Transcript
EAXFsVcNTQs • PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN TEKNIK TERINCI PEMBANGUNAN SPALDT 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0114_EAXFsVcNTQs.txt
Kind: captions
Language: id
moderator yang akan memandu acara ini
dari jam 09.00 hingga jam .00 sore
nanti. Acara training online ini
nantinya akan diselenggarakan dua sesi,
yaitu sesi pertama dari pukul 09.00
hingga 11.30 dan sesi kedua pukul 13.00
hingga 15 waktu Indonesia
Barat. Acara training online kita hari
ini mengusung topik penyusunan dokumen
perencanaan teknik terinci pembangunan
sistem pengolahan air limbah domestik
terpusat yang akan disampaikan oleh
pemateri kita hari ini yaitu Bapak L.
Wasketa ST. Baik, selanjutnya Bapak Ibu
hadirin yang terhormat izinkan saya
mengucapkan selamat datang dan
memberikan salam hormat saya kepada
pemateri kita hari ini yaitu Bapak Lisan
Waskita, ST dan juga kepada Bapak Dr.
Ir. Hijrah Puramaputra, ST. MM selaku
founder dari Gutik Darul Ulang Projek BI
Indonesia sekaligus sekretaris jurusan
Teknik Lingkungan Universitas Islam
Indonesia. Dan juga tidak lupa kepada
Bapak Ibu peserta training online pada
hari ini yang berbahagia.
Sebelum masuk ke materi training online
kita, saya mohon izin mengingatkan Bapak
Ibu sekalian untuk dapat mengisi daftar
hadir atau presensi di link yang telah
admin kami kirimkan di kolom chat.
Kemudian dengan hormat saya meminta
kesediaan Bapak Ibu untuk menaktifkan
mikrofon selama kegiatan berlangsung
supaya kita dapat menikmati materi yang
disampaikan dengan baik.
Baik, selanjutnya sebelum kita masuk ke
acara inti kita yaitu penyampaian materi
akan ada sambutan dari Bapak Dr. Ir.
Hijrah Purnama Putra STM selaku founder
dari butik Darul Ulang Project Indonesia
sekaligus sekretaris jurusan teknik
lingkungan Universitas Celak Indonesia.
Baik, waktu dan tempat kami persilakan.
Baik, terima kasih Mbak Sabrina.
Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar
dengan jelas ya. Oke.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah
walhamdulillah wasalatu wasalamu ala
rasulillah. Maaf yang ee terhormat Bapak
Ibu pada pagi hari ini. Selamat pagi,
salam sejahtera untuk kita semuanya.
Alhamdulillah puji
syukur kita dapat bertemu kembali
setelah kita libur Ramadan kemudian Idul
Fitri dan ini menjadi event pertama
setelah libur tersebut gitu di training
online. Tapi temanya bagi teman-teman
mengusulkan ee tidak berhubungan dengan
semasanya tapi berhubungan dengan air
limbang. Nah, sebenarnya kegiatan ini
adalah rangkaian kegiatan yang sudah
kita mulai juga beberapa waktu yang
lalu. Kita sudah bicara tentang ee
rencana induk, kemudian bicara juga
tentang FS. Kali ini bicara tentang
bagaimana sih penyusunan terkait dengan
dokumening yang biasanya kita kadang
kenal dengan nama eh detail engineering
design gitu ya atau DED. Tapi kalau di
Indonesiakan menurut Kementerian PU
adalah perencanaan teknik ee terinci
untuk
pembangunanin berbagai macam
infrastruktur air limbang. Nah, ee dalam
training online ini dikemas ee seperti
biasanya juga tiga tema. Ee kali ini
berbicara tentang Spal DT ya. Insyaallah
nanti 2 minggu lagi akan bicara tentang
IPLT dan 2 minggu kemudian lagi akan
bicara tentang jaringan perpipaan gitu
yang semuanya ee kegiatan-kegiatan ini
adalah kegiatan real yang dilakukan ee
baik pemerintah daerah maupun pemerintah
pusat gitu. Jadi kita ikut hadir
berkontribusi untuk menghadirkan ee
konsep-konsep ya pemahamanpemahaman agar
perencanaan yang dilakukan dapat lebih
baik atau bahkan beberapa peserta yang
mungkin hadir pada kesempatan hari ini
adalah me-refresh ya materi yang sudah
biasa dikerjakan tapi ingin mendengarkan
juga dari persepsi dari ahlinya gitu ya.
Ee terima kasih Pak Lisan. ya atas
waktunya ee berkenan hadir berbagi
bersama walaupun ee kegiatannya
diinisiasi oleh Butik Taurang Project B
Indonesia, tapi juga kita menggait
jurusan Teknik Lingkungan Universitas
Islam Indonesia yang juga hadir ada
mahasiswa, ada konsultan, ada praktisi
begitu ya, ada akademisi juga yang ingin
ikut belajar bersama. dari ee panitia
menyampaikan ee kurang lebih ada 250
peserta yang sudah mendaftar ini tapi
ini masih 100 gitu ya. Tapi biasanya
memang di angka 30 sampai 40% gitu ya.
Jadi kalau sudah 100 ini ya sudah
lumayan ee yang hadir yang biasanya
selebihnya mengikuti via siaran di
YouTube gitu ya. Nah, Bapak Ibu ee
tentunya selamat menikmati.
Mudah-mudahan materinya bisa komplit
dari segi waktu ee sesi satunya ada agak
panjang sampai nanti
11.30. Tapi mungkin Bapak Ibu yang di
Indonesia Timur nanti akan kepotong
dengan waktu salat zuhur tapi silakan
untuk disesuaikan. Mudah-mudahan dua
sesi ini bisa berjalan dengan baik.
Terima kasih, Pak Lisan. Terima kasih
Bapak Ibu yang hadir yang senantiasa
membersamai kegiatan-kegiatan yang
dilakukan oleh butik Lauren Project B
Indonesia maupun dari jurusan Teknik
Lingkungan Universitas Islam Indonesia.
Teman-teman panitia, Mbak Sabrina dan
tim yang sudah luar biasa, ada Air, ada
Ibno, ada Pak Yebi yang juga terus
mendukung dan teman-teman yang
men-support kegiatan ini sehingga
kegiatan ini bisa berlangsung dengan
cikgu. Dengan mengucapkan
bismillahirrahmanirrahim, mudah-mudahan
kegiatan training online penyusunan
dokumen perencanaan teknik terinci
pembangunan Spal DT pada Sabtu, 26 April
2025 dapat berjalan dengan lancar dan
membawa manfaat bagi kita semuanya.
Mohon maaf jika ada kekurangan dalam
pelaksanaan kegiatan pada kesempatan
hari ini dan ee enjoy kepada Bapak Ibu
dalam mengikuti kegiatan. Sekian dari
saya. Wabillahi taufik wal hiidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih kepada Bapak Ira yang telah
memberikan sambutannya dan sekaligus
membuka acara pada pagi hari ini. Bapak,
Ibu sekalian, kami dari panitia juga
melakukan live streaming melalui YouTube
channel kami di Project B Indonesia.
Jadi jika semisal selama acara training
online berlangsung ada Bapak Ibu yang
terkendala dalam Zoom tidak perlu
khawatir karena Bapak Ibu juga tetap
dapat mengikuti training online ini
melalui YouTube channel kami di Project
B Indonesia. Selanjutnya seperti biasa
Bapak Ibu sekalian hari ini kami juga
menyiapkan berbagai macam doorprice
spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung.
Door price ini diberikan berdasarkan
tiga pertanyaan terbaik dan dua story
Instagram Tunik selama training online
ini berlangsung. Untuk pemenang tiga
pertanyaan terbaik akan kami umumkan di
akhir acara sesi dua nanti. Sedangkan
untuk pemenang dua story Instagram
terunik akan kami hubungi langsung
melalui DL Instagram. Jadi jika Bapak
Ibu ingin bertanya selama training
online ini berlangsung dapat memberikan
pertanyaan terbaiknya melalui kolom chat
dengan format nama kemudian pertanyaan
yang ingin ditanyakan dan nanti akan
kami pilih tiga penanya terbaik untuk
memenangkan doorpal dari kami. Lalu
untuk story Instagram Bapak Ibu juga
dapat membuat story Instagram semenarik
mungkin dan jangan lupa tag Instagram
kami di @projectBI.
Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi. Namun sebelum itu,
mari kita lihat terlebih dahulu CV dari
pemateri kita berikut ini. ya
[Musik]
Baik, demikian tadi sekilas mengenai
pemateri kita pada hari ini. Selanjutnya
mungkin untuk efisiensi waktu jika Bapak
Liisa kita sudah siap, kita mungkin bisa
langsung saja untuk penyampaian
materinya. Untuk waktunya kurang lebih
sampai pukul 11.00 ya, Pak. Kepada Bapak
danas kita waktu dan tempat kami
persilakan.
Oke, terima kasih. Jelas ya terdengar.
Baik, Pak.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat
pagi-bapak dan
Ibu-ibu. Ee Allahumma shalli ala
Muhammad wa ala ali sayidina Muhammad.
Salam kepada dosen-dosen, tenaga
pendidik yang sudah mengajarkan ilmunya
kepada kami
semua. Salam kepada teman-teman juga
yang sudah mengundang dari batik Daur
Ulang Project Indonesia. sangar benar
namanya ini. Ee terima kasih sudah
diberikan kesempatan untuk berbagi
sedikit
ilmu. Kalau lihat CV-nya saya cuma
kuliah S1 aja gitu. Jadi belum sempat
kuliah lagi. Tapi kuliahnya ya di
pekerjaan aja lah gitu.
terutama masalah air limbah seperti
itu. Ee salam hormat juga kepada
peserta-peserta yang
sudah rauh ke ruangan Zoom ini.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, teman-teman.
Mungkin ada teman yang iseng kayak apa
sih sekarang tuanya, temannya gitu kan.
ada aja seperti itu. Mahasiswa seperti
itu mungkin ada yang dari ASN sesama
konsultan seperti itu. Oke, saya
perkenalkan nama saya Lisan. Panggil aja
Lisan. Lisan itu kepanjangan dari nama
orang tua dan nama ee ibu saya juga,
Bapak dan Ibu. Bukan lisannya bahasa
Arab seperti itu. Tapi ya bisa aja
seperti
itulah. Ee selamat pagi teman-teman
semua. Nah, mudah-mudahan yang saya
sampaikan ini sedikit banyak ada
manfaatnya. Kalau saya salah ya mohon
ditambahkan. Kalau saya ee kalau ada
informasi baru ya mungkin bisa jadi ee
pengetahuan buat teman-teman buat
diterapkan di bidang pengolahan limbah
ini. Karena ini saya juga terjun ke
pengolahan limbah ini
juga sebenarnya bukan cita-cita. Dulu
pernah daftar di UII dan lulus gitu loh.
Pernah itu sudah lulus ya. Terus habis
itu rawuh ke orang tua, "Pak, lulus Pak,
di UII gitu. Berapa pendaftarannya?"
Pendaftarannya, Nak, segini gitu. Enggak
dilihat lagi sama Bapak saya terus gitu.
Alhamdulillah di ITS-nya keterima. Ini
enak bayarnya cuma 350 per semester gitu
kan. Iya. di UI dulu kalau enggak salah
R juta per ee masuknya ya uang
pendaftarannya terus ada segala macam
gitu loh. Tapi sesuatu ee alhamdulillah
kampus yang bagus idola saya juga jadi
pengajar di
sana Pak Mahfud MD dan Pak e dan Gus
Baha gitu kan. Alhamdulillah bisa
berperan di sini juga sedikit intermezo
gini kan karena waktunya panjang biar
enggak bosan gitu kan langsung ke
teknis. Salam buat teman-teman di sana.
Pak dosen kalau rawuh ada Pak Andi
Profor Eko dan Pak Joni Ardila. Kalau
rawuh ee saya izin mampir ke rumahnya
seperti itu. Oke saya lanjut ke
materinya masalah pertan ini. Jadi
ee teknik lingkungan terutama yang
limbah ya. ini kalau di Indonesia ini
bisa
dibilang jarang jarang banget gitu. Jadi
kalau di perencanaan air limbah seperti
yang
kita ee bahas sekarang ini nantinya
teman-teman kalau join di sana yang ahli
untuk masalah limbah itu ee bisa
dibilang apalagi kalau Anda senior gitu
ya. ketemu sesama senior itu jarang
adanya yang tanya informasi bukan untuk
bukan untuk melawan, bukan untuk ee
beradu argumen gitu
ya. Ee
kemudian ee karena perencanaan ini juga
multi
multidisiplin artinya
selain ee teknik yang ahli sanitasi atau
teknik lingkungan itu biasanya jadi
leader atau koleadernya.
Kemudian di bawahnya itu ada teknik
sipil,
ada untuk struktural strukturalnya
menganalisa kekuatan struktur. Kemudian
ada surveyor juga di bawahnya sipil.
Kemudian nantinya setelah itu yang kerja
ahli ME-nya gitu kan untuk me apa
menspesifikasi ee mekanikal dan
elektrikalnya.
ahli perencanaan arsitek juga karena
sekarang lagi
ramai untuk perencanaan air limbah. Dulu
kan kalau kita lihat ke pengolahan air
limbah itu
ee pandangannya itu tempat yang kotor,
bau, jorok dan itu kalau enggak ada
sesuatu yang penting atau gak ada
duitnya gak usah mampir ke sana gitu.
ngapain juga gitu loh. Tapi paradigma
itu sekarang sudah mulai dihapuskan
karena fungsinya juga krusial gitu loh.
Kalau enggak ada pengolahan limbah ini
bagaimana dengan kelestarian sungai,
badan air
dan ee hewan binatang yang ada di sana
gitu loh. Jadi nantinya yang setelah itu
berhasil yang terasa itu juga penghuni
manusia. bukan hanya penghuninya
sekitarnya badan air tersebut karena
bisa digunakan kembali, tapi juga hewan
ikan, hewan laut, hewan sungai yang
sudah jenengan lestarikan itu insyaallah
bisa berpikirlah gitu untuk untuk yang
sudah mendesain dan berperan dalam
membersihkan lingkungan ini. Jadi
seperti itu. Jadi etnik lingkungan. Jadi
kalau kita lihat di ee dunia sekarang
ada AI sekarang kan 10 15 tahun lagi
profesi apa yang ee apa tetap dipakai
gitu dan di tetap di ininkan gitu ya di
ke depan.
Nah, posisi 1 sampai 8 itu mungkin masih
yang berkaitan dengan IT, cyber
security, AI-nya, otomatisasi segala
macam antara seperti itu. Nah, teknik
lingkungan ini yang itu setara sama
sipil, arsitek segala macam itu nomor 8
atau 9 10 besarlah gitu. teknik
lingkungan itu ternyata seperti itu.
Dulu saya masuk teknik lingkungan juga
ee dibilangin kok ini kok kuliah
bicaranya
tentang taik-taik aja gitu, maaf ya gitu
kan. Ini fes segala macam diolah gitu
kan. Ini kuliah kok lama-lama jorok
habis itu terbiasa kan seperti itu
intinya.
Oke, sedikit intermeso dari saya.
Mudah-mudahan bisa meredakan saya yang
tegang. Soalnya ada 100 orang di sini
gitu. Nanti saya dihakimi orang 100 dan
repot juga. Oke, saya share saya share
ee
screen-nya masuk ke
materi.
Ee izin share ya.
kelihatan ya, Mbak Sabrina, Mas
Hijrah, teman-teman sekalian semua.
Oke.
Ee kali
ini insyaallah saya
akan apa
mengajukan materi penyusunan dokumen
perencanaan teknik rinci pembangunan
spalt. Biasanya saya kalau disuruh
kuliah seperti ini per materi gitu kan
desainnya kah, pemilihannya kah untuk
limbah industri atau limbah domestik ini
semuanya dipaksa sama Mbak Hijrah sama
Mas eh Mbak Mas Hijrah sama Mbak Sabrina
ini. Ini semua harusnya ada orang teknik
sipil dan PKME yang mendampingi saya
untuk menyampaikan ini semua.
Ee tapi okelah saya saya akan
menyampaikan permukaannya saja dalam
hari ini. Maksudnya untuk yang saya
tidak menguasai akan saya bilang
nantinya. Tapi kalau yang mungkin saya
kerjakan langsung itu akan mungkin akan
saya sampaikan dengan agak detail
seperti
itu. Spal sistem dana pengumpulan air
limbah domestik terpusat. seperti
itu materinya ini materinya di saya
diberikan oleh Hijrah. Kebetulan
materinya ini sama dengan Juknis dari
PUPR yang untuk perencanaan DT. Jadi
cukup rinci konsep dan prinsip
pengolahan air limbah domestik, gambaran
umumnya, tahapan aktivitas
perencanaannya. Jadi ngapain di
perencanaan itu?
Kemudian ada identifikasi dan analisa
data perencanaan, analisa timbulan air
limbah, opsi teknologi, perencanaan
struktur bangunan dan geoteknik. Nah,
ini mungkin untuk perencanaan nomor 7uh
ini saya banyakan contoh aja yang nanti
saya sampaikan. Mungkin teman-teman yang
sipil, arsitek yang banyak bisa nanti
ini RAB-nya ini juga ahli ekonomi. Nah,
itu ada ahli ekonomi juga untuk
penyusunan perencanaan dan diwajibkan
memang ada produk perencanaan, laporan
dan gambar teknik. ahli ee apa
drafternya mungkin untuk gambar
tekniknya, penyusunan SOP-nya, Spal DT
dan contoh aplikasi perencanaan teknik
terinci SPAL DT. Nah, contoh aplikasi
ini yang apa aplikasinya apakah di
perencanaannya apa jadinya seperti apa
nanti. Nah, ini bisa di kita diskusikan.
Nah,
eh untuk perencanaan SPAL DT sampai ke
hasil itu sudah ada undang-undangnya
juga yang mengatur dari awal dari
perundang-undangan sampai perutan
pemerintah dan perutan menteri. Di
antaranya seperti ini. Undang-undang
yang sedemikian ada tiga itu tentang
pengairan, bangunan gedung dan
perlindungan dan pengelolaan lingkungan
hidup.
Kemudian PP-nya
ada spamnya, ada tentang bangunan
gedung, standar-standarnya sekarang
segala macam. Dan ternyata banyak ini
kalau dituruti semua. Kemudian tentang
AMDALnya dan biasanya kalau sudah tahap
perencanaan itu AMDALnya biasanya
barengan nantinya karena nantinya di
AMDAL itu perencana diwajibkan
untuk membuat praktiknya ya, praktek air
limbahnya gitu. Jadi sebelum perencanaan
selesai, AMDALnya sudah selesai.
Sehingga pada waktu pembangunan entah
berapa tahun kemudian itu AMDALnya sudah
ada, perencanaannya sudah ada dan sudah
sudah
dibangun. Kemudian di pohoknya ada
peraturan menteri juga ada
MenLH tentang baku mutu air limbah
domestik. Kemudian ee Permen PU tentang
penyelenggaraan sistem pengolahan air
limbah domestik. ini yang di dalamnya
ada juktinya semua contoh-contoh
bangunannya juga sudah ada isinya juga
cuma nyontoh bukunya Medcalf itu
dirangkum gitu kan sebagainya cuknislis
itu tapi yo enggak ee tapi yo ee ya
enggak harus nuntut itu juga kalau kita
punya risining sendiri gitu loh. Jadi
macam-macam diskusinya banyak di sana
nanti sama teman-teman di PUPR bidang
sanitasi seperti itu. Nah, beberapa
daerah di bawahnya itu ada pergup ee
peraturan untuk tentang baku mutu. Nah,
itu harusnya yang di kalau di daerah
tersebut ada nah itu bisa dipakai juga
seperti itu. Seperti Jawa Timur itu
lengkap dari domestik sampai industrinya
peraturannya itu juga bisa dipakai
nantinya.
Ee untuk PP-nya sendiri pekerjaan umum
ee di nomor 4 tahun 2017 tentang
penyelenggaan sistem SP SPnya SP
domestik. Pencana perencanaan SP itu ada
tiga kegiatan intinya. Yang pertama
rencana
induknya
ada yang ini ee apa? Perencanaan induk
di kota, lintas kota, beberapa kota
seperti itu, provinsi maupun untuk yang
kepentingan strategis.
Nah, yang terakhir ini yang strategis
ini saya terlibat yang di Mataram
seperti itu. Kalau yang ee ada di yang
di provinsi itu yang di Jogja kebetulan
Jogja itu ada tiga. Kebetulan dibangun
semua yang di Jogja itu macam-macam. Ee
jenisnya juga banyak di sana apa dan
berfungsi baik sampai sekarang.
Insyaallah berfungsi baik. Yang saya
lihat terakhir ee tahun awal tahun
kemarin masih berfungsi semua dan
berfungsi bagus yang di Jogja.
Kemudian secara rencana induk ada studi
kelayakannya untuk apa? FS-nya untuk
penduduk lebih dari
100.000. Ada justifikasi sendiri untuk
teknis dan biaya ee perencanaan awal ini
seperti itu ya, bukan FS untuk penduduk
di lebih kecil dari 100.000 jiwa.
Dan setelah itu ada setelah MS baru ada
perencanaan DED-nya yang kita bahas
sekarang
ini. Oke, itu dari peraturan PP dan ee
keterlibatan rencana induk dan FS-nya.
Sekarang kita ke perencananya sendiri.
Pertamanya konsep dan prinsip pengolahan
air limbah domestik.
Ini prinsip awal mungkin teman-teman
sudah banyak tahu juga kalau air limbah
itu ada yang dari industri dan ada yang
dari
domestik. Kalau dari
industri produk air limbah yang dari
kegiatan industri manufaktur atau pabrik
seperti itu. Itu biasanya di komplek
pabrik atau pabrik tersendiri pun bisa
juga bisa.
di Jawa Tengah yang saya terlibat yang
di Batang yang baru yang yang baru itu
perencanaannya juga kebetulan saya
terlibat untuk yang industri di sana
nanti foto-fotonya saya perlihatkanlah
di akhir ee di sana seperti itu khusus
limbah industri tapi di limbah industri
tersebut di komplek industri tersebut
kalau ada mes, kalau
ada ee apartemen pun ya bisa masuk ke
sana karena performancenya limbah apa
people lindus industri kan lebih besar.
Jadi kalau limbah domestik juga ikut
masuk ke industri gak masalah tapi juga
harus dihitung di awal seperti
itu. Ee baku mutu air limbah industri
pun juga tersendiri peraturannya ee
Permen LH nomor 5
2014 dan macam-macam jenis industrinya
sendiri-sendiri. Makanya kalau industri
sendiriendiri itu IPALnya beda. Kalau
campuran pun itu juga beda juga
perhitungannya seperti itu. Apalagi di
kawasan industri yang proyeksinya juga
ee belum jelas ya. Kalau kita kalau ke
kawasan industri itu biasanya kalau di
Surabaya kan share yang baru di Jawa
Tengah Batang itu. Nah, itu kalau kita
bangun di awal kita belum tahu ini
industrinya apa aja yang di komplek
tersebut nantinya ya. beberapa sudah ada
perkiraan yang besar-besar mungkin sudah
sudah ada perkiraannya apa yang ada di
sana seperti itu dan itu bisa
diperkirakan di awal tapi nantinya
proyeksi 10 15 tahun ke depan siapa yang
di sana suat ee nah itu tadi tergantung
kebijakannya industri apa saja yang akan
di industri tersebut di kawasan tersebut
dan nantinya ee tergantung juga
kebijakan pemerintah tentang apa saja
yang nanti percepatan pengisian air
limbah di industri tersebut. Banyak
faktornya kalau di
industri. Kemudian air limbah domestik.
Ini yang kita bahas sekarang air limbah
domestik air intinya air dari kegiatan
manusia. Mungkin beberapa pemateri yang
sudah pernah ngobrol di sini ee sudah
menjelaskan secara detail tentang air
limpah domestik ini dari pemukiman,
rumah, makan, perkantoran, perniagaan,
apartemen, dan asrama. Intinya semuanya
kegiatan manusia. Mandi, cuci kakus,
makan juga ee dari sana seperti
itu. Dibagi lagi ada black water dari
domestik dan apa? limba-lumb dari
kloset, bidat dan
urinoar, air limbah ee grey water, air
limbah dari dapur, wastaffel dan forir
kamar mandi. Nah, dua ini kalau di Spal
Dedi kalau tercampur semua di akhir itu
gak masalah tapi kalau di rumah dua ini
kecampur baunya jadinya bukan main
seperti itu akibatnya mungkin sama-sama
tahu. Jadi harus kalau di perumahan
sendiri itu harus dipisah. Tapi kalau di
Spal DT ini dicampur tidak masalah
seperti
itu. Untuk baku mutu limbah domestik
sendiri ee Permen LH nomor 68 2016
terbang mutu limbah domestik lain lagi.
Begitu. Ini nanti yang akan kita olah
spal
dt di Spal DT untuk air limbah domestik.
Jadi nanti ada dari
nonkomersial, perumahan, pemukiman gitu
kan. Nantinya kalau yang yang non yang
komersial dari rumah makan, perkantoran,
perniagaan karena sebagian besar spal DT
intinya ee yang dari yang komersial dan
nonkomersial ini biasanya sih awal-awal
yang komersial dulu yang dipasang biar
bisa bayar iuran. Nah, setelah itu
diperluas area wilayahnya untuk sampai
ee ke pemukiman yang lebih luas seperti
itu. Ee pengolahan air limbah sendiri
intinya mengolah dari yang mudah
dulu, kemudian yang tersulit. Nah, kalau
di limpah SD itu
yang mudah dulu dari pemukiman apa ee
air limbahnya pengolahan fisik dulu di
sana ada pratment
facility. Kemudian selanjutnya ada
mungkin contohnya penyaringan seperti
itu, GR chamber, ekualisasi. Kemudian
pengolahan biologisnya
ada eh apa dagerasi, MBPR segala macam.
Kemudian mungkin ada ditambah lagi
selanjutnya ada pengolahan fisik lagi
bisa di filter atau membran seperti itu.
Kemudian ada pengolahan kimia itu kalau
di domestik
ditambahkan
ee klorin
atau sekarang ramainya sudah pakai UV,
sudah pakai ozon seperti itu
macam-macam. intinya seperti ini.
Mengolah yang mengolah fisik dulu,
biologis, kemudian
baru after treatment-nya itu bisa
macam-macam, bisa pengolahan fisik juga
bisa ditambahkan chemikal, bisa
ditambahkan unit-unit lain yang
sekiranya bisa ee memperbaiki kualitas
evaluen dari limbah dari pengolahan spal
titik ini. Selain itu juga ada
pengolahan lumpurnya. Jadi pengolahan
lumpur ini efek samping dari pengolahan
limbah adalah timbulan lumpur. Jadi
limbah itu kalau sudah dibersihkan
kotorannya itu ke mana ya ke lumpur ini
seperti itu. Dan itu ee kalau domestik
ee tidak termasuk B3 ya. Jadi bisa untuk
peningkatan lahan mungkin kalau di
perkotaan itu bisa untuk di taman
walaupun kualitasnya memang tidak
setinggi ee pupuk kandang ya. Kalau
dibandingkan pupuk kandang ini lebih
rendah kualitasnya. Tapi bisa
menyuburkanlah kalau kita sebar di taman
gitu bisa tumbuh dengan suburnya ya
dalam kalau tumbuh dengan lumpur
domestik
ini evluen airnya yang sudah bersih ee
nah ini langsung dibuang ke badan air
seperti
itu pun kalau untuk pengolahan air
limbah domestik ini sebenarnya bisa
sinergi dengan tempat sampah terpadu
untuk skala perkotaan. ya. Jadinya ee
air kalau ada air limbah bisa diolah di
Ibal. Hasilnya bisa untuk air daur ulang
digunakan kembali sebagai
tamanah
sebagai jiram-jiram taman. Kemudian
untuk kolam
ikan itu masih layak. Tapi untuk
konsumsi kembali. Nah, asal di Indonesia
ini asal enggak diketahui. Kalau asalnya
sudah
bagus, pokoknya jangan di jangan
dibilangin sumbernya dari mana. Itu saya
kira aman-aman aja kalau pengolahannya
memang bagus. Tentu saja kalau untuk
dikonsumsi kembali itu contohnya di
Singapura. Kalau di Singapura itu pengen
air limbah dicampur dulu ke drainase.
Dryasenya dicampur dulu ke danau. Di
danau itu bercampur an air hujan,
kemudian air ee siu drainasenya,
kemudian yang sudah bercampur air
limbah. Jadi air limbahnya juga sebagian
kecil. Nah, itu ditarik lagi ke
pengolahan air minum. Nah, itu bisa jadi
air minum. Sebenarnya di Indonesia ini
juga sudah dipraktikkan. Jadi air
misalnya kalau di di
Surabaya kali Surabaya sebagai sumber
air minum kota Surabaya itu sebenarnya
kan tempat buangannya air limbah
industri, tempat buangannya air limbah
domestik yang enggak diolah, tempat
buangannya air limbah spaldit yang sudah
diolah, yang sudah bersih pun ya dibuang
di sana. Intinya juga se prinsipnya sama
aja. Begitupun yang untuk pengolahan
sampah
ee daur ulangnya juga bisa digunakan
kembali. Kemudian untuk lumpurnya bisa
diolah di di TPS. Jadi bahan urukan
energinya mungkin yang untuk sampah
sekarang ramainya untuk jadi sumber
energi juga seperti itu bisa digunakan
sebagian untuk IPALnya.
Jadi integrasinya mungkin kalau sudah
dirancang dengan sangat bagus itu bisa
bisa indah gitu sarana sanitasi ini di
perkotaan seperti itu. Makanya kita
bahas ini spal dt kalau spal dt ya seara
perkotaan
itu. Nah kemudian yang kedua tadi
gambaran umumnya kemudian sistem
pengelolaan limbah domestik berpusat.
Spal DT itu seperti apa sih intinya?
ALDT adalah ada
limbah kegiatan pengolahan air limbah
domestik dalam satu kesatuan dengan
prasarana dan sarana pengolaan air
limbah domestik. ada spal dt
setempat yang langsung di sumber seperti
septic tank yang di yang di rumah kita
atau skala RT RW pengolahannya seperti
itu. Nah, itu diakut dengan sarana
pengolah apa pengangkutan lumpurnya
dibuang ke lumpur tinja. Ini Spal DS.
Kalau SPT terpusat e dari pelayanan
diadirkan lewat perpipaan servis ke
pengumpulan
perpipaan primernya kemudian dipukulan
terpusat ada pengalirannya sendiri
seperti ini. Nah, jadi Spald DT ini
sekarang kita bahas
SpitTus skala perkotaan seperti
itu. Kemudian ada subsistemnya juga
subsistem pelayanan, subsistem
pengumpulan dan subsistem pengolahan
terpusat. Pelayanan itu apa? Ada daerah
pelayanannya jaringan perpipaan kawasan
paran hingga sampai ke koneksi di ee
perumahan atau di parsel di sini.
Seluruh air limbah domestik masuk ke
jaringan
perbipaan. Nantinya di rumah cuma ada
anda pertimbangan sendiri kalau di Bali
itu ada gristretnya.
Ada juga perencanaan kemudian yang
langsung cuma ada bak ee bak kontrol tok
seperti itu bukan grisp itu sebenarnya
gak masalah di sana asal
ee bisa diatur semua secara teknis ya
gak masalah. Jadi semua air limbah itu
masuk ke jalur jaringan
perpipaan sistem pelayanannya. Kemudian
ada pengumpulannya perpipaannya sendiri
pipa servis sampai
pipa pipa primernya titik taping parsel
pipa lateral sampai ke jaringan pipa
induk ada sistem IPAL D-nya IPAL
domestiknya fisik kimia maupun biologis
kemudian ada hasilnya evaluennya ke
badan air seperti yang kita sebutkan di
atas kemudian ada lumpur hasil olahan
bisa diolah di TPST yang terintegrasi
dengan pola sampah. Nah, ini sudah mulai
ramai antara IPAL dan
TPST-nya itu ee bersebelahan. Jadi, bisa
energinya bisa digunakan IPAL, by
produknya IPAL bisa diolah di
TPSD.
Oke, ini poin 8 yang contoh penerapan.
Jadinya nanti seperti ini. Jadi saya
saya pamer jadinya aja meskipun saya
tidak terlibat dalam pembangunannya ya
dalam perencanaannya aja terlibat
seperti itu. Ini yang di Jogja khusus
saya ee
tampilkan apa namanya yang terbangun
yang di Jogja. Kebetulan yang di Jogja
ini ada tiga
IPAL yang terbangun. Jadi, Ipal DT
Bangang Lipuro 1500 m³b per hari ini.
Dan tiga-tiganya ini beda-beda
bangunannya.
pengolahannya maksudnya pengolahan
jbangunnya otomatis
terbeda ini ada ee green chamber
ekalisasi
aerasifier kolam-kolam koordinasi sampai
SDB-nya ada bangunan pembantunya ada
rumah blower rumah gadget kantor gedung
serba gun dan pos
jagat ini awalnya ekualisasi dari gereja
eh ee alat ukur debitnya di sini dan
gereja
Jammernya ini, Pak. Ekualisasinya
dalamnya kira-kira 15 m, tapi kedalaman
airnya cuma dua ee antara 3 3, 3 m lah.
Di
sini ini
kolam
air, lagun airasi. Maaf kok orang aerasi
lagun aerasi yang di bangunan
ini seperti
ini. Ee dan sekarang sudah berfungsi
dengan normal. Ini gre
chamber-nya. Yang kedua yang diberbah
Sleman 1500 m³ per hari
juga
sekarang kelurahan. Jadi ini yang tadi
yang pertama purau itu ee
semi semi bukan semi
semi semi
otomatis. Hanya sebagian kecil aja yang
menggunakan listrik. Cuma blower tok
sama
pompa memang. Tapi kalau tipenya lagu
kalau yang ini sistemnya sedikit pasif
minimal sekali listriknya.
Di sini ada ini tamannya itu hasil
pengolahannya di sebelah kanan
itu kolom
ekualisasinya tetap pakai
Pakisasi ini ada ABR
tertutup ada lagun juga di
sini ditambahin wetland ini wine-nya
seperti
itu. Jadi minim banget di sini
listriknya cuma yang di blow dua dua dua
unit blower saja sama pemompaan
kecil-kecil seperti
itu. Semua pengolahan secara pasif
dengan ABR mungkin semi otomatis di
dilakun aerasi dan ini juga pasif sistem
juga pengolahannya sistem yang saya
maksud pasif itu artinya tidak
melibatkan power dari luar ya tidak
tidak melibatkan listrik. Jadi ini ee
pakai ABR dan wetland-nya ini kalau
sudah
subur ya seperti ini nih. Tapi ini pakai
tambak tumbuhan
kan 3 bulan sekali itu harus dipotong
dihabiskan seperti itu. Nah, kalau baru
tumbuh itu ya sebelah kanan itu kalau
sudah panen pas indah-indahnya ya
seperti ini tumbuhnya tumbuhnya
bareng. Setelah tadi
dari wetland tetap harus diklordinasi.
juga sebelum ke sungai itu buangnya ke
sungai dan ini kolam kontrolnya isinya
ikan
bioindikator ini yang paling canggih
kalau tadi ada semi
canggih ee terus kemudian pasif sistem
ini spal dtok sleman di Jogja juga 1000
m³ per
hari ini full aerasi full
full aerasi
Ini bangunan pengwalahannya
utama inlet-nya ada bar screen,
kemudian ini grid chamber seperti itu
kalau kalau dilihat kan banyak
peralatan ME-nya di
sini
aerasinya rarifier seperti
itu. Di akhir ada pressure
filter. Ini slat trade
pad. Kolam indikatornya juga
ada.
Oke, saya perlihatkan hasilnya dulu.
Jadi nantinya teman-teman bisa bayangin
sebenarnya kita ini bangun apa sih ya?
Bangun kayak ya kayak foto-foto itu
sejadinya gitu.
Jadi kalau untuk perencana itu kerjanya
dari
kajian
gambar ee ngitung RAB-nya nyusun SOP.
Sudah seperti itu tahapannya. Nah,
tahapan aktivitas perencanaan ini kita
jelaskan. Jadi saya contohnya untuk
sampai ke misalnya ke MBBR gitu ya yang
dipilih misalnya ini misalnya gitu loh
NBR. Jadi ee pertama adalah kebutuhan
datanya di kebutuhan data itu ada
observasi lapangan dan inventaris data.
Observasinya masih observasi itu
jalan-jalan lihat-lihat gitu kan
topografis fotogramet, soil test, survei
sosial seperti itu yang enggak ngumpulin
data seperti itu. Ada inventarisnya ini
yang ngumpulin juga data primer, data
data sekunder. Masih data sekunder di
sini. Tidak ada urban desainnya ee
sesuai enggak dengan apa perencanaannya,
wilayahnya seperti itu. Regulasi
daerahnya seperti apa? Ee rencana
induknya ada apa? Harus ada. Kalau dalam
perencanaan harus harus harusnya ada
paling enggak muncul debit sama lokasi
gitu. Kalau sudah ke FS biasanya muncul
jenis pengolahannya apa. Walaupun itu
bisa berubah nantinya.
Kalau observasi lapangannya apakah lahan
yang disediakan itu sudah cocok ya
paling rendah seperti itu. Kalau di
Mataram enak. Jadi untuk otaknya itu
dari pengalirannya dari timur ke barat
yang paling barat itu pesisir otomatis
lebih rendah itu gravitasi otomatis saja
semua mengalir gitu. Tapi kalau kita
observasi lapangannya tempatnya paling
tinggi misalnya seperti itu,
topografinya paling tinggi. Nah, itu ada
challenge tersendiri di sana ya. ruwet
di perencanaan nantinya seperti itu
hasilnya. Jadi ini banyak diskusi juga
di awal-awal
ini. Kemudian kompilasi dan verifikasi
datanya, kapasitasnya dari wilayah
perencanaan, titik lokasinya ee pantas
apa dak seperti itu. Area delinasi
perencanaan, wilayah pelayanannya
seperti apa yang dipilih. Ditetapkan
juga pentahapan pembangunannya berapa
tahap sampai berapa tahun seperti itu.
Badan air penerimanya ada apa dak? jauh
atau dekat seperti itu. Kemudian ada
pemanfaatan evluennya sekiranya
dimanfaatkan untuk siram-siram kah untuk
langsung dibuang atau untuk
kolam ada untuk pemandian seperti itu ya
macam-macam sebenarnya bisa kalau bagus
bisa dimanfaatkan untuk apa aja.
Ee setelah lengkap semua ini data awal
diterapkan kriteria dasar perencanaan
ada KPI infrastruktur air limbah,
karakteristik influence dan targetlu
integrasi pengolahan air limbah domestik
terpusat jika ada beberapa pengolahan
seperti itu kemudian potensi daur ulang
air limbahnya kemudian setelah itu ada
usulan konsep
teknologi pengola air limbah dalam
perencana
semua ini harus tersampaikan. Jadi sudah
ada data primer, sekunder, sudah ada
kriterianya, penetapannya, kapasitas
segala macam, potensi daur
ulangnya. Kemudian ada berapa opsi yang
bisa diterapkan dalam perencanaan? Ada
beberapa sistem, ada MBBR, ada
FBAS, ada CAS, SBR itu beberapa
ini subjektivitasnya
perencana entah berdasarkan entah
berdasarkan pengalaman perencana atau
berdasarkan referensi juga bisa seperti
itu. ini yang harus disampaikan nantinya
perencanaan ee pemangku kebijakannya
akan berdiskusi yang mana yang akan
dipilih nantinya berdasarkan lahannya,
kapasitasnya
kemudian kemampuan daerahnya untuk
membayar operasionalnya.
bulat paling bulatnya di sini bukan
bulat bahasa itu. Paling rumitnya nanti
di sini kalau perencana itu diskusi
masalah ee opsi. Tapi kalau sudah
terpilih setelah itu ya mengalir aja
sudah ee ya tadi masuk kemudian ke
kriteria utama pemilihannya apa aja
seperti itu yang dipilih pengolahan yang
ee produk yang canggihkah lifetime-nya
kah biaya investasinya kah ee ee
kemudian OM-nya bisa ditangani banda
terus utamanya ini sih ini menjadi
pilihan jadi ada contohnya di Indonesia
ini yang di mana ya kebetulan kalau di
Jogja contohnya ada semua. Jadi kalau di
Jogja buat perencanaan itu enak banget
gitu. Contohnya ada semua di sana.
Kemudian setelah itu ditetapkan semua
sudah ditetapkan. Jadi desainnya
misalnya jadi ya bukan belum desainnya
masih teknologinya misalnya MBBR di sini
gitu kan.
Nah, setelah dipilih perencanaannya,
jenis pengolahannya misalnya
MBBR nantinya dibikin detail skema
pengolahan, kriteria desainnya, Mas
Balance-nya, rencana ME-nya seperti apa,
mereknya dari mana, seperti itu.
Kemudian kebutuhan bangunan pelengkapnya
di instalasinya.
Kemudian estimasi pemanfaatannya seperti
apa. Kemudian ke masuk ke dimensi unit
IPAL-nya sendiri ya. Ini kemudian masuk
ke penataan layout-nya sih data
topografi dipakai skema pengalirannya
mau muter garis lurus gitu atau
muter-muter lahannya. Ini kan tergantung
lahannya nantinya. Ini kita seperti
merangkai kereta api itu dalam lahan
yang sempit. Kalau lurus gitu aja kan
gampang dijejer gitu aja. Tapi kalau
memang lahannya luasan yang sama tapi
enggak lurus tapi segitiga gitu ee
bentuknya. Nah itu. Nah ini yang agak ee
perlu saya masuk arsitek juga masuk
sipil juga. Nah ini berdiskusi banyak ni
tenaga-tenaga ahli dalam perencanaan di
sana.
Hah. Jadi yang ditata itu alirannya bisa
enak dan juga bisa ee berfungsi juga dan
indah. Itu yang terakhir gitu loh. Jadi
kan enggak semua perencana itu punya
estetika yang estetika yang bagus gitu.
Artinya, jadi teman-teman ini Bu,
terutama teman-teman yang masih
mahasiswa, kalau yang sudah agak tua
gitu saya enggak peduli gitu loh. Coba
latih estetikanya jenengan gitu. Bikin
bangunan dan bikin ee layout itu yang
bagus
gitu. Karena dulu setahu saya waktu
kuliah itu ini enggak pernah
tersampaikan gitu. harus punya estetika
dalam desain itu sehingga nantinya
lahannya jadinya perencanaan itu tidak
hanya berfungsi tapi juga indah gitu
diterapkan itu bisa bagus gitu dilihat
itu juga bisa enak gitu kan jadi karena
kalau sudah indah orang itu cenderung
memelihara tapi kalau
sudah kalau kalau elek bau kotor segala
macam orang tuh cenderung mengabaikan
jadinya rencana mahal-mahal sudah jadi
tapi dibiarkan saja dan akhirnya tidak
berfungsi dan jadi monumen yang tidak
beran dikunjungi seperti itu. Bukan
monumen museum itu seperti itu. Monumen
atau museum lah seperti itu. Oke. Tadi
di bensin sini layout-nya sudah masuk
juga profil hidrolis dihitung cut and
field-nya untuk
sipil-nya masuk ke data soil test untuk
kekuatannya. Kemudian basic design.
Eh, kita bikin basic desain dulu.
Konsepnya tema IPAL, saran masukan,
desainnya dimasukkan zoning, Lcap-nya
ini seperti yang saya ceritakan tadi
sudah masuk ke desain ee desain semua
zona bariernya supaya tidak masuk ee
yang misalnya ada bau sedikit pun itu
tidak langsung tersebar. Tapi kalau yang
dari luar juga karena ini juga bukan
tempat rekreasi ya, bera ini penting
untuk membatasi juga orang yang akan
masuk atau hewan-hewan seperti itu. Zona
peneduh dan pengarah ini juga masuk
arsitektural sehingga bisa dikunjungi
juga bisa ee enak dan suhunya bisa turun
sehingga umur bangunan dan peralatan
juga lebih
lama. Zona tematik. Nah, ini juga
masukan juga ee zin tematik intinya
nantinya kan bisa jadi sarana edukasi
juga pengolah ee unit pengolahan ini
bisa untuk kunjungan lapangan
teman-teman yang masih SD, SMP, SMA
bahkan yang mahasiswa pun kalau mau jadi
ee ngambil datanya untuk tugas akhir pun
ya banyak di sana biasanya di
pengolahannya. Jadi tidak hanya
peralatan yang berfungsi, tapi juga
ada estetika dan kekhasannya lah.
Kekhasannya dalam setiap desain seperti
itu. Setelah semua masukan jadi dihitung
jadi.
Nah, produk akhirnya perencanaan ini
desain 3D bangunan, spesifikasi ME dan
kriteria material yang
dipergunakan termasuk ME-nya, sipilnya
seperti ee kriterianya, perhitungannya,
kebutuhan bahan kimianya akhir, biaya
kebutuhan listrik, biaya kebutuhan
operator, ya semua dihitung ini nanti ya
berapa karena yaitu
pemeliharaan
karena ee ee nantinya jadi secara
menyeluruh dari
perencanaan dari tahapan awal pemilihan
kemudian
perhitungan sampai ke gambar-gambar
perencana dan biaya operasional yang
menyertai ini bisa semua tertampilkan
dalam perencanaan seperti itu. sehingga
nantinya begitu diterapkan ee yang
bangun juga mudah karena sudah Anda
tetapkan semua yang memelihara itu juga
bisa langsung ee ee ada bayangan seperti
apa nantinya bangunan yang akan
ditetapkan di daerahnya. seperti itu.
Jadi perencanaan akhirnya meliputi semua
ini. Tidak hanya tek
lingkungan aja, tapi sipilnya, arsitek,
ee ME-nya itu semua nanti akan banyak
berperan di sana gitu sampai finalisasi
dokumennya.
Oke, ke kita lanjut lagi setelah tadi
tahapannya masuk ke identifikasi analisa
data tahap awalnya perencanaan SPALDT
ini kayak kuliah satu semester ikut
dipaksa 1 hari gitu dari pagi sampai
sore. Maaf nanti saya banyak minum
Bapak-bapak, Ibu-ibu. Seperti
itu. Oke, tahapan perencanaannya ee
masuk
ke apa namanya? Analisa datanya ya,
perencanaan awal. Jadi, data yang
diperlukan dalam perencanaan
awal. Ada
beberapa ee yang masuk di sini ya,
peraturan kriteria desainnya itu semua
ada Departemen PU PR tahun 2017. Apa
saja diperlukan datanya di sana? Debit
timbulan air limbah itu juga ada
SNI-nya. Kemudian kita bikin neraca
massa, kebutuhan
volumenya, dimensi bangunannya, desain
tata letak bangunan, dan gambar
perencanaan.
Akhirnya untuk data perencanaan awal
data desain
IPAL, data primer yang dibutuhkan jumlah
penduduk sekunder ya karena langsung di
di didapat tidak harus mengukur gitu.
ada jumlah penduduk, sumber limbah, data
pemakaian air bersih, denah side plan
atau kontrol atau elevasi di lahan yang
terpilih dalam pembangunan dan kondisi
rencana lokasi IPAL dan badan air
penerimanya ini disurvei semua.
Ter sebagian besar biasanya di FS sudah
tercantum sih sampai sana. Tapi biasanya
di DEED ini
diperlukan hanya yang lebih detail lagi
seperti
itu. Mana dari mana datanya, kemudian
jumlah penduduknya, kemudian nanti juga
direncanakan sampai tahun berapa seperti
itu. Kemudian yang kedua identifikasi
sumber air limbah domestik, air limbah
black water dan air limbah gre water
seperti yang dijelaskan di atas tadi.
Ini data sekunder awal yang diterima
supaya tahu nantinya skalanya yang
dibangun sebesar apa. itu dari data awal
ini. Kemudian untuk karakteristik air
limbah domestik sendiri ya teman-teman
saya saya kira sudah tahu semua ya kalau
karistiknya seperti
apa. Ini kalau dari saya ambil dari US
EBI water treatment design manual eh
dikasih
range. Nah biasanya sih ini yang data
awalnya mana? Data lab-nya mana?
Oke. Kok data lab-nya
di ambil dari kota lain? Itu yang
pertama. Yang kedua, kok data lab-nya
cuma satu aja? Enggak ngukur, enggak
ngukur lagi seperti itu. Itu yang
ketiga. Kemudian selanjutnya ditanyain
yang dipakai desain data yang mana
seperti
itu. Akhirnya semua data ini sih kami
tampilkan. Biasanya ini ada data dari
kota-kota lain karakteristiknya seperti
ini. Kemudian ada data lab dari misalnya
yang pernah diukur di kota tersebut.
Kemudian ada data-data perbandingan dari
ketetapan seperti USPA ini dikasih range
seperti itu kan.
Nah, ee teman-teman, Bapak-bapak,
Ibu-ibu, jadi data ini krusial karena
kalau kita cuma ngambil data di awal aja
cuma satu aja, itu tidak mewakili.
Kecuali ada data series yang teratur
dari setahun gitu misalnya. Nah, itu
waktu musim kemarau, musim hujan seperti
itu bisa diketahui seperti itu. Ee tapi
gak ada seluruh Indonesia ini gak ada
data series seperti
itu. Jadi penetapan lahan ini penetapan
lahan penetapan data awal ini
karakteristik air libah ee sekali lagi
sekali lagi juga subjektif juga ma
sebesar apa. Kita dikasih range 155 286
misalnya BOD-nya tok gitu. Kalau saya
sebagai perencana milih 200 saja kan sah
ada anunya ada data yang lain yang
mendukung kok dari kota lain kah? Ada
data satu muncul 200 seperti
itu atau saya pilih yang lebih besar 250
lah seperti itu ya. Saya juga harus ada
yang mana seperti itu karena ada data
yang lain yang membanding juga. saya
membuka diskusi di sini karena ini
memang diskusi awal ini ini yang paling
yang paling ee rruit nantinya ini
subjektif semua yang tanya juga enggak
tahu harus mana yang
dipakai perencananya juga harus yakin
kalau data itu harus
ee harus apa bisa dipertanggungjawabkan
nantinya konsekuensinya gini kalau
terlalu kecil nanti bangunannya terlalu
kecil tidak kalau terlalu besar nanti
bangunnya terlalu mahal itu aja biaya
operasional otomatis mengikuti
Nah, yang awal ini jadi harus ada
perbandingan yang mumpuni dan
keyakinan kepercayaan kepada Tuhan Yang
Maha Esa. Kalau datanya
ini visibel lah dipakai untuk
perencanaan. Itu teman-teman bayangannya
tidak semudah kita lihat buku itu
perencanaannya angkanya ditetapkan
seperti itu gak. pengaruhnya kalau 150
ke 250 itu besar banget bedanya itu
nanti. Mudah-mudahan kalau teman-teman
nanti perencana di suatu kota datanya
lengkap, data seriesnya seperti itu.
Kalau kami dulu yang di ee Jogja,
alhamdulillah Jogja ini tertata ya lebih
tertata. Jadi nyatanya banyak
bisa gitu yang paling kecil dari yang
paling besar. Jadi kita bisa ambil ya
setengah-tengahnya lah seperti itu. Gak
sampai 200 gitu BOD-nya misalnya seperti
itu. Itu bayangannya kenapa kok data
desain ini
penting. Nah, debit air limbah. Kalau
debit air limbah ini ya tergantung ee
jumlah yang masuk. Jumlah yang masuk
tergantung pelayanannya. Pelayanannya
tergantung jumlah manusia yang dilayani,
tergantung wilayah yang direncanakan.
Debit Air5-nya sekirang kira-kira 60%
80%. Kemudian pemakaian air ee dari data
pemakaian air PDAM. Nah, ini data air
PDAM. Kalau data kalau suatu daerah itu
sebagian besar ee penghuninya
menggunakan RPDAM, sebagian besar untuk
debit ini saya kira selesai seperti itu.
Atau pendekatan literatur juga bisa,
rumah tinggal, kantor pabrik, rumah
peribatan itu semua ada ya. Ini tinggal
dihitung semua aja.
ee debit air limbahnya lebih mudah kalau
debit air limbahnya ini. Kemudian yang
kelima ada rencana lokasi IPAL. Dilihat
elevasi tanahnya, dilihat batan air
penerimanya nanti untuk evluen-nya jauh
apa enggak.
Kemudian bebas bahaya
banjir supaya kalau banjir pun ini lucu
juga nanti saya saya cerita deh jenis
tanah kedap air. Oke. Kalau eval tanah
terendah ini ee agak sunah karena kalau
yang tinggi pun bisa dipompa untuk biaya
aja sih. Kalau enggak ada pilihan lain
ya pakai aja lahannya. Ini urusan teknik
aja. Tapi kalau memang ada pilihan lain
pilihlah tanah yang terendah. Karena
kalau dengan tanah yang rendah
tersebut air akan mudah untuk
disalurkan. Kemudian ada badan air
penerima. Badan air
penerimanya. Ini contohnya yang di
Mataram. Saya ceritain aja deh
gitu. Di Mataram itu dengan laut ee
dekat banget pas di pinggir laut lokasi
IPALnya itu pada waktu perencanaan
direncanakan dibuang ke laut langsung.
Nah, 75% perencanaan selesai. Amdalnya
masuk tiba-tiba bilang itu, Mas,
dipindah aja dibuang ke sungai jaraknya
2,5 kilo dari lokasi IPAL seperti itu.
Itu apa enggak bingung Bapak-bapak,
Ibu-ibu, teman-teman sekalian semua gitu
loh. Kenapa seperti itu? Karena kalau
AMDALnya dibuang ke laut itu
perizinannya harus ke pusat.
Kalau ee kemudian kalau dibuang ke
sungai ee harus perizinannya cukup di
daerah saja. masalah kerumitan perizinan
daerahnya minta dirubah dari buang ke
laut dibuang ke sungai seperti itu. Nah,
ini tergantung anu sih tergantung
kebijakan dan pertimbangan masing-masing
daerah untuk itu. Tapi akibatnya ke
teknis seperti itu nantinya badan air
penerima ini ada juga kerumitannya
ternyata. Ee itu kemudian bebas bahaya
banjir. Nah, ini ada dulu perencanaan
yang batal. Kalau enggak salah di Bekasi
perencanaan sudah jadi, tapi ternyata
perencananya tidak awas kalau daerahnya
itu banjir. Banjirnya itu bisa sekian
meter sehingga kalau ditinggikan juga
sangat mahal, tidak visibel dan kalau di
kalau di ee
dipaksa dipaksa untuk dibangun pun juga
sudah enggak enggak enggak visibel lagi
seperti itu. Jadi perencanaannya tapi
batal. Gak jadi dibangun di daerah
tersebut. suatu daerah di ya ini mungkin
di Bekasi
itu. Ee
kemudian ada jenis tanah gedap air. Nah,
ini kemudahan pembangunan sih. Jadi
kalau memang tapi ini tidak begitu
masalah karena bisa disiasati dengan ee
sipilnya. Biasanya bangunannya aja yang
harganya nanti akan lebih
mahal. Nah, kemudian yang keenam. titik
penataan NIPAL acuan ketaatan dalam
pengambilan contoh uji sampel pada
pembangunan air limbah. Jadi lokasi
titik pentaatannya ini ditetapkan
nantinya diperteknya AMDAL harus sudah
ada di sini. Jadi beriringan selesainya.
Kalau selesai kalau selesainya duluan ee
mungkin bisa dipakai datanya tapi kalau
ini harus selesai duluan sebelum AMDAL
selesai kalau berbarengan dengan AMDAL
gitu ya. Jadi ee tidak ada pengaruh dari
kegiatan sumber lain selain evaluen
IPAL. Mudah dijangkau petugas, mudah
dalam pemeliharaan untuk dipasang
pengukur debit juga. Jadi titik petaan,
titik akhir dalam pengolahan. Jadi
nantinya untuk mengevaluasi kinerja
IPALnya itu bisa dipakai di sini
juga. Kemudian jalur perpipaan air
limbah. Perpipaannya metodenya aliran
gravitasi sebagian besar tidak
bertekanan. Jalur pipa dipengaruhi oleh
tata-tata bangunan. jalan akses dari di
lokasi sumber limbah ee ini apa namanya
untuk perpipaannya ini juga perlu kuliah
tersendiri memang jadi teman-teman juga
ya mungkin bisa sebetulnya lebih sulit
kalau di IPAL ini lebih sulit
diprosesnya kalau
di ee perpipaan ini lebih sulit di
nantinya ee datanya jalan-jalannya itu
harus detail banget ya Allah. Jadi kalau
kasihan kalau yang ee kalau teman-teman
tahu sendiri kalau sudah dalam ee ee
perencana air limbah Spal DT ini ya yang
bertugas menghitung dan mengukur jalan
untuk di mana dilakukan perpipaan air
limbah ini. Aduh itu jalan-jalannya
lama, sulit dan harus detail
pengukurannya.
Terutama kalau ada sarana prasarana
misalnya di bawah itu ada kabel kabel
PLN, ada pipa air minum, ada pipa gas
seperti itu. Itu data-data itu harus ada
harus jalan-jalan juga ke
kantor-kantornya teman-teman. instansi
tersebut seperti itu. Jadi kalau sudah
ada perencanaan ini satu kota repot
biasanya seperti itu. Jadi teman-teman
harus dapat ee koordinat mengkoordinir
ee nantinya dengan
BPPEDANYA ee BAPPEDA juga harus
mengkoordinir teman-temannya di
dinas-dinas. Jenengan juga harus
rajin-rajin sowan ke dinas-dinas
tersebut untuk minta datanya. Sarana
para sararana ini. Ini ruwet banget
kalau yang di jatuh perpipaan air
limbah. seperti itu. Tapi kalau secara
teknis, nah ini
biasanya sudah ada semua perhitungannya
yang kalau yang jalur peripaan air
limbah ini pusingnya di awal pada waktu
penetapan dan pengukuran datanya aja
seperti
itu. Ini
contohnya semua ada e pemakaian air
bersihnya. sekolah pun asrama, rumah
susun tinggal semua ada di ee Permenkes
RI.
E karakteristik limbahnya seperti ini.
Jadi kalau ada sumbernya juga di MATCF
itu juga sudah ada. Kalau low streng,
medium strength, high strength seperti
apa biasanya kalau yang domestik
antara low sampai ke medium gak pernah
domestik
itu. Heeh. ee di atas 300 itu di atas
250 itu jarang banget. Kalau ada pun
mesti ada sesuatu yang salah di
sana. Tapi kalau saya simpulkan
gitu paling berat ini limbah-limbah
domestik kinya seperti ini. Jadi ada
BH-nya 6 sampai jendrong normal, COD-nya
250, COD 500, TSS 100, minyak lemak 10,
amonia 40, total Rp1
juta 100 ml. Nah, seperti ini. Ini sudah
paling gak mungkin lebih berat dari
inilah. Biasanya di bawahnya ini yang
ditetapkan seperti itu. Kemudian hasil
akhirnya seperti apa sih kita kalau
mengolah dari data awal
tadi? Tujuannya IPAL itu kan mengolah
dari kalau data-data ini kan menunjukkan
kekuatan air limbah yang kuat seperti
ini nantinya diolah sampai mana ya?
Sampai sini. PO2250 tadi jadi 30, COD
jadi 100.
Eh, TSS cuma 30, minyak lemak 5, amonia
10, total Rp1 juta jadi 3.000, debit
liter per orang per hari eh 100. ini
Permen LH target
pengolahannya kalau diketahui ini antara
99 90% 70 80 sampai 90% lah jadi
hasilnya seperti itu. Tapi yang perlu di
ini yang BOD ini 30 ini mencapai 30 ini
kalau tanpa pengolahan lanjutan setelah
IPAL itu
sulit menurut pengalaman saya seperti
itu. Jadi harus ada antara filter
antara ee ada lagi antara apa namanya
atau membranah begitu. Macam-macam sih
metodenya. Kalau hanya pengolahan ee
biologis saja 30 ini bisa tapi mungkin
naik turun nantinya seperti itu enggak
konsisten. Jadi undang-undangnya ini
untuk baku mutunya ee enggak perlu saya
jelaskan ya, bisa dibaca sendiri kalau
perundang-undangan ya.
pemanfaatannya seperti ini. Kalau
pemanfaatnya ini baru peruntangannya
kajian rekomendasi KLHK 2021.
Kalau pemanfaatannya bisa dimanfaat
kembali
jadi ee kadarnya lebih kecil lagi dari
30 jadi 12 COD-nya jadi 80 TSS-nya 30
tetap fal kiformnya tambah lagi 200
terus klorinnya 0,2 sampai 1. Selain di
kalau sekecil ini biasanya
pakainya setelah pengolahan itu pakai
ultrafiltrasi baru bisa seperti ini.
itu
oke kurinnya ada pembuangan air limbah
ke badan air
permukaan ini kalau langsung kalau
formasi pembuangan air limbah ke formasi
tertentu pemanfaatan air limbah ke
formasi tertentu pemanfaatan air limbah
aplikasi ke tanah itu ada batasannya
juga mengungkan air limbah ke laut nah
yang kalau ke laut ini harus ke main
lh-nya perizinannya segala macam seperti
itu.
Hah. Nah, ini contoh-contoh
ee pengukurannya ee
topografinya. Soil
test. Saya berikan contoh aja ya. Jadi
data awalnya seperti ini. Tapi yang
mengukur ini kan juga dari ee tim sipil
seperti
itu. Fotogrametri seperti ini dengan
drone dengan lidar seperti itu. Jadi
bisa diketahui ee ee apa karakteristik
topografi dari lahan yang dipergunakan.
Berapa cutfield-nya, berapa yang harus
dibersihkan gitu luasannya. Jadi bisa
diketahui gambaran umum lahannya.
Nah,
kemudian analisa timbulan air
limbah SPAL TT ini kita sampai
nantinya
ee topik enam ya, jadi dua topik
lagi. Jadi ada daerah pelayanan itu ada
didapat dari masterp air limbah danal.
Jumlah penduduk didapat dari badan pusat
statistik proyeksi penduduk ada tiga
metode tersebut. Kebutuhan air minum,
kebutuhan
domestik, nonomestik, e kehilangan air
dan 80% debit kebutuhan air limbahnya.
Jadi air limbah.
Ya, ini diikuti aja tahapan ini sampai
tahu ee debit limbahnya berapa nantinya
antara masterpine, Rispal dan nantinya
perencanaan saya itu tadi gak mungkin
sama tapi mungkin dekat-deget seperti
itu. Gak mungkin pasti sama 100% karena
yang buat master plan dan membuat respal
itu juga beda orangnya mungkin bukan
orang TL juga enggak tahu asal ngitung
seperti itu. kita ada pertimbangan
sendiri. Kalau kita ketahui
langkah-langkahnya ini dan kita
presentasikan, kita sampaikan ke
teman-teman yang bertanggung jawab
terhadap perencanaan ini, saya kira
reasonable dan lebih reasonable memang
dan harus seperti itu. Dan gak bisa kita
hanya ke masterp dan principal aja, ini
sebagai acuan aja seperti
itu. Kemudian contohnya seperti ini ada
saya kasih contoh aja tabelnya nanti
jadinya seperti
apa. ee komersial sekolah sampai ritail
sampai
industri rusunawa. Kalau industri, nah
ini kalau industri biasanya di luar itu
ya
ee contoh timbulannya aja ini kalau dari
berbagai macam yang campur jadi satu,
tidak hanya domestik seperti itu. Jadi
masing-masing diidentifikasi dari
komersial, industrinya ee ususunawa
semua dibedakan seperti itu sampai ee
populasinya per orangnya
domestiknya ee standarnya berapa.
kebutuhan airnya nantinya meter kbit per
hari ada safety factornya liter per
detiknya jadinya berapa kemudian yang
jadi ee di bulan air limbah 80%-nya
kemudian jadi air limbahnya
sisanya seperti itu.
Oke. Tadi pengolahan air bersihnya ini
yang terakhir mungkin ya sebelum ya
masih hijrah ya. Ini yang terakhir ya
atau kita lanjutkan dulu datatanya? Ini
soalnya sudah masuk ke teknologi ya.
Tadi datanya dulu aja sampai 11.30 ini
ya. Nah, ini apa kita lanjutkan
atau ee gimana? Masih jelas sama Mbak
Sabrina.
Masih ada waktu setengah jam, Pak.
Setengah jam tanya jawab aja kalau
gitulah ya. Ee maksudnya setengah jam
nanti tanya jawabnya dimulai jam 11.00.
Tapi monggo sih kita mengikuti. Mbak
Sabrina gimana, Mbak? Ya, ini data-data
dulu aja yang di
atas atau sampai ee yang namanya ini kan
seatakannya sampai yang keenam ini
ya.
Gimana untuk pemapalan materinya saja,
Pak. Saya lanjut dulu sebentar aja kalau
gitu ya. apa ini soalnya juga agak
panjang soalnya nantinya ini yang nomor
6 ini. Oh, I baik.
Ini dari data-data itu dulu aja sebelum
masuk ke opsinya. Jadi ee data-data ini
kan krusial. Jadinya ee sebelum
teman-teman nanti masuk ke opsi apa aja
yang disediakan, data-datanya ini harus
lengkap dan jelas seperti itu. Nanti ee
mungkin saya review sedikit aja nantinya
jadinya seperti apa untuk opsi
teknologinya ini
ya. Setengah jam mungkin cukuplah untuk
opsi teknologi ya
daripada ee nanti supaya lanjutannya
lebih singkat juga seperti itu. Oke,
saya lanjut aja gak apa-apa.
Ah, setelah data awal tadi
kami kita kumpulkan nantinya ee kita
tahu kalau pengolahan limbah ini seperti
ini ya, fisik, biologis, pengulan, dan
pengolahan kimia seperti
itu. untuk pengolahan pendahuluan di
sumber itu
opsinya biasanya di perumahan kita
menggunakan ee tangki septik atau
fabrikasi seperti itu. Ee untuk
tangitnya menggunakan struktur atau
fabrikasi menggunakan ee pabrikan
seperti itu. Enak kalau perumahan baru
kita bisa menggunakan pabrikan. Kalau
sudah struktur seperti ini ya assisting
aja banggunanya ee tanggis elektriknya
seperti itu. Ini existing yang biasanya
banyak
ditemukan. Nah, biasanya kalau
ee dua opsi ini kalau sudah ada spal DT
yang existing diambil aja
dari eh septic tank ini. Gitu. Kalau
yang ada serapan, serapannya gak usah
dipergunakan, tapi aja dari sumber
septic tank ini langsung masuk ke
IPA-nya. Nah,
pertanyaannya apakah kalau sudah
ada ee spal dt perumahan baru diperlukan
septik tank ini lagi? Sebenarnya enggak
perlu gitu, langsung masukin aja ke soal
DT
gitu. Tapi tetap aja untuk menyaring ee
limbahnya harus ada kontrolnya. di sana
ada saringan sehingga sampah padatan
sampah ya bukan limbahlimbah domestik
sampah itu harus ee bisa
diop seperti itu di
sumbernya itu. Jadi ini skemanya ada saf
tank ataukah ada ee langsung masuk
seperti itu. Tapi tetap aja harus ada
Pak kontrolnya di perumahan ini dari
pendahuluan di sumber.
Kemudian ini juga ee kulit pretreatmen
air
limbahnya nantinya itu di awal proses
fisiknya ada screen, ada grid chamber,
ada gris trap. Screen ini fungsinya
untuk menyaring
eh sampah-sampah
padat. Kalau sudah seal DT screennya ini
yang otomatis dengan RE
biasanya kerapatannya 0,5 sampai 6 mm.
Cor
screen ditata dua. Pertama core screen
dulu baru fine screen. Yang core screen
lebih besar dari 60 mm. Yang fine screen
lebih kecil dari itu biasanya sampai
antara 0 sampai 2
mm. Ada juga ee kriterianya ke kecepatan
salurannya 0,6. Miringannya juga ada
gitu. Ituitu biasanya skrin ini
fabrikasi gak bisa dibikin diitu kalau
yang kalau kalau yang ee terpasang di
Spal TT.
Kemudian ada green chamber eh setelah
screen. Tujuannya untuk menyisihkan
material padatan berupa pasir atau grid
yang terkandung di dalam air
limbah. Ada waktu tinggalnya, ada
kecepatan horizontalnya biar bisa
mengendat dan ada overflow rate-nya
seperti itu. Ini semua masuk dalam
kriteria perencanaan.
Jadi
pasir-pasir yang biasanya masuk itu
kalau numpuk enggak dibersihkan bisa
merusak pillernya pompa itu dibersihkan
di sini. Kemudian juga ada gris trap
untuk
menyisihkan ee lemak, minyak
dan oli. Kalau ada yang masuk enggak
sengaja seperti itu. Nah, ini dari sini
artinya kan oli minyak lemak itu kan gak
bisa diolah di pengolahan air limah juga
faktor penghambat dalam pengolahan
biologis dan juga kalau sudah numpuk di
sampai ke mesin-mesin ya itu
membersihnya akan sangat sulit di sini.
Jadi, GRP ini wajib ada dalam
spalti. Primary treatment-nya eh setelah
masuk ke pengolahan awal mungkin saya
itu ada ekualisasi,
ekualisasi dan ada Pak Pengendap di
sini. Jadi kalau untuk ekualisasi
menyerahkan debitnya air limbah karena
air limbah ini fluktuatif. Kalau di luar
negeri
cenderung ee stabil air limbahnya. Tapi
kalau di Indonesia karena ada kewajiban
mandi pagi dan sore. Nah, itu tadi air
limbah itu cenderung dua sampai 3 kali
lipat lebih tinggi pengalirannya di pagi
dan sore antara jam 0.00 sampai jam .00
jam itu. Kemudian antara jam .00 sampai
jam
0.00 itu cenderung meningkat dua sampai
3 kali lipat. Nah, ini kalau dihitung
kalau dipengolah limbah lonjakan beban
kejut seperti ini kan shock loading
seperti ini kan enggak bagus
gituah. Nah, nantinya ee harus diatasi
diion tank ini minimal waktu tinggalnya
sekitar 4 jam di sini. Nah, yang masuk
ke Spal Dikun gak masalah tapi yang
masuk ke IPAL itu harus stabil. Nah,
menyerah gambakan ini di equalization
tank ini harus bisa eh menyeragamkan
limbahnya seperti grafik yang tertampung
ini yang sebelah kiri yang masuk naik
turun. Nah, ya kalau kemudian yang
stabil pemopaannya jadi di ekualisasi
ini level airnya itu akan naik turun
seperti itu ya sudah.
Kemudian setelah ekorisasi biasanya ada
Pak pengendap juga primary qualifierusi
untuk mengurangi kandungan eh zat pan
solid yang terkandung dalam air limbah
domestik. Dalam fraksi air limbah itu
ada yang bisa mengendap secara
gravitasi. ya
ini nantinya diendapkan dalam bak
pengendap ee awal atau primary
qualifier sedemikian ee persyaratannya
seperti itu. Dan ini harus ada
juga ada beberapa perencanaan juga tidak
mewajibkan ini bisa langsung ke ee
pengolahan biologisnya seperti itu. ee
ini
harus ee ada juga dan sudah ada kriteria
perencanaannya dari
kedalaman ee kalau bentuk bundernya
diameter juga ada bentuk ee kotaknya
atau
rektangular. Nah, kemudian setelah
pengolahan Pak Pengendap tadi ada ee
pengolahan biologis. Jadi pengolahan air
limbah ini yang utama itu adalah
pengolahan biologis.
Ini yang pengolahan yang di apa
di diolah pengolah secara biologis
menggunakan bakteri. Intinya kalau
pengolan limbah itu kita seperti punya
peternakan
bakteri. Kita memelihara bakteri yang
dimakan adalah air limbah. Ya, baik
proses anerobik atau aerobik. Sebagian
besar pero secara biologis
ini seperti itu. Bakterinya dari mana?
Ya, dari alam sebenarnya. Sudah kalau
kita biarkan air limbah itu kita olah,
kita ee airasi seperti itu. Lama-lama
juga ada kok yang mengolah air limbah di
situ. Tapi itu akan sangat lama.
biasanya kita injeksi dengan bantuan
bakteri ee bakteri buatan bukan buatan
bakteri yang dikultur secara alami
sehingga bisa langsung direaktivasi
begitu ke dalam pengolahan air limbah
seperti
itu. Ada dua sistem anaerobic system dan
aerobic system. Kemudian kalau anerobik
sistem kebutuhan energi rendah bedanya
tingkat pengolahan ya ee anak yang bisa
sampai 95% posisi lumur rendah,
stabilitas terhadap toksikan rendah
kebutuhan nutrien yang rendah
menghasilkan produk biogas start bisa 2
sampai 4 bulan. Nah, anaerobik system
ini kalau kita bisa bandingkan itu
seperti mesin diesel ee kuat tapi enggak
bisa kencang itu aja. Jadi waktu
tinggalnya sangat bisa lama, bisa harian
mak minimal 12 jam maksimal bisa sampai
berhari-hari seperti itu. Biasanya kalau
ini di Spal DT kita enggak menggunakan
anerobik karena kedan anaerobik ini bisa
ee kebutuhan lahannya akan luas kecuali
dibantu dengan pengolahan yang lain
seperti itu. Nah, sekarang yang bisa
dipakai adalah pengolahan aerobik karena
kebutuhan. Jadi, dia kebutuhan energinya
tinggi karena dicas dengan bututkan
belaur dan kelistrikan. Tingkat
pengolahan 60 sampai 90% tergantung
kebutuhan juga. Presis lumpur tinggi,
stabilitas terhadap toksikan tinggi,
kebutuhan nutrien tinggi, tidak
berpotensi menghasil menimbukkan bau,
dan tidak menghasilkan biogas. Start up
time antara 2 sampai 4
minggu. Nah, sistem ini kayak mobil
balap. Jadi dia pengolahannya cepat tapi
rentan sama berbagai faktor. Misalnya
nutrisinya kurang, limbahnya enggak
stabil, glowernya mati, kemudian ee
limbahnya ada toksik sedikit aja itu
bisa mengganggu. Nah, ini dua pilihan
ini yang
bisa dipilih. Tapi biasanya untuk spal
aerobik sih seperti itu. Dan
pengganggu-pengganggunya itu bisa
disiasati secara teknis nantinya.
Mungkin ini ee prinsip dari kerjaannya
bakteri. Enggak perlu saya jelaskan ya
kalau ini prinsip mungkin kita bisa baca
sendiri seperti apa. Intinya nantinya
pengolahannya ada yang suspended growth
bakterinya bebas eh tumbuh di dalam
bak. Kemudian ada attach grow
pertumbuhan bakteri pada permukaan media
terlekat sehingga membentuk lapisan
biofelm. Nah, yang aerobik ini ada
berbagai macam jenis. ada yang
konvensional, kemudian ada yang attach
grow, ada MBBR, kemudian ada FBAS. Yang
membedakan ini adalah populasi bakteri
di dalamnya. semakin canggih pengolahan,
populasi bakterinya yang dipelihara akan
semakin advance juga populasinya juga
akan semakin tinggi sehingga ya ee
kebutuhan listrik maupun peralatan untuk
memelihara bakteri
tersebut
ee kecanggihannya bisa sangat ee sangat
sangat canggih seperti itulah seperti
itu. Kenapa kok bisa membutuhkan
populasi yang besar dan sehat seperti
itu untuk
mengolah debit yang ee besar tadi
juga konsekuensinya kalau populasi
bakteri dan pengolahan pengolahan
performance-nya bisa tinggi, lahannya
juga bisa sempit nantinya. Tadi yang
membedakan itu tadi karena apa? Kalau
kalau lahan itu nanti bisa ee kita pilih
nantinya tinggal dipilih lahannya sempit
ataupun besar itu
itu ee menentukan jenis pengolahan yang
ada
nantinya. Tergantung jenis pengolahan
yang ada nantinya. Bapak, Ibu,
teman-teman juga bisa milih di sana.
Kalau sudah tahu, pilih pengolahan satu
yang cukup di lahan yang disediakan.
Yang kedua, yang paling murah dalam
pembangunan. ini juga enggak bukan
signifikan juga sih, tapi yang paling
penting operasionalnya bisa di bisa
ditangani oleh ee oleh teman-teman yang
akan mengelola nantinya atau ee
pemerintah kota maupun daerah yang akan
mengelola nantinya dan bisa dibayar
bulanannya.
Nah, pengolahan biologis ini semakin
canggih nantinya biaya listriknya itu
juga akan semakin tinggi. Itu bisa di
pertimbangan nantinya semua. Nah, ee
tapi berkaitan langsung dengan kebutuhan
lahan yang ada. Nah, semakin daerah
semakin luas lahan yang disediakan,
Teman-teman perencana nantinya untuk
memilih teknologi yang ada itu semakin
bebas. Bisa yang paling murah dan nanti
operasionalnya paling murah. Tapi kalau
lahannya sempit dan dipaksa populasi
yang besar yang diolah, itu berarti
instalasinya akan sangat mahal karena
kebutuhan teknologinya akan sangat
canggih seperti itu. Itu berkaitan
semua. Kalau mau performance yang bagus
seperti komputerlah semakin bagus itu
nantinya performernya itu semakin mahal
dan biaya operasional juga akan semakin
besar antara lain itu itu eh opsional
jenis pengolahan ya.
Seperti yang saya sebutkan tadi, high
density microdicism. Jadi, eh bakterinya
harus ee padat, populasinya tumbuh,
harus ada kontak dengan air limbah,
pengolahannya semakin lama kontaknya,
efektif kontaknya juga semakin
bagus, oksigennya yang harus disediakan
juga harus bagus. Jadi semakin ramai
seperti hotel atau semakin ramai
kandangnya ya bukan hotel kandangnya
bakteri ini jadi oksigennya harus
semakin besar yang sediakan kemudian
temperatur pH nutrien ini juga harus
cukup ee enggak ada zat beracun yang
masuk seperti itu. Jadi peralatan itu
dalam rangka menjaga ini. Jadi
kandangnya itu harus cukup banyak
bakterinya ee ditempati
semua biofilter yang dipakai itu juga ee
jadi tempat seperti hotelnya bakteri
sehingga populasinya juga akan semakin
besar ter reaktor semakin canggih
biofilternya itu nanti bakterinya yang
tumbuh juga akan
semakin ee banyak seperti itu.
Konsekuensinya nanti oksigen yang
dibutuhkan semakin
besar harus diatur temperaturnya pH.
Kalau temperatur di Indonesia ini enggak
masalah gitu. Jadiak ada musim dingin,
musim panas gitu ya. Seperti di barat
seperti itu. Harus ada ee bahan kim yang
ditambahkan kalau musim dingin. Kalau
Indonesia ini enggak masalah.
Temperaturnya stabil sepanjang
tahun. PH sama nutrien ini kadang-kadang
perlu dijaga. Tapi kalau domestik
biasanya pH enggak masalah. Nutriennya
yang masalah ya. Sedikit banyak nanti
harus ditambahkan pupuk seperti itu
untuk pertumbuhan bakterinya.
Jadi ini ee kita merancang peralatan
biologis
yang ee canggih-canggih. Ada injeksi
oksigen, otomatisasi aliran, kemudian
otomatisasi ee penambahan nutriennya,
ada alat ukurnya nanti saya ceritakan di
belakang untuk ee apa nutriennya.
Kemudian alat ukur DO-nya, alat ukur ee
TDS-nya, TSS seperti itu untuk
mengontrol ini semua biar kandangnya
atau IPALnya ini itu bisa ideal dalam
menumbuhkan bakteri dan mengolah
limbahnya tadi prinsipnya. Kemudian opsi
teknologinya yang aerobik seperti ini
bentuknya kalau aerobic system adaation
pond activated process extended
aeration sbr reactor atau complete mix
activated slge yang dibah tadi
menggunakan eh yang di mana saya lupa
daerahnya yang paling canggih tadi
menggunakan cemas ini complete mix
activity slage yang di ee ee Depok yang
menggunakan cemas. Kemudian yang besar
tuh di Jogja mana ya? Saya lupa itu satu
itu sekarang dari lagun dirubah menjadi
SP di Jogja ada
semua. Eh kemudian ada anaerobic system,
ada anaerobic pond eh di Banganglipuro,
ana V reaktor, APR di Berbah, UASB ini
yang belum ada. Tapi di industri
biasanya ada. Kalau aerobing system juga
ada. Eh, RBC ini di Kalimantan ada
berbagai, di Jakarta juga ada RBC,
drinking filter, aerobic filter, MBBR.
MBBR ini yang ramai. Mungkin nanti kalau
yang sekarang yang paling baru
ditetapkan di Jambi,
Pekanbaru, Palembang itu menggunakan
NBR. Nah, ini sih jadi pilih-pilihannya
namanya tinggal dipilih aja yang mana
biasanya. Saya belum, saya yang pernah
mendesain eh
cemas SPR di industri, pernah extended
juga pernah eh ABR sering, UASB juga
pernah, aerobic systemnya RBC belum
pernah karena RBC ini sekarang jarang eh
RBC kalau kita kalau ee jenisnya RBC
karena rentan rusaknya kalau sudah rusak
vendornya itu hilang entah ke mana dan
sulit dicari. Biasanya seperti itu.
Banyak yang nyari ini RBJ sudah rusak
semua karena umurnya sudah tua-tua semua
seperti
itu. Oke ke lanjut
lagi ini eh cas konvensional activated
sl eh untuk pengolahannya berfungsi eh
pengolahan biologis utama untuk
mendegradasi material organik dengan
sistem lumur aktif.
Kriteria desainnya ini
dari
referensi dari eh BC juga ada bukunya
ORR surface loading rate HRT-nya pada 8
jam SRT MLSS resycking charge-nya berapa
persen dan udaranya seberapa ada
semua MBBR loading rate-nya lebih
besar ada nitrifikasi juga bisa dihitung
surveace loading rate-nya
juga bisa bisa 10 kali lipat
SRT-nya lebih sama
sama
konvensional permukaannya sangat lebih
kecil. Yang membedakan nanti
perhitungannya itu adah MLSS-nya karena
kalau yang di biasanya kalau MLSS di CAS
itu kita tetapkan antara
200 sampai 2.500
gitu. Kalau 3.000 agak sulit dicas gitu
kita jaganya. Tetapi kalau di NBBR itu
bisa di atas itu bisa 3.500 pun bisa
seperti itu. Jadi kepadatan ee
bakterinya dicas di MBBR ini bisa lebih
padat dan ukurannya bisa sangat lebih
kecil itu bedanya. Tapi listriknya jauh
lebih tinggi dibandingkan yang
konvensional. OSinya seperti itu. Jadi
mau tergantung lahan besar di pengolahan
tapi murah di ME atau kecil di
pengolahannya ukuran bangunannya tapi
ME-nya nantinya jadinya sangat besar.
kebutuhannya bisa ee dua kali, tiga kali
lipat ya.
bedanya lebih dari itu seperti
itu. Ada namanya FBAS ee kalau MBBR itu
seperti bakterinya medianya itu terfluid
atau
mengalir ee berenang-renang di dalam
reaktor. Kalau FBS ini agak sedikit fix
atau media tumbuhnya itu dijaga supaya
hanya bergeraknya itu terbatas.
Jadi makanya disebut hybrid dari
pengolahan activated dan ada
medianya juga supaya tumbuh dalam tubuh
dalam reaktor dan ada bak eh juga
sebelum di ee kembalikan ke bak
aerasi semua ada. HRT-nya juga sudah ada
eh ker desainnya ada semua dan lebih
hampir sama dengan NBPR. Bedanya di
media aja kriterianya juga sama.
ee MBAS FBAS ini ee di
Indonesia
di salah saya lupa kotanya itu sudah
diterapkan kok sudah ada juga kalau
NBPBR medianya bunder-bunder gitu FBAS
itu seperti akar pohon. Jadi kalau
teman-teman lihat ee ada IPALnya di atas
itu banyak pohon, banyak tamannya
seperti itu. Itu menggunakan FBS.
Ada lagi yang terakhir membran
bioreaktor activated sled juga
menggunakan eh media tumbuh
bakteri dengan menggunakan pemisahannya.
Pemisahannya menggunakan membran
pemisahan antara lumpur dan airnya
supernatan dan eh slut-nya itu dengan
membran. Jadi membran ini seperti
dicelupkan di bak. Kemudian ini sudah
tidak membutuhkan clifier lagi. Nanti
tinggal dipompa seperti itu. Membrani
itu akan menyaring lumpur-lumpur
biologisnya ini gitu kan. Ee jadi yang
keluar itu langsung bersih seperti kita
nyelupin saringan ke dalam IPA langsung
seperti itu. Jadi saya belum pernah
mendesain MBR ini tapi di industri
sekarang sudah mau belajar untuk
penerapan ini gitu. ini yang lagi ramai
soalnya ini
menghilangkan yang sebesar
ituier-nyaier atau pengendapan kedua
setelah biologis itu dihilangkan kalau
kita menggunakan membran bioreaktor ini.
Tapi kelemahannya kalau menggunakan MBR
opsi ini yang
pertama ee MBR ini ada umurnya sekitar 3
sampai 5 tahun setelah itu perlu
diganti. Yang kedua ada proses
pencuciannya dalam sehari itu bisa
sekali cucian. Jadi ee membran yang
dicelupkan ini harus ada proses
gantiannya dengan yang membran yang
dicuci. Kemudian ada satu yang
beroperasional dan minimal ada dua
seperti itu membran yang membrannya yang
harus beroperasional seperti itu. Sebab
kalau enggak ee kalau enggak dicuci itu
lama-lama butuh karena walaupun
bagaimanapun membran MBR ini kan seperti
saringan seperti itu ya. Lama-lama
fraksi fraksi-faksi padatan yang akan
disaring itu akan membuntuh membrannya
seperti itu ya. Ini jadi macam-macam.
Jadi ini menghilangkan pemisahan
bangunan pemisah antara lumpur dan super
supernatan ya langsung disalan dalam
MBR. Kemudian ada lagi opsinya selain
setelah pengolahan
biologis eh ada policing treatment. Jadi
ee ada pressure
filter. Pressure filter ini filter air
biasa menggunakan dual media antrasit
atau dengan ee karbon aktif atau bisa
juga dengan
zeolid. Ee fungsinya untuk menstabilkan
evluen yang keluar. Jadi kan kualitas
evluen yang keluar. Jadi kualitas yang
keluar dari IPAL ini itu bisa stabil
sepanjang waktu. Itu yang pertama. Yang
kedua untuk pret eh penggunaan
kandilator use dari air limbah ini
keluar dari pressure filter ini bisa
dirus untuk ee ditampung lagi. Kemudian
digunakan untuk ciram taman untuk eh
fire fighting atau kebakaran juga bisa
digunakan. Ee kemudian juga bisa
digunakan kembali untuk perikanan,
peternakan seperti itu bisa digunakan.
Tapi untuk konsumsi manusia ada
pengolahan air untuk bisa menjadi air
bersih lagi setelah ini mungkin
menggunakan
membran, chemical treatment seperti itu
setelah pressure filter. Nah, ini tapi
kalau sudah cuma reuse saja untuk yang
saya sebutkan tadi sudah cukup. Nah,
tidak lupa juga dilengkapi dengan
desinfection system untuk menghilangkan
bakteri patogen yang terkutuh dalam air
limbah. bisa dengan klorin sekarang.
Tapi saya belum pernah lihat yang
menggunakan UV karena UV ini UV ini ada
umurnya juga dan kelemahannya UV
itu mungkin enggak sempurna kalau untuk
air limbah. Kalau untuk air
minum ee wajar digunakan dalam UV ya.
Tapi kalau air limbah karena UV ini ada
kalau ada bakteri yang sembunyi dalam
sedikit partikel di dalam air limbah itu
tidak bisa tembus di partikel dengan UV
ini. Jadi tentu harus dijaga sangat
bersih airnya baru bisa di UV seperti
itu. Itu yang kedua. Jadi umur dan
kelemahan tadi dari UV umur lampunya
juga enggak lama-lama seperti sama
seperti membran tadi untuk proses
denction ini. Kemudian
eh policing treatment juga bisa
menggunakan wetland seperti itu. Kalau
lahannya cukup luas ya dan bisa ada
pring treatment itu jadi fungsinya
ditata untuk taman itu juga sudah bisa
ada juga yang menerapkan hal ini. Jadi
bisa lebih bagus lagi kualitas air yang
keluar dari air limbah. Karena sekali
lagi menurut pengalaman kami yang keluar
dari limbah itu kalau tidak ada policing
treatment itu keluar dari IPAL ee sangat
ee tidak apa naik turun gitu ya.
Karena tergantung lagi tadi operasional
teknologi yang dipilih ee apa saja ya
unit kontrolnya itu lagi semua
berpengaruh dalam pengolahan eh air
hasil pengolahan air limbah dan polising
treatment ini menyempurnakan itu
evluen-nya bisa keluar bagus dengan
konstan. intinya seperti
itu. Ini tadi ee selain tadi sudah
dipilih ee teman-teman juga harus
memilih misalnya nanti pengolahan ini
bisa di-upgrade apa enggak. Oke, seperti
itu. Jadi, misalnya kita memilih untuk
eh conventional activated slutch seperti
itu ya.
Nah, cas ini nantinya kan bisa
di-upgrade jadi ditambahkan eh
biofilter. Itu yang pertama. Kemudian
ditambahkan media cutness jadi MBPR
seperti itu. Kemudian ee jadi atau
dirubah jadi MBR atau jadi FB seperti
itu tinggal dipilih aja. Jadi intinya
fleksibel juga bisa didesain ini bisa
dipilih seperti itu
dan kalau sudah di-upgrade kapasitasnya
tentu saja meningkat i. Jadinya ee dalam
perjalanan ini juga harus tertata juga
nantinya selain ee peningkai sampai
beberapa puluh tahun ke depan itu
seperti apa ee setelah opsi dipilih.
Kenapa opsi ini dipilih? Karena nanti
misalnya jawabannya jika ada peningkatan
kapasitas secara signifikan IPAL ini
bisa ditingkatkan juga teknologinya
sehingga bisa mengolah inputan limbah
yang signifikan tersebut. Misalnya yang
akun airasi tadi yang saya di awar foto
tadi saya bisa tingkatkan mungkin
menambahkan blower saja itu bisa
jadi bisa jadi convensional activated
slodge seperti itu. Itu sudah hampir dua
kali lipat peningkatannya kapasitasnya
seperti itu. Kapasitas pengolahan ya. E
setelah itu setelah jadi activated slot,
setelah blower diganti, kemudian saya
tambahkan
biofilter tanpa mengubah blower dengan
menambahkan biofilter itu meningkatnya
juga signifikan. Lebih tinggi lagi
kapasitasnya. Kemudian saya ganti lagi
misalnya ganti
blower medianya saya tambahkan jadi
cness 60% media cness itu jadi
MBBR karena blokernya lebih besar ya
kalau MBPBR ya. tekanannya juga sangat
besar di sana diperlukan untuk mengaduk
media MBPR-nya. Setiap step-step
peningkatan tersebut kapasitasnya juga
meningkat dan ini dihitung semua gitu
sampai ke depan. Selain proyeksi
penduduk tadi juga ada
proyeksi proyeksi teknologi peningkatan
teknologi. Apa saja setiap peningkatan
apa saja yang dirubah seperti itu. Itu
bisa di sana bisa diukur semua dan bisa
ditulis dan bisa direncanakan semua itu
tentu saja peningkatan ini juga
mempertimbangkan lahannya tadi ya.
Misalnya itu satu-satunya lahan sempit
saat ini bisa untuk ee aktivitas slat
saja seperti itu. Ya sudah seperti itu.
Nantinya kalau mau nambah lagi ee 10 15
tahun ke depan ee dua kali lipat bisa
jadikan aerobik biofilter atau ee
sekaligus MBBR seperti itu. Langsung aja
ditambah gitu dirubah 20 tahun lagi
misalnya seperti itu bisa dilakukan.
Nah, itu tadi. Jadi, fleksibilitas dalam
desain ini juga ternyata juga perlu
seperti itu. Jadi, ee bentuknya ee kotak
tapi misalnya awalnya konvensional bisa
dirubah ditambahkan media, ditambahkan
NBPR seperti itu atau
eh-nya itu jadi ditambahkan membran
bioreaktor seperti itu. Itu ee gravitas
dalam desain ini ya seperti itu tadi.
Jadi fleksibel banget ya. itu sekali
lagi tergantung subjektivitas dari dari
perencanaannya.
Oke, ini contoh skematik diagramnya,
pengolahannya ini yang sederhana ya.
Jadi sumbernya misalnya hijau restoran
sampai biologis sampai ke bak penabung
tangki pressure sampai
ke eh
klorinnya. Kemudian ini contohnya neraca
massa atau mas balance
ya dari sumber limbah.
sampai
ke oil trap, gris trap seperti itu
dialisasi aerobik presser disfeksi. Jadi
intinya Mas Balance ini menggambarkan
unit proses apa yang akan diinstal dalam
perencanaan. Kita merencanakan awal di
awal seperti ini ee bebannya dari BOD
dan debitnya.
Kemudian setiap masuk unit ini berapa
removal atau penghilangan limbah
yang akan terjadi dalam setiap unit?
Berapa yang hilang itu yang di bawah
yang hilang kemudian yang masuk yang
masih tersisa diteruskan ke unit
setelahnya. Tentu saja ee berapa persen
removal ini yang terjadi itu berdasarkan
kriteria desain yang dihitung nantinya.
Dan ini penting karena nantinya kalau
dirubah ee ukuran, dimensi maupun ee
jenis pengolahannya itu tergantung di
mass balance ini juga seperti supaya
kita tahu berapa persen removal yang
terjadi dalam setiap dalam setiap
ee unit bangunannya.
dan juga lumpurnya berapa kilogram per
hari yang di yang di yang terjadi itu
bisa dilihat dalam badan sini apakah
inputnya sesuai dengan data awal dan
evaluen-nya sesuai dengan baku mutu yang
sudah
diterapkan. Oke, ini contoh mas
panasnya contoh perhitungannya. Nah, ini
kalau perhitungan. Nah, ini sebenarnya
kalau di kami setiap perhitungan dimensi
limbah itu sudah ada dalam referensi
kami. Jadi, sudah kami bentuk Excel-nya
semua. Tapi ada beberapa opsi
teman-teman, Bapak-bapak, Ibu-ibu. Jadi,
kalau untuk perhitungan ini ada ada yang
ee manual juga ada. Ada yang seperti
kami ini dirubah ke Excel semua seperti
itu termasuk kriteria-kriterianya.
dan ada yang menggunakan software
seperti Powin, seperti eh sewer cat itu
juga juga ada seperti itu. Tapi biasanya
kalau menggunakan software itu untuk ee
modelingnya seperti
itu. Nah, ini sampai seperti ini. Jadi
kita hitung masukkan
ke rumus, cocokkan dengan kriteria
desain insyaallah jadi pasti. Jadi itu
pokoknya semua sesuai dengan kriteria
yang
ditetapkan. Aerobik tank ini contohnya
ya, contoh saja. ya. Jadi gak perlu
kalau mau dilihat satu-satu
ya monggo enggak apa-apa langsung
konsultasi dengan kami seperti
itu. Rel fiter sampai Elvent
perutungannya lengkap
semua karena dulu saya kuliah dengan
Profesor Jonny dulu belum profesornya
Pak Joninya di ITS seperti itu. Saya
dulu pernah ketinggalan ee enggak ikut
ujian karena ketiduran. Saya dimarahin
habis-habisan sama Pak Profesor.
Kemudian ya sudah kamu kasih saya kasih
tugas saja seperti itu. Nah itu kamu
pilih sendiri tugasnya apa. Ya sudah Pak
saya rumusnya saya bikin Excel aja semua
biar teman-teman bisa enak kalau milih.
Ya sudah kamu bikinin sana seperti itu
sampai jadi. Itulah dalam semester itu
ada rumusan rumusan rumus-rumus IPAL
versi 1.0 gitu 1.0 gitu.
itu 25 tahun yang lalu kalau enggak
salah ya. Nah, sekarang sudah versi
10.0 canggih-canggih, Teman-teman. Sudah
bikin ya seperti itu sampai detail
banget gitu loh. Beberapa juga saya
pakai referensinya di
sana dari sana. Oke, ini contoh
perhitungannya. Setelah dihitung jangan
lupa diapitulasi dimensinya. Jadi kalau
sudah kapital dimensi tahu luas lahan
yang dibutuhkan untuk bangunannya tok ya
belum yang lain gitu loh ya tangki
seperti itu bangunannya tok jadi tenah
IPAL ini contoh IPAL yang kecil
gitu nah kalau yang spal tetek ee depo
seperti
ini ee screen mekanis pekalisasi kolam
aerasi dengan
resirkulasi saya pasang anoxic juga di
sana di clarifier kemudian ada filtrasi
sampai di sini dan petan juga tidak lupa
ada resirkulasi aktivitasnya atau
resirkulasi lumpur untuk mempertahankan
populasi bakteri antara yang mati
terbawa dan yang hidup dalam
reaktor sampai STB ini Mas
Balanja apa namanya ee Depok tadi bisa
dilihat ee luas bangunan IPALnya aja
sedemikian bisa kita setelah dihitung
jumlahnya juga gitu loh Karena ada unit
yang dipasang dua. Kalau dipasang dua
secara paralel seperti itu, karena
alirannya dibagi dua. Kenapa dua atau
tiga? Ya, itu memudahkan untuk
pemeliharaan. Yang pertama, yang kedua,
menyebarkan udaranya dalam dalam ee
reaktor itu mudah gitu. Kalau jadi kalau
satu trouble gitu misalnya ya, yang lain
bisa dipakai kan walaupun nanti
event-nya turun tapi bisa bisalah ada
perbagian perbaikan seperti kalau dua
atau tiga gitu seperti itu biasanya
kalau dua terpakai semua. Kalau tiga
yang terpakai tetap dua, yang satu ini
cadangan seperti itu. Nah, ini jumlah
unitnya bisa diketahui semua sampai
nanti ke luas area antara luas yang
diperlukan diganti jumlah unit. Jadi
luas bangunan unit IPALnya tok itu bisa
diketahui. Itu juga perlu ditampilkan
dalam
perencanaan. Contohnya desain 3D
layout-nya seperti ini jadinya. Jadi ini
sudah kerja sama sama teman-teman di
arsitek karena estetikanya orang arsitek
juga bagus. Tapi kita sebagai perencana
perencana utama juga harus bisa
mempertimbangkan memberikan masukan juga
gitu. Letak-letaknya di mana. Ini kan
agak aneh contohnya seperti ini. Ini kan
agak aneh juga ini kayak hook gitu kan.
Bangunannya juga seperempat lingkaran
seperti itu. Tap juga itu batasnya juga
enggak rata gitu.
Gimana? Jadi full gak gak perlu banyak
aksesoris tapi full IPAL. Di sini yang
kita bisa atur adalah layout-nya.
Kemudian bariernya, patumbuhan barier.
Kemudian bangunan ee
bangunan-bangunannya ditata
lebih bagus secara
arsitektural seperti
itu. Oke, ini tampaknya lain ada
dilengkapi
juga. Oke, setelah ini masuk ke SM apa
mekanikan elektrikalnya sudah jam 11.00
juga ya. Saya kembalikan dulu eh ke Mbak
Sabrina dan Mas Hijrah. Terima kasih.
Terima kasih kepada
Bapak kita atas pemaparan materinya.
E jika dilihat juga sudah sudah banyak
sekali pertanyaan dari Bapak Ibu peserta
training online ini. Namun sebelum masuk
ke acara selanjutnya, saya ingin
menginformasikan terlebih dahulu kepada
para peserta yang menginginkan materi
pada training online kita hari ini dapat
request materi terlebih dahulu melalui
link yang telah admin kami kirimkan di
kolom chat
Zoom. Selanjutnya kita sebelum masuk ke
sesi tanya jawab kita akan melakukan
sesi foto bersama terlebih dahulu. Untuk
sesi foto bersama kali ini saya akan
dibantu oleh admin IKP yang bertugas.
Kepada admin kami
persilakan. Mohon bagi ee kepada Bapak
Ibu peserta untuk mengaktifkan
kameranya.
Baik untuk pertama saya hitung.
1 2
[Musik]
3. Baik, untuk slide selanjutnya 1 2
[Musik]
3. Baik untuk slide yang ketiga 1 2
[Musik]
3. Terima kasih kepada Bapak Ibu peserta
training online yang sudah mengaktifkan
kameranya. Kepada min juga sudah
bertugas. Terima kasih. Selanjutnya
ee izin meminta kesediaan Bapak Ibu
untuk mengisi kuesioner yang linknya
juga sudah kami share di kolom chat
supaya kita selanjutnya bisa lebih baik
lagi. Jadi, Bapak Ibu bisa memberikan
saran dan masukannya di link questioner
tersebut. Untuk acara selanjutnya yaitu
sesi tanya jawab yang di sini kami sudah
bantu untuk merangkumkan pertanyaan
Bapak Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu
sampaikan di kolom chat. kepada Bapak
Lisanas kita. Saya akan membacakan
pertanyaannya terlebih dahulu lalu lalu
kemudian bisa langsung dijawab gitu ya,
Bapak. Baik, Mbak.
Baik. Semoga sudah terlihat ya
slide-nya. Ee di sini pertanyaan pertama
dari Bapak Agus Paswara. Adakah sistem
pengolahan Spal DT yang lebih efisien
dan efektif tapi tidak menggunakan
alat-alat yang canggih dan mahal?
mengutamakan pendekatan alami dari alam
dan kembali ke alam dalam proses
pengolahannya. Demikian Bapak mungkin
bisa langsung saja jawab. Langsung saya
jawab ya berarti. Iya betul Pak. Oke.
Spal DT ya khusus Spal DT. Kalau Spal
kalau mengolah sendiri saya kira kalau
mengolah sendiri di desa terpencil gitu
setelinggi sawah ya enggak per enggak
perlu diolah kan kita kalau di sana
kamar mandinya bersih sendiri dibawanya
gitu kan.
Tapi kalau yang di
ee apakah ada yang efisien efektif ini
seberapa besar ini? Saya juga bingung
pertanyaannya. Maksudnya apakah ada yang
yang anu ya, yang tanpa power ya, tanpa
listrik ya pertama itu kemudian yang
passif system gitu
ya. Ee ada gitu ya. Itu yang di berbah
itu kalau di Jogja bisa lihat ke berbah
itu
kan ABR sama wetland. saya kami gabung
seperti itu karena kalau
pengolahan untuk anaerobik tok itu
biasanya evluennya agak bau terus
lahannya besar gitu kan. Jadi supaya
cukup dengan lahan saya kecilkan
ABR-nya. Aerobik buffel reaktor itu ABR
itu kan
kayak seperti septic tank tapi
bersekat-sekat gitu
kan. Septik tank besar gitu sekatnya
banyak gitu kan. Itu kalau untuk
domestik itu yang paling murah dan
efektif pertama. Kemudian ee walaupun
efektivitasnya mungkin hanya sekitar 80%
lah, 770 80% seperti itu. Tapi
bagaimanapun yang anerobik ini tanpa
listrik anerobik itu menghasilkan bau.
Yang kedua biasanya fluktuasinya
pengolahan itu juga besar hasilnya.
Terus kalau yang efektivitasnya juga
enggak tinggi, pengolahan anerobik ini
dia bagus efektivitasnya bisa 90% kayak
limbahnya limbah sapi malah bod-nya di
atas ee 2.500 gitu. Itu malah bagus dia
bisa di bawah di bawah 300 gitu. Itu kan
hampir
99%nya kalau tinggi gitu. Tapi kalau
domestik misalnya yang masuk 200 keluar
dari ABR itu masih 80 50 jarang sanget
50 lah. Di bawah 100 dikit 80 90 mg/
liter lah ppm ya BOD-nya misal yang
keluar dari RLP. Nah, contoh yang di
berbah itu lahannya kecil bukan kecil
Mas lahannya
cukup ee tapi kami buat sesuai kapasitas
ya. kami buat
yang passif system seperti pertanyaan
Mas Agus ini BR dan Weland. Di
tengah-tengahnya memang ada lagur sih,
tapi itu sedikit aja hanya kolam aja
untuk kepentingan upgrade nantinya. Tapi
kami masukkan ee apa
namanya? Kolamnya jadi login aerasi ada
sedikit blower di sana sedikit aja. Tapi
sebenarnya KPR plus wetland ini bisa
benar-benar pasif pengolahannya.
Nah, kelemahannya ABR di sana kami
kecilkan ABR-nya otomatis lahannya cukup
tapi efektivitasnya menurun cuma sekitar
60 sampai 70% kalau enggak salah.
Sisanya diolah di wetland. Nah, wetland
ini yang e dimainkan efektivitasnya bisa
sampai
ee biologisnya yang keluar, bisa sampai
bisa
sampai memenuhi baku mutu. Belum lagi
nanti difilter, belum lagi melewati ee
apa
namanya?
Ee pengolahan pengolahan apa namanya?
saya
agak ee klorinnya gitu loh seperti itu.
Jadi gitu. Jadi kalau pengol sama
wetland itu semua bisa saling mendukung
dan bisa diatur dengan bagusnya. Kalau
kalau ee intinya sih ada sebenarnya
tergantung lahannya. Kalau pengolahan
Spal DT tapi lahannya satu kayak seperti
lapangan stadion gitu ya. Kita bebas
berkreasi di sana Mas. Jadi
konsekuensinya dari pengolahan yang
alami tanpa listrik dan dengan blower,
dengan listrik, dengan kontrol segala
macam, bedanya kebutuhan lahannya
nantinya semakin alami
pengolahan lahannya akan semakin besar.
otomatis itu karena kriteria desainnya
sudah waktu tinggalnya sudah 7 hari
seperti lagun itu atau kolam anerobik
bisa ee belasan hari seperti
itu untuk ee seperti IPLT-IPLT yang
duluah itu kan besar-besar itu kan
alami. Nah, itu yang diperbah itu saya
kasih contoh pengolahan spal
DT yang alami dengan yang pasif ya.
dalam hal ini ee dengan ABR dan Weland
kelemahannya kalau sudah ini desainnya
enggak bisa dirubah-rubah, gak bisa
dikontrol. Jadi kalau salah desain di
anerobik itu gak bisa diapa-apain. Jadi
kalau pengalauhannya jelek biasanya ee
apa perhitungannya salah karena kan
konstan dia jadi malahnya lewat gitu aja
enggak bisa di ee rubah-rubah
parameternya. lain sama misalnya ada
lain
misalnya kameranya.
Mohon maaf, Bapak
Riswan kameranya eh mikrofonnya matikan.
Halo. Iya, sudah. Oh, sudah ya. Berapa?
Sebentar aja tadi ya. Oh, y keklik dikit
sih. Iya, Pak. jawabannya ada seperti
yang diberbah itu Mbak ee Sabrina yang
jadi
pengolahannya itu saya jelas sudah
jelaskan semua kelebihan dan
kekurangannya intinya di masalah lahan
aja di sana. Oke, terima kasih.
Baik, terima kasih kepada Bapak Lisan.
Untuk pertanyaan selanjutnya dari Bapak
Agus Bapak
Irawan. Bagaimana potensi konstruk
wetland dalam Spalde di Indonesia?
secara ekonomis bagaimana peluasan.
Demikian, Bapak,
saya mau tanya balik secara ekonomis ini
maksudnya gimana?
Darihitung gini kan ekonomis itu
perawatannya ekonomis atau tanaman yang
digunakan bisa digunakan dijual kembali
gitu
kan? Oh saya jawab dua-duanya aja dari
Pak atau ada orangnya. Mas siapa? Mak
siapa tadi? Pak siapa? Pak Agus dua Agus
semua ini namanya Agus Bambang. Agus
Bambang maksudnya ekonomis ini gimana
potensi constructed
wetland? Ya, ini sudah kami terapkan
dengan konstru wetland-nya. Kebetulan ee
tanaman yang kami gunakan di sana karena
itu yang terbukti efektif dalam mengolah
domestik. Tumbuhan lain pun bisa ditata
asal yang akarnya serabut dan tahan
dengan air
ee air e terendam air ya. Tahan seperti
apa namanya? Saya lupa kalau namama
tanaman itu bisa
bisata. Tapi kalau yang tanaman yang
berbuah kemudian ada nilai
ekonomisnya ee yang akarnya serabut itu
kan jarang. Kalau yang berbuah
misalnya, e kenapa kok cari akarnya
serabut itu karena akarnya itu kalau di
wetland kan akarnya bisa jadi biofilter
juga dia bisa menyerap juga bisa jadi
absorben juga akarnya itu makanya
dipilih dan kontak kontaknya dengan
limbah itu bisa besar kalau dengan akar
serabut tapi kalau dengan akar yang
besar-besar akar tunjang yang berbuah
pohon yang berbuah gitu loh pertama
akarnya itu
besar-besar ya nyerapnya tinggi tapi
kontaknya itu akan sangat sangat sangat
kecil gitu loh karena besarnya akarnya
ini enggak efektif juga makan tempat
juga karena pohonnya rata-rata membesar
kan kecuali kalau pohon tomat gitu kan
kecil-kecil aja tapi kalau pohon pohon
apa gitu yang berbuah itu biasanya
membesar dan merusak bangunan biasanya
kalau yang yang ee lahannya besar itu
yang pohonnya besar lama-lama bisa rusak
bocor bangunannya seperti itu. Tapi
kalau potensinya seperti apa ya ini saya
kira karena ini sangat mudah diterapkan
ya besar tergantung lagi tadi lahannya
ada apa enggak itu jadi faktor lahan aja
constructed wetland ini diterapkan ya
Pak secara ekonomis pemeliharaannya
mudah hanya untuk mencukur tanaman ee
memelihara dia dirawat supaya tumbuhnya
enggak kayak hutan gitu kan itu aja sih
sudah cukup dan beberapa tahun sekali
medianya itu perlu di bukan diganti tapi
diaduk gitu gitu loh. Supaya apa bisa
buang ee lumpur-lumpur yang mengendekat.
Tapi kalau kalau enggak nanti
kapasitasnya semakin mengecil karena ada
lumpur lumpurnya menjadi tanah dan
tanahnya akan memenuhi wetland-nya.
Itu seperti itu. Jadi cukup tricky juga
sih ya. Mudah. Tapi saking mudahnya
orang-orang cenderung mengabaikan juga.
akhirnya karena gak perlu dikontrol tadi
seperti itu potensinya besar-besar
tergantung lahan gitu karena cukup mudah
untuk didesain perhitungannya semua ada
seperti itu. Tinggal
nantinya ee desainer ini mendesain
layout-nya, bentuknya karena bisa
fleksibel kalau eh wetland ini dan juga
bisa ee pengaturan tamannya ini
tanamannya ini bisa jadi estetiknya bisa
indah. Seperti yang saya terapkan
fotonya tadi yang di Berebah itu
bagusnya ya kalau berbunga aja gitu loh.
Tapi kalau enggak ya kayak sawah gitu
rupanya gitu kan. Apalagi kalau habis
dipelihara habis ditebang sekarang 3
bulan sekali gitu kan. Karena kalau
enggak ditebang nanti enggak karuan
tumbuhnya kayak hutan dan dilihat enggak
enak gitu. Jadi beberapa bulan sekali
harus dia dan tadi nyambung sama
pertanyaan pertama gitu kan ya. Sekali
memang sekali-sekali kan dalam masa
pemeliharaan yang pasif sistem ini
hasilnya akan sangat jelek.
Kadang-kadang putih kadang-kadang lumpur
juga ikut terbuang seperti itu
kan ee
bisa waktu pemeliharaan bisa sangat
jelek dan itu bisa dimaklumi lah
maksudnya konsekuensi itu yang kami
ceritakan. Tapi memang karena tidak ee
karena memilih pengolahan yang
ekonomis tapi bisa mengolah sama c sama
sama canggih sama performance-nya sama
dengan yang canggih. Nah, itu tadi
konsekuensinya ada beberapa konsekuensi
yang tidak bisa dihindarkan memang gitu,
Mbak. Mungkin mudah-mudahan memuaskan
jawabannya. Iya. Baik,
Bapak Tanya selanjutnya dari Bapak Kirul
Absar. di mana saya harus mencari
literasi terkait sistem pengolahan
limbah domestik apabila ingin berkarir
di dunia perencanaan IPAL seperti
pengolahan yang apa bisa di dan seperti
pengolahan apa yang bisa digunakan
perhitungan perencanaan pengalahan
gambar unit pengalahan hingga died
karena jika mencari di internet
informasi sangat-sangat minim apakah ada
buku peraturan terkait kriteria desain
pengolahan mungkin
kalau googling terbatas memang Karena
saya juga sering
googling yang mana adanya kalau googling
itu buku-buku dan
jurnal. Kemudian kalau
tanya AI itu saya juga sering gitu kan
bisa kok sekarang mendesain lewat AI itu
semua rumus saya kalau datanya lengkap
gitu jadi IPAL-nya gitu kan. Tapi kalau
yang
literasi eh ini saya tanya dulu ini
mahasiswa atau apa ini yang tanya
mungkin mahasiswa ya gitu kan jangan
cari di internet enggak anu mau kalau
mau cepat bisa magang di kantor aja gak
apa-apa ini kami pun banyak teman-teman
mahasiswa di sini yang magang dari PS
dari ITS itu dari UNER juga ada di sini
enggak masalah terbuka semua kok ilmunya
ini sanadnya juga dari dari ee
teman-teman profesor dan juga dari ee
teman-teman dosen-dosen yang mengajarkan
kami gitu kan. Magang aja ikut kalau ada
perencanaan gitu lama-lama juga bisa
gitu kalau mau cari di sana. Karena
kalau lewat buku
aja buku Medcalf itu saya cuma cari
referensi aja belum pernah saya baca
dari awal sampai akhir per bab gitu gak
pernah kan. Tapi kalau saya lihat daftar
isinya dulu, isinya apa baru saya baca
gitu seperti itu. Karena bukunya dilihat
aja
udah anu ini bantal apa buku gitu kok
tebal banget gitu. Lebih lebih lebih
tebal dari kitab gitu loh. Dari kitab
suci aja lebih tebal gitu kan. Kalau
buku lebih tebal itu antara itu lebih
penting atau sebagian besar isinya itu
penting semua gitu sampai bingung. Gak
pernah saya baca setelah keseluruhan,
tapi per poin seperti
itu. Nah, itu tadi kalau mau ee kami
juga bis terbiasa merencanakan juga
karena juga terbiasa mengerjakan seperti
itu, bukan karena belajar. Itu bedanya.
Kalau dosen kan rajin buka buku, rajin
membaca, kalau kami rajin mengerjakan.
Nah, itu kan kalau sesama konsultan
mungkin teman-teman ada yang konsultan
juga di sini gitu kan kalau
kadang-kadang ketemu. Nah, itu enggak
kuatnya pada waktu diskusi biasanya di
sana karena diskusinya kebanyakan
teman-teman ini ee mencari informasi
juga
pertanya-pertanyaannya lain dengan
teman-teman. Ee jadi lucunya gini, kalau
dalam
perencanaan tadi yang saya bilang kalau
orang TL itu teman-teman mencari
informasi pertanyaannya. Tapi kalau
teman-teman ME dan teman-teman sipil
yang bertanya itu
ngetes gitu kan. Ini benar apa enggak
nanti parameter yang dipakai benar apa
enggak.
Karena IPAL ini juga nantinya
parameternya awalnya itu tuh enggak
pasti gitu loh. Kalau sipil kan pasti
ada ukuran yang pasti ditetapkan nanti
masukin ke dihitung itu juga pasti dari
awal sudah pasti. Begitu juga pengolahan
air minum dari parameter awal sampai ke
akhir itu pasti semua parameter apa
nilai-nilai yang dimasukkan itu. Tapi
ini IPAL dari awal itu ee range semua
dari dari
pengolahannya, dari datanya range dari
kemudian
dari ee kriteria desainnya itu range
juga banyak range sampai hasil akhirnya
yang pasti itu hasil akhirnya tok di
Ibal ini.
I di sana kebanyakan ya teman-teman di
PU juga kementerian itu juga
kadang-kadang bingung yang masuk saya
malah itu anda ini
me apa
me mengarang data ya memanipulasi data
ya kok datanya beda-beda semua kayak
gini hampir diusir saya juga dulu itu
gitu kalau enggak dijelaskan dari awal
ini Bapak iniya dulu di bidang sipil
bidang air minum gitu datanya pasti
semua begitu ke limbah yang fantasinya
banyak gitu kan bingung gitu datanya aja
kok macam-macam seperti
itu. Jadi itu banyak jadi banyak yang
akan ditemui nantinya di perencanaan ini
cari di mana ayo magang aja ke kantor
kami bersedia kok kontak Mas Hijrah,
kontak Mbak Sabrina gitu kontak saya
nanti bisa magang kok di kantor.
Sekarang pun ada perencanaannya di
pabrik swasta gitu ada gitu loh. E bisa
lihat aja gak apa-apa. Barangkali
sampean juga lebih pintar bisa ngajarin
saya. Saya lebih senang seperti itu
gitu. Gak masalah sama-sama belajar. Di
internet ada gak ada semua ini gak ada
gak masuk internet itu gak ada di
internet. Adanya perhitungan-perhitungan
spesifik to aja tapi secara keseluruhan
gak ada gitu. Gitu Mbak Sabrinan. Terima
kasih.
Pertanyaan selanjutnya dari Bapak PTI.
Dalam
penyusunan DPTT SPALT apakah harus
menentukan kajian lingkungan dan sosial
sebagai bagian dari legitas hukuman
kalian atau cukup dengan aspek teknik
terah ini ee kajian lingkungan dan
sosialnya dicantumkan dalam kutipan
pembahasan tersendiri maksudnya.
maksudnya di TORnya ini ada kalau yang
di Mataram itu proyeknya internasional
ya, proyeknya ADB ya. Kemudian yang yang
Jogja ini contohnya itu proyek ee ABBN
lokal. dua hal ini nih
berbeda. Nah, kalau yang di APBD, APBD
misalnya itu ee perencanaan dari
kementerian ya misalnya
itu dicandumkan ini ee kajian lingkungan
kalau ada dan sosialnya ada survei juga
kok kita dalam perencanaan itu ada
survei sosial kan untuk kesanggupan ee
pembayarannya. ee mengetahui biasanya
bersamaan dengan survei AMDAL supaya
menghemat teman-teman gitu loh. Numpang
aja gitu atau numpang di maksudnya bukan
numpang pertanyaannya, numpang anu
jalan-jalannya gitu. Nah, itu tadi
ee ada pembahan tersendiri dalam
perencanaan ditampilkan seperti itu.
Kesangguhan pembayaran itu ditampilkan
nantinya. Itu kan dari dari kajian
sosial juga gitu. kajian lingkungannya
misalnya daya dukung ee bahan air
penerima dicantumkan juga dalam laporan
diornya ada
soalnya. Nah, itu yang ee ada tapi cukup
ditampilkan di bab tersendiri gitu loh.
Gak begitu detail tapi pokoknya
sumbernya ada kajian lingkungan dan
sosial. Data-datanya sudah melengkapi
untuk kepentingan ee perencanaan cukup.
Nah, lain lagi yang ee proyek skala ee
Bank Dunia atau bank ADB ASEAN
Development Bankil banget ini. sampai
kajian gender pun juga dipelajari itu ee
kajian sosial, dampak
sosialnya kemudian itu kajian tersendiri
gitu nantinya dikumpuli dalam bukan
dalam satu buku itu dalam satu anu ee
kajian perencanaannya mereka itu
terpisah-pisah tapi detail semua seperti
itu. Saya lihatnya aja juga aduh gendeng
wong iki gitu kan sampai segitunya
detailnya sampai gender juga loh seperti
itu. Ada ahli gender juga di sana.
sampai ketika ada dalam pengukuran itu
ada ee beberapa masyarakat yang perlu
ganti rugi, nilainya itu pun ditulis
gitu untuk dampak sosialnya. Sampai
seperti itu kompensasinya gitu kan.
Mungkin teman-teman tahu apakah kalau
dalam perencanaannya bukan legalitas ya
legalitas dokumen itu untuk perencanaan
selanjutnya biar lebih mudah dalam
pembangunannya. Teman-teman yang
membangun bisa mengantisipasi segala
macam kemungkinan yang terjadi dalam
pembangunannya. Walaupun pada waktu
perencanaan itu ee pada waktu
pembangunan perencana enggak ikut ya,
tapi kadang-kadang kan dipanggil gitu
kita gitu kan untuk menjelaskan gitu.
Jadi siap-siap aja kalau merencanakan
ini. Lain lagi ee ini juga konsekuensi
perencana IPAL gitu ya. Repotnya itu
panjang pertama. Nah, ini tergantung anu
sih
tergantung
tergantung amal dan anu dosanya juga
gitu dalam perencanaan. Misalnya gini,
kalau kita merancang gedung, merancang
arsitek itu jadi gambar final
gitu kan sudah lah itu dibangun langsung
jadi kalau ngikutin gambarnya tok di
ded-nya gitu kan. Karena kontraktornya
juga kalau ada perubahan pun enggak
begitu besar kecuali ada perubahannya
signifikan gitu. Tapi kalau di IPAL ini,
IPAL ini kan bukan bangunan yang sudah
dibangun jadi terus ditinggal gitu kan.
Enggak. ini seperti
mesin. Kalau dilupakan seperti mesin,
pertama cara nyalainnya juga harus
diajari. Cara bangunnya juga karena
orang-orang juga yang bisa bangun IPAL
juga terbatas. Harus di kadang-kadang
juga harus diajari kadang-kadang. Terus
kemudian cara nyetirnya gimana caranya
ngebut, gimana caranya pelan, gimana
caranya ngerem, ngegas seperti itu harus
diajari juga nantinya.
Dan setelah itu jika ada ada apa-apa
setelah pada waktu penggunaan misalnya 2
5 tahun setelah penggunaan ada apa-apa
itu juga masih dipanggil kadang-kadang
gitu harus siap seperti itu gitu. Siapa
perencananya ini? Oh, Pak. Iki sing
rodok ganteng iku misalnya gitu kan. Itu
ya dipanggil nantinya kalau setelah itu
kalau gak bisa memberikan masukan
terhadap apa yang terjadi ya ya
ditinggal sudah gak dipakai lagi gitu.
Jadi panjang ini
perencanaannya. Itu baru yang seal DT.
Kalau yang swasta juga seperti itu.
Misalnya di hotel tingkat 20
gitu IPALnya di paling bawah.
Perencanaan IPAL itu harus jadi
pertama sebelum bahkan sebelum basemen
jadi gitu. IPALnya sudah terpasang terus
digubur basemen
kan nantinya operasionalnya setelah
bangunan jadi semua setelah berfungsi
itu baru ada tahap
operasionalnya panjang jadinya gitu.
Paling enggak enak bayaran diband yang
lain k traktor yang lain juga paling
sedikit gitu.
Jadi pasang di awal barbarengan dengan
ee basem dan ee apa namanya ee
konstruksi ee dasarnya seperti itu.
Setelah jadi 2 tahun kemudian itu
bekerja lagi kita itu ya sama pernah
lebih parah lagi seperti
itu. Jadi ya dinikmati aja gitu loh
seperti ini. Jadi ee asal gak dibuat
jadi masalah kan bukan masalah ya yang
penting kan sikapmu terhadap masalah
itu. John Wick gitu atau kalau jadi
katanya Gus Dur gitu. Kalau masalah
tidak bisa dipecahkan gak usah
dipikirkan apalagi kalau bisa dipecahkan
ya apalagi ya ajak dipikir gitu loh gitu
ajaalah dipanggil ya aja ya pertanyaan
kadang-kadang lewat telepon
kadang-kadang lewat forum resmi gitu
enggak masalah. Jadi proses yang panjang
ini termasuk nah ini ee apa termasuk
kajian lingkungan dan sosial ini
biasanya juga untuk mengantisipasi
hal-hal yang terjadi pada waktu
pembangunan dan operasional juga
nantinya. Itu bedanya di yang proyek
APBN seperti apa ya harus tertulis juga
apalagi yang proyek internasional itu
benar-benar detail bahkan lebih detail
daripada AMDALnya. Biasanya ada kajian
tersendiri gitu. Terima kasih Pak Kfid
pertanyaannya.
atas pemaparan jawabannya Bapak Risan
Mas kita.
Ee demikian tadi pertanyaan dari Bapak
Hafiz sekaligus menjadi pertanyaan
penutup dari sesi tanya jawab kita pada
training online ini yang dilaksanakan
pada sesi pertama ini. Saya ucapkan
terima kasih kepada Bapak Lisnas GTST
yang sudah membantu menjawab
pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu
peserta.
Kemudian bagi Bapak Ibu sekalian yang
mungkin masih memiliki berbagai macam
pertanyaan mengenai penyusunan dokumen
perencanaan teknik terinci pembangunan
sistem pengolahan air limbah dan mesin
terpusat bisa disimpan terlebih dahulu
pertanyaannya lalu semoga bisa terjawab
di sesi kedua nanti. Selain itu kami
juga ingin mengingatkan Bapak Ibu
sekalian untuk ee mengisi kuesioner yang
linknya juga sudah kami share di kolom
chat supaya kita dapat ee melakukan
melaksanakan training online ini
selanjutnya dengan lebih baik lagi. Dan
sekali lagi saya izin mengingatkan
kepada Bapak Ibu yang menginikan materi
sekaligus sertifikat dan kemarin belum
request dapat mengisi link yang juga
sudah kami kirimkan di kolom chat. Akhir
kata, saya selaku MC sekaligus moderator
pada sesi pertama memohon maaf
sebesar-besarnya apabila selama memandu
acara ini terdapat kesalahan kata
ataupun perbuatan. Saya Sabin Afifah
pamit undur diri. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
dan sampai jumpa lagi di sesi kedua
nanti pukul 1.
Oke, izin log dulu. Asalamualaikum.
Baikh, Pak. Waalaikumsalam.