Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Tahun 2022 Sekaligus merupakan webinar ke-17 yang diselenggarakan oleh butik daur ulang Project di Indonesia di sepanjang Tahun 2022 ini baik sebelumnya perkenalkan saya Anisa luwana selaku MC sekaligus moderator pada acara webinar kita pada hari ini yang mengusung tema mengenai metode dan teknik sampling sampah bersama dua pemateri kita hari ini yang tentunya sangat berpengalaman sekali di bidang ini yaitu bapak dokter hijrah Pertama Putra SMA dan Bapak Ibu Rianda SMA acara ini diselenggarakan oleh butik daur ulang Project B Indonesia yang bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia baik selanjutnya bapak ibu hadirin yang terhormat Izinkan saya mengucapkan selamat datang dan memberikan salam hormat saya kepada bapak dokter hijrah Purnama Putra SMA selaku founder dari butik daur ulang Project B Indonesia sekaligus materi kita pada hari ini kemudian kepada bapak Yedi yurian SMA selaku kopandar dari butik daur ulang Project B Indonesia sekaligus pemateri kita pada hari ini juga lalu kepada ketua jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan yaitu bapak dokter engineering awal Udin murnianto SMA dan juga kepada bapak ibu peserta webinar pada hari yang berbahagia ini nah kali ini Bapak Ibu sekalian di hari Sabtu ini yang berarti sudah memasuki waktu weekend nih kita tapi masih bisa berkumpul dan belajar bersama semoga walaupun webinar ini berlangsung saat weekend dan online kita tetap bisa belajar dan mendapatkan materi dengan sebaik-baiknya karena materi kita hari ini sangat menarik untuk dibahas karena membahas mengenai metode dan teknik sampling sampah sebelum masuk ke materi webinar kita saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu sekalian untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di Link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat kemudian seperti biasanya kami juga menyiapkan 5 door prize Untuk Bapak Ibu sekalian yang beruntung Dorkas ini diberikan berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan 2 Story Instagram terunik selama webinar ini berlangsung Nah untuk doorprise pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara Sedangkan untuk Story Instagram terunik pemenang akan dihubungi melalui DM oleh admin kami kemudian seluruh hadiah ini dipersembahkan oleh butik daur ulang Project Indonesia jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang ingin bertanya selama webinar ini berlangsung itu dapat sekali memberikan pertanyaannya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan lalu untuk seri Instagram bapak ibu dapat membuat Stories selama webinar ini berlangsung semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @projectb Indonesia baik kemudian sebelum kita masuk ke acara selanjutnya Dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk menonaktifkan microphone-nya selama kegiatan ini berlangsung supaya kita dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik sebelum kita masuk acara inti kita yaitu penyampaian materi Mari kita dengarkan terlebih dahulu penyampaian sambutan patah dua patah kata dari bapak dokter engineering Awaludin murnianto ML pelaku ketua program studi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia waktu dan layar kami persilahkan Apakah suara saya sudah terdengar terdengar Bapak Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat pagi Bapak Ibu semuanya yang saya hormati Bapak hijrah Purnama Putra selaku founder dari Project di Indonesia juga pemateri pada pagi hari ini kemudian Pak yebi yuliandalah selaku pemateri dan kolega saya di program studi teknik lingkungan bapak ibu hadirin sekalian peserta webinar dari Project di Indonesia butik daur ulang yang pada kesempatan pagi hari ini mengetengahkan tema metode teknik sampling sampah seperti itu Bapak Ibu yang saya hormati puji syukur kita aturkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan kita Rahmat Hidayah serta inayahnya kepada kita semua sehingga kita masih bisa beraktivitas dengan baik sampai pada hari ini kemudian juga sholawat beserta salam kita haturkan ke perusahaan nabi besar muhammad shallallahu alaihi wasallam Semoga kita menjadi termasuk ke dalam umatnya nanti yang mendapatkan syafaat di hari akhirat Bapak Ibu yang saya hormati saya mewakili program studi teknik lingkungan atas nama program studi dan juga pribadi tentunya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Project di Indonesia dan kerjasamanya ini Insya Allah akan terus berlanjut ke tahun depan karena ini tadi diingatkan juga di ujung tahun gitu ya karena dari Pak hijrah sendiri juga di teknik lingkungan Pak yebi juga di Prodi teknik lingkungan sehingga kita Insyaallah terus eee bersinergi seperti itu Bapak Ibu yang saya hormati kalau saya melihat tadi dari demografi pesertanya ya itu banyak dari mahasiswa mungkin ada di mahasiswa dan juga dari bapak ibu dari PNS gitu ini menarik sekali ya kalau kita ada seorang bijak yang mengatakan bahwa sampah itu adalah bagian paling Jujur dari diri kita gitu katanya jadi kalau kita ingin mengenali diri kita ya kita Kenali sampah kita gitu nah ternyata menganali sampah itu Modelnya ada banyak ya melakukan metode teknik sampling itu adalah salah satu hal yang paling dasar kalau kita salah untuk mengkaterisasi sampah dan lain-lain gitu tentu pengelolaannya tidak akan tepat seperti itu sehingga dengan pembicara-pembicara yang sudah luar biasa di bidangnya selain akademisi dan juga praktisi Saya berharap ini bisa menyebarkan apa ya informasi dan juga apa metode-metode yang mungkin selama ini belum belum tepat seperti itu sehingga kami berharap di dunia teknik lingkungan atau diduga pengelolaan sampah ini juga menjadi sumbangsih kita dari program studi tandingan UI untuk menyelaraskan atau mencerahkan apa yang ada di masyarakat gampangnya Seperti ini Bapak Ibu di Indonesia sudah ada sistem informasi pengelolaan sampah nasional sudah di setiap daerah Bapak Ibu sudah ada apa proporsi atau komposisi karakteristik sampahnya Nah nanti dibandingkan dengan hasil metode dan juga teknik sampling yang sudah diajarkan oleh Pak hijrah dan Pak yebi ini nanti kalau dilihat mungkin Bapak Ibu sebagai pemangku kebijakan atau sebagai pemerhati sebagai pelaku gitu ya bisa memberikan masukan kepada pemerintah dan saya mohon izin karena tidak bisa mengikuti acara ini hingga akhir nanti saya berharap bapak ibu bisa enjoy mengikuti acara ini sampai akhir dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita ee semuanya Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan saya mohon maaf apabila topik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih banyak bapak awal yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini Baik Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia jadi semisal selama acara webinar ini berlangsung ada Bapak Ibu sekalian yang mungkin terkendala di dalam Zoom itu tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu sekalian juga tetap bisa mengikuti webinar ini melalui YouTube channel kami yaitu di Project B Indonesia Kemudian kami juga ingin mengingatkan kembali kepada bapak ibu yang ingin memberikan pertanyaannya selama kegiatan ini berlangsung itu dapat sekali menuliskan pertanyaan Bapak Ibu sekalian melalui kolom chat dengan format nama dan pertanyaan yang ingin ditanyakan lalu bagi Bapak Ibu yang mungkin memiliki akun Instagram itu bisa sekali membuat Story selama webinar ini berlangsung semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di Project di Indonesia karena bakalan ada door prize nih Untuk Bapak Ibu sekalian baik tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi oleh pemateri kita hari ini yaitu bapak dokter hijrah Purnama Putra SMA dan bapaknya di iriandala SMA Tapi sebelumnya saya mohon izin Bapak Ibu sekalian untuk membacakan CV Bapak hijrah dan Bapak Ibu terlebih dahulu Bapak dokter hijrah bernama Putra Ma ini merupakan dosen program studi teknik lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan Universitas Islam Indonesia untuk pendidikannya Beliau pernah menempuh pendidikan S1 teknik lingkungan pada tahun 2006 di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Kemudian beliau melanjutkan pendidikan S2 Sistem teknik pada tahun 2009 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Kemudian beliau juga melanjutkan pendidikan S3 teknik lingkungan pada tahun 2020 di Institut Teknologi Bandung Kemudian untuk aktivitasnya beliau merupakan dosen program studi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia Kemudian beliau juga merupakan sekretaris Prodi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia lalu Beliau juga merupakan ketua gpsm atau jejaring pengelola sampah Mandiri Kabupaten Sleman tahun 2020 hingga 2023 Kemudian beliau juga merupakan founder butik daur ulang Project B Indonesia kemudian selanjutnya ini ada Bapak Yudi yuriandala SMA beliau merupakan dosen program studi teknik lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan Universitas Islam Indonesia untuk pendidikannya Beliau pernah menempuh pendidikan S1 teknik lingkungan pada tahun 2011 di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Kemudian beliau juga melanjutkan pendidikan S2 teknik sistem lingkungan pada tahun 2015 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Kemudian untuk aktivitasnya beliau merupakan dosen program studi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia lalu Beliau juga merupakan founder butik daur ulang Project Indonesia lalu untuk karya ilmiahnya pada tahun 2020 yaitu pengolahan sampah organik sebagai solusi ekonomi dari perguruan tinggi di masa pandemi prosiling konferensi nasional pengertian kepada masyarakat dan CSR kemudian ada building information keliling atau Dim adopsion model for arsitektural education jurnal of design and build environment baik itu tadi sekilas mengenai kedua pemateri kita pada pagi hari ini selanjutnya saya mungkin akan menyapa terlebih dahulu ke materi kita pada hari ini yaitu bapak hijrah dan Bapak yebi Assalamualaikum selamat pagi Bapak hijrah dan Pak Ebi Waalaikumsalam baik untuk penyampaian materinya waktunya kurang lebih sampai jam 10.30 ya pak ya baik tanpa berlama-lama langsung saja tempat dan layar kami persilahkan oke Baik Terima kasih Mbak Anisa Mas yebi saya izin untuk memulai silahkan Pak hijrahmanirohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bismillah alhamdulillah tentunya Selamat pagi Bapak Ibu yang kami hormati salam sejahtera bagi kita semuanya yang kami hormati pak Awaludin nurmiyanto selaku ketua jurusan di teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia yang Mungkin beliau sudah left karena memang ada beberapa agenda yang bersamaan yang kami harus bagi-bagi tugas pada kesempatan hari ini mumpung akhir tahun pasti Bapak Ibu mengetahui juga berbagai macam aktivitas yang harus dikerjakan Kemudian Mas yebi Alhamdulillah masih menjadi partner Setia mendampingi webinar metode teknik sampling sampah yang sepertinya ini periode yang kelima ya badge yang kelima dan permintaannya cukup tinggi akhirnya di Tahun 2022 ini kita lakukan dua kali ya jadi di awal tahun dan di akhir tahun seperti yang disampaikan oleh Mbak Anisa tadi ini adalah webinar yang ke-17 di Tahun 2022 ini dan mungkin ini akan menjadi webinar di terakhir ya tapi terakhirnya Insya Allah di tahun ini ya nanti di 2023 kita akan banyak angka topik-topik yang baru mudah-mudahan ya yang berhubungan dengan pengolahan sampah dan mudah-mudahan Bapak Ibu di daerah terutama bisa terbantu dengan hadirnya materi-materi tersebut kalau dilihat dari waktu Sepertinya kita sampai jam 12 ya Mbak Nisa hari ini ya Jadi nanti mungkin materinya sampai jam 11.15 atau 11.30 gitu ya setengah jam kita bisa pakai untuk tanya jawab Bapak Ibu yang kami hormati kurang lebih 2 jam kedepan saya dan masih Ebi akan menyampaikan materi tapi kita akan buat dengan sistem yang enjoy saja jadi Bapak Ibu bisa sambil Santai Menikmati apapun hidangan yang ada di depan Bapak Ibu semuanya kemudian saya akan bergiliran ya bergantian tepatnya dengan Mas yebi Jadi bukan saya di awal Kemudian Mas yb di akhir atau sebaliknya Tapi kami akan muncul bergantian gitu karena kami melihat bahwa materi ini perlu dijelaskan secara komprehensif yang yang nanti Bapak Ibu bisa mengikutinya dengan baik ya saya coba izin untuk share screen Bapak Ibu ya mudah-mudahan share saya sudah terlihat ya terkait dengan metode dan teknik sampling sampah Bapak Ibu yang Ya sudah terlihat Oke saya di awal ya nah hari ini kita akan bicara 7 bagian Bapak Ibu mudah-mudahan bisa selesai semuanya kalau slidenya kira-kira ada 105 slide kayaknya ya tapi banyak gambar-gambar yang menunjukkan supaya bapak ibu dapat dengan mudah untuk melakukan proses sampling jadi outline materi kita dimulai dari aktivitas pendahuluan kemudian dilanjutkan dengan metode penentuan sampel dan teknik sampling sampah Nah di sini nanti kita akan bergantian dengan mas yebi karena penentuan sampel nanti saya coba jelaskan kemudian teknik sampling sampah akan dijelaskan oleh Mas yb dan di materi yang kedua ini akan kita bagi berdasarkan lokasi Bapak Ibu mulai dari rumah kemudian aktivitas non domestik kantor sekolah tempat ibadah rumah makan dan seterusnya kemudian di bagian yang ketiga kita akan Jelaskan terkait dengan perencanaan jumlah personil dan waktu kerja yang dibutuhkan untuk proses sampling tersebut kemudian ada sampling karakteristik sampah ya apa saja yang dimaksud dengan karakteristik sampah kita akan lihat nanti kemudian pengolahan data sampling dan ditambah yang terakhir tapi bukan terakhir tapi yang mungkin akan sangat menentukan ya survei sosial ekonomi budaya sebagai pelengkap data sampling Nah Bapak Ibu yang kami hormati kami berharap bapak ibu dapat mengikutinya dengan baik namun bahan Nisa tadi sudah menyampaikan jangan khawatir kalau terputus di tengah jalan gitu ya Bapak Ibu dapat menikmati rekamannya di di YouTube yang tersedia Sekali lagi kami menshare apa yang kami sudah lakukan tapi bukan berarti Kami hadir berdua ya melalui Project be Indonesia dan program studi teknik lingkungan Kemudian kami berdua menjadi lebih paling ahli diantara Bapak Ibu semuanya tidak sama sekali tidak bermaksud seperti itu hanya menshare apa yang sudah dilakukan tentunya masih banyak kekurangan-kekurangan yang bisa dilengkapi oleh Bapak Ibu semuanya kita mulai Bapak Ibu semuanya satu persatu kita jalani terkait dengan yang pertama kita akan berbicara terkait dengan pendahuluan sampling kira-kira sampling sampah itu untuk apa sih kira-kira yang pertama adalah Bapak Ibu pasti kita sudah mengetahui tujuan dari sampling tersebut adalah untuk mengetahui Berapa banyak sampah yang kita hasilkan atau berapa banyak sampah yang dihasilkan entah itu di lokasi penelitian kita di lokasi wilayah bapak ibu bekerja dan seterusnya Bagaimana kuantitasnya dan bagaimana kualitasnya Nah untuk apa salah satunya adalah untuk mengetahui trend perubahan Bapak Ibu jadi sampah itu mengikuti gaya hidup seperti awal dari sampaikan sampah menjadi hal yang paling jujur untuk mengetahui siapa kita gitu nah seharusnya keren ini akan mengalami perubahan sehingga sampling sampah perlu dilakukan secara peri agar kita punya trend terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang kita hasilkan nah saya Tampilkan terkait dengan hal tersebut adalah di tabel di sebelah kanan Bapak Ibu walaupun tabel ini saya ambil dari buku yang sudah cukup lama gitu ya tapi masih relevan untuk dijelaskan contohnya adalah untuk menggambarkan kondisi tahun 60-an ya sampai 2005 Bapak Ibu bisa melihat bahwa paper dan paper board jadi kertas dan kardus di satu kota di tempat ini dilakukan ini mengalami pergerakan dari 34% kemudian menjadi 39% begitu juga dengan kaca logam plastik dan seterusnya jadi ada sampah yang terus turun ada juga sampah yang terus naik seiring dengan perkembangan zaman Nah kita balik lagi ke data kita apakah data yang sudah kita miliki menunjukkan trend tersebut atau belum gitu jadi menjadi PR kita bersama kemudian sampling sampah ini sangat bermanfaat untuk menggambarkan keberhasilan atau bahkan ketidakberhasilan dari program yang direncanakan oleh Bapak Ibu terutama Bapak Ibu yang berprofesi sebagai ASN atau PNS ya untuk mengetahui bagaimana program Berhasil tidaknya program TPS 3R program bank sampah atau program pengurangan sampah penanganan sampah dan seterusnya Dan harapannya dari seluruh yang ada dari trend tingkat keberhasilan ini menjadi dasar untuk merumuskan suatu kebijakan Bagaimana pengurangan sampah penanganan sampah dapat dilakukan dengan baik kemudian berikutnya adalah ini saya capture Saya copy dari si PSN sistem informasi pengolahan sampah nasional ya Jadi mohon izin Bapak Ibu mungkin yang sudah sangat terbiasa terkesannya kok kayak mengulang-ulang gitu ya tapi kami melihat mungkin juga ada yang bergabung pada kesempatan hari ini belum familiar dengan menggunakan istilah-istilah tersebut jadi ini ada dua data yang saya coba capture Kebetulan saya menyimpan di April 2022 di April 2022 di tahun yang sama bapak ibu ya pada saat itu di publish datanya seperti ini seperti yang di atas bisa dilihat bahwa pengurangan pada saat itu adalah sebesar 15,21% kemudian pengurangan di tahun di bulan ini di Desember baru kemarin Sepertinya saya capture ini adalah 15,64% terjadi perbedaan karena apa timbulan sampahnya juga berbeda dari 26.000 menjadi 31.000 ton per tahunnya Penanganannya berubah sampah terkelola berubah sampah tidak terlola berubah kok jadi tambah naik Pak bisa jadi ya pada saat April tersebut belum banyak wilayah yang mengisi Kemudian pada Desember banyak wilayah yang mengisi tergantung di capturenya Kapan diambil Datanya kapan karena data ini adalah Real Time Jadi kapan saja siapapun yang mengambil ya karena sudah terpublish bisa saja digunakan sebagai data dasar dalam aktivitasnya penelitian perencanaan dan seterusnya nah di dalam SI PSN tersebut ya kita bisa melihat bapak ibu ada data banyaknya sampah yang dihasilkan atau kita sering sebut sebagai data timbulan sampah dan kita bisa melihat ada capaian kinerja pengelolaan saham yang dihasilkan oleh setiap wilayah atau setiap daerah gitu ya Nah data-data tersebut disandingkan dengan data-data yang lain tentunya ya Nah kita coba lihat misalnya contohnya adalah data komposisi data komposisi sampah sisa makanan sekian persen kayu ranting sekian persen kertas karton sekian persen plastik dan seterusnya ini secara nasional menunjukkan bahwa sisa makanan kita mendekati angka 40%. Ini yang barusan di capture di Desember 2022 dengan sumber sampah terbanyak adalah berasal dari rumah tangga 40% tapi kalau kita bongkar lagi datanya lebih jauh bapak ibu di website yang sama kita ini sengaja saya Tutup Bapak Ibu agar tidak terlalu kelihatan ya tapi agak-agak kelihatan sedikit tapi artinya bukan untuk mencari salahnya di mana tidak begitu ya ini hanya memaparkan kondisi kita saat ini bapak ibu Saat ada satu daerah ya tidak mengisi seperti yang ada di sini dia tidak mengisi sisa makanan kayu ranting kertas karton plastik dan seterusnya tiba-tiba ada kain 6% ada kaca 10,5% Jadi kalau dijumlah Ini 16,5% bukan 100% gitu Nah apakah sampah yang lain tidak ada atau belum selesai aktivitas sampling atau belum selesai apa ya Saya nggak tahu juga nah data-data seperti ini kita bisa lihat dari tampilan yang ada bahwa banyak sekali wilayah-wilayah yang belum memasukkan data ini masuk belum memasukkan data tersebut bisa saja karena tidak memiliki data kemudian kalau tidak memiliki data ya Bisa saja tidak memiliki kemampuan untuk mengambil data di lapangan di samping itu masih banyak tantangan yang ada di lapangan tapi apapun data yang kita masukkan di sini bapak ibu saat dia online menjadi data Real Time yang bisa diambil oleh siapapun kapanpun dimanapun jadi kita tidak bisa mengontrol sehingga kalau ada pihak lain yang mengambil dan mengolah data tersebut dan menyebutkan bahwa ada statement statement tertentu yang mungkin merugikan kita atau dan seterusnya ya kita tidak bisa menyala jadi seharusnya kita bisa mempersiapkan data salah satunya adalah Bapak Ibu sebenarnya ini sudah sangat lama ya 2015 dinobatkan Indonesia melalui sebuah penelitian menunjukkan Indonesia menjadi juara dua dunia dalam menghasilkan sampah plastik terbanyak ke laut ini makin merah makin tinggi prestasinya gitu ya yang pertama cina sangat merah sekali Kemudian yang kedua merah juga yaitu Indonesia baru yang di bawah-bawahnya agak merah dikit makin orange makin kuning sampai abu-abu dan seterusnya jadi ini berdasarkan apa penelitian ini salah satunya adalah data yang diakses oleh peneliti tersebut menunjukkan bahwa Indonesia persentase sampah yang tidak terkelola adalah 83% dari mana berdasarkan data sekunder yang dia miliki yang diakses lewat portal portal yang ada pada tahun tersebut jadi sehingga ya kita mau tidak mau Akhirnya menerima ternyata hanya 17% nih sampah kita yang kita kelola mampu kelola sehingga dengan model yang peneliti bangun akhirnya menunjukkan bahwa kita menjadi ranking dua dunia ya jadi data-data resmi ini akan menjadi acuan diacuh dalam laporan-laporan khususnya oleh internasional karena dia tidak mungkin datang ke dlh Provinsi mana dlh kabupaten kota mana gitu karena penelitiannya menjadi tidak efektif akhirnya akses internet itu menjadi sangat penting Nah itu poin pertama kenapa Data ini menjadi sangat penting mungkin Bapak Ibu berpikir ya Nggak ada data saya nggak apa-apa tapi bisa mempengaruhi data keseluruhan secara nasional kemudian pemerintah sudah membuat jaksaranas dan jaksarada walaupun tantangannya di daerah adalah persentase kenaikannya yang dan dan seterusnya ya yang mungkin akan sulit ya dicapai dan seterusnya tapi dalam hal ini kita tidak bahas tersebut yang perlu kita bahas adalah pentingnya data pentingnya data untuk bisa menetapkan sebuah target jadi kalau kita tidak punya data wilayah kita sudah sampai di mana Berarti kita mau tidak mau akan mengikuti ya target yang sudah diberikan oleh nasional misalnya di 2017 Apakah Memang betul wilayah Bapak Ibu 15% dan 72% sehingga di 2018 Bapak Ibu harus 18% untuk pengurangan dan 73% untuk penanganan atau jangan-jangan di 2017 masih 2% gitu tahun 2017 masih Penanganannya masih 50% dan seterusnya jadi ini menjadi tantangan kita bersama saat kita tidak punya data menjadi hal yang sulit sekali dikelola dan kita masih banyak bapak ibu yang daerah-daerahnya menggunakan data-data asumsi ya mungkin tidak terlalu asumsi lah karena memang ada SNI ya SNI 95 tentang spesifikasi timbulan sampah kota kecil dan sedang di Indonesia oke masih bisa digunakan dengan angka misalnya 2,75 sampai 3,25 untuk kota kecil sampai 2,75 cuman ya kalau kita logika kan Bapak Ibu walaupun SNI ini masih berlaku dan masih boleh digunakan tidak salah cuman secara logika kalau kita berpikir adalah nah ini sering digunakan sebagai data utama Dalam menentukan timbulan sampah di daerah karena sifatnya praktis hanya dikali dengan jumlah penduduk kemudian didapatkan lah timbulan sampah satu kota atau Kabupaten tersebut jadi data yang ada di sini ya kotak kecil kota sedang ini tinggal dikalikan dengan jumlah penduduk kemudian didapatlah data yang ada di kota atau Kabupaten tersebut cuman saat kita kalikan kita perlu pertimbangkan juga ya Boleh Memang digunakan namun perlu dipertimbangkan bahwa SNI ini sendiri sudah 27 tahun lamanya jadi kalau kita lihat tadi Perkembangan komposisi timbulan seharusnya sudah berubah kecuali kota kita tidak tidak ngapa-ngapain ya tidak tidak melakukan apa-apa pastinya tidak mungkin ya jadi perlu pertimbangan bahwa sampling sampah paling tidak perlu dilakukan kalau perlu setahun sekali untuk melihat tren yang ada dan Bapak Ibu punya kebijakan untuk menangani sampah tersebut karena apa Bapak Ibu jadi perjalanan sampah seperti yang kita sudah ketahui sangat panjang dan kita butuh Data dari sumber sampah pemukiman kantor pusat perdagangan fasilitas umum sekolah rumah sakit dan seterusnya ada yang dikelola secara individu ada yang sudah memilah ada yang sudah buat kompos tapi ada juga yang masih bakar sampah buang sampah sembarangan masukkan sampah ke selokan berakhir ke sungai dan berakhir ke laut secara lingkungan dia tidak ramah atau ada juga yang sudah Milah sampah kemudian menyetorkan ke sektor informal ini sangat Oke sekali terus kemudian ada juga yang punya langganan sampah karena kotanya memiliki layanan terkait dengan sampah tersebut Nah akhirnya apa semuanya saling berhubungan Bapak Ibu nah satu-satunya pengunci hubungan tersebut berarti kita perlu date untuk menunjukkan satu hubungan dengan hubungan yang lain Mana yang lebih baik mana yang harus ditingkatkan kalau kita tidak punya data maka ya kita akan sulit untuk mengevaluasi aktivitas hulu ke hilir dalam pengelolaan sama tersebut nah Oleh karena itu bapak ibu data kuantitas sampah dan kualitas dan kuantitas sampah ini sangat penting sebagai data salah satunya adalah perencanaan memilih peralatan jenis wadah alat pengumpulan pengangkutan perencanaan rute pengangkutan desain fasilitas daur ulang sampai ngomongin tentang TPA kalau kita tidak punya data maka kita tidak bisa mendesain suatu sistem yang kompleks di dalam sebuah kotak Oh saya punya data tapi saya datanya asal-asal berarti desain kita pun akan menjadi asal usul Walaupun Bapak Ibu di ASN menganggap desain ini adalah pekerjaannya konsultan pihak ketiga tapi Bapak Ibu bisa mengontrolnya menjaga kualitas data yang dihasilkan sehingga perencanaan perencanaan yang dilakukan menjadi baik karena Bapak Ibu yang akan mengoperasikannya nanti si konsultasi udah pergi desain di wilayah yang lain dan seterusnya Kenapa begitu Bapak Ibu karena data ini Selain digunakan untuk sebagai desa data dasar dalam perencanaan sampah data ini sangat penting untuk menentukan teknologi Bapak Ibu kapan kita akan menggunakan komposting kapan akan menggunakan insenerasi Kapan kita akan resign dan seterusnya sangat ditentukan dari Jenis sampah yang dihasilkan kenapa kita tidak bisa seperti Singapura ya bakar sampah dengan insenerasi panasnya diambil dan seterusnya Kenapa Indonesia ya malah banyaknya Open dumping kemudian juga ada komposting dan salah satunya adalah ditentukan dari kualitas sampah yang kita hasilkan jadi begitu besar kepentingan terkait dengan kualitas dan kuantitas data data komposisi dan timbullah dari saham jadi itu sedikit pendahuluan bapak ibu mudah-mudahan membawa suasana kita lebih panas pada kesempatan hari ini terkait dengan metode dan teknik sampling sampah itu bagian yang pertama kita akan belanja ke bagian yang kedua Saya yakin nanti akan banyak pertanyaan yang sudah mulai ditanyakan ya mungkin bisa fokus ya pertanyaannya adalah ke metode dan teknik sampling sampah jadi harapannya Bapak Ibu mungkin kalau bertanya di luar itu di webinar yang lain atau ya kalau punya waktu nanti kita akan jawab Kemudian yang kedua adalah Bapak Ibu kita akan masuk secara detail terkait dengan penentuan sampel dan teknik sampling di bagian yang pertama ini ya di 2A kita akan kalian Ngomongin tentang sumber sampah domestik yaitu pemukiman nah ini saya akan random nanti sebentar lagi dengan mas yebi ya data pemukiman ini penting dilakukan karena apa Bapak Ibu yang pertama adalah kita punya SNI 193964 tahun 94 Ya jadi umurnya 28 tahun mungkin akan segera keluar SNI yang terbaru Karena memang ada beberapa hal yang perlu kita update ya nah mulai Yang pertama aktivitasnya adalah pengumpulan data populasi karena kita akan melakukan sample sampling berarti kita perlu tahu jumlah populasi yang dimiliki di tempat atau lokasi dilakukan sampling tersebut habis itu kita akan melihat jumlah sampel jumlah sampel yang ada kemudian ditentukan lokasi samplingnya di mana dilaksanakan samplingnya dianalisis sistemnya dan dapatlah data timbulan dan komposisi sampah nah di bagian saya akan masuk di poin 1 2 dan 3 sedangkan nanti mas yebi di pelaksanaan samplingnya analisis samplingnya sampai nanti timbulan dan komposisi sampah Nah untuk menjawab nomor 1 Bapak Ibu data populasi ini maka populasi tersebut salah satunya adalah populasi jumlah penduduk karena bagian ini adalah bagian pemukiman ya jadi jumlah penduduk ini perlu dicek ya ceknya lewat data sekunder lewat BPS data-data kependudukan yang lain gitu ya Nah dari data awal tersebut kemudian direkap jumlah penduduknya Berapa jumlah jiwa perkakanya berapa misalnya 5 atau 4 tingkat ekonomi masyarakatnya Seperti apa kemudian SNI ini membaginya menjadi 3 bagian rumah permanen dengan asumsi pendapatan tinggi kemudian rumah semi permanen dengan pendapatan sedang dan rumah non permanen dengan asumsi pendapatannya rendah atau Bapak Ibu bisa juga melakukan atau emas Mbak kategori perumahannya adalah Misalnya berdasarkan kondisi fisik rumah pendapatan rata-ratanya atau fasilitas yang ada nanti kita akan coba lihat karena permanen semi permanen dan non permanen ini mungkin di beberapa kota akan sulit menemukannya gitu ya Jadi kesannya agak kaku tapi sebenarnya kita bisa fleksibel kan nah bagaimana cara mem fleksibelkan kategori rumah ini salah satunya yang pernah kami lakukan adalah seperti ini Bapak Ibu misalnya yang kategori yang pertama tadi ya rumah permanen kategori kondisi fisiknya misalnya permanen dapat berupa lantai 2 atau lebih gitu luas permukaan luas bangunannya ada ciri-cirinya kan tidak mungkin langsung datang-datang petugas sampling tanya pendapatannya berapa katanya tinggi gitu kita bisa melihat dari ciri-ciri fisik dari yang dimiliki dari rumah tersebut misalnya punya garasi permanen pagar permanen sistem penerangan ventilasinya baik lantai rumah dengan keramik tersedia teras ruang tamu ruang keluarga fasilitas air bersih sanitasi yang baik jadi indikatornya ya pendapatan kepala keluarganya bisa saja melebihi dari UMK atau UMR yang ada kemudian turun lagi ke sedang semi permanen misalnya hanya lantai satu luas lahan dan bangunan tidak begitu luas punya mobil tapi tidak punya garasi atau tidak permanen pagarnya juga tidak permanen dan seterusnya jadi diturunkan Terus yang perlu kita Garis bawahi adalah kondisi fisik dan fasilitas rumah ini akan sangat menentukan di wilayah mana yang kita akan sampling jadi kita membuat kategori atas dan kategori bawah berarti ada kategori di tengahnya yang antara ya antara yang atas dan yang rendah karena di SNI disebutkan hanya bentuk permanen semi permanen dan nonpermanen mungkin perlu menterjemahkan dalam kondisi yang sesuai dengan kondisi real di lapangan nah tantangannya memang ya saat kita lihat begitu Kita bedakan kategori tinggi sedang rendah ini jadinya sangat subjektif tergantung Siapa yang menilai gitu ya nah salah satunya adalah satu lokasi dengan lokasi yang lain ini sangat mungkin bisa berbeda Bapak Ibu akhirnya apa di tim sampling kita yang jumlahnya Mungkin banyak ya 10 orang 15 orang sehingga perlu ada kesepakatan agar Wilayah utara sama konsep pemikirannya pemahamannya antara membagi tinggi sedang rendah dengan wilayah Selatan atau timur dan barat sehingga data keseluruhan satu wilayah kita punya pemahaman yang sama walaupun tadi balik lagi sangat subjektif ya tapi ya tetap bisa dilakukan nah terkait dengan jumlah sampel Bapak Ibu salah satunya Bapak Ibu bisa menggunakan pedoman yang ada di SNI tersebut SNI ini sudah sangat Oke sekali sebenarnya pada zaman tersebut sampai menghitung ya jumlah sampel yang dibutuhkan nah ini kita beranjak ke nomor 2 setelah kita tahu populasi kita masuk ke Perhitungan jumlah sampel Perhitungan jumlah sampel ini dimulai dengan rumus yang cukup sederhana ya jumlah contoh jiwa ini sama dengan CD CD ini adalah koefisien kota Soalnya kalau kota besar Metropolitan 1 Kota sedang kecil 0,5 kemudian di akar dengan jumlah populasi jumlah jiwa yang kita sudah dapatkan di angka dalam angka misalnya laporan BPS Badan Pusat Statistik dan seterusnya sehingga s nya didapat barulah kemudian ketemu k ya k itu adalah Jumlah contoh atau jumlah KK yang akan kita survei jumlah rumah lah kira-kira begitu dengan jumlah S ya s ada dibagi dengan jumlah n itu adalah anggota keluarga coba eh Bapak Ibu kita hitung di sebelah kanannya gitu ya satu kota besar kota besar dengan cd1 tadi berjumlah penduduk 1 juta jiwa ya maka jumlah contoh jiwa s sama dengan CD CD ini adalah satu tadi karena kota besar di akar 1000 ya satu juta mohon maaf 1 juta berarti ketemulah angka 1000 1000 jadi karena jumlah jiwa per kknya ada asumsi atau data adalah 5 maka 1000 / 5 ketemulah 200 rumah atau 200 KK yang akan kita sampling berdasarkan data tingkat ekonomi masyarakat yang di publish oleh kota tersebut menunjukkan adalah pendapatan tinggi sebesar 25% pendapatan sedang 30% pendapatan rendah adalah 45% berarti dari 200 tersebut 25% nya adalah rumah dengan rumah permanen jadi ketemulah 50 rumah 30% nya adalah rumah semi permanen dan yang terakhir adalah 45% nya adalah rumah Non jadi ketemulah totalnya adalah sebesar 200 ini adalah metode perhitungan yang sangat sederhana Bapak Ibu untuk melakukan perhitungan terkait dengan timbul jumlah sampel selanjutnya Kami yakin Bapak Ibu untuk mempermudah kerja Bapak Ibu sebenarnya kami sudah menyiapkan gitu ya untuk penentuan jumlah sampel dengan menggunakan SNI 193964 tahun 94 itu kita buatkan dalam suatu aplikasi sederhana begitu menggunakan Excel bapak ibu tinggal mengisi yang berwarna kuning saja jadi kuningnya diisi kuningnya diisi yang berwarna hijau itu sudah otomatis jadi kalau mau sampling masukkan ke dalam rumus ini belum sudah langsung dapat tapi penjelasannya seperti tadi karena penjelasan tadi simple mudah dan terus dilakukan berulang-ulang berdasarkan pengalaman kami kami buatkan saja excelnya supaya mudah untuk dilakukan jadi tidak perlu harus ngitung-itung di awal masukkan saja sudah selesai walaupun di SNI tersebut Bapak Ibu sudah dipandu juga ya ada satu tabel di bagian bawah ini ya untuk menunjukkan jumlah contoh jiwa jumlah KK dan seterusnya nah selain menggunakan SNI Bapak Ibu ini mungkin cocok untuk teman-teman mahasiswa yang mau melakukan penelitian usai pingin bandingin nih jumlah sampel di SNI dengan metode yang lain ada nih rumus Isak dan Mitchell ya dengan rumus seperti ini ya Ini sebenarnya untuk penelitian-penelitian sosial juga cukup baik ya dengan penjelasan ya nilai peluang benar peluang salah dan seterusnya bisa menggunakan rumus ini nah kami juga karena memang sudah pernah dilakukan akhirnya juga punya Excel yang tinggal dimasukkan yang kuningnya dan akhirnya adalah keluar yang hijau secara otomatis walaupun nanti ada penjelasan penggunaan pakai tapi Bapak Ibu Kalau merasa ini mudah ya simple nih tinggal biasa atau tidak menggunakan sebenarnya sangat mudah untuk dihitung manual nah beberapa jenis yang lain adalah Misalnya juga slovin ya yang biasa digunakan juga ini juga sama sudah kita buatkan excelnya dengan rumus n = n besar ya dibagi dengan satu ditambah dengan n kemudian di errornya dipangkat 2 gitu ya tingkat kesalahannya di Pangka 2 nanti tingkat kesalahannya bisa dari 1% 5% dan 10% sehingga akan mendapatkan jumlah rumah yang akan atau yang paling ke-3 adalah yang paling sederhana adalah penentuan jumlah sampel dengan menggunakan nomor gram Harry King tapi hanya untuk kapasitas populasi maksimal adalah 2000 sedangkan tadi satu juta 200 juta dan seterusnya tidak cocok menggunakan ini jadi ada berapa pilihan tadi 4 pilihan dalam menentukan jumlah sampel layaknya penelitian-penelitian yang lain ini perlu dilakukan agar Apa Bapak Ibu agar jelas arah penelitian kita bagaimana Jadi sudah ketemu 200 sampel misalnya ya 200 rumah tadi yang perlu ditentukan Selanjutnya apa yang dilakukan adalah penentuan lokasi samplingnya nah ini sebelum masih di masuk misalnya ya satu daerah Bapak Ibu kebetulan ini saya ambil petanya Sleman begitu ya wilayah Jogja kemudian ada misalnya 9 lokasi sampling jadi dari yang berwarna ini kalau 9 Bapak Ibu bisa membayangkan kalau penempatan lokasi sampling seperti yang ada di gambar ini bisa saja tidak mewakili keseluruhan wilayah kabupaten jadi di utara misalnya ada lumayan kemudian kok di timurnya ada tapi di barat kemudian di tengah tidak ada yang mewakili jadi perlu ada pertimbangan wilayah sehingga samplingnya memang random sampling tapi stratifikasi jadi jelas arahnya kemana tidak menggunakan full random sehingga saat punya data nanti tidak kebingungan dalam mengolahnya kok tipenya bisa saja ya tipe Utara misalnya dekat dengan pegunungan akan menunjukkan hal yang berbeda dengan tipe yang Selatan yang dekat dengan wilayah kotaan Nah kalau kita ambil keseluruhan wilayah berarti kita perlu data secara komprehensif untuk menunjukkan wilayah tersebut gitu ya Nah selanjutnya adalah sepertinya masih betul Ya silahkan masih Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bapak Ibu semuanya seperti yang disampaikan Pak hijrah tadi saya melanjutkan yang disampaikan Pak hijrah ini terkait untuk sampling sampah di sampah domestik Bapak Ibu Nah nanti akan ada yang non domestik dan lain sebagainya nah akan tapi sebelum melakukan sampling sampah ada beberapa hal yang menjadi catatan dari kami ya sekali lagi seperti yang kami sampaikan di awal Kami mencoba sharing ya memberikan informasi terkait apa yang sudah kami lakukan selama ini Nah bisa jadi nanti ada yang berbeda Nah itu mungkin bisa kita berbagilah bersama-sama jadi sebelum melakukan sampling hal yang pertama dilakukan tentu persiapan Bapak Ibu Nah Pak hijrah tadi sudah menyampaikan tentang jumlah datanya berapa Nah setelah kita dapatkan jumlahnya kita dapatkan lokasinya Nah maka ini pada penetapan lokasi dan waktu sampling nah lokasi sudah ada jumlahnya dari tahu ini kita ketahui waktu samplingnya Bapak Ibu Nah kalau sesuai SNI itu 8 hari berturut-turut Nah ini untuk melihat tren selama satu minggu itu seperti apa timbulan sampahnya dan komposisinya waktu memulainya ini harus jelas hari dan tanggalnya nah jamnya juga Jadi biasanya kami selalu menyarankan itu dimulai pada pagi hari Biasanya Kami menyarankan dimulai jam 6 pagi dan berakhir jam 9 pagi atau diambil di sebelum orang berangkat ke kantor dan melakukan aktivitas lainnya sehingga ini akan mempermudah untuk mendapatkan sampah yang yang valid lah seperti itu terus jam samplingnya sudah terus dua pertengahan musim nah ini juga untuk melihat datanya apakah karena ini kenapa dua pertengahan musim karena kita ada dua musim Bapak Ibu kemarau dan musim hujan kita ingin melihat timbulan sampahnya berpengaruh nggak ketika musim hujan dan musim kemarau dan juga 5 tahunan 5 tahunan ini juga berhubungan dengan perencanaan Nah karena di pemerintahan Biasanya kalau bapak ibu di pemerintahan jangka pendek menengah dan panjang nah Biasanya kita akan menyarankan 5 tahunan melakukan sampling sampah kalau untuk kira-kira setiap tahun apakah boleh dilakukan sangat dibolehkan Bapak Ibu kalau setiap tahun cuman kalau di pemerintahan Saya rasa ini nanti akan terkendala di pembiayaan karena merasa bahwa ini masih bukan prioritas saat ini nah akan tetapi pada kenyataannya kita melihat sering terjadi permasalahan itu ketika persiapan samplingnya tidak matang saya ada sebagai contoh kita merencanakan TPA bapak ibu dengan yang perencanaan yang ada data sekundernya tadi yang disampaikan Pak hijrah nah tahu-tahu perencanaannya TPA penuh dalam waktu 10 tahun dan pada kenyataannya TPA nya penuh Dalam waktu 5 atau 6 tahun ya karena itu perlu data yang bagus dan juga persiapan yang bagus untuk mendapatkan data itu dan dari setelah ada diketahui lokasi waktu kita juga membutuhkan petugas samplingnya ada ketua tim pelaksana utama dan pekerja teknis nanti mungkin ada lebih detailnya akan kami sampaikan akan tetapi Ini standar minimal bapak ibu ada ketua tim pelaksana dan juga pekerja teknis Nah kenapa seperti ini nah kebanyakan di lapangan kebanyakan di lapangan ini ketua tim pelaksana utama pekerja teknis dan lain sebagainya ini merangkap Bapak Ibu dokumentasi juga sehingga apa Kadang nah pengambilan datanya tidak valid nah ini yang menyebabkan kenapa ketika ada data sampling yang mungkin dilakukan oleh pihak ketiga ini akan akan ada data yang bias ataupun tidak tidak sesuai lah bisa dibilang seperti itu Oke next Nah selanjutnya setelah kita ada lokasi waktunya dan ada petugasnya perlu disampaikan juga petugasnya juga harus memilih kemampuan ataupun pengetahuan dengan Jenis sampah yang akan di sampling nah ini Bapak Ibu yang membutuhkan data harus menyampaikan ini kepada petugas sampling atau surveyornya nanti nah ini ada beberapa jenis sampah yaitu kategorinya ada yang 9 ini organik kertas kayu kain atau tekstil karet atau kulit plastik logam gelas atau kaca dan lain sebagainya kalau hanya disebutkan kategori seperti ini nanti akan timbul pertanyaan sehingga Kami biasanya akan menampilkan juga contoh sampahnya apa Nah seperti sampah organik Berarti ada sampah sisa makanan sampah dapur terus selanjutnya adalah buah-buahan nah begitu juga dengan kertas nah kertas ini apa saja yang masuk ke dalam kertas ada Koran majalah kardus dan lain sebagainya ada kayu Nah ada ranting dan pohon nah begitu juga untuk kain tekstil atau tekstil Ada karet plastik logam nah ini juga nanti tergantung kebutuhan Bapak Ibu Nah kenapa kami buat seperti ini ini adalah keperluan untuk untuk pengolahannya Bapak Ibu nah semakin detail kita membuat nanti akan penentuan teknologi pengolahan itu akan lebih mudah nah oke supaya cerah nah ini yang lainnya beberapa kategori yang pernah kami buat tadi yang pertama ada 9 Nah ini ada kategori lainnya bahwa ada 12 jenis Nah ada 12 jenis Ada sampah dapur sampah halaman ada kayu Nah tadi ada hanya sampah kayu dan ranting lain sebagai kami tambahkan Ada sampah halaman karena nanti bisa jadi nah ini kalau sampah halaman ini bisa dikomposkan kayu supaya ranting dan pohon dan lain sebagainya ini tidak bisa bapak ibu akan lama apabila dikomposkan ini tergantung tujuan untuk pengolahannya nanti nah kertas terus ada plastik plastik kami pisahkan lagi ada plastik film ada plastik padat Nah kenapa kami pisahkan biasanya yang yang bernilai ekonomi tinggi adalah plastik badan jadi kita waktu itu kami ingin mengetahui Berapa banyak nih potensi secara ekonomi ketika dilakukan pengolahan ataupun nanti dijual nah ataupun nanti diberikan kepada pihak ya begitu ya Ada ada kaca ada kain ada logam dan ada sampah B3 Kenapa ada sampah B3 juga di sini 8 sampling masyarakat kita dari beberapa kegiatan yang kami lakukan Masih belum begitu mengetahui tentang dampak dari sampah B3 walaupun peraturannya sudah ada akan tetapi masyarakat masyarakat kita masih sering membuat baterai aki ataupun bohlam ini ke langsung ke tempat sampahnya dan nanti akan berakhir di TPA sehingga kita juga harus memerintahkan Seperti apa nanti untuk Penanganannya di Entah di Sumber di TPS atau TPS 3R atau tpst atau di TPA Begitu juga dengan sampah elektronik nah ini juga menjadi masalah saat ini nah dan juga ada sampah lain-lainnya sehingga ada 9 ada 12 nah tergantung sekali lagi untuk Jenis sampah ini harus ditetapkan di awal sebelum sampling dilakukan Bapak Ibu ini untuk mempermudah mempermudah Bapak Ibu mengontrol nanti petugas yang bekerja ketika diserahkan terserah ngumpat lima dan lain sebagainya ketika butuh data setelah data diambil baru tahu Oh ternyata kurang ini dan itu sehingga ini yang perlu dipersiapkan oke baiklah nah Selain itu sudah ada jenis sampahnya sudah tahu waktunya dan ada petugasnya peralatannya Bapak Ibu nah ini yang paling krusial juga peralatan sampling Nah kalau sesuai SNI itu ada kotak sampling 40 liter ataupun 500 liter yang 40 liter biasanya untuk rumah tangga Nah bisa untuk perkantoran ataupun rumah ibadah ataupun ya tempat-tempat yang skalanya kecil nah sedangkan yang 500 liter ini ini untuk Skala yang besar Bapak Ibu bisa untuk di area pasar TTS TPS 3R ataupun TPS atau nanti di TPA selanjutnya kantong plastik nah atau trashback kita menyebutnya bahasa Arabnya trashback kalau kita beli di toko-toko plastik Biasanya kalau untuk mudah mengetahuinya langsung bilang saja beli trashback ukuran berapa kalau untuk individu nah ini trashback ini biasanya untuk individu untuk domestik Bapak Ibu kita gunakan untuk menampung sampah Nanti biasanya ukurannya Kalau kami boleh menyarankan itu antara 40 dan 50 liter terus selanjutnya timbangan timbangan ini usahakan timbangan yang bisa sampai 100 kg dan ada dua atau tiga digit di belakang koma ini untuk melihat ketelitian Seperti apa nanti data yang kita dapatkan selanjutnya ada terpal atau sejenisnya Kami lebih sering menggunakan terpal Kenapa karena mudah dalam membersihkan setelah melakukan sampling ukurannya yang paling kecil Kalau di pasaran ada 2,3 3,3 5 * 6 ataupun 3x4 Kalau kami biasa menggunakan ukuran 5x6 Supaya apa supaya mudah nanti untuk pengambilan komposisinya nah sehingga mudah untuk melakukan pemisahan atau pemilahan terus juga Ada sekop dan sapu untuk membersihkan sampah setelah dilakukan sampling nah dan jangan lupa ada logbook dan alat tulis kalau notebook nanti setelah ini kami akan Tunjukkan Seperti apa dan alat tulis ya Tulis secara umum lah ya Bapak Ibu ya dan jangan lupa juga faktor keamanan dari petugas sampling Bapak Ibu apalagi kondisi saat ini ya yang namanya covid masih belum reda kata pemerintahan sehingga alat pelindung diri dan perlengkapan K3 harus disiapkan juga untuk surveyor ada baju atau rompi ada helm juga ada kacamata apabila dibutuhkan yang jelas ada masker hand sanitizer terus ada sepatu dan ada sarung tangan oke Nah untuk sampling sampah domestik nah ini ada logbooknya ini juga yang pernah kami lakukan sehingga ya keluarlah seperti ini Bapak Ibu ini untuk mempermudah petugas sampling atau surveyor dalam bekerja jadi tadi paijer udah menyebutkan bahwa ada lokasinya mau perdesaan atau perkotaan pendapatan tinggi sedang atau rendah surveyor tinggal centang Bapak Ibu jadi tidak usah menulis lagi cukup nanti dicentang saja nah area surveinya di mana Nah untuk mempermudah Nanti biasanya akan disuguhkan suatu dua tiga ataupun alamat atau Desa itu bisa belakangan yang penting di awal sudah disebutkan area surveinya jumlah jiwanya kode sampelnya ini juga di awal sudah harus disebutkan kepada surveyornya dan ada tanggalnya terus ketika untuk sampling sampah kan ada nanti ada berat ada volume ada komposisi nah ini juga sudah kami siapkan kalau di sini kami siapkan itu yang 12 Bapak Ibu nah mau pakai sembilan juga boleh mau pakai 5 saja karena di ada di peraturan mungkin Oh hanya 5 nah yang mau di ini di samping Ya silakan tetapi akan lebih baik semakin detail komposisinya nah ini akan lebih baik dalam dalam kita merencanakan untuk pengelolaan persembahan mulai dari sumber hingga sampai ke penanganan di TPA Oke next nah ini proses samplingnya jangan lupa selalu mengingatkan petugas surveyornya Bapak Ibu karena beberapa kali kami melakukan sampling penggunaan APD ini sering Tertinggal Kenapa karena menganggap hal biasa dan tidak tidak perlu digunakan Padahal di sampah itu kita tidak tahu berbagai jenis bisa jadi berbagai jenis kuman penyakit dan virus itu ada di situ sehingga Gunakan selalu apd-nya nah trashback yang diserahkan tadi ke rumah tangga rumah tangga ini untuk bapak ibu nah ini diambil nah Lalu nanti ditimbang bersampahnya Bapak Ibu jadi trashback yang digunakan untuk wadah pada hari tersebut itu nanti langsung ditimbang nah ditimbang untuk mengetahui beratnya berapa Nah lalu catat pada logbook kolom tadi ada berat sampah nah di Lombok sudah ada sampahnya yang namanya kilogram nah akan lebih baik ya ada dua atau tiga di belakang koma nanti untuk melihat trennya setiap hari Seperti apa Nah setelah itu barulah nah barulah sampah yang diambil dari lokasi-lokasi samplenya nah ini nanti dibuka satu persatu nah ataupun bisa jadi atas kesepakatan ini nanti sampling karena sampling ya nanti diambil satu satu kantong nah terus buka satu kantong contoh atau sampel yang diambil dari titik sampling dan dimasukkan ke dalam kotak sampling 40 liter nah dimasukkan ke dalam kotak sampling 40 L ini karena untuk rumah tangga biasanya dengan 40 liter cukup Bapak Ibu nah lalu jatuhkan kotak sebanyak tiga kali dari ketinggian 20 cm agar tambah terkompaksi ini untuk mengkompaksi sampah nah ini ini juga berdasarkan SNI nah lalu ukur tinggi Nah jadi tinggi sampah itu di dalam kotak sampling itu berapa Nah ini untuk kita menentukan volume sampahnya lalu catat pada notebook Nah kita panjang lebar dari kotak sampling kita sudah tahu 40x40 cm ketinggiannya biasanya kan 1 meter Nah apakah 1 meter terisi semua biasanya tidak kalau untuk satu rumah tangga sehingga apa ketinggiannya ini yang perlu diketahui panjang lebar sudah kita tahu kita dapatkan dari sampling tingginya maka kita bisa menghitung volumenya lalu dimasukkan ke kolom volume sampah yang ada di logbook nah langkah 1 sampai 4 ini diulang sesuai dengan banyak titik sampling dan selama 8 hari Oke next nah ini untuk pengukuran komposisi nah ini terpal yang kami gunakan Bapak Ibu bisa lihat nah jadi dipilah contoh Berdasarkan komponen komposisi yang telah ditentukan yang tadi yang Saya tunjukkan ada 9 dan 12 Kami biasanya memilah menjadi 12 komponen nah apabila adanya hanya 9 yang nggak masalah tetapi kami sudah menyiapkan untuk untuk 12 kolom Nah nanti setelah itu setiap komponen ada organik anorganik ataupun sampah plastik film plastik padat ataupun kardus nanti ditimbang satu-satu Bapak Ibu ditimbang sampah yang telah dipisahkan lalu dicatat pada notebook lagi nah sehingga apa dalam satu hari tersebut kita sudah bisa melihat data walaupun belum data Jadi tapi data mentahnya sudah terlihat rapi bapak ibu sehingga nanti dalam pengolahan juga akan lebih mudah apabila langsung tercatat pada notebook Oke next supaya Baik saya serahkan kepada Pak hijrah sesi yang non domestik Baik terima kasih masih semangat mengikutinya Bapak Ibu Ya seperti yang kami sampaikan di awal kita akan bergantian dalam menyampaikan materi begitu ya jadi biar suasananya ganti-ganti masih bisa sambil minum dulu Nah Bapak Ibu tadi masih Ebi sudah menjelaskan 9 dan 12 jenis ya jadi 9 itu kita mengikuti kepada SNI tahun 94 kemudian juga 9 tersebut yang diinputkan datanya di sip SN untuk komposisi sedangkan 12 tadi kita menggunakan standar yang lain ya dan balik lagi standar tersebut sangat tergantung dari kepentingan sampling yang dilakukan jadi boleh pakai SNI tadi 9 jenis dan ataupun jenis jumlah yang la
Resume
Categories