Transcript
FtGHlVti9mM • PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN TEKNIK TERINCI PEMBANGUNAN AIR LIMBAH 2
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0117_FtGHlVti9mM.txt
Kind: captions Language: id Indonesia yang bekerja sama dengan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Bersama dengan saya Afifah selaku MC sekaligus moderator yang akan memandu sesi du ini dari pukul 13.00 hingga pukul 15.00 waktu Indonesia Barat. Melanjutkan sesi pertama tadi, training online ini mengusung topik penyusunan dokumen perencanaan teknik terinci pembangunan jaringan air limbah yang akan disampaikan oleh pemateri kita yaitu Bapak Alfan Purnomo, STFT. Sebelum masuk ke materi training online kita, saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat. Kemudian dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian untuk menonaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung supaya kita dapat menikmati materi yang disampaikan dengan baik. Bapak, Ibu sekalian, kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Jadi semisal selama acara training online berlangsung, ada Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom, tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti training online ini melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Selanjutnya kami juga masih membuka kesempatan untuk Bapak Ibu yang ee mungkin ingin mendapatkan door price spesial dari kami dapat memberikan pertanyaan terbaiknya di kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih tiga penanya terbaik di akhir acara untuk mendapatkan door price spesial dari kami. Lalu Bapak, Ibu juga dapat membuat story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @projectbindonesia dan akan kami pilih dua pemenang story terkreatif untuk mendapatkan door price spesial dari kami. Baik, ee tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti kita yaitu penyampaian materi. Mungkin langsung saja kami persilakan kepada Bapak Alfan Purnomo, ST, MT untuk melanjutkan penyampaian materinya. Waktunya kurang lebih sampai pukul 14.30. Kepada Bapak Alfan, waktu dan tempat kami persilakan. Baik, terima kasih Mbak Sabrina atas waktu dan kesempatannya ya. Ee mohon izin share screen ya. Oke, ya. Ee melanjutkan materi terkait dengan penyusunan dokumen perencanaan teknik rinci pembangunan jaringan air limbah. Jadi pada sesi yang pertama tadi itu ee materi yang sudah disampaikan berakhir pada perencanaan jaringan perpipaan ya artinya di sini perhitungan dimensi pipa. Nah, untuk yang sesi kedua itu adalah lanjutan dari perencanaan ee dari ee lanjutan dari perhitungan dimensi pipanya yang tadi. Jadi ee kalau tadi ee ada beberapa kriteria ya yang wajib diperhatikan di dalam perencanaan dimensi pipa di situ ee ada beberapa hal yakni kecepatan minimum di dalam aliran air limbah di dalam pipa. kemudian ee kecepatan maksimum aliran. Kemudian yang paling penting lagi sebenarnya adalah tinggi renangnya atau kedalaman minimum aliran air di dalam pipa. Jadi tiga hal itu harus benar-benar dilakukan pengecekan pada saat perencanaan atau perhitungan dimensi pipa. Kenapa? Karena kaitannya nanti adalah di operasionalnya ya. operasional terutama dalam pembersihan endapan atau kotoran-kotoran di dalam pipa. Karena kalau ee tinggi renang dan kecepatan minimum tadi tidak memenuhi kriteria, maka kemungkinan munculnya andapan itu akan menjadi sangat besar. Oke, untuk berikutnya ee kita mulai dari bangunan pelengkap ya. Jadi, setelah tadi kita belajar mengenai apa itu perhitungan dimensi pipa, sekarang ini adalah bangunan pelengkapnya. Jadi, kalau kita melihat bangunan pelengkap yang ada di jaringan perpipaan itu cukup banyak juga ya. Kalau kita lihat di sini ketika dirinci dengan baik di sini kurang lebih ada sembilan semilan semunan pelengkap. Namun ya kembali lagi ada yang sifatnya wajib, ada yang sifatnya ee jika diperlukan. Nah, ada sembilan ee bangunan pelengkap di sini antara lain manhole atau lubang untuk inspeksi ya. Jadi di situ nanti ee di setiap di seluruh jaringan perpipaan pasti akan ada manhold dan lubang inspeksinya. Kemudian ada sifont. Si font ini pun juga sifatnya tidak wajib ya. Boleh diganti yang lain boleh. Jadi ee tergantung apakah membutuhkan sifont atau tidak. Jadi kalau tidak membutuhkan ya sudah enggak ada masalah. Kemudian terminal clean out. Jadi di sini ada tempat pembersihan dan sebagainya ya. Nanti kita jelaskan di situ. Ada building sewer atau host connection ini di eh sambungan rumahnya. Kemudian ventilasi udara ini juga wajib ada. Sumur pengumpul itu juga ada. Terjunan ini juga ee tidak pasti ada ya. Tidak harus ada terjunan ini karena tergantung dari elevasi. Elevasi itu tergantung dari ee elevasi atau topografi di wilayah pembangunan ee jaringan terpipang. Kemudian ada bangunan penggelontor. Ini juga jika diperlukan, pompa ini juga jika diperlukan. Ya, jadi ada beberapa hal bangunan pelengkap di sini yang memang sifatnya wajib dan memang dia diperlukan. dan satu lagi sifatnya memang tidak wajib atau ee dia akan digunakan jika dibutuhkan. Oke, saya langsung saja terkait dengan manhole ya. Ee manhole di sini seperti tadi yang saya sampaikan, dia merupakan lubang untuk memeriksa atau memelihara dan memperbaiki saluran ya. Jadi, manh itu secara umum intinya cuman ada lubang yang bisa dibuka tutup ee tutupnya bisa dibuka dan kemudian ada tangga untuk masuk. Intinya cuman itu saja ya. Nah, namun ada beberapa hal yang harus ditentukan di dalam ee peletakan manhu ini. Dan selain itu konstruksinya juga harus ee bukan berarti khusus ya. Artinya di sini perlu diperhatikan juga karena begini, karena ee pipa itu seperti yang pada sesi satu tadi ya, pipa itu akan ee direncanakan sesuai dengan kebutuhan kemiringannya. Nah, kalau seandainya kemiringan pipa itu ternyata lebih besar daripada kemiringan lahan atau tanah, maka otomatis makin lama saluran itu makin dalam sehingga otomatis nanti kebutuhan anak tangga itu tidak bisa sama. Contoh saja seperti gambar yang di samping ini ya. Pada gambar ini itu sangat terlihat ya bahwa ada dua anak tangga di sini. Nah, ini kalau dibuat lurus ini akan menjadi masalah ya. Dari sisi strukturnya juga tidak bagus, kemudian dari ee orangnya sendiri juga tidak bagus. Artinya apa? Bisa dibayangkan pada saat masuk terus begini sampai bawah sambil mungkin membawa peralatan itu akan menyusahkan. Tetapi kalau di sini itu menjadi lebih enak. itu contoh kalau terkait dengan fungsi dari ee dilihat dari kacamata pemakainya. Tetapi kalau dilihat dari konstruksi dan macam-macamnya ini otomatis ya terkait dengan ee K3-nya dan sebagainya ini akan menjadi lebih bagus ya. Nah, kemudian karena di sini ada pemakai atau orang yang turun ke bawah untuk ee pemeliharaan saluran dan sebagainya, maka otomatis lubangnya pun juga harus menyesuaikan ya, menyesuaikan dengan diameter rata-rata orang. Nah, mungkin ini yang agak-agagak repot ya, karena diameter minimumnya adalah 60 cm. Maksimumnya berapa? maksimumnya untuk saat ini sih belum ada kategori maksimum ya. Hanya saja ee biasanya kalau terkait dengan ee material yang ada di lapangan yang diameter yang ada di lapangan seperti sumuran itu ya biasanya hanya 60 dan 80 biasanya yang dipakai seperti itu sehingga nanti kalau memang model manho-nya model-model yang seperti ini yang dimasuki orang berarti nanti operator yang masuk ini juga enggak boleh terlalu gemuk karena otomatis di sini ya pasti tidak cukup nanti kalau dia terlalu gemuk. Nah, tetapi mainhole ini juga bagaimana kal ee agak berbeda kalau misalkan dia menggunakan ee jaringan perpipaan dengan model soello atau small purer ya. Jadi dengan dua model yang seperti itu mungkin agak-agak susah. Kenapa? Karena dengan lingkup wilayah pelayanan yang kecil otomatis pipanya kecil sehingga tidak mungkin kalau orang itu masuk ke sini. Jadi orang yang masuk ke sini itu hanya untuk yang ukuran besar seperti ini. Nah, seringkiali kalau model-model small sewer ataupun seller itu istilah yang umum digunakan oleh ee apa ya istilahnya ee orang yang pengelolanya lah pengelolanya itu kadang istilahnya disebut dengan bak kontrol ya. Jadi apakah mainhole atau Pak Control ini sama? Seharusnya berbeda. Tetapi karena modelnya yang ee fungsinya beda ya, tapi dengan tentuan dari konvensional sewer, small core suer dan juga eh siler, otomatis nama ya itu untuk memudahkan orang saja menyebutkannya. Nah, kalau terkait dengan konstruksi manhole, kurang lebihnya model-modelnya seperti ini. Jadi, kalau memang pipanya besar sehingga di sini otomatis menolnya juga lebih besar. Dan ini tutupnya bisa dibuat macam-macam seperti ini. Tergantung kebutuhan mau model yang bagaimana. Kalau di beberapa negara di Eropa itu rata-rata sudah ee dimodifikasi dengan baik seperti ini ya. sehingga jalanan itu seakan-akan seperti kanvas bagi artis dalam artian itu kanvas bagi seniman-seniman yang ada di sana ya. Jadi kalau di sini ya jangan cuman ditulis nama program aun gitu ya jangan ditulis seperti itu saja tapi juga bisa di model-model seperti ini. Itu juga bisa. Nah, penempatan manhole ada beberapa titik di dalam penempatan manh. Jadi, manh ini tidak sembarangan penempatannya. Cuman kembali lagi untuk konvensional, smaller, dan juga soloer ini harus hati-hati di dalam penempatan terutama jarak antarnya ini ya. Kenapa? Seringki ini tergantung dari pola pola pengguna jaringan pipanya. Kalau secara teoritis kurang lebihnya seperti ini. Diameter pipa sekian sampai sekian milimeter. Jarak menolnya sekian sampai sekian dan seterusnya. Nah, ini yang menjadi masalah ya nanti. Kenapa? Karena nanti bisa kemungkinan diameter ini berubah-berubah di awal kecil kemudian makin lama makin besar dan akhirnya menjadi lebih besar. Makanya penempatan manhold salah satunya adalah di perubahan dimensi saluran ya. Kemudian perubahan pipa. Perubahan saluran atau pipa gitu ya. Terus kemudian perubahan slop saluran. Misalkan awalnya slopnya agak datar kemudian miring seperti ini. Nah ini dimulai dari manhle. Kemudian belokan pipa atau pertigaan. Nah, jadi ada beberapa hal yang diperhatikan pada saat pemasangan atau penempatan manhul ini. Nah, seperti tadi yang saya ceritakan tadi ya, terkait dengan konvensional, saler dan smaller. Penempatan manhole eh seringki berbeda di kedua eh model shower yang terakhir itu seler dan smallb shower. Kenapa? Tadi saya sempat menyinggung bahwa ini semuanya tergantung dari pola dari si pemanfaat itu atau pengguna atau pelanggan dari jaringan perpipan. Kenapa? Karena begini, smallboard sewer dan seller itu punya masalah. Dia kawasannya kecil, pipanya kecil sehingga orang itu tidak bisa masuk kalau masuk manhul. Sehingga untuk pipa otomatis pembersihannya harus menggunakan alat. Berbeda dengan konvensional sewer. Konvensional suer itu bisa lebih dari ya 200, 500 mili itu masih ada ya. Kadang bisa sampai 1000 mm atau ukuran 1 m. Sehingga orang kalau jongkok itu masih bisa. Nah, kalau dengan menggunakan seluer atau small purwer yang ukurannya ee kecil-kecil ya, kurang lebih mulai dari 4 inch atau sekitar 10 cm sampai dengan 50 mm ini. Jadi, jadi sangat-sangat kecil sekali ya. Jadi 100 ya kurang lebih di sinilah kalau ee kita menggunakan seller ataupun smaller. Jadi sekitar 100 sampai 150 dan 150 sampai 200 kurang lebih di sini. Nah, kalau kita menggunakan jarak antar manh di sini ini cukup jauh ya. Ini cukup jauh. Artinya apa? Kalau seandainya ada kotoran misalkan mohon maaf nih pembalut masuk di situ karena ada kadang pembalut itu dibuang di WC kemudian masuk akhirnya ikut di perpipaan. Kalau kita memainkan dengan jarak antar manhole 125 sampai 150 untuk ukuran 100 sampai 150 mm pipa. Nah, ini menjadi masalah. Bagaimana kalau seandainya ee hambatan atau kotoran itu berada di tengah-tengahnya, misalkan pada jarak 50 m dari manful. ini seringki menjadi masalah bagi pengelola terutama di IPAL Komunal yang biasanya memanfaatkan ee small borser. mereka menjadi ee selalu komplain dengan model-model manhu yang jaraknya jauh-jauh seperti ini sehingga mereka akhirnya meminta itu dibuatkan semacam manful ya atau Pak kontrol tadi tetapi jaraknya pendek. Jaraknya seberapa pendek? Biasanya sekitar 20 sampai ya 20 meteran lah kurang lebih ya. Kurang lebih sekitar 20 man. Jadi dulu itu ada beberapa kelompok masyarakat gitu ya yang menjadi pengelola IPAL Komunal. Mereka selalu berpendapat bahwa panjang jarak antar manhol yang besar ini itu akan mengganggu kerja mereka. Jadi mereka hanya menggelontor. Bisanya hanya itu. Kalau dengan menggunakan jarak antar manhol seratusan meter ini mereka hanya menggelontor pakai air dan itu pun belum tentu efektif menurut mereka. Nah, kenapa ya bisa jadi karena tekanannya kurang atau airnya sedikit sehingga belum sampai pada lokasi yang dituju endapan itu tidak bisa hancur. Nah, ini yang menjadi utamanya di situ. Lalu, bagaimana caranya? Nah, dengan menggunakan jarak antar minh yang diperkecil tadi sekitar 20 meteran, mereka bisa memanfaatkan misalkan kita pakai besi ya, besi yang biasanya dipakai untuk cor untuk tulangan. Nah, itu mereka bisa menggunakan itu. Jadi, mereka bisa menggunakan itu dengan panjang tertentu. Misalkan ya ditarik misalkan 10 m ya sudah 10 m ditarik dari sisi yang terdekat seperti itu. Sehingga kotoran yang di tengah itu masih bisa diambil. Jadi ee kalau di lapangan jarak antar manh ini bisa menyesuaikan sebenarnya ya, terutama untuk yang small ser ataupun seller. Tapi kalau konvensional suer sudah ini kita bisa pakai yang seperti ini. Nah, ini contoh gambar manhole ya. Jadi kalau ee Bapak Ibu membayangkan mainhole itu seperti apa, kurang lebihnya gambar manhohle seperti ini. Jadi mainhole itu ada menu lurus, belokan, dan tiga saluran atau pertigaan. Nah, yang paling menarik itu yang banyak orang enggak tahu bahwa manhole kalau modelnya pipa kecil-kecil seperti ini, ini kebetulan yang untuk ee small boer ya, karena pipanya kecil-kecil. Nah, di tengah ini dibuat saluran Bapak, Ibu. Jadi, ee di tengah dalam manhol-nya ini dibuka jadi tidak tertutup. Beda dengan pipa air minum. Pipa air minum kalaupun pertigaan itu kita pakai TE ya. Seperti tadi yang ada pertanyaan seperti itu. Jadi pakai TE. Tetapi kalau yang di sini di air limbah di dalam manh ini enggak boleh ada TI. ketika ada belokan atau pertigaan mau enggak mau dia harus terbuka seperti ini. Kenapa? Nah, di sinilah fungsinya untuk membersihkan ya. Jadi kalau misalkan kalau ini lihat pipanya kemungkinan dia larinya ke sini karena ini sepertinya pipanya lebih besar. Ini kemungkinan saja. Nah, kemudian kita masukkan besinya tadi di sini. besi di sini dimasukkan menuju pipa terus terus terus sampai ketemu titik lokasi penyumbatnya di mana. Nah, itu yang saya maksud tadi. Kenapa di dalam atau di lapangan manhole ini biasanya dimodifikasi jaraknya untuk memudahkan operasional? Kemudian sifon ya. Sifon di sini adalah bangunan perlintasan pada saat saluran harus melintasi sungai atau lembah atau juga rel kereta. Kenapa saya tadi bilang atau menyampaikan bahwa si fon ini tidak harus ya tidak harus ada? Kenapa? Karena ini kembali lagi ke penentuan jalur pipanya. Seperti tadi saya contohkan ada gambar peta, kemudian ada blok pelayanan dan juga ada jalur pipanya. Di situ kita bisa menghindari sungai ya. Di situ kita bisa menghindari sungai atau kalau memang dipaksa harus ada harus melewati sungai ya enggak apa-apa. Berarti nanti ada bangunan sifon di bawah sungai ataupun lembah ya. Tapi tentunya di sini harus hati-hati sungainya ini sedalam apa. Kalau dia terlalu dalam maka agak-agak susah nanti terkait dengan konstruksinya. Sehingga biasanya sungai yang batasannya itu sungainya tidak terlalu dalam biasanya. Tidak terlalu dalam ee tidak terlalu dalam tapi walaupun luas lebar ya enggak masalah. Lembah pun juga sama seperti itu. Kalau terlalu dalam efeknya apa? Kalau terlalu dalam ya, misalkan sungainya keedalaman mungkin ya sekitar 6 atau 7 m gitu ya, itu resikonya nanti kotoran-kotorannya ini ketika naik ini agak-agak susah. Walaupun secara hidraulika sebenarnya bisa tetapi tergantung kembali tergantung dari berat berat kotoran dan kecepatan aliran di dalam pipa. Jadi kalau memang itu tekanannya kurang karena ini bertekanan jatuhnya terkait dengan sifon. Kalau tekanannya kurang dan ee kotorannya ini cukup berat ya, otomatis dia tidak bisa naik. Nah, ini yang menjadi masalah. Kemudian kalau rel kereta ini bisa menggunakan sifon, bisa tidak. Kenapa? Karena kembali lagi pipa air buangan ini berada di bawah tanah dan lokasinya menyesuaikan dengan kemiringan sehingga misalkan pada saat misalkan di sini ada rel kereta ya misalkan di sini ada rel kereta tapi kemudian rel yang masuk ke sini eh sori pipa yang melewati rel ini itu jauh di bawah karena dia di tengah-tengah jalur sehingga mungkin jaraknya sekitar 3 sampai 4 m di bawah tanah. Itu berarti kita tidak perlu dengan ee tidak perlu menggunakan bangunan sifon itu tinggal kita buat ee penguat saja. Jadi menambahkan casing, menambahkan casing di pipanya selesai sehingga tidak mempermasalahkan permasalahan rel kereta ini. Jadi si font ini enggak harus ada ya. Enggak harus ada tapi bisa ee kita gunakan dengan cara lain. Tapi kalau memang tidak ada cara lain ya mau enggak mau reses dengan sifon ya sudah. Ini contoh sipon aja yang sudah enggak dipakai ya. Ini contoh sifon yang tidak dipakai. Dia di bawah jembatan ini kebetulan. Terus ini sebentar saya hapus dulu. Oke. Nah, bagaimana sih kon itu bekerja? Mungkin Bapak, Ibu sudah sebenarnya sudah sangat awam ya dengan apa ya, sudah familiar lah dengan si fon itu sebenarnya. Cuman kita enggak tahu kalau namanya itu siion fon. Biasanya kalau ada bak mandi yang dikuras kalau misalkan tidak punya pengurasan, lubang pengurasan di bawah bak mandi itu biasanya kita menggunakan selang seperti ini atau mungkin pada saat membersihkan akuarium atau apa kita menggunakan selang seperti ini. Jadi sifon itu kurang lebihnya seperti ini saja. Nah, ini yang tadi yang saya maksud. Jadi di sini si fon naik, di sini ada generator untuk mendorong ya untuk menarik dan mendorong si air ini tadi supaya bisa melewati ee lokasinya tadi. Jadi kurang lebih si font itu seperti itu. Sehingga yang harus di yang kedua adalah pembersihannya. Karena si fon itu nantinya di bawah sungai ya. Jadi, maka agak susah pastinya membersihkan. Oleh karena itu, bagaimana cara pembersihannya itu harus dipikirkan sehingga banyak ee orang-orang yang merencanakan perpipaan air limbah itu biasanya menghindari sungai. Tapi resikonya juga satu, kalau kita menghindari sungai berarti sungai menjadi batasan. batasan bahwa pelayanan IPAL atau IPLT-nya ya sudah sampai di situ. Artinya kalau misalkan ada satu wilayah besar dibagi menjadi tiga ee yang dibatasi oleh dua sungai berarti nanti tiga-tiganya ini harus punya IPAL atau IPLT yang berbeda. Seperti itulah kurang lebihnya. Kemudian terkait dengan kehilangan energi di sini ya. Ini ini tampak atas saja. Nah, di dalam sifon itu otomatis aliran airnya berbeda dengan aliran air di dalam pipa. Kalau di dalam pipa tadi aliran air itu kurang lebih sekitar 0,6 ya minimal minimal 0,6 m/dik. Tetapi kalau di sifon itu harus lebih besar daripada 1 m/detik. Nah, kenapa seperti itu? Ya, kalau tadi di pipa dengan 0,6 itu dia bisa membersihkan pipanya sendiri ya kan. Dia bisa membersihkan apannya itu dari pipa. Tetapi apakah mungkin terjadi pengendapan di dalam pipa dengan kecepatan 0,6? Masih sangat mungkin ya. Masih sangat mungkin. Nah, kalau di sini si font dibuat lebih besar daripada 1 m/detik. Untuk apa? untuk memastikan memang tidak akan ada pengendapan sama sekali di dalam pipa selama dia berada di bawah sungai atau lembah atau rel kereta tadi ya. Jadi begitulah kurang lebihnya terkait dengan kecepatan. Nah, kemudian dengan fluktuasinya debit air limbah maka di sini si itu dibuat tiga buah. Ada pipa untuk debit minimal, ada untuk pipa dengan debit rata-rata, dan ada pipa untuk debit maksimum. Sehingga pipa-pipa yang ada di dalam sipon ini tinggi renangnya masih ada. Eh, sori bukan tinggi renang artinya masih ada aliran di sini. Jadi tidak boleh airnya dimasukkan sifon terus kemudian habis loh, Pak. Habis, Pak. Enggak ada airnya di sini. Nah, itu enggak boleh. Kenapa? Karena kalau dia sampai kehabisan dan tidak ada air, berarti tidak ada aliran nanti di dalam pipa. Sehingga kalau tidak ada aliran di dalam pipa, berarti kecepatan yang lebih besar dari 1 m/detik ini akan menjadi hilang atau nol karena dia tidak ada aliran sama sekali. Dan dengan kecepatan yang ee hilang tadi ya atau diam, maka risiko pengendapan pasti sangat besar dan itu pasti ada. Nah, artinya inilah perencanaan yang paling penting ya. Jadi, kita harus membagi pipa pipipanya itu supaya dia tidak menjadi kehabisan air pada saat digunakan. Jadi harus tetap ada air yang melewati sifon ini. Ini yang agak repot loh. Misalkan kalau terjadinya ee debitnya minimal bagaimana? Nah, kalau debitnya minimal ini, maka yang di yang dijalankan pipanya hanya debit hanya pipa untuk minimal ini saja ya. Jadi hanya pipa minimal saja lah. Terus kalau rata-rata bagaimana? Apakah harus pakai yang satunya? Nah, kalau rata-rata berarti ada dua pipa yang jalan. Pipa minimum dan pipa rata-rata. Berarti nanti debit yang masuk ee debit yang masuk di pipa rata-rata itu adalah debit dikurang debit rata-rata dikurangi debit minimum. Nah, kalau yang maksimum gimana? Berarti tiga-tiganya jalan. Nah, inilah nanti bagaimana kalau habis maksimum kembali ke minimum. Nah, itulah nanti fungsinya model generator ini. Dia harus bisa nyedot itu ya. Makanya agak-agak susah sifon ini sehingga ee enggak banyak orang itu menganjurkan adanya sifon. Lebih baik dihindari. Resikonya cukup besar sebenarnya karena fluktuasi air limbah ini tidak seperti sungai dan ee saluran-saluran drenase gitu ya. agak susah karena kebanyakan ee aplikasi SIPON di Indonesia ini kebanyakan memang untuk irigasi dan sungai. Jarang untuk air limbah. Kemudian terminal clean out. Nah, terminal clean out ini dia fungsinya memang untuk pembersihan ya dan penerangan. Jadi ee di sini dia di ujung di bagian paling ujung awal saluran dia di situ dimasukkan dimasukkan alat penerangan ataupun untuk pembersihan dan sebagainya bisa masuk lewat situ. Dan biasanya sih penerangan karena kalau ini pipanya besar ya kalau pipanya kecil biasanya cuman ya lubang untuk pembersihan aja. Kalau di sini dia tidak ada aturan khusus terkait dengan terminal clean out ini. Karena memang ee terminal clean out ini fungsinya hanya untuk menyisipkan penerangan tadi ya. Jadi hanya untuk tempat kabel menyalurkan aja. Jadi enggak ada enggak ada apa-apa di situ. Kemudian host connection atau sambungan rumah ya. Jadi ini jelas sekali ya. Karena dia sambungan rumah, berarti dia menyambungkan antara pipa dengan rumah. Nah, di sini yang menarik adalah seperti tadi kita harus menyesuaikan dengan tiga jenis pipa ee tiga jenis jaringan perpipaan R5 tadi. Yang pertama eh konvensional. Konvensional di sini dia mau tidak mau harus menyambungkan dari titik buangan rumah langsung masuk ke pipa penerimanya. Begitu juga dengan seller. Tetapi kalau host connection pada small forer itu berbeda karena small forser inputnya itu dari outlet tangki septic. Jadi perbedaannya di situ ya. Jadi harus koneksinya otomatis berbeda. Nah, kapan kita harus membuat sambungan rumah? Nah, sambungan rumah ini sebaiknya dibuat pada saat pemasangan saluran air dilakukan, ya. Artinya apa? Jadi pada saat pelaksanaan pembangunan pipa, konstruksi pipanya, di sinilah butuhnya pembuatan host connection ini. Sehingga mau tidak mau sebelum sambungan ee sebelum perencanaan perpipaan itu dibangun, kita juga harus bisa memetakan mana rumah yang mau disambung, mana yang tidak mau. Sehingga house connection-nya itu bisa dibangun bersamaan dengan pipanya. fungsinya untuk apa ya? Cuman untuk mengurangi atau menghindarkan adanya kemungkinan akibat yang kurang baik saja. Contoh ini pernah terjadi ya, akhirnya ee pengelolanya itu atau operatornya itu kayak ya dibilang kapok ya kapok dibilang enggak ya enggak ya. Karena kenapa enggak kapok? Karena tugasnya seperti itu dibilang kapok ya. dia agak mangkel sebenarnya. Kenapa? Misalkan dia akan nyambung, tapi sebelumnya dia enggak mau nyambung. Kemudian dia mau nyambung, sehingga mereka harus membuka saluran pengeluarannya ini. Nah, ketika menyambung posisinya harusnya tidak boleh ada orang rumah yang membuang tetapun di saluran itu. Artinya apa? tidak boleh buang air besar, tidak boleh membuang cucian eh membuang air cucian, air bekas masak dan sebagainya. Green water ataupun black water itu enggak boleh. Nah, ada pada suatu saat ada orang itu mau menyambung small ber padahal ya small ber. Jadi dia mau menyambung dari outlet tangki septik. Ternyata tidak disebutkan bahwa tangki septiknya itu punya masalah. Masalahnya itu adalah pipanya ini tersumbat karena kotoran. Jadi ketika mau disambung tiba-tiba kotorannya ini kena wajah orang operatornya ini. Jadi ya agak-agak bingung dia sebenarnya kena badannya kotoran-kotorannya itu. Seharusnya itu dikuras dulu baru disambung. Tetapi karena mereka bilang ini enggak ada apa-apa dan sebagainya, salahnya juga si operator mempercayai langsung tidak dicek kebenarannya. Akhirnya pas waktu dipasang dari tangki septik kotorannya itu keluar mengenai ee badannya. Jadi kurang lebih seperti itu. Makanya kalau dilakukan pada saat ee pelaksanaan atau pembangunan perpipaan itu akan menjadi lebih enak. Tapi kalau memang tidak bisa ya sudah mau diapakan lagi artinya harus hati-hati. Nah, ini kurang lebihnya contoh host connection ya. Jadi ini house connection-nya pipanya berada di sini. Nah, nanti ini ada slokan nanti ini tinggal langsung aja menuju ke sini. Nah, yang paling tidak enak itu sebenarnya ini Bapak Ibu ya. Bapak Ibu kalau lihat di sini ada pipa lagi. Pipa ini terpaksa dinaikkan sedikit ini. Makanya inilah pentingnya kenapa tadi saya menyampaikan profil jalan itu penting terutama untuk fasilitas bawah jalan. ini ketika kita membuka lah ternyata ada pipa air bersih di sini. Ini menjadi masalah lagi ini kalau misalkan ini putus. Nah, itulah kenapa tidak boleh tidak boleh asal menggali dan sebagainya harus di ee dipastikan kembali apakah di situ ada fasilitas bawah jalan atau tidak. Kemudian ventilasi udara. Karena di dalam pipa ini kita menyalurkan air limbah. di mana air limbah itu ada bahan organik, ada bakteri, otomatis di situ ada proses makan nya bakteri, ya. Karena dia makan, otomatis ada perubahan bahan kimia atau senyawa kimia yang ada di air limbah itu. Jadi senyawa kimianya tadi ya, senyawa kimia yang berada di air limbah misalkan bahan organiknya itu diuraikan oleh bakteri selama perjalanan menuju IPAL ataupun IPLT dan kemudian akan muncul gas ya, akan muncul gas yang dihasilkan dari reaksi itu. Nah, gas ini ini ada dua macam. Kalau dia modelnya aerobik atau ada ventilasi udara, maka gasnya ini masih cukup aman, Bapak, Ibu, ya. Gasnya masih cukup aman. Kenapa? Gas yang dikeluarkan harusnya hanya CO2 atau karbon dioksida. Kalau karbon dioksida saya kira di seluruh manapun kita menghirup udara seperti ini aja sudah kita sebenarnya sebagian ada karbon dioksida yang masuk ke paru-paru kita. dan ada gas lain mungkin kecil senyawa sulfur ya mungkin H2S atau apa yang menyebabkan bau. Nah, itu kalau ada ventilasi udara. Kalau tidak ada atau misalkan ventilasi udara ini tersumbat ya karena ventilasi udara di dalam perpipaan itu bukan seperti ventilasi udara di tangki septik. Kalau di tangki septik kan ada pipa kemudian atasnya T di situ dia keluar udaranya. Nah, kalau di sini tidak, Bapak, Ibu. Ventilasi udara yang ada di perpipaan itu bisa ditaruh di bagian manhole, ditutup maninhle-nya. Jadi, manhole itu selain buat orang keluar masuk, itu juga sebagai sarana ventilasi udara. Makanya biasanya orang yang mau masuk ke dalam saluran melalui manhule ataupun Bapak Ibu yang membuka tutup main atau Pak Kontrol di seler atau smaller yang ada di IPAL Komunal, ada satu saran lagi dari saya, jangan sampai menyalakan api di dekat situ ya. Kenapa? Yang dikhawatirkan adalah kalau ternyata ventilasi udaranya ini enggak cukup, mungkin tersumbat atau apa oleh kotoran. Nah, resikonya apa? Resikonya adalah proses di dalam air itu menjadi anaerobik. Kalau anaerobik akan muncul yang namanya gas CH4 atau gas metan atau biogas. Ini gampang sekali dia ee gampang sekali dia terbakar, Bapak, Ibu, ya. Jadi kalau seandainya Bapak, Ibu ada yang ada yang mengawasi model seperti itu atau yang bertugas seperti itu, sebaiknya dibuka tutupnya dulu, dibiarkan. Dan kalau Bapak, Bapak-bapak biasanya ada yang merokok daerah situ ya, Bapak-bapak dan Mas-mas yang ngerokok daerah situ sebaiknya suruh agak menjauh. Nah, ini pernah ada pengalaman model-model seperti itu ya. Jadi, Bapak ada Bapak yang merokok sambil membuka tutup manhole diberitahu juga enggak mau, Pak, rokoknya dimatikan dulu. Jangan jangan membuka sambil merokok. Dan akhirnya apa? Betul, Bapak, Ibu. Jadi, ketika dibuka langsung ada gas langsung memicu api di rokoknya itu. Dan akhirnya rokoknya itu muncul api segera dia buang. Kalau enggak segera dia buang, mungkin mulutnya sudah terbakar. itu. Nah, jadi model-model seperti itu ya harus hati-hati. Nah, kalau tidak ada udara maka di sini juga muncul H2SO4 senyawa sulfur tadi di air limbah dan ini bisa menimbulkan karat. Ini menjadi masalah juga. Kemudian timbul baut dan gas akibat pembusukan tadi ya. Kalau tidak ada ventilasi ventilasi udara, maka resikonya ada ee ada proses anaerobik di dalamnya. Kemudian mencegah timbulnya tekanan di atas atau di bawah atmosfer sehingga dapat mengakibatkan terbentuknya pengaliran pada plambing picture. Maksudnya apa ini? Maksudnya begini, Bapak, Ibu. Kalau ventilasi udara ini enggak ada, maka otomatis pipa di pipa di air limbah itu menjadi bertekanan. Loh, Pak. Tadi kan gravitasi. Iya. Walaupun posisinya dia masih ada udara di atas airnya itu. Kalau tidak ada ventilasi udara berarti udara yang ada di pipa itu itu istilahnya dia itu terjebak ya. Pipanya ini terjebak eh udaranya ini terjebak di dalam pipa sehingga dia tidak bisa keluar ke mana-mana. Nah, kalau sudah seperti itu akhirnya menjadi bertekanan. Kalau bertekanan berarti dia bisa di atas atmosfer. Kalau di bawah atmosfer apa? Berarti dia kesedot. Jadi kalau ada aliran dan posisinya dia ventilasi udaranya ini jelek, maka ketika dia mengalir maju misalkan ya, dia mengalir maju seperti ini. Jadi misalkan di sini ada pipa. Sori gambar jelek. Jadi misalkan di sini ada pipa, terus kemudian arahnya ke sana. Arahnya ke sana. Otomatis kalau di sini ventilasi udaranya jelek, maka di sini menjadi bertekanan atau tekanannya di atas atmosfer yang di sini menjadi kesedot artinya di bawah atmosfer ya. di belakangnya ini menjadi ee tekanannya minus atau lebih rendah daripada tekanan atmosfer. Nah, ini yang menjadi masalah. Jadi, kalau ada model-model ee perpipaan seperti ini, mau tidak mau adalah yang harus kita lakukan ya kita harus membersihkan dengan teratur manhule-mainhole yang ada. Jadi jangan sampai lubang dimenholnya itu tertutup oleh kotoran-kotoran itu enggak boleh. Kemudian sumur pengumpul. Sumur pengumpul ini berfungsi untuk menaikkan muka air limbah dari saluran yang rendah ke saluran yang tinggi. Hanya itu saja Bapak Ibu ya. Jadi salur sumur pengumpul ini hanya menampung air limbah saja. Tapi di sini menampungnya itu enggak boleh lama-lama. Maksimum sebenarnya 10 sampai 20 menit itu sudah maksimum. Semakin cepat sebenarnya semakin bagus. Cuman resikonya apa? Karena kalau semakin cepat otomatis ee dimensi sumur pengumpul ini menjadi lebih kecil. Nah, kalau dimensinya ini menjadi lebih kecil resikah ketika jam puncak bisa jadi dia meluber karena cepat penuh. kalau telat memompa dan sebagainya. Nah, seperti itu. Jadi ini akan menjadi ee hitungan yang krusial 10 sampai 20 menit. Pak, boleh enggak ini saya buat menjadi 50 menit misalkan? Jangan. Karena kalau lebih dari 20 menit maka terjadi proses biologi ya. terjadi proses pemakanan ee kotoran-kotoran yang ada di air limbah itu oleh bakteri. Jadi enggak boleh ada proses itu. Jadi di situ dia hanya menampung kemudian diangkat. Nah, ini tadi ada juga terjunan atau drop manhole. Di sini adalah manhole khusus ya. Perbedaannya apa daripada manhole yang sebelumnya? Mainhole yang sebelumnya dia hanya fungsinya hanya untuk mengalirkan saja, tidak ada perubahan apa-apa. Tapi kalau di sini ada perubahan tinggi. Jadi kalau kasus yang sebelumnya di perencanaan perpipaan itu muka tanahnya lebih landai daripada pipanya. Nah, kalau permukaan tanahnya lebih landai daripada pipa, resikonya nanti dipompa. Nah, kalau ini berkebalikan jadi muka tanahnya itu curam, pipanya landai. Sehingga kalau ini diteruskan, maka bisa-bisa dia muncul di atas permukaan tanah. Nah, mau tidak mau kita ada batasan ya, ada batasan di mana dia harus stop dan harus diturunkan. Nah, batasannya seperti apa? batasannya bisa dilihat pada peraturan di ee peraturan PU terutama di Jasa ee Dinamarga sori W Jasarga Dinamarga. Kenapa di situ ada fasilitas bawah jalan itu minimal berapa? Seingat saya sekitar 1,5 m ya. Jadi kalau dia dibawa muncul sampai muncul 1,5 m berarti di situ harus di turunkan lagi. Diturunkan ini seperti apa? Ee sebentar ya. Ini saya mau [Musik] pasang pasang listriknya dulu. Oke, mohon maaf ya. Jadi turunnya dropman hole ini diturunkan sampai berapa? Nah, ini ini yang menarik Bapak, Ibu ya. Jadi diturunkan sampai berapa itu jangan jangan langsung ditentukan langsung 5 m aja supaya nanti enggak pakai trip Bapak Ibu harus pakai kajian tersendiri. Nah, kajiannya apa? Ya kembali lagi nanti pada saat penanaman pipa di situ Bapak Ibu acuannya ada yang namanya profilolis. Seperti apa hidrolis itu? Nanti kita bahas ya. nanti kita bahas. Nah, nanti dari situ kita tentukan oh memang kita meminimalkan penggunaan drop and hold ya. kita memang meminimalkan penggunaan tren hold, tapi dari situ kita bisa mengatur, oh jalur ini sebenarnya bisa hanya satu tropinhole dengan cara seperti ini, ini, ini, ini, ini. Nah, nanti kita bisa atur itu dari profil hidrolis itu tadi. Kemudian bangunan penggelontor. bangunan penggelontor ini ee sifatnya juga ya bisa dikatakan dia bis di harus ada bisa juga enggak perlu ya kenapa karena ini tergantung dari wilayah pelayanannya nah di sinilah nanti penentuan lokasi bangunan penggelontor ini di mana yang pertama tempat yang berisiko terjadinya pengendapan di mana lokasinya nya. Nah, lokasinya itu didasarkan pada perencanaan perpipaan seperti yang sebelumnya tadi. Jadi, perencanaan perpipaan itu kan mengatur slop ya kan. Nah, ternyata dari slop ee rendah kemudian tinggi atau bisa juga dicek ee yang V-nya atau kecepatan minimalnya dia tidak memenuhi kriteria atau susah dipenuhi. Kalaupun dipenuhi itu mepet misalkan 0,58. 0,58 apakah boleh? Ya, kalau kita acuannya adalah 0,6 satu angka di belakang koma 0,55 pun juga enggak ada masalah ya. Tetapi karena dia di bawah 0,6 artinya sebenarnya tidak boleh. Makanya ini harus hati-hati. Itulah tempat yang berisiko terjadinya pengendapan. Makanya di sini bisa kita lihat dari perencanaan kira-kira posisinya di mana yang kecepatan minimum dan kedalaman alirannya itu mepet mepet kriteria. Itulah adalah itu wilayah lokasi yang resiko pengendapannya tinggi. Atau atau ada satu lagi ya, tapi ini berdasarkan pengalaman ya. Jadi tidak ada teorinya Bapak Ibu, tapi berdasarkan pengalaman di mana lokasinya itu kita bisa lihat dari ee sumber air limbahnya ya. Kita bisa melihat dari sumber air limbahnya. Misalkan, oh ini wilayah ee lokasi yang banyak mengeluarkan minyak lemak misalkan atau wilayah restoran misalkan daerah situ jalan-jalannya banyak restoran. sehingga resiko untuk pengendapan minyak lemak ini menjadi masalah. Seringki tersumbat akibat makanan sisa makanan yang terbuang ke saluran atau nah seperti itu. Jadi ini berdasarkan pengalaman dan ee analisa resiko yang ada di lapangan ya. Jadi itu yang harus diperhatikan. Terus kemudian ee nah ini air untuk penggelontor itu bukan air bersih Bapak Ibu ya biasanya. Tapi kalau memang tidak ada hujan yang menyebabkan sungai ee itu dangkal kemudian daripada kita menambah endapan, otomatis kita menggunakan air bersih. Jadi biasanya ya yang dipakai ya cuman air sungai. biasanya air su air air sungai atau mungkin sumur-sumur yang dipakai untuk penyiraman taman. Jadi biasanya dipakai untuk itu. Makanya tadi kan ee saya sampaikan ya kalau untuk konvensional suer itu enak ya. Untuk konvensional suer itu enak. Kenapa? Karena dia besar sehingga kalau digelontor jalannya itu kan besar. Jadi truk itu bisa masuk ke tangki itu. Tetapi kalau IPAL komunal yang di kampung-kampung kalau itu tersumbat itu menjadi masalah Bapak Ibu ya. Ini hanya pengalaman. Ini masalah faktor pengalaman di lapangan saja. Jadi kalau tadi manhole itu jaraknya 100 sekian meter. Kalau di dalam kampung itu enggak bisa. Itu paling tidak harus disesuaikan ya. harus disesuaikan dengan alat untuk pembersihannya. Misalkan kalau menggunakan besi untuk cor ya atau nesernya itu ya sudah pakai itu pakai panjangnya dia maksimal berapa. Kalau dia maksimalnya 6 m ya sudah berarti jaraknya sekitar 6 ee 12 m berarti 6 dari sisi kanan 6 dari sisi kiri. Kurang lebihnya begitu. Kemudian penggelontoran dilakukan pada waktu keadaan debit aliran minimum tiap harinya. ini kalau misalkan tinggi renang atau kecepatan minimumnya banyak yang tidak tercukupi ya sehingga pada saat minimum itu biasanya kelihatan pengendapannya ada di mana. Nah, di situlah dikelontor. Tapi kalau dia pada saat pik atau rata-rata ya sudah biarkan aja ngalir. Kemudian penggelontoran dapat dilakukan secara rutin atau insidentil ya bisa tetap seperti tadi. Kalau memang rutin berarti ada tempat yang beresiko terjadinya pengendapan. Seperti tadi kompleks rumah makan yang banyak membuang minyak gitu ya atau mungkin ada sisa-sisa makanan itu bisa dilakukan secara insidentil eh sori rutin. Kalau insidentil biasanya di tempat-tempat tertentu saja. Nah, pompa. Pompa ini sebagai lip station ya, karena memang fungsinya pompa untuk menaikkan ya, menaikkan. Jadi, ini menaikkan air ke dari tempat yang rendah ke tempat yang tinggi. Nah, ini berkebalikan dengan drop man hole Bapak Ibu ya. Jadi kalau di sini tadi drop man hole itu dari atas ke bawah. Nah, kalau ini terbalik Bapak Ibu. Kalau pompa itu dari bawah ke atas. Cuman bedanya itu saja. Atau yang kedua sebagai booster station untuk penyaluran yang tidak memerlukan pengaliran secara gravitasi. Nah, kapan ini terjadi? Kembali lagi ini tergantung dari perencanaan perpipaan air limpahnya. wilayah mana yang akan dilayani dari wilayah itu bisa menggunakan giz atau data tadi ya, bisa menggunakan giz dilihat oh di sini ternyata wilayahnya rendah sementara pipanya wilayahnya di sana ini mau enggak mau harus pakai pompa jadi fix di situ harus ada booster station nah itu yang harus di pertimbangkan pada saat perencanaan wilayah pelayanan kanan jaringan berpimpan limbah ini. Jadi harus hati-hati. Jadi kita tidak ee kalau misalkan ya ee ee biaya investasinya terlalu tinggi maka harus dibuat bertahap perencanaannya. Maka di sini yang merencanakan ini juga harus paham. Oh, wilayah sini bisa dilaksanakan dulu, wilayah ini dilaksanakan. Jangan, jangan tidak terintegrasi dengan baik ya. Artinya yang namanya kita kalau membuat rumah ya kalau misalkan biaya sedikit itu kan ada tipe istilah tipe rumah tumbuh. Jadi yang dibangun mungkin ya ruang tamu, dapur, kamar mungkin cuma satu terus kemudian nambah lagi berapa bulan ee berikutnya punya uang akhirnya nambah lagi nambah lagi kamar, nambah lagi ruang ee garasi dan sebagainya misalkan gitu ya. Nah, begitu juga dengan yang di sini. Setiap kali perencanaan untuk satu kota, kalau memang targetnya adalah satu kota terlayani dengan pertimaan, ya sudah kita buat segmen-segmen, zona-zona, zona mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Nah, sehingga apa? Sehingga tidak ada satu zona yang lewat. Bisa jadi satu zona yang lewat ini ternyata oh dia ternyata harus naik dulu, harus pakai pompa terus-menerus. Nah, artinya ya berarti Bapak Ibu harus menyiapkan biaya operasional untuk listriknya pompa ini ya, listrik pompa, kemudian ee pemeliharaan pompa dan sebagainya. Jadi di situ harus disediakan. Makanya agak-agak ribet. Sehingga kalau misalkan memang direncanakan satu kota dilayani oleh perpipaan, ya sudah satu kota ini harus di buat keseluruhan perpipaannya seperti apa, kemudian dibagi segmen-segmen. Kalau memang biaya investasinya terlalu tinggi. Nah, kompak kurang lebih modelnya seperti ini, Bapak, Ibu. Kalau stasiunnya jadi ee ada istilahnya di sini pengumpulnya sendiri, ya. Jadi misalkan kalau contoh saja di sini, nah ini air limbahnya masuk ke sini diterima oleh ruangan yang di sini kemudian dipompa, kemudian dipindahkan. Jadi stasiun pompanya modelnya seperti ini. Nah, ini otomatis ya mirip-mirip seperti stasiun pompa untuk banjir sebenarnya tidak ada bedanya. Jadi kalau bedanya adalah kalau banjir itu kan dari saluran. Kalau ini dari pipa gitu aja bedanya dan kedalamannya ini tergantung dari keluarnya ini pipa ini berada di luaran mana. Keluar di alevasi berapa. Oke saya lanjutkan. Ini komponen-komponen rumah pompanya. Jadi ada rumah pompa, kemudian pompa, kemudian mesin penggerak atau motornya. Kemudian ruang pompa, kemudian SAM atau wudian screen atau grade chamber atau dan chamber ya. Kemudian perbipaan, valve, fitting, dan sebagainya sampai adanya sumber power-nya. Ini artinya di dalam satu panel yang sudah disiapkan. Nah, ini tadi terkait dengan penanaman pipa ya. Penanaman pipa ini. Ee tadi juga sudah ditanyakan, Pak. Penanaman pipa ini bagaimana ininya? Ee metode yang bisa digunakan. Nah, penanaman pipa ya kembali lagi apapun yang terjadi terkait dengan ee jaringan pipa air limbah ini kata kuncinya adalah slope atau kemiringan lahan atau kemiringan pipa. Ini yang harus dipegang setiap saat. Setiap konstruksi harus memegang itu ya. Kemiringan ini menjadi hal yang paling krusial. Nah, sehingga pada saat penanaman pipa ini harus mengikuti ee slop atau kemiringan pipa yang telah ditetapkan sebelumnya pada saat perencanaan. Wajib hukumnya, tidak boleh diabaikan. Pengawasan lemah sedikit di penanaman pipa akan menjadi resiko tidak mengalir atau ada endapan. Beda dengan pipa kalau air minum. Air minum naik turun sedikit enggak ada masalah. Naik seteng meter turun apa itu melengkung ke bawah seteng enggak ada masalah. karena bertekanan. Tetapi kalau pipa R limbah karena dia gravitasi akan menjadi masalah di situ. Sehingga di sini ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yang pertama terkait dengan kemiringan. Yang kedua kedalaman penanaman. Karena dia miring terus, terus, terus, terus. Kalau seperti tadi ya, muka tanahnya landai, pipanya terjal, penurunannya curam, maka otomatis di sini kedalaman penanaman ini perlu juga diperhatikan. Kenapa? karena ada kedalaman atau tinggi muka air tanah. Nah, seperti tadi kalau misalkan pipa yang dipasang ini pipa plastik HDPE ataupun PVC ya kalau dipasang di muka air tanah tinggi dia akan mengapung. Nah, kalau dia mengapung resikonya satu, elevasinya enggak jelas, bisa naik turun sesuai dengan ee air tanah ini tadi. Nah, itu enggak boleh. Kemudian potensi gangguan dari aktivitas lain di atas tanah. Nah, ini juga sama seperti tadi ya, dipertimbangkan atasnya ini seperti apa. Apakah ada kendaraan berat atau tidak atau gedung-gedung bertingkat, pencakar langit dan sebagainya di atas ini bebannya seperti apa? Kalau bebannya terlalu besar untuk pipa jenis beton, ya berarti dia tidak boleh di posisi atas. Dia harus ditanam lebih dalam. Jadi pemilihan pipa itu tergantung banyak hal ya. Kemudian kebutuhan untuk menjaga pipa agar tetap terhindar dari kerusakan ya. Seperti tadi misalkan melewati rel kereta api. Kemudian di sini kebetulan pipa yang direncanakan menggunakan pipa beton. Nah, kalau rel kereta api berarti harus mengikuti pengatur ee bagaimana proteksi pipa beton ini supaya dia tidak pecah. Nah, di situ kita bisa memasang casing ya, memasang casing yang diameternya lebih besar daripada pipa betonnya itu dan kemudian diberi peredam berupa pasir. Nah, ini model-model seperti ini itu ini harus diperhatikan dengan baik. Makanya di dalam perencanaan selain penanaman pipa ya, berapa kedalamannya dan sebagainya itu juga harus mempertimbangkan jenis pipanya seperti apa yang akan dipakai. Makanya di dalam perencanaan jaringan PIPA kita itu akan lebih banyak menemui permasalahan-permasalahan di lapangan ya daripada tinggi perencanaan. Kenapa? Karena di lapangan seperti itu tadi. Kita tidak boleh menggunakan pipa jenis ini. Karena apa? Karena misalkan jenis plastik tadi ya, tidak boleh menggunakan pipa jenis plastik karena air tanah tinggi. Kita tidak boleh menggunakan beton. Apalagi kalau terlalu dangkal, misalkan hanya 1,5 m dari muka tanah ditanamnya, kita enggak boleh. Kenapa? Karena di situ banyak trik-trik besar dan bangunan tinggi-tinggi. Jadi resiko beton ini pecah besar. Nah, seperti itu. Jadi ee kalau aturannya enggak ada, Bapak, Ibu. Aturannya ya salah satunya paling ya aturan kekuatan dari pipanya. Pipanya kuat menahan berapa. Nah, nanti tinggal dihitung saja. Tinggal dihitung beban yang diterima oleh pipa itu seberapa. Jadi ada beban beban luar dan beban dalam. Jadi itu yang di inikan yang diperhatikan. Metode penanaman umumnya sekarang ada dua macam. Ada open trend atau ada yang menyebut dengan open fit atau galian terbuka seperti foto yang ini ya. Ada juga model mikro tunel atau jacking atau pengeboran seperti ini. Nah, saya kira Bapak Ibu mungkin sudah mulai ini ya mulai mengarah ke sini ya untuk pembangunan-pembangunan perpipaan ataupun terowongan-terowongan rata-rata sekarang sudah menggunakan metode checking atau mikrotanol ini supaya tidak merusak bagian atasnya. Apalagi pipa air buangan ini atau pipa air limbah ini kan berada di bawah jalan. Nah, kalau dia berada di bawah jalan resikonya Bapak Ibu bisa perhatikan ini lebarnya berapa kalau dibuat galian terbuka kayak gini. Bahkan orang aja masuk anggap aja 3 orang masuk 3 orang masuk kali 60 berarti sekitar 2 m lah. 2 m kalau kedalamannya 5 ee 4 m misalkan. Berarti kan enggak mungkin orang itu turun dari atas ini langsung 4 m kan harus dibuat bertahap seperti ini, bertingkat seperti ini juga. Akhirnya resikonya akan membuat ini misalkan 1 m kanan 1 m kiri. Jadi ini 2 m + 1 m 1 m 4 m. Nah m kalau di jalan raya besar udah macet. Ini pasti macet. Makanya di sini kebanyakan sekarang menggunakan mikro mikro tunnel ini atau checking. Nah, resikonya checking ini apa? Resikonya itu tadi karena di bawahnya ini kan kita enggak tahu ya ada apa saja. Kalau misalkan pakai galian terbuka ini kan digali gali gali ternyata muncul oh di sini ada kabel di sini ada pipa air minum. Itu masih kelihatan. Jadi kita bisa menghindari sedikit demi sedikit. Tetapi kalau ini susahnya di situ ya. Makanya di data sekunder itu wajib ada yang namanya fasilitas bawah jalan yang kita tertanam itu apa saja dan pastikan itu koordinatnya betul ya. Koordinatnya betul sehingga jangan sampai ia ee ini merusak. Di dekat rumah saya dulu pernah terjadi pembangunan flyover ee tiang pancangnya itu langsung mengenai atas persis pipa air minum. Jadi ada pipa air minum langsung bagian atasnya ini terkena yang panjang mana pipanya itu cukup besar ya kurang lebih diameter 800 kalau enggak 600 itu cukup besar. sehingga perbaikannya pun itu lama sekali. Kenapa? Karena kedalamannya cukup dalam, bisa sekitar 4 meteran kalau enggak salah kedalamannya. Jadi yang membetulkan waktu itu ya harus pakai pasukan katak karena dia menyelamat. tinggi muka RTAN cukup tinggi 1 m keluar air. Jadi dia menyelam pipa kan bocor pipa air minumnya terus akhirnya menyelam melakukan pengelasan di bawah air. Jadi sampai sebegitunya makanya effortnya besar kalau pakai jaging ini resikonya cukup besar. Nah tadi kan juga ada yang tanya analisis resiko penanaman pipah ini gimana ya? Banyak sekali Bapak Ibu ya. Bahkan kemarin di yang di beberapa informasi yang saya tahu ya terkait dengan pipa regional gitu ya itu juga sama itu harus hati-hati di penanamannya pipa itu. Nah, kalau misalkan kita menggunakan checking seperti ini yaitu tadi apa saja fasilitas di bawah jalan ini harus muncul. Nah, yang paling susah itu nanti adalah rel kereta api yang sudah tertanam, Bapak, Ibu. Ya, itu susahnya. Kenapa? Karena dia tidak termasuk fasilitas bawah jalan, tetapi dia berada di bawah jalan karena sudah tertanam. Nah, itu harus seizin yang punya relindahkan. Nah, jadi kurang lebihnya seperti itu kalau terkait dengan metode penanaman. Nah, kemudian di sini profil hidrolis ini sempat saya singgung tadi ya, bagaimana cara kita mengetahui peletakan-peletakan terkait dengan manhol, kemudian drop manhule ataupun pompa. Nah, jadi profil hidrolis ini itu dapat juga disebut gambaran long section pipa. Jadi kalau misalkan enggak tahu profil hidrolis atau mungkin awam dengan kata-kata itu eh bisa juga disebut dengan gambaran long section pipanya seperti apa. Jadi profil penanaman pipanya di dalam tanah seperti apa itu bisa dilihat. Nah, ini fungsinya cukup cukup cukup ini cukup apa itu krusial. Cukup penting ya. sangat-sangat penting. Jadi fungsinya sebagai acuan dalam pengawasan kemiringan pipa pada saat penanaman pipa. Jadi long section-nya ini itu harus atau wajib dipegang oleh pengawas pada saat konstruksi. Ya, seperti tadi yang saya sampaikan, mungkin enggak harus tiap pasang pasang pasang, enggak. Tapi mungkin tiap berapa kali misalkan empat atau lima kali ee pemasangan pipa di situ harus sudah diukur. Oh, ini segini, ini segini kok ini agak miring ee sori ini kemiringannya enggak pas. Nah, itu harus dibetulkan. Jadi sebelum dia di ditanam ya artinya masih diletakkan di sini. Nah, ini harus diperhatikan. Jadi misalkan di sini ada operator yang meletakkan dan memasang bednya ini ya, pasirnya ini. Di sisi lain ada orang yang mengawasi terkait dengan elevasi. Nah, itu yang harus betul-betul diperhatikan Bapak, Ibu ya. jangan sampai dia miss di situ. Kemudian sebagai dasar penentuan lokasi penempatan pompa dan juga drop and hold sebenarnya ya. Kenapa? Karena nanti gambarannya seperti ini Bapak Ibu. Nah, kurang lebihnya seperti ini profil hidrolis itu. Jadi ini misalkan pipanya ini muka tanahnya. Jadi pipa ini turun sesuai dengan muka tanah misalkan. Nah, baru kemudian di sini ada drop ee sori manhole pertigaan. Kemudian dari sini beda beda posisi turun ya sudah turun di sini. Nah, mungkin pada saat di sini ternyata loh dia kedalamannya sudah sangat dalam sehingga harus dipompa lagi. Misalnya di P1 ini ya sudah dia dinaikkan lagi pakai pompa. Jadi seperti itu. Makanya di dalam informasi pada profil hidrolis itu harus terisi seperti ini. Pertama jalur pipanya ini pipa nomor berapa sampai nomor berapa? Misalkan di sini ya S4 sampai P3 misalkan kayak gitu. Kemudian panjang pipanya. Nah, panjang pipa itu bisa dilihat dari sini Bapak Ibu. Sumbu X-nya di sini atau yang horizontal ini itu adalah panjang pipanya. Sedangkan yang atas ini itu adalah elevasi atau kedalaman penanaman. Biasanya ini adalah elokasi. Nah, nanti kedalaman penanaman ini bisa dihitung dari sini. Jadi ini elevasi tanah dikurangi dengan elevasi pipa sama dengan kedalaman penanaman pipa. Kemudian lokasi manhol-nya di mana? lokasi pompanya dan lokasi khusus seperti ini, Menhol pertigaan ini. Jadi kurang lebihnya begitu ya, Bapak Ibu terkait dengan ee terkait dengan profil hidrolis ini dan ini yang harus dipegang oleh pengawas pekerjaan penanaman pipa dan ini wajib wajib ada kalau enggak akan menjadi masalah. Nah, kemudian setelah itu semua selesai, maka di dokumen terakhir ee di akhir dokumen ya, di akhir dokumen BED itu adalah perhitungan material dan biayanya. Nah, kalau ini saya kira saya tidak akan berbicara banyak terkait dengan perhitungan material dan biaya. Karena kenapa? Karena di sini perhitungannya itu disesuaikan dengan perencanaan dan metode pengerjaannya. di mana perencanaan dan metode pengerjaannya ini sudah dijelaskan di dokumen perencanaan pada saat membuat perencanaannya itu. Jadi misalkan pipanya pakai apa, kedalamannya bagaimana, terus kemudian pakai pompa atau tidak, berapa mle yang dibuat, kemudian sampai listriknya bagaimana dan metodenya pakai apa? apakah open atau di penggalian terbuka atau hanya pakai jacking. Nah, di sini semuanya sudah muncul semua di dalam perencanaan itu sehingga di dalam perhitungan material dan biaya semuanya tinggal di kompilasi saja Bapak Ibu ya. Nah, akhirnya di sini butuh yang namanya standar satuan pekerjaan, katalog produk tertentu misalkan pompa, panel dan sebagainya. Nah, jadi kurang lebihnya seperti ini Bapak Ibu. [Musik] Ee terima kasih untuk sesi dua ini. Saya kembalikan ke panitia. Baik. Ee terima kasih atas pemaparan materinya Bapak Alfan Romo, ST, MT yang sangat luar biasa sekali. Demikian tadi penyampaian materi dari pemateri kita hari ini yaitu Bapakolo, Stmt ee pada sesi dua kali ini Bapak Ibu sekalian. Ee namun sebelum masuk ke acara selanjutnya saya izin menginformasikan terlebih dahulu kepada para peserta yang menginginkan materi pada training online kita hari ini dapat request materi terlebih dahulu melalui link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat. Lalu ee selanjutnya yaitu kita masuk ke sesi foto bersama. Di sini akan dibantu oleh admin kami yang bertugas. Kepada admin yang bertugas saya persilakan. Bapak dan Ibu yang kami hormati. Mungkin sebelum dokumentasi dimulai bisa untuk me terlebih dahulu. Oke. Baik, kita mulai untuk slide pertama. 3 2 1. Oke, untuk slide kedua 3 2 1. Oke, terima kasih. Saya kembina. Baik, terima kasih Mas selaku admin yang bertugas sesi foto kita pada sesi kedua ini. Ee selanjutnya yaitu kita masuk ke sesi tanya jawab. Di sini kami sudah merangkumkan pertanyaan dari Bapak Ibu sekalian yang sudah Bapak Ibu sampaikan di kolom chat. Baik, kepada Bapak Alfan Purama Stmt saya akan membacakan pertanyaannya. Lalu bisa langsung dijawab begitu ya, Bapak. Oke. Baik, saya izin untuk share screen terlebih dahulu. Semoga sudah terlihat ya, Bapak, Ibu sekalian. Di sini ada pertanyaan dari Bapak Rian via YouTube. Pertanyaannya yaitu apabila jaringan sewerek pada kedalaman hingga puluhan meter dari permukaan tanah, kira-kira jenis manhol dan material apa yang bisa digunakan untuk manhol tersebut? Demikian Bapak saya langsung saja untuk Pak ya. Ee seperti tadi ya. Jadi prinipnya kembali lagi ya severage ini ee tergantung kalau dari puluhan meter di bawah permukaan tanah saya kira mungkin agak-agak agak-agak ini ya biasanya sih enggak enggak nyampai 20 m itu enggak enggak enggak nyampai mungkin ya sekitar 9 m atau 8 mungkin seperti itu. Tapi kalau ee kejadiannya memang seperti itu, sebenarnya ada beberapa hal ya yang harus diperhatikan dulu sebelum konstruksi manhol. Tentunya kalau material yang cocok ya pasti material yang kuat seperti beton. Kemudian ee seperti apa ya biasanya sih beton kalau sekarang. Kalau zaman dulu kita menggunakan kayak pasangan masih bisa. Tapi kalau sekarang kebanyakan beton yang dipakai. Nah, ini mainhole yang dipakai di sini ya. Intinya cuman satu karena ini kedalamannya cukup besar ya artinya sampai puluhan meter. Berarti permasalahannya itu adalah seberapa kuat konstruksi manhol-nya ini menahan beban. Kalau seandainya ini dia tidak bermasalah di beban luar dan ee gangguan-gangguan yang ada di sekitar Mendol misalkan KR tanah dan sebagainya, beton saya kira sudah cukup oke ini misalkan saya kira itu aja ya kurang lebih gituak. Baik, Bapak ee untuk pertanyaan selanjutnya yaitu dari Bapak Imron. Jika saluran air kotor menggunakan pompa dengan penyaluran pipa HDPE, apakah pipa bisa disambung dengan sambungan TE? Demikian Bapak ya. ee kembali lagi ya saluran air kotor menggunakan pompa dengan penyaluran pipa HDPE kemudian apakah bisa disambung dengan saluran tin? Ee saya belum menangkap jelas ya intinya dari pertanyaan ini seperti apa. Cuman saya hanya memahami seperti ini. Jadi pipanya ini menggunakan HDPE dan bertekanan dengan menggunakan sehingga menggunakan pompa. Kemudian apakah bisa disambung dengan T? Nah, kembali lagi jalurnya seperti apa dulu. Kalau seandainya ini memang jalurnya tidak mengganggu yang lain, maka ini tidak bisa menggunakan TI. Kalaupun ti bisa dipakai, itu bukan TI seperti T air minum, tapi TI untuk air limbah. di air limbah itu berbeda. Biasanya kita menyebut dengan di apa ya? Bentuknya huruf seperti huruf Y T Y ya. Jadi bentuknya seperti huruf T. Kenapa? Karena T ini ee tidak boleh yang tegak lurus kalau untuk air limbah karena alirannya harus sesuai dengan aliran airnya. Karena kita mengacunya dari ee topografi dan sebagainya. Jadi al alirannya ini enggak boleh berlawanan. Beda kalau air minum. Kalau air minum pakai T biasa boleh, tetapi kalau yang ini enggak boleh. Harus pakai TY atau yang OT yang pakai seperti huruf Y supaya alirannya tetap terjaga. Tapi kalau memang ini hanya untuk lifting saja ya, untuk lift jadi artinya dipompa pipanya pakai DPE dipompa hanya untuk memindahkan dari bawah ke atas maka saya kira enggak perlu pakai sambungan Tapi pakai ee main pertigaan tadi bisa seperti itu. Bapak, Ibu sekalian untuk pertanyaan ini kita mulai dari sesi satu yang belum dijawab ya, Bapak Ibu sekalian. Selanjutnya ee pertanyaan selanjutnya dari Bapak Azizi. Apabila terpaksa menggunakan Saipon, apakah ada aturan tertentu terkait jarak peletakan sapon di bawah dasar sungai? Demikian. ya. Ee sepemahaman saya sih kalau jarak tertentu di dasar sungai ini bukan bukan ada atau tidak ada ya. Kalau aturan-aturan tertentunya biasanya dia harus ditanam sampai pada biasanya gini sungai itu kan di bawahnya kan ada endapan kemudian ada tanah aslinya di bawah sungainya itu. Nah, dia harus berada di tanah aslinya itu. Tidak boleh di endapannya itu. Intinya cuman itu. Dan kemudian ee kalau di tanah aslinya ini kembali lagi ini yang tidak mempengaruhi ee morfologi sungai. Jadi jarak ini mengacu dari si sungainya itu ada sungai yang tidak terlalu besar ya, tidak terlalu besar kemudian pakai sifon tetapi bawahnya langsung tanah keras. Nah, ini otomatis agak agak lebih rendah dari bawah sungai masih bisa. Intinya dia harus berada di tanah aslinya, bukan tanah dari endapan si sungai itu. Maka ini tergantung dari morfologi sungainya seperti apa. Karena kita tidak boleh mengubah morfologi sungai, apalagi kalau ternyata pipanya itu berada di posisi endapan sungainya. Itu enggak boleh. Karena kalau seperti itu akan menjadi masalah nanti. Jadi harus di bawah di bawah sungai dan di bagian tanah aslinya. Jadi bukan di tanah endapan atau tanah endapan yang sudah lama gitu ya. Itu enggak boleh. Jadi ini harus di cek. Sama seperti kalau misalkan kita membuat jembatan ya. Kalau kita misalkan membuat jembatan di situ kan ada nih ada penyangga jembatannya dia yang masuk ke sungai. Nah itu itu bagian tanah kerasnya ada di mana? Nah, biasanya pondasi tiang panjang untuk penyangga jembatannya ini kan harus sampai di bawah di tanah kerasnya itu. Nah, kurang lebihnya ee pipa yang berada di sipon ini paling enggak berada di atasnya ini masih bisa selama tanah aslinya. Makanya tergantung dari tergantung dari hasil pengukuran dasar sungainya itu tadi. Tanah aslinya berada di di wilayah mana. Jadi kalau terkait dengan jarak itu enggak ada, tetapi harus berada di tanah aslinya itu bukan tanah endapannya. Baik, untuk Bapak Ibu peserta training online jika ada yang ingin bertanya secara langsung atau berdiskusi mungkin bisa untuk mengangkat tangan atau right hand dan nanti akan kami berikan kesempatan di sela-sela pertanyaan untuk berdiskusi langsung. Ee untuk pertanyaan selanjutnya Bapak dari Bapak Imron. Berapa kemiringan minimal antara MF? Ya, untuk kemiringan antar manhul ini tidak ada kemiringan minimal Bapak ya. Jadi kembali lagi ke perencanaan sebelumnya. Jadi kalau perencanaan sebelumnya ee bisa saya share screen lagi, Mbak? Sebentar, Mbak. Pak, bisa, Pak. Oke. Jadi, misalkan ini di sini ada dua manhule ya. Sebenarnya kelihatannya ini ada tiga manh saja. Menhol pertigaan, belokan, dan menh belokan. Nah, sepanjang ini Bapak ya, Bapak-bapak dan Ibu-ibu. Jadi, sepanjang pipa ini itu akan ada manhol-mainhole lagi selama jarak di sini sesuai dengan aturan tadi. Jadi, jarak antar manhol-nya itu misalkan 150 m. Nah, misalkan di sini kan kebetulan di sini contohnya ini tidak tidak sampai 150. 150-nya berada di ee jalur yang lain. Nah, kalau misalkan ini panjangnya asumsi saja ya, ini 250 575 kemudian per150 itu atau per125 itu ada manhole. Nah, jadi di sini ini pasti ada manhole. Kemudian di sini ada manho lagi cuman tidak dilihatkan. Nah, untuk kemiringan antar manhol-nya bagaimana? Pipanya yang mengikuti kemiringan perencanaan. Jadi pipa yang ada di sini itu mengikuti perencanaannya berapa. Kalau seandainya perencanaannya itu miringnya ee sekitar misalkan 2% gitu ya, ya sudah berarti ini 2% terus sampai di jalur barunya. Kalau jalur barunya ternyata 3% ya sudah dari dari sini kemudian ada manhule lagi baru turun 3%. Jadi kalau dibilang jalar antar manhol itu apakah ada kemirian khusus? Sebenarnya enggak ada karena itu tergantung dari perencanaan pipanya seperti itu. Baik, Bapak ee enggak yang ingin berdiskusi langsung atau bertanya langsung kepada pemateri kita Bapak Ibu sekalian bisa untuk hand ya atau untuk mengangkat tangannya saja. Sambil kita menunggu respon dari peserta, Bapak kita lanjut ke pertanyaan yang di slide. Eh, di sini ada pertanyaan dari Bapak Kesalin. Bagaimana mengukur kecepatan aliran aliran Pak ini bukannya sudah tadi ya? Seingat saya sudah tadi Oh ya, Pak ini sudah mohon maaf terlewat. Ee pertanyaan selanjutnya dari Ibu Maria. Yang pertama, jenis pipa dan metode penanaman pipa yang ideal untuk jenis untuk jenis tanah bergerak itu bagaimana? Nah, lalu yang kedua terkait Permen PUPR nomor 4/ PRT/4/M 2017 Pasal 7 terkait penahapan sistem pengaliran drain perkotaan yang harus terpisah antara jaringan pengumpulan air limbah dengan jaringan drain berarti tidak sistem pengaliran campuran tidak dapat diterapkan lagi dan solusi bagi daerah yang rawan kekeringan menggunakan bangunanelontor. Lalu yang ketiga, persyaratan penambang untuk pipa saluran yang berakhir di badan air pembakaanfal seperti apa? Demikian, Bapak. Oke, ya. Ee terkait dengan jenis pipa dan metode penanaman pipa yang ideal untuk jenis tanah bergerak. ee tanah bergerak itu sifatnya sebenarnya kalau menurut pengertian yang dulu pernah saya pelajari ya, tanah bergerak ini kan sebenarnya lebih ke kembang susutnya yang besar. Jadi resiko utamanya tanah bergerak ini adalah dia itu dapat menggeser nanti posisi dari si ee menggeser dari posisi pipanya itu ya. Jadi kurang lebihnya seperti itu permasalahannya. Sehingga kalau terkait dengan penanaman pipa ini sebenarnya agak-agak riskan juga ya. Karena kalau kita menggunakan metode open pit atau galian terbuka itu sebenarnya enggak ada masalah sebenarnya. Cuman masalahnya adalah pas ketika kita pasang mungkin musimnya musim kemarau misalkan kita pasang pas kita pasang musimnya kemarau. Kemudian pada saat musim hujan dia mengalami pergeseran. Nah, resikonya sebenarnya di sana. Nah, kalau metode yang dipakai itu sebenarnya kita bisa melakukan stabilisasi dulu tanah bergeraknya atau kembang susutnya ini distabilkan dulu. Itu bisa seperti itu. Artinya metode yang dipakai itu apakah open bit atau menggunakan checking tadi itu sebenarnya kalau menurut saya itu lebih cocok sebenarnya menggunakan open fit saja atau galian terbuka. Karena dari situ kita harus bisa menstabilkan dulu ya, kita harus menstabilkan tanah bergeraknya itu gimana caranya supaya kalaupun terkait dengan kembang susutnya itu tidak terlalu besar. Nah, caranya seperti apa? Mungkin teknik sipil yang banyak tahu ya. Karena ini pemahaman saya karena dulu saya sempat meneliti ini walaupun sebentar. Jadi ee yang lebih paham terkait dengan bagaimana menstabilkan tanah bergerak itu mungkin ee lebih banyak ke teknik sipil. Tapi kalau misalkan itu harus distabilkan dengan cara yang harus membuka, harus kontak dengan tanahnya, berarti mau enggak mau ya kalian terbuka itu yang paling bagus. Karena kalau untuk jacking itu bisa sebenarnya cuman ya itu tadi karena mungkin ada pergerakan-pergerakan akibat kembang susutnya tanah itu menjadi masalah nantinya. Kemudian terkait dengan ini pentahapan sistem pengaliran drenase perekotan yang harus terpisah antara jaringan pengumpul air limbah dengan jaringan drenase berarti sistem pengaliran campuran tidak dapat diterapkan lagi dan solusi bagi daerah yang rawan kekeringan menggunakan bangunan penggelontor. Ya. Ee sebenarnya begini Bapak Ibu ya. Ada satu hal lagi mungkin mungkin saya belum tahu apakah sudah dikeluarkan apa tidak peraturannya itu terkait dengan sama kaitannya dengan itu yaitu pembuangan air limbah ke badan air. Jadi pembuangan air limbah di badan air terutama yang grey water itu sebenarnya tidak boleh masuk langsung ke saluran drenase. Kata kuncinya sebenarnya itu. Kenapa? karena drenage memang hanya untuk air hujan. Nah, kembali lagi ini kaitannya dengan campuran. Kalau memang seperti ini campuran memang harusnya tidak bisa dengan peraturan itu. Jadi harus terpisah dan solusi bagi daerah rawan kekeringan memang kalau ee rawan kekeringan ini ada kembali lagi ya Bapak ee Bu Maria kebetulan di sini ya. Jadi ee kita harus paham dulu terkait dengan rawan kekeringan ini. Berarti kan ya mohon maaf rawan kekeringan bagi saya itu tidak ada air bersih. Mungkin butuh kalau Bu Maria apa masih aktif ya? Kalau aktif di sini mungkin bisa menjelaskan rawan kekeringan ini maksudnya seperti apa dulu. Baikak e kepada Ibu Maria bisa untuk mengaktifkan mikrofonnya. Iya. Maksudnya rawan kekeringan itu Pak ee biasa terjadi di ini kan ee ya memang kalau rawan kekeringan itu lebih ke air bersih ya. Maksud saya tuh biasanya kan kalau daerah rawan kekeringan itu memiliki iklim yang ee atau suhu yang lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya gitu. Sehingga memungkinkan ketika di musim kemarau itu apa terbanyak terjadi pengendapan segala macam seperti itu, Pak. I. Oke. Baik, terima kasih. Kalau rawan kekeringan yang dimaksud seperti itu mungkin ee sebaiknya menurut saya tidak menggunakan perpipaan, Bu. Kalau menurut saya seperti itu, lebih baik menggunakan model ee ini model tangki septik dengan resapan saja. Makanya ini ee perpipaan ini itu tidak bisa serta-merta langsung dipakai di Indonesia karena sangat-sangat berbeda dengan di luar negeri. Di Indonesia ini ee sangat beragam sekali mulai dari yang ee curah hujannya sangat banyak, kemudian yang satunya curah hujannya cuman sedikit ya rendah. sehingga di sini menjadi masalah yang berbeda. Dan kemudian kalau misalkan di ee kalau di air minum sih ada juknisnya ya, ada petunjuk teknis bagaimana memilih air baku. Tetapi di air limbah itu tidak ada juknis khusus yang me yang me yang membuat kita memilih ini seharusnya pakai apa. itu dulu pernah saya teliti terkait dengan wilayah ini sebaiknya menggunakan teknologi apa untuk sanitasinya. Apakah menggunakan tangki septik komunal atau tangki septik dengan resapan individual atau menggunakan perpipaan dan sebagainya itu ee memang agak-agak susah. Karena kenapa? Karena misalkan kalau rawan kekeringan yang dimaksud itu seperti tadi yaitu dengan curah hujan yang cukup rendah kemudian suhu saat panasnya tinggi. Kalau memang ini dipasang untuk perpipaan mungkin agak-agak susah memang ya mungkin agak-agak susah. Kenapa? Susahnya adalah kalau memang seperti itu resikonya kalau apalagi kalau air bersihnya ternyata juga susah sehingga resiko pengendapan itu akan menjadi luar biasa. Bahkan bisa jadi kalaupun itu mengupun dan misalkan harus ada, berarti itu jaraknya tidak boleh terlalu jauh. Artinya ee pipa atau aliran air yang di dalam pipa itu tidak boleh habis dulu sepanjang perjalanan. Jadi jaraknya akinya dekat-dekat. Sehingga kalau ini di model spal DT mau enggak mau ya Spal DT yang untuk 10 ee 10 11 sampai 100 KK tadi hanya untuk yang kecil-kecil jadi tidak bisa besar. Nah, itu resiko yang berikutnya. Jadi ee agak-agak susah kalau terkait dengan yang nomor dua ini. Kalau saran saya mendingan ini dipakai untuk taki septik saja cuman resikonya nanti akan ada penyedotan. Untungnya nanti adalah pada saat musim kemarau airnya itu akan meresap dengan mudah sehingga resapan itu pasti akan ya kering. Jadi tidak ada air yang ee tidak ada air yang menggenang di situ. Berbeda kalau misalkan di daerah pesisir ya. Daerah pesisir itu memang agak susah resapannya. Jadi memang itu kalau menggunakan ee kalau menggunakan perpipaan bisa cukup enak gitu. Kemudian kalau persyaratan luas penampang untuk pipa saluran yang berakhir di badan air permukaan atau outpol itu seperti apa? Jadi untuk pipa air limbah itu enggak boleh langsung masuk ke badan air permukaan. Jadi kalau pipa air limbah di sini, perpipan air limbah di sini itu mau enggak mau ketika masuk ee atau keluar ya di bagian akhir dari pipa air limbah ini adalah IPAL. Jadi karena kita belajarnya di sini terkait dengan jaringan air limbah, jadi ujung dari penyaluran air limbah ini adalah IPAL. seperti mungkin di sesi SAT ya, saya ee di sesi SAT saya jelaskan bahwa kalau ee SPALD yang model seperti ini itu dari rumah penyaluran atau sub tadi ya? Jadi mohon maaf ya. Jadi ee dari sumber penyaluran kemudian langsung pengolahan. Jadi pengumpulan, penyaluran, kemudian pengolahan. Jadi modelnya seperti itu. Nah, kalau yang luas penampang untuk pipa saluran yang berakhir di badan air permukaan ini ya kalau di sini memang tidak boleh kalau di air limbah ini ya. Terutama limbah domestik yang dimaksud di sini untuk Spal DT ini enggak enggak boleh. Jadi harus masuk ke IPAL. Kecuali kalau memang dari IPAL itu ke badan air, mau dibuang ke badan air itu seperti apa. Nah, itu sebenarnya tinggal masukkan aja sesuai dengan ee diameter ee diameter outpol-nya itu eh diameter outlet dari IPAL-nya itu. Jadi, outletnya berapa, masuk ke situ berapa. Cuman yang paling penting lagi sebenarnya bukan itu, yakni harus ada meter, harus ada meter air yang bisa menghitung berapa banyak ee volume air yang dibuang ke badan air. Sekarang syaratannya sebenarnya itu. Tapi kalau persyaratan lain karena ada met air, berarti persyaratan berikutnya adalah ya pipanya harus atau air yang di dalamnya itu tidak boleh gravitasi dengan atau istilahnya airnya harus penuh di dalam pipa. Ya, airnya harus penuh di dalam pipa. Gravitasi boleh, miring boleh, tetapi airnya harus penuh supaya meternya ini berjalan. Kurang lebihnya seperti itu. Baik, Bapak. Terima kasih atas pemaparan jawabannya. Ee untuk pertanyaan selanjutnya dari Ibu Dewi dari YouTube. Yang pertama dalam proses perencanaan hidrolis dan hidrolis daringan ini sudah kayaknya, Mbak. Mohon maaf, ini sudah sepertinya yang tadi. Oh, iya. Ee mungkin gitu, Pak. Oh, iya. Untuk yang bertanya ini sepertinya belum dijawab Bapak dari Bu. Iya, ini sepertinya sudah tadi. Saya ingat betul ini karena ada di sini. Atau mungkin gini aja ee beban puncak debit dasar ini sudah ya tadi sudah saya jelaskan juga terkait dengan ini ya ee mungkin saya tambahkan sedikit untuk yang poin nomor dua. Jadi di poin nomor dua di sini kan menggunakan ee GIS ya. Jadi di situ ada data utilitas existing yang digunakan. Nah, jadi utilitasnya seperti tadi ya, misalkan pompa dan sebagainya. Jadi ee itu akan muncul nanti. Jadi data G ini akan sangat membantu untuk memetakan ee elevasi, kontur atau kontur dari jalur pipanya. Itu sebenarnya itu cuman harus divalidasi kembali oleh ee pengukuran di lapangan. Jadi bisa seperti itu. Jadi sebenarnya ini sangat digunakan untuk pengerjaan profil hidrolis untuk cheisnya ini. Oke, saya kira itu saja tambahannya. Baik, Pak. Untuk pertanyaan selanjutnya dari Bapak ee apa saja kriteria teknis dan lingkungan yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan bangunan pelengkap seperti sumur kontrol debit, flow kontrol chamber pada jaringan sewer air limbah. Oke, di sini sumur kontrol debitnya ya. Ya, kalau kaitannya dengan sumber kontrol debit berarti di sini kriteria teknis atau apapun ya itu ya istilahnya kriteria peralatan yang harus ada di situ jelas ada alat ukur debitnya dan alat ukur debit ini bisa macam-macam sebenarnya ya. Jadi kalau terkait dengan kriteria karena ini bentuknya modelnya sumur sebenarnya kalau sumur kontrol ini biasanya di situ ada ini sih elevasi ada ada apa ya istilahnya lupa saya. Jadi ada alat ukur ketinggian lah ya. alat ukur ketinggian airnya seperti apa. Terus kemudian dan yang paling penting dia tidak boleh lama juga di sini karena sumur sumur ini kan hanya untuk sementara untuk mengumpulkan sementara ya jadi bukan bukan sumur untuk pengolahan. Jadi di sini jelas kalau terkait dengan kriteria teknisnya dia enggak boleh terlalu lama tinggal di sini. Sama seperti pengumpul yang tadi kurang lebih ya 10 sampai 20 menit itu sudah cukup maksimal dan yang paling penting tadi ada alat ukur ketinggian supaya ada ini. Dan kalau terkait dengan lingkungan ya tentunya terkait ee kalau misalkan terkait dengan perizinan ya otomatis ya tergantung luasannya dan sebagainya ya dan kalau lingkungannya berarti enggak boleh bocor dan sebagainya. Jadi kurang lebih ya sama seperti sumur-sumur yang lain, sumur ee sumur pengumpul, sumur kontrol debit, sumur yang pokoknya terkait dengan sumur itu kurang lebihnya sama sebenarnya hanya perbedaannya itu tadi aja. Baik, saya kira itu aja, Mbak. Baik, terima kasih atas paparan jawabannya. Ee selanjutnya Bapak pertanyaan dari ee Ibu Nisa. Bagaimana peran dan desain bangunan pelengkap berupa penangkap lemak dalam sistem pengolahan air limbah domestik di perencanaan sewer? Demikian Bapak ya. Kalau terkait dengan bangunan seperti ini, GRP itu sebenarnya tidak boleh ee sori ee pada prinsipnya sebenarnya minyak lemak itu enggak boleh masuk ke dalam shage. Harusnya seperti itu. Sehingga peletakan grrip ini harusnya berada di sumber. Jadi tidak di ee tidak di tidak berada di di perpitaannya, tapi lebih di sumbernya. Sehingga ee kalau misalkan dia tidak ada resikonya akan banyak gumpalan-gumpalan di dalam bangunannya itu atau di pipanya. Nah, kalau sampai terlalu banyak minyak lemak di dalam perpipaan, resiko tersumbat, resiko terjadi ee apa ya proses anerobik itu cukup besar. karena dia juga nempel-nempel di dindingnya kadang. Dan apalagi kalau misalkan minyak itu kan kalau kena air yang mengandung sabun dia teremulsi dan mengeras. Nah, ini juga enggak boleh. Makanya biasanya grisp itu ada di sumber tidak di dalam ee perbedaannya. Kurang lebihnya seperti itu. Baik, Bapak. Ee untuk pertanyaan selanjutnya dari ee Ibu Ika. Bagaimana bangunan pelengkap seperti sumur inspeksi mempengaruhi perubahan profil hidraulis aliran dalam sistem jaringan bebas sever. Oke, terima kasih. Jadi ee manhole itu tidak boleh mempengaruhi perubahan profil hidrolis aliran ya. Jadi profil hidrolis aliran itu harus sesuai dengan perencanaan. Kita tidak boleh mengubah hanya karena menempatkan manhole. Nah, sehingga di situ kalau seandainya ya manhul ini kan kecil saja sebenarnya hanya sekitar ya mungkin 1 m lah ya kurang lebih enggak enggak besar. Jadi dengan dengan adanya manhole ini bukan berarti ee profil hidrolisnya atau kemiringan pipanya itu langsung berubah, enggak. Jadi kita tetap mempertahankan itu. Jadi itu sangat kecil sekali perubahannya karena enggak enggak besar kok. Paling gede ya mungkin sekitar 1 m atau 2 m gitu. Jadi tidak terlalu ber ee tidak terlalu signifikan untuk ee mempengaruhi perubahan kemiringan atau profil hidrolisnya, saluran alirannya. Kurang lebih seperti itu aja. Selnya dari Bapak HI. Bagaimana pengaruh kemiringan pipa terhadap profil hidrolis dalam jaringan sewer dan apa konsekuensi jika kemiringan mipat terlalu landai atau terlalu curang? Ya, ini saya kira ee sudah terjawab di ini ya, sudah terjawab di sesi SAT tadi ya. Jadi kemiringan pipa ya, kemiringan pipa yang terlalu landai resikonya pasti nanti akan mempengaruhi sistem yang ee aliran atau hidraulika dari si air di dalam perpipaan itu. Jadi, baik itu apakah terlalu lali atau terlalu curam resikonya adalah sama. Artinya di sini yang kita harus kita jaga adalah kecepatan minimum, kecepatan maksimum, dan tinggi renangnya. Intinya tiga itu kalau terlalu randai berarti kemungkinan kecepatan minimumnya tidak terlampaui sehingga akan mengakibatkan endapan. Kalau terlalu curam otomatis kecepatan maksimumnya bisa jadi terlewati atau melebihi kecepatan maksimum atau bisa juga dia tidak melampaui kecepatan maksimum tetapi tinggi renangnya yang tidak tercapai. Nah, jadi ini yang harus diperhatikan. Tiga hal itu tadi yang harus diperhatikan. Jadi ee kita mengatur kemiringan berdasarkan itu. Saya kira itu. Baik, Bapak. Ee untuk pertanyaan selanjutnya dari Bapak Deki. Bagaimana perhitungan profil hidrolis pipa? Bagaimana perhitungan profil hidraulis pipa mempertimbangkan kehilangan energi akibat perubahan elevasi pada bangunan pelengkap seperti sambungan pipa dan Oke. Baik. Jadi begini mungkin ya ee ya di dalam perpipaan air limbah ini ini kan lebih ke salur alirannya gravitasi ya tidak seperti air minum yang bertekanan. Nah, kalau di perpipaan air limbah yang gravitasi manhule itu sama seperti pipa sebenarnya. Kalau tadi saya contohkan di slide di dalam menhul pun juga terbuka ya. tidak terbuka ee juga terbuka sehingga ini tidak ada tidak membedakan antara di dalam manhole sama yang ada di ee ee di pipanya sama gravitasi. Nah, kemudian walaupun juga sambungan pipa, sambungan pipa ini juga sama sebenarnya ada ada sisi head loss-nya ya, tapi kalau itu bertekanan akan sangat berpengaruh. Tapi kembali lagi ini gravitasi sehingga kalau ada kehilangan energi akibat perubahan elevasi pada bangunan pelengkap nanti perubahan elevasi ini sebenarnya itu ee atau gini kehilangan energi di dalam perpipaan kalau gravitasi itu akan terbent akan menjadi kemiringan. Jadi akan menjadi kemiringan. Boleh saya gambar, Mbak, ya? Mohon izin. Boleh, Bapak. Silakan menjawab. Ini akan sangat susah ini kalau enggak digambar. Sebentar atau saya masukkan sini aja? Oke, saya masukkan sini aja Pak Enak. Jadi begini ya, Bapak Ibu ya. Jadi kalau misalkan ee nah ini contohnya. Jadi ini pipa miring seperti ini dan ini tanah ya. Nah, kalau sebenarnya kita tarik garis lurus, kita tarik garis lurus dari sini ini seharusnya ya seharusnya kalau ini bertekanan kita bisa menjaga atau misalkan seperti ini ini sejajar mungkin mungkin enggak enggak enggak enggak enggak terlalu terlihat ya. Oke, sini aja. Garis ini sejajar dengan muka tanah. Nah, artinya apa? Di sini tidak ada energi yang hilang. Jadi, energi yang hilang di pipa itu sudah ditutupi oleh kemiringan ini. Nah, namun ya kenapa kok ini ada kemiringan yang lebih besar lagi di sini? Nah, ini adalah perubahan energinya Bapak, Ibu. di sini adalah perubahan energi. Jadi istilahnya kalau kita berbicara tentang tekanan di air minum, tekanan yang di sini itu akan berubah menjadi head loss atau kehilangan tekanan yang diakibatkan oleh gesekan-gesekan pipa dan sebagainya. Nah, itu akan mengurangi tekanan yang dipompakan. Nah, tetapi kalau di air limbah ini kalau gravitasi energi yang hilang itu itu akan dilupakan dengan kemiringan yang lebih besar daripada kemiringan tanah. Jadi kalau dibilang mengantisipasi dari apa itu namanya dari kehilangan energi akibat ee akibat adanya manhold dan akibat adanya per debit dan sebagainya itu sudah diantisipasi dengan beda elevasinya ini eh beda slop antara slop ee slop tanah dengan slop pipa. Jadi selisihnya ini itu adalah ee beda tinggi yang digunakan untuk mengatasi kehilangan energi di dalam pipa. Jadi kurang lebihnya begitu. Kalau dihitung ya ada hitungannya, tetapi tentunya dengan rumus-rumus yang cukup lumayan nanti seperti itu, Pak. Ee terima kasih atas pemaparan jawabannya. Mungkin Mas mungkin sudah sudah cukup Bapak untuk sesi tanya jawab kali ini. Ee dan baik demikian tadi pertanyaan dari Bapak Deki sekaligus menjadi pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab kita pada training online kita hari ini. Saya ucapkan terima kasih untuk pemateri kita pada hari ini yaitu Bapako, ST, MT yang telah membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan sekaligus sharing bersama dengan Bapak Ibu peserta training online hari ini. Kemudian terima kasih juga untuk Bapak, Ibu yang sudah aktif bertanya dan mohon maaf apabila ada pertanyaan yang belum terjawab karena waktu kita yang sangat terbatas sekali ya Bapak, Ibu sekalian. Semoga di lain kesempatan kita bisa bertemu kembali dan pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu bisa terjawab di sesi yang akan datang. Baik, seperti janji kami di awal tadi, kami juga sudah mengantongi nama-nama pemandangan doorpres yang beruntung. Baik, saya iz untuk share screen terlebih dahulu untuk pemenang doorpress pada training online kali ini yaitu Bapak Komarodin dari Cirebon. Lalu Bapak Khawarismi ee lalu Ibu Afriifa. Bagi pemenang, bagi pemenang silakan menghubungi kontak person untuk melakukan konfirmasi. Baik, ee kita sudah sampai di penghujung acara Bapak Ibu sekalian dan alhamdulillah hari ini ee baik di sesi pertama maupun sesi kedua kita telah belajar banyak melalui training online dengan topik penyusunan dokumen perencanaan teknik terinci teknik terinci pembangunan air limbah bangunan jaringan air limbah yang disampaikan oleh pemateri kita hari ini yaitu Bapak Alfan Purnomo, Stmtak banyak sekali ilmu yang kita dapatkan pada penyampaian materi yang disampaikan oleh pemateri kita hari ini. Semoga ilmu-ilmu tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua. Baik, selain itu kami juga ingin mengingatkan Bapak Ibu sekalian untuk mengisi kuesioner yang linknya juga sudah kami share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi. Dan sekali lagi saya izin menyingalkan Bapak Ibu, bagi yang belum request sertifikat sekaligus materi dapat mengisi link yang juga sudah admin kami kirimkan di kolom chat. Terakhir, terakhir kata saya ucapkan terima kasih kepada pemateri kita hari ini yaitu Bapak Alfan Purnowo ST,mt yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi dan sharing materi bersama kami bersama kita dari pagi hingga siang hari ini. Lalu saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnamaap Putra, ST, MNG selaku founder dari Butik Darul Ulang Projek B Indonesia sekaligus sekretaris Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Dan juga tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada panitia dan peserta yang telah berkontribusi dan sangat antusias selama training online ini berlangsung. Sampai bertemu lagi di training online selanjutnya tentu dengan topik dan tema yang lebih menarik lagi. Akhir kata, saya selaku MC sekaligus moderator memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memandu acara ini terdapat kesalahan kata ataupun perbuatan. Saya Sabai Nurifah pamit undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Pak Alfan semuanya. Terima kasih semuanya. Terima kasih atas partisipasinya. Terima kasih Pak Hijrah. Terima kasih Mbak Sabrina. Saya izin live ngih. Monggo, Pak