File TXT tidak ditemukan.
STUDI KELAYAKAN PERENCANAAN TPST SESI 2
oWw-u2FRPJo • 2024-08-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id kesepakatan dengan pemda atau mungkin ee atau ee dengan ee dengan yang mengelola ya yang mengelola nantinya Seperti apa layanannya yang EE TPS nantinya nah ini contoh proyeksi penduduk dimulai dari proyeksi penduduk tentunya kita menghitung potensi proyeksi penduduknya kemudian kita menghitung ee timbulannya sebenarnya ee seharusnya nya kalau ada data kalau belum ada data timbulan tentunya kita tentunya kita akan melakukan ee sampling ya belum ada kalau tidak ada timbulan tentunya kita akan melakukan sampling namun harapannya sebelum adanya FS ini sudah ada dokumen rencana induk sehingga kita bisa eh melihat dari sinkronkan mensingkan dari eh eh dari rencana yang e apa perencanaan di rencana induk terkait penempatan dari tpst dan juga pelayanannya nah ini contoh dari kita menentukan kapasitas ee kapasitas dari tpst nah ini pun ee nanti ee terkait alat ya sebenarnya nanti ee kami menentukan kapasas untuk 10 tahun tentunya bisa juga tergantung dari ee rencana layanan ya kalau memang dari pihak ee pengolah atau nantinya Pemda akan mengolah dari TPS ini inginnya sementara untuk 4 ton Nah karena ee dengan proyeksi ke depannya ee belum tidak optimis dengan yang ee ee dengan rencanaperencanaan sampai 6 Ton itu itu nanti sebenarnya perlu ada kesepakatan juga ini contoh dari produksi kita tetapkan ee kapasitas dari tpst adalah 6 ton ee otomatis ee e dengan konsep 6 Ton kita kalau kita mengh nah ini adalah komposisi sampahnya komposisi sampah cenderung ee cenderung organik ee 40% ada Kay kayu 5% dan cukup banyak sampah plastik di sini kurang lebih 25%. nah ini kita akan bagi antara sampah organik ee anorganik terus layak jual dalam dalam iniah yang akan menentukan ee Alat apa yang akan dipakai selain nanti penentuan terkait eh oftaker ya Eh penentuan terkait oftaker terkait eh pembentukan produknya nanti jadi apa produknya juga ee selain dari komposisi ini juga adalah eh eh calon oftakernya nanti ini contoh mungkin ini eh masih 10 ton ya nanti eh berikutnya nanti kan intinya ee tesas dari TPC 6 ton nanti mengikuti dari dikomposisi sampah ini dari situah kita kajian timbulan Dan karakteris Sampah kemudian kita menuju ke kajian teknologi dan sumber daya setempat Nah di sini eh kami melihat dari potensi sampah akan melakukan ee eh penilaian terakhir pemenuan alat ya pemilahan eh pemilihan alat pemilahanetreatment n istilahnya pemilahan ini ada pemilan sampah besar itu akan dilakukan di area loading pemilihan sampah organik halus nanti ada di rotary screen ini pemilihan alat tergantung dari nantinya waktu kajian itu apakah memang bisa menggunakan rotary screen atau Dis screen atau yang lain intinya Eh ini fungsinya di rotary sken adalah fungsinya adalah untuk menghilangkan sampah halus Eh pada anorganik yang eh organik halus yang pada sampah organik sehingga dapat ee memudahkan ee dalam pemilahan di sampah layak jual di di tahap berikutnya di kveb kemudian setelah treatment prreatment terakhir adalah eh pencacahan pemilahan sampah organik dan organik melalui mesin cacah Bela atau istilahnya bisa dibilang gibrik atau choper ini yang akan memisahkan sampah organik dan organik Nah di sini pemilihan alat treatment-nya adalah salah satunya pencacaan organik eh terus hidic dewingess untuk pengomposan dan B nah di dalam konsep ini sebenarnya adalah tahap pertama dari dari konsep rencana tpst ini jadi Eh ini meang memang sesuai dengan memang perlu ada kesepakatan terkait treatment apa yang akan dilakukan karena potensi rdf masih belum ada di sini jadi di sampah yang lebih banyak sampah layak jual dan sampah organik untuk pengomposan itu yang dimanfaatkan produknya Nah dari dari proses itu kami juga akan menghitung residu dari kegiatan ini dengan kapas 6 ton kurang lebih 2,49 ton nah seperti itu ini Eh pada t pertama terus berikutnya ini adalah Mas Balan ya masalu dari proses pengolahan tadi mulai dari sampah masuk menuju area bongkar menuju area bongkar kemudian dilakukan piman manual e cenderungi komposisi adalah sampah kayu e yang berukan besar saya Kami e kami pilah di awal kemudian e menuju ke rotary screen untuk memilah sampah organik halus dan eh kemudian menuju untuk memilah sampah layak jual Dan Sampah kain lanjut berikutnya adalah mesin cacapilah yang akan memilah sampah organik eh organik dan organik Nah di sini di masan cacapila ini sampah organik yang dari terpila dari ee mesin cacap ini langsung akan menjadi residu Sedangkan untuk yang sampah jual ini dibeler dipres menjadi sampah yang layak jual kemudian sampah organik ini ee tetap ee menggunakan hidrolpres ee karena memang lahannya memang terbatas ee memang dibutuhkan hidraulic deting press nah sebenarnya tanpa ini pun bisa namun memang harus dituntut dengan ee lahan yang lebih luas intinya gitu sehingga produk dari kegiatan dari tpst ini adalah pada tahap pertama adalah produk kompos 0,98 ton ee dan layak jual 1 ee kom8 Ton dan Sisanya adalah resido dan sisa ini kan secara total tidak sampai enam memang Sisanya adalah sampah yang sudah Ee proses apa ee proses pencacahan yang yang hilang pada waktu di hidrolic deing press nah ini adalah contoh alat tahap 1 mulai dari hidrolicing press rotary screen ini ada rotary screen bor horizontal ini ada mesin cocak Pila ada mesin cocak organik lanjut ke tahap dua Nah memang ee eh dari waktuwaktu pelaksanaan ee pentahapan ini berdasarkan potensi kalau memang ee ada residu yang cukup eh besar Ya kurang lebih 2 ton meskipun secara kapasitas kecil ya 6 ton ya Nah ingin mengoptimalkan hasilnya yaitulah ini dengan tambahan e tambahan alat rotary drying dan inserasi atau cku membakar di sini tambahan alat untuk treatmentnya sehingga ada produk sebenarnya di sini meskipun di sini menyampaikan produknya kompos dan organik organik samp layak eh jual namun hasil dari proses rdf Dring ini karena memang belum ada eh terkait e apa terkait ofaker eh maka sampah yang sudah proses eh rot grind itu dikembalikan lagi menuju proses pembakaran dan eh tuku membakarnya ini tentunya harus punya spesifikasi eh derajat celsiusnya di atas 800 eah terkait tadi Eh efek dioksin tadi untuk proses eh pengeringan eh Tukung bakar ini adalah proses eh eh untuk pengeringan eh di rotary dryer jadi ada penukar panas ya di rot untuk memproses mengeringan sampah jadi seperti ini jadi tambahannya tadi di mesin cacapila tadi yang awalnya kalau kita tahap satu hasilnya menjadi residu namun di sini eh sampah itu diproses eh di rottic dryer dicampur dengan sampah organik ee ini akan menghas e diber terus rdf-nya akan kembali ke tuku bakar karena memang eh hasil rdf-nya ini tidak ada belum ada info terkait ee oftaker n jadi ada yang pertanyaan tersebut ee Inah ee solusinya memang ee dikembalikan lagi proses pembakaran dan pembakarnya ini pun sebenarnya hanya membutuhkan pemanti awal saja untuk bahan bakarnya namun di selanjutnya adalah bahan bakar itu dikonsumsi dari sampah itu sendiri sampah itu sendiri ya ini yang tahap dua Nah ini contoh alatnya kalau di sini ee kalau ini adalah namanya box dryer jadi tidak semacam ini ini namanya R dryer Sebenarnya masih bisa menggunakan box dryer untuk kapasitas kecil namun untuk kapasitas lebih besar e lebih eh lebih optimalan eh lebih optimal pakai rotary dryer jadi eh pamanas dari dari kegiatan pembakar ini disalurkan ke rotary dryer untuk mengeringkan sampah ya dengan dengan seperti itu itu nanti dari itu menggunakan ap panas di ee awak panasnya mengalir di proses dryernya seperti itu untuk ee alat tahap dua ini Nah inilah usulan yang kita eh pemilihan alternatif TSC berersan tahapan jadi contoh ini hanya contoh ya usulan-usulan itu juga Ada pertimbangannya terkait biaya operasional kesiapan SDM kapasitas sampah jadi ee Mengapa tahap 1 mengnya sederhana karena karena memang ee kapel sampah masih kecil dan EE dan untuk biaya operasionalnya pun masih ee di masih kecil ya masih di awal-awal proses masih belum ee mencapai ee untuk proses pembakaran untuk proses eh rotary drying berikutnya seperti itu Nah ini contoh layout ya dari ee ee pentahapan ya pentahapan di sini ee masih belum ada gambaran Lei Sebenarnya ada gambaran ya ini contoh penataan alat ya Eh penataan alat ini sudah mulai dari proses awal di sini adalah clading apa di Hopper ini diproses menuju conveyor menuju rotary screen di sini sampah organik sudah terpilah organik halus terpilah kemudian sampah onorganik ini mengalir eh menuju ke proses pemilihan sampah layak jual di sini sampah layak jual ee naik dan danemilah ini menjatuhkan sampah itu ke bawah untuk dipilah sesuai jenis ee sampahnya ya kemudian di proses selanjutnya sampah yang sudah tidak terpilah atau tidak layak jual ini lanjut ke proses berikutnya proses ee cacah pila dan ini ee adalah sampah sampah organiknya mengalir di sini nanti dilakukan proses pengomposan Nah di sini ada ee Dew PR ada dari proses dancila langsung eh kemudian menjadi bubur eh organik ya bubur sampah organik sedangkan sampah yang organ yang tidak eh yang tidak layak jual ini anorganik yang tidak layakal ini masuk ke kontainer residu ini juga disiapkan gudang sampah organik sudang sampah kompos sini ini untuk e tahap pertama kemudian lanjut ke tahap kedua nah ini contoh eh desain kami di tahap 2 e dengan adanya landfiel J namanya istilnya lahan uruf residu istilahnya sekarang juga dilengkapi IPL di sini nah ini juga dilengkapi secara prasarana lainnya semacam eh gaso musola kantor pengolah jembatan timbang jadi jadi sampah itu masuk menuju jembatan timbang ini kemudian masuk ke area loader ini hoper hoper ini nah ini untuk eh tahap du penataannya seperti ini e dari tahap sat nanti ditambahkan alat dryer dari sampa yang tadi itu masuk Res ituu ditambahkan proses Hopper ini kemudian dryer nah ini ada proses pemanas untuk mengalirkan sana ke area rotary ding di sini ada posin PR juga untuk untuk menghasilkan sebenarnya PR pun eh tidak perlu bisa eh press pun tidak perlu karena ini kan eh press bnya ini sebenarnya untuk kalau memang ada eh adaer ya untuk proses efisiensi pengiriman dari rdf itu sehingga kalau memang tidak perlu nanti eh dari proses R nanti masuk ke inii bisa untuk proses pemanasan di sini untuk pembakaran di sini dibakar di sini juga seperti itu ini konsep du ini contoh eh e gambarannya nah ini kalau kita menggunakan eh kapasitas ini umur bisa mencapai 15 tahun karena e residonya cukup kecil ini untuk tahap nah berikutnya adalah eh operasional pemaan dari eh desain yang dipilih tentunya kita akan menghitung biaya operasional berapa dan tentu biaya pemeliharaannya Seperti apa tentunya dilengkapi dengan sop sop E ini contoh untuk tahap 1 eh biaya untuk tpst-nya saja ya ini ya untuk TPS saja eh 500 untuk tahap 1 tanpa ada proses pembakaran itu kurang lebih 59 juta per bulan dan kan untuk ee untuk tahap 2 kurang lebih 107 juta per bulan dan ini sebenarnya juga harus diinokan sebenarnya ke pihak Pemda bahwa eh Mampukah Pemda dengan biaya seperti ini apakah memang di tahap satu saja untuk konsep perencanaan tanpa ada apa pengembahan di Tab 2 atau nanti dengan pertimbangan bahwa cukup efisien dengan proses ini karena umur TPA akan semakin lama dan kita tidak perlu menambah lahan uruk resido lagi sehingga ee diharapkan ini bisa berjalan dengan dengan tambahan dengan tambahan biaya ini mengefisienkan biaya operasional di landfield juga sebenarnya Eh kalau kita eh landfielnya semakin besar tentunya semakin resido yang banyak juga menjadi beban ke biaya operasional di Lil seperti itu ini e beda kurang lebih 400 hampir 500an eh juta per bulan ini untuk biaya operasionalnya nanunya akan dilengkapi sop nah ini coba saya e buat contoh yang lain ya alat yang lain dengan contoh alur operasional tpst ini contoh al operasionalst eh dengan kapasitas 5 ini dengan konsep eh picking buy ini seperti yang di yang ada di Cilacap seperti yang dicacap tapi Konsep ini eh memang perlu ditawarkan sebelumnya ke pihak pihak Pemda Karena posisinya tpst ini adalah di lahan eh TPA existing eah di TPA existing Di mana Di situ masih ada pemulung maka itu ada dua pilihan ini terkait aspek sosial ya Kajian kas sosial apakah EE dari pihak ee pemulu itu akan dijad ee akan diberi kesempatan untuk memilah di situ atau nantinya pihak ee pemulu itu akan dijadikan ee pegawai Nah itu itu pilihan dan itu akan menjadi kajian di sosial kajian di sosial nanunya nah seperti itu jadi ee Mengapa adanya sampah masuk tidak langsung masuk ke dpsc Karena untuk mengakomodir pemulung untuk proses pemilahan dan ini lumayan besar dari hasil data yang didapat itu kurang lebih hampir 8,5 ton per hari e reduksi oleh pemulung di daerah di TPA di area picking B nantinya Seti itu Dan dari situ dari picking B ini nanti eh sampah itu akan selah diproses pemilahan oleh pemulung dan itu diproses berikutnya ee di tpst diproses best nanti ada proses pengolahan dan ini pun Hasil produk e Hasil pilihan-pilihan produk ini adalah dari hasil kita kajian ofteer jadi potensi-potensi ofteer berensi jumlah ton per harinya jumlah eh ton per harinya di masing-masing dan jumlah beberapa produk jenis ini adalah hasil kajian di ofteaker eh waktu itu eh kami mengumpulkan satunya mengumpulkan beapa perusahaan perusahaan di ee di daerah kabupaten kota yang kami rencanakan untuk mengumpulkan semua yang potensial oftaker yang dari rdf yang menggunakan eh boiler lah intinya menggunakan boiler dan salah satunya memang potensinya banyak ternyata ada pabrik kayu ada pabrik tekstil e ada pabrik eh apa ya Iya ada beapa pabrik tekstil dan ada pabrik semen juga nah dari situ kami melakukan kajian berapa sih potensinya ee dari ee jenis-jenis eh eh jenis-jenis eh yang apa yang yang diminta spek alat yang diminta oleh para opteek tersebut eh spek dari rdf yang diminta oleh EE dari opteakers tersebut dan EE dari pabrik-pabrik kayak tekstil maupun kayu itu lebih cenderung sampah ee e rdf bricket rdf bricket namun eh karena Mengapa karena ee mereka dengan kondisi Sebelumnya dia lebih cenderung sampah-sampah organik yang dipakai dengan kalori kurang lebih eh 3.000an 3.000 kokalori dengan mas content di 20% dan ukurannya pun ditentukan mereka ada eh menginginkan sesuai dengan eh inputan di boilernya mereka eh ukurannya antara 40 Kal 40 Nah itu memang memang pajian itu perlu untuk memastikan eh spek Apa sih yang diinginkan oleh para oper itu sebenarnya potensi-potensi itu kalau memang digali mungkin bisa ya Eh mungkin pabrik-pabrik yang lokal yang mungkin menggunakan yang di mana mereka itu menggunakan dalam proses produk ya menggunakan boiler atau menggunakan bahan bakar batu bara beralih untuk covering dengan bahan bakar rdf dari sampah sini nah ini adalah dari semua ini adalah proses pengkajian protontensi opteaker jadi semacam makot ini berdasarkan bahwa dari poiteer bisa mengambil sampah 3 ton per hari Nah ini yang Kita sesuaikan alatnya kemudian pupuk kompos ini Kita sesuaikan juga terkait ee terkait berapa sih ee untuk proses pengompesan butuh Apa karena inilah hanya lahan yang ada di lokasi TPS ini cukup terbatas sehingga kami ee memaksimalkan hanya untuk sesuai kebutuhan saja untuk ee pengomposan terus ee berikutnya adalah fdf briiket ini juga sesuai kebutuhan juga potensinya eeah mereka kalau dari dari berapa beberapa ofteer memang sebenarnya Butuh banyak ya dari berapaer itu hampir ee pabrik kayu sendiri ee bisa sampai 1,eng ton per hari membutuhkan itu Namun karena keterbatasan ya keterbatasan dari produk yang dihasilkan di sini ee hanya waktu ini hanya mou-nya dengan pabrik tekstil yang memang membutuhkan ada dua pabri yang membutuhkan kurang lebih kalau di total eh 5 ton di sini kemudian eh rdf rdf FL ini adalah sudah ter apa termou dengan pihak semen dan semen minta sebanyak-banyaknya eh dengan eh bisa banyak namun eh karena memang terkait komposisi Sampah juga ya nanti tidak memungkinkan untuk ee bisa lebih dari dengan kapas ton tidak bisa ee lebih dari 50 ton hasil rdfnya kemudian berikutnya adalah sampah layak jual e sisanya sampah l jual ini ada proses eh mungkin di sebelumnya sudah ada proses pemilahan ya di pemulung namun eh karena mungkin waktu di mungkin tercampur masih ada sampah-sampah yang layak jual yang masih bisa diolah desain se itu dan di sini residu yang dihasilkan adalah 10 ton per hari dengan kapasitas 125 ton per hari ini eh memang perlu pengajian ini terkait keberlanjutan dari TPS itu sendiri nah ini diagram eh Mas Balan dari proses eh tpst itu dimulai dari memang cukup cukup anu ya apa cukup limit ya Eh alurnya karena memang ada berapa yang memang digabung alat alatnya jadi satu kayak ini misalnya adalah di dua sampah pasaressingnya ini di dibuka dibagi dua sampah pasar dan non pasar atau pemukiman di pemukiman ini nah juga disampaikan di masuking area bongkar sampah kemudian eh sebelum E ini sebenarnya sebelum rotkin ada namanya conveyor magnetic separator di sini Sebenarnya ini salah penempatan Eh ada con magnetic separator kemudian eh rotre eh kemudian layak jual DII e juga dipila lagi Eh sampah kain Eh sampah kayu sebenarnya sampah kayu ada yang diproses di sini diilan di sini eh sampah karet dan juga sampah organik Karet ini sebenarnya juga mempunyai potensi rdf tanpa Proses pengeringan dia bisa dikraser Dib dicampungkan dengan proses ring di sini nah ini prosesnya memang ee ee banyak ee berapa yang harus kembali ya kayak poteri dryer basah ini ada proses eh sampah organik PR dibagi menjadi dua untuk untuk sesuai kebutuhan ya Eh satunya sisa 6 ton untuk proses eh R briket sisanya untuk organ yang sudah eh dihidrpres diproses ke e rot rotasa untuk dicampur dengan proses sampah organik dengan Yang eh Yang dari hasil yang dari residu samp organik untuk dicampur di ber jadi satu menjadi FF dengan ukuran du eh eh 2 cent sampai 5 cm ini ini adalah produk akhirnya Eh ini ada produk kompos dan gold juga sama proses untuk yang ini hanya lebih sampah banak organik pemilahannya sampah jual resido samp proses dari pemilahan di sini ee resido sampah organiknya masuk langsung ke ke ke tempat residu sedangkan eh sampah organiknyaya diproses dua dua produk ya yang sampah bisa langsung masuk proses magot ini kurang lebih di eh dimasukkan di oper kemudian diting press ada yang masuk ke mot ada yang masuk ke prosesting press menuju untuk proses pengomposan karena memang dibutuhkan karena lahan yang terbatas untuk proses pengomposan tu Ini adalah alur di apa di masbalan ee contoh operasional di di konsep pembakaran juga nah ini contoh penataan alat sebennya alat ini mulai dari proses sampah masuk ini mulai jembatan timbang jembatan timbang ini portable ya masuk menuju ke arah picking B ini dari picking B ini nanti eh selahan oleh pemulung nanti diangkut menuju ke arah hoper Nah di sini ada tig l alat di sini tig l alat yang akan memproses seperti alur proses yang tadi jadi seperti yang saya eh sampaikan sebelumnya ada PR screen terus ada namun ini sebenarnya pilihan ya nanti juga bisa Selain itu ada sebenarnya di di kayak di Bali itu ada di Tang itu ada opener Aal J konsep opener kan ada membuka sampah itu tanpa ada proses ee jadi sampah dari truk langsung Di Dam menuju ke proses eh ke diarahkan ke ke back opener eh tanpa kita membuka bungkus itu dengan alat itu pun akhirnya terurai eh sampahnya sebenarnya ini juga bisa dimodifikasi dengan di conveyoryornya dengan alat pisau tanpa ada tambahan ee apa tambah tambahan apa eh alat we opener Namun karena ini prosesnya sudah mungkin Sudah terpisah di sini sudah dibuka di sini oleh pemulung jadi prosesnya eh tanpa ada proses eh pisau untuk sebagai pengganti back opener di sini B pembuka tas ya Nah ini alur prosesnya sama seperti yang saya diikap pas yang 6 Ton dan pilihan-pilihan alat itu ee bisa disesuaikan tidak harus intinya ee kalau kita menggunakan rdf Intinya kita butuh Dring dringnya tidak hanya tidak harus R Dring bisa juga biing kalauing tentunya kita membutuhkan eh apa membutuhkan lahan yang luas lahan yang luas dan E dan eas dan memang cukup efektif namun juga biaya operasional danestasi nya karena biodring masih ee masih ee yang ada produknya hanya di luar ya eh kemarin kita sempat eh eh sempat melakukan e melakukan desain dengan pemilihan alat being ada berapa Eh vendor yang memiliki alat geing namun sebenarnya Eh sekarang pun berapa berapa di kami di teman kami yang di ee eh di kantor kami ada yang melakukan sudah melakukan penelitian terkait proses bioding ini agar eh ke depannya tidak hanya eh biodring tidak untuk eh tidak hanya menggunakan bioding menggunakan eh spesifikasi yang eh dengan pihak luar ya kita sudah bisa memproduksi biing sendiri Selain itu sebenarnya bisa juga solar drying dalam arti kita sudah kayak kita mungkin di iplt itu ada namanya namun itu juga belum dianjurkan takutnya bau juga ya Ee kalau kita menggunakan solar drying ee memang tidak mengunan alat dan efeknya eh apa lebih aman ya dengan eh namun juga membutuhkan lahan yang cukup luas eh solar drying dengan menggunakan panas namun kalau hujan pun akan lama keringnya begitu nah ini contoh eh penataan alat ya ini untuk sampah ee organik apa sampah pasar ya diproses ee tanpa ada proses pemilahan hanya proses cacah pila sampah organiknya menuju ke proses rotating dari rotar Dring basa yang yang organiknya organiknya masuk ke ke residu nantinya ke area apa ke area eh ke kontainer kontainer residu ini kon situ ini layout eh alur mesin pasar Nah itu mungkin untuknya Kal teknis eh Memang Eh dasar dalam menentukan eh dalam dalam menentukan kelayakan ekonominya berdasarkan dengan kemilihan dari kelayakan tenis itu kemudian eh kita lanjut ke kelayakan ekonomi dan finansial TPS e kita tahu kelayak teknis kriteria kelayakan ekonomi itu berdasar dari R manfaat biaya penentuan retribusi berdasarkan biaya investasi dan operi pengelengaraan dan kemampuan pemerintah sesuai peraturan yang berlaku ini adalah Eh dasar dalam eh menentukan kelayakan ekonomi nah ini juga perhitungan kekonomi berdasarkan misisbah hasil biaya ekonomi atauonomic benefit nilai ekonomiini bersih atau economet value Danu pengembalian ekonomi internal ecomic internal R of return nah ini eh sebagai dasar untuk perhitungan kelayakan ekonomi nah ini eh seperti yang saya sampaikan tadi memperhintukan manfaat yang dapat diukur dengan nilai uang berupa manfaat langsung dan tidak langsung dan manfaat yang tidak dapat diukur dengan nilai uang nah dan ini bisa dilihat dari kalau memang ee proses pembakaran itu kan kita tidak bisa mengung dengan nilai ukur dengan nilai uang namun keberlanjutan dari eh tpst itu pun eh akan membuat landf residuan ur residunya itu akan semakin lama Eh umurnya dan tentunya kita tidak memerlukan lagi investasi pengembangan lahan uruk S lagi semacam itu nah ini e contoh kelayakani manfaat langsung pendampatan materi dari yang dapat didur ulang terus memanfaatkan kompos sebagai pupuk atau pengganti tanah pen TPA pemanfaatan gas bio sebagai sumber energi pendapatan dari manfaat lahan bekas TBA untuk ruangeg ini contoh ya contoh dari penilaian untuk e kayakan ekonomi terus untuk manfaat tidak langsung adalah peningkatan nilai harga tanah dan bangunan pengurangan biaya pengolahan air baku air minum kalau memang menggunakanurangan biaya pengolahan air baku dan air minum terus tidak dapat diukur pengunan tingkat pencemaran ini juga tidak di terjaga kelasteran SDA penununan derajat konflik yang disebabkan oleh pencemahan persangahan ini ee manfaat yang tidak dapat diur dengan mil uang eeah kelayakan ekonomi kelayakan ekonomi dengan membandingkan manfaat yang terima dengan biaya yang ditemukan baik operasional PR maupun biaya pemiran Jadi ee ee kelayakan ini membandingkan manfaat ya manfaat yang kita terima yangak Baik bu ya suaranya putus-putus ya Pak ohus ya I sudah jelas Min bisa sudah Pak sudah sudah ya mohon maaf ya inian ekonomi membandkan manfaat yang diterima dengan biaya yang Dian baik operasional pemeliharaan maupun biaya pengambilan modal ini terkait jika manfaat ekonomi lebih besar dari biaya yang ditimbulkan baik berupa Om maupun biaya pengan modal nah ini dianggapayak ekonomi nah memang eh memang perlu di disesuaikan ya nanti waktu kelayakan P pada waktu eh kajian potensial oper itu juga perlu dimatangkan ya diayakan ini meskipun eh mungkin belum matang di sini namun ada potensi ya Ada potensi di saat nantinya eh potensialer itu adaer yang akanfan sampak itu ada namun memang belum terkonfirmasi eah kelayakan keuangan ee nanti untuk kelayakan keuangan memperintukkan ee mulai dari tingkat inflasi dari nilai Ang tersebut ee jangka waktu proyeknya biaya investasi ee dan juga biaya operasi dan penyendaraan biaya umum administrasi biaya penyusutan tarif Rusi dan pendapatan retribusi nah ini akan ee yang diperhitungkan dalam kelayakan keuangan nah diukur berdasarkan periode pengembalian pembayaran ee nilai keuangan kini bersih finansal net value Terus lagi pengembalaan ekonomi internal eh eh di situ e memperhitungkan yang tadi sampaikan memperhitungkan tingkat inflasi di waktu proyek eh biaya investasi operasi dan pengendaraan biaya umum administrasi biayaan dan dan pendapatan reusi nah ini memang ee yang diperibukan dalam kelayakan nah ini kalau penilaiannya dilakukan dengan e membandingkan pendapatan dari tarif atau Rusi dengan biaya yang ditimbulkan baik operasional maupun pengendalian modal jika pendapatan dari tarif atau retribusi besar dari yang dibulkan baaran maupun modal itu dianggap layak keuangan namun eh kita bisa melihat dari e permag nomor 721 itu kita dalam perhitungan itu menghitung semua ya menghitung mulai dari proses dari sumber proses pengumpulan sampai proses akhir dihitung total biayanya nanti ee itu adalah beban yang di akan dibebankan oleh eh beban biaya pengelolaan sampah kembali ke pemerintah Apakah pemerintah e dari beban itu akan ee adapid atau tidak dalam proses untuk penarikan ee Penentuan nilai retribusinya seperti itu Nah ini adalah ee perhitungan ee biaya investasi dan biaya operasional sesuai Permendagri Nomor 7 Tahun untuk ee timbulan sampah per tpst ya untuk biaya investasi mulai dari lahan investasi lahan terus sipil terkait struktur peralatan listriknya peralatan mekaniknya jasa dan lain-lain ini ee nah sebenarnya sudah ada eh eh dan ada perhitungannya sebenarnya di di di di permendagi namun eh setelah saya coba eh menghitung ada berapa yang mungkin di pemendaki ada yang ada kekeliruan ya di pemendaki terkait contohnya itu namun Eh ada eh Kami mempunyai e di situ juga mempunyai kalkulator ya dari pihak diendaki sudah menerbitkan kalkul ya kalkulator untuk penghitungan retribusi situ terus e untuk biaya operasional itu memperhindungkan total gaji pegawai gaji pembelaran eh biaya pembeliharan gedung biaya penggunaan listrik dan penggunaan bahan bakar nah di situ ditambahkan menjadi total biaya pengolan sampah e nentunya ee biaya untuk menentukan biaya pengumpulan sampah ke rumah per rumah ppst untuk menentukan KK per bulannya berapa seperti itu ini eh untuk kelayakan ekonomi dan finansial berikutnya adalah kayakan eh lingkungan nah ini terkait lingkungan ada berapait AMDAL uklupl nah ini terkait Bentuk dokumen lingkungannya ya terkait Bentuk dokumen lannya eh sesuai permenen lhk Republik Indonesia nomor 4 tahun untuk e pengan tpst di sini e untuk fisik Eh kalau kapasitas lebih dari 500 atau lebih atau sama dengan 500 itu eh nilainya AMDAL n fisik ya semacam penimbunan sampah itu e fisik ya Eh terus kalau sekelas di antara antara 50 Ton apa di bawah 500 ya itu eh masih uklupl kalau eh kurang dari eh on masuk spbl terus untuk proses pengololan mekanisme biologis di dpst itu kalau kurang Tetap sama seperti apa seperti di eh pengolan fisik ee untuk untukuk Bentuk dokumen lingkungannya Sedangkan untuk yang termal ini yang beda memang kalau sudah Ee kapasitas sampahnya itu 50 ton per hari Nah ini ternyata setelah dikonfirmasi di ke alhk ini sempat menjadi pbatan apakah ini sampah kapasitas sampah yang masuk PPSP atau kapasitas dari instatornya atau kapasitas dari tuku pembakarnya Nah setelah waktu pembahasan dulu waktu menentukan apakah ini dokumen lingkungan berupah AMDAL atau tidak Ternyata dari pihak ee dikonfirmasi dari pihak KLK bahwa 50 ton per hari itu adalah KPS dari alatnya bukan KPS dari dpst-nya Jadi kalau menggunakan termal Eh kalau kapasitas eh termalnya 50 ton per hari e lebih Eh sama dengan at 50 ton per hari itu menggunakan e dokumen rupa AMDAL sedangkan Eh kalau kururang dari 50 ton eh menggunakan eh UKF ini untuk yang eh kelayakan lingkungan di sini adalah contoh eh contoh hasil analisis aspek lingkungan kita akan melihaton lkungan awalnya Seperti apa Kondisi lapangan terus analisanya Seperti apa kayak ini kasudara tidak ada data kudara tidak ada kegiatan yang dapat menurunkan ku saudara yang buruk terus kebisingan tidak kebisingan tidak ada kegiatan yang dapat men kebisingan kebingan berlebih ini terkait warna Awal jadi semacam eh berapa item bauan air bersih pengumpulan dan itu dinilai lintas dari eh Armada angkutnya juga luas lahan lokasi ppsc-nya eh Bera dokumen lingkungannya sudah ada contoh Ini dokumen lingkungan sudah ada dokumen lingkungan berupa l namun hasilana peraturan eh permen Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahunang pagaan peran eh lingkungan hidup diperlukan ehendumal danl dan dan berdasarkan Peren LH tentang k perubahan usaha ee Kegiatan tata cara per jadi ada perubahan isi lingkungani contohnya Ini adalah contoh analisa dalam kelayakan lingkungan Nah di situ juga kita ada dampak lingkungan ya dianalisa kelayakaj kelayakan itu adalah tahap terkait prakonstruksi nah semacam ini ada kesan masyarakat seperti Apanya Seperti apa dan siapa institusi yang mengelol eh juga ee untuk tahap konstruksi juga sama penerimaan tenaga kerja nah ini jenis dampaknya apa besaran seperti apaeng seperti apa dan institusi pengelolnya nanti siapa bersamaan kepala desa dan kepala lingkungan contohnya atau RW ya R ini eh contoh dalam kita mengkaji kelayakan lingkungan ini juga terkait tahap operasia sudah dinilai untuk ee jenis dampaknya sumber dampak jenis dampak dan kesaran dampaknya bentuk pengolaannya seperti apa dan institusi pengelolannya itu untuk ee lingkungan ya kita lanjut ke kajian sosial kelembagaan dan pengaturan di sini kajian sosial itu tentunya mempertingkan aspirasi masyarakat dan untuk rencana penyelenggaraan pembangunan ppst nantinya nah ini contoh ee hasil Ya hasil analisa terkait ini adalah terkait pelibatan kelompok perempuan terkait gender ya Ini juga menjadi isu di di di dokumen dalam sistem sampai sekarang gender itu juga masuk dalam proses apa dalam penentuan ya penentuan di aspek sosialnya juga di sini ee pelelibatan kelompok perempuan ee banyak setuju ya virus pengelolaan sampah oleh pemerintah ee penilaiannya ee sudah bagus terus rencana Pang PPC rata-rata sudah setuju lah itu kita kita olah menjadi indikasi dampak sosialnya ee Seperti apa pemulung hawatir akan terjadi pengurangan penghasilan pemulung khawatir akan dalam P pencarian nah ini di diolah terkait dampak sosialnya TPA beroperasi jam sampai jam atbanyak pada jam nah ini diolah terkait indikasi dampak sosialnya dari dari situ munulah rekomendasi Nah contoh Pemda menyusun regulasi terkait rekayasa unitas ini yang terkait ee lintas ee Pan kendaraan di berapa lokasi untuk merir risiko pelakaan di jalan akses terus kelipatan warga sekitar dan memulung sebagai pekerja Nah di sini ee dari rekomendasinya adalah sebagai pekerja beda dengan waktu kami di eh di Kegiatan apa di apa di tadi itu yang yang memerkan dari pihak Pemda menginginkan eh pemulung e tidak karena terkait anu ya terkait SDM ya Su daya manusianya memang eh perlu terampil ya di situ Ini ini mang kenang dari pas sendiri nah ini contoh eh rekomendasinya terus pengaturan kuota untuk perempuan sebagai pja di PST P regulasi terkait Tipa minum dari tenaga kerja di tpst pemda menus regulasi terkaitis pengaturan untuk pengelolaan penjualan material Daru ulang kepada opteker untuk menisi persaingan opteker nah ini ada adalah rekomendasi untuk kajian sosialnya kemudian kita lanjut ke kajian ee hukum di kajian hukum ini ada terkait ee per undang-undangan kebijakan dan perizinan nah ini adalah contoh ya contoh dari ee menilai dari kondisi peraturan yang ada sebbenarnya Perda sampah as sampah ini ee kondisi aktumnya ada terkait ada perdanya nomor 10 tahun 201 dan eh pembaruannya apa Perda nomor 4 tahun 2001 itu kita nilai E tinjauan kelayakannya belum di sini juga kita nilai isi dari perda itu apa apa saja yang perlu dikembangkan di situ nantinya semacam e berikutnya adalah per retribusi Nah di sini e k per nomor 5 tahun tjau kelanakan Nanti kitausi belum mengaju pada tarif sebagai manaatur diatur dalam permagi nomor 7un 2001 belum terap pengaturan belum terdapat skema pungutan secara mandiri ini ini ini adalah tinjauan kelayakannya nanti kan pengembangan se apa seperti merumuskan Pemban peraturan daerah untukusi sampah secara sesuai denganulasi tarif dalam permend 7 nomor 21 kemudian seperti untuk peraturan mekanisme tiping merumuskan mekanisme penentuan TP dalam pembaruan peraturan reduksi sampah di daerah ini eh di daerah kota tersebut Terus eh belum terdapat skema pemungutan nah ini nanti menentukan skema pemungutan ideal dengan kondisi alaktual dan pertimbangan untuk keberlangsungan program yang akan berlangsung dalam pembaruan peraturan jadi ini adalah contoh dalam analisa terkait pengaturan jadi kita ee peraturan-peraturan yang ada kita kita evaluasi ada yang memang ada perlu adaeview atau memang e belum ada di sini nah ini adalah kewenangan Pan sampah di dalam lampiran e undang-undang nomor 23 tahun 12 urusanang hidup sampah merup bagian dari pemerintah daerah kabupaten kota sementara dalam urusan Pekerjaan Umum eh daerah menyusun sistem dan pengelolan sampah daerah kabupaten nah ini ee sempat ee menjadi isu ya apa diberapa daerah ya Di mana kewenangan antara lingkungan hidup dan EE pekerjaan umum di mana ada wewenang yang di yang seharusnya itu adalah ee keperluan dari pengola dari persampahan yaitu lingkungan hidup namun e nomen klaturnya dalam pemogramnya itu ada di ee ada di PU jadi perlu ada informasi perlu adanya apa koordinasi ya koordinasi dengan pihak eh pu bahwa dari umpamanya kebutuhan dari lingkungan hidup terkait sampah Saya butuh Ded atau butuh apa yang terkait bahwa kewenangannya ada di PU bukan ada di di LH meskipun secara operasional pengelolannya adalah LH nah ini contoh undang-undang 18 ee tahun ini untuk penangan pusatap kebijakan Seci nasional menetapkan mspk Pan sampah mersi dan mengembangkan kasama antar daerah dan kenitraan eh koordinasi pengawasan pinaan kem daerah kepada pemerintah daerah penyelesaian pisihan antar daerah dalam pengelan sampah nah ini di undang-undang 23 ini tambahannya adalah menerbitkan izin instator pengolahan sampah menjadi energi listrik peneriban izin pemanfaatan gas metan untuk energi listrik pembinaan dan pengawasan penanganan sampah di TPA atau TPS regional terus menapang kawasan produsen dalam pengurangan sampah dan pembinaan dan pengawasan produsen dalam pengurangan sampah ini ee contoh regulasi terkaitan sampah di masing-masing eh apa pemerintah daerah pemerintah pusat poisi dan pemerintah Kabupaten Kota lanjut di aspek kelembagaan nah ini ada terkait ada terkait sumber daya manusia eh kepuran struktur tugas dan pokok institusi penyelanggara atau kelembagaan bersama pemerintah daerah dan pemerintah dan swasta nah ini contoh eh sustainability checklist untuk kelembagaan nah ini terkait ini contoh ya Eh contoh hasilnya dari proses ccklist kelembagaan kerja angka pencapaian kinerja pengaan sampah 20% telah layak dan mengak untuk kondisi interaktual pengan sampah pengemnya Melakukan asesmen dan pembaran pengisahan tugas Musi ee sebagai operator regular selaku pembaruan Peraturan Kepala Daerah tentang sopk untuk meningkat k SDM terus underka regulator eh kelembagaan regulator eh di sini eh Dinas Perhubungan dan lingkungan hidup nahan kelayakannya adalah telah layak dan meng untuk kondisi teraktual pengolan sampah ee eh di sini pengembangnya adalah melakukan asesment dan Reformasi kelembagaan dengan pemisahan kewenangan sebagai regulator dan operator dengan operator kepada ptd menggunakan sistem terpilih dalam pengolaan operasional sampah Nah itu eh Kembangan untuk keberlangsungan kemudian eh terkait eh operator Nah di sini juga telah layak ee dan meng kondisi teraktual terkait apa indikatornya melakukan berikutnya adalah mengakukan sama seperti yang poin kedua antar menisahkan antara regulator dan operator tadi Nah ini adalah perbandingan kelembagaan layanan ya Mulai dari aspek iniisasi pembentukan kalau pdd provinsi eh daerah updd kabupaten kota nanti daerahi pembentukannya kalau BR nanti adalah pusat dan daerah BUMD nanti pusat dan daerah jugaangkan untuk penetapan status iptd itu eh provisi gubernur eh kepala daerah masing-masingd kota juga Bupati Walikota kalau nanti adalah menteri ee atau kepala daerah terus Ehan BUMD juga menteri atau kepala daerah resiko usaha ini kalau rikannya hanya di provinsi plus kabupaten kota ya terkait regional tadi Kalau eh upd resisiko usaha di upd kabupaten kota adalah kabupaten kota itu sendiri kalau blut eh daerah ee Terus kalau PD daerah itu sendiri e sedangkan kalau ptd ini e pengambil kepusnya tidak independen masih ada eh sangutnya dengan dinas ya namun kalau itu independen dan Bud lebih sangat independen terkait pengambilan keputusan untuk keberatan layanan ini eh UPTD sedang itu eh tinggi dan sangat tinggi untuk keberlanjutan layanan terit tentunya eh Bump lebih lebih apa lebih eh layanannya lebih e profesional lah sangat tinggi terus e pembagian keuntungan kalau di UPT provinsi ditetapkan bersama antara Provinsi plus kabupaten kota sedangkan kalau PPD kabupaten kota diatur kabupaten kota sedangkan BL diatur untuk dipakai sendiri untuk untuk badannya sendiri sedangkan untukmd diatur untuk modal i ini dengan operasional dan pemeliharaan ee PD itu provinsi dan kabupaten ee kalau UPT di kabupaten kabupaten kota itu sendiri terus kalau grut eh operasaran dana sendiri dan PD dana sendiri untuk investasi ee UPTD ini adalah untuk investasinya menggunakan APBD ee provinsi dan APBN APBN eh APBD Apen kota juga APBD atau APBN APBD Apen kota atau APBN terus Black FL kalau BL sebagian penyiptaan modal pemerintah sedangkan BMD punyan modal pemerintah ini ada juga terkait kerjasama pihak ketiga ee sedang ee untuk P provinsi dan kabupaten dan kalau kalau blut eh tinggi dan kalau PMD sangat tinggi sedangkan untuk SDM ee kalau opd optd ini ASN UPTD ini SN kalau dengan adalah SN ditambah profesional se kalau Gde profesional ee kalau sumbangan ke pad nah ini memang kalau updd eh tidak ada kalau kalau BL eh sebenarnya bisa memungkinkan UPTD kalau memang menghasilkan Eh kalau BL namun ini sebenarnya kalau UPTD eeangan pad-nya langsung ke kasda ya biasanya kasda tidak ke UPTD itu langsung Kalau BL ini eh sumbangan ke pad-nya rendah eh sedang kalau bod tinggi untuk untuk apa Suman pad-nya Nah itu untuk eh eh perbandingan ke kelembagaan Lay eh terkait kelayakan kelembagaan kemudian eh finalisasi dokumen S kelayakan jadi Eh ini sudah diatur sebenarnya dari e kementerian PU terkait eh terkait outline ya outline dari studi kelayakan mulai dari latar belakang dahahuluan yang berisi latar belakang Masud dalam tujuan jenis studi kelayakannya apa kemudian gambar Umum Daerah perencanaan yaitu daerah perencanaan kondisi Asis Seperti apa terus kriteria perencanaannya terus nanti adalah survei dan pengumpulan data dan berikutnya adalah bab 5 ada rencana dan analis kelayakan pengan sistem pengelan sampannya Seperti apa Nah berikutnya adalah rencana pelaksanaannya Seperti apa mulai dari komponen kegiatannya apa tnya seperti apa jnya seperti apa E terakhir adalah kesimpukan dan rekomendasi dan ini adalah ee sudah menjadi apa outline yang sudah ditetapkan ya namun eh eh namun kalau memang bisa mengacu ini ini sudah ada arahannya di dokumennya nanti mungkin eh nanti kita lampirkan ya terkait modul ya modul pengisian dari e pengisian dari apa isiisi dari e dari outline ini apa saja mulai k isinya apa nan nah ini adalah detailailnya ya Mulai dari apa saja yang yang kita cari administrasi Gei irologi topografi nah ini kondisi fisik ya terus ada kebijakan pembangunan tata ruang jugaampan di sini dan cukup detail di sini mulai dari terusasana kota ini semacam kalau gambaran umum semacam kalau di kita e pernah menyusun dokumen Apa rencana induk maupun e ptmp ya itu memang hampir sama ini jadi semuanya ee masuk minum Dr masuk namun ee kalau di eh ya air minum masuk semuanya kemudian Eh ada kondisi existing kemudian berikutnya ada kriter perencanaan eh suruit pengumulan data ini juga ada beberapa eh eh surveya seperti apa Sur dan pengajian mulai rtrw daerah pelayanan daerah pengembangan nah ini tadi Sur pengajian wilayah studi Nah tadi itu yang saya sampaikan kelayakannya dengan rtrw daerah pelayanannya Seperti apa daerah pengembangannya seperti H terus survei dan pengajian sumber timbulan nah ini ada survei sumber sampah timbulan sampah komposisi sampah dan karakteris Sampah terus ada survei pengajian demografi kata kotaan jumlah penduduk dalam penduduk penyebaran penduduk Terus eh survei pengkajian kebutuhan sarana nah terkait kebutuhan sarana untuk dengan layanan eh yang saat ini atau berikutnya itu seperti apa kebutuhannya Seperti apa kemudian ada pengukuran topok fi dan penelidikan tanah dan ini ada rinciannya semuanya lengkap di sini ee terkait outline dari finali dokumeni kelayakan dengans nah terkait riness kriteria bagi pendda yang yang menginginkan eh pembangunan mengajukan pembangunan ya ini adalah beapa kriteria apa R kriteria ya sebenarnya ini ada tambahan sebenarnya di saat ini eh selain eh bersedia menyidikan dana Opi dan menerima aset ada eh apa ada kriteria terkait MOU denganer sekarang itu MOU dengan jadi eh untuk kepastian keberlanjutan dari eh TPS itu jadi eh salah satu tambahan di sini adalah eh MOU denganer nah ini yang agar memastikan bahwa eh hasil dari proses ee pengolahan di TPS Ini menghasilkan dan EE menghasilkan produk yang memang nanti ada yang membeli gitu Inya ituitu seperti itu jadi eh di sini ada tambahan ehnya terkait optaker eh terkait ee apa adanya MOU dengan offteaker semcam itu itu dan apa lagi ya mungkin Oh yaup ya mungkin itu yang bisa saya sampaikan terkait ee eh materi eh si kelayakan perencanaan tpst eh waktu dan tempat terima kasih waktu yang tempat kami kembalikan ke moderator Baik terima kasih demikian penyampaian materi dari pemateri kita hari ini yaitu bapak Saleh yang sangat luar biasa sekali tapi sebelum masuk ke acara selanjutnya saya ingin menginformasikan terlebih dahulu kepada para peserta yang menginginkan materi pada training online kita hari ini dapat request materi terlebih dahulu melalui Link yang telah admin kami kirimkan melalui kolom chat kemudian sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu untuk sesi bersama kali ini saya akan dibantu oleh admin kepada admin disilakan untuk memandu foto bersama suara saya terdengar sudah sudah terdengar Kak Dimohon untuk bapak ibu menghidupkan kameranya Baik saya tunggu ya 1 2 3 seali Lagi 1 2 t baik sudah Kak Aa saya kembalikan lagi Kak Aa Terima kasih baik Terima kasih untuk admin yang telah membantu sesi foto bersama kita pada hari ini kemudian Selanjutnya kami juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi kuisioner yang linknya sudah di-share melalui kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi jadi Bapak Ibu bisa memberikan saran dan masukkannya di link kuisioner tersebut untuk acara selanjutnya yaitu kita masuk ke acara sesi tanya jawab yang di sini kami juga sudah rangkum kembali pertanyaan Bapak Ibu yang telah Bapak Ibu sampaikan melalui kolom chat untuk bapak Saleh saya nanti akan membacakan pertanyaannya lagi pertanyaan terlebih dahulu kemudian bapak bisa langsung jawab begitu ya Pak seperti pada sesi pertama tadi Oke sebentar saya share screen kita lanjut tadi sampai di slide 7 kemudian ini kita masuk di slide Del itu ada pertanyaan dari Kak jumahari Bila TPA ini akan ditutup dan akan dan tidak akan dibuka lagi bagaimana tpst Dapat memproses semua sampah yang akan terus berdatangan sampah yang tidak dapat dikelola atau residu akan ke mana sebagaimana tidak semua daerah memiliki teknologi yang optimal untuk mengolah semua sampah kepada Pak Muhammad salh disilakan untuk menjawab Iya terima kasih ke pak comomhari ya Pak jomhari tadi terkait ee ee bila TP akan ditub dan tidak akan dibuat lagi Bagaimana TPS akan proses Nah gini Pak sebenarnya ee maksud dari eh istilah ini adalah sebenarnya harapannya sampah itu tidak langsung masuk ke TPA jadi istilah TPA mungkin eh kita ngomong landfiel ya Nah di sini harapannya sebelum masuk landfiel atau ee atau lahan uruk resido ya istilahnya sekarang itu harus dimelalui proses pengolahan dulu Pak Jadi kalau lahan itu pasti tetap ada Pak jadi bukan istilahnya kalau di sini sekarang ee ngomongnya landfield itu sekarang istilahnya lahan uruf residu ya lahan uruf residu eh jadi jadi TT dalam arti sekarang tpa-nya istilahnya bukan ngomong eh TPA tapi tpst Plus ahan untuk resido di situ tetap ada resido Pak jadi target di 2045 istilahnya bukan ngomong ee 2045 itu residu 10% pasti ada penampungan residu di situ Tetap namun istilahnya makudnya di tahun 201 tidak ada pengnya di mana ini untuk mendorong ya Ee bagi pemda atau untuk mengolah untuk bisa lebih mengurangi sampah mengolah sampah di Sumber searapnya karena ee dengan adanya ee dengan e dengan target ini sebenarnya nya ee mendorong ya harapannya bisa mendorong ee Pemda ya untuk bisa mengolah sampah ee mulai untuk mulai memperhatikan sumber ya sumber untuk proses-proses mengulanya Seperti apa agar Ee tidak ee mungkin di kayak di ee e mungkin ya di basar apaaupun di piungan ya itu yang sudah Ee akhirnya mungkin di buyungan dulu awalnya ada tpst namun tidak berfungsi juga nah Namun karena mungkin ya tadi itu mungkin e belum ada informasi terkait bahwa eh terkait teknologi ya teknologi dan potensialnya belum digali waktu itu mungkin seperti itu jadi e Sebenarnya bukan TPA ini bukan ngomong Eh anu ya Pak ya tidak ada tidak TP itu masih tetap ada Pak dalam arti istilahnya lahan uruk residu Pak istilahnya di sini jadi tidak pure TPA tapi tpst plus lahan untuk presiden itu itu sih Pak Inya itu Mbak Baik terima kasih atas Jawabannya Pak salh kemudian kita lanjut lagi untuk pertanyaannya dari Kak Yumna ada dua pertanyaan Pak yang pertama pembuatan FS mengacu pada rencana induk tetapi rencana induk yang ada sudah lama yaitu 2013 sehingga dinilai tidak efektif lagi di dalam Rip tersebut juga yang direncanakan itu pembangunan TP PS tps3r yang di seluruh Kelurahan tetapi Ketika dilihat kondisi saat ini untuk membangun tps3r1 saja sudah tidak ada lahan sedangkan sampai sedangkan sampah masih belum diolah dengan optimal lalu apa yang dapat menjadi acuan selain Rip kemudian pertanyaan yang kedua dalam kajian sosial Apakah kita perlu memeriksa pemahaman masyarakat terhadap persampahan serta persepsi terhadap pengelola pengelolaan sampah existing Pak Ya silakan ya oke eh terkait pembuatan fss eh mengacu pada rencana induk Eh ini Eh FS ini kan terkait e kelayakan suatu lokasi pemohon dpst eah untuk ke posisi kelokasian tentunya ngacu pada bis ngacu pada rencana induk eh ataupun rtw namun eh terkait sampahnya tentunya eh bebannya nanti pembuat FS sebenarnya nantinya kalau kita tidak ee ada rancangan ini karena bebannya FS beda dengan anu ya E rencana Indo kalau rencana Indo ini sebenarnya kita memotret ya kalau Takutnya kalau kita tanpa ada dasar dalam e dasar dalam pemetaan kondisi persampahot itu eh eh dengan kita hanya meng bisa ya menganalisa suatu tempat sih masih bisa kalau suatu daerah kita mendasaran suatu daerah berpotensi namun terkaitokasinya kita ngaju pada rtrw kalau memang di lokasi itu memang direncanakan untuk titik lokasi e tpst namunkait pengelolaan sampahnya tentunya kalau memang tidak ada rencana tentunya Berdasarkan informasi rencana pengembangan yang ditetapkan oleh eh pengola ya pengola nantinya dinasang hidup namun harapannyaap Kalau mungkin mengolan mungkin terkait ee potensi ya dia akan mengerti dari kondisi ee persampahannya sendiri namun kalau kita nanti e kalau kita sudah punya rencana ituuk kita tahu pentahapan dari ee pengembangan pengolahan sampah di kabupaten kota tersebut sehingga ee dalam pengembangan rancangan programnya kita sudah bisa lebih tertata lag seperti itu jadi memang harapannya tetap mengaju pada rencana induk namun kalau tidak ee Ee tidak ada acuannya tentunya Ee kita bisa konfirmasi ya ke dinas pengelolanya dalam dalam merencanakan ya merencanakan sistem rencana pengembangannya seperti apa seperti itu ya seperti itu terus eh dalam kajian sosial Apakah kita perluisa pemahaman masyarakat terhadap persampahan ee serta persepnya memang diperlukan eh pers terhadap pengelolan sampah Isting jadi ba disebutkan ya eh eh persepsi masyarakat eh terhadap pengolan sampah yang di oleh dinas lingkungan hidup pengelolan sampah s itu sudah eh di pemahamnya mereka ee dalam arti menyampaikan bahwa ee pengolaan sampah saat ini bagus namun tentunya Eh nilai itu berdasarkan dari berapa Item eh item dari eh kuesioner ya nanti terkaat incian-incian pertanyaan itu tapi intinya E itu bisa masuk dalam kajian sosial itu baik terima kasih Pak soh atas Jawabannya Semoga bisa diterima dengan baik Kemudian untuk Pertanyaan selanjutnya dari Kak Inung seberapa efektif mesin cacah pilah ini dan memberi nilai tambah organik yang tercacah kering terkontaminasi plastik sehingga tidak layak untuk menjadi kompos sementara plastiknya bernilai rendah Bagaimana menurut pendapat Bapak ya sebenarnya gini Memang benar eh pada cacah pila ini namun eh orgat plastik itu kecil n ini kan pada proses kita pencat penganyakan nanti kan waktu jadi kompos kan pasti akan terpilah itu apa ee sampah plasiknya yaak tamu jadi itu sampaikan memang ee lebih dalam teres awal kan tadi ada rotary screen memisahkan sampah yang melekat pada ee sampah organik eh sampah organik sampah organik halus terlepas ee dengan proses awalnya seperti itu jadi ee harapannya yang memang ee pada proses berikutnya ee sampah yang sama yang tercacat di proses Caca pila ini
Resume
Categories