Transcript
ZwapfkoMAOA • ASN Mengaji 2025 - Muhasabah Diri dan Doa Akhir Tahun
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0287_ZwapfkoMAOA.txt
Kind: captions
Language: id
Aakbar Surabaya dan sekaligus nanti
berkenan memimpin doa bersama. Kepada
beliau kami persilakan.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi rabbil alamin.
Wabihi nasta'inu ala umurid dunya waddin
wausolli wausallimu ala kohairi
khalqillah sayyidil mursalin
sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa
ashabihi.
Watabiina waman tabiahum biihsan ila
yaumiddin.
Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna
muhammadan abduhu wa rasuluh.
Allahumma sholli wasallim wabarik ala
sayyidina Muhammad
wa ala alihi wa ashabihi ajmain.
Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
innaka antal alimul hakim. Rabbisrohli
sodri wa yassirli amri wahlul uqdatan
min lisani
yafqohu qauli. Amma ba'duh.
Yang kita muliakan bersama-sama Bapak
Kepala BPSDM
almukarram Bapak Dr.
Ramlianto, SPMP,
K. H. Dr. Jazuli yang saya muliakan.
Seluruh sesepuh, pinisepuh,
widyaswara, BPSDM
dan seluruh ASN
di lingkungan BPSDM ini. Yang
berbahagia,
alhamdulillah wasyukrulillah kita masih
ditakdirkan oleh Allah bisa bertemu,
bisa berkumpul
untuk muhasabah akhir tahun ini.
Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini
menambah keberkahan umur kita dan apa
yang kita lakukan ini menjadikan
dosa-dosa kita diampuni oleh Allah
subhanahu wa taala. Segala
kebaikan diberikan Allah kepada kita.
Amin. Allahuma amin.
Kita memang wajib bersyukur, Pak, dalam
keadaan apapun. Dalam keadaan yang
seperti ini, negara kita sedang diuji
oleh Allah Subhanahu wa taala.
Ujian yang bertubi-tubi
di Sumatera, di Aceh,
dan di lain tempat di Indonesia ini
sedang diuji oleh Allah Subhanahu wa
taala. Kita pun ikut merasakan derita
mereka, kesengsaraan mereka.
Karena orang itu dianggap bersaudara
kalau merasakan
apa yang dirasakan oleh saudara kita.
Mereka yang kena musibah, kita juga ikut
mera merasakan. Bisa jadi mereka yang
kena musibah karena dosa-dosa yang kita
lakukan.
Karena doaharal fasadu fil barri wal
bahri bima kasabat aidinas.
telah nyata
kerusakan di daratan dan di lautan itu
karena ulah tingkah manusia.
Ulah tingkah manusia ini sifatnya
general.
Jadi kita yang berdosa di sana yang
menanggung dosanya.
Wattaqu fitnatan la tusibannalladzinaamu
minkum khosh. Dan takutlah kalian
terhadap azab yang tidak hanya menimpa
orang-orang yang baik-baik, orang-orang
yang zalim saja. Jadi yang melakukan
dosa ini adalah orang zalim,
tapi yang mendapat musibah orang-orang
baik. Maka kita jadikan momentum
muhasabah akhir tahun ini untuk taubat
nasional.
sama-sama kita bertobat kepada Allah,
kita kembali kepada Allah. Mungkin saja
apa yang mereka alami itu karena
dosa-dosa dosa-dosa kita.
Kemudian syukur itu adalah
tanda kita iman kepada Allah Subhanahu
wa taala. Iman terbesar itu syukur, Pak.
Karena syukur itu pengakuan.
Pengakuan bahwa nikmat ini berasal dari
Allah. Apa
saja bentuk nikmat ini kita kasing
menghitung tapi enggak mungkin bisa kita
hitung. Wain taudu nikmatallahi la
tuhsuha. Jika kita menghitung nikmat
Allah gak akan ketemu. Umur kita habis
nikmat Allah masih ada.
Nikmat yang terbesar itu adalah
sehat. Tentu kita sehat. Saya lihat
insyaallah sehat semua ya.
Semoga sehat ini berkah, Pak. Karena
kesehatan itu jadi kita bisa melakukan
aktivitas kita sehari-hari.
Dan ada orang yang keliru menafsirkan
syukur ini. Pertama,
dikasih sehat, tapi sehat itu tidak
dimanfaatkan untuk hal-hal positif.
Tandanya orang syukur itu seperti dalam
Al-Qur'an.
Rbi
azi an askur nikmatakallati. Ya Allah
berikan aku kekuatan untuk bisa
bersyukur atas nikmat-Mu kepadaku.
Waa walidaiya dan bersyukur atas kedua
orang tuaku.
Kita jadi seperti ini karena orang tua
kita, Pak.
Kita jadi seperti ini karena doa-doa
mereka. Mungkin orang tua itu banyak di
antara kita orang tuanya yang
biasa-biasa.
Mungkin ada yang miskin tapi anaknya
kaya.
Itu doanya orang tua kena kepada
anaknya.
Jadi kita ini sukses itu hanya 1% saja
dari kita sendiri, Pak. Yang 99%
dari faktor orang lain. Dan terbesar
faktor orang lain itu orang tua.
Orang tua yang doa, kita yang kena.
imbasnya.
Bukankah doa itu ndak langsung diijabah
oleh Allah, bisa ditunda oleh Allah
subhanahu wa taala. Kadang-kadang doa
itu ditunda lama.
Yang berdoa orang tua, tapi yang
diijabah kepada anaknya.
Kadang-kadang kita sendiri berdoa, doa
kita sekarang, tapi gak diijabah
langsung.
bisa minggu depan,
bisa bulan depan, bisa tahun depan.
Doa yang baik itu begitu, Pak. Doa yang
muajjal bukan muajjal. Kalau muajjal
pakai ain, doa yang dipercepat oleh
Allah Subhanahu wa taala. Kalau muajjal
pakai ain, pakai hamzah itu ditunda sama
Allah. Dan rata-rata doanya orang saleh
itu, doanya orang baik itu doa yang
ditunda sama Allah Subhanahu wa taala.
Nabi Allah Ibrahim alaihialatu wasalam
pernah berdoa ketika masuk Makkah.
Rbi ij'al hadza baladan aminan warzuq
ahlahu minataroti man minhum billahi wal
yaumil akhir. Jadikan negeri ini ya
Allah negeri yang aman.
Pertanyaan saya apakah Ibrahim masuk
Makkah itu sudah aman?
Sudah negeri belum, Pak? Belum ada.
Makkah itu Ibrahim ke Makkah itu baru
Bukit Batu.
Di sana ada bukit yang tandus, yang
gersang, yang tidak ada air, tidak ada
tidak ada pohon.
Doanya, "Rabbana inni askantu min
dzurriyati biwadin giri zararin in
baitikal muharrom."
Ya Allah, aku tinggalkan anak istriku.
di bukit yang tidak ada air, tidak ada
daun, tidak ada makanan dekat rumahmu
yang mulia ini.
Kemudian berdoa, "Rabbi ja'al hadza
baladan amin." Jadikanlah negeri ini
aman ya Allah. Warzuq ahlahu minat
tsamarat. Dan berikan rezeki dari
penduduknya berupa buah-buahan.
Pertanyaan saya, Pak Ibrahim tatkala
berdoa itu sudah ada enggak jeruk? Sudah
ada enggak kurma? Belum ada sama sekali.
Baru sekarang berapa tahun? 3.000 tahun
berikutnya diijabah oleh Allah Subhanahu
wa taala. Makkah itu menjadi negara yang
makmul,
negara yang baldatun thyibatun warbun
gofun. Nyari apa enggak ada di Makkah
Madinah. Bagi yang pernah haji, pernah
umrah, merasakan ini.
Ada namanya kota Thaif itu, Pak. Kota
buah.
Buah apa saja di sana bisa ditanam. Dan
kalau kita pengunjung ke sana itu
gratis. Kalau makan di tempat
yang dibungkus itu yang bayar. Makanya
saya mumpung gratis ke sana mesti saya
kasih lapar perut saya di sana supaya
gratis. Mangan delima sak tuwuke.
Mangan delima di sana nanti di hotel
murus
doanya ditunda sama Allah Subhanahu wa
taala. Baru sekarang ini, Pak, saya
punya kabar kalau perempuan di tanah
suci itu kalau hamil dan lapor ke
kerajaan itu dianggap bekerja untuk
kerajaan.
Kalau hamilnya besar, rumah sakitnya
gratis,
obatnya gratis, apa saja gratis. Dan
kalau mau melahirkan di sana gratis juga
dan dapat beasiswa sampai S1. Kemudian
kalau keluar rumah sakit maka anaknya
dapat bingkisan yang cukup
menarik dari
kerajaan. Makanya hobinya sana perempuan
sana itu hamil, Pak. Hobinya hamil.
Kalau misalnya enggak punya uang suami
istri, maah hamil, maah. Hamil, maah,
disuruh hamil istrinya.
Nah, syukur itu, Pak, adalah
mengakui nikmat Allah Subhanahu wa
taala. Kalau kita mengucapkan
alhamdulillah mudah. Orang ngomong
alhamdulillah itu mudah.
Tapi mengakui sampai ke hati syukur itu
yang susah. Ini nikmat dari Allah yang
harus aku pergunakan untuk sesuatu yang
positif.
Jadi intinya dua syukur itu mengakui
hati ini kalau nikmat itu berasal dari
Allah dan kemudian mempergunakan untuk
hal-hal yang posi positif.
Kemudian mempergunakan hal-hal yang
positif tentu adalah pekerjaan kita.
Allah mengkondisikan kita bekerja sesuai
dengan profesi kita masing-masing adalah
bentuk syukur kita kepada Allah
Subhanahu wa taala. Maka ibadah yang
paling mulia bagi ASN adalah bekerja.
Syukur.
Yang paling mulia di mata Allah itu
adalah bekerja.
Bekerja.
Dan jarang sekali orang yang pandai
bersyukur ini, Pak. Jarang sekali.
Karena itu Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam di dalam doa tawaf selalu
berdoa begini. Allahumma ja'alni minal
khalil. Allahumma ja'alni minal khalil.
Ya Allah jadikan aku orang yang sedikit.
Jadikan aku orang yang sedikit.
Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah,
kebanyakan orang minta agar diberikan
banyak. Kenapa engkau diberikan sedikit?
Minta diberi sedikit-sedikit."
Kemudian Rasulullah membacakan ayat
Allah waqilum min ibadiyasakur. Sangat
sedikit sekali orang yang bisa dan
pandai bersyukur. Mudah-mudahan kita
termasuk orang yang sedikit itu Pak.
Orang yang pandai bersyukur.
Kemudian
wa an a'ala shihan tardohu.
Dan jadikanlah kenikmatan itu, ya Allah
untuk bekal aku bisa berbuat baik.
Mungkin kalau
ada yang akan purna,
jenengan jangan enggak usah khawatir,
Pak. Purna itu adalah purna tugas di
sini, tapi tugas di tempat lain. Saya
kebetulan ee
pertama kali Pak Imam Utomo itu
mendirikan Masjid Nurul Iman di tempat
beliau itu. Saya jadi imam yang pertama
sampai sekarang. Jadi imam itu saya di
sana, Pak.
Kemudian beliau cerita kepada saya, "Mas
Muzaki,
saya ndak jadi gubernur
sekarang malah repot saya. Sibuk saya
jadi apa, Pak?" Jadi takmir masjid.
Nanti Bapak-bapak yang purna, Ibu-ibu
yang purna juga sama dengan itu Pak. Di
sini adalah tugas sebagai ASN saja
mungkin tidak sebanyak tugas di luar.
itu kalau kita produktif itu artinya wa
an asura nikmatakallati anamta alaiya.
Jadi digunakan nikmat itu untuk hal-hal
yang baik dan positif.
Wa aslihli firiyati. Kemudian baru
minta, "Ya Allah, perbaiki anak
keturunanku, perbaiki generasiku."
Kita enggak boleh egois, Pak.
Kita sudah jadi
pekerja, kita sudah kerja di sini dan
sudah purna. Kita harus mempersiapkan
generasi kita, mempersiapkan masa depan
anak-anak kita. Orang yang baik itu
tidak hanya orang yang bekerja keras
kemudian mengukir prestasi, tapi orang
yang baik itu adalah orang yang bisa
mengkader generasinya menjadi
generasi-generasi yang brilian.
Inni tubtu ilaika wa inni minal
muslimin. Sesungguhnya aku bertobat
kepadamu ya Allah dan aku adalah
orang-orang yang pasrah. Lagi-lagi
tobat, tobat, tobat.
Kita ini terlalu banyak dosa, Pak. Ya,
mohon maaf kita ini terlalu banyak dosa.
Jadi, kata-kata yang terbaik untuk kita
adalah taubat nasuha.
terkait dengan akhir tahun
ini sudah menjelang akhir tahun dan kita
akan menginjak tahun baru tahun 2026.
Tentunya banyak harapan di tahun depan
ini lebih baik, lebih berkah, lebih
sukses, lebih maju dan lain sebagainya.
Tapi memang di tahun
2025 ini
banyak sekali yang mengatakan
kita berada di
tahun-tahun yang agak apes begitu.
Bagi kita orang yang beriman tidak ada
kata apes,
tidak ada kata nahas.
Di dalam Al-Qur'an ada kata-kata apes,
ada kata nahas.
Yauman ayyamin nahisat, hari-hari nahas.
mustamir
hari nahas yang
bikin menderita
itu bagi orang-orang yang
ingkar kepada Allah, orang yang durhaka
kepada Allah yang diazab oleh Allah
subhanahu wa taala.
Seperti kaum-kaum terdahulu yang karena
keingkarannya kemudian mereka diazab
oleh Allah. Tapi kita tidak mengenal
hari naas, Pak.
sampai orang yang kena musibah pun,
orang yang diuji oleh Allah pun itu
masih menganggapnya sebagai nikmat dari
Allah Subhanahu wa taala.
Orang yang ditinggal mati keluarganya,
ditinggal mati anaknya, ditinggal mati
istrinya.
Kemudian dia berdoa kepada Allah,
"Ya Allah, gantikan musibah ini dengan
pahalamu
dan gantikan yang hilang ini dengan
ganti yang baik,
maka Allah akan menggantinya dengan
ganti yang yang baik." Kemudian kita
berdoa, "Allahumagfirlahu warhamhu
waafihi waafu anhu." Ya Allah ampunilah,
sayangi dia, berikan afiah kepadanya.
Maka Allah berjanji, siapapun yang
kehilangan sesuatu
dan berdoa seperti itu, maka Allah akan
menggantinya.
Kita husnudan kepada Allah bahwa semua
yang terjadi ini adalah merupakan
kebaikan.
Ajaban li amral mukmin. Sungguh
menakjubkan urusan orang-orang yang
beriman.
Ya in asobahu khairon
syakaro wain asobahu syarron shobaro.
Ketika ditimpa
kebaikan dia bersyukur. Ketika ditimpa
kesusahan dia bersabar dan itu merupakan
jalan menuju sur surganya. Jadi tidak
ada tidak ada kata-kata apes bagi kita,
tidak ada kata naas bagi kita.
optimis.
Harus optimis dan menyambut tahun baru
ke depan ini harus lebih optimis lagi.
Tentunya dengan instruppeksi. Mungkin
banyak kesalahan yang kita lakukan di
tahun-tahun 2025 kita perbaiki.
Kita sambut 2026 menjadi tahun yang
lebih baik lagi. Walaupun dalam kaitan
ini Islam sendiri tidak pernah
mengajarkan tahun baru. Tapi okelah.
ini merupakan
putaran tahun ini kan hanya hitungan,
Pak. Hanya hitungan. Sekarang apa
bedanya?
Bahwa di dalam kita melangkah itu ada
kalender yang terkecil, ada kalender
yang terbesar.
Kalender yang terkecil itu namanya
asaah,
jam.
Disebut jam.
Dan assaa itu adalah
kiamat.
Waat
fiha waallahabur.
Dan sesungguhnya kiamat itu sangat dekat
sekali. Makanya asaah itu disebut dengan
kalender yang paling kecil.
Yang paling panjang itu assanah tahun
atau am.
Antara tahun
dan jam ini sama, Pak.
Karena jam ini di dalam tahun tersebut
ada orang ditanya, "Pak, Anda bohong?
Anda enggak bohong selama setahun bisa
enggak, Pak?" "Wah, berat, Pak."
Oke, dikurangi pertanyaannya. Kalau
enggak bohong sebulan, Pak.
Insyaallah. Insyaallah sudah berubah.
Kalau enggak bohong seminggu
bisa, Pak? Insyaallah, Pak. Oh, bisa.
Kalau enggak bohong sehari.
lebih bisa, Pak. Kenapa orang menjawab
waktu itu
yang kecil bisa, tapi yang panjang tidak
bisa. Padahal yang kecil waktu itu
adalah dari bagian waktu yang panjang,
yang besar.
Karena itu kita menghitung waktunya
adalah waktu kecil.
Jangan menghitung waktu yang panjang.
Kalau kita menghitung waktu yang
panjang, kita banyak kehilangan waktu,
Pak.
Padahal Al-Qur'an itu sudah jelas-jelas
menjadikan waktu itu hal yang paling
penting dalam kehidupan ini.
Sampai Allah bersumpah atas nama waktu
itu
dari yang paling pagi sampai yang paling
malam disumpah sama Allah. Jarang-jarang
Allah bersumpah atas nama waktu ini.
Kalau kita enggak boleh. Kita bersumpah
atas nama makhluk gak boleh. Kita harus
bersumpah atas nama Allah. Wallahi. Tapi
Allah bersumpah atas nama waktu yang
paling pagi. Wal fajri.
Demi waktu fajar, demi waktu subuh.
Lebih siang lagi, Pak.
Wadduha
demi waktu dhha. Lebih siang lagi, Pak.
W nahar demi waktu nahar.
Itu namanya istilah orang Jawa beduk
dobol. Itu disumpahi sama Allah. Sorenya
wal asri. demi waktu asar dan malamnya
wallaili demi waktu malam. Itu kalau
bukan urusan yang paling penting dalam
hidup gak mungkin disumpahi sama Allah.
Kemudian kita tahu banyak yang
dilalaikan manusia adalah waktu.
Sehingga Al-Ghazali pernah mengatakan
ada yang paling cepat, ada yang paling
dekat
dan ada yang paling berat.
Mudah diingat. Yang paling cepat, yang
paling dekat, yang paling ber berat.
Yang paling dekat itu adalah
kematian, yang paling cepat itu adalah
waktu dan yang paling berat adalah
kejujuran.
Kita manfaatkan waktu kita karena sekali
kita meninggalkan waktu itu tidak akan
bisa kembali. Dan penyakit yang tidak
bisa disembuhkan sekarang ini adalah
satu, Pak. Penyakit menyesal.
Menyesal itu selalu datang di belakang
dan tidak akan bisa kembali lagi. Semua
penyesalan di Al-Qur'an itu adalah
menyesalkan waktunya. Kesempatan yang
diberikan Allah kepada kita tidak kita
manfaatkan. Laula akh ila ajalin qorib
faasodqo waakum minihin.
Ya Allah berikan kesempatan aku untuk
kembali hidup sebentar saja ya Allah
niscaya aku menjadi orang yang ahli
sedekah dan aku menjadi orang-orang yang
baik.
Laula akhani karatan faakuna minal
muhsinin. Berikan kesempatan aku
sebentar saja ya Allah. Aku niscaya akan
menjadi orang-orang yang yang baik.
Kemudian
kita melihat bahwa orang-orang yang
menyesal ketika melihat azab Allah
mereka berteriak, Pak. Berteriak di
neraka ini. Karena mereka orang-orang
yang menyia-nyiakan waktu itu ya yang
tidak memanfaatkan waktunya untuk
hal-hal yang baik.
Mereka mengatakan kepada Allah, "Ya
Allah,
berikan kesempatan aku hidup
sebentar saja, ya Allah." Ini kalau
dalam bahasa balagahnya adalah tamanni,
Pak. Tamani sesuatu yang tidak mungkin
terjadi.
Kalau taroj mungkin terjadi. Kalau
tamani enggak mungkin terjadi.
Berikan kesempatan saya, ya Allah.
Kemudian Allah menjawab, "Awalam
nuamirkum ma yatadakar."
Kamu yang usia 60 ke mana? Ke mana saja
60 tahun? Kamu yang usia 70 ke mana 70
tahun? Kamu yang usia 50 ke mana 50
tahun?
Awalan nuamirkum ma yatadakaru fi
manakaro waakumunir.
Dan telah datang para utusan kepadamu.
Telah datang orang yang mengajak
kebaikan kepadamu.
Tapi kamu tidak hiraukan. Sekarang kamu
menyesal sendiri. Ingat Pak penyesalan
itu cuma satu. Menyesalkan waktunya yang
telah hilang. Kita sebenarnya sama.
Orang yang dikasih umur banyak, orang
yang dikasih umur pendek itu sama saja
sama. Jadi sama-sama jatah umur dari
Allah Subhanahu wa taala. Akan tetapi
ada orang yang pandai memanfaatkan
waktunya sehingga berhasil. Ada orang
yang menyia-nyiakan waktunya.
Kalau orang yang memanfaatkan waktunya
walaupun dia umur pendek, Pak, maka dia
manfaat dan manfaat inilah yang dicari
dalam hidup itu. Khairun nas anfauhum
linnas. Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda, "Bagi siapapun yang
mungkin Bapak Ibu yang purna, mungkin
Anda telah mengabdikan diri di sini dan
telah menunjukkan prestasi panjenengan
sekarang kemudian akan berpindah dengan
prestasi yang lain." Karena orang yang
baik itu adalah bukan dari jumlah
umurnya, Pak. Tapi berapa banyak
prestasi hidupnya yang ditorehkan. Kirun
nas man thola umruhu wa hasuna amaluh.
Sebaik-baik manusia itu adalah yang
panjang umurnya,
yang manfaat hidupnya. Wasyarunas man
thola umruhu wasa amaluh. Dan
sejelek-jelek manusia itu panjang
umurnya tapi gak punya prestasi sama
sekali. Lebih baik pendek umurnya. Dan
kita tahu ulama-ulama terdahulu itu
tidak ada yang panjang umur. Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam sendiri
adalah 63 tahun. Satu usia pendek untuk
ukuran orang Makkah, untuk ukuran Nabi.
Yang paling pendek adalah Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Dulu usia
Nabi itu ada yang 1400,
ada yang 1000. Bahkan Nabi Nuh
diceritakan di dalam Al-Qur'an, inna
arsalna nuhan falabisa fihim eh
alfasanatin illa khina.
Umurnya Nabi Nuh itu 950 tahun dan kita
mengikuti usia Rasulullah, mengikuti
usia Nabi kita. Usia nabi kita 63 tahun.
Maka kita harus siap-siap di angka itu,
Pak. Paling-paling intervalnya,
paling-paling jaraknya enggak jauh dari
itu 70 80. Kenapa Rasulullah diangkat
oleh Allah, dipanggil oleh Allah di usia
63 tahun? Jawabannya adalah takdir
Allah. Lah kalau kita bicara takdir
Allah, enggak usah pakai kajian
pengajian, Pak.
Sudah selesai. Tapi takdir yang menimpa
Rasulullah orang yang paling mulia
adalah merupakan pelajaran penting bagi
kita.
Kenapa 63 tahun
Rasulullah dipanggil oleh Allah di usia
yang paling produktif?
Karena di atas usia 70 tahun kita sudah
tidak produktif lagi, Pak. Diakui atau
tidak? Mau tidak mau, suka tidak suka,
saya pun akan berangkat ke alamat itu.
Saya pasti tua, Pak.
Orang ada dua yang tidak usah diminta
kepada Allah itu dua. Satu mati, dua
tua. Enggak usah minta mati. Ya Allah
matikan aku. Mati-mati karepe dewe. Ya
Allah tuakan diriku. Enggak usah minta.
Tua-tua sendiri Pak. Tapi bagaimana kita
memanfaatkan umur kita ini benar-benar
efektif, benar-benar penuh manfaat.
Karena yang dijamin oleh Allah baik.
Manusia yang baik adalah manusia yang
paling banyak membawa manfaat untuk
orang lain sesuai dengan bidang kita,
sesuai dengan keahlian kita. Insyaallah
Bapak-bapak, Ibu-ibu semuanya ini adalah
hidup yang penuh manfaat
karena kita di sini ya pasti bermanfaat,
Pak. Ini hanya sebagai peringatan saja.
peringatan untuk kita semua agar lebih
manfaat lagi. Nah, oleh karena itu kita
berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala
di akhir tahun 2026 ini mudah-mudahan
segala keburukan dihilangkan sama Allah,
digantikan dengan kebaikan.
Segala kesusahan dihilangkan sama Allah
digantikan dengan kebahagiaan. Segala
keruetan hidup kita semoga diurai sama
Allah, digantikan dengan kelancaran dan
kita berdoa mudah-mudahan Jawa Timur
khususnya
menjadi provinsi yang barokah, Pak.
Memberkahi bagi anak-anak kita semua.
Memberkahi kita semua dan memberkahi
untuk masa depan masa depan ee bagi kita
semua yang berada di sini. Dan semoga
segala usaha kita, segala usaha kita
dimudahkan sama Allah, segala hajat kita
dikabul sama Allah, dan kita mendapatkan
ilmu yang manfaat yang dengan ilmu itu
kita benar-benar yakin kita menjadi
orang yang manfaat dan orang-orang yang
istikamah.
Dan kita mohon kepada Allah semoga Allah
mengampuni dosa-dosa kita, mengampuni
kesalahan kita sehingga tidak ada lagi
ujian-ujian yang membuat kita menderita,
membuat saudara-saudara kita menderita.
Dan mudah-mudahan ini merupakan yang
terakhir, Pak. Ya, mudah-mudahan Allah
Subhanahu wa taala bersudi untuk
mengampuni dosa-dosa kita sehingga
kesalahan kesalahan yang kita kerjakan
tidak sampai berimbas kepada ujian yang
Allah timpakan kepada kita. Semoga Allah
Subhanahu wa taala memberkati umur kita.
Semoga Allah taala memberkahi keluarga
kita, memberkahi anak-anak kita,
memberkahi pekerjaan kita, dan
memberkahi hidup kita. sehingga kita
menjadi orang yang bahagia, selamat
dunia sampai dengan akhirat. Mari kita
awali doa kita ini dengan membaca ummul
Quran suratul fatihah. Ala hadiniah
asalihah.
Alfatihah.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi rabbil alamin.
Arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka
na'budu wa iyaka nastain. Ihdinasiratal
mustaqim.
Amin. Kita kirimkan suratul fatihah juga
para pendahulu-pendahulu kita, para
pahlawan-pahlawan kita yang telah
berjasa dalam hidup kita ini. Semoga
Allah mengampuni dosa-dosa mereka, Allah
menerima amal kebaikan mereka, Allah
melapangkan menerangkan kubur mereka.
Dan Allah mengangkat derajat mereka di
derajat tertinggi bersama para nabi dan
para rasul. Khusan untuk
pahlawan-pahlawan kita,
pendahulu-pendahulu kita. Alfatihah.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi rabbil alamin.
Arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka
na'budu wa iyaka nastain. Ihdinasiratal
mustaqimatadina
anamta alaihim ghairil magdubi alaihim.
Amin. Kita kirimkan al-fatihah untuk
pemimpin-pemimpin kita, untuk presiden
kita, untuk gubernur kita, untuk semua
bupati walikota kita, dan semua
perangkatnya. Semoga mereka selalu
diberikan kekuatan oleh Allah lahir dan
batin sehingga bisa mengemban amanah
yang besar ini ya Allah. sehingga bisa
membawa Indonesia, membawa Jawa Timur
menuju
negara, menuju provinsi yang benar-benar
baltatun thyibatun warbun gfur.
Menjadikan rakyatnya bahagia, menjadikan
rakyatnya berkah, menjadikan
masyarakatnya adil dan makmur. Gemah
ripah loh jinawi. Ala hadinah alfatihah.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi rabbil alamin
arrahmanirrahim maiki yaumiddin iyaka
na'budu wa iyyaka nasta'in
ihdinasirathal mustaqim shathalladzina
anamta alaihim ghairil maghdubi alaihim
waladin amin.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi rabbil alamin. Hamdan
katsiran thayyiban mubarokan fih. Hamdan
yuwafi niamahu wa yukafi mazidah. Ya
rabbana lakal hamdu kama yambagiali
wajhikal karimik
subhanaka nuhsana alika anta asita
nafsikakal hamduard
wakakal hamdu rit wakal hamdu ba ridum
lakal hamdu wailaikal mustaaka wa antal
musta'an wala haula wala quwwata illa
billahil aliyil adzim allahuma ya Allah
ya Rabbi, ya Rahman, ya Rahim yang maha
pengasih dan maha penyayang, yang maha
pengampun atas segala dosa. Ampuni dosa
kami ya Allah, dosa ibu bapak kami, dosa
guru-guru kami, dosa pemimpin-pemimpin
kami, dosa pahlawan-pahlawan kami, dosa
orang-orang yang pernah berjasa dalam
hidup kami. Ya Allah, limpahkan
Indonesia barokah. Ya Allah, limpahkan
Jawa Timur barokah. Limpahkan kami hidup
yang barokah ya Allah. Rumah tangga yang
barokah, anak-anak yang barokah,
pekerjaan yang barokah, usaha yang
barokah, rezeki yang barokah. Allahum ya
Allah jika ada yang sakit di antara kami
sembuhkan sakitnya. Jika ada yang punya
hajat kabulkan hajatnya. Jika ada yang
punya urusan, mudahkan urusannya. Jika
ada yang hatinya susah, hilangkan
kesusahannya, Ya Allah. Jika ada yang
punya masalah, berikan jalan keluarnya,
ya Allah. Ya Rabbal Alamin. Allahuma, ya
Allah, berikan kami ilmu yang manfaat
yang dengan ilmu itu ya Allah, Engkau
kuatkan iman dan Islam kami. Yang ilmu
itu ya Allah, Engkau jadikan kami
orang-orang yang istikamah. yang dengan
ilmu itu, "Ya Allah, Engkau tutup usia
kami kelak dengan husnul khatimah.
Jadikan hidup kami penuh manfaat ya
Allah, manfaat untuk orang lain.
Sebagaimana sabda Nabi khairunas
anfauhum linas."
Sebaik-baik manusia adalah orang yang
punya nilai manfaat untuk orang lain.
Allahum ya Allah angkatlah segala
musibahku, angkatlah segala bala dari
tanah air tercinta kami Indonesia ini ya
Allah. Segala macam bala, Ya Allah.
Segala macam bala, Ya Allah. Gantikan
dengan kenikmatan-Mu, ya Allah. Sungguh
banyak ujian-ujian yang Kau timpakan
kepada rakyat Indonesia dan kami sudah
berusaha sabar ya Allah. Karena itu ya
Allah kuatkan kesabaran kami. Kuatkan
kesabaran kami. Allahuma ya Allah
jadikan kami orang-orang yang pandai
bersyukur atas semua nikmat-Mu.
Nikmat kesehatan kami, nikmat pekerjaan
kami, nikmat keadaan kami ini.
Bagaimanapun ini adalah semua nikmat
dari Engkau ya Allah. Karena itu jadikan
kami orang-orang yang pandai bersyukur
ya Allah. Jadikan kami orang-orang yang
ikhlas menjalani hidup ini ya Allah.
Jadikan kami orang-orang yang sabar
menghadapi ujian-Mu. Allahum ya Allah
iyaka na'budu wa iyaka nasta'in. Hanya
kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan
hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.
Turunkan pertolongan-Mu ya Allah.
Turunkan pertolongan-Mu ya Allah. Rbana
taqobbal minna innaka ant samiul alim.
Wub alaina innaka ant tawwabur rahim.
Rabbana la tuzi qulubana ba'da id
hadzaitana wahablana min ladunka rahmah.
Innaka antal wahab. Rbana afrigh alaina
shro watwa muslimin. Rbana atina fid
dunya hasanah wafil akhirati hasanah
waqinazabanar
wainal jann maal abr ya azizu ya
garabbal
alamin. Jazallahu anna sayyidana
Muhammadan shallallallahu alaihi
wasallam ma hua ahluh bifadli subhana
rabbika rabbil izzati amma yasifun
wasalamun alal mursalin walhamdulillahi
rabbil alamin.
Amin. Amin ya rabbal alamin. Demikianlah
Bapak Ibu muhasabah yang bisa saya
sampaikan. Mudah-mudahan disertai
hidayah oleh Allah Subhanahu wa taala.
Kita semua mendapatkan ilmu yang
manfaat. Dan semoga tahun 2026 ini jauh
lebih baik dan lebih berkah daripada
tahun sekarang ini. Insyaallah kita akan
menjadi orang yang sukses dunia akhirat.
Wallahul muwafiq ila aqwam thq.
Wasalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.