ASN Mengaji Seri 13 | 2025 - Tafsir Al-Jalalain (Eps. 04)
98_54lMUA2I • 2025-08-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id wa ala alihi wasohbihi ajmain. Amma ba'du. Yang kami hormati Ustaz Husni Mubarok Alhafid. Yang kami hormati para jemaah salat zuhur Masjid Al-Huda. Pertama-tama marilah kami panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala atas berkat rahmat, taufik, dan hidayah-Nya pada kesempatan siang hari ini kita dapat melaksanakan salat zuhur berjamaah sekaligus dilanjutkan dengan kajian kitab tafsir Jalalin. Kedua kalinya selawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang telah memberi bimbingan tuntunan hidup berupa agama Islam. Para jemaah salat zuhur yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan siang hari ini, marilah kita ikuti bersama ASN Mengaji seri 13 dengan tema Tafsir Jalalain merupakan episode yang keempat, episode terakhir yang akan disampaikan oleh Al Ustaz Husni Mubarok Alhafid. Kepada beliaunya kami persilakan. Bismillahirrahman asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi [Musik] hadana lihadza wama kunna linahtadiya laula an hadanallah wasalatu wassalamu ala sayyidina wa nabiyina Muhammadin sallallahu alaihi wasallam wa ala alihi wa ashabihi ajmain. Qolu subhanaka la ilma lana illa ma alamtana innaka antal alimul hakim. Amma ba'du. Yang sangat kami muliakan Bapak pimpinan BPSDM Jawa Timur serta seluruh staf dan pegawai BPSDM Jawa Timur khususnya yang saat ini hadir di tempat ini untuk mengikuti kajian tafsir Al-Qur'an kitab Tafsirul Jalalain serta para pemirsa yang menyaksikan kajian ini. ini secara virtual melalui channel BBSDM Jawa Timur yang juga semoga senantiasa dirahmati oleh Allah. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas anugah aneka nikmat yang Allah berikan kepada kita semua, terutama nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, nikmat kesempatan. Sehingga pada siang hari ini Allah mudahkan langkah kaki kita, Allah lapangkan hati dan pikiran kita untuk bisa sama-sama hadir di Masjid Al-Huda. Ini tadi kita telah sama-sama menunaikan salat zuhur secara berjamaah dan dalam beberapa menit ke depan akan kita lanjutkan dengan kajian tadabur Al-Qur'an. Kita berdoa kepada Allah semoga apa yang kita kerjakan ini seluruhnya diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Amin. Amin. Allahumma amin. Hadirin hadirat rahimakumullah. masih dalam tema yang sama yakni tafsir tazkiah edisi keempat dan juga sebagaimana tadi disebutkan edisi terakhir kami akan mengulas beberapa ayat dalam firman Allah Subhanahu wa taala dalam surah Al-Qalam. Al-Qalam awal juz 29. ayat 8 sampai 15. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Fala tutiil mukadzibin waddu lau tudhinu fayudhinun. Wala tuta hallafin mahin hammazim masyaim binamim manilhairi utullim ba'daim anana dza ma banin idza tutla alaihi ayatuna qala asatirul awalin. Ayat ini kalau kita terjemahkan secara harfiah, fala tuti'il mukadzibin. Janganlah engkau wahai Nabi Besar Muhammad mengikuti orang-orang yang mendustakan Allah. Janganlah engkau mengikuti orang-orang yang mendustakan agama Allah. Waddu la tudhinu fayudhinun. Mereka ingin sekiranya engkau bersikap lunak kepada mereka maka mereka pun akan bersikap lunak kepada dakwahmu. Wala tutullaim mahin. Dan janganlah engkau mengikuti orang-orang yang gemar bersumpah sedikit-sedikit. Bersumpah sedikit-sedikit. Demi Allah, demi Rasulullah, urusan-urusan remeh demi Allah, demi Allah. Maka ini sifat buruk selanjutnya yang disebutkan dalam ayat ini, janganlah engkau mengikuti orang yang gampang bersumpah lagi hina. Hammazim masyaim binamim. Dan janganlah engkau juga wahai Nabi Muhammad mengikuti orang-orang yang gemar mengumpat. Orang-orang yang gemar mencela, orang-orang yang gemar mengghibah, masyaim binamim yang mana mereka berjalan kemari suka menimbulkan kegaduhan, suka menimbulkan fitnah. Mannail lilhairi mtadin aim. Dan janganlah engkau mengikuti orang yang enggan untuk menginfakkan kebaikan. Mereka melampaui batas dan gemar berbuat dosa. Dan mereka adalah orang dan janganlah engkau mengikuti orang yang keras keras kepala sekaligus mereka adalah orang yang gemar mengaku-ngaku nasab. Hadirin, ayat ini turun berkaitan atau merespon salah satu kejahatan yang dilakukan oleh tokoh kafir Quraisy. Dia adalah orang yang kemudian bernama Alwalid bin Al-Mughirah. Sinten, Pak? Alwalid bin Almughirah. Jenengan gak ada anak? Ojo jenengno niki, Pak? Nggih. Karena nama ini yang dinas jelek dalam Al-Qur'an. Namanya adalah Al-Walid bin al-Mughirah. Al-Walid bin al-Mughirah. Sebagaimana disebutkan dalam ayat ini, "Wahai Nabi Muhammad, jangan engkau mengikuti kepadanya. Dia adalah orang yang buruk, yang jelek, dan kejelekannya dibuka oleh Allah dalam Al-Qur'an. Makanya, Pak, ee zaman dahulu itu ketika ayat Al-Qur'an turun kan banyak orang kafir, banyak orang menolak Islam. Tetapi sejelek-jeleknya orang yang menolak Islam adalah orang yang kejelekannya dibongkar oleh Allah dalam Al-Qur'an. termasuk ng Firaun, Haman, Qorun ngoten-ngoten niku dalam ayat ini tidak disebutkan nama secara spesifik, tetapi hampir riwayat-riwayat dalam kitab tafsir menyebutkan ayat ini berkaitan dengan orang kafir Quraisy yang bernama Al-Walid bin al-Mughirah. Dia mempunyai kurang lebih 11 sifat yang disebutkan dalam ayat tadi. Di antaranya nopo? Mendustakan Allah. Kemudian apa tadi, Pak? Ee titik-titik bersumpah. Jadi urusan-urusan biasa niku demi Allah. Urusan-urusan biasa demi Allah. Makane nek wonten tiang titik-titik bersumpah, "Oh, itu pasti orang yang secara moral dipertanyakan, Pak. Urusan duit nopo R10.000, R.000 demi Allah. Allah digunakan untuk menguatkan ucapannya terkait uang R.000 itu lah. Itu remeh sekali. Makanya, Pak, jangan dikit-dikit bersumpah loh. Sumpah demi Allah itu boleh, Pak. Boleh. Karena itu bagian daripada ajaran Islam. Tetapi yang dimaksud itu jangan sedikit-dikit bersumpah nang kono loh nang masjid teman nang masjid demi Allah n masjid untuk menguatkan ucapannya karena istrinya tahu biasanya berbohong asne gak nang masjid tujuannya mancing seumpama Pak nggih. Kemudian sifat yang lain adalah hamaz mencelah mengghibah. Itu sudah kita bahas kemarin. Masyaim bina mimim. Orang yang menimbulkan gaduh, menimbulkan fitnah, suka mengadu satu orang dengan orang yang lain atau dalam bahasa kita sering dikenal mengadu domba. Nggih. Mengadu domba. Kemudian enggan untuk menginfakkan kebaikan, keras kepala, gemar berbuat dosa. Yang terakhir adalah zanim. Zanim niku orang-orang yang mengaku nasab, Pak. Hadirin, ketika turun ayat ini, Alwalid bin Almughirah yang merupakan pemimpin orang kafir Quraisy itu bingung. Walaupun lah anehne wong kafir niku, Pak, meskipun dia ingkar kepada Nabi Muhammad, tetapi percaya dengan ucapan Nabi Muhammad. L anene niku. Jadi orang kafir zaman dulu ketika Nabi diutus mereka ingkar dengan Nabi, mencela Nabi, tetapi mereka sebenarnya percaya dengan ucapan Nabi. Ngapunten termasuk sebagian harta mereka dititipkan kepada Nabi. Makanya kenapa Nabi itu hijrahnya paling akhir? Karena terlebih dahulu beliau mengutus Sayidina Ali untuk mengembalikan harta pimpinan-pimpinan Quraisy yang dititipkan kepada beliau. Lah ketika turun ayat ini, orang yang bernama Alwalid bin Almughirah itu kemudian janggal. Loh, saya ini seorang pemimpin Quraisy. Saya ini dari Bani Makhzum, salah satu suku terkemuka ee orang-orang Quraisy saat itu. Tetapi kok dalam ayat ini, aku oleh Muhammad dikatakan ngaku-ngaku nasab. Berarti loh ucapannya Muhammad itu kan selalu benar. Jadi dia ingkar terhadap Islam tapi membenarkan ucapannya Nabi Muhammad dan meragukan dirinya sendiri. Niku orang yang bernama Alwalid bin Almughirah. Lalu memang dasar orang ngapunten orang tidak beradab. Nek boso jawone niku totok Pak. Nggih toto. Dia kemudian datang ke ibunya. Bu niki ancene orang kurang ajar, Pak. Muhammad berkata tentang sifat-sifatku semuanya benar kecuali satu. Panjenengan harus mengaku karena kalau tidak meskipun engkau ibuku engkau akan aku bunuh. Nah niki Alwalid bin al-Mughirah. Siapa sebenarnya ayahku? Apa betul ayahku adalah ayahku yang sekarang? Kenapa kok Muhammad mengatakan atau menyebutkan bahwa aku ini adalah orang-orang yang mengaku bernasab kepada ayahku? Padahal bukan. Kalau engkau tidak jujur kepadaku wahai ibu maka engkau akan aku bunuh lah. Akhirnya ibu ngaku, Pak. Ngene loh nak. Bapakmu iku ngapunten impoten. Bapakmu impoten. Tapi bapakmu kan duwe dunyo akeh. Nek engkok aku gak duwe anak, kalau aku tidak punya anak, maka aku tidak akan mendapatkan warisan dari hartanya yang banyak itu. Selama ini memang bapakmu tidak pernah mengumpuli aku, tidak pernah berhubungan badan denganku. Karena memang bapakmu itu impoten. Kalau kemudian aku tidak punya anak darinya, maka hartanya tidak akan berpindah kepadaku. Maka karena itu, kemudian pernah pada suatu saat aku pergi keluar rumah, aku kemudian melakukan hubungan badan dengan seorang penggembala domba. Jadi, bapakmu iku bukan bapakmu yang sekarang, bapakmu yang asli itu adalah penggembala. Domba itu niki Pak Alwalid bin Almughirah. Hadirin hadirat jemaah rahimakumullah. Dari 11 sifat ini kami ingin mengangkat dua sifat saja. Yang mana dua sifat ini adalah sifat yang tercela yang sudah selayaknya kita jauhi bersama. Yang pertama adalah fala tutiil mukadzibin. Mukadzib niku artinya orang yang mendustakan. Kalau yang dimaksud orang yang mendustakan dalam ayat ini adalah orang yang mendustakan Allah, mendustakan Rasulullah, maka itu konsekuensinya niku jelas akan menjadikan orang itu keluar dari Islam. Kalau ada orang ngaku Islam enggak percaya dengan Allah kemudian menganggap salat lima waktu itu tidak wajib, tidak percaya Al-Qur'an itu adalah firman Allah lah itu bagian dari mendustakan Allah yang mana konsekuensi hukumnya mengeluarkan orang dari Islam. Mukadzib adalah orang yang mendustakan. Beda kalau mukadzib niku dari kadzaba kaf dalnya ada tasdid. Beda kalau tasjidnya dibuang menjadi gazaba. Gadaba itu artinya berdusta. Nek bahao inggrise goro. Pak isim fa'il dari kadaba adalah kadib. Kadib artinya orang yang berdusta. Kalau sering berdusta niku dinamakan kadzab. Gadzab titik-titik goro. Ngomong sak ngomong goro niku namanya gadzab. Makanya zaman dulu niku wonten nabi palsu namanya Musailamah alkadzab. Musailamah yang gemar berdus berdusta. Maka pelajaran yang pertama dari ayat ini adalah jangan kalian gemar berdusta. Kapa, Pak? Jangan kalian gemar berdusta. Jika Allah melarang kita dalam ayat ini untuk berdusta, itu artinya Allah memerintahkan sebaliknya, jadilah kalian orang yang jujur. Orang yang dalam setiap ucapannya itu benar, tidak berbohong. Ucapannya sesuai dengan fakta, ucapannya sesuai dengan realita. Nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam kitab sahih beliau berdua, Nabi bersabda, "Alaikum bisidq fainnasidqo yahdi ilal bir wa innal birro yahdi ilal jannah. Wa innarjul yasduq waataharidqo hatta yuktabaallahi siddiq. Wahai umat Islam, jadilah kalian orang yang jujur. Berucaplah jujur. Berbuatlah jujur dalam setiap kondisi kalian. Karena kenapa? Kejujuran itu yang akan mengantarkan orang kepada kebaikan. Dan kebaikan itu akan mengantarkan orang kepada surga Allah Subhanahu wa taala. Nabi melanjutkan, "Dan sesungguhnya seorang laki-laki yang jujur, berkata jujur, berbuat jujur, dan dia selalu membiasakan itu, maka di sisi Allah dia tercatat sebagai orang yang siddiq. Orang yang siddiq itu adalah orang yang akan dimasukkan surga oleh Allah." Sebaliknya kata Nabi besar Muhammad, waakum wal kadib wa innal kadiba yahdi ilal fujur wa inal fujur yahdianar w yazalul abdu yakib waataharral kadib hatta yuktabaallahi kadzaban. Jauhilah berucap dusta, jauhilah berbohong. Karena kebohongan itu akan menyebabkan kepada kemaksiatan, akan menyebabkan kepada kedurhakaan. Dan kedurhakaan itu akan memasukkan seseorang itu ke dalam neraka Allah. Nauzubillah min dalzalik. Tidak ada seorang hamba terus-menerus berbohong kecuali dia akan tercatat di sisi Allah sebagai seorang kadzab, seorang yang pendusta. Dan dia akan dimasukkan neraka oleh Allah subhanahu wa taala. Dan hadirin dalam hadis yang lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnad beliau, Nabi bersabda, "Iyakum wal kadib fainnal kadiba mujanibun lil iman." Jauhilah berdusta, jauhilah berbohong. Karena kebohongan itu akan menjauhkan orang daripada keimanan. Artinya apa? Orang kalau terus-menerus berbohong, titik-titik goro, titik-titik goro, titik-titik goro, maka di antara efeknya bisa menjadikan orang itu suul kho khatimah. Naudubillah minzalik. Ngapunten Bapak-bapak, kebohongan itu akan menular. Enggih napa mboten? Bohong akan melahirkan kebohongan yang kedua. kebohongan yang kedua akan melahirkan kebohongan yang ketiga. Kebohongan yang ketiga terus-menerus akan membuat satu lingkaran yang tidak tidak akan pernah selesai. Makane atos-atos, Pak bohong niku, Pak. Nggih. Kita di tanya istri mau ke mana. Kita bilang mau rapat, Dek. Terus bengi-bengi bojone metu ketemu kita di tongkrongan. Loh jarene rapat mang. Io mang rapate wis mari lah. Iki wis mampir diluk ngelak lah. Lah berarti sudah dua kali bohong Pak. Mari iki mulai yo. Io sing engok sik engkok ono keperluan sediluk keperluan berbohong lagi berbohong lagi terus-menerus seperti itu. Maka hadirin hati-hati jangan berbohong ya. Jangan berbohong. Ancaman lain daripada Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Nabi bersabda, "Idza kadabal abdu kadbatan kadbatan tabaadaul malaku milan min nadni ma jaabih." Jika seorang hamba itu berbohong satu kali, maka dia akan mengeluarkan bau busuk yang mana bau busuknya itu sejauh 1 mil. Sampai kemudian malaikat menjauh disebabkan apa? Disebabkan bau busuk yang dia keluar keluarkan. Seandainya, Pak, bau busuk ini tercium oleh manusia yo, nopo kira-kira, Pak? Semakin orang itu berdusta, gemar berdusta, maka ambune niku wis gak karu-karuan, Pak. Nggih. Cuma ngiki mboten ditampakkan oleh Allah kepada sesama manusia yang bisa merasakan malaikat. Karena malaikat diberikan pengetahuan oleh Allah. Maka Pak kami sampaikan pertama kalau kita ingin hidup kita sukses, kalau kita ingin hidup kita berhasil, kuncinya jujur. Profesi apapun yang kita geluti, jenengan dijadikan oleh Allah sebagai seorang guru jadi guru yang jujur. jujur ucapan, jujur dalam tindakan, jujur dalam setiap kondisi. Jenengan jadi pegawai, jadi pegawai yang jujur. Karena kenapa? Kalau kita berbohong satu kali, kebohongan akan melahirkan kebohongan yang lain, maka itulah yang akan menjadikan rezeki kulo panjenengan mboten berkah. Nek kita ingin hidup kita berkah, rezeki kita berkah, apapun profesi yang kita geluti, jadilah orang yang jujur. Ada satu ulama yang mungkin kulo panjenengan sering mendengar namanya adalah Syekh Abdul Qadir AlJailani, Pak. Syekh Abdul Qadir AlJailani. Semerap nggih, Pak? Nggih. Semerap. Kenal Pak? Kenal no mboten? Syekh Abdul Qadir Jailani Pak Moten Dul Jailani anake Ahmad Dani bukan, Pak? Syekh Abdul Qadir AlJ Jailani yang namanya banyak ditiru oleh orang-orang Indonesia itu adalah beliau seorang ulama yang namanya Harum seluruh dunia, Pak. Bahkan tidak ada orang itu yang menisbatkan dirinya dengan tasawuf kecuali pasti ikut Syekh Abdul Qadir AlJ Jailani. Dia adalah beliau orang yang sukses. Sukses dalam arti yang sebenarnya nggih. Bukan hanya sukses harta jabatan, tidak itu. Tetapi sukses betul-betul sebagai seorang manusia, sebagai seorang umatnya Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Syekh Abdul Qadir AlJailani ini suatu saat ditanya oleh seseorang, "Wahai Syekh Abdul Qadir, kok bisa panjenengan sehebat ini, sesukses ini? Kuncinya apa?" Kuncinya beliau menjawab, "Alidqi wama kadabtu qad." Kuncinya adalah aku membangun semua ini aku mulai dengan kejujuran dan sepanjang hidupku aku tidak pernah berbohong satu kalipun. Artinya apa? Kalau orang membangun rumah, Pak, kejujuran itu adalah pondasinya. Jadi panjenengan kerjo merintis karir, mencari jabatan dan sebagainya, mencari maisyah, penghasilan ataupun ingin karir apapun, kuncinya, pondasinya adalah kejujuran. Syekh Abdul Qadir Aljilani ini suatu saat disebutkan dalam ee sebuah riwayat yang disampaikan oleh Al Imam Alyafi'i. Syekh Abdul Qadir Aljilani ini suatu saat akan pergi menuntut ilmu. Pesan ibunya itu cuma satu. Jujurlah dalam setiap kondisi apapun yang kamu hadapi. Jangan pernah berbohong. Jangan pernah berdusta. Maka kemudian ketika beliau akan berangkat oleh ibunya, beliau dibuatkan baju kayak baju kurung ngoten. Kayak jubah koy kulo ngeten niki. Tetapi kesain niku mboten ditaruh di tempat yang biasanya tetapi ditaruh di di bawah kelek. Ibu beliau kemudian menaruh uang 40 dinar sebagai modal, sebagai bekal beliau dalam perjalanan menuntut ilmu, dalam perjalanan untuk ke Irak. Waktu itu dimasukkanlah uang 40 dinar. 40 dinar niku keping emas. Kalau ee kursnya 1 dinar itu kisaran 20 eh 2 juta berarti 40 dinar kurang lebih senilai Rp80 juta ditaruh di kes di bawah kelek niki Pak di bawah ketiak pesan ibunya jujur sampai kemudian hadirin hadirat rahimakumullah dalam perjalanan pergi ke Baghdad rombongan Syekh Abdul Qadir kecil Rombongan Abdul Qadir Aljilani yang yang saat itu masih kecil ini dihadang perampok, dihadang begal. Begal ini kemudian tanya satu-satu, "Di mana hartamu? Serahkan hartamu. Kalau tidak kalian akan kubunuh satu persatu." Orang yang pertama ditanya menyerahkan hartanya. Orang kedua ditanya demikian juga menyerahkan hartanya. Giliran Abdul Qadir Aljilani saat itu yang masih kecil ditanya, "Kamu bawa uang gak? Di mana?" "Kalau kamu bawa di mana uangmu?" "Iya, aku bawa uangku aku taruh di bawah ketiak." Katanya lah. Niku dikiro goroan Syekh Abdul Qadir Al Jailani. Dikira anak kecil ndak ndak berbicara sungguhan. Setelah perampok itu mengelilingi semua korbannya sampai di Abdul Qadir aljilani kecil, ditanya, "Kamu bawa uang gak? Di mana uangmu? Iya, aku bawa uang. Uangku tak taruh di sini loh. Di bawa keti ketiak. Kemudian diperiksa oleh perampoknya. Ternyata benar, di situ ada uang 80 dinar eh 40 dinar atau Rp80 juta. Kepala perampoknya niku heran kok iso arek iki jujur. Padahal seandainya dia bilang gak bawa uang, perampok pun percaya. Karena di kesak yang biasanya gak ada uang, kesa uangnya ditaruh di kesak dibawa ke ketiak. Akhirnya perampok itu tanya, "Siapa namamu, Nak?" "Aku Abdul Qadir." "Kok kamu jujur?" Aku tanya, "Di mana uangmu? Engkau jujur, kamu tunjukkan uangmu itu." Kok kenapa kamu enggak berbohong, enggak berdusta saja? Padahal kamu tahu kalau jujur, kamu jujur, uangmu pasti akan aku ambil. Apa jawaban beliau yang saat itu masih kecil, Pak? Beliau mengatakan, "Ahadatni ummi alas sidq wa la akunu ahdaha." Sesungguhnya ibuku telah mengambil perjanjian denganku, telah mewasiatkan kepadaku untuk selalu jujur dalam setiap kondisiku, maka aku tidak akan pernah mengkhianati janjiku kepada ibuku." Maka hadirin, perampok itu kemudian bergetar. Mereka kemudian berkata, "Engkau tidak mengkhianati pesan atau perintah ibumu tersebut. Padahal aku sudah berumur 30 tahun, 40 tahun, tetapi selama ini aku mengkhianati perintah Allah Subhanahu wa taala. Aku tidak jujur dengan perintah Allah Subhanahu wa taala. Maka mulai saat ini aku bertaubat di hadapan kalian." Maka kemudian anak buai mengatakan, "Wahai pimpinan kami, anta kunta muqaddamana fiq thq wa antan anta muqaddamuna fubah." Engkau dahulu adalah pimpinan kami di dalam perbegalan, maka sekarang engkau adalah pemimpin kami di dalam bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka kemudian mereka semua menjadi murid Syekh Abdul Qadir Aljilani. Makanya, Pak, muridnya Syekh Abdul Qadir Aljilani niku sing pertama bukan tiang-tiang koy kulo panjenengan ngeten. Murid beliau yang pertama niku para begal, Pak. Jadi murid beliau bukan santri, bukan ulama atau bukan yang lain, tapi murid beliau yang pertama kali adalah para pembegal. Niki yang pertama, Pak. Jangan bohong, selalu berbuat jujur. Pesan yang kedua dalam ayat ini adalah jangan jadi nammam. Sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam surah Al-Qalam ayat 11. Masyaim bina mim. Wahai Nabi Muhammad, janganlah engkau taat kepada orang-orang yang berjalan kemari suka menimbulkan gaduh, suka menimbulkan fitnah, suka mengadu domba. Maka pesan yang kedua adalah jangan jadi namam. Namam, Mbak. Bukan namnam, Pak. Nggih. Kalau namnam nama makanan, Pak. Nggih. Apa itu namam, hadirin? Namam artinya tukang fitnah. Namam artinya tukang adu domba. Namam artinya tukang membuat gaduh. Hadirin hadirat rahimakumullah. Umat Islam saat ini banyak. Tetapi ngapunten kita sedih sekali. Karena kenapa? Mungkin generasi kita ini adalah generasi yang disebutkan oleh Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam bahwa kelak akhir zaman jumlah umat Islam itu banyak. Bahkan mengalahkan jumlah orang-orang nonmuslim kata Nabi Besar Muhammad. Tetapi saat itu kualitas umat Islam seperti debu, seperti buwih. Apa Pak? Lemah. Kenapa demikian? Monggo kulo sareng-sareng panjenengan sareng-sareng berpikir amati. Karena masalah yang paling berat yang dijalani atau dihadapi atau dilakukan oleh umat Islam saat ini adalah mudah terpecah belah. Antar partai dengan partai yang lain. Musuhan, Pak. Beda kepentingan gak nyopo? Beda ormas wis gak nyopo? Antara qunut amb gak qunut ngoten ae wis gelut gak mari-mariun. Sing siji mari salat wiridan sing siji gak wiridan saling menyesatkan. Kenapa demikian? Karena dalam hati kita ada perasaan namimah. Kenapa demikian? Karena kita adalah orang yang muda diadu domba. Sehingga kemudian ngapunten hampir setiap hari kita saksikan berita baik di media cetak atau di media sosial selalu setiap hari umat Islam itu ribut satu sama lain. Maka siapa yang kemudian yang paling bertanggung jawab? Yang paling bertanggung jawab adalah orang yang membuat keributan itu, Pak. Kita semua kena dampaknya. Iya, Pak. Tapi yang paling menanggung dosa di sisi Allah Subhanahu wa taala adalah nemmam. Orang yang membuat keributan, orang yang membuat adu domba, orang yang membuat fitnah untuk mengadu antara satu muslim dengan muslim lainnya. Maka niki penting, Pak. Jangan jadi namam. Karena kenapa? Nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, beliau bersabda, "La yadkhulul jannata nammamun." Tidak akan masuk surga orang yang suka membuat gaduh, orang yang membuat fitnah, orang yang membuat adu domba. Nek boo jawone adu-adu tukang adu-adu. Orang yang suka mengadu domba inilah yang disebutkan oleh Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam sebagai seburuk-buruk manusia. Nabi besar Muhammad bersabda, "Khiyaru ummatilladzina idza duu zukirallah." Umatku paling baik adalah mereka yang ketika engkau melihat engkau akan ingat Allah. Wasiraru umati. Sedangkan umatku yang paling buruk adalah almasya bin namimah. Orang yang berjalan ke sana kemari suka menimbulkan fitnah, suka menimbulkan gaduh, suka mengadu domba antara satu sama lain. Almfarriquuna bainal ahibbah. suka memecah belah antara para pecinta-pecinta Allah, antara pecinta-pecinta Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Maka Pak adu domba niku dosone gawed. Nek basone sarj niku gawedak. Kata al Imam almunziri beliau mengatakan annaha min akbarid dzunub au min aomidzunub. Sungguh membuat adu domba, mengadu domba, membuat gaduh itu adalah termasuk di antara dosa yang paling besar. Hadirin, dua akibat daripada orang yang suka mengadu domba, orang yang suka menimbulkan fitnah, suka membuat gaduh satu sama lain. Ada dua yang disebutkan dalam hadis. Yang pertama, orang seperti ini akan menjadikan rezeki Allah tertahan dari kaum tersebut. Ngapunten kita kerja di satu tempat yang besar seperti ini, Pak. Nggih. Semestinya rezeki Allah itu akan diturunkan kepada kulo panjenengan atau berkah daripada rezeki Allah itu akan diturunkan kepada kita semua. Tetapi kalau ada satu orang itu yang suka mengadu domba, maka boleh jadi yang lain kena semua, Pak. di komunitas apapun, di dunia apapun. Dalam kitab Irsyadul Ibad karya Syaikhul Islam Zainuddin Almibari, teng mereka disebutkan satu riwayat yang terjadi pada zaman Bani Israil, yakni ketika Nabi Musa alaihialatu wasalam masih hidup. Pernah Bapak Ibu sekalian pada masa tersebut terjadi pajklik yang lama. Maka kemudian Nabi Musa mengajak kaumnya untuk melakukan salat istisqa. Beliau salat istisqa mengimami jemaahnya, mengimami umatnya. Salat satu kali hujan belum turun. Salat dua kali hujan belum turun. Dapat berapa hari lagi salat istisqa lagi hujan belum turun. Sampai berkali-kali, Pak. Padahal di situ ada nabi, ada nabi, ada rasul, yakni Nabi Musa alaihi salalatu wasalam. Sehingga kemudian ketika salat itu berlangsung berkali-kali dan berbulan-bulan, Allah Subhanahu wa taala kemudian mewahyukan kepada beliau, "Wahai Musa, tahukah engkau kenapa aku tidak menurunkan hujan kepada kalian? Tahukah engkau kenapa aku menahan rezeki dari kalian? Karena saat ini di tengah kaummu ada orang yang suka membuat fitnah. Di tengah kaummu ada orang yang pekerjaannya adalah mengadu domba dan saat ini dia masih belum bertobat kepadaku. Kata Allah Subhanahu wa taala. Loh, Nabi Musa kan moro geram, Mbak. Nabi Musa kemudian berdoa kepada Allah, "Ya Allah, sinten niku? Biar saya tahu, biar dia saya singkirkan dari jemaah. Apa jawaban Allah? Wahai Musa, aku melarangmu mengadu domba. Aku melarang kalian mengadu domba. Lalu engkau sekarang tanya kepadaku siapa namanya. Itu artinya kan aku juga akan menjadi mengadu domba. Terus Gusti Allah ngoten. Aku tidak akan memberitahukan kepada kalian siapa orang yang suka mengadu domba di tengah umatmu itu. Karena kalau aku memberikan memberitahukan kepada kalian, sama saja juga aku mengadu domba antara engkau dengan umatmu. Maka kemudian Allah perintahkan, "Taubatlah kalian semua." Jadi nama si pengadu domba tadi ditutupi oleh Allah. Allah merintahkan mereka semua bertaubat kepada Allah. Maka kemudian hujan turun kepada mereka. Hadirin hadirat rahimakumullah, begitu bahaya sifat mengadu domba ini. Ngapunten kalau panjenengan baca sejarah, Pak, efek daripada adu domba itu seringki terjadi tidak hanya dalam satu komunitas kecil, Pak. Mungkin suami istri diadu domba itu efeknya kecil. Tapi boleh jadi adu domba itu yang dilakukan bahkan oleh satu orang akan menjadi satu bangsa runtuh. Iya. Ngapunten. Dulu kita mengenal dinasti Abbasiyah, Pak itu dinasti Islam yang berkuasa selama berabad-abad jatuhnya apa? Karena adu domba yang dilakukan oleh orang muslim. Dalam Irsyadul Ibad disebutkan satu kisah, Pak. Satu kisah yang semoga niki menjadi pelajaran bagi kulo panjenengan untuk memperhatikan siapa yang ada di sekitar kita. Jangan sampai memilih orang-orang kepercayaan, orang-orang dekat yang ternyata memang suka mengadu domba. Ada zaman dulu ada suami istri. Suami istri ini pergi ke pasar budak saat itu masih perbudakan masih ada, Pak. Nggih. Jadi zaman dulu itu perbudakan masih ada. Budak itu statusnya seperti barang. Artinya seandainya pun dijual dia bisa. Zaman dulu ngoten. Perbudakan itu paling baru selesai beberapa abad yang lalu ng Pak. Zaman dulu ada ada suami istri beli budak ke pasar Budha. Kemudian ketika memilih budak-budak yang ada dipilih ini budak yang pertama awake guru iki wis kerjo iki gak oleh akeh iki. Sing sijine memilih budak kedua sakit-sakitan. Wal iki budak sakit-sakitan kerjo sedino libure sewulan kok lah. Akhirnya dipilih ada satu pilihan budak. Budak itu kekar. yang mana dari sisi fisik, wah ini budak pilihan yang tentu harganya mahal. Kata orang yang menjual kepada suami istri tadi, "Wahai tuan, ini memang kekar, ini memang kerjanya baik, tapi kekurangannya itu cuma satu." Wahai Tuhan, dia adalah orang adalah seorang namam. Dia adalah orang yang suka mengadu domba antara satu sama lain. Dia adalah orang yang suka menimbulkan fitnah satu sama lain. Tetapi suami istri ini menganggap bahwa walah wong tasi ngono ae gak poo wis tak tukune. Dianggap sifat namimah yang dimiliki oleh budha ini sifat yang biasa, sifat yang bukan sifat yang bahaya. Lalu, Pak, budak itu dibeli. Budak itu kemudian kerja di rumah suami istri tadi selama beberapa hari. Setelah beberapa hari bekerja, ketika sang suami itu pergi keluar untuk bekerja, si budak ini kemudian menghasut sang istri. Bu, jenengan semerap taah? Opo? Mosok jenengan dereng semrap? Lah iya ngomongo opoo? Suami panjenengan nu selingkuh. Suami Anda selingkuh main serong di belakang Anda. Ini mulai propaganda yang dilakukan oleh tukang adu domba tadi. Masa? Oh jenengan gak percaya. Wong kulo niku balak-balik ngonangi kok. Lah terus ya opo? Selingkuh sama siapa? Kali niki kali niki loh kalau begitu solusi yang kamu berikan apa wahai budak ngeten mawon saya ini alhamdulillah dulu pernah belajar ilmu sihir. Saya ini pernah belajar ilmu untuk membuat orang jatuh cinta sama kita. Nek panjenengan ingin suami Anda balik lagi ke Anda, kalau Anda ingin suami Anda melupakan selingkuhannya itu, coba nanti malam, nanti malam ketika suami Anda tidur, Anda dekati suami Anda, Anda kemudian bawa pisau, potong tiga rambutnya. tiga rambutnya ini kemudian Anda bungkus, Anda kasih minyak wangi, taruh di jadikan ee taruh di jadikan jimat, taruh di atau jadikan kalung Anda. Jadi, tiga rambut suami Anda tadi jenengan potong dengan pisau, kemudian buntel dengan kain, kain itu kasih minyak wangi. Jadikan kain itu kalung Anda, kemudian Anda kalung. Maka dijamin suami panjenengan itu plek ketiplek takluk kembali di bawah kaki panjenengan dan dijamin suami Anda akan melupakan selingkuhannya. Oh gitu ta nggih? Wis engok tak cobai. Maka hadirin sore hari ketika suaminya suami dari si istri tadi pulang. Suami tersebut kemudian dihasut oleh budak tadi. Budak tadi kemudian berkata, "Wahai tuan, ada apa? Sak kulo niki pengin lapor. Lapor opo? Istri panjenengan itu punya rencana membunuh Anda? Loh, masa loh enggih. Tadi dia ngobrol dengan temannya bahwa dia punya rencana untuk membunuh Anda nanti malam. Masa apa buktinya? Buktinya jenengan titeni engkin nek panjenengan tilem atau nanti malam coba jenengan pura-pura tidur. Ketika jenengan pura-pura tidur kira-kira jam segini istri Anda akan mendatangi Anda dan dia membawa pisau. Maka saat itulah Anda akan dibunuh oleh istri Anda. Oh io ta engih Pak. Demi Allah lah sumpah enggak demi Allah, Pak. Akhirnya hadirin, sang suami itu menuruti hasutan atau adu domba yang dilakukan oleh budaknya tadi. Ketika malam hari dia tidur, ternyata tidak tidur. Pura-pura tidur. Ketika pura-pura tidur dia masih bisa melihat siapa yang datang, siapa yang keluar, termasuk istrinya. lah sang istri ketika melihat suaminya kok seperti sudah tertidur, sang istri ini datang dengan membawa pisau untuk mengambil tiga helai rambut suaminya tadi. Yang terjadi adalah ketika sang istri mendekat, suaminya mengira istrinya akan membunuh dirinya. Lalu kemudian ketika istri sudah dekat, pisaunya diambil, ditusukkanlah kepada sang istri hingga istrinya mening meninggal. keluarga dari istri yang tahu istri tersebut dibunuh oleh suaminya enggak terimo sang suaminya dibunuh oleh keluarga istrinya. Akhirnya ini ribut berkepanjangan menjadi perang antar suku. Hadirin, maka inilah bahaya daripada adu domba. Jadi pesan dari kajian terakhir ini yang ingin kami tekankan adalah yang pertama jadilah kita orang yang jujur, Pak. Karena jujur itu adalah kunci kesuksesan dan kebahagiaan panjenengan. Jangan jadi orang yang berdusta, gemar berdusta. Yang kedua, jangan jadi tukang adu domba. Karena adu domba itu termasuk di antara dosa yang di hadapan Allah termasuk dosa paling besar. Ancamannya adalah neraka Allah Subhanahu wa taala. Nauzubillah min dalalik. Hadirin hadirat rahimakumullah. Demikian kajian yang bisa kami sampaikan. Sebelum kami tutup, seperti biasa mungkin ada pertanyaan? Monggo. Bagi ya mungkin ada yang ingin tanya. Monggo, Pak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kasih Ustaz atas kesempatan diberikan giih. Sami-sami. Eh, dari PNS ini, Pak Ustaz, nggih. Kadang kejujuran ini merupakan hal yang berat. Kita mau jujur nanti bermasalah dengan karir kita. Sementara kalau tidak jujur akan berakibat pada ee hal buruk dengan ee organisasi kita. Misalkan ee di suatu kantor ada kegiatan yang harus ee menggunakan anggaran. Oke. Sementara anggaran itu tidak diperuntukkan untuk itu. Contoh misalkan begini ee bupati inginkan dinas A kita harus ee berkurban. Jadi silakan Dinas A menyediakan dua sapi kurban. Anggaran untuk itu tidak ada. Maka dibuatlah siasat untuk menjadikan anggaran kurban yang bukan kurban. Saya pikir ustaz sudah tahu. Kira-kira bagaimana posisi ketidakjujuran ini, Pak Ustaz? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. ee yang bermasalah di kita ini memang diakui atau tidak, Pak, dalam sistem bernegara kita itu memang yang bermasalah di sistem memang, Pak. Nggih. Semua orang yang pernah memberikan informasi kepada kami itu demikian. Ada orang yang pernah bercerita kepada kami, seorang pejabat juga mengatakan, "Kadang-kadang kita tidak ingin berdusta, tapi tidak ingin korupsi, tetapi sistem yang memaksa kita untuk melakukan itu." Maka untuk mensikapi itu bagaimana? Ya, tidak bisa kita lakukan parsial, Pak. Saya doakan jenengan mungkin ada yang menjadi pemangku ke jabatan strategis sehingga bisa merubah bagian daripada sistem itu yang mana sistem yang sebelumnya mengarah atau memaksa untuk demikian dirubah menjadi sistem yang sesuai dengan petunjuk Allah Subhanahu wa taala. Jadi terkait itu jawaban yang bisa kami sampaikan seperti itu. Kemudian bagaimana hukumnya bohong? Apakah kebohongan itu mutlak haram dalam situasi dan kondisi? Jika yang dimaksudkan adalah kebohongan secara umum, maka kebohongan dalam bentuk apapun itu haram. Ya, kebohongan dalam bentuk apapun haram. Dalam Al-Qur'an disebutkan kabur maqtanallahi an taquulu ma la taf'alun. Alangkah murka Allah kepada kalian jika kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian katakan. Cuma ngapunten para ulama memberikan beberapa pengecualian. Ada beberapa kebohongan itu yang diperbolehkan selama tujuannya itu adalah benar secara syariat nggih. Selama tujuannya baik. Baik ini adalah akhlak. Baik, itu adalah nilai yang definisi ataupun cakupannya saya kira semua orang sudah tahu. Baik itu disebut kebaikan kalau manfaatnya universal, bukan manfaat untuk kepentingan individu, Pak. Jadi para ulama itu memberikan beberapa pengecualian bahwa bohong itu boleh jadi menjadi wajib, boleh jadi menjadi mubah atau boleh ketika kita dihadapkan pada kondisi tertentu yang mana kita harus berbohong. Contohnya ngeten. Jenengan punya dua tetangga. Kedua tetangga ini tidak akur. Yang A ini orangnya kuat, jagoan, preman pisan. Yang B ini orangnya lemah, orang baik. Tiba-tiba pada suatu hari dua orang ini ribut. Si A membawa celurit. Ancen wong Maduro, Pak. Nggih, mau mengejar-ngejar si B dan akan dibunuh. Si B ini. Kemudian bersembunyi di rumah panjenengan. Kemudian si A lewat tanya kepada kita. Ngerti kon endi wong iki ketok tak pateni ya. Seumpama Pak ngit. Bagaimana hukumnya bohong saat itu Pak menjadi wa wajib. Karena kalau jenengan jujur yang dibunuh adalah tetangga anda. Ini paham nggih? Atau konteks lain yang sering dicontohkan oleh para ulama. seorang perempuan atau istri-istri kita, Pak. Istri saja, Pak. Istri kan satu, Pak. Nggih. Karena istri-istri jenengan nikah male mangke. Perempuan itu kan ee mempunyai sifat pengin diakui, Pak. Kadang-kadang wis takon, "Yah, kon iku sayang tang enggak?" Menik takon maning. Dijawab, "Io aku sayang. Mene takon maning, Pak." Dibaleni sampai mengenger kita, Pak. Nggih. Kemudian hubungan antara kita dengan istri itu sedang tidak baik-baik saja. Maka untuk mencairkan suasana biasanya kita memberikan barang, kita kemudian juga memberikan pujian seperti mungkin panjenengan ngelem bojone, "Bu, wis gak ono sak dono niki wong wedok luwih ayu tinimbang panjenengan." Padahal bojone ngih mboten ayu asline, Pak. Nggih. Tapi pujian itu menyenangkan dirinya. Kata Nabi Besar Muhammad, yang seperti itu diperbolehkan. Apa tujuannya? Adalah untuk kemaslahatan keluarga tadi, Pak. Nggih. Saya tidak tahu ngapunten terkait contoh yang jenengan berikan tadi itu praktiknya bagaimana. Saya tidak bisa menyimpulkan apakah itu boleh atau tidak, Pak. Ng karena yang pertama yang salah adalah bupatinya. Tentu, Pak. Karena seorang itu ketika mengambil kebijakan kan biasanya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang mana anggaran itu tidak bisa dibuat langsung spontan saat itu. Biasanya kan wonten RAB Pak niki di setiap organisasi baik yang skala kecil atau besar itu ada RAB yang mana RAB itu disusun 1 tahun sebelumnya lah. Seringkiali kemudian ada kebijakan-kebijakan yang mendadak yang tanpa ada anggaran kemudian dilakukan rekayasa seperti itu. Apakah itu diperbolehkan? Wallahuam, Pak. Nggih. Tapi selama-selama ngapunten niki hanya opini saja jenengan jangan jadikan acuan. selama itu tidak ee mengambil sesuatu yang bukan hak selama anggaran tambahan itu diambil daripada hal-hal yang tidak haram. Maka rekayasa-rekayasa seperti itu semestinya boleh-boleh saja. Semestinya, Pak. Nggih. Nggih. Tapi ngapunten niki opini saya nggih. Jangan jadikan pegangan. Karena ngapunten saya itu ee juga mengelola travel umrah haji. Kadang-kadang ada hal-hal itu yang di luar prediksi kita. pengeluaran yang di luar prediksi kita seperti permintaan mendadak atau ada kenaikan anggaran e biaya mendadak yang mana kenaikan biaya itu tidak kita prediksi atau ada kenaikan dolar mendadak itu tidak kita prediksi jemaah disuruh bayar gak gelem ngoten Pak nggih akhirnya apa biasanya kita melakukan rekayasa anggaran jadi biasanya dalam menyusun rumusan harga itu kita ambil dari dana-dana lain. Ngoten, Pak. Nggih. Tapi selama itu tidak merugikan. Dalam contoh yang jenengan berikan tadi, kulo mboten semerap Pak. Nggih. Itu hanya opini saja. Ngoten. Ada lagi? Ada lagi yang lain, Bu? Nggih? Monggo. Monggo. Asalamualaikum. Waalaikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin. Waalaikumsalam warahmatullah. Nggih. Saya Ilham dari Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Nah, iya. Donggala, Pak. Ya. Iya. Jadi di Sulawesi Tengah itu tepatnya di Kabupaten Poso dulu pernah terjadi peristiwa kerusuhan nggih. Yang waktu itu awalnya bukan berkaitan dengan SARA tapi kemudian ee itu bergeser ke isu SARA pada saat itu. Ee pertanyaan saya pada saat itu termasuk ee beberapa kawan yang waktu itu bertugas di daerah itu kemudian dihadang oleh ee pihak sebelah begitu Nasrani yang kemudian ee mengancam dan bertanya apakah Anda muslim atau tidak? Dan kalau dia menjawab muslim pada saat itu pasti akan ee dibunuh. Iya. Itu izin, Pak Ustaz. Itu gimana ya kalau berkaitan dengan akidah? Ini kan berkaitan dengan akidah. Terima kasih, Ustaz. Bohong seperti itu justru wajib, Pak. Nggih. Bohong seperti itu justru wajib. Jadi kebohongan itu akan menjadi wajib kalau itu berkaitan dengan sesuatu yang membahayakan nyawa kita, membahayakan harta kita, membahayakan keluarga kita dan lain sebagainya. Lalu apakah ketika kita mengatakan bukan itu kemudian itu berpengaruh terhadap keislaman kita? Artinya kita menjadi murtad seperti itu tidak berpengaruh. ee dalam surah An-Nahl nggih. Dalam surah An-Nahl ngapunten kulo niki meski hafal Quran nggih kadang-kadang ngerebek. Al-Isra dalam surah An-Nahl ayat 106. ini diturunkan oleh Allah subhanahu wa taala berkaitan dengan peristiwa yang menimpa keluarga Ammar, keluarga Yasir. Ya, jadi keluarga Yasir ketika Rasul sallallahu alaihi wasallam dakwah di Makkah kan saat itu umat Islam dalam kondisi lemah, tidak mempunyai daya untuk membela diri bahkan banyak yang disiksa. Kulo jenengan mungkin pernah mendengar cerita sahabat Bilal itu ketika dipaksa untuk keluar dari Islam menolak sampai kemudian dipanggang di atas padang pasir di atas perutnya ada batu. Ada keluarga namanya keluarga Yasir. Keluarga Yasir ini terdiri dari bapak, Anak, kemudian ee mungkin dan beberapa istri dan beberapa anaknya semuanya dipaksa untuk keluar dari agamanya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam oleh orang-orang kafir Quraisy. Yang pertama bapaknya si suami. Si suami ini apa namanya? dipaksa untuk keluar. Kalau gak keluar, kamu akan saya bunuh. Ya, sama kasusnya seperti tadi. Cuma seingat saya waktu itu ancaman pembunuhannya adalah mungkin di ee di penggal atau di apa atau mungkin riwayat yang lain mengatakan dilemparkan ke periuk. Yang terjadi adalah setelah dilemp diancam sang suami ini tetap keuh-keuh terhadap agama Islam. dia tidak mau atau tidak gentar dengan ancaman itu. Jadilah kemudian dia dibunuh. Selanjutnya istri daripada si suami tadi juga demikian. Dipaksa untuk keluar dari Islam kemudian menolak dibunuh juga. Beberapa anaknya juga dibunuh juga. Sampai terakhir ada salah satu anak yang bernama Yasir eh bernama Ammar. Karena gak kuat, saking gak kuatnya bapaknya dibunuh, ibunya dibunuh, saudara-saudaranya dibunuh, kakaknya dibunuh, tinggal dia, akhirnya dia terpaksa mengucapkan kalimat kekufuran. "Baik, aku akan ingkar keluar dari agamanya Nabi Muhammad dan aku akan kembali kepada agama agama terdahulu." Dia mengatakan ini hatinya juga tidak mau sebenarnya. Setelah dia mengatakan seperti itu, Amar ini kemudian dibebaskan dibebaskan oleh orang-orang kafir Quraisy karena sudah dianggap kembali kepada agama jahiliah. Nggih. Terus setelah itu dia sowan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya Rasul, maafkan aku, ya Rasul. Dia menceritakan apa yang dialaminya tadi siang. Apa kata Rasul? Tenang. Tenang, engkau tidak keluar dari Islam. Walaupun lisanmu mengaku atau mengatakan keluar dari Islam, tapi kalau hatimu tetap dalam iman kepada Islam, maka engkau tetap beragama Islam. Kemudian turunlah ayat ini. Man kafaro billahi m ba'di imanihi illa man ukriha waqbuhu mutma bilan. Barang siapa yang kufur atau ingkar kepada Allah setelah keimanannya, maka akan dihukumi kafir. Illa man ukriha. Kecuali orang yang dipaksa atau terpaksa sedangkan hatinya tetap dalam keadaan iman. Artinya apa? Dalam kondisi ini orang itu meskipun mengatakan mengaku, "Aku bukan muslim, tapi karena terpaksa maka dia tetap dihukumi Islam." Ngoten, Pak. Nggih ngoten memang, Pak. Ngapunten. Ngapunten. Efek dari adu domba itu luar biasa nggih. Jangan mau jenengan diadu domba. Adu domba sesamaam dengan nonmuslim saja gak boleh. Jenengan diadu domba untuk memusuhi agama lain jangan ikut. Karena apa? Kenikmatan terbesar bangsa Indonesia ini adalah persatuan. Ya, orang-orang nonmuslim di dalam syariat kita selama mereka tidak memusuhi Islam, tidak menyerang Islam, tidak memerangi Islam, mereka adalah saudara-saudara kita dalam berbang berbangsa. Dalam istilah fikih mereka disebut zim dzimmi yang berada di dalam tanggungan negara. Wajib bagi kita untuk tetap berhubungan baik dengan mereka. Kata Nabi Muhammad, "Barang siapa yang menyakiti kafir zimmi, ngih zimmi adalah kafir yang dilindungi oleh negara yang tidak memusuhi dan memerangi kita, kata Nabi, "Barang siapa yang menyakiti mereka, maka aku akan menjadi musuh orang tersebut pada hari kiamat." Ya, jadi jangan mau diadu domba sesama anak bangsa. Tetap rukun meskipun dengan nonmuslim apalagi dengan sesama muslim. Karena kenapa? e dalam rentang waktu 20 atau 30 tahun terakhir bangsa kita ini sering diadu domba ngapunten. Konflik yang di Sulawesi juga gara-gara adu domba. Di Kalimantan juga gara-gara adu domba. Saya waktu itu waktu tahun 2000 itu saya ikut MTQ di Sulawesi Tengah di Kota Balu. Waktu itu saya ikut MTQ nasional pertama saya dan juara satu di sana, Pak. Saat itu di sana mencekam memang, Pak. Saya ingat masih kecil kita ke mana-mana banyak polisi, banyak intel untuk menjaga kondisivitas ee daerah sana pada waktu itu. Ya, ngoten nggih? Terjawab. Ada yang lain, Mbak? Mungkin mungkin netizen ada yang tanya mungkin. Gak ada Pak. Gak ada, Ustaz. Nggih. Alhamdulillah. Nggih. Baik. Jika tidak ada hadirin hadirat rahimakumullah, kami cukupkan kajian yang bisa kami berikan pada siang hari ini. Sebagaimana tadi disampaikan oleh Pak Akmalus Shihin tadi bahwa kajian ini adalah kajian terakhir, Pak, nggih, dari empat seri yang diagendakan oleh BBSDM. Oleh karena itu, sebagai pemateri kami mohon maaf sebesar-besarnya jika dari kajian pertama sampai terakhir ini mungkin ada kesalahan. Baik kesalahan dalam menyampaikan materi atau kesalahan dalam menjawab pertanyaan atau mungkin ada kekurangan-kekurangan yang lain, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Mari kita tutup kajian pada siang hari ini dengan sama-sama berdoa kepada Allah subhanahu wa taala. Semoga kita senantiasa dibimbing oleh Allah di atas iman Islam, di atas jalannya Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Istikamah dalam iman, istiqamah dalam Islam sampai kelak kita meninggalkan dunia ini dengan membawa kalimat lailahaillallah muhammadur rasulullah. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. Allahummafirlana dunubana waliwalida walihlina waliasyaikhina waliami muslimin wal muslimat wal mukminin walatya minhum wal amwat. Allahumma in nasaluka minhair saaka minhu sayidina Muhammad shallallahu alaihi wasallamun wubika minhuidina Muhammadun shallallahu alaihi wasallamunbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasan waqinaabanar walhamdulillahiabbil alamin. Kurang lebihnya mohon maaf wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih. Demikianlah tadi kajian tafsir kitab Aljalalain dari episode pertama hingga akhir episode keempat. Semoga bisa memberi manfaat, memberi ilmu, dan dapat mendekat iman dan takwa kita kepada Allah subhanahu wa taala. Kurang lebihnya kami mohon maaf. Akhirul kalam wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik]
Resume
Categories