Transcript
la-WsB_UCOw • OPTIMALISASI ASPEK PENDANAAN & PEMBIAYAAN DALAM SPS sesi 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0093_la-WsB_UCOw.txt
Kind: captions Language: id selaku founder dari butik Dar ulang Project B Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia yang akan diwakilkan oleh Bapak yebi yuriandala STM selaku CEO founder butik D ulang Project B Indonesia baik langsung saja tempat dan waktu kami persilakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Eh pagi Bapak Ibu semuanya yang kami hormati dan juga terima kasih kepada Pak Amrizal yang sudah berkenan di hari sabtu weekend eh memberikan materi dan sharing materi kepada kita semua eh baik Bapak Ibu semuanya pertama-tama Saya menyampaikan permohonan maaf dari eh ketua jurusan program studi teknik lingkungan Bapak dan juga eher Bapak hijrah e mereka kebetulan ee sedang ada kegiatan mendadak sehingga tidak bisa membuka training online pada pagi hari ini sehingga diwakilkan kepada saya Eh pada hari ini topik training online kita adalah optimalisasi aspek pendanaan dan pembiayaan dalam sistem pengolaan sampah seperti yang kita ketahui bapak ibu semua ini mungkin sebagian besar adalah juga Akademi misi dan juga ada ASN dan dari berbagai macam latar belakanglah Bapak Ibu ya kita ketahui bahwa aspek ini biasanya jarang di eh kelola dengan baik Nah karena apa Karena Terlupakan oleh aspek teknis biasanya tapi ternyata aspek pembiayaan dan pendanaan ini adalah aspek yang krusial nah kebetulan di sini sudah membersamai kita Pakal yang dengan macam pengalamannya dalam ee perencanaan ya Bapak Ibu terutama ee kajian aspek pendanaan dan pembiayaan yang sudah banyak beliau lakukan mudah-mudahan ee dengan adanya training online ini nanti kita bisa berdiskusi dan mendapatkan eh Ya pencerahanlah seperti apa aspek pendanaan dan pembiayaan yang EE bisa dipenuhi mungkin oleh daerah seperti apa seperti yang kita ketahui bersama ee di Indonesia itu belum ada yang mencapai mungkin kalau normalnya itu 3% dari APBD kalau daerah ya Bapak Ibu ya untuk standarnya tetapi saat ini masih banyak 0 Kom sekian persen lah pendanaan dan pembiayaan untuk pengelolaan sampah nah sehingga masih banyak masalah-masalah ee teknis yang terjadi Nah nanti kita bisa diskusikan itu bersama Pak Amrizal harapannya dengan ada training online ini ya kita sama-sama membuka wawasan kita bahwa ee selain aspek teknis kita juga perlu melihat aspek nonteknis yaitu masalah pendanaan dan pembiayaan Bapak Ibu semuanya Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan ee semoga training online ini bisa berjalan dengan lancar dan kita bisa mendapatkan ee ilmu yang bermanfaat dari Pak Amrizal dari sesi sharingnya nanti dari sesi pertama dan sesi kedua terima kasih saya akhiri asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Baik terima kasih e kepada bapak ibi yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project Indonesia Jadi jika selama acara t online berlangsung ada Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom tidak perlu khawatir karena bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti training online ini melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia selanjutnya seperti biasa Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam doorpres spesial untuk bapak ibu yang beruntung doorpres ini diberikan berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan dua Story Instagram terunik selama training online ini berlangsung untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara sesi 2 nanti Sedangkan untuk pemenang du Story Instagram drunik akan kami Hubungi langsung melalui di DM Instagram Nah jadi Jika Bapak Ibu yang ingin bertanya selama training online ini berlangsung dapat memberikan pertanyaannya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih tiga penanya terbaik untuk memenakan DP spesial dari kami lalu untuk Story Instagram bapak ibu dapat membuat Story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @projectb Indonesia baik tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi namun sebelum itu Mari kita lihat terlebih dahulu CV dari pemateri kita berikut ini [Musik] baik Demikian sekilas mengenai pemateri kita pada pagi hari ini selanjutnya mungkin untuk efisiensi waktu jika Bapak Amrizal Amir sudah siap kita mungkin bisa langsung saja untuk mulai penyampaian materinya yaitu waktunya kurang lebih sampai pukul 10.30 ya Bapak ya baik ee tambah berlama-lama waktu dan tempat kami persilakan terima kasih ee Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ee Selamat datang ibu dan bapak ee Saya ingin tes dulu apakah suara saya bisa diterima dengan baik Bapak dan Ibu sudah J baik oke baik baik Eh iya memang masalah ee persampahan dan eh terkait dengan keuangan dan pendanaannya itu selalu menjadi apa isu yang e menarik ya dan tentu saja eh aspek keuangan tersebut ee terkait langsung dengan aspek-aspek di luarnya seperti terutama aspek teknis sarana dan infrastruktur kemudian juga kebijakan jadi ada lima aspek yang Ee Kita ingin memastikan bahwa ee saling terkait satu dengan yang lain baik Bapak dan Ibu ee Saya ingin mulai dengan sedikit memperkenalkan diri ee tadi sudah disampaikan ee hal-hal yang terkait dengan ee CV saya tetapi juga ee mungkin saya ingin masuk ke slide terkait dengan eh materi kita Sebelum kita ee lanjut ke hal-hal diskusi yang sebaiknya nanti akan lebih banyak diskusi ya jadi aspek ini akan lebih ee sempurna Saya kira kalau di dalam diskusinya kita sediakan waktu yang cukup Gitu slide I Ya saya bisa cek Apakah eh slide-nya sudah bisa dilihat Bapak dan Ibu sudah Pak e sudah oke Ya baik ya kita mulai ya Ee slide ya tadi si sampaikan sekilas dan saya ingin memberikan penjelasan yang lebih tentang eh institusi saya PT go circular solution Indonesia Eh mengapa kami ada di sini kami adalah e perusah ee perusahaan sosial ya yang semua hasil usahanya sisa hasil usahanya diinvestasikan kembali ke dalam program yang berdampak kepada Pos eh positifnya aspek lingkungan dan sosial jadi tidak dibawa pulang sebagai apa namanya hasil usaha yang di ee dibawa secara personal tapi justru kita tanamkan kembali ke dalam program perusahaan kami ini berada di Banyuwangi dan Bali ee kemudian fokusnya adalah di bidang lingkungan di mana saat sekarang kami sudah Ee menjalin kerja sama dan melakukan pendampingan kepada pembiayaan khususnya Manajemen Industri di perusahaan penanaman modal asing dan tentu saja di pen modal di dalam negeri kemudian perusahaan juga fokus menjadi implementer partner ya di Bali untuk beberapa desa di B danentu saja konteks ini kita juga kapasitas kelembagaan terutama di aspek keuangan dan terakhir kami eh memberikan fasilitasi untuk inkubasi UMKM di pengelolaan sampah e kontribusi kami dan partner kami bisa dilihat ada di clean oanan community kemudian Kabupaten Banyuangi itu sendiri program isump di benas dan tadi sudah disebut kami berkolaborasi dengan ins dan W demikian Bapak dan Ibu slide lanjutnya kita akan masuk ke materinya di sini ada empat materi untuk aspek pendanaan e di mana E pertama adalah kita akan bahas cepat tadi pengantar pendanaan itu seperti apa kondisinya seperti apa dan evaluasi pendanaan terakhir adalah strateginya baik kita mulai eh slide pertamanya jadi tahu bahwa pemerintah maupun pengelolaan ee pendanaan tersebut tidak terlepas dari aturan main atau kebijakan yang sudah di ee Tentukan di mana yang terkini bapak dan ibu itu ada undang-undang tentang hubungan keuangan pemerintah pusat dan daerah di mana undang-undang ini lahir di Tahun 2022 kemudian masa transisinya di 2023 dan berlaku efektifnya adalah di 24 apa yang ingin kita sampaikan di sini adalah poin besarnya bahwa begitu banyaknya sektor pembangunan yang harus dibiayai oleh negara dan tentu saja hal itu juga akan membawa alokasi anggaran yang makin besar harus di-support sehingga sektor pendanaan tersebut khususnya di bagian persampahan itu menghadapi tantangan yang juga cukup besar Nah jadi di sini di bab ee sebelumnya ya di bab 7 dalam Sinergi pendanaan itu dijelaskan bahwa saya langsung ke poin 4 dan 5 bahwa pendanaan APBD sebagaimana disebutkan di dalam ayat kedua itu dapat diperluas menjadi pendanaan berupa kerja sama dengan pihak swasta Badan Usaha Milik Negara BUMD dan pemerintah daerah lainnya ini memperlihatkan bahwa gap pendanaan itu sudah terjadi dan gap pendanaan itu harus ditutup dari sumber-sumber yang lain sehingga dibutuhkan berupa kerja sama dari pihak swasta badan usaha milik negara dan BUMD dan seterusnya baru itulah nanti di ayat kelima dinyatakan bahwa Sinergi pendanaan tersebut dalam rangka belum tercukupinya maka dapat disinergikan dengan belanja Kementerian jadi terbalik Kalau sebelum undang-undang ini lahir belanja Kementerian menjadi motor utama maka ee sekarang Justru dengan lahirnya undang-undang ini anggaran dari Kementerian itu menjadi jadi ee penutup terakhir selain Ee kita kembangkan dalam bentuk kerjaasama dengan pihak swasta badan usaha dan bisa saja kerja sama dengan pemerintah lain baik selanjutnya konsekuensi atau implikasi dari undang-undang hkpd tersebut di dalam aspek persampahan terjadi pergerakan dari pendanaan yang sifatnya reguler ini sebelah kiri bapak dan ibu ee dari APBD Kemudian dari APBD provinsi APBN termasuk penerusan hibah dak cpsr kontribusi masyarakat dan hasil retribusi yang senyatanya itu belum cukup menutup gap selama ini maka sekarang ditambah dengan sumber pendanaan baru berupa percepatan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur bentuknya banyak di anaranya adalah pembiayaan antar daerah jadi antar daerah bekerja sama pembiayaan daerah dengan cara meminjam ke pusat dan pembiayaan kreatif lainnya bisa berupa hibah langsung atau hibah tidak langsung bisa dana Ventura atau dana dari Mitra pembangunan dalam bentuk blended Finance intinya melalui undang-undang hkpd ini apa yang ing disampaikan bahwa panaan itu diperbanyak dan terutama untuk percepatannya itu dalam bentuk kerjaasama pendanaan baik kerja sama dengan pemerintah sama pemerintah ataupun pemerintah dengan nonpemerintah baik slide Nah dengan demikian kalau kita kembali melihat kondisi sampai dengan hari ini sumber pendanaan dan pembiayaan untuk infrastruktur karena memang infrastruktur menjadi bagian penting dari persampahan selain infrastruktur maka ee ada dua warna di sini bapak dan ibu saya ingin sampaikan yang kuning itu menyangkut pendanaan sedangkan yang biru itu menyangkut pembiayaan nah yang biru Ini nanti di sesi siang akan banyak kita bahas yang ingin saya sampaikan di eh sesi pertama ini adalah yang kuning Bapak dan Ibu Apa fokus dari pendanaan tersebut sumber pendanaan ada dua paling tidak kita lihat di sebelah kiri yaitu untuk penyediaan sebagian atau keseluruhan sarana dan prasarana dengan tujuan pelayanan yang berkeadilan jadi mulai dari masyarakat paling bawah sampai dengan masyarakat kelas yang paling atas harus terlayani sehingga dia bisa menjangkau unsur lapisan masyarakat semua lapisan masyarakat yang kedua fokus pendanaan itu jangan lupa juga untuk pelayanan yang berkelanjutan Nah jadi dari sini kita tahu persis bahwa proses-proses pendanaan itu harus mencakup di dua hal penyediaan sarana prasarana dan sarana prasarana tapi juga mencakup kepada layanan yang berkelanjutan ibu dan bapak yang saya hormati kalau gitu kita lihat pendanaan APBN itu karakternya apa sih karakternya adalah stasi yang sifatnya yang utama dan berskala besar jadi kalau di persampahan itu seperti TPA tps3r itu skalanya eh dia S sangat signifikan dan skalanya cukup besar ya sedangkan APBD itu juga berfungsi untuk mendukung investasi dalam perluasan infrastruktur dan terutama operasi dan perawatan di sinilah gaps pendanaan itu muncul karena memang kebutuhan kota-kota Kabupaten itu memang makin besar berkaitan juga dengan aktivitasnya juga berkembang penduduknya juga berkembang jadi proses pendanaan tersebut terus mengalami ketimbangan karena memang keterbatasan dari APBN sendiri dan APBD itu sendiri karena begitu banyaknya ee sektor yang harus dibiayai nah yang ketiga Saya ingin lihatkan lagi di poin warna yang kuning juga yaitu kontribusi masyarakat ini merupakan sumber pendanaan yang efektif yang dalam 27 tahun pengalaman saya berada di area persampahan dan air limbah ini ini menjadi investor sebenarnya investor yang utama ya kontribusi masyarakat dan mitra tersebut bentuknya bisa dalam bentuk natura atau dalam bentuk tunai atau sumber sumber untuk peningkatan kapasitas pengetahuan masyarakat itu sendiri dan juga dukungan terhadap pengolaan program Jadi Bapak dan Ibu pembiaya e pendanaan itu memang ternyata sampai hari ini tetap menjadi faktor yang mesti kita cari keberlanjutannya baik kita lanjut slide berikutnya Nah dari panjangnya perjalanan ee an persampahan tersebut saya ingin memberikan sedikit bahwa gap yang sudah kita sebut tadi Eh kita tahu bahwa sumber-sumber pendanaan Itu poin pertama di tengah kita lihat ini ada pemerintah Pemerintah jelas karena ini urusan pemerintahan wajib ya meskipun pada layanan pilihan ya kemudian ada sebenarnya para e pelaku yang bertugas sebagai akselerator selain pemerintah di sini yang warna warna hijau ada LSM yang bergerak di aspek persampahan ada Universitas seperti UII sekarang punya perhatian punya ee apa namanya disiplin ilmu punya riset dan sebagainya Itu adalah akselerator di dalam pendanaan persampahan dia tidak menyumbang uang secara tunai tapi dia memberikan nilai setara uang yang tidak kalah besarnya di dalam proses ee kelengkapan ekosistem pendanaan persampah ada lembaga nonprofit seperti e lembaga-lembaga internasional development institution ya kemudian ada zwaf Jadi yang hijau ini adalah kelompok kedua kelompok akselerator selain kelompok pertama tadi adalah pemerintah itu sendiri kemudian sumber lain itu ada usaha swasta dan publik nomor t yang biru di kanan dan investor yang memang beberapa sudah mulai melirik masalah persampahan sebagai bagian dari unit usaha mereka tetapi ee para pelaku ini sepertinya belum menyatu sehingga dan jumlahnya pun masih terbatas kita punya lembaga perbankan ataupun ee lembaga keuangan tapi juga secara sporadis saja kadang-kadang bekerja sama dengan pemerintah tapi kemudian Ee tidak berkelanjutan gitu ya modal ventura juga begitu serta badan-badan usaha profit lainnya jadi bapak dan ibu slide ini memberikan gambaran kepada kita bahwa ekosistem persampahan kita sampai saat sekarang itu ditandai dengan jumlah yang sangat sedikit kemudian dia terpisah-pisah tidak terhubung satu dengan lain dan juga motifnya sangat spesif apa ya sangat sporadis dan eh tidak spesifik ya kadang hadir kadang tidak kadang ada kadang tidak gitu ya Nah inilah yang yang e pendanaan persampahan di luar pemerintah itu sendiri saat sekarang nah yang kita inginkan adalah terhubungnya SL Ya terhubungnya semua pelaku tadi di dalam eh ekosistem pendanaan persampahan yang lebih baik di mana jumlahnya makin banyak kemudian menyatu satu dengan lainnya dengan sinergitas yang positif satu yang lain saling mendukung dan berkelanjutan serta memang harus spesifik terkait dengan pendanaan persampahan tidak bisa dia menjadi satu menu dari sekian menu saja jadi dia fokus kepada satu hal yang terkait dengan support e pendanaan persampahan itu sendiri lanjut Nah kalau kita tahu seperti yang kita inginkan tadi maka saya ingin menyampaikan sedikit ada beberapa perbedaan antara ee pendanaan dengan pembiayaan walaupun ini semua Bapak dan Ibu juga mengetahuinya bahwa kalau yang kuning-kuning yang kuning APBN APBD dak hibah itu adalah pendanaan dari pemerintah ya dana desa di mana kehandalannya sangat tinggi karena setiap tahun ada disediakan meskipun jumlahnya relatif ee eh tetap ya kalaupun meningkat meningkatnya ee karena hal tertentu gitu orientasinya benefit tidak ada atau tampak kewajiban pengembalian dana Jadi kalau APBN sudah dicairkan ya tidak perlu dikembalikan kepada pemerintah memang APBN APBD hibah dak semua itu tetap kompetitif Bapak Ibu dari 1 tahun ke tahun itu tetap akan ada ee apa ee berbasis kinerjanya dia bisa meningkat bahkan kadang kala di tahun depan bisa aja dia turun gitu tapi sifatnya yang berulang dan kehandalan yang tinggi itu cirikan pendanaan dari pemerintah itu selalu hadir cuma kebutuhan dengan ketersediaannya inilah yang menyebabkan gap-nya menjadi sangat eh signifikan dan ada lagi pendanaan nonpemerintah yaitu seperti ziswaf CSR atau yang dari masyarakat itu keandalannya relatif eh sedang dan tinggi sama orientasinya benefit tak tidak perlu kewajiban pengembalian dana ya setelah diberikan CSR setelah diberikan eh dana dari sumber basnas zwaf gitu ya Ya silakan dimanfaatkan tidak ada pengembalian dana dan ada seleksi sesuai kriteria dan ada batasan waktu begitu juga di masyarakat nah yang biru adalah sebaliknya itu pembiayaan di mana harus memenuhi persyaratan seperti dana aventura pinjaman daerah ke pusat itu adais kriteria yang harus dipenuhi dan harus ada pengembalian dana tersebut setelah dipinjam ya dikembalikan dengan kompensasi ada bunga dan sebagain MK pun relatif eh kecil ya dan bunga lunak lah ya jangka panjang waktunya agak agak lebih diperpanjang jadi eh pembiayaan pemerintah ada biaya ada Riko Resiko yang harus dibagi ada pendapatan yang dibagi dan orientasinya jelas ada ee bunga ada profit Git demikian juga di kpbu mikrokredit dana campuran dan eh hal-hal yang sejenis yang saya ee Tampilkan di sini berwarna merah eh apa eh biru P danb lanjut slide Nah karena gap terhadap pendanaan itu sudah kita singgung tadi meskipun ketersediaannya yang ada tetapi kebutuhannya terus meningkat maka pemerintah berusaha mencari sumber-sumber ee manfaat baru yang memberikan manfaat baru untuk menutup gap tersebut dengan cara tadi sudah saya sampaikan di berdasar undang-undang hkpd memanfaatkan kerja sama pendanaan nah Mari kita lihat kerja sama itu apa saja manfaatnya di warna kuning kanan jelas kerjasama pendanaan mengurangi ketergantungan dana ke pemerintah kemudian berusaha mengoptimumkan dana operasi dan perawatan berusaha ee dengan dana kerja sama pendanaan itu peningkatan kampanye dan penyadaran publik terus-menerus kemudian ada kriteria ada ee hal-hal yang mesti dipenuhi berupa sharing biaya risiko dan pendapatan tidak ada kerja sama kalau tidak ada sharing biaya tidak ada kerja sama kalau tidak dibagi risikonya dan tidak ada kerja sama kalau tidak dibagi juga pendapatannya kemudian membuka akselerasi peluang peningkatan investasi dan yang paling penting kerja sama itu pasti dimanfaatkan untuk perluasan operasi layanan yang kalau hanya selama ini baru 30% punya target menjadi 60% Katakanlah begitu nah aplikasinya di dalam persampahan apa saja Bapak dan Ibu aplikasinya di dalam persampahan itu berusaha pemungutan retribusi itu bisa dikerj samamakan kemudian pengangkutan dan pengadaan sarana pengangkutan itu bisa dikerjasamakan ee pendanaannya kampanye kemudian peralatan pendukung lahan bahkan pengolahan sampah itu sendiri di setiap rantai layanannya juga bisa dikerjasamakan dengan ee kerjasama pembiayaan dan tentu saja pemasaran hasil ataupun operasi layanan juga terbuka untuk dikerjasamakan kalau begitu pemerintah paling tidak memiliki dua tiga skema di yang sebelah kiri bisa berupa kontrak operasi dan perawatan jadi pemerintah memberikan wewenang operasi dan perawatan itu ke swasta kemudian swasta diberi standar kinerja yang ditentukan maka swasta atau non pemerintah itu harus mengikuti standar tadi kemudian swasta melakukan pelayanan dengan harga yang telah dipatok disetujui oleh pemberi yaitu pemerintah dan asetnya bisa sebagian dari aset pemerintah kemudian bisa juga asetnya sebagian dari ee investornya atau sponsornya kemudian modal kerja dan biaya operasi dari swasta jadi ini banyak sekali ee model-model kontraoperasi yang bisa di ditawarkan oleh pemerintah beberapa sudah berjalan di beberapa daerah Kemudian yang kedua kerjasama pemanfaatan ini aset-aset pemerintah yang sudah ada di dalam ee apa namanya yang di masing-masing ee kabupaten atau kota di aspek persampahannya bisa dimanfaatkan oleh pihak lain dengan maksud mengoptimumkan daya gunanya atau hasil guna barang milik daerah tersebut dengan catatan kedua meningkatkan penerimaan pendapatan daerah dengan skema bagi hasil atau pelayanan yang lebih ditingkatkan yang ketiga adalah eh bangun operasi dan serahkan bot di op dan transfer pemerintah menyediakan sebagian sarana sebagiannya eh oleh swasta dan perizinan dibantu oleh pemerintah swasta melakukan investasi di sini teknologi peralatan pendukung kemudian pemerintah mengalokasikan juga anggaran untuk pengolaan sampah untuk menunjang sebagian biaya operasional dan pada akhirnya nanti semua aset dan teknologi maupun peralatan itu dikembalikan ke pemerintah dan menjadi aset pemerintah setelah ee kontrak selesai atau justru kontraknya dapat diperpanjang ini bentuk-bentuk kerja sama sebagai eh realisasi dari eh respon eh akselerasi respon dari undang-undang hkpd tadi slide ya Nah kalau kita ingin melihat Seperti apa distribusinya sudah terdistribusi bapak dan ibu tapi sekali lagi sumber ber pendanaan yang tersedia itu tidak cukup karena kebutuhannya yang memang makin membesar karena eh gap itu masih eh pendanaan itu masih menjadi persoalan sampai dengan hari ini ya kecuali ya kalau eh Daerah seperti DKI Jakarta atau daerah-daerah kota metropolitan di mana kapasitas fiskalnya eh sangat terbatas tapi kan kita tahu bapak dan ibu peserta sekalian ee peserta training mengang kapasitas fiskal yang tinggi itu hanya ada beberapa kota saja dan berapa kabupaten saja sedangkan kita punya lebih kurang 400 hampir 4 apa 5 41 ya sampai dengan 500 kabupaten kota itu masih kebanyakan sebagian besarnya masih mengalami gap pendanaan dalam eeeng sampahnya nah saya ingin menyampaikan di rantai layanan pertama di rumah tangga sumber-sumber pendanaan itu sudah teralokasi untuk dari bersumber APBD APBN dari masyarakat dari swasta itu sudah terjadi tapi tetap masyarakat itu sendiri juga sudah berkontribusi berinvestasi Namun kita tahu bahwa dengan berbagai sumber pendanaan ini tetap gap pendanaan itu terjadi seperti tadi sudah disampaikan oleh di awal bahwa rata-rata kabupaten kota itu masihalokasikan 2 sampai dengan 3% saja sedangkan kebutuhannya hampir e lebih besar dari itu bahkan Kita pernah menghitungnya di tahun 2019 itu kebutuhannya rata-rata di setiap kabupaten kota itu sebaiknya antara 5 sampai dengan 10% ee dari APBD di luar ee apa namanya ee biaya langsungnya atau belanja langsungnya Bapak dan Ibu ini gambaran yang ingin kita sampaikan sumber pendanaannya beragam terdistribusi di setiap rantai lainan tapi tetap mengalami gap pendanaan yang e membesar dari waktu ke waktu lanjut kalau kita coba petakan lebih jauh eh ini pernah kita lakukan di tahun 2020 sebenarnya di setiap rantai ee layanan itu mulai dari pengurangan pemilahan pengumpulan dan sampai ke pengolahan ituorsinya berapa sih gitu ya yang dibutuhkan dari 100% itu nah kita mencoba eh di tahun 2020 di dalam konteks improvement Solid was management eh saya masuk menjadi bagi tim di situ ternyata untuk pembangunan TPA tersebut porsi pendanaannya masih menjadi porsi yang terbesar yaitu 40,94% potensinya ada di mana sih ya karena ini infrastruktur utama ada di APBN Sedangkan untuk eh operasi dan eh perawatannya itu dari APBD Kemudian yang kedua yang terbesar juga di infrastruktur tps3r dan tpst itu hampir 30 5,29% sumbernya sama APBN APBD dan sebagian swasta sudah masuk Mitra sudah masuk itu dua besar masih tetap untuk aspek infrastruktur ee besarnya kemudian yang terbesar juga masalah di eh porsi pendanaan untuk pengurangan 8,4% kemudian eh sori pengumpulan 9,6% mulai dari gerobak kemudian pickup dan sebagainya yang sejenis itu triseda ya kenderaan ra3 kemudian pengurangan pengangkutan truk dan sejenisnya komor dan sejenisnya dan terakhir Itu untuk pemilahan sebesar hampir 1% itu kira-kira bapak dan ibu e kalau ingin tahu persis ke mana sih dialokasikan porsi pendanaan tersebut Nah dari porsii ini kita tahu persis ini belum Termasuk yang nonisik bapak dan ibu ya termasuk yang non fisik ini masih sarana dan prasarana yang terkait dengan fisik infrastruktur biasanya kelazimannya antara fisik dengan nonfisik itu tergantung visi dari pemerintahnya kalau fisiknya banyak dibantu oleh pemerintah pusat tapi Non fisiknya itu ee seharusnya itu menjadi tanggung jawab ee pemerintah provinsi dan kabupaten kota dan masyarakat itu sendiri ya lanjut Nah kalau kita kumpulkan secara keseluruhan berdasar level pemerintah maka sumber-sumber pendanaan itu bisa kita lihat dalam slide ini pemerintah pusat menyediakan apa saja Ya dananya ada di mana Untuk apa saja Ini dari slide ini bisa kita lihat kalau di pusat ada dana sektoral ada dari klhk ada dari pupr ada berupa dak dan seterusnya bahkan juga dana desa dari Kementerian desa yang digunakan untuk apa didribusi untuk infrastruktur dan operasi dan perawatan di provinsi juga ada ada anggaran dari opd provinsi begitu seterusnya ada dana bagi hasil provinsi yang bisa digunakan ada Bansos untuk aspek-aspek bisa digunakan di kabupaten kota juga punya sumber-sumbernya dari ee alokasi anggaran opd dan non opd ada hibah juga ada pendapatan retribusi juga karena ee ee koleksi retribusi itu ada di di yang melayani langsung yaitu pemerintah Kabupaten dan Kota dan terakhir ada nonpemerintah tadi sudah disebutkan klik Nah dengan demikian gap sudah diketahui sumber-sumbernya sudah diketahui terletak untuk dialokasi di rantai layanan mana juga sudah diketahui dalam sistem apa dan subsistem kita juga sudah mengetahui bagaimana strategi menutup gap tersebut satu dan hal lain yang paling penting itu adalah Bagaimana penganggaran dan perencanaan anggaran dari daerah itu tetap konsisten dan tetap bergerak positif nah banyak hal ee diskusi di dalam hal ee anggaran atau pendanaan ini karena ternyata banyak juga bapak dan ibu di dalam dokumen perencanaan dan penganggaran pengawalannya tidak ee berjalan sebagaimana seharusnya n di mana gerakan alokasi anggaran di persampahan itu relatif berjalan landai ya berjalan landai padahal kondisi lapangan sudah demikian bergerak cepat dan membutuhkan Respon yang pas untuk itu sehingga mau tidak mau Pemda maupun para pengambil keputusan itu memang harus betul-betul mampuemastikan antara perencanaan penganggap an dan pengawalannya itu berjalan ee dengan baik Nah untuk itu salah satu hal juga dari pengalaman kita bersama kabupaten kota mesti di dalam rencana Pembangunan Jangka menengahnya terdapat faktor kunci-kuncian di situ ya pertama agar proses pengolahan sampah itu masuk ke dalam indikator kinerja utama dan kalau bisa juga menjadi indikator kinerja daerah nah kebanyakan hal ini lolos atau ee jarang diperhatikan sehingga negosiasi anggaran untuk persampahan itu dilakukan opd Ya seperti apa namanya ya seperti terus mengalami mentok gitu ya karena apa Karena upaya harus dilakukan tetapi di dalam dokumen perencanaan formalnya dan penganggaran formal tidak terkategori di dalam indikator kinerja utama Kalau indikator kinerja utama itu adalah mandatori kepala daerah yang akan dipertanggungjawabkan dan ditanyakan oleh anggota dewan Oke kinerja utamamu apa Oke ini ini ini Dan iniah Sampah sering lolos di situ artinya sampah tidak termasuk menjadi indikator jadi itu penting salah satunya kemudian kalau dia sudah menjadi indikator kinerja utama dan itu bisa diturunkan ke renranya opd dan Di dalam rstra opd sudah ada indikasi pendanaan yang Pagu Pagu e pendanaan dan itu akan dikawal juga ke Renja yang tahunan sifatnya sehingga proses antara perencanaan penganggaran dan kemudian pengawalan dari anggaran itu betul-betul ee dapat dilakukan seoptimum mungkin ini membawa efek positif eh Sehingga ketersediaan pendanaan itu di pemerintah betul-betul eh setiap tahunnya di anggaran APBD itu eh terkawal dengan baik dan kat dengan signifikan begitu juga di ee slide ini kita akan lihat di saya langsung ke terakhir ke apbd-nya sudah tercantum pengawalannya sudah maka di RKA dan dpa-nya bisa dapat dilakukan dengan lebih eh apa lebih konsisten Bapak dan Ibu jadi dari slide ini kita tahu bahwa indikator kerja utama unuk pengawalan untuk pendanaan yang bisa konsisten dan pendanaan yang EE berkelanjutan karena rpjmd itu kan skalanya untuk 5 tahun slide nah Selain Kita mengetahui strategi kecukupan APBD tadi melalui dokumen pengawalan dokumen perencanaan dan penganggaran kita juga mesti bisa meyakinkan kepada ee pengambil keputusan kita di daerah bahwa ee perencanaan dan tahapan-tahapan pengolahan persampahan kita itu berjalan harus nya secara lebih lebih konsisten nah di ee slide ini kita ingin menggambarkan bahwa ada beberapa tingkatan ee pengelolaan persampahan mulai dari dasar kemudian layak aman dan sirkular ini eh diskusi ini masih berjalan terus ee di tingkat pengambil keputusan tapi paling tidak ee dalam sesi ini saya ee ingin menggambarkan bahwa tidak bisa satu daerah lompat dari eh layanan dasar lalu tiba-tiba menjadi punya layanan sirkular karena itu akan membawa konsekuensi-konsekuensi pendanaan yang juga sangat e tinggi apa yang ingin disampaikan di sini dalam tahapan ini ada daerah yang memang sudah punya layanan namanya layanan dasar tapi pelayanan dasar ini masih terjadi kebocoran sampah yang di eh apa yang digambarkan di slide paling kiri bapak dan ibu ya di mana sistem pengolaan sampahnya belum terbangun akibatnya sampah ada di mana-mana ya Walaupun sebagian sudah dikelola di jalan-jalan utama sudah di tempat-tempat perumahan tertentu sudah tapi masih terdapat kebocoran sampah di lingkungan jadi itu tahap yang kita sebut layanan sudah ada tetapi layanan tingkat dasar lanjutnya adalah lebih baik dari yang dasar tadi yaitu tingkat pelayanan yang sudah layak di mana semua sampah sudah masuk ke sistem nah ini digambarkan dalam keranjang ini sudah masuk keranjang Ya sudah masuk keranjang tetapi memang volumenya karena saking banyaknya jadi terjadilah eh apa over size di TPA kita yang banyak desainnya 5 tahun tapi 3 tahun sudah penuh Nah inilah dia yaitu sudah masuk ke sistem kebocoran sudah bisa ditangani seminim Mungkin nah sistem sudah terbangun tetapi konsekuensinya apa biaya di TPA TPA cepat penuh TPA tiba-tiba sudah harus ditutup itu menjadi tantangan berikutnya ketika daerah sudah Ee mulai menerapkan sistem pengelolaan sampahnya dan berjalan di situ tantangannya sudah tantangan keuangan dan tantangan teknis lagi nah yang tahap berikutnya dari satu daerah itu adalah aman yaitu sistem pelayanan yang sudah aman di mana sudah terjadi ee semua masuk ke sistem dan kemudian juga sistem itu juga sudah mampu menciptakan ee proses yang ada daur ulang hal-hal yang terkait sehingga sarana tersebut kembali bisa dioptimumkan sesuai dengan desainnya dan yang terakhir yang paling tinggi adalah apa yang disebut daerah mencapai ee tangga tertinggi yaitu sirkular jadi betul-betul sampah masuk ke sistem tertangani kemudian juga terjadi ee pengurangan dan EE nilai manfaat yang lebih ee tinggi atau nilai tambah yang lebih tinggi jadi dapat diketahui bahwa untuk mencapai dari dasar ke sirkular tersebut itu membutuhkan waktu dan sumber daya keuangan maupun sumber daya teknis yang tidak kalah ee besarnya dan itu harus dilakukan oleh EE pemerintah daerah nanti detailnya bisa kita bahas pada sesi-sesi yang lain saya ingin menjelaskan bahwa di dalam slide ini yang dikejar pertama adalah dimensi pelayanan artinya banyak daerah sekarang oke sampah ditangani kemudian sampah masuk ke sistem sehingga kita berharap dampaknya kesehatan masyarakat sudah bisa kita tangani dengan baik barulah kita meningkat ke aman dan sirkular di mana Di situ ada dimensi nilai tambahnya sampah sudah bernilai dan bisa memberikan tambahan ekonomis dan pemanfaatan berbagai sumber daya jadi tidak bisa dalam satu daerah eh lompat sedemikian drastisnya tetap ada tahapan yang realistis yang dua-duanya adalah berupaya untuk peningkatan kualitas lingkungan dan tentu memerlukan tahapan lanjut Bapak dan Ibu nah selain aspek teknis untuk mencapai setiap tahap tadi dari dasar bergeser ke layakayak berhasil ke aman dari aman sampai ke sirkular tidak bisa hanya infrastruktur saja tapi kita perlu diimbangi dengan sistem tata kelola dan tata kelola itu satu di anaranya adalah bagaimana skema pendanaan yang tepat untuk setiap fasenya ibu dan bapak yang saya hormati memang ee Saya berharap ini sangat padat ya Eh materinya tetapi paling tidak eh saya mencoba se populer mungkin untuk bisa mengajak kita semua bahwa tantangan di setiap kota itu dan eh termasuk Desa ya Eh Kabupaten juga bahwa peralihan dari tahap dasar ke layak itu membutuhkan sistem yang harus didukung oleh tata kelola dan itu harus didukung oleh masyarakat secara ee sungguh-sungguh Nah inilah yang menyebabkan kita harus duduk ya Kita seharusnya nya duduk secara ee baik memahami betul peta di mana posisi kabupaten kita sekarang kemudian dengan biaya berapa kita ee harus menginvestasikan ee uang kita dan dengan biaya berapa kita harus bisa ee memungut retribusi yang baik untuk mencapai tingkat layanan yang kita inginkan tersebut slide Nah kita masuk ke mem memperdalam sedikit tentang eh setiap tahapan-tahapan tadi ada tahapan dasar ada tahapan layak ada tahapan aman dan tahapan sekular ini berkaitan dengan alokasi pendanaannya Baik saya mulai Bapak dan Ibu eh slide ini agak komplit ya kita ingin lihat dulu di titik intervensinya Jadi kalau kecukupan APBD sudah kita lakukan tetapi titik intervensinya eh tidak Solid maka uang yang kita susah payah kumpulkan itu juga tidak memperbaiki sistem dan tahapan tadi gitu Bapak dan Ibu nah ingin saya contohkan seperti ini ini strategi kita bagaimana meletakkan uang di tempat yang tepat karena uang kita itu sangat terbatas di sini ada angka sat merah ya merah itu adalah titik intervensi ini memperlihatkan bahwa ketika fase upan APBD sudah skenario kecukupan APBD sudah kita siapkan maka yang menjadi titik intervensi terbesar itu adalah TPA Di mana daerah sudah banyak teriak sekarang TPA saya penuh TPA saya penuh tiba-tiba desain yang dulunya eh untuk sanitary lfield siap semua tapi tiba-tiba sudahudah penuh ya karena memang operasinya dalam Open duming nah intervensi pertama supaya kita bisa memastikan keefektifan kecukupan APBD adal betul yaitu TPA itu sendiri yang kita tangani lebih dulu Tata lagi lebih dulu pastikan TPA yang Open damping itu perluasannya seperti apa sel-selnya seperti apa sehingga biaya pembangunan dan perluasan TPA itu menjadi titik intervensi pertama supaya sistem kita mulai bisa kita gerakkan di sini di titik intervensi di bawah kiri bisa kita lihat di situ tempatnya Jadi apa yang harus dilakukan yaitu APBD harus siap menyediakan alokasi anggaran dan koordinasinya dengan siapa ya Tim anggaran pemerintah daerah dan yang terdiri dari legislatif dan EE eksekutif agar apa agar biaya operasi dan EE perawatan di TPA pendamping itu terpenuhi sesuai dan tepat gitu ya Yang kedua kita harus mengalokasi juga biaya sarana untuk poin du yaitu sarana pengangkutan bisa truk bisa komvector untuk bisa mengalirnya sampah ke TPA dengan baik di situ dibutuhkan biaya sarana operasi dan e perawatan dan yang terakhir adalah kelengkapan nomor t yang merah juga biaya sarana untuk pengumpulan jadi memang masih konsekuensi ya masih ada sampah karena ini dasar masih ada sampah yang EE bocor ke lingkungan tapi sistem itu sudah mulai kita gerakkan di mana tpa-nya diperhatikan lebih dulu kemudian pengangkutannya diperhatikan dan terakhir adalah pengumpulannya semua masuk ke sistem dulu bapak dan ibu Nah karena sudah jelas titik intervensinya sementara kita tahu APBD itu terbatas maka perlu sumber sumber pendukung yaitu APBN Dana Desa Alokasi Dana Desa untuk mendukung APBD yang sudah terbatas tadi dan yang paling penting lagi investor perbaikan ini sekali lagi adalah masyarakat yang sadar masyarakat yang mau membayar yuran mau membayar layanan persampahan nah ini PR besar Sampai dengan saat sekarang dan terakhir Eh nomor dua adalah bagaimana kita menjal ee komunikasi pendanaan dengan mitra-mitra ee pembangunan Apakah itu dari donor dari sponsor dari CSR dari swasta kita jadi memang apa namanya bauran pendenanaannya itu untuk dasar itu sangat-sangat eh apa namanya sangat fundamental sekali dan ini memang dibutuhkan ee kreativitas dari pemerintah daerah bersama dengan pemangku kepentingan sekali lagi poin pertama di sini kontribusi masyarakat titik intervensi disediakan oleh anggaran pemerintah tapi investor berikutnya tetap masyarakat itu yang menjadi tulang punggung kita jadi memang tidak bisa terlepas dari masyarakat itu ketika kita pengolaan fase dasar ya dalam rangka menutup kecukupan APBD atau gap pendanaan dengan cara membantu pendanaan dari sumber-sumber non APBD lanjut yang kedua ketika kita fase layak Bapak dan Ibu di sini sampir titik intervensinya sudah berbeda ya berbeda tidak lagi di TPA tadi karena TPA sudah tertangani di fase dasar sudah rapi kemudian sistem sudah mulai ee sampah sudah mulai mengalir ke dalam sistem masuk ke TPA di sini dibutuhkan apa di sini yang menjadi titik intervensinya adalah pengumpulan lebih dulu ada gerobaknya ada trisedanya ada pickupnya Ya ini yang menjadi titik intervensi pertama jadi biaya pengumpulan itu menjadi biaya yang harus dialokasikan dari APBD secara lebih serius dalam volume yang tepat yang kedua adalah biaya sarana pengangkutan poin du merah semua Apakah truk atau komctor yang ketiga adalah penambahan eh sarana bisa spa bisa tps3r dan kemudian yang yang keempat kita meningkatkan uang atau alokasi anggaran dengan menata dari tadi Eh Open damping ke kontrol atau sanitary l dengan siapa kita berkoordinasi maka untuk biaya pengumpulan itu tetap dengan tapd biaya sarana pengangkutan dengan tapd tapi kalau untuk penambahan sarana itu sudah melibatkan Mitra ee tapd dengan Mitra tapd nah sama seperti tadi di kondisi dasar untuk fase Laya ini masyarakat tetap kembali menjadi investor yang kita andalkan kontribusi masyarakat kemudian kita juga butuh ee kerja sama dengan Mitra pembangunan dan jangan lupa pada saat ini tarif sudah harus mulai menjadi sumber pendanaan dan investasi baik untuk biaya perawatan maupun penambahan sarana nah terakhir kita membutuhkan juga ee apa CSR dari swasta jadi kombinasi untuk menutup gap-nya sudah bertambah menjadi eh sumber-sumber dari tarif atau retribusi yang dipungut dan dari CSR itu sendiri lanjut nah pada fase aman komposisinya juga sudah makin ee lebih ee meluas di mana biaya pemilahan titik intervensinya adalah di biaya pemilahan kemudian poin keduanya penambahan pembangunan sarana tps3r di poin du atau spa dan poin 3 adalah bagaimana Tersedianya sarana pengangkutan ke TPA dan yang keempat adalah peningkatan kapasitas dan kemampuan TPA yang sanitary lampil tersebut Nah di sini juga penutup gap-nya sekali lagi kita andalkan masyarakat kerja sama dengan Mitra pembangunan tarif makin lebih dirasionalkan ada CSR dan secara bertahap sebenarnya kita sudah karena sudah demikian meluasnya kebutuhan pendanaan tersebut kita akan melakukan pinjaman ke pemerintah pusat dan itu memang difasilitasi oleh pemerintah pusat Bagaimana proses pembiayaannya itu akan kita bahas di sesi siang nanti selanjutnya bapak dan ibu saya ingin eh menyampaikan yang paling top yang tertingginya itu fase sirkular nah ini tidak banyak belum banyak daerah yang bisa menerapkan ini ee tetapi sudah ada beberapa mencoba di sini apa titik intervensinya bertambah lebih eh strategis yaitu Bagaimana proses menarik faktor-sektor manufaktur yang menghasilkan sampah tersebut untuk ikut di dalam program guna ulang jadi sudah mulai berbeda ini dengan skema-skema sebelumnya di mana Eh kita produsen sudah kita libatkan kemudian ee rumah tangga dan non rumah tangga itu menjadi apa namanya bagian penupang terbesar agar bisa ee proses guna ulang ini di berjalan dengan baik di sini kita pastikan titik intervensi program guna ulang itu menjadi bagian besar dari misinya ee semua pemerintah dan EE swasta yang kedua adalah biaya pembangunan tps3r itu tetap menjadi eh perhatian titik intervensinya yang ketiga adalah biaya pengangkutan sarana pengangkutan dan terakhir adalah bagaimana TPA yang kontrol dan sanitary level itu tetap berfungsi optimum jadi ada empat titik intervensi ketika fase sirkular itu akan diwujud sedangkan penutup gapnya tetap sumbernya makin bertambah investornya kembali ada konsistensi masyarakat membayar layanan kerjaasama dengan Mitra pembangunan peningkatan tarif yang lebih e progresif kemudian CSR kerjaasama sudah lebih diperluas kalau sebelumnya kerja sama terbatas sekarang ada kerjaasama operasi TPA kerjaasama pengangkutan pengumpulan dan terakhir kita e memang difasilitasi untuk Pinjam ke pemerintah pusat demikian kira-kira eh apa hal-hal yang berkaitan dengan pendanaan dan bagaimana titik intervensi yang dibutuhkan sehingga proses pendanaan yang sedari awalnya sudah gapnya sangat disadari itu secara bertahap bisa kita ee tangani dengan secara lebih tersistem Bapak dan ibueng ini memang pengalaman yang ee apa ya Semua daerah mengalami proses-prosesnya kekhawatiran-kekhawatirannya tetapi tanpa ada peta jalan yang jelas peta Jalan pendanaan yang lebih dengan titik intervensinya yang lebih konkret itu akan menyebabkan percepatannya itu tidak terwujud sehingga ee hari ke hari masalah krisis sampah atau masalah Bagaimana sampah eh berulang kembali menumpuk itu menjadi eh pr kita yang tidak pernah bisa terselesaikan Saya masih ingat di awal tahun 2023 ada rapat eh tentang persampahan di pemerintah pusat bahkan keluar komentar Pak Presiden Jokowi waktu itu sampah kok diurus istana ya jadi memang isu sampah ini sudah sampai ke mana-mana ya nasional internasional sehingga di Pak Jokowi pun mengatakan kok istana mengurus Sampah juga ya Nah itu apa ya pancingan yang sangat menarik menurut saya bahwa persoalan persampahan itu salah satunya adalah bagaimana kecukupan pendanaan itu terpenuhi secepat-cepatnya demikian bapak dan ibu saya kembalikan ke moderator ini memang ee apa eh materi yang padat menurut saya tetapi paling tidak kita eh sudah mampu melihat eh peta-petanya sumber-sumbernya kemudian di mana titik intervensinya dan kemudian dari ee mana bertahap Seperti apa akan kita lakukan karena proses ee sistem pengolahan persampahan yang sangat bergerak secara dinamis Sesuai dengan perkembangan kota dan kabupaten itu sendiri saya kembalikan ke moderator silakan Pak Baik eh terima kasih kepada bapak Amir atas penyampaian materinya baik demikianlah penyampaian materi dari pemateri kita hari ini yaitu bapakzal Amir yang sangat luar biasa sekali kemudian sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibantu oleh admin kami silakan kepada admin petugas saya persilakan terima kasih eh untuk waktu yang diberikan kita masuk sesi foto bersama ya bapak ibu kepada bapak ibu disilakan untuk onc terlebih dahulu baik eh kepada bapak ibu mohon untuk onc onc iya oke sudah banyak ya ini yang on saya mulai sekarang slide pertama 1 2 3 slide kedua 1 2 3 slide ketiga yang terakhir 1 2 3 Baik terima kasih kakina saya kembalikan Baik terima kasih kepada k r yang bertugas baik selanjutnya eh sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab Izinkan saya Untuk menginformasikan terlebih dahulu kepada Bapak Ibu peserta yang menginginkan materi pada training online kita hari ini dapat request materi terlebih dahulu melalui Link yang telah kami admin kami kirimkan di kolom Chat Zoom ya Bapak Ibu sekalian kemudian Selanjutnya kami juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah kami kirimkan di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi untuk acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab yang di sini kami sudah bantu untuk merangkumkan pertanyaan bapak Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu sampaikan di kolom chat bagi Bapak Ibu sekalian yang ingin bertanya melalui live atau ingin bertanya langsung kepada bapak dipersilak untuk mengangkat atau mengangkat tangan nanti akan kami berikan waktu untuk bertanya secara langsung baik kepada bapakiranyaemudsis Dija I baik apakah sudah terlihat eh slide pertanyaannya ya sudah kelihatan I baik eh baik Bapak di sini ada pertanyaan dari ibu Ar dan I Apakah bisa mengajukan pendanaan dariemah daah maupun pusat demikian Bapak pertanyaannya bisa langsung dijawab Oh kita Jawab satu-satu ya baik betuloke I eh terima kasih Pak Eh ibu Aran Kusuma dan eh Ainur Rahim ya Apakah bisa mengajukan pendanaan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat Maksudnya ya Ee Iya kalau dalam sistem kita di pemerintahan yang selama ini berlangsung ee ada dua mekanisme pengajuan pendanaan tersebut paling tidak ya yang pertama melalui dak dana alokasi khusus yang memang itu ee untuk persampahan itu berupa proposal dari kabupaten kota eh kemudian ee dikumpulkan ke dalam sebuah sistem dan itu di ee kompilasi oleh pemerintah pusat dan kemudian ee di cek kesediaan ridenis kriteria yang dibutuhkan ya karena biasanya 1 tahun sebelum kita pengajuan itu sudah disampaikan bahwa ee dak kita akan bergerak untuk tahun ini dan tahun depan seperti ini gitu ya jadi pengajuan itu tetap ada atau juga ee di dalam Tahun Anggaran kan sistem anggaran Pemerintah Daerah itu n dan n+ 1 jadi perencanaannya di tahun n untuk direalisasi di n+ 1 nah di situ ada anggaran ee persampahan yang di tanggung oleh pemerintah daerah sendiri ada yang memang diajukan ke pemerintah pusat gitu Jadi kalau kata-kata pertanyaannya di sini Apakah bisa mengajukan pendanaan dari pemerintah pusat maupun ke pemerintah daerah kalau misalnya swasta itu bisa kalau pemerintah daerah ke pemerintah pusat ya Ya tentu saja bisa ya dalam mekanisme ee apa namanya Dana sektoral yang sudah saya sebutkan tadi jadi swasta mengajukan atau masyarakat mengajukan ee rencana pendanaan persampahannya kelompok komunitas masyarakat ke Pemerintah Daerah itu tetap terpenuhi di dalam ee bantuan keuangan maupun bantuan sosial ya Jadi kalau kita sebut di sini dimaknai sebagai eh komunitas atau masyarakat mengajukan pendanaan ke pemerintah daerah tetap bisa terakomodir ya asalkan asalkan memang di dalam program yang sudah ter e cantum di dalam Renstra e Desa Ya rencana kerja di desa kalau Desa mengajukan ke pemerintah daerah Kalau swasta atau kelompok masyarakat yang mengajukan eh kepada pemerintah daerah itu tetap bisa melalui proposal yang disusun dan diajukan ke organisasi pemerintah daerah atau opd di dlh yang terkait dengan pengolaan sampah jadi bisa Bapak dan Ibu untuk mengajukan ke pemerintah daerah maupun ke pemerintah pusat ya Saya kira begitu Terima kasih bapaknyaanya Dar mengurangi gap yang dimaksud Bagaimana cara membuat biaya dan investasi pengelolaan sampah menjadi lebih murah selain dari yang pertama menyadarkan masyarakat dalam pengelolaan sampah Kemudian yang kedua mengembangkan teknologi dan sistem pengelolaan Sean Mbak ya Nah ini agak menarik sekali nih ini Jawabnya harus agak hati-hati ya jadi gap itu kan terjadi yang pertama gap pendanaan terjadi karena kebutuhannya lebih besar dari ee ketersediaannya jadi kebutuhan itu membesar karena apa Karena mungkin sarana yang ingin kita ee tambah atau bisa jadi juga kita ingin memperluas eh jangkauan layanan jadi gapnya harus kita lihat dulu gap-nya di eh biaya modalnya gapnya di kapek untuk investasi atau di opex untuk operasi dan perawatan Nah kalau biaya operasi dan perawatan itu hal yang menjadi faktor apa namanya faktor yang terjadi berulang ya terusmenerus gapnya terjadi tapi kalau di gap investasi itu bisa saja investasinya kita tunda dulu untuk tahun beberapa tahun jadi gap investasi memungkinkan kita melakukan penundaan sehingga turun biayanya tapi kalau biaya perawatan itu enggak mungkin karena kalau dikurangi biaya perawatannya maka peralat ee infrastruktur maupun sarana yang ada justru tidak optimum itu akan mengganggu proses pelayanan lagi jadi Bisakah itu diturunkan ya bisa dengan cara ya di investasi bisa kita tunda tapi di biaya operasi dan perawatan itu enggak mungkin ditunda itu mesti disediakan sesuai dengan jumlah yang tepat kalau murah nah kata-kata murah ini agak sulit ya selama saya berada di lapangan maupun di pendampingan di desa maupun di ee Kabupaten relatif murah mungkin ada tapi murah itu dengan arti harusnya dibayar biayanya 10 terus bisa jadi l itu di persampahan agak sulit karena pelayanan harus jalan terus ee Apa nama operasi harus jalan terus tapi untuk bisa menjadi lebih murah agar masyarakat membayar retribusi dan iuran lebih murah itu sepertinya agak sulit karena apa Karena kita berhadapan dengan perluasan pelayanan ya dan kualitas pelayanan Jadi mohon izin saya mengatakan bahwa kalau ingin mendapatkan layanan persampahan Sepertinya kita harus memberi harga yang tepat tidak ada harga yang murah Karena harga murah itu diidentifikasikan Dengan berkurangnya rupiah yang dibayar lah kalau berkurang rupiah yang dibayar lingkungan angat ee terancam gitu ya jadi harga yang tepat paling menurut saya Ya teknologi membantu harga yang tepat ya dengan makin tingginya bagus masifnya teknologi harga menjadi lebih tepat ya tapi tidak juga relatif murah Karena teknologi itu membutuhkan juga konsekuensi konsekuensi biaya agar dia beroperasi Sesuai dengan standar operasinya gitu Jadi Bapak dan Ibu gap pendanaan itu bisa terusmenerus lebih dirasionalkan adalah dengan cara memastikan opsi teknologinya tapi bukan di operasi dan perawatannya gitu bapak dan ibu ya Saya kira begitu nanti kita bisa bahas betul nih kapan bisa lebih murah nah kang-kang tapi mengancam e lingkungan kadang-kadang murah tapi justru menambah persoalan baru di lingkungan kan gitu ya jadi harga yang tepat biaya pelayanan yang tepat Saya kira itu yang lebih memungkinkan begitu Pak sadr Bil ya Terima kasih bapak bagi Bapak Ibu peserta training onl yang ing berths nanti akani diberikan kesempatan untuk bertanya secara langsung ee selanjutnya pertanyaan dari bapak Renu yang pertama Mengapa standarisasi pengelolaan sampah di Indonesia tidak sama manajemen yang baik di kota A belum bisa diterapkan di kota lain Kemudian yang kedua bagaimana dengan kota-kota yang mempunyai mazhab kota tanpa TPA kemudian yang ketiga Apakah ada cara penilaian kinerja pelayanan dari penerimaan retribusi dan biaya operasional untuk menjaga kinerja dan keberlanjutan pelayanan Apakah dengan membebaskan retribusi itu lebih baik daripada memaksimalkan penerimaan rribusi pelayanan persampahan demikian Bapak pertanyaannya Iya baik Waduh ini makin tinggi eskalasinya ini ya Pak renung atau ee Bapak ya Saudara renung gitu ya ini jangan-jangan pakarnya Kita di Malang ini Baik saya akan coba yang ee semampu nanti kalau tidak kita akan tanya yang lebih pakar lagi dari dari yang saya tahu baik yang pertama kita standarisasi ya Bapak dan Ibu Eh Pak renung standarisasi ini sudah dilakukan oleh pemerintah paling tidak salah satunya ya standar standar biaya Ya itu penting sekali karena kita sedang berada di area pendanaan standar biaya sudah disusun paling tidak di permendaagi 7 2021 itu sudah membantu proses menstandarkan biaya gitu ya jadi standarisasi biaya salah satu dari standar pengolaan sampah gitu ya karena teknologi yang dipakai opsi teknologi yang dipakai tata kelola yang dipakai itu diekstraksi menjadi standar biaya tapi saya sebagai orang pendanaan tidak satu-satunya standar pendanaan itu menjadi standar pengolahan sampah tolong eh kita dudukkan dulu nih standar eh biaya di persampahan adalah salah satu dari sekian standar pengolahan sampah ya Nah akibatnya apa dengan munculnya permenda GD 7 dan biaya sudah terstandarisasi Pak renung maka manajemen di kota tersebut atau di kabupaten tertentu sudah bisa melakukan fleksibilitasnya karena standar sudah ada Oh di kota A standar biaya untuk pengumpulan sekian rupiah standar di kota B jadi sekian rupiah jadi Sudah bisa menjadi faktor pembanding gitu dibandingkan selama ini kita tidak punya standar biaya Jadi permendaagi 7 itu sudah membantu ya Menurut saya paling tidak itu lompatan yang disediakan oleh EE pemerintah untuk bisa melihat berkembang ke arah mana dan lebih baik seperti apa Nah ketika itu dihitung dengan pengolahan ee dengan opsi teknologi tertentu maka keluar angka itu tinggal masalahnya adalah proses penyesuaiannya ya Ada ada ada proses eh apa namanya tawarm-menawarnya Okelah dengan standar ini harga ini akan kita terapkan berapa tahun lagi Eh retribusi ini akan kita kejar dalam berapa tahun jadi sebagai orang yang ber eh kerja di aspek persampahan Saya melihat standarisasi itu sudah ada dan pertanyaannya Mengapa tidak sama Nah dengan adanya permendagi itu kita sudah relatif menyamakan Pak walaupun tidak tidak mungkin sama pukur rata sama sekali gitu ya Nah penerapannya pun bisa bertingkat-tingkat jadi permendagi itu pun akan memberi ruang untuk melakukan penyesuaiannya Pak renung jadi untuk poin pertama ini saya kira permendagi 7 itu jawabannya ya walaupun tidak menjawab seluruhan nya yang poin kedua Bagaimana dengan kota-kota yangempunyai mazhab kota tanpa TPA nah ini isu isu terakhir ya 2 tahun terakhir yang yang paling tidak saya ter terinfo dan terlibat juga di aspek ini pada saat eh saya menjadi tim di B Penas untuk membuat platform pengelolaan sampah jadi itu memang sudah menjadi apa ee menjadi keinginan ee di pusat bahwa ee ee kota tanpa TPA nah memang gimana ya antara Kementerian di pusat pun ee belum satu suara sejujurnya saya katakan belum satu suara bahwa Mas tapi sudah mengerucut bahwa TPA mesti ditangani diperbaiki disesuaikan dengan fungsi dan kalau pengolahannya selesai maka TPA diharapkan hanya mengolah residu jadi bahasanya lebih halus nih Pak Bukan Tanpa TPA tetapi fungsi TPA itu betul-betul untuk residu itu yang saya tangkap dalam 2 tahun terakhir yang saya juga terlibat di dalam proses ee apa namanya penyusunan ini bersama-sama dengan lintas Kementerian jadi sekali lagi mazhab kota tanpa TPA suara itu benar yang ditangkap oleh masyarakat dan di kabupaten kota seperti itu dan Bapak benar ada tanda tanya di sini saya juga termasuk yang mengatakan Benarkah kita harus tat TPA kalau Bapak tanya ke saya secara pribadi secara pribadi ya Pak ya Ee Pak renung atau saudara renung seperti enggak mungkin kalau tanpa TPA ya karena TPA yang akan mengurus residu itu tetap akan muncul di TPA ya cuma bukan menambah TPA baru Wah Itu mungkin menurut saya ee ya masih realistislah ya bukan menambah TPA baru tapi meningkatkan kinerja TPA yang ada sebagaimana saya sampaikan di dalam slide 2 t slide terakhir tadi yang itu ee sepertinya confirm dengan Apakah kita tanpa TPA saya pribadi mohon izin saya pribadi Sepertinya kita tetap punya TPA gitu ya Nah yang ketiga Apakah ada cara penilaian kinerja pelayanan dari penerimaan retribusi dan biaya operasional untuk menjaga kinerja kelanjutan pelayanan itu satu Apakah membebaskan re itu lebih baik dengan daripada memaksimalkan penerimaan re nah ini dua hal yang betul-betul menjadi isu kita sekarang jadi kinerja pelayanan tersebut menjadi hal yang mesti terjadi Bapak dan Ibu karena ini urusan pemerintahan wajib ya aspek persampahan ini jadi terus terang jelas kinerja pelayanannya harus meningkat kemudian kualitasnya nah ini ya yang kita perlu duduk lagi nih Apakah dengan kinerja pelayanan yang meningkat semuanya kualitasnya sama sepertinya dari pengalaman Kita di lapangan saya lebih kurang 3 4 tahun ini saya ada di lapangan dan betul-betul berada di TPA TPS 3R bahkan saya juga ada di desa-desa bapak dan ibu dengan goirkular ini saya tahu persis perdebatan tentang kinerja pelayanan itu baru saja ee Malam Kemarin kami kami berkumpul beberapa kepala desa beberapa KSM untuk berdiskusi berapa kami harus menyediakan uang untuk residu kami agar bisa masuk ke TPA itu menyangkut kinerja pelayanan Bapak dan Ibu sudah dilakukan di tingkat ee hulu pemilahan sudah berkurang sampah segarnya tapi begitu kita mau masukkan kata Kades ke ee apa ke Sidu kita ke TPA lah kami Kok masih dicas ee malah casasnya kok malah lebih tidak berkurang malah harapan kami ee di desa berkurang karena apa Karena sampah sudah kami kurangi kan gitu nah apa namanya diskusi itu setengah berjalan sehingga biaya pelayanan di TPA pun mulai disuarakan untuk dikurangi casnya ya Jadi apakah ada cara penilaian kinerja pelayanan ada bapak untuk apa untuk ee ee di rantai layanan itu maupun di TPA itu kemudian penilaian pelayanan dari retribusi dan biaya operasional ya Apakah ada cara penilaian kinerja pelayanan dari penerimaan retribusi nah ini yang lebihifiknya Iya karena retribusi yang dikumpulkan dari usaha yang dikumpulkan kalau ada usaha ada biaya ya Pak ya maka itu akan mempengaruhi jumlah retribusi yang berhasil masuk ke kas daerah kalau dia masih ee UPTD yang yang apa yang menjadi eh operatornya tapi kalau dia sudah BL atau sudah dalam bentuk eh KSM maka biaya operasional tadi tentu akan E menjadi lebih apa namanya kepastiannya lebih tinggi karena penerimaan retribusinya sudah bisa langsung masuk ke dalam kas mereka tidak lagi ini menggunakan jasa pengumpul retribusi di luar mereka gitu ya karena blut sudah bisa langsung ke kas blut apalagi kalau BUMD dia sudah bisa langsung masuk ke kas BUMD itu sendiri jadi Apakah ada kinerja itu ada ada ketika dia digunakan ee di dalam UPTD retribusi dipungut masuk ke kas daerah dan begitu juga kalau dia bisa langsung masuk ke kas blut atau Kas ee BUMD itu sendiri Apakah dengan membebaskan Rus itu lebih baik daripada maksimum Nah ada beberapa daerah menyuarakan tidak perlu retribusi kami tidak memungut retribusi tapi kami serahkan ke masyarakat masyarakat membuat kesepakatan sendiri untuk ee bahkan angkanya bisa lebih besar dari retribusi ada dua hal di sini yang menurut saya membebaskan retribusi dalam pandangan saya itu sesuatu yang gimik periodik ya itu Senang dilakukan oleh eh apa unsur-unsur tertentu yang punya motif-motif tertentu misalnya kepala desa ingin ee mencalonkan diri lagi nah biasanya kan menawarkan yang serba kebijakan populis seperti itu ya Oh saya kalau saya Dipilih retribusi sampah bebas ya Ya mungkin dalam periode itu mungkin clear ya tapi bagi saya pribadi membebaskan retribusi itu bukan solusi justru Tetapi bagaimana menarik retribusi yang efektif punya bertanggung jawab Menurut saya itu yang Justru harus kita dorong bukan justru menggratiskan karena hal-hal seperti itu hanya sifatnya periodik dan tidak menuntaskan masalah itu sendiri kalau pandangan pribadi bapak dan ibu Nah kalau gitu apa daripada memaksimumkan penerimaan retribusi ya saya sepakat Pak maksimumkan tahan kebocorannya percepat uangnya masuk ke dalam operator itu sendiri ya mungkin dengan menggunakan eh apa eh sistem pembayaran yang lebih Diperbaiki dengan sistem elektronik katakan dan itu sebagian daerah sudah mulai menerapkannya jadi dengan konteks apakah akan membebaskan retribusi itu lebih baik saya personal ya mengatakan itu tidak lebih baik justru yang lebih baik itu adalah bagaimana mendidik kita semua sampah adalah tanggung jawabku maka retribusi itu bagian dari tanggung jawab tersebut Nah jadi tinggal kepercayaan harus ditingkatkan dari orang yang membayar yaitu dengan penerimaan retribusi Yang dilaporkan dengan secara lebih transparan Saya kira begitu ini memang pertanyaananya pertanyaan berat Saya kira Ya tapi mohon izin paling tidak dari pengalaman saya di lapangan dan di wak saat eh membusun kebijakan bagian dari tim penyusun kebijakan paling tidak saya bisa memberikan poinnya ya eh dari sisi saya ya Monggo lanjut Sepertinya kita tidak bisa minta respon ke yang bertanya ya eh Mbak Eh iya pak oke oke memang ini membuat kita belum bisa berinteraksi oke oke saya ikut saja mangga lanjut eh selanjutnya mungkin e dari bapak ibu peserta trend online yang ingin bertanya secara langsung bisa segera untuk Rais hand Kemudian kami akan memberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada bapakzal Amir agar diskusi kali ini lebih efektif gitu mungkin Eh ada dari Bapak Ibu sekalian yang ingin bertanya langsung bisa segera langsung bisa untuk Rais hand atau angkat tangan ee mungkin untuk mungkin untuk peserta yang ingin bertanya langsung belum ada ya Pak Selanjutnya kami akan ee lanjut ke Pertanyaan selanjutnya dari ibu Nurul Apakah dimungkin kan secara Peraturan Pemerintah menarik retribusi pengelolaan sampah untuk pendanaan pengelolaan sampah yang terpadu tingkat kabupaten atau provinsi eh asumsinya jika pengelolaan dilakukan secara kolektif borongan iurannya akan lebih murah demikian bapak Ya terima kasih Bu Nurul atau saudara Nurul saudari Nurul ya betul E ini betul-betul ee menarik ya Eh nanti akan lebih banyak kita bahas di ee siang yaitu Bagaimana retribusi itu bisa ee menjadi sumber pembiayaan ya Tapi benar Apakah dimungkinkan melalui peraturan pemerintah menarik retribusi sampah itu terpadu di tingkat kabupaten jadi terpadu itu bisa jadi dua ya satu terpadu karena memang eh terpadu di dalam mengkoleksinya dengan layanan lain tapi terpadu juga dengan sektor yang lain nah saya ingin jelaskan kalau praktik di daerah selama ini terpadu dengan layanan lain misalnya layanan listrik layanan air minum atau layanan yang terkait dengan itu itu sudah pernah dan banyak terjadi Tapi beberapa daerah juga membatalkan lagi karena dengan alasan-alasan tertentu Bu Nurul ya pak atau saudara Nurul jadi Adakah daerah yang mempraktikkan itu sudah banyak ya baik di tingkat kabupaten ya kalau di tingkat provinsi gimana ya provinsi bukan melayani langsung ya kecuali provinsi yang punya badan usaha eh Oh iya ada provinsi yang punya Eh PDAM di level provinsi lalu dicantolkan biaya sampah di situ Ya bisa aja kayak di di Medan itu kan provinsi yang punya Ya baik Tapi jawabannya ini gini kan tapi ini sudah Pernahkah terjadi sudah terpadu di tingkat layanan yang lain ya melalui listrik melalui ee apa ee air dan melalui tingkat layananlayanan yang sejenis Nah apakah bisa yang kedua asumsi jika pengololahan di secara kolektif borongan iuran akan lebih murah ah praktiknya belum tentu juga lebih murah karena itu tergantung database kalau database-nya di air minum sudah clear lalu kita pakai data base air minum itu untuk persampahan Mungkin dia akan lebih secara relatif akan lebih murah tapi kalau di air minumnya saja Dia tidak punya layanan yang e dan database-nya seharusnya sesuai dengan yang dilayani maka bisa jadi bukan malah turun malah lebih naik ya menaik justru jadi asumsi kolektif eh borongan itu tidak serta-merta dia lebih murah ada praktik juga dia justru tidak murah sehingga eh pecah kongsi ya antara eh air minum enggak mau lagi narik pada saat yang sama sampah begitu juga listrik enggak mau lagi narik barengan dengan sampah gitu Jadi itu tergantung kondisi nanti detailnya akan kita bahas dari eh karakter karakter e cara pemungutan karena itu bagian dari pembiayaan tidak kita bahas di sini bapak dan ibu dengan demikian Mbak Nurul bisa terjadi keterpaduan itu eh retribusi diambil bersamaan dengan layanan lain itu sudah pernah terjadi Tetapi kalau diasumsikan dengan borongan ia lebih murah faktanya ada yang tidak lebih murah sehingga bubar kerja sama mereka tidak lagi PLN pada daerah itu memungut Sampah juga bersamaan dengan tarif pln-nya begitu baik eh terima kasih bapakir selanjutnya eh ke pertanyaan Via live ya Pak langsung eh kebetulan di sini ada Ibu Siti Maimun yang mengangkat tangan Baik Ibu si maim bisa segera untuk menyalakan mikrofonnya dan menyampaikan pertanyaannya silakan kepadaamualikum warahmatullahi wabarakatuhalik dari Kota Bogor kota hujan iya Bu iya yang di situ yang disebut inian berinterogasi atau berkolabor retribusi dan ini e antara t Bang sampah Harusnya kan ada kitan Nah di situ kan Eh saya di saya ada TPA tempat pembuangan akhir sampah TPS TPS 3R tapi tidak terintegrasi dengan bank sampah-bank sampah sekitar Nah di sini juga ee yang saya yang saya itu di bank sampah itu namanya residu harus bagaimana residunya Karena kalau TPS 3R otomatis dia sudah punya retribusi sendiri dari pelanggan kan hanya mengolah sampah organik men ee Menjadi bersih untuk diorkan ke dlh atau basiba Nah di sini kita punya kendala satu eh masalah ternyata mindset warga itu masih membuang sampah sembarangan Apakah harus diterapkan peraturan atau Perda ada sangsikan itu aja Pak saya Saya hanya ingin antara tps3r dan bank sampah berintegrasi Apakah bisa dirumuskan di dlh Seperti apa itu aja pak terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Iya Ibu maimuna Terima kasih Bu benar ini ee Mbak saya bisa langsung jawab atau gimana ya Bapak ee Boleh bisaja Pak Iya Bu Jadi Bu dalam praktik Bu ya kita bicara praktik baru saja kasus itu juga saya dapatkan dalam Minggu ini ee rapat dengan KSM yang mengelola TPS 3R kemudian prosesnya Bagaimana dengan bank sampah hampir mirip bu tapi tetapi kasusnya berbeda Bu Bu maimuna ee KSM justru mengeluh Bu mengeluhnya begini kalau bank sampah menyetorkan sampah ke kami katanya kan ke kelompok kami justru residu saja yang diberikan residu saja yang diberikan dan itu bagi kami pengelola KSM di tempat kami kasusnya ya di di daerah X Katakanlah saya enggak mau nyebut daerahnya eh itu merugikan kami Bu katanya Kenapa karena kami justru maunya sampah segar yang belum residu kalau residu silakan langsung ke TPA jangan ke TPS 3R karena kami selama ini memungut dari warga yang menjadi anggota kami apabila residu warga kami itu dipungut dan disampaikan ke tps3r maka dia akan mendapatkan tarif yang lebih murah asal dia menjadi bagian dari keluarga yang menjadi pelanggan itu bu Nah tinggal pertanyaannya sekarang kalau dibu kan menginginkan agar sampah yang dihasilkan dari bank sampah itu masuk ke dalam sistem di TPS 3R dan membayar di TPS 3R begitu kan Bu benar enggak bagaimana IB kar bukan bukan maksud saya gini TP tps3r Dia Dia itu ee dapat iuran dari warga yang membuang sampah anorganik maupun ee organiknya tapi kalau bank sampah nah dia hanya menerimaan yang jual ibarat kata yang jual atau yang menabung cuman residunya itu tps3r tidak pernah mau menerima Iya samais ada k iya Betul Tidak ada kerja sama jadi yang paling penting peraturannya kita lihat dulu peraturan di daerah ibu itu residu tanggung jawab siapa Setahu saya Setahu saya residu itu adalah tanggung jawab pemdawo dalam hal ini Kabupaten Bogor atau kota Bogor ya jadi residu Setahu saya itu tanggung jawab Pemda jadi betul kalau residu diserahkan ke TPS 3R TPS 3R akan keberatan Bu enggak mau dia karena dia menjadi unit pengelola pengolah yang mana dia harus ee memperhitungkan biaya-biayanya jadi itu sudah benar menurut saya sudah benar ya tinggal kita ngecek di peraturan di Bogor itu residu tanggung jawab siapa kan tidak sama di setiap daerah ada setiap daerah punya peraturan membagi residu tanggung jawab kota Kabupaten ada juga kota tidak membuat peraturan seperti itu Jadi kembali ke aturan formalnya seperti apa apa Bu Jadi saya kira begitu nah Bisakah peraturan itu ee diperbaiki direvisi menurut saya bisa karena itu berkonsekuensi kepada biaya pengolahan ataupun biaya-biaya di dalam operasi di TPS 3R yang menjadi salah satu rantai layanan di dalam ee pengolahan persampahan kita sampai ke TPA gitu Itu yang bisa saya sampaikan Bu jadi peraturannya dilihat kembali ya Siapa yang bertanggung jawab terhadap residu di kota atau di kabupaten ibu Iya betul Makasih Pak karena residu itu kan ada berbacam macam bisa dibikin ee ekobri ada bisa dibikin kerajinan Ada pula yang tidak bisa diolah lagi sama sekali Ya betul jadi kendala betul jadi kita kembali ke aturan bu ya itu menjadi momok bagi saya men jadi momok kita di bank samp itu malas Pak jadinya mengelola lebih lanjut benar benar Bu ini perlu duduk dengan pem pemdanya ya Bu ya betul betul kalau tp3r mah dapat Iya TP 3R mah didapat subsidi barang maupun tempat akomodasi kalau kita bang sampah Mandiri mandiri ya betul betul ya tapi ada juga TPS 3R yang Mandiri loh bu yang dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat yang memang Mandiri tidak dapat ee subsidi tidak dapat anggaran rutin dari pemerintah daerahnya ada bu tapi memang jumlahnya terbatas ya jadi dia betul Pak Nanti kita diskusi lanjut bu ya menarik Bogornya itu eh terima kasih kepada bapak jaannya selanjutnya kita kembali ke pertanyaan yang di slide ya Bapak ya silakan e baik eh pertanyaan dari ibu Nur Syahbani Bagaimana strategi pengelolaan sampah berkelanjutan yang optimal terutama dalam bisnis makanan demikian Bapak ya baik ee ini hal yang menarik lagi di dalam proses eh pengelolaan sampah berkelanjutan ya foodway jadi ee banyak restoran banyak tempat-tempat wisata tempat-tempat yang menghasilkan ee dari sumber-sumber makanan yang menjadi ee sampah gitu ya atau sampah yang akan diolah berikutnya nah ini hal yang baru dan ini bagaimana pengelolaan yang berkelanjutan ini ini ada ahlinya khusus ibu ya Bu Nur sahbani Saya tidak ahli di dalam hal yang khusus eh sampah makanan ini sejujurnya Saya tidak belum bisa menjawab ini Mungkin saya akan lanjutkan nanti ke eh eh kawan-kawan yang lebih mengerti tentang pengolahan sampah khususnya dalam bisnis makanan tetapi di dalam konteks keuangannya ya perspektif keuangannya dia menjadi bagian yang sama saja Apakah itu ee dari sumber makanan Apakah dari bahan-bahan organik yang lainnya prinsipnya sama ya prinsip pengelolaan dan keuangannya sama ketika dia dipungut kemudian dia diolah menjadi apa produk turunannya dan menjadi kompos dicampur sehingga butuh biaya-biaya tetap maupun biaya-biaya variabelnya sama saja Bapak dan Ibu tapi eh Bu nurahb ya tapi bagaimana persis secara teknis aspek eh makanan ini Saya mungkin akan teruskan ke kawan yang lebih ahli di dalam aspek ini ya Nah yang ingin saya sampaikan pastikan bahwa ee sampah yang dari makanan ini betul-betul ee terkelola dan terkumpul di dalam rantai yang sama dengan rantai yang ada sekarang karena apa Karena mengolah dan memastikan dia menjadi kompos itu sampai menjadi final jadi kompos itu membutuhkan trik pembiayaan yang cukup panjang ya cukup besar sehingga eh yang berkaitan dengan sampah dari makanan ini harus diintegrasikan terintegrasilah dengan yang bahan-bahan organik yang sudah ada sehingga dia bisa berdaya ee jual yang lebih ee tinggi katakan begitu nah yang paling penting sekali ketika kita melakukan proses ee produksinya itu tetap yang paling penting itu siapa pembelinya pembeli ofternya siapa Bu ya ketika itu sudah kita ketahui maka kita akan mudah untuk melakukan proses ee ee apa pengolahan sampah makanan ini menjadi menutup biaya yang diperlukan untuk ee sampai kepada ee tingkat produksi yang kita inginkan kalau tidak memang dia tidak akan ee menjadi satu hal yang menarik ya makanya dia harus tetap terintegrasi ke sistem yang sudah ada di dalam pengolahan persampahan organik yang ada di dalam sistem di daerah ibu dan bapak atau di sekitar lingkungan bapak dan ibu saya kira begitu Mak Nur saabani eh strategi umumnya khususnya tidak ada tapi strategi keuangannya hampir sama bagaimana kita mengendalikan biaya-biaya untuk bisa offakernya bisa membeli dan sesuai dengan standar yang diinginkan itu mungkin yang secara umum bisa saya sampaikanik eh terima kasih Bapak eh selanjutnya eh Pertanyaan selanjutnya dari bapak putra yang pertama Bagaimana prosedur atau mekanisme yang harus dipenuhi oleh kelompok swadaya masyarakat untuk mendapatkan bentuan pendanaan di bidang pengelolaan sampah Kemudian yang kedua kita mengenal lima aspek pengelolaan sampah Berapa Berapa persentase ideal pendanaan aspek fisik aspek kelembagaan dan peran serta masyarakat Bapak Iya oke Pak Putra Bagus Saya kira ini menarik sekali eh KSM itu bisa enggak mendapatkan bantuan pengololan I Ya jelas bisa terutama dari lembaga swasta ya CSR bisa dari ee mengajukan ke pemerintah melalui bantuan dari pemerintah yang Apakah itu bentuknya bantuan sosial atau bantuan yang bersifat khusus untuk pengolaan sampah itu sudah terjadi hari-hari ini sudah terjadi jadi KSM harus terdaftar di dalam eh apa Nam organisasi perangkat daerah yang memang selama ini menjadi bagian yang dibina oleh pemerintah daerah tapi kalau hanya datang dalam beberapa Minggu lalu kemudian minta kepada pemerintah R ya itu akan ee ikuti prosedurnya dulu terdaftar kemudian menjadi bagian yang dibina oleh pemerintah daerah begitu juga ke swasta dalam hal ini swasta yang ada di sekitar Bapak dan Ibu beroperasi itu tetap menjadi perhatian mereka kalau bapak dan ibu sudah menjelaskan kami berkegiatan di sampah seperti ini sudah menjalankan ini ini ini ini Kemudian kami akan mengembangkan e seperti ini Sehingga ya kami butuh Mitra Nah jadi prosedurnya sederhana saja yang pertama adalah mengenalkan lembaga bapak dan ibu dengan proposal kemudian bisa juga berkunjung dan bisa juga mengikuti kegiatan e di mana lembaga itu ada dan memperkenalkan lembaga bapak dan ibu saya kira itu mekanismenya paling banyak itu adalah proposal atau langsung berkunjung dengan bukan apa namanya eh tatap muka langsung atau mengikuti kegiatan-kegiatan di mana sponsor itu sedang melakukan kegiatan kedua kita mengenal lima aspek sampah Berapa persentase ideal pendanaan aspek fisik nah idealnya itu seharusnya semakin sedikit Pak ya Eh persentasenya tapi fakta di lapangan sekarang aspek visi itu mendominasi dari lima aspek yang lain baik yang dari ee pengolaan sampah pemerintah maupun pengolaan sampah non yang dari non pemerintah Jadi biasanya aspek fisik itu menelan hampir 70 Pak ya ada yang 60 itu sudah lebih bagus sedang aspek kelembagaan partisipasi masyarakat itu sisanya ya kalau 70 sudah keserap oleh fisik ee 30 untuk hal-hal yang nonfisik Mengapa fisik itu selalu menjadi faktor menarik untuk di biayai karena nampak secara fisik dan pertanggungjawabannya pun secara lebih kasat mata lebih mudah Pak karena kalau kita ingin membantu tong sampah kelihatan gitu loh Ya tapi kalau kita melakukan diskusi peran kemudian bagaimana melakukan apa kampanye bersama-sama itu tidak semua peduli dan tidak semua juga bisa hadir Tapi kalau dengan fisik semua sepertinya bisa melihat fisik itu dan bisa merasakan fungsi itu jadi makanya selama ini aspek fisik itu sangat dominan ee ya Karena bagaimanapun sampah tanpa didukung sarana fisik itu juga sulit ya memberikan layanan yang berkelanjutan nah idealnya berapa Nah kata-kata ideal ini yang agak sulit saya menjawabnya ya ketika itu ke dalam pelayanan yang sifatnya terinstitusi ya fisiknya itu akan dominan Ya terinstitusi tapi kalau pengelolaan sampahnya itu berbasis masyarakat maka fisik dan nonfisiknya itu agak lebih seimbang menurut saya Karena masyarakat sendiri yang merencanakan masyarakat yang melaksanakan pelayanan itu terlibat langsung masyarakat pula yang menjelaskan Jadi antara fisik dengan nonfisiknya agak lebih imbang tapi kalau masyarakat tidak terlibat berbasis masyarakat berbasis institusi maka aspek fisik itu akan lebih dominan biasanya ya Katakanlah kalau kita ingin mengatakan 70 ya kalau berdasar ee berbasis institusi tapi kalau nonintitusi berbasis masyarakat kayaknya bisa lebih rendah dari itu kalau menurut saya dari praktik pengalaman saya di lapangan Saya kira begitu baik Terima kasih Bapak selanjutnya pertanyaan dari ibu ini Mungkin cukup banyak ya Pak eh saya memiliki pengalaman di tahun yangal tentang permohoran Kepada Desa setempat daerah kabupaten Bandung Barat saya dalam bantuan pengalan sampah akan tetapi beliau merasa trauma terkait pemerintah sudah menggelontorkan dana sekitar 500 juta untuk setiap desa dalam pembentukan TPS akan tetapi TPS tersebut hanya Bertahan Satu bertahan satu bukan dan mesin tidak terpakai tetapi untuk memintanya pun tidak diizinkan dari kasus ini saya menyimpulkan ah begitu konsen dalam menggelontorkan dana akan tetapi dana tersebut ternyata tidak berhasil ternyata tidak berhasil pertanyaannya yang pertama Bagaimana proses pemerintah dalam mengaudit hal tersebut karena menurut saya itu hal yang sungguh disayangkan dana yang besar tapi tidak tampak hasilnya Kemudian yang kedua Bagaimana peran pemerintah dalam menyatukan permasalahan karena pendanaan pemerintah cukup besar tapi ternyata perm yang terjadi di lapanganal penyuluhan masyarakat tentang pengetahuan pemilihan sampah pun masih polemik dan Bagaimana solusi terkait demikian bak I cukup panjang ya saya ambil poinnya benar bahwa ada dana yang sudah digelontorkan saya pakai bahasa Ibu ini setiap desa tetapi tidak efektif infrastruktur terbangun tidak berfungsi ya Bah Mes tidak terpakai jadi ada prosesahrastrukur ya di persiapkan ee tapi justru apa yang didesain apa yang direncanakan itu tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan kan gitu ya Nah yang ditanyakan ketika terjadi seperti itu apakah EE ada audit Oh tetap ada audit bu ya tetap ada audit jadi pemerintah menyalurkan itu kan karena permintaan ada ya permintaan itu itu bisa dari masyarakat bisa juga dari anggaran opd yang memang sudah merencanakannya Nah persoalannya adalah ketika permintaan dengan yang melaksanakan jadi yang meminta itu berbeda dengan yang melaksanakan berbeda dengan yang melaksanakan kalau dalam berbasis institusi kalau yang memintanya desa yang melaksanakannya bisa jadi KSM kan begitu bu ya atau yang memintanya kelompok masyarakat tetapi yang melaksanakannya tim kerja masyarakat jadi bisa orangnya bisa berbeda Jadi mari kita pisahkan dulu antara yang meminta dana untuk dilaksanakan proses itu dengan yang menjadi betul-betul pelaksana hariannya nah di pemerintah daerah Kebanyakan kalau yang berbasis institusi itu yang memintanya anggaran pemerintah itu dimanfaatkan oleh opdnya sendiri dan dilaksanakan juga oleh pemerintah itu sendiri jadi ada ketersambungan antara proses pengadaan barang dan jasa itu dengan yang melaksanakannya ada fungsi yang antara operator dengan regulator itu dalam satu badan saya contohkan kalau di di satu opd dlh itu yang minta anggaran bidangnya tapi yang melaksanakan anggaran itu uptd-nya operatornya jadi ada ketersambungan kepala dinas bisa mengontrol dua-duanya regulatornya di kepala bidang operatornya ada di kepala UPTD itu yang berbasis institusi bu ya Jadi kalau pemerintah yang melakukan kontrolnya relatif lebih mudah karena pemerintah yang menganggarkan dan bagian pemerintah yang bertugas sebagai operator juga melaksanakan kontrolnya di kepala dinas itu sendiri jadi relatif lebih mudah nah saya Patut menduga ini antara yang melaksanakannya berbasis masyarakat tapi yang memintanya itu bisa saja dari opd opd yang menganggarkan kemudian yang melaksanakannya adalah kelompok swadaya masyarakat kebanyakannya macet di situ kebanyakannya ya tidak dalam satu tangan Seperti yang saya jelaskan begitu Jadi kalau ada audit ada audit Bu akan ada audit mengapa dia tidak berfungsi dikaji lagi Kemudian cukup enggak biaya operasionalnya Siapa yang melakukan kecukupannya itu untuk 3 bulanah atau untuk 6 bulan atau untuk setahun jadi audit tetap akan dilakukan hasil audit akan dilaporkan gu ya Nah Biasanya kalau yang tidak berfungsi itu itu akan dilaporkan kepada yang memberi e dana tadi gitu kira-kira yang kedua Bagaimana cara pemerintah dalam menyatukan permasalahan karena pendanaan-p cukup besar tapi ternyata permasalahan yang terjadi adalah penyuluhannya tidak terjadi Ya itu dia pemerintah akan mengkoreksi lagi di mana kelompok swadaya masyarakat yang sudah diberi bantuan sudah digelontorkan alat sudah diberi eh apa lokasi TPS tapi tidak berfungsi akan lakukan ee koreksi ulang bisa saja dengan mengganti ksm-nya bisa pula dengan menambah kapasitas ee keterampilannya dengan melatih lebih dulu sebelum diganti Gitu ya jadi itu menjadi apa domainnya masyarakat itu sendiri karena pemerintah sudah memberikan sarananya Nah kan biasanya sebelum mencairkan uang untuk sarana itu pasti ada permintaan pemerintah siapa pengelolanya mana peraturan desanya yang dibutuhkan berapa iuran masyarakat pasti akan ditanya oleh pemerintah lebih dulu sebelum menggelontorkan sarana itu gitu ya Nah banyak juga kejadian ketika ingin mendapatkan sarana semua lengkap tapi begitu sarana Sudah datang ada beberapa daerah atau kelompok-kelompok masyarakat yang tidak komit lagi atau mungkin ada konflik di di internal mereka Nah itu juga menjadi bagian menyebabkan tidak berfungsinya sarana yang sudah diberikan bantuan tadi jadi banyak aspek ya Bu ya Nah Apa solusinya ya solusinya di masyarakat itu sendiri kan masyarakat yang minta kan bukan pemerintah yang ujuk-ujug memberikan bantuan biasanya sebelum uang itu turun Ada prasyarat-prasyarat apa kelompoknya mana pengurusnya mana yuran yang mau ditarik berapa kemudian pertemuan akan ada terjadi berapa kali kemudian training di tingkat masyarakat akan berapa itu akan dibahas oleh pemerintah atau opd sebelum mereka menggelontorkan sarana itu atau menurunkan sarana itu jadi ini Mungkin perlu apa ya perlu duduk lagi nih antara yang memberi dengan yang diberi Saya kira begitu dan banyak kok setelah itu berjalan lagi Eh apa Yang itu yang Ibu khawatirkan tadi itu tidak berfsi itu berungsi lagi gitu Yaelah duduk bersama saya kira begitu terima kasih terima kasih atas pemamparan Jawabannya kepada bapakelanjutnya mungk ini menjadi pertanyaan terakhir pertanyaan Dar terima kasih kepada Bapak antizal Amir karena sudah membantu menjawab pertanyaan dari bapak ibu peserta training online dengan sangat luar biasa sekali kemudian bagi Bapak Ibu sekalian yang mungkin masih memiliki berbagai macam pertanyaan mengenai optimalisasi aspek pendanaan dan pembiayaan dalam sistem pengolangan sampah bisa disimpan terlebih dahulu pertanyaannya untuk sesi kedua training online kita pada hari ini yang nanti akan dilanjutkan pada pukul 13.00 hingga pukul 15 nanti ya Bapak Ibu Selain itu kami juga ingin mengingatkan Bapak Ibu sekalian untuk mengisi kuioner yang linknya sudah kami share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih menarik lagi dan Sekali lagi saya izin mengingatkan kepada bapak ibu yang menginginkan materi sekaligus sertifikat dan kemarin belum request dapat mengisi Link yang juga sudah dikirim ke admin kami di kolom chat Akhir kata saya selaku MC sekaligus moderator pada sesi pertama memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memandu acara ini terdapat kesalahan kata ataupun perbuatan sayaifah pamit undur diri dan sampai bertemu lagi di sesi kedua training online pukul 13.00 nanti Terima kasih wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalaikumsalamikumsalam Terima kasihsalam warahmatullah sampai ketemu sesi dua Bapak Ibu semuanya kasih kita bisa istirahat dulu ya Mbak baik Pak Sampai ketemu jam Pak jam ya okeih I Iya Asalamualaikum Pak waalaikumsikumam waram