ASN Mengaji Seri 13 | 2025 - Tafsir Al-Jalalain (Eps. 04)
98_54lMUA2I • 2025-08-06
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
wa ala alihi wasohbihi ajmain. Amma
ba'du. Yang kami hormati
Ustaz Husni Mubarok Alhafid.
Yang kami hormati para jemaah salat
zuhur Masjid Al-Huda.
Pertama-tama marilah kami panjatkan puji
syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa
taala atas berkat rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya pada kesempatan siang hari
ini kita dapat melaksanakan salat zuhur
berjamaah sekaligus dilanjutkan dengan
kajian kitab tafsir Jalalin. Kedua
kalinya selawat serta salam marilah kita
haturkan kepada junjungan kita Nabi
Besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam yang telah memberi bimbingan
tuntunan hidup berupa agama Islam. Para
jemaah salat zuhur yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Pada kesempatan
siang hari ini, marilah kita ikuti
bersama
ASN Mengaji seri 13 dengan tema Tafsir
Jalalain merupakan episode yang keempat,
episode terakhir yang akan disampaikan
oleh Al Ustaz Husni Mubarok Alhafid.
Kepada beliaunya kami persilakan.
Bismillahirrahman
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah.
Alhamdulillahilladzi
[Musik]
hadana lihadza wama kunna linahtadiya
laula an hadanallah
wasalatu wassalamu ala sayyidina
wa nabiyina Muhammadin sallallahu alaihi
wasallam
wa ala alihi wa ashabihi ajmain.
Qolu subhanaka la ilma lana illa ma
alamtana innaka antal alimul hakim.
Amma ba'du.
Yang sangat kami muliakan
Bapak pimpinan BPSDM Jawa Timur serta
seluruh staf dan pegawai BPSDM Jawa
Timur
khususnya yang saat ini hadir di tempat
ini untuk mengikuti kajian tafsir
Al-Qur'an kitab Tafsirul Jalalain
serta para pemirsa yang menyaksikan
kajian ini. ini secara virtual
melalui channel BBSDM Jawa Timur yang
juga semoga senantiasa dirahmati oleh
Allah.
Alhamdulillah kita bersyukur kepada
Allah Subhanahu wa taala atas anugah
aneka nikmat yang Allah berikan kepada
kita semua, terutama nikmat iman, nikmat
Islam, nikmat kesehatan, nikmat
kesempatan. Sehingga pada siang hari ini
Allah mudahkan langkah kaki kita, Allah
lapangkan hati dan pikiran kita untuk
bisa sama-sama hadir di Masjid Al-Huda.
Ini tadi kita telah sama-sama menunaikan
salat zuhur secara berjamaah dan dalam
beberapa menit ke depan akan kita
lanjutkan dengan kajian tadabur
Al-Qur'an. Kita berdoa kepada Allah
semoga apa yang kita kerjakan ini
seluruhnya diterima oleh Allah subhanahu
wa taala. Amin. Amin. Allahumma amin.
Hadirin hadirat rahimakumullah.
masih dalam
tema yang sama yakni tafsir tazkiah
edisi keempat dan juga sebagaimana tadi
disebutkan edisi terakhir
kami akan mengulas
beberapa ayat
dalam firman Allah Subhanahu wa taala
dalam surah Al-Qalam.
Al-Qalam awal juz 29.
ayat 8
sampai 15.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Fala tutiil mukadzibin
waddu lau tudhinu fayudhinun.
Wala tuta hallafin mahin hammazim
masyaim binamim
manilhairi
utullim ba'daim
anana dza ma banin idza tutla alaihi
ayatuna
qala asatirul awalin.
Ayat ini kalau kita terjemahkan
secara harfiah,
fala tuti'il mukadzibin.
Janganlah engkau wahai Nabi Besar
Muhammad
mengikuti orang-orang yang mendustakan
Allah. Janganlah engkau mengikuti
orang-orang yang mendustakan agama
Allah.
Waddu la tudhinu fayudhinun. Mereka
ingin
sekiranya engkau bersikap lunak kepada
mereka maka mereka pun akan bersikap
lunak kepada dakwahmu.
Wala tutullaim
mahin. Dan janganlah engkau mengikuti
orang-orang yang gemar bersumpah
sedikit-sedikit. Bersumpah
sedikit-sedikit. Demi Allah, demi
Rasulullah,
urusan-urusan remeh demi Allah, demi
Allah.
Maka ini sifat buruk selanjutnya yang
disebutkan dalam ayat ini, janganlah
engkau mengikuti orang yang gampang
bersumpah lagi hina.
Hammazim masyaim binamim.
Dan janganlah engkau juga wahai Nabi
Muhammad mengikuti
orang-orang yang gemar mengumpat.
Orang-orang yang gemar mencela,
orang-orang yang gemar mengghibah,
masyaim binamim yang mana mereka
berjalan kemari suka menimbulkan
kegaduhan, suka menimbulkan fitnah.
Mannail lilhairi mtadin aim. Dan
janganlah engkau mengikuti orang yang
enggan untuk menginfakkan kebaikan.
Mereka melampaui batas dan gemar berbuat
dosa.
Dan mereka adalah orang dan janganlah
engkau mengikuti orang yang keras keras
kepala sekaligus mereka adalah orang
yang gemar mengaku-ngaku nasab. Hadirin,
ayat ini turun
berkaitan atau merespon salah satu
kejahatan yang dilakukan oleh tokoh
kafir Quraisy.
Dia adalah orang yang kemudian bernama
Alwalid bin Al-Mughirah.
Sinten, Pak? Alwalid bin Almughirah.
Jenengan gak ada anak? Ojo jenengno
niki, Pak? Nggih. Karena nama ini yang
dinas jelek dalam Al-Qur'an.
Namanya adalah Al-Walid bin al-Mughirah.
Al-Walid bin al-Mughirah.
Sebagaimana disebutkan dalam ayat ini,
"Wahai Nabi Muhammad, jangan engkau
mengikuti kepadanya.
Dia adalah orang
yang buruk, yang jelek, dan kejelekannya
dibuka oleh Allah dalam Al-Qur'an.
Makanya, Pak, ee zaman dahulu itu ketika
ayat Al-Qur'an turun kan banyak orang
kafir, banyak orang menolak Islam.
Tetapi sejelek-jeleknya orang yang
menolak Islam adalah orang yang
kejelekannya dibongkar oleh Allah dalam
Al-Qur'an.
termasuk ng Firaun, Haman, Qorun
ngoten-ngoten niku
dalam ayat ini tidak disebutkan nama
secara spesifik, tetapi hampir
riwayat-riwayat dalam kitab tafsir
menyebutkan ayat ini berkaitan dengan
orang kafir Quraisy yang bernama
Al-Walid bin al-Mughirah.
Dia mempunyai
kurang lebih 11 sifat yang disebutkan
dalam ayat tadi. Di antaranya nopo?
Mendustakan Allah. Kemudian apa tadi,
Pak? Ee titik-titik bersumpah.
Jadi urusan-urusan
biasa niku demi Allah. Urusan-urusan
biasa demi Allah. Makane nek wonten
tiang titik-titik bersumpah, "Oh, itu
pasti orang yang secara moral
dipertanyakan, Pak.
Urusan duit nopo R10.000, R.000 demi
Allah. Allah digunakan untuk
menguatkan ucapannya terkait uang R.000
itu lah. Itu remeh sekali.
Makanya, Pak, jangan dikit-dikit
bersumpah loh. Sumpah demi Allah itu
boleh, Pak. Boleh. Karena itu bagian
daripada ajaran Islam. Tetapi yang
dimaksud itu jangan sedikit-dikit
bersumpah
nang kono loh nang masjid teman nang
masjid demi Allah n masjid
untuk menguatkan ucapannya karena
istrinya tahu biasanya berbohong asne
gak nang masjid tujuannya mancing
seumpama Pak nggih.
Kemudian sifat yang lain adalah hamaz
mencelah mengghibah. Itu sudah kita
bahas kemarin.
Masyaim bina mimim. Orang yang
menimbulkan gaduh, menimbulkan fitnah,
suka mengadu satu orang dengan orang
yang lain atau dalam bahasa kita sering
dikenal mengadu domba. Nggih. Mengadu
domba.
Kemudian enggan untuk menginfakkan
kebaikan, keras kepala, gemar berbuat
dosa. Yang terakhir adalah zanim.
Zanim niku orang-orang yang mengaku
nasab, Pak.
Hadirin, ketika turun ayat ini,
Alwalid bin Almughirah yang merupakan
pemimpin orang kafir Quraisy itu
bingung.
Walaupun lah anehne wong kafir niku,
Pak, meskipun dia ingkar kepada Nabi
Muhammad, tetapi percaya dengan ucapan
Nabi Muhammad.
L anene niku. Jadi orang kafir zaman
dulu ketika Nabi diutus mereka ingkar
dengan Nabi, mencela Nabi, tetapi mereka
sebenarnya percaya dengan ucapan Nabi.
Ngapunten termasuk sebagian harta mereka
dititipkan kepada Nabi. Makanya kenapa
Nabi itu hijrahnya paling akhir? Karena
terlebih dahulu beliau mengutus Sayidina
Ali untuk mengembalikan harta
pimpinan-pimpinan Quraisy yang
dititipkan kepada beliau.
Lah ketika turun ayat ini, orang yang
bernama Alwalid bin Almughirah
itu kemudian
janggal.
Loh, saya ini seorang pemimpin Quraisy.
Saya ini dari Bani Makhzum, salah satu
suku terkemuka ee orang-orang Quraisy
saat itu. Tetapi kok dalam ayat ini, aku
oleh Muhammad dikatakan ngaku-ngaku
nasab.
Berarti loh ucapannya Muhammad itu kan
selalu benar. Jadi dia ingkar terhadap
Islam tapi membenarkan ucapannya Nabi
Muhammad dan meragukan dirinya sendiri.
Niku orang yang bernama Alwalid bin
Almughirah. Lalu memang dasar orang
ngapunten orang tidak beradab. Nek boso
jawone niku totok Pak. Nggih toto.
Dia kemudian datang ke ibunya.
Bu niki ancene orang kurang ajar, Pak.
Muhammad berkata tentang sifat-sifatku
semuanya benar kecuali satu.
Panjenengan harus mengaku karena kalau
tidak meskipun engkau ibuku engkau akan
aku bunuh.
Nah niki Alwalid bin al-Mughirah.
Siapa sebenarnya ayahku? Apa betul
ayahku adalah ayahku yang sekarang?
Kenapa kok Muhammad mengatakan atau
menyebutkan bahwa aku ini adalah
orang-orang yang mengaku
bernasab kepada ayahku? Padahal bukan.
Kalau engkau tidak jujur kepadaku wahai
ibu maka engkau akan aku bunuh lah.
Akhirnya ibu ngaku, Pak. Ngene loh nak.
Bapakmu iku ngapunten impoten.
Bapakmu impoten.
Tapi bapakmu kan duwe dunyo akeh. Nek
engkok aku gak duwe anak, kalau aku
tidak punya anak, maka aku tidak akan
mendapatkan warisan dari hartanya yang
banyak itu.
Selama ini memang bapakmu tidak pernah
mengumpuli aku, tidak pernah berhubungan
badan denganku. Karena memang bapakmu
itu impoten.
Kalau kemudian aku tidak punya anak
darinya, maka hartanya tidak akan
berpindah kepadaku.
Maka karena itu, kemudian pernah pada
suatu saat aku pergi keluar rumah,
aku kemudian melakukan hubungan badan
dengan seorang penggembala domba.
Jadi, bapakmu iku bukan bapakmu yang
sekarang, bapakmu yang asli itu adalah
penggembala. Domba itu
niki Pak Alwalid bin Almughirah. Hadirin
hadirat jemaah rahimakumullah.
Dari 11 sifat ini
kami ingin mengangkat dua sifat saja.
Yang mana dua sifat ini adalah sifat
yang tercela yang sudah selayaknya kita
jauhi bersama.
Yang pertama adalah fala tutiil
mukadzibin.
Mukadzib niku artinya orang yang
mendustakan.
Kalau yang dimaksud orang yang
mendustakan dalam ayat ini adalah orang
yang mendustakan Allah, mendustakan
Rasulullah, maka itu konsekuensinya niku
jelas akan menjadikan orang itu keluar
dari Islam.
Kalau ada orang ngaku Islam enggak
percaya dengan Allah
kemudian menganggap salat lima waktu itu
tidak wajib, tidak percaya Al-Qur'an itu
adalah firman Allah lah itu bagian dari
mendustakan Allah yang mana konsekuensi
hukumnya mengeluarkan orang dari Islam.
Mukadzib adalah orang yang mendustakan.
Beda kalau mukadzib niku dari kadzaba
kaf dalnya ada tasdid. Beda kalau
tasjidnya dibuang menjadi gazaba.
Gadaba itu artinya berdusta.
Nek bahao inggrise goro. Pak
isim fa'il dari kadaba adalah kadib.
Kadib artinya orang yang berdusta.
Kalau sering berdusta niku dinamakan
kadzab. Gadzab titik-titik goro. Ngomong
sak ngomong goro niku namanya gadzab.
Makanya zaman dulu niku wonten nabi
palsu namanya Musailamah alkadzab.
Musailamah yang gemar berdus berdusta.
Maka pelajaran yang pertama dari ayat
ini adalah jangan kalian gemar berdusta.
Kapa, Pak? Jangan kalian gemar berdusta.
Jika Allah melarang kita dalam ayat ini
untuk berdusta, itu artinya Allah
memerintahkan sebaliknya, jadilah kalian
orang yang jujur.
Orang yang dalam setiap ucapannya itu
benar, tidak berbohong.
Ucapannya sesuai dengan fakta, ucapannya
sesuai dengan realita.
Nabi besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam dalam sebuah hadis yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan
Muslim dalam kitab sahih beliau berdua,
Nabi bersabda, "Alaikum bisidq
fainnasidqo yahdi ilal bir wa innal
birro yahdi
ilal jannah.
Wa innarjul
yasduq waataharidqo
hatta yuktabaallahi siddiq.
Wahai umat Islam, jadilah kalian orang
yang jujur.
Berucaplah jujur. Berbuatlah jujur dalam
setiap kondisi kalian. Karena kenapa?
Kejujuran itu yang akan mengantarkan
orang kepada kebaikan. Dan kebaikan itu
akan mengantarkan orang kepada surga
Allah Subhanahu wa taala. Nabi
melanjutkan, "Dan sesungguhnya seorang
laki-laki yang jujur, berkata jujur,
berbuat jujur, dan dia selalu
membiasakan itu, maka di sisi Allah dia
tercatat sebagai orang yang siddiq.
Orang yang siddiq itu adalah orang yang
akan dimasukkan surga oleh Allah."
Sebaliknya kata Nabi besar Muhammad,
waakum wal kadib wa innal kadiba yahdi
ilal fujur wa inal fujur yahdianar
w yazalul abdu yakib waataharral kadib
hatta yuktabaallahi kadzaban.
Jauhilah berucap dusta, jauhilah
berbohong. Karena kebohongan itu akan
menyebabkan kepada kemaksiatan, akan
menyebabkan kepada kedurhakaan.
Dan kedurhakaan itu akan memasukkan
seseorang itu ke dalam neraka Allah.
Nauzubillah min dalzalik. Tidak ada
seorang hamba terus-menerus berbohong
kecuali dia akan tercatat di sisi Allah
sebagai seorang kadzab, seorang yang
pendusta. Dan dia akan dimasukkan neraka
oleh Allah subhanahu wa taala.
Dan hadirin
dalam hadis yang lain yang diriwayatkan
oleh Imam Ahmad dalam musnad beliau,
Nabi bersabda, "Iyakum wal kadib fainnal
kadiba mujanibun lil iman." Jauhilah
berdusta, jauhilah berbohong. Karena
kebohongan itu akan menjauhkan orang
daripada keimanan. Artinya apa? Orang
kalau terus-menerus berbohong,
titik-titik goro, titik-titik goro,
titik-titik goro, maka di antara efeknya
bisa menjadikan orang itu suul kho
khatimah. Naudubillah minzalik.
Ngapunten Bapak-bapak, kebohongan itu
akan menular. Enggih napa mboten? Bohong
akan melahirkan kebohongan yang kedua.
kebohongan yang kedua akan melahirkan
kebohongan yang ketiga. Kebohongan yang
ketiga terus-menerus akan membuat satu
lingkaran yang tidak tidak akan pernah
selesai.
Makane atos-atos, Pak bohong niku, Pak.
Nggih. Kita di tanya istri mau ke mana.
Kita bilang mau rapat, Dek.
Terus bengi-bengi
bojone metu ketemu kita di tongkrongan.
Loh jarene rapat mang. Io mang rapate
wis mari lah. Iki wis mampir diluk
ngelak lah. Lah berarti sudah dua kali
bohong Pak.
Mari iki mulai yo. Io sing engok sik
engkok ono keperluan sediluk keperluan
berbohong lagi berbohong lagi
terus-menerus seperti itu. Maka hadirin
hati-hati jangan berbohong
ya. Jangan berbohong.
Ancaman lain daripada Nabi Besar
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh
Imam Tirmidzi, Nabi bersabda, "Idza
kadabal abdu kadbatan kadbatan tabaadaul
malaku milan min nadni ma jaabih." Jika
seorang hamba itu berbohong satu kali,
maka dia akan mengeluarkan bau busuk
yang mana bau busuknya itu sejauh 1 mil.
Sampai kemudian malaikat menjauh
disebabkan apa? Disebabkan bau busuk
yang dia keluar keluarkan.
Seandainya, Pak, bau busuk ini tercium
oleh manusia yo, nopo kira-kira, Pak?
Semakin orang itu berdusta, gemar
berdusta, maka ambune niku wis gak
karu-karuan, Pak. Nggih. Cuma ngiki
mboten ditampakkan oleh Allah kepada
sesama manusia
yang bisa merasakan malaikat. Karena
malaikat diberikan pengetahuan oleh
Allah.
Maka Pak kami sampaikan pertama kalau
kita ingin hidup kita sukses, kalau kita
ingin hidup kita
berhasil, kuncinya jujur.
Profesi apapun yang kita geluti,
jenengan dijadikan oleh Allah sebagai
seorang guru jadi guru yang jujur.
jujur ucapan, jujur dalam tindakan,
jujur dalam setiap kondisi.
Jenengan jadi pegawai, jadi pegawai yang
jujur.
Karena kenapa? Kalau kita berbohong satu
kali, kebohongan akan melahirkan
kebohongan yang lain, maka itulah yang
akan menjadikan rezeki kulo panjenengan
mboten berkah. Nek kita ingin hidup kita
berkah, rezeki kita berkah, apapun
profesi yang kita geluti, jadilah orang
yang jujur.
Ada satu ulama yang mungkin kulo
panjenengan sering mendengar namanya
adalah Syekh Abdul Qadir AlJailani, Pak.
Syekh Abdul Qadir AlJailani.
Semerap nggih, Pak? Nggih. Semerap.
Kenal Pak?
Kenal no mboten?
Syekh Abdul Qadir Jailani Pak Moten Dul
Jailani anake Ahmad Dani bukan, Pak?
Syekh Abdul Qadir AlJ Jailani yang
namanya banyak ditiru oleh orang-orang
Indonesia
itu adalah beliau seorang ulama yang
namanya Harum seluruh dunia, Pak.
Bahkan tidak ada orang itu yang
menisbatkan dirinya dengan tasawuf
kecuali pasti ikut Syekh Abdul Qadir AlJ
Jailani.
Dia adalah beliau orang yang sukses.
Sukses dalam arti yang sebenarnya nggih.
Bukan hanya sukses harta jabatan, tidak
itu. Tetapi sukses betul-betul sebagai
seorang manusia, sebagai seorang umatnya
Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam.
Syekh Abdul Qadir AlJailani ini suatu
saat ditanya oleh seseorang,
"Wahai Syekh Abdul Qadir, kok bisa
panjenengan sehebat ini, sesukses ini?
Kuncinya apa?" Kuncinya beliau menjawab,
"Alidqi
wama kadabtu qad."
Kuncinya adalah aku membangun semua ini
aku mulai dengan kejujuran dan sepanjang
hidupku aku tidak pernah berbohong satu
kalipun.
Artinya apa? Kalau orang membangun
rumah, Pak, kejujuran itu adalah
pondasinya.
Jadi panjenengan kerjo merintis karir,
mencari jabatan dan sebagainya, mencari
maisyah, penghasilan ataupun ingin karir
apapun, kuncinya, pondasinya adalah
kejujuran.
Syekh Abdul Qadir Aljilani
ini suatu saat disebutkan dalam ee
sebuah riwayat yang disampaikan oleh Al
Imam Alyafi'i.
Syekh Abdul Qadir Aljilani ini suatu
saat akan pergi menuntut ilmu.
Pesan ibunya itu cuma satu.
Jujurlah dalam setiap kondisi apapun
yang kamu hadapi. Jangan pernah
berbohong. Jangan pernah berdusta.
Maka kemudian ketika beliau akan
berangkat oleh ibunya, beliau dibuatkan
baju kayak baju kurung ngoten. Kayak
jubah koy kulo ngeten niki. Tetapi
kesain niku mboten ditaruh di tempat
yang biasanya tetapi ditaruh di di bawah
kelek.
Ibu beliau kemudian
menaruh uang 40 dinar sebagai modal,
sebagai bekal beliau dalam perjalanan
menuntut ilmu, dalam perjalanan untuk ke
Irak. Waktu itu
dimasukkanlah uang 40 dinar. 40 dinar
niku keping emas. Kalau ee kursnya 1
dinar itu kisaran 20 eh 2 juta berarti
40 dinar kurang lebih senilai Rp80 juta
ditaruh di kes di bawah kelek niki Pak
di bawah ketiak
pesan ibunya jujur
sampai kemudian hadirin hadirat
rahimakumullah dalam perjalanan pergi ke
Baghdad
rombongan Syekh Abdul Qadir kecil
Rombongan Abdul Qadir Aljilani yang yang
saat itu masih kecil ini dihadang
perampok,
dihadang begal.
Begal ini kemudian tanya satu-satu, "Di
mana hartamu? Serahkan hartamu. Kalau
tidak kalian akan kubunuh satu persatu."
Orang yang pertama ditanya menyerahkan
hartanya. Orang kedua ditanya demikian
juga menyerahkan hartanya. Giliran Abdul
Qadir Aljilani saat itu yang masih kecil
ditanya, "Kamu bawa uang gak? Di mana?"
"Kalau kamu bawa di mana uangmu?" "Iya,
aku bawa uangku aku taruh di bawah
ketiak." Katanya lah. Niku dikiro goroan
Syekh Abdul Qadir Al Jailani.
Dikira anak kecil ndak ndak berbicara
sungguhan.
Setelah perampok itu mengelilingi semua
korbannya sampai di Abdul Qadir aljilani
kecil, ditanya, "Kamu bawa uang gak? Di
mana uangmu? Iya, aku bawa uang. Uangku
tak taruh di sini loh. Di bawa keti
ketiak. Kemudian diperiksa oleh
perampoknya.
Ternyata benar, di situ ada uang 80
dinar eh 40 dinar atau Rp80 juta. Kepala
perampoknya niku heran kok iso arek iki
jujur. Padahal seandainya dia bilang gak
bawa uang, perampok pun percaya. Karena
di kesak yang biasanya gak ada uang,
kesa uangnya ditaruh di kesak dibawa ke
ketiak. Akhirnya perampok itu tanya,
"Siapa namamu, Nak?" "Aku Abdul Qadir."
"Kok kamu jujur?" Aku tanya, "Di mana
uangmu? Engkau jujur, kamu tunjukkan
uangmu itu."
Kok kenapa kamu enggak berbohong, enggak
berdusta saja? Padahal kamu tahu kalau
jujur, kamu jujur, uangmu pasti akan aku
ambil. Apa jawaban beliau yang saat itu
masih kecil, Pak? Beliau mengatakan,
"Ahadatni
ummi alas sidq wa la akunu ahdaha."
Sesungguhnya
ibuku telah mengambil perjanjian
denganku, telah mewasiatkan kepadaku
untuk selalu jujur dalam setiap
kondisiku, maka aku tidak akan pernah
mengkhianati janjiku kepada ibuku." Maka
hadirin, perampok itu kemudian bergetar.
Mereka kemudian berkata,
"Engkau
tidak mengkhianati pesan
atau perintah ibumu tersebut. Padahal
aku sudah berumur 30 tahun, 40 tahun,
tetapi selama ini aku mengkhianati
perintah Allah Subhanahu wa taala. Aku
tidak jujur dengan perintah Allah
Subhanahu wa taala. Maka mulai saat ini
aku bertaubat di hadapan kalian." Maka
kemudian anak buai mengatakan, "Wahai
pimpinan kami, anta kunta muqaddamana
fiq thq wa antan anta muqaddamuna
fubah." Engkau dahulu adalah pimpinan
kami di dalam perbegalan, maka sekarang
engkau adalah pemimpin kami di dalam
bertobat kepada Allah Subhanahu wa
taala. Maka kemudian mereka semua
menjadi murid Syekh Abdul Qadir
Aljilani. Makanya, Pak, muridnya Syekh
Abdul Qadir Aljilani niku sing pertama
bukan tiang-tiang koy kulo panjenengan
ngeten. Murid beliau yang pertama niku
para begal, Pak.
Jadi murid beliau bukan santri,
bukan ulama atau bukan yang lain, tapi
murid beliau yang pertama kali adalah
para pembegal.
Niki yang pertama, Pak. Jangan bohong,
selalu berbuat jujur.
Pesan yang kedua dalam ayat ini adalah
jangan jadi nammam. Sebagaimana
disebutkan oleh Allah dalam surah
Al-Qalam ayat 11. Masyaim bina mim.
Wahai Nabi Muhammad, janganlah engkau
taat kepada orang-orang yang berjalan
kemari suka menimbulkan gaduh, suka
menimbulkan fitnah, suka mengadu domba.
Maka pesan yang kedua adalah jangan jadi
namam.
Namam, Mbak. Bukan namnam, Pak. Nggih.
Kalau namnam nama makanan, Pak. Nggih.
Apa itu namam, hadirin? Namam artinya
tukang fitnah.
Namam artinya tukang adu domba.
Namam artinya tukang membuat gaduh.
Hadirin hadirat rahimakumullah. Umat
Islam saat ini banyak.
Tetapi ngapunten kita sedih sekali.
Karena kenapa? Mungkin generasi kita ini
adalah generasi yang disebutkan oleh
Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam bahwa kelak akhir zaman jumlah
umat Islam itu banyak. Bahkan
mengalahkan jumlah orang-orang nonmuslim
kata Nabi Besar Muhammad. Tetapi saat
itu kualitas umat Islam seperti debu,
seperti buwih.
Apa Pak? Lemah.
Kenapa demikian? Monggo kulo
sareng-sareng panjenengan sareng-sareng
berpikir amati.
Karena
masalah yang paling berat yang dijalani
atau dihadapi atau dilakukan oleh umat
Islam saat ini adalah mudah terpecah
belah.
Antar partai dengan partai yang lain.
Musuhan, Pak.
Beda kepentingan gak nyopo?
Beda ormas
wis gak nyopo? Antara qunut amb gak
qunut ngoten ae wis gelut gak
mari-mariun.
Sing siji mari salat wiridan sing siji
gak wiridan
saling menyesatkan.
Kenapa demikian? Karena dalam hati kita
ada perasaan
namimah.
Kenapa demikian? Karena kita adalah
orang yang muda diadu domba.
Sehingga kemudian ngapunten hampir
setiap hari kita saksikan berita baik di
media cetak atau di media sosial selalu
setiap hari umat Islam itu ribut satu
sama lain.
Maka siapa yang kemudian yang paling
bertanggung jawab?
Yang paling bertanggung jawab adalah
orang yang membuat keributan itu, Pak.
Kita semua kena dampaknya. Iya, Pak.
Tapi yang paling menanggung dosa di sisi
Allah Subhanahu wa taala adalah nemmam.
Orang yang membuat keributan, orang yang
membuat adu domba, orang yang membuat
fitnah untuk mengadu antara satu muslim
dengan muslim lainnya.
Maka niki penting, Pak. Jangan jadi
namam.
Karena kenapa? Nabi besar Muhammad
sallallahu alaihi wasallam dalam hadis
yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari,
beliau bersabda, "La yadkhulul jannata
nammamun." Tidak akan masuk surga orang
yang suka membuat gaduh,
orang yang membuat fitnah, orang yang
membuat adu domba. Nek boo jawone
adu-adu
tukang adu-adu.
Orang yang suka mengadu domba inilah
yang disebutkan oleh Nabi Besar Muhammad
sallallahu alaihi wasallam sebagai
seburuk-buruk manusia.
Nabi besar Muhammad bersabda, "Khiyaru
ummatilladzina idza duu zukirallah."
Umatku paling baik adalah mereka yang
ketika engkau melihat engkau akan ingat
Allah.
Wasiraru umati. Sedangkan umatku yang
paling buruk adalah almasya bin namimah.
Orang yang berjalan ke sana kemari suka
menimbulkan fitnah, suka menimbulkan
gaduh, suka mengadu domba antara satu
sama lain. Almfarriquuna bainal ahibbah.
suka memecah belah antara para
pecinta-pecinta Allah, antara
pecinta-pecinta Nabi Besar Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Maka Pak adu
domba niku dosone gawed. Nek basone sarj
niku gawedak.
Kata al Imam almunziri beliau mengatakan
annaha min akbarid dzunub au min
aomidzunub.
Sungguh membuat adu domba, mengadu
domba, membuat gaduh itu adalah termasuk
di antara dosa yang paling besar.
Hadirin,
dua akibat
daripada orang yang suka mengadu domba,
orang yang suka menimbulkan fitnah, suka
membuat gaduh satu sama lain. Ada dua
yang disebutkan dalam hadis. Yang
pertama, orang seperti ini akan
menjadikan rezeki Allah tertahan dari
kaum tersebut.
Ngapunten
kita kerja di satu tempat yang besar
seperti ini, Pak. Nggih. Semestinya
rezeki Allah itu akan diturunkan kepada
kulo panjenengan atau berkah daripada
rezeki Allah itu akan diturunkan kepada
kita semua. Tetapi kalau ada satu orang
itu yang suka mengadu domba, maka boleh
jadi yang lain kena semua, Pak. di
komunitas apapun, di dunia apapun.
Dalam kitab Irsyadul Ibad karya Syaikhul
Islam Zainuddin Almibari,
teng mereka disebutkan satu riwayat yang
terjadi pada zaman Bani Israil, yakni
ketika Nabi Musa alaihialatu wasalam
masih hidup.
Pernah Bapak Ibu sekalian pada masa
tersebut terjadi pajklik yang lama.
Maka kemudian Nabi Musa mengajak kaumnya
untuk melakukan salat istisqa.
Beliau salat istisqa mengimami
jemaahnya, mengimami umatnya. Salat satu
kali hujan belum turun. Salat dua kali
hujan belum turun. Dapat berapa hari
lagi salat istisqa lagi hujan belum
turun. Sampai berkali-kali, Pak. Padahal
di situ ada nabi, ada nabi, ada rasul,
yakni Nabi Musa alaihi salalatu wasalam.
Sehingga kemudian ketika salat itu
berlangsung berkali-kali dan
berbulan-bulan,
Allah Subhanahu wa taala kemudian
mewahyukan kepada beliau, "Wahai Musa,
tahukah engkau kenapa aku tidak
menurunkan hujan kepada kalian? Tahukah
engkau kenapa aku menahan rezeki dari
kalian?
Karena saat ini di tengah kaummu ada
orang yang suka membuat fitnah. Di
tengah kaummu ada orang yang
pekerjaannya adalah mengadu domba dan
saat ini dia masih belum bertobat
kepadaku. Kata Allah Subhanahu wa taala.
Loh, Nabi Musa kan moro geram, Mbak.
Nabi Musa kemudian berdoa kepada Allah,
"Ya Allah, sinten niku?
Biar saya tahu, biar dia saya singkirkan
dari jemaah. Apa jawaban Allah? Wahai
Musa, aku melarangmu mengadu domba.
Aku melarang kalian mengadu domba. Lalu
engkau sekarang tanya kepadaku siapa
namanya. Itu artinya kan aku juga akan
menjadi mengadu domba. Terus Gusti Allah
ngoten.
Aku tidak akan memberitahukan kepada
kalian siapa orang yang suka mengadu
domba di tengah umatmu itu. Karena kalau
aku memberikan memberitahukan kepada
kalian, sama saja juga aku mengadu domba
antara engkau dengan umatmu.
Maka kemudian Allah perintahkan,
"Taubatlah kalian semua." Jadi nama si
pengadu domba tadi ditutupi oleh Allah.
Allah merintahkan mereka semua bertaubat
kepada Allah. Maka kemudian hujan turun
kepada mereka.
Hadirin hadirat rahimakumullah,
begitu bahaya
sifat mengadu domba ini.
Ngapunten kalau panjenengan baca
sejarah, Pak, efek daripada adu domba
itu seringki terjadi tidak hanya dalam
satu komunitas kecil, Pak.
Mungkin
suami istri diadu domba itu efeknya
kecil.
Tapi boleh jadi adu domba itu yang
dilakukan bahkan oleh satu orang akan
menjadi satu bangsa runtuh. Iya.
Ngapunten. Dulu kita mengenal dinasti
Abbasiyah, Pak itu dinasti Islam yang
berkuasa selama berabad-abad jatuhnya
apa? Karena adu domba yang dilakukan
oleh orang muslim.
Dalam Irsyadul Ibad disebutkan satu
kisah, Pak. Satu kisah yang semoga niki
menjadi pelajaran bagi kulo panjenengan
untuk memperhatikan siapa yang ada di
sekitar kita. Jangan sampai memilih
orang-orang kepercayaan, orang-orang
dekat yang ternyata memang suka mengadu
domba.
Ada zaman dulu ada suami istri.
Suami istri ini pergi ke pasar budak
saat itu masih perbudakan masih ada,
Pak. Nggih. Jadi zaman dulu itu
perbudakan masih ada. Budak itu
statusnya seperti barang.
Artinya seandainya pun dijual dia bisa.
Zaman dulu ngoten. Perbudakan itu paling
baru selesai beberapa abad yang lalu ng
Pak. Zaman dulu ada
ada suami istri beli budak ke pasar
Budha.
Kemudian ketika memilih budak-budak yang
ada
dipilih ini budak yang pertama awake
guru iki wis kerjo iki gak oleh akeh
iki. Sing sijine memilih budak kedua
sakit-sakitan.
Wal iki budak sakit-sakitan kerjo sedino
libure sewulan kok lah.
Akhirnya dipilih ada satu pilihan budak.
Budak itu kekar.
yang mana dari sisi fisik, wah ini budak
pilihan yang tentu harganya mahal.
Kata orang yang menjual kepada suami
istri tadi, "Wahai tuan, ini memang
kekar, ini memang kerjanya baik, tapi
kekurangannya itu cuma satu." Wahai
Tuhan, dia adalah orang adalah seorang
namam. Dia adalah orang yang suka
mengadu domba antara satu sama lain. Dia
adalah orang yang suka menimbulkan
fitnah satu sama lain. Tetapi suami
istri ini menganggap bahwa walah wong
tasi ngono ae gak poo wis tak tukune.
Dianggap sifat namimah yang dimiliki
oleh budha ini sifat yang biasa, sifat
yang bukan sifat yang bahaya.
Lalu, Pak, budak itu dibeli.
Budak itu kemudian kerja di rumah suami
istri tadi selama beberapa hari.
Setelah beberapa hari bekerja,
ketika sang suami itu pergi keluar untuk
bekerja, si budak ini kemudian menghasut
sang istri.
Bu,
jenengan semerap taah? Opo?
Mosok jenengan dereng semrap? Lah iya
ngomongo opoo?
Suami panjenengan nu selingkuh.
Suami Anda selingkuh main serong di
belakang Anda. Ini mulai propaganda yang
dilakukan oleh tukang adu domba tadi.
Masa? Oh jenengan gak percaya. Wong kulo
niku balak-balik ngonangi kok.
Lah terus ya opo? Selingkuh sama siapa?
Kali niki kali niki loh kalau begitu
solusi yang kamu berikan apa wahai budak
ngeten mawon
saya ini alhamdulillah dulu pernah
belajar ilmu
sihir.
Saya ini pernah belajar ilmu untuk
membuat orang jatuh cinta sama kita.
Nek panjenengan ingin
suami Anda balik lagi ke Anda, kalau
Anda ingin suami Anda melupakan
selingkuhannya itu, coba nanti malam,
nanti malam ketika suami Anda tidur,
Anda dekati suami Anda, Anda kemudian
bawa pisau, potong tiga rambutnya.
tiga rambutnya ini kemudian Anda
bungkus, Anda kasih minyak wangi,
taruh di jadikan ee taruh di jadikan
jimat, taruh di atau jadikan kalung
Anda.
Jadi, tiga rambut suami Anda tadi
jenengan potong dengan pisau, kemudian
buntel dengan kain, kain itu kasih
minyak wangi. Jadikan kain itu kalung
Anda, kemudian Anda kalung. Maka dijamin
suami panjenengan itu plek ketiplek
takluk kembali di bawah kaki panjenengan
dan dijamin suami Anda akan melupakan
selingkuhannya. Oh gitu ta nggih? Wis
engok tak cobai.
Maka hadirin sore hari ketika suaminya
suami dari si istri tadi pulang.
Suami tersebut kemudian dihasut oleh
budak tadi. Budak tadi kemudian berkata,
"Wahai tuan, ada apa?
Sak kulo niki pengin lapor. Lapor opo?
Istri panjenengan itu punya rencana
membunuh Anda? Loh, masa loh enggih.
Tadi dia ngobrol dengan temannya bahwa
dia punya rencana untuk membunuh Anda
nanti malam. Masa apa buktinya? Buktinya
jenengan titeni engkin nek panjenengan
tilem
atau nanti malam coba jenengan pura-pura
tidur.
Ketika jenengan pura-pura tidur
kira-kira jam segini istri Anda akan
mendatangi Anda dan dia membawa pisau.
Maka saat itulah Anda akan dibunuh oleh
istri Anda. Oh io ta engih Pak. Demi
Allah lah sumpah enggak demi Allah, Pak.
Akhirnya hadirin, sang suami itu
menuruti hasutan atau adu domba yang
dilakukan oleh budaknya tadi. Ketika
malam hari dia tidur, ternyata tidak
tidur. Pura-pura tidur.
Ketika pura-pura tidur dia
masih bisa melihat
siapa yang datang, siapa yang keluar,
termasuk istrinya. lah sang istri ketika
melihat suaminya kok seperti sudah
tertidur, sang istri ini datang dengan
membawa pisau untuk mengambil tiga helai
rambut suaminya tadi. Yang terjadi
adalah ketika sang istri mendekat,
suaminya mengira istrinya akan membunuh
dirinya. Lalu kemudian ketika istri
sudah dekat, pisaunya diambil,
ditusukkanlah kepada sang istri hingga
istrinya mening meninggal.
keluarga dari istri yang tahu istri
tersebut dibunuh oleh suaminya enggak
terimo sang suaminya dibunuh oleh
keluarga istrinya. Akhirnya ini ribut
berkepanjangan menjadi perang antar
suku. Hadirin, maka inilah bahaya
daripada adu domba. Jadi pesan dari
kajian terakhir ini yang
ingin kami tekankan adalah yang pertama
jadilah kita orang yang jujur, Pak.
Karena jujur itu adalah kunci kesuksesan
dan kebahagiaan panjenengan. Jangan jadi
orang yang berdusta, gemar berdusta.
Yang kedua, jangan jadi tukang adu
domba. Karena adu domba itu termasuk di
antara dosa yang di hadapan Allah
termasuk dosa paling besar. Ancamannya
adalah neraka Allah Subhanahu wa taala.
Nauzubillah min dalalik. Hadirin hadirat
rahimakumullah. Demikian kajian yang
bisa kami sampaikan. Sebelum kami tutup,
seperti biasa mungkin ada pertanyaan?
Monggo.
Bagi ya mungkin ada yang ingin tanya.
Monggo, Pak.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Kasih Ustaz atas kesempatan diberikan
giih. Sami-sami.
Eh, dari PNS ini, Pak Ustaz,
nggih.
Kadang kejujuran ini merupakan hal yang
berat.
Kita mau jujur nanti
bermasalah dengan karir kita.
Sementara kalau tidak jujur akan
berakibat pada ee
hal buruk dengan ee organisasi kita.
Misalkan
ee
di suatu kantor
ada kegiatan yang harus ee menggunakan
anggaran.
Oke.
Sementara anggaran itu tidak
diperuntukkan untuk itu. Contoh misalkan
begini ee bupati inginkan
dinas A kita harus ee berkurban.
Jadi silakan Dinas A menyediakan dua
sapi kurban.
Anggaran untuk itu tidak ada. Maka
dibuatlah siasat untuk menjadikan
anggaran kurban yang bukan kurban. Saya
pikir ustaz sudah tahu. Kira-kira
bagaimana posisi ketidakjujuran ini, Pak
Ustaz? Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
ee yang bermasalah di kita ini memang
diakui atau tidak, Pak, dalam sistem
bernegara kita itu memang yang
bermasalah di sistem memang, Pak. Nggih.
Semua orang yang pernah memberikan
informasi kepada kami itu demikian.
Ada orang yang pernah bercerita kepada
kami, seorang pejabat juga mengatakan,
"Kadang-kadang kita tidak ingin
berdusta, tapi tidak ingin korupsi,
tetapi sistem yang memaksa kita untuk
melakukan itu."
Maka untuk mensikapi itu bagaimana? Ya,
tidak bisa kita lakukan parsial, Pak.
Saya doakan jenengan mungkin ada yang
menjadi pemangku ke jabatan strategis
sehingga bisa merubah bagian daripada
sistem itu yang mana sistem yang
sebelumnya mengarah atau memaksa untuk
demikian dirubah menjadi sistem yang
sesuai dengan petunjuk Allah Subhanahu
wa taala. Jadi terkait itu jawaban yang
bisa kami sampaikan seperti itu.
Kemudian
bagaimana
hukumnya bohong? Apakah kebohongan itu
mutlak haram dalam situasi dan kondisi?
Jika yang dimaksudkan
adalah kebohongan secara umum, maka
kebohongan dalam bentuk apapun itu
haram. Ya, kebohongan dalam bentuk
apapun haram.
Dalam Al-Qur'an disebutkan kabur
maqtanallahi
an taquulu ma la taf'alun. Alangkah
murka Allah kepada kalian jika kalian
mengatakan sesuatu yang tidak kalian
katakan. Cuma ngapunten para ulama
memberikan
beberapa pengecualian.
Ada beberapa kebohongan itu yang
diperbolehkan
selama tujuannya itu adalah benar secara
syariat nggih. Selama tujuannya baik.
Baik ini adalah
akhlak. Baik, itu adalah nilai yang
definisi ataupun cakupannya saya kira
semua orang sudah tahu.
Baik itu disebut kebaikan kalau
manfaatnya universal, bukan manfaat
untuk kepentingan individu, Pak.
Jadi para ulama itu memberikan beberapa
pengecualian
bahwa bohong itu boleh jadi menjadi
wajib, boleh jadi menjadi
mubah atau boleh ketika kita dihadapkan
pada kondisi tertentu yang mana kita
harus berbohong. Contohnya ngeten.
Jenengan
punya dua tetangga. Kedua tetangga ini
tidak akur.
Yang A ini orangnya kuat, jagoan, preman
pisan. Yang B ini orangnya lemah, orang
baik.
Tiba-tiba pada suatu hari dua orang ini
ribut. Si A membawa celurit. Ancen wong
Maduro, Pak. Nggih, mau mengejar-ngejar
si B dan akan dibunuh.
Si B ini. Kemudian bersembunyi di rumah
panjenengan.
Kemudian si A lewat tanya kepada kita.
Ngerti kon endi wong iki ketok tak
pateni ya. Seumpama Pak ngit. Bagaimana
hukumnya bohong saat itu Pak menjadi wa
wajib. Karena kalau jenengan jujur yang
dibunuh adalah tetangga anda. Ini paham
nggih? Atau konteks lain yang sering
dicontohkan oleh para ulama.
seorang perempuan atau istri-istri kita,
Pak. Istri saja, Pak. Istri kan satu,
Pak. Nggih. Karena istri-istri jenengan
nikah male mangke.
Perempuan itu kan ee mempunyai sifat
pengin diakui, Pak. Kadang-kadang wis
takon, "Yah, kon iku sayang tang
enggak?" Menik takon maning. Dijawab,
"Io aku sayang. Mene takon maning, Pak."
Dibaleni sampai mengenger kita, Pak.
Nggih.
Kemudian hubungan antara kita dengan
istri itu sedang tidak baik-baik saja.
Maka untuk mencairkan suasana biasanya
kita memberikan barang, kita kemudian
juga memberikan pujian
seperti mungkin panjenengan ngelem
bojone, "Bu, wis gak ono sak dono niki
wong wedok luwih ayu tinimbang
panjenengan." Padahal bojone ngih mboten
ayu asline, Pak. Nggih. Tapi pujian itu
menyenangkan dirinya.
Kata Nabi Besar Muhammad, yang seperti
itu diperbolehkan. Apa tujuannya? Adalah
untuk kemaslahatan keluarga tadi, Pak.
Nggih.
Saya tidak tahu ngapunten terkait contoh
yang jenengan berikan tadi itu
praktiknya bagaimana. Saya tidak bisa
menyimpulkan apakah itu boleh atau
tidak, Pak. Ng karena yang pertama yang
salah adalah bupatinya. Tentu, Pak.
Karena seorang itu ketika mengambil
kebijakan kan biasanya harus disesuaikan
dengan kemampuan anggaran yang mana
anggaran itu tidak bisa dibuat langsung
spontan saat itu. Biasanya kan wonten
RAB Pak niki di setiap organisasi baik
yang skala kecil atau besar itu ada RAB
yang mana RAB itu disusun 1 tahun
sebelumnya
lah. Seringkiali kemudian ada
kebijakan-kebijakan yang mendadak yang
tanpa ada anggaran kemudian dilakukan
rekayasa seperti itu. Apakah itu
diperbolehkan?
Wallahuam, Pak. Nggih. Tapi
selama-selama
ngapunten niki hanya opini saja jenengan
jangan jadikan acuan. selama itu tidak
ee mengambil sesuatu yang bukan hak
selama anggaran tambahan itu diambil
daripada hal-hal yang tidak haram. Maka
rekayasa-rekayasa seperti itu semestinya
boleh-boleh saja. Semestinya, Pak.
Nggih. Nggih. Tapi ngapunten niki opini
saya nggih. Jangan jadikan pegangan.
Karena ngapunten saya itu
ee juga mengelola travel umrah haji.
Kadang-kadang ada hal-hal itu yang
di luar prediksi kita. pengeluaran yang
di luar prediksi kita
seperti permintaan mendadak atau ada
kenaikan anggaran e biaya mendadak yang
mana kenaikan biaya itu tidak kita
prediksi
atau ada kenaikan dolar mendadak itu
tidak kita prediksi jemaah disuruh bayar
gak gelem ngoten Pak nggih akhirnya apa
biasanya kita melakukan rekayasa
anggaran jadi biasanya dalam menyusun
rumusan harga itu kita ambil dari
dana-dana lain. Ngoten, Pak. Nggih. Tapi
selama itu tidak merugikan. Dalam contoh
yang jenengan berikan tadi, kulo mboten
semerap Pak. Nggih. Itu hanya opini
saja. Ngoten. Ada lagi? Ada lagi yang
lain, Bu?
Nggih? Monggo. Monggo.
Asalamualaikum. Waalaikum.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Izin.
Waalaikumsalam warahmatullah. Nggih.
Saya Ilham dari Kabupaten Donggala,
Provinsi Sulawesi Tengah.
Nah, iya.
Donggala, Pak. Ya.
Iya. Jadi di Sulawesi Tengah itu
tepatnya di Kabupaten Poso dulu pernah
terjadi peristiwa kerusuhan
nggih.
Yang waktu itu awalnya bukan berkaitan
dengan SARA tapi kemudian
ee itu bergeser ke isu SARA pada saat
itu.
Ee pertanyaan saya pada saat itu
termasuk ee beberapa kawan yang waktu
itu bertugas di daerah itu kemudian
dihadang oleh ee pihak sebelah begitu
Nasrani
yang kemudian
ee mengancam dan bertanya apakah Anda
muslim atau tidak? Dan kalau dia
menjawab muslim pada saat itu pasti akan
ee dibunuh. Iya.
Itu izin, Pak Ustaz. Itu gimana ya kalau
berkaitan dengan akidah? Ini kan
berkaitan dengan akidah.
Terima kasih, Ustaz.
Bohong seperti itu justru wajib, Pak.
Nggih.
Bohong seperti itu justru wajib. Jadi
kebohongan itu akan menjadi wajib kalau
itu berkaitan dengan sesuatu yang
membahayakan nyawa kita, membahayakan
harta kita, membahayakan keluarga kita
dan lain sebagainya.
Lalu apakah ketika kita mengatakan bukan
itu kemudian itu berpengaruh terhadap
keislaman kita? Artinya kita menjadi
murtad seperti itu tidak berpengaruh.
ee
dalam surah An-Nahl nggih. Dalam surah
An-Nahl ngapunten kulo niki meski hafal
Quran nggih kadang-kadang ngerebek.
Al-Isra
dalam surah An-Nahl
ayat 106.
ini diturunkan oleh Allah subhanahu wa
taala berkaitan dengan
peristiwa yang menimpa keluarga Ammar,
keluarga Yasir. Ya,
jadi keluarga Yasir ketika Rasul
sallallahu alaihi wasallam dakwah di
Makkah kan saat itu umat Islam dalam
kondisi lemah,
tidak mempunyai daya untuk membela diri
bahkan banyak yang disiksa. Kulo
jenengan mungkin pernah mendengar cerita
sahabat Bilal itu ketika dipaksa untuk
keluar dari Islam menolak sampai
kemudian dipanggang di atas padang pasir
di atas perutnya ada batu.
Ada keluarga
namanya keluarga Yasir.
Keluarga Yasir ini terdiri dari bapak,
Anak, kemudian ee
mungkin dan beberapa istri dan beberapa
anaknya
semuanya dipaksa untuk keluar dari
agamanya Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam oleh orang-orang kafir Quraisy.
Yang pertama bapaknya si suami. Si suami
ini apa namanya? dipaksa untuk keluar.
Kalau gak keluar, kamu akan saya bunuh.
Ya, sama kasusnya seperti tadi. Cuma
seingat saya waktu itu ancaman
pembunuhannya adalah mungkin di ee di
penggal atau di apa atau mungkin riwayat
yang lain mengatakan dilemparkan ke
periuk.
Yang terjadi adalah setelah dilemp
diancam sang suami ini tetap keuh-keuh
terhadap agama Islam. dia tidak mau atau
tidak gentar dengan ancaman itu. Jadilah
kemudian dia dibunuh.
Selanjutnya istri daripada si suami tadi
juga demikian. Dipaksa untuk keluar dari
Islam kemudian menolak dibunuh juga.
Beberapa anaknya juga dibunuh juga.
Sampai terakhir ada salah satu anak yang
bernama Yasir
eh bernama Ammar. Karena gak kuat,
saking gak kuatnya bapaknya dibunuh,
ibunya dibunuh, saudara-saudaranya
dibunuh, kakaknya dibunuh, tinggal dia,
akhirnya dia terpaksa mengucapkan
kalimat kekufuran. "Baik, aku akan
ingkar keluar dari agamanya Nabi
Muhammad dan aku akan kembali kepada
agama agama terdahulu."
Dia mengatakan ini hatinya juga tidak
mau sebenarnya.
Setelah dia mengatakan seperti itu, Amar
ini kemudian dibebaskan dibebaskan oleh
orang-orang kafir Quraisy karena sudah
dianggap kembali kepada agama jahiliah.
Nggih. Terus setelah itu dia sowan
kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Ya Rasul, maafkan aku, ya
Rasul. Dia menceritakan apa yang
dialaminya tadi siang. Apa kata Rasul?
Tenang. Tenang, engkau tidak keluar dari
Islam. Walaupun lisanmu mengaku atau
mengatakan keluar dari Islam, tapi kalau
hatimu tetap dalam iman kepada Islam,
maka engkau tetap beragama Islam.
Kemudian turunlah ayat ini.
Man kafaro billahi m ba'di imanihi
illa man ukriha waqbuhu mutma bilan.
Barang siapa yang kufur atau ingkar
kepada Allah setelah keimanannya, maka
akan dihukumi kafir. Illa man ukriha.
Kecuali orang yang dipaksa atau terpaksa
sedangkan hatinya tetap dalam keadaan
iman. Artinya apa? Dalam kondisi ini
orang itu meskipun mengatakan mengaku,
"Aku bukan muslim, tapi karena terpaksa
maka dia tetap dihukumi Islam." Ngoten,
Pak. Nggih ngoten memang, Pak.
Ngapunten. Ngapunten. Efek dari adu
domba itu luar biasa nggih. Jangan mau
jenengan diadu domba.
Adu domba sesamaam dengan nonmuslim saja
gak boleh. Jenengan diadu domba untuk
memusuhi agama lain jangan ikut. Karena
apa? Kenikmatan terbesar bangsa
Indonesia ini adalah persatuan. Ya,
orang-orang nonmuslim di dalam syariat
kita selama mereka tidak memusuhi Islam,
tidak
menyerang Islam, tidak memerangi Islam,
mereka adalah saudara-saudara kita dalam
berbang berbangsa. Dalam istilah fikih
mereka disebut zim dzimmi yang berada di
dalam tanggungan negara. Wajib bagi kita
untuk tetap berhubungan baik dengan
mereka. Kata Nabi Muhammad, "Barang
siapa yang menyakiti kafir zimmi, ngih
zimmi adalah kafir yang dilindungi oleh
negara yang tidak memusuhi dan memerangi
kita, kata Nabi, "Barang siapa yang
menyakiti mereka, maka aku akan menjadi
musuh orang tersebut pada hari kiamat."
Ya, jadi jangan mau diadu domba sesama
anak bangsa. Tetap rukun meskipun dengan
nonmuslim
apalagi dengan sesama muslim. Karena
kenapa? e dalam rentang waktu 20 atau 30
tahun terakhir bangsa kita ini sering
diadu domba ngapunten. Konflik yang di
Sulawesi juga gara-gara adu domba. Di
Kalimantan juga gara-gara adu domba.
Saya waktu itu waktu tahun 2000 itu saya
ikut MTQ di Sulawesi Tengah di Kota
Balu.
Waktu itu saya ikut MTQ nasional pertama
saya dan juara satu di sana, Pak. Saat
itu di sana mencekam memang, Pak. Saya
ingat masih kecil kita ke mana-mana
banyak polisi, banyak intel untuk
menjaga kondisivitas ee daerah sana pada
waktu itu. Ya, ngoten nggih? Terjawab.
Ada yang lain, Mbak? Mungkin
mungkin netizen ada yang tanya mungkin.
Gak ada Pak.
Gak ada, Ustaz.
Nggih. Alhamdulillah.
Nggih.
Baik. Jika tidak ada hadirin hadirat
rahimakumullah, kami cukupkan kajian
yang bisa kami berikan pada siang hari
ini. Sebagaimana tadi disampaikan oleh
Pak Akmalus Shihin tadi bahwa kajian ini
adalah kajian terakhir, Pak, nggih, dari
empat seri yang diagendakan oleh BBSDM.
Oleh karena itu, sebagai pemateri kami
mohon maaf sebesar-besarnya
jika dari kajian pertama sampai terakhir
ini mungkin ada kesalahan. Baik
kesalahan dalam menyampaikan materi atau
kesalahan dalam menjawab pertanyaan atau
mungkin ada kekurangan-kekurangan yang
lain, kami mohon maaf sebesar-besarnya.
Mari kita tutup kajian pada siang hari
ini dengan sama-sama berdoa kepada Allah
subhanahu wa taala. Semoga kita
senantiasa dibimbing oleh Allah di atas
iman Islam, di atas jalannya Nabi Besar
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Istikamah dalam iman, istiqamah dalam
Islam sampai kelak kita meninggalkan
dunia ini dengan membawa kalimat
lailahaillallah muhammadur rasulullah.
Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
sayyidina Muhammad. Allahummafirlana
dunubana waliwalida walihlina
waliasyaikhina waliami muslimin wal
muslimat wal mukminin walatya minhum wal
amwat. Allahumma in nasaluka minhair
saaka minhu sayidina Muhammad
shallallahu alaihi wasallamun
wubika
minhuidina Muhammadun shallallahu alaihi
wasallamunbana
atina fid dunya hasanah wafil akhirati
hasan waqinaabanar walhamdulillahiabbil
alamin. Kurang lebihnya mohon maaf
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih. Demikianlah tadi kajian
tafsir kitab Aljalalain dari episode
pertama hingga akhir episode keempat.
Semoga bisa memberi manfaat, memberi
ilmu, dan dapat mendekat iman dan takwa
kita kepada Allah subhanahu wa taala.
Kurang lebihnya kami mohon maaf. Akhirul
kalam wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:11 UTC
Categories
Manage