Transcript
RKpRDxWCtJk • TEKNOLOGI KOMPOSTING SAMPAH ORGANIK PERKOTAAN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0052_RKpRDxWCtJk.txt
Kind: captions
Language: id
23 ini baik pertama-tama mungkin
perkenalkan saya Anisa Wana selaku eksis
sekaligus moderator yang akan memandu
jalan
nya acara Bina kita pada pagi hari ini
Apabila kita pada hari ini mengusung
tema teknologi composting sampah organik
perkotaan skala pengelolaan di tingkat
rumah tangga kawasan dan skala kota
dalam konteks teoritis dan aplikatif
yang akan disampaikan oleh pemateri kita
pada hari ini yaitu bapak Dr Sri Wahyono
SSI MSI dari badan riset dan inovasi
nasional menarik sekali ya Bapak Ibu
sekalian acara webinar kita pada pagi
hari ini
acara ini diselenggarakan oleh butik
daur ulang Project by Indonesia yang
bekerjasama dengan Universitas Islam
Indonesia baik selanjutnya bapak ibu
hadirin yang terhormat Izinkan saya
mengucapkan selamat datang dan
memberikan salam hormat saya kepada
pemateri kita pada hari ini yaitu bapak
dokter Sri Wahyono SSI MSI lalu kepada
bapak dokter hijrah Purnama Putra SMA
selaku founders
sekaligus sekretaris juga kepada bapak
ibu
ketahui Dinar pada hari yang berbahagia
ini sebelum masuk ke materi webinar kita
saya mohon izin Mengingatkan untuk Bapak
Ibu sekalian untuk dapat
mengisi daftar hadir atau presensi pilih
yang telah admin kami kirimkan di kolom
chat kemudian Dengan hormat saya juga
meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian
untuk
menonaktifkan microphone selama kegiatan
ini berlangsung supaya kita semua dapat
menikmati materi yang disampaikan dengan
baik baik selanjutnya sebelum kita masuk
ke acara kita yaitu penyampaian materi
Mari kita dengarkan terlebih dahulu
penyampaian sambutan pepatah dua patah
kata dari bapak dokter hijrah bernama
Putra SMA selaku fondan dari butik daur
ulang Project Indonesia sekaligus
sekretaris jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia
Baik Terima kasih Mbak Anisa
mudah-mudahan suara saya sudah terdengar
dengan jelas ya oke
Bismillahirohmanirohim Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh bismillah
alhamdulillah
Assalamualaikum
tentunya Selamat pagi Bapak Ibu yang
kami hormati salam sejahtera untuk kita
semuanya
puji syukur tentunya kita panjatkan dari
Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena salah
satunya adalah karena nikmat sehat dan
semangat semuanya untuk ikut belajar
pada kesempatan hari ini
yang kami hormati
dokter Sri Wahyono
Terima kasih sekali atas waktu yang
diberikan di tahun ini ini adalah kali
di tahun ini tahun sebelumnya sudah
pernah juga Pak
Wahyono untuk mengisi kegiatan kita
di webinar gitu ya Nah kali ini kita
akan bicara tentang terkait dengan
teknologi composting sampah organik
skala perkotaan walaupun dalam judul
nanti kita akan bicara tentang skala
pengelolaan di rumah tangga kawasan dan
skala besar di skala kota karena ragam
peserta juga cukup
ringnya cukup besar ada yang mahasiswa
ada yang praktisi gitu ada kelompok
pengelola sampah Mandiri di masyarakat
dan juga ada mungkin juga ada akademisi
kemudian ada ASN di daerah ini melihat
sebuah kepentingan besar dalam
pengelolaan saham mudah-mudahan dengan
semangat kita ikut dalam berbagai macam
aktivitas pembelajaran kayak gitu
webinar kemudian
workshop secara offline dan seterusnya
dapat meningkatkan semangat kita untuk
mengelola sampah
berbagai macam lokasi baik yang kita
bisa mulai dari rumah kita masing-masing
ataupun di Skala yang lebih besar skala
kawasan maupun skala kota sesuai dengan
pekerjaan atau bidang kerja kita
masing-masing tentunya satu bidang kerja
tidak bisa menguasai semuanya begitu
mungkin kami dari mewakili dari jurusan
Teknik Lingkungan
mungkin aktif dalam bidang
penelitian
pengajaran dan seterusnya tapi Bapak Ibu
yang ada di lapangan aktif dalam bidang
aplikasi di lapangan dan ditambah dari
brand Pak Wahyono yang banyak sekali
pengalaman
yang sudah diterapkan baik dalam bentuk
teori yang dihasilkan dari publikasi
publik publikasi Kemudian dari buku-buku
ya dan juga aktivitas lapangan yang kami
yakin pak Sri sudah sangat pengalaman di
berbagai macam wilayah di Indonesia
mudah-mudahan pada kesempatan hari ini
kita semuanya dapat mengikuti kegiatan
ini dengan baik dan tidak ada kendala
apapun terutama sinyal gitu dapat
diikuti tapi jangan khawatir teman-teman
sudah menyiapkan seri live juga di
YouTube yang nanti bisa diulang-ulang
kembali sesuai dengan kebutuhan kita
masing-masing sekali lagi terima kasih
Bapak Ibu atas partisipasi aktifnya di
setiap kegiatan webinar yang dilakukan
oleh butik daur ulang Project di
Indonesia yang selalu disupport nih oleh
jurusan Teknik Lingkungan Universitas
Islam Indonesia yang berlokasi di
Yogyakarta mudah-mudahan acara pada
kesempatan hari ini dapat membawa
manfaat bagi kita semuanya Dan ini
menjadi sebuah tanda pengelolaan sampah
di Indonesia semakin baik dan semakin
baik lagi kami mohon maaf dari panitia
jika banyak hal yang tidak berkenan atau
masih hal banyak hal yang kurang-kurang
dalam pelaksanaan kegiatan hari ini
mudah-mudahan kita bisa tinggikan dalam
kegiatan berikutnya yaitu saja yang bisa
kami sampaikan terima kasih wabillahi
taufik wal hidayah wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
dan sekaligus membuka acara pada pagi
hari ini Baik Bapak Ibu sekalian kami
dari panitia juga melakukan live
streaming seperti yang sudah disampaikan
oleh Bapak hijrah tadi melalui YouTube
channel kami yaitu di Indonesia jadi
semisal selama acara webinar ini
berlangsung mungkin ada Bapak Ibu
sekalian yang terkendala di dalam Zoom
itu tidak perlu khawatir karena Bapak
Ibu juga tetap bisa mengikuti webinar
ini melalui YouTube channel kami yaitu
di Project by Indonesia
kemudian seperti biasanya Nih Bapak Ibu
sekalian hari ini kami juga menyiapkan
berbagai macam spesial untuk Bapak Ibu
sekalian yang beruntung
dorpes ini diberikan berdasarkan tiga
pertanyaan terbaik dan buat Story
Instagram terunik selama lebih dari ini
berlangsung
untuk pemenang 3 pertanyaan terbaik akan
kami umumkan di akhir acara Sedangkan
untuk pemenang akan kami umumkan
langsung melalui DM Instagram Nah jadi
bagi Bapak Ibu sekalian yang mungkin
memiliki pertanyaan nih selama webinar
ini berlangsung itu dapat langsung
memberikan pertanyaannya melalui kolom
chat dengan format nama kemudian
pertanyaan yang ingin ditanyakan dan
nanti akan kami pilih 3 penanya terbaik
untuk memenangkan spesial dari kami
lalu kemudian
untuk Story Instagram Bapak Ibu sekalian
dapat membuat Story semenarik mungkin
dan jangan lupa tag Instagram kami di
@project
tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi oleh pemateri kita
pada hari ini tapi sebelum itu Mari kita
lihat terlebih dahulu CV dari pemateri
kita pada pagi hari ini
[Musik]
Ya baik itu tadi sekilas mengenai
pemateri kita pada hari ini
selanjutnya Mungkin saya akan menyapa
materi kita terlebih dahulu
Assalamualaikum selamat pagi Bapak
Wahyono
Waalaikumsalam Mbak Anesia Selamat pagi
juga sehat manis
dalam keadaan bugar Mbak mudah-mudahan
Mbak Anisa dan yang ada di sini semua
selalu sehat dan benar
Mungkin kita langsung saja untuk mulai
penyampaian materi begitu ya Pak ya
untuk penyampaian materinya waktunya
kurang lebih sampai sekitar jam 10.30
begitu ya Pak Baik tanpa berlama-lama
lagi langsung saja tempat dan layar kami
persilahkan
Baik terima kasih
bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Salam sehat Salam sehat salam Lestari
bagi Bapak dan ibu-ibu di seluruh
penjuru Indonesia ini saya yakin datang
dari berbagai wilayah di Indonesia
mudah-mudahan Bapak Ibu sekalian selalu
dalam keadaan bugar sehat tentunya ini
adalah nikmat yang luar biasa yang harus
kita jaga terus
baik bapak-bapak dan ibu-ibu
lingkungan sampah
pokoknya orang-orang Hebat nih yang ada
di sini saya yakin saya mulai Bapak dan
Ibu sekalian saya izin Share screen
sudah terlihat Mbak Anisa ya
Halo Ma Annisa sudah terlihat tayangan
saya sudah ya baik
mudah-mudahan suara saya bisa lancar
didengar oleh Bapak dan Ibu sekalian
soalnya
tayangan Mbak Anisa tadi
rada bermasalah di sini Saya tinggal di
Bogor bapak dan ibu sekalian baik
baik
dan Bapak dan Ibu sekalian di seluruh
Indonesia kita mulai saja
tema yang disampaikan dalam
webbinar ini adalah teknologi composting
sampah organik perkotaan
dari sini tadi disampaikan oleh Pak
hijrah bahwa bapak dan ibu sekalian itu
rentang
itu luas sekali ada yang praktisi ada
yang pemerhati kemudian juga dari
akademisi
Jadi saya coba membawakannya agak lebih
populer bapak dan ibu sekalian tidak
terlampau akademis
nah isi paparan yang akan saya sampaikan
itu yang pertama adalah
definisi dan manfaat kompos dan kompos
ini jangan-jangan
belum belum belum
memahami betul
walaupun kesehariannya itu bergerak apa
di bidang komposting misalnya tetapi apa
sih sebenarnya definisi komposting dan
apa sih definisi kompos nanti kita kita
gaji bersama Bapak dan Ibu sekalian
Kemudian yang kedua adalah
posisi teknologi komposting dalam
pengelolaan sampah kota di polwan sampah
kota apa badan ini sekalian kita tahu di
sana banyak sekali teknologi yang bisa
diterapkan nah Posisinya itu di mana
Nanti kita lihat demikian juga
posisi teknologi komposting terhadap
pengelolaan sampah organik
ternyata
pengolahan sampah organik teknologinya
juga sangat beragam nanti kita lihat
posisinya ada di mana komposting itu Dan
kemudian
ini pasti sudah bapak dan ibu pahami
dampak sampah organik jika tidak
dikelola saya Coba refresh nanti dan
selanjutnya karena
di judul itu ada teorinya kemudian juga
ada aplikasinya maka saya coba
menyampaikan teori terkait dengan
komposting dan faktor-faktor apa yang
menjadi kunci dari kegiatan proses
komposting
Kemudian dari sana Bapak dan Ibu
sekarang setelah kita pahami sedikit
teorinya nanti kita coba masuk ke
aplikasi praktis ya
baik yang di segala rumah tangga
baik yang skalanya kawasan
dan baik yang skalanya kota
kita beruntung bapak dan ibu sekalian
Indonesia sebenarnya punya sejarah
panjang terhadap penerapan teknologi
komposting
sehingga
kalau kita bicara teknologi komposting
di berbagai skala itu semuanya ada di
kita Bapak dan Ibu sekalian
dan kemudian
seandainya nih kita berandai-andai
teknologi komposting atau teknologi
pengolahan sampah organik itu menjadi
program Nasional
hal-hal apa yang perlu dilakukan
nah kira-kira seperti itu bapak dan ibu
sekalian
konten atau isi dari diskusi atau
paparan atau apapun namanya dalam
webinar ini
Baik Ibu Bapak sekalian penggiat
lingkungan
definisi komposting dan kompos
Menurut bapak dan ibu sekalian
definisi komposting apa sih
kalau kita
baca berbagai literatur yang terkait
dengan komposting ada
kata-kata kunci di sana Mari kita lihat
adalah
jadi komposting itu
bisa hadir dari bahasa Inggris
komposting pakai C Biasanya kalau dalam
bahasa Inggris
adalah proses dekomposisi material
organik secara biologis
dalam kondisi aerobik terkendali menjadi
produk stabil seperti kompos
ini adalah bapak dan ibu sekalian
definisi yang disepakati oleh para ahli
oleh para pakar
yang dimaksud
dekomposisi itu apa
dekomposisi adalah penguraian dari yang
senyawanya kompleks menjadi sederhana
misalnya protein lemak
karbohidrat itu kan senyawa kompleks
bapak dan ibu sekalian itu kemudian
diuraikan menjadi senyawa yang lebih
sederhana menjadi
gula dan sebagainya protein menjadi asam
amino dan sebagainya
nah dekomposisi terhadap apa pepadan Ibu
sekalian penguraian terhadap apa
penguraiannya adalah terhadap materi
organik di perlu dilihat materi organik
Kalau kita bicara di sini adalah sampah
organik adalah materi yang berasal dari
benda hidup baik tumbuhan binatang
manusia jadi proses penguraiannya adalah
material organik
secara biologis
seperti paham yang
secara biologis artinya disini Bapak
Dannis kalian penguraian itu dilakukan
oleh
makhluk hidup yang kasat mata yang tidak
terlihat jadi penguraian sampah organik
oleh mikroba disebutnya Biasanya seperti
itu
secara aerobik Maksudnya apa cara
aerobik Bapak sekalian aerobik adalah
dalam kondisi ada udara dalam kondisi
ada oksigen
menjadi apa menjadi humus-humus itu
tanah hutan bapak dan ibu sekalian ya
jadi dari sampah 4 sampah organik tadi
tambah makanan
diubah menjadi materi seperti humus oleh
siapa oleh
mikroba jasad renik dalam kondisi apa
dalam kondisi harus ada udara
Nah itu dalam
kondisi ada udara
jadi
kira-kira seperti itulah bapak dan ibu
sekalian pemahaman terkait dengan Apa
itu komposting proses pengolah
penguraian sampah organik oleh
mikroba dalam kondisi ada udara yang
terkendali menjadi produk kompos
dari proses komposting
terproduksi lah kompos kalau kompos
didefinisikan seperti itu secara umum
Tetapi kalau secara khusus definisinya
adalah sebagai berikut komponen
materi organik atau sampah organik
secara biologis yang telah tersanitas
kata kunci penting tersanitasi melalui
panas yang dihasilkan sendiri
jadi produk ini mengalami proses
sanitasi karena ada panas yang timbul
ketika
proses komposisi dilakukan
dan stabil dan distabilkan hingga
bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman jadi
produk kompos itu udah mengalami
sanitasi dia stabil ketika dipakai
menjadi pupuk dan bermanfaat bagi
tanaman jadi kira-kira begitu Bapak dan
Ibu sekalian
memposting dan produk kompos
kalau kita bicara kompos
Seberapa pentingnya itu maka bisa kita
lihat dari manfaat kompos dan proses
komposting itu sendiri bapak-bapak dan
ibu-ibu sekalian
begitu banyak manfaat kompos bisa kita
lihat di sini
pertama dia mengandung berbagai material
organik
berupa unsur hara dan penting yang
dibutuhkan oleh biota tanah dan tanaman
jadi di dalam kompos itu mengandung
berbagai macam material organik sekalian
ada unsur hara ada mineral yang itu
tidak dimiliki oleh kupu-kupu kimia gitu
Ini ada di kampus kemudian di dalam
kompos itu sendiri juga
mengandung banyak mikroorganisme positif
yang baik untuk tanah dan tanaman jadi
kalau kita pakai kompos maka akan
meningkat jumlah dan juga keanekaragaman
mikroorganisme yang baik untuk kesuburan
tanah
dan kemudian kompor juga mampu
meningkatkan
daya serap air
kemudian dia mampu menahan air sehingga
kondisi tanah menjadi lebih lembab
kemudian lebih gampang ketika ada air
hujan itu air hujan Masuk ke tanah tidak
tidak mengalir diperlukan tapi langsung
bisa diserap dan porositasnya juga bagus
aerasi tanah sendiri bagus
dengan kondisi seperti itu
tekstur dan struktur tanah juga akan
menjadi gembur bapak dan ibu sekalian
kemudian bisa menstabilkan pH dan juga
ketika itu diterapkan secara baik juga
akan mengefisienkan penambahan pupuk
kimia jadi bapak dan ibu sekalian ini
adalah manfaat kompos yang sungguh luar
biasa dimana tanah menjadi gembur tanah
menjadi sehat sehingga tidak salah kalau
kemudian kompos itu disebut sebagai soil
conditioner sebagai pembenah tanah
sebagai penggembur tanah kira-kira
seperti itu
kalau dibandingkan dengan pupuk kimia
ini keistimewaannya jadi memang dia
mampu menyehatkan tanah menggemburkan
tanah kalau tanah sehat tanah gembur
airnya juga gampang
dan dia mampu memegang air dengan cukup
bagus
sehingga tanahnya cukup baik dan untuk
tanaman bapak dan ibu sekalian tetapi
memang kalau disandingkan dengan kerupuk
kimia dalam hal kandungan NPK nya ya
kalah jauh gitu
sehingga lebih cocok sebenarnya kompos
itu disebut sebagai soil conditional itu
manfaat dari produk komposisi sendiri
Bapak dan Ibu sekalian jadi di sini
kalau kita lihat diagramnya Bagaimana
dengan komposting itu sendiri Bapak dan
Ibu sekalian Iya ketika kita lakukan
pengolahan sampah organik sampah daun
sampah makanan itu menjadi kompos
kemudian kompos itu diaplikasikan ke
lahan pertanian maka yang terjadi adalah
siklus
organik kompos ini dan ini tentu akan
menjaga keseimbangan alam
dari tanah maka kembali ke tanah itu
mungkin jagoan yang pas untuk kompos ya
dari tanah Muncul tanaman-tanaman itu
menghasilkan limbah ketika dikonsumsi
oleh manusia sama organik kemudian
sampah organik tanah dan tanah itu
kemudian dimanfaatkan untuk sistem
pertanian menumbuhkan kembali
tanaman-tanaman pangan kita
jadi ini menjalankan siklus alami bapak
dan ibu sekalian Lain halnya kalau
kemudian sampah organiknya itu kemudian
tidak dikomposkan maka tidak kembali ke
tanah tanahnya akan akan semakin
berkurang kemampuan kesuburannya gitu
karena diambil terus patriol-material
yang penyubur dengan tanah maka itu
sebenarnya harus dikembalikan lagi
material yang tersisa dari sampah
organik yang berasal dari tanah itu
dikembalikan lagi
dari tanah kembali ke tanah dan sekarang
juga menjadi cukup perhatian Global
bahwa dengan proses komposting juga
mengurangi emisi gas rumah kaca
meningkatkan serapan karbon memperbaiki
kegiatan tanah tadi mengurangi hilangnya
tanah jadi mencegah erosi juga dan juga
meningkatkan ilustrasi dan menyimpan air
seperti yang saya sampaikan inilah
manfaat luar biasa dari kompos dan
proses komposting yang bapak ibu
mungkin lakukan baik di rumah maupun
nah lanjut Bapak Dannis kalian moga-moga
waktunya
posisi komposting
dalam pengolahan sampah perkotaan ini
dia kan gini Pak ceritanya Ibu Bapak
sekalian
dalam pengolahan sampah yang modern
Kita sebenarnya mengklasifikasikan
sampah itu umumnya menjadi 4 pertama
adalah sampak ya sampah yang bisa didaur
ulang atau layak daur ulang botol
misalnya gelas PP logam kertas karton
dan sebagainya misalnya seperti itu
kemudian sampah organik atau biowave
sampah makanan juga sampah kebun sampah
yang kedua
kemudian
kelompok yang ketiga adalah sampah yang
dapat Dibakar Yang kompatibel dia punya
nilai kalor yang baik untuk kemudian
ditangani dengan cara
sistem thermal misalnya
dan kemudian kategori yang klasifikasi
yang keempat adalah sampah yang sulit
terurai
tidak dapat dibakar juga cenderung tidak
dapat dibakar
berbagai jenis beling misalnya sisa
bangunan misalnya
posisi dari komposting dalam ruangan
sampah kotak itu ada di sini
sampahnya yang diolah adalah sampah
organik bisa sampah makanan Bisa sampah
daun-daunan
asalnya bisa berasal dari rumah tangga
dari pasar dari restoran dan sebagainya
nah posisinya adalah
biologis berbasis biologis di sini ada
kompos
bsf Ya seperti yang Bapak Ibu kenal
kalau daur ulang sama daur ulang ya
masuk industri daur ulang lewat
teknologi daur ulang kalau sampah yang
Kompas timbul itu Ya maksudnya
jadi petanya ini Demikian
dari sampah Maaf
dari sampah kota harus ada teknologi
pembelahan Kalau tidak ada pemilahan
nggak bisa diolah Bapak dan Ibu sekalian
ketika dipilah maka kemudian
terkelompokkanlah sampah layak daur
ulang sampah organik sampah obat tidur
sampah yang sulit terurit dan tidak
Kompas itu yang kemudian di sebelah
kanannya itu bapak ibu lihat sekarang
itu adalah teknologi ini posisinya
adalah
saya coba sambung lagi
itu dalam posisi pengolahan sampah kota
Bagaimana posisi teknologi komposting
yang kita bicarakan pada pagi hingga
siang hari ini dalam pengolahan sampah
organik
ini posisinya di mana Mari kita lihat
nah komposting atau pengomposan itu ada
yang di dalam wadah tertutup tapi ada
pengudaraan di sana atau di ruang
terbuka produknya adalah kompos
kemudian biogas atau
itu ada yang sistem basah ada yang City
print ya produknya Biasanya berupa
biogas energi
jadi yang namanya sampah organik itu
sangat beragam bisa masuk ke komposting
bisa ke masuk sistem biogas bisa juga
diolah dengan
konversi biomassa bapak dan ibu sekalian
Bapak Ibu sekalian pernah mendengar
produk biomassa cacing atau yang
sekarang yang populer adalah budidaya
bsf misalnya kita hasilkan maggot
misalnya ya ini adalah sumber protein
di tahun 97
populer sekarang Yoga sudah cukup lama
kemudian bisa juga menjadi pakan ternak
langsung
atau bisa dipeletkan dulu gitu dari
sampah makanan biasanya kemudian juga
ada konversi secara kimiawi
atau kemudian kita dengar sekarang
istilah pianisasi gitu ya sampah organik
kemudian
diproses demikian lupa dengan punya
nilai kalor yang bau bagus Nah ini lewat
proses bio drying menjadi
rdf menjadi pelet bahan bakar organik
yang punya nilai kalor yang cukup untuk
kemudian dimanfaatkan atau secara
termahal dengan teknologi hidroter
masing-masing teknologi ini bapak dan
ibu sekalian juga spesifik
jenis sama organik yang diolah secara
umum kan jenis sama organik
dan juga sampah kebun ya itu spesifik
kalau sebagai Animal Fit misalnya
nah kemudian kompos misalnya kompos ini
bisa keduanya bisa yang sampah
sama makanan Nah kalau
gas yang biasa kita praktekkan di
Indonesia adalah sistemnya when yang
inputnya adalah sampah makanan bukan
sampah kebun misalnya jadi ini spesifik
masing-masing nanya Dan inilah posisi
teknologi pengolahan sampah organik di
dalamnya ada komposting saya berharap
bapak ibu tahu peta itu dan tidak ada
satupun teknologi yang paling unggul Ibu
Bapak dan Ibu Bapak sekalian
dan kekurangannya
kemudian sampah organik
Menurut data
itu sampah organik kalau di diagram
bukan dalam sistem ke indonesiaan itu
ada sampah kebun sampah makanan dan
Sampah Taman
sekitar
39,7% dan kemudian sampah kebun sampah
Taman sedang belas persen jadi jumlah
yang cukup banyak kalau kita konversikan
per jumlah Perintis Indonesia
sampah organiknya itu
sekitar
34,3 juta ton per tahun kita
menghasilkan itu
kemudian sama makanannya itu sekitar
25,4 juta ton sampah tamannya
itu sekitar 10,9 juta
cukup banyak
akibatnya apa kalau kemudian tidak
dikelola Bapak dan Ibu sekalian
kita lihat
praktis yang namanya sampah organik
terutama sampah makanan itu gampang
sekali busuk
menimbulkan bau ya yang menyengat
hidung kalau melewati tumpukan sampah
makanan karena berbau karena disitu
dihasilkan gas-gas yang berbau pada gas
hidrogen
sampah makanan kemudian
karena sampah makanan adalah sumber
disana ada protein
karbohidrat ini adalah sumber makanan
baik bagi makhluk lain sehingga dia
senang di situ berkembang biak di situ
biasanya yang ada di situ adalah
hewan serangga yang bisa menularkan
penyakit lalat misalnya tikus nyamuk
kucing liar dan sebagainya
kemudian juga air yang keluar di sampah
itu juga bisa mencemari tanah dan
perairan kita karena mengandung
senyawa-senyawa pencemar berbahaya dan
kemudian tentu
ketika sampah makanan
itu bercampur dengan sampah lainnya
sungguh akan mengotori sampah-sampah
yang biasa
didaur ulang
sampah plastik sampah
makanan itu ya udah kotor gitu
nah kemudian juga
nilai-nilai kadar airnya
tinggi Maka basah dia akan airnya Banyak
dia akan menulari Jenis sampah yang lain
yang sebenarnya
dan juga yang saat ini istrinya sangat
seksi adalah menyumbangkan emisi gas
rumah kaca
Indonesia
kertasnya
cukup fenomenal
TPA nya itu nomor 5
ranking dalam mengemiskan gas rumah kaca
sedangkan sampah makanannya
sebagai penyumbang sampah makanan
terbesar kedua di dunia
begitu sampah makanannya begitu
ranking juga
ranking 2 ada juga yang rangking 2 yang
lainnya yang Bapak Ibu pernah dengar
sampah plastik
beberapa yang prinsipnya adalah banyak
itu
Padahal kalau kita kelola sebenarnya
akan
baik bagi kita
emisi gas rumah kacanya jadi kita
turunkan dan kalau kita punya budaya
minim sampah tidak boros terhadap sampah
makanan misalnya
sampai tahun 2019 itu sampah makanan
yang kita buang itu bisa menghidupi
setiap 61 sampai 125 juta orang
bayangkan bapak ibu
borosnya kita menjadi orang yang
tidak pandai bersyukur sampah makanan
demikian dibuang jumlah
padahal banyak saudara-saudara kita yang
membutuhkan
nah oke itu kira-kira apa namanya
pembukaannya panjang lebar
ini teorinya pak gimana pak itu nanti
baru aplikasinya seperti apa
banyak buku terkait dan komposting yang
tebel-tebel
tapi kira-kira sederhana
sepakat ya terkait dengan
proses penguraian
sampah organik
oleh mikroorganisme dalam kondisi ada
udara jadi produk kompos itu kan seperti
itu ya kalau saya Bahasakan lebih lebih
sederhana lagi seperti itu nah
itu menggambarkan
proses komposting dari sisi
ilmunya gitu
yang menjadi input yang menjadi bahan
untuk dikomposkan ini kan sama organik
Ya materi organik dimana kita buang ke
lingkungannya tetapi bagi makhluk yang
ada di alam makhluk makhluk
ini adalah merupakan sumber kehidupan
mereka ada karbohidratnya
ini
merupakan sumber kehidupan dia untuk
berkembang biak untuk tumbuh dan
sebagainya yang bagi kita ya udah jadi
sampah tapi bagi mereka itu sumber
kehidupan dia
proses penguraian sama organik itu
karena
adalah
mikroorganisme makhluk
yang tidak bisa kita lihat dan mata
telanjang itu ada bakteri kelompok
bakteri ada kelompok artinomisia
ada algae
itulah mikroorganisme yang berperan
dalam proses penguraian sampah organik
tadi Nah dalam proses kompos
aerobik Maksudnya apa Bukan maksudnya
kita olahraga setiap pagi aerobik bukan
tetapi
aerobik artinya dia
kondisi udaranya harus dicukupi
kondisi oksigen
karena
makhluk hidup Ghaib ini mikroorganisme
yang bekerja di proses pemuas
pengomposan adalah
mikroorganisme yang memang membutuhkan
udara
ada memang
mikroorganisme yang tidak membutuhkan
udara misalnya mikroorganisme yang
dimanfaatkan dalam proses biogas dalam
proses analisis itu tanpa udara itu
tidak boleh ada udara malah itu tapi
kalau yang ini harus ada udara itu
bedanya gitu
kemudian juga harus ada air sehingga
sampah pun ketika kita
olah dari kompos itu tidak boleh terlalu
basah
air karena air ini sangat dibutuhkan
oleh mikroorganisme seperti kita minum
nah organisme pun Katakanlah Butuh minum
itu seperti itu dia butuh udara seperti
kita bernafas untuk oksigen
[Musik]
tentu ada air yang menguap Kemudian dari
proses penguraian sampah organik menjadi
kompos itu dominasi gas-gas yang
dihasilkan adalah karbon dioksida
karbon dioksida Ini kata kuncinya
nah kemudian
terurailah sampah organik itu menjadi
kompos
nah dalam prosesnya Bapak Ibu sekalian
secara alamiah nih bukan cara
dibuat-buat apa adanya dia muncul panas
bapak dan ibu sekalian yang praktek di
dalam kampus Saya yakin paham betul dan
akan muncul panas-panas dan cukup tinggi
bisa sampai 70 derajat
Nah maka dalam tadi definisi produk
kompos itu ter Apa kuncinya
terpapar oleh panas panasnya bisa sampai
70 derajat
selfieting terjadi dengan sendirinya
proses reaksi biologis yang ada di dalam
panas nah ini manfaatnya luar biasa
prosesnya seperti kita mensterilkan ini
bapak dan ibu sekalian makanan jadi
terhadap mikroba mikroba yang berbahaya
jadi ada
semacam proses pasteurisasi
mikroba patogen sekaligus jika suhu
tinggi itu selain membunuh
dan juga membantu pelapukan Maka kalau
bapak dan ibu baca yang namanya standar
komposting di berbagai negara yang sudah
duluan maju dan kita ini menjadi hal
penting juga panas yang dihasilkan
misalnya kalau di Kanada harus mencapai
55 derajat Celcius
selama berapa hari bisa selama 14 Hari
kalau kompostingnya dengan sistem
ditumpuk di luar
atau selama 3 hari ketika dilakukan di
dalam ruangan yang tertutup yang
terkendali ini menjadi hal yang sangat
penting
nah pengeringan sampah inilah yang
secara teoritis kemudian teman-teman
yang bergerak di bidang pengeringan
sampah dengan proses
ini teorinya persis sama bapak dan ibu
sekalian
mikroba aerobik itu berkembang
jadi ini poin-poin penting
ada udara ada air ada panas yang muncul
bagaimana kita mengendalikan proses ini
dengan baik
maka kita sampai di sini
faktor-faktor yang mempengaruhinya Mari
kita lihat Bapak dan Ibu sekalian
kunci rahasia kompasting atau
faktor-faktor kunci yang mempengaruhi
proses pengomposan apa saja Bapak dan
Ibu sekalian kalau bapak buku
itu Ada banyak hal yang perlu kita
perhatikan
pertama ada
kelembaban
kadar air dari material sampah organik
yang akan kita komposkan
Kemudian yang kedua adalah
aerasi pengudaraan
nah pengudaraan dalam praktek komposting
yang Bapak lakukan di lapangan itu
kadang dengan cara diaduk ya dengan cara
dibalik atau digulirkan kalau
ditetes-tetes tidak ada
kemudian ukuran tumpukan
juga menjadi perhatian tumpukannya
jangan terlalu kecil jangan terlalu
besar ada dimensi
baku yang yang perlu kita perhatikan
kemudian kalau temperatur
itu sebenarnya mengikuti apa namanya
kondisi aktual ketika kita melakukan
proses
pengomposannya baik itu temperaturnya
akan mempunyai pola profil tertentu
nanti kita lihat kemudian keasaman pun
demikian bapak dan ibu sekalian kalau
kita sudah mengkondisikan dengan baik
kelembabannya air asin
akan mengikuti dengan sendirinya
dan kemudian
hal penting dalam proses komposting
adalah komposisi karbo dan nitrogen
bahan baku yang kita komposkan nah ini
saya kasih huruf kecil dibandingkan
dengan huruf besar yang di atas karena
kita bicara sampah kotak ya Dimana
sampah kota rata-rata umumnya
saya lebih fokus pada kelembaban air ASI
dan ukuran tumpukan kalau kita mau
memuaskan sampah organik perkotaan
dengan baik
nah kemudian ketersediaan mikroba memang
perlu kita nambah mikroba misalnya
dengan aktivator atau nggak pun nggak
apa-apa nanti kita bisa lihat
dan juga ukurannya ukuran
sampah organik yang mau kita kompos dan
sebenarnya
Apakah perlu dijajah
atau enggak gitu Itu tergantung ukuran
umum dari sampah organik kotak
daun-daunnya sama makanan ini adalah
kunci rahasia kalau kita berhasil
mengendalikan ini maka proses
pengomposannya akan berjalan dengan baik
baik nah
kelembaban misalnya Bapak dan Ibu
sekalian
lembaban
gambar nih ya
panah ke atas adalah proses kecepatan
pengomposan panah ke samping adalah
Saya ingin menggambarkan bagi Bapak dan
Ibu sekalian para penggiat
intinya adalah
ada
range kelembaban yang disukai oleh
proses komposting
adalah
40-60% yang optimal dalam proses
pengomposan jangan terlalu rendah kadar
airnya atau terlampau kering dan juga
jangan basah kuyup gitu nggak bisa itu
karena proses pengomposan itu butuh
udara masuk Nah kalau dalam masuk untuk
porositas yang bagus Kalau basah
terganggu
kalau kelompok kering
sangat bagus tetapi
air yang dibutuhkan oleh mikroorganisme
Jadi kurang tinggal
[Musik]
kelembaban ini menjadi hal yang penting
Bapak Ibu sekalian tidak boleh bahan
bakunya terlampau kering tidak boleh
terlalu basah ya cukup lembaga yang
cukup panas gitu ya kalau seperti kalau
kita memegang spons yang sudah kita
peras airnya itu rasanya seperti itu
kalau cukup itu atau kalau kita
numpuk sampah ketika kita siram
kemudian ada banyak air di lantainya itu
artinya udah cukup jangan disiram lagi
itu nanti terlambat
itu kelembaban air ASI kebutuhan udara
atau oksigen
reaksinya adalah pengudaraan dengan
tujuan menyediakan oksigen menyediakan
udara dalam hal ini ada oksigen karena
mikrobanya memang butuh itu untuk
membantu reaksi kimia untuk membantu
reaksi biokimia menguraikan sampah
menjadi kompos
ini gambarnya kira-kira seperti itu ya
ada makhluk biasa
dan material partikel organiknya harus
ada udara
terjadilah proses penguraian itu
alami biasanya mengandalkan porsitas
bapak dan ibu sekalian jadi memang harus
poros ini ya materialnya harus boros
Maka kalau tidak boros maka udara susah
masuk itu nanti apa yang terjadi
proses komposting yang
selayaknya tidak berbohong jadi berbau
gitu
prosesnya berubah menjadi proses
nah aerasi pengudaraan biasa kalau yang
secara ini bisa dilakukan dengan injeksi
blower dan pipa pipa yang berlubang
atau dibantu dengan cara membalik yang
biasa Bapak lakukan ditetes juga
ini sangat penting dari kelembaban air
ASI kemudian kalau yang temperatur
ada ada
pada saat-saat awal itu menanjak tajam
sampai 70 derajat Celcius sampai 2
minggu bertahan di sekitar suhu itu 670
derajat Celcius kemudian turun secara
gradual
ini biasanya dikelompokkan oleh fase
aktif dimana suhunya tinggi kemudian
fase Pematang ketika seluruhnya mulai
turun fase aktif inilah yang kemudian
bisa membunuh bibit gulma membunuh bibit
penyakit
patogen sehingga komposnya
yang kemudian juga fase aktif ini
dimanfaatkan oleh teman-temannya
bergerak pada proses
Cilacap itu memanfaatkan
kandungan menguap kalau airnya semakin
sedikit
makanya meningkat nah itu yang
dimanfaatkan isinya untuk pengeringan
maka Bapak Ibu sekalian ketika
punya proses pengomposan profil
temperaturnya tidak seperti ini ini bisa
diduga
proses pengomposannya nggak berjalan
baik
ini adalah tipikal
profil dari
naik turunnya
temperatur pada proses pengomposan maka
biasanya Bapak Ibu sekolah lain juga
perlu temperatur alat-alat pengukur
temperatur ya
ada sebenarnya
itu
ada terjadi proses biologis disitu
terjadi urutan dominansi
senyawa jadi
sampah makanan yang rantai panjang jadi
rantai yang lebih pendek lagi biasanya
nanti bersifat asam kemudian diurai
kembali menjadi ke arah proses
terjadinya mineralisasi itu menjadi
netral kembali nah ini profilnya seperti
ini kira-kira seperti ini
pada proses pengomposan memang kemudian
akan anjlok ph-nya ya karena terjadi
proses pembentukan asam-asam organik ya
tetapi nggak usah risol nanti dengan
Indonesia alami akan meningkat menjadi
formal zaman dulu itu kita risol kalau
mengomongkan sampah maka ada penambahan
kapur gitu dalam rangka mencegah
terjadinya
bebas ph-nya itu tapi ini sebenarnya
tidak dilakukan pun itu secara alamiah
itu seperti itu
nah rasio karbonat nitrogen ini
pentingnya penting penting kita pahami
tapi kalau sampah kota
sebenarnya maka kita udah akan berjalan
dengan bagus itu nah tapi Secara
teoritis ini penting
karbon itu adalah seperti
nasinya manusia sebagai energi bagi
mikroorganisme sedangkan nitrogen
yang
optimal dalam proses komposting itu
adalah ketika
atau di rentang 20 sampai 40
itu
di setiap sampah organik itu secara
laboratories semuanya dihasilkan data
seperti ini
sampah buah-buahan misalnya kandungan
1,52%
rasio karbona nitrogennya 34% gitu
ada data seperti ini Nah kalau kita
mendalami kompor yang lebih jauh kita
perlu melihat nilai-nilai ini tapi untuk
bapak-bapak praktis yang ada di lapangan
Kalau mau mengomposkan sampah organik di
tempatnya ya
itu udah cukup optimal gitu kalaupun
tidak cukup optimal itu kalau misalnya
kita punya sampah
makanannya tinggi kalau n-nya tinggi
ketika dikelompokkan
biasanya akan bermasalah gitu kemudian
dia terlampau basah dan sebagainya ya
ada trik-trik seperti itu
ini rasio karbu dan nitrogen penting ya
kalau
karbonnya sangat tinggi
proses komposisi nggak nggak jalan Pak
susah jalannya misalnya kalau kita
mengkompaskan sampah apa nih jenis
limbah yang karbonnya tinggi katanya
atau jerami itu sulit kita rendah
Ya seperti kata kalau kotoran ayam dan
sebagainya itu ketika diproses menjadi
kompos
yang
terbuat dari besi rangka besi saya
kadang-kadang menjadi
korosif ya menjadi berkarat itu
menjadi bolong-bolong karena terpapar
oleh amonia misalnya
kemudian ketersediaan mikroba Bapak dan
Ibu sekalian
presiden
[Musik]
ini yang kadang kadang menjadi
kegelisahan para pengompos nih
sehingga kemudian
[Musik]
mencoba mencari
bibit mikroba ya yang dijual di pasaran
misalnya
mikroorganisme
tetapi sebenarnya ketersediaan mikroba
dalam sampah itu sudah berlimpah
juga sudah beragam bapak dan ibu
sekalian
banyak ya dari kelas bakteri
kalau kita perbesar dalam Microsoft ini
seperti ini gambar-gambarnya
mikroba ini sudah tersedia di alam
sehingga Bapak Dari Ibu sekalian kalau
misalnya sempat main ke tempat
pengomposan di Belanda di Eropa di
Jerman di Kanada di Australia
itu ya
memanfaatkan kondisi alamnya ini
Dimana mereka nggak perlu-perlu lagi
beli susah-susah
aktivator misalnya untuk kemudian
disiramkan
maka bisa sampaikan secara ekstrim bahwa
bio aktif atau kompos
terhadap kompos
Sepanjang Kita tadi
sudah bagus ya air asinnya sudah bagus
itu kondisi mikroba alamiah yang ada di
dalamnya itu akan berlipat ganda tumbuh
berkembang dengan sendirinya gitu
banyak pernyataan dari para
pakar kompor termasuk ini faktor
golongan
terhadap
tadi berbagai
aktivator itu nggak secara signifikan
mempercepat proses dan secara signifikan
meningkatkan kualitas kompos
hanya buang-buang uang
memang kondisinya seperti itu gitu
sepanjang kondisi lingkungannya kita
kita optimalkan maka
mikrobak
alami itu akan berkembang biak
kemudian ukuran bahan baku Bapak dan Ibu
sekalian
yang namanya sampah organik
kalau sampahnya
panjang-panjang ukurannya besar
tetapi kalau sampahnya ukurannya
lebih bagus
yang sampah kota
itu
pencatatan itu opsional
kecuali yang mungkin ada
ranting-rantingnya dan sebagainya
antara daun dan ranting tapi kalau hanya
daun-daunan
kalau misalnya mau
mengganggu proses itu
Nah itu ukuran bahan baku kemudian
ukuran tumpukan nih bapak dan ibu
sekalian ya
penting diperhatikan Jangan sampai
kurangnya terlambat kecil jangan sampai
ukuran yang optimal sih
lebarnya bisa dua setengah meter sampai
3 meter panjangnya itu terserah mau 3
meter 4 meter 5 meter
itu yang optimal ukuran ini dimensi ini
cukup baik masih memungkinkan udara dari
luar secara alami Ya itu bisa masuk ke
dalam tumpukan seperti ini Sehingga
proses pengomposan
dibandingkan dengan tinggi orang bisa
sampai 3 meteran ya
harapannya biar biar lebih efisien ruang
misalnya nggak bisa Pak Ibu sekalian ini
karena nanti udara susah masuk gitu
ketika udah rasa masuk
ketersedia dan berkurang maka kemudian
apa yang terjadi adalah nanti timbulnya
bau bau busuk yang yang muncul gitu
karena proses pengemasannya nggak
berjalan berubah jadi proses pembusukan
maka ukurannya nggak boleh terlalu gede
ya kalaupun terlampau kecil juga
sebaiknya dihindari karena ketika
terlambat kecil suhu tadi suhu tinggi
yang kita inginkan itu kadang cepet
menguap dalam 3 hari Udah nggak mampu
timbul suhu tinggi lagi karena proses
ini
itu mengakibatkan itu
kemudian itu kira-kira bapak dan ibu
sekalian Teorinya seperti itulah
yang mempengaruhinya
berapa menit lagi mbak Anisa
kita baru sampai jam kurang lebih 22
menit lagi Pak Baik saya coba percepat
itu teorinya itu bapak dan ibu sekalian
lingkungan seluruh Indonesia kira-kira
seperti itu Nah aplikasinya
dalam proses dalam pengolahan sampah di
perkotaan
ini ada skala rumah tangga posisinya di
mana
Mari kita lihat
[Musik]
kalau kita main mainannya
terhadap sampah makanan kita
di sisi lain selain bisa dikompreskan
dengan komposter kita bisa buat dari
biogas kalau rumah tangga kita buat
menerima
Kita pakai sistem biopori atau kita
mengolahnya nanti
populer juga sekarang ya atau menjadi
pupuk organik cair ya
bisa bisa ditelepon
kalau yang lainnya Bapak Ibu Pahamilah
ya yang barang laku jual Ya udahlah
disedekahkan ya
bisa lewat bank sampah tidak akan
sedekah sampah di masjid-masjid atau
rumah ibadah atau dikasihkan ke pemulung
yang lewat depan rumah kita atau petugas
sampah yang mengangkut sampah di rumah
kita
nah yang residunya itulah yang kemudian
cara praktis mengolah sampah organik di
tingkat rumah tangga
kemudian kalau di tingkat kawasan
dilakukan di TPS 3R entah itu
unit dari ruang sampah atau entah itu
rumah pengomposan sampah
yang bikin gitu
lah kemudian sampahnya karena di
sumbernya belum dipilah harus dipilah
disitu posisi dimana
ada juga yang dikombinasikan dengan
biogas misalnya ada juga yang
dikombinasikan juga dengan bsf ya kalau
cacing cukup populer juga
cukup potensial juga
atau kemudian dijadikan pelet bahan
bakar lewat
samping dari yang anorganik ya yang
seperti rumah tangga
diantara berbagai macam teknologi yang
lain baik yang organiknya
Bagaimana kalau kota Padang sekalian
agak ruwet ya
k
atau Kompas tipe tapi masih rendah nilai
kalornya di rdf kan
yang organik inilah kemudian yang bisa
disantap oleh proses komposting
di samping juga bisa dilakukan
pengelolaannya pengolahannya dengan
sistem biogas
ini kira-kira posisinya ada di sini
dalam skala besar tentunya juga
melibatkan alat-alat berat
lokasi yang luas
kelembagaan yang profesional dan sebagai
nya
kalau kita lihat tadi
komposting itu
kan ada di banyak di beberapa skala ya
Ada skala rumah tangga sekarang kota
kalau rumah tangga ini kita Indonesia
juga punya pesta yang cukup lengkap
kemudian kompor demikian juga ya ada
rumah kompos
kita juga punya pengalaman panjang di
Indonesia gitu ya
Nah untuk yang skala kota pun demikian
juga
ini kita punya pengalaman panjang juga
yang sekolah-sekala besar itu ya yang
seperti bank di berbagai kota dan saat
ini juga ada yang baru dibangun katanya
operasinya masih masih perlu
ditingkatkan
jadi kita sebenarnya sudah sudah cukup
cukup lengkap itu banyak pengalaman kita
misalnya pengelolaan sampah skala rumah
tangga nih waktunya juga terbatas ya
ada yang dengan sistem
sistem aerobik yang yang sesuai dengan
dengan teori dari kompetisi adalah
yang lain juga disebut sebagai komposter
ya Misalnya di sini
ini misalnya
dibuat tidak boleh ada udara masuk di
sana yang hasilnya Biasanya berupa pupuk
cair atau Eco enzim ini bisa dilakukan
kita-kita di rumah nih bapak dan ibu
sekalian mungkin juga melakukannya ya
atau komposter semi aerobik bapak dan
ibu sekalian ya ini juga
di beberapa tempat kita menjumpai ini
dari kantong apa namanya
satu untuk menampung cairannya ya yang
di luar negeri
contohnya Ini
biasanya memang dijaga sekali tidak
boleh terlalu basah kemudian ada ada
tambahan komposnya ya
prosesnya memang nantinya tidak berbau
dan tidak berbelatung ini beberapa
contoh komposter yang ada di masyarakat
kita dan yang sebelah kanan ini adalah
yang secara komersial di banyak negara
Indonesia ada yang produk luar negeri
ada juga yang komposter sama kebun
khusus ya dibuat khusus ya bisa dengan
perawatan sederhana kotak bambu kotak
kayu ya
[Musik]
ini bagi teman-teman yang bergerak di
TPS pasti paham betul ya bahwa di
dalamnya ada banyak proses Tambah data
kemudian sampah dipilah dan dijajah
kemudian setelah itu dibuat tumpukan
kemudian difermentasi
selama masa selama satu bulan atau satu
setengah bulan misalnya baru kemudian
dipanen komposnya dan yang umum
dilakukan Indonesia adalah
bergulir ini yang memang hasil kajian
kami selama bertahun-tahun
terhadap sistem pengomposan yang ada di
Indonesia
mulai dari pengiriman sampah pemilahan
ya pencacahan sampai penuh kan Ya ini
proses yang terjadi yang harus dilakukan
karena biasanya sampah belum terpilah
dari sumbernya akan sangat baik kalau
sama sudah terpilih misalnya
yang masuk kemudian proses komposting
sehingga nggak perlu proses
gitu Nah kalau yang ukuran besar dicatat
sekalian setelah itu baru ditumpuk
dengan dimensi ukuran tumpukan yang
seperti yang saya sampaikan dan kemudian
pada prosesnya itu bapak dan ibu
sekalian itu harus ada proses pembalikan
kalau dilakukan secara manual ditetes 3
air seperti itu maka harus dibalik
dibikin tumpukan baru dan juga kalau
kelompok kering disiram tapi
kelembaban kan sangat berpengaruh dalam
proses pengko ser nah ini biasanya dalam
proses pengomposan nanti terjadi reduksi
volume
dari katakan 4 titik nanti tinggal satu
titik itu
jadi ada proses pembalikan pergiliran
untuk aerasi proses penyiraman untuk
kelembaban beban
terkendali Nah setelah itu baru dipanen
panen
biasanya kompos yang sudah matang
warnanya sudah seperti tanah baunya
juga bukan bau busuk bau sampah
kemudian sudah hancur
ketika ditumpuknya nggak akan panas lagi
itu ciri-ciri kompos matang itu biasanya
4-6 Minggu secara alami
dipercepat agak susah sih secara
alamiahnya ya
ini tipikalnya seperti itu 4-6 setelah
itu Matang baru kemudian
dikemas kemudian dijual
nah pengalaman Indonesia sistem
composting yang ada di skala kawasan itu
ada yang seperti ini seperti yang dulu
pada saat kami di menerapkan di banyak
kota Ya ada juga sistem dengan bak
seperti ini ini teman-teman di Semarang
ya di beberapa kota menggunakan
Nah kalau ini juga ada ini Ini antik
juga nih khas khas kota Malang seperti
bentuk tahu seperti ini jadi prinsipnya
sama sebenarnya
penumpukannya itu ada yang terbuka
seperti ini ada yang dicetak seperti ini
ada juga yang di dalam bak itu
bagaimana yang skala besar Bapak Ibu
sekalian kalau besar itu kita juga
sebenarnya punya pengalaman
kalau yang skala besar itu bisa
dilakukan di dalam ruangan yang ruang
besar yang tertutup atau di dalam ruang
terbuka kalau di dalam ruang besar yang
tertutup ini seperti ini ya Ada bak
besar kontainer-kontainer besar tetapi
tetap ini harus ada udaranya sehingga
ada suplai udara di dalamnya atau dalam
tromol
komposter yang besar ya jadi dia
berputar ada sampah
menjadi umum digunakan di banyak negara
maju
kalau yang yang non facial yang terbuka
ini seperti ini Ya seperti yang
dilakukan proses bio drying misalnya
dengan Kalau di luar dengan sistem
penutup ya kalau di dalam ruangan sih
sebenarnya nggak perlu ditutup karena
nggak kena hujan nggak kena panas
terbuka saja gitu
nah kemudian yang
yang lainnya adalah dengan sistem di
dalam bak yang memanjang itu
atau dengan sistem window ini yang skala
besar nah kemudian di Indonesia
ini yang sekarang
Posting yang secara prinsip sama tetapi
alat-alat yang digunakan berbeda-beda
[Musik]
sudah dibangun oleh pupr misalnya
dengan baik karena berjalannya proses
ini biasanya bukan karena teknologinya
tapi karena kelembagaannya karena
pembiayaannya karena sampahnya yang
masih nyampur-campur dan sebagainya tapi
secara teknologi
bisa
dibuat menjadi berbagai produk Oh iya
tadi udah saya sampaikan bapak dan ibu
sekalian di rumah dengan kompos di skala
kawasan dengan tadi cara-cara manual
yang seperti dilakukan di TPS
lahannya demikian luas juga terkait
dengan
kapasitas olahnya kemudian holenya juga
besar-besar ya kemudian komposnya
sendiri untuk yang skala kawasan atau
skala kota ini sebenarnya kita buat
menjadi produk lain yang yang mungkin
nilainya lebih baik
juga kita punya pengalaman itu di
Indonesia ya Indonesia punya pengalaman
yang cukup baik membuat pupuk organik
atau ada juga yang mengembangkan jadi
ekstrak ya daerahnya disebut sebagai
kompos
yang kemudian disiramkan hutan untuk
penyiraman daun tanaman
yang sangat bagus manfaatnya terhadap
upaya untuk mengurangi
penyakit tanaman dan juga meningkatkan
kesuburan tanah itu
nah kemudian ini terakhir ini saya
sampaikan bahwa pengalaman panjang
Indonesia itu terhadap proses
pengomposan itu cukup baik baik dari
sisi sainsnya baik dari sisi yang
skalatis ya Mulai dari skala rumah
tangga skala besar ini seolah-olah saat
ini ya
karena sama organik itu nyaris sekarang
ini sebenarnya nggak punya nilai gitu
ketika dibilang nggak ada yang beli
nggak seperti Katakanlah sampah plastik
botol misalnya sampah logam ya Sehingga
banyak teman-teman kita karena dikejar
dia harus menghidupi dirinya sendiri
Makanya fokusnya adalah Ya udah
ditelantarkan begitu saja ini yang
mestinya
menjadi perhatian pemerintah juga
karena apa
karena kalau sama organiknya sudah
ditangani sudah dipilah dan ditangani
bebas
penyakit menular produksi ini
material daur ulang yang kita inginkan
juga akan menjadi relatif bersih ya
karena tidak terkotori oleh sampah
makanan kemudian
pengolahan sampahnya dengan proses
thermal ya kalau ada sampah makanan di
dalamnya akan sangat terganggu hal ini
dikombinasikan dan pengolahan sampah
organik akan lebih baik lagi gitu
kemudian emisi emisi gas rumah kaca
dan juga secara apa lebih kalau kita
tarik lebih umum lagi ini menjaga siklus
material organik jadi produk yang
bernilai
nah jika program pengolahan sampah
organik ini akan digalakkan ini
sebenarnya
secara ide itu
bisa dilakukan regulasi yang saya bilang
ekstrim kurang
I dan cegah atau larang sampah organik
masih TPA
karena sampah organik tadi berkontribusi
besar terhadap pemanasan global
kita nomor 5
kaca kemudian kita kan sekarang didorong
untuk pembangunan rendah karbon ya
tidak ditangani
kemudian juga ada wacana tahun 2030 atau
2020 lagi
maka ini starting Point yang yang cukup
baik sebenarnya bagi kita untuk
melakukan itu dan ini akan mendorong
upaya Milah sampah di Sumber dan
mengolah sampah organik
ini dengan program pembangunan kita
[Musik]
kemudian
Jika komposisi sampah kota dikalahkan
maka standar kompos itu
karena kita tahu kualitas kompos yang
berbahan bagus sampah kota itu juga
kalau kita tidak secara ketat
melakukannya itu
bisa bisa bisa berbahaya bagi nanti
penggunaan di lahan pertanian pakai itu
harus diterapkan jadi komposnya memang
bebas dari dari
pencemar ya kemudian berkualitas bagus
ini
acuan dan satu lagi perlu standardisasi
composting ini Indonesia belum punya itu
kalau kita lihat di negara-negara yang
standar kompasnya itu mereka sudah punya
sehingga itu menjamin bagi konsumen itu
ke jaminan bahwa kompostingnya yang
dilakukan sudah selesai standar
produknya pun demikian juga
nah kemudian hal lainnya jika komposting
maka kompos pasar kompos juga harus
dibangun sekarang rata-rata
tidak dilakukan dengan baik pasarnya itu
masih Cemara masih susah itu kita lihat
sudah saya menjadi peneliti kompos yang
ke puluhan tahun itu
di titik ini yang yang tidak
dikondisikan pasarnya Padahal kita punya
lahan pertanian yang luas kemudian lahan
pertanian kita itu semakin miskin Hara
perlu supply
ini perlu dibangun Dan intinya Inter
kementerian apa antar Kementerian antar
departemen
lhk dan sebagainya perlu dibangun
seperti kita membangun
atmosfer atau ekosistem ketika kita
membangun sistem pengelolaan sampah
menjadi energi listrik itu kan dibangun
semuanya
dari pasarnya dari
regulasinya dari lembaganya dan
sebagainya ini perlu gitu
karena bahan baku kompos atau juga
pengolahan sampah organik yang lain itu
mendominasi jumlah sampah kita 60-50%
adalah sampah organik
komposkan atau dengan cara yang lain itu
waduh Udah udah udah cukup cukup senang
kita karena sampah tidak
kemudian
Misalnya ini
yang digunakan di taman kota misalnya ya
kemudian juga di reklamasi lahan kritis
misalnya
atau Kemudian untuk
pencegahan error dilarang ya dan
biasanya yang yang
sebagai kesimpulan karena waktunya sudah
habis
penutup ya sebenarnya bapak dan ibu
sekalian para pengliat lingkungan
pecinta pengolahan sampah Indonesia itu
sudah punya modal yang kuat dalam
pemahaman sains dan perjalanan panjang
praktek komposting sama organik perkota
mulai dari yang skalanya rumah tangga
kota
komposting dan pengolahan sama organik
lainnya
biogas bsf ya atau penjemunisasi jadi
rdf gitu ya perlu menjadi bagian utama
dalam program pengolahan sampah kota
dalam rangka meningkatkan kualitas
pengolahan sampah ya sistem bio ekonomi
circular ya siklus material organik
reduksi emisi ke RK kesepakatan
tapi sekarang masih di anak tirikan
kemudian pelaksanaan program komposisi
yang masih itu memerlukan dukungan
kebijakan dan regulasi
kemudian standar kualitas kompor dan
proses kompos
demikian juga untuk pengolahan sampah
organik yang lain perlu juga seperti itu
ada kebijakan dan regulasi yang
mendukung ada standardisasi yang baik
sehingga konsumen itu terlindungi dan
juga ada pembentukan pasarnya
panjang sebenarnya Tapi saya percepat
tadi karena saya ingin menyampaikan pada
bapak dan ibu sekalian
lebih lebih apa namanya lebih
terintegrasi
baik demikian
mudah-mudahan bapak dan ibu sekalian
tidak capek mendengar apa yang saya
sampaikan terima kasih wassalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh
baik itu tadi penyampaian materi dari
pemateri kita hari ini yaitu bapak
Wahyono yang sangat luar biasa sekali ya
Bapak Ibu sekalian
bakal dilihat-lihat juga ternyata sudah
ada banyak sekali nih pak pertanyaan
dari bapak ibu peserta webinar di kolom
chat tapi sebelumnya saya ingin
menginformasikan terlebih dahulu kepada
para peserta yang mungkin
menginginkan materi pada webinar kita
hari pada hari ini dan belum sempat
request materi itu bisa request materi
terlebih dahulu melalui Link yang telah
admin kami kirimkan di kolom Chat Zoom
ya Bapak Ibu sekalian Kemudian untuk
acara selanjutnya sebelum kita masuk ke
sesi tanya jawab kita akan melakukan
sesi foto bersama terlebih dahulu untuk
sesi foto bersama kita kali ini saya
akan membantu oleh admin silahkan admin
Apakah suara saya terdengar dengan jelas
untuk fosilnya seperti ini ya
1 2 3
Baik terima kasih
Ya baik terima kasih untuk admin yang
sudah membantu saya foto bersama kita
pada hari ini
Kemudian untuk selanjutnya kami juga
ingin meminta persediaan Bapak Ibu
sekalian untuk mengisi kuesioner yang
linknya juga sudah dishare di kolom chat
supaya kegiatan kami selanjutnya lebih
baik lagi jadi Bapak Ibu sekalian bisa
memberikan saran dan masukannya di link
kuesioner tersebut Kemudian untuk acara
selanjutnya yaitu kita masuk ke sesi
tanya jawab dan di sini kami juga sudah
bantu untuk merangkumkan pertanyaan dari
Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu
Tuliskan di kolom chat dulu
Ya baik untuk bapak Wahyuna Mungkin saya
akan membacakan pertanyaannya terlebih
dahulu kemudian bisa langsung dijawab
begitu ya Pak Ya baik mbak Anisa
silahkan
untuk pertanyaan pertama ada dari
bapak masalah free Iskandar ada dua
pertanyaan nih pak yang pertama
Bagaimana cara manajemen lingkungan atau
gang rumah agar tertarik untuk turut
berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan
seperti komposting Kemudian yang kedua
Bagaimana caranya agar Kompas yang
dihasilkan bisa menjadi nilai ekonomis
sehingga harapannya bisa menarik minat
masyarakat
Bagaimana sih cara mengajak orang
pertama kita ikutan komposting gitu ya
Ini masalahnya seperti kita mengajak
pengelolaan sampah yang lainnya
[Musik]
Biasanya sih pasti kalau di lokasi itu
belum dihadapkan pada masalah sampah itu
pasti ada ada pionirnya
pionir yang Katakanlah di sini yang
mengolah sampah daun-daunnya mengolah
sampah makanannya menjadi komposnya dulu
kalau nggak ada contohnya kemudian nggak
nggak ada Trigger untuk mengelola sampah
sendiri agak-agak susah gitu karena
kecenderungan kita adalah Ya udah kita
sudah bayar sampah Ya udah dibuang
diangkut oleh petugas itu Tapi kalau ada
Trigger tadi kita harus mengelola
sampahnya sendiri karena masalah
penanganan masalah pengangkutan sampah
yang yang Kadang sulit di lokasi itu
kalau nggak cukup
kesadaran akan lingkungan seperti
bapak-bapak yang ada di sini dan saya
yakin
karena memang Trigger yang harus kenapa
harus dia lakukan itu nggak ada itu
bahkan kalau sudah sudah sudah sudah
sadar itu dengan tadinya akan mencobanya
sendiri walaupun gak ada masalah di
lokasi dia tempat tinggal misalnya itu
nah
Biasanya sih memang harus ada orang yang
sudah melakukan itu dulu di situ nah
kemudian lewat
ketika kita bermain ke rumah dia itu
kita nanya banyak ya Bagaimana sih kok
sampah makanan sampah daun itu kemudian
bisa jadi pupuk yang Bapak pakai itu
seperti apa ya Terus ternyata tanamannya
yang baik untuk kemudian bisa orang lain
untuk menirunya gitu
kalau di komunitas-komunitas kolam sama
yang sudah cukup baik itu sih akan lebih
gampang mengenalkannya ini loh
sebenarnya cara mengkomposkan sampah
dengan cara yang sederhana
yang kemudian dipakai untuk tanaman
Kemudian yang kedua yang kedua adalah
kalau misalnya kita mengkomposerkan
sampah di yang skalanya rumah tangga
tiap-tiap rumah tangga itu melakukan itu
sebenarnya nggak sampai Skala yang
kemudian bisa dijual itu cukup habis
untuk dipakai sendiri untuk tanaman
bunga sendiri itu tanaman mungkin
buah-buahan sendiri itu sudah habis itu
nggak tersisa gitu dan biasanya yang
menjadi masalah adalah ketika kita
mengkompression skalanya lebih luas
itu yang yang perlu dibangun
ekosistemnya gitu tadi karena pasar
sampah pasar kompos itu saat ini masih
sulit para petani kita masih masih masih
dengan sistem pertanian modern sekarang
ini ya kalau zaman dulu kakek nenek kita
kan menggunakan mengembalikan mata logam
ini entah itu kotoran pernahnya ya atau
komposnya ke dalam situ pertanyaan Kalau
sekarang nggak gitu dan masih menjadi
budaya sekarang gitu di umumnya pada
umumnya sehingga pasar kompos itu
menjadi belum terbentuk Kemudian dari
sisi standari saat ini juga masih masih
lemah ya perlu dibuat juga standar
kompos yang ter upgrade
kemudian ya Banyak sih
pembiayaan dari sisi pemilahan Sampah
juga sebaiknya harus dilakukan di
sumbernya
jadi
untuk rumah tangga produk kompos
Biasanya sih habis sendiri tetapi untuk
yang skala
kota itu perlu dibangun ekosistem
ayaan pasar dan sebagainya
Ya baik Semoga menjawab pertanyaan
masalah Bapak makalah free ya kemudian
mungkin kita selanjutnya lanjut ke
Pertanyaan selanjutnya ini ada
pertanyaan dari ibu Deka Wardani izin
bertanya mengenai manajemen sampah
organik skala pesantren dan Boarding
School beserta alternatif metode
compostingnya yang efektif untuk skala
besar 400 sampai 500 orang gitu mungkin
bisa langsung ditutup Iya makasih Bu
yang cukup Saya kenal juga
Pesantren Boarding School kemudian
penghuninya adalah tentu anak-anak yang
belajar di sana Dan juga para guru ya di
sana
Ini skalanya bukan sekolah besar kalau
kita kategorikan tadi ada sekolah rumah
tangga segala kawasan sekarang skala
besar ini ada skala kawasan saya bilang
seperti itulah untuk sebuah lokasi
Pesantren atau Boarding School gitu
kemudian manajemennya Seperti apa ini
memang harus harus dibentuk dibentuk apa
kesepakatan dulu ya diantara
penghuni-penghuni sekolah itu ya
pimpinan Pondok Pesantren Dan dan yang
lainnya dibentuk kesepakatan bahwa kita
mesti mengolah sampah nih Olah sampahnya
tentunya harus terpadu dan di dalamnya
ada proses pengolahan sampah organik
dulu gitu kemudian kelembagaannya itu
harus dibentuk
juga disusun program-program ya
programnya mungkin ya awal-awal Nggak
nggak harus yang yang butuh ya
pemilahan
sampah organik dengan sampah anorganik
katakan seperti itu nanti ditingkatkan
lagi
Kemudian memang pembiayaan juga harus
disiapkan terkait secara sama
prasarananya ya
tempat sampah yang terpilah kemudian
pengumpulannya
fasilitas untuk mengolahnya
dari sisi finansial dari sisi
kelembagaan Kemudian dari sisi edukasi
juga
perlu juga
tidak lelah lelahnya untuk melakukan
bapak dan ibu guru yang ada di sana
Saya yakin sih
Terima kasih Mbak
kemudian kita langsung lanjut saja ya
Pak ke Pertanyaan selanjutnya ini ada
pertanyaan dari Ibu Rahma Dewi
ada dua pertanyaan nih pak yang
pertama Apakah kompos bisa memperbaiki
unsur tanah yang sudah bertahun-tahun
bahkan puluhan tahun terpapar pestisida
jika bisa apakah bisa dalam waktu cepat
Kemudian yang kedua yaitu edukasi
seperti apa yang tepat untuk masyarakat
perkotaan agar peduli akan sampah tidak
hanya sekelompok orang Apakah pernah
Bapak melakukan penelitian akan hal
tersebut begitu
pertama
tanah sudah tercemar pestisida
ini juga sangat tergantung dari jenis
pestisida yang mencemari tanah jadi
terurainya pestisida secara alami di
tanah itu kan macam-macam Ya ada yang
cepat ada yang lambat gitu ya
kemudian kalau kita pakai kompos terkait
dengan paparan pestisida tersebut itu
gimana nih gitu ya
kalau riset kompos sepanjang saya tahu
terkait dengan
perbaikan tanah akibat terpapar
pestisida sih rasanya belum belum pernah
dilakukan
yang pernah dilakukan itu Mirip
sebenarnya
tidak atas nama kompos tetapi atas nama
bioremediasi gitu ya
Jadi tanah yang terpapal pestisida itu
kemudian di tangan ini
ditangani dengan cara Biasanya kalau
secara alamiah ya dengan persis semuanya
persis dengan prinsip-prinsip komposting
itu ya
ada proses aerasi di sana ada proses
penambahan material
mikroba yang yang yang positif di sana
biasanya dengan kompos
kemudian
diteliti Apakah terinduksi pestisidanya
tapi secara umum dan secara logis Saya
yakin sih dengan penambahan unsur apa
dengan penemuan kompos yang yang
konsisten itu kan memperbaiki
kesehatan tanah ya termasuk juga akan
mempercepat proses penguraian pestisida
itu menjadi lebih lebih
dari senyawa yang tidak tidak berbahaya
bagi lingkungan tapi secara persisnya
saya belum tahu Kemudian yang kedua
edukasi seperti apa yang tepat untuk
masyarakat
peduli akan sampah tidak hanya
sekelompok orang Apakah
hal tersebut
Seperti yang saya sampaikan ke
keluarga ini
ketika kemudian kita mengajak masyarakat
peduli terhadap lingkungan
wabil khusus terhadap sampah misalnya ya
itu perlu perlu perlu
tidak bisa dilakukan dalam dalam satu
atau dua tahun untuk Butuh Waktu
itu bisa diawali dengan tadi apa namanya
sosialisasi kemudian
mengajak mereka misal ke tempat-tempat
pengolahan sampah yang sudah cukup bagus
kalau diajak ke tempat olah yang sudah
cukup bagus mereka akan tertarik itu
gitu tapi ketertarik kita itupun ada
nggak cukup kalau nggak nggak didorong
oleh tadi
keinginan itu kalau nggak ingin
udah cukup udah muncul itu yang yang
kita kita kita bina terus keinginan itu
agak agak agak konsisten itu ya untuk
kemudian
biasanya memang harus harus dilakukan
secara bersama-sama ya
Katakanlah dengan mengelola secara
bersama
pengolahan sampah di RT atau RW nya itu
nah dari situ
temen-temen yang belum peduli akan akan
tertarik untuk untuk melakukan
bersama-sama jadi memang harus harus ada
championnya sih ya harus ada tokoh
kuncinya itu yang melakukan itu naik
toko kuncinya itu yang kemudian bisa
menarik gerbong dari yang tadinya tidak
peduli gitu biasanya seperti itu sih
dari pengalaman-pengalaman yang ada di
banyak kota ya harus ada championsnya ya
Yang yang dia melakukannya sepenuh hati
dan akhirnya menjadi contoh bagi warga
atau tetangga di sekitarnya demikian
kita langsung lanjut aja nih pak ke
Pertanyaan selanjutnya ini ada dari Kak
evano selain pakai enzim Apakah ada cara
lain untuk mengatasi bau pada kompos dan
mengapa kompos menjadi seperti lumpur
kemudian ada pertanyaan serupa juga dari
bapak Heri Supriyanto yaitu Bagaimana
cara mengatasi bau sampah organik ketika
proses pengomposan
salah satu
indikator bahwa proses pengomposannya
tidak berjalan adalah bau jadi bapak dan
ibu sekalian kalau komposin sampah entah
itu kompos ter entah itu di TPS 3R atau
yang skalanya skala kota besar kemudian
bau itu artinya proses pengobatan juga
berjalan
mikroba mikroba yang sifatnya aerobik
itu kehidupannya diganti kalau
mikroorganisme yang tidak perlu udara
tidak perlu oksigen sifat karakter dari
mikroorganisme yang hidupnya tidak
memerlukan oksigen adalah menghasilkan
bau ketika menguraikan sampah itu
itu tetapi
kalau mikroorganisme kompos yang dominan
bekerja di situ itu relatif tidak
mengajukan bau busuk karena
gas-gas yang dihasilkan didominasi oleh
gas CO2 gitu bukan gas-gas yang berbau
sehingga kalau berbau itu artinya
berjalan itu bisa disebabkan oleh
misalnya
sampahnya terlalu basah ini kan sampai
seperti lumpur itu itu
yang namanya proses air asin nggak
berjalan ya kemudian telah membasahkan
tadi ada banyak parameter itu kan
kelembaban udara
Nah kalau ini yang terjadi
sebaiknya sih cara gampangnya
yang yang sudah kondisi seperti ini
kalau kalau Pak evano itu punya produk
kompos yang sudah jadi campurkan saja
produk kompos ke dalam yang tadi seperti
lumpur itu
sehingga campurkan dalam merata ya
adalah satu banding 1 atau dibanyakin
juga komposnya ya nanti akan akan
terjaga dengan sendirinya kalaupun kalau
mau pakai pakai tadi Eco enzim juga
tetap biasanya akan ada masalah bau
kalau prosesnya memang masih tidak
berlangsung aerobik gitu kemudian Pak
Heri bahwa
kemungkinan adalah
terlampau basah dia umumnya itu umumnya
trauma basah sehingga proses airnya
nggak berjalan dengan baik kemudian
mikroba yang tumbuh adalah mikroba yang
menimbulkan bau gitu
cara praktisnya ya campur kan dengan
material yang lebih kering sehingga
kelembabannya itu cukup Gitu kelembaban
yang cukup itu seberapa sih Seperti apa
sih
bagi teman-teman yang ditetesikan tahu
itu jadi
seperti kita memegang spon yang yang
sudah diperas airnya itu kelembabannya
bagus tetapi kalau kemudian kita ambil
material itu kita kita remas dari
sela-sela jari kita ini masih muncul
ngalir air itu lampu bahasa itu Nah
kalau kelompok kering kadang kalau kita
remas itu ketika kita buka genggaman
kita itu seperti butiran pasir langsung
langsung terdedah gitu
jadi cara praktisnya sih tapi sebenarnya
kalau kita sudah biasa mengomposisi itu
akan tahu gitu secara visual pun akan
tahu
kalau cara laboratories memang ya ya
bagus sih tapi tapi itu kan perlu biaya
dan sebagainya
karena bau karena itu tadi Biasanya
karena terlalu basah
jadi problem solvingnya ya
biasanya kompos misalnya paling bagus
kompos atau materialnya
[Musik]
Pak Heri Supriyanto kemudian kita
langsung lanjut saja ke Pertanyaan
selanjutnya ini ada Bapak dari bapak
Heri Purwanto Apakah ada perbedaan
antara kompos dan bio kompos jika ada
Mana yang lebih baik kandungan zat
aktifnya diantara keduanya
kadang
sebuah produk
itu dibuat nama macam-macam itu
ada biopompa ada Green compose
ada
organik
yang dimaksud
mungkin nama dagang itu ya nama Dagang
kalau kompos
Maksudnya yang produk Seperti apa ya
tapi kalau saya saya prediksi ini
sebenarnya
kita harus hati-hati juga
karena kadang
banyak produk yang dijual itu nggak
melalui proses komposting yang seperti
yang saya sampaikan tadi
Kadang hanya dijemur dijemur udah kering
dicampur dengan apa namanya kemudian
[Musik]
itu itu yang memang perlu perlu
standarisasi itu
adalah proses itu kita belum punya
Indonesia itu yang ada adalah standar
produk komposnya fisik komposnya itu
belum ada standarisasi kalau di
negara-negara yang sudah maju itu sangat
ketat standarisasi terhadap proses
komposisinya
demikian Mbak Anisa terima
mungkin kita langsung lanjut ke
Pertanyaan selanjutnya ini ada
pertanyaan dari ibu
metode mengompol seperti apa yang baik
untuk diterapkan pada sekolah yang unsur
coklatnya lebih banyak dibandingkan
dengan unsur hijau seperti itu bapak Oh
iya tadi juga
nggak paham Apa itu coklat hijau Nah
kalau kita punya kebun
ketika daun jatuh udah coklat itu kan
udah kan udah jatuh secara alami dan
coklat itu tetapi kalau kita
pangkas-pangkas sih daunnya
rumput-rumput yang masih hijau ya nanti
memang punya karakter kandungan karbon
dan nitrogen yang berbeda kalau sampah
kebun kita sudah berwarna coklat itu
sudah sedikit kandungan
nitrogennya n-nya itu relatif tinggi
dibandingkan karbon kandungan karbonnya
itu nah kembali pada proses
kompostingnya harus pas kan Nah cara
praktisnya sih cara praktisnya kalau
kita mengkomposkan sampah di sekolah
seperti itu atau di rumah di kebun kita
seperti itu itu cara praktisnya sih satu
banding 1 gitu volume ya
sampah daun yang cepat tadi 1 sampai
daun yang atau rumput yang masih hijau
campur kan saja Nah itu dari pengalaman
udah ada cukup bagus untuk kemudian
melalui proses komposting komposting itu
jadi satu banding 1 di sini udah cukup
coklat dan hijau itu demikian
kita langsung lanjut saja ke Pertanyaan
selanjutnya ini ada pertanyaan lagi dari
ibu Wita
pengomposan skala kota membutuhkan
fasilitas dan peralatan yang cukup
tinggi serta kebutuhan SDM yang tidak
sedikit juga sedangkan demand kompos
organik sendiri sangat sulit didapati
apalagi di dalam kuantitas besar Apakah
ada info atau saran Pak Bagaimana cara
agar pengelolaan sampah organik dengan
metode komposting ini bisa sustainable
minimal cost operasional dapat tercover
dari produk yang dihasilkan
satu bahwa mengolah sampah itu butuh
biaya
apalagi kalau yang diolah adalah yang
skala kota dan skala besar apapun itu
entah itu kompos
Nah kalau kemudian investor masuk atau
ada pihak-pihak yang mengolah itu masuk
Tentu juga harus ada
pembiayaan dari pemerintah setempat itu
itu kemudian
pembiayaannya berapa
itu nanti tergantung teknologi yang
diterapkan kalau kompos itu pembayaran
sampahnya
sehingga kalau itu punya konsisten
seperti yang yang yang dibina sekarang
ini terhadap pengolahan sampah menjadi
energi listrik maka si pengelola sampah
dari kompos itu juga harus mendapatkan
biaya layanan pengolahan sampahnya dari
pemerintah setempat
Kemudian yang kedua harus dibangun tadi
yang sudah saya sampaikan tadi
dibangun nah ini perlu perlu dibangun
pasar komposnya kalau nggak ada pasarnya
ya tidak bisa nanti produknya tidak
terserap seperti yang saat ini dialami
juga pada Project
terkait dengan RDS
karena kualitasnya maka di lebih rendah
Padahal tadinya mau beli tinggi misalnya
juga harus dibangun itu
dari sisi finansial pasarnya ada
dibangun kemudian regulasi kelembagaan
dan sebagainya gitu ini memang
pekerjaan-pekerjaan yang panjang itu
seperti halnya tadi yang sebagai contoh
pemerintah akan fokus pada tadi kan
sampah
organik yang notabene itu 50-60% juga
digituin gitu ya ada program seperti itu
dikalahkan seperti itu jadi program
khusus gitu karena tadi di akhir-akhir
saya sampaikan
cukup banyak ketika sampah organik
terhadap program pembangunan lokal
nasional maupun secara global
kita bisa bicara panjang lebar sih kita
ya
mungkin seperti itu dulu
Ya baik kemudian mungkin satu pertanyaan
terakhir ya Pak ini ada pertanyaan dari
Bundo yusrita pertanyaannya Saya seorang
ibu rumah tangga yang setiap hari
menghasilkan sampah organik dari sisa
makanan dan sampah sisa sayuran saya
membuat lobang biopori untuk membuat
sampah tersebut Apakah melalui lubang
biopori sudah bisa dibilang proses
komposisi
Saya juga tidak mau memperketat apa
istilah komposting ini komposting Ini
bukan gitu ya tetapi dalam kondisi kita
disumber sampah itu bunda yusrita dan
juga kita di rumah Mbak Anisa di rumah
ayo kita mengolah sampah gitu termasuk
sampah makanan kita gitu
sampah makanan kita bisa diolah di rumah
kita dengan berbagai macam cara
dikomposkan misalnya dengan komposter di
bioporikan ujung-ujungnya juga dapat
kompos di biogaskan dapat energi dapat
pupuk cair atau dibuat menjadi itu tuh
pupuk cair atau kadang kalau punya ayam
sampah makanan kita
yang perlu kita kita lakukan termasuk
oleh yang Alhamdulillah
sangat praktis dari pengalaman kami
sangat praktis sangat mudah tinggal
cemplung istilahnya kita nggak perlu
kita nggak perlu
selektif terhadap sampah yang harus
dimasukkan ke dalamnya apapun yang mau
pulang
sebelahnya lagi tutup bikin lubang belut
sebelahnya lagi nah Ketika suatu saat
nanti lubang yang awal itu bisa dipangan
jadi lubang biopori lagi kita dapat
kompos kita bisa menghasilkan material
baru gitu
jadi
demikian sih Bunda
saya sudah melakukan sampah makanannya
[Musik]
baik itu tadi pertanyaan dari ibu
yuslita sekaligus menjadi pertanyaan
penutup dari sesi tanya jawab kita pada
hari ini saya ucapkan terima kasih untuk
Bapak Wahyono yang telah membantu
menjawab pertanyaan-pertanyaan sekaligus
sharing bersama Bapak Ibu dari peserta
webinar kemudian Terima kasih juga
kepada Bapak Ibu sekalian yang sudah
aktif bertanya dan mohon maaf apabila
ada pertanyaan
yang belum terjawab karena memang waktu
kita yang sangat terbatas karya
baik seperti janji saya di awal tadi
saya juga sudah mengantongi ini
nama-nama pemenang yang beruntung pada
pagi hari ini untuk mendapatkan door
price special dari kami
ini berikut adalah nama-nama pemenang
door prize yang beruntung untuk
mendapatkan doorprise dari kami Selamat
untuk bunda yusrita terus ada ibu
Rahmadewi dan bapak Heri Purwanto bagi
pemenang silahkan menghubungi CP di
bawah untuk melakukan konfirmasi
selamat
Ya baik kita sudah sampai di akhir acara
nih Bapak Ibu sekalian dan Alhamdulillah
hari ini kita sudah
belajar banyak sekali mengenai teknologi
komposting sampah organik perkotaan
skala pengolahan di tingkat rumah tangga
wawasan dan skala kota dalam konteks
teoritis dan aplikatif yang disampaikan
oleh pemateri kita pada hari ini yaitu
bapak dokter Sri Wahyono ssims banyak
sekali ilmu yang kita dapatkan pada saat
penyampaian materi yang disampaikan oleh
pemateri kita hari ini semoga ilmu-ilmu
tersebut dapat bermanfaat untuk kita
semua gitu ya Bapak Ibu sekalian baik
Selain itu kami juga ingin mengingatkan
kepada Bapak Ibu sekalian untuk mengisi
kuesioner yang linknya sudah dishare di
kolom chat supaya kegiatan kami
selanjutnya bisa lebih baik lagi dan
Sekali lagi saya juga izin Mengingatkan
untuk Bapak Ibu sekalian yang mungkin
menginginkan materi sekali sertifikat
dan kemarin mungkin belum sempat request
itu dapat mengisi Link yang juga sudah
dikirimkan admin kami di kolom udara
kemudian terakhir saya ucapkan terima
kasih sebesar-besarnya kepada pemateri
kita hari ini yaitu bapak dokter Sri
wahyuyono s.s imsi yang telah
menyempatkan waktunya untuk berbagi dan
sharing materi bersama kami pada pagi
hari ini lalu saya juga mengucapkan
terima kasih pada bapak dokter hijrah
bernama Putra SMA melakukan founder dari
butik daur ulang Project B Indonesia
sekaligus sekretaris jurusan program
studi teknik lingkungan Universitas
Islam Indonesia dan juga tidak lupa saya
ucapkan terima kasih kepada panitia dan
juga peserta yang telah berkontribusi
dan sangat antusias sekali selama
webinar ini berlangsung Semoga kita
semua masih bisa bertemu di binaraga
selanjutnya Setelah libur lebaran Idul
Adha begitu ya bapak ibu
moderator memohon maaf sebesar-besarnya
apabila selama acara ini mungkin
terdapat kesalahan kata ataupun perbuat
kayak Anisa luwana pamit undur diri
wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh