Transcript
TR-5eA2WiMw • ASN Mengaji Series 16 | 2025 - Fiqh Safar: What and How? (Eps. 01)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0261_TR-5eA2WiMw.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
nastainu ala umuriddin waddin wasalatu
wasalamu ala asrofil iya wal mursalin
sayyidina wa maulana muhammadin wa ala
alihi wasohbihi ajmain amma ba'du.
Hadratul kiram almutaramin
yang kami muliakan Ustaz K. K. H. Abdul
Faid Alfaizin.
Dan yang kami hormati para jamiyah
Masjid Al-Huda yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Alhamdulillah.
Pertama-tama marilah kita selalu
senantiasa memanjatkan puji syukur ke
hadirat Allah Subhanahu wa taala. atas
karunia-Nya kita semua masih diberi
kesehatan, diberi kenikmatan,
diberi kesempatan sehingga kita semua
bisa melaksanakan jemaah salat zuhur
sekaligus mengikuti kajian ESN mengaji
seri yang ke-16.
Mudah-mudahan
amal ibadah panjenengan sedoyo diterima
oleh kalian Allah subhanahu wa taala dan
dijadikan amalan ingkang saleh
masyarakat fidin wadunya wal akhirah.
Para jamiyah masjid al-Huda yang
dirahmati oleh Allah. Untuk kajian ASN
pada siang hari ini fikih syafar yang
mana akan disampaikan oleh Ustaz K. H.
Abdul Faid Alfaizin. Kepada beliaunya
kami persilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu
wasalamu ala sayyidil mursalin sayyidina
Muhammadin wa ala alihi wasohbihi
wabarik wasallim ajmain. Qolu subhanaka
la ilma lana illa ma alamtana innaka
antal alimul hakim. Allahummaah ala
futuhalfin
w'alana
khatanwajhikal
karim birahmatika ya arhamar rahimin.
Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul
uqdatan min lisani yafqohu qoli. Amma
ba'du. Para jemaah ASN mengaji yang saya
hormati. Alhamdulillah kita oleh Allah
masih diberikan nikmat sehat walafiat
sehingga kita bisa berkumpul di majelis
ilmu yang insyaallah penuh barokah ini.
Semoga setiap langkah kita menuju
majelis ilmu ini menjadi penggugur
dosa-dosa kita, menjadi peningkat
derajat kita. Dan semoga Allah Subhanahu
wa taala selalu memudahkan setiap
langkah kita menuju surganya Allah
Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal
alamin. Para jemaah,
kita hari ini akan membahas tentang
fikih safar. Ini saya lihat wajah-wajah
senang
keluyuran.
Senang keluyuran.
Lh sebenarnya kalau jenengan keluyuran
itu enak. Keluyuran dapat refreshing
plus dapat pahala. Nah, jenengan pengin
tak kasih tahu bagaimana keluyuran. Tapi
keluyuran yang benar loh. Nggih.
Keluyuran benar. Nek keluyuran dari awal
sudah niatnya enggak benar. Gak bisa.
Ini keluyuran yang benar. Tugas negara,
tugas kantor atau refreshing.
Hon. Ini penting jenengan kalau safar,
kalau bepergian bagaimanapun juga
jenengan ingat ada satu ayat di
Al-Qur'an kalau jenengan baca surah
Alzalzalah.
di surah Alzalzalah itu, "Yaumaidin
tuhadditsu akhbaroha
biannabbaka
aaha."
Jadi kelak di hari kiamat setiap jengkal
bumi itu pasti akan menjadi saksi, akan
menceritakan
tentang apa-apa yang pernah terjadi di
atasnya. Ja, kalau jenengan kemudian
pernah maksiat di satu tempat, maka
tempat itu kelak akan bersaksi. Bapak
iki biyen jam sakmene kumpul ambek iki
tek kene ambek aku. Nah, itu pasti akan
menjadi saksi. Termasuk juga kalau
jenengan salat, setiap jengkal jenengan
salat itu pasti tanah tempat yang pernah
jenengan gunakan untuk salat itu pasti
akan menjadi saksi. Makanya kalau
jenengan jalan-jalan ke mana pun juga,
ayo diniati memperbanyak saksi sujud,
saksi salat. Hon tanah itu kalau tidak
pernah diisi salat nangis.
Bayangkan jenengan kayak Bali bendino
tekur on wong mudo-mudo.
Oh nangis itu kok sekarang ada ASN yang
ada di BPSDM ini kok ke Bali
sekali-kali kemudian salat di hotel yang
biasanya isinya tempat maksiat. Berarti
kan hotelnya itu kan bahagia. Karena
sing asalnya di tempat itu biasanya ada
orang maksiat kok sekarang ada orang
salat. Maka jenengan nanti saksi inilah
yang akan menjadi saksi sujud jenengan.
Jadi kalau jenengan jalan-jalan itu
diniati memperbanyak saksi. Semakin
jenengan banyak jalan-jalan berarti
semakin banyak saksinya. Cuma saksi
salat loh yo me gawe liane ya tetap
saksi.
Jadi kalau jenengan jalan kan minimal
kan kalau wajah-wajah kayak jenengan kan
wajah-wajah ahli salat semua ini
kan. Minimal kalau ke mana pun itu kan
pasti pernah salat. Nah. Maka tempat
yang pernah jenengan injak, jenengan ke
Taiwan ndak pernah ada orang salat kok
jenengan datang ke situ. Akhirnya ada
orang salat jadi saksi. Jenengan ke
Jepang biasanya kemudian tidak ada orang
salat kok ada jenengan di situ salat.
Maka jenengan jalan-jalan ke Jepang.
Tanah Jepang itu senang dan menjadi
saksi. Paham nggih? Makanya, makanya ayo
kita kalau setiap safar diniati, "Ya
Allah, saya safar ke Malang, saya safar
ke Batu, saya safar ke Jakarta, saya
safar ke Malaysia, saya safar ke
Singapura, saya safar ke Turki. Satu,
saya ingin refreshing. Nomor dua saya
ingin memperbanyak
saksi sujud saya." Kan enak nanti kalau
jenengan di hari kiamat list saksi satu
jatimak satu. Kalau kan enak jadi saksi
salatnya itu jadi Pak SAT, jadi Pak DU,
jadi Pak 3. Kemudian mana lagi? Bandara
Malaysia, bandara Singapura. Itu kan
enak dibandingkan saksinya cuma satu,
Masjid Nurul Huda tok. Kan gak enak.
Sekali-kali saksinya diperbanyak. Paham
nggih? Jadi ayo kalau jenengan safar
diniati memperbanyak saksi. Maka
jenengan setiap langkah jenengan menuju
tempat itu akan menjadi saksi sujud
jenengan. Paham nggih? Pun. Ini yang
perlu saya garis bawahi. Safar ke manaun
kita niati dengan baik.
Nah, kalau kita bicara safar, safar itu
nanti ada adab sebelum safar, ada ketika
kita safar, ada ketika kita pulang
safar. Ini harus kita perhatikan. Nah,
yang perlu ingin saya sampaikan satu
adab sebelum safar kita ketika safar
kita harus punya keyakinan safar kita
itu belum tentu kita bisa balik lagi.
Maka jadikanlah safar kita setiap kita
mau bepergian jauh, kita mau umrah, kita
mau tugas kantor, keluar kota, kita
harus punya keyakinan kita tidak ada
yang jamin setelah kita keluar rumah
balik nang umah dalam kondisi masih
hidup. Maka jadikanlah safar ini adalah
perjalanan terakhir kita. Andaikan ini
memang benar-benar perjalanan terakhir
kita, maka kita keluar dari rumah dalam
kondisi husnul khatimah. Makanya adab
sebelum safar ini perlu kita pahami
supaya safar kita itu berangkat barokah,
mulai barokah, bahkan andaikan ndak
kembali juga barokah. Paham nggih? Pun
apa saja adab sebelum safar? Satu, kalau
kita mau safar ada adab ketika kita
masih di rumah. Jenengan mau berangkat
besok jam .00, mau ke mana? Umrah.
Jenengan besok mau berangkat jam berapa?
9.00 mau ke Jakarta. Maka ketika
jenengan di rumah perlu dipersiapkan.
Apa adabnya? Satu. Salah satu adab yang
perlu kita lakukan adalah biasakan tidak
keluar rumah kecuali kita salat. Sunah
safar minimal dua rakaat. S nggih. Ada
yang pernah salat sunah safar di rumah?
Enggak pernah. Nggih. Alhamdulillah. Mas
setelah ini nanti kalau jenengan bisa.
Nah, salat sunah safar itu bisa dua.
Bisa digabung.
Jenengan berangkat jam 09.00 sebelum
berangkat duha dulu itu sudah cukup.
Tapi yang lebih bagus duha ya duha.
Salat sunah safar ya salat sunah safar.
Jadi kalau yang bagus dipisah jenengan
yang biasa duha ya tetap duha 4 rakaat.
Setelah itu nambah salat sunah safar.
Niatnya bagaimana? Saya niat salat sunah
safar gitu tok cukup. Tapi kalau
jenengan waktunya mepet, "Ustaz, ini
waktunya sudah mepet. Kalau salat 6
rakaat kayak enggak cukup." Ya sudah,
jenengan salat duha itu sudah cukup
sebagai itu sebagai bagian dari salat
sunah safar pun. Di hadis riwayat Imam
Bazar dan Imam Baihaqi, Rasulullah
mengatakan, "Idza khorajta min
manzilika."
Kalau kamu keluar dari rumahmu fasolli
rakataini,
maka usahakanlah kamu itu sebelum keluar
rumah salat sunah dulu minimal dua
rakaat.
Boleh lebih tapi minimal dua rakaat.
Yamnaanika min makroj.
Dua rakaat safar inilah yang akan
mencegahmu dari keburukan-keburukan
selama perjalanan. Loh, Bapak-bapak
melaku dewe itu kan godaannya banyak,
Pak. Supaya selamat sebelum berangkat
salat sunah safar. Ibu-ibu juga gitu.
Kalau jangan punya suami kate tugas
dinas kokon salat sik supaya tidak
tergoda di di luar. Dua salat sunah
inilah yang akan mencegah dari hal-hal
buruk selama kita perjalanan.
Waidza dakolta ila manzilik fasolli
rakatain. Kalau kamu mau masuk rumah
juga usahakan salat sunah dua rakaat.
Maka inilah yang harus dibiasakan. Jadi
sebelum berangkat salat apa? Safar dua
rakaat pun.
Di hadis yang lain riwayat Ibnu Abi
Syaibah, Rasulullah mengatakan, "Ma
khalafa abdun ala ahli afdola min
rakataini."
Tidak ada bagi orang yang mau safar
bekal yang ditinggalkan untuk
keluarganya di rumah yang lebih berharga
dibandingkan
salat sunah dua rakaat yang dia
tinggalkan di dalam rumah. Jadi,
ngapunten kalau kita mau safar itu
boleh. Kita mikir anakku sangune cukup
opo ndak, bojoku belonjone cukup opo
ndak, berase ono opo wis entek, LPG-ne
cukup apa ndak, itu penting. Tapi lebih
penting dibandingkan itu sebelum kita
berangkat, kita kasih bekal mereka
minimal salat sunah dua safar. Sing metu
supaya barokah, sing ditinggal barokah.
Paham nggih? Jadi kalau jenengan mau
tugas luar kota, mau umrah, usahakan
salat sunah safar dua rakaat. Kalau
jenengan gak bisa empat rakaat, dua
rakaat bisa digabung dengan duha. Tapi
kalau saran saya kalau jenengan bisa
dipisah mending dipisah. Duha ya duha.
Salat sunah safar ya salat sunah safar.
Pun hadis riwayat Bukhari. Rasulullah
mengatakan kana Rasulullah yuallimu
ashabahu al istikharah fil umur kulliha.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
itu mengajarkan kepada sahabat untuk
selalu istikharah dalam setiap urusan.
Maka kalau kita sebelum berangkat rumah
kita salat sunah safar plus kita niati
istikharah mbok menowo. Mbok menowo
moro-moro safari gagal. Ternyata gagal
itu jalannya selamat ternyata pesawatnya
kecelakaan. Kan siapa yang tahu. Jadi
fungsinya salat sunah safar itu dua.
Satu, supaya yang ditinggal barokah.
Supaya yang berangkat selama perjalanan
selamat barokah. Nomor tiga fungsinya
juga sebagai salat istikharah. Kita
minta diatur oleh Allah perjalanan saya
ini baik atau gak. Kalau baik semoga
lancar. Kalau enggak baik semoga enggak
sampai.
Kan siapa tahu jenengan mau safar gitu,
ternyata macet jadwal pesawat jam 09.00,
jenengan baru nyampai bandara jam 10.
Gagal terbang. Ternyata gagal terbang
itu adalah anugerah bagi jenengan karena
ternyata pesawatnya
kecelakaan kan. Siapa yang tahu? Paham
nggih? Jadi fungsi salat safar itu tiga.
Satu, barokah bagi yang di rumah,
barokah bagi yang pergi. Nomor tiga,
kita minta Allah memberikan pilihan
terbaik kepada saya. Ini safar terbaik
atau safar terburuk? Kalau terbaik
semoga dikasih lancar. Kalau ini safar
yang buruk semoga Allah menjadikan saya
tidak sampai melakukan safar. Paham
nggih? Un ini tugas safar satu. Jadi di
rumah kita salat sunah safar. Keluar
rumah buka pintu. Allah ngajalkan,
Rasulullah ngajarkan kita doa. Jadi
dalam rumah salat, setelah keluar rumah
buka pintu kita baca doa. Apa doanya?
Bismillahi
tawakaltu alallah wala haula wala
quwwata illa billahil aliyil adzim.
Hafal.
Hafal nggih? Hafal. Anak saya TK hafal
kok, Pak. Anak TK saya hafal
bareng-bareng. Bismillahi
tawakaltu
alallah
wala haula
wala quwwata
illa billahil aliyil adzim. Ini ndak
usah nunggu umroh, ndak usah nunggu
keluar tugas rumah jauh. Ini bisa
jenengan praktikkan setiap jenengan
keluar rumah. Jadi setiap jenengan
keluar rumah ke kantor itu usahakan
satu. Kalau jenengan keluar untuk safar
jauh kan salat sunah safar. Kalau
jenengan keluar ke kantor itu minimal
salat duha dulu. Buka pintu baca
bismillahi tawakaltu alallah wala haula
wala quwwata illa billahil aliyil adzim.
Di hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah
mengatakan, "Orang yang keluar rumah
buka pintu baca bismillahi tawakaltu
alallah wala haula wala quwwata illa
billahil aliyil adzim." Maka setan
mengatakan, "Kufita wa hudita wa
wukita." Kalian sudah dijaga dari
gangguanku. Aku tidak akan bisa
mengganggu kalian selama perjalanan. Ini
kalau kita biasakan baca bismillahi
tawakaltu alallah wala haula wala
quwwata illa billahil aliyil adim. Pun
di rumah salat buka pintu. Bismillahi
tawakaltu menuju kendaraan. Ketika kita
menuju kendaraan, sebelum kita naik,
sebelum kendaraan kita kendarai, kita
baca dulu subhanalladzi
sakro lana hadza wama kunna
lahu muqrinin wa inna ilbina lamunqolib.
Ini bapake ndak muni ndak hafal koy iki
sawat selawat. Kalau bisa tambahin iki
ayo bareng-bareng. Subhanalladzi
sakhar lana hadza wama kunna lahu
muqrinin
wa inna ilaina
lamunqolibun. Tiga kali sampai hafal.
Setelah ini kita tes subhanalladzi
sakro lana hadza wama kunna lahu
muqrinin
wa inna ilaina
lamunqolibun.
Hafal bu?
Ibu-ibu hafal katiki
ayo monggo ibu-ibu sik. Subhanalladzi
sakharana
anu wis ndak muni pisan
rodok pokok ayo subhanalladzi
sakhar lana
hadza
h
wama kunna
wna
lahu
muqrinin
wa inna
ila rabbina
lamunqolibun
hafal
Loh hafal Pak. Sekali lagi sampai hafal
Pak. Sampai hafal Pak. Emman Pak
pengajian maring ngono lali wis eman.
Nanti langsung praktik. Insyaallah kalau
jenengan praktik itu tiap hari praktik
hafal. Anak saya tak biasakan sebelum
berangkat sekolah itu baca ini. Makanya
mereka pernah saya itu pernah naik
kendaraan saya lupa gak baca. Anak saya
yang negor karena sudah terbiasa.
Makanya ayo dibiasakan
baca doa keluar rumah. Kalau saya
biasanya dibacanya waktu di kendaraan.
Jadi bismillahi tawakalunya dijadikan
satu. Seharusnya gak seharusnya buka
pintu bismillahi tawakaltu naik
kendaraan baca doa lagi. Tapi biasanya
diopel jadi satu. Saya biasanya kalau
sama anak-anak saya itu naik mobil
bareng baru baca doa bareng. Bismillahi
tawakaltu alallah wala haula wala
quwwata illa billahil aliyil adzim.
Subhanalladzi
sakhar lana hadza.
Sekali lagi. Sekali lagi. Monggo. Kalau
gak ikut, monggo jenengan baca
bismillah. Dari bismillah tawakal tuh.
Bismillahi
wala haula
billahil aliyil.
Subhanalladzi
sakharana hadza
wama kunna
lahu
muqrinin
wa inna
ilaina
lamunqolibun sing ngene to kate ngomong
banter wedi keliru meneng w disangkatno
ndak hafal
pun hafalkan nanti kulo kirim materi ini
nanti bisa dicetak nanti ayo
dipraktikkan Kan nggih pun ini
subhanalladzi sakar apa artinya
subhanalladzi maha suci Allah sakhar
lana hadza yang menundukkan kendaraan
ini. Kita kan gak pernah tahu apa yang
terjadi dengan kendaraan kita mbok
menowo mesine ono sing kongslet. Mbok
menowo ada under deal yang waktunya
ganti kita lupa ganti. Kan gak ada yang
tahu. Makanya kita minta kepada Allah.
Subhanalladzi sakhar lana hadza. Ya
Allah, maha suci Engkau yang menundukkan
kendaraan ini supaya mudah kami kendarai
sehingga nanti kendaraan ini ada pada
kendali kita. Karena kita sudah meminta
kepada Allah untuk mengendalikan
kendaraan ini supaya mudah kita
kendarai. Makanya usahakan dibaca doa
ini. Subhanalladzi sakhar lana hadza
wama kunna lahu muqrinin wa inna ila
rbina lamunqolibun. Paham nggih? Bon k
ulangi satu di dalam rumah nopo sunahe?
Salat sunah safar berapa rakaat?
Dua rakaat. Buka pintu baca
bismillahi tawakaltu
wala haula
billah.
Buka pintu mobil naik baca
subhanalladzi
sakhar lana hadza wama kunna lahu
muqrinin wa inna ilbina lamunqolibun.
itu berarti kita sudah dalam safar.
Ketika kita sudah dalam safar, maka ada
beberapa hal yang perlu kita jaga. Satu,
jaga salat.
Nomor dua, karena kita enggak pernah
tahu, bisa jadi itu safar terakhir kita.
Makanya ayo safarnya dijaga salatnya.
Jangan sampai kita keluar dari rumah
dalam kondisi meninggalkan salat. Kok
kemudian kecelakaan meninggal? Berarti
kan posisinya meninggal dalam kondisi
meninggalkan salat kan. Nauzubillah.
Maka ayo yang pertama jaga salatnya
nanti akan bahas. Nomor dua safar itu
kalau bisa perbanyak doa.
Jadi mobil itu aslinya selama safar itu
full zikir, full doa. Bukan full musik
apalagi full koplo.
Mulai toko berangkat sampai mulai ndak
boseng koplo terus.
Selawatan lah minimal selawatan ono
dongane selawatan ya sesekali ngantuk
diisi titik-titik ya ndak poo tapi ojo
full to berangkat mul full kuplo
jadi full doa full zikir ini yang
kemudian harus kita pahami bersama pun
lanjut
yang kedua
apa saja yang perlu kita jaga dalam
salat nanti akan kita bahas. Satu qasar,
dua jamak, tiga salat Jumat,
empat bagaimana tata cara salat di atas
kendaraan. Ini n akan kita bahas satu
persatu ini. Cuma sebelum ini saya ingin
sedikit ngajari jenengan cara bersuci
yang simpel kalau jenengan dalam
perjalanan pun. Nah, ada cara wudu
paling gampang, Pak. Pakai semprotan ini
bisa batal. bisa sah tergantung nanti
caranya. Yang ingin saya sampaikan dulu
sebentar saya ingin sedikit bahas wudu
dulu ini dengan cara wudu. Cara wudu itu
yang paling penting begini, Pak.
Ee sebentar. Cara bersuci. Cara bersuci.
Nah, yang ingin saya sampaikan kalau
jenengan mau wudu satu yang perlu
dipahami.
Anggota wudu itu yang wajib ada berapa?
Anggota wudu yang wajib ada empat. Satu,
wajah, tangan, kepala, kaki, telinga,
sunah. Jadi yang wajib cuma empat.
wajah, tangan, kepala, kaki. Bun.
Kaidahnya
sebelum wudu pastikan anggota yang wajib
dibasuh dibasuh. Dari empat anggota yang
wajib dibas ada anggota yang dalam wudu
itu yang tiga dibasuh, yang satu cukup
diusap. Saya ulang lagi. Yang tiga
dibasuh, yang satu diusap. Yang dibasuh
apa? Wajah.
Nomor dua tangan. Nomor tiga kaki. Yang
diusap apa?
Kepala.
Kaidahnya
yang diusap dibasuh boleh,
tapi yang dibasuh tidak cukup diusap.
Yang diusap apa? Kepala. Kepala diusap.
Andaikan jenengan ndak diusap
zuhur-zuhur pengin seger sampeyan gambor
sak
oh sak cangkir opo sak timbo apa ndak
boleh karena yang diusap dibasuh boleh
boleh
tapi kalau yang dibasuh diusap gak bisa
apa bedanya ngusap sama basuh kalau
ngusap ngusap itu yang penting tangan
basah
meskipun gak ada airnya itu namanya
ngusap. Tapi kalau yang basuh kata Imam
Nawawi dalam syarah Muslim yang basuh
itu adalah
idza wujida juryanul ma. Ada alir air
yang mengalir. Jadi kalau jenengan
tangannya basah kemudian diusapkan itu
namanya ngusap. Jadi kalau basuh itu
harus ada airnya yang mengalir pun. Jadi
begini, kalau jenengan wudu ambil air
nggih. Setelah ambil air jenengan
tumpahkan begini.
Kemudian jenengan
ratakan ke wajah. Ini namanya bukan
wudu, raup.
Karena ini namanya ngusap. Kenapa kok
ngusap? Karena gak ada airnya di sini.
Paham ngih? Makanya kalau dengan wudu,
ambil air keran itu kalau dengan wudu
pakai air begini airnya. Di sini harus
ada air ngembang. Kalau kata orang Jawa,
di tangan ini harus ada air ngembang.
Sehingga ketika kita basuhkan begini,
airnya mengalir. Tapi kalau jangan wudu
lepas begini kemudian jenengan ratakan
ke kepala itu namanya ngusap. Gak sah.
Paham nggih? W ini kaidah pertama. Jadi
kalau jenengan untuk kepala itu harus
ada air mengalir pun. Nomor dua yang ini
saya sampaikan
wajah itu yang dibasuh mulai dari tempat
tumbuhnya rambut ini sampai dagu. Dagu
ini harus basah.
Nomor tiga,
telinga. Antar telinga.
Jadi termasuk yang diusap, yang dibasuh
adalah godek.
Tahu godek? Nggih.
Godek itu posisinya di belakang telinga
atau di depan telinga?
Depan telinga. Makanya ngapunten
biasanya ibu-ibu, ibu-ibu kan godeknya
agak panjang. Jangankan ibu-ibu, saya,
Pak, kalau kadang-kadang rambut saya
agak panjang itu godeknya kalau saya
sisiran, godek yang asalnya di depan ini
itu kalau sisiran ada di belakang
telinga begini.
Brewok.
Nopo
brewok?
Kalau brewok enggak apa-apa, Pak. Yang
godek ini, Pak. Godek ini. Godek ini
kalau jenengan sisiri kan biasanya di
belakang telinga itu kalau wudu harus
dikeluarkan.
Tapi kalau rambut yang ini, kalau
ibu-ibu kan rambut ini panjang. Ini gak
masalah karena bukan anggota wudu.
Maksud saya yang asalnya di sini yang
asalnya di sini loh. Itu kan biasanya
kalau disisiri itu kan ada di belakang
telinga. Ini kalau jenengan wudu
dikeluarkan. Kalau gak dikeluarkan
berarti ada anggota wudu yang tidak
terbasuh.
Maka anggota wudu yang tidak terbasuh
inilah menjadikan wudunya tidak sah.
Paham nggih? Jadi kalau Ibu-ibu mau mau
wudu yang ini dikeluarkan yang di
belakang ini loh dikeluarkan begini
supaya nanti ketika kita basuh
kena air. Paham nggih? Pun tangan sampai
siku. Makanya kalau jenengan mingkis
baju, siku harus terbuka. Sering saya
lihat anak-anak sekolah kalau mau wudu
mingkisnya itu siko gak ketok berarti
gak sah. Paham nggih? Pun kaki sampai
mata kaki. Nah, pun gampang. Nah,
sekarang saya ajari cara wudu
pakai semprotan. Jenengan pakai wudu itu
ndak harus pakai air satu jeding.
Karena yang penting air me ngalir.
Makanya di hadis Rasulullah itu kalau
wudu itu cukup satu mood.
Satu mut itu 1/4at sok. Satu shok itu
sama dengan ukuran zakat fitrah hampir 3
lit. Berarti 3 lit dibagi dibagi 4
berapa? Ng0.
Ini berapa ini, Pak?
600.
600. Jadi Rasulullah wudu segini cukup.
Wudunya Rasulullah segini cukup.
Rasulullah mandinya satu sok. Satu sok
itu 3 liter. Berarti ini berapa? 600.
5. Jadi Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam mandi ini bukan mandi biasa
loh. Mandi wajib.
Rasulullah itu mandi wajib itu lima
botol ini wudunya satu botol.
Iya, ada caranya, Pak. Ada caranya.
Ada yang pernah mandi lima botol ini?
Wong sak jeding sik kurang kerane
dibuka.
Paham nggih? Makanya e ada setan. Setan
namanya ada setan walhan.
Setan walhan itu spesialisnya goda orang
wudu. Ciri-cirinya apa? ngentekno banyu
jadi
dadi ono wong wudu ngentekno banyu iku
berarti kerasukan setan walhan. Jadi di
hadis itu memang ada setan yang kan
setan itu banyak Pak ada setan khazab,
ada setan macam-macam. Salah satu setan
namanya Walhan. Setan Walhan ini kata
Rasulullah spesialisnya memang bab wudu.
Ciri-cirinya ngentekno
banyu. Paham nggih? Jadi kalau jenengan
tapi ojo engkok ono kersek-kesek setan
setan setan malan jangan ya pokok
hati-ati dewe lah hati-ati dewe sampeyan
mek ngentekno banyu berarti kerasukan
setan ladan pun paham nggih pun saya
ulangi. Nah maka yang paling penting itu
air mengalir. Semprotan itu ada dua. Ada
semprotan itu kalau saya semprotkan itu
kayak spray gitu jadi ini basah tapi gak
ngalir.
Ini contohnya ini tapi bukan air ng ini
bukan. Ini saya saya coba tadi
gak ngalir Pak airnya Pak.
Kantil.
Kantil. Jadi ini enggak sah. Karena
syaratnya wudu itu harus air mealir.
Tapi kalau jenengan saya punya semprotan
itu, Pak. Ini ini semprotan. Kalau saya
semprotkan empat kali saja airnya sudah
mili sampai netes. Saya praktikkan
nggih.
Heeh. Semoga kelihatan dari jenengan.
Ini kalau saya semprotkan empat kali
saja.
1 2 3 4. Oh, ngetes kan.
Iya.
Ini berarti mengalirkan air. Jadi kalau
jangan wudu pakai ini sah karena ini
sudah ngalir.
Paham nggih? P. Maka cara wudunya
bagaimana?
Ini segini. Ini bisa untuk wudu sekali
dua kali.
Loh, mbok menowo sampean foto? Saya
foto, Pak. Dulu waktu umrah, Pak. Waktu
umrah itu kalau di bagian atas itu kan
ada beberapa kalau masjid yang baru,
masjid yang baru itu di dalam di dalam
masjidnya itu ada tempat wudunya, Pak.
Tapi kalau Masjidil Haram yang lama itu
kan tempat wudunya di luar lah. Jenengan
kalau umpama batal, metu gak iso balik
sampean.
Iya kan? Bagaimana caranya? Jangan
batal. Ini bisa solusi, Pak. Pun saya
praktikkan. Ini hal-hal simpel, Pak.
Tapi penting kadang-kadang kita butuh.
Jadi kalau saya wudu ya
tinggal tapi enggak boleh begini, Pak.
Yang ada yang praktik di media sosial
yang keliru.
Apa bajunya disemprot
iku jenenge enggak? Bukan wudu. Ingat
kaidahnya wudu itu kata ulama. Ulama
sepakat ngalirkan air. Jadi kalau
disemprot bajunya bukan wudu itu.
Iya
supaya segar gitu aja. Ada lagi cara
yang kedua. Saya pernah lihat di media
sosial disemprotkan di sini tangan
begini setelah itu diginikan itu gak
bisa. Wong airnya enggak ngalir.
Paham nggih? Jadi yang paling gampang
ininya disemprotkan rata ke kepala, ke
wajah. Ini saya praktik ini umpama kita
wudu. Jadi kalau kita wudu nanti jangan
akan lihat ngalir gak. N saya semprot
rata empat-empatnya sudah ngalir. Ah
ketika saya wudu itu saya niati wudu.
Ketika cemplokan saya niatti wudu.
Ngalir boten
ngalir.
Tinggal di
ngalirkan semua Pak. Jadi dialirkan
bukan dialirkan satu kemudian jenengan
ratakan. Jadi kalau bisa di yang paling
yang paling yang paling aman yang paling
aman jenengan semprotkan semuanya rata
sekiranya mengalir. Nah saya ulangi lagi
nggih. Saya ulangi lagi. Jadi tinggal
ini penting Pak kalau jenengan butuh
apalagi ibu-ibu. Ibu-ibu kalau butuh gak
harus di tempat terbuka. Satu dibuka
dulu semprotkan, selesai ambil tisu.
Kemudian tangannya satu dibuka. Berarti
kan yang lain enggak terbuka.
Selesai keringkan pakai lagi.
Jadi gantian begitu. Paham ngih? Saya
ulang lagi. Ini kita semprotkan rata
sampai airnya ngalir netes-netes.
Di sebagian kitab. Hatta yataqotor
sampai airnya netes. Dua tiga tetesan.
Nah, ini sudah berapa tetesan? Ini sudah
banyak tinggal kita rata usapkan. Ini
namanya dalku. Ini gak wajib. Jadi kalau
umpaman jenjengan wudu begini to sampai
rata gitu gak usah diginikan sah. Ini
namanya dalku Syafi'i sunah. Paham
nggih? Pun ini yang kemudian kita
lakukan bersama. Nah, kalau nanti
selesai wajah tinggal tangan. Tangan
kita buka.
Tangan kita buka seperti ini.
Kita semprotkan
sampai nanti juga netes rata.
Sunahnya dari depan dari sini ng
sunahnya. Sunahnya dari sini. Nah, ini
sampai netes.
Nah, ini kan netes ini loh. Ini
kelihatan nggih.
Nggih.
Sudah netes loh. Ini netes.
Nah, harus rata. Ratakan Pak.
Loh, ini sudah netes ini loh.
Selesai.
Kemudian diusap. Setelah diusap ganti
tangan satu. Kan kalau bagi ibu-ibu
simpel artinya gak harus buka urut
dibuka satu-satu selesai taruh lagi.
Paham nggih? Pun. Kalau kepala gampang
kepala karena diusap jenengan semprotkan
begini saja
tangannya
basah meskipun gak netes jenengan gini
kan tesah
kaki juga sama paham nggih pun ini cara
wudu simpel kalau pakai serat ingat
kaidahnya makanya yang paling penting
saya sampaikan kaidahnya kaidahnya
adalah satu air mengalir air mengalir
itu adalah airnya mengalir ada sebagian
kitab yang mengatakan sekiranya netes
tapi tetap kali
tiga kali itu sunah.
Ingat tiga kali
yang wajib itu sekali rata loh. Kalau
jenengan pengin lego tiga kali sing
penting wajib sekali roto selesai. Paham
nggih? Jadi ini saya tadi pakai itu
gak habis dikit habisnya segit. Ini
pernah saya praktikkan, Pak. Satu botol
ini untuk wudu bisa dua kali
ya. Paling andaikan sampean kerasukan
setan walhan kan minimal sak men entek
kan lumayan, Pak. Minimal sak entek kan
bisa lumayan.
Paham nggih? Pun ini wukunnya. Nah,
ini betul.
intinya tadi itu netes. Jadi kalau
jenengan cari semprotan ya ada cari
semprotan jenengan coba semprotan itu
jenengan ambil
ambil semprotannya jenengan semprotkan
ke tangan. Sekiranya kalau sampean
semprotkan ini milih gak airnya? Ini kan
tadi 1 2 3 4 tuh empat aja wis pak milih
wis wis sah ini Pakes
wis netes wis sah berarti paham nggih
pun gampang ini Pak. Nah, cara ini juga
cara yang bisa jenengan pakai kalau
jenengan punya orang tua lumpuh.
Jangan orang tua lumpuh. Ngapunten kalau
jenengan punya orang tuaah lumpuh sak
ngisinge sak ngoyune di situ. Kalau
jenengan mandikan ke kamar mandi tiap
kali mandi kan yo repot. Setiap salat
disuceni kan repot. Cara nyuceni paling
gampang bagaimana? Ketika jenengan mau
nyucani maka area yang najis itu kan
biasanya area sini. sampai ke bawah itu
kan area najis. Wis are najis ini
jenengan bersihkan semua. Kemudian
jenengan waslap tah waslap jenengan se
kalau kata orang Jawa seka nggih. Seko.
Se
sibin sibin sibin. Nah ingat sibin nyeko
itu membersihkan tapi tidak mensucikan.
Kalau mazhab Syafi'i. Kenapa
membersihkan tapi tidak mensucikan?
Karena sibin tidak mengalirkan air.
Mengalirkan air gak?
Gak. Makanya sibin itu membersihkan.
Jadi bersihkan dulu pakai sibin sampai
bersih. Ketika bersih berarti status
anggota tubuh yang di bini ini, ini
namanya najis hukmiah.
Najis hukmiah itu masih najis, tapi
bendanya hilang.
Paham nggih? Setelah bendanya hilang,
jenengan biarkan kering. Kalau jenengan
mau keringkan, semprot ini. Jangan
semprot. Ini segini cukup untuk
nyemprot, Pak. Nyemprot sekiranya netes,
tetesannya suci. Setelah itu jenengan
keringkan. Air yang digunakan
mengiringkan itu suci. Anduknya sudah
suci. Paham nggih? Sudah bisa salat.
Jenengan kalau punya orang tua mau wudu
diwudui pakai ini.
Wudui pakai ini. Semprot. Gak usah kamar
mandi. Jangan niat, Bu. Jangan wuduhi,
jangan agak dudukan begini suruh niat
pun ini sah. Paham nggih? Pun. Saya kira
untuk saat ini cukup sampai itu. Kalau
ada yang mau ditanyakan saya persilakan,
Pak.
Nggih.
Kalau di pesawat itu kan diyetnya sudah
nggih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Izin bertanya, Pak Ustaz. Kalau di
pesawat itu kalau misalnya perjalanannya
lebih jauh nggih kayak misalnya kayak
umrah itu kalau misalnya kita wudunya di
kamar mandi kan airnya banyak nggih niku
pripun nggih Pak?
Nggih
saya pribadi saya pribadi termasuk yang
tidak sepakat di pesawat itu tayamum.
Kenapa kok tayamum? Satu syaratnya
tayamum itu apa? Ada air.
Gak ada air atau gak boleh kena air?
Ketika di pesawat air ada?
Bisa kena air?
Bisa.
Bisa. Satu. Nomor dua. Kalau jenengan
mau tayamum di pesawat debunya goleetek
endi?
Wong dikaca. Oh, kalau pesawat kok ada
debunya. Pesawatnya sudah kena, Pak.
Berarti kebersihannya kurang kurang
bagus. Makanya saya waktu umrah itu cara
wudunya di toilet. Tapi kalau jangan
terlalu banyak air, bahaya juga, Pak.
Karena untuk penerbangan juga bahaya
biasanya terlalu apa becek. Makanya
kalau saya saya anjurkan jenengan kalau
pesawat sangu iki
sangu iki enak wis aman ndak ndak becek
Pak kalau ini enggak becek Pak gak becek
jenengan kayak tadi ini dik sininya
kasih
kasih tisu wis ndak becek buang kemudian
ketika jenengan mau anu kan di kan ada
wastaffel di ee di apa namanya di
pesawat
di pesawat toilet pesawat kan ada
wastavelnya ya sudah jenengan semprut
kan jadi wasastavel begini kayak tadi
itu praktiknya
iya
selesai
Sah.
Paham nggih?
Nah. Nah, sebelum sebelum dilanjut Pak,
yang paling yang nomor dua yang perlu
dipahais bawah ini adalah sebelum
jenengan wudu kayak tadi sebelum
jenengan semprot pastikan tidak ada
sesuatu yang menghalangi sampainya air
ke kulit. Contoh cat, bedak. Jadi kalau
ibu-ibu wedake sak senti yo kudu di
digeruk isik. Paham nggih? pun termasuk
kotoran di bawah kuku dan lain
sebagainya. Nah, apa bedanya? Jadi
begini, ada yang namanya benda, ada yang
namanya bekas. Cirinya bekas itu begini.
Kalau saya
garuk begini,
ada warna yang nempel di kuku berarti
masih ada bekasnya. Berarti masih belum
bisa dipakai untuk wudu. Jenengan umpama
apa namanya? Kena tinta atau jenengan
biasanya kalau tinta apa namanya? pemilu
itu ng jenengan bersihkan kan
kadang-kadang masih ada warnanya.
Nah, cara mengetahui kalau dalam kitab
Fathul Muin cara mengetahui ini bekas
atau gak jenengan kerik dengan kuku
begini. Kalau umpama jenengan kerik
dengan kuku, warnanya kok nempel di kuku
berarti masih ada bendanya. Berarti ini
masih belum bisa digunakan untuk wudu.
Tapi kalau jenengan kerik pakai kuku
begini,
kukunya ndak ada warna yang nempel,
berarti ini bekas.
Makanya kayak contoh pacar. Tahu pacar
nggih? Tahu.
Pacar yang hina dan macam-macam itu kan
ada warnanya. Tapi kalau jangan kerik
begini kan gak ngikut ke sini. Itu
boleh. Tapi kalau jangan kerik begini
kok ada warnanya berarti masih ada
bendanya. Paham nggih? Pun. Nomor dua.
Kalau dalam kitab Fathul Muin, minyak
cair. Minyak cair itu contoh kayak
minyak goreng
itu kalau jenengan wudu ndak harus pakai
sabun. J kalau jenengan minyak air kok
masih ada kayak lengket-lengketnya dikit
itu untuk wudu masih gak masalah. Paham
nggih? Ini yang harus digaris pahami
bersama. Pun ada yang mau tanya
cekep ya? Cekep tinggal praktik.
Insyaallah kita akan membahas
enten
oh sampun ngih sampun nggih sampun saya
kira cukup semoga menjadi ilmu yang
bermanfaat barokah semoga kita
ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa
taala untuk bisa berangkat haji dan
umrah untuk melaksanakan safar yang
baik. Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma
shalli wasallim ala sayyidina Muhammad
wa ala ali sayyidina Muhammad.
kama
allahumfana bima
yanfaidna
ilma rbana la tuzin qulubana ba'da id
haditana wahablana minadunka rahma
innaka antal wahab rbana hablana min
azwajina wurriyatina quun w'alna lil
muttaqina imamina
fid dunya hasanah wail akab
Illah
fatihah.
Ini yang bisa saya sampaikan kurang
lebihnya saya mohon maaf.
Subhanakallahum wabihamdika asadu alla
ilahailla anta astagfiruka waubuik ak
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih. Demikianlah tadi ASN
Mengaji seri 16 dengan tema fikih safar
episode pertama yang nanti akan
dilanjutkan dengan episode sampai
keempat.
Kurang lebihnya mohon maaf. Akhirul
kalam wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Ustaz ini mau ada acara santunan anak
yatim.
[Musik]
Yeah.