Transcript
XJ0qFVSxs08 • ASN Sehat dan Bugar 2025 - Peningkatan Performa ASN Melalui Cek Kesehatan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0267_XJ0qFVSxs08.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Yeah. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Apa [Musik] kabar sobat SN di seluruh Indonesia? Izinkan maya saya menyapa dengan penuh kebahagiaan dan penuh sukacita. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Tentunya marilah kita bersama-sama memanjatkan puja dan puji syukur karena hari ini kita semua dalam keadaan sehat tentunya bisa mengikuti webinar sampai dengan selesai acara nanti. Dan tentunya saya mengucapkan terima kasih banyak kepada BPSDM Jatim yang masih mempercaya saya sebagai host sampai dengan hari ini. Luar biasa. Masyaallah. Dan sebagai aparatur sipil negara sebagai pelaksana utama kebijakan publik dituntut memiliki kinerja optimal. Salah satu faktor penunjang performa ASN adalah kesehatan yang prima dan asupan gizi yang tepat dan seimbang. Namun banyak sekali ASN tiba-tiba sakit. Ternyata untuk sehat dan bugar diperlukan teknik-teknik tertentu dan pemerintah ada program cek kesehatan gratis. Jadi itu harus loh ya untuk semua ASN agar lebih hebat. Dan untuk hari ini UPTD LEPKESDA Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan webinar ASN Sehat dan Bugar dengan tema peningkatan performa ASN melalui cek kesehatan. Sekali lagi mohon tepuk tangannya untuk teman-teman yang ada di studio dan juga yang ada di YouTube dan Zoom. Hari ini di BPSDM Jatim di Jalan Balongsari terselenggara acara di YouTube channel-nya dan juga Zoom. Dan tak lupa juga saya menyiapa dahulu kepada yang terhormat opening speech hari ini Bapak Dr. Lamblianto, SPMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Untuk narasumber yang pertama yakni Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. dr. Erwin Asta Triono, S.P.Pd. KPTI Vinasim Mars dengan topik kebijakan cek kesehatan. Narasumber kita yang kedua adalah analis kesehatan UPT Lebkesda Provinsi Jawa Timur NLPA NLPA Putri Sariningrat SKM MSI Bunda Putri dan topiknya pemeriksaan kesehatan dini untuk produktivitas ASN. Luar biasa kedua narsum ini narsum yang sangat luar biasa. sangat bangga sekali karena hari ini menjadi host Prof. Erwin. Masyaallah. Dan kami informasikan bahwa presensi sudah dapat diakses melalui website semesta Bangkom seperti yang tertera pada running atau chat Zoom. Jangan lupa untuk mengisi survei serta mengisi lembar monev. Maka sertifikat akan muncul 1* 24 jam. Jangan lupa juga dicek secara berkala. Untuk tata tertib bertanya hari ini, sama seperti webinar sebelumnya, sesi diskusi setelah materi dari masing-masing narasumber hanya ada dua penanya yang diberikan kesempatan dan menyebutkan identitas nama serta instansi Anda. Panitia yang akan memilih dari peserta yang rais hand. Baik, selanjutnya tetap supaya enggak tegang dan semakin enjoy mengikuti webinar, izinkan saya berpantun. Anak kecil ambil pepaya, jatuh. Pepaya jatuh terkena kepala. Jangan patah semangat ya karena ASN semakin berjaya. Boleh tepuk tangannya dong. [Musik] Ada yang kedua enggak afdol kalau enggak dua. Lirik kanan, lirik kiri. Satu. Ikuti dengan nyaman webinarnya kali ini. Luar biasa. Boleh tepuk tangannya. Baik, Sobat ASN. Informasi hari ini bertujuan memberikan pemahaman pentingnya cek kesehatan dalam menunjang performa kerja ASN. Karena untuk ASN hebat harus sehat dan bugar. Mendukung program pengembangan SDM melalui 3JPL jam pelajaran latihan yang diakui sebagai bagian dari peningkatan kompetensi ASN. Selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN Sehat dan bugar dengan tema peningkatan performa ASN melalui cek kesehatan. [Musik] SN untuk membuka webinar hari ini, mari kita sambut bersama opening speech dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur kepada yang terhormat Bapak Dr. Lamlianto, S.P., MP. Kami silakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air dengan penuh semangat Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur kembali menyajikan salah satu serial dari gerakan ASN Dahar Ngopi. ASN tiada hari Tanpa Pengembangan Kompetensi, yakni ASN Sehat dan Bugar yang ditayangkan setiap hari Jumat. sebuah ikhtiar untuk memberikan akses informasi strategis bagi sobat ASN di seluruh tanah air dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugarannya sehingga diharapkan berkontribusi nyata terhadap kinerja unggul para sobat ASN di seluruh tanah air. Sobat ASN di seluruh tanah air dalam serial ASN Sehat dan Bugar kali ini kita mengangkat tema peningkatan performa ASN melalui cek kesehatan. Tema ini selaras dengan kebijakan nasional tentang cek kesehatan gratis yang baru-baru ini digulirkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Kebijakan ini bukan sekedar program medis, tapi sebuah strategi besar nasional untuk meneguhkan komitmen bahwa kesehatan rakyat termasuk ASN adalah modal utama menuju Indonesia Mars 2045. Sobat TSN, kebijakan ini bukan sekedar program medis, tetapi sebuah investasi peradaban. Ia menegaskan bahwa kesehatan adalah pondasi pembangunan, bahwa tubuh yang kuat dan jiwa yang seimbang adalah syarat mutlak lahirnya bangsa yang berdaya saing tinggi. Kebijakan ini bukan sekedar rutinitas pelayanan publik, tetapi sebuah strategi kebangsaan. Melalui kesehatan yang prima, negara sedang menyiapkan sumber daya manusia masyarakat Indonesia yang tangguh dan produktif. Masyarakat yang sehat adalah modal dasar pembangunan. Mereka dapat belajar dengan baik, bekerja dengan lebih giat, dan berkontribusi nyata dalam roda ekonomi bangsa. Tanpa kesehatan, segala visi pembangunan hanya akan menjadi bayangan. Dengan kesehatan, mimpi kolektif menjadi nyata. Tanpa kesehatan yang prima, pembangunan hanyalah ilusi dan cita-cita besar bangsa akan kehilangan pijakan. Tubuh yang rapuh tidak mampu menopang kerja. Jiwa yang letih tidak akan sanggup menyalakan asa. Sebaliknya, dengan kesehatan yang terjaga, lahirlah masyarakat yang tangguh dan produktif dan bangsa yang percaya diri menatap masa depannya. Shabat ASN di seluruh tanah air. Demikian juga kita aparatur sipil negara. Kesehatan adalah pondasi pengabdian. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, kita mampu melayani rakyat dengan sepenuh hati. Berpikir jernih dalam merumuskan kebijakan, serta tangguh dalam menghadapi dinamika zaman. Tanpa kesehatan, integritas bisa rapuh, inovasi terhambat, dan tentu pelayanan publik akan kehilangan dayanya. Tetapi dengan kesehatan yang terjaga, ASN menjadi energi bangsa, bekerja dengan semangat, berkarya dengan penuh integritas, dan mengabdi dengan ketulusan. Sobat ASN, nah lalu apa peran cek kesehatan untuk menjaga tubuh kita agar tetap kelihatan prima? Cek kesehatan adalah jendela yang memberi kita kesempatan membaca tubuh kita sendiri sebelum terlambat. Ia adalah alarm yang mengingatkan sekaligus peta yang menuntun kita menjaga keseimbangan. Melalui deteksi dini, kita bisa mencegah penyakit, merawat kebugaran dan memastikan bahwa energi pengabdian kita tetap menyala. Bagi ASN, cek kesehatan bukan sekedar prosedur medis, tapi ikrar untuk menjaga diri. Demi bangsa. ASN yang sadar akan pentingnya kesehatan berarti sedang menyiapkan tubuh yang kuat, pikiran yang jernih, dan jiwa yang teguh untuk melayani masyarakat dengan prima. Dengan demikian, cek kesehatan bukan hanya menjaga individu, tapi juga memperkuat birokrasi, meneguhkan pelayanan publik, dan mengokohkan perjalanan kita menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tulus kepada Bapak Prof. Dr. dr. Erwin Astatriono, S.P.Pd. KPTI, FINASIM Mars, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur atas kolaborasi dan kerja sama strategis ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Ibu NLPA Putri Saringa Ningrat, SKM, M.Si. analis penyelia kesehatan UPT Lapkesda Provinsi Jawa Timur yang akan memberikan penguatan wawasan kesehatan kepada kita semuanya. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN Sehat dan Bugar ini. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Baik, Sobat SN sudah hadir di samping saya Ibu Nilu Putu Ayu Putri Sariningrat, SKM, MS. Beliau adalah analis penyelia kebijakan UPT Labkesda Provinsi Jawa Timur dan beliau menempuh S2 Kedokteran dasar di Universitas Erlangga Surabaya dan kali ini akan menyampaikan peran ASN dalam cek pemeriksaan gratis menjadi peloporan kesadaran hidup sehat dan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menjaga kesehatan diri demi pelayanan publik yang optimal. Nah, namun nanti pasti akan dibahas secara tuntas. Langsung aja menyapa Ibu Putri. Apa kabar? Sehat? Ya cantik sekali. Enggak capek ini. Cantik terus. Terima kasih sudah dipuji nih pagi-pagi semangat saya. Iya. Kayaknya saya nanti harus e mencari tahu tips dietnya nih dari Bu Putri. Boleh. Boleh. Nanti kita kupas tuntas di sini ya. Mau diet-diet yang benar seperti apa. Terima kasih. Baik. Luar biasa. Injih. Tapi memang untuk fokusnya cek kesehatan gratis ya Bu Putri ya untuk hari ini. Nah, ini memang benar sekali karena kalau kita tidak cek kesehatan secara berkala dan secara apa ya pokoknya enggak usah ceklah. Itu banyak sekali ASN yang tiba-tiba ambruk sakit, tiba-tiba tensinya 150, tiba-tiba ee gulanya 300. Nah, itu ya. Ini ini saja saya baru nerima nih e kabar dari seorang teman ya. tetangganya itu umur 40 tahun itu tiba-tiba pingsan masuk rumah sakit paginya terus langsung sudah berpulang padahal umur 40 loh itu umur 40 40 mungkin ee punya anak masih muda mungkin ee apa namanya di pemerintah bekerja juga sedang maksimal-maksimalnya. Nah, bagaimana ini anak dan istri gitu loh. Nah, juga mungkin bekerja sebagai ASN misalnya. Nah, ini kehilangan orang profesional ini ya apa kalau kita enggak peduli sama kesehatan kita sendiri. Karena kita itu berdiri di atas kaki sendiri ini karena kita harus menjaga diri kita sendiri. Kalau mau kita memberikan pelayanan yang optimal gitu. Betul. Betul banget Bu Putri. Jadi memang harusnya itu tetap dicek apun yang teradi karena pemerintah juga tidak menyisir ASN saja tapi seluruh rakyat Indonesia juga harusnya cek KG ya, cek kesehatan gratis apalagi ASN tentunya agar melayani masyarakat lebih optimal maksimal optimal. Iya. Betul. Betul. Baik, untuk selanjutnya langsung saja kami persilakan untuk Bu Putri yang cantik jelita memberikan materinya dan tentunya Sobat ASN jangan lupa CKG di Puskesmas setempat ya, cek kesehatan gratis. Kami persilakan Bu Putri memberikan materinya. Terima kasih, Mbak May. [Musik] Ee, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. I, Om swastiastu. Shalom. Ee, salam sejahtera untuk kita semua. Baik, ee pada kesempatan ini yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur ee Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Kemudian perkenalkan saya tadi sudah disampaikan Mbak Maya, saya namanya panjang banget ini nih loh Putu Ayu Putri Sariningat. Panggil saja saya Putri. Ee pada kesempatan ini saya mewakili UPT Lapkesda Provinsi Jawa Timur. Heeh. Dalam ee apa? materi pemeriksaan kesehatan dini untuk produktivitas ASN. Tadi sudah disampaikan saya pengin tahu nih sebenarnya yang ASN yang hadir di sini sudah cek kesehatan belum? Ayo. Saya alhamdulillah sudah cek. Oh, sudah ya. Luar biasa. Nah, tentunya dengan cek kesehatan ini kita akan tahu apakah kita sudah berisiko apa tidak. Termasuk prap penyakit. Nah, saya ee misalnya untuk hipertensi, prediabetes itu kalau segera kita tahu kita segera menindak i termasuk yang sudah nah terkena langsung sudah didiagnosis diabetes, sudah diagnosis hipertensi. Kalau itu tidak mendapatkan ee dukungan dari ee tenaga kesehatan, apa yang akan terjadi? Seperti yang tadi saya sampaikan. Oke, next, Mas. Jadi pada kesempatan ini kita akan membahas ee terkait dengan pendahuluan sedikit ya peran UPT Lapkesda Provinsi Jawa Timur. Yang belum kenal nih nanti saya jelaskan nih ceritakan. Heeh. Kemudian kita harus cek status gizi ini sebenarnya paling mudah, paling dasar yang bisa kita lakukan sehari-hari. Heeh. Kemudian saya punya data status kesehatan ASN. H ini hasil kajian kami. Jadi kami itu sebelum menjadi lapkesda mempunyai labisi itu kita melakukan kajian ee 2 tahun itu datanya nanti saya sampaikan. Termasuk pola makan ASN piye ki pola makannya kumpas ini yang benarnya seperti apa yang harusnya kita makan. Kemudan yang tidak jelas. Nah itu mengapa perlu pendampingan ahli ojok sendiri-sendiri pakai acara sendiri. Sebenarnya didampingi itu akan lebih baik. tahu yang mana yang benu dibaiki termasuk apa sih kerja itu sampai perlu pendampingan untuk mendampi klien dietnya seperti apa yang benar tipsnya menjalankan diet yang aman tuh seperti apa gitu ya kita bahas itu ya Mbak Maya ya hari ini ya cocok ini saya iya benar tah iya tips diet ini. Oke next jadi ee peran ASN dalam ee cek CKG ini jadi plopor. Jadi kita harus memulai memberikan contoh untuk masyarakat, untuk lingkungan, agen sosialisasi. Karena kita menjadi contoh public figure di masyarakat, tentunya kita yang harus memulai. Pemerintah itu sebenarnya kasihan sama masyarakatnya. Coba hampir 60% itu tidak pernah screening PTM. Coba 60% luar biasa. Iya, 60% itu luar biasa banget. Kemudian iya mengecek mengecek terkait lingkar pinggang, kemudian terkait berat badan, gula darah itu sangat-sangat rendah sehingga nah sekarang ASN yang ada di sini saya kasih semangat ayo cek kesehatan. Sudah cek kesehatan belum? Ini belum dijawab ini sama audien teman-teman di chat bisa siapa yang sudah. Nah, e kita juga bisa memberikan masukan, dukungan dalam pengembangan cek kesehatan gratis ini. Oke, next. Jadi ee mungkin ee ini cerita ASN. Saya dulu ASN itu zaman dulu pun sudah berjuang keras ya untuk lulus itu loh. Nah, kita belajar sudah sekolah akhirnya jadi ASN. Sekarang jadi ASN harus melayani masyarakat, harus berintegritas, belajar, kemudian berorientasi pelayanan. Kayak Mbak Maya ni sekarang loyal, adaptif, kolaboratif, profesional. Maka senang sekali nih ada pro ya, MC pro ya, bertanggung jawab. Kalau Mak Maya kira-kira pagi-pagi tadi tiba ngeli apa bisa sekarang duduk di sini? Tidak mungkin karena misalnya tidak sarapan gitu. Betul, betul banget. Modalnya memang harus sehat dulu baru bisa menjalani apapun. Betul ya, Bu Putri? Coba lihat kami punya ASN yang ih cantik-cantik banget ya. Badannya ini luar biasa langsing-langsing, cantik-cantik, ganteng, sixpack. Nah, betul. Nah, bagaimana tetap menjaga kesehatan dan bugar selamanya? Betul. Betul. Sampai walaupun pensiun sudah pensiun tetap bisa. Iya. Tetap bisa bikin konten, tetap bisa tiktokan. Kan kan seperti itu banyak yang sudah pensiun. Sekarang next mungkin. Nah, pada saat perjalanan waktu, next. Pada saat perjalanan waktu ASN ini sudah mulai nah hamil. Iya, betul. Kemudian misal perempuan ya punya anak, kemudian karirnya meningkat sekolah lagi. Kemudian e dinas luar pekerjaan mulai menumpuk, Mbak Maya. Airnya begadang. Oh, iya. Heeh. Terus makannya gak teratur. Olahraga kapan waktunya olahraga? Hah? Memang ada waktunya olahraga itu untuk kita ASN begitu sibuknya. Lama-lama kalau misalnya makannya enggak benar, seringan makannya sedikit, komposisinya gak benar, lama-lama timbangan ke kiri ke kiri terus itu juga bahaya. Underweight atau ke kanan ke kanan jadinya gak ke kanan itu bertambah ke jadinya obesitas, ke kiri jadinya underweight. Nah, kalau misalnya ASN sekarang ke kiri terus, ke kiri terus akhirnya berat badannya kurus jadi kek. Nah, itu jadi menghasilkan generasi stunting nanti. Oh, kalau yang obes-obes ini. Nah, contoh ini saya punya ada influencer yang cukup artinya memberikan insight gitu ya. Kalau kita naik 19 kilo sama dengan 1 galon. Wih air. Coba kalau kita tiga galon saya tulis gambar di situ tiga galon. Kira-kira kita bawa itu ke mana-mana itu bawa galon tiga galon itu gimana rasanya? Apakah kita bisa naik tangga berlari cepat bergerak? Bisakah? Bisa. ASN itu sekarang dituntut siap, Bos. Betul. Betul. Siap, Pak. Iya, betul. Siap, Bu. Besok aman. Semua kerjaan beres, gitu. Tapi di rumah, Mama, aku sakit gitu. Gimana? Iya, benar. Benar. Nah, artinya menyeimbangkan ini kalau ASN tidak komitmen, saya harus sehat, saya harus kuat, makan harus teratur, minum harus cukup. tidur harus cukup. Nah, itu nanti akan membuat kita jadi sehat gitu ya. Next. Jadi, CKG itu adalah salah satu rapot yang bisa kita jadikan ee untuk rapot kita. Kita itu sudah termasuk di faktor risiko pra penyakit atau sudah dengan penyakit itu sendiri. Oh, faktor risiko ya, Bu? Heeh. Jadi, ee mungkin di sini kita sebagai UPT Lapkesda Jatim. Jadi ee ini mungkin banyak enggak paham. Kenal enggak sama UPT Lapkesda Jatim? Ada yang kenal mungkin ee teman-teman di live chat ada yang kenal dengan Lapkesda. Jadi iya karena memang Lapkesda ini asal mu asal muasalnya itu dari sekolah pembantu ahli gizi. Jadi kami menghasilkan D1 gizi mulai dari 1985 kemudian berubah jadi akademi gizi. Ahli gizi kami itu tersebar di seluruh provinsi ee Jawa Timur juga mungkin di Indonesia. Wus luar biasa. Iya. Jadi ee kami itu dulu adalah ee dosen-dosen gitu awalnya. Oh, awalnya dosen-dosen. Nah, ternyata ada undang-undang yang menyampaikan bahwa ee sudah pemerintah pusat maupun daerah tuh tidak boleh lagi menyelenggarakan pendidikan karena kami di bawah ee pemerintah ee pusat ya, pemerintah daerah ya. Akhirnya kami berubah menjadi UPT laboratorium gizi Provinsi Jawa Timur berdasarkan Pergup 87 tahun 2019. 2019. Jadi diharapkan UPT kami ini ee mendukung untuk percepatan permasalahan gizi di Jawa Timur. Berjalannya waktu ternyata Provinsi Jawa Timur itu satu-satunya ee salah satu yang belum mempunyai laboratorium kesehatan daerah TIR Tiga. Makanya layanan gizinya tetap ada di situ. Ditambahlah layanan-layanan yang lain nanti saya jelaskan. Luar biasa ya. dari tahun 5 saya umur berapa itu angka next next sudah ada regulasi izin operasional sudah ada kita sudah banyak melayani masyarakat kemudian dasar tarif juga sudah punya tadi mungkin sudah di di awal sudah ada videonya ya next iya kita sebagai tir 3 sekarang ini posisinya kita harus membina tir du tingkat dua tingkat satu tingkat kedua itu ee di Provinsi Jawa Timur tuh ada sekitar 32 yang harus kita bina nanti sebagai tir 3. Kemudian ee yang tiratnya itu 987 nanti FKTP yang harus kita bina ke depannya. Jadi ini termasuk CKG ini tentunya enggak boleh dong sampai ada nanti peran kita di sana adalah membina. Jadi mau mengupayakan gimana kita bisa mendampingi ee apa namanya lab kesmaslab kesmas TIR 1 maupun e TIR du. Kemudian bagaimana untuk mendukung SDM-nya ee misalnya ee apa namanya? Kebutuhan bahan habis pakainya dan lain sebagainya. Termasuk kita menerima rujukan nanti ke depannya. Oh ke depannya karena ada beberapa yang memang harus dirujuk pemeriksaannya tidak bisa dilakukan oleh ee tir 2 maupun tir 1. Jadi kita pusat rujukan nanti ke depannya gitu ya. Baik. Amin. Amin. Saya doakan mudah-mudahan Mbak Maya. Nggih. Jadi next. Nah, kami itu di tahun 2024 kita sudah membangun fisik karena berubah jadi akademi gizi menjadi Lab Kesda. Ini butuh bangunan baru, Mbak. Jadi 2024 kami sudah menyelesaikan beberapa bangunan untuk mendukung layanan. Kami sudah membentuk instalasi media regenserilisasi kemudian instalasi mikrobiologi, kemudian molekul instalasi patologi klinik imunologi, kemudian instalasi kesehatan lingkungan, vektor dan binatang pembawa penyakit K3 pengelolaan limbah biorepisitori. Kemudian sarana prasarana kalibrasi, teknologi tepat guna, kemudian instalasi gizinya tetap ada, layanan gizinya tetap ada, kemudian kita laani kimia pangan juga gitu ya. Jadi ini menjadi besar nanti kita mback up. Iya, betul. Jadi kami ini termasuk sudah semangat sekali karena pemerintah ternyata dukungannya luar biasa untuk kami ya. Tuh, next. Nah, ini yang layanan yang sudah bisa di ini dimanfaatkan. Tapi benar, Mbak Naya. Terusang konsulting konseling gizi kami, konsultasi gizi kami kurang populer. Coba tahun 2024 berapa orang? 2025. Aduh padahal masalah gizi banyak Mbak. Overwak sama karena mungkin satu mungkin sudah konsultasi gizi di puskesmas bisa jadi ya atau di rumah sakit. Tapi ee kami sebenarnya bisa untuk melayani. Jadi saya di sini itu istilahnya adalah untuk promosi atau nyeles gitu ya. nya cantik. Aduh nyeles gitu ya. Kemudian kita layani konsultasi produk e UMKM sudah kita layani. Terus serang kami sekarang lagi ee dapat proyek banyak ini jadi kimia ee jadi ee ee apa namanya untuk konsultasi produknya. Kemudian pengembangan resep. Baru-baru ini kami kerja sama dengan salah satu ee ee Pertamina, ada yang dari ee dari instalasi e dari apa organisasi dan lain sebagainya itu ngembangin resep resep lokal. itu mau jadi untuk misalnya untuk ibu hamil gimana cara pengembangannya biar jadi makanan yang memenuhi kebutuhan gizi kita layani bahkan edukasi pengemar resep ini cooking class cooking class kita sebenarnya tahun 2024 banyak sekali peminatnya sekarang karena efisiensi jadi iya turun jauh nah e kita juga sebagai narasumber di berbagai ee instalasi pemerintah swasta mau perusahaan jadi lumayan sasaran yang sudah kita iya sudah banyak ya dari tahun 2024 maupun 2025 ya lumayan banyak sekali. Nah, ini ee ini juga yang UMKM tadi saya bilang. Jadi kita bisa memeriksakan proksimat kadar air, kadar abuk, kadar protein, lemak, serat kasar, gula reduk besi, vitamin Z, zink, ee sat besi, tembaga ini sudah ada. Jadi kalau misalnya kepo terap harga, nah kepoin kita di Instagram. di Instagram ada sudah ada lengkap semua terkait dengan e perda tarifnya itu berapa. Jadi ee ini sudah banyak bahkan sekarang nih lagi sibuk-sibuknya di Kimia Paman nih karena banyak proyek kebetulan untuk bulan ini ya jadi kerja keras mereka jadi tetap kita layani sudah gitu ya. Next. Nah, ee kita juga sangat berbangga pada hari ini kita sudah dapat kita sudah punya sertifikat akreditasi kan. Saya tunggu nih kan ini berarti kalau IPAL Puskesmas bisa ini timbangan dewasa digital ojo sampai nimbang kok salah diagnose. Iya karena tidak tidak pernah dikalibrasi. Betul betul. timbangan dewasa mekanik, bayi digital, timbangan mekanik, analitik, tensimeter yang digital, yang Android sampai yang Android loh bisa ya. Jadi Heeh. Jadi ini kebanggaan kami. Jadi ee untuk kimia pangan juga nanti tahun 2007 2027 rencananya sudah harus terakreditasi gitu. Next. Nah, layanan lab klinis tadi sudah lihat ya, ruangannya masih kosong. Iya, betul. Nah, sekaranglah di tahun ini di tahun ini proses Ibu. Alhamdulillah. Kemudian regen-reennya nanti di akhir tahun ini mudah-mudahan jenis layanan kami hematologi bisa dilayani. Kimia klinis, imunologi, urinologi, toksikologi, mikrobiologi klinis banyak sudah kita bisa l karena kita tahun ee bulan Juni ini banyak dapat tenaga. Jadi lumayan untuk me-back up ini. Jadi kita pengin cepat-cepatlah melayani masyarakat di Jawa Timur gitu. mungkin masukan dari P3K dan juga ASN ya, Ibu ya. Iya. Heeh. Biar bisa nanti memanfaatkan layanan kami semakin banyak. Nggih. Betul. Nah, layanan mikr biologi lingkungan juga. Jadi, sampel air minum sudah kita bisa layani juga untuk ekolinya. Suhu suhu untuk perizinan perizinan IPA. Perijinan ini sudah bisa berarti Bu ya. Ini ini tapi kita untuk ee kan itu baru kalibrasinya saja. Kalibrasi saja. Jadi ini belum ini masih i jadi kita masih proses bahkan iya betul identifikasi nyamuk, uji resistensi inseksida, penyediaan telur yang I jadi kami juga ee di situ akan berperan. Next. Nah, ini layanan regensia 2026. Jadi kami juga ee 2026 nanti baru bisa yang ini. Jadi ada nutrien agar, brillian, green, lactus bile gitu atau laktus brut ya. ini memang ee layanan-layanan kami bisa nanti ee dengan harapan ee kami bisa me-backup CKG ini dengan baik gitu. Jadi, ini adalah usaha kami. Mungkin itu. Jadi, kita sekarang kembali bagaimana sih sebenarnya cek kesehatan yang paling mudah kita lakukan. Kita lanjut lagi ya. Oke. Jadi, saya sudah promosi. Monggo nanti dilayan dimanfaatkan layanan kami di UPT Lapkesda Provinsi Jawa Timur. Next. Nah, sebenarnya cek status gizi ini paling mudah loh, Mbak Maya. Iya. Kita timbang berat badan. Tiga tinggi badan itu rumusnya ada berat badan nggih. IMT tinggi badannya dalam meter dikalikan tinggi badan kali tinggi badan itu dibagi aja nanti ada hasilnya. Normal itu 18,5 sampai 25 kemudian gemuk itu lebih dari 25 sampai 27. Obesitas di bawah 27. Itu yang pakai ee standar Kemenkes. Di sebelahnya itu adalah standar WHO. WHO. Heeh. Agak berbeda sedikit. Tetapi di situ ada perbandingan antar lingkar perut. Nah, lingkar perutnya itu kalau di Indonesia itu laki-laki lebih dari 90 centti itu sudah termasuk obesitas sentral. Karena laki-laki itu biasanya banyak di ini ya. Heeh. Kalau perempuan itu kalau lebih dari 80 cent itu masuk obesitas sentral. Coba di situ dibaca ya di yang tabel sebelahnya. Peningkatan lingkar pinggang juga menjadi penanda peningkatan risiko meskipun berat badannya misalnya normal. Normal. Oh. Jadi lingkar pinggang ini juga salah satu risiko untuk bisa menjadi risiko kalau kita sudah satu risiko kira-kira untuk terkena penyakit diabetes, hipertensi, maupun jantung yang tadi saya bilang itu. Iya. Iya. Yang pertama tadi umur 40 tadi itu ya Bu Putri ya? Iya. Banyak. Saya punya kasus juga pasien umur 40 untung itu masih stroke ringan tapi akhirnya turunkan berat badan kita ajarkan dietnya cepat memperbaiki sembuh juga sehat juga. Artinya e penurunan berat badan secara bertahap itu bisa kok asal kita dampingi. Nah, ini yang mungkin hasil ee kajian kita sebelum kita menjadi ee Lapkesda ini. Jadi, kita ee keliling nih di Kota Surabaya ASN-nya ternyata cuma yang normal berapa persen coba Mbak Maya? 15%. 15%. Kemudian yang ee yang kedua itu 17%. 17% turun lagi 15%. Jadi yang lain itu sudah overweight obesitas 1, obesitas derajat du. Betul. Itu yang kita dapatkan. Sebenarnya kami sebagai ee UPT Lapesda kalau mau konseling banyak loh pasiennya dapat. Tapi tadi konselingnya berapa? Sedikit. Enggak ada yang mau konsul. Iya. Makanya ee ini ee kebetulan untuk yang ee ee apa namanya? Pemeriksaan gula darah acak dan asam urat. Untung masih ada untung. Kalau orang Indonesia masih ada untung sebagian besar masih baik. Hmm. Heeh. Tapi yang nah yang sebenarnya yang tinggi ini 11,5 ee gula darahnya atau yang asam uratnya 109% itu harus segera datang ke tempat pelayanan kesehatan sesegera mungkin. Karena itu adalah tadi untuk ngecek apakah kita sudah termasuk pra apa sudah dengan penyakit gitu loh. Nah, resiko atau tidak kita di tahun 2021 itu ngecek persentase lemak tubuh. Sekarang itu timbangan itu sudah canggih-canggih loh, Mbak. Hm. Ada tidak hanya berat badan, tinggi badan. Oh, zaman biyen. Iya. Sekarang ada sekarang apa dong? Ada viseral fat, total body fat. Iya, betul. Masa masa ototnya berapa? Kemudian masa tulangnya gimana, usia selnya? Saya pernah punya pasien umurnya sudah ee 57 tapi usia selnya berapa coba? 35. Padahal usianya sudah 50-an. Kenapa? Karena masa ototnya banyak dan itu menunjukkan metabolismanya itu bagus gitu loh. Bagus. Metabolisme bagus ya, Bu. Iya. Ngih. Next. Nah, kalau kita lihat survei data survei kesehatan Indonesia nih. Aduh, yang konsumsi makanan manis tuh ASN itu ya 57%. Ee kemudian yang makan asin 51,9, yang makan berlemak 55,6. Padahal kalau makanan-makanan berlemak harusnya makan buah dan sarunnya banyak. H eh ternyata apa? Satu sampai du porsi aja yang lebih banyak, Mbak. Padahal harusnya lebih dari 5 porsi per hari gitu loh. Buah dan sayur ya harus banyak konsumsi makanan berma porsi per hari lebih atau sama dengan ternyata cuma dua satu sampai dua ya. Opo iki bandel banget. Nah next. Nah apa alasannya banyak? Apa alasannya? Ternyata tidak ada buah. Nah ini siapa yang menyediakan? Saya enggak tahu nih. Mungkin Bapak Ibu ada yang ada gak yang punya alasan buahnya tidak ada. Tidak suka, tidak mampu, bosan, tidak ada manfaat. Nah, ini ada jawaban begitu ya. Itu satu. Nah, itu kan alasan. Alas itu ombo, Mbak. Tapi lebih ombo alasanmu. Keren ini. Keren ini, Teman-teman. Sobat ASN gaul bener ini, Bu Putri. Alas itu itu teman saya. Jadi, saya nancep banget di hati saya. Alas itu ombo tapi lebih ombo alasanmu tidak makan sayur itu 58,9. Tidak suka loh 59 makan sayur. Heeh. Saya pikir anaknya aja yang digoda supaya makan sayur. Tanya IN juga 59, Iya. Makanya aduh kan aktivitas fisiknya ya masih syukurlah masih banyak sudah beraktivitas fisik. Next. Baikbaik. Ya Allah. Nah, makanya sekarang kalau sudah pola-pola seperti itu kalau dari pengalaman saya sendiri sih banyak tidak makan pagi, tidak makan siang. Akhirnya makannya di pas jam makan banyakan. malah itu memicu untuk Heeh. kemudian jendela makan terlalu pendek, akhirnya makannya porsi banyak. Jadi selalu penginnya makan banyak terus gitu karena sudah perlu lambungnya sudah sering banyak diisi gitu kan. Heeh. Jadi penginnya tuh makan banyak, porsi makan berlebihan, terburu-buru. Oh terburu-buru juga berpengaruh. Baru saya dengar ini makan itu harus mindfulness. Jadi makan itu harus benar-benar fokus. Mengunyah itu the power of munyah. Teman saya ikut ikut itu ikut apa namanya? Salah satu pelatihan itu the power of mengunyah. Mengunyah. Mengunyah itu artinya harus dengan ee iya mengunyah terus dengan kunyan yang bagus. Kemudian dirasakan makanan itu manis apa enggak. Kalau makan sambal gini gini makan. Hmm. Sat du berapa yang sudah masuk? Banyak itu akhirnya nambah karena kurang karena enggak konsentrasi mengunya. Betul. Oh, e bahkan bahayanya kalau misalnya ee protein hewan kurang, sarbainya kurang, itu kan itu sebenarnya untuk cepat membuat rasa kenyang tuh dari protein loh, kasar buah itu loh juga. Dan makannya harus tidak terburu-buru. Heeh. Makan sambil kerja tuh sopo? Ayo siapa? atau punya alasan-alasan lain. Mungkin ada mungkin di sini yang ikut webinar ini ada yang pola makan apa yang bisa disampaikan nih yang bisa menyebabkan ee naik berat badan bisa di-share juga ya di di kolom ya. Makan berlebihan tidak dengan aktivitas segeralah mencari ahlinya. Betul. Hm. Gitu ya. Next. Kolom komentar. Jadi sebenarnya kalau sudah mencari ahli kita akan diajar, "Oh, oh kebutuhanmu ini, keinginanmu ini." Antara kebutuhan dan keinginan ini yang kadang-kadang aduh makannya kok kayak gitu sih? Maunya saya tuh kayak gini. Nah, aligisi nih aligisi yang akan oh gini sebaiknya makannya didampingi karena hidup itu pilihan. Kalau kita gak sekarang memilih mau sehat atau berisus k sakit itu sudah pilihan. sekarang pun di sini ada misalnya ada ada misalnya nasi dengan yang sehat atau yang kita memilih sekarang itu sudah sudah pilihan bahwa kita memilih yang sehat apa yang berisi sakit. Sebenarnya ee dari pengalaman saya sebagai konselor gizi yang dihadapi e seorang klien itu adalah menghadapi dirinya sendiri. Betul. Paling susah ya dia itu menghadapi diri sendiri bagaimana pengelolaan emosinya bagaimana dia mengatur biar nanti pola makannya itu sehat gitu. Next. Iya. Benar. lebih banyak keinginan itu tadi kalau I makanya Heeh. Jadi kita kalau ke alergisi itu kita detail, Mbak berat badannya sekarang apakah berat badan sekarang itu misalnya dia waktu masih kecil sudah obesitas mungkin saya lebih banyak ke obesitas dulu ya karena sebenarnya ayat saya itu kan banyak masalahnya tapi saya ke arah obesitas aja. Heeh. Jadi berat badan yang terbanyak sebenarnya berapa sih? Hm. Kemudian kapan dia mengalami berat badan yang berlebihan gini? Apa sebenarnya penyebab kita gali terus apalagi ada hasil CKG-nya itu akan lebih mantul. Karena misalnya diet misalnya obesitas dengan hipertensi beda lagi diet dengan hiperkolesterol beda lagi diet dengan diabetes beda lagi. Beda-beda ya berarti. Iya. Jadi penanganannya beda. Makanya CKG inilah sebagai dasar nanti untuk kita memberikan terapi gitu loh Mbak. kita gali makannya itu jumlahnya gimana, frekuensinya gimana, jenisnya gimana, kita gali sehingga akhirnya kita hitung kebutuhan setiap orang tuh beda-beda, Mbak. Jadi gak antem kromo makan cuma makan buah aja setiap hari itu juga enggak boleh ya. Enggak boleh makan buah tok kalau pengin cepat berat badannya turun. Jadi kita ajarkan, kita aturkan. Oh, aktivitasnya berat. Oh, dia begadangan. Terus ini gimana cara makannya, gimana? Berapa porsinya pagi, siang, sore? Kemudian gimana komposisinya? Gimana caranya biar gak bosan, biar gak mas kan masa makanan sit kan kadang-kadang makan ee roti penginnya penginnya jagung. Nah itu kita ajarkan daftar penukar bahan makanan. Nanti kita evaluasi target penurunan yang aman sebenarnya itu 12eng sampai 1 kilo per minggu tuh aman gitu ya. Jadi apalagi nanti kita cek lagi hasilnya. Oh ternyata sudah bau. Uh hebat kita ganti jempol 10. di sini kan banyak ada ee pemirsa jempolnya minta ya nanti ya kalau sudah ada yang mau ee cek cek CKG dulu lah. Betul betul betul Bu Putri harus cek harus next. Nah inilah kenapa kalau misalnya kita tidak menjaga dengan baik ya tadi saya bilang kalau misalnya kita terlalu ee makannya kurang kemudian ee aktivitasnya banyak akhirnya kita menjadi kurus. Kalau kita berlebihan, iya ee makan yang masuk berlebihan, yang dikeluarkan juga sedikit, akhirnya kita surplus kalaui. Nah, bagaimana kita tetap seimbang dengan berbagai kegiatan ASN, baik usulan keluarga maupun urusan di kantor gitu ya. Next. Sebenarnya diet itu kalau saya sih, Mbak ngajarin di itu mudah, Mbak. Yang susah itu adalah mindsetnya. Nah, itu makanya sekarang saya mengedukasi ini sebenarnya memperbaiki mindsetnya. Kalau sudah mindsetnya sudah benar, Mbak, saya tinggal ongkang-kang kaki aja gini lihat karena dia akan lapor, "Bu, saya sudah ini, saya sudah ini, saya sudah cari resepnya." Ternyata begini. Oh, saya prepare makanan sekarang saya bikin food prep. Puding. Iya, ini sekarang yang lagi viral tuh kan bikin food prep. Jadi makanan Sabtu Minggu tuh dia bikin makanan tata masukin freezer. Kemudian pagi setiap hari itu dia makan makanan daripada jajan itu. Jadi dia sendiri yang akan milanya. Iya, meal preparation. Jadi dia itu sendiri karena sebenarnya kan mudah mengurangi 500.000 kalori itu merem itu al gizi bisa merem loh. Iya karena sudah setiap hari kerjaannya. Tetapi mindsetnya itu yang perlu kita lebihkan. Jangan sampai macam dietnya sangat rendah kalori itu berbahaya. Kurang dari 800 kalori diet. Kalau misalnya diet itu didampingi ahlinya, dokter, ahli gizi gak apa-apa. Karena itu memang dietnya itu orang-orang yang mempunyai ee misalnya berat badan sudah berlebihan, sudah ada indikasi penyakit, dia sudah bolak-balik diet gak berhasil. Kita boleh ini tapi didampingi. Bahkan pemeriksaannya itu malah harus rutin biar tahu jangan sampai dia ee kelainan gizi nanti masalah gizi dari ee jadi misalnya setelah menjalankan diet ini makanya hati-hati yang rendah kalori misal pengurangan 500 sampai 1.000 ini masih aman. Tapi kalau berlebihan juga enggak boleh ya, Bu Putri ya. Iya. Nah, sebenarnya e pada saat menjalankan diet itu harus diimbangi dengan aktivitas aktivitas yang baik untuk orang yang mungkin kalau yang ee mungkin untuk kebugaran aja 150 menit per minggu oke. Tapi kalau yang menjalankan diet itu 200 sampai 300 kalori lah eh 300 menit lah per minggunya harus lebih banyak. Iya, harus lebih banyak. Next. Di samping itu ee dia juga harus memperbaiki manajemen perilakunya itu yang tadi konsistennya gimana. Kemudian pada saat menghadapi hari-hari hari raya heeh dia bisa tetap konsisten. Itu manajemen perilaku itu penting. Nah, itu sulit kalau hari raya pasti banyak kue kering. Nah, itu gak apa-apa makan kue kering boleh boleh yang penting olahraganya dulu dong. Apa? Oh, bayar. Bayar gitu. Cosut harus bayar enggak apa-apa harus bayar. Iya. keseimbangan energi tadi. Betul. Betul. Jadi sebenarnya pemerintah itu sudah ee punya model yang paling mudah. Jadi isi piringku untuk orang yang normal. Obesitas itu model T namanya. T. Heeh. Jadi kalau misalnya tidak datang ke ke alig gizi juga bisa pakai model ini. Jadi kalau misal si piringku kan setengahnya itu buah dan sayur. Sebelahnya itu kan 20% lauk pauk. He 30%-nya makanan pokok. Tetapi kalau yang sudah obesitas itu la hewani itu ee nabatinya itu 25%, nasinya 25% jadi 1/4at 1/4at gitu. Buah dan sayurnya lebih baik ya Bu Putriu. Masyaallah. Jadi bisa. Nah, makanya menjalankan diet itu harus juga cuci tangan, aktivitas tadi, minum air juga harus cukup, pantau berat badan juga, gula, garam, lemaknya harus diperbaiki. Next. Oh, iya iya i ya. Sip. Saya kayaknya nanti yang T itu deh. Semangat, Kakak. Nah, ini nih contoh. Kalau misalnya ini eh enggak boleh menyebut ini. Oh, iya enggak boleh sebut merek jadi lupa. Jadi mie yang sedang viral ini. Nah, kalau misalnya semisalnya Mbak Maya sudah tak konsultasi ya pada saat melihat mie gacoan, oh enggak apa-apa makan mie gacoan. I. Yang penting misalnya gini, gorengan-gorengan itu jangan ya di mya aja misal saya minta mya aja gitu. Berarti untuk yang e tehnya itu ganti pakai buah e misalnya buah dan sayur jusnya. Iya. Jusnya. Heeh. Karena itu gak ada sayurnya loh. Iya. Gak ada sayurnya sama sekali. Nah, lauknya kan kurang di situ. Lauknya kurang makanya boleh tambah lauknya. Oh, jadi itu yang orang yang sudah tak konsultasi gizi gitu loh. Padahal gizi itu semua. Makanya harusnya tuh ya kayak gini. Kami punya mie jamur sambal dabu-dabu ya. Itu menya tuh ada jamurnya, kemudian ada ee ada apa namanya? Tomatnya, kemudian itu ada lauknya juga. Jadi ada buahnya juga pakai jus gitu loh. Jadi ini yang akan kita ajarkan walaupun misalnya kondisi dia sedang di mie yang sedang makan di yang sedang viral itu dia dia jadinya bijaksana. Oh saya pesannya mie ee untuk ininya jusnya jus buah dan sayur aja. Oh lauknya ini kurang. itu cuma 16% aja lo lauknya persentase kita harusnya 24% loh. Keren loh ini 24 gr loh. Maaf 24 seah-olah kan makan di mie yang viral itu tapi sudah sehat dengan ini. Nah kan begitu. Iya harusnya ini yang seperti ini gitu ya. Jadi mie jamur tiram ini kan sehat jadi Iya. Ada sambal dabu-dabunya juga. Nah, belum pernah kan makan mie pakai sambal dabu-dabu. Nah, coba dulu dong. Pasti enak gitu kan. Next. Luar biasa ini. Nah, sebenarnya lingkungan kerja juga harus mendukung Mbak M. Siap. Jadi kayak tadi tuh ada Jumat Jumat olahraga ya tadi kan ee cek kesehatan bulanan. Kalau kami tuh ada cek kesehatan bulanan rutin olahraga bersama harian malah ada sekarang kita punya ruang kebugaran. Hm. Setiap hari. Nah, itu ada gambarnya tuh. Nah, itu gambarnya. Jadi ada juga yang teman-teman yang enggak mau di kebugaran jalan kaki dia. Betul. Heeh. Kemudian ee bawa bekal. Nah, tadi m milep itu. Nah, kantin sehat ini kebetulan kami belum punya. Tapi saya pernah mendapat satu kunjungan ke dinas itu memang dia punya kantin sehat. Jadi makanannya itu benar-benar makanan sehat. Jadi kami dihadirkan juga makanan sehat waktu itu. Mungkin ini juga salah satu yang bisa dilakukan oleh ee apa namanya? Instansi pemerintah. Next. Nah, ini tips-tipsnya. Makan tepat waktu pasti porsi makan sesuai kebutuhan. Makan dengan penuh kesadaran. Variasikan makanan biar gak bosan. Saat makan di luar porsinya diingat. Saat makan berlebihan dibayar pakai olahraga. Dibayar bayar dong. Makan dengan penuh kesadaran ini kayaknya mindset saya ini. Komitmen dan konsisten katanya paling sulit tuh saya gak bisa komitmen dan konsisten gitu. Sering itu musuh terbesar yang Bu. Jadi usaha tidak mengobohongi hasil ya. Next. Nah ikut funrun itu loh. Lari lari. Jangan lari dari kenyataan. Iya lari dari kenyataan. Ini banyak dari lemak ini lari dari lemak 10k itu banyak. Bahkan saya pernah ada seorang ibu itu sudah 65 tahun tapi badannya masih bagus makannya dia memang ibu ikut apa kok bisa seperti ini? Ternyata klub klub mendaki gunung sudah 65 tahun coba masih mendaki gunung. Masih mendaki gunung jadi saya benar-benar luar biasa. Iya. Oke. Nah, ikutilah selebgram yang hidupnya sehat. Luar biasa. H. Iya. Betul. Selegram itu langsing itu butuh upaya loh. Kadang-kadang olahraganya 2 jam sampaian sampai hah sampai olahraga seperti itu gak sih seperti itu. I kan kayak saya gitu loh teman-teman kalau di kantor tuh pagi-pagi baru datang itu sudah langsung jalan kaki ee olahraga dulu ya. Betul. Nah tutorial. Nah, kalau misalnya sekarang ada YouTube, TikTok, nah itu ikutlah yang jadi mau apa food prep ini loh. Banyak banyak yang sudah next lebih murah malah nggih kalau pakai foodpap itu. Jadi ee kesimpulannya ASN harus jadi pelopor i harus agen sosialisasi kemudian kita lapis sudah siap dan semangat. [Tertawa] Asik nih Bu Putri ASN juga harus pola hidup sehat ya mencari bantuan profesional. Bantuan profesional. I banyakisi di puskesmas, banyak gizi di rumah sakit. Manfaat kami. Baik kami biar gak jadi krik krik krik di ruang konsultasi. Pasien saya tadi berapa di konsultasi gizi? 1 tahun lima orang. Oh ya. Mudah-mudahan setelah ini semakin banyak. Iya. Saya jadi ee ini gimana ya? Mungkin bukan bukan belum belum promosi mungkin ya. Oke. Betul. Harus rutin rutin cek kesehatan lebih baik mencegah daripada mengobati. Next. Nah ini bisa kontak kami tadi kan sudah ada di videonya. Jadi 028214204553 ya. Ada juga situs web-nya, email-nya juga. Monggo kita dihubungi ya nanti ya. Jadi bisa telepon ke ini ke apa namanya itu ee ke kami sudah punya adminnya yang akan melayani gitu. Next. Untuk Instagram-nya dan TikTok-nya belum ada ada Instagramnya ee Lapkesda Provinsi Jatim juga. Oh gitu aja. Siap. Pasti teman-teman kan pengin langsung join karena pasti banyak informasi kesehatan di situ. Ada ada. Kami juga sudah memulai membuat video-video. Ternyata anak-anak Budha tuh enak loh. Banyak kita dapat 12 tuh hm kreatif-kreatif banget bikin video. Aduh kita yang sudah e ini nih e ya kita jadi pendukung saja. Oke next. Karena kan memang Genzi yang terbaik tadi Mbak Maya pantun ya. Iya boleh saya boleh pantun sekarang? Boleh bangetil saya minta cakepnya. Boleh ya? Boleh teman-teman cakepnya yang di ini Zoom sama YouTube channel juga jempolnya ya. Siap. Saat pagi makan buah cakep. Makan buahnya bersama teman cakep. Penyakit itu bisa dicegah? Cakep. Asal disiplin menjaga kesehatan. Luar biasa. Cakepnya. [Musik] Baik, Sobat SN di seluruh Indonesia. luar biasa sangat bersemangat sekali dengan Bu Putri. Dan untuk selanjutnya adalah segmen tanya jawab atau diskusi. Mungkin ada yang sudah rais hand atau mungkin sudah ada di live chat yang di YouTube. Monggo mungkin ada pertanyaan atau sharing cerita ya, tapi mungkin fokus ya. Jadi ee bertanya tapi tidak bercerita panjang lebar. Karena kadang kala itu lupa Bu Putri dia bercerita sampai beberapa menit akhirnya pertanyaannya ternyata cuman ini. Disilakan untuk teman-teman Sobat ASN yang ingin menanyakan sesuatu. Baik, luar biasa Bapak sebutkan. Kami minta tolong untuk disebutkan nama dan dari mana Anda berasal. Bapak I love Banyu. Banyu mana, Pak? Banyu Rip. Asalamualaikum, Bapak. Selamat pagi. Waalaikumsalam, Ibu. Injih. Dengan Bapak siapa? Bapak dari Bapak Shihin dalam dengan Bapak Sinten. Bapak mohon izin diulang. Dari Bapak Shihin. Bapak Shihin. Alhamdulillah luar biasa. Sehat Pak. Pak Sihin dari Banyuwangi. Mohon maaf Ibu dari Banyuwangi. Bapak Shihin. Betul. UPTD mana, Bapak? Dari Dinas Perpustakaan Kearsipan Banyuwangi. WS luar biasa. Dinas Perpustakaan. Monggo disilakan memberikan pertanyaannya kepada Ibu Putri. I terima kasih Ibu Putri. Salam sehat. Salam sehat, salam buat dan salam Jumat berkah. Iya. Yang pertama Ibu ee kami mohon maaf ee tadi sudah banyak Ibu paparkan terkait dengan peningkatan performance ASN melalui cek kesehatan. Ada dua pertanyaan yang mungkin perlu saya utarakan, Ibu. Karena ini memang kesehatan ini sangat penting untuk ASN dalam rangka untuk peningkatan kinerja sebagai ASN. Yang pertama, Bu dalam dampak kesehatan terhadap kinerja, Bu. Bagaimana kondisi fisik dan mental ASN yang prima dapat meningkatkan fokus energi dan efektivitas dalam melaksanakan tugas-tugasnya, Bu? Itu yang pertama. Kemudian pertanyaan yang kedua, Bu, terkait dengan manfaat detfeksi dini, penyakit, bagaimana cek kesehatan dapat membantu mendeteksi potensi penyakit atau masalah kesehatan sejak dini? Boleh memungkinkan memungkinkan ASN untuk mengambil langkah-langkah pencegahan atau pengobatan lebih awal. Bu, terima kasih. Dua pertanyaan itu aja, Bu. Baik, terima kasih Bapak. Disilakan. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Disilakan untuk langsung menjawab Bu Putri. Monggo. Ee jadi penginnya biar fokus gitu kan ya. Baik. Iya. Jadi pertama itu tubuh ini, Pak, biar bisa fokus itu harus dalam kondisi prima itu ee kayak kita ngisi bensin gitu loh. Ngisi bensin. Bensin mobil itu badan kita bensinnya itu harus full dulu. Nah, misalnya baru mau bekerja ini masih kosong. I kira-kira untuk karena yang kita makan itu airnya akan diubah menjadi glukosa untuk ke otak. Akhirnya kita bisa berpikir, bekerja, reaksi cepat untuk mengerjakan tugas. Coba misalnya perutnya kosong, terus ngerjain tugas gini gini gini gimana? Apa? Nah, itu salah satunya itu kita harus isi bensin kita dengan benar. Sama seperti HP juga harus dicas. Dicas. Casnya itu dengan makanan. Makan itu harus teratur. Pagi snack, snack pagi, siang, snack sore, dan makan malam. Itu upayakan teratur. Nah, kita sendiri menyesuaikan dengan diri kita sendiri. Gimana caranya? Walaupun misalnya misalnya seorang ASN enggak bisa makan di rumah, boleh makan di warung, tetapi pada saat tahu, oh ini makanan yang sehat untuk saya. Dipilih dipilih. Kemudian, oh porsi makan saya itu cukup misalnya dua entong misalnya untuk laki-laki ya. Lauknya satu potong, tempenya dua potong, sayurnya kira-kira 100 gitu 100 gram sekali makan sama buahnya. Coba itu dilakukan akan beda hasilnya. Kalau kita makan dengan rutin, kita memberikan yang terbaik. Coba misalnya kita punya mobil dikasih bensinnya tuh yang apalagi mobil baru, mobil ee bensin yang terbaik dikasih. Iya harusnya. Nah, tentunya juga kita sebagai ASN bekerja tiap tiap bulan nih menghasilkan uang ya masa dikasih makanan-makanan yang tidak bermanfaat, yang goreng-goreng semua gak ada sayurnya. Kemudian semua yang tidak bermanfaat untuk tubuh. Itu artinya apa? kita memasukkan sampah, makanya dibilang makan sampah ke tubuh kita sehingga makanan itu bekerja itu akan menghasilkan glukosa, menghasilkan asam amino, asam lemak, vitamin, mineral itu bekerja untuk biar kita fokus. Itu satu. Yang kedua, ternyata kalau kita olahraga rajin, coba dilakukan sederhana aja, memulai itu memang sulit, tapi mulailah dengan 10 menit dulu. Jalan kaki ajaalah ASN pagi-pagi. Jangan langsung duduk pegang HP ini. Jangan jalan kaki ajaalah dulu sambil digerakkan badannya sederhana aja sambil gerak-gerakkan gini itu akan membuat jantung itu memompa darah ke seluruh tubuh dengan kuat. Baik. Dengan kuat. Jadi pompa yang darah pembeluh darah itu kalau semua sudah terdistribusi dengan baik termasuk ke otak, ke badan, ke sel-sel kita jadinya gini fokus. Jadinya tidurnya juga harus cukup. Walaupun misalnya ada tugas yang harus misalnya dikerjakan sampai malam, ada waktunya misalnya tidur dulu kemudian nanti ee ee lanjutkan ke pagi bangun pagi hari dikerjakan lagi misal diatur seperti itu atau dilakukan dengan maksimal di kantor gimana caranya kita mengatur waktu sehingga tidur itu karena semua itu adalah judulnya luangkan waktu. Luangkan waktu luangkan waktu untuk diri ke jangan disuruh cari uang du aja. Tubuh suruh cari uang, tapi kita gak mau memperhatikan kondisi kesehatan kita. Tiap hari terus nyari uang aja. Tapi bagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri? Apakah kita sudah melakukannya dengan baik? Betul. Makanya kalau kita tadi yang mau menjawab pertanyaan kedua, iya. Bagaimana sebenarnya ingin mendeteksi faktor risiko? Nah, padahal sudah-sudah obesitas itu tadi saya sudah bilang kalau berat badan aja walaupun normal lingkar pinggangnya bertambah sudah risiko. Pada saat kita datang misalnya ke petugas kesehatan, "Pak, Bapak sudah berisiko. Berarti harus sudah hati-hati dong. Sudah hati-hati. Jangan sampai sudah pra melewat pranya. Gak pernah juga ngecek pra sudah pra prehiertensi, prediabet, gak pernah juga periksa-periksa. Akhirnya tiba-tiba tadi saya banyak punya pasien yang artinya umur 30 tahun. Padahal pejabat nih. Pejabat nih. 30 tahun 30 tahun masih muda. Masih pengantin baru. Oh, masih pengantin baru tapi terkena diabetes. Itu gimana perasaannya? Nah, jangan sampai jadi dengan cek kesehatan ini faktor kita perbaiki semua karena lebih cepat di kita saat mencegah itu lebih cepat penanganannya daripada sudah dengan penyakit dengan obesitas. Obat. Kita nanti jangan sampai pegang obat ke mana-mana pegang obat jadi malah repot rempong nanti ngurusin makan obat belum lagi ngurus mungkin itu Pak yang bisa saya sampaikan. Baik. Iya. Manfaatnya gimana Bapak Shihin dari Banyuwangi sudah aman ya Pak? Jadi jangan lupa ya Pak atas Heeh. Heeh. Terima kasih sekali nggih Bapak matur nuun sanget sudah memberikan pertanyaannya luar biasa. Salam buat yang di Banyuwangi. N Pak Nggih. Luar biasa. Untuk selanjutnya yang sudah rais hand mungkin ada pertanyaan. disilakan untuk mengetikkan juga di kolom ee komentar ya. Dan yang di luar kota nih ya, mungkin kalau di Surabaya bisa langsung loh konsul ke Bu Putri di ee Lab Kesda Provinsi Jawa Timur. Bisa kepoin di Instagramnya, TikTok-nya juga ada, Facebook-nya juga ada. Asik biar nanti bertambah loh, Mbak. Masa konselingnya cuma lima lima. Nanti sama saya nanti selesai konseling. Aduh. Eh, konseling itu kita bisa online loh. Oh, gitu. bisa online juga. Iya. Jadi bayarnya jadi kan em karena pasien saya pernah dari Kupang pernah e dari Bojonegoro pernah jadi kita online kan enak ngobrol-ngobrol. I online. Baik. Jadi teman-teman untuk konseling ke Lab Kesda Provinsi Jawa Timur tidak hanya datang mungkin karena kejauhan di seluruh Jawa Timur bisa melalui online ya Bu Putri ya. Iya. plus dapat plus karena tadi yang saya sudah bilang sebenarnya klien itu butuh didampingi pada saat saya memberikan diet yang saya bilang merem itu langsung tak kasih merem pun bisa sudah tapi pada saat mereka menjalankan itu aduh saya kok gini ya teman saya loh tadi gini-gini makannya loh enak gini gimana caranya saya ee ee ini saya sedang diet kalau saya bilang misalnya Mbak Maya kumpul sama teman nih kalau Mbak Maya gak ikut makan-makanan yang mereka makan gimana h gaya sekali diet diet diet gitu Iya betulah kita aduh apaut aja makan tapi ingat tos dulu dong tos dulu. Jadi jangan lupa teman-teman Sobat ASN yang suka makanan manis, yang suka cake, suka ngopi segala macam terumah cowok-cowok ya, cowok-cowok, cowok-cewek. Nah, ini yang suka macam-macam makanan yang kurang sehat itu biasakanlah bayar, Bro. Gitu ya, Ibu ya. kita itu ee kita saya terusang senang sekali kalau ada yang ee nanya atau apa kita aduh memang ee dia sudah datang ke kita itu berarti butuh bantuanul butuh bantuan jadi itu aja sudah saya syukur alam makanya saya di di kami kita kasih dua pendampingan free online. Oh dua pendampingan Rp50.000 itu loh. Iya itu diberikan free online. Coba kurang apa tapi belum ada yang datang. Aman, Bunda. Habis ini nanti lebih banyak lagi. Karena bayar itu yang dimaksud bayar tadi bukan bayar apa ya, Teman-teman Sobat ASN, tapi membayar dengan berolahraga. Betul ya, Bu Putri ya. Jadi olahraga itu misalnya kalau kita minum kopi nih satu gelas bayarnya itu saya pernah dengar, saya pernah mendengar apakah ini benar ya, Ibu ya. Minum kopi satu gelas jadi bayarnya harus air putih dua gelas. Kalau minum teh satu gelas bayarnya air putih satu gelas plus olahraga. Apakah betul itu, Bu Putri? Kalau seperti itu. Nah, kopinya itu kan sekarang lihat dulu kopinya pakai gula apa enggak. Kalau pakai gula kan bahayanya itu ngopi itu pakai gulanya itu loh yang menyebabkan berapa satu hari bisa berapa. Kalau kopinya aja kan gak masalah misalnya gitu ya. Benar. Ini untuk sobat ASN yang Genzi yang saya ucapkan selamat baru saja keterima mungkin PNS ataupun P3K. Jadi memang untuk ngopi ngopi sore itu masih ok lah. Ngopi pagi mungkin teman-teman yang di sini juga pasti ngopi ya. Tapi jangan lupa bayar juga karena ada gulanya. Bayar kopinya plus bayar olahraganya. Mungkin begitu ya, Bu Putri. Luar biasa. Aduh, luar biasa. Ini kalau Bu Putri kalau sudah kita ee apa ngopi itu biasanya sama ngerjakan sesuatu dan nanti makan makanan pendampingnya itu juga kita enggak enggak penuh kesadaran. Mindfulness katanya anak-anak sekarang. Saya juga harus ikut dengan apa istilah-istilah mereka. Jadi makan itu dikunyah itu dengan kunyahan tahu. Oh, saya makan nasi, oh saya makan protein. Saya makan sayur. Oh rasanya enak, manis, rasanya asin, gurih. Kunyahlah. Kalau kalau di dokter gigi berapa kali kunyan? 32. 32 kali. Kalau anak sekarang enggak mungkin. Padahal itu juga coba rasakan bedanya. Hmm. Baik. Baik. Karena itu kalau kita secara kesehatan ya, enzim lipase eh amilase di sini itu bekerja dengan baik. Jadi makanan itu dikunyah masuk ke lambung itu nanti kan dia kecil kan ininya airnya volume karena halus jadi cepat diproses cepat ke otak dan cepat oh saya sudah kenyang tapi kalau makannya hmm langsung plung plung plung plung di sini kan masih dalam butuh diproses lama untuk ke otak itu masih lama dia ee jadi kita sudah merasa belum kenyang akhirnya minum manis apa apa jadi masuk lagi masuk lag makanya dengan kunyahan pelan-pelan kemudian kita mengunyah dengan baik fokus segala macam itu akhirnya otak pun juga gitu karena ada hormon yang namanya hormon leptin, hormon grelin itu hormon-hormon rasa lapar, rasa kenyang. Jadi kalau misalnya orang tadi saya bilang makannya terlalu jauh jaraknya ya hormon gradnya terlalu tinggi dia itu kayak aduh saya mau makan yang mana nih makan makan biar cepat karena rasa laparnya terlalu tinggi itu hormon grelinnya terlalu tinggi gitu hormon grealin ya namanya iya namanya hormon lapar it hormon lapar waduh ini saya baru dengar kan ada hormon kenyang juga leptin namanya oh kenyang kalau jadi kalau kita sudah kenyang itu ee adalah hormon yang keluar oh saya sudah kenyang gitu baik luar biasa alhamdulillah ada penanya Berikutnya kami persilakan Bapak dari mana Bapak berasal dari UPTD mana dan dengan Pak siapa? Asalamualaikum Bapak. Selamat pagi. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa Bapak? Mohon izin. Dengan Pak Joko dari Blk Singosari. Dengan Pak Sinten. Mohon izin Pak Joko. Pak Joko Gusmarinoto ya. Jok. Iya. Dari ingin bertanya di usia yang sudah mendekat 60 tahun. Iya, Pak Jok. Saya ini penyintas ee apa namanya? Diabet tipe 2, ya. Oh. Apakah saya pernah mendapatkan info dari ee dokter enternis tidak boleh makan buah karena buah itu akan diakan diabet meningkat. Apakah betul seperti itu? Terus bagaimana ee pola makan kita dalam usia sudah menjelang 60 dan kondisi ee yang setulkan tajib? Mohon penjelasan. Terima kasih. Sama-sama. Bapak Pak Joko, terima kasih sekali. Baik, kami persilakan langsung dengan Bu Putri untuk memberikan jawabannya, Bu. Oke. Siap. Jadi ee pasien diabetes itu sebenarnya mengalami permasalahan terkait insulinnya itu tidak bisa bekerja dengan baik, baik dari jumlahnya maupun sensitivitasnya. Jadi, yang mengantarkan makanan masuk ke sel itu bermasalah gitu kan. Sebenarnya itu bisa diperbaiki dengan pola makan ini. Kembali ke pola makan, makan yang teratur. Kemudian porsinya, kemudian ee apa namanya? Jam-jamnya kita atur, porsinya kita atur, jenisnya juga kita atur. Tadi kalau misalnya buah, buah itu memang sumber karbohidrat ya, tetap juga meningkatkan gula. Tapi dengan pengaturan, makanya ini pengaturan jangan sampai takut. Kadang-kadang ada pasien takut makan karena yang diabetes kemarin itu pasien saya sampai takut makan nasi. Iya. Takut makan kentang doang. Oh. Terus lauk-lauknya sedikit, semua serah sedikit. Saking takutnya saking takut. Sebenarnya gak harus seperti itu. Kalau kita tahu aturan porsinya ee berapa kebutuhan Bapak, kita hitungkan. Jadi, Bapak itu umurnya berapa sekarang? 60. Jenis kelamin laki-laki. Kita cek aktivitasnya sedang ringan berat. Kemudian adakah penyakit yang lain dengan CKG misal, oh ada hipertensi. Oh, beda lagi DM dengan hipertensi beda terapinya. Oh, ada infeksi lagi beda lagi terapinya. Kita hitung itu. Kita hitung kemudian kita jadikan menu sehari. Pagi makan berapa? Pagi makan itu kita lengkapi ada makanan pokok, hewani, nabati, sayur, dan buah. Buahnya itu kita atur berapa gramnya. Jangan takut karena sudah ada aturan kalorinya. Oh, betul. Karena sebenarnya insulin itu setiap 3 jam hormon insulin, hormon insulin kemudian ee asam lambung itu bekerja setiap 3 jam. Dia dengan adanya makanan itu sesuai dengan kebutuhan itu akan memperbaiki sensitivitas juga. Termasuk tadi olahraga. Iya. Bapak coba olahraga, Bapak konsultasi gizi aja ke ahli gizi nanti diajarkan makan paginya berapa, makan siang berapa, makan malam berapa. Coba Bapak atur seperti itu. Nanti beda hasilnya. Bahkan pasien saya ini sudah ee setahun sudah tidak pernah konsultasi gizi lagi. Tiba-tiba WA saya, "Bu, saya sekarang sudah tanpa obat." Betul. Cuma pola makan sama kebetulan masih muda orangnya dan juga baru baru aja terdeteksi dan cepat penanganan. Saya cuma pola hidup aja, pola makan yang bagus sama aktivitas saya sudah bebas obat. Coba apakah sebagai seorang konselor betapa senangnya? Iya betul. Nah, makanya sekarang Bapak coba cari ee dokter internnya dulu nanti kerja sama. Kami namanya tim asuhan gizi biasanya kalau di rumah sakit itu jadi kami dengan dokter bekerja sama menentukan kalori mendampingi pasien nanti kita lihat pantau makanannya seperti apa, pantau berat badannya seperti apa, pantau hasil cek tadi pasti gula darah, HBA 1C dan lain sebagainya. Nanti Bapak jangan khawatir karena HBA 1C itu menunjukkan bahwa bagaimana profil gula darah selama 3 bulan terakhir. Betul. Bapak gak usah takut. Nanti akan terlihat di situ kalau misalnya lebih dari 6,5. Oh, berarti konsumsinya ada yang salah nih karbohidratnya terutama. Heeh. Karena dia mendeteksi kebiasaan makan 3 bulan terakhir. Luar biasa. Baik Bapak. Bapak Joko apakah sudah ini ya sudah jelas dengan penjelasan dari Bu Putri? Mohon izin, Bapak. Ee terima kasih penjelasannya. Iya. Saya begini. Iya. Monggo. Monggo. Monggo. Bu Putri. Iya. Sedikit saya sampaikan ini pengalaman pribadi bahwa saya menemukan dari internet waktu membaca untuk menurunkan gula darah ya alhamdulillah sudah mulai terkontrol itu dengan minum rebusan daun belimbing wuluh. Nah, ini dengan minum rebusan daun apakah betul ya Ibu Putri ya? Monggo. Saya minum itu ternyata mampu saya rasakan badan lebih enak dan mampu apa menurunkan kadar gula darah saya. Oh, memang aktivitas saya ini banyak depan komputer, depan komputer ee aktivitas fisik. Tapi kalau setiap Jumat kan ada senam tuh di kantor tuh saya ikut senang kemudian jalan pagi ikut cariday itu itu yang saya lakukan gitu. Jadi ee apa ya apa yang Ibu sampaikan saya ikuti memang itu benar sekali gitu loh. Cuman kita ini terus terang gak tertib, kurang tertib di dalam menjaga pola makan itu masalahnya pola tertib. Kalau saya makan di atas jam . malam itu bermasalah pasti itu gitu. Oh iya iya iya betul banget. Itu rasanya enggak enak bangun tidur itu enggak enak gitu. Itu pengalaman kami itu barangkali juga bisa dipakai yang lain ee manfaat dan belum minggu itu bisa di internet itu ada dan itu untuk menemukan gula darah. Oh injih matur sangat loh Bapak untuk sarannya juga. Jadi hari ini bertanya juga menginformasikan ya Ibu ya. Aduh mantap banget memang apa yang disampaikan Bu Putri memang ee harus berolahraga dan kita punya teknik cara bayar ya Pak ya. Makan banyak boleh, tapi juga tetap harus bayar berolahraga. Baik, terima kasih Pak Joko. Matur nuhun sanget. Terima kasih. Semoga bermanfaat nggih Bapak. Nggih. Dan tidak terasa Oh, masih ada satu ya ternyata ada satu penanya lagi. Kayaknya saking bersemangatnya Bu Putri ini luar biasa nih. Saya langsung punya idola baru nih, Teman-teman dari Kesda Provinsi Jawa Timur. Dengan siapa? Halo. Asalamualaikum. Selamat pagi. Dengan siapa? Dari mana? agar dengan jelas ya untuk menyebutkan data dirinya karena saya tadi mencatat agak susah. Dengan Kak siapa, Kak? Ibu, selamat pagi. Pagi. Dengan Kak siapa, Kak? Mohon izin ya. Salam sehat. Selamat pagi. Sehatarat Bu dengan Trio, Bu dari RSUD Lawang. Kak Trio nggih, Kak Trio RSUD Lawang ya. RSUD Lawang. Baik, silakan. Ada pertanyaan apa yang ingin ditanyakan? Monggo, Putri. Izin. Jadi sebelumnya saya mau cerita sebentar. Ee kami di RSW itu melakukan kegiatan regas pemeriksaan kesehatan karyawan. Nah, kita beralih nih ADOP dulu. Awalnya kita memeriksakan faktor-faktor risiko infeksi di karyawan kami. Nah, saat ini kita berfokus ke terkait dengan kebugaran. Jadi, kita memanfaatkan aplikasi SIBGAR dari Kementerian Kesehatan. salah satunya memeriksa kolesterol sama gula darah puasa. Nah, di situ kita juga melakukan kegiatan yang namanya robot. Jalan ada yang 1,6 sesuai indikasi. Nah, mohon petunjuk Bu dari sini apakah langkah kami sudah tepat? Karena kita menemukan fenomena juga nih dari beberapa karyawan kami itu ditemukan walaupun badannya kurus nih suka jalan ternyata kolesterolnya tinggi, ternyata gula darahnya tinggi. Iya. Betul. Nah, itu fenomennya. fenomena yang pertama itu. Kemudian ada lagi tiga karyawan kami itu ada yang ternyata ada yang tidak suka makan nasi, sukanya mie terus kemudian tidak suka minum air putih, dia malah pen-fen aja Bu gitu. Jadi kondisi pemeriksaannya malah normal, dia juga suka olahraga, aktivitas fisiknya juga oke. Nah, ini suatu fenomena yang buat kami ee agak aneh, Bu. Mohon petunjuk terkait hal ini. Terima kasih, Bu Putri. Ngih. Oke. Baik, terima kasih. untuk Mas Trio, Kak Trio dari ee Lawang ya, dari Lawang kami persilakan untuk dijawab Putri. Monggo. Baik. Ee memang ee saya juga punya pasien seperti ini. Jadi ee kalau kita lihat sih badannya itu normal status gizinya. I normal. Ee ternyata kalau dilihat cek ee kolesterolnya tinggi tinggi. He. Jadi kalau ini kita ee ee lihat akan kita lebih fokus ke makanan-makanan yang kita namanya tadi kan saya recall namanya. itu mengecek kebiasaan makannya 24 jam terakhir atau 1 bulan terakhir. Kira-kira yang mendukung dia sampai kolesterol tinggi itu apa? Jadi itu yang nanti kita upayakan ee kita gali sehingga nanti ketemu ketemu nih oh ternyata makanan ini yang pemicunya. Nah gitu. Jadi nanti kita cobalah ke alig gizi di RSUD Lawang pasti ada alig gizi lah. Iya betul betul. e teritnya karena itu bisa diperbaiki karena sebenarnya memperbaiki kolesterol itu juga ee di samping dengan memperbaiki pola makan, makan-makanan tinggi kolesterol itu kayak jeroan misalnya hati ya gitu ya apa namanya itu kayak ee usus-us ginjal segala macam apalagi digoreng terus kan. Nah itu yang kita harus apalagi kayak gini kaldu-kaldu gitu juga termasuk Iya termasuk juga. Heeh. Makanya nanti kita perbaiki terus ee di samping itu nanti kita ee ee apa namanya? aktivitas fisik ternyata juga bisa untuk memperbaiki itu. Ee jadi olahraganya contoh yang cepat lambat, cepat lambat itu juga termasuk bisa untuk apa namanya itu untuk memperbaiki kadar kolesterol cepat dia untuk pemecahan gitu di di pembuluh darah itu. Jadi ee teman-teman ini kalau saya ee karena kan setiap orang kondisi fisiknya khusus kan ee kebutuhannya begus. Jadi saya sarankan ini kan secara umum aja saya sampaikan datanglah ke ahli gizi tadi ke profesionalnya. Kemudian e kalau masalah yang satu dia cuma makan nasi aja, mie. Ee nasi dan mie itu sebenarnya walaupun makan mie gak masalah karena itu sumber karbohidrat. Karbo semua. He. Kalau makan jagung juga gak masalah. Itu juga sumber karbohidrat. Kalau misalnya digoreng-goreng terus semua itu menjadi masalah tadi bisa jadi. Heeh. Jadi iya kolesterol dan lain sebagainya. Nah, kenapa dia ee ininya normal? Coba dicek yang mana dulu. Kalau dia makan nasi proteinnya kurang, coba cek HB-nya. Hm. Nah, makanya kan kita gak bisa e Mas misalnya di sini e menyampaikan asam urat, kolesterol, dan lain sebagainya. Coba ditanya kalau dia komposisi makan protein apalagi ee misalnya orang obesitas, kondisi protein juga tidak diperbaiki, itu bahaya karena kemungkinan dia akan menemukan masalah baru, mungkinan anemia. Bisa jadi begitu. Iya. Iya. Makanya kalau di sini kan ee pemeriksaannya sudah bagus, keren. Ini rumah sakit ini sudah melakukan pengecekan. Heeh. Nanti coba di Karena memang makanya sekarang kalau misalnya ee RSUD ee kita di di apa namanya sudah punya cek kesehatan gratis ini kita manfaatkan karena nanti pemeriksaan HB bisa di-support, pemeriksaan yang lain-lain itu di-support sehingga akhirnya nanti secara umum semua terkait darah semua tuh kita cek. Jadi ee kesimpulan kita terhadap individu tuh gak setengah-setengah juga. Betul. Tidak hanya dasar ya Bu ya karena tidak ditemukan. Heeh. Belum belum ee belum tentu dia tidak bermasalah gitu loh. Apalagi misalnya dia makan nasi doang minya sedikit kok bisa belum tentu. Karena kita akan gali setiap orang tuh individual. Makanya kayak Mas ini misalnya saya akan Mas ee saya akan gali terus sampai ke dalam. Saya pernah punya pasien betul. Iya. Dia tuh obesitas. Terus dia bilang, "Saya sudah makan sedikit." Makanya lu sedikit. Kadang-kadang cuma apa? Terus apa yang menyebabkan obesitas? Nah, ini kita gali ibu suka ee apaagi kira-kira ini kira-kira? Gak nak dak minuman manis enggak? Ibu suka cake? Oh iya, cake satu kali duduk itu bisa empat sampai 5 potong. Nah, ini kan kaget saya hanya karena cake gitu jadi obesitas. Iya. Pernah juga saya juga enggak nyangka ee anaknya ini minum-minuman manis sudah diet, sudah ini terus apa? Tapi itu Bu setiap minum itu sukanya minuman manis. Nah. Nah, ini sama sama tadi temannya tadi. Jadi kita tuh harus benar-benar kalau datang kok seorang aligisi ya kita akan gali sedalam-dalamnya. 1 bulan terakhir tuh makannya kayak apa? 24 jam terakhir makannya apa? Kita akan cek bagaimana pola apalagi orang sudah diet, sudah pernah diet apa aja, sudah pernah makan obat apa aja. Uh, sampai detail begitu. Karena itu akan memberikan kita, "Oh, kalau orang yang obesitas misalnya biasa makan 3.000 kalori, saya pernah ada 4.000 kalori, pernah h kita langsung suruh diet 1500, 1200 enggak gini dia langsung enggak bisa." Iya, betul. Harus bertahap ya, Ibu ya. Orang obesitas walaupun saya biasa dietnya sudah sedikit makannya. Oh aman. Oh tenang tenang cuma komposisinya tak perbaiki. Itu masalah lebih enak alergisnya tenang. Tapi yang dari 4.000 ke 1500 1200 tuh gimana ini? Karena dia menghadapi dirinya sendiri sulitah. Nah saya bilang tadi musuhmu adalah dirimu sendiri kayak gitu. Jadi kami datang ke teman-teman ini bagaimana caranya menghadapi kebutuhan keinginan kebutuhan keinginan kebutuhan keinginan gitu. Jadi untuk komposisinya ya saya mungkin saya ini ya Ibu ya komposisinya dan harus ditelisik lebih lanjut untuk Kak Trio ya. Jadi mungkin bisa kerja sama dengan ahli gizinya yang berada di SUD. Iya atau mungkin nanti konsolin lagi nyeles konsul lagi di LKUSDA Provinsi Jawa Timur kan ikut Jawa Timur juga SUD Lawang. Oh ikut Malang ya. ikut Malang ya. Iya. Jadi memang harus ditelisi. Jangan-jangan yang suka mie, yang suka gula ini nanti bermasalah. Betul ya Ibu. Kita harus telisik. Injih. Mantap dan sangat Bu Putri. Pripun untuk Kak Trio? Sudah aman? Sudah puas dengan jawaban Ibu Putri. Iya. Baikbaik. Alhamdulillah. Terima kasih. Baik. Saya ucapkan terima kasih. Salam dengan teman-teman yang berada di sana. Baik. Tak terasa sudah ee waktunya sudah hampir berakhir padahal saya masih sangat-sangat antusias ini dengan materi dari Bu Putri. semangat sekali termasuk teman-teman karena kita juga suka ngopi, jarang olahraga lah ini berbahayanya di situ. Baik, terima kasih Bu Putri atas kehadirannya di BPSDM Jawa Timur. Mudah-mudahan bisa konsul online bisa mampir ke sana saya sendiri dan tentunya sobat ASN di seluruh Indonesia J. Lepkesda Provinsi Jawa Timur. Ini keren-keren loh. BBSDN Jatim ini membuka semuanya yang sesungguhnya kita perlukan, termasuk cek kesehatan gratis untuk ASN semuanya. [Musik] Yeah. [Musik] Yeah. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik, Sobat Sm di seluruh Indonesia telah berada dengan luar biasa. Beliau di samping saya adalah dr. Waritsa Sukarjiah, Ibu dr. Warj, Kabit Kesehatan Masyarakat. Selamat datang, Ibu. Apa kabar? Masyaallah. Ya, salam kenal juga. Dan alhamdulillah dengan sangat berbangga sekali saya bisa berdampingan dengan Ibu. Luar biasa Ibu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Provinsi ee Jawa Timur ya. Dinas Kesehatan betul nggih. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan beliau ini sebagai kepala bidang ya Ibu ya. Dan sekarang ini lagi marak ee untuk ee dari kantor saya sendiri itu CKG CKG CKG. Nah, cek kesehatan gratis ini kan memang paling penting sekali karena untuk mendeteksi apakah kita yang sudah dijelaskan oleh Bu Putri tadi apakah kita terkena nggih Ibu nggih atau kita masih baik-baik saja atau atau sudah iya atau sudah ya atau dengan aduh banyak sekali dan khususnya untuk sobat ASN ya karena ASN itu sekarang sudah harus satset wetbet gek endang gek endang gek endang betul begitu ya Ibu jadi tidak ada betul tidak ada yang slow Shle itu enggak ada. Sekarang harus satsat wbot tapi tepat. Dan untuk selengkapnya akan dibahas ee dari Ibu Warit ng Ibu Ibu Dr. Warid enak banget manggilnya persis sahabat saya Bu Warit. Langsung saja monggo untuk disampaikan materinya. Monggo, Ibu. I terima kasih Mbak Maya. Baik terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam war Selamat pagi. Salam sejahtera, salam sehat untuk kita semua. Yang saya hormati Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang saya hormati UPT ee Lapkesda Provinsi Jawa Timur yang menyelenggarakan kegiatan pada hari ini. Kemudian yang saya hormati dan saya banggakan Bapak Ibu peserta ee ASN Sehat Bugar. Insyaallah kita hari ini selalu sehat dan bugar begitu ya Mbak M. I. Siap. Izin saya menyampaikan beberapa hal terkait kebijakan pelaksanaan Yes. kebijakan pemeriksaan kesehatan gratis atau PKG. Tapi ee kalau bahasa strategi komunikasinya begitu kita sampaikan adalah cek kesehatan gratis atau CKG. Jadi ada beberapa hal yang mungkin tadi juga sudah banyak disampaikan oleh Bu Putri. Kemudian pertanyaan dari ee para peserta ASN di seluruh Jawa Timur. Apa sih pentingnya begitu ya CKG ini? Kok ujuk-ujuk Pak Presiden ee melakukan kegiatan cek kesehatan gratis yang menjadi program prioritas atau quickin begitu ya untuk ee Bapak Presiden Prabowo Subianto ya. Lanjut lanjut saja. Lanjut monggo. Iya. Jadi inilah yang menjadi kebijakan Bapak Ibu. Jadi memang menjadi visi misi Presiden terpilih Bapak Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk tahun 2024-29. Jadi dalam program 8 program hasil terbaik cepat atau quick queen kesehatan menjadi program utama juga yaitu penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis. ini yang menjadi ee dasar cek kesehatan gratis yang sudah kita lakukan di tahun 2025 ini. Betul. Apa sih ee manfaatnya? Nanti kita lihat kenapa perlu cek kesehatan gratis. Jadi banyak hal Mbak Maya yang ee mempengaruhi. Lanjut saja. ini terkait transformasi begitu ya. Di ee Kementerian Kesehatan kita ada enam transformasi untuk ee kesehatan. Yang pertama adalah transformasi layanan primer itu yang ada di tingkat masyarakat atau komunitas. Kemudian ada transformasi layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan. Mungkin yang menjadi masalah juga ya bagi teman-teman ASN kita adalah bagaimana sih sistem pembiayaan kesehatan. Betul. Betul. seberapa jauh sih gitu ya ditanggung begitu. Kemudian SDM kesehatan yang mungkin yang disenangi oleh para ee ini ASN yang generasi milenial atau gensi adalah teknologi kesehatan. Karena ini yang menjadi perhatian dari ee Kementerian Kesehatan untuk ee tahun 5 tahun ke depan ya Bapak Ibu. Tapi fokus untuk cek kesehatan gratis itu adalah transformasi layanan primer. Jadi memang kita memperkuat di tingkat masyarakat untuk mau mampu begitu ya. Betul. Dan ngih ini ma jadi sadar tuh tahu, mau mampu ini yang mungkin ee promosi kita. Jadi tahu dulu, mau dulu, terus mampu untuk itu yang menjadi permasalahan ya terkait program-program yang ada di kesehatan ya. Lanjut. Ini yang menjadi permasalahan. Mungkin Bapak Ibu ee para ASN di Jawa Timur memahami ternyata ada penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi ya dan menimbulkan beban pembiayaan besar. Iya. Jadi BPJS sekarang ini menanggung gitu ya, menanggung biaya yang begitu besar tambah besar karena apa? Ternyata banyak didominasi adalah dari penyakit metabolik. Metabolik itu yang tadi disampaikan oleh Bu Putri ya terkait DM begitu ya, kolesterol, hipertensi dan lain-lain gitu ya. Itu termasuk penyakit tersebut. Yang kedua adalah penyakit yang mungkin sekarang trennya meningkat baik bagi perempuan dan laki-laki. Keganasan, kanker tapi bukan kantong kering ya. Betul. Kanker asli ya, Ibu. Kanker asli gitu ya. Jadi ee kanker ini atau keganasan mulai trennya meningkat. Apa sih menyebabkan? Kalau dulu kanker kayaknya usia-usia tua begitu ya, usia 50 tahun ke atas. Sekarang usia muda pun sudah mulai kena. Terus yang ketiga adalah penyakit infeksi. Infeksi ini yang menjadi perhatian kita prioritas ini yang sekarang adalah terkait TBC. Kenapa sih Indonesia kok enggak lepas-lepas dari TBC begitu ya? Ya, karena memang ee kumannya ini hidup di daerah-daerah tropis begitu ya. Inilah yang menyebabkan kita harus ee tetap menjadi perhatian untuk penyakit TBC. Kemudian yang perlu diperhatikan juga adalah kesehatan ibu dan anak. Ya, ini yang mungkin tetap menjadi ee permasalahan ya untuk kita di Indonesia dan Jawa Timur. Iya. Makanya ee kalau Pak Kadinkes ee menyampaikan ayolah kita berubah begitu. Bagaimana pembiayaan itu bukan ke arah kuratif atau pengobatan tapi mulailah kita geser ke arah promotif preventif. Tadi yang disampaikan Bu Putri tadi ya itu sudah sejalan begitu. anggaran kita lebih banyak memang terbesar ternyata ee BPJS mengeluarkan untuk biaya untuk penyakit-penyakit yang tadi ya, penyakit jantung, kanker, stroke gitu. Itu banyak gitu penyakit ginjal mungkin kan ee ini menjadi permasalahan kita Bapak Ibu. Lanjut lah. Nih yang penting ini sebenarnya gitu ya. Program di kesehatan itu sudah lama sekali Mbak Maya. Betul. Apa kegiatan germas geras? Saya merasakan beberapa tahun lalu begitu ya kalau kita pergi ke hotel. Iya. Coba kalau hadir ke pertemuan pernah saya ibu pernah. Adakah makanan beberapa ya 3 tahun sebelum COVID lah gitu ya? Iya. Sebelum Covid itu mesti yang disuguhi snacknya adalah makanan manis. Mesti ada gak? Mesti ada buah begitu ya. Buah ada. tidak ada snack-snack yang berkarbo tinggi begitu. Ini yang perlu kita budayakan lagi budaya GERMAS ini. Jadi Germas ini adalah gerakan masyarakat hidup sehat. Apa saja sih gitu ya di ruang lingkupnya? Tadi sudah disampaikan peningkatan aktivitas fisik. Jadi olahraga rutin setiap hari. Nah ini setiap hari hari. Tadi Bu Putri 10 menit ya jalan dulu gitu. Tapi sebaiknya Bapak, Ibu memang dalam ee sehari itu 30 menit peri hari 30 menit jalan aja. Hm. Jadi jalan-jalan santai begitu ya. Kemudian yang kedua tadi terkait penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi. Ini yang menjadi ee permasalahan. Mungkin kesalahan ini ya Bapak Ibu. kita dari kecil lahir. Memang bayi lahir itu dikasih ASI gitu ya sampai 6 bulan. Betul. Tapi benarkah sekarang ee ibu-ibu yang geni gen milenial begitu memberikan memberikan ASI sampai bayinya usia 6 bulan secara eksklusif baru habis itu kita mengenalkan makanan pendamping ASI yang sesuai dengan kelompok usianya dan harus beragam beragam jenis. Jadi coba dulu mungkin kalau ee Bapak Ibu pahami anak-anak kita tuh tidak tahu rasa asin manis gitu ya. Ini yang berlemak atau dak punya rasa ya tidak punya rasa tidak seperti kita yang dewasa. Oh enggak enak wis sudah gak makan. Tadi disampaikan ee kalau kerja ini teman-teman kita yang di sini juga tadi sambil makan gitu ya teman-teman. Jadi memang harus mulai dikenalkan. Kemudian perbaik peningkatan kualitas lingkungan ini ee permasalahannya ya lingkungan kita lingkungan yang sehat atau tidak. Betul. Mulai dari sisi udara kita nih kan bernafas ya gratis gitu ya. Kalau tadi katanya makan bayar dengan olahraga. Betul. Sekarang kita bernafas gratis. Sudah gratis gak usah bayar begitu kan. Jadi bagaimana kita menciptakan lingkungan lingkungan yang sehat ya. lingkungan yang sehat khususnya di tempat kerja. Bapak, Ibu mohon maaf apakah kita ini kan soalnya pakai ini ya AC terus ya di dalam ruangan. Sekali-sekali Bapak Ibu dibuka dulu kalau pagi ya jendelanya. Betul. Ada sirkulasi ada sirkulasi udara pergantian udara terus pencahayaannya jangan terlalu gelap begitu ya. Itu kalau tempat kerja itu yang penting dan yang terpenting adalah antara meja dan kursi. Ini kira-kira Mas sudah sesuai ergonomis ergonomis. Jadi kita menciptakan sumber menciptakan semua yang enak begitu ya. Jadi biar iya. Kemudian peningkatan perilaku hidup sehat. Inilah tantangan kita tadi. Dalam 24 jam berapa sehari kita untuk beraktivitas? Berapa kali untuk makan? Berapa kali untuk istirahat? Ya itu memang harus diatur. Ini pintar-pintar kalau ahli gizi duduknya mungkin ya Ibu ya. Duduk berdirinya. Iya. seperti itu. Makanya ee saya mohon izin apakah di setiap ee Bapak Ibu tempat kerja harusnya jam 10.00 dan jam .00 siang itu harus ada peregangan. Peregangan itu ya senang peregangan. Pokoknya tidak perlu harus yang semangat cukup di tempat duduk pun bisa begitu ya. Berdiri pun bisa begitu. Jadi itu Bapak Ibu jadi diupayakan setiap jam 10. pagi sampai jam eh mohon maaf dan jam siang itu kita mulailah ee untuk peregangan apalagi ee anak-anak sekarang ya adik-adik itu kan di depan laptop semua ya. Iya betul. Nah ini yang perlu lihatlah mata pandangan keluar makanya jendela nih harus yang transparan biar melihat yang hijau-hijau. Betul betul betul jangan yang merah-merah ya begitu ya. Yang merah di sini Bu. Yang merah di sini yang hijau-hijau aja yang dilihat. Jadi biar ee mata juga relaksasi. Nah, yang terpenting ini yang kaitannya dengan cek kesehatan gratis germas itu peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit. I ini yang memang ee kita lakukan mulai dari tahun 2025 ini. Mudah-mudahan nanti sebenarnya kegiatan ini cek kesehatan kreatif itu sudah ada sebenarnya di program kami. Jadi dulu tuh ada namanya standar pelayanan minimal bidang kesehatan di mana minimal minimal satu kali dalam setahun kita harus tahu status kesehatan kita itu sudah ada. Kalau anak sekolah itu kan ada tuh bias itu ee bukan namanya penjaringan kesehatan. begitu ya, madrasah lah. Ini itu sudah ada sebenarnya, cuma kita tidak memanfaatkan itu Mbak May. Dan terakhir adalah peningkatan edukasi hidup sehat. Ini ya tugasnya sekarang ini bentuk edukasi ya yang diselenggarakan oleh Lapkesda Provinsi Jawa Timur. Jadi bagaimana kita memberikan ee edukasi terkait kesehatan khususnya untuk ee status kesehatan para ASN di Jawa Timur. Oke, lanjut. Jadi tujuan dan sasaran Bapak Ibu untuk cek kesehatan gratis tujuannya ada tiga. Satu identifikasi faktor risiko agar masyarakat tetap sehat. Jadi yang sehat ini tahu bahwa dia tetap sehat tidak ada penyakit begitu ya. Itu yang pertama. Yang kedua, kalau kondisinya sekarang punya penyakit, prapenyakit ini agar tidak menjadi penyakit itu apa? Tadi sudah disampaikan oleh Bu Putri kiat-kiatnya seperti apa. Kemudian yang ketiga, kalau kita sudah memang sudah punya penyakit yang sudah agak berat begitu ya, itu kita cegah sampai tidak menjadi penyakit yang lebih berat lagi dan sampai meninggal. Itu intinya dari cek kesehatan gratis. I. Saya memang berharap mudah-mudahan nanti para ASN di Jawa Timur ee memahami apa sih manfaatnya kita. Ternyata besar banget. Tapi satu permasalahannya Mbak Maya. Kalau sudah kita dicek Iya. Tahu penyakitnya malah itu pikirannya. Tadi kan bilang Bu Putri mindset kita nih yang ini seperti apa begitu ya. terkait sasaran ini mulai dari bayi baru lahir sampai lansia ini sudah mulai berjalan dan kebetulan memang bulan Agustus kemarin baru kita launchingkan untuk anak sekolah dan remaja. Kalau untuk ee dewasa lansia ini sebenarnya sudah mulai dari bulan ee Februari kemarin ya sudah jalan begitu. Lanjut ini tadi ya ee situasinya gitu ya. Saya hanya menyampaikan ternyata kondisi di Indonesia dan Jawa Timur khususnya angka stunting ini masih cukup menjadi PR kita walaupun Jawa Timur tahun kalau ini Indonesia ya stunting 21,5% Indonesia tapi kalau Jawa Timur sudah di angka 14,7% kemarin ee memang belum mencapai target karena targetnya di tahun 2024 kemarin 14% kita masih lebihlah 0,7%hamdulillah. Alhamdulillah. Tapi PR-nya masih banyak, B. Masih banyak. Semangat, Ibu. Jadi bukan hanya stunting sih yang masalah. Jadi anak sekarang trennya berubah mulai dari berat badan kurang, kemudian kurus begitu. Dan yang menjadi masalah trennya itu dari survei yang dilakukan oleh pemerintah. Iya. Itu obesitas yang mulai meningkat di usia anak anak-anak itu pada rem sudah mulai obesitas, sudah mulai obesitas seperti itu ya. Karena itu salah satunya tadi mager ya gitu ya, ada goceng, ada segala macam itu yang bikin terus yang menjadi permasalahan ternyata dari hasil CKG kemarin Mbak Maya, Iya. Anemia pada anak sekolah ini cukup banyak cukup memprihatinkan. 15,6% begitu ya. Ini kan survei ya. Tapi hasil CKG kemarin itu lebih setelah di CKG malah lebih. Malah lebih. Jadi rata-rata di satu sekolah, saya tidak perlu disebutkan sekolahnya. Iya. Di Jawa Timur tentunya. Di Jawa Timur tentunya ternyata sekitar 40 sampai 50% remaja kita itu anemia. Yang memprihatinkan adalah anemia pada remaja putri. Karena ini nanti calon-calon penerus. Iya. Calonal bahasa yang menghasilkan generasi emas kita gitu ya. ini yang kemudian juga yang menjadi perhat jiwa mungkin Mbak Maya beberapa waktu lalu pada waktu MPLS tahulah tentang ada kejadian ee perbulian begitu ya. Iya. Sering sekali sekarang mendengar tentang perbulian gitu. Iya. Itu ternyata juga faktor kesehatan mental juga menjadi permasalahan. Jadi hasil dari CKG memang bukan anak suat sekolah tapi ke dewasa lansia. Ternyata Bapak Ibu kasus depresi dan kecemasan itu sudah mulai meningkat lebih dari ini ya berarti ee sebenarnya enggak gak lebih ini masih kecil ya karena kita kan masih sekitar 16% ya yang di CKG ee 16% ada sekitar 0,7% ya lumayan begitu ya harusnya kan happy-happy aja harusnya happy ya mudah-mudahan kita termasuk ee jiwa yang sehat dan amin Bukan hanya fisiknya yang sehat, tapi jiwanya juga sehat. Kemudian pada permasalahan dewasa dan lansia itu ternyata obesitas ini sudah menjadi permasalahan. Obesitas semua ya. Obesitas semua. Hipertensi ini bukan hanya pada dewasa dan lansia Bapak Ibu. Mulai anak remaja juga sudah mulai dan penyakit ini ya ee apa ee diabetes melitis juga sudah mulai sudah tadi sudah disampaikan Bu Putri ya. Ternyata e makanan pendamping kita waktu bekerja itu lebih banyak yang berbahaya. Berbahaya gitu ya. Iya, Bu Putri. GGL gitu ya, Bu Putri ya. Pokoknya jangan lupa dibayar aja, bayar olahraga. Pokoknya pokoknya sudah berbasis garam, gula, dan lemak. Gul lemak. Betul. Garam, gula, lemak. Itulah inilah yang mungkin perlu kita cegah. Makanya ee cek kesehatan gratis ini sangat diperlukan sekali Bapak, Ibu. Mohon nanti para ASN di Jawa Timur untuk ee berkenan begitu ya. Nanti datang ke Puskesmas sekarang gampang aksesnya. Cukup lewat HP. Iya. Ada I downloadlah SAT Sehat Mobile. Insyaallah sudah bisa terakses nanti dengan layanan yang Bapak Ibu ee inginkan. Begitu. Lanjut. Ini bentuk-bentuk pemeriksaannya. Saya tidak perlu menyebutkan satu persatu, tapi intinya mulai dari bayi baru lahir, bayu baru lahir sampai balita, anak prasekolah, dewasa lansia, semuanya kita cek. Kalau dulu mungkin hanya fokus hanya di beberapa jenis pemeriksaan, tapi sekarang pemerintah ee ini meningkatkan khususnya untuk bayi baru lahir. Kalau dulu hanya satu ya untuk bayi baru lahir. Screening hipotiro kongenital. Ternyata sekarang ada enam, Ibu ya. Ada enam. He. Lebih banyak lagi ini yang kami butuhkan. Tapi kalau minat pada bayi baru lahir ini cukup besar. Karena sekarang ee syaratnya setiap ibu yang melahirkan itu harus diperiksa bayinya. Betul. Iya, betul. Kalau enggak tidak bisa diklaim dengan BPJS. Nah, itu keren itu. Mau enggak mau ya, Ibu ya. Mau enggak mau pasti akan dilik. Memang dulu sulit sekali. Sulit sekali. Tapi karena sekarang kalau ee tidak diperiksa ee pada bayi baru lahirnya tidak bisa tuh. B Iya. BPJS-nya ditarik bisa dipending begitu ya. Betul. Betul. Terus yang balita anak sekolah ternyata yang menjadi perhatian kalau dulu belum ada pemeriksaan ee darah ya Mbak May tapi ini ada pemeriksaan talasemia. Ternyata baru ini yang talasemia Ibu. Iya. Ini memang baru karena untuk ini ya ee ternyata banyak faktor-faktor resiko juga pada balita ini yang perlu kita ee periksa lebih kuat. Teruman juga gula darah gitu ya. Ini juga kita periksa dewasa lansia banyak sekali ya yang mau diperiksa. Monggo Bapak Ibu para ASN Jawa Timur. Nah ini pasti dewasa mulai dari merokok begitu ya. Siapa yang enggak ngerokok nih? Enggak mungkin. Ayo, siapa yang di sini yang tidak merokok nanti dikasih ee hadiah dari Lapkesda Jawa Timur. Kemudian aktivitas fisik sekarang lebih lengkap lagi ee untuk jenis-jenis pemeriksaan memang jadi ekspektasi teman-teman ini Mbak Maya untuk cek kesehatan gratis. Alah kok periksanya cuma gitu aja sih? Cuma ditanya doang gitu kan. Memang kita namanya screening gitu ya. Screening itu hanya ada instrumen-instrumen dulu. baru ada faktor risiko. Oh, ini nih ada faktor risiko ini. Barulah teman-teman nanti Puskesmas akan memeriksa lebih lengkap seperti itu. Jadi tidak semuanya karena saya paham ada beberapa kegiatan kemarin di beberapa OPD begitu lah periksanya kok seperti ini gitu ya. Jadi Bapak Ibu cek ini ada screening awal setelah ada ee suspek begitu ya, curiga gitu ya ke satu barulah kita rujuk. Lanjutan dirujuk ya Ibu ya. ke puskesmas atau ke faskes rujukan atau rumah sakit ya. Lanjut. Luar biasa. Kalau di Puskesmas ada instal integrasi layanan primer. Betul ya, Ibu ya? Iya, betul. Jadi kalau dulu tuh kan masih poli ya, poli umum gitu ya, poli KIA. Kalau sekarang Bapak Ibu kluster. Jadi kluster dua itu fokusnya adalah di kesehatan ibu dan anak. Anak sampai usia 18 tahun. 18 tahun. yang klaster 3 itu dewasa lansia. Jadi 18 tahun ke atas sampai lansia. Jadi karena memang ada ee perbedaan begitu ya. Jadi jenis-jenis pemeriksaan Mbak Maya yang anak sekolah ini mulai berjalan. Saya terima kasih ini kabupaten kota di Jawa Timur alhamdulillah ee dengan adanya CKG anak sekolah peningkatan capaian kita lumayan. Saya berharap 100% lah 6,3 juta sasaran di Jawa Timur mudah-mudahan tercapai ya, Ibu ya. Ternyata Bapak, Ibu dari cek kesehatan gratis yang di sekolah. Nah, nih ada tes kebugaran yang tadi disampaikan Bu Putri. Ternyata temik-adik kita tuh banyak yang tidak bugar atau kurang bugar setelah dites ya, Ibu ya. Setelah dites ternyata gak kuat ini satu eh kalau Iya. Satu ini bukan putaran jadi 1000 m gitu ya. untuk anak-anak yang di bawah 15 tahun begitu itu sudah enggak kuat tes kebugaran tuh memilih jalan mungkin ya Ibu sudah ngos-ngosan apalagi kita nih mohon izin mungkin ee kami di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ini alhamdulillah setiap iya 3 bulan sekali kita melakukan tes kebugaran gampang Bapak Ibu itu loh sebenarnya adalah di sini yang aplikasinya kita hanya jalan ee km atau 1600 Berapa sih berapa menit yang kita capai ini? Nanti ada umur sekian nanti seharusnya ada menitnya. Mungkin nanti Mbak Maya bisa men-download ya. Ada banyak sekali ya untuk aplikasi-aplikasi yang terkait tes kebugaran seperti itu. 1000 1600 ya Bu. Iya. Paling enggak kita ee sehari itu bukan sehari ya dalam tes itu 1,6 kilo atau 1600 m. 1,6 kilo. Iya. Itu untuk ee dewasa ya. itu coba kita berapa ada ininya sudah ee data apa ya normal seperti apa begitu kurang gugang ini sudah ada luar biasa ini aplikasi atau di web-nya dinas provinsi teras ee sebenarnya tadi yang disampaikan oleh dari RSUD Lawang begitu ya itu terkait SIBGAR itu sebenarnya ee aplikasi yang dilaku yang dipunyai oleh Kemenkes untuk ee tes kebugaran supaya bisa di di anu diownload begitu ya. Ada seperti itu ya. Lanjut. Ini apa sih yang perlu kita tindak lanjuti? Ini yang menjadi masalah. Mesti teman-teman akan bertanya kalau kita sudah diperiksa terus kita mau diapakan? Perlu dipahami ya Bapak Ibu. Ee cek kesehatan gratis memang. Tapi gitu ya, setelah Bapak, Ibu di dapat hasil begitu dan menunjukkan ke arah satu kondisi penyakit atau prapyakit ini yang berbayar. Berbayar itu kalau kita punya jaminan kesehatan baru bisa gratis ya, Ibu ya. Kalau BPJS BPJS tapi ASN kan insyaallah sudah punya jaminan kesehatan semuanya sudah punya ASN. Tapi ada masyarakat kita yang masih belum mempunyai jaminan kesehatan. Ini yang menjadi permasalahan. Mungkin ini yang menjadi ee permasalahan kenapa masyarakat kita belum mau mengakses cek kesehatan kreatis ini di Puskesmas. Seperti itu, Mbak Maya. Karena memang takutnya ad nanti aku diapain? Nah, nanti kok sudah bayar gitu kan gitu. Setelah diketahuin kok tambah bayar begitu ya. karu-karuan ini. Nah, harapan kita memang nanti seluruh masyarakat di Jawa Timur mempunyai pembiayaan kesehatan baik itu secara mandiri maupun yang disubsidi oleh pemerintah. Jadi kalau normal-normal saja tidak perlu. Tadi sudah banyak yang disampaikan Bu Putri, ayo melakukan pola hidup yang sehat begitu ya. Kemudian kalau sudah ada faktor risiko apa yang harus dilakukan? Oh, konseling ini datanglah ke lapkesda begitu ya. konseling begitu ditunggu sampai ditunggu begitu ya. Jadi kalau yang apa overweight obese begitu ya seperti saya gitu saya juga Bu ini yang perlu menjaga begitu ya. Terus kalau sudah ada prakondisi penyakit ya jadi sudah ketahuan nih punya hipertensi, diabet atau obesitas apa. Jadi sudah nanti mungkin dari hasil konseling itu ada tata laksana yang harus kita ikuti begitu. Dan memang ini tantangan saya merasakan Bapak Ibu saya mencoba dengan jenis-jenis berbagai macam diet begitu ya. Ternyata memang satu memang tergantung dari mindset kita. Mindsetnya. Iya saya juga karena izin ya Mas-mas yang di sini. Satu lingkungan kerja ya itu mempengaruhi mempengaruhi. Jadi kalau temannya satu makan gorengan kok enak ya gitu. Iya pasti pasti ngikut. mesti akan ngikut gitu. Itu akan berlaku. Ini teman-teman kami kalau di kantor yang tak lihat gitu ya, loh kok tambah gemuk kamu selama di sini gitu kan. Berarti karena makan gorengan setiap hari ada pola hidup yang ee mungkin yang keliru begitu ya yang kita ikuti. Kemudian kalau dia sudah dinyatakan penyakit lah ini yang tadi ya mungkin yang dari Bapak tadi ya dari Singosari. Oh saya sudah punya diabet terus saya harus ngapain? memang secara rutin harus ee kontrol begitu ya ke fasilitas pelayanan kesehatan baik itu di puskesmas atau klinik pertama atau ke rumah sakit. Ini yang menjadi tantangan memang kalau sudah suruh kontrol mau enggak rutin minum obat gitu lah. Ini ada ada sambungannya itu kan ada sambungannya. Ini tantangan kita terkait tindak lanjut ee pemeriksaan kesehatan gratis ya. Lanjut. daripada-dipada ya, Ibu ya, daripada langsung bleksek seperti yang diceritakan Bu Putri, mending cek kesehatan gratis. Betul. Mungkin ini Mbak Maya ternyata ee kondisi sekarang mungkin Bapak Ibu ee mungkin teman-teman kita kok dia gak punya penyakit begitu ya. Iya. Tapi kok tiba-tiba mohon maaf tiba-tiba kok ee ya ee meninggal secara mendadak begitu. Itu banyak sekali. He. Dan mohon izin mungkin ee kita mengukur ya Bapak Ibu kalau mau beraktivitas fisik itu ukurlah dengan kemampuan kita. Kalau memang enggak mampu melakukan olahraga yang berat berat ya sudahlah gak usah memaksakan. Oh ya. Karena memang ini banyak kejadian seperti itu. Jadi oh saya ikut e ini aja deh. Ee sekarang yang lagi apa lagi padle ya? Iya. Eh, yang ini juga yang ng-drum itu, Ibu apa itu namanya? Jadi, tolonglah disesuaikan yang seperti itulah. Jadi, tolong kondisi kita tahu kondisi kita apakah kita mampu untuk melakukan aktivitas tersebut. Betul. Betul. Menyesuaikan ya, Bu. Menyesuaikan. Saya harap kita selalu sehat ya. Amin. Amin ya rabbal alamin. Insyaallah. I lanjut. Ini ini yang tadi saya sampaikan. Jadi, Jawa Timur masih capaiannya 16,17%. ini kabupaten kota yang terbanyak. Monggo Bapak Ibu bisa lihat. Saya terima kasih kepada Kota Mojokerto, Bojonegoro begitu ya, Banyuwangi, Surabaya gitu ya, Sidoarjo yang sudah capaiannya ya cukup baguslah e untuk Jawa Timur sangat berkontribusi. Saya berharap nanti kabupaten yang di bawahnya juga semangat gitu ya untuk biar lebih naik lagi untuk melakukan CKG. Ternyata permasalahan di kelompok usia yang terbanyak itu yang layanan memang di kelompok usia dewasa perempuan ternyata. perempuan ternyata yang aktif gitu ya kita ya yang mengakses layanan kesehatan para perempuan gitu ya. Terima kasih ibu-ibu, para ASN, Mbak-mbak gitu ya, Mbak Sis yang sudah ee melakukan mengakses untuk CKG ini. Jadi memang ee laki-laki dan perempuan ini berbeda ya, Ibu ya. Berbeda ya motivasinya. Saya gak tahu nih untuk ngeklik aja lebih malasnya laki sepertinya. Tapi kalau perempuan lebih semangat. Iya. Sama kalau kegiatan posandu yang hadir siapa? Ibunya bapaknya jarang. Bapaknya jarang karena kerja loh sekarang mau laki perempuan ya sama-sama bekerja begitu kan. Inilah ee saya mohon nanti Bapak-bapak tetap memotivasi ayo akses ke layanan kesehatan tidak perlu lama. Insyaallah ee layanan kesehatan sekarang bisa mengakses lewat online. Bisa jadi tidak perlu antri lama begitu. Lebih cepat lebih cepat efektivitasnya akan semakin terasa. Ini lanjut kasus yang tertinggi. Kalau tadi disampaikan Bu Putri diabet begitu ya kasus ini ternyata benar. Tapi yang terbanyak Bapak Ibu Iya. Ini masalah yang ini ternyata masalah gigi. Oh masyaallah. Jadi karias pada gigi ya. Kita ee perlu pahami apakah kita ke dokter gigi minimal paling tidak setahun sekaliah gitu ya. Cek kesehatan giginya. Ternyata kasus karies terus gigi hilang. Ayo siapa yang giginya ompong? Iya karena minuman panas itu ini yang terjadi masalah ya. Terus yang kedua hipertensi. Oh hipertensi. Yang ketiga diabet. Malah nomor tiga ya diabetnya. Iya. Ternyata kalau giginya enggak ada nanti enggak enak ngunyahnya begitu ya. Tadi Bu Putri bilang 32 kali kita harus nguny kali dan tapi kalau giginya enggak ada, nah ini makanya jadi makanya kan tidak dikunyah gitu ya, langsung ditelan ya. Inilah Bapak Ibu ee kami berharap karena ini menjadi salah satu hasil gitu ya dari CKG kita, monggo Bapak Ibu cek ya, cek benar enggak sih ee kesehatan gigi kita sudah bagus atau dak gitu ya. Hipertensi jelaslah ini karena pola hidup yang ee bukan pola makan aja tapi pola hidup. Pola hidupnya baik atau tidak, makanan yang dimakannya apa, kegiatannya apa. Betul. ee itu juga mempengaruhi termasuk juga di diabetes militis ini yang ee penyakit gula. Lanjut. Siap. Ini yang tadi disebutkan Bu Putri ya. Ternyata memang orang gemuk sekarang banyak gitu. Sudah obesitas 13,81%. Yang kurus wah cuma 3% saja ya. Nah, ini yang yang menjadi masalah. Lingkar perut. Wah, ternyata yang gemuk-gemuk di sentral itu ya di perut kita ya, Bapak, Ibu itu ternyata 35% dan memang masalah gizi ini mengalami perubahan tren ya. Kalau dulu ee IMT yang normal lebih banyak, sekarang IMT yang kurang normal. Yang normal kurang normal. Kurang normal ya. Kurang normal itu yang mungkin yang obes begitu ya, yang overweight seperti itu. Itu yang banyak menimbulkan masalah. Walaupun tadi disebutkan yang kurus kok juga bermasalah gitu ya. Tapi kolesterol itu ada juga. Nah, yang seperti itu. Itulah Bapak, Ibu ya. Ee tapi kita perlu sadari bahwa dengan cek kesehatan gratis ini insyaallah kita akan tahu kondisi kesehatan kita. Jadi, ayo datanglah ke fasilitas pelayanan kesehatan. Wis, luar biasa. Iya, lanjut. Lanjut. Ini yang dukungan Lapkesmas begitu ya. Lapkesmas itu salah satunya Lapkesda Profesi Jawa Timur. Ee selalu membantu kami di Dinas Kesehatan. kita selalu berkolaborasi bukan hanya di CKG saja, tapi di program-program lain pun teman-teman di Lapkesda Provinsi Jawa Timur membantu untuk program kesehatan dengan sebutan baru ya, Ibu ya. Dulu lapkes nanti jadi lap kesmas tingkat berapa berapa berapa gitu ya, Bu ya? Iya. Ee jadi gini, Lapkesmas itu Iya. Ada ee tingkatannya. Lapkesmas Tir 1 itu yang ada di Puskesmas. Puskesmas, betul. Lapkesmas Tir 2 itu yang ada di ee kabupaten kota. Kota. Iya. Kita hanya punya 32. Hm. Padahal tiga kabupatennya 38. Jadi ada enam kabupaten yang belum punya gitu ya. Belum punya semoga bisa tahun ini. Lapkes pastir 3 ini yang lapkesda provinsi Jawa Timur. Insyaallah kami juga nanti ada nih lapkesda materia medika yang ada di Kota Batu. Oh. Nah, jadi nanti ee ada mudah-mudahan nanti bisa membantu teman-teman ya ee di seluruh Jawa Timur dengan adanya lapkesmas ini ee seluruh kegiatan program khususnya CKG dan mungkin sekarang ee spill-spil sedikit MBG begitu ya. itu MBG yang kemarin walaupun ini CKG tapi MBG juga di lapkesnya juga bisa membantu untuk dicek juga di L Kesmas ng Bu Iya untuk pangannya begitu ya betulnya roda-bnya bagaimana metinl bagaimana baik siap ya itulah ee insyaallah layanan di Lapkesmas itu banyak jadi bukan hanya ee bukan hanya ini Mbak Maya apa hanya klinis atau gizi saja tapi juga kesehatan masyarakat yang terkait penyakit-penyakit ee menular juga bisa begitu ya. Kalau ada ee kejadian luar biasa begitu KLB seperti MBG saya tidak anu ya ya. Iya itu bisa juga dicek ya bisa membantu juga teman-teman di Lapkesda Provinsi Jawa Timur ya. Lanjut. Ini yang ee dilakukan karena Lapkesda Jawa Timur adalah Lapesda Tir 3 gitu ya. Jadi tingkat tiga itu pemeriksaannya lebih lebih banyak lagi. Jadi rujukan dari ee teman-teman dari kabupaten kota begitu ya. Tapi izin memang kami masih baru ya masih berproses. Insyaallah nanti LKESDA Provinsi Jawa Timur mungkin 2026 begitu ya akan sudah bisa memberikan layanan yang lebih lengkap lagi begitu. ini karena sekarang kita masih menguatkan untuk SDM, pemenuhan SDM dan sarana prasarananya. Betul. Lanjut. Ini yang menjadi permasalahan. Mesti ada tantangannya apa sih di CKG ini? CKG ya. Yang pertama adalah promosi dan sosialisasi. Izin, ini salah satu yang dibantu oleh teman-teman Lapesda Provinsi Jawa Timur. terkait sosialisasi karena belum semua ee OPD begitu ya ASN di Jawa Timur mengakses informasi terkait CKG. Terima kasih ya kepada Lapkesda Provinsi Jawa Timur dan ee difasilitasi oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ya, kolaborasi ini yang kita butuhkan begitu ya. Mudah-mudahan nanti BBSDM juga membantu ee promosi dan sosialisasi program-program kesehatan yang lainnya. Amin. Amin. Kemudian yang kedua, minat masyarakat tadi ya. Itu kalau sudah ketahuan ketahuan mereka tambah takut ini harus gimana? Harus gimana saya gitu ya. Tambah nanti mindsetnya kok aku jadi sakit ya aku loh sehat gitu ya. Oh enggak ngapa-ngapain kok. Iya seperti itu Mbak Ba. Ini yang menjadi permasalahan. Tapi harapan kami ee masyarakat nanti mohon dari ASN seluruh Jawa Timur nanti mengajak ya mengajak keluarga, kerabat, tetangga begitu ya. Ayo pergi ke ee fasilitas pelayanan kesehatan, puskesmas maupun ee rumah sakit untuk periksa begitu ya. Cek kesehatan gratis. Memang sekarang masih di ee ini Mbak Maya masih di tingkat Puskesmas begitu ya. Cuma kita dibantu ya nanti dibantu oleh teman-teman dari Faskesjukan memang. Kemudian yang ketiga lain-lain. Nah, ini yang kemarin kita lihat begitu ya pada waktu libur panjang. Iya. Gak ada tuh yang pada waktu lebaran itu. Iya, betul. yang capaiannya turun begitu. Turun karena kan tidak ada yang cek ya, Ibu ya. Iya. Padahal kita sudah berupaya di rest area. Oh. Sampai seperti itu, sampai kita ayo cek kesehatan gratis sekalian ee rehat begitu ya. Tapi memang ee tantangannya kalau sudah libur panjang ini juga mempengaruhi begitu ya cakupan dari cek kesehatan gratis. Kemudian yang jadi masalah mungkin akses internet karena memang perlu kita pahami bersama pakai ee karena ini men apa ya servernya itu dari Kemenkes begitu ya di pusat kadang-kadang aksesnya ya agak lemot dikit begitu ya merambat gitu ya. Ini tantangan tersendiri memang khususnya mungkin teman-teman kita yang ada di di Kepulauan begitu ya, baik itu yang di Sumenep, di Gersik, di Sampang atau di ini ee ada lagi kita di Probolinggo ya yang mempunyai kepulauan-kepulauan. Inilah yang mungkin yang menjadi permasalahan kita. Mudah-mudahan nanti dari ee akses layanan yang sudah baik. Iya, Bu. Insyaallah Kemenkes sudah memperbaiki, Bapak, Ibu. Mudah-mudahan tetap bisa mengakses lewat ee aplikasi SSM. Jadi satu sehat mobile begitu. SSM I SSM gitu terlalu mobile cobalah di-download wajib ya untuk rakyat Indonesia. Wajib nanti tinggal milih mau di pusmas mana begitu. Di mana pun bisa, tidak harus berdasarkan KTP gitu ya. Itu yang mungkin ee menjadi perhatian kita untuk tantangan dan upaya yang akan kita lakukan. Jadi kita sekarang sudah merambah ke komunitas ee Mbak Maya. Jadi kemarin ee dari Polda juga ee membantu begitu ya. Ada kegiatan di Taman Bungkul ya cek kesan gratis. Kemudian para mahasiswa di beberapa ee institusi pendidikan perguruan tinggi juga. Kemudian kita mau merambah ini kemarin dari dewan masjid begitu ya juga mulai tertarik untuk ee melakukan cek kesehatan gratis begitu. Mudah-mudahan dari bantuan Bapak Ibu semua begitu insyaallah nanti capaian CKG di Jawa Timur akan meningkat. Meningkat lagi oke lanjut. Ini yang terakhir. Siap. Per ini yang kita butuhkan. Jadi mohon izin ya, bukan hanya OPD ini gitu ya, tapi ee seluruh mitra mau itu mitra pemerintah, ormas ee baik itu lembaga ee keagamaan begitu ya ee NGO juga itu semuanya berperan untuk meningkatkan CKG. CKG. Jadi ini hanya salah satunya ya yang kita sampaikan BPPEDA karena BPPEDA yang memberikan anggaran gitu ya. Tapi yang lainnya juga masih banyak ya Bu ya. Terus peran Dinas Pendidikan Kanwil Kanwil Agama ini juga kan karena punya sasaran Kom Info yang selalu ee memberikan apa ya ee promosi begitu ya terkait program-program kesehatan. Ini BPSDM Provinsi Jawa Timur belum masuk ini Bu. Nah, ini salah ini belum masuk makanya mohon maaf begitu ya. Belum semuanya kita sampaikan sebenarnya sudah banyak yang sudah membantu gitu ya Bapak Ibu. Ini mungkin yang bisa kami sampaikan ee Mbak Maya. Mudah-mudahan dengan ee sosialisasi CKG ini nanti capaian CKG di Jawa Timur I tinggal 3 bulan lagi ke depan mudah-mudahan seluruhnya bisa tercapai tercapai dan khususnya ASN di Jawa Timur semuanya harus CKG karena nanti harus masuk dimaster ya. Iya, wajib. Mungkin kalau ada teknik lebih wajib lagi mungkin sepertinya meluangkan waktu langsung. Apalagi yang cowok-cowok itu, Ibu. Baik, Ibu. Terima kasih. [Musik] Baik, sahabat ASN yang luar biasa. Terima kasih masih di webinar hari ini. Je, sehat dan bugar tentunya tetap harus sehat. tadi sudah gerak-gerak dikit enggak seperti ini? Kan kita tadi mungkin ee ngelihatnya ada yang sambil duduk, ada yang sambil ini ya, Ibu ya, Bu Warit. Dan kami persilakan untuk sobat ASN sekali lagi menginformasikan jangan lupa bahwa presensi sudah dapat diakses melalui website semesta Bangkong seperti yang tertera pada rounding atau chat Zoom. Jangan lupa mengisi survei dan mengisi lembar monev. Jangan lupa juga selalu gerak aktivitas fisik, makanan manis boleh, tapi bayar olahraga. Luar biasa. Langsung saja saya buka sesi tanya jawab. Jadi dari teman-teman yang ingin bertanya terkait mungkin ee ASN ya, salah satu kebijakannya tadi. Bu, aku mau tanya ini. Ibu sebetulnya seperti ini. Nah, itu boleh disilakan bertanya. Dan saya informasikan lagi untuk Lab Kesda Provinsi Jawa Timur tadi ada Instagram-nya dan bisa melayani secara online. Dari ini tadi juga ee ada L apa tadi, Bu? GGL istilah ya, Bu ya? GGL. GGL. Kalau saya punya GGN. Kalau saya ngajar ngajar itu GGN. Grogi, gugup, nervous. Jadi public speaking itu grogi, gugup, nervous. Ini GGL. Gura gal. Garam dulu ya, Ibu ya. Garam, gula, lemak. Nah, ini di seblak ada semuanya. Jadi kalau teman-teman ASN yang baru saja keterima nih P3K maupun PNS luar biasa ini anak muda-muda Bu Warid. Jadi otomatis mereka ini kan sepertinya haus ya. House untuk informasi ini dan kalau untuk diajak berolahraga pasti paling demen lah. Mungkin ada tips kiat khusus untuk ASN Genz supaya lebih fight dalam bekerja. Enggak tengok kanan, tengok kiri, tengok kopi, tengok sebelah gitu maksudnya. Begitu Bu. Izin mungkin ini sharing saja. Jadi kami di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Bapak Ibu. Jadi ee ASN yang baru betul betul itu kita wajibkan gitu ya. Iya. tes kebugaran yang secara rutin kita evaluasi. Alhamdulillah. Siap-siap. Kalau gak ikut harus ikut. Harus ya. Ini kebetulan memang setiap minggu ini kita bagi Mbak Maya. Setiap minggu per bidang kita bagi. Ini harusnya nih hari ini jatahnya bidang kami nih. Jadi saya harinya ke sini gak bisa ikut ee ini ya tes kebugaran. Itu fungsinya apa? Untuk melihat ee berapa sih kebugaran tim kita begitu ya. Monggo. Mudah saja Bapak Ibu. Nanti kalau memang ee dari OPD-PD ini tertarik begitu ya, nanti bisa ee hubungi kami begitu. Nanti kami kasih akses ee tim kami untuk menyampaikan tes kebugaran ini. Berguna sekali. Tadi yang disampaikan tadi pertanyaan yang pertama tadi bagaimana sih dari mana ya? Dari Pak Kawang tadi ya bukan bukan yang Pak Shihin dari mana ya? Oh, Pak Sang dari Banyuwangi. Betul. Itu bagaimana sih kita harus kita harus tahu melakukan tes kebugaran. Kebetulan ini jadi promosi ya. Gak apa-apa Ibu untuk kesehatan ee kami melakukan kegiatan virtual F sport. Virtual F sport. Insyaallah ee ini sampai bulan ini ya Oktober ini sudah terakhir begitu. Karena memang ee 2 bulan kita harus ee tahu kondisi ee kesehatan kita, kebugaran kita. Hm. H. Jadi dimulai kemarin di bulan September begitu ya. Jadi secara daring atau pripun? Virtual SP? Jadi virtual SP tuh tinggal ini klik aja nggih. Sebenarnya sudah iniak ini kegiatan kami di Dinas Kesehatan sudah kita kasih akses gitu ya kita lombakan sebenarnya. keren nih. Insyaallah nanti pada waktu hari kesehatan nasional ee tahun 2018 nanti di bulan November insyaallah nanti kami umumkan siapa gitu ya yang bugar. Oh. Ee ini ada tahapannya tahapan paling Bu paling tidak melakukan aktivitas tadi setiap hari 30 menit kayak GERMAS. Kembali lagi ke Germas tadi ya Bu ya melakukan betul sebenarnya ada aktivitas. Oh, kalau saya mau bersepeda, saya mau berenang, saya boleh begitu seperti 30 menit. Enggih, nggih. 30 menit sampai kita ukur nanti. Jadi sekarang kondisinya misalnya ya, sekarang kondisinya ini ee berat badan berapa begitu ya. Ee aktivitas kita tuh diukur begitu ya. Seberapa sih kekuatan berat badan, tinggi badan gitu. Waduh, saya kena itu langsung harus Iya, harus harus ditek. Iya. Insyaallah nanti kalau ini memang bagus, banyak peminatnya. Kebetulan kami memang ee karena sedikit di dilombakan begitu ya, memang kita batasi gitu ya. Tapi insyaallah kalau ini berhasil nanti kita kembangkan bukan hanya untuk dilombakan saja, tapi menjadi ee budaya ya, kebiasaan kita untuk ee beraktivitas fisik yang baik. Begitu ya, Bapak, Ibu. Berarti virtual Fun Sport ini tahapannya tadi melakukan aktivitas sama step-step yang lain ya, Ibu ya. Berarti ada aplikasinya seperti itu, Ibu. Oh, keren ini seharusnya. Tapi saya belum dengar Ibu nanti saya ikut deh loh. Baik, ini sepertinya sama dengan cerdik itu ya, Bu ya. Cek kesehatan, enyakan asap rokok. L saya masih hafal. Istirahat cukup diatlah yang seimbang. Nah, itu kalau nanti diterusin saya malu, Bu. Boleh tepuk tangan dong teman-teman dong. [Tepuk tangan] Cerdik. Iya. Jadi cerdik itu apa tadi, Bu? C-nya ee cek kesehatan. Kalau E-nya enyahkan asap rokok. Nah, ini saya langsung lirik ke siapa ini? Enyahkan asap rokok. Nah, itu memang nyahkan asap rokok. Terus ee R-nya itu apa, Ibu? Saya lupa. Rajin olahraga. Terus dietlah yang seimbang, istirahat cukup, kelola stres. Ya, Ibu. Keren, keren, keren. Yang penting terakhir mungkin kelola stres. Nah, ini kalau sudah enggak kelola stres dengan baik, Sobat ASN semuanya nanti lebur yang depan-depannya ya. Kalau sudah orang stres tuh semua penyakit muncul. Dan untuk sobat ASN jangan lupa tetap harus sehat dan bugar karena itu adalah salah satu kunci untuk Anda bekerja secara fokus seperti Bu Putri tadi menyampaikan ya, Ibu ya. Jadi kalau sudah fokus itu segalanya berlanjut lancar. Sekali lagi saya menunggu dari teman-teman yang ingin bertanya yang rais hand ada pertanyaan selanjutnya ba nanti langsung bisa dijawab oleh Ibu Putri. Luar biasa Ibu. Langsung saja boleh saya ini ya Ibu Ibu kan selaku ini nggih Ibu nggih ngapunten Ibu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat adakah kesulitan dalam penanganan dalam bidang kesehatan masyarakat paling sulit? Pengalaman paling sulit yang pertama dan mungkin bisa diceritakan pengalaman paling mudah dan membahagiakan memorable di manapun. Ibu ada cerita enggak Ibu? Disilakan. Kalau yang paling sulit ya namanya ini kan masyarakat komunitas yang beragam dengan budaya yang berbeda-beda. Betul. Jadi tinggal satu. Apakah masyarakat kita ini sudah tahu? Oh, sudah tahu. Sudah tahu enggak dengan program kita gitu kan. Nah. Iya. Iya. Betul. Kemudian kalau sudah tahu ng apakah mau? Oh itu kesulitannya ini ya Bu ya. Sama nih bukan hanya ee masyarakat tapi kita juga ya di tenaga kesehatan. Apakah teman-teman oh sudah pintar-pintar semua kok. Hmm ya kan Mbak Mayah. Habis itu mau enggak melakukan apa amanat yang dibebankan kepada kita tahu mau ya Ibu ya. Terus habis itu mampulah. Nah, ini itu kesulitan ya, Ibu ya. Kesulitannya luar biasa. Kesulitannya. Jadi kalau terkait promosi ya ini kan Ih, betul. Ini mau, tahu, mau, mampu. Nah, untuk yang paling memorable nih sebah ibu sebagai Ibu Kabit kesehatan masyarakat yang paling diingat dan sangat apa ya? Aku sukses nih pokoknya yang ini nih waktu di kesehatan masyarakat gitu, Ibu. Saya itu ee merasa ee kita itu berhasil giih kalau kita dibantu oleh seluruh mitra kalau kita nyampaikan adalah mitra potensial. Mitra potensial. Masyaallah. Baik itu yang pemerintah maupun non pemerintah. Oh, luar biasa biasa. Ee kegiatan sekarang organisasi kemasyarakatan banyak, organisasi keagamaan juga banyak. sering membantu ya membantu program-program kita itu yang akhirnya banyak yang peduli begitu ya terhadap program kesehatan itu Mbak Maya. Masyaallah luar biasa. Terima kasih Bu Warit. Sukses selalu kagem Bu Warid. Matur sanget terima kasih sudah meluangkan waktunya bertemu saya sangat spesial sekali Ibu. Semoga bisa bertemu kembali. Alhamdulillahirabbil alamin. Dan teman-teman itu tadi juga harus tetap diingat ya. Tahu dulu mampu dan terakhir apa tadi, Ibu? Mau. Mau tahu, mampu, mau. Jadi kalau memang sudah mau pasti sehat. Kalau sudah punya keinginan ini, ini, ini pasti nanti jadi istilahnya begitu ya, Ibu ya. Sukses Ibu untuk ke depannya dan terima kasih sobat ASN tidak terasa juga ke penghujung acara. Jadi ee sebetulnya pengin masih bertanya-tanya Ibu ya. Saya banyak sekali pertanyaan saya. Terima kasih sekali untuk BPSDM juga. Saya ada kata mutiara Ibu untuk hari ini. Kebaikan dan keburukan akan kembali kepada pelakunya. Aduh, ibarat kebaikan seperti investasi akan kembali dengan kebaikan. Sedangkan perbuatan buruk seperti berhutang akan kembali kepada pelaku dengan keburukan pula. Oleh karena itu, jangan pernah lelah berbuat baik dan stop berbuat buruk. Boleh tepuk tangannya dong, Teman-teman dong. Saya ucapkan terima kasih kepada LPKESDAda Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kota Provinsi Jawa Timur, dan juga BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sukses selalu dan teman-teman sobat ASN jangan lupa sehat dan bugar setiap saat. Tapi belum saya closing ini Bu. Belum ada pantun. Boleh cakep. Terakhir pandang pertama dengan pacar baru. Cakep. Makin dipandang makin rindu. Cakep. webinar ini selalu ditunggu cakep. Namun kami harus pamit dulu. Cepet. Saya mohon maaf bila ada kesalahan saya perbuat baik sengaja ataupun tidak. Tidak, Ibu. Saya mohon maaf. Saya Maya Santia pamit undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]