Transcript
ZwapfkoMAOA • ASN Mengaji 2025 - Muhasabah Diri dan Doa Akhir Tahun
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0287_ZwapfkoMAOA.txt
Kind: captions Language: id Aakbar Surabaya dan sekaligus nanti berkenan memimpin doa bersama. Kepada beliau kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin. Wabihi nasta'inu ala umurid dunya waddin wausolli wausallimu ala kohairi khalqillah sayyidil mursalin sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi. Watabiina waman tabiahum biihsan ila yaumiddin. Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli wasallim wabarik ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wa ashabihi ajmain. Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana innaka antal alimul hakim. Rabbisrohli sodri wa yassirli amri wahlul uqdatan min lisani yafqohu qauli. Amma ba'duh. Yang kita muliakan bersama-sama Bapak Kepala BPSDM almukarram Bapak Dr. Ramlianto, SPMP, K. H. Dr. Jazuli yang saya muliakan. Seluruh sesepuh, pinisepuh, widyaswara, BPSDM dan seluruh ASN di lingkungan BPSDM ini. Yang berbahagia, alhamdulillah wasyukrulillah kita masih ditakdirkan oleh Allah bisa bertemu, bisa berkumpul untuk muhasabah akhir tahun ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menambah keberkahan umur kita dan apa yang kita lakukan ini menjadikan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Segala kebaikan diberikan Allah kepada kita. Amin. Allahuma amin. Kita memang wajib bersyukur, Pak, dalam keadaan apapun. Dalam keadaan yang seperti ini, negara kita sedang diuji oleh Allah Subhanahu wa taala. Ujian yang bertubi-tubi di Sumatera, di Aceh, dan di lain tempat di Indonesia ini sedang diuji oleh Allah Subhanahu wa taala. Kita pun ikut merasakan derita mereka, kesengsaraan mereka. Karena orang itu dianggap bersaudara kalau merasakan apa yang dirasakan oleh saudara kita. Mereka yang kena musibah, kita juga ikut mera merasakan. Bisa jadi mereka yang kena musibah karena dosa-dosa yang kita lakukan. Karena doaharal fasadu fil barri wal bahri bima kasabat aidinas. telah nyata kerusakan di daratan dan di lautan itu karena ulah tingkah manusia. Ulah tingkah manusia ini sifatnya general. Jadi kita yang berdosa di sana yang menanggung dosanya. Wattaqu fitnatan la tusibannalladzinaamu minkum khosh. Dan takutlah kalian terhadap azab yang tidak hanya menimpa orang-orang yang baik-baik, orang-orang yang zalim saja. Jadi yang melakukan dosa ini adalah orang zalim, tapi yang mendapat musibah orang-orang baik. Maka kita jadikan momentum muhasabah akhir tahun ini untuk taubat nasional. sama-sama kita bertobat kepada Allah, kita kembali kepada Allah. Mungkin saja apa yang mereka alami itu karena dosa-dosa dosa-dosa kita. Kemudian syukur itu adalah tanda kita iman kepada Allah Subhanahu wa taala. Iman terbesar itu syukur, Pak. Karena syukur itu pengakuan. Pengakuan bahwa nikmat ini berasal dari Allah. Apa saja bentuk nikmat ini kita kasing menghitung tapi enggak mungkin bisa kita hitung. Wain taudu nikmatallahi la tuhsuha. Jika kita menghitung nikmat Allah gak akan ketemu. Umur kita habis nikmat Allah masih ada. Nikmat yang terbesar itu adalah sehat. Tentu kita sehat. Saya lihat insyaallah sehat semua ya. Semoga sehat ini berkah, Pak. Karena kesehatan itu jadi kita bisa melakukan aktivitas kita sehari-hari. Dan ada orang yang keliru menafsirkan syukur ini. Pertama, dikasih sehat, tapi sehat itu tidak dimanfaatkan untuk hal-hal positif. Tandanya orang syukur itu seperti dalam Al-Qur'an. Rbi azi an askur nikmatakallati. Ya Allah berikan aku kekuatan untuk bisa bersyukur atas nikmat-Mu kepadaku. Waa walidaiya dan bersyukur atas kedua orang tuaku. Kita jadi seperti ini karena orang tua kita, Pak. Kita jadi seperti ini karena doa-doa mereka. Mungkin orang tua itu banyak di antara kita orang tuanya yang biasa-biasa. Mungkin ada yang miskin tapi anaknya kaya. Itu doanya orang tua kena kepada anaknya. Jadi kita ini sukses itu hanya 1% saja dari kita sendiri, Pak. Yang 99% dari faktor orang lain. Dan terbesar faktor orang lain itu orang tua. Orang tua yang doa, kita yang kena. imbasnya. Bukankah doa itu ndak langsung diijabah oleh Allah, bisa ditunda oleh Allah subhanahu wa taala. Kadang-kadang doa itu ditunda lama. Yang berdoa orang tua, tapi yang diijabah kepada anaknya. Kadang-kadang kita sendiri berdoa, doa kita sekarang, tapi gak diijabah langsung. bisa minggu depan, bisa bulan depan, bisa tahun depan. Doa yang baik itu begitu, Pak. Doa yang muajjal bukan muajjal. Kalau muajjal pakai ain, doa yang dipercepat oleh Allah Subhanahu wa taala. Kalau muajjal pakai ain, pakai hamzah itu ditunda sama Allah. Dan rata-rata doanya orang saleh itu, doanya orang baik itu doa yang ditunda sama Allah Subhanahu wa taala. Nabi Allah Ibrahim alaihialatu wasalam pernah berdoa ketika masuk Makkah. Rbi ij'al hadza baladan aminan warzuq ahlahu minataroti man minhum billahi wal yaumil akhir. Jadikan negeri ini ya Allah negeri yang aman. Pertanyaan saya apakah Ibrahim masuk Makkah itu sudah aman? Sudah negeri belum, Pak? Belum ada. Makkah itu Ibrahim ke Makkah itu baru Bukit Batu. Di sana ada bukit yang tandus, yang gersang, yang tidak ada air, tidak ada tidak ada pohon. Doanya, "Rabbana inni askantu min dzurriyati biwadin giri zararin in baitikal muharrom." Ya Allah, aku tinggalkan anak istriku. di bukit yang tidak ada air, tidak ada daun, tidak ada makanan dekat rumahmu yang mulia ini. Kemudian berdoa, "Rabbi ja'al hadza baladan amin." Jadikanlah negeri ini aman ya Allah. Warzuq ahlahu minat tsamarat. Dan berikan rezeki dari penduduknya berupa buah-buahan. Pertanyaan saya, Pak Ibrahim tatkala berdoa itu sudah ada enggak jeruk? Sudah ada enggak kurma? Belum ada sama sekali. Baru sekarang berapa tahun? 3.000 tahun berikutnya diijabah oleh Allah Subhanahu wa taala. Makkah itu menjadi negara yang makmul, negara yang baldatun thyibatun warbun gofun. Nyari apa enggak ada di Makkah Madinah. Bagi yang pernah haji, pernah umrah, merasakan ini. Ada namanya kota Thaif itu, Pak. Kota buah. Buah apa saja di sana bisa ditanam. Dan kalau kita pengunjung ke sana itu gratis. Kalau makan di tempat yang dibungkus itu yang bayar. Makanya saya mumpung gratis ke sana mesti saya kasih lapar perut saya di sana supaya gratis. Mangan delima sak tuwuke. Mangan delima di sana nanti di hotel murus doanya ditunda sama Allah Subhanahu wa taala. Baru sekarang ini, Pak, saya punya kabar kalau perempuan di tanah suci itu kalau hamil dan lapor ke kerajaan itu dianggap bekerja untuk kerajaan. Kalau hamilnya besar, rumah sakitnya gratis, obatnya gratis, apa saja gratis. Dan kalau mau melahirkan di sana gratis juga dan dapat beasiswa sampai S1. Kemudian kalau keluar rumah sakit maka anaknya dapat bingkisan yang cukup menarik dari kerajaan. Makanya hobinya sana perempuan sana itu hamil, Pak. Hobinya hamil. Kalau misalnya enggak punya uang suami istri, maah hamil, maah. Hamil, maah, disuruh hamil istrinya. Nah, syukur itu, Pak, adalah mengakui nikmat Allah Subhanahu wa taala. Kalau kita mengucapkan alhamdulillah mudah. Orang ngomong alhamdulillah itu mudah. Tapi mengakui sampai ke hati syukur itu yang susah. Ini nikmat dari Allah yang harus aku pergunakan untuk sesuatu yang positif. Jadi intinya dua syukur itu mengakui hati ini kalau nikmat itu berasal dari Allah dan kemudian mempergunakan untuk hal-hal yang posi positif. Kemudian mempergunakan hal-hal yang positif tentu adalah pekerjaan kita. Allah mengkondisikan kita bekerja sesuai dengan profesi kita masing-masing adalah bentuk syukur kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka ibadah yang paling mulia bagi ASN adalah bekerja. Syukur. Yang paling mulia di mata Allah itu adalah bekerja. Bekerja. Dan jarang sekali orang yang pandai bersyukur ini, Pak. Jarang sekali. Karena itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di dalam doa tawaf selalu berdoa begini. Allahumma ja'alni minal khalil. Allahumma ja'alni minal khalil. Ya Allah jadikan aku orang yang sedikit. Jadikan aku orang yang sedikit. Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, kebanyakan orang minta agar diberikan banyak. Kenapa engkau diberikan sedikit? Minta diberi sedikit-sedikit." Kemudian Rasulullah membacakan ayat Allah waqilum min ibadiyasakur. Sangat sedikit sekali orang yang bisa dan pandai bersyukur. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang sedikit itu Pak. Orang yang pandai bersyukur. Kemudian wa an a'ala shihan tardohu. Dan jadikanlah kenikmatan itu, ya Allah untuk bekal aku bisa berbuat baik. Mungkin kalau ada yang akan purna, jenengan jangan enggak usah khawatir, Pak. Purna itu adalah purna tugas di sini, tapi tugas di tempat lain. Saya kebetulan ee pertama kali Pak Imam Utomo itu mendirikan Masjid Nurul Iman di tempat beliau itu. Saya jadi imam yang pertama sampai sekarang. Jadi imam itu saya di sana, Pak. Kemudian beliau cerita kepada saya, "Mas Muzaki, saya ndak jadi gubernur sekarang malah repot saya. Sibuk saya jadi apa, Pak?" Jadi takmir masjid. Nanti Bapak-bapak yang purna, Ibu-ibu yang purna juga sama dengan itu Pak. Di sini adalah tugas sebagai ASN saja mungkin tidak sebanyak tugas di luar. itu kalau kita produktif itu artinya wa an asura nikmatakallati anamta alaiya. Jadi digunakan nikmat itu untuk hal-hal yang baik dan positif. Wa aslihli firiyati. Kemudian baru minta, "Ya Allah, perbaiki anak keturunanku, perbaiki generasiku." Kita enggak boleh egois, Pak. Kita sudah jadi pekerja, kita sudah kerja di sini dan sudah purna. Kita harus mempersiapkan generasi kita, mempersiapkan masa depan anak-anak kita. Orang yang baik itu tidak hanya orang yang bekerja keras kemudian mengukir prestasi, tapi orang yang baik itu adalah orang yang bisa mengkader generasinya menjadi generasi-generasi yang brilian. Inni tubtu ilaika wa inni minal muslimin. Sesungguhnya aku bertobat kepadamu ya Allah dan aku adalah orang-orang yang pasrah. Lagi-lagi tobat, tobat, tobat. Kita ini terlalu banyak dosa, Pak. Ya, mohon maaf kita ini terlalu banyak dosa. Jadi, kata-kata yang terbaik untuk kita adalah taubat nasuha. terkait dengan akhir tahun ini sudah menjelang akhir tahun dan kita akan menginjak tahun baru tahun 2026. Tentunya banyak harapan di tahun depan ini lebih baik, lebih berkah, lebih sukses, lebih maju dan lain sebagainya. Tapi memang di tahun 2025 ini banyak sekali yang mengatakan kita berada di tahun-tahun yang agak apes begitu. Bagi kita orang yang beriman tidak ada kata apes, tidak ada kata nahas. Di dalam Al-Qur'an ada kata-kata apes, ada kata nahas. Yauman ayyamin nahisat, hari-hari nahas. mustamir hari nahas yang bikin menderita itu bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah, orang yang durhaka kepada Allah yang diazab oleh Allah subhanahu wa taala. Seperti kaum-kaum terdahulu yang karena keingkarannya kemudian mereka diazab oleh Allah. Tapi kita tidak mengenal hari naas, Pak. sampai orang yang kena musibah pun, orang yang diuji oleh Allah pun itu masih menganggapnya sebagai nikmat dari Allah Subhanahu wa taala. Orang yang ditinggal mati keluarganya, ditinggal mati anaknya, ditinggal mati istrinya. Kemudian dia berdoa kepada Allah, "Ya Allah, gantikan musibah ini dengan pahalamu dan gantikan yang hilang ini dengan ganti yang baik, maka Allah akan menggantinya dengan ganti yang yang baik." Kemudian kita berdoa, "Allahumagfirlahu warhamhu waafihi waafu anhu." Ya Allah ampunilah, sayangi dia, berikan afiah kepadanya. Maka Allah berjanji, siapapun yang kehilangan sesuatu dan berdoa seperti itu, maka Allah akan menggantinya. Kita husnudan kepada Allah bahwa semua yang terjadi ini adalah merupakan kebaikan. Ajaban li amral mukmin. Sungguh menakjubkan urusan orang-orang yang beriman. Ya in asobahu khairon syakaro wain asobahu syarron shobaro. Ketika ditimpa kebaikan dia bersyukur. Ketika ditimpa kesusahan dia bersabar dan itu merupakan jalan menuju sur surganya. Jadi tidak ada tidak ada kata-kata apes bagi kita, tidak ada kata naas bagi kita. optimis. Harus optimis dan menyambut tahun baru ke depan ini harus lebih optimis lagi. Tentunya dengan instruppeksi. Mungkin banyak kesalahan yang kita lakukan di tahun-tahun 2025 kita perbaiki. Kita sambut 2026 menjadi tahun yang lebih baik lagi. Walaupun dalam kaitan ini Islam sendiri tidak pernah mengajarkan tahun baru. Tapi okelah. ini merupakan putaran tahun ini kan hanya hitungan, Pak. Hanya hitungan. Sekarang apa bedanya? Bahwa di dalam kita melangkah itu ada kalender yang terkecil, ada kalender yang terbesar. Kalender yang terkecil itu namanya asaah, jam. Disebut jam. Dan assaa itu adalah kiamat. Waat fiha waallahabur. Dan sesungguhnya kiamat itu sangat dekat sekali. Makanya asaah itu disebut dengan kalender yang paling kecil. Yang paling panjang itu assanah tahun atau am. Antara tahun dan jam ini sama, Pak. Karena jam ini di dalam tahun tersebut ada orang ditanya, "Pak, Anda bohong? Anda enggak bohong selama setahun bisa enggak, Pak?" "Wah, berat, Pak." Oke, dikurangi pertanyaannya. Kalau enggak bohong sebulan, Pak. Insyaallah. Insyaallah sudah berubah. Kalau enggak bohong seminggu bisa, Pak? Insyaallah, Pak. Oh, bisa. Kalau enggak bohong sehari. lebih bisa, Pak. Kenapa orang menjawab waktu itu yang kecil bisa, tapi yang panjang tidak bisa. Padahal yang kecil waktu itu adalah dari bagian waktu yang panjang, yang besar. Karena itu kita menghitung waktunya adalah waktu kecil. Jangan menghitung waktu yang panjang. Kalau kita menghitung waktu yang panjang, kita banyak kehilangan waktu, Pak. Padahal Al-Qur'an itu sudah jelas-jelas menjadikan waktu itu hal yang paling penting dalam kehidupan ini. Sampai Allah bersumpah atas nama waktu itu dari yang paling pagi sampai yang paling malam disumpah sama Allah. Jarang-jarang Allah bersumpah atas nama waktu ini. Kalau kita enggak boleh. Kita bersumpah atas nama makhluk gak boleh. Kita harus bersumpah atas nama Allah. Wallahi. Tapi Allah bersumpah atas nama waktu yang paling pagi. Wal fajri. Demi waktu fajar, demi waktu subuh. Lebih siang lagi, Pak. Wadduha demi waktu dhha. Lebih siang lagi, Pak. W nahar demi waktu nahar. Itu namanya istilah orang Jawa beduk dobol. Itu disumpahi sama Allah. Sorenya wal asri. demi waktu asar dan malamnya wallaili demi waktu malam. Itu kalau bukan urusan yang paling penting dalam hidup gak mungkin disumpahi sama Allah. Kemudian kita tahu banyak yang dilalaikan manusia adalah waktu. Sehingga Al-Ghazali pernah mengatakan ada yang paling cepat, ada yang paling dekat dan ada yang paling berat. Mudah diingat. Yang paling cepat, yang paling dekat, yang paling ber berat. Yang paling dekat itu adalah kematian, yang paling cepat itu adalah waktu dan yang paling berat adalah kejujuran. Kita manfaatkan waktu kita karena sekali kita meninggalkan waktu itu tidak akan bisa kembali. Dan penyakit yang tidak bisa disembuhkan sekarang ini adalah satu, Pak. Penyakit menyesal. Menyesal itu selalu datang di belakang dan tidak akan bisa kembali lagi. Semua penyesalan di Al-Qur'an itu adalah menyesalkan waktunya. Kesempatan yang diberikan Allah kepada kita tidak kita manfaatkan. Laula akh ila ajalin qorib faasodqo waakum minihin. Ya Allah berikan kesempatan aku untuk kembali hidup sebentar saja ya Allah niscaya aku menjadi orang yang ahli sedekah dan aku menjadi orang-orang yang baik. Laula akhani karatan faakuna minal muhsinin. Berikan kesempatan aku sebentar saja ya Allah. Aku niscaya akan menjadi orang-orang yang yang baik. Kemudian kita melihat bahwa orang-orang yang menyesal ketika melihat azab Allah mereka berteriak, Pak. Berteriak di neraka ini. Karena mereka orang-orang yang menyia-nyiakan waktu itu ya yang tidak memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang baik. Mereka mengatakan kepada Allah, "Ya Allah, berikan kesempatan aku hidup sebentar saja, ya Allah." Ini kalau dalam bahasa balagahnya adalah tamanni, Pak. Tamani sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Kalau taroj mungkin terjadi. Kalau tamani enggak mungkin terjadi. Berikan kesempatan saya, ya Allah. Kemudian Allah menjawab, "Awalam nuamirkum ma yatadakar." Kamu yang usia 60 ke mana? Ke mana saja 60 tahun? Kamu yang usia 70 ke mana 70 tahun? Kamu yang usia 50 ke mana 50 tahun? Awalan nuamirkum ma yatadakaru fi manakaro waakumunir. Dan telah datang para utusan kepadamu. Telah datang orang yang mengajak kebaikan kepadamu. Tapi kamu tidak hiraukan. Sekarang kamu menyesal sendiri. Ingat Pak penyesalan itu cuma satu. Menyesalkan waktunya yang telah hilang. Kita sebenarnya sama. Orang yang dikasih umur banyak, orang yang dikasih umur pendek itu sama saja sama. Jadi sama-sama jatah umur dari Allah Subhanahu wa taala. Akan tetapi ada orang yang pandai memanfaatkan waktunya sehingga berhasil. Ada orang yang menyia-nyiakan waktunya. Kalau orang yang memanfaatkan waktunya walaupun dia umur pendek, Pak, maka dia manfaat dan manfaat inilah yang dicari dalam hidup itu. Khairun nas anfauhum linnas. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Bagi siapapun yang mungkin Bapak Ibu yang purna, mungkin Anda telah mengabdikan diri di sini dan telah menunjukkan prestasi panjenengan sekarang kemudian akan berpindah dengan prestasi yang lain." Karena orang yang baik itu adalah bukan dari jumlah umurnya, Pak. Tapi berapa banyak prestasi hidupnya yang ditorehkan. Kirun nas man thola umruhu wa hasuna amaluh. Sebaik-baik manusia itu adalah yang panjang umurnya, yang manfaat hidupnya. Wasyarunas man thola umruhu wasa amaluh. Dan sejelek-jelek manusia itu panjang umurnya tapi gak punya prestasi sama sekali. Lebih baik pendek umurnya. Dan kita tahu ulama-ulama terdahulu itu tidak ada yang panjang umur. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sendiri adalah 63 tahun. Satu usia pendek untuk ukuran orang Makkah, untuk ukuran Nabi. Yang paling pendek adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dulu usia Nabi itu ada yang 1400, ada yang 1000. Bahkan Nabi Nuh diceritakan di dalam Al-Qur'an, inna arsalna nuhan falabisa fihim eh alfasanatin illa khina. Umurnya Nabi Nuh itu 950 tahun dan kita mengikuti usia Rasulullah, mengikuti usia Nabi kita. Usia nabi kita 63 tahun. Maka kita harus siap-siap di angka itu, Pak. Paling-paling intervalnya, paling-paling jaraknya enggak jauh dari itu 70 80. Kenapa Rasulullah diangkat oleh Allah, dipanggil oleh Allah di usia 63 tahun? Jawabannya adalah takdir Allah. Lah kalau kita bicara takdir Allah, enggak usah pakai kajian pengajian, Pak. Sudah selesai. Tapi takdir yang menimpa Rasulullah orang yang paling mulia adalah merupakan pelajaran penting bagi kita. Kenapa 63 tahun Rasulullah dipanggil oleh Allah di usia yang paling produktif? Karena di atas usia 70 tahun kita sudah tidak produktif lagi, Pak. Diakui atau tidak? Mau tidak mau, suka tidak suka, saya pun akan berangkat ke alamat itu. Saya pasti tua, Pak. Orang ada dua yang tidak usah diminta kepada Allah itu dua. Satu mati, dua tua. Enggak usah minta mati. Ya Allah matikan aku. Mati-mati karepe dewe. Ya Allah tuakan diriku. Enggak usah minta. Tua-tua sendiri Pak. Tapi bagaimana kita memanfaatkan umur kita ini benar-benar efektif, benar-benar penuh manfaat. Karena yang dijamin oleh Allah baik. Manusia yang baik adalah manusia yang paling banyak membawa manfaat untuk orang lain sesuai dengan bidang kita, sesuai dengan keahlian kita. Insyaallah Bapak-bapak, Ibu-ibu semuanya ini adalah hidup yang penuh manfaat karena kita di sini ya pasti bermanfaat, Pak. Ini hanya sebagai peringatan saja. peringatan untuk kita semua agar lebih manfaat lagi. Nah, oleh karena itu kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala di akhir tahun 2026 ini mudah-mudahan segala keburukan dihilangkan sama Allah, digantikan dengan kebaikan. Segala kesusahan dihilangkan sama Allah digantikan dengan kebahagiaan. Segala keruetan hidup kita semoga diurai sama Allah, digantikan dengan kelancaran dan kita berdoa mudah-mudahan Jawa Timur khususnya menjadi provinsi yang barokah, Pak. Memberkahi bagi anak-anak kita semua. Memberkahi kita semua dan memberkahi untuk masa depan masa depan ee bagi kita semua yang berada di sini. Dan semoga segala usaha kita, segala usaha kita dimudahkan sama Allah, segala hajat kita dikabul sama Allah, dan kita mendapatkan ilmu yang manfaat yang dengan ilmu itu kita benar-benar yakin kita menjadi orang yang manfaat dan orang-orang yang istikamah. Dan kita mohon kepada Allah semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, mengampuni kesalahan kita sehingga tidak ada lagi ujian-ujian yang membuat kita menderita, membuat saudara-saudara kita menderita. Dan mudah-mudahan ini merupakan yang terakhir, Pak. Ya, mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala bersudi untuk mengampuni dosa-dosa kita sehingga kesalahan kesalahan yang kita kerjakan tidak sampai berimbas kepada ujian yang Allah timpakan kepada kita. Semoga Allah Subhanahu wa taala memberkati umur kita. Semoga Allah taala memberkahi keluarga kita, memberkahi anak-anak kita, memberkahi pekerjaan kita, dan memberkahi hidup kita. sehingga kita menjadi orang yang bahagia, selamat dunia sampai dengan akhirat. Mari kita awali doa kita ini dengan membaca ummul Quran suratul fatihah. Ala hadiniah asalihah. Alfatihah. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin. Arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyaka nastain. Ihdinasiratal mustaqim. Amin. Kita kirimkan suratul fatihah juga para pendahulu-pendahulu kita, para pahlawan-pahlawan kita yang telah berjasa dalam hidup kita ini. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka, Allah menerima amal kebaikan mereka, Allah melapangkan menerangkan kubur mereka. Dan Allah mengangkat derajat mereka di derajat tertinggi bersama para nabi dan para rasul. Khusan untuk pahlawan-pahlawan kita, pendahulu-pendahulu kita. Alfatihah. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin. Arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyaka nastain. Ihdinasiratal mustaqimatadina anamta alaihim ghairil magdubi alaihim. Amin. Kita kirimkan al-fatihah untuk pemimpin-pemimpin kita, untuk presiden kita, untuk gubernur kita, untuk semua bupati walikota kita, dan semua perangkatnya. Semoga mereka selalu diberikan kekuatan oleh Allah lahir dan batin sehingga bisa mengemban amanah yang besar ini ya Allah. sehingga bisa membawa Indonesia, membawa Jawa Timur menuju negara, menuju provinsi yang benar-benar baltatun thyibatun warbun gfur. Menjadikan rakyatnya bahagia, menjadikan rakyatnya berkah, menjadikan masyarakatnya adil dan makmur. Gemah ripah loh jinawi. Ala hadinah alfatihah. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin arrahmanirrahim maiki yaumiddin iyaka na'budu wa iyyaka nasta'in ihdinasirathal mustaqim shathalladzina anamta alaihim ghairil maghdubi alaihim waladin amin. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin. Hamdan katsiran thayyiban mubarokan fih. Hamdan yuwafi niamahu wa yukafi mazidah. Ya rabbana lakal hamdu kama yambagiali wajhikal karimik subhanaka nuhsana alika anta asita nafsikakal hamduard wakakal hamdu rit wakal hamdu ba ridum lakal hamdu wailaikal mustaaka wa antal musta'an wala haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim allahuma ya Allah ya Rabbi, ya Rahman, ya Rahim yang maha pengasih dan maha penyayang, yang maha pengampun atas segala dosa. Ampuni dosa kami ya Allah, dosa ibu bapak kami, dosa guru-guru kami, dosa pemimpin-pemimpin kami, dosa pahlawan-pahlawan kami, dosa orang-orang yang pernah berjasa dalam hidup kami. Ya Allah, limpahkan Indonesia barokah. Ya Allah, limpahkan Jawa Timur barokah. Limpahkan kami hidup yang barokah ya Allah. Rumah tangga yang barokah, anak-anak yang barokah, pekerjaan yang barokah, usaha yang barokah, rezeki yang barokah. Allahum ya Allah jika ada yang sakit di antara kami sembuhkan sakitnya. Jika ada yang punya hajat kabulkan hajatnya. Jika ada yang punya urusan, mudahkan urusannya. Jika ada yang hatinya susah, hilangkan kesusahannya, Ya Allah. Jika ada yang punya masalah, berikan jalan keluarnya, ya Allah. Ya Rabbal Alamin. Allahuma, ya Allah, berikan kami ilmu yang manfaat yang dengan ilmu itu ya Allah, Engkau kuatkan iman dan Islam kami. Yang ilmu itu ya Allah, Engkau jadikan kami orang-orang yang istikamah. yang dengan ilmu itu, "Ya Allah, Engkau tutup usia kami kelak dengan husnul khatimah. Jadikan hidup kami penuh manfaat ya Allah, manfaat untuk orang lain. Sebagaimana sabda Nabi khairunas anfauhum linas." Sebaik-baik manusia adalah orang yang punya nilai manfaat untuk orang lain. Allahum ya Allah angkatlah segala musibahku, angkatlah segala bala dari tanah air tercinta kami Indonesia ini ya Allah. Segala macam bala, Ya Allah. Segala macam bala, Ya Allah. Gantikan dengan kenikmatan-Mu, ya Allah. Sungguh banyak ujian-ujian yang Kau timpakan kepada rakyat Indonesia dan kami sudah berusaha sabar ya Allah. Karena itu ya Allah kuatkan kesabaran kami. Kuatkan kesabaran kami. Allahuma ya Allah jadikan kami orang-orang yang pandai bersyukur atas semua nikmat-Mu. Nikmat kesehatan kami, nikmat pekerjaan kami, nikmat keadaan kami ini. Bagaimanapun ini adalah semua nikmat dari Engkau ya Allah. Karena itu jadikan kami orang-orang yang pandai bersyukur ya Allah. Jadikan kami orang-orang yang ikhlas menjalani hidup ini ya Allah. Jadikan kami orang-orang yang sabar menghadapi ujian-Mu. Allahum ya Allah iyaka na'budu wa iyaka nasta'in. Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Turunkan pertolongan-Mu ya Allah. Turunkan pertolongan-Mu ya Allah. Rbana taqobbal minna innaka ant samiul alim. Wub alaina innaka ant tawwabur rahim. Rabbana la tuzi qulubana ba'da id hadzaitana wahablana min ladunka rahmah. Innaka antal wahab. Rbana afrigh alaina shro watwa muslimin. Rbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinazabanar wainal jann maal abr ya azizu ya garabbal alamin. Jazallahu anna sayyidana Muhammadan shallallallahu alaihi wasallam ma hua ahluh bifadli subhana rabbika rabbil izzati amma yasifun wasalamun alal mursalin walhamdulillahi rabbil alamin. Amin. Amin ya rabbal alamin. Demikianlah Bapak Ibu muhasabah yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan disertai hidayah oleh Allah Subhanahu wa taala. Kita semua mendapatkan ilmu yang manfaat. Dan semoga tahun 2026 ini jauh lebih baik dan lebih berkah daripada tahun sekarang ini. Insyaallah kita akan menjadi orang yang sukses dunia akhirat. Wallahul muwafiq ila aqwam thq. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam.