ASN Mengaji Seri 2 | 2026 - Fiqih Munakahat Eps. 03: Hak dan Kewajiban Suami Istri
m1GT90sCBLY • 2026-01-21
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
wasamyidil
mursalin sayidina wa maulana Muhammadin
waa alihi wasohbihi ajma amma ba'du.
Yang kami hormati Ustaz Abdul Fahid
Alfaizin.
Yang kami hormati para jemaah Masjid
Al-Huda.
Yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji
syukur kehadirat Allah Subhanahu wa
taala atas rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya pada kesempatan siang hari
ini kita dapat melaksanakan salat zuhur
berjamaah sekaligus dilanjutkan dengan
ASN mengaji
yang mana pada kesempatan siang hari ini
merupakan episode
3 lanjutan dari episode 2 kemarin.
dengan tema hak dan kewajiban suami
istri. Kedua kalinya selawat serta salam
marilah kita haturkan kepada junjungan
kita Nabi Besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam yang telah memberi
bimbingan tuntunan
berupa agama Islam kepada kita semua.
Para jemaah yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala, marilah kita ikuti
kajian ASN mengaji dengan tema
hak dan kewajiban suami istri yang akan
disampaikan oleh Ustaz Abdul Faid
Alfaizin. Kepada beliaunya kami
persilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
wasalamu ala sayyidil mursalin sayyidina
Muhammadin wa ala alihi wasohbihi
wabarik wasallim ajmain. Qolu subhanaka
la ilma lana illa ma alamtana innaka
antal alimul hakim. Allahummaah alaina
futuhalfin w'alana
khatan liwajhikal karim birahmatika ya
arhamar rahimin. Rbisrohli sodri
waassirli amri wahlul uqdatan m lisani
yafqohu qoli. Amma ba'du.
Para jemaah Masjid Al-Huda ASN Mengaji.
Alhamdulillah kita oleh Allah masih
diberikan nikmat sehat walafiat sehingga
kita bisa berkumpul di majelis yang
insyaallah penuh barokah ini. Semoga
setiap langkah kita menuju majelis ini
menjadi penggugur dosa-dosa kita,
menjadi peningkat derajat kita. Dan
semoga Allah Subhanahu wa taala selalu
memudahkan setiap langkah kita menuju
surganya Allah Subhanahu wa taala. Amin
ya rabbal amin. Para jemaah, kita akan
melanjutkan kajian tentang hak dan
kewajiban suami istri. Saya ingin
sedikit me-review hak dan kewajiban
suami istri. Yang pertama adalah saling
menutup rahasia pasangan. Ini yang
kemarin sudah saya jelaskan di
Al-Qur'an. Fungsi pasangan itu sebagai
pakaian. Fungsi pakaian itu nutupi sing
ndak pantes didelok wong. Itu namanya
fungsi pakaian. Maka suami istri juga
sama. Fungsinya adalah nutupi eleke
bojo, nutupi jeleknya pasangan, nutupi
kekurangan pasangan di hadapan orang
lain. Paham nggih? H ini sering sekali
jangan sampai kekurangan istri apalagi
kekurangan suami jadi bahan obrolan
waktu arisan. Ini yang kemudian harus
dihindari. Yang nomor dua, saya kemarin
juga pesan ke jenengan dan tolong nanti
jenengan pesan ke anak-anak jenengan
karena anak-anak muda sekarang itu
gampang curhat di media sosial. Makanya
satu prinsip kalau kita berhubungan
suami istri jangan pernah menceritakan
pertikaian cekcok suami istri curhatnya
di media sosial. Karena itu kalau
terjadi bahaya. Bisa jadi urusan kita
selesai tapi komporis di luar banyak.
Tukang kompor banyak. Ini prinsip
pertama. Prinsip kedua termasuk
ngapunten jangan pernah menceritakan
hal-hal yang berkaitan dengan ranjang
kita di depan orang apalagi kemudian
dijadikan bahan perbandingan sama opo
bojone kuat pirang ronde itu jangan
sampai dijadikan bahan ini yang kemudian
oleh Rasulullah alaihi wasallam
dijadikan sebagai sesuatu yang kata
Rasulullah seperti setan laki-laki
berhubungan dengan setan perempuan di
depan orang itu orang yang gampang
menceritakan urusan ranjang di tempat
publik. Kemudian yang perlu saya
sampaikan lagi adalah ini saling
menunjukkan rasa cinta. Ayo kita
sering-sering ngomong. Biasanya
laki-laki ini yang agak sulit ya. Jadi
laki-laki itu sering-sering ngomong
sayang ke istri, sering-sering ngomong
cinta ke istri. Itu kadang-kadang
penting. Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam itu sering mengungkapkan rasa
cintanya kepada istrinya.
Panggilan-panggilan sayang itu perlu
kita sematkan. Makanya saya sering
ngomong, jenengan nomor telepon istri di
HP itu pakai nama sayang. Bidadariku
cocok, istriku tercinta itu cocok.
Jangan sampai ditulis Polda. Paham
nggih? Pun ini yang kemudian harus
dibiasakan. Jadi panggilan-panggilan
saya termasuk ketika kita menjadikan ee
nama di WA, nama di Facebook, nama di
kontak kita itu buat nama-nama yang
kemudian menarik untuk pasangan kita.
Kita akan masuk kepada yang selanjutnya
ini, saling berbagi senang dan susah.
Dalam hadis riwayat Muslim dikatakan Abu
Bakar ini penting ya, masyaallah ya. Ini
pentingnya jenengan ada satu kisah ini
menarik. Ini penting bagi kita nanti
kalau jadi mertua.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
itu pernah sedikit cekcok dengan Siti
Aisyah.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
itu pernah suatu ketika Abu Bakar,
berarti Abu Bakar itu apanya Rasulullah?
mertua.
Mertua. Mertua datang ke rumah mantu.
Ketika Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam datang ke rumah Siti Aisyah,
maka Siti Aisyah itu teriak-teriak di
depan Rasulullah. Jenenge bojo. Bentak
bojo kan wajar nggih. Wis ini cocok
untuk Bapak-bapak. Jenengan eling.
Rasulullah itu pernah diteriaki Siti
Aisyah. Itu Rasul Pak. Apalagi cuma ASN.
Jadi mek dibentak bojo ngono yo ono
wajare. Wong Rasulullahi itu pernah Siti
ini hadis sahih. Rasulullah itu pernah
Siti Aisah itu ngomong keras di depan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Rasulullah itu orangnya masyaallah ngih
tidak pernah pakai hadis untuk menyerang
istri padahal yang punya hadis. Wong
jenengan gak punya hadis kadang-kadang
hadis setelah belajar untuk menyerang
istri. Rasulullah itu tidak. Jadi
Rasulullah ketika Siti Aisyah itu teriak
di depan beliau, ketika itu Abu Bakar
datang. Ketika Abu Bakar datang, apa
yang dilakukan Abu Bakar? Abu Bakar
malah yang marah. Kenapa beliau marah?
Karena beliau tidak terima orang yang
beliau hormati, teman dekatnya,
kekasihnya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam diteri oleh istrinya yang
anaknya sendiri.
Maka Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam ketika itu beliau ada di
sampingnya Siti Aisyah. Abu Bakar itu
sebagai orang tuanya Siti Aisyah itu
hampir memukul anaknya karena teriak di
depannya Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Apa yang dilakukan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam? Beliau
langsung berhadapan di depannya Siti
Aisyah menghalangi Abu Bakar untuk mukul
istrinya. Ini kan hebat, Pak. Akhirnya
apa? Siti Aisah yang asalnya marah
langsung diam. Eh kadang-kadang istri
itu, Pak, kadang-kadang ngompel itu
hanya butuh satu, Pak. Butuh apa? Butuh
dibela itu toh. Jadi Rasulullah
sallallam itu kemudian ketika Abu Bakar
mau mukul istrinya Aisyah karena
teriak-teriak di depan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam itu
Rasulullah kemudian langsung pasang
badan untuk menghalangi Abu Bakar supaya
tidak mukul istrinya. Coba bayangkan
jenengan, Pak. Jenengan dibentak bojone,
mertue jenengan belo jenengan. Kira-kira
kalau bukan Rasulullah, kalau ASN yang
dilakukan apa, Pak?
[tertawa]
Ini loh anak jenengan jenengan nopo
nasihati sak jam tapi tidak dengan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Dan itu selesai Siti Aisyah langsung
diam. Paham nggih? Ini Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Nah, ketika
itu Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam ketika pasang badan, Siti
Aisyah kemudian sabar. Abu Bakar itu
pulang dan beliau masih punya rasa marah
kepada anaknya Aisyah.
Besoknya Abu Bakar datang. Ketika lihat
Abu Bakar datang ke rumahnya, Aisyah dan
Rasulullah itu wis akur. Nah, ini
penting. Mertua J melok-melok terlalu
dalam, Pak. Saya enggak bisa bayangkan
kalau Abu Bakar ikut campur, Pak.
Kadang-kadang urusan suami istri selesai
gara-gara mertua ikut campur ini bisa
berjelit-jelit. Ini masalah keluarga ini
bisa berjilit-jilit. Ini jenengan ini
kan sudah sepuh-sepuh nggih. Ayo
jenengan eling-eling jenengan kalau jadi
mertua, jadi orang tua, kalau punya
masalah anak jenengan dengan istrinya,
dengan suaminya, ayo kita jangan terlalu
ikut campur sampai mendalam. Karena bisa
jadi dengan ikut campurnya kita masalah
itu malah semakin runyam. Paham nggih?
pun ini Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam lah Abu Bakar ketika besoknya
ketemu Siti Aisyah yang kemarin
teriak-teriak kok sekarang akur
senyam-senyum Abu Bakar ngomong mbok yo
aku diajak bahagia bareng kemarin aku
ketemu kalian lagi renggang sekarang
senang ya saya wongo diajak bareng ini
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
pun maka prinsip suami istri itu satu
berbagi senang dan susah ini penting nah
ini ada ibu-ibu nggih
jenengan dengan bojo jenengan mek mulih
kerjo sumpek ojo ditambahi masalah tek
umah iso nguntap
masah ngamuk bener jadi ada masa begini
ini penting juga ada masa-masa kapan
kita itu milih diam kapan kita itu milih
ngomong ini ilmu yang dipraktikkan oleh
istrinya Rasulullah namanya Khadijah
Rasulullah itu kan ketika ke Gua Hira
itu kan beliau tahanus ketemu malaikat
Jibril
Malaikat Jibril itu kan beliau enggak
ketemu sama sekali. Baru pertama kali
ketemu itu. Itu beliau gemeteran. Pulang
ketemu Siti Khadijah beliau itu hanya
ngomong, "Zammiluni, zammilu." Tolong
aku diselimuti.
Khadijah tahu kapan waktunya ngomong,
kapan waktunya diam.
Andaikan Khadijah seperti ibu-ibu zaman
now, mungkin sirah nabawi tidak seindah
sekarang.
Oh, kalau ibu-ibu zaman kan begini, Pak.
Ada suami pulang punya banyak masalah,
istrinya ngomong, "Mas, duwe masalah
gak, Dik? Itu kan maksudnya suami kan
baik. Ndak usah melok mikir, cukup aku
sebagai laki-laki." Tapi kadang-kadang
istri nerimanya beda, Mas. Saya aja
kalau ada masalah curhat, mosok sampai
gak curhat? Apa ada orang lain yang
sampean jadikan tempat curhat? Kan
begini. Ini kan masalah. Paham ngih?
Makanya kadang-kadang perlu memahami
kapan istri itu waktunya ngomong.
Kadang-kadang suami itu kadang-kadang
ketika dia punya masalah dia ingin
menunjukkan aku iki laki-laki. Kalau
punya masalah cukup aku. Tapi istri yang
gak ngerti kadang-kadang menganggap itu
bukan keterbukaan. Dianggap suami itu
menutupi masalah. Apalagi sampai nuduh
suami cerita nang wong lio. Makanya ini
pentingnya masyaallah. Saya
kadang-kadang membaca kisahnya bagaimana
Khadijah itu masyaallah beliau itu
ketika Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam zammiluni zamirunu beliau
enggak ngomong apa-apa. Beliau kemudian
menyiapkan pahannya yang hangat beliau
kemudian menyiapkan selimut yang hangat
untuk Rasulullah tanpa tanya sedikit
pun. Ketika beliau tenang baru beliau
cerita sendiri. Baru Siti Siti Khadijah
kemudian menganggapi. Ini penting Pak
Pun. Lanjut.
Nah, makanya salah satu pesannya Umamah
bintul Harit kepada anaknya ketika
beliau menikah, beliau mengatakan,
"Iyaka wal farah baina yadahihi inana
muhtamman." Jangan pernah kamu
menunjukkan senang di saat suamimu
susah. Sebaliknya, jangan sampai kamu
menunjukkan senep di saat suamimu
senang. Jadi mek bojone seneng sampeyan
meskipun senep nyenengno. Sebaliknya
kalau jenengan suami kerodo senepan
harus menjadi penghibur. Jadi begini
ngapunten nggih. Kalau ada api
kemudian jenengan nyiapkan bensin itu
yang terjadi kobongan. Maka kalau suami
lagi posisi terbakar siapkan air.
Paham nggih? Inilah yang kemudian
diceritakan oleh Rasulullah dan
Khadijah. Ketika Rasulullah sahu alaih
wasallam susah, Khadijah penghibur.
Jangan sampai ketika Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam jenengan
sebagai suami susah, istri menjadi
masalah baru. Ini yang kemudian kata
Umamah bintul Harit, "Mek bojomu ketok
seneng meloko seneng. Kalau bojomu ketok
senep yo meloko senep." Ini salah satu
hal yang perlu kita perhatikan. Pun
lanjut.
Nah, ini penting saling berhias di depan
pasangan.
Saya kemarin ngisi di salah satu
perbankan, saya ngomong, "Kita kalau
bisnis itu punya pelanggan, customer.
Tapi ingat, customer kita yang paling
utama itu siapa? Istri dan anak kita."
Itu yang sering kita lupakan. Kita
kadang-kadang kalau di luar itu melayani
orang dengan baik, tapi kita lupa
customer utama kita siapa? Keluarga.
Sering sekali kita itu kalau ngelayani
orang itu service excellent, tapi
ngelayani keluarga gak service
excellent. Padahal customer utama kita
siapa? Istri dan anak kita. Makanya
Abdullah bin Abbas mengatakan,
"Inni la uhibbu an atazayyana lil marah
kama tatazayyanuli."
Saya senang kalau saya itu berhias di
depan istri saya sebagaimana saya senang
kalau istri saya berhias di depan saya.
Ngapunten nggih. Jadi jenengan itu, Pak,
kalau jenengan mau berhias itu di depan
istri itu yang paling penting itu satu.
Saya sering ngomong, orang yang paling
berhak menikmati kita itu siapa?
Istri kita. Kalau laki-laki, ibu-ibu
yang paling berhak menikmati jenengan
siapa? Suami jenengan. Jangan sampai
jenengan berhiasnya dinikmati tetangga,
bojone oleh kecute.
Loh, ini saya sering ngomong ini. Ini
masalah keluarga itu sering begini.
Masalah keluarga itu sering gini. Bojone
wis sak wulan. Tugas luar kota itu kan
wis ngempet sak wulan.
Tugas luar kota 1 bulan kan wis ngempet
1 bulan. Pulang nyampai di rumah ketok
bojone dasteran bolong-bolong ambune
kecut.
Kiro-kiro kiro-kiro mulih seneng opo
senep?
Loh kan senep loh. Ilmu seperti ini
penting. Ini yang paling dijaga oleh
Rasulullah. Ngapunten saya agak vulgar
karena di hadisnya agak juga vulgar.
Rasulullah itu kalau perjalanan jauh
beliau ndak pernah langsung pulang.
Beliau sama sahabat biasanya buat kemah
sebelum masuk Madinah. Jadi umpama
beliau jihad gitu ya beberapa hari
keluar. Maka beliau kemudian sebelum
masuk Madinah buat kemah. Apa tujuannya?
Sahabat-sahabat sing wis keringetan,
sing kumus-kumus, yang ndak pati gagah,
yang baunya ndak pati enak, itu oleh
Rasulullah disuruh mandi. Yang satu
Rasulullah ngutus satu orang untuk
datang ke Madinah. Apa tujuannya? Supaya
ngasih tahu para istri di Madinah, "Ayo
siap-siap, bojone sak wulan wis metu mau
pulang." Bahkan di hadis itu bahasanya
agak vulgar. Bahasanya begini, Pak.
supaya para istri mencukur bulu
kemaluannya.
Makanya gak ada kisah sahabat anak sama
istrinya itu trauma dengan sahabat. Gak
ada. Kenapa? Berangkat segar mulai
segar. Rasulullah sendiri kalau
perjalanan jauh selalu mampir di masjid,
mandi salat sunah baru pulang segar.
Paham nggih? Maka kalau jenengan umpama
bepergian jauh, jenengan pulang iku
kalau bisa berangkate kan seger wangi.
Mulai yo kudu seger wangi. Sing penting
siji wangine kudu podo. Wis iku penting
iku mek wangine bedo iku bahaya loh. Ini
penting. Ini penting Pak. Istri juga
sama. Jenengan kalau mama suami keluar
kota sudah 1 bulan, sudah 1 minggu, 2
minggu. Kalau suami sudah pulang
disambut, jenengan buat perhiasan,
jenengan pakai pakaian yang baik, yang
wangi. Inilah salah satu adab rumah
tangga. Paham nggih? Oh, ini masyaallah
nggih. Saya kadang-kadang
loh nggih, Pak. Saya sering ngomong,
Pak.
Rumah tangga itu nggih istri ndak bisa
masak, warung itu banyak, enak-enak.
Ndak bisa laundri, ndak bisa nyuci.
Laundri di luar banyak. Tapi kalau
urusan itu di rumah belum selesai, yang
di luar itu haram semua.
Kan bahaya. Makanya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam untuk urusan
ini sangat sangat ini. Nah, beliau
Abdullah bin Abbas mengatakan, "Begitu
pula saya senang pakai parfum, pakai
wangi-wangian di depan pasangan saya
sebagaimana saya senang pasangan saya
pakai parfum di depan saya." Makanya
kalau jenengan beli parfum itu
konsultasi sama pasangan. Jangan sampai
beli parfum senang gawe awake pasangan
ndak senang. Saya dulu senang
minyak-minyak kayak misik kasturi itu
senang, Pak.
Laki-laki kan senang itu ngih. Saya
nikah itu istri saya gak pasti senang.
Kata istri saya, "Minyake wong tuwek."
Maka sejak saat itu saya gak pernah
pakai misik. Karena saya berprinsip yang
berhak menikmati saya ya istri saya.
Sebagaimana istri saya yang paling
berhak menikmati ya saya. Istri saya pun
kalau beli parfum pasti tanya ke saya,
"Jenengan senang enggak dengan
parfumnya?" Kalau senang dipakai, kalau
enggak senang dia tinggalkan. Saya juga
sama. Saya kalau beli parfum sudah beli,
istri saya enggak cocok, gak saya pakai.
Karena yang paling berhak menikmati saya
siapa? Istri saya. Yang paling berhak
menikmati jenengan? Istri jenengan yang
berhak menikmati jenengan. Suami
jenengan paham nggih? Lun. Saya dulu
senang ini, Pak. Senang akik, Pak.
seneng akik kan
dulu ya di pondok itu begini Pak ada ada
omongan begini Pak bedone tangan ambek
sikil iku siji me sikil n akike me
tangan [tertawa] ono akike itu
teman-teman saya pak jadi kalau kalau
ada santri ndak pakai akik itu iki
tangan opo sikil gitu Pak makanya saya
dulu senang akian ketika saya nikah kok
ketepatan istri saya tipe perempuan ndak
senang cowok akian maka sejak Saat itu
saya gak pernah pakai akik sampai
sekarang enggak pakai akik. Kenapa? Saya
punya prinsip yang berhak menipiti saya
ya istri saya. Jadi apa yang istri saya
senang ya saya senang. Apa yang saya
senang ya istri saya juga senang. Nah
ini namanya hak suami istri. Pun
bahkan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam di hadis Muslim selalu
dikatakan annan nabi kana idakola baitah
badaa bisiwaq. Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam setiap masuk rumah
selalu sikat gigi
harum. Paham nggih? Loh engigi Pak
jenengan Pak jenengan ambuni ambuni
enggak enak itu kan menyakitkan, Pak.
Ibu-ibu juga sama jenengan umpama
pasangan jenengan pengin jenengan harum
kok jenengan ambu kecut itu kan gak
enak. Makanya Rasulullah setiap masuk
rumah ketemu istrinya selalu sikat gigi
ingin menampilkan yang terbaik di depan
pasangan. Nah ini penting. Lanjut.
Saling berhias di depan pasangan. Ini
juga sama di ini yang tadi saya katakan
yang tadi saya katakan Rasulullah
sallaihi wasallam setiap kali bepergian
jauh beliau kemudian membuat kemah
ngutus orang. Ini saya saya sampaikan
pun lanjut. Nah ini penting. Punya rasa
cemburu tapi yang wajar.
Jadi kalau nak punya cemburu itu jelek.
Terlalu cemburu juga jelek.
Paham nggih? Loh, ini penting. Terutama
istri ini jenengan itu tugasnya jangan
jadi GPS-nya suami.
Mosok jadi bojone nang dia ditentutno ng
Paham nggih? Loh bener. Ngapunten nggih.
Ngapunten. Saya punya dulu ada yang
konsultasi ke saya, dia konsultasi suami
istri ke saya. Setelah itu istrinya
japri ke saya. Saya bilang, "Jenengan
sikap jenengan seperti ini itu malah
suami jenengan gak nyaman.
Jadi istrinya itu kayaknya pengin
semuanya dilaporkan.
Jadi kayak jadi GPS itu, Pak. Itu malah
enggak nyaman suami. Makanya kata ulama,
cemburu itu bagus. Terlalu cemburu
buruk. Ndak punya cemburu itu jelek. W
kita bahas satu-satu. Satu. Ndak punya
cemburu itu bahaya. Makanya di hadis
riwayat Imam Nasai Rasulullah
mengatakan, "Thatatun la yanzurullah
ilaihim yaumalqiamah." Ada tiga orang
yang Allah tidak akan pernah
memperhatikan dia, tidak akan memberikan
rahmat kepada dia di hari kiamat. Satu,
al-aq liwalidh, orang yang durhaka
kepada kedua orang tua. Jangankan di
dunia, jangankan di akhirat, di dunia
pun Allah ndak ngasih rahmat. Makanya di
hadis yang lain itu dikatakan, "Babani
muajjalani uqubatuha fid dunya azzulmu
wal uqu." Di satu riwayat albagyu wal
uqu ada dua dosa yang andaikan dilakukan
Allah akan ngasih hukuman kontan. Ndak
usah nunggu di akhirat. Satu zalim.
Nomor dua durhaka. Anak yang durhaka
jangankan mati hidupnya pun gak akan
enak. Ini yang pertama. Yang kedua, wal
marah almutarajilah.
Perempuan tomboy. Ya, tomboi yang gak
wajar ya. Yang ketiga, dayus. Siapa?
Dayus itu dayus itu adalah seorang yang
tidak punya cemburu sama sekali dengan
istrinya. Itu enggak bagus. Wong bojone
iku loh luru-luru tek umah ndak ono
cemburune blas itu termasuk dayus.
Paham nggih? Jadi kalau ada orang
suaminya kemudian istrinya itu berjalan
berduaan dengan orang yang bukan
mahramnya kok enggak duit rasa cemburu
itu dayus. Cemburu itu penting.
Tapi kalau terlalu cemburu bahaya. Saya
ulang lagi. Cemburu itu penting. Orang
gak punya cemburu bahaya. Itu namanya
dayus. Apa dayus itu? Dayus itu orang
yang kemudian tidak peduli istrinya
ketemu dengan siapa. Istrinya pulang
malam jam 10. Diantar laki-laki yo ndak
ono cemburune. Itu kata Rasulullah
dayus. Orang yang tidak akan dilihat
oleh Allah, tidak diberi rahmat nanti di
hari kiamat.
Yang kedua, kalau terlalu cemburu itu
juga bahaya. Kalau terlalu cemburu, kata
Sayidina Ali, beliau mengatakan, "La
tukir alghairoh ala ahlaturmi bisu min
ajlik." Kata kitab Ihya Ulumuddin,
"Jangan terlalu cemburu ke istrimu, ke
suamimu karena kamu gampang menuduh
sesuatu yang tidak pada mestinya." Kalau
jenengan terlalu cemburu tuh, Pak.
Masyaallah.
Wong HP-ne bojone iku loh ngono ya
sempat disadap
itu sama dengan mempersulit diri.
Jenengan terlalu masuk ke dalam pasangan
itu semakin menyakitkan.
Sing paling enak itu sing penting ndak
ketok jelas. Ya sudah kita husnudon.
Pasrahkan pasangan kita kepada Allah
untuk dijaga. Itu paling enak
dibandingkan jenengan hidupnya itu
sumpek. Apao sumpek? Bojoku iki mene
kate nang Malang. Aku wedi bojoku iku
duwe cabang tek Malang. Loh kan uripe
ndak enak. Engko nang Banyuwangi
dicurigai jangan-jangan cabang kelima.
Loh kan gak enak kok hidupnya. Ya wis
ndak enak. Yang paling enak itu adalah
pasrahkan pasangan kita kepada Allah
Subhanahu wa taala. Kita husnudan. Yang
penting kalau kita tidak jelas-jelas, ya
sudah, jangan sampai kemudian terlalu
cemburu. Abul Aswad pernah mengatakan
pada putrinya, "Iyaka wal girah fainnaha
miftahut tholaq." Ngapunten. Beliau
mengatakan begini, "Hati-hati kalau
terlalu cemburu itu pintu pertama
terjadinya perceraian."
Biasanya masalah keluarga itu bermula
dari pasangan sing terlalu cemuruan.
Cemburu yo apik tapi ojo terlalu
lanjut. Nah, ini yang dipuji. Cemburu
kepada sesuatu yang biasa saja. Pun saya
lanjut.
Nah, sikap Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Nah, ini Pak Masyaallah. Saya
kadang-kadang kalau baca ini saya agak
sedikit terpukul Pak. Ini cocok untuk
bapak-bapak. Ini wasiat untuk
bapak-bapak. Saya bacakan hadisnya, Pak.
Ini rasul, Pak. Bukan ASN, Pak. Rasul
loh. Benar nih. Jadi kalau rasul aja
seperti ini, apalagi ASN ya. Nggih. Pun
kanan nabi inda ba'di nisai. Rasulullah
itu pernah suatu ketika di rumah
sebagian istrinya
ada tamu. Satu riwayat mengatakan ada
tamu. Karena ada tamu, ada istri yang
lain. Mungkin maksudnya baik. Apa
maksudnya? Baik. Rasulullah punya tamu
tak kirimi panganan
supaya mantesi gawe tamu. Tujuan istri
yang lain. Faarsalat ihda umahatil
mukmin bisofhah fiha thamun.
Maka ada satu istrinya beliau ngirim
makanan ke rumah. Salah satu riwayat ini
rumahnya Siti Aisyah.
Masalahnya kebaikan itu tidak selamanya
diterima dengan baik.
Siti Aisyah ketika istrinya Rasulullah
ngirim makanan merasa tersinggung. Ini
kan wilayahku,
teritorialku,
ini rumahku, apa urusan istri yang lain
untuk ngirim makanan? Maka apa yang
dilakukan? Siti Aisyah langsung ngambil
makanan tersebut. Wadahnya dibanting di
depan tamu.
Saya enggak bisa bayangkan nggih. Saya
bayangkan, nggih. Ini kan Rasul, Pak.
Jabatan semua ada pada beliau. Jabatan
presiden sebagai kepala negara, jabatan
tokoh agama, jabatan rasul, jabatan
nabi.
Nerimo tamu,
istrinya banting piring di depan tamu.
Coba itu jenengan bayangkan terjadi
kejenengan.
Jenengan kepala kantor BPSDM,
anak buahe teko silaturahim,
bojone jampehan
mecah piring di depan anak buah. Ayo
kalau jenengan, kalau bayangkan itu
terjadi ke jenengan. Saya kadang-kadang
bayangkan kalau itu terjadi ke saya itu
saya ya Allah bagaimana apa ya
kiro-kiro kiro-kiro sing moro niku duw
tangane
itu kalau kita. Nah, ini hebatnya
Rasulullah. Hebatnya Rasulullah
mengatakan maka apa yang dilakukan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
beliau tidak marah, tidak negur
istrinya. Karena beliau tahu istri yang
seperti ini ditegur mental.
Bojo ngamuk, bojo cemburu. Sampeyan
nasihati meskipun cangkem sampeyan
nguntuk mental. Wong orang emosi, orang
cemburu. Ini hebatnya Rasulullah.
Beliau ketika melihat istrinya marah,
mecah piring di depan tamu, beliau apa
yang dilakukan? Beliau diam dan beliau
ngomong sama tamu, "Gorot ummuk." Jangan
kaget ibu negara lagi cemburu. Loh, ini
hebatnya Rasulullah, Pak. Masyaallah.
Nggih. Jangan kaget ibu negara ini Rasul
yang punya hadis loh ya. Ndak pakai
hadis untuk mengintimidasi istri.
Jjenengan ASN kawit belajar hadis,
hadisnya digunakan untuk mengintimidasi
istri. itu rasul. Tapi jangan
dipraktikkan oleh ibu-ibu. Takut suami
jenengan tidak seperti Rasul. Paham
nggih? Loh, benar. Sama-sama.
Sama-samai. Nah, apa yang dilakukan
Rasulullah? Beliau diam hanya mengatakan
gorat umuk gak usah kaget. Ibu negara
lagi cemburu. Apa yang dilakukan beliau?
Beliau mili sendiri makanan yang
tercicah itu dipilihi sendiri, diwadahi.
Setelah diwadahi, Rasulullah bilang sama
Siti Aisyah, "Kamu telah memecahkan
wadah orang. Kewajibannya cuma satu,
ganti yang dipecah." Masyaallah. Nggih.
Ganti yang dipecah. Ndak bahas kenapa
kok mecah. Ndak bahas. Kamu enggak
merhagai saya sebagai laki-laki, kamu
ndak menghargai saya sebagai imam. Gak
seperti itu. Diam. Hanya mengatakan
garat. umuk ini Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Masyaallah kalau
jenengan suaminya kayak gini sejahtera
jenengan Bu. [tertawa]
Tapi ingat jangan dipraktikkan mecah
piring di depan suami. Ingat suami
jenengan tidak seperti Rasulullah
[tertawa] alaihi wasallam. Bapak-bapak
juga sama kok kemudian istri jenengan
mecah piring? Berarti itu tanda-tanda
istri jenengan masih waras. Kalau enggak
waras kan gak mecah piring, Pak. Mecah
piring itu berarti [tertawa] itu waras.
pun lanjut. Artinya masih masih
perasaannya masih normal, Pak. Lanjut.
Nggih. Nah, ini yang terakhir ee menjaga
diri. Jadi tujuan utama nikah itu
menjaga diri. Makanya saya sering
ngomong, "Ayo urusan
ranjang itu selesai di rumah." Karena
ini paling penting. Makanya ini
pentingnya istri itu selalu siap, suami
juga selalu siap.
Makanya ngapunten nggih. Di Imam Nawawi
mengatakan tidak boleh menolak
permintaan suami. Termasuk haid.
Haid itu suami bisa dipuaskan dengan
cara apapun. Yang penting kan bukan
berbuan intim. Makanya kata Imam Nawawi
sendiri, beliau mengatakan kalau suami
kamu itu kalau kamu kamu apa haid,
suamimu lagi bodoh bisa dipuaskan.
Karena kalau itu tidak dipuaskan, ini
bahaya. Sing tek jobu haram kabeh.
Makanya sampai Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam itu melaknat perempuan
yang kemudian menolak permintaan suami.
Karena dikhawatirkan kalau ditolak itu
akan menjadi masalah. Paham nggih? Pun.
Nah, ini yang tadi saya katakan.
Rasulullah mengatakan dajul imat firas
faabat falam
malaikat tusbiha. Kalau seorang
perempuan menolak permintaan suami yang
sudah pengin, maka kemudian dia akan
dilaknat oleh malaikat sampai subuh
karena bahaya. Dan Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam pernah menceritakan
apa ceritanya Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Rasulullah itu pernah
suatu ketika mau ke masjid itu balik.
Setelah balik keluar rumah itu ngapunten
yang namanya rambutnya itu netes-netes
seperti orang baru mandi junub. Maka
beliau cerita, "Setiap laki-laki
godaannya itu di luar." Maka Rasul
mengatakan, "Kalau laki-laki melihat
perempuan yang menggoda dia di luar,
maka segera pulang. Karena pada istrinya
ada yang sama pada perempuan yang ada di
luar. Makanya kalau umpama nggih
ngapunten nggih. Suami tergoda di luar
kan wis ngempet muljo nolak loh kan
bahaya ini.
Makanya Rasulullah alaihi wasam sangat
keras untuk urusan. Kenapa? Ini urusan
yang kalau enggak selesai bahaya. Paham
nggih? Makanya ini penting untuk
hubungan suami istri. Ngapunten ngih. di
fekih itu, Pak. Di fikih terutama
ibu-ibu nggih. Sebenarnya yang kuat itu
laki-laki atau perempuan?
Perempuan.
Perempuan. Karena yang butuh obat kuat
itu laki-laki atau perempuan?
Laki-laki.
[tertawa]
Jenengan tanya ke bakul jamu, Pak. Bakul
jamu itu nggih itu menyediakan obat
kuat. Itu yang beli banyakan laki-laki
atau perempuan?
Laki.
Berarti yang kuat laki-laki atau
perempuan?
Perempuan. [tertawa]
Pun.
Dalam fikih niki kulo ngomong fikih
[tertawa]
di beberapa kitab fikih itu dijelaskan
sunah bagi seorang laki-laki untuk kalau
dibutuhkan untuk minum jamu penguat maka
sunah supaya bisa memuaskan pasangan dan
itu pahala. Makanya di hadis di hadis
nggih di hadis riwayat Muslim itu
dikatakan seodqah itu banyak macamnya.
Kalau enggak bisa seodqah pakai uang,
bisa seodqoh pakai tasbih. Di akhir
hadis Rasulullah mengatakan, "Wafi bud'i
ahadikum shodqoh." Pada kemaluan kalian
ada seodqah. Jadi kenapa kok pada
kemaluan kalian sodqah? Kata Rasulullah,
kalau kalian letakkan kemaluan itu pada
tempatnya yang halal, maka kalian dapat
pahala sedekah. Karena itulah kata
ulama, seorang suami kalaupun dia
kemudian ingin memuaskan istrinya sampai
dia beli obat kuat, itu malah sunah.
Karena urusan ini harus selesai di
kamar. Paham nggih? Pun tak delok iki
sudah butuh jenengan sudah
apa? Pandangan hidup, pegangan hidup
atau perjuangan hidup, Pak?
Ini jenengan sudah fase mana Pak? Kan
ada orang itu fase pandangan hidup
didelok tok wis urip. Pegangan hidup.
Ada orang pegangan hidup ngenteni
dipegang baru urip. Ada yang perjuangan
hidup.
[tertawa]
Mau hidup itu perjuangan lah. Jenengan
ini sudah fase mana? Fase pandangan,
pegangan atau perjuangan?
Oh, masih pegangan. [tertawa] Gak sampai
perjuangan hidup. Nggih. Gak sampai
perjuangan hidup.
[tertawa]
Pun loh. Enggak. Ini ngapunten saya
ngomong seperti ini memang dalam feg
urusan ini agak vulgar karena urusan ini
harus selesai di rumah. Paham nggih? Pun
lanjut.
Nah, ini tunaikan setiap hak. Ngapunten.
Ini bagi kita yang senang kerja nggih.
Kita itu kadang-kadang sering ngomong,
"Kenapa kok kerja keras?" Untuk
membahagiakan istri dan anak.
Untuk apa anda kerja? Untuk istri dan
anak. Coba kita ingat apakah istri dan
anak kita sudah bahagia karena kita
selalu hadir ketika dia butuhkan. Ini
penting. Makanya Abu Darda, ada sahabat
namanya Abu Darda. Abu Darda ini
obsesiya terlalu tinggi. Bukan hanya
obsesi kerja loh, nggih. Obsesi
ibadahnya tertinggi. Saking tingginya
obsesi ibadah kalau siang puasa, malam
salat tahajud, bojone ndak dicekel blas.
Jadi kalau siang puasa kan gak boleh
megang istri, malam tahajud istrinya
nganggur.
Maka ketika ada sahabatnya namanya
Salman Alfarisi itu datang, istrinya itu
kayak orang nelongso.
Ketika ditanya, "Kenapa kamu seperti
ini?" Maka istrinya mengatakan, "Akhuka
Abu Darda laisa lau haja fid dunya."
Temanmu Abu Darda itu obsesi ibadahnya
terlalu tinggi. Ndak butuh duno termasuk
ndak butuh saya ndak dicekel blas. Maka
Abu Darda kemudian ditegur oleh Salman
alfarisi. Beliau mengatakan, "Inna
liahlika haqqo waliika haqqo walinafsika
alaika haqqo. Faati kullazi haqqin
haqqo." Kata beliau, "Ingat Tuhanmu
punya hak atasmu untuk ibadah. Tapi
ingat, istrimu juga punya hak untuk kamu
gauli. Anakmu punya hak untuk
bercengkerama.
Bahkan tubuhmu punya hak untuk
istirahat. Maka kata beliau, "Berikanlah
masing-masing haknya secara
proporsional."
Jenengan kadang-kadang ngapunten ya,
jenengan boleh terobsesi kerja itu gak
apa-apa. Tapi ingat kapan terakhir
jenengan bisa nemeni anak jenengan
belajar bareng?
Kapan jenengan terakhir nemeni istri
jenengan ngemall? Loh, itu penting.
Kapan jenengan terakhir nemeni anak
istri jenengan jalan-jalan ke taman
kota? Masa selama 1 bulan gdak sama
sekali. Inilah yang kata Abu Darda.
Kalau yang ibadah saja oleh Abu Darda
itu kemudian ditegur oleh Salman
al-Farisi dan dibenarkan oleh
Rasulullah. Apalagi untuk urusan
pekerjaan. Makanya ayo kita yang kerja
juga harus punya proporsional. Ya,
waktunya keluarga ya keluarga. Makanya
ngapunten ada saatnya kita pegang HP,
ada saatnya di rumah itu HP ditinggal
karena istri kita punya hak kepada kita,
anak kita juga punya hak atas kita.
Paham nggih? Ibu-ibu juga sama, suami
jenengan juga punya hak, anak jenengan
juga punya hak. Jangan sampai kita itu
berangkat
anak sik turu mulh anak wis turu.
Berangkat anak seik turu mulih anak wis
turu. Paham nggih? Ini yang kemudian
harus dijadikan sebagai pelajaran.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
beliau mengatakan koirukum kohairukum
liahlih. Orang paling baik itu dinilai
dari pandangan keluarga. Ngapunten
nggih. Ustaz itu jangan di lihat.
Jenengan lihat ustaz itu baik atau gak?
Tanya ke istrinya.
Bisa jadi ustaz itu di depan jemah
wibawa kenek ngarepe bojo pret.
Loh benar. Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam itu ngajarkan penilaian paling
objektif itu penilaian keluarga. Karena
penilaian orang luar itu tidak objektif,
subjektif. Lihat dari sisi luarnya. Sing
eruh selok beluk sampeyan ituu sopo?
Istri dan anak. Maka kata beliau, "Orang
yang paling baik, orang yang baik di
depan keluarganya." Inilah hebatnya
Rasulullah. Ngapunten nggih.
Kenapa musuh Islam tidak punya peluang
nyerang Rasulullah?
Rasul itu kan istrinya banyak. Andaikan
beliau orang buruk, ketika beliau wafat,
istrinya itu akan menjadi orang yang
tiap hari mencaci suaminya.
Tapi tidak pernah terjadi ke Rasulullah.
Semua ketika Rasul wafat, semua
mengenang masa indahnya dengan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Padahal istrinya banyak. Ohoh. Sampeyan
istrinya bojone siji,
sampeyan mati bojone ngomong
alhamdulillah ndak mulai biyen.
Paham nggih? Jadi penilaian paling
objektif itu penilaian keluarga. Jadi
kalau jenengan pengin tahu saya baik
atau gak, sampeyan takon nang bojone,
jangan taknya ke anak buah.
Jenengan kalau pengin tanya saya ini
orang yang baik atau gak, tanya ke anak
jenengan. Itulah yang kata Rasulullah,
kohairukum kohairukun liahli wa ana
khairukum liahli. Dan aku adalah orang
yang paling baik kepada keluargaku.
Makanya kalau jangan lihat, tidak ada
satuun istri Rasulullah meskipun
istrinya banyak yang ketika beliau wafat
menceritakan keburukan Rasulullah, semua
yang dikisahkan oleh istrinya adalah
kebaikan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Paham ngih? On. Nah, lanjut.
Katanya pepahta itu, Pak, orang yang
paling ditakuti oleh singa itu siapa?
Istrinya, Pak. Jadi kalau singa saja
masih takut sama istrinya apalagi ASN.
[tertawa]
Artinya begini yo opo-yop opo meskipun
hebat tetap di depan istri itu jangan
menunjukkan kehebatannya. W lanjut.
Kemudian nah saling sabar ini penting.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
beliau menceritakan perempuan terbaik
itu adalah perempuan yang ahli surga.
Itu kullu wadudin walud.
Perempuan-perempuan yang baik, saling
mencintai dan banyak anak.
Ibat a uisa ilaihaju
qat hadi yadi fi yadika. Ketika dia
suaminya marah, dia memilih untuk
kemudian memendam amarahnya, tidak
kemudian menyulut pertikaian. Ini kata
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Nah, yang paling penting ngapunten ini
terakhir dari saya se akeh t akeh Pak.
Kalau saya selesaikan semua enggak
selesai. Kita lanjutkan kapan-kapan lagi
ini saya cuma nyampaikan
ee nah ini penting ini prinsip penting
ini
penting. Jenengan kalau lihat siapapun
prinsipnya ini wala tanswul fadla
bainakum. Jangan pernah melupakan
kelebihan orang ini dengan siapapun.
Jenengan ketemu siapapun kalau jenengan
selalu lihat sisi buruknya pasti ada
ndak ono wong ndak ono sing ndak ono
eleke
tapi kalau jenengan lihat orang dari
sisi baiknya maka jenengan gak akan
punya masalah dengan siapapun jenengan
duwe bojo cerewet ngamukan
wis sampeyan eling-eling yo opo opo aku
duwe anak yo teko ik loh benar berarti
kan jenengan pernah senang kan
lihat sisi baik-baiknya loh kalau
jenengan lihat cerewetnya nelongso
jenengan cepat mati,
cepat stroke. Paham ngih? Coba lihat
ibu-ibu juga sama. Ibu-ibu kalau lihat
suami, "Bojoku ngamukan, ngorokan."
Jangan lihat itunya. Lihat jenengan
umpama dinafkahi. Itu kan juga kebaikan.
Jenengan punya suami. Ngapunten, nggih.
Saya pernah cerita ada empat ada empat
perempuan pemimpin surga. Salah satunya
siapa?
Nah, sak suami ada empat tipe, Pak. Satu
kata Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam, ada empat pemimpin surga
perempuan itu. Satu Khadijah,
dua Fatimah, tig Maryam, bukan Aisyah,
Maryam. Nomor empat
Asiah binti Muzahim, istrinya Firaun.
Ini mewakili semua jenis perempuan.
Satu, ada jenis perempuan Khadijah ini
mewakili perempuan.
Dia salihah, suaminya saleh, secara
ekonomi sama-sama mapan.
Siti Khadijah itu pedagang sukses.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
juga ahli dagang. Shah dan salihah
ketemu itu pasangan Khadijah dengan
Rasulullah.
Ini kalau tidak niru Khadijah bahaya.
Kenapa? Karena Khadijah itu menikah
dengan mantan karyawan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam itu dulu
salah satu karyawannya Khadijah yang
membawa dagangannya Khadijah untuk
dibawa keluar. Maka big boss nikah
dengan mantan karyawan ini kalau tidak
punya ilmu bahaya. Ngapunten. Biasanya
istri itu kalau di atas maka suami
dianggap keset.
Ini kalau gak lihat Khadijah bahaya.
Maka Allah sudah menyiapkan ini loh
perempuan yang perempuannya big bos
nikah sama mantan karyawan. Maka tirulah
Khadijah. Ngapunten. Banyak sekali.
Kemarin saya dapat berita di berita itu
yang sekarang viral. Ketika ada SKP3K
itu banyak perempuan ternyata banyak
gugatan cerai. Loh ini kan bahaya istri
kalau di atas kalau gak punya ilmu ini
bahaya. Maka Allah menyiapkan Khadijah
sebagai contoh. Paham nggih? Pun. Ada
yang kedua, Fatimah.
Fatimah ini mewakili istri. Istrinya
salehah, suaminya saleh, Sayidina Ali.
Tapi masing-masing kekurangan.
Fatimah dan Sayidina Ali itu miskin.
Bahkan pernah tidak makan 3 hari.
Bahkan pernah beliau itu ketika
giling apa Siti Fatimah ketika giling
roti itu sampai tangannya kasar.
Ini menggambarkan ada dua pasangan
podo-podo saleh shahah tapi ekonomi
bermasalah. Ini kalau enggak punya ilmu
bahaya. Karena banyak perceraian itu
juga alasan ekonomi. Allah nyiapkan
Fatimah sebagai contoh pun. Yang ketiga,
Allah menyiapkan Maryam.
Maryam ini menjadi perwakilan perempuan
yang tidak pernah menikah tapi mampu
menjaga kehormatan. Allah siapkan Maryam
pun. Yang keempat, Asia bintu Firaun.
Bojone sing wedok shihah, sing lanang
Firaun.
Maka Allah menyiapkan mungkin ada tipe
perempuan salihah rajin nang masjid,
bojone gak teman salat.
Paham nggih? Maka jenengan punya contoh
siapa? Asiah bintu Muzahim. Makanya
jenengan ibu-ibu nggih mek jenengan
bojone cuma ngamukan ndak koy Firaun wis
syukur. Karena ada perempuan di dunia
ini yang oleh Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam dikatakan pemimpin surga
itu siapa? Asiah
bintu
Muzahim istrinya Firaun. Jenengan tahu
siapa Firaun? ngaku pangeran penggaweane
bayi
yang Firaun itu kan kalau ada bayi
laki-laki
sembelih berarti kalau bojone sampeyan
gak koy Firaun wis syukur alhamdulillah
bojoku ngamuki sudah sampai beli wuong
loh syukur [tertawa] paham nggih biar
jenengan itu punya rasa syukur
alhamdulillah tak delok-delok bojoku iki
masyaallah
kekurangannya cuma satu ndak punya
kelebihan oh itu bahaya kekurangan
[tertawa]
pokok Sampan eling-eling sak elek-eleke
bojo jenengan. Eling-eling ono perempuan
yang suaminya Firaun. Jadi kalau
jenengan suaminya enggak setingkat
Firaun, syukur Allah menyiapkan
contohnya namanya Asiah bintu Musahim.
Gitu nggih pun. Lihat sisi positifnya.
Jenengan nang tonggo delok positive.
Kan setiap orang kan pasti sisi positif
ada. Kalau jenengan fokus ke sisi
positif insyaallah jenengan ndak akan
pernah pegel nang wong.
Tapi kalau jenengan selalu lihat sisi
negatifnya, selalu akan ada cara untuk
melihat kejelekan orang. Makanya di
Al-Qur'an salah satu prinsip dikatakan,
"Wala tansul fadla bainakum." Jangan
pernah engkau melupakan kebaikan di
antara kalian. Gitu. Nggih. Hun. Saya
kira cukup. Kita lanjutkan di pertemuan
selanjutnya. Kalau ada yang mau
ditanyakan saya persilakan. Kalau enggak
ada saya tutup dengan doa.
Cekap.
Ada yang bertanya? Monggo, Ibu-ibu.
Barangkali
atau ada yang curhat [tertawa] atau
curhat
curhat diseneni bojo?
Iya.
Gigih
[tertawa]
tanya apa curhat?
Nggih.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang saya tanyakan Ustaz, bagaimana cara
untuk membentuk keluarga yang sakinah,
mawaddah, warahmah? Padahal di dalam
Al-Qur'an surat Alharum dijelaskan w
dijelaskan ayat 21 wamin ayatiqakum
anfusikum aswaja litaskunu ilaiha
winakum warahm. Bagaimana cara untuk
membentuk keluarga yang sakinah,
mawahdah, warahmah?
Terima kasih.
Satu saya jawabnya dari dua sisi. Satu,
cara membentuk keluarga sakinah,
mawadah, warahmah itu yang paling
penting harus pakai ilmu.
Makanya saya sering ngomong, "Ayo
jenengan sama istri itu punya jadwal
ngaji bareng." Punya jadwal kita
berangkat bukan hanya ke taman kota saja
yang bareng, tapi ke taman surga juga
bareng. Ini prinsip ya harus pakai ilmu
karena semuanya kalau enggak pakai ilmu
kita itu bisa melihat dengan tidak
sesuai dengan koridor. Makanya
masing-masing harus didasari ilmu. Itu
yang paling penting. Ayo jenengan ajak
sekali-kali istri jenengan meskipun ndak
mau engko tak tukokno bakso gak apao
pokok wis disogok titik-titik ndak poo
ngih. [tertawa]
Pun Rasulullah itu pernah nyogok supaya
orang baik.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
pernah ada orang ini saya katakan nyogok
untuk kebaikan bukan nyogok yang lain
loh ya nyogok kayak tadi Rasulullah itu
pernah ada orang itu beliau ada seorang
Arab Badui minta kepada beliau dikasih
gak banyak maka orang Badui mengatakan
kok kamu Muhammad gak pasti apik itu
sahabat marah semua maka Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam kemudian
membawa laki-laki ini ke dalam rumah
dikasih lebih dan beliau mengatakan
bagaimana sudah cukup cukup wis kalau
Kalau gitu sampean kan tadi menghina
saya di depan sahabat saya, mereka
enggak terima. Ayo jenengan puji saya di
depan mereka supaya mereka tenang. Ini
namanya nyogok untuk kebaikan. Jjenengan
bojone umpama dikok marung nandi ada
makanan yang enak itu warung baru buka
tapi ngaji isik. Usahakan ada waktu
bersama. Itu yang pertama. Yang kedua,
prinsip dalam keluarga itu jangan pernah
suka menuntut tapi lebih baik
melaksanakan kewajiban.
Ada satu perkataan yang saya pegang dari
ee Imam Asya'rani. Imam Asyarani
mengatakan begini, Pak. Seseorang itu
kadang-kadang istri itu tergantung
refleksi perbuatan suami. Makanya kata
beliau, "Kalau saya melihat istri saya
kok enggak patuh kepada saya, saya tidak
akan menyalahkan istri saya." yang
pertama kali saya evaluasi adalah diri
saya. Bisa jadi saya agak jauh dari
Allah sehingga Allah menghukum saya
lewat istri saya. Jadi yang paling baik
ketika berkeluarga bukan untuk nuntut
pasangan supaya bisa sakinah mawadah
warahmah, tapi lebih baik kepada
mengevaluasi diri sendiri. Karena
satu-satunya orang yang bisa kita rubah
itu bukan orang lain, tapi diri sendiri.
Paham nggih? Ini yang kata Imam
Asya'rani. Imam Sya'rani sampai
mengatakan begini, "Saya kalau di rumah
melihat ada banyak tikus, yang saya
salahkan bukan tikusnya. Yang saya
salahkan adalah diri saya sendiri." Ini
yang paling penting dibandingkan kita
kemudian ingin keluarga sakinah,
mawadah, warahmah, tapi kita lebih
banyak menuntut pasangan kita tanpa kita
kemudian mengevaluasi diri kita. Ngoten
nggih. Pon. Ada lagi?
Ada lagi. Cekap. Nggih. Cekap.
Insyaallah kita lanjutkan tinggal sisa
sedikit. Dan terakhir nanti saya akan
bahas tentang mahram ngih. Karena ada
satu hal di bab ini yang sangat penting
tentang masalah mahram. Insyaallah nanti
akan kita bahas. Ini tak selesaikan
dikit tinggal dikit sama nanti mahram
gitu nggih. Semoga menjadi ilmu manfaat
barokah. Semoga kita dijadikan orang
yang istikamah dalam kebaikan.
kita dijadikan keluarganya sakinah
mawaddah warahmah. Amin ya rabbal
alamin. Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahabbilamin. Allahumma shi
wasallim ala sayidina Muhammad waa ali
sayidina Muhammad. Rabbanafirlana
waliwalidina warhamhum kama. Allahumna
bimaamtana waimna ma yanfauna wazidna
ilma. Rabbana la tuzin qulubana ba'da
idada wahablana minadunka rahma innaka
antal wahab. Rabbana hablana min
azwajina
quun walna lil muttaqina imam. Rabbana
atina fid dunya hasanah wafil akhirati
hasanah waqinazabanar
ala sayyidina Muhammadin waa alihi
wasbihi wasallam. Subhana rabbika rabbil
izzati amma yasifun wasalamun alal
mursalin. Walhamdulillahiabbil alamin.
Bibarokatil fatihah.
Ini yang mungkin bisa saya sampaikan.
Kurang lebihnya saya mohon maaf.
Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
alla ilaha illa anta astagfiruka wa
atubu ilaik wair. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih. Demikianlah
tadi ASN mengaji dengan tema Hak Suami
istri semoga bisa membawa kita untuk
menjadi keluarga yang sakinah, mawadah,
rahmah, dan diridai oleh Allah subhanahu
wa taala. Kurang lebihnya mohon maaf.
Akhirul kalam, wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
E mohon perhatian bagi teman-teman
pengurus Masjid [musik] Alhon
tinggal
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:00 UTC
Categories
Manage