Transcript
Q1jZSxfsupg • ASN Mengaji Seri 12 | 2025 - Tafsir Al-Jalalain (Eps. 03)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0246_Q1jZSxfsupg.txt
Kind: captions Language: id asiliya wal mursalin sayyidina wa maulana muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajamin. Amma ba'du. Hadratul kiram almuktaramin yang kami muliakan Ustaz Muhammad Husni Mubarok Alhafid. Dan yang kami muliakan pula para jamiyah Masjid Al-Huda yang dirahmati oleh Allah. Alhamdulillah. Pertama-tama marilah kita selalu senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala. atas karunianya kita semua masih diberi kesehatan, diberi kenikmatan, diberi kesempatan sehingga kita semua bisa melaksanakan jemah salat zuhur sekaligus mengikuti kajian ASN mengaji. Mudah-mudahan amal ibadah panjenengan sedoyo diterima oleh Allah subhanahu wa taala dan dijadikan Allah sebagai amalan yang saleh, maslahah fid dunia wadunya wal akhirah. Selawat dan salam tetap kita sanjungkan kepada Nabi Agung Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang telah memberikan bimbingan kepada kita semua yaitu berupain Islam. Para jamiyah Masjid Al-Huda yang dirahmati Allah. Untuk kajian ASN seri ke-12 episode keempat yaitu kajian tafsir Aljalin yang mana akan disampaikan oleh Ustaz Haji Muhammad Husni Mubarok Alhafid. Kepada beliaunya kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi lam yab'ath rasulahu illa litazkiati qulubil ibad. Wasalatu wassalamu ala sayyidina wa maulana Muhammadin wa ala alihi wasohbihi wa kulli man taqaraba ilallahi bikolisil widad. Amma ba'du. Yang sangat kami muliakan Bapak Pimpinan BPSDM Jawa Timur serta seluruh staf dan seluruh pegawai BPSDM Jawa Timur khususnya yang saat ini hadir di masjid ini ataupun yang menyaksikan kajian ini secara virtual. Saya doakan semoga semuanya senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah. Amin. Hidupnya diberikan hidup yang berkah, rezekinya luas, halal, dan berkah. Dan keluarganya dibahagiakan oleh Allah subhanahu wa taala. Amin. Amin. Allahumma amin. Hadirin hadirat rahimakumullah. di pertemuan sebelumnya ketika kemudian kita membahas tentang insan kamil ketika kita membahas tentang manusia yang sempurna maka kemudian kami telah menyampaikan bahwa di antara hal-hal yang sangat penting yang menentukan atau yang begitu menentukan apakah seseorang itu naik level menjadi seorang insan kamil, manusia yang sempurna dalam arti sebagai umatnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang kemudian kita sebut dengan orang-orang yang saleh, orang-orang yang baik. Maka kami telah memberikan tips-tipsnya. Kemudian di minggu lalu kami juga telah menyampaikan bahwa boleh jadi seseorang itu sudah menjadi orang yang baik. Tapi dalam bahasa Jawa, dalam bahasa Jawa niku sejak kami kecil riyen, sejak kulo kecil ri sering mendengar istilah dari para orang tua itu enggak kuat pangkat, Pak. Orang kalau suksesnya cepat itu biasanya jatuhnya cepat. Enggih. Nopo? Enggih, Pak. Tapi tidak semua, Pak. Nggih. Karena naik atau jatuhnya seseorang itu murni kuasa Allah Subhanahu wa taala. W tuazzu man tasya waudzillu man tasya. Allah memuliakan siapapun yang Dia kehendaki dan Allah merendahkan siapapun yang Allah kehendaki. Maka hadirin hadirat rahimakumullah, orang itu boleh jadi agamanya sudah baik, ilmunya sudah banyak. Mungkin dia hafal Al-Qur'an, hafal ribuan hadis-hadis Nabi Muhammad barangkali atau mungkin dia profesor doktor atau seorang yang mencapai level baik keimanan ataupun kualitas diri yang baik ataupun khususnya orang yang telah mencapai level makam yang tinggi. yang kemudian kita sebut dengan orang saleh tadi, orang yang saleh, orang yang baik atau orang yang istiqamah ataupun sebutan-sebutan positif lainnya. Boleh jadi orang itu ketika dia tidak kuat derajat, ketika kemudian dia salah di dalam menyikapi sesuatu, salah di dalam menata hatinya, boleh jadi orang itu akan kembali dijatuhkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Makane Pak cobane wong niku nek ngalim nek hafal Quran utawa saleh katakanlah niku nggih berat Pak. Karena kenapa? Ketika orang itu ahli ibadah, ketika dia ahli sedekah, ketika dia ahli baca Al-Qur'an, maka yang pertama seringki orang itu berpikir hal itu karena kemampuan dirinya. Sehingga ketika melihat orang yang tidak melakukan kebaikan seperti dirinya atau ketika melihat orang ahli maksiat, maka dia akan merasa jijik terhadap orang-orang ahli maksiat itu. Dia merasa bahwa dirinya lebih baik karena setiap hari dia ke masjid, dia merasa dirinya lebih baik karena sedekahnya lebih banyak. Dia merasa bahwa dirinya lebih baik karena sering umrah. Umrah sebulan sekali barangkali, Pak. Ng karena petugas travel barangkali, Pak. Maka sifat aku, aku, aku itu adalah sifat yang dalam pandangan Allah Subhanahu wa taala menyungkurkan orang itu. Makanya kemarin ketika kita membahas tentang ee potongan surah Annur, Allah subhanahu wa taala memperingatkan, "Walaula fadlullahi alaikum warahmatuhu maaka minkum min ahadin abadan wakinnallaha yuzakki may yasya." Jika bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada engkau, maka seorang pun di antara kalian tidak akan bisa membersihkan hatinya atau tidak akan bisa menjadi orang saleh. Tetapi Allah mensalehkan siapapun yang Allah kehendaki. Dalam surah An-Najm itu malah Allah betul-betul melarang. Falaa tuzakqu anfusakum niku nek diartekno damel baso suraboyoan. Ojo sok suci nggih Pak. Fala tuzak anfusakum itu ojo sok suci, ojo sok saleh, ojo sok keminter. Maka hadirin hadirat rahimakumullah, Bapak-bapak, Ibu sekalian yang sangat saya muliakan. Sesuatu yang kemudian sering menyungkurkan orang baik. Lah kalau orang baik saja mempunyai sikap seperti itu akan tersungkur, apalagi kita yang belum baik, Pak. Wis siksiat sembahyang yo bolong-bolong tambah gak iso notati pisan. Ya empun sangat berbahaya, Pak. Sesuatu yang sering menyungkurkan orang baik hampir sebagian besar disebabkan hatinya. Di minggu lalu kami membahas, Paksiat yang menghapus pahala nopo minggu lalu ujub. Merasa dirinya lebih baik daripada orang lain. Ujub niku saudara mudanya takabur atau sombong, Pak. Ujub niku bahkan yang terdapat di dalam hati seseorang ketika dia merasa lebih baik. ketika aku lebih senior, ketika aku lebih ee aku lebih ahli jemah, aku lebih saleh dan sebagainya, niku namanya ujub. Maka ujub ini adalah sesuatu yang kemudian menghapus pahala seseorang. Maka kulo panjenengan pasti sering mendengar kisah tentang diusirnya iblis ketika di ketika berada di dalam surga. Awalnya dia ujub merasa dia lebih baik daripada Adam karena dia merasa lebih senior. Iblis niku, Pak, kalau kita baca dalam kitab-kitab tafsir, di antara riwayat-riwayat yang disampaikan oleh ee para ulama meskipun riwayat ini adalah riwayat israiliyat adalah dari sumber-sumber terdahulu. Iblis itu kenapa kok dia menolak bersujud kepada Adam? karena dia lebih senior di surga. Ada yang mengatakan iblis itu bendahara surga. Bendahara surga di hampir seluruh area yang ada di langit itu pernah ditempati oleh iblis untuk bersujud kepada Allah. Dia beribadah selama 5.000 tahun. Ada yang mengatakan seperti itu. Tetapi hanya karena merasa bahwa di hatinya ana khairum min. Aku lebih baik daripada Adam. Maka kemudian yang 5.000 tahun bahkan lebih tadi dari amal ibadahnya itu dihapuskan oleh Allah Subhanahu wa taala. Hadirin, kemudian ada tiga tiga hal yang mana tiga hal ini adalah merupakan sebuah maksiat yang sangat berbahaya. Tidak hanya berbahaya tiga jenis maksiat ini setelah ujub tadi. Jadi ada empat kalau dengan ujub. itu adalah maksiat yang begitu berbahaya. Tidak hanya berbahaya dalam arti kemaksiatan itu menjadikan seorang saleh tersungkur. Tidak hanya kemaksiatan itu menjadikan orang yang saleh tersebut terhapus dosanya, dihapus dosa, dihapus pahalanya oleh Allah subhanahu wa taala. Tetapi bahaya lain adalah tiga kemaksiatan ini akan menjadikan doa seseorang itu ditolak oleh Allah Subhanahu wa taala. Orang itu, Pak, nek dongo, Pak, selama dongone nyambung ngih mengangkat tangan kemudian meminta kepada Allah sungguh-sungguh pasti doanya akan dikabulkan oleh Allah. Tetapi boleh jadi orang itu melakukan kemaksiatan yang mana kemaksiatan ini menjadikan sebab doa-doanya ditolak oleh Allah subhanahu wa taala. Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Talatun la tustajabu dwatuhum." Ada tiga jenis kelompok. Ada tiga jenis manusia yang mana tiga jenis manusia ini doa-doanya akan ditolak oleh Allah Subhanahu wa taala. Tiga jenis manusia ini sekalipun mereka mengangkat kedua tangannya padahal bahwa Allah Subhanahu wa taala adalah zat yang maha mengabulkan doa. Tetapi kalau tiga kelompok ini khusus tiga ini, maka di antara ancaman Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam hadis niki adalah bahwa doa-doa mereka akan ditolak oleh Allah Subhanahu wa taala. Tidak hanya ditolak, Pak. Dua yang terakhir nanti tidak hanya menjadikan doa orang itu ditolak oleh Allah. Bahaya lainnya adalah bahwa keduanya akan menjadikan sebab pahala-pahala daripada ibadah yang pernah kita lakukan di dunia ini akan dihapus oleh Allah Subhanahu wa taala. Rugi sekali, Pak. Kulo panjenengan ibadah ngih salat jengkang jengking, jengkang jengking, jengkang jengking. Ternyata nanti ketika kita menghadap kepada Allah enggak ada pahalasanya sama sekali. Apa kata Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam? Yang pertama adalah akilul haram. Noa, Pak? Akilul haram. yakni orang yang masih suka makan makanan yang haram. L niki hati-hati, Pak. Nopo malih s niki zaman akhir, Pak. Nggih. Zaman akhir fitnah, godaan itu semakin hari semakin besar. Godaan untuk seseorang itu menjaga. Jangan sampai ada sesuatu makanan yang yang haram masuk ke dalam perutnya untuk menjaga dari itu. Itu sesuatu yang sangat berat. Kulo niki nate menyampaikan niki Pak wonten sing interupsi jemah. Ustaz sak niki tolek sing halal mawon angel ae opo maning sing haram. Eh tolek sing haram mawon angel opo maning sing halal. Jangan berpikir seperti itu, hadirin. Yakinkan dalam hati kita kalau kita berkomitmen untuk tidak mencari satu makanan kecuali yang halal, maka kita akan dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala. Maka kata al Imam Ibnu Athail Asakandari, min alamatin nujhi fin nihayat aruju ilallahi fil bidayat. Termasuk di antara tanda kesuksesan orang itu di akhir yakni termasuk sukses dalam mencari harta yang halal. Ketika dia memulai bekerja, dia kembalikan itu kepada Allah Subhanahu wa taala. Nop malik pejabat-pejabat, Pak. Nggih. Angel terose godaane katah makan-makanan yang haram ini, hadirin, kata Nabi Muhammad satu pulukan satu pulukan itu akan menjadikan ibadah seseorang itu tidak akan diterima oleh Allah selama 40 hari. Nauzubillah min dalalik. Tidak hanya ibadahnya tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa taala, doa-doanya juga akan ditolak oleh Allah. Makane SOP Islam, SOP-nya agama Islam, nek doa ingin dikabulkan oleh Allah, wajib makan makanan yang halal. Apa kata Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Nabi dalam sebuah kesempatan bersabda, "Tumma zakar rajul yuilus safar asat agar yamuddu yadahu ilasama." Yab, ya rab. Nabi menceritakan ada seorang laki-laki yang bepergian. Orang yang bepergian niku kan suara nggih. Pegel soro yo bondo duit ganti. Kendaraan. Kulo niku riyen mondok nate mondok 9 tahun Pak. Saya mondok ke Kediri sana. Itu kalau ke Kediri masyaallah mualesnya minta ampun. Karena kenapa? Berangkat. Saya kan orang asli saya dekat Mangil sana, Pak. Dari Mangil niku numpak bis kuning sampai Mojokerto ganti bis gede tutuk Kediri niku wis pwegel. Kadang-kadang saking mengere numpak bis niku kulo Pak. Nelok bis niku muntah-muntah Pak. Karena saking sering numpak bis capek. Iya. Tetapi sebenarnya di antara kemuliaan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa taala bagi orang yang musafir ketika dia safar itu dia masuk ke dalam waktu yang doa-doanya akan dikabulkan oleh Allah. Wong sing lungo, orang yang melakukan perjalanan jauh saat itu doanya mustajab, Pak. Makan jenengan ngelencer nang di ngoten dungo, Pak. Karena kenapa? Itu waktu yang mustajab. Tapi kata Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, ada orang itu safar, apalagi safarnya dengan niat tujuan karena Allah subhanahu wa taala. Tapi kata Nabi Muhammad, ada orang itu yang melakukan safar, perjalanan jauh. Semestinya saat itu dia adalah orang yang doa-doanya akan mudah dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Kata Nabi Muhammad, orang yang melakukan musafir ini atau seorang musafir ini dia melakukan perjalanan jauh sampai rambutnya kusut, sampai tubuhnya berdebu, sampai bolote akeh. Ketika dia safar, dia mengangkat tangannya ke langit berdoa kepada Allah, "Ya Rabb, ya Rabb, meminta hajat-hajatnya." Kata Nabi Muhammad, waamuhu haramun wa masrobuhu haramun walbasuhu haramun waguddiya bil haram faanna yustajabu lidalik. Tetapi di saat yang sama dia makan makanan yang haram, dia minum-minuman yang haram, baju yang dipakai dari hasil uang haram. Kata Nabi Muhammad, "Faanna yustajabu lidalik." Maka, maka bagaimana mungkin doa orang itu akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa taala? Artinya apa? Orang yang masih suka mengkonsumsi makanan-makanan yang haram, maka doanya akan ditolak oleh Allah subhanahu wa taala. Ustaz, kulo niki duwe tonggo maling, Ustaz. Tapi kok rasane tambah sugih, tambah sugih nungone kok tambah setiap dongo nek dongo njaluk rezeki rezeki yang luas kok rezekine tambah akeh. Njaluk bojo loro yo akhire iso rabi maneng seumpo. Lah niku y nopo ustaz? Lah bukankah itu berbenturan dengan hadis Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam? Bapak Ibu sekalian hadisnya benar. Kenapa orang itu kok terus-menerus meningkat? Boleh jadi itu istidraj. Istidraj itu azab yang diberikan oleh Allah perlahan, perlahan, perlahan. Jadi ee nopo maksiat dibiarkan, makan makanan haram dibiarkan, minta do ee berdoa uangnya banyak dikasih bahkan lebih daripada yang didoa. Boleh jadi itu siksaan dari Allah Subhanahu wa taala pelan-pelan. Karena kenapa? Agar dosanya semakin banyak, semakin banyak, semakin banyak. Ketika nanti pada akhir hayatnya dosanya semakin menumpuk, dia akan dimasukkan ke neraka oleh Allah Subhanahu wa taala. Istidrat itu namanya siksaan pelanpelan. Maka jenengan empun gumun nek wonten orang ahli maksiat kok ternyata semua kehidupannya terlihat semakin baik. Empun ngumun namanya istidraj. Kemudian hadirin hadirat rahimakumullah, maksiat selanjutnya yang menjadikan pahala seseorang itu terhapus, maksiat berikutnya yang menjadikan pahala seseorang itu terhapus. Jadi disebutkan bahwa nanti di akhirat dalam sebuah hadis sahih, ada orang itu yang merasa puasanya banyak. Ada orang itu yang merasa salatnya istiqamah. Ada orang itu yang merasa sedekahnya banyak. Ada orang itu yang merasa hajinya setiap tahun. Ada orang itu yang merasa melakukan ibadah macam-macam. Bahkan mungkin kuantitas atau jumlah ibadah yang dia lakukan itu sangat sulit untuk disamai oleh seseorang. Tetapi kelak dia menghadap kepada Allah di akhirat ternyata tidak membawa apa-apa. Apakah ada orang seperti itu, Ustaz? Ada. Dalam sebuah hadis disebutkan jadi niku, Pak, namanya orang yang muflis. Muflis niku orang yang bangkrut. Orang yang bangkrut itu bukan bukan hanya orang yang bisnisnya gagal. Ya, itu ringan kalau karena di dunia, Pak. bisnis gagal bisa mencari alternatif bisnis yang lain. Orang yang bangkrut itu bukan orang yang kehilangan pekerjaan. Satu pekerjaan resign katakanlah bisa cari pekerjaan yang lain. Tapi orang yang bangkrut hakiki kata Nabi Muhammad orang yang merasa bahwa ibadahnya begitu banyak ketika akan meninggal dia mungkin karena saking optimise karena saking ak ibadahe dia mungkin merasa yakin akan masuk surga. Tetapi ketika nanti menghadap kepada Allah Subhanahu wa taala di akhirat, seluruh amal pahalanya ternyata hilang tidak berbekas. Sebabnya apa? Sebabnya karena dosa yang kedua ini, Pak. Jadi dosa yang ee yang ketiga ini, dosa yang ketiga ini yang pertama tadi apa? Yang kemarin apa? Ee ujub nggih. Yang kedua tadi memakan makanan yang haram. Yang ketiga ini adalah gibah. Semraap gibah, Pak. Nggih. Semap nopo mboten? Gibah niku bahas inggrise niku rasan-rasan, Pak. B inggrise rasan rasan dukun nek basa maduroe nopo? Sanrasan. Nggih. Hadirin. Ghiba. Bahaya paling ringan orang yang suka gibah. Wa mukfirul gibah kata hadis tadi. Bahaya yang pertama doanya akan ditolak oleh Allah subhanahu wa taala. Bahaya daripada gibah yang paling keras adalah menjadikan orang itu ketika nanti di akhirat dia akan bangkrut. Karena kenapa? amal ibadahnya yang sebenarnya itu begitu banyak, tetapi dosanya tidak ee tetapi pahalanya tidak berbekas sedikit pun hilang begitu saja. Maka hadirin hadirat rahimakumullah, kenapa kemudian kita dilarang untuk mengghibah? Kenapa umat muslim itu dilarang untuk rasan-rasan? Karena yang pertama adalah bahwa gibah selain bahwa gibah itu adalah bisa menghapuskan semua pahala-pahala kita, bisa menghapuskan tabungan pahala yang kita lakukan. Selain bahwa bahaya daripada gibah itu menjadikan doa seseorang itu ditolak oleh Allah. Yang berbahaya dari gibah adalah bahwa gibah itu adalah di antara min akbaril kabair. Termasuk di antara dosa yang bawar. Pak, gibah itu dosa besar lah. Sering di antara cara beragama kulo panjenengan iki kebalak-balik. Ada orang itu, Pak kalau ngelihat babi jijiknya setengah mati, Pak. Wonten sing nate mangan babi teng mriki, Pak? Mboten insyaallah. Nggih. Karena kenapa? Umat Islam itu karena ee sering mendengar babi itu haram. Iya, babi itu haram. Hurrimat alaikumul maitatu waddamu walahmul khinzir. Itu dalam Al-Qur'an diulang berkali-kali. Diharamkan bagi kalian bangkai, darah dan babi dan seterusnya. Itu diulang berkali-kali dalam Al-Qur'an. Sehingga umat Islam itu ketika melihat babi sudah jiji. Ngapunten kulo niku nate keng Singapura, Pak. Tengap niku yang nopo resto-resto itu kelihatan babi goling babi goling sedoyo liwat tok niku wis ngeroso kok ngene sih. Sudah ada perasaan bagi kita ee nek basa jawone niku gereik-gereik Pak. sudah ada perasaan jiji makan babi dosa iya karena itu haram. Tapi tahukah panjenengan hadirin hadirat rahimakumullah kalau kita ditanya apakah kita pernah gibah? Jawabane nate no mboten? Nate, Pak. Sedoyo nate wong kadang-kadang ambil kerjo ae nang mejo e nang mejo kerjaan sama teman-temannya masih rasan-rasan, Pak. Kadang-kadang wonten tahlilan ibu-ibu. Lailahaillallah. Lah lah io mulai wingi klambine kok gak n gak ganda-ganti l ya bapak-bapak kadang-kadang yo gak ibu-ibu tok bapak-bapak barang pisan ketemu ambek koncone sing gak disenengi nang kantor walah ketoke akas paling nek ono atasan tok engok delok ent delok entel eng atasan wis mulih males mane lah nik hampir semua di antara kita Pak pernah Bah karena kenapa wonge teko tak terus niki Pak? Karena kenapa? Hampir di antara kita bahkan mungkin sebagian besar umat Islam menganggap bahwa gibaha itu adalah dosa kecil. Padahal tahukah panjenengan hadirin hadirat rahimakumullah, dosa gibah itu jauh ribuan kali lipat lebih besar daripada makan ba babi. Babi itu makan babi dosa. Iya. Tetapi dosa gibah itu jauh lebih besar daripada makan babi. Sementara makan babi mungkin kulo panjenengan sedoyo sepanjang hidup mungkin ndak pernah. Tetapi mungkin gibah ini adalah dosa yang lumrah dilakukan oleh semua orang. Bahkan ngapunten kulo sing ngomong teng mriki nggih kadang-kadang nggih keceplosan mawon Pak. Nggih. Ketemu konco ngajak-ngajak ngomong kin ngelantur ngomongno wong. Saya itu punya guru yang luar biasa, Pak. Bahkan mungkin satu-satunya yang saya saksikan ketika saya berbicara dengan beliau omongan kemudian ngelantur mau giibah langsung sik stop mandek. Opooh karena ini sudah mau menjurus kebergibaan. Kata Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, "Iyakum wal giibah." Niki dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Albaihaqi dalam kitab beliau Syu'abul Iman, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Iyakum wal gibah fainnal gibata asyaddu minzina." Wahai umat Islam, hati-hatilah kalian dari gibah. Artinya, janganlah kalian melakukan gibah. Fainnal gibata asyaddu minzina. Karena sesungguhnya gibah itu kata Nabi Muhammad itu lebih berat daripada zina. Tahu zina nggih? Zina yo zina Pak. Berzina itu, Pak. Kata Nabi Muhammad, gibah itu lebih berat daripada zina. Lah kulo ketika pertama membaca hadis niki niku kaget, Bah. Mosok io sih? Mosok io. Perasaan zina itu dosa besar. Kalau dalam hadis-hadis Nabi Muhammad niku dosa membunuh, zina, kemudian berbuat zalim, kemudian menyekutukan Allah dan sebagainya itu termasuk dosa-dosa yang satu level besarnya. Termasuk di antara dosa paling besar. Tetapi kata Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, "Fainnal gibata asyaddu minzina. Karena sesungguhnya gibah itu lebih berat daripada zina. Mboten hanya kulo panjenengan yang heran, Pak. Sahabat, sahabat Nabi Muhammad ketika mendengar sabda Nabi Muhammad ini, beliau mereka kemudian heran loh enggih ta ya Rasulullah. Qila lahu kaifaalika ya Rasulullah. Ya Rasul enggih ta kok saget panjenengan dawuh nek gibah itu lebih berat dosanya daripada zina. Karena memang gibah mungkin dosa yang lumrah dilakukan oleh banyak orang. Mal sak niki Pak nggih ono wong dibuka aib-nya di media sosial sak negoro ngerasani Pak. Sak negoro ngerasani. Liannal gibata asyaddu minzina. Karena sesungguhnya gibah kata Nabi Muhammad lebih berat daripada zina. Sahabat kemudian bertama, "Ya Rasul kok enggih tah kok saget menurut panjenengan, dawuh panjenengan kalau gibah itu lebih berat daripada zina." Apa kata Nabi Muhammad? Liannarjul. Innarjul qod yazni innarajul qod yazni waatubu fayatuballahu alaih wa inna shohibal gibati la yughfaru lahu hatta yagfir lahu kenapa aku kata nabi mengatakan bahwa gibah itu lebih berat daripada zina karena orang yang berzina zina itu dosa besar. Iya. Termasuk di antara dosa paling besar itu zina. Zina menyekutukan Allah. Kemudian durhaka kepada orang tua niku dosa-dosa yang levelnya termasuk dosa yang paling berat. Karena kata Nabi, innar rajula qod yazniatubu ehubu fayatallah fayatuballahu alaih. Karena kalau ada seorang laki-laki melakukan perbuatan zina, dia tahu bahwa zina itu dosa besar. Kemudian dia menyesal. Ya Allah nyuwun ngapunten ya Allah kulo w keceplosan nggih kecepllosan sampai kemudian ber zina dia tahu bahwa zina itu dosa yang sangat besar dia menangis berjanji kepada Allah meminta ampunan kepada Allah akan dosa zina yang baru dia lakukan tidak hanya itukan perbuatan zina ini. ini di sisa hidupnya, maka boleh jadi, Pak, dosa zina itu akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala. Meskipun besar, iya karena Allah maha pengampun. Wa inna shohibal gibati la yugfaru lahu hatta yagfirlahuhibu. Berbeda dengan orang yang zina kata Nabi. Orang berbeda dengan orang yang gibah kata Nabi Muhammad. Orang yang gibah kata Nabi maka dia tidak akan diampuni dosa gibahnya tersebut oleh Allah sampai orang yang digibai memaafkan kesalahan orang itu. Jadi orang itu, Pak ketika gibah dosanya mengalir terus. Apakah dia akan mendapatkan ampunan ee dari Allah meskipun dia istigfar, meskipun dia ee bertaubat, meskipun dia istigfar 1000 kali tadi. Apakah dia akan diampuni oleh Allah? Tidak. Karena syarat pengampunan yang diberikan Allah kepada orang yang gibah itu adalah digantungkan dengan maaf yang diberikan oleh orang yang digibah tadi. Karena kenapa? Gibah itu berhubungan dengan hak sosial. Ghibah hadirin sesuatu yang sangat dibenci oleh Allah. Nabi niku pernah menegur dengan keras salah satu sahabat beliau. Jadi wonten sahabat niku menghadap kepada Nabi, berbicara dengan Nabi. Kemudian sahabat ini terucap dari mulutnya sesuatu yang membicarakan keburukan orang lain. Jadi wonten gibah melakukan gibah wonten ngarepe Kanjeng Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Apa kata Nabi? Lau qulta kalimatan lau muzijat bimail bahri lamazajathu. Sungguh engkau telah mengucapkan satu kalimat yang mana kalimat yang engkau ucapkan tadi seandainya itu dicampur dengan seluruh air yang ada di samudra, maka kalimat tersebut akan membuat air itu berubah warna bahkan berbau busuk. itu gi gah. Dan yang ketiga, hadirin hadirat rahimakumullah, sesuatu yang bisa menjatuhkan seseorang yang saleh, sesuatu yang bisa menghapuskan pahala yang pernah kita lakukan. Sesuatu yang menjadikan sebab doa-doa kita ditolak oleh Allah Subhanahu wa taala adalah manana fi qolbihi. Man kanana fi qolbih manana fi qolbihi gillun au hasadun lil muslimin. Orang yang di dalam hatinya terdapat kebencian ataupun hasad. Hasad niku iri terhadap nikmat yang telah diberikan Allah kepada orang lain. Yakni orang yang hatinya terdapat dendam, benci, dan juga di dalam hatinya terdapat hasad, sifat iri terhadap siapapun daripada orang Islam. Yang ketiga itu, Pak, tidak hanya dia menghapuskan pahala, dia menjadikan sebab doa orang itu ditolak oleh Allah subhanahu wa taala, dia akan mendapatkan murka Allah subhanahu wa taala. Kenapa demikian? Karena orang hasad, orang yang iri itu seolah dia tidak terima terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Dia merasa, "Ya Allah, ibadah saya ini lebih banyak kok rezeki dia yang lebih banyak. Ya Allah, salat saya ini lebih istamah loh, Ya Allah. Tapi kenapa rezeki yang engkau berikan kepada dia lebih banyak daripada yang Engkau berikan kepadaku? Ya Allah, sedekah saya ini lebih banyak. Kenapa istrinya lebih cantik daripada istriku? Lah seumpama, Pak, ya Allah, zakat saya ini lebih banyak. Kenapa kok mobilnya lebih bagus daripada mobil saya? mobilnya Innova yang versi terbaru. Mobil saya Agia versi lama, Pak. Jadi orang yang hasad, kenapa hasad itu adalah dosa besar? Karena hasad itu adalah orang ee seolah orang tersebut tidak terima terhadap nikmat yang Allah berikan kepada hamba-hambanya. Jadi urusannya memang dengan Allah, Pak. Jadi wong hasad, orang iri, orang dengki itu tidak melulu urusannya dengan orang yang diiri. Dia komplain terhadap takdir yang telah diberikan oleh Allah kepada orang lain. Padahal urusan rezeki, semua hal itu adalah wewenang Allah Subhanahu wa taala. Maka atos-atos, Pak. Kata Nabi Muhammad, al hasad yaakulul hasanati kama takulun narul. hasad atau sifat iri, sifat kebencian terhadap seorang muslim daripada umatnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu menghapus pahala-pahala kebaikan yang di telah dilakukan oleh orang itu sebagaimana takulun narulak. api yang membakar kayu. Jadi dikiaskan oleh Nabi demikian. Hasad itu menghapuskan pahala kebaikan kita lebih cepat daripada kobaran api yang membakar kayu. Maka niki Pak niki semuanya hubungannya dengan ha hati. Maka hadirin hadirat rahimakumullah, apakah mudah kita untuk membersihkan hati kita daripada sifat ujub? Sulit. Apakah mudah bagi kita untuk membersihkan hati daripada sifat memusuhi orang lain? Sulit. Apakah mudah bagi kita untuk membersihkan hati kita daripada sifat hasad atau iri terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain? Sulit. Ngapunten. Semua orang itu punya potensi untuk adanya penyakit itu. Karena kenapa? Orang itu selama dia bukan nabi, selama dia bukan rasul, maka hal-hal seperti itu pasti ada. Lah karena sulit hadirin, maka pahala yang dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa taala kepada siapaun yang bisa membersihkan hatinya daripada hasad, daripada ujub, daripada kesombongan dan sebagainya, pahala yang dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa taala begitu sangat sangat besar. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal radhiallahu anhu dalam kitab musnad beliau, suatu ketika Nabi Muhammad duduk bersama beberapa sahabat di masjid. Nabi duduk bersantai, berdiskusi dengan beberapa sahabat. Tiba-tiba Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam kemudian bersabda, "Wahai para sahabat, yatlu alaikumulana rajulun min ahlil jannah." Wahai para sahabat, sebentar lagi akan ada calon penghuni surga yang akan lewat di depan kalian. Loh, sahabat niku kaget, Pak. Tapi Rasul beberapa kali bersabda seperti itu, menjamin beberapa orang itu akan masuk sur masuk surga. Maka para sahabat Nabi radhiallahu anhum mereka berpikir mungkin yang akan lewat adalah sahabat yang paling senior yakni Abu Bakar As-Siddiq. Rasul memang sering mengatakan kalau Sayidina Abu Bakar itu adalah calon penghuni surga. Karena dia orang yang sangat cinta kepada Nabi. Dia mengorbankan hidupnya untuk Nabi. Dia mengorbankan keluarga dan hartanya untuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ada sahabat lain yang berpikir mungkin yang akan lewat di depan kita adalah ee Sayidina Umar Ibnu Khattab. Karena dia adalah orang yang mempunyai kecintaan dan keimanan yang kuat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dia adalah orang yang ditakuti setan. Sayidina Umar niku nek melewati satu jalan, setan ndak akan berani lewat di belakang di belakangnya atau lewat dengan jalan yang sama yang dilewati oleh Sayyidina Umar, Pak. Jadi di antara kehebatannya Sayidina Umar ngoten. Kalau Sayyidina Umar lewat di satu gang, iblis enggak akan berani lewat di situ, lewat di gang yang lain. Nek kulo panjenengan lewat gang setane nututi nang bureni. Pak ini di antara keramat daripada Sayidina Umar ibn Khattab. Tiba-tiba hadirin yang lewat adalah orang yang tua, orang sepuh dari sahabat Anshar. Sahabat ini sepuh dia di bekas wajahnya ada bekas air wudu. Kemudian dia masuk ke dalam masjid untuk tujuan berjamaah dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Karena saat itu telah masuk waktu salat. Hadirin hadirat rahimakumullah. Besoknya tiba-tiba Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam kembali bersabda, "Yatlu alaikumulana rjulun min ahlil jannah." Sebentar lagi akan lewat di hadapan kalian seorang laki-laki daripada calon penghuni surga. Ditunggu beberapa menit, ternyata yang lewat adalah orang yang sama dengan yang lewat orang di hari sebelumnya. Bahkan mungkin eh yang lewat adalah orang yang sama dengan yang hari pertama. Dan hadirin, ini tidak terjadi dua kali sampai 3 hari berturut-turut. Rasul bersabda, "Akan lewat di depan kalian seorang laki-laki calon penghuni surga." yang lewat adalah sahabat Ansar yang tua tadi. Maka saat itu kemudian ada salah satu sahabat Nabi yang kebetulan hadir di tempat tersebut selama 3 hari berturut-turut, yakni sahabat Abdullah Abdullah bin Amru bin Ash. Sahabat Abdullah ini kemudian penasaran amalan apa yang menjadikan laki-laki ini istimewa sehingga ia dijamin oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam sebagai penghuni surga. Bahkan Rasul mengatakan itu sampai tiga tiga kali 3 hari berturut-turut. Maka kemudian sahabat Abdullah tadi penasaran setelah selesai waktu salat laki-laki tua Ansar tadi keluar dari masjid untuk pulang menuju rumahnya diikuti dari belakang. Setelah sampai di halaman rumahnya kemudian disapa oleh sahabat Abdullah. Wahai tuan, apakah diperkenankan kalau saya menginap di rumah Anda 3 hari saja? Karena kenapa? Saya sedang ada masalah dengan keluarga saya sehingga mungkin 3 hari ini saya tidak akan pulang. Kalau engkau memberikan izin, aku mohon izin untuk tinggal di rumahmu 3 hari saja. Oh, silakan wahai sahabat Abdullah. silakan masuk. Tetapi seperti engkau lihat bahwa rumahku ini kecil. Ada memang satu kamar kosong, tapi kamar kamar yang ukurannya sangat kecil. Jika engkau berkenan, silakan engkau tinggal. Hadirin, tujuan sebenarnya dari sahabat Abdullah bin Amru bin Ash tinggal meminta izin tinggal di rumah laki-laki angsar tersebut ingin tahu amal apa yang dijadikan andalan oleh sahabat tua itu sehingga dia dijadikan ee dipuji oleh Rasul sebagai calon penghuni surga. Dilihat, Pak, ketika malam setelah Isya, sahabat Anshar tadi beraktivitas sejenak mungkin jam 9. jam 09.00 malaman dia tidur. Sahabat Abdullah berpikir, "Oh, mungkin dia ahli tahajud salatnya ketika malam mungkin saja ribuan rakaat." Hadirin di ditunggui oleh sahabat Abdullah. Ternyata sahabat tua Ansar tadi ketika malam tidak bangun. Jam .00 ya masih tertidur. Jam .00 tertidur, jam 3.00 masih tertidur, jam .00 sebelum waktu subuh kurang lebih 15 menit dia bangun, dia mandi, dia wudu, salat dua rakaat di rumahnya, kemudian pergi ke Masjid Nabawi untuk salat subuh bersama Nabi Muhammad. Kemudian sahabat Abdullah berkesimpulan, "Loh, ternyata dia bukan ahli salat tahajud. Be setiap malam 100 rakaat, be setiap malam 500 rakaat." Ternyata yang dilakukan hanya salat sunah dua rakaat kemudian keluar pergi ke Masjid Nabawi. Kemudian ketika siang dia makan seperti biasa. Sahabat Abdullah heran loh ternyata dia juga bukan ahli puasa. Karena kalau orang ahli puasa kan setiap hari puasa, Pak. Setiap hari puasa. Tidak hanya yang ee sunah muakkad seperti Senin Kamis. Setiap hari orang yang ahli puasa itu akan puasa. Bahkan ngapunten saya punya guru setiap tahun selama 1 tahun penuh itu puasa, Pak. Kecuali hari-hari yang diharamkan seperti hari Id atau Idul Fitri atau Idul Adha atau tasyrik. Hari-hari yang diharamkan. Selain itu beliau puasa lah. Sahabat Ansar tadi ketika siang ya beraktivitas seperti biasa. pagi makan kemudian pergi ke kebun kemudian setelah tiba waktu ee salat dia pulang jemah untuk berjamaah bersama Nabi. Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash berpikir loh ternyata dia juga bukan ahli puasa. Paling poso Senin Kamis ataupun puasa Ramadan karena puasa Ramadan itu wajib. Oh, mungkin ini hari ini saja. mungkin besok dia akan terlihat salat malamnya ataupun puasanya. Hadirin, hari kedua seperti itu lagi. Hari ketiga seperti itu lagi. Sampai-sampai sahabat Abdullah bin Amru bin Ash ini heran. Kemudian dia berkata kepada sahabat wa Ansar tadi, "Wahai paman, aku mohon maaf telah berkata yang tidak benar kepadamu. Aku kemarin minta izin kepadamu untuk tinggal di rumahmu selama 3 hari. Aku beralasan karena aku ada masalah dengan keluargaku. Sebenarnya alasanku bukan itu wahai paman. Hubunganku dengan keluargaku baik-baik saja. Alasanku meminta izin untuk tinggal di rumahmu karena aku penasaran dengan ibadahmu. Kok aku penasaran dengan ibadahmu? Karena empat atau 5 hari yang lalu Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Yatlu alaikumulana rjulun min ahli jannah." Akan lewat di depan kita laki-laki calon penghuni surga. Ternyata yang lewat panjenengan. Tidak hanya satu kali, 3 hari berturut-turut Rasul mengatakan bahwa engkau adalah calon penghuni surga. Maka tujuanku datang di sini adalah ingin tahu amalan apa yang engkau lakukan, amalan apa yang engkau andalkan sehingga engkau dijamin masuk surga oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam. Apa yang dikatakan oleh Nabi itu adalah wahyu dari Allah Subhanahu wa taala. dipaksa tetap tidak mau mengaku, "Ya Abdullah, ma ana illa ma roit. Aku ini yang yang se ya seperti yang engkau lihat. Aku salat bekerja seperti biasa. Kalau siang aku tidak puasa sunah kecuali hari Senin dan Kamis. Aku puasa Ramadan karena puasa Ramadan itu wajib. Aku salat sunah, tapi salat sunahku pun gak banyak. Mungkin malam sebelum subuh aku cuma salat sunah dua rakaat, tapi aku salat berjamaah lima waktu bersama Nabi Muhammad. Ma ana illa maroit. Aku seperti yang kau lihat. Oh, mboten mungkin. Karena kenapa? Kalau hanya seperti yang panjenengan lakukan, kita semua sahabat Nabi seperti itu. Kita semua salat lima waktu berjamaah bersama Nabi. Kita semua melakukan amal-amalan yang diwajibkan. kita melakukan sunah. Bahkan di antara kami ada yang setiap hari puasa, ada yang setiap malam salat 1000 rakaat. Tetapi Nabi tidak pernah memuji kami atau tidak pernah menjamin kami bahwa kami adalah calon penghuni surga. Pasti ada amalan yang Anda rahasiakan. Coba berikan informasinya kepadaku agar aku ini bisa meniru panjenengan. tetap di mengatakan, "Ma ana illa ma roita ya Abdullah." Aku ini ya seperti yang engkau lihat wahai Abdullah. Sampai kemudian sahabat Abdullah ini capek mungkin memaksa, Pak, dia kemudian pamit dan kemudian berpamitan pulang. Ketika berpamitan pulang meninggalkan laki-laki Ansar tadi, kemudian dipanggil lagi oleh sahabat Ansar. Ya Abdullah, QF? Berhentilah. Ma ana illa ma roit giro anni la ajidu fi nafsi gisan wala ahsudu ahadan alahairinullah iya. Wahai Abdullah, kalau engkau tanya amal apa yang aku lakukan aku ya seperti yang engkau lihat ini. Kecuali mungkin ini yang bisa menjadikan aku mendapatkan hadiah atau kabar gembira gembira dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bahwa aku tidak pernah menaruh di dalam hatiku kebencian kepada siapapun daripada umatnya Nabi Muhammad. Aku tidak pernah menaruh dalam hatiku sifat iri terhadap nikmat apapun yang diberikan oleh Allah kepada umatnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Sahabat Abdullah mendengarkan itu terperanjat kemudian berkata, "Hadiillati balagat bik wahyallati laut." Ini yang engkau akhlakmu ini atau kebaikanmu ini atau ibadahmu ini atau kebersihan hatimu yang ini. Itulah sesuatu yang tidak banyak di antara kami yang bisa melakukan itu. Hadirin, kita berdoa kepada Allah subhanahu wa taala semoga Allah bimbing kita. Allah bimbing kita menjaga hati kita tetap merendah. Dihindarkan dari ujub, dihindarkan dari takabur. Allah bimbing kita, mudahkan kita untuk bisa mencari harta yang halal. Harta yang halal, rezeki yang halal, yang luas dan berkah. Allah juga hindarkan mulut kita daripada membicarakan aib orang lain. Allah jaga hati kita daripada sifat hasad, daripada sifat-sifat yang bisa menyebabkan tertolaknya doa yang bisa menyebabkan pahala amal ibadah terhapus. Amin. Amin. Allahumma amin. Kita berdoa kepada Allah semoga apa yang kita kaji ini bermanfaat sebagaimana kula panjenengan dimudahkan untuk mengkajinya bersama-sama. Kita berdoa semoga kita dibimbing oleh Allah untuk mudah dalam mengamalkannya. Amin. Amin. Allahumma amin. Hadirin hadirat rahimakumullah. Bapak-bapak, Ibu-ibu yang sangat saya muliakan. Sebelum kami tutup mungkin ada yang ingin bertanya kami persilakan. Asalamualaikum ustaz. Ini ada pertanyaan dari chat di YouTube yang pertama dari Pak Tedi Irawan bahwa bagaimana cara praktis menghindari dari hibah. Kemudian yang kedua dari Ibu Supti pertanyaannya adalah dalam rangka menghindari hibah bolehkah kita mengurangi bertemu dengan orang lain? Enggih. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana cara praktis agar kita terhindar daripada gibah? Saya jawab satu paket dengan pertanyaan yang kedua tadi, Pak. Nggih. Yakni apakah boleh kita menghindar daripada orang lain untuk meminimalisir gibah ini. Yang pertama adalah bahwa orang itu kalau tidak disibukkan sesuatu yang positif dia akan sering jatuh ke dalam sesuatu yang negatif. Ngapunten kita sering gibah nuu kan kadang-kadang karena apa, Pak? Karena nganggur, Pak. nganggur gak ono sesuatu sing penting dibahas. Akhire pembicaraan ngelan ngelantur ngelantur. Padahal awalnya ustaz saya ini enggak ada niat. Oh iya, Pak Ustaz, tapi kok ketika ngerumpi, ketika nguber kok cangkem niki moro ngalor ngidul akhire tonggone sing diomong. Maka hadirin hadirat rahimakumullah, cara yang pertama adalah sibukkan dengan sesuatu yang positif. Jenengan kerja itu berpahala besar. Jenengan keluar dari rumah, "Ya Allah, aku niat bekerja." Kalau jenengan budal kerj to, Pak, enggak oleh pahala, Pak. Kerj to golek duit enggak dapat pahala. Tapi kalau jenengan berangkat, niat kerja karena kerja itu perintah Allah. Niat kerja karena Allah Subhanahu wa taala dan mengamalkan sunahnya Nabi Muhammad, setiap langkah Anda akan mendapat pahala dari Allah. Bahkan kerja itu bisa menghapuskan dosa loh, Pak. Kata Nabi Muhammad. Jadi yang pertama kalau kita tidak ingin terjatuh ke dalam sesuatu yang negatif, sibukkan dengan suatu yang positif. Jadi mungkin jenengan sibukkan dengan kerja, jenengan sibukkan dengan membaca, jenengan sibukkan ke dalam majelis ilmu. Tidak hanya itu, ee sibukkan ee hal-hal atau hindarkan diri dari hal-hal yang kemudian menyebabkan Anda berpotensi untuk melakukan gibah. Di antaranya apa, Pak? Ya, tayangan TV, tayangan media sosial. Kalau kemudian setiap ee setiap hari kita sering mengikuti acara-acara gosip, acara-acara gosip sing teng TV-TV niku nopo biasanya, Pak? Sing selebritis niku loh, Pak. Selebritis. Nek terose guru kulo riyen d selebriti silit berit jarene hindarkan dengan suatu ee tontonan-tontonan seperti itu. Jadi yang pertama kalau kita tidak disibkan suatu yang positif kita akan jatuh ke dalam suatu yang negatif. Jadi sibukkan diri kita ke dalam sesuatu yang positif termasuk tontonan yang positif. memilih pertemanan di media sosial yang positif. Bahkan termasuk memilih circle di ee teman-teman dekat kita yang positif. Makanya kemarin kami katakan orang itu ee hanya akan menjadi orang baik. Di antara faktor terpentingnya adalah mencari teman yang baik. Kata Nabi Muhammad, almaru ala dini kholili. Kualitas seseorang itu tergantung temannya. Kalau dia punya teman yang s nang masjid, maka lama-lama akan kecipratan, Pak. Kalau dia punya teman yang rata-rata pecandu minuman keras, walaupun enggak awalnya enggak minum, lama-lama mungkin akan ikut minum. Sama kalau kita ingin terhindal dari giba, ya usahakan memilih sirkel yang gibah. Tidak tidak gibah atau setidake sing gibahe gak nemen-nemen ngono, Pak. Kan level orang itu gibah kadang-kadang kan ono sing full, Pak. Setiap ketemu sing diomong wong lio. Ada yang gibah tapi enggak terlalu sering. Ada yang gibah tapi jarang-jarang. Lah pilih teman itu yang jarang-jarang untuk gibah. Bukan boleh ribah, Pak. Nggih. Atau kita pilih teman yang memang dia tidak suka gibah. Jadi ketika ketemu yang dibicarakan suatu yang positif, mending ketemu teman-teman yang hobi ee apa melihat olahraga, kemudian melihat ee prestasi dan sebagainya atau melihat tontonan-tontonan yang mubah yang boleh selama itu tidak haram. Maka silakan, Pak. Maka kata Al Imam Al Ghazali ya, kami sampaikan tadi orang itu selama dia tidak disibukkan dengan sesuatu yang positif, dia akan jatuh ke dalam sesuatu yang negatif. Jadi sibukkan diri kita dengan sesuatu yang positif, minimal tidak negatif. Ya nggih. Bahkan kata Imam Ghazali, kalau kamu tidak menyibukkan dengan eh ketika kamu dalam kondisi aktivitas sudah menghindar daripada kemaksiatan, tapi kok sik jatuh saja dalam kemaksiatan, mending kamu tidur. Kata Imam Ghazali. Ngoten, Pak. Mending kamu kamu tidur. Langkah yang pertama kami sampaikan tadi bahwa sibukkan diri kita dengan sesuatu yang positif. Apapun itu, Pak. hadir di majelis taklim, membaca atau bekerja atau melakukan kumpul-kumpul dengan keluarga atau mungkin pergi ngelencer. Sing penting itu enggak gibah, Pak. Niki yang pertama. Kemudian hadirin hadirat rahimakumullah, yang kedua adalah tingkatkan keilmuan kita dalam agama. Artinya panjenengan sering membaca literatur-literatur keagamaan atau sering mendengarkan daripada tausiah-tausiah dari para ulama, daripada dari para ustaz, dari para kiai dan ulama-ulama lainnya. Karena apa? Orang itu tidak akan naik level kualitas ilmu dan imannya kalau dia tidak belajar. belajar jenengan cari buku tentang akhlak, tentang bagaimana yang kami sangat menyarankan kalau jenengan ingin menjadi orang yang baik, sering membaca sirahnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Saya, Pak, ketika ditanya banyak teman-teman itu yang konsultasi belajar ke saya, "Ustaz, saya ini ingin mendalami Islam, ingin belajar Islam. Bacaan apa yang paling baik?" Sejarah Nabi. Sejarah Nabi Muhammad siki yang edisi bahasa Indonesia kuad, Pak. Karya As Syekh Said Ramadan Albudhi itu sirah nabawi besar sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Sirah Ibnu Ishaq sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Saya dulu favorit saya ketika masih di pondok, saya punya buku bacaan sirah nabawi sudah terjemahan bahasa Indonesia itu ditulis oleh ulama India ee As Syekh Abul Hasan Ali Al-Hani an-Nadwi. Saya dulu mulai senang baca itu membaca sirah nabawi. Jadi membaca sirah nabawi di situ kula panjenengan akan disuguhi sejarah Nabi dari awal sampai akhir. Bagaimana akhlak beliau? Bagaimana ajaran-ajaran beliau, bagaimana keteladanan yang beliau tampilkan kepada para sahabat dan umatnya. Maka kalau kita ingin terhindar dari giba, tingkatkan keilmuan, tingkatkan wawasan keilmuan, baca buku-buku tentang keislaman khususnya sirah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan yang ketiga niki yang paling penting Pak, kami sampaikan di awal kemarin, jangan pernah kita mengandalkan diri kita nggih. Jangan pernah kita beramal karena merasa itu kemampuan diri kita. Diri kita ini tidak bisa dipercaya, Pak. Makanya kata Nabi, "La takqilni ila nafsi." Ya Allah, janganlah Engkau menyerahkan diriku kepada diriku meskipun sekejap mata. Kami sampaikan hadirin bahwa orang itu bisa menjadi baik kalau dia dibimbing oleh Allah. Kalau dia dia akan bisa menjadi orang yang saleh kalau dia dibimbing oleh Allah. Bahkan ngapunten perbuatan kita itu adalah perbuatan Allah sebenarnya, Pak. Ng tapi pembahasan-pembahasan akidah yang saya kira tidak tidak relevan dibahas di sini. Tapi yang terpenting kita harus meyakini bahwa kulo panjenengan bisa hadir di sini itu karena Allah. Coba seandainya jenengan tidak digerakkan hatinya oleh Allah walaupun cara Allah menggerakkan itu macam-macam Pak. Ngih. Mungkin paksaan dari atasan, mungkin nek gak teko gajine gak cair mungkin mungkin nek gak datang di kajian enggak oleh sertifikat semua seumpah, Pak. Cara itu macam-macam tapi itu cara Allah menggerakkan hati kita, Pak. Artinya kalau Anda digerakkan menuju kebaikan dengan cara apapun itu, maka itu bagian daripada taufik, bimbingan dari Allah untuk Anda. Maka saya ingin mengatakan dalam kita menghindarkan diri daripada maksiat gibah ini, jangan kita mengandalkan diri kita, tetapi andalkan Allah Subhanahu wa taala. Artinya apa? Jenengan berusaha iya, tetapi berdoa kepada Allah, "Ya Allah, bimbinglah diriku untuk terhindar dari maksiat. Ya Allah, jagalah lisanku jangan sampai mengatakan sesuatu yang Engkau ridai. Ya Allah, jagalah pandangan mataku, jangan sampai melihat kecuali sesuatu yang Engkau bolehkan." Jadi, semuanya itu Allah, Allah, Allah, Allah. Maka kesalahan kita dalam beramal itu selalu mengendalkan diri kita. Kita lupa bahwa kula panjenengan ini adalah makhluk yang seluruh partikel sistem di tubuh kita itu dalam kendali Allah Subhanahu wa taala. Maka doa-doa yang diajarkan Nabi itu tidak jauh dari doa tadi, Pak. Janganlah engkau menyerahkan diriku kepada diriku sendiri. Artinya, aku serahkan, aku titipkan diriku, perbuatanku kepada Allah Subhanahu wa taala. Allahummaahrimni ladzata maksiatik warzuqni ladzata thatik. Salah satu doa yang diajarkan oleh Nabi, "Ya Allah, halangilah diriku untuk merasa nikmat dalam bermaksiat kepadamu, tetapi sebaliknya, berikanlah aku rezeki untuk merasa nikmat dalam beribadah kepadamu." Maksudde pripun? N? Orang itu kan kalau maksiat karena ngeraso nikmat, Pak. Nggih. Wong iso nyolong karena menikmati, orang bisa minum-minuman keras menikmati, orang berbohong karena menikmati lah. Rasa nikmat itu adalah rasa yang sebenarnya memang dalam kehendak Allah. Walaupun sebabnya melalui bisikan setan. Iya lah. Di sinilah Nabi mengajarkan kepada kita agar kita meminta kepada Allah. minta, "Ya Allah, saya memang belum bisa berhenti bermaksiat total, Ya Allah. Tetapi mbok ya Allah kulo mohon kepada panjenengan ya Allah hindarkan hati saya ini dalam merasa nikmat dalam bermaksiat kepada engkau." Artinya apa? Tanamkan dalam hati saya ini kebencian terhadap perbuatan kema kemaksiatan. Kalau hati kita sudah tidak suka atau benci terhadap maksiat ya kita tidak akan bermaksiat. Atau mungkin yang menjadikan sebab kita malas dalam beribadah, malas dalam melakukan kebaikan karena kita belum merasakan nikmat ketika berbuat baik. Coba kita berdoa kepada Allah agar dianugerahi nikmat itu. Kalau kita sudah dianugerahi nikmat, tidak usah dipaksa, tidak usah disuruh-suruh, tidak usah melalui paksaan dari atasan, kulo yakin kula panjenengan akan bisa nikmat dalam beribadah. Makanya, Pak, ada orang itu ahli ibadah seneng Pak. Jadi ada orang itu ahli ibadah senang. Ada orang itu saya pernah kenal seseorang itu ahli sedekah. Dia mengumrahkan orang itu lebih dari 1000 orang, Pak. Ya. 1000 orang diumrohkan orang Jombang sana, Pak. Jadi sering dia ngumrohkan orang. ada marbat masjid atau dari orang-orang yang tidak mampu tapi orang baik itu kemudian diumrahkan. Bahkan tukang-tukang bejak di pinggir jalan itu banyak yang diumrahkan. Bahkan orang-orang pengembulung sampah, orang-orang baik yang mungkin secara ekonomi tidak mampu dikasih uang diumrahkan. Bahkan pernah saya lihat sendiri beliau ngasih mercy di depan saya kepada orang, "Mbak, pikiranku nopo? Kok gak aku sing dikei?" Saya tanya, "Jenengan kok dermawan sekali? Banyak orang kaya. Saya lihat banyak sekali orang kaya tapi ya mungkin dermawan tapi tidak seperti Anda. Ustaz, saya ini kalau ngasih orang, saya ini kalau ngasih orang itu hati saya senang. Saya ini kalau memberikan orang ee mengurangi beban orang lain, hati saya ini senang lah, Pak. Rasa senang ini adalah rasa yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan semoga kula panjenengan bisa meneladani itu. Amin. Amin. Allahuma amin. Ada lagi, Pak, pertanyaan, Pak? Cukup, nggih sampun. Nggih. Baik, hadirin hadirat rahimakumullah. Sekali lagi kita tutup kajian ini dengan berdoa kepada Allah semoga kita semua dijadikan oleh Allah sebagai hamba-hamba yang saleh, hamba-hamba yang istikamah, hamba-hamba yang cinta Allah, cinta kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan kita dianugerahi Allah oleh Allah hati yang bersih sehingga kemudian kita tidak menjadi hamba yang dikembali dijatuhkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Kita dianugerahi oleh Allah hati yang bersih, kehidupan kita ditata oleh Allah dan kita dianugerahi oleh Allah keturunan yang saleh dan salehah. Amin. Amin. Allahumma amin. Demikian apa yang bisa kami sampaikan dalam kajian siang hari ini. Yang benar dari Allah, yang salah murni kebodohan dan kekhilafan kami secara pribadi. Walu minkum. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih. Demikianlah kajian ASN Mengaji Seri 12 episode ketiga. Nanti masih tinggal satu episode lagi dengan kajian tafsir Jalal lain. Semoga bisa memberi manfaat kita dalam mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa taala. Kurang lebihnya mohon maaf. Akhirul kalam wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Yeah.