Transcript
FtGHlVti9mM • PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN TEKNIK TERINCI PEMBANGUNAN AIR LIMBAH 2
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0117_FtGHlVti9mM.txt
Kind: captions
Language: id
Indonesia yang bekerja sama dengan
Jurusan Teknik Lingkungan Universitas
Islam
Indonesia. Bersama dengan saya Afifah
selaku MC sekaligus moderator yang akan
memandu sesi du ini dari pukul 13.00
hingga pukul 15.00 waktu Indonesia
Barat. Melanjutkan sesi pertama tadi,
training online ini mengusung topik
penyusunan dokumen perencanaan teknik
terinci pembangunan jaringan air limbah
yang akan disampaikan oleh pemateri kita
yaitu Bapak Alfan Purnomo,
STFT. Sebelum masuk ke materi training
online kita, saya mohon izin
mengingatkan Bapak
Ibu untuk dapat mengisi daftar hadir
atau presensi di link yang telah admin
kami kirimkan di kolom chat. Kemudian
dengan hormat saya meminta kesediaan
Bapak Ibu sekalian untuk menonaktifkan
mikrofon selama kegiatan berlangsung
supaya kita dapat menikmati materi yang
disampaikan dengan baik. Bapak, Ibu
sekalian, kami dari panitia juga
melakukan live streaming melalui YouTube
channel kami di Project B Indonesia.
Jadi semisal selama acara training
online berlangsung, ada Bapak Ibu yang
terkendala dalam Zoom, tidak perlu
khawatir karena Bapak Ibu juga tetap
bisa mengikuti training online ini
melalui YouTube channel kami di Project
B Indonesia.
Selanjutnya kami juga masih membuka
kesempatan untuk Bapak Ibu yang ee
mungkin ingin mendapatkan door price
spesial dari kami dapat memberikan
pertanyaan terbaiknya di kolom chat
dengan format nama kemudian pertanyaan
yang ingin ditanyakan dan nanti akan
kami pilih tiga penanya terbaik di akhir
acara untuk mendapatkan door price
spesial dari kami. Lalu Bapak, Ibu juga
dapat membuat story Instagram semenarik
mungkin dan jangan lupa tag Instagram
kami di
@projectbindonesia dan akan kami pilih
dua pemenang story terkreatif untuk
mendapatkan door price spesial dari
kami. Baik, ee tanpa berlama-lama lagi
kita akan langsung lanjut ke acara inti
kita
yaitu penyampaian materi. Mungkin
langsung saja kami persilakan kepada
Bapak Alfan Purnomo, ST, MT untuk
melanjutkan penyampaian materinya.
Waktunya kurang lebih sampai pukul
14.30. Kepada Bapak Alfan, waktu dan
tempat kami persilakan.
Baik, terima kasih Mbak Sabrina atas
waktu dan
kesempatannya ya. Ee mohon izin share
screen ya.
Oke, ya. Ee melanjutkan materi terkait
dengan penyusunan dokumen perencanaan
teknik rinci pembangunan jaringan air
limbah. Jadi pada sesi yang pertama tadi
itu ee materi yang sudah
disampaikan berakhir pada perencanaan
jaringan perpipaan ya artinya di sini
perhitungan dimensi
pipa. Nah, untuk yang sesi kedua itu
adalah lanjutan dari
perencanaan ee dari ee lanjutan dari
perhitungan dimensi pipanya yang tadi.
Jadi ee kalau tadi ee ada beberapa
kriteria ya yang wajib diperhatikan di
dalam perencanaan dimensi pipa di situ
ee ada beberapa hal
yakni kecepatan minimum di dalam aliran
air limbah di dalam pipa.
kemudian ee kecepatan maksimum aliran.
Kemudian yang paling penting lagi
sebenarnya adalah tinggi renangnya atau
kedalaman minimum aliran air di dalam
pipa. Jadi tiga hal itu harus
benar-benar dilakukan pengecekan pada
saat perencanaan atau perhitungan
dimensi pipa. Kenapa? Karena kaitannya
nanti adalah di operasionalnya ya.
operasional terutama dalam
pembersihan endapan atau kotoran-kotoran
di dalam pipa. Karena kalau ee tinggi
renang dan kecepatan minimum tadi tidak
memenuhi kriteria, maka kemungkinan
munculnya andapan itu akan menjadi
sangat besar.
Oke, untuk berikutnya ee kita
mulai
dari bangunan pelengkap ya. Jadi,
setelah tadi kita belajar
mengenai apa itu perhitungan dimensi
pipa, sekarang ini adalah bangunan
pelengkapnya. Jadi, kalau kita melihat
bangunan pelengkap yang ada di jaringan
perpipaan itu cukup banyak juga ya.
Kalau kita lihat di sini ketika dirinci
dengan baik di sini kurang lebih ada
sembilan semilan semunan pelengkap.
Namun ya kembali lagi ada yang sifatnya
wajib, ada yang
sifatnya ee jika
diperlukan. Nah, ada sembilan ee
bangunan pelengkap di sini antara lain
manhole atau lubang untuk inspeksi ya.
Jadi di situ nanti ee di setiap di
seluruh jaringan perpipaan pasti akan
ada manhold dan lubang inspeksinya.
Kemudian ada sifont. Si font ini pun
juga sifatnya tidak wajib ya. Boleh
diganti yang lain boleh. Jadi ee
tergantung apakah membutuhkan sifont
atau tidak. Jadi kalau tidak membutuhkan
ya sudah enggak ada masalah.
Kemudian terminal clean
out. Jadi di sini ada tempat pembersihan
dan sebagainya ya. Nanti kita jelaskan
di situ. Ada building sewer atau host
connection ini di eh sambungan
rumahnya. Kemudian ventilasi udara ini
juga wajib ada. Sumur
pengumpul itu juga ada. Terjunan ini
juga ee tidak pasti ada ya. Tidak harus
ada terjunan ini karena tergantung dari
elevasi.
Elevasi itu tergantung dari
ee elevasi atau topografi
di wilayah pembangunan ee jaringan
terpipang. Kemudian ada bangunan
penggelontor. Ini juga jika
diperlukan, pompa ini juga jika
diperlukan. Ya, jadi ada beberapa hal
bangunan pelengkap di sini yang memang
sifatnya wajib dan memang dia
diperlukan. dan satu lagi sifatnya
memang tidak wajib atau ee dia akan
digunakan jika
dibutuhkan. Oke, saya langsung saja
terkait dengan
manhole ya. Ee manhole di sini seperti
tadi yang saya sampaikan, dia merupakan
lubang untuk memeriksa atau memelihara
dan memperbaiki saluran ya. Jadi, manh
itu secara umum intinya cuman ada lubang
yang bisa dibuka tutup ee tutupnya bisa
dibuka dan kemudian ada tangga untuk
masuk. Intinya cuman itu saja ya. Nah,
namun ada beberapa hal yang harus
ditentukan di dalam ee peletakan manhu
ini. Dan selain itu konstruksinya juga
harus ee bukan berarti khusus ya.
Artinya di sini perlu diperhatikan juga
karena begini, karena
ee pipa itu seperti yang pada sesi satu
tadi ya, pipa itu akan ee direncanakan
sesuai dengan kebutuhan kemiringannya.
Nah, kalau seandainya kemiringan pipa
itu ternyata lebih besar daripada
kemiringan lahan atau tanah, maka
otomatis makin lama saluran itu makin
dalam
sehingga otomatis nanti kebutuhan anak
tangga itu tidak bisa sama. Contoh saja
seperti gambar yang di samping ini ya.
Pada gambar ini itu sangat terlihat ya
bahwa ada dua anak tangga di sini.
Nah, ini kalau dibuat lurus ini akan
menjadi masalah
ya. Dari sisi strukturnya juga tidak
bagus, kemudian dari ee orangnya sendiri
juga tidak bagus. Artinya apa? Bisa
dibayangkan pada saat
masuk terus begini sampai bawah sambil
mungkin membawa peralatan itu akan
menyusahkan. Tetapi kalau di sini itu
menjadi lebih enak. itu contoh kalau
terkait dengan fungsi dari ee dilihat
dari kacamata pemakainya. Tetapi kalau
dilihat dari konstruksi dan
macam-macamnya ini otomatis ya terkait
dengan ee K3-nya dan sebagainya ini akan
menjadi lebih bagus ya.
Nah,
kemudian karena di sini ada pemakai atau
orang yang turun ke bawah untuk ee
pemeliharaan saluran dan sebagainya,
maka otomatis lubangnya pun juga harus
menyesuaikan ya, menyesuaikan dengan
diameter rata-rata orang. Nah, mungkin
ini yang agak-agagak repot ya, karena
diameter minimumnya adalah 60 cm.
Maksimumnya berapa? maksimumnya untuk
saat ini sih belum ada kategori maksimum
ya. Hanya saja ee biasanya kalau terkait
dengan
ee material yang ada di lapangan yang
diameter yang ada di lapangan seperti
sumuran itu ya biasanya hanya 60 dan 80
biasanya yang dipakai seperti itu
sehingga nanti kalau
memang model manho-nya model-model yang
seperti ini yang dimasuki orang berarti
nanti operator yang masuk ini juga
enggak boleh terlalu gemuk karena
otomatis di sini ya pasti tidak cukup
nanti kalau dia terlalu gemuk. Nah,
tetapi mainhole ini juga bagaimana kal
ee agak berbeda kalau
misalkan dia
menggunakan ee jaringan perpipaan dengan
model soello atau small purer ya. Jadi
dengan dua model yang seperti itu
mungkin agak-agak susah. Kenapa? Karena
dengan lingkup wilayah pelayanan yang
kecil otomatis pipanya kecil sehingga
tidak mungkin kalau orang itu masuk ke
sini. Jadi orang yang masuk ke sini itu
hanya untuk yang ukuran besar seperti
ini. Nah, seringkiali kalau model-model
small sewer ataupun seller itu istilah
yang umum digunakan oleh
ee apa ya istilahnya
ee orang yang pengelolanya lah
pengelolanya itu kadang istilahnya
disebut dengan bak
kontrol ya.
Jadi apakah mainhole atau Pak Control
ini sama? Seharusnya berbeda. Tetapi
karena modelnya yang ee fungsinya beda
ya, tapi dengan tentuan dari
konvensional sewer, small core suer dan
juga eh siler, otomatis nama ya itu
untuk memudahkan orang saja
menyebutkannya.
Nah, kalau terkait dengan konstruksi
manhole, kurang lebihnya model-modelnya
seperti ini. Jadi, kalau memang pipanya
besar sehingga di sini otomatis menolnya
juga lebih besar. Dan ini tutupnya bisa
dibuat macam-macam seperti ini.
Tergantung kebutuhan mau model yang
bagaimana. Kalau di beberapa negara di
Eropa itu rata-rata sudah ee
dimodifikasi dengan baik seperti ini ya.
sehingga jalanan itu seakan-akan seperti
kanvas bagi artis dalam artian itu
kanvas bagi seniman-seniman yang ada di
sana
ya. Jadi kalau di sini ya jangan cuman
ditulis
nama program aun gitu ya jangan ditulis
seperti itu saja tapi juga bisa di
model-model seperti
ini. Itu juga bisa.
Nah, penempatan manhole ada beberapa
titik di dalam penempatan manh. Jadi,
manh ini tidak sembarangan
penempatannya. Cuman kembali lagi untuk
konvensional, smaller, dan juga
soloer ini harus hati-hati di dalam
penempatan terutama jarak antarnya ini
ya. Kenapa? Seringki ini tergantung dari
pola pola pengguna jaringan pipanya.
Kalau secara teoritis kurang lebihnya
seperti ini. Diameter pipa sekian sampai
sekian milimeter. Jarak menolnya sekian
sampai sekian dan seterusnya. Nah, ini
yang menjadi masalah ya
nanti. Kenapa? Karena nanti bisa
kemungkinan diameter ini berubah-berubah
di awal kecil kemudian makin lama makin
besar dan akhirnya menjadi lebih besar.
Makanya penempatan manhold salah satunya
adalah di perubahan dimensi saluran ya.
Kemudian perubahan pipa. Perubahan
saluran atau pipa gitu ya. Terus
kemudian perubahan slop saluran.
Misalkan awalnya slopnya agak datar
kemudian miring seperti ini. Nah ini
dimulai dari manhle. Kemudian belokan
pipa atau pertigaan.
Nah, jadi ada beberapa hal
yang diperhatikan pada saat pemasangan
atau penempatan manhul ini. Nah, seperti
tadi yang saya ceritakan tadi ya,
terkait dengan
konvensional, saler dan
smaller. Penempatan manhole eh seringki
berbeda di
kedua eh model shower yang terakhir itu
seler dan smallb shower. Kenapa? Tadi
saya sempat menyinggung bahwa ini
semuanya tergantung dari
pola dari si pemanfaat itu atau pengguna
atau pelanggan dari jaringan perpipan.
Kenapa? Karena begini, smallboard sewer
dan seller itu punya masalah. Dia
kawasannya kecil, pipanya kecil sehingga
orang itu tidak bisa masuk kalau masuk
manhul.
Sehingga untuk pipa otomatis
pembersihannya harus menggunakan alat.
Berbeda dengan konvensional sewer.
Konvensional suer itu bisa lebih dari ya
200, 500 mili itu masih ada ya. Kadang
bisa sampai 1000 mm atau ukuran 1 m.
Sehingga orang kalau jongkok itu masih
bisa.
Nah, kalau dengan menggunakan seluer
atau small purwer yang ukurannya ee
kecil-kecil ya, kurang lebih mulai dari
4 inch atau sekitar 10
cm sampai dengan 50 mm ini. Jadi, jadi
sangat-sangat kecil sekali ya. Jadi 100
ya kurang lebih di
sinilah kalau ee kita menggunakan seller
ataupun smaller. Jadi sekitar 100 sampai
150 dan 150 sampai 200 kurang lebih di
sini. Nah, kalau kita menggunakan jarak
antar manh di
sini ini cukup jauh ya. Ini cukup
jauh. Artinya apa? Kalau seandainya ada
kotoran misalkan mohon maaf nih pembalut
masuk di situ karena ada kadang pembalut
itu dibuang di WC kemudian masuk
akhirnya ikut di
perpipaan. Kalau kita
memainkan dengan jarak antar manhole 125
sampai 150 untuk ukuran 100 sampai 150
mm pipa. Nah, ini menjadi masalah.
Bagaimana kalau seandainya ee hambatan
atau kotoran itu berada di
tengah-tengahnya, misalkan pada jarak 50
m dari manful.
ini seringki menjadi masalah bagi
pengelola terutama di IPAL Komunal yang
biasanya
memanfaatkan ee small
borser. mereka menjadi ee selalu
komplain dengan model-model manhu yang
jaraknya jauh-jauh seperti ini sehingga
mereka akhirnya meminta itu dibuatkan
semacam manful ya atau Pak kontrol tadi
tetapi jaraknya
pendek. Jaraknya seberapa pendek?
Biasanya sekitar 20 sampai ya 20 meteran
lah kurang lebih ya. Kurang lebih
sekitar 20 man. Jadi dulu itu ada
beberapa kelompok masyarakat gitu ya
yang menjadi pengelola IPAL Komunal.
Mereka selalu berpendapat bahwa panjang
jarak antar manhol yang besar ini itu
akan mengganggu kerja mereka. Jadi
mereka hanya
menggelontor. Bisanya hanya itu. Kalau
dengan menggunakan jarak antar manhol
seratusan meter ini mereka hanya
menggelontor pakai air dan itu pun belum
tentu efektif menurut mereka.
Nah, kenapa ya bisa jadi karena
tekanannya kurang atau airnya sedikit
sehingga belum sampai pada lokasi yang
dituju endapan itu tidak bisa hancur.
Nah, ini yang menjadi utamanya di situ.
Lalu, bagaimana caranya? Nah, dengan
menggunakan jarak antar minh yang
diperkecil tadi sekitar 20 meteran,
mereka bisa memanfaatkan misalkan kita
pakai besi ya, besi yang biasanya
dipakai untuk cor untuk tulangan. Nah,
itu mereka bisa menggunakan
itu. Jadi, mereka bisa menggunakan itu
dengan panjang tertentu. Misalkan ya
ditarik misalkan 10 m ya sudah 10 m
ditarik dari sisi yang
terdekat seperti itu. Sehingga kotoran
yang di tengah itu masih bisa diambil.
Jadi ee kalau di lapangan jarak antar
manh ini bisa menyesuaikan sebenarnya
ya, terutama untuk yang small ser
ataupun seller. Tapi kalau konvensional
suer sudah ini kita bisa pakai yang
seperti
ini. Nah, ini contoh gambar manhole ya.
Jadi kalau ee Bapak Ibu membayangkan
mainhole itu seperti apa, kurang
lebihnya gambar manhohle seperti ini.
Jadi mainhole itu ada menu lurus,
belokan, dan tiga saluran atau
pertigaan. Nah, yang paling menarik itu
yang banyak orang enggak tahu bahwa
manhole kalau modelnya pipa kecil-kecil
seperti ini, ini kebetulan yang untuk ee
small boer ya, karena pipanya
kecil-kecil. Nah, di tengah ini dibuat
saluran Bapak, Ibu. Jadi, ee di tengah
dalam manhol-nya ini
dibuka jadi tidak tertutup. Beda dengan
pipa air minum. Pipa air minum kalaupun
pertigaan itu kita pakai TE ya. Seperti
tadi yang ada pertanyaan seperti itu.
Jadi pakai TE. Tetapi kalau yang di sini
di air limbah di dalam manh ini enggak
boleh ada TI.
ketika ada belokan atau pertigaan mau
enggak mau dia harus terbuka seperti
ini. Kenapa? Nah, di sinilah fungsinya
untuk
membersihkan ya. Jadi kalau misalkan
kalau ini lihat pipanya kemungkinan dia
larinya ke sini karena ini sepertinya
pipanya lebih
besar. Ini kemungkinan saja. Nah,
kemudian kita masukkan besinya tadi di
sini. besi di sini dimasukkan menuju
pipa terus terus terus sampai ketemu
titik lokasi penyumbatnya di mana. Nah,
itu yang saya maksud tadi. Kenapa di
dalam atau di lapangan manhole ini
biasanya dimodifikasi jaraknya untuk
memudahkan
operasional? Kemudian
sifon ya.
Sifon di sini adalah bangunan
perlintasan pada saat saluran harus
melintasi sungai atau
lembah atau juga rel kereta. Kenapa saya
tadi bilang atau menyampaikan bahwa si
fon ini tidak harus ya tidak harus ada?
Kenapa? Karena ini kembali lagi ke
penentuan jalur pipanya.
Seperti tadi saya contohkan ada gambar
peta, kemudian ada blok pelayanan dan
juga ada jalur pipanya. Di situ kita
bisa menghindari sungai ya. Di situ kita
bisa menghindari sungai atau kalau
memang dipaksa harus ada harus melewati
sungai ya enggak apa-apa. Berarti nanti
ada bangunan sifon di bawah sungai
ataupun lembah ya. Tapi tentunya di sini
harus hati-hati sungainya ini sedalam
apa. Kalau dia terlalu dalam maka
agak-agak susah nanti terkait dengan
konstruksinya. Sehingga biasanya sungai
yang batasannya itu sungainya tidak
terlalu dalam biasanya. Tidak terlalu
dalam ee tidak terlalu dalam tapi
walaupun luas lebar ya enggak
masalah. Lembah pun juga sama seperti
itu. Kalau terlalu dalam efeknya apa?
Kalau terlalu dalam ya, misalkan
sungainya keedalaman mungkin ya sekitar
6 atau 7 m gitu ya, itu resikonya nanti
kotoran-kotorannya ini ketika naik ini
agak-agak susah. Walaupun secara
hidraulika sebenarnya bisa tetapi
tergantung kembali tergantung dari berat
berat kotoran dan kecepatan aliran di
dalam pipa. Jadi kalau memang itu
tekanannya kurang karena ini bertekanan
jatuhnya terkait dengan sifon. Kalau
tekanannya kurang dan ee kotorannya ini
cukup berat ya, otomatis dia tidak bisa
naik. Nah, ini yang menjadi
masalah. Kemudian kalau rel kereta ini
bisa menggunakan sifon, bisa tidak.
Kenapa? Karena kembali lagi pipa air
buangan ini berada di bawah tanah dan
lokasinya menyesuaikan dengan kemiringan
sehingga misalkan pada
saat misalkan di sini ada rel kereta ya
misalkan di sini ada rel
kereta tapi kemudian rel yang masuk ke
sini eh sori pipa yang melewati rel ini
itu jauh di bawah
karena dia di tengah-tengah jalur
sehingga mungkin jaraknya sekitar 3
sampai 4 m di bawah tanah. Itu berarti
kita tidak perlu dengan ee tidak perlu
menggunakan bangunan sifon itu tinggal
kita buat ee penguat saja. Jadi
menambahkan casing, menambahkan casing
di pipanya selesai sehingga tidak
mempermasalahkan permasalahan rel kereta
ini. Jadi si font ini enggak harus ada
ya. Enggak harus ada tapi bisa ee kita
gunakan dengan cara lain. Tapi kalau
memang tidak ada cara lain ya mau enggak
mau reses dengan sifon ya sudah. Ini
contoh sipon aja yang sudah enggak
dipakai ya.
Ini contoh sifon yang tidak dipakai. Dia
di bawah jembatan ini
kebetulan. Terus ini sebentar saya hapus
dulu.
Oke.
Nah, bagaimana sih kon itu bekerja?
Mungkin Bapak, Ibu sudah sebenarnya
sudah sangat awam ya dengan apa ya,
sudah familiar lah dengan si fon itu
sebenarnya. Cuman kita enggak tahu kalau
namanya itu siion fon. Biasanya kalau
ada bak mandi yang dikuras kalau
misalkan tidak punya pengurasan, lubang
pengurasan di bawah bak mandi itu
biasanya kita menggunakan selang seperti
ini atau mungkin pada saat membersihkan
akuarium atau apa kita menggunakan
selang seperti ini. Jadi sifon itu
kurang lebihnya seperti ini saja.
Nah, ini yang tadi yang saya maksud.
Jadi di sini si fon naik, di sini ada
generator untuk mendorong ya untuk
menarik dan mendorong si air ini tadi
supaya bisa melewati ee lokasinya
tadi. Jadi kurang lebih si font itu
seperti
itu. Sehingga yang harus
di yang kedua adalah
pembersihannya. Karena si fon itu
nantinya di bawah sungai ya. Jadi, maka
agak susah pastinya membersihkan. Oleh
karena itu, bagaimana cara
pembersihannya itu harus
dipikirkan sehingga banyak
ee orang-orang yang
merencanakan perpipaan air limbah itu
biasanya menghindari sungai. Tapi
resikonya juga satu, kalau kita
menghindari sungai berarti sungai
menjadi batasan. batasan bahwa pelayanan
IPAL atau IPLT-nya ya sudah sampai di
situ. Artinya kalau misalkan ada satu
wilayah besar dibagi menjadi tiga
ee yang dibatasi oleh dua sungai berarti
nanti tiga-tiganya ini harus punya IPAL
atau IPLT yang
berbeda. Seperti itulah kurang
lebihnya. Kemudian terkait dengan
kehilangan energi di sini ya. Ini ini
tampak atas
saja. Nah, di dalam sifon itu otomatis
aliran airnya berbeda dengan aliran air
di dalam pipa. Kalau di dalam pipa tadi
aliran air itu kurang lebih sekitar 0,6
ya minimal minimal 0,6
m/dik. Tetapi kalau di sifon itu harus
lebih besar daripada 1
m/detik. Nah, kenapa seperti itu?
Ya, kalau tadi di pipa dengan 0,6 itu
dia bisa membersihkan pipanya sendiri ya
kan. Dia bisa membersihkan apannya itu
dari pipa.
Tetapi apakah mungkin terjadi
pengendapan di dalam pipa dengan
kecepatan 0,6? Masih sangat mungkin ya.
Masih sangat mungkin. Nah, kalau di sini
si font dibuat lebih besar daripada 1
m/detik. Untuk apa? untuk memastikan
memang tidak akan ada pengendapan sama
sekali di dalam pipa selama dia berada
di bawah sungai atau lembah atau rel
kereta tadi ya. Jadi
begitulah kurang lebihnya terkait dengan
kecepatan. Nah, kemudian dengan
fluktuasinya debit air limbah maka di
sini si itu dibuat tiga buah.
Ada pipa untuk debit
minimal, ada untuk pipa dengan debit
rata-rata, dan ada pipa untuk debit
maksimum.
Sehingga pipa-pipa yang ada di dalam
sipon ini tinggi renangnya masih ada.
Eh, sori bukan tinggi renang artinya
masih ada aliran di sini. Jadi tidak
boleh airnya dimasukkan sifon terus
kemudian habis loh, Pak. Habis, Pak.
Enggak ada airnya di sini. Nah, itu
enggak boleh. Kenapa? Karena kalau dia
sampai kehabisan dan tidak ada air,
berarti tidak ada aliran nanti di dalam
pipa. Sehingga kalau tidak ada aliran di
dalam pipa, berarti kecepatan yang lebih
besar dari 1 m/detik ini akan menjadi
hilang atau nol karena dia tidak ada
aliran sama
sekali. Dan dengan kecepatan yang ee
hilang tadi ya atau diam, maka risiko
pengendapan pasti sangat besar dan itu
pasti ada.
Nah,
artinya inilah perencanaan yang paling
penting ya. Jadi, kita harus membagi
pipa pipipanya itu supaya dia tidak
menjadi kehabisan air pada saat
digunakan. Jadi harus tetap ada air yang
melewati sifon
ini. Ini yang agak repot loh. Misalkan
kalau terjadinya
ee debitnya minimal bagaimana?
Nah, kalau debitnya minimal ini, maka
yang di yang dijalankan pipanya hanya
debit hanya pipa untuk minimal ini
saja ya. Jadi hanya pipa minimal saja
lah. Terus kalau rata-rata bagaimana?
Apakah harus pakai yang satunya? Nah,
kalau rata-rata berarti ada dua pipa
yang jalan. Pipa minimum dan pipa
rata-rata.
Berarti nanti debit yang masuk ee debit
yang masuk di pipa rata-rata itu adalah
debit dikurang debit rata-rata dikurangi
debit
minimum. Nah, kalau yang maksimum
gimana? Berarti tiga-tiganya
jalan. Nah, inilah nanti bagaimana kalau
habis maksimum kembali ke minimum. Nah,
itulah nanti
fungsinya model generator ini. Dia harus
bisa nyedot itu ya.
Makanya agak-agak susah sifon ini
sehingga ee enggak banyak orang itu
menganjurkan adanya sifon. Lebih baik
dihindari. Resikonya cukup besar
sebenarnya karena fluktuasi air limbah
ini tidak seperti
sungai dan ee saluran-saluran drenase
gitu ya. agak susah karena kebanyakan ee
aplikasi SIPON di Indonesia ini
kebanyakan memang untuk irigasi dan
sungai. Jarang untuk air
limbah. Kemudian terminal clean out.
Nah, terminal clean out ini dia
fungsinya memang untuk pembersihan ya
dan penerangan.
Jadi
ee di sini dia di ujung di bagian paling
ujung awal saluran dia di situ
dimasukkan dimasukkan alat penerangan
ataupun untuk pembersihan dan sebagainya
bisa masuk lewat situ. Dan biasanya sih
penerangan karena kalau ini pipanya
besar ya kalau pipanya kecil biasanya
cuman ya lubang untuk pembersihan aja.
Kalau di sini dia tidak ada aturan
khusus terkait dengan terminal clean out
ini. Karena
memang ee terminal clean out ini
fungsinya hanya untuk
menyisipkan penerangan tadi ya. Jadi
hanya untuk tempat kabel menyalurkan
aja. Jadi enggak ada enggak ada apa-apa
di
situ. Kemudian host connection atau
sambungan
rumah ya. Jadi ini jelas sekali ya.
Karena dia sambungan rumah, berarti dia
menyambungkan antara pipa dengan
rumah. Nah, di sini yang menarik adalah
seperti tadi kita harus menyesuaikan
dengan tiga jenis pipa ee tiga jenis
jaringan perpipaan R5 tadi. Yang pertama
eh konvensional.
Konvensional di sini dia mau tidak mau
harus menyambungkan dari titik buangan
rumah langsung masuk ke pipa
penerimanya. Begitu juga dengan seller.
Tetapi kalau host connection pada small
forer itu berbeda karena small forser
inputnya itu dari outlet tangki septic.
Jadi perbedaannya di situ ya. Jadi harus
koneksinya otomatis
berbeda. Nah, kapan kita harus membuat
sambungan rumah? Nah, sambungan rumah
ini sebaiknya dibuat pada saat
pemasangan saluran air dilakukan, ya.
Artinya apa?
Jadi pada saat pelaksanaan pembangunan
pipa, konstruksi pipanya, di sinilah
butuhnya pembuatan host connection ini.
Sehingga mau tidak mau sebelum sambungan
ee sebelum perencanaan perpipaan itu
dibangun, kita juga harus bisa memetakan
mana rumah yang mau disambung, mana yang
tidak mau. Sehingga house connection-nya
itu bisa dibangun bersamaan dengan
pipanya.
fungsinya untuk apa ya? Cuman untuk
mengurangi atau menghindarkan adanya
kemungkinan akibat yang kurang baik
saja. Contoh ini pernah terjadi ya,
akhirnya
ee pengelolanya itu atau operatornya itu
kayak ya dibilang kapok ya kapok
dibilang enggak ya
enggak ya. Karena kenapa enggak kapok?
Karena tugasnya seperti itu dibilang
kapok ya. dia agak mangkel sebenarnya.
Kenapa? Misalkan dia akan nyambung, tapi
sebelumnya dia enggak mau nyambung.
Kemudian dia mau nyambung, sehingga
mereka harus membuka saluran
pengeluarannya ini. Nah,
ketika
menyambung posisinya harusnya tidak
boleh ada orang rumah yang membuang
tetapun di saluran itu. Artinya apa?
tidak boleh buang air besar, tidak boleh
membuang cucian eh membuang air cucian,
air bekas masak dan sebagainya. Green
water ataupun black water itu enggak
boleh. Nah, ada pada suatu saat ada
orang itu mau menyambung small ber
padahal ya small ber. Jadi dia mau
menyambung dari outlet tangki septik.
Ternyata tidak disebutkan bahwa tangki
septiknya itu punya masalah.
Masalahnya itu adalah pipanya ini
tersumbat karena kotoran. Jadi ketika
mau disambung tiba-tiba kotorannya ini
kena wajah orang operatornya ini. Jadi
ya agak-agak bingung dia sebenarnya kena
badannya kotoran-kotorannya itu.
Seharusnya itu dikuras dulu baru
disambung. Tetapi karena mereka bilang
ini enggak ada apa-apa dan sebagainya,
salahnya juga si operator mempercayai
langsung tidak dicek kebenarannya.
Akhirnya pas waktu dipasang dari tangki
septik kotorannya itu keluar mengenai ee
badannya. Jadi kurang lebih seperti itu.
Makanya kalau dilakukan pada saat ee
pelaksanaan atau pembangunan perpipaan
itu akan menjadi lebih enak. Tapi kalau
memang tidak bisa ya sudah mau diapakan
lagi artinya harus
hati-hati. Nah, ini kurang lebihnya
contoh host connection ya.
Jadi ini house connection-nya pipanya
berada di sini. Nah, nanti ini ada
slokan nanti ini tinggal langsung aja
menuju ke sini. Nah, yang paling tidak
enak itu sebenarnya ini Bapak Ibu ya.
Bapak Ibu kalau lihat di sini ada pipa
lagi. Pipa ini terpaksa dinaikkan
sedikit
ini. Makanya inilah pentingnya kenapa
tadi saya
menyampaikan profil jalan itu penting
terutama untuk fasilitas bawah jalan.
ini ketika kita membuka lah ternyata ada
pipa air bersih di
sini. Ini menjadi masalah lagi ini kalau
misalkan ini
putus. Nah, itulah kenapa tidak boleh
tidak boleh asal menggali dan sebagainya
harus di ee dipastikan kembali apakah di
situ ada fasilitas bawah jalan atau
tidak.
Kemudian ventilasi
udara. Karena di dalam pipa ini kita
menyalurkan air limbah.
di mana air limbah itu ada bahan
organik, ada
bakteri, otomatis di situ ada proses
makan nya bakteri, ya.
Karena dia makan, otomatis ada perubahan
bahan kimia atau senyawa kimia yang ada
di air limbah itu. Jadi senyawa kimianya
tadi ya, senyawa kimia yang berada di
air limbah misalkan bahan organiknya itu
diuraikan oleh bakteri selama perjalanan
menuju IPAL ataupun IPLT dan kemudian
akan muncul gas ya, akan muncul gas yang
dihasilkan dari reaksi itu. Nah, gas ini
ini ada dua macam. Kalau dia modelnya
aerobik atau ada ventilasi udara, maka
gasnya ini masih cukup aman, Bapak, Ibu,
ya. Gasnya masih cukup aman. Kenapa? Gas
yang dikeluarkan harusnya hanya CO2 atau
karbon dioksida. Kalau karbon dioksida
saya kira di seluruh manapun kita
menghirup udara seperti ini aja sudah
kita sebenarnya sebagian ada karbon
dioksida yang masuk ke paru-paru kita.
dan ada gas lain mungkin kecil senyawa
sulfur ya mungkin H2S atau apa yang
menyebabkan bau. Nah, itu kalau ada
ventilasi udara. Kalau tidak ada atau
misalkan ventilasi udara ini tersumbat
ya karena ventilasi udara di dalam
perpipaan itu bukan seperti ventilasi
udara di tangki
septik. Kalau di tangki septik kan ada
pipa kemudian atasnya T di situ dia
keluar udaranya. Nah, kalau di sini
tidak, Bapak,
Ibu. Ventilasi udara yang ada di
perpipaan itu bisa ditaruh di
bagian manhole, ditutup maninhle-nya.
Jadi, manhole itu selain buat orang
keluar masuk, itu juga sebagai sarana
ventilasi udara.
Makanya biasanya orang yang mau masuk ke
dalam saluran melalui manhule ataupun
Bapak
Ibu yang membuka tutup main atau Pak
Kontrol di seler atau smaller yang ada
di IPAL
Komunal, ada satu saran lagi dari saya,
jangan sampai menyalakan api di dekat
situ
ya. Kenapa? Yang dikhawatirkan adalah
kalau ternyata ventilasi udaranya ini
enggak cukup, mungkin tersumbat atau apa
oleh kotoran. Nah, resikonya apa?
Resikonya adalah proses di dalam air itu
menjadi
anaerobik. Kalau anaerobik akan muncul
yang namanya gas CH4 atau gas metan atau
biogas. Ini gampang sekali
dia ee gampang sekali dia terbakar,
Bapak, Ibu, ya. Jadi kalau seandainya
Bapak, Ibu ada yang ada yang mengawasi
model seperti itu atau yang bertugas
seperti itu, sebaiknya dibuka tutupnya
dulu,
dibiarkan. Dan kalau Bapak, Bapak-bapak
biasanya ada yang merokok daerah situ
ya, Bapak-bapak dan Mas-mas yang
ngerokok daerah situ sebaiknya suruh
agak
menjauh. Nah, ini pernah ada pengalaman
model-model seperti itu ya.
Jadi, Bapak ada Bapak yang merokok
sambil membuka tutup
manhole diberitahu juga enggak mau, Pak,
rokoknya dimatikan
dulu. Jangan jangan membuka sambil
merokok. Dan akhirnya apa? Betul, Bapak,
Ibu. Jadi, ketika dibuka
langsung ada gas langsung memicu api di
rokoknya itu. Dan akhirnya rokoknya itu
muncul api segera dia
buang. Kalau enggak segera dia buang,
mungkin mulutnya sudah terbakar.
itu. Nah, jadi model-model seperti itu
ya harus
hati-hati. Nah, kalau tidak ada udara
maka di sini juga muncul H2SO4 senyawa
sulfur tadi di air limbah dan ini bisa
menimbulkan karat. Ini menjadi masalah
juga. Kemudian timbul baut dan gas
akibat pembusukan tadi ya. Kalau tidak
ada ventilasi ventilasi udara, maka
resikonya
ada ee ada proses anaerobik di
dalamnya. Kemudian mencegah timbulnya
tekanan di atas atau di bawah atmosfer
sehingga dapat mengakibatkan
terbentuknya pengaliran pada plambing
picture. Maksudnya apa ini? Maksudnya
begini, Bapak, Ibu. Kalau ventilasi
udara ini enggak ada, maka otomatis pipa
di pipa di air limbah itu menjadi
bertekanan. Loh, Pak. Tadi kan
gravitasi. Iya. Walaupun posisinya dia
masih ada udara di atas airnya itu.
Kalau tidak ada ventilasi udara berarti
udara yang ada di pipa itu itu
istilahnya dia itu terjebak
ya. Pipanya ini terjebak eh udaranya ini
terjebak di dalam pipa sehingga dia
tidak bisa keluar ke mana-mana. Nah,
kalau sudah seperti itu akhirnya menjadi
bertekanan. Kalau bertekanan berarti dia
bisa di atas atmosfer. Kalau di bawah
atmosfer apa? Berarti dia kesedot. Jadi
kalau ada aliran dan posisinya dia
ventilasi udaranya ini jelek, maka
ketika dia mengalir maju misalkan ya,
dia mengalir maju seperti
ini. Jadi misalkan di sini ada
pipa. Sori gambar jelek. Jadi misalkan
di sini ada pipa, terus kemudian arahnya
ke
sana. Arahnya ke sana. Otomatis kalau di
sini ventilasi udaranya jelek, maka di
sini menjadi bertekanan atau tekanannya
di atas atmosfer yang di sini menjadi
kesedot artinya di bawah atmosfer ya. di
belakangnya ini menjadi ee tekanannya
minus atau lebih rendah daripada tekanan
atmosfer. Nah, ini yang menjadi
masalah. Jadi, kalau ada model-model ee
perpipaan seperti ini, mau tidak mau
adalah yang harus kita
lakukan ya kita harus membersihkan
dengan teratur manhule-mainhole yang
ada.
Jadi jangan sampai lubang dimenholnya
itu tertutup oleh kotoran-kotoran itu
enggak
boleh. Kemudian sumur pengumpul. Sumur
pengumpul ini berfungsi untuk menaikkan
muka air
limbah dari saluran yang rendah ke
saluran yang tinggi. Hanya itu saja
Bapak Ibu ya. Jadi salur sumur pengumpul
ini hanya menampung air limbah saja.
Tapi di sini menampungnya itu enggak
boleh lama-lama. Maksimum sebenarnya 10
sampai 20 menit itu sudah maksimum.
Semakin cepat sebenarnya semakin bagus.
Cuman resikonya apa? Karena kalau
semakin cepat otomatis ee dimensi sumur
pengumpul ini menjadi lebih
kecil. Nah, kalau dimensinya ini menjadi
lebih kecil
resikah ketika jam puncak bisa jadi dia
meluber karena cepat penuh.
kalau telat memompa dan sebagainya. Nah,
seperti itu. Jadi ini akan menjadi ee
hitungan yang krusial 10 sampai 20
menit. Pak, boleh enggak ini saya buat
menjadi 50 menit misalkan? Jangan.
Karena kalau lebih dari 20 menit maka
terjadi proses biologi ya. terjadi
proses pemakanan ee kotoran-kotoran yang
ada di air limbah itu oleh bakteri. Jadi
enggak boleh ada proses itu. Jadi di
situ dia hanya menampung kemudian
diangkat. Nah, ini tadi ada juga
terjunan atau drop
manhole. Di sini adalah manhole khusus
ya.
Perbedaannya apa daripada manhole yang
sebelumnya? Mainhole yang sebelumnya dia
hanya fungsinya hanya untuk mengalirkan
saja, tidak ada perubahan apa-apa. Tapi
kalau di sini ada perubahan
tinggi. Jadi kalau kasus yang sebelumnya
di perencanaan perpipaan itu muka
tanahnya lebih landai daripada pipanya.
Nah, kalau permukaan tanahnya lebih
landai daripada pipa, resikonya nanti
dipompa. Nah, kalau ini
berkebalikan jadi muka tanahnya itu
curam, pipanya
landai. Sehingga kalau ini diteruskan,
maka bisa-bisa dia muncul di atas
permukaan
tanah. Nah, mau tidak mau kita ada
batasan ya, ada batasan di mana dia
harus stop dan harus
diturunkan. Nah, batasannya seperti apa?
batasannya bisa dilihat pada peraturan
di ee peraturan PU terutama di Jasa ee
Dinamarga sori W Jasarga Dinamarga.
Kenapa di situ ada fasilitas bawah jalan
itu minimal
berapa? Seingat saya sekitar 1,5 m ya.
Jadi kalau dia dibawa muncul sampai
muncul 1,5 m berarti di situ harus
di turunkan lagi. Diturunkan ini seperti
apa? Ee sebentar ya. Ini saya mau
[Musik]
pasang pasang listriknya dulu.
Oke, mohon maaf ya.
Jadi turunnya dropman hole ini
diturunkan sampai berapa? Nah, ini ini
yang menarik Bapak, Ibu ya. Jadi
diturunkan sampai berapa itu jangan
jangan langsung ditentukan langsung 5 m
aja supaya nanti enggak pakai
trip Bapak Ibu harus pakai kajian
tersendiri. Nah, kajiannya apa? Ya
kembali lagi nanti pada saat penanaman
pipa di situ Bapak Ibu acuannya ada yang
namanya profilolis. Seperti apa hidrolis
itu? Nanti kita bahas ya. nanti kita
bahas. Nah, nanti dari situ kita
tentukan oh memang kita meminimalkan
penggunaan drop and hold ya. kita memang
meminimalkan penggunaan tren hold, tapi
dari situ kita bisa mengatur, oh jalur
ini sebenarnya bisa hanya satu
tropinhole dengan cara seperti ini, ini,
ini, ini, ini. Nah, nanti kita bisa atur
itu dari profil hidrolis itu
tadi. Kemudian bangunan
penggelontor. bangunan penggelontor ini
ee sifatnya
juga ya bisa dikatakan dia
bis di harus ada bisa juga enggak perlu
ya kenapa karena ini tergantung dari
wilayah
pelayanannya nah di sinilah nanti
penentuan lokasi bangunan penggelontor
ini di mana yang pertama tempat yang
berisiko terjadinya
pengendapan di mana lokasinya nya. Nah,
lokasinya itu didasarkan pada
perencanaan perpipaan seperti yang
sebelumnya tadi.
Jadi, perencanaan perpipaan itu kan
mengatur slop ya kan. Nah, ternyata dari
slop
ee rendah kemudian tinggi atau bisa juga
dicek ee yang V-nya atau kecepatan
minimalnya dia tidak memenuhi
kriteria atau susah dipenuhi. Kalaupun
dipenuhi itu mepet misalkan
0,58. 0,58 apakah boleh? Ya, kalau kita
acuannya adalah 0,6 satu angka di
belakang koma 0,55 pun juga enggak ada
masalah ya.
Tetapi karena dia di bawah 0,6 artinya
sebenarnya tidak boleh. Makanya ini
harus hati-hati. Itulah tempat yang
berisiko terjadinya pengendapan. Makanya
di sini bisa kita lihat dari perencanaan
kira-kira posisinya di mana yang
kecepatan minimum dan kedalaman
alirannya itu mepet mepet
kriteria. Itulah adalah itu wilayah
lokasi
yang resiko pengendapannya tinggi. Atau
atau ada satu lagi ya, tapi ini
berdasarkan pengalaman ya. Jadi tidak
ada teorinya Bapak Ibu, tapi berdasarkan
pengalaman di mana lokasinya itu kita
bisa lihat
dari ee sumber air
limbahnya ya. Kita bisa melihat dari
sumber air limbahnya. Misalkan, oh ini
wilayah ee
lokasi yang banyak mengeluarkan minyak
lemak misalkan atau wilayah restoran
misalkan daerah situ jalan-jalannya
banyak restoran. sehingga resiko untuk
pengendapan minyak lemak ini menjadi
masalah. Seringki tersumbat akibat
makanan sisa makanan yang terbuang ke
saluran atau nah seperti itu. Jadi ini
berdasarkan pengalaman dan ee analisa
resiko yang ada di
lapangan ya. Jadi itu yang harus
diperhatikan.
Terus
kemudian ee nah ini air untuk
penggelontor itu bukan air bersih Bapak
Ibu ya biasanya. Tapi kalau memang tidak
ada hujan yang menyebabkan sungai ee
itu dangkal kemudian daripada kita
menambah endapan, otomatis kita
menggunakan air bersih. Jadi biasanya ya
yang dipakai ya cuman air sungai.
biasanya air su air air sungai atau
mungkin sumur-sumur yang dipakai untuk
penyiraman taman. Jadi biasanya dipakai
untuk itu. Makanya tadi kan ee saya
sampaikan ya kalau
untuk konvensional suer itu enak
ya. Untuk konvensional suer itu enak.
Kenapa? Karena dia besar sehingga kalau
digelontor jalannya itu kan besar. Jadi
truk itu bisa masuk ke tangki itu.
Tetapi kalau IPAL komunal yang di
kampung-kampung kalau itu tersumbat itu
menjadi masalah Bapak Ibu ya. Ini hanya
pengalaman. Ini masalah faktor
pengalaman di lapangan saja. Jadi kalau
tadi manhole itu jaraknya 100 sekian
meter. Kalau di dalam kampung itu enggak
bisa. Itu paling tidak harus
disesuaikan ya. harus disesuaikan dengan
alat untuk pembersihannya. Misalkan
kalau menggunakan besi untuk cor
ya atau nesernya itu ya sudah pakai
itu pakai panjangnya dia maksimal
berapa. Kalau dia maksimalnya 6 m ya
sudah berarti jaraknya sekitar 6 ee 12 m
berarti 6 dari sisi kanan 6 dari sisi
kiri. Kurang lebihnya
begitu. Kemudian penggelontoran
dilakukan pada waktu keadaan debit
aliran minimum tiap harinya.
ini kalau misalkan tinggi renang atau
kecepatan minimumnya banyak yang tidak
tercukupi ya sehingga pada saat minimum
itu biasanya
kelihatan pengendapannya ada di mana.
Nah, di situlah
dikelontor. Tapi kalau dia pada saat pik
atau rata-rata ya sudah biarkan aja
ngalir. Kemudian penggelontoran dapat
dilakukan secara rutin atau insidentil
ya bisa tetap seperti tadi. Kalau memang
rutin berarti ada tempat yang beresiko
terjadinya pengendapan. Seperti tadi
kompleks rumah makan yang banyak
membuang minyak gitu ya atau mungkin ada
sisa-sisa makanan itu bisa dilakukan
secara insidentil eh sori rutin. Kalau
insidentil biasanya di tempat-tempat
tertentu saja.
Nah, pompa. Pompa ini sebagai lip
station ya, karena memang fungsinya
pompa untuk menaikkan ya, menaikkan.
Jadi, ini menaikkan air ke dari tempat
yang rendah ke tempat yang tinggi. Nah,
ini berkebalikan dengan drop man hole
Bapak Ibu ya. Jadi kalau di sini tadi
drop man hole itu dari atas ke bawah.
Nah, kalau ini terbalik Bapak Ibu. Kalau
pompa itu dari bawah ke atas.
Cuman bedanya itu
saja. Atau yang kedua sebagai booster
station untuk penyaluran yang tidak
memerlukan pengaliran secara
gravitasi. Nah, kapan ini terjadi?
Kembali lagi ini tergantung dari
perencanaan perpipaan air limpahnya.
wilayah mana yang akan dilayani dari
wilayah itu bisa menggunakan giz atau
data tadi ya, bisa menggunakan giz
dilihat oh di sini ternyata wilayahnya
rendah sementara pipanya wilayahnya di
sana ini mau enggak mau harus pakai
pompa jadi fix di situ harus ada booster
station nah itu yang harus
di pertimbangkan pada
saat perencanaan wilayah pelayanan kanan
jaringan berpimpan limbah ini. Jadi
harus hati-hati. Jadi kita tidak ee
kalau misalkan ya ee ee biaya
investasinya terlalu tinggi maka harus
dibuat bertahap perencanaannya. Maka di
sini yang merencanakan ini juga harus
paham. Oh, wilayah sini bisa
dilaksanakan dulu, wilayah ini
dilaksanakan. Jangan, jangan tidak
terintegrasi dengan baik ya.
Artinya yang namanya kita kalau membuat
rumah ya kalau misalkan biaya sedikit
itu kan ada tipe istilah tipe rumah
tumbuh. Jadi yang dibangun mungkin ya
ruang tamu, dapur, kamar mungkin cuma
satu terus kemudian nambah lagi berapa
bulan ee berikutnya punya uang akhirnya
nambah lagi nambah lagi kamar, nambah
lagi ruang ee garasi dan sebagainya
misalkan gitu ya. Nah, begitu juga
dengan yang di sini. Setiap kali
perencanaan untuk satu kota, kalau
memang targetnya adalah satu kota
terlayani dengan pertimaan, ya sudah
kita buat segmen-segmen,
zona-zona, zona mana yang harus
dikerjakan terlebih dahulu. Nah,
sehingga apa? Sehingga tidak ada satu
zona yang lewat. Bisa jadi satu zona
yang lewat ini ternyata oh dia ternyata
harus naik dulu, harus pakai pompa
terus-menerus. Nah, artinya ya berarti
Bapak Ibu harus menyiapkan biaya
operasional untuk listriknya pompa
ini ya, listrik pompa, kemudian ee
pemeliharaan pompa dan sebagainya. Jadi
di situ harus
disediakan. Makanya agak-agak ribet.
Sehingga kalau misalkan memang
direncanakan satu kota dilayani oleh
perpipaan, ya sudah satu kota ini harus
di buat keseluruhan perpipaannya seperti
apa, kemudian dibagi segmen-segmen.
Kalau memang biaya investasinya terlalu
tinggi. Nah, kompak kurang lebih
modelnya seperti ini, Bapak, Ibu. Kalau
stasiunnya jadi ee ada istilahnya di
sini pengumpulnya sendiri, ya. Jadi
misalkan
kalau contoh saja di sini, nah ini air
limbahnya masuk ke sini diterima oleh
ruangan yang di sini kemudian dipompa,
kemudian
dipindahkan. Jadi stasiun pompanya
modelnya seperti
ini. Nah, ini otomatis ya mirip-mirip
seperti stasiun pompa untuk banjir
sebenarnya tidak ada bedanya. Jadi kalau
bedanya adalah kalau banjir itu kan dari
saluran. Kalau ini dari pipa gitu aja
bedanya dan kedalamannya ini tergantung
dari keluarnya ini pipa ini berada di
luaran
mana. Keluar di alevasi
berapa. Oke saya
lanjutkan. Ini komponen-komponen rumah
pompanya. Jadi ada rumah pompa, kemudian
pompa, kemudian mesin penggerak atau
motornya. Kemudian ruang
pompa, kemudian SAM atau
wudian screen
atau grade chamber atau dan chamber ya.
Kemudian perbipaan, valve, fitting, dan
sebagainya sampai adanya sumber
power-nya. Ini artinya di dalam satu
panel yang sudah
disiapkan. Nah, ini tadi terkait dengan
penanaman pipa ya. Penanaman pipa
ini. Ee tadi juga sudah ditanyakan, Pak.
Penanaman pipa ini bagaimana ininya? Ee
metode yang bisa digunakan. Nah,
penanaman pipa ya kembali lagi apapun
yang terjadi terkait
dengan ee jaringan pipa air limbah ini
kata kuncinya adalah slope atau
kemiringan lahan atau kemiringan
pipa. Ini yang harus dipegang setiap
saat. Setiap konstruksi harus memegang
itu ya. Kemiringan ini menjadi hal yang
paling krusial.
Nah, sehingga pada saat penanaman pipa
ini harus mengikuti ee slop atau
kemiringan pipa yang telah ditetapkan
sebelumnya pada saat perencanaan. Wajib
hukumnya, tidak boleh
diabaikan. Pengawasan lemah sedikit di
penanaman pipa akan menjadi resiko tidak
mengalir atau ada endapan. Beda dengan
pipa kalau air minum. Air minum naik
turun sedikit enggak ada masalah. Naik
seteng meter turun apa itu melengkung ke
bawah seteng enggak ada masalah. karena
bertekanan. Tetapi kalau pipa R limbah
karena dia gravitasi akan menjadi
masalah di situ. Sehingga di sini ada
beberapa hal yang harus
diperhatikan. Yang pertama terkait
dengan kemiringan. Yang kedua kedalaman
penanaman. Karena dia miring terus,
terus, terus, terus. Kalau seperti tadi
ya, muka tanahnya landai,
pipanya terjal, penurunannya curam, maka
otomatis di sini kedalaman penanaman ini
perlu juga diperhatikan. Kenapa?
karena ada kedalaman atau tinggi muka
air
tanah. Nah, seperti tadi kalau misalkan
pipa yang dipasang ini pipa plastik HDPE
ataupun PVC ya kalau dipasang di muka
air tanah tinggi dia akan mengapung.
Nah, kalau dia mengapung resikonya
satu, elevasinya enggak jelas, bisa naik
turun sesuai dengan ee air tanah ini
tadi. Nah, itu enggak
boleh. Kemudian potensi gangguan dari
aktivitas lain di atas tanah.
Nah, ini juga sama seperti tadi ya,
dipertimbangkan atasnya ini seperti apa.
Apakah ada kendaraan berat atau
tidak atau gedung-gedung bertingkat,
pencakar langit dan sebagainya di atas
ini bebannya seperti apa? Kalau bebannya
terlalu
besar untuk pipa jenis beton, ya berarti
dia tidak boleh di posisi atas. Dia
harus ditanam lebih dalam.
Jadi pemilihan pipa itu tergantung
banyak hal ya. Kemudian kebutuhan untuk
menjaga pipa agar tetap terhindar dari
kerusakan ya. Seperti tadi misalkan
melewati rel kereta api. Kemudian di
sini kebetulan pipa yang direncanakan
menggunakan pipa beton. Nah, kalau rel
kereta api berarti harus mengikuti
pengatur ee bagaimana proteksi pipa
beton ini supaya dia tidak pecah.
Nah, di situ kita bisa memasang casing
ya, memasang casing yang diameternya
lebih besar daripada pipa betonnya itu
dan kemudian diberi peredam berupa
pasir. Nah, ini model-model seperti ini
itu ini harus diperhatikan dengan
baik. Makanya di dalam perencanaan
selain penanaman pipa ya, berapa
kedalamannya dan sebagainya itu juga
harus mempertimbangkan jenis pipanya
seperti apa yang akan dipakai.
Makanya di dalam
perencanaan jaringan
PIPA kita itu akan lebih banyak menemui
permasalahan-permasalahan di lapangan ya
daripada tinggi
perencanaan. Kenapa? Karena di lapangan
seperti itu tadi. Kita tidak boleh
menggunakan pipa jenis ini. Karena apa?
Karena misalkan jenis plastik tadi ya,
tidak boleh menggunakan pipa jenis
plastik karena air tanah tinggi. Kita
tidak boleh menggunakan beton. Apalagi
kalau terlalu dangkal, misalkan hanya
1,5 m dari muka tanah ditanamnya, kita
enggak boleh. Kenapa? Karena di situ
banyak trik-trik besar dan bangunan
tinggi-tinggi. Jadi resiko beton ini
pecah besar. Nah, seperti
itu. Jadi ee
kalau aturannya enggak ada, Bapak, Ibu.
Aturannya ya salah satunya paling ya
aturan kekuatan dari pipanya. Pipanya
kuat menahan berapa. Nah, nanti tinggal
dihitung saja.
Tinggal dihitung beban yang diterima
oleh pipa itu seberapa. Jadi ada beban
beban luar dan beban
dalam. Jadi itu yang di inikan yang
diperhatikan. Metode penanaman umumnya
sekarang ada dua macam. Ada open trend
atau ada yang menyebut dengan open fit
atau galian terbuka seperti foto yang
ini ya.
Ada juga model mikro tunel atau jacking
atau
pengeboran seperti ini. Nah, saya kira
Bapak Ibu mungkin sudah mulai ini ya
mulai mengarah ke sini ya untuk
pembangunan-pembangunan perpipaan
ataupun terowongan-terowongan rata-rata
sekarang sudah menggunakan metode
checking atau mikrotanol ini
supaya tidak merusak bagian atasnya.
Apalagi pipa air buangan ini atau pipa
air limbah ini kan berada di bawah
jalan. Nah, kalau dia berada di bawah
jalan resikonya Bapak Ibu bisa
perhatikan ini lebarnya berapa kalau
dibuat galian terbuka kayak
gini. Bahkan orang aja masuk anggap aja
3 orang masuk 3 orang masuk kali 60
berarti sekitar 2 m lah. 2 m kalau
kedalamannya 5 ee 4 m misalkan. Berarti
kan enggak mungkin orang itu turun dari
atas ini langsung 4 m kan harus dibuat
bertahap seperti ini, bertingkat seperti
ini
juga. Akhirnya resikonya akan membuat
ini misalkan 1 m kanan 1 m
kiri. Jadi ini 2 m + 1 m 1 m 4 m. Nah m
kalau di jalan raya besar udah macet.
Ini pasti macet. Makanya di sini
kebanyakan sekarang menggunakan mikro
mikro tunnel ini atau
checking. Nah, resikonya checking ini
apa? Resikonya itu tadi karena di
bawahnya ini kan kita enggak tahu ya ada
apa saja. Kalau misalkan pakai galian
terbuka ini kan digali gali gali
ternyata muncul oh di sini ada kabel di
sini ada pipa air minum. Itu masih
kelihatan. Jadi kita bisa menghindari
sedikit demi sedikit. Tetapi kalau ini
susahnya di situ ya. Makanya di data
sekunder itu wajib ada yang namanya
fasilitas bawah jalan yang kita tertanam
itu apa saja dan pastikan itu
koordinatnya
betul ya. Koordinatnya betul sehingga
jangan sampai
ia ee ini merusak.
Di dekat rumah saya dulu pernah
terjadi
pembangunan
flyover ee tiang pancangnya itu langsung
mengenai atas persis pipa air
minum. Jadi ada pipa air minum langsung
bagian atasnya ini terkena yang
panjang mana pipanya itu cukup besar ya
kurang lebih diameter 800 kalau enggak
600 itu cukup besar.
sehingga perbaikannya pun itu lama
sekali. Kenapa? Karena kedalamannya
cukup dalam, bisa sekitar 4 meteran
kalau enggak salah kedalamannya. Jadi
yang membetulkan waktu itu ya harus
pakai pasukan katak karena dia
menyelamat.
tinggi muka RTAN cukup tinggi 1 m keluar
air. Jadi dia menyelam pipa kan bocor
pipa air minumnya terus akhirnya
menyelam melakukan pengelasan di bawah
air. Jadi sampai sebegitunya makanya
effortnya besar kalau pakai jaging ini
resikonya cukup besar. Nah tadi kan juga
ada yang tanya analisis resiko penanaman
pipah ini gimana ya? Banyak sekali Bapak
Ibu ya. Bahkan kemarin
di yang di beberapa informasi yang saya
tahu ya terkait
dengan pipa regional gitu ya itu juga
sama itu harus hati-hati di penanamannya
pipa itu. Nah, kalau misalkan kita
menggunakan checking seperti ini yaitu
tadi apa saja fasilitas di bawah jalan
ini harus muncul.
Nah, yang paling susah itu nanti adalah
rel kereta api yang sudah tertanam,
Bapak, Ibu. Ya, itu susahnya. Kenapa?
Karena dia tidak termasuk fasilitas
bawah jalan, tetapi dia berada di bawah
jalan karena sudah
tertanam. Nah, itu harus seizin yang
punya
relindahkan. Nah, jadi kurang lebihnya
seperti itu kalau terkait dengan metode
penanaman.
Nah, kemudian di sini profil hidrolis
ini sempat saya singgung tadi ya,
bagaimana cara kita mengetahui
peletakan-peletakan terkait dengan
manhol, kemudian drop manhule ataupun
pompa.
Nah, jadi profil hidrolis ini itu dapat
juga disebut gambaran long section pipa.
Jadi kalau misalkan enggak tahu profil
hidrolis atau mungkin awam dengan
kata-kata
itu eh bisa juga disebut dengan gambaran
long section pipanya seperti apa. Jadi
profil penanaman pipanya di dalam tanah
seperti apa itu
bisa dilihat. Nah, ini fungsinya cukup
cukup cukup ini cukup apa itu
krusial. Cukup penting ya. sangat-sangat
penting. Jadi fungsinya sebagai acuan
dalam pengawasan kemiringan pipa pada
saat penanaman
pipa. Jadi long section-nya ini itu
harus atau wajib dipegang oleh pengawas
pada saat konstruksi.
Ya, seperti tadi yang saya sampaikan,
mungkin enggak harus tiap pasang pasang
pasang, enggak. Tapi mungkin tiap berapa
kali misalkan empat atau lima kali ee
pemasangan pipa di situ harus sudah
diukur. Oh, ini segini, ini segini kok
ini agak miring ee sori ini
kemiringannya enggak pas. Nah, itu harus
dibetulkan. Jadi sebelum dia di ditanam
ya artinya
masih diletakkan di sini. Nah, ini harus
diperhatikan. Jadi misalkan di sini ada
operator yang meletakkan dan memasang
bednya ini ya, pasirnya ini. Di sisi
lain ada orang yang mengawasi terkait
dengan elevasi. Nah, itu yang harus
betul-betul diperhatikan Bapak, Ibu ya.
jangan sampai dia miss di
situ. Kemudian sebagai dasar penentuan
lokasi penempatan pompa dan juga drop
and hold sebenarnya ya. Kenapa? Karena
nanti gambarannya seperti ini Bapak Ibu.
Nah, kurang lebihnya seperti ini profil
hidrolis itu. Jadi ini misalkan pipanya
ini muka tanahnya. Jadi pipa ini turun
sesuai dengan muka tanah misalkan. Nah,
baru kemudian di
sini ada drop ee sori manhole pertigaan.
Kemudian dari sini
beda beda posisi turun ya sudah turun di
sini.
Nah, mungkin pada saat di sini ternyata
loh dia kedalamannya sudah sangat dalam
sehingga harus dipompa lagi. Misalnya di
P1 ini ya sudah dia dinaikkan lagi pakai
pompa.
Jadi seperti itu. Makanya di dalam
informasi pada profil hidrolis itu harus
terisi seperti ini. Pertama jalur
pipanya ini pipa nomor berapa sampai
nomor berapa? Misalkan di sini ya S4
sampai P3 misalkan kayak
gitu. Kemudian panjang pipanya. Nah,
panjang pipa itu bisa dilihat dari sini
Bapak Ibu. Sumbu X-nya di sini atau yang
horizontal ini itu adalah panjang
pipanya.
Sedangkan yang atas ini itu adalah
elevasi atau kedalaman penanaman.
Biasanya ini adalah
elokasi. Nah, nanti kedalaman penanaman
ini bisa dihitung dari sini. Jadi ini
elevasi tanah dikurangi dengan elevasi
pipa sama dengan kedalaman penanaman
pipa. Kemudian lokasi manhol-nya di
mana? lokasi pompanya dan lokasi khusus
seperti ini, Menhol pertigaan ini. Jadi
kurang lebihnya begitu ya, Bapak Ibu
terkait
dengan
ee terkait dengan profil hidrolis ini
dan ini yang harus dipegang oleh
pengawas pekerjaan penanaman pipa dan
ini wajib wajib ada kalau enggak akan
menjadi masalah.
Nah, kemudian setelah itu semua selesai,
maka di dokumen terakhir ee di akhir
dokumen ya, di akhir dokumen BED itu
adalah perhitungan material dan
biayanya. Nah, kalau ini saya kira saya
tidak akan berbicara banyak terkait
dengan perhitungan material dan biaya.
Karena kenapa? Karena di sini
perhitungannya itu disesuaikan dengan
perencanaan dan metode pengerjaannya.
di mana perencanaan dan metode
pengerjaannya ini sudah dijelaskan di
dokumen perencanaan pada saat membuat
perencanaannya itu. Jadi misalkan
pipanya pakai apa, kedalamannya
bagaimana, terus kemudian pakai pompa
atau tidak, berapa mle yang dibuat,
kemudian sampai listriknya
bagaimana dan metodenya pakai apa?
apakah open atau di penggalian terbuka
atau hanya
pakai jacking. Nah, di sini semuanya
sudah muncul semua di dalam perencanaan
itu sehingga di dalam perhitungan
material dan biaya semuanya tinggal di
kompilasi saja Bapak Ibu ya. Nah,
akhirnya di sini butuh yang namanya
standar satuan pekerjaan, katalog produk
tertentu misalkan pompa, panel dan
sebagainya. Nah, jadi kurang lebihnya
seperti ini Bapak Ibu.
[Musik]
Ee terima kasih untuk sesi dua
ini. Saya kembalikan ke panitia.
Baik. Ee terima kasih atas pemaparan
materinya Bapak Alfan Romo, ST, MT yang
sangat luar biasa sekali.
Demikian tadi penyampaian materi dari
pemateri kita hari ini yaitu Bapakolo,
Stmt ee pada sesi dua kali ini Bapak Ibu
sekalian. Ee namun sebelum masuk ke
acara
selanjutnya saya izin menginformasikan
terlebih dahulu kepada para peserta yang
menginginkan materi pada training online
kita hari ini dapat request materi
terlebih dahulu melalui link yang telah
admin kami kirimkan di kolom chat.
Lalu ee selanjutnya yaitu kita masuk ke
sesi foto bersama. Di sini akan dibantu
oleh admin kami yang bertugas. Kepada
admin yang bertugas saya persilakan.
Bapak dan Ibu yang kami hormati. Mungkin
sebelum dokumentasi dimulai bisa untuk
me terlebih dahulu.
Oke. Baik, kita mulai untuk slide
pertama. 3 2
1. Oke, untuk slide
kedua 3 2
1. Oke, terima kasih. Saya kembina.
Baik, terima kasih Mas selaku admin yang
bertugas sesi foto kita pada sesi kedua
ini. Ee selanjutnya yaitu kita masuk ke
sesi tanya jawab. Di sini kami sudah
merangkumkan pertanyaan dari Bapak Ibu
sekalian yang sudah Bapak Ibu sampaikan
di kolom chat. Baik, kepada Bapak Alfan
Purama Stmt saya akan membacakan
pertanyaannya. Lalu bisa langsung
dijawab begitu ya, Bapak.
Oke. Baik, saya izin untuk share screen
terlebih dahulu.
Semoga sudah terlihat ya, Bapak, Ibu
sekalian. Di sini ada pertanyaan dari
Bapak Rian via YouTube. Pertanyaannya
yaitu apabila
jaringan sewerek pada kedalaman hingga
puluhan meter dari permukaan tanah,
kira-kira jenis manhol dan material apa
yang bisa digunakan untuk manhol
tersebut? Demikian Bapak saya langsung
saja untuk Pak
ya. Ee seperti tadi ya. Jadi
prinipnya kembali lagi ya severage ini
ee tergantung kalau dari puluhan meter
di bawah permukaan tanah saya kira
mungkin
agak-agak agak-agak ini ya biasanya sih
enggak enggak nyampai 20 m itu enggak
enggak enggak nyampai mungkin ya sekitar
9 m atau 8 mungkin seperti itu. Tapi
kalau ee kejadiannya memang seperti itu,
sebenarnya ada beberapa hal
ya yang harus diperhatikan dulu sebelum
konstruksi manhol. Tentunya kalau
material yang cocok ya pasti material
yang kuat seperti beton.
Kemudian ee seperti apa ya biasanya sih
beton kalau sekarang. Kalau zaman dulu
kita menggunakan kayak pasangan masih
bisa. Tapi kalau sekarang kebanyakan
beton yang dipakai. Nah,
ini mainhole yang dipakai di sini ya.
Intinya cuman satu karena ini
kedalamannya cukup besar ya artinya
sampai puluhan meter. Berarti
permasalahannya itu adalah seberapa kuat
konstruksi manhol-nya ini menahan beban.
Kalau seandainya ini dia tidak
bermasalah di beban luar dan ee
gangguan-gangguan yang ada di sekitar
Mendol misalkan KR tanah dan sebagainya,
beton saya kira sudah cukup oke ini
misalkan saya kira itu aja
ya kurang lebih gituak. Baik, Bapak ee
untuk pertanyaan selanjutnya yaitu
dari Bapak Imron. Jika saluran air kotor
menggunakan pompa dengan penyaluran pipa
HDPE, apakah pipa bisa disambung dengan
sambungan TE? Demikian Bapak
ya. ee kembali lagi
ya saluran air kotor menggunakan pompa
dengan penyaluran pipa
HDPE kemudian apakah bisa disambung
dengan saluran tin?
Ee saya belum menangkap jelas ya intinya
dari pertanyaan ini seperti apa. Cuman
saya hanya memahami seperti ini. Jadi
pipanya ini menggunakan HDPE dan
bertekanan dengan menggunakan sehingga
menggunakan pompa. Kemudian apakah bisa
disambung dengan T? Nah, kembali lagi
jalurnya seperti apa dulu. Kalau
seandainya ini
memang jalurnya tidak mengganggu yang
lain, maka ini tidak bisa menggunakan
TI. Kalaupun ti bisa dipakai, itu bukan
TI seperti T air minum, tapi TI untuk
air limbah. di air limbah itu berbeda.
Biasanya kita menyebut dengan di apa ya?
Bentuknya huruf seperti huruf Y T Y ya.
Jadi bentuknya seperti huruf T. Kenapa?
Karena T ini ee tidak boleh yang tegak
lurus kalau untuk air limbah karena
alirannya harus sesuai dengan aliran
airnya. Karena
kita mengacunya
dari ee topografi dan sebagainya. Jadi
al alirannya ini enggak boleh
berlawanan. Beda kalau air minum. Kalau
air minum pakai T biasa boleh, tetapi
kalau yang ini enggak boleh. Harus pakai
TY atau yang OT yang pakai seperti huruf
Y supaya alirannya tetap terjaga.
Tapi kalau memang ini hanya untuk
lifting saja ya, untuk lift jadi artinya
dipompa pipanya pakai DPE dipompa hanya
untuk memindahkan dari bawah ke atas
maka saya kira enggak perlu pakai
sambungan Tapi pakai ee main pertigaan
tadi bisa seperti itu.
Bapak, Ibu sekalian untuk pertanyaan ini
kita mulai dari sesi satu yang belum
dijawab ya, Bapak Ibu sekalian.
Selanjutnya ee pertanyaan selanjutnya
dari Bapak Azizi. Apabila terpaksa
menggunakan Saipon, apakah ada aturan
tertentu terkait jarak peletakan sapon
di bawah dasar sungai? Demikian.
ya.
Ee sepemahaman saya
sih kalau jarak tertentu di dasar sungai
ini bukan bukan ada atau tidak ada ya.
Kalau aturan-aturan tertentunya biasanya
dia harus ditanam sampai pada biasanya
gini sungai itu kan di bawahnya kan ada
endapan kemudian ada tanah aslinya di
bawah sungainya itu. Nah, dia harus
berada di tanah aslinya itu. Tidak boleh
di endapannya itu. Intinya cuman itu.
Dan kemudian ee kalau di tanah aslinya
ini kembali lagi ini yang tidak
mempengaruhi ee morfologi sungai.
Jadi jarak ini mengacu dari si sungainya
itu ada sungai yang tidak terlalu besar
ya, tidak terlalu besar kemudian pakai
sifon tetapi bawahnya langsung tanah
keras. Nah, ini otomatis agak agak lebih
rendah dari bawah sungai masih bisa.
Intinya dia harus berada di tanah
aslinya, bukan tanah dari endapan si
sungai itu. Maka ini tergantung dari
morfologi sungainya seperti
apa. Karena kita tidak boleh mengubah
morfologi sungai, apalagi kalau ternyata
pipanya itu berada di posisi endapan
sungainya. Itu enggak boleh.
Karena kalau seperti itu akan menjadi
masalah
nanti. Jadi harus di bawah di bawah
sungai dan di bagian tanah aslinya. Jadi
bukan di tanah endapan atau tanah
endapan yang sudah lama gitu ya. Itu
enggak boleh. Jadi ini harus di cek.
Sama seperti kalau misalkan kita membuat
jembatan ya. Kalau kita misalkan membuat
jembatan di situ kan ada nih ada
penyangga jembatannya dia yang masuk ke
sungai. Nah itu itu bagian tanah
kerasnya ada di mana? Nah, biasanya
pondasi tiang panjang untuk penyangga
jembatannya ini kan harus sampai di
bawah di tanah kerasnya
itu. Nah, kurang lebihnya ee pipa yang
berada di sipon ini paling enggak berada
di atasnya ini masih bisa selama tanah
aslinya. Makanya tergantung dari
tergantung dari hasil pengukuran dasar
sungainya itu tadi. Tanah aslinya berada
di di wilayah mana. Jadi kalau terkait
dengan jarak itu enggak ada, tetapi
harus berada di tanah aslinya itu bukan
tanah endapannya.
Baik, untuk Bapak Ibu peserta training
online jika ada yang ingin bertanya
secara langsung atau berdiskusi mungkin
bisa untuk mengangkat tangan atau right
hand dan nanti akan kami berikan
kesempatan di sela-sela pertanyaan untuk
berdiskusi langsung.
Ee untuk pertanyaan selanjutnya Bapak
dari Bapak Imron. Berapa kemiringan
minimal antara MF?
Ya, untuk kemiringan antar manhul ini
tidak ada kemiringan minimal Bapak ya.
Jadi kembali lagi ke perencanaan
sebelumnya. Jadi kalau perencanaan
sebelumnya
ee bisa saya share screen lagi, Mbak?
Sebentar, Mbak.
Pak, bisa,
Pak. Oke. Jadi, misalkan ini di sini ada
dua manhule ya. Sebenarnya kelihatannya
ini ada tiga manh saja. Menhol
pertigaan, belokan, dan menh belokan.
Nah, sepanjang ini Bapak ya, Bapak-bapak
dan Ibu-ibu. Jadi, sepanjang pipa ini
itu akan ada manhol-mainhole lagi selama
jarak di sini sesuai dengan aturan tadi.
Jadi, jarak antar manhol-nya itu
misalkan
150 m. Nah, misalkan di sini kan
kebetulan di sini contohnya ini tidak
tidak sampai 150. 150-nya berada di ee
jalur yang lain. Nah, kalau misalkan ini
panjangnya asumsi saja ya, ini 250
575 kemudian per150 itu atau per125 itu
ada manhole. Nah, jadi di sini ini pasti
ada manhole. Kemudian di sini ada manho
lagi cuman tidak dilihatkan. Nah, untuk
kemiringan antar manhol-nya bagaimana?
Pipanya yang mengikuti kemiringan
perencanaan.
Jadi pipa yang ada di sini itu mengikuti
perencanaannya berapa. Kalau seandainya
perencanaannya itu
miringnya ee sekitar misalkan 2% gitu
ya, ya sudah berarti ini 2%
terus sampai di jalur barunya. Kalau
jalur barunya ternyata 3% ya sudah dari
dari sini kemudian ada manhule lagi baru
turun 3%. Jadi kalau dibilang jalar
antar manhol itu apakah ada kemirian
khusus? Sebenarnya enggak ada karena itu
tergantung dari perencanaan
pipanya seperti itu.
Baik, Bapak
ee enggak yang
ingin berdiskusi langsung atau bertanya
langsung kepada pemateri kita Bapak Ibu
sekalian bisa untuk hand ya atau untuk
mengangkat tangannya saja.
Sambil kita menunggu respon dari
peserta, Bapak kita lanjut ke pertanyaan
yang di slide.
Eh, di sini ada pertanyaan dari Bapak
Kesalin. Bagaimana mengukur kecepatan
aliran aliran Pak
ini bukannya sudah tadi
ya? Seingat saya sudah tadi Oh ya, Pak
ini sudah mohon maaf terlewat. Ee
pertanyaan selanjutnya dari Ibu Maria.
Yang pertama, jenis pipa dan metode
penanaman pipa yang ideal untuk jenis
untuk jenis tanah bergerak itu
bagaimana? Nah, lalu yang kedua terkait
Permen PUPR nomor 4/
PRT/4/M 2017 Pasal 7 terkait penahapan
sistem pengaliran drain perkotaan yang
harus terpisah antara jaringan
pengumpulan air limbah dengan jaringan
drain berarti tidak sistem pengaliran
campuran tidak dapat diterapkan lagi dan
solusi bagi daerah yang rawan kekeringan
menggunakan
bangunanelontor. Lalu yang ketiga,
persyaratan penambang untuk pipa saluran
yang berakhir di badan air pembakaanfal
seperti apa? Demikian, Bapak.
Oke, ya.
Ee terkait dengan jenis pipa dan metode
penanaman pipa yang ideal untuk jenis
tanah bergerak.
ee tanah bergerak itu sifatnya
sebenarnya kalau menurut pengertian yang
dulu pernah saya pelajari ya, tanah
bergerak ini kan sebenarnya lebih ke
kembang susutnya yang besar.
Jadi resiko utamanya tanah bergerak ini
adalah dia itu
dapat menggeser nanti posisi dari
si ee menggeser dari posisi pipanya itu
ya. Jadi kurang lebihnya seperti itu
permasalahannya. Sehingga kalau terkait
dengan penanaman pipa ini sebenarnya
agak-agak riskan juga ya. Karena kalau
kita menggunakan metode open pit atau
galian terbuka itu sebenarnya enggak ada
masalah sebenarnya. Cuman masalahnya
adalah pas ketika kita pasang mungkin
musimnya musim kemarau misalkan kita
pasang pas kita pasang musimnya kemarau.
Kemudian pada saat musim hujan dia
mengalami pergeseran. Nah, resikonya
sebenarnya di sana.
Nah, kalau metode yang dipakai itu
sebenarnya kita bisa melakukan
stabilisasi dulu tanah bergeraknya atau
kembang susutnya ini distabilkan dulu.
Itu bisa seperti itu. Artinya metode
yang dipakai itu apakah open bit
atau menggunakan checking tadi itu
sebenarnya kalau menurut saya itu lebih
cocok sebenarnya menggunakan open fit
saja atau galian terbuka.
Karena dari situ kita harus bisa
menstabilkan dulu ya, kita harus
menstabilkan tanah bergeraknya itu
gimana caranya supaya kalaupun terkait
dengan kembang susutnya itu tidak
terlalu
besar. Nah, caranya seperti apa? Mungkin
teknik sipil yang banyak tahu ya. Karena
ini pemahaman saya karena dulu saya
sempat meneliti ini walaupun sebentar.
Jadi ee yang lebih paham terkait dengan
bagaimana menstabilkan tanah bergerak
itu mungkin ee lebih banyak ke teknik
sipil. Tapi kalau misalkan itu harus
distabilkan dengan cara yang harus
membuka, harus kontak dengan tanahnya,
berarti mau enggak mau ya kalian terbuka
itu yang paling bagus. Karena kalau
untuk jacking itu bisa sebenarnya cuman
ya itu tadi karena mungkin ada
pergerakan-pergerakan akibat kembang
susutnya tanah itu menjadi masalah
nantinya.
Kemudian terkait dengan ini pentahapan
sistem pengaliran drenase perekotan yang
harus terpisah antara jaringan pengumpul
air limbah dengan jaringan
drenase
berarti sistem pengaliran campuran tidak
dapat diterapkan lagi dan solusi bagi
daerah yang rawan kekeringan menggunakan
bangunan
penggelontor. Ya. Ee sebenarnya begini
Bapak Ibu ya.
Ada satu hal lagi
mungkin mungkin saya belum tahu apakah
sudah dikeluarkan apa tidak peraturannya
itu terkait
dengan sama kaitannya dengan itu yaitu
pembuangan air limbah ke badan air. Jadi
pembuangan air limbah di badan air
terutama yang grey water itu sebenarnya
tidak boleh masuk langsung
ke saluran drenase. Kata kuncinya
sebenarnya itu. Kenapa? karena drenage
memang hanya untuk air hujan. Nah,
kembali lagi ini kaitannya dengan
campuran. Kalau memang seperti ini
campuran memang harusnya tidak bisa
dengan peraturan itu. Jadi harus
terpisah dan solusi bagi daerah rawan
kekeringan memang kalau ee rawan
kekeringan ini
ada kembali lagi ya Bapak ee Bu Maria
kebetulan di sini ya. Jadi
ee kita harus paham dulu terkait dengan
rawan kekeringan ini. Berarti kan ya
mohon maaf rawan kekeringan bagi saya
itu tidak ada air bersih. Mungkin butuh
kalau Bu
Maria apa masih aktif ya? Kalau aktif di
sini mungkin bisa menjelaskan rawan
kekeringan ini maksudnya seperti apa
dulu.
Baikak e kepada Ibu Maria bisa untuk
mengaktifkan mikrofonnya.
Iya. Maksudnya rawan kekeringan itu Pak
ee biasa terjadi di ini kan ee ya memang
kalau rawan kekeringan itu lebih ke air
bersih ya.
Maksud saya tuh biasanya kan kalau
daerah rawan kekeringan itu memiliki
iklim yang ee atau suhu yang lebih
tinggi dibandingkan daerah lainnya gitu.
Sehingga memungkinkan ketika di musim
kemarau itu apa terbanyak terjadi
pengendapan segala macam seperti itu,
Pak. I. Oke. Baik, terima kasih. Kalau
rawan kekeringan yang dimaksud seperti
itu mungkin ee sebaiknya menurut saya
tidak menggunakan perpipaan, Bu.
Kalau menurut saya seperti itu, lebih
baik menggunakan model ee ini model
tangki septik dengan resapan saja.
Makanya ini ee perpipaan ini itu tidak
bisa serta-merta langsung dipakai di
Indonesia karena sangat-sangat berbeda
dengan di luar negeri. Di Indonesia ini
ee sangat beragam sekali mulai dari
yang ee curah hujannya sangat banyak,
kemudian yang satunya curah hujannya
cuman sedikit ya rendah. sehingga di
sini menjadi masalah yang berbeda. Dan
kemudian kalau misalkan
di
ee kalau di air minum sih ada juknisnya
ya, ada petunjuk teknis bagaimana
memilih air baku. Tetapi di air limbah
itu tidak ada juknis khusus yang me yang
me yang membuat kita memilih ini
seharusnya pakai
apa. itu dulu pernah saya teliti terkait
dengan wilayah ini sebaiknya menggunakan
teknologi apa untuk sanitasinya. Apakah
menggunakan tangki septik komunal atau
tangki septik dengan resapan individual
atau menggunakan perpipaan dan
sebagainya itu ee memang agak-agak
susah. Karena kenapa? Karena misalkan
kalau rawan kekeringan yang dimaksud itu
seperti tadi yaitu dengan curah hujan
yang cukup rendah kemudian suhu saat
panasnya tinggi. Kalau memang ini
dipasang untuk perpipaan mungkin
agak-agak susah
memang ya mungkin agak-agak susah.
Kenapa? Susahnya adalah kalau memang
seperti itu resikonya kalau apalagi
kalau air bersihnya ternyata juga susah
sehingga resiko pengendapan itu akan
menjadi luar biasa.
Bahkan bisa jadi kalaupun itu
mengupun dan misalkan harus ada, berarti
itu jaraknya tidak boleh terlalu jauh.
Artinya ee pipa atau aliran air yang di
dalam pipa itu tidak boleh habis dulu
sepanjang
perjalanan. Jadi jaraknya akinya
dekat-dekat. Sehingga kalau ini di model
spal DT mau enggak mau ya Spal DT yang
untuk 10 ee 10 11 sampai 100 KK tadi
hanya untuk yang kecil-kecil jadi tidak
bisa
besar. Nah, itu resiko yang berikutnya.
Jadi ee agak-agak susah kalau terkait
dengan yang nomor dua ini. Kalau saran
saya mendingan ini dipakai untuk taki
septik saja cuman resikonya nanti akan
ada penyedotan. Untungnya nanti adalah
pada saat musim kemarau airnya itu akan
meresap dengan mudah sehingga resapan
itu pasti akan ya kering. Jadi tidak ada
air yang ee tidak ada air yang
menggenang di situ. Berbeda kalau
misalkan di daerah pesisir ya. Daerah
pesisir itu memang agak susah
resapannya. Jadi memang itu kalau
menggunakan ee kalau menggunakan
perpipaan
bisa cukup enak
gitu. Kemudian kalau persyaratan luas
penampang untuk pipa saluran yang
berakhir di badan air permukaan atau
outpol itu seperti
apa? Jadi untuk pipa air limbah itu
enggak boleh langsung masuk ke badan air
permukaan.
Jadi kalau pipa air limbah di sini,
perpipan air limbah di sini itu mau
enggak mau ketika masuk ee atau keluar
ya di bagian akhir dari pipa air limbah
ini adalah
IPAL. Jadi karena kita belajarnya di
sini terkait dengan jaringan air limbah,
jadi ujung dari penyaluran air limbah
ini adalah IPAL. seperti mungkin di sesi
SAT ya, saya ee di sesi SAT saya
jelaskan bahwa kalau ee SPALD yang model
seperti ini itu dari
rumah penyaluran atau
sub tadi ya? Jadi mohon maaf ya. Jadi ee
dari sumber penyaluran kemudian langsung
pengolahan. Jadi pengumpulan,
penyaluran, kemudian pengolahan. Jadi
modelnya seperti itu. Nah, kalau yang
luas penampang untuk pipa saluran yang
berakhir di badan air permukaan
ini ya kalau di sini memang tidak boleh
kalau di air limbah ini ya. Terutama
limbah domestik yang dimaksud di sini
untuk Spal DT ini enggak enggak boleh.
Jadi harus masuk ke
IPAL. Kecuali kalau memang dari IPAL itu
ke badan air, mau dibuang ke badan air
itu seperti apa. Nah, itu sebenarnya
tinggal masukkan aja sesuai dengan ee
diameter ee diameter outpol-nya itu eh
diameter outlet dari IPAL-nya itu. Jadi,
outletnya berapa, masuk ke situ berapa.
Cuman yang paling penting lagi
sebenarnya bukan itu, yakni harus ada
meter, harus ada meter air yang bisa
menghitung berapa banyak ee volume air
yang dibuang ke badan air. Sekarang
syaratannya sebenarnya itu. Tapi kalau
persyaratan lain karena ada met air,
berarti persyaratan berikutnya adalah ya
pipanya
harus atau air yang di dalamnya itu
tidak boleh gravitasi dengan atau
istilahnya airnya harus penuh di dalam
pipa. Ya, airnya harus penuh di dalam
pipa. Gravitasi boleh, miring boleh,
tetapi airnya harus penuh supaya
meternya ini berjalan.
Kurang lebihnya seperti itu.
Baik, Bapak. Terima kasih atas pemaparan
jawabannya. Ee untuk pertanyaan
selanjutnya dari Ibu Dewi dari YouTube.
Yang pertama dalam proses perencanaan
hidrolis dan hidrolis daringan ini sudah
kayaknya, Mbak. Mohon maaf, ini sudah
sepertinya yang
tadi. Oh, iya. Ee mungkin gitu, Pak.
Oh, iya. Untuk yang bertanya ini
sepertinya belum dijawab Bapak dari Bu.
Iya, ini sepertinya sudah
tadi. Saya ingat betul ini karena ada di
sini. Atau mungkin gini aja
ee beban puncak debit dasar ini
sudah ya tadi sudah saya jelaskan juga
terkait dengan ini ya ee mungkin saya
tambahkan sedikit untuk yang poin nomor
dua. Jadi di poin nomor dua di sini kan
menggunakan ee GIS ya.
Jadi di situ ada data utilitas existing
yang digunakan. Nah, jadi utilitasnya
seperti tadi ya, misalkan pompa dan
sebagainya. Jadi ee itu akan muncul
nanti. Jadi data G ini akan sangat
membantu untuk memetakan ee elevasi,
kontur atau kontur dari jalur pipanya.
Itu sebenarnya itu cuman harus
divalidasi kembali oleh ee pengukuran di
lapangan.
Jadi bisa seperti itu. Jadi sebenarnya
ini sangat digunakan untuk pengerjaan
profil hidrolis untuk cheisnya ini. Oke,
saya kira itu saja tambahannya.
Baik, Pak.
Untuk pertanyaan selanjutnya dari
Bapak ee apa saja kriteria teknis dan
lingkungan yang harus dipertimbangkan
dalam perencanaan bangunan pelengkap
seperti sumur kontrol debit, flow
kontrol chamber pada jaringan sewer air
limbah.
Oke, di sini sumur kontrol debitnya ya.
Ya, kalau kaitannya dengan sumber
kontrol debit berarti di sini kriteria
teknis atau apapun ya itu ya istilahnya
kriteria peralatan yang harus ada di
situ jelas ada alat ukur
debitnya dan alat ukur debit ini bisa
macam-macam sebenarnya ya. Jadi kalau
terkait dengan kriteria karena ini
bentuknya modelnya
sumur sebenarnya kalau sumur kontrol ini
biasanya di situ ada ini sih elevasi ada
ada apa ya istilahnya lupa saya. Jadi
ada alat ukur ketinggian lah ya. alat
ukur ketinggian airnya seperti apa.
Terus
kemudian dan yang paling penting dia
tidak boleh lama juga di sini karena
sumur sumur ini kan hanya untuk
sementara untuk mengumpulkan sementara
ya jadi bukan bukan sumur untuk
pengolahan. Jadi di sini jelas kalau
terkait dengan kriteria teknisnya dia
enggak boleh terlalu lama tinggal di
sini. Sama seperti pengumpul yang tadi
kurang lebih ya 10 sampai 20 menit itu
sudah cukup maksimal dan yang paling
penting tadi ada alat ukur ketinggian
supaya ada ini. Dan kalau terkait dengan
lingkungan ya tentunya terkait
ee kalau misalkan terkait dengan
perizinan ya otomatis ya tergantung
luasannya dan sebagainya ya dan kalau
lingkungannya berarti enggak boleh bocor
dan sebagainya.
Jadi kurang lebih ya sama seperti
sumur-sumur yang lain, sumur ee sumur
pengumpul, sumur kontrol debit,
sumur yang pokoknya terkait dengan sumur
itu kurang lebihnya sama sebenarnya
hanya perbedaannya itu tadi aja.
Baik, saya kira itu aja, Mbak. Baik,
terima kasih atas paparan jawabannya. Ee
selanjutnya Bapak pertanyaan dari ee Ibu
Nisa. Bagaimana peran dan desain
bangunan pelengkap
berupa penangkap lemak dalam sistem
pengolahan air limbah domestik di
perencanaan sewer? Demikian Bapak
ya.
Kalau terkait dengan bangunan seperti
ini, GRP itu sebenarnya tidak boleh ee
sori
ee pada prinsipnya
sebenarnya minyak lemak itu enggak boleh
masuk ke dalam shage. Harusnya seperti
itu. Sehingga peletakan grrip ini
harusnya berada di sumber.
Jadi tidak di ee tidak di tidak berada
di di perpitaannya, tapi lebih di
sumbernya.
Sehingga ee kalau misalkan dia tidak ada
resikonya akan banyak gumpalan-gumpalan
di dalam bangunannya itu atau di
pipanya. Nah, kalau sampai terlalu
banyak minyak lemak di dalam perpipaan,
resiko tersumbat, resiko terjadi ee apa
ya proses anerobik itu cukup besar.
karena dia juga nempel-nempel di
dindingnya kadang. Dan apalagi kalau
misalkan minyak itu kan kalau kena air
yang mengandung sabun dia teremulsi dan
mengeras. Nah, ini juga enggak boleh.
Makanya biasanya grisp itu ada di sumber
tidak di dalam ee
perbedaannya. Kurang lebihnya seperti
itu.
Baik, Bapak. Ee untuk pertanyaan
selanjutnya
dari ee Ibu Ika. Bagaimana bangunan
pelengkap seperti sumur inspeksi
mempengaruhi perubahan profil hidraulis
aliran dalam sistem jaringan bebas
sever.
Oke, terima kasih. Jadi
ee manhole itu tidak boleh mempengaruhi
perubahan profil hidrolis aliran ya.
Jadi profil hidrolis aliran itu harus
sesuai dengan
perencanaan. Kita tidak boleh mengubah
hanya karena menempatkan manhole. Nah,
sehingga di situ kalau seandainya ya
manhul ini kan kecil saja sebenarnya
hanya sekitar ya mungkin 1 m lah ya
kurang lebih enggak enggak besar. Jadi
dengan dengan adanya manhole ini bukan
berarti ee profil hidrolisnya atau
kemiringan pipanya itu langsung berubah,
enggak. Jadi kita tetap mempertahankan
itu. Jadi itu sangat kecil sekali
perubahannya karena enggak enggak besar
kok. Paling gede ya mungkin sekitar 1 m
atau 2 m gitu. Jadi tidak terlalu ber ee
tidak terlalu signifikan untuk ee
mempengaruhi
perubahan kemiringan atau profil
hidrolisnya, saluran alirannya. Kurang
lebih seperti itu
aja. Selnya dari Bapak HI. Bagaimana
pengaruh kemiringan pipa terhadap profil
hidrolis dalam jaringan sewer dan apa
konsekuensi jika kemiringan mipat
terlalu landai atau terlalu curang?
Ya, ini saya kira ee sudah terjawab di
ini ya, sudah terjawab di sesi SAT tadi
ya. Jadi kemiringan pipa ya, kemiringan
pipa yang terlalu landai resikonya pasti
nanti akan
mempengaruhi sistem yang ee aliran atau
hidraulika dari si air di dalam
perpipaan itu. Jadi, baik itu apakah
terlalu lali atau terlalu curam
resikonya adalah sama. Artinya di sini
yang kita harus kita jaga adalah
kecepatan minimum, kecepatan maksimum,
dan tinggi renangnya.
Intinya tiga itu kalau terlalu randai
berarti kemungkinan kecepatan minimumnya
tidak terlampaui sehingga akan
mengakibatkan endapan. Kalau terlalu
curam otomatis kecepatan maksimumnya
bisa
jadi terlewati atau melebihi kecepatan
maksimum atau bisa juga dia tidak
melampaui kecepatan maksimum tetapi
tinggi renangnya yang tidak tercapai.
Nah, jadi ini yang harus diperhatikan.
Tiga hal itu tadi yang harus
diperhatikan.
Jadi ee kita mengatur kemiringan
berdasarkan itu. Saya kira
itu. Baik, Bapak. Ee untuk pertanyaan
selanjutnya
dari Bapak Deki. Bagaimana perhitungan
profil hidrolis pipa?
Bagaimana perhitungan profil hidraulis
pipa mempertimbangkan kehilangan energi
akibat perubahan elevasi pada bangunan
pelengkap seperti sambungan pipa dan
Oke. Baik.
Jadi begini mungkin ya ee ya
di
dalam perpipaan air limbah
ini ini kan lebih ke salur alirannya
gravitasi ya tidak seperti air minum
yang bertekanan.
Nah, kalau
di perpipaan air limbah yang
gravitasi manhule itu sama seperti pipa
sebenarnya. Kalau tadi saya contohkan di
slide di dalam menhul pun juga
terbuka ya. tidak terbuka ee juga
terbuka sehingga ini tidak ada tidak
membedakan antara di dalam manhole sama
yang ada di
ee ee di pipanya sama gravitasi. Nah,
kemudian walaupun juga sambungan pipa,
sambungan pipa ini juga sama sebenarnya
ada
ada sisi head loss-nya ya, tapi kalau
itu bertekanan akan sangat berpengaruh.
Tapi kembali lagi ini gravitasi sehingga
kalau ada kehilangan energi akibat
perubahan elevasi pada bangunan
pelengkap nanti perubahan elevasi ini
sebenarnya itu
ee atau gini kehilangan energi di dalam
perpipaan kalau gravitasi itu akan
terbent akan menjadi
kemiringan. Jadi akan menjadi
kemiringan.
Boleh saya gambar, Mbak,
ya? Mohon izin.
Boleh, Bapak. Silakan
menjawab. Ini akan sangat susah ini
kalau enggak digambar.
Sebentar atau saya masukkan sini aja?
Oke, saya masukkan sini aja Pak
Enak. Jadi begini ya, Bapak Ibu ya. Jadi
kalau
misalkan ee nah ini contohnya. Jadi ini
pipa miring seperti ini dan ini tanah
ya. Nah, kalau sebenarnya kita tarik
garis
lurus, kita tarik garis lurus dari
sini ini seharusnya
ya seharusnya kalau ini bertekanan kita
bisa menjaga atau misalkan seperti ini
ini sejajar mungkin mungkin enggak
enggak enggak enggak enggak terlalu
terlihat ya. Oke, sini aja. Garis ini
sejajar dengan muka
tanah. Nah, artinya apa? Di sini tidak
ada energi yang hilang. Jadi, energi
yang hilang di pipa itu sudah ditutupi
oleh kemiringan ini. Nah, namun ya
kenapa kok ini ada kemiringan yang lebih
besar lagi di sini? Nah, ini adalah
perubahan energinya Bapak, Ibu.
di sini adalah perubahan energi. Jadi
istilahnya kalau kita berbicara tentang
tekanan di air minum, tekanan yang di
sini itu akan berubah menjadi head loss
atau kehilangan tekanan yang diakibatkan
oleh gesekan-gesekan pipa dan
sebagainya. Nah, itu akan mengurangi
tekanan yang dipompakan. Nah, tetapi
kalau di air limbah ini kalau
gravitasi energi yang hilang itu itu
akan dilupakan dengan kemiringan yang
lebih besar daripada kemiringan tanah.
Jadi kalau dibilang mengantisipasi dari
apa itu namanya dari kehilangan energi
akibat ee akibat adanya manhold dan
akibat adanya per debit dan sebagainya
itu sudah diantisipasi dengan beda
elevasinya ini eh beda slop antara slop
ee slop tanah dengan slop pipa. Jadi
selisihnya ini itu
adalah ee beda tinggi yang digunakan
untuk mengatasi kehilangan energi di
dalam pipa. Jadi kurang lebihnya begitu.
Kalau dihitung ya ada
hitungannya, tetapi tentunya dengan
rumus-rumus yang cukup lumayan nanti
seperti itu,
Pak. Ee terima kasih atas pemaparan
jawabannya.
Mungkin Mas mungkin
sudah sudah cukup Bapak untuk sesi tanya
jawab kali ini. Ee
dan baik demikian tadi pertanyaan dari
Bapak Deki sekaligus menjadi pertanyaan
penutup dari sesi tanya jawab kita pada
training online kita hari ini. Saya
ucapkan terima kasih untuk pemateri kita
pada hari ini yaitu Bapako, ST, MT yang
telah membantu menjawab
pertanyaan-pertanyaan sekaligus sharing
bersama dengan Bapak Ibu peserta
training online hari ini. Kemudian
terima kasih juga untuk Bapak, Ibu yang
sudah aktif bertanya dan mohon maaf
apabila ada pertanyaan yang belum
terjawab karena waktu kita yang sangat
terbatas sekali ya Bapak, Ibu sekalian.
Semoga di lain kesempatan kita bisa
bertemu kembali dan
pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu
bisa terjawab di sesi yang akan datang.
Baik, seperti janji kami di awal tadi,
kami juga sudah mengantongi nama-nama
pemandangan doorpres yang
beruntung. Baik, saya iz untuk share
screen terlebih
dahulu untuk pemenang doorpress pada
training online kali ini yaitu Bapak
Komarodin dari Cirebon. Lalu Bapak
Khawarismi ee lalu Ibu Afriifa. Bagi
pemenang, bagi pemenang silakan
menghubungi kontak person untuk
melakukan konfirmasi.
Baik, ee kita sudah sampai di penghujung
acara Bapak Ibu sekalian dan
alhamdulillah hari ini ee baik di sesi
pertama maupun sesi kedua kita telah
belajar banyak melalui training online
dengan topik penyusunan dokumen
perencanaan teknik
terinci teknik terinci pembangunan air
limbah bangunan jaringan air limbah yang
disampaikan oleh pemateri kita hari ini
yaitu Bapak Alfan Purnomo, Stmtak banyak
sekali ilmu yang kita dapatkan pada
penyampaian materi yang disampaikan oleh
pemateri kita hari ini. Semoga ilmu-ilmu
tersebut dapat bermanfaat bagi kita
semua. Baik, selain itu kami juga ingin
mengingatkan Bapak Ibu sekalian untuk
mengisi kuesioner yang linknya juga
sudah kami share di kolom chat supaya
kegiatan kami selanjutnya bisa lebih
baik
lagi. Dan sekali lagi saya izin
menyingalkan Bapak Ibu, bagi yang belum
request sertifikat sekaligus materi
dapat mengisi link yang juga sudah admin
kami kirimkan di kolom chat. Terakhir,
terakhir kata saya ucapkan terima kasih
kepada pemateri kita hari ini yaitu
Bapak Alfan Purnowo ST,mt yang telah
menyempatkan waktunya untuk berbagi dan
sharing materi bersama kami bersama kita
dari pagi hingga siang hari ini. Lalu
saya juga mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnamaap
Putra, ST, MNG selaku founder dari Butik
Darul Ulang Projek B Indonesia sekaligus
sekretaris Jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia. Dan juga
tidak lupa saya ucapkan terima kasih
kepada panitia dan peserta yang telah
berkontribusi dan sangat antusias selama
training online ini
berlangsung. Sampai bertemu lagi di
training online selanjutnya tentu dengan
topik dan tema yang lebih menarik lagi.
Akhir kata, saya selaku MC sekaligus
moderator memohon maaf sebesar-besarnya
apabila selama memandu acara ini
terdapat kesalahan kata ataupun
perbuatan. Saya Sabai Nurifah pamit
undur diri. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih, Pak Alfan semuanya. Terima
kasih semuanya. Terima kasih atas
partisipasinya. Terima kasih Pak
Hijrah. Terima kasih Mbak Sabrina. Saya
izin live ngih. Monggo, Pak