ASN Belajar Seri 26 | 2025 - Koperasi Kuat - Indonesia Hebat
wt7dxSOdHDU • 2025-07-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Terus bergerak sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar juga meneritahan kelas dunia bukan tekad pantang menyerah jadi berkuit [Musik] belajar [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Mah kami junjung teguhkan diri dan jadi pedoman serta kekuatan. hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memerasi melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong kami dari sini s dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya. Kalau ada dan berkolaborasi, bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan air yang lebih beragam. Mengeras penuh hati tulus membantu terbang. Dengan bang kami melayani, dengan bang kami melayani, dengan kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] Hasen bua semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi campalak Jawa Timur terus melaju bersama BPSN Jim kita terus melesa Untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur terus melu. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi hera aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PP PSM Jatim no one left behind um unggul dan berkualitas melesa tinggi Indonesia jaya Yeah. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Oh. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Mudahlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas kebanggaan negeri berentas melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. H kami dari sini suka dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu aktif dan berkolaborasi gandeng tangan tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati tujukan kompetensi dalam harmoni. loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan AS yang lebih beragung mengedas penuh hati tulus membantu sesama dibang kami melayani bang kami melayani Mengah kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] Hasen bua semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cakap Jawa Timur terus melaju bersama BPSTN Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur terus melaju bersama BPSDM Jatim Kita terus melesat untuk Indonesia emas. Prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah. Jawa Timur terus melaju bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PP PSM Jatim no one left behind um unggul dan berkualitas melesa tinggi Indonesia Jaya [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi. wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi sobat ASN. Senang sekali saya Anis Dewi dapat kembali menemani sobat ASN semua dalam webinar ASN Belajar seri 26 tahun 2025 persembahan Korpu SDIS BBSDM Provinsi Jawa Timur. Izinkan kami untuk menyapa yang sudah bergabung dalam webinar hari ini. Yang terhormat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. Yang kami hormati para narasumber, Sekretaris Menteri Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Bapak Ahmad Zabadi, S.H., M.M. yang dalam hal ini akan diwakilkan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia Bapak Ruli Nuryanto, S., M.Si. Kemudian dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Brawijaya Bapak Dr. Muhammad Tojibus Sabirin, MBE, AK. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Andi Alim Abdinusa, SIP, M.M. serta seluruh sobat ASN yang sudah bergabung baik melalui Zoom meeting YouTube channel BPSDM Jatim TV maupun yang hadir langsung di kelas internasional BPSDM Provinsi Jawa Timur. Boleh minta applaus yang luar biasa dong untuk kita semua yang sudah hadir. [Musik] Hari ini Kamis 10 Juli 2025. 2 hari lagi tepatnya di tanggal 12 Juli diperingati sebagai Hari Koperasi Indonesia. Itulah mengapa di ASN Belajar seri 26 tahun 2025 ini kami mengambil topik koperasi kuat Indonesia hebat. Oke, jadi memang ini bukan sekedar slogan ya sobat ASN, tetapi merupakan cerminan semangat untuk membangun kemandirian ekonomi rakyat melalui penguatan koperasi. Jadi, koperasi sebagai sokoh guru, sebagai ee tiang penyangga ya untuk perekonomian nasional yang memiliki peran vital dalam menciptakan sistem ekonomi yang adil, inklusif, dan juga berkelanjutan. Itu yang paling penting. Nah, bagaimanakah koperasi dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang merata sekaligus memberikan inspirasi dalam mendukung kemandirian masyarakat? Bagaimana pula peran ASN di dalamnya? Nah, selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN belajar seri 26 tahun 2025. [Musik] Sobat ASN, untuk mengawali ASN belajar seri 26 tahun 2025 ini, marilah kita simak bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P.,MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 10 Juli 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-26. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme luar biasa dari sahabat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-26 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka turut serta memberikan kontribusi pemikiran pada momentum Hari Koperasi nasional yang akan kita peringati pada tanggal 12 Juli 2025 beberapa hari lagi. Hari Koperasi Nasional ke-78 tahun ini mengusung tema Koperasi Maju Indonesia Adil Makmur. Tema ini mencerminkan semangat membangun kembali kekuatan koperasi sebagai sistem usaha ekonomi yang berasaskan gotongroyong dan kekeluargaan sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-26 tahun 2025 ini mengangkat topik koperasi kuat Indonesia hebat. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN Belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat TSN di seluruh tanah air, tema Hari Koperasi Nasional tahun 2025 ini tentu harus kita maknai bukan hanya sekadar sebagai slogan tahunan, tapi refleksi atas cita-cita yang belum tuntas dan janji konstitusi yang menunggu diwujudkan. Kita sadar sepenuhnya bahwa koperasi bukan hanya sebuah model ekonomi, tetapi juga sebuah filosofi kebangsaan. Ia tumbuh dari akar gotongroyong, disiram oleh semangat keadilan sosial, dan dijaga oleh kepercayaan antar warga. Namun, mari kita jujur, dalam derasnya arus liberalisasi dan digitalisasi, koperasi kadang tertinggal dari gegap gembita startup dan korporasi raksasa. Tapi di situlah tantangan sekaligus peluang dapat kita tangkap karena koperasi punya yang tidak dimiliki entitas lain, yakni nilai kekeluargaan, kesetaraan, dan keberlanjutan. Koperasi di Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang. Ia tumbuh bukan dari laboratorium ekonomi, tetapi dari peluh rakyat yang ingin berdaya bersama. Sejak zaman kolonial, koperasi hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem ekonomi yang timpang ketika akses terhadap modal, distribusi, dan keadilan hanya dimiliki oleh segelintir orang. Dari masa ke masa, koperasi menjadi tempat rakyat kecil menggantungkan harap. petani yang ingin memasarkan hasilnya dengan adil, nelayan yang ingin membeli peralatan tanpa lilitan rentenir hingga buru dan ASN yang ingin menata masa depannya. Namun di tengah perubahan zaman dan derasnya arus digitalisasi, koperasi tak bisa berjalan dengan pola lama. Ia harus bertransformasi dari koperasi administratif menjadi koperasi yang inovatif. Dari simbol kebersamaan menjadi sistem yang efisien. transparan dan adaptif. Sahabat ASN di seluruh tanah air, inilah tantangan kita hari ini. Bukan hanya mempertahankan sejarahnya, tetapi menyuntikkan energi baru agar koperasi benar-benar menjadi sokoh guru ekonomi nasional yang bukan hanya membesarkan yang kuat, tapi juga menguatkan yang lemah tanpa melemahkan yang lain. Koperasi sudah seharusnya menjadi benteng rakyat dari serbuan kapitalisme yang tak jarang membabi buta. Kapitalisme yang menjadikan laba sebagai satu-satunya ukuran seringki meninggalkan luka ketika yang kecil semakin tersingkir dan yang kuat kian menguasai. Di tengah sistem pasar yang menggilas tanpa peduli, koperasi hadir sebagai rumah yang memanusiakan ekonomi. Ia bukan hanya soal harga dan keuntungan, tetapi soal keadilan, kepemilikan bersama, dan martabat yang dibagi rata. Karena itu, membesarkan koperasi bukanlah romantisme masa lalu, melainkan strategi masa depan. Di mana pertumbuhan tidak lagi hanya milik segelintir, tetapi dinikmati secara kolektif oleh mereka yang selama ini bekerja dalam diam. Dalam arus dunia yang kian liberal dan individualistik, koperasi adalah pengingat bahwa kita bisa tumbuh tanpa meninggalkan, berhasil tanpa menjatuhkan, dan sejahtera tanpa harus saling menyingkirkan. Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu bagaimana kita sebagai ASN Indonesia mampu memberikan kontribusi terhadap terwujudnya koperasi sebagai sokoh guru ekonomi bangsa. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Ahmad Sabadi, S. M.M. Beliau adalah Sekretaris Kementerian pada Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. MT. Sabirin, MBE. AK. Beliau adalah akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. Andi Alim Abdinusa, S.IP, M.M. Beliau adalah Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-26 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Ramli atas speech yang sudah diberikan. Semoga menjadikan sobat ASN ini jadi lebih bersemangat lagi ya untuk mengikuti webinar ASN belajar seri 26 tahun 2025 ini. Dan sebelum kita menyimak materi dari narasumber kita yang pertama, kami ingin mengingatkan bahwa link presensi sudah dapat diakses melalui Semesta Bangkok. Oke, Semesta Bangkok. Kira-kira ada yang sudah mengisi atau ada yang belum mengisi? Oke, kalau ada yang belum mengisi, silakan segera diisi ya link presensinya. Jadi di sana juga akan ada survei, ada lembar monev, dan setelah mengisi semuanya ee link e-sertifikat ini akan muncul maksimal 1* 24 jam ya, Sobat ASN. Jadi jangan lupa dicek secara berkala. Baik, Sobat ASN, setelah mengisi link presensi sekarang waktunya kita untuk menyimak materi dari narasumber kita yang pertama. Beliau adalah ee Sekretaris Menteri Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Bapak Ahmad Zabadi, SH. M.M. Namun karena beliau berhalangan, untuk materi kali ini akan disampaikan secara langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Boleh kita minta applaus untuk Bapak Ruli Nuryanto, S., M.Si. Asalamualaikum. Selamat pagi, Pak Ruli. Ya. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Selamat pagi, Bapak. Bagaimana Bapak kabarnya hari ini? Alhamdulillah sehatas. Alhamdulillah. Terima kasih Bapak telah meluangkan waktunya untuk menyapa sobat ASN semua. Terima kasih sekali lagi Bapak ini kalau boleh tahu sedang ada kesibukan apa Bapak di hari ini? Hari ini tadi dapat penugasan dari Pak Sesmen he menggantikan beliau, mewakili beliau untuk menjadi narasumber di webinar pagi ini, Mbak. Karena ya kebetulan beliau ada penugasan dadakan dari Pak Menteri gitu. Oke. Baik. di webinar belajar ini yang sudah bergabung ini banyak sekali dari meeting maupun YouTube channel BBSDM Jatim TV lebih dari 4000 sobat ASN dari seluruh penjuru tanah air. Boleh silakan disapa terlebih dahulu ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak, Ibu sekalian, teman-teman sekalian, para ASN seprovinsi Jawa Timur yang sudah hadir di webinar pagi ini. Semoga di webinar ini kita semua bisa mendapat manfaat dari apa nanti yang akan kita diskusikan secara bersama-sama. Nah, tadi tadi saya lupa jawab ditanya kesibukan saat ini ya, Mbak ya. Kesibukan saat ini kami memang sedang fokus ee mungkin teman-teman juga sudah dengar ee terkait dengan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia itu, Mbak. Saya kira akan di ee jalankannya mulai kapan, Pak? Dijalankan maksudnya dijalankan gimana? Jadi ee tahap sekarang he ee kami masih di tahap pembentukan ya dan nanti ini jadi bagian dari ee paparan saya nanti sebenarnya yang nanti tanggal 19 itu secara resmi akan diunching oleh Pak Presiden Prabowo Subianto. Nah, setelah itu kita akan masuk ke tahap kedua yaitu pengoperasional mengoperasionalkan ee Kopdeskopdes dan Koperasi Kelurahan Merah Putih ini, Mbak. Oke, kalau dan nanti tahap selanjutnya, tahap ketiga itu tentu pengembangan dan kemudian monitoring dan evaluasinya. Oke. Baik, kalau gitu sekalian aja, Pak, diberikan semua informasinya plus materi yang akan disampaikan. Jadi, silakan untuk sobat ASN yang ingin bertanya dikip dulu, ditulis dulu pertanyaannya karena sesi tanya jawab akan ada sendiri setelah materi selesai disampaikan. Untuk Pak Ruli, kami berikan waktu 30 menit untuk menyampaikan materinya. Silakan, Pak Ruli. Ya, terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Shalom. Yang terhormat tadi sudah menyampaikan pengantar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto. Tentu beserta seluruh jajaran. Kemudian juga yang terhormat rekan saya ini Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Bapak Endi Alim Nusa. Kemudian eh narasumber ada Bapak Dr. Toji Buirin ya yang terhormat dan tentu saja para peserta webinar sekalian yang saya banggakan. Pertama-tama tentu kita patut mengucapkan alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa ya Bapak dan Ibu sekalian. Kita semua pagi ini masih diberi kesempatan untuk sekali lagi bertemu walaupun secara daring ya berdiskusi nanti insyaallah dalam kondisi sehat walafiat. Yang kedua tentu ee saya menyampaikan permohonan maaf dari Pak Sesmen Sesmen ee Koperasi Pak Ahmad Jabadi karena mendadak ee tadi pagi ee ada penugasan untuk mendampingi Pak Menteri dan tentu Bapak dan Ibu sekalian seperti tadi yang sudah saya sampaikan ee saya berharap tentu webinar pagi ini bisa memberi manfaat bagi kita semua. kita mulai slide-nya ya. Jadi, Bapak dan Ibu sekalian, tadi Pak ee Ramanto sudah ee menyampaikan pengantar yang luar biasa ya, bahwa kalau bicara koperasi kita tidak sekedar bicara mengenai badan usaha, tapi juga kita bicara dimensi yang lebih luas ya. Jadi, ee koperasi ini menjadi bagian dari fondasi ekonomi bahasa. Kalau tadi Pak ee Kepala Badar sudah sampaikan, tentu kita sepakat ya, bahwa sudah saatnya kita menempatkan koperasi sebagai pilar utama dalam membangun ekonomi yang adil, makmur, mandiri, dan berkeadilan sosial sejalan dengan amanat konstitusi. makmur dalam konteks tidak hanya koperasinya, tapi tentu seluruh anggota dan masyarakat nanti. Bapak dan Ibu sekalian, kalau kita melihat data saat ini, pertumbuhan koperasi aktif di Indonesia rata-rata itu sebesar 0 kom ee 67% per tahun. di mana pada tahun 2024 jumlahnya mencapai 131.617 unit dengan volume usaha mencapai angka 214 triliun. Tapi kalau kita lihat kontribusi terhadap PDB baru mencapai angka 0,97%. Dan ini tentu menunjukkan bahwa ee banyak perbaikan ee banyak peningkatan, banyak akselerasi yang perlu kita lakukan bersama-sama agar koperasi nanti seperti harapan kita bersama yang disampaikan Kepala Badan ini bisa memiliki peran yang signifikan di perekonomian nasional. Lanjut. Data juga menunjukkan bahwa beberapa negara di Asia telah lebih dulu menepatkan koperasi sebagai kekuatan ekonomi nyata dan 200 87 juta anggota bahkan bisa menyerap tenaga kerja hingga 24% secara langsung. Kemudian Filipina dengan kontribusi koperasi mencapai 12,5% terhadap PDB nasional. Malaysia dan Vietnam juga menunjukkan peran signifikan masing-masing dengan kontribusi 3% dan 4,3% terhadap PDB-nya. Ini menjadi bukti Bapak dan Ibu sekalian bahwa koperasi bukan sistem lama yang usang, melainkan juga merupakan kekuatan baru yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat saat dikelola dengan sungguh-sungguh, adaptif, dan modern. Slide selanjutnya. Jika negara lain seperti India dan Prancis bisa menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi yang besar, mengapa Indonesia tidak. Dunia memberi banyak contoh bagaimana koperasi bisa besar, dikelola secara profesional dan bahkan mengglobal. Indonesia mempunyai potensi yang sama sesungguhnya asal kita kelola dengan visi dan keberanian. Pada koperasi dengan nilai turnover dibanding GDP per kapita terdapat lima besar koperasi mulai dari yang bergerak di sektor produksi, konsumen, maupun pekerja. Slide selanjutnya kalau kita lihat di dalam negeri di Indonesia sendiri Bapak dan Ibu sekalian sudah ada beberapa koperasi-koperasi yang sukses. Ini beberapa contoh koperasi di Indonesia yang sukses yang bergerak mulai dari koperasi susu hingga koperasi jasa bongkar muat. Koperasi-koperasi ini mempunyai aset triliunan rupiah, ribuan anggota, dan bahkan jaringan pelayanan yang sudah terdigitalisasi. ini bisa menjadi role model yang membuktikan bahwa koperasi bisa naik kelas dan relevan di era saat ini. Lanjut. Bapak dan Ibu sekalian, arah kebijakan Kementerian Koperasi 5 tahun ke depan selaras dengan visi besar pemerintah khususnya Asta Cita 2 dan 5 yang menekankan suasembada pangan, pengembangan industri agromaritim, serta hilirisasi melalui koperasi. Untuk itu, koperasi didorong untuk bisa menjadi pelaku utama di sektor produksi dengan program prioritas seperti digitalisasi kelembagaan, penguatan pengawasan, serta peningkatan volume usaha dan partisipasi anggota. Semua ini diwujudkan melalui 16 program kerja serta kemudian ee ditambahkan dengan program koperasi desa dan Kelurahan Merah Putih. sesuai yang diinstruksikan oleh ee Bapak Presiden. Program kerja Kementerian Koperasi. Lanjut slide selanjutnya. Program kerja Kementerian Koperasi dirancang menyentuh langsung kebutuhan rakyat dari reformasi regulasi hingga layanan nyata di lapangan. mulai dari pendirian ee bank koperasi nanti, digitalisasi lewat ee Superps, penguatan koperasi sektor pangan, energi hingga perumahan rakyat. Semuanya bertujuan menjadikan koperasi sebagai solusi konkret bagi kesejahteraan masyarakat. Tak hanya itu, program seperti penyediaan makanan bergizi gratis, distribusi pupuk dan beras, hingga pengembangan koperasi ojek online. Bapak dan Ibu sekalian, sebagaimana diketahui dalam berbagai kesempatan Pak Presiden Prabowo Subuyanto selalu dengan tegas menyebut koperasi sebagai jalan ekonomi kerakyatan. Beliau ingin koperasi menjadi kendaraan utama dalam menolong rakyat kecil dan menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil. Ini bagi kita semua tentu merupakan amanat sekaligus peluang besar bagi koperasi dan bagi kita semua. Dan salah satu ee langkah dan jawaban strategis adalah dengan pembentukan dan pengembangan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih di seluruh desa di seluruh wilayah Indonesia. Kita tahu bahwa rantai distribusi hari ini panjang dan memiliki dampak yang merugikan petani serta konsumen. melalui koperasi desa Kelurahan Merah Putih ini kita berharap dan tujuan salah satu tujuannya adalah memotong mata rantai ini agar keuntungan kembali kepada rakyat bukan untuk tengkulang. Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih bukan hanya bicara soal jual beli. Kopdesel Merah Putih ini hadir sebagai ekosistem ekonomi rakyat yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, menjaga harga pangan, memperkuat ketahanan pangan, dan membangun solidaritas berbasis gotongroyong. Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini dirancang sebagai pusat layanan atau hub layanan ekonomi rakyat di tingkat desa. Gerai usaha atau unit usahanya ee lengkap Bapak dan Ibu sekalian dan menyentuh kebutuhan dasar warga dan masyarakat desa mulai dari gerai sembako, obat murah, klinik desa hingga unit simpan pinjam. Bahkan koperasi ini juga bisa menjadi penyalur bantuan pemerintah seperti PKH, menyediakan gudang dan layanan logistik serta menjalankan usaha sesuai potensi wilayah, potensi lokal yang bisa dikembangkan secara bersama-sama. dengan dukungan berbagai pihak termasuk BUMN dan instansi-instansi pemerintah, koperasi desa ini bukan hanya tempat belanja tapi juga simbol kemandirian dan gotongroyong warga desa. Saat ini, Bapak dan Ibu sekalian, ee alhamdulillah sampai awal Juli ini ee sudah terlaksana musyawarah desa khusus untuk pembentukan koperasi desa dan Kelurahan Merah Putih ini kalau kita bicara data di 31 provinsi itu sudah mencapai 100%. Memang beberapa daerah masih dalam proses khususnya di wilayah di wilayah timur Indonesia. dan sedang dilakukan pendampingan yang intensif agar ee daerah-daerah tersebut juga bisa segera menyusul mencapai angka 100%. Proses ini menunjukkan partisipasi rakyat yang kuat dari proses pembentukan koperasi melalui Musdesus dan Mus Muskelsus ini berlanjut ke tahap legalitas atau pemberian SK pengesahan badan hukumnya. ribu ribuan koperasi-koperasi Desa Kelurahan Merah Putih saat ini sedang menjalankan proses penerbitan badan hukum tersebut dan alhamdulillah progresnya menunjukkan angka yang ee ee bagus Bapak dan Ibu sekalian. Kurang lebih sudah mencapai 90 ee 5%. Progres ini menjadi bukti bahwa Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih bukan lagi wacana, tapi mulai menjelma menjadi kekuatan ril yang tumbuh dari ee bawah. Saat ini kita sedang bersiap-siap sebagaimana tadi sudah saya sebutkan. Tapi dukungan dari seluruh pemangku kepentingan terutama Bapak dan Ibu sekalian selaku ASN akan sangat menentukan suksesnya gerakan ini. Mari kita satukan langkah bersama-sama Bapak dan Ibu sekalian untuk menjadikan koperasi sebagai bagian dari laku hidup bukan sekedar kebijakan. ASN bisa menjadi penggerak, pengguna, hingga pendamping koperasi. Dengan koperasi yang kuat, kita bangun ekonomi yang berpihak dan Indonesia yang benar-benar hebat. Untuk itu tentu para ASN diharapkan diharapkan juga harus mengerti dan memahami apa itu koperasi. Harus mengerti dan memahami nilai-nilai koperasi yang tidak hanya diimplementasikan dalam kegiatan ekonomi, namun diterapkan pula dalam kehidupan dan interaksi sosial sehari-hari. Demikian beberapa hal yang bisa saya sampaikan Bapak dan Ibu sekalian. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om santi santi santi om namo budhaya. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak Ruli atas ee pemaparan materinya dan untuk Sobat TSN apabila ingin bertanya sesi tanya jawab akan dibuka di segmen berikutnya. Jadi silakan untuk yang bergabung lewat Zoom meeting untuk menggunakan fitur rais hand. Untuk yang bergabung lewat eh YouTube channel BBSM Jatim TV, silakan tuliskan pertanyaannya melalui kolom live chat. Oke. Baik. Bagaimana Sobat Tesan? Apakah ada yang sudah eh menggunakan visual raise hand? Oh, ternyata sudah ada yang bergabung di sini. Selamat pagi. Sebentar, sepertinya masih di-mute ee teman-teman kru. Oke, selamat pagi. Dengan Bapak siapa? Dari eh instansi mana? Izin perkenalkan nama saya Abdika dari Ombutsmen RI Jakarta. Bapak Andika dari Ombutsmen RI Jakarta ya? Iya. Oke, silakan Pak Andika pertanyaannya kepada Bapak Ruli ya. E selamat pagi Pak Ruli. Ya, selamat pagi Pak Andika. Ya, Pak Andika apa Pak Asika tadi? I Pak Andika. Andika ya. Selamat pagi, Pak. Monggo, Pak. Silakan. I ee tadi ee dari paparan Bapak tadi ee ada perbandingan dengan beberapa negara, Pak, ya. Nah, perkembangan di koperasi di tingkat negara ASEAN seperti India itu sudah cukup maju. Dari persepsi Bapak sendiri eh bagaimana Profek bisnis atau koperasian di Indonesia ini ee sejalan dengan kebijakan di aduh mohon maaf kok koperasi putus ya. Halo, Pak. Sori, Pak. Tadi hilang, Pak. Oh, iya. Suara Bapak hilang. Iya. Kalau sekarang bagaimana? Bisa diulang, Pak? Ya, sekarang kedengaran sih. Iya, sekarang kedengaran. Monggo, Pak. Mudah-mudahan enggak enggak hilang lagi. Iya. Ee langsung saja pertanyaannya, Pak, ya. Ee bagaimana prospek bisnis e perkoperasian di Indonesia itu seiring dengan di era PU ini? Tadi Bapak ee sempat menjelaskan bahwa kita perlu transformasi ee khususnya di pengoperasian ini dari transformasi tidak hanya sekedar administrasi tapi juga mampu mengikuti transformasi secara digital, Pak. Bagaimana proses bisnisnya, kemudian e strategi apa yang yang akan dilakukan oleh Kemenk dalam mengkoordinir ee koperasi-koperasi yang sebelumnya sudah berjir. Terima kasih. bisa langsung dijawab oleh Pak Ruli. Ruli. Baik, terima kasih Pak Andika. Dengaran ya suara saya terdengar ya? Dengar jelas Bapak. Jelas, Pak. Halo. Suaranya terdengar jelas namun memang videonya agak terputus-putus. Audionya jelas, Pak. Oke, sepertinya ada kendala teknis. Oke, Pak Ruli ini. Ah, udah oke lagi nih internetnya nih. Oke, sudah terdengar. Sudah terdengar, Ibu? Silakan bisa langsung dijawab, Pak Ruli. Aduh, SL. Iya, mohon maaf, Sobat TN, Pak Andika. Mohon maaf, Bapak ya. harap bersabar menunggu jawaban dari Bapak Ruli. Jadi di sini ada dua pertanyaan ya, bagaimana praktik bisnis koperasi yang di Indonesia. Kemudian strategi apa yang dilaku yang dapat dilakukan untuk mengkoordinir? Oke, sayang sekali ternyata Bapak Ruli di sini terputus sambungannya. Sebentar kita tanya teman-teman kru dulu. Akankah kita sambungkan kembali atau bagaimana? Oke, kita masih berusaha menyambungkan kembali ya. Jadi untuk Bapak Andika mohon maaf sekali lagi Bapak harap sabar menunggu dan untuk rekan-rekan sobat ESN semuanya apabila memiliki pertanyaan boleh dituliskan lewat Zoom meeting juga bisa ada di kolom chatnya. Di YouTube channel juga bisa tuliskan pertanyaannya di kolom chat. Oke. Baik nanti akan kita eh forward ya pertanyaannya. Baik. Ternyata Pak Ruli di sini sudah tersambung kembali. Selamat datang ke Bali, Pak Ruli. Ini saya enggak tahu nih problemnya di mana nih dari tadi ee apa namanya? Tiba-tiba hang. Enggak apa-apa, Pak. Yang penting sekarang sudah enggak hang lagi. Silakan, Pak Ruli bisa langsung dijawab pertanyaan dari Bapak Andika. Ya, gini. Ee pertanyaan Pak Andika itu perlu jawaban yang holistik. Jadi kalau bicara apa perspektif bisnis, sekali lagi tadi sudah saya sampaikan juga bahwa bicara koperasi kan tidak hanya bicara soal ee bisnis, tapi bicara juga soal ee dimensi yang lebih luas. Jadi gini, Pak. Ee kalau saya yang ditanya perspektif saya pertama ini perbandingan dulu, Pak. Ee di Indonesia itu dari seluruh ee jumlah ee penduduk di Indonesia baru sekitar 10% yang menjadi anggota koperasi. Itu satu. Kedua, kalau kita bicara koperasi ee dari kita untuk kita ee itu prinsipnya adalah ee semakin banyak anggota tentu peran koperasi akan semakin kuat. Nah, ini tentu berkaitan dengan pemahaman perkoperasian di kalangan masyarakat dulu. Itu satu, Pak. itu kalau bicara ee filosofi ee perkoperasian. Kedua, tentu koperasi harus adaptif dengan perkembangan yang terjadi saat ini, termasuk dengan perkembangan ee ee digitalisasi yang sangat pesat ee dewasa ini. Tadi sudah saya sebut ini sepertinya jawaban dari Bapak Ruli ee terputus-putus. Bapak Nika mohon maaf sekali lagi Bapak sebentar mungkin karena memang ee jaringannya kurang stabil. Oke, ini rekan-rekan kru bagaimana kalau sobat yang bertanya akan kita forwardkan ee pertanyaannya kepada Bapak Ruli. Kemudian akan di DM atau share kontak itu barangkali bisa ya bisa share kontak ya nanti ya mengenai ee bagaimana koperasi bisa mengelola baik manajemen dan usahanya secara efisien secara lebih efisien dan lebih efektif juga berkaitan dengan kualitas pelayanan keanggota. Jadi kalau bicara misalnya oh usaha simpan pinjam misalnya Pak ya dengan digitalisasi ini dari sisi ee anggota bisa mengetahui secara real time ya tentang ee kondisi koperasi, tentang bagaimana simpanannya dan pinjamannya dan sebagainya. Tapi di sisi lain juga bisa memperkuat pengawasan koperasi dan memperkuat ee ee ee kinerja koperasi itu sendiri. Jadi itu Pak Andika ee beberapa jawaban singkatlah yang bisa saya sampaikan. Kalau saya ditanya sekali lagi apakah bagaimana potensi ee bisnis koperasi sangat bagus, Pak? Sangat bagus. Kalau kita bicara apakah koperasi ini masih punya potensi bisnis yang ee ee bisa dikembangkan sangat bisa, Pak. Kalau kita lihat dari sisi saya tambahkan sedikit ya, Pak Andika ya, bahwa kita bicara koperasi itu tidak hanya kita bicara koperasi primer, artinya koperasi yang anggotanya orang perorang, tapi nanti juga ada koperasi sekunder ya, koperasi yang anggotanya adalah koperasi-koperasi primer. Jadi koperasi koperasi ini bisa menjalankan level bisnis di segala level, Pak. di segala bidang usaha dan di segala level. Undang-undang membolehkan koperasi untuk bergerak menggarap usaha di sektor apa saja. Bahkan Undang-Undang Minerba yang kemarin baru dikeluarkan juga memberi kesempatan koperasi untuk ikut ee ee bergerak mengelola dan mengembangkan bisnis di sektor minerba gitu, Pak. Terima kasih. Mana Pak Andika? Sudah cukup ataukah ada tanggapan lagi? sudah cukup baik. Terima kasih banyak Pak Andika atas pertanyaannya. Terima kasih juga Bapak Ruli sudah ee sharing ilmu bersama dengan Sobat ASN semua sudah menjawab juga pertanyaan dari salah satu sobat ASN yang bergabung di sini. Terima kasih banyak Pak Ruli. Kami tunggu Pak saya pribadi beserta ee apa ibu-ibu di perumahan sih, Pak. kemarin katanya sempat diajak ngobrol sama Pak Lurah ngobrolin tentang koperasi merah putih gitu. Kami sangat mengharapkan semoga bisa mensejahterakan desa-desa di seluruh Indonesia. Amin. Terima kasih sekali lagi Pak Ruli. Kami persilakan untuk melanjutkan ke schedule berikutnya. Tadi enggak enggak kedengaran saya tadi, Mbak ngomong apa tuh? Ini baru baru baru dengar di ujungnya aja nih, Mbak. Mbak moderator. Oke, mohon maaf, Bapak. Terima kasih sekali lagi. Ini memang karena ee jaringan yang agak kurang stabil, Bapak, ya. Dan saya pribadi beserta teman-teman di sini juga ee sangat mengharapkan terselenggaranya Koperasi Merah Putih ini semoga bisa mensejahterakan seluruh desa di Indonesia. Amin. Tadi yang saya sampaikan kedengaran enggak, Pak? Ya, sudah terdengar jelas, Bapak. Jelas, iya. Barangkali nanti bisa minta materinya, Bapak ya. Minta soft copy-nya. Jadi kami bisa share ke sobat ASN semua. Terima kasih. Ini satu satu pertanyaan aja nih. Iya satu pertanyaan Bapak karena ada kendala jaringan Bapak. Mohon maaf Bapak ya. I terima kasih banyak Pak Ruli. Iya. Makasih. Silakan melanjutkan ke schedule berikutnya. Sehat selalu, Bapak. Sampai jumpa lagi. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi. Waduh, sahabat ASN ya. Coba kalau tidak terkendala eh jaringan ini kayaknya yang tanya tadi banyak banget ya apalagi menuliskan pertanyaannya di ee kolom live chat-nya YouTube channel BBSM Jatim TV. Wah, sangat ramei. Enggak apa-apa nanti akan kita share untuk ee soft copy dari materinya bisa dibaca-baca ulang barangkali nanti akan diberikan ee kontaknya ya. Iya. Jadi yang ingin bertanya secara langsung monggo silakan. Baik, kalau begitu di segmen berikutnya kita akan mendengarkan materi dari narasumber kita yang kedua. Jadi jangan ke mana-mana, tetap di webinar IS belajar seri 26 tahun 2025. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Murahlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi rencanakan tugas kebanggaan negeri berentasut melayani bangsa. dengan akuntabilitas tinggi. Hidan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi gandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati tujukan kompetensi dalam harmoni. loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragung mengerdas penuh hati tulus membantu sesama dengan bagaimani dengan bangani [Musik] dengan mengang kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] Kembali lagi di ASN Belajar seri 26 tahun 2025. Bagaimana Sobat ASN? Sudah siapkah untuk menyimak materi dari narasumber kita yang kedua? sudah siap dong. Harus selalu siap. Karena narasumber kita yang kedua ini adalah ee Kepala Laboratorium Investasi dan Pasar Modal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Jadi tidak perlu berlama-lama lagi, mari kita sambut dengan tepuk tangan Anda, Satn, Bapak Dr. Muhammad Tojibus Sabirin, MBA, AK. [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum. Waalaikumsalam, Mbak Nisa, apa kabar? Alhamdulillah sehat. Bagaimana Pak Sabirin kabarnya hari ini? Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah. Bapak kesibukannya akhir-akhir ini apa nih, Pak? ee banyak memberikan materi ee pelatihan terutama pelatihan untuk mahasiswa ee di Galeri investasi pasar modal untuk memberikan satu ee literasi dan inklusi ee pasar modal kepada mahasiswa. Jadi saat ini di Indonesia dari sisi ekonomi bisa ditunjang dari berbagai sudut ee ee kegiatan usaha salah satunya adalah di pasar modal dan tidak menutup kemungkinan koperasi juga bisa berinvestasi di pasar modal nantinya. Amin. Amin. Oke. Baik. Untuk Pak Sabirin untuk penyampaian materinya kami berikan waktu 30 menit. Kemudian tanya jawab akan ada sesi tersendiri setelah Bapak selesai menyampaikan materi. Jadi ada waktu 15 menit untuk sesi tanya jawab atau berdiskusi bersama dengan Sobat ASN semua. Oke, Sobat ASN yang ingin bertanya silakan tuliskan dulu pertanyaannya. Nanti kalau Pak Sabiris sudah selesai untuk menyampaikan materinya silakan untuk teman-teman Sobat TSN menggunakan fitur raise hand untuk bertanya yang bergabung lewat Zoom meeting dan yang bergabung lewat YouTube channel. silakan tuliskan pertanyaannya melalui kolom live chat. Kalau begitu mari kita simak bersama-sama materi yang akan disampaikan oleh Bapak Sobirin. Silakan Bapak bisa dibantu untuk ee PPT-nya Ibu. Baik. Ee sobat ASN yang Baik. Sobat ASN yang ee saya cintai. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. ee Pak Ruli Nanto yang saya hormati dari Kementerian ee Koperasi dan UMKM, Pak Endi Alim sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur. Ee saya ingin memberikan beberapa ee materi yang tentunya terkait bagaimana koperasi ini menjadi pilar penguatan ekonomi Indonesia di era modern. Jadi saya akan mencoba untuk membuat satu analisis terhadap daya saing koperasi di dalam ekosistem bisnis yang ada di saat ini ya. Karena bisnis saat ini adalah ee mau tidak mau kita mengikuti satu teknologi yang terkini yaitu dengan digitalisasi dan ini ee Kementerian Koperasi juga sudah melakukan satu ee pendidikan maupun membuat satu literasi di dalam penguatan ee koperasi di bidang teknologi. Next. Baik. Ee apa yang ee terjadi dalam koperasi? mungkin saya bisa memberikan gambaran tentang bagaimana perkembangan koperasi di Indonesia. Jadi, koperasi ini pada awalnya satu digerakkan oleh ee satu organisasi sosial ataupun politik. Jadi pada saat itu ada Budi Utomo, ada Serikat Dagang Islam, kemudian ada partai-partai yang lain. Ini mendirikan koperasi dengan semangat untuk ee menggerakkan satu ideologi politik. Jadi dalam hal ini adalah bagaimana koperasi ini merupakan sebuah kelompok di dalam rangka untuk menentang kolonialisme dan juga dalam rangka untuk menentang kapitalisme. Sehingga di dalam konteks ini maka gerakan ini adalah bagaimana mereka secara kolektif mempunyai satu ee pemikiran yang sama di dalam ee memerdekakan Indonesia pada saat itu. Kemudian yang kedua, koperasi ini digerakkan dan dibantu oleh pemerintah. Maka dari itu, Kementerian Koperasi, kemudian Dinas Koperasi ini juga selalu melakukan satu fasilitator untuk mengembangkan koperasi yang ada di Indonesia. Jadi konteksnya pada waktu itu adalah campur tangan pemerintah di dalam koperasi ini karena melihat bahwa sistem ekonomi ini harus ditata. Jadi pada saat itu bagaimana ee ee dari sektor pertanian ini secara kolektif bisa melakukan satu aktivitas baik untuk ee penyediaan pupuk ataupun untuk ee memasarkan produk-produk pertanian dengan berkelompok melalui ee koperasi. Dan pada saat itu pula di sinilah mengapa hadirnya koperasi ee Desa Kelurahan Merah Putih ini karena terinspirasi dari Kementerian Perdagangan dan Perindustrian pada saat itu ee merupakan ayah dari Presiden Prabowo Subianto, Prof. Suitko Hadi Kusumo, Hadi Kusumo yang sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian ingin memberikan satu ruang bahwa ee kebutuhan-kebutuhan impor itu bisa dilakukan dengan membentuk satu koperasi. Dengan kolektivitaskolektivitas ini maka koperasi ini menjadi satu organisasi yang kuat untuk bisa melakukan aktivitas usaha. Dan yang ketiga adalah bagaimana koperasi ini dibentuk berdasarkan dari permintaan pasar ya. Ini biasanya ee dibentuk oleh ee ee seorangan ataupun badan usaha serta masyarakat sosial. Jadi, bagaimana mereka membentuk karena mempunyai satu kesamaan di dalam melakukan aktivitas bisnisnya. Nah, konsep kolektivism ini atau ee bagaimana mereka bersama-sama untuk melakukan aktivitas usaha, maka mereka ee membentuk satu ee badan usaha ya. Badan usaha yang dipilih adalah bentukannya adalah koperasi. Namun tidak bisa dipungkiri pada saat ini ada realitas perubahan sosial di Indonesia ataupun di seluruh dunia. Jadi saat ini fenomenanya adalah bagaimana yang tadinya dari kolektivism menjadi individualism. Jadi bagaimana paradigma masyarakat saat ini bergeser yang tadinya mereka membutuhkan satu ee ee kemasyarakatan dengan cara berkelompok. Saat ini mereka berpikir bahwa mereka memikirkan untuk ee menjalankan sifat individualisme. Jadi yang dulunya gotongroyong itu merupakan budaya asli Indonesia. kekeluargaan yang merupakan budaya asli Indonesia ini ee sedikit demi sedikit mulai luntur dan tergantikan dengan sifat individualisme. Ya, hari ini ee kita bisa merasakan bahwa yang tadinya satu tatap muka ataupun pertemuan di dalam membahas sesuatu itu harus dilakukan dengan ee ee kondisi yang ada di suatu ruangan kemudian bisa saling bertatap muka. hari ini kita bisa menjalankan dengan konsep individualisme adalah bahwa masing-masing individu berada di tempatnya masing-masing bisa menjalankan ee satu ee pertemuan pada hari ini. Kemudian teknologi modern ini tentunya sudah merupakan satu ee kebutuhan bagi ee masyarakat karena fenomena ini memberikan gambaran bahwa globalisasi ini di mana pun Anda berada menjalankan aktivitas sehingga dikatakan bahwa dunia saat ini adalah dalam genggaman. Demikian pula bahwa saat ini sikap beberapa ee generasi muda itu justru memikirkan bahwa mereka mager, mereka malas gerak. Yang bergerak adalah aktivitas bisnisnya, bukan individualnya. Nah, kemudian individualisme ini sangat ee banyak di ee ee pakai oleh generasi ee berikutnya atau generasi muda saat ini. Karena apa pandangan mereka? bahwa dengan konsep individualisme mereka menekankan adanya kemerdekaan dan kebebasan individu. Namun mereka juga mengatakan bahwa ini adalah tanggung jawab ee atas dirinya sendiri dan merupakan tanggung jawab yang mereka harus ee jalankan di dalam kehidupan mereka. Sehingga dalam konteks ini yang tadinya kita melihat bahwa berdirinya koperasi itu berdasarkan konsep kolektivism, maka tantangan koperasi di saat ini adalah berubahnya era kolektivism ke era individualism. sehingga konflik ini menjadikan satu nilai-nilai yang ee menjadikan satu pemikiran bagi koperasi bahwa apakah koperasi yang didirikan dengan asas gotongroyong dan kekeluargaan ini harus ee menjalankan aktivitasnya menghindari atau justru tidak mendukung adanya konsep keinginan individual. Kemudian yang kedua, apakah keputusan kolektif itu ee harus ee tidak lagi dijalankan? karena mengikuti fleksibilitas ee personal. Kemudian apakah proses demokratis yang ada di dalam pertemuan ee anggota koperasi ini ee digantikan dengan satu efisiensi instan seperti hari ini ee memberikan gambaran bahwa pertemuan daring ini bisa dijalankan oleh koperasi dengan melakukan rapot anggota tahunan secara daring dan ini sudah dilakukan oleh beberapa koperasi dan banyak koperasi menjalankan hal ini. Namun tentunya ini memberikan gambaran bahwa kolektivism ini sedikit demi sedikit sudah mulai ee luntur dengan keadaan yang membentuk mereka menjalankan satu kehidupan individualisme. Berikutnya. Nah, jadi koperasi ini harus melakukan transformasi dan menjalankan redefinisi di dalam ee generasi baru atau generasi individual. Jadi yang tadinya koperasi ini mempunyai azas kekeluargaan, maka kekeluargaan ini bentuknya yang lain. Kekeluargaan ini bisa berjalan dengan konsep yang namanya community interest. Jadi koperasi itu didirikan jika mereka mempunyai satu kesamaan. Kesamaan dari sisi ee ee keinginan, kesamaan dari sisi kebutuhan, mengelompokkan mereka secara spesifik sesuai dengan minat yang mereka inginkan. Dan ini menjadikan gambaran bahwa koperasi itu harus interest based clustering. Jadi clusternya harus menjalankan based on interest. Tidak lagi koperasi itu membuka keanggotaannya dengan anggota yang multi eh ee ee keinginan. Jadi keinginan yang berbagai ragam itu mungkin akan menjadi satu koperasi yang tidak bisa berkembang pada suatu saat. Kemudian koperasi itu ee harus menjalankan aktivitasnya sesuai dengan prevensi preferensi dari masing-masing individu. Jadi membershipnya itu harus fleksibel bahwa mereka bisa menjalankan aktivitasnya dengan membuka diri bahwa siapapun bisa menjalankan keanggotaan ini tanpa melihat latar belakang pendidikan, tanpa melihat latar belakang status dan seterusnya. Dan ini bisa dijalankan dengan konsep. Kemudian manfaat dari ee ee personalisasi keputuhan masing-masing anggota ini harus diutamakan sehingga koperasi tidak menghilangkan konsep atau asas kekeluargaan. Namun koperasi ini asas kekeluargaannya harus dibentuk dengan satu ee interest yang sama atau satu kebutuhan yang sama dari anggotanya. Kemudian koperasi ini akan menjadi lebih besar dan ini tentunya kami meyakini, saya meyakini apalagi tadi Pak Ruli Nurianto juga mengatakan bahwa kopasi ini ee berkembang pesat saat ini. Mengapa? Karena yang tadinya masyarakat ee merupakan pilihan individual ini bisa menjadi power ataupun kekuatan kolektif. Jadi ee individu-individu ini jika mempunyai interest yang sama, mereka berkomunitas untuk memberikan satu kekuatan. sehingga kekuatan kolektif ini sebagaimana yang dilakukan saat didirikannya koperasi itu adalah bagaimana mereka mempunyai bargaining position yang tinggi sehingga mereka berhadapan dengan baik itu dari sisi supply ataupun dari sisi ee demand itu mereka bisa mempunyai satu kekuatan kolektif dan tentunya koperasi ini harus terbuka dan bisa menyadari bahwa masing-masing anggota itu mempunyai ciri dan keunikan sehingga koperasi harus bisa beradaptasi dengan anggotanya, bukan anggota yang beradaptasi terhadap koperasi. Fenomena-fenomena ini menjadikan satu perubahan yang harus dipikirkan bahwa koperasi ini akan bisa berkembang pesat. Dan strategi konkret yang harus dilakukan oleh koperasi saat ini bagaimana koperasi sebagai badan usaha yang tadi juga sudah disampaikan oleh Bapak Pak Kepala Badan Pak Ramli. Pak Ramlianto mengatakan bahwa ee ini adalah satu gambaran bahwa koperasi ini harus berubah sikap, harus digital. Koperasi ini juga harus memenuhi keanggotaan baru, yaitu keanggotaan generasi berikutnya atau generasi dan ee ee ee ee ee setelah ini. Nah, ini memberikan gambar bahwa strategi konkrit harus dipakai. Jadi koperasi ini harus rebranding. Rebranding bahwa koperasi ini merupakan kebutuhan bagi milenial. Koperasi ini merupakan kebutuhan bagi generasi muda. Dan tentunya koperasi ini harus ee membentuk satu eh lifestyle yang memang di ee yakini oleh generasi muda yang sudah berbeda dengan generasi terdahulu. Dan ini tetap memberikan satu dampak sosial yaitu merupakan dampak gotong-royong dan kekeluargaan. sebagaimana asas dari koperasi sehingga kalau misalnya koperasi rapat anggota tahunan yang tadinya harus berkumpul dalam satu ee mimbar atau hall, maka di sini mungkin ee rapat anggota itu diadakan ee sembari minum kopi ataupun di kafe dan seterusnya. Jadi, lifestyle ini harus diikuti untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh generasi milenial. Berikutnya, next, ya. Ini posisi koperasi yang tadi juga sudah diberikan secara lebih detail oleh ee Pak ee Ruli Nanto dari kementerian bahwa ya koperasi itu jumlahnya sekarang sekitar 130.000-an. Ini data tahun 2024 koperasi besar itu ada sekitar 300-an dan pertumbuhan baru koperasi itu didaftarkan ada sekitar 1500 koperasi. Dan tentunya pemerintah sangat peduli terhadap pertumbuhan dan perkembangan koperasi dengan hadirnya Inpres Nomor 9 tahun 2025 yaitu percepatan pembentukan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih. Kemudian adanya target modernisasi ya modernisasi 500 unit koperasi modern di tahun 2004-25. berikutnya. Nah, apa tantangan koperasi di era ee digital ini? Ya, kita mengenal kelemahan koperasi tradisional. Sistemnya masih manual, kemudian ee lambat di dalam memberikan respon untuk pengambilan keputusan, kemudian rentan terhadap kesalahan. Hal-hal yang sudah dikenal saat ini dengan konsep algoritma seharusnya tidak lagi menjadi satu sistem yang membuat pelayanannya menjadi lambat. Kemudian koperasi ini juga jangkauannya terbatas secara geografis. Jadi kalau koperasi ini berada di Surabaya maka anggotanya keanggotaannya adalah mereka yang tinggal dan berdomisili di Surabaya. Namun koperasi ini bisa membuka diri untuk semua ee ee ee aktivitas usaha baik itu ada di wilayahnya maupun di luar wilayah lain. Kita pernah melihat bahwa ada satu ee toko yang cukup besar jadi jaringan ee toko yang ada besar di Amerika ya saya sebutkan namanya A Hardware. A hard Hardware itu merupakan bentuk koperasi yang ada di Amerika. Jadi, setiap hardware yang ada di ee ee berbagai outlet itu adalah milik pribadi. Dan karena kepemilikannya ini adalah masing-masing ee pribadi, maka mereka membentuk satu komunitas ya kolektivitas yang namanya koperasi Hardware. itu ada sekitar 5.000 outlet baik di Amerika maupun di luar Amerika yang kemarin eh pemilik koperasi eh pemilik koperasi atau Ishak W Indonesia mengundurkan diri dan mendirikan dengan nama yang ee baru. Ya, berarti dia sudah melepaskan diri dari keanggotaan Hardware Hardware dibentuk tentunya dengan kolektivitas ini mereka mempunyai bargaining position. Dalam hal apa? dalam hal untuk membeli barang dagangan yang dipakai oleh ee ESware di seluruh dunia sehingga mereka bisa mempunyai satu posisi tawar yang kuat untuk bisa memberikan satu ee aktivitas ee supply chain-nya dengan ee lebih efisien. Kemudian koperasi di zaman ee ee sebelum modern ini maka ee inovasi produk dan layanan ini masih dalam bentuk manual ya, manajemennya masih belum profesional. Seringki manajemen koperasi ini dilakukan oleh pengurus koperasi. Mungkin perlu dipikirkan bahwa pengurus koperasi ini tetap ada sebagai ee pengarah dan juga pengawas dari jalannya koperasi. Namun koperasi ini bisa diserahkan ke dalam manajemen profesional sehingga dengan manajemen profesional mereka mampu untuk melakukan aktivitasnya dengan lebih cepat dan optimum dengan kaidah-kaidah profesionalisme di dalam ee menjalankan aktivitas bisnis. Nah, salah satu hal yang ee kita lihat dan ini ternyata menjadikan ee apa ee problem case yang pernah terjadi di Indonesia yaitu em koperasi ini pada awalnya adalah dalam bentuk koperasi yang melayani anggota dalam kebutuhan tertentu. Namun ternyata koperasi ini juga memberikan gambaran bahwa koperasi ini ada kebutuhan anggota dalam bentuk finansial. sehingga kebutuhan finansial ini hadirnya yang namanya koperasi simpan pinjam dari anggota ke anggota. Namun saat ini juga ada koperasi yang ee ee melakukan aktivitas simpan pinjam bisa me
Resume
Categories