Transcript
kQSk6kzOLb0 • WEBINAR OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS TPS3R
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0049_kQSk6kzOLb0.txt
Kind: captions
Language: id
libur lebaran Idul Fitri Oh ya
sebelumnya saya juga mengucapkan Minal
aidin wal faizin mohon maaf lahir dan
batin untuk bapak ibu semua baik
pertama-tama mungkin perkenalkan saya
Anisa Luna selaku MC sekaligus moderator
yang akan memandu jalannya acara webinar
pada pagi hari ini
acara webinar kita pada hari ini
mengusung tema optimalisasi pengelolaan
sampah berbasis TPS 3R yang akan
disampaikan oleh 3 pemateri kita pada
hari ini yaitu yang pertama ada Bapak
Septa Nugroho ST sebagai pemerhati
program pengelolaan sampah berbasis
masyarakat
TPS 3R kemudian ada bapak Muhammad
Nurhadi dari Yayasan Bintari Lalu ada
Bapak Hendra Wibowo sebagai ketua KSM
sahabat lingkungan Pembina Pembina forum
TPS 3R Karawang Wah rame sekali ya Bapak
Ibu sekalian acara webinar kita pada
pagi hari ini yang tentunya akan diisi
oleh pemateri kita yang keren-keren dan
tentunya ahli di bidang ini
acara ini diselenggarakan oleh butik
daur ulang Project by Indonesia yang
bekerjasama dengan Universitas Islam
Indonesia
baik selanjutnya bapak ibu hadirin yang
terhormat Izinkan saya mengucapkan
selamat datang dan memberikan salam
hormat saya kepada bapak dokter hijrah
bernama Putra SMA
selaku founder dari butik daur ulang
Project B Indonesia sekaligus sekretaris
jurusan Teknik Lingkungan Universitas
Islam Indonesia lalu kepada ketiga
pemateri kita pada hari ini yaitu bapak
Septa Nugroho bapak Muhammad Nurhadi
serta Bapak Hendra Wibowo dan juga
kepada bapak ibu peserta webinar pada
hari yang berbahagia ini
sebelum masuk ke materi webinar kita
saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu
sekalian untuk dapat mengisi daftar
hadir atau presensi di Link yang telah
admin kami kirimkan di kolom chat
kemudian
kemudian Dengan hormat saya juga meminta
kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk
menonaktifkan microphone selama kegiatan
ini berlangsung supaya kegiatan kita
dapat berlangsung secara baik baik
selanjutnya sebelum kita masuk ke acara
inti kita yaitu penyampaian materi Mari
kita dengarkan terlebih dahulu
penyampaian sambutan pepatah dua patah
kata dari bapak dokter hijrah Purnama
Putra SMA selaku founder dari butik daur
ulang Project di Indonesia sekaligus
sekretaris jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia waktu dan
layar
Baik Terima kasih Mbak Nisa
mudah-mudahan suara saya sudah terdengar
dengan jelas Ya baik
bismillahirrohmanirohim Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh Selamat pagi
Bapak Ibu yang kami hormati salam
sejahtera untuk kita semuanya dan
mudah-mudahan kita semuanya dalam
kondisi yang sehat yang bersemangat
untuk siap untuk belajar bersama
tentunya yang kami hormati para pemateri
Bapak Hendro kemudian Pak Nurhadi dan
Mas serta yang telah berkenan hadir
dalam kesempatan hari ini di sela-sela
waktu istirahat mungkin bersama keluarga
tapi masih berkenan hadir untuk
memberikan motivasi sharing pengalaman
yang sudah dilakukan terkait dengan
pengolahan TPS 3R yang ada di Indonesia
gitu ya
dan tentunya Bapak Ibu para peserta
webinar optimalisasi pengelolaan sampah
berbasis TPS 3R yang sudah sangat
bersemangat untuk mengikuti kegiatan
pada kesempatan hari ini
dari info panitia hingga tadi malam
masih terus ada pendaftar kurang lebih
mendekati angka 700 peserta begitu ya
biasanya
pengalaman kami saat sudah mendaftar
tapi ternyata di hari H lupa untuk
mengikuti begitu ya tapi diingatkan
kembali oleh teman-teman panitia yang
mudah-mudahan di kapasitas Zoom kita
bisa sampai 300 peserta nanti sisanya
akan bergabung via YouTube ya yang
mudah-mudahan
tidak ada yang ketinggalan Nanti Via
YouTube juga masih bisa diulang-ulang
betul sekali yang disampaikan oleh Mbak
Anisa di awal tadi bahwa kegiatan ini
adalah kegiatan pertama setelah libur
aktivitas Idul Fitri Tapi kalau di
lanjut dari 2023 dari awal 2023 kita
sudah mulai dengan webinar di bulan
Januari dan ini adalah webinar yang
keenam tapi kita ingin
terus bisa mengoptimalkan di sela-sela
aktivitas Bapak Ibu biasanya memang
pelaksanaan webinarnya di hari sabtu
agar bisa disambi dengan aktivitas
lainnya begitu ya Ya sambil liburan
bersama keluarga tapi mudah-mudahan juga
ada yang sedang duduk dan menikmati
nikmatnya kita belajar bersama dan kita
informasikan juga bahwa minggu depan
Bapak Ibu jadi kita agak ngebut nih ya
Karena permasalahan sampah rasanya
hampir setiap daerah
mulai bicara-bicara sampah-sampah gitu
ya jadi kita agak ngebut di minggu depan
kita juga ada webinar di tanggal 27
terkait dengan
optimalisasi juga 5 aspek pengolahan
sampah bersama ibu Sri
yang sudah malam melintang luar biasa
kiprah beliau dalam dunia persembahan
dan juga ada satu buku dari Beliau juga
yang cukup menarik ya
kita sudah punya dan kita usahakan bisa
hadirkan buku tersebut juga dalam
webinar tersebut Jadi Bapak Ibu ikut
webinar tapi juga bisa dapat buku ya
Buku karangan beliau tapi ya bukunya
nggak free juga karena butuh biaya untuk
cetak untuk segala macam gitu ya jadi
kita hargai pemikiran beliau ya dengan
mengikuti kegiatan webinar dan
mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk
wilayah kita semuanya dan dalam
kesempatan ini kami juga mengucapkan
terima kasih atas supportnya selalu dari
jurusan Teknik Lingkungan Universitas
Islam Indonesia
jurusan yang ya ingin mencetak
tenaga-tenaga engineer yang berhubungan
dengan teknik lingkungan dengan sanitasi
dengan K3 dengan drainable energy dan
seterusnya karena bidang teknik
lingkungan juga sangat luas dan kami
juga ingin menyapa kolega kami dari
jejaring pengelola sampah Mandiri ya
jpsm Sehati Kabupaten Sleman yang juga
mendukung berbagai macam aktivitas yang
kurang lebih ada
250 lokasi pengolahan sampah baik itu
bank sampah sedekah sampah sekolah ramah
lingkungan kemudian pengrajin daur ulang
dan tentunya teman-teman dari TPS 3R
kurang lebih di Jogja ada sekitar
64 nanti dikoreksi oleh Master 24 lokasi
di 5 kabupaten kota yang ada dan
tantangannya luar biasa di berbagai
macam
aspek dilakukan dan mudah-mudahan bisa
terbahas Oke Bapak Ibu tidak
memperpanjang kata agar webinar kita
pada kesempatan hari ini dapat berjalan
dengan baik mudah-mudahan bermanfaat
untuk Bapak Ibu semuanya Dengan
mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim
maka webinar optimalisasi pengelolaan
sampah berbasis TPS 3R kita mulai Terima
kasih semua pihak yang telah terlibat
para pemateri panitia dan tentunya Bapak
Ibu semuanya Mohon dukungan
mudah-mudahan kita bisa Istiqomah untuk
melakukan aktivitas-aktivitas edukasi
kepada masyarakat terima kasih atas
perhatiannya wabillahi taufik wal
hidayah wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Terima kasih Bapak hijrah yang telah
memberikan sambutannya dan sekaligus
membuka acara pada pagi hari ini Baik
Bapak Ibu sekalian kami dari panitia
juga melakukan live streaming melalui
YouTube channel kami di Project by
Indonesia jadi semisal selama acara
webinar ini berlangsung
mungkin ada Bapak Ibu sekalian yang
terkendala di dalam Zoom itu tidak perlu
khawatir karena Bapak Ibu juga tetap
bisa mengikuti webinar ini melalui
YouTube channel kami yaitu di Project B
Indonesia
kemudian berbeda dari biasanya Nih Bapak
Ibu sekalian hari ini kami menyiapkan 6
door price special Untuk Bapak Ibu
sekalian yang beruntung door prize
tersebut berupa tiga souvenir dari butik
daur ulang kemudian ada dua free tiket
webinar plus sertifikat untuk webinar
yang akan diselenggarakan pada tanggal
27 mei mendatang yang berjudul
optimalisasi 5 aspek dalam pengelolaan
sampah dan juga satu buku kebersihan
adalah investasi
doorprise ini diberikan berdasarkan 5
pertanyaan terbaik selama webinar ini
berlangsung dan khusus untuk door prize
buku kebersihan adalah investasi itu
Syaratnya hanya
Bapak Ibu sekalian bisa memberikan
ulasan terkait webinar kita pada hari
ini melalui Story Instagram dan jangan
lupa untuk
tag Instagram kami karena akan ada satu
orang yang beruntung untuk memenangkan
buku tersebut seluruh pemenang dorface
akan kami umumkan di akhir-akhir di
akhir acara begitu nah jadi bagi Bapak
Ibu yang mungkin ingin bertanya selama
webinar ini berlangsung itu dapat sekali
memberikan pertanyaannya melalui kolom
chat dengan format nama kemudian
pertanyaan yang ingin ditanyakan dan
akan kami pilih 5 penanya terbaik untuk
memenangkan spesial dari kami
lalu untuk Store Instagram bapak ibu
dapat membuat Story ulasan mengenai
webinar kita pada hari ini dan jangan
lupa untuk tag Instagram kami di
@project by Indonesia karena juga
bakalan ada satu orang pemenang ulasan
terbaik untuk mendapatkan satu buku
kebersihan adalah investasi
baik tanpa berlama-lama lagi akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi oleh ketiga pemateri
kita hari ini tapi karena kata orang tak
kenal maka tak sayang jadi mari kita
lihat terlebih dahulu CV dari ketiga
materi kita pada hari ini
baik itu tadi sekilas mengenai ketiga
pemateri kita pada hari ini selanjutnya
saya mungkin akan menyapa ketiga
pemateri kita terlebih dahulu
Assalamualaikum selamat pagi bapak-bapak
sekalian Waalaikumsalam Selamat pagi
Selamat pagi
ada Bapak Hendra dan bapak nurhadini
gimana kabarnya hari ini Pak
Alhamdulillah
Ya baik mungkin kita langsung saja untuk
mulai penyampaian materi begitu ya Pak
untuk penyampaian materinya yang pertama
menyampaikan materi itu ada Bapak Hendra
Kemudian untuk waktunya kurang lebih 30
menit yaitu sampai jam 09.50 Mungkin Pak
Ya baik tanpa berlama-lama lagi langsung
saja tempat dan layar kami persilahkan
Baik terima kasih
assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Selamat pagi salam sejahtera
untuk kita semua
Terima kasih atas
kesempatan Sharing Session pada pagi ini
yang saya hormati hijrah Purnama yang
sudah
memberikan kesempatan kepada kami yang
saya hormati pak Nurhadi dari Yayasan
Bintari Kemudian Mas Septa dari
kegiatan
[Musik]
pengelolaan sampah Mbak Nisa sebagai
moderator Terima kasih atas waktunya
agak deg-degan sebenarnya ini karena
banyak justru banyak senior yang hadir
pada kesempatan pagi ini ya tentunya ini
adalah kesempatan juga untuk kami di ksf
sahabat lingkungan untuk juga nanti bisa
mendapatkan banyak perspektif dari
kegiatan yang
dilakukan webinar pada kesempatan pagi
ini Baik izin
menyampaikan mungkin tidak sampai 30
menit karena mungkin nanti akan lebih
banyak
kami juga ingin menarik banyak
perspektif dari para narasumber Dan juga
mungkin inputan dari para peserta yang
hadir pada kesempatan pagi ini izin
menyampaikan kami dari
KSM sahabat lingkungan kami
[Musik]
adalah pengelola tempat pengelolaan
sampah
3R di Kabupaten Karawang yang sudah
berdiri sejak tahun 2010 hanya aktivitas
kegiatan kami
bergulir di tahun 2014 ketika kemudian
persoalan dan tantangan terkait dengan
persampahan ini menjadi
semakin
rumit begitu ya Jadi ini mencoba untuk
berpartisipasi berbasis kelompok
masyarakat untuk bisa menangani
persoalan sampah ini dimulai dari
dimulai dari tapak gitu
next
ini adalah kondisi
yang
ada di kami di tahun Medio 2014 sampai
dengan 2015 ya bagaimana kemudian
persoalan pertambahan ini menjadi
salah satu persoalan yang masih menjadi
tantangan besar bagi kita semua begitu
ya karena memang
tidak berhenti begitu sampah sampai
dengan Nanti Mungkin akhir zaman gitu
Jadi ini adalah gambaran kita bahwa ini
banyak terjadi di berbagai tempat dan
kami sudah mengalami ini begitu jadi
muncul hadir tumbuh dan berkembang dari
persoalan yang kami hadapi di wilayah
pemukiman di wilayah kami di Kabupaten
Karawang
next
ya ini
Kalau saya kalau kami Sebut apa ya Ini
zaman kejahiliahan gitu ketika kemudian
tempat ini
menjadi
disebutnya itu TPS lihat pada saat itu
kurang lebih sekitar pertengahan antara
periode 2012-2013 dan 2014 nanti mungkin
bisa diingat-ingat juga Mas Mas Septa
kami juga salah satu peserta yang
didampingi oleh
borda ya pada saat itu untuk kemudian
mengelola
berbasis komunitas masyarakat di wilayah
terkait dengan pengelolaan sampah next
apa sih
Sisi
keberhasilan Sisi perkembangan yang kami
lakukan sebenarnya ketika kemudian aspek
pengelolaan ini kemudian muncul menjadi
salah satu
kami bisa baca di
juknis terkait dengan pembangunan TPS 3F
dan lain sebagainya 5 aspek ini kemudian
menjadi yang yang sangat sering
disampaikan kepada
para penggiat maupun para aktivis
terutama di pengiat persampahan baik itu
bank sampah sedekah sampah TPS 3R dan
lain sebagainya Dan kami mencoba untuk
konsisten di 5 aspek ini begitu yang
pertama adalah aspek kelembagaan kami
kemudian
tadi membentuk
KSM sahabat lingkungan sebagai
lembaga berbasis masyarakat yang memang
inces dan fokus di tata kelola
lingkungan sebenarnya tidak hanya
terkait dengan persamaan tapi ke tata
kelola lingkungan namun kemudian
ternyata
seiring waktu berjalan kata pengelolaan
persampahan itu menjadi sangat sangat
sangat
urgent untuk bisa di untuk bisa
ditangani begitu
nah kemudian aspek yang kedua adalah
aspek pembiayaan aspek pembiayaan ini
erat kaitannya nanti dengan peran serta
masyarakat begitu ya jadi ada beberapa
yang
Saya tidak ingin menyebut mangkrak tapi
mungkin tidak optimal dalam sisi
pengelolaan terutama di
infrastruktur dan sarana prasarana
pembangunan pengelolaan sampah yang saat
ini juga banyak dibangun oleh pemerintah
aspek pembiayaan ini menjadi sangat
penting karena aspek operasional itu
menjadi
mandatory utama dari pengelolaan sampah
terutama pengelolaan di basis TPS 3R
tanpa aspek pembiayaan dan peran serta
masyarakat ini menjadi sangat menjadi
sangat diskon Dan ini menjadi salah satu
sop yang sangat kuat kami kami pegang
begitu untuk
bisa meyakini bahwa operasional di TPS
3R itu bisa berjalan ini yang jadi 5
aspek ini kami pegang benar-benar tidak
tidak
menjadi kunci begitu ya menjadi kunci
utama Jadi kalau 5 aspek ini kita
laksanakan tentunya juga nanti menjadi
sebuah
sop yang ketat dalam pelaksanaan
pengelolaan sampah terutama berbasis TPS
3 kemudian aspek aturan ya kami selalu
berkoordinasi dengan dinas-dinas dengan
dinas terkait terutama dinas lingkungan
hidup juga dengan dinas lain karena
memang aspeknya banyak sekali terutama
terkait dengan aturan Alhamdulillah
kemarin dari satu Kementerian yang
terbaru ya di Kementerian Desa itu
kemudian muncul
permen tahun 2023 terkait dengan Desa
peduli lingkungan itu semakin terutama
nanti mungkin untuk kita semua di
pengelola persampahan kita semua bisa
bisa memanfaatkan
permen yang terbit dari Kementerian yang
sebenarnya juga menjadi salah satu
aspek aturan yang bisa menjadi payung
hukum Mengapa kemudian pengelolaan
pertambahan juga bisa melibatkan
yang lain stakeholder utama di
Kementerian yang lain kemudian aspek
peran serta masyarakat ya kami
melihatnya bahwa
ada empat aspek yang kami jalani di
peran serta masyarakat yang pertama
adalah
pemberdayaan begitu seperti yang mungkin
banyak sekali sudah teman-teman lakukan
dan terutama kami juga sering belajar ke
Daerah Istimewa Yogyakarta terutama
terkait dengan aspek peran serta
masyarakat begitu ya Jadi bagaimana
kemudian menguatkan Sisi masyarakat dari
sisi edukasi kemudian sosialisasi bintex
pelatihan dan sebagainya kami KSM
sahabat lingkungan sebagai pengelola TPS
3R juga melakukan hal yang sama Dan itu
menjadi
menjadi kebutuhan karena tadi
pertimbangan kami timbulan sampahnya itu
seperti deret ukur begitu ya yang terus
berkembang 2 3 4 kali lipat sementara
kesadaran kita sebagai bagian dari
masyarakat itu seperti deret Hitung 12
jadi kita menyadari sekali bahwa aspek
ini menjadi sangat penting dalam
menyadarkan begitu kita semua tidak
hanya masyarakat tapi juga kami sebagai
pengelola di TPS 3R nah yang terakhir
aspek teknis operasional ini
kami menyoroti terkait dengan sarana
prasarana banyak sekali sarana prasarana
yang dipersiapkan untuk pengelolaan
sampah itu tidak memenuhi spek kebutuhan
bagi si pengelolanya begitu ya tidak
mempertimbangkan aspek efisiensi
efektivitas dan juga Sisi perawatan dan
lain sebagainya sehingga kadang-kadang
kita mendapatkan
sisit teknis operasional dari sisi
sarana prasarana itu kemudian tidak
menjadi solusi tapi kemudian menjadi PR
baru bagi si pengelola gitu ya dari sisi
perawatan dan makanya kami
operasional kami menyoroti dari sisi
sarana prasarana kami sangat rigid gitu
sangat detail gitu ya terkait dengan
kapasitas mesin kemudian juga
jenis mesinnya karena kami memperhatikan
tiga karakteristik yang pertama
yang pertama adalah karakteristik si
pengelolanya
si pemegang mesinnya atau dari tim
teknis begitu yang kedua adalah
karakteristik apa yang diolah gitu ya
dalam hal ini adalah karakteristik
sampahnya karena kita ketahui bahwa
sampah kita sampah karakteristik
Indonesia itu hampir 80% mengandung air
dan basah gitu ya kemudian yang ketiga
adalah aspek outputnya gitu jadi
karakteristik outputnya harus seperti
apa gitu sehingga kita bisa memenuhi
karena kan sekarang pergeseran tata
kelola sampah ini kita sudah tidak lagi
bicara tentang 3R atau tidak bicara lagi
tentang circular ekonomi tapi
kami
menyiapkan Bagaimana kemudian
pengelolaan sampah ini terutama di TPS
3R itu sudah mengarah wish industri
yaitu
mempersiapkan Bahan baku untuk industri
sehingga memang aspek teknis operasional
ini menjadi sangat penting untuk
kita lihat dan 5 aspek ini
selama kurun waktu 2018 sampai dengan
hari ini itu menjadi pegangan yang
kami laksanakan secara konsisten begitu
sopnya sangat ketat bagi kami karena
karena TPS kami ini ada berada di
tengah-tengah pemukiman masyarakat
begitu ya Jadi kalau 5 aspek dan
termasuk aspek teknis operasionalnya
tidak berjalan Kami khawatir ini akan
menjadi permasalahan yang menimbulkan
resistensi di tingkat sosial
baik lanjut
nah ini yang tadi
kami melaksanakan
4 Ini dari tadi 5 aspek itu Tapi secara
garis besarnya kami memperlakukan kami
menyiapkan
4 tahapan yang
dengan saat ini kita mencoba untuk
membangun ujungnya adalah bagaimana
kemudian menciptakan ekosistem
pengelolaan sampah ya untuk sementara
ini kami baru bisa melaksanakan untuk di
kabupaten
Karawang yang sedang kami persiapkan
begitu ya karena memang ada banyak
keterbatasan dari kami karena kami
berbasis
komunitas masyarakat ada 4 yang ingin
kami persiapkan adalah pemberdayaan
sosial kemudian teknologi pemanfaatan
teknologi pengolahan dan penguatan
jaringan ini yang
ini yang
saat ini menjadi sangat
sangat penting sebagaimana diketahui
di Kabupaten Karawang saat ini terbangun
sejak 2020 sampai dengan 2022 kita sudah
memiliki 20 TPS 3R yang tersebar di
Kecamatan
11 Kecamatan itu
Insya Allah mudah-mudahan menjadi salah
satu pilar Bagaimana kemudian ekosistem
Tata kelolanya bisa terbangun dan kami
juga sedang menyiapkan diri
untuk tpsp yang kapasitasnya Mungkin
jauh lebih besar ada tiga lokasi yang
saat ini juga dalam proses mempersiapkan
aspek operasional
Mengapa jadi perhatian di 4 aspek ini
karena memang kami melihat dari
perjalanan waktu 2014 sampai dengan saat
ini ternyata 4 aspek ini yang menjadi
tahapan-tahapan Bagaimana kami kemudian
mempersiapkan tata kelola perusahaan
sampai dengan hari ini dan saat ini
Alhamdulillah
kami sedikit demi sedikit bisa mengatasi
tantangan yang ada terkait dengan
operasional TPS 3R dari sisi pembiayaan
teknik operasional Dan juga bagaimana
kemudian sampah ini bisa lebih
bermanfaat bagi kami dan juga bagi
lingkungan lanjut
Kayaknya ada peta sebaran ini sampai
tahun
2020 ya sekarang sudah meningkat Kami
punya 20 lokasi yang tentunya sebaran
ini menjadi
penting karena memang kami bangun
seperti
jejaring tapak ayam gitu ya Jadi kami
menyebar di
wilayah-wilayah yang memiliki proses
memiliki tantangan terkait dengan
timbulan persampahan dan juga menjadi
terutama di wilayah di wilayah perkotaan
dan sebagian lainnya kami
sebar di wilayah-wilayah yang memang
memiliki karakteristik
Karakteristik wilayah seperti
pariwisata ataupun wilayah yang menjadi
tujuan tertentu di Kabupaten Karawang
lanjut
ya ini
perjalanannya mungkin juga
mungkin sudah banyak cerita juga tentang
TPS 3R kami tentunya ini adalah
saat-saat
itu tadi saya Sebutkan zaman Jahiliyah
yang sebelah kiri Ini adalah kondisi
awal kemudian di awal perjalanan 2015
ada di foto yang sebelah kanan dilanjut
sedikit lagi
ini adalah proses dan ini semua kami
bangun dengan tadi aspek peran serta
masyarakat dan aspek pembiayaan yang
memang murni dari pengelolaan
TPS 3R atau yang biasa kita kenal apa ya
iuran sampah gitu ya ini yang kita
maksimalkan
kemudian tahun 2020 kami baru
mendapatkan bantuan dari pemerintah
lewat program TPS 3F itu untuk
menambahkan
untuk menambah
pengembangan fasilitas sehingga sekarang
ini layanan kami mencapai
4000 KK begitu ya untuk di TPS 3R kami
yang terolah lanjut
ini adalah kegiatan-kegiatan yang kami
lakukan pengembangan pengembangan dari
sisi sarana prasarana yang sebelah kanan
juga kami menyiapkan tempat pemilahan
sehingga aspek tadi 5 aspek terkait
dengan operasional dan lain sebagainya
sudah kami
kami pertimbangkan dan kami jaga
benar-benar supaya sop itu tidak
bergeser dari apa yang sudah ditetapkan
oleh pengurus gitu lanjut
nah kemudian di tahun
mulai
2020-2021 banyak sekali Mitra yang
kemudian
banyak membantu begitu terutama terkait
dengan bagaimana kita melihat peta jalan
tata kelola sampah dan lain sebagainya
sehingga
Kemudian kami di bantu oleh perusahaan
mungkin perusahaan internasional yang
saat ini menjadi Mitra dan menjadi
bagian dari
ekosistem tata kelola persampahan dan
banyak mensupport dari sisi baik sisi
edukasi dan juga sosialisasi bagi
masyarakat dan juga mengelola forum TPS
3R di Kabupaten Karawang
ya kekuatan kami ada di forum karena
memang forum ini menjadi salah satu
penentu standarisasi operasional
tentunya saat ini TPS 3R kami di namanya
Baraya Runtah di Kabupaten Karawang ini
menjadi TPS 3R induk bagi
19 TPS 3R yang lain di Kabupaten
Karawang baik secara standarisasi
operasional dan juga dukungan lainnya
sebenarnya kami juga belajar dari
dari Jogja pada saat itu
ya kami sekarang berseloroh Bahwa TPS 3R
itu bagian dari taman pengelolaan sampah
Jadi kami ingin merubah paradigma
terkait dengan bagaimana
masyarakat merubah cara pandangnya
tentang tempat sampah itu sendiri begitu
ya kami ingin merubah Bagaimana kita
bisa melihat bahwa tempat sampah tidak
hanya nanti bisa dikembangkan sebagai
tempat pengelolaan tapi juga bisa
menjadi center of excellent ya terkait
dengan edukasi
wisata sampah dan lain sebagainya dan
ini banyak
tentunya sudah banyak juga dilakukan
oleh teman-teman di wilayah lain gitu
tapi ya kami mencoba untuk terus
Kami mencoba untuk berusaha meningkatkan
kapasitas yang ada di TPS 3R kami begitu
di Karawang lanjut
ini adalah
areanya kami membagi antara area
operasional dengan area edukasi begitu
ya karena memang
tadi harapan kami kami bisa merubah
paradigma masyarakat tentang aktivitas
yang ada di tempat sampah begitu karena
memang tempat sampah kami ini berada di
wilayah pemukiman dan
yang paling dekat itu jaraknya 50 meter
untuk akses Jadi kami sangat dekat
sekali dengan sumber sampahnya gitu
dengan masyarakat di Sumber sampah
sehingga nanti
terkait aspek operasional juga tidak
menjadi
berat terutama terkait dengan
pengangkutan transportasi dan lain
sebagainya
lanjut
ya ini tinggal foto-foto saja ini adalah
tadi layout pengelolaan dan lain
sebagainya juga bentuk dukungan dari
pemerintah dan lain sebagainya lanjut
ini sekarang
ini adalah
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan juga
kunjungan-kunjungan yang dilakukan oleh
teman-teman komunitas baik menggunakan
fasilitas yang ada di TPS 3R kami untuk
ya tadi untuk
ibu-ibu Posyandu PKK makan bersama
arisan dan lain sebagainya sehingga
memang tujuan kami untuk merubah cara
pandang masyarakat terkait dengan
kebutuhan TPS 3R dan
bahwa tempat sampah itu tidak lagi kumuh
tidak lagi kotor dan bisa dimanfaatkan
untuk banyak kegiatan lanjut
nah ini adalah tadi aspek teknologi yang
sedang kami kembangkan begitu dan
alhamdulillah saat ini ini menjadi salah
satu penopang
operasional juga gitu ya Dan kami
kembangkan bekerjasama dengan banyak
pihak di
baik itu di Jakarta ataupun di wilayah
yang lain lanjut
ini adalah bukti komitmen kita dengan
pemerintah daerah dan juga dari unsur
dunia usaha lanjut waktunya tinggal
nah ini aspek kebersihan saya membuat
piramid ini adalah bagaimana kemudian
secara unsur pelembagaan ini menjadi
sangat penting terutama di tingkat
masyarakat karena tidak bisa bergerak
perorangan begitu ya harus ada lembaga
yang
menaungi begitu kemudian program
kemitraan menjadi sangat penting pada
saat proses pengembangan
jadi yang harus didorong adalah
bagaimana kemudian
kemitraan strategis ini bisa berjalan
baik dengan dunia perguruan tinggi
ataupun dengan dunia usaha dan sektor
yang lain nah kemudian peran serta
masyarakat tadi ditekankan bahwa iuran
adalah menjadi nafas
terpenting dalam pengelolaan TPS 3R
karena banyak TPS 3R yang kelompok
masyarakatnya kemudian tidak teredukasi
hingga kemudian
menolak untuk berperan serta dalam
operasional di TPS 3R yang terakhir
adalah regulasi peran pemerintah terkait
dengan politik anggaran dan politik
kebijakan persembahan karena memang
pembangunan pembangunan TPS 3 ini tidak
lepas dari komitmen Pemerintah yaitu
kepala pemerintahan entah itu Walikota
ataupun Bupati ataupun Gubernur dalam
visi misinya mengatasi persoalan
persampahan yang ada di wilayah
di wilayah yang dipimpin gitu lanjut
sepertinya sudah oke Saya rasa itu
terakhir yang ingin disampaikan Insya
Allah mudah-mudahan ini bisa menjadi
salah satu bahan diskusi kita
Terima kasih sekali lagi mohon maaf
apabila ada yang kurang berkenan apabila
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Selamat pagi terima kasih
baik Terima kasih Bapak Hendro itu tadi
penyampaian materi dari pemateri kita
yang pertama Jadi bagi Bapak Ibu
sekalian yang mungkin memiliki
pertanyaan bisa langsung ditanyakan
melalui kolom chat dengan format nama
kemudian pertanyaan yang ingin
ditanyakan
selanjutnya mungkin langsung saja
dilanjut oleh pemateri kita yang kedua
yaitu bapak Septa untuk penyampaian
materinya juga kurang lebih selama 30
menit ya Pak Ya kemungkinan sampai
sekitar jam
10.20 langsung saja tempat dan layar
kami persilahkan terima kasih
Apakah sudah muncul ini
sudah Mas sudah Mas
Selamat pagi Bapak Ibu sekalian
mohon izin salam sejahtera untuk kita
semua mohon izin untuk melanjutkan sesi
webinar pada pagi hari ini
sebelumnya sedikit perkenalkan saya
setan Nugroho di preview tadi
disampaikan tertera pemerhati sebenarnya
tidak begitu-begitu amat karena
ini hanya untuk mengganti siapa saya
bahwa sebelumnya memang saya bekerja di
Njo yaitu Indonesia tapi pada saat ini
tahun lalu enzim tersebut sudah tidak
beroperasi lagi jadi untuk
kemarin berdiskusi dengan panitia untuk
menyebutkan Siapa yang saya wakil Ya
anggap saja
ya karena saya bukan juga dari KSM yang
mengelola sampah atau teripang juga
namun lebih daripada itu Semoga saya
dapat berbagi pengalaman sedikit
pengalaman saya tentang
pengolahan sampah di TPS 3R menyimak apa
yang telah disampaikan Pak info tadi ini
cukup menarik dan melihat memperhatikan
apa namanya tampilan TPS nya sebelumnya
Kemarin saya juga sempat mengintip
foto-foto dari TPS tpsnya Pak Hendro wah
cukup Keren kan ini perlu kita apresiasi
bersama baik Bapak Ibu sekalian pada
bagian ini saya akan
berbagi tentang
lebih ke kita flashback sedikit Apa yang
mendasari kira-kira Apa yang membuat TPS
nya Pak Hendro bisa menjadi seperti itu
Nah kita akan belajar bersama-sama
tentang optimalisasi pengolahan sampah
jadi bagian yang pertama nanti kita akan
membahas tentang pengertian tujuan dan
manfaat optimalisasi yang kedua nanti
tentang landasan dan identifikasi kita
tentang optimalisasi
yang ketiga kita akan menyinggung
sedikit
contoh-contoh aplikasi optimalisasi
saya membatasi ruang lingkup materi ini
pada TPS 3S sebagai fasilitas pengolahan
sampah yang dikelola oleh KSM atau KTP
jadi ruang lingkupnya hanya terbatas
pada
di dalam TPS 3R kita tidak menyinggung
banyak tentang peran kelembagaan dan
stakeholder yang lain supaya kita fokus
tentang
si pelaku sendiri tentunya dengan subjek
bahasanya adalah tentang pengolahan TPS
3R dan yang di sana pada pengurus dan
kita sering sekali setiap ada webinar
seminar itu judulnya Memuat kata
optimalisasi sebenarnya kata
optimalisasi ini apa
kalau kita review lagi apa saja sih
kegiatan yang ada di dalam TPS 3l yang
mendukung operasional pengelolaan sampah
itu ya mungkin kita bapak ibu hadirin
sekalian bisa menyebutkan
dalam hati ya hal-hal yang pernah kita
lakukan pertama peningkatan kapasitas
EDM ini yang pertama sudah pasti kita
sering Ada workshop pelatihan ada saya
lebih menyebutnya wisata belajar ya
wisata 50% nya belajar
terus ada lagi peningkatan teknik
kegiatan peningkatan teknisnya apa saja
penambahan mesin penambahan kendaraan
angkut perluasan area pengolahan
ada lagi kegiatan mendukung misalnya
pengembangan usaha ini penambahan
pelanggan terus kita mengembangkan
karbon organik berternak unggas atau
lele kemudian juga kita mencoba banyak
yang mengaplikasikan rhesus material
Pemanfaatan apa ulang bahan-bahan dari
sampah ini untuk sesuatu yang lebih
produktif
dan yang terakhir ini tentang inovasi
yaitu kreasi teknis atau non teknis yang
mencakup metode baru kemudian pengolahan
yang lebih lanjut yang tentunya juga
membahas tentang investasi itu tadi
sudah
disorot sedikit jadi di bagian akhir
dari presentasi
lalu Mari kita lihat dari macam-macam
kegiatan pendukung operasional tersebut
manakah ragam kegiatan yang telah bapak
ibu lakukan mohon maaf
kalau misalnya hari ini ada yang
kebanyakan yang hadir adalah
mahasiswanya Pak hijrah ini sebagai
pembelajaran tapi kalau saja ada wakil
dari ksmp3
kita lakukan Terus berapa banyak yang
biaya yang harus kita keluarkan untuk
masing-masing kegiatan kelompok kegiatan
tersebut
peningkatan kapasitas SDM kita belajar
atau kita lewat webinar kemudian
peningkatan teknis pasti butuh biaya
selanjutnya mana ragam kegiatan mana
yang butuh lebih banyak biaya dan mana
yang lebih butuh sedikit biar
kemudian kita bicara hasilnya dari apa
yang telah kita upayakan untuk
pengembangan tersebut apa yang hasil
kita peroleh capaian apa yang sudah kita
peroleh nah ini sebagai background
berpikir kita
Kemudian dari kata optimalisasi Mari
kita sedikit kupas jadi
[Musik]
saya juga ngambil dari sebuah website ya
yang mengatakan bahwa optimalisasi
adalah sebuah proses menemukan praktik
terbaik yang dilakukan
mencapai hasil yang maksimal dan ideal
Dengan ini garis bawahnya memanfaatkan
sumber daya yang ada sebaik mungkin nah
ini sumber daya yang ada ini sebaiknya
kuncinya adalah sebuah langkah strategis
dengan berdasarkan sumber daya yang ada
kemudian ini mencapai usaha yang terbaik
tentunya ini efisien dan efektif kita
bicara efisien artinya tidak membuang
sumber daya atau
tidak menyia-nyiakan sumber daya dan
waktu kita berbicara efektif ini kalau
istilah obat antara obat yang ini obat
yang ini manjur yang mana efektif itu
berbicara tentang kecapean kita
melakukannya dengan yang tepat
misalnya kita ada sama-sama tujuan yang
sama hasilnya sama tapi apa yang kita
kerjakan
lebih lebih tepat sasaran daripada
kegiatan yang itu sering kita
[Musik]
sebaiknya kita review juga kita pikirkan
kemudian
tujuan kita berbicara tujuan
optimalisasi yang pertama tujuan
optimalisasi itu apa memperoleh hasil
yang lebih baik sudah tentu ya kemudian
seminimal mungkin atau seminimal tanpa
biaya atau bila mungkin tanpa biaya yang
saya Tandai kita karena ini akan menjadi
penengah kita menghemat waktu
selanjutnya memanfaatkan sumber daya
yang ada
baik sumber daya manusia sumber daya
ekonomi maupun peralatan kemudian
mempercepat jalannya selesainya bekerja
banyak ragam kegiatan yang sebenarnya
kita harapkan mempercepat selesainya
kegiatan tetapi
Justru itu membuang-buang waktu secara
kita tanpa kita sadari
Selanjutnya apa sih manfaatnya dengan
adanya optimalisasi pertama optimalisasi
ini mengatasi masalah dari internet Jadi
kalau bahasa kita Mohon maaf
kurangi sambat gitu ya jadi banyak dari
kita yang terlalu mengeluh dengan secara
eksternal menyalah-nyalah bukan
mempertanyakan peran eksternal sementara
kita lupa untuk menggali peranan kita
secara internal sebagai
optimalisasi ini diharapkan
menyelesaikan masalah secara internal
dengan memanfaatkan semaksimal mungkin
apa yang kita punya dan apa yang kita
kerjakan
kedua adanya optimalisasi ini itu kita
memperoleh
landasan dalam pengambilan keputusan
kita memperoleh beberapa informasi yang
penting terkait sebuah masalah
hal ini juga dapat digunakan stakeholder
lain untuk mengatasi sebuah masalah
dengan baik dan cepat dengan begitu
proses-proses yang terhambat dalam
pengoperasian akan
yang ketiga manfaat optimalisasi adalah
menghemat sumber daya
optimalisasi ini dilaksanakan dengan
tindakan yang efisien sehingga menghemat
penggunaan sumber daya itu kira-kira
landasan kita tentang pengertian tujuan
dan manfaat optimalisasi
kita masuk ke anak TPS 3 Perlukah
kita melakukan optimalisasi di TPS kita
temen-temen yang berkiprah di dalam
Mari kita pertanyakan ini sejenak
dimana dan kapan apakah kita sudah
merasa perlu optimalisasi TPS 3R ada
kalau kita ketahui bersama varian atau
kondisi dari ribuan lebih dari 1200
Mungkin
ada yang
sekedar melakukan bisnis aseksual
melakukan apa yang sebagaimana
diharapkan dari juknis mengolah sampah
dari warga menarik iuran mengurangi
sampah selesai tetapi pada tempat lain
atau di ruang lain banyak kita temui
juga TPS yang berkembang dengan begitu
besar karena kemampuan bekerja sama
kemampuan untuk mengoptimalisasikan
Segala potensi yang mereka punya
Mari kita lihat
sebelum membuat rencana optimalisasi
sebaiknya kita mengetahui dari mana saja
kinerja TPS 3 itu diukur dengan aspek
dan indikator apa saja
saya zooming bahwa kinerja TPS 3R ini
diarahkan untuk mengoptimalkan
pengelolaan sampah melalui efektivitas
kerja dan efisiensi sumber daya kita
jasa di bagian ini ya efektivitas kerja
efisiensi sumber daya kemudian kita
lihat saya ini juga ambil dari ujung Apa
tujuan TPS
tidak hanya semata-mata mengurangi
sampah
atau mengelola sampah yang ada di
lingkungan kita yang pertama tujuan TPS
3R adalah mengurangi beban pengolahan
sampah di TPA
ini kita
Bapak Ibu sekalian kita
sudah terbaca bahwa di dalam jurnal
TPS 3R itu mengurangi beban pengolahan
sampah di TPA
kita hanya berfungsi mengurangi
semaksimal mungkin seoptimal mungkin
pengolahan sampah Jadi kalau misalnya
kita lihat sekarang sudah banyak
istilahnya
itu sudah suatu pencapaian yang sangat
luar biasa saya pikir karena dari
penyelenggaraan program saja tujuannya
hanya
mengurangi pengolahan sampah di TPA yang
kedua
akan menjadi fasilitas pengolahan sampah
yang berkualitas
berkelanjutan dan berwawasan lingkungan
ini kita bicara tentang peranan dalam
masyarakat
Ini arahnya adalah Mandiri secara
organisasi dan konvensional
tadi saya juga melihat di Paparan Pak
intro yang piramida itu sebuah rumusan
yang sangat bagus ya pada akhirnya dari
proses perenungan dan penggalian TPS
sampai menemukan konsep
piramida atau gagasan tentang piramida
karena mereka sudah mengerti Bagaimana
mestinya atau apa yang akan terjadi
bilamana TPS ini bekerja sendirian tidak
tidak bekerjasama dengan mereka tidak
ada peran kelembagaan di sana kemudian
yang terakhir tujuan TPS 3R Ini
meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat dan memperluas kemanfaatan
TPS untuk masyarakat saya pikir tujuan
yang terakhir ini yang sejauh ini masih
sangat Minimal kita lihat capaiannya di
TPS 3R karena kebanyakan dari
teman-teman
hampir kalau saya perhatikan ya sejauh
yang pernah saya
dampingi itu
kita teman-teman
berusaha keras tentang berbicara tentang
pembahasan belum sampai untuk melebarkan
bagaimana meningkatkan memberikan
pemanfaatan yang lebih untuk masyarakat
Nah dari tujuan itu Mari kita berikan
menjadi 4 poin yang pertama
kerja TPS dianggap adalah pengolahan
sampah yang itu rutinitas
proses pemilahan sampah pengolahan
sampah dan sebagainya yang kedua adalah
peningkatan teknis dan fasilitas kita
tidak akan berkembang kalau secara
teknis dan fasilitas
tidak berubah atau pada titik itu terus
kemudian pengembangan kapasitas sumber
daya SDM
menurut saya sebenarnya pengembangan
kapasitas SDM ini harusnya di bagian
pertama ini hanya saya
tarik dari tujuan
manfaat layanan untuk masyarakat
selanjutnya
nah
sebuah rencana optimalisasi ini mestinya
dibuat atas kebutuhan yang telah
diidentifikasi jadi kita tidak bisa
berbicara optimalisasi TTS Saya misalnya
langsung saya pengen ini tanpa ada awal
sebuah identifikasi permasalahan
identifikasi ini lahirnya dari mana
identifikasi permasalahan yang perlu
dioptimalkan ini lahirnya dari evaluasi
kinerja
kita lakukan evaluasi kinerja TPS 3R
kemudian kita identifikasi kebutuhan
yang akan kita optimalisasi kalau sudah
teridentifikasi kebutuhan
optimalisasinya lalu kita akan menemukan
opsinya ini oh soal apa namanya
pengomposan kita belum opsi
optimalisasinya apa Apakah kita akan
mengganti teknik pengomposannya atau
kita akan mengurangi apa volume sampah
organiknya karena kita tidak mampu
berpikir setelah itu semua kita susun
rencana optimalisasi
Bapak Ibu sekalian jadi di dalam TPS 3R
ada dua menurut saya dua garis besar ya
sebuah targetnya untuk optimalisasi yang
pertama adalah tentang organisasi dan
keuangan ini kurang lebih berbicara
tentang kemampuan
sampah itu sendiri Ini tentang bicara
tentang
capaian atau bicara tentang seberapa
banyak sampah yang dibuang
berapa persen dari yang kita urut 30%
40% 20% yang terakhir dari operasional
sampah ini Mestinya Kita juga nanti akan
memperluas transfer pemanfaatan TPS 3R
tidak hanya dirasakan oleh pengelola dan
pekerja tetapi keberadaan TPS 3R ini
benar-benar dirasakan oleh masyarakat
dan lingkungan secara khusus dan
masyarakat secara
selanjutnya kalau kita sudah mengerti
Bagaimana apa namanya
landasan dan bagaimana
optimalisasi itu akan dimulai kita
soroti tentang Sebenarnya apa yang kita
ukur dari sebuah TPS 3 ya nah saya
sajikan ini model yang kami kembangkan
dahulu waktu kita masih bekerja
aspek kinerja TPS 3 yang pertama
kinerja TPS
ini berkaitan dengan
seberapa banyak orang yang terlibat
Bagaimana
organisasi Kemudian yang kedua kita
bicara tentang kemampuan keuangan Apakah
kita sudah mencukupi kebutuhan
operasional kita atau masih minus
yang ketiga ini aspek pengembangan usaha
dan organisasi dunia bagian juga 123 Ini
adalah bagian dari
kapasitas SDM Pengurus organisasi yang
keempat kita berbicara tentang pemahaman
pekerja terhadap sop pengolahan sampah
ini juga sepertinya sepertinya masih
menjadi PR besar di berbagai tempat TPS
3R tentang sop pengelolaan sampah yang
keempat kita berbicara tentang
keterampilan pekerja kita ini
sebetulnya luas sebenarnya kalau kita
lihat apa sih keterampilan pekerjaan
pengolahan sampah kemudian juga seperti
itu
tapi kalau kita kulit lebih dalam nanti
itu keterampilan bekerja itu cukup
mempengaruhi ya pemahaman sop dan
keterampilan bekerja ini untuk
mempengaruhi kinerja TPS yang keenam
kita berbicara hasilnya bagaimana kita
mengolah sampah organik Bagaimana
tentang pengolahan sampah organik
terus kemudian pengolahan sampah
anorganiknya Seperti apa
nomor 8 seberapa banyak cakupan
melayani
yang ke-9 itu tentang siklus pengambilan
sampah dari rumah tangga yang terakhir
ini terakhir tetapi selalu saya
sampaikan bahwa
memenuhi Apa yang sebenarnya Tujuan TPS
itu
volume sampah yang dikurangi yang
dikirim KTP itu sebenarnya berapa ini
kita cek dari prosentase mungkin Bapak
Ibu sekalian bisa menambahkannya saya
juga baru menemukan bahwa Mungkin kita
bisa berbicara tentang kinerja TPS DPR
tentang pemeliharaan kondisi dan sarana
prasarana Tetapi kalau kita
berbicara masalah endurance atau dari
segi modal awal itu fasilitas bangunan
ini cukup mungkin baru 5 tahun butuh
berbicara tentang pemeliharaan bangunan
dan sebagai
dari aspek kinerja itu kita membuat
model evaluasi kinerja jadi kita
displaykan misalnya ini
kita kasih indikator 1 sampai 5 misalnya
seragam untuk semua indikator satu itu
ada pengurus 10 tetapi yang terlihat
terlibat bekerja Cuma ketua gsm-nya Nah
itu indikator minimal kemudian indikator
maksimalnya berapa gitu dari contoh yang
saya display ini ada indikator sebuah
TPS 3R memperoleh nilai 4 karena
setidak-tidaknya ada tiga orang pengurus
yang aktif dan didukung oleh Pemerintah
Desa dengan secara mandiri mengelola itu
hal yang sama kita buat indikator
menurut versi kita nah biasanya model
evaluasi kinerja ini dikembangkan oleh
stakeholder atau pihak pendamping
misalnya dari dinas lingkungan hidup
[Musik]
kemampuan keuangan ini skornya berapa
supaya kita tahu dari indikator umum
sampai indikator maksimal itu berapa
yang kita skor berapa ada pengumuman
kemudian kita buat scoring sederhana
misalnya dari model ini kita peroleh
skornya evaluasi adalah salah satu
dari situ dari tahun secara periodikal
kita buatnya jadi evaluasi evaluasi
kinerja ini kalau kita bandingkan dari
periode sebelumnya akan kita ketahui
naiknya di sebelah mana turunnya di
sebelah mana Jadi tidak lagi nyawang
Sudah tahu pasti kalau kita lihat contoh
dari TPS 3 hari ini misalnya yang biru
adalah tahun evaluasi tahun 2020 yang
merah adalah tahun 2021 Oh ternyata pada
tahun 2021 terjadi kenaikan kinerja
aspek sumber daya ASN nah skornya 3 jadi
tetapi ada penurunan di keterampilan
bekerja keterampilan bekerja ini
berbicara juga tentang apa namanya
kedisiplinan kemauan keuletan dan
ada juga penurunan di aspek pengelolaan
sampah apa gitu kita tahu baik dari
angka-angka statistik yang kita kelola
kalau kita selalu
jadi penurunan pengolahan sampah organik
Apa sebabnya kemudian jumlah pelanggan
Oh ini naik kemudian persentase residu
ada kenaikannya akhirnya skor naik untuk
persentase residu artinya residu yang
dibuang ke TPA itu jauh lebih sedikit
daripada tahun sebelumnya ini cara kita
melihat kinerja kinerja itu dengan model
yang sederhana
selanjutnya kita bicara tentang prinsip
optimalis optimalisasikan
caranya memperoleh
bahan-bahan optimalisasi tadi kita lihat
ini
kita tahu apa yang hendak kita
optimalisasi itu harus jelas jangan Saya
maunya ini saya main ini tapi banyak
maunya tetapi tidak jelas apa yang mau
kita capai dan relevan dan untuk
mendorong kemajuan
kira-kira kita tahu ya
macam-macam kegiatan apus TPS 3R
mestinya yang kita prioritaskan adalah
yang relevan
selanjutnya terukur jadi terukur itu apa
yang kita dapat diukur kemudian jelas
cara mengukurnya Apa itu tadi ada
indikator ada aspeknya ada indikatornya
kemudian mengukur terhadap apa yang
ingin dicapai dari program optimunsasi
kalau kita mau apa namanya
optimalisasi pengolahan sampah organik
Oke tahun ini kita harus mengolah sampah
dengan teknik berapa persen dari
timbulan sampah yang ada sampah
anorganik
yang ketiga itu kita bicara komitmen nah
setiap ada rencana optimalisasi kita
mestinya landasi juga dengan prinsip
komitmen bahwa apa yang kita rencanakan
ini disepakati juga dipatuhi oleh semua
pihak dan bukan jadi optiminalisasi
hanya keluar dari pengurus tetapi
pekerja tidak dilibatkan ini juga yang
kadang menjadi gas
kita-kita pengurus makan pengurus dan
bekerja karena ada yang begitu cepat
cara panjangnya visi misinya tapi tidak
disikapi dengan kesiapan sumber daya
pekerja yang berlimpah di sana banyak
yang mengeluh terlalu terlalu banyak
pelatihan daripada mengolah sampahnya
mungkin seperti itu
ketika Ayo selanjutnya mohon maaf yang
keempat prinsip optimalisasi kinerja itu
realistis Jadi apa yang kita mau capai
itu sudah kita perhitungkan sesuai
dengan kemampuan kita situasi dan
kondisi yang dihadapi kalau kita kondisi
keuangannya saja masih ya
tidak banyak salju kemudian sumber daya
kita juga belum terbatas kita menyusun
rencana yang kira-kira kita jangan
misalnya mohon maaf ya kita berencana
investasi punya peralatan seperti ini
Nah itu terlalu breakdownnya untuk kita
eksekusi itu nanti terlalu panjang
Padahal tadi landasan optimalisasi itu
sudah bisa kita batasi dengan sampai
kapan
ini berbicara
ada batas waktu yang melimitasi sampai
sampai kapan kita akan mengerjakan ini
artinya kalau kita punya satu rencana
kemudian itu berjalan sampai 2 tahunnya
ini terlalu kelamaan untuk
mengoptimalkan
pekerja saja Misalnya sampai
sampai perlu 2 tahun kita punya waktu
yang harus kita batasi ini supaya kita
bisa mengejar kemudian mengaktualisasi
apa yang ingin kita capai
yang terakhir adalah prinsip komunikasi
ini berkelanjutan tidak berhenti pada
titik itu jadi kalau kita sudah berhasil
sudah capek apa yang kita mau mestinya
harus ada oh nanti ini akan kita
kembangkan lagi kita kembangkan lagi
kalau kita berhenti pada titik tertentu
yang terjadi adalah stagnasi dan
kebosanan
baik kita sudah bicara dengan soal
landasan
prinsip-prinsip
optimalisasi
selanjutnya tentang ini hanya sedikit
contoh saja apa-apa yang harus kita
optimalisasi dari
kinerja sumber daya jadi pelakunya
benang merahnya atau poin utamanya
adalah penerapan manajemen kinerja dalam
pp3r ini akan sangat membantu kemajuan
organisasi dan sumber daya manusia
penerapan manajemen kinerja ini
apa namanya Umum dilaksanakan oleh
sebuah organisasi ya yang kita mulai
dengan perencanaan pemantauan review
atau kita diinjak ulang penghargaan dan
pembakaran Nah untuk TPS 3R saya ambil
pointer pointernya yang kurang lebih
kita membuat deskripsi pekerjaan yang
jelas untuk bekerja kita membuat standar
kinerja yang bisa diukur kemudian kita
memberikan pelatihan memberikan
pembinaan dan timbal balik jadi karena
ini sekali lagi kita harus ingat bahwa
TPS 3 hari berbasis masyarakat jadi
mestinya Sudah barang tentu pengurus
tpkn bukan bukan pemilik dari suatu TPS
ini adalah barang yang diberikan
pemerintah untuk dikerjakan bersama-sama
dalam masyarakat oleh
kemudian melakukan diskusi dan pembagian
kerja untuk para pekerja membuat sistem
penghargaan tertentu atas beragam
pencapaian untuk
banyak hal yang sudah kita lakukan di
TPS tapi apa apresiasi kita terhadap
pekerja itu masih kurang Nah ini mungkin
yang perlu kita perhatikan lagi Kemudian
adanya pergeseran posisi dan transfer
pakaian berkaitan dengan apa namanya
reward ini reward penghargaan ini
misalnya
apalah tidak tidak harus berupa barang
tetapi
ujian juga bisa diberikan apresiasi
kata-kata juga bisa dipegang ini sangat
sangat
[Musik]
antara pengurus dan pekerja TPS
[Musik]
berkaitan erat dalam optimalisasi
kemudian contoh yang kedua tentang
optimalisasi daerah adalah optimalisasi
tentang pengolahan sampah yang pertama
kita review tentang alur pemrosesan
sampah kita lihat setiap detail dari
bagan ini bahkan yang secara umum tapi
saya yakin Bapak Ibu pengguna TPS sudah
punya bagan operasionalnya sendiri Kita
lihat lagi evaluasi kita alur
pengelolaan sampah Seperti apa Adakah
tahapan yang terlewatkan atau masih
kurang efisien atau masih kurang efektif
dengan mengurangi sampah kita lihat ini
kita review lagi
bagan alur kerja
masih tentang mengevaluasi setiap sop
pengolahan sampah
tidak terlihat begitu jelas tentang
prosedur ya tetapi kalau kita mau
kemenangan dan kalau kita mau
tanamkan modal sop yang yang pembentukan
disiplin pengelolaan sampah ini akan
membuat pekerjaan jadi efektif
kemudian juga pekerjaan menjadi lebih
aman dikerjakan Apakah sop kita sudah
berjalan dengan baik atau kita lihat
semua tahapan tadi dari pengangkutan
sampah yang kita lihat jalurnya seperti
apa
barangkali banyak di kita ketahui ya
yang jalur pengangkutannya jauh tetapi
yang diangkut cuma sedikit
kemudian
karena sudah merasa selesai
mampir dulu
pulang ke rumah istirahat seperti itu ya
Ini Ini model apa tentang bicara tentang
efisien yang sampah organiknya Seperti
apa pencacahannya
semua tahapan yang kita kerjakan di TPS
3 kita evaluasi lagi sop bahkan mungkin
dari durasi kerja juga perlu kita
artinya nomor 3 adalah tentang
optimalisasi
teknis dan misalnya adalah optimalisasi
teknis dan fasilitas ini kita upayakan
dalam usaha mendukung peningkatan volume
sampah yang diolah jadi mestinya kita
bereskan adalah Misalnya kita ingin
meningkatkan kapasitas mesin atau
berbicara penambahan ruangan
Mestinya apa yang kita kerjakan Untuk
teknis dan fasilitas ini mendukung
pengolahan sampah jangan sampai
pengembangan atau optimalisasi
teknis ini melenceng dari upaya untuk
meningkatkan volume bangunan sampah yang
memberi keuntungan
dan sumber daya yang ada
dipercepat
sebelumnya Pak untuk waktunya kurang
lebih sekitar 5 menit lagi ya Pak ya
untuk optimalisasi
kita atau jangan-jangan selalu saya
sampaikan banyak barang-barang yang
tidak berguna ada di ruangan TPS 3R
tersebut membuat ruangan kita itu
tidak efisien
nah ini misalnya kita lihat punya
ilustrasi saja bagaimana kita bisa
mengoptimalkan ruangan agar kita karena
mau Tidak mau dengan seiring laju
pertambahan pelanggan
kapasitas ruang ini akan semakin
terbatas kalau kita tidak membuat
optimalisasi
tentang optimalisasi teknik dan
fasilitas misalnya mengoptimalkan
penggunaan dan pemeliharaan mesin dan
perlengkapan berlambang peralatan yang
ada jadi
mungkin kita banyak tahu ya Beberapa TPS
punya motor 4 punya mesin tetapi
berasa tidak optimal karena tidak tidak
terpakai mesin pengaya
k sampah mestinya
jarang terpakai karena volume sampah
dianggap sudah overload yang pemilihan
anorganik Saya sudah makan waktu tidak
sembah lagi untuk
memproses sampah organik menjadi kompos
ini Tentang
pembahasan lahan di era TPS 3 saya lihat
tadi sudah keren sekali di tps-nya
itu sebuah gambaran ideal bebas DPR yang
ada di angan-angan saya sebenarnya
Bagaimana ada branding baru tadi ya
istilahnya
taman-taman pengolahan sampah yang
dimana
TPS tidak hanya tempat pengolahan sampah
tetapi juga menjadi taman yang sangat
menarik nah ini
saya referensikan teman-teman yang lain
untuk belajar meng layout area TPS itu
seperti tempatnya
sesuai dengan kemampuan yang
Nah dari optimalisasi teknik dan
fasilitas ini
adalah semua yang dihasilkan dari TPS 3
kali ini menjadi pendapatan dan
jadi kalau kita kembali ke arahan atau
esensi dari penyelenggaraan
tidak ada satupun usaha di TPS 3R yang
bukan untuk
dikelola TPS jadi misalnya gini saya
ketua DPRD Saya punya kolam lele di
dalam TPS tapi hasilnya buat saya saja
Nah itu sangat tidak efektif
model-model sekitar
yang terakhir tentang optimalisasi
adalah Misalnya optimalisasi layanan
bagaimana kita membuat optimalisasi
layanan kepada pelanggan dan masyarakat
ini untuk mewujudkan tujuan meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat menjadikan
TPS sebagai fasilitas pengolahan sampah
yang berkualitas berkelanjutan dan
berwawasan lingkungan contohnya ya tadi
sudah ada di tempatnya Pak itu bagaimana
mengolah sampah juga mengedukasi warga
misalnya kita
optimalisasinya caranya gimana dengan
tanpa menggunakan
sumber daya yang minimal menambah rute
pelanggan pada menambah pelanggan pada
rute pengangkutan tadi saya bilang
mungkin di jalur pengangkutan pelanggan
tersebut
belum semua terlayani artinya
kalau kita bisa menambah pelanggan pada
rute pengangkutan tersebut ini akan
membuat satu efisiensi biaya juga jadi
model-model Bagaimana strategi
pendidikan strategi kita mengembangkan
membuat pengangkutan dan layanan ini
lebih efisien
daripada kita mengambil satu pelanggan
yang sangat jauh kenapa kita tidak
berusaha untuk edukasi masyarakat yang
belum jadi pelanggan di sekitar kita ini
sangat akan sangat menghemat akan sangat
efisien dari
pemeliharaan kendaraan dari
Kemudian dari biaya transport
yang kedua contoh pengembangan layanan
masyarakat adalah strategi pengembangan
produk nah ini model yang tadi juga
sudah Disinggung bagaimana kita bekerja
sama dengan
pemerintah untuk memberi tambahan
pendapatan
edukasi warga sekitar TPS dan masyarakat
pada umumnya tentang penanganan sampah
kulit anda sudah kita lakukan belum
karena ini salah satu tujuan TPS juga
yang mungkin kurang kurang diperhatikan
masyarakat dan pelanggan kita tetap
kasih poster di beberapa kampus sampah
kita tentang apa yang kita kerjakan di
TPS kita kemudian apa namanya edukasi
tentang Seberapa lama sampah itu
terdegradasi di alam sederhana dan tidak
perlu banyak tapi mungkin bagi yang
memerlukan bisa mendapatkan informasi
ini adalah salah satu optimalisasi
yang
Bapak Ibu sekalian ini terakhir ya jadi
kesimpulan kita adalah optimalisasi ini
sebagai upaya menemukan bakteri terbaik
untuk meningkatkan apa angka pencapaian
dari tujuan
formulasi optimalisasi paling akhir
adalah semakin kecil volume sampah yang
kita buat yang kedua optimalisasi yang
akan dilaksanakan mesti kita dahului
dengan evaluasi kinerja secara periodik
kemudian mengidentifikasi aspek-aspek
yang perlu untuk dioptimalkan kemudian
rencana kerja optimalisasi
secara prioritas kemudian strategis
melalui opsi yang dimungkinkan sesuai
dengan sumber daya yang kita miliki baik
sumber daya manusia peralatan
dengan demikian optimal imunisasi sumber
daya manusia akan menjadi mungkin opsi
kita yang pertama karena itu yang
paling
kemudian optimalisasi mesin dan
peralatan fasilitas kemudian baru
setelah kita internasional
Baik terima kasih Bapak Ibu selesai
sukses untuk TPS
Terima kasih
baik terima kasih banyak bapak Septa
selanjutnya akan ada penyampaian materi
oleh pemateri kita yang terakhir yaitu
bapak Nurhadi untuk penyampaian
materinya juga sama waktunya kurang
lebih selama 30 menit yaitu sampai
sekitar jam 10.55 begitu ya Pak langsung
saja tempat dan layar kami persilahkan
Terima kasih Mbak Nisa Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh salam
sejahtera untuk kita semuanya Bapak Ibu
sekalian yang saya hormati para
narasumber yang sudah menyampaikan
gagasan-gagasan yang luar biasa Jadi
saya tinggal sisa-sisanya saja dan
membungkus ini
baik
Bapak Ibu dan teman-teman
kami mengambil judul keberlanjutan
operasional TPS 3R dari perspektif usaha
Kenapa kami berfokus Pada perspektif
usaha karena kan selama ini
TPS 3R itu dituntut untuk Mandiri
kalau dituntut Mandiri
Apakah bisa
dengan
usaha-usaha saat ini itu
menghidupi dirinya sendiri nah
Pak ini sebenarnya hasil riset kami di
tiga daerah di kabupaten Malang Kota
Semarang dan Kota Pekalongan tetapi
kami rangkum supaya lebih fokus gitu ya
Dan kami berfokus mengkaji di 4 TPS 3R
yang Survive yang masih beroperasi
sampai saat ini Baik
kalau kalau kita lihat fungsi TPS 3R
Bapak Ibu teman-teman
[Musik]
untuk mengurangi kuantitas
sampah yang masuk ke TPA
juga untuk memperbaiki karakteristik
sampahnya supaya lebih pemrosesannya
lebih mudah gitu ya Nah tetapi yang
terjadi kalau kita lihat data ribuan TPS
3R itu sudah dibangun baik oleh pupr
maupun oleh Pemda secara mandiri nah
yang menarik adalah dari
evaluasi pupr Kalau tidak salah di 2019
itu ternyata dari TPS 3R yang dibangun
oleh pupr 55% itu beroperasi
aktif gitu
35% itu tidak beroperasi
dari 35% itu 22% nya karena rusak Jadi
mungkin sudah pernah beroperasi kemudian
rusak dan 13% nya tidak difungsikan dari
awal ini menarik ya karena sudah
dibangun sesuai standar tetapi tidak
difungsikan dan yang terakhir 10% itu
tidak diketahui
Nah kalau
mengacu ke Permen PU Nomor 3 2013 TPS 3R
ini kan
statusnya merupakan fasilitas berbasis
masyarakat sehingga banyak Pemda itu
takut mensubsidi
operasional TPS 3R pertanyaannya
kemudian terkait dengan judul tadi
adalah
Dapatkah operator TPS 3R itu beroperasi
berkelanjutan
walaupun tadi sebenarnya di data
evaluasi sudah dijelaskan ya
hanya 55% yang beroperasi kemudian
pertanyaan kedua adalah bagaimana
operator TPS 3R
menetapkan strategi supaya TPS 3R nya
itu bisa
beroperasi berkelanjutan artinya Dia
paling tidak
biayanya itu bisa ditutup dari
usaha-usahanya maupun layanannya
itu kira-kira frame yang kami Tampilkan
Bapak Ibu jadi tujuan dari rangkaian
riset ini sebenarnya adalah menemukan
strategi usaha pengolahan sampah yang
mampu menjamin keberlanjutan operasional
TPS 3R jadi sekali lagi perspektifnya
adalah perspektif usaha kalau
seolah-olah ini TPS 3R ini dikelola
sebagai
semacam perusahaan gitu ya karena
memang sudut pandang kami tadi
melihat pengelolaan sampah ini sebagai
usaha gitu nah objek penelitian ini 4
TPS 3R yang masih aktif jadi dari banyak
tipe s3r di wilayah studi itu sebenarnya
lebih banyak yang tidak aktif tetapi
Kami memang sengaja mengambil yang 4
yang aktif lalu kami telaah apa sih
apa ya kunci-kunci yang membuat mereka
bisa Survive dan tetap beroperasi begitu
untuk Melakukan telaah ini
kami menggunakan
dua perspektif 2
apa namanya teori gitulah semacam itu ya
yang pertama adalah melihat bagaimana
menggunakan konsep model usaha model
usaha ini sebenarnya adalah
memahami Bagaimana sebuah organisasi itu
memberikan nilai-nilai kepada
pelanggannya untuk memperoleh pendapatan
sehingga dia bisa menghidupi dirinya
sendiri
dan yang kedua adalah konsep value
Chains analysis
ini merupakan satu alat analisis yang
digunakan oleh perusahaan untuk
melakukan Perumusan strategi usaha Jadi
kalau melihat konsep yang kami gunakan
ini juga konsep yang mengacu ke
konsep-konsep bisnis yang
secara metodologi yang kami lakukan
adalah yang pertama kami melakukan
kajian terhadap peraturan kemudian
kajian pustaka dari dua kajian itu kami
membuat instrumen pengumpulan data
instrumen pengumpulan data ini kemudian
ada dua data yang kami kumpulkan yang
pertama adalah data dari TPS 3R yang
kami
teliti jadi terhadap masing-masing itu
kami
kami apa namanya selain dengan
interview dan kuesioner kami juga
mengukur selama 8 hari berturut-turut
sampah yang masuk sampah yang keluar
sampah yang dihasilkan dan lain
sebagainya Kemudian kami juga
mengumpulkan data dari pembeli pembeli
ini
offtaker atau pembeli produk
daur ulang yang dihasilkan oleh atau
produk dari pemrosesan yang ada di TPS
3R dia bisa
pelapak jadi yang kami kami teliti
adalah Berapa harga pembelian baik dari
rantai yang paling pendek dari yang
paling dekat dengan mereka misalnya
masalah induk atau
pelapak pengepul gitu pelapak yang
paling yang tinggi kemudian sampai
dengan
pemasok di industri daur ulang itu kami
kumpulkan kira-kira
harganya per kilo berapa ke
apa namanya requirement produk
requirementnya Seperti apa jadi misalnya
Apakah harus
sering sih apa gitu lalu kemudian dia
mau ambil atau tidak kalau ngambil
minimal harus berapa kg atau volumenya
gitu ya Kemudian dari situ kami analisis
dengan model usahanya kemudian
value chainsnya Kemudian dari situ
keluar sebagai rekomendasi kesimpulan
dan rekomendasi
ini profil TPS 3R yang kami teliti
pertama TPS 3R manggang Kulon di Kota
Semarang ini dikelola oleh KSM dan bank
sampah jadi bank sampah dan KSM itu
merger menjadi satu
kemudian mereka mengintegrasikan antara
layanan pengangkutan sampah
sayangnya fasilitasnya ini tidak standar
ya artinya dia sebenarnya bukan TPS 3R
yang dibangun oleh pu dia hanya punya
gedung kecil gitu yang sebenarnya itu
untuk rumah Villa tetapi kemudian karena
integrasi itu
pengangkutan dan ekonomi sirkuler itu
diolah apa diintegrasikan menjadi satu
Kemudian yang kedua adalah TPS 3R
perdagangan di Kota Semarang ini
dioperasikan oleh KSM
fasilitasnya terstandar pu karena memang
bantuan dari pupr dia melakukan
pemilahan pencacahan kompos bsf dan
residu pembuangan residu kemudian TPS 3R
yang ketiga adalah di Kelurahan Bendan
Kota Pekalongan
dikelola oleh masyarakat plus tenaga
harian lepas
fasilitasnya ada fasilitas pembelahan
kompos bsf dan pengumpulan residu
dibangun oleh dlh jadi tidak terstandar
pupr fasilitasnya kemudian yang keempat
adalah
tpsm dengan subsidi pemerintah kota
kalau kita lihat di
bawah tabel di bawah ini profil
pelanggannya ya pelanggan rumah tangga
segitu pelanggan komersialnya sebanyak
itu kemudian alat angkotnya satu
kendaraan roda tiga tenaga kerjanya
seperti yang tampak di layar
nah
Lalu bagaimana analisa model usaha ya
Kami sebenarnya dari beberapa penelitian
sebelumnya itu Kami memperoleh
ada 6 model usaha yang kami identifikasi
yang pertama adalah model usaha yaitu
mengumpulkan sampah dari rumah dan
dikumpulkan ke TPS 3R dan mereka
mendapatkan pendapatan dari iuran sampah
kemudian model b adalah
TPS 3R memilah sampah anorganik dan
menjual sebagai bahan daur ulang tentu
pendapatannya dari penjualan bahannya
kemudian model C ini ada pengelolaan
organik pengolahan organik ini
ada dua macam yang
kami
lihat terjadi di masing-masing tegas 3R
yaitu
pengolahan sampah organik menjadi kompos
dan pengolahan sampah makanan untuk
produksi maggot
dan dua-duanya tentu dari penjualan
kompos dan penjualan maggot dengan ragam
varian produknya kemudian yang D ini
mengolah sampah anorganik
menjadi bahan setengah jadi atau barang
jadi
ini
misalnya itu mengolah
sampah plastik menjadi kerajinan atau
yang semacamnya gitu ya
dan yang terakhir adalah memfasilitasi
pembuangan sampah dari TPS atau TPS 3R
ke TPA
yang ini kalau di beberapa di kabupaten
Malang yang pernah kami teliti itu
banyak
TPS 3R yang juga melakukan pembuangan
sampah ke TPA dari
TPS 3R yang kami teliti itu
di 4 TPS 3R itu hanya ada bisnis model
bisnis model
a bisnis model b dan bisnis model C nah
pendapatannya seperti yang Bapak Ibu
bisa lihat di situ ya Jadi pendapatan
ada yang 4 juta 400 yang paling banyak
ini pedangan itu 11 juta
pendapatan dari model bisnis B itu yang
paling banyak di pedalangan 4 juta
kemudian pendapatan C model bisnis C2
ini ada yang 250 Ada yang 600 ribu nah
kira-kira seperti itu model bisnisnya
sehingga kalau kita telaah lebih lanjut
kira-kira ini
apa namanya
profil apa namanya balance antara
pendapatan dan pengeluaran
dari situ
TPS 3R yang di Kota Semarang itu
rata-rata atau dua yang di 3rd Semarang
itu untung
yang untungnya Itu disimpan untuk
pemeliharaan alat dan lain sebagainya
kemudian yang di Kota Pekalongan
walaupun Survive ternyata mereka survive
itu dari
subsidi yang dilakukan oleh dlh
pemerintah kota karena kalau dari
neracanya dilihat itu
2 TPS 3rd Pekalongan yang sebagai sampel
studi itu dua-duanya minus
Tetapi kalau kita telaah lebih lanjut
sebenarnya
yang model usaha B
itu sebenarnya hanya Mangkang Kulon Yang
untung
pedalangan itu walaupun tadi dari
pemilahan di itu dia mendapatkan 4 juta
tetapi di sisi pengeluaran
pekerja yang melakukan pemilahan itu dia
mengeluarkan 4 juta lebih
jadi minus
itu Sebenarnya ada apa namanya analisis
rinci
yang kami lakukan
nah ini
analisis
yang
analisis yang kedua sebenarnya ini
Melihat lebih ke Bagaimana
peningkatan nilai dari material atau
sampah yang masuk kemudian diberi
dilakukan pemrosesan menjadi produk dan
produk itu dijual
tadi di awal Sebenarnya ada tiga jenis
Yang maaf empat jenis yang dilakukan ya
pemilahan apa namanya pemilahan
anorganik pengumpulan berbayar lalu
maggot dan kompos nah ini kami
sebenarnya di riset kami kami
breakdown sangat rinci tetapi kami tidak
bisa jelaskan di sini
misalnya
kalau kita lihat dari aspek bahan baku
bahan baku dari semua yang masuk tadi
itu
rata-rata tercampur tidak terpilah ya
kecuali dimakan kulon kulon itu sudah
terbilang
itu yang membuat model bisnis pemilahan
sampah menjadi untung
walaupun Mangkang Kulon itu sampah yang
terpilah itu dibeli
dibeli jadi dia modelnya itu campuran
antara model TPS 3R dengan bank sampah
jadi kalau di Mangga Kulon itu semua RT
Itu
diwajibkan untuk memilah hari-hari biasa
itu sampah
organik dan residu campur jadi satu
diambil nanti pada saat weekend itu
sampah anorganik diambil lalu dipilah
oleh
tenaga pemilah ya dilakukan pemilihan
bersama-sama kemudian dijual
Dan dari situ mereka membayar
masing-masing Rp
apa namanya sesuai dengan berat sampah
kering itu sampah anorganik itu dari
situ sebenarnya mereka masih untung
karena mungkin tadi ya zamannya sudah
terpilah sehingga efisiensi pemilahan
lebih baik
Nah kalau kita lihat dari sisi
infrastruktur
dari sisi infrastruktur sebenarnya di
TPS 3R itu ada fasilitas pembelahan ada
fasilitas pengomposan ada fasilitas
budidaya bsf
Nah dari analisa Kami sebenarnya
untuk
pengolahan kompos itu
lumayan masif ya artinya dia butuh input
banyak
Kemudian kami melihat bahwa dari survei
market itu tidak ada di dua lokasi itu
tidak ada of taker yang continue jadi
tidak ada pembeli yang penting kemudian
produk kompos itu juga sulit memenuhi
standar SNI jadi yang kami lihat mungkin
karena sudah bercampur itu kandungan
timbalnya melebihi
juga kandungan
plastik kemudian inner apa pasir-pasir
batu-batu kecil di kompos itu masih
tinggi sehingga tidak tidak bisa
komplain dengan asam ini kemudian
kandungan air juga variatif ya ada yang
sangat tinggi sehingga tidak memenuhi
Tetapi ada juga yang relatif memenuhi
standar
sehingga dari analisis itu
yang paling memungkinkan memberi
keuntungan itu
hanya
pemilahan anorganik dan budidaya bsf ini
bsf ini
sudah ada
sudah ada infrastrukturnya di TPS 3R
standar PU tetapi
seolah-olah itu hanya untuk showcase
saja gitu loh karena
kapasitasnya itu tidak didesain sesuai
dengan
jumlah
sampah makanan sampah sayur dan Sampah
buah jadi dia tidak bisa berproses
secara kontinyu itu
kemudian kan
karena fungsi TPS 3R ini juga selain
mengumpulkan Sampah juga membuat sampah
itu siap diproses lebih lanjut
kadang-kadang mereka didorong untuk
menghabiskan sebanyak-banyaknya sehingga
residu yang lari ke TPA itu kecil pada
kenyataannya mesin-mesin yang
diberikan di TPS 3R itu kan banyak yang
mesin pencacah untuk komposting padahal
komposting itu kalau dilihat dari
analisis ini itu sebuah bisnis yang rugi
karena
pertama resource intensif Produknya juga
tidak bisa memenuhi SNI dan marketnya
juga tidak kontinu di dua kota itu jadi
ini kalau dipaksakan ini akan menggerus
tingkat keuntungan dari
bisnis-bisnis yang lain
kalau bisnis pemilahan anorganik itu
relatif setel pasarnya bagus dan sebagai
meskipun harganya fluktuatif
nah yang cukup menjanjikan itu pasar bsf
itu ada market yang mau menerima secara
continue 200-500 kg fresh maggot setiap
hari tetapi karena infrastrukturnya itu
tidak dirancang untuk produksi continue
continue akhirnya peluang ini tidak bisa
dimanfaatkan yang terjadi
mereka hanya bisa menjual seminggu
sekali seminggu dua kali sehingga
pendapatannya tidak optimal
nah kemudian dari sisi SDM
banyak yang nganu ya terutama di
Pekalongan itu kami temukan
apa pekerja yang tidak efisien itu jadi
misalnya
pengangkut habis mengangkut ya sudah
istirahat tidak melakukan apa-apa sampai
proses jam kerja selesai Kemudian kami
juga temukan misalnya
tadi dilihatkan dosanya satu tapi tosa
itu apa namanya roda tiga roda tiga itu
satu unit tetapi di satu TPS bisa
dioperasikan satu orang di TPS yang lain
bisa dioperasikan oleh dua orang bisa 3
orang itu tidak terstandar sehingga
kalau di analisis itu
banyak yang kemudian
high cost gitu dari sisi operasional
sehingga perlu SDM ini distandarkan di
mungkin di bench makan ya bahwa misalnya
untuk untuk apa
untuk pengangkutan itu satu orang atau
dua orang maksimal sekian jam habis itu
nanti ngapain itu harus ada sopnya kalau
nggak nanti tidak optimal investasinya
kemudian pemasaran pemasaran Kami lihat
dengan desain kapasitas TPS 3R yang
didesain untuk 400 KK itu hasil
pemilahannya itu
relatif kecil sehingga tidak bisa
menjangkau of taker yang punya harga
bagus jadi obstacker ini kan
berlapis-lapis ya dan tentu harga yang
paling bagus adalah yang mendekati
pabrik daur ulang itu tetapi untuk
sampai ke mendekati pabrik daur ulang
atau pelapak besar biasanya ada minimum
kuota minimum berat kemudian ada
spesifikasi
misalnya kalau obat yang
natural bening tidak ada
labelnya tidak ada tutupnya dan dipres
semacam itu Nah untuk sampai ke situ Itu
kan dengan desain 400k itu tidak
memungkinkan sehingga kalau mau mengejar
harga tertinggi maka TPS 3R ini harus
bekerja sama dengan TPS 3R yang lain
supaya bisa menjangkau
memenuhi kuota pelapak besar
itu saya kira itu kemudian juga
TPS 3S selama ini juga banyak yang
menarik iurannya sendiri dari warga Nah
itu juga membuat bisnis mereka agak
sulit agar karena
butuh butuh tenaga kerja banyak Nah
praktek baiknya adalah dia bisa bekerja
sama dengan RT RW jadi RT RW itu yang
menarik jasa pengelolaan sampah
sekaligus sebagai bagian yang terikat
integrasi dari biaya lingkungan atau IPL
sementara yang
pelanggan-pelanggan yang komersial baru
itu bisa ditangani oleh pengurus TPS nah
ini yang terjadi di
Pangkal Kulon dan
pedalangan yang rumah tangga itu ditarik
oleh RT RW yang
restoran warung itu ditarik sendiri
itu Dan dari situ
kalau tadi di sudah didiskusikan
Bagaimana layout TPS 3R ini kami
sampaikan sedikit ini masih draft tetapi
ini yang kami
rancang untuk di Pekalongan dengan
kapasitas
10 tahun perhari
dan tujuannya dua ya tujuannya 2 itu
pertama memaksimalkan nilai sampah yang
kedua adalah menghabiskan sampah
sebanyak mungkin jadi ini dua tujuan
yang
yang apa namanya yang ideal tetapi
dengan demikian Apakah bisa mandiri Saya
ragu gitu dan Ini mesti ada subsidi dari
pemerintah tapi dari dari wish
karakteris season yang ada di kota
Pekalongan itu kira-kira
kira-kira 10 ton sampah yang masuk Ini
masuk sini ditimbang kemudian
didropping point dibongkar yang bisa
diolah masuk ke
conveyor ya kemudian yang tidak bisa
diolah masuk ke residu Nah dari 10 ton
itu yang
anorganik itu kira-kira 2,2 ton yang
sampah makanan itu 1,76 ton per hari
kemudian sisanya 4,4 itu
[Musik]
apa namanya
dilakukan pemrosesan untuk pengeringan
atau
rdl sementara yang masuk ke residu itu
1,6
dan untuk karena bersama makanannya itu
1,76 maka kira-kira yang dibutuhkan
ruangannya itu
300-an meter persegi
yang itu setiap hari itu bisa
menghasilkan 400 kg maggot
399 399 kg nya dijual 1 kg nya
dikembalikan untuk dipanisasi kemudian
menjadi indukan baru yang ini bisa
menghasilkan terus-menerus sementara
yang anorganik ini dari 2,2
diproses lebih lanjut di press kemudian
disimpan dan dijual nah yang masuk ke
rdf ini sebenarnya tidak hanya sampah
organik jadi dia ada Garden atau sampah
kebun kemudian ada kayu Tetapi ada juga
yang
love you plastik seperti misalnya sachet
plastik kantong plastik dan lain-lain
masuk situ dan nilai kalornya itu kurang
lebih
3500 jadi relatif cukup tinggi kalau mau
dijual sebenarnya mungkin perlu kasihan
lebih lanjut dan kami juga Bagian untuk
PDF ini belum selesai tetapi kalaupun
mau dihabiskan ini diskusi kami dengan
teman-teman anda kalaupun dihabiskan
kalau sudah masuk ke di penjajahan
dikeringkan
7 hari itu bisa masuk ke ruang inspirasi
itu Dan dari situ kemudian yang bisa
kami simpulkan adalah kalau mau TPS 3R
itu beroperasi berkelanjutan maka yang
pertama adalah harus ditopang oleh
layanan pengumpulan berbayar yang baik
yang itu harus lebih dari 50%
pendapatannya dari yang kami telah tadi
itu pada kisaran 60-70 4% itu
disharingkan oleh
[Musik]
iuran ya
kemudian Walaupun itu juga bisnis yang
lain belum optimal seperti tadi bsf nya
belum optimal Kalau bsf-nya dioptimalkan
mungkin peran iuran bisa direduksi itu
kemudian
juga yang
apa namanya yang anorganik itu perlu
pemilihan dari rumah dan itu kalau bisa
ya tidak dibeli itu material itu
Tetapi kalau misalnya iurannya dibedakan
antara kelompok yang mau memilah dan
yang tidak ya itu bisa dilakukan sebagai
bentuk insentif kemudian
pemisahan operator dan penarik iuran
khususnya yang rumah tangga itu
melibatkan RT RW gitu ya sebagai penarik
iuran supaya
operator itu bisa fokus ke proses dan
kalau memilih teknologi apa
pengolahannya Kami menyarankan Ya selain
tadi jasa pengumpulan berbayar ya
pemilahan anorganik dan BSS kalau memang
didorong untuk untuk mengurangi
sebanyak-banyaknya maka pilihan yang
kami Kalau dipaksa harus memilih
misalnya supaya sampah semaksimal
mungkin diproses Apakah kompos atau
penggunaan apa produksi rdf untuk energi
Kami lebih menyarankan
rdf
yang yang tentu mungkin kalau
kapasitasnya apa
[Musik]
infrastrukturnya juga harus diubah dari
yang sekarang ya kemudian
ini sarana dan prasarana yang harus
menyesuaikan dengan karakteristik sampah
dan untuk membuat analisa ini Saya
menyarankan Kami menyarankan
apa namanya survei komposisi
sampling-komposisi sampahnya harus lebih
detail Jadi kalau cuma 9 jenis nanti
tidak tidak cukup untuk membuat
justifikasi mungkin bisa lebih banyak
lebih rinci kemudian SDM lebih ke
multifungsi multi tugas tetapi dibuatkan
sop
kemudian yang kemudian yang terakhir
tadi udah juga kami sampaikan pemilahan
dari rumah agar pengumpulan bahan daur
ulang ini lebih optimal Saya kira itu
Mbak Nisa saya kembalikan ke Mbak Nisa
Baik terima kasih banyak bapak Nurhadi
yang telah menyampaikan
materinya itu tadi penyampaian materi
dari ketiga pemateri kita hari ini yaitu
ada Bapak Hendro Bapak Septa dan Bapak
Nurhadi yang sangat luar biasa sekali ya
Bapak Ibu sekalian
ternyata sudah ada banyak sekali
pertanyaan dan diskusi-diskusi menarik
nih di kolom chat dari bapak ibu peserta
tapi sebelumnya saya ingin
menginformasikan terlebih dahulu kepada
para peserta yang mungkin menginginkan
materi pada webinar kita pada hari ini
itu dapat request materi terlebih dahulu
melalui Link yang telah admin kami
kirimkan di kolom chatzoo Kemudian untuk
acara selanjutnya sebelum kita masuk ke
sesi tanya jawab kita akan melakukan
sesi foto bersama terlebih dahulu ya
Bapak
untuk sesi foto bersama kita kali ini
saya akan dibantu oleh admin kami
silahkan admin
untuk selanjutnya kita membuka kunci
pokok pertama saya mohon izin kepada
bapak device kalian untuk mengaktifkan
kameranya untuk kita
lakukan foto bersama
Kami tunggu untuk
mengaktifkan kameranya
nanti untuk
[Musik]
Terima
kasih
Selanjutnya kami kembalikan lagi kepada
Baik terima kasih admin yang telah
membantu sesi foto bersama kita pada
hari ini Kemudian untuk selanjutnya kami
juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu
sekalian untuk mengisi kuesioner yang
linknya sudah di share di kolom chat
supaya kegiatan kami selanjutnya bisa
lebih baik lagi jadi Bapak Ibu sekalian
bisa memberikan saran dan masukannya di
link kuesioner tersebut
Kemudian untuk acara selanjutnya yaitu
sesi tanya jawab dan disini kami juga
sudah bantu untuk merangkumkan
pertanyaan Bapak Ibu sekalian yang Bapak
Ibu telah Tuliskan di kolom chat
Ya baik untuk
bapak-bapak sekalian Mungkin saya akan
membacakan pertanyaannya terlebih dahulu
terus bisa langsung dijawab begitu ya
pak
ini untuk pertanyaan pertama untuk pak
Hendro dari ibu Setya Rina pertanyaannya
Bagaimana cara memotivasi masyarakat
untuk memilah sampah karena sebagian
besar warga tidak mau memilah karena
merasa sudah bayar iuran sampah bulanan
ke TPS 3R begitu
kalau dari tadi layanan kami yang kurang
lebih berjumlah 4000 itu juga kami baru
41% yang melakukan proses
pemilahan hanya memang kami
menguatkannya di sisi operasional
di TPS 3R gitu jadi
ini pasti terjadi di mana-mana gitu ya
karena sosialisasi dan lain sebagainya
sudah kita lakukan tapi betul tadi itu
anggapannya ah sudah bayar iuran sampah
mau ngapain lagi gitu ya untuk
proses
memilah gitu kan ini memang selalu
menjadi selalu menjadi tantangan dan
tetap tugas kita semua gitu ya untuk
bisa
memotivasi nah terutama di pengurus
lingkungannya begitu Jadi dari rt dan RW
itu harus
di harus bisa diajak komunikasi dan
bersinergi Karena merekalah ujung tombak
dari kegiatan yang dilakukan oleh
kami di KSM sahabat lingkungan terkait
dengan pengelolaan di TPS 3R nya karena
memang
RT dan RW itu
si pemilik warganya kami membantu
meringankan tugas RT dan RW dalam
pengelolaan sampah sehingga memang
dalam kedepannya Jadi kami mencoba untuk
menguatkannya di
TPS 3R jadi dari 40% yang sudah
melakukan proses pemilahan itu tentunya
mereka juga mendapatkan Village dari
dari kami ya seperti misalnya ada Smart
komposter ada sarana pemilahan sehingga
mereka memang bisa termotivasi lagi
untuk turut membantu meringankan beban
tugas di TPS 3R
Terima kasih Pak kemudian kita langsung
lanjut ke Pertanyaan selanjutnya ini
untuk bapak Nurhadi pertanyaan dari Kak
channel Tri Handoko pertanyaannya
Bagaimana cara memperoleh funding untuk
kegiatan operasional TPS 3R serta
Bagaimana perekrutan kepengurusannya
seperti itu Jadi mungkin bisa langsung
dijawab
Mungkin sebenarnya cocok untuk pak
Hendro ya yang punya pengalaman Kalau
kami basisnya akan penelitian
ya kalau dari hasil analisa tadi ya ya
hasil penelitian kami
tulang punggungnya Harusnya itu di iuran
kami sebutnya sebagai layanan
pengumpulan sampah berbayar
karena tidak mungkin dari value sampah
Apakah itu sampah anorganik organik
maupun organik diolah itu bisa membiayai
sampah sendiri itu tidak bisa karena
dari analisis kami itu porsinya itu
kecil sekali ya kan itu bisa dianalisis
dari
karakteristik sampah Kemudian dari
harga-harga gitu itu tidak bisa jadi
yang memang yang perlu diedukasi lebih
awal itu adalah kita tidak bisa
melepaskan dari
prinsip-prinsiple sampah itu polusi dan
masyarakat sebagai penghasil
polusi itu harus membayar supaya
kegiatan lingkungannya lebih baik nah
edukasi ini yang selama ini
tidak apa ya apa selama akhir-akhir ini
agak Mi sliding ketika orang lebih
mempromosikan bahwa sampah itu masih
bernilai itu itu bener tapi tidak tidak
seluruhnya benar gitu karena sampah yang
bernilai itu mungkin hanya sekitar
15% 20% ya Itupun kalau kita bisa
memilah semuanya yang lainnya kan tidak
jadi
kalau kita bicara
pendanaan yang utama ya dari situ
nah kemudian mungkin yang apa namanya
Bagaimana perekrutan
kepengurusan itu mungkin lebih cocok Pak
Hendro lah yang menjawab
[Tertawa]
dengan
disampaikan ya bahwa tulang punggung
dari operasional di TPS itu adalah
ya tadi aspek
pembiayaan dan aspek peran serta
masyarakat ya kalau iuran itu kan
maksudnya di peran serta masyarakat
begitu serta membangun kesadarannya
Bagaimana kemudian melihat bahwa iuran
itu ya kalau menurut kami ya kecil
sekali secara umum gitu ya Nah kalau
untuk rekrutmen kepengurusan ini
over-nya hampir rata-rata di
tempat-tempat yang sering ngobrol yang
sering kunjungan juga ke tempat kami
sangat tinggi ya keluar masuknya itu
ya kadang-kadang tahan seminggu atau
tahan 2 minggu begitu ya makanya kalau
orang bilang kami dan teman-temannya
termasuk orang gila juga karena dari
tahun 2014 sampai dengan sekarang masih
bertahan ngurus TPS 3R begitu pola
rekrutmennya sebenarnya ketemunya
sebenarnya di Souls ya Jadi kita juga
nggak bisa berharap justru ada efisiensi
efisiensi kepengurusan di tahap yang
sekarang dulu kami 15 sekarang tim
utamanya hanya tersisa 4 ya dan itupun
kami optimalkan benar-benar gitu dari
sisi optimalisasi tadi sesuai dengan
Tema kita hari ini Kemudian kami
memperkerjakan kurang lebih sekitar 25
tenaga kerja saat ini untuk mengelola
sampahnya Jadi kalau rekrut ini ada dua
nih rekrut kepengurusan atau rekrut
tenaga kerja gitu ya karena ada ada
pengurus TPS 3rnya juga ada di sisi
operasional gitu kan dari sisi
operasional ini yang
turnover-nya lumayan tinggi Karena tidak
semua orang juga
mau gitu tapi sebenarnya bisa kita
lakukan dengan
komunikasi dan
menyesuaikan dengan
biaya operasional pengelolaan itu yang
menjadi yang menjadi apa tolak ukur dan
patokan kami di kepengurusan sehingga
bisa berjalan berlangsung dengan tenaga
kerja 25 sampai dengan harinya kami
malah bertambah Gitu dulu mulai 7
kemudian ada 10 15 terus sunnah sekarang
layanan yang bertambah Jadi kami bisa
mencapai saat ini 25 tenaga kerja yang
bertugas dan melakukan kegiatan seminggu
7 hari di tempat di tempat kami
mengelola TPS 3R termasuk layanannya
karena kami mengangkut sampah setiap
hari
mungkin itu Jadi kalau untuk bagaimana
rekrutmennya nanti mungkin Pak Tri bisa
kita diskusikan lebih lebih detil
bagaimana
tipikal dan karakteristik orang yang mau
mengelola di TPS 3R
kemudian mungkin langsung lanjut ke
Pertanyaan selanjutnya ini ada
pertanyaan untuk pak Septa nih dari
bapak Setyo Prabowo ada tiga pertanyaan
Pak yang pertama
bentuk nyata komitmen Pemerintah seperti
apa yang dapat dilaksanakan tiap tahun
sehingga dianggap hadir bagi TPS 3R
berbasis masyarakat Kemudian yang kedua
ada insentif apa yang dapat diberikan
oleh Pemda bagi pengelola TPS 3R yang
telah bantu pengurangan sampah kemudian
yang ketiga yaitu Ada komponen-komponen
apa saja jika TPS 3R dinyatakan berhasil
pengelolaan sampah begitu Pak serta bisa
langsung dijawab
saya akan coba bantu menjawab pertanyaan
ini apa yang saya pernah saya
pahami dalam kegiatan di program
pendampingan TPS 3 pertama tentang
bentuk nyata komitmen Pemerintah seperti
apa yang dilaksanakan tiap tahun
sehingga dianggap hadir
dari segi pemerintah pusat Sebagai
penyelenggara programnya dimana sebagian
besar kita tahu TPS 3rd
diselenggarakan dari APBN dalam hal ini
Kementerian Pekerjaan Umum
ini sudah memfasilitasi dengan adanya
bangunan DPR kemudian dalam
pelaksanaannya operasionalnya tentunya
level kota kabupaten di mana dinas itu
hadir Nah ini juga yang Saya berusaha
untuk hindari singgung ya supaya tidak
ada kesan bahwa kita
tentang pemerintah tetapi di berbagai
banyak tempat peran dinas pengampu di
tingkat kabupaten baik itu dlh maupun
dinas PU itu
belum banyak atau Mohon maaf saya tidak
tahu statisnya tapi
memang diperlukan artinya gini di salah
satu tempat di kota Kabupaten misalnya
Dinas Lingkungan Hidup itu mengabsor
hasil produksi kompos yang tadi memang
memang dinyatakan bahwa nilai ekonomi
kompos itu rendah Jadi mengabsor membeli
produk kompos dari TPS yang ada yang
kemudian di aplikasikan untuk entah itu
taman kota atau di
dengan pengayaan
itu bertambah
mungkin salah satu yang kedua juga
perhatian terhadap
yang sesuai dengan tupoksi dari
pemerintah daerah setempat artinya
misalnya untuk
ada dinasti yang bisa dukungan kendaraan
motor sampah tetapi kita bicara
optimalisasi adalah
[Musik]
sumber daya yang ada dulunya
pertanyaan yang kedua insentif apa yang
dapat diberikan
oleh Pemda bagi pengelola TPS yang telah
membantu pengurangan sampah ya ini
terkait dengan polisi masing-masing
dengan kebijakan masing-masing jadi
kalau saya memberikan masukan boleh
memberikan masukan kepada tenda adalah
coba dilihat
punya nggak statistik Berapa jumlah TPS
di tempat kita di daerah kita misalnya
30 TPS yang dikelola secara keseluruhan
berapa setiap bulannya kemudian faktanya
dari data yang artinya kita punya
masing-masing dengan sebentar itu
bagaimana caranya TPS semua TPS ini
mereduksi sama berapa kalau ini memang
berhasil berarti kan
pengeluaran-pengeluaran Pemda untuk
mengolah sampah biaya pengangkutan
ke TPA itu juga juga berkurangnya
model-model ini sangat bergantung dari
pemerintah daerah setempat
ya Ada misalnya juga yang sudah
dilakukan adalah Misalnya ketika
produktivitas TPS 3R ini dari 100%
sampah yang dikelola residu yang keluar
hanya 20% dan ini capaian
tertingginya bisa dengan
memberikan apa diskon untuk pengangkutan
residunya ini model-model yang
dikembangkan Setahu saya kalau boleh
yang saya sebut adalah Sidoarjo cukup
Kabupaten Sidoarjo cukup bagus untuk hal
ini kemudian Sleman karena yang kami
bekerja kurang lebih di salah satunya di
Sidoarjo dan di Sleman pertanyaan ketiga
komponen-komponen apa saja jika TPS
dinyatakan berhasil dalam peluang sampah
yaitu Tadi saya sudah memberikan contoh
kita bisa menyusun sendiri
menyatakan kinerja kita diukur dari apa
tadi misalnya dari aspek pengolahan saja
sudah 10 kita bicara internalnya jadi
internal belum Nanti kalau yang nilai
itu yang membuat
apa namanya yang membuat evaluasi itu
levelnya Pemerintah Daerah itu aspeknya
beda lagi gitu Ketika nanti yang membuat
evaluasi itu nasional itu skopnya lebih
makro lagi Jadi kalau untuk level TPS 3R
berhasil ya
terima kasih sementara itu Mbak
halo
Terima kasih sebelumnya kemudian kita
langsung lanjut ke Pertanyaan
selanjutnya yaitu pertanyaan dari bapak
Nurcholis ini untuk pak Hendro yang ada
tiga pertanyaan
pertama pertanyaannya Bagaimana cara
menyadarkan masyarakat terkait aspek
pembiayaan
karena masih banyak Oh ini sudah sudah
terjawab ternyata di pertanyaan
sebelumnya jadi tentang ada dua
pertanyaan yang pertama Bagaimana
pengelola TPS 3R mendapatkan haknya
terkait program MPR kemudian ada
Bagaimana cara menghitung besaran iuran
warga untuk layanan persampahan itu
bapak Hendro mungkin bisa langsung
dijawab Iya terima kasih kalau untuk
yang
[Musik]
ini Pada pelaksanaan di lapangannya juga
masih
kami juga masih
masih harus mencari data Lebih Detail ya
karena
tolak ukurnya juga kita masih belum
masih belum mendapatkan yang pasti
bentuk ivr itu seperti apa gitu Apakah
hanya dalam bentuk corporate social
responsibility nya ataukah
dalam bentuk yang lain karena pada
praktek di lapangan itu
sangat-sangat rumit ya terkait dengan
quantity dan lain sebagainya sebagai
contoh misalnya begini kita PS3 ayat
kami itu kami pernah melakukan pemilahan
sesuai dengan judulnya apa judul
kemasannya begitu
karena kan ada jenis kemasan jenis
kemasan itu juga berbeda-beda begitu ya
Belum lagi nama si produsennya dari
mulai
Major label gitu ya yang label-label
besar sampai dengan yang non label gitu
yang kita nggak tahu asal-usulnya dari
mana seperti kemasan-kemasan makanan
kecil dan lain sebagainya sehingga
memang
mohon maaf janur untuk yang nomor dua
ini
kami juga sepertinya
mungkin pak Nurhadi punya gambaran
tersendiri tapi mungkin bisa menambahkan
gitu ya untuk terkait dengan ipr-nya
tapi yang kami
lakukan saat ini adalah bagaimana
kemudian
kita mencoba untuk terus mengkampanyekan
karena memang
peta jalan yang diterapkan oleh
pemerintah itu juga
belum secara maksimal bisa kita dapat
begitu untuk Bagaimana sih bisa turun
bisa turut serta menjadi salah satu
ujung tombak terkait dengan optimalisasi
pengelolaan TPS dari sisi pembiayaan
kemudian yang ketiga
menghitung besar iuran warga itu Kalau
kami menghitungnya justru dari
optimalisasi di internal TPS 3R nya
lebih dahulu jadi berapa kebutuhannya
berapa gambaran operasional posnya baru
kemudian itu kami bagikan sehingga kami
dapat dapat perhitungan bahwa minimal
layanan yang harus dilakukan untuk TPS
3R itu adalah sejumlah ini untuk bisa
menutup operasional cost ditambah dengan
pengeluaran jadi gitu jadi
kalau gambarannya kan sekarang misalnya
iuran sampah itu kan ya 15 sampai dengan
20.000 itu untuk Pemukiman yang kelas
menengah ke bawah Ya beda dengan
menengah ke atas yang dia biasanya ada
IPL gitu ya iuran pengelolaan lingkungan
yang terbagi-bagi untuk keamanan dan
lain sebagainya gitu jadi memang cara
penghitungannya ya Kalau kami kami
menghitung dulu Berapa kapasitas olahan
yang ada di TPS 3R ini kemudian
menghitung Bop biaya operasional
perawatan termasuk dengan penyusutan dan
lain sebagai baru kemudian itu kami
kalkulasikan untuk target kami kami
harus melayani sekian gitu Jadi kami
balik Jadi kami tidak menetapkan
terlebih dahulu karena kalau menetapkan
terlebih dahulu operasional kosnya kami
nggak bisa hitung dan alhamdulillah itu
bisa bertahan dari 2018 Sampai dengan
saat ini ya mungkin itu
mungkin boleh nanti
bisa menambahkan terutama di poin nomor
2 jadi kalau untuk yang poin nomor 3
Bagaimana cara menghitung besaran iuran
Wardah ya kami tidak lakukan
standarisasi gitu ya Jadi
kisarannya kalau kami 15 sampai dengan
20.000 per bulan itu tergantung dengan
tadi yang penting kami punya berapa
jumlah Berapa jumlah tenaga kerja berapa
operasional pos yang kami keluarkan
berapa perawatan dan juga target yang
harus kami capai itu bisa menyesuaikan
dengan tadi perhitungan operasional cost
begitu Makasih baik terima kasih banyak
bapak sebelumnya
kemudian kita langsung lanjut ke
menambahkan
instrumen baru yang cukup menarik ya Iya
Pak
Sebenarnya ada yang tbr itu yang
dikelola
bersama-sama melalui apa ya
yang sebenarnya apa namanya TPS 3R bisa
menjalin kerja sama dengan ipro
biasanya ada konsekuensi misalnya
Apakah meningkatkan
layanannya jadi dan perluasan layanan
itu yang nanti akan
dikompensasi oleh ipro dan ipro biasanya
memberikan bantuan dalam bentuk barang
misalnya
alat angkut atau apa gitu dan itu sudah
terjadi di
Jawa Timur di Bali Karena memang dua itu
yang pada fase awalnya menjadi prioritas
mereka nah yang menarik juga sebenarnya
ada semacam IPR yang dikelola oleh
organisasi oleh perusahaan kami beberapa
kali
bekerja sama dengan industri atau
perusahaan makanan itu ya Nah kami juga
mengevaluasi berapa sih nilai penarikan
kembali barang apa sampah mereka dan itu
ternyata lumayan tinggi kalau dihitung
per kilo itu antara 25.000 sampai 150
ribu
biaya untuk menarik kembali
[Musik]
meskipun itu bisa ditarik kembali
tetapi problem mendasarnya adalah
setelah ditarik kembali
dikemanakan gitu Karena perusahaan
sering meminta bahwa kemasan sisa itu
didaur ulang tapi
jenis kemasan yang banyak beredar itu
juga dari desain awal
bingungkan ya jadi setelah problemnya
itu tadi setelah ditarik kembali
Saya kira itu sih ya
Mbak Nisa saya kembalikan Iya baik
mungkin Bapak Septa ingin menambahkan
juga pak
Baik Pak saya hanya mau bahkan soal
pertanyaan nomor 3 jadi memang untuk
awalnya saat proses TPS 3R itu berjalan
biaya operasional TPS 3 hari itu
berdasarkan proyeksi artinya kan dari
proses sosialisasi kita tahu lewat DFL
berapa target
pelanggannya yang dihitung kemudian
berapa iurannya yang yang akan dipakai
sarana awal untuk
mengkalkulasikan biaya operasional TPS 3
ya tetapi ketika TPS sudah berkembang
sudah melakukan
evaluasi-evaluasi langkah yang dilakukan
oleh Pak Hendro tadi sudah ya memang
diharapkan seperti itu di internal dulu
di itu sebenarnya kita udah tahu tahun
kemarin total sampah per bulan kita
kelola berapa ton berapa banyak yang
kita keluarkan untuk biaya pengangkutan
biaya pemeliharaan dan sebagainya itu
nanti yang akan kita keluarkan lagi
tahun depan
kalkulasinya kalau kita tidak ingin
tekor biaya iurannya sekian plus bahwa
kita harus menyadari bahwa
bisnis-bisnis ini
konsep utamanya adalah
berbasis masyarakat artinya
pembebanan terhadap
apa namanya biaya operasional ini memang
pada iuran pengembangan bisnisnya itu
nanti yang akan akan menjadi cover
tersendiri bagi TPS 3R hanya menambahkan
itu saja bahwa cara menghitung Iran
warga itu pada akhirnya memang bisa
dihitung dari nilai per kg sampah yang
kita olah itu sebenarnya butuh biaya
berapa Nah itu seperti itu Terima kasih
ya Baik terima kasih kemudian kita
langsung lanjut ke Pertanyaan
selanjutnya ini ada pertanyaan dari Pak
Iwan sumarwa Iwan Sumarwan untuk bapak
Nurhadi pertanyaannya peluang kemitraan
apa saja dari pihak mana subjek
kemitraan apa yang dapat kita Propos
agar organisasi kita semakin berkembang
terima kasih
Terima kasih Mbak mungkin ini juga cocok
buat Pak Indro ini sebenarnya
tapi dari hasil-hasil penelitian kami
tadi di awal juga sudah disampaikan ya
salah satu adalah CSR atau IPR meskipun
itu juga tidak mudah karena tadi IPR itu
setelah terkumpul mati Apakah
dan pria biasanya mereka menuntut
receibility karena di klh laporannya
juga harus menyampaikan bahwa sampahnya
itu harus bisa di dress di apa namanya
di telaah sampai ke mana gitu Nah yang
kedua banyak ibr juga
perusahaan-perusahaan ini berdasarkan
brand ya jadi
misalnya brand tertentu dia ingin
sampahnya diambil tapi dari brandnya aja
tidak dari brand yang lain misalnya air
mineral air mineral itu air mineral yang
bukan hanya dia tidak mau gitu atau
Mimi juga gitu mie tertentu memberikan
apa IPR nya untuk menarik kembali
kemasan itu tapi
produk mie yang lain atau bahkan produk
yang lain yang ada di Sumber sampah itu
tidak diambil
nah ini menjadikan cost nya itu semakin
mahal Coba kalau mereka itu ngumpul
bersama-sama lalu tidak peduli brandnya
apa itu dihargai semua itu mungkin akan
lebih menarik
itu jadi ada kemitraan dengan swasta
tadi ada lewat IPR sama CSR kemudian
kemudian juga mungkin yang lebih
apa namanya lebih dekat juga kemitraan
dengan pemerintah sih tadi di awal juga
sudah disampaikan bahwa fungsi
-fungsi
TPS 3R ini adalah menyiapkan
sebelum pemrosesan sampah akhir supaya
lebih ringan nah itu yang mungkin bisa
dilakukan bahwa
karena kalau TPS 3R ini mengolah sampah
lebih baik
itu merupakan satu retreatment sehingga
di tpa-nya menjadi lebih mudah nah atas
jasa itu seharusnya Pemerintah Daerah
itu memberikan kompensasi nah berupa apa
itu mungkin masih masih challengingnya
karena
di penelitian kami misalnya ada yang
memberikan
kompensasi beberapa tenaga kerjanya
diangkat menjadi THL tapi ternyata
setelah diangkat jadi THL itu juga
mentalitas bekerjanya berubah gitu
Jadi tidak Fighter merasa
semacam itu terus di beberapa tempat
yang lain mungkin di Sidoarjo itu juga
bisa mengembangkan rdfnya dipakai untuk
untuk apa namanya untuk
pembangkit listrik atau untuk pabrik
sebagai pengganti atau fairing di
Batubara sehingga kemitraannya bisa
dijalin antara TPS 3R dengan pabrik
pengguna batubara
Saya kira itu Monggo Pak Hendro atau Pak
sektor kalau mau menambahkan
sedikit ya mungkin kalau untuk peluang
kemitraan ini belajar dari pengalaman
sebenarnya
kami dengan perguruan tinggi juga
kemudian juga lewat skema
kampus Merdeka Ya mbkm Merdeka belajar
kampus Merdeka itu juga sekarang lagi
sangat-sangat
sangat-sangat trend ya karena mengingat
ada peluang kesempatan kita dengan
kemenristekdikti kemudian yang
dikembangkan saat ini sebenarnya dengan
Kementerian Desa gitu ya dengan
terbitnya permendes yang baru itu tahun
2023 nanti mungkin bisa saya kasih
itunya itu ada namanya Desa peduli
lingkungan di situ secara
disampaikan bahwa ini bisa menjadi salah
satu program yang unggulan gitu ya
ditambah tadi mungkin
perusahaan dan juga dari sisi
pemerintahannya kadang-kadang kita
merasa bahwa
pengelolaan sampah ini domainnya hanya
domainnya
Dinas Lingkungan Hidup saja gitu di
tingkat kabupaten kota atau di tingkat
provinsi padahal sebenarnya banyak
program juga yang yang saat ini bisa
dikolaborasikan untuk kemudian bisa
mendukung konsep-konsep kemitraan gitu
contoh misalkan Kalau kami di Karawang
kami kemitraan dengan
kabupaten kota sehat misalnya begitu nah
itu programnya juga bisa sampai ke
desa-desa dan
bisa menjadi salah satu rujukan kita
untuk Bagaimana membangun komitmen
kebersamaan dengan
stakeholder dinas yang lain saat ini
kami lagi mencoba untuk membangun
komunikasi dengan Dinas Perindustrian
yang membawahi
kegiatan sampah di pasar misalnya
seperti itu supaya tidak menjadi beban
TPA juga gitu ya jadi memang program
kemitraannya banyak sekali yang bisa
dikembangkan tadi Mungkin itu Pak
Nurhadi
Iya baik mungkin atau bapak serta ingin
menambahkan lagi
mungkin kita langsung lanjut ke
Pertanyaan selanjutnya ada pertanyaan
untuk pak Septa ini ada dua pertanyaan
yang pertama dari TPS 3R Sulsel tiga hal
penunjang optimalisasi TPS 3R yang
pertama iuran pemanfaat yang kedua hasil
pengolahan yang ketiga dukungan
pemerintah tapi
saya menambahkan bahwa TPS 3R bisa
Survive kalau layanan minimal 100 RT
mohon pendapatnya kemudian ini juga ada
pertanyaan yang hampir serupa dari bapak
Budiono Cibinong
pertanyaannya Berapa jumlah KK minimal
untuk bisa efektif dan efisien bagi
terbentuknya TPS 3F gitu Pak serta
mungkin lewat saya jawab dulu yang
bagian pertama sesuai jenis seingat saya
nanti kalau salah bisa dikoreksi di
juknis TPS 3R itu minimal operasional
awal TPS 3R itu setidaknya proyeksinya
200 pelanggan tetapi biasanya pada saat
awal-awal bener awal bulan-bulan pertama
dari DPR kita tidak mungkin TPS tidak
mungkin langsung mendapatkan
sejumlah itu biasanya secara bertahap
100 tambah sedikit tambah sedikit tapi
dari kalkulasi jenis itu memang
[Musik]
200 KK rumah tangga kemudian dengan
Kalau tidak salah ya dengan biaya
operasional TPS 3R itu bergantung juga
berbeda-beda yang kalau 200 KK misalnya
kita asumsi sayuran bulanannya 25.000
itu bisa sampai 2 juta cukup minimal ya
cukup minimal tetapi untuk syarat Apa
memang seperti itu Nah kalau untuk
efektif dan efisien ini
ya sampai dengan paling tidak
400-600k berdasarkan ukuran besarnya
bangunan TPS 3R yang dibangun karena
kalau kita bicara
sampah yang diolah kita mau nambah
pelanggan berapa ini dibatasi dengan
kapasitas TPS 3R yang terbangun untuk
tiga hal penunjang optimalisasi
karena secara kalau kita perhatikan dan
mau mendalami benar-benar apa yang
diarahkan dari
program penyelenggaraan TPS 3R oleh
pemerintah ini
porsi utama dari biaya Profesional
adalah dari iuran pemanfaat kemudian
tambahan dari hasil apa namanya
pemilahan yang kebanyakan TPS TDR Masih
berkutat pada memilah organik dan
menjual yang bernilai ekonomis itupun
tergantung dari komposisi sampah di
daerah-daerah yang berbeda di kota
perkotaan atau di desa itu juga
karakteristik komposisi sampahnya juga
berbeda-beda yang terakhir dukungan
pemerintah ini saya bicara ya memang
perlu dan continue artinya
ini sangat sangat berhubungan lagi
sekali lagi dengan
kalau kita lihat secara
statistik berapa yang beroperasional dan
tidak dievaluasi tingkat nasional itu
tergantung dari proses awal pendirian
pada dua proses di sana ada proses
sosial dan proses teknis ada TPS
misalnya sebagai contoh tidak berpotensi
karena tidak dimodali mesin atau dengan
demikian cukup kerepotan untuk mengolah
hasil
sampahnya terutama sampah organik ada
juga yang
TPS 3 setelah dibangun ternyata setelah
setahun 2 tahun pelanggannya tidak
berkurang saya bicara ini ini mungkin
dari kegagalan proses sosial dimana
memproyeksi memproyeksi Apa calon
pelanggar ini tidak terkelola dengan
baik kita mestinya membedakan antara TPS
yang tidak berjalan itu karena
Kegagalan proses
pengadaan atau proses awal atau dari
produk TPS 3R tidak optimal dan tidak
berkembang karena PSM yang tidak tidak
bisa berkembang sudah sudah didesain
dengan proses sosial yang baik dengan
fasilitas yang cukup tetapi
pemilihan sumber daya yang terlibat dari
pengurus ini bukan yang yang fake gitu
jadi untuk optimalisasi TPS 3R ini saya
boleh berbicara bahwa itu sangat
bergantung
Siapa orang yang megang senjata artinya
main BNN kalau kita
apa namanya punya sebuah seorang leader
TPS 3R yang berpikir maju progresif
punya inovasi itu ya mungkin mungkin
kriterianya ini kira-kira kita bisa
lihat
itu pasti berjalan tapi kalau hanya Saya
menerima sebagai pengurus dengan bahasa
tidak dengan ikhlas yang kemudian Ya
udahlah yang penting jalan ini persoalan
tanggung jawab dan proses-proses sosial
yang terjadi di awal penyelenggaraan
atau Pembangunan
seperti itu Mbak dari saya
kita langsung lanjut ke Pertanyaan
selanjutnya aja ya Bapak Pertanyaan
selanjutnya ini ada dari Ibu Lia
pertanyaannya untuk oh untuk ketiga
pemateri ini jadi bisa gantian untuk
menjawabnya pertanyaannya Siapakah pihak
yang berhak melakukan optim optimalisasi
terhadap TPS 3R apabila aset dan
pengelolaan TPS 3R telah diserahkan
kepada KSM artinya KSM bertanggung jawab
atas TPS 3R tersebut Apakah benar
kemudian lantas jika KSM tersebut tidak
punya kapabilitas untuk melakukan
optimalisasi tidak ada biaya investasi
dan sebagiannya Bagaimana mekanisme yang
sebaiknya dan seharusnya dilakukan
berikutnya begitu Bapak
Mas
melakukan optimalisasi
kalau sudah setelah terima pastinya KSM
bisa bisa memulai dan bertanggung jawab
kenapa kita lihat setiap pendirian KSM
pasti ada anggaran dasar ya anggaran
dasar dan anggaran rumah tangga yang di
sana disebutkan tugas dan fungsinya
saya sampaikan tadi sebenarnya
pertanyaannya juga sudah di saya kasih
jawabannya dicek tapi untuk tegas bahwa
ya KSM mestinya bertanggung jawab untuk
ruang lingkup pengelolaan sampah yang
ada di TPS tetapi untuk aspek-aspek yang
berkaitan dengan hubungan dengan
pemerintah misalnya
frekuensi layanan penjemputan residu itu
bisa dikomunikasikan dengan pemerintah
daerah
Terus
bagaimana jika
tidak punya kapal geritas untuk
melakukan optimalisasi tidak ada biaya
investasi dan sebagainya yaitu tadi
KSM itu kan bukan hanya pengurus KSM
juga terdiri dari
pihak pekerja dan masyarakat sebenarnya
jadi setiap KSM pasti ada ketua dan
penasehat ada pelindung kapabilitas ini
berkaitan dengan ya willingness atau
kemampuan kalau memang masyarakat atau
warga yang dilayani sebagai bagian dari
lingkup komunalnya itu mendekat
sebagai person tidak kapabilitas sesuai
HRD memang bisa dilakukan
penggantian kita cari pengganti tapi
untuk
secara apa
operasional optimalisasi kita lihat tadi
berdasarkan apa yang sudah kami sharing
bahwa
biaya bergantung biaya dan
investasi bahwa kalau kita membuat grade
gitu ya kalau TPS yang baru lahir jangan
punya terlalu angan-angan yang mulut
untuk berbicara investasi itu mestinya
proses berjalan yang gradual itu dari
misalnya kelas 1 naik dulu kelas 2
ngurusin dulu takut ngurusin sampah 200k
ini bisa nggak gitu
terlambat tidak proses
pemilahannya itu kelola dulu dari mulai
aset yang paling kecil sumber daya yang
paling kecil kapasitas yang kecil naik
merangkak merangkak kemudian kita bisa
bicara tentang investasi kreasi dan
sebagainya kalau dilihat bahwa dari
aspek-aspek kinerja yang diukur ini kita
sudah cukup misalnya punya skor-skor
yang lumayan tinggi psmnya Soleh
keterampilan pekerjaannya bagus kemudian
dalam pengelolaan sampah organiknya itu
beres sampai bahannya beres Aku ingin
berkembang malam aku ingin membeli mesin
atau membuat model pengolahan sampah
anorganik sampah plastik menjadi batagor
di tempatnya Pak Indro Nah ini kan
proses-proses yang apa sesuai dengan
kapasitas sesuai dengan situasi dan
kondisi gitu Jadi saran saya untuk
teman-teman pengolah TPS 3R yang yang
bermimpi boleh tetapi tadi
prinsip-prinsip optimalisasi itu
realistis itu harus kita ingat lagi
realistis dan terukur ada batas waktu
demikian yang bisa saya sampaikan untuk
pertanyaan ini sementara kalau ada
tambahan pak Hendro
ya mungkin dari sisi kami ya sebagai
pengelola mungkin ada kendalanya karena
statusnya kan ghibah ya
ketika status sibah itu apa yang apa
yang menjadi
ganjalannya begitu ya tapi sebenarnya
harusnya sudah di clearkan sejak awal
bahwa sebenarnya ini bukan murni hibah
yang kemudian dilepas begitu saja begitu
ya tanpa Monitoring evaluasi gitu tapi
di banyak tempat ini sepertinya seperti
itu hanya dilepas begitu saja terus
kemudian
monitoring evaluasinya tidak dilakukan
sejak tadi misalnya dari mulai tahapan
infrastruktur ya tahapan teknis sampai
dengan tahapan
operasional itu
sudah harus clear sejak awal bagaimana
nanti ada kejadian
abcd nah itu yang yang kami lakukan
sehingga kalau sejak awal Kami ingin
misalnya Oke TPS 3 hari ini lebih baik
dibuatkan forum lah gitu untuk bisa
menjadi satu badan yang gimana nanti
kita bisa saling monitoring dan evaluasi
secara internal jadi apa
ya KSM juga tidak bisa 100% bertanggung
jawab terhadap TPS 3R tersebut ya tanpa
dukungan yang lain karena mandatory
wajibnya awalnya kan ada di pemerintah
daerah gitu ya sebagai komitmen yang dia
tanda tangan kepala daerah Kemudian
mendapatkan program ini nah bagaimana
dengan komitmen itu itu juga harus
menjadi kesepakatan sejak awal yang
harus
di clearkan begitu sehingga begitu
berjalan selesai tahapan fisik dapat
kelompok pengelolanya kemudian dilakukan
proses pendampingan pelatihan dan lain
sebagainya sampai kelompok tersebut
menjadi
tadi
paham mengerti dan mau melakukan menjaga
dan Dengan semangatnya tadi bisa
berkelanjutan mungkin itu jadi tidak ada
tidak 100% KSM bertanggung jawab kalau
seandainya dia mangkat TPS 3R nya apa ya
mau terus dipertahankan dengan oh karena
ini sudah diserahkan ke KSM ini nggak
bisa juga gitu harus ada langkah-langkah
berani ya harus keluar dari box
Kenapa setelah ini diserahkan terus
kemudian tidak bisa diambil alih kembali
kalau Melihatnya sebagai bagian dari
kepentingan masyarakat seharusnya
bisa dialihkan dalam proses pengelolaan
misalkan dikelola langsung oleh kita
semua hidup bisa dengan berkoordinasi
dengan pemerintah Desa dan lain
sebagainya Itu bisa dilakukan
seharusnya begitu
mungkin menambahkan
Iya yang terjadi itu kan sering
sering bahkan mangkrak dari awal gitu
Pak Ya betul Pak
itu untuk memulainya Terus gimana Tapi
memang kita yang harus paham juga karena
apa fasilitas TPS TKR ini itu kan
fasilitas publik betul ASM itu hanya
mendapatkan amanat untuk mengoperasikan
jadi jangan kemudian kalau Fasilitas apa
namanya
mangkrak dari awal terus
KSM diminta untuk mengaktifkan ya akan
sangat sulit lah karena yang pemilik
yang sebenarnya adalah publik yang dalam
hal ini mungkin kalau mau bicara
gampangnya ya kalau masyarakat
dilibatkan maka pemilik dari
fasilitas TPS 3R ini kan masyarakat itu
sendiri dan
pengamatan kami di perkotaan itu di
daerah-daerah pekerjaan itu sudah ada
sistem pengangkutan yang dikelola oleh
dibayari oleh RT RW atau bahkan
sendiri-sendiri bahkan ya jadi orang itu
bayar ke pengangkut sendiri gitu
kemudian di situ dibangun TPS 3R TPS 3R
kemudian
diminta diberi mandat untuk
mengoperasikan
nah disitulah terjadi konflik karena
tidak bisa mentake over
para pengangkut untuk mengambil apa
namanya
mengumpulkan di TPS 3R dan berproses
sesuai dengan prosedur yang diharapkan
TPS 3R pada kasus-kasus seperti itu
memang menurut saya
ya RT dan RW itu sebagai pemilik
fasilitas harus memberikan mandat kepada
KSM Ia yang paling sederhana adalah
iuran yang semula dibayarkan langsung
kepada para pengangkut itu tidak lagi
dibayarkan ke pengangkut kalau mau kalau
mau TPS 3 hari ini bekerja diberikan
kepada
pengurus TPS 3R itu sebagai modal supaya
nanti TPS 3R bisa beroperasi tetapi
banyak diproses perencanaannya itu itu
tidak masyarakat tidak merasa dilibatkan
sehingga seolah-olah ini
ketika
ada KSM dan lain sebagainya
jadi presiden buruk yang sebenarnya
niatnya KSM itu untuk memperbaiki soal
kemudian seolah-olah jadi perebut
langkah orang gitu ya
Jadi dari situ sebenarnya kalau
menjawab pertanyaan dari Mbak Lia ini
harusnya ya dimulai dari masyarakat
sebagai pemilik itu memberikan mandat
tidak tangan kosong tapi juga dengan
bahwa iuran itu dikumpulkan dan
diberikan ke pengurus KSM itu Mbak bisa
Iya baik Terima kasih Bapak Hendro Bapak
Nurhadi dan Bapak Septa yang sudah
menjawab pertanyaan dari Ibu Lia
pertanyaan dari Ibu Lia ini merupakan
pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab
kita pada hari ini saya juga ucapkan
terima kasih untuk Bapak Ibu yang sudah
aktif bertanya dan mohon maaf apabila
ada banyak sekali pertanyaan yang belum
terjawab karena waktu kita juga sangat
terbatas sekali ya Bapak Ibu sekalian
baik seperti janji saya di awal tadi
saya juga sudah mengantongi nih
nama-nama pemenang door prize Jadi bagi
Bapak Ibu yang beruntung dipersilahkan
untuk langsung menghubungi admin kami
melalui kontak Whatsapp ya
selamat untuk
kelima orang pemenang yaitu ada Kak
Setya Rina Kak Nurcholis dan Kak channel
Tri Handoko yang mendapatkan souvenir
spesial dari butik daur ulang kemudian
ada pak Haidar dan Kak Lia yang
mendapatkan free tiket ke sertifikat
webinar di tanggal 27 mei 2023 Kemudian
untuk pemenang
satu Story Instagram
ulasan mengenai webinar kita pada hari
ini akan langsung di DM
oleh admin kami melalui Instagram begitu
Jadi bagi Bapak Ibu yang masih ingin
ikut Story mengenai
webinar kita pada hari ini itu masih
bisa dan ada kesempatan untuk
memenangkan satu buku
kemudian saya juga menginformasikan
untuk
webinar yang akan mendatang ini ada
webinar Optima lisasi 5 aspek dalam
pengelolaan sampah yang akan disampaikan
oleh Ibu Sri bebassari
webinarnya ada pada Sabtu depan yaitu
pada 27 Mei 2023 Jadi bagi Bapak Ibu
sekalian yang mungkin ingin mengikuti
webinar ini itu bisa langsung daftar di
Link yang tertera di layar gitu
Ya baik kemudian kita sudah sampai di
akhir acara nih Bapak Ibu sekalian dan
Alhamdulillah hari ini kita sudah
belajar banyak sekali mengenai webinar
optimalisasi pengelolaan sampah berbasis
TPS yang disampaikan oleh ketiga
pemateri kita pada hari ini yaitu
bapak Hendro Bapak Septa dan Bapak
Nurhadi banyak sekali ilmu yang kita
dapatkan pada saat penyampaian materi
yang disampaikan oleh ketiga pemateri
kita hari ini semoga ilmu-ilmu tersebut
dapat bermanfaat untuk kita semua baik
Selain itu kami juga ingin mengingatkan
Bapak Ibu sekalian untuk mengisi
kuesioner yang linknya sudah di-share di
kolom chat supaya kegiatan kami
selanjutnya bisa lebih baik lagi dan
Sekali lagi saya izin mengingatkan
kepada Bapak Ibu sekalian yang mungkin
menginginkan materi sekaligus sertifikat
dan kemarin mungkin belum sempat request
itu dapat mengisi Link yang juga sudah
admin kami di kolom chat terakhir saya
ucapkan terima kasih kepada ketiga
pemateri kita hari ini yaitu bapak
Hendra Bapak Septa dan Bapak Nurhadi
yang telah menyempatkan waktunya untuk
berbagi dan sharing materi bersama kami
pada pagi hari ini
lalu kemudian saya juga mengucapkan
terima kasih kepada bapak dokter hijrah
Purnama Putra SMA selaku founder dari
butik daur ulang produk Indonesia
kemudian tidak lupa Kami juga
mengucapkan terima kasih kepada Prodi
teknik lingkungan Universitas Islam
Indonesia dan juga tidak lupa saya
ucapkan terima kasih kepada panitia dan
peserta yang telah berkontribusi dan
sangat antusias sekali selama webinar
ini berlangsung Semoga kita semua masih
bisa bertemu di webinar webinar
selanjutnya ya Bapak Ibu sekalian Akhir
kata saya selaku MC sekaligus moderator
memohon maaf sebesar-besarnya apabila
selama memandu acara ini mungkin
terdapat kesalahan kata ataupun
perbuatan saya misal warna pamit undur
diri Wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Terima kasih
terima kasih
[Musik]
sampai ketemu lagi sampai bertemu
kembali
[Musik]