ASN Belajar Seri 26 | 2025 - Koperasi Kuat - Indonesia Hebat
wt7dxSOdHDU • 2025-07-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Terus bergerak
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan
menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar juga meneritahan
kelas dunia
bukan tekad pantang menyerah
jadi
berkuit
[Musik]
belajar
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Mah
kami junjung teguhkan diri
dan jadi pedoman serta kekuatan.
hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri. Memerasi
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hong
kami dari sini s dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
melayani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujukan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya.
Kalau ada dan berkolaborasi, bergandeng
tangan. Satu tujuan
untuk menjadikan air yang lebih beragam.
Mengeras penuh hati tulus membantu
terbang. Dengan bang kami melayani,
dengan bang kami melayani,
dengan kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Hasen bua semangat membara
di era digital terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi campalak Jawa Timur terus melaju
bersama BPSN
Jim kita terus melesa
Untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN
unggul
tiada yang tertinggal no one left
behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang Jawa Timur terus melu.
Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat.
Untuk Indonesia emas prestasi hera aset
unggur tiada yang tertinggal
no one left behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju.
Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat bersama kampus
satelit PP PSM Jatim no one left behind
um unggul dan berkualitas
melesa tinggi
Indonesia jaya Yeah.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Oh.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Mudahlah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas kebanggaan negeri berentas
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
H
kami dari sini suka dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu aktif dan berkolaborasi
gandeng tangan
tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati
tujukan kompetensi dalam harmoni.
loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan AS yang lebih beragung
mengedas penuh hati tulus membantu
sesama dibang kami melayani
bang kami melayani
Mengah kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Hasen bua semangat membara
di era digital terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cakap Jawa Timur terus melaju
bersama BPSTN
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat ASN unggul
tiada yang tertinggal no one left behind
kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang Jawa Timur terus
melaju bersama BPSDM
Jatim Kita terus melesat untuk Indonesia
emas. Prestasi her aset unggur tiada
yang tertinggal.
No one left behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemalah. Jawa Timur terus melaju
bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat bersama kampus
satelit PP PSM Jatim no one left behind
um unggul dan berkualitas
melesa tinggi
Indonesia Jaya
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi.
wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita
semua. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi
sobat ASN. Senang sekali saya Anis Dewi
dapat kembali menemani sobat ASN semua
dalam webinar ASN Belajar seri 26 tahun
2025 persembahan Korpu SDIS BBSDM
Provinsi Jawa Timur. Izinkan kami untuk
menyapa yang sudah bergabung dalam
webinar hari ini. Yang terhormat Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P., MP. Yang kami hormati
para narasumber, Sekretaris Menteri
Kementerian Koperasi dan UKM Republik
Indonesia, Bapak Ahmad Zabadi, S.H.,
M.M. yang dalam hal ini akan diwakilkan
oleh Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi
Makro Kementerian Koperasi dan UKM
Republik Indonesia Bapak Ruli Nuryanto,
S., M.Si.
Kemudian dosen Fakultas Ekonomi Bisnis
Universitas Brawijaya Bapak Dr. Muhammad
Tojibus Sabirin, MBE, AK. Kepala Dinas
Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur,
Bapak Dr. Andi Alim Abdinusa, SIP, M.M.
serta seluruh sobat ASN yang sudah
bergabung baik melalui Zoom meeting
YouTube channel BPSDM Jatim TV maupun
yang hadir langsung di kelas
internasional BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Boleh minta applaus yang luar biasa dong
untuk kita semua yang sudah hadir.
[Musik]
Hari ini Kamis 10 Juli 2025. 2 hari lagi
tepatnya di tanggal 12 Juli diperingati
sebagai Hari Koperasi Indonesia. Itulah
mengapa di ASN Belajar seri 26 tahun
2025 ini kami mengambil topik koperasi
kuat Indonesia hebat. Oke, jadi memang
ini bukan sekedar slogan ya sobat ASN,
tetapi merupakan cerminan semangat untuk
membangun kemandirian ekonomi rakyat
melalui penguatan koperasi. Jadi,
koperasi sebagai sokoh guru, sebagai ee
tiang penyangga ya untuk perekonomian
nasional yang memiliki peran vital dalam
menciptakan sistem ekonomi yang adil,
inklusif, dan juga berkelanjutan. Itu
yang paling penting. Nah, bagaimanakah
koperasi dapat menjadi motor penggerak
pertumbuhan ekonomi yang merata
sekaligus memberikan inspirasi dalam
mendukung kemandirian masyarakat?
Bagaimana pula peran ASN di dalamnya?
Nah, selengkapnya akan dibahas dalam
webinar ASN belajar seri 26 tahun 2025.
[Musik]
Sobat ASN, untuk mengawali ASN belajar
seri 26 tahun 2025 ini, marilah kita
simak bersama opening speech yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P.,MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air, selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 10 Juli 2025, ASN
belajar telah memasuki seri yang ke-26.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme luar biasa
dari sahabat ASN di seluruh negeri untuk
terus mengikuti secara aktif program ASN
belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih
kami, kami selalu berkomitmen sekaligus
terus berikhtiar untuk menyajikan
topik-topik pengembangan kompetensi yang
menarik, kekinian, dan tentu berdampak
secara nyata terhadap peningkatan
kompetensi dan kinerja aparatur sipil
negara di Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-26 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut serta
memberikan kontribusi pemikiran pada
momentum Hari Koperasi nasional yang
akan kita peringati pada tanggal 12 Juli
2025 beberapa hari lagi. Hari Koperasi
Nasional ke-78 tahun ini mengusung tema
Koperasi Maju Indonesia Adil Makmur.
Tema ini mencerminkan semangat membangun
kembali kekuatan koperasi sebagai sistem
usaha ekonomi yang berasaskan
gotongroyong dan kekeluargaan
sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN Belajar seri ke-26 tahun 2025 ini
mengangkat topik koperasi kuat Indonesia
hebat. Nah, sudah menjadi tradisi
akademik dalam ASN Belajar bahwa topik
menarik ini akan kita bahas secara
intensif dari beragam perspektif bersama
para narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sobat TSN di seluruh tanah air, tema
Hari Koperasi Nasional tahun 2025 ini
tentu harus kita maknai bukan hanya
sekadar sebagai slogan tahunan, tapi
refleksi atas cita-cita yang belum
tuntas dan janji konstitusi yang
menunggu diwujudkan.
Kita sadar sepenuhnya bahwa koperasi
bukan hanya sebuah model ekonomi, tetapi
juga sebuah filosofi kebangsaan. Ia
tumbuh dari akar gotongroyong, disiram
oleh semangat keadilan sosial, dan
dijaga oleh kepercayaan antar warga.
Namun, mari kita jujur, dalam derasnya
arus liberalisasi dan digitalisasi,
koperasi kadang tertinggal dari gegap
gembita startup dan korporasi raksasa.
Tapi di situlah tantangan sekaligus
peluang dapat kita tangkap karena
koperasi punya yang tidak dimiliki
entitas lain, yakni nilai kekeluargaan,
kesetaraan, dan keberlanjutan.
Koperasi di Indonesia memiliki sejarah
yang sangat panjang. Ia tumbuh bukan
dari laboratorium ekonomi, tetapi dari
peluh rakyat yang ingin berdaya bersama.
Sejak zaman kolonial, koperasi hadir
sebagai bentuk perlawanan terhadap
sistem ekonomi yang timpang ketika akses
terhadap modal, distribusi, dan keadilan
hanya dimiliki oleh segelintir orang.
Dari masa ke masa, koperasi menjadi
tempat rakyat kecil menggantungkan
harap. petani yang ingin memasarkan
hasilnya dengan adil, nelayan yang ingin
membeli peralatan tanpa lilitan rentenir
hingga buru dan ASN yang ingin menata
masa depannya.
Namun di tengah perubahan zaman dan
derasnya arus digitalisasi, koperasi tak
bisa berjalan dengan pola lama. Ia harus
bertransformasi dari koperasi
administratif menjadi koperasi yang
inovatif. Dari simbol kebersamaan
menjadi sistem yang efisien. transparan
dan adaptif.
Sahabat ASN di seluruh tanah air, inilah
tantangan kita hari ini. Bukan hanya
mempertahankan sejarahnya, tetapi
menyuntikkan energi baru agar koperasi
benar-benar menjadi sokoh guru ekonomi
nasional yang bukan hanya membesarkan
yang kuat, tapi juga menguatkan yang
lemah tanpa melemahkan yang lain.
Koperasi sudah seharusnya menjadi
benteng rakyat dari serbuan kapitalisme
yang tak jarang membabi buta.
Kapitalisme yang menjadikan laba sebagai
satu-satunya ukuran seringki
meninggalkan luka ketika yang kecil
semakin tersingkir dan yang kuat kian
menguasai.
Di tengah sistem pasar yang menggilas
tanpa peduli, koperasi hadir sebagai
rumah yang memanusiakan ekonomi. Ia
bukan hanya soal harga dan keuntungan,
tetapi soal keadilan, kepemilikan
bersama, dan martabat yang dibagi rata.
Karena itu, membesarkan koperasi
bukanlah romantisme masa lalu, melainkan
strategi masa depan. Di mana pertumbuhan
tidak lagi hanya milik segelintir,
tetapi dinikmati secara kolektif oleh
mereka yang selama ini bekerja dalam
diam. Dalam arus dunia yang kian liberal
dan individualistik, koperasi adalah
pengingat bahwa kita bisa tumbuh tanpa
meninggalkan, berhasil tanpa
menjatuhkan, dan sejahtera tanpa harus
saling menyingkirkan.
Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu
bagaimana kita sebagai ASN Indonesia
mampu memberikan kontribusi terhadap
terwujudnya koperasi sebagai sokoh guru
ekonomi bangsa. Nah, untuk membahas
cerdas dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama, kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada yang terhormat Bapak Ahmad
Sabadi, S. M.M. Beliau adalah Sekretaris
Kementerian pada Kementerian Koperasi
Republik Indonesia. Kedua, kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Bapak Dr. MT. Sabirin, MBE.
AK. Beliau adalah akademisi dari
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Brawijaya Malang. Dan yang ketiga kami
menyampaikan terima kasih kepada Bapak
Dr. Andi Alim Abdinusa, S.IP, M.M.
Beliau adalah Kepala Dinas Koperasi dan
UMKM Provinsi Jawa Timur. Nah, Sobat ASN
di seluruh tanah air, mari kita simak
dengan seksama webinar ASN belajar seri
ke-26 tahun 2025. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Ramli
atas speech yang sudah diberikan. Semoga
menjadikan sobat ASN ini jadi lebih
bersemangat lagi ya untuk mengikuti
webinar ASN belajar seri 26 tahun 2025
ini. Dan sebelum kita menyimak materi
dari narasumber kita yang pertama, kami
ingin mengingatkan bahwa link presensi
sudah dapat diakses melalui Semesta
Bangkok. Oke, Semesta Bangkok. Kira-kira
ada yang sudah mengisi atau ada yang
belum mengisi? Oke, kalau ada yang belum
mengisi, silakan segera diisi ya link
presensinya. Jadi di sana juga akan ada
survei, ada lembar monev, dan setelah
mengisi semuanya ee link e-sertifikat
ini akan muncul maksimal 1* 24 jam ya,
Sobat ASN. Jadi jangan lupa dicek secara
berkala. Baik, Sobat ASN, setelah
mengisi link presensi sekarang waktunya
kita untuk menyimak materi dari
narasumber kita yang pertama. Beliau
adalah ee Sekretaris Menteri Kementerian
Koperasi dan UKM Republik Indonesia,
Bapak Ahmad Zabadi, SH. M.M. Namun
karena beliau berhalangan, untuk materi
kali ini akan disampaikan secara
langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang
Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan
UKM Republik Indonesia. Boleh kita minta
applaus untuk Bapak Ruli Nuryanto, S.,
M.Si.
Asalamualaikum.
Selamat pagi, Pak Ruli.
Ya. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi.
Selamat pagi, Bapak.
Bagaimana Bapak kabarnya hari ini?
Alhamdulillah sehatas.
Alhamdulillah.
Terima kasih Bapak telah meluangkan
waktunya untuk menyapa sobat ASN semua.
Terima kasih sekali lagi Bapak ini kalau
boleh tahu sedang ada kesibukan apa
Bapak di hari ini?
Hari ini tadi dapat penugasan dari Pak
Sesmen
he
menggantikan beliau, mewakili beliau
untuk menjadi narasumber di webinar pagi
ini, Mbak. Karena ya kebetulan beliau
ada penugasan dadakan dari Pak Menteri
gitu.
Oke. Baik.
di webinar belajar ini yang sudah
bergabung ini banyak sekali dari meeting
maupun YouTube channel BBSDM Jatim TV
lebih dari 4000 sobat ASN dari seluruh
penjuru tanah air. Boleh silakan disapa
terlebih dahulu
ya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi Bapak, Ibu
sekalian, teman-teman sekalian, para ASN
seprovinsi Jawa Timur yang sudah hadir
di webinar pagi ini. Semoga di webinar
ini kita semua bisa mendapat manfaat
dari apa nanti yang akan kita diskusikan
secara bersama-sama. Nah, tadi tadi saya
lupa jawab ditanya kesibukan saat ini
ya, Mbak ya. Kesibukan saat ini kami
memang sedang fokus ee mungkin
teman-teman juga sudah dengar ee terkait
dengan koperasi desa dan kelurahan Merah
Putih di seluruh Indonesia itu, Mbak.
Saya kira akan di ee jalankannya mulai
kapan, Pak?
Dijalankan maksudnya dijalankan gimana?
Jadi ee tahap sekarang he
ee kami masih di tahap pembentukan ya
dan nanti ini jadi bagian dari ee
paparan saya nanti sebenarnya yang nanti
tanggal 19 itu secara resmi akan
diunching oleh Pak Presiden Prabowo
Subianto. Nah, setelah itu kita akan
masuk ke tahap kedua yaitu
pengoperasional
mengoperasionalkan
ee Kopdeskopdes dan Koperasi Kelurahan
Merah Putih ini, Mbak. Oke, kalau
dan nanti tahap selanjutnya, tahap
ketiga itu tentu pengembangan dan
kemudian monitoring dan evaluasinya.
Oke. Baik, kalau gitu sekalian aja, Pak,
diberikan semua informasinya plus materi
yang akan disampaikan. Jadi, silakan
untuk sobat ASN yang ingin bertanya
dikip dulu, ditulis dulu pertanyaannya
karena sesi tanya jawab akan ada sendiri
setelah materi selesai disampaikan.
Untuk Pak Ruli, kami berikan waktu 30
menit untuk menyampaikan materinya.
Silakan, Pak Ruli.
Ya, terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan.
Shalom.
Yang terhormat
tadi sudah menyampaikan pengantar Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto. Tentu beserta seluruh
jajaran.
Kemudian juga yang terhormat rekan saya
ini Kepala Dinas Koperasi dan UKM
Provinsi Jawa Timur Bapak Endi Alim
Nusa. Kemudian eh narasumber ada Bapak
Dr. Toji Buirin ya yang terhormat dan
tentu saja para peserta webinar sekalian
yang saya banggakan.
Pertama-tama tentu kita patut
mengucapkan alhamdulillah puji syukur
kehadirat Allah Subhanahu wa taala Tuhan
yang maha esa ya Bapak dan Ibu sekalian.
Kita semua pagi ini masih diberi
kesempatan untuk sekali lagi bertemu
walaupun secara daring ya berdiskusi
nanti insyaallah dalam kondisi sehat
walafiat.
Yang kedua tentu ee saya menyampaikan
permohonan maaf dari Pak Sesmen Sesmen
ee Koperasi Pak Ahmad Jabadi karena
mendadak ee tadi pagi ee ada penugasan
untuk mendampingi Pak Menteri
dan tentu Bapak dan Ibu sekalian seperti
tadi yang sudah saya sampaikan
ee saya berharap tentu webinar pagi ini
bisa memberi manfaat bagi kita semua.
kita mulai slide-nya ya. Jadi, Bapak dan
Ibu sekalian,
tadi Pak ee Ramanto sudah ee
menyampaikan pengantar yang luar biasa
ya, bahwa kalau bicara koperasi kita
tidak sekedar bicara mengenai badan
usaha, tapi juga kita bicara dimensi
yang lebih luas ya. Jadi, ee koperasi
ini menjadi bagian dari fondasi ekonomi
bahasa.
Kalau tadi Pak ee Kepala Badar sudah
sampaikan, tentu kita sepakat ya, bahwa
sudah saatnya kita menempatkan koperasi
sebagai pilar utama dalam membangun
ekonomi yang adil, makmur,
mandiri, dan berkeadilan sosial sejalan
dengan amanat konstitusi.
makmur dalam konteks
tidak hanya koperasinya, tapi tentu
seluruh anggota dan masyarakat nanti.
Bapak dan Ibu sekalian, kalau kita
melihat data saat ini, pertumbuhan
koperasi aktif di Indonesia rata-rata
itu sebesar 0 kom ee 67% per tahun. di
mana pada tahun 2024 jumlahnya mencapai
131.617
unit
dengan volume usaha mencapai angka 214
triliun.
Tapi kalau kita lihat kontribusi
terhadap PDB baru mencapai angka 0,97%.
Dan ini tentu menunjukkan bahwa ee
banyak perbaikan ee banyak peningkatan,
banyak akselerasi yang perlu kita
lakukan bersama-sama agar koperasi nanti
seperti harapan kita bersama yang
disampaikan Kepala Badan ini bisa
memiliki peran yang signifikan di
perekonomian nasional.
Lanjut.
Data juga menunjukkan
bahwa beberapa negara di Asia telah
lebih dulu menepatkan koperasi sebagai
kekuatan ekonomi nyata
dan 200
87 juta anggota
bahkan bisa menyerap tenaga kerja hingga
24% secara langsung. Kemudian Filipina
dengan kontribusi koperasi mencapai
12,5% terhadap PDB nasional. Malaysia
dan Vietnam juga menunjukkan peran
signifikan masing-masing dengan
kontribusi 3% dan 4,3% terhadap PDB-nya.
Ini menjadi bukti Bapak dan Ibu sekalian
bahwa koperasi bukan sistem lama yang
usang, melainkan juga merupakan kekuatan
baru yang mampu menggerakkan ekonomi
rakyat saat dikelola dengan
sungguh-sungguh, adaptif, dan modern.
Slide selanjutnya.
Jika negara lain
seperti India dan Prancis bisa
menjadikan koperasi sebagai kekuatan
ekonomi yang besar,
mengapa Indonesia tidak.
Dunia memberi banyak contoh bagaimana
koperasi
bisa besar, dikelola secara profesional
dan bahkan mengglobal.
Indonesia mempunyai potensi yang sama
sesungguhnya asal kita kelola dengan
visi dan keberanian.
Pada koperasi dengan nilai turnover
dibanding GDP per kapita terdapat lima
besar koperasi
mulai dari yang bergerak di sektor
produksi, konsumen, maupun pekerja.
Slide selanjutnya
kalau kita lihat di dalam negeri di
Indonesia sendiri Bapak dan Ibu sekalian
sudah ada beberapa koperasi-koperasi
yang sukses. Ini beberapa contoh
koperasi di Indonesia yang sukses
yang bergerak mulai dari koperasi susu
hingga koperasi jasa bongkar muat.
Koperasi-koperasi ini mempunyai aset
triliunan rupiah, ribuan anggota, dan
bahkan jaringan pelayanan yang sudah
terdigitalisasi.
ini bisa menjadi role model yang
membuktikan bahwa koperasi bisa naik
kelas dan relevan di era saat ini.
Lanjut.
Bapak dan Ibu sekalian,
arah kebijakan Kementerian Koperasi
5 tahun ke depan selaras dengan visi
besar pemerintah khususnya Asta Cita 2
dan 5 yang menekankan suasembada pangan,
pengembangan industri agromaritim, serta
hilirisasi melalui koperasi.
Untuk itu, koperasi didorong
untuk bisa menjadi pelaku utama di
sektor produksi dengan program prioritas
seperti digitalisasi kelembagaan,
penguatan pengawasan, serta peningkatan
volume usaha dan partisipasi anggota.
Semua ini diwujudkan melalui 16 program
kerja serta
kemudian ee ditambahkan dengan program
koperasi desa dan Kelurahan Merah Putih.
sesuai yang diinstruksikan oleh ee Bapak
Presiden.
Program kerja Kementerian Koperasi.
Lanjut slide selanjutnya. Program kerja
Kementerian Koperasi dirancang menyentuh
langsung kebutuhan rakyat
dari reformasi regulasi hingga layanan
nyata di lapangan. mulai dari pendirian
ee bank koperasi nanti, digitalisasi
lewat ee Superps, penguatan koperasi
sektor pangan, energi hingga perumahan
rakyat.
Semuanya bertujuan menjadikan koperasi
sebagai solusi konkret bagi
kesejahteraan masyarakat. Tak hanya itu,
program seperti penyediaan makanan
bergizi gratis, distribusi pupuk dan
beras, hingga pengembangan koperasi ojek
online.
Bapak dan Ibu sekalian, sebagaimana
diketahui dalam berbagai kesempatan Pak
Presiden Prabowo Subuyanto selalu dengan
tegas menyebut koperasi sebagai jalan
ekonomi kerakyatan.
Beliau ingin koperasi menjadi kendaraan
utama dalam menolong rakyat kecil dan
menciptakan sistem ekonomi yang lebih
adil.
Ini bagi kita semua tentu merupakan
amanat sekaligus peluang besar bagi
koperasi dan bagi kita semua.
Dan salah satu ee langkah dan jawaban
strategis adalah dengan pembentukan dan
pengembangan koperasi desa dan kelurahan
Merah Putih di seluruh desa di seluruh
wilayah Indonesia.
Kita tahu bahwa
rantai distribusi hari ini panjang
dan memiliki dampak yang merugikan
petani serta konsumen.
melalui koperasi desa Kelurahan Merah
Putih ini
kita berharap dan tujuan salah satu
tujuannya adalah memotong mata rantai
ini agar keuntungan kembali kepada
rakyat bukan untuk tengkulang.
Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
bukan hanya bicara soal jual beli.
Kopdesel Merah Putih ini hadir sebagai
ekosistem ekonomi rakyat yang diharapkan
dapat menciptakan lapangan kerja,
menjaga harga pangan, memperkuat
ketahanan pangan, dan membangun
solidaritas
berbasis gotongroyong.
Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini
dirancang sebagai pusat layanan atau hub
layanan ekonomi rakyat di tingkat desa.
Gerai usaha atau unit usahanya
ee lengkap Bapak dan Ibu sekalian dan
menyentuh kebutuhan dasar warga dan
masyarakat desa mulai dari gerai
sembako, obat murah, klinik desa hingga
unit simpan pinjam. Bahkan koperasi ini
juga bisa menjadi penyalur bantuan
pemerintah seperti PKH, menyediakan
gudang dan layanan logistik serta
menjalankan usaha sesuai potensi
wilayah, potensi lokal yang bisa
dikembangkan secara bersama-sama.
dengan dukungan berbagai pihak termasuk
BUMN dan instansi-instansi pemerintah,
koperasi desa ini bukan hanya tempat
belanja tapi juga simbol kemandirian dan
gotongroyong warga desa.
Saat ini, Bapak dan Ibu sekalian,
ee alhamdulillah sampai awal Juli ini ee
sudah terlaksana musyawarah desa khusus
untuk pembentukan koperasi desa dan
Kelurahan Merah Putih ini kalau kita
bicara data di 31 provinsi itu sudah
mencapai 100%.
Memang beberapa daerah masih dalam
proses khususnya di wilayah di wilayah
timur Indonesia.
dan sedang dilakukan pendampingan yang
intensif agar ee daerah-daerah tersebut
juga bisa segera menyusul mencapai angka
100%.
Proses ini menunjukkan partisipasi
rakyat yang kuat
dari proses pembentukan koperasi melalui
Musdesus dan Mus Muskelsus ini berlanjut
ke tahap legalitas
atau pemberian SK pengesahan badan
hukumnya.
ribu ribuan koperasi-koperasi Desa
Kelurahan Merah Putih saat ini
sedang menjalankan proses penerbitan
badan hukum tersebut dan alhamdulillah
progresnya menunjukkan angka yang ee ee
bagus Bapak dan Ibu sekalian. Kurang
lebih sudah mencapai 90 ee 5%. Progres
ini menjadi bukti bahwa Koperasi Desa
Kelurahan Merah Putih bukan lagi wacana,
tapi mulai menjelma menjadi kekuatan ril
yang tumbuh dari ee bawah.
Saat ini kita sedang bersiap-siap
sebagaimana tadi sudah saya sebutkan.
Tapi dukungan dari seluruh pemangku
kepentingan
terutama Bapak dan Ibu sekalian selaku
ASN
akan sangat menentukan suksesnya
gerakan ini.
Mari kita satukan langkah bersama-sama
Bapak dan Ibu sekalian untuk menjadikan
koperasi sebagai bagian dari laku hidup
bukan sekedar kebijakan.
ASN bisa menjadi penggerak,
pengguna, hingga pendamping koperasi.
Dengan koperasi yang kuat, kita bangun
ekonomi yang berpihak dan Indonesia yang
benar-benar hebat. Untuk itu tentu para
ASN
diharapkan diharapkan juga harus
mengerti dan memahami apa itu koperasi.
Harus mengerti dan memahami nilai-nilai
koperasi
yang tidak hanya diimplementasikan dalam
kegiatan ekonomi, namun diterapkan pula
dalam kehidupan dan interaksi sosial
sehari-hari. Demikian beberapa hal yang
bisa saya sampaikan Bapak dan Ibu
sekalian. Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Om santi
santi santi om namo budhaya.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak
Ruli atas ee pemaparan materinya dan
untuk Sobat TSN apabila ingin bertanya
sesi tanya jawab akan dibuka di segmen
berikutnya. Jadi silakan untuk yang
bergabung lewat Zoom meeting untuk
menggunakan fitur rais hand. Untuk yang
bergabung lewat eh YouTube channel BBSM
Jatim TV, silakan tuliskan pertanyaannya
melalui kolom live chat.
Oke. Baik.
Bagaimana Sobat Tesan? Apakah ada yang
sudah eh menggunakan visual raise hand?
Oh, ternyata sudah ada yang bergabung di
sini.
Selamat pagi.
Sebentar, sepertinya masih di-mute ee
teman-teman kru.
Oke, selamat pagi. Dengan Bapak siapa?
Dari eh instansi mana?
Izin perkenalkan nama saya Abdika dari
Ombutsmen RI Jakarta.
Bapak Andika dari Ombutsmen RI Jakarta
ya?
Iya. Oke, silakan Pak Andika
pertanyaannya kepada Bapak Ruli
ya. E selamat pagi Pak Ruli.
Ya, selamat pagi Pak Andika. Ya, Pak
Andika apa Pak Asika tadi?
I Pak Andika.
Andika ya. Selamat pagi, Pak. Monggo,
Pak. Silakan.
I ee tadi ee dari paparan Bapak tadi ee
ada perbandingan dengan beberapa negara,
Pak, ya. Nah, perkembangan di koperasi
di tingkat negara ASEAN seperti India
itu sudah cukup maju.
Dari
persepsi Bapak sendiri eh bagaimana
Profek bisnis atau koperasian di
Indonesia ini ee sejalan dengan
kebijakan di
aduh mohon maaf kok
koperasi
putus ya.
Halo,
Pak. Sori, Pak. Tadi hilang, Pak. Oh,
iya.
Suara Bapak hilang.
Iya. Kalau sekarang bagaimana?
Bisa diulang, Pak?
Ya, sekarang kedengaran sih.
Iya,
sekarang kedengaran. Monggo, Pak.
Mudah-mudahan enggak enggak hilang lagi.
Iya. Ee langsung saja pertanyaannya,
Pak, ya. Ee bagaimana prospek bisnis e
perkoperasian di Indonesia itu seiring
dengan di era PU ini? Tadi Bapak ee
sempat menjelaskan bahwa kita perlu
transformasi ee khususnya di
pengoperasian ini dari transformasi
tidak hanya sekedar administrasi tapi
juga mampu mengikuti transformasi secara
digital, Pak. Bagaimana proses
bisnisnya, kemudian e strategi apa yang
yang akan dilakukan oleh Kemenk dalam
mengkoordinir ee koperasi-koperasi yang
sebelumnya sudah berjir. Terima kasih.
bisa langsung dijawab oleh Pak Ruli.
Ruli.
Baik, terima kasih Pak Andika.
Dengaran ya suara saya terdengar ya?
Dengar jelas Bapak.
Jelas, Pak.
Halo.
Suaranya terdengar jelas namun memang
videonya agak terputus-putus.
Audionya jelas, Pak.
Oke, sepertinya ada kendala teknis. Oke,
Pak Ruli ini. Ah, udah oke lagi nih
internetnya nih. Oke,
sudah terdengar.
Sudah terdengar,
Ibu?
Silakan bisa langsung dijawab, Pak Ruli.
Aduh,
SL.
Iya, mohon maaf, Sobat TN, Pak Andika.
Mohon maaf, Bapak ya. harap bersabar
menunggu jawaban dari Bapak Ruli.
Jadi di sini ada dua pertanyaan ya,
bagaimana praktik bisnis koperasi yang
di Indonesia. Kemudian strategi apa yang
dilaku yang dapat dilakukan untuk
mengkoordinir? Oke, sayang sekali
ternyata Bapak Ruli di sini terputus
sambungannya.
Sebentar kita tanya teman-teman kru
dulu. Akankah kita sambungkan kembali
atau bagaimana?
Oke, kita masih berusaha menyambungkan
kembali ya. Jadi untuk Bapak Andika
mohon maaf sekali lagi Bapak harap sabar
menunggu dan untuk rekan-rekan sobat ESN
semuanya apabila memiliki pertanyaan
boleh dituliskan lewat Zoom meeting juga
bisa ada di kolom chatnya. Di YouTube
channel juga bisa tuliskan pertanyaannya
di kolom chat. Oke. Baik nanti akan kita
eh forward ya pertanyaannya. Baik.
Ternyata Pak Ruli di sini sudah
tersambung kembali. Selamat datang ke
Bali, Pak Ruli.
Ini saya enggak tahu nih problemnya di
mana nih dari tadi ee apa namanya?
Tiba-tiba hang.
Enggak apa-apa, Pak. Yang penting
sekarang sudah enggak hang lagi.
Silakan, Pak Ruli bisa langsung dijawab
pertanyaan dari Bapak Andika.
Ya, gini. Ee pertanyaan Pak Andika itu
perlu jawaban yang holistik. Jadi kalau
bicara apa perspektif bisnis, sekali
lagi tadi sudah saya sampaikan juga
bahwa bicara koperasi kan tidak hanya
bicara soal ee bisnis, tapi bicara juga
soal ee dimensi yang lebih luas. Jadi
gini, Pak. Ee kalau saya yang ditanya
perspektif saya pertama ini perbandingan
dulu, Pak. Ee di Indonesia itu dari
seluruh ee jumlah ee penduduk di
Indonesia baru sekitar 10% yang menjadi
anggota koperasi. Itu satu.
Kedua, kalau kita bicara koperasi ee
dari kita untuk kita
ee itu prinsipnya adalah ee semakin
banyak anggota tentu peran koperasi akan
semakin kuat. Nah, ini tentu berkaitan
dengan pemahaman perkoperasian di
kalangan masyarakat dulu. Itu satu, Pak.
itu kalau bicara ee filosofi ee
perkoperasian. Kedua, tentu koperasi
harus adaptif dengan perkembangan yang
terjadi saat ini, termasuk dengan
perkembangan ee ee digitalisasi yang
sangat pesat ee dewasa ini. Tadi sudah
saya sebut
ini sepertinya jawaban dari Bapak Ruli
ee terputus-putus.
Bapak Nika mohon maaf sekali lagi Bapak
sebentar mungkin karena memang ee
jaringannya kurang stabil.
Oke, ini rekan-rekan kru bagaimana kalau
sobat yang bertanya akan kita forwardkan
ee pertanyaannya kepada Bapak Ruli.
Kemudian akan di DM atau share kontak
itu barangkali
bisa ya bisa share kontak ya nanti ya
mengenai ee bagaimana koperasi bisa
mengelola baik manajemen dan usahanya
secara efisien secara lebih efisien dan
lebih efektif juga berkaitan dengan
kualitas pelayanan keanggota.
Jadi kalau bicara misalnya oh usaha
simpan pinjam misalnya Pak ya dengan
digitalisasi ini dari sisi ee anggota
bisa mengetahui secara real time ya
tentang ee kondisi koperasi, tentang
bagaimana simpanannya dan pinjamannya
dan sebagainya. Tapi di sisi lain juga
bisa memperkuat pengawasan koperasi
dan memperkuat ee ee ee kinerja koperasi
itu sendiri. Jadi itu Pak Andika
ee beberapa jawaban singkatlah yang bisa
saya sampaikan. Kalau saya ditanya
sekali lagi apakah bagaimana potensi ee
bisnis koperasi sangat bagus, Pak?
Sangat bagus. Kalau kita bicara apakah
koperasi ini masih punya potensi bisnis
yang ee ee bisa dikembangkan sangat
bisa, Pak. Kalau kita lihat dari sisi
saya tambahkan sedikit ya, Pak Andika
ya, bahwa kita bicara koperasi itu tidak
hanya kita bicara koperasi primer,
artinya koperasi yang anggotanya orang
perorang, tapi nanti juga ada koperasi
sekunder ya, koperasi yang anggotanya
adalah koperasi-koperasi primer. Jadi
koperasi koperasi ini bisa menjalankan
level bisnis di segala level, Pak.
di segala bidang usaha dan di segala
level.
Undang-undang membolehkan koperasi untuk
bergerak menggarap usaha di sektor apa
saja. Bahkan Undang-Undang Minerba yang
kemarin baru dikeluarkan juga memberi
kesempatan koperasi untuk ikut ee ee
bergerak mengelola dan mengembangkan
bisnis di sektor minerba gitu, Pak.
Terima kasih.
Mana Pak Andika? Sudah cukup ataukah ada
tanggapan lagi?
sudah cukup baik. Terima kasih banyak
Pak Andika atas pertanyaannya.
Terima kasih juga Bapak Ruli sudah ee
sharing ilmu bersama dengan Sobat ASN
semua sudah menjawab juga pertanyaan
dari salah satu sobat ASN yang bergabung
di sini. Terima kasih banyak Pak Ruli.
Kami tunggu Pak saya pribadi beserta ee
apa ibu-ibu di perumahan sih, Pak.
kemarin katanya sempat diajak ngobrol
sama Pak Lurah ngobrolin tentang
koperasi merah putih gitu. Kami sangat
mengharapkan semoga bisa mensejahterakan
desa-desa di seluruh Indonesia. Amin.
Terima kasih sekali lagi Pak Ruli.
Kami persilakan untuk melanjutkan ke
schedule berikutnya.
Tadi enggak enggak kedengaran saya tadi,
Mbak ngomong apa tuh? Ini baru baru baru
dengar di ujungnya aja nih, Mbak. Mbak
moderator.
Oke, mohon maaf, Bapak. Terima kasih
sekali lagi. Ini memang karena ee
jaringan yang agak kurang stabil, Bapak,
ya. Dan saya pribadi beserta teman-teman
di sini juga ee sangat mengharapkan
terselenggaranya Koperasi Merah Putih
ini semoga bisa mensejahterakan seluruh
desa di Indonesia. Amin.
Tadi yang saya sampaikan kedengaran
enggak, Pak? Ya,
sudah terdengar jelas, Bapak.
Jelas,
iya. Barangkali nanti bisa minta
materinya, Bapak ya. Minta soft
copy-nya. Jadi kami bisa share ke sobat
ASN semua.
Terima kasih.
Ini satu satu pertanyaan aja nih.
Iya satu pertanyaan Bapak
karena ada kendala jaringan Bapak. Mohon
maaf Bapak ya.
I
terima kasih banyak Pak Ruli.
Iya. Makasih.
Silakan melanjutkan ke schedule
berikutnya. Sehat selalu, Bapak. Sampai
jumpa lagi. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi.
Waduh, sahabat ASN ya. Coba kalau tidak
terkendala eh jaringan ini kayaknya yang
tanya tadi banyak banget ya apalagi
menuliskan pertanyaannya di ee kolom
live chat-nya YouTube channel BBSM Jatim
TV. Wah, sangat ramei. Enggak apa-apa
nanti akan kita share untuk ee soft copy
dari materinya bisa dibaca-baca ulang
barangkali nanti akan diberikan ee
kontaknya ya. Iya. Jadi yang ingin
bertanya secara langsung monggo silakan.
Baik, kalau begitu di segmen berikutnya
kita akan mendengarkan materi dari
narasumber kita yang kedua. Jadi jangan
ke mana-mana, tetap di webinar IS
belajar seri 26 tahun 2025.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Murahlah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi rencanakan
tugas kebanggaan negeri
berentasut
melayani bangsa. dengan akuntabilitas
tinggi.
Hidan
hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
gandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati
tujukan kompetensi dalam harmoni.
loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih beragung
mengerdas penuh hati tulus membantu
sesama dengan bagaimani
dengan bangani
[Musik]
dengan mengang kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Kembali lagi di ASN Belajar seri 26
tahun 2025. Bagaimana Sobat ASN? Sudah
siapkah untuk menyimak materi dari
narasumber kita yang kedua? sudah siap
dong. Harus selalu siap. Karena
narasumber kita yang kedua ini adalah ee
Kepala Laboratorium Investasi dan Pasar
Modal Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya. Jadi tidak perlu
berlama-lama lagi, mari kita sambut
dengan tepuk tangan Anda, Satn, Bapak
Dr. Muhammad Tojibus Sabirin, MBA, AK.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam, Mbak Nisa, apa kabar?
Alhamdulillah sehat. Bagaimana Pak
Sabirin kabarnya hari ini?
Alhamdulillah sehat.
Alhamdulillah. Bapak kesibukannya
akhir-akhir ini apa nih, Pak?
ee banyak memberikan materi ee pelatihan
terutama pelatihan untuk mahasiswa ee di
Galeri investasi pasar modal
untuk memberikan satu ee literasi dan
inklusi ee pasar modal kepada mahasiswa.
Jadi saat ini di Indonesia dari sisi
ekonomi bisa ditunjang dari berbagai
sudut ee ee kegiatan usaha salah satunya
adalah di pasar modal dan tidak menutup
kemungkinan koperasi juga bisa
berinvestasi di pasar modal nantinya.
Amin. Amin. Oke. Baik. Untuk Pak Sabirin
untuk penyampaian materinya kami berikan
waktu 30 menit. Kemudian tanya jawab
akan ada sesi tersendiri setelah Bapak
selesai menyampaikan materi. Jadi ada
waktu 15 menit untuk sesi tanya jawab
atau berdiskusi bersama dengan Sobat ASN
semua. Oke, Sobat ASN yang ingin
bertanya silakan tuliskan dulu
pertanyaannya. Nanti kalau Pak Sabiris
sudah selesai untuk menyampaikan
materinya silakan untuk teman-teman
Sobat TSN menggunakan fitur raise hand
untuk bertanya yang bergabung lewat Zoom
meeting dan yang bergabung lewat YouTube
channel. silakan tuliskan pertanyaannya
melalui kolom live chat. Kalau begitu
mari kita simak bersama-sama materi yang
akan disampaikan oleh Bapak Sobirin.
Silakan Bapak
bisa dibantu untuk ee PPT-nya Ibu. Baik.
Ee sobat ASN yang
Baik. Sobat ASN yang ee saya cintai.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
ee Pak Ruli Nanto yang saya hormati dari
Kementerian ee Koperasi dan UMKM, Pak
Endi Alim sebagai Kepala Dinas Koperasi
dan UMKM Provinsi Jawa Timur. Ee saya
ingin memberikan beberapa ee materi yang
tentunya terkait bagaimana koperasi ini
menjadi pilar penguatan ekonomi
Indonesia di era modern. Jadi saya akan
mencoba untuk membuat satu analisis
terhadap daya saing koperasi di dalam
ekosistem bisnis yang ada di saat ini
ya. Karena bisnis saat ini adalah ee mau
tidak mau kita mengikuti satu teknologi
yang terkini yaitu dengan digitalisasi
dan ini ee Kementerian Koperasi juga
sudah melakukan satu ee pendidikan
maupun membuat satu literasi di dalam
penguatan ee koperasi di bidang
teknologi. Next.
Baik. Ee apa yang ee terjadi dalam
koperasi? mungkin saya bisa memberikan
gambaran tentang bagaimana perkembangan
koperasi di Indonesia. Jadi, koperasi
ini pada awalnya satu digerakkan oleh ee
satu organisasi sosial ataupun politik.
Jadi pada saat itu ada Budi Utomo, ada
Serikat Dagang Islam, kemudian ada
partai-partai yang lain. Ini mendirikan
koperasi dengan semangat untuk ee
menggerakkan satu ideologi politik. Jadi
dalam hal ini adalah bagaimana koperasi
ini merupakan sebuah kelompok di dalam
rangka untuk menentang kolonialisme dan
juga dalam rangka untuk menentang
kapitalisme.
Sehingga di dalam konteks ini maka
gerakan ini adalah bagaimana mereka
secara kolektif mempunyai satu ee
pemikiran yang sama di dalam ee
memerdekakan Indonesia pada saat itu.
Kemudian yang kedua, koperasi ini
digerakkan dan dibantu oleh pemerintah.
Maka dari itu, Kementerian Koperasi,
kemudian Dinas Koperasi ini juga selalu
melakukan satu fasilitator untuk
mengembangkan koperasi yang ada di
Indonesia. Jadi konteksnya pada waktu
itu adalah campur tangan pemerintah di
dalam koperasi ini karena melihat bahwa
sistem ekonomi ini harus ditata. Jadi
pada saat itu bagaimana ee ee dari
sektor pertanian ini secara kolektif
bisa melakukan satu aktivitas baik untuk
ee penyediaan pupuk ataupun untuk ee
memasarkan produk-produk pertanian
dengan berkelompok melalui ee koperasi.
Dan pada saat itu pula di sinilah
mengapa hadirnya koperasi ee Desa
Kelurahan Merah Putih ini karena
terinspirasi dari Kementerian
Perdagangan dan Perindustrian pada saat
itu ee merupakan ayah dari Presiden
Prabowo Subianto, Prof. Suitko Hadi
Kusumo, Hadi Kusumo yang
sebagai Menteri Perdagangan dan
Perindustrian ingin memberikan satu
ruang bahwa ee kebutuhan-kebutuhan impor
itu bisa dilakukan dengan membentuk satu
koperasi. Dengan
kolektivitaskolektivitas
ini maka koperasi ini menjadi satu
organisasi yang kuat untuk bisa
melakukan aktivitas usaha. Dan yang
ketiga adalah bagaimana koperasi ini
dibentuk berdasarkan dari permintaan
pasar ya. Ini biasanya ee dibentuk oleh
ee ee seorangan
ataupun badan usaha serta masyarakat
sosial. Jadi, bagaimana mereka membentuk
karena mempunyai satu kesamaan di dalam
melakukan aktivitas bisnisnya.
Nah, konsep kolektivism ini atau ee
bagaimana mereka bersama-sama untuk
melakukan aktivitas usaha, maka mereka
ee membentuk satu ee badan usaha ya.
Badan usaha yang dipilih adalah
bentukannya adalah koperasi. Namun tidak
bisa dipungkiri pada saat ini ada
realitas perubahan sosial di Indonesia
ataupun di seluruh dunia. Jadi saat ini
fenomenanya adalah bagaimana yang
tadinya dari kolektivism menjadi
individualism.
Jadi bagaimana paradigma masyarakat saat
ini bergeser yang tadinya mereka
membutuhkan satu ee ee kemasyarakatan
dengan cara berkelompok. Saat ini mereka
berpikir bahwa mereka memikirkan untuk
ee menjalankan sifat individualisme.
Jadi yang dulunya gotongroyong itu
merupakan budaya asli Indonesia.
kekeluargaan yang merupakan budaya asli
Indonesia ini ee sedikit demi sedikit
mulai luntur dan tergantikan dengan
sifat individualisme. Ya, hari ini ee
kita bisa merasakan bahwa yang tadinya
satu tatap muka ataupun pertemuan di
dalam membahas sesuatu itu harus
dilakukan dengan ee ee kondisi yang ada
di suatu ruangan kemudian bisa saling
bertatap muka. hari ini kita bisa
menjalankan dengan konsep individualisme
adalah bahwa masing-masing individu
berada di tempatnya masing-masing bisa
menjalankan ee satu ee pertemuan pada
hari ini. Kemudian teknologi modern ini
tentunya sudah merupakan satu ee
kebutuhan bagi ee masyarakat karena
fenomena ini memberikan gambaran bahwa
globalisasi ini di mana pun Anda berada
menjalankan aktivitas sehingga dikatakan
bahwa dunia saat ini adalah dalam
genggaman.
Demikian pula bahwa saat ini sikap
beberapa ee generasi muda itu justru
memikirkan bahwa mereka mager, mereka
malas gerak. Yang bergerak adalah
aktivitas bisnisnya, bukan
individualnya.
Nah, kemudian individualisme ini sangat
ee banyak di ee ee pakai oleh generasi
ee berikutnya atau generasi muda saat
ini. Karena apa pandangan mereka? bahwa
dengan konsep individualisme mereka
menekankan adanya kemerdekaan dan
kebebasan individu. Namun mereka juga
mengatakan bahwa ini adalah tanggung
jawab ee atas dirinya sendiri dan
merupakan tanggung jawab yang mereka
harus ee jalankan di dalam kehidupan
mereka.
Sehingga dalam konteks ini yang tadinya
kita melihat bahwa berdirinya koperasi
itu berdasarkan konsep kolektivism, maka
tantangan koperasi di saat ini adalah
berubahnya era kolektivism ke era
individualism.
sehingga konflik ini menjadikan satu
nilai-nilai yang ee menjadikan satu
pemikiran bagi koperasi bahwa apakah
koperasi yang didirikan dengan asas
gotongroyong dan kekeluargaan ini harus
ee menjalankan aktivitasnya menghindari
atau justru tidak mendukung adanya
konsep keinginan individual. Kemudian
yang kedua, apakah keputusan kolektif
itu ee harus ee tidak lagi dijalankan?
karena mengikuti fleksibilitas ee
personal.
Kemudian apakah proses demokratis yang
ada di dalam pertemuan ee anggota
koperasi ini ee digantikan dengan satu
efisiensi instan seperti hari ini ee
memberikan gambaran bahwa pertemuan
daring ini bisa dijalankan oleh koperasi
dengan melakukan rapot anggota tahunan
secara daring dan ini sudah dilakukan
oleh beberapa koperasi dan banyak
koperasi menjalankan hal ini. Namun
tentunya ini memberikan gambaran bahwa
kolektivism ini sedikit demi sedikit
sudah mulai ee luntur dengan keadaan
yang membentuk mereka menjalankan satu
kehidupan individualisme.
Berikutnya.
Nah, jadi koperasi ini harus melakukan
transformasi dan menjalankan redefinisi
di dalam ee generasi
baru atau generasi individual. Jadi yang
tadinya koperasi ini mempunyai azas
kekeluargaan, maka kekeluargaan ini
bentuknya yang lain. Kekeluargaan ini
bisa berjalan dengan konsep yang namanya
community interest. Jadi koperasi itu
didirikan jika mereka mempunyai satu
kesamaan. Kesamaan dari sisi ee ee
keinginan, kesamaan dari sisi kebutuhan,
mengelompokkan mereka secara spesifik
sesuai dengan minat yang mereka
inginkan. Dan ini menjadikan gambaran
bahwa koperasi itu harus interest based
clustering. Jadi clusternya harus
menjalankan based on interest. Tidak
lagi koperasi itu membuka keanggotaannya
dengan anggota yang multi eh ee ee
keinginan. Jadi keinginan yang berbagai
ragam itu mungkin akan menjadi satu
koperasi yang tidak bisa berkembang pada
suatu saat.
Kemudian koperasi itu ee harus
menjalankan aktivitasnya sesuai dengan
prevensi preferensi dari masing-masing
individu. Jadi membershipnya itu harus
fleksibel bahwa mereka bisa menjalankan
aktivitasnya dengan membuka diri bahwa
siapapun bisa menjalankan keanggotaan
ini tanpa melihat latar belakang
pendidikan, tanpa melihat latar belakang
status dan seterusnya. Dan ini bisa
dijalankan dengan konsep.
Kemudian
manfaat dari ee ee personalisasi
keputuhan masing-masing anggota ini
harus diutamakan sehingga koperasi tidak
menghilangkan konsep atau asas
kekeluargaan. Namun koperasi ini asas
kekeluargaannya harus dibentuk dengan
satu ee interest yang sama atau satu
kebutuhan yang sama dari anggotanya.
Kemudian koperasi ini akan menjadi lebih
besar dan ini tentunya kami meyakini,
saya meyakini apalagi tadi Pak Ruli
Nurianto juga mengatakan bahwa kopasi
ini ee berkembang pesat saat ini.
Mengapa? Karena yang tadinya masyarakat
ee merupakan pilihan individual ini bisa
menjadi power ataupun kekuatan kolektif.
Jadi ee individu-individu ini jika
mempunyai interest yang sama, mereka
berkomunitas untuk memberikan satu
kekuatan. sehingga kekuatan kolektif ini
sebagaimana yang dilakukan saat
didirikannya koperasi itu adalah
bagaimana mereka mempunyai bargaining
position yang tinggi sehingga mereka
berhadapan dengan baik itu dari sisi
supply ataupun dari sisi ee demand itu
mereka bisa mempunyai satu kekuatan
kolektif dan tentunya koperasi ini harus
terbuka dan bisa menyadari bahwa
masing-masing anggota itu mempunyai ciri
dan keunikan sehingga koperasi harus
bisa beradaptasi dengan anggotanya,
bukan anggota yang beradaptasi terhadap
koperasi.
Fenomena-fenomena ini menjadikan satu
perubahan yang harus dipikirkan bahwa
koperasi ini akan bisa berkembang pesat.
Dan strategi konkret yang harus
dilakukan oleh koperasi saat ini
bagaimana koperasi sebagai badan usaha
yang tadi juga sudah disampaikan oleh
Bapak Pak Kepala Badan Pak Ramli. Pak
Ramlianto mengatakan bahwa ee ini adalah
satu gambaran bahwa koperasi ini harus
berubah sikap, harus digital. Koperasi
ini juga harus memenuhi keanggotaan
baru, yaitu keanggotaan generasi
berikutnya atau generasi dan ee ee ee ee
ee setelah ini. Nah, ini memberikan
gambar bahwa
strategi konkrit harus dipakai. Jadi
koperasi ini harus rebranding.
Rebranding bahwa koperasi ini merupakan
kebutuhan bagi milenial. Koperasi ini
merupakan kebutuhan bagi generasi muda.
Dan tentunya koperasi ini harus ee
membentuk satu eh lifestyle yang memang
di ee yakini oleh generasi muda yang
sudah berbeda dengan generasi terdahulu.
Dan ini tetap memberikan satu dampak
sosial yaitu merupakan dampak
gotong-royong dan kekeluargaan.
sebagaimana asas dari koperasi sehingga
kalau misalnya koperasi rapat anggota
tahunan yang tadinya harus berkumpul
dalam satu ee mimbar atau hall, maka di
sini mungkin ee rapat anggota itu
diadakan ee sembari minum kopi ataupun
di kafe dan seterusnya. Jadi, lifestyle
ini harus diikuti untuk mengikuti apa
yang dilakukan oleh generasi milenial.
Berikutnya,
next, ya. Ini posisi koperasi yang tadi
juga sudah diberikan secara lebih detail
oleh ee Pak ee Ruli Nanto dari
kementerian bahwa ya koperasi itu
jumlahnya sekarang sekitar 130.000-an.
Ini data tahun 2024 koperasi besar itu
ada sekitar 300-an dan pertumbuhan baru
koperasi itu didaftarkan ada sekitar
1500 koperasi. Dan tentunya pemerintah
sangat peduli terhadap pertumbuhan dan
perkembangan koperasi dengan hadirnya
Inpres Nomor 9 tahun 2025 yaitu
percepatan pembentukan
koperasi desa dan kelurahan Merah Putih.
Kemudian adanya target modernisasi ya
modernisasi 500 unit koperasi modern di
tahun 2004-25.
berikutnya.
Nah, apa tantangan koperasi di era ee
digital ini? Ya, kita mengenal kelemahan
koperasi tradisional. Sistemnya masih
manual, kemudian ee lambat di dalam
memberikan respon untuk pengambilan
keputusan, kemudian rentan terhadap
kesalahan. Hal-hal yang sudah dikenal
saat ini dengan konsep algoritma
seharusnya tidak lagi menjadi satu
sistem yang membuat pelayanannya menjadi
lambat. Kemudian koperasi ini juga
jangkauannya terbatas secara geografis.
Jadi kalau koperasi ini berada di
Surabaya maka anggotanya keanggotaannya
adalah mereka yang tinggal dan
berdomisili di Surabaya. Namun koperasi
ini bisa membuka diri untuk semua ee ee
ee aktivitas usaha baik itu ada di
wilayahnya maupun di luar wilayah lain.
Kita pernah melihat bahwa ada satu ee
toko yang cukup besar jadi jaringan ee
toko yang ada besar di Amerika ya saya
sebutkan namanya A Hardware. A hard
Hardware itu merupakan bentuk koperasi
yang ada di Amerika. Jadi, setiap
hardware yang ada di ee ee berbagai
outlet itu adalah milik pribadi. Dan
karena kepemilikannya ini adalah
masing-masing ee pribadi, maka mereka
membentuk satu komunitas ya kolektivitas
yang namanya koperasi Hardware. itu ada
sekitar 5.000 outlet baik di Amerika
maupun di luar Amerika yang kemarin eh
pemilik koperasi eh pemilik koperasi
atau Ishak W Indonesia mengundurkan diri
dan mendirikan dengan nama yang ee baru.
Ya, berarti dia sudah melepaskan diri
dari keanggotaan Hardware Hardware
dibentuk tentunya dengan kolektivitas
ini mereka mempunyai bargaining
position. Dalam hal apa? dalam hal untuk
membeli barang dagangan yang dipakai
oleh ee ESware di seluruh dunia sehingga
mereka bisa mempunyai satu posisi tawar
yang kuat untuk bisa memberikan satu ee
aktivitas ee supply chain-nya dengan ee
lebih efisien.
Kemudian koperasi di zaman ee ee sebelum
modern ini maka ee inovasi
produk dan layanan ini masih dalam
bentuk manual ya, manajemennya masih
belum profesional. Seringki manajemen
koperasi ini dilakukan oleh pengurus
koperasi.
Mungkin perlu dipikirkan bahwa pengurus
koperasi ini tetap ada sebagai ee
pengarah dan juga pengawas dari jalannya
koperasi. Namun koperasi ini bisa
diserahkan ke dalam manajemen
profesional sehingga dengan manajemen
profesional mereka mampu untuk melakukan
aktivitasnya dengan lebih cepat dan
optimum dengan kaidah-kaidah
profesionalisme di dalam ee menjalankan
aktivitas bisnis. Nah, salah satu hal
yang ee kita lihat dan ini ternyata
menjadikan ee apa ee problem case yang
pernah terjadi di Indonesia yaitu em
koperasi ini pada awalnya adalah dalam
bentuk koperasi yang melayani anggota
dalam kebutuhan tertentu. Namun ternyata
koperasi ini juga memberikan gambaran
bahwa koperasi ini ada kebutuhan anggota
dalam bentuk finansial. sehingga
kebutuhan finansial ini hadirnya yang
namanya koperasi simpan pinjam dari
anggota
ke anggota. Namun saat ini juga ada
koperasi yang ee ee melakukan aktivitas
simpan pinjam bisa me
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:08 UTC
Categories
Manage