Transcript
RKpRDxWCtJk • TEKNOLOGI KOMPOSTING SAMPAH ORGANIK PERKOTAAN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0052_RKpRDxWCtJk.txt
Kind: captions Language: id 23 ini baik pertama-tama mungkin perkenalkan saya Anisa Wana selaku eksis sekaligus moderator yang akan memandu jalan nya acara Bina kita pada pagi hari ini Apabila kita pada hari ini mengusung tema teknologi composting sampah organik perkotaan skala pengelolaan di tingkat rumah tangga kawasan dan skala kota dalam konteks teoritis dan aplikatif yang akan disampaikan oleh pemateri kita pada hari ini yaitu bapak Dr Sri Wahyono SSI MSI dari badan riset dan inovasi nasional menarik sekali ya Bapak Ibu sekalian acara webinar kita pada pagi hari ini acara ini diselenggarakan oleh butik daur ulang Project by Indonesia yang bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia baik selanjutnya bapak ibu hadirin yang terhormat Izinkan saya mengucapkan selamat datang dan memberikan salam hormat saya kepada pemateri kita pada hari ini yaitu bapak dokter Sri Wahyono SSI MSI lalu kepada bapak dokter hijrah Purnama Putra SMA selaku founders sekaligus sekretaris juga kepada bapak ibu ketahui Dinar pada hari yang berbahagia ini sebelum masuk ke materi webinar kita saya mohon izin Mengingatkan untuk Bapak Ibu sekalian untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi pilih yang telah admin kami kirimkan di kolom chat kemudian Dengan hormat saya juga meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk menonaktifkan microphone selama kegiatan ini berlangsung supaya kita semua dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik baik selanjutnya sebelum kita masuk ke acara kita yaitu penyampaian materi Mari kita dengarkan terlebih dahulu penyampaian sambutan pepatah dua patah kata dari bapak dokter hijrah bernama Putra SMA selaku fondan dari butik daur ulang Project Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia Baik Terima kasih Mbak Anisa mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas ya oke Bismillahirohmanirohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bismillah alhamdulillah Assalamualaikum tentunya Selamat pagi Bapak Ibu yang kami hormati salam sejahtera untuk kita semuanya puji syukur tentunya kita panjatkan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena salah satunya adalah karena nikmat sehat dan semangat semuanya untuk ikut belajar pada kesempatan hari ini yang kami hormati dokter Sri Wahyono Terima kasih sekali atas waktu yang diberikan di tahun ini ini adalah kali di tahun ini tahun sebelumnya sudah pernah juga Pak Wahyono untuk mengisi kegiatan kita di webinar gitu ya Nah kali ini kita akan bicara tentang terkait dengan teknologi composting sampah organik skala perkotaan walaupun dalam judul nanti kita akan bicara tentang skala pengelolaan di rumah tangga kawasan dan skala besar di skala kota karena ragam peserta juga cukup ringnya cukup besar ada yang mahasiswa ada yang praktisi gitu ada kelompok pengelola sampah Mandiri di masyarakat dan juga ada mungkin juga ada akademisi kemudian ada ASN di daerah ini melihat sebuah kepentingan besar dalam pengelolaan saham mudah-mudahan dengan semangat kita ikut dalam berbagai macam aktivitas pembelajaran kayak gitu webinar kemudian workshop secara offline dan seterusnya dapat meningkatkan semangat kita untuk mengelola sampah berbagai macam lokasi baik yang kita bisa mulai dari rumah kita masing-masing ataupun di Skala yang lebih besar skala kawasan maupun skala kota sesuai dengan pekerjaan atau bidang kerja kita masing-masing tentunya satu bidang kerja tidak bisa menguasai semuanya begitu mungkin kami dari mewakili dari jurusan Teknik Lingkungan mungkin aktif dalam bidang penelitian pengajaran dan seterusnya tapi Bapak Ibu yang ada di lapangan aktif dalam bidang aplikasi di lapangan dan ditambah dari brand Pak Wahyono yang banyak sekali pengalaman yang sudah diterapkan baik dalam bentuk teori yang dihasilkan dari publikasi publik publikasi Kemudian dari buku-buku ya dan juga aktivitas lapangan yang kami yakin pak Sri sudah sangat pengalaman di berbagai macam wilayah di Indonesia mudah-mudahan pada kesempatan hari ini kita semuanya dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan tidak ada kendala apapun terutama sinyal gitu dapat diikuti tapi jangan khawatir teman-teman sudah menyiapkan seri live juga di YouTube yang nanti bisa diulang-ulang kembali sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing sekali lagi terima kasih Bapak Ibu atas partisipasi aktifnya di setiap kegiatan webinar yang dilakukan oleh butik daur ulang Project di Indonesia yang selalu disupport nih oleh jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia yang berlokasi di Yogyakarta mudah-mudahan acara pada kesempatan hari ini dapat membawa manfaat bagi kita semuanya Dan ini menjadi sebuah tanda pengelolaan sampah di Indonesia semakin baik dan semakin baik lagi kami mohon maaf dari panitia jika banyak hal yang tidak berkenan atau masih hal banyak hal yang kurang-kurang dalam pelaksanaan kegiatan hari ini mudah-mudahan kita bisa tinggikan dalam kegiatan berikutnya yaitu saja yang bisa kami sampaikan terima kasih wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini Baik Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live streaming seperti yang sudah disampaikan oleh Bapak hijrah tadi melalui YouTube channel kami yaitu di Indonesia jadi semisal selama acara webinar ini berlangsung mungkin ada Bapak Ibu sekalian yang terkendala di dalam Zoom itu tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti webinar ini melalui YouTube channel kami yaitu di Project by Indonesia kemudian seperti biasanya Nih Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam spesial untuk Bapak Ibu sekalian yang beruntung dorpes ini diberikan berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan buat Story Instagram terunik selama lebih dari ini berlangsung untuk pemenang 3 pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara Sedangkan untuk pemenang akan kami umumkan langsung melalui DM Instagram Nah jadi bagi Bapak Ibu sekalian yang mungkin memiliki pertanyaan nih selama webinar ini berlangsung itu dapat langsung memberikan pertanyaannya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih 3 penanya terbaik untuk memenangkan spesial dari kami lalu kemudian untuk Story Instagram Bapak Ibu sekalian dapat membuat Story semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @project tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi oleh pemateri kita pada hari ini tapi sebelum itu Mari kita lihat terlebih dahulu CV dari pemateri kita pada pagi hari ini [Musik] Ya baik itu tadi sekilas mengenai pemateri kita pada hari ini selanjutnya Mungkin saya akan menyapa materi kita terlebih dahulu Assalamualaikum selamat pagi Bapak Wahyono Waalaikumsalam Mbak Anesia Selamat pagi juga sehat manis dalam keadaan bugar Mbak mudah-mudahan Mbak Anisa dan yang ada di sini semua selalu sehat dan benar Mungkin kita langsung saja untuk mulai penyampaian materi begitu ya Pak ya untuk penyampaian materinya waktunya kurang lebih sampai sekitar jam 10.30 begitu ya Pak Baik tanpa berlama-lama lagi langsung saja tempat dan layar kami persilahkan Baik terima kasih bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam sehat Salam sehat salam Lestari bagi Bapak dan ibu-ibu di seluruh penjuru Indonesia ini saya yakin datang dari berbagai wilayah di Indonesia mudah-mudahan Bapak Ibu sekalian selalu dalam keadaan bugar sehat tentunya ini adalah nikmat yang luar biasa yang harus kita jaga terus baik bapak-bapak dan ibu-ibu lingkungan sampah pokoknya orang-orang Hebat nih yang ada di sini saya yakin saya mulai Bapak dan Ibu sekalian saya izin Share screen sudah terlihat Mbak Anisa ya Halo Ma Annisa sudah terlihat tayangan saya sudah ya baik mudah-mudahan suara saya bisa lancar didengar oleh Bapak dan Ibu sekalian soalnya tayangan Mbak Anisa tadi rada bermasalah di sini Saya tinggal di Bogor bapak dan ibu sekalian baik baik dan Bapak dan Ibu sekalian di seluruh Indonesia kita mulai saja tema yang disampaikan dalam webbinar ini adalah teknologi composting sampah organik perkotaan dari sini tadi disampaikan oleh Pak hijrah bahwa bapak dan ibu sekalian itu rentang itu luas sekali ada yang praktisi ada yang pemerhati kemudian juga dari akademisi Jadi saya coba membawakannya agak lebih populer bapak dan ibu sekalian tidak terlampau akademis nah isi paparan yang akan saya sampaikan itu yang pertama adalah definisi dan manfaat kompos dan kompos ini jangan-jangan belum belum belum memahami betul walaupun kesehariannya itu bergerak apa di bidang komposting misalnya tetapi apa sih sebenarnya definisi komposting dan apa sih definisi kompos nanti kita kita gaji bersama Bapak dan Ibu sekalian Kemudian yang kedua adalah posisi teknologi komposting dalam pengelolaan sampah kota di polwan sampah kota apa badan ini sekalian kita tahu di sana banyak sekali teknologi yang bisa diterapkan nah Posisinya itu di mana Nanti kita lihat demikian juga posisi teknologi komposting terhadap pengelolaan sampah organik ternyata pengolahan sampah organik teknologinya juga sangat beragam nanti kita lihat posisinya ada di mana komposting itu Dan kemudian ini pasti sudah bapak dan ibu pahami dampak sampah organik jika tidak dikelola saya Coba refresh nanti dan selanjutnya karena di judul itu ada teorinya kemudian juga ada aplikasinya maka saya coba menyampaikan teori terkait dengan komposting dan faktor-faktor apa yang menjadi kunci dari kegiatan proses komposting Kemudian dari sana Bapak dan Ibu sekarang setelah kita pahami sedikit teorinya nanti kita coba masuk ke aplikasi praktis ya baik yang di segala rumah tangga baik yang skalanya kawasan dan baik yang skalanya kota kita beruntung bapak dan ibu sekalian Indonesia sebenarnya punya sejarah panjang terhadap penerapan teknologi komposting sehingga kalau kita bicara teknologi komposting di berbagai skala itu semuanya ada di kita Bapak dan Ibu sekalian dan kemudian seandainya nih kita berandai-andai teknologi komposting atau teknologi pengolahan sampah organik itu menjadi program Nasional hal-hal apa yang perlu dilakukan nah kira-kira seperti itu bapak dan ibu sekalian konten atau isi dari diskusi atau paparan atau apapun namanya dalam webinar ini Baik Ibu Bapak sekalian penggiat lingkungan definisi komposting dan kompos Menurut bapak dan ibu sekalian definisi komposting apa sih kalau kita baca berbagai literatur yang terkait dengan komposting ada kata-kata kunci di sana Mari kita lihat adalah jadi komposting itu bisa hadir dari bahasa Inggris komposting pakai C Biasanya kalau dalam bahasa Inggris adalah proses dekomposisi material organik secara biologis dalam kondisi aerobik terkendali menjadi produk stabil seperti kompos ini adalah bapak dan ibu sekalian definisi yang disepakati oleh para ahli oleh para pakar yang dimaksud dekomposisi itu apa dekomposisi adalah penguraian dari yang senyawanya kompleks menjadi sederhana misalnya protein lemak karbohidrat itu kan senyawa kompleks bapak dan ibu sekalian itu kemudian diuraikan menjadi senyawa yang lebih sederhana menjadi gula dan sebagainya protein menjadi asam amino dan sebagainya nah dekomposisi terhadap apa pepadan Ibu sekalian penguraian terhadap apa penguraiannya adalah terhadap materi organik di perlu dilihat materi organik Kalau kita bicara di sini adalah sampah organik adalah materi yang berasal dari benda hidup baik tumbuhan binatang manusia jadi proses penguraiannya adalah material organik secara biologis seperti paham yang secara biologis artinya disini Bapak Dannis kalian penguraian itu dilakukan oleh makhluk hidup yang kasat mata yang tidak terlihat jadi penguraian sampah organik oleh mikroba disebutnya Biasanya seperti itu secara aerobik Maksudnya apa cara aerobik Bapak sekalian aerobik adalah dalam kondisi ada udara dalam kondisi ada oksigen menjadi apa menjadi humus-humus itu tanah hutan bapak dan ibu sekalian ya jadi dari sampah 4 sampah organik tadi tambah makanan diubah menjadi materi seperti humus oleh siapa oleh mikroba jasad renik dalam kondisi apa dalam kondisi harus ada udara Nah itu dalam kondisi ada udara jadi kira-kira seperti itulah bapak dan ibu sekalian pemahaman terkait dengan Apa itu komposting proses pengolah penguraian sampah organik oleh mikroba dalam kondisi ada udara yang terkendali menjadi produk kompos dari proses komposting terproduksi lah kompos kalau kompos didefinisikan seperti itu secara umum Tetapi kalau secara khusus definisinya adalah sebagai berikut komponen materi organik atau sampah organik secara biologis yang telah tersanitas kata kunci penting tersanitasi melalui panas yang dihasilkan sendiri jadi produk ini mengalami proses sanitasi karena ada panas yang timbul ketika proses komposisi dilakukan dan stabil dan distabilkan hingga bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman jadi produk kompos itu udah mengalami sanitasi dia stabil ketika dipakai menjadi pupuk dan bermanfaat bagi tanaman jadi kira-kira begitu Bapak dan Ibu sekalian memposting dan produk kompos kalau kita bicara kompos Seberapa pentingnya itu maka bisa kita lihat dari manfaat kompos dan proses komposting itu sendiri bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian begitu banyak manfaat kompos bisa kita lihat di sini pertama dia mengandung berbagai material organik berupa unsur hara dan penting yang dibutuhkan oleh biota tanah dan tanaman jadi di dalam kompos itu mengandung berbagai macam material organik sekalian ada unsur hara ada mineral yang itu tidak dimiliki oleh kupu-kupu kimia gitu Ini ada di kampus kemudian di dalam kompos itu sendiri juga mengandung banyak mikroorganisme positif yang baik untuk tanah dan tanaman jadi kalau kita pakai kompos maka akan meningkat jumlah dan juga keanekaragaman mikroorganisme yang baik untuk kesuburan tanah dan kemudian kompor juga mampu meningkatkan daya serap air kemudian dia mampu menahan air sehingga kondisi tanah menjadi lebih lembab kemudian lebih gampang ketika ada air hujan itu air hujan Masuk ke tanah tidak tidak mengalir diperlukan tapi langsung bisa diserap dan porositasnya juga bagus aerasi tanah sendiri bagus dengan kondisi seperti itu tekstur dan struktur tanah juga akan menjadi gembur bapak dan ibu sekalian kemudian bisa menstabilkan pH dan juga ketika itu diterapkan secara baik juga akan mengefisienkan penambahan pupuk kimia jadi bapak dan ibu sekalian ini adalah manfaat kompos yang sungguh luar biasa dimana tanah menjadi gembur tanah menjadi sehat sehingga tidak salah kalau kemudian kompos itu disebut sebagai soil conditioner sebagai pembenah tanah sebagai penggembur tanah kira-kira seperti itu kalau dibandingkan dengan pupuk kimia ini keistimewaannya jadi memang dia mampu menyehatkan tanah menggemburkan tanah kalau tanah sehat tanah gembur airnya juga gampang dan dia mampu memegang air dengan cukup bagus sehingga tanahnya cukup baik dan untuk tanaman bapak dan ibu sekalian tetapi memang kalau disandingkan dengan kerupuk kimia dalam hal kandungan NPK nya ya kalah jauh gitu sehingga lebih cocok sebenarnya kompos itu disebut sebagai soil conditional itu manfaat dari produk komposisi sendiri Bapak dan Ibu sekalian jadi di sini kalau kita lihat diagramnya Bagaimana dengan komposting itu sendiri Bapak dan Ibu sekalian Iya ketika kita lakukan pengolahan sampah organik sampah daun sampah makanan itu menjadi kompos kemudian kompos itu diaplikasikan ke lahan pertanian maka yang terjadi adalah siklus organik kompos ini dan ini tentu akan menjaga keseimbangan alam dari tanah maka kembali ke tanah itu mungkin jagoan yang pas untuk kompos ya dari tanah Muncul tanaman-tanaman itu menghasilkan limbah ketika dikonsumsi oleh manusia sama organik kemudian sampah organik tanah dan tanah itu kemudian dimanfaatkan untuk sistem pertanian menumbuhkan kembali tanaman-tanaman pangan kita jadi ini menjalankan siklus alami bapak dan ibu sekalian Lain halnya kalau kemudian sampah organiknya itu kemudian tidak dikomposkan maka tidak kembali ke tanah tanahnya akan akan semakin berkurang kemampuan kesuburannya gitu karena diambil terus patriol-material yang penyubur dengan tanah maka itu sebenarnya harus dikembalikan lagi material yang tersisa dari sampah organik yang berasal dari tanah itu dikembalikan lagi dari tanah kembali ke tanah dan sekarang juga menjadi cukup perhatian Global bahwa dengan proses komposting juga mengurangi emisi gas rumah kaca meningkatkan serapan karbon memperbaiki kegiatan tanah tadi mengurangi hilangnya tanah jadi mencegah erosi juga dan juga meningkatkan ilustrasi dan menyimpan air seperti yang saya sampaikan inilah manfaat luar biasa dari kompos dan proses komposting yang bapak ibu mungkin lakukan baik di rumah maupun nah lanjut Bapak Dannis kalian moga-moga waktunya posisi komposting dalam pengolahan sampah perkotaan ini dia kan gini Pak ceritanya Ibu Bapak sekalian dalam pengolahan sampah yang modern Kita sebenarnya mengklasifikasikan sampah itu umumnya menjadi 4 pertama adalah sampak ya sampah yang bisa didaur ulang atau layak daur ulang botol misalnya gelas PP logam kertas karton dan sebagainya misalnya seperti itu kemudian sampah organik atau biowave sampah makanan juga sampah kebun sampah yang kedua kemudian kelompok yang ketiga adalah sampah yang dapat Dibakar Yang kompatibel dia punya nilai kalor yang baik untuk kemudian ditangani dengan cara sistem thermal misalnya dan kemudian kategori yang klasifikasi yang keempat adalah sampah yang sulit terurai tidak dapat dibakar juga cenderung tidak dapat dibakar berbagai jenis beling misalnya sisa bangunan misalnya posisi dari komposting dalam ruangan sampah kotak itu ada di sini sampahnya yang diolah adalah sampah organik bisa sampah makanan Bisa sampah daun-daunan asalnya bisa berasal dari rumah tangga dari pasar dari restoran dan sebagainya nah posisinya adalah biologis berbasis biologis di sini ada kompos bsf Ya seperti yang Bapak Ibu kenal kalau daur ulang sama daur ulang ya masuk industri daur ulang lewat teknologi daur ulang kalau sampah yang Kompas timbul itu Ya maksudnya jadi petanya ini Demikian dari sampah Maaf dari sampah kota harus ada teknologi pembelahan Kalau tidak ada pemilahan nggak bisa diolah Bapak dan Ibu sekalian ketika dipilah maka kemudian terkelompokkanlah sampah layak daur ulang sampah organik sampah obat tidur sampah yang sulit terurit dan tidak Kompas itu yang kemudian di sebelah kanannya itu bapak ibu lihat sekarang itu adalah teknologi ini posisinya adalah saya coba sambung lagi itu dalam posisi pengolahan sampah kota Bagaimana posisi teknologi komposting yang kita bicarakan pada pagi hingga siang hari ini dalam pengolahan sampah organik ini posisinya di mana Mari kita lihat nah komposting atau pengomposan itu ada yang di dalam wadah tertutup tapi ada pengudaraan di sana atau di ruang terbuka produknya adalah kompos kemudian biogas atau itu ada yang sistem basah ada yang City print ya produknya Biasanya berupa biogas energi jadi yang namanya sampah organik itu sangat beragam bisa masuk ke komposting bisa ke masuk sistem biogas bisa juga diolah dengan konversi biomassa bapak dan ibu sekalian Bapak Ibu sekalian pernah mendengar produk biomassa cacing atau yang sekarang yang populer adalah budidaya bsf misalnya kita hasilkan maggot misalnya ya ini adalah sumber protein di tahun 97 populer sekarang Yoga sudah cukup lama kemudian bisa juga menjadi pakan ternak langsung atau bisa dipeletkan dulu gitu dari sampah makanan biasanya kemudian juga ada konversi secara kimiawi atau kemudian kita dengar sekarang istilah pianisasi gitu ya sampah organik kemudian diproses demikian lupa dengan punya nilai kalor yang bau bagus Nah ini lewat proses bio drying menjadi rdf menjadi pelet bahan bakar organik yang punya nilai kalor yang cukup untuk kemudian dimanfaatkan atau secara termahal dengan teknologi hidroter masing-masing teknologi ini bapak dan ibu sekalian juga spesifik jenis sama organik yang diolah secara umum kan jenis sama organik dan juga sampah kebun ya itu spesifik kalau sebagai Animal Fit misalnya nah kemudian kompos misalnya kompos ini bisa keduanya bisa yang sampah sama makanan Nah kalau gas yang biasa kita praktekkan di Indonesia adalah sistemnya when yang inputnya adalah sampah makanan bukan sampah kebun misalnya jadi ini spesifik masing-masing nanya Dan inilah posisi teknologi pengolahan sampah organik di dalamnya ada komposting saya berharap bapak ibu tahu peta itu dan tidak ada satupun teknologi yang paling unggul Ibu Bapak dan Ibu Bapak sekalian dan kekurangannya kemudian sampah organik Menurut data itu sampah organik kalau di diagram bukan dalam sistem ke indonesiaan itu ada sampah kebun sampah makanan dan Sampah Taman sekitar 39,7% dan kemudian sampah kebun sampah Taman sedang belas persen jadi jumlah yang cukup banyak kalau kita konversikan per jumlah Perintis Indonesia sampah organiknya itu sekitar 34,3 juta ton per tahun kita menghasilkan itu kemudian sama makanannya itu sekitar 25,4 juta ton sampah tamannya itu sekitar 10,9 juta cukup banyak akibatnya apa kalau kemudian tidak dikelola Bapak dan Ibu sekalian kita lihat praktis yang namanya sampah organik terutama sampah makanan itu gampang sekali busuk menimbulkan bau ya yang menyengat hidung kalau melewati tumpukan sampah makanan karena berbau karena disitu dihasilkan gas-gas yang berbau pada gas hidrogen sampah makanan kemudian karena sampah makanan adalah sumber disana ada protein karbohidrat ini adalah sumber makanan baik bagi makhluk lain sehingga dia senang di situ berkembang biak di situ biasanya yang ada di situ adalah hewan serangga yang bisa menularkan penyakit lalat misalnya tikus nyamuk kucing liar dan sebagainya kemudian juga air yang keluar di sampah itu juga bisa mencemari tanah dan perairan kita karena mengandung senyawa-senyawa pencemar berbahaya dan kemudian tentu ketika sampah makanan itu bercampur dengan sampah lainnya sungguh akan mengotori sampah-sampah yang biasa didaur ulang sampah plastik sampah makanan itu ya udah kotor gitu nah kemudian juga nilai-nilai kadar airnya tinggi Maka basah dia akan airnya Banyak dia akan menulari Jenis sampah yang lain yang sebenarnya dan juga yang saat ini istrinya sangat seksi adalah menyumbangkan emisi gas rumah kaca Indonesia kertasnya cukup fenomenal TPA nya itu nomor 5 ranking dalam mengemiskan gas rumah kaca sedangkan sampah makanannya sebagai penyumbang sampah makanan terbesar kedua di dunia begitu sampah makanannya begitu ranking juga ranking 2 ada juga yang rangking 2 yang lainnya yang Bapak Ibu pernah dengar sampah plastik beberapa yang prinsipnya adalah banyak itu Padahal kalau kita kelola sebenarnya akan baik bagi kita emisi gas rumah kacanya jadi kita turunkan dan kalau kita punya budaya minim sampah tidak boros terhadap sampah makanan misalnya sampai tahun 2019 itu sampah makanan yang kita buang itu bisa menghidupi setiap 61 sampai 125 juta orang bayangkan bapak ibu borosnya kita menjadi orang yang tidak pandai bersyukur sampah makanan demikian dibuang jumlah padahal banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan nah oke itu kira-kira apa namanya pembukaannya panjang lebar ini teorinya pak gimana pak itu nanti baru aplikasinya seperti apa banyak buku terkait dan komposting yang tebel-tebel tapi kira-kira sederhana sepakat ya terkait dengan proses penguraian sampah organik oleh mikroorganisme dalam kondisi ada udara jadi produk kompos itu kan seperti itu ya kalau saya Bahasakan lebih lebih sederhana lagi seperti itu nah itu menggambarkan proses komposting dari sisi ilmunya gitu yang menjadi input yang menjadi bahan untuk dikomposkan ini kan sama organik Ya materi organik dimana kita buang ke lingkungannya tetapi bagi makhluk yang ada di alam makhluk makhluk ini adalah merupakan sumber kehidupan mereka ada karbohidratnya ini merupakan sumber kehidupan dia untuk berkembang biak untuk tumbuh dan sebagainya yang bagi kita ya udah jadi sampah tapi bagi mereka itu sumber kehidupan dia proses penguraian sama organik itu karena adalah mikroorganisme makhluk yang tidak bisa kita lihat dan mata telanjang itu ada bakteri kelompok bakteri ada kelompok artinomisia ada algae itulah mikroorganisme yang berperan dalam proses penguraian sampah organik tadi Nah dalam proses kompos aerobik Maksudnya apa Bukan maksudnya kita olahraga setiap pagi aerobik bukan tetapi aerobik artinya dia kondisi udaranya harus dicukupi kondisi oksigen karena makhluk hidup Ghaib ini mikroorganisme yang bekerja di proses pemuas pengomposan adalah mikroorganisme yang memang membutuhkan udara ada memang mikroorganisme yang tidak membutuhkan udara misalnya mikroorganisme yang dimanfaatkan dalam proses biogas dalam proses analisis itu tanpa udara itu tidak boleh ada udara malah itu tapi kalau yang ini harus ada udara itu bedanya gitu kemudian juga harus ada air sehingga sampah pun ketika kita olah dari kompos itu tidak boleh terlalu basah air karena air ini sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme seperti kita minum nah organisme pun Katakanlah Butuh minum itu seperti itu dia butuh udara seperti kita bernafas untuk oksigen [Musik] tentu ada air yang menguap Kemudian dari proses penguraian sampah organik menjadi kompos itu dominasi gas-gas yang dihasilkan adalah karbon dioksida karbon dioksida Ini kata kuncinya nah kemudian terurailah sampah organik itu menjadi kompos nah dalam prosesnya Bapak Ibu sekalian secara alamiah nih bukan cara dibuat-buat apa adanya dia muncul panas bapak dan ibu sekalian yang praktek di dalam kampus Saya yakin paham betul dan akan muncul panas-panas dan cukup tinggi bisa sampai 70 derajat Nah maka dalam tadi definisi produk kompos itu ter Apa kuncinya terpapar oleh panas panasnya bisa sampai 70 derajat selfieting terjadi dengan sendirinya proses reaksi biologis yang ada di dalam panas nah ini manfaatnya luar biasa prosesnya seperti kita mensterilkan ini bapak dan ibu sekalian makanan jadi terhadap mikroba mikroba yang berbahaya jadi ada semacam proses pasteurisasi mikroba patogen sekaligus jika suhu tinggi itu selain membunuh dan juga membantu pelapukan Maka kalau bapak dan ibu baca yang namanya standar komposting di berbagai negara yang sudah duluan maju dan kita ini menjadi hal penting juga panas yang dihasilkan misalnya kalau di Kanada harus mencapai 55 derajat Celcius selama berapa hari bisa selama 14 Hari kalau kompostingnya dengan sistem ditumpuk di luar atau selama 3 hari ketika dilakukan di dalam ruangan yang tertutup yang terkendali ini menjadi hal yang sangat penting nah pengeringan sampah inilah yang secara teoritis kemudian teman-teman yang bergerak di bidang pengeringan sampah dengan proses ini teorinya persis sama bapak dan ibu sekalian mikroba aerobik itu berkembang jadi ini poin-poin penting ada udara ada air ada panas yang muncul bagaimana kita mengendalikan proses ini dengan baik maka kita sampai di sini faktor-faktor yang mempengaruhinya Mari kita lihat Bapak dan Ibu sekalian kunci rahasia kompasting atau faktor-faktor kunci yang mempengaruhi proses pengomposan apa saja Bapak dan Ibu sekalian kalau bapak buku itu Ada banyak hal yang perlu kita perhatikan pertama ada kelembaban kadar air dari material sampah organik yang akan kita komposkan Kemudian yang kedua adalah aerasi pengudaraan nah pengudaraan dalam praktek komposting yang Bapak lakukan di lapangan itu kadang dengan cara diaduk ya dengan cara dibalik atau digulirkan kalau ditetes-tetes tidak ada kemudian ukuran tumpukan juga menjadi perhatian tumpukannya jangan terlalu kecil jangan terlalu besar ada dimensi baku yang yang perlu kita perhatikan kemudian kalau temperatur itu sebenarnya mengikuti apa namanya kondisi aktual ketika kita melakukan proses pengomposannya baik itu temperaturnya akan mempunyai pola profil tertentu nanti kita lihat kemudian keasaman pun demikian bapak dan ibu sekalian kalau kita sudah mengkondisikan dengan baik kelembabannya air asin akan mengikuti dengan sendirinya dan kemudian hal penting dalam proses komposting adalah komposisi karbo dan nitrogen bahan baku yang kita komposkan nah ini saya kasih huruf kecil dibandingkan dengan huruf besar yang di atas karena kita bicara sampah kotak ya Dimana sampah kota rata-rata umumnya saya lebih fokus pada kelembaban air ASI dan ukuran tumpukan kalau kita mau memuaskan sampah organik perkotaan dengan baik nah kemudian ketersediaan mikroba memang perlu kita nambah mikroba misalnya dengan aktivator atau nggak pun nggak apa-apa nanti kita bisa lihat dan juga ukurannya ukuran sampah organik yang mau kita kompos dan sebenarnya Apakah perlu dijajah atau enggak gitu Itu tergantung ukuran umum dari sampah organik kotak daun-daunnya sama makanan ini adalah kunci rahasia kalau kita berhasil mengendalikan ini maka proses pengomposannya akan berjalan dengan baik baik nah kelembaban misalnya Bapak dan Ibu sekalian lembaban gambar nih ya panah ke atas adalah proses kecepatan pengomposan panah ke samping adalah Saya ingin menggambarkan bagi Bapak dan Ibu sekalian para penggiat intinya adalah ada range kelembaban yang disukai oleh proses komposting adalah 40-60% yang optimal dalam proses pengomposan jangan terlalu rendah kadar airnya atau terlampau kering dan juga jangan basah kuyup gitu nggak bisa itu karena proses pengomposan itu butuh udara masuk Nah kalau dalam masuk untuk porositas yang bagus Kalau basah terganggu kalau kelompok kering sangat bagus tetapi air yang dibutuhkan oleh mikroorganisme Jadi kurang tinggal [Musik] kelembaban ini menjadi hal yang penting Bapak Ibu sekalian tidak boleh bahan bakunya terlampau kering tidak boleh terlalu basah ya cukup lembaga yang cukup panas gitu ya kalau seperti kalau kita memegang spons yang sudah kita peras airnya itu rasanya seperti itu kalau cukup itu atau kalau kita numpuk sampah ketika kita siram kemudian ada banyak air di lantainya itu artinya udah cukup jangan disiram lagi itu nanti terlambat itu kelembaban air ASI kebutuhan udara atau oksigen reaksinya adalah pengudaraan dengan tujuan menyediakan oksigen menyediakan udara dalam hal ini ada oksigen karena mikrobanya memang butuh itu untuk membantu reaksi kimia untuk membantu reaksi biokimia menguraikan sampah menjadi kompos ini gambarnya kira-kira seperti itu ya ada makhluk biasa dan material partikel organiknya harus ada udara terjadilah proses penguraian itu alami biasanya mengandalkan porsitas bapak dan ibu sekalian jadi memang harus poros ini ya materialnya harus boros Maka kalau tidak boros maka udara susah masuk itu nanti apa yang terjadi proses komposting yang selayaknya tidak berbohong jadi berbau gitu prosesnya berubah menjadi proses nah aerasi pengudaraan biasa kalau yang secara ini bisa dilakukan dengan injeksi blower dan pipa pipa yang berlubang atau dibantu dengan cara membalik yang biasa Bapak lakukan ditetes juga ini sangat penting dari kelembaban air ASI kemudian kalau yang temperatur ada ada pada saat-saat awal itu menanjak tajam sampai 70 derajat Celcius sampai 2 minggu bertahan di sekitar suhu itu 670 derajat Celcius kemudian turun secara gradual ini biasanya dikelompokkan oleh fase aktif dimana suhunya tinggi kemudian fase Pematang ketika seluruhnya mulai turun fase aktif inilah yang kemudian bisa membunuh bibit gulma membunuh bibit penyakit patogen sehingga komposnya yang kemudian juga fase aktif ini dimanfaatkan oleh teman-temannya bergerak pada proses Cilacap itu memanfaatkan kandungan menguap kalau airnya semakin sedikit makanya meningkat nah itu yang dimanfaatkan isinya untuk pengeringan maka Bapak Ibu sekalian ketika punya proses pengomposan profil temperaturnya tidak seperti ini ini bisa diduga proses pengomposannya nggak berjalan baik ini adalah tipikal profil dari naik turunnya temperatur pada proses pengomposan maka biasanya Bapak Ibu sekolah lain juga perlu temperatur alat-alat pengukur temperatur ya ada sebenarnya itu ada terjadi proses biologis disitu terjadi urutan dominansi senyawa jadi sampah makanan yang rantai panjang jadi rantai yang lebih pendek lagi biasanya nanti bersifat asam kemudian diurai kembali menjadi ke arah proses terjadinya mineralisasi itu menjadi netral kembali nah ini profilnya seperti ini kira-kira seperti ini pada proses pengomposan memang kemudian akan anjlok ph-nya ya karena terjadi proses pembentukan asam-asam organik ya tetapi nggak usah risol nanti dengan Indonesia alami akan meningkat menjadi formal zaman dulu itu kita risol kalau mengomongkan sampah maka ada penambahan kapur gitu dalam rangka mencegah terjadinya bebas ph-nya itu tapi ini sebenarnya tidak dilakukan pun itu secara alamiah itu seperti itu nah rasio karbonat nitrogen ini pentingnya penting penting kita pahami tapi kalau sampah kota sebenarnya maka kita udah akan berjalan dengan bagus itu nah tapi Secara teoritis ini penting karbon itu adalah seperti nasinya manusia sebagai energi bagi mikroorganisme sedangkan nitrogen yang optimal dalam proses komposting itu adalah ketika atau di rentang 20 sampai 40 itu di setiap sampah organik itu secara laboratories semuanya dihasilkan data seperti ini sampah buah-buahan misalnya kandungan 1,52% rasio karbona nitrogennya 34% gitu ada data seperti ini Nah kalau kita mendalami kompor yang lebih jauh kita perlu melihat nilai-nilai ini tapi untuk bapak-bapak praktis yang ada di lapangan Kalau mau mengomposkan sampah organik di tempatnya ya itu udah cukup optimal gitu kalaupun tidak cukup optimal itu kalau misalnya kita punya sampah makanannya tinggi kalau n-nya tinggi ketika dikelompokkan biasanya akan bermasalah gitu kemudian dia terlampau basah dan sebagainya ya ada trik-trik seperti itu ini rasio karbu dan nitrogen penting ya kalau karbonnya sangat tinggi proses komposisi nggak nggak jalan Pak susah jalannya misalnya kalau kita mengkompaskan sampah apa nih jenis limbah yang karbonnya tinggi katanya atau jerami itu sulit kita rendah Ya seperti kata kalau kotoran ayam dan sebagainya itu ketika diproses menjadi kompos yang terbuat dari besi rangka besi saya kadang-kadang menjadi korosif ya menjadi berkarat itu menjadi bolong-bolong karena terpapar oleh amonia misalnya kemudian ketersediaan mikroba Bapak dan Ibu sekalian presiden [Musik] ini yang kadang kadang menjadi kegelisahan para pengompos nih sehingga kemudian [Musik] mencoba mencari bibit mikroba ya yang dijual di pasaran misalnya mikroorganisme tetapi sebenarnya ketersediaan mikroba dalam sampah itu sudah berlimpah juga sudah beragam bapak dan ibu sekalian banyak ya dari kelas bakteri kalau kita perbesar dalam Microsoft ini seperti ini gambar-gambarnya mikroba ini sudah tersedia di alam sehingga Bapak Dari Ibu sekalian kalau misalnya sempat main ke tempat pengomposan di Belanda di Eropa di Jerman di Kanada di Australia itu ya memanfaatkan kondisi alamnya ini Dimana mereka nggak perlu-perlu lagi beli susah-susah aktivator misalnya untuk kemudian disiramkan maka bisa sampaikan secara ekstrim bahwa bio aktif atau kompos terhadap kompos Sepanjang Kita tadi sudah bagus ya air asinnya sudah bagus itu kondisi mikroba alamiah yang ada di dalamnya itu akan berlipat ganda tumbuh berkembang dengan sendirinya gitu banyak pernyataan dari para pakar kompor termasuk ini faktor golongan terhadap tadi berbagai aktivator itu nggak secara signifikan mempercepat proses dan secara signifikan meningkatkan kualitas kompos hanya buang-buang uang memang kondisinya seperti itu gitu sepanjang kondisi lingkungannya kita kita optimalkan maka mikrobak alami itu akan berkembang biak kemudian ukuran bahan baku Bapak dan Ibu sekalian yang namanya sampah organik kalau sampahnya panjang-panjang ukurannya besar tetapi kalau sampahnya ukurannya lebih bagus yang sampah kota itu pencatatan itu opsional kecuali yang mungkin ada ranting-rantingnya dan sebagainya antara daun dan ranting tapi kalau hanya daun-daunan kalau misalnya mau mengganggu proses itu Nah itu ukuran bahan baku kemudian ukuran tumpukan nih bapak dan ibu sekalian ya penting diperhatikan Jangan sampai kurangnya terlambat kecil jangan sampai ukuran yang optimal sih lebarnya bisa dua setengah meter sampai 3 meter panjangnya itu terserah mau 3 meter 4 meter 5 meter itu yang optimal ukuran ini dimensi ini cukup baik masih memungkinkan udara dari luar secara alami Ya itu bisa masuk ke dalam tumpukan seperti ini Sehingga proses pengomposan dibandingkan dengan tinggi orang bisa sampai 3 meteran ya harapannya biar biar lebih efisien ruang misalnya nggak bisa Pak Ibu sekalian ini karena nanti udara susah masuk gitu ketika udah rasa masuk ketersedia dan berkurang maka kemudian apa yang terjadi adalah nanti timbulnya bau bau busuk yang yang muncul gitu karena proses pengemasannya nggak berjalan berubah jadi proses pembusukan maka ukurannya nggak boleh terlalu gede ya kalaupun terlampau kecil juga sebaiknya dihindari karena ketika terlambat kecil suhu tadi suhu tinggi yang kita inginkan itu kadang cepet menguap dalam 3 hari Udah nggak mampu timbul suhu tinggi lagi karena proses ini itu mengakibatkan itu kemudian itu kira-kira bapak dan ibu sekalian Teorinya seperti itulah yang mempengaruhinya berapa menit lagi mbak Anisa kita baru sampai jam kurang lebih 22 menit lagi Pak Baik saya coba percepat itu teorinya itu bapak dan ibu sekalian lingkungan seluruh Indonesia kira-kira seperti itu Nah aplikasinya dalam proses dalam pengolahan sampah di perkotaan ini ada skala rumah tangga posisinya di mana Mari kita lihat [Musik] kalau kita main mainannya terhadap sampah makanan kita di sisi lain selain bisa dikompreskan dengan komposter kita bisa buat dari biogas kalau rumah tangga kita buat menerima Kita pakai sistem biopori atau kita mengolahnya nanti populer juga sekarang ya atau menjadi pupuk organik cair ya bisa bisa ditelepon kalau yang lainnya Bapak Ibu Pahamilah ya yang barang laku jual Ya udahlah disedekahkan ya bisa lewat bank sampah tidak akan sedekah sampah di masjid-masjid atau rumah ibadah atau dikasihkan ke pemulung yang lewat depan rumah kita atau petugas sampah yang mengangkut sampah di rumah kita nah yang residunya itulah yang kemudian cara praktis mengolah sampah organik di tingkat rumah tangga kemudian kalau di tingkat kawasan dilakukan di TPS 3R entah itu unit dari ruang sampah atau entah itu rumah pengomposan sampah yang bikin gitu lah kemudian sampahnya karena di sumbernya belum dipilah harus dipilah disitu posisi dimana ada juga yang dikombinasikan dengan biogas misalnya ada juga yang dikombinasikan juga dengan bsf ya kalau cacing cukup populer juga cukup potensial juga atau kemudian dijadikan pelet bahan bakar lewat samping dari yang anorganik ya yang seperti rumah tangga diantara berbagai macam teknologi yang lain baik yang organiknya Bagaimana kalau kota Padang sekalian agak ruwet ya k atau Kompas tipe tapi masih rendah nilai kalornya di rdf kan yang organik inilah kemudian yang bisa disantap oleh proses komposting di samping juga bisa dilakukan pengelolaannya pengolahannya dengan sistem biogas ini kira-kira posisinya ada di sini dalam skala besar tentunya juga melibatkan alat-alat berat lokasi yang luas kelembagaan yang profesional dan sebagai nya kalau kita lihat tadi komposting itu kan ada di banyak di beberapa skala ya Ada skala rumah tangga sekarang kota kalau rumah tangga ini kita Indonesia juga punya pesta yang cukup lengkap kemudian kompor demikian juga ya ada rumah kompos kita juga punya pengalaman panjang di Indonesia gitu ya Nah untuk yang skala kota pun demikian juga ini kita punya pengalaman panjang juga yang sekolah-sekala besar itu ya yang seperti bank di berbagai kota dan saat ini juga ada yang baru dibangun katanya operasinya masih masih perlu ditingkatkan jadi kita sebenarnya sudah sudah cukup cukup lengkap itu banyak pengalaman kita misalnya pengelolaan sampah skala rumah tangga nih waktunya juga terbatas ya ada yang dengan sistem sistem aerobik yang yang sesuai dengan dengan teori dari kompetisi adalah yang lain juga disebut sebagai komposter ya Misalnya di sini ini misalnya dibuat tidak boleh ada udara masuk di sana yang hasilnya Biasanya berupa pupuk cair atau Eco enzim ini bisa dilakukan kita-kita di rumah nih bapak dan ibu sekalian mungkin juga melakukannya ya atau komposter semi aerobik bapak dan ibu sekalian ya ini juga di beberapa tempat kita menjumpai ini dari kantong apa namanya satu untuk menampung cairannya ya yang di luar negeri contohnya Ini biasanya memang dijaga sekali tidak boleh terlalu basah kemudian ada ada tambahan komposnya ya prosesnya memang nantinya tidak berbau dan tidak berbelatung ini beberapa contoh komposter yang ada di masyarakat kita dan yang sebelah kanan ini adalah yang secara komersial di banyak negara Indonesia ada yang produk luar negeri ada juga yang komposter sama kebun khusus ya dibuat khusus ya bisa dengan perawatan sederhana kotak bambu kotak kayu ya [Musik] ini bagi teman-teman yang bergerak di TPS pasti paham betul ya bahwa di dalamnya ada banyak proses Tambah data kemudian sampah dipilah dan dijajah kemudian setelah itu dibuat tumpukan kemudian difermentasi selama masa selama satu bulan atau satu setengah bulan misalnya baru kemudian dipanen komposnya dan yang umum dilakukan Indonesia adalah bergulir ini yang memang hasil kajian kami selama bertahun-tahun terhadap sistem pengomposan yang ada di Indonesia mulai dari pengiriman sampah pemilahan ya pencacahan sampai penuh kan Ya ini proses yang terjadi yang harus dilakukan karena biasanya sampah belum terpilah dari sumbernya akan sangat baik kalau sama sudah terpilih misalnya yang masuk kemudian proses komposting sehingga nggak perlu proses gitu Nah kalau yang ukuran besar dicatat sekalian setelah itu baru ditumpuk dengan dimensi ukuran tumpukan yang seperti yang saya sampaikan dan kemudian pada prosesnya itu bapak dan ibu sekalian itu harus ada proses pembalikan kalau dilakukan secara manual ditetes 3 air seperti itu maka harus dibalik dibikin tumpukan baru dan juga kalau kelompok kering disiram tapi kelembaban kan sangat berpengaruh dalam proses pengko ser nah ini biasanya dalam proses pengomposan nanti terjadi reduksi volume dari katakan 4 titik nanti tinggal satu titik itu jadi ada proses pembalikan pergiliran untuk aerasi proses penyiraman untuk kelembaban beban terkendali Nah setelah itu baru dipanen panen biasanya kompos yang sudah matang warnanya sudah seperti tanah baunya juga bukan bau busuk bau sampah kemudian sudah hancur ketika ditumpuknya nggak akan panas lagi itu ciri-ciri kompos matang itu biasanya 4-6 Minggu secara alami dipercepat agak susah sih secara alamiahnya ya ini tipikalnya seperti itu 4-6 setelah itu Matang baru kemudian dikemas kemudian dijual nah pengalaman Indonesia sistem composting yang ada di skala kawasan itu ada yang seperti ini seperti yang dulu pada saat kami di menerapkan di banyak kota Ya ada juga sistem dengan bak seperti ini ini teman-teman di Semarang ya di beberapa kota menggunakan Nah kalau ini juga ada ini Ini antik juga nih khas khas kota Malang seperti bentuk tahu seperti ini jadi prinsipnya sama sebenarnya penumpukannya itu ada yang terbuka seperti ini ada yang dicetak seperti ini ada juga yang di dalam bak itu bagaimana yang skala besar Bapak Ibu sekalian kalau besar itu kita juga sebenarnya punya pengalaman kalau yang skala besar itu bisa dilakukan di dalam ruangan yang ruang besar yang tertutup atau di dalam ruang terbuka kalau di dalam ruang besar yang tertutup ini seperti ini ya Ada bak besar kontainer-kontainer besar tetapi tetap ini harus ada udaranya sehingga ada suplai udara di dalamnya atau dalam tromol komposter yang besar ya jadi dia berputar ada sampah menjadi umum digunakan di banyak negara maju kalau yang yang non facial yang terbuka ini seperti ini Ya seperti yang dilakukan proses bio drying misalnya dengan Kalau di luar dengan sistem penutup ya kalau di dalam ruangan sih sebenarnya nggak perlu ditutup karena nggak kena hujan nggak kena panas terbuka saja gitu nah kemudian yang yang lainnya adalah dengan sistem di dalam bak yang memanjang itu atau dengan sistem window ini yang skala besar nah kemudian di Indonesia ini yang sekarang Posting yang secara prinsip sama tetapi alat-alat yang digunakan berbeda-beda [Musik] sudah dibangun oleh pupr misalnya dengan baik karena berjalannya proses ini biasanya bukan karena teknologinya tapi karena kelembagaannya karena pembiayaannya karena sampahnya yang masih nyampur-campur dan sebagainya tapi secara teknologi bisa dibuat menjadi berbagai produk Oh iya tadi udah saya sampaikan bapak dan ibu sekalian di rumah dengan kompos di skala kawasan dengan tadi cara-cara manual yang seperti dilakukan di TPS lahannya demikian luas juga terkait dengan kapasitas olahnya kemudian holenya juga besar-besar ya kemudian komposnya sendiri untuk yang skala kawasan atau skala kota ini sebenarnya kita buat menjadi produk lain yang yang mungkin nilainya lebih baik juga kita punya pengalaman itu di Indonesia ya Indonesia punya pengalaman yang cukup baik membuat pupuk organik atau ada juga yang mengembangkan jadi ekstrak ya daerahnya disebut sebagai kompos yang kemudian disiramkan hutan untuk penyiraman daun tanaman yang sangat bagus manfaatnya terhadap upaya untuk mengurangi penyakit tanaman dan juga meningkatkan kesuburan tanah itu nah kemudian ini terakhir ini saya sampaikan bahwa pengalaman panjang Indonesia itu terhadap proses pengomposan itu cukup baik baik dari sisi sainsnya baik dari sisi yang skalatis ya Mulai dari skala rumah tangga skala besar ini seolah-olah saat ini ya karena sama organik itu nyaris sekarang ini sebenarnya nggak punya nilai gitu ketika dibilang nggak ada yang beli nggak seperti Katakanlah sampah plastik botol misalnya sampah logam ya Sehingga banyak teman-teman kita karena dikejar dia harus menghidupi dirinya sendiri Makanya fokusnya adalah Ya udah ditelantarkan begitu saja ini yang mestinya menjadi perhatian pemerintah juga karena apa karena kalau sama organiknya sudah ditangani sudah dipilah dan ditangani bebas penyakit menular produksi ini material daur ulang yang kita inginkan juga akan menjadi relatif bersih ya karena tidak terkotori oleh sampah makanan kemudian pengolahan sampahnya dengan proses thermal ya kalau ada sampah makanan di dalamnya akan sangat terganggu hal ini dikombinasikan dan pengolahan sampah organik akan lebih baik lagi gitu kemudian emisi emisi gas rumah kaca dan juga secara apa lebih kalau kita tarik lebih umum lagi ini menjaga siklus material organik jadi produk yang bernilai nah jika program pengolahan sampah organik ini akan digalakkan ini sebenarnya secara ide itu bisa dilakukan regulasi yang saya bilang ekstrim kurang I dan cegah atau larang sampah organik masih TPA karena sampah organik tadi berkontribusi besar terhadap pemanasan global kita nomor 5 kaca kemudian kita kan sekarang didorong untuk pembangunan rendah karbon ya tidak ditangani kemudian juga ada wacana tahun 2030 atau 2020 lagi maka ini starting Point yang yang cukup baik sebenarnya bagi kita untuk melakukan itu dan ini akan mendorong upaya Milah sampah di Sumber dan mengolah sampah organik ini dengan program pembangunan kita [Musik] kemudian Jika komposisi sampah kota dikalahkan maka standar kompos itu karena kita tahu kualitas kompos yang berbahan bagus sampah kota itu juga kalau kita tidak secara ketat melakukannya itu bisa bisa bisa berbahaya bagi nanti penggunaan di lahan pertanian pakai itu harus diterapkan jadi komposnya memang bebas dari dari pencemar ya kemudian berkualitas bagus ini acuan dan satu lagi perlu standardisasi composting ini Indonesia belum punya itu kalau kita lihat di negara-negara yang standar kompasnya itu mereka sudah punya sehingga itu menjamin bagi konsumen itu ke jaminan bahwa kompostingnya yang dilakukan sudah selesai standar produknya pun demikian juga nah kemudian hal lainnya jika komposting maka kompos pasar kompos juga harus dibangun sekarang rata-rata tidak dilakukan dengan baik pasarnya itu masih Cemara masih susah itu kita lihat sudah saya menjadi peneliti kompos yang ke puluhan tahun itu di titik ini yang yang tidak dikondisikan pasarnya Padahal kita punya lahan pertanian yang luas kemudian lahan pertanian kita itu semakin miskin Hara perlu supply ini perlu dibangun Dan intinya Inter kementerian apa antar Kementerian antar departemen lhk dan sebagainya perlu dibangun seperti kita membangun atmosfer atau ekosistem ketika kita membangun sistem pengelolaan sampah menjadi energi listrik itu kan dibangun semuanya dari pasarnya dari regulasinya dari lembaganya dan sebagainya ini perlu gitu karena bahan baku kompos atau juga pengolahan sampah organik yang lain itu mendominasi jumlah sampah kita 60-50% adalah sampah organik komposkan atau dengan cara yang lain itu waduh Udah udah udah cukup cukup senang kita karena sampah tidak kemudian Misalnya ini yang digunakan di taman kota misalnya ya kemudian juga di reklamasi lahan kritis misalnya atau Kemudian untuk pencegahan error dilarang ya dan biasanya yang yang sebagai kesimpulan karena waktunya sudah habis penutup ya sebenarnya bapak dan ibu sekalian para pengliat lingkungan pecinta pengolahan sampah Indonesia itu sudah punya modal yang kuat dalam pemahaman sains dan perjalanan panjang praktek komposting sama organik perkota mulai dari yang skalanya rumah tangga kota komposting dan pengolahan sama organik lainnya biogas bsf ya atau penjemunisasi jadi rdf gitu ya perlu menjadi bagian utama dalam program pengolahan sampah kota dalam rangka meningkatkan kualitas pengolahan sampah ya sistem bio ekonomi circular ya siklus material organik reduksi emisi ke RK kesepakatan tapi sekarang masih di anak tirikan kemudian pelaksanaan program komposisi yang masih itu memerlukan dukungan kebijakan dan regulasi kemudian standar kualitas kompor dan proses kompos demikian juga untuk pengolahan sampah organik yang lain perlu juga seperti itu ada kebijakan dan regulasi yang mendukung ada standardisasi yang baik sehingga konsumen itu terlindungi dan juga ada pembentukan pasarnya panjang sebenarnya Tapi saya percepat tadi karena saya ingin menyampaikan pada bapak dan ibu sekalian lebih lebih apa namanya lebih terintegrasi baik demikian mudah-mudahan bapak dan ibu sekalian tidak capek mendengar apa yang saya sampaikan terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh baik itu tadi penyampaian materi dari pemateri kita hari ini yaitu bapak Wahyono yang sangat luar biasa sekali ya Bapak Ibu sekalian bakal dilihat-lihat juga ternyata sudah ada banyak sekali nih pak pertanyaan dari bapak ibu peserta webinar di kolom chat tapi sebelumnya saya ingin menginformasikan terlebih dahulu kepada para peserta yang mungkin menginginkan materi pada webinar kita hari pada hari ini dan belum sempat request materi itu bisa request materi terlebih dahulu melalui Link yang telah admin kami kirimkan di kolom Chat Zoom ya Bapak Ibu sekalian Kemudian untuk acara selanjutnya sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu untuk sesi foto bersama kita kali ini saya akan membantu oleh admin silahkan admin Apakah suara saya terdengar dengan jelas untuk fosilnya seperti ini ya 1 2 3 Baik terima kasih Ya baik terima kasih untuk admin yang sudah membantu saya foto bersama kita pada hari ini Kemudian untuk selanjutnya kami juga ingin meminta persediaan Bapak Ibu sekalian untuk mengisi kuesioner yang linknya juga sudah dishare di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya lebih baik lagi jadi Bapak Ibu sekalian bisa memberikan saran dan masukannya di link kuesioner tersebut Kemudian untuk acara selanjutnya yaitu kita masuk ke sesi tanya jawab dan di sini kami juga sudah bantu untuk merangkumkan pertanyaan dari Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu Tuliskan di kolom chat dulu Ya baik untuk bapak Wahyuna Mungkin saya akan membacakan pertanyaannya terlebih dahulu kemudian bisa langsung dijawab begitu ya Pak Ya baik mbak Anisa silahkan untuk pertanyaan pertama ada dari bapak masalah free Iskandar ada dua pertanyaan nih pak yang pertama Bagaimana cara manajemen lingkungan atau gang rumah agar tertarik untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan seperti komposting Kemudian yang kedua Bagaimana caranya agar Kompas yang dihasilkan bisa menjadi nilai ekonomis sehingga harapannya bisa menarik minat masyarakat Bagaimana sih cara mengajak orang pertama kita ikutan komposting gitu ya Ini masalahnya seperti kita mengajak pengelolaan sampah yang lainnya [Musik] Biasanya sih pasti kalau di lokasi itu belum dihadapkan pada masalah sampah itu pasti ada ada pionirnya pionir yang Katakanlah di sini yang mengolah sampah daun-daunnya mengolah sampah makanannya menjadi komposnya dulu kalau nggak ada contohnya kemudian nggak nggak ada Trigger untuk mengelola sampah sendiri agak-agak susah gitu karena kecenderungan kita adalah Ya udah kita sudah bayar sampah Ya udah dibuang diangkut oleh petugas itu Tapi kalau ada Trigger tadi kita harus mengelola sampahnya sendiri karena masalah penanganan masalah pengangkutan sampah yang yang Kadang sulit di lokasi itu kalau nggak cukup kesadaran akan lingkungan seperti bapak-bapak yang ada di sini dan saya yakin karena memang Trigger yang harus kenapa harus dia lakukan itu nggak ada itu bahkan kalau sudah sudah sudah sudah sadar itu dengan tadinya akan mencobanya sendiri walaupun gak ada masalah di lokasi dia tempat tinggal misalnya itu nah Biasanya sih memang harus ada orang yang sudah melakukan itu dulu di situ nah kemudian lewat ketika kita bermain ke rumah dia itu kita nanya banyak ya Bagaimana sih kok sampah makanan sampah daun itu kemudian bisa jadi pupuk yang Bapak pakai itu seperti apa ya Terus ternyata tanamannya yang baik untuk kemudian bisa orang lain untuk menirunya gitu kalau di komunitas-komunitas kolam sama yang sudah cukup baik itu sih akan lebih gampang mengenalkannya ini loh sebenarnya cara mengkomposkan sampah dengan cara yang sederhana yang kemudian dipakai untuk tanaman Kemudian yang kedua yang kedua adalah kalau misalnya kita mengkomposerkan sampah di yang skalanya rumah tangga tiap-tiap rumah tangga itu melakukan itu sebenarnya nggak sampai Skala yang kemudian bisa dijual itu cukup habis untuk dipakai sendiri untuk tanaman bunga sendiri itu tanaman mungkin buah-buahan sendiri itu sudah habis itu nggak tersisa gitu dan biasanya yang menjadi masalah adalah ketika kita mengkompression skalanya lebih luas itu yang yang perlu dibangun ekosistemnya gitu tadi karena pasar sampah pasar kompos itu saat ini masih sulit para petani kita masih masih masih dengan sistem pertanian modern sekarang ini ya kalau zaman dulu kakek nenek kita kan menggunakan mengembalikan mata logam ini entah itu kotoran pernahnya ya atau komposnya ke dalam situ pertanyaan Kalau sekarang nggak gitu dan masih menjadi budaya sekarang gitu di umumnya pada umumnya sehingga pasar kompos itu menjadi belum terbentuk Kemudian dari sisi standari saat ini juga masih masih lemah ya perlu dibuat juga standar kompos yang ter upgrade kemudian ya Banyak sih pembiayaan dari sisi pemilahan Sampah juga sebaiknya harus dilakukan di sumbernya jadi untuk rumah tangga produk kompos Biasanya sih habis sendiri tetapi untuk yang skala kota itu perlu dibangun ekosistem ayaan pasar dan sebagainya Ya baik Semoga menjawab pertanyaan masalah Bapak makalah free ya kemudian mungkin kita selanjutnya lanjut ke Pertanyaan selanjutnya ini ada pertanyaan dari ibu Deka Wardani izin bertanya mengenai manajemen sampah organik skala pesantren dan Boarding School beserta alternatif metode compostingnya yang efektif untuk skala besar 400 sampai 500 orang gitu mungkin bisa langsung ditutup Iya makasih Bu yang cukup Saya kenal juga Pesantren Boarding School kemudian penghuninya adalah tentu anak-anak yang belajar di sana Dan juga para guru ya di sana Ini skalanya bukan sekolah besar kalau kita kategorikan tadi ada sekolah rumah tangga segala kawasan sekarang skala besar ini ada skala kawasan saya bilang seperti itulah untuk sebuah lokasi Pesantren atau Boarding School gitu kemudian manajemennya Seperti apa ini memang harus harus dibentuk dibentuk apa kesepakatan dulu ya diantara penghuni-penghuni sekolah itu ya pimpinan Pondok Pesantren Dan dan yang lainnya dibentuk kesepakatan bahwa kita mesti mengolah sampah nih Olah sampahnya tentunya harus terpadu dan di dalamnya ada proses pengolahan sampah organik dulu gitu kemudian kelembagaannya itu harus dibentuk juga disusun program-program ya programnya mungkin ya awal-awal Nggak nggak harus yang yang butuh ya pemilahan sampah organik dengan sampah anorganik katakan seperti itu nanti ditingkatkan lagi Kemudian memang pembiayaan juga harus disiapkan terkait secara sama prasarananya ya tempat sampah yang terpilah kemudian pengumpulannya fasilitas untuk mengolahnya dari sisi finansial dari sisi kelembagaan Kemudian dari sisi edukasi juga perlu juga tidak lelah lelahnya untuk melakukan bapak dan ibu guru yang ada di sana Saya yakin sih Terima kasih Mbak kemudian kita langsung lanjut saja ya Pak ke Pertanyaan selanjutnya ini ada pertanyaan dari Ibu Rahma Dewi ada dua pertanyaan nih pak yang pertama Apakah kompos bisa memperbaiki unsur tanah yang sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun terpapar pestisida jika bisa apakah bisa dalam waktu cepat Kemudian yang kedua yaitu edukasi seperti apa yang tepat untuk masyarakat perkotaan agar peduli akan sampah tidak hanya sekelompok orang Apakah pernah Bapak melakukan penelitian akan hal tersebut begitu pertama tanah sudah tercemar pestisida ini juga sangat tergantung dari jenis pestisida yang mencemari tanah jadi terurainya pestisida secara alami di tanah itu kan macam-macam Ya ada yang cepat ada yang lambat gitu ya kemudian kalau kita pakai kompos terkait dengan paparan pestisida tersebut itu gimana nih gitu ya kalau riset kompos sepanjang saya tahu terkait dengan perbaikan tanah akibat terpapar pestisida sih rasanya belum belum pernah dilakukan yang pernah dilakukan itu Mirip sebenarnya tidak atas nama kompos tetapi atas nama bioremediasi gitu ya Jadi tanah yang terpapal pestisida itu kemudian di tangan ini ditangani dengan cara Biasanya kalau secara alamiah ya dengan persis semuanya persis dengan prinsip-prinsip komposting itu ya ada proses aerasi di sana ada proses penambahan material mikroba yang yang yang positif di sana biasanya dengan kompos kemudian diteliti Apakah terinduksi pestisidanya tapi secara umum dan secara logis Saya yakin sih dengan penambahan unsur apa dengan penemuan kompos yang yang konsisten itu kan memperbaiki kesehatan tanah ya termasuk juga akan mempercepat proses penguraian pestisida itu menjadi lebih lebih dari senyawa yang tidak tidak berbahaya bagi lingkungan tapi secara persisnya saya belum tahu Kemudian yang kedua edukasi seperti apa yang tepat untuk masyarakat peduli akan sampah tidak hanya sekelompok orang Apakah hal tersebut Seperti yang saya sampaikan ke keluarga ini ketika kemudian kita mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan wabil khusus terhadap sampah misalnya ya itu perlu perlu perlu tidak bisa dilakukan dalam dalam satu atau dua tahun untuk Butuh Waktu itu bisa diawali dengan tadi apa namanya sosialisasi kemudian mengajak mereka misal ke tempat-tempat pengolahan sampah yang sudah cukup bagus kalau diajak ke tempat olah yang sudah cukup bagus mereka akan tertarik itu gitu tapi ketertarik kita itupun ada nggak cukup kalau nggak nggak didorong oleh tadi keinginan itu kalau nggak ingin udah cukup udah muncul itu yang yang kita kita kita bina terus keinginan itu agak agak agak konsisten itu ya untuk kemudian biasanya memang harus harus dilakukan secara bersama-sama ya Katakanlah dengan mengelola secara bersama pengolahan sampah di RT atau RW nya itu nah dari situ temen-temen yang belum peduli akan akan tertarik untuk untuk melakukan bersama-sama jadi memang harus harus ada championnya sih ya harus ada tokoh kuncinya itu yang melakukan itu naik toko kuncinya itu yang kemudian bisa menarik gerbong dari yang tadinya tidak peduli gitu biasanya seperti itu sih dari pengalaman-pengalaman yang ada di banyak kota ya harus ada championsnya ya Yang yang dia melakukannya sepenuh hati dan akhirnya menjadi contoh bagi warga atau tetangga di sekitarnya demikian kita langsung lanjut aja nih pak ke Pertanyaan selanjutnya ini ada dari Kak evano selain pakai enzim Apakah ada cara lain untuk mengatasi bau pada kompos dan mengapa kompos menjadi seperti lumpur kemudian ada pertanyaan serupa juga dari bapak Heri Supriyanto yaitu Bagaimana cara mengatasi bau sampah organik ketika proses pengomposan salah satu indikator bahwa proses pengomposannya tidak berjalan adalah bau jadi bapak dan ibu sekalian kalau komposin sampah entah itu kompos ter entah itu di TPS 3R atau yang skalanya skala kota besar kemudian bau itu artinya proses pengobatan juga berjalan mikroba mikroba yang sifatnya aerobik itu kehidupannya diganti kalau mikroorganisme yang tidak perlu udara tidak perlu oksigen sifat karakter dari mikroorganisme yang hidupnya tidak memerlukan oksigen adalah menghasilkan bau ketika menguraikan sampah itu itu tetapi kalau mikroorganisme kompos yang dominan bekerja di situ itu relatif tidak mengajukan bau busuk karena gas-gas yang dihasilkan didominasi oleh gas CO2 gitu bukan gas-gas yang berbau sehingga kalau berbau itu artinya berjalan itu bisa disebabkan oleh misalnya sampahnya terlalu basah ini kan sampai seperti lumpur itu itu yang namanya proses air asin nggak berjalan ya kemudian telah membasahkan tadi ada banyak parameter itu kan kelembaban udara Nah kalau ini yang terjadi sebaiknya sih cara gampangnya yang yang sudah kondisi seperti ini kalau kalau Pak evano itu punya produk kompos yang sudah jadi campurkan saja produk kompos ke dalam yang tadi seperti lumpur itu sehingga campurkan dalam merata ya adalah satu banding 1 atau dibanyakin juga komposnya ya nanti akan akan terjaga dengan sendirinya kalaupun kalau mau pakai pakai tadi Eco enzim juga tetap biasanya akan ada masalah bau kalau prosesnya memang masih tidak berlangsung aerobik gitu kemudian Pak Heri bahwa kemungkinan adalah terlampau basah dia umumnya itu umumnya trauma basah sehingga proses airnya nggak berjalan dengan baik kemudian mikroba yang tumbuh adalah mikroba yang menimbulkan bau gitu cara praktisnya ya campur kan dengan material yang lebih kering sehingga kelembabannya itu cukup Gitu kelembaban yang cukup itu seberapa sih Seperti apa sih bagi teman-teman yang ditetesikan tahu itu jadi seperti kita memegang spon yang yang sudah diperas airnya itu kelembabannya bagus tetapi kalau kemudian kita ambil material itu kita kita remas dari sela-sela jari kita ini masih muncul ngalir air itu lampu bahasa itu Nah kalau kelompok kering kadang kalau kita remas itu ketika kita buka genggaman kita itu seperti butiran pasir langsung langsung terdedah gitu jadi cara praktisnya sih tapi sebenarnya kalau kita sudah biasa mengomposisi itu akan tahu gitu secara visual pun akan tahu kalau cara laboratories memang ya ya bagus sih tapi tapi itu kan perlu biaya dan sebagainya karena bau karena itu tadi Biasanya karena terlalu basah jadi problem solvingnya ya biasanya kompos misalnya paling bagus kompos atau materialnya [Musik] Pak Heri Supriyanto kemudian kita langsung lanjut saja ke Pertanyaan selanjutnya ini ada Bapak dari bapak Heri Purwanto Apakah ada perbedaan antara kompos dan bio kompos jika ada Mana yang lebih baik kandungan zat aktifnya diantara keduanya kadang sebuah produk itu dibuat nama macam-macam itu ada biopompa ada Green compose ada organik yang dimaksud mungkin nama dagang itu ya nama Dagang kalau kompos Maksudnya yang produk Seperti apa ya tapi kalau saya saya prediksi ini sebenarnya kita harus hati-hati juga karena kadang banyak produk yang dijual itu nggak melalui proses komposting yang seperti yang saya sampaikan tadi Kadang hanya dijemur dijemur udah kering dicampur dengan apa namanya kemudian [Musik] itu itu yang memang perlu perlu standarisasi itu adalah proses itu kita belum punya Indonesia itu yang ada adalah standar produk komposnya fisik komposnya itu belum ada standarisasi kalau di negara-negara yang sudah maju itu sangat ketat standarisasi terhadap proses komposisinya demikian Mbak Anisa terima mungkin kita langsung lanjut ke Pertanyaan selanjutnya ini ada pertanyaan dari ibu metode mengompol seperti apa yang baik untuk diterapkan pada sekolah yang unsur coklatnya lebih banyak dibandingkan dengan unsur hijau seperti itu bapak Oh iya tadi juga nggak paham Apa itu coklat hijau Nah kalau kita punya kebun ketika daun jatuh udah coklat itu kan udah kan udah jatuh secara alami dan coklat itu tetapi kalau kita pangkas-pangkas sih daunnya rumput-rumput yang masih hijau ya nanti memang punya karakter kandungan karbon dan nitrogen yang berbeda kalau sampah kebun kita sudah berwarna coklat itu sudah sedikit kandungan nitrogennya n-nya itu relatif tinggi dibandingkan karbon kandungan karbonnya itu nah kembali pada proses kompostingnya harus pas kan Nah cara praktisnya sih cara praktisnya kalau kita mengkomposkan sampah di sekolah seperti itu atau di rumah di kebun kita seperti itu itu cara praktisnya sih satu banding 1 gitu volume ya sampah daun yang cepat tadi 1 sampai daun yang atau rumput yang masih hijau campur kan saja Nah itu dari pengalaman udah ada cukup bagus untuk kemudian melalui proses komposting komposting itu jadi satu banding 1 di sini udah cukup coklat dan hijau itu demikian kita langsung lanjut saja ke Pertanyaan selanjutnya ini ada pertanyaan lagi dari ibu Wita pengomposan skala kota membutuhkan fasilitas dan peralatan yang cukup tinggi serta kebutuhan SDM yang tidak sedikit juga sedangkan demand kompos organik sendiri sangat sulit didapati apalagi di dalam kuantitas besar Apakah ada info atau saran Pak Bagaimana cara agar pengelolaan sampah organik dengan metode komposting ini bisa sustainable minimal cost operasional dapat tercover dari produk yang dihasilkan satu bahwa mengolah sampah itu butuh biaya apalagi kalau yang diolah adalah yang skala kota dan skala besar apapun itu entah itu kompos Nah kalau kemudian investor masuk atau ada pihak-pihak yang mengolah itu masuk Tentu juga harus ada pembiayaan dari pemerintah setempat itu itu kemudian pembiayaannya berapa itu nanti tergantung teknologi yang diterapkan kalau kompos itu pembayaran sampahnya sehingga kalau itu punya konsisten seperti yang yang yang dibina sekarang ini terhadap pengolahan sampah menjadi energi listrik maka si pengelola sampah dari kompos itu juga harus mendapatkan biaya layanan pengolahan sampahnya dari pemerintah setempat Kemudian yang kedua harus dibangun tadi yang sudah saya sampaikan tadi dibangun nah ini perlu perlu dibangun pasar komposnya kalau nggak ada pasarnya ya tidak bisa nanti produknya tidak terserap seperti yang saat ini dialami juga pada Project terkait dengan RDS karena kualitasnya maka di lebih rendah Padahal tadinya mau beli tinggi misalnya juga harus dibangun itu dari sisi finansial pasarnya ada dibangun kemudian regulasi kelembagaan dan sebagainya gitu ini memang pekerjaan-pekerjaan yang panjang itu seperti halnya tadi yang sebagai contoh pemerintah akan fokus pada tadi kan sampah organik yang notabene itu 50-60% juga digituin gitu ya ada program seperti itu dikalahkan seperti itu jadi program khusus gitu karena tadi di akhir-akhir saya sampaikan cukup banyak ketika sampah organik terhadap program pembangunan lokal nasional maupun secara global kita bisa bicara panjang lebar sih kita ya mungkin seperti itu dulu Ya baik kemudian mungkin satu pertanyaan terakhir ya Pak ini ada pertanyaan dari Bundo yusrita pertanyaannya Saya seorang ibu rumah tangga yang setiap hari menghasilkan sampah organik dari sisa makanan dan sampah sisa sayuran saya membuat lobang biopori untuk membuat sampah tersebut Apakah melalui lubang biopori sudah bisa dibilang proses komposisi Saya juga tidak mau memperketat apa istilah komposting ini komposting Ini bukan gitu ya tetapi dalam kondisi kita disumber sampah itu bunda yusrita dan juga kita di rumah Mbak Anisa di rumah ayo kita mengolah sampah gitu termasuk sampah makanan kita gitu sampah makanan kita bisa diolah di rumah kita dengan berbagai macam cara dikomposkan misalnya dengan komposter di bioporikan ujung-ujungnya juga dapat kompos di biogaskan dapat energi dapat pupuk cair atau dibuat menjadi itu tuh pupuk cair atau kadang kalau punya ayam sampah makanan kita yang perlu kita kita lakukan termasuk oleh yang Alhamdulillah sangat praktis dari pengalaman kami sangat praktis sangat mudah tinggal cemplung istilahnya kita nggak perlu kita nggak perlu selektif terhadap sampah yang harus dimasukkan ke dalamnya apapun yang mau pulang sebelahnya lagi tutup bikin lubang belut sebelahnya lagi nah Ketika suatu saat nanti lubang yang awal itu bisa dipangan jadi lubang biopori lagi kita dapat kompos kita bisa menghasilkan material baru gitu jadi demikian sih Bunda saya sudah melakukan sampah makanannya [Musik] baik itu tadi pertanyaan dari ibu yuslita sekaligus menjadi pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab kita pada hari ini saya ucapkan terima kasih untuk Bapak Wahyono yang telah membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan sekaligus sharing bersama Bapak Ibu dari peserta webinar kemudian Terima kasih juga kepada Bapak Ibu sekalian yang sudah aktif bertanya dan mohon maaf apabila ada pertanyaan yang belum terjawab karena memang waktu kita yang sangat terbatas karya baik seperti janji saya di awal tadi saya juga sudah mengantongi ini nama-nama pemenang yang beruntung pada pagi hari ini untuk mendapatkan door price special dari kami ini berikut adalah nama-nama pemenang door prize yang beruntung untuk mendapatkan doorprise dari kami Selamat untuk bunda yusrita terus ada ibu Rahmadewi dan bapak Heri Purwanto bagi pemenang silahkan menghubungi CP di bawah untuk melakukan konfirmasi selamat Ya baik kita sudah sampai di akhir acara nih Bapak Ibu sekalian dan Alhamdulillah hari ini kita sudah belajar banyak sekali mengenai teknologi komposting sampah organik perkotaan skala pengolahan di tingkat rumah tangga wawasan dan skala kota dalam konteks teoritis dan aplikatif yang disampaikan oleh pemateri kita pada hari ini yaitu bapak dokter Sri Wahyono ssims banyak sekali ilmu yang kita dapatkan pada saat penyampaian materi yang disampaikan oleh pemateri kita hari ini semoga ilmu-ilmu tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua gitu ya Bapak Ibu sekalian baik Selain itu kami juga ingin mengingatkan kepada Bapak Ibu sekalian untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah dishare di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi dan Sekali lagi saya juga izin Mengingatkan untuk Bapak Ibu sekalian yang mungkin menginginkan materi sekali sertifikat dan kemarin mungkin belum sempat request itu dapat mengisi Link yang juga sudah dikirimkan admin kami di kolom udara kemudian terakhir saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemateri kita hari ini yaitu bapak dokter Sri wahyuyono s.s imsi yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi dan sharing materi bersama kami pada pagi hari ini lalu saya juga mengucapkan terima kasih pada bapak dokter hijrah bernama Putra SMA melakukan founder dari butik daur ulang Project B Indonesia sekaligus sekretaris jurusan program studi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia dan juga tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada panitia dan juga peserta yang telah berkontribusi dan sangat antusias sekali selama webinar ini berlangsung Semoga kita semua masih bisa bertemu di binaraga selanjutnya Setelah libur lebaran Idul Adha begitu ya bapak ibu moderator memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama acara ini mungkin terdapat kesalahan kata ataupun perbuat kayak Anisa luwana pamit undur diri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh