Transcript
nU3ENlCRAko • ASN Belajar Seri 49 | 2025 - Start Smart 2026
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0285_nU3ENlCRAko.txt
Kind: captions
Language: id
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya [musik]
kita melangkah.
Hadapi segala [musik]
tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi [musik]
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar. [musik]
Ciptakan SDM unggul berprestasi
[musik]
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk [musik] inovasi yang
berkelanjutan.
Menjadi ASN [musik] berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia [musik] emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan [musik]
berkelas dunia
tekad pantang [musik] menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
perintah
selalu dunia
tekad [musik] pantang menyerah
jadi
berkuit
sama
[musik]
semangat membara
di
digital [musik]
terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi [musik] inovasi
cempalak Jawa Timur terus [musik] melaju
bersama BPST yang cim kita [musik] terus
melesat untuk Indonesia emas [musik]
prestasi hebat ASN unggul
tiara yang terti [musik] Tinggal no one
left behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang. [musik] Jawa Timur
terus melayu. Bersama BPSDM [musik]
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas. Prestasi her. [musik]
Aset unggur, tiada yang tertinggal.
No one [musik] left behind. Kita terus
melangkah.
[musik] Berkolaborasi,
inisiatif tinggi,
inovasi [musik] cemalah. Jawa Timur
terus melaju. [musik] Bersama BPSDM
Jatim, kita terus [musik] melesat.
Untuk Indonesia emas prestasi hebat
bersama kampus satelit [musik] PPSM
Jatim. No one left behind. I [musik]
unggul dan berkualitas.
Melasa tinggi [musik]
Indonesia jaya.
[musik]
Bersam membangun asa
menuju cipta yang mulia. [musik]
Kami hadir, kami berkarya untuk [musik]
Jawa Timur yang berjaya.
Langkah pasti [musik] menitipiti zaman
dengan semangat pembaruan. [musik]
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Jing [musik] Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM [musik]
berkompetensi
tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam
visi yang terang [musik] menjawab
tantangan dan jalan kamiang
BPSDKM [musik]
Jawa Timur Center of Sans masa depan
[musik]
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia. [musik]
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya. [musik]
Langkah pasti meniti zaman
dengan semangat pembaharuan. [musik]
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal [musik] masa depan.
BPSM Jatim pusat unggulan [musik]
tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencat Sterm [musik] berkompetensi.
Tangguh cerdas penuh inovasi [musik]
bersatu dalam visi yang terang. [musik]
Menjawab tantangan jangan demiang.
[musik] PPSDN Jawa Timur Center of Sans
masa depan gemilang.
[musik]
Pagi hari berangkat kerja naik ojeng
pengkolan.
Laptop dibuka sembari sarapan nasi.
Selamat datang di webinar ASN belajar
seri 49.
Mari belajar bersama, upgrade diri dan
tingkatkan kompetensi.
[tepuk tangan]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat datang sobat ASN.
Senang sekali saya Lukman Ali dapat
menyapa Anda sekali lagi dalam webinar
ASN yang selalu diadakan tiap minggunya.
Terima kasih karena sudah berkenan untuk
terus mengikuti di tiap minggunya sampai
dengan penghujung akhir tahun di 2025.
Sobat ASN memasuki tahun 2026 tuntutan
terhadap kinerja ASN semakin tinggi
seiring percepatan transformasi digital,
dinamika kebijakan nasional, dan juga
meningkatnya ekspektasi masyarakat
terhadap pelayanan publik. Dan tentunya
pemerintah pusat dan daerah dituntut
untuk lebih adaptif, inovatif, serta
responsif dalam menghadapi perubahan.
tentunya pengembangan kompetensi ASN
menjadi strategi utama dalam
meningkatkan profesionalitas dan kinerja
birokrasi sehingga diperlukan langkah
yang cerdas untuk memastikan hal
tersebut. Selengkapnya akan kita bahas
di webinar ASN Belajar seri 49 tahun
2025. Start Smart 2026 transformasi
kompetensi untuk kinerja Gemilang.
Baik, Sobat ASN, untuk membuka webinar
ASN belajar seri 49, mari kita dengarkan
terlebih dahulu opening speech yang akan
disampaikan oleh Dr. Ramlianto, SPMP
selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur.
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air. Selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan YATIM
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 18 Desember 2025,
ASN Belajar telah memasuki seri yang
ke-49.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik.
kekinian dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sahabat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-49 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu tema menarik dalam rangka
menyongsong tahun 2026 yang tidak lama
lagi akan segera tiba. tahun baru yang
pasti akan menyuguhkan tantangan dan
peluang baru ditandai oleh dinamika
kebijakan yang semakin cepat, akselerasi
teknologi yang semakin masif, serta
ekspektasi masyarakat terhadap kinerja
dan kualitas pelayanan publik yang
semakin tinggi.
Sehingga ASN dituntut untuk tidak
sekedar melanjutkan rutinitas di tahun
2026 nanti, tetapi mampu beradaptasi,
bertransformasi, dan bekerja dengan cara
yang lebih cerdas dan kinerja yang lebih
gemilang.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN belajar seri ke-49 tahun 2025 ini
mengangkat topik start smart 2026
transformasi kompetensi untuk kinerja
gemilang.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sahabat ASN di seluruh tanah air, ASN
belajar seri ke-49 tahun 2025 ini hadir
pada titik waktu yang sangat bermakna.
Kita berada di penghujung tahun di
ambang lembaran baru bernama
2026. Sebuah momen jeda yang tepat untuk
berhenti sejenak, menoleh ke belakang
untuk belajar, dan menatap ke depan
untuk menyiapkan diri dengan sadar dan
lebih siap lagi.
Tema Statmart 2026 ini bukan sekedar
slogan optimisme awal tahun. Ia adalah
ajakan reflektif sekaligus ajakan
bertindak. Memasuki 2026 ASN tidak cukup
hanya melanjutkan rutinitas lama, tetapi
perlu memulai dengan cara berpikir baru
yang lebih adaptif, etos kerja baru yang
lebih giat, dan kompetensi yang terus
diperbaharui agar lebih mumpuni serta
kinerja baru yang lebih gemilang.
Karena itu start smart berarti memulai
tahun depan dengan kesadaran baru bahwa
setiap ASN adalah pembelajar sepanjang
hayat. Bahwa profesi ASN bukan tujuan
akhir melainkan alat untuk menghadirkan
manfaat dan bahwa profesionalisme tidak
diwariskan oleh masa kerja, tetapi
dibangun melalui kemauan untuk terus
belajar dan beradaptasi.
Sobat ASN di seluruh tanah air, kita
sadar bahwa dunia kerja ASN hari ini dan
ke depan bergerak semakin kompleks.
Perubahan kebijakan berlangsung cepat,
teknologi berkembang pesat, ekspektasi
masyarakat terhadap pelayan publik
semakin tinggi. Dalam landskap seperti
ini, kinerja gemilang tidak lagi lahir
dari kertas kerja semata dan kerja keras
semata, tetapi dari kerja cerdas serta
kerja kolaboratif dan kerja berbasis
kompetensi.
Transformasi kompetensi yang kita
bicarakan hari ini bukan sekedar
peningkatan keterampilan teknis yang
mencakup cara berpikir strategis,
kemampuan mengambil keputusan berbasis
data, kecakapan digital, kepemimpinan
kolaboratif, serta integritas dan etika
kerja yang semakin matang. Kompetensi
bukan lagi pelengkap, melainkan pondasi
utama bagi birokrasi yang ingin tetap
relevan dan dipercaya oleh
masyarakatnya.
ASN yang kompeten akan bekerja lebih
tepat, ASN yang beretos kerja kuat akan
bekerja lebih amanah. Dan ASN yang mampu
menyatukan kompetensi dengan nilai
pengabdian akan menghadirkan kinerja
yang benar-benar berdampak bagi
organisasi, bagi masyarakat, dan bagi
pembangunan daerah serta bangsa.
Menyambut 2026, kita perlu meneguhkan
etos kerja baru. Etos yang tidak puas
dengan kata cukup, tetapi berani menuju
lebih baik dan lebih gemilang. Etos yang
tidak sekedar hadir secara fisik, tetapi
hadir secara utuh, pikiran, hati, dan
tanggung jawab. Etos yang menjadikan
kolaborasi sebagai kekuatan pembelajaran
sebagai nafas sehari-hari dalam bekerja.
Kinerja Gemilang tidak lahir secara
tiba-tiba. Ia disiapkan sejak awal dari
cara kita memulai hari kerja, dari
kesungguhan kita meningkatkan
kompetensi, dan dari komitmen kita untuk
menjaga kualitas di setiap proses yang
kita jalani. Nah, Sobat ASN di seluruh
tanah air, untuk membahas lebih lanjut
topik menarik ini, kami telah mengundang
para narasumber luar biasa yang sudah
barang tentu sangat kompeten di
bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ESN di
seluruh tanah air. Pertama, kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Bapak Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo,
SH., M.H. Beliau adalah Deputi
Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi
ASN Lembaga Aditerasi Negara. Kedua,
kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi kepada Bapak Afrizal Dahrin,
DJ. SST,PME. Beliau adalah Sekretaris
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kementerian Dalam Negeri Republik
Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada Bapak
Hasyim Asyari, Sos, M.Si. Beliau adalah
Kepala Bidang Perencanaan, Pengadaan,
Pengolahan Data, dan Sistem Informasi
Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa
Timur. Nah, Sobat ASN, mari kita simak
dengan seksama webinar series ASN
Belajar seri ke-49 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
kepada Bapak Dr. Ramlianto, SP.MP selaku
Kepala BPSD Provinsi Jawa Timur atas
opening speech yang telah disampaikan.
Dan sebelum kita masuk ke materi kita
yang pertama, terlebih dahulu saya izin
mengingatkan bagi sobat ASN yang tengah
menyaksikan webinar ASN baja seri 49
tahun 2025, jangan lupa untuk mengisi
presensi melalui laman Semesta Bangkom
dan ee laman ini juga akan menjadi
syarat untuk mendapatkan e-sertifikate
dari BPSD Provinsi Jawa Timur. Dan
dikarenakan traffic presensi saat ini
sedang tinggi, maka Sobat ASN dapat cek
secara berkala lama semesta Bangkom
untuk isi presensi. Kita akan masuk ke
sesi kita yang pertama. Kali ini kita
akan mendengarkan materi yang sangat
menarik dari Bapak Afrizal Darahin DJ,
SSTP, ME selaku sekretaris BPSDM
Kemendagri Republik Indonesia
[musik]
ya. Dan telah bergabung bersama dengan
kita semua di sini Bapak Afriel. Selamat
pagi, Pak Afrizel.
Selamat pagi, Mas Luki.
Kabar baik, Pak?
Masuk. Sor Mas Lukman ya.
Iya, Pak. Mas Lukman.
Iya. Thank you, Pak, sudah berkenan
untuk bergabung di webinar ASN belajar
seri 49 kali ini. Kali ini kita akan
persilakan Pak Afijel untuk menyampaikan
materinya kurang lebih selama 30 menit.
Setelah itu kita akan masuk ke sesi
tanya jawab dengan Sobat ASN. Kami
persilakan Pak Afrial.
Baik, terima kasih Mas Lukman, Bapak Ibu
semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera bagi kita semuanya. Shalom.
Omastu budaya. Salam kebajikan.
Pertama-tama mari kita panjatkan puji
syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa
taala Tuhan yang maha kuasa. karena
berkat rahmat dananya kita bisa hadir
pada kegiatan ee webinar ee pagi hari
ini. Kami haturkan ucapan terima kasih
dan hormat kepada Bapak Kepala BPSDM ee
Jawa Timur, Pak Dr. Ramli yang telah ee
menyampaikan pembukaan tadi
dan terima kasih atas kesempatan ee yang
diberikan pada kami untuk bisa sharing
informasi dan nanti juga dilanjutkan
dengan diskusi terkait hal-hal yang ee
kami sampaikan. Bapak, Ibu semuanya
tema yang ee sangat ee baik dan apik
direncanakan oleh BPS Jawa Timur. kami
sangat apresiasi dan kami terus terang
ee mengikuti secara intens ya secara
rutin juga bagaimana BPSD Jawa Timur
tetap menghadirkan ee
informasi-informasi berbagai informasi
ya ee terbaru terkait upaya pengembangan
kompetensi ASN. Bapak Ibu
kami izin ee share screen
ya.
Jadi
materi yang diminta kepada kami untuk
menyampaikannya pada pagi hari ini
adalah bagaimana kita melakukan
penguatan kapasitas aparatur daerah
melalui transformasi kompetensi yang
terarah dan berkelanjutan. Jadi, Bapak
Ibu, ada beberapa kata kunci dalam judul
ini. Pertama adalah transformasi
kompetensi.
Jadi, tentu ada upaya-upaya perubahan ke
arah yang lebih baik.
tadi disampaikan oleh Pak Kepala Badan
bahwa dengan perkembangan teknologi
informasi kemudian ketidakpastian yang
berada di depan kita ya kemudian
bagaimana kita juga tetap bisa ee
berupaya
secara terarah ya menyusun,
merencanakan, melaksanakan dan tentu
nanti setelah pada akhirnya kita
melakukan evaluasi terhadap seluruh
proses pengembangan
pengembangan kompetensi atau
pengembangan kapasitas yang kita
lakukan. Kementerian Dalam Negeri dalam
hal ini BPSM Kementerian Dalam Negeri
memiliki peran yang juga cukup strategis
dalam pelaksanaan pembinaan dan
pengawasan penyelenggaraan pemerintahan
daerah. Nah, untuk itu maka pertama kami
awali
dengan mengutip sebuah eh quote ya yang
cukup baik ya. If you cannot measure it,
you cannot improve it. Artinya kita
mulai berawal dari bagaimana kita bisa
mengukur diri sendiri. Bagaimana kondisi
yang ada saat ini di kita baik itu di
pemerintah daerah, pemerintah daerah
kabupaten, pemerintah daerah provinsi
dan juga di pemerintah pusat secara
nasional. Nah, dari data yang pertama
kami awali mungkin yang ini menjadi
landasan berpikir kita ini agar nanti ke
depan kita lebih ee bisa sesama ee satu
frekuensi ya, bagaimana kita ee melihat
ya upaya pengembangan kompetensi menjadi
salah satu bagian dari proses secara
keseluruhan untuk pencapaian tujuan
nasional. Nah, kita mengenal prinsip
otonomi daerah. Di sini yang ingin kami
tekankan Bapak, Ibu sebagaimana diatur
di pasal 18 Undang-Undang 23 kemudian
Undang-Undang Dasar tahun 1945, kemudian
Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang
pemerintahan daerah. Nah, kami fokus
pada yang paling kanan
ada tujuan kita menyelenggarakan otonomi
daerah.
bahwa tujuan utama pelaksanaan otom
daerah yang pertama adalah meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, yang kedua
adalah meningkatkan pelayanan publik,
dan yang ketiga adalah meningkatkan daya
sains daerah. Tiga tujuan utama ini
tentu adalah yang menjadi fokus utama
yang harus dicapai oleh oleh seluruh
pemerintah daerah. Pemerintah daerah itu
terdiri dari kepala daerah dan juga
dengan DPRD. Maka DPRD juga sebenarnya
adalah bagian yang tidak terpisahkan
dalam pencapaian tujuan otonomi otonomi
daerah ini. Nah, tiga hal ini salah
satunya adalah meningkatkan daya saing
daerah. D saing daerah tentu nanti
tergambarkan salah satunya dengan
peningkatan kompetensi dari ASN sebagai
bagian atau motor penggerak dari ee
proses pembangunan yang ada di daerah
kita. Nah, kalau kita coba melihat
bagaimana indeks pembangunan manusia di
negara-negara ASEAN,
maka kita bisa melihat berdasarkan data
ya di tahun 2024
bahwa dari seluruh negara ASEAN kita
menempati urutan keenam dari seluruh
negara ASEAN dengan human development
indeksnya adalah 71,3.
kita berada di bawah Vietnam, Thailand,
dan yang tertinggi adalah Singapura.
Kemudian kalau kita lihat bagaimana
gambaran IPM berdasarkan provinsi ya di
tahun 2024,
2023 dan 2024 ini perbandingannya. Kita
bisa lihat di sini itu rata-rata
ya IPM kita itu berada pada angka 71,3.
Lalu di mana Jawa Timur berada di tahun
2024 itu di 74,09.
Ini alhamdulillah kita sudah berada di
atas ee rata-rata ee nasional seperti
itu. Kemudian persentase kemiskinan
ekstrem ini juga menjadi salah satu
indikator makroekonomi yang bisa kita
lihat untuk mengukur bagaimana kinerja
pemerintah daerah dalam upaya
pengendasan kemiskinan ekstrem. Nah, di
sini bisa kita lihat bahwa rata-rata itu
di angka 9,03.
Sementara
Jawa Timur di tahun 2024 itu berada di
angka 9,79.
Ini artinya apa? Bahwa ini berada di
atas rata-rata nasional. Jadi,
kemiskinan persentase kemiskinan
ekstremnya masih lebih tinggi dibanding
ee rata-rata nasional. Kemudian
persentase tingkat pengangguran terbuka
di tahun 2023 dan 2024 rata-rata
Indonesia itu adalah 4,91.
Lalu Jawa Timur di tahun 2024 ya di
tahun 2023 itu ee di berada di 4,19
seperti itu ya. Ini syukur kita masih
berada di ee bawah rata-rata nasional.
Nah, berawal atau beranjak dari kondisi
realita yang tadi sudah kami sampaikan
sebagian informasinya yang mengukur yang
itu adalah sebagai representasi ee dari
kinerja pemerintah daerah dan
pemerintahan nasional, maka tentu kita
berupaya bagaimana
kita melakukan kerja bersama secara
terarah ya dan berkelanjutan untuk
menyelesaikan permasalahan-permasalahan
tersebut.
Maka kami beranjak pada tema yang atau
materi yang kedua terkait arah
kebijakan. Nah, Bapak Ibu ini mungkin
Bapak Ibu sudah sering mendengar bahkan
mungkin sudah sangat memahami terkait
ini. Satu yang menjadi rujukan kita
bersama agar seluruh proses pembangunan
termasuk di dalamnya adalah pengembangan
kompetensi menjadi bagian yang tidak
terpisahkan. dalam hal ini maka kita
harus memiliki visi yang sama untuk kita
raih atau capai secara bersama-sama baik
itu oleh pemerintah pusat, pemerintah
provinsi, dan pemerintah ee kabupaten
kota. Maka kita mengenal ada yang
namanya Asta cita. Maka dalam perspektif
pengembangan kompetensi itu terkait erat
dengan asas cita. Yang keempat adalah
memperkuat pembangunan sumber daya
manusia. ini yang kami ee berikan tanda
garis putus-putus ya, kotak garis garis
putus. Jadi pengembangan memperkuat
pembangunan sumber daya manusia adalah
salah satu aspek asta cita yang menjadi
ee program prioritas juga oleh
pemerintahan ee Bapak Prabowi Gibran ee
5 tahun mendatang. Nah, kemudian Asta
Cita ini diturunkan menjadi 17 ee
program prioritas ya. Kemudian juga ada
delan program hasil terbaik cepat
seperti itu. Nah, di mana dalam 17
program prioritas ini yang terkait erat
dengan ee pengembangan kompetensi adalah
bagaimana kita melakukan penguatan
pendidikan, sains, teknologi, serta
digitalisasi, ya. Kemudian juga ee
terkait masalah ee
ee ee reformasi politik hukum dan
birokrasi. Jadi, ada dua aspek dalam 17
program prioritas ini yang terkait erat
dengan ee pengembangan kompetensi ee
ASN. Nah,
terarah dan berkelanjutan tadi di awal
kami sampaikan bahwa upaya pengembangan
kompetensi itu adalah upaya yang harus
direncanakan.
Maka kita harus memastikan bahwa
proses
dan ee visi misi program kegiatan itu
bisa tergambarkan dalam dokumen
perencanaan pembangunan dan juga dokumen
penganggaran baik itu dari tingkat
nasional, provinsi maupun kabupaten
kota. Maka ini juga menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dalam dokumen RPJMN
2025 sampai dengan 2029. Yang ini adalah
menjadi rujukan dalam penyusunan dokumen
RPJMD baik itu provinsi maupun kabupaten
kota. Maka di sini
keselarasan sinergi ya dalam penyusunan
dokumen perencanaan menjadi juga menjadi
kunci bagaimana agar kita bisa secara
bersama-sama ya ee merencanakan ya ee
penganggaran agar ee ini bisa lebih
berdampak luas dan juga berdampak lebih
ee tepat sasaran kepada masing-masing ee
target ee yang kita ee ee pilihkan yang
yang yang kita tetapkan seperti itu.
Kemudian ini juga adalah amanat dari
bagaimana pentingnya kita ee melakukan
sinkronisasi dalam dokumen perencanaan.
Sini kami hanya ee menyampaikan saja
bahwa ee upaya pengembangan kompetensi
adalah bagian dalam penyusunan dokumen
perencanaan dan ini kita memastikan
setiap tahunnya ini juga ee dapat
dianggarkan di masing-masing ee APBD
kita seperti itu. Nah, ini juga hal-hal
yang terkait erat dengan bagaimana kita
melakukan sinkronisasi perencanaan dan
penganggaran ee baik tingkat nasional,
provinsi, maupun kabupaten kota.
Tujuannya apa? yaitu agar kita bisa
mencapai tujuan pembangunan nasional ya
melalui pencapaian tujuan pembangunan
daerah. Jadi keberhasilan
pencapaian target pembangunan daerah
adalah bagian integral atau bagian yang
tidak terpisahkan dalam upaya pencapaian
tujuan pembangunan nasional. Jadi di
sini dalam konteks penyusunan dokumen
perencanaan kita mengenal namanya sifat
top down tapi juga dalam perspektif yang
dalam waktu yang bersama kita juga
mengenal dengan sifat bottom up. Jadi
bagaimana kita mempertemukan antara ya
perencanaan tingkat nasional dengan
perencanaan tingkat ee daerah.
Nah ini beberapa dukungan Kemendagri
terhadap prioritas presiden. Pertama
terkait masalah koperasi desa kelurahan
Merah Putih. Kemudian terkait masalah
bagaimana memastikan ee pelaksanaan
efektivitas dari ee pakan bergizi
gratis. Lalu bagaimana Kemendagri juga
bersama-sama dengan pemerintah daerah
memastikan ketersediaan lahan untuk
sekolah rakyat. Kemudian yang terakhir
juga bagaimana Kemendagri ya diberikan
amanah dan sudah menjalankan selama
beberapa tahun ini mengkoordinasikan
upaya pengendalian pengendalian inflasi
secara nasional. Nah, terkait hal
tersebut kami mencoba masuk yang lebih
dalam lagi. Maka Bapak Ibu dari yang
kami jelaskan tadi dari aspek landasan
di level Undang-Undang Dasar
Undang-Undang, kemudian peraturan
pemerintah, RPJMN
ya, lalu bagaimana penyusunan dokumen
perencanaan dan pembangunan tadi kita
susun maka itu tergambarkan dalam arah
dan kebijakan BP BPSM Kemendagri ke
depan.
Arah kebijakan BPSM Kemendagri itu
targetnya ada dua, yaitu pengembangan
sumber daya manusia di tingkat
Kementerian Dalam Negeri dan yang kedua
yang kami sampaikan tadi dalam upaya
pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan
pemerintahan daerah dalam waktu
bersamaan kita juga melaksanakan
pemindaan dan pengawasan
sumber daya manusia aparatur pemerintah
dalam negeri di seluruh provinsi
kabupaten kota. Maka itu juga
tergambarkan dalam upaya kita bagaimana
menyusun kerangka kerja aparatur
pemerintahan dalam negeri. Bagaimana
kita menyusun standar kompetensi kerja
pemerintahan dalam negeri. Bagaimana
kita melakukan sertifikasi berbasis
kompetensi jabatan. Bagaimana kita
mengembangkan sumber daya manusia
aparatur berbasis kompetensi. Lalu kita
melakukan akreditasi kelembagaan,
pengembangan sistem dan data informasi
aparatur pemerintahan dalam negeri, dan
juga bagaimana kita mendukung ee
pengembangan atau pengadaan sarana dan
prasarana yang standar dalam mendukung
pelaksanaan ee pengembangan kompetensi
tersebut.
Nah, kami coba mengurai bagaimana kita
melihat perspektif baru dalam
pengembangan kompetensi Bapak dan Ibu.
dalam ini adah menjadi ee dasar ya
kebijakan pengembangan kompetensi. Kami
skip saja di sini kami langsung pada ee
substansi undang-undang 20 tahun 2023.
Satu hal yang berubah atau tadi kami
sampaikan sesuai dengan judul
transformasi pengembangan kompetensi.
Satu hal yang berubah secara mendasar di
sini pengaturan terkait
pasal 49 di Undang-Undang 20 tahun 2023
di ayat 1 bahwa setiap pegawai ASN wajib
melakukan pengembangan kompetensi
melalui pembelajaran secara
terus-menerus agar tetap relevan dengan
tuntutan organisasi. Nah, dalam
Undang-Undang 23 Undang-Undang 20 tahun
2023 ini kita melihat bahwa pengembangan
kompetensi itu bukan lagi pilihan tapi
kewajiban. Tadi Pak Romli juga sudah
menyinggung terkait masalah ini. Nah,
karena kewajiban maka tentu harus
dilaksanakan dilakukan oleh seluruh ASN.
Tujuannya apa? Yaitu agar bisa mendukung
upaya pencapaian pembangunan daerah dan
juga nasional. Kemudian
lebih lanjut diatur apa sih jenis
kompetensi yang harus dimiliki oleh
setiap ASN? Maka diatur juga dalam
Undang-Undang ee Aparatur Sipil Negara
di pasal 69
bahwa ada empat kompetensi yang harus
dimiliki oleh. Pertama adalah kompetensi
teknis, yang kedua adalah kompetensi
manajerial, lalu ada kompetensi sosial
kultural yang tidak kalah penting dan
juga nanti kami akan memberikan
stressing ee khusus terkait ini adalah
kompetensi pemerintahan.
Nah, ini juga diatur dalam Undang-U 23
tahun 2014. Maka dalam konteks
kompetensi pemerintahan yang juga harus
dimiliki oleh ee seluruh ASN yaitu
terkait masalah kebijakan
desentralisasi, hubungan pemerintah
pusat dan daerah dan seterusnya nanti
bisa dibaca. Nah,
ini adalah pasal yang mengatur terkait
itu yang kami sampaikan tadi.
Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang
pemerintahan daerah mengatur ya juga
terkait masalah ee kompetensi yang harus
dimiliki oleh SN. di pasal 233 ayat 1
dijelaskan bahwa harus memenuhi
persyaratan kompetensi teknis,
manajerial, dan sosial kultural. Lalu di
ayat 2, selain memenuhi kompetensi
sebagai pada ayat 1, maka pegawai
aparatur sipil negara yang menduduki
jabatan kepala perangkat daerah harus
memenuhi kompetensi pemerintahan. Lalu
di penjelasannya bisa kita lihat apa
yang dimaksud dalam kompetensi
pemerintahan, yaitu kompetensi yang
mencakup antara lain pengetahuan, sikap,
dan keterampilan yang terkait dengan
kebijakan desentralisasi, hubungan
pemerintah pusat dengan daerah,
pemerintahan umum, pengelolaan keuangan
daerah, urusan pemerintahan yang menjadi
kewenangan daerah, hubungan pemerintah
daerah dengan DPRD dan etika pemerintah.
maka beranjak dan ber ee merujuk pada
pengaturan di pasal 233 ayat 2 ini. Ini
juga ini jugalah nanti yang akan
tergambarkan dari jenis ee pengembangan
kompetensi yang Kemendagri lakukan atau
berikan atau tawarkan kepada seluruh
pemerintah daerah tentu juga kepada
seluruh ASN ee di pemerintah daerah.
Lalu untuk menguatkan ee
pengaturan di pasal 23 ayat 2 tadi, kami
juga sudah mengeluarkan ee surat edaran
Mendagri tanggal 12 Desember tahun 2024
yang pada intinya di sini di huruf di
ayat atau di angka tiga bahwa
Bapak Menteri Dalam Negeri Malui Surat
ini mengatur atau menyampaikan ya bahwa
setiap penempatan atau pengisian jabatan
ya wajib memenuhi persyaratan kompetensi
pemerintahan yang dibuktikan dengan
surat tanda tamat pendidikan dan
pelatihan dan atau sertifikat kompetensi
pemerintah. Nah, ini Bapak Ibu adalah
hal-hal yang kami pikir kami perlu
berbagi informasi terkait ini. Di sini
juga kami sebenarnya
ada ee menyampaikan bahwa ini adalah
wujud nyata yang ingin kami ee yang
ingin kita wujudkan bersama. Bahwa
jangan kita berpikir bahwa pengembangan
kompetensi yang kita lakukan atau
rekan-rekan lakukan itu tidak berdampak
baik kepada diri sendiri, kepada
organisasi dan juga kepada masyarakat.
Nah, setidaknya
dalam beberapa atau kebijakan yang sudah
kami sampaikan ini, kami ingin
menyelaraskan bagaimana adanya
keterkaitan antara pengembangan
kompetensi ASN dengan bagaimana
pengembangan pola karir
ASN tersebut baik dalam jabatan
struktural maupun dalam jabatan
fungsional. Jadi upaya pengembangan
kompetensi ini setidaknya berdampak
kepada pribadi yang bersangkutan.
Yang kita harapkan lebih adalah
berdampak kepada organisasi dan juga
berdampak kepada peningkatan kualitas
pelayanan publik. Seperti itu. Jadi,
Bapak, Ibu semakin sering, semakin rajin
ya melakukan upaya-upaya pengembangan
kompetensi melalui pendidikan,
pelatihan, dan sertifikasi dan
seterusnya. Ini kita harapkan berdampak
dalam upaya pengembangan karir Bapak,
Ibu. dalam jabatan struktur maupun
fungsional yang Bapak Ibu ee tekuni saat
ini. Nah,
hal lain yang ee kami ingin sampaikan
karena waktu yang terbatas Bapak, Ibu
bahwa pengembang kompetensi dalam era ee
kekinian ini juga yang sudah sangat
masif disosialisasikan bahkan mungkin
sudah diimplementasikan di beberapa
daerah Provinsi kabupaten kota. Maka
kita juga mengadopsi atau mengadaptasi
pengembangan kompetensi melalui
corporate university. Nah, di sini bisa
kita lihat bagaimana pola 70.
Artinya pengembangan kompetensi melalui
kegiatan-kegiatan formal ya itu hanya
berdampak 10% saja. yang kita harapkan
itu adalah 20% itu social learning, lalu
70% adalah
eh experim eh experience learning
seperti itu. Jadi bagaimana ee dampak
dari atau keberhasilan dari pengembangan
kompetensi sebenarnya bisa kita ukur
tidak hanya dari output-nya pada saat
dia mendapatkan sertifikat, tapi
bagaimana
masing-masing orang ASN yang mengikuti
pengembangan kompetensi itu bisa ee
membawa dampak terhadap perubahan budaya
organisasi seperti itu. Bagaimana
berdampak terhadap kinerja organisasi.
Maka terkait ini kami dari Kemendagri
mulai di tahun depan ini juga kami mohon
dukungan Bapak Ibu semua kami melakukan
yang namanya post monitoring. Jadi
setiap ASN setelah mengikuti kegiatan
diklat sertifikasi kami akan post
monitoring bagaimana eh setiap ASN itu
ee bisa eh memberi dampak yang nyata
terhadap organisasi dan juga terhadap
peningkatan kualitas pelayanan publik di
masing-masing instansinya. Nah,
kami juga ingin ee mungkin ee melihatkan
ya ee menyajikan data Bapak, Ibu untuk
menunjukkan bagaimana komitmen
pemerintah daerah dalam mendukung upaya
pengembangan kompetensi di masing-masing
daerah.
Nah, kita sudah mengatur ada mandatory
spending dalam APBD ya atau wajib atau
belanja yang tertentu yang wajib
dianggarkan oleh daerah dalam APBD
berdasarkan undang-undang.
Di sini kita mengatur bahwa ee
untuk anggaran pendidikan peningkatan
kapasitas SDM sekurang-kurangnya itu
0,34%
untuk pemerintah provinsi dan 0,16%
untuk pemerintah kabupaten kota dari
total belanja daerah. Nah, ini kita
sudah mengatur dalam pedoman penyusunan
APBD setiap tahunnya termasuk di untuk
penyusunan APBD tahun 2026. Maka ini
tentu menjadi bagian dalam ee bagaimana
Kemendagri melakukan evaluasi RAPBD yang
diajukan oleh seluruh pemerintah
provinsi. Ini menunjukkan komitmen kita
bagaimana kita mendorong dan mewajibkan
bahkan seluruh pemerintah daerah harus
menganggarkan ya anggaran pengembangan
kompetensi SDM di masing-masing provinsi
kabupaten kota. Nah, bisa kita lihat
Bapak Ibu data dari tahun 2021 sampai
dengan 2025 bagaimana jumlah dan
persentase
ya yang dianggarkan dalam APBD untuk ee
melaksanakan urusan pendidikan dan
pelatihan. Sini bisa kita lihat ada
peningkatan yang cukup baik dari tahun
2021 sampai dengan 2023 25 secara
nasional seperti itu. Lalu kita lihat
juga itu tergambarkan juga dalam
masing-masing ee rincian di
masing-masing provinsi dan juga
kabupaten kota. Nah, kita bisa lihat di
sini bagaimana
kita ya ini kami melalui ini melakukan
menyampaikan apresiasi dan selamat ya
tentunya ini kita bisa lihat ini data ya
real ya ini data real bahwa dari seluruh
provinsi ya kabupaten kota Indonesia
ternyata Jawa Timur adalah yang
tertinggi ya menganggar ee anggaran
untuk pelaksanaan urusan pendidikan dan
pelatihan ya rata-rata nasional itu
berada jauh di atas rata-rata nasional
ya seperti itu. Ini 216
ee kom3 ya ee seperti itu. Ini yang
tertinggi secara nasional disusul Jawa
Barat dan seterusnya. Lalu
itu gabungan Provinsi kabupaten kota.
Kalau k lihat untuk masing-masing
pemerintah ee daerah untuk provinsi.
Nah, ini tergambarkan juga di sini
Provinsi Jawa Timur ternyata yang
merencanakan atau menyusun dalam
APBD-nya itu untuk urusan pendidikan dan
pelatihan adalah yang tertinggi. Seperti
itu ini kami ucapkan terima kasih,
apresiasi dan harapan kita tadi Pak
Ramli juga menyampaikan ini harus
berdampak berdampak kepada
yang bersangkutan ASN, berdampak kepada
organisasi dan juga harus berdampak
kepada masyarakat. Nah,
tapi memang kalau kita lihat secara
rasio tadi secara kuantitatif memang
yang tertinggi, tapi secara rasio kita
bandingkan antara total ee belanja
urusan tadi dibandingkan total dengan
seluruh total belanja eh seluruh total
urusan ya yang tertinggi adalah Sulawesi
Tenggara. Tapi ee Jawa Timur juga cukup
baik karena rasionya hampir 50% ya
0,49%.
ya itu ya berada di ee tengah-tengah lah
seperti itu ya. Tapi ini memang ee rasio
antara total ee dengan total seluruh
urusan ya.
Next. Kemudian ee kami juga ingin
menyajikan data ini juga mungkin akan
tergambarkan salah satunya dari ee
jumlah alumni yang mengikuti
pengembangan kompetensi di ee BPSDM
Kemendagri.
Bapak Ibu, kami bisa sampaikan data
bahwa dari total alumni dari tahun 2020
sampai 2024 itu total alumni yang
berasal dari Provinsi Jawa Timur baik
itu kabupaten, kota dan provinsi itu
4,97%
ya alumni yang ee mengikuti pengembangan
kompetensi di BPSM Kemendagri. Kemudian
bisa kita lihat di sini rincian
berdasarkan kabupaten kotanya yang kami
ee garis-garis putus merah itu adalah
jumlah alumni yang di bawah 10 orang.
Bayangkan selama rentang waktu dari
tahun 2000 20 ee ya sori ini selama e ya
selama tahun 2020 sampai 2024 ini jumlah
alumni yang di bawah 10 orang itu ada di
Kabupaten Banyuwangi. Lalu ada beberapa
kabupaten yang lainnya ya. Nah, ini
harapan kami melalui forum ini juga kami
sampaikan Bapak Ibu, kami dari
Kementerian Dalam Negeri ya memberikan
ee informasi ini juga sekaligus ya
kembali mengajak kita bisa berkolaborasi
ya, bagaimana upaya kita untuk melakukan
upaya pengembangan kompetensi ya ke
depan tentunya
ini juga tergambarkan Bapak Ibu dari apa
yang menjadi ee program prioritas BPSDM
Kemendagri di tahun 2006 dalam upaya
pengembangan kompetensi baik itu berupa
diklat maupun juga sertifikasi.
Jadi, Bapak Ibu
seperti contoh misalkan di sini kami
bisa ee sampaikan
ee
terkait penyusunan dokumen ee sori ini
diklat S ada diklat nam diklat SPM
kemudian ada diklat ee camat, ada diklat
pengelolaan keuangan, ada diklat legal
drafting, ada diklat fungsional penata
perizinan. Jadi, Bapak Ibu mungkin belum
terinformasi secara baik ya dan secara
masif pada Bapak Ibu melalui forum ini
kami juga ingin menyampaikan bahwa ini
adalah beberapa jenis ee diklat yang
kami ampu dari BPSDM Kemendagri. Kami
harapkan mungkin di tahun 2026 dan
berikutnya seterusnya kita bisa lebih ee
bersinergi, berkolaborasi secara
bersama-sama melakukan upaya
pengembangan kompetensi ee di
masing-masing provinsi, kabupaten kota.
Dan juga kami sampaikan di sini Bapak,
Ibu bahwa kita ada beberapa UPT itu baik
ee dimulai dari ee balai ee sori pusat
regional Bukittinggi, ada pusat regional
ee Bandung, ada pusat regional
Yogyakarta, ada di Makassar. Lalu tahun
mulai tahun depan Bapak Ibu kita
bertambah satu UPT yang salah salah
satunya itu berada di Provinsi Jawa
Timur yaitu di Kota Malang. Jadi kita
nanti ee mulai tahun depan juga ada UPT
di ee Kota Malang seperti itu. Nah, ini
juga terakhir Bapak Ibu yang ingin
mendapatkan informasi terkait jadwal
atau kalender sertifikasi dan
pengembangan kompetensi yang BPSDM
KemendidAGri ee jadwalkan atau lakukan
di tahun 2006 bisa ee men-scan ya QR
code ini dan nanti Bapak Ibu bisa ee
lihat informasinya di sana. Mungkin
demikian dari kami sebagai pengantar
diskusi. Terima kasih lebih kurang mohon
maaf. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh dan selamat siang.
[musik]
Terima kasih Pak Afriel. Materi yang
sangat menarik sekali. Sebelum saya
lempar ke teman-teman atau sobat ASN
yang menyaksikan untuk bertanya kepada
Pak Afriel, terlebih dahulu saya ingin
highlight tadi ee yang menarik adalah
bagaimana cara kita bisa mengkonversi
knowledge ini ke dampak lewat post
monitoring. Nah, Pak Afrizal eh yang
ingin saya tanyakan lebih lanjut adalah
apakah ada blueprint konsep terkait
dengan eh post monitoring ini? Bagaimana
kita bisa ensure bahwa knowledge ini
terkonversi ke dampak eh organisasi atau
unit kerjanya, Pak?
Ya. Baik, terima kasih Mas Lukman. Ini
juga yang kami lakukan terakhir kemarin
bahkan kami ee mendapatkan hasil
asesmen terhadap seluruh WI yang ada di
Kementerian Dalam Negeri. Jadi di awal
slide tadi kami sampaikan if we cannot
measure it maka kita we cannot improve
it atau we cannot manage it. Maka
diawali dari itu kami melakukan
di tahun ini ya dan mungkin tahun
berikutnya juga akan kita lakukan kita
melakukan asesmen terhadap WI
oke
atau tenaga pengajar untuk memastikan
kualitas dari WI yang memberikan materi
tersebut. Itu yang pertama. Dalam proses
asesmah satu yang dinilai itu adalah
bagaimana
seluruh WI bisa menyusun modul
pembelajaran itu sudah harus dimiliki
oleh seluruh
Heeh. Tapi yang tidak kalah penting
adalah evaluasi pembelajaran.
Nah, dari temuan yang ee kemarin
disampaikan kita bekerja sama dengan
LPTUI, Mas Lukman. Nanti mungkin Mas ee
PPSM Jawa Timur bisa dengan ee
universitas yang lain yang independen
yang secara ee ee profesional bisa
membantu kita. Nah, itu adalah bagaimana
misalkan gini, kita ada upaya ee setelah
setelah kita melakukan upaya bintek,
lalu ada sertifikasi.
Heeh.
Nah, untuk mendapatkan sertifikasi itu
kan melalui proses asesmen.
Iya.
Ya, di situ kita harus bisa mengevaluasi
dari misalkan ada 10 pertanyaan
di pertanyaan berapa yang kebanyakan
peserta itu tidak bisa menjawabnya.
Heeh.
Itu salah satunya. Jadi, pertama adalah
kita asesmen WI-nya, lalu kita evaluasi
ee proses sertifikasi dan pengembangan
kompetensi yang kita lakukan. Nah,
sehingga upaya pengembangan kompetensi
nanti berikutnya kita lebih bisa
memfokuskan kepada pertanyaan-pertanyaan
yang tidak bisa dijawab.
Jadi, kita ada hasil evaluasi bukan
hanya melihat jumlahnya nilainya berapa,
hasil evaluasi berapa, tapi di
pertanyaan mana yang pesertanya itu
kesulitan atau tidak dapat menjawab.
Oke.
Secara secara keseluruhan seperti itu.
I.
Nah, lalu itulah nanti kita melakukan
upaya upaya pengembangan ee apa ee
penekanan khusus pada materi-materi
terkait hal tersebut. Nah, pertanyaan
berikutnya yang tadi disampaikan
bagaimana kita melakukan post
monitoring.
Maka ini terus terang ini kami dalam eh
ongoing proses, Pak Mas Lukman ya dan
insyaallah kita akan coba nanti terapkan
mulai terapkan di tahun 2026.
Jadi, setiap peserta diklat yang sudah
menyelesaikan ee kegiatan pengembangan
kompetensi di BPSN Kemendagri itu nanti
kita akan selain mereka mendapatkan
sertifikat itu kita semacam ada surat
tugas.
He.
Jadi kita kembalikan lagi seluruh
peserta ini kepada masing-masing unit
kerjanya untuk dimanfaatkan yang pertama
dan juga untuk dievaluasi.
Oke.
Jadi evaluasi yang paling utama itu
adalah dari pimpinan atasannya langsung.
H
di situ bisa kita lihat. Jadi kenapa?
Karena kita tidak bisa memonitor 24 jam
7 hari ee secara langsung yang
bersangkutan. Yang bisa memonitoring
adalah pimpinan yang bersangkutan. Maka
kita serahkan nanti semacam ee form ya
untuk ee surat tugas tadi dan
mengevaluasi dan itu yang kita akan
konfirmasi, kita cross check apakah per
6 bulan atau per ee setiap tahun.
Minimal setahun ada dua kahiah kita
lakukan evaluasi. melihat apakah yang
bersangkutan ada peningkatan kualitas
atau kinerjanya dan seterusnya atau
membawa dampak ee yang baik terhadap ee
budaya organisasi di ee tempat yang
bersangkutan seperti itu. Nah, itu yang
salah satu mtung ee mungkin
bentuk-bentuk pos apa post monitoring
yang kita lakukan
dan juga mungkin nanti ada semacam form
isian yang juga diisi oleh masing-masing
ee peserta. Karena bisa saja ini karena
ee yang namanya dalam dinamika
organisasi mungkin yang bersangkutan
sudah berupaya ya untuk menunjukkan
kinerjanya atau menukan upaya perubahan
organisasi, tapi kita juga harus melihat
perspektif dari yang bersangkutan.
apakah yang bersangkutan memang ee di
apa ya di dioptimalkan
oleh atau diberdayakan oleh
organisasinya atau tidak
seperti itu.
Jadi itu juga yang menjadi ee salah satu
tools mungkin yang bisa kita ee wujudkan
di tahun-tahun berikutnya. Seperti itu,
Mas Rum.
Baik, terima kasih Pakizal. Sangat
menjawab sekali. Kali ini kita akan
undang untuk sobat TSN yang sudah
bergabung bersama dengan kami untuk
bertanya kepada narasumber kita Pak
Afrizal telah bergabung bersama dengan
kami. Selamat pagi Pak Kasladi.
Mohon izin Bapak mik-nya masih termute.
Bisa dibantu?
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Silakan, Pak, disampaikan
pertanyaan.
Apakah suara saya terdengar dengan
jelas, Bapak?
Jelas sekali.
Alhamdulillah, Bapak Afriijal materinya
luar biasa. tadi saya nyatat ee terutama
coach-nya if you cannot misage you
cannot improve it. Artinya luar biasa
itu. Terus yang kedua tadi ada arah
kebijakan delapan misi akta cita yang
saya tanyakan ada dua Bapak yang pertama
bagaimana strategi pemerintah daerah
dalam memetakan kebutuhan kompetensi
aparatur secara berkelanjutan
agar pengembangan kapasitas yang
dilakukan benar-benar selaras dengan
tuntunan tuntutan. transformasi digital
pelayan publik dan kebijakan nasional.
Bapak yang kedua, langkah konkret apa
yang dapat dilakukan untuk memastikan
bahwa program peningkatan kompetensi itu
tidak hanya seremonial, tapi adanya
perubahan kinerja, budaya kerja, dan ee
pelayanan publik secara berkelanjutan.
Terima kasih Bapak Afizal.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Tadi untuk pertanyaannya ada dua ya, Pak
ya. Yang pertama adalah strategi
pemetaan kompetensi. Kemudian yang kedua
adalah langkah bagaimana kita bisa
memastikan bahwa kompetensi ee di klat
kompetensi yang dilakukan tidak hanya
bersifat seremonial. Ini tadi mungkin
sedikit disinggung di pertanyaan
sebelumnya bahwasanya ada post
monitoring. Tapi barangkali dari Pak
Afrial ada tambahan perspektif lain,
kami persilakan Pak Afrial untuk
menjawab. Silakan, Pak.
Baik, terima kasih ee Pak atas
pertanyaannya. Saya alhamdulillah ya
berb ee berbahagia ini ada yang apa
bertanya merespon. Jadi, Bapak Ibu tadi
sebenarnya kami sudah ee
menyampaikan salah satu materi di slide
tadi. Kami menyampaikan bahwa bentuk
transformasi pengembangan kompetensi ke
depan itu salah satunya diwujudkan dalam
bentuk bagaimana kita saat ini secara
masif ya di seluruh pemerintah daerah
dan kabupaten, kota, provinsi dan juga e
pemerintah nasional di kementerian
lembaga itu mengembang menerapkan yang
namanya corporate university.
Nanti Bapak mungkin bisa ee lebih
mendalam ee mempelajari ini. Salah
satunya di sana bahwa kami sampaikan
tadi corporate university salah satu
tujuannya adalah bagaimana mensinergikan
antara upaya pengembangan kompetensi
dengan upaya pengembangan karir yang
bersangkutan. Di lain itu sebenarnya
bagaimana
upaya pengamban kompetensi ini
didasarkan pada kebutuhan
baik itu dari aspek permasalahan yang
dihadapi dan tujuan apa organisasi yang
dicapai
oleh organisasi tersebut. Jadi di sini
adalah semacam satu ekosistem satu eh
siklus yang selalu ada proses ee
perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi
itu hasil evaluasi itibut lagi dalam
proses perencanaannya. Nah, terkait
dengan upaya memastikan bagaimana ee
sesuai dengan ee kebutuhan, maka yang
kami sampaikan tadi kita harus bisa
mengukur dulu kondisi aktual saat ini
bagaimana di ee tempat kita
masing-masing. Maka itu nanti ada Bapak
Ibu mohon izin namanya HCDP, human human
capacitas development eh eh program
seperti itu. Jadi kita harus bisa
menyusun nam-namanya bagaimana menyusun
ee ee dokumen perencanaan peningkatan
kapasitas.
Dasarnya adalah tadi kita memang harus
melakukan asesmen. Ini mungkin mohon
izin berbagi pengalaman atau informasi
Bapak Ibu. hal yang sudah kami
praktikkan di Kementerian Dalam Negeri
saya ini selama beberapa ya sudah 20
tahun ya ee di Kemendagri itu sudah
hampir setiap dua setiap tahun minimal 2
tahun sekali kita selalu mengikuti
namanya asesment.
Nah, itu bagaimana untuk mengukur
bagaimana ee
potensi dan kompetensi dari
masing-masing ee ee apa ASN tersebut.
Itulah jadi nanti menjadi basis ya ee
data terkait bagaimana kualitas
kompetensi dari masing-masing orang.
Lalu nanti juga dilihat bagaimana
kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan di
masing-masing unit kerja. Nah, itu nanti
dengan biro ortala dengan biro itu
leading sektornya di sana. Kenapa?
karena disesuaikan dengan misalkan SOTK,
disesuaikan dengan misalkan ee ee SOP
dan seterusnya, proses bisnis ya tujuan
ee dari ee masing-masing organisasi
tersebut. Maka untuk mencapai tujuan
tersebut organisasi membutuhkan
kompetensi ASN di bidang apa, jumlahnya
berapa. Nah, mungkin karena ini tidak
bisa dilakukan secara langsung maka ini
ada tahapannya. Misalkan di tahun ini
kami butuh misalkan organisasi biro SDM
atau BPSDM ee Jawa Timur butuh ASN
dengan kompetensi A misalkan jumlahnya
berapa dan seterusnya. Nah, itu
dilakukan evaluasi secara terus ee
berkelanjutan secara terus-menerus
sehingga memastikan bahwa pertama adalah
pemenuhan kebutuhan ee ASN ini terpenuhi
yang kemudian secara ee ee pada
dampaknya bisa kita lihat evaluasi
bagaimana ee pencapaian tujuan dari
masing-masing ee organisasi bisa terpin
juga. Nah, jadi dari proses asesmen
kemudian ee penempatan seseorang sesuai
kompetensi sesuai kebutuhan dari
organisasi dan tentunya ini juga nanti
akan berdampak pada pola ee perencanaan
SDM dan juga harus didukung oleh
perencanaan dan penganggaran di
masing-masing ee organisasi. Maka
misalkan ada gap antara ee kebutuhan
kompetensi yang dibutuhkan dengan jumlah
maupun kualitas
ee dari ASDM tersebut, maka salah satu
ee solusinya adalah misalkan dengan
upaya peningkatan kompetensi. Maka di
sana kan dibutuhkan anggaran apakah
melalui pendidikan formal ya ee kuliah
misalkan seperti itu atau
pendidikan-pendidikan ee
seperti diklat manajerial, struktural,
dan fungsional lainnya. Jadi ini yang
kami sampaikan tadi bahwa ee ini semua
sebenarnya itu adalah tergambarkan kalau
kita sudah bisa menerapkan yang namanya
manajemen corporate university. Itu
mungkin eh tanggapan kami.
Baik, terima kasih Pak Frizel untuk
jawabannya. Pak Kasadi terima kasih
sekali lagi untuk pertanyaannya. Salam
sehat selalu Bapak. Selanjutnya kami
izin undang untuk Sobat ASN berikutnya
yang bertanya kepada narasumber kita
yang pertama kali ini kita coba
terhubung dengan Sobat ASN penanya
kedua.
Selamat pagi Pak Usmar.
Mohon izin, Pak Usmar untuk mik-nya.
Oke, siap. Pagi, Pak.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Warakatuh.
Mohon izin, Pak Rizal mau tanya.
I
untuk pengembangan kompetensi teknis
apakah juga di Kemendagri juga ada?
Iya.
Yang satu ya. Yang kedua, apakah webinar
yang diadakan BPSDM Kemendri itu umum
ataukah tidak? Ya, kalau saya lihat kan
ada di Bakom itu kan apakah umum apa
tidak ya. Mungkin itu Pak Rizal. Makasih
banyak Pak Rizal.
Iya. Baik, terima kasih Pak Umar.
Jadi tentu ee kami juga sebagai pengampu
ee kompetensi teknis, Pak. Jadi terus
terang kami juga dalam kalau kita lihat
di Undang-Undang 23 itu ada namanya SPM
standar ee ada urusan dasar terkait
pelayanan, ada urusan wajib terkait
pelayanan dasar. Maka Kemendagri itu
mengampu beberapa urusan wajib terkait
pelayanan dasar, yaitu terkait masalah
urusan ee DAMKAR, kemudian ee
ee Polp ya seperti itu. Kemudian juga
perizinan dan seterusnya. Jadi kami tadi
sudah kami sampaikan ee jenis
pengembangan kompetensi yang juga kami
ampuh ya menjadi ee bahkan menjadi ini
sebenarnya adalah ee
yang kami ee yang kami miliki sendiri
ya. Artinya ini kami sebagai ee
pengampunya itu adalah ee semacam
seperti diklat SPM standar pelayanan
minimal, kemudian diklat ee
ee perizinan ya, kemudian diklat bagi ee
satpol PP, diklat bagi DAMKAR, kemudian
juga PPUPD ya, pejabat pengawas urusan
pemerintahan daerah. Jadi itu adalah
beberapa jenis diklat yang pengampunya
adalah ee Kementerian Dalam Negeri. Itu
tentu untuk pengembangan kompetensi
teknis ee bagi seluruh ASN ee
pemerintahan dalam negeri. Jadi bukan
hanya pemerintah kabupaten kota provinsi
juga termasuk target grup kita adalah ee
ASN di lingkungan Kementerian Dalam
Negeri dan juga kementerian dan lembaga
di tingkat pusat. Nah, pertanyaan
berikutnya adalah tadi kami sudah share
ya eh QR code ya untuk bisa di Bapak Ibu
lihat bisa scan. Jadi memang Bapak Ibu
ini keunikan dari BPSDM Kemendagri Pak
tadi kami sampaikan ee bahwa dalam
penyusunan arah ee kebijakan kami itu
melihat pada dua aspek atau dua target
ada dua target grup setidaknya ya.
pertama adalah ee ASN di tingkat
kementerian dan begini juga ASN di
tingkat ee pemerintah daerah. Tapi yang
kami mungkin ee lupa menyampaikan
target grup kami juga terkait dengan
masyarakat secara umum. Jadi ada
beberapa kegiatan yang juga kami sasar
adalah masyarakat umum, baik itu LSM,
organisasi masyarakat, partai politik
ya, kemudian juga ee seluruh pimpinan
dan anggota DPRD, kepala daerah dan
wakil kepala daerah. Nah, di Damkar kita
mengenal adamnya red car. Red car itu
adalah relawan pemadam kebakaran. Nah,
relawan relawan pemadam kebakaran ini
bukan ASN. Mereka hanyalah adalah
relawan yang tergabung dalam dalam
struktur bukan struktur ya dalam dalam
organisasi Redcar ini itu ada di
masing-masing kelurahan ya ada di
masing-masing desa itu kenapa? Karena
kita lihat bahwa
dengan terbangunnya red car ini atau
relawan pemadam kebakaran ini, ini yang
pertama kali bisa menangani apabila
terjadi kondisi kerawanan atau
kebencanaan kebakaran ataupun juga non
kebakaran seperti itu. Nah, ini ada Pak
namanya red car dan itu menjadi bagian
target grup kita yang bisa kita berikan
pengembangan kompetensi. Jadi memang
selain ASN kita juga target grup kita
adalah masyarakat secara umum juga
relawan ada LS ee LSM, ormas, partai
politik dan juga ee DPRD dan juga kepala
daerah. Itu mungkin ee jawaban kami,
Pak.
Pak Afrial atas jawabannya, Pak Usmar
terima kasih atas pertanyaannya. Salam
sehat selalu, Bapak. Pak Friel sekali
lagi kami ucapkan terima kasih karena
telah berkenan untuk mengisi sesi
pertama di webinar ASN belajar seri 49
kali ini. Sebelum ditutup barangkali ada
closing statement yang ingin disampaikan
kepada sobat ASN yang menyaksikan acara
ini. Silakan Pak Afrial.
I. Baik, terima kasih Mas Lukman. Bapak
Ibu semuanya kami pertama ucapkan terima
kasih, apresiasi. Kemudian juga kami
tadi sudah kami sampaikan data ya dan
Jawa Timur memberikan ee contoh yang
baik bagaimana komitmen pemerintah
daerah itu diwujudkan dalam penyusunan
dokumen perencanaan dan penganggaran
khususnya dalam upaya penyelaksanaan
urusan ee ee pendidikan dan pelatihan
ini. Dan ini ee kami nilai sangat baik,
sangat positif, dan ini tentu juga akan
tergambarkan dari bagaimana ee kinerja
pemerintah itu bisa diwujudkan atau bisa
dicapai atau tergambarkan ya dalam
proses pelayanan publik, pembangunan
maupun ee kegiatan-kegiatan lain yang ee
diukur ya atau dapat diukur seperti itu.
Nah, ke depan juga kami berharap ee
kolaborasi yang intens, saling
membangun, saling mengisi antara
Kemendagri khususnya dengan ee Provinsi
Jawa Timur dan seluruh kabupaten kota di
Provinsi Jawa Timur dalam upaya bersama
kita membangun atau mengembangkan ee
kompetensi ASN di seluruh pemerintah
daerah. Demikian dari kami. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh dan selamat siang.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pakal. Salam
sehat selalu. Kita bertemu lagi di
program-program selanjutnya. Thank you,
Pak.
Baik.
Baik, Sobat ASN, jangan ke mana-mana.
Kita masih ada dua narasumber lagi.
Tetap di webinar ASN belajar seri 49
tahun 2025.
[musik]
bersama [musik] membangun asa
menuju cipta yang mulia.
[musik]
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya. [musik]
Langkah pasti menitipi zaman
dengan semangat pembaruan.
[musik]
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Tenjating Pusat unggulan [musik]
tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencetak [musik]
STM berkompetensi
tangguh cerdas tangguh inovasi
bersatu dalam visi [musik]
yang terang menjawab tantangan jangan
gemilang
[musik] PPSDM Jawa Timur Center of Exens
masa depan gemilang
[musik]
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia. [musik]
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya. [musik]
Langkah pasti mengiti zaman
dengan [musik] semangat pembaruan
ilmu dedikasi dan harapan [musik]
menjadi bekal masa depan.
BPSM Japin pusat unggulan [musik] tempat
lahirnya insan berkualitas
mencetat SDM berkompetensi
tangguh cerdas [musik] penuh inovasi
bersatu dalam visi yang terang menjawab
tantangan jangan [musik] demiang
PPSDN Jawa Timur Center [musik] of Sans
masa depan demi
[musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan [musik] sepenuh
hati. Murahlah kami junjung teguhkan
diri
dan jadikan [musik] pedoman serta
kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri. [musik]
Itu melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi. [musik]
Ho.
Kami di sini sukses dengan hati.
[musik]
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya
dan berkolaborasi [musik]
bergandeng tangan
tujuan.
menjadikan ASN lebih berakhlak [musik]
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga [musik] kami
melayani
bangsa
[musik]
kami Di sini tegas dengan hati
tunjukkan [musik] kompetensi dalam
harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
[musik]
adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan.
Satu tujuan [musik]
untuk menjadikan ASN lebih beragam
bekerja
[musik]
Anda kembali lagi menyaksi
[musik]
Selamat pagi menuju siang, Pak Hasim.
Kabar baik.
Selamat pagi. Selamat pagi, Mas Ali.
Nggih.
Kabar baik, Pak Hasim.
Selamat pagi, Mas Ali. Dengar suara
saya?
Dengar. Terdengar dengan jelas, Bapak.
Di Bapak juga sudah terdengar dengan
jelas.
Ya, sudah, Mas. Baik, selanjutnya kami
persilakan untuk Pak Hasim Asyari
menyampaikan materi kurang lebih selama
30 menit. Nanti kita akan masuk ke sesi
tanya jawab. Silakan Pak Hasim Mas
Syari.
Nggih, terima kasih Mas Ali.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Yang kami hormati
ee Kepala BPSDM Pak Ramlianto. Yang kami
hormati Pak Afrial Dahrin dari
Sekretaris Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Kemendagri tadi yang sudah
menyampaikan materi dan juga kami
hormati Pak Tri Widodo nanti di deputi
penyelenggaraan pengembangan Kapitas ASN
dan yang kami bahagiakan sobat ASN
belajar di mana pun berada
kami akan menyampaikan terkait dengan
materi sebagaimana Tema ASN belajar ee
kali ini tentang implementasi
transformasi kompetensi ASN
di daerah untuk mewujudkan kinerja
Gemilang tahun 2026.
Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati
ee bahwa pemerintah Provinsi Jawa Timur
ini dengan jumlah pegawai 82.553
ini tentunya jumlah pegawai yang sangat
besar yang tersebar di 38 kabupaten kota
dengan rincian ada CPNS 3% ada 2.000 PNS
ada R5.000 Ibu P3K Paru Waktu ada di
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami
khususnya BKD
untuk bagaimana kita mampu meningkatkan
kualitas kompetensi
dan ASN di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Timur ini punya kinerja
yang mencapai target dan bekerja secara
efisien dan efektif dalam mewujudkan
birokrasi. yang profesional. Nah,
tentunya mengolah SDM yang sangat besar
ini maka kata kunci yang harus kita
lakukan di Jawa Timur ini yang pertama
adalah kita melakukan pemetaan terhadap
talenta ASN yang sebanyak 82.553
53 ini telah ee melakukan
talent DNA terhadap hampir 36.000
ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi
Jawa Timur. Yang kedua adalah bagaimana
kita
dengan diimplementasikan di semua OPD di
lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa
Timur. Karena tadi bahwa jumlah ee
pegawai kita sangat besar.
Otomatis juga penduduk Jawa Timur ini
juga sangat besar hampir 43 juta.
Tentunya ini membutuhkan pelayanan yang
cepat, efisien, dan efektif. Peningkatan
profesionalisme ASN ini punya dampak
implikasi nanti terhadap meningkatkannya
IPAS ASN ya, indeks profesionalisme ASN
di lingkungan pemerintah provinsi Jawa
Timur. Dan tak kalah pentingnya adalah
bagaimana juga kita mampu meningkatkan
pengembangan kompetensi ASN. Nah,
kompetensi ini ASN belajar ini adalah
perwujudan salah satu ikhtiar dari
Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang
dilakukan oleh BPSDM dalam rangka untuk
meningkatkan kompetensi ASN. Nah, dari
sampai yang terkecil itu di Ngawi ada
delan ee ada 18 orang ASN yang ada di ee
Kabupaten Ngawi. tentunya dari data STIK
ini adalah data statistik ASN Pemerintah
Provinsi Jawa Timur bukan ASN kabupaten
kota. Nah, tentunya dari penyebaran data
yang besar yang di 38 kabupaten kota ini
tantangan terbesarnya adalah bagaimana
kita mampu memenuhi kebutuhan SDM
terkait di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Timur. kita kurang lebih
ada ee
62 OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi
Jawa Timur. Yang kedua, tantangan kita
yang dalam konteks ee dengan penyebaran
SDM ini adalah bagaimana penata penataan
dan penyebaran ASN. ini juga menjadi
sesuatu hal yang nanti ee menjadi
perhatian bagi kami bagaimana supaya di
semua OPD itu punya keseimbangan SDM
yang cukup di dalam mendukung kinerja
dari masing-masing UPD dan juga pemetaan
kompetensi dan kinerja ini tadi yang
kami sampaikan. Nah, tentunya dalam hal
ini materi pagi ini ee tentang ee apa
yang dimaksud dengan transformasi
kompetensi ASN. Nah, bicara kompetensi
ASN ini tentunya adalah bicara berkaitan
dengan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap perilaku di
dalam melaksanakan tugas jabatan
di Provinsi Jawa Timur. Bapak, Ibu
sekalian
ee berdasarkan pergup jabatan pelaksana
dan jabatan fungsional kami ada 144
jabatan fungsional
dan ada 47 jabatan pelaksana. Nah,
tentunya jabatan fungsional yang ada 144
ini bagaimana memberikan kepastian karir
terhadap ASN di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Timur, maka upaya BKD
Provinsi Jawa Timur yang dilakukan
hampir dari 144
jabatan fungsional ini sudah mendapatkan
penetapan formasi.
Karena dengan penetapan formasi ini maka
kami ingin memberikan kepastian karir,
ketenangan karir, dan perspektif yang
jelas kepada ASN di lingkungan Provinsi
Jawa Timur untuk nanti mengembangkan
kompetensinya dan arah karirnya ke mana
gitu. Karena karir ini ke depan pilihan
ASN hanya ada dua. Kalau mau ke jabatan
struktural, maka ASN itu harus
memperkuat basis kompetensi manajerial.
Sedangkan kalau nanti pilihan karirnya
ke jabatan fungsional, maka ASN itu
harus memperkuat basis kompetensi ee
teknisnya. tentunya ini nanti di dalam
proses ee kami di BKD Provinsi Jawa
Timur dengan sistem plafon yang kami e
bangun melalui rumah ASN melalui Besti
AI itu sudah mampu memberikan informasi
kepada semua ASN di Provinsi Jawa Timur
mana-mana jabatan fungsional yang kosong
dan lain sebagainya. tentunya ini kami
ingin bertransformasi sehingga ASN di
lingkungan pemerintah Provinsi Jawa
Timur bisa mendesain dirinya dan
menentukan arah karirnya ke depan
seperti apa. Nah, terkait ini Bapak Ibu
sekalian bagi ASN kompetensi itu adalah
kemampuan dasar. Karena saya katakan
tadi bahwa kompetensi adalah
pengetahuan, keterampilan, dan sikap
perilaku. Maka kompetensi ini adalah
kemampuan yang harus dimiliki, kemampuan
dasar yang harus dimiliki oleh seorang
ASN untuk sebagai dasar bahwa dia adalah
orang yang profesional. tentunya seperti
itu. Nah, yang kedua kompetensi bagi ASN
ini adalah bagaimana nanti terkait
dengan pengembangannya
termasuk juga dari kompetensi ee dari
seorang ASN itu sebagai basis dasar
untuk menyusun sistem merit. Tentunya
sistem merit ini sistem yang didasarkan
pada kualifikasi, kompetensi, dan
kinerja. tentunya ini nanti akan menjadi
pola apakah seseorang ini nanti berada
di bok 9, 8, 7 dan lain sebagainya. Nah,
bicara kompetensi tadi Pak ee dari
sekretaris ee ee dari Pak Hafidal juga
dijelaskan bahwa kompetensi itu ada
kompetensi teknis, kompetensi
manajerial, kompetensi sosiokultural.
Nah, tentunya kompetensi ini ee hasil
akhirnya ketika seseorang ASNI memiliki
kompetensi, maka perwujudan dari
kompetensi implementasinya adalah
dilihat bagaimana hasil kinerjanya. Nah,
kinerja bagi ASN ini ee tentunya berisi
tentang
hasil kerja dan perilaku dia dalam
pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya
di dalam jabatan yang diampu. Nah,
tentunya ee kinerja ini mencerminkan
juga ada benang ee benang merahnya
dengan kompetensi seseorang, ya. Nah, ee
tujuan dari hasil kinerja ini tentunya
nanti akan dilihat dari segi kualitas,
kuantitas, ketepatan waktu, dan mencapai
target. Sedangkan perilaku juga
dikaitkan bagaimana sikap, disiplin,
integritas, kerja sama, profesional, dan
punya inisiatif. Jadi cerminan antara
kinerja ini adalah gabungan bagaimana ee
hasil kerja dan perilaku kerja ini
dicapai dengan basis dasarnya tadi
adalah kompetensi dari ASN tersebut.
Nah, tujuan dari ee hal ini tentunya
bagaimana supaya ee ASN di lingkungan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini
menjadi seorang ASN yang profesional.
Nah, hubungan kompetensi dan kinerja ini
adalah bagaimana kompetensi yang baik
itu menghasilkan kinerja yang optimal
baik pada tingkat individu maupun
tingkat organisasi. Karena kinerja
organisasi tentunya ditentukan oleh
tingkat kinerja individu. Makanya ASN
itu adalah human capital bagi
organisasi.
ASN itu adalah aset yang berharga bagi
organisasi. tercapai tidaknya kinerja
organisasi juga sangat ditentukan
oleh kualitas dari ASN yang dimiliki.
Nah, tentunya Bapak, Ibu sekalian yang
saya hormati
bahwa transformasi
ee terkait dengan peningkatan kompetensi
dan kinerja dari ASN ini tentunya tidak
melulu soal bagaimana digitalisasi.
Transformasi juga bicara tentang
bagaimana SDM dari suatu organisasi itu
punya mindset untuk berkembang. Nah, ini
juga yang perlu menjadi tantangan
bagi kita bersama. Bagaimana ASN di
lingkungan kerja kita itu punya spirit
untuk selalu mengembangkan
kompetensinya.
tidak ada alasan misalkan tidak ada
kesempatan untuk mengikuti diklat
sekarang dengan era IT dan digital
dengan difasilitasi tentang internet
yang ada di kantor maka seorang ASN itu
di sela-sela dia bekerja tentunya dia
punya kesempatan untuk mengembangkan
kompetensinya. Nah, menumbuhkan
ee culture budaya untuk berkembang ini
juga menjadi bagian kita untuk melakukan
transformasi
ya kepada ASN untuk selalu berorientasi
meningkatkan kompetensinya.
tentunya juga bagaimana tantangan
birokrasi kita saat ini misalkan
dihadapkan pada ee tidak semua kebutuhan
ASN itu dipenuhi misalkan karena saat
ini juga kita pahami kebijakan secara
nasional
bahwa jabatan-jabatan yang bersifat
administratif itu sudah mulai untuk
dihilangkan sebagaimana yang Saya
sampaikan tadi sebelumnya dalam struktur
organisasi kita di semua OPD yang
berbasisnya
adalah struktur kelembagaan yang di situ
ada analisis jabatan, analisis beban
kerja yang melahirkan jabatan di UPD itu
apa dan berapa pegawai yang dibutuhkan.
Ada simplikasi terkait dengan jabatan
pelaksana ini di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Timur. simplikasi jabatan
yang jumlahnya hampir 3.000 itu menjadi
47. Tentunya ini tujuannya adalah
bagaimana ee ASN ini organisasi ini
menjadi lincah, EL, dan responsif yang
tak bisa dilakukan oleh digital.
Tentunya Bapak, Ibu sekalian, perspektif
ke depan di dalam meningkatkan kinerja
dan membangun kinerja ASN ke depan.
kolaborasi,
sinergi antar bidang, antar UPD itu
adalah sesuatu keharusan di dalam proses
ee mencapai tujuan dari sebuah
organisasi. Nah, juga bagaimana
transformasi
ini menghasilkan sebuah solusi jangka
panjang, sustainable, dan konsisten
tentunya ini diperlukan upaya-upaya kita
bersama. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang
saya hormati. Secara statistik dinamika
ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi
Jawa Timur, kita juga ingin menyampaikan
bahwa pengembangan kompetensi di
lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa
Timur ini kita tumbuh kembangkan dengan
data ASN yang melakukan izin belajar,
terus tugas belajar hampir ee 1.200,
pencantum gelar yang apa yang hampir
2.100 ini. Terus sasaran kinerja kalau
kita lihat ee dari tahun ke tahun
semakin meningkat yang kinerjanya di
atas ekspektasi terus yang di bawah
ekspektasi juga kinerjanya menurun yang
sesuai ekspektasi semakin meningkat dan
indeks profesionalitas
IPASN dari tahun ke tahun ini juga
meningkat. Artinya bahwa secara culture
dan budaya ada spirit ASN di lingkungan
pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk
meningkatkan kinerjanya, untuk
meningkatkan kompetensinya. Nah, ini
tentunya upaya-upaya kayak ee
peningkatan kompetensi ASN belajar ini
punya ee manfaat di dalam proses
peningkatan kinerja dan peningkatan
kompetensi di ee bagi ASN di lingkungan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun
upaya-upaya yang lain yang dilakukan
oleh UPD-UPD di dalam meningkatkan
kompetensinya. Berarti sudah muncul
kesadaran dari ASN ini bahwa peningkatan
kompetensi itu bukan hanya menjadi
tanggung jawab dari organisasi perangkat
daerah, tetapi ASN sendiri pun harus
punya kesadaran untuk meningkatkan
kompetensinya. Nah, dari data statistik
ini kami mendapatkan gambaran yang
menggembirakan bahwa ada tren
peningkatan kompetensi dan meningkatnya
kinerja dari ASN di lingkungan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Nah,
urgensi Bapak Ibu sekalian dari
peningkatan transformasi kompetensi dan
kinerja ASN ini di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Timur ada perubahan
terkait dengan perubahan lingkungan
kerja. ada generasi ASN yang semakin
beragam seperti yang kami sampaikan tadi
ee hampir ee 49%
hampir 49% itu sekitar hampir 37.000 RIB
data ASN itu masih generasi Gen X dan
ada 51%
itu ASN di lingkungan pemerintah
provinsi Jatimir itu adalah generasi GNZ
atau generasi milenial. Tentunya terkait
dengan apa ekspektasi kinerja ini
tentunya ada namanya gap generation.
Nah, ini tentunya bagaimana
transformasiinas ee transformasi ee
terkait dengan peningkatan kompetensi
dan kinerja ini perlu dilakukan tidak
berpijak untuk meningkatkan kompetensi
tetapi kita juga perlu melakukan
pembaruan terkait dengan mindset dan
culture setet ASN yang dihadapkan pada
dua generasi tadi antara generasi X dan
generasi genet atau generasi milenial.
Nah, ini tentunya gap generasi ini harus
didekati tentunya upaya-upaya yang kami
lakukan kayak BKD Provinsi Jawa Timur,
kami sering membuat podsket-potsket yang
itu hubungannya dengan bagaimana
meningkatkan kinerja, bagaimana
menciptakan ketenangan, kedamaian di
lingkungan kerja, terus bagaimana ee
memahami bahwa ee temannya di lingkungan
kerja pimpinan Anya di lingkungan kerja
itu adalah mitra menuju sukses bagi
seorang ASN. Karena dalam birokrasi
tidak bisa kinerja organisasi hanya
ditentukan oleh kinerja individu saja,
tetapi harus juga kinerja dari tim work
bersama. Nah, ini yang kedua arah
kebijakan secara nasional kita yang
harus yang direspon oleh Pemerintah
Provinsi Jawa Timur tentunya bagaimana
manajemen ASN berbasis merit system.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah
ditetapkan sebagai ee pemerintah yang
dalam tata kelola manajemen ASN-nya
berbasis merit system ya. Terus
bagaimana transformasi digital di
pemerintahan? Ini kayak di BKD Provinsi
Jawa Timur. Kami sudah membangun plafon
rumah ASN.
Kita juga sudah mengintegrasikan
antara rumah ASN dengan SASN sehingga
pelayanan-pelayanan kepegawaian yang
dilakukan oleh ASN itu melalui rumah
ASN. Otomatis sistem yang ada di SASN
BKN nasional datanya juga sudah berubah.
Dan juga sebaliknya ketika ada perubahan
data SASN di BKN pusat data di rumah ASN
ee dan juga dii masternya BKD Provinsi
Jawa Timur itu sudah berubah. Nah, ini
adalah sebuah bentuk ikhtiar bagaimana
kita dalam mengelola pegawai yang besar
itu pendekatannya tidak orang ketemu
orang, tapi bagaimana kita membangun
iklim, orang ketemu sistem. Dengan ini
kita ee mentransformasikan tata kelola
manajemen SDM dan pelayanan berbasis
digital melalui rumah ASN. Bahkan kami
di BKD Provinsi Jawa Timur juga membuat
besti AI pelayanan berbasis kecerdasan
buatan yang itu bisa memberikan
pelayanan terkait dengan konsultasi
kepegawaian
terus informasi kepegawaian 24 jam itu
bisa dilakukan. Nah,
implikasi transformasi ini perlu pada
penguatan tata kelola akuntabilitas dan
kekinerja dari UPD serta integrasi
sistem dan data sintas sektoran. ini
yang kami maksudkan tadi. Jadi bangunan
tentang plafon tata kelola pengelolaan
SDM ini bagaimana kita mampu ee
mensinergikan
antara sistem dan bagaimana data itu
bisa mengalir. Baik tadi saya sampaikan
antara di Provinsi Jawa Timur, di OPD di
lingkungan pemerintah Provinsi Jawa
Timur maupun dengan SASN yang ada di BKN
pusat. Nah,
Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati.
Kita tahu bahwa tuntutan yang perlu kita
pahami bahwa tuntutan masyarakat di Jawa
Timur ini adalah bagaimana menghadirkan
ya di tengah-tengah mereka sebuah ee
solusi pelayanan publik yang mudah,
cepat, dan tepat sasaran. tentunya
implikasi transformasi ini perlu
penguatan peran OPD sebagai ee
penyelesai problem permasalahan yang ada
di pemerintah daerah dan juga bagaimana
ee tidak hanya
sekedar
basis keberhasilan itu diukur dari ee
pelaksanaan administrasi tentunya yang
paling penting adalah dalam
menyelesaikan permas permasalahan dan
juga ee apa ee memberikan kemanfaatan
untuk masyarakat. Nah, Bapak Ibu
sekalian di Provinsi Jawa Timur ee kita
sudah mendapatkan predikat merit sistem
ini yang saya sampaikan. Nah, kenaikan
nilai sistem merit di Provinsi Jawa
Timur ini adalah indikator kuat bahwa
keberhasilan transformasi kompetensi ASN
dari aparatur administrasi menuju ASN
yang profesional, kompeten dan
berorientasi kerja. Karena indeks dari
merage system ini setiap tahun
meningkat. Nah, tantangan berikutnya
adalah bagaimana kita memastikan ASN ini
benar-benar menghasilkan dampak nyata
bagi masyarakat ee Jawa Timur ini.
Seperti yang kami ee sampaikan tadi,
kita juga ee memperbaharui terkait
dengan ee penilai ee peningkatan
kompetensi yang itu dilakukan baik
melalui ee pendidikan dan pelatihan ee
tatap muka seperti webinar tentang
podcast dan sebagainya itu sudah menjadi
tren di OPD-UPD di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Timur. Terus juga ee
bagaimana tentang orientasi kinerja ini
ee juga kita lakukan perbaikan-perbaikan
pada hasil kerja dari ASN dengan kinerja
yang terukur dan juga menyelesaikan
problem yang dihadapi oleh masing-masing
oleh UPD. Nah, ini ini hal-hal pembaruan
yang kita lakukan sehingga kita bisa
menjawab dan memastikan bagaimana dampak
dari ASN yang jumlahnya besar 83 82.000
ASN Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini
punya dampak nyata terhadap masyarakat.
Nah, strategi transformasinya tentunya
kita yang pertama adalah manajemen
perubahan dan budaya organisasi.
tentunya bagaimana menjamin transformasi
berkelanjutan dan diterima organisasi
yang sebelumnya ee culturnya zona
nyaman, bekerja hanya sebagai rutinitas
itu bagaimana kita menuju desain bahwa
ee zona nyaman dirubah menjadi adapatif
dan inovatif. Makanya juga bagaimana
setiap bulan ASN di Provinsi Jawa Timur
itu di setiap UPD dipilih tentang eh
employee of the man. Jadi berkinerja
terbaik tiap bulan. Nah, tentunya ini
bervariasi dan sangat menggembirakan.
Ada penghargaan-penghargaan
yang diberikan oleh UPD pada ASN-nya
tiap bulan yang berkinerja bagus ya. Dan
otomatis tentunya ee kita juga
berorientasi tidak hanya sekedar
menjalankan rutinitas tapi juga harus
berdampak. Nah, ini tentunya nanti
parameter harus terukur kinerja dari ASN
ini. Yang kedua adalah perencanaan SDM
berbasis talenta. Ini seperti yang kami
sampaikan tadi, pemerintah Provinsi Jawa
Timur sudah ee melakukan pengukuran
talenta melalui talen DNA yang dilakukan
secara masif.
Dan bahkan kemarin ee di acara ulang
tahun Korpri kita mendapatkan
penghargaan dari MURI karena
melaksanakan pengukuran secara serentak
terhadap 36.000
ee ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi
Jawa Timur. Nah, ini juga mengelola ASN
sebagai aset yang strategis bukan hanya
jumlah pegawai. Seperti yang saya
sampaikan bahwa ASN itu adalah human
capital.
ya sangat penting bagi organisasi ini
tentunya bagaimana kita juga mampu
membangun culture sinoritas itu
bagaimana kita ee menuju data kerja yang
berbasis sinoritar itu bisa menjadi ee
punya potensi dan kinerja reaktif
menjadi proaktif dan prediktif.
Kekosongan jabatan itu bagaimana kita
siapkan suksesinya. suksesi planning itu
juga ee kita susun sehingga nanti ee
tidak terjadi kekosongan dalam jabatan.
Seperti yang kami sampaikan tadi bahwa
kami sudah melakukan pemetaan-pemetaan
terhadap semua ASN di lingkungan
pemerintah Provinsi Jawa Timur, baik itu
jabatan pimpinan tinggi, jabatan
administratif, jabatan pengawas, maupun
jabatan pelaksana. Nah, yang ketiga,
strategi transformasi dan peningkatan
kompetensi kinerja ini tentunya
bagaimana integrasi dengan kinerja karir
dan insentif. Nah, membuat kompetensi
ben nyata bagi ASN tentunya kompetensi
ini bagaimana menjadi determinasi karir
ya. Terus kinerja administratif ini
digeser menjadi kinerja yang berbasis
outcome, hasil yang diharapkan. ini tadi
yang kami sampaikan juga kami juga
memperbarui tentang ee jabat e hasil
kinerja dari jabatan-jabatan ini lebih
terukur. Misalkan ini tata kelola yang
baru itu bagaimana misalkan ee jabatan
fungsional ahli pertama itu outcome-nya
apa itu? Terus ee jabatan fungsional
ahli muda itu outcome-nya apa? Jabatan
fungsional ahli madya itu outcome-nya
apa? Jangan sampai secara kelas
jabatannya tinggi, reward yang diberakan
ee reward yang diberikan juga besar,
tapi hasil kinerjanya itu sama dengan
jabatan pelaksana yang secara kelas dan
ee reward yang diberikan lebih rendah.
Nah, ini parameter-parameter ini yang
kami lakukan pembaruan sehingga nanti
basis hasil kerja outcome ini nanti
lebih terukur dan punya dampak terkait
tadi menyelesaikan problem solving dan
memberikan pelayanan yang meningkat
kepada masyarakat.
Pemetaan kejenangan kompetensi yang
keempat ini tentunya pelatihan massal
berbasis dengan pengembangan
pengembangan berbasis kebutuhan ini.
Bagaimana antara gap kompetensi itu ee
dianalisis sehingga nanti basis-basis
pengembangan kompetensi ke depan itu
berbasis kebutuhan dari jabatan dan
kompetensi yang dibutuhkan. tentunya
dari basis gap kompetensi ini tentunya
kita nanti akan mendapatkan gambaran
untuk mencapai tujuan ee dari organisasi
yang dia ada di UPD ini. Kira-kira UPDA
ini membutuhkan kompetensi seperti apa
untuk mencapai kinerjanya dan menjawab
problem SB yang dihadapi.
Kekurangan SDM yang seperti apa lah. ini
nanti bisa didekati melalui pengembangan
kompetensi maupun nanti bisa didekati
melalui rekrutmen. Nah, rekrutmen ini
tentunya nanti melalui rekrutmen CPNS
dan rekrutmen P3K seperti itu. Nah,
selanjutnya yang juga strategi secara
komprehensif penguatan kinerja dan
kompetensi ASN ini yaitu pengembangan
kompetensi yang berkelanjutan. Maka ee
ASN belajar webinar series ini adalah
bagian dari strategi pengembangan
kompetensi berkelanjutan. Ini diklat
klasikal, non klasiskal, webinar, kerja
sama strategis, termasuk kita juga
bagaimana kerja sama untuk meningkatkan
kompetensi ASN di lingkungan pemerintah
Provinsi Jawa Timur ini kerja sama
dengan perguruan perbiran tinggi ya.
Jadi ada pemberian tugas belajar kepada
ASN yang kita kerja sama misalkan dengan
UNER dengan Brawijaya terus ada
kolaborasi peningkatan kompetensi dengan
ITS dan pertungguhan lain di Indonesia
termasuk juga ada program S2 dengan ging
colid dan lain sebagainya. Itu adalah
upaya-upaya
secara berkelanjutan dari pemerintah
Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan
pengembangan kompetensi secara
berkelanjutan. Nah, yang kedua adalah
penguatan tata kelola sistem merit. ini
adalah pemetaan kompetensi secara
menuru. Terus kita juga membangun
komitmen e pimpinan untuk bagaimana di
dalam proses rotasi mutasi ini pakai
merit system termasuk juga promosi
seperti itu. Terus digitalisasi dan
manajemen kinerja ini penerapan kinerja.
Terus nanti juga ada dialog dan
konseling kinerja, pemetaan talenta
seperti yang kami sampaikan. Dan yang ee
ketiga ini ada penguatan tata kelola dan
budaya kerja. Maka ini harus ada sinergi
dan inovasi. Terus fokus pada kualitas
hidup. Seperti yang kami lakukan
misalkan antara BKD dengan BPSDM, kita
saling bersinergi melalui kita
mengintegrasikan misalkan antara rumah
ASN dengan bank qodir yang itu nanti
bisa memetakan gap-gap kompetensi,
peningkatan kompetensi sehingga kita
tahu apa yang dibutuhkan oleh ASN di
lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa
Timur. ini adalah bagian penguatan tata
kelola dan budaya kerja ASN di
lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa
Timur. Nah, Bapak, Ibu sekalian yang
saya hormati tentunya bagaimana
implementasi manajemen talenta ini ee
Ibu Gubernur juga mendapatkan
penghargaan dari Badan Kebayan Negara
ini saat menghadiri beliau mendapatkan
penghargaan ee terkait dengan penerapan
manajemen talenta di lingkungan
pemerintah Provinsi Jawa Timur. Nah,
tentunya dalam manajemen talenta ini
aspek utamanya kebijakan dan regulasi.
Maka tantangan kita adalah bagaimana
perubahan nomenklatur yang sering dan
kebijakan yang tidak tabil dan regulasi
yang tumpang tindih. ini ini yang harus
kita ee kita selesaikan, kita sisir
tentang bagaimana nanti rule ya terkait
dengan regulation ini bisa nanti
memberikan kejelasan terkait dengan ee
nomenklatur jabatan yang tidak
berubah-rubah ini. Tentunya nanti ada
perubahan jabatan, kita juga ee
melakukan pengukuran kompetensi yang
baru. ini tentunya ini kami mengharapkan
baik regulasi antara di pusat maupun di
daerah ini ada sustainable keberlanjutan
terhadap regulasi sehingga tidak nanti
ee menyulitkan di dalam kita penyerapan
manajemen talenta di daerah. Yang kedua
adalah kendala teknis dan data bagaimana
sistem ini terintegrasi dan pemetaan
kompetensi. Nah, ini ini kami dihadapkan
pada kondisi bagaimana 82.000 R itu ee
bisa dilakukan pemetaannya secara
keseluruhan. Tentunya ini tidak bisa
didekati dengan ee pendekatan pengukuran
COVID ee kompetensi secara konvensional.
Maka upaya-upaya seperti talent DNA,
terus kami di BKD Provinsi Jawa Timur
itu juga mengembangkan sistem terkait
dengan pemetaan kompetensi yang berbasis
ee teknologi informasi dan digital
sehingga kami hadir di tengah-tengah
mereka di sela-sela kesibukan mereka
untuk bisa mengukur kompetensi dan
memetakan kompetensi dari individu ASN
tersebut. Nah, terkait dengan budaya
organisasi ini bagaimana senioritas
politik nepotisme terhadap kerrasi ini
tentunya kita ASN adalah bagaimana
menjadi seorang ASN yang netral. Netral
dalam artian kita memberikan pelayanan
yang tidak memandang dari aspek politik,
suku, ras, dan lain sebagainya. Nah,
Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati,
maka en plan pemerintah Provinsi Jawa
Timur terkait dengan ee kompetensi dan
kinerja ini tentunya nanti dalam satu
sistem yang namanya manajemen talenta.
tentunya kita akan memperkuat secara
kelembagaan manajemen talenta, sistem
informasinya, penyelenggaraan manajemen
talenta ASN tentunya ini perluasan
jabatan, penugasan sesuai beban kerja
jabatan yang dituju. Maka tim kerja itu
menjadi sesuatu hal solusi di tengah
misalkan ketika ada ee struktur
kelembagaan di dalam birokrasi yang
disederhanakan. Nah, diklat teknis yang
mendukung kinerja jabatan dilakukan
secara online. Ini podcast misalkan kami
BKD Provinsi Jawa Timur. Bagaimana juga
ee teman-teman ee pengola kepegawaian di
semua OPD itu juga punya pemahaman,
pengetahuan terkait dengan manajemen ee
kepegawaian. misalkan kita dekati dengan
kita secara ee kontinue dan terencananya
melakukan podcast-podcast terkait dengan
pengembangan kompetensi di bidang
kepegawaian. Nah, pembinaan ASN
berdasarkan analis gap kinerja, employee
abdomen dan penyajian suksesi talenta
melalui dashboard rencana talenta
sehingga ASN tahu tentang apa yang harus
dilakukan dan apa yang harus
ditingkatkan sehingga dia bisa nanti
meningkatkan kompetensinya. Barangkali
itu Bapak, Ibu sekalian yang bisa kami
sampaikan dan terima kasih saya
kembalikan kepada moderator.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
Terima kasih, Pak Hasim Asyari untuk
materinya yang sangat menarik dan juga
komprehensif. Ada satu statement yang
tadi menarik dari apa yang Bapak
sampaikan terkait dengan transformasi,
tidak melulus soal digitalisasi, tapi
bagaimana kita bisa mengembangkan
mindset supaya growth. Ya, tadi
seringkiali direpetisi juga terkait
dengan bagaimana cara kita mewujudkan
learning carure. Pertanyaannya, Pak,
apakah kita pernah melakukan survei atau
kita barangkali punya data terkait
kepuasan AASN terhadap lingkungan kerja
yang bisa mendorong mereka untuk
bertumbuh? Apakah sudah sangat puas,
cukup puas, kurang puas atau tidak puas?
Nah, kalau misalnya dikurang puas atau
tidak puas, apa yang menjadi root
cost-nya? Barangkali ini bisa menjadi
inset untuk kita bersama-sama solving
the problem supaya learning culture di
tiap OPD ini bisa membaik yang nantinya
berujung kepada perbaikan kompetensi dan
peningkatan kinerja. Silakan Pak Hasim
Masyari.
Ya, jadi ee survei-survei itu dilakukan
baik seperti kami itu terkait dengan
survei kepuasan pelanggan dan kami juga
ee beberapa kali melakukan survei kepada
ASN di lingkungan pemerintah Provinsi
Jawa Timur.
itu terkait dengan perbaikan pelayanan.
Apa yang diharapkan mereka terhadap
pelayanan-pelayanan yang sudah dilakukan
di BKD. Bahkan survei itu kami lakukan
terhadap hampir 8.000 sampai ee 9.000
ASN. Ee kami sebar kepada ASN. kami
ingin mendapatkan feedback terkait
dengan pelayanan kami dan juga terkait
dengan apa yang diinginkan oleh mereka
seimbang sehingga sebagai basis dasar
kami untuk melakukan inovasi dan
perbaikan pelayanan seperti itu, Mas Al.
Maksud saya
dan saya rasa ini juga di UPD-UPD yang
lain juga melakukan hal yang sama. kami
saya karena saya juga pernah mendengar
terkait dengan beberapa UPD juga
melakukan survei-survei secara internal
seperti itu
ya. Baik. Ee punten, Pak. Maksud saya ee
bukan ke kepuasan pelanggannya, tapi
apakah kita pernah melakukan evaluasi di
internal kita? Apakah ASNASN yang ada di
tiap OPD ini sudah puas tidak dengan
learning culture yang terbentuk di
instansi pemerintahan mereka
masing-masing. Barangkali ada OPD, OPD
atau instansi yang tidak memberikan ee
dukungan terhadap pembentukan learning
culture di instansi mereka, Pak.
Nggih. Kalau seperti yang saya sampaikan
tadi, kami kalau DPKD Provinsi Jawa
Timur tadi kami melakukan survei
terhadap 8.000 sampai 9.000 orang itu
terkait dengan apa yang diinginkan.
Apakah mereka saat ini puas dengan
pelayanan yang kami lakukan misalkan?
He. Terus keinginan mereka itu apa?
Terkait dengan pengembangan kompetensi,
perbaikan, terkait dengan
ee sistem ee yang sudah kami buat untuk
memberikan pelayanan kepada mereka dan
harapan-harapan mereka itu seperti apa
sudah kami lakukan survei. Nah, itulah
yang sebagai basis bagi kami untuk
melakukan perbaikan tata kelola ke depan
itu kami lakukan. Tetapi kalau
survei-survei dilakukan di daerah ee di
OPD masing-masing terkait apa keinginan
mereka
saat ini? Apakah mereka bahasanya apa
yang menjadi kendala mereka untuk
meningkatkan kompetensi misalkan apa
yang menjadi kendala mereka untuk
meningkatkan kinerja. Mohon maaf ini
kami tidak punya data terkait itu.
Tetapi upaya yang kami lakukan di BKD
seperti yang saya sampaikan tadi, kami
juga perlu memahami keinginan ASN karena
kayak BKD Provinsi Jawa Timur ini ee
yang kami layani ini adalah ASN.
tentunya kami ingin memahami keinginan
mereka, perspektif mereka, terus apa
harapan-harapan mereka terhadap kita
sehingga dia meningkatkan kompetensinya,
kinerjanya meningkat sehingga itu yang
kami tangkap melalui survei-survei yang
kami lakukan di PKD gitu, Mas.
I baik terima kasih Pak Hasim Asyari
untuk jawabannya. Kali ini kita akan
mengundang untuk sobat SN yang tengah
bergabung bersama dengan kami untuk
bertanya kepada narasumber kita yang
kedua dari Bu Nenik dari Lapkesmas
Bojonegoro. Selamat siang Bu Nenik.
Siang Kakak Lukman.
Iya Bu. Silakan Ibu disampaikan
pertanyaannya kepada Pak Hasimyari Bu.
Ini matah nuwun. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Hasyim
Asy'ari.
Mohon izin Bapak.
Ee saat ini temanya sangat luar biasa,
Bapak, yaitu
transformasi kompetensi untuk kinerja
yang gemilang. Tadi ada satu slide yang
ingin saya
tanyakan. Sudah mohon arahan Bapak
bahwasanya transformasi ini tidak selalu
soal di digitalisasi, namun bagaimana
memupuk mindset untuk selalu berkembang
yang mana ini sebagai solusi jangka
panjang. Mengingat kami di sini tidak
bisa bekerja sendiri, Bapak.
harus melibatkan
OPD terkait, lintas bidang, kemudian
pemerintah daerah meskipun yang mana ini
bukan tanggung jawab beliau-beliaunya,
namun lebih ke tanggung jawab kami
sebagai ASN. Kami inginnya di dalam hal
ini harus Bapak bersinergi,
berkolaborasi, bahkan berkontribusi.
Yang ingin ee kami mohon arahan Bapak
bagaimana ya, Bapak ya? Kami ini memupuk
rasa tersebut, mengajak teman-teman
bahwasanya ayolah mindset kita itu untuk
selalu berkembang itu ada ee sehingga
kami bisa mengimplementasikannya dalam
kondisi apapun. di saat kami ada
support, tidak ada support, tapi kami
itu enggak enggak boleh patah semangat
meskipun kami G X ya, Bapak ya.
Katakanlah wis iki wis B punah ya,
janganlah gitu. Ee kami mohon arahnya
ini gimana ya untuk bisa
mengimplementasikan ini kami tuh selalu
memupuk rasa tersebut sampai mendapatkan
support baik dari ee sekitar maupun
terutama dari diri kami sendiri. Jangan
sampai patah semangat. Mohon arahannya
Bapak. Matur
mbah.
Nuwunasih,
Bu Nenik. Silakan, Pak Hasim Asyari.
Bagaimana cara kita bisa menumbuhkan
mindset untuk selalu berkembang, Pak?
Eh gini, jadi ee untuk memupuk mindset
ini supaya kita terus berkembang dalam
ee kita peningkatan kompetensi dan
kinerja tentunya ini harus dimulai dari
sebuah kesadaran
bahwa ee memberikan pelayanan
kepada masyarakat misalnya kami di BKD
ini pelayanan kepada ASN bukan hanya
sekedar sebagai sebuah kewajiban.
Tetapi dalam memberikan pelayan ini juga
merupakan bagian dalam menjalankan tugas
dan tentunya bagaimana dalam menjalankan
tugas ini kita bisa memberikan nilai
tambah
kepada masyarakat ya. Nah,
bahwa kinerja dan kompetensi itu bukan
hanya ee ee kinerja dan kompetensi itu,
melainkan juga bagian tanggung jawab
dari jabatan. Nah, tentunya ini kita
bagaimana memunculkan culture atau
budaya yang disampaikan Ibu tadi bahwa
kan ee kita dihadapkan masih ada
sekat-sekat ya, Bu ya. masih ada
sekat-sekat egoisme, baik itu egoisme
pribadi maupun egoisme barangkali bidang
dan lain sebagainya. Nah, tentunya
bagaimana menginklefkan ini tentunya
kita harus punya tadi pemahaman bahwa
kinerja organisasi ini tidak bisa hanya
ditentukan dari kinerja individu atau
hanya kinerja satu bidang. Karena
kinerja organisasi ini tentunya
ditentukan oleh sekumpulan individu dan
bidang-bidang yang ada di dalam
organisasi. Nah, memberikan pemahaman
terkait dengan kesadaran akan tanggung
jawab ini, maka perlu dilakukan
upaya-upaya komunikasi pendekatan kepada
sesama teman, kepada sesama bidang.
Bagaimana bahwa untuk mencapai kinerja
organisasi ini ayo kita lakukan secara
bersamaan. kita nak bisa misalkan gini
tren ke depan itu kan gini bahasanya
tidak semua kebutuhan ASN itu nanti bisa
dicukupi melalui perencanaan kebutuhan
bahkan kebijakan yang akhir-akhir ini
kebijakan pemenuhan kebutuhan SDM itu
cenderung eh ada minis growth tidak
positive growth tentunya apa tadi ada
transformasi saya sampaikan tadi jabatan
pelak laksana yang jumlahnya dulu 3.000
saat ini hanya 4 47 tentunya ini cara
berpikir cara kerja ini harus menjadi
DNA baru tentang bagaimana ASN ini harus
bersinergi, berkolaborasi, kijel,
responsif dan sebagainya itu harus
menjadi DNA. Nah, itu harus dimulai dari
kesadaran baik itu pimpinan maupun
secara individu dan bentuk tim kerja.
Nah, barangkali ini perlu ada best
practice kecil yang dilakukan dimulai
kita bagaimana membangun ee kinerja
teamwork. Katakanlah kita membentuk tim
kerja yang itu lintas bidang maupun
lintas OPD di dalam kita menjalankan ee
pekerjaan-pekerjaan
yang bersifat misalkan itu membutuhkan
banyak orang pegawai dan itu
pendekatan-pendekatan yang kami lakukan.
Contoh misalkan ini rekrutmen CPNS itu
misalkan hanya bagian di bidang kami
tentu enggak bisa ini dilakukan hanya
mengandalkan pegawai yang ada di bidang
kami. Nah, kami memberikan pemahaman
kesadaran bahwa keberhasilan rekrutmen
ini itu e tidak hanya keberhasilan BKD
tapi bagian dari pemerintah apa ini?
Keberhasilan dari pemerintah provinsi
Jawa Timur. Nah, kesadaran-kesadaran itu
harus mulai ditumbuhkan sehingga kita
membantu tim bersama ada kesadaran, ada
tanggung jawab untuk memberikan lebih
sehingga ee pekerjaan itu bisa dibangun
teamwork secara pelan-pelan. Dan kalau
itu sudah menjadi kebiasaan, maka itu
akan menjadi culture budaya baru di
dalam melakukan pendekatan. Nah,
seperti itu Bu. Nah, ini
terima kasih Pak Hazim Asyari untuk
Terima kasih ngih. Terima kasih Kakak
Lukman. Bapak matur mbah nuwun.
Insyaallah nanti kami terapkan di
organisasi kami.
Siap. Salam sehat selalu untuk Bu Nenik.
Kita masuk ke penanyaan berikutnya. Pak
Hasim Asyari telah bergabung bersama
dengan kami em sobat ASN yang bertanya
di sesi kali ini. Mohon izin saya ingin
sapa terlebih dahulu. Selamat siang Kak
Eki dari UPT PPP Tamperan.
Selamat siang, Mas Lukman. Terima kasih
kesempatannya.
Mohon izin, Pak Hasyim. Perkenalkan saya
Eki, Pak. Saya dari UPT PPP Tamperan
Under Dinas Perikanan dan Kelautan
Provinsi Jawa Timur. Ee mohon izin, Pak.
Ee saya ingin bertanya terkait manajemen
talenta. Emm apakah talent DNA ini tuh
bisa ya, Pak, mendeteksi bukan hanya
potensi ASN dalam pengembangan kinerja
dan potensi, tapi juga kecenderungan
pola perilakunya. Eh, what if individu
atau ASN ini pintar banget, Pak. Dia
useful di organisasi tapi dia punya
potensi perilaku yang arogan, egois,
power abuse. Apakah talent DNA bisa
sedalam itu ya, Pak? Dan apakah BKD ada
koncern ke sana juga kah, Pak, ketika
memetakan talent ASN eh terkait potensi
karakter dan pola perilaku individu.
Jadi sebelum menempatkan ASN atau
individu itu di suatu posisi, apakah ada
proyeksi problem yang mungkin bisa
terjadi jika menempatkan si A ini di
satu posisi tersebut? Apakah ini juga
masuk ke dalam manajemen risiko dalam
memetakan talent? Ee terima kasih, Pak,
kesempatannya.
Nggih, terima kasih, Mbak Iki.
Pertanyaan sangat menarik ini tentang
bagaimana apakah pemetaan talent ee itu
juga bisa memberikan gambaran terkait
dengan potensi katakanlah seperti itu
juga termasuk tadi tentang bagaimana
kecenderungan akan perilaku dan sikap
dari ASN itu kan gitu kan. eh Mbak Eki
bahwa kami di Provinsi Jawa Timur talent
dan itu merupakan bagian dari suplemen
besar tentang pemetaan kompetensi ya. Di
samping talen DNA, kami juga melakukan
pemetaan kompetensi yang sebagaimana
diatur berdasarkan Permenpan tentang
pemetaan kompetensi itu juga kami
lakukan mengukur kompetensi teknis,
manajerial, sosiokultural seperti yang
kami sampaikan tadi itu nanti menjadi
satu bagian utuh gabungan dengan talent
DNA sehingga kami nanti akan mendapatkan
profiling. Mbak Mbak Egina di profiling
itu sebenarnya nanti bisa di dilihat
tentang bagaimana potensi dan kompetensi
dari seorang ASN. Nah, dari potensi dan
kompetensi itu nanti akan melahirkan
rekomendasi
si A, si B ini spektrum karirnya itu di
jabatan apa saja gitu loh. Termasuk di
sana juga mendapatkan informasi terkait
mohon maaf hal-hal apa yang harus
diperbarui dan dilakukan terhadap yang
berseorang itu untuk ditingkatkan
kompetensinya. Artinya ee ada informasi
di sana ee ee tentang kekurangan dari
ASN itu dan pengembangan kompetensinya
apa. Itu ada di kami, Mbak, di kami
sehingga apa? Kami tahu tentang apa yang
disebut dengan gap kompetensi.
Jadi, gap kompetensi ini kan seseorang
yang didudukkan dalam jabatan dengan
kompetensi individunya dia ini untuk
mencapai target kerja ee dari ee UP
kalau dari kantor untuk melaksanakan
pekerjaannya ini ada kekurangan seperti
apa? Nah, ini seperti yang kami
sampaikan tadi, maka harus ada tadi yang
dilakukan kita adalah pemetaan gap
kompetensi. Nah, pemetaan gap kompetensi
itu sebagai upaya apa? Basis kita dalam
merancang bangun di dalam proses
peningkatan kompetensi kepada ASN yang
bersangkutan. gap kompetensi itu juga
sebagai basis kita nanti. Oh, ternyata
ee dia perlu misalkan ada perubahan zona
karirnya dia ada perubahan misalkan
makanya kalau di BKD provinsi kami kan
memberikan ee berdasarkan analisis
kinerja dari individu ASN itu, maka
kadang setiap tahun ada ee OPD yang
mengusulkan terkait dengan perubahan
kelas jabatan dan perubahan jabatan.
Nah, ini kan bagian dari juga sebagian
analisis. Bahkan juga ada di setiap
tahun hasil kinerjanya itu ee misalkan
dinilai di bawah ekspektasi ee bahwa dia
ini tidak ee tidak bisa menjalankan
ee jabatannya ini dengan baik dengan
wujud kinerjanya yang tidak tercapai,
maka juga diusulkan bisa ee penurunan
dari kelas jabatan dan perpindahan
jabatan dengan catatan. maka dia juga
perlu dilakukan
pengembangan-pengembangan kompetensi
yang itu nanti mendukung kompetensi
individu maupun kompetensi organisasi.
Nah, tentunya ini yang harus kita
cermati adalah bagaimana pengembangan
kompetensi individu ini juga lineer
dengan ee kompetensi yang dibutuhkan
oleh organisasi ini. Jangan sampai nanti
ee individu bahasanya mengembangkan
kompetensi juga nanti tidak sesuai
dengan kebutuhan dari organisasi. ini
juga ee kami sampaikan kepada
individu-videu itu melalui tadi ada
istilahnya rapotnya ASN itu per individu
sehingga nanti bisa terbaca gitu Pak.
Baik, terima kasih Pak Hasimasyari untuk
jawabannya Kak Eki terima kasih banyak
untuk pertanyaannya sangat menarik.
Salam sehat selalu untuk Kak Eki. Tidak
terasa Pak Simasari kita sudah berada di
penghujung sesi kedua kali ini. Sekali
lagi kami ucapkan terima kasih karena
telah berkenan untuk berbagi inset
bersama dengan Sobat ASN yang tengah
menyaksikan acara kali ini. Sebelum
ditutup, barangkali ada closing
statement singkat yang Bapak bisa
sampaikan kepada sobat ASN yang masih
menyaksikan webinar kali ini. Silakan
Pak Hasim Asyari.
Ngih, Mas Salid. Ee kami terima kasih
ini di penghujung tahun tentang ASN
Belajar ini ee BPSDM
dengan melaku ee dengan kegiatan ASN
belajar ini tentunya bagaimana merawat
dan merajut untuk meningkatkan
kompetensi ASN di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Timur. tentunya ini
sebagai upaya bagaimana kepedulian dari
pemerintah Provinsi Jawa Timur peduli
terhadap peningkatan kompetensi ASN di
lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa
Timur. Dan tentunya ee dari diskusi ini
akan menjadi basis kita di dalam nanti
merancang bangun bagaimana meningkatkan
kompetensi dan meningkatkan kinerja dari
ASN. Karena dua hal inilah yang nanti
sangat menentukan terhadap keberhasilan
pemerintah Provinsi Jawa Timur baik
dalam itu pelayanan publik, pembangunan
dan maupun membangun tata kola
pemerintahan. Barangkali itu yang bisa
kami sampaikan. Terima kasih closing
ini.
Terima kasih, Pak Simasari. Salam sehat
selalu, Pak. Kita bertemu lagi di
program-program selanjutnya Pakih.
Baik, Sobat SN jangan ke mana-mana. Kita
masih ada satu narasumber yang tidak
kalah menarik. Tetap di webinar ASN
Belajar seri 49 tahun 2025.
[musik]
Baik, Sobat ASN. Di materi terakhir kali
ini kita akan mendengarkan paparan yang
tidak kalah menarik tentunya dari
narasumber ketiga kita Bapak Dr. Tri
Widodo Wahyu Utomo, SH. MA selaku Deputi
Bidang Penyelenggaraan Pengembangan
Kapasitas LAN Republik Indonesia.
[musik]
dan telah bergabung bersama dengan kita
semua di sini. Pak Tri, selamat siang,
Pak Tri.
Selamat siang, Mas.
Kabar baik, Pak Tri?
Alhamdulillah, insyaallah selalu baik.
Alhamdulillah. Di dua narasumber
sebelumnya, diskusinya sangat menarik
sekali dari sobat-sobat ASN. Kali ini
kita juga tidak sabar mendengarkan
paparan menarik dari Pak Tri. Kurang
lebih materi disampaikan selama 30
menit. Nanti kita langsung masuk ke sesi
tanya jawab. Silakan, Pak Tri.
Baik, terima kasih.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Pertama, alhamdulillah saya mendapatkan
kesempatan untuk turut sharing di acara
yang sangat penting ini. Dan saya
beruntung
sebagai pembicara ketiga sehingga
sifatnya hanya melengkapi apa yang sudah
disampaikan oleh para pembicara
terdahulu. Nah, kepada saya diminta
untuk menyampaikan materi tentang arah
kebijakan nasional pengembangan
kompetensi ASN.
Saya ingin memulai dengan satu buku yang
menurut saya sangat eh provoking ya,
membuat kita bertanya dan membuat kita
berpikir. Begitu. Bukunya ditulis oleh
Barbara Kellerman judulnya The End of
Leadership,
akhir dari sebuah kepemimpinan.
Jadi dalam bukunya tersebut Kellerman
berargumen bahwa
selama ini kita menerapkan model
kepemimpinan tradisional
dan kepemimpinan yang tradisional itu
adalah konsep di mana kepemimpinan itu
berpusat pada pemimpin atau leader
centris
bawahan itu atau pengikut hanya siap
saja, hanya patuh saja tidak ada
inisiatif tidak ada ee apa kemungkinan
berbeda pendapat ee dan seterusnya. Dan
itu yang oleh kelerman dikatakan sudah
tidak relevan
di abad ke-21.
Dalam kurun 30 sampai 40 tahun terakhir
ini
sudah terjadi perubahan generasi. Kita
semua tahu dari generasi baby boomers,
generasi X eh Y, Z, dan alfa begitu. dan
juga terjadi perubahan teknologi yang
sangat cepat dan perubahan-perubahan itu
akhirnya berdampak pada melemahnya
otoritas pemimpin
di satu sisi, di sisi lain memperkuat
posisi pengikut.
Maka seorang pengikut atau followership
itu bisa lebih berkuasa.
Mereka itu sebenarnya memiliki suara
yang harus diperhatikan
dan bisa mempengaruhi arah.
Oleh karena itu, konsep pemimpin sebagai
superhero tunggal yang memimpin hanya
dengan kewenangan, dengan otoritas,
dengan perintah, dengan kontrol itu
sudah dianggap tidak relevan. Karena
apa? Sebenarnya konsep kepemimpinan itu
tidak bisa dilepaskan dari followership.
Pada waktu yang bersamaan seorang
pemimpin itu adalah juga seorang
pengikut. Misalnya gini ya, eselon 4 itu
kan pemimpin di unitnya, eselon 3 juga
pemimpin di unit eselon 3nya. Begitu
pula kepala dinas eslon 2 pemimpin
sampai eslon 1 Sekda Provinsi, kemudian
Sekjen, Dirjen dan seterusnya di tingkat
pusat.
Tapi meskipun mereka sebagai pemimpin
sebenarnya mereka juga adalah pengikut.
Yang eselon 4 itu pemimpin bagi stafnya
tapi dia pengikut bagi eselon 3. Yang
eselon 3 pemimpin di unitnya tapi dia
juga pengikut bagi eselon 2. Bahkan
eselon 1 pun ya yang struktur birokrasi
kita itu tertinggi, dia juga adalah
pengikut bagi pimpinan organisasi.
Maka ee kita tidak bisa hanya
menonjolkan kepemimpinan saja, tapi
kepengikutan followership itu harus
diberi porsi yang sama kalau kita tidak
mengatakan lebih besar. Dan ketika kita
melakukan pelatihan-pelatihan tentang
kepemimpinan leadership itu sebenarnya
urgensinya sama dengan mengajarkan
tentang followership.
Sehingga eh konsep kepemimpinan tidak
lagi hierarkis, tidak lagi hanya dari
bawah ke atas, tapi lebih ke heterarkis,
multiarah. ya, seorang pimpinan juga
harus mendengar yang di bawah karena
belum tentu yang di atas itu selalu
lebih benar. Nah, inilah sebabnya
kawan-kawan sekalian kondisi
kepemimpinan yang
berubah seiring dengan perubahan
lingkungan strategisnya itu, itu akan
mempengaruhi konsep pengembangan
kompetensi ke depan.
Nah, tema yang diangkat di dalam webinar
kali ini adalah
smart start ya tahun 2026.
Bagaimana kaitannya dengan pengembangan
kompetensi ASN?
Saya kira ini satu tema yang juga sangat
menggelitik kita semuanya bahwa 2026 ini
jangan menjadi tahun baru seperti tahun
2005 pada masanya atau tahun-tahun
sebelumnya. Kita hanya hura-hura
memperingati memperingati tahun baru
tapi gagal untuk merenungkan mengambil
sebuah introspeksi apa yang harus kita
lakukan di tahun ini ya. tahun baru yang
yang sebentar lagi akan kita alami
menggunakan konsep dari Simon Seek ya
yang menulis tentang eh start with why.
Jadi apapun yang kita lakukan itu selalu
mulailah dengan mengapa kita melakukan
itu. Kita membuat kebijakan mestinya
kita bertanya kenapa kita harus
melakukan kebijakan itu kita melakukan
alokasi anggaran ke OPD OPD.
Pertanyaannya mengapa kita harus
melakukan alokasi anggaran itu? Kita
membuat program pelatihan juga begitu
sama. Mengapa dan untuk apa pelatihan
tersebut harus dilakukan.
Maka pelatihan itu jangan menjadi sebuah
rutinitas, hanya menjadi sebuah kalender
akademik, begitu ya. Hanya ada jadwal
pembukaan, kemudian penutupan, setelah
itu tidak ada apa-apanya. bukan seperti
itu. Tetapi ee setiap pelatihan itu
harus menjawab pada sebuah urgensi.
Apa sesungguhnya urgensi? sehingga kita
harus melakukan pelatihan itu dan juga
setiap pelatihan itu harus jelas apa
value proposition yang ditawarkan, apa
nilai-nilai ya nilai-nilai yang dibawa,
yang diakomodir, yang ingin
diperjuangkan dari pelatihan tersebut.
Nah, hanya dengan kita memikirkan
tentang urgensi dan juga value
proposition dari program Bankcom atau
pelatihan, maka pelatihan itu tidak
hanya untuk pelatihan ya, training not
for the sake of training gitu ya. Tapi
training itu untuk mencapai sebuah ee
apa? Hal yang lebih baik bagi sistem
pemerintahan kita. Nah, kemudian kita
juga perlu untuk mengetahui apa yang
akan terjadi di depan 20 2026 NBYON ya
dan sesudahnya gitu. Kita sebenarnya
tidak hanya bicara 2026 tapi starting
point-nya adalah 2026 ya. Nah, eh waktu
yang terdekat dengan 2026 itu adalah
2030 di mana bangsa kita itu sudah
menandatangani sebuah ee apa namanya?
konvensi begitu untuk mencapai target eh
sustainable development goals ya. Ada 17
tujuan pembangunan berkelanjutan yang
harus dicapai tahun 2000 ee 30. Maka
kemudian pertanyaannya di mana posisi
Bang?
Posisi Bangk harus memiliki
kontekstualisasi dengan lingkungan
strategisnya, salah satunya dengan SDG
itu. Maka ee dalam konteks SDGIS ee
Bangkom juga harus turut memberi andil
kontribusi bagi tercapainya 17
pembangunan berkelanjutan itu. Yang
kedua, 15 tahun kemudian, tahun 2045
kita ee sudah mencanangkan diri untuk
mewujudkan Indonesia emas. Sama juga
pertanyaannya apakah ee Bangkom kita
sudah ee kita desain untuk bisa menjadi
instrumen dalam mewujudkan Indonesia
emas?
Nah, kalau Bang tidak diarahkan ke sana,
maka Bangkom tidak tidak memiliki
kontekstualisasi
dan itu ee sebuah kesia-siaan. Ee
termasuk 15 tahun berikutnya 2060 ee
sudah juga ada sebuah kesepakatan global
untuk mencapai net zero eh emission. Dan
itulah sebabnya kawan-kawan sekalian,
maka ee Bankom ini sebenarnya sangat
strategis ya ee kalau kita lihat pada ee
tren dan tantangan pembangunan termasuk
juga ee fenomena tentang meningkatnya
tuntutan di dalam pelayanan publik ya.
ee misalnya masyarakat sekarang ini
dilihat dari tingkat pendidikannya
semakin tinggi, mereka semakin berani
bicara, mereka semakin terbuka dan
mereka semakin tidak bisa di di apa
namanya? Dikekang. Begitu kita melihat
ee apa fenomena medsos ya yang seringki
viral dan itu akan menjadi tren dalam
kebijakan publik begitu. Jadi eh suara
masyarakat menjadi suara Tuhan ya. Fox
Popoli, Fox Day, begitu. Itu jargon
dalam ilmu politik yang ee semakin
menguat akhir-akhir ini. Artinya kita
harus betul-betul memperhatikan aspirasi
dan arah ee apa ee pembangunan yang
diinginkan oleh masyarakat. Yang kedua
tentang ekspektasi publik juga sangat ee
tinggi.
Sedikit-sedikit, Kawan-kawan. Kalau kita
lihat pemerintah salah bicara saja itu
sudah dirujak oleh netizen ya. Itu
karena ekspektasinya terlalu tinggi.
Pejabat salah ngomong, orang mengatakan,
"O hanya seperti inikah ee kualitas
pejabat kita gitu. Sebaiknya mundur dan
seterusnya ya. Dan yang ketiga adalah
tingkat kepercayaan publik, public trust
yang juga masih menjadi PR besar kita.
Artinya birokrasi belum menjadi role
model ya. kadang kita tidak bisa melihat
ee apa sosok-sosok kepemimpinan di
sektor publik itu sebagai contoh yang
baik itu sehingga masyarakat masih belum
cukup percaya dengan keberadaan ee
pemerintah. Nah, oleh karena itu ee
konsep kepemimpinan ke depan juga harus
di mulai diperkuat ya dalam hal misalnya
satu kemampuan melakukan eh visioning
ya, melihat ke depan foreside begitu.
Jadi ee bagaimana kita bisa mewujudkan
ee apa namanya masa depan yang baik.
Bukan hanya ee praktik baik yang di hari
ini, tetapi apapun yang harus kita
lakukan hari ini itu betul-betul akan
membawa kebaikan di masa depan dan itu
membutuhkan kemampuan berpikir visioner
yang kuat dari para jajaran pemimpin.
Yang kedua adalah membangun
relationship. ya. Jadi tidak memperkuat
struktur hierarki tadi, tapi justru
memperkuat networking, memperkuat apa
namanya
ee interaksi secara ee timbal balik
dengan semua stakeholder yang ada.
Begitu. Sehingga pemerintah ini harus
lebih banyak membuka ruang-ruang dialog.
ee bukan hanya ruang-ruang debat apa
atau hanya sekedar sosialisasi, tetapi
kembali suara publik ini harus menjadi
pertimbangan paling penting di dalam
setiap pengambilan keputusan pemerintah.
Nah, kemudian juga ee prinsip emporing
menjadi semakin penting bagi para
pemimpin. ee pemimpin itu tidak boleh
hanya membangun ee apa kompetensi diri
begitu ee tetapi ee harus memastikan
bagaimana mereka bisa leading others ya,
bisa mengembangkan potensi ee dan juga
ee apa namanya kinerja dari ee
orang-orang di sekitar kita. Bagaimana
caranya? Nah, seperti coaching,
mentoring itu menjadi tren yang akan
semakin menguat ke depan. ee para
pemimpin di semua level eselon 1 2 3 4
itu sudah harus berpikir untuk menguasai
kompetensi coaching bukan hanya
mentoring.
Ee artinya eh setiap pemimpin itu harus
menjadi leader as a coach ya. tidak
hanya memberikan perintah ya, instruksi
gitu, tapi dia juga harus mahir
bertanya, harus mahir untuk mengenali
potensi anak buahnya dan dengan pola
dialog akhirnya dapat ditemukan apa yang
ee bisa dikembangkan dari anak buahnya.
Nah, salah satu pendekatannya tadi sudah
disampaikan oleh ee pembicara kedua
tentang talent DNA. Nah, ada pelatihan
di ISQ itu tentang talent DNA coaching
ya. Jadi menjadi coach untuk membaca eh
talent DNA para staff kemudian
dikembangkan agar eh talenta para
pegawai kita itu bisa semakin
berkembang. Dan yang keempat adalah
penguatan kepemimpinan ee digital. Nah,
terkait dengan tren-tren yang saya
sampaikan itu menurut saya ini sudah
sangat selaras dengan apa yang di
arahkan oleh Bapak Presiden terkait
dengan penguatan reformasi birokrasi.
Banyak apa ee
pilar-pilar dalam penguatan reformasi
birokrasi. Salah satunya adalah
pengelolaan ASN ya. Dan di dalam
pengelolaan ASN ini, pemerintah ingin
memastikan disiplin produktivitas
kerja dari para aparaturnya melalui
proses
peningkatan kompetensi secara
berkesinambungan.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, apa kemudian
urgensi dari peningkatan atau
pengembangan kompetensi ee ASN itu?
Tentu cukup banyak Bapak Ibu sekalian
ini adalah yang sering disampaikan oleh
Ibu Menteri Pak Wamen Pan RB
tentang ke mana arah pengembangan
kompetensi kita ke depan. Jadi
pengembangan kompetensi tidak hanya
sekedar
menutup kesenjangan kompetensi saja,
tetapi juga harus memastikan setiap ASN
itu memiliki digital literasi ya dan
mampu berpikir secara apa? global atau
global mindset serta mengembangkan soft
skill. Nah, ini yang penting banget
kawan-kawan sekalian.
Jangan hanya fokus pada hard scale,
tetapi juga harus kita ee apa ee beri
perhatian yang sangat serius untuk
penguatan ee soft skill. Selanjutnya
pembelajaran terintegrasi dan
berkelanjutan dengan pola 70 10 atau
yang sering kita kenal dengan pola korpu
ini ee juga harus semakin kita perkuat
dari waktu ke waktu. Dan yang terakhir
adalah ee akses untuk pengembangan
kompetensi yang semakin merata dan
inklusif.
Jangan apa namanya
hanya apa ee fokus pada ee staf-staf
yang dianggap ee favorit begitu atau
favoritism, tetapi setiap pegawai ini
memiliki hak dan kewajiban yang sama
untuk mengembangkan
ee kompetensi.
Nah, kemudian bagaimana ee roadmap yang
mungkin bisa kita kembangkan ke depan
untuk ee e pengembangan kompetensi. Jadi
sampai tahun 2024 kemarin yang kita
sering sudah bicarakan tentang Smart ASN
ya, di mana smart ASN ini adalah ASN
yang memiliki profiling seperti ini,
integritas, nasionalisme, wawasan
global, bahasa Inggris, hospitality,
networking, dan entrepreneurship. Ee
sebagian besar dari materi ini sudah
terakomodir di dalam pelatihan-pelatihan
PKn, PKA, PKP sampai pelatihan dasar.
Nah, yang menjadi PR kita ke depan dalam
5 tahun ke depan adalah bagaimana Smart
ASN ini akan kita perkuat dengan eh
prinsip robust and resilience. Jadi, eh
sosok PNS atau ASN yang kuat dan tangguh
ya. Nah, ketangguhan ASN itu antara lain
di apa? Dicirikan oleh karakter-karakter
adaptif, ya. Adaptif dalam arti dia ee
senang untuk berubah, siap dengan
perubahan, siap beradaptasi dengan
perubahan, kemudian tetap produktif
dalam situasi yang sangat sulit
sekalipun. Ee fleksibel, tidak terlalu
kaku, ee mudah melakukan adjustment
terhadap misalnya SOP yang sudah
dianggap tidak relevan.
Kemudian empati ya ee mengembangkan pos
liro begitu kepada masyarakat ee dan
tidak mendudukkan masyarakat sebagai
orang yang membutuhkan tapi justru kita
yang membutuhkan masyarakat. Tidak
mendudukkan masyarakat sebagai pihak
yang harus melayani kita, tapi justru
kita yang harus melayani mereka dan
seterusnya sampai teknologi safi
menguasai teknologi dan juga
ecofriendly. ecofriendly dalam arti
apapun yang kita lakukan itu harus ramah
lingkungan.
Kita baru saja dihadapkan pada bencana
di Sumatera dan kita baru menyadari
bahwa kebijakan publik kita selama ini
nampaknya kurang ramah lingkungan
sehingga terjadilah kerusakan lingkungan
yang parah dan mengakibatkan bencana
Sumatera itu.
Kemudian 15 tahun yang akan datang
menuju Indonesia Emas kita ingin
mendorong ee ASN yang kompetitif
memiliki daya saing secara global begitu
dan juga berani mengambil risiko dari
keputusannya. Tetap antusias untuk
melakukan lompatan-lompatan
dan mampu bekerja di bawah tekanan.
Karena ke depan tekanan diyakini semakin
tinggi baik tekanan dari masyarakat
maupun tekanan dari dalam ya. tuntutan
kinerja, tuntutan atau ekspektasi
pimpinan ini juga akan semakin ee
tinggi. Nah, dengan kita mendesain
sebuah ee apa ee peta jalan seperti ini
harapannya
di tahun 2045 kita benar-benar bisa
mewujudkan Indonesia emas ya secara
bersama-sama.
Kemudian kawan-kawan sekalian yang tadi
kami sampaikan tentang ee kompetensi
ee soft skill ya kawan-kawan sekalian.
Jadi apa yang bisa kita kembangkan
antara lain ini eh dari learning
agility, pengambilan keputusan,
kreativitas, inovasi, integritas, etika
moral, kolaborasi, resiliensi
eh sampai eh apa namanya people
management, orientasi hasil managing
quality services. Kalau kawan-kawan
perhatikan
ee kompetensi manajerial yang ada di
sini ini sudah berbeda jauh dengan
apa ee ee apa ee kompetensi manajerial
yang ada di dalam Permenpan 38 tahun
2017. Artinya ee kompetensi seorang
pemimpin memang juga mengalami sebuah
transformasi, mengalami perubahan. Dan
inilah kurang lebih yang harus kita
bangun, kita perkuat ee untuk masa-masa
yang akan datang, termasuk kompetensi
sosial kultural. Nah, yang ini masih
relatif sama, managing diversity atau
mengelola keanekaan.
Nah, kemudian Bapak, Ibu sekalian ee
bagaimana mindset seorang pemimpin di
dalam menghadapi perubahan.
Ee pertama dia harus selalu adaptif,
harus selalu fleksibel, selalu siap
untuk berubah. Kemudian harus berpikir
sistemik, jangan sektoral, jangan inward
looking, tapi lebih banyak outwor
looking. Dan yang paling penting adalah
apapun yang kita lakukan termasuk dengan
bank kita,
jangan hanya menjadi rutinitas tapi
harus betul-betul kita perhatikan
bagaimana dampaknya. Oleh karena itu,
Kawan-kawan sekalian, ini yang sering
disampaikan oleh Pak Kepala LAN ee juga
Pak Ibu Menpan, Pak Men, Pak Wamen dan
seterusnya
bahwa dalam pengembangan kompetensi ke
depan kita harus mengubah pendekatan
kita dari egoentris menuju sebuah
ekosistem. Egosentris itu hanya
mempertahankan ee kepentingan kita ya ee
apa perspektif kita, visi kita dan
sebagainya. Tapi yang harus kita
wujudkan bagaimana kita bisa
berkolaborasi.
Kita harus membagi visi kita. Jadi bukan
hanya sekedar visi kita, tapi menjadi
visi bersama atau shared vision.
Nah, karena kita harus membangun sh
vision, maka
semua pihak ini pada hakikatnya diikat
oleh sebuah visi yang sama. Tanpa adanya
visi yang sama, mungkin mereka tidak
akan mau berkolaborasi.
Nah, di sinilah peran dari para pemimpin
untuk ee menunjukkan pada semua
stakeholder bahwa keberadaan birokrasi
kita, keberadaan program-program
pemerintahan itu sesungguhnya juga
inline dengan ee visi-visi yang ee
dimiliki oleh swasta misalnya atau
media, akademisi, maupun juga ee
komunitas. Nah, mereka semua ini akan
menjadi
stakeholder secara bersama-sama di dalam
mendesain program-program penguatan
kapasitas bagi para ee ASN di Indonesia.
Saya kira ini Bapak, Ibu sekalian yang
bisa saya sampaikan. Terima kasih atas
perhatiannya. Mohon maaf atas segala
kekurangannya. Mudah-mudahan bermanfaat.
Saya akhiri. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh dan saya
kembalikan kepada moderator
[musik]
ya. Terima kasih Pak Tri. Materinya
sangat menarik sekali. Saya sangat
tertarik dengan apa yang Bapak sampaikan
tadi. Salah satunya adalah profil
kepemimpinan masa depan. Ini terkait
dengan kompetensi digital leadership ya.
bagaimana kita bisa meng-utilize
teknologi ini untuk ee pengambilan
decision making yang berbasiskan data
gitu. Nah, kalau di ee kondisi saat ini
bagaimana kita bisa mendorong ee
kompetensi digital leadership ini bisa
terinjeksi di seluruh ASN. Apalagi kalau
kita bicara leader kan tadi definisinya
sudah bukan eh kepemimpinan tradisional
yang hanya berpusat pada satu orang
pemimpin, tapi everyone is a leader
gitu. Kalau menurut pandangan Pak Tri
seperti apa, Pak?
Ya, jadi di dalam RPJM dan RKP ee kalau
RKP yang tahun 2025, RPJM sampai tahun
2029 telah ditetapkan target ee
bahwa ASN di Indonesia itu harus
apa? Memiliki digital literasi sebanyak
90%.
Jadi
saat ini LAN, Kemenpan, ee Komd ee juga
sedang bersama-sama untuk mengembangkan
berbagai pelatihan-platform
terkait dengan pelatihan digital itu.
Dan di dalam pelatihan-pelatihan
misalnya seperti PKn, PKA, PKB itu
materi-materi
tentang digital transformation itu juga
disisipkan.
sehingga kita berharap tahun 2029
betul-betul ee ASN kita tidak lagi
gaptek begitu dan tidak atau apa ee
istilahnya itu hanya menjadi penonton
terhadap gelombang disrupsi yang
terjadi, tetapi ASN harus betul-betul
melihat peluang dari ee apa disrupsi
teknologi yang berkembang saat ini.
Kira-kira seperti itu, Mas. Makasih Pak
Tri untuk jawabannya dan kali ini saya
ingin mengundang untuk sobat ASN yang
ingin bertanya kepada narasumber kita
yang terakhir kali ini telah bergabung
bersama dengan kami Sobat ASN yang ingin
bertanya kepada narasumber kita Pak Tri
Widodo. Saya izin undang terlebih
dahulu.
Baik, mohon izin untuk ditunggu sejenak.
Ee Pak Tri sembari saya masih menunggu
untuk sobat SN yang bertanya. Oh, oke.
Ini sudah ada yang bertanya dari
ee Pak Firman Supriadi Kecamatan
Wuluhan. Selamat siang, Pak Firman.
Selamat siang. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Silakan Pak Firman
disampaikan pertanyaannya kepada Pak Tri
Widodo, Pak.
Ee sebelumnya saya ucapkan atas prestasi
BPSDM Provinsi Jawa Timur sebagai
peringkat satu nasional, lembaga
pengembangan kompetensi. Ee pertanyaan
saya gini, Pak. Ee bagaimana ee cara ee
lembaga-lembaga
kepegawaian itu mencetak
pimpinan-pimpinan di lembaga-lembaga
pemerintahan? Apakah itu dihasilkan
melalui pelatihan atau memang ada
pendidikannya sendiri? sehingga sesuai
yang apa rootm-nya tadi bahwa ee
pemimpin ke depan itu harus bersikap
adaptif, berpikir sistemik, dan mampu ee
visioner. Mohon pencerahannya. Terima
kasih.
Ya, baik terima kasih. ee sebagaimana
tadi kami sampaikan, pengembangan
kompetensi itu tidak lagi menjadi apa
tanggung jawab dari lembaga-lembaga
pelatihan, tapi juga semua eh
stakeholder yang terkait. Salah satu
stakeholder yang juga menjadi pemain
utama dalam pengembuan kompetensi itu
adalah atasan langsung.
Jadi atasan langsung bukan hanya sebagai
pihak yang mendeliver pekerjaan, yang
meminta laporan, ee membagi tugas,
bukan. Tapi tugas seorang pimpinan
sesungguhnya adalah ee sebagai ee coach
maupun mentor. Dan pengertian
pengembangan kompetensi tidak lagi
melalui pelatihan. Maka kalau Bapak tadi
bertanya melalui apa sesungguhnya kita
membangun SDM yang unggul, pemimpin yang
kuat, begitu, itu benar melalui
pelatihan. tetapi tidak hanya melalui
pelatihan. Nah, banyak sekali
program-program penguman kompetensi yang
bisa dilakukan di luar pelatihan. Salah
satunya tadi misalnya ee coaching, maka
setiap pimpinan itu harus punya
kemampuan ee coaching. Tanpa kemampuan
coaching, maka ee seorang pemimpin tidak
bisa untuk mengenali dan membangkitkan
potensi dari anak buahnya. Kemudian
pola-pola yang lain juga ada misalnya
self learning. Jadi setiap eh ASN itu
setiap pemimpin juga tidak boleh
berhenti belajar.
Kalau kita berhenti belajar ya when you
stop learning then you you eh start
dying. Kan begitu. Jadi kalau kita
berhenti belajar kita memulai kematian.
Kira-kira seperti itu. Dan pada umumnya
semakin tinggi jabatan orang semakin
sedikit ee pembelajarannya. Nah, ini
yang harus harus kita koreksi. Jadi,
semakin tinggi ee pejabat atau tingkatan
jabatan seseorang itu justru dia di
dituntut untuk semakin banyak belajar.
Tapi belajarnya bukan untuk diri
sendiri. Karena semakin tinggi jabatan
asumsinya kompetensinya semakin tinggi.
Nah, ketika dia sudah pada jabatan
tertinggi, asumsinya adalah kompetensi
tertinggi, maka pembelajaran yang
dilakukan oleh mereka itu bukan
pembelajaran untuk diri sendiri, tapi
seorang pemimpin belajar untuk
mentransformasikan
organisasinya. Beda dengan staf. Kalau
staf belajar untuk menutup apa? Gap
kompetensi dirinya. Jadi belajar untuk
diri sendiri, belajar untuk meningkatkan
kinerjanya. Seorang arsiparis belum tahu
bagaimana mengarsifkan, maka dia dilatih
bagaimana pengelolaan arsip dinamis dan
statis. Misalnya seorang analis
kebijakan belum bisa menulis policy
brief, maka dia dilatih bagaimana
menulis policy brief yang baik dan
seterusnya. Jadi sekali lagi banyak
sekali cara-cara pengembangan kompetensi
dan juga harus dilakukan oleh
multipihak. Nah, oleh karena itu
memperkuat kapasitas kepemimpinan
menjadi tanggung jawab kolektif. Saya
kira demikian, Pak. Makasih.
Terima kasih, Pak Tri Widodo untuk
jawabannya, Pak Firman. Semoga menjawab.
Pak Tri Widodo, terima kasih sekali lagi
telah berkenan untuk mengisi sesi
terakhir kali ini. Tidak terasa kita
sudah berada di penghujung acara webinar
ASN Belajar seri 49. Namun sebelum kita
akhiri untuk sesi kali ini, barangkali
dari Pak Tri Widodo ada closing
statement yang ingin disampaikan kepada
sobat ASN yang ee yang masih menyaksikan
webinar kali ini. Silakan, Pak Tri,
ya. Baik, terima kasih. Jadi, tahun 2026
ini menurut saya adalah sebuah moment of
truth gitu ya. Moment of truth itu
artinya sebuah momen di mana eh tidak
akan bisa kita ulangi kembali kalau kita
tidak melakukan sesuatu yang baik dan
benar. Oleh karena itu ee meskipun kita
tahu banyak kekurangan-kekurangan kita
di tahun-tahun sebelumnya ee tidak usah
fokus pada kekurangan itu, tapi kita
harus fokus pada tahun 2026 ini apa yang
harus kita ee perbaiki bersama. Nah,
dengan apa yang kami sampaikan tadi
mengenali urgensinya misalnya termasuk
juga bagaimana kita apa memberikan value
proposition terhadap setiap pelatihan
yang kita lakukan. Kemudian pelatihan
harus kita ee apa kelola secara
kolaboratif dari egoentris menjadi
ekosistem. Ee maka insyaallah pelatihan
dan pengembangan kompetensi ASN di tahun
2026 akan sangat berbeda dibanding
tahun-tahun sebelumnya. Saya kira
demikian, Mas. Terima kasih banyak.
Terima kasih banyak, Pak Tri Widodo.
Salam sehat selalu. Semoga kita bisa
bertemu lagi di program-program
selanjutnya. Thank you, Pak Tri.
Makasih.
Baik, Sobat SN. Tidak terasa kita sudah
berada di pengujung acara webinar ASN
belajar seri 49. Sekali lagi kami
ucapkan terima kasih atas kesediaannya
untuk hadir sampai dengan akhir sesi
kali ini. Kami juga ingin mengucapkan
terima kasih kepada seluruh pihak
narasumber yang telah memberikan banyak
sekali insight kepada seluruh sobat ASN.
Semoga ini bisa menjadi barokah dan juga
bermanfaat untuk sobat ASN sekalian. Dan
kami juga ingin mengingatkan bahwasanya
untuk Sobat ASN jangan lupa untuk
mengisi link presensi via Semesta
Bangkong untuk mendapatkan e-certificate
dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. di awal
tadi dibuka dengan pantun, kali ini saya
izin tutup dengan pantun juga ya.
Pagi-pagi diputusin Mbak Nana
cakep.
Awalnya dekat, sekarang asing.
Cakep.
Webinar ASN belajar kita tutup dengan
makna
semoga bekal hari ini jadi aksi nyata di
unit kerja masing-masing. Persembahan
Korbut Spesial BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Saya Lukman Ali beserta tim yang
bertugas pamit undur diri. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam.
[musik]
Zaman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala [musik]
tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
[musik] untuk pelayanan berdampak
bersama ASN
belajar. [musik]
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi [musik] yang
berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia. [musik]
Siap Indonesia emas.
ASN belajar [musik]
wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia
tekad pantang [musik] menyerah
jadi ASN getar berkualitas.
Belajar juga menerima
kelas dunia
tekat [musik] pandang menyerah
jadi AS berkualitas
[musik]
He.
Ikut video tutorialnya. Klik pada menu
download sertifikat. Selanjutnya
langsung download semua sertifikat yang
tersedia.
Hai sobat ASN Webinar, ada informasi
penting nih.
Segera download data sertifikat webinar
Anda pada laman semestacom.id
karena mulai 1 Januari tahun 2026 akan
dilakukan riset system untuk data
pelatihan peserta pada tahun sebelumnya.
Berikut video tutorialnya. Klik pada
menu download sertifikat. Selanjutnya
langsung download semua sertifikat yang
tersedia.