METODE DAN TEKNIK SAMPLING SAMPAH
1oqpHktDIzM • 2022-12-17
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Tahun 2022 Sekaligus merupakan webinar
ke-17 yang diselenggarakan oleh butik
daur ulang Project di Indonesia di
sepanjang Tahun 2022 ini baik sebelumnya
perkenalkan saya Anisa luwana selaku MC
sekaligus moderator pada acara webinar
kita pada hari ini yang mengusung tema
mengenai metode dan teknik sampling
sampah bersama dua pemateri kita hari
ini yang tentunya sangat berpengalaman
sekali di bidang ini yaitu bapak dokter
hijrah Pertama Putra SMA dan Bapak Ibu
Rianda SMA acara ini diselenggarakan
oleh butik daur ulang Project B
Indonesia yang bekerjasama dengan
Universitas Islam Indonesia baik
selanjutnya bapak ibu hadirin yang
terhormat Izinkan saya mengucapkan
selamat datang dan memberikan salam
hormat saya kepada bapak dokter hijrah
Purnama Putra SMA
selaku founder dari butik daur ulang
Project B Indonesia sekaligus materi
kita pada hari ini kemudian kepada bapak
Yedi yurian SMA selaku kopandar dari
butik daur ulang Project B Indonesia
sekaligus pemateri kita pada hari ini
juga lalu kepada ketua jurusan Teknik
Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan
perencanaan yaitu bapak dokter
engineering awal Udin murnianto SMA dan
juga kepada bapak ibu peserta webinar
pada hari yang berbahagia ini nah kali
ini Bapak Ibu sekalian di hari Sabtu ini
yang berarti sudah memasuki waktu
weekend nih kita tapi masih bisa
berkumpul dan belajar bersama semoga
walaupun webinar ini berlangsung saat
weekend dan online kita tetap bisa
belajar dan mendapatkan materi dengan
sebaik-baiknya karena materi kita hari
ini sangat menarik untuk dibahas karena
membahas mengenai metode dan teknik
sampling sampah
sebelum masuk ke materi webinar kita
saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu
sekalian untuk dapat mengisi daftar
hadir atau presensi di Link yang telah
admin kami kirimkan di kolom chat
kemudian seperti biasanya kami juga
menyiapkan 5 door prize Untuk Bapak Ibu
sekalian yang beruntung Dorkas ini
diberikan berdasarkan tiga pertanyaan
terbaik dan 2 Story Instagram terunik
selama webinar ini berlangsung
Nah untuk doorprise pertanyaan terbaik
akan kami umumkan di akhir acara
Sedangkan untuk Story Instagram terunik
pemenang akan dihubungi melalui DM oleh
admin kami kemudian seluruh hadiah ini
dipersembahkan oleh butik daur ulang
Project Indonesia jadi bagi Bapak Ibu
sekalian yang ingin bertanya selama
webinar ini berlangsung itu dapat sekali
memberikan pertanyaannya melalui kolom
chat dengan format nama kemudian
pertanyaan yang ingin ditanyakan
lalu untuk seri Instagram bapak ibu
dapat membuat Stories selama webinar ini
berlangsung semenarik mungkin dan jangan
lupa tag Instagram kami di @projectb
Indonesia
baik kemudian sebelum kita masuk ke
acara selanjutnya Dengan hormat saya
meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian
untuk menonaktifkan microphone-nya
selama kegiatan ini berlangsung supaya
kita dapat menikmati materi yang
disampaikan dengan baik
sebelum kita masuk acara inti kita yaitu
penyampaian materi Mari kita dengarkan
terlebih dahulu penyampaian sambutan
patah dua patah kata dari bapak dokter
engineering Awaludin murnianto ML pelaku
ketua program studi teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia waktu dan
layar kami persilahkan
Apakah suara saya sudah terdengar
terdengar Bapak
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Selamat pagi Bapak Ibu
semuanya yang saya hormati Bapak hijrah
Purnama Putra selaku founder dari
Project di Indonesia juga pemateri pada
pagi hari ini kemudian Pak yebi
yuliandalah selaku pemateri dan kolega
saya di program studi teknik lingkungan
bapak ibu hadirin sekalian peserta
webinar dari Project di Indonesia butik
daur ulang yang pada kesempatan pagi
hari ini mengetengahkan tema metode
teknik sampling sampah seperti itu Bapak
Ibu yang saya hormati puji syukur kita
aturkan kehadirat Allah Subhanahu Wa
Ta'ala yang telah memberikan kita Rahmat
Hidayah serta inayahnya kepada kita
semua sehingga kita masih bisa
beraktivitas dengan baik
sampai pada hari ini kemudian juga
sholawat beserta salam kita haturkan ke
perusahaan nabi besar muhammad
shallallahu alaihi wasallam Semoga kita
menjadi termasuk ke dalam umatnya nanti
yang mendapatkan syafaat di hari akhirat
Bapak Ibu yang saya hormati saya
mewakili program studi teknik lingkungan
atas nama program studi dan juga pribadi
tentunya sangat mengapresiasi apa yang
sudah dilakukan oleh Project di
Indonesia dan kerjasamanya ini Insya
Allah akan terus berlanjut
ke tahun depan karena ini tadi
diingatkan juga di ujung tahun gitu ya
karena dari Pak hijrah sendiri juga di
teknik lingkungan Pak yebi juga di Prodi
teknik lingkungan sehingga kita
Insyaallah terus eee bersinergi seperti
itu Bapak Ibu yang saya hormati kalau
saya melihat tadi dari demografi
pesertanya ya itu banyak dari mahasiswa
mungkin ada di mahasiswa dan juga dari
bapak ibu dari PNS gitu ini menarik
sekali ya kalau kita ada seorang bijak
yang mengatakan bahwa sampah itu adalah
bagian paling Jujur dari diri kita gitu
katanya jadi kalau kita ingin mengenali
diri kita ya kita Kenali sampah kita
gitu nah ternyata menganali sampah itu
Modelnya ada banyak ya melakukan metode
teknik sampling itu adalah salah satu
hal yang paling dasar kalau kita salah
untuk mengkaterisasi sampah dan
lain-lain gitu tentu pengelolaannya
tidak akan
tepat seperti itu sehingga dengan
pembicara-pembicara yang sudah luar
biasa di bidangnya selain akademisi dan
juga praktisi Saya berharap ini bisa
menyebarkan apa ya informasi dan juga
apa
metode-metode yang mungkin selama ini
belum belum tepat seperti itu sehingga
kami berharap di dunia teknik lingkungan
atau diduga pengelolaan sampah ini juga
menjadi sumbangsih kita dari program
studi tandingan UI untuk
menyelaraskan atau mencerahkan apa yang
ada di masyarakat gampangnya Seperti ini
Bapak Ibu di Indonesia sudah ada sistem
informasi pengelolaan sampah nasional
sudah di setiap daerah Bapak Ibu sudah
ada
apa proporsi atau komposisi
karakteristik sampahnya Nah nanti
dibandingkan dengan hasil metode dan
juga teknik sampling yang sudah
diajarkan oleh Pak hijrah dan Pak yebi
ini nanti kalau dilihat mungkin Bapak
Ibu sebagai pemangku kebijakan atau
sebagai pemerhati sebagai pelaku gitu ya
bisa memberikan masukan kepada
pemerintah dan saya mohon izin karena
tidak bisa mengikuti acara ini hingga
akhir nanti saya berharap bapak ibu bisa
enjoy mengikuti acara ini sampai akhir
dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita
ee semuanya Apabila ada kata-kata yang
kurang berkenan saya mohon maaf apabila
topik wal hidayah wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh Terima kasih banyak bapak
awal yang telah memberikan sambutannya
dan sekaligus membuka acara pada pagi
hari ini Baik Bapak Ibu sekalian kami
dari panitia juga melakukan live
streaming melalui YouTube channel kami
di Project B Indonesia
jadi semisal selama acara webinar ini
berlangsung ada Bapak Ibu sekalian yang
mungkin terkendala di dalam Zoom itu
tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu
sekalian juga tetap bisa mengikuti
webinar ini melalui YouTube channel kami
yaitu di Project B Indonesia
Kemudian kami juga ingin mengingatkan
kembali kepada bapak ibu yang ingin
memberikan pertanyaannya selama kegiatan
ini berlangsung itu dapat sekali
menuliskan pertanyaan Bapak Ibu sekalian
melalui kolom chat dengan format nama
dan pertanyaan yang ingin ditanyakan
lalu bagi Bapak Ibu yang mungkin
memiliki akun Instagram itu bisa sekali
membuat Story selama webinar ini
berlangsung semenarik mungkin dan jangan
lupa tag Instagram kami di Project di
Indonesia karena bakalan ada door prize
nih Untuk Bapak Ibu sekalian
baik tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi oleh pemateri kita
hari ini yaitu bapak dokter hijrah
Purnama Putra SMA dan bapaknya di
iriandala SMA Tapi sebelumnya saya mohon
izin Bapak Ibu sekalian untuk membacakan
CV Bapak hijrah dan Bapak Ibu terlebih
dahulu
Bapak dokter hijrah bernama Putra Ma ini
merupakan dosen program studi teknik
lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan
perencanaan Universitas Islam Indonesia
untuk pendidikannya Beliau pernah
menempuh pendidikan S1 teknik lingkungan
pada tahun 2006 di Universitas Islam
Indonesia Yogyakarta Kemudian beliau
melanjutkan pendidikan S2 Sistem teknik
pada tahun 2009 di Universitas Gadjah
Mada Yogyakarta Kemudian beliau juga
melanjutkan pendidikan S3 teknik
lingkungan pada tahun 2020 di Institut
Teknologi Bandung Kemudian untuk
aktivitasnya beliau merupakan dosen
program studi teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia Kemudian
beliau juga merupakan sekretaris Prodi
teknik lingkungan Universitas Islam
Indonesia lalu Beliau juga merupakan
ketua gpsm atau jejaring pengelola
sampah Mandiri Kabupaten Sleman tahun
2020 hingga 2023
Kemudian beliau juga merupakan founder
butik daur ulang Project B Indonesia
kemudian selanjutnya ini ada Bapak Yudi
yuriandala SMA beliau merupakan dosen
program studi teknik lingkungan Fakultas
Teknik Sipil dan perencanaan Universitas
Islam Indonesia
untuk pendidikannya Beliau pernah
menempuh pendidikan S1 teknik lingkungan
pada tahun 2011 di Universitas Islam
Indonesia Yogyakarta Kemudian beliau
juga melanjutkan pendidikan S2 teknik
sistem lingkungan pada tahun 2015 di
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Kemudian untuk aktivitasnya beliau
merupakan
dosen program studi teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia lalu Beliau
juga merupakan founder butik daur ulang
Project Indonesia lalu untuk karya
ilmiahnya pada tahun 2020 yaitu
pengolahan sampah organik sebagai solusi
ekonomi dari perguruan tinggi di masa
pandemi prosiling konferensi nasional
pengertian kepada masyarakat dan CSR
kemudian ada building information
keliling atau Dim adopsion model for
arsitektural education jurnal of design
and build environment
baik itu tadi sekilas mengenai kedua
pemateri kita pada pagi hari ini
selanjutnya saya mungkin akan menyapa
terlebih dahulu ke materi kita pada hari
ini yaitu bapak hijrah dan Bapak yebi
Assalamualaikum selamat pagi Bapak
hijrah dan Pak Ebi Waalaikumsalam
baik untuk penyampaian materinya
waktunya kurang lebih sampai jam 10.30
ya pak ya
baik tanpa berlama-lama langsung saja
tempat dan layar kami persilahkan oke
Baik Terima kasih Mbak Anisa
Mas yebi saya izin untuk memulai
silahkan Pak
hijrahmanirohim Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
bismillah alhamdulillah
tentunya Selamat pagi Bapak Ibu yang
kami hormati salam sejahtera bagi kita
semuanya
yang kami hormati pak Awaludin
nurmiyanto selaku ketua jurusan
di teknik lingkungan Universitas Islam
Indonesia yang Mungkin beliau
sudah left karena memang ada beberapa
agenda yang bersamaan yang kami harus
bagi-bagi tugas pada kesempatan hari ini
mumpung akhir tahun pasti Bapak Ibu
mengetahui juga berbagai macam aktivitas
yang harus dikerjakan
Kemudian Mas yebi Alhamdulillah masih
menjadi partner Setia mendampingi
webinar metode teknik sampling sampah
yang sepertinya ini periode yang kelima
ya badge yang kelima dan permintaannya
cukup tinggi akhirnya di Tahun 2022 ini
kita lakukan dua kali ya jadi di awal
tahun dan di akhir tahun seperti yang
disampaikan oleh Mbak Anisa tadi ini
adalah webinar yang ke-17 di Tahun 2022
ini dan mungkin ini akan menjadi webinar
di terakhir ya tapi terakhirnya Insya
Allah di tahun ini ya nanti di 2023 kita
akan banyak angka topik-topik yang baru
mudah-mudahan ya yang berhubungan dengan
pengolahan sampah dan mudah-mudahan
Bapak Ibu di daerah terutama bisa
terbantu dengan hadirnya materi-materi
tersebut
kalau dilihat dari waktu Sepertinya kita
sampai jam 12 ya Mbak Nisa hari ini ya
Jadi nanti mungkin materinya sampai jam
11.15 atau 11.30 gitu ya setengah jam
kita bisa pakai untuk tanya jawab Bapak
Ibu yang kami hormati kurang lebih 2 jam
kedepan saya dan masih Ebi akan
menyampaikan materi tapi kita akan buat
dengan sistem yang
enjoy saja jadi Bapak Ibu bisa sambil
Santai Menikmati apapun hidangan yang
ada di depan Bapak Ibu semuanya kemudian
saya akan bergiliran ya bergantian
tepatnya dengan Mas yebi Jadi bukan saya
di awal Kemudian Mas yb di akhir atau
sebaliknya Tapi kami akan muncul
bergantian gitu karena kami melihat
bahwa materi ini perlu dijelaskan secara
komprehensif yang
yang nanti Bapak Ibu bisa mengikutinya
dengan baik ya saya coba
izin untuk share screen Bapak Ibu ya
mudah-mudahan share saya sudah terlihat
ya
terkait dengan metode dan teknik
sampling sampah Bapak Ibu yang
Ya sudah terlihat Oke
saya di awal ya
nah hari ini kita akan bicara 7 bagian
Bapak Ibu mudah-mudahan bisa selesai
semuanya kalau slidenya kira-kira ada
105 slide kayaknya ya tapi banyak
gambar-gambar yang menunjukkan supaya
bapak ibu dapat dengan mudah untuk
melakukan proses sampling jadi outline
materi kita dimulai dari aktivitas
pendahuluan kemudian
dilanjutkan dengan metode penentuan
sampel dan teknik sampling sampah Nah di
sini nanti kita akan bergantian dengan
mas yebi karena penentuan sampel nanti
saya coba jelaskan kemudian teknik
sampling sampah akan dijelaskan oleh Mas
yb dan di materi yang kedua ini akan
kita bagi berdasarkan lokasi Bapak Ibu
mulai dari rumah kemudian aktivitas
non domestik kantor sekolah tempat
ibadah rumah makan dan seterusnya
kemudian di bagian yang ketiga kita akan
Jelaskan terkait dengan perencanaan
jumlah personil dan waktu kerja yang
dibutuhkan untuk proses sampling
tersebut kemudian ada sampling
karakteristik sampah ya apa saja yang
dimaksud dengan karakteristik sampah
kita akan lihat nanti kemudian
pengolahan data sampling
dan ditambah yang terakhir tapi bukan
terakhir tapi yang mungkin akan sangat
menentukan ya survei sosial ekonomi
budaya sebagai pelengkap data sampling
Nah Bapak Ibu yang kami hormati kami
berharap bapak ibu dapat mengikutinya
dengan baik namun bahan Nisa tadi sudah
menyampaikan jangan khawatir kalau
terputus di tengah jalan gitu ya Bapak
Ibu dapat menikmati rekamannya di
di YouTube yang tersedia Sekali lagi
kami menshare apa yang kami sudah
lakukan tapi bukan berarti Kami hadir
berdua ya melalui Project be Indonesia
dan program studi teknik lingkungan
Kemudian kami berdua menjadi lebih
paling ahli diantara Bapak Ibu semuanya
tidak sama sekali tidak bermaksud
seperti itu hanya menshare apa yang
sudah dilakukan tentunya masih banyak
kekurangan-kekurangan yang bisa
dilengkapi oleh Bapak Ibu semuanya kita
mulai Bapak Ibu semuanya satu persatu
kita jalani
terkait dengan yang pertama kita akan
berbicara terkait dengan pendahuluan
sampling kira-kira
sampling sampah itu untuk apa sih
kira-kira yang pertama adalah Bapak Ibu
pasti kita sudah mengetahui tujuan dari
sampling tersebut adalah untuk
mengetahui Berapa banyak sampah yang
kita hasilkan atau berapa banyak sampah
yang dihasilkan entah itu di lokasi
penelitian kita di lokasi wilayah bapak
ibu bekerja dan seterusnya Bagaimana
kuantitasnya dan bagaimana kualitasnya
Nah untuk apa salah satunya adalah untuk
mengetahui trend perubahan Bapak Ibu
jadi sampah itu mengikuti gaya hidup
seperti awal dari sampaikan sampah
menjadi hal yang paling jujur untuk
mengetahui siapa kita gitu nah
seharusnya keren ini akan mengalami
perubahan sehingga sampling sampah perlu
dilakukan secara peri agar kita punya
trend terhadap kuantitas dan kualitas
sampah yang kita hasilkan nah saya
Tampilkan terkait dengan hal tersebut
adalah di tabel di sebelah kanan Bapak
Ibu walaupun tabel ini saya ambil dari
buku yang sudah cukup lama gitu ya tapi
masih relevan untuk dijelaskan contohnya
adalah untuk menggambarkan kondisi tahun
60-an ya sampai 2005 Bapak Ibu bisa
melihat bahwa paper dan paper board jadi
kertas dan kardus di satu kota di tempat
ini dilakukan ini mengalami pergerakan
dari 34% kemudian menjadi 39% begitu
juga dengan kaca logam plastik dan
seterusnya jadi ada sampah yang terus
turun ada juga sampah yang terus naik
seiring dengan perkembangan zaman Nah
kita balik lagi ke data kita apakah data
yang sudah kita miliki menunjukkan trend
tersebut atau belum gitu jadi menjadi PR
kita bersama kemudian sampling sampah
ini sangat bermanfaat untuk
menggambarkan keberhasilan atau bahkan
ketidakberhasilan dari program yang
direncanakan oleh Bapak Ibu terutama
Bapak Ibu yang
berprofesi sebagai ASN atau PNS ya untuk
mengetahui bagaimana program Berhasil
tidaknya program TPS 3R program bank
sampah atau program pengurangan sampah
penanganan sampah dan seterusnya Dan
harapannya dari seluruh yang ada dari
trend tingkat keberhasilan ini menjadi
dasar untuk merumuskan suatu kebijakan
Bagaimana pengurangan sampah penanganan
sampah dapat dilakukan dengan baik
kemudian berikutnya adalah ini saya
capture Saya copy dari si PSN sistem
informasi pengolahan sampah nasional ya
Jadi mohon izin Bapak Ibu mungkin yang
sudah sangat terbiasa terkesannya kok
kayak mengulang-ulang gitu ya tapi kami
melihat mungkin juga ada yang bergabung
pada kesempatan hari ini belum familiar
dengan menggunakan istilah-istilah
tersebut jadi ini ada dua data yang saya
coba capture Kebetulan saya menyimpan di
April 2022 di April 2022 di tahun yang
sama bapak ibu ya pada saat itu di
publish datanya seperti ini seperti yang
di atas bisa dilihat bahwa pengurangan
pada saat itu adalah sebesar
15,21% kemudian pengurangan di tahun di
bulan ini di Desember baru kemarin
Sepertinya saya capture ini adalah
15,64% terjadi perbedaan karena apa
timbulan sampahnya juga berbeda dari
26.000 menjadi 31.000 ton per tahunnya
Penanganannya berubah sampah terkelola
berubah sampah tidak terlola berubah kok
jadi tambah naik Pak bisa jadi ya pada
saat April tersebut belum banyak wilayah
yang mengisi Kemudian pada Desember
banyak wilayah yang mengisi tergantung
di capturenya Kapan diambil Datanya
kapan karena data ini adalah Real Time
Jadi kapan saja siapapun yang mengambil
ya karena sudah terpublish bisa saja
digunakan sebagai data dasar dalam
aktivitasnya penelitian perencanaan dan
seterusnya nah di dalam SI PSN tersebut
ya kita bisa melihat bapak ibu ada data
banyaknya sampah yang dihasilkan atau
kita sering sebut sebagai data timbulan
sampah dan kita bisa melihat ada capaian
kinerja pengelolaan saham yang
dihasilkan oleh setiap wilayah atau
setiap daerah gitu ya Nah
data-data tersebut disandingkan dengan
data-data yang lain tentunya ya Nah kita
coba lihat misalnya contohnya adalah
data komposisi data komposisi sampah
sisa makanan sekian persen kayu ranting
sekian persen kertas karton sekian
persen plastik dan seterusnya ini secara
nasional menunjukkan bahwa sisa makanan
kita mendekati angka 40%. Ini yang
barusan di capture di Desember 2022
dengan sumber sampah terbanyak adalah
berasal dari rumah tangga 40% tapi kalau
kita bongkar lagi datanya lebih jauh
bapak ibu di website yang sama kita ini
sengaja saya Tutup Bapak Ibu agar tidak
terlalu kelihatan ya tapi agak-agak
kelihatan sedikit tapi artinya bukan
untuk
mencari salahnya di mana tidak begitu ya
ini hanya memaparkan kondisi kita saat
ini bapak ibu Saat ada satu daerah ya
tidak mengisi seperti yang ada di sini
dia tidak mengisi sisa makanan kayu
ranting kertas karton plastik dan
seterusnya tiba-tiba ada kain 6% ada
kaca 10,5% Jadi kalau dijumlah Ini 16,5%
bukan 100% gitu Nah apakah sampah yang
lain tidak ada atau belum selesai
aktivitas sampling atau belum selesai
apa ya Saya nggak tahu juga nah
data-data seperti ini kita bisa lihat
dari
tampilan yang ada bahwa
banyak sekali
wilayah-wilayah yang belum memasukkan
data ini masuk belum memasukkan data
tersebut bisa saja karena tidak memiliki
data kemudian kalau tidak memiliki data
ya Bisa saja tidak memiliki kemampuan
untuk mengambil data di lapangan di
samping itu masih banyak tantangan yang
ada di lapangan tapi apapun data yang
kita masukkan di sini bapak ibu saat dia
online menjadi data Real Time yang bisa
diambil oleh siapapun kapanpun dimanapun
jadi kita tidak bisa mengontrol sehingga
kalau ada pihak lain yang mengambil dan
mengolah data tersebut dan menyebutkan
bahwa ada statement statement tertentu
yang mungkin merugikan kita atau dan
seterusnya ya kita tidak bisa menyala
jadi seharusnya kita bisa mempersiapkan
data salah satunya adalah Bapak Ibu
sebenarnya ini sudah sangat lama ya
2015 dinobatkan Indonesia melalui sebuah
penelitian menunjukkan Indonesia menjadi
juara dua dunia dalam menghasilkan
sampah plastik terbanyak ke laut
ini makin merah makin tinggi prestasinya
gitu ya yang pertama cina sangat merah
sekali Kemudian yang kedua merah juga
yaitu Indonesia baru yang di
bawah-bawahnya agak merah dikit makin
orange makin kuning sampai abu-abu dan
seterusnya jadi ini berdasarkan apa
penelitian ini salah satunya adalah data
yang diakses oleh peneliti tersebut
menunjukkan bahwa Indonesia
persentase sampah yang tidak terkelola
adalah 83% dari mana berdasarkan data
sekunder yang dia miliki yang diakses
lewat portal portal yang ada pada tahun
tersebut jadi sehingga ya kita mau tidak
mau Akhirnya menerima ternyata hanya 17%
nih sampah kita yang kita kelola mampu
kelola sehingga dengan model yang
peneliti bangun akhirnya menunjukkan
bahwa kita menjadi
ranking dua dunia ya jadi data-data
resmi ini akan menjadi acuan diacuh
dalam laporan-laporan khususnya oleh
internasional karena dia tidak mungkin
datang ke dlh Provinsi mana dlh
kabupaten kota mana gitu karena
penelitiannya menjadi tidak efektif
akhirnya akses internet itu menjadi
sangat penting Nah itu poin pertama
kenapa Data ini menjadi sangat penting
mungkin Bapak Ibu berpikir ya Nggak ada
data saya nggak apa-apa tapi bisa
mempengaruhi data
keseluruhan secara nasional
kemudian pemerintah sudah membuat
jaksaranas dan jaksarada walaupun
tantangannya di daerah adalah
persentase kenaikannya yang dan dan
seterusnya ya yang mungkin akan sulit ya
dicapai dan seterusnya tapi dalam hal
ini kita tidak bahas tersebut yang perlu
kita bahas adalah
pentingnya data pentingnya data untuk
bisa menetapkan sebuah target jadi kalau
kita tidak punya data wilayah kita sudah
sampai di mana Berarti kita mau tidak
mau akan mengikuti ya target yang sudah
diberikan oleh nasional misalnya di 2017
Apakah Memang betul wilayah Bapak Ibu
15% dan 72% sehingga di 2018 Bapak Ibu
harus 18% untuk pengurangan dan
73% untuk penanganan atau jangan-jangan
di 2017 masih 2% gitu
tahun 2017 masih
Penanganannya masih 50% dan seterusnya
jadi
ini menjadi tantangan kita bersama saat
kita tidak punya data menjadi hal yang
sulit sekali dikelola dan kita masih
banyak bapak ibu yang daerah-daerahnya
menggunakan data-data asumsi ya
mungkin tidak terlalu asumsi lah karena
memang ada SNI ya SNI 95 tentang
spesifikasi timbulan sampah kota kecil
dan sedang di Indonesia oke masih bisa
digunakan dengan angka misalnya
2,75 sampai 3,25 untuk kota kecil sampai
2,75 cuman ya kalau kita logika kan
Bapak Ibu walaupun SNI ini masih berlaku
dan masih boleh digunakan tidak salah
cuman secara logika kalau kita berpikir
adalah nah ini sering digunakan sebagai
data utama Dalam menentukan timbulan
sampah di daerah karena sifatnya praktis
hanya dikali dengan jumlah penduduk
kemudian didapatkan lah timbulan sampah
satu kota atau Kabupaten tersebut jadi
data yang ada di sini ya kotak kecil
kota sedang ini tinggal dikalikan dengan
jumlah penduduk kemudian didapatlah data
yang ada di kota atau Kabupaten tersebut
cuman saat kita kalikan kita perlu
pertimbangkan juga ya Boleh Memang
digunakan namun perlu dipertimbangkan
bahwa SNI ini sendiri sudah 27 tahun
lamanya jadi
kalau kita lihat tadi Perkembangan
komposisi timbulan seharusnya sudah
berubah kecuali kota kita tidak tidak
ngapa-ngapain ya tidak tidak melakukan
apa-apa pastinya tidak mungkin ya jadi
perlu pertimbangan bahwa sampling sampah
paling tidak perlu dilakukan kalau perlu
setahun sekali untuk melihat tren yang
ada dan Bapak Ibu punya kebijakan untuk
menangani sampah tersebut karena apa
Bapak Ibu jadi perjalanan sampah seperti
yang kita sudah ketahui sangat panjang
dan kita butuh Data dari sumber sampah
pemukiman kantor pusat perdagangan
fasilitas umum sekolah rumah sakit dan
seterusnya ada yang dikelola secara
individu ada yang sudah memilah ada yang
sudah buat kompos tapi ada juga yang
masih bakar sampah buang sampah
sembarangan masukkan sampah ke selokan
berakhir ke sungai dan berakhir ke laut
secara lingkungan dia tidak ramah atau
ada juga yang sudah Milah sampah
kemudian menyetorkan ke sektor informal
ini sangat Oke sekali terus kemudian ada
juga yang punya langganan sampah karena
kotanya memiliki layanan terkait dengan
sampah tersebut Nah akhirnya apa
semuanya saling berhubungan Bapak Ibu
nah satu-satunya pengunci hubungan
tersebut berarti kita perlu date untuk
menunjukkan satu hubungan dengan
hubungan yang lain Mana yang lebih baik
mana yang harus ditingkatkan kalau kita
tidak punya data maka ya kita akan sulit
untuk mengevaluasi aktivitas hulu ke
hilir dalam pengelolaan sama tersebut
nah Oleh karena itu bapak ibu data
kuantitas sampah dan
kualitas dan kuantitas sampah ini sangat
penting sebagai data salah satunya
adalah perencanaan memilih peralatan
jenis wadah alat pengumpulan
pengangkutan perencanaan rute
pengangkutan desain fasilitas daur ulang
sampai ngomongin tentang TPA kalau kita
tidak punya data maka kita tidak bisa
mendesain suatu sistem yang kompleks di
dalam sebuah kotak Oh saya punya data
tapi saya datanya asal-asal berarti
desain kita pun akan menjadi asal usul
Walaupun Bapak Ibu di ASN menganggap
desain ini adalah pekerjaannya konsultan
pihak ketiga tapi Bapak Ibu bisa
mengontrolnya menjaga kualitas data yang
dihasilkan sehingga perencanaan
perencanaan yang dilakukan menjadi baik
karena Bapak Ibu yang akan
mengoperasikannya nanti si konsultasi
udah pergi
desain di wilayah yang lain dan
seterusnya Kenapa begitu Bapak Ibu
karena
data ini Selain digunakan untuk
sebagai desa data dasar dalam
perencanaan sampah data ini sangat
penting untuk menentukan teknologi Bapak
Ibu
kapan kita akan menggunakan komposting
kapan akan menggunakan insenerasi Kapan
kita akan resign dan seterusnya sangat
ditentukan dari Jenis sampah yang
dihasilkan kenapa kita tidak bisa
seperti Singapura ya bakar sampah dengan
insenerasi
panasnya diambil dan seterusnya Kenapa
Indonesia ya malah banyaknya Open
dumping kemudian juga ada komposting dan
salah satunya adalah ditentukan dari
kualitas sampah yang kita hasilkan jadi
begitu besar kepentingan terkait dengan
kualitas dan kuantitas data
data komposisi dan
timbullah dari saham jadi itu sedikit
pendahuluan bapak ibu mudah-mudahan
membawa suasana kita lebih panas pada
kesempatan hari ini terkait dengan
metode dan teknik sampling sampah itu
bagian yang pertama kita akan belanja ke
bagian yang kedua Saya yakin nanti akan
banyak pertanyaan yang
sudah mulai
ditanyakan ya mungkin bisa fokus ya
pertanyaannya adalah ke metode dan
teknik sampling sampah jadi harapannya
Bapak Ibu mungkin kalau bertanya di luar
itu di webinar yang lain atau ya kalau
punya waktu nanti kita akan jawab
Kemudian yang kedua adalah Bapak Ibu
kita akan masuk secara detail terkait
dengan penentuan sampel dan teknik
sampling di bagian yang pertama ini ya
di 2A kita akan kalian Ngomongin tentang
sumber sampah domestik yaitu pemukiman
nah ini saya akan random nanti sebentar
lagi dengan mas yebi ya
data pemukiman ini penting dilakukan
karena apa Bapak Ibu yang pertama adalah
kita punya SNI
193964 tahun 94 Ya jadi umurnya 28 tahun
mungkin akan segera keluar SNI yang
terbaru Karena memang ada beberapa hal
yang perlu kita update ya nah mulai Yang
pertama aktivitasnya adalah
pengumpulan data populasi karena kita
akan melakukan sample sampling berarti
kita perlu tahu jumlah populasi yang
dimiliki di tempat atau lokasi
dilakukan sampling tersebut habis itu
kita akan melihat jumlah sampel jumlah
sampel yang ada kemudian ditentukan
lokasi samplingnya di mana dilaksanakan
samplingnya dianalisis sistemnya dan
dapatlah data timbulan dan komposisi
sampah nah di bagian saya akan masuk di
poin 1 2 dan 3 sedangkan nanti mas yebi
di pelaksanaan samplingnya analisis
samplingnya sampai nanti timbulan dan
komposisi sampah Nah untuk menjawab
nomor 1 Bapak Ibu data populasi ini maka
populasi tersebut salah satunya adalah
populasi jumlah penduduk karena bagian
ini adalah bagian pemukiman ya jadi
jumlah penduduk ini perlu
dicek ya ceknya lewat data sekunder
lewat BPS data-data kependudukan yang
lain gitu ya Nah dari data awal tersebut
kemudian direkap jumlah penduduknya
Berapa jumlah jiwa perkakanya berapa
misalnya 5 atau 4 tingkat ekonomi
masyarakatnya Seperti apa kemudian SNI
ini membaginya menjadi 3 bagian rumah
permanen dengan asumsi pendapatan tinggi
kemudian rumah semi permanen dengan
pendapatan sedang dan rumah non permanen
dengan asumsi pendapatannya rendah atau
Bapak Ibu bisa juga melakukan atau emas
Mbak kategori perumahannya adalah
Misalnya berdasarkan kondisi fisik rumah
pendapatan rata-ratanya atau fasilitas
yang ada nanti kita akan coba lihat
karena
permanen semi permanen dan non permanen
ini mungkin di beberapa kota akan sulit
menemukannya gitu ya Jadi kesannya agak
kaku tapi sebenarnya kita bisa fleksibel
kan nah bagaimana cara mem fleksibelkan
kategori rumah ini salah satunya yang
pernah kami lakukan adalah seperti ini
Bapak Ibu misalnya yang kategori yang
pertama tadi ya rumah permanen kategori
kondisi fisiknya misalnya permanen dapat
berupa lantai 2 atau lebih gitu luas
permukaan luas bangunannya ada
ciri-cirinya kan tidak mungkin langsung
datang-datang petugas sampling tanya
pendapatannya berapa katanya tinggi gitu
kita bisa melihat dari ciri-ciri fisik
dari yang dimiliki dari rumah tersebut
misalnya punya garasi permanen pagar
permanen sistem penerangan ventilasinya
baik lantai rumah dengan keramik
tersedia teras ruang tamu ruang keluarga
fasilitas air bersih sanitasi yang baik
jadi indikatornya ya pendapatan kepala
keluarganya bisa saja melebihi dari UMK
atau UMR yang ada kemudian turun lagi ke
sedang semi permanen misalnya hanya
lantai satu luas lahan dan bangunan
tidak begitu luas punya mobil tapi tidak
punya garasi atau tidak permanen
pagarnya juga tidak permanen dan
seterusnya jadi diturunkan Terus
yang perlu kita Garis bawahi adalah
kondisi fisik dan fasilitas rumah ini
akan sangat menentukan di wilayah mana
yang kita akan sampling jadi kita
membuat kategori atas dan kategori bawah
berarti ada kategori di tengahnya yang
antara ya antara yang atas dan yang
rendah karena di SNI disebutkan hanya
bentuk permanen semi permanen dan
nonpermanen mungkin perlu
menterjemahkan dalam kondisi yang sesuai
dengan kondisi real di lapangan
nah tantangannya memang ya saat kita
lihat begitu Kita bedakan
kategori tinggi sedang rendah ini
jadinya sangat subjektif tergantung
Siapa yang menilai gitu ya nah salah
satunya adalah
satu lokasi dengan lokasi yang lain ini
sangat mungkin bisa berbeda Bapak Ibu
akhirnya apa di tim sampling kita yang
jumlahnya Mungkin banyak ya 10 orang 15
orang sehingga perlu ada kesepakatan
agar Wilayah utara sama konsep
pemikirannya pemahamannya antara membagi
tinggi sedang rendah dengan wilayah
Selatan atau timur dan barat sehingga
data keseluruhan satu wilayah kita punya
pemahaman yang sama walaupun tadi balik
lagi sangat subjektif ya tapi ya tetap
bisa dilakukan nah terkait dengan jumlah
sampel Bapak Ibu salah satunya Bapak Ibu
bisa menggunakan
pedoman yang ada di SNI tersebut
SNI ini sudah sangat Oke sekali
sebenarnya pada zaman tersebut sampai
menghitung ya jumlah sampel yang
dibutuhkan nah ini kita beranjak ke
nomor 2 setelah kita tahu populasi kita
masuk ke Perhitungan jumlah sampel
Perhitungan jumlah sampel ini dimulai
dengan rumus yang cukup sederhana ya
jumlah contoh jiwa ini sama dengan CD CD
ini adalah koefisien kota Soalnya kalau
kota besar Metropolitan 1 Kota sedang
kecil
0,5 kemudian di akar dengan jumlah
populasi jumlah jiwa yang kita sudah
dapatkan di angka dalam angka misalnya
laporan BPS Badan Pusat Statistik dan
seterusnya sehingga s nya didapat
barulah kemudian ketemu k ya k itu
adalah Jumlah contoh atau jumlah KK yang
akan kita survei jumlah rumah lah
kira-kira begitu dengan jumlah S ya s
ada dibagi dengan jumlah n itu adalah
anggota keluarga coba eh Bapak Ibu kita
hitung di sebelah kanannya gitu ya satu
kota besar kota besar dengan cd1 tadi
berjumlah penduduk 1 juta jiwa ya maka
jumlah contoh jiwa s sama dengan CD
CD ini adalah satu tadi karena kota
besar di akar 1000 ya satu juta mohon
maaf 1 juta berarti ketemulah angka 1000
1000 jadi karena jumlah jiwa per kknya
ada asumsi atau data adalah 5
maka 1000
/ 5 ketemulah
200 rumah atau 200 KK yang akan kita
sampling
berdasarkan data
tingkat ekonomi masyarakat yang di
publish oleh kota tersebut menunjukkan
adalah pendapatan tinggi sebesar 25%
pendapatan sedang 30% pendapatan rendah
adalah 45% berarti dari 200 tersebut
25% nya adalah rumah dengan rumah
permanen jadi ketemulah 50 rumah
30% nya adalah rumah semi permanen dan
yang terakhir adalah 45% nya adalah
rumah Non jadi ketemulah totalnya adalah
sebesar
200 ini adalah metode perhitungan yang
sangat sederhana Bapak Ibu untuk
melakukan perhitungan terkait dengan
timbul jumlah sampel selanjutnya
Kami yakin Bapak Ibu untuk mempermudah
kerja Bapak Ibu sebenarnya kami sudah
menyiapkan gitu ya untuk penentuan
jumlah sampel dengan menggunakan SNI
193964 tahun 94 itu kita buatkan dalam
suatu aplikasi sederhana begitu
menggunakan Excel bapak ibu tinggal
mengisi yang berwarna kuning saja jadi
kuningnya diisi kuningnya diisi yang
berwarna hijau itu sudah otomatis jadi
kalau mau sampling masukkan ke dalam
rumus ini belum sudah langsung dapat
tapi penjelasannya seperti tadi karena
penjelasan tadi simple mudah dan terus
dilakukan berulang-ulang berdasarkan
pengalaman kami kami buatkan saja
excelnya supaya mudah untuk dilakukan
jadi tidak perlu harus ngitung-itung di
awal masukkan saja sudah selesai
walaupun di SNI tersebut Bapak Ibu sudah
dipandu juga ya ada satu tabel di bagian
bawah ini ya untuk menunjukkan jumlah
contoh jiwa jumlah KK dan seterusnya nah
selain menggunakan SNI Bapak Ibu ini
mungkin cocok untuk teman-teman
mahasiswa yang mau melakukan penelitian
usai pingin bandingin nih jumlah sampel
di SNI dengan metode yang lain ada nih
rumus Isak dan Mitchell ya
dengan rumus seperti ini ya Ini
sebenarnya untuk penelitian-penelitian
sosial juga cukup baik ya dengan
penjelasan ya nilai peluang benar
peluang salah dan seterusnya bisa
menggunakan rumus ini nah kami juga
karena memang sudah pernah dilakukan
akhirnya juga punya Excel yang tinggal
dimasukkan yang kuningnya dan akhirnya
adalah keluar yang hijau secara otomatis
walaupun nanti ada penjelasan penggunaan
pakai tapi Bapak Ibu Kalau merasa ini
mudah ya simple nih tinggal biasa atau
tidak menggunakan sebenarnya sangat
mudah untuk
dihitung manual nah beberapa jenis yang
lain adalah Misalnya juga slovin ya yang
biasa digunakan juga ini juga sama sudah
kita buatkan excelnya dengan rumus n = n
besar ya dibagi dengan satu ditambah
dengan n kemudian di errornya dipangkat
2 gitu ya tingkat kesalahannya di Pangka
2 nanti tingkat kesalahannya bisa dari
1% 5% dan 10% sehingga akan mendapatkan
jumlah rumah yang akan
atau yang paling ke-3 adalah yang paling
sederhana adalah
penentuan jumlah sampel dengan
menggunakan nomor gram Harry King tapi
hanya untuk kapasitas populasi maksimal
adalah
2000 sedangkan tadi satu juta
200 juta dan seterusnya tidak cocok
menggunakan ini jadi ada
berapa pilihan tadi 4 pilihan dalam
menentukan jumlah sampel layaknya
penelitian-penelitian yang lain ini
perlu dilakukan agar Apa Bapak Ibu agar
jelas arah penelitian kita bagaimana
Jadi sudah ketemu 200 sampel misalnya ya
200 rumah tadi yang perlu ditentukan
Selanjutnya apa yang dilakukan adalah
penentuan lokasi samplingnya
nah ini sebelum masih di masuk misalnya
ya satu daerah Bapak Ibu kebetulan ini
saya ambil petanya Sleman begitu ya
wilayah Jogja
kemudian ada misalnya 9 lokasi sampling
jadi dari yang berwarna ini kalau 9
Bapak Ibu bisa membayangkan kalau
penempatan lokasi sampling seperti yang
ada di gambar ini bisa saja tidak
mewakili keseluruhan wilayah kabupaten
jadi di utara misalnya ada lumayan
kemudian kok di timurnya ada tapi di
barat kemudian di tengah tidak ada yang
mewakili jadi perlu ada pertimbangan
wilayah sehingga samplingnya memang
random sampling tapi
stratifikasi jadi jelas arahnya kemana
tidak menggunakan full random
sehingga saat punya data nanti tidak
kebingungan dalam mengolahnya kok
tipenya bisa saja ya tipe Utara misalnya
dekat dengan pegunungan akan menunjukkan
hal yang berbeda dengan tipe yang
Selatan yang dekat dengan wilayah kotaan
Nah kalau kita ambil keseluruhan wilayah
berarti kita perlu data secara
komprehensif untuk menunjukkan wilayah
tersebut gitu ya Nah
selanjutnya adalah sepertinya masih
betul Ya silahkan masih
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Bapak Ibu semuanya seperti
yang disampaikan Pak hijrah tadi saya
melanjutkan yang disampaikan Pak hijrah
ini terkait untuk sampling sampah di
sampah domestik Bapak Ibu Nah nanti akan
ada yang non domestik dan lain
sebagainya nah akan tapi sebelum
melakukan sampling sampah ada beberapa
hal yang menjadi catatan dari kami ya
sekali lagi seperti yang kami sampaikan
di awal Kami mencoba sharing ya
memberikan informasi terkait apa yang
sudah kami lakukan selama ini Nah bisa
jadi nanti ada yang berbeda Nah itu
mungkin bisa kita
berbagilah bersama-sama jadi sebelum
melakukan sampling hal yang pertama
dilakukan tentu persiapan Bapak Ibu Nah
Pak hijrah tadi sudah menyampaikan
tentang jumlah datanya berapa Nah
setelah kita dapatkan jumlahnya kita
dapatkan lokasinya Nah maka
ini pada penetapan lokasi dan waktu
sampling nah lokasi sudah ada jumlahnya
dari tahu ini kita ketahui waktu
samplingnya Bapak Ibu Nah kalau sesuai
SNI itu 8 hari berturut-turut Nah ini
untuk melihat tren selama satu minggu
itu seperti apa timbulan sampahnya dan
komposisinya waktu memulainya ini harus
jelas hari dan
tanggalnya nah jamnya juga Jadi biasanya
kami selalu menyarankan itu dimulai pada
pagi hari
Biasanya Kami menyarankan dimulai jam 6
pagi dan berakhir jam 9 pagi atau
diambil di sebelum orang berangkat ke
kantor dan melakukan aktivitas lainnya
sehingga ini akan mempermudah untuk
mendapatkan sampah yang
yang
valid lah seperti itu terus jam
samplingnya sudah terus dua pertengahan
musim nah ini juga untuk melihat datanya
apakah karena ini kenapa dua pertengahan
musim karena kita ada dua musim Bapak
Ibu kemarau dan musim hujan kita ingin
melihat timbulan sampahnya berpengaruh
nggak ketika musim hujan dan musim
kemarau dan juga 5 tahunan 5 tahunan ini
juga berhubungan dengan
perencanaan Nah karena di pemerintahan
Biasanya kalau bapak ibu di pemerintahan
jangka pendek menengah dan panjang nah
Biasanya kita akan menyarankan 5 tahunan
melakukan sampling sampah kalau untuk
kira-kira setiap tahun apakah boleh
dilakukan sangat dibolehkan Bapak Ibu
kalau setiap tahun cuman kalau di
pemerintahan Saya rasa ini nanti akan
terkendala di pembiayaan karena
merasa bahwa ini masih bukan prioritas
saat ini nah akan tetapi pada
kenyataannya kita melihat sering terjadi
permasalahan itu ketika persiapan
samplingnya tidak matang saya ada
sebagai contoh kita merencanakan TPA
bapak ibu dengan yang
perencanaan yang ada data sekundernya
tadi yang disampaikan Pak hijrah nah
tahu-tahu perencanaannya TPA penuh dalam
waktu 10 tahun dan pada kenyataannya TPA
nya penuh Dalam waktu 5 atau 6 tahun ya
karena itu perlu
data yang bagus dan juga persiapan yang
bagus untuk mendapatkan data itu dan
dari setelah ada diketahui lokasi waktu
kita juga
membutuhkan petugas samplingnya ada
ketua tim pelaksana utama dan pekerja
teknis nanti mungkin ada lebih detailnya
akan kami sampaikan akan tetapi Ini
standar minimal bapak ibu ada ketua tim
pelaksana dan juga pekerja teknis Nah
kenapa seperti ini nah kebanyakan di
lapangan
kebanyakan di lapangan ini ketua tim
pelaksana utama pekerja teknis dan lain
sebagainya ini merangkap Bapak Ibu
dokumentasi juga sehingga apa Kadang nah
pengambilan datanya tidak valid nah ini
yang menyebabkan kenapa ketika ada data
sampling yang mungkin dilakukan oleh
pihak ketiga ini akan akan ada data yang
bias ataupun tidak tidak sesuai lah bisa
dibilang seperti itu Oke next
Nah selanjutnya setelah kita ada lokasi
waktunya dan ada petugasnya perlu
disampaikan juga petugasnya juga harus
memilih kemampuan ataupun pengetahuan
dengan Jenis sampah yang akan di
sampling nah ini Bapak Ibu yang
membutuhkan data harus menyampaikan ini
kepada petugas sampling atau surveyornya
nanti nah ini ada beberapa jenis sampah
yaitu kategorinya ada yang 9 ini organik
kertas kayu kain atau tekstil karet atau
kulit plastik logam gelas atau kaca dan
lain sebagainya kalau hanya disebutkan
kategori seperti ini nanti akan timbul
pertanyaan sehingga Kami biasanya akan
menampilkan juga contoh sampahnya apa
Nah seperti sampah organik Berarti ada
sampah sisa makanan sampah dapur terus
selanjutnya adalah
buah-buahan nah begitu juga dengan
kertas nah kertas ini apa saja yang
masuk ke dalam kertas ada Koran majalah
kardus dan lain sebagainya ada kayu Nah
ada ranting dan pohon nah begitu juga
untuk
kain tekstil atau tekstil Ada karet
plastik logam nah ini juga nanti
tergantung kebutuhan Bapak Ibu Nah
kenapa kami buat seperti ini ini adalah
keperluan untuk untuk pengolahannya
Bapak Ibu nah semakin detail kita
membuat nanti akan penentuan teknologi
pengolahan itu akan lebih mudah nah oke
supaya cerah
nah ini yang lainnya beberapa kategori
yang pernah kami buat tadi yang pertama
ada 9 Nah ini ada kategori lainnya bahwa
ada 12 jenis Nah ada 12 jenis Ada sampah
dapur sampah halaman ada kayu Nah tadi
ada hanya sampah kayu dan ranting lain
sebagai kami tambahkan Ada sampah
halaman karena nanti bisa jadi nah ini
kalau sampah halaman ini bisa
dikomposkan kayu supaya ranting dan
pohon dan lain sebagainya ini tidak bisa
bapak ibu akan lama apabila dikomposkan
ini tergantung tujuan untuk
pengolahannya nanti nah kertas terus ada
plastik plastik kami pisahkan lagi ada
plastik film ada plastik padat Nah
kenapa kami pisahkan biasanya yang yang
bernilai ekonomi tinggi adalah plastik
badan jadi kita waktu itu kami ingin
mengetahui Berapa banyak nih potensi
secara ekonomi ketika dilakukan
pengolahan ataupun nanti dijual nah
ataupun nanti diberikan kepada pihak ya
begitu ya Ada ada kaca ada kain ada
logam dan ada sampah B3 Kenapa ada
sampah B3 juga di sini 8 sampling
masyarakat kita dari beberapa kegiatan
yang kami lakukan Masih belum begitu
mengetahui tentang dampak dari sampah B3
walaupun peraturannya sudah ada akan
tetapi masyarakat masyarakat kita masih
sering membuat baterai aki ataupun
bohlam ini ke langsung ke tempat
sampahnya dan nanti akan berakhir di TPA
sehingga kita juga harus memerintahkan
Seperti apa nanti
untuk Penanganannya di Entah di Sumber
di TPS atau TPS 3R atau tpst atau di TPA
Begitu juga dengan sampah elektronik nah
ini juga
menjadi masalah saat ini nah dan juga
ada sampah lain-lainnya sehingga ada 9
ada 12 nah tergantung sekali lagi untuk
Jenis sampah ini harus ditetapkan di
awal sebelum sampling dilakukan Bapak
Ibu ini untuk mempermudah mempermudah
Bapak Ibu mengontrol nanti petugas yang
bekerja ketika diserahkan terserah
ngumpat lima dan lain sebagainya ketika
butuh data setelah data diambil baru
tahu Oh ternyata kurang ini dan itu
sehingga ini yang perlu dipersiapkan oke
baiklah
nah Selain itu sudah ada jenis sampahnya
sudah tahu waktunya dan ada petugasnya
peralatannya Bapak Ibu nah ini yang
paling krusial
juga peralatan sampling Nah kalau sesuai
SNI itu ada kotak sampling 40 liter
ataupun 500 liter yang 40 liter biasanya
untuk rumah tangga Nah bisa untuk
perkantoran ataupun rumah ibadah ataupun
ya tempat-tempat yang skalanya kecil nah
sedangkan yang 500 liter ini ini untuk
Skala yang besar Bapak Ibu bisa untuk di
area pasar TTS TPS 3R ataupun TPS atau
nanti di TPA
selanjutnya kantong plastik nah atau
trashback kita menyebutnya bahasa
Arabnya trashback kalau kita
beli di toko-toko plastik Biasanya kalau
untuk mudah mengetahuinya langsung
bilang saja beli trashback ukuran berapa
kalau untuk individu nah ini trashback
ini biasanya untuk individu untuk
domestik Bapak Ibu kita gunakan untuk
menampung sampah Nanti biasanya
ukurannya Kalau kami boleh menyarankan
itu antara 40 dan 50 liter
terus selanjutnya timbangan timbangan
ini usahakan timbangan yang bisa sampai
100 kg dan ada dua atau tiga digit di
belakang koma
ini untuk melihat ketelitian Seperti apa
nanti data yang kita dapatkan
selanjutnya ada terpal atau sejenisnya
Kami lebih sering menggunakan terpal
Kenapa karena mudah dalam membersihkan
setelah melakukan sampling ukurannya
yang paling kecil Kalau di pasaran ada
2,3 3,3 5 * 6 ataupun 3x4 Kalau kami
biasa menggunakan ukuran 5x6 Supaya apa
supaya mudah nanti untuk pengambilan
komposisinya nah sehingga mudah untuk
melakukan pemisahan atau pemilahan terus
juga Ada sekop dan sapu untuk
membersihkan sampah setelah dilakukan
sampling nah dan jangan lupa ada logbook
dan alat tulis kalau notebook nanti
setelah ini kami akan Tunjukkan Seperti
apa dan alat tulis ya Tulis secara umum
lah ya Bapak Ibu ya dan jangan lupa juga
faktor keamanan dari petugas sampling
Bapak Ibu apalagi kondisi saat ini
ya yang namanya covid masih belum reda
kata
pemerintahan sehingga
alat pelindung diri dan perlengkapan K3
harus disiapkan juga untuk surveyor ada
baju atau rompi ada helm juga ada
kacamata apabila dibutuhkan yang jelas
ada masker hand sanitizer terus ada
sepatu dan ada sarung tangan oke
Nah untuk sampling sampah domestik nah
ini ada logbooknya ini
juga yang pernah kami lakukan sehingga
ya keluarlah seperti ini Bapak Ibu ini
untuk mempermudah petugas sampling atau
surveyor dalam bekerja
jadi tadi paijer udah menyebutkan bahwa
ada lokasinya mau perdesaan atau
perkotaan pendapatan tinggi sedang atau
rendah surveyor tinggal centang Bapak
Ibu jadi tidak usah menulis lagi cukup
nanti dicentang saja nah area surveinya
di mana Nah untuk mempermudah Nanti
biasanya akan disuguhkan suatu dua tiga
ataupun alamat atau Desa itu bisa
belakangan yang penting di awal sudah
disebutkan area surveinya jumlah jiwanya
kode sampelnya ini juga di awal sudah
harus disebutkan kepada surveyornya dan
ada tanggalnya terus ketika untuk
sampling sampah kan ada nanti ada berat
ada volume ada komposisi nah ini juga
sudah kami siapkan kalau di sini kami
siapkan itu yang
12 Bapak Ibu nah mau pakai sembilan juga
boleh mau pakai 5 saja karena di ada di
peraturan mungkin Oh hanya 5 nah yang
mau di ini di samping Ya silakan tetapi
akan lebih baik semakin detail
komposisinya nah ini akan lebih baik
dalam dalam kita merencanakan untuk
pengelolaan persembahan mulai dari
sumber hingga sampai ke penanganan di
TPA Oke next
nah ini proses samplingnya
jangan lupa selalu mengingatkan petugas
surveyornya Bapak Ibu karena beberapa
kali kami melakukan
sampling penggunaan APD ini sering
Tertinggal Kenapa karena menganggap hal
biasa dan tidak tidak perlu digunakan
Padahal di sampah itu kita tidak tahu
berbagai jenis bisa jadi berbagai jenis
kuman penyakit dan virus itu ada di situ
sehingga Gunakan selalu apd-nya nah
trashback yang diserahkan tadi ke rumah
tangga rumah tangga ini untuk
bapak ibu nah ini diambil nah Lalu nanti
ditimbang bersampahnya Bapak Ibu jadi
trashback yang digunakan untuk wadah
pada hari tersebut itu nanti langsung
ditimbang nah ditimbang untuk mengetahui
beratnya berapa Nah lalu catat pada
logbook kolom tadi ada berat sampah nah
di Lombok sudah ada sampahnya yang
namanya kilogram nah akan lebih baik ya
ada dua atau tiga di belakang koma nanti
untuk melihat trennya setiap hari
Seperti apa Nah setelah itu barulah nah
barulah
sampah yang diambil dari
lokasi-lokasi samplenya nah ini nanti
dibuka satu persatu nah ataupun bisa
jadi atas kesepakatan ini nanti sampling
karena sampling ya nanti diambil satu
satu kantong nah terus buka satu kantong
contoh atau sampel yang diambil dari
titik sampling dan dimasukkan ke dalam
kotak sampling 40 liter nah dimasukkan
ke dalam kotak sampling 40 L ini karena
untuk rumah tangga biasanya dengan 40
liter cukup Bapak Ibu nah lalu jatuhkan
kotak sebanyak tiga kali dari ketinggian
20 cm agar tambah
terkompaksi ini untuk mengkompaksi
sampah nah ini ini juga berdasarkan SNI
nah lalu ukur tinggi Nah jadi tinggi
sampah itu di dalam kotak sampling itu
berapa Nah ini untuk kita menentukan
volume sampahnya lalu catat pada
notebook Nah kita panjang lebar dari
kotak sampling kita sudah tahu
40x40 cm ketinggiannya biasanya kan 1
meter Nah apakah 1 meter terisi semua
biasanya tidak kalau untuk satu rumah
tangga sehingga apa ketinggiannya ini
yang perlu diketahui panjang lebar sudah
kita tahu kita dapatkan dari sampling
tingginya maka kita bisa menghitung
volumenya lalu dimasukkan ke kolom
volume sampah yang ada di logbook nah
langkah 1 sampai 4 ini diulang sesuai
dengan banyak titik sampling dan selama
8 hari
Oke next
nah ini untuk pengukuran komposisi nah
ini
terpal yang kami gunakan Bapak Ibu bisa
lihat nah jadi dipilah contoh
Berdasarkan komponen komposisi yang
telah ditentukan yang tadi yang Saya
tunjukkan ada 9 dan 12 Kami biasanya
memilah menjadi 12 komponen nah apabila
adanya hanya 9 yang nggak masalah tetapi
kami sudah menyiapkan untuk untuk 12
kolom Nah nanti setelah itu setiap
komponen ada organik anorganik ataupun
sampah plastik film plastik padat
ataupun kardus nanti ditimbang satu-satu
Bapak Ibu ditimbang sampah yang telah
dipisahkan lalu dicatat pada notebook
lagi nah sehingga apa dalam satu hari
tersebut kita sudah bisa melihat data
walaupun belum data Jadi tapi data
mentahnya sudah terlihat rapi bapak ibu
sehingga nanti dalam pengolahan juga
akan lebih mudah apabila langsung
tercatat pada notebook Oke next supaya
Baik saya serahkan kepada Pak hijrah
sesi yang non domestik
Baik terima kasih masih
semangat mengikutinya Bapak Ibu Ya
seperti yang kami sampaikan di awal kita
akan bergantian dalam menyampaikan
materi begitu ya jadi biar suasananya
ganti-ganti
masih bisa sambil minum dulu
Nah Bapak Ibu tadi masih Ebi sudah
menjelaskan 9 dan 12 jenis ya jadi 9 itu
kita mengikuti kepada SNI tahun 94
kemudian juga 9 tersebut yang diinputkan
datanya di sip SN untuk komposisi
sedangkan 12 tadi kita menggunakan
standar yang lain ya
dan balik lagi standar tersebut sangat
tergantung dari kepentingan sampling
yang dilakukan jadi boleh pakai SNI tadi
9 jenis dan ataupun jenis jumlah yang
la
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:13 UTC
Categories
Manage