Webinar ASN Sehat Bugar 2025 - Wealth Wellness Wisdom
am_bMv8pKzo • 2025-05-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bukan hanya dari tenaga, namun dari hati yang penuh cinta. Bukan hanya dari logikanya, tapi dari intuisi yang mendalam. Wanita adalah pencipta kehidupan, pelindung keluarga. Ketika tantangan datang, mereka tidak pernah menyerah. Mereka bangkit, berdiri dengan tegar, dan melangkah maju dengan keyakinan. Karena setiap wanita tahu kekuatan sejati bukan tentang tidak pernah jatuh, namun tentang selalu mampu untuk bangkit kembali. Hari ini saya bersyukur dan bahagia bisa membersamai Dharma Wanita Persatuan PPSDM Jawa Timur. Wanita yang penuh dengan kelembutan, penuh dengan cinta, dan bersedia memberikan kasih sayangnya untuk semua yang dia cintai. Ada kekuatan yang luar biasa. dalam setiap jiwa wanita. Bukan hanya dari tenaga, namun dari hati yang penuh cinta. Bukan hanya dari logikanya, tapi dari intuisi yang mendalam. Wanita adalah pencipta kehidupan, pelindung keluarga. Ketika tantangan datang, mereka tidak pernah menyerah. Mereka bangkit, berdiri dengan tegar, dan melangkah maju dengan keyakinan. Karena setiap wanita tahu kekuatan sejati bukan tentang tidak pernah jatuh, namun tentang selalu mampu untuk bangkit kembali. Hari ini saya bersyukur dan bahagia bisa membersamai Dharma Wanita Persatuan PPSDM Jawa Timur. Wanita yang penuh dengan kelembutan, penuh dengan cinta, dan bersedia memberikan kasih sayangnya untuk semua yang dia cintai. Okay. [Musik] menyampaikan terima kasih atas nama BPSDM kepada ketua dan seluruh pengurus ee Dewan Terma Wanita Persatuan BPSM Jawa Timur yang sudah menginisiasi kegiatan Sarah ini Pak Satura ini terdapat tiga faktor yang menjadi penopang kita Ekonomi Jawa Timur yaitu yang pertama sektor industri pengolahan, yang kedua sektor perdagangan, yang ketiga dari sektor pertanian. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Ма [Musik] menyampaikan terima kasih atas nama BPSDM kepada ketua dan seluruh pengurus ee Dewan Terpawanita Persatuan BPSM Jawa Timur yang sudah menginisiasi kegiatan Sarah ini Pak Satura ini terdapat tiga faktor yang menjadi penumpang utama struktur ekonomi Jawa Timur yaitu yang pertama sektor industri pengolahan yang kedua sektor perdagangan, yang ketiga dari sektor pertanian [Musik] apa aja [Musik] H [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Izin saya punya pantun hari ini. Boleh dijawab dengan cakep ya. Pagi hari minum kopi secangkir. Cakep. Tambah nikmat cemilannya kue lumpia. Cakep. Acara perdana hari ini hadir untuk keluarga ASN sehat, energik dan bahagia. [Tepuk tangan] Baik, selamat pagi dan selamat bergabung sobat keluarga ASN dalam acara ASN Sehat dan Bugar yang kali ini merupakan edisi perdana di tahun 2025 yang bertajuk Wealth Wellness Wisdom Terapi Regeneratif, Harapan Baru Menuju Sehat dan Kualitas Hidup berkelanjutan yang dipersembahkan oleh Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur. Boleh applaus semuanya. Baik, Sobat Keluarga ASN. Senang sekali saya Amalia Pramudiansari dapat menjumpai sobat keluarga ASN dan juga pemirsa ASN sehat bugar di hari Jumat yang penuh semangat, keberkahan dan juga kebahagiaan hari ini. Nah, kalau berbicara tentang kualitas hidup saat ini, ada hal terpenting bagi kita sebagai manusia untuk bisa memiliki aktivitas yang bermanfaat baik untuk keluarga, masyarakat, maupun aktualisasi individu. Kualitas hidup akan terganggu dengan kondisi nyeri, kemudian gangguan penyakit generatif maupun regeneratif. Gangguan tersebut termasuk kondisi vitalitas yang menurun karena usia atau penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan cara biasa seperti autoimun dan juga penyakit lainnya yang sangat meresahkan kita di akhir-akhir ini. Mungkin di antara kita, Sobat ASN semuanya dan juga Ibu-ibu Dharma Wanita serta seluruh pemirsa ada yang masih awam ini mengenai apa itu stem sel? atau sel punca dan bisakah mengatasi berbagai masalah-masalah tadi di atas dan juga penyakit seperti diabetes, kemudian reumatik, gangguan kesuburan, dan juga masalah penuaan dalam webinar kesehatan kali ini akan dikupas tuntas dan selengkapnya akan dibahas dalam acara ASN Sehat dan Bugar edisi perdana persembahan Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur. [Musik] Baik, Sobat Keluarga ASN di Tanah Air, sebelum kita memasuki sesi pemaparan narasumber, marilah kita simak terlebih dahulu keynote speech yang akan disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat Ibu Liliana Ramlianto. Kami persilakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita semua. Sobat keluarga ASN. Selamat bertemu dalam webinar kesehatan series ASN Sehat Bugar. sebuah wahana pengembangan kompetensi keluarga ASN persembahan Dharma Wanita Persatuan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Jumat tanggal 23 Mei 2025, ASN Segar Bugar merupakan seri pertama di tahun 2025. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat keluarga SN di seluruh negeri untuk mengikuti secara aktif program Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur ini. Sebagai bentuk terima kasih, kami berkomitmen insyaallah akan berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi bagi keluarga SN yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi khususnya di lingkungan keluarga ESN. Sobat keluarga ASN, hari ini ASN Sehat Bugar menyajikan salah satu topik menarik. Kesehatan adalah pondasi pengabdian di atas tubuh yang sehat, berdiri tegak, tanggung jawab dan amanah. Tanpa raga yang bugar, pengabdian pun bias kehilangan daya. Oleh karena itu, menjaga kesehatan fisik dan mental adalah investasi penting bagi setiap ASN dan keluarga agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, memberikan kontribusi terbaik untuk masyarakat, serta menjalani kehidupan pribadi yang produktif dan bahagia. ASN dan keluarganya adalah jantung pelayanan publik. Mereka bukan hanya pelaksana kebijakan, tetapi teladan gaya hidup. Kesehatan mereka mencerminkan kekuatan sebuah birokrasi. Karena itu webinar kesehatan kali ini mengangkat topik wealth, wealthness, wisdom, terapi regeneratif, harapan baru menuju sehat dan kualitas hidup berkelanjutan. Nah, untuk memberikan insight dan pengetahuan yang bermanfaat tentunya topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari perspektif pakar kedokteran bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidang kesehatan. Sobat keluarga ASN di seluruh tanah air, saat ini kita hidup dalam bayang-bayang gaya hidup modern yang memudarkan imun. Duduk terlalu lama, gerak terlalu jarang, makan makanan cepat saji, tidur terlalu larut, terlalu lama terpapar skreen laptop dan HP. Di mana rutinitas kita menyimpan potensi ancaman perlahan tapi pasti. Dengan gaya hidup seperti sekarang, penyakit tidak datang tiba-tiba. Ia tumbuh dalam kelengahan. Di antaranya hipertensi, diabetes, jantung, stroke adalah simonis senyap dari gaya hidup yang dibiarkan meluncur tanpa kendali. Inilah wajah penyakit degeneratif sang pencuri usia produktif. Diperlukan kesadaran yang tumbuh dari dalam, bukan sekedar himbauan luar. Kesehatan bukan sekedar tanggung jawab pribadi, tapi ikhtiar kolektif dalam ekosistem keluarga SN yang sehat dan relisien. Kesadaran itu harus mengakar kuat bukan hanya karena anjuran atau aturan, melainkan karena pemahaman mendalam akan pentingnya kesehatan sebagai pilar utama kinerja dan kesejahteraan. Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan akan menjadi gerakan bersama, didukung oleh lingkungan kerja yang supportif dan komitmen dari setiap individu untuk menciptakan keluarga ASN yang kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Sobat keluarga ASN, langkah preventif harus menjadi budaya, bukan hanya reaksi sesaat. Deteksi dini, medical checkup berkala, pola makan seimbang, olahraga teratur, serta manajemen stres yang cerdas adalah pilar utama dalam membangun budaya kesehatan yang kokoh. Dengan mengintegrasikan kebiasaan ini dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya mencegah penyakit sebelum muncul, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk vitalitas dan produktivitas jangka panjang. Ini adalah investasi proaktif pada diri sendiri dan kolektif. Memastikan setiap individu dapat berfungsi pada kapasitas terbaiknya dan menghadapi tantangan dengan ketahanan. Keluarga SN adalah lingkaran pertama yang harus turut terlibat. Di meja makan, di waktu luang, dalam obrolan harian. Semua bisa menjadi ruang edukasi kesehatan. Mari bangun komitmen. Bukan hanya sehat, tapi hidup sehat. Bukan sekedar bebas penyakit, tapi penuh kesadaran untuk menjaga kualitas hidup jangka panjang. Ingatlah, investasi terbaik seorang ASN adalah tubuhnya sendiri. Karena tanpa kesehatan, segala rencana tinggal wacana dan tanpa upaya preventif, resiko menjadi derita bisa datang tiba-tiba. Sobat keluarga SN di seluruh tanah air. Lalu, bagaimana ikhtiar kita untuk sehat dan bugar dan upaya preventif apa yang harus kita lakukan? Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidang kesehatan. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada sobat keluarga ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. Sandi Klintang. Beliau adalah Presiden Director of Regen dan PT Bifarma Adiluhung Indonesia. Yang kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang kami hormati Bapak Dr. Rendi Anwar, spesialis anestesiologi dan terapi intensif. Beliau adalah owner PT Yuskin Sence. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung suksesnya acara hari ini. Sehat bukan tujuan akhir, tapi jalan panjang menuju pengabdian yang optimal. Mari kita mulai hari ini dengan langkah kecil, niat besar, dan tekad yang tulus untuk keluarga yang sehat, ASN yang kuat, dan pelayanan publik yang unggul. Mari kita simak dengan seksama webinar kesehatan ASN Segar Bugar kali ini. Semoga bermanfaat dan salam sehat bahagia. Wasalamualaikum warahmatullahi [Musik] wabarakatuh. Waalaikumsalam. warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Ibu Liliana Ramlianto, sobat keluarga ASN dan para pemirsa ASN Sehat dan Bugar di tanah air telah kita ikuti bersama keynote speech dari Ketua Dharma Wanita Persatuan BPSDM Provinsi Jawa Timur. IB dapat menjadi acuan ya, Sobat keluarga ASN untuk mewujudkan keluarga ASN dan juga para ASN serta pemirsa menjadi role model dalam mewujudkan hidup sehat seimbang untuk kualitas hidup yang berkelanjutan. Baik, Sobat Keluarga ASN. Kegiatan ASN Sehat dan Bugar ini adalah breakdown dari inovasi BPSDM Provinsi Jawa Timur. yang bernama ASN Dahar Ngopi. Apa itu ASN Dahar Ngopi? ASN tiada hari tanpa pengembangan kompetensi. Mulai hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, kita terus mengembangkan kompetensi dan di hari Jumat ini kita kembangkan kompetensi tidak hanya bagi ASN namun keluarga ASN di tanah air. Acara ini diselenggarakan untuk Anda keluarga ASN dan juga para ASN serta pemirsa supaya tetap aktif kemudian bugar dan tampil segar di setiap tahap kehidupan. Selain itu, kami ingin memberikan informasi edukasi mengenai kualitas hidup di antaranya terapi berbagai masalah kesehatan khususnya penyakit degeneratif dan terkait stem selaga bijak dalam memilih zomber dan asal stems hingga mendapatkan manfaat yang sesuai. Baik, Sobat Keluarga ASN. Sepertinya sudah tidak sabar lagi ya, Sobat keluarga SN untuk mengikuti sesi pemaparan materi. Dan narasumber yang sangat luar biasa kali ini sudah hadir di tengah-tengah kita. Beliau adalah Presiden Directur of Regenik dan juga direktur PT Bifarma Adi Luhung. Saat ini beliau juga sebagai Deputy of Stem Cell and Cancer Institute. Pendidikan beliau luar biasa, Master of Biomedicine dari Unika Atmajaya dan juga medical doktoral dari Unika Atmajaya. Beliau juga certified international research and reviewer dan juga aktif di berbagai organisasi di antaranya General Secretary of Reja Salelindo, kemudian Ketua Bidang Stem PDUI, anggota Perdawari dan juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diana Pura, Bali. Baik, Sobat Keluarga ASN, marilah kita sambut dengan applause yang meriah, Dr. Sandi Klintang, Magister Biomedis. [Musik] Baik, selamat pagi Dr. Sandy ya. Selamat pagi Bu Amel. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsam buat kita semua warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabarnya dokter pagi ini? Ya, salam sehat selalu buat kita semua, terutama bagi BPSDM ASN Provinsi Jawa Timur. Masyaallah, alhamdulillah ini dokter semangat ini pemirsa tidak hanya ASN dokter di sini sudah tergabung di Zoom meeting kemudian di YouTube ini tidak hanya ASN-nya namun Dharma Wanita Persatuannya juga. Keluarga ASN juga kita undang, dokter karena sangat menarik hari ini ya. Tidak hanya di Jawa Timur juga BBSDM Jawa Timur ini menyelenggarakan di Indonesia semua bisa menonton hari ini. Baik, terima kasih dokter sebelumnya berkenan hadir di tengah kesibukan hari ini walaupun belum bisa tatap muka langsung gitu ya, Dok. Kapan-kapan ee kita bertemu di Surabaya, Dokter. Dan hari ini keluarga ASN dan juga pemirsa ASN Sehat Bugar sudah antusias gitu loh, Dok, untuk mendengarkan, menyimak gitu terkait hal-hal kesehatan, kemudian apa itu stem, kemudian bagaimana ini banyak kasus gitu ya, tidak hanya di ibu-ibu, bapak-bapaknya juga gitu ya, Genzi juga pasti ada ini karena habitnya yang begitu luar biasa ya sekarang dokter. Baik, untuk itu dokter kurang lebih 30 menit ke depan nanti dokter bisa memberikan materi dan akan kita lanjutkan sesi tanya jawab ya, Dok ya. Izin dokter kami persilakan. I terima kasih Bu Amel. Ee salam sehat dan sejahtera kembali lagi dan saya ucapkan terima kasih juga kepada Ketua ee DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur Bu Liliana dan juga terima kasih kepada Dr. Rendy dari US Science yang telah mengundang saya juga. Ee selamat pagi Bu Jus Nur ya. Oke. Ee izin saya share dulu slide-nya. Baik ya, saya ee beberapa hari ini saya sedang mencari topik yang paling pas karena ini semuanya kebanyakan dari wanita yang hadir. Jadi saya ingin mengaitkan bagaimana potensi terapi selat masalah kesehatan, reproduksi dan penuahan pada wanita. Ini topik-topik yang akan saya bawakan. Public Puncak. Apa perbedaan ciptaan Tuhan dan manusia? Lalu kualitas dan keamanannya. Lalu peran sel punca khususnya pada kesehatan wanita. Nah, yang pertama ya pabrik sel Punca ciptaan Tuhan vs buatan manusia. Jadi kita pasti bertanya-tanya memang ada ee pabrik sel Punca ciptaan Tuhan gitu ya di dunia gitu ya. Nah, kalau kita lihat di sini defisi, definisi dan sifat-sifat sel Bapak dan sel ibu bersatu. Kemudian, maaf ini screenshot-nya cepat sekali. Kemudian ee sel puncanya ini ber apa namanya? memperbanyak diri dan sampai triliunan sel jumlahnya. Lalu kemudian berubah menjadi 200 jenis sel. Nah, 200 jenis sel ini membentuk sel tubuh manusia secara lengkap sehingga kita lahir ke dunia. Embrio berarti dari sel punca yang berasal dari ee embrio, ya. Nah, di situlah kalau kita lihat ataupun kita pelajari itulah pabrik sel punca ciptaan Tuhan. Jadi, pabrik sel Puncak ciptaan Tuhan ada di mana, Ibu-ibu? Ada di rahim ibu. Luar biasa ya, seorang ibu ya mempunyai pabrik sel puncaknya. Makanya tidak salah katanya surga berada di telapak kaki ibu gitu ya. Nah, di dalam tubuh seorang wanita ada suatu organ yang luar biasa di mana itu selalu terjadi di seluruh dunia sampai saat ini mukjizat penciptaan ya. Nah, itulah sel puncak yang terjadi di dalam tubuh kita. Nah, menariknya adalah ada beberapa penelitian mengatakan adanya korelasi positif antara usia ibu yang hamil dan melahirkan dengan harapan hidup seorang wanita serta kaitannya dengan panjangnya telomer. Nah, telomer itu apa sih? Telomer itu adalah bagian daripada satu sel di mana dengan bertambahnya usia kita telomer itu akan memendek ya. Nah, ini menariknya ada korelasi positif antara seorang wanita yang hamil di atas 30 tahun ya. Jadi kalau ibu-ibu punya anak, masih punya anak gitu ya, usia 35 40 itu ternyata harapan hidupnya makin panjang. Saya berpikir gitu ya atau kita semua membayangkan kembali kenapa sih para orang tua kita, nenek kita gitu ya, eyang kita itu kok usianya bisa 80 90 tahun? Padahal zaman dulu itu kan hidupnya susah sekali ya. Tapi kita menariknya juga melihat katanya dulu kan banyak anak, banyak rezeki gitu ya. Dan mereka itu masih produktif melahirkan pada usia 40 45. Nah, apakah itu juga berkolelasi antara hadapan hidupnya ini sehingga sampai usia 80 90 tetap sehat. Namun ada juga faktor-faktor lain yang bisa harus kita perhatikan di slide-slide berikutnya ya. Lalu kemudian jenis dan potensi sel puncak. Dari sumbernya sel puncak itu bisa kita bagi dua, yaitu sel puncak embrio dan sel puncak dewasa. Nah, saya puncak embrio yang tadi berasal dari maaf ee organ tubuh wanita rahim tadi yang terbentuk dari sel bapak dan sel ibu sifatnya adalah kemampuannya bisa berubah menjadi seluruh organ tubuh kita. Oleh karena itu, sel punca yang berasal dari embrio selain dilarang oleh agama dan juga etika serta moral, karena berasal dari embrio itu kan adalah kehidupan, resikonya bagi kesehatan kita kalau menggunakan sel punca ini adalah keganasan. Jadi kita mesti hati-hati dengan sel punca embrio ini. Nah, ada lagi sel punca yang bisa lebih spesifik yaitu sel puncak yang berhubungan dengan darah. Nah, yang berhubungan dengan darah ini biasanya digunakan untuk kasus-kasus kanker darah yang dipakai untuk cangkok sumsum tulang atau sel punca yang sudah berasal dari lebih spesifik yaitu dari sel seperti sel hati, sel pankreas, sel jantung. Nah, kedua sel punca ini karena sangat spesifik dan sudah membentuk organ yang jelas itu resikonya terjadinya reaksi penolakan dan ini juga mesti hati-hati. Jadi, sekarang sel punca yang paling banyak digunakan adalah sel punca yang berasal dari organ tubuh dewasa yang disebut multipoten. Nah, multipoten itu apa sih? Kita pelajarin lagi berikutnya, ya. Multipoten ini berasal dari jaringan dewasa baik dari perinatal yaitu seperti tali pusat, plasenta, cairan ketuban, dan juga jaringan dewasa pada umumnya seperti sumsum tulang, lemak, dan bisa lagi dengan gigi ataupun dari organ-organ tubuh dewasa lainnya. Dulu kita masih ingat ya ee eyang kita gitu ya. Kalau kita lahir ini ari-arinya ini disimpan di dalam kendi atau dikubur gitu ya. Ee plasentanya juga disimpan atau dikubur gitu ya. Ternyata memang sejak zaman dulu orang Indonesia sudah mengetahui gitu ya, bahwa tali pusat atau ari-ari ini sangat bermanfaat dan punya kemampuan yang luar biasa di dalam ilmu pengetahuan di masa mendatang gitu. Tetapi zaman dulu kan ee orang tua kita menyimpan ini untuk bilamana kita sakit di di apa namanya tuh? direndam terus dikasih minum airnya eh sembuh beneran gitu ya. Tapi sekarang diteliti secara teknologi ternyata ini mempunyai kandungan pengetahuan penyembuhan yang luar biasa. Nah, kalau dari sumsum tulang ini diambil dari tulang apa? Sumsumnya diambil atau dari lemak diambil. Nah, multipoten inilah yang banyak digunakan untuk bahan baku membuat saya punca dan tentunya terbaik berasal dari sumber yang paling muda. Di dari mana? Ya, tentunya dari ari-arinya ya. Kalau kita lihat berikutnya kualitas dan keamanan ya tentunya kita juga ingin tahu ee bahwa stsel atau selah dari sisi produksi bagaimana mengaplikasikannya ke dalam tubuh kita dan juga kondisi pasiennya. Dari sisi produksi, kita lihat di sini produksi selikasi cara pembuatan obat yang baik oleh Badan POM sebagai industri obat atau farmasi seperti yang dimiliki oleh ee Kalbe saat ini sebagai industri farmasi. Dan dalam prosesnya pembuatannya tidak boleh sama sekali menggunakan antibiotik dan anti jamur. Jadi ruangan tempat membuat sel dan juga dipastikan tidak boleh ada kuman atau jamur di dalamnya. Karena di dalam membuat sel puncak tidak boleh sama sekali menggunakan antibiotik atau antijamur. Bahan bakunya juga untuk perbakan sel puncak harus bebas dari sumber hewani dan ini sertifikasinya yang diberikan oleh Badan POM. Jadi, Ibu-ibu bilamana menggunakan sel puncak harus ditanyakan sertifikasinya seperti ini. Kemudian kita lihat yang kedua adalah aplikasinya. Aplikasinya diri kita sendiri diambil sumsum tulangnya atau lemaknya lalu diberikan ke diri kita sendiri. atau bisa juga dari donor ya seperti dari tali pusat seorang anak lalu diberikan kepada kita atau ke banyak orang. Nah, dalam hal autologus atau alogenik ini perlu diperhatikan adalah usia, kondisi kesehatan donor dan tentunya terbaik pada donor usia muda. Kenapa? Karena pada usia muda kondisi atau kualitas sel punca ini sangat baik. Oleh karena itu, sel punca yang berasal dari lemak, sumsum tulang pada yang diambil pada usia 40 atau 50 tahun itu kualitasnya akan menurun. Nanti saya akan perlihatkan di slide-side berikutnya. Lalu secara logistiknya pengantaran sel puncaknya, suhu penyimpanan sel puncak pada saat diantarkan ke fasilitas kesehatan harus dalam kondisi suhu 2 sampai 8 derajat celcius dan dipastikan bebas dari DMSO. Apa itu DMSO? DMSO ini adalah suatu bahan kimia untuk memproteksi sel puncak dari kondisi suhu minus yang ekstrem. Jadi, sel puncak kalau disimpan di pabrik itu suhunya adalah -196 derajat Celcius. Dengan suhu minus yang sangat ekstrem, selusak. Oleh karena itu dikombinasi atau ditambahkan bahan kimia yaitu DMSO. Nah, DMSO ini harus bersih, tidak boleh ada ketika akan digunakan, dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Nah, itulah makanya sel puncanya ini harus dengan suhu 2 sampai 8 derajat Celcius. Kemudian ada namanya sekretom. Apa sih sekretom itu? Nah, kalau sekretom itu disimpan atau diberi ee apa namanya? Dikirim ke fasilitas kesehatan dengan suhu -10 sampai-20 derajat celcius. Kenapa? Karena harus dipertahankan protein-protein di dalamnya dan sekretosom di dalamnya. Kalau kita lihat dari skema ini, ini adalah dari sumsum tulang, ada dari gigi, ada dari lemak, dan tentunya yang terbaik dari tali pusat atau ari-ari. Inilah dibuat stem sel atau sel puncak. Nah, sel puncak di dalam tubuh kita dia bekerjanya tidak berubah menjadi sel-sel tubuh yang lainnya. Jadi salah ataupun ee pemahaman yang salah disampaikan kalau sel punca ini bilamana ada pasien kena stroke gitu ya, kerusakan otak terus diberikan sel puncak lalu sel puncanya akan berubah menjadi otak gitu ya, sel-sel otak. Nah, itu salah pemahamannya itu. Jadi, sebenarnya sel puncak itu ketika sampai di otak dia tidak berubah menjadi sel otak, tetapi dia mengeluarkan keringatnya gitu. Keringatnya yang disebut sekretom. Jadi tidak ada selnya yang bekerja, tapi keringat daripada sel puncak ini yang disebut sekretom ini dia akan menghasilkan faktor-faktor pertumbuhan dan sebagainya untuk memberikan efek terapi yang sangat luar biasa tadi. Aplikasinya atau penggunaan sel punca waktu pemberiannya itu harus menggunakan searing p khusus gitu ya. Seperti ini gambar searing pamnya supaya saat puncanya tidak banyak menempel pada botol infus. Lalu kemudian pada kondisi pasiennya, pasiennya sendiri harus dilakukan screening laboratorium. Apa sih yang dilakukan? Seperti tumor marker atau bisa lebih advance lagi dilakukan pemeriksaan circulating tumor cell-nya atau CT DNA. seperti spot mask atau yang lebih canggih lagi dengan patch scan untuk men-screening keganasan. Karena bilaana ada keganasan tidak diperbolehkan menggunakan sel puncak. Lalu dilakukan juga pemeriksaan kekentalan darah, reaksi alergi, lalu dilarang minuman beralkohol, lalu pola hidup yang baik juga penting agar efektivitas sel punca dapat bertahan lama seperti olahraga ya, makanan dan pengolahan stres. Nah, ini ada pemeriksaannya untuk makanan apa yang cocok, olahraga yang cocok, dan bagaimana pengolahan stres yang cocok melalui gen-gen di dalam tubuh kita yang disebut dengan genif melalui pemisalannya mudah sekali dengan air liur gitu. Kemudian yang berikutnya adalah, nah ini menarik sekarang peran sel punca bagi kesehatan wanita. Ya, kalau kita lihat sewaktu sel Bapak dan sel ibu di dalam rahim ibu berkembang biak sel-sel ini menjadi sel punca yang luar biasa dan berubah menjadi 200 jenis sel sehingga membentuk tubuh manusia yang lengkap. Kita lihat di sini ketika dilahirkan manusia tersebut di manakah sel punca yang itu ada. sel puncak tetap bekerja dan dia sel-sel ini menempel di seluruh pembuluh-pembuluh darah kita yang disebut dengan sel periside atau sel perivaskuler. Jadi menempel nih ini sel-sel punca yang tidak aktif. Sel-sel ini akan menjadi aktif bilamana apa sebelumnya saya akan jelaskan dengan bertambahnya usia sel-sel periset tadi itu akan menurun secara bermakna. Jadi waktu kita dilahirkan pada usia berapa ya? ee 0 1 tahun, 2 tahun, 4 tahun. Ini sel-sel periside atau sel puncak di sekitar pembuluh darah ini yang banyak ini tetap masih banyak ya. Ini bisa menjelaskan kenapa waktu kita kecil kita jatuh, kita bermain jatuh luka, terus sembuhnya cepat sekali. Karena apa? Karena sel-sel perisat tadi atau sel-sel puncak itu masih banyak sekali sehingga terjadi perbaikan atau waktu kita kecil kena flu, demam, cepat sekali sembuhnya. Bahkan jarang sekali kita sakit yang berhari-hari. Namun sekarang dengan bertambahnya usia kalau kita luka sedikit itu bukannya sembuh cepat malah ada infeksi malah lukanya kalau sembuh sudah apa namanya terbentuk jaringan parut dan sebagainya. Kenapa? Karena kembali lagi sel-sel punca tadi yang ada di sekitar pembuluh-pembul darah kita makin berkurang bertambahnya usia. Selain itu kita lihat di sini penuaan-penuhan yang lainnya yang menyebabkan sel punca akan berkurang. Nah, banyak faktor yang mempengaruhi sel punca yang tadi menurun dengan cepat. Kalau dengan faktor usia saja itu menurunnya cukup lambat seperti ini ya. Jadi pada saat usia berapa nih? 64 tahun sudah mulai turun makin banyak. 80 tahun makin banyak. daripada usia ini, usia 25, 30 masih ada tapi makin turun makin turun. Nah, sekarang pertanyaannya kenapa sih, Dok, selas kan masih banyak, tapi kenapa ya anak-anak sekarang banyak sakit, anak-anak sekarang sudah kena diabetes, anak-anak sekarang sudah kena gagal ginjal? Kenapa ya? Padahal kan selanya masih banyak. Nah, ini bisa dijelas nih. Di seluruh pembuluh-pembul darah kita ini akan aktif bilamana ada kerusakan atau peradangan ya. Dia akan berubah menjadi puncak yang aktif dan mengeluarkan keringatnya ya sekretomnya untuk perbaikan. Nah, ini semua akan aktif bilamana tadi ada faktor usia yang bertambah, tetapi akan dipercepat dengan apa? Nah, ini satu lingkungan hidup kita yang penuh dengan polusi udara. Yang kedua, pola hidup kita seperti yang disampaikan oleh Ibu Ketua ya tadi, pola hidup kita yang banyak duduknya. Lalu yang ketiga adalah makanan yang banyak dari restoran-restoran cepat saji atau junk food gitu ya. Dan yang paling berat adalah stres ya. Nah, ini semua faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga terjadinya kerusakan dan inflamasi yang hebat dan terjadinya penggunaan yang sangat besar dari sel-sel punca yang ada di sekitar pembuluh-pembuluh darah kita. Nah, kita tahu sekarang seperti hidup yang banyak duduknya ini semua juga dipengaruhi karena COVID-19. COVID-19 membuat pola hidup kita ini semakin banyak duduk dibandingkan bergerak dan berolahraga. Ya, kita lihat anak-anak sekarang dulu kita ini ibu-ibu ya. Di sini mungkin juga ada Bapak-bapak waktu kita kecil ya, semasa saya kecil waktu kita SD pulang sekolah pulang atau main gitu ya. Biasanya kita main ya, entah mainnya layang-layang, main kelereng, main tak umpet katanya main ee galasin atau main karet, lompat tali dan sebagainya. Semua bergerak olahraga. Tapi sekarang anak-anak bagaimana? Setelah pulang sekolah langsung pulang masuk kamar dan suruh belajar lagi. Karena sekarang apa ya PR-PR dan setiap hari ada ulangan gitu ya. Zaman dulu ulangan paling setiap bulan cuma satu atau dua sehingga kita banyak bermain. Jadi kebanyakan apalagi sekarang ini pakai gadget semua ya sehingga lebih banyak bermain dan mainnya game gitu ya dan makanan. Dulu kita kalau pulang di rumah langsung orang tua kita bilang, "Ibu kita itu de makan sudah ibu siapkan ya. Sekarang, Dek, pulang mau makan apa? Nanti Ibu pesan Go ya. Apalagi dengan stres. Anak-anak sekarang sudah dilibatkan dengan ilmu-ilmu matematikanya waktu SD apa TK saja sudah kali-kalian gitu ya. Karena kalau enggak kalah bersaing ya makin stres. Anaknya stres, ibunya lebih stres lagi gitu. Jadi banyak sekali yang membuat sel-sel punca ini jadi rusak sehingga terjadinya penyakit degeneratif yang dipercepat. Nah, ini beberapa video yang akan saya sampaikan seperti kelemahan otot leher pada usia ini 80 tahun seorang ibu ya. E lehernya, otot-otot lehernya lemah. Lalu kemudian setelah diberikan sel puncak ini semua dokter sudah tidak lagi bisa mengatasi. Lalu setelah diberikan sel puncak apa yang terjadi? Ibunya kembali berjalan dengan normal, tegak. Yang gambar berikutnya adalah gangguan sendi lutut. Ini paling banyak dilakukan terjadi pada ibu-ibu. Kenapa? Karena ibu-ibu banyak jongkoknya. Apalagi zaman dulu ya. Kalau jongkok itu kan untuk nyuci baju dan sebagainya. Kalau sekarang mungkin mengatur tanaman ya. Nah, ini kita lihat space daripada sendi lutut kita. Seorang ibu ini sudah makin menempel sangat sakit. Kemudian diberikan sel puncak di dalam space ini, rongga ini. Kita lihat. Dan ibu ini tadinya susah jalan, sekarang sudah bisa jalan lagi. Ibunya sudah enggak usah sakit lagi, ya. Kemudian berikutnya, nah ini rambut ya. Kalau Ibu rambut rontok, kalau Bapak kebotakan ini diberikannya seperti ini tuh saat puncaknya sehingga tumbuh lagi rambut yang ada. Kemudian ini menarik nih, ibu ini kena lupus ginjal. Jadi ginjalnya mengalami kerusakan. yang kakinya bengkak sekali ya. Nah, ini diberikan sel puncak. Apa yang terjadi dengan sekretom tadi ya? Diberikan, kita lihat di sini tuh ibunya kembali sehat dan senang sekali ya dan makin cantik itu ibunya ya. Lalu kemudian kita lihat, nah ini menangan dan sebagainya. Setelah diberikan sekretom, ibu ini dalam beberapa hari dia bisa jalan lagi. Dari posisi duduk ini, dia bisa berdiri ya. Nah, bisa berdiri dan jalan ya. orang orang-orang dan keluarganya sangat senang melihat ibunya bisa jalan kembali tanpa menggunakan bantuan tongkat ataupun caregiver gitu ya. Dan sekarang setelah beberapa bulan jalannya makin cepat gitu ya. Nah, ini bagi orang-orang tua yang jalannya lambat, sakit pinggang, sakit otot-otot dan sebagainya. Nah, sekarang kesehatan wanita biasanya kan ada beberapa nih, kesuburan masalahnya, organ reproduksi, kulit dan estetik, berat badan, menopause, wellness dan sebagainya. Jadi semuanya bisa diatasi atau dibantu dengan sel puncak. Kesuburan itu biasanya ada beberapa ya seperti picos polykistic ovari syndrome atau perminator ovarian syndrome fa endrometriosiserman syndrome ini diberikan puncanya tentunya harus melalui dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Kenapa? Karena pemberiannya langsung di daerah dekat-dekat dengan indung telur gitu ya. Jadi perlu teknologi dengan kateterisasi pemberian sel puncanya bukan langsung hanya melalui infus biasa. Nah, ini yang menarik kalau bagi Ibu-ibu ya. Ee estetik ini seperti apa ya? Maaf ee bekas jerawat ya, luka-luka bekas jerawat yang lubang-lubang. Nah, ini lubang-lubangnya makin apa berkurang gitu ya. Nah, ini seperti ini banyak. jadi menipis gitu. Lalu juga, nah kantong mata ini jadi bagus atau kerutan nih ya jadi lebih hilang kerutannya. Jadi beda ya kalau sel puncak sama botoks. Kalau botok benar-benar hilang, kinclong gitu ya, licin gitu ya, tapi jadi enggak alami. Jadi kayak lucu mukanya kayak topeng gitu ya. Tapi kalau sa puncak sama seperti alami meskipun masih ada kerutannya tapi jauh lebih baik dan tidak membentuk muka seperti seseorang yang berbeda. Nah, ini melasma ya itu berkurang jadi lebih samar ya ataupun tadi yang bekas jerawat makin bagus. Nah, ini tadi juga ya tadi tuh ni ini bab ini dokternya sendiri nih yang menggunakannya gitu ya lebih baik. Ya, jadi seperti itu yang bisa saya sharingkan. Mungkin nanti ee lebih kurangnya saya mohon maaf bilamana ada ee kesalahan kata dan sebagainya. Dan nanti bila ada yang ingin ditanyakan bisa nanti di sesi tanya jawab. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya. Semoga bermanfaat. [Musik] Baik, luar biasa. Boleh applause untuk Dr. Sandi hari ini juga hadir secara offline, teman-teman ee DWP di BPSDM, Dok. Selain juga hadir secara online di seluruh Indonesia. Baik, luar biasa ini. Jadi kita menjadi tahu gitu ya ee dokter terkait selem bagaimana supaya kita terus eksis nanti gitu ya denganjanya sel punja. Baik, tidak berlama-lama bagi seluruh keluarga ASN dan juga yang hadir hari ini bila ada pertanyaan silakan ee untuk memberikan raise hand ya di Zoom meeting atau bisa untuk menulis di kolom chat. Kalaupun yang ada di YouTube juga boleh untuk menulis di ee YouTube. Apakah sudah ada? Boleh kita sambil cek ya, Teman-teman. Oh, ada ini satu orang yang sudah raise hand. Boleh open kamera dulu supaya tahu. Ini dari Bu Riban Twi, SPD. Selamat pagi, Bu. Boleh di Apakah suara saya sudah diterima, Ibu? Selamat pagi, Bu Ribianwi atau boleh Bu Natalia ini dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gresik. Baik, suaranya belum terdengar. Ibu boleh di-unmute. Oke, selamat pagi, Ibu. Silakan perkenalan dan juga dari mana? Pagi. Selamat pagi Bapak Pak Dokter dan Ibu-ibu semuanya. Bapak, Ibu semuanya. Saya dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gesik. Baik. Ee saya rasa bagus sekali ya ini sistem pengobatan stem sel ya, Pak ya. Ee tapi tadi dikatakan bahwa pengobatan stemel dengan menggunakan puc ee itu kenapa tidak boleh diberikan pada orang yang di pernah didiagnosa dengan keganasan? Nggih itu aja, Pak Dokter. Kenapa kok tidak boleh diberikan pada orang yang pernah dengan status keganasan atau pernah menderita kanser sekalipun itu stadium early state gitu? Bagaimana, Pak Dokter? Iya. Boleh langsung jawab ya, Bu Natalia ya. Ya. Ee menarik pertanyaan sangat bagus. Jadi sel punca itu bukan obat untuk keganasan. Itu yang pertama. Jadi hati-hati buat Ibu-ibu semua bilamana ada oknum-oknum yang menawarkan kesembuhan untuk keganasan dengan menggunakan sel puncak itu tidak boleh. Kenapa? Karena kalau itu bisa dan hasilnya bagus itu kanker atau keganasan itu sudah tidak ada lagi di dunia gitu ya. Tetapi pada kenyataannya kan masih banyak gitu ya. Jadi sel punca tidak mengobati keganasan. Itu pertama. Yang kedua untuk selus-kasus keganasan ini kita semua masih dipertanyakan apakah itu bisa membantu meningkatkan kualitas hidup bagi pasien dengan keganasan atau justru membuat sel-sel ganas ini menjadi lebih ganas lagi. Nah, ini masih banyak pro dan kontranya sehingga kita mengambil jalur aman saja. jangan diberikan pada pasien-pasien dengan keganasan. Namun bagi pasien-pasien keganasan yang sudah tahap akhir, artinya sel-sel ganasnya ini sudah menyebar ke seluruh tubuh dan sudah tidak bisa lagi diobati dengan ee kemo ataupun yang lainnya. Sehingga yang disebut dengan palliatif artinya bagaimana untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Nah, ini saya puncak ada tempatnya. Ada beberapa pasien yang sudah mencoba dengan tingkat keganasan yang sudah tahap akhir. Kualitas hidupnya meningkat baik sekali sehingga ee pasien-pasien tersebut menjalani akhir-akhir hidupnya dengan kualitas hidup yang sangat baik. Jadi demikian Bu Natalia, semoga bisa menjawab. Bu Natalia semoga terjawab ya. Baik, Dok. Ini sebelum masuk ke penanya selanjutnya ada pertanyaan ini, Dok. Saya izin bacakan ya, Dok. Dari Bu Windi. Izin bertanya, Dokter. Saat ini telah banyak terapi stemel untuk anak berkebutuhan khusus. Bagaimana tingkat keberhasilannya dengan stem sel tersebut? Boleh dijawab ya, Dok. Di antara beberapa pertanyaan. Banyak ini, Dok. Luar biasa. Silakan, Dokter. seorang ibu ya. Ibu itu memang bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi akan lebih fokus lagi pada anaknya sampai sampai bapaknya tidak diharapkan lagi untuk anaknya yang lebih diperhatikan anaknya. Jadi kalau anak itu kebutuhan khusus ada macam-macam. Yang pertama adalah kebutuhan khusus karena serebal palsi, yaitu setelah dilahirkan karena faktor kekurangan oksigen di otaknya sehingga terjadilah kerusakan otak yang permanen sehingga terjadah sebelasi. Yang kedua adalah kebutuhan khusus karena sindrome down biasanya begitu ya. Dan yang ketiga yang paling sering adalah autism atau ADHD. Nah, untuk kasus autism atau ADHD ini menjadi suatu hal yang sangat menjanjikan dengan pemberian stem sel dan turunannya atau sekretom sehingga pasien lebih fokus, anaknya lebih fokus dan bisa ee apa ya namanya? Tidak terlalu reaktif gitu ya. Sudah ada beberapa pasien bahkan ada satu pasien di Vietnam yang sudah menggunakan buat anaknya. Terus pertanyaan, "Loh, kok bisa ya stem sel-nya atau sel puncanya bisa dikirim ke Vietnam?" Oh, enggak. Pasiennya datang, orang tuanya datang ke Indonesia, hand carry dibawa ke sana. Nah, ini sudah dilakukan juga mulai dilakukan penelitian-penelitian di Rumah Sakit Anak Bersalin di Jakarta. Harapan kita ya. Nah, itu untuk autism. Lalu untuk servbal PASI. Nah, serbal pasi ini juga bisa memberikan harapan sehingga anaknya kualitas hidupnya lebih baik. Namun akan lebih baik lagi diberikannya pada usia yang sedini mungkin. Jadi bukan usianya sudah remaja baru diberikan. Yang yang ketiga adalah sindrome down. Sindrome Down bisa meningkatkan kualitas hidupnya bagi anak tersebut, namun tidak pernah bisa memperbaiki kelainan kromosomnya. Jadi, sindrom daun ini terjadi karena kromosom 21. Kromosom 21 ini mengalami gangguan atau abnormalitas sehingga terjadinya sindrome down. Nah, kromosom itu tidak bisa diperbaiki dengan sel puncak. Namun kualitas hidupnya bisa meningkat. Demikian Bu Windi ya. Terima kasih. Iya Bu Windi, Dok. Baik, terima kasih dokter. Luar biasa. Ini juga ada yang sudah raise hand. Apakah sudah hadir di sini ya dari BKKBN Jawa Timur? Boleh open untuk kameranya Ibu supaya terlihat cantik gitu ya. Hari ini semua cantik ee semua sehat gitu untuk mengikuti acara ini. Kami persilakan Ibu dengan Ibu siapa? Iya, selamat pagi, Bu. Eh, saya Tia dari BKKBN Jatim, Bu Tia. Iya, monggo, Ibu. Eh, Pak Dr. Sandi mohon izin bertanya. Tadi saya mendengarkan penjelasan Bapak tentang ee ee ibu yang hamil atau melahirkan di usia ee 30-an atau di atas 35. Nah, tadi kata ee kata Bapak ee akan ada ee apa namanya? ee harapan hidup usianya akan lebih panjang gitu. Nah, mohon penjelasannya, Pak. Mungkin ini kabar yang ee menyenangkan mungkin untuk Ibu-ibu yang hamil di atas usia 30. Demikian terima kasih, Pak Sandi sebelumnya Pak Dokter Sandi. I terima kasih Ibu Tia. Menarik Ibu Tia Sangat perhatian untuk kehamilan ya, usia hamil. Nah, jadi usia hamil yang terbaik pasti ibu yang memang masa-masanya lebih baik di usia dewasa muda ya. Jangan remaja juga ya, enggak boleh terlalu muda ya. Dewasa muda yang terbaik. Kenapa? Karena pada usia dewasa muda ibu-ibu ini punya tenaga energi yang baik sekali untuk kesehatan baiknya. Kesehatan baiknya ya yang sama ya. Namun ada juga kan ibu-ibu yang melahirkan di atas 35 gitu ya. Apalagi anak-anak sekarang nih menikah aja usianya 31 32 gitu ya. Bagi orang tua ketar-ketir nih anak kok enggak menikah-menikah gimana nih gitu ya. Ee takut Bu katanya gitu ya atau masih mau suka sendiri aja jomblo gitu ya. Nah, tetapi kenapa ya kalau di usia 35 ini tetap aja mesti ada resiko karena faktor sudah penuaan bagi ibunya dan tentunya bagi anaknya juga. Namun menariknya kenapa pada usia yang lebih di atas 35 atau 30 ini harapan hidup meningkat? Karena gini, ee kita tahu bahwa tadi rahim ibu tempat di mana sel bapak dan sel ibu bersatu dan membentuk sel punca yang begitu hebatnya sampai membentuk organ tubuh yang lengkap sebagai manusia seutuhnya. Nah, pada saat anak itu ada atau janin itu ada di rahim ibu, kita tahu ada namanya tali pusat atau ari-ari. di mana antara ibu dan anak itu terhubung luar biasa ya, sangat terhubung memberikan nutrisi pada anaknya melalui tali pusat tadi dan anaknya juga tentunya akan darah anaknya juga akan masuk ke dalam ibunya. Nah, kita tahu tadi sel punca yang terbaik adalah berasal dari yang paling muda yaitu ari-ari. Jadi pada saat ibu itu hamil, sel puncak pada anak yang luar biasa tadi masuk ke dalam tubuh ibu. Nah, ketika dia masuk dalam tubuh ibu selama 9 bulan tadi, mungkin sekitar 6 bulan lah ya, karena 3 bulan masih dalam membentuk sel-sel yang menjadi sel-sel yang belum organ yang utuh, tapi pada di atas 3 bulan sudah membentuk tali pusat dan sebagainya. Jadi secara tidak langsung seorang ibu mendapatkan sel puncak dari anaknya selama 6 bulan. Makanya ibu-ibu yang anaknya banyak atau anaknya apa lahirnya lebih usia lebih ee apa namanya? Lebih tua ya di atas 30 itu tentunya akan jadi awet sehat dengan kondisi tersebut. Namun perlu diperhatikan juga faktor-faktor lainnya ya, yaitu tadi nutrisinya, lalu juga ee persalinan yang juga baik dan sebagainya. Demikian mungkin Bu Tia bisa menjawab. Baik, semoga terjawab Bu Tia. Terima kasih pertanyaannya dokter. Ini izin ada tiga yang relate ini dari Kota Batu terkait kalau ibu-ibu itu melasma, Dok. Jadi ini beralih dari tadi ya ee sudah mengurusi anaknya, sekarang ngurusin ibunya sendiri. Apakah ee terkait melasma ini dari DP3 AK Kota Batu ini? Izin, Dok. Mau tanya cara mengatasi melasme dan bagaimana cara menanganinya. Kemudian di bawah juga ada Bu Ida Yuli masih terkait eh face ya. Saya pernah perawatan wajah dengan laser stem sel. Apakah itu aman? termasuk juga ada yang menanyakan dampak dari stem sel ini apakah ee ada, Dok? Monggo, Dokter. Iya. Sekarang Ibu-ibu untuk kecantikan ini yang paling banyak ni lagi tren melasma. Melasma itu adalah faktor karena terjadinya peradangan ataupun reaksi ee stres oksidatif akibat biasanya dari UV ultraviolet. Jadi, bagi ibu-ibu hati-hati dengan UV ya. UV ini kan banyak ibu-ibu yang sekarang ini bilang, "Ayo kita berjemur untuk mendapatkan vitamin D3-nya gitu ya." Tapi lupa UV-nya yang akan merangsang sel-sel kulit kita menjadi rusak dan muncullah nanti banyak sekali faktornya menjadi kerutan ataupun melasma. Nah, melasma ini tentunya bisa diatasi dengan sel puncak ataupun turunannya seperti sekretom. Tetapi diharapkan ibu-ibu tuh perginya ke dokter yang baik dan benar. Jangan ke salon-salon atau apapun juga yang malah jadi memper parah melasmanya. Jadi tadi seperti yang disampaikan di gambar saya di slide presentasi tadi, melasmanya bisa hilang atau tersamar gitu ya. Nah, tentunya ketika tersamar ini hindari sinar UV ya. Jadi dengan apa? Dengan UV protection. Itu satu. Yang kedua pertanyaannya adalah laser sel puncak. Nah, sel puncak itu akan bekerja tadi seperti yang di slide saya akan bekerja bilamana ada kerusakan atau inflamasi. Di dalam treatmen wajah biasanya dokter akan menggunakan laser ya, laser CO2 katanya ya untuk bisa perbaikan wajah ataupun terjadinya rejuvinasi. Nah, ketika terjadinya penggunaan laser tentunya akan merusak ada terjadinya trauma atau inflamasi. Nah, pemberian sel puncak itu akan membuat perbaikan yang luar biasa setelah pasca laser. Nah, jadi ada tempatnya di situ. Dan tadi yang ketiga pertanyaannya apa ya? Saya lupa. Apakah ada efek sampingnya gitu dong? Iya, efek samping dari sel puncak seperti tadi yang saya sampaikan, ada tiga hal yang penting. Yang pertama adalah produksinya. Jadi, Ibu-ibu kalau mau menggunakan sel puncak harus ataupun keluarganya seperti bapaknya mau dilakukan sel puncak harus sel puncak yang berasal dari industri obat dan sudah memiliki cara pembuatan obat yang baik dari badan POM. Itu penting. Itu membuat ee efek sampingnya jauh hampir tidak ada. Namun sel punca yang berasal dari embrio itu berbahaya. Jadi tapi di Indonesia enggak ada sel punca dari embrio karena tidak diperbolehkan oleh pemerintah. Namun di negara-negara tertentu di luar negeri di mana aborsi diperbolehkan hati-hati. Jadi bagi ibu-ibu yang mengajak bapaknya atau keluarganya melakukan puncak di luar negeri, hati-hati ya. ataupun saat puncak yang berasal dari luar negeri. Yang kedua adalah aplikasinya. Nah, aplikasinya juga akan membuat apakah efek samping muncul atau tidak, yaitu tentunya tadi ya ke dokter-dokter ataupun klinik yang memang memiliki kompetensi untuk pemberian SA puncak seperti kliniknya dr. Rendy di Jakarta yaitu Skin ya. Dan yang ketiga tentunya pasien. Nah, kalau pasiennya tadi ya seperti adanya keganasan tentunya tidak diperbolehkan. Demikian. Semoga menjawab. Dokter sudah lengkap ya. Ini tadi Ibu-ibu sudah tanya terkait treatmen, kemudian untuk anandanya, kemudian untuk keluarganya. Sebenarnya masih banyak dokter pertanyaan di ee room chat. Nanti kalau masih ada waktu apakah berkenan ee dijawab di room chat nanti. Alhamdulillah kalau berkenan gitu, Dok. Dan karena ada dr. Rendy tentunya kami mohon maaf dan terima kasih atas perkenan hadir dokter. Biasanya saya melihat di podcast ini, Dok gitu ya. Sekarang langsung berhadapan langsung dari Stemsel. Terima kasih, Dr. Sandi. Terima kasih dan teman-teman semua. Baik, sehat selalu. Semoga bisa di lain waktu bertemu kita ya, Dok. Amin. Asalamualaikum. Terima kasih warahmatullah. [Musik] Baik, Sobat Keluarga SN di Tanah Air. Luar biasa narasumber pertama sudah keren banget ya. Dan kali ini tidak kalah menariknya dengan narasumber yang pertama ada seorang dokter muda juga. Beliau lulusan dari Universitas Indonesia mengambil Fellowship Intervention Pain Managemen dan juga mengambil spesialis anastesiologi. Saat ini sebagai kepala ICU di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta dan juga Rumah Sakit Budi Kemuliaan Jakarta. Serta beliau juga owner seperti yang disampaikan oleh Dr. Sandy tadi ya. dari PT Yuskin Science Indonesia. Baik, mari kita sambut dengan applause yang meriah, Dr. Rendy Anwar. [Musik] Baik, selamat pagi Dr. Andi. Selamat pagi, Bu Amel. Terima kasih atas kesempatannya. Masyaallah. Terima kasih juga. Mungkin pertama-tama saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dari panitia event webinar dari BPSDM Jatim dan saya juga mengucapkan terima kasih ee kepada Ibu Lili yang tadi sudah membuka acara kita. Matur nuwun Bu dan tentunya Bu Almalia yang memang ee dari awal sudah membuka acara kita dan sampai saat ini masih semangat ya Bu ya. Baik, harus semangat dokter soalnya ini ibu-ibu cantik sudah semangat menunggu dokter ini. Jadi vibes-nya biar positif gitu ya, Dok ya. Baik untuk itu terima kasih juga terima kasih juga dengan Buusur tidak lupa terima kasih sama Bu Kus Nur ya Bu Hendro ya sebagai selaku ketua DWP Jatim. Saya sat terima kasih sekali memang kita sudah menyiapkan acara ini dari jauh-jauh hari dan alhamdulillah bisa kita laksanakan pada hari ini. Alhamdulillah. Ee selanjutnya kepada dr. Sandi yang memang sudah memberikan ee ee paparan materi yang sangat luar biasa ya menurut saya ya. Sangat lengkap sekali, Dok. Ee dan sangat membuka wawasan kita terhadap ee terapi regeneratif ya, yang memang saat ini tuh lagi ee sangat-sangat booming sekali ya. Ee dan tentunya saya juga dengan dr. Sandi sudah ee lama ya berkolaborasi dalam hal ee memberikan edukasi ataupun pelayanan terhadap terapi regenerasi yang memang kita berharap ini menjadi suatu ee revolusi dari pengobatan. Ya, betul. Mungkin saya ee langsung saja ya. Izin ya Bu Amel saya share. Silakan. Izin 30 menit Dokter. Nanti kita bisa diskusi lebih panjang gitu ya, Dok. Kami persilakan Dr. Rendi Anwar. H ya. Baik. Ee terima kasih ee saya ucapkan juga kepada Bapak Ibu dari BPSDM, DWP BPSDM Jatim yang memang sudah memberikan waktunya menyempatkan hadir untuk acara webinar saya acara webinar kita pada kesempatan kali ini. Tadi sudah dijelaskan sangat lengkap dari dr. sandi tentang apa itu stem sel, apa itu stem selatnya dan hubungannya dengan kesehatan ee reproduksi ataupun kesehatan wanita secara ee menyeluruh. Nah, pada kesempatan kali ini saya coba memberikan materi yang mungkin lebih ee mengerucut atau lebih spesifik tentang masalah kesehatan sendi yang memang berhubungan dengan ee beberapa faktor yang dialami pada wanita yang sudah parubaya ataupun yang kondisi premenopos itu merupakan suatu masalah yang bisa dihadapi oleh ee ee wanita atau ibu-ibu yang mengalami menopaus. Jadi topik kita pada kal kesempatan kali ini adalah ee tentang osteoartritis atau ee peradangan sendi. Nah, menepaus dan kesehatan sendi ini suatu ee masalah yang sebenarnya ini saling berhubungan karena perubahan hormonal yang terjadi selama menopaus itu berdampak pada sistem reproduksi dan juga dapat mempengaruhi kesehatan sendi dan jaringan tubuh lainn lainnya. ini berhubungan dengan per penurunan ee jumlah hormon estogen. Osteatritis dan sindrom menopaus merupakan dua kondisi yang memang saling berkaitan dan kerap mengganggu kualitas hidup pada wanita usia lanjut. Nah, tentunya kita ee harus mengerti sebenarnya ini penyakit apa ya. Nah, osteatritis ini ee nama lainnya adalah pengapuran sendi di mana merupakan suatu penyakit degeneratif yang ditandai dengan kehilangan tulang rawan sendi dan peradangan pada sendinya itu sendiri dan termasuk tulangnya. Nah, apa yang menyebabkan ee osteo itu terjadi? tentunya ada beberapa risiko di mana peradangan sendi ini terjadi ya tentunya pertama terjadi pada usia lanjut atau ee baik itu perempuan maupun laki-laki. Namun ee 18% perempuan itu di atas 60 tahun itu berisiko ee mengalami osteoartritis. Nah, perempuan itu memang cenderung ee dapat mengalami osteoartritis. Ee memang sampai saat ini belum bisa kita ee cari tahu ya kenapa ee perempuan cenderung mengalami osteatoritis atau peradangan sendi. Namun dipercaya bahwa menopaus ini merupakan salah satu dari banyak faktor yang dapat menyebabkan osteatritis. tentunya di sini ee masalah hormonan ee saat ini banyak diteliti ya. Ee beberapa penelitian juga telah menunjukkan ee jumlah penurunan hormon estrogen itu berpengaruh terhadap ee densitas dari tulang yang dapat meningkatkan risiko peradangan pada sendi juga. tentunya ada beberapa risiko lain yang sebenarnya ini dapat kita kontrol. Yang pertama adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Jadi kelebihan berat badan ini akan menyebabkan ee ee persendian kita yang merupakan ee struktur yang menah
Resume
Categories