASN sehat, energik dan bahagia.
[Tepuk tangan]
Baik, selamat pagi dan selamat bergabung
sobat keluarga ASN dalam acara ASN Sehat
dan Bugar yang kali ini merupakan edisi
perdana di tahun 2025 yang bertajuk
Wealth Wellness Wisdom Terapi
Regeneratif, Harapan Baru Menuju Sehat
dan Kualitas Hidup berkelanjutan yang
dipersembahkan oleh Dharma Wanita
Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Boleh applaus
semuanya. Baik, Sobat Keluarga ASN.
Senang sekali saya Amalia Pramudiansari
dapat menjumpai sobat keluarga ASN dan
juga pemirsa ASN sehat bugar di hari
Jumat yang penuh semangat, keberkahan
dan juga kebahagiaan hari ini. Nah,
kalau berbicara tentang kualitas hidup
saat ini, ada hal terpenting bagi kita
sebagai manusia untuk bisa memiliki
aktivitas yang bermanfaat baik untuk
keluarga, masyarakat, maupun aktualisasi
individu. Kualitas hidup akan terganggu
dengan kondisi nyeri, kemudian gangguan
penyakit generatif maupun regeneratif.
Gangguan tersebut termasuk kondisi
vitalitas yang menurun karena usia atau
penyakit yang tidak bisa disembuhkan
dengan cara biasa seperti autoimun dan
juga penyakit lainnya yang sangat
meresahkan kita di akhir-akhir ini.
Mungkin di antara kita, Sobat ASN
semuanya dan juga Ibu-ibu Dharma Wanita
serta seluruh pemirsa ada yang masih
awam ini mengenai apa itu stem sel? atau
sel punca dan bisakah mengatasi berbagai
masalah-masalah tadi di atas dan juga
penyakit seperti diabetes, kemudian
reumatik, gangguan kesuburan, dan juga
masalah penuaan dalam webinar kesehatan
kali ini akan dikupas tuntas dan
selengkapnya akan dibahas dalam acara
ASN Sehat dan Bugar edisi perdana
persembahan Dharma Wanita Persatuan
BPSDM Provinsi Jawa Timur.
[Musik]
Baik, Sobat Keluarga ASN di Tanah Air,
sebelum kita memasuki sesi pemaparan
narasumber, marilah kita simak terlebih
dahulu keynote speech yang akan
disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita
Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Yang terhormat Ibu Liliana Ramlianto.
Kami persilakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita
semua. Sobat keluarga ASN. Selamat
bertemu dalam webinar kesehatan series
ASN Sehat Bugar. sebuah wahana
pengembangan kompetensi keluarga ASN
persembahan Dharma Wanita Persatuan
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Hari ini Jumat
tanggal 23 Mei 2025, ASN Segar Bugar
merupakan seri pertama di tahun 2025.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat keluarga
SN di seluruh negeri untuk mengikuti
secara aktif program Dharma Wanita
Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur
ini. Sebagai bentuk terima kasih, kami
berkomitmen insyaallah akan berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi bagi keluarga SN
yang menarik, kekinian, dan tentu
berdampak secara nyata terhadap
peningkatan kompetensi khususnya di
lingkungan keluarga ESN.
Sobat keluarga ASN, hari ini ASN Sehat
Bugar menyajikan salah satu topik
menarik. Kesehatan adalah pondasi
pengabdian di atas tubuh yang sehat,
berdiri tegak, tanggung jawab dan
amanah. Tanpa raga yang bugar,
pengabdian pun bias kehilangan daya.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan fisik
dan mental adalah investasi penting bagi
setiap ASN dan keluarga agar dapat
menjalankan tugas dan fungsinya secara
optimal, memberikan kontribusi terbaik
untuk masyarakat, serta menjalani
kehidupan pribadi yang produktif dan
bahagia.
ASN dan keluarganya adalah jantung
pelayanan
publik. Mereka bukan hanya pelaksana
kebijakan, tetapi teladan gaya hidup.
Kesehatan mereka mencerminkan kekuatan
sebuah birokrasi.
Karena itu webinar kesehatan kali ini
mengangkat topik wealth, wealthness,
wisdom, terapi regeneratif, harapan baru
menuju sehat dan kualitas hidup
berkelanjutan.
Nah, untuk memberikan insight dan
pengetahuan yang bermanfaat tentunya
topik menarik ini akan kita bahas secara
intensif dari perspektif pakar
kedokteran bersama para narasumber yang
sangat kompeten di bidang
kesehatan. Sobat keluarga ASN di seluruh
tanah air, saat ini kita hidup dalam
bayang-bayang gaya hidup modern yang
memudarkan imun.
Duduk terlalu lama, gerak terlalu
jarang, makan makanan cepat saji, tidur
terlalu larut, terlalu lama terpapar
skreen laptop dan HP. Di mana rutinitas
kita menyimpan potensi ancaman perlahan
tapi
pasti. Dengan gaya hidup seperti
sekarang, penyakit tidak datang
tiba-tiba. Ia tumbuh dalam
kelengahan. Di antaranya hipertensi,
diabetes, jantung, stroke adalah simonis
senyap dari gaya hidup yang dibiarkan
meluncur tanpa
kendali. Inilah wajah penyakit
degeneratif sang pencuri usia
produktif. Diperlukan kesadaran yang
tumbuh dari dalam, bukan sekedar
himbauan luar.
Kesehatan bukan sekedar tanggung jawab
pribadi, tapi ikhtiar kolektif dalam
ekosistem keluarga SN yang sehat dan
relisien. Kesadaran itu harus mengakar
kuat bukan hanya karena anjuran atau
aturan, melainkan karena pemahaman
mendalam akan pentingnya kesehatan
sebagai pilar utama kinerja dan
kesejahteraan.
Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan
akan menjadi gerakan bersama, didukung
oleh lingkungan kerja yang supportif dan
komitmen dari setiap individu untuk
menciptakan keluarga ASN yang kuat dan
mampu menghadapi berbagai
tantangan. Sobat keluarga ASN, langkah
preventif harus menjadi budaya, bukan
hanya reaksi sesaat.
Deteksi dini, medical checkup berkala,
pola makan seimbang, olahraga teratur,
serta manajemen stres yang cerdas adalah
pilar utama dalam membangun budaya
kesehatan yang
kokoh. Dengan mengintegrasikan kebiasaan
ini dalam kehidupan sehari-hari, kita
tidak hanya mencegah penyakit sebelum
muncul, tetapi juga membangun fondasi
yang kuat untuk vitalitas dan
produktivitas jangka panjang. Ini adalah
investasi proaktif pada diri sendiri dan
kolektif. Memastikan setiap individu
dapat berfungsi pada kapasitas
terbaiknya dan menghadapi tantangan
dengan ketahanan.
Keluarga SN adalah lingkaran pertama
yang harus turut terlibat. Di meja
makan, di waktu luang, dalam obrolan
harian. Semua bisa menjadi ruang edukasi
kesehatan. Mari bangun komitmen. Bukan
hanya sehat, tapi hidup sehat. Bukan
sekedar bebas penyakit, tapi penuh
kesadaran untuk menjaga kualitas hidup
jangka panjang.
Ingatlah, investasi terbaik seorang ASN
adalah tubuhnya sendiri. Karena tanpa
kesehatan, segala rencana tinggal wacana
dan tanpa upaya preventif, resiko
menjadi derita bisa datang tiba-tiba.
Sobat keluarga SN di seluruh tanah air.
Lalu, bagaimana ikhtiar kita untuk sehat
dan
bugar dan upaya preventif apa yang harus
kita lakukan? Nah, untuk membahas cerdas
dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidang kesehatan.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi kepada para narasumber hebat
yang telah berkenan hadir dan akan
berbagi berbagai informasi strategis
kepada sobat keluarga ASN di seluruh
tanah
air. Pertama kami menyampaikan terima
kasih kepada yang terhormat Bapak Dr.
Sandi Klintang. Beliau adalah Presiden
Director of Regen dan PT Bifarma
Adiluhung Indonesia. Yang kedua, kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
kami hormati Bapak Dr. Rendi Anwar,
spesialis anestesiologi dan terapi
intensif. Beliau adalah owner PT Yuskin
Sence. Dan yang ketiga kami menyampaikan
terima kasih kepada pihak-pihak yang
telah mendukung suksesnya acara hari
ini. Sehat bukan tujuan akhir, tapi
jalan panjang menuju pengabdian yang
optimal. Mari kita mulai hari ini dengan
langkah kecil, niat besar, dan tekad
yang tulus untuk keluarga yang sehat,
ASN yang kuat, dan pelayanan publik yang
unggul.
Mari kita simak dengan seksama webinar
kesehatan ASN Segar Bugar kali ini.
Semoga bermanfaat dan salam sehat
bahagia. Wasalamualaikum warahmatullahi
[Musik]
wabarakatuh. Waalaikumsalam.
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
Ibu Liliana Ramlianto, sobat keluarga
ASN dan para pemirsa ASN Sehat dan Bugar
di tanah air telah kita ikuti bersama
keynote speech dari Ketua Dharma Wanita
Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur. IB
dapat menjadi acuan ya, Sobat keluarga
ASN untuk mewujudkan keluarga ASN dan
juga para ASN serta pemirsa menjadi role
model dalam mewujudkan hidup sehat
seimbang untuk kualitas hidup yang
berkelanjutan. Baik, Sobat Keluarga ASN.
Kegiatan ASN Sehat dan Bugar ini adalah
breakdown dari inovasi BPSDM Provinsi
Jawa Timur. yang bernama ASN Dahar
Ngopi. Apa itu ASN Dahar Ngopi? ASN
tiada hari tanpa pengembangan
kompetensi. Mulai hari Senin, Selasa,
Rabu, Kamis, Jumat, kita terus
mengembangkan kompetensi dan di hari
Jumat ini kita kembangkan kompetensi
tidak hanya bagi ASN namun keluarga ASN
di tanah air. Acara ini diselenggarakan
untuk Anda keluarga ASN dan juga para
ASN serta pemirsa supaya tetap aktif
kemudian bugar dan tampil segar di
setiap tahap kehidupan. Selain itu, kami
ingin memberikan informasi edukasi
mengenai kualitas hidup di antaranya
terapi berbagai masalah kesehatan
khususnya penyakit degeneratif dan
terkait stem
selaga bijak dalam memilih zomber dan
asal stems hingga mendapatkan manfaat
yang
sesuai. Baik, Sobat Keluarga ASN.
Sepertinya sudah tidak sabar lagi ya,
Sobat keluarga SN untuk mengikuti sesi
pemaparan materi. Dan narasumber yang
sangat luar biasa kali ini sudah hadir
di tengah-tengah kita. Beliau adalah
Presiden Directur of Regenik dan juga
direktur PT Bifarma Adi Luhung. Saat ini
beliau juga sebagai Deputy of Stem Cell
and Cancer Institute. Pendidikan beliau
luar biasa, Master of Biomedicine dari
Unika Atmajaya dan juga medical doktoral
dari Unika Atmajaya. Beliau juga
certified international research and
reviewer dan juga aktif di berbagai
organisasi di antaranya General
Secretary of Reja Salelindo, kemudian
Ketua Bidang Stem PDUI, anggota
Perdawari dan juga dosen Fakultas
Kedokteran Universitas Diana Pura, Bali.
Baik, Sobat Keluarga ASN, marilah kita
sambut dengan applause yang meriah, Dr.
Sandi Klintang, Magister Biomedis.
[Musik]
Baik, selamat pagi Dr. Sandy
ya. Selamat pagi Bu Amel. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsam
buat kita semua warahmatullahi
wabarakatuh.
Bagaimana kabarnya dokter pagi
ini? Ya, salam sehat selalu buat kita
semua, terutama bagi BPSDM ASN Provinsi
Jawa Timur. Masyaallah, alhamdulillah
ini dokter semangat ini pemirsa tidak
hanya ASN dokter di sini sudah tergabung
di Zoom meeting kemudian di YouTube ini
tidak hanya ASN-nya namun Dharma Wanita
Persatuannya juga. Keluarga ASN juga
kita undang, dokter karena sangat
menarik hari ini ya. Tidak hanya di Jawa
Timur juga BBSDM Jawa Timur ini
menyelenggarakan di Indonesia semua bisa
menonton hari ini. Baik, terima kasih
dokter sebelumnya berkenan hadir di
tengah kesibukan hari ini walaupun belum
bisa tatap muka langsung gitu ya, Dok.
Kapan-kapan ee kita bertemu di Surabaya,
Dokter. Dan hari ini keluarga ASN dan
juga pemirsa ASN Sehat Bugar sudah
antusias gitu loh, Dok, untuk
mendengarkan, menyimak gitu terkait
hal-hal kesehatan, kemudian apa itu
stem, kemudian bagaimana ini banyak
kasus gitu ya, tidak hanya di ibu-ibu,
bapak-bapaknya juga gitu ya, Genzi juga
pasti ada ini karena habitnya yang
begitu luar biasa ya sekarang dokter.
Baik, untuk itu dokter kurang lebih 30
menit ke depan nanti dokter bisa
memberikan materi dan akan kita
lanjutkan sesi tanya jawab ya, Dok ya.
Izin dokter kami persilakan. I terima
kasih Bu Amel. Ee salam sehat dan
sejahtera kembali lagi dan saya ucapkan
terima kasih juga kepada Ketua ee DWP
BPSDM Provinsi Jawa Timur Bu Liliana dan
juga terima kasih kepada Dr. Rendy dari
US Science yang telah mengundang saya
juga. Ee selamat pagi Bu Jus Nur ya.
Oke. Ee izin saya share dulu slide-nya.
Baik ya, saya ee beberapa hari ini
saya sedang mencari topik yang paling
pas karena ini semuanya kebanyakan dari
wanita yang hadir. Jadi saya ingin
mengaitkan bagaimana potensi terapi
selat masalah kesehatan, reproduksi dan
penuahan pada
wanita. Ini topik-topik yang akan saya
bawakan. Public Puncak. Apa perbedaan
ciptaan Tuhan dan manusia? Lalu kualitas
dan keamanannya. Lalu peran sel punca
khususnya pada kesehatan
wanita. Nah, yang pertama ya pabrik sel
Punca ciptaan Tuhan vs buatan manusia.
Jadi kita pasti bertanya-tanya memang
ada ee pabrik sel Punca ciptaan Tuhan
gitu ya di dunia gitu ya. Nah, kalau
kita lihat di sini defisi, definisi dan
sifat-sifat
sel Bapak dan sel ibu bersatu. Kemudian,
maaf ini screenshot-nya cepat
sekali. Kemudian ee sel puncanya ini ber
apa namanya? memperbanyak
diri dan sampai triliunan sel
jumlahnya. Lalu kemudian berubah menjadi
200 jenis sel. Nah, 200 jenis sel ini
membentuk sel tubuh manusia secara
lengkap sehingga kita lahir ke
dunia. Embrio berarti dari sel punca
yang berasal dari ee embrio, ya.
Nah, di situlah kalau kita lihat ataupun
kita pelajari itulah pabrik sel punca
ciptaan
Tuhan. Jadi, pabrik sel Puncak ciptaan
Tuhan ada di mana, Ibu-ibu? Ada di rahim
ibu. Luar biasa ya, seorang ibu ya
mempunyai pabrik sel
puncaknya. Makanya tidak salah
katanya surga berada di telapak kaki ibu
gitu ya.
Nah, di dalam tubuh seorang
wanita ada
suatu organ yang luar biasa di mana itu
selalu terjadi di seluruh dunia sampai
saat
ini mukjizat penciptaan ya. Nah, itulah
sel puncak yang terjadi di dalam tubuh
kita. Nah, menariknya adalah ada
beberapa penelitian mengatakan adanya
korelasi
positif antara usia ibu yang hamil dan
melahirkan dengan harapan hidup seorang
wanita serta kaitannya dengan panjangnya
telomer. Nah, telomer itu apa sih?
Telomer itu adalah bagian daripada satu
sel di mana dengan bertambahnya usia
kita telomer itu akan
memendek ya. Nah, ini menariknya ada
korelasi positif antara seorang wanita
yang hamil di atas 30 tahun ya. Jadi
kalau ibu-ibu punya anak, masih punya
anak gitu ya, usia 35 40 itu
ternyata harapan hidupnya makin
panjang. Saya berpikir gitu ya atau kita
semua membayangkan kembali kenapa sih
para orang tua kita, nenek kita gitu ya,
eyang kita itu kok usianya bisa 80 90
tahun? Padahal zaman dulu itu kan
hidupnya susah sekali ya.
Tapi kita menariknya juga melihat
katanya dulu kan banyak anak, banyak
rezeki gitu ya. Dan mereka itu masih
produktif melahirkan pada usia 40 45.
Nah, apakah itu juga berkolelasi antara
hadapan hidupnya ini sehingga sampai
usia 80 90 tetap sehat. Namun ada juga
faktor-faktor lain yang bisa harus kita
perhatikan di slide-slide berikutnya ya.
Lalu kemudian jenis dan potensi sel
puncak. Dari sumbernya sel puncak itu
bisa kita bagi dua, yaitu sel puncak
embrio dan sel puncak dewasa.
Nah, saya puncak embrio yang tadi
berasal dari maaf
ee organ tubuh wanita rahim tadi yang
terbentuk dari sel bapak dan sel ibu
sifatnya adalah kemampuannya bisa
berubah menjadi seluruh organ tubuh
kita. Oleh karena itu, sel punca yang
berasal dari embrio selain dilarang oleh
agama dan juga etika serta moral, karena
berasal dari embrio itu kan adalah
kehidupan, resikonya bagi kesehatan kita
kalau menggunakan sel punca ini adalah
keganasan.
Jadi kita mesti hati-hati dengan sel
punca embrio ini. Nah, ada lagi sel
punca yang bisa lebih spesifik yaitu sel
puncak yang berhubungan dengan darah.
Nah, yang berhubungan dengan darah ini
biasanya digunakan untuk kasus-kasus
kanker darah yang dipakai untuk cangkok
sumsum tulang atau sel punca yang sudah
berasal dari lebih spesifik yaitu dari
sel seperti sel hati, sel pankreas, sel
jantung.
Nah, kedua sel punca ini karena sangat
spesifik dan sudah membentuk organ yang
jelas itu
resikonya terjadinya reaksi penolakan
dan ini juga mesti
hati-hati. Jadi, sekarang sel punca yang
paling banyak digunakan adalah sel punca
yang berasal
dari organ tubuh dewasa yang disebut
multipoten. Nah, multipoten itu apa sih?
Kita pelajarin lagi berikutnya, ya.
Multipoten ini berasal dari jaringan
dewasa baik dari perinatal yaitu seperti
tali pusat, plasenta, cairan ketuban,
dan juga jaringan dewasa pada umumnya
seperti sumsum tulang, lemak, dan bisa
lagi dengan gigi ataupun dari
organ-organ tubuh dewasa lainnya.
Dulu kita masih ingat ya ee eyang kita
gitu ya. Kalau kita lahir ini ari-arinya
ini
disimpan di dalam kendi atau dikubur
gitu ya. Ee plasentanya juga disimpan
atau dikubur gitu ya. Ternyata memang
sejak zaman dulu orang Indonesia sudah
mengetahui gitu ya, bahwa tali pusat
atau ari-ari ini sangat bermanfaat dan
punya kemampuan yang luar biasa di
dalam ilmu pengetahuan di masa mendatang
gitu. Tetapi zaman dulu kan ee orang tua
kita menyimpan ini untuk bilamana kita
sakit di di apa namanya tuh? direndam
terus dikasih minum airnya eh sembuh
beneran gitu ya. Tapi sekarang diteliti
secara teknologi ternyata ini mempunyai
kandungan pengetahuan penyembuhan yang
luar biasa. Nah, kalau dari sumsum
tulang ini diambil dari tulang apa?
Sumsumnya diambil atau dari lemak
diambil.
Nah, multipoten inilah yang banyak
digunakan untuk bahan baku membuat saya
punca dan tentunya terbaik berasal dari
sumber yang paling muda. Di dari mana?
Ya, tentunya
dari
ari-arinya ya.
Kalau kita lihat berikutnya kualitas dan
keamanan ya tentunya kita juga ingin
tahu ee bahwa stsel atau
selah dari sisi produksi bagaimana
mengaplikasikannya ke dalam tubuh kita
dan juga kondisi pasiennya. Dari sisi
produksi, kita lihat di sini produksi
selikasi cara pembuatan obat yang baik
oleh Badan POM sebagai industri obat
atau farmasi seperti yang dimiliki oleh
ee Kalbe saat ini sebagai industri
farmasi.
Dan dalam prosesnya pembuatannya tidak
boleh sama sekali menggunakan antibiotik
dan anti jamur. Jadi ruangan tempat
membuat
sel dan juga dipastikan tidak boleh ada
kuman atau jamur di dalamnya. Karena di
dalam membuat sel puncak tidak boleh
sama sekali menggunakan antibiotik atau
antijamur. Bahan bakunya juga untuk
perbakan sel puncak harus bebas dari
sumber hewani dan ini sertifikasinya
yang diberikan oleh Badan POM. Jadi,
Ibu-ibu
bilamana menggunakan sel
puncak harus ditanyakan sertifikasinya
seperti
ini. Kemudian kita lihat yang kedua
adalah
aplikasinya.
Aplikasinya diri kita sendiri diambil
sumsum tulangnya atau lemaknya lalu
diberikan ke diri kita sendiri.
atau bisa juga dari donor ya seperti
dari tali pusat seorang anak lalu
diberikan kepada kita atau ke banyak
orang. Nah, dalam hal autologus atau
alogenik
ini perlu diperhatikan adalah usia,
kondisi kesehatan donor dan tentunya
terbaik pada donor usia muda. Kenapa?
Karena pada usia muda kondisi atau
kualitas sel punca ini sangat baik. Oleh
karena itu, sel punca yang berasal dari
lemak, sumsum tulang pada yang diambil
pada usia 40 atau 50 tahun itu
kualitasnya akan menurun. Nanti saya
akan perlihatkan di slide-side
berikutnya.
Lalu secara logistiknya pengantaran sel
puncaknya, suhu penyimpanan sel puncak
pada saat
diantarkan ke fasilitas kesehatan harus
dalam kondisi suhu 2 sampai 8 derajat
celcius dan dipastikan bebas dari
DMSO. Apa itu DMSO? DMSO ini adalah
suatu bahan kimia untuk memproteksi sel
puncak
dari kondisi suhu minus yang ekstrem.
Jadi, sel puncak kalau disimpan di
pabrik itu suhunya adalah
-196 derajat Celcius. Dengan suhu minus
yang sangat ekstrem, selusak.
Oleh karena itu dikombinasi atau
ditambahkan bahan kimia yaitu
DMSO. Nah, DMSO ini harus bersih, tidak
boleh ada ketika akan digunakan,
dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Nah,
itulah
makanya sel puncanya ini harus dengan
suhu 2 sampai 8 derajat Celcius.
Kemudian ada namanya
sekretom. Apa sih sekretom itu?
Nah, kalau sekretom itu disimpan atau
diberi ee apa namanya? Dikirim ke
fasilitas kesehatan dengan suhu -10
sampai-20 derajat celcius. Kenapa?
Karena harus dipertahankan
protein-protein di dalamnya dan
sekretosom di dalamnya. Kalau kita lihat
dari skema ini, ini adalah dari sumsum
tulang, ada dari gigi, ada dari lemak,
dan tentunya yang terbaik dari tali
pusat atau ari-ari. Inilah dibuat stem
sel atau sel puncak. Nah, sel puncak di
dalam tubuh kita dia bekerjanya tidak
berubah menjadi sel-sel tubuh yang
lainnya.
Jadi salah
ataupun ee pemahaman yang salah
disampaikan kalau sel punca ini bilamana
ada pasien kena stroke gitu ya,
kerusakan otak terus diberikan sel
puncak lalu sel puncanya akan berubah
menjadi otak gitu ya, sel-sel otak. Nah,
itu salah pemahamannya itu. Jadi,
sebenarnya sel puncak itu ketika sampai
di otak dia tidak berubah menjadi sel
otak, tetapi dia mengeluarkan
keringatnya gitu. Keringatnya yang
disebut sekretom. Jadi tidak ada selnya
yang bekerja, tapi keringat daripada sel
puncak ini yang disebut sekretom ini dia
akan menghasilkan faktor-faktor
pertumbuhan dan sebagainya untuk
memberikan efek terapi yang sangat luar
biasa
tadi. Aplikasinya atau penggunaan sel
punca waktu pemberiannya itu harus
menggunakan searing p khusus gitu ya.
Seperti ini gambar searing pamnya supaya
saat puncanya tidak banyak menempel pada
botol
infus. Lalu kemudian pada kondisi
pasiennya, pasiennya sendiri harus
dilakukan screening laboratorium. Apa
sih yang dilakukan? Seperti tumor marker
atau bisa lebih advance lagi dilakukan
pemeriksaan circulating tumor cell-nya
atau CT DNA.
seperti spot mask atau yang lebih
canggih lagi dengan patch scan untuk
men-screening keganasan. Karena bilaana
ada keganasan tidak diperbolehkan
menggunakan sel puncak. Lalu dilakukan
juga pemeriksaan kekentalan darah,
reaksi alergi, lalu dilarang minuman
beralkohol, lalu pola hidup yang baik
juga penting agar efektivitas sel punca
dapat bertahan lama seperti
olahraga ya, makanan dan pengolahan
stres. Nah, ini ada pemeriksaannya untuk
makanan apa yang cocok, olahraga yang
cocok, dan bagaimana pengolahan stres
yang cocok melalui gen-gen di dalam
tubuh kita yang disebut dengan genif
melalui pemisalannya mudah sekali dengan
air liur
gitu. Kemudian yang berikutnya adalah,
nah ini menarik sekarang peran sel punca
bagi kesehatan wanita.
Ya, kalau kita lihat
sewaktu sel Bapak dan sel ibu di dalam
rahim ibu berkembang biak sel-sel ini
menjadi sel punca yang luar biasa dan
berubah menjadi 200 jenis sel sehingga
membentuk tubuh manusia yang
lengkap. Kita lihat di sini ketika
dilahirkan manusia tersebut di manakah
sel punca yang itu ada. sel puncak tetap
bekerja dan dia sel-sel ini menempel di
seluruh pembuluh-pembuluh darah kita
yang disebut dengan sel periside atau
sel perivaskuler. Jadi menempel nih ini
sel-sel punca yang tidak aktif.
Sel-sel ini akan menjadi
aktif bilamana apa sebelumnya saya akan
jelaskan dengan bertambahnya usia
sel-sel periset tadi
itu akan menurun secara
bermakna. Jadi waktu kita dilahirkan
pada usia berapa ya? ee 0 1 tahun, 2
tahun, 4 tahun. Ini sel-sel periside
atau sel puncak di sekitar pembuluh
darah ini yang banyak ini tetap masih
banyak ya. Ini bisa menjelaskan kenapa
waktu kita kecil kita jatuh, kita
bermain jatuh luka, terus sembuhnya
cepat
sekali. Karena apa? Karena sel-sel
perisat tadi atau sel-sel puncak itu
masih banyak sekali sehingga terjadi
perbaikan atau waktu kita kecil kena
flu, demam, cepat sekali sembuhnya.
Bahkan jarang sekali kita sakit yang
berhari-hari. Namun sekarang dengan
bertambahnya usia kalau kita luka
sedikit itu bukannya sembuh cepat malah
ada infeksi malah lukanya kalau sembuh
sudah apa namanya terbentuk jaringan
parut dan sebagainya. Kenapa? Karena
kembali lagi sel-sel punca tadi yang ada
di sekitar pembuluh-pembul darah kita
makin berkurang bertambahnya usia.
Selain itu kita lihat di sini
penuaan-penuhan yang lainnya yang
menyebabkan sel punca akan
berkurang. Nah, banyak faktor yang
mempengaruhi sel punca yang tadi menurun
dengan cepat. Kalau dengan faktor usia
saja itu menurunnya cukup lambat seperti
ini ya. Jadi pada saat usia berapa nih?
64 tahun sudah mulai turun makin banyak.
80 tahun makin banyak. daripada
usia
ini, usia 25, 30 masih ada tapi makin
turun makin turun. Nah, sekarang
pertanyaannya kenapa sih, Dok, selas kan
masih banyak, tapi kenapa ya anak-anak
sekarang banyak sakit, anak-anak
sekarang sudah kena diabetes, anak-anak
sekarang sudah kena gagal ginjal? Kenapa
ya? Padahal kan selanya masih banyak.
Nah, ini bisa dijelas
nih. Di seluruh pembuluh-pembul darah
kita ini akan aktif bilamana ada
kerusakan atau peradangan ya. Dia akan
berubah menjadi puncak yang aktif dan
mengeluarkan
keringatnya ya sekretomnya untuk
perbaikan. Nah, ini semua akan aktif
bilamana tadi ada faktor usia yang
bertambah, tetapi akan dipercepat dengan
apa? Nah, ini satu lingkungan hidup kita
yang penuh dengan polusi udara. Yang
kedua, pola hidup kita seperti yang
disampaikan oleh Ibu Ketua ya tadi, pola
hidup kita yang banyak duduknya.
Lalu yang ketiga adalah makanan yang
banyak dari restoran-restoran cepat saji
atau junk food gitu ya. Dan yang paling
berat adalah stres ya.
Nah, ini semua faktor-faktor yang
mempengaruhi sehingga terjadinya
kerusakan dan inflamasi yang hebat dan
terjadinya penggunaan yang sangat besar
dari sel-sel punca yang ada di sekitar
pembuluh-pembuluh darah
kita. Nah, kita tahu sekarang seperti
hidup yang banyak duduknya ini semua
juga dipengaruhi karena COVID-19.
COVID-19 membuat pola hidup kita ini
semakin banyak duduk
dibandingkan bergerak dan berolahraga.
Ya, kita lihat anak-anak
sekarang dulu kita ini ibu-ibu ya. Di
sini mungkin juga ada Bapak-bapak waktu
kita kecil ya, semasa saya kecil waktu
kita SD pulang sekolah pulang atau main
gitu ya. Biasanya kita main ya, entah
mainnya layang-layang, main kelereng,
main tak umpet katanya main ee galasin
atau main karet, lompat tali dan
sebagainya. Semua bergerak olahraga.
Tapi sekarang anak-anak bagaimana?
Setelah pulang sekolah langsung pulang
masuk kamar dan suruh belajar lagi.
Karena
sekarang apa ya
PR-PR dan setiap hari ada ulangan gitu
ya. Zaman dulu ulangan paling setiap
bulan cuma satu atau dua sehingga kita
banyak bermain. Jadi kebanyakan apalagi
sekarang ini pakai gadget semua ya
sehingga lebih banyak bermain dan
mainnya game gitu ya dan makanan. Dulu
kita kalau
pulang di rumah langsung orang tua kita
bilang, "Ibu kita itu de makan sudah ibu
siapkan ya. Sekarang, Dek, pulang mau
makan apa? Nanti Ibu pesan Go
ya. Apalagi dengan stres. Anak-anak
sekarang sudah dilibatkan dengan
ilmu-ilmu
matematikanya waktu SD apa TK saja sudah
kali-kalian gitu ya. Karena kalau enggak
kalah bersaing ya makin stres. Anaknya
stres, ibunya lebih stres lagi gitu.
Jadi banyak sekali yang membuat sel-sel
punca ini jadi rusak sehingga terjadinya
penyakit degeneratif yang
dipercepat. Nah, ini beberapa video yang
akan saya sampaikan seperti kelemahan
otot leher pada usia ini 80 tahun
seorang ibu ya. E lehernya, otot-otot
lehernya lemah. Lalu kemudian setelah
diberikan sel puncak ini semua dokter
sudah tidak lagi bisa
mengatasi. Lalu setelah diberikan sel
puncak apa yang terjadi? Ibunya kembali
berjalan dengan normal,
tegak. Yang gambar berikutnya adalah
gangguan sendi lutut. Ini paling banyak
dilakukan terjadi pada ibu-ibu. Kenapa?
Karena ibu-ibu banyak
jongkoknya. Apalagi zaman dulu ya. Kalau
jongkok itu kan untuk nyuci baju dan
sebagainya. Kalau sekarang mungkin
mengatur tanaman
ya. Nah, ini kita lihat space daripada
sendi lutut kita. Seorang ibu ini sudah
makin menempel sangat sakit. Kemudian
diberikan sel puncak di dalam space ini,
rongga ini. Kita lihat.
Dan ibu ini tadinya susah jalan,
sekarang sudah bisa jalan lagi. Ibunya
sudah enggak usah sakit lagi, ya.
Kemudian berikutnya, nah ini rambut ya.
Kalau Ibu rambut rontok, kalau Bapak
kebotakan ini diberikannya seperti ini
tuh saat
puncaknya sehingga tumbuh lagi rambut
yang ada. Kemudian ini menarik nih, ibu
ini kena lupus ginjal. Jadi ginjalnya
mengalami kerusakan. yang kakinya
bengkak sekali ya. Nah, ini diberikan
sel puncak. Apa yang terjadi dengan
sekretom tadi ya?
Diberikan, kita lihat di sini tuh ibunya
kembali sehat dan senang sekali ya dan
makin cantik itu ibunya ya.
Lalu kemudian kita lihat, nah ini
menangan dan sebagainya. Setelah
diberikan sekretom, ibu ini dalam
beberapa hari dia bisa jalan lagi. Dari
posisi duduk ini,
dia bisa berdiri ya.
Nah, bisa berdiri dan jalan ya.
orang orang-orang dan keluarganya sangat
senang melihat ibunya bisa jalan kembali
tanpa menggunakan bantuan tongkat
ataupun caregiver gitu ya. Dan sekarang
setelah beberapa bulan jalannya makin
cepat gitu ya.
Nah, ini bagi orang-orang tua yang
jalannya lambat, sakit pinggang, sakit
otot-otot dan sebagainya.
Nah, sekarang kesehatan wanita biasanya
kan ada beberapa nih, kesuburan
masalahnya, organ reproduksi, kulit dan
estetik, berat badan, menopause,
wellness dan sebagainya. Jadi semuanya
bisa diatasi atau dibantu dengan sel
puncak. Kesuburan itu biasanya ada
beberapa ya seperti picos polykistic
ovari syndrome atau perminator ovarian
syndrome fa
endrometriosiserman syndrome ini
diberikan puncanya tentunya harus
melalui dokter spesialis kebidanan dan
kandungan. Kenapa? Karena pemberiannya
langsung di daerah dekat-dekat dengan
indung telur gitu ya. Jadi perlu
teknologi dengan kateterisasi pemberian
sel puncanya bukan langsung hanya
melalui infus
biasa. Nah, ini yang menarik kalau bagi
Ibu-ibu ya. Ee estetik ini seperti apa
ya? Maaf
ee bekas jerawat ya, luka-luka bekas
jerawat yang lubang-lubang. Nah, ini
lubang-lubangnya makin apa berkurang
gitu ya. Nah, ini seperti ini banyak.
jadi menipis gitu. Lalu juga, nah
kantong mata ini jadi bagus atau kerutan
nih ya jadi lebih hilang kerutannya.
Jadi beda ya kalau sel puncak sama
botoks. Kalau botok benar-benar hilang,
kinclong gitu ya, licin gitu ya, tapi
jadi enggak alami. Jadi kayak lucu
mukanya kayak topeng gitu ya. Tapi kalau
sa puncak sama seperti alami meskipun
masih ada kerutannya tapi jauh lebih
baik dan tidak membentuk muka seperti
seseorang yang
berbeda. Nah, ini melasma
ya itu berkurang jadi lebih samar ya
ataupun tadi yang bekas jerawat makin
bagus. Nah, ini tadi juga ya tadi tuh ni
ini bab ini dokternya sendiri nih yang
menggunakannya gitu ya lebih baik.
Ya, jadi seperti itu yang bisa saya
sharingkan. Mungkin nanti ee lebih
kurangnya saya mohon maaf bilamana ada
ee kesalahan kata dan sebagainya. Dan
nanti bila ada yang ingin ditanyakan
bisa nanti di sesi tanya jawab. Terima
kasih atas waktu dan perhatiannya.
Semoga bermanfaat.
[Musik]
Baik, luar biasa. Boleh applause untuk
Dr.
Sandi hari ini juga hadir secara
offline, teman-teman ee DWP di BPSDM,
Dok. Selain juga hadir secara online di
seluruh Indonesia. Baik, luar biasa ini.
Jadi kita menjadi tahu gitu ya ee dokter
terkait
selem bagaimana supaya kita terus eksis
nanti gitu ya denganjanya sel punja.
Baik, tidak
berlama-lama bagi seluruh keluarga ASN
dan juga yang hadir hari ini bila ada
pertanyaan silakan ee untuk memberikan
raise hand ya di Zoom meeting atau bisa
untuk menulis di kolom chat. Kalaupun
yang ada di YouTube juga boleh untuk
menulis di ee YouTube. Apakah sudah ada?
Boleh kita sambil cek ya, Teman-teman.
Oh, ada
ini satu orang yang sudah raise hand.
Boleh open kamera dulu supaya tahu.
Ini dari Bu Riban Twi, SPD. Selamat
pagi,
Bu. Boleh
di Apakah suara saya sudah diterima,
Ibu?
Selamat pagi, Bu
Ribianwi atau boleh Bu Natalia ini dari
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten
Gresik. Baik, suaranya belum terdengar.
Ibu boleh di-unmute.
Oke,
selamat pagi, Ibu. Silakan perkenalan
dan juga dari mana? Pagi. Selamat pagi
Bapak Pak Dokter dan Ibu-ibu semuanya.
Bapak, Ibu semuanya. Saya dari Dharma
Wanita Persatuan Kabupaten Gesik. Baik.
Ee saya rasa bagus sekali ya ini sistem
pengobatan stem sel ya, Pak ya. Ee tapi
tadi dikatakan bahwa pengobatan stemel
dengan menggunakan puc ee itu kenapa
tidak boleh diberikan pada orang yang di
pernah didiagnosa dengan
keganasan? Nggih itu aja, Pak Dokter.
Kenapa kok tidak boleh diberikan pada
orang yang pernah dengan status
keganasan atau pernah menderita kanser
sekalipun itu stadium early state gitu?
Bagaimana, Pak Dokter?
Iya. Boleh langsung jawab ya, Bu Natalia
ya. Ya. Ee menarik pertanyaan sangat
bagus. Jadi sel punca itu bukan obat
untuk keganasan. Itu yang pertama.
Jadi hati-hati buat Ibu-ibu semua
bilamana ada oknum-oknum yang menawarkan
kesembuhan untuk keganasan dengan
menggunakan sel puncak itu tidak boleh.
Kenapa? Karena kalau itu bisa dan
hasilnya bagus itu kanker atau keganasan
itu sudah tidak ada lagi di dunia gitu
ya. Tetapi pada kenyataannya kan masih
banyak gitu ya. Jadi sel punca tidak
mengobati keganasan.
Itu pertama. Yang
kedua untuk
selus-kasus keganasan ini kita semua
masih dipertanyakan apakah itu bisa
membantu meningkatkan kualitas hidup
bagi pasien dengan keganasan atau justru
membuat sel-sel ganas ini menjadi lebih
ganas lagi. Nah, ini masih banyak pro
dan kontranya sehingga kita mengambil
jalur aman saja. jangan diberikan pada
pasien-pasien dengan
keganasan.
Namun bagi pasien-pasien keganasan yang
sudah tahap akhir, artinya sel-sel
ganasnya ini sudah menyebar ke seluruh
tubuh dan sudah tidak bisa lagi diobati
dengan ee kemo ataupun yang lainnya.
Sehingga yang disebut dengan palliatif
artinya bagaimana untuk meningkatkan
kualitas hidupnya. Nah, ini saya puncak
ada tempatnya. Ada beberapa pasien yang
sudah mencoba dengan tingkat keganasan
yang sudah tahap
akhir. Kualitas hidupnya meningkat baik
sekali
sehingga ee pasien-pasien tersebut
menjalani akhir-akhir hidupnya dengan
kualitas hidup yang sangat baik. Jadi
demikian Bu Natalia, semoga bisa
menjawab.
Bu Natalia semoga terjawab ya. Baik,
Dok. Ini sebelum masuk ke penanya
selanjutnya ada pertanyaan ini, Dok.
Saya izin bacakan ya, Dok. Dari Bu
Windi. Izin bertanya, Dokter. Saat ini
telah banyak terapi stemel untuk anak
berkebutuhan khusus. Bagaimana tingkat
keberhasilannya dengan stem sel
tersebut? Boleh dijawab ya, Dok. Di
antara beberapa pertanyaan. Banyak ini,
Dok. Luar biasa. Silakan, Dokter.
seorang ibu ya. Ibu itu memang bukan
hanya untuk dirinya sendiri tapi akan
lebih fokus lagi pada anaknya sampai
sampai bapaknya tidak diharapkan lagi
untuk anaknya yang lebih diperhatikan
anaknya. Jadi kalau anak itu kebutuhan
khusus ada macam-macam.
Yang pertama adalah kebutuhan khusus
karena serebal palsi, yaitu setelah
dilahirkan karena faktor kekurangan
oksigen di otaknya sehingga terjadilah
kerusakan otak yang permanen sehingga
terjadah sebelasi. Yang kedua adalah
kebutuhan khusus karena sindrome down
biasanya begitu ya. Dan yang ketiga yang
paling sering adalah autism atau ADHD.
Nah, untuk kasus autism atau ADHD ini
menjadi suatu hal yang sangat
menjanjikan
dengan pemberian stem sel dan turunannya
atau sekretom sehingga pasien lebih
fokus, anaknya lebih fokus dan bisa ee
apa ya namanya? Tidak terlalu reaktif
gitu ya. Sudah ada beberapa pasien
bahkan ada satu pasien di Vietnam yang
sudah menggunakan buat anaknya. Terus
pertanyaan, "Loh, kok bisa ya stem
sel-nya atau sel puncanya bisa dikirim
ke Vietnam?" Oh, enggak. Pasiennya
datang, orang tuanya datang ke
Indonesia, hand carry dibawa ke
sana. Nah, ini sudah dilakukan juga
mulai dilakukan penelitian-penelitian di
Rumah Sakit Anak Bersalin di Jakarta.
Harapan kita ya. Nah, itu untuk autism.
Lalu untuk servbal PASI. Nah, serbal
pasi ini juga bisa memberikan harapan
sehingga anaknya kualitas hidupnya lebih
baik. Namun akan lebih baik lagi
diberikannya pada usia yang sedini
mungkin. Jadi bukan usianya sudah remaja
baru
diberikan. Yang yang ketiga adalah
sindrome down. Sindrome Down bisa
meningkatkan kualitas hidupnya bagi anak
tersebut, namun tidak pernah bisa
memperbaiki kelainan kromosomnya. Jadi,
sindrom daun ini terjadi karena kromosom
21. Kromosom 21 ini
mengalami gangguan atau abnormalitas
sehingga terjadinya sindrome down. Nah,
kromosom itu tidak bisa diperbaiki
dengan sel puncak. Namun kualitas
hidupnya bisa meningkat. Demikian Bu
Windi ya. Terima kasih. Iya Bu Windi,
Dok. Baik, terima kasih dokter. Luar
biasa. Ini juga ada yang sudah raise
hand. Apakah sudah hadir di sini ya dari
BKKBN Jawa Timur? Boleh open untuk
kameranya Ibu supaya terlihat cantik
gitu ya. Hari ini semua cantik ee semua
sehat gitu untuk mengikuti acara ini.
Kami persilakan Ibu dengan Ibu siapa?
Iya, selamat pagi, Bu. Eh, saya Tia dari
BKKBN Jatim, Bu Tia. Iya, monggo, Ibu.
Eh, Pak Dr. Sandi mohon izin bertanya.
Tadi saya mendengarkan penjelasan Bapak
tentang ee ee ibu yang hamil atau
melahirkan di usia ee 30-an atau di atas
35. Nah, tadi kata ee kata Bapak ee akan
ada ee apa namanya? ee harapan hidup
usianya akan lebih panjang gitu. Nah,
mohon penjelasannya, Pak. Mungkin ini
kabar yang ee menyenangkan mungkin untuk
Ibu-ibu yang hamil di atas usia 30.
Demikian terima kasih, Pak Sandi
sebelumnya Pak Dokter Sandi. I terima
kasih Ibu Tia. Menarik Ibu Tia Sangat
perhatian untuk kehamilan ya, usia
hamil. Nah, jadi usia hamil yang terbaik
pasti ibu yang memang masa-masanya lebih
baik di usia dewasa muda ya. Jangan
remaja juga ya, enggak boleh terlalu
muda ya. Dewasa muda yang terbaik.
Kenapa? Karena pada usia dewasa muda
ibu-ibu ini punya tenaga energi yang
baik sekali untuk kesehatan baiknya.
Kesehatan baiknya ya yang sama ya.
Namun ada juga kan ibu-ibu yang
melahirkan di atas 35 gitu ya. Apalagi
anak-anak sekarang nih menikah aja
usianya 31 32 gitu ya. Bagi orang tua
ketar-ketir nih anak kok enggak
menikah-menikah gimana nih gitu ya. Ee
takut Bu katanya gitu ya atau masih mau
suka sendiri aja jomblo gitu ya. Nah,
tetapi kenapa ya kalau di usia 35 ini
tetap aja mesti ada resiko karena faktor
sudah
penuaan bagi ibunya dan tentunya bagi
anaknya juga. Namun menariknya kenapa
pada usia yang lebih di atas 35 atau 30
ini harapan hidup meningkat? Karena
gini, ee kita tahu bahwa tadi rahim ibu
tempat di mana sel bapak dan sel ibu
bersatu dan membentuk sel punca yang
begitu
hebatnya sampai membentuk organ tubuh
yang lengkap sebagai manusia
seutuhnya. Nah, pada saat anak itu ada
atau janin itu ada di rahim
ibu, kita tahu ada namanya tali pusat
atau ari-ari. di mana antara ibu dan
anak itu terhubung luar biasa ya, sangat
terhubung memberikan nutrisi pada
anaknya melalui tali pusat tadi dan
anaknya juga tentunya akan darah anaknya
juga akan masuk ke dalam
ibunya. Nah, kita tahu tadi sel punca
yang terbaik adalah berasal dari yang
paling muda yaitu ari-ari. Jadi pada
saat ibu itu hamil, sel puncak pada anak
yang luar biasa tadi masuk ke dalam
tubuh ibu. Nah, ketika dia masuk dalam
tubuh ibu selama 9 bulan tadi, mungkin
sekitar 6 bulan lah ya, karena 3 bulan
masih dalam membentuk sel-sel yang
menjadi sel-sel yang belum organ yang
utuh, tapi pada di atas 3 bulan sudah
membentuk tali pusat dan sebagainya.
Jadi secara tidak langsung seorang ibu
mendapatkan sel puncak dari anaknya
selama 6 bulan. Makanya ibu-ibu yang
anaknya banyak atau
anaknya apa lahirnya lebih usia lebih ee
apa namanya? Lebih tua ya di atas 30 itu
tentunya akan jadi awet sehat dengan
kondisi tersebut. Namun perlu
diperhatikan juga faktor-faktor lainnya
ya, yaitu tadi
nutrisinya, lalu juga ee persalinan yang
juga baik dan sebagainya. Demikian
mungkin Bu Tia bisa menjawab. Baik,
semoga terjawab Bu Tia. Terima kasih
pertanyaannya dokter. Ini izin ada tiga
yang relate ini dari Kota Batu terkait
kalau ibu-ibu itu melasma, Dok. Jadi ini
beralih dari tadi ya ee sudah mengurusi
anaknya, sekarang ngurusin ibunya
sendiri. Apakah ee terkait melasma ini
dari
DP3 AK Kota Batu ini? Izin, Dok. Mau
tanya cara mengatasi melasme dan
bagaimana cara menanganinya. Kemudian di
bawah juga ada Bu Ida Yuli masih terkait
eh face ya. Saya pernah perawatan wajah
dengan laser stem sel. Apakah itu aman?
termasuk juga ada yang menanyakan dampak
dari stem sel ini apakah ee ada, Dok?
Monggo, Dokter. Iya. Sekarang Ibu-ibu
untuk kecantikan ini yang paling banyak
ni lagi tren melasma. Melasma itu adalah
faktor karena terjadinya peradangan
ataupun
reaksi ee stres oksidatif akibat
biasanya dari UV ultraviolet. Jadi, bagi
ibu-ibu hati-hati dengan UV ya. UV ini
kan banyak ibu-ibu yang sekarang ini
bilang, "Ayo kita berjemur untuk
mendapatkan vitamin D3-nya gitu ya."
Tapi lupa UV-nya yang akan merangsang
sel-sel kulit kita menjadi rusak dan
muncullah nanti banyak sekali faktornya
menjadi kerutan ataupun melasma. Nah,
melasma ini tentunya bisa diatasi dengan
sel puncak ataupun turunannya seperti
sekretom. Tetapi diharapkan ibu-ibu tuh
perginya ke dokter yang baik dan benar.
Jangan ke salon-salon atau apapun juga
yang malah jadi memper parah melasmanya.
Jadi tadi seperti yang disampaikan di
gambar saya di slide presentasi tadi,
melasmanya bisa hilang atau tersamar
gitu ya. Nah, tentunya ketika tersamar
ini hindari sinar UV ya. Jadi dengan
apa? Dengan UV protection. Itu satu.
Yang kedua pertanyaannya
adalah laser sel puncak. Nah, sel puncak
itu akan bekerja tadi seperti yang di
slide saya akan bekerja bilamana ada
kerusakan atau inflamasi.
Di dalam treatmen wajah biasanya dokter
akan menggunakan laser ya, laser CO2
katanya ya untuk bisa perbaikan wajah
ataupun terjadinya
rejuvinasi. Nah, ketika terjadinya
penggunaan laser tentunya akan merusak
ada terjadinya trauma atau inflamasi.
Nah, pemberian sel puncak itu akan
membuat perbaikan yang luar biasa
setelah pasca laser. Nah, jadi ada
tempatnya di situ. Dan tadi
yang ketiga pertanyaannya apa ya? Saya
lupa.
Apakah ada efek sampingnya gitu dong?
Iya, efek samping dari sel puncak
seperti tadi yang saya sampaikan, ada
tiga hal yang penting. Yang pertama
adalah produksinya. Jadi,
Ibu-ibu kalau mau menggunakan sel puncak
harus ataupun keluarganya seperti
bapaknya mau dilakukan sel puncak harus
sel puncak yang berasal dari industri
obat dan sudah memiliki cara pembuatan
obat yang baik dari badan POM. Itu
penting. Itu membuat ee efek sampingnya
jauh hampir tidak ada.
Namun sel punca yang berasal dari embrio
itu berbahaya. Jadi tapi di Indonesia
enggak ada sel punca dari embrio karena
tidak diperbolehkan oleh pemerintah.
Namun di negara-negara tertentu di luar
negeri di mana aborsi diperbolehkan
hati-hati. Jadi bagi ibu-ibu yang
mengajak bapaknya atau keluarganya
melakukan puncak di luar negeri,
hati-hati ya. ataupun saat puncak yang
berasal dari luar negeri. Yang kedua
adalah aplikasinya. Nah, aplikasinya
juga akan membuat apakah efek samping
muncul atau tidak, yaitu tentunya tadi
ya ke dokter-dokter ataupun klinik yang
memang memiliki kompetensi untuk
pemberian SA puncak seperti kliniknya
dr. Rendy di Jakarta yaitu Skin ya. Dan
yang ketiga tentunya pasien. Nah, kalau
pasiennya tadi ya seperti adanya
keganasan tentunya tidak diperbolehkan.
Demikian.
Semoga menjawab.
Dokter sudah lengkap ya. Ini tadi
Ibu-ibu sudah tanya terkait treatmen,
kemudian untuk anandanya, kemudian untuk
keluarganya. Sebenarnya masih banyak
dokter pertanyaan di ee room chat. Nanti
kalau masih ada waktu apakah berkenan ee
dijawab di room chat nanti.
Alhamdulillah kalau berkenan gitu, Dok.
Dan karena ada dr. Rendy tentunya kami
mohon maaf dan terima kasih atas
perkenan hadir dokter. Biasanya saya
melihat di podcast ini, Dok gitu ya.
Sekarang langsung berhadapan langsung
dari Stemsel. Terima kasih, Dr. Sandi.
Terima kasih dan teman-teman semua.
Baik, sehat selalu. Semoga bisa di lain
waktu bertemu kita ya, Dok. Amin.
Asalamualaikum. Terima kasih
warahmatullah.
[Musik]
Baik, Sobat Keluarga SN di Tanah Air.
Luar biasa narasumber pertama sudah
keren banget ya. Dan kali ini tidak
kalah menariknya dengan narasumber yang
pertama ada seorang dokter muda juga.
Beliau lulusan dari Universitas
Indonesia mengambil Fellowship
Intervention Pain Managemen dan juga
mengambil spesialis
anastesiologi. Saat ini sebagai kepala
ICU di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman
Puring Jakarta dan juga Rumah Sakit Budi
Kemuliaan Jakarta. Serta beliau juga
owner seperti yang disampaikan oleh Dr.
Sandy tadi ya. dari PT Yuskin Science
Indonesia. Baik, mari kita sambut dengan
applause yang meriah, Dr. Rendy Anwar.
[Musik]
Baik, selamat pagi Dr. Andi.
Selamat pagi, Bu Amel. Terima kasih atas
kesempatannya.
Masyaallah. Terima kasih juga. Mungkin
pertama-tama saya mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya dari panitia
event webinar dari BPSDM Jatim dan saya
juga mengucapkan terima kasih ee kepada
Ibu Lili yang tadi sudah membuka acara
kita. Matur nuwun Bu dan tentunya Bu
Almalia yang memang ee dari awal sudah
membuka acara kita dan sampai saat ini
masih semangat ya Bu ya. Baik, harus
semangat dokter soalnya ini ibu-ibu
cantik sudah semangat menunggu dokter
ini. Jadi vibes-nya biar positif gitu
ya, Dok ya. Baik untuk itu terima kasih
juga terima kasih juga dengan Buusur
tidak lupa terima kasih sama Bu Kus Nur
ya Bu Hendro ya sebagai selaku ketua DWP
Jatim. Saya sat terima kasih sekali
memang kita sudah menyiapkan acara ini
dari jauh-jauh hari dan alhamdulillah
bisa kita laksanakan pada hari ini.
Alhamdulillah. Ee selanjutnya kepada dr.
Sandi yang memang sudah memberikan ee ee
paparan materi yang sangat luar biasa ya
menurut saya ya. Sangat lengkap sekali,
Dok. Ee dan sangat membuka wawasan kita
terhadap ee terapi regeneratif ya, yang
memang saat ini tuh lagi ee
sangat-sangat booming sekali ya. Ee dan
tentunya saya juga dengan dr. Sandi
sudah ee lama ya berkolaborasi dalam hal
ee memberikan edukasi ataupun pelayanan
terhadap terapi regenerasi yang memang
kita berharap ini menjadi suatu
ee revolusi dari pengobatan. Ya, betul.
Mungkin saya ee langsung saja ya. Izin
ya Bu Amel saya share. Silakan. Izin 30
menit Dokter. Nanti kita bisa diskusi
lebih panjang gitu ya, Dok. Kami
persilakan Dr. Rendi Anwar.
H
ya. Baik. Ee terima kasih ee saya
ucapkan juga kepada Bapak Ibu dari
BPSDM, DWP BPSDM Jatim yang memang sudah
memberikan waktunya menyempatkan hadir
untuk acara webinar saya acara webinar
kita pada kesempatan kali ini. Tadi
sudah dijelaskan sangat lengkap dari dr.
sandi tentang apa itu stem sel, apa itu
stem
selatnya dan hubungannya dengan
kesehatan ee reproduksi ataupun
kesehatan wanita secara ee menyeluruh.
Nah, pada kesempatan kali ini saya
coba memberikan materi yang mungkin
lebih ee mengerucut atau lebih spesifik
tentang masalah kesehatan sendi yang
memang berhubungan dengan ee beberapa
faktor yang dialami pada wanita yang
sudah parubaya ataupun yang kondisi
premenopos itu merupakan suatu masalah
yang bisa dihadapi oleh ee ee wanita
atau ibu-ibu yang mengalami menopaus.
Jadi topik kita pada kal kesempatan kali
ini adalah ee tentang osteoartritis atau
ee peradangan
sendi. Nah, menepaus dan kesehatan sendi
ini suatu ee masalah yang sebenarnya ini
saling berhubungan karena perubahan
hormonal yang terjadi selama menopaus
itu berdampak pada sistem reproduksi dan
juga dapat mempengaruhi kesehatan sendi
dan jaringan tubuh lainn lainnya. ini
berhubungan dengan per penurunan ee
jumlah hormon
estogen. Osteatritis dan sindrom
menopaus merupakan dua kondisi yang
memang saling berkaitan dan kerap
mengganggu kualitas hidup pada wanita
usia
lanjut. Nah, tentunya kita ee harus
mengerti sebenarnya ini penyakit apa ya.
Nah, osteatritis ini ee nama lainnya
adalah pengapuran sendi di mana
merupakan suatu penyakit degeneratif
yang ditandai dengan kehilangan tulang
rawan sendi dan peradangan pada sendinya
itu sendiri dan termasuk
tulangnya. Nah, apa yang menyebabkan ee
osteo itu terjadi? tentunya ada beberapa
risiko di mana peradangan sendi ini
terjadi ya tentunya
pertama terjadi pada usia lanjut atau ee
baik itu perempuan maupun laki-laki.
Namun ee 18% perempuan itu di atas 60
tahun itu berisiko ee mengalami
osteoartritis.
Nah, perempuan itu memang cenderung
ee dapat mengalami
osteoartritis. Ee memang sampai saat ini
belum bisa kita ee cari tahu ya kenapa
ee perempuan cenderung mengalami
osteatoritis atau peradangan sendi.
Namun dipercaya bahwa menopaus ini
merupakan salah satu dari banyak faktor
yang dapat menyebabkan osteatritis.
tentunya di sini ee masalah hormonan ee
saat ini banyak diteliti ya. Ee beberapa
penelitian juga telah menunjukkan ee
jumlah penurunan hormon estrogen itu
berpengaruh terhadap ee densitas dari
tulang yang dapat meningkatkan risiko
peradangan pada sendi juga.
tentunya ada beberapa risiko lain yang
sebenarnya ini dapat kita kontrol. Yang
pertama adalah kelebihan berat badan
atau obesitas. Jadi kelebihan berat
badan ini akan menyebabkan ee ee
persendian kita yang merupakan ee
struktur yang menah
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:22 UTC
Categories
Manage