ASN Mengaji Series 22 | 2025 - Fiqh Munakahat: Sakinah's Family (Eps. 01)
CS36odxe6oI • 2025-12-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id salat zuhur berjamaah sekaligus dilanjutkan dengan ASN mengaji. Kedua kalinya selawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang telah memberi bimbingan, tuntunan, dan panduan hidup berupa agama Islam. Para jemaah yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan siang hari ini, ASN mengaji tentang fikih muknakahat yaitu episode 1 tentang keluarga sakinah yang akan disampaikan oleh Ustaz Abdul Faid Alfaizin. Kepada beliaunya kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu wassalamu ala sayyidil mursalin. Sayyidina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi wabarik wasallim ajmain. Qolu subhanaka la ilma lana illa ma alamtana innaka antal alimul hakim. Allahummaah alaina futuhalfin w'alana khatanwajhikal karim. yain. Qi. Amma ba'du. Para jemaah Masjid Al-Huda BPSDM yang saya hormati. Alhamdulillah kita oleh Allah masih diberikan nikmat sehat walafiat sehingga bisa berkumpul di majelis yang insyaallah penuh barokah ini. Semoga setiap langkah kita menuju masjid ini menjadi penggugur dosa-dosa kita, menjadi peningkat derajat kita, dan semoga Allah subhanahu wa taala selalu memudahkan setiap langkah kita menuju surganya Allah subhanahu wa taala. Amin ya rabbal alamin. Bismillahirrahmanirrahim. Para jemaah, kita hari ini akan membahas tema tentang keluarga sakinah. Sakinah mawaddah warahmah. Jangan sampai diplesetkan Mbak Sakinah, Mbak Mawadah, Mbak Rohmah. Itu satu kesatuan, Pak. Biasanya Bapak-bapak yang senang peran keluarga saya sakinah mawaddah warahmah. Ustaz maksudnya bagaimana? Yang satunya Mbak Sakinah, yang saknya Mbak Mawadah, yang saknya Mbak Rohma. Pas jemaah, kita hari ini akan membahas tentang dulu kakek-kakek kita, orang tua kita itu selalu mengibaratkan rumah tangga itu seperti bahtera. Nggih. Maka ada istilah bahtera rumah tangga. Itu sebenarnya satu konsep yang luar biasa. Maka hari ini saya akan menjabarkan terkait tentang bagaimana bahtera rumah tangga ini menjadi bahtera yang tidak pecah di tengah jalan dan bisa selamat sampai tujuan. Itu yang pertama. Yang kedua, saya ingin sedikit cerita. Ada satu hadis iblis itu pernah mengumpulkan pasukan-pasukannya. Setan-setan itu dipanggilah ini ada rapat iblis. Nah, iblis ini mengadakan iblis award. Iblis apa, Pak? Loh, nggih. Iblis award. Jadi, iblis itu juga punya iblis word, Pak. [tertawa] Jenengan gak usah ikut rapatnya. Iblis itu manggil ini hadis-hadis sahih. Ras itu manggil ee petugas-petugasnya itu dipanggil suruh laporan. Nanti akan ada yang akan mendapatkan award dari iblis. Ada yang kemudian laporan, saya sudah mengganggu orang ndak salat. Ada yang laporan saya berhasil. Ada orang kemudian mabuk. Ada yang laporan, saya berhasil menjadikan orang itu membunuh. Semua yang laporan itu iblis biasa. Sampai nanti yang terakhir iblis itu kedatangan satu pasukannya, setan itu yang laporannya unik. Apa laporan uniknya? Dia mengatakan, "Saya telah berhasil memisahkan antara seorang suami dan istri dan saya telah berhasil menjadikan bahtera rumah tangga itu pecah dan pisah." Iblis langsung ngomong, "Nikmal anta." Iblis terbaik, setan terbaik ya Anda. Jadi iblis uw itu Pak jatuh pada setan yang mampu merusak rumah tangga. Paham nggih? Jadi yang menjadi yang mendapatkan dari iblis itu bukan yang menjadikan orang tidak salat, bukan menjadikan orang yang kemudian tidak mau puasa, tidak mau baca Quran, itu dosa. Tapi yang menjadikan iblis menjadi bangga sehingga kemudian menyerahkan iblis uwnya itu kepada setan yang berhasil merusak rumah tangga. Makanya ini penting, Pak. Makanya penting kita kemudian oleh Allah subhanahu wa taala alhamdulillah BPSDM memfasilitasi ini bagaimana kita sebagai seorang yang kemudian berumah tangga salah satu yang paling penting dalam rumah tangga adalah ayo bahtera rumah tangga ini jangan sampai bocor jangan sampai pecah dan sampai kita kemudian bisa memastikan seluruh anggota yang ada di Batra itu sampai tujuan apa tujuannya tujuannya nya adalah surganya Allah Subhanahu wa taala. Makanya ini yang harus kita lihat. Jadi bahtera rumah tangga itu ada lima komponen penting dan lima komponen penting ini harus ada. Satu yang namanya bahtera harus ada nahqoda. Siapa nahqodahnya bahtera? Suami. Nah, suami itu nahqoda, Pak. Tapi kebanyakan kita tuh suami itu manut. Nggih. [tertawa] Harusnya ada satu satu sisi yang kita harus nahqada. Keputusan tertinggi itu harus pada suami. Gak bisa. Nanti akan saya ceritakan. Yang kedua, satu bahtera itu butuh navigator. Siapa navigatornya? Istri. Nomor tiga, yang namanya batera butuh peta. Kalau tidak ada peta maka akan terombang-ambing di lautan dan samudra. Tidak akan sampai tujuan. Apa petanya ilmu? Nah, alhamdulillah kita saat ini lagi membahas peta rumah tangga. Berarti kita lagi dalam proses yang ketiga ini, Pak. Yang keempat, yang namanya bahtera itu butuh bahan bakar. Kalau di tengah-tengah jenengan bahan bakar kehabisan bisa bahaya. Apa bahteranya? Bahan bakarnya bahtera yaitu iman. Nomor lima. Yang namanya bahtera itu harus ada benderanya. Kalau gak ada benderanya akan ditangkap. Apa benderanya Bahtera? Yaitu akhlak. Inilah yang insyaallah akan kita bahas satu persatu. P ini ee pengantar dari saya terkait tentang bagaimana kita menyampaikan bahtera rumah tangga ini sampai kepada tujuan utama kita. Pun lanjut. Jadi saya ingin sedikit cerita, Pak. Kenapa kok Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu hidup itu doanya barakallahu laka wa baroka alaika wa jamaa bainakuma fi khair. Jenengan tahu artinya barokallah? Barakallah itu artinya semoga Allah memberkahi laka untukmu dalam kondisi nyaman. Rumah tangga itu kalau dalam kondisi nyaman gak dapat berkah. Bahaya Pak. Kadang-kadang masalah rumah tangga itu muncul ketika apa? Ketika mapan. Saat ini yang kita kemarin berita yang sempat viral itu gugatan cerai itu kapan terjadi? Yang kemarin terjadi saat para istri diangkat P3K. Iya. Apa gak, Pak? Loh, benar. Makanya barakallahu laka doanya orang nikah itu. Barakallahu laka. Semoga Allah memberikan keberkahan untukmu ketika engkau enak, ketika nyaman. Ketika engkau mendapatkan nikmat itu namanya barakallahu laka. Karena orang dapat nikmat itu kalau gak dapat berkah itu bahaya. Kadang-kadang suami itu mulai mikir selingkuh ketika kapan duit akeh mek sik kere ndak kow wani. Iya apa gak pak? Loh bener pak [tertawa] kere kan ndak nyali kan ciut waktu kere nyali ciut jabatan tinggi rekening akeh duit akeh loh ini kalau enggak barokah bahaya ngentekno bingung istrinya ndak bisa menghabiskan kan pilih nyari yang bisa menghabiskan lah ini kan bahaya Pak makanya doanya barakallahu laka semoga Allah memberkahi ketika engkau nyaman loh orang nyaman Aman itu kalau enggak berkah bahaya. Paham nggih? Wis mikirnya macam-macam. Duit akeh, jabatan enak wis mikir kan macam-macam. Sing biyan waktu kere ndak is ndak mikir saiki iso dipikir. Paham? Makanya doanya nikah itu barakallahu laka. Yang kedua, wabaraka alaika. Artinya wabaraka alaika itu apa? Semoga Allah memberkahi engkau ketika engkau sulit dan tidak enak. Masalah rumah tangga kadang-kadang kalau gak enak juga masalah, Pak. Perceraian gara-gara masalah ekonomi banyak enggak? Banyak. Jadi waktu di atas gak berkah bahaya. Waktu merosot gak berkah juga bahaya. L banyak suami itu ditinggal sama istrinya kenapa, Pak? Wis ndak ono apa-apane timbang ngurumat sampeyan masak ono du atan ngurmat wong lio loh kan loh bener kan Pak loh jadi kalau kita dalam perosok kalau gak berkah bahaya tapi kalau berkah kita lihat bagaimana masyaallah saya kadang-kadang liihat kemarin tuh di video ada pasangan kakek-kakek waktu ke rumah sakit istrinya sudah nenek-nenek itu digendong padahal gak duwe opo-opo itu namanya wabaroka alaika ketika terperosok dikasih berkah itu enak. Paham nggih? Loh, [tertawa] ujian tata loh. Benar, Pak. Masyaallah. Ng, Pak. Suami wis pensiun, gaji ndak pati ono, wis ndak pati urip, lumpo pisan ndak iso nang-endi. Loh, itu kalau enggak berkah, Pak, bojone sik gagah, seik ayu, seik seger, seik glowing. Loh, ini kalau enggak berkah kan bahaya loh. Benar. Kalau enggak berkah kan bahaya, Pak. Tapi kadang-kadang kalau berkah itu kan masyaallah. Betapa banyak kita melihat ada seorang pasangan, seorang istri ngeramat suaminya sampai kemudian dia tidak bisa apa-apa. Itu karena berkah. Makanya doa yang kedua apa? Wabaroka alaika. Semoga Allah loh doa itu Pak, doa luar biasa itu, Pak. Jadi jangan jangan jangan apa? Jangan anggap biasa. Doa barakallahu laka waaroka alaika. Itu bukan sesuatu yang berdoa biasa. Itu doa luar biasa. Dikasih berkah waktu di atas, dikasih berkah ketika tidak nyaman. Wa jamaa bainakuma fi khair. Dan semoga Allah mengumpulkan kalian dalam kebaikan. Jadi orang kumpul itu belum tentu baik, Pak. Makanya ngapunten. Ngapunten nggih. Pasangan itu pasangan yang paling baik itu pasangan sampai akhirat atau pasangan dunia? Toat apakah dunia akhirat pasti baik? Belum tentu, Pak. Karena ada pasangan di Al-Qur'an itu dunia akhirat tapi gak baik. Pasangannya Abu Lahab dan istrinya. Tek dunia yo sepakat kompak musuhi Rasulullah tek akhirat yo sepakat kompak mbu neroko. Itu knya pasangan abadi dunia. Artinya wa jamaa bainakuma fi khairin. Itu juga penting. Karena ada orang kumpul itu ya kumpulnya ndak enak. Waktu mati matine kumpul yo ndak enak. Makanya wajamaa bainakuma fi khair. Semoga Allah mengumpulkan kalian dalam kondisi baik. Kadang-kadang kumpul itu enggak enak, Pak. Kadang-kadang yang baik itu gak kumpul. Makanya doa wajama bainakum fi kh itu luar biasa. Paham nggih? Pun dulu sebelum ada doa itu orang Arab tuh kalau doa itu adalah birrofa wal banin. Semoga hidup nyaman, banyak anak. Pertanyaan saya, doa sebelum Rasulullah ngajarkan doa itu orang Arab tuh terbiasa ketika ada orang nikah didoakan enak dan banyak anak. Pertanyaan saya, apakah banyak anak itu baik? Belum tentu. Betapa banyak orang kena kasus gara-gara anaknya. Paham nggih? Dulu aman waktu anaknya punya kasus, kejelekan orang tuanya muncul semua kan. Saya enggak nyebutkan siapa gak nyebutkan siapa [tertawa] loh. Kan banyak orang itu kadang-kadang kalau punya anak waktu dia punya anak dia merasa nyesal. Kenapa? Anak enggak kenek delok. Makanya punya banyak anak belum tentu baik. Makanya doa terbaik itu adalah bukan nyaman dan banyak anak. Bukan. Jenengan doa terbaik untuk pernikahan itu hanya barakallahu laka waaroka alaika wa jamaa bainakuma fi khair. Paham nggih? Kita bahas satu persatu pun suami nahqoda ini suami. Apa dalilnya suami nahqada? Suami nahqada itu di Al-Qur'an surah Annisa Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Arrijalu qawamuna alanisa." Laki-laki itu adalah para pemimpin bagi perempuan. Bima fadolallahu ba'dhum ala ba'. Karena Allah Subhanahu wa taala menganugerahkan kepada mereka sesuatu yang tidak dianugerahkan kepada yang lain. Yang kedua, wabima anfaqu min amwalihim. Laki-laki itu jadi pemimpin kata Al-Qur'an. Satu karena punya sesuatu yang oleh Allah dianugerahkannya. Nomor dua karena dia ngasih naf nafkah. Makanya jangan sampai seorang suami mengaku pemimpin tapi kokon ngek nafkah ndak gelem paham nggih dijaluk nafkah ngamuk-ngamuk me naluk jatah mekso itu [tertawa] jangan sampai dijaluki nafkah gelem [tertawa] paham loh harus tahu Al-Qur'an itu mengatakan menjadi pemimpin itu satu karena memang Allah Subhanahu wa taala memberikan anug anugerah kepada laki-laki yang tidak diberikan kepada perempuannya. Nomor dua, wabima anfquek sampean ndak engke nafkah ojo meso naluk jatah [tertawa] karena babi maaf aku pun lanjut. Apa alqawam itu? Alqawam itu dalam kitab Tafsir At-Tahrir wat Tanwir karangan At Thahir ibnu Asyur beliau mengatakan alqawwam alladzi yaquumu ala sya'ni saaiin waalihi wauslih. Qawam itu artinya orang yang mengurus, menjaga, melindungi, memperbaiki. Ini fungsinya laki-laki. Ngurus, menjaga, melindungi, memperbaiki. Jadi bukan hanya pelindung juga memperbaiki. Ngapunten nggih. Perempuan itu andaikan laki-lakinya ndak salat, perempuannya salat, perempuan oleh Allah ndak dituntut kenapa lakimu enggak salat. Karena bukan tanggung jawab perempuan. Paham nggih? Laki-laki itu, Pak tanggung jawabnya tinggi yo ngeki nafkah. Mek bojone ndak salat, bojone nanti laki-laki bertanggung jawab. Kenapa kamu enggak didik? Kenapa kamu kemudian tidak memperbaiki? Kenapa kamu tidak memberikan ilmu? Loh, itu tanggung jawab laki-laki. Jadi, tanggung jawab laki-laki itu bukan hanya kayak nafkah tok, tapi salah satunya adalah ngurus, melindungi, memperbaiki. Paham nggih? Waqiamu rijal alan nisa hua qiyamul hifzi wadifa waqiyamul iktisab wal intaj almali. Kata Atha Thahir Ibnu Asyur, kepemimpinan seorang laki-laki adalah menjaga, membela, mencari nafkah, dan yang paling penting adalah memperbaiki dan mendidik. Ini tugas laki-laki. Jadi, bukan hanya laki-laki itu ngekeki duit maro mari jatah sing penting aman. Gak bukan seperti itu, Pak. Tapi proses-proses bagaimana istri jenengan istrinya ndak bisa salat, sing ngajari salat itu harus jenengan. Ini tugasnya suami pun. Makanya kalau jenengan gak iso ngajari, Pak. Kalau jenengan ndak bisa ngajari, ada cara paling gampang. Ayo mek pengajian bojone dicangking. Loh ini penting. Saya sering ngomong ke jemaah saya itu, Pak. Jangan sampai kita itu kalau setiap Ahad keluarganya dicangking ke taman kota, tapi ndak pernah dicangking ke taman surga. Paham ngih? Jenengan kan ngajari salat kan yo io mek bener Pak mek ngajari keliru kan resiko. Maka yang paling enak jenengan bawa istri jenengan bawa anak jenengan ke tempat pengajian ngaji bareng. Woh itu nikmat. Jangan sampai kita itu kalau ke mall full tim nang masjid ndak full tim. Paham nggih? Ke tempat wisata full tim. Mek ono sing ketinggalan ndak rela. Tapi ketika ada pengajian anak turute umah ndak diajari yo aman. Bojone ndak salat yo aman. Itu gak boleh. Kita harus punya. Kalau kita enggak bisa didik, ayo anak kita, istri kita kalau ada pengajian jangan ajak. Saya senang kalau ada pengajian itu bojone melok kemudian anaknya ikut. Itu saya senang, Pak. Saya di Baitur Rozak itu kan setiap Sabtu itu ada pengajian itu saya senang. Ada subuh-subuh bapak ambil bojone, anake digowo itu. Masyaallah. Dan masyaallah, Pak. Jangan remehkan, jangan remehkan anak-anak yang diajak pengajian meskipun gak ngerti. Saya di beberapa jemah saya di Baitur Rozak itu ada anak-anak kecil tuh kalau kalau ngaji itu datang ya meskipun mereka enggak tahu apa namanya jalan-jalan gak masalah. Apa pengaruhnya, Pak? Banyak di antara mereka itu yang anaknya minta mondok sendiri karena mungkin dia terbiasa dengan ilmu meskipun dakti ngerekan itu kan oh barokahnya ngaji itu pasti masuk di saat orang lain maksa anaknya suruh kep pendidikan agama repot ada banyak orang-orang yang masyaallah anaknya gak usah disuruh itu minta alhamdulillah saya lihat di Baiturzaq itu banyak jemah itu saya lihat ustaz saya anak saya mau mondo itu banyak anak yang Mana niku ustaz? Anak sing biasae melayu-melayu t pengajian niku saiki wis lulus SD itu sebelum lulus minta mondok. Makanya penting jenengan itu kalau punya anak ayo kalau ada pengajian Sabtu, pengajian Ahad, pengajian akhir pekan weekend, sebelum kita ke tempat wisata, ayo wisata rohaninya juga diisi. Sebelum kita melakukan wisata jasad, ayo wisata hatinya juga diisi. Jenengan ajak, jangan ajak, jenengan ajak. Imam Ahmad bin Hambal itu waktu bayi itu sering oleh ibunya ditaruh ke majelis ilmu bayi. Apa pengaruhnya? Pengaruhnya adalah ketika beliau dewasa itu melekat. Paham nggih? Ini makanya harus kita biasakan. Jenengan ndak bisa ngajari ayo dicangking me ono tempat pengajian. Ini masalanya yang perempuan ndak pati ono ng Pak. Full bapak-bapak. E saya yakin Pak. Kenapa kok full bapak-bapak? Karena yang bisa mengarahkan ibu-ibu kan bapak-bapak. Makanya bapak-bapaknya yang diisi nanti biar bisa mengarahkan yang ibu-ibu [tertawa] pun. Nah, apa tugasnya nahqoda? Tugasnya nahqoda dalam rumah tangga itu adalah bukan hanya dia itu ngasih nafkah, tapi tugasnya ada dalam surah at-Tahrim ayat 6 sampai 8. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanu qu anfusakum wa ahlikum naro." Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Jadi tugasnya nahqada adalah memastikan semua awak itu selamat sampai tujuan. Tugasnya suami sebagai pemimpin, sebagai nahqada rumah tangga memastikan istrinya, anak-anaknya selamat sampai surganya Allah dengan cara mendidik. Tugasnya suami ono anak ndak salat, maka dia harus menjadikan dia salat. Istri ndak salat harus dia yang kemudian mengarahkan. Ngapunten. Sering sekali kita melihat bapak-bapak mek anake sandale ilang ngamuke masyaallah tapi salate hilang biasa-biasa saja. Banyak di antara kita melihat ada bapak-bapak me anake kemudian ngapunten nggih Pak. Kalau zaman saya, Pak, zaman saya zaman saya itu me ono wong tua anake wedok magrib ndak mulih iku digolei. Sekarang itu, Pak, mek PTE ndak mulih digolei. Anake jam 10 ndak boleh ndak digolei. Loh, ngap loh loh. Kadang-kadang kita itu mikir zaman sekarang kadang-kadang kadang-kadang ya kadang-kadang kita itu merasa ayam ternak kita itu lebih berharga daripada anak kita. Kucinge magrib ndak boleh goleki anake jam 11.00 ndak boleh ndak digolei. Paham nggih? Loh itu tanggung jawab Pak. Paham nggih? Loh ngapunten. Ada sebagian orang tua kalau anaknya gak punya pacar susah. Masyaallah. Saya kadang-kadang mikir loh ini tugasnya laki-laki itu nyelamatkan, memastikan semua awak itu selamat. Paham nggih? Loh, ngapunten nggih. Ngapunten. Saya saya termasuk orang yang paling tidak setuju dengan konsep belajar kelompok. Sekolah kok ono belajar kelompok. Kecuali belajar kelompok dijaga, diantar khusus perempuan. Belajar kelompok. Perempuan saiki belajar kelompok Pak lanang wedok. di kamar. Kadang-kadang Bapak Ibu keluar kota. Wong jenenge kucing ketok iwak. Loh. Loh ngapunten nggih. Ngapunten. Belajar kelompok orang tiga, orang empat di kamar itu kiro-kiro belajar kelompok atau kelompok yang lain? Loh, belajar loh. Ini saya paling enggak setuju, Pak. Jenengan kalau punya anak itu jangan ingling. Anak itu berharga. Aset kita itu anak. Karena anak itu sampai kapanpun ya tetap anak kita. Anak kita jelek ya anak kita. Anak kita sekarang anak kita besok ya anak kita mati tetap anak kita. Jenengan punya rumah belum tentu punya jenengan. Kadang-kadang cicilane macet disita. Jenengan punya mobil belum tentu punya mobil itu punya jenengan. Bahkan ngapunten istri sama suami belum tentu punya kita. Jenengan bojone seik seger glowing mati disiki sampeyan loh belum tentu dia punya jenengan belum tentu pak bisa jadi id mari wis akeh sing WA tapi kalau anak kita, anak kita itu sampai kapun anak kita mati pun tetap anak kita maka ayo kita jaga jangan sampai kalau anak kita ngerusak HP kita marah tapi kita tidak pernah marah kepada HP yang merusak rusak anak kita nek HP-ne rusak ngamuk, Pak. Pernah enggak jangan mikir bagaimana rusaknya anak dengan HP? Kenapa Anda enggak marah ke HP-nya? Paham nggih? Loh, ini hal-hal yang masyaallah, Pak. Ini harus harus dulu dulu dulu ngih dulu anak magrib lebokno kamar aman saiki lebokno kamar penyakite mlebu. Paham nggih? Nah, inilah pentingnya kita enggak bisa mensterilisasi, gak bisa. Makanya kalau saya itu setuju dengan pendapatnya seorang profesor mengatakan, "Jangan berpikir sterilisasi, berpikir imunisasi." Anak kalau kita sterilkan dari IT gak bisa zaman sekarang. Yang bisa kita sterilkan adalah bukan diserilkan imunisasi. Dia punya imun, dia bisa milih i sing apik, i sing elek. Kalau ada penyakit, daya tahan tubuhnya yang kuat. Kalau ada penyakit, kalau ada masalah, kalau ada bahaya di media sosial, dia punya imun, dia bisa membentengi diri sendiri dari bahaya. Itulah pentingnya pendidikan. Paham nggih? Jangan gak bisa anaknya dengan gak dikasih HP itu gak bisa. Zaman sekarang gak bisa. Makanya yang perlu kita lakukan adalah bukan sterilisasi tapi imunisasi. Ayo jadikan anak kita yang punya imun iman yang kuat sehingga dia bisa milih mana yang mau diikuti, mana yang tidak dan lain sebagainya. Paham nggih? Pun ngapunten. Ngapunten sanget. Masyaallah. Saya itu punya teman tuh, Pak. Punya teman itu dia sampai ingin nyoba, Pak. Sekarang ngapunten nggih. Prostitusi ee prostitusi LGBT itu masuk lewat ini, Pak. ada aplikasinya. Punya saya punya teman itu sudah sampai dia pengin melakukan apa ya ingin ee penelitian ngih Pak bukan pengalaman ngih penelitian. dia itu men-download satu aplikasi komunitas itu yang mengagetkan dia. Ketika dia masuk itu ada muncul, Pak, siapa komunitas dia yang LGBT itu, siapa komunitas dia yang ada di sekitar dia. Itu betapa kagetnya dia. Ternyata ketika dia klik itu ada di sekitar rumahnya. Ada yang sudah punya suami, sudah punya istri, ada yang kemudian masyaallah itu gerakannya rapi kemudian tidak tampak lewat ini loh. Kalau kita tidak punya imunisasi bahaya. Paham nggih? Makanya ini yang kemudian harus ini. Nah, ini tugasnya nahqodah. Tugas satu, memimpin, mendidik. Ayo, jangan lupa tugasnya jenengan, istri jenengan didik, anak, jenengan didik. Menafkahi, menjaga, mengasihi. Jadi kita sebagai orang tua kadang-kadang hanya menjalankan yang ini, Pak. Menafkahi, ngasihi, menjaga. Kita lupa punya tugas mendidik. Kita lupa punya tugas meemimpin. Ini adalah tugasnya nak qoda. Ya, tugasnya jenengan itu ya. Ini, Pak. Makane dadi wong lanang iku abot, Pak. Makane sing akeh iku janda apa dudo, Pak? Sing akeh janda apa dudo? Sing akeh janda, Pak. Apo. Wong lanang sing dipikir akehanget [tertawa] mati sing dipikir akeh. Wah, wis macam-macam, Pak. Makanya ya kan tugasnya banyak ini. Tugasnya banyak pun nggih. P ini nahqod. Lanjut. Nah, nahqoda itu ndak akan bisa jalan kalau tidak punya navigator. Siapa navigatornya? Istri. Tugasnya istri itu mudah. Tugasnya istri adalah fasolhatu qonitatun hafidatul lil ghaibi bima hafidallah. Tugasnya istri itu adalah kata Al-Qur'an wanita-wanita yang salihah itu adalah wanita yang taat kepada Allah. Jadi tugasnya perempuan itu gampang, Pak. Taat kepada Allah, taat kepada suami, ndak punya tugas untuk mendidik suami, hafidotil gaib. Menjaga diri itu cukup. Tugas perempuan itu hanya menjaga diri, taat, selesai. Gak terlalu banyak. Tapi yo abot. Jaga diri itu abot pun. Makanya jenengan juga hati-hati ya. Sekarang kalau jenengan punya istri itu termasuk jaga diri itu dari dari apa, Pak? Dari komunitas. Jenengan kalau punya istri kok istrinya sosial. Jangan lihat dulu sosialita komunitasnya siapa. Karena pengaruh itu penting, Pak. Betapa banyak perempuan itu sakin nang bojo biasa. Tapi kadang-kadang dengan komunitas sosial itu kadang-kadang sing dibahas sopo? bojone dewe-dewe. Akhirnya yang asalnya ke suaminya itu biasa karena tahu standar beda. Akhirnya dia punya pendahilan, "Kok gak bet bojoku ya kan ya." Makanya jenengan kalau punya istri ayo kalau jenengan punya istri ikut komunitas delok komunitase. Jenengan punya istri sosial bergaulan jangan dengan siapa? Jangan punya istri istri jenengan punya akun media sosial. Jengan lihat algoritma media sosialnya itu seperti apa. Ngapunten sekarang itu banyak masalah. Kenapa kok banyak masalah? Karena banyak para perempuan itu punya standar suami versi TikTok. Kan di tuh banyak, Pak, [tertawa] konten-konten suami ideal. Siji, loro telu, papat. Setelah dia baca itu dia eling bojoku koy siji lor papat ndak ono blas nang bojoku sing asale ndak ono masalah akhirnya punya masalah karena punya standar TikTok tadi ituh Pak loh penting jadi menjaga diri itu salah satunya bukan hanya menjaga diri di rumah atau dak menjaga diri dari komunitas buruk paham nggih ini harus kita jaga istri kita kalau mau ikut ngapunten nggih ngapunten orang kadang-kadang arisan ngoco arisan itu berapa menit sih? 5 menit cukup. Kira-kira arisan itu selesainya 1 jam atau 2 jam? 2 jam. Pertanyaan saya ngocoke kan mek 5 menit sisane gawe opo? Sing digiba sopo? Kadang-kadang bojone bojone aku kay ngene yo. Wah bojo koy ngono kok ya ndak pantes [tertawa] sampeyan golek sing liane yo lebih apik akeh ngo loh ini kadang-kadang komunitas Pak. Jadi kadang itu masalah itu kadang-kadang bukan karena ada masalah dengan suami sebenarnya gak ada masalah. Yang masalah itu kadang-kadang bukan dengan suami komporis di luar banyak tahu komporis tukang kompor loh itu ini bahaya. Makanya menjaga diri itu salah satunya adalah menjaga diri bukan hanya menjaga diri di rumah tapi menjaga diri dari komunitas baik komunitas di dunia nyata maupun komunitas di dunia maya. Sesekali, Pak, jenengan kalau jadi suami, saya senang kalau jenengan, jenengan mungkin gak senang TikTok gak apa-apa tapi jenengan harus punya akun TikTok. Semua media sosial kalau bisa jangan punya, Pak. Apa tujuannya? Tujuannya satu, ngecek algoritma anak kita kayak apa. Ngecek algoritma istri kita kayak apa. Karena biasanya TikTok itu, Pak. TikTok semua media sosial itu dia yang muncul di timeline-nya dia, di branja dia adalah algoritma sesuai dengan preferensi dia apa. Kalau dia sering nyari itu maka media sosial itu akan menyiapkan konten yang sesuai dengan algoritmanya itu. Nah, ini kalau jangan gak tahu bahaya. Bahaya. Makanya menjaga diri salah satunya adalah tugas kita kalau kita ini adalah menjaga mereka dari komunitas seperti ini. Paham nggih? pun itu yang pertama. Yang kedua, di hadis riwayat Imam Nasai, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Ayyuun nisa khair." Perempuan terbaik itu siapa? Rasul. Maka Rasul mengatakan, "Allati tasuruh idza nadoro." Perempuan-perempuan yang kalau kamu lihat kamu senang. Nah, ini penting, Pak. Ngapunten. Para istri itu kadang-kadang mekate ono mantenan dandan iso rong jam. Bojone teko dari luar kota dasteran ambu apek. Padahal pertanyaan saya, pertanyaan saya seharusnya yang paling berhak menikmati istri siapa? Suami bukan orang luar. Terkadang sing eruh ayune bojo iku wong jobo. Bojone dewe ndak ayune. Kenapa ndune? Pole met umah yo dasteran yo dasteran yang ambone apek n macam-macam loh ini masalah makanya Rasulullah mengatakan nisa terbaik perempuan terbaik adalah allati tasuruhu idor orang yang kalau kamu lihat itu kamu senang makanya di hadis yang lain Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan kalau kalian wahai suami melihat godaan di luar maka pulanglah dengan cepat Karena pada istrimu ada dengan yang sama dengan di luar. Loh ini ini ngapunten sing tek jobo glowing-glowing kawit mulih jenengan bojone ndak kenek delok blas. Itu kiro-kiro kiro-kiro loh. Loh ini penting. Makanya Rasulullah alaihi wasallam itu standar-standar ini harus sama-sama tahu. Bojone sing lanangnya yang wedok juga tahu. Karena kalau enggak tahu sama-sama tahu ini bahaya. Makanya Rasul pun mengatakan allatiasu seharusnya berdandan itu untuk suami. Makanya kalau jenengan ngih kalau saya saya sama jenengan laki-laki atau perempuan itu, Pak, jenengan kalau kemudian beli minyak wangi itu jangan pakai selera jenengan. Ayo selera jenengan dan selera istri jenengan. Jangan sampai jangan pakai minyak wangi, bojone sampai gak senang. Kan yang berhak menikmati jenengan siapa? Istri jenengan. Sebaliknya istri jenengan kalau pakai minyak wangi ya perlu diskusi dengan jenengan senang ta mas aku g paremik kalau suaminya senang ya dipakai karena yang berhak untuk menikmati istri suami. Paham nggih? Punutiu amar perempuan yang terbaik adalah perempuan yang kemudian ketika diperintahkan, ketika diarahkan, dia mentaatinya. W tukifu fi nafsiha waliha bima yak. Dan dia tidak menyelisihi suaminya pada diri dan hartanya sehingga suaminya benci. Ini yang kemudian tugasnya seorang navigator. Paham nggih Pak? Pun ini yang kemudian harus ini, Pak. Nah, makanya ayo jenengan biasakan istri jenengan itu ya minimal kalau jenengan punya istri didandani ono umah. Jangan sampai jenengan kemudian istri jenengan itu berhiasnya di luar. Tapi di dalam rumah tidak berhias pun. Ini tugas navigator. Lanjut. Selanjutnya ilmu peta. Kalau kita berumah tangga, ingat yang bisa menjadikan kita selamat itu adalah ilmu. Makanya dulu ada orang yang mengatakan kadang-kadang masalah rumah tangga itu bukan karena kurangnya cinta, bukan karena kurangnya kasih sayang, tapi kadang-kadang kurangnya ilmu dalam mencintai, ilmu dalam menyayangi. Jadi kadang-kadang, Pak, menyayangi itu, Pak, kalau enggak pakai ilmu bahaya. Mencintai kalau enggak pakai ilmu juga bahaya. Makanya kalau kita naik bahtera rumah tangga, yang menjadikan rumah tangga kita itu bahteranya nyampai tujuan ya peta. Apa petanya? Ya ilmu. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kemudian dalam Sahih Bukhari, Imam Bukhari membuat satu bab babul ilmi qoblal qul wal amal. Bab pentingnya ilmu sebelum berkata dan beramal. Ini kata Ibnu Hajar al-Asqalani, beliau mengatakan yang dimaksud adalah karena ilmu itu menjadi syarat sahnya perkataan dan amal. Makanya dalam kitab Manaqibus Syafi'i, salah satu pesannya Imam Syafi'i, man arodad dunya faalaihi bil ilmi. Orang yang kemudian pengin dunianya apik, ya pakai ilmu. Waman aral akhira faai ilmi. Orang yang pengin akhiratnya baik ya pakai ilmu. Orang yang pengin dunia akhiratnya baik ya pakai ilmu. Makanya ayo saya tadi sampaikan ke jenengan, jenengan sebagai suami ayo punya jadwal ngaji bareng. Saya ingin sedikit cerita ada suruh Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Khalifah Umar bin Abdul Aziz itu kekuasaannya banyak. Mikir rakyat terus. Beliau itu di satu kisahnya beliau itu semenjak menjadi khalifah itu jarang mandi junub. Saking tidak sempatnya. Beliau kemudian kurus. Nah, yang menarik adalah Khalifah Umar bin Abdul Aziz itu punya satu waktu. Jadi beliau itu kalau makan itu kumpul 1 minggu sekali sama istri sama anaknya. Apa yang dilakukan sebelum makan atau setelah makan mereka membaca Al-Qur'an masing-masing gantian. Setelah baca Al-Qur'an baca tafsirnya. Ini penting, Pak. Jangan ada waktu sama keluarga itu bukan hanya ke tempat wisata, ada waktu khusus. Coba jenengan bayangkan, nggih. Satu keluarga, bapake, anake, bojone podo moco Quran saling menyimak. Ndak usah lama-lama. 1 minggu sekali, setengah jam sekali. L kan masyaallah kebersamaan bersama-sama di tempat wisata juga bersama-sama di tempat ilmu itu kan luar biasa. Nah, kalau jenengan gak bisa seperti itu minimal ada jadwal ngaji bareng. Ada jadwal ngaji bareng. Jenengan punya pengajian rutin yang itu gak usah lama-lama, Pak. 1 minggu sekali apa 2 minggu sekali yang jenengan pastikan jenengan istri anak jenengan datang supaya kita hidup ini punya peta yang jelas petanya adalah ilmu. Paham nggih? Pun lanjut. Iman. Iman inilah yang menjadi bahan bakar. J rumah tangga itu iman inilah yang menjadikan bahan bahan bakar. Kenapa? Karena orang yang punya iman hidupnya selalu nyaman. Orang yang punya iman hidupnya selalu nyaman. Dalam hadis riwayat Muslim dikatakan ajaban li amril mukmin. Orang mukmin itu hidupnya selalu mengagumkan. Inna amru kullahu khair. Semua urusan orang punya iman itu baik. Kenapa? Beliau mengatakan, "In asobat syakaro." Karena orang mukmin itu kalau oleh Allah dikasih nyaman bawaannya syukur. Wa asobat sabaro. Kalau Allah kasih ujian bawaannya sabar. Dan ini hanya bisa oleh orang mukmin. Ah masyaallah. Nggih. Orang mukmin itu Pak dikii enak ya syukur, dikii gak enak sabar. Kalau enggak punya iman dikei enak gawanane sombong, dikei ndak enak gawanane ngersulo. Tapi orang kalau mukmin itu masyaallah dikii enak syukur, dikii ndak enak sabar. Dan ini kuncinya mukmin. Dan jenengan ingin tahu mukmin itu iman itu kata Rasulullah yazidu waquus bertambah dan berkurang. Jadi iman itu, Pak, kayak HP perlu selalu di charger. Paham nggih? Eum itu kalau iman itu kadang-kadang kalau enggak di charger itu nge-drop. Kalau nge-drop bahaya. Nyarnya iman apa? Majelis ilmu, majelis zikir. Itu cara nyarjer iman. Paham nggih? Makanya sering-sering charger iman. Ciri-ciri iman itu sudah mulai berkurang itu apa, Pak? Kata ulama, ciri-ciri iman itu berkurang itu salah satunya adalah kalau orang merasa ndak getun ninggalno taat dan tidak getun ngelakoni maksiat. Kalau jenengan hatinya sudah mulai seperti itu, Pak, jenengan biasanya jemah kok ndak jemah hatine biasa-biasa saja. Berarti imannya sudah mulai kendur. Itu jenengan biasa salat subuh biasanya gak pernah telat. Saiki jam usoli fard subhi kawanan lillahi taala. Merasa ndak ada apa-apa. Itu tanda-tanda iman mulai kendur. Paham. Nggih. Itu. Jadi kalau jenengan pengin tahu iman kendur atau gak itu jangan coba lihat. Jenengan kok kemudian oleh Allah Subhanahu wa taala hatinya kok senang ibadah, kok kemudian takut ke dosa. Itu tanda-tanda iman lagi tinggi. Kalau iman lagi turun itu tanda-tandanya ngelakoni taat ketinggalan ndak rumongso getun. Ngelakoni maksiat ndak rumangso getun. Nah, itu berarti betul di charger ya. Chargernya yaitu majelis ilmu, majelis zikir pun. Para jemah yang saya hormati, ini terakhir dari saya. Akhlak benderanya akhlak. Orang rumah tangga yang dilihat jenengan tetangga jenengan bisa lihat gak jenengan ahli tahajud? Gak pernah bisa lihat. Tetangga jenengan bisa lihat enggak jenengan rutin khatam Quran? Yang tampak itu akhlak. Makanya benderanya orang itu akan melihat bahtera itu lihat benderanya rumah tangga itu yang dilihat akhlaknya. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Akmalul mukminina imanan ahsanuhum khuluqo." Orang yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Karena iman itu berasal satu kata dengan aman. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika mendefinisikan mukmin bukan dengan banyak salat, bukan dengan banyak baca Quran, bukan dengan banyak berpuasa. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mendefinisikan mukmin. Beliau mengatakan, "Almukmin man aminahunas min lisanih wa yadih." Kata Rasulullah, "Iman itu satu kata dengan aman." Karena iman satu kata dengan aman. Orang yang imannya sempurna maka orang lain akan merasa nyaman, merasa aman dari gangguannya. Itu iman, Pak. Makanya kalau jangan lihat semua ibadah Syekh Abu Dzar dalam kitab ushul fikih beliau mengatakan maqasidus syariah itu ada tiga. Yang pertama adalah tadribun nafas, mendidik individu. Apa yang dimaksud mendidik individu? Mendidik individu supaya bermanfaat untuk orang. menghindari bahaya dari orang. Maka kalau jangan lihat semua ibadah itu tujuannya satu, supaya baik, supaya kita tidak mengganggu orang. Coba jangan lihat puasa ketika ketika Al-Qur'an membahas puasa apa? Tanha anil fasya wal munkar. Ketika Al-Qur'an kemudian membahas eh salat, ya tanha lil fasya wal munkar. Ketika Al-Qur'an membahas puasa, Rasulullah membahas puasa, asiyamu junah. Puasa itu adalah tameng. Karena orang yang puasa harusnya bisa menjadi tameng dari lesannya untuk tidak berkata kotor. Ketika Rasulullah mengatakan haji, haji mabrur itu tandanya apa? Bukan banyak tawaf. Haji mabrur itu kata Rasulullah, hajul mabrur itu kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tandanya dua. Id'amut thaam wa thyibul kalam. Orang hajinya mabrur itu tandanya dua. Satu peduli sosial idamut thaam. Yang kedua thyibul kalam omongane apik. Jadi semua ibadah itu tujuannya supaya berakhlak. Maka ini jenengan pegang orang paling baik bukan orang yang sering masuk masjid. Orang yang paling baik adalah orang yang setelah dia keluar masjid dia mampu melakukan perubahan baik pada dirinya. Jadi orang itu tidak dilihat dari seberapa banyak dia masuk masjid, tapi orang itu dilihat dari seberapa banyak perubahan baik pada dirinya setelah dia keluar masjid. Makanya Imam Ghazali ketika ditanya apa khusyuk dalam salat? Imam Ghazali menjawab khusyuk dalam salat bisa dilihat setelah salam sampai takbir. Ada salah satu muridnya yang kaget, "Bukankah salat itu dimulai dari takbir diakhiri dengan salam?" Kata Imam Ghazali, "Iya. Cuma kalau kamu salatnya baik, maka salat itu cukup menjadikan kamu orang baik setelah kamu salam sampai takbir salat selanjutnya. Paham nggih? Makanya ini yang kemudian harus kita biasakan, Pak. Di hadis yang lain terakhir dari saya, innarjula layudriku biusni khuluqihi darajatim wal qoim. Bisa jadi orang itu dengan husnul khuluk, dengan akhlak baik bisa mengalahkan orang yang rajin salat, orang yang rajin salat tahajud. Pun akhlak itu apa? Akhlak itu apa? Akhlak itu intinya tiga. Jangan eling-eling. Akhlak itu intinya tiga. Satu, kata hadis Turmudzi, husnul khuluk bastul wajhi. Husnul khuluk itu ada tiga. Satu, muka yang selalu berseri-seri. Makane mek wong sing cemberutan iku ndak berakhlak berarti. [tertawa] Tapi mek senyam-senyum terus yo bahaya. Wis biasa ae. Mek ketemu wong baru senyum pak. Ndak ono wong ya oj senyam-senyum. Karena salah satu akhlak itu cirinya adalah bastul wajhi. Wajah yang selalu kelihatan senyum, selalu berseri. Yang kedua, badlul mak'ruf. Kalau kamu bisa memberikan kebaikan, berikan. Tapi kalau enggak bisa, kafulza. Jangan menyakiti. Jadi paling rendahnya akhlak itu satu. Mek ndak iso apik menang. Itu sudah akhlak. Sampean gak iso ngomong apik menang. Kalau tidak bisa buat status baik gak usah buat status baik ee buruk. Kalau jenengan gak bisa menyebarkan kebaikan, jangan menyebarkan keburukan. Jadi paling rendahnya akhlak itu diam. Paham nggih? Kalau Anda tidak bisa menjadikan orang tersenyum, jangan jadikan dia menangis. Itu akhlak gitu pun. Ini yang kemudian ee ini yang tadi saya katakan iblis uw hadis riwayat Muslim. Tadi saya katakan ternyata iblis uwad rumah tangga berantakan. Ngoten nggih pun. Saya kira cukup. Kalau ada yang mau didiskusikan saya persilakan. Kalau gak ada saya tutup dengan doa. Insyaallah di pertemuan selanjutnya kita akan membahas hak suami istri. Bagaimana hak suami dan istri itu akan kita bahas. Ini sayangnya ibu-ibunya enggak enggak ikut. Kalau ibu-ibunya ikut malah lebih seru. [tertawa] Ada yang mau tanya aman? Nggih. Aman. Saya lihat saleh-saleh semua ini. [tertawa] Enggak punya masalah di rumah tangga. Makanya enggak ada yang perlu ditanyakan. Ngoten nggih pun. Saya kira cukup semoga menjadi ilmu manfaat barokah. Semoga kita dijadikan orang yang istikomah keluarga kita jangan kerabah yang sakinah mawadah warahmah. Anak-anak kita jadikan anak-anak yang saleh shah. Amin ya rabbal alamin. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma shalli wasallim ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. Rabbanafirlana waliwalidina warhamhum kama rabbauna. Allahumma bimaamtana waimna mafauna waidna ilma rabbana la tuzil qulubana ba'da id haditana wahablana min ladunka rahma innaka antal wahab rbana hablana min azwajina wurriyatina qurata a'yun w'alna lil muttaqina imama rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinazabanar ala sayidina muhammadin waa fatihah. Ini yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik waak. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Terima kasih. Demikianlah tadi ASN mengaji dengan tema keluarga sakinah. Semoga bisa memberi manfaat bagi kita dan keluarga kita dan dapat meningkat iman dan takwa kita kepada Allah subhanahu wa taala. Amin. Amin ya rabbal alamin. Kurang lebihnya mohon maaf. Akhirul kalam wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. [musik]
Resume
Categories