Transcript
Nn89kiYOxSc • OPTIMALISASI ASPEK KEBIJAKAN DAN REGULASI DALAM SPA SESI 2
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0090_Nn89kiYOxSc.txt
Kind: captions Language: id baik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhat Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua kita k lagi di sesiangaian acara training onl yang diselenggar okulangon yangama dengan jurusan tik lingkungan Universitas islamones bersama dengan saya hingga pukul 15.00 Waktu Indonesia Barat melanjutkan sesi pertama tadi training online ini mengusung topik optimalisasi aspek kebijakan dan regulasi dalam sistem pengelolaan sampah yang akan disampaikan oleh pemateri kita yaitu ibu Nur Azizah sip m.si sebelum masuk ke materi training online kita saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di Link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat kemudian Dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk menonaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung supaya kita dapat menikmati menikmati materi yang disampaikan dengan baik Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia Jadi jika selama acara training online berlangsung ada Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu sekalian juga tetap bisa mengikuti training online ini melalui YouTube channel kami di proek B Indonesia Selanjutnya kami juga masih membuka kesempatan untuk Bapak Ibu sekalian yang mungkin in ingin mendapatkan door price spesial dari kami dapat langsung memberikan pertanyaan terbaiknya di kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih tiga penanyaan terbaik di akhir acara untuk mendapatkan DP spesial dari kami lalu bapak ibu juga dapat membuat Story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @prject Indonesia dan akan kami pilih dua pemenang Story terkreatif untuk mendapatkan dprai spesial dari kami baik tanpa beramalama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi mungkin langsung saja kami persilakan kepada Ibu Nur Azizah untuk melanjutkan penyampaian materinya waktunya kurang lebih sampai pukul 1430 ya Ibu Oke Baik ee baik Iya tempat dan layar kami persilakan Oke ee terima kasih Mbak Safrina asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalaikumsalam warahmatah Saya izin untuk share screen dulu sudah kelihatan bak mbakbina sudah ya sudah sudah ya Selamat bergabung kembali Bapak Ibu eh di sesi yang kedua e untuk tema opalisasi kebijakan regulasi dalam peningkatan Tata kolah sampah di Indonesia eh jadi saya mau meneruskan kalau tadi saya sudah menceritakan sesi kasus yang apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya terkait dengan ee mengelola sampah yang juga diawali dengan krisis sampah yang mungkin sama kalau Surabaya punya Kris sampah di tahun 2000-an awal di banyak kota krisis sampahnya baru mulai kerasa 2 3 tahun belakang dan EE Saya kira ini menjadi e PR kita bersama ya karena memang kalau kita kalau kita cermati dari cara kita memproduksi sampah itu ternyata krisis pun tidak mengubah cara kita memposisikan diri terhadap sampah Nah tadi kan di di sesi awal saya sudah menceritakan mengajak Bapak Ibu untuk melihat bagaimana kebijakan tata kelola sampah di Indonesia yang dari sisi apa undang-undangnya kita punya kemudian peraturan turunannya juga dalam bentuk Peraturan Menteri Dalam bentuk peraturan pemerintah dalam bentuk peraturan presiden dalam bentuk Peraturan Menteri Dalam Negeri itu sudah ada meskipun kalau dilihat dari rentang waktunya undang-undang yang dibentuk tahun 2008 itu aturan aturan turunan yang dibutuhkan untuk bisa menjalan kebijakan itu kurang lebih baru lengkap di tahun 2021 Butuh waktu yang panjang bagi pemerintah rupanya untuk membuat sistem kebijakan pengelolaan sampah yang komprehensif itu baru dari sisi isinya sementara dari sisi implementasinya tadi juga sudah saya sampaikan ada banyak kendala salah satunya tadi aturan turunan untuk pelaksana undang-undang itu kemudian eh Butuh waktu yang cukup panjang untuk bisa di apa di diimplementasikan begitu dan pada saat yang sama ada konteks desentralisasi yang membuat pelaksanaan atau implementasi kebijakan Tata ka sampah itu ada di tangan pemerintah daerah yang tentu saja setiap daerah punya kapasitas yang berbeda-beda punya visi kepemimpinan yang berbeda-beda sehingga kemudian ya Secara umum hasilnya memang belum menggembirakan kalau kita melihat perpes 2017 yang terkait dengan kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah rumah tangga dan sah rumah tangga atau yang bisa disebut jakranas yang mensyaratkan daerah harus punya jakstada baik di level provinsi maupun kabupaten kota ternyata sampai hari ini pun eh 6 tahun berlalu dari perpresnya terbit juga masih ada 7 tahun dari 2017 terus sampai hari ini juga ada daerah yang belum Eh punya Padahal di undang 2017 itu perpresnya 7 katakan ee capaian atau target pengurangan sampah 30% dan penanganannya 70% itu diharapkan dapat tercapai di tahun 2025 dan ini sudah di hampir ujung akhir 2024 dan masih saja ada daerah yang belum kita Ca bagaimana dengan yang punya Apakah sudah melaksanakan ya ada yang sudah ada yang belum yang sudah tadi salah satunya kita lihat ada Surabaya atau kalau contoh beberapa apa kota sebelumnya yang saya sampaikan di sini itu ada apa namanya nih ada beberapa kota dengan Pama terbaik termasuk ada di Banda Aceh ada di Dairi ada Kota Kediri ada kota Tarakan dan yang jadi memang lagi secara umum kita masih berhadapan dengan persoalan itu nah Sekarang kita akan balik ke kita akan maju bukan balik lagi ya kita akan maju lagi ke eh menenjelaskan studi kasus masih tentang Surabaya tetapi saya mau cerita Mengapa kemudian Surabaya itu sudah berhasil yang pertama memang Ternyata kalau dari apa yang saya coba ee data-data yang saya telusuri aya itu sudah mempunyai kepedulian terhadap isu sampah pemerintahnya itu kita runut itu tidak hanya di dalam 5 10 tahun terakhir tetapi justru sudah ada sejak zaman indindia Belanda jadi kan Surabaya itu kan Dari awal kan eh Memang menjadi kota pelabuhan terbesar kedua setelah di Batavia nah ketika ada pelabuhan besar maka kemudian ada banyak warga apa orang-orang Eropa pedagang-pedagang dari sana yang kemudian menetap di Surabaya dan menginginkan kotanya itu bagus dan bersih dan indah seperti yang ada di Eropa karena itu kemudian salah satu perhatian besar dari pemerintah kota Surabaya pada masa penjajahan Belanda pada waktu itu adalah kebersihan Kota dan pada saat yang sama sekitar tahun 1920-an itu ada wabah apa Pes ya wabah Pes yang disebabkan oleh tikus dan memang kalau tikus ya kaitannya memang dengan kebersihan sehingga kalau di apa di tahun-tahun itulah pertama kali ada pelayanan pengambilan sampah yang dibu yang diorganisir oleh pemerintah eh karena tadi untuk memberantas eh sarang-sarang tikus ya dari situ kemudian sampai dengan masa Orde Baru sekalipun kebetulan tadi saya sudah cerita ya ee soal pasukan kuning yang dibentuk tahun 0-an awal nah pada waktu itu kebetulan walikotanya itu adalah dari militer dari angkatan laut yang kebetulan adalah dokter sehingga isu-isu kesehatan isu-isu yang terkait dengan ee kesehatan ya at saja dalamnya ada kemudian kebersihan itu menjadi perhatian utama beliau Pada waktu itu nah dari situ kemudian muncul tadi ide untuk membuat apa tukang sapu jalanan bahkan kalau dulu tukang sapunya itu yang pasukan kuningnya itu diambil dari para pemulung diambil dari para pemulung yang kemudian diminta untuk apa melanjutkan melanjutkan ya diminta untuk beralih pekerjaan menjadi tukang sapu jalan diberi bayaran oleh pemerintah kota dan itu kemudian menjadi tragedi bahwa eh pembangunan kota di Surabaya itu tidak lengkap tanpa ada kehadiran ee pasukan kuning itu sampai dengan hari ini sampai dengan hari ini bahkan ee mungkin sejak zaman walikotanya Bu tririsma ya itu ee gajinya sudah ke umr-nya Surabaya dan digaji oleh pemerintah kota jadi ada sejarah yang membentuk Bagaimana pembuat kebijakan dalam hal ini pendah itu untuk merawat dan menjaga ide kebersihan ide pengolaan sampah itu eh melintasi ruang tadi 5 tahunan tilkada nah kemudian hal yang kedua ada collec memory Apa itu jadi saya ceritakan tadi pernah ada isu sampah yang kemudian itu teman-teman aktivis di sana itu bisa apa memobilisasi Bisa jadikan isu sampah itu menjadi isu bersama menjadi kegelisahan bersama seluruh warga Kota karena memang R kan kalau sampahnya enggak diangkut ya pasti numpuk kalau numpuk ya pasti bau kalau kalau sudah bau Ya sudah enggak nyaman dilihat juga enggak enak estetika kota menjadi berantakan Nah maka kemudian diorganisir ada demo beberapa minggu buang sampahnya di pem di balai kota buang sampah di DPRD sehingga apa namanya dan kemudian walikotanya bisa di digulingkan ya diagement kara-gara itu yang itu menjadi eh ingatan bersama klektif memory bahwa isu sampa itu adalah isu penting dan kolektif memor itu tidak hanya dimiliki oleh warga sehingga kemudian warga mempunyai standar dan juga tuntutan yang tinggi terhadap Tata kola sampahetapi juga men kolektif memory ini menjadi ingatan dari para politisi menjadi ingatan dari siapapun yang akan berlaka di dalam eh pemilihan umum baik itu di tingkat Walikota wakil walikota maupun di lembaga logislatif untuk mengawal atau untuk menjadikan isu sampah ini yang penting karena kalau tidak mereka pernah melihat menyaksikan bersama-sama akibat dari tidak berol sampah adalah tadi secara polit itu kemudian kalah jadi adale dan yang ketiga memang ini kaitannya dengan akitas masyarakat akyarak ada gerakan sosial yang kuat ada ada salitalital apa mod sosialnya itu cukup kuat di sana ini mungkin karena karakter perkotaan diaya itu agak berbeda dibandingkan denganter kotaan di Jogja kalau di Surabaya itu kan terbentuk ee Urban kawasan urbannya itu terbentuk karena industri karena ee banyak imigran Datang Dan mereka itu bekerja di sektor industri yang itu berbeda dengan karakter Urban di Jogja yang lebih banyak didukung oleh sektor jasa jadi ee apa Ini bukan bicara soal gerakan guru misalnya tapi ada dan juga karakter Mas masarakat karakter bukan stereotping juga ya tapi karakter Surabaya itu ada karakterkakteru yang itu tidak ditemukan DII banyak penelitian sudah menunjukkan bahwa di Kota Surabaya itu gerakan sosial itu kuat ya gerakan sosial itu kuat antara pemimpin antara leader di satu gerakan dengan lain itu punya jaring yang bagus sehingga kemudian mereka kalau mereka sudah menyemakati satu isu yang bisa diangkat maka kemudian isu itu benar-benar akan dikemas men isu publik sedemikian rupa salah satu contohnya adalah tadi ketika isisih sampah nah mengapa ada yang bisa sebelum ke sini saya mau ee putarkan satu video pendek ini jadi beberapa waktu yang lalu saya diminta oleh bukan diminta ya kami bikin podcast gitu ya Ee ini ada satu potongan enggak sampai 1 menit yang apa ya kurang lebih nanti akan detailnya akan saya share dalam diskusi kita saya akan share dulu ya belum kelihatan ya sudah terlihat ibu tapi ada tertuuttiup oleh sekarang sudah sudah terlihat sudah terlihat Ya sudah Oke ya mudah-mudahan soundnya bisa ya kitaul mohon maaf Ibu untuk suaranya belum terdengar suaranya belum ya Iya belum dan ya harusnya biasanya otomatis ya di pengaturan share screen-nya belum diceklis si Bu untuk audionya Oh oke sebentar kalau gitu sayaulu mohon maaf tadi enggak cepat ngecek [Musik] ini computer sound ya ya satu yang membuat sampah itu bisa tertangani kalau di suatu yang pertama adalah infrastruktur politik Maksudnya apa tuh atau kalau dalam bahasaku komitmen ke pemimpin ya infrastruktur politik itu kemudian ada enggak pemimpin wilayah itu yang punya konsen di isu sampah mau menuntaskan persoalan sampah dan menganggap sampah itu adalah bagian eh penting dari keseluruhan isu tata kota itu itu perlu Kenapa karena dari situ kemudian muncul infrastruktur kebijakan he yang satu dia akan mengatur bagaimana sampah di kota itu akan dikelola kan yang kedua termasuk ini yang penting nih mendisiplinkan atau ee membuat aturan yang bisa mengubah perilaku warga he dan juga perilaku pemangku kepentingan yang terkait dengan pengang sampah itu ya jadi itu Bapak Ibu sedikit yang nanti kita akan sebagai anu ya permulaan ya nanti kita akan apa ee akan kita bahas lebih ilanjut itu versi panjangnya juga ada e nanti bisa di apa Googling aja itu sudah kita buat ada versi panjangnya kita upload di youtube-nya pares itu lembaga riset Di Departemen kidan pemerintahan di pol UGM ya jadi sebagaimana tadi yang sudah saya sampaikan Mengapa ada yang bisa apa yang membuat suatu daerah itu bisa dan mampu untuk melanjut Menyusun kebijakan k kas sampah jawabannya sementara yang saya peroleh dari berbagai macam yang riset yang saya lakukan adalah kalau bahasanya yaen reform reformasi tata kelola pemerintahan yang itu dimulai dari negara tata kelola pemerintahan formasi tata kelola sampah yang itu diinisiasi di ya diinisiasi dikawal oleh pemerintah ya Loh katanya sekarang era governance harus melibatkan ee warga harus melibatkan swasta Iya tetapi dalam isu sampah sekali lagi inisiatornya yang harus berada di awal depan adalah pemerintah perkara setelah nanti di depan kemudian pindah ke tengah kalau dalam bahasa ada tuturi Handayani nanti cah ke belakang memberi contoh dulu itu hal yang lain tetapi lagi-lagi saya tekankan memang diperlukan pemerintah yang memulai reformasi tata kelola [Musik] pemerintahan dan yang secara garis besar ada tiga hal yang diperlukan yang pertama adalah komitmen pemimpin yang berkelanjutan atau bahasa yang lainnya adalah infrastruktur politik mengapa itu penting nanti kita akan bahas Kemudian yang kedua terkait dengan komitmen itu maka kemudian dengan adanya komitmen maka akan lahir kebijakan akan lahir regulasi yang dia bisa memobilisasi sumber daya-sumber daya yang tersedia baik itu melalui APD baik itu melalui kelembagaan melalui jejaring alumni misalnya melalui danasi SR Kenapa jajaring alumni ini saya Sebutkan kasus saya kasus yang saya teliti di Surabaya menunjukkan adanya relasi yang sangat kuat antara pemerintah kota dengan ITN antar ada teknik arkitektur di sana ada teknik lingkungan di sana yang itu bersama-sama tadi di awal sejak di awal tahun 2000-an itu bersama-sama duduk membuat ee apa namanya perencanaan tata kelola sampah yang berbasis komunitas termasuk nanti akademisi atau ee dari ITS itu juga kemudian membantu melakukan kajian-kajian ee apa sih teknologi yang diperlukan untuk mengolah sampah di Kota Surabaya yang opsi yang ramah lingkungan itu apa saja dan seterusnya termasuk dalam proses lelang itu dilibatkan dan yang menarik adalah itu jadi ada forum para Profesor ya dan juga apa level di bawahnya profil yang lebih Junior itu ada di situ yang mereka rumuskan yang mereka beliau-belia s itu didengarkan dan kemudian dilaksanakan oleh birokrasi oleh pemerintah da dan yang ketiga ada partisipasi dan warga yang aktif termasuk di dalamnya ada bank sampah ada lsn ada berbagai macam bahkan di sana karena kemudian ada yang namanya lomba kalau dulu namanya Surabaya Green and Clean Surabaya e hijau dan bersih kalau sekarang lombanya ganti namanya Surabaya smart city ya Kota yang cerdas tapi di dalamnya ada komponen kebersihan dan pengelolaan lingkungan ikut apa setelah mereka Paham apa dan bagaimana mengolah sampah maka kemudian dilombakan antar kampung antar RT dari yang awal yang ikut cuma 14 Kampung kemudian sampai tahun bered sudah ratusan sampai terakhir sudah ribuan kampung di Surabaya mengikuti itu ya berlomba-lomba warganya agar kampungnya bersih dapat hadiah memang kalau yang menang memang hadiahnya kalau kalau dirupiahkan ya enggak terlalu banyak juga sekitar r500.000 sama nanti dapat dari sponsor itu apa alat-alat untuk apa yang terkait dengan kebersihan dan e lingkungan ya terkait untuk penataan lingkungan tapi dimuat juga dimuat juga nanti di media di jawa PO waktu itu yang besar ya dan itu masuk skema csa jadi tiga hal ini saling berkelanjutan dan tiga hal ini yang akan saya elaborasi lebih lanjut di slide-slide berikutnya Nah jadi kalau kemudian apa yang bisa kita pelajari dari praktik-praktik baik enggak hanya di Surabaya Saya kira di Banyuwangi kemudian t kayak di Banda Aceh dan di berbagai macam kota yang sudah berhasil me se kalau di lawes pernah itu Kendari itu memang kemudian ya mau enggak mau Sten ya negara yang memimpin negara pemerintah yang memulai pemerintah yang mengawali dan itu kemudian ketika negara sudah mengawali maka berbagai macam aspek itu bisa diintegrasikan mulai dari aspek hukumnya legal formal nanti sebagai dasar untuk melakukan kemitraan sebagai dasar untuk melakukan apa eh mendisiplinkan warga bukan kalau bahasanya Nanti terlalu ini ya untuk apa mengajak warga berpartisipasi untuk mengatur bagaimana pengangkutan sampah yang diselenggarakan oleh UMKM atau pengusaha kecil dan menengah itu kemudian akan mengintegrasikan juga bagaimana pendanaan maupun pembiayaannya akan juga mengintegrasikan kelembagaannya nah ini poin yang menarik yang nanti juga akan dibahas ya apa sih sebenarnya yang paling tepat yang diperlukan untuk mengelola ituu sampah di suatu wilayah nah surat baya bu ya akhir 2020 untuk pengelolaan kebersihan dikelola oleh satu dinas yang namanya dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau nah ini satu-satunya dinas di Indonesia dinas kebersihan dan ruang terbuka Hi di daerah lain tidak tapi ya itu tadi ternyata dari sisi kelembagaan punya benturan benturannya apa regulasi nasional Karena untuk mendapatkan pendanaan dari pemerintah pusat itu nomenlaturnya harus sama karena di pusat tidak ada Kementerian kebgian tidak ada Kementerian ruang terbuka hijau maka kemudian seperti daerah yang lain dinas ini harus dileepur dan menjadi bagian dari dinas lingkungan hidup mulai Awal 2021 jadi agak unik itu di satu apa dinas linggungan hidup dan apa ya dlh ya linggungan hidup ya enggak ada kehutanan itu ada bidang pengelolaan sampah yang anggarannya terbesar eh dibandingkan dengan anggaran bidang-bidang lain yang ada di tinas itu ya tapi tadi kan saya sudah cerita bahwa untuk membayar eh apa namanya pengelolaan sampah di dp-nya saja peronnya harus mengeluarkan r0-anib hari 1000 ton sebulan kita bisa kalikan setahun kita bisa kalikan ratusan miliar jadi ada Gu Jadi tapi kemudian ada juga ee yang mengusulkan nanti perlu dikelola oleh lembaga seperti blu ya sehingga lebih Mandiri ada keluasan dalam pembiayaan nanti itu bagian dari apa namanya eh Sesi selanjutnya kemudian teknologi nah teknologi ini saya taruh atau kita taruh di bawah bukan di atas jadi ee mengelola sampah itu bukan mikir teknologinya apa ya untuk teknologi itu nomor sekian Bapak Ibu karena kalau sudah awal sudah teknologi dulu nanti tunggu saja nanti s 2 tahun 3 tahun bisa mangk ini bukan menakut-nakuti ya ini ini dari pengalaman bahkan yang penganah di level desaota samp yang pernah saya ikuti itu seperti itu jadi sama seperti kota Jogja yang EE kemudian memutuskan mengolah menjadi rdf tapi tidak disertai dengan yang kelima ini partisipasi misalnya akhirnya hasil olahan rdf-nya pun ditolak oleh pabrik karena terlalu basah dan itu kenapa basah ya karena warganya tidak memilah atau pemilihannya tidak bagus yang memilah sampah siapa ya Warga wong sampahnya 60% dari warga ya Dan kalau itu kemudian aspek-aspeknya itu kita sudah apa ada di sana Ini yang kemudian mengawali dan juga membungkus semua itu sekali lagi adalah komitmen kepemimpinan baik Pemimpin yang sifatnya formal yang ada di lembaga eksekutif maupun legislatif juga pemimpin-pemimpin informal Sinten Siapa itu kita apa banyak sekali eh local Hero ya mereka ya beliau-beliau yang menginisiasi bank sampah beliau-beliau yang menginisiasi gerakan sedekah sampah beliau-beliau yanginisiasi aneka ragam kegiatan yang ada di dalam masyarakat yang e dengan tujuan untuk mengolah sampah dua-duanya perlu komitmen tentu saja sekali lagi ST yang formal perlu jalan dulu tapi misalnya misalnya ini pahit-pahitnya yang formalak bergerak-bergerak yang informal bisa kita gerakkan juga bisa bergerak Nah jadi tadi mau garis bawahi Apa itu stateen w reform ternyata daerah berhasil karena negara atau pemerintahnya kuat khususnya pemerintah daerah apalagi karena dari sisi kewenangan desentralisasi ya yang bertanggung jawab ber respons itu itu ada di pemerintah daerah nah Nah dengan negara atau pemerintah itu apa namanya mengawali menginisiasi reformasi t kola sampah harapannya adalah berbagai strategi dari hulu ke hilir dalam sistem eh persampahan itu kemudian bisa di jadikan apa namanya ya saling dukungmendukung Nah selanjutnya saya akan e ee apa sharing soal strategi-strategi yang memungkinkan unuk tidak dipilihan kebijakan dari hulu ke hilir Nah kita mulai dari yang dihulu dulu yang garis besarnya adalah edukasi dan penguatan partisipasi harga nah warga perlu diperkuat kesadarannya perlu diperkuat pengetahuannya bahwa warga adalah produsen sampah warga memproduksi sampah itu tadi kalau di pedesaan angkanya sekitar 0,4 kg perkapita per hari kalau di perkotaan bisa sampai 0,6 0,7 per kapita per hari ya cukup banyak kalau satu keluarga orang kurang lebih satu keluarga itu seharinya produksi 1 kilo 2 kilo sampah ya sampai 2 kilo sampah sehingga kita perlu melakukan kampanye melakukan edukasi pilah sampah dari rumah siapa yang bisa menggerakkan atau siapa bisa memulai pertama dari sisi komunitas ya dari rt misalnya atau dari keluran atau desa di Bali ada peraturan gubernur yang kur eh intinya adalah masalah sampah selesai di tingkat Desa sehingga kemudian di level Kelurahan atau Desa didorong untuk membentuk boomk untuk membentuk badan usaha milik desa yang bergerak di pengolaan apa mulai dari eh pengambilannya dari rumah ke rumah pembuatan tps3r diolah di TPS 3r-nya itu diselesaikan dengan baru nanti residonya dibawa ke eh ke fasilitas pemprosesan akhir KTPnya yang dikelola oleh pemerintah di level kabupaten kota atau melalui sampah edukasi terusmenerus di tempat saya cukup beruntung karena kebetulan ada tetangga itu beliau eh apa namanya dosen juga punya program PKM salah program eh pengabdian kepada yang itu salah satunya beliau wujudkan dalam bentuk tadi edukasi karga mulai dari membuat kompos ini minggu besok itu e mau pelatihan membuat biori tapi mulai dari yang di situ Apakah perluh kebijakan Eh kalau mau nunggu pemerintah kota Pemerintah Kabupaten buat kebijakan bagus tapi kalau tidak kita bisa mulai habis acara ini kita kemudian rembukan Dengan pengurus RT rembugan Dengan pengurus Desa soal ini dan kemudian ee termasuk di sini selain menguatkan bank sampah ini yang menarik t bank bank sampah itu atau juga seegah sampah itu kan yang dihadapi itu kan rantai pasokan eh sampah sampah recyable sampah seilah sampah yang bisa didaur ulang itu kan rantainya cukup panjang ya yang saya coba pelajari itu yang harganya harga jualnya itu ditentukan oleh bukan penjualnya dalam hal ini bank sampah tapi ee harga jualnya itu ditentukan oleh pembelinya olig gosi kalau istilahnya ditentukan oleh pembelinya sehingga eh itu yang membuat Bang sampah itu ya tadi keberlangsungannya akan tergantung salah satunya pada adanya kepemimpinan informal di tingkat masyarakat Apakah pemimpin atau inisiator bank sampahnya itu punya modal yang cukup punya ruangan punya tempat karena nanti nunggu harga bagus itu kan harus numpuk sampah dulu misalnya kalau enggak punya ruangan yang bagus pasti nanti tetangga tetangga di apa warga yang di sekitar bangsamaah ya protes dan kelihatan pemukaan sampah nah di situ kebijakan yang bisa dilakukan oleh pemerintah misalnya adalah penguatan sang sampah dan juga bagaimana memperbaiki risaiting eh eh beberapa seperti Kota Depok kalau saya punya mekanisme ee anu ya Ada Bang santah induk ya Jadi nanti apa informasi harga harga harga plastik dengan ketebalan sekian atau harga kertas jenis sekian hari ini berapa itu ada sehingga kemudian itu membantu bank sampah itu membantu komunitas yang melakukan celah sampah itu ee dapat menjual dengan harga terbaik sesuai dengan upaya yang mereka lakukan nah kemudian hal yang lain ini dalam jangka pendek sebenarnya pemerintah bisa merekrut atau ya merekrut kader-kader lingkungan atau namanya kader bilah sampah ini inspirasinya ini dari Surabaya jadi Surabaya 2004 2005 itu salah satu yang dilakukan pertama kali sebagai bagian dari eh pengololaan sampah berbisnis komunitas adalah membentuk kader lingkungan di mana setiap RT itu mengirimkan dua orang bisa itu bisa orang yang baru bisa diambil dari kader posandu bisa diambil dari kader PKK atau yang sudah ada itu kemudian di pemerintah kota melakukan training of trainer jadi ada tot-nya isinya apa materinya apa ya materinya soal pengelolaan sampah Bagaimana memila bagaimana memilih Bagaimana mengelola dari rumah membuat kompos dan kemudian eh kader itu pulang dan menularkan kepada warga sekitar Melalui rapat RT melalui berbagai macam kegiatan yang dilakukan di tingkat RT sehingga lebih apa du ya lebih bisa dikerjakan dan tentu saja yang keempat poin yang keempat ya Mari kita dorong menjadikan pengelolaan sampah itu menjadi bagian dari kurikulum pendidikan jadi eh itu penting mengenalkan sejak dini kepada anak-anak sejak TK bahwa sampah itu adalah tanggung jawab kita jadi kalau kita buang harus membuang dengan bertanggung jawab dengan cara apa ya kita piliah kita pilih dibuang di tempatnya dan seterusnya materi-materi itu menjadi bagian resmi dari kurkulum pendidikan termasuk kalau melalui Kementerian Agama ya Pesan titip pesan kepada para Dai kepada para penyuruh ee agama apapun untuk menjadikan materi tata kelola sampah menjadi materi penting dalam ee apa namanya pertemuan-pertemuan atau kajian kajian yang dilakukan oleh para pemuka agama ini kepada tengah-tengah masyarakat ya dan yang kebijakan yang lain yang terkait juga dengan strategi dihulu adalah menyediakan sarana dan edukasi pembuatan kompos skala rumah tangga atau apalagi kalau wilayahnya perkotaan tidak punya lahan ya kan bingung ini mau diapakan itu apakah harus perintah ya Kalau tadi pemimpin apa kader lingkungannya bekerja Mungkin Oke yuk ramai-ramai kita lihat di Youtube nih ada apaida menggunakan lodong untuk mengolah sisa sampah Dapur Kita gunakan kardus takakura atau Apun namanya atau berbagai macam apa namanya menggunakan alat dan media yang ada di sekitar rumah tanpa membutuhkan lahan yang kita B dan juga ini yang sing kali banyak dikeluhkan yang masih banyak belum ada pengambilan sampah terpilah jadi kan ah kita dapat capek warga ini sudah sudah apa memilah sudah tapi ketika diambil brakbrak jadi satu ya karena itu kemudian Pemerintah perlu membuat kebijakan atau kalau tidak melaksanakan sendiri jadi membuat aturan kepada para penyedia jasa pengambilan sampah yang bergerak di door to door service untuk mengambil sampah itu ya terpilah atau minimal Kalau tidak ada jadwalnya ya paling enggak Diba sampahnya itu bisa mereka pilah-pilah gitu ya dan tentu saja pemilahannya pengambilannya harus disertai sanksi untuk yang tidak mau memilah tadi yang saya ceritakan di Kota Depok di eh tahun 2012 atau 201 saya agak lupa perd ada itu jadi itu ee apa Ada insentif-insentifnya apa ya tadi penyedian sarana dan edukasi pembuatan kompos misalnya fasilitasi takakura disediakan e kardusnya disediakan lodongnya disediakan tempat sampah yang terpisahnya hal-hal seperti itu Nah masih di Hulu juga tadi juga sudah ada yang menanyakan ini soal kok hanya masyarakat saja sih bagaimana dengan yang lain I saya sepakat memang tidak tidak adil kalau hanya masyarakat salah satu yang perlu adalah produsennya dalam hal ini pihak swasta kita sudah punya di tahun 2019 eh apa namanya kebijakan para peraturan menteri tentang pet Jalan pengurangan sampah di level produsen Yang intinya satu pemerintah eh sor Maaf perusahaan yang memproduksi barang Danas itu harus memikirkan desain produk yang ramah lingkungan pengolahannya ramah lingkungan dan nanti di ujung akhir ketika sudah selesai dikonsumsi oleh masyarakat wadahnya kemasannya itu juga kemudiin diambil kembali oleh pabrik atau ada pabrik ee itu bertanggung jawab entah melalui danasi sr-nya untuk mengolah sampah atau kemudian ya t yang 2019 sudah D petajaran itu benar-benar diimplementasikan dan ada monitoring dan kebijakannyanya ada audit dan kemudian dipublikasi hasilnya ini misalnya Contohnya seperti ini ini auditnya yang melakukan bukan pemerintah ya ini audit oleh ekoton ekoton itu LSM yang bergerak di isu lingkungan ini di bergaknya di dan sekitarnya kantnya ada misalnya begini ini yang dilakukan mengaudit merek-merek sampah yang ada di pantai Timur Surabaya ya bersama-sama dengan beberapa komunitas di sana yang kemudian ditampilkan ini loh ternyata 10 produsen atau 10 penyumbang terbesar pencemaran sampah plastik di wilayah pantai Timur Surabaya ternyata ketemu kemasan dari P Wings padahal Wings itu kan pusatnya di Surabaya unever kemudian ada Ind ada Mayora ini sebagian besar pabriknya di Surabaya ada di kawasan Rungkut ya itu dipublikasikan sehingga kemudian apa ada upaya untuk e oh ini loh ini kamu sudah pernah ini kondisinya seperti ini Ayo tanggung jawab dana eh tanggung jawab exend seperti apa Jadi ada audit dan kemudian hasnya kemudian ada Cukai minuman kemasan plastik ini masih tarik ulur ini ee Pada bulan April Ma itu katanya waktu itu mau di di di itu sebennyaanangnya sudah digodok sejak masa pandemi ya 2020 atau 2021 bahwa di setiap kemasan minuman yang menggunakan bahan kemasannya itu pakai plastik maka ada komponen Cukai ya entah R Rah rupiah yang nanti harus dibayarkan oleh perusahaan pada negara nanti akan digunakan oleh negara oleh pemerintah untuk eh apa mendanai kegiatan-kegiatan yang terakir dengan pengelolaan sampah Tapi sampai hari ini masih apa banyak perusahaan yang belum sepakat Jadi tapi ini bisa jadi satu alternatif kemudian kebijakan patasan plastik sekali pakai ini sudah banyak sekali di daerah-daerah meskipun Maaf di Bali itu ada pergupnya kemudian ee ditentang oleh ada uji materi dilakukan oleh asosiasi e pabrik plastik ya akhirnya pemerintahnya kalah tapi bikin perdan baru dan akhirnya jalan ini memang pro dan kontra ya kalau plastik itu gimana sih ya Saya beberapa waktu yang lalu mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh ya E National University of Singapur yang melihat bagaimana sih sebenarnya apa plastik itu dalam kehidupan eh eh kita gitu ya dibahas dari aspek kesenian dari aspek kesehatan dari berbagai macam aspek termasuk industri makanan guu ya ternyata memang kita ini enggak bisa lepas gu belum bisa lepas saking penaknya saking enaknya menggunakan plastik itu sebagai kemasan ya karena itu ya mau tidak mau ya ada kebijakan kalau memang B dibatasi Kenapa dan itu akan terkait dengan standarisasi kemasan tadi ada yang menyampaikan Bu ada lapisan layering enggak bisa diolah gak bisa Nah di Indonesia itu belum ada standarisasinya kemasannya apa sih Nah kita bisa enggak dorong ada kebijakan yang membuat kemasan itu standar dan jelas standarnya ya standar paling yang pertama adalah Nanti kalau sudah selesai bisa diaur ulang entar mohon maaf ee mungkin ini ada sedikit kendala di sinyal dier Azizah Baik Ibu bisa dilanjutkan mohon maaf Ibu mikrofonnya belum dinyalakan Yaya Sudah sudah Ya saya akan Share lagi ini kalau sudah siang sukanya koneksinya terganggu sebentar pindah dulu ini ya ya Ada insentif dan insentif bagi perusahaan dan juga ada ee apa peraturan atau kebijakan tentang CSR yang itu ditujukan khusus untuk pengelolaan sampah berbasis komunitas tadi yang sudah seperti yang dilakukan oleh Unilever peduli Yayasan Union berpeduli di Surabaya 2004-2005 dan kemudian membersamai Pemerintah Kota Surabaya itu sampai e jadi sponsor lomba antar kampung tadi Bapak Ibu kalau yang ada di Surabaya tapi kemudian kayaknya sekarang sudah sudah tidak lagi ya UN lever UN lever S UN lever kemudian Perusahaan Air Minum Danon itu di beberapa daerah punya apa eh dana-dana CSR untuk pengolaan sampah berbasis komunitas ini nah itu yang ada di Hulu kemudian kita lihat Apa yang bisa dilakukan di tengah di tengah itu meliputi pengambilan dan pengangkutan sampah tadi yang Peru saya tambahkan juga tidak hanya mengambil dan mengangkut tapi juga penyediaan tps3r ya jadi karena itu kemudian tadi sudah saya singgung ya salah satunya yang diperlukan di tengah-tengah ini adalah ada regulasi penyedia layanan angkotan sampah yang harus terpilah entah jadwalnya entah armadanya ada eh pemilahan seperti itu dan juga ada standarisasi moda angkut sampah Kenapa perlu untuk standarisasi salah satu problem ketika Eh kalau kayak di TP Piyungan itu kan Siapapun boleh masuk ke sana ya sebelum ditutup ya Ee Saya misalnya saya punya perusahaan angkutan sampah saya bisa masuk ke sana mau pakai pickup yang sudah bodol sudah rusak sudah apa terbang sehingga dan kemudian ya Solid itu makudnya bukan yang pakai amrol yang bisa apa terangkat gitu ya Sehingga kemudian proses menurunkan sampah dari dari alat transport itu ke tp-nya Butuh waktu lama sehingga ngantrinya jadi panjang jadi perlu ada standarisasi Oh yang diperlukan adalah truk dengan tonasi sekian yang dia bisa di Ada apa namanya ada amrolnya bisa hidrolik diangkat sehingga kemudian eh proses unloadingnya proses menurunkan sampah di tpanya cepat sehingga kemudian tidak tidak menjadi Ada apa antrian yang sangat panjang di TPA yang kemudian mengganggu warga di sekitar TPA misalnya ada standarisasi juga Oh harus ditutup Kenapa biar nanti kalau dia lewat dari tempat tps3r atau lewat tempat diambil sampah sampai ke tempat pembuangan sementara maupun tempatangan angir itu tidak tidak ter apa tidak tertiup angin tidak kemudian tercecer di mana-mana yang hal yang lain adalah penyusunan dan penerapan jadwal angkut sampah dari TPS 3rnya ke TPA yang juga R ramah lingkungan yang cepat tepat dan bertang e bertanggung jawab termasuk juga Menyediakan alat Angkut yang modern tadi Kalau kvektor dan juga anggaran pemeliharaannya karena ternyata untuk anggaran ini tidak sedikit untuk memelihara eh apa kendaraan yang tadi kompektor-kompektor tadi ya minimal harus beli bensinnya at atau bahan bakarnya rutin harus servis dan yang lain-lain di tengah di strategi di bagian tengah juga disertai dengan dia infrastruktur TPS TPS 3R atau rumah kompos termasuk juga pendanaannya bapak ibu ini yang seringkiali eh apa Kenapa tadi ST state driven ya Kenapa harus diawali atau dipimpin oleh pemerintah kalau kita ke Surabaya ke ke Jambangan tadi ke pusat ulang Jambangan biaya operasionalnya di sana itu ditanggung oleh pemerintah termasuk Untuk gaji e pegawai yang ada di sana termasuk untuk operasional ya termasuk juga ee untuk operasional yang lain misalnya ee untuk listriknya untuk P operasional banyak hal yang ada di sana yang bisa kemudian eh diambil oleh pemerintah dan itu yang membuat sustainable saya ee wawancara dengan pengelola yang ada di itu yang menarik beliau cerita bahwa kami itu sering kali didatangi oleh Pemda atau eh pengelola s3r dari daerah-daerah yang lain dibanding nah ternyata salah satu yang membedakan adalah Kalau di tempat lain itu diserahkan sepenuhnya pengelolaannya kepada warga atau kepada tpsnya itu sementara kalau di di mana Di Jambangan itu hampir semuanya dicover oleh pemerintah kota karena memang kotanya pemerintah kotanya punya punya apbd-nya besar sehingga bisa eh apa mendanai berbagai macam aktivitas yang ada di TPS 3R ya sehingga kalau misalnya kan tadi sampahnya dipilah dulu dijual itu bahkan hasil penjualan barang yang dipilah di TP di pusat da ulang Jambangan itu itu bisa langsung digunakan untuk tambahan penghasilan para pegawai yang ada di sana ya jadi memang apa ya Eh tadi ST even itu kuatannya memang memang bisa apa kemudian memusatkan segala sumber daya yang dimiliki untuk mengolah dan termasuk yang ada di sana adalah penliibatan masyarakat termasuk juga pemulung dan pengepul dalam pengelolaan TPS maupun TPS 3R ataupun rumah kompos nah ini pemulung dan pengepul ini aktor penting dalam tata kelolah sampah di Indonesia di negara kita tetapi masih sering dianggap sebagai apa istilahnya warga negara kelas 2 di pandang sebelah mata bahkan kalau di kampung-kampung kita masih sering lihat tulisan pemulung masuk ya padahal sebenarnya itu mereka kontribusinya besar kalau kita melihat TPA TPA di yang ada di Indonesia yang belum best to energy itu rata-rata pengolah sampahnya Sebenarnya ya pemulung itu yang seminggu bisa mengumpulkan 40-an ton 50-an ton sampah dari ee yang tidak dibilah yang dibuang ke PPA itu nah itu yang di tengah bagi bagaimana dengan yang dihilir Nah kalau yang dihilir Apalagi kita tadi ada apa namanya eh Peraturan Presiden yang sudahorong untuk pengolahan sampah menjadi energi W energ atau minimal menggunakan sanitary landf ya maka yang diperlukan adalah bagaimana memfasilitasi mendorong penyediaan infrastruktur pembuangan akhir yang sesuai dengan asi yang ada di level nasional Apa itu sanitary landf itu minimal dan untuk mengoperasionalkan sanitary landfiel itu perhitungan angka hitung-hitungannya itu ada 150-an Rib per ton jadi enggak hanya 24.500 enggak hanya ya gitu Itu barusan Inter tapi memang Ternyata kalau sanitary landfield itu persoalan kedua itu yang mengancam lingkungan itu muncul Gimana mencari tanah untuk menguruk sampah secara konsisten bingung kan ya Nyari tanahnya di mana ya Yang cepat ngeruk Bukit tapi kalau Bukit dikeruk ya pasti ini sebelah rumah saya tuh cuma beberapa ratus meter dari rumah Saya itu mau jadi proyek tool itu itu sawah dulunya itu sekarang sudah di uruk dan tanah urukannya itu diambil salah satunya dari bukit yang ada di wilayah Sleman di bagian Barat itu saya kemarin kebetulan ke sana itu ada lewat di bukit yang dikeruk itu bapak ibu sudahah sudah diambil seperempatnya dan itu pasti dari sisi lingkungan pasti akan berubah minimal arah angin minimal arah angin pasti akan berubah yang lain-lain banyak ya nanti pasokan air nanti ya habitat yang ada di sana dan seterusnya jadicari Land itu opsi paling apa paling Aduh bahasanya apa ya kalau dalam undang-undang ya memang itu yang diharapkan dianary Land itu bagus untuk tp-nya mengurangi potensi munculnya gas metan sehingga mengurangi poensi meledak dan Terbakar pada saat yang sama untuk mengur untuk tanah yang dipakai untuk menguruk sampahnya itu juga akan berpotensi merusak lingkungan ya apalagi kalau di wilayahnya itu enggak ada apa cadangan tanah kecuali dari menguruk [Musik] eh mengambil dari bubit-bikit yang ada nah kemudian opsi yang dihilir adalah W to energy dengan teknologi ramah lingkungan dan juga disambung dengan kemitraan dengan investor untuk pengelolaan sampah di cpa bapak iu nah ini saya kira berhubungan Karena untuk membuat apa infrastruktur instalasi pengolah sampah menjadi energi dengan teknologi RAM lingkungan itu butuh investasi yang besar yang di Surabaya itu kurang lebih hampir 1 triliun investasi awal untuk membangun eh basifikasi itu pakai teknologi basifikasi itu mau tidak mau yang perlu dilakukan adalah kemitraan dengan investor untuk pengolan sampah di TPA di Surabaya saja itu tadi sudah niatnya kebijakan yang sudah ada sejak tahun 2012 tapi terkendala mau kemitraan tapi tidak ada kerangka hukumnya setelah lobi-lobi yang dilakukan di tingkat pusat maka kemudian muncul di tahun 2018 eh peraturan kementerian keuangan yang mengatur tentang kemitraan dalam pengelolaan S ya Jadi sebenarnya kalau daerah-daerah yang lain sekarang ini mau melakukan e pengolahan sampah dengan skema kemitraan dengan pihak ketiga itu dasar hukumnya sudah ada dan salah satunya dibangun ketika ee awalnya Surabaya tadi sudah mau bikin tapi regulasinya belum sehingga harus nunggu dari 2012 baru regulasinya 2018 sehingga meskipun secara Ril sudah mulai beroperasi di 2013 sudah mulai beroperasi dan memproduksi energi tapi baru di diwisuda itu istilahnya baru diresmikan secara apa oleh Presiden Oh itu baru di tahun 2021 tapi sekali lagi kalau dari sisi kebijakan ya memang sudah cukup ada ee cuma kreatif-kreatifnya pemerintah saja untuk bisa menarik investor ya kuncinya ya jangan jangan dulu minta kickback E atau jangan dulu minta apa namanya eh profit ya di awal karena kalau kita bicara TPA itu atau pengololaan sampah pada umumnya ini memang bukan pelayanan yang profitable dalam jangka waktu pendek atau kalau perlu mau profit pasti akan Butuh waktu yang cukup jadi awalnya memang Mas kenapa itu menjadi masih menjadi penting dan yang juga penting ini kelibatan lagi-lagi pemulung sama [Musik] pengepul nah keberadaan pemulung dan pengepul ini memang mungkin tidak perlu sampai ada kebijakan selevel undang-undang at tapi misalnya ada kebijakan dari pengelola di TPA atau pengelola di di tengah tpsr izinkan atau memberikan ruang bagi pemulung dan pengumpul untuk mengambil dan mengolah sampah yang ada di ini untuk me menjembatani untuk bukan menjembatani ya untuk mengambil sampah-sampah yang mungkin masuk ke TPS atau ke TP itu yang belum terpilh ya Jadi yang bisa dan mau terjun di sana mau tidak mau ya sebagian besar adalah pemunung dan juga pengebul yang sudah ana Nah jadi kita apa memang lagi-lagi yang mana yang harus duluan ya ini E ini juga kalau ditanya pertanyaannya adalah mana yang harus duluan ini memang pertanyaan yang sulit dijawab ya tapi kalau nanti kita bisa pecah dari strategi yang dari hulu sampaiilir itu kemudian menjadi mana yang bisa kita lakukan S janga pendek mana yang jangka menengah mana yang jangka panjang sehingga kemudian kita akan bisa lihat e oh yang ini bisaakukan di dalam waktu dekat kalau saya pribadi waktu dekat ya salah satunya mulai dengan edukasi tadi k lingkungan efeknya mungkin enggak bisa diukur dalam waktu dekat tapi paling tidak kita lihat Bagaimana warga kemudian mulai punya pengetahuan tentang Oh saya perlu mengolah sampah Oh saya perlu Milah sampah dan teknologinya atau caranya tuh sebenarnya tidak susah hanya butuh ee waktu yang tidak lama ya untuk memilah sampah dan itu kalau sudah ter lembaga di dalam nilainya sudah masuk di kepala itu sudah otomatis ya Otomatis kalau belanja keluar rumah sudah bawa tas Belanja apa ulang Pakai ulang kalau mau beli makanan kan sudah bawa kontainer Nah itu sudah sudah terpola seperti itu sudah J Oh kalau sampai di rumah ada plastik Oh tak taruh di sini ada yang kertas Saya punya tempat untuk naruh di sini jadi itu mulai dari sana baru kemudian yang lain-lainnya dikerjakan nah sekali lagi saya tekankan perlunya komitmen ee politik di situ ya Ee kaitannya dengan apa namanya tata kelola sampah ini Nah ini mungkin Mbak Mbak Sabina ini eh materinya Saya cukupkan di sini dulu nanti kita akan banyak diskusi dan sharing saja begitu baik ee demikianlah penyampaian materi dari pemateri kita hari ini yaitu ibu nurizah yang sangat luar biasa sekali tapi sebelum masuk ke acara selanjutnya saya ingin menginformasikan terlebih dahulu kepada para peserta yang menginginkan materi pada training online kita hari ini dapat request materi terlebih dahulu melalui Link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat kemudian sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibant oleh admin kepada admin yang bertugas saya persilakan e Baik bapak dan ibu untuk sesi foto ini silakan terlebih dahulu ya untuk slide Pertamanya saya hitung sampai t ya 1 2 3 untuk berikutnya slide yang keduik sudah on Baik terima kasih kepada admin telah membantu sesi foto bersama kita pada siang hari ini kemudian Selanjutnya kami juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah kami share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi untuk acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab yang di sini kami sudah membantu untuk merangkumkan pertanyaan Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu sampaikan di kolom chat baik kepada Ibu Nur Azizah saya akan membacakan pertanyaannya terlebih dahulu kemudian bisa langsung dijawab begitu ya ibu baik saya izin untuk meng-share screen baik eh di sini pertanyaan dari Ibu Maria terkait masalah di Jogja Apa yang sebenarnya terjadi Mengapa sepertinya pemerintah setempat tidak bisa mengatasinya nya masyarakat kesulitan dalam membuang sampahnya akibatnya sampah malah menumpuk di pinggir-pinggir jalan Demikian Ibu ya Eh kalau bicara sambah Jogja itu gemes sendiri saya Bunya mungkin sama sama dengan Bu Maria ini ya jadi eh tadi kan ada tiga ya yang saya sampaikan kaitannya dengan komitmen politik kemudian ada apa namanya eh partisipasi masyarakat dan hal juga yang ketiga yang itu perlu terkait nah saya ingin mengawali dari partisipasi masyarakat pasca krisis sampah di Jogja itu kan sebenarnya tidak hanya satu dua bukan hanya sejak tp-nya ditutup tapi sudah cukup lama pertama kali ada demo-demo yang menuntut penutupan TPA itu sudah sejak tahun 2018 dan secara teknis usia pakai tpa-nya itu sebenarnya hanya sampai tahun 2012 iu jadi ee tapi dipaksa tidak ada alternatif kebijakan tidak ada alternatif TPA yang bisa dipakai untuk membuang sampah di di nah Sudahlah kondisinya seperti itu yang terjadi adalah krisisnya ternyata tidak memincu warga untuk berubah saya berapa kali diminta untuk mengisi eh webinarseminar yang terkait dengan ini saya mulai dengan tanya Bapak Ibu tolong ditanya saya tanya kepada bapak ibu Saya kemarin malah 2 minggu kemarin Apa itu tiga kali ngisi pelatihan untuk anggota DPRD yang baru terpilih di kemarin itu di kota sama dua Kabupaten DIY salah satu isu yang dibahas adalah isu kebijakan pengolaan sampah saya tanya kepada beliau-beliau ini bapak ibu ada enggak yang berubah dari perilaku bapak ibu sendiri dan keluarga terkait dengan cara memperlakukan atau cara kita memproduksi samp ternyata tidak ada perubahan hanya sat saja yang bercerita bahwa sudah mulai mengolah sampah dari rumah misalnya ya saya coba ada teman-teman saya dengan melakukan riset dengan mengolah data yang ada di eh Twitter di X itu ternyata warga Jogya itu rewel rameai itu hanya di Twitter mereka mengatakan ini sampahnya kok begini dan begitu ini kok jelek Ini kok numpuk ini apa itu ya ramainya di Twitter tapi kalau di di dalam keseharian itu tidak menjadi isu yang ini berbeda dengan situasi yang saya ceritakan tadi di Surabaya Bagaimana kemudian menjadi ini sebagai Isu apa isu bersama-sama ya jadi itu dari sisi masyarakatnya dari sisi pemerintahnya yang saya lihat memang komitmen untuk menyelesaikan persalan ini tidak terlalu tinggi contohnya tahun 2021 itu sebenarnya wacana TPA pungan mau ditutup itu sudah pemerintah provinsi selaku pengelolanya sudah kewalahan mengolah sampah yang ada di piungan terus Eh minta kepada kabupaten kota untuk ancang-ancang Menyusun kebijakan yang e mengolah untuk mengolah sampah di wilayah mus-mas dan komitmen tand ya apa surat pernyataan bahwa bersedia itu sudah sejak 2021 tapi yang kita lihat adalah ini 2021 itu suratnya sekitar bulan Agustus gitu 2021 ada tahun 2002 tidak berubah 2003 akhirnya beneran ditutup baru kelabakan baru Oh iya ya Oh iya kamu sudah mulai menyiapkan lahan titik di sana yangat yang kota kami sudah menyiapkan lahan di sana gedabukan kedabrukan akhirnya eh bulan apa kemarin Juli jelang musim liburan sekolah itu ketahuan di kota Ada sampah 5.000 ton ternyata hanya dipindah dari satu TPS ke TPS yang lain akhirnya apa Oke pemerintah provinsi karena menyambut akan segera musim liburan banyak turis yang akan datang kalau sampahnya kotter Nanti orang akan komplain kalau komplain nanti enggak masa tinggal di jogjanya lama kalau masa tinggal di jogjanya Lama Maka kemudian ee akan berdampak pada perekonomian akhirnya oke kita buka lagi tpanya yang 5000 ton diangkut jadi itu eh eh ibu atau Mbak Maria ya kita berhadapan dengan situasi di mana di satu sisi kebijakannya tidak mumpuni tidak bagus tapi masyarakatnya suara memprotesnya kurang kenceng Ya sepertinya Bu Maria Rais hand juga G Mungkin ada yang mau di sampaikan baik ibu kepada Ibu Maria mungkin bisa menyampaikan karena tadi R suaranya belum terdengar ibu Sudahkah Bu ahah sambun sudah Matur nuuhun ya Ibu ibu nurasah Matur sumb nuuhun Ya saya senang banget ketemu dengan ibu dan ibu biiai Jogja juga kebetulan memang mertua saya tuh tinggal di Ngasem Bu di kampus itu di dalam menawi saya tuh pagi-pagi saya kebetulan Katolik suami muslim ya keluarga pancasil l kami kalau pagi ke gja pugeran kemudian melewati Pasar Ngasem itu pagi-pagi orang tuh pada reguduk gitu ya melemparkan sampah-sampahnya di truk yang lewat ee perlahan Pasar Ngasem itu kan juga ada tempat sampah ya tapi ya itu juga tidak dibuka setiap saat kan nah saya belanja di situ pun pedagangnya juga men gitu ya mereka bingung juga masa saya sudah dagang seharian suruh bawa sampah saya pulang ke rumah begitu ya jadi pertanyaan-pertanyaan itu jadi saya memang sekarang menangkap ternyata permasalahannya cukup pelik eh pemerintah tidak punya goodwill yang kencang sementara masyarakatnya sendiri juga ya keset lah Nyun Sewu I enggak mau begitu jadi memang ini ada Miss di situ sehingga permasalahannya memang tidak teratasi sementara ibu sebagai para ilmuwan satis yang sudah mencoba memberi edukasi juga tidak mempan Ya seolah-olah sementara Eh kalau melihat memantau dari eh kementerian dan kemudian krisis ekologi yang akhirnya 35 TPA ini juga akhirnya terbakar karena suhu udara yang semakin meningkat rasanya gimana ya Bu ini mencari solusinya begitu ya ini kegalauan-kegalauan yang kalau bisa seperti di Surabaya memang sangat puji tuhan Alhamdulillah Tetapi bagaimana ini menggerakkannya begitu ya sangat berat dan alot kami itu saya inisiator yang mendirikan sebuah lembaga namanya pepuli Bu pemerhati peduli lingkungan hidup Ya memang tidak signifikan kami teriak-teriak 20 tahun begitu ya tetapi ya memang ada sih perkembangan tetapi ya tidak sesuai dengan ee jumlah sampah yang meningkat misalnya tahun 2004 itu Jakarta hanya 6.000 ton Bu per hari i Sekarang kan sudah 7.500 walaupun sudah banyak penggiat sampah tetapi oyak-oyakan istilahnya dengan jumlah sampah yang ada begitu ya jadi eh rasanya juga Jengah kita Saya misalnya seperti Ibu katakan ya bawa kontainer sendiri belanja Gitu ya saya kalau beli ayam ya bawa kontainer sendiri bawa kantung kersek bekas sendiri ya bekas-bekas apa tuh Ee plastik-plastik yang ada di rumah atau bekas kotak apalah yang kita bawa terware gitu untuk belanja tapi itu hanya satu bahkan tukang sayur aja bilang ini yang belanja di ee kluster saya ya cuman Ibu Purwanto kalau Mamak nama eh suami ya Ibu Purwanto doang jadi ibu-ibu juga hanya ngetawain Saya bilang kamu jangan kasih kantong kresek Sudah stop aja biaran kan Cum kan di depan rumah tinggal mereka angkut gitu Bu mereka enggak mau tapi memang greget demi greget gitu ya Iya saya sedih sekali ketika di Jogja itu saya takut mereka lari-lari ngejar naik kelindis barang itu loh kan itu kan ngeri ya karena dulu tuh Saya pernah mendengar kasus dulu waktu itu ada Romo sandiawan ya seorang Romo Katolik yang juga mendampingantar Gebang bagaimana anak-anak itu tengah malam jam pagi ngejar ngejar truk itu dan akhirnya memang kelindes Nah inilah yang saya sampai saat ini pun ingat ya bagaimana cerita itu terjadi Apakah pemerintah ini ya saya juga bingung bagaimana itu Bu solusinya dan ibu sudah mencoba juga memberi edukasi ke tingkat DPR dprdnya semuanya gitu tapi tidak ada move on ya repot nah yang kedua adalah tentang eh materi yang Ibu sampaikan barusan tentang bagaimana juga IPR ya saya mengikuti juga hanya 15 perusahaan Bu sampai saat ini loh bu dengan peta jalan yang sudah dibuat sekian tahun yang lalu jadi Aduh ini kita akan memulai dari mana begitu ya Bu Saya bingung ya saya saya Nyun mungkin ya pengarahan atau kita saling mendukung dalam progres saya di RT sedang nanti senin akan rapat membuat bank sampah baru itu juga saya berjuang berjuang juga karena selama ini saya sendirian Juga misalnya saya membuang sampahnya saya undang Bang sampah yang dari luar teman saya juga penggiat-penggiat dan akhirnya sekarang sekitar 20-an 25 warga dari kluster yang sekitar 125 orang dan sudah seperlimanya ing membuat dan Senin kami akan berbicara banyak untuk akhirnya minta izin kepada lurah untuk membuat Bang sampah itu saja semoga ini menjadi greget bersama untuk kita berjalan bersama-sama move on dan ibu juga jangan lelah untuk mengedukasi sehingga memang kalau tanpa gerak bersama ini akan susah lima aspek kelembagaan yang dibuat oleh Bu Sri bebasari yang mendorong undang-undang Indonesia juga akhirnya ya itu seperti angin lalu saja ya padahal itu peluang juga kalau misalnya kita mau interpersip dan sebagainya di bidang sampah itu saja Bu ya Terima kasih Bu Maria ya ya langsung saja Bu ini memang ini ada tim dari kampus Bu tim UGM yang sedang bekerja dengan pemerintah daerah di tingkat di Jogja ya di provinsi maupun di kota Jogja meskipun kami ini Senin depan mau diskusi juga karena sang gemes ini bu ini sudah ter ini loh Pet petanya sudah kita buatkan ini tapi kok tapi memang kalau kalau melihat tadi memang memang tadi Kalau saya bicara sampaikan tadi komitmen dan kepemimpinan itu kan enggak hanya di level formal ya yang bisa saya itu masih bisa sangat berharap pada kepemimpinan yang di tingkat informal yang bahasanya local Hero tadi ya pejuang-pejuang di tingkat lokal yang itu eh tadi ya diawali dengan 20 orang dalam satu Dusun mungkin engak banyak bahkan di desa tanggung Harjo di Bantul yang sudah punya apa Eh boomdes itu saja dari peserta apa membernya anggotanya warga yang mau mendaftar itu barum ada separuhnya H padahal sudah sejak tahun 2012 Duh ya memang tantangan berat Iya kan tantangan berat apalagi kalau di pedesaan di wilayah pedesaan seperti di Bantul itu kan lahan untuk menimbun membuang di halaman itu kan masih ada beda dengan yang ada di kota Jogyakarta yang Ya lahannya sudah sempit itu jadi memang seperti ya kalau saja virus kebaikan mengolah sampah itu seperti virus Corona kita senang yaadi kan langsung gitu semuanya kenaasa itu tapi Eh kalau yang saya nanti apa selain bergerak juga di level langsung membuat kebijakan di eksekutif dan legislatif itu juga kemudian e bergak di level masyarakat memperkuat daring memperkuat Eh tadi Eh ya jaringan tadi misalnya Bu Maria Saya kira nanti bisa diskusi juga dengan Pak hijrah karena beliau ini di asos apa jaringan pengolah sampah Mandiri di Jogja itu sudah ada ibuiri itu di tingkat kota ada di Kabupaten Sleman ada di tingkat provinsi juga ada Kalau di provinsi Kalau tidak salah ketuanya Pak Bambang itu yang eh Bang sampah gemah ripah di bant G nanti saya NY nomor telepon Ibu ng saya ke Jogja nanti kita ketemu nah ng jadi saling berjejaring saling mendukung sehingga kemudian apa ya geraknya memang harus karena yang diubah di sini Bu kalau kalau istilah software ya kalau membuat kalau teknologi itu kan e hardware ya perangkat keras tapi yang mau kita ubah itu salah satunya juga software dan itu butuh di ee perlu ada dalam edukasi perlu ada di dalam Kurikulum perlu ada di dalam ceramah-ceramah yang ada di masjid yang ada di gereja yang ada di pura yang menjadikan bahwa kita itu beneran loh punya tanggung jawab terhadap lingkungan sebagai manusia kita harus menjaga lingkungan kalau kita ingin tetap Lestari sampai ke depan untuk anak itu gitu tapi justru berterima kasih Bu Maria sudah apa bersedia untuk menginisiasi di wilayah kita perlu banyak banyaklu banyak seper seperti iu Mar ini Diel ibu- dari atas IB dari bawah betul betul saya dengan Buin juga ada kontak ibu dirj dan saya lihat beliau sudahan ke putrinya Kanjeng ratunya di sana untuk pendekatan juga gitu tapi saya tidak tahu juga selebihnya Itu kebijakannya akhirnya Seperti apa karena tidak ada perubahan ya wong saya ke sana ya masih begitu saya lihat di pasar masih seperti itu masih seperti Oke begitu saja Bu Matur sembahun semoga dari tingkat ilmiah e saintis ilmuwan ini juga bisa mendorong pemerintah juga karena pemerintah saya lihat mengikuti juga punya kesulitan untuk mendorong terutama sama perusahaan ya dari masyarakat juga punai kesulitan tetapi ee sudah mulailah banyak penggiat-penggiat LH gitu walaupun tidak sesuai dengan jumlah sampah yang ada tetapi perusahaan ini yang kan perusahaan e industri yang menghasilkan kemasan itu banyak banget Masa dari sekian ribuan jutaan itu hanya 15 yang berkomitmen ini Bu mungkin eh teman-teman UGM para ilmuwan itu bisa mendorong juga memberikan apa ya dokumentasi apa Pernyataan ilmiah begitu untuk didorongan sehingga peta jalan ini bisa jalan juga mengaten Bu Matur sembah nuuhun ini kok saya jadi Nun Sewu Matur sembah nuuhun Ibu ngih Monggo silakan dilanjut baik Eh bisa boleh saya lanjutkan lagi benar ibu I silakan Mbak Eh eh untuk peserta yang ingin bertanya melalui langsung mikronnya bisa untuk bisa dulu akan tetapi eh kita masuk ke pertanyaan yang terlebih dahulu sebelum pertanyaannya pertanyaan dari ibu yaitu sumber sampah sejauh ini paling banyak memang dari rumah tangga teritahan atau lain yang menghasilkan sampahood dalam jumlah yang cukup tinggi seperti pasar hotel restoran rumah sakit dan industri dan malah Saya lebih sering melihat pengelolaan sampah seperti bank sampah atau penggunaan bsf di tingkat masyarakat dan belum banyak di tempat-tempat yang saya sebutkan tadi Walaupun memang sudah ada beberapa yang melakukan pengelolaan sampah eh kemudian eh sudah pertanyaannya Sudah adakah upaya khusus terutama darbijakanem terkait pengelolaan atau Penanganan pada instansi yang menyumbang sampah cukup yang menyumbang sumber sampah cukup banyak jadi mungkin ke depannya tanggung jawab bukan lagi di TPA namun dari penghasil sampah atau dari hurunya terima kasihikian Ibu Ya terima kasih pertanyaannya ibu atau mbak PR ini jadi kalau untuk apa regulasinya itu kan selalu mengatakan Sampah rumah tang atauenahumahang ya dan sejenis tambah rumah tangga itu termasuk dari pasar hotel restoran rumah sakit dan industri tapi kalau untuk rumah sakit dan juga industri nanti akan ada pengaturan yang lain karena sebagian besar itu sahnya termasuk limbah berbahaya ya D3 yang itu sudah ada aturannya tersendiri untuk mengatur itu kalau untuk limbah B3 itu misalnya eh tidak boleh dibuang ke TPA malahan jadi dia harus dibawa dan diangkut ke tempat pengolahan khusus di Jawa di Pulau Jawa itu Kalau tidak salah hanya ada dua tempat ya jadi harus ba sana itu yang perlu diawasi justuh kontraktor yang mengangkut sampahnya ya karena nakalnya basanya di situ tahu-tahu dibuang di jalan diambil ee kontraknya dibuang ke tempat pengolahan limbah B3 tapi ternyata dibuang di sungai dibuang di ee tempat sembarang tempat itu kemarin kan ada berita di media juga ketemu ya apa sampah bekas suntikan bekas itu diterim itu hal yang lain kalau industri juga industri-industri kimia itu sudah harus diolah sendiri itu ada peraturannya tapi untuk pasar pasar misalnya pasar itu karena sebagian besar pasar itu dikelola oleh pemerintah daerah maka kemudian penanggung jawabnyaintah daerah yang bisa dilakukan adalah mendorong agar pedagang pasar dan juga konsumen atau warga yang menggunakan fasilitas pasar itu melakukan pemilahan seingga nanti proses pengangkut ya akanudah dan untuk hotel dan restoran ini memang kalau regulasi nasional saya belum melihat ada aturannya tetapi saya kemarin sempat Eh lihat itu di Kabupaten bianyar di Bali Itu ada saya lupa setingkat Perda atau baru eh SK Bupati ya yang mewajibkan ee pemilik restoran itu untuk memisah memilah sampahnya dan nanti akan secara terjadwal diambil oleh pemerintah Kabupaten sampah organiknya untuk diolah menjadi kompos di fasilitas rumah-rumah kompos atau pat daur ulang khusus untuk sampah organik yang dimiliki oleh pemerintah daerah jadi ada inisiasi-inisiasi seperti itu yang sudah muncul tapi memang belum banyak sehingga perlu kita bantu kampanyekan juga itu maksudnya Ya kalau Bapak Ibu mas mbak di sini mengikuti teman-teman pandawara ya melakukan ee pembersihan di sungai ya kita ikut viralkan kita ikut up gitu bahwa ada kelompok masyarakat yang melakukan itu eh terlepas dari kalau pandawara itu ya fokusnya kan jadi healer ya sampainya sudah tercipta gitu sudah ada dibersihkan yang penting memang tadi ya apa membersihkan sampahnya Iya kita perlu dukung dan juga viralkan pada saat yang sama tadi upaya-upaya daerah yang sudah berhasil ya mari kita sama-sama ee kampanyekan menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan sah sehingga kemudian daerah yang lain itu atau komunitas yang lain B mengatan Oh ternyata memungkinkan ya untuk melakukan eh pengolaan sampah dimulai dari situ ya Dan saya sangat setuju bahwa ke depan memang bukan TPA karena TPA itu dari sejak tahun 2008 itu Eh istilahnya sudah singkatannya sudah tempat pemosesan akhir jadi hanya residonya saja ya artinya apa yang dari depan itu sudah ada re recycle itu sudah dilakukan dulu baru nanti residya ke PPA begitu mbak baik eh terima kasih kepada Ibu selanjutnya saya persilakan kepada Bapak yang tadi sudah Meris untuk untuk bisa menyampaikan pertanyaannya kepada bapak Faid mungkin masih ada dalam Zoom ya Selamat siang Bu ye bisa didengar suara saya sudah Pak Oke Sebenarnya saya ee tertarik sekali dengan ee tema pelatihan ataupun training online pada siang hari ini Bu khususnya terkait optimalisasi aspek kebijakan dan regulasi dalam sistem pengan sampah itu sendiri tadi juga saya sekali dengan eh apa yang sudah dilakukan oleh ibu sendiri terkait pendampingan ataupun posisinya memfasilitasi eh pembuat kebijakan ataupun dari sisi eh pemerintah sendiri dalam mengawal atupun mengimplasi kebijakan itu sendiri yang sebenar Saya ingin tanyakan itu seperti ini Bu kan tadi ibu terakhir menjelaskan terkait komitmen politik gitu ya Bu Adakah langkah untuk kita sebagai warga negara maksudnya warga biasa gitu dalam merespon ataupun posisinya meningkatkan komitmen politik tersebut gitu eh Ketika kita melihat beberapa aspek contoh tadi dari beberapa e implementasi pengelan sampah gitu itu kan dari sisij peraturan pemerintahan daerah sendiri itu ada aktor-aktor Yang menaungi atau paling enggak eh meregulasikan dari wilayahnya sendiri itu dalam bentuk kebijakan gitu tapi bagi beberapa daerah itu kan belum bisa menerjemahkan hal itu gitu karena eh yang saya lihat jadinya dari apa yang kebijakan dalam peraturan itu sendiri itu dengan problem yang ada di wilayah itu kadang tidak match sehingga menurut saya eh apa ya dari sisi aktivitas pengolan sampah itu sendiri itu tidak terlalu eh al karena ternyata aspek di sektor arealnya itu tidak terintegasi gitu Bu itu sih mungkin lebih Bagaimana sih kita mrigger komitmen politik kalaupun posisinya eh Apakah kita harus tetap menunggu ketika Posisinya itu dari sisi ebuknya ataupun posisinya belum ada Apakah ada langkah lain apakah hanya menunggu gitu sebagai warga negara Terima kasih I Mat nuun Pak jadi Eh bagaimana memulai dari warga negara ya Kalau tadi sebenarnya kalau kita bicara Jadi gini pelayanan pemerintah itu salah satunya menjadikan itu bisa baik atau tidak Itu salah satunya adalah ada atau tidaknya Kuat atau tidaknya tuntutan dari warga terhadap isri tersebut Mengapa kemudian pemerintah memperhatikan sektor kesehatan dan pendidikan itu dan kemudian an bahkan didorong di dalam undang-undang dasar kita bahkan undang-undang dasar yaitu konstitusi itu sudah menyebutkan anggaran pendidikan 20% anggalan kesehatan 15% itu ada ya Nah kenapa karena semua orang sadar semua orang tahu semua orang paham pentingnya kesehatan dan karena itu kemudian agar sampah ini ituu sampah menjadi Apa bahan bagi membuat kebijakan untuk membuat kebijakan mengolah sampah yang lebih bagus maka tuntutannya itu yang kita besarkan Bagaimana ya tadi dengan menularkan ide-ide ini ke warga sesama warga mengajak sesama warga kalau ada akun Twitter akun X itu ya ngetweet soal itu di media-media sosial memainkan itu ituu kemudian berjejaring dengan teman-teman yang ada di LSM teman-teman yang ada di organisasi-organisas keagamaan Saya kira seperti Muhammadiyah NU kemudian lembaga-lembaga ee berbasis agama yang lain itu ada bagian yang apa menangani isu lingkungan dan di dalamnya ada isu S jadi itu bisa kita ajak untuk berjejaring kita ajak diskusi kita ajak ngobrol untuk memperkuat tuntutan Terhadap isu ini kepada pemerintah Kara sekali lagi kalau tidak ada enggak bisa ini teman-teman di level nasional para aktivis sudah mulai mendorong ada kebijakan ee munculnya kebijakan yang mewajibkan pemerintah daerah mengalokasikan paling tidak Kalau tidak salah angknya antara 3 sampai 5% dari APBD untuk pengelolaan tapi ini juga masih berjuang jadi teman-teman di tingkat pusat masih masih berjuang untuk menggolkan kebijakan itu Ya Masih masih belum banyak yang mau karena karena ya tadi Kalau bicara ya berhadapan dengan isu sampah itu bahkan kampanye kampanye calon Bupati calon walikota calon gubernur calon anggota dewan S enggak pernah kita dengar ya punya slogan atau punya kampanye pilih aku tuntas sampahmu Nah itu kan kita enggak enggak melihat itu ya jadi jadi salah satu yang bisa kita lakukan tadi adalah memperkuat eh virusnya ini biar nularnya lebih cepat dan kemudian ya bergerak dari dari kita dari lingkungan kita kecil tidak apa-apaat laun karena sekali lagi yang kita ubah itu adalah kultur dan tujuannya adalah tadi Biar tentutannya semakin kuat harapannya pemerintahnya juga akan bergerak semoga menjawab baik Eh bagaimana bapak Apakah sudah puas dengan jawaban dari ibu Sudah Mbak tapi mungkin Boleh tambah sedikit Mbak Oke Eh iya Bu benar sekali sebenarnya cuman kan eh maksudnya gini menyayangkan Kebetulan saya sendiri sebagai pelaku ini sih Bu Eh lebih ke private sektor dan juga ngo terkait praktisi sebenarnya sebenarnya kan eh beberapa daerah treatment arealnya kalau tadi ibu nyebutin juga kenapa di Surabaya itu bisa terintegrasi sebenarnya kan dari permasalahan contoh ibu yang seharusnya kan kalau saya melihat Sebenarnya ada beberapa daerah yang integasi informal sektor itu menurut saya sangat penting perlu karena melihat bahwa ketika kita compare data di beberapa per di daerah gitu sampah dari sektor pemerintahan sektor informal itu sektor informal gitu cuman kan dari data ini sendiri kan tidak terintegasi ini gitu beberapa daerah kalau Des Timur kebetulan B saya itu di Jawa Timur di Jawa Tengah untuk Jawa Timur kenapa tadi sesimpel di Surabaya itu informasi tol yang awalnya pemulung itu bisa terintergasin jadi pasukan or salah satun contoh itu kan membuat akhirnya masyarakat juga akhirnya terelaborasi gitu Bu dalam penyelesaian permasalahan sampah di kotanya itu sendiri gitu sebenar beberapa daerah sendiri itu banyak pemuda-pemuda atau bahkan penggiat-penggiat lingkungan yang mau ikut urun cuman beberapa kapasitas bisa saya katakan seperti itu karena memang akhirnya tidak ada ruang untuk mengkolaborasikan hal itu gitu ehimpel kayak contoh sekarang yang lagi berjalan itu di Semarang itu kan lagi membuka terkait integrasi semua bank sampahgasin ke pemerintah gitu tapi di situ juga kan ada kendala untuk pengumpulan wisnya Seperti apa ini kan dalam regulasi pun eh untuk an outputnya sampah itu nanti Seperti apa itu belum banyak yang mengarahkan seperti itu baik itu di level pem eh dari Sis kebijakan seperti itu sehingga otomatis hal-hal yang menyangkut terkait ofer dan lain-lain itu seolah-olah jadinya kayak disertaakan e dilemparkan ke offer melihat ketika itu di ofer yang itu bisa notab nanti perusahaan dan lain-lain itu adalah kayak keahlian ataupun posisinya komitmen lagi kembali lagi untuk jaring ke sektor-sektor private ataupun sektor-sektor swasta yang bisa menjenjaringkan gitu dan kemampuan itu kan sebenarnya Enggak semua sektor dari sisi pembuat kebijakan ataupun posisin aparat yang kebetulan memangku kepentingan untuk pengelaan sampah itu mampu sehingga otomatis ada beberapa daerah yang memang bisa berkembang dengan salah satunya link-link aja jaringnya tadi ada yang tidak ataupun stak gitu lah beberapa daerah itu Akhirnya akhirnya ketika posisinya dari sektor swasta Saya mihat e sebagai ngo gitu itu bagi sektor kalau contoh eh di Semarang aja gitu pengumpulan sampah plastik ataupun eh apa single layer plastik pun sebenarnya sudah ada offernya gitu di sektor swastanya ibu dan sejaringnya sebagai dari kalaupun botol masuk ke recycling apa company dan posisinya dari sisi E dan juga yang lain itu banyak makanya ini yang sebenarnya pengin kita mulai ajukan ke sektor pemerintah tapi akhirnya sektor pemerintah seolah jadinya eh oke MOU gitu tapi posisinya kalau yang kita harapkan sebenarnya integrasi dari perolehan data sampah yang keserap dari daerah tersebut kan kalaupun posya dikonversikan di sisi daerah tersebut kan itu menjadi pencapaian sebenarnya bu ya ngomongin ketika posinya plastik kredit gitu capaian dari sebuah daerah itu mengelolah sampah tapi seolah-olah jadinya itu hasil pengolan itu masuk di sektor priv aja Bu di sektor ng itu makanya Sebenarnya saya sedikit kayak i data siipsn gitu itu kan B data ketika kita mengintegrasi jumlah penduduk dalam suatu naungan wilayah gitu dikalikan dengan kah tadi ibu Sebutkan 0,4 bagi daerah yang Desa ataupun 0,7 bagi daerah yang Urban gitu itu kan tinggal dikalikan sampahnya seberapa dan juga masuk yang ke pos-pos TPA eh tps3r ataupun posnya ke bank sampah berapa persen baru masuk ke TPA m of di daerah Urban seperti itu Sedangkan sebenarnya di sektor informal yang kebetulan ada daerahnya baik itu mulai lapak pemulung terintegrasi sektor informal ataupun private itu sebenarnya data yang terolk itu juga banyak gitu cuman data itu tidak tersandingkan atau tidak tersandingkan Dan terinput di pemerintah itu sendiri gitu Bu itu makanya yang tadi saya agak gemes tuh ketika sebenarnya itu kan potensi ya Bu ya ketika posisinya di daerah juga ada tuh ketika itu bisa kayak paling enggak dikasih ruang digandeng gitu mereka kan tidak mengharapkan keuntungan juga tapi paling tidak kan dengan Sisi kebijakan itu yang menggandeng harapannya Masyarakat khususnya di daerah tersebut akan jauh lebih terapproach ataupun jauh lebih terpaparlah terkait gerakan masif seperti itu gitu karena ketika kita pun posisinya juga ada dengan kayak pandawara dan lain-lain dengan kampain via sosial media dan lain-lain gitu Tapi kan beberapa masyarakat di daerah tersebut ataupun di daer suatu daerah itu kan tidak mengakses up to date itu gitu Bu makanya sebenarnya langkah yang nyata di daerah mereka itu kadang akan terkendala berdasarkan visi misi ataupun posisinya komitmen politik di ee ataupun pelaku yang mengambil ataupun menjalankan kebijakan di daerah tersebut itu sih Makanya tadi aku merasa bahwa gimana sih sebenarnya selain kayak memberikan eh kontribusi untuk bisa terintegrasi Sisi kebijakan si gitu Itu karena menurut saya menjadi kunci untuk integr antara gerakan masyarakat ataupun ee dari hulu ke hilir ini menurutu kuncinya tetap di sektor maksudnya kuncinya tetap di di diis kebijakan itu makanya tadi aku merasa gimana sih sebenarnya untuk untuk mengintegrasius gitu melihat daradi tadi juga ada gerakan-gerakan bank sampah itu kan sebenarnya masif ya cuman ketika itu bisa terintegrasi atauupun tounding Dar kebijaan ataupun paling enggak diadop diadopsi oleh kebij kan menurut saya akan jauh lebih eh mesage-nya dan pesannya akan jauh lebih besar saya ibu termasuk juga itu edukasi masyarakat di daerah kita Makasih banyak ibu oke terima kasih kalau saya yang sudah apa bnya Saya tahu ada asosiasi pengusaha daur ulang sampah ya yang ee apa yang bergerak di isu itu dan saya kira Setahu saya ini mereka juga kerja sama dengan pemerintah terutama untuk memperkuat rantai rantai daur ulangnya karena memang kalau kita lihat kondisinya ee pabrik daur ulang atau pusatpusat daur ulang pabriknya itu sebagian besar ada di pulau Jawa misalnya itu masih belum seimbang sehingga misalnya teman-teman yang ada di Maluku ada di Mataram itu mau melakukan pengumpulan sampah itu harga jualnya itu tidak cucuk ya kalau bahasa Jawa tidak sepadan kemudian dengan ongkos logistik mengirimkan sampah dari pulau la itu ke yang paling dekat kalau enggak di ke Bali yang ngirimnya di di Gresik atau di di Jawa Timur itu jadi kita memang masih punya problem itu sehingga ya kalau untuk itu saya memang jujur saya belum pernah melakukan riset yang terkait betul ya dengan itu bagaimana mengintegrasikan tetapi yang saya Se lagi yang saya tahu ada asosiasi daur ulang pengusaha darur ulang plastik yang kemudian bekerja sama dengan pemerintah termasuk pasok anu ya menginput data ya berapa sih yang mereka bisa bisa kumpulkan dan berapa yang bisa dijaw ulang itu kemudian Datanya ada di memang mungkin tidak disn tapi ada kementerian perindustrian ya itu juga ada Jadi ini satu tantangan lagi karena data-data terkait dengan tata kelola sampah itu masih masih ada di banyak tempat termasuk kalau mau mengatur eh perusahaan untuk cip tadi soal desain misalnya itu kan pelaksanananya ada di kementerian perindustrian yang bisa mengawasi kita sekali lagi pr-nya memang masih banyak G soal itu itu Mbak sainya baik eh terima kasih Ibu nzizah Atas jawaban yang sangat luar biasa sekali selanjutnya kembali ke pertanyaan yang dilide ya Ibu ee pertanyaan dari ibu dari TPS TPS 3R onput Jaya Morowali Apakah ada kebijakan terkait penetapan iuran yang dapat diberlakukan kepada masyarakat melalui TPS 3R karena selama ini yang saya ketahui hanya ada peraturan atau kebijakan menyangkut retribusi sementara perhitungan retribusi berbeda karena retribusi menghitung pengangkutan sampah bukan penjputan sampah dari sumber menuru TPS 3R dan apakah pembuangan residu dari TPS 3R perlu membayar retribusi ke TPA dan catatan TPS 3R sendiri yang mengangkut sampah residen menuju ke TPA Demikian ibuziz Ya ini mungkin aspeknya eh senya sangat teknis ya tapi memang ada permen dagi Nomor 7 Tahun 2021 yang mengatur tentang tata cara perhitungan tarif reribusi untuk pengolaan sampah yang dihitung memang ini di tpa-nya ee atau mungkin saya bacanya belumepat Ya tapi menghitung Berapa sih biaya atau retribusi yang bisa di tarifnya itu berapa angkanya itu ada banyak sekali komponennya ada timbulan sampahnya jenis sampahnya jarak dari apa kalau wilayahnya dekat dengan TPA dengan jarak yang wilayah dengan TPA ada ada banyak sekali komponen di dalam apa penghitungan tarif itu yang itu kalau dihitung betul sebenarnya itu jauh lebih besar dari retribusi yang dibayarkan selama ini sehingga bahkan untuk retribusi pengangkutan dari Apa kisi pembuangan sampah di TPA itu pun tidak dilakukan karena alasannya nanti kalau itu dihitung betulan tarifnya naik nanti kan selama ini yang membuang ke TPA itu kan kalau tidak truk sampahnya milik Pemda ya truk sampah milik swasta atau milik komunitas yang EE sudah terdaftar dienda kan gitu bayarnya yang bayar tadi biaya retribusi itu kan truk sampahnya ini sampahnya ini dia akan datang truknya dibawa masuk ke tim penimbangan di TPA dihitung berapa ton kemudian dia bayar nah pembayarannya itu sebenarnya ada tata cara penghitungannya yang kalau sekali lagi kalau dihitung beneran Kalau DIY itu enggak di DIY pernah diangap 24.500 per ton ya Jadi kalau satu truk bawa 5 ton cuma bayar r.000an murah banget Saya pernah tanya Pak kokak benan legistif itu tidak legisnyaa gak mau kehilangan suaraak mau tes harga ya Jadi ada situ Itu yang pertama kemudian yang terkait dengan retribusi pengangkutan nah sepanjang yang saya tahu kalau untuk yang selama ini dibayarkan oleh warga kepada pengelola jasa angkutan yang ngambil entah itu lewat karang taruna entah lewat Desa itu baru yang dibayar itu sebenarnya biaya angkut dari rumah sampai ke tp-nya ke tps-nya ya nah saya tidak mungkin nanti sama pengelola TPS itu kalau tps-nya milih bom misalnya Kalau residonya olehom dibuang ke TPA kan pengolah boomdesnya ini harus bayar ke TPA itu pasti akan diolah dari eh biaya yang dibayarkan oleh wargauran yang diterima oleh warga sehingga misalnya ada pengusaha pengangkutan sampah Saya punya 1000 nasabah nasabah 3000 maka per bulan saya dapat kurang lebih R juta maka dari komponen R juta itu saya akan alokasikan tadi untukembang sampah sepa dengan tarif sekian ratus ribu per ton itu akan saya bayarkan dari ini tapi kalau yang dibayar di level warga itu ya masih ya sebenarnya baru tarif jadi pintar-pintarnya pengelola CPS 3R atau yang punya jasa angkutan ini untuk menghitung operasional cost dari dari pelayanan yang dia berikan ya jadi jadi dan pada saat yang sama tadi sebenarnya yang dibayar oleh warga itu baru ngangkutnya belum ngolahnya Kalau ngitungnya beneran ngolahnya mungkin ya Ee industri daur ulang itu kan sebenarnya bukan industri yang murah ya minimal dia butuh air untuk mencuci sampahsampah daur ulang yang masuk ke dia Dan untuk air kalau sumber airnya dari PDAM itu Bayar Kalau bayar kalau sumbernya dari air tanah dengan kedalaman tertentu dia juga harus bayar retribusi atauzin ke Penda belum lagi listriknya belum lagi fas-fas lain yang yang tadi sebenarnya sekali lagi biaya daur ulang itu atau biaya mengolah sampah itu lumayan juga ya Sehingga kemudian ya pengol tps3r bisa menghitungkan biaya pengangkutan dari rumah warga ke tps3r tapi jangan lupa dari komponen itu perlu juga menambahkan biaya pengolahannya setelah sampahnya sampai di tps3r yang berbasis komunitas tanpa ada dukungan dari pemerintah ya dihitung kalau di sana ada pegawai sekian pegawai butuh bayar listrik butuh bayar yang lain-lain operasional costnya berapa ya itulah yang kemudian dibagi dan dibagi jumlah apa anggotanya yang ikut masuk pengangkutan sampah di situ yang ketemu angka itulah angka yang sebenarnya harus dibayar oleh warga biar pengolola TPS 3nya tidak rugi bisa sustain jadi eh itu ya Saya kira untuk eh regulasinya belum ada setiap pengusaha kayaknya punya kebebasan sendiriendiri makanya ada yang bayarnya kalau di tempat saya itu ada yang langganan bayar r.000 ada yang 25.000 karena itu tergantung pada ee apa namanya penyedia jasanya masing-masing dalam hal ini misalnya di Kabupaten seman itu belum ada ee yang mengatur tentang semacam retribusi atau iuran Kang kota sambah itu malah belum ada jadi Maaf Bapak Ibu sekalian mungkin Eh ibu n azizahnya ini terkendala oleh sinyal sehingga ee keluar dari ruangan Zoom e baik Bapak Ibu sekalian Ee Kita tunggu untuk beberapa menit depan menunggu Ibu Nur aizah untuk kembali masuk ke dalam ruang zom Baik Ibu Azizah ya mohon maaf terlempar lagi ini Baik Ibu yuk lanjut silakan Mbak baik eh lanjut kepada lanjut ke slide yang selanjutnya pertanyaan dari ibu Fajrin dari penetapan undang-undang tentang sampah tahun 2008 sangat kurang sosialisasi dan edukasi keluarga pertanyaan pertama apa ada daerah yang berhasil merubah mindset atau budaya masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah Kemudian yang kedua aturan terkait pembatasan produk plastik terkesan tidak tegas termasuk pengelolaan hasil kemasan oleh produsen hanya di Pulau Jawa apa ada solusi yang lain untuk hakan produsen kemudian yang ketiga Kenapa belum ada aturan yang mewajibkan masyarakat untuk memilah dari rumah karena sudah ada mungkin ada daerah yang bisa jadi contoh demikian ya Eh Apakah ada daerah yang berhasil mengubah mindset budaya Kalau 100% mungkin belum ya yang tadi saya sampaikan bahkan ada di level Desa saja Ya ada apa namanya eh boomdes dravel desa yang sudah berdiri sejak 2012 sampai hari ini warga yang ikut masuk ke dalam apa boomdes ikut mengakses layanan yang disediakan oleh buomdes itu pun belum 100% dan dari yang mengikuti itu pun tidak semuanya mau memilah terutama tadi yang saya sampaikan Kalau merasa padahal sudah ada aturannya ya p kalau mau Milah ee yang organik itu diambil gratis yang kertas sama kardus itu kemudian di dibeli oleh pengelola bungkes yang sehingga yang dihitung hanya yang resido sementara kalau enggak mau Mila ya dua kali lipat bayarnya ya tapi ternyata itu itu pun juga masih ada ada warga yang enggak usah memilah karena saya bayar dua kali lipat pun saya mau duitnya saya punya nya gitu ada yang seperti itu jadi memang kalau kaitan dengan mengubah budaya kalau dari ceritanya Bu ee bebasari Buci yang di itu beliau cerita pernah cerita ke saya kalau Jepang itu mengubah mindset itu butuh tahun memang lama ya karena mengubah yang ada di kepala di dalam kepala kita mengubah yang ada di kesadaran kita yang itu akan kemudian menjadi cara kita berpikir cara kita berkomunikasi cara kita menularkan kepada generasi penerus kita itu ya akan seperti itu sehingga kemudian kalau memang tidak dimulai dari sekarang ya kita engak akan sampai ke mana-mana soal itu kemudian yang kedua terkait pembatasan produk plastik ini memang yang didorong untuk membuat kebijakan itu levelnya di pem masing-masing kalau eh saya sebenarnya apa ada datanya tapi kalau saya buka data waktunya terbuang ya untuk diskusi ini jadi sampai dengan tahun 2021 atau 2022 itu sudah ada hampir ya seratusan daerah yang sudah punya peraturan pembatasan ee penggunaan pasti sekali pakai termasuk Surabaya Kemudian beberapa wilayah di Bali dan beberapa wilayah di luar Jawa itu sudah punya tapi kan ini pengawasannya yang susah kalau ee apa penerapannya itu di misalnya di toko-toko rtail atau di toko-toko sual yang besar itu mudah kan yang Suah itu kan di pasar pasar tradisional malahan yang susah itu kan di warung-warung kelontong di dalam di di sekitar kita itu Penggunaan plastik beli tomat satu di plastik sendiri beli wortel satu di plastik sendiri dan itu kan terkait apa namanya ya karena saking murahnya plastik ya lobinya lobinya perusahaan plastik kepada pemerintah itu kan juga kencang itu waktu tahun 2018 Kalau tidak salah itu em kod Bandung itu mau membuat peraturan pembatasan penggunaan sterofor yang lobi untuk tidak jadi untuk kebijakannya itu tidak dilaksanakan dan tidak tidak jadi bahkan dibatalkan itu ya perusahaan-perusahaan yang menggunakan steroform sebagai eh kemasan ya salah satunya Ind punya pop misalnya kalau dia ggak boleh pakaiof ya gimana dia wadahi atau perusahaan-perusahaan yang lain jadi memang eh tarik menarik antara Kepentingan lingkungan dengan kepentingan ekonomi itu terlalu besar ya Sehingga kemudian ya balik lagiitmen pemimpinnya ini mau memilih yang mana mau ya memilih yang mana milih yang condong ekonominya tapi tidak memperhatikan lingkungan atau memperhatikan lingan tapi tidak memperhatikan ekonomi atau Ma solusi Seperti apa Nah memang aturan yang wajib kemudian yang ketiga aturan yangwajibkan untuk memilah eh belum ada undang-undangnya menyebutkan partisipasi ya jadi belum ada eh di di Bali itu sudah ada aturan mengolah sampah dari desa yang salah satunya ada ee disebut untuk memilah dari dari warga tapi lagi-lagi kan Aturan itu repot eh bukan repot Aturan itu nanti eh tantangannya kan diimplementasi Ya karena mengawasi rumah tangga itu juga butuh effort gitu eh kadang antara tangga satu dengan sebelahnya aja enggak tahu tentangganya Milah apa enggak itu kan enggak tahu atau ya jadi hal-hal seperti itu Eh ya untuk ibu ya ibuadrin Ya baik eh terima kasih kepada Ibu nurizah atas pemaparan jawabannya baik demikian tadi pertanyaan dari Bapak Ibu sekalian sekaligus menjadi pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab kita pada training online kita hari ini sebelum mengakhiri training online ini Izinkan saya untuk menyampaikan kepada Bapak Ibu sekalian bahwa kami dari proek Indonesia yang bekerja sama dengan jurusan Teknik Lingkungan Indonesia mengadakan training online selanjutnya yang bertopik optimalisasi aspek pendanaan dan pembiayaan dalam sistem pengelolaan sampah yang Insyaallah akan diisi oleh Bapak Amrizal Amir pada hari Sabtu 28 September 2024 yang akan berlangsung selama du si pukul 0900 hingga 1100 dan pukul 12 hingga 1500 baik Bapak Ibu sekalian selanjutnya saya ucapkan terima kasih untuk pemateri kita pada hari ini yaitu ibu nurzizah yang telah membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan sekaligus sharing bersama dengan Bapak Ibu peserta training online kemudian Terima kasih juga untuk bapak ibu yang sudah aktif bertanya dan mohon maaf apabila ada pertanyaan yang belum terjawab karena waktu kita yang sangat terbatas sekali ya Bapak Ibu sekalian sem Semoga di lain kesempatan kita bisa bertemu kembali dan pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu sekalian bisa terjawab di sesi yang akan datang baik seperti janji-janji seperti janji kami di awal tadi kami juga sudah mengantongi nama-nama pemenang yang beruntung pada hari ini untuk mendapatkan do price untuk bapak ibu yang beruntung untuk mendapatkan dopres dapat menghubungi kontak WhatsApp yaak Bapak Ibu eh berikut ada bapak Muhammad Hafiz Rifai Kemudian Bapak Ganjar ganda Praja dan Ibu Maria S.A warden Eh bisa menghubungi admin butik daur ulang baik Bapak Ibu sekalian yang belum beruntung dapatkan doorpres Jangan berkecil hati ya Bapak Ibu karena di sisi yang akan datang kami akan terus memberikan dpres yang lebih menarik Nah jadi Bapak Ibu jangan sampai ketinggalan acara webinar selanjutnya baik kita telah sampai di pengujung acara Bapak Ibu sekalian dan Alhamdulillah hari ini Baik di sesi satu ataupun sesi dua kita sudah belajar banyak melalui training online dengan topik optimalisasi aspek kebjakan dan regulasi dalam sistem pengelolaan sampah yang disampaikan oleh pemantari kita hari ini yaitu ibu Nur Azizah banyak sekali ilmu yang kita dapatkan pada saat penyampaian materi yang disampaikan oleh pemateri kita hari ini semoga ilmu-ilmu tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua baik Selain itu kami juga ingin mengingatkan Bapak Ibu sekalian untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah kami share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi dan Sekali lagi saya izin mengingatkan Bapak Ibu yang menginginkan materi sekaligus sertifikat dan kemarin belum request dapat mengisi Link yang juga sudah kami kirimkan pada kolom chat terakhir saya ucapkan terima kasih kepada pemateri kita hari ini yaitu ibu n pmsi yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi dan sharing materi bersama kami dari pagi hingga sore hari ini lalu saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak Dr IR hijrah Purnama Putra STM selaku founder dari butik daur ulang Project B Indonesia sekaligus sekretaris jurusan program studi teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia dan juga tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada panitia dan peserta yang telah berkontribusi dan sangat antusias selamat training online ini berlangsung sampai bertemu lagi di training online selanjutnya tentunya dengan tema-tema yang lebih menarik lagi Akhir kata saya selaku MC sekaligus moderator memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memandu acara ini terdapat kesalahan kata ataupun perbuatan saya Sabina Nur Afifah pamit undur diri wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalaikumsalam warahmatull Saya pamit Terima kasih kasih Bu Azizah Terima kasih Mbak sampai ketemu lagi baik ibu terima kasih Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Bu Bapak Ibu semuanya sampai ketemu lagi baik [Musik] Bapak saya NY nomor Bu asisa bolehkah sama nomor admin saya mencoba menghubungi untuk hadiah doorpres Bagaimana ya Eh Baik Ibu Maria bisa menghubungi nomor admin yang sudah tertera ya Baik Ibu Nomornya mana ya baik ee baik sudah sudah masuknya baik Bapak Ibu saya izin untukikan ruang zoom-nya ya