ASN Mengaji Series 22 | 2025 - Fiqh Munakahat: Sakinah's Family (Eps. 01)
CS36odxe6oI • 2025-12-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
salat zuhur berjamaah sekaligus
dilanjutkan dengan ASN mengaji.
Kedua kalinya selawat serta salam
marilah kita haturkan kepada junjungan
kita Nabi Besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam yang telah memberi
bimbingan, tuntunan,
dan panduan hidup berupa agama Islam.
Para jemaah yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala.
Pada kesempatan siang hari ini,
ASN mengaji
tentang fikih muknakahat yaitu episode 1
tentang keluarga sakinah
yang akan disampaikan oleh Ustaz Abdul
Faid Alfaizin.
Kepada beliaunya kami persilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu
wassalamu ala sayyidil mursalin.
Sayyidina Muhammadin wa ala alihi
wasohbihi wabarik wasallim ajmain. Qolu
subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
innaka antal alimul hakim. Allahummaah
alaina futuhalfin
w'alana khatanwajhikal
karim.
yain.
Qi. Amma ba'du.
Para jemaah Masjid Al-Huda
BPSDM yang saya hormati. Alhamdulillah
kita oleh Allah masih diberikan nikmat
sehat walafiat sehingga bisa berkumpul
di majelis yang insyaallah penuh barokah
ini. Semoga setiap langkah kita menuju
masjid ini menjadi penggugur dosa-dosa
kita, menjadi peningkat derajat kita,
dan semoga Allah subhanahu wa taala
selalu memudahkan setiap langkah kita
menuju surganya Allah subhanahu wa
taala. Amin ya rabbal alamin.
Bismillahirrahmanirrahim.
Para jemaah, kita hari ini akan membahas
tema tentang keluarga sakinah. Sakinah
mawaddah warahmah. Jangan sampai
diplesetkan Mbak Sakinah, Mbak Mawadah,
Mbak Rohmah. Itu satu kesatuan, Pak.
Biasanya Bapak-bapak yang senang peran
keluarga saya sakinah mawaddah warahmah.
Ustaz maksudnya bagaimana? Yang satunya
Mbak Sakinah, yang saknya Mbak Mawadah,
yang saknya Mbak Rohma.
Pas
jemaah, kita hari ini akan membahas
tentang dulu kakek-kakek kita, orang tua
kita itu selalu mengibaratkan rumah
tangga itu seperti bahtera. Nggih. Maka
ada istilah bahtera rumah tangga. Itu
sebenarnya satu konsep yang luar biasa.
Maka hari ini saya akan menjabarkan
terkait tentang bagaimana bahtera rumah
tangga ini menjadi bahtera yang tidak
pecah di tengah jalan dan bisa selamat
sampai tujuan. Itu yang pertama. Yang
kedua, saya ingin sedikit cerita. Ada
satu hadis iblis itu pernah mengumpulkan
pasukan-pasukannya. Setan-setan itu
dipanggilah
ini ada rapat iblis. Nah, iblis ini
mengadakan iblis award. Iblis apa, Pak?
Loh, nggih. Iblis award. Jadi, iblis itu
juga punya iblis word, Pak.
[tertawa]
Jenengan gak usah ikut rapatnya. Iblis
itu manggil ini hadis-hadis sahih. Ras
itu manggil ee petugas-petugasnya itu
dipanggil suruh laporan. Nanti akan ada
yang akan mendapatkan award dari iblis.
Ada yang kemudian laporan, saya sudah
mengganggu orang ndak salat. Ada yang
laporan saya berhasil. Ada orang
kemudian mabuk.
Ada yang laporan, saya berhasil
menjadikan orang itu membunuh. Semua
yang laporan itu iblis biasa. Sampai
nanti yang terakhir iblis itu kedatangan
satu pasukannya, setan itu yang
laporannya unik. Apa laporan uniknya?
Dia mengatakan, "Saya telah berhasil
memisahkan antara seorang suami dan
istri dan saya telah berhasil menjadikan
bahtera rumah tangga itu pecah dan
pisah." Iblis langsung ngomong, "Nikmal
anta."
Iblis terbaik, setan terbaik ya Anda.
Jadi iblis uw itu Pak jatuh pada setan
yang mampu merusak rumah tangga. Paham
nggih? Jadi yang menjadi yang
mendapatkan
dari iblis itu bukan yang menjadikan
orang tidak salat, bukan menjadikan
orang yang kemudian tidak mau puasa,
tidak mau baca Quran, itu dosa.
Tapi yang menjadikan iblis menjadi
bangga sehingga kemudian menyerahkan
iblis uwnya itu kepada setan yang
berhasil merusak rumah tangga. Makanya
ini penting, Pak. Makanya penting kita
kemudian oleh Allah subhanahu wa taala
alhamdulillah BPSDM memfasilitasi ini
bagaimana kita sebagai seorang yang
kemudian berumah tangga salah satu yang
paling penting dalam rumah tangga adalah
ayo bahtera rumah tangga ini jangan
sampai bocor jangan sampai pecah dan
sampai kita kemudian bisa memastikan
seluruh anggota yang ada di Batra itu
sampai tujuan apa tujuannya tujuannya
nya adalah surganya Allah Subhanahu wa
taala. Makanya ini yang harus kita
lihat. Jadi bahtera rumah tangga itu ada
lima komponen penting dan lima komponen
penting ini harus ada. Satu yang namanya
bahtera harus ada nahqoda.
Siapa nahqodahnya bahtera? Suami.
Nah, suami itu nahqoda, Pak. Tapi
kebanyakan kita tuh suami itu manut.
Nggih. [tertawa] Harusnya ada satu satu
sisi yang kita harus nahqada. Keputusan
tertinggi itu harus pada suami. Gak
bisa. Nanti akan saya ceritakan. Yang
kedua, satu bahtera itu butuh navigator.
Siapa navigatornya? Istri.
Nomor tiga, yang namanya batera butuh
peta.
Kalau tidak ada peta maka akan
terombang-ambing di lautan dan samudra.
Tidak akan sampai tujuan. Apa petanya
ilmu? Nah, alhamdulillah kita saat ini
lagi membahas peta rumah tangga. Berarti
kita lagi dalam proses yang ketiga ini,
Pak. Yang keempat, yang namanya bahtera
itu butuh bahan bakar. Kalau di
tengah-tengah jenengan bahan bakar
kehabisan bisa bahaya. Apa bahteranya?
Bahan bakarnya bahtera yaitu iman.
Nomor lima. Yang namanya bahtera itu
harus ada benderanya. Kalau gak ada
benderanya akan ditangkap.
Apa benderanya Bahtera? Yaitu akhlak.
Inilah yang insyaallah akan kita bahas
satu persatu. P ini ee pengantar dari
saya terkait tentang bagaimana kita
menyampaikan bahtera rumah tangga ini
sampai kepada tujuan utama kita. Pun
lanjut.
Jadi saya ingin sedikit cerita, Pak.
Kenapa kok Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam itu hidup itu doanya
barakallahu laka wa baroka alaika wa
jamaa bainakuma
fi khair. Jenengan tahu artinya
barokallah?
Barakallah itu artinya semoga Allah
memberkahi laka untukmu dalam kondisi
nyaman.
Rumah tangga itu kalau dalam kondisi
nyaman gak dapat berkah. Bahaya Pak.
Kadang-kadang masalah rumah tangga itu
muncul ketika apa? Ketika mapan.
Saat ini yang kita kemarin berita yang
sempat viral itu gugatan cerai itu kapan
terjadi? Yang kemarin terjadi saat para
istri diangkat P3K.
Iya. Apa gak, Pak? Loh, benar. Makanya
barakallahu laka doanya orang nikah itu.
Barakallahu laka. Semoga Allah
memberikan keberkahan untukmu ketika
engkau enak, ketika nyaman. Ketika
engkau mendapatkan nikmat itu namanya
barakallahu laka. Karena orang dapat
nikmat itu kalau gak dapat berkah itu
bahaya. Kadang-kadang suami itu mulai
mikir selingkuh ketika kapan
duit akeh mek sik kere ndak kow wani.
Iya apa gak pak? Loh bener pak [tertawa]
kere kan ndak nyali kan ciut waktu kere
nyali ciut jabatan tinggi rekening akeh
duit akeh
loh ini kalau enggak barokah bahaya
ngentekno bingung istrinya ndak bisa
menghabiskan kan pilih nyari yang bisa
menghabiskan lah ini kan bahaya Pak
makanya doanya barakallahu
laka semoga Allah memberkahi
ketika engkau nyaman loh orang nyaman
Aman itu kalau enggak berkah bahaya.
Paham nggih? Wis mikirnya macam-macam.
Duit akeh, jabatan enak wis mikir kan
macam-macam. Sing biyan waktu kere ndak
is ndak mikir saiki iso dipikir.
Paham? Makanya doanya nikah itu
barakallahu laka. Yang kedua, wabaraka
alaika.
Artinya wabaraka alaika itu apa? Semoga
Allah memberkahi engkau ketika engkau
sulit dan tidak enak.
Masalah rumah tangga kadang-kadang kalau
gak enak juga masalah, Pak. Perceraian
gara-gara masalah ekonomi banyak enggak?
Banyak. Jadi waktu di atas gak berkah
bahaya. Waktu merosot gak berkah juga
bahaya. L banyak suami itu ditinggal
sama istrinya kenapa, Pak?
Wis ndak ono apa-apane
timbang ngurumat sampeyan masak ono du
atan ngurmat wong lio loh kan loh bener
kan Pak loh jadi kalau kita dalam
perosok kalau gak berkah bahaya tapi
kalau berkah kita lihat bagaimana
masyaallah saya kadang-kadang liihat
kemarin tuh di video ada pasangan
kakek-kakek waktu ke rumah sakit
istrinya sudah nenek-nenek itu digendong
padahal gak duwe opo-opo itu namanya
wabaroka alaika
ketika terperosok dikasih berkah itu
enak. Paham nggih? Loh, [tertawa]
ujian tata loh. Benar, Pak. Masyaallah.
Ng, Pak. Suami wis pensiun,
gaji ndak pati ono,
wis ndak pati urip,
lumpo pisan
ndak iso nang-endi. Loh, itu kalau
enggak berkah, Pak,
bojone sik gagah, seik ayu, seik seger,
seik glowing. Loh, ini kalau enggak
berkah kan bahaya
loh. Benar. Kalau enggak berkah kan
bahaya, Pak. Tapi kadang-kadang kalau
berkah itu kan masyaallah. Betapa banyak
kita melihat ada seorang pasangan,
seorang istri ngeramat suaminya sampai
kemudian dia tidak bisa apa-apa. Itu
karena berkah. Makanya doa yang kedua
apa? Wabaroka alaika. Semoga Allah loh
doa itu Pak, doa luar biasa itu, Pak.
Jadi jangan jangan jangan apa? Jangan
anggap biasa. Doa barakallahu laka
waaroka alaika. Itu bukan sesuatu yang
berdoa biasa. Itu doa luar biasa.
Dikasih berkah waktu di atas, dikasih
berkah ketika tidak nyaman. Wa jamaa
bainakuma fi khair. Dan semoga Allah
mengumpulkan kalian dalam kebaikan.
Jadi orang kumpul itu belum tentu baik,
Pak. Makanya ngapunten. Ngapunten nggih.
Pasangan itu pasangan yang paling baik
itu pasangan sampai akhirat atau
pasangan dunia? Toat
apakah dunia akhirat pasti baik? Belum
tentu, Pak.
Karena ada pasangan di Al-Qur'an itu
dunia akhirat tapi gak baik. Pasangannya
Abu Lahab dan istrinya.
Tek dunia yo sepakat kompak musuhi
Rasulullah tek akhirat yo sepakat kompak
mbu neroko. Itu knya pasangan abadi
dunia. Artinya wa jamaa bainakuma fi
khairin. Itu juga penting. Karena ada
orang kumpul itu ya kumpulnya ndak enak.
Waktu mati matine kumpul yo ndak enak.
Makanya wajamaa bainakuma
fi khair. Semoga Allah mengumpulkan
kalian dalam kondisi baik. Kadang-kadang
kumpul itu enggak enak, Pak.
Kadang-kadang yang baik itu gak kumpul.
Makanya doa wajama bainakum fi kh itu
luar biasa. Paham nggih? Pun dulu
sebelum ada doa itu orang Arab tuh kalau
doa itu adalah birrofa wal banin. Semoga
hidup nyaman, banyak anak.
Pertanyaan saya, doa sebelum Rasulullah
ngajarkan doa itu orang Arab tuh
terbiasa ketika ada orang nikah didoakan
enak dan banyak anak. Pertanyaan saya,
apakah banyak anak itu baik?
Belum tentu.
Betapa banyak orang kena kasus gara-gara
anaknya.
Paham nggih? Dulu aman waktu anaknya
punya kasus, kejelekan orang tuanya
muncul semua kan.
Saya enggak nyebutkan siapa gak
nyebutkan siapa [tertawa] loh. Kan
banyak
orang itu kadang-kadang kalau punya anak
waktu dia punya anak dia merasa nyesal.
Kenapa? Anak enggak kenek delok. Makanya
punya banyak anak belum tentu baik.
Makanya doa terbaik itu adalah bukan
nyaman dan banyak anak. Bukan. Jenengan
doa terbaik untuk pernikahan itu hanya
barakallahu laka waaroka alaika wa jamaa
bainakuma fi khair. Paham nggih?
Kita bahas satu persatu pun suami
nahqoda ini suami. Apa dalilnya suami
nahqada? Suami nahqada itu di Al-Qur'an
surah Annisa Allah Subhanahu wa taala
berfirman, "Arrijalu qawamuna alanisa."
Laki-laki itu adalah para pemimpin bagi
perempuan. Bima fadolallahu ba'dhum ala
ba'. Karena Allah Subhanahu wa taala
menganugerahkan kepada mereka sesuatu
yang tidak dianugerahkan kepada yang
lain. Yang kedua, wabima anfaqu min
amwalihim. Laki-laki itu jadi pemimpin
kata Al-Qur'an. Satu karena punya
sesuatu yang oleh Allah
dianugerahkannya. Nomor dua karena dia
ngasih naf nafkah. Makanya jangan sampai
seorang suami
mengaku pemimpin tapi kokon ngek nafkah
ndak gelem paham nggih dijaluk nafkah
ngamuk-ngamuk me naluk jatah mekso itu
[tertawa]
jangan sampai
dijaluki nafkah gelem [tertawa]
paham loh harus tahu Al-Qur'an itu
mengatakan menjadi pemimpin itu satu
karena memang Allah Subhanahu wa taala
memberikan anug anugerah kepada
laki-laki yang tidak diberikan kepada
perempuannya. Nomor dua, wabima anfquek
sampean ndak engke nafkah ojo meso naluk
jatah [tertawa] karena babi maaf aku
pun lanjut. Apa alqawam itu? Alqawam itu
dalam kitab Tafsir At-Tahrir wat Tanwir
karangan At Thahir ibnu Asyur beliau
mengatakan alqawwam alladzi yaquumu ala
sya'ni saaiin waalihi wauslih. Qawam itu
artinya orang yang mengurus, menjaga,
melindungi, memperbaiki. Ini fungsinya
laki-laki. Ngurus, menjaga, melindungi,
memperbaiki. Jadi bukan hanya pelindung
juga memperbaiki. Ngapunten nggih.
Perempuan itu andaikan laki-lakinya ndak
salat, perempuannya salat, perempuan
oleh Allah ndak dituntut kenapa lakimu
enggak salat. Karena bukan tanggung
jawab perempuan.
Paham nggih? Laki-laki itu, Pak tanggung
jawabnya tinggi yo ngeki nafkah. Mek
bojone ndak salat, bojone nanti
laki-laki bertanggung jawab. Kenapa kamu
enggak didik?
Kenapa kamu kemudian tidak memperbaiki?
Kenapa kamu tidak memberikan ilmu? Loh,
itu tanggung jawab laki-laki. Jadi,
tanggung jawab laki-laki itu bukan hanya
kayak nafkah tok, tapi salah satunya
adalah ngurus, melindungi, memperbaiki.
Paham nggih? Waqiamu rijal alan nisa hua
qiyamul hifzi wadifa waqiyamul iktisab
wal intaj almali. Kata Atha Thahir Ibnu
Asyur, kepemimpinan seorang laki-laki
adalah menjaga, membela, mencari nafkah,
dan yang paling penting adalah
memperbaiki dan mendidik. Ini tugas
laki-laki. Jadi, bukan hanya laki-laki
itu ngekeki duit maro mari jatah sing
penting aman. Gak bukan seperti itu,
Pak. Tapi proses-proses bagaimana istri
jenengan istrinya ndak bisa salat, sing
ngajari salat itu harus jenengan.
Ini tugasnya suami pun. Makanya kalau
jenengan gak iso ngajari, Pak. Kalau
jenengan ndak bisa ngajari, ada cara
paling gampang. Ayo mek pengajian bojone
dicangking.
Loh ini penting.
Saya sering ngomong ke jemaah saya itu,
Pak. Jangan sampai kita itu kalau setiap
Ahad keluarganya dicangking ke taman
kota, tapi ndak pernah dicangking ke
taman surga.
Paham ngih? Jenengan kan ngajari salat
kan yo io mek bener Pak mek ngajari
keliru kan resiko.
Maka yang paling enak jenengan bawa
istri jenengan bawa anak jenengan ke
tempat pengajian ngaji bareng. Woh itu
nikmat.
Jangan sampai kita itu kalau ke mall
full tim nang masjid ndak full tim.
Paham nggih? Ke tempat wisata full tim.
Mek ono sing ketinggalan ndak rela. Tapi
ketika ada pengajian
anak turute umah ndak diajari yo aman.
Bojone ndak salat yo aman. Itu gak
boleh. Kita harus punya. Kalau kita
enggak bisa didik, ayo anak kita, istri
kita kalau ada pengajian jangan ajak.
Saya senang kalau ada pengajian itu
bojone melok kemudian anaknya ikut. Itu
saya senang, Pak. Saya di Baitur Rozak
itu kan setiap Sabtu itu ada pengajian
itu saya senang. Ada subuh-subuh bapak
ambil bojone, anake digowo itu.
Masyaallah. Dan masyaallah, Pak. Jangan
remehkan, jangan remehkan anak-anak yang
diajak pengajian meskipun gak ngerti.
Saya di beberapa jemah saya di Baitur
Rozak itu ada anak-anak kecil tuh kalau
kalau ngaji itu datang ya meskipun
mereka enggak tahu apa namanya
jalan-jalan gak masalah. Apa
pengaruhnya, Pak? Banyak di antara
mereka itu yang anaknya
minta mondok sendiri
karena mungkin dia terbiasa dengan ilmu
meskipun dakti ngerekan itu kan oh
barokahnya ngaji itu pasti masuk di saat
orang lain maksa anaknya suruh kep
pendidikan agama repot ada banyak
orang-orang yang masyaallah anaknya gak
usah disuruh itu minta alhamdulillah
saya lihat di Baiturzaq itu banyak jemah
itu saya lihat ustaz saya anak saya mau
mondo itu banyak anak yang Mana niku
ustaz? Anak sing biasae melayu-melayu t
pengajian niku saiki wis lulus SD itu
sebelum lulus minta mondok. Makanya
penting jenengan itu kalau punya anak
ayo kalau ada pengajian Sabtu, pengajian
Ahad, pengajian akhir pekan weekend,
sebelum kita ke tempat wisata, ayo
wisata rohaninya juga diisi. Sebelum
kita melakukan wisata jasad, ayo wisata
hatinya juga diisi. Jenengan ajak,
jangan ajak, jenengan ajak. Imam Ahmad
bin Hambal itu waktu bayi itu sering
oleh ibunya ditaruh ke majelis ilmu
bayi. Apa pengaruhnya? Pengaruhnya
adalah ketika beliau dewasa itu melekat.
Paham nggih? Ini makanya harus kita
biasakan. Jenengan ndak bisa ngajari ayo
dicangking me ono tempat pengajian. Ini
masalanya yang perempuan ndak pati ono
ng Pak. Full bapak-bapak. E saya yakin
Pak. Kenapa kok full bapak-bapak? Karena
yang bisa mengarahkan ibu-ibu kan
bapak-bapak. Makanya bapak-bapaknya yang
diisi nanti biar bisa mengarahkan yang
ibu-ibu [tertawa]
pun. Nah, apa tugasnya nahqoda? Tugasnya
nahqoda dalam rumah tangga itu adalah
bukan hanya dia itu ngasih nafkah, tapi
tugasnya ada dalam surah at-Tahrim ayat
6 sampai 8. Allah Subhanahu wa taala
berfirman, "Ya ayyuhalladzina
amanu qu anfusakum
wa ahlikum naro." Wahai orang-orang yang
beriman, jagalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka. Jadi tugasnya nahqada
adalah memastikan
semua awak itu selamat sampai tujuan.
Tugasnya suami sebagai pemimpin, sebagai
nahqada rumah tangga memastikan
istrinya, anak-anaknya selamat sampai
surganya Allah dengan cara mendidik.
Tugasnya suami ono anak ndak salat, maka
dia harus menjadikan dia salat. Istri
ndak salat harus dia yang kemudian
mengarahkan. Ngapunten. Sering sekali
kita melihat bapak-bapak
mek anake sandale ilang ngamuke
masyaallah tapi salate hilang
biasa-biasa saja. Banyak di antara kita
melihat ada bapak-bapak
me anake
kemudian
ngapunten nggih Pak. Kalau zaman saya,
Pak, zaman saya zaman saya itu me ono
wong tua anake wedok magrib ndak mulih
iku digolei.
Sekarang itu, Pak, mek PTE ndak mulih
digolei.
Anake jam 10 ndak boleh ndak digolei.
Loh, ngap loh loh. Kadang-kadang kita
itu mikir zaman sekarang kadang-kadang
kadang-kadang ya kadang-kadang kita itu
merasa
ayam ternak kita itu lebih berharga
daripada anak kita.
Kucinge magrib ndak boleh goleki anake
jam 11.00 ndak boleh ndak digolei.
Paham nggih? Loh itu tanggung jawab Pak.
Paham nggih? Loh ngapunten. Ada sebagian
orang tua kalau anaknya gak punya pacar
susah.
Masyaallah. Saya kadang-kadang mikir loh
ini tugasnya laki-laki itu nyelamatkan,
memastikan semua awak itu selamat. Paham
nggih? Loh, ngapunten nggih. Ngapunten.
Saya saya termasuk orang yang paling
tidak setuju dengan konsep belajar
kelompok.
Sekolah kok ono belajar kelompok.
Kecuali belajar kelompok dijaga,
diantar khusus perempuan. Belajar
kelompok. Perempuan saiki belajar
kelompok Pak lanang wedok.
di kamar. Kadang-kadang Bapak Ibu keluar
kota.
Wong jenenge kucing ketok iwak.
Loh. Loh ngapunten nggih. Ngapunten.
Belajar kelompok orang tiga, orang empat
di kamar itu kiro-kiro belajar kelompok
atau kelompok yang lain?
Loh, belajar loh. Ini saya paling enggak
setuju, Pak. Jenengan kalau punya anak
itu jangan ingling. Anak itu berharga.
Aset kita itu anak. Karena anak itu
sampai kapanpun ya tetap anak kita. Anak
kita jelek ya anak kita. Anak kita
sekarang anak kita besok ya anak kita
mati tetap anak kita. Jenengan punya
rumah belum tentu punya jenengan.
Kadang-kadang cicilane macet disita.
Jenengan punya mobil belum tentu punya
mobil itu punya jenengan. Bahkan
ngapunten istri sama suami belum tentu
punya kita. Jenengan bojone seik seger
glowing mati disiki sampeyan
loh belum tentu dia punya jenengan belum
tentu pak bisa jadi id mari wis akeh
sing WA
tapi kalau anak kita,
anak kita itu sampai kapun anak kita
mati pun tetap anak kita maka ayo kita
jaga jangan sampai kalau anak kita
ngerusak HP kita marah tapi kita tidak
pernah marah kepada HP yang merusak
rusak anak kita
nek HP-ne rusak ngamuk, Pak. Pernah
enggak jangan mikir bagaimana rusaknya
anak dengan HP? Kenapa Anda enggak marah
ke HP-nya?
Paham nggih? Loh, ini hal-hal yang
masyaallah, Pak. Ini harus harus dulu
dulu dulu ngih dulu
anak magrib lebokno kamar aman
saiki
lebokno kamar penyakite mlebu.
Paham nggih? Nah, inilah pentingnya kita
enggak bisa mensterilisasi, gak bisa.
Makanya kalau saya itu setuju dengan
pendapatnya seorang profesor mengatakan,
"Jangan berpikir sterilisasi, berpikir
imunisasi."
Anak kalau kita sterilkan dari IT gak
bisa zaman sekarang. Yang bisa kita
sterilkan adalah bukan diserilkan
imunisasi. Dia punya imun, dia bisa
milih i sing apik, i sing elek. Kalau
ada penyakit, daya tahan tubuhnya yang
kuat. Kalau ada penyakit, kalau ada
masalah, kalau ada bahaya di media
sosial, dia punya imun, dia bisa
membentengi diri sendiri dari bahaya.
Itulah pentingnya pendidikan.
Paham nggih? Jangan gak bisa anaknya
dengan gak dikasih HP itu gak bisa.
Zaman sekarang gak bisa.
Makanya yang perlu kita lakukan adalah
bukan sterilisasi tapi imunisasi. Ayo
jadikan anak kita yang punya imun iman
yang kuat sehingga dia bisa milih mana
yang mau diikuti, mana yang tidak dan
lain sebagainya. Paham nggih? Pun
ngapunten. Ngapunten sanget. Masyaallah.
Saya itu punya teman tuh, Pak. Punya
teman itu dia sampai ingin nyoba, Pak.
Sekarang ngapunten nggih. Prostitusi ee
prostitusi
LGBT itu masuk lewat ini, Pak. ada
aplikasinya.
Punya saya punya teman itu sudah sampai
dia pengin melakukan apa ya ingin ee
penelitian ngih Pak bukan pengalaman
ngih penelitian. dia itu men-download
satu aplikasi komunitas itu yang
mengagetkan dia. Ketika dia masuk itu
ada muncul, Pak, siapa komunitas dia
yang LGBT itu, siapa komunitas dia yang
ada di sekitar dia.
Itu betapa kagetnya dia. Ternyata ketika
dia klik itu ada di sekitar rumahnya.
Ada yang sudah punya suami, sudah punya
istri, ada yang kemudian masyaallah itu
gerakannya rapi kemudian tidak tampak
lewat ini loh. Kalau kita tidak punya
imunisasi
bahaya. Paham nggih? Makanya ini yang
kemudian harus ini. Nah, ini tugasnya
nahqodah. Tugas satu, memimpin,
mendidik. Ayo, jangan lupa tugasnya
jenengan, istri jenengan didik, anak,
jenengan didik. Menafkahi,
menjaga,
mengasihi.
Jadi kita sebagai orang tua
kadang-kadang hanya menjalankan yang
ini, Pak. Menafkahi, ngasihi, menjaga.
Kita lupa punya tugas mendidik. Kita
lupa punya tugas meemimpin. Ini adalah
tugasnya nak qoda. Ya, tugasnya jenengan
itu ya. Ini, Pak. Makane dadi wong
lanang iku abot, Pak. Makane sing akeh
iku janda apa dudo, Pak?
Sing akeh janda apa dudo?
Sing akeh janda, Pak. Apo. Wong lanang
sing dipikir akehanget
[tertawa] mati
sing dipikir akeh. Wah, wis macam-macam,
Pak. Makanya ya kan tugasnya banyak ini.
Tugasnya banyak pun nggih. P ini nahqod.
Lanjut.
Nah, nahqoda itu ndak akan bisa jalan
kalau tidak punya navigator. Siapa
navigatornya? Istri. Tugasnya istri itu
mudah. Tugasnya istri adalah fasolhatu
qonitatun
hafidatul lil ghaibi bima hafidallah.
Tugasnya istri itu adalah kata Al-Qur'an
wanita-wanita yang salihah itu adalah
wanita yang taat kepada Allah. Jadi
tugasnya perempuan itu gampang, Pak.
Taat kepada Allah, taat kepada suami,
ndak punya tugas untuk mendidik suami,
hafidotil gaib. Menjaga diri itu cukup.
Tugas perempuan itu hanya menjaga diri,
taat, selesai. Gak terlalu banyak. Tapi
yo abot. Jaga diri itu abot pun. Makanya
jenengan juga hati-hati ya. Sekarang
kalau jenengan punya istri itu termasuk
jaga diri itu dari dari apa, Pak? Dari
komunitas.
Jenengan kalau punya istri kok istrinya
sosial. Jangan lihat dulu sosialita
komunitasnya siapa. Karena pengaruh itu
penting, Pak. Betapa banyak perempuan
itu sakin nang bojo biasa. Tapi
kadang-kadang dengan komunitas sosial
itu kadang-kadang sing dibahas sopo?
bojone dewe-dewe.
Akhirnya yang asalnya ke suaminya itu
biasa karena tahu standar beda.
Akhirnya dia punya pendahilan, "Kok gak
bet bojoku ya kan ya." Makanya jenengan
kalau punya istri ayo kalau jenengan
punya istri ikut komunitas delok
komunitase.
Jenengan punya istri sosial bergaulan
jangan dengan siapa? Jangan punya istri
istri jenengan punya akun media sosial.
Jengan lihat algoritma media sosialnya
itu seperti apa. Ngapunten sekarang itu
banyak masalah. Kenapa kok banyak
masalah? Karena banyak para perempuan
itu punya standar suami versi TikTok.
Kan di tuh banyak, Pak, [tertawa]
konten-konten suami ideal. Siji, loro
telu, papat. Setelah dia baca itu dia
eling bojoku koy siji lor papat ndak ono
blas nang bojoku sing asale ndak ono
masalah akhirnya punya masalah karena
punya standar TikTok tadi ituh Pak loh
penting jadi menjaga diri itu salah
satunya bukan hanya menjaga diri di
rumah atau dak menjaga diri dari
komunitas buruk paham nggih ini harus
kita jaga istri kita kalau mau ikut
ngapunten nggih ngapunten orang
kadang-kadang arisan ngoco arisan itu
berapa menit sih?
5 menit cukup.
Kira-kira arisan itu selesainya 1 jam
atau 2 jam?
2 jam. Pertanyaan saya ngocoke kan mek 5
menit
sisane gawe opo?
Sing digiba sopo? Kadang-kadang
bojone
bojone aku kay ngene yo. Wah
bojo koy ngono kok ya ndak pantes
[tertawa]
sampeyan golek sing liane yo lebih apik
akeh ngo loh ini kadang-kadang komunitas
Pak. Jadi kadang itu masalah itu
kadang-kadang bukan karena ada masalah
dengan suami sebenarnya gak ada masalah.
Yang masalah itu kadang-kadang bukan
dengan suami komporis di luar banyak
tahu komporis tukang kompor
loh itu ini bahaya. Makanya menjaga diri
itu salah satunya adalah menjaga diri
bukan hanya menjaga diri di rumah tapi
menjaga diri dari komunitas baik
komunitas di dunia nyata maupun
komunitas di dunia maya. Sesekali, Pak,
jenengan kalau jadi suami, saya senang
kalau jenengan, jenengan mungkin gak
senang TikTok gak apa-apa tapi jenengan
harus punya akun TikTok. Semua media
sosial kalau bisa jangan punya, Pak. Apa
tujuannya? Tujuannya satu, ngecek
algoritma anak kita kayak apa.
Ngecek algoritma
istri kita kayak apa. Karena biasanya
TikTok itu, Pak. TikTok semua media
sosial itu dia yang muncul di
timeline-nya dia, di branja dia adalah
algoritma sesuai dengan preferensi dia
apa. Kalau dia sering nyari itu maka
media sosial itu akan menyiapkan konten
yang sesuai dengan algoritmanya itu.
Nah, ini kalau jangan gak tahu bahaya.
Bahaya. Makanya menjaga diri salah
satunya adalah tugas kita kalau kita ini
adalah menjaga mereka dari komunitas
seperti ini. Paham nggih? pun itu yang
pertama. Yang kedua, di hadis riwayat
Imam Nasai, Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Ayyuun nisa
khair." Perempuan terbaik itu siapa?
Rasul. Maka Rasul mengatakan, "Allati
tasuruh idza nadoro."
Perempuan-perempuan
yang kalau kamu lihat kamu senang. Nah,
ini penting, Pak. Ngapunten. Para istri
itu kadang-kadang
mekate ono mantenan dandan iso rong jam.
Bojone teko dari luar kota dasteran ambu
apek. Padahal pertanyaan saya,
pertanyaan saya seharusnya yang paling
berhak menikmati istri siapa?
Suami bukan orang luar. Terkadang sing
eruh ayune bojo iku wong jobo.
Bojone dewe ndak ayune. Kenapa ndune?
Pole met umah yo dasteran yo dasteran
yang ambone apek n macam-macam loh ini
masalah makanya Rasulullah mengatakan
nisa terbaik perempuan terbaik adalah
allati tasuruhu idor orang yang kalau
kamu lihat itu kamu senang makanya di
hadis yang lain Rasul sahu alaihi
wasallam mengatakan kalau kalian wahai
suami melihat godaan di luar maka
pulanglah dengan cepat Karena pada
istrimu ada dengan yang sama dengan di
luar. Loh ini ini ngapunten sing tek
jobo glowing-glowing kawit mulih
jenengan bojone ndak kenek delok blas.
Itu kiro-kiro kiro-kiro loh. Loh ini
penting. Makanya Rasulullah alaihi
wasallam itu standar-standar ini harus
sama-sama tahu. Bojone sing lanangnya
yang wedok juga tahu. Karena kalau
enggak tahu sama-sama tahu ini bahaya.
Makanya Rasul pun mengatakan allatiasu
seharusnya berdandan itu untuk suami.
Makanya kalau jenengan ngih kalau saya
saya sama jenengan laki-laki atau
perempuan itu, Pak, jenengan kalau
kemudian beli minyak wangi itu jangan
pakai selera jenengan. Ayo selera
jenengan dan selera istri jenengan.
Jangan sampai jangan pakai minyak wangi,
bojone sampai gak senang. Kan yang
berhak menikmati jenengan siapa? Istri
jenengan. Sebaliknya istri jenengan
kalau pakai minyak wangi ya perlu
diskusi dengan jenengan senang ta mas
aku g paremik
kalau suaminya senang ya dipakai karena
yang berhak untuk menikmati istri suami.
Paham nggih? Punutiu
amar perempuan yang terbaik adalah
perempuan yang kemudian ketika
diperintahkan, ketika diarahkan, dia
mentaatinya. W tukifu fi nafsiha waliha
bima yak. Dan dia tidak menyelisihi
suaminya pada diri dan hartanya sehingga
suaminya benci. Ini yang kemudian
tugasnya seorang navigator. Paham nggih
Pak? Pun ini yang kemudian harus ini,
Pak. Nah, makanya ayo jenengan biasakan
istri jenengan itu ya minimal kalau
jenengan punya istri didandani ono umah.
Jangan sampai jenengan kemudian istri
jenengan itu berhiasnya di luar. Tapi di
dalam rumah tidak berhias pun. Ini tugas
navigator. Lanjut.
Selanjutnya ilmu peta.
Kalau kita berumah tangga, ingat yang
bisa menjadikan kita selamat itu adalah
ilmu. Makanya dulu ada orang yang
mengatakan kadang-kadang masalah rumah
tangga itu bukan karena kurangnya cinta,
bukan karena kurangnya kasih sayang,
tapi kadang-kadang kurangnya ilmu dalam
mencintai, ilmu dalam menyayangi. Jadi
kadang-kadang, Pak, menyayangi itu, Pak,
kalau enggak pakai ilmu bahaya.
Mencintai kalau enggak pakai ilmu juga
bahaya. Makanya kalau kita naik bahtera
rumah tangga, yang menjadikan rumah
tangga kita itu bahteranya nyampai
tujuan ya peta. Apa petanya? Ya ilmu.
Makanya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam kemudian dalam Sahih Bukhari,
Imam Bukhari membuat satu bab babul ilmi
qoblal qul wal amal. Bab pentingnya ilmu
sebelum berkata dan beramal.
Ini kata Ibnu Hajar al-Asqalani, beliau
mengatakan yang dimaksud adalah karena
ilmu itu menjadi syarat sahnya perkataan
dan amal. Makanya dalam kitab Manaqibus
Syafi'i, salah satu pesannya Imam
Syafi'i, man arodad dunya faalaihi bil
ilmi. Orang yang kemudian pengin
dunianya apik, ya pakai ilmu. Waman aral
akhira faai ilmi. Orang yang pengin
akhiratnya baik ya pakai ilmu. Orang
yang pengin dunia akhiratnya baik ya
pakai ilmu. Makanya ayo saya tadi
sampaikan ke jenengan, jenengan sebagai
suami ayo punya jadwal ngaji bareng.
Saya ingin sedikit cerita ada suruh
Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Khalifah
Umar bin Abdul Aziz itu kekuasaannya
banyak. Mikir rakyat terus. Beliau itu
di satu kisahnya beliau itu semenjak
menjadi khalifah itu jarang mandi junub.
Saking tidak sempatnya. Beliau kemudian
kurus. Nah, yang menarik adalah Khalifah
Umar bin Abdul Aziz itu punya satu
waktu. Jadi beliau itu kalau makan itu
kumpul 1 minggu sekali sama istri sama
anaknya. Apa yang dilakukan sebelum
makan atau setelah makan mereka membaca
Al-Qur'an masing-masing gantian. Setelah
baca Al-Qur'an baca tafsirnya. Ini
penting, Pak. Jangan ada waktu sama
keluarga itu bukan hanya ke tempat
wisata, ada waktu khusus. Coba jenengan
bayangkan, nggih. Satu keluarga, bapake,
anake, bojone podo moco Quran saling
menyimak. Ndak usah lama-lama. 1 minggu
sekali, setengah jam sekali. L kan
masyaallah kebersamaan bersama-sama di
tempat wisata juga bersama-sama di
tempat ilmu itu kan luar biasa. Nah,
kalau jenengan gak bisa seperti itu
minimal ada jadwal ngaji bareng. Ada
jadwal ngaji bareng. Jenengan punya
pengajian rutin yang itu gak usah
lama-lama, Pak. 1 minggu sekali apa 2
minggu sekali yang jenengan pastikan
jenengan istri anak jenengan datang
supaya kita hidup ini punya peta yang
jelas petanya adalah ilmu. Paham nggih?
Pun lanjut. Iman. Iman inilah yang
menjadi bahan bakar. J rumah tangga itu
iman inilah yang menjadikan bahan bahan
bakar. Kenapa? Karena orang yang punya
iman hidupnya selalu nyaman.
Orang yang punya iman hidupnya selalu
nyaman. Dalam hadis riwayat Muslim
dikatakan ajaban li amril mukmin. Orang
mukmin itu hidupnya selalu mengagumkan.
Inna amru kullahu khair. Semua urusan
orang punya iman itu baik. Kenapa?
Beliau mengatakan, "In asobat
syakaro." Karena orang mukmin itu kalau
oleh Allah dikasih nyaman bawaannya
syukur. Wa asobat
sabaro. Kalau Allah kasih ujian
bawaannya sabar. Dan ini hanya bisa oleh
orang mukmin. Ah masyaallah. Nggih.
Orang mukmin itu Pak dikii enak ya
syukur, dikii gak enak sabar. Kalau
enggak punya iman dikei enak gawanane
sombong, dikei ndak enak gawanane
ngersulo. Tapi orang kalau mukmin itu
masyaallah dikii enak syukur, dikii ndak
enak sabar. Dan ini kuncinya mukmin. Dan
jenengan ingin tahu mukmin itu iman itu
kata Rasulullah yazidu waquus bertambah
dan berkurang. Jadi iman itu, Pak, kayak
HP perlu selalu di charger. Paham nggih?
Eum itu kalau iman itu kadang-kadang
kalau enggak di charger itu nge-drop.
Kalau nge-drop bahaya. Nyarnya iman apa?
Majelis ilmu, majelis zikir. Itu cara
nyarjer iman. Paham nggih? Makanya
sering-sering charger iman. Ciri-ciri
iman itu sudah mulai berkurang itu apa,
Pak? Kata ulama, ciri-ciri iman itu
berkurang itu salah satunya adalah kalau
orang merasa ndak getun ninggalno
taat dan tidak getun ngelakoni maksiat.
Kalau jenengan hatinya sudah mulai
seperti itu, Pak, jenengan biasanya
jemah kok ndak jemah hatine biasa-biasa
saja. Berarti imannya sudah mulai
kendur. Itu
jenengan biasa salat
subuh biasanya gak pernah telat. Saiki
jam usoli fard subhi kawanan lillahi
taala. Merasa ndak ada apa-apa. Itu
tanda-tanda iman mulai kendur. Paham.
Nggih. Itu. Jadi kalau jenengan pengin
tahu iman kendur atau gak itu jangan
coba lihat. Jenengan kok kemudian oleh
Allah Subhanahu wa taala hatinya kok
senang ibadah, kok kemudian takut ke
dosa. Itu tanda-tanda iman lagi tinggi.
Kalau iman lagi turun itu tanda-tandanya
ngelakoni taat ketinggalan ndak rumongso
getun. Ngelakoni maksiat ndak rumangso
getun. Nah, itu berarti betul di charger
ya. Chargernya yaitu majelis ilmu,
majelis zikir pun.
Para jemah yang saya hormati, ini
terakhir dari saya. Akhlak benderanya
akhlak.
Orang rumah tangga yang dilihat
jenengan tetangga jenengan bisa lihat
gak jenengan ahli tahajud?
Gak pernah bisa lihat. Tetangga jenengan
bisa lihat enggak jenengan rutin khatam
Quran?
Yang tampak itu akhlak. Makanya
benderanya orang itu akan melihat
bahtera itu lihat benderanya rumah
tangga itu yang dilihat akhlaknya.
Makanya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Akmalul mukminina
imanan ahsanuhum khuluqo." Orang yang
paling sempurna imannya adalah orang
yang paling baik akhlaknya. Karena iman
itu berasal satu kata dengan aman.
Makanya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam ketika mendefinisikan mukmin
bukan dengan banyak salat, bukan dengan
banyak baca Quran, bukan dengan banyak
berpuasa. Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam mendefinisikan mukmin. Beliau
mengatakan, "Almukmin man aminahunas
min lisanih wa yadih." Kata Rasulullah,
"Iman itu satu kata dengan aman." Karena
iman satu kata dengan aman. Orang yang
imannya sempurna maka orang lain akan
merasa nyaman, merasa aman dari
gangguannya.
Itu iman, Pak. Makanya kalau jangan
lihat semua ibadah Syekh Abu Dzar dalam
kitab ushul fikih beliau mengatakan
maqasidus syariah itu ada tiga. Yang
pertama adalah tadribun nafas, mendidik
individu. Apa yang dimaksud mendidik
individu? Mendidik individu supaya
bermanfaat untuk orang.
menghindari bahaya dari orang. Maka
kalau jangan lihat semua ibadah itu
tujuannya satu, supaya baik, supaya kita
tidak mengganggu orang. Coba jangan
lihat puasa ketika ketika Al-Qur'an
membahas puasa apa? Tanha anil fasya wal
munkar.
Ketika Al-Qur'an kemudian membahas eh
salat, ya tanha lil fasya wal munkar.
Ketika Al-Qur'an membahas puasa,
Rasulullah membahas puasa, asiyamu
junah. Puasa itu adalah tameng. Karena
orang yang puasa harusnya bisa menjadi
tameng dari lesannya untuk tidak berkata
kotor. Ketika Rasulullah mengatakan
haji, haji mabrur itu tandanya apa?
Bukan banyak tawaf. Haji mabrur itu kata
Rasulullah, hajul mabrur itu kata
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
tandanya dua. Id'amut thaam wa thyibul
kalam. Orang hajinya mabrur itu tandanya
dua. Satu peduli sosial idamut thaam.
Yang kedua thyibul kalam omongane apik.
Jadi semua ibadah itu tujuannya supaya
berakhlak. Maka ini jenengan pegang
orang paling baik bukan orang yang
sering masuk masjid. Orang yang paling
baik adalah orang yang setelah dia
keluar masjid dia mampu melakukan
perubahan baik pada dirinya. Jadi orang
itu tidak dilihat dari seberapa banyak
dia masuk masjid, tapi orang itu dilihat
dari seberapa banyak perubahan baik pada
dirinya setelah dia keluar masjid.
Makanya Imam Ghazali ketika ditanya apa
khusyuk dalam salat? Imam Ghazali
menjawab khusyuk dalam salat bisa
dilihat setelah salam sampai takbir. Ada
salah satu muridnya yang kaget,
"Bukankah salat itu dimulai dari takbir
diakhiri dengan salam?" Kata Imam
Ghazali, "Iya. Cuma kalau kamu salatnya
baik, maka salat itu cukup menjadikan
kamu orang baik setelah kamu salam
sampai takbir salat selanjutnya. Paham
nggih? Makanya ini yang kemudian harus
kita biasakan, Pak. Di hadis yang lain
terakhir dari saya, innarjula layudriku
biusni khuluqihi darajatim wal qoim.
Bisa jadi orang itu dengan husnul
khuluk, dengan akhlak baik bisa
mengalahkan orang yang rajin salat,
orang yang rajin salat tahajud. Pun
akhlak itu apa?
Akhlak itu apa? Akhlak itu intinya tiga.
Jangan eling-eling. Akhlak itu intinya
tiga. Satu, kata hadis Turmudzi, husnul
khuluk bastul wajhi. Husnul khuluk itu
ada tiga. Satu, muka yang selalu
berseri-seri.
Makane mek wong sing cemberutan iku ndak
berakhlak berarti. [tertawa] Tapi mek
senyam-senyum terus yo bahaya. Wis biasa
ae.
Mek ketemu wong baru senyum pak. Ndak
ono wong ya oj senyam-senyum. Karena
salah satu akhlak itu cirinya adalah
bastul wajhi. Wajah yang selalu
kelihatan senyum, selalu berseri. Yang
kedua, badlul mak'ruf.
Kalau kamu bisa memberikan kebaikan,
berikan. Tapi kalau enggak bisa,
kafulza. Jangan menyakiti. Jadi paling
rendahnya akhlak itu satu. Mek ndak iso
apik menang. Itu sudah akhlak.
Sampean gak iso ngomong apik menang.
Kalau tidak bisa buat status baik gak
usah buat status baik ee buruk. Kalau
jenengan gak bisa menyebarkan kebaikan,
jangan menyebarkan keburukan. Jadi
paling rendahnya akhlak itu diam.
Paham nggih? Kalau Anda tidak bisa
menjadikan orang tersenyum, jangan
jadikan dia menangis. Itu akhlak gitu
pun. Ini yang kemudian ee ini yang tadi
saya katakan iblis uw hadis riwayat
Muslim. Tadi saya katakan ternyata iblis
uwad
rumah tangga berantakan. Ngoten nggih
pun. Saya kira cukup. Kalau ada yang mau
didiskusikan saya persilakan. Kalau gak
ada saya tutup dengan doa.
Insyaallah di pertemuan selanjutnya kita
akan membahas hak suami istri. Bagaimana
hak suami dan istri itu akan kita bahas.
Ini sayangnya ibu-ibunya enggak enggak
ikut. Kalau ibu-ibunya ikut malah lebih
seru. [tertawa]
Ada yang mau tanya
aman? Nggih. Aman. Saya lihat
saleh-saleh semua ini. [tertawa] Enggak
punya masalah di rumah tangga. Makanya
enggak ada yang perlu ditanyakan. Ngoten
nggih pun. Saya kira cukup semoga
menjadi ilmu manfaat barokah. Semoga
kita dijadikan orang yang istikomah
keluarga kita jangan kerabah yang
sakinah mawadah warahmah. Anak-anak kita
jadikan anak-anak yang saleh shah. Amin
ya rabbal alamin.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
shalli wasallim ala sayyidina Muhammad
wa ala ali sayyidina Muhammad.
Rabbanafirlana waliwalidina warhamhum
kama rabbauna.
Allahumma bimaamtana waimna mafauna
waidna ilma rabbana la tuzil qulubana
ba'da id haditana wahablana min ladunka
rahma innaka antal wahab rbana hablana
min azwajina wurriyatina qurata a'yun
w'alna lil muttaqina imama rabbana atina
fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah
waqinazabanar
ala sayidina muhammadin waa
fatihah.
Ini yang bisa saya sampaikan kurang
lebihnya saya mohon maaf.
Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
ilaik waak. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Terima kasih. Demikianlah tadi ASN
mengaji dengan tema keluarga sakinah.
Semoga bisa memberi manfaat bagi kita
dan keluarga kita dan dapat meningkat
iman dan takwa kita kepada Allah
subhanahu wa taala. Amin. Amin ya rabbal
alamin. Kurang lebihnya mohon maaf.
Akhirul kalam wasalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:10 UTC
Categories
Manage