OPTIMALISASI ASPEK PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM SPS SESI 1
lNjDoQeeoyk • 2024-10-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
ini melalui YouTube channel kami di
Project B
Indonesia selanjutnya seperti biasa
Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga
menyiapkan berbagai macam doorpres
spesial untuk bapak ibu yang beruntung
doorpres ini diberikan berdasarkan tiga
pertanyaan terbaik dan dua Store
Instagram terunik selama trending online
ini berlangsung untuk pemenang tiga
pertanyaan terbaik akan kami umumkan di
akhir acara sesi 2 nanti Sedangkan untuk
pemenang dua Story Instagram terunik
akan kami Hubungi langsung melalui DM
Instagram nah Nah jadi bagi Bapak Ibu
yang ingin bertanya selama training
online ini berlangsung dapat memberikan
pertanyaannya melalui kolom chat dengan
format nama kemudian pertanyaan yang
ingin ditanyakan dan nanti akan kami
pilih tiga penanyaan terbaik untuk
memenangkan dpai spesial dari kami lalu
untuk Story Instagram terunik bapak ibu
dapat membuat Story Instagram semenarik
mungkin dan jangan lupa tag Instagram
kami di @projectb Indonesia baik tanpa
berlama-lama lagi kita akan langsung
lanjut ke AC inti kita yaitu penyampaian
materi namun sebelum itu Mari kita lihat
terlebih dahulu CV dari pemateri kita
berikut ini
[Musik]
baik Demikian sekilas mengenai materi
kita pada pagi hari ini selanjutnya
mungkin untuk efisiensi waktu jika Bapak
Indi sudah siap Kita akan memulai
langsung untuk penyampaian materinya
waktunya kurang lebih sampai pukul 10.30
ya bapak baik tanpa berlama-lama lagi
langsung saja tempat dan waktu saya
persilakan i terima kasih Mbak e
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Eh terima kasih ke
teman-teman butik eh daur ulang ee
kemudian juga kepada jurusan Teknik
Lingkungan UII ini sebenarnya agak
deg-degan ya Bapak Ibu sekalian ya Saya
sudah lama tidak ee zoom-zooman ini
karena diminta sama teman-teman jadi
agak ini juga ee mohon izin Bapak Ibu
sekalian kita belajar bersama hari ini
eh tentang optimalisasi aspek peranan
masyarakat di pengolaan sampah izin
share screen ya
Mbak Baik bapak silakan
eh kelihatan pbak
Ya sudah Pak sudah mak kasasih eh Bapak
Ibu sekalian eh saya Andy dari Yayasan
kontak Indonesia kami di Yayasan kontak
Indonesia itu dari tahun 2000
eh utamanya fokusnya pada eh peningkat
derajat kesehatan masyarakat maka di
Yayasan kontak Indonesia itu ada tiga
program yang pertama adalah program ee
kesehatan berkaitan dengan kesatan
reproduksi eh stunting kemudian gizi
kemudian juga kesehatan Eh masyarakat eh
kemudian juga di sana kita juga ada
program lingkungan yang berkaitan dengan
eh pelatihan pengelolaan sampah di
masyarakat di sekolah kita lebih
fokusnya pada sekolah kemudian kita juga
ada program pembedayaan masyarakat ini
kita ada pembedayaan masyarakat
eh ya di daera-daera dampingan kami yang
berkaitan dengan program kesehatan dan
juga program lingkungan Ee Kita juga
mendampingi beberapa teman-teman
pemulung ee yang tujuan utama dari
kegiatan kita adalah peningkatan derajat
kesehatan di ee masyarakat jadi eh hal
itu semuanya berkaitan program
lingkungan program kesehatan tujuan
utamanya adalah pada ke sini gitu ba
Bapak Ibu sekalian Saya sedikit ee
bercerita dan ingin belajar bersama
sebenarnya kalau jadi pemateri itu agak
berat ya sebenarnya dan Mohon maaf juga
ini suaranya agak sedikit serak-serak
basah karena Bandung 3 hari ini mendadak
hujan berat dan hujan angin gitu ya Dan
kita di Bandung Terata hari ini pada
Eh kena batuk eh semoga Bapak ibuan
tetap sehat eh Bapak Ibu sekalian
dalam pengolaan sampah eh mungkin
tujuannya sudah pada tahu semua ya Eh
ini berkaitan dengan
undang-undang-undang Ee tidak perlu
dibahas lagi ee menjadikan sampah
sebagai sumber daya gitu nah ini yang
yang sebenarnya menjadi Eh Topik menarik
Kenapa masyarakat banyak ingin E
mengelola sampah karena dianggapnya
bahwa ee masyarakat bisa menjadikan
sampah sebagai sumber daya baru gitu ya
tapi memang itu memang benar bisa bisa
dilakukan di masyarakat gitu
eh sebenarnya sampah tanggung jawab
siapa sih gitu kan eh karena Apun yang
dilakukan di dalam eh pengololan sampah
pemerintah selalu ee akan meminta
masyarakat yang mengelola di awal gitu
Mila sampah dan sebagainya di dalam
undang-undang jelas bahwa ee setiap
orang dalam pengelolaan sampah ee rumah
tangga dan Sampah se rumah tangga
bertanggung jawab mengurangi dan
menangani sampah secara berwawasan
lingkungan
eh mengurangi dan menangani ya bukan
mengelola gitu menangan itu Ya maksudnya
sampahnya ditangani secara baik dan
benar gitu dan EE ini menjadi dasar
bahwa eh peran serta masyarakat bisa
terlibat kemudian di
eh pasal 13 juga pengelolaan sampah di
kawasan pemukiman meliputi eh apa
klustter apartemen dan sebagainya itu
eh ditetapkan pada tempat yang mudah
dijangkau gu si fasilitas pengolaan
sampahnya cuman kadang-kadang juga
banyak fasilitas yang tidak Eh pada
tempatnya nah ini kalau kita bagi Maaf
eh dulu
eh pengololan sampah itu dibagi dua di
masyarakat itu di kawasan berpengelola
dan kawasan tidak berpengelola kalau di
pemukim RT RW eh Perumahan
biasa yang ketuanya adalah RT RW gitu ya
itu disebutnya kawasan tidak
berpengelola karena tidak ada penanggung
jawabnya secara resmi gitu dan
penanggung jawabnya adalah rtw gitu Dan
kalau di e Perumahan tentu saja
Perumahan ini kan kalau komplek
perumahan eh grand apa gitu ya elit gitu
itu kan biasanya ada developer yang
melakukan eh pengolaan sampah di sana
contohnya di Jakarta Pik 1 Pik 2 itu ada
yang mengelola sampah di sana gitu dan
itu yang mengelolanya adalah langsung
dari ee pihak pengelola Perumahan atau
apartemen sekolah ee Hotel itu ada
penanggung jawabnya sedangkan kalau di
masyarakat ee RT RW biasanya hanya
sebatas
penanggungjawaban pengumpulan sampah
bukan sampai pengelolaan sampah jadi ee
pengelolaan sampah atau pengumpulan
sampah di masyarakat ini sifatnya adalah
Swadaya gitu dan ada juga beberapa RT
dan RW tidak melakukan apa-apa gitu ya
dan dan pengangkutan sampahnya dilakukan
oleh eh pemerintah langsung e melalui
trak gitu dan sebagainya gitu tapi
kebanyakan di Pulau Jawa eh rata-rata
pengangkutan sampah di kawasan perumahan
eh tidak berpengelola itu biasanya sama
RT dan
RW nah
eh kalau dilihat dari pasal 28angundang
masyarakat dapat berperan ini peran
masyarakat ya di dalam undang-undang itu
tidak ada peran pengolaan sampah tapi
perannya adalah sebagai beri usulan
mempertimbangkan kepada pemerintah
tentang pengolaan sampah perumusan
kebijakan ee pemberian saran dan EE
penyelenggaraan
ee pengelolaan sampah ya dan
penyelesaian sengketa nah ini biasanya
di pasal 28 ini diterjemahkannya di
dalam ee musrembang musyawarah tingkat
musrembang tingkat Kelurahan Desa
Kecamatan sampai ke tingkat
ee apa namanya tingkat ee kabupaten kota
di musrembangnya dan biasanya
ini terwakilkan terwakilkan oleh
orang-orang tertentu di
ee di masyarakat bisa diwakilkan sama RT
RW Toga Toma gitu ya E tokoh agama tokoh
masyarakat atau sama LSM gitu dan
biasanya juga kalau kita ngalamin kita
enggak pernah ngasih apa-apa ke ke
usulan itu ya Warga itu enggak pernah
diminta gitu usulan itu biasanya pada
orang-orang tertentu yang EE diundang
dan mendapat utusan sedangkan kita punya
peran dalam pengusulan ee ee perumusan
kebijakan pengololan sampah di di daerah
kita
gitu nah Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia 81 2012
eh kita diminta nangani sampah di rumah
ini dasarnya Milah ngumpulin eh
pengangkutan dan pengelolaan dan
permosesan terakhir nah Biasanya kita
tuh hanya hanya prosesnya di eh menurut
undang-undang ya Bapak Ibu sekalian ya
di pemilihan saja gitu tidak sampai
pengangkutan pengangkutan itu biasanya
sama pemerintah atau Swadaya gitu nah
pemilihan sampah yang dimaksud dengan
pasal 16 huruf a tadi setiap orang pada
sumbernya Jadi kita itu secara
undang-undang hanya diamanatkan untuk
memilah sampah gitu ya kita balikin lagi
jadi ini kan pemilahan a ya bukan untuk
mengelola sampah secara undang-undang ya
Tapi secara praktik kenyataan masyarakat
banyak yang melakukan pengelolaan sampah
itu tidak salah juga gitu cuman Saya
hanya mengembalikan ee p porsi
sebenarnya siapa sih yang harus mengawa
sampah secara eh apa namanya secara
aturan gitu ya karena sekarang banyak
darurat sampah di mana-mana dan
disalahkannya kembali kepada masyarakat
W ini masyarakatnya tidakemila
masyarakat tidak mengelola masyarakat
tidak buat kompos masyarakat tidak tidak
apa namanya tidak ikut di bank sampah E
itu yang selalu di gaungkan eh apa sama
pemerintah bahwa lebih ditekankan ke
masyarakat tapi pemerintah tidak melihat
pada sistem atau tata kelola persampaan
secara kota itu sudah benar atau belum
gitu nah ee sehingga masyarakat yang
didorong untuk melakukan
pengolaannya nah ee ini juga sama eh
pasal 21 gitu ya
Ee sama setiap orang pada sumbernya gitu
ya jadi
ee ee yang dimak pengolan sampah dengan
dimaksud pada pasal 16 itu pemadatan
pengomposan dan darur ulang atau darur
ulang ee energi nah eh yang dilakukan
oleh siapa setiap orang pada sumbernya
nah tapi masalahnya nanti kita akan
lihat
[Musik]
eh kita akan lihat bahwa pemerintah
ituurusan wajibnya adalah untuk meng
sampah di daerah gitu ya Nah ini ini
yang kadang-kadang e pemerintah hanya
melakukan ini hanya di tingkat TPS tidak
sampai ke tingkat Perumahan tapi mereka
meminta masyarakat untuk memilah
mengelola tapi tidak pernah mengedukasi
nah pertanyaannya adalah ee tugas siapa
mengedukasi masyarakat gitu Sebenarnya
ada tugas pemerintah kemudian eh
Pernahkah anda ikut dalam pelatihan
pengolaan sampah Ini pertanyaan menarik
Bapak Ibu sekalian karena
eh kita sering minta masyarakat untuk
Milah buat kompos E apunlah itu di rumah
tapi tidak pernah ada yang namanya
pelatihan pengolaan sampah pelatihan Itu
pun kalau dilakukan hanya pada e hari
dan Sat hari itu hanya 1 jam 2 jam hanya
mengedukasi gini loh cara Milah ginioh
cara mengompos tapi tidak pernah
mendampingi masyarakat eh membuat kompo
secara baik dan benar nah eh menarik di
foto ini sebenarnya ini foto eh di
sekitar tahun 2000 eh 8 Kami sedang
edukasi di salah satu pameran eh salah
satu orang artis e datang dan menanyakan
kompos di kakura Saya di rumah itu
banyak belatungnya
kita tanya eh waktu buat kompos eh Teteh
diajarin sama siapa gitu kan mungkin e
bisa apa Bisa bertanya balik ke sana dan
semoga mereka bisa melihat yang terjadi
enggak ada Saya hanya baca dari buku
saja nah ini ini inisiatif yang sangat
bagus tapi e sayangnya buku-buku
kemudian pengetahuan yang ada itu tidak
bisa memberikan secara detail dan ini
dibutuhkan oleh masyarakat adalah sebuah
pelatihan pengolan sampah yang baik dan
ar ini ee sangat susah dicari di
Indonesia Bagaimana peran serta
masyarakat bisa optimal tapi hal ini
tidak pernah ada dilakukan dilakukan itu
hanya dilakukan secara masassal kemudian
eh
timingnya itu hanya 1 sampai 2 jam nah
kami di Yayasan kontak dari tahun 2000
itu belajar secara otodidak tidak pernah
ada guru yang mengajarkan eh kami
Bagaimana cara mengelolan sampah baik
dan benar cara mendampingi masyarakat
tang pengolahan sampah Kami selalu
mencari mencari dan EE belajar pada
teman-teman yang sudah Ee berhasil untuk
ee melakukan pengolaan sampah dan saya
kalau mihat daftar hadir sini banyak
sekali senior-senior yang sudah sudah
lama berkecibung dalam pengolaan sampah
dan e membantu masyarakat dalam
pengolaan sampah nah ini eh sedikit
berbagi cerita eh saya lupa ini Kalau
enggak salah
2 atau 2013 ketika kita sedang
mencarimencari materi orang yang bisa
mengajar kita dalam pengolahan apa ini
kami dapat info bahwa teknik lingkungan
UII melakukan e pelatihan Kalau enggak
salah ini sekitar 45 hari saya lupa
eh dan kita inisiatif untuk mengirim
beberapa orang pelatihan di sana gitu eh
untuk menambah dan meningkatkan ilmunya
Alhamdulillah hari ini UI belum lagi
melakukan pelatihan secara offline nah
semoga eh setelah acara ini bisa lagi
ada pelatihan secara offline untuk
pengan sampah di masarakat karena ini
sangat dibutuhkan oleh Oleh Oleh kita
sebagai pendamping di masyarakat untuk
meninggalkan ilmu dan pengetahuan juga
dibutuhkan oleh masyarakat e secara umum
terutama apalagi sekarang di Dinas
Lingkungan Hidup itu ada yang namanya
penyuruh lingkungan ya mohon maaf e
beberapa penyeluh lingkunganat kompos
saja tidak bisa gitu ya Eh bukan berarti
mereka harus pintar buat kompos Cum
untuk pegangah
[Musik]
organik ba saja mereka agak agak
takut-takut gitu ya Jadi bagaimana
mereka akan mengedukasi masyarakat Seca
pengolahan sampah sedangkan mereka
sendiri belum pernah melakukan pengolan
sampah nah eh sedikit berbagi pengalaman
dalam pendampingan masyarakat Bapak Ibu
sekalian teman-teman para senior
eh Biasanya kita melakukannya dengan
beberapa tahapan ini tidak terlalu
sistematis karena
bukunya yang kita buat gitu tapi ini
saya buat tidak terlalu sistematis kita
belajar bersama dengan masyarakat tidak
menggurui dan juga tidak jadi guru eh
kita dengan masyarakat saling berbagi
Siapa yang tahu Eh siapa yang bisa dia
yang akan menjadi eh pemateri di sana
gitu ya Eh kalau kita bilang ini adalah
pendidikan orang dewasa gitu ya jadi di
sini kita bukan menjadi eh penceramah
tapi kita menjadi fasilitator karena
kami saling belajar dengan masyarakat
kemudian menerapkan hasil pembelajaran
itu bersama-sama nah dikaji sama
masyarakat terus begitu dan terus begitu
apa yang mau dilakukan apa yang mau
dilatihkan apa yang masyarakat tidak
bisa kita ee cari bersama sumbernya kita
pecahkan bersama kita belajar bersama
nah biasanya sebagai fasilitator eh
tugas kami adalah
eh membantu orang untuk belajar atau
mempermudah ee segala sesuatu dalam
pembelajaran gitu menggunakan TD
pelajaran eh anagogi yang sifatnya
adalah komunikasi multilateral bagi para
peserta pelajar ke peselajar yang lain
mohon maaf dari fasilitator ke peserta
nah ini eh belajarnya belajar sama-sama
ya bukan bukan saling menggurui eh
membantu untuk eh berkolaborasi mereka
dalam mengeksplor isu-isu topik yang
tertentu nah di dalam jadiasilitator
eh kami tidak eh mematok peran yang
sangat dominan karena yang kami harapkan
adalah adanya keberlanjutan program eh
setelah kami tinggalkan maka peran itu
dari awal sampai akhir akan berkurang
sehingga akhirnya nanti peran kami tidak
ada lagi di masyarakat gitu fasilitator
tidak lagi masyarakat Jadi kalau
fasilitator seumur hidup di suu
masyarakat itu bukan fasilitator namanya
eh apa ya namanya ya Eh mereka jadi
masyarakat di sana gitu kalau
seorangasilit memfasilitasi kebutuhan
masyarakat ketika kebutuhannya sudah
terpenuhi sudah tercapai kita hilang
tiba-tiba G nah eh kita tidak pernah
lama di suatu tempat karena kita akan
membagi fungsi peran kita kepada
masyarakat secara habis sampai
masyarakat itu bisa e menangani secara
semuanya kalau masyarakat sudah bisa
menangani secara semuanya kita akan
melakukan monitoring setelah program itu
selesai dan tetap berhubungan dengan
mereka membantu mereka dari jauh tapi
tapi peran-perannya tetap sudah ada di
masyarakat Jadi kalau Bapak Ibu sekalian
mencari ee Yayasan kontak Indonesia
mendampingi Siapa itu Insyaallah akan
susah karena eh kita kadang-kadang tidak
meninggalkan nama di
MM di teman-teman dampingan biasanya
teman-teman dampingan tahunya hanya ee
bukan Yayasan kontaknya tapi nama orang
individunya eh saya sendiri di
masyarakat banyak panggilannya kalau
secara formil Nama saya Andy Sulistiawan
tapi secara di masyarakat Panggilan saya
macam-macam bisa Papa Panda bisa Om
gendut gitu ya macam-macamlah karena
postur tubuh saya yang cukup bongsor
gitu
ya Nah ini tadi
Eh kita perannya sebagai moderator gitu
kan sebagai motivator sebagai narasumber
sebagai mediator ini peran yang kita
lakukan ketika pendampingan gitu Jadi
kita tidak tidak juga sebagai orang yang
sok tahu sok pintar ee tetapi kita akan
cari tahu sebagaimana ee batas
pengetahuan kita dan batas pengetahuan
masyarakat itu dicocokin supaya bisa
menjadi kesatuan yang utuh dan bisa
belajar dengan baik di di masyarakat ya
karena sebenarnya masyarakat tuh sudah
banyak yang tahu gitu kita yang ggak
tahu kadangkadang kalau mereka itu tahu
gitu mereka lebih pintar daripada kita
gitu nah eh yang utama dalam melakukan
komunikasi di masyarakat dalam konteks
melakukan perubahan perilaku yang tadi
tadinya Ee tidak Mila sampah akus ee
jadi mau Mila sampah yang tadinya tidak
mau ngompos jadi Mila ngompos ini ee
siklus yang harus eh kami eh sebagai
fasilitator pahami karena eh setelah
kita ngasih penyuluhan masyarakat itu
akan tahu cuman kapan dia akan beraksi
gitu kan Nah terus begitu eh ada
pengetahuan baru mereka akan tahu mereka
akan paham tapi Kapan mereka akan
beraksi setelah beraksi hasilnya Apa
contohnya begini ketika mereka
ee melakukan pengelolaan sampah
menggunakan menernak magot kendala
utamanya adalah ke mana sih ngejualnya
pusing kan sudah latihan proses 45 hari
magot sudah ada ini mau diapain magotnya
kok harga magotnya rendah banget dengan
harga operasional tidak tidak tidak
memenuhi ee balik modalah intinya gitu
ya Nah ini terus berputar gitu kan Nah
Apa solusinya gitu kan J di sini kita
refleksi bersama dan jangan apa Jangan
dibiarkan mereka bingung gitu n dicari
solusi bersama Oh Bapak Ibu sekalian
kalau memang harga magotnya murah yang
tadi isunya di media sosial isunya di
kelompok-kelompok tertentu magot itu
60.000 r.000 gitu ya ternyata pas dijual
harganya cuma r.000 6.000 sudah
magotnya kita jadikan pakan ternak yang
dijual yang dimanfaatkan adalah
ternaknya bukan magotnya atau kompos
ketika jadi Jangan berpikir ee bahwa
kompos ini akan kita jual tapi kompos
ini kita kanan jadi media tanam apa
dampaknya tanaman jadi hijau ee rumah
atau rtrw menjadi lebih Asri gitu kan
jadi eh setiap kali tindakan itu dan
aksi itu harus ada solusi yang tepat
gitu untuk di masyarakat dan itu
kadangkadang kalau kita bayangkan siklus
ini seperti obat nyamuk akan ada stak
pada garis yang sama masyarakat itu ee
kita itu akan berhenti mikir kita mau
ngapain lagi ya gitu kalau ini tidak
diberikan solusi itu malah kegiatannya
akan berhenti total gitu itu harus terus
ada refleaksi Makanya di setiap kegiatan
kita akan selalu buat evaluasi refleksi
ini sebagai evaluasi di dalam ee
kegiatan program untuk sebelum melakukan
aksi berikutnya apa sih kita mau ke mana
sih gitu kan karena ee aksi-aksi Ini
harus realistis dan bisa dijalankan dan
dikerjakan oleh masyarakat dan semudah
mungkin tidak membebani
Ee tidak membebani tugas-tugas utama
mereka di keluarga gitu jangan sampai
pembuatan kompos pembuatan ee apa ternak
magot gitu ya ee atau Milah untuk bank
sampah itu menjadi menyita Waktu mereka
untuk kegiatan-kegiatan utama mereka itu
pasti akan ditinggalkan sama mereka gitu
nah eh sebelum melakukan kegiatan di
masyarakat ini akan ada dua dua tipe
pertama Kita diundang eh dan memang
sudah ada kelompoknya eh yang mengundang
kita atau di sana kita menginisiasi
mulai kegiatannya gitu nah Biasanya kami
akan melakukan dulu eh pengumpulan
informasi potensi di masyarakat ee apa
sih yang akan nanti ke depan kita akan
lakukan contohnya pengumpulan informasi
penting tentang lokasi kegiatan data
layanan pengolaan sampah yang sudah ada
di masyarakat kadang-kadang kita masuk
ke masyarakat kita beranggapan bahwa
mereka belum melakukan apa-apa ternyata
pas kita cek mereka punya mesin Caca
mereka punya borbi pori
eh mereka punya apa namanya pot-pot
untuk komposter yang jadi kendalanya
adalah Kenapa itu tidak pernah
difungsikan Nah itu kita harus tahu dulu
ee apa sih masalahnya gitu kan gitu
pasti masalahnya adalah ya kami punya ee
eh Tong komposter reaktor komposter tapi
kami tidak bisa membuatnya kami enggak
tahu Gimana kami pernah membuat tapi
ternyata gagal gitu Kami sudah membuat
ternyata komposnya enggak bisa
diapa-apain dijual enggak bisa selalu
identiknya adalah eh pengolaan sampah
itu
ujungnya selalu dengan menjual produk
pengolahan sampahnyaau dan itu yang
membuat eh banyak orang eh drop dalam
pengelolaan sampah karena orientasi di
awalnya adalah menjual hasil produkan
sampah G gitu Ini yang harus ada ada ada
solusi yang tepat gitu
ee Contohnya kayak buat up cycle buat
tas dari ee kopi atau dari bungkus
lainnya begitu sudah banyak buat Jualnya
ke mana ya gitu nah ee Ini juga juga
menjadi tantangan kan sebenarnya
produknya itu layak dijual atau tidak
Gitu kan ini yang pertama menjadi
ee menjadi pertanyaan dasar gitu nah
produknya bagus atau enggak gitu Kenapa
enggak dipakai sendiri gitu kan gitu dan
kadang-kadang
EE yang tadinya hanya mengelola sampah
di rumah untuk mendapatkan hasil lebih
Berharap ada hasil yang lebih bagus
hinggairnya menjadi apa menjadi
konsumtif contohnya begini ingin
mendapatkan suatu tas upsyel yang bagus
sehingga eh punya di dalam prediksinya
menjadi punya nilai jual yang tinggi
kita akan memilik produk-produk kopi
yang dop gitu ya Ee saya enggak nyebutin
mereknya sehingga ketika dijalit
dibuatin jadi tas hasilnya jadi bagus
gitu nah sehingga yang tadi di rumahnya
hanya minum kopi saset biasaan atau
hanya pakai yang kiloan Akhirnya beli
yang e saset yang bagus dan harganya
jadi mahal ketika mau dijual tidak ada
yang mau beli ini malah menjadi drop
lagi di masyarakat ini makanya kita
harus e petakan dulu potensi dan membuat
kesepakatan prioritas Apa sih yang harus
dilakukan di di di satu kelompok dan
fasilitator fungsinya adalah mengarahkan
dan mengasih info-info yang seperti tadi
ini loh bu resikonya kalau ini Eh ibu
membuat upcycle kemudian ibu eh membeli
produk-produk tertentu supaya hasilnya
menjadi lebih baik ini akan menjadi
konsumtif dan menjadi nilainya nilai
cost produksinya akan lebih tinggi Nah
di sini fungsi fasilitator untuk
mengingatkan juga untuk e memberitahu ke
masyarakat nah eh potensi-potensi ini
tadi Kalau sudah terbentuk kita akan
tahu buat apa Oh ternyata ee di kawasan
ini ee banyak menghasilkan kemasan botol
mungkin kita akan cocok membuat bank
sampah atau kita akan bekerja sama
dengan bank sampah yang sudah ada Ada
lahan kosong Oh ini bisa dibuatkan eh
Urban farming dengan eh komposting gitu
ya Dan itu yang akan menjadi
pertimbangan-pertimbangan kita di dalam
ee pengolaan sampah di masyarakat supaya
masyarakat juga ee paham bahwa apa yang
mereka lakukan itu benar-benar yang
mereka mampu lakukan
ee contohnya gini mau buat ee bank
sampah di suatu RW tapi ternyata
potensinya enggak ada potensi mdu-nya
material daur ulangnya enggak ada
gitu ya Bapak Ibu sekalian sedikit iklan
biasa di komplek saya
nah kita sudah Ee bersepakat Oke buat
bank sampah ternyata dari 100 200 KK itu
eh sampah plastik nya atau sampa yang
layak di dijual itu enggak mencukupi
gitu nah tidak mencukupi gimana
maksudnya ee dia 2 bulan baru bisa
terkumpul untuk dijual gitu Nah apakah
konsep bank sampah itu cocok atau tidak
di wilayah itu itu yang harus kita
pertimbangkan dan sepakati di masyarakat
karena tentu saja kalau buat bank sampah
itu kita harus punya gudang gitu ya atau
masyarakat punya tempat penyimpanan
kalau kita tidak punya gudang ee untuk
bersama-sama masyarakat bisa menyimpan
dulu di rumah untuk Berapa hari bersedia
tidak masyarakatnya gitu ya kemudian kan
ketika dijual
ee banyak sekali masyarakat kecewa tidak
sesuai dengan harapan yang mereka lihat
di media sosial Oh botol Pit itu bisa
r.000 bisa r9.000 tapi ketika mereka
jual hanya 3p.000 dan eort untuk
mengumpulkan botol Pit itu 1 kilo kan
itu bukan satu biji bisa 40 bisa 60 biji
ee botol Pit Berapa lama ngumpulin nah
effort ini yang EE yang kadang-kadang
membuat masyarakat tadi drop makanya
aksi ee refleksi itu perlu dibutuhkan
apakah cocok wilayah kita ini buat bank
sampah atau tidak itu harus
dipertimbangkan dengan baik atau bank
sampahnya bukan mencari profit tetapi
dihibahkan jadi infak sampah judulnya
gitu kan sehingga eh tidak terlalu
berpikiran orientasi di di otaknya
adalah suatu saat akan mendapatkan uang
dari penyimpanan penabungan itu nah ee
kesepakatan-kesepakatan ini harus
dibicarakan di awal sehingga memunculkan
motivasi-motivasi yang yang apa yang
kuat Gitu ya
Ee ini harus kita lakukan di awal dan
diedukasikan ke ke masyarakat yang ada
gitu supaya tidak terjadi salah paham
nah ini kita lihat tadi ada enggak
potensinya gitu ya Ee kalau potensinya
memang layak ada gitu ya oh 7 kilo per
hari ni eh sampahnya atau sampahnya ee
apa layak daur ulang itu ada 16 Kil k 10
kilo kemudian plastik 6 kilo itu dalam
per hari bisa kira-kira muncul seperti
itu Nah dasar-dasar ini biasanya kami
lakukan dulu bersama sama masyarakat eh
bersama kelompok yang ada di masyarakat
RW RT atau mereka memang ada kelompok
tertentu yang bergerak supaya mereka
jelas eh pengolaan sampah yang mereka
akan lakukan itu ke mana gitu supaya
tidak terjadi stak ee di dalam
pendampingan atau di dalam program
pengolahan sampah jangan sampai mereka
juga kadang-kadang Kita diundang untuk
inisiasi bank sampah tapi ternyata ee
potensinya kecil gitu ya kalau
potensinya kecil Kenapa tidak gabung aja
dengan bank sampah yang ada yang lainnya
jangan sampai membuat unit gitu nah
eh pemetahan potensi ini penting bagi
kami untuk menentukan apa sih sebenarnya
teknologi ee peran yang bisa dilakukan
oleh masyarakat sekitar supaya tidak ada
terjadi stak tadi gitu atau malah tidak
mau mengelola sampah sama sekali ah di
kami mah enggak bisa apa-apa katanya
Maaf Bapak Ibu mungkin Eh ada Mungin
Bapak terkendala sinyal jadi ini zoomnya
ng seperti itu mohon ditunggu
105 sampai ya Bapak Ibu
sekalian kalaupun tidak ada potensi
mungkin ada Ada hal melakukan
sosialisasi dan advokasi program eh kita
harus Halo iya bapak sudah sudah masuk
suaranya
e tadi Fus sampai di mana Mak
ya sampai
di Saya juga gak tahu tiba-tiba
putusftar ulang lagi
ya sampai di Aksi
refleksi Oh akslei jauh banget ber ya
kelihatan Mbak Iya Pak sudah sudah masih
di sini
eh setelah ini
pak
ini Iya ya potensi ya
iya iya mohonohon Maf eh I
eh mohon maaf Sean terputus saya jugaak
enggak sadar kalau jaringannya terputus
eh ya kami dalam melakukan kegiatan di
masyarakat selalu kami awali dengan ee
menentukan potensi apa yang yang baik di
di di masyarakat untuk dilakukan ee
pengolaan sampahnya gitu ya Apakah itu
pengomposan apakah itu bank sampah atau
kedua-duanya gitu itu itu penting gitu
kami lakukan ee mohon maaf tadi Kalau
ada ketputus Nah setelah kita menentukan
potensi itu melakukan gerakan bersama
eh Kami biasanya melakukan sosialisasi
ee bersama masyarakat ee
ke dinas-dinas terkait gitu ya Nah
mungkin di dinas terkait ini ada sedikit
yang cukup aneh gitu ya kalau ada Dinkes
gitu ya nah eh Dinkes ini punya peran
sekarang itu punya peran dalam
pengelolaan sampah berkaitan dengan PHBS
atau sanitasi total berbasis masyarakat
nah ini mereka punya peran untuk
mengedukasi masyarakat seperti mereka
mengedukasi tentang eh apa namanya eh
berak sembarangan gitu ya Ini sama juga
mungkin nanti akan ada dua edukator yang
di masyarakat edukator dari LH dan
edukator dari Dinkes yang kita bilang
namanya sanitarian ini mereka punya
peran penting juga gitu kemudian kita
juga eh harus koordinasi dengan pupr LSM
yang sudah melakukan
kegiatanegiatan sebelumnya supaya
kegiatan kita di di airw di masyarakat
ini bisa didukung kemudian berkaitan
dengan
eh pertanian organik apa sebagainya dari
hasil Patan kompos kita juga biasanya
bekerja sama dengan eh dinas pertanian
untuk ketahanan pangan nah sosialisasi
dan advokasi ini dilakukan diintas
sektor tidak hanya di dinas lingkungan
hidup karena banyak dinas lain yang bisa
e kita kerja samakan dalam pengolan
sampah contohnya gini e hasil kompos mau
diain Oh kita mau buat pertanian organik
tentu koordinasinya akan kepada dinas
yang terkait ya eh bukan eh tidak bisa
bisa tapi ada dinas yang lebih bisa e
apa namanya ya peran yang lebih penting
contohnya kita cari bibit gitu ya kita
cari
ee apa namanya edukator atau pendidik
yang lebih mengerti tentang bagaimana
menanam ee tanaman-tanaman organik itu
mungkin ke dinas pertanian atau ke
lsmlsm yang sudah Ee melakukan itu
secara lebih dulu gitu ya nah
eh kemudian sosialisasi dengan pihak
eksternal seperti Lembaga pengelolaan
sampah bersumber daya masyarakat seperti
bank sampah tps3r dan sektor lain yang
terkait nah Eh kalau kita mau buat bank
sampah tentu kita akan cari siapa nih
bank sampah induk yang mau terima
eh hasil pilihan kita hasil kumpulan
kita kalau tidak ada tentu kita akan
cari namanya pelapak atau Bandar gitu
yang yang berada di sekitar lingkungan
kita itu harus kita kerja samakan gitu
sama kita juga ada gak tps3r diit kita
kalau ada itu juga kita harus diajak
kerja sama jadi eh pendampingan di
masyarakat itu tidak bisa e kita sendiri
lakukan kita harus lakukan sama-sama
dengan pihak lain gitu
nah
ee hal yang terpenting kami lakukan
adalah membangun lingkungan yang
kondusif ee perkenalan program dan ee
apa namanya bina bina suasana gini Bapak
Ibu sekalian
Ee kita dalam melakukan pendampingan di
masyarakat mengoptimalisasikan peran
masyarakat seringki di awal kita salah
memilih ee teman di di bukan bukan salah
ya kurang tepat gitu ternyata orang ini
tidak punya peran apa-apa di masyarakat
nah ee makanya membangung lingkungan
kondusif ini itu penting kita untuk
mengenal fungsi peran siapa RT siapa RW
Siapa tokoh masyarakat gitu ya Siapa
tokoh agama nah di antara mereka ini
siapa yang punya peran paling penting
untuk mempengaruhi keputusan di
masyarakat gitu ya biasanya kalau di
rumah itu Ya kita melihat bapak-bapak
sangar gitu ya tapi yang mengambil
keputusan sebenarnya ibu-ibu gitu ya
ibunya istrinya gitu ya Nah itu yang
yang harus kita ambil perannya gitu nah
di masyarakat apakah yang punya peran
itu Pak RW apa yang punya peran itu Pak
RT atau yang punya peran itu tokoh agama
atau tokoh masyarakat lainnya atau malah
ada orang yang di luar dari
eh apa lingkungan itu yang punya peran
untuk supaya masyarakat itu mau bergerak
nah eh ini yang perlu kita eh dekati
gitu nah eh Kalau kami bilang itu Bu
busur pengaruh namanya Jadi kami akan
melihat siapa yang lebih pengaruh di
wilayah ini sehingga kita bisa membangun
ee apa ee kontivitas di wilayah
dampingan kita yang kedua kita tidak
terlibat pada konflik internal yang ada
di lingkungan contohnya gini pas kita
masuk dan mendampingi di masyarakat lagi
ada pemilihan RT atau pemilihan RW nah
ini pasti ada dua kubu atau beberapa
kubu kalau kita berada di posisi salah
satu kubu dan ternyata kalah ini
bisa-bisa eh apa namanya sik si kubu
yang satu yang menang enggak mau lagi
berteman dengan kita karena dianggapnya
kita berpihak pada kubu yang lain gitu
ini terjadi di beberapa eh proses
pendampingan eh malah yang lebih parah
di suatu wilayah itu kepingan kepala
desa sampai TPS pun tidak jadi dibangun
garaara si pendukung ini kalah gitu ya
Nah ini yang harus kita dari awal
sebagai pendamping di masyarakat eh
sebagai fasilitator harus sudah punya
posisi yang baik dan benar gitu tidak
memihak pada siapapun dan ketika kita
masuk kita sudah bisa mengidentifikasi
bahwa potensi-potensi ini ada gitu Ya
tentu saja ee pas itu masuk kita sudah
bisa melihat kan Oh lagi ada pemilihan
RW pilihannya kita akan masuk pada saat
itu atau kita tunggu dulu sampai ada
rw-nya atau desanya ada gitu kan gitu
Kalaupun kita akan masuk itu merasa
urgen dan penting masuk pada di awal nah
ini kita tetap pada posisi di tengah
tidak memihak karena kita adalah orang
luar kita bawa bawa kebaikan ke sana
tapi ketika kita menjadi memihak ke
salah satu nanti dianggapnya bukan
kebaikan tapi malah bawa kejelekan
karena dianggapnya kita Adah lawan nah
membangun lingkungan yang kondusif ini
penting gitu kemudian yang ketiga
adalah Ee Kita harus lihat program apa
yang sudah ada di sana contohnya gini
kita mau buat
ee apa namanya bank sampah ternyata di
sana sudah ada orang yang secara
individu mengumpulkan eh
mengumpulkan material-material yang bisa
dijual itu untuk keuntungan dia tuh
contohnya iniang gerobak gitu ya yang
ngambil sampah dia sudah bilah sampah
itu diambil dari rumah-rumah ketika kita
buat bank sampah otomatis mereka akan
berkurang penghasilannya dan ini pasti
akan menjadi konflik juga gitu nah ini
solusi ini harus ditemukan gitu nah kita
akan bekerja sama dengan mereka atau
bagaimana ya tentunya sebaiknya mereka
tetap dirangkul karena ini sudah
penghasilan mereka sejak lama contohnya
saya bisa ambil di sekolah di sekolah
Ketika ada program adata dan ketika
program adiwiata itu melakukan
pengumpulan sampah organik an organik
siswa-siswa ini pasti akan sedikit
berbenturan dengan penjaga sekolah yang
sehari-hari sebelumnya sebelum ada
programwiata di sekolah atau sebelum
Bangs di sekolah mereka sudah ngumpulin
tuh dari kantin kemudian dijual gitu ya
Dan ketika anak-anak melakukan itu nah
ini Jadi kendala gimana solusinya nya
gitu kan kalau bagi saya solusi yang
paling tepat adalah anak-anak tetap
menjual sampah ke si mang-mang si Mang
kebersihan ini atau mang penjaga sekolah
siimang ini yang menjual keluar gitu nah
Tetap dilibatkan sama seperti contohnya
di masyarakat pilihannya kalau memang ee
petugas memungut sampah ini sudah
memilah sampah ya kita sedekahkan saja
sampah ke mereka gitu atau mereka
dilibatkan di dalam program bank sampah
Kenapa karena gaji mereka sangat kecil
gitu ya gaji mereka itu sangat kecil
berapa sih gaji gaji gaji tukang sampah
gitu ya gaji tukang sampah itu enggak
UMK setengah UMK mungkin dapat
r00.000 per bulan dari sat RW gitu
mereka hanya mengawasi 4 RW berarti kan
R juta gitu tapi kekerjaan mereka sangat
berat ngangkut sampah dari rumah ke TPS
ee itu tugas mulia yang kurang di ee
dapat penghargaan dari kita sebenarnya
perannya adalah ee sangat penting nah k
kalau peran-peran ini sudah dilakukan
oleh mereka Apakah kita tegah melakukan
ee suatu program Contohnya kayak bank
sampah tapi melupakan mereka gitu tidak
tidak melibatkan mereka ini juga bahaya
itu tidak akan membuat eh lingkungan
yang ada di sana menjadi kondusif gitu
ya lingkungan di sana menjadi baik
ketika program itu dijalankan
gitu maaf Pak Ibu sekalian suaranya
masih serak-srak ini Nah itu tadi yang
penting dalam pemetaan ee membuatungkan
kondus itu pemetahan sosial tadi
perilaku sehari-hari Bagaimana Gitu Ee
ada masyarakat yang merasa ee
berkemampuan cukup tinggi ngapain gua
Mila sampah gitu ya gua bayar ajaang
sampahnya nah ini yang harus dibicarakan
kesepakatan-kesepakatan di awal tadi ee
Apakah kita akan memila sampah atau kita
akan mengumpulkan sampah saja Kemudian
yang Mila tetap orang lain atau membuat
kelompok eh satu kelompok kemudian
sampah bercampur diangkut kemudian di
lah di sana Nah itu
kesepakatan-kesepakatan ini harus
disepakati di di masyarakat kenapa
Karena di suatu komplek perumahan yang
eh bisa dalam tandatip elit gitu ya
mereka kadang-kadang enggak mau Milah
sampah dan ini harus dibentuk kelompok
yang mau memilah guu Apakah dibentuk KSM
atau di apa yang Kemungkinan tidak
melibatkan orang di wilayah itu gitu
orang di luar Nah kalau melibatkan orang
luar tentu harus ada izin dari orang
wilayah setempat karena menggerakkan
masyarakat itu ee tidak gampang Bapak
Ibu sekalian apalagi mereka yang
mempunyai kemampuan yang cukup finansial
cukup tinggi kalau kita orientasi kita
mengajarkan S mereka wo nabung di Bank
Sampah nanti Lebaran punya uang lebih
gitu ya itu belum tentu mau gitu nah
daripada kami capek-capek ee pila sampah
kami bayar aja gitu nah pemotan-pemotan
sosial ini harus penting gitu nah dan
kalau seandainya itu hanya ada satu dua
orang sedangkan ada 10 10 rumah lagi mau
melakukan tentu akan ada sanksi-sanksi
sosial yang secara tidak langsung akan
berlaku di masyarakat gitu ya apakah
pengucilan apa sebagainya itu akan
terjadi gitu kalau seandainya si
orang-orang ini yang sedikit ini tidak
mau tapi tetap harus ada kesepakatan dan
Jangan menghindari konflik yang terjadi
Git nah
eh membangun lingkungan kondusif dan
pemuatan sosial yang ada itu penting
gitu jangan sampai terjadi eh konflik
yang berkepanjangan di suatu wilayah
gitu mau enggak mereka Mila sampah kalau
mereka enggak mau Mila sampah mereka
maunya apa gitu itu itu harus kita Cari
solusinya mau enggak mereka kompos mau
enggak mereka buat lubang biopori habis
makan dimasukin ke lubang biopori yang
paling gampang dan paling sederhana dan
itu ee di awal kita harus sepakati dan
ketika sudah menjadi kesepakatan RT RW
tentu semuanya akan melakukan dengan
baik gitu ya walaupun masih ada
tentangan-tentangan ee yang menolak gitu
enggak apa-apa yang penting adalah
program ini bisa berjalan secara kontinu
dan terus-menerus jangan sampai berhenti
di tengah jalan ini tadi yang saya
bilang ee setelah edukasi ada aksi harus
direleksi lagi apa sih permasalahan
terus begitu berputar kalau Agak repot
mikirnya lihat aja obat nyamuk obat
nyamuk itu akan satu akan berhenti pada
garis yang sama akan bertemu pada garis
yang sama nah garis in yang akan yang
kita bilang adalah di mana masyarakat
mulai refleksi dirinya sebelum dia jalan
lagi gitu bisa saja dia mati di sana
gitu karena engak mau Oh ternyata capek
ngol sampah ini Sudahlah kita bayar
orang saja ya sudah kalau memang
kesepakatannya cari pihak ketiga ya itu
kita sepakati lagi gitu sekarang ini kan
banyak nih pihak-pihak ketiga yang yang
menawarkan
jasa-jasa e pengangkutan sampah langsung
ya dari rumah-rumah gitu ya Nus
dibicarakan di masyarakat ketika
masyarakat sudah kita dampingi gitu
kalau memang
peng diambil langsung ole Pih ketig
yaiknya kita saja gitu Jangan memaksakan
diri untuk masyarakat itu tetap
melakukan pengololaan sampah di di
wilayahnya gitu percuma gitu
ya nah
eh setelah tadi kita lihat kesepakatan
itu kita buat dalam rencana kerja eh
contohnya kita akan membuat kompos nah
kompos ini akan diapain setelah kompos e
buat kompos pengumpulannya Bagaimana
rencana kerjanya kemudian anggarannya
siapa yang akan bertanggung jawab gitu
ya Eh karena seringkiali ee kegiatan ini
terbentunnya sama anggaran G ya Dan kita
bahas anggaran Itu tiba-tiba anggarannya
harus dari rt harus dari RW gitu ya Coba
kita lihat potensi tadi Apakah kita
betulbetul butuh anggaran jangan-jangan
ada di masyarakat Oh kita butuh ee apa
tempat sampah ternyata di semua rumah
sudah ada tempat sampah tidak perlu ada
tempat sampah baru gitu ya kalau kita
butuh tempat sampah terpilah kita Kang
mikir Oh kita harus beli tong sampah
terpilah gitu tidak harus tong sampah
terpilah suatu wilayah yang ada program
e apa namanya pembagian beras
karung-karung berasnya bisa dimanfaatkan
untuk menjadi tempat sampah terpila gitu
tidak harus selalu kita membeli barang
baru dan mengeluarkan anggaran yang
besar Wah kita harus beli mesin Caca nah
ini seringkiali masyarakat eh ketika
kita dampingi untuk mengoptimal perannya
mereka minta ada mesin
Caca minta ada alat-alat yang cukup
mahal gitu nah ini fungsi kita sebagai
fasilitator harus mengingatkan ke mereka
satu mesin Caca itu butuh energi yaitu
solar listrik dan itu butuh biaya nanti
ketika sudah ada alatnya Siapa yang mau
memanfaatkan Siapa yang mau
mengoperasionalkan Siapa yang mau
mengeluarkan biaya operasional
seringkiali di awal bersemangat Wah kami
bisa kita kumpulkan uang begitu alatnya
ada mangkrak tidak jalan alasannya apa
enggak kebeli
solarnya Enggak sanggup listriknya nya
pai listrik rumah saya jadi bengkak nah
ini dari awal kita harus sudah
memberikan solusi teknologi yang tidak
terlalu menghabiskan biaya besar tidak
perlu di masyarakat itu ada
teknologi-teknologi
tinggi gitu ya karena ini akan
menghabiskan biaya yang cukup banyak
gitu ya kalau saya memang ada pencacaan
dan sebagainya sebaiknya kita gabung
dengan yang lain kayak membuat
fs3r dan itu ada di tps3r sehingga
anggaran-anggaran itu bisa bergabung di
sana sehingga bisa optimal gitu Tapi
kalau hanya untuk mendampingi satu RT
sat RW tidak perlulah alat-alat yang
EE membutuhkan biaya-biaya yang tinggi
gitu ya Nah sampai membangun gudang bank
sampah tersendiri juga itu juga juga
apakah baik atau tidak Gitu ya Karena
setelah dibangun ternyata sampahnya
tidak terkumpul juga ee bangunannya
menjadi terbengkalai gitu ya ini yang EE
dalam memasilitasi rencana Program kita
harus memberikan sesuatu yang
sangat-sangat real ee sangat-sangat
dibutuhkan oleh masyarakat itu yang kita
Ingatkan dalam dalam memfasilitasi
psanaan program di Mereka jangan
programnya yang terlalu tinggi-tinggi
tapi programnya ee yang sederhana tapi
bisa dilakukan bersama contohnya
makan-makan bareng gitu ya Itu kan hal
yang sederhana dan bisa dilakukan secara
bersama gitu nah eh ini penting Bapak
Ibu sekalian supaya tidak ada
ketergantungan program kepada pihak
ketiga gitu
ya ini masih nyambung pbak ya
Halo takut hilang lagi Oke ini paradigma
pengolan sampah kalau dulu tentu kita
akan
membahasnya di TPA paling besar nah di
masyarakat sebenarnya kita
harusedukasi Mere pencegahan patasan itu
harus paling besar
bagaimanaeluk itu linganghan
[Musik]
contohnya kalau mereka ada berempat di
sana Apakah Sabunnya cukup pakai satu
Daninya literan itu penting kan gitu
kemudian pembatasan-pembatasan ini eh
apa namanya perlu dilakukan untuk ee
mengurangi sumber daya yang kita gunakan
gitu ya nah
eh di sini menjadi tantangan buat
teman-teman yang melakukan pengolaan
sampah secara Mas ketika masyarakat
sudah melakukan pemilahan menggunakan
ulang dan sebagainya tentu potensi ee
sampai untuk dikelola ee itu akan
menjadi berkurang Apakah ini akan
dipertahankan atau tidak kalau saya
pilih ini karena pengolaan sampah itu
menuju Zero West ya akhirnya nanti eh
bisa bisa bahan untuk ee pengomposan itu
berkurang drastis gitu karena masyarakat
sudah menghabisin makanannya gitu kan Ya
tidak ada lagi sampah organik Ada sampah
organiknya sisa dapur tadi Kalau kami
membagikan organik itu jadi Jadi dua
organik ee sisa makanan dan dapur
organik halaman Nah kalau untuk kompos
kemagot pasti akan banyaknya pada sisa
makanan kalau masyarakat sudah efektif
dalam pengelolaan makanan tentu akan
berkurang ini gitu dan itu kita sebagai
fasilitator harus siap dan orientasi
kita bukan pada bisnis gitu ya adalah
pada pelestarian lingkungan jadi kalau
ini berkurang itu suatu kesuksesan gitu
ya Jadi kalau magot tiba-tiba tidak ada
makan ya ya ya itu sudahah sudahah hukum
alamnya karena proses e pembedayaan di
masyarakatnya pendamping di masyarakat
sudah optimal gitu Nah akhirnya
Eh sampah-sampah ini sudah menjadi
pilihan masyarakat tidak ada sampah lagi
gitu ya apalagi bank sampah Oh sekarang
di RW3 sudah tidak ada lagi botol
plastik hajatan sekarang sudah pakai
kembali ke Seperti Dulu pakai gelas kaca
gitu ya itu ya itu yang ya apa namanya
suatu keberhasilan bagi kita pendamping
eh pengelolaan sampah di masyarakat
bahwa masyarakat juga sudah eh
mengurangi konsumtifnya mereka
konsumsinya mereka untuk menjadi sampah
bukan suatu kegagalan gitu ya oh RW3
akhirnya bank sampahnya tutup karena
tidak ada lagi sampah yang bisa dijual
itu keberhasilan gitu ya jangan sedih
bank sampahnya
gitu karena tujuan tujuan akhirnya
Memang e sampah ini bisa berkurang dan
terkelola dengan baik dan tujuan
utamanya ad mengurangi gitu kan
pencegahan pembatasan gitu itu itu sudah
sudah harus kita pahami dari awal
menjadiisator di masyarakat mendampingi
masyarakat bahwa suatu saat e sampah ini
akan berkurang bukan hilang Ya tidak
hilang tapi akan
berkurang jadi dari paradigma ini eh
kita pengolaan sampah yang di TPS 3R
bank sampah eh rumah magot atau Apun itu
harus siap gitu harus siap menghadapi
gitu bahwa ketika masyarakat Sudah sadar
dengan eh pentingnya lingkungan
pentingnya eh apa namanya pencegahan
sampah dan sebagainya itu e sampai akan
dikelola akan berkurang itu bukan suatu
kegagalan tapi itu suatu keberhasilan
tahapan-tahapan di awal eh berhasil
contohnya sekarang pemerintah
mengharapkan tidak ada lagi TPA di tahun
eh apa eh 2030 atau 2040 tidak ada lagi
TPA yang ada masuk ke residu ke TPA jadi
masih ada sampah tapi residu residu Apa
barang yang sudah tidak bisa
diapa-apakan lagi gitu sampah yang sudah
tidak bisa punya daya guna lagi gitu
sampah yang tidak bisa dimanfaatkan lagi
akhirnya menjadi residu itu yang masuk
ke ke TPA nah Apa yang dilakukan situ
tadi pencegahan pembatasan guna ulang
ulang material gitu ulang energi kalau
seandainya ini sudah tidak ada lagi e
sampah itu sudah sangat berkurang Ya
otomatis tpnya akan berkurang gitu kan
yang mau did ulang juga berkurang itu
ituiko yang bagus yang akan terjadi e di
kita contohnya sekarang gini e rumah
magot butuh sampah organik saat ini
masyarakat memilah ketika masyarakat
memilah mereka melakukan pengomposan
sendiri mereka membuat lang-lang biop
atau lang-lang organik terus rumah tidak
dapat lagi sampah organik ya tidak
apaapa gitu jangan kecewa gitu karena
e orientasi kita di awal dalam pengolan
sampah itu
bisnis atau keparan lingkunganit itu Har
gitu Nah kalau kita memang untuk bisnis
ya
tadi masyarakat suruh beli banyak-banyak
hasilnya kita manfaatkan gitu Tapi kalau
kami tujuannya adalah peraran lingkungan
dan kesehatan sehingga ini tadi ke depan
akan sangat kerucut berkurang gitu ya
segitiganya ke bawah dan tidak dan
mungkin eh tidak ada lagi produk yang
bisa didaur ulang karena eh pabrik sudah
dengan produk Rama lingkungan gitu ya Ee
makanan di rumah sudah sudah terkelola
dan habis dengan dengan baik gitu ya Nah
itu ya sudah sudah menjadi risiko gitu
akhirnya ke mana dong rumah-rumah magot
ya tadi masih ada kawasan komersil gitu
ya Eh Hotel kemudian ada restoran gitu
ya yang bisa dimanfaatkan sampahnya gitu
Nah kalau di masyarakat terjadi hal
seperti itu ya itu hal yang sangat baik
menurut
saya
nah di Indonesia ini yang saya tahu ada
lima program ini yang yang yang yang eh
melibatkan masyarakat secara utuh Eh ada
tps3r tps3r ini walaupun tidak ada
kelompok masyarakat yang dibentuk KSM
untuk mengelola e KSM yang membangun dan
KSM yang mengol tps3r dan ini melibatkan
masyarakat sekitar di kawasan tps3r
biasanya sekitar 120 sampai 200 KK yang
terlibat di dalam tps3r eh yang menjadi
Mitra tps3r kemudian PDU pusat da ulang
ini juga dibentuk untuk e membantu bank
sampah e mengelola sampahnya gitu kan
kemudian bank sampah sendiri bank sampah
sendiri Ini kan di Indonesia di
Indonesia sendiri mulai genencar mungkin
sekitar 2013 2014 karena ini masuk dalam
komponen penilaian Adipura Kalau sa ini
enggak masuk dalam penilai komponen
penilaian Adipura Saya rasa PDU dan Bank
Sampah juga enggak
ada biasa-biasa aja gitu nah dan ini
karena ada masuk di dalam proses
penilaian Adipura tiba-tiba semua kota
ee gagap dan mendadak membuat bank
sampah dan ya tadi saya bilang siapa
yang mendidik dan melatihnya kembali ke
awal yang tadi kita ggak pernah dilati
bagaimana Bang sampah yang baik dan
benar di awal sehingganya kita belajar
sambil berjalan sehingga kita tahu gini
l Bang sampah gitu nah eh berkaitan
dengan program perubahan iklim ada
namanya kampung
proklim kampung perubahan iklim ini juga
sama
eh Keterlibatan Masyarakat penuh di sini
untuk supaya lingkungannya menjadi
lingkungan yang ramah iklim termasuk
dalam pengelolaan sampah ini juga
perannya peran di masyarakat gitu ya ini
kita bisa ambil peran itu di situ Peran
kita bisa ada di sini oke kita bangun
proklaim tapi proklaim tidak hanya
bicara sampah tapi bicara kepelestarian
lingkungan yang lain kemudian di sekolah
ada namanya program adiwiata adiwiata
ini sekolah berwawasan lingkungan
Bagaimana mengajarkan anak-anak tentang
eh lingkungan secara utuh eh secara
keseluruhan tidak hanya sekedar sampah
tapi juga ada pengolahan sampah di
adiwiata ini peran peran-peran apa ee
masyarakat yang ada di sekolah gitu
ya Nah bicara komposting ini bicara
sudah pengelolaan yang paling sederhana
adalah kompost
eh yang organik ya Saya hanya bicara
hari ini yang organik saja karena nanti
yang anorganik ada
ee yang dari bank sampak ya akan bicara
lebih lanjut untuk micaha misal itu nah
kompost kami bagiin tiga ada komposting
skala rumah tangga skala kawasan atau
sekelal kota tadi setelah potensi kita
lakukan oh ternyata kami enggak punya
lahan untuk buat kompos maka kita akan
cari Mitra ke mana nih sampah organik
ini kita akan kirim untuk dijadikan
kompos atau di ee manfaatkan ee peternak
magot atau di wilayah tertentu sampah
organik ini jadi makanan ternak hewan
lain itik ayam
sapi babi gitu ya itu banyak di daerah
lain di Sumatera Utara di Bali sambah
organik itu jadi ee makanan hewan ternak
Nah setelah kita tahu potensinya bahwa
di sini tidak punya lahan untuk membuat
kompos sedangkan sampah organiknya
banyak dilakukan di rumah-rumah
rumah-rumah juga susah ini kita pasti
tahulah kalau di setiap kota itu ada
Pemukiman yang padat gitu ya yang
gang-gangnya sempit dan kita susah untuk
melakukan
ee kegiatan-kegiatan pengololan sampah
organik di sana gitu ya ee eh mau kita
buat Bandung itu ada Leda eh Leda itu
lodong sisa sampah mau memasang lodong
aja di sana susah karena kalau kita
pasang lubang kayak membuat lubang
biopori bisa-bisa ada Solokan yang jebol
atau ada kabel yang rusak gitu nah nah
untuk kawasan-kawasan gini kita akan eh
cari eh kompos skala kawasan yang
mungkin bisa dilakukan secara
bersama-sama atau memang kotanya punya
ee komposting skala kota kayak di
Bandung ini saya tinggal di Bandung itu
kita ambil contohnya di daerah cibunut
walaupun mereka punya bata Terawang
karena sampahnya sangat banyak
organiknya itu dikirim ke salah satu TPS
di kota Bandung yang memang mengelola ee
sampah organik gitu ya Dan ini juga
sangat membantu gitu jadi ee kerja
sama-kerja sama seperti ini bisa
membantu masyarakat untuk menyelesaikan
eh masalah-masalah pengolan sampah di di
kawasannya Jadi kami selalu membagikan
tiga seperti ini Nah ini mungkin
contoh-contoh
ee komposter ya Bapak Ibu sekalian
sangat sudah sangat hafal dan sudah
sangat tahu Dan saya yakin ee sudah
sangat paham dengan hal ini Nah tadi
yang pertanyaannya adalah Apakah Bapak
Ibu sekalian dilatih secara baik dan
benar bagaimana menggunakan komposter
Tong tadi komposter ee bat Terawang
komposter
ee apa namanya takakura ini Yang menjadi
tantangan di kita adalah ada enggak yang
melatih kita saya bukan mengecilkan arti
teman-teman Dinas Lingkungan Hidup saya
sering sekali menjadi pemateri di
lingkungan hidup itu akhirnya yang saya
jadi pemateri di dinas lingung Salu
lingkungan hidup pesertanya adalah
masyarakat saya tanya ke kepala dinasnya
kok pesertanya masyarakat sama orang
dinas sudah bisa Mila sampah atau belum
orang dinas melakuk komposter apa tidak
akhirnya ada sesi kedua yang isinya
semua orang dinas ketika ditanya Mila
sampah saja mereka malas Gitu ya ini ini
kendala kita sering kali e meminta
masyarakat yang melakukan pengolaan dan
EE pemilihan sampah 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:12:10 UTC
Categories
Manage