ASN Mengaji Seri 2 | 2026 - Fiqih Munakahat Eps. 03: Hak dan Kewajiban Suami Istri
m1GT90sCBLY • 2026-01-21
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id wasamyidil mursalin sayidina wa maulana Muhammadin waa alihi wasohbihi ajma amma ba'du. Yang kami hormati Ustaz Abdul Fahid Alfaizin. Yang kami hormati para jemaah Masjid Al-Huda. Yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa taala atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nya pada kesempatan siang hari ini kita dapat melaksanakan salat zuhur berjamaah sekaligus dilanjutkan dengan ASN mengaji yang mana pada kesempatan siang hari ini merupakan episode 3 lanjutan dari episode 2 kemarin. dengan tema hak dan kewajiban suami istri. Kedua kalinya selawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang telah memberi bimbingan tuntunan berupa agama Islam kepada kita semua. Para jemaah yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, marilah kita ikuti kajian ASN mengaji dengan tema hak dan kewajiban suami istri yang akan disampaikan oleh Ustaz Abdul Faid Alfaizin. Kepada beliaunya kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala sayyidil mursalin sayyidina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi wabarik wasallim ajmain. Qolu subhanaka la ilma lana illa ma alamtana innaka antal alimul hakim. Allahummaah alaina futuhalfin w'alana khatan liwajhikal karim birahmatika ya arhamar rahimin. Rbisrohli sodri waassirli amri wahlul uqdatan m lisani yafqohu qoli. Amma ba'du. Para jemaah Masjid Al-Huda ASN Mengaji. Alhamdulillah kita oleh Allah masih diberikan nikmat sehat walafiat sehingga kita bisa berkumpul di majelis yang insyaallah penuh barokah ini. Semoga setiap langkah kita menuju majelis ini menjadi penggugur dosa-dosa kita, menjadi peningkat derajat kita. Dan semoga Allah Subhanahu wa taala selalu memudahkan setiap langkah kita menuju surganya Allah Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal amin. Para jemaah, kita akan melanjutkan kajian tentang hak dan kewajiban suami istri. Saya ingin sedikit me-review hak dan kewajiban suami istri. Yang pertama adalah saling menutup rahasia pasangan. Ini yang kemarin sudah saya jelaskan di Al-Qur'an. Fungsi pasangan itu sebagai pakaian. Fungsi pakaian itu nutupi sing ndak pantes didelok wong. Itu namanya fungsi pakaian. Maka suami istri juga sama. Fungsinya adalah nutupi eleke bojo, nutupi jeleknya pasangan, nutupi kekurangan pasangan di hadapan orang lain. Paham nggih? H ini sering sekali jangan sampai kekurangan istri apalagi kekurangan suami jadi bahan obrolan waktu arisan. Ini yang kemudian harus dihindari. Yang nomor dua, saya kemarin juga pesan ke jenengan dan tolong nanti jenengan pesan ke anak-anak jenengan karena anak-anak muda sekarang itu gampang curhat di media sosial. Makanya satu prinsip kalau kita berhubungan suami istri jangan pernah menceritakan pertikaian cekcok suami istri curhatnya di media sosial. Karena itu kalau terjadi bahaya. Bisa jadi urusan kita selesai tapi komporis di luar banyak. Tukang kompor banyak. Ini prinsip pertama. Prinsip kedua termasuk ngapunten jangan pernah menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan ranjang kita di depan orang apalagi kemudian dijadikan bahan perbandingan sama opo bojone kuat pirang ronde itu jangan sampai dijadikan bahan ini yang kemudian oleh Rasulullah alaihi wasallam dijadikan sebagai sesuatu yang kata Rasulullah seperti setan laki-laki berhubungan dengan setan perempuan di depan orang itu orang yang gampang menceritakan urusan ranjang di tempat publik. Kemudian yang perlu saya sampaikan lagi adalah ini saling menunjukkan rasa cinta. Ayo kita sering-sering ngomong. Biasanya laki-laki ini yang agak sulit ya. Jadi laki-laki itu sering-sering ngomong sayang ke istri, sering-sering ngomong cinta ke istri. Itu kadang-kadang penting. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu sering mengungkapkan rasa cintanya kepada istrinya. Panggilan-panggilan sayang itu perlu kita sematkan. Makanya saya sering ngomong, jenengan nomor telepon istri di HP itu pakai nama sayang. Bidadariku cocok, istriku tercinta itu cocok. Jangan sampai ditulis Polda. Paham nggih? Pun ini yang kemudian harus dibiasakan. Jadi panggilan-panggilan saya termasuk ketika kita menjadikan ee nama di WA, nama di Facebook, nama di kontak kita itu buat nama-nama yang kemudian menarik untuk pasangan kita. Kita akan masuk kepada yang selanjutnya ini, saling berbagi senang dan susah. Dalam hadis riwayat Muslim dikatakan Abu Bakar ini penting ya, masyaallah ya. Ini pentingnya jenengan ada satu kisah ini menarik. Ini penting bagi kita nanti kalau jadi mertua. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu pernah sedikit cekcok dengan Siti Aisyah. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu pernah suatu ketika Abu Bakar, berarti Abu Bakar itu apanya Rasulullah? mertua. Mertua. Mertua datang ke rumah mantu. Ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam datang ke rumah Siti Aisyah, maka Siti Aisyah itu teriak-teriak di depan Rasulullah. Jenenge bojo. Bentak bojo kan wajar nggih. Wis ini cocok untuk Bapak-bapak. Jenengan eling. Rasulullah itu pernah diteriaki Siti Aisyah. Itu Rasul Pak. Apalagi cuma ASN. Jadi mek dibentak bojo ngono yo ono wajare. Wong Rasulullahi itu pernah Siti ini hadis sahih. Rasulullah itu pernah Siti Aisah itu ngomong keras di depan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah itu orangnya masyaallah ngih tidak pernah pakai hadis untuk menyerang istri padahal yang punya hadis. Wong jenengan gak punya hadis kadang-kadang hadis setelah belajar untuk menyerang istri. Rasulullah itu tidak. Jadi Rasulullah ketika Siti Aisyah itu teriak di depan beliau, ketika itu Abu Bakar datang. Ketika Abu Bakar datang, apa yang dilakukan Abu Bakar? Abu Bakar malah yang marah. Kenapa beliau marah? Karena beliau tidak terima orang yang beliau hormati, teman dekatnya, kekasihnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam diteri oleh istrinya yang anaknya sendiri. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika itu beliau ada di sampingnya Siti Aisyah. Abu Bakar itu sebagai orang tuanya Siti Aisyah itu hampir memukul anaknya karena teriak di depannya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Apa yang dilakukan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Beliau langsung berhadapan di depannya Siti Aisyah menghalangi Abu Bakar untuk mukul istrinya. Ini kan hebat, Pak. Akhirnya apa? Siti Aisah yang asalnya marah langsung diam. Eh kadang-kadang istri itu, Pak, kadang-kadang ngompel itu hanya butuh satu, Pak. Butuh apa? Butuh dibela itu toh. Jadi Rasulullah sallallam itu kemudian ketika Abu Bakar mau mukul istrinya Aisyah karena teriak-teriak di depan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu Rasulullah kemudian langsung pasang badan untuk menghalangi Abu Bakar supaya tidak mukul istrinya. Coba bayangkan jenengan, Pak. Jenengan dibentak bojone, mertue jenengan belo jenengan. Kira-kira kalau bukan Rasulullah, kalau ASN yang dilakukan apa, Pak? [tertawa] Ini loh anak jenengan jenengan nopo nasihati sak jam tapi tidak dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan itu selesai Siti Aisyah langsung diam. Paham nggih? Ini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, ketika itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika pasang badan, Siti Aisyah kemudian sabar. Abu Bakar itu pulang dan beliau masih punya rasa marah kepada anaknya Aisyah. Besoknya Abu Bakar datang. Ketika lihat Abu Bakar datang ke rumahnya, Aisyah dan Rasulullah itu wis akur. Nah, ini penting. Mertua J melok-melok terlalu dalam, Pak. Saya enggak bisa bayangkan kalau Abu Bakar ikut campur, Pak. Kadang-kadang urusan suami istri selesai gara-gara mertua ikut campur ini bisa berjelit-jelit. Ini masalah keluarga ini bisa berjilit-jilit. Ini jenengan ini kan sudah sepuh-sepuh nggih. Ayo jenengan eling-eling jenengan kalau jadi mertua, jadi orang tua, kalau punya masalah anak jenengan dengan istrinya, dengan suaminya, ayo kita jangan terlalu ikut campur sampai mendalam. Karena bisa jadi dengan ikut campurnya kita masalah itu malah semakin runyam. Paham nggih? pun ini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam lah Abu Bakar ketika besoknya ketemu Siti Aisyah yang kemarin teriak-teriak kok sekarang akur senyam-senyum Abu Bakar ngomong mbok yo aku diajak bahagia bareng kemarin aku ketemu kalian lagi renggang sekarang senang ya saya wongo diajak bareng ini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pun maka prinsip suami istri itu satu berbagi senang dan susah ini penting nah ini ada ibu-ibu nggih jenengan dengan bojo jenengan mek mulih kerjo sumpek ojo ditambahi masalah tek umah iso nguntap masah ngamuk bener jadi ada masa begini ini penting juga ada masa-masa kapan kita itu milih diam kapan kita itu milih ngomong ini ilmu yang dipraktikkan oleh istrinya Rasulullah namanya Khadijah Rasulullah itu kan ketika ke Gua Hira itu kan beliau tahanus ketemu malaikat Jibril Malaikat Jibril itu kan beliau enggak ketemu sama sekali. Baru pertama kali ketemu itu. Itu beliau gemeteran. Pulang ketemu Siti Khadijah beliau itu hanya ngomong, "Zammiluni, zammilu." Tolong aku diselimuti. Khadijah tahu kapan waktunya ngomong, kapan waktunya diam. Andaikan Khadijah seperti ibu-ibu zaman now, mungkin sirah nabawi tidak seindah sekarang. Oh, kalau ibu-ibu zaman kan begini, Pak. Ada suami pulang punya banyak masalah, istrinya ngomong, "Mas, duwe masalah gak, Dik? Itu kan maksudnya suami kan baik. Ndak usah melok mikir, cukup aku sebagai laki-laki." Tapi kadang-kadang istri nerimanya beda, Mas. Saya aja kalau ada masalah curhat, mosok sampai gak curhat? Apa ada orang lain yang sampean jadikan tempat curhat? Kan begini. Ini kan masalah. Paham ngih? Makanya kadang-kadang perlu memahami kapan istri itu waktunya ngomong. Kadang-kadang suami itu kadang-kadang ketika dia punya masalah dia ingin menunjukkan aku iki laki-laki. Kalau punya masalah cukup aku. Tapi istri yang gak ngerti kadang-kadang menganggap itu bukan keterbukaan. Dianggap suami itu menutupi masalah. Apalagi sampai nuduh suami cerita nang wong lio. Makanya ini pentingnya masyaallah. Saya kadang-kadang membaca kisahnya bagaimana Khadijah itu masyaallah beliau itu ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam zammiluni zamirunu beliau enggak ngomong apa-apa. Beliau kemudian menyiapkan pahannya yang hangat beliau kemudian menyiapkan selimut yang hangat untuk Rasulullah tanpa tanya sedikit pun. Ketika beliau tenang baru beliau cerita sendiri. Baru Siti Siti Khadijah kemudian menganggapi. Ini penting Pak Pun. Lanjut. Nah, makanya salah satu pesannya Umamah bintul Harit kepada anaknya ketika beliau menikah, beliau mengatakan, "Iyaka wal farah baina yadahihi inana muhtamman." Jangan pernah kamu menunjukkan senang di saat suamimu susah. Sebaliknya, jangan sampai kamu menunjukkan senep di saat suamimu senang. Jadi mek bojone seneng sampeyan meskipun senep nyenengno. Sebaliknya kalau jenengan suami kerodo senepan harus menjadi penghibur. Jadi begini ngapunten nggih. Kalau ada api kemudian jenengan nyiapkan bensin itu yang terjadi kobongan. Maka kalau suami lagi posisi terbakar siapkan air. Paham nggih? Inilah yang kemudian diceritakan oleh Rasulullah dan Khadijah. Ketika Rasulullah sahu alaih wasallam susah, Khadijah penghibur. Jangan sampai ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam jenengan sebagai suami susah, istri menjadi masalah baru. Ini yang kemudian kata Umamah bintul Harit, "Mek bojomu ketok seneng meloko seneng. Kalau bojomu ketok senep yo meloko senep." Ini salah satu hal yang perlu kita perhatikan. Pun lanjut. Nah, ini penting saling berhias di depan pasangan. Saya kemarin ngisi di salah satu perbankan, saya ngomong, "Kita kalau bisnis itu punya pelanggan, customer. Tapi ingat, customer kita yang paling utama itu siapa? Istri dan anak kita." Itu yang sering kita lupakan. Kita kadang-kadang kalau di luar itu melayani orang dengan baik, tapi kita lupa customer utama kita siapa? Keluarga. Sering sekali kita itu kalau ngelayani orang itu service excellent, tapi ngelayani keluarga gak service excellent. Padahal customer utama kita siapa? Istri dan anak kita. Makanya Abdullah bin Abbas mengatakan, "Inni la uhibbu an atazayyana lil marah kama tatazayyanuli." Saya senang kalau saya itu berhias di depan istri saya sebagaimana saya senang kalau istri saya berhias di depan saya. Ngapunten nggih. Jadi jenengan itu, Pak, kalau jenengan mau berhias itu di depan istri itu yang paling penting itu satu. Saya sering ngomong, orang yang paling berhak menikmati kita itu siapa? Istri kita. Kalau laki-laki, ibu-ibu yang paling berhak menikmati jenengan siapa? Suami jenengan. Jangan sampai jenengan berhiasnya dinikmati tetangga, bojone oleh kecute. Loh, ini saya sering ngomong ini. Ini masalah keluarga itu sering begini. Masalah keluarga itu sering gini. Bojone wis sak wulan. Tugas luar kota itu kan wis ngempet sak wulan. Tugas luar kota 1 bulan kan wis ngempet 1 bulan. Pulang nyampai di rumah ketok bojone dasteran bolong-bolong ambune kecut. Kiro-kiro kiro-kiro mulih seneng opo senep? Loh kan senep loh. Ilmu seperti ini penting. Ini yang paling dijaga oleh Rasulullah. Ngapunten saya agak vulgar karena di hadisnya agak juga vulgar. Rasulullah itu kalau perjalanan jauh beliau ndak pernah langsung pulang. Beliau sama sahabat biasanya buat kemah sebelum masuk Madinah. Jadi umpama beliau jihad gitu ya beberapa hari keluar. Maka beliau kemudian sebelum masuk Madinah buat kemah. Apa tujuannya? Sahabat-sahabat sing wis keringetan, sing kumus-kumus, yang ndak pati gagah, yang baunya ndak pati enak, itu oleh Rasulullah disuruh mandi. Yang satu Rasulullah ngutus satu orang untuk datang ke Madinah. Apa tujuannya? Supaya ngasih tahu para istri di Madinah, "Ayo siap-siap, bojone sak wulan wis metu mau pulang." Bahkan di hadis itu bahasanya agak vulgar. Bahasanya begini, Pak. supaya para istri mencukur bulu kemaluannya. Makanya gak ada kisah sahabat anak sama istrinya itu trauma dengan sahabat. Gak ada. Kenapa? Berangkat segar mulai segar. Rasulullah sendiri kalau perjalanan jauh selalu mampir di masjid, mandi salat sunah baru pulang segar. Paham nggih? Maka kalau jenengan umpama bepergian jauh, jenengan pulang iku kalau bisa berangkate kan seger wangi. Mulai yo kudu seger wangi. Sing penting siji wangine kudu podo. Wis iku penting iku mek wangine bedo iku bahaya loh. Ini penting. Ini penting Pak. Istri juga sama. Jenengan kalau mama suami keluar kota sudah 1 bulan, sudah 1 minggu, 2 minggu. Kalau suami sudah pulang disambut, jenengan buat perhiasan, jenengan pakai pakaian yang baik, yang wangi. Inilah salah satu adab rumah tangga. Paham nggih? Oh, ini masyaallah nggih. Saya kadang-kadang loh nggih, Pak. Saya sering ngomong, Pak. Rumah tangga itu nggih istri ndak bisa masak, warung itu banyak, enak-enak. Ndak bisa laundri, ndak bisa nyuci. Laundri di luar banyak. Tapi kalau urusan itu di rumah belum selesai, yang di luar itu haram semua. Kan bahaya. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam untuk urusan ini sangat sangat ini. Nah, beliau Abdullah bin Abbas mengatakan, "Begitu pula saya senang pakai parfum, pakai wangi-wangian di depan pasangan saya sebagaimana saya senang pasangan saya pakai parfum di depan saya." Makanya kalau jenengan beli parfum itu konsultasi sama pasangan. Jangan sampai beli parfum senang gawe awake pasangan ndak senang. Saya dulu senang minyak-minyak kayak misik kasturi itu senang, Pak. Laki-laki kan senang itu ngih. Saya nikah itu istri saya gak pasti senang. Kata istri saya, "Minyake wong tuwek." Maka sejak saat itu saya gak pernah pakai misik. Karena saya berprinsip yang berhak menikmati saya ya istri saya. Sebagaimana istri saya yang paling berhak menikmati ya saya. Istri saya pun kalau beli parfum pasti tanya ke saya, "Jenengan senang enggak dengan parfumnya?" Kalau senang dipakai, kalau enggak senang dia tinggalkan. Saya juga sama. Saya kalau beli parfum sudah beli, istri saya enggak cocok, gak saya pakai. Karena yang paling berhak menikmati saya siapa? Istri saya. Yang paling berhak menikmati jenengan? Istri jenengan yang berhak menikmati jenengan. Suami jenengan paham nggih? Lun. Saya dulu senang ini, Pak. Senang akik, Pak. seneng akik kan dulu ya di pondok itu begini Pak ada ada omongan begini Pak bedone tangan ambek sikil iku siji me sikil n akike me tangan [tertawa] ono akike itu teman-teman saya pak jadi kalau kalau ada santri ndak pakai akik itu iki tangan opo sikil gitu Pak makanya saya dulu senang akian ketika saya nikah kok ketepatan istri saya tipe perempuan ndak senang cowok akian maka sejak Saat itu saya gak pernah pakai akik sampai sekarang enggak pakai akik. Kenapa? Saya punya prinsip yang berhak menipiti saya ya istri saya. Jadi apa yang istri saya senang ya saya senang. Apa yang saya senang ya istri saya juga senang. Nah ini namanya hak suami istri. Pun bahkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di hadis Muslim selalu dikatakan annan nabi kana idakola baitah badaa bisiwaq. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam setiap masuk rumah selalu sikat gigi harum. Paham nggih? Loh engigi Pak jenengan Pak jenengan ambuni ambuni enggak enak itu kan menyakitkan, Pak. Ibu-ibu juga sama jenengan umpama pasangan jenengan pengin jenengan harum kok jenengan ambu kecut itu kan gak enak. Makanya Rasulullah setiap masuk rumah ketemu istrinya selalu sikat gigi ingin menampilkan yang terbaik di depan pasangan. Nah ini penting. Lanjut. Saling berhias di depan pasangan. Ini juga sama di ini yang tadi saya katakan yang tadi saya katakan Rasulullah sallaihi wasallam setiap kali bepergian jauh beliau kemudian membuat kemah ngutus orang. Ini saya saya sampaikan pun lanjut. Nah ini penting. Punya rasa cemburu tapi yang wajar. Jadi kalau nak punya cemburu itu jelek. Terlalu cemburu juga jelek. Paham nggih? Loh, ini penting. Terutama istri ini jenengan itu tugasnya jangan jadi GPS-nya suami. Mosok jadi bojone nang dia ditentutno ng Paham nggih? Loh bener. Ngapunten nggih. Ngapunten. Saya punya dulu ada yang konsultasi ke saya, dia konsultasi suami istri ke saya. Setelah itu istrinya japri ke saya. Saya bilang, "Jenengan sikap jenengan seperti ini itu malah suami jenengan gak nyaman. Jadi istrinya itu kayaknya pengin semuanya dilaporkan. Jadi kayak jadi GPS itu, Pak. Itu malah enggak nyaman suami. Makanya kata ulama, cemburu itu bagus. Terlalu cemburu buruk. Ndak punya cemburu itu jelek. W kita bahas satu-satu. Satu. Ndak punya cemburu itu bahaya. Makanya di hadis riwayat Imam Nasai Rasulullah mengatakan, "Thatatun la yanzurullah ilaihim yaumalqiamah." Ada tiga orang yang Allah tidak akan pernah memperhatikan dia, tidak akan memberikan rahmat kepada dia di hari kiamat. Satu, al-aq liwalidh, orang yang durhaka kepada kedua orang tua. Jangankan di dunia, jangankan di akhirat, di dunia pun Allah ndak ngasih rahmat. Makanya di hadis yang lain itu dikatakan, "Babani muajjalani uqubatuha fid dunya azzulmu wal uqu." Di satu riwayat albagyu wal uqu ada dua dosa yang andaikan dilakukan Allah akan ngasih hukuman kontan. Ndak usah nunggu di akhirat. Satu zalim. Nomor dua durhaka. Anak yang durhaka jangankan mati hidupnya pun gak akan enak. Ini yang pertama. Yang kedua, wal marah almutarajilah. Perempuan tomboy. Ya, tomboi yang gak wajar ya. Yang ketiga, dayus. Siapa? Dayus itu dayus itu adalah seorang yang tidak punya cemburu sama sekali dengan istrinya. Itu enggak bagus. Wong bojone iku loh luru-luru tek umah ndak ono cemburune blas itu termasuk dayus. Paham nggih? Jadi kalau ada orang suaminya kemudian istrinya itu berjalan berduaan dengan orang yang bukan mahramnya kok enggak duit rasa cemburu itu dayus. Cemburu itu penting. Tapi kalau terlalu cemburu bahaya. Saya ulang lagi. Cemburu itu penting. Orang gak punya cemburu bahaya. Itu namanya dayus. Apa dayus itu? Dayus itu orang yang kemudian tidak peduli istrinya ketemu dengan siapa. Istrinya pulang malam jam 10. Diantar laki-laki yo ndak ono cemburune. Itu kata Rasulullah dayus. Orang yang tidak akan dilihat oleh Allah, tidak diberi rahmat nanti di hari kiamat. Yang kedua, kalau terlalu cemburu itu juga bahaya. Kalau terlalu cemburu, kata Sayidina Ali, beliau mengatakan, "La tukir alghairoh ala ahlaturmi bisu min ajlik." Kata kitab Ihya Ulumuddin, "Jangan terlalu cemburu ke istrimu, ke suamimu karena kamu gampang menuduh sesuatu yang tidak pada mestinya." Kalau jenengan terlalu cemburu tuh, Pak. Masyaallah. Wong HP-ne bojone iku loh ngono ya sempat disadap itu sama dengan mempersulit diri. Jenengan terlalu masuk ke dalam pasangan itu semakin menyakitkan. Sing paling enak itu sing penting ndak ketok jelas. Ya sudah kita husnudon. Pasrahkan pasangan kita kepada Allah untuk dijaga. Itu paling enak dibandingkan jenengan hidupnya itu sumpek. Apao sumpek? Bojoku iki mene kate nang Malang. Aku wedi bojoku iku duwe cabang tek Malang. Loh kan uripe ndak enak. Engko nang Banyuwangi dicurigai jangan-jangan cabang kelima. Loh kan gak enak kok hidupnya. Ya wis ndak enak. Yang paling enak itu adalah pasrahkan pasangan kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita husnudan. Yang penting kalau kita tidak jelas-jelas, ya sudah, jangan sampai kemudian terlalu cemburu. Abul Aswad pernah mengatakan pada putrinya, "Iyaka wal girah fainnaha miftahut tholaq." Ngapunten. Beliau mengatakan begini, "Hati-hati kalau terlalu cemburu itu pintu pertama terjadinya perceraian." Biasanya masalah keluarga itu bermula dari pasangan sing terlalu cemuruan. Cemburu yo apik tapi ojo terlalu lanjut. Nah, ini yang dipuji. Cemburu kepada sesuatu yang biasa saja. Pun saya lanjut. Nah, sikap Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, ini Pak Masyaallah. Saya kadang-kadang kalau baca ini saya agak sedikit terpukul Pak. Ini cocok untuk bapak-bapak. Ini wasiat untuk bapak-bapak. Saya bacakan hadisnya, Pak. Ini rasul, Pak. Bukan ASN, Pak. Rasul loh. Benar nih. Jadi kalau rasul aja seperti ini, apalagi ASN ya. Nggih. Pun kanan nabi inda ba'di nisai. Rasulullah itu pernah suatu ketika di rumah sebagian istrinya ada tamu. Satu riwayat mengatakan ada tamu. Karena ada tamu, ada istri yang lain. Mungkin maksudnya baik. Apa maksudnya? Baik. Rasulullah punya tamu tak kirimi panganan supaya mantesi gawe tamu. Tujuan istri yang lain. Faarsalat ihda umahatil mukmin bisofhah fiha thamun. Maka ada satu istrinya beliau ngirim makanan ke rumah. Salah satu riwayat ini rumahnya Siti Aisyah. Masalahnya kebaikan itu tidak selamanya diterima dengan baik. Siti Aisyah ketika istrinya Rasulullah ngirim makanan merasa tersinggung. Ini kan wilayahku, teritorialku, ini rumahku, apa urusan istri yang lain untuk ngirim makanan? Maka apa yang dilakukan? Siti Aisyah langsung ngambil makanan tersebut. Wadahnya dibanting di depan tamu. Saya enggak bisa bayangkan nggih. Saya bayangkan, nggih. Ini kan Rasul, Pak. Jabatan semua ada pada beliau. Jabatan presiden sebagai kepala negara, jabatan tokoh agama, jabatan rasul, jabatan nabi. Nerimo tamu, istrinya banting piring di depan tamu. Coba itu jenengan bayangkan terjadi kejenengan. Jenengan kepala kantor BPSDM, anak buahe teko silaturahim, bojone jampehan mecah piring di depan anak buah. Ayo kalau jenengan, kalau bayangkan itu terjadi ke jenengan. Saya kadang-kadang bayangkan kalau itu terjadi ke saya itu saya ya Allah bagaimana apa ya kiro-kiro kiro-kiro sing moro niku duw tangane itu kalau kita. Nah, ini hebatnya Rasulullah. Hebatnya Rasulullah mengatakan maka apa yang dilakukan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam beliau tidak marah, tidak negur istrinya. Karena beliau tahu istri yang seperti ini ditegur mental. Bojo ngamuk, bojo cemburu. Sampeyan nasihati meskipun cangkem sampeyan nguntuk mental. Wong orang emosi, orang cemburu. Ini hebatnya Rasulullah. Beliau ketika melihat istrinya marah, mecah piring di depan tamu, beliau apa yang dilakukan? Beliau diam dan beliau ngomong sama tamu, "Gorot ummuk." Jangan kaget ibu negara lagi cemburu. Loh, ini hebatnya Rasulullah, Pak. Masyaallah. Nggih. Jangan kaget ibu negara ini Rasul yang punya hadis loh ya. Ndak pakai hadis untuk mengintimidasi istri. Jjenengan ASN kawit belajar hadis, hadisnya digunakan untuk mengintimidasi istri. itu rasul. Tapi jangan dipraktikkan oleh ibu-ibu. Takut suami jenengan tidak seperti Rasul. Paham nggih? Loh, benar. Sama-sama. Sama-samai. Nah, apa yang dilakukan Rasulullah? Beliau diam hanya mengatakan gorat umuk gak usah kaget. Ibu negara lagi cemburu. Apa yang dilakukan beliau? Beliau mili sendiri makanan yang tercicah itu dipilihi sendiri, diwadahi. Setelah diwadahi, Rasulullah bilang sama Siti Aisyah, "Kamu telah memecahkan wadah orang. Kewajibannya cuma satu, ganti yang dipecah." Masyaallah. Nggih. Ganti yang dipecah. Ndak bahas kenapa kok mecah. Ndak bahas. Kamu enggak merhagai saya sebagai laki-laki, kamu ndak menghargai saya sebagai imam. Gak seperti itu. Diam. Hanya mengatakan garat. umuk ini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Masyaallah kalau jenengan suaminya kayak gini sejahtera jenengan Bu. [tertawa] Tapi ingat jangan dipraktikkan mecah piring di depan suami. Ingat suami jenengan tidak seperti Rasulullah [tertawa] alaihi wasallam. Bapak-bapak juga sama kok kemudian istri jenengan mecah piring? Berarti itu tanda-tanda istri jenengan masih waras. Kalau enggak waras kan gak mecah piring, Pak. Mecah piring itu berarti [tertawa] itu waras. pun lanjut. Artinya masih masih perasaannya masih normal, Pak. Lanjut. Nggih. Nah, ini yang terakhir ee menjaga diri. Jadi tujuan utama nikah itu menjaga diri. Makanya saya sering ngomong, "Ayo urusan ranjang itu selesai di rumah." Karena ini paling penting. Makanya ini pentingnya istri itu selalu siap, suami juga selalu siap. Makanya ngapunten nggih. Di Imam Nawawi mengatakan tidak boleh menolak permintaan suami. Termasuk haid. Haid itu suami bisa dipuaskan dengan cara apapun. Yang penting kan bukan berbuan intim. Makanya kata Imam Nawawi sendiri, beliau mengatakan kalau suami kamu itu kalau kamu kamu apa haid, suamimu lagi bodoh bisa dipuaskan. Karena kalau itu tidak dipuaskan, ini bahaya. Sing tek jobu haram kabeh. Makanya sampai Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu melaknat perempuan yang kemudian menolak permintaan suami. Karena dikhawatirkan kalau ditolak itu akan menjadi masalah. Paham nggih? Pun. Nah, ini yang tadi saya katakan. Rasulullah mengatakan dajul imat firas faabat falam malaikat tusbiha. Kalau seorang perempuan menolak permintaan suami yang sudah pengin, maka kemudian dia akan dilaknat oleh malaikat sampai subuh karena bahaya. Dan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah menceritakan apa ceritanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah itu pernah suatu ketika mau ke masjid itu balik. Setelah balik keluar rumah itu ngapunten yang namanya rambutnya itu netes-netes seperti orang baru mandi junub. Maka beliau cerita, "Setiap laki-laki godaannya itu di luar." Maka Rasul mengatakan, "Kalau laki-laki melihat perempuan yang menggoda dia di luar, maka segera pulang. Karena pada istrinya ada yang sama pada perempuan yang ada di luar. Makanya kalau umpama nggih ngapunten nggih. Suami tergoda di luar kan wis ngempet muljo nolak loh kan bahaya ini. Makanya Rasulullah alaihi wasam sangat keras untuk urusan. Kenapa? Ini urusan yang kalau enggak selesai bahaya. Paham nggih? Makanya ini penting untuk hubungan suami istri. Ngapunten ngih. di fekih itu, Pak. Di fikih terutama ibu-ibu nggih. Sebenarnya yang kuat itu laki-laki atau perempuan? Perempuan. Perempuan. Karena yang butuh obat kuat itu laki-laki atau perempuan? Laki-laki. [tertawa] Jenengan tanya ke bakul jamu, Pak. Bakul jamu itu nggih itu menyediakan obat kuat. Itu yang beli banyakan laki-laki atau perempuan? Laki. Berarti yang kuat laki-laki atau perempuan? Perempuan. [tertawa] Pun. Dalam fikih niki kulo ngomong fikih [tertawa] di beberapa kitab fikih itu dijelaskan sunah bagi seorang laki-laki untuk kalau dibutuhkan untuk minum jamu penguat maka sunah supaya bisa memuaskan pasangan dan itu pahala. Makanya di hadis di hadis nggih di hadis riwayat Muslim itu dikatakan seodqah itu banyak macamnya. Kalau enggak bisa seodqah pakai uang, bisa seodqoh pakai tasbih. Di akhir hadis Rasulullah mengatakan, "Wafi bud'i ahadikum shodqoh." Pada kemaluan kalian ada seodqah. Jadi kenapa kok pada kemaluan kalian sodqah? Kata Rasulullah, kalau kalian letakkan kemaluan itu pada tempatnya yang halal, maka kalian dapat pahala sedekah. Karena itulah kata ulama, seorang suami kalaupun dia kemudian ingin memuaskan istrinya sampai dia beli obat kuat, itu malah sunah. Karena urusan ini harus selesai di kamar. Paham nggih? Pun tak delok iki sudah butuh jenengan sudah apa? Pandangan hidup, pegangan hidup atau perjuangan hidup, Pak? Ini jenengan sudah fase mana Pak? Kan ada orang itu fase pandangan hidup didelok tok wis urip. Pegangan hidup. Ada orang pegangan hidup ngenteni dipegang baru urip. Ada yang perjuangan hidup. [tertawa] Mau hidup itu perjuangan lah. Jenengan ini sudah fase mana? Fase pandangan, pegangan atau perjuangan? Oh, masih pegangan. [tertawa] Gak sampai perjuangan hidup. Nggih. Gak sampai perjuangan hidup. [tertawa] Pun loh. Enggak. Ini ngapunten saya ngomong seperti ini memang dalam feg urusan ini agak vulgar karena urusan ini harus selesai di rumah. Paham nggih? Pun lanjut. Nah, ini tunaikan setiap hak. Ngapunten. Ini bagi kita yang senang kerja nggih. Kita itu kadang-kadang sering ngomong, "Kenapa kok kerja keras?" Untuk membahagiakan istri dan anak. Untuk apa anda kerja? Untuk istri dan anak. Coba kita ingat apakah istri dan anak kita sudah bahagia karena kita selalu hadir ketika dia butuhkan. Ini penting. Makanya Abu Darda, ada sahabat namanya Abu Darda. Abu Darda ini obsesiya terlalu tinggi. Bukan hanya obsesi kerja loh, nggih. Obsesi ibadahnya tertinggi. Saking tingginya obsesi ibadah kalau siang puasa, malam salat tahajud, bojone ndak dicekel blas. Jadi kalau siang puasa kan gak boleh megang istri, malam tahajud istrinya nganggur. Maka ketika ada sahabatnya namanya Salman Alfarisi itu datang, istrinya itu kayak orang nelongso. Ketika ditanya, "Kenapa kamu seperti ini?" Maka istrinya mengatakan, "Akhuka Abu Darda laisa lau haja fid dunya." Temanmu Abu Darda itu obsesi ibadahnya terlalu tinggi. Ndak butuh duno termasuk ndak butuh saya ndak dicekel blas. Maka Abu Darda kemudian ditegur oleh Salman alfarisi. Beliau mengatakan, "Inna liahlika haqqo waliika haqqo walinafsika alaika haqqo. Faati kullazi haqqin haqqo." Kata beliau, "Ingat Tuhanmu punya hak atasmu untuk ibadah. Tapi ingat, istrimu juga punya hak untuk kamu gauli. Anakmu punya hak untuk bercengkerama. Bahkan tubuhmu punya hak untuk istirahat. Maka kata beliau, "Berikanlah masing-masing haknya secara proporsional." Jenengan kadang-kadang ngapunten ya, jenengan boleh terobsesi kerja itu gak apa-apa. Tapi ingat kapan terakhir jenengan bisa nemeni anak jenengan belajar bareng? Kapan jenengan terakhir nemeni istri jenengan ngemall? Loh, itu penting. Kapan jenengan terakhir nemeni anak istri jenengan jalan-jalan ke taman kota? Masa selama 1 bulan gdak sama sekali. Inilah yang kata Abu Darda. Kalau yang ibadah saja oleh Abu Darda itu kemudian ditegur oleh Salman al-Farisi dan dibenarkan oleh Rasulullah. Apalagi untuk urusan pekerjaan. Makanya ayo kita yang kerja juga harus punya proporsional. Ya, waktunya keluarga ya keluarga. Makanya ngapunten ada saatnya kita pegang HP, ada saatnya di rumah itu HP ditinggal karena istri kita punya hak kepada kita, anak kita juga punya hak atas kita. Paham nggih? Ibu-ibu juga sama, suami jenengan juga punya hak, anak jenengan juga punya hak. Jangan sampai kita itu berangkat anak sik turu mulh anak wis turu. Berangkat anak seik turu mulih anak wis turu. Paham nggih? Ini yang kemudian harus dijadikan sebagai pelajaran. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam beliau mengatakan koirukum kohairukum liahlih. Orang paling baik itu dinilai dari pandangan keluarga. Ngapunten nggih. Ustaz itu jangan di lihat. Jenengan lihat ustaz itu baik atau gak? Tanya ke istrinya. Bisa jadi ustaz itu di depan jemah wibawa kenek ngarepe bojo pret. Loh benar. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu ngajarkan penilaian paling objektif itu penilaian keluarga. Karena penilaian orang luar itu tidak objektif, subjektif. Lihat dari sisi luarnya. Sing eruh selok beluk sampeyan ituu sopo? Istri dan anak. Maka kata beliau, "Orang yang paling baik, orang yang baik di depan keluarganya." Inilah hebatnya Rasulullah. Ngapunten nggih. Kenapa musuh Islam tidak punya peluang nyerang Rasulullah? Rasul itu kan istrinya banyak. Andaikan beliau orang buruk, ketika beliau wafat, istrinya itu akan menjadi orang yang tiap hari mencaci suaminya. Tapi tidak pernah terjadi ke Rasulullah. Semua ketika Rasul wafat, semua mengenang masa indahnya dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Padahal istrinya banyak. Ohoh. Sampeyan istrinya bojone siji, sampeyan mati bojone ngomong alhamdulillah ndak mulai biyen. Paham nggih? Jadi penilaian paling objektif itu penilaian keluarga. Jadi kalau jenengan pengin tahu saya baik atau gak, sampeyan takon nang bojone, jangan taknya ke anak buah. Jenengan kalau pengin tanya saya ini orang yang baik atau gak, tanya ke anak jenengan. Itulah yang kata Rasulullah, kohairukum kohairukun liahli wa ana khairukum liahli. Dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku. Makanya kalau jangan lihat, tidak ada satuun istri Rasulullah meskipun istrinya banyak yang ketika beliau wafat menceritakan keburukan Rasulullah, semua yang dikisahkan oleh istrinya adalah kebaikan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Paham ngih? On. Nah, lanjut. Katanya pepahta itu, Pak, orang yang paling ditakuti oleh singa itu siapa? Istrinya, Pak. Jadi kalau singa saja masih takut sama istrinya apalagi ASN. [tertawa] Artinya begini yo opo-yop opo meskipun hebat tetap di depan istri itu jangan menunjukkan kehebatannya. W lanjut. Kemudian nah saling sabar ini penting. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam beliau menceritakan perempuan terbaik itu adalah perempuan yang ahli surga. Itu kullu wadudin walud. Perempuan-perempuan yang baik, saling mencintai dan banyak anak. Ibat a uisa ilaihaju qat hadi yadi fi yadika. Ketika dia suaminya marah, dia memilih untuk kemudian memendam amarahnya, tidak kemudian menyulut pertikaian. Ini kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, yang paling penting ngapunten ini terakhir dari saya se akeh t akeh Pak. Kalau saya selesaikan semua enggak selesai. Kita lanjutkan kapan-kapan lagi ini saya cuma nyampaikan ee nah ini penting ini prinsip penting ini penting. Jenengan kalau lihat siapapun prinsipnya ini wala tanswul fadla bainakum. Jangan pernah melupakan kelebihan orang ini dengan siapapun. Jenengan ketemu siapapun kalau jenengan selalu lihat sisi buruknya pasti ada ndak ono wong ndak ono sing ndak ono eleke tapi kalau jenengan lihat orang dari sisi baiknya maka jenengan gak akan punya masalah dengan siapapun jenengan duwe bojo cerewet ngamukan wis sampeyan eling-eling yo opo opo aku duwe anak yo teko ik loh benar berarti kan jenengan pernah senang kan lihat sisi baik-baiknya loh kalau jenengan lihat cerewetnya nelongso jenengan cepat mati, cepat stroke. Paham ngih? Coba lihat ibu-ibu juga sama. Ibu-ibu kalau lihat suami, "Bojoku ngamukan, ngorokan." Jangan lihat itunya. Lihat jenengan umpama dinafkahi. Itu kan juga kebaikan. Jenengan punya suami. Ngapunten, nggih. Saya pernah cerita ada empat ada empat perempuan pemimpin surga. Salah satunya siapa? Nah, sak suami ada empat tipe, Pak. Satu kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, ada empat pemimpin surga perempuan itu. Satu Khadijah, dua Fatimah, tig Maryam, bukan Aisyah, Maryam. Nomor empat Asiah binti Muzahim, istrinya Firaun. Ini mewakili semua jenis perempuan. Satu, ada jenis perempuan Khadijah ini mewakili perempuan. Dia salihah, suaminya saleh, secara ekonomi sama-sama mapan. Siti Khadijah itu pedagang sukses. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam juga ahli dagang. Shah dan salihah ketemu itu pasangan Khadijah dengan Rasulullah. Ini kalau tidak niru Khadijah bahaya. Kenapa? Karena Khadijah itu menikah dengan mantan karyawan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu dulu salah satu karyawannya Khadijah yang membawa dagangannya Khadijah untuk dibawa keluar. Maka big boss nikah dengan mantan karyawan ini kalau tidak punya ilmu bahaya. Ngapunten. Biasanya istri itu kalau di atas maka suami dianggap keset. Ini kalau gak lihat Khadijah bahaya. Maka Allah sudah menyiapkan ini loh perempuan yang perempuannya big bos nikah sama mantan karyawan. Maka tirulah Khadijah. Ngapunten. Banyak sekali. Kemarin saya dapat berita di berita itu yang sekarang viral. Ketika ada SKP3K itu banyak perempuan ternyata banyak gugatan cerai. Loh ini kan bahaya istri kalau di atas kalau gak punya ilmu ini bahaya. Maka Allah menyiapkan Khadijah sebagai contoh. Paham nggih? Pun. Ada yang kedua, Fatimah. Fatimah ini mewakili istri. Istrinya salehah, suaminya saleh, Sayidina Ali. Tapi masing-masing kekurangan. Fatimah dan Sayidina Ali itu miskin. Bahkan pernah tidak makan 3 hari. Bahkan pernah beliau itu ketika giling apa Siti Fatimah ketika giling roti itu sampai tangannya kasar. Ini menggambarkan ada dua pasangan podo-podo saleh shahah tapi ekonomi bermasalah. Ini kalau enggak punya ilmu bahaya. Karena banyak perceraian itu juga alasan ekonomi. Allah nyiapkan Fatimah sebagai contoh pun. Yang ketiga, Allah menyiapkan Maryam. Maryam ini menjadi perwakilan perempuan yang tidak pernah menikah tapi mampu menjaga kehormatan. Allah siapkan Maryam pun. Yang keempat, Asia bintu Firaun. Bojone sing wedok shihah, sing lanang Firaun. Maka Allah menyiapkan mungkin ada tipe perempuan salihah rajin nang masjid, bojone gak teman salat. Paham nggih? Maka jenengan punya contoh siapa? Asiah bintu Muzahim. Makanya jenengan ibu-ibu nggih mek jenengan bojone cuma ngamukan ndak koy Firaun wis syukur. Karena ada perempuan di dunia ini yang oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dikatakan pemimpin surga itu siapa? Asiah bintu Muzahim istrinya Firaun. Jenengan tahu siapa Firaun? ngaku pangeran penggaweane bayi yang Firaun itu kan kalau ada bayi laki-laki sembelih berarti kalau bojone sampeyan gak koy Firaun wis syukur alhamdulillah bojoku ngamuki sudah sampai beli wuong loh syukur [tertawa] paham nggih biar jenengan itu punya rasa syukur alhamdulillah tak delok-delok bojoku iki masyaallah kekurangannya cuma satu ndak punya kelebihan oh itu bahaya kekurangan [tertawa] pokok Sampan eling-eling sak elek-eleke bojo jenengan. Eling-eling ono perempuan yang suaminya Firaun. Jadi kalau jenengan suaminya enggak setingkat Firaun, syukur Allah menyiapkan contohnya namanya Asiah bintu Musahim. Gitu nggih pun. Lihat sisi positifnya. Jenengan nang tonggo delok positive. Kan setiap orang kan pasti sisi positif ada. Kalau jenengan fokus ke sisi positif insyaallah jenengan ndak akan pernah pegel nang wong. Tapi kalau jenengan selalu lihat sisi negatifnya, selalu akan ada cara untuk melihat kejelekan orang. Makanya di Al-Qur'an salah satu prinsip dikatakan, "Wala tansul fadla bainakum." Jangan pernah engkau melupakan kebaikan di antara kalian. Gitu. Nggih. Hun. Saya kira cukup. Kita lanjutkan di pertemuan selanjutnya. Kalau ada yang mau ditanyakan saya persilakan. Kalau enggak ada saya tutup dengan doa. Cekap. Ada yang bertanya? Monggo, Ibu-ibu. Barangkali atau ada yang curhat [tertawa] atau curhat curhat diseneni bojo? Iya. Gigih [tertawa] tanya apa curhat? Nggih. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang saya tanyakan Ustaz, bagaimana cara untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah? Padahal di dalam Al-Qur'an surat Alharum dijelaskan w dijelaskan ayat 21 wamin ayatiqakum anfusikum aswaja litaskunu ilaiha winakum warahm. Bagaimana cara untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawahdah, warahmah? Terima kasih. Satu saya jawabnya dari dua sisi. Satu, cara membentuk keluarga sakinah, mawadah, warahmah itu yang paling penting harus pakai ilmu. Makanya saya sering ngomong, "Ayo jenengan sama istri itu punya jadwal ngaji bareng." Punya jadwal kita berangkat bukan hanya ke taman kota saja yang bareng, tapi ke taman surga juga bareng. Ini prinsip ya harus pakai ilmu karena semuanya kalau enggak pakai ilmu kita itu bisa melihat dengan tidak sesuai dengan koridor. Makanya masing-masing harus didasari ilmu. Itu yang paling penting. Ayo jenengan ajak sekali-kali istri jenengan meskipun ndak mau engko tak tukokno bakso gak apao pokok wis disogok titik-titik ndak poo ngih. [tertawa] Pun Rasulullah itu pernah nyogok supaya orang baik. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah ada orang ini saya katakan nyogok untuk kebaikan bukan nyogok yang lain loh ya nyogok kayak tadi Rasulullah itu pernah ada orang itu beliau ada seorang Arab Badui minta kepada beliau dikasih gak banyak maka orang Badui mengatakan kok kamu Muhammad gak pasti apik itu sahabat marah semua maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kemudian membawa laki-laki ini ke dalam rumah dikasih lebih dan beliau mengatakan bagaimana sudah cukup cukup wis kalau Kalau gitu sampean kan tadi menghina saya di depan sahabat saya, mereka enggak terima. Ayo jenengan puji saya di depan mereka supaya mereka tenang. Ini namanya nyogok untuk kebaikan. Jjenengan bojone umpama dikok marung nandi ada makanan yang enak itu warung baru buka tapi ngaji isik. Usahakan ada waktu bersama. Itu yang pertama. Yang kedua, prinsip dalam keluarga itu jangan pernah suka menuntut tapi lebih baik melaksanakan kewajiban. Ada satu perkataan yang saya pegang dari ee Imam Asya'rani. Imam Asyarani mengatakan begini, Pak. Seseorang itu kadang-kadang istri itu tergantung refleksi perbuatan suami. Makanya kata beliau, "Kalau saya melihat istri saya kok enggak patuh kepada saya, saya tidak akan menyalahkan istri saya." yang pertama kali saya evaluasi adalah diri saya. Bisa jadi saya agak jauh dari Allah sehingga Allah menghukum saya lewat istri saya. Jadi yang paling baik ketika berkeluarga bukan untuk nuntut pasangan supaya bisa sakinah mawadah warahmah, tapi lebih baik kepada mengevaluasi diri sendiri. Karena satu-satunya orang yang bisa kita rubah itu bukan orang lain, tapi diri sendiri. Paham nggih? Ini yang kata Imam Asya'rani. Imam Sya'rani sampai mengatakan begini, "Saya kalau di rumah melihat ada banyak tikus, yang saya salahkan bukan tikusnya. Yang saya salahkan adalah diri saya sendiri." Ini yang paling penting dibandingkan kita kemudian ingin keluarga sakinah, mawadah, warahmah, tapi kita lebih banyak menuntut pasangan kita tanpa kita kemudian mengevaluasi diri kita. Ngoten nggih. Pon. Ada lagi? Ada lagi. Cekap. Nggih. Cekap. Insyaallah kita lanjutkan tinggal sisa sedikit. Dan terakhir nanti saya akan bahas tentang mahram ngih. Karena ada satu hal di bab ini yang sangat penting tentang masalah mahram. Insyaallah nanti akan kita bahas. Ini tak selesaikan dikit tinggal dikit sama nanti mahram gitu nggih. Semoga menjadi ilmu manfaat barokah. Semoga kita dijadikan orang yang istikamah dalam kebaikan. kita dijadikan keluarganya sakinah mawaddah warahmah. Amin ya rabbal alamin. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahabbilamin. Allahumma shi wasallim ala sayidina Muhammad waa ali sayidina Muhammad. Rabbanafirlana waliwalidina warhamhum kama. Allahumna bimaamtana waimna ma yanfauna wazidna ilma. Rabbana la tuzin qulubana ba'da idada wahablana minadunka rahma innaka antal wahab. Rabbana hablana min azwajina quun walna lil muttaqina imam. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinazabanar ala sayyidina Muhammadin waa alihi wasbihi wasallam. Subhana rabbika rabbil izzati amma yasifun wasalamun alal mursalin. Walhamdulillahiabbil alamin. Bibarokatil fatihah. Ini yang mungkin bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wair. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih. Demikianlah tadi ASN mengaji dengan tema Hak Suami istri semoga bisa membawa kita untuk menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, rahmah, dan diridai oleh Allah subhanahu wa taala. Kurang lebihnya mohon maaf. Akhirul kalam, wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. E mohon perhatian bagi teman-teman pengurus Masjid [musik] Alhon tinggal
Resume
Categories