Transcript
Nn89kiYOxSc • OPTIMALISASI ASPEK KEBIJAKAN DAN REGULASI DALAM SPA SESI 2
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0090_Nn89kiYOxSc.txt
Kind: captions
Language: id
baik asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuhat Selamat siang dan salam
sejahtera bagi kita semua kita k lagi di
sesiangaian acara training onl yang
diselenggar
okulangon yangama dengan jurusan tik
lingkungan Universitas
islamones bersama dengan
saya hingga pukul 15.00 Waktu Indonesia
Barat melanjutkan sesi pertama tadi
training online ini mengusung topik
optimalisasi aspek kebijakan dan
regulasi dalam sistem pengelolaan sampah
yang akan disampaikan oleh pemateri kita
yaitu ibu Nur Azizah sip m.si sebelum
masuk ke materi training online kita
saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu
untuk dapat mengisi daftar hadir atau
presensi di Link yang telah admin kami
kirimkan di kolom chat
kemudian Dengan hormat saya meminta
kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk
menonaktifkan mikrofon selama kegiatan
berlangsung supaya kita dapat menikmati
menikmati materi yang disampaikan dengan
baik Bapak Ibu sekalian kami dari
panitia juga melakukan live streaming
melalui YouTube channel kami di Project
B Indonesia Jadi jika selama acara
training online berlangsung ada Bapak
Ibu yang terkendala dalam Zoom tidak
perlu khawatir karena Bapak Ibu sekalian
juga tetap bisa mengikuti training
online ini melalui YouTube channel kami
di proek B
Indonesia Selanjutnya kami juga masih
membuka kesempatan untuk Bapak Ibu
sekalian yang mungkin in ingin
mendapatkan door price spesial dari kami
dapat langsung memberikan pertanyaan
terbaiknya di kolom chat dengan format
nama kemudian pertanyaan yang ingin
ditanyakan dan nanti akan kami pilih
tiga penanyaan terbaik di akhir acara
untuk mendapatkan DP spesial dari kami
lalu bapak ibu juga dapat membuat Story
Instagram semenarik mungkin dan jangan
lupa tag Instagram kami di @prject
Indonesia dan akan kami pilih dua
pemenang Story terkreatif untuk
mendapatkan dprai spesial dari kami baik
tanpa beramalama lagi kita akan langsung
lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi mungkin langsung saja
kami persilakan kepada Ibu Nur Azizah
untuk melanjutkan penyampaian materinya
waktunya kurang lebih sampai pukul
1430 ya Ibu Oke
Baik ee baik Iya tempat dan layar kami
persilakan
Oke ee terima kasih Mbak Safrina
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh waalaikumsalam warahmatah
Saya izin untuk share screen dulu
sudah kelihatan bak mbakbina sudah ya
sudah sudah ya Selamat bergabung kembali
Bapak Ibu eh di sesi yang kedua e untuk
tema opalisasi kebijakan regulasi dalam
peningkatan Tata kolah sampah di
Indonesia
eh jadi saya mau meneruskan kalau tadi
saya sudah menceritakan sesi kasus yang
apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah
kota Surabaya terkait dengan ee
mengelola sampah yang juga diawali
dengan krisis sampah yang mungkin sama
kalau Surabaya punya Kris sampah di
tahun 2000-an awal di banyak kota krisis
sampahnya baru mulai kerasa 2 3 tahun
belakang dan
EE Saya kira ini menjadi e PR kita
bersama ya karena memang kalau kita
kalau kita cermati dari cara kita
memproduksi sampah itu ternyata krisis
pun tidak mengubah cara
kita memposisikan diri terhadap sampah
Nah tadi kan di di sesi awal saya sudah
menceritakan mengajak Bapak Ibu untuk
melihat bagaimana kebijakan tata kelola
sampah di Indonesia yang dari sisi apa
undang-undangnya kita punya kemudian
peraturan turunannya juga dalam bentuk
Peraturan Menteri Dalam bentuk peraturan
pemerintah dalam bentuk peraturan
presiden dalam bentuk Peraturan Menteri
Dalam Negeri itu sudah ada meskipun
kalau dilihat dari rentang waktunya
undang-undang yang dibentuk tahun 2008
itu aturan aturan turunan yang
dibutuhkan untuk bisa menjalan kebijakan
itu kurang lebih baru lengkap di tahun
2021 Butuh waktu yang panjang bagi
pemerintah rupanya untuk membuat sistem
kebijakan pengelolaan sampah yang
komprehensif itu baru dari sisi isinya
sementara dari sisi implementasinya tadi
juga sudah saya sampaikan ada banyak
kendala salah satunya tadi aturan
turunan untuk pelaksana undang-undang
itu kemudian eh Butuh waktu yang cukup
panjang untuk bisa di apa di
diimplementasikan begitu dan pada saat
yang sama ada konteks desentralisasi
yang
membuat pelaksanaan atau implementasi
kebijakan Tata ka sampah itu ada di
tangan pemerintah daerah yang tentu saja
setiap daerah punya kapasitas yang
berbeda-beda punya visi kepemimpinan
yang berbeda-beda sehingga kemudian ya
Secara umum hasilnya memang belum
menggembirakan kalau kita melihat perpes
2017 yang terkait dengan kebijakan dan
strategi nasional pengelolaan sampah
rumah tangga dan sah rumah tangga atau
yang bisa disebut jakranas yang
mensyaratkan daerah harus punya jakstada
baik di level provinsi maupun kabupaten
kota ternyata sampai hari ini pun eh 6
tahun berlalu dari perpresnya terbit
juga masih ada 7 tahun dari 2017 terus
sampai hari ini juga ada daerah yang
belum Eh
punya Padahal di undang 2017 itu
perpresnya
7 katakan
ee capaian atau target
pengurangan sampah 30% dan penanganannya
70% itu diharapkan dapat tercapai di
tahun
2025 dan ini sudah di hampir ujung akhir
2024 dan masih saja ada daerah yang
belum kita Ca bagaimana dengan yang
punya Apakah sudah melaksanakan ya ada
yang sudah ada yang belum yang sudah
tadi salah satunya kita lihat ada
Surabaya atau kalau contoh beberapa apa
kota sebelumnya yang saya sampaikan di
sini itu ada apa namanya nih ada
beberapa kota dengan Pama terbaik
termasuk ada di Banda Aceh ada di Dairi
ada Kota Kediri ada kota Tarakan dan
yang jadi memang lagi secara umum kita
masih berhadapan dengan persoalan itu
nah
Sekarang kita akan balik ke kita akan
maju bukan balik lagi ya kita akan maju
lagi ke
eh menenjelaskan studi kasus masih
tentang Surabaya
tetapi saya mau cerita Mengapa kemudian
Surabaya itu sudah
berhasil yang pertama memang Ternyata
kalau dari apa yang saya coba ee
data-data yang saya
telusuri aya itu sudah mempunyai
kepedulian terhadap isu sampah
pemerintahnya itu kita runut itu tidak
hanya di dalam 5 10 tahun terakhir
tetapi justru sudah ada sejak zaman
indindia Belanda jadi kan Surabaya itu
kan Dari awal kan
eh Memang menjadi kota pelabuhan
terbesar kedua setelah di Batavia
nah ketika ada pelabuhan besar maka
kemudian ada banyak warga apa
orang-orang Eropa pedagang-pedagang dari
sana yang kemudian menetap di Surabaya
dan menginginkan kotanya itu bagus dan
bersih dan indah seperti yang ada di
Eropa karena itu kemudian salah satu
perhatian besar dari pemerintah kota
Surabaya pada masa penjajahan Belanda
pada waktu itu adalah kebersihan Kota
dan pada saat yang sama sekitar tahun
1920-an itu ada wabah apa Pes ya wabah
Pes yang disebabkan oleh tikus dan
memang kalau tikus ya kaitannya memang
dengan kebersihan sehingga kalau di apa
di tahun-tahun itulah pertama kali ada
pelayanan pengambilan sampah yang dibu
yang diorganisir oleh pemerintah
eh karena tadi untuk memberantas eh
sarang-sarang tikus ya dari situ
kemudian sampai dengan masa Orde Baru
sekalipun kebetulan tadi saya sudah
cerita ya ee soal pasukan kuning yang
dibentuk tahun 0-an awal nah pada waktu
itu kebetulan
walikotanya itu adalah dari militer dari
angkatan laut yang kebetulan adalah
dokter sehingga isu-isu kesehatan
isu-isu yang terkait dengan ee kesehatan
ya at saja dalamnya ada kemudian
kebersihan itu menjadi perhatian utama
beliau Pada waktu itu nah dari situ
kemudian muncul tadi ide untuk membuat
apa tukang sapu jalanan bahkan kalau
dulu tukang sapunya itu yang pasukan
kuningnya itu diambil dari para pemulung
diambil dari para pemulung yang kemudian
diminta
untuk apa
melanjutkan melanjutkan ya diminta untuk
beralih pekerjaan menjadi tukang sapu
jalan diberi bayaran oleh pemerintah
kota dan itu kemudian menjadi tragedi
bahwa
eh pembangunan kota di Surabaya itu
tidak lengkap tanpa ada kehadiran ee
pasukan kuning itu sampai dengan hari
ini sampai dengan hari ini bahkan
ee mungkin sejak zaman walikotanya Bu
tririsma ya itu ee gajinya sudah ke
umr-nya Surabaya dan digaji oleh
pemerintah kota jadi ada sejarah yang
membentuk Bagaimana pembuat kebijakan
dalam hal ini pendah itu untuk merawat
dan menjaga ide kebersihan ide pengolaan
sampah itu eh melintasi ruang tadi 5
tahunan tilkada nah kemudian hal yang
kedua ada collec memory Apa itu jadi
saya ceritakan tadi pernah ada isu
sampah yang kemudian itu teman-teman
aktivis di sana itu
bisa
apa
memobilisasi Bisa jadikan isu sampah itu
menjadi isu bersama menjadi kegelisahan
bersama seluruh warga Kota karena memang
R kan kalau sampahnya enggak diangkut ya
pasti numpuk kalau numpuk ya pasti bau
kalau kalau sudah bau Ya sudah enggak
nyaman dilihat juga enggak enak estetika
kota menjadi berantakan Nah maka
kemudian diorganisir ada demo beberapa
minggu buang sampahnya di pem di balai
kota buang sampah di
DPRD sehingga apa namanya dan kemudian
walikotanya bisa di digulingkan ya
diagement kara-gara itu yang itu menjadi
eh ingatan bersama klektif memory bahwa
isu sampa itu adalah isu penting dan
kolektif memor itu tidak hanya dimiliki
oleh warga sehingga kemudian warga
mempunyai standar dan juga tuntutan yang
tinggi terhadap Tata kola
sampahetapi juga men kolektif memory ini
menjadi ingatan dari para
politisi menjadi ingatan dari siapapun
yang akan berlaka di dalam eh pemilihan
umum baik itu di tingkat Walikota wakil
walikota maupun di lembaga logislatif
untuk mengawal atau untuk menjadikan isu
sampah ini yang penting karena kalau
tidak mereka pernah melihat menyaksikan
bersama-sama akibat dari tidak berol
sampah adalah tadi secara polit
itu kemudian
kalah jadi
adale dan yang ketiga memang ini
kaitannya dengan akitas masyarakat
akyarak ada gerakan sosial yang kuat
ada ada
salitalital apa mod sosialnya itu cukup
kuat di sana ini mungkin karena karakter
perkotaan diaya itu agak berbeda
dibandingkan denganter kotaan di Jogja
kalau di Surabaya itu kan terbentuk ee
Urban kawasan urbannya itu terbentuk
karena industri karena ee banyak imigran
Datang Dan mereka itu bekerja di sektor
industri yang itu berbeda dengan
karakter Urban di Jogja yang lebih
banyak didukung oleh sektor jasa jadi ee
apa Ini bukan bicara soal gerakan guru
misalnya tapi ada dan juga karakter Mas
masarakat karakter bukan stereotping
juga ya tapi karakter Surabaya itu ada
karakterkakteru yang itu tidak ditemukan
DII banyak penelitian sudah menunjukkan
bahwa di Kota Surabaya itu gerakan
sosial itu kuat ya gerakan sosial itu
kuat antara pemimpin antara leader di
satu gerakan dengan lain itu punya
jaring yang bagus sehingga kemudian
mereka kalau mereka sudah menyemakati
satu isu yang bisa diangkat maka
kemudian isu itu benar-benar akan
dikemas men isu publik sedemikian rupa
salah satu contohnya adalah tadi ketika
isisih sampah
nah mengapa ada yang bisa sebelum ke
sini saya mau
ee
putarkan satu video pendek ini jadi
beberapa waktu yang lalu saya diminta
oleh bukan diminta ya kami bikin podcast
gitu ya Ee ini ada satu potongan enggak
sampai 1 menit
yang apa ya kurang lebih nanti akan
detailnya akan
saya share dalam diskusi kita saya akan
share
dulu ya belum kelihatan ya
sudah terlihat ibu tapi ada tertuuttiup
oleh sekarang sudah sudah terlihat sudah
terlihat Ya sudah Oke ya mudah-mudahan
soundnya bisa ya
kitaul mohon maaf Ibu untuk suaranya
belum terdengar suaranya belum ya Iya
belum
dan ya harusnya biasanya otomatis
ya di
pengaturan share screen-nya belum
diceklis si Bu untuk audionya Oh oke
sebentar kalau gitu
sayaulu mohon maaf tadi enggak cepat
ngecek
[Musik]
ini computer sound
ya
ya satu yang membuat sampah itu bisa
tertangani kalau di
suatu yang pertama adalah infrastruktur
politik Maksudnya apa tuh atau kalau
dalam bahasaku komitmen ke pemimpin ya
infrastruktur politik itu kemudian ada
enggak pemimpin wilayah itu yang punya
konsen di isu sampah mau menuntaskan
persoalan sampah dan menganggap sampah
itu adalah bagian eh penting dari
keseluruhan isu tata kota itu itu perlu
Kenapa karena dari situ kemudian muncul
infrastruktur kebijakan he yang satu dia
akan mengatur bagaimana sampah di kota
itu akan dikelola kan yang kedua
termasuk ini yang penting nih
mendisiplinkan atau ee membuat aturan
yang bisa mengubah perilaku warga he dan
juga perilaku pemangku kepentingan yang
terkait dengan pengang sampah
itu ya jadi itu Bapak Ibu sedikit yang
nanti kita akan sebagai anu ya permulaan
ya nanti kita akan apa
ee akan kita bahas lebih ilanjut itu
versi panjangnya juga ada e nanti bisa
di apa Googling aja itu sudah kita buat
ada versi panjangnya kita upload di
youtube-nya pares itu lembaga riset Di
Departemen kidan pemerintahan di pol UGM
ya jadi sebagaimana tadi yang sudah
saya
sampaikan Mengapa ada yang bisa apa yang
membuat suatu daerah itu bisa dan mampu
untuk melanjut Menyusun kebijakan k kas
sampah jawabannya sementara yang saya
peroleh dari berbagai macam yang riset
yang saya lakukan adalah kalau bahasanya
yaen reform reformasi tata kelola
pemerintahan yang itu dimulai dari
negara tata kelola pemerintahan formasi
tata kelola sampah yang itu diinisiasi
di ya diinisiasi dikawal oleh
pemerintah ya Loh katanya sekarang era
governance harus melibatkan ee warga
harus melibatkan swasta Iya tetapi dalam
isu sampah sekali lagi
inisiatornya yang harus berada di awal
depan adalah pemerintah perkara setelah
nanti di depan kemudian pindah ke tengah
kalau dalam bahasa ada tuturi Handayani
nanti cah ke belakang memberi contoh
dulu itu hal yang lain tetapi lagi-lagi
saya tekankan memang diperlukan
pemerintah yang memulai reformasi tata
kelola
[Musik]
pemerintahan dan yang secara garis besar
ada tiga hal yang diperlukan yang
pertama adalah komitmen pemimpin yang
berkelanjutan atau bahasa yang lainnya
adalah infrastruktur politik mengapa itu
penting nanti kita akan bahas Kemudian
yang kedua terkait dengan komitmen itu
maka kemudian dengan adanya komitmen
maka akan lahir kebijakan akan lahir
regulasi yang dia bisa memobilisasi
sumber daya-sumber daya yang tersedia
baik itu melalui APD baik itu melalui
kelembagaan melalui jejaring alumni
misalnya melalui danasi SR Kenapa
jajaring alumni ini saya Sebutkan kasus
saya kasus yang saya teliti di Surabaya
menunjukkan adanya relasi yang sangat
kuat antara pemerintah kota dengan
ITN antar ada teknik arkitektur di sana
ada teknik lingkungan di sana yang itu
bersama-sama tadi di awal sejak di awal
tahun 2000-an itu bersama-sama duduk
membuat
ee apa
namanya perencanaan tata kelola sampah
yang berbasis
komunitas termasuk nanti akademisi atau
ee dari ITS itu juga kemudian membantu
melakukan kajian-kajian ee apa sih
teknologi yang diperlukan untuk mengolah
sampah di Kota Surabaya yang opsi yang
ramah lingkungan itu apa saja dan
seterusnya termasuk dalam proses lelang
itu
dilibatkan dan yang menarik
adalah itu jadi ada forum para Profesor
ya dan juga apa level di bawahnya profil
yang lebih Junior itu ada di situ yang
mereka rumuskan yang mereka beliau-belia
s itu didengarkan dan kemudian
dilaksanakan oleh birokrasi oleh
pemerintah da
dan yang ketiga ada partisipasi dan
warga yang aktif termasuk di dalamnya
ada bank sampah ada lsn ada berbagai
macam bahkan di sana karena kemudian ada
yang
namanya lomba kalau dulu namanya
Surabaya Green and Clean Surabaya e
hijau dan bersih kalau sekarang lombanya
ganti namanya Surabaya smart city ya
Kota yang cerdas tapi di dalamnya ada
komponen kebersihan dan pengelolaan
lingkungan ikut apa setelah mereka Paham
apa dan bagaimana mengolah sampah maka
kemudian dilombakan antar kampung antar
RT dari yang awal yang ikut cuma 14
Kampung kemudian sampai tahun bered
sudah ratusan sampai terakhir sudah
ribuan kampung di Surabaya mengikuti
itu ya berlomba-lomba warganya agar
kampungnya bersih dapat hadiah memang
kalau yang menang memang hadiahnya kalau
kalau dirupiahkan ya enggak terlalu
banyak juga sekitar r500.000 sama nanti
dapat dari sponsor itu apa alat-alat
untuk apa yang terkait dengan kebersihan
dan
e lingkungan ya terkait untuk penataan
lingkungan tapi dimuat juga dimuat juga
nanti di media di jawa PO waktu itu yang
besar ya dan itu masuk skema csa jadi
tiga hal ini saling berkelanjutan dan
tiga hal ini yang akan saya elaborasi
lebih lanjut di slide-slide berikutnya
Nah jadi kalau kemudian apa yang bisa
kita pelajari dari praktik-praktik baik
enggak hanya di Surabaya Saya kira di
Banyuwangi kemudian t kayak di Banda
Aceh dan di berbagai macam kota yang
sudah berhasil me se kalau di lawes
pernah itu Kendari itu memang kemudian
ya mau enggak mau Sten ya
negara yang memimpin negara pemerintah
yang memulai pemerintah yang mengawali
dan itu kemudian ketika negara sudah
mengawali maka berbagai macam aspek itu
bisa diintegrasikan mulai dari aspek
hukumnya legal formal nanti sebagai
dasar untuk melakukan kemitraan sebagai
dasar untuk melakukan apa eh
mendisiplinkan warga bukan kalau
bahasanya Nanti terlalu ini ya untuk apa
mengajak warga
berpartisipasi untuk mengatur bagaimana
pengangkutan sampah yang diselenggarakan
oleh UMKM atau pengusaha kecil dan
menengah itu kemudian akan
mengintegrasikan juga bagaimana
pendanaan maupun
pembiayaannya akan juga mengintegrasikan
kelembagaannya nah ini poin yang menarik
yang nanti juga akan dibahas ya apa sih
sebenarnya yang paling tepat yang
diperlukan untuk mengelola ituu sampah
di suatu wilayah nah surat
baya bu ya akhir 2020 untuk pengelolaan
kebersihan dikelola oleh satu dinas yang
namanya dinas kebersihan dan ruang
terbuka
hijau nah ini satu-satunya dinas di
Indonesia dinas kebersihan dan ruang
terbuka Hi di daerah lain tidak tapi ya
itu tadi ternyata dari sisi kelembagaan
punya benturan benturannya apa regulasi
nasional Karena untuk mendapatkan
pendanaan dari pemerintah pusat itu
nomenlaturnya harus sama karena di pusat
tidak ada Kementerian kebgian tidak ada
Kementerian ruang terbuka hijau maka
kemudian seperti daerah yang lain dinas
ini harus dileepur dan menjadi bagian
dari dinas lingkungan hidup mulai Awal
2021 jadi agak unik itu di satu apa
dinas linggungan hidup dan apa ya dlh ya
linggungan hidup ya enggak ada kehutanan
itu ada bidang pengelolaan sampah yang
anggarannya
terbesar eh dibandingkan dengan anggaran
bidang-bidang lain yang ada di tinas itu
ya tapi tadi kan saya sudah cerita bahwa
untuk membayar eh apa namanya
pengelolaan sampah di dp-nya saja
peronnya harus mengeluarkan
r0-anib hari 1000 ton sebulan kita bisa
kalikan setahun kita bisa kalikan
ratusan miliar jadi ada Gu Jadi tapi
kemudian ada juga ee yang mengusulkan
nanti perlu dikelola oleh lembaga
seperti blu ya sehingga lebih Mandiri
ada keluasan dalam pembiayaan nanti itu
bagian dari apa namanya eh Sesi
selanjutnya kemudian teknologi nah
teknologi ini saya taruh atau kita taruh
di bawah bukan di atas jadi ee mengelola
sampah itu bukan mikir teknologinya apa
ya untuk teknologi itu nomor
sekian Bapak Ibu karena kalau sudah awal
sudah teknologi dulu nanti tunggu saja
nanti s 2 tahun 3 tahun bisa mangk ini
bukan menakut-nakuti ya ini ini dari
pengalaman bahkan yang penganah di level
desaota samp yang pernah saya ikuti itu
seperti itu jadi sama seperti kota Jogja
yang EE kemudian memutuskan mengolah
menjadi rdf tapi tidak disertai dengan
yang kelima ini partisipasi misalnya
akhirnya hasil olahan rdf-nya pun
ditolak oleh pabrik karena terlalu basah
dan itu kenapa basah ya karena warganya
tidak memilah atau pemilihannya tidak
bagus yang memilah sampah siapa ya Warga
wong sampahnya 60% dari warga ya Dan
kalau itu kemudian aspek-aspeknya itu
kita sudah apa ada di sana Ini yang
kemudian mengawali dan juga membungkus
semua itu sekali lagi adalah komitmen
kepemimpinan baik Pemimpin yang sifatnya
formal yang ada di lembaga eksekutif
maupun legislatif juga pemimpin-pemimpin
informal Sinten Siapa itu kita apa
banyak sekali eh local Hero ya mereka ya
beliau-beliau yang menginisiasi bank
sampah beliau-beliau yang menginisiasi
gerakan sedekah sampah beliau-beliau
yanginisiasi aneka ragam kegiatan yang
ada di dalam masyarakat yang e dengan
tujuan untuk mengolah
sampah dua-duanya perlu
komitmen tentu saja sekali lagi ST yang
formal perlu jalan dulu tapi misalnya
misalnya ini pahit-pahitnya yang
formalak bergerak-bergerak yang informal
bisa kita gerakkan juga bisa bergerak
Nah jadi tadi mau garis bawahi Apa itu
stateen w reform ternyata daerah
berhasil karena negara atau
pemerintahnya kuat khususnya pemerintah
daerah apalagi
karena dari sisi kewenangan
desentralisasi ya yang bertanggung jawab
ber respons itu itu ada di pemerintah
daerah nah Nah dengan negara atau
pemerintah
itu apa
namanya mengawali menginisiasi reformasi
t kola sampah harapannya adalah berbagai
strategi dari hulu ke hilir dalam sistem
eh persampahan itu kemudian bisa di
jadikan apa namanya ya saling
dukungmendukung Nah selanjutnya saya
akan e ee apa sharing soal
strategi-strategi yang memungkinkan unuk
tidak dipilihan kebijakan dari hulu ke
hilir Nah kita mulai dari yang dihulu
dulu yang garis besarnya adalah edukasi
dan penguatan partisipasi harga
nah
warga perlu
diperkuat kesadarannya perlu diperkuat
pengetahuannya bahwa warga adalah
produsen
sampah warga memproduksi sampah itu tadi
kalau di pedesaan angkanya sekitar
0,4 kg perkapita per hari kalau di
perkotaan bisa sampai 0,6 0,7 per kapita
per
hari ya cukup banyak kalau satu keluarga
orang kurang lebih satu keluarga itu
seharinya produksi 1 kilo 2 kilo sampah
ya sampai 2 kilo sampah sehingga kita
perlu melakukan kampanye melakukan
edukasi pilah sampah dari
rumah siapa yang bisa menggerakkan atau
siapa bisa memulai pertama dari sisi
komunitas ya dari rt misalnya atau dari
keluran atau desa di Bali ada peraturan
gubernur yang kur eh intinya adalah
masalah sampah selesai di tingkat Desa
sehingga kemudian di level Kelurahan
atau Desa didorong untuk membentuk boomk
untuk membentuk badan usaha milik desa
yang bergerak di pengolaan apa mulai
dari eh pengambilannya dari rumah ke
rumah pembuatan
tps3r diolah di TPS 3r-nya itu
diselesaikan dengan
baru nanti residonya dibawa ke eh ke
fasilitas pemprosesan akhir KTPnya yang
dikelola oleh pemerintah di level
kabupaten
kota atau melalui sampah edukasi
terusmenerus di tempat saya cukup
beruntung karena kebetulan ada tetangga
itu beliau eh apa namanya dosen juga
punya program PKM salah program eh
pengabdian kepada
yang itu salah satunya beliau wujudkan
dalam bentuk tadi edukasi karga mulai
dari membuat kompos ini minggu besok itu
e mau pelatihan membuat
biori tapi mulai dari yang di situ
Apakah perluh kebijakan
Eh kalau mau nunggu pemerintah kota
Pemerintah Kabupaten buat kebijakan
bagus tapi kalau tidak kita bisa mulai
habis acara ini kita kemudian rembukan
Dengan pengurus RT rembugan Dengan
pengurus Desa soal ini dan kemudian
ee termasuk di sini selain menguatkan
bank sampah ini yang menarik t bank bank
sampah itu atau juga seegah sampah itu
kan yang dihadapi itu kan rantai pasokan
eh sampah sampah recyable sampah seilah
sampah yang bisa didaur ulang itu kan
rantainya cukup panjang ya yang saya
coba pelajari itu yang harganya harga
jualnya itu ditentukan oleh bukan
penjualnya dalam hal ini bank sampah
tapi ee harga jualnya itu ditentukan
oleh pembelinya olig gosi kalau
istilahnya ditentukan oleh pembelinya
sehingga eh itu yang membuat Bang sampah
itu ya tadi keberlangsungannya akan
tergantung salah satunya pada adanya
kepemimpinan informal di tingkat
masyarakat Apakah pemimpin atau
inisiator bank sampahnya itu punya modal
yang cukup punya ruangan punya tempat
karena nanti nunggu harga bagus itu kan
harus numpuk sampah dulu misalnya kalau
enggak punya ruangan yang bagus pasti
nanti tetangga tetangga di apa warga
yang di sekitar bangsamaah ya protes dan
kelihatan pemukaan sampah nah di situ
kebijakan yang bisa dilakukan oleh
pemerintah misalnya adalah penguatan
sang sampah dan juga bagaimana
memperbaiki risaiting eh
eh beberapa seperti Kota Depok kalau
saya punya mekanisme ee anu ya Ada Bang
santah induk ya Jadi nanti apa informasi
harga harga harga plastik dengan
ketebalan sekian atau harga kertas jenis
sekian hari ini berapa itu ada sehingga
kemudian itu membantu bank sampah itu
membantu komunitas yang melakukan celah
sampah itu ee dapat menjual dengan harga
terbaik sesuai dengan upaya yang mereka
lakukan nah kemudian hal yang lain
ini dalam jangka pendek sebenarnya
pemerintah bisa merekrut atau ya
merekrut kader-kader lingkungan atau
namanya kader bilah sampah ini
inspirasinya ini dari Surabaya jadi
Surabaya 2004 2005 itu salah satu yang
dilakukan pertama kali sebagai bagian
dari eh pengololaan sampah berbisnis
komunitas adalah membentuk kader
lingkungan di mana setiap RT itu
mengirimkan dua
orang bisa itu bisa orang yang baru bisa
diambil dari kader posandu bisa diambil
dari kader PKK atau yang sudah ada itu
kemudian di pemerintah kota melakukan
training of trainer jadi ada
tot-nya isinya apa materinya apa ya
materinya soal pengelolaan sampah
Bagaimana memila bagaimana memilih
Bagaimana mengelola dari rumah membuat
kompos dan kemudian
eh kader itu pulang dan menularkan
kepada warga sekitar
Melalui rapat RT melalui berbagai macam
kegiatan yang dilakukan di tingkat RT
sehingga lebih apa du ya lebih bisa
dikerjakan dan tentu saja yang keempat
poin yang keempat ya Mari kita dorong
menjadikan pengelolaan sampah itu
menjadi bagian dari kurikulum
pendidikan jadi
eh itu penting mengenalkan sejak dini
kepada anak-anak sejak TK bahwa sampah
itu adalah tanggung jawab kita jadi
kalau kita buang harus membuang dengan
bertanggung jawab dengan cara apa ya
kita piliah kita pilih dibuang di
tempatnya dan seterusnya materi-materi
itu menjadi bagian resmi dari kurkulum
pendidikan termasuk kalau melalui
Kementerian Agama ya Pesan titip pesan
kepada para Dai kepada para penyuruh ee
agama apapun untuk menjadikan materi
tata kelola sampah menjadi materi
penting dalam ee apa namanya
pertemuan-pertemuan atau kajian kajian
yang dilakukan oleh para pemuka agama
ini kepada tengah-tengah masyarakat
ya dan yang kebijakan yang lain yang
terkait juga dengan strategi dihulu
adalah menyediakan sarana dan edukasi
pembuatan kompos skala rumah tangga
atau apalagi kalau wilayahnya perkotaan
tidak punya lahan ya kan bingung ini mau
diapakan itu apakah harus perintah ya
Kalau tadi pemimpin apa kader
lingkungannya bekerja Mungkin Oke yuk
ramai-ramai kita lihat di Youtube nih
ada apaida menggunakan lodong untuk
mengolah sisa sampah Dapur Kita gunakan
kardus takakura atau Apun namanya atau
berbagai macam apa namanya menggunakan
alat dan media yang ada di sekitar rumah
tanpa membutuhkan lahan yang kita
B dan juga ini yang sing kali banyak
dikeluhkan yang masih banyak belum ada
pengambilan sampah terpilah jadi kan ah
kita dapat capek warga ini sudah sudah
apa memilah sudah tapi ketika diambil
brakbrak jadi satu ya karena itu
kemudian Pemerintah perlu membuat
kebijakan atau kalau tidak melaksanakan
sendiri jadi membuat aturan kepada para
penyedia jasa pengambilan sampah yang
bergerak di door to door service untuk
mengambil sampah itu ya
terpilah atau minimal Kalau tidak ada
jadwalnya ya paling enggak Diba
sampahnya itu bisa mereka pilah-pilah
gitu ya dan tentu saja pemilahannya
pengambilannya harus disertai sanksi
untuk yang tidak mau memilah tadi yang
saya ceritakan di Kota Depok di eh tahun
2012 atau 201 saya agak lupa perd ada
itu jadi itu ee apa Ada
insentif-insentifnya apa ya tadi
penyedian sarana dan edukasi pembuatan
kompos misalnya fasilitasi
takakura disediakan e kardusnya
disediakan lodongnya disediakan tempat
sampah yang terpisahnya hal-hal seperti
itu Nah masih di Hulu
juga tadi juga sudah ada yang menanyakan
ini soal kok hanya masyarakat saja sih
bagaimana dengan yang lain I saya
sepakat memang tidak tidak adil kalau
hanya
masyarakat salah satu yang perlu adalah
produsennya dalam hal ini pihak
swasta kita sudah punya di tahun
2019 eh apa namanya kebijakan
para peraturan menteri tentang pet Jalan
pengurangan sampah di level produsen
Yang intinya satu pemerintah eh sor Maaf
perusahaan yang memproduksi barang Danas
itu harus memikirkan desain produk yang
ramah lingkungan pengolahannya ramah
lingkungan dan nanti di ujung akhir
ketika sudah selesai dikonsumsi oleh
masyarakat wadahnya kemasannya itu juga
kemudiin diambil kembali oleh pabrik
atau ada pabrik ee itu bertanggung jawab
entah melalui danasi sr-nya untuk
mengolah
sampah atau kemudian
ya t yang 2019 sudah D petajaran itu
benar-benar diimplementasikan dan ada
monitoring dan
kebijakannyanya ada audit dan kemudian
dipublikasi hasilnya ini misalnya
Contohnya seperti ini ini auditnya yang
melakukan bukan pemerintah ya ini audit
oleh ekoton ekoton itu LSM yang bergerak
di isu lingkungan ini di bergaknya di
dan sekitarnya kantnya ada misalnya
begini ini yang dilakukan mengaudit
merek-merek sampah yang ada di pantai
Timur
Surabaya ya bersama-sama dengan beberapa
komunitas di sana yang kemudian
ditampilkan ini loh ternyata 10 produsen
atau 10 penyumbang terbesar pencemaran
sampah plastik di wilayah pantai Timur
Surabaya ternyata ketemu kemasan dari P
Wings padahal Wings itu kan pusatnya di
Surabaya
unever kemudian ada Ind ada Mayora ini
sebagian besar pabriknya di Surabaya ada
di kawasan Rungkut
ya itu dipublikasikan sehingga kemudian
apa ada upaya untuk e oh ini loh ini
kamu sudah pernah ini kondisinya seperti
ini Ayo tanggung jawab dana eh tanggung
jawab
exend seperti
apa Jadi ada audit dan kemudian hasnya
kemudian ada Cukai minuman kemasan
plastik ini masih tarik ulur ini
ee Pada
bulan April Ma itu katanya waktu itu mau
di
di di itu sebennyaanangnya sudah digodok
sejak masa pandemi ya 2020 atau 2021
bahwa di setiap kemasan minuman yang
menggunakan bahan kemasannya itu pakai
plastik maka ada komponen Cukai ya entah
R Rah rupiah yang nanti harus dibayarkan
oleh perusahaan pada negara nanti akan
digunakan oleh negara oleh pemerintah
untuk eh apa
mendanai kegiatan-kegiatan yang terakir
dengan pengelolaan sampah Tapi sampai
hari ini masih apa banyak perusahaan
yang belum sepakat Jadi tapi ini bisa
jadi satu
alternatif kemudian kebijakan patasan
plastik sekali pakai ini sudah banyak
sekali di daerah-daerah meskipun
Maaf di Bali itu ada pergupnya kemudian
ee ditentang oleh ada uji materi
dilakukan oleh asosiasi e pabrik plastik
ya akhirnya pemerintahnya
kalah tapi bikin perdan baru dan
akhirnya jalan ini memang pro dan kontra
ya kalau plastik itu gimana sih ya Saya
beberapa waktu yang lalu mengikuti
webinar yang diselenggarakan oleh ya E
National University of Singapur yang
melihat bagaimana sih sebenarnya apa
plastik itu dalam kehidupan eh eh kita
gitu ya dibahas dari aspek kesenian dari
aspek kesehatan dari berbagai macam
aspek termasuk industri makanan guu ya
ternyata memang kita ini enggak bisa
lepas gu belum bisa lepas saking
penaknya saking enaknya menggunakan
plastik itu sebagai kemasan ya karena
itu ya mau tidak mau ya ada kebijakan
kalau memang B dibatasi Kenapa dan itu
akan terkait dengan standarisasi kemasan
tadi ada yang menyampaikan Bu ada
lapisan layering enggak bisa diolah gak
bisa Nah di Indonesia itu belum ada
standarisasinya kemasannya apa sih Nah
kita bisa enggak dorong ada kebijakan
yang membuat kemasan itu
standar dan jelas standarnya ya standar
paling yang pertama adalah Nanti kalau
sudah selesai bisa diaur ulang
entar
mohon maaf ee mungkin ini ada sedikit
kendala di sinyal dier Azizah
Baik
Ibu bisa
dilanjutkan mohon maaf Ibu mikrofonnya
belum
dinyalakan
Yaya Sudah sudah
Ya saya akan Share lagi ini kalau sudah
siang
sukanya koneksinya terganggu
sebentar pindah dulu ini ya ya Ada
insentif dan insentif bagi perusahaan
dan juga ada ee apa peraturan atau
kebijakan tentang CSR yang itu ditujukan
khusus untuk pengelolaan sampah berbasis
komunitas tadi yang sudah seperti yang
dilakukan oleh Unilever peduli
Yayasan Union berpeduli di Surabaya
2004-2005 dan kemudian membersamai
Pemerintah Kota Surabaya itu sampai e
jadi sponsor lomba antar kampung tadi
Bapak Ibu kalau yang ada di Surabaya
tapi kemudian kayaknya sekarang sudah
sudah tidak lagi ya UN lever UN lever S
UN lever kemudian Perusahaan Air Minum
Danon itu di beberapa daerah punya
apa eh dana-dana CSR untuk pengolaan
sampah berbasis komunitas ini nah itu
yang ada di Hulu
kemudian kita lihat Apa yang bisa
dilakukan di
tengah di tengah itu meliputi
pengambilan dan pengangkutan sampah tadi
yang Peru saya tambahkan juga tidak
hanya mengambil dan mengangkut tapi
juga penyediaan
tps3r ya jadi karena itu kemudian tadi
sudah saya singgung ya salah satunya
yang diperlukan di tengah-tengah ini
adalah ada regulasi penyedia layanan
angkotan sampah yang harus terpilah
entah jadwalnya entah armadanya ada eh
pemilahan seperti itu dan juga ada
standarisasi moda angkut sampah Kenapa
perlu untuk standarisasi salah satu
problem ketika
Eh kalau kayak di TP Piyungan itu
kan Siapapun boleh masuk ke sana ya
sebelum ditutup ya
Ee Saya misalnya saya punya perusahaan
angkutan sampah saya bisa masuk ke sana
mau pakai pickup yang sudah bodol sudah
rusak sudah apa terbang sehingga dan
kemudian
ya Solid itu makudnya bukan yang pakai
amrol yang bisa apa terangkat gitu ya
Sehingga kemudian proses menurunkan
sampah dari dari alat transport itu ke
tp-nya Butuh waktu lama sehingga
ngantrinya jadi panjang jadi perlu ada
standarisasi Oh yang diperlukan adalah
truk dengan tonasi sekian yang dia bisa
di Ada apa namanya ada amrolnya bisa
hidrolik diangkat sehingga kemudian
eh proses unloadingnya proses menurunkan
sampah di tpanya cepat sehingga kemudian
tidak tidak menjadi Ada apa antrian yang
sangat panjang di TPA yang kemudian
mengganggu warga di sekitar TPA misalnya
ada standarisasi juga Oh harus ditutup
Kenapa biar nanti kalau dia lewat dari
tempat tps3r atau lewat tempat diambil
sampah sampai ke tempat pembuangan
sementara maupun tempatangan angir itu
tidak tidak ter apa tidak tertiup angin
tidak kemudian tercecer di
mana-mana yang hal yang lain adalah
penyusunan dan penerapan jadwal angkut
sampah dari TPS 3rnya ke TPA yang juga R
ramah lingkungan yang cepat tepat dan
bertang e bertanggung jawab termasuk
juga Menyediakan alat Angkut yang modern
tadi Kalau kvektor dan juga anggaran
pemeliharaannya karena ternyata untuk
anggaran ini tidak sedikit untuk
memelihara eh apa kendaraan yang tadi
kompektor-kompektor tadi ya minimal
harus beli bensinnya at atau bahan
bakarnya rutin harus servis dan yang
lain-lain di tengah di strategi di
bagian tengah juga disertai dengan dia
infrastruktur TPS TPS 3R atau rumah
kompos termasuk juga pendanaannya bapak
ibu ini yang seringkiali
eh apa Kenapa tadi ST state driven ya
Kenapa harus diawali atau dipimpin oleh
pemerintah kalau kita ke Surabaya ke ke
Jambangan tadi ke pusat ulang Jambangan
biaya operasionalnya di sana itu
ditanggung oleh pemerintah termasuk
Untuk gaji e pegawai yang ada di sana
termasuk untuk operasional ya termasuk
juga
ee untuk operasional yang lain misalnya
ee untuk listriknya
untuk P operasional banyak hal yang ada
di sana yang bisa kemudian
eh diambil oleh pemerintah dan itu yang
membuat
sustainable saya ee wawancara dengan
pengelola yang ada di
itu yang
menarik beliau cerita bahwa kami itu
sering kali didatangi oleh Pemda atau eh
pengelola s3r dari daerah-daerah yang
lain dibanding nah ternyata salah satu
yang membedakan adalah Kalau di tempat
lain itu diserahkan sepenuhnya
pengelolaannya kepada warga atau kepada
tpsnya itu sementara kalau di di mana Di
Jambangan itu hampir semuanya dicover
oleh pemerintah kota karena memang
kotanya pemerintah kotanya punya punya
apbd-nya besar sehingga bisa
eh apa mendanai berbagai macam aktivitas
yang ada di TPS 3R ya sehingga kalau
misalnya kan tadi sampahnya dipilah dulu
dijual itu bahkan hasil penjualan barang
yang dipilah di TP di pusat da ulang
Jambangan itu itu bisa langsung
digunakan untuk tambahan penghasilan
para pegawai yang ada di
sana ya jadi memang apa ya
Eh tadi ST even itu kuatannya memang
memang bisa
apa
kemudian
memusatkan segala sumber daya yang
dimiliki untuk
mengolah dan termasuk yang ada di sana
adalah penliibatan masyarakat termasuk
juga pemulung dan pengepul dalam
pengelolaan TPS maupun TPS 3R ataupun
rumah kompos nah ini pemulung dan
pengepul ini aktor penting dalam tata
kelolah sampah di Indonesia di negara
kita tetapi masih sering dianggap
sebagai apa istilahnya warga negara
kelas 2 di pandang sebelah mata bahkan
kalau di kampung-kampung kita masih
sering lihat tulisan pemulung masuk ya
padahal sebenarnya itu mereka
kontribusinya besar kalau kita melihat
TPA TPA di yang ada di Indonesia yang
belum best to energy itu rata-rata
pengolah sampahnya Sebenarnya ya
pemulung itu yang seminggu bisa
mengumpulkan 40-an ton 50-an ton sampah
dari ee yang tidak dibilah yang dibuang
ke PPA itu nah itu yang di
tengah bagi bagaimana dengan yang
dihilir Nah kalau yang dihilir Apalagi
kita tadi ada apa namanya eh Peraturan
Presiden yang
sudahorong untuk pengolahan sampah
menjadi energi W energ atau minimal
menggunakan sanitary landf ya maka yang
diperlukan adalah bagaimana
memfasilitasi mendorong penyediaan
infrastruktur pembuangan akhir yang
sesuai dengan asi yang ada di level
nasional Apa itu sanitary landf itu
minimal dan untuk mengoperasionalkan
sanitary landfiel itu perhitungan angka
hitung-hitungannya itu ada 150-an Rib
per
ton jadi enggak hanya
24.500 enggak hanya ya gitu Itu barusan
Inter tapi memang Ternyata kalau
sanitary landfield itu persoalan kedua
itu yang mengancam lingkungan itu muncul
Gimana mencari tanah untuk
menguruk sampah secara
konsisten bingung kan ya Nyari tanahnya
di mana ya Yang cepat ngeruk Bukit tapi
kalau Bukit dikeruk ya pasti
ini sebelah rumah saya tuh cuma beberapa
ratus meter dari rumah Saya itu mau jadi
proyek tool itu itu sawah dulunya itu
sekarang sudah di uruk dan tanah
urukannya itu diambil salah satunya dari
bukit yang ada di wilayah Sleman di
bagian Barat itu saya kemarin kebetulan
ke sana itu ada lewat di bukit yang
dikeruk itu bapak ibu sudahah sudah
diambil
seperempatnya dan itu pasti dari sisi
lingkungan pasti akan berubah minimal
arah angin minimal arah angin pasti akan
berubah yang lain-lain banyak ya nanti
pasokan air nanti ya habitat yang ada di
sana dan seterusnya jadicari Land itu
opsi paling
apa
paling
Aduh bahasanya apa ya kalau dalam
undang-undang ya memang itu yang
diharapkan dianary Land itu bagus untuk
tp-nya mengurangi potensi munculnya gas
metan sehingga mengurangi poensi meledak
dan
Terbakar pada saat yang sama untuk
mengur untuk tanah yang dipakai untuk
menguruk sampahnya itu juga akan
berpotensi merusak lingkungan ya apalagi
kalau di wilayahnya itu enggak ada apa
cadangan tanah kecuali dari menguruk
[Musik]
eh mengambil dari bubit-bikit yang ada
nah kemudian opsi yang dihilir adalah W
to energy dengan teknologi ramah
lingkungan dan juga disambung dengan
kemitraan dengan investor untuk
pengelolaan sampah di cpa bapak iu nah
ini saya kira berhubungan Karena untuk
membuat apa
infrastruktur instalasi pengolah sampah
menjadi energi dengan teknologi RAM
lingkungan itu butuh investasi yang
besar yang di Surabaya itu kurang lebih
hampir 1 triliun investasi awal untuk
membangun eh basifikasi itu pakai
teknologi basifikasi itu
mau tidak mau yang perlu dilakukan
adalah kemitraan dengan investor untuk
pengolan sampah di TPA di Surabaya saja
itu tadi sudah niatnya kebijakan yang
sudah ada sejak tahun
2012 tapi terkendala mau kemitraan tapi
tidak ada kerangka hukumnya setelah
lobi-lobi yang dilakukan di tingkat
pusat maka kemudian muncul di tahun 2018
eh peraturan kementerian keuangan yang
mengatur tentang kemitraan dalam
pengelolaan
S ya Jadi sebenarnya kalau daerah-daerah
yang lain sekarang ini mau melakukan e
pengolahan sampah dengan skema kemitraan
dengan pihak ketiga itu dasar hukumnya
sudah ada dan salah satunya dibangun
ketika ee awalnya Surabaya tadi sudah
mau bikin tapi regulasinya belum
sehingga harus nunggu dari 2012 baru
regulasinya 2018
sehingga meskipun secara Ril sudah mulai
beroperasi di
2013 sudah mulai beroperasi dan
memproduksi energi tapi baru di diwisuda
itu istilahnya baru diresmikan secara
apa oleh Presiden Oh itu baru di tahun
2021 tapi sekali lagi kalau dari sisi
kebijakan ya memang sudah cukup ada
ee cuma kreatif-kreatifnya pemerintah
saja untuk bisa menarik investor ya
kuncinya ya jangan jangan dulu minta
kickback E atau jangan dulu minta apa
namanya eh profit ya di awal karena
kalau kita bicara TPA itu atau
pengololaan sampah pada umumnya ini
memang bukan pelayanan yang profitable
dalam jangka waktu pendek atau kalau
perlu mau profit pasti akan Butuh waktu
yang
cukup jadi awalnya memang Mas kenapa
itu menjadi masih menjadi penting dan
yang juga penting ini kelibatan
lagi-lagi pemulung sama
[Musik]
pengepul
nah keberadaan pemulung dan pengepul ini
memang mungkin tidak perlu sampai ada
kebijakan selevel undang-undang at tapi
misalnya ada kebijakan dari pengelola di
TPA atau pengelola di di tengah tpsr
izinkan atau memberikan ruang bagi
pemulung dan pengumpul untuk mengambil
dan mengolah sampah yang ada di ini
untuk me menjembatani untuk bukan
menjembatani ya untuk mengambil
sampah-sampah yang mungkin masuk ke TPS
atau ke TP itu yang belum
terpilh ya Jadi yang bisa dan mau terjun
di sana mau tidak mau ya sebagian besar
adalah pemunung dan juga pengebul yang
sudah ana
Nah jadi kita apa memang lagi-lagi yang
mana yang harus duluan ya ini
E ini juga kalau ditanya pertanyaannya
adalah mana yang harus duluan ini
memang pertanyaan yang sulit dijawab ya
tapi kalau nanti kita bisa pecah dari
strategi yang dari hulu sampaiilir itu
kemudian menjadi mana yang bisa kita
lakukan S janga pendek mana yang jangka
menengah mana yang jangka panjang
sehingga kemudian kita akan bisa lihat e
oh yang ini bisaakukan di dalam waktu
dekat kalau saya pribadi waktu dekat ya
salah satunya mulai dengan edukasi tadi
k lingkungan efeknya mungkin enggak bisa
diukur dalam waktu dekat tapi paling
tidak kita lihat Bagaimana warga
kemudian mulai punya pengetahuan tentang
Oh saya perlu mengolah sampah Oh saya
perlu Milah sampah dan teknologinya atau
caranya tuh sebenarnya tidak susah hanya
butuh
ee waktu yang tidak lama ya untuk
memilah sampah dan itu kalau sudah
ter lembaga di
dalam nilainya sudah masuk di kepala itu
sudah otomatis ya Otomatis kalau
belanja keluar rumah sudah bawa tas
Belanja apa ulang Pakai ulang kalau mau
beli makanan kan sudah bawa kontainer
Nah itu sudah sudah terpola seperti itu
sudah J Oh kalau sampai di rumah ada
plastik Oh tak taruh di sini ada yang
kertas Saya punya tempat untuk naruh di
sini jadi itu mulai dari sana baru
kemudian yang lain-lainnya dikerjakan
nah sekali lagi saya
tekankan perlunya komitmen ee politik di
situ ya Ee kaitannya
dengan apa namanya tata kelola sampah
ini Nah ini mungkin Mbak Mbak Sabina ini
eh materinya Saya cukupkan di sini dulu
nanti kita akan banyak diskusi dan
sharing saja
begitu baik
ee demikianlah penyampaian materi dari
pemateri kita hari ini yaitu ibu nurizah
yang sangat luar biasa
sekali tapi sebelum masuk ke acara
selanjutnya saya ingin menginformasikan
terlebih dahulu kepada para peserta yang
menginginkan materi pada training online
kita hari ini dapat request materi
terlebih dahulu melalui Link yang telah
admin kami kirimkan di kolom chat
kemudian sebelum kita masuk ke sesi
tanya jawab kita akan melakukan sesi
foto bersama terlebih dahulu untuk sesi
foto bersama kali ini saya akan dibant
oleh admin
kepada admin yang bertugas saya
persilakan e Baik bapak dan ibu untuk
sesi foto ini
silakan terlebih dahulu
ya untuk slide Pertamanya saya hitung
sampai t ya 1 2 3 untuk berikutnya slide
yang keduik
sudah
on Baik terima kasih kepada admin telah
membantu sesi foto bersama kita pada
siang hari ini kemudian Selanjutnya kami
juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu
untuk mengisi kuesioner yang linknya
sudah kami share di kolom chat supaya
kegiatan kami selanjutnya bisa lebih
baik lagi untuk acara selanjutnya yaitu
sesi tanya jawab yang di sini kami sudah
membantu untuk merangkumkan pertanyaan
Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu
sampaikan di kolom chat baik kepada Ibu
Nur Azizah saya akan membacakan
pertanyaannya terlebih dahulu kemudian
bisa langsung dijawab begitu ya
ibu baik saya izin untuk meng-share
screen
baik eh di sini pertanyaan dari Ibu
Maria terkait masalah di Jogja Apa yang
sebenarnya terjadi Mengapa sepertinya
pemerintah setempat tidak bisa
mengatasinya nya masyarakat kesulitan
dalam membuang sampahnya akibatnya
sampah malah menumpuk di pinggir-pinggir
jalan Demikian
Ibu ya
Eh kalau bicara sambah Jogja itu gemes
sendiri saya
Bunya mungkin sama sama dengan Bu Maria
ini ya jadi
eh tadi kan ada tiga ya yang saya
sampaikan kaitannya dengan komitmen
politik kemudian ada apa namanya
eh partisipasi masyarakat dan hal juga
yang ketiga yang itu perlu terkait nah
saya ingin mengawali dari partisipasi
masyarakat pasca krisis sampah di Jogja
itu kan sebenarnya tidak hanya satu dua
bukan hanya sejak tp-nya ditutup tapi
sudah cukup lama pertama kali ada
demo-demo yang menuntut penutupan TPA
itu sudah sejak tahun
2018 dan secara teknis usia pakai
tpa-nya itu sebenarnya hanya sampai
tahun 2012
iu jadi
ee tapi dipaksa tidak ada alternatif
kebijakan tidak ada alternatif TPA yang
bisa dipakai untuk membuang sampah di di
nah
Sudahlah kondisinya seperti
itu yang terjadi adalah krisisnya
ternyata tidak memincu warga untuk
berubah saya berapa kali diminta untuk
mengisi
eh webinarseminar yang terkait dengan
ini saya mulai dengan tanya Bapak Ibu
tolong ditanya saya tanya kepada bapak
ibu Saya kemarin malah
2 minggu kemarin
Apa itu tiga kali ngisi pelatihan untuk
anggota DPRD yang baru terpilih di
kemarin itu di kota sama dua Kabupaten
DIY salah satu isu yang dibahas adalah
isu kebijakan pengolaan sampah saya
tanya kepada beliau-beliau ini bapak ibu
ada enggak yang berubah dari perilaku
bapak ibu sendiri dan keluarga terkait
dengan cara memperlakukan atau cara kita
memproduksi samp ternyata tidak ada
perubahan hanya sat saja yang bercerita
bahwa sudah mulai mengolah sampah dari
rumah misalnya ya saya coba ada
teman-teman saya dengan melakukan riset
dengan mengolah data yang ada di eh
Twitter di X itu ternyata warga Jogya
itu rewel rameai itu hanya di
Twitter mereka mengatakan ini sampahnya
kok begini dan begitu ini kok jelek Ini
kok numpuk ini apa itu ya ramainya di
Twitter tapi kalau di di dalam
keseharian itu tidak menjadi isu yang
ini berbeda dengan situasi yang saya
ceritakan tadi di Surabaya Bagaimana
kemudian menjadi ini sebagai Isu apa isu
bersama-sama ya jadi itu dari sisi
masyarakatnya dari sisi pemerintahnya
yang saya lihat memang komitmen untuk
menyelesaikan persalan ini tidak terlalu
tinggi contohnya tahun
2021 itu
sebenarnya wacana TPA pungan mau ditutup
itu
sudah pemerintah provinsi selaku
pengelolanya sudah kewalahan mengolah
sampah yang ada di piungan terus Eh
minta kepada kabupaten kota untuk
ancang-ancang Menyusun kebijakan yang e
mengolah untuk mengolah sampah di
wilayah mus-mas dan komitmen tand
ya apa surat pernyataan bahwa bersedia
itu sudah sejak
2021 tapi yang kita lihat adalah ini
2021 itu suratnya sekitar bulan Agustus
gitu 2021 ada tahun
2002 tidak berubah 2003 akhirnya beneran
ditutup baru kelabakan baru Oh iya ya Oh
iya kamu sudah mulai menyiapkan lahan
titik di sana yangat yang kota kami
sudah menyiapkan lahan di sana gedabukan
kedabrukan akhirnya
eh bulan apa kemarin
Juli jelang musim liburan sekolah itu
ketahuan di kota Ada sampah 5.000 ton
ternyata hanya dipindah dari satu TPS ke
TPS yang
lain akhirnya apa Oke pemerintah
provinsi karena menyambut akan segera
musim liburan banyak turis yang akan
datang kalau sampahnya kotter Nanti
orang akan komplain kalau komplain nanti
enggak masa tinggal di jogjanya lama
kalau masa tinggal di jogjanya Lama Maka
kemudian ee akan berdampak pada
perekonomian akhirnya oke kita buka lagi
tpanya yang 5000 ton
diangkut jadi itu eh eh ibu atau Mbak
Maria ya kita berhadapan dengan situasi
di mana di satu sisi kebijakannya tidak
mumpuni tidak bagus tapi masyarakatnya
suara memprotesnya kurang
kenceng Ya sepertinya Bu Maria Rais hand
juga G Mungkin ada yang mau
di
sampaikan baik
ibu kepada Ibu Maria mungkin bisa
menyampaikan karena tadi
R suaranya belum terdengar ibu
Sudahkah Bu ahah sambun
sudah Matur nuuhun ya Ibu ibu nurasah
Matur sumb nuuhun Ya saya senang banget
ketemu dengan ibu dan ibu biiai Jogja
juga kebetulan memang mertua saya tuh
tinggal di Ngasem Bu di kampus
itu di dalam menawi saya tuh pagi-pagi
saya kebetulan Katolik suami muslim ya
keluarga pancasil l kami kalau pagi ke
gja pugeran kemudian melewati Pasar
Ngasem itu
pagi-pagi orang tuh pada reguduk gitu ya
melemparkan sampah-sampahnya di truk
yang lewat ee perlahan Pasar Ngasem itu
kan juga ada tempat sampah ya tapi ya
itu juga tidak dibuka setiap saat kan
nah saya belanja di situ pun pedagangnya
juga
men gitu ya mereka bingung juga masa
saya sudah dagang seharian suruh bawa
sampah saya pulang ke rumah begitu ya
jadi pertanyaan-pertanyaan itu jadi saya
memang sekarang menangkap ternyata
permasalahannya cukup pelik eh
pemerintah tidak punya goodwill yang
kencang sementara masyarakatnya sendiri
juga ya keset lah Nyun Sewu I enggak mau
begitu jadi memang ini ada Miss di situ
sehingga permasalahannya memang tidak
teratasi sementara ibu sebagai para
ilmuwan satis yang sudah mencoba memberi
edukasi juga tidak mempan Ya seolah-olah
sementara Eh kalau melihat memantau dari
eh kementerian dan kemudian krisis
ekologi yang akhirnya 35 TPA ini juga
akhirnya terbakar karena suhu udara yang
semakin meningkat rasanya gimana ya Bu
ini mencari solusinya begitu ya ini
kegalauan-kegalauan yang kalau bisa
seperti di Surabaya memang sangat puji
tuhan Alhamdulillah Tetapi bagaimana ini
menggerakkannya begitu ya sangat berat
dan alot kami itu saya inisiator yang
mendirikan sebuah lembaga namanya pepuli
Bu pemerhati peduli lingkungan hidup Ya
memang tidak signifikan kami
teriak-teriak 20 tahun begitu ya tetapi
ya memang ada sih perkembangan tetapi ya
tidak sesuai dengan ee jumlah sampah
yang meningkat misalnya tahun 2004 itu
Jakarta hanya 6.000 ton Bu per hari i
Sekarang kan sudah
7.500 walaupun sudah banyak penggiat
sampah tetapi oyak-oyakan istilahnya
dengan jumlah sampah yang ada begitu ya
jadi eh rasanya juga Jengah kita Saya
misalnya seperti Ibu katakan ya bawa
kontainer sendiri belanja Gitu ya saya
kalau beli ayam ya bawa kontainer
sendiri bawa kantung kersek bekas
sendiri ya bekas-bekas apa tuh Ee
plastik-plastik yang ada di rumah atau
bekas kotak apalah yang kita bawa
terware gitu untuk belanja tapi itu
hanya satu bahkan tukang sayur aja
bilang ini yang belanja di ee kluster
saya ya cuman Ibu Purwanto kalau Mamak
nama eh suami ya Ibu Purwanto doang jadi
ibu-ibu juga hanya ngetawain Saya bilang
kamu jangan kasih kantong kresek Sudah
stop aja biaran kan Cum kan di depan
rumah tinggal mereka angkut gitu Bu
mereka enggak mau tapi memang greget
demi greget gitu ya Iya saya sedih
sekali ketika di Jogja itu saya takut
mereka lari-lari ngejar naik kelindis
barang itu loh kan itu kan ngeri ya
karena dulu tuh Saya pernah mendengar
kasus dulu waktu itu ada Romo sandiawan
ya seorang Romo Katolik yang juga
mendampingantar Gebang bagaimana
anak-anak itu tengah malam jam pagi
ngejar ngejar truk itu dan akhirnya
memang kelindes Nah inilah yang saya
sampai saat ini pun ingat ya bagaimana
cerita itu terjadi Apakah pemerintah ini
ya saya juga bingung bagaimana itu Bu
solusinya dan ibu sudah mencoba juga
memberi edukasi ke tingkat DPR dprdnya
semuanya gitu tapi tidak ada move on ya
repot nah yang kedua adalah tentang eh
materi yang Ibu sampaikan barusan
tentang bagaimana juga IPR ya saya
mengikuti juga hanya 15 perusahaan Bu
sampai saat ini loh bu dengan peta jalan
yang sudah dibuat sekian tahun yang
lalu jadi Aduh ini kita akan memulai
dari mana begitu ya Bu Saya bingung ya
saya saya Nyun mungkin ya pengarahan
atau kita saling mendukung dalam progres
saya di RT sedang nanti senin akan rapat
membuat bank sampah baru itu juga saya
berjuang berjuang juga karena selama ini
saya sendirian Juga misalnya saya
membuang sampahnya saya undang Bang
sampah yang dari luar teman saya juga
penggiat-penggiat dan akhirnya sekarang
sekitar 20-an 25 warga dari kluster yang
sekitar 125 orang dan sudah seperlimanya
ing membuat dan Senin kami akan
berbicara banyak untuk akhirnya minta
izin kepada lurah untuk membuat Bang
sampah itu saja semoga ini menjadi
greget bersama untuk kita berjalan
bersama-sama move on dan ibu juga jangan
lelah untuk mengedukasi sehingga memang
kalau tanpa gerak bersama ini akan susah
lima aspek kelembagaan yang dibuat oleh
Bu Sri bebasari yang mendorong
undang-undang Indonesia juga akhirnya ya
itu seperti angin lalu saja ya padahal
itu peluang juga kalau misalnya kita mau
interpersip dan sebagainya di bidang
sampah itu saja Bu
ya Terima kasih Bu Maria ya ya langsung
saja Bu ini memang ini ada tim dari
kampus Bu tim UGM yang sedang bekerja
dengan pemerintah daerah di tingkat di
Jogja ya di provinsi maupun di kota
Jogja meskipun kami ini Senin depan mau
diskusi juga karena sang gemes ini bu
ini sudah ter ini loh Pet petanya sudah
kita buatkan ini tapi kok tapi memang
kalau kalau melihat tadi memang memang
tadi Kalau saya bicara sampaikan tadi
komitmen dan kepemimpinan itu kan enggak
hanya di level formal ya yang bisa saya
itu masih bisa sangat berharap pada
kepemimpinan yang di tingkat informal
yang bahasanya local Hero tadi ya
pejuang-pejuang di tingkat lokal yang
itu eh tadi ya diawali dengan 20 orang
dalam satu Dusun mungkin engak banyak
bahkan di desa tanggung Harjo di Bantul
yang sudah punya apa Eh boomdes itu saja
dari peserta apa membernya anggotanya
warga yang mau mendaftar itu barum ada
separuhnya H padahal sudah sejak tahun
2012 Duh ya memang tantangan berat Iya
kan tantangan berat apalagi kalau di
pedesaan di wilayah pedesaan seperti di
Bantul itu kan lahan untuk
menimbun membuang di halaman itu kan
masih ada beda dengan yang ada di kota
Jogyakarta yang Ya lahannya sudah sempit
itu jadi memang seperti ya kalau saja
virus kebaikan mengolah sampah itu
seperti virus Corona kita senang
yaadi kan langsung gitu semuanya kenaasa
itu tapi Eh kalau yang saya nanti apa
selain bergerak juga di level langsung
membuat kebijakan di eksekutif dan
legislatif itu juga kemudian e bergak di
level masyarakat memperkuat daring
memperkuat Eh tadi Eh ya jaringan tadi
misalnya Bu Maria Saya kira nanti bisa
diskusi juga dengan Pak hijrah karena
beliau ini di asos apa jaringan pengolah
sampah Mandiri di Jogja itu sudah ada
ibuiri itu di tingkat kota ada di
Kabupaten Sleman ada di tingkat provinsi
juga ada Kalau di provinsi Kalau tidak
salah ketuanya Pak Bambang itu yang eh
Bang sampah gemah ripah di bant G
nanti saya NY nomor telepon Ibu
ng saya ke Jogja nanti kita ketemu nah
ng jadi saling berjejaring saling
mendukung sehingga kemudian apa ya
geraknya memang harus karena yang diubah
di sini Bu kalau kalau istilah software
ya kalau membuat kalau teknologi itu kan
e hardware ya perangkat keras tapi yang
mau kita ubah itu salah satunya juga
software dan itu butuh di ee perlu ada
dalam edukasi perlu ada di dalam
Kurikulum perlu ada di dalam
ceramah-ceramah yang ada di masjid yang
ada di gereja yang ada di pura yang
menjadikan bahwa kita itu beneran loh
punya tanggung jawab terhadap lingkungan
sebagai manusia kita harus menjaga
lingkungan kalau kita ingin tetap
Lestari sampai ke depan untuk anak itu
gitu tapi justru berterima kasih Bu
Maria sudah apa bersedia untuk
menginisiasi di wilayah kita perlu
banyak
banyaklu
banyak seper seperti iu Mar ini Diel
ibu- dari atas
IB dari bawah betul betul saya dengan
Buin juga ada kontak ibu
dirj dan saya lihat beliau sudahan ke
putrinya Kanjeng ratunya di sana untuk
pendekatan juga gitu tapi saya tidak
tahu juga selebihnya Itu kebijakannya
akhirnya Seperti apa karena tidak ada
perubahan ya wong saya ke sana ya masih
begitu saya lihat di pasar masih seperti
itu masih seperti Oke begitu saja Bu
Matur sembahun semoga dari tingkat
ilmiah e saintis ilmuwan ini juga bisa
mendorong pemerintah juga karena
pemerintah saya lihat mengikuti juga
punya kesulitan untuk mendorong terutama
sama perusahaan ya dari masyarakat juga
punai kesulitan tetapi ee sudah mulailah
banyak penggiat-penggiat LH gitu
walaupun tidak sesuai dengan jumlah
sampah yang ada tetapi perusahaan ini
yang kan perusahaan e industri yang
menghasilkan kemasan itu banyak banget
Masa dari sekian ribuan jutaan itu hanya
15 yang berkomitmen ini Bu mungkin eh
teman-teman UGM para ilmuwan itu bisa
mendorong juga memberikan apa ya
dokumentasi apa Pernyataan ilmiah begitu
untuk
didorongan sehingga peta jalan ini bisa
jalan juga mengaten Bu Matur sembah
nuuhun ini kok saya jadi Nun
Sewu Matur sembah nuuhun Ibu ngih Monggo
silakan
dilanjut
baik Eh bisa boleh saya lanjutkan lagi
benar ibu I silakan Mbak Eh eh untuk
peserta yang ingin bertanya melalui
langsung mikronnya bisa untuk bisa dulu
akan tetapi eh kita masuk ke pertanyaan
yang terlebih
dahulu sebelum
pertanyaannya pertanyaan dari
ibu yaitu sumber sampah sejauh ini
paling banyak memang dari rumah tangga
teritahan
atau lain yang menghasilkan
sampahood dalam jumlah yang cukup tinggi
seperti pasar hotel restoran rumah sakit
dan industri dan malah Saya lebih sering
melihat pengelolaan sampah seperti bank
sampah atau penggunaan bsf di tingkat
masyarakat dan belum banyak di
tempat-tempat yang saya sebutkan tadi
Walaupun memang sudah ada beberapa yang
melakukan pengelolaan sampah eh kemudian
eh sudah pertanyaannya Sudah adakah
upaya khusus terutama darbijakanem
terkait pengelolaan atau Penanganan pada
instansi yang menyumbang sampah cukup
yang menyumbang sumber sampah cukup
banyak jadi mungkin ke depannya tanggung
jawab bukan lagi di TPA namun dari
penghasil sampah atau dari hurunya
terima kasihikian Ibu Ya terima kasih
pertanyaannya ibu atau mbak PR ini jadi
kalau untuk apa regulasinya itu kan
selalu mengatakan Sampah rumah tang
atauenahumahang
ya dan sejenis tambah rumah tangga itu
termasuk dari pasar hotel restoran rumah
sakit dan industri tapi kalau untuk
rumah sakit dan juga industri nanti akan
ada pengaturan yang lain karena sebagian
besar itu sahnya termasuk limbah
berbahaya ya D3 yang itu sudah ada
aturannya tersendiri untuk mengatur itu
kalau untuk limbah B3 itu misalnya eh
tidak boleh dibuang ke TPA malahan jadi
dia harus dibawa dan diangkut ke tempat
pengolahan khusus di Jawa di Pulau Jawa
itu Kalau tidak salah hanya ada dua
tempat ya jadi harus ba sana itu yang
perlu diawasi justuh kontraktor yang
mengangkut sampahnya ya karena nakalnya
basanya di situ tahu-tahu dibuang di
jalan diambil ee kontraknya dibuang ke
tempat pengolahan limbah B3 tapi
ternyata dibuang di sungai dibuang di ee
tempat sembarang tempat itu kemarin kan
ada berita di media juga ketemu ya apa
sampah bekas suntikan bekas itu diterim
itu hal yang lain kalau industri juga
industri-industri kimia itu sudah harus
diolah sendiri itu ada peraturannya tapi
untuk pasar pasar misalnya pasar itu
karena sebagian besar pasar itu dikelola
oleh pemerintah daerah maka kemudian
penanggung jawabnyaintah daerah yang
bisa dilakukan adalah mendorong agar
pedagang pasar dan juga konsumen atau
warga yang menggunakan fasilitas pasar
itu melakukan
pemilahan seingga nanti proses
pengangkut ya akanudah dan untuk hotel
dan restoran ini memang kalau regulasi
nasional saya belum melihat ada
aturannya tetapi saya kemarin sempat Eh
lihat itu di Kabupaten bianyar di Bali
Itu ada saya lupa setingkat Perda atau
baru eh SK Bupati ya yang mewajibkan ee
pemilik restoran itu untuk memisah
memilah sampahnya dan nanti akan secara
terjadwal diambil oleh pemerintah
Kabupaten sampah organiknya untuk diolah
menjadi kompos di fasilitas rumah-rumah
kompos atau pat daur ulang khusus untuk
sampah organik yang dimiliki oleh
pemerintah daerah jadi ada
inisiasi-inisiasi seperti itu yang sudah
muncul tapi memang belum banyak sehingga
perlu kita bantu kampanyekan juga itu
maksudnya Ya kalau Bapak Ibu mas mbak di
sini mengikuti teman-teman pandawara ya
melakukan ee pembersihan di sungai ya
kita ikut viralkan kita ikut up gitu
bahwa ada kelompok masyarakat yang
melakukan itu
eh terlepas dari kalau pandawara itu ya
fokusnya kan jadi healer ya sampainya
sudah tercipta gitu sudah ada
dibersihkan yang penting memang tadi ya
apa membersihkan sampahnya Iya kita
perlu dukung dan juga viralkan pada saat
yang sama tadi upaya-upaya daerah yang
sudah berhasil ya mari kita sama-sama ee
kampanyekan menjadi contoh praktik baik
dalam pengelolaan sah sehingga kemudian
daerah yang lain itu atau komunitas yang
lain B mengatan Oh ternyata memungkinkan
ya untuk melakukan
eh pengolaan sampah dimulai dari situ ya
Dan saya sangat setuju bahwa ke depan
memang bukan TPA karena TPA itu dari
sejak tahun 2008 itu
Eh istilahnya sudah singkatannya sudah
tempat pemosesan akhir jadi hanya
residonya saja ya artinya apa yang dari
depan itu sudah ada re recycle itu sudah
dilakukan dulu baru nanti residya ke
PPA begitu
mbak baik eh terima kasih kepada Ibu
selanjutnya saya persilakan kepada
Bapak yang tadi sudah
Meris untuk untuk bisa menyampaikan
pertanyaannya kepada bapak Faid mungkin
masih ada dalam
Zoom ya Selamat siang Bu ye bisa
didengar suara
saya sudah Pak Oke Sebenarnya saya ee
tertarik sekali dengan ee tema
pelatihan ataupun training online pada
siang hari ini Bu khususnya terkait
optimalisasi aspek kebijakan dan
regulasi dalam sistem pengan sampah itu
sendiri tadi juga saya sekali dengan eh
apa yang sudah dilakukan oleh ibu
sendiri terkait pendampingan ataupun
posisinya memfasilitasi eh pembuat
kebijakan ataupun dari sisi eh
pemerintah sendiri dalam mengawal atupun
mengimplasi kebijakan itu sendiri yang
sebenar Saya ingin tanyakan itu seperti
ini Bu kan tadi ibu terakhir menjelaskan
terkait komitmen politik gitu ya Bu
Adakah langkah untuk kita sebagai warga
negara maksudnya warga biasa gitu dalam
merespon ataupun posisinya meningkatkan
komitmen politik tersebut gitu eh Ketika
kita melihat beberapa aspek contoh tadi
dari beberapa e implementasi pengelan
sampah gitu itu kan dari sisij peraturan
pemerintahan daerah sendiri itu ada
aktor-aktor Yang menaungi atau paling
enggak eh meregulasikan dari wilayahnya
sendiri itu dalam bentuk kebijakan gitu
tapi bagi beberapa daerah itu kan belum
bisa menerjemahkan hal itu gitu karena
eh yang saya lihat jadinya dari apa yang
kebijakan dalam peraturan itu sendiri
itu dengan problem yang ada di wilayah
itu kadang tidak match sehingga menurut
saya eh apa ya dari sisi aktivitas
pengolan sampah itu sendiri itu tidak
terlalu eh al karena ternyata aspek di
sektor arealnya itu tidak terintegasi
gitu Bu itu sih mungkin lebih Bagaimana
sih kita mrigger komitmen politik
kalaupun posisinya eh Apakah kita harus
tetap menunggu ketika Posisinya itu dari
sisi
ebuknya ataupun posisinya belum ada
Apakah ada langkah lain apakah hanya
menunggu gitu sebagai warga negara
Terima kasih I Mat nuun Pak jadi Eh
bagaimana memulai dari warga negara ya
Kalau tadi sebenarnya kalau kita
bicara Jadi gini pelayanan pemerintah
itu salah satunya menjadikan itu bisa
baik atau tidak Itu salah satunya adalah
ada atau tidaknya Kuat atau tidaknya
tuntutan dari warga terhadap isri
tersebut Mengapa kemudian pemerintah
memperhatikan sektor kesehatan dan
pendidikan itu dan kemudian an bahkan
didorong di dalam undang-undang dasar
kita bahkan undang-undang dasar yaitu
konstitusi itu sudah menyebutkan
anggaran pendidikan 20% anggalan
kesehatan 15% itu ada ya
Nah kenapa karena semua orang sadar
semua orang tahu semua orang paham
pentingnya kesehatan dan karena itu
kemudian agar sampah ini ituu sampah
menjadi
Apa bahan bagi membuat kebijakan untuk
membuat kebijakan mengolah sampah yang
lebih bagus maka tuntutannya itu yang
kita
besarkan Bagaimana ya tadi dengan
menularkan ide-ide ini ke warga sesama
warga mengajak sesama warga kalau ada
akun Twitter akun X itu ya ngetweet soal
itu di media-media sosial memainkan itu
ituu kemudian berjejaring dengan
teman-teman yang ada di LSM teman-teman
yang ada di organisasi-organisas
keagamaan Saya kira seperti Muhammadiyah
NU kemudian lembaga-lembaga ee berbasis
agama yang lain itu ada bagian yang apa
menangani isu lingkungan dan di dalamnya
ada isu S jadi itu bisa kita ajak untuk
berjejaring kita ajak diskusi kita ajak
ngobrol untuk memperkuat tuntutan
Terhadap isu ini kepada pemerintah Kara
sekali lagi kalau tidak ada enggak bisa
ini teman-teman di level nasional para
aktivis sudah mulai mendorong ada
kebijakan ee munculnya kebijakan yang
mewajibkan pemerintah daerah
mengalokasikan paling tidak Kalau tidak
salah angknya antara 3 sampai 5% dari
APBD untuk
pengelolaan tapi ini juga masih berjuang
jadi teman-teman di tingkat pusat masih
masih berjuang untuk menggolkan
kebijakan itu Ya Masih masih belum
banyak yang mau
karena karena ya tadi Kalau
bicara ya berhadapan dengan isu sampah
itu bahkan kampanye kampanye calon
Bupati calon walikota calon gubernur
calon anggota dewan S enggak pernah kita
dengar ya punya slogan atau punya
kampanye pilih aku tuntas sampahmu Nah
itu kan kita enggak enggak melihat itu
ya jadi jadi salah satu yang bisa kita
lakukan tadi adalah memperkuat eh
virusnya ini biar nularnya lebih cepat
dan kemudian ya bergerak dari dari kita
dari lingkungan kita kecil tidak
apa-apaat laun karena sekali lagi yang
kita ubah itu adalah kultur dan
tujuannya adalah tadi Biar tentutannya
semakin kuat harapannya pemerintahnya
juga akan
bergerak semoga
menjawab baik Eh bagaimana bapak Apakah
sudah puas dengan jawaban dari ibu
Sudah
Mbak tapi mungkin Boleh tambah sedikit
Mbak
Oke Eh iya Bu benar sekali sebenarnya
cuman kan eh maksudnya gini menyayangkan
Kebetulan saya sendiri sebagai pelaku
ini sih Bu
Eh lebih ke private sektor dan juga
ngo terkait praktisi
sebenarnya sebenarnya kan eh beberapa
daerah treatment arealnya kalau tadi ibu
nyebutin juga kenapa di Surabaya itu
bisa terintegrasi sebenarnya kan dari
permasalahan contoh ibu yang seharusnya
kan kalau saya melihat Sebenarnya ada
beberapa daerah yang integasi informal
sektor itu menurut saya sangat penting
perlu karena melihat bahwa ketika kita
compare data di beberapa
per di daerah
gitu sampah dari sektor pemerintahan
sektor informal itu sektor informal gitu
cuman kan dari data ini sendiri kan
tidak terintegasi ini gitu beberapa
daerah kalau Des Timur kebetulan B saya
itu di Jawa Timur di Jawa Tengah untuk
Jawa Timur kenapa tadi sesimpel di
Surabaya itu informasi tol yang awalnya
pemulung itu bisa terintergasin jadi
pasukan or salah
satun contoh itu kan membuat akhirnya
masyarakat juga akhirnya terelaborasi
gitu Bu dalam penyelesaian permasalahan
sampah di kotanya itu sendiri gitu
sebenar beberapa daerah sendiri itu
banyak pemuda-pemuda atau bahkan
penggiat-penggiat lingkungan yang mau
ikut urun cuman beberapa kapasitas bisa
saya katakan seperti itu karena memang
akhirnya tidak ada ruang untuk
mengkolaborasikan hal itu gitu
ehimpel kayak contoh sekarang yang lagi
berjalan itu di Semarang itu kan lagi
membuka terkait integrasi semua bank
sampahgasin ke pemerintah gitu tapi di
situ juga kan ada kendala untuk
pengumpulan wisnya Seperti apa ini kan
dalam regulasi pun eh untuk an outputnya
sampah itu nanti Seperti apa itu belum
banyak yang mengarahkan seperti itu baik
itu di level
pem eh dari Sis kebijakan seperti itu
sehingga otomatis hal-hal yang
menyangkut terkait ofer dan lain-lain
itu seolah-olah jadinya kayak
disertaakan e dilemparkan ke offer
melihat ketika itu di ofer yang itu bisa
notab nanti perusahaan dan lain-lain itu
adalah kayak keahlian ataupun posisinya
komitmen lagi kembali lagi untuk jaring
ke sektor-sektor private ataupun
sektor-sektor swasta yang bisa
menjenjaringkan gitu dan kemampuan itu
kan sebenarnya Enggak semua sektor dari
sisi pembuat kebijakan ataupun posisin
aparat yang kebetulan memangku
kepentingan untuk pengelaan sampah itu
mampu sehingga otomatis ada beberapa
daerah yang memang bisa berkembang
dengan salah satunya link-link aja
jaringnya tadi ada yang tidak ataupun
stak gitu lah beberapa daerah itu
Akhirnya akhirnya ketika posisinya dari
sektor swasta Saya mihat e sebagai ngo
gitu itu bagi sektor kalau contoh eh di
Semarang aja gitu pengumpulan sampah
plastik ataupun
eh apa single layer plastik pun
sebenarnya sudah ada offernya gitu di
sektor swastanya ibu dan sejaringnya
sebagai dari kalaupun botol masuk ke
recycling apa company dan posisinya dari
sisi E dan juga yang lain itu banyak
makanya ini yang sebenarnya pengin kita
mulai ajukan ke sektor pemerintah tapi
akhirnya sektor pemerintah seolah
jadinya eh oke MOU gitu tapi posisinya
kalau yang kita harapkan
sebenarnya integrasi dari perolehan data
sampah yang keserap dari daerah tersebut
kan kalaupun posya dikonversikan di sisi
daerah tersebut kan itu menjadi
pencapaian sebenarnya bu ya ngomongin
ketika posinya plastik kredit gitu
capaian dari sebuah daerah itu
mengelolah sampah tapi seolah-olah
jadinya itu hasil pengolan itu masuk di
sektor priv aja Bu di sektor ng itu
makanya Sebenarnya saya sedikit kayak i
data siipsn gitu itu kan B data ketika
kita mengintegrasi jumlah penduduk dalam
suatu naungan wilayah gitu dikalikan
dengan kah tadi ibu Sebutkan 0,4 bagi
daerah yang Desa ataupun 0,7 bagi daerah
yang Urban gitu itu kan tinggal
dikalikan sampahnya seberapa dan juga
masuk yang ke pos-pos TPA eh tps3r
ataupun posnya ke bank sampah berapa
persen baru masuk ke TPA m of di daerah
Urban seperti itu Sedangkan sebenarnya
di sektor informal yang kebetulan ada
daerahnya baik itu mulai lapak pemulung
terintegrasi sektor informal ataupun
private itu sebenarnya data yang terolk
itu juga banyak gitu cuman data itu
tidak tersandingkan atau tidak
tersandingkan Dan terinput di pemerintah
itu sendiri gitu Bu itu makanya yang
tadi saya agak gemes tuh ketika
sebenarnya itu kan potensi ya Bu ya
ketika posisinya di daerah juga ada tuh
ketika itu bisa kayak paling enggak
dikasih ruang digandeng gitu mereka kan
tidak mengharapkan keuntungan juga tapi
paling tidak kan dengan Sisi kebijakan
itu yang menggandeng harapannya
Masyarakat khususnya di daerah tersebut
akan jauh lebih terapproach ataupun jauh
lebih terpaparlah terkait gerakan masif
seperti itu gitu karena ketika kita pun
posisinya juga ada dengan kayak
pandawara dan lain-lain dengan kampain
via sosial media dan lain-lain gitu Tapi
kan
beberapa masyarakat di daerah tersebut
ataupun di daer suatu daerah itu kan
tidak mengakses up to date itu gitu Bu
makanya sebenarnya langkah yang nyata di
daerah mereka itu kadang akan terkendala
berdasarkan visi misi ataupun posisinya
komitmen politik di ee ataupun pelaku
yang mengambil ataupun menjalankan
kebijakan di daerah tersebut itu sih
Makanya tadi aku merasa bahwa gimana sih
sebenarnya selain kayak memberikan eh
kontribusi untuk bisa terintegrasi Sisi
kebijakan si gitu Itu karena menurut
saya menjadi kunci untuk
integr antara gerakan masyarakat ataupun
ee dari hulu ke hilir ini menurutu
kuncinya tetap di sektor maksudnya
kuncinya tetap di di diis kebijakan itu
makanya tadi aku merasa gimana sih
sebenarnya untuk untuk
mengintegrasius gitu melihat daradi tadi
juga ada gerakan-gerakan bank sampah itu
kan sebenarnya masif ya cuman ketika itu
bisa terintegrasi atauupun tounding Dar
kebijaan ataupun paling enggak diadop
diadopsi oleh kebij kan menurut saya
akan jauh lebih eh mesage-nya dan
pesannya akan jauh lebih besar saya ibu
termasuk juga itu edukasi masyarakat di
daerah kita Makasih banyak ibu
oke terima kasih kalau saya yang sudah
apa bnya Saya tahu ada asosiasi
pengusaha daur ulang sampah ya yang
ee apa yang bergerak di isu itu dan saya
kira Setahu saya ini mereka juga kerja
sama dengan pemerintah terutama untuk
memperkuat rantai rantai daur ulangnya
karena memang kalau kita lihat
kondisinya
ee pabrik daur ulang atau pusatpusat
daur ulang pabriknya itu sebagian besar
ada di pulau Jawa misalnya itu masih
belum seimbang sehingga misalnya
teman-teman yang ada di Maluku ada di
Mataram itu mau melakukan pengumpulan
sampah itu harga jualnya itu tidak cucuk
ya kalau bahasa Jawa tidak sepadan
kemudian dengan ongkos logistik
mengirimkan sampah dari pulau la itu ke
yang paling dekat kalau enggak di ke
Bali yang ngirimnya di di Gresik atau di
di Jawa Timur itu jadi kita memang masih
punya problem itu sehingga
ya kalau untuk itu saya memang jujur
saya belum pernah melakukan riset yang
terkait betul ya dengan itu bagaimana
mengintegrasikan tetapi yang saya Se
lagi yang saya tahu ada asosiasi daur
ulang pengusaha darur ulang plastik yang
kemudian bekerja sama dengan pemerintah
termasuk pasok anu ya
menginput data ya berapa sih yang mereka
bisa bisa kumpulkan dan berapa yang bisa
dijaw ulang itu kemudian Datanya ada di
memang mungkin tidak
disn tapi ada kementerian perindustrian
ya itu juga ada Jadi ini satu tantangan
lagi karena data-data terkait dengan
tata kelola sampah itu masih masih ada
di banyak tempat termasuk kalau mau
mengatur eh perusahaan untuk cip tadi
soal desain misalnya itu kan
pelaksanananya ada di kementerian
perindustrian yang bisa
mengawasi kita sekali lagi pr-nya memang
masih banyak G soal itu itu Mbak sainya
baik eh terima kasih Ibu nzizah Atas
jawaban yang sangat luar biasa sekali
selanjutnya kembali ke pertanyaan yang
dilide ya Ibu
ee pertanyaan dari ibu
dari TPS TPS 3R onput Jaya Morowali
Apakah ada kebijakan terkait penetapan
iuran yang dapat diberlakukan kepada
masyarakat melalui TPS 3R karena selama
ini yang saya ketahui hanya ada
peraturan atau kebijakan menyangkut
retribusi sementara perhitungan
retribusi berbeda karena retribusi
menghitung pengangkutan sampah bukan
penjputan sampah dari sumber menuru TPS
3R dan apakah pembuangan residu dari TPS
3R perlu membayar retribusi ke TPA dan
catatan TPS 3R sendiri yang mengangkut
sampah residen menuju ke TPA Demikian
ibuziz Ya ini mungkin aspeknya eh senya
sangat teknis ya tapi memang ada permen
dagi Nomor 7 Tahun 2021 yang mengatur
tentang tata cara perhitungan tarif
reribusi untuk pengolaan sampah yang
dihitung memang ini di tpa-nya ee atau
mungkin saya bacanya belumepat Ya tapi
menghitung Berapa sih biaya atau
retribusi yang bisa di tarifnya itu
berapa angkanya itu ada banyak sekali
komponennya ada timbulan sampahnya jenis
sampahnya jarak dari apa kalau
wilayahnya dekat dengan TPA dengan jarak
yang wilayah dengan TPA ada ada banyak
sekali komponen di dalam apa
penghitungan tarif itu yang itu kalau
dihitung betul
sebenarnya itu jauh lebih besar dari
retribusi yang dibayarkan selama ini
sehingga bahkan untuk retribusi
pengangkutan dari Apa kisi pembuangan
sampah di TPA itu pun tidak dilakukan
karena alasannya nanti kalau itu
dihitung betulan tarifnya naik nanti kan
selama ini yang membuang ke TPA itu kan
kalau tidak truk sampahnya milik Pemda
ya truk sampah milik swasta atau milik
komunitas yang EE sudah terdaftar
dienda kan
gitu bayarnya yang bayar tadi biaya
retribusi itu kan truk sampahnya
ini sampahnya ini dia akan datang
truknya dibawa masuk ke tim penimbangan
di TPA dihitung berapa ton kemudian dia
bayar nah pembayarannya itu sebenarnya
ada tata cara penghitungannya yang kalau
sekali lagi kalau dihitung beneran Kalau
DIY itu enggak di DIY pernah diangap
24.500 per ton ya Jadi kalau satu truk
bawa 5 ton cuma bayar
r.000an murah banget Saya pernah tanya
Pak kokak
benan legistif itu
tidak legisnyaa gak mau kehilangan
suaraak mau tes harga ya Jadi ada situ
Itu yang pertama kemudian yang terkait
dengan retribusi pengangkutan nah
sepanjang yang saya tahu kalau untuk
yang selama ini dibayarkan oleh warga
kepada pengelola jasa angkutan yang
ngambil entah itu lewat karang taruna
entah lewat Desa itu baru yang dibayar
itu sebenarnya biaya angkut dari rumah
sampai ke tp-nya ke tps-nya ya
nah saya tidak mungkin nanti sama
pengelola TPS itu kalau tps-nya milih
bom misalnya Kalau residonya olehom
dibuang ke TPA kan pengolah boomdesnya
ini harus bayar ke TPA itu pasti akan
diolah dari
eh biaya yang dibayarkan oleh
wargauran yang diterima oleh warga
sehingga misalnya ada pengusaha
pengangkutan sampah Saya punya 1000
nasabah nasabah 3000 maka per bulan saya
dapat kurang lebih R juta maka dari
komponen R juta itu saya akan alokasikan
tadi untukembang sampah sepa dengan
tarif sekian ratus ribu per ton itu akan
saya bayarkan dari ini tapi kalau yang
dibayar di level warga itu ya masih ya
sebenarnya baru tarif jadi
pintar-pintarnya pengelola CPS 3R atau
yang punya jasa angkutan ini untuk
menghitung operasional cost dari dari
pelayanan yang dia berikan ya jadi jadi
dan pada saat yang sama tadi sebenarnya
yang dibayar oleh warga itu baru
ngangkutnya belum ngolahnya Kalau
ngitungnya beneran ngolahnya mungkin ya
Ee industri daur ulang itu kan
sebenarnya bukan industri yang murah
ya minimal dia butuh air untuk mencuci
sampahsampah daur ulang yang masuk ke
dia Dan untuk air kalau sumber airnya
dari PDAM itu
Bayar Kalau bayar kalau sumbernya dari
air tanah dengan kedalaman tertentu dia
juga harus bayar retribusi atauzin ke
Penda belum lagi
listriknya belum lagi fas-fas lain yang
yang tadi sebenarnya sekali lagi biaya
daur ulang itu atau biaya mengolah
sampah itu lumayan juga ya Sehingga
kemudian ya pengol tps3r bisa
menghitungkan biaya pengangkutan dari
rumah warga ke tps3r tapi jangan lupa
dari komponen itu perlu juga menambahkan
biaya pengolahannya setelah sampahnya
sampai di tps3r yang berbasis komunitas
tanpa ada dukungan dari pemerintah ya
dihitung kalau di sana ada pegawai
sekian pegawai butuh bayar listrik butuh
bayar yang lain-lain operasional costnya
berapa ya itulah yang kemudian
dibagi dan dibagi jumlah apa anggotanya
yang ikut masuk pengangkutan sampah di
situ yang ketemu angka itulah angka yang
sebenarnya harus dibayar oleh warga biar
pengolola TPS 3nya tidak rugi bisa
sustain jadi eh itu ya Saya kira untuk
eh regulasinya belum ada setiap
pengusaha kayaknya punya kebebasan
sendiriendiri makanya ada yang bayarnya
kalau di tempat saya itu ada yang
langganan bayar r.000 ada yang 25.000
karena itu tergantung pada
ee apa namanya penyedia jasanya
masing-masing dalam hal ini misalnya di
Kabupaten seman itu belum ada ee yang
mengatur tentang semacam retribusi atau
iuran Kang kota sambah itu malah belum
ada jadi
Maaf Bapak Ibu sekalian mungkin Eh ibu n
azizahnya ini terkendala oleh sinyal
sehingga
ee keluar dari ruangan Zoom
e baik Bapak Ibu sekalian
Ee Kita tunggu untuk beberapa menit
depan menunggu Ibu Nur aizah untuk
kembali masuk ke dalam ruang zom
Baik Ibu Azizah ya mohon maaf terlempar
lagi ini Baik
Ibu yuk lanjut silakan Mbak
baik
eh lanjut kepada lanjut ke slide yang
selanjutnya pertanyaan dari ibu
Fajrin dari penetapan undang-undang
tentang sampah tahun 2008 sangat kurang
sosialisasi dan edukasi keluarga
pertanyaan pertama apa ada daerah yang
berhasil merubah mindset atau budaya
masyarakat dalam memilah dan mengolah
sampah Kemudian yang kedua aturan
terkait pembatasan produk plastik
terkesan tidak tegas termasuk
pengelolaan hasil kemasan oleh produsen
hanya di Pulau Jawa apa ada solusi yang
lain untuk hakan produsen kemudian yang
ketiga Kenapa belum ada aturan yang
mewajibkan masyarakat untuk memilah dari
rumah karena sudah ada mungkin ada
daerah yang bisa jadi contoh demikian ya
Eh Apakah ada daerah yang berhasil
mengubah mindset budaya Kalau 100%
mungkin belum ya yang tadi saya
sampaikan bahkan ada di level Desa saja
Ya ada apa namanya eh boomdes dravel
desa yang sudah berdiri sejak
2012 sampai hari ini warga yang ikut
masuk ke dalam apa boomdes
ikut mengakses layanan yang disediakan
oleh buomdes itu pun belum 100% dan dari
yang mengikuti itu pun tidak semuanya
mau memilah terutama tadi yang saya
sampaikan Kalau merasa padahal sudah ada
aturannya ya p kalau mau Milah ee yang
organik itu diambil gratis yang kertas
sama kardus itu kemudian di dibeli oleh
pengelola bungkes yang sehingga yang
dihitung
hanya yang resido sementara kalau enggak
mau Mila ya dua kali lipat bayarnya ya
tapi ternyata itu itu pun juga masih ada
ada warga yang enggak usah memilah
karena saya bayar dua kali lipat pun
saya mau duitnya saya punya nya gitu ada
yang seperti itu jadi memang kalau
kaitan dengan mengubah budaya kalau dari
ceritanya Bu
ee bebasari Buci yang di itu beliau
cerita pernah cerita ke saya kalau
Jepang itu mengubah mindset itu butuh
tahun memang lama ya karena mengubah
yang ada di kepala di dalam kepala kita
mengubah yang ada di kesadaran kita yang
itu akan kemudian
menjadi cara kita berpikir cara kita
berkomunikasi cara kita menularkan
kepada generasi penerus kita itu ya akan
seperti itu sehingga kemudian kalau
memang tidak dimulai dari sekarang ya
kita engak akan sampai ke mana-mana soal
itu kemudian yang kedua terkait
pembatasan produk plastik ini
memang yang didorong untuk membuat
kebijakan itu levelnya di pem
masing-masing kalau eh saya sebenarnya
apa ada datanya tapi kalau saya buka
data waktunya terbuang ya untuk diskusi
ini jadi sampai dengan tahun
2021 atau 2022 itu sudah ada hampir ya
seratusan daerah yang sudah punya
peraturan pembatasan ee penggunaan pasti
sekali pakai termasuk Surabaya Kemudian
beberapa wilayah di Bali dan beberapa
wilayah di luar Jawa itu sudah punya
tapi kan ini pengawasannya yang susah
kalau
ee apa
penerapannya itu di misalnya di
toko-toko rtail atau di toko-toko sual
yang besar itu mudah kan yang Suah itu
kan di pasar pasar tradisional malahan
yang susah itu kan di warung-warung
kelontong di dalam di di sekitar kita
itu Penggunaan plastik
beli tomat satu di plastik sendiri beli
wortel satu di plastik sendiri dan itu
kan terkait apa namanya ya karena saking
murahnya plastik ya lobinya lobinya
perusahaan plastik kepada pemerintah itu
kan juga kencang itu waktu tahun
2018 Kalau tidak salah itu
em kod Bandung itu mau membuat peraturan
pembatasan penggunaan
sterofor yang
lobi untuk tidak jadi untuk kebijakannya
itu tidak dilaksanakan dan tidak tidak
jadi bahkan dibatalkan itu ya
perusahaan-perusahaan yang menggunakan
steroform sebagai eh kemasan ya salah
satunya Ind punya pop misalnya kalau dia
ggak boleh pakaiof ya gimana dia
wadahi atau perusahaan-perusahaan yang
lain jadi memang eh tarik menarik antara
Kepentingan lingkungan dengan
kepentingan ekonomi itu terlalu besar ya
Sehingga kemudian ya balik lagiitmen
pemimpinnya ini mau memilih yang mana
mau ya memilih yang mana milih yang
condong ekonominya tapi tidak
memperhatikan lingkungan atau
memperhatikan lingan tapi tidak
memperhatikan ekonomi atau Ma solusi
Seperti apa Nah memang aturan yang wajib
kemudian yang ketiga aturan yangwajibkan
untuk memilah
eh belum ada undang-undangnya
menyebutkan
partisipasi ya jadi belum ada eh di di
Bali itu sudah ada aturan mengolah
sampah dari desa yang salah satunya ada
ee disebut untuk memilah dari dari warga
tapi lagi-lagi kan Aturan itu repot eh
bukan repot Aturan itu nanti
eh tantangannya kan diimplementasi Ya
karena mengawasi rumah tangga itu juga
butuh effort gitu
eh kadang antara tangga satu dengan
sebelahnya aja enggak tahu tentangganya
Milah apa enggak itu kan enggak tahu
atau ya jadi hal-hal seperti itu
Eh ya untuk ibu ya ibuadrin
Ya baik eh terima kasih kepada Ibu
nurizah atas pemaparan jawabannya baik
demikian tadi pertanyaan dari Bapak Ibu
sekalian sekaligus menjadi pertanyaan
penutup dari sesi tanya jawab kita pada
training online kita hari ini sebelum
mengakhiri training online ini Izinkan
saya untuk menyampaikan kepada Bapak Ibu
sekalian
bahwa kami dari proek Indonesia yang
bekerja sama dengan jurusan Teknik
Lingkungan
Indonesia mengadakan training online
selanjutnya yang bertopik optimalisasi
aspek pendanaan dan pembiayaan dalam
sistem pengelolaan sampah yang
Insyaallah akan diisi oleh Bapak Amrizal
Amir pada hari Sabtu 28 September 2024
yang akan berlangsung selama du si pukul
0900 hingga
1100 dan pukul 12 hingga 1500 baik Bapak
Ibu sekalian selanjutnya saya ucapkan
terima kasih untuk pemateri kita pada
hari ini yaitu ibu nurzizah yang telah
membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan
sekaligus sharing bersama dengan Bapak
Ibu peserta training online kemudian
Terima kasih juga untuk bapak ibu yang
sudah aktif bertanya dan mohon maaf
apabila ada pertanyaan yang belum
terjawab karena waktu kita yang sangat
terbatas sekali ya Bapak Ibu sekalian
sem Semoga di lain kesempatan kita bisa
bertemu kembali dan
pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu
sekalian bisa terjawab di sesi yang akan
datang baik seperti janji-janji seperti
janji kami di awal tadi kami juga sudah
mengantongi nama-nama pemenang yang
beruntung pada hari
ini untuk mendapatkan do price untuk
bapak ibu yang beruntung untuk
mendapatkan dopres dapat menghubungi
kontak WhatsApp yaak Bapak Ibu
eh berikut ada bapak Muhammad Hafiz
Rifai Kemudian Bapak Ganjar ganda Praja
dan Ibu Maria S.A warden Eh bisa
menghubungi admin butik daur
ulang baik Bapak Ibu sekalian yang belum
beruntung dapatkan doorpres Jangan
berkecil hati ya Bapak Ibu karena di
sisi yang akan datang kami akan terus
memberikan dpres yang lebih menarik Nah
jadi Bapak Ibu jangan sampai ketinggalan
acara webinar selanjutnya baik kita
telah sampai di pengujung acara Bapak
Ibu sekalian dan Alhamdulillah hari ini
Baik di sesi satu ataupun sesi dua kita
sudah belajar banyak melalui training
online dengan topik optimalisasi aspek
kebjakan dan regulasi dalam sistem
pengelolaan sampah yang disampaikan oleh
pemantari kita hari ini yaitu ibu Nur
Azizah banyak sekali ilmu yang kita
dapatkan pada saat penyampaian materi
yang disampaikan oleh pemateri kita hari
ini semoga ilmu-ilmu tersebut dapat
bermanfaat untuk kita semua baik Selain
itu kami juga ingin mengingatkan Bapak
Ibu sekalian untuk mengisi kuesioner
yang linknya sudah kami share di kolom
chat supaya kegiatan kami selanjutnya
bisa lebih baik lagi dan Sekali lagi
saya izin mengingatkan Bapak Ibu yang
menginginkan materi sekaligus sertifikat
dan kemarin belum request dapat mengisi
Link yang juga sudah kami kirimkan pada
kolom chat terakhir saya ucapkan terima
kasih kepada pemateri kita hari ini
yaitu ibu n pmsi yang telah menyempatkan
waktunya untuk berbagi dan sharing
materi bersama kami dari pagi hingga
sore hari ini lalu saya juga mengucapkan
terima kasih kepada bapak Dr IR hijrah
Purnama Putra STM selaku founder dari
butik daur ulang Project B Indonesia
sekaligus sekretaris jurusan program
studi teknik lingkungan Universitas
Islam Indonesia dan juga tidak lupa saya
ucapkan terima kasih kepada panitia dan
peserta yang telah berkontribusi dan
sangat antusias selamat training online
ini berlangsung sampai bertemu lagi di
training online selanjutnya tentunya
dengan tema-tema yang lebih menarik lagi
Akhir kata saya selaku MC sekaligus
moderator memohon maaf sebesar-besarnya
apabila selama memandu acara ini
terdapat kesalahan kata ataupun
perbuatan saya Sabina Nur Afifah pamit
undur diri wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
waalaikumsalam
warahmatull Saya pamit Terima kasih
kasih Bu Azizah Terima kasih Mbak sampai
ketemu lagi baik ibu terima kasih
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh Terima kasih
Bu Bapak Ibu semuanya sampai ketemu lagi
baik
[Musik]
Bapak saya NY nomor Bu asisa bolehkah
sama nomor admin saya mencoba
menghubungi untuk hadiah doorpres
Bagaimana
ya
Eh Baik Ibu Maria bisa menghubungi nomor
admin yang sudah tertera ya Baik
Ibu Nomornya mana ya
baik ee baik
sudah sudah
masuknya baik Bapak Ibu saya izin
untukikan ruang zoom-nya ya