ASN Mengaji Series 10 | 2025 - Tafsir Al-Jalalain (Eps. 01)
47KlPAR4b5I • 2025-06-25
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin. Wabihi nastainu ala umuri dunya waddin. Wasalatu wasalamu ala sayyidil mursalin sayyidina wa maulana Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain. Amma ba'du. Yang kami hormati Ustaz Him Husni Mubarok, MAGL yang alhafiz. Yang kami hormati para jemaah Masjid Al-Huda. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala atas berhap rahmat, taufik, dan hidayah-Nya pada kesempatan siang hari ini kita dapat mengikuti ASN mengaji dengan tema kajian tafsir Aljalalain. Kedua kalinya selawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam atas bimbingan dan tuntunan dari beliau yaitu berupa agama Islam. Para jemaah salat zuhur Masjid Al-Huda yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Marilah kita ikuti bersama kajian ASN Mengaji dengan tema tafsir Aljalalain yang akan disampaikan oleh Ustaz Husni Mubarok, MAG Alhafid. Kepada beliaunya kami persilakan. Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma sholli wasallim wabarik ala sayyidina Muhammadin wa ala alih adada kamalillah waama yaliqu bikamalih. Amma ba'du. Yang sangat kami muliakan para pimpinan BPSDM Provinsi Jawa Timur serta juga yang sangat saya muliakan, sangat saya hormati, Bapak-bapak, Ibu-ibu, para ASN juga khususnya yang saat ini hadir di Masjid Al-Huda ini yang semoga senantiasa dirahmati dan diridai oleh Allah subhanahu wa taala. Juga yang sangat saya muliakan tidak lupa para pemirsa yang menyaksikan kajian ini secara virtual yang juga semoga senantiasa dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas aneka nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita semua, terutama nikmat iman, Islam, kesempatan dan kesehatan. sehingga pada siang hari ini Allah mudahkan langkah kaki kita, Allah lapangkan hati dan pikiran kita untuk bisa sama-sama hadir di Masjid Al-Huda ini. Baik, dalam rangka tadi kita telah melaksanakan salat zuhur secara berjamaah dan juga insyaallah beberapa menit ke depan kita akan sama-sama mengkaji salah satu ayat dalam kitab Al-Qur'anul Karim. Kita berdoa kepada Allah semoga apa yang kita lakukan, apa yang kita kerjakan ini semuanya diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Amin. Amin. Allahuma amin. Hadirin hadirat rahimakumullah. Kami sangat berbahagia karena bisa kembali bersilaturahim di masjid ini. Kalau tidak salah tahun lalu saya terakhir ke sini, Pak. Kemudian alhamdulillah ee Bapak perwakilan dari BPSDM meminta kami untuk mengisi beberapa kajian tafsir secara berseri dalam beberapa pertemuan ke depan. Baik, kita mulai tema kita pada kajian tafsir Jalalen ini adalah menafsirkan ayat insan kamil. Saya ulangi lagi, tema kita pada kajian tafsir Jalalin pada siang hari ini adalah menafsirkan insan kamil. Menafsirkan ayat insan kamil. Apa itu insan kamil? Akan kami sampaikan penjelasannya nanti. Hadirin hadirat rahimakumullah, fokus kita dalam pertemuan pertama ini adalah menafsirkan ayat Al-Qur'an yakni surah Al-Ahzab ayat 21 sampai2. [Musik] Mungkin Bapak-bapak, Ibu-ibu ada yang membawa Al-Qur'an mushaf baik mushaf biasa atau online di HP masing-masing barangkali bisa kita baca, kita simak. Yakni surah Al-Ahzab ayat 21 sampai 23. Ayat ini sangat familiar sekali. Saya rasa panjenengan semua pernah mendengarnya. Apakah ayat itu? yakni auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Laqadana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah liman kaana yarjullaha wal yaumal akhir wakarallaha katsir sungguh bagi kalian sungguh untuk kalian terdapat uswatun hasanah atau teladan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Limana yarjullaha wal yaumal akhir. Yakni bagi orang yang mengharapkan Allah dan hari akhir. Wakarallahair dan mereka banyak berzikir kepada Allah. Walamma roal mukminunal ahzab qolu hadza ma wa'adan wa rasuluhu wasqallahu wa rasuluh wadahum illa imana wa taslima. Dan ketika orang-orang mukmin melihat para pasukan sekutu, para pasukan sekutu. Pasukan sekutu niku nopa, Pak? yang berkoalisi. Kalau kita dengar sekutu langsung terbayang Amerika, NATO, NATO nggih yang mereka membentuk koalisi keamanan, koalisi politik tentu dengan versi mereka. Tetapi bahasa sekutu itu ada dalam Al-Qur'an yang disebut dengan al-ahzab. Yakni ketika orang-orang kafir pada masa Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam membentuk koalisi politik, membentuk koalisi militer. Tujuannya apa? Untuk membunuh Nabi Muhammad, untuk menghancurkan orang-orang yang beriman. Walam roal mukminunal ahzaba. Ketika orang-orang mukmin melihat para pasukan sekutu tersebut, mereka kemudian berkata, "Inilah sesuatu yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya." Wama zadahum illa iman wa taslima. Dan hal tersebut tidak menambahkan kepada mereka kecuali keimanan dan totalitas dalam berserah diri kepada Allah Subhanahu wa taala. Hadirin, ayat ini diturunkan oleh Allah Subhanahu wa taala kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam pada waktu perang Ahzab. Pada waktu perang yang juga sering kita dengar dengan perang Khand. Kenapa dinamakan dengan perang Ahzab sampai kemudian didokumentasikan dalam surah Al-Ahzab. Karena Al-Ahzab artinya para pasukan sekutu yang berkoalisi. Karena saat itu sebagaimana tadi kami sampaikan, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan orang-orang yang beriman melawan orang-orang kafir yang saling berkoalisi. Kenapa disebut perang Khandaq yang artinya parit? Karena saat itu strategi militer yang dilakukan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah membentuk parit sebagai benteng pertahanan. Ayat ini yang jelas berbicara tentang perang Ahzab. Tetapi poin utamanya adalah laqad kanana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah. Sungguh Rasulullah itu adalah teladan terbaik bagi kalian. Saya ulangi lagi. Sungguh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah merupakan teladan terbaik bagi kalian. Teladan dalam apa disebutkan dalam tafsirul Jalalain? Iqtida bihi qitali fiwa. Beliau yakni Rasul sallallahu alaihi wasallam adalah teladan dalam berperang dan keteguhan beliau di dalam berperang tersebut. Artinya ini adalah sesuai dengan asbab nuzulnya ayat adalah teladan dalam berperang atau etika berperang. Tapi hadirin, uswatun hasanah itu adalah kalimat yang umum. Dalam bahasa ilmu gramatika bahasa Arab ini adalah isim nakirah kalimat universal. Artinya apa? Rasul sallallahu alaihi wasallam adalah teladan dalam semua aspek kehidupan kita. Maka para ulama menulis banyak buku sirah nabawi untuk mengulas keteladanan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ada seorang ulama besar yang bernama Al Imam Abul Hasan Ali Al Hasani An-Nadwi niku menulis berlembar-lembar berpuluh-puluh halaman tentang keteladanan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Keteladanan dalam apa? Dalam semua aspek. Dari aspek Nabi sebagai pemimpin politik, beliau adalah teladan. Dari aspek Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sebagai seorang pejabat, beliau adalah teladan. Maka kalau jenengan ingin menjadi pejabat yang baik, teladani Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dari aspek Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sebagai kepala keluarga, beliau adalah teladan. Dari aspek Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sebagai seorang pengajar, beliau teladan. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah teladan dalam semua aspek kehidupan kita. Ini lapak yang kemudian dalam bahasa terminologi ilmu tasawuf sering disebut sebagai al-insan alkamil, manusia yang sempurna. Apa itu al-insan alkamil? Insan kamil artinya manusia yang sempurna. lah apakah kita bisa menjadi insan kamil seperti Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam? Tentu saja jawabannya jika dari aspek kenabian dan kerasulan dan kesempurnaan yang hakiki tentu mboten saget. Ya repot nanti kalau kita bisa menjadi seperti Nabi Muhammad ono nabi maning buan Pak. Nggih, dari aspek kesempurnaan beliau sebagai seorang nabi dan rasul, kita tentu tidak bisa menjadi insan alkamil. Tetapi dari aspek sebagai umatnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, tentu kita bisa menjadi insan alkamil, manusia yang sempurna tapi dalam posisi sebagai umatnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Inilah Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian yang sangat saya muliakan. Yang kemudian dalam bahasa Al-Qur'an, siapakah insan kamil? Sering diungkapkan dengan bahasa asolihin, orang-orang yang saleh, al-muttaqin, orang-orang yang bertakwa. Asyahidin, orang-orang yang selalu menyaksikan Allah Subhanahu wa taala. Hadirin hadirat rahimakumullah. Untuk menjadi seorang insan kamil, menjadi seorang yang paripurna untuk menjadi orang yang saleh, untuk menjadi orang yang istiqamah, itu tidak akan bisa dilakukan oleh seseorang kecuali setelah melewati tahapan-tahapan atau langkah-langkah yang mana langkah ini dibimbingkan oleh Nabi Muhammad S. sallallahu alaihi wasallam. Langkah yang pertama untuk menjadi seorang insan kamil, seorang manusia yang paripurna, seorang yang saleh uta boso surabone dadi wong apik, Pak. Wong apik niku insan kamil, Pak. Langkah yang pertama untuk menjadi seorang insan kamil adalah attaubah. Tbat. Orang itu akan bisa menjadi orang yang saleh kalau dia taubat kepada Allah. Langkah pertama adalah bertaubat kepada Allah subhanahu wa taala. Hadirin hadirat rahimakumullah bahwa betapa pentingnya untuk senantiasa bertauat kepada Allah ini juga menunjukkan betapa bahayanya maksiat itu dalam kehidupan kita. Kata al Imam Ibnu Athailla Asakandari ada dua hal, ada dua nasihat yang disampaikan oleh beliau. Yang pertama, maksiat itu seperti api kegelap. Sedangkan kegelapan adalah asapnya. Maksiat itu seperti api. Kegelapan adalah asapnya. Yang kedua, maksiat itu mengotori hati. Tbat membersihkannya. Orang, Pak, yang gemar bermaksiat. Kata al Imam Ibnu Athaillah Assakandari, seperti orang yang menyalahkan kompor di dalam satu ruangan. Jenengan no mboten, Pak? Ojo dicoba, Pak. Kebakaran ng mboten niki niki kiasan mawon. Kata al Imam Ibnu Atha illa Asakandari, orang yang menyalah, orang yang sering bermaksiat kepada Allah seperti orang yang menyalahkan kompor di dalam satu ruangan. Jenengan nek menyalahkan kompor tentu akan keluar api. Ketika api itu keluar maka tentu pasti ada asapnya. Ketika kompor itu panjenengan nyalakan satu kali, kira-kira ada asapnya apa gak di atap, Pak? Ada. Tapi gak banyak, Pak. Tapi beda kalau setiap hari Anda nyalakan kompor itu, setiap hari kompor itu mengeluarkan asap. Tentu dalam waktu 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan, 2 bulan, 1 tahun maka ruangan itu akan menghitam. Maka hadirin Bapak Ibu sekalian rahimakumullah. Demikian juga orang itu kalau dia gemar bermaksiat, hatinya seperti ruangan yang terkena asap kompor tadi. Maka, makanya kata Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bahwa hati itu seperti kertas yang putih. Kemaksiatan itu seperti tinta. Kalau orang itu sekali bermaksiat berarti dia mencoretkan satu titik tinta ke kertas yang putih itu. Sekali bermaksiat ditetesi satu tinta atau di tulkan satu tinta. Seperti di depan kulo niki ada buku putih saya kasih tinta sekali, dua kali, tiga kali, 100 kali, 1000 kali, lama-lama akan menjadi hitam. Hadirin Bapak Ibu sekalian. Demikian juga tentang kemaksiatan orang itu kalau sering bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa taala maka hatinya akan menghitam. Hati yang kemudian menghitam itulah yang kemudian menjadi sebab masuknya energi negatif kepada diri kita. Ada orang uangnya banyak tapi gak bahagia. Ada orang salat tapi gak bisa khusyuk. Yo barangkali kulo panjenengan semuanya belum bisa khusyuk, Pak. Sebabnya apa? Paling utama adalah kemaksiatan. Ada orang jabatannya tinggi tetapi gak bisa tenang. Ada orang hartanya banyak tetapi kemudian dia tidak bahagia. Sebabnya apa? Sebabnya yang kemudian menjadikan hati tidak tenang, yang menjadikan hati keras itu adalah kemaksiatan yang sering kita lakukan. Maka hadirin, kalau ingin menjadi insan kamil, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah kita bertaubat kepada Al Allah. Ketika menyampaikan tema ini, kulo pernah ditanya, "Ustadz, bagaimana loh kita ini kan setiap hari bermaksiat, Ustaz?" Tobat, Pak. Jenengan bermaksiat taubat lagi. Jenengan bermaksiat dua kali taubat lagi. Bahkan kata para ulama, bahkan seandainya dalam 100 dalam satu hari engkau bermaksiat kepada Allah 100 kali, jangan pernah lelah untuk bertobat kepada Alhanahu wa taala. Maka kata Nabi Muhammad, Allah tidak akan bosan mengampuni dosamu sampai engkau lelah di dalam meminta ampun kepada Allah subhanahu wa taala. Kemudian hadirin hadirat rahimakumullah, langkah yang kedua untuk menjadi seorang insan kamil atau untuk menjadi seorang yang saleh, untuk menjadi seorang yang baik. Langkah kedua adalah mujahadah dan doa. Langkah kedua adalah mujahadah dan dan doa. Bapak, Ibu sekalian, kulo ingin bertanya, panjenengan enggak ada musuh nopo mboten, Pak? Enggak ada nopo mboten? Enggak ada. K ada ustaz musuh kulo ustaz. opo malih nek terkait jabatan iku biasae ngoten lho Pak. Nggih. Umumnya Pak kita sering menganggap banyak sekali orang itu musuh. Bahkan mungkin saya yang bicara di sini juga belum bisa menjaga hati juga ketika kemudian berkaitan dengan orang yang kita anggap ee menghadang kepentingan kita, dia kita anggap menghambat kebahagiaan kita, kita secara langsung akan menjadikan orang itu adalah musuh. Hadirin hadirat rahimakumullah. Dinasihatkan oleh para ulama bahwa musuh yang sebenarnya itu siapa? Musuh yang sebenarnya adalah nafsu kita. Musuh terbesar bagi seseorang itu adalah dirinya sendiri. Musuh terbesar bagi seseorang itu adalah nafsunya sendiri. Musuh terbesar bagi seseorang itu adalah setan. Makanya ini dinasihatkan berkali-kali oleh para ulama. Kalau kalian ingin menjadi orang saleh, kalau kalian ingin menjadi seorang yang baik, ingin jadi wong apik, ingin menjadi seorang insan kamil, maka perlakukanlah ee tumbuhkan sebuah sikap, sebuah sifat bahwa satu-satunya yang berhak kita musuhi itu adalah nafsu kita sendiri. Yang berhak kita musuhi itu adalah setan. Maka nikilah, Pak, yang membedakan antara kita dengan para ulama, dengan para kekasih Allah. Kalau kita memposisikan banyak orang sekali sebagai musuh, tapi kalau kekasih Allah yang dimusuhi adalah dirinya sendiri. Maka ketika kita membaca kitab-kitab tentang tazk tazkiyatun nufus itu sering, Pak, dinasihatkan kalau kita ingin menjadi orang yang baik, seringlah sering-seringlah melakukan dialog dengan nafsumu sendiri. Ya, dicontohkan oleh Imam Ibnu Adhaill Asakandari dalam kitab beliau Alhawi. Beliau di situ menyampaikan, "Coba sesekali merenung di dalam kesepian atau di dalam sepihnya malam ketika engkau berada dalam kesendirian merenung dan dialog dengan dirimu sendiri." Coba sesekali katakanlah wahai nafsu, sesungguhnya aku sudah terlalu sering mengikutimu. Bahkan ketika saat ini usiaku 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun, bukankah sebagian besar umurku aku habiskan untuk menuruti bujukanmu, tetapi tidak ada yang bisa aku dapatkan darimu kecuali kebinasaan. Tidak ada yang aku bisa dapatkan darimu kecuali kekecewaan. Tidak ada yang bisa aku dapatkan darimu kecuali kesedihan. Maka wahai nafsu, mulai sekarang aku berhenti daripada mengikutimu, tetapi mulai sekarang engkau yang akan mengikutiku. Sering kemudian kita katakan, "Wahai nafsu, sesungguhnya umurku tidak lama. Boleh jadi hari ini adalah hari terakhir bagiku. Boleh jadi minggu depan adalah batas terakhir usiaku. Boleh jadi tahun depan tahun ini adalah tahun terakhir aku hidup di dunia ini. Tidak banyak persiapanku di dalam menyiapkan amal kebaikan untuk aku persembahkan kepada Allah. Padahal aku tahu kalau aku terus-menerus menurutimu dalam keburukan, maka yang terjadi adalah ketika aku nanti dipanggil oleh Allah dalam kondisi aku menuruti bujukan jahatmu, maka saat itu aku akan mendapatkan suul khatimah. Sungguh aku akan menjadi orang yang binasa. Sering-sering, Pak, dialog dengan nafsu. Sering-sering dialog dengan diri kita sendiri. Jangan kemudian ketika kita nyepi, ketika kita menyendiri, sing dikerjakno medsosan, sing dikerjakno update gosip-gosip artis. Seumpomo, Pak, sing di kerjakno semisal update pernikahan Alghazali kemarin anaknya Ahmad Dani itu Pak, kemudian memunculkan isu-isu lama gak ada manfaatnya itu, Pak. atau yang kita sibukkan adalah sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi kita. Maka hadirin kami sampaikan ayo ini kita jadikan sebagai nasihat bagi kita semua khususnya untuk untuk kami sendiri sebagai pemateri. Kalau kita ingin menjadi orang yang baik maka langkah yang kedua adalah mujahadah. sering berusaha untuk mengendalikan nafsu kita agar sesuai dengan bimbingan Allah, bimbingan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Juga yang berkaitan dengan mujahadah ini adalah doa. Adalah apa, Pak? Doa. Ada satu doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kalau kita ingin hidup kita berubah, Pak. Doa ini disebutkan oleh Al Imamunnawawi radhiallahu an dalam kitab beliau Al-Azkar. Doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Saya bacakan, Pak. Nggih. Ditirukan. Nggih. Ditirukan. Ya Hayyu ya Qayyum. Ya hayyu ya qayyum birahmatika astagit birahmatika astagf aslihli s'ni aslihli kullihi kullihi wala takilni wala takilni ila nafsi ila nafsi thfata ain thfata ain kula ulangi maling nggih ya hayyu ya qayyum Ya ayyu ya qayyum birahmatika astaghit birahmatika astagit aslihli sya'ni asli kullihi kullihi wala takilni wala takilni ila nafsi ila nafsi thfata ainin thfata ainin pun jenengan mangke putar malih nek kepengin teksnya cek apal mangke jenengan putar malih rekaman Doa itu diajarkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam untuk kita amalkan agar apa? Ketika kulo panjenengan ingin menjadi orang yang baik, ketika kita ingin hidup kita ditata oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya hayyu ya Qayyum. Wahai zat yang maha hidup, wahai zat yang maha kuat. birahmatika astagitif. Dengan rahmatmu aku meminta pertolongan. Aslihli s'ni kullih. Aslihli s'ni kullihi. Ya Allah perbaikilah semua urusanku. Pak ketika kita ingin urusan kita baik, sering kita hanya mengandalkan akal kita. Sering kita hanya mengandalkan kemampuan kita. Sering kita hanya mengandalkan jabatan kita tanpa kita melibatkan Allah Subhanahu wa taala. Maka kenapa ketika kemudian kita terlalu PD dengan diri kita, kita sering jatuh. Karena kenapa? Kita hanya percaya kepada kemampuan kita, tetapi di saat yang sama kita meninggalkan Allah Subhanahu wa taala. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam mengajarkan kepada kulo panjenengan kalau ingin urusan kita baik baca doa ini. Aslihli sni kulli. Ya Allah perbaikilah semua urusanku. Urusan rumah tanggaku, urusan kantorku, urusan pekerjaanku, urusan rezekiku, urusan kesehatanku, semua urusanku kita kembalikan kepada Allah Subhanahu wa taala. W tak nafsi thin. Dan ya Allah janganlah engkau niki poin pentingnya Pak serahkan diriku kepada diriku sendiri. Ini maksud poin daripada tadi jangan kita terlalu pede dengan kemampuan kita. Kalau kita ingin menjadi orang baik, kita ingin menjadi orang sukses, kita ingin menjadi orang yang bahagia, jangan pede dengan kemampuan kita. Maka kenapa sekelas Nabi Muhammad yang segala urusannya dijamin oleh Allah berdoa ini, "Ya Allah, walaqilni ila nafsi thfatin." Jangan Engkau menyerahkan diriku kepada diriku sendiri. Karena kenapa? Kita sering menjumpai bahwa diri kita berkhianat. Ternyata kemampuan kita tidak sesuai dengan harapan kita. Maka itulah kenapa ajarannya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam kalau kita ingin menjadi orang baik, kita ingin urusan kita dibahagiakan oleh Allah, pekerjaan kita dilancarkan oleh Allah, serahkan urusan kita kepada Al Allah. Ini yang nomor kali, Pak. Kalau kita ingin menjadi orang yang baik, orang yang bahagia, menjadi seorang insan kamil, yang kedua apa? Mujahadah dan doa. Doanya tadi ya Hayyu ya Qayyum birahmatika astaghit. Aslih li'ni kullihi wala takilni ila nafsi thfata ain. Jenengan amalkan ini khususnya setelah salat atau ketika akan bekerja atau ketika akanaktivitas. Insyaallah urusan Anda akan dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Yang ketiga, hadirin, kalau kita ingin menjadi seorang insan kamil, seorang yang saleh, seorang yang bahagia, seorang manusia yang sempurna, kalau kita ingin menjadi wong apik, langkah yang ketiga yang harus kita lakukan adalah zikir. Langkah yang ketiga yang kita harus kita lakukan adalah zikir. Nopo, Pakikir. Zikir ustaz zikir nopo mawon? Nopo mawon saket-saket panjenengan sing paling mudah astagfirullah yang paling mudah lagi selawat Allahumma sholli ala Muhammad. Zikir itu banyak. Nek gak iso moco iku belum bisa baca itu cukup Allah. Allah Allah. Hadirin, ada satu kisah terkait keutamaan zikir dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al Imam Albaihaqi dalam kitab beliau Syuabul Iman. Suatu saat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam didatangi oleh seorang badui. Oleh seorang badui. Badui niku artine wong deso, Pak. Tapi wong deso zaman dulu benten dengan sekarang, Pak. Nggih. Kalau sekarang wong kampung niku wis internetan kabeh YouTube-an kabeh. Siki tiang sepuh-sepuh teng kampung niku tiktokan wis ngoten zamane. Siki. Kalau orang Badui terutama pada zaman Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu benar-benar terbelakang, polos, tidak berpendidikan bahkan tidak berkebudayaan. Tetapi hadirin hadirat rahimakumullah, banyak di antara mereka yang kemudian namanya harum diabadikan Al-Qur'an. Banyak di antara mereka yang kemudian namanya Harum diabadikan dalam sekian banyak hadis-hadis Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Termasuk yang disebutkan oleh dalam sebuah riwayat dalam kitab Syuabul Iman ini suatu saat ada seorang badwi yang datang menghadap Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Jadi wong badwe niku polos, Pak. Sering tingkah lakunya niku karena saking polosnya sehingga terkesan tidak sopan. Kalau para sahabat yang ee hidup di Makkah atau Madinah itu kan sama Nabi sopan. basah-basinya ada nek batu mboten kadang-kadang teko niku drek drek drekk gak salam gak opo langsung longgo ono ngarepe nabi niku sering koy ngoten niku tapi nabi ndak pernah tersinggung pak karena tahu mereka memang polos tetapi hati mereka bersih tidak terdapat kemunafikan suatu saat ada seorang badui dia datang kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam tanpa salam tanpa tanpa ada basa-basihnya. Kemudian dia berdiri di hadapan Nabi. Saat itu berkumpul banyak sahabat. Badwi ini kemudian menerobos barisan sahabat langsung berdiri di hadapan Nabi. Para sahabat geram, Pak. Iki wong sopo iki? Teko-teko gak salam moro-moro lunggono ngarep dewe. Wonten dateng mriki ngoten niku, Pak? teko gak salam moro-moro longgo nang ngarep dewene acara ngoten pak ini batu pak polos tetapi dia cinta kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam suatu saat si badui ini kemudian menghadap Nabi Muhammad dia kemudian di hadapan Rasulullah berkata, "Ya Rasulullah allimni kalaman auluh. Ya Rasul, ajarkanlah kepadaku satu ucapan, satu kalimat yang mana ucapan atau kalimat ini bisa aku amalkan setiap hari. Atau dalam riwayat yang lain, si Badui itu berkata kepada Nabi Muhammad, "Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam itu kan banyak. Aku sudah melakukan yang diwajibkan kepadaku. Aku juga telah berusaha melakukan hal-hal yang disunahkan kepadaku. Mungkin amalan sunahku tidak banyak, tetapi yang wajib tetap aku kerjakan. Tetapi ya Rasulullah, ajarkanlah kepadaku satu kalimat yang mana kalimat ini bermanfaat untukku yang kemudian bisa menjadi pegangan atau sandaran bagiku. Kata si badui. Apa kemudian jawaban Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam? Nabi bersabda, "Ya Fulan, qul subhanallah walhamdulillah wala ilahaillallah Allahu akbar. Nabi mengajarkan empat kalimat. Yang pertama tasbih subhanallah. Beliau mengajarkan yang kedua tahmid alhamdulillah. Yang diajarkan yang ketiga oleh Nabi Muhammad adalah tahlil lailahaillallah. Yang terakhir adalah takbir Allahu Akbar. Baik hadirin, sampai di sini si batu ini terkemudian terdiam. Wong deso niki kemudian menang. Setelah terdiam sejenak, dia kemudian keluar meninggalkan Nabi. Baru beberapa langkah dia meninggalkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, si Badui ini kemudian berhenti dan tampak kebingungan. Dia memperlihatkan seolah dia berpikir keras, "Iki koyoke ono sing gak jelas iki penjelasane Nabi Muhammad. Iki koyoke ono sing kurang iki penjelasane Nabi Muhammad." Dia kemudian berhenti kembali lagi kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Apa kemudian yang dilakukan di hadapan Nabi Muhammad? Si Badui ini kemudian berkata, "Ya Rasul, hadza lillah famali. Ya Rasul, aku tadi datang kepadamu meminta ijazah darimu. Kemudian engkau mengajarkan kepadaku empat kalimat. Engkau yang pertama mengajarkan mengajarkan kepadaku, ya Rasulullah agar aku mengucapkan subhanallah. Aku bertasbih mensucikan nama Allah. Yang kedua, engkau mengajarkan kepadaku alhamdulillah. Segala puji bagi Allah. Yang ketiga, engkau mengajarkan kepadaku lailahaillallah. Tiada kecuali hanya Allah. Yang terakhir engkau mengajarkan kepadaku Allahu Akbar. Allah Maha Besar. Ya Rasul, kalau aku bayangkan maknanya, resapi kalimat yang engkau ajarkan, hadza lillah famali. Bukankah itu kalimat-kalimat itu manfaatnya untuk Allah? Lalu yang manfaat untukku mana ya Rasul? Niki mikre polos, Pak. Zikir itu koyok-koyok manfaate untuk Al Allah. Engih moten jenengan kalau ngucapkan subhanallah, subhanallah ma aku bertasbih mensucikan nama Allah loh itu kan untuk Allah. Jenengan kalau bayangkan lailahaillallah tiada Tuhan kecuali hanya Allah loh itu kan untuk Allah. Jenengan kalau bayangkan, alhamdulillah segala puji bagi Allah untuk Allah, laki-laki untuk Allah. Jenengan kemudian kalau bayangkan Allahu Akbar, Allah Maha Besar itu untuk Allah. Si Batui, Pak mikire nggih ngoten loh zikir aku rene njaluk kepada Kanjeng Nabi agar memberikan satu amalan yang bermanfaat untuk dirinya. Justru yang diberi adalah kalimat-kalimat yang hanya bermanfaat untuk Allah. Niki mikire polos, Pak. Barangkali niki mungkin pedagang badu niki loh aku salat untuk Al, aku zikir untuk Allah. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam beliau kemudian tersenyum, Pak. Dalam satu riwayat menyebutkan bahwa Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ini sampai kemudian tertawa, Pak. Yo benar ya Wan kalau zikir itu diingat-ingat, diang-enok-koyok untuk Allah. Apa kemudian? Kata Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam setelah beliau tersenyum, setelah beliau tertawa, beliau melanjutkan sabdanya. Si badwi ini mengatakan, "Ya fulan idza qulta subhanallah qallahu taala shodqta." Waidza qulta alhamdulillah qala taala shodqtah. Waidza qulta lailahaillallah qala taala shodqtah. Waidza qulta Allahu Akbar qala taala shodqta. Wahai badui kata Nabi Muhammad. Tahukah engkau ketika engkau berzikir kepada Allah, ketika engkau mengucapkan subhanallah, aku bertasbih mensucikan nama Allah, saat itu juga Allah langsung menjawab tasbihu. Allah berfirman kepadamu, shodqtah engkau betul wahai hambaku. Karena aku adalah Allah zat yang maha suci. Ketika engkau membaca tahmid, segala puji bagi Allah. Alhamdulillah segala puji bagi Allah. Allah juga langsung menjawab pujianmu. Allah kemudian berfirman kepadamu, shodqta. Betul sekali engkau, karena aku adalah Allah satu-satunya yang berhak menerima pujian secara mutlak. Ketika engkau membaca lailahaillallah, tiada tuhan kecuali hanya Allah, saat itu juga Allah langsung menjawab tahlilmu, "Betul sekali engkau wahai hambaku, karena tiada Tuhan kecuali hanya aku." Kata Allah. Jadi, Pak, nek wong zikir iku langsung dijawab zikirnya oleh Al. Ketika engkau mengucapkan Allahu Akbar, kata Nabi, Allah juga langsung menjawab ucapanmu, shodqta. Betul sekali wahai hambaku, karena aku adalah Allah zat yang maha besar. Tidak berhenti sampai di sini, Bapak Ibu sekalian. Nabi Muhammad kemudian melanjutkan sabda beliau. baalika qulta allahummagfirli qala taala qad fa'altu waidza qulta allahumhamni qala taala qad fa'altu waidza qulta allahumarzuqni qala taala qad fa'altu setelah engkau selesai berzikir engkau kemudian mengangkat kedua tanganmu, engkau berdoa kepada Allah ya Allah ampunilah semua dosaku, dosa kedua orang tua aku, dosa semua keluarga dan dosa semua orang yang engkau aku cintai. Allah langsung menjawab, "Doamu, qod fa'altu. Sungguh aku telah mengampuni semua dosa-dosa kalian." Selesai engkau berzikir, engkau kemudian berdoa, "Allahumhamni, Allahummarzuqni. Ya Allah rahmatilah aku, sayangilah aku, cintailah aku, dan berikan kepadaku rezeki yang luas, rezeki yang halal, rezeki yang berkah. Jadikanlah keluargaku sebagai keluarga yang bahagia, putra-putriku dan semua keturunanku menjadi anak-anak yang saleh. Langsung dijawab oleh Allah, qod fa'altu. Sungguh aku telah mengabulkan semua doa kalian, Pak. Di sini Nabi mengajarkan kepada kita kenapa tadi saya sampaikan kunci menjadi orang yang baik, menjadi orang yang bahagia zikir. Karena dalam hadis ini Nabi hendak mengajarkan kepada kita bahwa orang yang berzikir tidak hanya dia memuji Allah. Orang yang berzikir tidak hanya menyambungkan hubungannya dengan Allah, tetapi orang yang ahli zikir, segala pintu kunci kebaikan dunia dan akhirat akan dibukakan oleh Allah kepadanya. Orang ketika berzikir, selesai dia berzikir, maka dia masuk ke dalam saatul ijabah. Saat-saat yang semua doa insyaallah akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala. Makanya, Pak, ketika panjenengan ingin keluarganya bahagia, zikir. Selesai berzikir, berdoa, "Ya Allah, bahagiakanlah keluargaku." Kalau jenengan ingin menjadi seorang insan kamil, orang yang saleh, orang yang baik, istikamah dalam kebaikan, zikir. Selesai berzikir, berdoa kepada Allah, minta hayat-hayat tersebut. Jenengan ingin anak-anaknya dijadikan anak yang saleh, zikir. Ustaz, saya ini sibuk. Sipuk nopo sih, Pak? Jenengan ketika di sela-sela pekerjaan baca astagfirullah astagfirullah kan mboten sibuk nik nggih. Jenengan ketika nyetir sambil timbang nyanyi-nyanyi mboten jelas shallallahu ala Muhammad sallallahu ala Muhammad itu zikir ndak akan memerlukan waktu banyak Pak. Orang yang zikir itu tandanya dia tersambung kepada Allah. Orang yang tersambung kepada Allah, maka segala urusannya akan dijamin oleh Allah subhanahu wa taala. Baik hadirin, tema di pertemuan pertama ini insyaallah cukup sampai di sini. Apa tadi? Kalau kita ingin menjadi orang baik, orang saleh, menjadi insan kamil, yang pertama apa, Pak? Tbat. Yang kedua mujahadah dan doa. Yang ketiga zikir. Insyaallah kelanjutannya akan kami sampaikan di pertemuan selanjutnya. Baik Bapak Ibu sekalian rahimakumullah. Sebelum kita akhiri mungkin ada yang ingin bertanya. Monggo tanya nopo mawon, Mbak? Boleh tanya apa saja terkait tema atau non tema sing mboten angsal mek setunggal utang duit? Mboten angsal Pak. Monggo sing curhat disneni bojone nggih monggo mriki mboten nopo-nopo. Baik, ada Pak mungkin ibu-ibu mungkin. Oh, wonten nggih nganten. Gigih saya minta dituliskan. Oh, siap siap siap. Nggih. Ngih. Pertanyaan saya ini. Oh, pertanyaannya ingin dituliskan. Pertanyaan Gigih. Minta tuliskan doa tadi. Nggih. Nggih. Nggih. Monggo yang lain yang ingin bertanya? Monggo. Terima kasih waktu yang diberikan kepada saya. Yang saya tanyakan masalah penciptaan manusia, Pak. Dari segi Al-Qur'an surah Albaqarah ayat 30 yang berbunyi kh Allah itu akan menciptakan manusia di bumi sebagai khalifah. Tapi kenapa malaikat tidak setuju Pak dengan terima kasih. Baik. Yang pertanyaan kedua, ketika Allah Subhanahu wa taala ingin menciptakan manusia, kenapa kemudian malaikat tidak setuju? Begini, malaikat itu adalah makhluk yang tidak punya nafsu. Nggih. Jadi, ada tiga kriteria. Kriteria makhluk Allah yang pertama dia punya nafsu saja gak punya akal itu binatang. Ada yang punya akal saja tetapi tidak punya nafsu itu mala malaikat. Makanya malaikat itu disebutkan dalam Al-Qur'an la ya'unlaha maa amarahum waf'aluna maa yummarun. Mereka ee tidak pernah bermaksiat kepada Allah terhadap semua apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah. Makanya malaikat itu banyak, Pak. Ada malaikat itu yang dari sejak diciptakan dia hanya diminta sujud sampai puluhan ribu tahun dia bersujud. Ada yang seperti itu. Lalu ada tipe yang ketiga, punya nafsu dan punya akal. Niki sinten? manusia dan jin ya. Dua makhluk ini yang kemudian kena beban beban syariat. Kemudian terkait malaikat, ketidaksetujuan tersebut bukan berarti kemudian mereka mengingkari iradah Allah, bukan berarti mereka mengingkari kehendak Allah Subhanahu wa taala. Ketujuan ketidaksetujuan tersebut disebutkan dalam banyak kitab tafsir sebabnya karena dua. Yang pertama, malaikat itu adalah makhluk yang mengetahui apa yang diajarkan oleh Allah kepada mereka. Makanya di antara keunggulan manusia dibanding malaikat ketika Allah menciptakan Adam bahwa pengetahuan yang diberikan oleh Allah itu kepada Adam itu jauh lebih banyak daripada malaikat. Walaupun Adam lebih junior, malaikat lebih senior. Kan disebutkan dalam ayat selanjutnya eh ambium tumma arum alal malaikati faqala ambiuni. Kemudian Allah memperlihatkan Adam kepada malaikat, jelaskan kepadaku tentang nama-nama. Ternyata malaikat tidak bisa. Yang kemudian Allah merintahkan kepada Adam, Adam coba jelaskan tentang nama-nama sesuatu dijelaskan oleh Adam. Ini menunjukkan pengetahuan yang diberikan oleh Allah kepada Adam lebih banyak daripada yang diberikan kepada malaikat. Karena ketidaktahuan inilah malaikat itu kemudian terlihat seolah mereka mengkomplain keinginan Allah Subhanahu wa taala. Atau juga disebutkan dalam kitab yang lain dalam banyak kitab tafsir, kenapa malaikat berkata seperti itu? Karena sebelum Allah Subhanahu wa taala menciptakan manusia pertama yang bernama Adam, Allah menciptakan jin. Allah berikan beban syariat, berikan taklif syariat kepada mereka. Ternyata banyak di antara jin itu yang bermaksiat, mendurhakai Allah, mengisi bumi dengan kerusakan. Malaikat khawatir kalau Allah menciptakan makhluk baru maka akan berlaku sama seperti jinjin yang diciptakan oleh Allah sebelumnya. Maka inilah kemudian malaikat bertanya terlihat seolah ee mengkomplain apa yang akan diciptakan oleh Allah Subhanahu wa taala. tetapi bukan karena keingkaran, bukan karena kesombongan, bukan karena kemaksiatan mboten. Tapi malaikat berkata seperti itu karena memang itu sebatas pengetahuan mereka saat itu. Ngoten, Pak. Nggih. Yang jelas apakah malaikat itu bermaksiat? Mboten. Malaikat termasuk makhluk yang maksum, dijaga oleh Allah. La yunallaha ma amarahum waaf'aluna ma yummarun. Ngoten, Pak. Nggih. Ada lagi. Monggo, Pak. Ada yang ingin tanya, Pak? Monggo, Ibu-ibu. Mungkin monggo. Cekap. Cekap. Baik. Biasane pinten menit, Pak? Biasanya cekap nggih. Baik. Baik. Hadirin hadirat rahimakumullah. Ee demikian mungkin apa yang bisa kami sampaikan di pertemuan kali ini. Insyaallah tema ini akan kita lanjutkan sampai beberapa pertemuan mendatang. Jadi tadi untuk menjadi orang yang baik caranya taubat. Yang kedua mujahadah, yang ketiga zi zikir. Masih ada lagi Pak. Nggih. Masih ada lagi. Jangan khawatir Pak. Baik. Kita berdoa kepada Allah semoga apa yang kita kaji, apa yang kita pelajari ini bermanfaat bagi kita semua. Sebagaimana saat ini kita dimudahkan oleh Allah untuk belajar bersama mentadaburi Al-Qur'an bersama kita berdoa kepada Allah semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk mengamalkannya dan kelak kita ketika pada hari kiamat termasuk di antara orang-orang yang ditakdirkan oleh Allah mendapatkan syafaat Al-Qur'an. Amin. Amin. Allahum amin. Baik, hadirin hadirat rahimakumullah. Demikian apa yang bisa kami sampaikan. Yang benar dari Allah, yang salah murni kebodohan dan kekhilafan kami secara pribadi atas nama Alfakir mengucapkan e walfu minkum. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Terima kasih. Demikianlah tadi kajian ASN mengaji dengan tema tafsir Jalalain episode 1 yang nanti akan dilanjutkan dengan episode berikutnya. Semoga apa yang kita dengar semua bisa bermanfaat dan menambah wawasan dan meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah subhanahu wa taala. Kurang lebihnya mohon maaf. Akhirul kalam wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] [Tepuk tangan]
Resume
Categories