Transcript
ZdApQBloAkk • PENYUSUNAN DOKUMEN DED PEMBANGUNAN TPST RDF SESI 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0107_ZdApQBloAkk.txt
Kind: captions Language: id Universitas Islam Indonesia baik langsung saja waktu dan tempat saya persilakan baik terima kasih mak Sabrina yang sangat semangat pagi hari ini sepertinya cepat sekali memandu acara E tapi kami yakin ini tujuannya supaya acara segera mulai karena para peserta tidak sabar lagi menunggu acara intinya Bismillahirahmanirahim alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alamdulillah Bapak Ibu semuanya teman-teman semuanya kita bertemu kembali dalam agenda rutin kita belajar bersama di aktivitas Project B Indonesia dan jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia ee kali ini temanya berkaitan dengan tpst kalau dalam minggu 2 minggu yang lalu kita juga sudah belajar tentang tpst dengan konsep gasifikasi yang bagi Bapak Ibu yang baru bergabung saat ini mungkin bisa menjenguk ke youtube-nya project B ada dua sesi juga di sana Nah hari ini kita belajar bersama tentang rdf ya rdf ini eh sedang hangat-hangatnya dibicarakan gitu ya Dan kita sangat bersyukur hari ini pak salh ee yang juga sebelumnya pernah mengisi juga di training online kita di kajian ee studi kelayakan gitu ya TPS juga Pak Soleh ini termasuk ee apa ya Ee konsultan yang ikut terlibat dalam pelaksanaan berbagai macam tpst ya dengan berbagai macam konsep tapi saya teringat rdf Ini zaman dulu pada saat pandemi ada satu wilayah yang ingin membangun rdf terus kemudian ternyata belum banyak contohnya gitu ya Nah kebetulan kita bareng-bareng untuk belajar tentang rdf dan ternyata sampai saat ini bisa berkembang sangat luas nah ee dengan berbagai macam projek yang sudah dikerjakan oleh Pak salh dan tim gitu ya di yang tersebar di berbagai macam wilayah Indonesia Nah mudah-mudahan terangkum dengan baik hari ini kita belajar bersama dengan kasus-kasus tpst rdf dengan berbagai macam sistem gitu kalau dulu saya ingat betul itu Modelnya hanya itu satu begitu ya kita lihat di satu lokas itu tapi sekarang dengan berbagai macam teknologi ee kampus juga ikut terlibat dalam melaksanakan berbagai macam ee praktik ya Ee tugas akhir mahasiswa untuk mengkaji rdf yang cepat rdf yang berkualitas sehingga offbreaker dapat mudah menerima sampah ee bahan bakar yang akan digunakan tersebut gitu terima kasih sekali Pak soh sudah berkenan di sesi yang kedua ini ya terkait dengan ee penyusunan ee Ded pembangunan tpst dengan konsep rdf gitu dan pastinya Bapak Ibu ee yang senantiasa ee semangat dan setia untuk mengikuti ee kegiatan training online maupun webinar yang dilakukan oleh butik daul ulang Project B Indonesia dan jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia terima kasih kami ucapkan dan mudah-mudahan ee suasana santai kita di hari sabtu yang nanti sampai siang dapat kita lalui dengan menyenangkan gitu ya mendengarkan Pak Saleh ee menjelaskan dan Bapak Ibu juga bisa bertanya baik melalui kolom chat ataupun nanti secara langsung Kalau diperkenankan nanti oleh Mbak Sabrina gitu ya Nah nanti Insyaallah kita akan ketemu lagi di konsep tpst yang lain Bapak Ibu dan mudah-mudahan EE butik darulang dan EE jurusan Teknik Lingkungan senantiasa terus membuat aktivitas-aktivitas yang bermanfaat ee pastinya masukan-masukan Bapak Ibu sangat kita butuhkan supaya kegiatan kita dapat sustain dapat berkelanjutan dan pastinya dapat bermanfaat bagi kita semuanya terlepas berbagai macam kekurangan yang mungkin masih perlu ditingkatkan ya dalam aktivitas-aktivitas ee di masa yang akan datang sekali lagi kami ee sangat senang pada hari ini kedatangan Bapak Ibu semuanya dan panitia sudah menyiapkan dengan mudah-mudahan dengan sangat baik ya baik tidak berlama-lama karena saya juga ingin belajar juga tentang rdf ini dan perkembangannya ee yang ada di Indonesia dan di secara global begitu ya kita mulai saja ya Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim training online penyusunan dokumen Ded pembangunan tpst dengan konsep rdf pada Hari ini Sabtu 1 ee Februari 2025 resmi kita buka mudah-mudahan dapat berjalan dengan lancar Terima kasih semua pihak yang sudah terlibat saya mohon maaf jika ada kekurangan wabillahi taufik wal hidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kepada bapak Hijr yang telah memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara pada pagi hari ini Bapak Ibu sekalian kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project Indonesia jadi semisal selama acara training online ini berlangsung ada Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti training online ini melalui YouTube channel kami di Pro selanjutnya seperti biasa bapak ibu sealian hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam doorprice spesial untuk bapak ibu yang beruntung doorprice ini diberikan berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan dua Story Instagram terunik selama training online ini berlangsung untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara sesi 2 nanti Sedangkan untuk pemenang dua Story Instagram terunik akan kami Hubungi langsung melalui DM Instagram Nah jadi bagi Bapak Ibu yang ingin bertanya selama training online berlangsung dapat memberikan pertanyaannya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih tiga penanyaan terbaik untuk memenangkan doorprice spesial dari kami lalu untuk untuk Story Instagram bapak ibu dapat membuat Story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @projectb Indonesia baik tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi namun sebelum itu Mari kita lihat terlebih dahulu CV dari pemateri kita berikut ini [Musik] eh Demikian sekilas mengenai pemateri kita pada hari ini selanjutnya mungkin untuk efisiensi waktu jika bapakh sudah siap kita mungkin bisa langsung saja untuk penyampaian materinya untuk waktunya kurang lebih sampai pukul 10.30 ya Bapak wakur dan tempat kami persilakan Makasih Mbak Sabrina ya eh sabr eh izin Share screen Oke asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Eh bapak ibu yang hadir dalam eh webinar online terkait konsep pengolan eh apa terkait Ded penyusunan Ded tpstdf eh saya kami saya sebagai ee apa narum ini hanya sebagai menyampaikan eh sharing pengalaman dalam penyusunan Ded tpst rdf seperti yang disampaikan Pak hijrah tadi memang Eh tpst rdf ini sudahudah mulai Eh mulai banyak digalakkan diberapa tempat ee mungkin di awal tahun di waktu pandemi itu sempat ada ee penyusunan did Namun waktu itu ee apa teknologinya masih masih ada ee duplikasi dengan yang diacap namun sekarang dengan berkembangan waktu sudah semakin banyak Eh inovasi Of Teknologi yang dilakukan oleh vendor-vendor maupun eh dari pengalaman-pengalaman yang dilakukan oleh eh pengkaji eh terkait ehproses dewaing dari eh sampah agar menjadi ee rdf seperti itu Jadi kita mulai pokok pembahasan yang nanti akan kami sampaikan saya sampaikan nanti ada 10 eh 10 outline yang nanti yang akan kami sampaikan mulai nanti ada konsep pengolan sampah berbasis tpst terus nanti ada pengantar terkait pengolan sampah bas sdf Seperti apa ssip dan kriteria perencanaan TPS sdf Seperti apa dan metodologi penyusunan Ded tpsd rdf ee kemudian juga terkait aplikatif ya aplikatif terkait nanti penyusunan Seperti apa mulai dari survei dan pengumpulan data perencanaan tata letak dan alur tpst terus spesifikasi teknis dari perencanaan infrastruktur rdf ini juga terkait nantinya teknologi ya teknologi yang sudah berkembang saat ini terkait Bagaimana eh membentuk sampah itu menjadi rdf ada berapa teknologi yang sudah mulai berkembang saat ini kemudian ada eh perancangan tahapan dan jadwal pelaksanaan terurus ee eh terkait penyusunan RAB se kita update juga terkait analisa ya terkait analisa yang terbaru sudah dimulai distandarisasikan oleh e kementerian PU ya terkait ee ee terkait analisa maupun apa isian-isian dari rekapan dari rincian dari eh dari RAB dari tpst nantinya kemudian ada nanti eh kami sampaikan terat contoh aplikasi TPS rdf existing tentunya saat ini yang existing yang sudah berjalan adaberapa ee konsep ya rdf-nya bisa ada yang proses di dicilacap pakai bioding ada konsep dengan yang diberapa tempat yang sudah mulai menggunakan eh proses dewai dengan eh rotary drying seperti itu Jadi kita mulai saja e mulai dari ke kait konsep pengolahan sampah berbasis tpst Ee kita mulai dari eh dasar hukum Ya kebijakan pemerintah dalam pengolahan sampah dimulai dari eh undang-undang 18 tahun 2008 tentang kas sampah itu sudah mulai ee diterbitkan ya terkait eh agar pengelolaan sampah itu eh tidak dilakukan secara Open damping e apa penimbunan sampah tidak Open damping di situ Di mana Eh waktu itu ee di dalam undang-undang 18 tahun 2008 itu juga disampaikan juga terkait bahwa pemerintah Kabupaten Kota harus ee melakukan pengolahan sampah penimbunan sampah dengan dtpa itu dengan eh konsep krolvel atau senit Fel 5 tahun Setelah ditkan undang-undang 18 tahun 2008 ini kemudian ee kemudian ee tahun 2014 dibukan terbitkan undang-undang nomor 23 tentang pemerintahan daerah itu terkait menklatur ya pengelolaan sampah yang waktu itu memang sempat Eh ada perbedaan pengelola ada di dinas PU maupun dinas lingkungan hidup akhirnya pada tahun 201 2000 14 ee terbit undang-undang 23 tentang nomor di mana pengololahan sampah nantinya dilakukan oleh dinas lingkungan hidup kemudian pp81 2012 tentang pengan sampah ee rumah tangga dan Sampah jjenis rapan tangga ini juga terkait ee Penanganan dan eh pengurangan juga sama yang di dilanjutkan pada Perpres 97 nomor yang di mana tentang jakstranas ya Di mana Eh target pengolaan sampah pada 2025 ini ya tahun ini juga ya terakhir tertarget itu pengolaan sampah penanganan itu targetnya 70% 30% penguranganya kita bisa terkait penanganan itu apa etian terkait penanganan penanganan itu adalah eh penanganan eh kegiatan pengolaan sampah pengololaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah atau dinas terkait kemudian kalau eh yang pengurangan adalah kegiatan ee kemalan sama yang dilakukan oleh masyarakat itu ee pengertian terkait ee ee kegiatan pengurangan dan penanganan kemudian 2012 eah ini mulai ee dilakukan tentang percepatan pemb instalasi Pan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi Rama lingkungan Nah inilah mulai munculnya yang di Cilacap itu terkait ee rdf ee yang EE pengolahan rdf yang di Cilacap kemudian perpes eh 832 tentang penanganan sampah laut yang juga menjadi ee eh isu waktu itu terkait eh penanganan sampah laut kemudian permain PU Nomor 3 tahun 201 juga tentang penyanggaan pelaksanaak persampahan yang juga juga di dalamnya juga disampaikan tentang eh berapa teknologi berapa teknologi tentang tpst Nah ada gasifikasi ada ada folisis nah itu sudah disampaikan di di dalam permen Bu nomor 3 tahun 2013 nah dan terakhir ini Permendagri nomor 721 ini juga juga menginputkan juga terkait pengolahan sampah ipst dengan ee dengan ee pembiayaan ya pembiayaan pengolahan sampah mulai dari sumber sampai ee pengolah pengolahan akhir jadi penimbunan Akhir pengosan akhir jadi di situ Di Pen Dagi memang kalau kita eh mempelajari ee terkait isian di permen dagi itu memang perhitungan sudah Ee ada kalkulatornya ada kalau kita menggunakan pengolahan tpsc Seperti apa ini sudah ada perhitungannya di di permen dag nomor 7 2021 dan memang ee secara nilai nilai kalau kita menghitung menggunakan kalkor daging Nomor 7 Tahun 2001 itu memang pengolaan biaya pengolaan persampah ini cukup besar ee namun ee tentunya ee ada kebijakan di situ ee dalam waktu waktu waktu pembahasannya ya terkait pembahasan terkait permendagi nomor 721 memang ee terlihat apakah beban pengelolaan sampah ini akan dibebankan oleh pemerintah daerah atau Nantinya juga ada subsidi dengan ee retribusi dari masyarakat itu ini terat dasar hukum terat konsep pengololan sampah di Indonesia lanjut ke eh dasar hukum pengan sampah ini yang kami sampaikan terkait ee undang-undang nomor 8 tahun 2016 itu tentang kegiatan pengurangan sampah dan penanganan sampah dan proses di PP 812 juga menyebutkan tpst itu adalah posisinya sebenarnya di di akhir proses pengolahan e eh akhir sebelum TPA Jadi sebelum timbunan Kalau sebelum kita Sebelum kita boomingnya tpst eh banyak tpst itu ada di luar TPA sekarang Eh sudah digabungkan ya istilahnya bukan lagi TPA tapi tpst plus ee lah bahan uruk residu jadi ee sampah yang masuk TPA itu nantinya ee masuk TPS itu kemudian residunya diolah dulu di tpst kemudian residunya masuk TPA sekarang namun TPA sekarang istilahnya sebenarnya ee disampaikan ee terkait target ya Di mana tahun 2030 sudah tidak ada TPA lagi namun sebenarnya konsepnya yang berubah jadi konsep TPA itu adalah tpst plus Lur jadi eh tetap ada landfiel untuk menimbun residu dari proses pengolahan di tpst untung-untung kalau tpst-nya berjalang optimal bisa jadi tidak ada residu bisa juga seperti itu Nah e sebenarnya itu konsepnya masih bisa dengan konsep nantinya kita saya sampaikan nanti rdf rdf ini adalah eh membentuk eh sampah menjadi biomassa itu kemudian eh lanjut eh terkait eh Indonesia menuju pengolahan sampah berbasis teknologi ini seperti yang saya sampaikan tadi memang eh meningkatnya timbulan sampah eh dengan meningkat jumlah penduduk meningkatkan level ekonomi tentunya akan seiring dengan sejalan dengan meningkatnya timbulan sampah nah terkait permasalahan tersebut juga ee terkait proses pengolahan sampahnya saat ini terjadi dengan DP Pa itu kan masih konsepnya konvensional jadi konsepnya hanya penimbunan di area ee landfield ya landfield kemudian ditimbun ee kadang Ee tidak dilakukan secara Eh benar secara secara benar apa pengoperasiannya karena dengan tidak dilakukan dengan bertahap pemadatannya sehingga pemadatan optimal sehingga sampah itu cepat penuh di are lfel kemudian ee tentunya dengan penuhnya sampah tentunya kita kanan butuh lahan nah ini yang menjadi kelangkaan lahan TPA ini berikutnya jadi dengan adanya sampah yang penuh tentunya butuh lahan untuk ee lahan ganti untuk penimbunan berikutnya sehingga ee perlu intervensi teknologi yang ramah lingkungan di sini tentunya dengan penyesuaian dengan kapasitas pendanaan dari yang dimilik oleh Pemda dan kualitas Jang oleh sampah tentunya teknologi ini juga akan di di di diikuti dengan k terkait kualitas dari sampah yang ada di di kabupaten kota yang tersebut nah pilihan teknologi ini sudah ada sebenarnya di di Permen PU Nomor 3 tahun 201 eh di situ ada berapa teknologi pengan sampahan mulai di fisik biologi eh kimia termal dan rdf sebenarnya nah ini ini adalah eh arahnya ke depan Eh di mana pengolahan sampah akan Indonesia akan berbasis teknolog Logi jadinya di tahun 201 sudah tidak ada ee TPA lagi dan itu pun sudah tahun-tahun e Mulai tahun ini sebenarnya usulan-usulan terkait ee TPA pun sudah mulai e sudah tidak ee direkomendasikan oleh kementerian PU e lebih konsepnya tpst peslur atau mungkin tpst yang diolah di suu kawasan kawasan kemudian lurnya yang masih Masasih ada mungkin dioptimalkan untuk penimbunannya ini adalah terkait e komponen-komponen pengolahan ya Mulai dari mulai dari sistem pemilahan di Sumber kemudian sistem pengumpulan yang di gerobak kemudian ada sistem pengolahan Eh ada TPS pengomposan menggunakanator tpst pengomposan inator gifikasi ini dan S juga sistem pengangkutan ini sudah semuanya sudah ada tercantum pada eh pendanaan biaya e biaya operasional yang ada di Permendagri Nomor 7 Tahun 2001 itu sudah ada berapa contoh dan Sebenarnya ada kalkulator perhitungannya di situ kita bisa meng Pemda pem kabupaten kota yang EE ingin menghitung Berapa sih biaya pengolahan sampah karena kita menggunakan konsep pengolahan rdf gasifikasi itu seperti apa terus dengan penanganan konsep ee target-target yang direncanakan seperti di target yang saat ini ee di platform pengolan sampah yang terbaru targetnya adalah ee apa ee satus penanganan sampah perkotaan pada tahun 2030 di mana ada ee rincian di mana Penanganan 80% dan 20% pengurangan nah ini ini sudah Ee bagi pemerintah Kabupaten untuk menentukan juga bisa terkait pembiayaan ya itu juga bisa mengacu pada permenakir nomor 7 tahun 2001 nah nah ini adalah target ya target yang akan diharapkan Dalam arah pembangunan Indonesia pembangunan eh Indonesia tahun 2004 di sektor persampahan jadi outputnya yang diharapkan 2045 itu 100% rumah tangga mendapatkan layanan pengumpulan aman dan penuh jadi memang tidak ada penimbunan di rumah tapiada pelayanan semuanya di rumah tangga terlayani 11 timbulan sampah terkumpul 90% sampah terolah jadi Ee tidak e sampah itu ee di tahun 200 diharapkan sudah ada proses pengolahan residunya itu 10% nah ini yang menjadi tantangan ke depannya juga karena kita melihat ee meskipun berapa kegiatan ada tpst maupun tps3n yang saat ini sudah terbangun sampah residunya pun masih cukup besar ya karena memang proses pengolahannya masih konvensional ya ada ee mungkin tpsgr yang jugaah dibangun pu memang konsepnya konvensional eh residunya pun bisa sampai 50 67 sampai 70% itu bisa sampai seperti itu Jadi kurang optimalnya proses pengolahan ee terus di sini sampah Indonesia menjadi tantangan juga sampah Indonesia di Indonesia ini kan cenderung organik kita kalau kita ee melihat dari yang sampah leat jual mungkin sampah anorganik kemudian sampah kompos pun eh sampah organiknya pun hanya bisa dikompos kompos pun Ee Kita mau jual ke mana pun juga perlu dipikirkan karena kalau kita mengolah la umpamanya ada komposisi sampah organiknya di angka 70 60 sampai 70 itu kan kalau kita harus mengolah dengan kompos tentunya kita membutuhkan lahan ee kalau lahan terbatas tentunya menjadi ee masalah kan ee tentunya ee di berapa tempat selain eh lahan juga eh offtakernya dari eh kompos ini Nah kalau kita setiap hari ngumpul tentunya akan menimbun juga sehingga di beberapa tempat TPS maupun TPS Dr itu resido organnya cukup besar juga meskipun juga mendapatkan ee hampir 20 sampai 25% sampah yang layak jual dari komposisi sampah anorganiknya kemudian eh berikutnya adalah 100% LAN urut resido tingkat kontrol jadi tingkat kontrol jadi ee harapannya pengol proses pengolahannya kalau urut residonya hanya 10% dari umpamanya sampah 100 ton ya yang sampah yang masuk TPA hanya kurang lebih 10 ton sampah apa yang masuk ee masuk ke lahan uruk resido jadi seringhatnya proses pengolahan sampah diharapkan lebih optimal jadi kalau kita bisa melihat ee pengolahan sampah di landfield TPA saat ini yang masih sedikit Om damping mungkin ya karena kewalahan ya kewalahan terus proses pengolahan penimbunannya mulai dari kalau kalau secara sop yang secara benar kan kita membuat ee sel-sel sampah ya sel-sel sampah harian kemudian kita timbun pemadatannya pun dilakukan bertahap tidak langsung kita timbun 1,5 m kemudian dipadatkan enggak namun ee di ee ketinggian ee 5 1 m pun dipadatkan sampai 50 sehingga proses pemadatannya lebih optimal sehingga ee standar yang ditetapkan dalam pemadatan di yang ee ee di yang ada yang yang ditetapkan saat ini yang itu kurang lebih di 600 kg eh per met³b namun itu sebenarnya bisa dioptimalkan sebenarnya Ini pengalaman saya ya waktu pendampingan operasional TPA itu bisa menjadi 750 kg/m³b Itu kalau P proses pemadatnya sesuai dengan SOP Nah itu itu yang jadi tantangan ee di saat ee nantinya kalau ee sudah Ee hanya kita hanya 10 ton per hari itu kan cukup kecil Kalau dengan umanya sampah-sampok masuk 10000 ton masuk masuk tpst diolah ee 10%-nya itu nanti masuk lahan uruk resido harapannya nantinya terkontrol apa pengolahan sampahnya sesuai dengan ee proses penimbunannya juga harapannya sudah bisa terkontrol gitu itu eh gambarannya ya gambarannya nanti terkait eh target eh pengolangan persampahan pada tahun 2025 dan outcome yang diharapkan adalah kesehatan masyarakat menjadi meningkat kualitas lingkungan yang Lestari sampah termfat menjadi sumber daya dan terkelas secara berkelanjutan menjadi tantangan juga ya kita kalau ee sudah menerapkan pengolahan rdf namun tidak ada offteer itu menjadi kendala juga namun ee diberapa pengolahan yang kami coba buatkan sebenarnya proses pengolahan rdf ini sebenarnya bisa jadi ee untuk bahan bakar proses dewaeringnya atau Eh kalau memang ada untung-untung kalau ada ofteer itu bisa eh mendapatkan imbal balik ee biaya pengurangan biaya operasional nantinya seperti itu Nah kita ee eh ke defini ini masuk ke defini tpst itu sendiri ya tpst eh di dalam Permen PU Nomor 3 tahun 2013 ini ee ada dua definisi DII yaitu tpst di dalam definisi dari apa ee kosakata itu disampaikan vapnya itu ee adalah tempat dilaksan kegiatan pengumpulan pemilahan penggunaan ulang pendawur ulangan pengolahan dan pemulosan akhir jadi ee TPS ini juga sebagai proses pemulosan akhir di sini namun di dalam eh dalam isi dari perm PU Nomor 3 tahun e 201 ini juga Eh ada istilah juga eh pengertian dari tpst itu adalah Des tempat berlangsungnya kegiatan pemisahan dan pengolahan sampah secara terpusat jadi tpst ini bisa dikonsepkan sebagai proses perwuasan akhir dan juga tpsd ini bisa dilakukan oleh di suatu kawasan di mana residunya akan dilakukan perwasan akhir di lahan uruk residu di tempat lain Jadi tpst ini bisa bersinggungan dengan Lur konsep TPA dengan TPS Lur atau TPS yang EE diolah di suatu kawasan nantinya residonya akan ditimbun di ee Lur di area yang berbeda atau TPA yang sudah ada yang namun ee belum ada tpst jadi ee istilahnya seperti itu jadi TPS ini juga bisa sebagai ee area untuk pemulusan akhir sampah apa aja yang ada kegiatan pokok apa saja yang ada di tpst memang kegiatan umum dari proses ppst ini sebenarnya adalah pemisahan ya sebenarnya pemisahan Nah ada pengolahan lebih lanjut Kalau di awal tentunya ada pengolahan lebih lanjut sampah yang telah dipilah di sumbernya jadi Jadi kalau sampah yang dipilah sembennya tentunya ada residunya dari proses sebelumnya tentunya akan masuk di proses tpst ini kemudian e dilakukan pemisahan dan pengolaan langsung komponen sampah kota Kemudian dari hasil proses pengolaan itu akan ditingkatkan mutu produknya nah di berapa tempat eh Kami sempat e Mencoba mengkonsepkan tpst ini dengan bank sampah untuk meng Namun karena keterbasanan tenaga juga dan juga ke waktu ya akhirnya ee untuk untuk sampah-sampah yang layak jual ini hanya dijual ke pengepul ee harapannya kan ee hasil dari proses yang yang diambil ini bisa bisa di dayakan menjadi nilai yang lebih tinggi seperti B bank sampah itu terus pengolahan sampah di tpst ini ada apa saja mulai dari preprocessing ini kami mengacu pada ya Permen PU Nomor 3 tahun 2013 ya Ada berapa ee ada empat eh itemes pengolaan sampah di tpst mulai dari preprocessing ada prereatment ada pengolaan fisik dan fases lain yang mendukung hasil dari produk tpst nantinya jadi eh di sini ada istilahnya fasilas lain Jadi tidak Ee tidak eh dibatasi terkait keinginan produk yang dihasilkan namun harapannya produk yang dihasilkan di tpsd ini harapannya memang benar-benar eh terserap ya terserap ke offtaker jadi tidak menimbun di are area tpst Dan residunya harapannya sudah mengecil ya kalau dengan konsep fdf ini dengan konsep yang coba Kami nanti ee paparkan yaitu konsep rdf dengan konsep perputaran eh pengolahan sampah ditering terus ee dilakukan pembakaran dengan konsep pembakaran itu ee e pembakaran itu untuk membantu proses dewatering sampah sehingga ee sampah itu habis dengan proses pembakaran dan juga ee dewater dengan dewatin dulu tidak langsung proses pembakaran nah di Processing ini memang Diperlukan ya kita ee kita Mengidentifikasi mengidentifikasi sampah sumber sampah ya sumber sampah tentunya plakuan sampah pasar atau sampah mungkinan maupun sampah resido pengolahan dari tps3r dan TPS itu tentunya berbeda kita kita bisa melihat sampah pasar yang memang cenderung organik Ya kurang lebih organiknya 75 sampai 80% sampah permukiman itu eh sampah organnya kurang lebih ya di angka 50 sampai 60% kemudian sampah resido ini yang belum kita pernah kaji ya sebenarnya Sido ini sebenarnya kalau kita proses nanti kalau di konsep TPS dengan rdf ini bisa langsung proses eh proses e di proses dewateringnya atau nanti di proses eh dihdra dewaering press-nya nanti dipres darahnya karena memang sampah residu peng TPS eh 3R maupun tpst ini sebenarnya masih tercampur ee campur antara organik maupun anorganik yang yang jadi residu sehingga ee bisa jadi nantinya proses dari residu ini bisa juga masuk ke proses ee sampah pemukiman ini pilihan ya pilihan teknologi untuk memaksimalkan kalau memang dari kapasitas alatnya bisa dimungkinkan eh cukup ee ee dari Sidu ini masuk ke sampah pungan jadi ee bisa menghemat ee alat yang ada menggunakan alat yang ada jika kita tidak membuat line-line baru untuk ee pengolahan sampah residu namun atau mungkin juga di sampah residu ini bisa potong jalur proses pengolahan di tpst itu masuk ke proses eh deting press atau cacapila nantinya tentunya eh pengaturan-penguran itu diatur dalam Sop eh Apakah nanti sampah residu dari pengan tpst atau tps3r ini masuk ke proses eh cacah pilah eh cacah a di hopernya cacapila kemudian diproses pemisahan organik dan organik n organiknya nanti diproses untuk proses eh dewatering dengan e HDP menuju ke rotary drying atau mungkin dengan konsep yang yang saat ini dicelac itu dengan biod Dring itu lebih eh eh lebih lebih lebih anu ya lebih hemat biayanya ya karena dan prosesnya lebih tidak banyak risiko sebenarnya kalau kita dengan namun lahannya yang membutuhkan lahan yang cukup besar untuk proses dengan seperti diaing ini nah ini e Pring ini eh meliputi proses penimbangan eh terkait mengetahui jumlah sampah yang masuk terus penerimaan dan penyimpanan menentukan area untuk mengak jika sampah terolah tidak secepat sampah yang datang ke lokasi jadi proses ini adalah proses penerimaan di loading sampah proses loadingnya pun e secara konsep itu macam-macam ya ada proses dengan dibuatkan screen ehen untuk sampah nanti terscreen tidak sampai ke proses pengolahan lanjutan di conveyor tanpa harus mengaga manual itu juga bisa dibuatkan seperti itu ini nanti terkait e penyusunannya ya penyusunannya Nah ini adalah eh apa eh proses pengolahan sampah yang yang pengolan pengolahan sampah yang ada di di Permen PU Nomor 3 tahun 2013 ini juga disebutkan ya disebutkan ada proses pengolan anerobik aerobik polisis gasifikasi sinasi dan plasm gasifikasi Nah dari sini memang ee kalau kita melihat memang tidak terlihat proses eh eh eh rdf ya namun di berapa kegiatan rdm sebenarnya bisa di proses aerobik Danung juga ada proses pembakaran juga nantinya jadi ada perpaduan Nantinya di proses rdf ini e perpaduan insenerasi maupun prosesan aerobiknya aerobiknya itu ini Ee kita bisa melihat dari biaya investasi mulai dari biaya investasi biaya operasional memang ee plasma G cukup tinggi ya dengan investasi memang lebih kecil eh juga cukup besar investinya hampir 55 550 juta sampai 5 miliar ton per hari ya ini cukup besar juga ini ini ini yang ada di Permen PU Nomor 3 tahun 2013 Oke kita lanj eh materi konsep apa eh terkait ee pengantar pengolahan sampah berbasis fdf jadi eh kita Indonesia menuju polahan sampah berbasis teknologi jadi kita mereduksi sampah eh dengan volume maksimal massa dan volume maksimal dapat dibangun di lans sempit biaya investasi yang terjangkau dan biaya operasional yang Paran yang rendah ini yang jadi konsep berikutnya dalam teknologi pengolan sampah yang akan yang ada di Indonesia nantinya dan ini prosesnya Masih proses anu ya proses ee penyusunan di berapa tempat masih ada berapa tempat memang dengan konsep ini masih gagal ya ada yang Dit ditutup mungkin tentunya harus diperhatikan di fs-nya nanti sebelumnya sebenarnya suudi kelayakan ketentuan oftaker Nah nanti saya sampaikan terkait ee kesiapan dari Pemda ee terkait ini ya tpst ya terkait kesiapan adanya ofteer dan juga apa ee kelembagaannya biaya om-nya juga harus disiapkan di sini rdf itu apa ya rdf ini adalah bahan bakar yang berasal dari beragam jenis limbah umumnya limbah perkotaan eh sebenarnya eh saya sempat memulakan kajian ya sebenarnya potensi rdf ini di dinnya cukup besar ya dari sampah ter tanpa limbah perkotaan ya ini cukup besar nah potensinya memang ee yang menjadi kendalanya berikutnya adalah terkait ofer Sebenarnya ya kendala sekarang kan masih di yang sudah proven terkait apa ofter adalah di eh semen maupun PLTU eah kebetulan eh saya sempat eh juga berdiskusi juga dengan Pik semen maupun PLTU terkait eh spek-spek yang di diinginkan oleh mereka terkait produk rdf-nya kalau PLTU e listrik PLTU lebih cenderung e 90% adalah sampah eh organik eh sedangkan eh eh semen itu lebih fleksibel dia lebih e rdf-nya berbentuk FL jadi campuran organik dan organik nah tentunya eh harapannya tetap targetnya adalah dimc 25% dan ukurannya ini juga bermacam-macam sebenarnya tergantung k dari proses ee dari dari semen maupun ee pihak semen maupun PLTU kalau dari PLTU lebih banyak di bentuknya seperti serbuk Gitu Ee sebenarnya semen juga sama namun ada berapa pihak ee semen yang membuat kilennya itu sampah yang ukuran besar pun masih bisa itu terkait e dia ingin menyerapkan terkait ee ini ya sampah rdf dari tidak perlu dilakukan eh apa cacahan lebih kecil ya kalau di Semen ee yang umumnya sekarang ini kan ukuran rdf-nya dia 2 sampai 5 centi itu terus hasil akhirnya adalah bahan bakar yang dapat digunakan sebagai subsi bahan bakar fosil di industri seperti pabrik semen jadi ee bahan bakar rdf ini tidak serta-merta menjadi bahan bakar utama karena saat ini eh masih dikaji ya bagaimana untuk meningkatkan kalori dari rdf itu kondisi rdf yang yang ada saat ini masih kategori ee sama dengan ee batuara kelas rendah ya jadi memang Eh kalau kita ngfl itu e kalorinya masih diangka 3.000 sampai 3.500 kalau memang di berapa tempat yang memang dia tidak mencampur anorganiknya hanya untuk anorgan bisa mencapai 4.000 sampai 4.500 untuk untuk apa untuk kalorinya nah ini Eh saya sampaikan jenis-jenis rdf menurut American standard for testing material itu ada berapa Ada tuuh jenis rdf Ada sampah rdf1 adalah sampah yang digunakan sebagai bahan bakar langsung tanpa pengolahan jadi langsung proses eh pembentukanjadi rdf terus eh sampah diproses menjadi partikel kasar dengan atau tanpa pemisahan logam saringan Mes ini juga eh ada lainnya ada bahan bakar yang berasal dari sampah yang dipisah logam kaca dan bahan organiknya jual ini yang yang sudah mulai diterapkan dengan rdf FL yang diil capap itu kemudian sampah yang mudah terbakar dan diproses dalam bubuk ee sehingga 90% dari limbah tersebut melewati ayakan 10 nah ini masih belum banyak ada di Indonesia terus sampah yang mudah terbakarf5 Ampa mudah terbakar dan dipadatkan dalam bentuk pelet nah ini sudah sebenarnya si Kalau yang rdm5 ini sudah banyak ee di kapst tpspst skala kawasan ya kalau kita bilang TPS yang skala perkotaan yang sudah dilakukan oleh Pemda di cilacep itu eh bentuknya adalah rdf FL yang nomor rdf nomor 3 itu terus e rdf6 adalah sampah yang mudah terbakar dan diolah menjadi bahan cair ee Ini ada prosesnya tentunya membentuk ee rdf menjadi bentuk cair sampah yang mudah terbakan dan diolah menjadi bahan cair dan gas ini ada proses converter ee apa converternya ya untuk menjadi ee bahan cair dan gas nah ini adalah contoh bentuk-bentuk rdf yang ada di Indonesia rdf FL seperti ini yang dicilacap seperti yang di Cilacap kalau bapak ibu pernah dicelacap mungkin bisa melihat itu seperti sampah e ronsokan sampah ya kira nanti itu sebuah resido tapi itu ee beberapa sampah yang biomassa yang yang bisa dimanfaatkan untuk proses fairing dengan eh batuara terus ada rdf pelet eh RF briket itu ada sekarang Nah untuk berapa e industri-industri yang yang ada saat ini memang ee ada yang UMKM ya masih menggunakan rdf briket maupun pelet karena ini kan terkait eh kadar organik rdf pelet maupun briket kan lebih besar ya daripada dengan rdf FL yang cenderung campuran dengan organik maupun organik n Mengapa pengolahan tpst eh disarankan menggunakan rdf ya Eh pengolan samp biologis dan termal Mengapa e karena kita bisa melihat kita bisa mempelajari sebelumnya ya pengololahan biologis seperti termasukrolisis mutukkan infrastruktur yang canggih dan biaya mahal terus e biaya pengolan termal seperatoris yang m ya nguli termal dengan instator dan pirolisis mengukan investasi yang besar untuk pembangunan fasilitas dan pemilihan teknologi yang juga dan peralatannya juga cukup besar nah yang menjadi ee menjadi keuntungannya sapa di Indonesia umumnya tidak terpila sumber ya ini sehingga pengolahan termal kurang efisien karena memang harus ada proses pemilahan kalau kita menggunakan termal ee kadang ada kandungan air dan organ yang tinggi tentunya akan mempercepat ee apa tidak ke apa alat dari termalnya itu insatornya tidak tidak berjalan dengan optimal nantinya akan cepat rusak ya terus pengompresian fasilitas pengolan sampah termal dan biogis mengutungan tenaga ahli yang terampil jadi ee pengolan sampah ee rdf ini sudah menjadi solusi ya lebih ekonomis efisien dan lingkungan serta dapat menunukkan biaya investasi jadi di berapa tempat sudah Ee merasakan ya b bahwa ee pengolalan ee rdf Ini biaya investasinya tidak terlalu besar juga ee operasional juga tidak terlalu besar dan yang yang terpenting adalah tentunya adanya offteer ya namun diberapa tempat kami saya sebagai e perencana ya sempat membuat desain di mana desain itu sampai tidak tidak tidak perlu offer tapi dionsep eh diputar Dar proses deweratering Kus dari proses yang yang dewering menjadi rdf itu diproses dipagai bahan baku pembakaran untuk proses dawerering sampah berikutnya jadi itu bisa di di suatu konsep perputaran ya jadi harapannya ee sampah sudah terolah semuanya Eh namun memang tidak ada imbal balik seb guaya apa penjualan produk rdf hanya produk ee sampah kompos maupun sampah layak jual saja yang bisa dijual di kalau dengan konsep seperti itu kalau kita di rdf tidak ada offteernya nah tantangan dalam mengolah sampah menjadi rdf memang eh teknologi sampah menjadif masih tergolong baru ya ini mungkin eh meskipun bukan teknologi yang terlalu canggih sebenarnya eah dan ini sudah dikembangkan dengan kep yang di rdf Cilacap namun seiring dengan perkembangan waktu dan teknologi eh yang inovasi teknologi juga semakin banyak eh eh para vendor-vendor eh atau mungkin pelaku pengolahan sampah sudah melakukan ee riset ee Bagaimana ee melakukan pengolahan sampah menjadi rdf lebih optimal tanpa ee menggunakan seperti yang dicap teknologi yang seperti dicelacap ya memang ee kebetulan eh saya sempat mencoba mendesainkan mukasidf Cilacap memang biayanya cukup besar dan tkdnnya cukup mahal karena memang teknologi waktu itu memang Ee tidak bisa ee yang di disampaikan oleh teknologi yang biodrain yang ada ini masih di Indonesia masih belum ada jadi masih eh menggunakan teknologi yang dari luar terus terkait oftaker ya saat ini rdf baru bisa digunakan oleh pabrik semen dan PLT namun eh kajian terakhir ya Kajian terakhir yang dilakukan oleh eh eh kajian E kter itu analistifasi ofter itu ada berapa ee eh pabrik yang memang ee ee bisa menerima rdf dan kami kami sebagai perencana saya sebagai perencana sempat eh melakukan Eh identifikasi ya identifikasi potensi-potensi ofer di beberapa tempat eh eh mungkin di Sumatera Ma di Jawa pun banyak jug sebenarnya ingin memanfaatkan rdf ini sebagai confiring dengan batubara dicampur dan eh ada pabrik kayu pabrik eh kelapa sawit E itu itu semuanya ee masih memungkinkan menggunakan edf tentunya kita harus pastikan ya pastikan dari kilen dari proses apa dari boiler dari dari dari pihak industrinya itu tentunya eh pembakarannya lebih di atas 1000 eh derajat jadi karena kalau kita menggunakan F FL tentunya eh dioksin furannya menjadimalahan di situ terus perlu menc meni makanya perlu mencari lebih banyak industri lain yang bisa memakai rdf terutama yang biasanya menggunakan patubara jadi memang kita ee bagi pemda ya Pemda terutama dari yang sebenarnya bisa mengidentifikasi ya Dari sini mengidentifikasi potensi ofteer di masing-masing kaputen kota ini sempat kami Arahkan ya diberapa Pemda e eh Bagaimana eh potensi oftaker di mengidentifikasi industri-industri yang sudah yang menggunakan boiler atau menggunakan batubara sebenarnya kan data itu sebenarnya sudah ada sebenarnya kalau kita bisa mungkin di LH terkait pengawasan terkait emisi ya itu juga bisa terpantau ya Ee mungkin di ee Apakah mereka menggunakan batura secara murni atau menggunan eh biomasnya lainnya seperti somil atau mungkin eh eh somomil maupun padi ya padi Dar somil atau cacan apa serbuk kayu maupun dari sekam padi itu ada yang seperti itu jadi ee ee identifikasinya seperti itu Jadi potensi opteer tidak hanya dari PLTU semen jadi banyak industri lain yang ternyata juga Eh sama jadi dia membutuhkan namun inputannya yang mancing nanti kita pastikan ya karena nanti produk DF tentunya eh harus disesuaikan spesifikasi eh kilen dari dari masing-masing industrinya industri yang akan menjadi oftek seperti itu terus eh sebaiknya ada tim khusus yang mengol rdf agar lebih fokus dan efektif terus teknologi dan pengolan harus sesuaikan dengan kebutuhan pembeli rdf jadi memang seperti yang saya sampaikan tadi memang kita harus tahu ya spek yang diminta oleh calon oftaker e Kami sempat mengidentifikasi berapa industri ya industri kayu itu lebih condong ke sampah organik ya dia lebih condong sampah organik untuk menjadi produk rdf-nya dan bentuknya organiknya tidak bentuk dalam bentuk E anu ya bentuk serbuk namun dalam bentuk yang dipack eh seperti Eh bisa bentuk briket atau bentuk eh eh organik pelet E itu bisa Itu itu yang terinfo eh Kemarin waktu Kami coba untuk mengidentifikasi potensi ofter di suatu daerah untuk mencari potensi oftaker selain dari pabrik semen jadi eh ee jadi itu dari Pemda harapannya tentunya ee bisa menginasi dari situ ya jadii Dari dari pabrik at industri yang memang ee menggunakan boiler dalam proses industrinya menggunakan batu bara dalam proses industrinya pembakaran batu bara untuk dalam bahan bakar b Utara untuk proses industrinya ee kemudian menggunakan teknologi membutuhkan biaya tambahan untuk operasionan pengolan sampah menjual rdf bisa menghasilkan pendapatan nah ini namun ee tapi belum cukup untuk meni Sema biaya perasana memang ini sudah Ee seperti di Jal memang sebenarnya tidak banyak ee mendapatkan penghasilan cukup besar tapi bisa mengurangi biaya operasional namun eh dengan rdf ini Tentunya eh residu sampah kan kecil kita tidak perlu ee membutuhkan lahan lagi untuk proses penimbunan tidak perlu ee cepat-cepat membutuhkan lahan lagi untuk proses penimbunan jadi umur dari landfnya landfelnya tentunya akan lebih lama seperti itu Nah ini adalah P potensi eh ofteer edf eh dari pabrik semen memang sudah terjebar di mana-mana eh potensinya ini dan ini sudah eh ada 16 pen dengan kapitas terpasang pada tahun 201 sebesar 11 juta per ton jadi potensinya cukup besar sebenarnya untuk eh untuk covering dengan eh untuk menjadikan ofter rdf di berapa tempat jadi ee Ini kalau Kami sempat berdiskusi juga dengan ee ee kota Padang itu dengan Semen Padang juga sempat berkusi terkait kebutuhan mereka rdf-nya berapa setiap tahunnya memang dia butuh banyak Nah saat ini juga di padang juga sedang dilakukan pembangunan rdf ya dengan ee di di Padang dengan ee produk rdf FL yang yang jadi oftekennya adalah Semen Padang namun pada waktu kami Menan juga waktu itu juga ada kegiatan juga di di Sumatera Barat Kami juga sempat berdiskusi juga dengan PLTU eh mana Di PLTU di di daerah Padang juga eh lupa saya namanya jadi eh sempat berdiskusi ada dua ofteer itu siap siap menerima hasil rdf-nya dalam bentuk tentunya berbeda spek ya ber ftuu dan maupun pabrik semen ini ini adalah potensi eh potensi peta potensi rdf dengan ofteer pabrik semen dan spesifi eh rdf-nya adalah monster kurang dari 25% e kalorinya diandarkan memang cukup kecil 3000 kkalori asnya 13% sulfurnya 0,3% dan kalorinya di 0,2% nah ini yang menjadi tantangannya untuk terkait eh eh pemanfaatan ofteer ya Pemanfaatan produk ad ofteer Jadi mungkin Bapak Ibu dari Pemda Kabupaten yang yang ikut join ini mungkin bisa melihat dari sini potensi-potensi eh oftaker di daerah ibu yang mungkin berdekatan dengan kabupaten kota yang Ibu tempati atau ibu kemudian eh lanjut ke potensi ofer PLTU ini juga sama eh di eh potensi rdf berdasan berdasarkan seamp itu cukup besar juga jadi namun yang menjadi masalah ltu ini lebih ee potensinya adalah sampah-sampah organik dan Kami sempat berdiskusi dengan PLTU waktu itu PLTU yang di Sumatera Tanjung Enim ya itu memang dia meminta eh rdf-nya adalah full Organic full organik namun eh harapannya full organik ya harapannya full organik karena kalau kita gabungkan dengan ada sisa-sisa akan menempel pada cerobongnya akan membikin kerak di apa di di cerobong tersebut sehingga ee harapannya dari produk rds-nya adalah full organik jadi jadi bentuknya ee apa serbuk itu di di apa disembur menuju ke ee kilennya nah kelebihan dan kekurangan rdf kelebihannya adalah ee urangi timbulan sampah dalam jumlah yang signifikan dalam waktu yang rela jadi inilah yang menjadi kelebihan eh kelebihan dari e proses kalau kita eh mengolah sampah menjadiasa rdf Terus rdf dapat berosi dalam waktu cepat pemanfaatan langsung terus n seperti yang saya sampaikan tadi rdf ini bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk proses tumbahkan proses bewaing jadi e bisa diproduksi dan bisa dimanfaatkan langsung Terus dapat dimkan untuk berbagai jenis teknologi termal jadi rdf ini sebenarnya bisa untuk semuaasi itu sebagai bahan bakarasi di prosesinya ini juga bisa menggunakan rdf yang yang yang dihasilkan namun kuitas kekurangan darif ini memang kuitas kalori sangat bergant dari Jenis sampah yang Diman kita bisa melihat ya di berapa e karakteristik dari sampah diapa tempat memang berbeda-beda kalau kita bisa melihat di satu kabupaten pun ada yang berbeda tergantung dari sumber sampah yang yang masuk ke tpst kalau banyak sampah pemungan atau mungkin juga yang menj pengaruh adalah musim ya musim hujan itu juga mempengaruhi dari ee proses pengolahan rdf-nya juga karena kalau kita saya Kami coba menganalisis ya di berapa Eh waktu ya di di saat kita menggunakan proses pengol rdf eh dengan proses rotar ding maupun dengan konsep eh cacah pila itu di saat proses cacah Pilan organiknya pada musim Kemaro itu Eh mc-nya sudah 17% namun pada musim hujan itu di angka 30-an persen jadi eh musim juga menjadi pengaruh untuk eh proses pengolaan rdf ini namun eh namun itu bisa di ditanggungangi dengan ee apa pengkondisian pengkondisian dalam proses proses penyimpanan dari rdf tersebut nah harapannya dalam mendesain dari TPS rdf ini juga kita memikirkan ya memilikirkan lahan penyimpanan untuk DF itu nantinya adalah bisa juga untuk proses penurunan MC pengurangan seperti nantinya Apakah nanti atap di di area penyimpanan itu lebih buat transparan agar ada pencahayaan ke area untuk proses membantu untuk proses pengeringian sampah di rdf itu eh di ee sampah produk rdf yang masih e mc-nya masih masih kurang karena saya sempat melakukan analisis di mana mencoba mengkaji ya rdf pada musim hujan ya organik sebenarnya kalau karakteristik rdf eh sampah organik itu kan ee mc-nya sebenarnya rendah namun kan prosesnya tercampur nah SEC proses itu juga Coba kami analisis Mengapa pada proses cacahilah in cacah pila ya cacah pila itu kan memisahkan sampah organik dan organik itu itu sampah organiknya masih di angka mc-nya masih di angka 50 ya memang e prosesnya memang ada yang EE masih tercampur di awal jadi prosesnya di Mas dia sampa masuk ke conveor langsung di proses pemilahan ee Sebenarnya ada proses sebelumnya itu seharusnya ada proses semacam screen ya mengoyak ngoyak sampah untuk menurunkan kadar air juga dan juga mengoyak sampah organik halus yang yang menempel pada ee anorganik sehingga si juga keuntungannya juga selain menurunkan kadar air diproses itu sebelum masuk ke proses pemilahan sampah layak jualnya juga akan mengurangi mengurangi ee mengoptimalkan ya hasil sampah layuk jualnya jadi sampah l jual akan lebih optimal untuk dipilah sehingga kelihatan lebih itu ee Coba kami analisis beberapa teknologi yang sempat kami adopsi ternyata ada banyak ee ee kekurangan ya itu akhirnya kami coba mencoba menganalisi ternyata ada perlu ada proses tambahan di sini sebelum menuju ke proses cacapila namun Sebenarnya bukan menjadi kendala juga kalau kita tanpa ada proses rotar screen atau mungkin e proses ee tambahan di awal sebelum masuk ke Cacak pila proses penyimpanan itu yang menjadi juga menjadi kunci juga penyimpan rdf itu juga menjadi kunci karena ee ee sampah rdf yang waktu posis cacapila itu sudah masih mc-nya 50 ketika di melakukan penyimpanan 4 sampai 5 hari itu sudah susut mc-nya sudah susut menjadi eh 25 per untuk untuk mc-nya nah itu yang menjadi jadi eh itu menjadi pertimbangan berikutnya ya dalam proses eh pembangunan dpst dengan Konsep sdf ini juga terkait ee pengkondisian ee penyimpanan ee produk sdf itu di sini juga kekurangannya konten energi hanya setara dengan lureng eh batubara yang dis sampaikan tadi memerlukan biaya prreatment jika pengilan sampah pada suungguhnya belum berjalan dengan baik nah seperti yang saya sampaikan tadi memang biaya prereatment-nya dalam proses pengolahan sampa menjadi rdm ini memang menjadi sangat penting kalau kalau kita ee mengolah S dari sumber sudah lebih sudah terpilah itu lebih mudah kalau kita ee membentuk rdf terus e sumber bahan produk rdf dari berbagai jenis limbah ee atau limbah perkotaan limbah industri limbah komersial atau limbah pertanian eh untuk contoh pemanfaat RDS sudah ada di kilacap dan juga proyek tos ini yang salah kawasan ada di di Klungkung dan sekarang sudah mungkin di Jogja Sleman itu sudah ada ee secara Kabupaten ada berapa temp ya di Jogja itu eh di Sleman itu ada dua lokasi ya Eh konsep e pengolahan sampan menjadi rdf eh Nam ada kalau di kalau yang saya sempat kunjungi di Taman Martani maupun di di mana itu minggir itu kan konsepnya berbeda kalau di konsepnya mamani itu eh tanpa ada proses drying ya drying namun Eh kalau di minggir itu ada proses eh rotary drying untuk pwating sampah organiknya Iya maka tentunya kita jelas sekali ya langkah-langkah yang akan kita lakukan pembelaan itu pembelaan yang lanjut ke prinsip dan kriteria perencanaan tpsd sdf ee secara umum kita mengaju pada eh kriteria apa kriteria teknis dari tpst itu sendiri ya peranaan teknis dari tpst itu sendiri luas tpst lebih besar dari 20 m² penlokasi tpsd dapat di dalam kota atau di TPA kota atau kawasan ya pangan sampah di TPC dapat menggunakan teknologi cara TPC pemungan terdekat paling sedikit 500 m fases TPC dilengkapi dengan ruang pemilah instalasi pengolan sampah pengondalan curan lingkungan perangan resido dan fitas penunjang serta zona penyangga nah ini adalah kriteria yang ditetapkan sesuai Permen PU Nomor 3 tahun 2013 secara umum eh ada yang tpst-nya sebenarnya kurang dari iniasannya namun memang dia menggunakan teknologi ee sempat kami beberapa desain e luas tpst dengan kapasitas yang kurang lebih di angka 150 Ton itu luasannya tidak sampai sampai 2 hektar ya hanya di angka hanggarnya ya anggarnya hanya di angka ee 10.000-an e namun memang ee terkaitung teknologinya ya teknologinya kalau kita menggunakan teknologi yang memang untuk menentuk rdf ya ini contoh rdf ya kalau kita menggunakan teknologi ee eh prosesnya menggunakan mbting itu tentunya akan membutuhkan eh luas lahan yang cukup besar kalau kita menggunakan teknologi yang seperti teknologi yang mulai sekarang banyak diterapkan di berapa tempat ada semacam rotary drying rotary drying pun macam-macam ya macam-macam teknologinyatuk proses untuking apa untuk proses dewaya bisa menggunakan tungku pembakar tungku pembakarnya macam-macam bisa menggunakan solar bisa menggunakan sampah itu sendiri bisa menggunakan listrik ya Nah itu itu macam-macam untuk eh proses e teknologi yang ada saat ini Tentunya ee dari berapa teknologi itu tentunya yang akan kita pilih tentunya harapannya yang lebih murah biaya operasionalnya Selain itu eh dalam eh dalam kriteria tempat pengas juga ada di dalam direktor pengembangan penyatan lingkungan itu 201 juga terkait lokasi eh lokasi harus jauh dari Pan penduduk Seperti yang saya sampaikan tadi jika dengan pemungan atauisi dibutuhkan pengawasan operasional ketat eh emisi terhadap lingkungan perhatikan dampak lingkungan seperti kebisingan bau dan penyemaran udara ini sebenarnya sudah harusnya sudah masuk dalam proses studi kelayakan ya dalam Ded sebenarnya ee dari FS yang sudah sudah sudah disetujui tentu ada rekomendasi-rekomendasi yang mungkin menjadi poin yang menjadi poin yang diperhatikan ee dalam penyusunan Ded tpst-nya jadi kriteria-kritia ini juga sebenarnya masuk di poin di studi kelayakan terus ada kesehatan dan keamanan masyarakat pastikan proses memenai prosedur yang baik dan meminimalkan dampak negatif terad masyarakat kesehatan dan kesamaan kerja risiko terhadap kerja seperti paparan zat racun itu juga ee harus menjadi pertimbangan atau apa menjadi perhatian dalam dalam menyusun ee apa membangun tpst Pan desain tpst rdf Jadi sebenarnya secara desain tpdf tentunya mampu mengolah sampah menjadi rdf memiliki kapas pengolas sampnya sesuai dengan rencana tentunya rencana sampah pasitas ini juga harus diperhatikan dalam proses pengolahan ee penyusunan eh penyusunanembang penyusunan Ded tpst jadi dalam nanti kami akan coba membuatkan studi kasus ya sebenarnya kapasitas menjadi kunci juga kunci dalam agar tpsd tidak over capacity tidak kita menggunakan desain dengan alat yang cukup e kapasitas lebih tinggi namun biaya operasya cukup tinggi sehingga tidak relevan dengan kapasitas yang masuk ke tpst yang yang yang masuk ke eh tpst ini mungkin sudah banyak bapak ibu tahu ya yang di di mana ya Di pertalangu ya Kalau enggak salah ya itu memang eh sempat sekarang ditutup ya sempat diresmi presiden Ya itu salah satunya memang kapasitasnya selain juga offternya eh kapasitasnya tidak sampai memenuhi yang direncanakan terus e ofteernya juga menjadi ee cukup jauh ya Ee infonya memang ke putrik cempo atau mungkin ada SBI waktu itu juga membantu infonya eh itu Itu itu yang saya dapat info beritanya seperti itu terus eh kadar air rendah yaitu kurang dari 25% dan memiliki nilai kalor yang tinggi nah harapannya di angka 3.000 kkalori terus untuk standar desain ee yang disusun meliputi ada n unit penerimaan nanti unit penerimaan ini adalah unit eh loading ya loading ini juga perlu didesain sesuai karakterisk sampahnya dan jumlah sampah yang masuk Eh yang masuk di area eh dpst jadi adalah mulai dari proses unit penimbangan terus penerimaan di area loading Apakah nanti ada Perlakuan di area loading itu juga perlu diperhatikan Terus eh unit pemilahan pemilahan ini adalah PR mennya nantinya eh PRnya Seperti apa untuk mencapai eh untuk menjadikan produk nanti bisa menjadi rdf apakah nanti prosesnya akan ada proses pemilahan organik anorganik atau memang Kalau nantinya menjadi proses sampahnya tercampur seperti rdf itu tanpa ada proses eh di terakhir Selain Kita memilah eh layak jual namun langsung diproses reader tanpa ada proses eh pemilan organik-organik itu juga bisa namun ya jadi ee beban juga untuk proses pengolahan berikutnya jadi kalau kita memisahkan ee organik dan organik ini sebenarnya lebih mudah ee mengidentifikasi ya kalau kita organik mungkin tentunya kita bisa melihat kalau organik itu kan e kadar airnya cukup tinggi ee prosesnya tentu perlu tambahan alat untuk memproses menjadi MC di angka 25% contoh alat yang mungkin ee yang saat ini ada ada namanya eh Spinner atau HDP sebelum proses di rotary drying kalau kita masuk ke proses rotary Dring tentu berat juga beban dari teknologi eh rotary Dring tersebut karena eh kondisi sampah eh organik secara MC secara e umum itu kurang lebih di angka 70-an kalau kita dengan beban 70% MC untuk menurunkan j5 dengan rotar tring cukup cukup Cup berat jadi eh perlu proses penambahan sebelum menuju ke proses rotary Dring nanti kami akan eh sampaikan ya e alu proses ya proses berapa proses selain yang kami sampaikan eh dari proses ada berapa proses untuk proses rdf ini selain dari yang saya sampaikan daradi dengan rot drying ada juga dengan heing itu nanti kami sampaikan di aplikasi nantinya ya percanaan tahapan perencanaan dari e tpst nantinya terus ada prodeduksi volume nah ini volume yang saya sampaikan ini produksi volume itu tadi bisa merubah HDP tadi beruk Ma juga proses pencacahan terus ada untuk penyit penyimpanan penyimpanan produk-produk dari hasil pengolahan e Nantinya juga e disiapkan juga instansi pengolahan l karena kalau di berapa TP sebelumnya mungkin kita hanya membutuhkan B pengumpul karena ada proses nanti dibantu untuk resirkulasi kalau untuk membantu untuk proses dekomosi sampah kompos itu seperti itu kemudian ee yang lain adalah unit pengurukan residu atau lahan uruk residu juga harus disiapkan jadi ee dalam membangun tpst tentunya ee juga disiapkan ee lahan uru residu Meskipun tidak di daerah lokasi yang ada di lokasi pembangunan tpsd tersebut Prinsip utama eh tpst berbasis rdf ini adalah pemilahan sampah jadi memang harus dipilah sampah itu berkan jenisnya untuk mudahkan proses selanjutnya Seperti yang saya sampai tadi memang kalau kita tidak memilah sebenarnya meskipun bisa namun akan berat terkait teknologinya gu Terus eh pengurangan kadar air menggunakan metode biodying atau rot drying atau cical drying itu macam-macam teknologi yang sekarang sudah ada di di yang ada yang berkembang saat ini di di Indonesia sekarang ini terus ee untuk menurunkan kadar air dalam sampah sehingga meningkatkan nilai kalor yang dihasilkan kemudian pengolahan menjadi rdf nah ini macam-macam bentuk rdf-nya bisa proses pencacahan EU terkait spek produk yang diinginkan oleher ya Jadi ada mungkin kalau eh menginginkan produknya ukuran 2 sampai 5 C umpamanya ituider atauer terus ada proses pengeringan kalau ditambahkan untuk proses pengeringan terkait eh eh penambahan eh di saat ee air apa kadar air dalam proses ee pengurangan kadar air belum maksimal terus ee dan pemadatan ini B ya B untuk menghasilkan bahan bakar alternatif yang sesuai dengan spes teknis Nah Nah inilah Prinsip utama dalam tpst berbasis rdf Nah kita mulai dari proses Ee Kita tahu dalam proses ee awal ada tentunya ada proses pemilahan proses pemilahan bisa secara manual maupun mekanis nanti dikombinas atau juga nanti juga dikombinasikan ya dengan manual maupun mekanis ee kalau secara mekanis akan memudah proses pemilahan dan menghemat waktu tentunya ee kalau kita ee melihat berapa teknologi untuk proses pemilahan ini ada sudah banyak teknologi yang sudah berkembang di di Indonesia yang misalkan berdasarkan ukuran ada rotar screen ini yang yang saya sampaikan tadi ee fungsinya tadi itu misahkan e bersang ukuran ya organik halus itu terpisah dengan anorganik yang nempel pada anorganik sehingga pada proses berikutnya ee pada proses pemilan yang EE proses ee pengolahan seikutnya ad pemilahan sampah layak jual itu lebih lebih kering eh lebih bersih sampahnya layak jual sehingga bisa mengoptimalkan proses pemilahan pengambilan sampah layak jualnya ee ada resip oran screen ada chromoskin ini ini semuanya sama fungsinya juga sama untuk mengurangi sampah organik halusnya kemudian ee berdasarkan barat jenis ada air clifier ada pemisa enersi flotation ada hidrolic leat impress ada Spinner nah ini yang yang saya sampaikan tadi untuk mengoptimalkan juga mengoptimalkan dari proses dewatering juga perlu eh mengurangi kadar air dengan proses eh pemilahan seperti ini eah terus untuk Selain itu ada plosin cacah pilah atau yang istilahnya mungkin di Banyumas istilnya gibik ada yang istilahnya di berapa Eh vendor di luar maupun di dalam juga istilahnya choper eeah juga ya konsepnya memang kalau cacapilanan kan hampir sama cacapila ini konsepnya memang mencacah dan EE mencacah dan juga menyemburkan ya konsep menyemburkan sampak anorganiknya sehingga terpisah dengan sampah organiknya sehingga organiknya itu turun ke bawah jadi ee proses e memisahkan secara [Musik] ee maksimal proses memisahkan sama organik dan organik kemudian lanjut ke eh proses berikutnya ee proses untuk proses pengurangan kadar air ini bisa menggunakan rotary dryer Eh bisa mikanal biological treatment atau dengan biod Dring atau juga kami coba melakukan inovasi berapa di berapa tempat yang memang kebutuhan atau keinginan ya Dari dari klien kadang itu Eh ada tambahan rotar hot blowing seperti itu ini semacam eh pengolahan e peng deing sampah anorganik ini khawatirnya tadi dari mesin cacapila Dar mesila itu anorganiknya masih mc-nya 50% dengan tambahanarowing ini konsepnya tentunya dari prosesowing tentunya sampannya itu sudah bisa di angka 20% mc-nya dengan tentunya sama dengan konsepnya rotary drying namun ini eh konsepnya untuk sampakan organik dengan rot Dr ini juga bisa sampai tercampur sebenarnya namun eh anorganik sendiri dasarnya memang mc-nya kecil sebenarnya kalau kita di proses Seperti yang saya sampaikan tadi sudah ada proses eh screen di awal untuk untuk mengoyak-ngoyak sampah sampah organiknya sehingga sehingga menurunkan kadar air Nah itu itu contohnya terus ada ugal dryer nah ini juga sama konsepugal dryer ini konsepnya eh sebenarnya lebih eh hasil dari eh tidak mengurangi biomassa kalau kita ada rot dryer kan butuh pemanasan pemanasannya itu menggunakan biomassa itu tersendiri jadi eh kalau ini benar-benar hasil biomasnya lebih besar ada tambahan juga skuru induction untuk mengaksimkan hasil De wateringnya nah ini adalah berapa teknologi ya teknologi eh proses pengolahan dewing mulai mechanical dewing pengeran mekanis melalui supres belpressilpres e adaal memanfaat gaya druga untuk memisalkan cairan dan material padat ada thmal drying juga rotary drying drying solar drying drying mungkin dengan sinar matahari ya dan full B Dr menggunakan aliran udara panas nah ini ini ee berapa teknologi dewing yang sudah berkembang saat ini di di pasaran ya sebenarnya terus ee tapi umumnya ya umumnya saat ini yang di di Indonesia ini hanya di ada yang saya dapatkan info adalah di konsep untuk proses rdf ini ada loro drying ada foodes bed drying ada juga biodying ini ini yang saat ini ada di Indonesia yang sudah ee ee apa sudah diterapkan di beberapa tpst yang ada di yang sudah berjalan Saat ini ada juga eh semical theering ada juga natural theing Nah ini Ini berapa proses eh teknologi untuk proses dewing sampah nah kemudian eh untuk pengolan rdf ini macam-macam rdf yang saya sampaikan rdf ada Bera bentuk macam-macam ya kalau kita kalau kita melihat rdf yang diminta oleh pihak semen itu kan memang diminta ukuran Eh ada berapa apa si tidak semua pabrik semen itu ee meminta Ukuran lebih kecil ada yang tidak perlu ukuran kecil cukup cukup flff itu aja tanpa proses tambahan fence Rider ukurang jadi 25 ada seperti itu eeah ee itu contohnya jadi memang kita harus mempelajari apa untuk memastikan ya produk yang diinginkan oleh ofteaker agar sesuai dengan spek yang diinginkan ofteaker terus ada rotari separator nah ini yang yang dibantu E ini untuk membantu untuk memisahkan ya kada apa sampah onorganiknya anorganiknya ee yang ter yang ini Ini rot sebenarnya untuk proses eh rdf yang digunakan untuk PLTU jadi e set proses rotary dryer eh nanti kan sampah sudah kering ya namun e masih ada kadar-kadar organik nah prosesnya ada menggunakan retator untuk proses lanjutan agar benar-benar sampak organik yang dihasilkan Dar bentuk rdf yang dihasilkan bentuk-bentuk organik terus ada B ini beller ini memang untuk mengoptimalkan mengefisienkan pengiriman ya agar eh kapasitas untuk pengangkutannya lebih optimal eh terus ada juga peletaser terkait bentuk rdf yang lainnya bisa bentuk pelet ini untuk pengolaan rdf yang berentuk pelet ada juga dengan mesin briketah ini ini contoh-contoh alat yang untuk membentuk rdf eh eh rdf yang ada yang saat ini eh Bangs di Indonesia nah ini ee S cuplikan terkait kriteria rdf yang di SBI ya semen itu eh kriteria sini adalah eh seperti yang disampaikan tadi Eh mostnya di 5% kalau kalorinya di 3.000 sampai 300 asnya kurang lebih 15 20% klorinnya di 0,2 sampai 0,% dan sulfurnya eh kurang dari 0 kom2 ini ini ini sudah dilakukan SBI di Cilacap sebenarnya produknya di monsturnya di angka 2,2 produknya eh produknya ya produk rdf-nya di 22 22,32% sebenarnya di produk di di cilaceap itu ada dua ada tiga Sebenarnya outputannya ya produk produk yang berbentuk ee e produk yang sesuai dengan ee dengan spek ada yang produknya masih eh inet yang lebih kecil lagi dan ada yang reject yang bisa diproses lelanjutnya ke eh streer atau mungkin diproses eh menjadi [Musik] residu kemudian ini adalah parameter juga terkait parameter untuk rdf untuk pembangkit listrik Juga disebutkan kalau ini cukup ee detail ya namun eh kami coba eh kadar ini di di ini yaf untuk pambat listrik ini kalau di ee SNI 8966221 ini ee organiknya 90% untuk kelas 1 kelas 2-nya di angka 87,5% eh 5% minimal antara 87,5 sampai 95% dan kemudian kelas 3 80 sampai 87,5 jadi ee Kalau yang diminta dari pihak waktu kami diskusi dengan PLTU di Tanjung inding itu sebenarnya dia harapannya di kelas 1 namun ya cukup cukup sulit ya namun tadi yang sampaikan tadi ada berapa alat yang memang memungkinkan seperti itu tapi cukup berat untuk mencapai menjadi kelas 1 untuk untuk untuk mc-nya tidak terlalu tidak terlalu tinggi sebenarnya hanya ya samp sama dengan dengan pihak dari pihak apa ee dari dengan semen Ya kurang 25% ee kurang dari 25% juga untuk mc-nya itu kita lanjut ke metodologi penyusunan Ded tpst rdf eh secara umum memang eh dari awal kita mungkin kalau kita menyusun eh Ded tpst atau Ded Yang lainnya tentunya kita butuh persiapan penyusanologi rencana kerja koordinasi dengan pemberi tugas obsasi awal lapangan dan identifikasi permasalahan persampahan yang ada di lokasi kemudian lanjut adalah pengumpulan data data primer maupun data sekunder Nah di sini data-data sekundernya bisa data kondisi wilayah studi data jumlah penduduk kondisi pengelolaan persampahan nah ini yang kita ee jaring semua peng datanya untuk agar menganalisis untuk ee kajian berikutnya jadi seperti itu jadi kemudian ada data primer yang juga cukup penting juga terkait eh surveokasokasi su B kompensi sampah dan kar sampah ini untuk menentukan ee teknologi sebenarnya nanti konsepnya seperti apa knya seperti apa apakah nantinya eh organiknya cukup besar tentunya konsepnya ee pengolahannya nanti Seperti apa ini juga terpengaruh unuk dalam proses penyusunan Ded tpst kemudian topografi ini juga cukup penting ya untuk peletakan jadi nanti ee topografi ini untuk proses ee pematangan lahan nanti untuk kondisi lahan nya seperti apa ini juga ee kontur lahannya Seperti apa ini juga cukup penting untuk data primernya soil test e pengururan soil test juga cukup penting ini untuk mengetahui ya kondisi tanah jenis tanah yang yang yang yang ada di lokasi tpst-nya itu apakah tanahnya berbatuan atau atau tanahnya ee lempung nah ini terkait nantinya struktur ya struktur Pondasi yang akan digunakan di tpsd tersebut terus survei pengurangan golistik nah ini juga kadang eh dilupakan ini ya di berapa perencanaan itu tanpa menyertakan goisk tapi juga enggak ada masalah sih sebenarnya namun kalau ada pembanding ya di lokasi itu memang kalau kondisi ee sumber Airnya ada ya sudah ada perpipaan atau seperti apa kalau kalau kalau belum ada tentunya pengukuran geolis itu cukup penting untuk memastikan ya Apakah di lokasi area TPS itu ada sumber air untuk bisa bisa membantu ee membantu untuk ee keperluan kebutuhan air di tpst kemudian ada survei kondisi demografi dan eh sosial sekitar rencana tpst Eh ini Eh untuk apa eh metodologinya kemudian lanjut ke proses survei dan pengumpangan data nah Seperti yang saya sampaikan tadi ada berapa data yang memang diperlukan untuk ee untuk peng untuk untuk proses penyusunan Ded tpsdf ini ee tentunya kita tujuan Sur memahami kebutuhan dan potensi lokasi tpst mengan data teknis sosial dan lingkungan mendukung kjaaan did yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan regulasi jadi memang eh dalam data-data ini memang untuk menunjang ee apa kajian yang akan yang di akan dilaksanakan untuk menyusun D dtpc atau konsep yang akan digunakan dalam menyusun teknologi maupun rencana pengolahan yang akan digunakan dalam tpst tersebut dan juga perlu diperhatikan juga dalam dalam kajian ini juga dipastikan adanya eh keberlanjutan dari tpst ini ya terkait ofteer itu harus dipastikan harus dipastikan dalam dalam dalam dalam dalam penyusian ini tapi sebenarnya pastian itu sebenarnya harapnya di FS ya FS karena kalau kita sudah bikin DD Namun ternyata offter-nya masih belum bisa dipastikan ke arah mana tentunya jadi masalah eh terkait keberlanjutan dari tpst ituzin untuk mengingatkan Bapak salh ya Eh untuk waktunya kami berikan waktu penyampaian materinya 10 menit ke depan ya Bapak mungkin tahap ini aja nanti Mak Oh iya Baik bapak oke berikutnya adalah e data sekunder yang sampaikan tadi ada data kondisi administrasi dan keki wilayah data kependudukan peratan daerah danobbati Tan sampah ya Ini juga terkait nantinya ya Ee asumsi kita dalam proses pengembangan apa menentukan kapasitas ya proyeksi sampah ke depannya Seperti apa juga terkait kelembagaan pengan sampah S perasan persampahan kondisi pengolan sampah is capaian pengolan dari penanganan dan pengurangan ini juga diperlukan untuk data sekundernya untuk nya ya Kita sebagai data dasar kami dasar kita dalam merencanakan eh baseline data ya data perencanaannya jadi kalau kita tidak mempunyai data ini ya kami mungkin kita akan kesulitan ya kesulitan dalam menyusun eh proyeksi berikutnya kecuali memang dari TPS ini sudah dipatok ee sudah dipatuk di dalam FS Ya tpsi sudah Ee ditetapkan menjadi 100 ton su dengan kajian FS seperti Sud kelayakan FS nanti sudah ditetapkan pnya sudah ditetapkan ee umpamanya 100 ton itu kita tinggal menyebut eh difs Memang eh yang harus eh terkait kelayakan nantinya tentunya di FS kelayakan dari e pembangunan dari tpst ini eh analisis kondisi lingkungan juga dipastikan kondisi lingkungan seperti apa funa terkait nanti juga terkait dan hewan yang ada di terkait Nantinya pengkondisian di area sekitar terus kondisi penduduk sekitar kondisi penduduk yang ada sekitar lokasi perencanaan seperti jarak terdekat rumah penduduk dan lokasi perencanaan jadi ee TPS ini juga menjadi ee menjadi penting ya terkait cakupan layanan ya kalau memang untuk area pengolahan Mungkin memang ee disarakan t disampaikan ee di ee kurang lebih di 500 m dari lokasi namun Ee Kita juga harus memperhitungkan lokasi TPS ini dengan rencana cakupan layanan Apakah jauh dari Cak layanan yang akan direncanakan atau ee atau tidak jadi harapannya tentunya cakan laynya dekat dengan lokasi tpst Terus untuk data penyididikan tanah tentunya kita membutuhkan kompok komen yang dibutuhkan seperti da dukung tanah tujuan Pik Tanah ini ya untuk daya dukung tanah dengan bering capacity menunutkan kemampuan tanah menahan beban bangunan terus ee jenis tanah jis tanah lasir campuran untuk menilai stabilitas tanah terus ke dalam air tanah informasi ini penting untuk menghindari pencemaan air tanah jadi ini terkait juga kedalaman pondasinya ya kedalaman atau kedalaman kutnya Ya nantinya ini ke dalam air tanah juga terus metode berikutnya adalah handboring test metode yang digunakan ya dalam pengambilan sampel tanah pada kedalam yang relatif dangkal ee terus ada SPT pengambilan sampil tanah dengan mengan mesin hingga mencapai ke dalam tanah keras terus ada uji sondir pengujian tanah dengan melakukan penetraki konus ke dalam tanah dan mengukur pelamanan tanah terhadap ujung konus Nah nanti dilanjutkan dengan setelah diketahui oleh Apa hasil untuk ee ee uji tanahnya dimasukkan ke lab ee untuk melakukan pengujian sampel tanah untuk menggunakan parameter laboratorium seperti sudut geser berat jenis dan kohesi tanah jadi ini data-data ini penting ya terkait ee struktur ya infrastruktur yang akan dibangun terkait nanti bentuk bangunannya terus pengkondisian strukturnya Seperti apa n ini sangat penting dalam penyusunan DD tpst rdf bukan hanya rdf sebenarnya tpst yang secara maupun TPA pun sebenarnya data ini cukup penting kemudian Eh ini contoh ya contoh ee kegiatan yang kami lakukan di berapa tempat yang ada pebaran dari handboring ada scpt ada ee Ini contoh peletakan titik lokasi peningan tanah ada b dalam eah Sebenarnya ada berapa kegiatan memang ee kitaotomasikan ee kalau kita menggunakan handbor ya kan e kadang ada keterbatasan ee e apa pengeboran ya Jadi kalau kita menggunak berdalan kita sudah bisa memastikan sebenarnya hampir bisa Tantai kerasnya sampai sampai mana Kan itu naha karena kita tidak menggur ber dalam karena diberapa kegiatan kami di perencanaan itu jadi masalah jadi ee ternyata ke tanah kerasnya itu tidak terlalu dalam kan seperti itu itu ternyata hanya bentuknya batuan atau batuan yang berpasir seperti itu ini yang menjadi ee memang diperlukan bor dalam ya bor dalam ini cukup penting untuk memastikan tanah kerasnya sampai mana gitu ya kedalamannya ee Ini ada contoh pembacaan hasil uji bor Ini contohnya ee di tanah keras dengan nilai SPT kurang dari 6 eh lebih besi 60 berada pada kedalaman 11 m ini contoh di dalam ee kedalaman e tanah kerasnya sampai ke 11 M dengan istana lempung eh lempung berwarna lanau berwarna abu-abu ini ee dengan bard dalam kita sudah bisa memasikkkan tanah kerasnya sampai ke dalam berapa e terus ini ada Hosil soundernya terkait ee nilai nilai kedaman tanah keras dengan N konus 250 GR cm segi Dengan terkait struktur ya nanti kebutuhan strukturnya kemudian lanjut eh hasil uji di handbard juga ini nah kemudian adalah topografi topograf ini juga juga cukup penting jug diarkan sebagai gambaran keadaan bumi jadi kontur ya kontur dari lokasi TPS ini seperti apa tentunya kontur ini akan menyusutkan bentuk danata penataan letak dari tpst nantinya dan alur dari operasional dari tpst ya dan juga saran-saran punjangan jadi eh dari topografi ini juga penting untuk memastikan eh ee aliran ee harapannya ya proses pengolahannya untuk lindinya juga secara gravitasi dan mengurangi tidak terlalu banyak proses ee pengurukan atau penggalian seperti itu Nah harus diimbangkan Cut and fel-nya ditimbangkan n itu eh terkait topografi ini juga cukup penting dalam bidang keteknik sipilan PR digunakan untuk mengetahi kedaan tanah danistana ilistan berfungsi untuk menentukan ketinggian suatu dataran dari perukaan laut eh untuk pembuatan petografi topografer menggunakan alat ukur sepertiodolit atau pita Ukur itu tergantung dari luasan lahannya untuk mengurus sudut kemiran dapat menggunakan horizontal ee menggunakan sudut kemiran dan jarak horizontal dan Arta vertikal ini ini untuk yang EE kebutuhan ee survei topografi nah ini juga terkait geolistrik ya juga diperlukan geolistrik untuk mengetahui ee apa ee sumber air yang ada dan sebenarnya untuk sumber air dan arah aliran ee ee goisrik ini untuk mengetahui sumber air kedalan sumber air dan juga air ala Arian dari air tanah tersebut ini juga juga diperlukan untuk ee kebutuhan air ya agar bisa mencukupi kebutuhan air di tpst tidak kita tidak perlu untuk mendatangkan air dari [Musik] luar Mungkin cukup itu nanti kita mungkin ee lanjut ke perencanaan Lata letak cukup Mak apa nanti nanggung kalau kita lanjut ke sini Oh [Musik] Iik baik demikian tadi penyampaian materi darieri kita pada hari ini yaitu bapak yang sangatar bias sekalia diliat jug ter sudah ada banyak seanya dari bak i di sesi pertama ini namun sebelum masuk ke acara selanjutnya saya ingin menginformasikan terlebih dahulu kepada para peserta yang menginginkan materi pada TR online kita hari ini dapat request materi terlebih dahulu melalui Link yang telah admin kami kirimkan di kolom Chat Zoom kemudian sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih [Musik] dahulu baik eh untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibantu oleh admin kami yang bertugas kepada admin yang bertugas Saya persilakan baik ee kepada bapak ibu peserta tring online ee Dimohon untuk mengaktifkan kameranya ya Bapak Ibu Iya baik ee saya saya hitung 1 2 [Musik] 3 Baik saya hitung lagi untuk slide kedua 1 2 [Musik] 3 baik untuk slide yang terakhir saya hitung 1 2 3 baik ee terima kasih kepada para Admin kami yang telah membantu sesi foto bersama kita pada hari ini kemudian Selanjutnya kami juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah kami share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi jadi Bapak Ibu dapat e memberikan saran dan masukkannya di link kuesioner tersebut untuk acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab yang di sini kami sudah membantu untuk merangkumkan pertanyaan Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu sampaikan di kolom chat baik eh kepada bapak salh saya akan membacakan pertanyaannya terlebih dahulu kemudian bisa langsung dijawab begitu ya Eh saya izin untuk share screen terlebih dahulu baik Semoga sudah terlihat ya Bapak Ibu sekalian untuk pemaparan pertanyaannya untuk yang pertanyaan pertama dari bapak samdi yang pertama yaitu sekarang ini pupr sangat menggalakkan pembangunan rdf line ini tahun ini ada tujuh tempat yang akan dibangun kalau dilihat dari ded-nya bahwa biaya paling besar adalah bagian sipil sedangkan kapasitas alat rdf-nya kapasitasnya hanya 5 ton per hari jika dibandingkan harganya yang besar Sangat disayangkan jika kapasitasnya hanya segitu Bagaimana Ded yang baik agar biaya yang besar tersebut lebih fokus kepada kapasitas alat pengolahan rdf rdf-nya k yang kedua masalah rdf ini yakni sampah yang basah dan tinggi di mana Di rdf organik yang terlalu basah karena Indonesia yang tropis pilihan cuma dua biodying atau rotary drying masalah yang muncul yakni kalau kalau kalau bioding akan menjadi lama waktunya dan rotary drying itu biayanya mahal dalam pembuatan DD Kapan kita memilih sistem bioding ini kemudian ketiga berapa kebutuhan lahan minimal untuk rdf kapasitas 5 ton per jam demikian Bapak mungkin bisa langsung saja dijawab Bapak solet masih mbak Sabrina mohon maaf teru tadi Ya memang Terima kasih Pak samdi terkait pertanyaannya ee memang di memang cukup dengan kapas ton dengan konsep rdf ini cukup kecil e apa cukup dengan ee diifan cukup besar nah sebenarnya Gini pak ee tentunya kondisi terkait kondisi biaya investasi sipilnya itu kan tentunya kita harus memperhatikan kondisi lahannya ya Ee lahannya mengoptimalkan mengefisien biar biaya operasional tidak terlalu besar nah terus dengan kapasitas 5 ton per hari kebetulan pak ee saya sempat menyusun ya dengan konsep rdf dengan 10 ton per hari ya itu ee namun Memang mereka tidak dia fokus mencari offter ya dia akan mengoptimalkan edf untuk bahan bakar untuk prosesing menghabiskan sampah dengan proses ini Eh jadi ee sebenarnya itu perlu dicek lagi Sebenarnya Pak kita haruspastikan dengan konsep sipilnya juga strukturnya juga terkaitondisi lahan penataan lahannya nantinya ini ada pembahasan berikutnya ya terkait tata letak ee pembangunan rdf-nya itu juga perlu diperhitungkan dalam penyusunan Ded tidak tidak hanya kita menempatkan posisi nanti dihitungkan ini Namun kita juga memikirkan dengan kondisi kontur yang ini dengan untuk mengfisikan biaya struktur enggak terlalu besar tentunya kita harus memilikan seperti itu Jadi tidak terlalu banyak cutnya sebenarnya itu kitaanggal fnya saja tidak terlalu banyak ambil ee tanah uruk dari luar menggunakan tanah uruk yang yang ada sekitar itu pengkondisian seperti itu untuk untuk mengurangi beban sipilnya itu juga perlu dilihat dari situ dengan kapasitas 5 ton ya ya dengan eh dengan investasi yang yang disampaikan berapa sih nantinya berapa sih 5 ton ini Kalau kami desain ya Pak ya selama ini yang kami struktur ya struktur dengan kaps 80 itu di angka Eh ada di angka eh kurang 50 ya 50 Ton itu di angka 100 secara fisiknya di angka cuma di angka 2 15 m itu ya untuk fisik ya Pak ya namun itu dengan 50 sampai 100 tonan sampah Lawasnya pun ee ee tidak terlalu ee luasnya pun tidakak terlalu besar jadi kita menghasilkan lahan yang ada nah itu untuk untuk yang portaan nomor satu jadi memang ee ee eh agar biaya yang besar tersebut lebih fokus pada KS alat pengolahan rdf nah sebenarnya alat rdf ini tergantung macam-macam sih Pakak iibu vendor sudah banyak katalog terkait peralatandf ini macam-macam ada karena mungkin ya alat-alat ini semakin makin banyak orang yang mencari harg itu juga semakin mahal adapun yang sifatnya dia e diatal sudah terstandarkan dia dengan harga seperti itu ada rdf dengan 100 ton harganya alatnya 35 m ada seperti itu ada hanya konsepnya dia itu 30 ton alatnya diangka eh alatnya harga alatnya 2 eh 2 sampai 3 MAN saja beda-beda jadi konsepnya beda-beda eh tergantung pemilihan alat pastian alat tentunya eh terkait eh perlu dipastikan ya ke vendor itu terkait keberfungsian alatnya ke depannya seperti apa seperti itu terus nomor dua eh masalah rdf yang sampah yang basah dan tinggi di mana rdfan yang terlalu basah karena Ind yangopis ada dua konsep ya bioding maupun rotaing macam kalau bioding akan menjadi lama waktunya dan rotary Dring itu biayanya mahal eh konsep rotary Dring ini sebenarnya macam-macam Pak saya sampaikan tadi ada yang biayanya murah ada yang konsepnya tadi bakarnya bisa dari sampah itu sendiri bisa juga dengan tadi yang sampaikan ber dengan solar atau dengan listrik itu macam-macam kalau kita meng DD Kapan memiliki sistem bioding Nah itu dengan eh lahan yang lebih luas itu Eh kalau kita memilih kalau kita punya lahan yang cukup luas lebih bebas itu kita bisa mengguning namun kapasitas memang terbatas tentunya itu itu pak pak samdi Terus berapa kebutuhan minimal untuk rdf kapasaton kemarin ee kami mendesain yang e pases di bawa 10 tonannya itu enggak sampai di Angka berapa ya kemarin itu 2.000 m perak salah itu pak hanggarnya jadi kapasitas alatnya pun diangka 1 ton eh per ee 2 ton per jam kapasitas alatnya 2 ton per jam dengan ee dengan dengan optimal kerjanya 8 jam seperti itu mungkin itu Mak Terima kasih atas pemaparan jawabannya bapak untuk Pertanyaan selanjutnya yang pertama yaitu teknologif apa yang harus dipilih untuk dapat mengolah sampah dengan luas lahan minimal residu di bawah% dan biaya yang minimal Kemudian yang kedua Berapa biaya operasional dalam rupiah per ton yang ideal untuk ppst yang menghasilkan rdf lalu yang ketiga tpst jeruk Legi di Cilacap tidak melakukan pemilahan manual untuk memisahkan material darur ulang iwest dan nonorganik sehingga seluruh sampah masuk ke dalam proses pengolahan kira-kira apa yang menjadi pertimbangan ketika pemilihan manual tidak diperlukan dalam pengolahan sampah di tpst demikiana kasih mbakina ya masih Pak Ilmi terkait pertanyaannya eh teknologi rdf apa yang harus dipilih untuk eh untuk dapat mengolah sampah dengan luas Han minimal resido kurang lebih resido 10% kurang lebih 10% dan Biak operasional yang minimal eh eh rdf ini sampaikan tadi memang Eh kalau kita melihat dari Mas Balan ya kalau kita menghitung dari Mas Balan sebenarnya sampah itu hampir hampir bisa teroptimalkan semua dengan konsep sampah proses pembakarnya itu menggunakan sampah itu sendiri jadi ee bahan bakar sampah bar proses dewaatingnya menggunakan sampah itu sendiri sehingga memungkinkan ee residu itu kecil residu itu bisa jadi dari dari residu dari ee pembakaran itu yang kalau kita biasakan 10% dari kapasitas dari ee Tuku pembakarnya atau dari sampah yang organik anorganik yang memang tidak ee apa yang berukuran besar itu bisa jadi menjadi residu eh Jadi sebenarnya kalau kita menggunakan teknologidf kalau dengan konsep eh yang saya sampaikan tadi sebenarnya ee bisa secara masbalan yangat kami men hitung sebenarnya snya lebih ee kurang lebih di angka 10%. sekurang bisa jadi 10% kalau kita optimalkan semua residu dari pengukembembakan bisa dimanfaatkan ya kalau kita tidak membuang ya bisa menjadi ee batako dengan penambahan semen dan pasir untuk jadi batako itu juga bisa dioptimalkan nah itu itu contoh teknologi rdf jadi rotaryi drying itu juga juga cukup besar atau mungkin dengan sekarang Ada kajian terkait dengan eh apa biod Dring ya bioding dengan konsep eh bukan dengan seperti ee di Cilacap ya tapi dengan bioaktif ator ya untuk proses e karena cenderung sampah apa di Indonesia C organik dan organiknya itu yang memproses eh untuk eh proses the wateraterinnya itu terus eh berapa bi operasional dalam per ton yang ideal untuk TPS yang dighasilkan rdf nah ini sebenarnya sudahcoba distandarkan oleh kementerian PU sebenarnya eh yang di PU itu ehandarkan ee idealnya itu di di bawah Rp25 r000 per ton idealnya dan lebih bagus lagi kalau di bawah itu jadi batasnya dinilai Rp2.000 per ton itu untuk biayanya terus tpst jeruk Legi dan cap tidak mengunakan pemilian manual untuk misalkan materi ulang bal dan nonorganik sehingga seluruh hampa masuk ke dalam proses pengolahan kira-kira apa yang menjadi pertimbangan ee ee pertimbangan ketika pemilangan manual tidak diperlukan dalam pengolahan sampah di TPS jadi di TPS Logi ini eh proses pemilan manualnya ini dilakukan di eh di anu ya apa picking eh picking B ya istilya dia sebelum masuk ke PR reader ya itu dilakukan pemilan manual oleh pemulung nah dan pengambilan sampah bukus yang memang tidak bisa diproses namun Sebenarnya ada berapa E saya lihat ya dari berapa Eh proses itu masih ada masuk ke proses reader ya preder istilahnya preseder sebelum masuk ke proses bioding di cilacep itu masuk preseder dan konsepnya memang semua sampah masih bisa diproses di situ jadi di tpst gerologi dengan proses Bi Dring semua sampah bisa diproses menjadi rdf jadi seperti yang saya sampaikan tadi dengan konsep rdf ini eh dengan proses itu eh kemudinan sampah sudah dengan MC yang di 25 itu kemudian bisa menjadi eh rdf seperti itu itu itu mbakina baik eh untuk Pertanyaan [Musik] selanjutnya dari ibu Oki Bagaimana penyusunan DD tpst rdf dapat selaras dengan kebijakan nasional dan regasi lingkungan terutama terkait perizinan dan standar emisi lalu yang kedua Bagaimana pendekatan desain Ded tpsdf dapat mengintegrasikan teknologi Smart was managemen untuk meningkatkan Efisiensi dan efektivitas pengolahan sampah lalu yang ketiga apa tandangan utama dalam menerapkan DD tpstdf di daerah dengan tingkat pemilihan sampah yang rendah dan bagaimana strategi desain dapat mengatas Oke terimaasih Pak saprina bagaimana menis DPC dapat selaras dengan kebijakan nasional dan regulasi lingkungan ee sebenarnya ee dalam penyusunan dddf ini Tentunya nya juga terkait perizinan ya dari dokumen-dokumen uklupl maupun ee ee dokumen terkait ya terkait kalau kapasitas di bawah 500 Ton itu masih kalau tidak menggunangan termal ya itu masih UKL UPL eh jadi kita menyesuaikan dengan itu dengan standar emisi yang ditetapkan harapannya teknologi yang di di yang diterapkan di di di tpst ini Tentunya harapannya sudah sesuai dengan standar emisi yang yang ditetapkan seperti itu atau Penanggungan emisi Penanggungan emisi seperti itu itu yang yang jadi kunci ya Ee teknologinya tentunya harusnya sudah memiliki baku mutu ya terkait emisinya sudah bisa memiki standar yang ditetapkan oleh EE Kementerian lingkungan hidup jadinya standar yang ada itu itu jadi memang ee harus menyesuaikan dengan ee peraturan yang di dimiliki oleh Kementerian lingkungan hidup terkait dokumen lingkungan ya ini terus bagaimana pendekatan desain DTC yang dapat mengintegrasikan Smart waste managementen untuk meningkatkan efisiensi dan efitas pengolahan sampah sebenarnya kan saya sampaikan tadi proses pengolahan sampah itu memang cenderung kalau itu kan ee kalau kita pilah dari sumber sebenarnya lebih memudahkan untuk proses ini sebenarnya proses eh terkait teknologi pemilahan tidak terlalu banyak Nah ini lebih lebih Smart ya kalau kita kita kita gunakan namun kan kita perlu waktu ya untuk bisa membuka paradigma yang masyarakat di mana sampai Masih proses tercampur dan dan eh kita dengan konsep FS Ini sebenarnya sudah ada proses pemilahan Dan Sampah tercampur pun enggak ada masalah untuk menjadi rdf menjadi rdf La terus Apa tantangan utama dalam menerapkan ddtpsdf di daerah dengan tingkat Pilan sampah yang rendah dan bagaimana Seti desain dapat mengat eh seperti yang sampaikan tadi Mengapa eh eh rdf itu dipilih karena karena masalah tadi itu terkait pemilahan sampah masyarakat yang masih rendah Jadi ee itu lebih efektif dengan proses pemilahan dengan proses sampah yang masih tercampur masih diproses eh di cacapila nanti bentuk di menjadi bentuk rdf danorganiknya kalau kita mengoptimalkan proses pengolahannya Ya seperti yang sampaikan tadi dengan proses rot skin atau denganom screen untuk di awal untuk mengoyak-oyak mengurunkan kadar air eh ornya lebih lebih kering ya lebih mudah tanpa ada proses tambahan tidak nambahkan nambah alatnya yang saya sampaikan tadi untuk pengeringan deing dari sampah organik itu dengan rotario blwing atau yang lain itu cukup dengan proses cacah pilah saja Tinggal pengkondisian penyimpanan produk rdf tadi terus dengan organiknya tentunya dengan proses drying tetap harus e tari drying terus dengan proses tambahannya sebelum rotary Dring ada namanya Spinner atau hidraulicing press untuk menyusutkan kadar air yang yang berlebih pada eh organik organik agar lebih eh beban dari rotar tidak terlalu berat jadi seperti itu jadi seperti itu Pak eh selanjutnya pertanyaan dari bapak dan apa kelebihan dan kekurangan pada penggunaan biodve dan rotary Dring dan Adakah scoring untuk pemilihan teknologi bioding dan rotary Dring ya demikian Mak Makasih Mbak DD n Kurniawan ya kelebihan dan kekurangan daring eh semuanya maunya kelebihan dan kekurangan Sebenarnya ya kalau kita bilang biodraing seperti yang di celacap tentunya dengan kapasitas 120 ton perd ya ituu itu membutuhkan lahan yang cukup luas ya itu itu kekurangannya ya kalau kita menggunakan drying eh lahannya cukup luas Eh kalau dengan nototar drying eh eh lahannya Memang lebih Ee tidak terlalu besar bisa seperti yang saya sampaikan tadi Nah di angka 2000 1000 5.000 6.000 Saya sempat mendesain di angka 150 Ton itu masih bisa di 7.000 m per eh itu itu masih bisa jadi ee terkait kekurangan dan kurangan bioding itu sebenarnya lebih murah Sebenarnya ya kalau kita konsep dengan bioaktivator lebih murah dan namun lahannya itu yang butuh butuh besar ring memang eing ini sebenarnya bisa dioptimalkan untuk lebih murah Sebenarnya ada teknologiing yang mahal ada yanging yang murah nah eh setelah kami coba pelajari ada konsep yang sampai tadi pembakaran tidak juga dari pembakarannya tidak juga dengan sampah itu sendiri Eh tapi juga dengan sour solar cell ada dengan eh listrik eh seperti cfal dryer tadi itu e perbedaannya Yang dengan rot drying dengan penguku pembakar dan tanpa eh dengan drying itu adalah hasilnya hasil dari proses eh rdf-nya lebih banyak denganing karena tidak ada sampah yang diproses untuk proses membantu biomassa tidak ada biomassa yang habis untuk proses pembakaran Nah jadi jadi seperti itu perbedaannya seperti itu Jadi ada biomasa yang terbuang pada proses kalau roting yang dengan pembakaran sampai itu sih ada proses biomassa yang terbuang namun kalau kita menggunakan eh solar maupun e gas ataupun dengan listrik eh biayanya juga cukup mahal eh namun biomassa yang ada juga lebih besar ituing pun bermacam-macam teknologinya memang eh kalauing juga sama sama kalau kita menggunakan beoding seperti yang di celacap tentunya biaya tkdm-nya cukup besar namun sekarang itu ada berapa lokasi yang sudah menggunakan mbt ya dengan backh dengan dengan dengan dibantu dengan untuk mempercepat proses pembentukan sdf-nya itu kasih atasan jawabannya eh lanjut ke pertanyaan yang terakhir pada sesi pertama yaitu dari ibuia Apakah resido sampah dari tps3r resido UN jadi RD iya oke eh eh bisa Bu Jumiati memang ee konsep rdm kan sampahnya tercampur jadi sampah tpst residu ini dijadikan di proses dewaing di tdwing di tpst untuk jadikan rdf Jadi intinya proses rdf itu adalah penurunan kadar air ee diadar air kurang dari 25% jadi seperti itu jadi ee e residu makanya saya sampaikan tadi yang waktu pembahas di materi yang awal tadi itu kan ada proses preprocessing ya Eh ada pilihan ya kalau kalau kita sudah menentukan tps3r ini residunya apa saja karena umumnya tps3r masih cenderung organik juga cukup banyak cukup banyak ya organiknya Berti e bisa jadi langsung ke proses Caca pila tanpa ada proses pemilan layak jual ke hoper cacapilanya lanjut ke proses setelah cacapila organik anorganik organiknya diproses dirting PR lanjut ke proses rotary drying ataual drying eh kemudian sudah itu jadi bisa menjadi rdf seperti itu Bu jadi Eh rdf ini Bisa sampah tercampur maka itu eh lebih eh hasil rdf ini memang seperti yang disampaikan di awal memang cukup efektif mengurangi sampah sebenarnya E mengurang sampah tidak kalau kita tergantung kita ya gitu Pon offteer kalau kita adateer di daerah lokasi kabupaten kota yang ada di tempat ee Ibu tentunya potensi itu bisa ada pendapatan namun kalau ibu tujuannya hanya menghabiskan sampah ya Eh habiskan sampah tentunya bisa juga rdf itu dengan konsep eh rotary DN dengan menggunakan eh dengan bahan bakar sampak itu sendiri itu contoh pilihan ee alat-alat yang ada di yang sudah ada di di saat ini yang ada di yang sudah ber apa sudah diterapkan diberapa tempat tpst Ya se itu namun ada berapa tpst yang memang Ee pembakarannya tidak optimal namun ee Namun ternyata setelah memang perlu ada pengkajian terkait terkait ini ya tuku bakarnya yang terutamanya terutama terkait ini eh eh udara panas yang akan masuk ke proses rotal dringnya itu head changernya changernya pengungar panasnya Jadi sebenarnya pembakar hanya untuk aapnya proses ke rotar bukan bukan hasil bakarannya yang masuk ke ke rotari Dring itu makik Terima kasih atas pemaparan jawabannya kepada bapak demikian tadi pertanyaan dari Bapak Ibu sekalian sekaligus menjadi pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab kita P sesi pertama tring onl ini saya ucapkan terima kasih untukap BAP yang sudah membantu menjaabanyaan dariapak ibu kemudi bag Bapak Ibu sekalian yangih memiliki berbagai macam pertanyaan mengenai penyusunan penyusunan dokumen Ded pembangunan tpsrdm bisa disimpan terlebih dahulu pertanyaannya untuk sesi kedua training online kita pada hari ini yang nanti akan dilanjutkan pada pukul 13.00 hingga pukul 15.00 nanti Selain itu kami juga ingin mengingatkan Bapak Ibu sekalian untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah di-share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi dan Sekali lagi saya izin mengingatkan kepada Bapak Ibu yang menginginkan materi sekaligus sertifikat dan kemarin belum request dapat mengisi Link yang juga sudah dikirimkan Amin kami di kolom chat Akhir kata saya selaku MC sekaligus moderator pada sesi pertama memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memandu acara ini terdapat kesalahan kata ataupun perbuatan saya S Afifah pemit undur diri wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sampai jumpa lagi di sesi kedua training online kita di jam 1 Nanti Terima kasih Terima kasih sampai jumpa kembali Terima kasih