Transcript
bB0NpUDVN7c • ASN Mengaji Seri 11 | 2025 - Tafsir Al-Jalalain (Eps. 02)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0242_bB0NpUDVN7c.txt
Kind: captions
Language: id
wasalamu ala rasulillah wa ala alihi
wasohbihi wa ma waalah. Amma ba'du. Yang
kami hormati
Ustaz Husni Mubarok alhafid. Yang kami
hormati para jemaah salat zuhur Masjid
Al-Huda.
Yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji
syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa
taala atas berkat rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya pada kesempatan siang hari
ini kita dapat mengikuti salat zuhur
berjamaah sekaligus dilanjutkan dengan
kajian ASN mengaji dengan tema
kajian kitab tafsir Jalalain.
Kedua kalinya selawat serta salam
marilah kita haturkan kepada junjungan
kita Nabi Besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam yang telah memberi
bimbingan
tuntunan kepada kita semua berupa
addinul Islam.
Para jemaah yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala.
Pada kesempatan siang hari ini, ASN
Mengaji Seri ke-11 dengan tema kajian
kitab Tafsir Jalalain yang akan
disampaikan oleh Ustaz Husni Mubarok
Alhafid. Kepada beliaunya kami
persilakan.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah.
Alhamdulillahi wa kafa
wasalatu wassalamu ala rasulihil
mustofa.
Waa alihi
wa ashabihi ahli sidqi walfa.
Qolu subhanaka la ilma lana illa ma
alamtana innaka antal alimul hakim.
Amma ba'du.
Yang sangat kami muliakan
Bapak Pimpinan BPSDM Jawa Timur
serta seluruh pegawai
dari kantor BBSDM Jawa Timur ini yang
semoga senantiasa dirahmati oleh Allah.
juga para pemirsa yang menyaksikan
kajian ini secara virtual
yang juga semoga senantiasa dijaga dan
dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.
Alhamdulillah kita kembali
bertemu di dalam majelis kajian tafsir
Al-Qur'an tafsirul Jalalin ini dalam
keadaan sehat walafiat.
Tadi kita telah memulai dengan salat
zuhur secara berjamaah.
Kemudian kita sambung dengan kajian
tafsir Al-Qur'an, tadabur Al-Qur'an
yang mana
ngaji tafsir, ngaji Al-Qur'an,
mentadaburi Al-Qur'an itu
ternyata
adalah kajian-kajian yang hidup di
perkotaan. Ini adalah sesuatu yang
membanggakan, Pak.
Kalau dulu orang ngaji tafsir itu di
pesantren
atau di surau-surau, tetapi yang luar
biasa dari
kota Surabaya ini atau Jawa Timur secara
umum yang mana gubernur, walikota,
bupati atau pimpinan daripada
lembaga-lembaga pemerintahan adalah
orang-orang yang religius, orang-orang
yang cinta kepada agama dan itu
merupakan sesuatu yang menyenangkan kita
semua. Semoga kita semua terutama Bapak
Ibu sekalian, semua keluarga besar dari
BPSDM Jawa Timur senantiasa diberikan
kesehatan oleh Allah, urusannya
dimudahkan oleh Allah dan kita semua
termasuk tercatat sebagai orang-orang
yang cinta Al-Qur'an, cinta Nabi
Muhammad, dan kelak ditakdirkan
mendapatkan syafaat Al-Qur'an. Amin.
Amin. Allahumma amin. Hadirin hadirat
rahimakumullah. Bapak, Ibu sekalian yang
sangat saya muliakan.
Ee di bab pertemuan sebelumnya kita
telah membahas tentang
tema tafsir tazkiah atau
yang lebih fokus, lebih khusus membahas
tentang insan kamil. Insan kamil itu
adalah manusia yang sempurna.
Manusia yang sempurna dalam arti yang
sebenarnya itu hanyalah para nabi dan
para rasul.
Lah apakah kita
sebagai umat Nabi Muhammad bisa menjadi
manusia yang sempurna seperti Nabi?
Kalau seperti Nabi tidak bisa, Pak.
Karena Nabi selain sebagai seorang
manusia, beliau diangkat sebagai seorang
nabi dan rasul. Kalau kita sampai
jenengan ibadah 100 tahun, gak akan bisa
jadi nabi, Pak. Nggih jenengan nang guo
100 tahun salat tok enggak akan jadi
nabi karena kenabian sudah tertutup dan
kenabian itu tidak bisa didapatkan
dengan usaha-usaha seperti itu. Kenabian
adalah anugerah Allah Subhanahu wa
taala.
Tetapi kita bisa menjadi manusia yang
sempurna dalam tanda kutip sebagai
umatnya Nabi Muhammad.
Umat Nabi Muhammad yang sempurna adalah
mereka yang di dalam Al-Qur'an itu
disebut sebagai shihin.
Shihin orang-orang yang saleh bukan
sholikin. Pak nek shikin niku
enggih tonggo panjenengan nek sholikin
ngih
wonten nggih ngapun. Oh, ngapunten Pak
Shihin ngih. Saya sampai lupa.
Padahal setiap hari WA ngapunten. Guyon,
Pak. Nggih. Guyon.
Dalam Al-Qur'an manusia yang sempurna
itu disebut shihin
atau disebut sebagai qonitin. Banyak
sekali, Pak, sebutan-sebutan dalam
Al-Qur'an
yang mana terma-terma
terminologi-terminologi
tersebut itu adalah bagian yang kemudian
kita sebut sebagai insan kamil.
Insan kamil
di
beberapa minggu yang lalu kita sampaikan
seorang itu bisa menjadi seorang yang
saleh, bisa menjadi seorang yang
muttaqin, seorang yang bertakwa.
Tidak harus itu ulama mboten
tidak harus itu
ee
profesor dalam bidang agama gak.
Allah memberikan kesempatan kepada semua
orang. Bidang apapun yang Anda pilih,
Anda sebagai pegawaikah, sebagai
karyawankah, sebagai stafkah, sebagai
direkturkah, sebagai komisaris ataupun
apapun yang panjenengan pilih dalam
menjalani kehidupan Anda semuanya bisa
menjadi insan kamil atau orang-orang
yang saleh. Nggih, jenengan sebagai
direktur atau pimpinan bisa menjadi
orang yang saleh.
Karena kenapa? Allah memberikan
kesempatan setara kepada semua
hamba-hambnya. Dan profesi masing-masing
profesi yang berbeda-beda yang dipilih
oleh seorang hamba-hamba di antara hamba
Allah adalah juga merupakan ketetapan
atau sunah dari Allah subhanahu wa
taala.
Hadirin, di pertemuan sebelumnya kita
telah membahas kunci menjadi seorang
insan kamil atau orang yang saleh. Niku
nopo? Ada yang masih ingat, Pak?
Masih ingat dong boten.
Yang pertama adalah taubat, Pak. Nggih.
Kalau kita masih merasa berdosa, setiap
hari berdosa, taubat. Ustaz, saya ini
pagi tbatigfar
metu teko omah berjalan menuju kantor
BPSDM.
Ketok wong wedok ayu, Ustaz.
didelok iku doso gak didelok eman
akhire kita lihat ustaz ketemu sekali
astagfirullah nanti ketemu lagi
astagfirullah ketemu tiga kali
subhanallah ngoten
alhamdulillah
seperti itu. Bagaimana, Ustaz?
Gak apa-apa tobat, Pak. Bukan gak
apa-apa maksiatnya, Pak. Nggih. Kalau
maksiat dosa. Tapi karena kita masih
sebagai orang yang berproses menuju
orang yang baik,
maka
kita juga bukan nabi, bukan wali, bukan
ulama. Jatuh iya. Sering jatuh? Iya.
Tetapi kalau Anda lah niki nasihat guru
kulo, kalau engkau bermaksiat tujuh
kali, bertobatlah pan kali.
Bahkan kata ulama, seandainya dalam satu
hari engkau bermaksiat kepada Allah 100
kali, bertaubatlah
lebih dari 100 kali, maka Allah tidak
akan pernah bosan menerima taubat
hambanya itu sampai si hamba sendiri
yang bosan dalam bertobat kepada Allah.
Nggih.
Tapi nggih mboten saget diremehaken Pak,
nggih. Mboten saget diremen. Walah. Tas
Gusti Allah iku maha pengampun kok aku
tak maksiat lah. Mboten asal ngoten jadi
orang itu maksiat pak kata As Syekh Said
Ramadan Albuti, orang maksiat itu ada
dua. Yang pertama maksiat karena
lemahnya dirinya dalam menghadapi nafsu.
Setelah dia bermaksiat, dia menyesal
bertobat. itu orang yang luar biasa,
orang yang terpuji.
Nah, orang yang jenis pertama ini kata
Allah, kenapa kok kemudian dunia ini
diciptakan ada yang taat, ada yang
maksiat? Karena Allah itu suka mendengar
pertaubatan hambanya yang telah
bermaksiat. Allah suka mendengar
istigfar hambanya. Bahkan wonten hadis
qudsi, Pak. Seandainya sak duno niki
apik kabeh maka Allah akan membinasakan
dunia ini. Lalu Allah akan mengganti
dengan dunia yang lain di dalamnya
terisi orang yang taat dan ahli maksiat.
Dan ahli maksiat itulah yang bertaubat
kepada Allah.
Jadi langkah pert e jenis orang yang
bermaksiat yang yang kedua. Nah, niki
yang sangat dicela oleh Islam, sangat
dicelah oleh syariat. Maksiat karena
sombong,
maksiat karena ingkar atau sombong
kepada Allah Subhanahu wa taala.
Dikongkon salat, dikatakan nak salat itu
dosa besar. Alah tasus gak penting lah.
Nah iki bedo lagi.
Wong ndak salat karena dia malas karena
kalah dengan nafsunya dengan orang yang
tidak salat karena sombong kepada Allah.
Meremehkan salat. Nah, itu beda-beda,
Pak. Kalau yang pertama tadi yang kalau
kemudian dia mau beristigfar, mau
bertobat, dia terpuji. Tetapi kalau
orang bermaksiat kepada Allah karena
angkuh, karena congkak, karena sombong
kepada Allah Subhanahu wa taala, maka
orang ini adalah orang yang sulit
diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala.
Jadi kunci menjadi orang yang insan
kamil yang pertama di bulan di pertemuan
sebelumnya adalah mau bertaubat kepada
Allah. Seburuk apapun kita, sebanyak
apapun maksiat yang kita lakukan, jangan
pernah berputus asa daripada rahmat
Allah. Ketika Anda bermaksiat, kembali
Anda tutup dengan taubat.
Kemudian
langkah kedua di pertemuan sebelumnya
adalah mujahadah, Pak.
Bersungguh-sungguh
di dalam bertaubat kepada Allah.
Bersungguh-sungguh di dalam menjadi
orang baik. Bersungguh-sungguh agar kita
termasuk orang yang saleh.
Bersungguh-sungguh agar kita termasuk
orang ee agar kita bisa menjadi insan
kamil. Profesi apapun, Pak, nek
panjenengan iku malas, enggak
sungguh-sungguh mendapatkan hal itu,
maka Anda akan gagal. Demikian juga
kalau Anda ingin menjadi manusia yang
baik, manusia yang saleh, tetapi Anda
hanya di batin mawun, gak ada gerakan
untuk menuju itu, maka Anda akan gagal.
Maka saya sampaikan profesi apapun yang
kita jalani atau seburuk apapun masa
lalu kita, jangan pernah berputus asa
dari rahmat Allah. Berusaha menjadi
orang baik, tidak hanya mengangan-angan
agar menjadi orang baik, juga ada usaha
untuk mewujudkan hal itu. Kalau Anda
berusaha untuk itu, insyaallah akan
ditolong oleh Allah subhanahu wa taala.
Kemudian yang ketiga di pertemuan
sebelumnya apa, Pak?
Zikir dan doa. Zikir dan doa tentang
keutamaan zikir sudah saya sampaikan di
pertemuan sebelumnya. Nanti bisa diputar
lagi.
Dan niki yang keempat yang akan kita
kaji dalam pertemuan kali ini cara untuk
menjadi insan kamil, manusia yang baik,
seorang yang saleh, pengusaha yang
saleh, pejabat yang saleh, karyawan yang
saleh, staf yang baik. Caranya apa?
Caranya adalah
dengan
memilih
teman yang juga punya mimpi dan
orientasi yang sama.
Ini disebutkan dalam Al-Qur'an
surah Assf
ayat
21 sampai 23, terutama ayat 23.
Allah Subhanahu wa taala berfirman,
"Innallaha yuhibbulladzina yuqatiluna fi
sabilih shoffan kaannahum bunyanum
marsus."
Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala
begitu mencintai seorang hamba yang
berperang, seorang hamba yang berjihad.
Mereka berkelompok dengan rapi.
Seolah-olah
mereka adalah bangunan-bangunan yang
kokoh.
Pak, rumah itu tidak akan menjadi rumah
kalau tidak ada saling menguatkan antar
tiang dengan dasar yang kuat, batu
batah, dan kemudian ditutup dengan
genteng. Mungkin apa mboten?
Rumah tidak akan menjadi rumah kecuali
diformul formulakan dengan bahan-bahan
yang telah kami sebutkan tadi. Demikian
juga, Pak, orang manusia ketika dia
punya impian, punya harapan untuk
menjadi manusia yang baik, manusia yang
saleh, atau dalam bahasa kita adalah
insan kamil, itu semua akan sulit
diwujudkan kecuali punya teman, partner
dalam mimpi atau orientasi
yang sama.
Inilah makna sabda Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Kata beliau,
"Almar'u
ala dini kholilih."
Orang kualitas seseorang itu ditentukan
siapa temannya.
Kami sering menasihatkan di pondok
kepada santri-santri
dengan nasihat yang terus kami
ulang-ulang. Nasihat itu adalah silakan
kalian berteman dengan siapa saja.
Tetapi kalau bersahabat, pilih sahabat
yang betul-betul kalian sama-sama ingin
menjadi orang baik.
Kula panjenengan boleh bertan berteman
dengan siapapun, Pak. Nggih. Berteman
dengan ee staf, sama-sama staf. berteman
dengan
orang-orang yang ada di ee jalan mungkin
sopir, tukang becak, siapapun boleh
berteman dengan kita. Karena kaidah
sosialnya jangan pilih-pilih teman, Pak.
Tetapi kalau sahabat adalah orang yang
harus betul-betul kita selektif,
jenengan
bersahabat dengan orang yang itu tidak
takut dengan Allah, sering bermaksiat.
minum-minuman keras atau tidak pernah
salat. Setiap hari bersahabat dengan
itu, akhirnya ujung-ujungnya ka katut.
Almaru aladini kholilih. Kualitas
seseorang
itu ditentukan seberapa kualitas
sahabatnya.
Kualitas seseorang kata Nabi Muhammad
ditentukan oleh kualitas sahabatnya.
Bahkan ngapunten meskipun kita ini belum
baik, kalau bersahabat harus pilih yang
baik, Pak. Harus pilih orang yang
levelnya level spiritualnya harus lebih
baik dari kita.
Kenapa kemudian
kita di dalam berproses menuju insan
kamil, di dalam berproses menuju atau
menjadi manusia yang baik harus punya
partner? Setidaknya dijawab oleh para
ulama.
Yang pertama bahwa kebersamaan itu
adalah sesuatu yang sangat dicintai oleh
Allah.
Allah niku lebih remen orang yang salat
berdua berjamaah daripada orang yang
salat sendirian. Enggoten. Bahkan
jenengan salat
sendiri khusyuk sekalipun,
khusyuk sekalipun
maka pahalanya akan tetap maksimal satu.
Tapi kalau berdua
itu dalam terminologi fikih sudah
disebut dengan salat jemah. salat jemah
termasuk di antara kelebihan salat jemah
itu adalah bisa menambal satu sama lain.
Ngapunten imame khusyuk, makmumnya
enggak khusyuk itu tetap sama-sama
mendapatkan pahala 25 atau 27.
Kebersamaan itu adalah sesuatu yang
dicintai oleh Allah. Seperti disebut
dalam ayat ini tadi dalam surat Assf.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang
yang berperang. Ini maknanya tidak hanya
berperang secara fisik, berperang dalam
arti rohani, berperang melawan hawa
nafsu itu juga berperang kata Nabi
Muhammad. Bahkan itu disebut sebagai
jihad terbesar itu melawan hawa nafsu.
Sesungguhnya Allah suka cinta terhadap
orang-orang yang berjihad melawan hawa
nafsu yang mana di dalam melakukannya
itu mereka melakukannya secara
bersama-sama seolah seolah-olah mereka
adalah bangunan yang kokoh.
Maka sekali lagi, Pak. Kalau ingin
menjadi orang baik, cari yang ingin sama
teman atau sahabat yang sama-sama ingin
menjadi orang baik. Kata para ulama,
almusafiru wahdah laisa kalnain.
Alnani yasyuddu ba'duhuma
ba'don. Seseorang yang bepergian
berdua eh atau sendiri itu berbeda
dengan bepergian berdua.
Artinya apa? Lebih aman bepergian itu
dilakukan oleh dua orang. Lebih aman
lagi tiga orang, empat orang. Semakin
banyak akan semakin aman. Karena kenapa?
Kalau orang bepergian, kalau sendiri dia
kehabisan bekal, maka dia akan
kebingungan.
Loh, Ustaz S niki kan wonten ATM. Bukan
itu maksud saya, Pak. Nggih. Niki
maksudnya bepergian ee dalam keadaan
kita ee seperti kebergian zaman dulu.
Kalau berdua maka mungkin satu kehabisan
bekal maka akan ditolong temannya. Sama
Pak
ketika atau dikiaskan oleh para ulama
itu bahwa serigala
itu hanya akan memakan
domba atau kambing yang terpisah. Zaman
dahulu mungkin masih ada menggembala
kambing. Di halaman itu banyak kambing
di tempat pergembalaan.
Serigala itu hanya akan memakan
domba-domba yang terpisah dari
kelompoknya.
Kalau domba-domba yang bersama-sama
tentu tidak berani, maka karena kambing
atau domba itu juga bisa melawan, Pak.
Bisa menanduk.
Demikian juga orang ketika berproses
menjadi orang yang baik, menjadi orang
yang saleh, maka sangat dianjurkan atau
akan sangat membantu ketika itu dia
dibersamai oleh seorang teman yang
sama-sama ingin menjadi orang baik.
Dalam hal apapun itu, Pak. Ngapunten
jenengan ngaji nek mriki
nek seandainya ijen gak koncone semangat
no mboten malas, Pak.
Nek wonten koncone apalagi ada aturan
dari kantor kalau enggak ngaji akan
mendapatkan sanksi ini seumpomo. Wah
pasti semangat, Pak.
Nek gak ngaji mungkin bayarane dipotong
lah langsung semangat. meskipun itu
awalnya dari paksaan nggih. Karena tadi
fungsi daripada mempunyai partner dalam
kebaikan adalah agar kita saling
motivasi satu sama lain. Ada satu
temannya yang kemudian lemah atau patah
semangat disemangati oleh temannya. ada
satunya lagi yang malas berangkat akan
disemangati oleh hal apapun itu.
Itulah kenapa kemudian Allah subhanahu
wa taala menegaskan dalam ayat ini cinta
kepada orang yang melakukan kebaikan
bersama-sama yang mana mereka satu sama
lain saling menguatkan.
Kenapa kemudian harus bersama-sama?
Jawaban yang kedua adalah ee jawaban
yang kedua adalah bahwa
kebersamaan
di antara
yang kita harapkan dari kebersamaan yang
kita lakukan adalah agar sahabat kita di
dunia itulah kelak yang akan menjadi
sahabat kita di akhirat.
Ngapunten, Pak. Jenengan berhubungan
baik dengan siapapun,
berteman baik dengan siapapun,
pertemanan itu hanya akan bertahan di
dunia. Enggih. Nap mboten
jenengan duwe konco sesama ee apa
namanya? petugas di BPSDM Jawa Timur ini
berpartner dalam bisnis, berpartner
dalam kerja, berpartner dalam tugas
ataupun apapun itu semua hanya akan
berakhir di dunia ini kecuali satu.
Kecuali Anda melakukan itu semuanya
karena Allah subhanahu wa taala.
Maka disebutkan dalam Al-Qur'an,
alakhilla yaumaidin ba'duhum li'din
aduwun illal muttaqin. Sahabat
persahabatan yang ada di dunia, sahabat
dalam apapun, sahabat dalam kerja,
sahabat dalam bisnis, sahabat dalam
berpartai katakanlah atau sahabat di
dalam melakukan aktivitas apapun itu
semua hanya akan bertahan di dunia
kecuali persahabatan yang dilakukan.
atas dasar ketakwaan kepada Allah
subhanahu wa taala
yang juga kita harapkan agar
persahabatan kita
ketika kita lakukan di dunia ini itulah
yang akan menjadi pemberi syafaat kita
ketika kita nanti berada di akhirat.
Ngapunten. Ada satu nasihat yang
disampaikan oleh guru kami.
Saya punya seorang guru namanya Habib
Segaf namanya, Pak. Beliau di antara
nasihat yang berkali-kali disampaikan
kepada kami, beliau mengatakan,
"Pandanglah temanmu, pandanglah
sahabatmu
sebagai seseorang yang berpotensi besar
memberikan syafaat kepadamu kelak di
akhirat.
Pandanglah sahabatmu. Tentu sahabat
dalam kebaikan, Pak. Ngandanglah
sahabatmu dalam melakukan kebaikan.
Seumpama jenengan sakiki wonten teng
masjid niki punya teman AB, ada banyak
orang di sini. Kita sama-sama hadir di
majelis ini. Majelis ini adalah majelis
kebaikan. Ngaji niki adalah ngaji
kebaikan karena kita mentadaburi
Al-Qur'an.
Guru kami menasihatkan, "Pandanglah
temanmu yang sama-sama melakukan
kebaikan itu sebagai teman yang mungkin
saja kelak mereka ditakdirkan oleh Allah
sebagai pemberi syafaat kepadamu nanti
di akhirat."
Karena apa? Karena ada satu hadis yang
diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri.
Hadis niki panjang tapi saya akan
sampaikan ringkasannya.
bahwa nanti orang ketika di akhirat,
jadi nanti orang itu kan dibangkitkan
dari kubur, Pak, nggih. Terus kemudian
digiring ke mahsyar,
digiring ke tempat hisab, amalnya
ditimbang oleh Allah subhanahu wa taala.
Kalau lebih berat kanan diterima dengan
tangan kanan, berarti dia selamat masuk
surga. Kalau diterima dengan tangan kiri
berarti naudah min dalalik. Ada yang
lebih buruk lagi diterima
lewat punggung, Pak. Lah niku
sejelek-jelek manusia.
Setelah orang itu dihisab amalnya,
dia kemudian digiring oleh Allah
melewati jembatan sirat mustaqim.
Jembatan siratul mustaqim. Wallahuam.
Tapi ada yang ada riwayat yang
menyebutkan bahwa jembatan itu tipis dan
tajam.
Tetapi meski demikian,
orang siapa? Orang yang bisa melewati
jembatan itu adalah ditentukan daripada
amalnya ketika di dunia. Maka kata Nabi
Muhammad ketika nanti melewati jembatan
siratal mustaqim itu, Pak, ada yang
secepat kilat, ada yang secepat angin,
ada yang seperti larinya kuda, ada yang
jalannya merangka,
ada yang jalannya biasa. Tetapi yang
jelas daripada itu ketika semua umat
manusia telah selesai melewati jembatan
siratul mustaqim, ada sebagian di
antaranya yang jatuh tidak bisa
melewatinya sehingga dia terjatuh ke
dalam api neraka. Nauzubillah min
dalzalik.
Hadirin, saat itu adalah saat yang
persahabatan di dunia itu akan
memberikan manfaat. Di antaranya, Pak,
ada orang yang telah selesai melewati
jembatan siratul mustaqim.
Kemudian di hadapannya dia sudah
berjumpa atau sudah menghadap ke pintu
surga. Pintu surga sudah terbuka
baginya.
Ada orang yang kemudian disebutkan dalam
hadis Nabi Muhammad itu, Pak, ada satu
di antara umatnya Nabi Muhammad, ada
beberapa umatnya Nabi Muhammad yang saat
itu mereka meskipun surga telah terbuka,
pintu surga telah terbuka, dan mereka
tinggal masuk saja
saat itu mereka kemudian enggan.
L niki
tentang pentingnya persahabatan dalam
kebaikan.
Jadi bersahabat dalam kebaikan tidak
hanya bermanfaat agar kita menjadi orang
baik, menjadi insan kamil. Manfaat
lainnya adalah bisa memberikan syafaat
satu sama lain. Ada beberapa orang yang
sudah berada di hadapan pintu surga.
Surga sudah terbuka pintunya. Dia sudah
melihat keindahan-keindahan
yang ada di dalam surga itu.
Orang ini kemudian menoleh kanan kiri.
Aku kok gak ketok Pak Shihin aku rek
ngoten. Padahal biyen sama-sama
kita ngaji di Masjid Al-Huda ini
sama-sama mengaji Al-Qur'an.
Ngapunten Mbak Sihin nggih. Ngapunten.
Niki perumpamaan mawon tapi insyaallah
sing hadir mriki insyaallah masuk surga
semua. Amin.
Amin.
Niki perumpamaan mawon.
Padahal dahulu disebutkan dalam hadis
Nabi Muhammad itu, "Ya Rabb,
sesungguhnya aku kok kulo niki kok
mboten ningali teman-teman saya yang ada
di dunia ini."
Wakanu yasumuna ma'ana wausuna ma'ana
watatasoddaquuna
ma'ana waahujuna ma'ana. Ada disebutkan
dalam riwayat itu, "Ya Allah, kulo niki
kok mboten ketingal sahabat kulo.
Padahal dahulu
kami ketika di dunia sama-sama salat
berjamaah di masjid. Nek kulo niki
mboten semangat, sahabat saya itu yang
memberikan semangat untuk bisa berjamaah
dengan di masjid. Kalau sahabat saya itu
lagi malas, kulo ajak teng masjid
sehingga kita bisa bersama-sama salat di
masjid. Usuna
makna kami sama-sama salat di masjid.
Wasumuna makna kami sama-sama puasa
Ramadan.
Pas sahur kita sahur bersama
kemudian kita puasa bersama. Meskipun ya
Allah
puasa Ramadan itu berat
ketika kemudian disertai dengan bekerja
di kantor BPSDM seumpomo. Tapi kami
tetap puasa Ramadan. Ya Allah, meskipun
kami dapat tugas dari pimpinan, tugas
menumpuk di kantor, tapi kami tetap
mempertahankan puasa agar puasa kami
tidak batal.
Kemudian kami juga bersedekah
bersama-sama.
Kalau kemudian saudara kami tidak
bersedekah, kami motivasi dia untuk
bersedekah.
Kemudian kami juga sama-sama umrah
bersama-sama, kami haji juga
bersama-sama.
Tetapi saat ini, ya Rabb, sesungguhnya
ketika aku sudah berada di hadapan
surgamu, tetapi ternyata aku tidak bisa
melihat sahabatku saat ini, itu berarti
dia telah masuk ke dalam ke dalam
neraka. Ya Allah, saya tidak akan masuk
surga sampai sah sampai kemudian saya
bisa masuk ke surga bersama dengan
sahabat saya tersebut.
Apa artinya? Dia memintakan syafaat
kepada Allah untuk sahabatnya yang telah
masuk surga tersebut. Sahabat dalam
kebaikan, Pak. Nggih. Kalau sahabat
tidak dalam kebaikan, dalam ee
kebohongan, dalam korupsi, dalam apapun
itu, ya jelas tidak bisa, Pak. Ini
sahabat dalam kebaikan.
Apa kemudian kata Allah Subhanahu wa
taala?
O ee orang yang memohon kepada Allah
atau umatnya Nabi Muhammad yang memohon
kepada Allah itu memohon dengan
sebenarnya, Pak. Sampai kemudian kata
Nabi Muhammad dalam hadis itu, beliau
mengatakan tidak pernah ada seseorang
yang memohon kepada Allah memohoni rada
maksisan kecuali saat itu.
Apa kemudian ee kata Nabi Muhammad?
Allah kemudian mengabulkan doa orang
yang bersujud kepadanya meminta
syafaatnya kepada temannya tersebut. Apa
kata Allah?
Ya ibadi akhriju
man aroftum. Baik, engkau masuklah ke
dalam neraka.
Keluarkan siapapun daripada
sahabat-sahabat yang engkau kenal ketika
engkau berada di dunia. Lah niki Pak
pentinge bersa bersahabat.
Hadirin hadirat rahimakumullah.
Sudah berapa menit tadi, Pak? Nggih.
Kita lanjutkan sedikit, Pak. Nggih.
Ada
orang itu yang sudah ditakdirkan oleh
Allah menjadi orang baik.
Tetapi kemudian ketika dia sudah menjadi
orang baik,
seringki seseorang itu tidak kuat
derajat, tidak kuat pangkat.
Sehingga kemudian ketika dia menjadi
orang baik, kemudian dia kembali
dijatuhkan oleh Allah Subhanahu wa
taala. Sebabnya apa, Pak? Sebabnya dua.
Yang pertama adalah dia merasa bahwa
ibadahnya
ibadahnya itu
karena kemampuan dirinya sendiri.
Sehingga dia setelah ditakdirkan menjadi
orang baik, dia menganggap rendah,
menganggap remeh orang yang tidak baik.
Dia ditakdirkan oleh Allah menjadi
aktivis kajian majelis taklim.
ditakdirkan oleh Allah dermawan,
ditakdirkan oleh Allah bisa membaca
Al-Qur'an dengan baik, ditakdirkan oleh
Allah istiqamah salat jamak. Itu bagus.
Tetapi seringkiali orang itu ketika
sampai fase ini jatuh. Kenapa demikian?
Dia merasa bahwa ibadahnya itu karena
kemampuan dirinya sehingga yang ada
timbul rasa ujub di dalam hatinya
sehingga kemudian dia dijatuhkan oleh
Allah subhanahu wa taala. Orang yang
ujub, ahli ibadah, yang merasa lebih
mulia daripada orang lain, maka
pahalanya tidak ada nilainya di sisi
Allah subhanahu wa taala. Hadirin,
ada satu kisah yang kisah ini disebutkan
oleh Al Imam Al-Qusyairi wonten kitab
risalah beliau.
Kisah ini terjadi pada masa Nabi Isa
alaihi shalatu wasalam.
Suatu saat Nabi Isa diperintahkan oleh
Allah
untuk melakukan sebuah perjalanan.
Allah kemudian berfirman kepada Nabi
Isa,
"Wahai Isa, ajaklah siapa di antara
sahabatmu yang paling saleh
untuk menemani perjalananmu itu." Lalu
oleh Nabi Isa dipilih.
Di antara sekian sahabatnya Nabi Isa
dipilih satu yang menurut beliau
terbaik.
Orang ini
saleh.
Orang ini tidak hanya saleh, dia alim.
Pintar sekali. Bahkan termasuk di antara
yang paling pintar di antara sahabat
Nabi Isa alaihi salalatu wasalam.
Hadirin,
kemudian Nabi Isa berjalan ditemani
sahabatnya yang saleh ini.
Ketika beliau berjalan
di suatu tempat,
ternyata Nabi Isa dan sahabatnya itu
melewati satu tempat yang di situ
terdapat seorang pemabuk.
Seorang pemabuk pecandu minuman keras.
Ketika melewati pemabuk itu, Nabi Isa
tidak tahu kalau di situ ada seorang
pemabuk yang sedang mabuk. Tetapi
sahabatnya yang saleh tadi tahu kalau di
situ biasanya ada orang mabuk. Dan dia
melihat orang mabuk itu saat itu ada di
lokasi tersebut.
Dilihat oleh sahabatnya Nabi Isa.
Sahabat Nabi Isa ini melihat seorang
pemabuk tersebut dengan wajah
tidak suka, dengan wajah jijik.
Dia berpikir dalam hatinya,
alangkah menyedihkan orang itu. Hidup di
dunia hanya sementara, tapi dia isi
dengan kedurhakaan kepada Allah. Sungguh
hidupnya sia-sia. Kenapa dia tidak isi
kehidupannya itu dengan kebaikan,
kesalehan, ibadah, dan lain sebagainya.
Timbul rasa meremehkan orang lain.
Di saat yang sama, hadirin hadirat
rahimakumullah, seorang pemabuk tadi
kemudian melihat melihat Nabi Isa dengan
diikuti oleh sahabatnya yang saleh, yang
alim. Seorang pemabuk ini kemudian
berkata dalam hati, "Ya Allah, alangkah
beruntungnya orang yang bisa menemani
Nabi Isa tersebut.
Dia mengisi hari-harinya dengan ilmu.
Dia mengisi hari-harinya dengan sesuatu
yang positif. Dia ahli salat, ahli
tahajud, ahli puasa. Sehingga kemudian
dia terpilih menjadi seorang sahabat
Nabi Isa yang paling hebat.
Sedangkan aku, ya Allah, sungguh aku
telah menyanyiakan semua usiaku ini.
Sebagian besar usiaku aku buat untuk
bermaksiat kepadaMu, ya Allah. Hadirin,
orang ini menyadari kesalahannya
dan tahu bahwa kehidupannya itu adalah
kehidupan yang sia-sia. Di saat yang
sama dia begitu mengagumi, terkagum
kepada sahabatnya Nabi Isa yang saleh
dan alim tadi.
Dia ingin mendekat tetapi tidak berani.
Ingin menyapa Nabi Isa tetapi tidak
berani.
Apa yang dia lakukan?
Dia kemudian
mengikuti jejak kaki ee mengikuti tanah
yang di situ terdapat jejak kaki Nabi
Isa dan sahabatnya yang saleh tadi. Agar
apa? Agar dia mendapatkan keberkahan
dari Nabi Isa dan sahabatnya yang saleh.
Diikuti. Kalau Nabi Isa sama sahabatnya
di sana di depan dia ikuti di tempat
ini. Ikuti setiap jejak kakinya. Dia
jejakkan kakinya. Setiap bekas jejak
kaki Nabi Isa dan sahabatnya, dia
jejakkan kakinya agar mendapatkan
keberkahan dari Nabi Isa dan sahabatnya
yang saleh tadi.
Dia ikuti hadirin.
Sahabatnya Nabi Isa tadi ternyata tahu
bahwa dia sedang diikuti oleh si pemabuk
hingga kemudian dia menoleh ke belakang.
Dia merasa jijik.
dalam hatinya. Kemudian timbul perasaan,
"Esok hari kalau aku diajak Nabi Isa
lagi, aku tidak akan lewat tempat ini
agar tidak bertemu dengan si ahli
maksiat itu."
Saat itu kemudian Allah Subhanahu wa
taala memberikan wahyu kepada Nabi Isa
alaihialatu wasalam.
Allah kemudian mengatakan, "Wahai Isa,
katakanlah kepada dua orang yang ada di
belakangmu itu, sahabatmu dan orang
maksiat yang ada di yang ada di
belakangmu, bahwa mulai detik ini Allah
telah menghapus semua pahala yang pernah
dilakukan oleh sahabatmu yang saleh
itu."
Allah telah kalau dia pernah beribadah
50 tahun, 60 tahun, menimba ilmu 50
tahun, 60 tahun, semua pahalanya itu
dihapus. Sehingga saat ini dia tidak
punya amal pahala apa-apa. Sebaliknya
Allah subhanahu wa taala mengampuni
semua dosa pemabuk yang mengikutimu dari
belakang itu. Jadi mulai saat ini antara
sahabatmu dan pemabuk itu sama-sama
berjalan dari titik titik nol. Hadirin,
inilah pentingnya sifat ee merasa
dirinya tidak bisa apa-apa, merasa
dirinya
rendah. Karena kenapa? Ujub, ujub atau
merasa diri lebih baik daripada yang
lain itu adalah termasuk di antara
penyakit yang berbahaya yang bisa
menghapuskan amalamal saleh. Nauzubillah
minzalik. Hadirin hadirat
rahimakumullah. Demikian ee sedikit
kajian atau tema yang bisa kami
sampaikan pada siang hari ini.
Ada beberapa waktu mungkin ada yang
ingin bertanya? Monggo.
Ah, monggo, Pak. Monggo.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Matur
nuwun atas ilmu-ilmu yang diberikan pada
Sama-sama, Pak.
Ee, Pak Ustaz kalau melihat kehidupan
sekarang ini kan semakin sulit karena
persaingan
dan tidak luput mungkin dalam
penyelesaian hidup itu kita bermaksiat
pada Allah, mungkin juga melanggar
aturan-aturan agama. Namun saya juga
pernah mendengar bahwa itu dosa itu
adalah untuk gampang istigfar aja sudah
hilang. Nah, itu apakah benar seperti
ini atau mungkin
ini pemahaman yang keliru yang terus
berkembang karena tuntutan kehidupan
seperti kemudian yang kedua
tentang sahabat tadi
yang bisa menolong kita ketika kita
terpuruk di akhirat nanti. Apakah kalau
dalam praktiknya itu ada orang-orang
yang memang
bersahabat dengan para ulama? misalkan
apa itu ee mereka sering menyumbang ke
tempat pondok pesantren-pondok pesantren
yang akhirnya mereka menjadi sahabat
para kiai dan ulama seperti kemudian
yang ketiga
karena
inti yang kedua tadi apa pertanyaannya
Pak?
Artinya praktiknya memang banyak
orang-orang yang bersedekah kepada
masjid, kepada ulama lah. Karena ini
menjadi bagian yang penting, akhirnya
akan diingat para ulama, para kiai, oh
ini sahabat saya. Apakah nanti itu bisa
menolong menolong kita ketika di akhirat
kelak? Karena kalau ngapunten sahabat
kami ya mungkin ya banyak-banyak dosa.
Ngapunten. Ngapunten seperti itu.
Nggih.
Kemudian yang ketiga karena semua itu
sudah ditakdirkan dan dibutakan apakah
kita harus memahami bahwa seseorang itu
oh tingkah lakunya seperti itu ya itu
memangnya seperti
apakah kita harus menghindari dari
perbuatan-perbuatan seperti itu? Karena
kita tidak dilakukan seperti mungkin
itu.
Matur nuwun. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kalau ditakdirkan sebagai
ahli neraka berarti kan
amalannya seperti itu ya. Saya itu sudah
takdir gitu, Pak. Nggih. Nggih.
Apa tadi? Nggih. Sampai lupa kulo sing
pertama tadi.
Istigfar.
Istigfar. Ah. Nggih.
Ee terkait dosa itu seperti ini, Pak.
Mayoritas ulama ahlusunah wal jamaah
membagi dosa menjadi dosa besar dan
kecil.
Dosa besar itu kalau dalam terminologi
hadis disebut dengan al-kabair.
Atau ada lagi hadis yang secara khusus
itu Nabi menyebut asab'ul mubiqah atau
tujuh dosa yang membinasakan.
termasuk di antara dosa besar
ya mungkin itu banyak sekali sebenarnya
ee apakah terbatas bilangannya?
Wallahualam ngih. Ada beberapa ulama
yang menulis tema ini. Di antaranya
ee adalah ee Al Imam Alhafid Azzahabi.
Kemudian ada lagi al Imam Ibnu Hajar
al-Haitami niku menulis kitab-kitab yang
membahas tentang dosa besar.
Dosa besar itu
adalah dosa yang ketika Allah melarang
untuk melakukan dosa itu seringki
disertai dengan ancaman-ancaman.
Ancaman dosanya sebesar ini. Kemudian
Allah betul-betul menampakkan
kemarahannya melalui ayat ataupun
hadis-hadisnya Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Apakah dosa besar itu
bisa dibatasi, Ustaz? Ee setahu kulo
para ulama tidak menentukan bilangannya.
Hanya saja mungkin puluhan mungkin
puluhan.
Di antara dosa yang terbesar adalah ya
jelas menyekutukan Allah ngih karena
sudah ber ee berefek keluarnya seseorang
itu dari agama. Ada dosa besar lagi
membunuh, berzina, mencuri,
ataupun kemudian durhaka kepada orang
tua, memutus hubungan silaturahim. Dan
ada banyak lagi, Pak, dosa besar para
ulama ee memberikan ee SOP. SOP niki
bukan karangan ulama nggih. SOP-nya dari
Nabi Muhammad.
Dosa besar ini cara pertaubatannya satu
harus berhenti.
Satu harus berhenti.
Yang kedua,
berjanji kepada Allah tidak akan
mengulangi dosa itu.
Yang ketiga, ya tentu dengan pertobatan,
istigfar dan sebagainya tadi.
Kalau itu tidak dilakukan, maka dosa itu
tidak akan diampuni. Contoh ngeten,
ee
ada seorang
anak durhaka kepada orang tua.
Kemudian setelah dia membentak orang
tua, memukul orang tua,
dia kemudian
menyesal dan ingin bertobat kepada
Allah. Kalau tobatnya hanya sekedar
istigfar, tidak akan diampuni, Pak.
TBAT yang pertama adalah dengan meminta
maaf, minta rida kepada orang tua
terlebih dahulu. Karena dalam konteks
itu ampunan Allah digantungkan dengan
ampunan orang tua ya.
Atau mungkin
dosa
ee syirik katakanlah ya tidak akan
diampuni kecuali setelah keluar dari
kesyirikan itu
ya. Setelah Islam kemudian murtad.
Apakah kemudian di bisa diampuni oleh
Allah? Bisa masuk kalau masuk Islam
lagi. Jadi dosa besar itu seperti itu.
Tentang kriteria ee SOP pertaubatannya
dosa itu ee yang pernah dilakukan harus
berhenti terlebih dahulu. Kalau
berkaitan dengan haqqul adami, haqqul
adami ya harus dikembalikan dulu.
Kulo ngapunten saya mencuri uangnya Pak
Shihin katakanlah ee R juta
du tak entekno kemudian saya minta maaf
kepada Pak Salihin kalau beliau
meridakan ya ya bisa diampuni kalau tapi
kalau beliau ya gak kembalikan dulu uang
saya yang R juta itu ya jenengan akan
mendapatkan ampunan oleh Allah saya akan
diampuni oleh Allah kalau saya
mengembalikan uang saya yang R00 juta
itu kepada yang saya curi dari Pak Pak
Shihin. Karena haqqul adami itu harus
tetap di dikembalikan.
Niki dosa besar nggih. Atau ada seorang
yang sering berzina.
Setelah berzina katakanlah setiap hari
zina, Pak. Sabtu zina, Minggu zina.
Seumpomo Sabtu zina, Minggu zina,
Senin kemudian mengaku bertobat kepada
Allah, istigfar kepada Allah tapi rebo
zina maning lah. Ini dosa yang
sebelumnya tidak diampuni oleh Allah.
Karena kenapa? SOP pertaubatan daripada
dosa besar itu harus janji berhenti
daripada melakukan dosa. Itu niki Pak
dosa besar.
Kalau dalam bahasa Al-Qur'an dosa besar
itu disebut al-kabair.
Kalau dosa kecil itu disebut assayiat.
Dosa kecil itulah yang kemudian ee
sistem pertaubatannya mudah ya. Cukup
dengan istigfar. Saya cerita, Pak. Nggi
cerita pada masa Nabi ada seorang
sahabat.
Sahabat ini
pernah di suatu tempat melihat wanita
cantik
karena dia terkagum-kagum mungkin
nafsunya saat itu bergejola.
Akhire wong wedok niku kemudian dicium
sama dia. Dicium kemudian lari, Pak.
Dia setelah melakukan dosa itu,
dia kemudian menyesal.
menyesal bertobat kepada Allah. Tidak
hanya itu, kemudian dia ikut salat
berjamaah bersama Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Setelah dia
salat jemaah bersama Nabi, sahabat ini
kemudian dia mengaduh kepada Nabi, "Ya
Rasul, sungguh saya tadi telah melakukan
dosa besar, ya Rasulullah."
Dosa besar apa? Pokoke dosa besar, ya
Rasulullah.
Ya. Iya. Dosa besar apa? Apa yang telah
engkau lakukan sehingga engkau berkata
seperti itu kepadaku? Kata Nabi, "Ya
Rasul, saya tadi pagi telah mencium
seorang wanita yang bukan mahram saya."
Nabi kemudian tersenyum, "Pak, ini nak
ndak untuk ditiru loh ng jenengan wonten
kantor ono ee temannya cantik dicium."
Bukan itu maksud saya, Pak. Ini cerita.
Kemudian Nabi tersenyum. Nabi bertanya,
"Engkau tadi ikut salat berjamaah
bersamaku gak?" "Iya, ya, Rasul. Saya
ikut berjalan bersamamu. Nabi saat itu
kemudian turun ayat innal hasanati
yudhibn sayiat akhir surat Hud. Allah
mengatakan sesungguhnya
kebaikan-kebaikan itu menghapus
dosa-dosa. Ditafsirkan oleh para ulama
dosa-dosa kecil. Maka kalau dosa kecil
pahalanya b ee penghapus pahalanya bisa
dengan banyak hal. dengan selawat bisa
dengan kemudian
ee istigfar bisa dengan jenengan salat
jemah bisa dengan bersedekah bisa cara
menghapus dosa kecil itu banyak cara
Pak. Cuma seperti ini, Pak. orang itu
ketika melakukan dosa. Makanya tadi saya
sampaikan pandangan seorang ulama besar,
seorang ulama yang diakui di dunia Islam
namanya As Syekh Said Ramadan Albuti.
Beliau membagi kemaksiatan itu ke dalam
dua hal. Maksudnya sikap seseorang dalam
melakukan maksiat itu ke dalam dua hal.
Yang pertama ada orang itu maksiat
karena dia kalah melawan nafsu. Sudah
berusaha untuk menahan nafsu tapi
ujung-ujungnya kalah juga. Ng akhirnya
kemudian dia bermaksiat kepada Allah.
Saya sampaikan lebih khusus maksiat
kecil ngih.
Jenengan keluar dari rumah menuju kantor
BBS SDM ketok wong wedok ayu nggih roke
mendukur nggih ketok pupune seumpomo.
Ya Allah iku kok ngono sih.
Astagfirullahaladim
engkok gek belok maning ketok ngono
maning. Dadine subhanallah.
Engko akhire ketok seperti itu lagi.
Alhamdulillah. Ini contoh Pak. Contoh
Pak nggih. Tidak untuk dilakukan.
Kita tahu setelah melakukan itu, "Ya
Allah, saya telah melakukan dosa."
Menyesal, Pak. Lah tandanya orang baik
itu ketika dia telah melakukan dosa, ada
penyesalan di dalam hati. Ya Allah,
maafkan saya, Ya Allah, karena saya
telah khilaf, saya telah lalai, saya
tahu itu adalah sesuatu yang engkau
larang, tetapi saya masih tetap
melakukannya. Aku beristigfar kepad-amu
ya Allah. Astagfirullahalazim.
astagfirullahalazim
Allahumma sholli ala Muhammad Allahumma
seperti itu. Maka insyaallah itu akan
diampuni dosa yang pertama tadi. Nanti
juga demikian sudah berusaha melawan
nafsu kalah lagi masih maksiat kecil
lagi. Dan ngapunten niki setiap hari kan
kulo panjenengan seperti ini, Pak.
Nggih. Kita sering bermaksiat, maksiat
kecil tetapi kemudian kita menyesal kita
istigfar. Kita menyesal istigfar.
Kemudian kalah lagi dengan nafsu.
Setelah bermaksiat istigfar lagi.
Tetapi bukan untuk disiasati. Oalah tase
diampuni oleh Allah. K tak maksiat
maning lah niku mboten angsal nek ngoten
niku. Ini arti artinya tidak boleh
dibuat mainan kaidah-kaidah agama
seperti ini. Kalau nanti kulo atau
jenengan bermaksiat setelah kita kalah
melawan nafsu kita kemudian melihat
hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Kita
mungkin mengatakan hal-hal yang dilarang
oleh Allah. Kita mendengar hal-hal yang
diharamkan oleh Allah.
Kemudian kita menyesal bertobat lagi.
Kemudian ada bujukan ke situ lagi. Ada
godaan lagi. Kita berusaha melawan kalah
lagi lah. Saat itu kemudian kita
bertobat kepada Allah lah. Itu
gak apa-apa, Pak. Karena itu masuk dalam
kategori e alinsan mahallul kha wisyan.
Nggih. Manusia itu tempat salah dan
lupa. Sebaik-baik orang yang bersalah
kata Nabi Muhammad adalah dia yang
bertobat kepada kepada Allah. Ini jenis
maksiat yang pertama. Maksiat karena
kekalahan melawan nafsu. Tapi sudah
berusaha tapi masih kalah. Ada maksiat
jenis yang kedua ini yang tercel.
Maksiat karena meremehkan. Nah, niki
bedo, Pak. Mi jenengan maksiat yang
pertama tadi maksiat karena kekalahan
melawan nafsu. Sudah berusaha melawan
kalah, berusaha melawan kalah, berusaha
melawan kalah. Solusi mendapatkan
ampunan Allah dengan taubat, dengan
istigfar, selawat, salat jemah atau
ibadah-ibadah yang lain. Tapi ada jenis
maksiat yang kedua, maksiat yang
dilakukan karena meremehkan.
Maka maksiat yang kedua ini itu
berat sekali dalam pandangan Allah
Subhanahu wa taala. Contoh dijak salat
enggak salat tapi kemudian alah tasih
gak penting lah salat jungkangjungkong
jungkangjungkong koy penting halah ini
bahaya Pak karena kenapa maksiat jenis
yang pertama mudah sadar maksiat jenis
yang kedua dia tahu itu dosa tetap dia
lakuk dia remehkan padahal perintah
untuk menjauhi itu adalah perintah Allah
maka meremeh kan ibadah sama dengan
meremehkan Allah subhanahu wa taala.
Maka maksiat jenis yang kedua tidak
hanya sulit diobatinya. Maksiat jenis
yang kedua ini bisa mengeluarkan orang
dari Islam. Pakunten.
Kami sering ditanya, "Ustaz, ada orang
itu
nak salat." Itu dosa ya, Ustaz? Iya, itu
dosa besar. Mboten salat 5 waktu itu
dosa besar. Bagaimana hukumnya orang
yang meninggalkan salat dibagi menjadi
dua. Kalau dia masih percaya bahwa salat
itu wajib, kemudian dia kalah dengan
nafsunya, kalah dengan kemalasannya,
maka dosa itu hanya sebatas menjadi dosa
besar. Tetapi kalau dia sudah tahu,
sudah disampaikan kepada dirinya kalau
salat itu wajib, dia kemudian meremehkan
bahkan mengingkari, yang kedua ini bisa
mengeluarkan orang dari Islam, Pak.
Karena kenapa? Salat itu termasuk ajaran
agama yang sifatnya alma minaddin
bidarurah. Yang mana kewajibannya itu
diketahui semua orang.
Baik alim atau orang yang awam. Semua
orang itu tahu akan kewajiban salat.
Ngoten, Pak. Nggih. Jadi, saya bagi tadi
dosa menjadi dosa kecil dan besar dan
mekanisme pertaubatannya juga. Yang
kedua, para ulama ee membagi dua
terhadap sikap orang yang bermaksiat
kepada Allah. Yang pertama karena
kekalahan melawan nafsu dan kemudian dia
menyesal bertaubat kepada Allah. Ini
meskipun terjatuh berkali-kali akan
diampuni oleh Allah. Yang kedua, orang
bermaksiat karena meremehkan dan bahkan
mengingkari. Niki yang efeknya berat,
sulit diobati, bahkan dalam satu titik
dia bisa keluar dari agama agama Islam.
Ngoten, Pak. Nggih. Kemudian yang kedua
tadi sok
ada beberapa ee contoh
yang disampaikan oleh panjenengan tadi.
Ada seorang mungkin pejabat dekat dengan
para ulama. Apakah seperti itu? ee apa
namanya? Termasuk di antara orang-orang
yang masuk dalam sabda hadis Nabi
Muhammad yang diriwayatkan oleh sahabat
Abu Said Al-Khudri tadi. Dia bisa
mendapatkan syafaat. Kalau dekatnya itu
dekat karena memang bertujuan ingin
menjadi baik, dekatnya itu karena Allah.
Iya. Maka itu termasuk
beda lagi. Dekatnya karena ada
kepentingan, Pak.
dekat dengan kiai nyumbang agar dia
dipilih menjadi
bupati, menjadi walikota. Engek wis dadi
bupati wis lali wisun ngoten. Kalau
memang kedekatan itu betul karena Allah,
dekat karena ingin berjuang, ingin
membantu perjuangan ulama tersebut di
dalam mensyiarkan agama Allah, maka akan
masuk dalam kategori hadis tadi. Tapi
kalau dekatnya hanya sebatas dekat
karena kepentingan ya wallahuam bawaban.
Terus yang ketiga tadi apa pak?
Orang yang
tidak baik itu sudah takdirnya. Nah,
oke.
Begini, Pak.
Apakah orang itu baik
atau buruk, ahli surga atau ahli neraka
itu sudah ditentukan oleh Allah? Iya.
itu masuk dalam bab keimanan di dalam
takdir. Rukun iman niku kan nopo wonten
pinten? Enam, Pak. Nggih. Allah,
malaikat, rasul, kitab. Dan di antaranya
yang terakhir adalah percaya kepada hari
kiamat dan qada dan qadar. Termasuk di
antara bab qada dan qadar ini adalah
percaya terhadap takdir-takdir yang
telah disebutkan nasnya secara saleh
dalam Al-Qur'an ataupun sunah-sunah Nabi
Muhammad. Di antara sunahnya Nabi
Muhammad adalah menyebutkan tentang
takdir Allah kepada sebagian hamb-Nya.
Ada yang menjadi ahli surga, ada yang
menjadi ahli neraka. Ngapunten kulo
panjenengan ini sebagai ahli surga atau
ahli neraka itu sudah ada catatannya.
Loh, Ustaz, kalau begitu kenapa kita
beramal?
Kalau kita memang sudah ditakdirkan
sebagai ahli surga, kenapa kita beramal?
Kalau kita memang sudah ditakdirkan
menjadi ahli neraka, kenapa kita
beramal? Hadirin? Takdir ahli surga atau
ahli neraka itu satu hal. Beramal itu
adalah satu hal yang lain.
Kita beramal karena memang kita
diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa
taala untuk beramal. Dan ngapunten,
seseorang tidak diperkenankan membahas
terlalu dalam tentang hakikat, tentang
takdir baik dan buruk tadi. Karena apa?
Itu bisa menjauhkan kita dari Allah
Subhanahu wa taala. Kalau kita saat ini
ngapunten kulo panjenengan sudah
ditakdir berislam, sudah ditakdir iman,
kita saat ini sudah ditakdir salat, kita
sudah ditakdir melakukan
kebaikan-kebaikan. Husnudan saja, Pak,
kita termasuk ahli ahli sur ahli surga.
Karena kenapa? Kata Nabi Muhammad,
"I'mu, berbuat kebaik. Berbuat
kebaikanlah kalian. Fakullun muyassarun
lima kuliq." Karena setiap orang itu
akan dimudahkan oleh Allah untuk menuju
takdirnya. Kalau kita ditakdir menjadi
ahli surga saat ini kalau panjenengan
hadir di masjid ini, kita salat, kita
zakat, kita beriman kepada Allah, kita
cinta kepada Nabi Muhammad, husnudan
kita termasuk di antara apa namanya?
Orang-orang yang ditakdirkan oleh Allah
mendapatkan surga Allah. Amin. Amin.
Allahuma amin. Ngoten, Pak. Nggih.
Takdir satu hal, berbuat kebaikan satu
hal yang lain.
Ngoten, Pak. Ada yang tanyakan lagi
pembahasan tentang takdir niki, Pak.
Kemudian perbuatan manusia itu masuk
dalam kajian ilmu akidah, Pak. Nggih.
Sakjane kulo ingin membahas tapi nanti
malah terlalu panjang nanti. Nggih.
Ngoten hadirin hadirat rahimakumullah.
Jika tidak ada yang bertanya, mari kita
tutup kajian ini dengan berdoa kepada
Allah. Kita berdoa semoga apa yang kita
kaji, apa yang kita pelajari, ayat
Al-Qur'an yang kita tadaburi pada siang
hari ini, semoga kita semua dimudahkan
oleh Allah untuk mengamalkannya.
Kita dimudahkan oleh Allah untuk menjadi
seorang insan kamil, orang yang saleh.
Dan kita termasuk orang-orang yang
ditakdirkan oleh Allah dengan takdir
baik menjadi ahli surga, berkumpul
bersama Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Amin. Amin. Allahumma amin.
Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
sayyidina Muhammad. Allahumma ya Allah
yassir wala tuassir yassir lana umur
maqidana. Allahumma ain alaikrikaukrika
wa husna ibadatik. Rabbana atina fid
dunya hasanah wafil akhirati hasanat
waqinaabanar. Walhamdulillahi rabbil
alamin. Atas segala kekurangannya kaula
mohon maaf yang benar dari Allah yang
salah murni kebodohan kami secara
pribadi. Walu minkum. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Terima kasih. Demikianlah tadi kajian
ASN Mengaji Sari 11 yang disampaikan
oleh Ustaz Husni Mubarok Alhafid. Semoga
kita dapat meneladani Nabi Allah
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
untuk menjadi insan kamil. Kurang
lebihnya kami mohon maaf. Akhirul kalam
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
[Tepuk tangan]