Transcript
ZdApQBloAkk • PENYUSUNAN DOKUMEN DED PEMBANGUNAN TPST RDF SESI 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0107_ZdApQBloAkk.txt
Kind: captions
Language: id
Universitas Islam Indonesia baik
langsung saja waktu dan tempat saya
persilakan baik terima kasih mak Sabrina
yang sangat semangat pagi hari ini
sepertinya cepat sekali memandu acara E
tapi kami yakin ini tujuannya supaya
acara segera mulai karena para peserta
tidak sabar lagi menunggu
acara intinya Bismillahirahmanirahim
alalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh alamdulillah Bapak Ibu
semuanya teman-teman semuanya kita
bertemu kembali dalam agenda rutin kita
belajar bersama di aktivitas Project B
Indonesia dan jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia ee kali ini
temanya berkaitan dengan tpst kalau
dalam minggu 2 minggu yang lalu kita
juga sudah belajar tentang tpst dengan
konsep gasifikasi yang bagi Bapak Ibu
yang baru bergabung saat ini mungkin
bisa menjenguk ke youtube-nya project B
ada dua sesi juga di sana Nah hari ini
kita belajar bersama tentang rdf ya rdf
ini eh sedang hangat-hangatnya
dibicarakan gitu ya Dan kita sangat
bersyukur hari ini pak salh ee yang juga
sebelumnya pernah mengisi juga di
training online kita di kajian ee studi
kelayakan gitu ya TPS juga Pak Soleh ini
termasuk ee apa ya Ee konsultan yang
ikut terlibat dalam pelaksanaan berbagai
macam tpst ya dengan berbagai macam
konsep tapi saya teringat rdf Ini zaman
dulu pada saat pandemi ada satu wilayah
yang ingin membangun rdf terus kemudian
ternyata belum banyak contohnya gitu ya
Nah kebetulan kita bareng-bareng untuk
belajar tentang rdf dan ternyata sampai
saat ini bisa berkembang sangat luas nah
ee dengan berbagai macam projek yang
sudah dikerjakan oleh Pak salh dan tim
gitu ya di yang tersebar di berbagai
macam wilayah Indonesia Nah
mudah-mudahan terangkum dengan baik hari
ini kita belajar bersama dengan
kasus-kasus tpst rdf dengan berbagai
macam sistem gitu kalau dulu saya ingat
betul itu Modelnya hanya itu satu begitu
ya kita lihat di satu lokas itu tapi
sekarang dengan berbagai macam teknologi
ee kampus juga ikut terlibat dalam
melaksanakan berbagai macam ee praktik
ya Ee tugas akhir mahasiswa untuk
mengkaji rdf yang cepat rdf yang
berkualitas sehingga
offbreaker dapat mudah menerima sampah
ee bahan bakar yang akan digunakan
tersebut gitu terima kasih sekali Pak
soh sudah berkenan di sesi yang kedua
ini ya terkait dengan ee penyusunan ee
Ded pembangunan tpst dengan konsep rdf
gitu dan pastinya Bapak Ibu ee yang
senantiasa ee semangat dan setia untuk
mengikuti
ee kegiatan training online maupun
webinar yang dilakukan oleh butik daul
ulang Project B Indonesia dan jurusan
Teknik Lingkungan Universitas Islam
Indonesia terima kasih kami ucapkan dan
mudah-mudahan ee suasana santai kita di
hari sabtu yang nanti sampai siang dapat
kita lalui dengan menyenangkan gitu ya
mendengarkan Pak Saleh ee menjelaskan
dan Bapak Ibu juga bisa bertanya baik
melalui kolom chat ataupun nanti secara
langsung Kalau diperkenankan nanti oleh
Mbak Sabrina gitu ya Nah nanti
Insyaallah kita akan ketemu lagi di
konsep tpst yang lain Bapak Ibu dan
mudah-mudahan EE butik darulang dan EE
jurusan Teknik Lingkungan senantiasa
terus membuat aktivitas-aktivitas yang
bermanfaat ee pastinya masukan-masukan
Bapak Ibu sangat kita butuhkan supaya
kegiatan kita dapat sustain dapat
berkelanjutan dan pastinya dapat
bermanfaat bagi kita semuanya terlepas
berbagai macam kekurangan yang mungkin
masih perlu ditingkatkan ya dalam
aktivitas-aktivitas ee di masa yang akan
datang sekali lagi kami ee sangat senang
pada hari ini kedatangan Bapak Ibu
semuanya dan panitia sudah menyiapkan
dengan mudah-mudahan dengan sangat baik
ya baik tidak berlama-lama karena saya
juga ingin belajar juga tentang rdf ini
dan perkembangannya ee yang ada di
Indonesia dan di secara global begitu ya
kita mulai saja ya Dengan mengucapkan
Bismillahirrahmanirrahim training online
penyusunan dokumen Ded pembangunan tpst
dengan konsep rdf pada Hari ini Sabtu 1
ee Februari
2025 resmi kita buka mudah-mudahan dapat
berjalan dengan lancar Terima kasih
semua pihak yang sudah terlibat saya
mohon maaf jika ada kekurangan wabillahi
taufik wal hidayah wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
kepada bapak Hijr yang telah memberikan
sambutan dan sekaligus membuka acara
pada pagi hari ini Bapak Ibu sekalian
kami dari panitia juga melakukan live
streaming melalui YouTube channel kami
di Project Indonesia jadi semisal selama
acara training online ini berlangsung
ada Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom
tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu
juga tetap bisa mengikuti training
online ini melalui YouTube channel kami
di
Pro selanjutnya seperti biasa bapak ibu
sealian hari ini kami juga menyiapkan
berbagai macam doorprice spesial untuk
bapak ibu yang beruntung doorprice ini
diberikan berdasarkan tiga pertanyaan
terbaik dan dua Story Instagram terunik
selama training online ini berlangsung
untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik
akan kami umumkan di akhir acara sesi 2
nanti Sedangkan untuk pemenang dua Story
Instagram terunik akan kami Hubungi
langsung melalui DM Instagram Nah jadi
bagi Bapak Ibu yang ingin bertanya
selama training online berlangsung dapat
memberikan pertanyaannya melalui kolom
chat dengan format nama kemudian
pertanyaan yang ingin ditanyakan dan
nanti akan kami pilih tiga penanyaan
terbaik untuk memenangkan doorprice
spesial dari
kami lalu untuk untuk Story Instagram
bapak ibu dapat membuat Story Instagram
semenarik mungkin dan jangan lupa tag
Instagram kami di @projectb Indonesia
baik tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi namun sebelum itu
Mari kita lihat terlebih dahulu CV dari
pemateri kita berikut ini
[Musik]
eh Demikian sekilas mengenai pemateri
kita pada hari ini selanjutnya mungkin
untuk efisiensi waktu jika bapakh sudah
siap kita mungkin bisa langsung saja
untuk penyampaian materinya untuk
waktunya kurang lebih sampai pukul 10.30
ya Bapak wakur dan tempat kami
persilakan
Makasih Mbak Sabrina ya eh sabr
eh izin Share screen
Oke asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Eh bapak ibu yang hadir
dalam
eh webinar online terkait konsep
pengolan eh apa terkait Ded penyusunan
Ded tpstdf eh saya kami saya sebagai ee
apa narum ini hanya sebagai menyampaikan
eh sharing pengalaman dalam penyusunan
Ded tpst rdf seperti yang disampaikan
Pak hijrah tadi memang
Eh tpst rdf ini sudahudah mulai Eh mulai
banyak digalakkan diberapa tempat
ee mungkin di awal tahun di waktu
pandemi itu sempat ada ee penyusunan did
Namun waktu itu ee apa teknologinya
masih masih ada ee duplikasi dengan yang
diacap namun sekarang dengan
berkembangan waktu sudah semakin banyak
Eh inovasi Of Teknologi yang dilakukan
oleh vendor-vendor maupun eh dari
pengalaman-pengalaman yang dilakukan
oleh eh pengkaji eh terkait
ehproses dewaing dari eh sampah agar
menjadi ee rdf seperti itu Jadi kita
mulai pokok pembahasan yang nanti akan
kami sampaikan saya sampaikan nanti ada
10 eh 10 outline yang nanti yang akan
kami sampaikan mulai nanti ada konsep
pengolan sampah berbasis tpst terus
nanti ada pengantar terkait pengolan
sampah bas sdf Seperti apa ssip dan
kriteria perencanaan TPS sdf Seperti apa
dan metodologi penyusunan Ded tpsd rdf
ee kemudian juga terkait aplikatif ya
aplikatif terkait nanti penyusunan
Seperti apa mulai dari survei dan
pengumpulan data perencanaan tata letak
dan alur tpst terus spesifikasi teknis
dari perencanaan infrastruktur rdf ini
juga terkait nantinya teknologi ya
teknologi yang sudah berkembang saat ini
terkait Bagaimana eh membentuk sampah
itu menjadi rdf ada berapa teknologi
yang sudah mulai berkembang saat ini
kemudian ada eh perancangan tahapan dan
jadwal pelaksanaan terurus ee eh terkait
penyusunan RAB se kita update juga
terkait analisa ya terkait analisa yang
terbaru sudah dimulai distandarisasikan
oleh e kementerian PU ya terkait ee ee
terkait analisa maupun apa isian-isian
dari rekapan dari rincian dari
eh dari RAB dari tpst nantinya kemudian
ada nanti eh kami sampaikan terat contoh
aplikasi TPS rdf existing tentunya saat
ini yang existing yang sudah berjalan
adaberapa ee konsep ya rdf-nya bisa ada
yang proses di dicilacap pakai bioding
ada konsep dengan yang diberapa tempat
yang sudah mulai menggunakan eh proses
dewai dengan eh rotary drying seperti
itu Jadi kita mulai saja e mulai dari ke
kait konsep pengolahan sampah berbasis
tpst Ee kita mulai dari eh dasar hukum
Ya kebijakan pemerintah dalam pengolahan
sampah dimulai dari eh undang-undang 18
tahun 2008 tentang kas sampah itu sudah
mulai ee diterbitkan ya terkait eh agar
pengelolaan sampah itu eh tidak
dilakukan secara Open damping e apa
penimbunan sampah tidak Open damping di
situ Di mana Eh waktu itu ee di dalam
undang-undang 18 tahun 2008 itu juga
disampaikan juga terkait bahwa
pemerintah Kabupaten Kota harus ee
melakukan pengolahan sampah penimbunan
sampah dengan dtpa itu dengan eh konsep
krolvel atau senit Fel 5 tahun Setelah
ditkan undang-undang 18 tahun 2008 ini
kemudian ee kemudian ee tahun 2014
dibukan terbitkan undang-undang nomor 23
tentang pemerintahan daerah itu terkait
menklatur ya pengelolaan sampah yang
waktu itu memang sempat Eh ada perbedaan
pengelola ada di dinas PU maupun dinas
lingkungan hidup akhirnya pada tahun 201
2000 14 ee terbit undang-undang 23
tentang nomor di mana pengololahan
sampah nantinya dilakukan oleh dinas
lingkungan hidup kemudian
pp81 2012 tentang pengan sampah ee rumah
tangga dan Sampah jjenis rapan tangga
ini juga terkait ee Penanganan dan eh
pengurangan juga sama yang di
dilanjutkan pada Perpres 97 nomor yang
di mana tentang jakstranas ya Di mana Eh
target pengolaan sampah pada 2025 ini ya
tahun ini juga ya terakhir tertarget itu
pengolaan sampah penanganan itu
targetnya 70% 30%
penguranganya kita bisa terkait
penanganan itu apa etian terkait
penanganan penanganan itu adalah eh
penanganan eh kegiatan pengolaan sampah
pengololaan sampah yang dilakukan oleh
pemerintah atau dinas terkait kemudian
kalau eh yang pengurangan adalah
kegiatan ee kemalan sama yang dilakukan
oleh masyarakat itu ee pengertian
terkait ee ee kegiatan pengurangan dan
penanganan kemudian 2012 eah ini mulai
ee dilakukan tentang percepatan pemb
instalasi Pan sampah menjadi energi
listrik berbasis teknologi Rama
lingkungan Nah inilah mulai munculnya
yang di Cilacap itu terkait ee rdf ee
yang EE pengolahan rdf yang di Cilacap
kemudian perpes eh 832 tentang
penanganan sampah laut yang juga menjadi
ee eh isu waktu itu terkait eh
penanganan sampah laut kemudian permain
PU Nomor 3 tahun 201 juga tentang
penyanggaan pelaksanaak persampahan yang
juga juga di dalamnya juga disampaikan
tentang eh berapa teknologi berapa
teknologi tentang tpst Nah ada
gasifikasi ada ada folisis nah itu sudah
disampaikan di di dalam permen Bu nomor
3 tahun 2013 nah dan terakhir ini
Permendagri nomor 721 ini juga juga
menginputkan juga terkait pengolahan
sampah ipst dengan ee dengan
ee pembiayaan ya pembiayaan pengolahan
sampah mulai dari sumber sampai ee
pengolah pengolahan akhir jadi
penimbunan Akhir pengosan akhir jadi di
situ Di Pen Dagi memang kalau kita
eh mempelajari ee terkait isian di
permen dagi itu memang perhitungan sudah
Ee ada kalkulatornya ada kalau kita
menggunakan pengolahan tpsc Seperti apa
ini sudah ada perhitungannya di di
permen dag nomor 7 2021 dan memang ee
secara nilai nilai kalau kita menghitung
menggunakan kalkor daging Nomor 7 Tahun
2001 itu memang pengolaan biaya
pengolaan persampah ini cukup besar ee
namun ee tentunya ee ada kebijakan di
situ ee dalam waktu waktu waktu
pembahasannya ya terkait pembahasan
terkait permendagi nomor 721 memang ee
terlihat apakah beban pengelolaan sampah
ini akan dibebankan oleh pemerintah
daerah atau Nantinya juga ada subsidi
dengan ee retribusi dari masyarakat itu
ini terat dasar hukum terat konsep
pengololan sampah di
Indonesia lanjut ke
eh dasar hukum pengan sampah ini yang
kami sampaikan terkait ee undang-undang
nomor 8 tahun 2016 itu tentang kegiatan
pengurangan sampah dan penanganan sampah
dan proses di PP 812 juga menyebutkan
tpst itu adalah posisinya sebenarnya di
di akhir proses pengolahan e eh akhir
sebelum TPA Jadi sebelum timbunan Kalau
sebelum kita Sebelum kita boomingnya
tpst eh banyak tpst itu ada di luar TPA
sekarang Eh sudah digabungkan ya
istilahnya bukan lagi TPA tapi tpst plus
ee lah bahan uruk residu jadi ee sampah
yang masuk TPA itu nantinya ee masuk TPS
itu kemudian residunya diolah dulu di
tpst kemudian residunya masuk TPA
sekarang namun TPA sekarang istilahnya
sebenarnya ee disampaikan ee terkait
target ya Di mana tahun 2030 sudah tidak
ada TPA lagi namun sebenarnya konsepnya
yang berubah jadi konsep TPA itu adalah
tpst plus Lur jadi eh tetap ada landfiel
untuk menimbun residu dari proses
pengolahan di tpst untung-untung kalau
tpst-nya berjalang optimal bisa jadi
tidak ada residu bisa juga seperti itu
Nah e sebenarnya itu konsepnya masih
bisa dengan konsep nantinya kita saya
sampaikan nanti rdf rdf ini adalah eh
membentuk eh sampah menjadi
biomassa
itu kemudian
eh lanjut eh terkait eh
Indonesia menuju pengolahan sampah
berbasis teknologi ini seperti yang saya
sampaikan tadi memang eh meningkatnya
timbulan sampah eh dengan meningkat
jumlah penduduk meningkatkan level
ekonomi tentunya akan seiring dengan
sejalan dengan meningkatnya timbulan
sampah nah terkait permasalahan tersebut
juga ee terkait proses pengolahan
sampahnya saat ini terjadi dengan DP Pa
itu kan masih konsepnya konvensional
jadi konsepnya hanya penimbunan di area
ee landfield ya landfield kemudian
ditimbun ee kadang Ee tidak dilakukan
secara Eh benar secara secara benar apa
pengoperasiannya karena dengan tidak
dilakukan dengan bertahap pemadatannya
sehingga pemadatan optimal sehingga
sampah itu cepat penuh di are lfel
kemudian ee tentunya dengan penuhnya
sampah tentunya kita kanan butuh lahan
nah ini yang menjadi kelangkaan lahan
TPA ini berikutnya jadi dengan adanya
sampah yang penuh tentunya butuh lahan
untuk ee lahan ganti untuk penimbunan
berikutnya sehingga ee perlu intervensi
teknologi yang ramah lingkungan di sini
tentunya dengan penyesuaian dengan
kapasitas pendanaan dari yang dimilik
oleh Pemda dan kualitas Jang oleh sampah
tentunya teknologi ini juga akan di di
di diikuti dengan k terkait kualitas
dari sampah yang ada di di kabupaten
kota yang tersebut nah pilihan teknologi
ini sudah ada sebenarnya di di Permen PU
Nomor 3 tahun 201 eh di situ ada berapa
teknologi pengan sampahan mulai di fisik
biologi eh kimia termal dan rdf
sebenarnya
nah ini ini adalah eh arahnya ke depan
Eh di mana pengolahan sampah akan
Indonesia akan berbasis teknolog Logi
jadinya di tahun 201 sudah tidak ada ee
TPA lagi dan itu pun sudah tahun-tahun e
Mulai tahun ini sebenarnya usulan-usulan
terkait ee TPA pun sudah mulai e sudah
tidak ee direkomendasikan oleh
kementerian PU e lebih konsepnya tpst
peslur atau mungkin tpst yang diolah di
suu kawasan kawasan kemudian lurnya yang
masih Masasih ada mungkin dioptimalkan
untuk penimbunannya
ini adalah terkait e komponen-komponen
pengolahan ya Mulai dari mulai dari
sistem pemilahan di Sumber kemudian
sistem pengumpulan yang di gerobak
kemudian ada sistem pengolahan Eh ada
TPS pengomposan menggunakanator tpst
pengomposan inator gifikasi ini dan S
juga sistem pengangkutan ini sudah
semuanya sudah ada tercantum pada eh
pendanaan biaya e biaya operasional yang
ada di Permendagri Nomor 7 Tahun 2001
itu sudah ada berapa contoh dan
Sebenarnya ada kalkulator perhitungannya
di situ kita bisa meng Pemda pem
kabupaten kota yang EE ingin menghitung
Berapa sih biaya pengolahan sampah
karena kita menggunakan konsep
pengolahan rdf gasifikasi itu seperti
apa terus dengan penanganan konsep ee
target-target yang direncanakan seperti
di target yang saat ini ee di platform
pengolan sampah yang terbaru targetnya
adalah
ee apa ee satus penanganan sampah
perkotaan pada tahun 2030 di mana ada ee
rincian di mana Penanganan 80% dan 20%
pengurangan nah ini ini sudah Ee bagi
pemerintah Kabupaten untuk menentukan
juga bisa terkait pembiayaan ya itu juga
bisa mengacu pada permenakir nomor 7
tahun
2001 nah
nah ini adalah target ya target yang
akan diharapkan Dalam arah pembangunan
Indonesia pembangunan eh Indonesia tahun
2004 di sektor persampahan jadi
outputnya yang diharapkan 2045 itu 100%
rumah tangga mendapatkan layanan
pengumpulan aman dan penuh jadi memang
tidak ada penimbunan di rumah tapiada
pelayanan semuanya di rumah tangga
terlayani 11 timbulan sampah terkumpul
90% sampah terolah jadi Ee tidak e
sampah itu ee di tahun 200 diharapkan
sudah ada proses pengolahan residunya
itu 10% nah ini yang menjadi tantangan
ke depannya juga karena kita melihat ee
meskipun berapa kegiatan ada tpst maupun
tps3n yang saat ini sudah terbangun
sampah residunya pun masih cukup besar
ya karena memang proses pengolahannya
masih konvensional ya ada ee mungkin
tpsgr yang jugaah dibangun pu memang
konsepnya konvensional eh residunya pun
bisa sampai 50 67 sampai 70% itu bisa
sampai seperti itu Jadi kurang
optimalnya proses pengolahan ee terus di
sini sampah Indonesia menjadi tantangan
juga sampah Indonesia di Indonesia ini
kan cenderung organik kita kalau kita ee
melihat dari yang sampah leat jual
mungkin sampah anorganik kemudian sampah
kompos pun eh sampah organiknya pun
hanya bisa dikompos kompos pun Ee Kita
mau jual ke mana pun juga perlu
dipikirkan karena kalau kita mengolah la
umpamanya ada komposisi sampah
organiknya di angka 70 60 sampai 70 itu
kan kalau kita harus mengolah dengan
kompos tentunya kita membutuhkan lahan
ee kalau lahan terbatas tentunya menjadi
ee masalah kan ee tentunya ee di berapa
tempat selain eh lahan juga eh
offtakernya dari eh kompos ini Nah kalau
kita setiap hari ngumpul tentunya akan
menimbun juga sehingga di beberapa
tempat TPS maupun TPS Dr itu resido
organnya cukup besar juga meskipun juga
mendapatkan ee hampir 20 sampai 25%
sampah yang layak jual dari komposisi
sampah anorganiknya kemudian eh
berikutnya adalah 100% LAN urut resido
tingkat kontrol jadi tingkat kontrol
jadi ee harapannya pengol proses
pengolahannya kalau urut residonya hanya
10% dari umpamanya sampah 100 ton ya
yang sampah yang masuk TPA hanya kurang
lebih 10 ton sampah apa yang masuk
ee masuk ke lahan uruk resido jadi
seringhatnya proses pengolahan sampah
diharapkan lebih optimal jadi kalau kita
bisa melihat ee pengolahan sampah di
landfield TPA saat ini yang masih
sedikit Om damping mungkin ya karena
kewalahan ya kewalahan terus proses
pengolahan penimbunannya mulai dari
kalau kalau secara sop yang secara benar
kan kita membuat ee sel-sel sampah ya
sel-sel sampah harian kemudian kita
timbun pemadatannya pun dilakukan
bertahap tidak langsung kita timbun 1,5
m kemudian dipadatkan enggak namun ee di
ee ketinggian ee 5 1 m pun dipadatkan
sampai 50 sehingga proses pemadatannya
lebih optimal sehingga ee standar yang
ditetapkan dalam pemadatan di yang ee
ee di yang ada yang yang ditetapkan saat
ini yang itu kurang lebih di 600 kg eh
per met³b namun itu sebenarnya bisa
dioptimalkan sebenarnya Ini pengalaman
saya ya waktu pendampingan operasional
TPA itu bisa menjadi 750 kg/m³b Itu
kalau P proses pemadatnya sesuai dengan
SOP Nah itu itu yang jadi tantangan ee
di saat ee nantinya kalau ee sudah Ee
hanya kita hanya 10 ton per hari itu kan
cukup kecil Kalau dengan umanya
sampah-sampok masuk 10000 ton masuk
masuk tpst diolah ee 10%-nya itu nanti
masuk lahan uruk resido harapannya
nantinya terkontrol apa pengolahan
sampahnya sesuai dengan ee proses
penimbunannya juga harapannya sudah bisa
terkontrol gitu itu eh gambarannya ya
gambarannya nanti terkait eh target eh
pengolangan persampahan pada tahun 2025
dan outcome yang diharapkan adalah
kesehatan masyarakat menjadi meningkat
kualitas lingkungan yang Lestari sampah
termfat menjadi sumber daya dan terkelas
secara berkelanjutan menjadi tantangan
juga ya kita kalau
ee sudah menerapkan pengolahan rdf namun
tidak ada offteer itu menjadi kendala
juga namun ee diberapa pengolahan yang
kami coba buatkan sebenarnya proses
pengolahan rdf ini sebenarnya bisa jadi
ee untuk bahan bakar proses dewaeringnya
atau
Eh kalau memang ada untung-untung kalau
ada ofteer itu bisa eh mendapatkan imbal
balik ee biaya pengurangan biaya
operasional nantinya seperti itu
Nah kita ee eh ke defini ini masuk ke
defini tpst itu sendiri ya tpst eh di
dalam Permen PU Nomor 3 tahun 2013 ini
ee ada dua definisi DII yaitu tpst di
dalam definisi dari apa ee kosakata itu
disampaikan vapnya itu ee adalah tempat
dilaksan kegiatan pengumpulan pemilahan
penggunaan ulang pendawur ulangan
pengolahan dan pemulosan akhir jadi ee
TPS ini juga sebagai proses pemulosan
akhir di sini namun di dalam eh dalam
isi dari perm PU Nomor 3 tahun e 201 ini
juga
Eh ada istilah juga eh pengertian dari
tpst itu adalah Des tempat
berlangsungnya kegiatan pemisahan dan
pengolahan sampah secara terpusat jadi
tpst ini bisa dikonsepkan sebagai proses
perwuasan akhir dan juga tpsd ini bisa
dilakukan oleh di suatu kawasan di mana
residunya akan dilakukan perwasan akhir
di lahan uruk residu di tempat lain Jadi
tpst ini bisa bersinggungan dengan Lur
konsep TPA dengan TPS Lur atau TPS yang
EE diolah di suatu kawasan nantinya
residonya akan ditimbun di ee Lur di
area yang berbeda atau TPA yang sudah
ada yang namun ee belum ada tpst jadi ee
istilahnya seperti itu jadi TPS ini juga
bisa sebagai ee area untuk pemulusan
akhir
sampah apa aja yang ada kegiatan pokok
apa saja yang ada di tpst memang
kegiatan umum dari proses ppst ini
sebenarnya adalah pemisahan ya
sebenarnya pemisahan Nah ada pengolahan
lebih lanjut Kalau di awal tentunya ada
pengolahan lebih lanjut sampah yang
telah dipilah di sumbernya jadi Jadi
kalau sampah yang dipilah sembennya
tentunya ada residunya dari proses
sebelumnya tentunya akan masuk di proses
tpst ini kemudian e dilakukan pemisahan
dan pengolaan langsung komponen sampah
kota Kemudian dari hasil proses
pengolaan itu akan ditingkatkan mutu
produknya nah di berapa tempat eh Kami
sempat e Mencoba mengkonsepkan tpst ini
dengan bank sampah untuk meng Namun
karena keterbasanan tenaga juga dan juga
ke waktu ya akhirnya ee untuk untuk
sampah-sampah yang layak jual ini hanya
dijual ke pengepul ee harapannya kan ee
hasil dari proses yang yang diambil ini
bisa bisa di dayakan menjadi nilai yang
lebih tinggi seperti B bank sampah
itu terus pengolahan sampah di tpst ini
ada apa saja mulai dari preprocessing
ini kami mengacu pada ya Permen PU Nomor
3 tahun 2013 ya Ada berapa ee ada empat
eh itemes pengolaan sampah di tpst mulai
dari preprocessing ada prereatment ada
pengolaan fisik dan fases lain yang
mendukung hasil dari produk tpst
nantinya jadi eh di sini ada istilahnya
fasilas lain Jadi tidak Ee tidak eh
dibatasi terkait keinginan produk yang
dihasilkan namun harapannya produk yang
dihasilkan di tpsd ini harapannya memang
benar-benar eh terserap ya terserap ke
offtaker jadi tidak menimbun di are area
tpst Dan residunya harapannya sudah
mengecil ya kalau dengan konsep fdf ini
dengan konsep yang coba Kami nanti
ee paparkan yaitu konsep rdf dengan
konsep perputaran eh pengolahan sampah
ditering terus ee dilakukan pembakaran
dengan konsep pembakaran itu ee e
pembakaran itu untuk membantu proses
dewatering sampah sehingga ee sampah itu
habis dengan proses pembakaran dan juga
ee dewater dengan dewatin dulu tidak
langsung proses pembakaran
nah di Processing ini memang Diperlukan
ya kita ee kita Mengidentifikasi
mengidentifikasi sampah sumber sampah ya
sumber sampah tentunya plakuan sampah
pasar atau sampah mungkinan maupun
sampah resido pengolahan dari tps3r dan
TPS itu tentunya berbeda kita kita bisa
melihat sampah pasar yang memang
cenderung organik Ya kurang lebih
organiknya 75 sampai 80% sampah
permukiman itu eh sampah organnya kurang
lebih ya di angka 50 sampai 60% kemudian
sampah resido ini yang belum kita pernah
kaji ya sebenarnya Sido ini sebenarnya
kalau kita proses nanti kalau di konsep
TPS dengan rdf ini bisa langsung proses
eh proses e di proses dewateringnya atau
nanti di proses eh dihdra dewaering
press-nya nanti dipres darahnya karena
memang sampah residu peng TPS eh 3R
maupun tpst ini sebenarnya masih
tercampur ee campur antara organik
maupun anorganik yang yang jadi residu
sehingga ee bisa jadi nantinya proses
dari residu ini bisa juga masuk ke
proses ee sampah pemukiman ini pilihan
ya pilihan teknologi untuk memaksimalkan
kalau memang dari kapasitas alatnya bisa
dimungkinkan eh cukup ee ee dari Sidu
ini masuk ke sampah pungan jadi ee bisa
menghemat ee alat yang ada menggunakan
alat yang ada jika kita tidak membuat
line-line baru untuk ee pengolahan
sampah residu namun atau mungkin juga di
sampah residu ini bisa potong jalur
proses pengolahan di tpst itu masuk ke
proses eh deting press atau cacapila
nantinya tentunya eh pengaturan-penguran
itu diatur dalam Sop eh Apakah nanti
sampah residu dari pengan tpst atau
tps3r ini masuk ke proses eh cacah pilah
eh cacah a di hopernya cacapila kemudian
diproses pemisahan organik dan organik n
organiknya nanti diproses untuk proses
eh dewatering dengan e HDP menuju ke
rotary drying atau mungkin dengan konsep
yang yang saat ini dicelac itu dengan
biod Dring itu lebih eh eh lebih
lebih lebih anu ya lebih hemat biayanya
ya karena dan prosesnya lebih tidak
banyak risiko sebenarnya kalau kita
dengan namun lahannya yang membutuhkan
lahan yang cukup besar untuk proses
dengan seperti diaing ini nah ini e
Pring ini eh meliputi proses penimbangan
eh terkait mengetahui jumlah sampah yang
masuk terus penerimaan dan penyimpanan
menentukan area untuk mengak jika sampah
terolah tidak secepat sampah yang datang
ke lokasi jadi proses ini adalah proses
penerimaan di loading sampah proses
loadingnya pun e secara konsep itu
macam-macam ya ada proses dengan
dibuatkan screen
ehen untuk sampah nanti terscreen tidak
sampai ke proses pengolahan lanjutan di
conveyor tanpa harus mengaga manual itu
juga bisa dibuatkan seperti itu ini
nanti terkait e penyusunannya ya
penyusunannya
Nah ini adalah eh apa eh proses
pengolahan sampah yang yang pengolan
pengolahan sampah yang ada di di Permen
PU Nomor 3 tahun 2013 ini juga
disebutkan ya disebutkan ada proses
pengolan anerobik aerobik polisis
gasifikasi sinasi dan plasm gasifikasi
Nah dari sini memang ee kalau kita
melihat memang tidak terlihat proses eh
eh eh rdf ya namun di berapa kegiatan
rdm sebenarnya bisa di proses aerobik
Danung juga ada proses pembakaran juga
nantinya jadi ada perpaduan Nantinya di
proses rdf ini e perpaduan insenerasi
maupun prosesan aerobiknya aerobiknya
itu ini Ee kita bisa melihat dari biaya
investasi mulai dari biaya investasi
biaya operasional memang ee plasma G
cukup tinggi ya dengan investasi memang
lebih kecil eh juga cukup besar
investinya hampir
55 550 juta sampai 5 miliar ton per hari
ya ini cukup besar juga ini ini ini yang
ada di Permen PU Nomor 3 tahun 2013
Oke kita lanj eh materi konsep apa eh
terkait ee pengantar pengolahan sampah
berbasis fdf jadi
eh kita Indonesia menuju polahan sampah
berbasis teknologi jadi kita mereduksi
sampah eh dengan volume maksimal massa
dan volume maksimal dapat dibangun di
lans sempit biaya investasi yang
terjangkau dan biaya operasional yang
Paran yang rendah ini yang jadi konsep
berikutnya dalam teknologi pengolan
sampah yang akan yang ada di Indonesia
nantinya dan ini prosesnya Masih proses
anu ya proses
ee penyusunan di berapa tempat masih ada
berapa tempat memang dengan konsep ini
masih gagal ya ada yang Dit ditutup
mungkin tentunya harus diperhatikan di
fs-nya nanti sebelumnya sebenarnya suudi
kelayakan ketentuan oftaker Nah nanti
saya sampaikan terkait ee kesiapan dari
Pemda ee terkait ini ya tpst ya terkait
kesiapan adanya ofteer dan juga apa ee
kelembagaannya biaya om-nya juga harus
disiapkan di
sini rdf itu apa ya rdf ini adalah bahan
bakar yang berasal dari beragam jenis
limbah umumnya limbah perkotaan
eh sebenarnya eh saya sempat memulakan
kajian ya sebenarnya potensi rdf ini di
dinnya cukup besar ya dari sampah ter
tanpa limbah perkotaan ya ini cukup
besar nah potensinya memang
ee yang menjadi kendalanya berikutnya
adalah terkait ofer Sebenarnya ya
kendala sekarang kan masih di yang sudah
proven terkait apa ofter adalah di eh
semen maupun PLTU eah kebetulan eh saya
sempat eh juga berdiskusi juga dengan
Pik semen maupun PLTU terkait eh
spek-spek yang di diinginkan oleh mereka
terkait produk rdf-nya kalau PLTU e
listrik PLTU lebih cenderung e 90%
adalah sampah eh organik eh sedangkan eh
eh semen itu lebih fleksibel dia lebih e
rdf-nya berbentuk FL jadi campuran
organik dan organik nah tentunya eh
harapannya tetap targetnya adalah dimc
25% dan ukurannya ini juga
bermacam-macam sebenarnya tergantung k
dari proses ee dari dari semen maupun ee
pihak semen maupun PLTU kalau dari PLTU
lebih banyak di bentuknya seperti serbuk
Gitu Ee sebenarnya semen juga sama namun
ada berapa pihak ee semen yang membuat
kilennya itu sampah yang ukuran besar
pun masih bisa itu terkait e dia ingin
menyerapkan terkait ee ini ya sampah rdf
dari tidak perlu
dilakukan eh apa cacahan lebih kecil ya
kalau di Semen ee yang umumnya sekarang
ini kan ukuran rdf-nya dia 2 sampai 5
centi
itu terus hasil akhirnya adalah bahan
bakar yang dapat digunakan sebagai subsi
bahan bakar fosil di industri seperti
pabrik semen jadi
ee bahan bakar rdf ini tidak serta-merta
menjadi bahan bakar utama karena saat
ini eh masih dikaji ya bagaimana untuk
meningkatkan kalori dari rdf itu kondisi
rdf yang yang ada saat ini masih
kategori
ee sama dengan
ee batuara kelas rendah ya jadi memang
Eh kalau kita ngfl itu e kalorinya masih
diangka 3.000 sampai 3.500 kalau memang
di berapa tempat yang memang dia
tidak mencampur anorganiknya hanya untuk
anorgan bisa mencapai 4.000 sampai 4.500
untuk untuk apa untuk kalorinya
nah ini Eh saya sampaikan jenis-jenis
rdf menurut American standard for
testing material itu ada berapa Ada tuuh
jenis rdf Ada sampah rdf1 adalah sampah
yang digunakan sebagai bahan bakar
langsung tanpa pengolahan jadi langsung
proses eh pembentukanjadi rdf terus eh
sampah diproses menjadi partikel kasar
dengan atau tanpa pemisahan logam
saringan Mes ini juga eh ada
lainnya ada bahan bakar yang berasal
dari sampah yang dipisah logam kaca dan
bahan organiknya jual ini yang yang
sudah mulai diterapkan dengan rdf FL
yang diil capap itu kemudian sampah yang
mudah terbakar dan diproses dalam bubuk
ee sehingga 90% dari limbah tersebut
melewati ayakan 10 nah ini masih belum
banyak ada di Indonesia terus sampah
yang mudah terbakarf5 Ampa mudah
terbakar dan dipadatkan dalam bentuk
pelet nah ini sudah sebenarnya si Kalau
yang rdm5 ini sudah banyak ee di
kapst tpspst skala kawasan ya kalau kita
bilang TPS yang skala perkotaan yang
sudah dilakukan oleh Pemda di cilacep
itu eh bentuknya adalah rdf FL yang
nomor rdf nomor 3 itu terus e rdf6
adalah sampah yang mudah terbakar dan
diolah menjadi bahan cair ee Ini ada
prosesnya tentunya membentuk ee rdf
menjadi bentuk cair sampah yang mudah
terbakan dan diolah menjadi bahan cair
dan gas ini ada proses converter ee apa
converternya ya untuk menjadi ee bahan
cair dan
gas nah ini adalah contoh bentuk-bentuk
rdf yang ada di Indonesia rdf FL seperti
ini yang dicilacap seperti yang di
Cilacap kalau bapak ibu pernah dicelacap
mungkin bisa melihat itu seperti sampah
e ronsokan sampah ya kira nanti itu
sebuah resido tapi itu ee beberapa
sampah yang biomassa yang yang bisa
dimanfaatkan untuk proses fairing dengan
eh batuara terus ada rdf pelet eh RF
briket itu ada sekarang Nah untuk berapa
e industri-industri yang yang ada saat
ini memang
ee ada yang UMKM ya masih menggunakan
rdf briket maupun pelet karena ini kan
terkait eh kadar organik rdf pelet
maupun briket kan lebih besar ya
daripada dengan rdf FL yang cenderung
campuran dengan organik maupun organik
n Mengapa pengolahan tpst eh disarankan
menggunakan rdf ya Eh pengolan samp
biologis dan termal Mengapa e karena
kita bisa melihat kita bisa mempelajari
sebelumnya ya pengololahan biologis
seperti
termasukrolisis mutukkan infrastruktur
yang canggih dan biaya
mahal terus e biaya pengolan termal
seperatoris yang m ya nguli termal
dengan instator dan pirolisis mengukan
investasi yang besar untuk pembangunan
fasilitas dan pemilihan teknologi yang
juga dan peralatannya juga cukup besar
nah yang menjadi
ee menjadi keuntungannya sapa di
Indonesia umumnya tidak terpila sumber
ya ini sehingga pengolahan termal kurang
efisien karena memang harus ada proses
pemilahan kalau kita menggunakan termal
ee kadang ada kandungan air dan organ
yang tinggi tentunya akan mempercepat ee
apa tidak ke apa alat dari termalnya itu
insatornya tidak tidak berjalan dengan
optimal nantinya akan cepat rusak ya
terus pengompresian fasilitas pengolan
sampah termal dan biogis mengutungan
tenaga ahli yang terampil jadi ee
pengolan sampah ee rdf ini sudah menjadi
solusi ya lebih ekonomis efisien dan
lingkungan serta dapat menunukkan biaya
investasi jadi di berapa tempat sudah Ee
merasakan ya b bahwa ee pengolalan ee
rdf Ini biaya investasinya tidak terlalu
besar juga ee operasional juga tidak
terlalu besar dan yang yang terpenting
adalah tentunya adanya offteer ya namun
diberapa tempat kami saya sebagai e
perencana ya sempat membuat desain di
mana desain itu sampai tidak tidak tidak
perlu offer tapi dionsep eh diputar Dar
proses deweratering Kus dari proses yang
yang dewering menjadi rdf itu diproses
dipagai bahan baku pembakaran untuk
proses dawerering sampah berikutnya jadi
itu bisa di di suatu konsep perputaran
ya jadi harapannya ee sampah sudah
terolah semuanya Eh namun memang tidak
ada imbal balik seb
guaya apa penjualan produk rdf hanya
produk ee sampah kompos maupun sampah
layak jual saja yang bisa dijual di
kalau dengan konsep seperti itu kalau
kita di rdf tidak ada offteernya
nah tantangan dalam mengolah sampah
menjadi rdf memang eh teknologi sampah
menjadif masih tergolong baru ya ini
mungkin eh meskipun bukan teknologi yang
terlalu canggih sebenarnya eah dan ini
sudah dikembangkan dengan kep yang di
rdf Cilacap namun seiring dengan
perkembangan waktu dan teknologi eh yang
inovasi teknologi juga semakin banyak eh
eh para vendor-vendor eh atau mungkin
pelaku pengolahan sampah sudah melakukan
ee riset ee Bagaimana ee melakukan
pengolahan sampah menjadi rdf lebih
optimal tanpa
ee menggunakan seperti yang dicap
teknologi yang seperti dicelacap ya
memang ee kebetulan eh saya sempat
mencoba mendesainkan mukasidf Cilacap
memang biayanya cukup besar dan tkdnnya
cukup mahal karena memang teknologi
waktu itu memang Ee tidak bisa ee yang
di disampaikan oleh teknologi yang
biodrain yang ada ini masih di Indonesia
masih belum ada jadi masih eh
menggunakan teknologi yang dari
luar terus terkait oftaker ya saat ini
rdf baru bisa digunakan oleh pabrik
semen dan PLT namun eh kajian terakhir
ya Kajian terakhir yang dilakukan oleh
eh eh kajian E kter itu
analistifasi ofter itu ada berapa
ee eh pabrik yang memang ee
ee bisa menerima rdf dan kami kami
sebagai perencana saya sebagai perencana
sempat eh melakukan Eh identifikasi ya
identifikasi potensi-potensi ofer di
beberapa tempat eh eh mungkin di
Sumatera Ma di Jawa pun banyak jug
sebenarnya ingin memanfaatkan rdf ini
sebagai confiring dengan batubara
dicampur dan eh ada pabrik kayu pabrik
eh
kelapa sawit E itu itu semuanya ee masih
memungkinkan menggunakan edf tentunya
kita harus pastikan ya pastikan dari
kilen dari proses apa dari boiler dari
dari dari pihak industrinya itu tentunya
eh pembakarannya lebih di atas 1000 eh
derajat jadi karena kalau kita
menggunakan F FL tentunya eh dioksin
furannya menjadimalahan di situ terus
perlu menc meni makanya perlu mencari
lebih banyak industri lain yang bisa
memakai rdf terutama yang biasanya
menggunakan patubara jadi memang kita ee
bagi pemda ya Pemda terutama dari yang
sebenarnya bisa mengidentifikasi ya Dari
sini mengidentifikasi potensi ofteer di
masing-masing kaputen kota ini sempat
kami Arahkan ya diberapa Pemda e eh
Bagaimana eh potensi oftaker di
mengidentifikasi industri-industri yang
sudah yang menggunakan boiler atau
menggunakan batubara sebenarnya kan data
itu sebenarnya sudah ada sebenarnya
kalau kita bisa mungkin di LH terkait
pengawasan terkait emisi ya itu juga
bisa terpantau ya Ee mungkin di
ee Apakah mereka menggunakan batura
secara murni atau menggunan eh biomasnya
lainnya seperti somil atau mungkin eh eh
somomil
maupun padi ya padi Dar somil atau cacan
apa serbuk kayu maupun dari sekam padi
itu ada yang seperti itu jadi ee ee
identifikasinya seperti itu Jadi potensi
opteer tidak hanya dari PLTU semen jadi
banyak industri lain yang ternyata juga
Eh sama jadi dia membutuhkan namun
inputannya yang mancing nanti kita
pastikan ya karena nanti produk DF
tentunya eh harus
disesuaikan spesifikasi eh kilen dari
dari masing-masing industrinya industri
yang akan menjadi oftek
seperti itu terus
eh sebaiknya ada tim khusus yang mengol
rdf agar lebih fokus dan efektif terus
teknologi dan pengolan harus sesuaikan
dengan kebutuhan pembeli rdf jadi memang
seperti yang saya sampaikan tadi memang
kita harus tahu ya spek yang diminta
oleh calon oftaker e Kami sempat
mengidentifikasi berapa industri ya
industri kayu itu lebih condong ke
sampah organik ya dia lebih condong
sampah organik untuk menjadi produk
rdf-nya dan bentuknya organiknya tidak
bentuk dalam bentuk E anu ya bentuk
serbuk namun dalam bentuk yang dipack eh
seperti Eh bisa bentuk briket atau
bentuk eh eh organik pelet E itu bisa
Itu itu yang terinfo eh Kemarin waktu
Kami coba untuk mengidentifikasi potensi
ofter di suatu daerah untuk mencari
potensi oftaker selain dari pabrik semen
jadi eh ee jadi itu dari Pemda
harapannya tentunya ee bisa menginasi
dari situ ya jadii Dari dari pabrik at
industri yang memang ee menggunakan
boiler dalam proses industrinya
menggunakan batu bara dalam proses
industrinya pembakaran batu bara untuk
dalam bahan bakar b Utara untuk proses
industrinya
ee kemudian menggunakan teknologi
membutuhkan biaya tambahan untuk
operasionan pengolan sampah menjual rdf
bisa menghasilkan pendapatan nah ini
namun ee tapi belum cukup untuk meni
Sema biaya perasana memang ini sudah Ee
seperti di Jal memang sebenarnya tidak
banyak
ee mendapatkan penghasilan cukup besar
tapi bisa mengurangi biaya operasional
namun eh dengan rdf ini Tentunya eh
residu sampah kan kecil kita tidak perlu
ee membutuhkan lahan lagi untuk proses
penimbunan tidak perlu ee cepat-cepat
membutuhkan lahan lagi untuk proses
penimbunan jadi umur dari landfnya
landfelnya tentunya akan lebih lama
seperti
itu Nah ini adalah P potensi eh ofteer
edf eh dari pabrik semen memang sudah
terjebar di mana-mana eh potensinya ini
dan ini sudah eh ada 16 pen dengan
kapitas terpasang pada tahun 201 sebesar
11 juta per ton jadi potensinya cukup
besar sebenarnya untuk eh untuk covering
dengan eh untuk menjadikan ofter rdf di
berapa tempat jadi ee Ini kalau Kami
sempat berdiskusi juga dengan ee ee kota
Padang itu dengan Semen Padang juga
sempat berkusi terkait kebutuhan mereka
rdf-nya berapa setiap tahunnya memang
dia butuh banyak Nah saat ini juga di
padang juga sedang dilakukan pembangunan
rdf ya dengan ee di di Padang dengan ee
produk rdf FL yang yang
jadi oftekennya adalah Semen Padang
namun pada waktu kami Menan juga waktu
itu juga ada kegiatan juga di di
Sumatera Barat Kami juga sempat
berdiskusi juga dengan PLTU eh mana Di
PLTU di di daerah Padang juga
eh lupa saya namanya jadi eh sempat
berdiskusi ada dua ofteer itu siap siap
menerima hasil rdf-nya dalam bentuk
tentunya berbeda spek ya ber ftuu dan
maupun pabrik semen
ini ini adalah potensi
eh potensi peta potensi rdf dengan
ofteer pabrik semen dan spesifi eh
rdf-nya adalah monster kurang dari 25% e
kalorinya diandarkan memang cukup kecil
3000 kkalori asnya 13% sulfurnya 0,3%
dan kalorinya di
0,2% nah ini yang menjadi tantangannya
untuk terkait eh eh pemanfaatan ofteer
ya Pemanfaatan produk ad ofteer Jadi
mungkin Bapak Ibu dari Pemda Kabupaten
yang yang ikut join ini mungkin bisa
melihat dari sini potensi-potensi eh
oftaker di daerah ibu yang mungkin
berdekatan dengan kabupaten
kota yang Ibu tempati atau
ibu
kemudian eh lanjut ke potensi ofer PLTU
ini juga sama eh di eh potensi rdf
berdasan berdasarkan seamp itu cukup
besar juga jadi namun yang menjadi
masalah ltu ini lebih ee potensinya
adalah sampah-sampah organik dan Kami
sempat berdiskusi dengan PLTU waktu itu
PLTU yang di Sumatera Tanjung Enim ya
itu memang dia meminta
eh rdf-nya adalah full Organic full
organik namun
eh harapannya full organik ya harapannya
full organik karena kalau kita gabungkan
dengan ada sisa-sisa akan menempel pada
cerobongnya akan membikin kerak di apa
di di cerobong tersebut sehingga ee
harapannya dari produk rds-nya adalah
full organik jadi jadi bentuknya
ee apa serbuk itu di di apa disembur
menuju ke ee
kilennya nah kelebihan dan kekurangan
rdf kelebihannya adalah ee urangi
timbulan sampah dalam jumlah yang
signifikan dalam waktu yang rela jadi
inilah yang menjadi kelebihan eh
kelebihan dari e proses kalau kita eh
mengolah sampah menjadiasa rdf Terus rdf
dapat berosi dalam waktu cepat
pemanfaatan langsung terus n seperti
yang saya sampaikan tadi rdf ini bisa
digunakan sebagai bahan bakar untuk
proses tumbahkan proses bewaing jadi e
bisa diproduksi dan bisa dimanfaatkan
langsung Terus dapat dimkan untuk
berbagai jenis teknologi termal jadi rdf
ini sebenarnya bisa untuk
semuaasi itu sebagai bahan bakarasi di
prosesinya ini juga bisa menggunakan rdf
yang yang yang
dihasilkan namun kuitas kekurangan darif
ini memang kuitas kalori sangat bergant
dari Jenis sampah yang Diman kita bisa
melihat ya di berapa e karakteristik
dari sampah diapa tempat memang
berbeda-beda kalau kita bisa melihat di
satu kabupaten pun ada yang berbeda
tergantung dari sumber sampah yang yang
masuk ke
tpst kalau banyak sampah pemungan atau
mungkin juga yang menj pengaruh adalah
musim ya musim hujan itu juga
mempengaruhi dari ee proses pengolahan
rdf-nya juga karena kalau kita saya Kami
coba menganalisis ya di berapa Eh waktu
ya di di saat kita menggunakan proses
pengol rdf
eh dengan proses rotar ding maupun
dengan konsep eh cacah pila itu di saat
proses cacah Pilan organiknya pada musim
Kemaro itu Eh mc-nya sudah 17% namun
pada musim hujan itu di angka
30-an persen jadi eh musim juga menjadi
pengaruh untuk eh proses pengolaan rdf
ini namun eh namun itu bisa di
ditanggungangi dengan
ee apa pengkondisian pengkondisian dalam
proses proses penyimpanan dari rdf
tersebut nah harapannya dalam mendesain
dari TPS rdf ini juga kita memikirkan ya
memilikirkan lahan penyimpanan untuk DF
itu nantinya adalah bisa juga untuk
proses penurunan MC pengurangan seperti
nantinya Apakah nanti atap di di area
penyimpanan itu lebih buat transparan
agar ada pencahayaan ke area untuk
proses membantu untuk proses
pengeringian sampah di rdf itu eh di ee
sampah produk rdf yang masih e mc-nya
masih masih kurang karena saya sempat
melakukan analisis di mana mencoba
mengkaji ya rdf pada musim hujan ya
organik sebenarnya kalau karakteristik
rdf eh sampah organik itu kan ee mc-nya
sebenarnya rendah namun kan prosesnya
tercampur nah SEC proses itu juga Coba
kami analisis Mengapa pada proses
cacahilah in cacah pila ya cacah pila
itu kan memisahkan sampah organik dan
organik itu itu sampah organiknya masih
di angka mc-nya masih di angka 50 ya
memang e prosesnya memang ada yang
EE masih tercampur di awal jadi
prosesnya di Mas dia sampa masuk ke
conveor langsung di proses pemilahan ee
Sebenarnya ada proses sebelumnya itu
seharusnya ada proses semacam screen ya
mengoyak ngoyak sampah untuk menurunkan
kadar air juga dan juga mengoyak sampah
organik halus yang yang menempel pada ee
anorganik sehingga si juga keuntungannya
juga selain menurunkan kadar air
diproses itu sebelum masuk ke proses
pemilahan sampah layak jualnya juga akan
mengurangi mengurangi
ee mengoptimalkan ya hasil sampah layuk
jualnya jadi sampah l jual akan lebih
optimal untuk dipilah sehingga kelihatan
lebih itu ee Coba kami analisis beberapa
teknologi yang sempat kami adopsi
ternyata ada banyak ee
ee kekurangan ya itu akhirnya kami coba
mencoba menganalisi ternyata ada perlu
ada proses tambahan di sini sebelum
menuju ke proses cacapila namun
Sebenarnya bukan menjadi kendala juga
kalau kita tanpa ada proses rotar screen
atau mungkin e proses ee tambahan di
awal sebelum masuk ke Cacak pila proses
penyimpanan itu yang menjadi juga
menjadi kunci juga penyimpan rdf itu
juga menjadi kunci karena ee ee sampah
rdf yang waktu posis cacapila itu sudah
masih mc-nya 50 ketika di melakukan
penyimpanan 4 sampai 5 hari itu sudah
susut mc-nya sudah susut menjadi eh
25 per untuk untuk mc-nya
nah itu yang menjadi jadi eh itu menjadi
pertimbangan berikutnya ya dalam proses
eh pembangunan dpst dengan Konsep sdf
ini juga terkait
ee pengkondisian ee penyimpanan ee
produk
sdf itu di sini juga kekurangannya
konten energi hanya setara dengan lureng
eh batubara yang dis sampaikan tadi
memerlukan biaya prreatment jika
pengilan sampah pada suungguhnya belum
berjalan dengan baik nah seperti yang
saya sampaikan tadi memang biaya
prereatment-nya dalam proses pengolahan
sampa menjadi rdm ini memang menjadi
sangat penting kalau kalau kita ee
mengolah S dari sumber sudah lebih sudah
terpilah itu lebih mudah kalau kita
ee membentuk
rdf terus e sumber bahan produk rdf dari
berbagai jenis limbah ee atau limbah
perkotaan limbah industri limbah
komersial atau limbah pertanian eh untuk
contoh pemanfaat RDS sudah ada di
kilacap dan juga proyek tos ini yang
salah kawasan ada di di Klungkung dan
sekarang sudah mungkin di Jogja Sleman
itu sudah ada ee secara Kabupaten ada
berapa temp ya di Jogja itu eh di Sleman
itu ada dua lokasi ya Eh konsep e
pengolahan sampan menjadi rdf eh Nam ada
kalau di kalau yang saya sempat kunjungi
di Taman Martani maupun di di mana itu
minggir itu kan konsepnya berbeda kalau
di konsepnya mamani itu eh tanpa ada
proses drying ya drying namun Eh kalau
di minggir itu ada proses eh rotary
drying untuk pwating sampah organiknya
Iya maka tentunya kita jelas sekali ya
langkah-langkah yang akan kita
lakukan pembelaan itu pembelaan
yang lanjut ke prinsip dan kriteria
perencanaan tpsd sdf ee secara umum kita
mengaju pada eh kriteria apa kriteria
teknis dari tpst itu sendiri ya peranaan
teknis dari tpst itu sendiri luas tpst
lebih besar dari 20 m² penlokasi tpsd
dapat di dalam kota atau di TPA kota
atau kawasan ya pangan sampah di TPC
dapat menggunakan teknologi cara TPC
pemungan terdekat paling sedikit 500 m
fases TPC dilengkapi dengan ruang
pemilah instalasi pengolan sampah
pengondalan curan lingkungan perangan
resido dan fitas penunjang serta zona
penyangga nah ini adalah kriteria yang
ditetapkan sesuai Permen PU Nomor 3
tahun 2013 secara umum eh ada yang
tpst-nya sebenarnya kurang dari
iniasannya namun memang dia menggunakan
teknologi ee sempat kami beberapa desain
e luas tpst dengan kapasitas yang kurang
lebih di angka 150 Ton itu luasannya
tidak sampai sampai 2 hektar ya hanya di
angka hanggarnya ya anggarnya hanya di
angka ee 10.000-an e namun memang ee
terkaitung teknologinya ya teknologinya
kalau kita menggunakan teknologi yang
memang untuk menentuk rdf ya ini contoh
rdf ya kalau kita menggunakan teknologi
ee eh prosesnya menggunakan
mbting itu tentunya akan membutuhkan eh
luas lahan yang cukup besar kalau kita
menggunakan teknologi yang seperti
teknologi yang mulai sekarang banyak
diterapkan di berapa tempat ada semacam
rotary drying rotary drying pun
macam-macam ya macam-macam
teknologinyatuk proses
untuking apa untuk
proses dewaya bisa menggunakan tungku
pembakar tungku pembakarnya macam-macam
bisa menggunakan solar bisa menggunakan
sampah itu sendiri bisa menggunakan
listrik ya Nah itu itu macam-macam untuk
eh proses e teknologi yang ada saat ini
Tentunya ee dari berapa teknologi itu
tentunya yang akan kita pilih tentunya
harapannya yang lebih murah biaya
operasionalnya Selain itu eh dalam
eh dalam kriteria tempat pengas juga ada
di dalam direktor pengembangan penyatan
lingkungan itu 201 juga terkait lokasi
eh lokasi harus jauh dari Pan penduduk
Seperti yang saya sampaikan tadi jika
dengan pemungan atauisi dibutuhkan
pengawasan operasional ketat eh emisi
terhadap lingkungan perhatikan dampak
lingkungan seperti kebisingan bau dan
penyemaran udara ini sebenarnya sudah
harusnya sudah masuk dalam proses studi
kelayakan ya dalam Ded sebenarnya ee
dari FS yang
sudah sudah sudah disetujui tentu ada
rekomendasi-rekomendasi yang mungkin
menjadi poin yang menjadi poin yang
diperhatikan ee dalam penyusunan Ded
tpst-nya jadi kriteria-kritia ini juga
sebenarnya masuk di poin di studi
kelayakan terus ada kesehatan dan
keamanan masyarakat pastikan proses
memenai prosedur yang baik dan
meminimalkan dampak negatif terad
masyarakat kesehatan dan kesamaan kerja
risiko terhadap kerja seperti paparan
zat racun itu juga ee harus menjadi
pertimbangan atau apa menjadi perhatian
dalam dalam menyusun ee apa membangun
tpst Pan desain tpst rdf Jadi sebenarnya
secara desain tpdf tentunya mampu
mengolah sampah menjadi rdf memiliki
kapas pengolas sampnya sesuai dengan
rencana tentunya rencana sampah pasitas
ini juga harus diperhatikan dalam proses
pengolahan
ee penyusunan eh
penyusunanembang penyusunan Ded tpst
jadi dalam nanti kami akan coba
membuatkan studi kasus ya sebenarnya
kapasitas menjadi kunci juga kunci dalam
agar tpsd tidak over capacity tidak kita
menggunakan desain dengan alat yang
cukup e kapasitas lebih tinggi namun
biaya operasya cukup tinggi sehingga
tidak relevan dengan kapasitas yang
masuk ke tpst yang yang yang masuk ke eh
tpst ini mungkin sudah banyak bapak ibu
tahu ya yang di di mana ya Di pertalangu
ya Kalau enggak salah ya itu memang eh
sempat sekarang ditutup ya sempat
diresmi presiden Ya itu salah satunya
memang kapasitasnya selain juga
offternya
eh kapasitasnya tidak sampai memenuhi
yang direncanakan terus e ofteernya juga
menjadi ee cukup jauh ya Ee infonya
memang ke putrik cempo atau mungkin ada
SBI waktu itu juga membantu infonya eh
itu Itu itu yang saya dapat info
beritanya seperti itu terus eh kadar air
rendah yaitu kurang dari 25% dan
memiliki nilai kalor yang tinggi nah
harapannya di angka 3.000 kkalori terus
untuk standar desain ee yang disusun
meliputi ada n unit penerimaan nanti
unit penerimaan ini adalah unit eh
loading ya loading ini juga perlu
didesain sesuai karakterisk sampahnya
dan jumlah sampah yang masuk Eh yang
masuk di area
eh dpst
jadi adalah mulai dari proses unit
penimbangan terus penerimaan di area
loading Apakah nanti ada Perlakuan di
area loading itu juga perlu diperhatikan
Terus eh unit pemilahan pemilahan ini
adalah PR mennya nantinya eh PRnya
Seperti apa untuk mencapai eh untuk
menjadikan produk nanti bisa menjadi
rdf apakah nanti prosesnya akan ada
proses pemilahan organik anorganik atau
memang Kalau nantinya menjadi proses
sampahnya tercampur seperti rdf itu
tanpa ada proses eh di terakhir Selain
Kita memilah eh layak jual namun
langsung diproses reader tanpa ada
proses eh pemilan organik-organik itu
juga bisa namun ya jadi ee beban juga
untuk proses pengolahan berikutnya jadi
kalau kita memisahkan ee organik dan
organik ini sebenarnya lebih mudah ee
mengidentifikasi ya kalau kita organik
mungkin tentunya kita bisa melihat kalau
organik itu kan e kadar airnya cukup
tinggi ee prosesnya tentu perlu tambahan
alat untuk
memproses menjadi MC di angka 25% contoh
alat yang mungkin ee yang saat ini ada
ada namanya eh Spinner atau HDP sebelum
proses di rotary drying kalau kita masuk
ke proses rotary Dring tentu berat juga
beban dari teknologi eh rotary Dring
tersebut karena
eh kondisi sampah eh organik secara MC
secara e umum itu kurang lebih di angka
70-an kalau kita dengan beban 70% MC
untuk menurunkan j5 dengan rotar tring
cukup cukup Cup berat jadi eh perlu
proses penambahan sebelum menuju ke
proses rotary Dring nanti kami akan eh
sampaikan ya e alu proses ya proses
berapa proses selain yang kami sampaikan
eh dari proses ada berapa proses untuk
proses rdf ini selain dari yang saya
sampaikan daradi dengan rot drying ada
juga dengan heing itu nanti kami
sampaikan di aplikasi nantinya ya
percanaan tahapan perencanaan dari e
tpst nantinya terus ada prodeduksi
volume nah ini volume yang saya
sampaikan ini produksi volume itu tadi
bisa merubah HDP tadi beruk Ma juga
proses pencacahan terus ada untuk penyit
penyimpanan penyimpanan produk-produk
dari hasil pengolahan e Nantinya juga e
disiapkan juga instansi pengolahan l
karena kalau di berapa TP sebelumnya
mungkin kita hanya membutuhkan B
pengumpul karena ada proses nanti
dibantu untuk resirkulasi kalau untuk
membantu untuk proses dekomosi sampah
kompos itu seperti itu kemudian ee yang
lain adalah unit pengurukan residu atau
lahan uruk residu juga harus disiapkan
jadi ee dalam membangun tpst tentunya ee
juga disiapkan ee lahan uru residu
Meskipun tidak di daerah lokasi yang ada
di lokasi pembangunan tpsd tersebut
Prinsip utama eh tpst berbasis rdf ini
adalah pemilahan sampah jadi memang
harus dipilah sampah itu berkan jenisnya
untuk mudahkan proses selanjutnya
Seperti yang saya sampai tadi memang
kalau kita tidak memilah sebenarnya
meskipun bisa namun akan berat terkait
teknologinya gu Terus eh pengurangan
kadar air menggunakan metode biodying
atau rot drying atau cical drying itu
macam-macam teknologi yang sekarang
sudah ada di di yang ada yang berkembang
saat ini di
di Indonesia sekarang ini terus ee untuk
menurunkan kadar air dalam sampah
sehingga meningkatkan nilai kalor yang
dihasilkan kemudian pengolahan menjadi
rdf nah ini macam-macam bentuk rdf-nya
bisa proses pencacahan EU terkait spek
produk yang diinginkan oleher ya Jadi
ada mungkin kalau eh menginginkan
produknya ukuran 2 sampai 5 C umpamanya
ituider atauer terus ada proses
pengeringan kalau ditambahkan untuk
proses pengeringan terkait eh eh
penambahan
eh di saat ee air apa kadar air dalam
proses ee pengurangan kadar air belum
maksimal terus ee dan pemadatan ini B ya
B untuk menghasilkan bahan bakar
alternatif yang sesuai dengan spes
teknis Nah Nah inilah Prinsip utama
dalam tpst berbasis rdf
Nah kita mulai dari proses Ee Kita tahu
dalam proses ee awal ada tentunya ada
proses pemilahan proses pemilahan bisa
secara manual maupun mekanis nanti
dikombinas atau juga nanti juga
dikombinasikan ya dengan manual maupun
mekanis ee kalau secara mekanis akan
memudah proses pemilahan dan menghemat
waktu tentunya ee kalau kita ee melihat
berapa teknologi untuk proses pemilahan
ini ada sudah banyak teknologi yang
sudah berkembang di di Indonesia yang
misalkan berdasarkan ukuran ada rotar
screen ini yang yang saya sampaikan tadi
ee fungsinya tadi itu misahkan e bersang
ukuran ya organik halus itu terpisah
dengan anorganik yang nempel pada
anorganik sehingga pada proses
berikutnya ee pada proses pemilan yang
EE proses ee pengolahan seikutnya ad
pemilahan sampah layak jual itu lebih
lebih kering eh lebih bersih sampahnya
layak jual sehingga bisa mengoptimalkan
proses pemilahan pengambilan sampah
layak jualnya ee ada resip oran screen
ada chromoskin ini ini semuanya sama
fungsinya juga sama untuk mengurangi
sampah organik halusnya kemudian ee
berdasarkan barat jenis ada air clifier
ada pemisa enersi flotation ada hidrolic
leat impress ada Spinner nah ini yang
yang saya sampaikan tadi untuk
mengoptimalkan juga mengoptimalkan dari
proses dewatering juga perlu eh
mengurangi kadar air dengan proses eh
pemilahan seperti ini eah terus untuk
Selain itu ada plosin cacah pilah atau
yang istilahnya mungkin di Banyumas
istilnya gibik ada yang istilahnya di
berapa Eh vendor di luar maupun di dalam
juga istilahnya choper eeah juga ya
konsepnya memang kalau cacapilanan kan
hampir sama cacapila ini konsepnya
memang mencacah dan EE mencacah dan juga
menyemburkan ya konsep menyemburkan
sampak anorganiknya sehingga terpisah
dengan sampah organiknya sehingga
organiknya itu turun ke bawah jadi ee
proses e memisahkan secara
[Musik]
ee maksimal proses memisahkan sama
organik dan
organik kemudian lanjut ke eh proses
berikutnya ee proses untuk proses
pengurangan kadar air ini bisa
menggunakan rotary dryer Eh bisa mikanal
biological treatment atau dengan biod
Dring atau juga kami coba melakukan
inovasi berapa di berapa tempat yang
memang kebutuhan atau keinginan ya Dari
dari klien kadang itu Eh ada tambahan
rotar hot blowing seperti itu ini
semacam eh pengolahan e peng deing
sampah anorganik ini khawatirnya tadi
dari mesin cacapila Dar mesila itu
anorganiknya masih mc-nya
50% dengan tambahanarowing ini konsepnya
tentunya dari
prosesowing tentunya sampannya itu sudah
bisa di angka 20% mc-nya dengan tentunya
sama dengan konsepnya rotary drying
namun ini eh konsepnya untuk sampakan
organik dengan rot Dr ini juga bisa
sampai tercampur sebenarnya namun eh
anorganik sendiri dasarnya memang mc-nya
kecil sebenarnya kalau kita di proses
Seperti yang saya sampaikan tadi sudah
ada proses eh screen di awal untuk untuk
mengoyak-ngoyak sampah sampah organiknya
sehingga sehingga menurunkan kadar air
Nah itu itu contohnya terus ada ugal
dryer nah ini juga sama konsepugal dryer
ini konsepnya eh sebenarnya lebih eh
hasil dari eh tidak mengurangi biomassa
kalau kita ada rot dryer kan butuh
pemanasan pemanasannya itu menggunakan
biomassa itu tersendiri jadi eh kalau
ini benar-benar hasil biomasnya lebih
besar ada tambahan juga skuru induction
untuk mengaksimkan hasil De wateringnya
nah ini adalah berapa teknologi ya
teknologi eh proses pengolahan dewing
mulai mechanical dewing pengeran mekanis
melalui supres belpressilpres e
adaal memanfaat gaya druga untuk
memisalkan cairan dan material padat ada
thmal drying juga rotary drying drying
solar drying drying mungkin dengan sinar
matahari ya dan full B Dr menggunakan
aliran udara panas nah ini ini ee berapa
teknologi dewing yang sudah berkembang
saat ini di di pasaran ya sebenarnya
terus ee tapi umumnya ya umumnya saat
ini yang di di Indonesia ini hanya di
ada yang saya dapatkan info adalah di
konsep untuk proses rdf ini ada loro
drying ada foodes bed drying ada juga
biodying ini ini yang saat ini ada di
Indonesia yang sudah ee ee apa sudah
diterapkan di beberapa tpst yang ada di
yang sudah berjalan Saat ini ada juga eh
semical theering ada juga natural theing
Nah ini Ini berapa proses eh teknologi
untuk proses dewing
sampah
nah kemudian eh untuk pengolan rdf ini
macam-macam rdf yang saya sampaikan rdf
ada Bera bentuk macam-macam ya kalau
kita kalau kita melihat rdf yang diminta
oleh pihak semen itu kan memang diminta
ukuran Eh ada berapa apa si tidak semua
pabrik semen itu ee meminta Ukuran lebih
kecil ada yang tidak perlu ukuran kecil
cukup cukup flff itu aja tanpa proses
tambahan fence Rider ukurang jadi 25 ada
seperti itu eeah ee itu contohnya jadi
memang kita harus mempelajari apa untuk
memastikan ya produk yang diinginkan
oleh ofteaker agar sesuai dengan spek
yang diinginkan ofteaker terus ada
rotari separator nah ini yang yang
dibantu E ini untuk membantu untuk
memisahkan ya kada apa sampah
onorganiknya anorganiknya ee yang ter
yang ini Ini rot sebenarnya untuk proses
eh rdf yang digunakan untuk PLTU jadi e
set proses rotary dryer eh nanti kan
sampah sudah kering ya namun e masih ada
kadar-kadar organik nah prosesnya ada
menggunakan retator untuk proses
lanjutan agar benar-benar sampak organik
yang dihasilkan Dar bentuk rdf yang
dihasilkan bentuk-bentuk organik
terus ada B ini beller ini memang untuk
mengoptimalkan mengefisienkan pengiriman
ya agar eh kapasitas untuk
pengangkutannya lebih optimal eh terus
ada juga peletaser terkait bentuk rdf
yang lainnya bisa bentuk pelet ini untuk
pengolaan rdf yang berentuk pelet ada
juga dengan mesin briketah ini ini
contoh-contoh alat yang untuk membentuk
rdf eh eh rdf yang ada yang saat ini eh
Bangs di Indonesia
nah ini ee S cuplikan terkait kriteria
rdf yang
di SBI ya semen itu eh kriteria sini
adalah eh seperti yang disampaikan tadi
Eh mostnya di 5% kalau kalorinya di
3.000 sampai 300 asnya kurang lebih
15 20% klorinnya di 0,2 sampai 0,% dan
sulfurnya eh kurang dari 0 kom2 ini ini
ini sudah dilakukan SBI di Cilacap
sebenarnya produknya di monsturnya di
angka 2,2 produknya eh produknya ya
produk rdf-nya di 22
22,32% sebenarnya di produk di di
cilaceap itu ada dua ada tiga Sebenarnya
outputannya ya produk produk yang
berbentuk
ee e produk yang sesuai dengan
ee dengan spek ada yang produknya masih
eh inet yang lebih kecil lagi dan ada
yang reject yang bisa diproses
lelanjutnya ke eh streer atau mungkin
diproses
eh menjadi
[Musik]
residu kemudian ini adalah parameter
juga terkait parameter untuk rdf untuk
pembangkit listrik Juga disebutkan kalau
ini cukup ee detail ya namun eh kami
coba
eh kadar ini di di ini yaf untuk pambat
listrik ini kalau di
ee SNI
8966221 ini ee organiknya 90% untuk
kelas 1 kelas 2-nya di angka
87,5% eh 5% minimal antara
87,5 sampai 95% dan
kemudian kelas 3 80 sampai 87,5 jadi ee
Kalau yang
diminta dari pihak waktu kami diskusi
dengan PLTU di Tanjung inding itu
sebenarnya dia harapannya di kelas 1
namun ya cukup cukup sulit ya namun tadi
yang sampaikan tadi ada berapa alat yang
memang memungkinkan seperti itu tapi
cukup berat untuk mencapai menjadi kelas
1 untuk untuk untuk mc-nya tidak terlalu
tidak terlalu tinggi sebenarnya hanya ya
samp sama dengan dengan pihak dari pihak
apa ee dari dengan semen Ya kurang 25%
ee kurang dari 25% juga untuk mc-nya
itu kita lanjut ke metodologi penyusunan
Ded tpst rdf eh secara umum memang eh
dari awal kita mungkin kalau kita
menyusun eh Ded tpst atau Ded Yang
lainnya tentunya kita butuh persiapan
penyusanologi rencana kerja koordinasi
dengan pemberi tugas obsasi awal
lapangan dan identifikasi permasalahan
persampahan yang ada di lokasi kemudian
lanjut adalah pengumpulan data data
primer maupun data sekunder Nah di sini
data-data sekundernya bisa data kondisi
wilayah studi data jumlah penduduk
kondisi pengelolaan persampahan nah ini
yang kita ee jaring semua peng datanya
untuk agar menganalisis untuk ee kajian
berikutnya jadi seperti itu jadi
kemudian ada data primer yang juga cukup
penting juga terkait eh
surveokasokasi su B kompensi sampah dan
kar sampah ini untuk menentukan
ee teknologi sebenarnya nanti konsepnya
seperti apa knya seperti apa apakah
nantinya eh organiknya cukup besar
tentunya konsepnya ee pengolahannya
nanti Seperti apa ini juga terpengaruh
unuk dalam proses penyusunan Ded tpst
kemudian topografi ini juga cukup
penting ya untuk peletakan jadi nanti ee
topografi ini untuk proses ee pematangan
lahan nanti untuk kondisi lahan nya
seperti apa ini juga ee kontur lahannya
Seperti apa ini juga cukup penting untuk
data primernya soil test e pengururan
soil test juga cukup penting ini untuk
mengetahui ya kondisi tanah jenis tanah
yang yang yang yang ada di lokasi
tpst-nya itu apakah tanahnya berbatuan
atau atau tanahnya ee lempung nah ini
terkait nantinya struktur ya struktur
Pondasi yang akan
digunakan di tpsd tersebut terus survei
pengurangan golistik nah ini juga kadang
eh dilupakan ini ya di berapa
perencanaan itu tanpa menyertakan goisk
tapi juga enggak ada masalah sih
sebenarnya namun kalau ada pembanding ya
di lokasi itu memang kalau kondisi ee
sumber Airnya ada ya sudah ada perpipaan
atau seperti apa kalau kalau kalau belum
ada tentunya pengukuran geolis itu cukup
penting untuk memastikan ya Apakah di
lokasi area TPS itu ada sumber air untuk
bisa bisa membantu ee membantu untuk ee
keperluan kebutuhan air di tpst kemudian
ada survei kondisi demografi dan eh
sosial sekitar rencana tpst
Eh ini Eh untuk apa eh
metodologinya kemudian lanjut ke proses
survei dan pengumpangan data
nah Seperti yang saya sampaikan tadi ada
berapa data yang memang diperlukan untuk
ee untuk peng untuk untuk proses
penyusunan Ded tpsdf ini ee tentunya
kita tujuan Sur memahami kebutuhan dan
potensi lokasi tpst mengan data teknis
sosial dan lingkungan mendukung kjaaan
did yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat dan regulasi jadi memang eh
dalam data-data ini memang untuk
menunjang ee apa kajian yang akan yang
di akan dilaksanakan untuk menyusun D
dtpc atau konsep yang akan digunakan
dalam menyusun teknologi maupun rencana
pengolahan yang akan digunakan dalam
tpst tersebut dan juga perlu
diperhatikan juga dalam dalam kajian ini
juga dipastikan adanya
eh keberlanjutan dari tpst ini ya
terkait ofteer itu harus dipastikan
harus dipastikan dalam dalam dalam dalam
dalam penyusian ini tapi sebenarnya
pastian itu sebenarnya harapnya di FS ya
FS karena kalau kita sudah bikin DD
Namun ternyata offter-nya masih belum
bisa dipastikan ke arah mana tentunya
jadi masalah
eh terkait keberlanjutan dari tpst
ituzin untuk
mengingatkan Bapak salh ya Eh untuk
waktunya kami
berikan waktu penyampaian materinya 10
menit ke depan ya
Bapak mungkin tahap ini aja nanti Mak Oh
iya Baik bapak oke berikutnya adalah e
data sekunder yang sampaikan tadi ada
data kondisi administrasi dan keki
wilayah data kependudukan peratan daerah
danobbati Tan sampah ya Ini juga terkait
nantinya ya Ee asumsi kita dalam proses
pengembangan apa menentukan kapasitas ya
proyeksi sampah ke depannya Seperti apa
juga terkait kelembagaan pengan sampah S
perasan persampahan kondisi pengolan
sampah is capaian pengolan dari
penanganan dan pengurangan ini juga
diperlukan untuk data sekundernya untuk
nya ya Kita sebagai data dasar kami
dasar kita dalam merencanakan
eh baseline data ya data perencanaannya
jadi kalau kita tidak mempunyai data ini
ya kami mungkin kita akan kesulitan ya
kesulitan dalam menyusun eh proyeksi
berikutnya kecuali memang dari TPS ini
sudah dipatok ee sudah dipatuk di dalam
FS Ya tpsi sudah Ee ditetapkan menjadi
100 ton su dengan kajian FS seperti Sud
kelayakan FS nanti sudah
ditetapkan pnya sudah ditetapkan ee
umpamanya 100 ton itu kita tinggal
menyebut eh difs Memang eh yang harus eh
terkait kelayakan nantinya tentunya di
FS kelayakan dari e pembangunan dari
tpst
ini
eh analisis kondisi lingkungan juga
dipastikan kondisi lingkungan seperti
apa
funa terkait nanti juga terkait dan
hewan yang ada di terkait Nantinya
pengkondisian di area sekitar terus
kondisi penduduk sekitar kondisi
penduduk yang ada sekitar lokasi
perencanaan seperti jarak terdekat rumah
penduduk dan lokasi perencanaan jadi ee
TPS ini juga menjadi
ee menjadi penting ya terkait cakupan
layanan ya kalau memang untuk area
pengolahan Mungkin memang ee disarakan t
disampaikan ee di ee kurang lebih di 500
m dari lokasi namun
Ee Kita juga harus memperhitungkan
lokasi TPS ini dengan rencana cakupan
layanan Apakah jauh dari Cak layanan
yang akan direncanakan atau
ee atau tidak jadi harapannya
tentunya cakan laynya dekat dengan
lokasi
tpst Terus untuk data penyididikan tanah
tentunya kita membutuhkan kompok komen
yang dibutuhkan seperti da dukung tanah
tujuan Pik Tanah ini ya untuk daya
dukung tanah dengan bering capacity
menunutkan kemampuan tanah menahan beban
bangunan terus ee jenis tanah jis tanah
lasir campuran untuk menilai stabilitas
tanah terus ke dalam air tanah informasi
ini penting untuk menghindari pencemaan
air tanah jadi ini terkait juga
kedalaman pondasinya ya kedalaman atau
kedalaman kutnya Ya nantinya ini ke
dalam air tanah juga terus metode
berikutnya adalah handboring test metode
yang digunakan ya dalam pengambilan
sampel tanah pada kedalam yang relatif
dangkal ee terus ada SPT pengambilan
sampil tanah dengan mengan mesin hingga
mencapai ke dalam tanah keras terus ada
uji sondir pengujian tanah dengan
melakukan penetraki konus ke dalam tanah
dan mengukur pelamanan tanah terhadap
ujung konus Nah nanti dilanjutkan dengan
setelah diketahui oleh Apa hasil untuk
ee ee
uji tanahnya dimasukkan ke lab ee untuk
melakukan pengujian sampel tanah untuk
menggunakan parameter laboratorium
seperti sudut geser berat jenis dan
kohesi tanah jadi ini data-data ini
penting ya terkait
ee struktur ya infrastruktur yang akan
dibangun terkait nanti bentuk
bangunannya terus pengkondisian
strukturnya Seperti apa n ini sangat
penting dalam penyusunan DD tpst
rdf bukan hanya rdf sebenarnya tpst yang
secara maupun TPA pun sebenarnya data
ini cukup
penting kemudian Eh ini contoh ya contoh
ee kegiatan yang kami lakukan di berapa
tempat yang ada pebaran dari handboring
ada scpt ada
ee Ini contoh peletakan titik lokasi
peningan tanah ada b dalam eah
Sebenarnya ada berapa kegiatan memang ee
kitaotomasikan ee kalau kita menggunakan
handbor ya kan e kadang ada keterbatasan
ee e apa pengeboran ya Jadi kalau kita
menggunak berdalan kita sudah bisa
memastikan sebenarnya hampir bisa Tantai
kerasnya sampai sampai mana Kan itu naha
karena kita tidak menggur ber dalam
karena diberapa kegiatan kami di
perencanaan itu jadi masalah jadi ee
ternyata
ke tanah kerasnya itu tidak terlalu
dalam kan seperti itu itu ternyata hanya
bentuknya batuan atau batuan yang
berpasir seperti itu ini yang menjadi
ee memang diperlukan bor dalam ya bor
dalam ini cukup penting untuk memastikan
tanah kerasnya sampai mana gitu ya
kedalamannya ee Ini ada contoh pembacaan
hasil uji bor Ini contohnya
ee di tanah keras dengan nilai SPT
kurang dari 6 eh lebih besi 60 berada
pada kedalaman 11 m ini contoh di dalam
ee kedalaman e tanah kerasnya sampai ke
11 M dengan istana lempung eh lempung
berwarna lanau berwarna abu-abu ini ee
dengan bard dalam kita sudah bisa
memasikkkan tanah kerasnya sampai ke
dalam berapa e terus ini ada Hosil
soundernya
terkait ee nilai nilai kedaman tanah
keras dengan N konus 250 GR cm segi
Dengan terkait struktur ya nanti
kebutuhan
strukturnya kemudian lanjut eh hasil uji
di handbard juga ini
nah kemudian adalah topografi topograf
ini juga juga cukup
penting jug diarkan sebagai gambaran
keadaan bumi jadi kontur ya kontur dari
lokasi TPS ini seperti apa tentunya
kontur ini akan menyusutkan bentuk
danata penataan letak dari tpst nantinya
dan alur dari operasional dari tpst ya
dan juga saran-saran punjangan jadi eh
dari topografi ini juga penting untuk
memastikan
eh ee aliran ee harapannya ya proses
pengolahannya untuk lindinya juga secara
gravitasi dan mengurangi tidak terlalu
banyak proses ee pengurukan atau
penggalian seperti itu Nah harus
diimbangkan Cut and fel-nya ditimbangkan
n itu eh terkait topografi ini juga
cukup penting dalam bidang keteknik
sipilan PR digunakan untuk mengetahi
kedaan tanah danistana ilistan berfungsi
untuk menentukan ketinggian suatu
dataran dari perukaan laut eh untuk
pembuatan petografi topografer
menggunakan alat ukur sepertiodolit atau
pita Ukur itu tergantung dari luasan
lahannya untuk mengurus sudut kemiran
dapat menggunakan horizontal ee
menggunakan sudut kemiran dan jarak
horizontal dan Arta vertikal ini ini
untuk yang EE kebutuhan ee survei
topografi
nah ini juga terkait geolistrik ya juga
diperlukan geolistrik untuk mengetahui
ee apa ee sumber air yang ada dan
sebenarnya untuk sumber air dan arah
aliran ee ee goisrik ini untuk
mengetahui sumber air kedalan sumber air
dan juga air ala Arian dari air tanah
tersebut ini juga juga diperlukan untuk
ee kebutuhan air ya agar bisa mencukupi
kebutuhan air di tpst tidak kita tidak
perlu untuk mendatangkan air dari
[Musik]
luar Mungkin cukup itu nanti kita
mungkin ee lanjut ke perencanaan Lata
letak
cukup Mak apa nanti nanggung kalau kita
lanjut ke sini Oh
[Musik]
Iik
baik demikian tadi penyampaian materi
darieri kita pada hari ini yaitu
bapak yang sangatar bias
sekalia diliat jug ter sudah ada banyak
seanya dari bak i
di sesi pertama ini namun sebelum masuk
ke acara selanjutnya saya ingin
menginformasikan terlebih dahulu kepada
para peserta yang menginginkan materi
pada TR online kita hari ini dapat
request materi terlebih dahulu melalui
Link yang telah admin kami kirimkan di
kolom Chat Zoom kemudian sebelum kita
masuk ke sesi tanya jawab kita akan
melakukan sesi foto bersama terlebih
[Musik]
dahulu baik eh untuk sesi foto bersama
kali ini saya akan dibantu oleh admin
kami yang bertugas kepada admin yang
bertugas Saya
persilakan baik ee kepada bapak ibu
peserta tring online ee Dimohon untuk
mengaktifkan kameranya ya Bapak
Ibu Iya baik ee saya saya hitung 1 2
[Musik]
3 Baik saya hitung lagi untuk slide
kedua 1 2
[Musik]
3 baik untuk slide yang terakhir saya
hitung 1 2
3 baik ee terima kasih kepada para Admin
kami yang telah membantu sesi foto
bersama kita pada hari ini kemudian
Selanjutnya kami juga ingin meminta
kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi
kuesioner yang linknya sudah kami share
di kolom chat supaya kegiatan kami
selanjutnya bisa lebih baik lagi jadi
Bapak Ibu dapat e memberikan saran dan
masukkannya di link kuesioner
tersebut untuk acara selanjutnya yaitu
sesi tanya jawab yang di sini kami sudah
membantu untuk merangkumkan pertanyaan
Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu
sampaikan di kolom chat baik eh kepada
bapak salh saya akan membacakan
pertanyaannya terlebih dahulu kemudian
bisa langsung dijawab begitu
ya Eh saya izin untuk share screen
terlebih
dahulu baik Semoga sudah terlihat ya
Bapak Ibu sekalian
untuk pemaparan pertanyaannya untuk yang
pertanyaan pertama dari bapak samdi yang
pertama yaitu sekarang ini pupr sangat
menggalakkan pembangunan rdf line ini
tahun ini ada tujuh tempat yang akan
dibangun kalau dilihat dari ded-nya
bahwa biaya paling besar adalah bagian
sipil sedangkan kapasitas alat
rdf-nya kapasitasnya hanya 5 ton per
hari jika dibandingkan harganya yang
besar Sangat disayangkan jika
kapasitasnya hanya segitu Bagaimana Ded
yang baik agar biaya yang besar tersebut
lebih fokus kepada kapasitas alat
pengolahan rdf rdf-nya k yang kedua
masalah rdf ini yakni sampah yang basah
dan tinggi di mana Di rdf organik yang
terlalu basah karena Indonesia yang
tropis pilihan cuma dua biodying atau
rotary drying masalah yang muncul yakni
kalau kalau kalau bioding akan menjadi
lama waktunya dan rotary drying itu
biayanya mahal dalam pembuatan DD Kapan
kita memilih sistem bioding ini kemudian
ketiga berapa kebutuhan lahan minimal
untuk rdf kapasitas 5 ton per jam
demikian Bapak mungkin bisa langsung
saja dijawab Bapak
solet masih mbak Sabrina mohon maaf teru
tadi Ya memang Terima kasih Pak samdi
terkait pertanyaannya ee memang
di memang cukup dengan kapas ton dengan
konsep rdf ini cukup kecil e apa cukup
dengan ee diifan cukup besar nah
sebenarnya Gini pak ee
tentunya kondisi terkait kondisi biaya
investasi sipilnya itu kan tentunya kita
harus memperhatikan kondisi lahannya ya
Ee lahannya mengoptimalkan mengefisien
biar biaya operasional tidak terlalu
besar nah terus dengan kapasitas 5 ton
per hari kebetulan pak ee saya sempat
menyusun ya dengan konsep rdf dengan 10
ton per hari ya itu ee namun Memang
mereka tidak dia fokus mencari offter ya
dia akan mengoptimalkan edf untuk bahan
bakar untuk prosesing menghabiskan
sampah dengan proses ini Eh jadi ee
sebenarnya itu perlu dicek lagi
Sebenarnya Pak kita haruspastikan dengan
konsep sipilnya juga strukturnya juga
terkaitondisi lahan penataan lahannya
nantinya ini ada pembahasan berikutnya
ya terkait tata letak
ee pembangunan rdf-nya itu juga perlu
diperhitungkan dalam penyusunan Ded
tidak tidak hanya kita menempatkan
posisi nanti dihitungkan ini Namun kita
juga memikirkan dengan kondisi kontur
yang ini dengan untuk mengfisikan biaya
struktur enggak terlalu besar tentunya
kita harus memilikan seperti itu Jadi
tidak terlalu banyak cutnya sebenarnya
itu kitaanggal fnya saja tidak terlalu
banyak ambil ee tanah uruk dari luar
menggunakan tanah uruk yang yang ada
sekitar itu pengkondisian seperti itu
untuk untuk mengurangi beban sipilnya
itu juga perlu dilihat dari situ dengan
kapasitas 5 ton ya ya dengan eh dengan
investasi yang yang
disampaikan berapa sih nantinya berapa
sih 5 ton ini Kalau kami desain ya Pak
ya selama ini yang kami struktur ya
struktur dengan kaps 80 itu di angka Eh
ada di angka eh kurang 50 ya 50 Ton itu
di angka 100 secara fisiknya di angka
cuma di angka 2 15 m itu ya untuk fisik
ya Pak ya namun itu dengan 50 sampai 100
tonan sampah Lawasnya pun ee ee tidak
terlalu ee luasnya pun tidakak terlalu
besar jadi kita menghasilkan lahan yang
ada
nah itu untuk untuk yang portaan nomor
satu jadi memang ee
ee eh agar biaya yang besar tersebut
lebih fokus pada KS alat pengolahan rdf
nah sebenarnya alat rdf ini tergantung
macam-macam sih Pakak iibu vendor sudah
banyak katalog terkait
peralatandf ini macam-macam ada karena
mungkin ya alat-alat ini semakin makin
banyak orang yang mencari harg itu juga
semakin mahal adapun yang sifatnya dia
e diatal sudah terstandarkan dia dengan
harga seperti itu ada rdf dengan 100 ton
harganya alatnya 35 m ada seperti itu
ada hanya konsepnya dia itu 30 ton
alatnya diangka eh alatnya harga alatnya
2 eh 2 sampai 3 MAN saja beda-beda jadi
konsepnya beda-beda eh tergantung
pemilihan alat pastian alat tentunya eh
terkait
eh perlu dipastikan ya ke vendor itu
terkait keberfungsian alatnya ke
depannya seperti apa
seperti itu terus nomor dua eh masalah
rdf yang sampah yang basah dan tinggi di
mana rdfan yang terlalu basah karena Ind
yangopis ada dua konsep ya bioding
maupun rotaing macam kalau bioding akan
menjadi lama waktunya dan rotary Dring
itu biayanya mahal eh konsep rotary
Dring ini sebenarnya macam-macam Pak
saya sampaikan tadi ada yang biayanya
murah ada yang konsepnya tadi bakarnya
bisa dari sampah itu sendiri bisa juga
dengan tadi yang sampaikan ber dengan
solar atau dengan listrik itu
macam-macam kalau kita meng DD Kapan
memiliki sistem bioding Nah itu dengan
eh lahan yang lebih luas itu Eh kalau
kita memilih kalau kita punya lahan yang
cukup luas lebih bebas itu kita bisa
mengguning namun kapasitas memang
terbatas tentunya itu itu pak pak samdi
Terus berapa kebutuhan minimal untuk rdf
kapasaton kemarin ee kami mendesain yang
e pases di bawa 10 tonannya itu enggak
sampai di
Angka berapa ya kemarin itu 2.000 m
perak salah itu pak hanggarnya jadi
kapasitas alatnya pun diangka 1 ton eh
per
ee 2 ton per jam kapasitas alatnya 2 ton
per jam dengan ee dengan dengan optimal
kerjanya 8 jam seperti
itu mungkin itu
Mak Terima kasih atas pemaparan
jawabannya bapak
untuk Pertanyaan
selanjutnya yang pertama yaitu
teknologif apa yang harus dipilih untuk
dapat mengolah sampah dengan luas lahan
minimal residu di bawah% dan biaya yang
minimal Kemudian yang kedua Berapa biaya
operasional dalam rupiah per ton yang
ideal untuk ppst yang menghasilkan rdf
lalu yang ketiga tpst jeruk Legi di
Cilacap tidak melakukan pemilahan manual
untuk memisahkan material darur ulang
iwest dan nonorganik sehingga seluruh
sampah masuk ke dalam proses pengolahan
kira-kira apa yang menjadi pertimbangan
ketika pemilihan manual tidak diperlukan
dalam pengolahan sampah di tpst
demikiana kasih mbakina ya
masih Pak Ilmi terkait pertanyaannya eh
teknologi rdf apa yang harus dipilih
untuk
eh untuk dapat mengolah sampah dengan
luas Han minimal resido kurang lebih
resido 10% kurang lebih 10% dan Biak
operasional yang minimal eh eh rdf ini
sampaikan tadi memang Eh kalau kita
melihat dari Mas Balan ya kalau kita
menghitung dari Mas Balan sebenarnya
sampah itu hampir hampir bisa
teroptimalkan semua dengan konsep sampah
proses pembakarnya itu menggunakan
sampah itu sendiri jadi
ee bahan bakar sampah bar proses
dewaatingnya menggunakan sampah itu
sendiri sehingga memungkinkan ee residu
itu kecil residu itu bisa jadi dari dari
residu dari ee pembakaran itu yang kalau
kita biasakan 10% dari kapasitas dari ee
Tuku pembakarnya
atau dari sampah yang organik anorganik
yang memang tidak ee apa yang berukuran
besar itu bisa jadi menjadi residu eh
Jadi sebenarnya kalau kita menggunakan
teknologidf kalau dengan konsep
eh yang saya sampaikan tadi sebenarnya
ee bisa secara masbalan yangat kami men
hitung sebenarnya snya lebih ee kurang
lebih di angka 10%. sekurang bisa jadi
10% kalau kita optimalkan semua residu
dari pengukembembakan bisa dimanfaatkan
ya kalau kita tidak membuang ya bisa
menjadi
ee batako dengan penambahan semen dan
pasir untuk jadi batako itu juga bisa
dioptimalkan nah itu itu contoh
teknologi rdf jadi rotaryi drying itu
juga juga cukup besar atau mungkin
dengan sekarang Ada kajian terkait
dengan eh apa biod Dring ya bioding
dengan konsep eh bukan dengan seperti ee
di Cilacap ya tapi dengan bioaktif ator
ya untuk proses e karena cenderung
sampah apa di Indonesia C organik dan
organiknya itu yang memproses eh untuk
eh proses the wateraterinnya itu terus
eh berapa bi operasional dalam per ton
yang ideal untuk TPS yang dighasilkan
rdf nah ini sebenarnya sudahcoba
distandarkan oleh kementerian PU
sebenarnya eh yang di PU itu ehandarkan
ee idealnya itu di di bawah
Rp25 r000 per ton idealnya dan lebih
bagus lagi kalau di bawah itu jadi
batasnya dinilai
Rp2.000 per ton itu untuk biayanya terus
tpst jeruk Legi dan cap tidak mengunakan
pemilian manual untuk misalkan materi
ulang bal dan nonorganik sehingga
seluruh hampa masuk ke dalam proses
pengolahan kira-kira apa yang menjadi
pertimbangan ee ee pertimbangan ketika
pemilangan manual tidak diperlukan dalam
pengolahan sampah di TPS jadi di TPS
Logi ini eh proses pemilan manualnya ini
dilakukan di eh di anu ya apa picking eh
picking B ya istilya dia sebelum masuk
ke PR reader ya itu dilakukan pemilan
manual oleh pemulung nah dan pengambilan
sampah bukus yang memang tidak bisa
diproses namun Sebenarnya ada berapa E
saya lihat ya dari berapa Eh proses itu
masih ada masuk ke proses reader ya
preder istilahnya preseder sebelum masuk
ke proses bioding di cilacep itu masuk
preseder dan konsepnya memang semua
sampah masih bisa diproses di situ jadi
di tpst gerologi dengan proses Bi Dring
semua sampah bisa diproses menjadi rdf
jadi seperti yang saya sampaikan tadi
dengan konsep rdf ini eh dengan proses
itu eh kemudinan sampah sudah dengan MC
yang di 25 itu kemudian bisa menjadi eh
rdf seperti itu itu itu
mbakina baik eh untuk Pertanyaan
[Musik]
selanjutnya dari ibu Oki Bagaimana
penyusunan DD tpst rdf dapat selaras
dengan kebijakan nasional dan regasi
lingkungan terutama terkait perizinan
dan standar emisi lalu yang kedua
Bagaimana pendekatan desain Ded tpsdf
dapat mengintegrasikan teknologi Smart
was managemen untuk meningkatkan
Efisiensi dan efektivitas pengolahan
sampah lalu yang ketiga apa tandangan
utama dalam menerapkan DD tpstdf di
daerah dengan tingkat pemilihan sampah
yang rendah dan bagaimana strategi
desain dapat mengatas Oke terimaasih Pak
saprina bagaimana menis DPC dapat
selaras dengan kebijakan nasional dan
regulasi lingkungan ee sebenarnya ee
dalam penyusunan dddf ini Tentunya nya
juga terkait perizinan ya dari
dokumen-dokumen uklupl maupun
ee ee dokumen terkait ya terkait kalau
kapasitas di bawah 500 Ton itu masih
kalau tidak menggunangan termal ya itu
masih UKL UPL eh jadi kita menyesuaikan
dengan itu dengan standar emisi yang
ditetapkan harapannya teknologi yang di
di yang diterapkan di di di tpst ini
Tentunya harapannya sudah sesuai dengan
standar emisi yang yang ditetapkan
seperti itu atau Penanggungan emisi
Penanggungan emisi seperti itu itu yang
yang jadi kunci ya
Ee teknologinya tentunya harusnya sudah
memiliki baku mutu ya terkait emisinya
sudah bisa memiki standar yang
ditetapkan oleh
EE Kementerian lingkungan hidup jadinya
standar yang ada itu itu jadi memang ee
harus menyesuaikan dengan ee peraturan
yang di dimiliki oleh Kementerian
lingkungan hidup terkait dokumen
lingkungan ya ini terus bagaimana
pendekatan desain DTC yang dapat
mengintegrasikan Smart waste
managementen untuk meningkatkan
efisiensi dan efitas pengolahan sampah
sebenarnya kan saya sampaikan tadi
proses pengolahan sampah itu memang
cenderung kalau itu kan
ee kalau kita pilah dari sumber
sebenarnya lebih memudahkan untuk proses
ini sebenarnya proses eh terkait
teknologi pemilahan tidak terlalu banyak
Nah ini lebih lebih Smart ya kalau kita
kita kita gunakan namun kan kita perlu
waktu ya untuk bisa membuka paradigma
yang masyarakat di mana sampai Masih
proses tercampur dan dan eh kita dengan
konsep FS Ini sebenarnya sudah ada
proses pemilahan Dan Sampah tercampur
pun enggak ada masalah untuk menjadi rdf
menjadi rdf La terus Apa tantangan utama
dalam menerapkan ddtpsdf di daerah
dengan tingkat Pilan sampah yang rendah
dan bagaimana Seti desain dapat mengat
eh seperti yang sampaikan tadi Mengapa
eh eh rdf itu dipilih karena karena
masalah tadi itu terkait pemilahan
sampah masyarakat yang masih rendah Jadi
ee itu lebih efektif dengan proses
pemilahan dengan proses sampah yang
masih tercampur masih diproses eh di
cacapila nanti bentuk di menjadi bentuk
rdf danorganiknya kalau kita
mengoptimalkan proses pengolahannya Ya
seperti yang sampaikan tadi dengan
proses rot skin atau denganom screen
untuk di awal untuk mengoyak-oyak
mengurunkan kadar air eh ornya lebih
lebih kering ya lebih mudah tanpa ada
proses tambahan tidak nambahkan nambah
alatnya yang saya sampaikan tadi untuk
pengeringan deing dari sampah organik
itu dengan rotario blwing atau yang lain
itu cukup dengan proses cacah pilah saja
Tinggal pengkondisian penyimpanan produk
rdf tadi terus dengan organiknya
tentunya dengan proses drying tetap
harus e tari drying terus dengan proses
tambahannya sebelum rotary Dring ada
namanya Spinner atau hidraulicing press
untuk menyusutkan kadar air yang yang
berlebih pada eh organik organik agar
lebih eh beban dari rotar tidak terlalu
berat jadi seperti itu jadi seperti itu
Pak
eh selanjutnya pertanyaan
dari bapak
dan apa kelebihan dan kekurangan pada
penggunaan biodve dan rotary Dring dan
Adakah scoring untuk pemilihan teknologi
bioding dan rotary Dring ya demikian Mak
Makasih Mbak DD n Kurniawan ya kelebihan
dan kekurangan daring eh semuanya maunya
kelebihan dan kekurangan Sebenarnya ya
kalau kita bilang biodraing seperti yang
di celacap tentunya dengan kapasitas 120
ton perd ya ituu itu membutuhkan lahan
yang cukup luas ya itu itu kekurangannya
ya kalau kita menggunakan drying eh
lahannya cukup luas Eh kalau dengan
nototar drying eh eh lahannya Memang
lebih Ee tidak terlalu besar bisa
seperti yang saya sampaikan tadi Nah di
angka 2000 1000 5.000 6.000 Saya sempat
mendesain di angka 150 Ton itu masih
bisa di 7.000 m per
eh itu itu masih bisa jadi ee terkait
kekurangan dan kurangan bioding itu
sebenarnya lebih murah Sebenarnya ya
kalau kita konsep dengan bioaktivator
lebih murah dan namun lahannya itu yang
butuh butuh besar ring memang
eing ini sebenarnya bisa dioptimalkan
untuk lebih murah Sebenarnya ada
teknologiing yang mahal ada yanging yang
murah nah eh setelah kami coba pelajari
ada konsep yang sampai tadi pembakaran
tidak juga dari pembakarannya tidak juga
dengan sampah itu sendiri Eh tapi juga
dengan sour solar cell ada dengan eh
listrik eh seperti cfal dryer tadi itu e
perbedaannya Yang dengan rot drying
dengan penguku pembakar dan tanpa eh
dengan drying itu adalah hasilnya hasil
dari proses eh rdf-nya lebih banyak
denganing karena tidak ada sampah yang
diproses untuk proses membantu biomassa
tidak ada biomassa yang habis untuk
proses pembakaran Nah jadi jadi seperti
itu perbedaannya seperti itu Jadi ada
biomasa yang terbuang pada proses kalau
roting yang dengan pembakaran sampai itu
sih ada proses biomassa yang terbuang
namun kalau kita menggunakan eh solar
maupun e gas ataupun dengan listrik eh
biayanya juga cukup mahal eh namun
biomassa yang ada juga lebih besar
ituing pun bermacam-macam teknologinya
memang eh kalauing juga sama sama kalau
kita menggunakan beoding seperti yang di
celacap tentunya biaya tkdm-nya cukup
besar namun sekarang itu ada berapa
lokasi yang sudah menggunakan mbt ya
dengan backh dengan dengan dengan
dibantu dengan untuk mempercepat proses
pembentukan sdf-nya
itu kasih atasan jawabannya eh lanjut ke
pertanyaan yang terakhir pada sesi
pertama yaitu dari ibuia Apakah resido
sampah dari tps3r resido UN jadi RD iya
oke eh eh bisa Bu Jumiati memang ee
konsep rdm kan sampahnya tercampur jadi
sampah tpst residu ini dijadikan di
proses dewaing di tdwing di tpst untuk
jadikan rdf Jadi intinya proses rdf itu
adalah penurunan kadar air ee diadar air
kurang dari 25% jadi seperti itu jadi ee
e residu makanya saya sampaikan tadi
yang waktu pembahas di materi yang awal
tadi itu kan ada proses preprocessing ya
Eh ada pilihan ya kalau kalau kita sudah
menentukan tps3r ini residunya apa saja
karena umumnya tps3r masih cenderung
organik juga cukup banyak cukup banyak
ya organiknya Berti e bisa jadi langsung
ke proses Caca pila tanpa ada proses
pemilan layak jual ke hoper cacapilanya
lanjut ke proses setelah cacapila
organik anorganik organiknya diproses
dirting PR lanjut ke proses rotary
drying ataual drying eh kemudian sudah
itu jadi bisa menjadi rdf seperti itu Bu
jadi Eh rdf ini Bisa sampah tercampur
maka itu eh lebih eh hasil rdf ini
memang seperti yang disampaikan di awal
memang cukup efektif mengurangi sampah
sebenarnya E mengurang sampah tidak
kalau kita tergantung kita ya gitu Pon
offteer kalau kita adateer di daerah
lokasi kabupaten kota yang ada di tempat
ee Ibu tentunya potensi itu bisa ada
pendapatan namun kalau ibu tujuannya
hanya menghabiskan sampah ya Eh habiskan
sampah tentunya bisa juga rdf itu dengan
konsep eh rotary DN dengan menggunakan
eh dengan bahan bakar sampak itu sendiri
itu contoh pilihan ee alat-alat yang ada
di yang sudah ada di di saat ini yang
ada di yang sudah ber apa sudah
diterapkan diberapa tempat tpst Ya se
itu namun ada berapa tpst yang memang
Ee pembakarannya tidak optimal namun ee
Namun ternyata setelah memang perlu ada
pengkajian terkait terkait ini ya tuku
bakarnya yang terutamanya terutama
terkait ini eh eh udara panas yang akan
masuk ke proses rotal dringnya itu head
changernya changernya pengungar panasnya
Jadi sebenarnya pembakar hanya untuk
aapnya proses ke rotar bukan bukan hasil
bakarannya yang masuk ke ke rotari
Dring itu
makik Terima kasih atas pemaparan
jawabannya kepada
bapak demikian tadi pertanyaan dari
Bapak Ibu sekalian sekaligus menjadi
pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab
kita P sesi pertama tring onl ini saya
ucapkan terima kasih untukap
BAP yang sudah membantu menjaabanyaan
dariapak
ibu kemudi bag Bapak Ibu sekalian yangih
memiliki berbagai macam pertanyaan
mengenai penyusunan penyusunan dokumen
Ded pembangunan tpsrdm bisa disimpan
terlebih dahulu pertanyaannya untuk sesi
kedua training online kita pada hari ini
yang nanti akan dilanjutkan pada pukul
13.00 hingga pukul 15.00 nanti Selain
itu kami juga ingin mengingatkan Bapak
Ibu sekalian untuk mengisi kuesioner
yang linknya sudah di-share di kolom
chat supaya kegiatan kami selanjutnya
bisa lebih baik lagi dan Sekali lagi
saya izin mengingatkan kepada Bapak Ibu
yang menginginkan materi sekaligus
sertifikat dan kemarin belum request
dapat mengisi Link yang juga sudah
dikirimkan Amin kami di kolom chat Akhir
kata saya selaku MC sekaligus moderator
pada sesi pertama memohon maaf
sebesar-besarnya apabila selama memandu
acara ini terdapat kesalahan kata
ataupun perbuatan saya S Afifah pemit
undur diri wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh sampai jumpa
lagi di sesi kedua training online kita
di jam 1 Nanti Terima kasih
Terima kasih sampai jumpa kembali Terima
kasih