Transcript
K1w-9nfEokU • JOGJA DARURAT SAMPAH "PELAJARAN APA YANG DAPAT KITA AMBIL?"
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0055_K1w-9nfEokU.txt
Kind: captions
Language: id
diselenggarakan di waktu weekdays tapi
Bapak Ibu sekalian tetap bisa mengikuti
webinar ini hingga selesai gitu dan juga
semoga hal ini juga tidak mengurangi
antusias kita semua dalam mengikuti
webinar pada siang hari ini
webinar kita pada hari ini merupakan
webinar ke-12 yang diselenggarakan oleh
butik daur ulang Project B Indonesia di
sepanjang tahun 2023 ini
baik pertama-tama mungkin perkenalkan
terlebih dahulu
saya Anisa luwana selaku FC sekaligus
moderator yang akan memandu jalannya
acara webinar pada siang hari ini
kita pada hari ini mengusung tema Jogja
darurat sampah Pelajaran apa yang dapat
kita ambil melalui pendekatan aspek
pengelolaan sampah yang akan disampaikan
oleh pemateri kita pada hari ini yaitu
bapak Doktor Insinyur hijrah Purnama
Putra Ma selaku founder dari butik daur
ulang Project B Indonesia
pada siang hari ini acara ini
diselenggarakan oleh daur ulang Project
Indonesia yang bekerjasama dengan
Universitas Islam Indonesia
baik mungkin selanjutnya bapak ibu
hadirin yang terhormat Izinkan saya
mengucapkan selamat datang dan
memberikan salam hormat saya kepada
pemateri kita pada hari ini yaitu
[Musik]
Bapak hijrah Purnama Putra yang
merupakan sekaligus founder dari butik
daur ulang Project di Indonesia lalu
kemudian kepada Prodi teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia atau yang
mewakili dan juga kepada bapak ibu
peserta webinar pada hari yang
berbahagia ini
sebelum masuk ke materi yang benar kita
saya mohon izin Mengingatkan untuk Bapak
Ibu sekalian untuk dapat mengisi daftar
hadir atau presensi di Link yang telah
admin kami kirimkan di kolom chat
kemudian
kemudian Dengan hormat saya juga
meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian
untuk
menonaktifkan microphone selama kegiatan
ini berlangsung supaya kita semua dapat
menikmati materi yang disampaikan dengan
baik
mungkin sebelum kita masuk ke acara kita
pada siang hari ini kita akan dengarkan
terlebih dahulu penyampaian sambutan
Sepatan dua patah kata dari bapak dokter
engineering Awaludin nurminto ML selaku
ketua jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia waktu dan
layar persilakan Silahkan bapak
Terima kasih Apakah suara saya sudah
bisa terdengar sudah terdengar bapak
baik
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
yang saya hormati Bapak Ibu sekalian
peserta webinar yang saya rasa semuanya
mempunyai keinginan untuk tahu lebih
banyak terkait dengan pengelolaan sampah
karena akhir-akhir ini sampah menjadi
viral gitu ya bahkan kalau kita di
Instagram di media sosial itu ada satu
truk pengangkut sampah yang langsung
diserbu oleh masyarakat Jogja gitu
ternyata bapak ibu masalah sampah Ini
masalah yang sangat krusial sekali jadi
dengan adanya penutupan TPA piungan
harapan kami tentunya bisa
membangkitkan ya kesadaran dari kita
semua Nah karena sampah bukanlah masalah
yang harus melulu dilayani tapi kita
sendiri juga bisa memulai untuk
mengelola sampah itu sendiri Saya
ucapkan terima kasih kepada Project di
Indonesia yang sudah Istiqomah jadi dulu
sebelum ada permasalahan TPA akan tutup
gitu ya Pak hijrah dan proyek Ibu
Indonesia itu sudah jauh-jauh hari
mengingatkan gitu ya Bahwa masalah
sampah ini adalah masalah penting gitu
tetapi yang sekarang ya akhirnya
terbukti gitu Jadi mudah-mudahan bisa
menjadi menjadi hal yang bisa memantik
semangat kita semua pak hijrah dan tim
juga Memang bahwa pengelolaan sampah ini
penting untuk dilakukan mulai dari diri
kita sendiri dari jurusan Teknik
Lingkungan tentu kami eee berharap bapak
ibu bisa mengikuti kegiatan bentuk dari
pengabdian masyarakat ini baik dan kami
juga sampaikan bahwa di jurusan teknik
lingkungan juga ada laboratorium
pengelolaan sampah dan B3 yang sering
bekerja sama dengan berbagai komponen
masyarakat salah satu pakarnya pak
hijrah Purnama Putra nanti jika ingin
bapak ibu ada mendapatkan pembimbingan
ataupun diskusi teknologi ataupun
hal-hal yang lain kami dengan tangan
terbuka menerima dari kunjungan dari
Bapak Ibu semuanya dalam rangka upaya
kita untuk bisa mengelola sampah dimulai
dari diri kita masing-masing kiranya
demikian yang bisa saya sampaikan sekali
lagi terima kasih dan selamat untuk
mengikuti webinar ini mohon izin tidak
bisa sampai habis sampai selesai karena
ada kegiatan lain yang bersamaan
demikian wabillahi taufik wal hidayah
wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh Terima kasih Bapak awal yang
telah memberikan sambutannya dan
sekaligus membuka acara kita pada siang
hari ini
baik bagi Bapak Ibu sekalian kami dari
panitia juga melakukan live streaming
melalui YouTube channel kami yaitu di
Project Indonesia jadi semisal selama
acara webinar ini berlangsung mungkin
ada Bapak Ibu sekalian yang terkendala
di dalam Zoom seperti tadi saya juga ada
beberapa yang mention kalau suaranya
tidak terdengar begitu ya mungkin bisa
langsung menyimak melalui YouTube
channel kami yaitu di Project band
Indonesia
kemudian seperti biasanya Nih Bapak Ibu
sekalian hari ini juga kami menyiapkan
berbagai macam Untuk Bapak Ibu sekalian
yang beruntung
terus ini diberikan berdasarkan tiga
pertanyaan terbaik dan 2 Story Instagram
terunik selama webinar ini berlangsung
untuk pemenang 3 pertanyaan terbaik
nanti akan kami umumkan di akhir acara
Sedangkan untuk pemenang 2 Story
Instagram terunik akan kami Hubungi
langsung melalui DM Instagram Nah jadi
bagi Bapak Ibu sekalian yang mungkin
ingin bertanya setelah mau webinar ini
berlangsung itu dapat langsung
memberikan pertanyaannya melalui kolom
chat dengan format nama kemudian
pertanyaan yang ingin ditanyakan dan
akan kami pilih 3 penanya terbaik untuk
memenangkan spesial dari kami
lalu kemudian untuk Store Instagram Jadi
Bapak Ibu sekalian bisa membuat Story
semenarik mungkin ketika kegiatan
webinar ini berlangsung dan jangan lupa
untuk Tab Instagram kami di @project
Indonesia
mungkin tanpa berlama-lama lagi kita
akan langsung lanjut ke acara inti kita
yaitu pencapaian materi oleh pemateri
kita pada hari ini tapi sebelum itu Mari
kita lihat terlebih dahulu CV dari
pemateri kita pada hari ini
[Musik]
Iya baik itu tadi sekilas mengenai
pemateri kita pada hari ini selanjutnya
saya mungkin akan menyapa Pak hijrah
terlebih dahulu gitu ya Assalamualaikum
Selamat siang Bapak
Waalaikumsalam Mbak Nisa mudah-mudahan
suara saya sudah terdengar dengan jelas
nih pak Mungkin kita bisa langsung mulai
saja begitu ya Pak untuk mulai
penyampaian materinya Bapak Insya Allah
sudah siap ya Pak untuk menyampaikan
materi hari ini
mungkin langsung saja untuk penyampaian
materinya waktunya kurang lebih berarti
sampai sekitar jam 14.00 begitu ya pak
ya
Oke Baik
langsung saja tempat dan layar kami
persilahkan Bapak
bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
tentunya Selamat siang Bapak Ibu yang
saya hormati terima kasih sekali telah
hadir pada kesempatan hari ini dalam
rangka kita belajar bersama
terkait dengan
pengelolaan sampah seperti Mbak Nisa
tadi disampaikan
ini kalian berbeda Biasanya kita di
weekend
karena isunya sedang sangat menarik
mudah-mudahan dengan Wik Sebanyak
apa teman-teman yang bisa bergabung dan
alhamdulillah ini hampir mencapai 100
gitu
pesertanya hingga tadi malam sepertinya
info dari panitia sampai
450 mungkin selebihnya mengikuti via
YouTube atau baru bergabung
sesaat lagi ya tapi memang ciri khas ini
on time jadi nggak banyak sambutan juga
Pak Awal juga sudah paham dengan gayanya
Project B jadi harapannya di awal memang
sudah apa
bergerak dengan pak gitu agar kita
segera ke materi Oke Bapak Ibu saya izin
untuk berbagi layar
mungkin prosesnya masih
loading ya oke kemudian sudah terlihat
layar yang saya bagikan Bapak Ibu izin
untuk
menyampaikan materi ini tapi dalam
rangka kita banyak mengambil manfaat
dari kejadian yang ada jadi
materi ini tidak sama sekali untuk kita
jadi saling menyalahkan tapi
mudah-mudahan ada perbaikan ke depan
sehingga persoalan sampah yang seperti
yang terjadi di Jogja saat ini tidak
terulang kembali kerja dan juga tidak
terulang kembali di wilayah-wilayah yang
lain Dan saya yakin semua pihak sudah
bekerja secara maksimal melakukan
pengelolaan dan sesuai dengan porsinya
masing-masing tentunya ya akademisi
sudah menyampaikan
masukan pasukannya pemerintah daerah
Kemudian swasta dan seterusnya Nah ada
beberapa hal yang
kita bisa buat catatan dan kami coba
rangkum dalam materi kesempatan hari ini
mudah-mudahan
terangkum dengan baik bapak ibu
baik yang mungkin bukan asal dari Jogja
mungkin kan bertanya Ada apa dengan
Jogja Jadi kira-kira kita akan bicara 3
hal ini saya karena waktunya juga tidak
lama hanya 45 menit kemudian nanti kita
akan ada sesi tanya jawab atau
ada masukan-masukan yang lain ya terkait
dengan pengelolaan sampah tidak hanya di
Jogja tentunya tapi di wilayah yang lain
di seluruh Indonesia jadi terkait dengan
pengantar ini pingin menyampaikan juga
kondisi yang ada di Jogja Seperti apa
kemudian terkait dengan pengolahan
sampah dengan konsep pengurangan dan
penanganan Saya yakin yang hadir hari
ini juga sudah biasa mendengar dengan
konsep tersebut kemudian juga terkait
dengan
aspek dalam pengelolaan sampah Oke Bapak
Ibu tidak berlama-lama biar kita bisa
diskusi dengan cepat jadi
saya ingat ada satu foto kemudian saya
posting di media sosial saya
di Maret 2019
jadi di Maret itu ada satu high
headline dari koran lokal di Jogja
tanggal 28 Maret 2019 sudah ada berita
tentang sampah menjadi buang waktu bagi
DIY artinya kurang lebih sudah 4 tahun
ya 4 tahun yang lalu sudah ada warning
warning sudah ada peringatan-peringatan
terkait dengan
kondisi yang akan dihadapi oleh Jogja
kira-kira dan nanti kita akan ada
beberapa dokumentasi terkait dengan 2019
tersebut dan hal tersebut ternyata Bapak
Ibu semuanya di
sebulan terakhir ini ya ternyata kasih
TPA atau tpst Piyungan yang menampung
sampah dari tiga Lokasi ada di bagian
utara ada 9 ya di bagian tengah ada
Jogja kota Jogja dan di bagian selatan
ada kabupaten Bantul jadi ditutup hingga
5 September tapi kita tidak bahas Ya
pastinya ditutup ini karena sudah penuh
ya dan akan disiarkan lahan yang baru
dan seterusnya kita akan melihat
apa yang terjadi sebenarnya
potret di 2019 jadi 4 tahap yang lalu
Kondisinya sudah pernah mengalami
penutupan jadi dampaknya Apa Bapak Ibu
dampaknya Ternyata banyak sekali
lokasi-lokasi yang ada di Jogja
pusat-pusat kota di pasar ini sangat
terkenal pasar nga apa namanya terus
kemudian daerah danureja itu juga di
kota kemudian
Stasiun Besar Kota Jogja ya juga
menumpuk sampahnya dan pengol ya pengo
Demangan ini Ya sepertinya tidak jauh
dari kantor dinas lingkungan hidup gitu
jadi artinya
kondisi di tahun 2019 Kita pernah
merasakan walaupun tidak selama saat ini
penutupan
dampaknya dirasa cukup besar kemudian
buka kembali dan Sampah bisa masuk
kembali artinya
Seharusnya dari pelajaran tersebut kita
bisa mengambil sebuah apa ya manfaat
atau apapun gitu ya yang bisa kita
lakukan oh ternyata tidak hanya bisa
mengandalkan sistem yang ada tidak hanya
bisa mengandalkan sepenuhnya kepada
pengiriman sampah menuju ke TPA atau ke
tpst Nah kita ingin lihat dampak di 2023
ini apa Bapak Ibu kalau di 2019 menumpuk
2023 kira-kira ya Ada isu yang lain
ternyata yang muncul karena sudah ada
pengumuman akan ditutup selama satu
setengah bulan akhirnya masyarakat
melakukan
aktivitas-aktivitas yang kembali ke dulu
lagi melakukan berbagai macam aktivitas
pembakaran ya
Ada beberapa kondisi kebakaran akibat
pembakaran sampah yang ya menyebabkan
berbagai macam kerugian sehingga
banyak dampak tidak hanya dari segi
estetika menumpuk sampah ternyata ada
dampak yang baik dan pasti dari hasil
pembakaran tersebut menyebabkan berbagai
macam efek ke urusan udara jadi ternyata
jadi lebih luas ya tidak hanya urusan
menumpuk secara estetika tapi juga akan
mempengaruhi aspek-aspek kehidupan kita
yang dari urusan sampah dari sekantong
sampai kita kira-kira
Bapak Ibu seperti pak Awal dari
sampaikan ini terus berkembang salah
satunya adalah
sempat viral juga
aksi Lempar sampah ke truk sampah milik
dari hasil lingkungan hidup akhirnya ya
rebutan ya dari dalam melempar keluar
dari luar melempar ke dalam jadi tanpa
ternyata punya potensi
konflik sosial juga keresahan masyarakat
dibales-bales Pak karena merasa keluarga
ya harus dilayani sampahnya dan mungkin
tersebut tidak bertujuan untuk mengambil
sang keluarga dia akhirnya ya terjadi
sedikit
terjun ya buktinya hal ini
bukan sesuatu hal yang harus dibanggakan
jadi perhatian kita
sampai dijaga ya nggak boleh buang
sampah dan harusnya Oke kira-kira begitu
Jadi ternyata dampaknya bisa lebih luas
jadi
apa namanya
dampaknya menjadi lebih luas ya Oke
Bapak Ibu yang terlihat saat ini jadi
seperti ya fenomena gunung es yang
terlihat di permukaan kan adalah TPA
tersebut tutup tapi sebenarnya apa yang
menyebabkan hal lain yang tidak terlalu
terlihat atau bagi kita beserta hari ini
sebenarnya sudah tahu misalnya apa sih
ternyata kalau dilihat di permukaan TPA
itu tutup misalnya tapi kalau kita lihat
menyelam ke bawahnya ada peningkatan
timbul sampah yang terus meningkat
setiap tahun terus kemudian Jenis sampah
yang semakin beragam fasilitas kita yang
terbatas kegiatan operasional yang tidak
optimal ngomongin SDM juga jadi
bermasalah
saya bisa jadi Sampah juga belum menjadi
prioritas dalam pengelolaan pembiayaan
ini
penegakan hukum yang rendah sampah yang
tercampur luar biasa dan bisa saja tidak
ada pengolahan hanya mengandalkan TPA
tumpuk menumpuk sampah yang
lama-kelamaan akan menyebabkan TPA
tersebut penuh dan harus mencari lokasi
yang lain dan pasti banyak lagi kalau
ditulis mungkin panjang sekali jadi yang
terlihat adalah TPA ditutup ternyata ada
pemikir Apa ada penyebab-penyebab yang
lain yang sedikit demi sedikit yang
mendukung hal tadi karena dia berada di
ujung tadi Nah hari ini kita pengen
bahas secara ya mudah-mudahan secara
lengkap
terkait dengan berbagai macam
yang pertama saya pingin kasih lihat ke
Bapak Ibu semuanya dari teman-teman
semuanya terkait dengan timbulan santai
bulan sampah yang masuk ke TPA
Berdasarkan berbagai macam sumber data
Jadi ada dari sekretariat bersama
kartamantul dari tahun
bisa dilihat 95 kurang lebih setiap
harinya itu kurang lebih ya
240-an per hari terus kemudian data ini
terus naik memang terjadi penurunan gitu
ya kemudian menjadi
441 toh di tahun 2015 nah data ini
sampai saya kebetulan ngambilnya di 2016
kemudian keluar di aplikasi kami ya di
2016 Kemudian kami mencoba untuk
menghubungkan dengan data yang ada saat
ini jadi pada saat 2015
itu jumlah sampahnya sudah
440 lah ya Ton perhari yang masuk ke TPA
Bima
mulai dari 2016 sudah ada 691
763 771 terakhir di 2023 ini di angka
800 sepertinya jadi terus meningkat
Memang karena apa salah satunya ya kita
tidak bisa pungkiri bahwa jumlah
penduduk kita semakin bertambah
kebutuhan akan infrastruktur semakin
tinggi ditambah plus berubahnya pola
hidupnya gaya hidup akhirnya beragama
aktivitas yang kita lakukan bahkan saat
ini kita sangat memungkinkan melakukan
aktivitas yang berbeda-beda di dalam
satu waktu bersamaan akhirnya jumlah
sampah yang dihasilkan terus meningkat
seharusnya
peningkatan yang terjadi di pengolahan
sampah tersebut akan meningkatkan
tingkat pelayanan dari sarana prasarana
harus lebih memadai gitu ya yang pasti
akan berhubungan dengan biaya investasi
dan operasional maintenance yang perlu
ditingkatkan untuk menghindari akses
yang tidak ramah lingkungan ke
lingkungan jadi ya pembuangan
sembarangan ke sungai pembakaran sampah
dan seterusnya
hal itu memang diamini oleh jumlah
sampah yang ada
Jadi kalau dilihat dari data dlhk
seperti dan juga di sibsn Tahun 2022 ya
ini menunjukkan bahwa angka
angka 771 di
itu timbulnya sampah yang masuk ke TPA
yang masuk ke TPA
menjadi pertanyaan juga ya tidak masuk
ke TPA kemana Mungkin Sungai dibakar
dikelola secara mandiri oleh masyarakat
kami memiliki
publikasi begitu ya di 2016 juga
Walaupun memang
modelnya adalah
ya Model ya Model dari Perhitungan
jumlah penduduk pada saat itu kemudian
dengan angka yang mungkin sedikit lebih
besar
didapatlah angka ini
Sleman yang satu wilayah ya Misalnya
contoh 05 ini adalah Sleman di sini ada
slm 256 Ternyata kalau dihitung secara
total jumlah penduduk itu ada di angka
938 jadi ada kurang lebih
700 ton lagi gitu ya diproduksi tapi
tidak dibawa ke TPA tersebut jadi kita
akan pakai yang mana sebagai langkah
kita dalam merencanakan suatu
perencanaan
pengolahan sampah di sebuah kota Apakah
menggunakan data existing atau saja
cukup atau menggunakan data potensi yang
kita hubungkan dengan jumlah penduduk
Memang nanti akan dihubungkan dengan
konsep perkotaan dan pedesaan yang
menjadi prioritas mestinya kota dengan
tingkat penduduk jumlah kepadatan
penduduk yang lebih tinggi dari pedesaan
Kemungkinan tidak dilakukan pelayanan
dan diharapkan akan melakukan
pengelolaan secara mandiri kira-kira
begitu Bapak Ibu nah terkait hal itu
bapak ibu
di DIY Ya
seperti ini tapi saya yakin di tempat
Bapak Ibu semuanya juga memiliki data
ini pengelolaan itu akan dibagi menjadi
dua ada aktivitas pengurangan dan
penanganan jadi setiap kabupaten kota
mengumpulkan data terus kemudian
disetorkan dan dikeluarkan lewat sipsn
sistem informasi sampah nasional nah
yang menjadi perhatian kita adalah yang
berwarna hitam ini ya Jadi ada artinya
Ada sampah yang diproduksi tapi tidak
terkelola dengan baik jadi secara
eee jumlah Penanganannya saat ini ya
Sesuai dengan data yang tampil di sini
31,66% dan pengurangan
27,28% Ya pastinya yang lebih update
pemerintah daerah sampah yang tidak
dikelola hampir mendekati 50% tapi ini
dengan angka tadi
771 mungkin tapi kalau kita hubungkan
dengan data yang tadi yang jumlah
tonasenya lebih besar karena dianggap
kota dan desa juga harus memiliki
pelayanan baik itu dilayani ataupun
tidak dilayani ternyata memiliki
presentasi yang berbeda Ya jelas berbeda
karena apa baginya yaitu beda nanti kita
akan Jelaskan secara detail melalui
gambar
misalnya contoh
938 tadi potensi tone per hari
notifikasi ini dikeluarkan karena perlu
diklaim dulu bapak ibu nah saya tidak
bisa juga data publikasi begitu ya pada
saat itu 30% ya pasti saat ini sudah
lebih besar jadi masih ada 70% yang
seharusnya keluar artinya tidak
terkelola dengan baik Nah kita akan
pakai data mana gitu sebagai
data yang bisa menunjukkan performa
pengelolaan sampah di wilayah kita nah
ini khusus untuk bapak ibu yang ada di
pemerintahan
ada kebutuhan dengan data-data ini tapi
data ini bagi pemerintah daerah sangat
penting untuk menimbulkan kinerja dalam
pengelolaan sampah Saya ingin mencoba
untuk membawa Bapak Ibu ke dalam
pemahaman ini misal ini Bapak Ibu ini
ada satu wilayah
ini Kebetulan peta ini peta Bantul Kalau
saya tidak salah ya jadi Wilayah
selatan dari kota Jogja
contoh seperti ini kita akan lihat ini
yang biru-biru ini pelayanan ini contoh
saja karena tidak real ya tidak seperti
yang terlihat ya Datanya juga tidak ada
Saya hanya menunjukkan contoh agar kita
punya pola pikir yang sama
biru ya biru artinya ada wilayah-wilayah
dengan luasan tertentu ada pemukimannya
di sana angkut oleh petugas dari entah
itu Dinas Kebersihan ataupun dinas dlh
lewat PT persampahan Kenapa
angkanya di sini itu bisa kita lihat
adalah
350 ton per hari kita lanjut Bapak Ibu
kita lanjut ada juga yang dilakukan
pelayanan oleh pelayanan swasta jadi
karena tadi berbagai macam keterbatasan
kemudian
mengangkut sampah dan kita
kira-kira ada 250 ton
Selanjutnya apa Jadi totalnya kan 600
ton 350 plus ini nggak papa ya Bapak Ibu
kita siang-siang hitung-hitung sedikit
tapi cuma sedikit
600 ton per hari yang masuk ke TPA
karena diangkut ya kita lepaskan dulu
ada asumsi pengolahan dan seterusnya
kita akan melogikakan Bagaimana
menghitung pengurangan dan penanganan
sampah kemudian ternyata ada yang
diangkut tadi baik oleh dinas maupun
swasta Ada sampah yang belum dilayani
yang merah-merah titik-titik yang belum
dilayani karena memang tidak bisa
dijangkau Nah di sini ketemu angka 550
Pertanyaan selanjutnya berarti total
tadi 600 + 550 kan ketemu
1150 ton per hari berarti itu untuk
perhitungan apa
penanganan jadi pena nanti 600 total
sampahnya adalah
1.150 gitu ya di kurang lebih ya sudah
mencapai 50% lebih tingkat penanganan
yang dilakukan untuk peta ini Nah
selanjutnya apa Ternyata kita lupa atau
terlewat ada wilayah-wilayah yang tidak
masuk dalam warna merah biru ataupun
orange ini ya yang saya kasih warna
garis-garis ini dia tidak dilayani tidak
dilayani dan kalau dihitung potensi
sampahnya itu ada 750 Ton jadi kalau
dijumlah
1.150 plus 750 Itu ada
1900 ton per hari
yang menariknya bapak ibu ada potensi
pemungutan sampah yang dilakukan oleh
aktivitas-aktivitas tentang sampah salah
satunya warna hijau
lihat mengikuti dari tadi warna hijau
tersebut ada di dalam bagian warna biru
hadirnya bank sampah ada di bagian warna
orange ada di dalam bagian warna merah
bahkan yang paling banyak mungkin berada
di wilayah-wilayah yang tidak dilayani
jadi
pertanyaan kita adalah selanjutnya saat
mau ngitung pengurangan sampah kita
pakai pembaginya
1150 atau
seharusnya kalau dihitung karena bank
sampahnya berada di luar wilayah
pelayanan ya seharusnya pakai 1900
membaginya pasti akan ketemu persentase
yang lebih rendah namun kan balik lagi
tadi karena
secara aturan kan kita ditargetkan
penanganan harus 70% dan pengurangan
harus 30% jadi semuanya berlomba-lomba
untuk meningkatkan data ini
mudah-mudahan kita tidak terjebak dalam
asumsi yang dilakukan sehingga yang
penting data yang penting ada karena apa
ini kan akan berakhir kepada produk ya
dari mulai pemerintah pusat menerapkan
menargetkan Jaksa ini indikatornya di
Tahun 2022 harus berapa 2023 harus
berapa 2024 dan seterusnya Jadi kalau
kondisi judul 2023 kita harus
pengurangannya sebesar 27% dan
penanganannya ada sebesar 72% itu
memang diwajibkan untuk menyusun juga
jaga sehingga menghasilkan berbagai
produk hukum di wilayah kita
masing-masing semua wilayah punya produk
hukum yang berkaitan dengan kebijakan
dan strategi daerah dalam pengelolaan
sampah rumah tangga dan Sampah sejenis
rumah jadi tinggal dibuka saja produk
hukum tersebut terus kemudian kita bisa
lihat
target-target contoh ini yang Jogja
targetnya tadi mirip PPU kalau kita
lihat 2023 jadi 27% + Penanganannya
adalah
72% nah kalian kalah kita terjebak
dengan presentasi tersebut akhirnya
mengecilkan pembagi tadi yang kita
fokuskan ke hanya wilayah perkotaan saja
tapi pada saat kita bicara pengurangan
dengan memasukkan angka-angka dari
program sedekah sampah bank sampah kita
berbicara lebih luas lebih luas di luar
wilayah
ya mungkin nanti akan ada ahli yang bisa
menjawab gimana sih yang benar karena
itu adalah kesepakatan kita Oke Baik
bapak ibu itu terkait dengan ya
pengantar terlebih dahulu pemancing
diskusi kayaknya dicat juga sudah banyak
menyampaikan sesuatu tapi saya belum
buka
Nah bagian yang mungkin yang menjadi
inti bapak ibu ya
di materi kita pada kesempatan hari ini
terkait dengan aspek pengelolaan sampah
jadi saat kita bicara sebuah TPA ditutup
dengan kita lihat di bawah gunung Ester
di berbagai macam permasalahan yang ada
kita kembali lagi dong ke teorinya jadi
ya Teori ini Bapak Ibu Ya tapi berbagai
macam produk
kajian yang dilakukan di berbagai macam
negara gitu ya termasuk Indonesia juga
paling tidak ada 5 aspek yang
berhubungan dengan pengelolaan sampah
jadi kita tidak bisa terlepas sebenarnya
dari aspek tersebut dan harus sinkron
antara satu dengan yang lain dan juga
saling mendukung Aspek apa saja Bapak
Ibu ada aspek pengangkatan yang
berhubungan dengan kebijakan regulasi
dan seterusnya kemudian aspek
kelembagaan terkait dengan siapa
melakukan apa Jadi harus jelas siapa
yang akan bertanggung jawab siapa yang
akan mengawasi siapa yang akan
meningkatkan performa di aspek
kelembagaan dan juga ada aspek teknis
operasional ini ada yang tanya teknologi
apa kok nggak pakai pembakaran kok nggak
pakai
biodiecaster kok nggak
rdf dan seterusnya itu di aspek teknis
operasional dan teknologi-teknologi
tersebut harus diwadahi dengan
aspek-aspek yang lain agar bisa
berkelanjutan jadi tidak bisa berdiri
sendiri aspek peran serta masyarakat
yang terkait dengan ya tadi program
tentang
pemilahan sampah dari rumah kemudian
kesediaan membayar retribusi sampah
kemudian ada kelembaban mungkin forum
bank sampah terus kemudian ada asosiasi
bank sampah itu adalah peran-peran serta
masyarakat dan yang terakhir adalah
terkait dengan aspek pembiayaan aspek
yang sepertinya
Terdengar sangat penting
karena tidak ada biaya otomatis
pengelolaan yang dilakukan tidak akan
bisa berjalan dengan
kebetulan saja ini gambarnya secara
turun begitu ya satu kedua dua ketiga
keempat kelima tapi secara realnya tidak
seperti itu bapak ibu kira-kira
gambarannya bisa saja aspek pembiayaan
berhubungan dengan kelembagaan
akan berhubungan dengan peran serta
masyarakat peran serta masyarakat
berhubungan dengan pengaturan pengaturan
berhubungan dengan teknis operasional
jadi sangat rumit ya saling mempengaruhi
jadi dalam harapannya dalam segi
perencanaan yang dilakukan dan
pelaksanaan yang dilakukan kita tidak
terlepas dari aspek tersebut dan
seharusnya setiap kebijakan yang
dikeluarkan juga perlu
diikuti dari berbagai macam aspek yang
ada tersebut Nah kita akan lihat dari
misalnya tadi kita ambil contoh ada
aktivitas yang secara undang-undang
dimandkan pengelolaan itu disebut
sebagai satu pengurangan yang kedua
adalah penanganan dalam pengurangan ada
tiga aktivitas utama pembatasan timbulan
pemanfaatan kembali pendahulu ulama atau
kita
sering mendengar terkait dengan 3R yaitu
ini ranahnya pengurangan ini bahasa
regulasi terus kemudian terkait dengan
penanganan itu ada 5 bagian mulai dari
pemilahan di Sumber pengumpulan sapa
pengolahan di skala kawasan kemudian
pengangkutan sampai ke pemrosesan akhir
Nah kalau dilihat
centang-centangnya Bapak Ibu 5 aspek
tadi kan satu pengaturan dua kelembagaan
kemudian 3 teknis operasional 4 pertama
masyarakat dan 5 pembiayaan jadi
Ternyata semuanya harus dicentang jadi
PR kita adalah kita kembali lagi
kebijakan kita masing-masing untuk
aktivitas kita Apakah Seluruh aktivitas
yang kita rencanakan tersebut sudah
memasukkan aspek pengelolaan ini ya Nah
kita akan lihat satu persatu tantangan
yang dihadapi di lapangan sebagai contoh
case-nya adalah Jogja Oke Bapak Ibu kita
lanjutkan
yang pertama mungkin Secara sekilas ya
aspek pengaturan misalnya hubungannya
dengan kebijakan regulasi baik itu
tingkat nasional tingkat regulasi
tingkat daerah sampai ke regulasi
tingkat lokal gitu lokal itu mungkin ya
ada peraturan Desa peraturan RT bahkan
selama kondisi darurat Jogja banyak
sekali surat edaran RT surat edaran RW
itu adalah bentuk kebijakan regulasi
yang berlaku di tingkat lokal nah ini
saya mengambil materi dari
[Musik]
sudah komplit sekali dibahas mulai dari
undang-undang ya PP Perpres kemudian
peraturan menteri dan turun ke bawah ke
daerah masing-masing jadi secara
regulasi sebenarnya sudah cukup lengkap
terkait tapi memang banyak PR yang kita
harus catat bahwa salah satunya misalnya
apa Bapak Ibu kita bahas yang satu aja
dulu ya undang-undang 18 tahun 2008
disebutkan di sana atau salah satu dari
penghasil sampah adalah setiap orang
atau akibat proses alam yang
menghasilkan timbulans jadi di sini
memang tidak dibedakan antara mana
perkotaan mana perdesaan setiap
penghasil sampah setiap aktivitas
manusia itu kemudian pengelolaan sampah
harapannya adalah kegiatan sistematis
jadi tidak parsial menyeluruh
berkesinambungan berkelanjutan yang
meliputi aktivitas peturangan dan
penanganan sampah tujuannya juga dibahas
tujuan yang pertama yang pertama adalah
kesehatan masyarakat jadi saat ada
teknologi mungkin harusnya pertanyaannya
pertama adalah bukan dari sisi faktor
biaya gitu Apakah dia menghasilkan
listrik atau tidak karena efek pertama
adalah kesehatan masyarakat kemudian
kualitas lingkungan baru yang terakhir
adalah sumber daya ini Jadi sebenarnya
ada urutannya jadi
peningkatan kesehatan masyarakat ini
yang jika di kuantifikasi jumlahnya juga
sebenarnya cukup besar nah di pasal 11
ini menarik karena apa Setiap orang
berhak mendapatkan pelayanan dalam
pengolahan sampah jadi
hak dan kewajiban hak didapatkan dia
mendapatkan penanganan baru bisa nyuruh
mungkin ya
Jadi kalau tingkat pelayanan kalau
bahasanya
akan sangat sulit untuk minta orang Mila
sampah kalau tingkat pelayanan ini belum
100% jadi tingkat pelayanan yang sangat
rendah ya kita minta orang bisa minta
apa berarti ya Dia tidak memiliki
ketergantungan akan sistem tersebut jadi
dia Ya sudahlah masa bodoh saja Nah baru
pasal di 12 setiap orang dalam
pengolahan sampah rumah tangga dan
Sampah sejenis rumah tangga wajib wajib
mengelola sampah apa bedanya bapak ibu
dengan masyarakat yang lain yang belum
menjadi nasabah bank sampah
yang ini kan wajib gitu kita sudah
mengelola sudah Mila sudah jadi nasabah
bahkan kita pengurus bangsa Apa bedanya
secara warga negara sesuai dengan
undang-undang ini dengan orang yang
masih buang sampah sembarangan yang
masih bakar sampah
nah ini yang perlu kita jawab sebenarnya
dapat menjamin hak tersebut ya dan
memberikan kewajiban kepada masyarakat
dan saat masyarakat melakukan aktivitas
tersebut sesuai dengan apa yang
seharusnya menjadi pembeda dengan yang
tidak atau belum
Nah ini menjadi PR kita kalau tidak ada
berarti lama-kelamaan Mungkin orang yang
sudah melakukan jadi tidak melakukan
karena tidak ada dorongan dari regulasi
tersebut pasal 15 wajib mengelola sampah
kemasan yang diproduksi yaitu juga sama
saat ada produsen yang rutin bicara
tentang recycle daur ulang
yang mudah dipakai sementara banyak juga
produsen-produsen yang lain yang belum
peduli terhadap hal tersebut jadi
kira-kira apa nih bedanya
Oke sebentar Sepertinya saya ada
kendala
Bapak Ibu saya coba untuk
Mbak Nisa terlihat kan terlihat Bapak
terlihat ya oke baik jadi ini baru
bahasan yang pertama mudah-mudahan masih
cukup nanti kalau belum cukup
diperpanjang dikit ya boleh bapak oke
yang berikutnya adalah terkait dengan
sepertinya ada masalah
saya juga share dulu ya
sambil bapak ibu menyiapkan berbagai
macam pasukan mungkin ya untuk
pengolahan sampah yang lebih baik Oke
kita coba mungkin sudah terlihat ya
aspek yang kedua terkait dengan
kelembagaan jadi kelembagaan dan mulai
dari tadi ada Perpres yang menunjukkan
ada Jaksa kemudian turun menjadi kepala
daerah ada jastrada Ada Kementerian
terkait ya bahas tentang pengelolaan
sampah kemudian dikelola oleh dinas
lingkungan hidup pelayanan sampahnya
dilakukan oleh UPT begitu ya kemudian
TPS 3R dilakukan oleh KSM masyarakat
seluruh minahasabah dan seterusnya tapi
bagaimana metode koordinasi yang
dilakukan misal ya saat TPS 3R tersebut
menggunakan lahan yang ada di desa
misalnya Bagaimana hubungannya dengan
Kecamatan Bagaimana hubungannya dengan
desa untuk yang lain ya sehingga bisa
sinkron
kelembagaan yang ada agar Apa karena
tidak hanya bentuk lembaga tapi
sebenarnya prosesnya adalah dari mulai
perencanaan pelaksanaan kemudian
evaluasi monitoring kalau belum Oke
pendampingan pembinaan Dan harapannya
bisa meningkatkan kinerja Jadi PR kita
adalah sebenarnya
ya tadi pembagian tugasnya harus mungkin
sudah jelas sih Ya siapa melakukan apa
tapi Bagaimana cara melakukannya agar
KSM tadi yang sudah melakukan sampah
berbasis TPS 3R saat ada kendala dia
perlu melaporkan ke siapa
tahu ada kendala nih mesin rusak Apakah
dia harus melakukan pengelolaannya
sendiri atau berkoordinasi kemana saat
dia perlu melaporkan kinerjanya
melaporkan kemana Jadi bagaimana cara
melakukannya kapan waktunya mungkin ini
jadi tidak juga Jadi pertanyaan gitu ya
jadi evaluasi kita Apakah sistem
kelembagaan yang ada saat ini sudah
menunjukkan bisa adanya 6 kegiatan
tersebut ya Mulai dari aktivitas
perencanaan sampai aktivitas peningkatan
kinerja jadi
dlh yang membina yang melakukan menerima
pelaporan daerah yang meningkatkan
kinerja mungkin kita perlu penyeimbang
agar kinerjanya menjadi lebih bersih Nah
ini adalah list list dari berbagai macam
kelembagaan yang ada yang berhubungan
dengan orang sempat baik itu tingkat
Kementerian di daerah kabupaten kota
karena ya mayoritas semuanya berhubungan
dengan sampai Dinas Pariwisata pun
berhubungan dengan pengelolaan sampah
Perindustrian apalagi perdagangan
jadi lembaga non pemerintah juga ada nah
bagaimana peta ini apakah daerah kita
sudah memiliki peta
kerja bersama jadi saling dari ada
bagian yang merencanakan dan bagian
melaksanakan agar tidak sporadis dan
saat ada aktivitas yang dicanangkan kita
bisa tahu siapa yang melakukan dan siapa
yang perlu diminta ya
pelaporan dah bertanggung jawab dan
siapa yang akan melakukan
pengawasan dan monitoring dan evaluasi
ini menjadi PR kita mungkin sebagian
daerah sudah yang melakukan
pemetaan terhadap
aktivitasnya tapi sebagian lain mungkin
belum karena menganggap yang penting
pengolahan sampah itu ya udahlah teknis
operasional saja kelembagaannya
ditinggalkan tapi sesuai dengan teori
tadi ternyata harus berdiri ringan nah
yang mana yang disebut dengan teknis
opsional kita sudah bahas regulasi tadi
saat sudah bahas kelembagaan ini masuk
ke bagian teknis operasional saya
mencoba untuk menggambarkan lewat email
ini
kira-kira dari sumber sampah kita masuk
ke bagian pengumpulan entah siapa yang
melakukan pengumpulan tersebut ya ada
transfer point dengan pengolahan ada TPS
3R ada TPS t kemudian pengangkutan dan
masuk ke TPA yang residunya saja
nah ini kita sebut sebagai poin 1 poin 1
artinya masuk ke ranah
mungkin pemerintah lewat penanganan ada
aktivitas-aktivitas yang dilakukan
apakah satu saja dalam teknik
operasional ternyata tidak Bapak Ibu
jadi ada beberapa aktivitas bisa saja di
rumah kita di sekolah kita di kampus
kita sudah melakukan pengelolaan secara
individu sudah memilah sampah sudah
menjadi nasabah bank sampah sudah
melakukan pengomposan organiknya selesai
pakai maggot ya kita hargai itu sebagai
bentuk pengelolaan individu poin nomor 2
tapi juga ada bapak ibu yang sudah
melakukan aktivitas yang berhubungan
dengan sektor informal sampah dijual
lewat pengepul kelapa aplikasi gitu ya
yang kita harapkan sampah tersebut
berakhir di tempat yang benar kalau kita
sosialisasi di masyarakat Biasanya kita
sebut sampah pabrik bisa berakhir ke
pabrik kira-kira masuk ke industri dan
tidak bisa kita sendiri bahwa sistem
persampahan juga masih ya masih
juga
menyetorkan ke lingkungan tanpa kontrol
yang kontrol Sehingga lingkungan
memiliki dampak yang tadi jadi secara
utuh mungkin gambarnya teknis
operasionalnya adalah seperti ini yang
berjalan di sebuah kabupaten kota jadi
saat Bapak Ibu pengelola bank sampah
akhirnya ini adalah part of bagian ini
gitu ya bagian itu jadi kita mengambil
bagian-bagian kecil yang ada secara utuh
seperti itu Nah di teknis operasional
itu yang sebenarnya yang perlu
ditentukan adalah perlu ditentukan atau
direncanakan aktivitas hulu ke hilir
jadi saat muncul di TPA ada rdf misalnya
atau ada produk apa
dia harus balik lagi ke hulu karena akan
mempengaruhi Apa kebijakan tingkat
daerah
Oh tidak perlu lagi pilar-pilah sampah
karena di TPA Semuanya masuk digiling
kemudian jadi bahan bakar yang perlu
dibilang hanya besi logam
pvc
sampah-sampah dengan ukuran besar jadi
hilirnya itu akan mempengaruhi aktivitas
di Hulu jadi harus jelas Kemana arahnya
sehingga juga akan memberi pengaruh
terhadap bentuk kelembagaan pengelolaan
dan juga akan mempengaruhi partisipasi
masyarakat
kalau kita prinsipnya mau rdf mungkin
nggak perlu lagi bangsat
tapi kalau kita arahnya ke bank sampah
mungkin kebijakannya jangan
disuruh pakai BC untuk hari raya kurban
karena BC itu tidak bisa masuk ke pabrik
tapi juga BCA itu tidak bisa diolah di
TPS 3R menjadi kompos akhirnya berakhir
ke jadi kebijakan-kebijakan yang
seharusnya dipikir secara komprehensif
hulu ke hilir tadi ngomongnya enak ya
tapi melakukannya
akan mempengaruhi juga
nah walau komposisi karakteristik sampah
di Indonesia secara umum relatif sama
namun terdapat berbagai untuk menentukan
teknis operasionalnya misalnya Bagaimana
tingkat partisipasi masyarakat
misalnya kita sampaikan bahwa pilah
sampah ya nanti bisa dibangun jadi bank
sampah kemudian dan seterusnya gitu
nggak masuk dengan harga saya gitu jadi
ketersediaan supply chainsnya itu harus
dipikirkan kondisi geografis juga akan
mempengaruhi kemampuan pendanaan
investasi operasional maintenance itu
juga mempengaruhi dari apbd-nya
masing-masing jangan sampai nanti APBN
yang memenuhi untuk investasi
dipasang di tempat tersebut ternyata
operasional maintenancenya tidak mampu
untuk melakukan amalan tersebut dan
kesiapan kelembagaan Bagaimana kesehatan
kita jadi banyak
kemudian aspek yang keempat yang paling
sering jadi masalah kira-kira ini saya
ambil slide dari dlh KDI ada evaluasi
peran serta masyarakat Oh masih
masyarakat masih beranggapan bahwa
sampah tidak menjadi tanggung jawab
bersama mayoritas masih memperlakukan
sampah dengan membuang ke tempat sampah
tanpa ada perlakuan apapun beberapa bank
sampah yang dibentuk berkelanjutan
kesadaran masyarakat untuk melakukan
pembatasan sampah masih rendah konsep
pengurangan sampah harus ditekan sejak
awal agar tidak menghasilkan sampah jadi
pembatasan sampah selama ini masih
bentuk himbauan kurang basis data data
dan seterusnya intinya masyarakatnya
bermasalah kita
ya gemes juga
Jogja pelopor bank sampah Jogja pelopor
sedekah sampah harusnya Jogja memiliki
sistem pengolahan sampah berbasis
masyarakatnya bisa diandalkan nah Oleh
karena itu nah ini kita siap berbagai
macam tools panitia minta ke Pak boleh
nggak ada yang minta minta ke kami ada
nggak ini untuk sosialisasi ini kita
sediakan semua Bapak Ibu Bapak Ibu nanti
bisa request materinya ke panitia jadi
mau sosialisasi di mana untuk
meningkatkan peran serta masyarakat kita
butuh
kader-kader yang siap
mensosialisasikan ke berbagai macam
lokasi Oh saya tinggalnya di desa Pak
ada bahan sosialisasi tentang sampah di
lokasi Desa Oh saya tinggalnya di
perkotaan ada bahan juga perkotaan
pendekatannya berbeda Oh saya ingin
sosialisasi di masjid
Monggo ada Oh saya kepala sekolah saya
guru ada masih sosialisasi secara umum
Oke mau dirikan bank sampah ada mau
dirikan sedekah sampah ada atau Saya
ingin
eh pemasaran produk kerajinan seperti
yang dilakukan oleh Project wind
Indonesia kita sediakan jadi 8 ini bisa
dipakai ya seluas-luasnya untuk ya Tadi
nanti disampaikan oleh panitia Gimana
caranya
nah ini PR kita juga bapak ibu terkait
dengan aspek yang keempat konsistensi
dalam pemilihan sampah ini kita angkat
contoh saja ya untuk kebaikan bersama
misalnya Permen PU Nomor 3 tahun 2013
tentang sampah rumah tangga dan Sampah
sejenis rumah tangga di sana disebutkan
bahwa
5 pemilahan yang dilakukannya sampah
organik sampah guna ulang sampah daur
ulang sampah B3 sampai residu
mudah-mudahan ya
kemudian Perda DIY nomor 3 tahun 2013
disebutkan di sana ada sampah yang mudah
terurai dengan bahasa yang sedikit
berbeda
mudah terurai Oke kita kategorikan
sebagai organik dapat digunakan kembali
sampah dapat didaur ulang oke sampah
daun sampah B3 Oke cocok sampah lainnya
pakai istilah lainnya kemudian ini
sampah residu nah ternyata ddiy ini
mirip juga dengan PP 81 dengan Permen LH
nomor 16 tahun 2011 jadi ternyata ada
agak beda-beda ya nama-nama pemilahan
kemudian
perbup ini salah satu wilayah di Jogja
perbup nomor 4 tahun 2015 di Sumber
sampah diharapkan pemilahannya organik
anorganik dan spesifik tuh muncul yang
baru ya
padahal di regulasi regulasi sebelumnya
tidak ada Bahasan tentang spesifik
sedangkan di Sumber dia minta untuk di
pemilahan di TPS di TPS 3R di TPS sama
seperti Perda DIY jadi kembali ke 5
tapi jadi Ps sebenarnya masyarakat kita
itu kenalnya apa sisa makanan kayu
ranting kertas karton plastik
jangan-jangan masyarakat itu nggak
sampah karena kita juga tidak konsisten
dalam menunjukkan cara untuk memilah
salah satunya penamaan dari jenis sampah
jadi
ya karena sering berkeliling ke
masyarakat terus kemudian Kenapa sih
sebenarnya susah untuk memilah sampah
mungkin salah satunya ini salah duanya
ada di sini juga jadi dari sumber sampah
masyarakat di ajak untuk memilah sampah
disosialisasikan lewat surat edaran
lewat edukasi eh ternyata pas
pengumpulan pas pengangkutan sampah
dicampur kembali walaupun saya yakin
pengelola bank sampah ini mau komen ya
kalau sudah jangan sampai diangkut
ketika tidak semua punya akses seperti
itu harapannya saat sudah dibilang
disuruh Mila punya kebijakan juga
bagaimana teknis operasionalnya
pengumpulannya juga dalam kondisi
terpisah pengangkutan juga Sudah
terkondisi terpisah karena kebijakan
pemilahan
apa yang diinginkan apakah masyarakat
harus ya secara manual menyetorkan
sendiri atau ada mekanisme untuk proses
tersebut jadi di sini disuruh villa di
sini dicampur di sini pilih lagi Jadi
bagaimana
energi yang harus dikeluarkan begitu
besar untuk memilah sampah dampaknya Apa
Bapak Ibu kualitas sampahnya jadi turun
karena dari kondisi terpilah jadi
tercantum kertas kena minyak plastik
karena sisa makanan akhirnya di tempat
pengolahan akan menurunkan kualitas
nilai jual sampai turun kemampuan
pemilahan semakin rendah
residu yang berakhir ke lingkungan
menjadi lebih tinggi karena apa ya
kemampuan kita memilah apalagi lahan
yang manual Ini
akhirnya residu yang dibuang ke tempat
sampah Jadi PR kita
kemudian kejelasan dalam pembagian
tanggung jawab kelompok pengelola sampah
Mandiri karena ini bagian dari peran
serta masyarakat
ada kita tadi bagi-bagi tugas ada
pengurangan ada penanganan
Kalau bagi-bagi tugas seperti itu
berarti di kelompok tadi konsepnya hanya
di sini Jadi kalau ada bapak ibu terus
kemudian ke lapangan Ini residunya
dibawa kemana TPS 3R Bagaimana residunya
jangan disuruh mikir residunya kemana
karena apa ada pemerosesan akhir yang
seharusnya menempatkan residu di sana
dan ranahnya adalah pemerintah daerah
jadi dia Kita Harus berpikir secara
komprehensif mereka sudah melakukan
pengurangan di sini
ya tidak semua sampah itu bisa dikelola
dengan satu teknologi jadi berbagai
macam teknologi bisa melakukan
pengelolaan tersebut jadi kita bagi-bagi
tugas kelompok pengelola sampah Mandiri
salah satunya lewat bank sampah
Katakanlah ya dia hanya mampu mengelola
plastik kaca logam kertas
organik sisanya kemana ada pokok ada
baterai itu tanggung jawab siapa jadi
harus ada kejelasan juknis melalui
perbulan terhadap aktivitas teknis dalam
keterlibatan perorangan atau kelompok
dalam pengolahan saham Jadi kalian ya
kadang kita gemes bersama Bapak Ibu saat
ada aturan regulasi memilah sampah
organik anorganik kemudian
residunya ternyata tidak kita tahu juga
dibawa kemana gitu di angkot oleh siapa
terus kemudian Kenapa harus distila gitu
Jadi pertanyaan di masyarakat
kadang-kadang seperti
Dan ini juga menjadi poin Bapak Ibu
salah satunya kayaknya Saya memang harus
minta waktu lebih nih Mbak Nisa ada
beberapa slide lagi ya
tapi kalau terlalu lebih Nanti mohon
disampaikannya
kejelasan sistem dalam pengelolaan
sampah berbasis masyarakat misal Bapak
Ibu ya bank sampah kita diminta untuk
bangun bank sampah diminta untuk sedekah
sampah harus ada TPS Dr harus jalan
misalnya jadi dari sampah yang ada
kemudian sampah di Villa masuk ke bank
sampah sedekah sampah sampah yang tidak
terpilah
masuk ke TPS 3R sampah tidak punya nilai
jual residu kembali ke lingkungan lewat
mekanisme TPA bank sampah bekerja
sedekah sampah bekerja TPS bekerja
sampai di Ranah Warna biru itu diatur
regulasi TPS 3R ada di Permen PU Nomor 3
tahun 2013 bank sampah ada permen 14
Kalau saya tidak salah 2021 dibahas
secara jelas eh ternyata setelah
masyarakat memilah menyetorkan ke bank
sampah mekanisme bank sampah dan sedekah
sampah ini diserahkan ke pihak di luar
pengaturan dari regulasi ke yang merah
ini pengepul pernah di data tidak di
lokasi kita daerah kita masih masih
Bagaimana harganya Bagaimana
keberlanjutannya jangan sampai nanti
bank sampah kita bina Terus ternyata apa
mekanisme jual sama kita serahkan kepada
pihak lain yang di luar kekuatan kita
untuk mengelola akhirnya apa simpul
akhirnya ujung dari sistem pengelolaan
sampah berbasis masyarakat ini
diserahkan kepada pihak luar simpul
akhirnya bergantung pada bagian ini
mekanisme pasar akhirnya naik turun
harga menyebabkan Bank Sampah juga
semangatnya kadang dibayar oleh pengepul
kadang juga tidak tidak bermaksud
menyalakan pengepul tidak tapi ini kita
berbicara sebuah sistem agar seharusnya
secara komprehensif makanya dibentuk ya
salah satunya BSI dan kalau kita perlu
lihat permasalahan secara jelas secara
lengkap peran serta masyarakat ini ya
tantangannya juga besar Bapak Ibu
terkait dengan regulasi kelembagaan
teknis operasional bahkan peran serta
masyarakat itu sendiri ya bermasalah dan
ujung-ujungnya juga berhubungan dengan
ini pernah dilakukan
rilis oleh KK di 2020 dari 11.000 bank
sampah misalnya hanya yang aktif
37,18% artinya hanya
4212 bank sampah yang aktif di dalam
suatu webinar Saya pernah mengajukan
pertanyaan kepada peserta
Silahkan Bapak Ibu Tuliskan satu masalah
terbesar dalam pengelolaan bank sampah
kayaknya satu peserta itu nulis 5 banyak
sekali chat itu tiba-tiba muncul banyak
ini saya nggak minta Sebetulnya
saya coba rekap kira-kira apa gitu
permasalahan itu ada ini ada ini
kemampuan pemerintah jadi ini berbagai
macam sekelumit masalah yang dihadapi
oleh sistem yang diharapkan muncul
kesadarannya oleh kebijakan tadi ya jadi
ternyata memunculkan Banyak permasalahan
sehingga apa menurut hemat kami Bapak
Ibu diperlukan apa pengaturan yang lebih
spesifik terkait dengan lembaga
pengelola sampah Mandiri ini yang bisa
diwadahi dalam isi perbuh Perda terkait
dengan aktivitas bangsa fasilitas sampah
TPS 3 dan seterusnya yang berhubungan
dengan pengelolaan sampah di Sumber
sampah hadirnya bank sampah Indo atau
industri daur ulang yang dekat dengan
lokasi bank sampah tersebut tidak harus
mesti harus dikirim ke Jawa di
Kalimantan di Kalimantan ada di Sumatera
sehingga supply kebutuhan bahan baku
dari sampah itu dapat terjamin bahwa ada
supply yang baik dari bank sampah
keterlibatan pemerintah Desa juga iya
bapak ibu Karena disana ada otoritas
yang sangat besar untuk menggunakan
berbagai macam fasilitas dan pendanaan
dan harapan bisa disinkronkan dan
mungkin agak sulit koordinasi dengan
link ya kalau di ampuh oleh dinas
lingkungan hidup tapi harus ada
kebijakan pemerintah daerah yang lebih
tinggi terkait dengan
ini agak bahasan agak banyak karena
memang persoalan di lapangannya sangat
kompleks yang terakhir adalah
ini ada mekanisme evaluasi dan
peningkatan kinerja itu pasti ya karena
harus beda antara yang melakukan
pengelolaan dengan yang tidak seharusnya
ya fasilitator lingkungan kah terkait
dengan tingkat Kelurahan
stimulan insentif kepada kelompok yang
berkinerja baik walaupun dalam regulasi
ada gitu tapi ya kadang tidak ada event
yang mendukung produktivitas kelompok
jadi mengelola sampah kaku banget kayak
mengelola sampah terus jadi peningkatan
kinerja organisasi SDM perlu dilatih
agar peningkatan kinerjanya menjadi
dan yang terakhir adalah aspek terkait
dengan
aspek pembiayaan Bapak Ibu
ya Jadi yang paling penting ya kadang
kala kita menghadapi di lapangan adalah
apa ternyata tidak imbang memang antara
penerimaan retribusi dengan pengeluaran
akhirnya di tahun 2021
keluarlah regulasi terkait dengan
retribusi retribusi bersama yang
beberapa wilayah sudah melakukan revisi
terkait dengan retribusi tersebut
Walaupun memang tidak mudah nah di dalam
regulasi tersebut saya mencoba mencuplik
ini adalah apa biaya-biaya yang
dibutuhkan misalnya untuk yang pertama
biaya pengumpulan Oh investasinya sekian
operasionalnya sekian kemudian investasi
dan operasionalnya sekian sehingga Apa
perlu rata-rata retribusi per rumahnya
ini contoh sederhana Walaupun memang
perlu dihitung secara detail tapi
diregulasi ini sudah menunjukkan ada
angka-angka yang mungkin sementara bisa
diatur pengangkutan Sampah juga di
detailkan secara jelas kemudian terkait
dengan biaya pengolahan biaya pengolahan
kalau kita lihat Bapak Ibu ya ternyata
lumayan juga ya jadi perkaka perbulan
itu angkanya ada di sini Jadi kalau
Bapak Ibu langganan swasta 100.000
50.000 mungkin itu baru ke
pengangkutannya saja belum ke biaya
pengolahan sebagian besar sampah masuk
ke TPA yang biayanya seharusnya
membutuhkan biaya yang lebih besar Nah
contoh ini biaya investasi dan
operasional kira-kira untuk sanitary
landfill dengan tanah dan IPL instalasi
pengolahan air Lili versi 2 yang lebih
Advance itu di angka 36.000
sampai 95.000 per akar atau
perton sampahnya mencapai
500-800.000 jadi ya cukup tinggi
dibandingkan dengan kondisi saat ini
kalau di Jogja karena kasusnya Jogja
yang kita bahas ini 24.000 per tahun nya
jadi tidak masuk ke bagian yang pertama
ya berarti kita kembali bahwa
pengelolaan yang dilakukan
kayaknya bukan controllenthil jadi akan
kembali ke tanah dengan cara yang
mungkin tidak ramah lingkungan karena
biayanya yang cukup minim tadi Walaupun
memang ada subsidi ada share
cost dan seterusnya jadi ini Mungkin PR
kita bersama Bapak Ibu terkait dengan
aktivitas tadi jadi saat berbicara
pengolahan sampah ya kita tidak bisa
terlepas dari 5 aspek yang ada
dan secara kompresepsi memang harus
terjawab gitu semuanya agar setiap
perencanaan yang dilakukan menjadi lebih
baik jadi tidak menonjolkan satu aspek
dibandingkan dengan aspek yang
mudah-mudahan dengan pengalaman yang ada
di Jogja ini menjadi pengalaman yang
baik bagi kita semuanya dan
mudah-mudahan lagi yang bermasalah
dengan sampah mungkin itu yang bisa saya
sampaikan Mohon maaf ini agak lewat 15
Terima kasih atas bapak ibu mohon maaf
jika ada hal-hal yang tidak berkenan
dari kata-kata saya mudah-mudahan ada
manfaatnya bagi kita semuanya nilai
Taufiq wal hidayah wassalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh baik itu tadi penyampaian
materi dari bapak hijrah yang sangat
luar biasa sekali ya Bapak Ibu sekalian
Terus kalau kita lihat-lihat juga di
kolom chat sudah lumayan banyak nih pak
diskusi-diskusi ringan dan beberapa
pertanyaan dari Bapak Ibu sekalian
tapi mungkin Sebelumnya saya ingin
menginformasikan terlebih dahulu kepada
para peserta yang mungkin menginginkan
materi pada webinar kita pada hari ini
itu dapat request materi terlebih dahulu
melalui Link yang telah admin kami
kirimkan di kolom ya karena juga untuk
yang request materi bakalan ada
bonus-bonus yang sudah disampaikan oleh
Pak hijrah tadi
Kemudian untuk acara selanjutnya sebelum
kita masuk ke sesi tanya jawab kita akan
melakukan sesi foto bersama terlebih
dahulu Bapak Ibu sekalian untuk sesi
foto bersama kali ini saya akan dibantu
oleh admin kami setelah
baik untuk suara saya apakah sudah
terdengarkan itu sudah Kak
mohon izin kepada Bapak Ibu sekalian
kita nanti mau foto bersama saya mohon
izin Tersedianya kepada Bapak Ibu
sekalian untuk mengaktifkan kameranya
Kami tunggu
nanti untuk postingan
saya mulai
1 2 3
terima kasih kepada bapak ibu
yang telah membantu saya sesi foto
bersama kita pada siang hari ini
kemudian Selanjutnya kami juga ingin
meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian
untuk mengisi kuesioner yang linknya
juga sudah dishare di kolom chat supaya
kegiatan kami selanjutnya bisa lebih
baik lagi Jadi bagi Bapak Ibu sekalian
itu dapat memberikan saran ataupun
masukannya di link kuesioner
Kemudian untuk acara selanjutnya yaitu
kita masuk ke sesi tanya jawab dan
disini kami juga sudah bantu untuk
merangkumkan pertanyaan Bapak Ibu
sekalian yang telah Bapak Ibu Tuliskan
di kolom
Iya baik kemudian Mungkin saya juga izin
menginformasikan terlebih dahulu untuk
Bapak Ibu sekalian kita juga membuka
sesi pertanyaan live jadi Untuk Bapak
Ibu sekalian yang mungkin ingin bertanya
secara live itu bisa recent terlebih
dahulu begitu ya
Baik untuk selanjutnya mungkin kita akan
membaca pertanyaan yang ada di layar
terlebih dahulu untuk bapak hijrah
Mungkin saya akan membacakan
pertanyaannya terlebih dahulu kemudian
bisa langsung dijawab bagi kita ya pak
untuk pertanyaan pertama ini ada
pertanyaan dari Pratama ada dua
pertanyaan nih pak yang pertama Apakah
bisa kita sebagai masyarakat meminta
pihak PT atau pabrik besar untuk meminta
program
csr-nya lebih kepada penanganan sampah
di sekitar PT atau pabrik Kemudian untuk
yang kedua apa masukan dan saran untuk
kami meminta program CSR PT atau
pabriknya bisa fokus kepada pengolahan
sampah
Baik terima kasih Pak Doni pertanyaannya
ya sangat menarik terkait dengan CSR
corporage sosial responses
namun perkembangan CSR ini kan terus
berkembang Bapak Ibu semuanya terkait
dengan
misalnya
ada saat ini
sroi esroy sosial Return of investment
jadi perkembangan CSR ini memang terus
berkembang tidak hanya seperti mungkin
dulu ya sangat lama sekali Oh kita minta
apa terus diserahkan udah selesai jadi
harapannya perusahaan ini inginnya saat
ini berkelanjutan Jadi mereka pasti akan
ada tim
mungkin salah satunya adalah melakukan
pemetaan kebutuhan akan program
Jadi mungkin ya tidak semudah itu juga
saat kita minta tadi yang kedua adalah
di beberapa daerah sudah ada yang
namanya forum csa jadi forum CSR ini
bergabung agar tidak ada
pola-pola setiap orang kemudian butuh
kemudian Entar jadi ada satu pintu yang
mengelola forum CSR tadi jadi
pengelolaannya menjadi lebih besar
misalnya tingkat kabupaten kota atau
tingkat provinsi tapi kalau kita
memiliki link ya kayak dengan perusahaan
tersebut ya Tidak ada salahnya untuk
melakukan pendekatan tersebut apalagi
terkait dengan
faring 1 yang memang wilayah sangat
dekat dengan lokasi perusahaan tersebut
nah biasanya perusahaan tersebut tidak
ingin tidak ingin mungkin akan
mengurangi kerjasama dengan perorangan
tapi ada bentuk kelompok jadi kelompok
misalnya sudah ada bank sampah kelompok
bank sampahnya yang akan di kerja
samakan atau kelompok PKK kelompok
ibu-ibu pengrajin produk Apa itu akan
jadi lebih mudah mungkin menjadi saran
terkait dengan olahan tersebut ya
Modelnya bisa macam-macam bentuknya ya
kegiatan yang berhubungan secara
langsung dengan perusahaannya ataupun
tidak berhubungan mungkin seperti itu
jawaban untuk Pak Doni Pratama
Iya baik Terima kasih Bapak kemudian
mungkin kita langsung lanjut ke
Pertanyaan selanjutnya begitu ya Pak ini
ada pertanyaan dari Kak Raymond tarore
lumayan panjang nih pak pertanyaannya
Mengapa masih banyak yang melihat bahwa
sampah itu adalah masalah bukannya
sebuah potensi besar yang membutuhkan
tata cara pemanfaatan dan pengelolaan
yang benar sehingga sampah bisa
menghasilkan nilai tambah perekonomian
masyarakat dan sudah banyak contoh atau
model yang bisa dijadikan sebagai dasar
dalam pemanfaatan dan pengelolaan sampah
secara masif karena dengan jumlah
penduduk yang besar yang disertai dengan
jumlah produksi sampah yang besar pula
itu merupakan sebuah potensi besar yang
harus dikelola secara maksimal menurut
Bapak apakah sistem pengelolaan sampah
yang ada yang ada saat ini belum
dimaksimalkan atau dijalankan dengan
baik ataukah berbagai sistem yang ada
itu belum ada yang tepat diterapkan
dalam pengelolaan sampah di Indonesia
karena terkendala pada kondisi geografis
dan budaya masyarakat begitu Bapak
panjang banget pertanyaannya Baik terima
kasih Pak Remon pertanyaannya sangat
menarik intinya ya memang ada beberapa
paham ya terkait dengan hal tersebut ada
yang teman-teman menyebutnya sampah
adalah berkah sampah adalah emas kok
sampah jadi masalah tapi yang perlu kita
ingat adalah saat sampah itu dihasilkan
sebelum dia jadi berkah atau jadi emas
itu butuh pengelolaan terlebih dahulu
bisa contoh ya akan jadi produk tertentu
dengan aktivitas pemberdayaan masyarakat
dengan tingkat ekonomi masyarakat yang
menjadi meningkat Karena melakukan
pengolahan tanpa tapi sampahnya kan
perlu dikelola dulu sampahnya harus
dikelompokkan harus ada fasilitas
artinya butuh berbagai macam aspek yang
lain sebelum mendapatkan keuntungan tadi
seperti yang dilakukan oleh di Indonesia
menampung semua sampah residu multi
layer gitu ya dia butuh fasilitas untuk
mengolah butuh tenaga kerja butuh
terpilah dengan baik ya dan semuanya ini
butuh biaya Jadi saat mau mendapatkan
nilai ekonomi nilai tambah dari sampah
kita juga perlu mengeluarkan pembiayaan
jadi memang selayarnya adalah saat mau
melakukan pengelolaan sampah berarti
memang harus ada biaya gitu nah dengan
konsep bank sampah dengan sedekah sampah
itu sebenarnya
merubah mindset kita terhadap sampah
yang sulit sekali diajak untuk memilah
sampah tapi
dikasih apa pendorongnya adalah motif
ekonomi
suatu saat-saat masyarakat sudah
terbiasa memilah sampah bagi perlu
iming-imingnya motif ekonomi dia sudah
bisa memilah dengan cara kalian benar
dengan yang baik dan seterusnya jadi
ya itu menjadi tantangan kita ya saya
sebagian setuju terkait dengan apa yang
Pak Remon sampaikan bahwa sampah jika
dikelola dengan baik tapi tetap
membutuhkan effort yang besar sehingga
menghasilkan sesuatu yang baik yang baik
tersebut yang paling pertama adalah
tingkat kesehatan masyarakatnya tinggi
kemudian tingkat kualitas lingkungan
baik dan baru kita berbicara tentang
sumber dayanya apa yang bisa kita
dapatkan dari sistem pengolahannya
bukan salah mungkin terkait dengan
pengolahan sampah saya ini mungkin ya
kebijakannya perlu perlu kita lihat apa
yang sudah dijalan Apakah sudah sinkron
dengan berbagai macam kebijakan yang ada
di tingkat di berbagai macam label
kira-kira begitu Pak
semoga menjawab Ya paramonias kemudian
kita masuk ke Pertanyaan selanjutnya ini
ada pertanyaan dari ibu Sinta Bagaimana
rtr bisa direalisasikan apakah sudah ada
regulasinya kalau belum ada siapa yang
harusnya menerbitkan regulasi tersebut
lingkungan hidup atau Perindustrian
Perdagangan
ini menarik ya
ada upaya tanggung jawab tambahan dari
produsen terutama produk desain produsen
yang memiliki kemasan kemasan yang
berarti masyarakat konsep IPA hari ini
dimunculkan di regulasi terkait dengan
bank sampah tapi yang versi yang lama ya
di tahun 2013 sekarang sudah di tahun
2021 dimunculkan di sana salah satunya
adalah menyebutkan
apa sebagai
drop point Bagaimana sampah tersebut
bisa kembali ke industri
entah industri penghasilnya atau
industri pengolahnya jadi bank sampah
sebagai
drop point tadi tapi memang tidak
semulus itu juga tidak berhasil karena
tadi mekanisme pengembaliannya itu
dikembalikan kepada pasar yang di luar
ranah si pemangku kepentingan sektor
informal yang bekerja
diserahkan pernikanisme pasar akhirnya
tidak terlalu berjalan nah saat ini di
tahun 2019 Bu Sinta pemerintah
mengeluarkan regulasi terkait dengan
Permen LH nomor 75 tahun 2019 Semoga
saya tidak salah terkait dengan peta
Jalan pengelolaan sampah di skala
industri skala perusahaan jadi
perusahaan harus memiliki road map
pengurangan
sampah pengolahannya dan disebutkan di
sana ada mekanisme IPR yang bekerja
namun ya sejauh ini memang push yang
dilakukan oleh pemerintah kita terkait
dengan IPR ini
gaungnya mungkin belum terlalu terasa
sudah ada berapa perusahaan besar yang
melakukannya tapi kalau kita sampaikan
ya banyak juga yang belum melakukan hal
tersebut jadi
filenya sudah ada Tinggal bagaimana
mekanisme menjalankan hal tersebut
mudah-mudahan tidak begitu saja Kemudian
dicabut diganti dengan yang lain
mudah-mudahan ada evaluasi terkait
dengan regulasi tersebut Jadi kalau
bicara regulasi sudah ada dan lingkungan
hidup yang melakukan ya PR kita
bagaimana lingkungan hidup bisa
berkoordinasi dengan Perindustrian dan
Perdagangan kira-kira gitu
kemudian mungkin kita langsung saja Pak
Ya lanjut ke Pertanyaan selanjutnya ini
ada pertanyaan dari ibu Arun Dati Sinta
mohon pencerahannya ternyata Bang sampah
tidak mau menerima kantong-kantong
plastik saya terutama plastik berwarna
terus saya kebingungan Apa yang harus
saya lakukan Kemudian yang kedua di
iklan di TV ada perusahaan minuman
mineral mengatakan bahwa botolnya selalu
baru sedangkan iklannya menyuruh
masyarakat untuk mengumpulkan
botol-botolnya di bank sampah pengepul
dan sebagiannya tujuannya untuk
dijadikan sesuatu yang baru menjadi
jaket baju sepatu dan sebagiannya
artinya perusahaan menyuruh masyarakat
untuk melakukan ekonomi circular namun
perusahaan melakukan ekonomi linier
sangat Ironi mohon pencerahannya dari
bapak narasumber
ya
terkait dengan yang pertama terdengar
simple
kantong-kantong plastik tapi tidak bisa
menerima bank sampah tersebut jadi
memang kalau menjawab pertanyaan ini
akan panjang tapi intinya adalah berarti
konsep bank sampah itu punya kekurangan
kekurangannya apa kekurangannya dia
tidak bisa menerima semua sampah yang
dihasilkan
yang dia bisa terima hanya sampah yang
layak jual
saat layak jual itu berarti ada yang
menentukan itulah ya atau tidak berarti
apa ada pihak lain di luar pemangku
kepentingan di luar regulator yang
bilang sampah ini nggak bisa saya terima
nah di situ tidak ada kekuatan regulator
untuk menekan harus terima seharusnya
kan Ini loh masyarakat sudah memilah
sampah masyarakat sudah membangun bank
sampah regulator makan Supaya apa pihak
yang menerima harus menerima saat tidak
bisa saya nggak bisa Pak nerima jenis
ini mesin saya nggak bisa terima gitu
kan kita bicara industri berarti kembali
ke regulator tadi siapa penghasil
plastik ini oh ada produsen penghasil
plastik tadi yang tidak diterima oleh
bank sampah tidak diterima oleh industri
daur ulang Stop jangan produksi yang
model seperti ini Seharusnya gitu kan
jadi jangan produksi kamu jadi produksi
yang gini yang gini aja ya karena Apa
jenis tadi itu nggak bisa diterima oleh
bank sampah karena bank sampah itu kok
kebijakan saya lho mewajibkan setiap RW
harus punya bank sampah jangan sampai
nanti masyarakat sudah Mila masyarakat
pakai produkmu tapi ternyata tidak bisa
diterima oleh mekanisme Nah kalau itu
bisa dilakukan oleh pemangku kepentingan
bank sampah Saya yakin bisa hidup bisa
juga menjawab pertanyaan dari Kenapa di
Jogja ada bank sampah tapi ternyata
darurat sampah karena salah satunya
keterbatasan yang kita buat sendiri oleh
bank sampah tadi jadi tidak ada
kemandirian dalam melakukan supply dari
sistem dari itu kan jadi panjang Bu
jadi ya pertanyaannya singkat sederhana
tapi saya yakin ini menjadi dasar ya
kondisi kita dalam bergerak
terkait dengan tadi ya
iklan di TV ada perusahaan minuman air
mineral yang selalu baru ya ini menjadi
kebijakan saat ada kebijakan
perusahaan diminta untuk
melakukan daur ulang menggunakan
kemasan daur ulang walaupun tidak
tidak 100% begitu nah Berarti ada
arah kebijakannya yang
ya mungkin ya pemahaman kami belum
terlalu sinkron dengan kebijakan yang
lain saat ada kebijakan kita rame-rame
melakukan pembatasan tapi kok nggak adil
ya perusahaan ini kok di terus melakukan
sesuatu yang baru gitu ya tapi juga
didukung gitu jadi ya ekonomi sirkuler
ekonomi linier yang dilakukan menjadi
kita PR dan itu terjadi
ya mungkin saya tidak bisa jawab juga
tapi ya ya Itu tantangan kita yang kita
hadapi terkait dengan regulasi kebijakan
yang akan mempengaruhi segala aspek yang
ada dalam sistem pengelolaan sampah
kira-kira gitu nggak bisa
Terima kasih Pak untuk jawabannya
kemudian mungkin kita langsung lanjut ke
Pertanyaan selanjutnya ini pertanyaan
dari ibu
Mengapa di Yogyakarta yang mana Di situ
ada banyak bank sampah atau PSM bisa
terjadi darurat sampah seperti sekarang
ini sepertinya sudah terjawab ya tadi
Pak ya sekalian
menarik Bu maaf tuh pertanyaan yang ya
menohok gitu ya betul kurang lebih
lokasi kita saat ini di Jogja ada
sedekah sampah ada bank sampah ada TPS
3R Kalau saya tidak salah itu mencapai
angka ribu lokasi gitu jadi ya sangat
banyak
mungkin dengan dibandingkan dengan
wilayah yang lain dengan luasannya yang
tidak puas Jogja angkat angka tersebut
menjadi tinggi tapi tadi ternyata banyak
psm-psm yang ada juga tidak mampu
melakukan pengelolaan sebanyak timbulan
sampah yang terus dihasilkan akhirnya ya
masyarakat jadi tidak punya pilihan lain
akhirnya juga menetapkan ke sistem yang
ada satu sisi kran bank sampah diminta
untuk terus dibuka harus ada sosialisasi
dan seterusnya di sisi lain untuk
pengangkutan Sampah juga dilakukan gitu
ya
tanpa harus dipilah yang penting bayar
saja kemana dibawanya ke TPA jadi ya
kadang Ironi di lapangan mana yang
seharusnya kita lakukan apakah
dua-duanya atau ya salah satu yang harus
dimunculkan dan salah satu harus
dikendorkan jadi dibalik lagi terkait
kebijakan yang ternyata menghasilkan
sebuah hal yang
menjadi darurat dengan kondisi saat ini
kemudian mungkin satu pertanyaan
terakhir ya Pak ini ada pertanyaan dari
Ibu Tri Nur sampah residu dan B3 apa
saja untuk bangkai seperti tikus atau
kucing dan lain-lain apakah masuk
kelompok mana dan bagaimana
Penanganannya untuk yang tidak punya
lahan itu
PR juga ya ternyata ya
Ibu misal Bu Tri sebagai penghasil
sampahnya mengeluh
Saat ada sampah
bangkai tikus kucing dikeluhkan oleh
teman-teman di PS3 ya Kok sampah seperti
ini bisa masuk ke TPS
banget sampai bau banget kita usahakan
memang sampai yang jenis seperti ini
bangkai selesai di rumah kita jadi
harapannya tidak punya lahan tapi punya
metode yang lain yang kita bisa buat ya
dengan berbagai macam bakar kalau kita
ingat pengolahan sampah cerita-cerita
temen-temen yang
berkunjung ke Jepang pada saat awal-awal
sampah di Jepang muncul berbagai macam
teknologi takakura dan seterusnya
ternyata mereka juga sangat-sangat tidak
punya lahan Jadi tapi akhirnya juga
tetap bisa melakukan pengelolaan secara
mandiri tapi tidak seperti Jepang saat
ini Tentunya ya dengan sistem yang sudah
sangat modern Nah mungkin ya Kita
menyediakan sedikit lahan untuk
melakukan penanganan sampah yang bisa
selesai di rumah kita kecuali untuk
sampah residu dan B3 residu itu apa saja
residu yang saat ini
dikeluhkan oleh banyak orang popok
sekali pakai baik itu di dewasa maupun
bayi kemudian
mohon maaf pembalut yang dihasilkan
setiap bulan terus kemudian styrofoam
terus kemudian sebagian juga ada tisu
terus juga ada sedotan kantong kresek
mungkin di beberapa wilayah bisa tidak
masuk resiko tapi sebagian wilayah lain
masuk juga dari situ saat kita sudah
mengenal sampah residu apa saja kita
mencoba untuk melakukan pengurangan
untuk mengecilkan sampah residu tersebut
sampah B3 ya baterai bekas beberapa
barang elektronik beberapa ya terus
kemudian juga ada oli bekas
aki bekas dan seterusnya jadi B3 mungkin
tidak setiap saat kita hasilnya tapi
jadi pertanyaan juga saat kita punya B3
ini akan dibawa kemana sedangkan
regulasi meminta kita untuk memisahkan
sampah B3 berarti yang buat regulasi
perlu menyediakan fasilitas untuk bisa
memindahkan B3 rumah tangga ke suatu
tempat diolah kalau memang pun harus di
ditambahi biaya berarti harus diumumkan
Biayanya berapa dan kira-kira jadi
menjadi efek dari sebuah regulasi yang
ada nah begitu Mbak Nisa
Terima kasih Bapak hijrah pertanyaan
dari Ibu Tri ini sekaligus menjadi
pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab
kita pada hari ini ini Pak saya ucapkan
terima kasih banyak untuk bapak hijrah
yang telah membantu menjawab-jawab
pertanyaan-pertanyaan yang ada sekaligus
juga sharing nih bersama dengan Bapak
Ibu peserta webinar pada siang hari ini
kemudian
Terima kasih juga untuk bapak ibu
sekalian yang sudah aktif bertanya dan
mohon maaf apabila mungkin ada
pertanyaan yang belum sempat terjawab
karena memang waktu kita yang sangat
terbatas sekali ya Bapak Ibu sekalian
baik seperti janji saya di awal tadi
saya juga sudah mengantongi nih
nama-nama pemenang yang beruntung pada
siang hari ini untuk mendapatkan spesial
dari kami
ini untuk nama-nama yang beruntung
memenangkan spesial dari kami Selamat
untuk
ibunta
dan Bapak Doni Pratama Jadi bagi
pemenang bisa langsung menghubungi admin
kami melalui kontak person yang tertera
di layar untuk mengkonfirmasi hadiahnya
begitu ya
Iya baik akhirnya kita telah sampai nih
di akhir acara nih Bapak Ibu sekalian
dan Alhamdulillah hari ini kita sudah
belajar banyak sekali melalui webinar
Jogja darurat sampah Pelajaran apa yang
dapat kita ambil melalui pendekatan
aspek pengelolaan sampah yang
disampaikan oleh pemateri kita pada hari
ini yaitu bapak Doktor Insinyur hijrah
Pertama Putra Ma banyak sekali ilmu yang
kita dapatkan pada saat penyampaian
materi yang disampaikan oleh pemateri
kita pada hari ini semoga ilmu-ilmu
tersebut dapat bermanfaat untuk kita
semua Kemudian Selain itu kami juga
ingin mengingatkan nih kepada Bapak Ibu
sekalian untuk mengisi kuesioner yang
linknya juga sudah dishare di kolom chat
supaya kegiatan kami selanjutnya bisa
lebih baik lagi dan Sekali lagi saya
juga izin Mengingatkan untuk Bapak Ibu
sekalian yang mungkin ingin request
materi sekaligus sertifikat dan mungkin
Kemarin belum sempat request itu juga
dapat mengisi Link yang Link yang sudah
dikirimkan oleh admin kami di kolom chat
karena bagi yang request materi bakalan
ada banyak sekali bonus-bonus materi ini
terakhir saya ucapkan terima kasih
kepada pemateri kita pada hari ini yaitu
bapak dokter Insinyur hijrah Purnama
Putra yang telah menyempatkan waktunya
untuk berbagi dan sharing materi bersama
kami pada siang hari ini lalu saya juga
mengucapkan terima kasih kepada program
studi teknik lingkungan Universitas
Islam Indonesia dan juga
tidak lupa saya ucapkan terima kasih
kepada panitia dan peserta yang telah
berkontribusi dan sangat antusias sekali
selama webinar ini berlangsung Semoga
kita semua masih bisa bertemu di webinar
webinar selanjutnya Bapak Ibu sekalian
Akhir kata saya selaku MC sekaligus
moderator pemohon maaf sebesar-besarnya
apabila selama memandu acara ini
terdapat kesalahan kata atau perbuatan
saya
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
sampai ketemu lagi
Waalaikumsalam
Terima kasih ilmunya