Transcript
ZyvcurRuPx8 • ASN Belajar Seri 46 | 2025 - KORPRI: Bersatu dalam Pengabdian – Berpadu dalam Pelayanan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0281_ZyvcurRuPx8.txt
Kind: captions Language: id Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar juga bukan tekad pantang menyerah jadi berkuit kita belajar Yeah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Saya ucapkan selamat pagi kepada seluruh sobat ASN pada pagi hari ini. Semoga kita semua dalam keadaan yang sehat, berbahagia, dan pastinya semangat untuk mengikuti webinar ASN Belajar 2025 seri 46 pada tahun ini. Tentu saja kita akan bertemu di hari ini tepatnya 27 November 2025 untuk membahas mengenai topik-topik yang tentunya menambah pengetahuan dan juga bagaimana update untuk informasi terbaru bagaimana kita bisa meningkatkan kompetensi dan integritas sebagai ASN. Tentu saja sangat berbahagia saya Stefan Imelda hari ini akan membersamai Anda dalam webinar dan tentunya izinkan saya membuka webinar pada kesempatan kali ini dengan sebuah pantun. Nanti boleh Anda jawab cakep begitu ya. Ke pasar beli bunga kenanga cakep. Warnanya indah, harum, semerbak. Cakep. Sinergi ASN jadi satu tenaga. Pelayanan publik semakin bijak. Boleh bersama kita berikan tepuk tangan. Luar biasa. Semoga tepuk tangan pada pagi hari ini menunjukkan semangat Anda, optimis Anda untuk terus kita berkembang dan bertumbuh bersama ASN. Dan pada kesempatan kali ini tentu saja kita akan membahas sebuah tema yang berkait dengan sinergitas yakni Korpri Korps Pegawai Republik Indonesia. Bersatu dalam pengabdian, Berpadu dalam pelayanan. Tema kali ini sangat spesial karena kita mengerti ketika pengabdian kita satukan lahirlah kekuatan. Ketika pelayanan kita padukan, hadir pelayanan yang memanusiakan. Hal ini menyadarkan bahwa Korpri tugasnya bukan hanya sekedar kewajiban, tetapi merupakan janji, merupakan komitmen kita untuk setia, berintegritas, dan terus menghadirkan perubahan. Sehingga nantinya dalam solidaritas yang tercipta, kita akan menemukan arah. Kolaborasi akan membangun harapan masyarakat karena ASN akan berpadu, melayani lebih baik, lebih cepat, dan pastinya lebih bermakna untuk kesejahteraan masyarakat. Tentunya sobat ASN yang berbahagia, pada kesempatan kali ini sebelum kita akan memulai secara lebih lanjut dan kita akan mengetahui bagaimana pengetahuan baru dari para informan, dari para speaker, begitu akan kami ee ingatkan terlebih dahulu untuk para peserta bisa meregistrasi di Semesta Bangkom sebelum kita akan melanjutkan pada webinar pada kesempatan kali ini. tentunya sobat ASN kita akan bersama menyimak terlebih dahulu yakni opening speech dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada yang kami hormati Dr. Ramlianto, S.PME. Kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 27 November 2025, ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-46. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen dan terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, ASN Belajar seri ke-46 tahun 2025 hari ini menyajikan salah satu topik dalam rangka memberikan kontribusi pemikiran pada hari ulang tahun KOPS Pegawai Republik Indonesia yang ke-54 yang akan kita peringati pada tanggal 29 November 2025 yang akan datang. sebuah momentum yang mengajak kita kembali merenungi jati diri kita sebagai aparatur sipil negara. Bahwa pengabdian tidak lahir dari seragam yang kita kenakan, tetapi dari nilai yang kita hidupi. Dan pelayanan tidak tumbuh dari jabatan yang kita emban, tetapi dari kesungguhan hati yang kita persembahkan kepada rakyat. Momentum yang menegaskan bahwa perjalanan panjang korpri selama 54 tahun bukan hanya rangkaian sejarah organisasi, melainkan kisah keteduhan, disiplin, dan solidaritas jutaan ASN yang bekerja dalam diam, membangun negeri dari kantor pelayanan, dari ruang kebijakan, dan dari setiap titik pengabdian di pelosok Nusantara. momentum yang mengingatkan kita bahwa Indonesia maju tidak hanya dibangun oleh kebijakan yang visioner, tetapi juga oleh karakter aparatur yang bersatu dalam nilai, berdaulat dalam integritas, dan berpadu dalam pelayanan. Sebagaimana tema besar hari ulang tahun Korpi tahun ini, bersatu berdaulat bersama Korpi dalam mewujudkan Indonesia maju. Sat ASN, karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-46 tahun 2025 ini mengangkat topik cororp bersatu dalam pengabdian, berpadu dalam pelayanan. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam OSN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. SPAT ASN di seluruh tanah air dalam dunia yang terus berubah cepat. Tugas ASN sebagai anggota Korpri semakin kompleks. Kita bekerja dalam ekspektasi masyarakat yang makin meningkat dalam tantangan digitalisasi, dalam arus informasi yang tidak terbendung dan dalam kebutuhan untuk adaptif, profesional, dan sigap menghadirkan solusi di masyarakat. Di tengah semua itu, Korpri hadir sebagai jangkar nilai menjaga profesionalitas, memperkuat etika, dan memastikan ASN tetap tegak memegang integritas. Korpri mengingatkan kita bahwa pelayanan bukan sekedar output melainkan komitmen moral. Bahwa tugas bukan sekedar target melainkan janji kepada rakyat. Kekuatan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas aparatur negaranya dan kualitas aparatur negara sangat ditentukan oleh kesatuan langkah, kematangan karakter, dan keteladanan perilakunya. Ketika ASN bersatu dalam nilai, maka pelayanan menjadi lebih kuat. Ketika ASN berpadu dalam etika, maka birokrasi menjadi lebih dipercaya. Dan ketika ASN teguh dalam pengabdian, maka bangsa ini akan melaju dengan keyakinan. Maka Sobat ASN, menjelang hari ulang tahun Korpri ke-54 ini, marilah kita teguhkan kembali bahwa kita adalah bagian dari korps yang sangat besar. Korps yang disatukan bukan oleh kepentingan, tapi oleh pengabdian. Bukan oleh jabatan, tapi oleh integritas. bukan oleh kekuasaan, tapi oleh tanggung jawab kepada rakyat dan negara. Mari menjadikan Korpi bukan hanya simbol organisasi, tetapi simbol keteladanan dalam pelayanan publik. Simbol aparatur yang bekerja dengan hati, yang melayani dengan empati, yang berdiri tegak di tengah perubahan, dan yang selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai cahaya dalam setiap keputusan. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Ir. Bima Harya Wibisana Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Dranda Sri Wahyuni, MPP, Ketua Forum Sekretaris Daerah seluruh Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Tomy Putra Pratama Gunawan, pegawai teladan termuda Kemenpan RB tahun 2021. Nah, sabat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-46 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik, terima kasih kepada Dr. Ramlianto, SPMP. Terima kasih Bapak untuk wejangannya dan pastinya untuk membuka pada webinar seri ke-46. Pada kesempatan kali ini tentunya sangat menarik kita akan menyambut bersama HUT Korpri ke-54 di mana apa yang seperti disampaikan beliau bahwa ASN harus bekerja dengan hati dan penuh empati untuk kesejahteraan masyarakat. Dan tentunya pada kesempatan kali ini kita juga akan segera menyapa, kita akan segera memberikan kesempatan kepada narasumber kita untuk memberikan materi. Namun sebelum itu izinkan kami menyapa terlebih dahulu narasumber pertama yakni Ir. Bima Harya Wibisana, M.Si. S, PhD. Selamat pagi, Bapak Bima. Oke, Baik. Selamat pagi Bapak Bima. Pagi, Pak. Bagaimana kabarnya hari ini, Bapak? Baik-baik, alhamdulillah baik. Luar biasa. Terima kasih Bapak telah berkenan untuk memberikan materi pada kesempatan pagi ini yang sungguh luar biasa untuk para sobat ASN tentunya Sobat ASN beliau adalah wakil ketua umum Dewan Pengurus Korp Nasional dan juga menjabat sebagai analis kebijakan ahli utama BKN tentunya sangat luar biasa kita akan menyimak sekitar 30 menit ke depan materi yang akan disampaikan beliau dan tentu saja nanti di akhir dari sesi materi kita akan ada sesi Q&A di mana nanti Sobat ASN bisa menyiapkan segala pertanya pertanyaan segala hal yang perlu didiskusikan dengan pemateri kita pada kesempatan kali ini. Karena tentunya dari BPSDM Jawa Timur menyiapkan merchandise untuk Anda, spesial untuk Anda. Kalau begitu izinkan kami mempersilakan Bapak Bima Harya Wibisana untuk memberikan materi. Silakan Bapak. Makasih, Mbak Stefani. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Om swastiastu. Namo budhaya. Salam kebajikan. Yang saya hormati Pak Ramlianto, Kepala BPSDM, Pak Stefani, dan teman-teman yang hadir dalam acara webinar pada pagi hari ini. Pertama-tama izinkan saya mengucapkan syukur alhamdulillah ke hadat Allah Subhanahu wa taala yang selalu melimpahkan kita dengan rahmat, hidayah, dan inayahnya sehingga kita bisa bertemu bersilaturahim pada pagi hari ini dalam keadaan sehat. Selamat sejahtera. Insyaallah kita ee saya kebetulan diminta untuk menyampaikan mengenai ee bagaimana persatuan dan pelayanan publik. Tapi saya sebetulnya ingin mencoba mengajak sebentar kita revisited mengunjungi kembali sebetulnya apa sih tugas-tugas ASN itu dan bagaimana kemudian perubahan-perubahan yang terjadi ini akan mewarnai mempengaruhi tugas-tugas pelayanan publik kita di masa depan. Saya akan coba sharing saja presentasinya. Oke. Ee jadi ini saya beri judul tugas ASN dan Masa Depan Pelayanan Publik. Nah, kita mencoba meredefinisikan kembali apa tugas-tugas konstitusional ASN atau tugas legal formal ASN. Maaf. Kalau Anda membaca buku administrasi publik itu tugas ASN di seluruh dunia biasanya ada dua. Yang pertama adalah tentu saja pelayanan publik. Itu kenapa dalam bahasa Inggris PNS disebut juga sebagai public servant karena tugas utamanya adalah pelayanan publik. Jadi tugas pelayanan publik ini adalah tulang punggung dari sebetul sebetulnya dari tugas-tugas yang dilakukan oleh ASN. Tugas yang kedua adalah dia terlibat dalam kebijakan publik. Baik itu merumuskan, melaksanakan, memonitor, maupun mengevaluasi. Ini adalah suatu siklus tahapan dari kebijakan publik. Jadi, bagi teman-teman yang jabatan fungsionalnya analis kebijakan publik, tentu sudah mengetahui bahwa tahapan-tahapan kebijakan publik itu mulai dari perencanaan sampai evaluasi. Nah, yang ketiga ini spesifik Indonesia. Jadi, kita punya 17.500 15 pulau kita punya 300 etnis kita punya 1350 suku yang hidup di dalamnya dan kita punya 700 hampir 750 bahasa distinct language bahasa suku yang sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Nah, apa yang harus AS melakukan untuk ee situasi yang seperti ini? Jadi kemudian kita memperkenalkan bahwa ASN itu adalah juga perekat dan penjaga integrasi negara. Ini tidak ada di di teori textbook konvensional atau mainstream dari public asation ini spesifik Indonesia. Jadi jadi ASN itu merupakan berkat dan integr dan dan penjaga integrasi bangsa. How to state a nation together itu dilakukan oleh ASN. Jadi ada tiga tugas pelayan publik, pelaksana kebijakan publik, maupun berkat dan pencegaan integritas negara. Nah, tapi dunia berubah. Ada tambahan-tahamaan tugas yang tadinya tidak ada tapi sekarang menjadi penting gitu ya. Apa saja itu? Yang pertama policy influencer. Sekarang ini policy influencer didominasi oleh netizen. Jadi pemerintah sangat memperhatikan itu rupanya. Jadi kalau ada pasukan-masukan dari medsos itu pemerintah merespon dengan aktif gitu ya. Nah pertanyaannya kalau netizen yang melakukan itu dari mana informasinya? bisa jadi benar, bisa jadi tidak benar, bisa jadi itu menipu gitu ya atau hoa gitu ya. Nah, dan juga dilakukan dengan interest, dengan berbagai macam interest. Dari sana sebagai metafor kemudian ada pertanyaan, kenapa tidak ASN-nya sendiri yang menjadi policy influencer? Karena dia memiliki informasi yang lebih baik. dia terlibat dalam prosesnya. Dia ee mendapatkan first hand information karena eh dia kenal, dia ada di dalam sistem itu. Sehingga kalau dia yang menjadi policy infensor tentunya akan lebih akurat gitu. Nah, ini ini perlu dib dibuka ruangnya. Jadi masukan-masukan kritis itu baik secara hierarki kelembagaan maupun sebagai sebagai ee semi semi netizen gitu ya. Dia dia di dalam tapi boleh melakukan eh polosy influence. Nah, yang kedua adalah Guardian of Public Values. Jadi, dia menjaga eh nilai-nilai publik, nilai public valu itu dalam pelayan maaf saya perlu. Jadi, dalam pelayanan publik ada values yang harus dijaga seperti efisiensi, transparansi, kemudian akuntabilitas. Tanya kenapa perlu ada public values dan kenapa dia perlu dijaga? Kalau Anda belajar pelayanan publik itu ada berbagai macam pelayanan publik. Jadi ada pelayanan publik yang dibutuhkan oleh masyarakat murni. Ada pelayanan publik yang justru dibutuhkan oleh pemerintah. Loh, kok ada, Pak? Ada. Ada pelayanan publik yang dibutuhkan oleh pemerintah, bukan oleh masyarakat dan ada pelayan publik. yang merupakan gabungan keduanya hibrid. Nah, saya beri contoh pelayan publik yang dibutuhkan oleh ee masyarakat itu misalnya afirmasi untuk mencegah kemiskinan atau ketimbangan sosial dengan bantuan sosial BLT. Itu adalah pelayan publik yang dibutuhkan oleh masyarakat. Lalu apa pelayan publik yang dibutuhkan oleh pemerintah? Anda pernah ee mencoba merenung enggak sebetulnya KTP SIM itu kebutuhan pemerintah atau kebutuhan masyarakat? Saya merasa kalau saya tidak punya KTP atau SIM oke-oke aja tuh gitu ya. Jadi kenapa saya harus punya KTP dan SIM gitu? enggak punya KTP dan enggak punya SIM juga tidak masalah untuk saya. Karena KTP dan SIM itu adalah kebutuhan pemerintah untuk mengatur warganya. Jadi dia masuk dalam kelompok itu kebutuhan pemerintah. Sehingga kalau kebutuhan pemerintah maka segala hal yang berkaitan dengan pelayanan publik dalam kelompok itu harus betul-betul dilaksanakan oleh pemerintah, bukan malah dibebankan kepada masyarakat. Nah, ini ini falsafah dalam pelayanan publik. Jadi, untuk KTP, untuk SIM, untuk hal-hal yang menjadi keputuan pemerintah itu pemerintah harus betul-betul menjaga kualitasnya. Jangan kemudian dibebankan kepada masyarakat. Saya ini cerita saja. Saya kebetulan SIM A dan SIM C saya mati karena pada hari yang sama pas ulang tahun saya expire. Jadi saya harus ke kantor polisi untuk memperbarui. Nah, kemudian ditanya, "Bapak harus cek kesehatan?" Oke. Dikasih dua formulir. Nah, ini kok dua formulir? Kenapa? Ini untuk SIM A, ini untuk SIM C. Tes kesehatannya dua-duanya harus dilakukan. Jadi, kan tidak masuk akal. Pada saat yang sama saya harus melakukan dua kali tes kesehatan. Jadi saya protes kan hanya sekali saja untuk tes kesehatan untuk A dan C karena dilakukan pada saat yang sama. ee setelah berdebat ya okelah Pak satu saja tapi formulirnya tetap bayar dua. Nah, ini yang seperti seperti ini ini harus kita kita evaluasi kita evaluasi bahwa kebutuhan akan pelayanan bagi kepentingan pemerintah itu harus dilakukan dengan apa dengan valus yang yang tepat. Nah, yang ketiga dunianya berubah. birokrasi sekarang tidak hanya prosedural, tapi juga membutuhkan kompetensi ASN yang lebih baik. Ya, perlu adaptif, perlu kompeten, dan juga perlu berbasis pada meritokrasi sehingga orang yang naik betul-betul orang yang memiliki kemampuan. Nah, pertanyaannya kenapa pelayanan publik penting? Yang pertama adalah pelayan publik. Itu adalah wajah negara. Negara memberikan pelayan publik karena dia mendapatkan mandat bagi pengelolaan sumber daya publik. Jadi, jadi ada sense of publicness, ada mandat publik di sana sehingga pelayan publik itu menjadi suatu untuk wajah negara. Kalau pelayanan publik buruk, maka wajah negara juga buruk. legitimasi negara untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat menjadi buruk. Jadi yang pertama dan penting adalah bahwa pelayanan publik adalah indikator utama di pasasi negara. Yang kedua, pelayanan publik itu akan menentukan tingkat kesejahteraan. Jadi kualitas layanan seperti mortalita ibu dan bayi, kemudian ee tingkat pendidikan, skor pisa kita ini menjadi salah satu yang terendah di dunia ya dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu. Jadi semakin menurun. Kalau kita produktivitas tenaga kerja kita ini juga tidak begitu baik sehingga banyak investasi yang kemudian pergi ke luar luar negeri. Kemudian usaha perizinan banyak sekali aduan mengenai betapa sulitnya mencari atau memperoleh izin usaha di Indonesia dan banyak hal lainnya. Jadi untuk bisa meningkatkan kesejahteraan bangsa, pelayanan ini harus harus harus menjadi lebih baik. Yang kedua adalah menekankan menekan ketimbangan. Jadi afirmasi untuk redistribusi kesejahteraan itu diperlukan. subsidi, bantuan sosial, pendidikan gratis, jaminan kesehatan dan berbagai macam layan dasar itu ya diperlukan untuk menjamin bahwa setiap warga negara mendapatkan hak-hak yang sama. Yang keempat adalah untuk menjaga stabilitas sosial politik. Nah, kalau terjadi ketidakpuasan, terjadi ee gejala sosial, maka kemudian proses pembangunan juga akan terganggu. Nah, ini ini perlu dihindari. Dan yang kelima, yang terakhir adalah bahwa pelayan publik itu merupakan eh konstitusional mandate. Jadi, mandat konstitusional untuk melindungi segenap bangsa dan majukan secara umum. Ini semua ada di di apa? Di Undang-Undang Dasar 45 atau di konstitusi kita. Nah, bagaimana pelayanan publik di masa depan? Sebetulnya banyak. Saya hanya me me apa ingin menyampaikan beberapa hal yang penting-penting saja dulu. Pertama, digital by default. Ini akan saya jelaskan secara agak eh panjang setelah eh slide berikut ini. Jadi, pertama digital by default. Kedua, dia bersifat proaktif dan bisa diprediksi. Yang ketiga berbasis live event. Yang keempat personalize atau customize. Yang kelima, Omnel. Dan yang keenam memiliki bentuk kolaborasi. Saya coba jelaskan satu persatu. Digital by default. Jadi layanan digital ini akan menjadi pilihan utama bukan alternatif. Nah, sekarang kita masih bertumpu pada mal pelayanan publik. Jadi ke depan ketika infrastruktur ee teknologi kita sudah menjadi sangat bagus gitu ya, mall pelayanan publik ini mungkin akan banyak ditinggalkan ya. supaya tidak ditinggalkan dia perlu untuk menjadi ee di bisa di digunakan dalam bentuk lain misalnya untuk pelatihan-pelatihan ASN untuk meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi informasinya. Anda semua pasti sudah menggunakan E. banyak sekali aplikasi-aplikasi pemerintahan yang sudah mengerahkan AI ini akan menjadi keharusan untuk pekerjaan-pekerjaan yang rutin dan administratif. Suka atau tidak suka pekerjaan rutin dan administratif itu akan lebih cepat, lebih murah, dan lebih baik kalau dilakukan dengan teknologi. Jadi ke depan pekerjaan-pekerjaan administrasi pelayanan publik itu mungkin sudah akan sudah akan banyak ditinggalkan. Kita perlu menggunakan data terintegrasi. kita sudah mulai dengan NIK sudah beberapa 20 tahun kita sudah mengenai ini dan ini perlu terus diperbaiki. Jadi kita perlu belajar dari penggunaan social se number di Amerika misalnya yang sudah menggunakan NIK itu sebagai ee bukan pilihan tapi menjadi keharusan gitu untuk semua layanan publik di sana. Nah, dengan adanya digital kita akan banyak mengeliminasi kerja kerja administratif sehingga one stop service secara nasional itu bisa di dilakukan. Nah, digital itu bukan sekedar aplikasi, bukan teknologi, bukan hanya infrastruktur, tapi transformasi sistem, transformasi mindset, digital mindset bagi setiap ASN itu perlu dipahami. Yang kedua adalah proaktif dan prediktif. Jadi, pelayanan publik di masa depan harus bersifat antisipatif, gitu ya. Jadi pemerintah justru yang proaktif untuk mengurus pelayanan publik kepada warganya, bukan warganya yang kemudian komplain kepada pemerintah gitu ya. Jadi ketika bayi lahir itu sudah ada langsung sudah ada nomor induk kepegawaiannya, sudah terdaftar di BPJS, otomatis dia masuk ee dalam database nasional. Jadi bukan kemudian menunggu dia mendaftarkan diri karena kalau itu sangat terlambat gitu ya ada beberapa jeda paling tidak du 2 minggu dia tidak mendapatkan pelayanan publik. Nah di negara-negara maju begitu lahir itu sudah ada pekerja sosial datang untuk mencatat semuanya memasukkannya ke dalam sistem. Nah ini tentu saja membutuhkan integrasi data lintas instansi. Jadi satu data nasional itu menjadi prasyarat bagi kegiatan ini. Berikutnya layanannya perlu berbasis live event. Nah, jadi live event itu begini. Kalau ada seorang menikah itu pasti akan banyak urusan administrasinya. Dia perlu update KK, mungkin pindah keluarga, perlu NPWP disatukan. BJS-nya juga jadi satu, pindah rumah. ini dia sekarang ini mengurus sendiri-sendiri. Kenapa tidak satu paket? Jadi live event ketika melahirkan juga begitu. Daftar bayinya masukkan KK dia apa dia mungkin pindah rumah dia mulai usaha itu itu semua dalam dalam satu paket ya. Sekarang ini masih sendiri-sendiri. Jadi ke depan mungkin kita perlu satukan basis life event eh public services seperti itu karena ini akan sangat memudahkan warga untuk memperoleh ee pelayanan publik secara utuh. Nah, berikutnya adalah personalize. Ini sudah di mana-mana sudah dilakukan. Jadi sistem pelayan publiknya dipersonalize sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya secara individu, bukan secara kelompok, secara individu. Jadi, bagaimana pelayanan publik untuk disabilitas, bagaimana untuk lansia, bagaimana untuk UMKM. Tentu itu berbeda dengan perusahaan. Saya mencoba ke Puskesmas di tempat saya ya. Tidak ada perbedaan antara lacia dengan dengan yang muda disabel gitu ya. Mungkin ada beberapa beberapa tugas yang membantu tapi secara umum prasedurnya tidak memadai untuk itu. Nah, jadi jadi kita perlu mempersonalisasikan karena ke depan bahkan untuk membeli pakaian secara online saja itu nanti tidak ada ukuran LS M, XL gitu ya. Nanti akan customize dengan badan kita. Jadi kita menyampaikan ukuran kita kemudian kalau dikirim sudah dengan customize brand kita. Nah, personalisasi ini akan meningkatkan keadilan layanan dan juga kepuasan publik. Berikutnya adalah omni channel. Omni omni itu banyak. Jadi semua apa tata cara semua akses semua instrumen itu bisa digunakan. Dia bisa pakai aplikasi website, chatboard, call center, bisa pakai gravisi kelayan, keliling, bisa. Nah, akan lebih bagus lagi kalau hanya satu channel saja gitu, satu untuk semuanya. Jadi dia tidak perlu masuk ke mana-mana. Itu banyak dilakukan di negara-negara Skandinavia maupun di di New Zealand. Jadi, untuk pelayan publik itu hanya satu klik saja. dia hanya klik situ dia butuh apa, apa back end-nya, back office-nya itu yang akan meneruskan gitu. Jadi dia tidak harus mencari kalau line publik ini masuk ke URL mana ya atau masuk ke aplikasi mana ya, tidak ada pertanyaan seperti itu. Jadi langsung semuanya dilakukan oleh ee sistem. Nah, yang terakhir untuk karakteristik pelayan publik masa depan ini kolaborasinya ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Hampir tidak mungkin karena pemerintah tidak bisa secara akurat menangkap apa yang diinginkan ke publik. Jadi, publik juga masyarakat dan swasta juga perlu terlibat dalam membangun suatu pelayanan publik yang ee berkualitas dan memuaskan. Nah, oke. Kalau kita menghadapi perubahan plan hobing di masa depan seperti itu, apa yang harus dilakukan oleh oleh ASN-nya? Pertama, tentu kompetensinya perlu ditingkatkan. Jadi kompetensi digital ini bukan kompetensi tambahan, dia kompetensi inti. Jadi, ASN itu harus mampu menggunakan sistem digital, dia harus mampu melakukan data analisis. Nah, data analisis ini penting sekali kalau kalau Anda ingin menggunakan AI tanpa memahami struktur datanya, ya pertanyaannya promnya akan sangat sangat terbatas gitu ya. Yang juga perlu dilakukan kalau sistemnya sudah digital adalah cyber security keamanan data. Ini bukan hanya dari infrastrukturnya, tapi dari perilaku ya. Saya banyak sekali melihat atasan itu karena malas atau tidak mau ngasih password-nya ke stafnya. Ya, ini saya sesuaikanlah dengan password ini. Nah, kalau seperti itu kalau digunakan oleh orang yang tidak tidak apa tidak ee memiliki otoritas, dia bisa akan merusak sistemnya gitu. Jadi, keamanan data itu bukan hanya sekedar sekedar infrastruktur, tapi juga perilaku atau attitude atau karakter. Yang kedua adalah digital leadership. Jadi kita sudah mulai mengubah mindset dari manual jadi digital. Jadi kita perlu punya evidence base gitu ya. Tidak hanya tidak hanya ilusi, tidak hanya judgement saja, tapi punya punya ee koleksi data yang memadai. Kemudian human center services. Human center services ini untuk meningkatkan user experience. Jadi kita perlu menempatkan diri kita dalam sebagai orang yang mendapatkan pelayanan. Jadi untuk mereka supaya bisa terlayani dengan baik, kita perlu memikili memiliki empati gitu ya. memiliki apa sih sebetulnya yang diinginkan oleh masyarakat itu sehingga kita bisa memberikan ee pelan-pelan lebih baik. Kemudian ada integritas dan etika digital. Nah, ini ini bagaimana kita perlu memahami bagaimana ee bias algoritma karena di EA itu banyak sekali algoritm bias gitu ya. Kalau Anda belajar, kebetulan S2 saya tentang AI. Saya mantan AI programmer 40 tahun yang lalu dan pernah bekerja di Amerika sebagai AI programmer. Jadi dalam AI itu banyak sekali algorithm bias gitu ya. Bagaimana AI dalam prediksinya itu bisa memanipulasi gitu. Jadi itu kita perlu perlu perlu aturan tentang integritas dan etika digital itu. Nah, yang lain adalah yang itu bukan hanya IN-nya tapi juga organisasinya. ASN-nya diminta digital eh diminta Ile, maaf, tapi organisasinya seperti itu saja maka akan sulit. Itulah kenapa dilakukan penyederhanaan birokrasi. Untuk apa? agar organisasi mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi. Jadi itu sudah terjadi di mana-mana. Google, Amazon, apa, Apple, Tesla, eh Grab itu bekerja tidak dalam hierarki struktural, tapi dalam bentuk tim. Nah, kemudian ada peran baru ASN di era otomatisasi. Jadi ini beralih dari dari administratif ke analisis, ke planning, ke risk e manajemen, ke sistem desain dan lain-lain. Jadi inilah yang yang harus dipersiapkan oleh teman-teman semua. Nah, tantangan ke depan ini ada banyak. Saya mungkin karena waktunya terbatas tinggal 5 menit lagi. Saya hanya akan mengurai sedikit saja. ini sudah saya jelaskan dalam dalam ee slide-side berikutnya. Jadi, Anda bisa membaca saja. Nanti akan diberikan ee file-nya ee kepada Anda. Jadi, apa yang menjadi tantangan? Masih ada gap, capacity and infrastructure. Jadi, masing-masing daerah itu punya keterbatasan kompetensi di daerah-daerah terpencil. Kompetensi untuk untuk melakukan pelayan publik itu masih terbatas. Infasturnya terbatas, orang-orangnya juga kompetensinya terbatas. Data-datanya masih terfragmentasi, masih tersebar-sebar. Bukan data yang di pusat, tapi data-data di masing-masing dinas itu masih tidak ada yang menyatu, gitu. Jadi harus cari ke sana, harus cari ke sini gitu. Kalau ada yang bisa memimpin untuk menyatukan data di satu daerah itu akan lebih baik lagi. Nah, yang lain adalah ini menjadi menjadi challenge budaya karena banyak sekali yang enggan berubah. Saya sangat kesulitan ketika ada perubahan itu orang tidak cepat mengubah mindsetnya dari struktur menjadi jadi menjadi jawatan pejabat fungsional. Tapi ketika saya tanya kenapa kenapa Anda apa yang menjadi apa yang menjadi ee kegalauan atau ee keresahan atau permasalahan ketika Anda berubah dari struktural kensusional? Nah, jawabannya lebih pada interest pribadi ya. Fasilitasnya hilang, Pak. Rumah saya, rumah dinas saya enggak boleh lagi. Saya enggak dapat kendaraan. Itu jadi bukan pekerjaan, tapi lebih pada individu. Ekspektasi publik meningkat. Sekarang ini publik membandingkan ee pelayanan pemerintah dengan pelayanan yang biasa mereka dapatkan dari Gojek, Grab gitu ya. Ini kalau saya pesan lewat Gojek, lewat Grab ah bisa cepat. Kenapa kalau berurusan sama pemerintah kok lelet banget gitu. Nah, itu itu ada komparasi. Kenapa sih kok ngurus ngurus KTP enggak kayak enggak kayak pakai kayak Gojek aja gitu selesai gitu ya? Kenapa nunggu surat aja enggak enggak bisa cepat gitu. Nah, itu itu ada ekspektasi publik yang meningkat karena mereka sekarang memiliki alternatif. Nah, keamanan cber dan etika digital ini selain infrastrukturnya, selain sistemnya di Indonesia ini ee Anda boleh sewa internet dari berbagai macam provider. Itu yang akan menyulitkan apa ee keamanan cyber karena pintunya terlalu banyak bisa masuk dari mana-mana. Itu yang mungkin perlu perlu di apa ya, perlu dijaga. Jadi kalau daerah-daerah itu mau mau sewa internet itu dari satu provider saja, jangan terlalu banyak gitu. Sehingga kemudian kontrol security-nya menjadi rumit. Dan ketergantungan vendor. Nah, dengan vendor ini biasanya vendor yang mendiktate perangkat seperti apa yang Anda butuhkan, apa mereknya, seperti apa kualitasnya, seperti apa harganya dan lain-lain sebagainya. Nah, jadi saya kira itu yang dapat saya sampaikan. ee Anda bisa baca secara lebih apa detail dari apa yang dari apa dokumen yang saya sampaikan nanti dari file dan mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini bisa m-trigger ya m-trigger ee atau memotivasi perubahan-perubahan yang akan atau sedang Anda lakukan di di unit Anda masing-masing. Saya kira demikian ee atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan saya kembalikan ke ee Pak Stefan ya. Baik, terima kasih untuk materi yang telah disampaikan secara begitu detail dan pastinya untuk membangun kita semua menjadi ASN yang lebih baik. Begitu ya, Sobat ASN. Terima kasih Bapak Bima Harya Wibisana untuk materinya yang luar biasa. Tentu saja Bapak ternyata kita sudah menemukan beberapa penanya begitu yang akan mempertanyakan sesuatu hal begitu ya terkait dengan materi yang beliau sampaikan. Silakan. Baik. Selamat pagi. Ya, boleh perkenalan dengan siapa dan dari mana? Di-mute. Baik, silakan untuk pertanyaannya yang akan disampaikan kepada Bapak Bima. Eh, terima kasih Mbak Stefani, Bapak Bima materinya ee dan kesempatan untuk bertanya. Ee perkenalkan nama saya Eki. Saya dari UPT PPP Tamperan under Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Ee saya mau bertanya terkait tugas tambahan ASN yaitu sebagai policy influencer. Ee tadi disebutkan bahwa ASN juga dituntut aktif memberi masukan kritis berbasis data kepada pejabat politik agar kebijakan tepat masalah, tepat solusi, efektif dalam implementasi, dan ee yang mana dari resiko sosial, fiskal, dan teknologi. Ee Pak, bagaimana supaya kami ASN ini tetap dapat bersuara? Sedangkan pada saat yang sama ee kami ASN ini adalah pelaksana kebijakan di mana kami juga tidak bisa ee secara belak-belakan ee mengkritik pejabat publik terutama di media sosial. Ee kami bahkan dihimbau untuk ee lebih berhati-hati bagaimana ya, Pak supaya ee kami bisa menjalankan tugas tambahan sebagai polisi influencer tetapi tetap sesuai dengan porsi ASN. Ee kemudian mohon izin ee Pak, pertanyaan kedua terkait AI. Ee kita semua pasti sangat memahami bahwa AI ini memang tuntutan teknologi ke depan ya, Pak. Tapi beberapa waktu belakangan ini di media sosial saya akhir-akhir ini muncul info bahwa salah satu komponen AI ini ada mesin server yang sangat besar dan ee untuk mendinginkan mesin server ini diperlukan air yang sangat banyak. Kebetulan kemarin saya juga ada melihat salah satu video di YouTube bahwa di Amerika ini dampaknya sudah mulai terasa ter tentang ee kekurangan air di masyarakat karena lokasi penduduk itu dekat dengan server AI. Ee bagaimana ya, Pak, supaya kita tetap bisa sejalan mengikuti perkembangan teknologi, tapi kita juga tetap inline dalam menjaga kestabilan lingkungan. Terima kasih. Makasih Kak Eki untuk pertanyaan dari UPT PPP Tamparan. Silakan Bapak Bima berkenan untuk menanggapi pertanyaan beliau. Oke, langsung satu-satu ya. Baik. Eh, oke. Terima kasih pertanyaannya Mbak Iki. Ini policy influencer. Kita sebetulnya sudah menjadi polisi influencer dalam skala yang terbatas di masing-masing unitnya. Kita memberikan masukan kepada atasan gitu ya. itu kalau untuk bidang-bidang yang menjadi apa ya menjadi ee tanggung jawab kita itu akan dengan mudah kita sampaikan ke atasan atau ke atasannya lagi gitu ya kalau dalam rapat-rapatnya. Tapi bagaimana misalnya kalau kita ingin menyampaikan sesuatu yang di luar bidangnya gitu ya, di luar bidangnya tapi kita tahu informasinya dan kita ee punya analisis yang kuat di situ. Nah, kita bisa saja membuat membuat membuat konten gitu kan kan tidak dilarang membuat konten gitu. Jadi konten itu ee bisa untuk memberikan memberikan ee dimensi yang berbeda bagi para pengambil keputusan itu untuk melihat informasi yang informasi itu sebagai salah satu instrumen pengambilan keputusan gitu ya. Saya saya setiap hari buat puisi. Jadi saya bikin policy brief tapi dalam bahasa puisi itu saya gunakan untuk memberikan masukan kepada banyak orang gitu ya. Ini loh apa ee yang saya pikirkan, yang saya lihat sebagai masalah gitu tanpa harus menggurui. Nah, itu cara saya. Nah, caranya caranya banyak gitu ya. Caranya banyak ya. Tentu saja dengan bahasa yang sopan, tidak menghujat, tidak memaki, gitu ya. itu itu ee umum kalau itu. Tapi kalau sebagai seorang ASN kita bisa apa me me memberikan informasi-informasi itu secara ee metodologis memiliki kekuatan metodologi untuk memberikan informasi itu. Jadi kita bisa cerita ini loh sebetulnya apa yang yang diinginkan masyarakat situasi sekarang kita begini. Jadi ini yang diperlukan untuk ke sana gitu. Jadi tiga tiga tiga pertanyaan biasanya. Where are you going? Where are you now? And how to get itu tiga tiga pertanyaan untuk memberikan eh masukan-masukan dalam kebijakan dan semua orang boleh. Semua orang boleh. Ee kalau ada yang mengatakan jangan dong, ASN itu itu dunianya sudah berbeda ni sekarang nih. Jadi masih banyak yang menggunakan ee tata krama atau norma-norma yang lama untuk permasalahan permasalahan yang sekarang. Jadi ketika saya masih menjadi Kepala BKN ini ada dua dua kelompok nih. Kelompok yang milenial dan kelompok yang kolonial. Ini sering sering enggak nyambung nih. Sering enggak nyambung. Jadi saya bilang sama teman-teman yang yang seniar itu daripada mereka yang belajar kita akan lebih mudah kalau kita yang belajar mereka sehingga komunikasi itu, kolaborasi itu kan menjadi menjadi jadi lebih baik lagi. Dan saya kira banyak pemimpin-pemimpin sekarang yang muda mereka lebih paham gitu daripada orang-orang yang yang ee sudah senior gitu. Jadi itu bisa dilakukan hanya saja dalam bahasa yang baik. Dalam bahasa yang baik. Nah, komplain yang tua-tua ini terhadap yang beli ini bahasanya bahasa bahasa-bahasa terlalu gaul gitu ya. Nah, itu kadang-kadang juga dirapat juga pakai bahasa bukan pakai bahasa Indonesia baku itu pakai bahasa Indonesia gaul. Jadi banyak yang banyak yang sengit kadang-kadang. Nah, itu itu bisa kita hindari kalau kita paham bagaimana menyampaikan dengan baik. AI ee rasa-rasanya penggunaan air itu tidak seperti yang heboh kayak gitu ya. Karena teknologi bisa di diselesaikan dengan teknologi juga. Kalau itu butuh air, mungkin airnya bisa didiringinkan dengan teknologi lain sehingga tidak perlu sebanyak itu, gitu. Jadi, jadi selalu ada ada solusi. Apalagi kalau di Amerika ya, di Amerika itu orang tidak percaya penyelesaian masalah itu dengan regulasi. Enggak percaya banget gitu. Mereka lebih percaya kalau masalah itu diselesikan dengan teknologi karena semua orang bisa belajar dan teknologi ini jauh lebih transparan daripada regulasi. Jadi kalau ada masalah sosial di sana itu karena kebetulan saya lama tinggal di Amerika 15 tahun jadi ee mereka selalu mencoba menyelesaikan masalah-masalah sosial itu dengan teknologi bukan dengan regulasi. Itu bedanya dengan di Indonesia. Jadi apalagi kalau dengan apa server butuh air banyak itu sepertinya mereka akan punya teknologi untuk itu. Jadi mereka akan mendinginkan air terlebih dulu sehingga tidak diperlukan air yang besar sekali gitu ya. Seperti seperti apa? Combusion engine itu kan butuh radiator kan. Nah sekarang dengan dengan adanya elektricity dia enggak butuh radiator lagi. Dia enggak butuh apa ee pendingin lagi. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan. Terima kasih, Paki. Baik, terima kasih e Bapak Bima Harya Wibisana untuk berkenan menjawab pertanyaan dari Ibu Eki. Begitu ya. Semoga terjawab. Terima kasih Ibu Eki untuk pertanyaannya. Dan selanjutnya kita akan lanjut pada penanya kedua yang telah kami temukan. Begitu ya. Silakan. Baik, selamat pagi. Baik, mohon izin. Sudah belum? Baik. Baik, mohon izin untuk mic-nya masih term-mute Bapak. Izin. Masih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikum suara saya terdengar baik terdengar. Iya, silakan Bapak untuk berkenan memperkenalkan diri dan juga memberikan pertanyaan kepada narasumber kami. Iya. Alham Kasiadi dari SMA Negeri 1 Ngoroh Mojokerto, Jawa Timur. Bapak ya. Alhamdulillah tadi materinya luar biasa dengan terkait adalah Korpi bersatu dalam pengabdian, berpadu dalam pelayanan. Di sini Bapak tadi saya ee mencatat satu materi yang tertarik dari saya yaitu tentang omni channel konsistensi data dan inklusivitas pelayanan e pemertaan pelayanan. Pak yang saya tanyakan Bapak Dr. Ir. Bima Harya yang pertama apa tantangan utama Korpri dalam memastikan konsistensi data di semua kanal pelayanan Omni channel agar pengalaman pengguna user experience tidak terputus, Pak? Ini yang pertama. Yang kedua, strategi apa yang dilakukan untuk menjamin bahwa layanan inklusitivas tercapai khususnya bagi masyarakat yang kesulitan mengakses yaitu digitals atau mungkin kanal yang ada dalam desa digital Bapak. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih untuk pertanyaannya. Silakan Bapak Bima berkenan untuk menanggapi. Terima kasih, Pak. ini Pak Kasiadi ya dari Mojokerto. Ee kita mungkin perlu bedakan dulu antara Korpi dengan pemerintah ya. KPRI ini organisasi di dalam peningkasan sehingga walaupun orang-orang yang sama dia tidak punya kewenangan langsung terhadap terhadap apa terhadap ee kebijakan-kebijakan bisa mempengaruhi karena yang melakukan juga dia juga tapi tidak sebagai KPnya tapi sebagai pejabat pemerintah. Oke. ee teman-teman di pemerintahan ya itu kalau di Kemerpan Pak Oto itu pekerjaannya dari Pak Oto saya sering diskusi dengan Pak Oto bagaimana me memberikan akses seluas-luasnya kepada kepada masyarakat di Indonesia ini dengan begitu banyak keterbatasan, begitu banyak ee perbedaan level pembangunan ya kalau di di Papua dengan dengan di Jawa itu tentu akan berbeda sehingga kita belum bisa sepenuhnya gitu ya menggunakan satu instrumen saja untuk memberikan layanan. Jadi perlu macam-macam tuh kalau ke Papua Tengah atau ke Papua pegunungan kebetulan saya juga sering ke sana gitu ya. Kalau ingin memberi memberikan pelayanan itu harus datang sendiri ke kampung yang jauh terkecil. Bahkan bahkan apa ee BKN kemarin memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada bidan di Sumatera Barat yang karena enggak ada akses ke sana dia berenang melewati sungai. Pernah pernah lihat ya? Pernah lihat itunya videonya? Berenang melewati sungai masuk ke hutan hanya untuk memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat di sana. itu luar biasa. Itu luar biasa. Jadi saya sangat menganggap bahwa PNS ini pekerja keras. Mereka kan tidak ada apalagi di Jakarta ya, tidak ada ASN, tidak ada pekerja yang datang ke kantor berangkat dari rumah habis subuh kecuali PNS tu enggak ada tuh ya. Jadi, jadi kalau dibilang eh PNS malah palasya saya marah juga loh. Enggak bisa. Mereka dari pagi sudah berangkat dari rumah ke kantor kok. bahwa mereka tidak produktif itu salah di kantornya, kenapa enggak dikasih kerjaan gitu kan. Nah, itu yang harus kita perbaiki. Jadi saya sering menyampaikan kepada teman-teman Ibu, apakah Anda yakin bahwa semua staf di kantor Anda itu paham apa yang harus dia lakukan pada hari itu? Paham apa yang dia kerjakan, seberapa banyak dan dengan kualitas seperti apa? Kadang-kadang ya saya enggak tahu, Pak. Nah, itu dia masalahnya di sana. Jadi, pengukuran kinerja itu mulai dari sana. Nah, sistem-sistem omn channel supaya ada inklusivitas itu adalah sebetulnya lebih kepada bagaimana will kita untuk mikan pelayanan publik beyond the line of dutes ya. Karena aturannya sangat umum gitu ya. ini kan sangat sangat apa ya sangat sangat tergantung pada si orang yang yang memberikan layanan. Kalau kemudian W itu ditangkap oleh organisasi, oleh institusi yang membuat sistem yang lebih baik, yang membuat prasarana yang lebih baik, yang membuat apa ee ee kompetensi pelayan publiknya lebih baik, itu akan lebih baik lagi gitu ya. Tapi dari sistem sendiri seetulnya bisa. Contohnya ketika saya membuat sistem rekrutmen ASN itu tadinya sangat manual, sangat korup gitu ya. Tap begitu dirubah dengan teknologi full teknologi bahkan saya menggunakan AI sebagai shadow application untuk menangkap orang-orang yang berbuat curang gitu ya. Jadi kalau ada curang dia pakai cat itu langsung bisa ketangkap oleh AI AI yang menjadi shadow application ya. Hasilnya bisa menjadi inklusif. Semua orang bisa menjadi ASN. Tadinya kan enggak bisa itu ya. Nah, jadi kalau kita menginginkan sesuatu coba deh kita secara gigih gitu ya memperjuangkan itu pasti bisa gitu. Jadi ya kita maunya gini, Pak, tapi atasannya enggak mau atau ya udah kalau itu enggak mau. Jangan gitu ya. Ada perlu gigi untuk meyakinkan orang agar pelayanan publik itu bisa dilakukan dengan lebih baik lagi. Nah, akses digital ini memang perlu ya, infrastruktur kita belum belum belum merata gitu ya. Bahkan kalau saya di rumah ini sangat diistimewakan karena daerah saya 5G kemudian semuanya sudah fiber optics. Jadi saya tidak pernah punya masalah dengan itu. Tapi ketika saya keluar rumah bahkan di Jakarta pun tidak semuanya bisa 5G gitu. Nah, ini akan sangat mengganggu terutama karena saya butuh bekerja dengan cepat gitu ya apalagi di daerah. Nah, jadi akses digital ini memang memang diperlukan. J tinggal bagaimana pemerintah kemudian mencoba melakukan penetrasi agar akses digital publik ini bisa bisa dilakukan ya. Ya, kita tunggu saja. Saya berharap teman-teman teman-teman saya di Komigi sana atau dipan bisa bersama-sama untuk menyegerakan gitu ya akses digital mungkin itu Pak Kas. Mudah-mudahan bisa bisa memuaskan jawaban saya. Makasih. Terima kasih Bapak untuk jawabannya mengenai pertanyaan Bapak Kasiadi dari SMAN 1 Ngorom Mojokerto Jawa Timur. Terima kasih semoga cukup menjawab dan tentunya kepada dua penanya dalam sesi kali ini juga nantinya akan mendapatkan merchandise persembahan spesial dari BPSDM Jawa Timur. Untuk itu terima kasih Bapak untuk materi dan juga jawaban yang telah disampaikan kepada Ir. Bima Harya Wibisana, M.Si. PhD Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional dan juga Analis Kebijakan ahli utama BKN. Terima kasih sekali lagi Bapak. Semoga sehat selalu. Baik, semoga sehat selalu dan selalu menginspirasi Bapak. Selamat pagi. Baik, tentunya sobat ASN di mana pun Anda berada, kita akan segera juga nanti bertemu dengan narasumber lainnya begitu dalam segmen selanjutnya. Namun juga akan kami ingatkan kembali, kami remind kembali bagi Anda yang belum registrasi dalam semesta Bangkom, Anda bisa registrasi segera ya. Dan tentunya sampai berjumpa nanti di segmen selanjutnya dalam ASM Belajar 2025 seri 46. Uh. bersama membangun asa menuju cipta yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipi zaman dengan semangat pembaruan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jatim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa depan demil bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti meniti zaman dengan semangat pembaruan ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Japin pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetat SRM berkompetensi tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan dan jangan demiang PPSDN Jawa Timur senter ofens masa depan Baik, terima kasih masih setia bersama kami dalam Webinar ASN Belajar 2025 seri ke-46. Tentunya kita akan segera bertemu dengan narasumber kedua kita dan akan kita sambut bersama Bapak Tomi Putra Pratama Gunawan Eskom. Baik, selamat pagi Bapak Tommy. Selamat pagi Mbak apakah suara saya kadang-kadang dengan jelas? Terdengar dengan jelas Bapak Tomi. Terima kasih telah berkenan untuk memberikan materi pada pagi hari ini. Nantinya semoga berguna untuk seluruh sobat ASN di manaun mereka berada. Begitu ya. Beliau adalah pegawai teladan termuda Kemenpan RB tahun 2021. Untuk itu silakan Bapak Tomi untuk menyampaikan materinya. Baik, terima kasih Mbak Stefani. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Om swastiastu, namo budhaya, salam kebajikan. Ee yang terhormat Bapak Ramlianto selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, kemudian Bapak eh Bima Harya Wiibusana selaku Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Korp Nasional serta e Ibu Sri Wahyuni yang nanti akan ee bergabung bersama kita setelah ini. Ee beliau Ketua Forum Sekdas Indonesia, Sekda Provinsi Kalimantan Timur. terima kasih atas ee undangannya kepada saya. ee saya sangat apa ya sangat ee terharu sekali sebenarnya ini ee bahwa ee capaian saya pada tahun 2021 yang lalu ee dapat mudah-mudahan dapat ee sharing gitu di ee forum ini untuk ee menyampaikan bagaimana sih apa sih yang ee terjadi gitu ya di tahun 2021 sehingga ee saya pribadi mendapatkan anugerah tersebut dari instansi saya. Ee saya izin share screen ya, Bapak Ibu. Pada kesempatan ee pagi hari ini ee kita sesuai dengan tema ya, tema yang kami dapatkan yaitu Korpri, bersatu dalam pengabdian, berpadu dalam pelayanan. Eh tema ini sangat menarik sekali ya, bahwa eh Corprix ini adalah suatu perwujudan, suatu forum di antara kita semua sebagai pegawai negeri sipil, sebagai aparatur sipil negara untuk ee bersatu padu bagaimana untuk memberikan solusi, memberikan ee pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus juga memperkuat ee komunitas kita gitu ya, satu sama lain ee untuk saling sharing bagaimana ee ee kita dapat bekerja sama secara lintas instansi seperti itu. Sebelum ee masuk ke materi, mungkin tak kenal maka tak sayang Bapak Ibu sekalian. Ee perkenalkan kembali nama saya Tomi Putra Pratama Gunawan. Ee kebetulan saat ini baru saja menginjakkan ee umur ke 31 tahun sehingga jika ee kalau disebut pegawai teladan termuda sepertinya sudah sedikit tidak relevan ya saat ini. Namun ee semangatnya masih sama seperti tahun 2021 lalu. Mungkin malah lebih ee lebih lagi dari tahun 2021. Saya berasal dari Kementerian PAN RB dan kemudian saya ee sebelum ee tahun ini di tahun 2024 saya ee bekerja ditugaskan di deputi bidang pelayanan publik yang sangat relevan tadi yang sudah di banyak disampaikan oleh ee Pak Bima ee terkait pelayanan publik ee mungkin akan sangat-sangat ee bersinergi ya antara materi ee saya hari ini dengan materi yang tadi sudah disampaikan Pak Bima. Eh, saya selaku pranata komputer pertama eh sebelumnya saya saat saya CPNS saya ee jabatan saya adalah jabatan pelaksana sebagai analisis sistem informasi. Kemudian di tahun 2020 ee 3 saya diangkat menjadi pejabat fungsional ee ahli pertama ya, yaitu pernata komputer ahli pertama. Kurang lebih saya sudah bekerja di Kemenpan RB selama 6 tahun 9 bulan. Dan eh sebenarnya saat ini ee saya sedang ee cuti tugas belajar. Ee saya sedang berkuliah di e S2 Magister Teknologi Informasi MTI UI ee dengan beasiswa dari e LPDP. Bapak Ibu sekalian. Jadi ee satu saat ini saya sedang ee ee di luar ee pekerjaan seperti itu. Dan berikut kontak saya jika Bapak, Ibu ee ke depannya akan ee ee berkomunikasi dengan ee saya. Nah, Bapak Ibu ee selanjutnya ini adalah eh salah satu riwayat saya Bapak, Ibu ya. Ee saya mungkin mengambil tajuk From Zero to crafting a manifesto gitu. Jadi kalau biasanya mungkin orang nyebutnya from Zero Hero ya, tapi eh saya merasa belum sampai sehero itu. Sehingga apa yang saat ini saya lakukan adalah ee menjadikan pekerjaan saya ini sebagai manifesto untuk ee berkolaborasi untuk menciptakan sesuatu yang dapat berdampak bagi ee instansi maupun ee secara tidak langsung untuk masyarakat Bapak Ibu. Nah, ini ee sebelum saya ada di tempat ini, Bapak, Ibu ee dengan ee anugerah yang diberikan kepada saya pada saat itu, saya sebagai masyarakat biasa Bapak, Ibu, sebagai ee orang yang berlomba-lomba juga untuk duduk ee sebagai ASN. saya ee masih belum bisa melupakan ya saat itu ya tahun 2018 tanggal 26 Oktober saat itu adalah ee hari pertama ee seleksi CAT senasional se-Indonesia saat itu untuk tahun anggaran 2018. Saat itu ee saya ee mengikuti tes hari pertama di kantor Walikota Jakarta Selatan saat itu. Ee riuh, ramai peserta saat itu masih saya rasakan sehingga saat ini ee bahkan saat itu ada kejadian bahwa saya itu ee harusnya tes pukul 07.30. Namun ee sempat agak ada kendala teknis hingga e ujian tersebut diundur hingga jam ee pukul 14.00. Nah, di situ apabila saya merasa, "Oh, ini enggak worth ithunggu gitu ya, lebih baik saya saat itu saya sudah bekerja di swasta, apakah saya kembali ke kantor ee untuk tidak meneruskan? Mungkin ceritanya akan berbeda hingga saat ini seperti itu." Oh, iya. Eh, saya seleksi CPNS ini juga di masa baktinya Pak Bima Harya Wiwiisana. Jadi, saya ingin sangat mengucapkan terima kasih kepada ee beliau bahwa saya menjadi salah satu ASN yang memang ee diterima saat masa bakti beliau dengan segala sistem yang sangat transparan, sangat akuntabel. Eh, jadi Bapak Ibu, saya ini adalah salah ee ASN di keluarga saya. Satu-satunya ASN di keluarga saya seperti itu. Jadi tidak ada ee kakak, adik, paman, tante, semua dari keluarga ibu, dari keluarga ayah yang memang menjadi ASN seperti itu. Hanya saya satu-satunya yang menjadi ASN di keluarga besar saya gitu. se tahu sepengetahuan saya hingga saat ini ee tidak ada keluarga saya yang ee menjadi ASN hingga saat ini seperti itu. Dan ini membuktikan bahwa memang ee menjadi ASN di tahun 2025 ini sudah memang sudah bersih dari KKN, sudah bersih dari hal-hal yang mungkin kita mengetahui ee hal-hal ke belakang. Namun saat ini dengan ee pembuktian saya bahwa memang ee untuk menjadi seorang ASN sudah menjadi ee sudah merit seperti itu ya, bahwa memang mereka yang mampu untuk ee melewati semua tes yang disiapkan hingga menjadi seorang ASN seperti itu. kemudian ee berjalan hingga tahun 2021 bahwa saya bekerja kemudian saya melakukan apa ya mengikuti ee arahan pimpinan dan lain-lain memberikan inovasi, memberikan masukan dan kontribusi untuk kantor. Hingga saat itu saya mengikuti seleksi menjadi pegawai teladan saat itu 2021 di tingkat ee pejabat fungsional ahli pertama atau pelaksana dan saya ee dianugerahkan untuk menjadi pemenang saat itu. Dan saat itu saya dianugerahi pegawai teladan Kementerian PAN RB oleh ee almarhum Bapak Cahyo Kumolo. Seperti itu, Bapak, Ibu. Dan ini merupakan salah satu apa ya? Saya tidak tidak pernah terpikirkan saat itu saat saya berdiri saya saat saya duduk di depan layar komputer CAT saat itu dengan ribuan orang lainnya hingga saya menjadi ee bisa berdampingan dengan Bapak Menteri pada saat itu. Nah, selanjutnya Bapak Ibu setelah saya diterima menjadi aparatur sipil negara saya belajar dan mengabdi menjadi manusia baru Bapak Ibu. Mengapa saya sebut sebagai manusia baru? Karena saat itu dengan ee pengamalan saya sebelumnya di di swasta, saya sempat bekerja di swasta 4 sampai 5 tahun sebelumnya dan sudah terbiasa dengan ee budaya ya budaya kerja di swasta. Saya cukup kaget saat ee ee menjadi seorang ASN. Kagetnya itu adalah bahwa e berbeda budayanya. Di sini kita tidak melihat bahwa budaya swasta lebih baik daripada budaya ee ASN atau sebaliknya seperti itu. Tapi memang kita perlu ee menyesuaikan dan mengadaptasi dari ee tempat yang baru gitu. Di mana tempat baru saya saat itu ee lebih tertata dan lebih terstruktur ya, Bapak, Ibu ya. Kita sudah jelas untuk rantai komandonya dan ee segala macamnya. Kemudian mulai dari berkomunikasi bahwa kita harus menyampaikan surat dan lain-lain itu menjadi salah satu tantangan bagi saya. Namun ee saya tidak melihatnya itu ee sebagai tantangan, tapi memang itu sudah sudah ee sebagai keharusan bagaimana seorang ASN itu tetap tetap ada relnya. Namun kita juga tetap agile gitu. seperti tadi yang disampaikan ee Pak Bim bahwa ee di dalam keteraturan tersebut justru kita ee memiliki relativitas seperti itu. Kenapa saya katakan seperti itu? Karena dengan adanya rel sebenarnya tujuan kita sudah sudah ada di depan gitu. kita sudah bisa melihat ee Renstra kemudian RPJM dan lain-lain. Tinggal bagaimana kita menggodok e hal tersebut dan berinovasi di situ gitu. Jadi kalau misalkan orang eh mengatakan eh think outside the box gitu ya jangan. Menurut saya adalah kita harus memanfaatkan kotak tersebut menjadi eh sesuatu e real kita gitu. Supaya kita tidak kabur ke mana-mana gitu. supaya kita ee bisa memahami konteks, supaya kita bisa ee apa ya apa ya membuat kotak tersebut menjadi nyaman seperti itu, Bapak, Ibu. Kemudian juga saat itu saya selalu menjadi gelas yang kosong ya, Bapak, Ibu. Eh maksudnya di sini ee dengan pengalaman kerja ya saat saat saya saat itu saya merasa bahwa ee saya harus selalu kosong setiap saya ee berhadapan dengan atasan saya, dengan rekan kerja saya bahwa apa yang saya sudah pelajari sebelumnya itu bisa itu menjadi ee amunisi saya gitu dengan konteks yang saat ini gitu. Jadi ee kadang ee saya melihat bahwa ada beberapa orang yang memang ee oh kalau di saya sebelumnya begini, ini harus begini begini begini. Tapi saya menyesuaikan bagaimana saya pikiran saya selalu kosong dan ee saya siap menerima input dan arahan dari pimpinan. Dan dengan pengalaman saya, saya berusaha untuk ee mencapai tujuan tersebut seperti itu hingga hari ini gitu. Jadi saya selalu jika berhadapan dengan ee pimpinan bahwa saya selalu menyampaikan bahwa saya ee menerima arahan dan siap ee berkontribusi dengan skill yang saya punya seperti itu. Kemudian mengabdi dan melayani di masa modern. Nah, seperti tadi yang sudah disampaikan ee Pak Bima bahwa memang ASN ini sudah bukan ee yang generalis seperti itu ya, tapi sudah mengarah ke spesialis terutama dengan adanya ee kebijakan pejabat fungsional saat ini, Bapak, Ibu. Jadi, ASN itu adalah profesi yang profesional terutama pada ee era disruptif teknologi informasi saat ini gitu ya. Sudah ada spesialis-spesialisnya seperti itu, Bapak, Ibu. Dan memang ee ke sanalah kita harus ee kejar supaya kalau misalkan di ee swasta punya KPI gitu ya, tentunya kita juga punya target-target yang spesifik seperti itu yang terukur sehingga ee ASN ini ee kalau misalkan di sosial media oh kerjanya seperti ini A B C tapi di dalam kita sendiri kita sudah menyiapkan bahwa memang ASN sudah tidak lagi seperti itu. seperti itu, Bapak, Ibu. Jadi ee selalu saya menempatkan diri bahwa ee saya harus menjadi manusia yang baru, menjadi gelas yang kosong untuk menghadapi segala ee tantangan yang ada di kantor. Seperti itu. Di sini Bapak, Ibu saya mungkin ee sharing sedikit bahwa saya juga masih mengingat bahwa kapan pertama kali saya menggunakan ee baju Corprix. Nah, baju Corpi juga masih yang lama ya, Bapak, Ibu ya. di sini masih ee sebelum tahun 2022 dan saat ini kita sudah pakai yang baru ya. Jadi saya tidak akan pernah melupakan masa-masa saat itu dan ke sanalah saya jika memang motivasi saya turun di kantor saya mengingat kembali bahwa oh ya ini saya yang yang dulu saya perjuangkan saat itu dan saya selalu menyimpan kenangan-kenangan tersebut untuk ee ke depannya menjadi motivisi saya gitu. Dan ini juga salah satu pengalaman saya bahwa eh saya dulu juga pernah menjadi peserta pelatihan Latsar CPNS terbaik saat itu yang diselenggarakan oleh Helan dan tidak akan pernah saya lupakan supaya ee ke depannya saya bisa mengingat hal yang sebelumnya dan menjadi ee motivasi untuk ke depannya. Nah, eh gimana sih Bapak Ibu saat itu saat saya menjadi pegawai teladan di tahun 2021? apa sih yang saya lakukan gitu sehingga ee para pimpinan saat itu dewan juri melihat sesuatu yang berbeda gitu dari saya. Mungkin ini sedikit sharing dan memang mungkin ee bisa jadi tidak tidak sama gitu dengan pengalaman orang lain. Namun apa yang saya ee lakukan saat itu cukup relevan di terutama di masa-masa pandemi. Yang pertama adalah menjalin komunikasi interpersonal. Jadi ee saat-saat itu dengan kondisi pandemi Covid-19 ya, Bapak, Ibu tahun 2021 masih masih ee cukup masif ya saat itu Bapak Ibu. Eh, yang saya tekan, yang saya bekali saat itu saat saya CPNS adalah kenalan sama orang ini, kenalan dengan si A, si B dari unit kerja A, unit kerja B. Sehingga saat terjadi apa ya saat fisik kita tidak bisa bertemu di kantor, saya sudah mengenal mereka dan bagaimana saya apa menyelesaikan ee pekerjaan lintas unit kerja itu sudah dapat saya bekali gitu sejak saat itu. Kemudian adaptasi di masa pandemi tentunya di sini untuk meningkatkan literasi digital sangat-sangat dibutuhkan ya. Namun juga kita juga harus siap bertugas seperti biasa juga Bapak Ibu. Jadi saat itu ini ee salah satu pengalaman saya saat itu sedang ada ee Bapak Ibu mungkin mengetahui terkait Kompetensi Inovasi Pelayan Publik Kipp. Saat itu saya menjadi salah satu ee panitia yang memang harus tetap ada di kantor. Namun juga bagaimana sih ee kita dapat berkomunikasi gitu ya dengan dengan para peserta, para inovator gitu ya, kepada ee para pimpinan dari instansi dan lain-lain. Saat itu ee 2020 itu Zoom itu baru-baru ada, Bapak, Ibu. Nah, bagaimana saat itu saya secara cepat gitu ya mempelajari teknologi Zoom, kemudian teknologi audio, video dan lain-lain sehingga ee saya mengambil langkah cepat bagaimana kompetisi ini bisa ee tetap terselenggara seperti itu. Dan saat itulah kemampuan saya sebagai yang berlatar belakang TI saya tuangkan dengan potensi dan minat bakat saya saya tuangkan sehingga kemampuan saya tidak saya simpan sendiri. Bapak, Ibu, mungkin saat ini banyak ya ee diskursus yang mengatakan bahwa ee oh di kantor jangan kelihatan ya, jangan kelihatan ee kita punya skill ini nanti dalam tanda kutip nanti dimanfaatkan oleh kantor sehingga kita lelah sendiri dan lain-lain. Namun hal tersebut ee tidak saya tidak saya apa ya, tidak saya iyakan gitu. Karena memang menurut saya apalagi menjadi seorang ASN bahwa kita harus ya full tilt gitu Bapak Ibu. Kita harus bisa menyampaikan apa yang kita punya dengan bertanggung jawab tentunya ya Bapak Ibu ya ee untuk ee menjadikan ee kemampuan kita ini bermanfaat bagi ee permasalahan-permasalahan yang ada di kantor dan bagaimana untuk mencapai ee apa namanya target-target di kantor Bapak Ibu ya. saya waktu itu ee memang ee hobi saya ini adalah e musik ya, Bapak, Ibu. Jadi saya mengetahui bagaimana multimedia itu ee dapat digunakan dengan baik dan lain-lain sehingga saya tuangkan di kantor, saya interkoneksikan perangkat-perangkat yang di kantor sehingga kita bisa zoom dengan baik gitu dengan ee para inovator saat itu. Dan kemampuan tersebut ee tidak saya tutup-tutupi gitu. Oh, ya udah karena COVID juga ya udah kita kontribusinya ee tidak maksimal seperti itu. Enggak seperti itu, Bapak, Ibu. Jadi yang saya yakini saat itu adalah bahwa kemampuan yang kita punya ya harus kita sampaikan ke kantor seperti itu. Kita sampaikan ke rekan tim dan ee ya dapat berkontribusi dengan baik untuk kantor seperti itu, Bapak, Ibu. Dan maka dari itu itulah yang mungkin saat itu dewan juri melihat dari saya. sehingga ee apa yang saya lakukan ini ee berbeda gitu dengan peserta yang lain. Nah, Bapak Ibu, apa yang tadi pengalaman-pengalaman yang saya ee rasakan sebelum menjadi pegawai teladan, hingga menjadi pegawai teladan ternyata ee saat ini sudah diimplementasikan secara keseluruhan ya, Bapak, Ibu dengan adanya nilai berakhlak seperti itu. Jadi ee dari pemikiran ee saya kemudian dari ee pengalaman-pengalaman ee ASN yang lain kemudian ee oleh Kementerian PAN RB dihimpun menjadi salah satu ee nilai berakhlak seperti itu. Di mana ee orientasi pelayanan ini menjadi nom eh nilai yang nomor satu ya, Bapak, Ibu yang berorientasi pelayanan. Jadi kita sudah tidak lagi ee bagaimana sih gitu yang menjadi ASN teladan bagi versi kita diri sendiri gitu ya. Bagi kita sendiri sudah ada panduannya dalam nilai berakhlak ini gitu. bagi bagi saya kemudian bagi e Bapak Ibu sekalian bahwa dengan mengikuti ee nilai ASN berakhlak ini ya kita bisa juga gitu menjadi ee ASN yang terbaik bagi diri kita sendiri dan bagi unit kerja seperti itu. Mulai dari berorientasi pelayanan, kemudian akuntabel, kemudian kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Ini eh nilai yang memang selalu diulang-ulang dan akhirnya terinternalisasi ya, Bapak, Ibu. sehingga ee pengalaman-pengalaman ee berbagai ASN yang sudah berprestasi, yang sudah yang ASN yang memang baik dituangkan dalam nilai ini gitu. Sehingga Bapak, Ibu sekalian juga tinggal mengikuti dan tinggal menginternalisasikan di dalam ee instansi Bapak Ibu sekalian. Nah, Bapak, Ibu dengan ee nilai pertama tadi ya, Bapak Ibu yang berorientasi pelayanan. Nah, apa pertanyaannya apakah kita sudah ee melayani sesuai dengan kebutuhan masyarakat? Padahal itu kan nilai yang pertama ya, Bapak, Ibu. realitasnya saat ini bahwa user centricity kita itu rendah atau memang eh kita lebih ee menekankan pelayanan kita pada SOP kemudian kepada eh governance yang memang rigid. Tapi kita juga kita lupa gitu bagaimana masyarakat merasakan bagaimana ee merasakan pelayanan yang sudah kita selenggarakan. Apakah mereka kesulitan? apakah mereka ee susah untuk mengaksesnya baik layanan fisik maupun layanan digital. Kemudian digitalisasinya masih parsial Bapak, Ibu. Ee transformasi digital belum menyeluruh ee dan belum menyentuh redesain layanan gitu ya. Masih ee sifatnya adalah digitasi ya seperti itu. Belum menyentuh digitalisasi apalagi transformasi digital. Jadi masih memindahkan formulir yang ee formulir kertas menjadi formulir ee daring seperti itu. Jadi ee digitalisasi bukan sebatas itu, tapi bagaimana ee mempercepat dan mengakselerasi dan mengurangi langkah-langkah yang memang sebenarnya tidak diperlukan gitu dalam aktivitas dalam layanan fisik. Kemudian minim layanan proaktif, layanan yang memang kita jemput bola ke masyarakat seperti layanan-layanan yang perlu layanan inklusif ya Bapak Ibu. Bagaimana kita dapat datang langsung, dapat hadir langsung ke masyarakat yang tidak bisa langsung ee mengakses layanan. Kemudian juga partisipasi publik terbatas. Ee saya yakin gitu ya, partisipasi publik ini menjadi salah satu ee apa ya? salah satu amunisi kita ya Bapak Ibu untuk memperbaiki ee layanan publik kita. Karena partisipasi publik ini dalam bentuk aduan, dalam bentuk laporan dan lain-lain ini adalah gift berupa hadiah yang memang disampaikan ee masyarakat kepada kita, Bapak, Ibu. Jadi jangan sampai kita melihat partisipasi publik ini menjadi ee kritikan atau mungkin menakut-nakuti kita seperti itu, Bapak, Ibu. Tapi kita harus melihat bahwa ee aduan tersebut memang menjadi ee menjadi ya menjadi anugerah gitu untuk kita bahwa masyarakat ini peduli loh sama pemerintah gitu. Maka dari itu mereka ee bisa menyampaikan ee aduannya. Nah, tinggal bagaimana kita dapat menyediakan kanal pengaduan yang memang ee baik gitu ya, bukan bukan kanal pengaduan yang memang ee menjadi bola liar gitu seperti di sosial media dan lain-lain. Kita perlu memiliki kanal pengaduan yang sifatnya bisa omni channel seperti itu, Bapak, Ibu, untuk ee menerima aduan-aduan tersebut. Nah, di sini ada lima global trend ya dalam pelayanan publik yaitu berorientasi ke masa depan dan dikembangkan secara kolaboratif. Jadi tidak ada lagi ya Bapak Ibu ya egosektoral bahwa ee ke depannya kita diminta bahwa kita harus bisa open ee data itu supaya ee untuk mempercepat bagaimana ee solusi dapat diberikan kepada masyarakat gitu ya. data-data enggak enggak lagi disimpan di masing-masing instansi ya, Bapak, Ibu. Tapi juga harus diaya gunakan gitu. Bagaimana kita juga tidak perlu lagi mencari data ee data yang lain seperti tadi disampaikan Pak Bima bahwa kita bisa manfaatkan NIK gitu ya untuk berbagai keperluan. Kemudian digitalisasi dan inovasi pelayan publik, layanan proaktif dan terpersonalisasi yang tentunya berbasis data dan pelibatan aktif masyarakat. Di sini kita sudah punya ee framework-nya ya, Bapak, Ibu ya, untuk bagaimana ee mendapatkan kebutuhan masyarakat ya, Bapak, Ibu. Ada lapor, ada SPATN lapor yang sudah menjadi ee kanal pengaduan aplikasi umum ya, aplikasi umum di bidang ee pengeluan pengaduan yang kita bisa manfaatkan, yang kita bisa gunakan secara berbagi pakai. Kemudian ada ee mekanisme SKM survei kepuasan masyarakat yang datanya sudah ee kuantitatif ya seperti itu Bapak Ibu sehingga ee bisa diolah dengan cepat. Kemudian juga terdapat forum komunikasi publik yang sifatnya kualitatif gitu ya. Jadi framework ini saling melengkapi Bapak Ibu ya. mulai dari lapor, SKM, dan forum konsultasi ee konsultasi publik merupakan sebuah mixed method gitu ya, Bapak, Ibu, untuk ee mendapatkan gift tadi dari masyarakat untuk kita olah untuk menjadi perbaikan kebijakan. Kemudian tadi juga disampaikan eh pendekatan live events bahwa layanan kita ini tidak lagi harus berdiri sendiri-sendiri ya seperti itu. Tapi kita bisa melihat dari sisi ee kehidupan masyarakat itu sendiri. Mulai dari bayi. Bayi memerlukan apa sih, Bapak, Ibu? Memerlukan ee perbaikan ee update K e KK misalkan, kemudian penerbitan KIA, kemudian dari sisi kesehatan harus segera didaftarkan BPJS-nya. ee kemudian nanti beranjak ke remaja, bagaimana mendapatkan kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Kita harus bisa dapat melihat ee pelayanan itu harus sifatnya itu ee sektoral, Bapak, Ibu ya. Bukan lagi ee bukan lagi ee masing-masing seperti itu ya, hingga dewasa kemudian keluarga hingga nantinya meninggal dunia. Jadi, kita harus bisa melihat kebutuhan ee masyarakat secara tematik ya, Bapak, Ibu. Kemudian pemanfaatan Omni Channel. Nah, ini eh Omni Channel ini menjadi eh media ya, Bapak ya. Menjadi media bahwa ee bahwa layanan yang kita berikan itu memang harus dalam satu dalam satu apa ya, satu data yang terintegrasi. Tapi kita juga perlu bisa menyediakan opsi gitu kepada masyarakat bagaimana mereka jika ee datang langsung ke kantor pelayanan. Kemudian bagaimana jika pelayanan itu bergerak gitu ya, menjemput seperti ee mobil keliling dan lain-lain gitu ya. Kemudian pelayanan mandiri bisa dilakukan e self service gitu ya, seperti ee yang kita tahu anjungan apa tuh anjung duuk capil mandiri ya Bapak Ibu ya bisa mengakses di situ atau ee di perangkat-perangkat yang ada di mall pelayanan publik. Kemudian juga yang tentunya saat ini ee banyak ya sedang implementasinya adalah e-goverment atau ee melalui pelayanan elektronik Bapak Ibu. Nah, empat kanal ini tidak berdiri sendiri-sendiri, Bapak, Ibu. Ya, memang sifatnya omni channel, tapi datanya satu seperti itu. Sehingga nantinya ee kita gitu ya, dapat melayani masyarakat dan masyarakat dapat memberikan input ke kita itu dengan e prinsip no wrong door policy gitu. sehingga masyarakat tidak perlu tahu gitu ya siapa yang ee petugas yang melayani atau unit mana yang melayani. Tapi mereka bisa menyampaikan input mereka dan kemudian dapat disatukan di sistem dan nanti sistem yang bisa ee meneruskan gitu ya input-input dari masyarakat ke instansi yang ee berwenang. Nah, tadi Bapak, Ibu kita sudah membahas terkait ee kebutuhan masyarakat ya, bagaimana kita melayani ee masyarakat sesuai dengan kebutuhannya ya. Nah, ada salah satu pendekatan yang memang ee sangat relevan gitu ya dengan dengan studi kasus kita ini adalah user centric approach gitu ya. Nah, user cent approach ini eh awalnya eh salah satunya ada diimplementasikan dalam eh desain produk ya, Bapak, Ibu. Nah, di user centric approach ini adalah bagaimana kita dapat mendesain ya mendesain produk ataupun mendesain layanan seperti itu ya Bapak Ibu dengan menempatkan bahwa user itu adalah fokus utamanya gitu ya. Jadi apa yang disampaikan user ya itu yang kita buat gitu Bapak Ibu ya. Bukan bukan lagi ee kita membuat sesuai dengan ee alur yang ada di kebijakan seperti itu. Itu menjadi patokan tetap Bapak Ibu. Tapi apa yang dirasakan pengguna tentunya ee menjadi input bagi kita bagi. Nah, bagaimana sih cara melakukannya gitu ya. bagaimana Bapak, Ibu dapat mendesain suatu layanan, mendesain suatu produk yang memang ee sesuai dengan kebutuhan. Yang pertama tentu saja gitu ya, fokus awal pada pengguna dan kebutuhannya gitu ya. Nah, apa sih kebutuhan ini digali dari apa Bapak Ibu? Dapat dilihat dari kognitifnya gitu ya, bagaimana perilaku ee masyarakat gitu ya dalam mengakses pelayanan. Kemudian juga ya lihat kebutuhan penggunanya gitu ya. Lihat ee kebutuhan pengguna ini bisa diukur dari data-data yang empiris seperti itu. Misalkan dari log aplikasi misalkan aplikasinya wajib ya ada ada log-nya bagaimana ee data ee layanan saat itu gitu ya di suatu instansi gitu ya berlangsung. mana sih layanan yang paling diminati oleh masyarakat, mana yang menurut ee SKM-nya itu paling rendah dan lain-lain. Jadi ee untuk menggali kebutuhan ini tidak hanya kita melihat langsung, tapi harus based on data gitu. Harus based on data sehingga data itu memang menjadi penting ee dalam ee penyelenggaraan layanan gitu ya. Nah, data ini juga tadi ya sudah kami sampaikan bahwa bisa dilihat dari pengaduan, dari SKM ataupun dari FKP yang bisa menjadi data primernya. Kemudian ee yang terakhir adalah rancangan iteratif bahwa produk atau layanan publik yang dibuat itu tidak sekali digulirkan sekali di launching gitu ya kemudian selesai gitu ya tidak tidak dilanjutkan atau tidak sustain gitu tapi harus dirancang secara iteratif dilakukan lagi e yang namanya usability testing gitu kemudian dilakukan lagi eh evaluasi-evaluasi untuk melihat bagaimana sih ee masyarakat painp sih gitu ya yang dirasakan oleh masyarakat. Titik-titik mana yang bisa kita ee perbaiki gitu. Titik-titik layanan. Misalkan ee dalam registrasi KTP misalkan saat ini registrasi KTP mulai dari misalkan masyarakat ee datang ke kantor pelayanan. Nah, di situ sudah bisa kita lihat gitu bagaimana ee kondisi kant ee ruang pelayanannya gitu. Kemudian dari sisi SDM yang melayaninya. Nah, di situ kita bisa melihat eh painpinpoint apa saja yang di ee rasakan oleh masyarakat gitu. Kita bisa bikin matriksnya, tahapan-tahapan eh user journey-nya gitu ya, user journey-nya dari eh masyarakat seperti apa. Kemudian kita bisa catat painpint-nya per masing-masing sehingga itu menjadi sebuah data observasi gitu, Bapak, Ibu. Nah, inilah yang disebut dengan eh pendekatan user centric approach seperti itu. Nah, Bapak Ibu tadi kan kita sudah membahas bagaimana kita memanfaatkan data ya. Nah, di tahun 2025 ini sudah menjadi AI-nya, eranya Gen AI ya seperti itu, Bapak, Ibu. Bahwa ee data yang begitu banyak gitu saat ini ee perlu bagaimana diolah dengan cepat ya seperti itu. Contohnya saja Bu ya di ee kami di S di SIPPN Sistem Informasi Pelayanan Publik sudah mendata ada lebih dari 300.000 layanan. itu layanannya saja Bapak, Ibu yang diselenggarakan di Indonesia. Itu baru layanannya, belum transaksi per masing-masing ee layanannya gitu. Nah, Bapak Ibu bisa bayangkan seberapa lama gitu ya, seberapa kuat mungkin ya komputer kita, Excel kita gitu ya untuk untuk ee memfilter gitu ya data-data dan mencari insight yang kita butuhkan. Nah, maka dari itu eh Gen AI menjadi salah satu eh era baru gitu ya untuk terutama bagi ASN ya untuk ee bagaimana mengolah data agar menjadi evidence base gitu ya untuk perbaikan kebijakan. Nah, di sini saya mengambil beberapa sumber ya, Bapak, Ibu ya ee yang valid dari Kementerian Komdigi. Kemudian dari Mikin juga bahwa di Indonesia ini sudah ada gitu ya untuk pedoman e etika ee kecerasan artificial. Nanti Bapak Ibu mungkin bisa ee search di Kemdiji untuk panduannya. Namun yang bisa saya rangkum gitu ya dari bagaimana sih kita ee meningkatkan literasi digital terutama di bidang AI gitu ya. Yang pertama adalah assistive AI usage. Bahwa eh AI itu digunakan untuk membantu kita, untuk mengasistensi kita gitu ya ee dalam ee mencari insight-insight apa saja yang ada di data gitu ya, Bapak, Ibu. Jadi bukan sebagai ee untuk menghasilkan keputusan strategis yang langsung dioll out aja ya, langsung disampaikan saja gitu ya ke ee publik. Bukan seperti itu, tapi em digunakan secara asistif ee untuk meningkatkan produktivitas ya, produktivitas untuk mencari apa ya ide gitu ya, mencari inovasi gitu ya. apa yang kurang, apa yang kita e luput, apa yang kita ee lewati gitu ya dari data yang kita miliki gitu ya. Jadi bukan sebagai ee keputusan strategis gitu. Misalkan buatkan ee keputusan ee gubernur gitu ya tentang ini gitu ya. Itu sangat-sangat sangat-sangat apa ya bola liarah seperti itu ya. Bahwa nantinya AI ee tidak akan apa ya ee akan mencari dari berbagai informasi gitu. sebagai sumber yang tentunya ee siapa tahu gitu ya memang tidak tidak relevan gitu. Tadi Pak ee Bima menyampaikan ada algorit ada algorithm bias ya. Algorithm bias ini eh AI itu belum bisa gitu ya empati gitu ya belum bisa ee memberikan empati terhadap kelompok-kelompok yang memang tidak ada di data tersebut gitu. justru kita yang sebagai ee penggunanya itu yang harus menyadari bahwa penggunaan AI ini harus ee empatik gitu ya terhadap ee masyarakat. Kemudian yang kedua, data yang diolah. Tentunya pastikan data yang diolah itu ee yang digunakan di GNA itu adalah bukan data sensitif, bukan data pribadi masyarakat dan instansi dan data-data yang memang dilindungi undang-undang, Bapak, Ibu. Jadi ee kita perlu lagi melihat ee pada SPBE gitu ya, apa saja kemudian dari peraturan-peraturan terkait keamanan informasi mungkin dari BSSN bisa melihat apa data yang dikecualikan. Kemudian ee dari Undang-Undang PDP juga data-data pribadi itu yang bentuknya seperti apa sehingga tidak menjadi makanannya AI gitu ya, Bapak, Ibu ya. Makanannya AI ee sehingga data-data pemerintah tetap aman. yang terbaik memang adalah mengimplementasikan AI on premise, Bapak, Ibu. Jadi, menginstal eh apanya ya? Mesin AI-nya, otak AI-nya di server kita, gitu. Namun jika memang ee anggarannya belum ada gitu ya, kita tetap bisa menggunakan GNI yang yang ada. Namun juga memperhatikan data yang kita upload gitu ya, Excel yang kita upload gitu ya atau PDF yang kita upload ke eh GNI. Kemudian yang ketiga eh triangulasi hasil ya, Bapak, Ibu. Jadi setelah kita melakukan kita nge-prom gitu ya, kita menyampaikan apa yang kita butuhkan di AI tentunya kita tetap harus melakukan validasi lagi gitu ya dengan fakta, dengan kebijakan, pedoman gitu data atau bahkan sumber akademik jika ada gitu Bapak Ibu. Jadi jangan sampai ee kita menalan mentah-mentah gitu apa yang disampaikan GNAI ya gitu. Eh, mungkin dulu kasusnya ya, Bapak, Ibu. Kasus-kasus open AI waktu awal itu saat saat kita meminta ee buatkan suatu misalkan suatu gagasan pokok gitu ya, dilengkapi dengan sumber. Nah, sumbernya itu dibuat-buat seperti itu Bapak, Ibu ya. Untuk sitasinya itu dibuat-buat padahal sitasi itu ee tidak ada gitu penelitiannya. Nah, ini hal-hal yang memang harus kita hindari. Jadi memang ee AI itu adalah tools untuk meningkatkan produktivitas gitu ya, bukan untuk ee apa ya, shortcut gitu ya. Untuk shortcut ee menghasilkan ee kebijakan yang memang kita sendiri enggak tahu gitu ya kebijakannya apa. Kemudian yang terakhir, yang keempat tentunya meningkatkan kompetensi penggunaan AI itu sendiri. Jadi kita ee perlu Bapak Ibu untuk mengetahui bagaimana sih ee etiknya gitu ya menggunakan AI. Kemudian bagaimana ee membuat prom yang berkualitas gitu ya, memberikan ee instruksi yang berkualitas dan juga bagaimana ee AI ini juga ee apa ya menjadi ee asisten kita gitu ya memang bukan menjadi pengganti kita gitu ya kan Bapak Ibu juga kan tidak mau ya digantikan oleh AI. Maka dari itu kita yang harus dalam tanda kutip ya menguasai AI gitu ya, bukan yang dikuasain oleh AI seperti itu. Jadi ini adalah ee empat ee tips gitu ya, bagaimana untuk ee tetap relevan ee untuk menggunakan ee Gen AI di tahun 2005 sebagai ASN. Nah, selanjutnya Bapak Ibu terakhir mungkin dari saya ee ini ee sedikit ee tips gitu ya, bagaimana ee cara tetap relevan gitu secara general. Jadi, tahun ee yang pertama adalah memahami kondisi ASN dan masyarakat di berbagai tempat di Indonesia gitu ya. Bahwa ASN ini perlu menempatkan prinsip inklusivitas pelayanan baik pelayanan langsung maupun digital. Jadi ee tidak semua gitu ya, tidak semua masyarakat kita ee dapat menggunakan perangkat teknologi seperti itu. Contohnya ini ee saya mengambil pengalaman saya saat saya mensosialisasikan SPEN Lapor di ee Banjarmasin seperti itu. Ada sungai Apung gitu ya, pasar Sungai Apung seperti itu yang memang masyarakatnya bagaimana mau megang handphone gitu kan. Kalau misalkan handphone-nya kecebur gimana gitu ya. Tapi bagaimana kita bisa ada apa ya perwakilan di sana gitu ya yang ee bisa menerima. Contoh ini dalam kasusnya pengaduan dapat ee menerima dan dapat meng koleksi gitu ya pengaduan-pengaduan yang mereka rasakan. Apa yang mereka rasakan terkait pelayanan publik, bagaimana mereka berjualan di sana dan lain-lain. Ee kita yang harus jemput bola gitu ke masyarakat. Dan tentunya solusinya tidak selalu teknologi informasi Bapak Ibu di ee kompetisi inovasi pelayanan publik yang ee diselenggarakan oleh Kemenpan RB juga sudah ee menyatakan gitu ya bahwa memang inovasi itu tidak hanya tidak selalu dari bidang teknologi informasi tapi bagaimana caranya dari tata kelola kemudian dari bagaimana kita dapat merangkul ee kelompok rentan seperti itu ya Bu. Itu yang memang menjadi lebih relevan di tahun 2025 gitu. kita sudah mempelajari gitu ya, bagaimana membuat aplikasi, bagaimana menghadirkan ee apa namanya pelayanan digital gitu di gadget, tapi bagaimana saatnya ee hal tersebut menjadi salah satu tool saja gitu ya, bukan menjadi tujuannya. Kemudian yang kedua, kolaborasi lintas unit kerja, instansi dan sektor. Di sini saya merasakan apalagi saat ini saya sedang ee berkuliah Bapak, Ibu. eh saya sharing gitu ya dengan rekan-rekan yang memang ternyata 99% satu kelas saya itu isinya ASN semua gitu ya yang ee dari berbagai instansi dan saya mendapatkan banyak insight gitu yang bahkan mungkin saya juga baru tahu gitu saat itu. Dan ini yang menjadi ee apa ya poin penting kita gitu. bagaimana kita tidak bekerja sendiri, kita tidak terkungkung dalam tempurung kita sendiri, tapi bagaimana kita bisa melihat apa yang sudah instansi lain kejar. Kita replikasi Bapak Ibu, kita scaling up di tempat kita gitu. Bagaimana ee inovasi tersebut dapat dilakukan di tempat kita. Kemudian peningkatan literasi digital. Nah, di sini juga tadi Pak Bima juga menyampaikan poin yang ee sama bahwa literasi digital ini bukan hanya penggunaan teknologi saja gitu ya, tapi bagaimana teknologi tersebut bisa menjadi solusi gitu dari permasalahan dan dapat dipertanggungjawabkan gitu. Jadi bukan hanya oh literasi digital saya bisa pakai chat GPT gitu ya. Semua orang juga bisa gitu pakai chat GPT. Tapi bagaimana kita ee membuat konteks ee penggunaan generative AI ini menjadi ee apa namanya? Menjadi solusi gitu di tempat kita. Dan yang terakhir adalah lifelong learning gitu. Bagaimana ee bukan lagi kita banyak-banyakan ee apa namanya? bukan banyak-banyakan mencari materi sana, mengikut ikut seminar sana sini, tapi bagaimana kita bisa mengikuti ee perkembangan gitu ya, perkembangan zaman gitu ya, dengan meningkatkan kompetensi ASN dengan fokus gitu dengan ee tugas ASN itu sendiri ee terkait literasi digitalnya, terkait bagaimana manajerialnya gitu, sosial kulturan, kultural terhadap masyarakat dan tentunya substansi jabatan gitu ya. Kalau misalkan saya gitu ya di teknologi informasi peran data komputer ya substansi jabatan saya saya terus gali di bagian teknologi informasi gitu dan tentunya berbeda di tempat Bapak Ibu sekalian sesuai dengan substansi jabatannya. Jadi ada empat ya Bapak Ibu literasi digital, manajerial, sosial kultural dan substansi jabatannya. Baik Bapak Ibu, ee ini sedikit dari saya ee anugerah pegawai teladan bagi saya saat itu bukan akhir tapi awal yang baik ya Bapak Ibu untuk membuka cakrala saya terhadap ee dunia ASN gitu. Dan dari situ saya menjadi yang terbaik untuk diri sendiri dan akan menjadi lebih e bermanfaat lagi bagi instansi saya. Demikian yang dapat saya sampaikan. Ee mohon maaf jika ada ee kata-kata yang kurang berkenan. Saya kembalikan ke Mbak Stefani. Ya. Baik, terima kasih Bapak Tomi Putra Pratama Gunawan Eskom untuk materi yang telah disampaikan. Tentu saja ini sangat memotivasi kita. Semangat mudanya sungguh terasa hingga saat ini. Begitu ya. Luar biasa sekali. Tentu saja dengan semangat muda ini, banyak sekali juga penanya yang sudah menunggu-nunggu sesi kali ini untuk bertanya kepada pegawai teladan termuda Kemenpan RB tahun 2021. Untuk itu silakan Bapak untuk berkenan menanyakan dan mungkin boleh perkenalan diri terlebih dahulu. Silakan. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi menjelang siang. Ee yang terhormat Bapak apa namanya? Bapak Ton Putra Pratama Gunawan. Selamat untuk bisa menikmati dan untuk ee meraih ee pegawai teladan termuda, Mas. Kemudian yang kedua saya kenal sama ee Ibu Stefani yang selama ini memandu acara bisa terlaksana dengan baik. Baik, ada beberapa hal yang termotivasi bagi kami sebagai ASN khususnya ee kami dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi ya bernama ee Bapak Shihin. Ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan. Yang pertama adalah ee terkait dari bagaimana kita sebagai pelayan masyarakat ee kebetulan kami juga ASN ee bagaimana kita bisa memfasilitasi dalam rangka pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Seperti kita akui bersama bahwa masyarakat air-air ini kan mungkin membutuhkan ya apalagi ada kemajuan-kemajuan yang disebut ee adalah ee EI. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua, bagaimana mengembangkan pelayanan terhadap masyarakat ini semakin ee semakin cepat dan efektif sehingga apa yang menjadi harapan dari masyarakat ee pelayan kita sebagai ASN itu bisa maksimal. Kemudian bagaimana memotivasi kita sebagai pelayan ini supaya kita melayani masyarakat itu dengan pengabdian sesuai dengan judulnya ee Korp bersatu dalam pengabdian berpadu dalam pelayanan. Ya, judulnya aja juga sangat-sangat mulia menurut kami sehingga kami juga harus bisa memaksimalkan ee melayani kepada masyarakat yang air-air ini sangat membutuhkan. Ee yang terakhir adalah bagaimana menangani konflik dalam pelayanan. Kadang-kadang kan yang namanya masyarakat itu maunya ee supaya dilayani dengan maksimal. Ternyata apa yang diharapkan oleh masyarakat itu tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Terima kasih, Mas. Mas Toni. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih untuk pertanyaannya Bapak Shihin. Silakan untuk Bapak Tomi berkenan untuk menanggapi. Baik. Eh kalau saya tangkap ada empat pertanyaan ya, Pak ya. terkait ee yang pertama adalah bagaimana ee kita dapat memfasilitasi masyarakat ya dengan adanya AI. Nah, ee AI ini ee bisa kita manfaatkan Pak gitu ya dalam dalam berbagai sisi gitu ya dari secara internal gitu. secara internal kita tentunya tadi kita bisa memanfaatkan data-data ee pengaduan gitu ya, data SKM dan lain-lain gitu ya, serta ee kebijakan-kebijakan kita yang sudah kita selenggarakan sebelumnya gitu ya dalam bentuk produk ee kebijakan gitu. produk kebijakan seperti peraturan bupati gitu ya, peraturan dan peraturan-peraturan lainnya kita bisa input kei kan kalau misalkan ee undang-undang itu kan sifatnya atau ya undang-undang kebijakan itu kan sifatnya umum ya, publik itu bisa itu boleh gitu ya dimasukkan ke dalam GNAI gitu ya karena memang bisa dibaca publik dan kita nanti bisa bandingkan gitu ya dengan hasil ee data pengaduan data SKM yang kita sudah ee apa kita sudah kita dapatkan. kita bisa lihat gap-nya gitu ya, Pak ya, dengan kebijakan yang kita punya, kemudian ee dengan data yang memang dirasakan oleh masyarakat seperti apa gitu. Kita bisa menggali ee gap mana yang masih ee kurang sehingga kita bisa memperbaiki ee kebijakan seperti itu, gitu. Kemudian dari sisi eksternalnya gitu ya, Ei ini bisa dimanfaatkan memang meskipun ee masih belum apa ya, masih belum murah mungkin seperti itu Bapak, Ibu ya. kita bisa manfaatkan untuk chatbot seperti itu. Jadinya nanti masyarakat kita juga terbantu gitu ya, kita juga terbantu dengan ee dengan adanya hal tersebut sehingga nanti masyarakat bisa ee menanyakan gitu ya ke chatbot ee dengan knowledge yang memang atau dengan ilmu yang memang sudah kita tanamkan gitu di AI tersebut. Nah, tentunya dengan ee pengawasan juga ya dari kita. Kemudian bagaimana caranya ee melakukan pelayanan yang cepat dan efektif ya seperti itu ya. Menurut saya kuncinya di data sih, Pak ya. Lagi-lagi di data gitu ya. Kadang pelayanan yang ee kurang efektif ini adalah ee salah satunya sumbangsihnya itu dari datanya sendiri yang belum terintegrasi gitu. Jadi ee integrasi data gitu ya antar antar dinas ee saya rasa ee menjadi penting gitu ya. Saya yakin sih kalau di Banyuwangi ya, di Banyuwangi ee sudah eh datanya sudah sangat sangat baik gitu ya, sudah sangat baik dengan ee capaian SPBE yang baik. Ee namun tidak hanya berhenti sampai ee indeks gitu ya, namun juga dimanfaatkan gitu data-datanya benar-benar dimanfaatkan untuk ee perbaikan pelayanan seperti itu. Di mana sih tadi ee titik-titik masyarakat ee merasa layanan tersebut kurang efektif gitu. kita harus mengidentifikasi dulu gitu layanan mana yang memang tidak efektif, tahapan mana yang tidak efektifnya seperti itu melalui ee data-data ee pengaduan, data-data SKM yang dibantu olahannya dengan II seperti itu, Pak. Kemudian motivasi sebagai pelayan publik mungkin kita perlu kembali lagi ya, Pak ee ke motivasi kita gitu ya, saat diangkat. Kemudian juga kita bisa melihat juga saat kita ee dilantik gitu ya dengan ee jabatan kita saat ini. Nah, hal-hal tersebut yang memang perlu kita ee recall kembali, kita ulang kembali ya di dalam pikiran kita ya, Pak, bahwa memang kita melayani ee untuk masyarakat bahwa memang ee gaji yang kita terima ini adalah memang ee dari hasil pajak rakyat gitu ya, Pak. pajak-pajak masyarakat yang memang ee harus kita gunakan secara bertanggung jawab dalam ee bentuk ya kita bagaimana kita bekerja sebagai ASN seperti itu mungkin, Pak. Kalau motivasi saya sendiri seperti itu. Bahwa ee terutama istri saya pegawai swasta gitu ya ee bayar pajak gitu ya tentunya saya tidak mau gitu ya ee apa yang dirasakan istri saya gitu sebagai masyarakat sehari-hari tidak tercermin gitu dari saya sendiri minimal dari diri kita sendiri seperti itu, Pak. Kemudian bagaimana gitu ya menangani konflik dalam pelayanan. Nah, ee Pak kita bisa ee apa ya berpatokan gitu ya, berpedoman pada standar pelayanan. Maka dari itu mengapa dari Kementerian PAN RB khususnya di deputi Bidang Payanan Publik sangat ee apa ya? sangat ee mendorong instansi untuk ee memiliki standar pelayanan dan juga ee mengimplementasikan standar pelayanan tersebut ya dan mengimplementasi dan memperbaharui standar pelayanan sehingga ee konflik-konflik dalam pelayanan ini bisa teratasi gitu ya. Dilihat dari misalkan biasanya mungkin dari konflik yang dirasakan adalah dari durasi atau waktu gitu ya. Nah, kita bisa atur gitu ya standar pelayanan ee durasinya sesuai dengan memang kemampuan penyelenggara seperti itu dan memang sesuai dengan amanat ee kebijakan. Dari situ konflik-konflik yang memang dirasakan oleh masyarakat kita kita pertemukan gitu dengan standar pelayanan gitu. Kemudian misalkan ada ee terkait prosedur gitu masyarakat yang memang sebenarnya memang kadang-kadang juga masyarakat yang belum mengetahui bagaimana prosedur yang harus ditempuh sehingga terjadi konflik. Nah, itu juga bisa diatasi melalui ee standar pelayanan seperti itu, Pak. Gitu. Dari poin misalkan ee pelayanan A gitu ya, ada tujuh ee ee tahapan ya. kita sampaikan keetujuh-tujuhnya seperti itu kepada masyarakat dan kemudian dibandingkan dan jika memang terdapat apa terdapat ketidak ee apa ya samaan seperti itu nanti bisa diperbaharui ya standar pelayanannya gitu dalam forum konsultasi publik yang memang ee standar pelayanan ini minimal kan 2 tahun sekali ya ee harus di-update seperti itu Bapak. Mungkin demikian ee jawaban sementara dari saya Pak. Terima kasih Mas Tomi. Baik, terima kasih untuk Bapak Tomi dan juga Bapak Solihin untuk pertanyaan dan juga tanggapannya. Semoga cukup menjawab begitu ya, Bapak. Baik, selanjutnya karena begitu banyak sekali antusias dari peserta, kita akan pilih kembali begitu ya. Satu penanya lagi. Silakan untuk dapat bergabung bersama kami. Baik ya. Selamat pagi. Baik, selamat pagi untuk penanya. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan Bapak untuk berken memperkenalkan diri dan juga menyampaikan pertanyaan kepada narasumber. Saya Joko Kusmar Henoto eh PNS ASN di UPT Belk Singosari. Saya appreciationing luar biasa tadi ee pemateri ini ini kalau dengan saya jarak masa kerjanya jauh banget karena saya pada PNS ini tinggal 1 hari. Setelah itu masa punah tugas ini mengikuti yang terakhir sebagai PNS ini selama ini saya ngikuti. Ee menariknya begini. Luar biasa. Apa yang disampaikan tadi telah dipraktikkan tentunya ya dipraktikkan sebagai peraih teladan itu luar biasa. Yang ingin saya tanyakan bahwa bagaimana kita menghadapi situasi yang berbeda di kantor yang berbeda dengan karakter pimpinan yang berbeda. Karena pimpinan itu selama ini saya mengamati memiliki dua pasal pas aturannya. Dua pasal. Pasal 1 pimpinan tidak pernah salah. Pasal 2 kalau salah kembali pada pasal 1. Itu aja. Kadang-kadang kita punya pendapat, punya kreasi, inovasi, itu belum tentu bisa diterima dengan baik gitu. Sehingga ya sudahlah daripada tinggin masalah wis manut waah gitu kan. Di mana saja kita ikut aja ngestakan dawuh. Itulah bahasanya kan gitu sehingga kurang berkembang saya pikir ini saya termasuk yang sudah mengalami hal yang ketika kita sampaikan itu tidak pas gitu ya. Ya. Pahit getirnya sebagai PNS sudah kita rasakan dengan masa kerja saya 39 tahun 10 bulan, Mas. Sudah ini sudah dari tahun '86 mungkin ketika panjenengan tadi sampaikan dari tahun berapa ya? 2006 ya Mas. saya 2019, Pak. 2019. Semoga saya doakan ee terus meningkat karirnya. Diharapkan ada banyak lagi SN-SN yang bisa seperti panjenengan itu, gitu. Berkarya saya tetap berkarya di masa purna. Semangat tetap membara, takkan sirna oleh waktu dan ee usia gitu. Semangat saya begitu. Tetapi saya presensi positif. Pertanyaan saya itu tadi, Mas. Bagaimana cara kiat-kiat panjenengan yang bisa kita tolarkan bila menghadapi situasi di mana pimpinan itu agak susah diberi masukan? Apakah kita yesmen saja atau dengan cara-cara yang trik yang menarik tetapi pesan tersampaikan? Monggo, Pak. Itu aja pertanyaan saya. Makasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wah, tinggal satu hari lagi nih sebagai ASN begitu ya, Bapak. Luar biasa sekali dedikasinya. Silakan untuk Bapak Tomi berkenan menanggap. Baik, terima kasih ee Pak Joko atas pertanyaannya. Saya juga mengucapkan selamat mungkin ya, Pak ya. Selamat ee Bapak sudah ee menjalani gitu ya masa ee bekerja yang sungguh begitu lama y Pak dibandingkan saya baru 6 tahun gitu ya, Pak. Dibagi setengahnya pun belum ya, Pak. Gitu ya. Belum sampai gitu. Namun saya mengucapkan selamat atas ee capaian Bapak juga ya selama ini gitu. Nah, untuk pertanyaan Bapak juga ee bagaimana menghadapi pimpinan yang berbeda seperti itu. Nah, mungkin sesuai dengan pengalaman saya yang mungkin ee pergantian pimpinan saya tentunya mungkin belum sebanyak yang Bapak alami gitu ya hingga hari ini. Namun ada beberapa hal yang memang ee menjadi pengalaman saya gitu ya, bagaimana berkomunikasi dengan pimpinan. Karena memang, Pak, untuk menyampaikan ide ini juga e kalau saya baca-baca gitu ya, Pak, memang ada caranya sendiri gitu ya, ada ilmunya sendiri gitu ya, bagaimana kita dapat mengemukakan ide gitu ya, mulai dari bagaimana suasananya gitu, kemudian bagaimana timingnya, bagaimana urgensinya dan lain-lain gitu. Nah, ee mungkin yang pernah saya alami gitu hingga hari ini adalah bagaimana saya gitu ya dapat memproyeksikan ee ide saya gitu ya ke depannya seperti apa gitu. Jadi bukan hanya ee menyampaikan bagaimananya gitu ya ee ide tersebut dilakukan, tapi nanti apa gitu outcome yang bisa didapatkan gitu ya. Jadi bisa juga memberikan seperti apa ya capaian-capaian kecil gitu ya. Apa yang akan kita capai gitu dari ide tersebut kecilkecilnya gitu. Dengan tergambar kecil-kecil ee dulu ya pimpinan saya bisa lebih mudah untuk ee mencerna dan bagaimana untuk membayangkan ide saya ini sebenarnya ee baik atau enggak gitu. Kemudian juga memang dari kelapangan hati kita juga ya, Pak ya, sebagai e terutama mungkin sebagai saya saya sebagai staf ya tentu menerima bagaimana ee masukan dari pimpinan bahwa memang mungkin ide saya ee belum sampai gitu, belum sampai pada e dan memang ee kapasitasnya memang masih belum gitu seperti itu. Jadi ada ada dua ya, Pak ya. Bagaimana kita cara memproyeksikan ee capaian kita gitu ya. misalkan dalam misalkan proyek pengembangan aplikasi gitu ya, bagaimana sih aplikasi ini kita bisa tampilkan dulu kurang lebih bagaimana aplikasinya akan dibuat gitu nanti penggunanya siapa gitu, kemudian fiturnya apa saja dan lain-lain. Jadi dijelaskan ee sedetail mungkin namun juga dapat memproyeksikan apa yang akan diperoleh gitu ya ee di masa mendatang seperti itu. mungkin ee pengalaman saya seperti itu, Pak. Oke, terima kasih Mas, atas penjelasannya. Semoga bisa diikuti oleh semua ASN di Indonesia ini. Ee saya juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara ee webinar ini karena ini adalah webinar yang mungkin terakhir saya ikuti ya. Selanjutnya saya akan masuk kelompok pangsiunan. Demikian pada terutama Pak Pak Bapak Ramlianto yang senantiasa hadir ada awal acara juga pada seluruh penyelenggara mohon maaf lahir batin pada semuanya terus berkarya untuk Indonesia tercinta. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Joko ya dan terima kasih juga Bapak Tomi untuk tanggapannya. Begitu karena kami di sini mengintip dan melihat masih banyak sekali antusias dari peserta yang ingin juga berkomunikasi secara langsung dengan Bapak Tommy ini. Luar biasa pegawai teladan termuda Kemenpan RB tahun 2025. Kita buka satu pertanyaan lagi. Silakan bergabung bersama kami. Baik, selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan Ibu berkenan memperkenalkan diri dan juga menyampaikan pertanyaan. Terima kasih kakak atas waktunya. Eh, Pak Tomi, saya Nenek Mardi dari Lages Maas Dinas Kesehatan Bojonegoro Jawa Timur. Yang pertama kongrat buat Pak Tomi sebagai pegawai teladan termuda. Ini yang luar biasa buat Pak Ramli dan BPSDM yang beserta tim yang selalu menghadirkan tokoh-tokoh yang bisa memotivasi kami setiap waktu di daerah. Bapak tentunya kami kan tidak setiap saat ee kita itu selalu fluktuasi. Kadang semangatnya muncul, kadang tiba-tiba down. Tapi dengan adanya tokoh-tokoh yang hadir ini, terutama tema hari ini, Bapak ee ada beberapa ada satu hal yang ingin kami tanyakan dalam pelayanan publik di era digital ini. Sebagai ASN tentunya tidak pandang dari segi apapun itu kami harus siap beradaptasi, bertransformasi. Ee kemudian seperti yang Bapak Tomi sampaikan tadi, kita harus selalu menjadi kelas yang kosong, Pak, untuk dapat mengadopsi hal-hal yang baru dalam rangka peningkatan kompetensi digital. Kemudian dalam pelayanan juga harus profesional di era disrupsi teknologi informasi. Nah, ini Pak untuk tahapan-tahapan di atas trik-trik apa ya, Pak? ya karena kami juga tentunya kendalanya kami baik intern ekstern ya dari diri pribadi yang kita gaptek mendekati purna itu bukan enggak enggak bisa jadi alasan kita harus tetap mengikuti era sekarang kemudian dari ee instansi seperti yang disampaikan Bapak tadi juga dari segi pimpinan dan lain sebagainya namun kami ingin fokus Pak fokus pada tujuannya trik-trik apa ya Pak agar ini kita mendapatkan ee outcome yang bagus juga relevan setiap waktu sehingga kami dapat continue approve atau berkelanjutan. Mohon arahannya. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik, terima kasih Ibu untuk pertanyaannya. Silakan Bapak Tomy ya. Terima kasih ee Ibu atas pertanyaannya. Makin sini pertanyaannya makin susah ya Bu ya. Iya. ee mungkin ee dengan pengalaman saya mungkin yang terbatas juga ya Bu. Mungkin ada beberapa hal yang ee sedikit dari pengalaman gitu ya. melihat bagaimana di apa namanya di daerah gitu. Kalau misalkan saya ke daerah gitu melihat bagaimana ee penggunaan teknologi yang memang masih ee apa ya mengikuti ya seperti itu ya belum menjadi belum menjadi ee keseharian dan lain-lain juga memang di Indonesia ini sangat beragam ya Bu ya gitu ya dari Sabang sampai Merauk kemampuan literasi digital gitu ya ee tidak hanya melihat apa ya tidak hanya melihat tempat tapi bahkan ee beda umur gitu ya mungkin di seumuran saya juga mungkin di di daerah yang mungkin mungkin ee teknologinya masih kurang juga mungkin belum bisa menggunakan teknologi seperti saya gitu ya. Dan itu ee tidak apa-apa gitu ya. Nah, namun kiat-kiatnya gitu ya mungkin sebagai ee sebagai ASN yang mungkin sudah lebih senior ya dari saya mungkin Bu tetap melihat apa ya tren gitu ya melihat tren ee di ee sekitar kita ya gitu ya. Mungkin paling ee mudah melihat di sektor swasta gitu ya. apa yang bisa mereka sudah capai saat ini gitu ya. Ee bagaimana kita bisa ATM gitu ya, bisa amati, tiru dan modifikasi gitu. Kemudian juga ee bisa berkolaborasi ya gitu Bu dengan dengan teman-teman yang memang ee masih junior junior ya seperti saya ya Bu itu bagaimana ee kami gitu ya, kami-kami bisa dilibatkan gitu ya dalam dalam ee pengambilan keputusan seperti itu. Bagaimana ee ya apalagi Bu ya yang lebih muda dari saya gitu ya. Usia teman-teman yang 20-an pasti mereka lebih canggih lagi dari saya gitu ya. ee perangkat-perangkat yang digunakan gitu ya, tools-tols yang digunakan lebih beragam lagi. Jadi mungkin jangan ragu untuk ee melibatkan kami gitu ya Bu ya. Jangan ragu untuk melibatkan kami ee dalam ee perumusan-perumusan kebijakan seperti itu, Bu. Kemudian juga ee jangan memperhatikan teknologi dulu ya, Bu ya. Gitu. Jangan lihat teknologinya dulu, gitu. Tapi apa yang apa yang ingin dicapai gitu ya oleh ee kita gitu ya melihat dengan kondisi masyarakat gitu. Kita rumuskan dulu ee secara manual gitu kemudian nanti kita ee bandingkan gitu dengan teknologi yang sudah ada saat ini ee seperti apa gitu misalkan ee teknologi untuk misalkan pendaftaran gitu. pendaftaran. Oh, saat ini ternyata sudah ada face recognition gitu misalkan seperti itu. Itu nanti bisa menjadi ee bahan apa ya bahan kajian gitu di tempat ee Ibu. Mungkin itu ya Bu ee dari saya gitu. Ee intinya adalah jangan melihat teknologinya dulu gitu ya. Jangan melihat teknologinya dulu. Ee kemudian juga bisa melibatkan ee rekan-rekan muda gitu ya Bu untuk ee bisa berkontribusi seperti itu gitu. Jadi jangan jangan ee takut gitu seperti itu Bu. Mungkin sedikit yang bisa saya sampaikan. Ada ada tiga item ya Bapak ya yang dicapai saat ini dari sektor swasta. Apa yang bisa kita adopsi dan kita terapkan tentunya dengan berkolaborasi sebagai tim efektif, tim-tim kami yang fresh yang masih muda untuk kami bisa mengambil keputusan dan kebijakan dan merumuskan yang manual dulu untuk baru kita bandingkan dengan teknologi. Terima kasih Bapak atas arahannya. Terima kasih, Kakak. Matur nuwun ngiami. Nuwun terima kasih Ibu cukup menjawab ya. Saya lihat sudah langsung dirangkum begitu jawaban dari Pak Tomi. Semoga membantu. Begitu ya. Baik terima kasih Bapak Tommy Putra Pratama Gunawan Eskom telah berkenan memberikan materi yang begitu sangat membangun, memacu motivasi terutama untuk ASN terus bertumbuh begitu ya, terus memberikan terbaik pelayanan untuk masyarakat. Terima kasih sekali lagi Bapak. sehat selalu, semangat selalu dalam bertugas dan pastinya menyelesaikan studi tadi ya untuk magisternya kami doakan selalu. Terima kasih pegawai teladan termuda Kemenpan RB tahun 2021 dan tentunya sobat ASN dari ketiga penyany tadi juga akan mendapatkan merchandise spesial dari BPSDM Jawa Timur. Jadi jangan lewatkan ada satu lagi narasumber yang nanti bisa kita nantikan bisa siapkan pertanyaannya nanti kita akan tanyakan kepada narasumber kita selanjutnya. Dan juga kami remind kembali bagi yang mungkin belum meregister diri sendiri begitu ya dalam semesta Bangkom silakan untuk register yourself begitu dan sesaat lagi kita akan bertemu di segmen selanjutnya dengan narasumber yang berbeda. ya Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong kami di sini sukses dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa Kami dari sini tugas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan AS lebih beragung. mengerdas penuh hati tulus membantu sesama dengan kami melayani dengan kami melayani dengan bang kami melayani bangsa zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan selaku dunia tekat pantang menyerah jadi berkualit bersama membangun asa menuju cipta yang mulia kami hadir Kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipiti zaman dengan semangat pembaruan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Temen Jatim Pusat unggulan. Tempat lahirnya insan berkualitas. Mencetak STM kompetensi tangguh cerdas tangguh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Sensilang bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Jatim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas. Mencet STM berkompetensi. Tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan dan jangan gemilang. BPSDN Jawa Timur Center of Sans masa depan gemilang L Terima kasih masih setia untuk membersamai kami dalam webinar ASN Belajar seri ke-46. Tentu saja yang kita tunggu-tunggu bersama, kita akan segera bertemu dengan narasumber yakni narasumber terakhir kita. Beliau adalah ketua forum Sekda seluruh Indonesia yang saat ini beliau menjabat sebagai Sekda Provinsi Kalimantan Timur dan beliau adalah Dranda Sri Wahyuni, MPP. Baik, selamat siang Ibu Sri Wahyuni. Baik, mohon izin kami menyapa kembali. Selamat siang, Ibu Sri Wahyuni. Eh, mohon izin, mohon maaf untuk suara belum terdengar, Ibu. Baik tentunya sobat ASN tadi kita sudah mengikuti bersama tentunya rangkaian dan juga pastinya kita sudah mendengar materi-materi dari kedua dua narasumber sebelumnya. Hal ini sangat menarik karena tadi kita sudah sempat melihat bagaimana seorang ASN ini harus bekerja dengan hati, penuh juga dengan empati dan juga kita mendapatkan motivasi juga bahwa menjadi ASN ini adalah sebuah pengabdian yang mana nanti setelah ini kita juga akan bersama mendengarkan begitu dari Ketua Forum Sekda seluruh Indonesia bagaimana terkait dedikasi beliau sebagai sekretaris daerah dan pastinya ini merupakan role model untuk ASN di seluruh Indonesia. kita akan segera berbincang nantinya. Dan jangan lupa juga siapkan pertanyaan terbaik Anda, Sobat ASN karena nantinya pasti kita juga akan membuka sesi Q&A dan sangat menarik kita juga mendapatkan merchandise dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Baik, kami menyapa kembali Ibu Sri Wahyuni. Apakah telah bergabung bersama kami dan audio dapat terdengar dengan jelas? Baik, sepertinya belum terdengar. Mohon izin, Ibu. video tutorial video tutorial saja untuk registrasi kami remind kembali bagi para peserta sobat ASN yang belum untuk meregis silakan saja untuk register yourself tentu saja dengan tutorial berikut ini. Selamat siang. Oke, ya. Baik. Oke, kita akan mengundang kembali Dr. Sriwahyuni, MPP. Selamat siang, Ibu. Selamat siang, Mbak Stefani. Langsung terlihat cantiknya ini siang-siang. Terima kasih Ibu telah berkenan untuk bergabung. Berkenan juga nanti akan berbagi materi dan ilmu kepada sobat ASN di mana pun mereka berada. Begitu, Ibu. Silakan Ketua Forum Sekda Seluruh Indonesia hari ini akan menyampaikan materi untuk Anda. Silakan, Ibu. Baik, terima kasih Mbak Stefani. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pertama-tama saya mengucapkan selamat kepada BPSDM ee Jawa Timur yang telah ee menyelenggarakan ASN Belajar seri 46 tahun 2025 ini. Dan di seri 46 ini ee kami berkesempatan untuk sharing. Baik, Bapak, Ibu, teman-teman semua. Ee tadi mungkin sudah ee banyak disampaikan terkait dengan bagaimana peran ASN, bagaimana ASN itu ee bekerja di dalam birokrasi. Nah, saya ingin menggambarkan memberikan gambaran umum saja yang sebenarnya kita sudah berada di dalamnya. Ada empat ee bagian yang ingin saya sampaikan. Yang pertama tentang birokrasi, peran ASN dan birokrasi. Apa sih yang jadi keinginan ASN dan apa keinginan masyarakat terhadap ASN. Lalu, bagaimana kita mewujudkan ee profesionalisme ee ASN. Nah, bicara tentang birokrasi kita yang sudah berada di dalamnya tentu ee tidak asing dengan situasi ini. Bahwa birokrasi itu adalah sebuah sistem manajemen terstruktur. Di dalamnya ada struktur organisasi, ada spesialisasi kerja, aturan prosedur, fasilitas pendukung, kepemimpinan dan visi, misi, dan tujuan. Yang memang bergeser sekarang adalah bahwa struktur itu tidak lagi dominan karena sekarang ASN juga diberikan ruang yang luas untuk menjadi pejabat fungsional. Jadi, ada yang namanya tim kerja, tim efektif, ee tidak lagi seorang mengejar karir di jabatan ee tidak hanya di jabatan struktural. Nah, ada empat hal yang menentukan kualitas birokrasi. Yang pertama adalah SDM, sistem regulasi, kepemimpinan dan organisasi. Nah, dari berbagai sumber, empat faktor kualitas birokrasi yang paling menentukan adalah SDM yang profesional dan berintegritas. Jadi, Bapak, Ibu, teman-teman kita sebagai ASN inilah yang menjadi pemegang kendali ee bagaimana kualitas birokrasi ini bisa ee berjalan dengan baik. Nah, mengapa ee perlu profesionalisme dan integritas dari SDM? Yang pertama, kebijakan struktur dan sistem itu tidak bisa berjalan dengan baik kalau tidak dijalankan oleh orang yang kompeten, kebijakannya bagus, strukturnya bagus, tetapi dalam implementasinya di tangan orang-orang yang tidak kompeten, maka ini juga tidak efektif. Kemudian integritas. Nah, ini menentukan bersih atau tidaknya ee birokrasi. Lalu pelayanan publik ini ditentukan oleh perilaku dan kualitas individu. ASN yang menyampaikan ee yang menjadikan ee tugas tanggung jawabnya itu sebagai ee bagian dari ee dirinya tentu dia akan memberikan dengan pelayan publik dengan ramah. Kemudian juga pengambilan keputusan yang tepat itu bergantung pada kemampuan teknis dan etika pembuatnya. Nah, di sini betapa ee peran dari ASN itu menjadi sangat penting dalam sebuah birokrasi. Nah, tentu untuk meningkatkan kualitas birokrasi ada banyak hal yang bisa dilakukan yang juga tentu sudah dilakukan oleh e daerah-daerah ee di antaranya memperkuat SDM ASN. Ee SDM ASN itu harus profesional, kompeten, berintegritas. ee bagaimana kemudian struktur dan prosedur birokrasi itu disederhanakan, membangun eh digital dan data driven and government, kemudian budaya organisasi yang berbasis layanan publik, memperkuat kepemimpinan sistem merit, transparansi pengawasan, akuntabilitas, dan juga mengoptimalkan peran pemenda dan desentralisasi yang sehat. Nah, ee ini adalah aspek-aspek yang akan menciptakan birokrasi yang ee berkualitas. Mbak STI, Bapak, Ibu sekalian, saya mohon maaf agak ee cepat menyampaikan ini karena setelah ini saya harus menghadiri rapat lagi. Tapi saya coba siapkan waktu untuk mungkin ada satu ada dua pertanyaan. Nah, Bapak Ibu tentang birokrasi, mari kita lihat bagaimana birokrasi yang dekat saja negara-negara tetangga kita. Bagaimana Indonesia dengan negara tetangga yang ada ini. Kalau kita lihat Bapak, Ibu, Singapura itu tertinggi dia government effectiven itu eh 2,32. Kemudian juga ee peringkat korupsinya dia tuh 84 dari 100. Kemudian dari government-nya government digitalnya itu 0,9. Nah, setelah Singapura ada eh Malaysia, kemudian Vietnam. Nah, Indonesia ini poinnya government effectiveness itu 0,58. Kemudian kita masih di atas eh Vietnam ya, tapi di bawah Malaysia. Nah, hanya di korupsi indeknya kita 37 kita di bawah Vietnam. Kemudian tentang pemerintahan digitalnya kita masih urutan ee lima besar. Nah, ini tentu ee kita semua berkontribusi untuk menjadikan ee government di Indonesia seperti ini. Tapi tentu kita ingin meningkatkan daya saing Indonesia ee lewat ee birokrasi yang lebih berkualitas. Nah, kalau kita lihat juga ini sumber dari Kemenpan RB dari tahun 2018 sampai 2024 indeks ee sistem pemerintahan berbasis elektronik atau SPBE ini terus meningkat. Kalau 2018 masih di bawah 2, sekarang 2024 ini sudah 3,12. Nah, banyak daerah sudah mungkin mencapai 4 ee insyaallah ee kaltim juga tahun ini mungkin mudah-mudahan bisa mencapai 4,2. Kami melihat kementerian yang paling tinggi itu 4,8. Nah, mudah-mudahan daerah yang lain juga semakin meningkatkan. Tapi ini sebuah ee pertumbuhan yang baik untuk penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Kemudian terkait dengan skor e-goverment ini juga menunjukkan sebuah pertumbuhan meskipun kita masih harus mengejar ketertinggalan kita dengan ee negara lain. Nah, bagaimana dengan birokrasi di daerah? Nah, ini dari berbagai sumber ee kita melihat ee kalau di Kemenpang RB indeks reformasi birokrasi di daerah itu rata-rata ee meningkat ya dari 59,32 menjadi 69,46. Jadi ada ee peningkatan. Kalau tadi SPBE-nya juga tumbuh, ini indeks reformasi birokrasi juga begitu tumbuh untuk kabupaten kota. Untuk provinsi ini juga naik lebih tinggi dari kabupaten kota dari 69,71 poin menjadi 74,63 poin. Nah, untuk kementerian lembaga ini lebih tinggi lagi dari 76,81 menjadi 82,98. Nah, sedangkan ee kepatuhan tentang standar pelayangan publik di daerah ada sebuah ee ee apa namanya? studi di provinsi tertentu ya. Misalnya ini di NTT. Studi ini menyatakan bahwa tahun 2020 itu ee sakit dan inovasi pelayanannya meningkat. Ee namun dalam survei berikut ditemukan penurunan tingkat kepatuhan di beberapa aspek layanan publik. Jadi ini juga masih menjadi catatan. Kemudian terkait dengan kasus ee korupsi atau penyalahgunaan wewenang di salah satu studi di Jawa Tengah misalnya sistem government di kabupaten kota itu diklaim bisa membantu kasus korupsi. ini menunjukkan bahwa daerah yang sudah mengadopsi digitalisasi itu lebih transparan dan ee mampu bisa meningkatkan integritas birokrasi di daerahnya. Nah, Bapak Ibu ee kita yang sudah ee bekerja ya meluangkan ee tenaga, pikiran, waktu untuk birokrasi. Nah, ini ya peran yang kita lakukan kita adalah ASN itu pelaksana kebijakan publik. ASN adalah pelayan publik. ASN adalah perekat dan pemersatu bangsa. kita netral dalam ee pemilu maupun pemilu KAD. Kemudian ASN itu manajer dan pengelola administrasi pemerintahan. ASN itu pemberi masukan dalam perumusan kebijakan. ASN itu menjaga akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan. Mungkin setiap kita perannya ada satu atau dua ee dan mungkin kita semua pernah mengalami peran ini. Tetapi ini menunjukkan bahwa ee mulai dari proses hulu perencanaannya sampai dengan implementasi dan evaluasinya ASN ee berada di sana. Nah, Bapak Ibu ee mari kita lihat saya mencoba dari berbagai sumber apa sih yang menjadi keinginan ASN? Mudah-mudahan ini ee apa namanya? Bapak, Ibu juga memiliki irisan ya terkait dengan keinginan ini. Yang pertama, ASN itu tentu menginginkan kepastian karir dan sistem merit yang adil. Karena itu kita dukung ee manajemen talenta yang sekarang ini sedang dibangun. Beberapa daerah sudah melakukan sudah melakukan MOU dengan ee BKN dengan manajemen taleta, maka karir dan sistem merit yang ada itu bisa terjamin. Kemudian lingkungan kerja yang bebas tekanan politik. ASN ingin berinovasi, ingin bekerja, tapi kalau di bawah tekanan politik ini semua ee membuat ASN tidak bisa bekerja dengan nyaman. Nah, yang ketiga tentu menjadi harapan kita semua tunjangan kinerja dan kesejahteraan yang layak ini manusiawi dan ee memang di daerah di negara-negara lain ee birokrasinya itu punya salari yang cukup tinggi sehingga mereka tidak memikirkan hal-hal yang lain. Kemudian beban kerja yang proporsional. ada ASN yang harus bekerja beban kerjanya dengan tunjangan yang sama, beban kerjanya lebih banyak dari rekannya. Nah, ini tentu menimbulkan disparitas. Lalu, pemimpin yang adil dan supportif. Pemimpin bagi ASN ini tentu memberikan pengaruh karena dari pemimpin ee ASN bisa belajar, dari pemimpin ASN juga bisa menilai. Lalu digitalisasi yang mempermudah bukan membebani. Digital leadership ini, digital government ini sudah menjadi tanggung jawab kita, sudah menjadi kewajiban kita. ini menjadi tantangan tidak ada alasan untuk tidak melakukan ini. Budaya kerja yang sehat dan kolaboratif. Tentu ASN ingin bekerja di lingkungan yang baik, bukan di lingkungan yang toksik yang ee tidak memberikan ee apa namanya? dukungan, tetapi apa namanya ee membuat merendahkan tidak nyaman begitu ya. tentu kita tidak ingin ee budaya kerja yang seperti itu. Nah, tentang penghargaan dan apresiasi yang layak ee ini juga hal yang ee layak ya, bahwa ASN bekerja dengan prestasi yang dihadapkan tentu mendapat penghargaan. Kami melihat bahwa banyak daerah yang sudah membuat ASN award. Ada juga kalau di KATIM kami bikin ASN of the Year misalnya atau di sekretar daerah. Kemudian juga banyak program yang diberikan untuk ASN yang berprestasi. Kemudian reformasi birokrasi yang konsisten bukan sekedar slogan. Nah, ini beberapa harapan ASN yang ee kami coba rangkum. Nah, sebaliknya kalau ASN punya harapan demikian, lalu apa sih yang menjadi keinginan masyarakat terhadap ASN? Nah, masyarakat tentu menginginkan pelayanan yang cepat, mudah, dan tidak berbelit. ASN yang ramah, sopan, dan mau mendengar. Karena tentu tidak semua masyarakat memahami prosedurnya, tahu bagaimana mekanismenya, ee kemudian juga punya pandangan yang berbeda. Kemudian kejujuran dan integritas profesional dan kompeten, perlakuan yang adil dan tidak diskriminatif karena ee karena ada ee korelasi atau hubungan keluarga lalu mendahulukan ee yang tidak antri. Begitu. Kemudian transparansi dalam layanan proses administrasi, pemanfaatan teknologi, dan juga konsistensi dan kepastian layanan. Nah, Bapak, Ibu, teman-teman semua jika kita sudah memastikan bahwa ee delapan keinginan masyarakat ini telah kita penuhi, maka ee kita menjadi ee ASN yang ee profesional yang membuat masyarakat senang. Karena kita bekerja ini memang untuk masyarakat. kita digaji oleh negara, oleh daerah dalam rangka memberikan pelayanan kepada ee masyarakat. Nah, ada hambatan-hambatan untuk profesionalisme ASN. Yang pertama tentu intervensi politik dan budaya peraturonanase. Biasanya ini per 5 tahun ketika ada ee Pilkada ini biasanya ee mulai ada blok-blok. Nah, ini kita berharap ee kalau ASN netral tentu eh intervensi politik dan budaya peratonase ini eh tidak membumi. Kemudian yang kedua, sistem merit yang belum konsisten. Nah, itu di harapan ASN adalah sistem merit yang konsisten, maka dia menjadi hambatan kalau belum konsisten. Kemudian, keterbatasan kompetensi dan keterampilan. Saat ini ASN minimal 20 jam pelajaran itu harus dipenuhi. ee perubahan ee regulasi, kemudian juga perkembangan zaman ini membuat kita harus terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan. Lalu beban administrasi yang berat dan tidak efektif. Nah, ini membuat ee ASN menjadi tidak produktif. Lalu, budaya kerja yang tidak mendukung, kepemimpinan yang lemah, kesejahteraan dan motivasi kerja yang belum merata, serta kurangnya pengawasan dan ketegasan sanksi. Ini delapan hal ini akan menjadi hambatan untuk mewujudkan ee ASN yang profesional. Nah, lalu bagaimana mewujudkan ASN yang profesional ee dengan memperkuat sistem merit dan transparansi, kemudian kompetensi dan keterampilan, menyederhanakan administrasi dan memanfaat digitalisasi. Ini kembali lagi bicara budaya kerja, kepemimpinan, ee juga kesejahteraan, dan juga pengawasan. Ini hal-hal yang memang ee tidak bisa kita pungkiri ya. Ee kita menjadi profesional ee itu karena ada ee reward dan punishment. Kita profesional karena kesejahteraan kita sudah terpenuhi. Kita menjadi profesional karena kita kompeten. Kita profesional karena sistemnya menjamin transparansi. Kita profesional karena prosesnya lewat digital. Jadi kita profesional juga karena ee apa ya ee kita memperkuat pemilih yang melayani. Nah, inilah hal-hal ee yang tentu harus kita ee pupuk terus yang sudah kita lakukan agar ee kita menjadi bangga sebagai ASN yaitu ASN yang melayani. Oleh karena itu, Bapak Ibu ee sebagaimana tema pada ee hari ini, birokrasi ini adalah sebagai sebuah rumah pengabdian bagi kita, bagi ASN. ASN hadir untuk melayani masyarakat dan birokrasi adalah rumah ASN untuk bersatu dalam pengabdian dan berpadu dalam pelayanan. Demikian dapat kami sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Ibu Sri Wahyuni untuk berkenan memberikan materi di tengah kegiatan yang begitu padat. Tentu saja kita akan masuk pada sesi Q&A dan di sini kita langsung intip dari chatbx yang berada di YouTube. Saya akan ambil satu. Begitu ini pertanyaan dari Bapak Zaki dari ASN Malang. Begitu Ibu. Izin kami menyampaikan pertanyaan beliau kepada Ibu Sri Wahyuni. Yakni bagaimana menciptakan budaya kerja yang membuat ASN merasa bangga dan nyaman mengabdi di birokrasi seperti itu, Ibu. Silakan. Iya. Ee bagaimana menciptakan budaya kerja? Nah, ini karena ini adalah sebuah sistem satu kalau secara personal kita sebagai ASN ee maka kita mulai dari diri kita ya membangun budaya kerja ee respek terhadap pimpinan kemudian bekerja tepat waktu, transparan dan memang budaya kerja ini salah satu ee pemicunya adalah ketika leadernya, pemimpinnya bisa membangun budaya kerja itu. Nah, secara personal masing-masing ASN bisa membangun untuk dirinya. Tetapi dalam sebuah sistem sebagai sebuah individu atau unit kerja ini memerlukan ee dukungan dan keteladanan dari arahan dari dari pemimpinnya agar budaya kerja itu bisa ee terbangun. Nah, mudah-mudahan ee pemimpinnya mendukung, ASN-nya juga ee responsif untuk membangun budaya kerja ini. Karena di beberapa tempat juga saya melihat ada beberapa ee unit kerja ketika ASN-nya itu punya budaya kerja yang bagus. Nah, ini malah ee membuat sungkan ee pemimpinnya yang akhirnya dia ee kemudian membangun bagaimana sistem kerja di dalam unit kerjanya itu bisa ee berjalan dengan baik. Ini memang sebuah tantangan. Tapi paling tidak ee teman-teman ASN mari kita terapkan dari ee diri kita untuk ee menjalankan budaya kerja yang baik sebagai ASN. Sungguh luar biasa. Terima kasih Ibu Sri Wahyuni tentu saja ini menjawab dan mewakili seluruh pertanyaan dari ee rekan-rekan Sobat ASN. Baik, sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Dr. Randa Sri Wahyun MPP. Terima kasih Ibu telah berkenan untuk hadir dan memberikan materi. Semoga sehat selalu dan selamat bertugas kembali. Baikh atas ee waktunya. Salam sehat selalu. Salam sehat selalu. Terima kasih Ibu tentu saja. Sobat ASN. Beliau adalah narasumber terakhir kita pada webinar di seri ke-46 ini. Tentu saja ee Ibu Sri Wahyuni telah menyampaikan bagaimana semangat untuk terus bekerja, terus bersemangat mengabdi untuk masyarakat menjadi ASN yang baik ke depannya. Tentu saja kita telah mengikuti rangkaian acara webinar pada kesempatan kali ini dan izinkan kami menyimpulkan dari ee banyaknya materi yang telah diberikan yakni ketika pengabdian kita satukan akan lahir kekuatan dan di mana pelayanan kita padukan akan tumbuh manfaat untuk seluruh masyarakat. Untuk itu tetaplah berdedikasi tinggi, tetaplah semangat dalam bertugas dan pastinya saya Stefani Imelda mengucapkan terima kasih untuk antusias Anda dan kita akan bertemu kembali di seri selanjutnya. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Zaman yang terus bergerak sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas. belajar juga pemerintahan kelas dunia tekat pantang menyerah jadi AS berkualit kita