Transcript
la-WsB_UCOw • OPTIMALISASI ASPEK PENDANAAN & PEMBIAYAAN DALAM SPS sesi 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0093_la-WsB_UCOw.txt
Kind: captions
Language: id
selaku founder dari butik Dar ulang
Project B Indonesia sekaligus sekretaris
jurusan Teknik Lingkungan Universitas
Islam Indonesia yang akan diwakilkan
oleh Bapak yebi yuriandala STM selaku
CEO founder butik D ulang Project B
Indonesia baik langsung saja tempat dan
waktu kami
persilakan asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Selamat Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh Eh pagi Bapak
Ibu semuanya yang kami hormati dan juga
terima kasih kepada Pak Amrizal yang
sudah berkenan di
hari sabtu weekend eh memberikan materi
dan sharing materi kepada kita semua eh
baik Bapak Ibu semuanya pertama-tama
Saya menyampaikan permohonan maaf dari
eh ketua jurusan program studi teknik
lingkungan Bapak dan juga eher
Bapak hijrah e mereka kebetulan
ee sedang ada kegiatan mendadak sehingga
tidak bisa membuka training online pada
pagi hari ini sehingga diwakilkan kepada
saya
Eh pada hari ini topik training online
kita adalah optimalisasi aspek pendanaan
dan pembiayaan dalam sistem pengolaan
sampah seperti yang kita ketahui bapak
ibu semua ini mungkin sebagian besar
adalah juga Akademi misi dan juga ada
ASN dan dari berbagai macam latar
belakanglah Bapak Ibu ya kita ketahui
bahwa aspek ini biasanya jarang di
eh kelola dengan baik
Nah karena apa Karena Terlupakan oleh
aspek teknis biasanya tapi ternyata
aspek pembiayaan dan pendanaan ini
adalah aspek yang krusial nah kebetulan
di sini sudah membersamai kita
Pakal yang dengan
macam pengalamannya dalam
ee perencanaan ya Bapak Ibu terutama
ee kajian aspek pendanaan dan pembiayaan
yang sudah banyak beliau lakukan
mudah-mudahan
ee dengan adanya training online ini
nanti kita bisa berdiskusi dan
mendapatkan
eh Ya pencerahanlah seperti apa aspek
pendanaan dan pembiayaan yang EE bisa
dipenuhi mungkin oleh daerah seperti apa
seperti yang kita ketahui bersama
ee di Indonesia itu belum ada yang
mencapai mungkin kalau normalnya itu 3%
dari APBD kalau daerah ya Bapak Ibu ya
untuk standarnya tetapi saat ini masih
banyak 0 Kom sekian persen lah pendanaan
dan pembiayaan untuk pengelolaan sampah
nah sehingga masih banyak
masalah-masalah ee teknis yang terjadi
Nah nanti kita bisa diskusikan itu
bersama Pak Amrizal harapannya dengan
ada training online ini ya kita
sama-sama membuka wawasan kita bahwa ee
selain aspek teknis kita juga perlu
melihat aspek nonteknis yaitu masalah
pendanaan dan pembiayaan Bapak Ibu
semuanya Saya rasa itu yang bisa saya
sampaikan ee semoga training online ini
bisa berjalan dengan lancar dan kita
bisa mendapatkan ee ilmu yang bermanfaat
dari Pak Amrizal dari sesi sharingnya
nanti dari sesi pertama dan sesi kedua
terima kasih saya akhiri asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuhikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh Baik terima kasih e kepada
bapak ibi yang telah memberikan
sambutannya dan sekaligus membuka acara
pada pagi hari ini Bapak Ibu sekalian
kami dari panitia juga melakukan live
streaming melalui YouTube channel kami
di Project Indonesia Jadi jika selama
acara t online berlangsung ada Bapak Ibu
yang terkendala dalam Zoom tidak perlu
khawatir karena bapak Ibu juga tetap
bisa mengikuti training online ini
melalui YouTube channel kami di Project
B Indonesia selanjutnya seperti biasa
Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga
menyiapkan berbagai macam doorpres
spesial untuk bapak ibu yang beruntung
doorpres ini diberikan berdasarkan tiga
pertanyaan terbaik dan dua Story
Instagram terunik selama training online
ini berlangsung untuk pemenang tiga
pertanyaan terbaik akan kami umumkan di
akhir acara sesi 2 nanti Sedangkan untuk
pemenang du Story Instagram drunik akan
kami Hubungi langsung melalui di DM
Instagram Nah jadi Jika Bapak Ibu yang
ingin bertanya selama training online
ini berlangsung dapat memberikan
pertanyaannya melalui kolom chat dengan
format nama kemudian pertanyaan yang
ingin ditanyakan dan nanti akan kami
pilih tiga penanya terbaik untuk
memenakan DP spesial dari kami lalu
untuk Story Instagram bapak ibu dapat
membuat Story Instagram semenarik
mungkin dan jangan lupa tag Instagram
kami di @projectb Indonesia baik tanpa
berlama-lama lagi kita akan langsung
lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi namun sebelum itu
Mari kita lihat terlebih dahulu CV dari
pemateri kita berikut ini
[Musik]
baik Demikian sekilas mengenai pemateri
kita pada pagi hari ini selanjutnya
mungkin untuk efisiensi waktu jika Bapak
Amrizal Amir sudah siap kita mungkin
bisa langsung saja untuk mulai
penyampaian materinya yaitu waktunya
kurang lebih sampai pukul 10.30 ya Bapak
ya baik ee tambah berlama-lama waktu dan
tempat kami persilakan terima kasih
ee
Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
ee Selamat datang ibu dan bapak
ee Saya ingin tes dulu apakah suara saya
bisa diterima dengan baik Bapak dan Ibu
sudah J baik oke baik baik Eh iya memang
masalah ee
persampahan dan
eh terkait dengan keuangan dan
pendanaannya itu selalu menjadi apa isu
yang e menarik ya
dan tentu saja eh aspek keuangan
tersebut
ee terkait langsung dengan aspek-aspek
di luarnya seperti terutama aspek teknis
sarana dan
infrastruktur kemudian juga kebijakan
jadi ada lima aspek yang
Ee Kita ingin memastikan bahwa
ee saling terkait satu dengan yang lain
baik Bapak dan Ibu
ee Saya ingin mulai dengan sedikit
memperkenalkan diri
ee tadi sudah disampaikan ee hal-hal
yang terkait dengan
ee CV saya tetapi juga ee mungkin saya
ingin masuk ke slide
terkait dengan
eh materi kita Sebelum kita ee lanjut ke
hal-hal diskusi yang sebaiknya nanti
akan lebih banyak diskusi ya
jadi aspek ini akan lebih
ee sempurna Saya kira kalau di dalam
diskusinya kita sediakan waktu yang
cukup Gitu slide I
Ya saya bisa cek Apakah eh slide-nya
sudah bisa dilihat Bapak dan Ibu sudah
Pak e sudah oke Ya baik ya kita mulai ya
Ee slide ya tadi si sampaikan sekilas
dan saya ingin memberikan penjelasan
yang lebih tentang eh institusi saya PT
go circular solution Indonesia
Eh mengapa kami ada di sini kami adalah
e perusah
ee perusahaan sosial ya yang semua hasil
usahanya sisa hasil usahanya
diinvestasikan kembali ke dalam program
yang berdampak kepada Pos eh positifnya
aspek lingkungan dan sosial jadi tidak
dibawa pulang
sebagai apa namanya hasil usaha yang di
ee dibawa secara personal tapi justru
kita tanamkan kembali ke dalam program
perusahaan kami ini berada di Banyuwangi
dan Bali ee kemudian fokusnya adalah di
bidang lingkungan di mana saat sekarang
kami sudah Ee
menjalin kerja sama
dan melakukan pendampingan kepada
pembiayaan khususnya Manajemen Industri
di perusahaan penanaman modal asing
dan tentu saja di pen modal di dalam
negeri kemudian perusahaan juga fokus
menjadi implementer partner ya di Bali
untuk beberapa desa di B danentu saja
konteks ini kita juga
kapasitas kelembagaan terutama di aspek
keuangan dan terakhir kami eh memberikan
fasilitasi untuk inkubasi UMKM di
pengelolaan sampah
e kontribusi kami dan partner kami bisa
dilihat ada di clean oanan community
kemudian Kabupaten Banyuangi itu sendiri
program isump di benas dan tadi sudah
disebut kami berkolaborasi dengan ins
dan W demikian Bapak dan Ibu slide
lanjutnya kita akan masuk ke materinya
di sini ada empat materi untuk aspek
pendanaan
e di mana
E pertama adalah kita akan bahas cepat
tadi pengantar pendanaan itu seperti apa
kondisinya seperti apa dan evaluasi
pendanaan terakhir adalah
strateginya baik kita mulai
eh slide pertamanya jadi
tahu bahwa pemerintah maupun pengelolaan
ee pendanaan tersebut tidak terlepas
dari aturan main atau kebijakan yang
sudah di ee
Tentukan di mana yang
terkini bapak dan ibu itu ada
undang-undang tentang hubungan keuangan
pemerintah pusat dan daerah di mana
undang-undang ini lahir di Tahun
2022 kemudian masa transisinya di
2023 dan berlaku efektifnya adalah di 24
apa yang ingin kita sampaikan di sini
adalah poin besarnya
bahwa begitu banyaknya sektor
pembangunan yang harus dibiayai oleh
negara dan tentu saja hal itu juga akan
membawa alokasi anggaran yang makin
besar harus di-support sehingga sektor
pendanaan tersebut khususnya di bagian
persampahan itu menghadapi tantangan
yang juga cukup besar
Nah jadi di sini di bab
ee sebelumnya
ya di bab 7 dalam Sinergi pendanaan itu
dijelaskan bahwa saya langsung ke poin 4
dan 5 bahwa
pendanaan
APBD sebagaimana disebutkan di dalam
ayat kedua itu dapat diperluas menjadi
pendanaan berupa kerja sama dengan pihak
swasta Badan Usaha Milik Negara BUMD dan
pemerintah daerah lainnya ini
memperlihatkan bahwa gap pendanaan itu
sudah terjadi dan gap pendanaan itu
harus ditutup dari sumber-sumber yang
lain sehingga dibutuhkan berupa kerja
sama dari pihak swasta badan usaha milik
negara dan BUMD dan seterusnya baru
itulah nanti di ayat kelima dinyatakan
bahwa Sinergi pendanaan tersebut dalam
rangka belum tercukupinya maka dapat
disinergikan dengan belanja Kementerian
jadi terbalik Kalau sebelum
undang-undang ini lahir belanja
Kementerian
menjadi motor utama maka
ee sekarang Justru dengan lahirnya
undang-undang
ini anggaran dari Kementerian itu
menjadi jadi
ee penutup terakhir selain
Ee kita kembangkan dalam bentuk
kerjaasama dengan pihak swasta badan
usaha dan bisa saja kerja sama dengan
pemerintah
lain baik
selanjutnya konsekuensi atau implikasi
dari undang-undang hkpd tersebut di
dalam aspek
persampahan terjadi pergerakan dari
pendanaan yang sifatnya reguler ini
sebelah kiri bapak dan ibu ee dari APBD
Kemudian dari APBD provinsi APBN
termasuk penerusan hibah
dak
cpsr kontribusi masyarakat dan hasil
retribusi yang senyatanya itu belum
cukup menutup gap selama ini maka
sekarang ditambah dengan sumber
pendanaan baru berupa percepatan
pendanaan untuk pembangunan
infrastruktur bentuknya
banyak di anaranya adalah pembiayaan
antar daerah jadi antar daerah bekerja
sama pembiayaan daerah dengan cara
meminjam ke pusat dan pembiayaan kreatif
lainnya bisa berupa hibah langsung atau
hibah tidak langsung bisa dana Ventura
atau dana dari Mitra pembangunan dalam
bentuk blended Finance intinya melalui
undang-undang hkpd ini apa yang ing
disampaikan bahwa panaan itu diperbanyak
dan terutama untuk percepatannya itu
dalam bentuk kerjaasama pendanaan baik
kerja sama dengan pemerintah sama
pemerintah ataupun pemerintah dengan
nonpemerintah baik slide
Nah dengan demikian kalau kita kembali
melihat kondisi sampai dengan hari ini
sumber pendanaan dan pembiayaan untuk
infrastruktur karena memang
infrastruktur menjadi bagian penting
dari persampahan selain infrastruktur
maka ee ada dua warna di sini bapak dan
ibu saya ingin sampaikan yang kuning itu
menyangkut pendanaan sedangkan yang biru
itu menyangkut pembiayaan nah yang biru
Ini nanti di sesi siang akan banyak kita
bahas yang ingin saya sampaikan di eh
sesi pertama ini adalah yang kuning
Bapak dan Ibu Apa fokus dari pendanaan
tersebut sumber pendanaan ada dua paling
tidak kita lihat di sebelah kiri yaitu
untuk penyediaan sebagian atau
keseluruhan sarana dan prasarana dengan
tujuan pelayanan yang berkeadilan jadi
mulai dari masyarakat paling bawah
sampai dengan masyarakat kelas yang
paling atas harus terlayani sehingga dia
bisa menjangkau unsur lapisan masyarakat
semua lapisan masyarakat yang
kedua fokus pendanaan itu jangan lupa
juga untuk pelayanan yang berkelanjutan
Nah jadi dari sini kita tahu persis
bahwa proses-proses pendanaan itu harus
mencakup di dua hal penyediaan sarana
prasarana dan sarana prasarana tapi juga
mencakup kepada layanan yang
berkelanjutan ibu dan bapak yang saya
hormati kalau gitu kita lihat pendanaan
APBN itu karakternya apa sih karakternya
adalah stasi yang sifatnya yang utama
dan berskala besar jadi kalau di
persampahan itu seperti TPA tps3r itu
skalanya eh dia S sangat signifikan dan
skalanya cukup besar ya sedangkan APBD
itu juga berfungsi untuk mendukung
investasi dalam perluasan infrastruktur
dan terutama operasi dan perawatan di
sinilah gaps pendanaan itu muncul karena
memang kebutuhan
kota-kota Kabupaten itu memang makin
besar berkaitan juga dengan aktivitasnya
juga berkembang penduduknya juga
berkembang jadi proses pendanaan
tersebut terus mengalami ketimbangan
karena memang keterbatasan dari APBN
sendiri dan APBD itu sendiri karena
begitu banyaknya ee sektor yang harus
dibiayai nah yang ketiga Saya ingin
lihatkan lagi di poin warna yang kuning
juga yaitu kontribusi
masyarakat ini merupakan sumber
pendanaan yang efektif yang dalam 27
tahun pengalaman saya berada di area
persampahan dan air limbah ini ini
menjadi investor sebenarnya investor
yang utama ya kontribusi masyarakat dan
mitra tersebut bentuknya bisa dalam
bentuk natura atau dalam bentuk tunai
atau sumber sumber untuk peningkatan
kapasitas pengetahuan masyarakat itu
sendiri dan juga dukungan terhadap
pengolaan program Jadi Bapak dan Ibu
pembiaya e pendanaan itu memang ternyata
sampai hari ini tetap menjadi faktor
yang mesti kita cari
keberlanjutannya baik kita lanjut slide
berikutnya Nah dari panjangnya
perjalanan ee an persampahan tersebut
saya ingin memberikan sedikit bahwa gap
yang sudah kita sebut tadi
Eh kita tahu bahwa sumber-sumber
pendanaan Itu poin pertama di tengah
kita lihat ini ada pemerintah Pemerintah
jelas karena ini urusan pemerintahan
wajib ya meskipun pada layanan pilihan
ya kemudian ada sebenarnya para
e pelaku yang bertugas sebagai
akselerator selain pemerintah di sini
yang warna warna hijau ada LSM yang
bergerak di aspek persampahan ada
Universitas seperti UII sekarang punya
perhatian punya
ee apa namanya disiplin ilmu punya riset
dan sebagainya Itu adalah akselerator di
dalam pendanaan persampahan dia tidak
menyumbang uang secara tunai tapi dia
memberikan nilai setara uang yang tidak
kalah besarnya di dalam proses
ee kelengkapan ekosistem pendanaan
persampah
ada lembaga nonprofit seperti e
lembaga-lembaga
internasional development institution ya
kemudian ada zwaf Jadi yang hijau ini
adalah kelompok kedua kelompok
akselerator selain kelompok pertama tadi
adalah pemerintah itu sendiri kemudian
sumber lain itu ada usaha swasta dan
publik nomor t yang biru di kanan dan
investor yang memang beberapa sudah
mulai melirik masalah persampahan
sebagai bagian dari unit usaha mereka
tetapi
ee para pelaku ini sepertinya belum
menyatu sehingga dan jumlahnya pun masih
terbatas kita punya lembaga perbankan
ataupun ee lembaga keuangan tapi juga
secara sporadis saja kadang-kadang
bekerja sama dengan pemerintah tapi
kemudian
Ee tidak berkelanjutan gitu ya modal
ventura juga begitu serta badan-badan
usaha profit lainnya jadi bapak dan ibu
slide ini memberikan gambaran kepada
kita bahwa ekosistem persampahan kita
sampai saat sekarang itu ditandai dengan
jumlah yang sangat sedikit kemudian dia
terpisah-pisah tidak terhubung satu
dengan lain dan juga motifnya sangat
spesif apa ya sangat sporadis dan
eh tidak
spesifik ya kadang hadir kadang tidak
kadang ada kadang tidak gitu ya Nah
inilah yang yang e pendanaan persampahan
di luar pemerintah itu sendiri saat
sekarang nah yang kita inginkan
adalah
terhubungnya SL Ya
terhubungnya semua pelaku tadi di dalam
eh ekosistem pendanaan persampahan yang
lebih baik di mana jumlahnya makin
banyak kemudian menyatu satu dengan
lainnya dengan sinergitas yang positif
satu yang lain
saling mendukung dan berkelanjutan serta
memang harus
spesifik terkait dengan pendanaan
persampahan tidak bisa dia menjadi satu
menu dari sekian menu saja jadi dia
fokus kepada satu hal yang terkait
dengan support e pendanaan persampahan
itu sendiri lanjut Nah kalau
kita tahu seperti yang kita inginkan
tadi maka saya ingin menyampaikan
sedikit ada beberapa perbedaan antara ee
pendanaan dengan pembiayaan walaupun ini
semua Bapak dan Ibu juga mengetahuinya
bahwa kalau yang kuning-kuning yang
kuning APBN APBD dak hibah itu adalah
pendanaan dari pemerintah ya dana desa
di mana kehandalannya sangat tinggi
karena setiap tahun ada disediakan
meskipun jumlahnya relatif ee eh tetap
ya kalaupun meningkat meningkatnya ee
karena hal tertentu gitu orientasinya
benefit tidak ada atau tampak kewajiban
pengembalian dana Jadi kalau APBN sudah
dicairkan ya tidak perlu dikembalikan
kepada
pemerintah memang APBN APBD hibah dak
semua itu tetap kompetitif Bapak Ibu
dari 1 tahun ke tahun itu tetap akan ada
ee apa ee berbasis kinerjanya dia bisa
meningkat bahkan kadang kala di tahun
depan bisa aja dia turun gitu tapi
sifatnya yang berulang dan kehandalan
yang tinggi
itu cirikan pendanaan dari pemerintah
itu selalu hadir cuma kebutuhan dengan
ketersediaannya inilah yang menyebabkan
gap-nya menjadi sangat eh signifikan dan
ada lagi pendanaan nonpemerintah yaitu
seperti ziswaf CSR atau yang dari
masyarakat itu keandalannya relatif eh
sedang dan tinggi sama orientasinya
benefit tak tidak perlu kewajiban
pengembalian dana ya setelah diberikan
CSR setelah diberikan eh dana dari
sumber basnas zwaf gitu ya Ya silakan
dimanfaatkan tidak ada pengembalian dana
dan ada seleksi sesuai kriteria dan ada
batasan waktu begitu juga di masyarakat
nah yang biru adalah sebaliknya itu
pembiayaan di mana harus memenuhi
persyaratan seperti dana aventura
pinjaman daerah ke pusat itu adais
kriteria yang harus dipenuhi dan harus
ada pengembalian dana tersebut setelah
dipinjam ya dikembalikan dengan
kompensasi ada bunga dan sebagain MK pun
relatif eh kecil ya dan bunga lunak lah
ya jangka panjang waktunya agak agak
lebih diperpanjang jadi eh pembiayaan
pemerintah ada biaya ada Riko Resiko
yang harus dibagi ada pendapatan yang
dibagi dan orientasinya jelas ada ee
bunga ada profit Git demikian juga di
kpbu mikrokredit dana campuran dan eh
hal-hal yang sejenis yang saya
ee Tampilkan di sini berwarna merah eh
apa eh biru P danb lanjut slide Nah
karena
gap terhadap pendanaan itu sudah kita
singgung tadi meskipun ketersediaannya
yang ada tetapi kebutuhannya terus
meningkat maka pemerintah berusaha
mencari sumber-sumber ee manfaat baru
yang memberikan manfaat baru untuk
menutup gap tersebut dengan cara tadi
sudah saya sampaikan di berdasar
undang-undang hkpd memanfaatkan kerja
sama pendanaan nah Mari kita lihat kerja
sama itu apa saja manfaatnya di warna
kuning kanan jelas kerjasama pendanaan
mengurangi ketergantungan dana ke
pemerintah
kemudian berusaha mengoptimumkan dana
operasi dan perawatan berusaha ee dengan
dana kerja sama pendanaan itu
peningkatan kampanye dan penyadaran
publik
terus-menerus kemudian ada kriteria ada
ee hal-hal yang mesti dipenuhi berupa
sharing biaya risiko dan pendapatan
tidak ada kerja sama kalau tidak ada
sharing biaya tidak ada kerja sama kalau
tidak dibagi risikonya dan tidak ada
kerja sama kalau tidak dibagi juga
pendapatannya kemudian
membuka akselerasi peluang peningkatan
investasi dan yang paling penting kerja
sama itu pasti dimanfaatkan untuk
perluasan operasi layanan yang kalau
hanya selama ini baru 30% punya target
menjadi 60% Katakanlah begitu nah
aplikasinya di dalam persampahan apa
saja Bapak dan Ibu aplikasinya di dalam
persampahan itu berusaha pemungutan
retribusi itu bisa dikerj samamakan
kemudian pengangkutan dan pengadaan
sarana pengangkutan itu bisa
dikerjasamakan ee pendanaannya kampanye
kemudian peralatan pendukung lahan
bahkan pengolahan sampah itu sendiri di
setiap rantai layanannya juga bisa
dikerjasamakan dengan ee kerjasama
pembiayaan dan tentu saja pemasaran
hasil ataupun operasi layanan juga
terbuka untuk
dikerjasamakan kalau begitu pemerintah
paling tidak memiliki dua tiga skema di
yang sebelah kiri bisa berupa kontrak
operasi dan perawatan jadi pemerintah
memberikan wewenang operasi dan
perawatan itu ke
swasta kemudian swasta diberi standar
kinerja yang ditentukan maka swasta atau
non pemerintah itu harus mengikuti
standar tadi kemudian swasta melakukan
pelayanan dengan harga yang telah
dipatok disetujui oleh pemberi yaitu
pemerintah
dan asetnya bisa sebagian dari aset
pemerintah kemudian bisa juga asetnya
sebagian dari ee investornya atau
sponsornya kemudian modal kerja dan
biaya operasi dari swasta jadi ini
banyak sekali ee model-model
kontraoperasi yang bisa di ditawarkan
oleh pemerintah beberapa sudah berjalan
di beberapa daerah Kemudian yang kedua
kerjasama pemanfaatan ini aset-aset
pemerintah yang sudah ada di dalam ee
apa namanya yang di masing-masing ee
kabupaten atau kota di aspek
persampahannya bisa dimanfaatkan oleh
pihak lain dengan maksud mengoptimumkan
daya gunanya atau hasil guna barang
milik daerah tersebut dengan catatan
kedua meningkatkan penerimaan pendapatan
daerah dengan skema bagi hasil atau
pelayanan yang lebih
ditingkatkan yang ketiga adalah
eh bangun operasi dan serahkan bot di op
dan transfer pemerintah menyediakan
sebagian sarana sebagiannya eh oleh
swasta dan perizinan dibantu oleh
pemerintah swasta melakukan investasi di
sini teknologi peralatan
pendukung kemudian pemerintah
mengalokasikan juga anggaran untuk
pengolaan sampah untuk menunjang
sebagian biaya
operasional dan pada akhirnya nanti
semua aset dan teknologi maupun
peralatan itu dikembalikan ke pemerintah
dan menjadi aset pemerintah setelah ee
kontrak selesai atau justru kontraknya
dapat diperpanjang ini bentuk-bentuk
kerja sama sebagai eh realisasi dari eh
respon eh akselerasi respon dari
undang-undang hkpd tadi slide ya Nah
kalau kita ingin melihat Seperti apa
distribusinya sudah terdistribusi bapak
dan ibu tapi sekali lagi sumber ber
pendanaan yang tersedia itu tidak cukup
karena kebutuhannya yang memang makin
membesar karena eh gap itu masih eh
pendanaan itu masih menjadi persoalan
sampai dengan hari ini ya kecuali ya
kalau eh Daerah seperti DKI Jakarta atau
daerah-daerah kota metropolitan di mana
kapasitas fiskalnya eh sangat terbatas
tapi kan kita tahu bapak dan ibu peserta
sekalian ee peserta training mengang
kapasitas fiskal yang
tinggi itu hanya ada beberapa kota saja
dan berapa kabupaten saja sedangkan kita
punya lebih kurang
400 hampir 4 apa 5 41 ya sampai dengan
500 kabupaten kota
itu masih kebanyakan sebagian besarnya
masih mengalami gap pendanaan dalam
eeeng sampahnya nah saya ingin
menyampaikan di rantai layanan pertama
di rumah tangga sumber-sumber pendanaan
itu sudah teralokasi untuk dari
bersumber APBD APBN dari masyarakat dari
swasta itu sudah terjadi tapi
tetap masyarakat itu sendiri juga sudah
berkontribusi
berinvestasi Namun kita tahu bahwa
dengan berbagai sumber pendanaan ini
tetap gap pendanaan itu terjadi seperti
tadi sudah disampaikan oleh di awal
bahwa rata-rata kabupaten kota itu
masihalokasikan 2 sampai dengan 3% saja
sedangkan kebutuhannya hampir
e lebih besar dari itu bahkan Kita
pernah menghitungnya di tahun 2019 itu
kebutuhannya rata-rata di setiap
kabupaten kota itu sebaiknya antara 5
sampai dengan 10% ee dari APBD di luar
ee apa namanya ee biaya langsungnya atau
belanja langsungnya Bapak dan Ibu ini
gambaran yang ingin kita
sampaikan sumber pendanaannya beragam
terdistribusi di setiap rantai lainan
tapi tetap mengalami gap pendanaan yang
e membesar dari waktu ke
waktu lanjut kalau kita coba petakan
lebih jauh
eh ini pernah kita lakukan di tahun
2020 sebenarnya di setiap rantai ee
layanan itu mulai dari pengurangan
pemilahan pengumpulan dan sampai ke
pengolahan
ituorsinya berapa sih gitu ya yang
dibutuhkan dari 100% itu nah kita
mencoba eh di tahun 2020 di dalam
konteks improvement Solid was management
eh saya masuk menjadi bagi tim di situ
ternyata untuk pembangunan TPA tersebut
porsi pendanaannya masih menjadi porsi
yang terbesar yaitu
40,94% potensinya ada di mana sih ya
karena ini infrastruktur utama ada di
APBN Sedangkan untuk eh operasi dan eh
perawatannya itu dari
APBD Kemudian yang kedua yang terbesar
juga di infrastruktur tps3r dan tpst itu
hampir 30
5,29% sumbernya sama APBN APBD dan
sebagian swasta sudah masuk Mitra sudah
masuk itu dua besar masih tetap untuk
aspek infrastruktur ee besarnya kemudian
yang terbesar juga masalah di eh porsi
pendanaan untuk pengurangan
8,4% kemudian eh sori pengumpulan
9,6% mulai dari gerobak kemudian pickup
dan sebagainya yang sejenis itu triseda
ya kenderaan ra3 kemudian
pengurangan pengangkutan truk dan
sejenisnya komor dan sejenisnya dan
terakhir Itu untuk pemilahan sebesar
hampir 1% itu kira-kira bapak dan ibu e
kalau ingin tahu persis ke mana sih
dialokasikan porsi pendanaan tersebut
Nah dari porsii ini kita tahu persis ini
belum Termasuk yang nonisik bapak dan
ibu ya termasuk yang non fisik ini masih
sarana dan prasarana yang terkait dengan
fisik infrastruktur biasanya
kelazimannya antara fisik dengan
nonfisik itu tergantung visi dari
pemerintahnya kalau fisiknya banyak
dibantu oleh pemerintah pusat tapi Non
fisiknya itu ee seharusnya itu menjadi
tanggung jawab ee pemerintah provinsi
dan kabupaten kota dan masyarakat itu
sendiri ya
lanjut Nah kalau kita kumpulkan secara
keseluruhan berdasar level pemerintah
maka sumber-sumber pendanaan itu bisa
kita lihat dalam slide ini pemerintah
pusat menyediakan apa saja Ya dananya
ada di mana Untuk apa saja Ini dari
slide ini bisa kita lihat kalau di pusat
ada dana sektoral ada dari klhk ada dari
pupr ada berupa dak dan seterusnya
bahkan juga dana desa dari Kementerian
desa yang digunakan untuk apa didribusi
untuk infrastruktur dan operasi dan
perawatan di provinsi juga ada ada
anggaran dari opd provinsi begitu
seterusnya ada dana bagi hasil provinsi
yang bisa digunakan ada Bansos untuk
aspek-aspek bisa digunakan di kabupaten
kota juga punya sumber-sumbernya dari ee
alokasi anggaran opd dan non opd ada
hibah juga ada pendapatan retribusi juga
karena ee ee koleksi retribusi itu ada
di di yang melayani langsung yaitu
pemerintah Kabupaten dan Kota dan
terakhir ada nonpemerintah tadi sudah
disebutkan
klik
Nah dengan demikian gap sudah diketahui
sumber-sumbernya sudah diketahui
terletak untuk dialokasi di rantai
layanan mana juga sudah diketahui dalam
sistem apa dan subsistem kita juga sudah
mengetahui bagaimana strategi menutup
gap tersebut satu dan hal lain yang
paling penting itu adalah Bagaimana
penganggaran dan perencanaan anggaran
dari daerah itu tetap konsisten dan
tetap bergerak positif
nah banyak hal
ee diskusi di dalam hal ee anggaran atau
pendanaan ini karena ternyata banyak
juga bapak dan ibu di dalam dokumen
perencanaan dan penganggaran
pengawalannya tidak ee berjalan
sebagaimana seharusnya n di
mana gerakan alokasi anggaran di
persampahan itu relatif berjalan landai
ya berjalan landai padahal kondisi
lapangan sudah demikian bergerak cepat
dan membutuhkan Respon yang pas untuk
itu sehingga mau tidak mau Pemda maupun
para pengambil keputusan itu memang
harus betul-betul
mampuemastikan antara perencanaan
penganggap an dan pengawalannya itu
berjalan ee dengan baik Nah untuk itu
salah satu
hal juga dari pengalaman kita bersama
kabupaten kota mesti di dalam rencana
Pembangunan Jangka
menengahnya terdapat faktor
kunci-kuncian di situ ya pertama agar
proses pengolahan sampah itu masuk ke
dalam indikator kinerja utama dan kalau
bisa juga menjadi indikator kinerja
daerah nah kebanyakan hal ini lolos atau
ee jarang diperhatikan sehingga
negosiasi anggaran untuk persampahan itu
dilakukan opd Ya seperti apa namanya ya
seperti terus mengalami mentok gitu ya
karena apa Karena upaya harus dilakukan
tetapi di dalam dokumen perencanaan
formalnya dan penganggaran formal tidak
terkategori di dalam indikator kinerja
utama
Kalau indikator kinerja utama itu adalah
mandatori kepala daerah yang akan
dipertanggungjawabkan dan ditanyakan
oleh anggota dewan Oke kinerja utamamu
apa Oke ini ini ini Dan iniah Sampah
sering lolos di situ artinya sampah
tidak termasuk menjadi indikator jadi
itu penting salah satunya kemudian kalau
dia sudah menjadi indikator kinerja
utama dan itu bisa diturunkan ke
renranya opd dan Di dalam rstra opd
sudah ada indikasi pendanaan yang Pagu
Pagu e pendanaan dan itu akan dikawal
juga ke Renja yang tahunan sifatnya
sehingga proses antara perencanaan
penganggaran dan kemudian pengawalan
dari anggaran itu betul-betul ee dapat
dilakukan seoptimum mungkin ini membawa
efek positif eh Sehingga ketersediaan
pendanaan itu di pemerintah betul-betul
eh setiap tahunnya di anggaran APBD itu
eh terkawal dengan baik dan kat dengan
signifikan begitu juga di
ee slide ini kita akan lihat di saya
langsung ke terakhir ke apbd-nya sudah
tercantum pengawalannya sudah maka di
RKA dan dpa-nya bisa dapat dilakukan
dengan lebih eh apa lebih konsisten
Bapak dan Ibu jadi dari slide ini kita
tahu bahwa indikator kerja utama unuk
pengawalan untuk pendanaan yang bisa
konsisten dan pendanaan yang EE
berkelanjutan karena rpjmd itu kan
skalanya untuk 5 tahun
slide nah Selain Kita mengetahui
strategi kecukupan APBD tadi melalui
dokumen pengawalan dokumen perencanaan
dan penganggaran kita juga mesti bisa
meyakinkan kepada ee pengambil keputusan
kita di daerah bahwa
ee
perencanaan dan tahapan-tahapan
pengolahan persampahan kita itu berjalan
harus nya secara lebih lebih konsisten
nah di
ee slide ini kita ingin menggambarkan
bahwa ada beberapa tingkatan ee
pengelolaan persampahan mulai dari dasar
kemudian layak aman dan sirkular ini eh
diskusi ini masih berjalan terus ee di
tingkat pengambil keputusan tapi paling
tidak ee dalam sesi ini saya ee ingin
menggambarkan bahwa tidak bisa satu
daerah lompat dari eh layanan dasar lalu
tiba-tiba menjadi punya layanan sirkular
karena itu akan membawa
konsekuensi-konsekuensi pendanaan yang
juga sangat e tinggi apa yang ingin
disampaikan di sini dalam tahapan ini
ada daerah yang memang sudah punya
layanan namanya layanan dasar tapi
pelayanan dasar ini masih terjadi
kebocoran sampah yang di eh apa yang
digambarkan di slide paling kiri bapak
dan ibu ya di mana sistem pengolaan
sampahnya belum terbangun akibatnya
sampah ada di mana-mana ya Walaupun
sebagian sudah dikelola di jalan-jalan
utama sudah di tempat-tempat perumahan
tertentu sudah tapi
masih terdapat kebocoran sampah di
lingkungan jadi itu tahap yang kita
sebut layanan sudah ada tetapi layanan
tingkat dasar lanjutnya adalah lebih
baik dari yang dasar tadi yaitu tingkat
pelayanan yang sudah layak di mana semua
sampah sudah masuk ke sistem nah ini
digambarkan dalam keranjang ini sudah
masuk keranjang Ya sudah masuk keranjang
tetapi memang volumenya karena saking
banyaknya jadi terjadilah eh apa over
size di TPA kita yang banyak desainnya 5
tahun tapi 3 tahun sudah penuh Nah
inilah dia yaitu sudah masuk ke sistem
kebocoran sudah bisa ditangani seminim
Mungkin nah sistem sudah terbangun
tetapi konsekuensinya apa biaya di TPA
TPA cepat penuh TPA tiba-tiba sudah
harus ditutup itu menjadi tantangan
berikutnya ketika daerah sudah Ee mulai
menerapkan sistem pengelolaan sampahnya
dan berjalan di situ tantangannya sudah
tantangan keuangan dan tantangan teknis
lagi nah yang tahap berikutnya dari satu
daerah itu adalah aman yaitu sistem
pelayanan yang sudah aman di mana sudah
terjadi ee semua masuk ke sistem dan
kemudian juga sistem itu juga sudah
mampu menciptakan ee proses yang ada
daur ulang hal-hal yang terkait sehingga
sarana tersebut kembali bisa
dioptimumkan sesuai dengan desainnya dan
yang terakhir yang paling tinggi adalah
apa yang disebut daerah mencapai ee
tangga tertinggi yaitu sirkular jadi
betul-betul sampah masuk ke sistem
tertangani kemudian juga terjadi ee
pengurangan dan
EE nilai manfaat yang lebih ee tinggi
atau nilai tambah yang lebih tinggi jadi
dapat diketahui bahwa untuk mencapai
dari dasar
ke sirkular tersebut itu membutuhkan
waktu dan sumber daya keuangan maupun
sumber daya teknis yang tidak kalah ee
besarnya dan itu harus dilakukan oleh EE
pemerintah daerah nanti detailnya bisa
kita bahas pada sesi-sesi yang lain saya
ingin menjelaskan bahwa di dalam slide
ini yang dikejar pertama adalah dimensi
pelayanan artinya banyak daerah sekarang
oke sampah ditangani kemudian sampah
masuk ke sistem sehingga kita berharap
dampaknya kesehatan masyarakat sudah
bisa kita tangani dengan baik barulah
kita meningkat ke aman dan sirkular di
mana Di situ ada dimensi nilai tambahnya
sampah sudah bernilai dan bisa
memberikan tambahan ekonomis dan
pemanfaatan berbagai sumber daya jadi
tidak bisa dalam satu daerah eh lompat
sedemikian drastisnya tetap ada tahapan
yang realistis yang dua-duanya adalah
berupaya untuk peningkatan kualitas
lingkungan dan tentu memerlukan tahapan
lanjut Bapak dan Ibu nah selain aspek
teknis untuk mencapai setiap tahap tadi
dari dasar bergeser ke layakayak
berhasil ke aman dari aman sampai ke
sirkular tidak bisa hanya infrastruktur
saja tapi kita perlu diimbangi dengan
sistem tata kelola dan tata kelola itu
satu di anaranya adalah bagaimana skema
pendanaan yang tepat untuk setiap
fasenya ibu dan bapak yang saya hormati
memang ee Saya berharap ini sangat padat
ya Eh materinya tetapi paling tidak eh
saya mencoba se populer mungkin untuk
bisa mengajak kita semua bahwa tantangan
di setiap kota itu dan eh termasuk Desa
ya Eh Kabupaten juga bahwa peralihan
dari tahap dasar ke layak itu
membutuhkan sistem yang harus didukung
oleh tata kelola dan itu harus didukung
oleh masyarakat secara
ee sungguh-sungguh Nah inilah yang
menyebabkan kita harus duduk ya Kita
seharusnya nya duduk secara
ee baik memahami betul peta di mana
posisi kabupaten kita sekarang kemudian
dengan biaya berapa kita ee harus
menginvestasikan ee uang kita dan dengan
biaya berapa kita harus bisa ee memungut
retribusi yang baik untuk mencapai
tingkat layanan yang kita inginkan
tersebut slide
Nah kita masuk ke mem memperdalam
sedikit tentang eh setiap
tahapan-tahapan tadi ada tahapan dasar
ada tahapan layak ada tahapan aman dan
tahapan sekular ini berkaitan dengan
alokasi
pendanaannya Baik saya mulai Bapak dan
Ibu
eh slide ini agak komplit ya kita ingin
lihat dulu di titik intervensinya Jadi
kalau kecukupan APBD sudah kita lakukan
tetapi titik intervensinya
eh tidak Solid maka uang yang kita susah
payah kumpulkan itu juga tidak
memperbaiki sistem dan tahapan tadi gitu
Bapak dan Ibu nah ingin saya contohkan
seperti ini ini strategi kita bagaimana
meletakkan uang di tempat yang tepat
karena uang kita itu sangat
terbatas di sini ada angka sat merah ya
merah itu adalah titik intervensi ini
memperlihatkan bahwa ketika fase upan
APBD sudah skenario kecukupan APBD sudah
kita siapkan maka yang menjadi titik
intervensi terbesar itu adalah TPA Di
mana daerah sudah banyak teriak sekarang
TPA saya penuh TPA saya penuh tiba-tiba
desain yang dulunya
eh untuk sanitary lfield siap semua tapi
tiba-tiba sudahudah penuh ya karena
memang operasinya dalam Open duming nah
intervensi pertama supaya kita
bisa memastikan keefektifan kecukupan
APBD adal betul yaitu TPA itu sendiri
yang kita tangani lebih dulu Tata lagi
lebih dulu pastikan TPA yang Open
damping itu perluasannya seperti apa
sel-selnya seperti apa sehingga biaya
pembangunan dan perluasan TPA itu
menjadi titik intervensi pertama supaya
sistem kita mulai bisa kita gerakkan di
sini di titik intervensi di bawah kiri
bisa kita lihat di situ tempatnya Jadi
apa yang harus dilakukan yaitu APBD
harus siap menyediakan alokasi anggaran
dan koordinasinya dengan siapa ya Tim
anggaran pemerintah daerah dan yang
terdiri dari legislatif dan EE eksekutif
agar apa agar biaya operasi dan EE
perawatan di TPA pendamping itu
terpenuhi sesuai dan tepat gitu ya Yang
kedua kita harus mengalokasi juga biaya
sarana untuk poin du yaitu sarana
pengangkutan bisa truk bisa komvector
untuk bisa mengalirnya sampah ke TPA
dengan baik di situ dibutuhkan biaya
sarana operasi dan e perawatan dan yang
terakhir adalah kelengkapan nomor t yang
merah juga biaya sarana untuk
pengumpulan jadi memang masih
konsekuensi ya masih ada sampah karena
ini dasar masih ada sampah yang EE bocor
ke lingkungan tapi sistem itu sudah
mulai kita gerakkan di mana tpa-nya
diperhatikan lebih dulu kemudian
pengangkutannya diperhatikan dan
terakhir adalah pengumpulannya semua
masuk ke sistem dulu bapak dan ibu Nah
karena sudah jelas titik intervensinya
sementara kita tahu APBD itu terbatas
maka perlu sumber sumber pendukung yaitu
APBN Dana Desa Alokasi Dana Desa untuk
mendukung APBD yang sudah terbatas tadi
dan yang paling penting lagi investor
perbaikan ini sekali lagi adalah
masyarakat yang sadar masyarakat yang
mau membayar yuran mau membayar layanan
persampahan nah ini PR besar Sampai
dengan saat sekarang dan terakhir Eh
nomor dua adalah bagaimana kita menjal
ee komunikasi pendanaan dengan
mitra-mitra ee pembangunan Apakah itu
dari donor dari sponsor dari CSR dari
swasta kita jadi memang apa namanya
bauran pendenanaannya itu untuk dasar
itu sangat-sangat
eh apa namanya sangat fundamental sekali
dan ini memang dibutuhkan ee kreativitas
dari pemerintah daerah bersama dengan
pemangku kepentingan sekali lagi poin
pertama di sini kontribusi masyarakat
titik intervensi disediakan oleh
anggaran pemerintah tapi investor
berikutnya tetap masyarakat itu yang
menjadi tulang punggung kita jadi memang
tidak bisa terlepas dari masyarakat itu
ketika kita pengolaan fase dasar ya
dalam rangka menutup kecukupan APBD atau
gap pendanaan dengan cara membantu
pendanaan dari sumber-sumber non APBD
lanjut yang kedua ketika kita fase layak
Bapak dan Ibu di sini sampir titik
intervensinya sudah berbeda ya berbeda
tidak lagi di TPA tadi karena TPA sudah
tertangani di fase dasar sudah rapi
kemudian sistem sudah mulai ee sampah
sudah mulai mengalir ke dalam sistem
masuk ke TPA di sini dibutuhkan apa di
sini yang menjadi titik intervensinya
adalah pengumpulan lebih dulu ada
gerobaknya ada trisedanya ada pickupnya
Ya ini yang menjadi titik intervensi
pertama jadi biaya pengumpulan itu
menjadi biaya yang harus dialokasikan
dari APBD secara lebih serius dalam
volume yang tepat yang kedua adalah
biaya sarana pengangkutan poin du merah
semua Apakah truk atau komctor yang
ketiga adalah penambahan
eh sarana bisa spa bisa tps3r dan
kemudian yang yang keempat kita
meningkatkan uang atau alokasi anggaran
dengan menata dari tadi Eh Open damping
ke kontrol atau sanitary l dengan siapa
kita berkoordinasi maka untuk biaya
pengumpulan itu tetap dengan tapd biaya
sarana pengangkutan dengan tapd tapi
kalau untuk penambahan sarana itu sudah
melibatkan Mitra ee tapd dengan Mitra
tapd nah sama seperti tadi di kondisi
dasar untuk fase Laya ini masyarakat
tetap kembali menjadi investor yang kita
andalkan kontribusi masyarakat kemudian
kita juga butuh ee kerja sama dengan
Mitra pembangunan dan jangan lupa pada
saat ini tarif sudah harus mulai menjadi
sumber pendanaan dan investasi baik
untuk biaya perawatan maupun penambahan
sarana nah terakhir kita membutuhkan
juga ee apa CSR dari swasta jadi
kombinasi untuk menutup gap-nya sudah
bertambah menjadi eh sumber-sumber dari
tarif atau retribusi yang dipungut dan
dari CSR itu sendiri lanjut nah pada
fase aman komposisinya juga sudah makin
ee lebih ee meluas di mana biaya
pemilahan titik intervensinya adalah di
biaya pemilahan
kemudian poin keduanya penambahan
pembangunan sarana
tps3r di poin
du atau spa dan poin 3 adalah bagaimana
Tersedianya sarana pengangkutan ke TPA
dan yang keempat adalah
peningkatan kapasitas dan kemampuan TPA
yang sanitary lampil tersebut Nah di
sini juga penutup gap-nya sekali lagi
kita andalkan masyarakat kerja sama
dengan Mitra pembangunan tarif makin
lebih
dirasionalkan ada CSR dan secara
bertahap sebenarnya kita sudah karena
sudah demikian meluasnya kebutuhan
pendanaan tersebut kita akan melakukan
pinjaman ke pemerintah pusat dan itu
memang difasilitasi oleh pemerintah
pusat Bagaimana proses pembiayaannya itu
akan kita bahas di sesi siang nanti
selanjutnya bapak dan ibu saya ingin
eh menyampaikan yang paling top yang
tertingginya itu fase sirkular nah ini
tidak banyak belum banyak daerah yang
bisa menerapkan ini
ee tetapi sudah ada beberapa mencoba di
sini apa titik
intervensinya bertambah lebih eh
strategis yaitu Bagaimana proses menarik
faktor-sektor manufaktur yang
menghasilkan sampah tersebut untuk ikut
di dalam program guna ulang jadi sudah
mulai berbeda ini dengan skema-skema
sebelumnya di mana
Eh kita produsen sudah kita libatkan
kemudian ee rumah tangga dan non rumah
tangga itu menjadi apa namanya bagian
penupang terbesar agar bisa ee proses
guna ulang ini di berjalan dengan baik
di sini kita pastikan titik intervensi
program guna ulang itu menjadi bagian
besar dari misinya ee semua pemerintah
dan EE swasta yang kedua adalah biaya
pembangunan tps3r itu tetap menjadi eh
perhatian titik intervensinya yang
ketiga adalah biaya pengangkutan sarana
pengangkutan dan terakhir adalah
bagaimana TPA yang kontrol dan sanitary
level itu tetap berfungsi optimum jadi
ada empat titik intervensi ketika fase
sirkular itu akan diwujud
sedangkan penutup gapnya tetap sumbernya
makin bertambah investornya kembali ada
konsistensi masyarakat membayar layanan
kerjaasama dengan Mitra pembangunan
peningkatan tarif yang lebih e progresif
kemudian CSR kerjaasama sudah lebih
diperluas kalau sebelumnya kerja sama
terbatas sekarang ada kerjaasama operasi
TPA kerjaasama pengangkutan pengumpulan
dan terakhir kita e memang difasilitasi
untuk Pinjam ke pemerintah pusat
demikian kira-kira eh apa hal-hal yang
berkaitan dengan pendanaan dan bagaimana
titik intervensi yang dibutuhkan
sehingga proses pendanaan yang sedari
awalnya sudah gapnya sangat disadari itu
secara bertahap bisa kita
ee tangani dengan secara lebih tersistem
Bapak dan ibueng
ini memang pengalaman yang ee apa ya
Semua daerah mengalami
proses-prosesnya
kekhawatiran-kekhawatirannya tetapi
tanpa ada peta jalan yang jelas peta
Jalan pendanaan yang lebih dengan titik
intervensinya yang lebih konkret itu
akan menyebabkan percepatannya itu tidak
terwujud sehingga ee hari ke hari
masalah krisis sampah atau masalah
Bagaimana sampah eh berulang kembali
menumpuk itu menjadi eh pr kita yang
tidak pernah bisa terselesaikan Saya
masih ingat di awal tahun
2023 ada rapat
eh tentang persampahan di pemerintah
pusat bahkan keluar komentar Pak
Presiden Jokowi waktu itu sampah kok
diurus istana
ya jadi memang isu sampah ini sudah
sampai ke mana-mana ya nasional
internasional sehingga di Pak Jokowi pun
mengatakan kok istana mengurus Sampah
juga ya Nah itu apa ya pancingan yang
sangat menarik menurut saya bahwa
persoalan persampahan itu salah satunya
adalah bagaimana kecukupan pendanaan itu
terpenuhi
secepat-cepatnya demikian bapak dan ibu
saya kembalikan ke moderator ini memang
ee apa eh materi yang padat menurut saya
tetapi paling tidak kita eh sudah mampu
melihat eh peta-petanya sumber-sumbernya
kemudian di mana titik intervensinya dan
kemudian dari ee mana bertahap Seperti
apa akan kita lakukan karena proses ee
sistem pengolahan persampahan yang
sangat bergerak secara dinamis Sesuai
dengan perkembangan kota dan kabupaten
itu sendiri saya kembalikan ke moderator
silakan
Pak Baik eh terima kasih kepada bapak
Amir atas penyampaian
materinya baik demikianlah penyampaian
materi dari pemateri kita hari ini yaitu
bapakzal Amir yang sangat luar biasa
sekali kemudian sebelum kita masuk ke
sesi tanya jawab kita akan melakukan
sesi foto bersama terlebih dahulu untuk
sesi foto bersama kali ini saya akan
dibantu oleh admin kami silakan kepada
admin petugas saya
persilakan terima
kasih eh untuk waktu yang diberikan
kita masuk sesi foto bersama ya bapak
ibu kepada bapak ibu disilakan untuk onc
terlebih
dahulu baik eh kepada bapak ibu mohon
untuk onc
onc iya
oke sudah banyak ya ini yang on saya
mulai sekarang slide pertama 1 2
3 slide kedua
1 2
3 slide ketiga yang terakhir 1 2 3 Baik
terima kasih kakina saya
kembalikan Baik terima
kasih kepada k r yang
bertugas baik selanjutnya eh sebelum
kita masuk ke sesi tanya jawab Izinkan
saya Untuk menginformasikan terlebih
dahulu kepada Bapak Ibu peserta yang
menginginkan materi pada training online
kita hari ini dapat request materi
terlebih dahulu melalui Link yang telah
kami admin kami kirimkan di kolom Chat
Zoom ya Bapak Ibu sekalian kemudian
Selanjutnya kami juga ingin meminta
kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi
kuesioner yang linknya sudah kami
kirimkan di kolom chat supaya kegiatan
kami selanjutnya bisa lebih baik
lagi untuk acara selanjutnya yaitu sesi
tanya jawab yang di sini kami sudah
bantu untuk merangkumkan pertanyaan
bapak Bapak Ibu sekalian yang telah
Bapak Ibu sampaikan di kolom chat bagi
Bapak Ibu sekalian yang ingin bertanya
melalui live atau ingin bertanya
langsung kepada
bapak dipersilak untuk
mengangkat atau mengangkat tangan nanti
akan kami berikan waktu untuk bertanya
secara langsung baik kepada
bapakiranyaemudsis Dija
I baik apakah sudah terlihat eh slide
pertanyaannya ya sudah kelihatan I baik
eh baik Bapak di sini ada pertanyaan
dari ibu Ar dan
I Apakah bisa mengajukan pendanaan
dariemah daah maupun pusat demikian
Bapak pertanyaannya bisa langsung
dijawab Oh kita Jawab satu-satu ya baik
betuloke I eh terima kasih Pak
Eh ibu Aran Kusuma dan eh Ainur Rahim ya
Apakah bisa mengajukan pendanaan dari
pemerintah daerah ke pemerintah pusat
Maksudnya ya
Ee Iya kalau dalam sistem kita di
pemerintahan yang selama ini berlangsung
ee ada dua mekanisme pengajuan pendanaan
tersebut paling tidak ya yang pertama
melalui dak dana alokasi khusus yang
memang itu ee untuk persampahan itu
berupa proposal dari kabupaten kota eh
kemudian ee dikumpulkan ke dalam sebuah
sistem dan itu di ee kompilasi oleh
pemerintah pusat dan kemudian
ee
di cek kesediaan ridenis kriteria yang
dibutuhkan ya karena biasanya 1 tahun
sebelum kita pengajuan itu sudah
disampaikan bahwa
ee dak kita akan bergerak untuk tahun
ini dan tahun depan seperti ini gitu ya
jadi pengajuan itu tetap ada atau juga
ee di dalam Tahun Anggaran kan sistem
anggaran Pemerintah Daerah itu n dan n+
1 jadi perencanaannya di tahun n untuk
direalisasi di n+ 1 nah di situ ada
anggaran
ee persampahan yang di tanggung oleh
pemerintah daerah sendiri ada yang
memang diajukan ke pemerintah pusat gitu
Jadi kalau kata-kata pertanyaannya di
sini Apakah bisa mengajukan pendanaan
dari pemerintah pusat maupun ke
pemerintah daerah kalau misalnya swasta
itu bisa kalau pemerintah daerah ke
pemerintah pusat ya Ya tentu saja bisa
ya dalam mekanisme
ee apa namanya Dana sektoral yang sudah
saya sebutkan tadi jadi swasta
mengajukan atau masyarakat mengajukan
ee rencana pendanaan
persampahannya kelompok komunitas
masyarakat ke Pemerintah Daerah itu
tetap terpenuhi di dalam ee bantuan
keuangan maupun bantuan sosial ya Jadi
kalau kita sebut di sini dimaknai
sebagai
eh komunitas atau masyarakat mengajukan
pendanaan ke pemerintah daerah tetap
bisa terakomodir ya
asalkan asalkan memang di dalam program
yang sudah ter e cantum di dalam
Renstra e Desa Ya rencana kerja di desa
kalau Desa mengajukan ke pemerintah
daerah Kalau swasta atau kelompok
masyarakat yang mengajukan eh kepada
pemerintah daerah itu tetap bisa melalui
proposal
yang disusun dan diajukan ke organisasi
pemerintah daerah atau opd di dlh yang
terkait dengan pengolaan sampah jadi
bisa Bapak dan Ibu untuk mengajukan ke
pemerintah daerah maupun ke pemerintah
pusat ya Saya kira
begitu Terima kasih
bapaknyaanya
Dar mengurangi gap yang dimaksud
Bagaimana cara membuat biaya dan
investasi pengelolaan sampah menjadi
lebih murah selain dari yang pertama
menyadarkan masyarakat dalam pengelolaan
sampah Kemudian yang kedua mengembangkan
teknologi dan sistem pengelolaan Sean
Mbak ya Nah ini agak menarik sekali nih
ini Jawabnya harus agak hati-hati ya
jadi gap itu kan terjadi yang pertama
gap pendanaan terjadi karena
kebutuhannya lebih besar dari ee
ketersediaannya jadi kebutuhan itu
membesar karena apa Karena mungkin
sarana yang ingin kita ee tambah atau
bisa jadi juga kita ingin memperluas eh
jangkauan layanan jadi gapnya harus kita
lihat dulu gap-nya di
eh biaya modalnya gapnya di kapek untuk
investasi atau di opex untuk operasi dan
perawatan Nah kalau biaya operasi dan
perawatan itu hal yang menjadi faktor
apa namanya faktor yang terjadi berulang
ya terusmenerus gapnya terjadi tapi
kalau di gap investasi itu bisa saja
investasinya kita tunda dulu untuk tahun
beberapa tahun jadi gap investasi
memungkinkan kita melakukan penundaan
sehingga turun biayanya tapi kalau biaya
perawatan itu enggak mungkin karena
kalau dikurangi biaya perawatannya maka
peralat ee infrastruktur maupun sarana
yang ada justru tidak optimum itu akan
mengganggu proses pelayanan lagi jadi
Bisakah itu diturunkan ya bisa dengan
cara ya di investasi bisa kita tunda
tapi di biaya operasi dan perawatan itu
enggak mungkin ditunda itu mesti
disediakan sesuai dengan jumlah yang
tepat
kalau murah nah kata-kata murah ini agak
sulit ya selama saya berada di lapangan
maupun di pendampingan di desa maupun di
ee Kabupaten relatif murah mungkin ada
tapi murah itu dengan arti harusnya
dibayar biayanya 10 terus bisa jadi l
itu di persampahan agak sulit karena
pelayanan harus jalan terus ee Apa nama
operasi harus jalan terus tapi
untuk bisa menjadi lebih murah agar
masyarakat membayar retribusi dan iuran
lebih murah itu sepertinya agak sulit
karena apa Karena kita berhadapan dengan
perluasan pelayanan ya dan kualitas
pelayanan Jadi mohon izin saya
mengatakan
bahwa kalau ingin mendapatkan layanan
persampahan Sepertinya kita harus
memberi harga yang tepat tidak ada harga
yang murah Karena harga murah itu
diidentifikasikan Dengan berkurangnya
rupiah yang dibayar lah kalau berkurang
rupiah yang dibayar lingkungan angat
ee terancam gitu ya jadi harga yang
tepat paling menurut saya Ya teknologi
membantu harga yang tepat ya dengan
makin tingginya bagus masifnya teknologi
harga menjadi lebih tepat ya tapi tidak
juga relatif murah Karena teknologi itu
membutuhkan juga konsekuensi konsekuensi
biaya agar dia beroperasi Sesuai dengan
standar operasinya gitu Jadi Bapak dan
Ibu gap pendanaan itu bisa terusmenerus
lebih
dirasionalkan adalah dengan cara
memastikan opsi
teknologinya tapi bukan di operasi dan
perawatannya gitu bapak dan ibu ya Saya
kira begitu nanti kita bisa bahas betul
nih kapan bisa lebih murah nah kang-kang
tapi mengancam e lingkungan
kadang-kadang murah tapi justru menambah
persoalan baru di lingkungan kan gitu ya
jadi harga yang tepat biaya pelayanan
yang tepat Saya kira itu yang lebih
memungkinkan begitu Pak sadr Bil
ya Terima kasih
bapak bagi Bapak Ibu peserta training
onl yang ing
berths nanti akani diberikan kesempatan
untuk bertanya secara langsung
ee selanjutnya pertanyaan
dari bapak
Renu yang pertama Mengapa standarisasi
pengelolaan sampah di Indonesia tidak
sama manajemen yang baik di kota A belum
bisa diterapkan di kota lain Kemudian
yang kedua bagaimana dengan kota-kota
yang mempunyai mazhab kota tanpa TPA
kemudian yang ketiga Apakah ada cara
penilaian kinerja pelayanan dari
penerimaan retribusi dan biaya
operasional untuk menjaga kinerja dan
keberlanjutan pelayanan Apakah dengan
membebaskan retribusi itu lebih baik
daripada memaksimalkan penerimaan
rribusi pelayanan persampahan demikian
Bapak pertanyaannya Iya baik Waduh ini
makin tinggi eskalasinya ini ya Pak
renung atau ee Bapak ya Saudara renung
gitu ya ini jangan-jangan pakarnya Kita
di Malang ini Baik saya akan coba yang
ee semampu nanti kalau tidak kita akan
tanya yang lebih pakar lagi dari dari
yang saya tahu baik yang pertama kita
standarisasi ya Bapak dan Ibu Eh Pak
renung standarisasi ini sudah dilakukan
oleh pemerintah paling tidak salah
satunya ya standar standar biaya Ya itu
penting sekali karena kita sedang berada
di area pendanaan standar biaya sudah
disusun paling tidak di permendaagi 7
2021 itu sudah membantu proses
menstandarkan biaya gitu ya jadi
standarisasi biaya salah satu dari
standar pengolaan sampah gitu ya karena
teknologi yang dipakai opsi teknologi
yang dipakai tata kelola yang dipakai
itu diekstraksi menjadi standar biaya
tapi saya sebagai orang pendanaan tidak
satu-satunya standar pendanaan itu
menjadi standar pengolahan sampah tolong
eh kita dudukkan dulu nih standar eh
biaya di persampahan adalah salah satu
dari sekian standar pengolahan sampah ya
Nah akibatnya apa dengan munculnya
permenda GD 7 dan biaya sudah
terstandarisasi Pak renung maka
manajemen di kota tersebut atau di
kabupaten tertentu sudah bisa melakukan
fleksibilitasnya karena standar sudah
ada Oh di kota A standar biaya untuk
pengumpulan sekian rupiah standar di
kota B jadi sekian rupiah jadi Sudah
bisa menjadi faktor pembanding gitu
dibandingkan selama ini kita tidak punya
standar biaya Jadi permendaagi 7 itu
sudah membantu ya Menurut saya paling
tidak itu lompatan yang disediakan oleh
EE pemerintah untuk bisa melihat
berkembang ke arah mana dan lebih baik
seperti apa Nah ketika itu dihitung
dengan pengolahan ee dengan opsi
teknologi tertentu maka keluar angka itu
tinggal masalahnya adalah proses
penyesuaiannya ya Ada ada ada proses eh
apa namanya tawarm-menawarnya Okelah
dengan standar ini harga ini akan kita
terapkan berapa tahun lagi Eh retribusi
ini akan kita kejar dalam berapa tahun
jadi sebagai orang yang ber eh kerja di
aspek persampahan Saya melihat
standarisasi itu sudah ada dan
pertanyaannya Mengapa tidak sama Nah
dengan adanya permendagi itu kita sudah
relatif menyamakan Pak walaupun tidak
tidak mungkin sama pukur rata sama
sekali gitu ya Nah penerapannya pun bisa
bertingkat-tingkat jadi permendagi itu
pun akan memberi ruang untuk melakukan
penyesuaiannya Pak renung jadi untuk
poin pertama ini saya kira permendagi 7
itu jawabannya ya walaupun tidak
menjawab seluruhan nya yang poin kedua
Bagaimana dengan kota-kota yangempunyai
mazhab kota tanpa TPA nah ini isu isu
terakhir ya 2 tahun terakhir yang yang
paling tidak saya ter terinfo dan
terlibat juga di aspek ini pada saat eh
saya menjadi tim di B Penas untuk
membuat platform pengelolaan sampah jadi
itu memang sudah menjadi apa ee menjadi
keinginan ee di pusat bahwa ee ee kota
tanpa TPA
nah memang gimana ya antara Kementerian
di pusat pun ee belum satu suara
sejujurnya saya katakan belum satu suara
bahwa Mas tapi sudah mengerucut
bahwa TPA mesti ditangani diperbaiki
disesuaikan dengan fungsi dan kalau
pengolahannya selesai maka TPA
diharapkan hanya mengolah residu jadi
bahasanya lebih halus nih Pak Bukan
Tanpa TPA tetapi fungsi TPA itu
betul-betul untuk residu itu yang saya
tangkap dalam 2 tahun terakhir yang saya
juga terlibat di dalam proses ee apa
namanya penyusunan ini bersama-sama
dengan lintas Kementerian jadi sekali
lagi mazhab kota tanpa TPA suara itu
benar yang ditangkap oleh masyarakat dan
di kabupaten kota seperti itu
dan Bapak benar ada tanda tanya di sini
saya juga termasuk yang mengatakan
Benarkah kita harus tat TPA kalau Bapak
tanya ke saya secara pribadi secara
pribadi ya Pak ya Ee Pak renung atau
saudara renung seperti enggak mungkin
kalau tanpa TPA ya karena TPA yang akan
mengurus residu itu tetap akan muncul di
TPA ya
cuma bukan menambah TPA baru Wah Itu
mungkin menurut saya ee ya masih
realistislah ya bukan menambah TPA baru
tapi meningkatkan kinerja TPA yang ada
sebagaimana saya sampaikan di dalam
slide 2 t slide terakhir tadi yang itu
ee sepertinya confirm dengan Apakah kita
tanpa TPA saya pribadi mohon izin saya
pribadi Sepertinya kita tetap punya TPA
gitu ya Nah yang ketiga Apakah ada cara
penilaian kinerja pelayanan dari
penerimaan retribusi dan biaya
operasional untuk menjaga kinerja
kelanjutan pelayanan itu satu Apakah
membebaskan re itu lebih baik dengan
daripada memaksimalkan penerimaan re nah
ini dua hal yang betul-betul menjadi isu
kita
sekarang jadi kinerja pelayanan
tersebut menjadi hal yang mesti terjadi
Bapak dan Ibu karena ini urusan
pemerintahan wajib ya aspek persampahan
ini jadi terus terang jelas kinerja
pelayanannya harus meningkat kemudian
kualitasnya nah ini ya yang kita perlu
duduk lagi nih Apakah dengan kinerja
pelayanan yang meningkat semuanya
kualitasnya sama sepertinya dari
pengalaman Kita di lapangan saya lebih
kurang 3 4 tahun ini saya ada di
lapangan dan betul-betul berada di
TPA TPS 3R bahkan saya juga ada di
desa-desa bapak dan ibu dengan goirkular
ini saya tahu persis perdebatan tentang
kinerja pelayanan itu baru saja ee Malam
Kemarin kami kami berkumpul beberapa
kepala desa beberapa KSM untuk
berdiskusi berapa kami harus menyediakan
uang untuk residu kami agar bisa masuk
ke TPA itu menyangkut kinerja pelayanan
Bapak dan Ibu sudah dilakukan di tingkat
ee hulu pemilahan sudah berkurang sampah
segarnya tapi begitu kita mau masukkan
kata Kades ke
ee apa ke Sidu kita ke TPA lah kami Kok
masih dicas
ee malah casasnya kok malah lebih tidak
berkurang malah harapan kami ee di desa
berkurang karena apa Karena sampah sudah
kami kurangi kan gitu nah apa namanya
diskusi itu setengah berjalan sehingga
biaya pelayanan di TPA pun mulai
disuarakan untuk dikurangi casnya ya
Jadi apakah ada cara penilaian kinerja
pelayanan ada bapak untuk apa untuk ee
ee di rantai layanan itu maupun di TPA
itu kemudian penilaian pelayanan dari
retribusi dan biaya operasional ya
Apakah ada cara penilaian kinerja
pelayanan dari penerimaan retribusi nah
ini yang lebihifiknya Iya
karena retribusi yang dikumpulkan dari
usaha yang dikumpulkan kalau ada usaha
ada biaya ya Pak ya maka itu akan
mempengaruhi jumlah
retribusi yang berhasil masuk ke kas
daerah kalau dia masih ee UPTD yang yang
apa yang menjadi
eh operatornya tapi kalau dia sudah BL
atau sudah dalam bentuk eh KSM maka
biaya operasional tadi tentu akan E
menjadi lebih apa namanya kepastiannya
lebih tinggi karena penerimaan
retribusinya sudah bisa langsung masuk
ke dalam kas mereka tidak lagi ini
menggunakan
jasa pengumpul retribusi di luar mereka
gitu ya karena blut sudah bisa langsung
ke kas blut apalagi kalau BUMD dia sudah
bisa langsung masuk ke kas BUMD itu
sendiri jadi Apakah ada kinerja itu ada
ada ketika dia digunakan
ee di dalam UPTD retribusi dipungut
masuk ke kas daerah dan begitu juga
kalau dia bisa langsung masuk ke kas
blut atau Kas ee BUMD itu sendiri
Apakah dengan membebaskan Rus itu lebih
baik daripada maksimum Nah ada beberapa
daerah
menyuarakan tidak perlu retribusi kami
tidak memungut retribusi tapi kami
serahkan ke masyarakat masyarakat
membuat kesepakatan sendiri untuk
ee bahkan angkanya bisa lebih besar dari
retribusi ada dua hal di sini yang
menurut saya membebaskan retribusi dalam
pandangan saya itu sesuatu yang
gimik periodik ya itu Senang dilakukan
oleh
eh apa unsur-unsur tertentu yang punya
motif-motif tertentu misalnya kepala
desa ingin
ee mencalonkan diri lagi nah biasanya
kan menawarkan yang serba kebijakan
populis seperti itu ya Oh saya kalau
saya Dipilih retribusi sampah bebas ya
Ya mungkin dalam periode itu mungkin
clear ya tapi bagi saya pribadi
membebaskan retribusi itu bukan solusi
justru Tetapi bagaimana menarik
retribusi yang efektif punya bertanggung
jawab Menurut saya itu yang Justru harus
kita dorong bukan justru
menggratiskan karena hal-hal seperti itu
hanya sifatnya periodik dan tidak
menuntaskan masalah itu sendiri kalau
pandangan pribadi bapak dan ibu
Nah kalau gitu apa daripada
memaksimumkan penerimaan retribusi ya
saya sepakat Pak maksimumkan tahan
kebocorannya percepat uangnya masuk ke
dalam operator itu sendiri ya mungkin
dengan menggunakan eh apa
eh sistem pembayaran yang lebih
Diperbaiki dengan sistem elektronik
katakan dan itu sebagian daerah sudah
mulai menerapkannya jadi dengan konteks
apakah akan membebaskan retribusi itu
lebih baik saya personal ya mengatakan
itu tidak lebih baik justru yang lebih
baik itu adalah bagaimana mendidik kita
semua sampah adalah tanggung jawabku
maka retribusi itu bagian dari tanggung
jawab tersebut Nah jadi tinggal
kepercayaan harus
ditingkatkan dari orang yang membayar
yaitu dengan penerimaan retribusi Yang
dilaporkan dengan secara lebih
transparan Saya kira begitu ini memang
pertanyaananya
pertanyaan berat Saya kira Ya tapi mohon
izin paling tidak dari pengalaman saya
di lapangan dan di wak saat eh membusun
kebijakan bagian dari tim penyusun
kebijakan paling tidak saya bisa
memberikan poinnya ya eh dari sisi saya
ya Monggo
lanjut Sepertinya kita tidak bisa minta
respon ke yang bertanya ya eh Mbak Eh
iya pak oke oke memang ini membuat kita
belum bisa berinteraksi oke oke saya
ikut saja mangga lanjut
eh selanjutnya mungkin e dari bapak ibu
peserta trend online yang ingin bertanya
secara langsung bisa segera untuk Rais
hand Kemudian kami akan memberikan
kesempatan untuk bertanya langsung
kepada
bapakzal Amir agar diskusi kali ini
lebih efektif gitu mungkin Eh ada dari
Bapak Ibu sekalian yang ingin bertanya
langsung bisa segera langsung bisa untuk
Rais hand atau angkat
tangan
ee mungkin untuk mungkin untuk peserta
yang ingin bertanya langsung belum ada
ya Pak Selanjutnya kami akan ee lanjut
ke Pertanyaan selanjutnya dari ibu Nurul
Apakah dimungkin kan secara Peraturan
Pemerintah menarik retribusi pengelolaan
sampah untuk pendanaan pengelolaan
sampah yang terpadu tingkat kabupaten
atau provinsi eh asumsinya jika
pengelolaan dilakukan secara kolektif
borongan iurannya akan lebih murah
demikian bapak Ya terima kasih Bu Nurul
atau saudara Nurul saudari Nurul ya
betul E ini betul-betul ee menarik ya
Eh nanti akan lebih banyak kita bahas di
ee siang yaitu Bagaimana retribusi itu
bisa ee menjadi sumber pembiayaan ya
Tapi benar Apakah dimungkinkan melalui
peraturan pemerintah menarik retribusi
sampah itu terpadu di tingkat kabupaten
jadi terpadu itu bisa jadi dua ya satu
terpadu karena memang eh terpadu di
dalam mengkoleksinya dengan layanan lain
tapi terpadu juga dengan sektor yang
lain nah saya ingin
jelaskan kalau praktik di daerah selama
ini terpadu dengan layanan lain misalnya
layanan listrik layanan air minum atau
layanan yang terkait dengan itu itu
sudah pernah dan banyak terjadi Tapi
beberapa daerah juga membatalkan lagi
karena dengan alasan-alasan tertentu Bu
Nurul ya pak atau saudara Nurul jadi
Adakah daerah yang mempraktikkan itu
sudah banyak ya baik di tingkat
kabupaten ya kalau di tingkat provinsi
gimana ya provinsi bukan melayani
langsung ya kecuali provinsi yang punya
badan usaha eh Oh iya ada provinsi yang
punya Eh PDAM di level provinsi lalu
dicantolkan biaya sampah di situ Ya bisa
aja kayak di di Medan itu kan provinsi
yang punya Ya baik Tapi jawabannya ini
gini kan tapi ini sudah Pernahkah
terjadi sudah terpadu di
tingkat layanan yang lain ya melalui
listrik melalui ee apa
ee air dan melalui tingkat
layananlayanan yang sejenis
Nah apakah bisa yang kedua asumsi jika
pengololahan di secara kolektif borongan
iuran akan lebih murah
ah praktiknya belum tentu juga lebih
murah karena itu tergantung database
kalau database-nya di air minum sudah
clear lalu kita pakai data base air
minum itu untuk persampahan Mungkin dia
akan lebih secara relatif akan lebih
murah tapi kalau di air minumnya saja
Dia tidak punya layanan yang e dan
database-nya
seharusnya sesuai dengan yang dilayani
maka bisa jadi bukan malah turun malah
lebih naik ya menaik justru jadi asumsi
kolektif eh borongan itu tidak
serta-merta dia lebih murah ada praktik
juga dia justru tidak murah sehingga
eh pecah kongsi ya antara eh air minum
enggak mau lagi narik pada saat yang
sama sampah begitu juga listrik enggak
mau lagi narik barengan dengan sampah
gitu Jadi itu tergantung kondisi nanti
detailnya akan kita bahas dari eh
karakter karakter e cara pemungutan
karena itu bagian dari pembiayaan tidak
kita bahas di sini bapak dan ibu dengan
demikian Mbak Nurul bisa terjadi
keterpaduan itu eh retribusi diambil
bersamaan dengan layanan lain itu sudah
pernah terjadi Tetapi kalau diasumsikan
dengan borongan ia lebih murah faktanya
ada yang tidak lebih murah sehingga
bubar kerja sama mereka tidak lagi PLN
pada daerah itu memungut Sampah juga
bersamaan dengan tarif pln-nya
begitu baik eh terima kasih
bapakir selanjutnya eh ke pertanyaan Via
live ya Pak langsung eh kebetulan di
sini ada Ibu Siti Maimun yang mengangkat
tangan Baik Ibu si maim bisa segera
untuk menyalakan mikrofonnya dan
menyampaikan
pertanyaannya silakan
kepadaamualikum warahmatullahi
wabarakatuhalik dari Kota Bogor kota
hujan iya Bu iya yang di situ yang
disebut
inian berinterogasi atau
berkolabor retribusi dan ini e antara
t Bang
sampah Harusnya kan ada
kitan Nah di situ kan Eh saya di saya
ada
TPA tempat pembuangan akhir sampah TPS
TPS 3R tapi tidak terintegrasi dengan
bank sampah-bank sampah sekitar Nah di
sini juga
ee yang saya yang
saya itu di bank sampah itu namanya
residu harus bagaimana
residunya Karena kalau TPS 3R otomatis
dia sudah punya retribusi sendiri dari
pelanggan kan hanya mengolah sampah
organik men ee Menjadi bersih untuk
diorkan ke dlh atau basiba Nah di sini
kita punya kendala satu
eh masalah ternyata mindset warga itu
masih membuang sampah
sembarangan Apakah harus
diterapkan peraturan atau Perda ada
sangsikan itu aja Pak saya Saya hanya
ingin antara tps3r dan bank sampah
berintegrasi Apakah bisa dirumuskan di
dlh Seperti apa itu aja pak terima kasih
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Iya Ibu maimuna Terima kasih
Bu benar ini
ee Mbak saya bisa langsung jawab atau
gimana ya Bapak ee Boleh bisaja Pak Iya
Bu Jadi Bu dalam praktik Bu ya kita
bicara praktik baru saja kasus itu juga
saya dapatkan dalam Minggu ini ee rapat
dengan KSM yang mengelola TPS 3R
kemudian prosesnya Bagaimana dengan bank
sampah hampir mirip bu tapi tetapi
kasusnya berbeda Bu Bu maimuna
ee KSM justru mengeluh Bu mengeluhnya
begini kalau bank sampah menyetorkan
sampah ke kami katanya kan ke kelompok
kami
justru residu saja yang diberikan residu
saja yang
diberikan dan itu bagi kami pengelola
KSM di tempat kami kasusnya ya di di
daerah X Katakanlah saya enggak mau
nyebut daerahnya
eh itu merugikan kami Bu katanya Kenapa
karena kami justru maunya sampah segar
yang belum residu kalau residu silakan
langsung ke TPA jangan ke TPS 3R karena
kami selama ini memungut dari
warga yang menjadi anggota
kami apabila residu warga kami itu
dipungut dan disampaikan ke tps3r maka
dia akan mendapatkan tarif yang lebih
murah asal dia menjadi bagian dari
keluarga yang menjadi pelanggan itu bu
Nah tinggal pertanyaannya sekarang kalau
dibu kan menginginkan agar sampah yang
dihasilkan dari bank sampah itu masuk ke
dalam sistem di TPS 3R dan membayar di
TPS 3R begitu kan
Bu benar
enggak bagaimana IB kar bukan bukan
maksud saya gini TP tps3r Dia Dia itu ee
dapat iuran dari warga yang membuang
sampah anorganik maupun ee organiknya
tapi kalau bank sampah nah dia hanya
menerimaan yang jual ibarat kata yang
jual atau yang menabung cuman residunya
itu tps3r tidak pernah mau menerima Iya
samais ada
k iya Betul Tidak ada kerja sama jadi
yang paling penting peraturannya kita
lihat dulu peraturan di daerah ibu itu
residu tanggung jawab siapa Setahu saya
Setahu saya residu itu adalah tanggung
jawab
pemdawo dalam hal ini Kabupaten Bogor
atau kota Bogor ya jadi residu Setahu
saya itu tanggung jawab
Pemda jadi betul kalau residu diserahkan
ke TPS 3R TPS 3R akan keberatan Bu
enggak mau dia karena dia menjadi unit
pengelola pengolah yang mana dia harus
ee memperhitungkan
biaya-biayanya jadi itu sudah benar
menurut saya sudah benar ya tinggal kita
ngecek di peraturan di Bogor itu residu
tanggung jawab siapa kan tidak sama di
setiap daerah ada setiap daerah punya
peraturan membagi residu tanggung jawab
kota Kabupaten ada juga kota tidak
membuat peraturan seperti itu Jadi
kembali ke aturan formalnya seperti apa
apa Bu Jadi saya kira begitu nah Bisakah
peraturan itu ee diperbaiki direvisi
menurut saya bisa karena itu
berkonsekuensi kepada biaya pengolahan
ataupun biaya-biaya di dalam operasi di
TPS 3R yang menjadi salah satu rantai
layanan di dalam ee pengolahan
persampahan kita sampai ke TPA gitu Itu
yang bisa saya sampaikan Bu jadi
peraturannya dilihat kembali ya Siapa
yang bertanggung jawab terhadap
residu di kota atau di kabupaten
ibu Iya betul Makasih Pak karena residu
itu kan ada berbacam macam bisa dibikin
ee
ekobri ada bisa dibikin kerajinan Ada
pula yang tidak bisa diolah lagi sama
sekali Ya betul jadi kendala betul jadi
kita kembali ke aturan bu ya itu menjadi
momok bagi saya men jadi momok kita di
bank samp itu malas Pak jadinya
mengelola lebih lanjut benar benar Bu
ini perlu duduk dengan pem pemdanya ya
Bu
ya betul
betul kalau tp3r mah dapat Iya TP 3R mah
didapat subsidi barang maupun tempat
akomodasi kalau kita bang sampah Mandiri
mandiri ya betul betul ya tapi ada juga
TPS 3R yang Mandiri loh bu yang dikelola
oleh kelompok swadaya masyarakat yang
memang Mandiri tidak dapat
ee subsidi tidak dapat anggaran rutin
dari pemerintah daerahnya ada bu tapi
memang jumlahnya terbatas
ya jadi dia betul
Pak Nanti kita diskusi lanjut bu ya
menarik Bogornya
itu eh terima kasih kepada
bapak jaannya selanjutnya kita kembali
ke pertanyaan yang di slide ya
Bapak ya silakan e baik eh pertanyaan
dari ibu Nur Syahbani Bagaimana strategi
pengelolaan sampah berkelanjutan yang
optimal terutama dalam bisnis makanan
demikian Bapak ya
baik ee ini hal yang menarik lagi di
dalam proses eh pengelolaan sampah
berkelanjutan ya foodway
jadi
ee banyak restoran banyak tempat-tempat
wisata tempat-tempat yang menghasilkan
ee dari sumber-sumber makanan yang
menjadi ee sampah gitu ya atau sampah
yang akan diolah berikutnya nah ini hal
yang baru dan ini bagaimana pengelolaan
yang berkelanjutan ini ini ada ahlinya
khusus ibu ya Bu Nur sahbani Saya tidak
ahli di dalam hal yang khusus eh sampah
makanan ini sejujurnya Saya tidak belum
bisa menjawab ini Mungkin saya akan
lanjutkan nanti ke eh eh kawan-kawan
yang lebih mengerti tentang pengolahan
sampah khususnya dalam bisnis makanan
tetapi di dalam konteks keuangannya ya
perspektif keuangannya dia menjadi
bagian yang sama saja Apakah itu ee dari
sumber makanan Apakah dari bahan-bahan
organik yang lainnya prinsipnya sama ya
prinsip pengelolaan dan keuangannya sama
ketika dia dipungut kemudian dia diolah
menjadi apa produk turunannya dan
menjadi kompos dicampur sehingga butuh
biaya-biaya tetap maupun biaya-biaya
variabelnya sama saja Bapak dan Ibu tapi
eh Bu nurahb ya tapi bagaimana persis
secara teknis aspek eh makanan ini Saya
mungkin akan teruskan ke kawan yang
lebih ahli di dalam aspek ini ya Nah
yang ingin saya
sampaikan pastikan bahwa
ee sampah yang dari makanan ini
betul-betul
ee terkelola dan terkumpul di dalam
rantai yang sama dengan rantai yang ada
sekarang karena apa Karena mengolah dan
memastikan dia menjadi kompos itu sampai
menjadi final jadi kompos itu
membutuhkan trik pembiayaan yang cukup
panjang ya cukup besar sehingga
eh yang berkaitan dengan sampah dari
makanan ini harus diintegrasikan
terintegrasilah dengan yang bahan-bahan
organik yang sudah ada sehingga dia bisa
berdaya ee jual yang lebih ee tinggi
katakan begitu nah yang paling penting
sekali ketika kita melakukan proses ee
produksinya itu tetap yang paling
penting itu siapa
pembelinya pembeli ofternya siapa Bu ya
ketika itu sudah kita ketahui maka kita
akan mudah untuk melakukan proses ee ee
apa pengolahan sampah makanan ini
menjadi menutup biaya yang diperlukan
untuk
ee sampai kepada ee tingkat produksi
yang kita inginkan kalau tidak memang
dia tidak akan ee menjadi satu hal yang
menarik ya makanya dia harus tetap
terintegrasi ke sistem yang sudah ada di
dalam pengolahan persampahan organik
yang ada di dalam sistem di daerah ibu
dan bapak atau di sekitar lingkungan
bapak dan ibu saya kira begitu Mak Nur
saabani eh strategi umumnya khususnya
tidak ada tapi strategi keuangannya
hampir sama bagaimana kita mengendalikan
biaya-biaya untuk bisa offakernya bisa
membeli dan sesuai dengan standar yang
diinginkan itu mungkin yang secara umum
bisa saya
sampaikanik eh terima kasih Bapak eh
selanjutnya eh Pertanyaan selanjutnya
dari bapak putra yang pertama Bagaimana
prosedur atau mekanisme yang harus
dipenuhi oleh kelompok swadaya
masyarakat untuk mendapatkan bentuan
pendanaan di bidang pengelolaan sampah
Kemudian yang kedua kita mengenal lima
aspek pengelolaan sampah Berapa Berapa
persentase ideal pendanaan aspek fisik
aspek kelembagaan dan peran serta
masyarakat Bapak Iya oke Pak Putra Bagus
Saya kira ini menarik sekali
eh KSM itu bisa enggak mendapatkan
bantuan pengololan I Ya jelas bisa
terutama dari lembaga swasta ya CSR bisa
dari ee mengajukan ke pemerintah melalui
bantuan dari pemerintah yang
Apakah itu bentuknya bantuan sosial atau
bantuan yang bersifat khusus untuk
pengolaan sampah itu sudah terjadi
hari-hari ini sudah terjadi jadi KSM
harus terdaftar di dalam
eh apa Nam organisasi perangkat daerah
yang memang selama ini menjadi bagian
yang dibina oleh pemerintah daerah tapi
kalau hanya datang dalam beberapa Minggu
lalu kemudian minta kepada pemerintah R
ya itu akan ee ikuti prosedurnya dulu
terdaftar kemudian menjadi bagian yang
dibina oleh pemerintah daerah begitu
juga ke swasta dalam hal ini swasta yang
ada di sekitar Bapak dan Ibu beroperasi
itu tetap menjadi perhatian mereka kalau
bapak dan ibu sudah menjelaskan kami
berkegiatan di sampah seperti ini sudah
menjalankan ini ini ini ini Kemudian
kami akan mengembangkan e seperti ini
Sehingga ya kami butuh Mitra Nah jadi
prosedurnya sederhana saja yang pertama
adalah mengenalkan lembaga bapak dan ibu
dengan proposal kemudian bisa juga
berkunjung dan bisa juga mengikuti
kegiatan e di mana lembaga itu ada dan
memperkenalkan lembaga bapak dan ibu
saya kira itu mekanismenya paling banyak
itu adalah proposal atau langsung
berkunjung dengan bukan apa namanya eh
tatap muka langsung atau mengikuti
kegiatan-kegiatan di mana sponsor itu
sedang melakukan kegiatan kedua kita
mengenal lima aspek sampah Berapa
persentase ideal pendanaan aspek fisik
nah
idealnya itu seharusnya semakin sedikit
Pak ya Eh persentasenya tapi fakta di
lapangan sekarang aspek visi itu
mendominasi dari lima aspek yang lain
baik yang dari ee pengolaan sampah
pemerintah maupun pengolaan sampah non
yang dari non pemerintah Jadi biasanya
aspek fisik itu menelan hampir 70 Pak ya
ada yang 60 itu sudah lebih bagus sedang
aspek kelembagaan partisipasi masyarakat
itu sisanya ya kalau 70 sudah keserap
oleh fisik
ee 30 untuk hal-hal yang nonfisik
Mengapa fisik itu selalu menjadi faktor
menarik untuk di biayai karena nampak
secara fisik dan pertanggungjawabannya
pun secara lebih kasat mata lebih mudah
Pak karena kalau kita ingin membantu
tong sampah kelihatan gitu loh Ya tapi
kalau kita melakukan diskusi peran
kemudian bagaimana melakukan apa
kampanye bersama-sama itu tidak semua
peduli dan tidak semua juga bisa hadir
Tapi kalau dengan fisik semua sepertinya
bisa melihat fisik itu dan bisa
merasakan fungsi itu jadi makanya selama
ini aspek fisik itu sangat dominan
ee ya Karena bagaimanapun sampah tanpa
didukung sarana fisik itu juga sulit ya
memberikan layanan yang berkelanjutan
nah idealnya berapa Nah kata-kata ideal
ini yang agak sulit saya menjawabnya ya
ketika itu ke dalam pelayanan yang
sifatnya terinstitusi ya fisiknya itu
akan dominan Ya terinstitusi tapi kalau
pengelolaan sampahnya itu berbasis
masyarakat maka fisik dan nonfisiknya
itu agak lebih seimbang menurut saya
Karena masyarakat sendiri yang
merencanakan masyarakat yang
melaksanakan pelayanan itu terlibat
langsung masyarakat pula yang
menjelaskan Jadi antara fisik dengan
nonfisiknya agak lebih imbang tapi kalau
masyarakat tidak terlibat berbasis
masyarakat berbasis institusi maka aspek
fisik itu akan lebih dominan biasanya ya
Katakanlah kalau kita ingin mengatakan
70 ya kalau berdasar ee berbasis
institusi tapi kalau nonintitusi
berbasis masyarakat kayaknya bisa lebih
rendah dari itu kalau menurut saya dari
praktik pengalaman saya di lapangan Saya
kira
begitu baik Terima kasih
Bapak
selanjutnya pertanyaan dari ibu ini
Mungkin cukup banyak ya Pak
eh saya memiliki pengalaman di tahun
yangal tentang permohoran Kepada Desa
setempat daerah kabupaten Bandung Barat
saya dalam bantuan pengalan sampah akan
tetapi beliau merasa trauma terkait
pemerintah sudah menggelontorkan dana
sekitar 500 juta untuk setiap desa dalam
pembentukan TPS akan tetapi TPS tersebut
hanya Bertahan Satu bertahan satu bukan
dan mesin tidak terpakai tetapi untuk
memintanya pun tidak diizinkan dari
kasus ini saya menyimpulkan ah begitu
konsen dalam menggelontorkan dana akan
tetapi dana tersebut ternyata tidak
berhasil ternyata tidak berhasil
pertanyaannya yang pertama Bagaimana
proses pemerintah dalam mengaudit hal
tersebut karena menurut saya itu hal
yang sungguh disayangkan dana yang besar
tapi tidak tampak hasilnya Kemudian yang
kedua Bagaimana peran pemerintah dalam
menyatukan permasalahan karena pendanaan
pemerintah cukup besar tapi ternyata
perm yang terjadi di lapanganal
penyuluhan masyarakat tentang
pengetahuan pemilihan sampah pun masih
polemik dan Bagaimana solusi terkait
demikian
bak I cukup panjang ya saya ambil
poinnya benar bahwa ada dana yang sudah
digelontorkan saya pakai bahasa Ibu ini
setiap desa tetapi tidak efektif
infrastruktur terbangun tidak berfungsi
ya Bah Mes tidak terpakai jadi ada
prosesahrastrukur ya di persiapkan
ee tapi justru apa yang didesain apa
yang direncanakan itu tidak berfungsi
sebagaimana yang diharapkan kan gitu ya
Nah yang ditanyakan ketika terjadi
seperti itu apakah
EE ada audit Oh tetap ada audit bu ya
tetap ada audit jadi pemerintah
menyalurkan itu kan karena permintaan
ada ya permintaan itu itu bisa dari
masyarakat bisa juga dari anggaran opd
yang memang sudah merencanakannya Nah
persoalannya
adalah ketika permintaan dengan yang
melaksanakan jadi yang meminta itu
berbeda dengan yang melaksanakan berbeda
dengan yang melaksanakan kalau dalam
berbasis institusi kalau yang memintanya
desa yang
melaksanakannya bisa jadi KSM kan begitu
bu ya atau yang memintanya kelompok
masyarakat tetapi yang melaksanakannya
tim kerja masyarakat jadi bisa orangnya
bisa berbeda Jadi mari kita pisahkan
dulu antara yang meminta dana untuk
dilaksanakan proses itu dengan yang
menjadi betul-betul pelaksana hariannya
nah di pemerintah daerah
Kebanyakan kalau yang berbasis institusi
itu yang memintanya anggaran pemerintah
itu dimanfaatkan oleh opdnya sendiri dan
dilaksanakan juga oleh pemerintah itu
sendiri jadi ada ketersambungan antara
proses pengadaan barang dan jasa itu
dengan yang melaksanakannya ada fungsi
yang antara operator dengan regulator
itu dalam satu badan saya contohkan
kalau di di satu opd dlh itu yang minta
anggaran bidangnya tapi yang
melaksanakan anggaran itu uptd-nya
operatornya jadi ada
ketersambungan kepala dinas bisa
mengontrol dua-duanya regulatornya di
kepala bidang operatornya ada di kepala
UPTD itu yang berbasis institusi bu ya
Jadi kalau pemerintah yang melakukan
kontrolnya relatif lebih mudah karena
pemerintah yang menganggarkan dan bagian
pemerintah yang bertugas sebagai
operator juga melaksanakan kontrolnya di
kepala dinas itu sendiri jadi relatif
lebih mudah nah saya Patut
menduga ini antara yang melaksanakannya
berbasis masyarakat tapi yang memintanya
itu bisa saja dari opd opd yang
menganggarkan kemudian yang
melaksanakannya adalah kelompok swadaya
masyarakat kebanyakannya macet di situ
kebanyakannya ya tidak dalam satu tangan
Seperti yang saya jelaskan begitu Jadi
kalau ada audit ada audit Bu akan ada
audit mengapa dia tidak berfungsi dikaji
lagi Kemudian cukup enggak biaya
operasionalnya Siapa yang melakukan
kecukupannya itu untuk 3 bulanah atau
untuk 6 bulan atau untuk setahun jadi
audit tetap akan dilakukan hasil audit
akan dilaporkan gu ya Nah Biasanya kalau
yang tidak berfungsi itu itu akan
dilaporkan kepada yang memberi e dana
tadi gitu kira-kira yang kedua Bagaimana
cara pemerintah dalam menyatukan
permasalahan karena pendanaan-p cukup
besar tapi ternyata permasalahan yang
terjadi adalah penyuluhannya tidak
terjadi Ya itu
dia pemerintah akan mengkoreksi lagi di
mana kelompok swadaya masyarakat yang
sudah diberi bantuan sudah digelontorkan
alat sudah diberi eh apa lokasi TPS tapi
tidak berfungsi akan lakukan ee koreksi
ulang bisa saja dengan mengganti
ksm-nya bisa pula dengan menambah
kapasitas
ee keterampilannya dengan melatih lebih
dulu sebelum diganti Gitu ya jadi itu
menjadi apa domainnya masyarakat itu
sendiri karena pemerintah sudah
memberikan sarananya Nah kan biasanya
sebelum mencairkan uang untuk sarana itu
pasti ada permintaan pemerintah siapa
pengelolanya mana peraturan desanya yang
dibutuhkan berapa iuran masyarakat pasti
akan ditanya oleh pemerintah lebih dulu
sebelum menggelontorkan sarana itu gitu
ya Nah banyak juga kejadian ketika ingin
mendapatkan sarana semua lengkap tapi
begitu sarana Sudah datang ada beberapa
daerah atau kelompok-kelompok masyarakat
yang tidak komit lagi atau mungkin ada
konflik di di internal mereka Nah itu
juga menjadi bagian menyebabkan tidak
berfungsinya sarana yang sudah diberikan
bantuan tadi jadi banyak aspek ya Bu ya
Nah Apa solusinya ya solusinya di
masyarakat itu sendiri kan masyarakat
yang minta kan bukan pemerintah yang
ujuk-ujug memberikan bantuan biasanya
sebelum uang itu turun Ada
prasyarat-prasyarat apa kelompoknya mana
pengurusnya mana yuran yang mau ditarik
berapa kemudian pertemuan akan ada
terjadi berapa kali kemudian training di
tingkat masyarakat akan berapa itu akan
dibahas oleh pemerintah atau opd sebelum
mereka menggelontorkan sarana itu atau
menurunkan sarana itu jadi ini Mungkin
perlu apa ya perlu duduk lagi nih antara
yang memberi dengan yang diberi Saya
kira begitu dan banyak kok setelah itu
berjalan lagi Eh apa Yang itu yang Ibu
khawatirkan tadi itu tidak berfsi itu
berungsi lagi gitu Yaelah duduk bersama
saya kira
begitu terima kasih terima kasih atas
pemamparan Jawabannya kepada
bapakelanjutnya
mungk ini menjadi pertanyaan terakhir
pertanyaan
Dar terima kasih kepada Bapak antizal
Amir karena sudah membantu menjawab
pertanyaan dari bapak ibu peserta
training online dengan sangat luar biasa
sekali kemudian bagi Bapak Ibu sekalian
yang mungkin masih memiliki berbagai
macam pertanyaan mengenai optimalisasi
aspek pendanaan dan pembiayaan dalam
sistem pengolangan sampah bisa disimpan
terlebih dahulu pertanyaannya untuk sesi
kedua training online kita pada hari ini
yang nanti akan dilanjutkan pada pukul
13.00 hingga pukul 15 nanti ya Bapak Ibu
Selain itu kami juga ingin mengingatkan
Bapak Ibu sekalian untuk mengisi kuioner
yang linknya sudah kami share di kolom
chat supaya kegiatan kami selanjutnya
bisa lebih menarik lagi dan Sekali lagi
saya izin mengingatkan kepada bapak ibu
yang menginginkan materi sekaligus
sertifikat dan kemarin belum request
dapat mengisi Link yang juga sudah
dikirim ke admin kami di kolom chat
Akhir kata saya selaku MC sekaligus
moderator pada sesi pertama memohon maaf
sebesar-besarnya apabila selama memandu
acara ini terdapat kesalahan kata
ataupun perbuatan sayaifah pamit undur
diri dan sampai bertemu lagi di sesi
kedua training online pukul 13.00 nanti
Terima kasih wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
waalaikumsalamikumsalam Terima
kasihsalam warahmatullah sampai ketemu
sesi dua Bapak Ibu
semuanya
kasih kita bisa istirahat dulu ya Mbak
baik Pak Sampai ketemu jam Pak jam ya
okeih I Iya Asalamualaikum Pak
waalaikumsikumam waram