Transcript
dlXIkJExecw • TEKNOLOGI HYDROTHERMAL DALAM PENGOLAHAN SAMPAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0053_dlXIkJExecw.txt
Kind: captions
Language: id
Selamat datang untuk bapak dan ibu yang
sudah turut hadir memeriahkan acara
webinar kita pada hari ini di hari sabtu
15 Juli 2023 webinar kita pada hari ini
merupakan webinar ke-10 yang
diselenggarakan oleh butik daur ulang
Project di Indonesia panjang tahun 2023
di Indonesia yang bekerjasama dengan
Universitas Islam Indonesia
selanjutnya bapak dan ibu hadirin
sekalian Izinkan saya mengucapkan
selamat datang dan memberikan salam
hormat saya kepada materi kita pada hari
ini yaitu bapak Doktor engineering Panji
prawisuda spmp lalu kepada bapak ibu
belum masuk ke materi webinar kita saya
mohon izin mengingatkan kepada bapak ibu
untuk mengisi daftar hadir atau presensi
di Link yang telah admin kami kirimkan
di
Dengan hormat saya juga meminta
kesediaan Bapak Ibu untuk menonaktifkan
microphone selama kegiatan berlangsung
supaya kita dapat menikmati materi yang
disampaikan
selanjutnya
atas waktunya
bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
alhamdulillahirobbilalamin pada
kesempatan hari ini kita bisa bertemu
kembali Bapak Ibu tentunya Selamat pagi
salam sejahtera untuk kita semuanya
mudah-mudahan kita semuanya dalam
kondisi yang sehat yang bersemangat dan
siap
mendengarkan materi yang akan
disampaikan oleh pemateri kita
yang saya hormati tentunya para peserta
yang telah hadir pada kesempatan hari
ini info dari panitia
pendaftaran mencapai 500 peserta tapi
mungkin saat ini sudah 140-an mungkin
proses untuk bergabung dan mungkin juga
ada sebagian yang mengikuti lewat
saluran YouTube
dan tentunya salam hormat kami kepada
bapak pemateri dokter Panji Panji
sahabat kami bidang pengelolaan limbah
yang saat ini Bapak Ibu mungkin sudah
sangat sering mendengar nama beliau dan
alhamdulillah atas
waktunya dapat bergabung pada kesempatan
hari ini
bersamanya acara kita pada kesempatan
hari ini
Bapak Ibu yang kami hormati acara ini
adalah acara yang didukung oleh jurusan
Teknik Lingkungan Universitas Islam
Indonesia makanya tadi di awal ada
sedikit video pengantar perkenalan
terkait dengan Universitas Islam
Indonesia secara umum dan kerjasama ini
sudah kita lakukan sejak tahun 2020 dan
Alhamdulillah sampai 2023 terus
berlanjut Dan kita masih punya beberapa
agenda webinar di tahun 2023 ini seperti
Mbak Ika dari menyampaikan bahwa webinar
hidro thermal ini adalah webinar yang
ke-10 di tahun 2023 berarti kalau ini
bulan Juli masih punya sekitar mungkin
8 atau 9 seri webinar lagi sehingga
biasanya dalam satu tahun akan berjumlah
sekitar 8 atau 19 kali webi Nar nah pada
kesempatan
kali ini kita akan bicara tentang
teknologi setelah dua kali webinar
sebelumnya kita bahas juga tentang
teknologi tapi teknologinya adalah yang
berhubungan dengan organik ada
pengomposan kemudian ada biogas nah
seri ini dan beberapa seri ke depan kita
akan bicara tentang bagaimana pengolahan
sampah dengan menggunakan teknologi
thermal menggunakan panas yang dimulai
dengan
Panji menggunakan hidrotermal walaupun
Kami yakin pak Panji menguasai semuanya
tentang teknologi termal gitu Tapi ini
bagi-bagi jadi kali ini tentang
hidrotermal ke depan di 2 minggu lagi
kita akan bicara virolisis dan
berikutnya ada gasifikasi dan seterusnya
jadi
butik daur ulang melalui Project di
Indonesia ingin sekali menghadirkan
pemahaman dan materi-materi yang menarik
tentang pengolahan sampah yang tentunya
bisa diikuti oleh Bapak Ibu di berbagai
macam lokasi tidak harus mesti ke Jogja
ataupun ke Bandung tapi kalau nanti
punya waktu punya kesempatan silahkan
hadir untuk bisa kita bertatap muka
secara langsung mudah-mudahan acara ini
bisa berlangsung dengan baik dan terima
kasih semua pihak yang telah mendukung
pelaksanaan kegiatan hari ini
mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kita
semuanya sekali lagi terima kasih pak
Panji atas waktunya yang seharusnya
bersama keluarga mungkin ya tapi
berkenan untuk hadir dan bersamanya
acara kita pada kesempatan hari Bapak
Ibu jangan kita lewatkan sedikitpun
acara hari ini mudah-mudahan kita bisa
menyimaknya dengan baik dan siapkan
berbagai macam pertanyaan yang juga
menarik supaya bisa meningkatkan
pemahaman kita terhadap pengolahan
sampah tapi jangan khawatir kalau
berhubungan dengan sinyal yang tidak
bisa kita kontrol juga tayangan ini juga
hadir di YouTube dan bisa diulang-ulang
kembali mungkin kalau nanti punya waktu
di yang akan datang Terima kasih Mungkin
itu saja yang bisa saya sampaikan agar
tidak berlama-lama dan kita akan
mengikuti webinar acara inti pada
kesempatan
mohon maaf jika banyak kekurangan
wabillahi Taufiq wal hidayah
wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
terima kasih kepada bapak hijrah yang
telah memberikan sambutannya sekaligus
membuka acara pada pagi hari
menurut Bapak Ibu sekalian kami dari
panitia
seperti yang sudah di
mention oleh Bapak hijrah tadi kami juga
melakukan live streaming melalui YouTube
channel kami di Project di Indonesia
jadi semisal selama acara webinar
berlangsung ada Bapak Ibu yang
terkendala dalam Zoom meeting ini tidak
perlu khawatir karena Bapak Ibu juga
bisa tetap mengikuti webinar ini melalui
YouTube channel kami di Project di
Indonesia
untuk bapak ibu yang
ini diberikan kepada tiga pertanyaan
terbaik dan 2 Story Instagram terunik
selama webinar ini
untuk pemenang 3 pertanyaan terbaik
nanti akan kami umumkan di akhir acara
Sedangkan untuk pemenang 2 Story
Instagram terunik akan kami menghubungi
langsung melalui DM Instagram
Bapak Ibu yang ingin bertanya selama
webinar ini berlangsung mungkin dapat
memberikan pertanyaannya melalui kolom
chat dengan format nama dilanjutkan
dengan pertanyaan yang ingin ditanyakan
nanti akan kami pilih 3 penanya terbaik
untuk memenangkan spesial dari
kami lalu untuk Story Instagram bapak
ibu dapat membuat Story Instagram
semenarik mungkin dan jangan lupa tag
Instagram kami di Project di Indonesia
sebelum itu Mari kita lihat terlebih
dahulu CV dari kita hari ini
[Musik]
baik itu tadi sekilas mengenai pemateri
kita pada hari ini selanjutnya Mungkin
saya akan
mendapat terlebih dahulu untuk memagari
kita pada hari ini Assalamualaikum
selamat pagi bapak
Selamat pagi
[Musik]
Ya nggak papa jangan berlibur sekalian
ini Belajar bareng deh
untuk efisiensi waktu Mungkin kita bisa
langsung aja
gitu ya Pak ya
waktunya kurang lebih sampai jam 10.30
hijrah Kemudian teman-teman dari
Wii yang sudah mengundang ini sangat
senang sekali moga-moga kita bisa
bertemu tidak hanya dalam
dalam jalur internet tapi juga secara
langsung ya
insya Allah kita bisa berdiskusi lebih
banyak dan tidak hanya berdiskusi tapi
juga bisa mengaplikasikan
[Musik]
teknologi apapun yang kita kembangkan
untuk masalah yang yang kita anggap
sulit itu adalah masalah sampah kota
jadi hari ini saya diminta untuk Sharing
tentang teknologi hidrotermal
kalau tadi pagi sudah bilang Wah ini
teknologi yang lain juga bisa itu tidak
sih sebetulnya yang lain lebih banyak
yang lebih tahu
ini saya juga hanya sharing Mungkin
sedikit sepengetahuan Saya mungkin
teman-teman di sini juga ada yang sudah
mempelajari ada yang sudah melihat
perkembangan terutama di luar negeri
Feel Free ya kalau misalkan ada
update-update terbaru atau ada komentar
masukan nah ini akan amat sangat
berharga jadi hari ini saya ingin
sharing sedikit tentang teknologi
biotermal untuk sampah kota Tapi sebelum
itu kita bicara dulu soal sampahnya
sendiri jadi saya ingin share dulu bahwa
sebetulnya di Indonesia kita sudah punya
skenario skenario pengelolaan sampah
sesuai standar dari Kementerian pupr
dari Kementerian pupr sebetulnya sudah
dirancang bahwa sampah kita itu yang
berasal dari rumah atau dari
kumpulan beberapa rumah atau bahkan dari
tempat komersial itu sebetulnya melewati
beberapa tahap besar yang pertama adalah
tahap pewandahan itu tempat dimana kita
menyimpan sampahnya baik dalam keadaan
tercampur maupun terpilah Kemudian yang
kedua adalah pengumpulan dan
pengangkutan jadi setelah kita wadahkan
kemudian nanti akan ada yang
mengumpulkan dan mengangkut ke satu
tempat dan yang terakhir adalah
pemrosesan jadi ada pewadahan
pengumpulan dan pemrosesan di bagian
akhir mungkin teman-teman juga sudah
tahu ada yang namanya TPA Biasanya kita
sebut ini sebagai tempat pembuangan
akhir
tapi sebetulnya cara berpikirnya sudah
lumayan
berubah ya
seharusnya kita sekarang mulai memberi
nama tidak lagi tempat pembuangan akhir
tapi tempat pemrosesan akhir karena cara
berpikirnya harus diubah Nah di sini
kita bisa melihat di bagian pengumpulan
ada pengumpulan yang skala kecil
menggunakan gerobak atau menggunakan
motor roda tiga atau pick up untuk
dibawa ke TPS
di TPS sendiri ini bisa diolah atau akan
diangkut lagi ke tempat pengolahan yang
lebih besar ketika kita bicara
pengolahan skala kecil kita sebut
sebagai pengolahan kawasan maka biasanya
juga akan ada produk-produk yang kita
anggap punya nilai ekonomi di sini ada
bahan-bahan daur ulang botol air mineral
gelas plastik plastik plastik yang
jernih kertas
material-material yang masih bisa dikilo
lah ya misalkan
logam metal dan lain-lain itu sebetulnya
memang masih punya nilai ekonomi dan ini
bisa kita bawa ke tempat daur ulang ini
yang biasa disebut dengan istilah sampah
adalah berkas
sampah adalah emas
sampah membawa membawa untung gitu ya
dalam hal ini betul Ketika kita bicara
sampah yang masih bisa didaur ulang maka
sebetulnya itu bukan sampah itu adalah
material yang sebetulnya masih bisa kita
ambil kita manfaatkan tapi ada juga
sampah yang memang tidak bisa kita
manfaatkan yang di sini Biasanya kita
sebut sebagai sampah residu sampah
residu inilah yang nantinya akan
berakhir ke TPA bentuk-bentuknya Seperti
apa tentu
bermacam-macam semakin banyak Jenis
sampah semakin tercampur bersama-sama
tersebut maka sebetulnya kita bisa
kategorikan sebagai residu karena tidak
bisa diolah lagi
sebaliknya kalau sampah hutan quote ini
sudah terpilah maka sebetulnya kita bisa
olah dan dia tidak perlu kita
kategorikan sebagai sampah
kalau kita lihat sebetulnya isinya apa
ini sebagai contoh kami lakukan
survei kecil-kecilan di TPA Sari Mukti
ini adalah TPA untuk daerah Bandung Raya
ya Kota Bandung kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung Barat Cimahi dan
sekitarnya ini tahun 2017 ternyata
memang lebih dari 50% ini adalah sampah
organik itu ada sampah sistem kanan ada
sampah dedaunan Ada sampah sapuan jalan
yang memang terdiri dari atau berasal
dari benda-benda hidup dari tumbuhan
maupun dari hewan kemudian kalau kita
lihat porsi kedua adalah plastik sebesar
20% lebih ini terdiri dari plastik dan
setengahnya kurang lebih plastik yang
bisa didaur ulang dan bertanya lagi
plastik yang saat ini tidak bisa didaur
ulang sebagian kecil ada lagi plastik
aluminium yang sebetulnya lebih sulit
lagi karena dia terdiri dari plastik dan
juga aluminium foil sedemikian sehingga
dia tidak bisa didaur ulang dengan
teknologi saat ini kenapa karena
teknologi sekarang itu hanya bisa
melakukan pendaur ulang sederhana
plastik yang ada yang disukai yang yang
transparan ya dan bersih itu kemudian
Akan dicaca Kemudian akan dilumerkan
lagi kemudian akan dicetak lagi nah kita
bisa bayangkan kalau plastiknya tidak
transparan plastiknya berwarna-warni
karena itu kalau sampai kita melihat ada
satu bentuk plastik yang warnanya hitam
warnanya tercampur-campur itu
kemungkinan besar adalah plastik daur
ulang
kemudian kalau dia mengandung aluminium
foil maka kita akan mengalami kesulitan
saat kita melelehkan plastik tersebut
karena ada aluminiumnya kita juga akan
mengalami kesulitan ketika kita mencetak
lagi plastiknya menjadi bentuk lain
karena ada aluminiumnya karena itu
plastik ini sebetulnya jumlahnya relatif
banyak Namun demikian
untuk didaur ulang tidak semudah itu
selain itu kita bisa lihat ada bentuk
sampah yang lain ada sampah tekstil Ada
sampah kertas Ada sampah kayu kaca karet
logam lain-lain jumlahnya relatif
signifikan apalagi kalau kita jumlahkan
dalam waktu sehari Ya tentu teman-teman
sudah tahu bahwa di Indonesia kita
memproduksi amat sangat banyak sampah di
kota Bandung sendiri hitungannya sudah
sekitar 1000 ton sampah per hari di
Jakarta itu sudah mencapai 6000 atau
7000 ton sampah sehari yang kalau saya
berkedip itu sudah sekian ratus kilogram
bahkan kalau di Jakarta sudah hitungan
Nah ada sedikit masalah di sini Ketika
kita melihat bahwa dari zaman dulu
hingga sekarang karakter sampah ini
berubah kalau saya ambil contoh ini di
zaman Belanda kemudian tahun 80-an
kemudian kisaran abad 21 maka
teman-teman juga bisa lihat bahwa
bentuk tempat sampahnya berbeda yang
satu keranjang sampah sebelah sini
kemudian di tahun 80-an ada bak sampah
kemudian di abad 21 ada pohon sampah
pohon yang digantung digantungi oleh
plastik-plastik sampah ini fenomena yang
menarik karena sebetulnya kita tidak
suka ada tempat sampah karena itu akan
menjadi tempat sampah sehingga kita
hanya Gantungkan itu ketika sampah akan
diambil Namun demikian kalau kita lihat
dari sisi komposisinya sebetulnya dengan
cara kita menyimpan sampah seperti ini
dengan semakin banyak plastik maka
karakter Sampah juga jadi kita bisa
bandingkan antara komposisi sampah tahun
88 tahun 2006 tahun 2010 maka komposisi
plastiknya naik dari 5% menjadi 12% dan
dampaknya Bagaimana kalau kita lihat
dari sisi
[Musik]
fraksi massa maka sebetulnya sampah
organik ini memang yang paling banyak
55% di data ini tapi kalau dari sisi
fraksi volume
besarnya maka sampah organik itu hanya
menempati 17%
ini sangat berbeda jauh dengan plastik
kalau kita punya plastik daur ulang di
Kisaran 10% dengan densitas yang rendah
kita tahu plastik itu ringan ya Jadi dia
butuh volume yang besar maka volumenya
itu sudah menempati sepertiga dari
sampah itu sendiri ini Demikian wajar
kalau kita melihat tumpukan sampah maka
yang dominan itu adalah sampah plastik
meskipun dari sisi massa sebetulnya yang
paling berat itu adalah sampah organik
nah ini menyebabkan kita harus berpikir
keras Bagaimana cara mengolah sampah
baru sampah generasi baru sampah zaman
baru dengan cara yang berbeda sudah
tidak bisa lagi kita hanya menyimpan
menumpuk mengubur sampah karena
sudah semakin banyak sampah plastik dan
kita tahu sama plastik tidak akan
terdegradasi secara biologis dalam waktu
yang singkat Nah dengan demikian kita
butuh alternatif alternatif baru Nah di
sini saya ambil contoh misalkan
pemikiran kami tentang desentralisasi
saya ambil contoh ini di Kota Jakarta
misalkan kita punya cukup banyak TPS di
sana tapi
tempat pemrosesan akhirnya yang disebut
sebagai bpsd Bantar Gebang ini berada di
kota yang lain ini berada di Bekasi
sementara
di tempat sampahnya ada di Jakarta
kita bisa lihat bahwa jaraknya ini
relatif jauh ya apalagi dari TPS TPS di
Jakarta Utara dengan demikian sebetulnya
desentralisasi pengelolaan sampah
Artinya kita bisa mengolah sampah dalam
skala yang lebih kecil di tengah-tengah
perjalanan itu menjadi kunci
kalau kita bisa mengolah ini maka kita
bisa mengurangi jumlah sampah yang
berangkat ke TPS yang lebih besar kita
bisa mengurangi jumlah sampah yang
dikirim ke TPA
dengan demikian usia TPA juga akan
menjadi lebih panjang saya pikir ini
juga menjadi isu yang di Jogjakarta
dengan TPA pilihan
pastinya pusing kepala nih pak hijrah
memikirkan hal itu Nah kalau kita lihat
dari pupr juga bahwa tipikal TPS 3R yang
disarankan oleh ppupr adalah kira-kira
seperti ini jadi mulai dari pengumpulan
sampah kemudian diawali dengan memilah
di sini kita bisa lihat secara ideal ada
50% organik 20% material daur ulang 30%
residu ini yang paling mudahnya ya
penggolongannya cuma 3 dari organik maka
disarankan untuk melakukan proses
pengomposan dari 50% maka massanya akan
turun menjadi 20% kemudian
[Musik]
dimanfaatkan sebagai kompos sementara
ini 20% ini cukup dijajah saja supaya
volumenya mengecil kemudian dikirim ke
pabrik daur ulang 30% nya ini memang
terpaksa dibuat karena teknologinya
tidak ada maka ini dianggap sebagai
residu ini langsung dibuang begitu saja
nah masalah yang pertama adalah masalah
pemilahan tentu kita sadar bahwa banyak
masyarakat yang jangankan memilah
membuang sampah pada tempatnya saja
masih bermasalah begitu apalagi memilah
sehingga kita butuh alternatif dalam hal
pemilahan dan juga kita butuh solusi
dalam hal sampah residu Nah karena itu
itu yang membuat atau memotivasi saya
untuk mendalami proses hidrokarbon apa
sih proses Sido termal itu kalau secara
definisi ya proses hydrotermal itu ada
dua kata besar hydro dan formal memang
ini adalah proses termal tapi ada
hidronya
kalau misalkan ada panas dan ada air
maka yang kepikiran oleh kita sebetulnya
adalah ya air panas ya atau bagaimana
kalau sampahnya kita rebus dan ini
sebetulnya serupa sampahnya kita rebus
sampahnya tidak kita bakar ini berbeda
dengan proses termal lain seperti gas
sifikasi berbeda dengan proses
insinerasi tapi ini lebih mirip dengan
proses pirolisis namun pirolisisnya
menggunakan media air secara gampangnya
kita masak saja airnya sampahnya kita
rebus saja sampahnya Nah dengan proses
Sido termal maka seperti halnya kita
merebus
misalkan sayur maka sayurnya biasanya
akan jadi lembek Ya begitu juga kalau
ayam misalkan atau daging itu juga kalau
kita rebus dia menjadi lebih empuk dan
ada satu proses lain lagi yang membuat
bahkan
tulang dalam daging atau Duri dalam ikan
itu menjadi hancur juga yang biasa kita
memanfaatkan adalah panci presto dengan
memasak menggunakan panci presto maka
benda-benda yang kita anggap keras itu
bisa menjadi lunak bahkan menjadi hancur
dan sebetulnya proses hidrotermal
memanfaatkan itu juga
ada air ada panas dan ada panci
bertekanan dengan tekanan di dalam panci
maka sebetulnya
material-material yang biasanya tidak
bisa lunak tidak bisa hancur dia akan
menjadi bubur Nah karena itu secara
mendasar proses hidrotermal ini dapat
mendis integrasi material komponen dari
sampah kemudian mengubahnya menjadi
bentuk-bentuk yang lebih lebih
seragam lebih kecil dan dengan demikian
kita tidak perlu lagi mencacah sampah
kita tidak perlu lagi mencacah material
supaya jadi lebih kecil kita tidak perlu
lagi mengajak sampah supaya ukurannya
seragam karena sudah diproses menjadi
seragam
dan dengan proses thermal kita memiliki
keunggulan yaitu dengan temperatur yang
sedemikian tinggi sebetulnya tidak
terlalu tinggi ya ini hanya di Kisaran
200 derajat celcius dengan temperatur
yang sedemikian tinggi
bakteri-bakteri yang patogenik ini sudah
menjadi steril dengan demikian
peralatan-peralatan yang sebelumnya
mengandung
material-material yang patogenesis
misalkan
kotoran atau darah bagian-bagian tubuh
manusia
ini sebetulnya sudah steril di dalam di
dalam industri kesehatan di Rumah Sakit
biasanya mereka menggunakan proses auto
cleving dengan auto clif nah proses
hidrotermal ini sebetulnya juga mirip
dengan itu namun dilakukan di temperatur
dan tekanan yang lebih tinggi sedemikian
sehingga untuk urusan patok ini ini
sudah lewat begitu
Nah kalau di luar negeri atau di
tempat-tempat lain di dunia Biasanya
kita mengkategorikan proses hidrothermal
itu berbagai jenis ya ada proses yang
kita sebut proses sub critical ada yang
super critical di temperaturnya sangat
tinggi dan otomatis tekanannya juga
sangat tinggi ada juga proses yang sudah
relatif komersial ini disebut sebagai
[Musik]
temperatur 160 derajat Celcius dan juga
ada yang disebut sebagai wash converter
Ini kebanyakan di Eropa ya dan
menggunakan uang super panas di
temperatur 150 derajat nah yang kita
lakukan sebetulnya serupa di Indonesia
kita punya sampah tercampur seperti yang
ada di gambar sebelah kiri Ini ya di
sini kita bisa lihat ada sampah-sampah
ikan kemudian ada sampah plastik
pembungkusnya
sedemikian sehingga dia akan sulit untuk
dipro
dengan pemrosesan hidroformal maka kita
bisa mendapatkan produk seperti ini
mungkin teman-teman belum percaya ya
tapi memang singing is be Leading ketika
kita melakukan pemrosesan hidrotermal
maka plastiknya pun dia akan
berubah menjadi kecil berubah menjadi
lebih seragam dengan warna yang lebih
serupa kalau di sebelah kiri kita
melihat sampah maka di sebelah tengah
kita bisa melihat ini satu benda yang
seragam kalau kemudian kita keringkan
maka sebetulnya kita bisa melihat ini
adalah produk tergantung isinya apa
tergantung karakteristiknya Bagaimana
kita bisa anggap ini sebagai produk nah
dalam hal ini karena latar belakang saya
dari konversi energi maka saya
memfokuskan diri pada menghasilkan
produk sebagai bahan bakar sebagai
pengganti batubara
kalau kita bandingkan antara berbagai
teknologi ini adalah grafik tekanan
terhadap temperatur ya Jadi ini
sebetulnya menggambarkan fase-fase air
di sini ada fasa padatan kemudian ada
fasa uap kemudian ada fasa cair maka
sebetulnya proses-proses yang tadi saya
Sebutkan proses sub critical proses
supercritical ini ada di sini
temperaturnya tinggi dan tekanannya juga
tinggi kemudian ada lagi yang disebut
sebagai waist auto clif converter ini
ada di sini temperaturnya lebih rendah
tekanannya lebih rendah nah sementara
yang kita kembangkan itu adalah berada
di daerah sini ya di Kisaran 500 Kelvin
atau di Kisaran 200 derajat Celcius dan
tekanannya juga ada di Kisaran 10 hingga
20 bar Nah dengan demikian kita bisa
memproduksi reaktor reaktor yang bisa
dibuat dalam negeri
yang dibuat di luar negeri menggunakan
tekanan dan temperatur tinggi ini akan
menjadi sangat mahal
materialnya juga menjadi sangat tebal
dan dengan demikian maka biaya modal itu
menjadi lebih besar biaya operasional
juga sedikit lebih tinggi untuk di
Indonesia kita butuh mengadaptasi maka
kita coba coba turunkan dengan demikian
kita menggunakan
temperatur yang lebih rendah tapi
tekanan yang masih menengah lah begitu
dengan demikian kita bisa buat di
Indonesia
ini adalah skematik peralatan yang kami
gunakan di laboratorium
di sini ada tempat sampelnya kemudian
kita isi dengan air karena kita butuh
hidro kita butuh air kemudian di bagian
luarnya ada pemanas listrik kita butuh
thermal sehingga reaksi hidrotermalnya
bisa terjadi di dalam teman-teman bisa
lihat di sini bahwa bagian lensnya
kemudian kita juga punya beberapa
peralatan keamanan buat ke kanan itu
juga diperlukan karena
Nature proses ini yang memang
membutuhkan tekanan tinggi nanti setelah
ini
dimasak kekuatan gold menggunakan
temperatur yang relatif tinggi Maka
kemudian bagian uapnya di kondensasikan
di sini untuk diambil sebagai kondensor
kemudian bagian padatannya bisa kita
ambil di dalam
nah beberapa alternatif yang yang sudah
kita lakukan
dengan proses dengan satu proses saja
itu ternyata bisa menghasilkan banyak
produk tergantung row materialnya
Seperti apa saya ambil contoh di sini
Yang pertama adalah sampah tercampur ini
adalah sampah yang paling sulit karena
dia sudah tercampur antara organik
plastik karet kain dan lain-lain
sedemikian sehingga ketika kita proses
dalam dalam reaktor hidrotermal maka
produknya ini hanya bisa menjadi rbm
reviews di review bahan bakar Kenapa
karena memang tercampur di situ ada
plastik dan ada organiknya plastik punya
nilai kalor yang tinggi sehingga kita
bisa manfaatkan sebagai bahan bakar tapi
dia punya karakteristik yang
tidak organik sehingga agak sulit untuk
diaplikasikan ke tempat lain sementara
kalau kita hanya punya sampah organik
atau sampah makanan yang pure tidak
tercampur dengan yang lain-lain maka
sebetulnya kita bisa memproses untuk
dijadikan sebagai pakan ternak
saya ini hari ini saya tidak bawa
gambarnya ya salah satunya
itu adalah sisa-sisa makanan yang
kemudian diproses untuk menjadi
pakan ikan atau buat di beberapa tempat
bisa menjadi pakan babi kandungan
proteinnya masih cukup tinggi dia tidak
rusak sedemikian sehingga masih bisa
dikonsumsi oleh hewan
produk yang lain Tadi saya sudah
sampaikan bahwa ketika proses
hidrotermalnya selesai maka akan ada
kondensat yang diambil produk yang lain
sebetulnya sendiri
di dalam kondensatnya itu masih banyak
mengandung
nitrogen kemudian juga dalam beberapa
sampah itu banyak mengandung kandungan
potasium
kalau kita punya kandungan fosfat dari
satu material lagi yaitu
benda ini di sebelah kiri bawah maka
sebetulnya kita punya sumber fosfat yang
cukup tinggi sedemikian sehingga
materi
penyusun cairan kondensa tadi menjadi
lengkap ada n ada P dan ada Cup sehingga
dia bisa digunakan sebagai pengganti
unsur hara tanah sebagai pupuk cair
nah ini beberapa
contoh kalau misalkan kita punya sampah
organik ya kemudian diproses ini sambil
contoh di temperatur 120 maka
teman-teman bisa lihat masih ada
daun-daunan yang yang terlihat ya
kemudian ada ranting-ranting juga
kemudian di 150 warnanya menjadi lebih
hitam
bentuknya menjadi lebih mirip bubur ini
agak sulit digambarkan ya tapi di 180
dia menjadi semakin hitam dan semakin
kecil dari sini kita bisa melihat bahwa
ada proses karbonisasi atau kalau dalam
bahasa masak ini sebetulnya gosong ya
semakin gosong itu sebetulnya proses
karbonisasi semakin baik dalam artian
ini menjadi lebih mirip dengan karbon
atau kita bisa berharap dia lebih mirip
dengan batubara sebagai bahan bakar dan
memang Dengan demikian nilai kalornya
juga akan menjadi semakin tinggi
Namun demikian kalau kita punya sampah
tercampur bisa ambil contoh ketika kita
punya sampah organik di sebelah kanan
dan sampah plastik di sebelah kiri di
temperatur
120 ternyata ini masih terpisah
masih terlihat
beda karakternya ya demikian kalau kita
Panaskan dia sampai 150 teman-teman bisa
lihat bahwa organiknya Semakin menjadi
berbentuk bubur dan plastiknya menjadi
teraglomerasi kita sudah mencapai satu
titik yang mendekati titik leleh dari
plastik itu sendiri sedemikian sehingga
dia mulai melunak kita sebut sebagai
temperatur transisi gelas
dia mulai melunak dan dia mulai Menempel
dan berubah bentuk kalau kita Panaskan
lagi di 180 derajat maka teman-teman
bisa lihat bahwa warnanya sudah serupa
Namun demikian bentuknya berbeda jauh
sebetulnya yang satu ini betul-betul
seperti bubur ya lunak yang satu lagi
seperti batu Nah dengan demikian kalau
kita punya sampah tercampur antara
organik dan plastik yang biasanya sulit
dipisahkan di temperatur sedemikian kita
bisa memperoleh dua produk yang terpisah
yang pertama produk organik yang larut
dalam air kemudian kita punya produk
plastik yang seperti batu namun demikian
dia densitasnya rendah sedemikian
sehingga mengambang di air karena itu
kita akan bisa langsung memisahkan
antara produk organik dan plastik dengan
demikian kita tidak perlu melakukan
proses pemilahan ini jadi satu
alternatif dalam tantangan sampai
Indonesia yang tercampur
Nah mungkin ada sedikit pertanyaan
Bagaimana kalau sampah basah begitu
kemudian apakah apakah dia bisa
dijadikan bahan bakar di sini saya coba
tunjukkan perbandingan antara proses
pengeringan sampah biasa dalam hal ini
menggunakan
[Musik]
nasi ya dan juga sayur yang warna kuning
dan warna hijau kemudian ada sampah yang
sudah diolah dengan proses hidrotermal
di sini teman-teman bisa lihat mungkin
agak sulit ya Tapi bisa dilihat bahwa
kandungan airnya tidak setinggi sampah
sayuran misalkan dan dia kering lebih
cepat dalam 72 jam kandungan Airnya
sudah di bawah 10% sementara kalau dia
sayur biasa dalam 72 jam ini masih di
Kisaran 30% sementara untuk nasi
meskipun nilai apa kandungan airnya
serupa di awal tapi dia akan Butuh waktu
yang lama di 72 jam ternyata dia masih
memiliki kandungan air di Kisaran 25%
dengan demikian sebetulnya Memang betul
sama-sama basah dan memang sampah yang
kita olah kan basah karena itu
sebetulnya
tidak masalah gitu dengan pemrosesan
yang basah tadi yang akan menjadi
masalah memang kalau sampahnya kering
kita proses dengan sampah basah dia akan
jadi lebih basah
nah
fitur yang lain ini agak spesifik ya
fitur yang lain adalah kalau kita ingin
mengolah sampah tadi menjadi bahan bakar
tadi Saya sudah sampaikan bahwa dengan
proses karbonisasi yang terjadi dalam
proses hidrotermal maka nilai kalornya
akan naik Sehingga dia layak untuk
menjadi substitusi batubara
namun demikian ada beberapa masalah yang
paling utama sebetulnya adalah masalah
plastik yang terkandung di dalam sampah
tercampur tadi kalau sampah plastiknya
mengandung klorin saya ambil contoh
misalkan dalam divisi dan
politinil chloride ini ada di mana-mana
ya termasuk ada di kabel termasuk ada di
plastik pembungkus meskipun kebanyakan
plastik yang kita konsumsi tidak
mengandung divisi saya ambil contoh
botol air mineral itu biasanya politial
PT atau polip
tapi
ada beberapa produk plastik yang memang
mengandung pvc
bagian si bagian klor dari pvc ini
sebetulnya sangat beresiko ketika dia
dibakar sebagai bahan bakar menggantikan
batubara tadi karena itu targetnya dalam
proses Sido termal itu adalah mengurangi
kandungan klorin yang nantinya
akan menjadi
senyawa yang biasa kita sebut sebagai
biosin dan kurang ya Ada PCB dan pcbf
ketika dia dibakar nah dalam proses
sindotermal bisa Coba tunjukkan
grafiknya saja jadi kalau kita punya pvc
dengan kandungan
klorin seperti ini
sebetulnya kita bisa bagi dua menjadi
klorin yang organik dan klorin yang
anorganik klorin yang anorganik ini
sebetulnya banyak makanan kita itu kita
banyak makan klorin sebetulnya itu ada
di NaCl ya ada di garam tapi kita punya
klorin yang organik yang terikat dalam
rantai pvc karena itu ketika kita punya
sampah biasanya ada klorin organik warna
hijau dan klorin yang anorganik Nah
dengan proses hidrotermal di berbagai
temperatur kemudian di berbagai waktu
tinggal ternyata ada proses konversi
dari organik klorin yang warna hijau
menjadi innorganik lorent di sini
teman-teman bisa lihat bahwa yang
tadinya mayoritas berwarna hijau
ternyata berubah menjadi berwarna kuning
dan demikian kita bisa
menggunakan padatannya menjadi dengan
dengan lebih aman dibandingkan kalau
kita langsung menggunakan padatannya
langsung dibakar
Nah jadi ini salah satu fitur
hidrotermal yang yang paling kami
unggulkan itu adalah bisa mengurangi
kemungkinan lepasnya emisi gas buang
dalam bentuk biosin dan kurang untuk
sampah plastik yang dibakar
dan banyak lagi fitur yang lain ini Saya
tunjukkan yang lain dari mantan
mahasiswa saya dia tertarik untuk
memisahkan aluminium dari plastik
laminasi seperti yang sudah disampaikan
di depan tadi plastik laminasi ini
menjadi masalah karena dia masih
mengandung aluminium foil dengan plastik
sehingga plastiknya tidak bisa didaur
ulang nah ternyata dengan proses
hidrotermal
kita tambahkan asam cuka jadi
CH3COOH kita tambahkan asam cuka dalam
proses hidrotermal untuk meningkatkan
keasaman dan melepas lem
perekat antara plastik dan kalau minum
koil sedemikian sehingga kita bisa
hasilkan 2 produk seperti yang ada di
gambar sebelah kanan
di sini yang berwarna lebih terang ini
adalah plastiknya sementara yang
berwarna ya silvery ini tahun ini dengan
demikian dengan proses hidrotermal Kita
juga bisa memisahkan antara plastik
dengan aluminium
dan ini sudah kita coba cek kita lihat
termogramnya
ternyata
plastik yang berada apa ya plastik roll
dengan plastik yang sudah
diproses ternyata sifatnya serupa dengan
demikian kita bisa
asumsikan bahwa semua plastik dan semua
aluminium itu atau hampir semua itu
Sudah terpisah
dan begitu juga kalau kita Cek nilai
kalornya dengan demikian kita bisa
meningkatkan nilai kalor dari
fraksi-fraksinya karena plastiknya sudah
dipisah aluminiumnya tidak menjadi bahan
bakar dengan demikian ketika dia dipisah
maka plastiknya bisa murni menjadi bahan
bakar dan nilai kalornya tentu bisa jadi
sangat menguntungkan
Nah kita tidak hanya berhenti disitu
kalau tadi saya bicara soal hidrotermal
sebetulnya kita kembangkan di Indonesia
itu tidak murni gitu thermal
saya sebut ini sebagai
hydro
mechanical thermal atau hydro
meganothermal Kenapa karena dia tidak
hanya melibatkan air dan panas tapi juga
mekanik tentu sebagai orang teknik mesin
saya punya punya kecenderungan untuk
menggunakan peralatan-peralatan mekanik
kalau tadi saya ada lagi kan sebagai
panci presto maka kita bisa bayangkan
Apa yang akan terjadi terhadap material
ketika kita gunakan tekanan dan
temperatur dan juga kita gunakan konsep
blender
karena itu ini saya gubah sedikit
menjadi hydromecano permal Kenapa karena
ada air ada panas dan juga ada bagian
mekanisnya jadi coba kita bayangkan
seperti panci presto
tapi ada
pengaduknya atau ada blendernya atau
kita coba bayangkan blender tapi
blendernya dipanaskan Nah dengan
demikian kita bisa punya proses yang
serupa ini juga bisa dibangun di
Indonesia kelebihannya Apa kelebihannya
adalah kita bisa menggunakan temperatur
dan tekanan yang lebih rendah karena
proses penghancurannya dibantu oleh si
blender tadi Nah ini salah satu contoh
cara
bayar bukan cara bekerja tapi bagaimana
karakteristik proses hidrome normal ini
ketika pertama kali dia dipanaskan maka
temperaturnya naik tapi materialnya
masih serupa kemudian kita aduk kita
mulai gunakan blendernya dengan demikian
temperaturnya lebih naik lagi di
temperatur yang kita setting kita tahan
dan kemudian selesai
bagian-bagian ini biasanya kita kita
pilah-pilah ya ada bagian pemanasan awal
kita namakan steam injection period atau
eating period kemudian ada holding
period dan kemudian ada steam release
bagian tengahnya kita gunakan mekanical
steering untuk mempercepat proses dengan
demikian bagian holdingnya bisa menjadi
semakin pendek
mungkin teman-teman ingin melihat
hasilnya Ya ini contoh hasilnya dari
sampah tercampur kalau tadi tidak diaduk
itu atau tidak ada blendernya maka
sampahnya tetap terpisah Maka kalau kita
gunakan pengaduknya maka di temperatur
yang rendah 120 derajat Celcius kita
bisa lihat hasilnya serupa ya warna
hitam ini plastiknya warna coklat ini
organiknya
kemudian di 150 dia tidak benar-benar
terpisah seperti tadi dia mulai
tercampur dan di 180 dia menjadi
benar-benar tercampur kita tidak bisa
lagi membedakan yang mana plastik yang
mana organik bahkan kalau tadi di bagian
awal teman-teman masih bisa lihat
benda-benda seperti
ranting seperti yang ada di gambar di
sini 150 atau 120 maka di 180 derajat
rantingnya sudah habis Semuanya hancur
semuanya menjadi betul-betul seragam nah
ini yang bisa kita manfaatkan sebagai
bahan bakar
padat karena bentuknya betul-betul
serupa kalau kita potret dalam bentuk
yang lebih lebih kecil ternyata
bagian-bagian ini memang tercampur rata
ini adalah satu satu Partikel kecil di
sini teman-teman bisa lihat warna-warna
coklat ya ini adalah material-material
organiknya dan dia menempel ke
plastiknya yang berwarna hitam seperti
yang kita ketahui tadi plastiknya sudah
mulai melunak Dan ini juga Mulai
menempel tidak hanya dengan sesama
plastik tapi juga dengan material
organiknya Nah dengan demikian biasanya
bentuknya akan jadi membulat kemudian
merata antara organik dan plastik ini
satu bentuk pengolahan dimana kita
menginginkan bahan bakar padat dengan
cara dicampur kalau perhitungan Balance
energinya Ya kira-kira seperti ini
tertarik Nanti bisa kita bahas
ini juga kira-kira perhitungan energi
jadi kalau kita gunakan sedikit fraksi
di sini ada energi yang digunakan untuk
pemanasan air kemudian yang digunakan
untuk pemanasan material dalam hal ini
biomassa Kemudian untuk memanaskan
reaktor itu sendiri dan juga energi yang
digunakan saat pengadukan
semakin tinggi temperaturnya seperti di
sini 150 175 dan 200 tentunya akan
semakin besar biasanya ini kita
perhitungkan dalam setiap sampel dalam
setiap proses
nah
[Musik]
dalam prosesnya tentu kita ingin
membandingkan Bagaimana sih proses
hidroformal dengan proses-proses yang
lain ini salah satu alumni sebelumnya
melakukan riset grafis ini membandingkan
antara
direct peeling ya dibuang saja timbun
saja dengan Mrs itu material recovery
facility jadi bagian-bagian yang bisa
didaur ulang diambil dibandingkan dengan
TPS 3R Dimana ada proses pemilahan
proses pengomposan kemudian sisanya Di
lem pilih yang bagian residunya
dibandingkan juga dengan proses
insinerasi gimana habis semuanya
kemudian kita coba bandingkan dengan
proses hidrotermal kita bandingkan
dengan kombinasi proses hidrotermal
dengan pirolisis dan kita bandingkan
dengan proses dihidrotermal dulu
kemudian baru dipirolisis
kira-kira bentuk prosesnya seperti ini
ini sama langsung dibuang untuk yang
kalian peeling atau dia
dipilah dulu antara yang bisa di recycle
dengan yang langsung kalian pilih Indika
tersebut sebagai Mrs relatif sederhana
ya atau kita tambahkan proses
pengomposan di situ
ada juga yang langsung dibakar dengan
proses insinerasi
kemudian kita coba kombinasikan dengan
proses hidrotermal di sini ketika
dipilah maka ada bagian yang tidak dapat
didaur ulang ada yang bisa didaur ulang
ada bagian yang kita masukkan ke proses
hidrotermal untuk menjadi
dalam hal ini kita menargetkan untuk
mendapatkan
pupuk cair dan juga
ada bagian-bagian yang bisa didaur ulang
dijual dan juga ada bagian yang kemudian
langsung dimasukkan ke
begitu juga kalau kita kombinasikan
dengan proses pirolisis
tapi saya tidak akan jelaskan sekarang
tapi kita bisa pilah sampahnya kemudian
sebagian masuk hidrotermal utamanya
material organik ya Kemudian untuk
material-material plastik yang tidak
bisa didaur ulang ini kita masukkan
dalam proses pirolisis untuk menjadi
minyak yang demikian kita bisa punya
produk yang lebih banyak harapannya ini
bisa menjadi lebih ekonomis kemudian
alternatif lain adalah proses
hidrotermal ini digunakan untuk memilah
sampah tadi kalau dalam keadaan sampah
tercampur kita bisa memilah antara
organik dan plastik maka organiknya
sudah terpilah dan kemudian bagian
plastiknya kita masukkan ke pirolisis
untuk menghasilkan minyak prosesnya
Serupa tapi tahapannya berbeda kalau
alternatif e alternatif sebelumnya itu
kita paralelkan tapi dalam alternatif F
ini dibuat seri
dari
semua
kemungkinan tadi kita coba lihat
berbagai aspek ya Ada 5 aspek berapa
persen sih sampah yang bisa diproses
kemudian Berapa luasan lahan yang
dibutuhkan Kemudian dari sisi
keberlanjutan energi ya apakah energi
yang digunakan dengan energi yang
dihasilkan ini seimbang atau
menghabis-habiskan energi kemudian kita
juga melihat dari sisi produksi gas
rumah kaca seberapa banyak gas rumah
kaca yang dihasilkan dan terakhir adalah
dari sisi ekonomian Apakah ini masuk
secara ekonomi atau tidak
ternyata hasilnya lumayan menarik yang
paling pertama adalah berapa persen sih
sama yang bisa diproses tentu dari sini
kita bisa melihat bahwa alternatif nol
ketika dia
[Musik]
itu ada
ketika dia hanya membuang sampah maka
tidak ada sampah yang diproses tapi
kalau kita pindah ke alternatif a ada
mrf di mana bagian yang bisa didaur
ulang itu diambil maka sebetulnya sampah
yang diproses akan jadi lebih banyak
begitu juga kalau kita kombinasikan
dengan komposting akan lebih banyak lagi
begitu juga ternyata kalau kita
inspirasi ya semuanya akan terproses
dalam kurung ya
kalau kita bandingkan dengan alternatif
De dan F di sini kita menggunakan
proses-proses brotherrmal sampah yang
bisa diproses ini memang kalah
dibandingkan inspirasi Kenapa karena
dalam proses hidrotermal sampah-sampah
kaca kemudian batu logam ini tidak bisa
berproses sementara dalam proses
inspirasi semuanya akan dimasukkan
kalau kita bandingkan lagi dengan
eee
luasan lahan yang dibutuhkan saya ambil
contoh di sini kita menggunakan istilah
spesifik capacity kilogram per meter
persegi maka tentu alternatif membuang
sampah begitu saja ini tidak masuk dalam
perhitungan karena dia tidak melakukan
pemrosesan apa-apa tapi kalau kita lihat
yang paling Superior ini adalah proses
inspirasi dia cukup membutuhkan lahan
yang relatif kecil dan kapasitas
pengolahannya besar prosesi biotermal
ini setara dengan proses-proses
pengomposan atau Mrs sehingga
membutuhkan lahan yang lebih besar
namun kalau kita bandingkan dari sisi
energi sustainability nah ini isu yang
paling besar di luar isu emisi ya
proses insinerasi ini memang membutuhkan
energi yang paling banyak kenapa karena
proses insinerasi itu berbeda dengan
proses membakar dalam hal kita membakar
kita menggunakan sampah sebagai bahan
bakar maka sebetulnya
[Musik]
kita
menggunakan sampah tadi sebagai bahan
bakarnya Namun demikian ketika sampahnya
basah maka temperatur pembakarannya
tidak akan tercapai temperatur
pembakaran yang ideal tidak akan
tercapai karena itu ini berbeda proses
insinerasi adalah memusnahkan sampah Oke
dalam bagian sampah ada bagian yang
punya nilai kalor di layak dibakar tapi
dia juga punya kandungan air yang tinggi
dengan demikian untuk mempertahankan
temperatur pembakaran maka Biasanya kita
butuh bahan bakar tambahan karena itu
inspirasi-generasi yang bersih inspirasi
yang modern itu biasanya akan butuh
bener lain baik itu benar-benar solar
ataupun bergegas untuk mempertahankan
temperatur pembakaran sehingga emisi gas
buangnya itu menjadi lebih ramah
lingkungan
dari sisi opasitas co nox
dioksidan itu akan jadi lebih aman Namun
demikian kita akan butuh energi yang
sangat besar bila kita bandingkan dengan
alternatif alternatif lain buang sampah
begitu saja ini cuma Butuh ongkos kirim
butuh solar Buat ngirim kemudian mrf
yaitu butuh listrik
komposting ini juga butuh energi sedikit
tapi untuk inspirasi butuh energi sangat
banyak untuk alternatif De dan F karena
ini juga proses thermal maka kebutuhan
energinya juga besar dalam hal ini
energi sustainabilitynya menjadi negatif
juga
Namun demikian kalau kita lihat dari
sisi gas rumah kaca yang dihasilkan ini
cukup mengejutkan Kenapa karena ternyata
sampah yang dibuang begitu saja ditimbun
begitu saja itu menghasilkan gas rumah
kaca yang sangat tinggi bahkan paling
tinggi mengapa demikian untuk
sampah-sampah zaman sekarang yang
terbungkus dalam plastik maka proses
aerobik proses
[Musik]
degradasi sampah dengan bakteri-bakteri
aerob yang membutuhkan udara itu menjadi
terganggu karena dia tertutup plastik
dengan demikian maka prosesnya menjadi
proses anaerobik dan bakteri anaerobik
memproses sampah organik itu dengan saya
efek adalah gas metana negas metana
sendiri sebetulnya adalah gas rumah kaca
dan dia sangat persistent karena
dibandingkan dengan karbon dioksida yang
masih bisa diserap oleh tumbuhan
metana tidak bisa dise rap siapapun
dengan demikian
secara total gas rumah kaca yang
dihasilkan paling banyak ini paling
tinggi yang kedua adalah Mrs karena Mrs
juga tidak mengolah sampah organik
sementara alternatif B pemilahan
komposting kemudian
pengambilan bahan daur ulang Ini
menghasilkan gas rumah kaca yang paling
rendah karena
material organiknya sampah organiknya
diproses secara aerobik sehingga
CO2 yang terbentuk itu lebih sedikit
atau efeknya terhadap global warming
lebih sedikit karena CO2 yang terbentuk
bukan ch4 bukan metana
kalau kita bandingkan bahkan dengan
inspirasi gas rumah kaca dari inspirasi
itu malah lebih rendah daripada ketika
dia timbun begitu saja kalau kita
bandingkan dengan proses hidrotermal di
sini karena dia membutuhkan panas juga
maka akan ada proses pembakaran di
kompornya sehingga gas rumah kaca yang
dikeluarkan juga masih relatif besar
dibandingkan alternatif B
kalau kita bandingkan lagi
dengan biayanya maka di sini juga
terlihat bahwa biaya untuk untuk proses
insinerasi ini termasuk yang paling
tinggi kemudian kita bandingkan dengan
hidrotermal dan hidrolisis ini juga
termasuk yang paling tinggi namun
demikian perbedaannya ada di revenue di
pendapatan meskipun
biaya operasional proses biotermal dan
hidrolisis tinggi tapi revenue dari
dari pupuk cair dan venue dari minyak
pirolisis ini jauh lebih tinggi
dibandingkan kalau kita hanya menjual
material daur ulang
dan juga masih jauh lebih tinggi
daripada kita menjual kompos sehingga
proses ini memang proses yang butuh
modal tinggi operasional tinggi namun
juga bisa menghasilkan pendapatan yang
tinggi
nah ini kira-kira fitur-fitur dalam
proses-proses hidrotermal dan juga
mungkin teman-teman bisa lihat bila
dibandingkan dengan proses-proses lain
ya ini akan menjadi bahan diskusi yang
menarik tapi
secara umum kira-kira daily seperti ini
tapi saya tidak akan bahas lebih banyak
saya ingin menunjukkan bahwa konsep
pengolahan sampah di masa depan itu
seharusnya memang kita tidak anggap
sebagai sampah kita tidak anggap juga
sampah sebagai berkah gitu ya tapi
sampah sebagai sumber daya kalau kita
bisa pilih yang pertama kalau kita tidak
bisa bila pun sebetulnya kita bisa
melakukan beberapa proses misalkan
sampah sisa makanan menjadi pakan ternak
atau sampah kotoran ini menjadi pupuk
atau
kalau sampah tercampur maka kita bisa
olah dia menjadi minyak tapi tidak
dengan proses hidrotermal ya atau kita
bisa olah menjadi bahan bakar untuk
industri sebagai pengganti batubara
dengan demikian ini akan kembali lagi ke
kita Semoga bisa jadi lebih bermanfaat
ini ada cukup banyak
alirannya ya mungkin kita akan coba
skip saja dulu nanti semoga akan banyak
diskusinya soal ini namun bayangannya
seperti ini
di masa depan pengolahan sampah itu
tidak lagi dilakukan di akhir tapi di
bagian tengah TPS TPS itu saya ambil
contoh gambar di sebelah kiri ya Ini
adalah gambar TPS di China jadi kalau di
China
sampah-sampah yang
berasal dari penduduk itu dikumpulkan
kemudian nanti akan ada truk yang
mengangkut prosesnya relatif sederhana
ya Jadi kalau di sana di beberapa kota
yang saya lihat itu hanya dikompakan
saja dikompres gitu sedemikian sehingga
densitasnya naik dan dia bisa bisa
langsung diangkut dengan dengan jumlah
track yang lebih sedikit
dan satu ciri khas yang saya lihat
berbeda adalah sampah di Cina itu
relatif lebih kering dibandingkan sama
di Indonesia
mungkin saya datang di musim yang salah
ya waktu itu musim dingin jadi
Kemungkinan tidak terlalu lembab
udaranya udaranya relatif kering
sehingga cepat kering sampahnya Namun
demikian kita bisa lihat secara umum
tempatnya rapi ya tidak ada tumpukan
sampah jadi dia bangunan tertutup orang
tidak bisa melihat Ada sampah di situ
kemudian idenya adalah kita pasang
peralatan-peralatan pengolah sampah di
TPS tadi sedemikian sehingga jumlah
sampah dan juga besar sampahnya menjadi
berkurang dan kita bisa angkut dan mimpi
Kami adalah tidak akan ada lagi TPA yang
ada adalah gudang-gudang penyimpanan
seperti ini
yang diupload pun bukan truk sampah tapi
material seperti ini
pemanfaatannya tentu sangat banyak
tapi kata kuncinya sebetulnya
bukan pengolahannya sendiri kata
kuncinya adalah pemilahan kalau
sampahnya kita pilah maka kita bisa olah
dengan mudah Oh itu jadi H semua di
belakang ya jadi masalah terbesar kita
adalah ketika sampahnya tidak terpilah
ketika sampahnya tercampur maka biaya
pengolahannya akan mahal sekarang
Kebanyakan orang di Indonesia itu hanya
membayar 10.000 sampai 30.000 per bulan
sangat murah padahal sampah yang
dihasilkan ya mungkin kalau itu terlalu
lokal dalam sebulan ya satu gerobak
sendiri ya
untuk satu gerobak kalau saya dibayar
Rp30.000 untuk ngangkut 1 gerobak saya
sendiri nggak mau mungkin temen-temen
juga nggak mau tapi dalam kenyataannya
kita membayar semurah itu dan karena
kita membayar semurah itu maka wajar
tidak ada pengolahan hanya ada
penimbunan
nah ini beberapa alat yang sudah kami
kembangkan mulai dari ukuran yang kecil
ini untuk skala rumahan ya bentuknya
bener-bener mirip seperti blender
kemudian ada yang skala lebih besar
untuk di lab kemudian ada Skala yang
lebih besar lagi untuk komersial dan ada
yang dibuat tahun perhari ini
gambar-gambarnya saja saya coba
Tunjukkan beberapa hasilnya ini salah
satu contoh untuk sampah organik
tercampur ya ini berasal dari tandan
kosong kelapa sawit
ini ketika keadaan kosong kelapa
sawitnya sedang Sorry ketika tandan
kelapa sawitnya sedang dibersihkan untuk
diambil tanda kosongnya saja ini adalah
produknya dan ini adalah produknya
setelah diberi cat kelebihannya karena
yang dia tadi bisa mengambil kandungan
klorin dia juga bisa mengambil kandungan
potasium sehingga tandon kosong kelapa
sawit yang biasanya memiliki kandungan
potasium tinggi ini bisa turun dan
kandungan potasium ini kalau dia tinggi
itu bisa menyebabkan sliding dan
following dalam dalam boiler sehingga
sangat menguntungkan ketika dia
diturunkan dengan proses hidrotermal
ini contoh lain lagi kalau tadi potasium
tadi menjadi slegging dan Paulin di
boiler tapi ketika dia dalam fasa cairan
setelah proses hidrotermal dia bisa
menjadi pupuk cairnya satu contoh ketika
kita mencoba di tanaman mint ya sebelum
di sebelah kiri dan sesudah ketika
menggunakan
pupuk cair yang berasal dari proses
hidrotermal
nih
gambaran tadi yang limbah
sawit jadi dia bisa berubah bentuk
berubah ukuran sehingga mudah diproses
Secara teoritis memang sel-selnya
menjadi rusak dengan demikian secara
makroskopik dihancur secara mikroskopik
ada kandungan-kandungan mineral yang
terbawa ke sisi cairan
ini contoh lain lagi untuk eceng gondok
kita coba di Waduk Cirata kemudian Waduk
Saguling
memang
relatif mudah karena dia organik tapi
sulit karena dia tumbuh dengan sangat
cepat
dengan proses pengomposan akan
dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk
bisa menjadi kompos Namun kita bisa saya
Bisa tunjukkan di sini bahwa dengan
hanya proses pemanasan di berbagai
temperatur ini kita bisa memperoleh
produk yang relatif seragam sambil
contoh di 150 derajat saja 0 menit
dipanaskan 150 kemudian didinginkan itu
sudah menjadi produk yang seragam
seperti ini
kalau kita lihat nilai kalornya ternyata
nilai kalornya bertambah dari awalnya
eceng gondok itu hanya ada di Kisaran
11mp per kg ini bisa kita naikkan tentu
di berbagai kondisi operasi ya bisa
setara dengan batubara subtituminus c
yang demikian ini menjadi potensi untuk
menjadi bahan bakar yang
biasa orang sebut sebagai karbon neutron
karena dia bisa menyerap lagi CO2 yang
ada di lingkungan
ini contoh lain lagi dalam kondisi
sampah tercampur Tadi saya sudah
Tunjukkan ya untuk campuran
[Musik]
plastik dan aluminium foil
kemudian ini contoh yang lain lagi
ketika kita menggunakan bahan bakar dari
produk hidrotermal dalam hal ini
mayoritas memang menggunakan eceng
gondok sehingga dia organik ya dan
akhirnya ketika dibakar dia akan
menghasilkan bau yang yang berbeda-beda
yang khas tergantung dari material yang
kita proses dalam hal eceng gondok ini
biasa saja tapi dalam hal ampas kopi
ini menjadi menarik karena memang
baunya menjadi agak-agak berbau kopi
Jadi
kami pikir ini sangat cocok untuk
dijadikan
material pengganti arang untuk sate
misalkan sate berasa kopi gitu ya atau
untuk makanan-makanan lain kalau kita
ingin menambahkan sedikit aroma kopi
dalam masakan ini yang kita lakukan di
lab mungkin teman-teman bisa lihat ya
Ini adalah reaktor yang ukurannya dua
setengah liter di sini ampas kopinya
diproses dan kemudian hasilnya
dikeringkan bentuknya kira-kira seperti
ini
mahasiswa Saya masih mengerjakan
moga-moga dia bisa lulus Segera ya ini
setelah diproduksi bagian padatannya
seperti ini dan bagian cairannya seperti
ini kalau kemudian dia dikeringkan maka
kita bisa lihat ada perubahan warna
perubahan bentuk sedikit dan pada
akhirnya perubahan nilai kalor
dengan temperatur yang semakin tinggi
maka nilai kalornya juga semakin tinggi
dan yang lebih menarik adalah dia
semakin bisa dibuat menjadi briket kalau
teman-teman sudah pernah mencoba
memberikan ampas kopi itu ternyata tidak
bisa kita tekan radio butuh tekanan yang
super tinggi supaya jadi briket namun
dengan proses sidle thermal ternyata dia
lebih mudah ini kami Tengah lagi karena
memang ada bagian portal yang melunak
dan menjadi perekat ketika dia diproses
secara hidrotermal
ada lagi ini mahasiswa S2 Saya sekarang
sedang mengerjakan kotoran sapi ini
sekalian saya Tunjukkan
peralatan-peralatan kami di workshop
dengan ukurannya sudah lebih besar ya
Yang ini di 100 liter
kemudian kita coba kotoran sapi dan ini
adalah produknya di sebelah kiri bawah
bagian cairnya tentu punya kandungan NPK
yang baik sehingga kita jadikan pupuk
cair bagian padatannya nah Victor ini
dia mencoba membuat bata merah jadi ini
adalah campuran
tanah liat dan kotoran sapi harapannya
serat dari kotoran sapi ini akan
memperkuat Batak sedemikian sehingga
kekuatan mata naik atau kita bisa punya
bata dengan kekuatan yang sama tapi
bobot yang lebih ringan ini dalam proses
ditunggu ya untuk menjadi Batam
begitu juga kita punya
project yang lain adalah fosfat fosfat
ini adalah popok sekali pakai bumper
satu dampers gitu ya dan ternyata memang
fosfat ini setengahnya terdiri dari
plastik bagian yang bersentuhan dengan
bayi ya ini adalah propena kemudian
bagian belakangnya poli etilent atau
poliuretan bagian tengahnya ini ada
super absorban polimer dan juga ada hal
ada fiber di situ nah ketika kita proses
dengan proses sible thermal maka kita
bisa memiliki dua produk sekaligus yang
sifatnya sangat berbeda seperti tadi
bagian valvenya menjadi seperti bubur ya
kemudian bagian plastiknya menjadi
menggumpal sehingga kita bisa pisahkan
dengan mudah
nah bagian valvenya ini dijadikan
campuran batako kita coba di berbagai
kombinasi kemudian di berbagai
temperatur kira-kira hasilnya seperti
ini dan ketika kita review untuk
dijadikan komersial
Oke ini bagian kekuatannya ya Jadi kalau
batako tanpa campuran itu sekian
kemudian dengan campuran itu jadi sekian
kemudian ini batako yang ada di pasaran
jadi kekuatannya Ternyata jauh lebih
tinggi daripada baterai yang ada di
pasar
ketika kita jadikan komersial kita bisa
buat benda-benda seperti ini ini
kelihatannya berat ya tapi sebetulnya
sangat ringan karena kita campur dengan
serat dari fosfat sehingga dia bisa
lebih ringan tapi kekuatannya serupa
ini adalah reaktor yang lain lagi
Dulunya ada di kampus di kapasitas 200
liter kira-kira ukurannya seperti ini ya
kalau dibandingkan dengan orang
teman-teman bisa lihat bahwa kita
menggunakan baut-baut yang sangat besar
karena tekanan yang tinggi ini
sebetulnya menjadi tantangan dalam
proses fabrikasi reaktor itu sendiri
tentu untuk orang teknik mesin
Ya ini
apa ya yang makanan sehari-hari Namun
demikian tidak
sedemikian mudah untuk di aplikasi
ini adalah produk yang terbaru ini baru
aja mungkin dalam hitungan sebulan dua
bulan yang lalu lah ya kita launching
raptor Indo thermal tapi yang mobile
jadi idenya adalah
sampah dimasukkan ke atas ya jadi idenya
adalah orang datang ke rumah-rumah
kemudian sampahnya dimasukkan kemudian
sambil berjalan
sisa panas dari motor dan juga di sini
ada genset untuk mengaduk itu digunakan
untuk memproses sampah secara global
sehingga ketika dia sampai ke full
ketika sampai ke PPS produknya sudah
bisa diambil di sebelah sini
ini kita tunjukkan ke adik-adik di Darut
Tauhid ya mereka sangat bersemangat buat
naik ke atas dan lain-lain ini bagian
yang paling menyenangkan ketika kita
sharing ini ke anak-anak ketika mereka
melihat bahwa ada kesempatan untuk
mengolah sampah kita kalau kita pilah
dan kalau kita olah kita bisa
menghasilkan produk yang menarik dalam
hal ini kita namakan komposter jadi
kompos di atas motor supaya
terlihat jelas bahwa untuk sampah-sampah
organik terutama kita bisa langsung
menghasilkan kompos dalam waktu singkat
di atas motor
mungkin itu dulu dari saya terima kasih
banyak Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Silahkan jika ada komentar
masukan dan pertanyaan saya kembalikan
ke Mbak Ika
Baik terima kasih banyak bapak atas
sharingnya Wah menarik banget ini juga
di kolom chat sudah banyak pertanyaan
yang disampaikan oleh peserta webinar
Pak
namun sebelumnya mungkin saya mau
mengingatkan kepada para peserta yang
menginginkan materi pada webinar kita
hari ini dapat request materi terlebih
dahulu melalui Link yang telah admin
kami kirimkan
selanjutnya mungkin kita masuk ke
sesitanya sesi tanya jawab tapi kita
sesi foto bersama dulu Pak Jadi
kami juga akan dibantu bersama admin
kami silahkan admin
Terima kasih Kak Ika yang sudah
[Musik]
memberikan waktunya untuk mempersingkat
waktunya mungkin Bapak Ibu sekalian
terlebih dahulu
untuk gayanya mungkin bisa seperti ini
ya Bapak Ibu sekalian
langsung saja 1 2 3
1 2 3
[Musik]
selanjutnya mungkin langsung saya
kembalikan ke moderator
Baik terima kasih admin
selanjutnya
Kemudian untuk acara selanjutnya kita
masuk ke ceritanya jawab dan disini juga
kami sudah dibantu oleh panitia yang
bertugas untuk merangkumkan pertanyaan
dari Bapak Ibu sekalian yang telah
disampaikan di kolomnya mungkin untuk
pagi saya akan membacakan pertanyaan
yang terlebih dahulu lalu kemudian bisa
langsung dijawab begitu ya pak ya
oke di sini ada pertanyaan dari
Pak Tutut Pujianto teknologi hidrotermal
ini dalam aplikasinya Apakah tidak perlu
pemilahan terlebih dahulu Kalau tidak
Bagaimana menentukan suku optimumnya
Apakah pengolahan ini masih menghasilkan
sisa cairan
mungkin ini ditanyakan sebelum apa
sebelum presentasinya selesai ya tapi
kalau secara singkat bisa dalam
aplikasinya Apakah tidak perlu pemilihan
terlebih dahulu Bisa sampah tercampur
bisa kita olah dan bagaimana menentukan
suhu optimumnya Memang agak tricky
karena kita harus membuat
sorry
ini tergantung targetnya apa Jadi kalau
targetnya adalah memilah sampah
menjadi organik dan non organik maka
kita menentukan temperaturnya agar bisa
mengolah sampah organik saja seperti
yang tadi ditunjukkan dia menjadi bubur
tapi dalam hal sampah anorganik atau
mayoritas plastik ya plastiknya belum
menjadi bubur ya demikian kita bisa
memilah sampah secara termal
tapi kita juga bisa membuat materialnya
menjadi seragam sekaligus saja gitu
dengan cara ya temperaturnya kita atur
supaya baik sampah organik maupun sampah
plastik ini sudah
terpola sudah
tercerai-berai sehingga bentuknya
menjadi seragam Apakah pengolahan ini
masih menghasilkan sisa cairan ya dan
tidak dalam hal sisa cairan karena kita
menambahkan air dalam proses kalau
sampahnya relatif kering ya maka air
yang terbentuk ini bisa digunakan
untuk kegiatan yang lain saya ambil
contoh tadi ketika kita memiliki
mayoritas sampah organik maka sisa
cairannya ini ternyata memiliki
kandungan NPK yang sangat tinggi namun
dengan kandungan logam berat yang
minimum tentu ketika kita punya sampah
yang punya kandungan logam berat yang
banyak atau limbah B3 maka sisa
cairannya tidak bisa dimanfaatkan lagi
Namun demikian dalam prosesnya si
cairannya ini kita
gunakan lagi dalam batch berikutnya
dalam pemasakan berikutnya kita tidak
menggunakan air bersih tapi menggunakan
air dari proses sebelumnya mungkin itu
sedikit berupa tutup
Terima kasih Pak atas Jawabannya kepada
Pak Tutut semoga menjawab Ya Pak Ya
ini ada selanjutnya dari Pak Randy
ada beberapa pertanyaan nih pak yang
pertama mungkin ada bagaimana
komparasinya dengan teknologi lain
sehingga terlihat jelas kelebihan dan
kekurangan dari hand grip lalu yang
kedua mungkin ada bagaimana kaitannya
teknologi ini dalam mendukung konsep
circular ekonomi dan isu terbaru yakni
Zero Waze
ketiga ada bagaimana dengan persetujuan
lingkungan ketika kita mau menerapkan
pada skala TPS 3R tingkat Kelurahan atau
Kecamatan kewenangannya ada di kabupaten
atau kota atau provinsi ataukah dan dana
Apakah ada sejenis rekomendasi agar
dapat langsung
diimplementasikan tanpa terbentuk
perizinan atau
yang nomor satu ini sebetulnya sangat
banyak ya saya dalam hal ini tidak tidak
berusaha berpihak pada satu teknologi
apapun
semuanya punya kelebihan dan kekurangan
proses Sido termal sendiri itu memang
kami kembangkan supaya dia bisa
diterapkan di Indonesia itu yang paling
utama dan orang Indonesia ketika
mengolah sampah sangat sensitif terhadap
harga dengan demikian memang proses
hidrotermal yang kita kembangkan ini
harus murah dengan dengan demikian bisa
dimanfaatkan di Indonesia
karena kekurangan gitu thermal itu tadi
kalau paramit sempat melihat bahwa dia
menggunakan tekanan tinggi dengan
demikian Rektor yang digunakan pun harus
reaktor yang tahan tekanan tinggi dengan
demikian menjadi lebih mahal nah ini
yang menjadi tantangan utama dalam
proses Sido termal Terutama ketika kita
punya cara pikir bahwa
pengelolaan sampah itu seharusnya murah
dengan demikian ini tidak akan masuk
sementara proses hidroformal ini
sangat-sangat unggul dalam memproses
sampah-sampah residu yang biasanya tidak
bisa diolah secara biologis tapi juga
kita tidak ingin menggunakan proses
inspirasi jadi misalkan
tapi saya masih ingin memanfaatkan
[Musik]
saya ambil contoh misalkan tadi pos Pak
popok bayi gitu maka
proses hidrotermal ini menjadi unggul
karena dia bisa memproses popok bayi
tapi tidak dengan cara dibakar
dalam mendukung konsep circular ekonomi
Ini teknologi yang saya bilang amat
sangat membutuhkan circular ekonomi
Parani bisa bisa melihat lah ya tinggal
dicari aja hidup thermal gitu kira-kira
apa yang sudah kami lakukan kami
melakukan Di mana biasanya tantangan
besarnya adalah
konsep-konsep kami ini butuh teman-teman
baik dari pihak swasta maupun pihak
pemerintah untuk membuat
apa ya Istilahnya ya ekosistem
[Musik]
pengolahan dan pemanfaatan produk dari
pengolahan sampah ini menjadi jalan tadi
saya ambil contoh misalkan kita membuat
[Musik]
material-material dari popok bayi
misalkan
kita bisa Tunjukkan bahwa kekuatannya
cukup tinggi dia bisa lebih ringan punya
kemampuan yang lebih lebih baik begitu
tapi dalam hal circular ekonomi maka
masalah utamanya adalah menjual
produk-produk tersebut agar dia menjadi
berkelanjutan kalau ini masih hanya
mengandalkan kevinsi dari pemerintah
misalkan atau dari penghasil sampah maka
prosesnya menjadi tidak ekonomis karena
dia akan butuh Capital expendicial yang
tinggi dia akan butuh operasional yang
tinggi Jadi sebetulnya teknologi ini
sangat mendukung tapi circular ekonomi
itu buat Bapak Ibu yang pernah mencoba
ya tidak semudah itu ya
kita harus cukup jujur menunjukkan bahwa
meskipun sampah bisa kita olah tapi
hasil pengolahannya itu tidak mudah
untuk
dipasarkan tidak mudah untuk dibeli
karena kalau dia memang mudah dibeli
pasti sudah banyak yang mengolah gitu
Dan ini juga terkait dengan Zero Waze
[Musik]
cukup yakin bahwa ini tidak
secara analisis tidak akan tercapai
dalam waktu dekat kemudian Bagaimana
dengan persetujuan lingkungan ketika
kita mau menerapkan pada skala TPS 3R
ini ranah yang sedikit berbeda
jangankan persetujuan lingkungan untuk
hidrotermal persetujuan lingkungan untuk
inspirasi teknologi yang sudah lebih
lama itu saja tidak
tercantum dengan jelas
Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan itu klhk itu hanya memberikan
verifikasi teknologi ramah lingkungan
bukan sertifikasi teknologi ramah
lingkungan verifikasi ini artinya bahwa
Oke alat yang diklaim itu memang
ternyata bisa melakukan apa yang dia
klaim hanya itu saja dalam hal
sertifikasi tentu akan ada pengujian
lebih lanjut dan itu bisa menjadi
jaminan bahwa operasinya akan seperti
itu tapi kadang-kadang tidak memberikan
itu
sehingga ini
menurut pengalaman kami tidak bisa
langsung diimplementasikan ini akan
butuh butuh apa ya butuh pendekatan
sosial butuh peningkatan reguler juga
butuh pendekatan dengan pemerintah agar
ini bisa berjalan karena memang
aturannya belum ada
memang sangat sulitnya juga ya pak ya
ini
realistis ini Real gitu kalau dari
secara teknologi saya bisa ngomong
banyak gitu ya di sini ya ini bisa apa
Bisa ini bisa itu tapi dalam hal
aplikasinya ya tidak semudah itu ferguso
[Musik]
tetap butuh aspek kelembagaan aspek
hukum aspek yang lain-lain supaya ini
bisa berjalan
selanjutnya
terkait aspek pembiayaan jika sudah ada
pengalaman praktis dari teknologi ini di
Indonesia Berapa biaya investasi dan
biaya operasional rutin dan untuk
kapasitas desainnya berapa lalu ini ada
mirip-mirip nih pak pertanyaannya
dari bapak Ahmad Fauzi beliau bertanya
berapa biaya pengolahan sampah
hidrotermal apakah secara ekonomis bisa
dimanfaatkan produknya atau untuk di
industri misalkan untuk menjadi bahan
bakar
ya
[Musik]
gini
aspeknya sangat banyak ya Ketika kita
bicara pembiayaan di dalam perhitungan
pembiayaan sendiri biaya investasi dan
biaya operasi serta perawatan rutin ini
bergantung kepada Jenis sampah komposisi
sampah dan banyaknya sampah jadi Memang
betul sih pertanyaan Kartika cuma ini
pertanyaan yang sulit dijawab karena
terkait dengan uang gitu ya cuma jadi
nilainya bisa berbeda-beda tergantung
tergantung sampahnya cuma Saya mau
memberikan contoh misalkan
[Musik]
kita ambil contoh untuk
sampah popok saja ya jadi hasil
perhitungan kamu untuk pengolahan sampah
popok dengan hitungan kurang lebih
500 600 kilo per hari ya itu ternyata
biaya untuk mengolah popok ini menjadi
produk itu ada di Kisaran Rp2.000
padahal harga popoknya sendiri Rp2.000
jadi kalau kita hanya melihat dalam satu
teknologi dalam satu material untuk
popok ini tidak masuk begitu tapi apakah
kemudian kita berhenti Tentu saja tidak
karena sampah itu sebetulnya kan tidak
hanya popok jadi dalam dalam perhitungan
perekonomiannya ini harus membuat itu
kan sampah-sampah yang lain saya ambil
contoh misalkan sampah bungkus mie
instan sama buku mie instan bungkus
minsan dalam dalam pengujian kami itu
membutuhkan biaya di Kisaran
[Musik]
10 hingga 20 rupiah per bungkus mie
instan dan ini jadi sangat kecil sekali
karena harga mie instan kita ada di
Kisaran Rp2.000
sampai 1% dari harga produk ini masuk
bahkan
ketika dia menjadi minyak maka minyaknya
pun dia punya nilai kalau kita masukkan
apa namanya
harga minyak misalkan di 5.000 per liter
karena setara dengan minyak bakar ya
bukan setara dengan bensin maka
sebetulnya
ini sudah sangat baik dalam artian
kalau minyaknya semua terjual maka kita
tidak perlu
[Musik]
meminta biaya untuk pengolahan sampah
mie instan bumbu
tiap-tiap Jenis sampah akan akan punya
biaya yang berbeda-beda dan ini akan
menjadi cukup rumit kalau bukan cukup
rumit ya kalau kita ingin ini menjadi
berkelanjutan atau ini visible secara
ekonomian maka Biasanya kita harus
memperhitungkan semua kategori sampahnya
dan semua produknya Apakah ini bisa
dijual siapa yang akan beli harganya
berapa termasuk misalkan kita mengolah
sampah dengan proses komposting dengan
proses komposting biasanya dijual hanya
di Kisaran Rp2.000 per kg tentu kita
perlu mengecek juga berapa banyak yang
beli hal-hal seperti itu membuat jawaban
ini jadi sulit begitu saya tidak bisa
bilang oh ini 100 ribu rupiah per ton
gitu Misalkan ya seperti pertanyaannya
[Musik]
adalah belum bisa tapi memang kalau kita
bicara kasus yang spesifik misalkan
untuk bahan bakar kami sudah melakukan
perhitungan bahwa sebetulnya ongkos
untuk
per ton sampah yang diolah menjadi bahan
bakar itu ada di Kisaran 200 hingga
250.000
ini Demikian kalau bahan bakarnya dijual
di
masih di harga 250.000 atau 300.000
seperti yang kita lakukan sekarang maka
ini juga tidak terlalu ekonomis Namun
demikian kalau harganya mengikuti harga
batubara misalkan di Kisaran
80-100 per ton maka sebetulnya ini masih
sangat ekonomis jadi ini sangat sangat
bergantung ya ke kondisinya mungkin itu
kira-kira mereka Terima kasih bukan
[Musik]
itu
Semoga bisa diambil dari
ada Pertanyaan selanjutnya ada dari
Robin Steve
ini sudah ada yang menggunakan Indonesia
atau ini baru contoh atau konsep di luar
negeri
bagi bahan organik untuk keperluan
pertanian organik kekayaan sampah
organik
bisa dipadupadankan dengan konsep
pengelolaan sampah yang baik kita bisa
dijangkau oleh siapapun Bagaimana
menurutmu
baik
Pak Robin Steven bisa datang ke workshop
kami ya di bandung Kalau ada waktu bisa
main-main ke Bandung bisa ke kampus bisa
ke workshop
sebagian memang masih prototipe ada di
kampus dan sebagian lagi sudah komersial
Terus terang saya nggak terlalu suka
menjual barang ke orang sehingga memang
tidak ada produk yang dijual putus ya
tapi kalau Pak Robin Steven pernah
dengar beberapa West management company
yang yang apa membuka
membuka apa ya yang menawarkan itu untuk
mengolah misalkan sama popok gitu
beberapa waktu yang lalu itu sebetulnya
diolah di tempat kamu jadi
memang dari sisi nama ini kami tidak
pernah memunculkan diri memang agak-agak
ansos ya tapi Sebetulnya saya bisa
bilang misalkan untuk sampah popok ini
mungkin satu-satunya teknologi yang
sudah terbukti bisa mengolah gitu dalam
skala yang relatif besar
yang kedua ini sangat menarik sebetulnya
karena memang kita juga
menemukan solusi untuk sampah organik
ini juga secara kebetulan jadi reaktor
kami itu tadinya ditaruh di atas tanah
gitu sehingga ketika kita mengolah
sampah-sampah yang kebanyakan sampah
organik itu ada beberapa
cairan yang
jatuh di tanah dan ketika kita biarkan
ternyata dia tumbuh jadi rumputnya
sangat panjang lebih panjang daripada di
tempat-tempat lain yang tidak terkena
itu dengan demikian kita mencoba
meneliti kandungan
unsur haranya di dalam cairan tersebut
dan memang sebetulnya apa yang kita
ambil dari tanah itu sebetulnya
terkandung di tanaman dan itu bisa kita
ekstrak lagi jadi saya sangat setuju
bahwa
benda yang kita dapatkan dari tanah kita
itu sebetulnya sangat kaya dan bisa kita
manfaatkan lagi
nah Cuma begitu kita bicara
ini untuk skala nasional
[Musik]
kita akan bicara dengan industri
pupuk kimia
kita bicara dengan sistem
distribusi pupuk nasional jadi saya
terus terang
jadi saya tidak terlalu bisa masuk ke
situ tapi pada umumnya orang-orang masih
tetap lebih suka dengan pupuk kimia bila
dibandingkan dengan pupuk organik
banyak alasannya tapi mungkin kita bisa
diskusi lebih lebih lanjut nanti lah ya
tidak dalam form yang sangat besar
itu mungkin kira-kira
mungkin bisa direalisasikan ya kunjungan
ke workshop Panji untuk bincang-bincang
lebih lanjut lagi
Pertanyaan selanjutnya ada dari bani
sapa Apakah produk dari proses
hidrotermal tersebut yang bisa dijadikan
bahan bakar sudah pernah diujicobakan
pada kendaraan dan apakah hal tersebut
efektif
baik
untuk proses Sido termal yang utamanya
kita manfaatkan adalah produk padatannya
ya untuk menjadi bahan bakar sehingga
ini tidak diujicobakan pada kendaraan
ini kita cobakan pada kompor pada tubuh
dan targetnya memang untuk menjadi
pengganti batubara
sebaliknya untuk proses pirolisis itu
memang kita jadikan bahan bakar cair
jadi bahan bakar minyak namun Hasil
pengujian kami untuk sampah tercampur
untuk sampah plastik tercampur ternyata
produknya tidak terlalu cocok untuk
dijadikan bensin namun lebih cocok ke
arah solar dan jauh lebih cocok lagi ke
arah minyak tanah sehingga
[Musik]
sejauh ini kami masih belum
merekomendasikan digunakan sebagai
pengganti bensin ini untuk proses
hidrolisis
[Musik]
Oke ini karena
antusiasme beserta cukup tinggi Saya mau
menawarkan kepada bapak ibu peserta
webinar kali ini untuk yang bersedia
menyampaikan pertanyaannya secara live
mungkin bisa terlebih dahulu Lalu nanti
kita akan
[Musik]
buka untuk
[Musik]
untuk Pertanyaan selanjutnya mungkin
bisa ke
di sini dulu di atas nama Rendy dari dlh
Agam sampah dengan karakteristik
Indonesia tercampur Tentu juga tercampur
sampah mengandungnya B3 dengan
menggunakan air untuk proses hidrotermal
bagaimana air setelah proses selesai
tentu menjadi air limbah yang nantinya
perlu kita pikirkan untuk treatment
lanjutannya atau air setelah proses
tersebut tidak termasuk kategori air
limbah dan memenuhi syarat untuk dibuang
saja ke denah
[Musik]
dalam hal ini misalkan kita membuang
sampah baterai ini juga
terkategori sebagai B3 atau kita
membuang sampah filter oli misalkan
kalau kita ganti oli di rumah ini juga
mengandung B3 Sehingga dalam hal ini
proses hidrotermal itu memang
beresiko melepaskan air yang terkategori
sebagai air limbah
Namun demikian saya juga bilang bahwa
ini tidak hanya terjadi pada proses
selain pun begitu ketika sampahnya
mengandung D3 kemudian Let's C di
inspirasi maka
emisi gas buangnya itu sebetulnya harus
kita pertimbangkan sebagai emisi dari
generator limbah B3 kalau kita mau
bicara seperti ini begitu juga flys dan
bottom S dari inspirasinya karena dia
terkandung D3 maka kita juga harus
pertimbangkan dia sebagai limbah B3 ini
jadi sangat kompleks gitu masalahnya dan
untuk semua proses menjalankan proses
thermal ya proses biologis pun kalau
memang sampahnya mengandung B3 maka
limbahnya pun tidak seramah lingkungan
itu gitu Karena Dia sudah mengandung D3
menurut saya kuncinya adalah
pemilahannya
selama ini saya belum pernah atau jarang
sekali melihat institusi yang
mengangkut sampah B3 dengan jadwal yang
berbeda dengan lokasi yang khusus
saya ambil contoh misalkan di kampus
gitu ya kita coba buat kotak untuk
baterai
sejauh ini karena baterainya tidak ada
jumlah banyak itu masih terakumulasi
cuma saya juga bertanya-tanya aduh nanti
ini dibuang kemana ya kalau dia
terkategori sebagai limbah B3 maka yang
terpikir oleh saya memang dia dibuang ke
ppli atau ke pengolah limbah B3 dan ini
tentu saja jadi amat sangat mahal kalau
di Pinky untuk sampah kotak kita
1000 rupiah maka ketika kita buang dia
sebagai limbah B3 maka
dari sisi
sistemnya itu tidak ada
pengangkutan sampah kita masih
pengangkutan sampah yang yang
konvensional sehingga tidak mendorong
kita untuk memilah saya ambil contoh
misalkan Oh saya akan mengangkut hari
Senin sampai organik saja atau hari
Selasa asyik saja hari Rabu limbah B3
materi saja misalkan begitu Itu sudah
lumayan lumayan bagus tapi kalau kita
masih mengangkut dengan cara sekarang
pengolahan sampah apapun itu pasti akan
mengandung D3 sehingga ini akan jadi
berisik kalau
Parani menanyakan hasil secara riil
memang kami melihat ada kandungan besi
Fe yang relatif tinggi di cairannya tapi
sejauh ini untuk logam-logam yang berat
yang lain di dalam sampah tercampur dan
masuk dalam pemrosesan ini ternyata
tidak terlalu tinggi Pak masih masih di
dalam batas sehingga masih relatif aman
untuk dilepas sebagai bentuk cairan cuma
fe-nya yang lumayan yang masih menjadi
PR kami
mungkin
semoga jawaban dari pak Panji cukup bisa
diambil
[Musik]
kita coba ada
Oh ada Pak Heri Setiawan Mungkin Pak
Heri Setiawan bisa menyampaikan
pertanyaannya secara singkat
[Musik]
Assalamualaikum Waalaikumsalam
perkenalkan Pak Nama saya Pak Kristiawan
kami dari majelis ilmuwan hidup
pimpinan daerah muhammadiyah kota
Yogyakarta Pak
Jadi kami juga
beraktivitas terhadap lingkungan
kaitannya dengan sampah Pak Kemarin kami
juga sudah melakukan kegiatan kaitannya
dengan darurat sampah yang ada di
Yogyakarta
Kemudian kami kebetulan untuk tahun ini
mempunyai program yang kaitannya dengan
amal usaha pengelolaan sampah
jadi kalau kita lihat Apa permasalahan
sampai itu yang pertama bahwa pandangan
masyarakat sebagian itu bahwa sampah itu
merupakan sisa barang yang tidak berguna
Kemudian yang kedua bahwa pengelolaan
sampah itu hanya bertumpu pada
pendekatan akhir jadi dikumpul kemudian
diangkut kemudian baru dibuang di TPA
kemudian yang tidak kalah juga
pengelolaan sampah-sampah sampai saat
ini belum optimal Jadi itulah yang
menjadi permasalahan kami juga bergerak
dalam
berkaitannya dengan
darurat sampah di Jogja terutama
kami sudah melakukan kegiatan Banyak
sampah baik itu dengan cara apa memberi
motivasi pelatihan tapi ternyata masih
juga masyarakat untuk perilakunya masih
kurang Pak Kurang seperti yang kita
harapkan karena indeks ketidak
kepedulian terhadap lingkungan itu
ternyata yang paling tinggi adalah
masalah sampah kurang lebih 0,72 Pak itu
menurut indeks dari ketidakpedulian
terhadap lingkungan kemudian
kami sangat tertarik dengan tadi
hidroter Kemudian kami juga sudah
melakukan yang namanya mekanik termal
Pak dengan tekanan tapi juga biayanya
mahal itu Pak Jadi kami memerlukan harus
memerlukan sampah kurang lebih 2 ton itu
juga memerlukan energi listrik tinggi
sekali Pak Kemudian kami merubah pola
dengan cara Kami ingin ke depannya itu
mengelola sampah menjadi
salah satunya tadi yang sudah
disampaikan bapak itu untuk salah
satunya untuk makanan ternak
satu Kemudian yang kedua Apakah dengan
endotermal yang tadi yang disampaikan
bapak tadi Apakah bisa untuk berbasis
skala rumahan Pak rumah tangga
kemudian biayanya kosnya itu
Mahal atau tidak
kemudian yang terpenting lagi
teknologi sudah banyak untuk mengelola
sampah terutama tapi yang terpenting ini
bagaimana kita bisa membangun
mindset perilaku dari warga atau
masyarakat untuk mengolah sampah
tersebut karena yang paling pokok itu
adalah bagaimana
merubah perilaku karena kaitannya sampai
ini kaitannya dengan perilaku Mungkin
itu saja Bapak dari saya terima kasih
assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
[Musik]
Semoga makin banyak orang-orang yang
yang peduli terhadap lingkungan dalam
hal ini sampah ya dan menggerakkan
masyarakat di sekitarnya Terima kasih
sekali Pak Heri sudah bekerja keras saya
di kalau saya di kampus sih ya saya
masih merasa malu gitu karena belum bisa
sebesar itu
namun memang
betul masalah perilaku ini yang paling
utama ini juga tantangan kami di kampus
dan di lingkungan di worlshop untuk
mulai memilah pengalaman kami itu
teknologi itu menjadi layer kedua sih
Pak layer pertamanya itu adalah
membuang sampah pada tempatnya dan pada
pada kategorinya artinya sudah mulai
memilah ini yang sulit tapi sebetulnya
kalau ini dilakukan maka proses
pengolahannya akan menjadi jauh lebih
gampang dan lebih murah
biasanya itu biasanya masalahnya adalah
sistem kita belum terbentuk jadi
Saran saya sebelum masuk ke dalam
teknologi itu memang
pemilahan yang kita lakukan adalah
pemilahan yang yang
realistis dan juga
fungsional saya ambil contoh begini
pemilahan yang biasa ada di lingkungan
kita itu kan tiga ya Pak ya organik
anorganik dan B3 gitu saya sering lihat
warnanya hijau kuning dan merah pertama
sebetulnya limbah B3 itu tidak boleh
dibuang di dalam tempat sampah terbuka
limbah B3 itu harusnya ada dalam tempat
sampah tertentu tertutup kemudian hanya
diangkut oleh orang-orang yang punya
izin bahkan koordinat tempat penyimpanan
B3 nya pun harusnya tercatat di klhk
di permukaan buminya nah yang saya
cermati adalah organik dan
anorganik ini ini dua kata yang yang
tidak realistis dalam artian kalau
misalkan organik yang perlu dipastikan
adalah apa yang akan kita lakukan dengan
sampah organik misalkan Oh saya akan
jadikan kompos kalau ini akan dijadikan
kompos maka akan ada beberapa material
organik yang tidak akan bisa dikomposkan
saya ambil contoh misalkan ranting kayu
orang-orang akan menganggap itu organik
kemudian dimasukkan ke dalam kategori
organik padahal itu tidak bisa di
komposkan jadi mengganggu atau saya
ambil contoh misalkan
relatif keras juga daun pisang atau
kertas tisu dan orang-orang mungkin
membuang kertas pun ke dalam sampah
organik jadi kertas atau menjadi kertas
tisu maka
waktu pengomposannya akan menjadi
panjang Karena dia tidak lagi seorganik
seperti sampah sayur misalkan begitu
juga Ketika kita bicara anorganik
mungkin Bapak Ibu tidak kalau nggak di
Bandung mungkin nggak tahu yang namanya
rupiah bahasa atau seblak gitu ya
mungkin baiknya juga nggak pernah dengar
kalau di Jogja nggak ada gitu itu
favorit di sini
para mahasiswi itu biasanya makan seblak
tapi sebelah itu relatif geotrof karena
dia punya kuah kemudian dia ada
kadang-kadang ada daun pisangnya
kemudian dibungkus dengan plastik
kemudian dimakannya bisa dengan sendok
atau dengan
Sumpit
sampahnya jadi sangat kompleks di situ
ada kuah sisa makanan ada daun pisang
ada plastik dan ada kayu
ini masukin bunga begitu apakah masuk
organik
mungkin ada juga yang sampah basah
sampah kering
tidak tidak bisa masuk ke kepala kita
Nah jadi Saran saya memang kita harus
menggunakan sistem pemilahan yang
realistis dan juga di bagian hilirnya
itu bermanfaat kalau memang kita ingin
mengomposkan maka yang harusnya yang
kita tulis bukan cuma organik tapi
material yang memang dikomposkan dan
sebaliknya kalau yang ingin kita
targetkan di inorganik itu adalah
plastik kita langsung sampaikan saja
yang kita ingin masukkan ke sini adalah
plastik yang bisa didaur ulang dan
dengan demikian memang menjadi beda
namanya nah
dalam kenyataannya kita harus jujur juga
bahwa ada satu jenis sampah lain lagi
yaitu sampah residu sampai sampah
tercampur Yang memang tidak bisa kita
apa-apakan sekarang Nah itu harus
disiapkan juga
kinerja pemilahan sampah itu biasanya
Dinilai dari banyaknya sampah residu
yang yang dimasukkan ke situ semakin
kita tidak mampu memilah sampah
rezekinya akan banyak sampah terpilahnya
akan semakin sedikit semakin kita mampu
memilah semakin kita memilih
produk-produk yang ramah lingkungan maka
bagian yang terpilahnya akan semakin
banyak sampah residunya akan semakin
sedikit kita bisa bikin lomba soal itu
berapa banyak sih sampah residu yang
terkumpul Oh ini residunya banyak nih
sebetulnya bisa yang ini organik yang
ini sebetulnya plastik Oh ini berarti
orangnya masih belum mampu memilah ya
sosialisasinya kita galakkan lagi dalam
banyak kasus sosialisasi itu kan cuma
sekali ya setelah alatnya dateng
kemudian sosialisasi dipanggil keluarga
ditinggal gitu Padahal sosialisasi itu
kan seperti iklan
kalau kita iklan kecap gitu bisa jadi
setengah jam itu diulang-ulang terus
banyak iklan-iklan yang yang kita masih
ingat sampai sekarang ya misalkan iklan
dengan pajak gitu dan kita ingat karena
dia cukup pasif tapi iklan sampah kan
nggak pernah ada di TV pengetahuan saya
yang sangat pas Jadi wajar itu masih
agak Tertinggal
Nah kalau tadi yang terakhir Apakah ini
ada dalam skala kecil ada Pak
kita sudah buat yang sebesar blender
kira-kira ya kira-kira itu setara dengan
sampah organik yang satu KK hasilkan
sehari harganya berapa Pak bukan
harganya harga pokok produksinya berapa
itu setara dengan Honda Beat
masih ada di 17 jutaan generasi kedua
yang kami buat itu sudah lebih murah itu
sudah mencapai di Kisaran 5 jutaan tapi
tetap aja 5 juta masih terlalu mahal
untuk mengolah sampah Jadi moga-moga
kami masih terus bisa berkreasi ya
Sehingga harga pokok produksinya masih
bisa ada di kisarannya di daerah-daerah
setara dengan beli kompor lah gitu atau
beli beli kulkas begitu ya Jadi mungkin
mungkin masih ada yang mau beli tapi
untuk harga motor seharga motor atau
seharga 5 jutaan Kayaknya masih terlalu
jauh sih buat Indonesia sekarang
inovasi-inovasi dari pak Panji beserta
tim bisa terus dilancarkan jadi untuk
alat-alat yang
ramah untuk rumah tangga bisa ada di
pasangan yang akan datang gitu ya pak ya
ada pertanyaan terakhir dari ibu Tika
maulini TPA yang sudah beroperasi lebih
dari 15 tahun dengan sistem Open dumping
tanpa ada fasilitas pemilahan composting
dan lain-lain dengan komposisi sampah
TPA antara lain 70% organik 15%
anorganik yang termasuk plastik kain dan
lain-lain Sampah lain ada 15% teknologi
apa yang disarankan untuk men treatment
sampah tercampur atau sampah tua yang
sudah ada di TPA sejak belasan tahun
lalu apakah teknologi hidrotermal ini
cocok untuk kasus TPA
baik
ya memang ketika kita bicara bahwa
sumber daya alam kita diambil ya di
tambang-tambang diambil kemudian
dijual ke luar negeri begitu kita merasa
rugi itu betul tapi sebetulnya
barang-barang itu kembali lagi ke kita
sih kita beli HP kita beli peralatan
elektronik kita beli barang-barang yang
ternyata diproduksi di luar negeri
asalnya dari sumber daya alam kita tapi
dijual lagi ke kita dengan harga lebih
mahal dari sisi itu kita rugi Ya tapi
sebetulnya kalau kita melihat dari sisi
yang lebih positif
material-material itu yang berupa sampah
sebetulnya juga adalah sumber daya alam
tapi yang belum bisa dimanfaatkan itu
sebetulnya semua yang ada di TPA
beberapa bagian memang sudah diambil
oleh pemulung terutama buat yang mudah
dijual ya logam-logam baja gitu biasanya
sudah terambil tapi untuk bagian-bagian
lain yang tidak terlalu bernilai ekonomi
sekarang dengan mudah itu masih belum
diambil
penelitian menunjukkan bahwa
sampah dari TPA di lebih dari 10 tahun
itu sudah mengandung
41% material serupa tanah Bu 3 jadi yang
menarik adalah memang
material-material organik tadi yang
mayoritas itu sudah berubah menjadi
serupa tanah Sayangnya dia tidak bisa
dimanfaatkan sebagai
tanah urug ya atau tanah cover untuk TPA
karena sifatnya yang terlalu hancur
sehingga besar kemungkinannya dia
longsor turun begitu dia tidak tidak
terlalu nempel
Namun demikian ketika kita cek untuk
Kemungkinan dia jadi kompos memang
sayangnya juga kandungan logam beratnya
relatif tinggi ini juga menjadi
tantangan ketika kita ingin menjadikan
kompos komersial kemungkinan ada
bagian yang tidak memenuhi standar
sehingga dia
apa ya
intinya dia tidak bisa diapa-apakan lah
bagian itunya sejauh ini ya kita belum
belum melakukan pemrosesan lagi
jadi yang paling pertama itu kita bisa
pilah antara bagian yang serupa tanah
tadi dengan bagian yang lain
nah bagian lainnya apa ternyata memang
bagian lainnya itu adalah kebanyakan
plastik Jadi kalau tadi 3 sampaikan oh
15% nya kira-kira plastik nih kain dan
lain-lain gitu ya ternyata ketika
organiknya sudah sangat berkurang
plastiknya jadi sangat banyak sehingga
memang ini sangat menarik
sejauh ini yang kita lakukan saya ambil
contoh misalkan di Bantar Gebang itu
kita menggunakan teknologi landfill Mini
diambil kemudian dipisah antara tanah
dan plastik kemudian bagian yang
mayoritas plastik di cacah untuk menjadi
rgf namun menurut saya
kalau memang mayoritas plastik ini
sebenarnya lebih cocok untuk diproses
dengan proses
kita tahu
asal usul plastik berasal dari minyak
dan gas bumi ya dan kemudian
Tunggu sayang kalau memang dia tidak
jadi apa-apa lagi kalau plastik yang
relatif baru
meskipun tadi plastik itu tidak
terdegradasi dalam tidak terdegradasi
dalam waktu lama tapi plastik yang baru
itu enak untuk didaur ulang sebaliknya
plastik yang lama itu jadi sulit untuk
didaur ulang karena dia sudah keburu
kotor dia sudah keburu hancur dia sudah
keburu terdegradasi secara verbal
teroksidasi sehingga plastiknya tidak
lagi bening
Nah jadi untuk sampah gua sampah plastik
tua ini sulit untuk didaur ulang
jadi menurut hemat Saya teknologi yang
yang paling disarankan itu sebetulnya
adalah teknologi yang bisa memanfaatkan
sampah-sampah plastik tadi teknologi
hidrotermal untuk kasus sampah plastik
atau mayoritas sampah plastik sebetulnya
tidak cocok teknologi dulu termal
seperti bahasanya dia cocok untuk sampah
basah karena hidro dan thermal ada air
dan ada panas sampah basah ini sudah
cocok karena memang dia basi itu
kira-kira terima kasih
Oke terima kasih
itu tadi pertanyaan dari ibu Tika
maulinis sekaligus menjadi pertanyaan
penutup pada sesi tanya jawab kita hari
ini saya ucapkan terima kasih kepada
bapak Panji telah membantu menjawab
pertanyaan-pertanyaan sekaligus
sharing-sharing nih bersama
Terima kasih juga percaya kepada bapak
ibu yang sudah aktif bertanya dan untuk
yang tadi sempat rise hand mohon maaf
kami belum bisa melanjutkan pertanyaan
live karena adanya Keterbatasan waktu ya
Bapak Ibu
Semoga di lain kesempatan kita bisa
bergabung lagi dan pertanyaan-pertanyaan
dari Bapak Ibu sekalian mungkin bisa
terjawab di sesi yang akan datang
mungkin ini seperti janji saya di awal
tadi saya juga sudah mengantongi
nama-nama pemenang yang beruntung pagi
ini untuk mendapatkan
Oke ini untuk nama-nama yang beruntung
mungkin bisa menghubungi admin di
kontak person yang tertera Ya
bagi yang belum beruntung Jangan Sedih
jangan galau mendapatkan Jangan berkecil
hati juga Karena di sosial yang akan
datang kami akan terus memberikan door
prize yang lebih menarik jadi Untuk
Bapak Ibu jangan sampai ketinggalan
acara webinar selanjutnya nih dan
kebetulan kita sudah ada agenda
selanjutnya yaitu di hari Sabtu tanggal
29 Juli 2023 kita ada webinar teknologi
pirolisis dalam pengolahan sampah kota
mungkin tadi juga beberapa kali sudah di
mention oleh pak Panji bahwa teknologi
lain yang mungkin bisa jadi alternatif
Jadi mungkin ada yang masih penasaran
tentang webinar kali ini
bisa ngikutin
agenda webinar ini
kita telah sampai pak di Bapak Ibu
sekalian di penghujung acara
Alhamdulillah kita hari ini juga udah
belajar banyak banget tentang teknologi
hidrotermal dalam pengolahan sampah kota
yang telah disampaikan oleh teman hari
ini yaitu bapak dokter engineering
banyak banget ilmu yang kita dapatkan
pada saat penyampaian materi yang
disampaikan oleh materi kita hari ini
semoga ilmu-ilmu tersebut dapat
bermanfaat untuk kita
kami juga ingin mengingatkan kepada
Bapak Ibu sekalian untuk mengisi
kuesioner yang linknya juga sudah
di-share di kolom chat untuk
evaluasi kegiatan kami selanjutnya bisa
lebih baik lagi Sekali lagi saya izin
mengingatkan kepada bapak ibu yang
menginginkan materi sekaligus sertifikat
dan mungkin kemarin belum request
ketika registrasi begitu bisa mengisi
Link yang juga sudah dikirimkan oleh
admin kami di kolom chat
terakhir saya ucapkan terima kasih
sekali lagi kepada pemateri kita hari
ini yaitu
yang telah menyempatkan waktunya untuk
berbagi dan sharing materi
kalau saya juga mengucapkan terima kasih
kepada bapak dokter hijrah Purnama Putra
spma selaku honor dari butik daur ulang
Project di Indonesia sekaligus
sekretaris jurusan program studi teknik
lingkungan Universitas Islam Indonesia
juga tidak lupa saya ucapkan terima
kasih kepada panitia dan peserta yang
telah berkontribusi dan sangat antusias
memohon maaf sebesar-besarnya
terdapat kesalahan kata atau
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Terima kasih pak Panji dan Bapak Ibu
semuanya
Sampai bertemu kembali
[Musik]