Transcript
bB0NpUDVN7c • ASN Mengaji Seri 11 | 2025 - Tafsir Al-Jalalain (Eps. 02)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0242_bB0NpUDVN7c.txt
Kind: captions Language: id wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi wa ma waalah. Amma ba'du. Yang kami hormati Ustaz Husni Mubarok alhafid. Yang kami hormati para jemaah salat zuhur Masjid Al-Huda. Yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala atas berkat rahmat, taufik, dan hidayah-Nya pada kesempatan siang hari ini kita dapat mengikuti salat zuhur berjamaah sekaligus dilanjutkan dengan kajian ASN mengaji dengan tema kajian kitab tafsir Jalalain. Kedua kalinya selawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang telah memberi bimbingan tuntunan kepada kita semua berupa addinul Islam. Para jemaah yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan siang hari ini, ASN Mengaji Seri ke-11 dengan tema kajian kitab Tafsir Jalalain yang akan disampaikan oleh Ustaz Husni Mubarok Alhafid. Kepada beliaunya kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Alhamdulillahi wa kafa wasalatu wassalamu ala rasulihil mustofa. Waa alihi wa ashabihi ahli sidqi walfa. Qolu subhanaka la ilma lana illa ma alamtana innaka antal alimul hakim. Amma ba'du. Yang sangat kami muliakan Bapak Pimpinan BPSDM Jawa Timur serta seluruh pegawai dari kantor BBSDM Jawa Timur ini yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah. juga para pemirsa yang menyaksikan kajian ini secara virtual yang juga semoga senantiasa dijaga dan dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Alhamdulillah kita kembali bertemu di dalam majelis kajian tafsir Al-Qur'an tafsirul Jalalin ini dalam keadaan sehat walafiat. Tadi kita telah memulai dengan salat zuhur secara berjamaah. Kemudian kita sambung dengan kajian tafsir Al-Qur'an, tadabur Al-Qur'an yang mana ngaji tafsir, ngaji Al-Qur'an, mentadaburi Al-Qur'an itu ternyata adalah kajian-kajian yang hidup di perkotaan. Ini adalah sesuatu yang membanggakan, Pak. Kalau dulu orang ngaji tafsir itu di pesantren atau di surau-surau, tetapi yang luar biasa dari kota Surabaya ini atau Jawa Timur secara umum yang mana gubernur, walikota, bupati atau pimpinan daripada lembaga-lembaga pemerintahan adalah orang-orang yang religius, orang-orang yang cinta kepada agama dan itu merupakan sesuatu yang menyenangkan kita semua. Semoga kita semua terutama Bapak Ibu sekalian, semua keluarga besar dari BPSDM Jawa Timur senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah, urusannya dimudahkan oleh Allah dan kita semua termasuk tercatat sebagai orang-orang yang cinta Al-Qur'an, cinta Nabi Muhammad, dan kelak ditakdirkan mendapatkan syafaat Al-Qur'an. Amin. Amin. Allahumma amin. Hadirin hadirat rahimakumullah. Bapak, Ibu sekalian yang sangat saya muliakan. Ee di bab pertemuan sebelumnya kita telah membahas tentang tema tafsir tazkiah atau yang lebih fokus, lebih khusus membahas tentang insan kamil. Insan kamil itu adalah manusia yang sempurna. Manusia yang sempurna dalam arti yang sebenarnya itu hanyalah para nabi dan para rasul. Lah apakah kita sebagai umat Nabi Muhammad bisa menjadi manusia yang sempurna seperti Nabi? Kalau seperti Nabi tidak bisa, Pak. Karena Nabi selain sebagai seorang manusia, beliau diangkat sebagai seorang nabi dan rasul. Kalau kita sampai jenengan ibadah 100 tahun, gak akan bisa jadi nabi, Pak. Nggih jenengan nang guo 100 tahun salat tok enggak akan jadi nabi karena kenabian sudah tertutup dan kenabian itu tidak bisa didapatkan dengan usaha-usaha seperti itu. Kenabian adalah anugerah Allah Subhanahu wa taala. Tetapi kita bisa menjadi manusia yang sempurna dalam tanda kutip sebagai umatnya Nabi Muhammad. Umat Nabi Muhammad yang sempurna adalah mereka yang di dalam Al-Qur'an itu disebut sebagai shihin. Shihin orang-orang yang saleh bukan sholikin. Pak nek shikin niku enggih tonggo panjenengan nek sholikin ngih wonten nggih ngapun. Oh, ngapunten Pak Shihin ngih. Saya sampai lupa. Padahal setiap hari WA ngapunten. Guyon, Pak. Nggih. Guyon. Dalam Al-Qur'an manusia yang sempurna itu disebut shihin atau disebut sebagai qonitin. Banyak sekali, Pak, sebutan-sebutan dalam Al-Qur'an yang mana terma-terma terminologi-terminologi tersebut itu adalah bagian yang kemudian kita sebut sebagai insan kamil. Insan kamil di beberapa minggu yang lalu kita sampaikan seorang itu bisa menjadi seorang yang saleh, bisa menjadi seorang yang muttaqin, seorang yang bertakwa. Tidak harus itu ulama mboten tidak harus itu ee profesor dalam bidang agama gak. Allah memberikan kesempatan kepada semua orang. Bidang apapun yang Anda pilih, Anda sebagai pegawaikah, sebagai karyawankah, sebagai stafkah, sebagai direkturkah, sebagai komisaris ataupun apapun yang panjenengan pilih dalam menjalani kehidupan Anda semuanya bisa menjadi insan kamil atau orang-orang yang saleh. Nggih, jenengan sebagai direktur atau pimpinan bisa menjadi orang yang saleh. Karena kenapa? Allah memberikan kesempatan setara kepada semua hamba-hambnya. Dan profesi masing-masing profesi yang berbeda-beda yang dipilih oleh seorang hamba-hamba di antara hamba Allah adalah juga merupakan ketetapan atau sunah dari Allah subhanahu wa taala. Hadirin, di pertemuan sebelumnya kita telah membahas kunci menjadi seorang insan kamil atau orang yang saleh. Niku nopo? Ada yang masih ingat, Pak? Masih ingat dong boten. Yang pertama adalah taubat, Pak. Nggih. Kalau kita masih merasa berdosa, setiap hari berdosa, taubat. Ustaz, saya ini pagi tbatigfar metu teko omah berjalan menuju kantor BPSDM. Ketok wong wedok ayu, Ustaz. didelok iku doso gak didelok eman akhire kita lihat ustaz ketemu sekali astagfirullah nanti ketemu lagi astagfirullah ketemu tiga kali subhanallah ngoten alhamdulillah seperti itu. Bagaimana, Ustaz? Gak apa-apa tobat, Pak. Bukan gak apa-apa maksiatnya, Pak. Nggih. Kalau maksiat dosa. Tapi karena kita masih sebagai orang yang berproses menuju orang yang baik, maka kita juga bukan nabi, bukan wali, bukan ulama. Jatuh iya. Sering jatuh? Iya. Tetapi kalau Anda lah niki nasihat guru kulo, kalau engkau bermaksiat tujuh kali, bertobatlah pan kali. Bahkan kata ulama, seandainya dalam satu hari engkau bermaksiat kepada Allah 100 kali, bertaubatlah lebih dari 100 kali, maka Allah tidak akan pernah bosan menerima taubat hambanya itu sampai si hamba sendiri yang bosan dalam bertobat kepada Allah. Nggih. Tapi nggih mboten saget diremehaken Pak, nggih. Mboten saget diremen. Walah. Tas Gusti Allah iku maha pengampun kok aku tak maksiat lah. Mboten asal ngoten jadi orang itu maksiat pak kata As Syekh Said Ramadan Albuti, orang maksiat itu ada dua. Yang pertama maksiat karena lemahnya dirinya dalam menghadapi nafsu. Setelah dia bermaksiat, dia menyesal bertobat. itu orang yang luar biasa, orang yang terpuji. Nah, orang yang jenis pertama ini kata Allah, kenapa kok kemudian dunia ini diciptakan ada yang taat, ada yang maksiat? Karena Allah itu suka mendengar pertaubatan hambanya yang telah bermaksiat. Allah suka mendengar istigfar hambanya. Bahkan wonten hadis qudsi, Pak. Seandainya sak duno niki apik kabeh maka Allah akan membinasakan dunia ini. Lalu Allah akan mengganti dengan dunia yang lain di dalamnya terisi orang yang taat dan ahli maksiat. Dan ahli maksiat itulah yang bertaubat kepada Allah. Jadi langkah pert e jenis orang yang bermaksiat yang yang kedua. Nah, niki yang sangat dicela oleh Islam, sangat dicelah oleh syariat. Maksiat karena sombong, maksiat karena ingkar atau sombong kepada Allah Subhanahu wa taala. Dikongkon salat, dikatakan nak salat itu dosa besar. Alah tasus gak penting lah. Nah iki bedo lagi. Wong ndak salat karena dia malas karena kalah dengan nafsunya dengan orang yang tidak salat karena sombong kepada Allah. Meremehkan salat. Nah, itu beda-beda, Pak. Kalau yang pertama tadi yang kalau kemudian dia mau beristigfar, mau bertobat, dia terpuji. Tetapi kalau orang bermaksiat kepada Allah karena angkuh, karena congkak, karena sombong kepada Allah Subhanahu wa taala, maka orang ini adalah orang yang sulit diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala. Jadi kunci menjadi orang yang insan kamil yang pertama di bulan di pertemuan sebelumnya adalah mau bertaubat kepada Allah. Seburuk apapun kita, sebanyak apapun maksiat yang kita lakukan, jangan pernah berputus asa daripada rahmat Allah. Ketika Anda bermaksiat, kembali Anda tutup dengan taubat. Kemudian langkah kedua di pertemuan sebelumnya adalah mujahadah, Pak. Bersungguh-sungguh di dalam bertaubat kepada Allah. Bersungguh-sungguh di dalam menjadi orang baik. Bersungguh-sungguh agar kita termasuk orang yang saleh. Bersungguh-sungguh agar kita termasuk orang ee agar kita bisa menjadi insan kamil. Profesi apapun, Pak, nek panjenengan iku malas, enggak sungguh-sungguh mendapatkan hal itu, maka Anda akan gagal. Demikian juga kalau Anda ingin menjadi manusia yang baik, manusia yang saleh, tetapi Anda hanya di batin mawun, gak ada gerakan untuk menuju itu, maka Anda akan gagal. Maka saya sampaikan profesi apapun yang kita jalani atau seburuk apapun masa lalu kita, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Berusaha menjadi orang baik, tidak hanya mengangan-angan agar menjadi orang baik, juga ada usaha untuk mewujudkan hal itu. Kalau Anda berusaha untuk itu, insyaallah akan ditolong oleh Allah subhanahu wa taala. Kemudian yang ketiga di pertemuan sebelumnya apa, Pak? Zikir dan doa. Zikir dan doa tentang keutamaan zikir sudah saya sampaikan di pertemuan sebelumnya. Nanti bisa diputar lagi. Dan niki yang keempat yang akan kita kaji dalam pertemuan kali ini cara untuk menjadi insan kamil, manusia yang baik, seorang yang saleh, pengusaha yang saleh, pejabat yang saleh, karyawan yang saleh, staf yang baik. Caranya apa? Caranya adalah dengan memilih teman yang juga punya mimpi dan orientasi yang sama. Ini disebutkan dalam Al-Qur'an surah Assf ayat 21 sampai 23, terutama ayat 23. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Innallaha yuhibbulladzina yuqatiluna fi sabilih shoffan kaannahum bunyanum marsus." Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala begitu mencintai seorang hamba yang berperang, seorang hamba yang berjihad. Mereka berkelompok dengan rapi. Seolah-olah mereka adalah bangunan-bangunan yang kokoh. Pak, rumah itu tidak akan menjadi rumah kalau tidak ada saling menguatkan antar tiang dengan dasar yang kuat, batu batah, dan kemudian ditutup dengan genteng. Mungkin apa mboten? Rumah tidak akan menjadi rumah kecuali diformul formulakan dengan bahan-bahan yang telah kami sebutkan tadi. Demikian juga, Pak, orang manusia ketika dia punya impian, punya harapan untuk menjadi manusia yang baik, manusia yang saleh, atau dalam bahasa kita adalah insan kamil, itu semua akan sulit diwujudkan kecuali punya teman, partner dalam mimpi atau orientasi yang sama. Inilah makna sabda Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kata beliau, "Almar'u ala dini kholilih." Orang kualitas seseorang itu ditentukan siapa temannya. Kami sering menasihatkan di pondok kepada santri-santri dengan nasihat yang terus kami ulang-ulang. Nasihat itu adalah silakan kalian berteman dengan siapa saja. Tetapi kalau bersahabat, pilih sahabat yang betul-betul kalian sama-sama ingin menjadi orang baik. Kula panjenengan boleh bertan berteman dengan siapapun, Pak. Nggih. Berteman dengan ee staf, sama-sama staf. berteman dengan orang-orang yang ada di ee jalan mungkin sopir, tukang becak, siapapun boleh berteman dengan kita. Karena kaidah sosialnya jangan pilih-pilih teman, Pak. Tetapi kalau sahabat adalah orang yang harus betul-betul kita selektif, jenengan bersahabat dengan orang yang itu tidak takut dengan Allah, sering bermaksiat. minum-minuman keras atau tidak pernah salat. Setiap hari bersahabat dengan itu, akhirnya ujung-ujungnya ka katut. Almaru aladini kholilih. Kualitas seseorang itu ditentukan seberapa kualitas sahabatnya. Kualitas seseorang kata Nabi Muhammad ditentukan oleh kualitas sahabatnya. Bahkan ngapunten meskipun kita ini belum baik, kalau bersahabat harus pilih yang baik, Pak. Harus pilih orang yang levelnya level spiritualnya harus lebih baik dari kita. Kenapa kemudian kita di dalam berproses menuju insan kamil, di dalam berproses menuju atau menjadi manusia yang baik harus punya partner? Setidaknya dijawab oleh para ulama. Yang pertama bahwa kebersamaan itu adalah sesuatu yang sangat dicintai oleh Allah. Allah niku lebih remen orang yang salat berdua berjamaah daripada orang yang salat sendirian. Enggoten. Bahkan jenengan salat sendiri khusyuk sekalipun, khusyuk sekalipun maka pahalanya akan tetap maksimal satu. Tapi kalau berdua itu dalam terminologi fikih sudah disebut dengan salat jemah. salat jemah termasuk di antara kelebihan salat jemah itu adalah bisa menambal satu sama lain. Ngapunten imame khusyuk, makmumnya enggak khusyuk itu tetap sama-sama mendapatkan pahala 25 atau 27. Kebersamaan itu adalah sesuatu yang dicintai oleh Allah. Seperti disebut dalam ayat ini tadi dalam surat Assf. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang. Ini maknanya tidak hanya berperang secara fisik, berperang dalam arti rohani, berperang melawan hawa nafsu itu juga berperang kata Nabi Muhammad. Bahkan itu disebut sebagai jihad terbesar itu melawan hawa nafsu. Sesungguhnya Allah suka cinta terhadap orang-orang yang berjihad melawan hawa nafsu yang mana di dalam melakukannya itu mereka melakukannya secara bersama-sama seolah seolah-olah mereka adalah bangunan yang kokoh. Maka sekali lagi, Pak. Kalau ingin menjadi orang baik, cari yang ingin sama teman atau sahabat yang sama-sama ingin menjadi orang baik. Kata para ulama, almusafiru wahdah laisa kalnain. Alnani yasyuddu ba'duhuma ba'don. Seseorang yang bepergian berdua eh atau sendiri itu berbeda dengan bepergian berdua. Artinya apa? Lebih aman bepergian itu dilakukan oleh dua orang. Lebih aman lagi tiga orang, empat orang. Semakin banyak akan semakin aman. Karena kenapa? Kalau orang bepergian, kalau sendiri dia kehabisan bekal, maka dia akan kebingungan. Loh, Ustaz S niki kan wonten ATM. Bukan itu maksud saya, Pak. Nggih. Niki maksudnya bepergian ee dalam keadaan kita ee seperti kebergian zaman dulu. Kalau berdua maka mungkin satu kehabisan bekal maka akan ditolong temannya. Sama Pak ketika atau dikiaskan oleh para ulama itu bahwa serigala itu hanya akan memakan domba atau kambing yang terpisah. Zaman dahulu mungkin masih ada menggembala kambing. Di halaman itu banyak kambing di tempat pergembalaan. Serigala itu hanya akan memakan domba-domba yang terpisah dari kelompoknya. Kalau domba-domba yang bersama-sama tentu tidak berani, maka karena kambing atau domba itu juga bisa melawan, Pak. Bisa menanduk. Demikian juga orang ketika berproses menjadi orang yang baik, menjadi orang yang saleh, maka sangat dianjurkan atau akan sangat membantu ketika itu dia dibersamai oleh seorang teman yang sama-sama ingin menjadi orang baik. Dalam hal apapun itu, Pak. Ngapunten jenengan ngaji nek mriki nek seandainya ijen gak koncone semangat no mboten malas, Pak. Nek wonten koncone apalagi ada aturan dari kantor kalau enggak ngaji akan mendapatkan sanksi ini seumpomo. Wah pasti semangat, Pak. Nek gak ngaji mungkin bayarane dipotong lah langsung semangat. meskipun itu awalnya dari paksaan nggih. Karena tadi fungsi daripada mempunyai partner dalam kebaikan adalah agar kita saling motivasi satu sama lain. Ada satu temannya yang kemudian lemah atau patah semangat disemangati oleh temannya. ada satunya lagi yang malas berangkat akan disemangati oleh hal apapun itu. Itulah kenapa kemudian Allah subhanahu wa taala menegaskan dalam ayat ini cinta kepada orang yang melakukan kebaikan bersama-sama yang mana mereka satu sama lain saling menguatkan. Kenapa kemudian harus bersama-sama? Jawaban yang kedua adalah ee jawaban yang kedua adalah bahwa kebersamaan di antara yang kita harapkan dari kebersamaan yang kita lakukan adalah agar sahabat kita di dunia itulah kelak yang akan menjadi sahabat kita di akhirat. Ngapunten, Pak. Jenengan berhubungan baik dengan siapapun, berteman baik dengan siapapun, pertemanan itu hanya akan bertahan di dunia. Enggih. Nap mboten jenengan duwe konco sesama ee apa namanya? petugas di BPSDM Jawa Timur ini berpartner dalam bisnis, berpartner dalam kerja, berpartner dalam tugas ataupun apapun itu semua hanya akan berakhir di dunia ini kecuali satu. Kecuali Anda melakukan itu semuanya karena Allah subhanahu wa taala. Maka disebutkan dalam Al-Qur'an, alakhilla yaumaidin ba'duhum li'din aduwun illal muttaqin. Sahabat persahabatan yang ada di dunia, sahabat dalam apapun, sahabat dalam kerja, sahabat dalam bisnis, sahabat dalam berpartai katakanlah atau sahabat di dalam melakukan aktivitas apapun itu semua hanya akan bertahan di dunia kecuali persahabatan yang dilakukan. atas dasar ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala yang juga kita harapkan agar persahabatan kita ketika kita lakukan di dunia ini itulah yang akan menjadi pemberi syafaat kita ketika kita nanti berada di akhirat. Ngapunten. Ada satu nasihat yang disampaikan oleh guru kami. Saya punya seorang guru namanya Habib Segaf namanya, Pak. Beliau di antara nasihat yang berkali-kali disampaikan kepada kami, beliau mengatakan, "Pandanglah temanmu, pandanglah sahabatmu sebagai seseorang yang berpotensi besar memberikan syafaat kepadamu kelak di akhirat. Pandanglah sahabatmu. Tentu sahabat dalam kebaikan, Pak. Ngandanglah sahabatmu dalam melakukan kebaikan. Seumpama jenengan sakiki wonten teng masjid niki punya teman AB, ada banyak orang di sini. Kita sama-sama hadir di majelis ini. Majelis ini adalah majelis kebaikan. Ngaji niki adalah ngaji kebaikan karena kita mentadaburi Al-Qur'an. Guru kami menasihatkan, "Pandanglah temanmu yang sama-sama melakukan kebaikan itu sebagai teman yang mungkin saja kelak mereka ditakdirkan oleh Allah sebagai pemberi syafaat kepadamu nanti di akhirat." Karena apa? Karena ada satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri. Hadis niki panjang tapi saya akan sampaikan ringkasannya. bahwa nanti orang ketika di akhirat, jadi nanti orang itu kan dibangkitkan dari kubur, Pak, nggih. Terus kemudian digiring ke mahsyar, digiring ke tempat hisab, amalnya ditimbang oleh Allah subhanahu wa taala. Kalau lebih berat kanan diterima dengan tangan kanan, berarti dia selamat masuk surga. Kalau diterima dengan tangan kiri berarti naudah min dalalik. Ada yang lebih buruk lagi diterima lewat punggung, Pak. Lah niku sejelek-jelek manusia. Setelah orang itu dihisab amalnya, dia kemudian digiring oleh Allah melewati jembatan sirat mustaqim. Jembatan siratul mustaqim. Wallahuam. Tapi ada yang ada riwayat yang menyebutkan bahwa jembatan itu tipis dan tajam. Tetapi meski demikian, orang siapa? Orang yang bisa melewati jembatan itu adalah ditentukan daripada amalnya ketika di dunia. Maka kata Nabi Muhammad ketika nanti melewati jembatan siratal mustaqim itu, Pak, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang seperti larinya kuda, ada yang jalannya merangka, ada yang jalannya biasa. Tetapi yang jelas daripada itu ketika semua umat manusia telah selesai melewati jembatan siratul mustaqim, ada sebagian di antaranya yang jatuh tidak bisa melewatinya sehingga dia terjatuh ke dalam api neraka. Nauzubillah min dalzalik. Hadirin, saat itu adalah saat yang persahabatan di dunia itu akan memberikan manfaat. Di antaranya, Pak, ada orang yang telah selesai melewati jembatan siratul mustaqim. Kemudian di hadapannya dia sudah berjumpa atau sudah menghadap ke pintu surga. Pintu surga sudah terbuka baginya. Ada orang yang kemudian disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad itu, Pak, ada satu di antara umatnya Nabi Muhammad, ada beberapa umatnya Nabi Muhammad yang saat itu mereka meskipun surga telah terbuka, pintu surga telah terbuka, dan mereka tinggal masuk saja saat itu mereka kemudian enggan. L niki tentang pentingnya persahabatan dalam kebaikan. Jadi bersahabat dalam kebaikan tidak hanya bermanfaat agar kita menjadi orang baik, menjadi insan kamil. Manfaat lainnya adalah bisa memberikan syafaat satu sama lain. Ada beberapa orang yang sudah berada di hadapan pintu surga. Surga sudah terbuka pintunya. Dia sudah melihat keindahan-keindahan yang ada di dalam surga itu. Orang ini kemudian menoleh kanan kiri. Aku kok gak ketok Pak Shihin aku rek ngoten. Padahal biyen sama-sama kita ngaji di Masjid Al-Huda ini sama-sama mengaji Al-Qur'an. Ngapunten Mbak Sihin nggih. Ngapunten. Niki perumpamaan mawon tapi insyaallah sing hadir mriki insyaallah masuk surga semua. Amin. Amin. Niki perumpamaan mawon. Padahal dahulu disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad itu, "Ya Rabb, sesungguhnya aku kok kulo niki kok mboten ningali teman-teman saya yang ada di dunia ini." Wakanu yasumuna ma'ana wausuna ma'ana watatasoddaquuna ma'ana waahujuna ma'ana. Ada disebutkan dalam riwayat itu, "Ya Allah, kulo niki kok mboten ketingal sahabat kulo. Padahal dahulu kami ketika di dunia sama-sama salat berjamaah di masjid. Nek kulo niki mboten semangat, sahabat saya itu yang memberikan semangat untuk bisa berjamaah dengan di masjid. Kalau sahabat saya itu lagi malas, kulo ajak teng masjid sehingga kita bisa bersama-sama salat di masjid. Usuna makna kami sama-sama salat di masjid. Wasumuna makna kami sama-sama puasa Ramadan. Pas sahur kita sahur bersama kemudian kita puasa bersama. Meskipun ya Allah puasa Ramadan itu berat ketika kemudian disertai dengan bekerja di kantor BPSDM seumpomo. Tapi kami tetap puasa Ramadan. Ya Allah, meskipun kami dapat tugas dari pimpinan, tugas menumpuk di kantor, tapi kami tetap mempertahankan puasa agar puasa kami tidak batal. Kemudian kami juga bersedekah bersama-sama. Kalau kemudian saudara kami tidak bersedekah, kami motivasi dia untuk bersedekah. Kemudian kami juga sama-sama umrah bersama-sama, kami haji juga bersama-sama. Tetapi saat ini, ya Rabb, sesungguhnya ketika aku sudah berada di hadapan surgamu, tetapi ternyata aku tidak bisa melihat sahabatku saat ini, itu berarti dia telah masuk ke dalam ke dalam neraka. Ya Allah, saya tidak akan masuk surga sampai sah sampai kemudian saya bisa masuk ke surga bersama dengan sahabat saya tersebut. Apa artinya? Dia memintakan syafaat kepada Allah untuk sahabatnya yang telah masuk surga tersebut. Sahabat dalam kebaikan, Pak. Nggih. Kalau sahabat tidak dalam kebaikan, dalam ee kebohongan, dalam korupsi, dalam apapun itu, ya jelas tidak bisa, Pak. Ini sahabat dalam kebaikan. Apa kemudian kata Allah Subhanahu wa taala? O ee orang yang memohon kepada Allah atau umatnya Nabi Muhammad yang memohon kepada Allah itu memohon dengan sebenarnya, Pak. Sampai kemudian kata Nabi Muhammad dalam hadis itu, beliau mengatakan tidak pernah ada seseorang yang memohon kepada Allah memohoni rada maksisan kecuali saat itu. Apa kemudian ee kata Nabi Muhammad? Allah kemudian mengabulkan doa orang yang bersujud kepadanya meminta syafaatnya kepada temannya tersebut. Apa kata Allah? Ya ibadi akhriju man aroftum. Baik, engkau masuklah ke dalam neraka. Keluarkan siapapun daripada sahabat-sahabat yang engkau kenal ketika engkau berada di dunia. Lah niki Pak pentinge bersa bersahabat. Hadirin hadirat rahimakumullah. Sudah berapa menit tadi, Pak? Nggih. Kita lanjutkan sedikit, Pak. Nggih. Ada orang itu yang sudah ditakdirkan oleh Allah menjadi orang baik. Tetapi kemudian ketika dia sudah menjadi orang baik, seringki seseorang itu tidak kuat derajat, tidak kuat pangkat. Sehingga kemudian ketika dia menjadi orang baik, kemudian dia kembali dijatuhkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Sebabnya apa, Pak? Sebabnya dua. Yang pertama adalah dia merasa bahwa ibadahnya ibadahnya itu karena kemampuan dirinya sendiri. Sehingga dia setelah ditakdirkan menjadi orang baik, dia menganggap rendah, menganggap remeh orang yang tidak baik. Dia ditakdirkan oleh Allah menjadi aktivis kajian majelis taklim. ditakdirkan oleh Allah dermawan, ditakdirkan oleh Allah bisa membaca Al-Qur'an dengan baik, ditakdirkan oleh Allah istiqamah salat jamak. Itu bagus. Tetapi seringkiali orang itu ketika sampai fase ini jatuh. Kenapa demikian? Dia merasa bahwa ibadahnya itu karena kemampuan dirinya sehingga yang ada timbul rasa ujub di dalam hatinya sehingga kemudian dia dijatuhkan oleh Allah subhanahu wa taala. Orang yang ujub, ahli ibadah, yang merasa lebih mulia daripada orang lain, maka pahalanya tidak ada nilainya di sisi Allah subhanahu wa taala. Hadirin, ada satu kisah yang kisah ini disebutkan oleh Al Imam Al-Qusyairi wonten kitab risalah beliau. Kisah ini terjadi pada masa Nabi Isa alaihi shalatu wasalam. Suatu saat Nabi Isa diperintahkan oleh Allah untuk melakukan sebuah perjalanan. Allah kemudian berfirman kepada Nabi Isa, "Wahai Isa, ajaklah siapa di antara sahabatmu yang paling saleh untuk menemani perjalananmu itu." Lalu oleh Nabi Isa dipilih. Di antara sekian sahabatnya Nabi Isa dipilih satu yang menurut beliau terbaik. Orang ini saleh. Orang ini tidak hanya saleh, dia alim. Pintar sekali. Bahkan termasuk di antara yang paling pintar di antara sahabat Nabi Isa alaihi salalatu wasalam. Hadirin, kemudian Nabi Isa berjalan ditemani sahabatnya yang saleh ini. Ketika beliau berjalan di suatu tempat, ternyata Nabi Isa dan sahabatnya itu melewati satu tempat yang di situ terdapat seorang pemabuk. Seorang pemabuk pecandu minuman keras. Ketika melewati pemabuk itu, Nabi Isa tidak tahu kalau di situ ada seorang pemabuk yang sedang mabuk. Tetapi sahabatnya yang saleh tadi tahu kalau di situ biasanya ada orang mabuk. Dan dia melihat orang mabuk itu saat itu ada di lokasi tersebut. Dilihat oleh sahabatnya Nabi Isa. Sahabat Nabi Isa ini melihat seorang pemabuk tersebut dengan wajah tidak suka, dengan wajah jijik. Dia berpikir dalam hatinya, alangkah menyedihkan orang itu. Hidup di dunia hanya sementara, tapi dia isi dengan kedurhakaan kepada Allah. Sungguh hidupnya sia-sia. Kenapa dia tidak isi kehidupannya itu dengan kebaikan, kesalehan, ibadah, dan lain sebagainya. Timbul rasa meremehkan orang lain. Di saat yang sama, hadirin hadirat rahimakumullah, seorang pemabuk tadi kemudian melihat melihat Nabi Isa dengan diikuti oleh sahabatnya yang saleh, yang alim. Seorang pemabuk ini kemudian berkata dalam hati, "Ya Allah, alangkah beruntungnya orang yang bisa menemani Nabi Isa tersebut. Dia mengisi hari-harinya dengan ilmu. Dia mengisi hari-harinya dengan sesuatu yang positif. Dia ahli salat, ahli tahajud, ahli puasa. Sehingga kemudian dia terpilih menjadi seorang sahabat Nabi Isa yang paling hebat. Sedangkan aku, ya Allah, sungguh aku telah menyanyiakan semua usiaku ini. Sebagian besar usiaku aku buat untuk bermaksiat kepadaMu, ya Allah. Hadirin, orang ini menyadari kesalahannya dan tahu bahwa kehidupannya itu adalah kehidupan yang sia-sia. Di saat yang sama dia begitu mengagumi, terkagum kepada sahabatnya Nabi Isa yang saleh dan alim tadi. Dia ingin mendekat tetapi tidak berani. Ingin menyapa Nabi Isa tetapi tidak berani. Apa yang dia lakukan? Dia kemudian mengikuti jejak kaki ee mengikuti tanah yang di situ terdapat jejak kaki Nabi Isa dan sahabatnya yang saleh tadi. Agar apa? Agar dia mendapatkan keberkahan dari Nabi Isa dan sahabatnya yang saleh. Diikuti. Kalau Nabi Isa sama sahabatnya di sana di depan dia ikuti di tempat ini. Ikuti setiap jejak kakinya. Dia jejakkan kakinya. Setiap bekas jejak kaki Nabi Isa dan sahabatnya, dia jejakkan kakinya agar mendapatkan keberkahan dari Nabi Isa dan sahabatnya yang saleh tadi. Dia ikuti hadirin. Sahabatnya Nabi Isa tadi ternyata tahu bahwa dia sedang diikuti oleh si pemabuk hingga kemudian dia menoleh ke belakang. Dia merasa jijik. dalam hatinya. Kemudian timbul perasaan, "Esok hari kalau aku diajak Nabi Isa lagi, aku tidak akan lewat tempat ini agar tidak bertemu dengan si ahli maksiat itu." Saat itu kemudian Allah Subhanahu wa taala memberikan wahyu kepada Nabi Isa alaihialatu wasalam. Allah kemudian mengatakan, "Wahai Isa, katakanlah kepada dua orang yang ada di belakangmu itu, sahabatmu dan orang maksiat yang ada di yang ada di belakangmu, bahwa mulai detik ini Allah telah menghapus semua pahala yang pernah dilakukan oleh sahabatmu yang saleh itu." Allah telah kalau dia pernah beribadah 50 tahun, 60 tahun, menimba ilmu 50 tahun, 60 tahun, semua pahalanya itu dihapus. Sehingga saat ini dia tidak punya amal pahala apa-apa. Sebaliknya Allah subhanahu wa taala mengampuni semua dosa pemabuk yang mengikutimu dari belakang itu. Jadi mulai saat ini antara sahabatmu dan pemabuk itu sama-sama berjalan dari titik titik nol. Hadirin, inilah pentingnya sifat ee merasa dirinya tidak bisa apa-apa, merasa dirinya rendah. Karena kenapa? Ujub, ujub atau merasa diri lebih baik daripada yang lain itu adalah termasuk di antara penyakit yang berbahaya yang bisa menghapuskan amalamal saleh. Nauzubillah minzalik. Hadirin hadirat rahimakumullah. Demikian ee sedikit kajian atau tema yang bisa kami sampaikan pada siang hari ini. Ada beberapa waktu mungkin ada yang ingin bertanya? Monggo. Ah, monggo, Pak. Monggo. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Matur nuwun atas ilmu-ilmu yang diberikan pada Sama-sama, Pak. Ee, Pak Ustaz kalau melihat kehidupan sekarang ini kan semakin sulit karena persaingan dan tidak luput mungkin dalam penyelesaian hidup itu kita bermaksiat pada Allah, mungkin juga melanggar aturan-aturan agama. Namun saya juga pernah mendengar bahwa itu dosa itu adalah untuk gampang istigfar aja sudah hilang. Nah, itu apakah benar seperti ini atau mungkin ini pemahaman yang keliru yang terus berkembang karena tuntutan kehidupan seperti kemudian yang kedua tentang sahabat tadi yang bisa menolong kita ketika kita terpuruk di akhirat nanti. Apakah kalau dalam praktiknya itu ada orang-orang yang memang bersahabat dengan para ulama? misalkan apa itu ee mereka sering menyumbang ke tempat pondok pesantren-pondok pesantren yang akhirnya mereka menjadi sahabat para kiai dan ulama seperti kemudian yang ketiga karena inti yang kedua tadi apa pertanyaannya Pak? Artinya praktiknya memang banyak orang-orang yang bersedekah kepada masjid, kepada ulama lah. Karena ini menjadi bagian yang penting, akhirnya akan diingat para ulama, para kiai, oh ini sahabat saya. Apakah nanti itu bisa menolong menolong kita ketika di akhirat kelak? Karena kalau ngapunten sahabat kami ya mungkin ya banyak-banyak dosa. Ngapunten. Ngapunten seperti itu. Nggih. Kemudian yang ketiga karena semua itu sudah ditakdirkan dan dibutakan apakah kita harus memahami bahwa seseorang itu oh tingkah lakunya seperti itu ya itu memangnya seperti apakah kita harus menghindari dari perbuatan-perbuatan seperti itu? Karena kita tidak dilakukan seperti mungkin itu. Matur nuwun. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kalau ditakdirkan sebagai ahli neraka berarti kan amalannya seperti itu ya. Saya itu sudah takdir gitu, Pak. Nggih. Nggih. Apa tadi? Nggih. Sampai lupa kulo sing pertama tadi. Istigfar. Istigfar. Ah. Nggih. Ee terkait dosa itu seperti ini, Pak. Mayoritas ulama ahlusunah wal jamaah membagi dosa menjadi dosa besar dan kecil. Dosa besar itu kalau dalam terminologi hadis disebut dengan al-kabair. Atau ada lagi hadis yang secara khusus itu Nabi menyebut asab'ul mubiqah atau tujuh dosa yang membinasakan. termasuk di antara dosa besar ya mungkin itu banyak sekali sebenarnya ee apakah terbatas bilangannya? Wallahualam ngih. Ada beberapa ulama yang menulis tema ini. Di antaranya ee adalah ee Al Imam Alhafid Azzahabi. Kemudian ada lagi al Imam Ibnu Hajar al-Haitami niku menulis kitab-kitab yang membahas tentang dosa besar. Dosa besar itu adalah dosa yang ketika Allah melarang untuk melakukan dosa itu seringki disertai dengan ancaman-ancaman. Ancaman dosanya sebesar ini. Kemudian Allah betul-betul menampakkan kemarahannya melalui ayat ataupun hadis-hadisnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Apakah dosa besar itu bisa dibatasi, Ustaz? Ee setahu kulo para ulama tidak menentukan bilangannya. Hanya saja mungkin puluhan mungkin puluhan. Di antara dosa yang terbesar adalah ya jelas menyekutukan Allah ngih karena sudah ber ee berefek keluarnya seseorang itu dari agama. Ada dosa besar lagi membunuh, berzina, mencuri, ataupun kemudian durhaka kepada orang tua, memutus hubungan silaturahim. Dan ada banyak lagi, Pak, dosa besar para ulama ee memberikan ee SOP. SOP niki bukan karangan ulama nggih. SOP-nya dari Nabi Muhammad. Dosa besar ini cara pertaubatannya satu harus berhenti. Satu harus berhenti. Yang kedua, berjanji kepada Allah tidak akan mengulangi dosa itu. Yang ketiga, ya tentu dengan pertobatan, istigfar dan sebagainya tadi. Kalau itu tidak dilakukan, maka dosa itu tidak akan diampuni. Contoh ngeten, ee ada seorang anak durhaka kepada orang tua. Kemudian setelah dia membentak orang tua, memukul orang tua, dia kemudian menyesal dan ingin bertobat kepada Allah. Kalau tobatnya hanya sekedar istigfar, tidak akan diampuni, Pak. TBAT yang pertama adalah dengan meminta maaf, minta rida kepada orang tua terlebih dahulu. Karena dalam konteks itu ampunan Allah digantungkan dengan ampunan orang tua ya. Atau mungkin dosa ee syirik katakanlah ya tidak akan diampuni kecuali setelah keluar dari kesyirikan itu ya. Setelah Islam kemudian murtad. Apakah kemudian di bisa diampuni oleh Allah? Bisa masuk kalau masuk Islam lagi. Jadi dosa besar itu seperti itu. Tentang kriteria ee SOP pertaubatannya dosa itu ee yang pernah dilakukan harus berhenti terlebih dahulu. Kalau berkaitan dengan haqqul adami, haqqul adami ya harus dikembalikan dulu. Kulo ngapunten saya mencuri uangnya Pak Shihin katakanlah ee R juta du tak entekno kemudian saya minta maaf kepada Pak Salihin kalau beliau meridakan ya ya bisa diampuni kalau tapi kalau beliau ya gak kembalikan dulu uang saya yang R juta itu ya jenengan akan mendapatkan ampunan oleh Allah saya akan diampuni oleh Allah kalau saya mengembalikan uang saya yang R00 juta itu kepada yang saya curi dari Pak Pak Shihin. Karena haqqul adami itu harus tetap di dikembalikan. Niki dosa besar nggih. Atau ada seorang yang sering berzina. Setelah berzina katakanlah setiap hari zina, Pak. Sabtu zina, Minggu zina. Seumpomo Sabtu zina, Minggu zina, Senin kemudian mengaku bertobat kepada Allah, istigfar kepada Allah tapi rebo zina maning lah. Ini dosa yang sebelumnya tidak diampuni oleh Allah. Karena kenapa? SOP pertaubatan daripada dosa besar itu harus janji berhenti daripada melakukan dosa. Itu niki Pak dosa besar. Kalau dalam bahasa Al-Qur'an dosa besar itu disebut al-kabair. Kalau dosa kecil itu disebut assayiat. Dosa kecil itulah yang kemudian ee sistem pertaubatannya mudah ya. Cukup dengan istigfar. Saya cerita, Pak. Nggi cerita pada masa Nabi ada seorang sahabat. Sahabat ini pernah di suatu tempat melihat wanita cantik karena dia terkagum-kagum mungkin nafsunya saat itu bergejola. Akhire wong wedok niku kemudian dicium sama dia. Dicium kemudian lari, Pak. Dia setelah melakukan dosa itu, dia kemudian menyesal. menyesal bertobat kepada Allah. Tidak hanya itu, kemudian dia ikut salat berjamaah bersama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Setelah dia salat jemaah bersama Nabi, sahabat ini kemudian dia mengaduh kepada Nabi, "Ya Rasul, sungguh saya tadi telah melakukan dosa besar, ya Rasulullah." Dosa besar apa? Pokoke dosa besar, ya Rasulullah. Ya. Iya. Dosa besar apa? Apa yang telah engkau lakukan sehingga engkau berkata seperti itu kepadaku? Kata Nabi, "Ya Rasul, saya tadi pagi telah mencium seorang wanita yang bukan mahram saya." Nabi kemudian tersenyum, "Pak, ini nak ndak untuk ditiru loh ng jenengan wonten kantor ono ee temannya cantik dicium." Bukan itu maksud saya, Pak. Ini cerita. Kemudian Nabi tersenyum. Nabi bertanya, "Engkau tadi ikut salat berjamaah bersamaku gak?" "Iya, ya, Rasul. Saya ikut berjalan bersamamu. Nabi saat itu kemudian turun ayat innal hasanati yudhibn sayiat akhir surat Hud. Allah mengatakan sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu menghapus dosa-dosa. Ditafsirkan oleh para ulama dosa-dosa kecil. Maka kalau dosa kecil pahalanya b ee penghapus pahalanya bisa dengan banyak hal. dengan selawat bisa dengan kemudian ee istigfar bisa dengan jenengan salat jemah bisa dengan bersedekah bisa cara menghapus dosa kecil itu banyak cara Pak. Cuma seperti ini, Pak. orang itu ketika melakukan dosa. Makanya tadi saya sampaikan pandangan seorang ulama besar, seorang ulama yang diakui di dunia Islam namanya As Syekh Said Ramadan Albuti. Beliau membagi kemaksiatan itu ke dalam dua hal. Maksudnya sikap seseorang dalam melakukan maksiat itu ke dalam dua hal. Yang pertama ada orang itu maksiat karena dia kalah melawan nafsu. Sudah berusaha untuk menahan nafsu tapi ujung-ujungnya kalah juga. Ng akhirnya kemudian dia bermaksiat kepada Allah. Saya sampaikan lebih khusus maksiat kecil ngih. Jenengan keluar dari rumah menuju kantor BBS SDM ketok wong wedok ayu nggih roke mendukur nggih ketok pupune seumpomo. Ya Allah iku kok ngono sih. Astagfirullahaladim engkok gek belok maning ketok ngono maning. Dadine subhanallah. Engko akhire ketok seperti itu lagi. Alhamdulillah. Ini contoh Pak. Contoh Pak nggih. Tidak untuk dilakukan. Kita tahu setelah melakukan itu, "Ya Allah, saya telah melakukan dosa." Menyesal, Pak. Lah tandanya orang baik itu ketika dia telah melakukan dosa, ada penyesalan di dalam hati. Ya Allah, maafkan saya, Ya Allah, karena saya telah khilaf, saya telah lalai, saya tahu itu adalah sesuatu yang engkau larang, tetapi saya masih tetap melakukannya. Aku beristigfar kepad-amu ya Allah. Astagfirullahalazim. astagfirullahalazim Allahumma sholli ala Muhammad Allahumma seperti itu. Maka insyaallah itu akan diampuni dosa yang pertama tadi. Nanti juga demikian sudah berusaha melawan nafsu kalah lagi masih maksiat kecil lagi. Dan ngapunten niki setiap hari kan kulo panjenengan seperti ini, Pak. Nggih. Kita sering bermaksiat, maksiat kecil tetapi kemudian kita menyesal kita istigfar. Kita menyesal istigfar. Kemudian kalah lagi dengan nafsu. Setelah bermaksiat istigfar lagi. Tetapi bukan untuk disiasati. Oalah tase diampuni oleh Allah. K tak maksiat maning lah niku mboten angsal nek ngoten niku. Ini arti artinya tidak boleh dibuat mainan kaidah-kaidah agama seperti ini. Kalau nanti kulo atau jenengan bermaksiat setelah kita kalah melawan nafsu kita kemudian melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Kita mungkin mengatakan hal-hal yang dilarang oleh Allah. Kita mendengar hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Kemudian kita menyesal bertobat lagi. Kemudian ada bujukan ke situ lagi. Ada godaan lagi. Kita berusaha melawan kalah lagi lah. Saat itu kemudian kita bertobat kepada Allah lah. Itu gak apa-apa, Pak. Karena itu masuk dalam kategori e alinsan mahallul kha wisyan. Nggih. Manusia itu tempat salah dan lupa. Sebaik-baik orang yang bersalah kata Nabi Muhammad adalah dia yang bertobat kepada kepada Allah. Ini jenis maksiat yang pertama. Maksiat karena kekalahan melawan nafsu. Tapi sudah berusaha tapi masih kalah. Ada maksiat jenis yang kedua ini yang tercel. Maksiat karena meremehkan. Nah, niki bedo, Pak. Mi jenengan maksiat yang pertama tadi maksiat karena kekalahan melawan nafsu. Sudah berusaha melawan kalah, berusaha melawan kalah, berusaha melawan kalah. Solusi mendapatkan ampunan Allah dengan taubat, dengan istigfar, selawat, salat jemah atau ibadah-ibadah yang lain. Tapi ada jenis maksiat yang kedua, maksiat yang dilakukan karena meremehkan. Maka maksiat yang kedua ini itu berat sekali dalam pandangan Allah Subhanahu wa taala. Contoh dijak salat enggak salat tapi kemudian alah tasih gak penting lah salat jungkangjungkong jungkangjungkong koy penting halah ini bahaya Pak karena kenapa maksiat jenis yang pertama mudah sadar maksiat jenis yang kedua dia tahu itu dosa tetap dia lakuk dia remehkan padahal perintah untuk menjauhi itu adalah perintah Allah maka meremeh kan ibadah sama dengan meremehkan Allah subhanahu wa taala. Maka maksiat jenis yang kedua tidak hanya sulit diobatinya. Maksiat jenis yang kedua ini bisa mengeluarkan orang dari Islam. Pakunten. Kami sering ditanya, "Ustaz, ada orang itu nak salat." Itu dosa ya, Ustaz? Iya, itu dosa besar. Mboten salat 5 waktu itu dosa besar. Bagaimana hukumnya orang yang meninggalkan salat dibagi menjadi dua. Kalau dia masih percaya bahwa salat itu wajib, kemudian dia kalah dengan nafsunya, kalah dengan kemalasannya, maka dosa itu hanya sebatas menjadi dosa besar. Tetapi kalau dia sudah tahu, sudah disampaikan kepada dirinya kalau salat itu wajib, dia kemudian meremehkan bahkan mengingkari, yang kedua ini bisa mengeluarkan orang dari Islam, Pak. Karena kenapa? Salat itu termasuk ajaran agama yang sifatnya alma minaddin bidarurah. Yang mana kewajibannya itu diketahui semua orang. Baik alim atau orang yang awam. Semua orang itu tahu akan kewajiban salat. Ngoten, Pak. Nggih. Jadi, saya bagi tadi dosa menjadi dosa kecil dan besar dan mekanisme pertaubatannya juga. Yang kedua, para ulama ee membagi dua terhadap sikap orang yang bermaksiat kepada Allah. Yang pertama karena kekalahan melawan nafsu dan kemudian dia menyesal bertaubat kepada Allah. Ini meskipun terjatuh berkali-kali akan diampuni oleh Allah. Yang kedua, orang bermaksiat karena meremehkan dan bahkan mengingkari. Niki yang efeknya berat, sulit diobati, bahkan dalam satu titik dia bisa keluar dari agama agama Islam. Ngoten, Pak. Nggih. Kemudian yang kedua tadi sok ada beberapa ee contoh yang disampaikan oleh panjenengan tadi. Ada seorang mungkin pejabat dekat dengan para ulama. Apakah seperti itu? ee apa namanya? Termasuk di antara orang-orang yang masuk dalam sabda hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Said Al-Khudri tadi. Dia bisa mendapatkan syafaat. Kalau dekatnya itu dekat karena memang bertujuan ingin menjadi baik, dekatnya itu karena Allah. Iya. Maka itu termasuk beda lagi. Dekatnya karena ada kepentingan, Pak. dekat dengan kiai nyumbang agar dia dipilih menjadi bupati, menjadi walikota. Engek wis dadi bupati wis lali wisun ngoten. Kalau memang kedekatan itu betul karena Allah, dekat karena ingin berjuang, ingin membantu perjuangan ulama tersebut di dalam mensyiarkan agama Allah, maka akan masuk dalam kategori hadis tadi. Tapi kalau dekatnya hanya sebatas dekat karena kepentingan ya wallahuam bawaban. Terus yang ketiga tadi apa pak? Orang yang tidak baik itu sudah takdirnya. Nah, oke. Begini, Pak. Apakah orang itu baik atau buruk, ahli surga atau ahli neraka itu sudah ditentukan oleh Allah? Iya. itu masuk dalam bab keimanan di dalam takdir. Rukun iman niku kan nopo wonten pinten? Enam, Pak. Nggih. Allah, malaikat, rasul, kitab. Dan di antaranya yang terakhir adalah percaya kepada hari kiamat dan qada dan qadar. Termasuk di antara bab qada dan qadar ini adalah percaya terhadap takdir-takdir yang telah disebutkan nasnya secara saleh dalam Al-Qur'an ataupun sunah-sunah Nabi Muhammad. Di antara sunahnya Nabi Muhammad adalah menyebutkan tentang takdir Allah kepada sebagian hamb-Nya. Ada yang menjadi ahli surga, ada yang menjadi ahli neraka. Ngapunten kulo panjenengan ini sebagai ahli surga atau ahli neraka itu sudah ada catatannya. Loh, Ustaz, kalau begitu kenapa kita beramal? Kalau kita memang sudah ditakdirkan sebagai ahli surga, kenapa kita beramal? Kalau kita memang sudah ditakdirkan menjadi ahli neraka, kenapa kita beramal? Hadirin? Takdir ahli surga atau ahli neraka itu satu hal. Beramal itu adalah satu hal yang lain. Kita beramal karena memang kita diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa taala untuk beramal. Dan ngapunten, seseorang tidak diperkenankan membahas terlalu dalam tentang hakikat, tentang takdir baik dan buruk tadi. Karena apa? Itu bisa menjauhkan kita dari Allah Subhanahu wa taala. Kalau kita saat ini ngapunten kulo panjenengan sudah ditakdir berislam, sudah ditakdir iman, kita saat ini sudah ditakdir salat, kita sudah ditakdir melakukan kebaikan-kebaikan. Husnudan saja, Pak, kita termasuk ahli ahli sur ahli surga. Karena kenapa? Kata Nabi Muhammad, "I'mu, berbuat kebaik. Berbuat kebaikanlah kalian. Fakullun muyassarun lima kuliq." Karena setiap orang itu akan dimudahkan oleh Allah untuk menuju takdirnya. Kalau kita ditakdir menjadi ahli surga saat ini kalau panjenengan hadir di masjid ini, kita salat, kita zakat, kita beriman kepada Allah, kita cinta kepada Nabi Muhammad, husnudan kita termasuk di antara apa namanya? Orang-orang yang ditakdirkan oleh Allah mendapatkan surga Allah. Amin. Amin. Allahuma amin. Ngoten, Pak. Nggih. Takdir satu hal, berbuat kebaikan satu hal yang lain. Ngoten, Pak. Ada yang tanyakan lagi pembahasan tentang takdir niki, Pak. Kemudian perbuatan manusia itu masuk dalam kajian ilmu akidah, Pak. Nggih. Sakjane kulo ingin membahas tapi nanti malah terlalu panjang nanti. Nggih. Ngoten hadirin hadirat rahimakumullah. Jika tidak ada yang bertanya, mari kita tutup kajian ini dengan berdoa kepada Allah. Kita berdoa semoga apa yang kita kaji, apa yang kita pelajari, ayat Al-Qur'an yang kita tadaburi pada siang hari ini, semoga kita semua dimudahkan oleh Allah untuk mengamalkannya. Kita dimudahkan oleh Allah untuk menjadi seorang insan kamil, orang yang saleh. Dan kita termasuk orang-orang yang ditakdirkan oleh Allah dengan takdir baik menjadi ahli surga, berkumpul bersama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Amin. Amin. Allahumma amin. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. Allahumma ya Allah yassir wala tuassir yassir lana umur maqidana. Allahumma ain alaikrikaukrika wa husna ibadatik. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanat waqinaabanar. Walhamdulillahi rabbil alamin. Atas segala kekurangannya kaula mohon maaf yang benar dari Allah yang salah murni kebodohan kami secara pribadi. Walu minkum. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Terima kasih. Demikianlah tadi kajian ASN Mengaji Sari 11 yang disampaikan oleh Ustaz Husni Mubarok Alhafid. Semoga kita dapat meneladani Nabi Allah Muhammad sallallahu alaihi wasallam untuk menjadi insan kamil. Kurang lebihnya kami mohon maaf. Akhirul kalam wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] [Tepuk tangan]