File TXT tidak ditemukan.
STUDI KELAYAKAN PERENCANAAN TPST SESI 2
oWw-u2FRPJo • 2024-08-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
kesepakatan dengan pemda atau mungkin ee
atau ee dengan
ee dengan yang mengelola ya yang
mengelola nantinya Seperti apa
layanannya yang EE TPS nantinya nah ini
contoh proyeksi penduduk dimulai dari
proyeksi penduduk tentunya kita
menghitung potensi proyeksi
penduduknya kemudian kita menghitung
ee timbulannya sebenarnya ee seharusnya
nya kalau ada data kalau belum ada data
timbulan tentunya kita tentunya kita
akan melakukan
ee sampling ya belum ada kalau tidak ada
timbulan tentunya kita akan melakukan
sampling namun harapannya sebelum adanya
FS ini sudah ada dokumen rencana induk
sehingga kita bisa
eh melihat dari sinkronkan mensingkan
dari eh eh dari rencana yang e apa
perencanaan di rencana induk
terkait penempatan dari tpst dan juga
pelayanannya nah ini contoh dari kita
menentukan kapasitas
ee kapasitas dari tpst nah ini pun ee
nanti ee terkait alat ya sebenarnya
nanti
ee kami menentukan kapasas untuk 10
tahun tentunya bisa juga tergantung dari
ee rencana layanan ya kalau memang dari
pihak ee pengolah atau nantinya Pemda
akan mengolah dari TPS ini inginnya
sementara untuk 4 ton Nah karena ee
dengan proyeksi ke depannya ee belum
tidak optimis dengan yang ee ee dengan
rencanaperencanaan sampai 6 Ton itu itu
nanti sebenarnya perlu ada kesepakatan
juga ini contoh dari produksi kita
tetapkan ee kapasitas dari tpst adalah 6
ton ee otomatis ee e dengan konsep 6 Ton
kita kalau kita mengh nah ini adalah
komposisi sampahnya komposisi sampah
cenderung ee cenderung organik ee 40%
ada Kay kayu 5% dan cukup banyak sampah
plastik di sini kurang lebih 25%.
nah ini kita akan bagi antara sampah
organik ee anorganik terus layak jual
dalam dalam iniah yang akan menentukan
ee Alat apa yang akan dipakai selain
nanti penentuan terkait
eh oftaker ya Eh penentuan terkait
oftaker terkait eh pembentukan produknya
nanti jadi apa produknya juga
ee selain dari komposisi ini juga adalah
eh eh calon oftakernya
nanti ini contoh mungkin ini eh masih 10
ton ya nanti eh berikutnya nanti kan
intinya ee tesas dari TPC 6 ton nanti
mengikuti dari dikomposisi sampah
ini dari situah kita kajian timbulan Dan
karakteris Sampah kemudian kita menuju
ke kajian teknologi dan sumber daya
setempat Nah di sini
eh kami melihat dari potensi sampah akan
melakukan
ee eh penilaian terakhir pemenuan alat
ya pemilahan eh pemilihan alat
pemilahanetreatment n istilahnya
pemilahan ini ada pemilan sampah besar
itu akan dilakukan di area loading
pemilihan sampah organik halus nanti ada
di rotary screen ini pemilihan alat
tergantung dari nantinya waktu kajian
itu apakah memang bisa menggunakan
rotary screen atau Dis screen atau yang
lain intinya Eh ini fungsinya di rotary
sken adalah fungsinya adalah untuk
menghilangkan sampah halus Eh
pada anorganik yang eh organik halus
yang pada sampah organik sehingga dapat
ee memudahkan ee dalam pemilahan di
sampah layak jual di di tahap berikutnya
di
kveb kemudian setelah treatment
prreatment terakhir adalah eh pencacahan
pemilahan sampah organik dan organik
melalui mesin cacah Bela atau istilahnya
bisa dibilang gibrik atau choper ini
yang akan memisahkan sampah organik dan
organik Nah di sini pemilihan alat
treatment-nya adalah salah satunya
pencacaan organik eh terus hidic
dewingess untuk pengomposan dan B nah di
dalam konsep ini sebenarnya adalah tahap
pertama dari dari konsep rencana tpst
ini jadi Eh ini meang memang sesuai
dengan memang perlu ada kesepakatan
terkait treatment apa yang akan
dilakukan karena potensi rdf masih belum
ada di sini jadi di sampah yang lebih
banyak sampah layak jual dan sampah
organik untuk pengomposan itu yang
dimanfaatkan produknya Nah dari dari
proses itu kami juga akan menghitung
residu dari kegiatan ini dengan kapas 6
ton kurang lebih
2,49 ton nah seperti itu ini Eh pada t
pertama terus berikutnya ini adalah Mas
Balan ya masalu
dari proses pengolahan tadi mulai dari
sampah masuk menuju area bongkar menuju
area bongkar kemudian dilakukan piman
manual e cenderungi komposisi adalah
sampah kayu e yang berukan besar saya
Kami e kami pilah di awal kemudian
e menuju ke rotary screen untuk memilah
sampah organik halus dan
eh
kemudian
menuju untuk memilah sampah layak jual
Dan Sampah kain lanjut berikutnya adalah
mesin cacapilah yang akan memilah sampah
organik
eh organik dan organik Nah di sini di
masan cacapila ini sampah organik yang
dari terpila dari ee mesin cacap ini
langsung akan menjadi residu Sedangkan
untuk yang sampah jual ini dibeler
dipres menjadi sampah yang layak jual
kemudian sampah organik ini ee tetap ee
menggunakan hidrolpres ee karena memang
lahannya memang terbatas ee memang
dibutuhkan hidraulic deting press nah
sebenarnya tanpa ini pun bisa namun
memang harus dituntut dengan ee lahan
yang lebih luas intinya gitu sehingga
produk dari kegiatan dari tpst ini
adalah pada tahap pertama adalah produk
kompos 0,98 ton ee dan layak jual 1 ee
kom8 Ton dan Sisanya adalah resido dan
sisa ini kan secara total tidak sampai
enam memang Sisanya adalah sampah yang
sudah Ee proses apa ee proses pencacahan
yang yang hilang pada waktu di hidrolic
deing press
nah ini adalah contoh alat tahap 1 mulai
dari hidrolicing press rotary screen ini
ada rotary screen bor horizontal ini ada
mesin cocak Pila ada mesin cocak
organik lanjut ke tahap dua Nah memang
ee eh dari waktuwaktu pelaksanaan ee
pentahapan ini berdasarkan potensi kalau
memang ee ada residu yang cukup eh besar
Ya kurang lebih 2 ton meskipun secara
kapasitas kecil ya 6 ton ya Nah ingin
mengoptimalkan hasilnya yaitulah ini
dengan tambahan e tambahan alat rotary
drying dan inserasi atau cku membakar di
sini tambahan alat untuk treatmentnya
sehingga ada produk sebenarnya di sini
meskipun di sini menyampaikan produknya
kompos dan organik organik samp layak eh
jual namun hasil dari proses rdf Dring
ini karena memang belum ada eh terkait e
apa terkait ofaker
eh maka sampah yang sudah proses eh rot
grind itu dikembalikan lagi menuju
proses pembakaran
dan eh tuku membakarnya ini tentunya
harus punya spesifikasi eh derajat
celsiusnya di atas 800 eah terkait tadi
Eh efek dioksin tadi untuk proses eh
pengeringan eh Tukung bakar ini adalah
proses eh eh untuk pengeringan eh di
rotary dryer jadi ada penukar panas ya
di rot untuk memproses mengeringan
sampah jadi seperti ini jadi tambahannya
tadi di mesin cacapila tadi yang awalnya
kalau kita tahap
satu hasilnya menjadi residu namun di
sini eh sampah itu diproses eh di rottic
dryer dicampur dengan sampah organik ee
ini akan menghas e diber terus rdf-nya
akan kembali ke tuku bakar karena memang
eh hasil rdf-nya ini tidak ada belum ada
info terkait ee oftaker n jadi ada yang
pertanyaan tersebut ee Inah ee solusinya
memang ee dikembalikan lagi proses
pembakaran dan pembakarnya ini pun
sebenarnya hanya membutuhkan pemanti
awal saja untuk bahan bakarnya namun di
selanjutnya adalah bahan bakar itu
dikonsumsi dari sampah itu
sendiri sampah itu
sendiri ya ini yang tahap dua Nah ini
contoh alatnya kalau di sini ee kalau
ini adalah namanya box dryer jadi tidak
semacam ini ini namanya R dryer
Sebenarnya masih bisa menggunakan box
dryer untuk kapasitas kecil namun untuk
kapasitas lebih besar e lebih
eh lebih optimalan eh lebih optimal
pakai rotary dryer jadi eh pamanas dari
dari kegiatan pembakar ini disalurkan ke
rotary dryer untuk mengeringkan
sampah ya dengan dengan seperti itu itu
nanti dari itu menggunakan ap panas di
ee awak panasnya mengalir di proses
dryernya seperti itu untuk ee alat tahap
dua ini Nah inilah usulan yang kita
eh pemilihan alternatif TSC berersan
tahapan jadi contoh ini hanya contoh ya
usulan-usulan itu juga Ada
pertimbangannya terkait biaya
operasional kesiapan SDM kapasitas
sampah jadi ee Mengapa tahap 1 mengnya
sederhana karena karena memang ee kapel
sampah masih kecil dan
EE dan untuk biaya operasionalnya pun
masih ee
di masih kecil ya masih di awal-awal
proses masih belum
ee mencapai ee untuk proses pembakaran
untuk proses eh rotary drying berikutnya
seperti itu Nah ini contoh layout ya
dari ee ee pentahapan ya pentahapan di
sini ee masih belum ada gambaran Lei
Sebenarnya ada gambaran ya ini contoh
penataan alat ya Eh penataan alat ini
sudah mulai dari proses awal di sini
adalah clading apa di Hopper ini
diproses menuju conveyor menuju rotary
screen di sini sampah organik sudah
terpilah organik halus terpilah kemudian
sampah onorganik ini mengalir eh menuju
ke proses pemilihan sampah layak jual di
sini sampah layak jual ee naik dan
danemilah ini menjatuhkan sampah itu ke
bawah untuk dipilah sesuai jenis ee
sampahnya ya kemudian di proses
selanjutnya sampah yang sudah tidak
terpilah atau tidak layak jual ini
lanjut ke proses berikutnya proses ee
cacah pila dan ini ee adalah sampah
sampah organiknya mengalir di sini nanti
dilakukan proses pengomposan Nah di sini
ada ee
Dew PR ada dari proses dancila langsung
eh kemudian menjadi bubur eh organik ya
bubur sampah organik sedangkan sampah
yang organ yang tidak eh yang tidak
layak jual ini anorganik yang tidak
layakal ini masuk ke kontainer
residu ini juga disiapkan gudang sampah
organik sudang sampah kompos sini ini
untuk e tahap pertama
kemudian lanjut ke tahap
kedua nah ini contoh eh desain kami di
tahap 2 e dengan adanya landfiel J
namanya istilnya lahan uruf residu
istilahnya sekarang juga dilengkapi IPL
di sini nah ini juga dilengkapi secara
prasarana lainnya semacam eh gaso musola
kantor pengolah jembatan timbang jadi
jadi sampah itu masuk menuju jembatan
timbang ini kemudian masuk ke area
loader ini hoper hoper
ini nah ini untuk eh tahap du
penataannya seperti ini e dari tahap sat
nanti ditambahkan alat dryer dari sampa
yang tadi itu masuk Res ituu ditambahkan
proses Hopper ini kemudian dryer nah ini
ada proses pemanas untuk mengalirkan
sana ke area rotary ding di sini ada
posin PR juga untuk untuk menghasilkan
sebenarnya PR pun eh tidak perlu bisa eh
press pun tidak perlu karena ini kan eh
press bnya ini sebenarnya untuk kalau
memang ada
eh adaer ya untuk proses efisiensi
pengiriman dari rdf itu sehingga kalau
memang tidak perlu nanti eh dari proses
R nanti masuk ke inii bisa untuk proses
pemanasan di sini untuk pembakaran di
sini dibakar di sini juga seperti itu
ini konsep
du ini contoh eh e gambarannya nah ini
kalau kita menggunakan eh kapasitas ini
umur bisa mencapai 15 tahun karena e
residonya cukup
kecil ini untuk tahap
nah berikutnya adalah eh operasional
pemaan dari eh desain yang dipilih
tentunya kita akan menghitung biaya
operasional berapa dan tentu biaya
pemeliharaannya Seperti apa tentunya
dilengkapi dengan sop sop E ini contoh
untuk tahap 1 eh biaya untuk tpst-nya
saja ya ini ya untuk TPS saja eh
500 untuk tahap 1 tanpa ada proses
pembakaran itu kurang lebih 59 juta per
bulan dan kan untuk
ee untuk tahap 2 kurang lebih
107 juta per bulan dan ini sebenarnya
juga harus diinokan sebenarnya ke pihak
Pemda bahwa eh Mampukah Pemda dengan
biaya seperti ini apakah memang di tahap
satu saja untuk konsep perencanaan tanpa
ada apa pengembahan di Tab 2 atau nanti
dengan pertimbangan bahwa cukup efisien
dengan proses ini karena umur TPA akan
semakin lama dan kita tidak perlu
menambah lahan
uruk resido lagi sehingga ee diharapkan
ini bisa berjalan dengan dengan tambahan
dengan tambahan biaya ini mengefisienkan
biaya operasional di landfield juga
sebenarnya Eh kalau kita eh landfielnya
semakin besar tentunya semakin resido
yang banyak juga menjadi beban ke biaya
operasional di Lil seperti
itu ini e beda kurang lebih
400 hampir 500an
eh juta per
bulan ini untuk biaya operasionalnya
nanunya akan dilengkapi sop nah ini coba
saya e buat contoh yang lain ya alat
yang lain dengan contoh alur operasional
tpst ini contoh al operasionalst eh
dengan kapasitas 5 ini dengan konsep eh
picking buy ini seperti yang di yang ada
di Cilacap seperti yang dicacap tapi
Konsep ini eh memang perlu ditawarkan
sebelumnya ke pihak pihak Pemda Karena
posisinya tpst ini adalah di lahan
eh TPA existing eah di TPA existing Di
mana Di situ masih ada pemulung maka itu
ada dua pilihan ini terkait aspek sosial
ya Kajian kas sosial apakah EE dari
pihak ee pemulu itu akan dijad ee akan
diberi kesempatan untuk memilah di situ
atau nantinya pihak ee pemulu itu akan
dijadikan ee pegawai Nah itu itu pilihan
dan itu akan menjadi kajian di sosial
kajian di sosial nanunya nah seperti itu
jadi ee Mengapa adanya sampah masuk
tidak langsung masuk ke dpsc Karena
untuk mengakomodir pemulung untuk proses
pemilahan dan ini lumayan besar dari
hasil data yang didapat itu kurang lebih
hampir 8,5 ton per hari e reduksi oleh
pemulung di daerah di TPA di area
picking B nantinya Seti itu Dan dari
situ dari picking B ini nanti eh sampah
itu akan selah diproses pemilahan oleh
pemulung dan itu diproses berikutnya ee
di tpst diproses best nanti ada proses
pengolahan dan ini pun Hasil produk e
Hasil pilihan-pilihan produk ini
adalah dari hasil kita kajian
ofteer jadi potensi-potensi ofteer
berensi jumlah ton per harinya jumlah eh
ton per harinya di masing-masing dan
jumlah beberapa produk jenis ini adalah
hasil kajian di ofteaker
eh waktu itu eh kami mengumpulkan
satunya mengumpulkan beapa perusahaan
perusahaan di ee di daerah kabupaten
kota yang kami rencanakan untuk
mengumpulkan semua yang potensial
oftaker yang dari rdf yang menggunakan
eh boiler lah intinya menggunakan boiler
dan salah satunya memang potensinya
banyak ternyata ada pabrik kayu ada
pabrik tekstil e ada pabrik
eh apa ya Iya ada beapa pabrik tekstil
dan ada pabrik semen juga nah dari situ
kami melakukan kajian berapa sih
potensinya ee dari ee jenis-jenis eh eh
jenis-jenis eh yang apa yang yang
diminta spek alat yang diminta oleh para
opteek tersebut eh spek dari rdf yang
diminta oleh EE dari opteakers tersebut
dan EE dari pabrik-pabrik kayak tekstil
maupun kayu itu lebih cenderung sampah
ee e rdf bricket rdf bricket namun eh
karena Mengapa karena ee mereka dengan
kondisi Sebelumnya dia lebih cenderung
sampah-sampah organik yang dipakai
dengan kalori kurang lebih eh 3.000an
3.000 kokalori dengan mas content di
20% dan ukurannya pun ditentukan mereka
ada eh menginginkan sesuai dengan eh
inputan di boilernya mereka eh ukurannya
antara 40 Kal 40 Nah itu memang memang
pajian itu perlu untuk memastikan eh
spek Apa sih yang diinginkan oleh para
oper itu sebenarnya potensi-potensi itu
kalau memang digali mungkin bisa ya Eh
mungkin pabrik-pabrik yang lokal yang
mungkin menggunakan yang di mana mereka
itu
menggunakan dalam proses produk ya
menggunakan boiler atau menggunakan
bahan bakar batu bara beralih untuk
covering dengan bahan bakar rdf dari
sampah sini nah ini adalah dari semua
ini adalah proses pengkajian protontensi
opteaker jadi semacam makot ini
berdasarkan bahwa dari poiteer bisa
mengambil sampah 3 ton per hari Nah ini
yang Kita sesuaikan alatnya kemudian
pupuk kompos ini Kita sesuaikan juga
terkait
ee terkait berapa sih ee untuk proses
pengompesan butuh Apa karena inilah
hanya lahan yang ada di lokasi TPS ini
cukup terbatas sehingga kami ee
memaksimalkan hanya untuk sesuai
kebutuhan saja untuk ee pengomposan
terus ee berikutnya adalah fdf briiket
ini juga sesuai kebutuhan juga
potensinya eeah mereka kalau dari dari
berapa beberapa ofteer memang sebenarnya
Butuh banyak ya dari berapaer itu hampir
ee pabrik kayu sendiri ee bisa
sampai 1,eng ton per hari membutuhkan
itu Namun karena keterbatasan ya
keterbatasan dari produk yang dihasilkan
di sini ee hanya waktu ini hanya mou-nya
dengan pabrik tekstil yang memang
membutuhkan ada dua pabri yang
membutuhkan kurang lebih kalau di total
eh 5 ton di sini kemudian eh rdf rdf FL
ini adalah sudah ter apa termou dengan
pihak semen dan semen minta
sebanyak-banyaknya eh dengan eh bisa
banyak namun eh karena memang terkait
komposisi Sampah juga ya nanti tidak
memungkinkan untuk ee bisa lebih dari
dengan kapas ton tidak bisa ee lebih
dari 50 ton hasil
rdfnya kemudian berikutnya adalah sampah
layak jual e sisanya sampah l jual ini
ada proses eh mungkin di sebelumnya
sudah ada proses pemilahan ya di
pemulung namun eh karena mungkin waktu
di mungkin tercampur masih ada
sampah-sampah yang layak jual yang masih
bisa diolah desain se itu dan di sini
residu yang dihasilkan adalah 10 ton per
hari dengan kapasitas
125 ton per hari ini eh memang perlu
pengajian ini terkait
keberlanjutan dari TPS itu
sendiri nah ini diagram eh Mas Balan
dari proses
eh tpst itu dimulai dari memang cukup
cukup anu ya
apa
cukup limit ya Eh alurnya karena memang
ada berapa yang memang digabung alat
alatnya jadi satu kayak ini misalnya
adalah di dua sampah
pasaressingnya ini di dibuka dibagi dua
sampah pasar dan non pasar atau
pemukiman di pemukiman ini nah juga
disampaikan di masuking area bongkar
sampah kemudian eh sebelum E ini
sebenarnya sebelum rotkin ada namanya
conveyor magnetic separator di sini
Sebenarnya ini salah penempatan Eh ada
con magnetic separator kemudian eh rotre
eh kemudian layak jual DII e juga dipila
lagi
Eh sampah kain
Eh sampah kayu sebenarnya sampah kayu
ada yang diproses di sini diilan di sini
eh sampah karet dan juga sampah organik
Karet ini sebenarnya juga mempunyai
potensi rdf tanpa Proses pengeringan dia
bisa dikraser Dib dicampungkan dengan
proses ring di sini nah ini prosesnya
memang ee ee banyak ee berapa yang harus
kembali ya kayak poteri dryer basah ini
ada proses eh sampah organik PR dibagi
menjadi dua untuk untuk sesuai kebutuhan
ya Eh satunya sisa 6 ton untuk proses eh
R briket sisanya untuk organ yang sudah
eh
dihidrpres diproses ke e rot rotasa
untuk dicampur dengan proses sampah
organik dengan Yang
eh Yang dari hasil yang dari residu samp
organik untuk dicampur di ber jadi satu
menjadi FF dengan ukuran du
eh eh 2 cent sampai 5 cm ini ini adalah
produk akhirnya
Eh ini ada produk kompos dan gold juga
sama proses untuk yang ini hanya lebih
sampah banak organik pemilahannya sampah
jual resido samp proses dari pemilahan
di sini ee resido sampah organiknya
masuk langsung ke ke ke tempat residu
sedangkan eh sampah organiknyaya
diproses dua dua produk ya yang sampah
bisa langsung masuk proses magot ini
kurang lebih di
eh dimasukkan di oper kemudian diting
press ada yang masuk ke mot ada yang
masuk ke prosesting press menuju untuk
proses pengomposan karena memang
dibutuhkan karena lahan yang terbatas
untuk proses pengomposan tu Ini adalah
alur di
apa di masbalan ee contoh operasional di
di konsep pembakaran juga nah ini contoh
penataan alat sebennya alat ini mulai
dari proses sampah masuk ini mulai
jembatan timbang jembatan timbang ini
portable ya masuk menuju ke arah picking
B ini dari picking B ini nanti eh
selahan oleh pemulung nanti diangkut
menuju ke arah hoper Nah di sini ada tig
l alat di sini tig l alat yang akan
memproses seperti alur proses yang tadi
jadi seperti yang saya eh sampaikan
sebelumnya ada PR screen terus ada namun
ini sebenarnya pilihan ya nanti juga
bisa Selain itu ada sebenarnya di di
kayak di Bali itu ada di Tang itu ada
opener Aal J konsep opener kan ada
membuka sampah itu tanpa ada proses ee
jadi sampah dari truk langsung Di Dam
menuju ke proses eh ke diarahkan ke ke
back opener eh tanpa kita membuka
bungkus itu dengan alat itu pun akhirnya
terurai eh sampahnya sebenarnya ini juga
bisa dimodifikasi dengan di
conveyoryornya dengan alat pisau tanpa
ada tambahan ee apa tambah tambahan apa
eh alat we opener Namun karena ini
prosesnya sudah mungkin Sudah terpisah
di sini sudah dibuka di sini oleh
pemulung jadi prosesnya eh tanpa ada
proses
eh pisau untuk sebagai pengganti back
opener di sini B pembuka tas
ya Nah ini alur prosesnya sama seperti
yang saya diikap pas yang 6
Ton dan pilihan-pilihan alat itu ee
bisa disesuaikan tidak harus intinya ee
kalau kita menggunakan rdf Intinya kita
butuh Dring dringnya tidak hanya tidak
harus R Dring bisa juga biing kalauing
tentunya kita membutuhkan
eh apa membutuhkan lahan yang luas lahan
yang luas dan
E dan
eas dan memang cukup efektif namun juga
biaya operasional danestasi nya karena
biodring masih
ee masih ee yang ada produknya hanya di
luar ya eh kemarin kita sempat eh
eh sempat melakukan e melakukan desain
dengan pemilihan alat being ada berapa
Eh vendor yang memiliki alat geing namun
sebenarnya Eh sekarang pun berapa berapa
di kami di teman kami yang di ee eh di
kantor kami ada yang melakukan sudah
melakukan penelitian terkait proses
bioding ini agar eh ke depannya tidak
hanya eh biodring tidak untuk eh tidak
hanya menggunakan bioding menggunakan eh
spesifikasi yang eh dengan pihak luar ya
kita sudah bisa memproduksi biing
sendiri Selain itu sebenarnya bisa juga
solar drying dalam arti kita sudah kayak
kita mungkin di iplt itu ada namanya
namun itu juga belum dianjurkan takutnya
bau juga ya Ee kalau kita menggunakan
solar drying ee memang tidak mengunan
alat dan efeknya eh apa lebih aman ya
dengan eh namun juga membutuhkan lahan
yang cukup
luas eh solar drying dengan menggunakan
panas namun kalau hujan pun akan lama
keringnya begitu nah ini contoh eh
penataan alat ya ini untuk sampah ee
organik apa sampah pasar ya diproses ee
tanpa ada proses pemilahan hanya proses
cacah pila sampah organiknya menuju ke
proses rotating dari rotar Dring basa
yang yang organiknya organiknya masuk ke
ke residu nantinya ke area apa ke area
eh ke kontainer kontainer
residu ini kon situ ini layout eh alur
mesin pasar Nah itu mungkin untuknya Kal
teknis eh Memang Eh dasar dalam
menentukan
eh dalam dalam menentukan kelayakan
ekonominya berdasarkan dengan kemilihan
dari kelayakan tenis itu kemudian eh
kita lanjut ke kelayakan ekonomi dan
finansial TPS e kita tahu kelayak teknis
kriteria kelayakan ekonomi itu berdasar
dari R manfaat biaya penentuan retribusi
berdasarkan biaya investasi dan operi
pengelengaraan dan kemampuan pemerintah
sesuai peraturan yang berlaku ini adalah
Eh dasar dalam
eh menentukan kelayakan ekonomi nah ini
juga perhitungan kekonomi berdasarkan
misisbah hasil biaya ekonomi atauonomic
benefit nilai ekonomiini bersih atau
economet value Danu pengembalian ekonomi
internal ecomic internal R of return nah
ini eh sebagai dasar untuk perhitungan
kelayakan ekonomi nah ini eh seperti
yang saya sampaikan tadi memperhintukan
manfaat yang dapat diukur dengan nilai
uang berupa manfaat langsung dan tidak
langsung dan manfaat yang tidak dapat
diukur dengan nilai uang nah dan ini
bisa dilihat dari kalau memang ee proses
pembakaran itu kan kita tidak bisa
mengung dengan nilai ukur dengan nilai
uang namun keberlanjutan dari eh tpst
itu pun eh akan membuat landf residuan
ur residunya itu akan semakin lama Eh
umurnya dan tentunya kita tidak
memerlukan lagi investasi pengembangan
lahan uruk S lagi semacam itu nah ini e
contoh kelayakani manfaat langsung
pendampatan materi dari yang dapat didur
ulang terus memanfaatkan kompos sebagai
pupuk atau pengganti tanah pen TPA
pemanfaatan gas bio sebagai sumber
energi pendapatan dari manfaat lahan
bekas TBA untuk ruangeg ini contoh ya
contoh dari penilaian untuk e kayakan
ekonomi terus untuk manfaat tidak
langsung adalah peningkatan nilai harga
tanah dan bangunan pengurangan biaya
pengolahan air baku air minum kalau
memang
menggunakanurangan biaya pengolahan air
baku dan air minum terus tidak dapat
diukur pengunan tingkat pencemaran ini
juga tidak di terjaga kelasteran SDA
penununan derajat konflik yang
disebabkan oleh pencemahan persangahan
ini ee manfaat yang tidak dapat diur
dengan mil uang
eeah kelayakan ekonomi kelayakan ekonomi
dengan membandingkan manfaat yang terima
dengan biaya yang ditemukan baik
operasional PR maupun biaya pemiran Jadi
ee ee kelayakan ini membandingkan
manfaat ya manfaat yang kita terima
yangak Baik
bu ya suaranya putus-putus ya Pak
ohus ya I sudah jelas Min bisa sudah Pak
sudah sudah ya mohon maaf ya inian
ekonomi membandkan manfaat yang diterima
dengan biaya yang Dian baik operasional
pemeliharaan maupun biaya pengambilan
modal ini terkait jika manfaat
ekonomi lebih besar dari biaya yang
ditimbulkan baik berupa Om maupun biaya
pengan modal nah ini dianggapayak
ekonomi nah memang eh memang perlu di
disesuaikan ya nanti waktu kelayakan P
pada waktu eh
kajian potensial oper itu juga perlu
dimatangkan ya
diayakan ini meskipun eh mungkin belum
matang di sini namun ada potensi ya Ada
potensi di saat nantinya eh potensialer
itu adaer yang akanfan sampak itu ada
namun memang belum
terkonfirmasi
eah kelayakan keuangan ee nanti untuk
kelayakan keuangan memperintukkan ee
mulai dari tingkat inflasi dari nilai
Ang tersebut ee jangka waktu proyeknya
biaya investasi
ee dan juga biaya operasi dan
penyendaraan biaya umum administrasi
biaya penyusutan tarif Rusi dan
pendapatan retribusi nah ini akan ee
yang diperhitungkan dalam kelayakan
keuangan nah diukur berdasarkan periode
pengembalian pembayaran ee nilai
keuangan kini bersih finansal net value
Terus lagi pengembalaan ekonomi internal
eh eh di situ e memperhitungkan yang
tadi sampaikan memperhitungkan tingkat
inflasi di waktu proyek eh biaya
investasi operasi dan pengendaraan biaya
umum administrasi biayaan dan dan
pendapatan reusi nah ini memang ee yang
diperibukan dalam kelayakan nah ini
kalau penilaiannya dilakukan dengan e
membandingkan pendapatan dari tarif atau
Rusi dengan biaya yang ditimbulkan baik
operasional maupun pengendalian modal
jika pendapatan dari tarif atau
retribusi besar dari yang dibulkan
baaran maupun modal itu dianggap layak
keuangan namun eh kita bisa melihat dari
e permag nomor
721 itu kita
dalam perhitungan itu menghitung semua
ya menghitung mulai dari proses dari
sumber proses pengumpulan sampai proses
akhir dihitung total biayanya nanti ee
itu adalah beban yang di akan dibebankan
oleh eh beban biaya pengelolaan sampah
kembali ke pemerintah Apakah pemerintah
e dari beban itu akan ee adapid atau
tidak dalam proses untuk penarikan ee
Penentuan nilai retribusinya seperti itu
Nah ini adalah ee perhitungan
ee biaya investasi dan biaya operasional
sesuai Permendagri Nomor 7 Tahun untuk
ee timbulan sampah per tpst ya untuk
biaya investasi mulai dari lahan
investasi lahan terus sipil terkait
struktur peralatan listriknya peralatan
mekaniknya jasa dan lain-lain ini ee nah
sebenarnya sudah ada eh eh dan ada
perhitungannya sebenarnya di di di di
permendagi namun eh setelah saya coba
eh menghitung ada berapa yang mungkin di
pemendaki ada yang ada kekeliruan ya di
pemendaki terkait contohnya itu namun Eh
ada eh Kami mempunyai e di situ juga
mempunyai kalkulator ya dari
pihak diendaki sudah menerbitkan kalkul
ya kalkulator untuk penghitungan
retribusi situ terus e untuk biaya
operasional itu memperhindungkan total
gaji
pegawai gaji pembelaran eh biaya
pembeliharan gedung biaya penggunaan
listrik dan penggunaan bahan bakar nah
di situ ditambahkan menjadi total biaya
pengolan sampah e nentunya ee biaya
untuk menentukan biaya pengumpulan
sampah ke rumah per rumah ppst untuk
menentukan KK per bulannya berapa
seperti itu ini eh untuk kelayakan
ekonomi dan
finansial berikutnya adalah kayakan eh
lingkungan nah ini terkait lingkungan
ada berapait AMDAL uklupl nah ini
terkait Bentuk dokumen lingkungannya ya
terkait Bentuk dokumen lannya eh sesuai
permenen lhk Republik Indonesia nomor 4
tahun untuk e pengan tpst di sini e
untuk fisik
Eh kalau kapasitas lebih dari 500 atau
lebih atau sama dengan 500 itu eh
nilainya AMDAL n fisik ya semacam
penimbunan sampah itu e fisik ya Eh
terus kalau sekelas di antara antara 50
Ton apa di bawah 500 ya itu eh masih
uklupl kalau eh kurang dari eh
on masuk spbl terus untuk proses
pengololan mekanisme biologis di
dpst itu kalau kurang Tetap sama
seperti apa seperti di eh pengolan fisik
ee untuk untukuk Bentuk dokumen
lingkungannya Sedangkan untuk yang
termal ini yang beda memang kalau sudah
Ee kapasitas sampahnya itu 50 ton per
hari Nah ini ternyata setelah
dikonfirmasi di ke alhk ini sempat
menjadi pbatan apakah ini sampah
kapasitas sampah yang masuk PPSP atau
kapasitas dari
instatornya atau kapasitas dari tuku
pembakarnya Nah setelah waktu pembahasan
dulu waktu menentukan apakah ini dokumen
lingkungan berupah AMDAL atau tidak
Ternyata dari pihak ee dikonfirmasi dari
pihak KLK bahwa 50 ton per hari itu
adalah KPS dari alatnya bukan KPS dari
dpst-nya Jadi kalau menggunakan termal
Eh kalau kapasitas eh termalnya 50 ton
per hari e lebih Eh sama dengan at 50
ton per hari itu menggunakan e dokumen
rupa AMDAL sedangkan Eh kalau kururang
dari 50 ton eh menggunakan eh
UKF ini untuk yang eh kelayakan
lingkungan di sini adalah contoh eh
contoh hasil analisis aspek lingkungan
kita akan melihaton lkungan awalnya
Seperti apa Kondisi lapangan terus
analisanya Seperti apa kayak ini
kasudara tidak ada data kudara tidak ada
kegiatan yang dapat menurunkan ku
saudara yang buruk terus kebisingan
tidak kebisingan tidak ada kegiatan yang
dapat men kebisingan kebingan berlebih
ini terkait warna Awal jadi semacam eh
berapa item bauan air bersih pengumpulan
dan itu dinilai lintas dari
eh Armada angkutnya juga luas lahan
lokasi ppsc-nya eh Bera dokumen
lingkungannya sudah ada contoh Ini
dokumen lingkungan sudah ada dokumen
lingkungan berupa l namun hasilana
peraturan eh permen Peraturan Pemerintah
Nomor 22 tahunang pagaan peran eh
lingkungan hidup diperlukan ehendumal
danl dan dan berdasarkan Peren LH
tentang k perubahan usaha ee Kegiatan
tata cara per jadi ada perubahan isi
lingkungani contohnya Ini adalah contoh
analisa dalam kelayakan lingkungan Nah
di situ juga kita ada dampak lingkungan
ya dianalisa kelayakaj kelayakan itu
adalah tahap terkait prakonstruksi nah
semacam ini ada kesan masyarakat seperti
Apanya Seperti apa dan siapa institusi
yang mengelol eh juga ee untuk tahap
konstruksi juga sama penerimaan tenaga
kerja nah ini jenis dampaknya apa
besaran seperti apaeng seperti apa dan
institusi pengelolnya nanti siapa
bersamaan kepala desa dan kepala
lingkungan
contohnya atau RW ya R ini eh contoh
dalam kita mengkaji kelayakan
lingkungan ini juga terkait tahap
operasia sudah dinilai untuk ee jenis
dampaknya sumber dampak jenis dampak dan
kesaran dampaknya bentuk pengolaannya
seperti apa dan institusi pengelolannya
itu untuk ee lingkungan ya kita lanjut
ke kajian sosial kelembagaan dan
pengaturan di sini kajian sosial itu
tentunya mempertingkan aspirasi
masyarakat dan untuk rencana
penyelenggaraan pembangunan ppst
nantinya nah ini contoh ee hasil Ya
hasil analisa terkait ini adalah terkait
pelibatan kelompok perempuan terkait
gender ya Ini juga menjadi isu di di di
dokumen dalam sistem sampai sekarang
gender itu juga masuk dalam proses apa
dalam penentuan ya penentuan di aspek
sosialnya juga di sini ee pelelibatan
kelompok perempuan ee banyak setuju ya
virus pengelolaan sampah oleh pemerintah
ee penilaiannya ee sudah bagus terus
rencana Pang PPC rata-rata sudah setuju
lah itu kita kita olah menjadi indikasi
dampak sosialnya
ee Seperti apa pemulung hawatir akan
terjadi pengurangan penghasilan pemulung
khawatir akan dalam P pencarian nah ini
di diolah terkait dampak sosialnya TPA
beroperasi jam sampai jam atbanyak pada
jam nah ini diolah terkait indikasi
dampak sosialnya dari dari situ munulah
rekomendasi Nah contoh Pemda menyusun
regulasi terkait rekayasa unitas ini
yang terkait ee lintas ee Pan kendaraan
di berapa lokasi untuk merir risiko
pelakaan di jalan akses terus kelipatan
warga sekitar dan memulung sebagai
pekerja Nah di sini ee dari
rekomendasinya adalah sebagai pekerja
beda dengan waktu kami di
eh di Kegiatan apa di apa di tadi itu
yang yang memerkan dari pihak Pemda
menginginkan eh pemulung e tidak karena
terkait anu ya terkait
SDM ya Su daya manusianya memang eh
perlu terampil ya di situ Ini ini mang
kenang dari pas sendiri nah ini contoh
eh rekomendasinya terus pengaturan kuota
untuk perempuan sebagai pja di PST P
regulasi terkait Tipa minum dari tenaga
kerja di tpst pemda menus regulasi
terkaitis pengaturan untuk pengelolaan
penjualan material Daru ulang kepada
opteker untuk menisi persaingan opteker
nah ini ada adalah rekomendasi untuk
kajian
sosialnya kemudian kita lanjut ke kajian
ee hukum di kajian hukum ini ada terkait
ee per undang-undangan kebijakan dan
perizinan nah ini adalah contoh ya
contoh dari
ee menilai dari kondisi peraturan yang
ada sebbenarnya Perda sampah as sampah
ini ee kondisi aktumnya ada terkait ada
perdanya nomor 10 tahun 201 dan eh
pembaruannya apa Perda nomor 4 tahun
2001 itu kita nilai E tinjauan
kelayakannya belum di sini juga kita
nilai isi dari perda itu apa apa saja
yang perlu dikembangkan di situ nantinya
semacam e berikutnya adalah per
retribusi Nah di sini e k
per nomor 5 tahun tjau kelanakan Nanti
kitausi belum mengaju pada tarif sebagai
manaatur diatur dalam permagi nomor 7un
2001 belum terap
pengaturan belum terdapat skema pungutan
secara mandiri ini ini ini adalah
tinjauan kelayakannya nanti kan
pengembangan se apa seperti merumuskan
Pemban peraturan daerah untukusi sampah
secara sesuai
denganulasi tarif dalam permend
7 nomor 21 kemudian seperti untuk
peraturan mekanisme
tiping merumuskan mekanisme penentuan TP
dalam pembaruan peraturan reduksi sampah
di daerah ini
eh di daerah kota tersebut Terus
eh belum terdapat skema pemungutan nah
ini nanti menentukan skema pemungutan
ideal dengan kondisi alaktual dan
pertimbangan untuk keberlangsungan
program yang akan berlangsung dalam
pembaruan peraturan jadi ini adalah
contoh dalam analisa terkait pengaturan
jadi kita ee peraturan-peraturan yang
ada kita kita evaluasi ada yang memang
ada perlu adaeview atau memang e belum
ada di sini nah ini adalah kewenangan
Pan
sampah di dalam lampiran e undang-undang
nomor 23 tahun 12 urusanang hidup sampah
merup bagian dari pemerintah daerah
kabupaten kota sementara dalam urusan
Pekerjaan Umum eh daerah menyusun sistem
dan pengelolan sampah daerah kabupaten
nah ini ee sempat
ee
menjadi isu ya apa diberapa daerah ya Di
mana kewenangan antara lingkungan hidup
dan EE pekerjaan umum di mana ada
wewenang yang di yang seharusnya itu
adalah
ee keperluan dari pengola dari
persampahan yaitu lingkungan hidup namun
e nomen klaturnya dalam pemogramnya itu
ada di ee ada di PU jadi perlu ada
informasi perlu adanya
apa koordinasi ya koordinasi dengan
pihak eh pu bahwa dari umpamanya
kebutuhan dari lingkungan hidup terkait
sampah Saya butuh Ded atau butuh apa
yang terkait bahwa kewenangannya ada di
PU bukan ada di di LH meskipun secara
operasional pengelolannya adalah LH nah
ini contoh undang-undang 18 ee tahun
ini untuk penangan pusatap kebijakan
Seci nasional menetapkan mspk Pan sampah
mersi dan mengembangkan kasama antar
daerah dan kenitraan
eh koordinasi pengawasan pinaan kem
daerah kepada pemerintah daerah
penyelesaian pisihan antar daerah dalam
pengelan sampah nah ini di undang-undang
23 ini tambahannya adalah menerbitkan
izin instator pengolahan sampah menjadi
energi listrik peneriban izin
pemanfaatan gas metan untuk energi
listrik
pembinaan dan pengawasan penanganan
sampah di TPA atau TPS regional terus
menapang kawasan produsen dalam
pengurangan sampah dan pembinaan dan
pengawasan produsen dalam pengurangan
sampah ini ee contoh regulasi terkaitan
sampah di masing-masing
eh apa pemerintah daerah pemerintah
pusat poisi dan pemerintah Kabupaten
Kota lanjut di aspek kelembagaan nah ini
ada terkait ada terkait sumber daya
manusia eh kepuran struktur tugas dan
pokok institusi penyelanggara atau
kelembagaan bersama pemerintah daerah
dan pemerintah dan swasta nah ini contoh
eh sustainability checklist untuk
kelembagaan nah ini terkait ini contoh
ya Eh contoh hasilnya dari proses
ccklist kelembagaan kerja angka
pencapaian kinerja pengaan sampah 20%
telah layak dan mengak untuk kondisi
interaktual pengan sampah pengemnya
Melakukan asesmen dan pembaran
pengisahan tugas Musi ee sebagai
operator regular selaku pembaruan
Peraturan Kepala Daerah tentang sopk
untuk meningkat k SDM terus underka
regulator eh kelembagaan regulator eh di
sini eh Dinas Perhubungan dan lingkungan
hidup
nahan kelayakannya adalah telah layak
dan meng untuk kondisi teraktual
pengolan sampah ee eh di sini
pengembangnya adalah melakukan asesment
dan Reformasi kelembagaan dengan
pemisahan kewenangan sebagai regulator
dan operator dengan operator kepada ptd
menggunakan sistem terpilih dalam
pengolaan operasional sampah Nah itu eh
Kembangan untuk keberlangsungan kemudian
eh terkait eh operator Nah di sini juga
telah layak ee dan meng kondisi
teraktual terkait apa indikatornya
melakukan berikutnya adalah mengakukan
sama seperti yang poin kedua antar
menisahkan antara regulator dan operator
tadi Nah ini adalah perbandingan
kelembagaan layanan ya Mulai dari aspek
iniisasi pembentukan kalau pdd provinsi
eh daerah updd kabupaten kota nanti
daerahi pembentukannya kalau BR nanti
adalah pusat dan daerah BUMD nanti pusat
dan daerah
jugaangkan untuk penetapan status iptd
itu eh provisi gubernur eh kepala daerah
masing-masingd kota juga Bupati Walikota
kalau nanti adalah menteri ee atau
kepala daerah terus
Ehan BUMD juga menteri atau kepala
daerah resiko usaha ini kalau rikannya
hanya di provinsi plus kabupaten kota ya
terkait regional tadi Kalau eh upd
resisiko usaha di upd kabupaten kota
adalah kabupaten kota itu sendiri kalau
blut eh daerah ee Terus kalau PD daerah
itu sendiri e sedangkan kalau ptd ini e
pengambil kepusnya tidak independen
masih ada eh sangutnya dengan dinas ya
namun kalau itu independen dan Bud lebih
sangat independen terkait pengambilan
keputusan untuk keberatan layanan ini eh
UPTD
sedang itu eh tinggi dan sangat tinggi
untuk keberlanjutan layanan terit
tentunya eh Bump lebih lebih apa lebih
eh layanannya lebih e profesional lah
sangat tinggi terus e pembagian
keuntungan kalau di UPT provinsi
ditetapkan bersama antara Provinsi plus
kabupaten kota sedangkan kalau PPD
kabupaten kota diatur kabupaten kota
sedangkan BL diatur untuk dipakai
sendiri untuk untuk badannya sendiri
sedangkan untukmd diatur untuk modal
i ini dengan operasional dan
pemeliharaan ee PD itu provinsi dan
kabupaten ee kalau UPT di kabupaten
kabupaten kota itu sendiri terus kalau
grut eh operasaran dana sendiri dan PD
dana sendiri untuk investasi ee UPTD ini
adalah untuk investasinya menggunakan
APBD ee provinsi dan APBN APBN eh APBD
Apen kota juga APBD atau
APBN APBD Apen kota atau APBN terus
Black FL kalau BL sebagian penyiptaan
modal pemerintah sedangkan BMD punyan
modal
pemerintah ini ada juga terkait
kerjasama pihak ketiga
ee sedang ee untuk P provinsi dan
kabupaten dan kalau kalau blut eh tinggi
dan kalau PMD sangat tinggi sedangkan
untuk SDM ee kalau opd optd ini ASN UPTD
ini SN kalau dengan adalah SN ditambah
profesional se kalau Gde profesional
ee kalau sumbangan ke pad nah ini memang
kalau updd
eh tidak ada kalau kalau BL
eh sebenarnya bisa memungkinkan UPTD
kalau memang menghasilkan Eh kalau BL
namun ini sebenarnya kalau UPTD
eeangan pad-nya langsung ke kasda ya
biasanya kasda tidak ke UPTD itu
langsung Kalau BL ini eh sumbangan ke
pad-nya rendah eh sedang kalau bod
tinggi untuk untuk apa Suman pad-nya Nah
itu untuk eh eh perbandingan ke
kelembagaan Lay eh terkait kelayakan
kelembagaan kemudian eh finalisasi
dokumen S kelayakan jadi Eh ini sudah
diatur sebenarnya dari e kementerian PU
terkait eh terkait outline ya outline
dari studi kelayakan mulai dari latar
belakang dahahuluan yang berisi latar
belakang Masud dalam tujuan jenis studi
kelayakannya apa kemudian gambar Umum
Daerah perencanaan yaitu daerah
perencanaan kondisi Asis Seperti apa
terus kriteria
perencanaannya terus nanti adalah survei
dan pengumpulan data dan berikutnya
adalah bab 5 ada rencana dan analis
kelayakan pengan sistem pengelan
sampannya Seperti apa Nah berikutnya
adalah rencana pelaksanaannya Seperti
apa mulai dari komponen kegiatannya apa
tnya seperti apa jnya seperti apa E
terakhir adalah kesimpukan dan
rekomendasi dan ini adalah ee sudah
menjadi apa outline yang sudah
ditetapkan ya namun eh
eh namun kalau memang
bisa mengacu ini ini sudah ada arahannya
di dokumennya nanti mungkin eh nanti
kita lampirkan ya terkait modul ya modul
pengisian dari
e pengisian dari apa isiisi dari e dari
outline ini apa saja mulai k isinya apa
nan nah ini adalah detailailnya ya Mulai
dari apa saja yang yang kita cari
administrasi Gei irologi topografi nah
ini kondisi fisik ya terus ada kebijakan
pembangunan tata ruang jugaampan di sini
dan cukup detail di sini mulai dari
terusasana kota ini semacam kalau
gambaran umum semacam kalau di kita e
pernah menyusun dokumen Apa rencana
induk maupun
e ptmp ya itu memang hampir sama ini
jadi semuanya ee masuk minum Dr masuk
namun ee kalau di eh ya air minum masuk
semuanya kemudian Eh ada kondisi
existing kemudian berikutnya ada kriter
perencanaan eh suruit pengumulan data
ini juga ada beberapa eh eh surveya
seperti apa Sur dan pengajian mulai rtrw
daerah pelayanan daerah pengembangan nah
ini tadi Sur pengajian wilayah studi Nah
tadi itu yang saya sampaikan
kelayakannya dengan rtrw daerah
pelayanannya Seperti apa daerah
pengembangannya seperti H terus survei
dan pengajian sumber timbulan nah ini
ada survei sumber sampah timbulan sampah
komposisi sampah dan karakteris Sampah
terus ada survei pengajian demografi
kata kotaan jumlah penduduk dalam
penduduk penyebaran penduduk Terus eh
survei pengkajian kebutuhan sarana nah
terkait kebutuhan sarana untuk dengan
layanan
eh yang saat ini atau berikutnya itu
seperti apa kebutuhannya Seperti apa
kemudian ada pengukuran topok fi dan
penelidikan tanah dan ini ada rinciannya
semuanya lengkap di sini ee terkait
outline dari finali dokumeni kelayakan
dengans nah terkait riness kriteria bagi
pendda yang yang menginginkan eh
pembangunan mengajukan pembangunan ya
ini adalah beapa kriteria apa R kriteria
ya sebenarnya ini ada tambahan
sebenarnya di saat ini eh selain
eh bersedia menyidikan dana Opi dan
menerima aset ada
eh apa ada kriteria terkait MOU denganer
sekarang itu MOU dengan jadi eh untuk
kepastian keberlanjutan dari eh TPS itu
jadi eh salah satu tambahan di sini
adalah
eh MOU denganer nah ini yang agar
memastikan bahwa
eh hasil dari proses ee pengolahan di
TPS Ini menghasilkan dan EE menghasilkan
produk yang memang nanti ada yang
membeli gitu Inya ituitu seperti itu
jadi eh di sini ada tambahan
ehnya terkait optaker eh terkait ee apa
adanya MOU dengan offteaker semcam
itu itu dan apa lagi ya mungkin Oh yaup
ya mungkin itu yang bisa saya sampaikan
terkait ee eh materi eh si kelayakan
perencanaan tpst eh waktu dan tempat
terima kasih waktu yang tempat kami
kembalikan ke
moderator Baik terima kasih demikian
penyampaian materi dari pemateri kita
hari ini yaitu bapak Saleh yang sangat
luar biasa sekali tapi sebelum masuk ke
acara selanjutnya saya ingin
menginformasikan terlebih dahulu kepada
para peserta yang menginginkan materi
pada training online kita hari ini
dapat request materi terlebih dahulu
melalui Link yang telah admin kami
kirimkan melalui kolom
chat kemudian sebelum kita masuk ke sesi
tanya jawab kita akan melakukan sesi
foto bersama terlebih dahulu untuk sesi
bersama kali ini saya akan dibantu oleh
admin kepada admin
disilakan untuk memandu foto bersama
suara saya terdengar sudah sudah
terdengar Kak Dimohon untuk bapak ibu
menghidupkan
kameranya Baik saya tunggu
ya 1 2 3 seali Lagi 1 2 t baik sudah Kak
Aa saya kembalikan lagi Kak Aa Terima
kasih baik Terima kasih untuk admin yang
telah membantu sesi foto bersama kita
pada hari ini
kemudian Selanjutnya kami juga ingin
meminta kesediaan Bapak Ibu untuk
mengisi kuisioner yang linknya sudah
di-share melalui kolom chat supaya
kegiatan kami selanjutnya bisa lebih
baik lagi jadi Bapak Ibu bisa memberikan
saran dan masukkannya di link kuisioner
tersebut untuk acara selanjutnya yaitu
kita masuk ke acara sesi tanya jawab
yang di sini kami juga sudah rangkum
kembali pertanyaan Bapak Ibu yang telah
Bapak Ibu sampaikan melalui kolom chat
untuk bapak Saleh saya nanti akan
membacakan pertanyaannya lagi pertanyaan
terlebih dahulu kemudian bapak bisa
langsung jawab begitu ya Pak seperti
pada sesi pertama tadi Oke sebentar saya
share
screen kita lanjut tadi sampai di slide
7 kemudian ini kita masuk di slide Del
itu ada pertanyaan dari Kak
jumahari Bila TPA ini akan ditutup dan
akan dan tidak akan dibuka lagi
bagaimana tpst Dapat memproses semua
sampah yang akan terus berdatangan
sampah yang tidak dapat dikelola atau
residu akan ke mana sebagaimana tidak
semua daerah memiliki teknologi yang
optimal untuk mengolah semua sampah
kepada Pak Muhammad salh disilakan untuk
menjawab
Iya terima kasih ke pak comomhari ya Pak
jomhari tadi terkait ee ee bila TP akan
ditub dan tidak akan dibuat lagi
Bagaimana TPS akan proses Nah gini Pak
sebenarnya ee maksud dari eh istilah ini
adalah sebenarnya harapannya sampah itu
tidak langsung masuk ke TPA jadi istilah
TPA mungkin
eh kita ngomong landfiel ya Nah di sini
harapannya sebelum masuk landfiel atau
ee atau lahan uruk resido ya istilahnya
sekarang itu harus dimelalui proses
pengolahan dulu Pak Jadi kalau lahan itu
pasti tetap ada Pak jadi bukan
istilahnya kalau di sini sekarang ee
ngomongnya landfield itu sekarang
istilahnya lahan uruf residu ya lahan
uruf residu
eh jadi jadi TT dalam arti sekarang
tpa-nya istilahnya bukan ngomong eh TPA
tapi tpst Plus ahan untuk resido di situ
tetap ada resido Pak jadi target di 2045
istilahnya bukan ngomong ee 2045 itu
residu 10% pasti ada penampungan residu
di situ Tetap namun istilahnya makudnya
di tahun 201 tidak ada pengnya di mana
ini untuk mendorong ya Ee bagi pemda
atau untuk mengolah untuk bisa lebih
mengurangi sampah mengolah sampah di
Sumber searapnya karena
ee dengan adanya ee dengan e dengan
target ini sebenarnya nya ee mendorong
ya harapannya bisa mendorong
ee Pemda ya untuk bisa mengolah sampah
ee mulai untuk mulai memperhatikan
sumber ya sumber untuk proses-proses
mengulanya Seperti apa agar Ee tidak ee
mungkin di kayak di ee e mungkin ya di
basar apaaupun di piungan ya itu yang
sudah Ee akhirnya mungkin di buyungan
dulu awalnya ada tpst namun tidak
berfungsi juga nah
Namun karena mungkin ya tadi itu mungkin
e belum ada informasi terkait bahwa eh
terkait teknologi ya teknologi dan
potensialnya belum digali waktu itu
mungkin seperti itu jadi e Sebenarnya
bukan TPA ini bukan ngomong Eh anu ya
Pak ya tidak ada tidak TP itu masih
tetap ada Pak dalam arti istilahnya
lahan uruk residu Pak istilahnya di sini
jadi tidak pure TPA tapi tpst plus lahan
untuk presiden itu itu sih Pak
Inya itu Mbak Baik terima kasih atas
Jawabannya Pak salh kemudian kita lanjut
lagi untuk pertanyaannya dari Kak Yumna
ada dua pertanyaan Pak yang pertama
pembuatan FS mengacu pada rencana induk
tetapi rencana induk yang ada sudah lama
yaitu 2013 sehingga dinilai tidak
efektif lagi di dalam Rip tersebut juga
yang direncanakan itu pembangunan TP PS
tps3r yang di seluruh Kelurahan tetapi
Ketika dilihat kondisi saat ini untuk
membangun
tps3r1 saja sudah tidak ada lahan
sedangkan sampai sedangkan sampah masih
belum diolah dengan optimal lalu apa
yang dapat menjadi acuan selain Rip
kemudian pertanyaan yang kedua dalam
kajian sosial Apakah kita perlu
memeriksa pemahaman masyarakat terhadap
persampahan serta persepsi terhadap
pengelola pengelolaan sampah existing
Pak Ya silakan ya oke eh terkait
pembuatan fss eh mengacu pada rencana
induk Eh ini Eh FS ini kan terkait e
kelayakan suatu lokasi pemohon dpst eah
untuk ke
posisi kelokasian tentunya ngacu pada
bis ngacu pada rencana induk eh ataupun
rtw namun eh terkait sampahnya tentunya
eh bebannya nanti pembuat FS sebenarnya
nantinya kalau kita tidak ee ada
rancangan ini karena bebannya FS beda
dengan anu ya E rencana Indo kalau
rencana Indo ini sebenarnya kita
memotret ya kalau Takutnya kalau kita
tanpa ada dasar dalam e dasar dalam
pemetaan kondisi
persampahot itu eh
eh dengan kita hanya meng bisa ya
menganalisa suatu tempat sih masih bisa
kalau suatu daerah kita mendasaran suatu
daerah berpotensi namun terkaitokasinya
kita ngaju pada rtrw kalau memang di
lokasi itu memang direncanakan untuk
titik lokasi e tpst namunkait
pengelolaan sampahnya tentunya kalau
memang tidak ada rencana tentunya
Berdasarkan informasi rencana
pengembangan yang ditetapkan oleh eh
pengola ya pengola nantinya dinasang
hidup namun harapannyaap
Kalau mungkin mengolan mungkin terkait
ee potensi ya dia akan mengerti dari
kondisi ee persampahannya sendiri namun
kalau kita nanti e kalau kita sudah
punya rencana ituuk kita tahu pentahapan
dari ee pengembangan pengolahan sampah
di kabupaten kota tersebut sehingga ee
dalam pengembangan rancangan programnya
kita sudah bisa lebih tertata lag
seperti itu jadi memang harapannya tetap
mengaju pada rencana induk namun kalau
tidak ee Ee tidak ada acuannya tentunya
Ee kita bisa konfirmasi ya ke dinas
pengelolanya dalam dalam merencanakan ya
merencanakan sistem rencana
pengembangannya seperti apa seperti itu
ya seperti itu terus eh dalam kajian
sosial Apakah kita perluisa pemahaman
masyarakat terhadap persampahan
ee serta persepnya memang diperlukan eh
pers terhadap pengelolan sampah Isting
jadi ba disebutkan ya eh eh persepsi
masyarakat eh terhadap pengolan sampah
yang di oleh dinas lingkungan hidup
pengelolan sampah s itu sudah
eh di pemahamnya mereka ee dalam
arti menyampaikan bahwa ee pengolaan
sampah saat ini bagus namun tentunya Eh
nilai itu berdasarkan dari berapa Item
eh item dari eh kuesioner ya nanti
terkaat incian-incian pertanyaan itu
tapi intinya E itu bisa masuk dalam
kajian
sosial
itu baik terima kasih Pak soh atas
Jawabannya Semoga bisa diterima dengan
baik Kemudian untuk Pertanyaan
selanjutnya dari Kak Inung seberapa
efektif mesin cacah pilah ini dan
memberi nilai
tambah organik yang tercacah kering
terkontaminasi plastik sehingga tidak
layak untuk menjadi kompos sementara
plastiknya bernilai rendah Bagaimana
menurut pendapat Bapak
ya sebenarnya gini Memang benar eh pada
cacah pila ini namun eh orgat plastik
itu kecil n ini kan pada proses kita
pencat penganyakan nanti kan waktu jadi
kompos kan pasti akan terpilah itu apa
ee sampah plasiknya
yaak tamu jadi itu sampaikan memang
ee lebih dalam teres awal kan tadi ada
rotary screen memisahkan sampah yang
melekat pada ee sampah organik eh sampah
organik sampah organik halus terlepas ee
dengan proses awalnya seperti itu jadi
ee harapannya yang memang ee pada proses
berikutnya
ee sampah yang sama yang tercacat di
proses Caca pila ini 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:14 UTC
Categories
Manage