Transcript
7x8Wx132E8U • METODE TEKNIK SAMPLING 2025 SESI 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0120_7x8Wx132E8U.txt
Kind: captions
Language: id
CB Indonesia. Jika semisal selama acara
training online berlangsung, ada Bapak,
Ibu yang terkendala dalam Zoom tidak
perlu khawatir karena Bapak Ibu juga
tetap bisa mengikuti training online ini
melalui YouTube channel kami di Project
B Indonesia. Selanjutnya seperti
biasanya nih Bapak Ibu sekalian, hari
ini kami juga menyiapkan berbagai macam
doorpress spesial untuk Bapak Ibu yang
beruntung.
Do price ini diberikan berdasarkan tiga
pertanyaan terbaik dan dua story
Instagram terunik selama training online
ini berlangsung. Untuk pemenang, tiga
pertanyaan terbaik akan kami umumkan di
akhir acara sesi du nanti. Sedangkan
untuk pemenang dua dua story Instagram
unik akan kami hubungi langsung melalui
DM Instagram. Nah, jadi bagi Bapak Ibu
yang ingin bertanya selama training
online ini berlangsung dapat memberikan
pertanyaannya melalui kolom chat dengan
format nama. Kemudian pertanyaan yang
ini yang ingin ditanyakan dan nanti akan
kami pilih tiga penanya terbaik untuk
memenangkan doorpray spesial dari kami.
Lalu untuk story Instagram, Bapak, Ibu
dapat membuat story Instagram semenarik
mungkin dan jangan lupa tag Instagram
kami di @projectba Indonesia.
Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi. Namun sebelum itu,
mari kita lihat terlebih dahulu CV dari
pemateri kita berikut ini.
Ee demikian sekilas ee mengenai pemateri
kita pada hari ini. Mungkin langsung
saja untuk ee visiisi waktu jika Bapak
dan Bapak Ibu sudah siap ee kami
persilakan untuk penyampaian materinya
untuk waktunya sampai pukul 10.30
ya, Bapak.
Oke. Baik, Mbak Sabrina. Mudah-mudahan
suara saya sudah terdengar dengan jelas
ya.
Ee jelas kah?
Jelas ya. Oke. Baik. Ee Bapak Ibu izin
untuk ee memulai acara.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Ee bismillah walhamdulillah wasalatu
wassalamu ala rasulillah. Ee tentunya
selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
semuanya.
Ee yang kami hormati Bapak Ir. Prabowo
sekali ee selaku founder dari ee DODIKA
yang ee akhir-akhir ini sangat aktif
untuk melakukan pengolahan sampah
terutama untuk energi termal. Kemudian
teman-teman di jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia di
Yogyakarta.
Teman-teman Project Bing, Mbak Sabrina,
Mas Ibnu, dan teman-teman yang sudah
mengagendakan acara pada kesempatan hari
ini. Kemudian Bapak, Ibu, teman-teman
semuanya
ee yang telah hadir bergabung baik di
Zoom maupun di YouTube. Em terima kasih
karena telah mengikuti kegiatan Ring
online pada kesempatan hari ini gitu.
Nah, ee materi kita pada kesempatan hari
ini sangat menarik. Salah satunya yang
disampaikan oleh Pak ee Prabowo tadi
bahwa data terkait dengan ee kuantitas,
komposisi, karakteristik sampah itu
sangat penting dalam desain ee sistem
pengolahan sampah yang ada di lapangan.
Nah, baik. Ee agar tidak berlama-lama,
saya izin untuk share screen ee terkait
dengan materi hari ini.
Oke. Baik. Ee mudah-mudahan sudah
terlihat dengan jelas ya. Ee karena
terbagi menjadi dua sesi maka kami
materinya menjadi dua gitu ya. Jadi
sekaligus juga nanti ee partner saya ini
Mas Yebi, Pak Yebi yang juga nanti akan
barengan ee kita akan berbagi ada yang
materi yang saya akan sampaikan,
kemudian nanti akan ada materi yang akan
ada Pak YB yang sampaikan gitu ya. Jadi
agar lebih ke teknis langsung, jadi pi
nanti akan menyambung ee apa yang ee
saya sudah sampaikan begitu ya. Nah,
pembagian materinya kira-kira Bapak, Ibu
semuanya ada 10 lah ya. 10 yang kita
akan bagi di sesi satu lima materi, di
sesi yang kedua ada lima materi ya. Nah,
sebagai informasi juga Bapak, Ibu,
teman-teman semuanya ini adalah ee
rangkaian kegiatan
mm training online yang berhubungan
dengan metode dan teknik sampling sampah
ini. Yang ini batch keenam gitu ya. Jadi
yang sudah berlangsung beberapa tahun
terakhir ini adalah batch keenam yang ee
Bapak Ibu bisa mengakses juga materi
sebelumnya di YouTube channel Project B
Indonesia gitu ya, lima materi
sebelumnya. Nah, tapi di ee ee
pelaksanaan kali ini ini agak spesial
karena ee kita sudah punya SNI yang baru
gitu ya terkait dengan sampling sampah.
ada SNI 3964 tahun 2025. Jadi ini adalah
kali pertama yang dikerjakan oleh
Project Indonesia terkait dengan
penggunaan SNI yang terbaru.
Dan kabar gembiranya juga sebagai
pelengkap materi ya ee beberapa hari
yang lalu ya ee kalau saya tidak salah
Kementerian PU ee menyelenggarakan juga
ee webinar terkait dengan ee penjelasan
SNI ini gitu ya. Nah, mudah-mudahan ini
bisa saling melengkapi. Tidak kami
bermaksud untuk mengajari Bapak Ibu
semuanya, tapi hanya berbagi, sharing
apa yang sudah pernah dilakukan walaupun
secara SNI. SNI ini ee karena baru
keluar dan kami juga belum pernah punya
pengalaman melaksanakan SNI ini. Tapi
beberapa pekerjaan sebelumnya yang sudah
dilaksanakan dari tahun 2021,
22, 23, 24 sebagian besar pelaksanaannya
ternyata sangat mirip dengan SNI yang
ada saat ini dan bahkan beberapa form
yang ee sudah kita pakai di pelaksanaan
sampling-sampling di beberapa lokasi
yang sebelumnya ini menjadi ee apa
bagian dari SNI saat ini ya. Jadi ee ini
menjadi hal yang ee sangat menarik. Jadi
ee di ee berhasil dibuat ee yang lebih
komprehensif dari SNI yang di tahun 94
gitu ya. Nah, baik ee agar tidak
berlama-lama karena waktunya nanti ee
saya mungkin akan sampai 1020 kemudian
akan dilanjutkan oleh Pak YB ya. Bagian
yang pertama buat Bapak, Ibu atau
teman-teman semuanya yang baru bergabung
ya ee terkait dengan teknis sampling
mungkin perlu sedikit pengantar tapi
pengantar ini rasanya tidak perlu
terlalu lama begitu. Misalnya terkait
dengan ee sampling itu apa sih begitu.
Jadi sampling itu kan mengambil sampel.
sampel itu adalah bagian dari jumlah
atau karakteristik yang dimiliki oleh
populasi yang lebih besar gitu ya. Jadi
kalau kita cek darah misalnya gitu ya,
darah kita diambil sedikit untuk
mewakili darah keseluruhan di dalam
tubuh kita. Jadi hanya diambil sedikit,
tidak diambil semuanya. Tapi ada juga
metode yang diambil semuanya. Seluruh
populasi yang ada diambil semuanya.
Berarti itu namanya bukan sampling, tapi
sensus ya.
Nah, ee dengan berbagai macam
keterbatasan yang ada misalnya ya, kalau
kita bilang penelitian enggak boleh
ngomongin keterbatasan ini begitu ya.
Tapi kita secara lapangan aplikasi kita
pasti bicara dengan dana, tenaga, waktu
maka tidak memungkinkan untuk mengambil
keseluruhan dari populasi yang ada gitu.
Oh, ada jumlah penduduk 1 juta orang.
Kita pengin tahu setiap orang
menghasilkan sampah berapa gitu.
Idealnya
mengukur dari setiap jumlah penduduk
tersebut. Tapi tadi lagi-lagi ada dana,
tenaga, waktu yang tidak memungkinkan
gitu. Maka dia dibuatlah sampel gitu.
Nah, oleh karena itu sampel ini punya
prinsip dia harus punya harus
benar-benar representatif
mewakili dari populasi yang kita maksud
gitu ya agar tidak salah. Seperti ini
misalnya contohnya ya yang sering
disampaikan dalam materi-materi ee
kegiatan sampling gitu ya. Jika tidak
mewakili misalnya ya kita punya gajah
yang cukup besar lebih besar daripada
ukuran tubuh kita begitu ya.
ukuran tubuh kita,
Mbak Sabrina. Nanti kalau ee saya
terputus-putus mohon dikabari ya karena
ada peringatan ternyata unstable gitu
ya. Nah, ada gajah yang cukup besar
dengan lebih besar daripada tubuh kita.
Tentunya saat kita pengin melihat bentuk
gajah ini seperti apa. Kita tutup nih
matanya ya. Yang orang ada di situ ada
lima orang nutup mata. Satu pegang
ekornya, satu pegang badannya. Satu
pegang kakinya, satu pegang pegang apa?
Belalainya, satu pegang ee apa itu
namanya? Ee gadingnya gitu ya, satu
pegang telinganya. Pegangan itu akan
mewakili bentuk yang kita bayangkan. Oh,
seperti tali ya. Oh, seperti tembok ya.
Seperti kayu ya, seperti tombak ya,
seperti karpet ya, bisa macam-macam
gitu. Karena yang hanya dipegang adalah
bagian tersebut gitu. Maka sampel
tersebut kalau kita hanya pakai itu,
kita akan menyimpulkan bahwa oh gajah
itu seperti ekor, oh gajah itu seperti
tembok gitu. Oh gajah itu seperti karpet
ya. Jadi butuhlah sampel yang ee baik
yang bisa mewakili keseluruhan dari
badan gajah tersebut. Kira-kira gitu ya.
Nah, tujuan sampel sampling SP ini
pastinya ya, Teman-teman, saya mencoba
untuk menghadirkan ada eh report ya dari
Global W Management Outlook di 2024
menunjukkan angka-angka jumlah sampah
yang dihasilkan oleh masing-masing ee
kawasan gitu ya. Nah, yang pertama
adalah pastinya kegiatan sampling
tersebut untuk mengidentifikasi
kuantitas kualitas sampah dari suatu
wilayah sehingga kita punya data tren
tahun ini bagaimana kuantitasnya, tahun
ini bagaimana kuantitasnya sehingga
punya tren kuantitas dan kualitas dari
sampah tersebut.
pastinya itu untuk ee evaluasi berbagai
macam program yang berjalan ee oh sudah
baik, sudah efektif dan dan seterusnya
dan juga hubungannya dengan ee ee yang
akan datang ini sebagai perumusan
kebijakan gitu kan perencanaan teknis
dan juga hubungannya dengan aktivitas
pembiayaan gitu ya. Jadi bisa dipakai
untuk eksisten saat ini maupun untuk
perencanaan di masa yang akan datang.
Ini menjadi hal yang ee sangat menarik
pastinya dan kita sangat bersyukur dan
support kegiatan-kegiatan yang dilakukan
oleh pemerintah. Salah satunya munculnya
portal ini gitu ya. Jadi ee sejak tahun
kalau saya tidak salah ya, Kementerian
Lingkungan Hidup kemudian membuat portal
yang berisi tentang data-data yang
berhubungan dengan ee pengelolaan
sampah, jumlahnya, kuantitasnya,
komposisinya, sumbernya, semuanya bisa
diakses dan real time ya. Jadi 2019 kita
bisa lihat grafik 2020 wilayah mana saja
yang punya ee pengolaan sampah yang
lebih baik gitu ya. 2022 23 24 dan
seterusnya. Ini menjadi hal yang sangat
baik karena dengan data kita bisa banyak
melakukan hal-hal yang ee yang lebih
baik ke depannya gitu ya. Dan di 2024
misalnya kalau kita lihat contoh gambar
di pojok kanan bawah ini bisa kita lihat
bahwa ada capaian gitu ya yang dicapai
dari angka-angka yang diinput. Nah, tapi
tantangannya Bapak Ibu adalah
membutuhkan kerja sama dari
masing-masing daerah gitu. kabupaten
kota harus bisa menginput data yang
benar gitu ya, data yang baik, data yang
punya kualitas agar apa? Saat
digabungkan menjadi data yang
benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,
bisa dipakai, tidak tebak-tebakan. Misal
contoh Bapak, Ibu kalau kita bongkarnya
ya, tapi lagi-lagi ini tidak untuk
menyalahkan, tidak untuk membela. Hanya
contoh saja Bapak ya. ee saat kita
bicara komposisi dari jenis-jenis sampah
yang ada ee kemudian kita bicara sumber
sampah kemudian kita bongkar, kita klik,
kita bisa lihat tabelnya isinya apa
saja. Oh, berarti ada daerah yang belum
punya data. kita sebut belum ya, belum
punya data, belum diinput gitu ya,
karena datanya mungkin sedang proses.
Ee ada yang sudah isi tapi tidak
keseluruhan gitu. Jadi variasi data ini
akan menampilkan sebuah data kumpulan
yang juga untuk mencerminkan Indonesia
gitu. Nah, oleh karena itu kita merasa
ikut bertanggung jawab juga terhadap
data ini. UII ee jurusan lingkungan juga
ingin menghadirkan agar Bapak Ibu di
daerah juga punya kemampuan ee untuk
mengambil data yang benar, data yang
baik sesuai dengan standar. Bukan ee
kita sebutnya bukan kemauan ya, lebih
kepada kemampuan gitu. kemauan itu yang
di luar ee kami tentunya gitu ya.
Kemampuan ee apa kemauan dalam hal
tenaga, kemauan dalam hal penganggaran
dan seterusnya itu adalah hal yang
mungkin akan berbeda. Nah, kita berkaca
nih ke kegiatan yang dulu gitu ya. Saya
ambil dari materi yang dulu. Oh, ini
ternyata merah begitu ya. Oh, tingkat
pengolaan sampahnya rendah begitu ya.
sehingga yang diakses dulu itu Indonesia
83%
sampahnya tidak terkelola gitu. Sehingga
dipakailah oleh ee peneliti ee Jambek
ini kemudian memodelkan Indonesia juara
dua dunia dalam kontribusi sampah
plastik di laut. Kenapa dia bisa buat
itu? dia tidak tidak mengukur secara
langsung, tapi dia menggunakan data
sekunder yang bisa diakses dan dipercaya
data tersebut bisa dipakai sehingga dia
pakai gitu ya. Nah, ini juga menjadi
kelemahan kita pada saat menghadirkan
data. selebihnya kita juga sudah punya
nih sistem jakstranas, Jakstrada yang
nanti akan dievaluasi dalam ee tahun
yang akan datang gitu ya. Berisi apa?
data yang nanti hubungannya dengan
target
berapa, target berapa, sehingga akan
muncul gap gitu ya. Gap-nya itu akan
dibentuk menjadi program-program
pembelian surpringkatan masyarakat.
Banyak hal yang bisa dihubungkan antara
gap dengan kondisi existing dan target
yang ada ya. Tapi lagi-lagi saat kita
punya data berarti kita akan mengakses
data lama begitu ya. Salah satu data
lama adalah kita pakai nih SNI 95
tentang spesifikasi timbulan sampah kota
kecil, kota sedang di Indonesia.
Akhirnya pakai angka-angka ini ya. Tapi
karena memang belum di ee ganti dengan S
yang baru berarti masih boleh dipakai.
Cuman kita perlu ingat bahwa penggunaan
ini memang mudah tinggal dikali dengan
jumlah penduduk gitu ya. Beratnya berapa
kali? 1.000 orang. Beratnya berapa kali?
1 juta orang. Kemudian ketahuanlah
jumlah sampah yang dihasilkan di kota
tersebut gitu ya. Nah, tapi yang perlu
diingat adalah wah ternyata nah ini
boleh memang digunakan tapi umurnya
sampai tahun ini sudah 30 tahun.
Pastinya secara prinsip ee apa namanya
dari segi waktu ya banyak perubahan yang
sudah terjadi ya. ee lifestyle
masyarakat berubah, metode pengemasan
berubah, pola konsumsi berubah, maka
jumlah dan kuantitas sampahnya juga akan
berubah. Karena kita lihat Bapak, Ibu
ya, perjalanan sampah itu kan begitu
panjang ya, dari sumber sampah ada
pemukiman, kantor dan berbagai macam.
Kemudian akan ada pengolahan individu
yang dilakukan ya. Kemudian akan ada
lingkungan yang dibuat. Oh, ternyata ada
yang ngompos, ada yang milah, tapi tetap
ada yang bakar sampah, buang sampah
sembarangan. Tapi juga ada yang
sektor-sektor informal yang bekerja,
pemulung, pengepul, rosok, rosok, lowak,
dan seterusnya. Tapi juga ada Bapak,
Ibu, Bapak, Ibu yang di pemerintahan
yang bekerja maksimal di Dinas
Lingkungan Hidup lewat UPT dan
seterusnya yang semuanya sistem ini
sebenarnya saling berhubungan gitu ya.
Maka di setiap alur kegiatan ini kan
butuh data, butuh kuantitas, butuh
kualitas gitu ya. Tidak hanya sumber
sampah. Nah, ini yang menariknya juga
Bapak Ibu di SNI yang baru ini hampir
semua kegiatan ada itu ada metode
samplingnya. Bagaimana mengambil sampel
di rumah, bagaimana mengambil sampel di
kawasan, bagaimana mengambil sampel di
TPS, di TPA, dan seterusnya yang tidak
dimiliki di SNI sebelumnya. Sehingga
dengan data yang sangat kompleks ini
kita bisa buat sebuah neraca yang sangat
menarik gitu ya. Kita bisa gambarkan
dengan pakai ee software stand, pakai
software eh diagram key gitu ya atau
modelnya kayak gini pakai stand gitu.
Wah, kita bisa gambarkan gitu baik yang
secara umum sebuah kota ataupun yang
lebih spesifik sesuai dengan lokasi
pengolahannya. Jadi ini menjadi hal yang
tentunya sangat menarik begitu ya kalau
lagi-lagi kalau datanya kita punya gitu.
Nah, ini dalam rangka mengadakan data
tersebut. Tapi yakinlah Bapak Ibu pasti
sebagian besar yang mengikuti acara hari
ini sudah sangat paham kebutuhan akan
data tersebut gitu. Berbagai macam
infrastruktur yang hubungannya dengan
persambahan dimulai dengan data.
Mau bangun TPST, mau bangun TPA, eh
bangun TPA boleh enggak, ya? Terus
kemudian perencanaan rute pengangkutan,
ya. Pemilihan berbagai macam peralatan
dimulai dengan data. Dan menariknya
adalah Bapak Ibu, data itu bisa
mencerminkan pengolahan yang akan kita
lakukan, gitu. Jadi ee beda data, beda
kuantitas, beda kualitas. Maka beda juga
treatmen yang dilakukan. Ini bisa kita
lihat ya, ini negara Asia saja gitu ya.
Oh, ada yang pakai warna kuning, pakai
insator. Mungkin jenis sampahnya
berbeda. Ada yang pakai metode ee
berwarna abu-abu karena jenis sampahnya
berbeda. Jadi, ragam perbedaan ini
mencerminkan dari data yang ada. Maka
menurut hemat kami, kebutuhan akan data
itu menjadi sangat penting gitu, supaya
kita bisa berbuat sesuatu. Jadi data ee
menjadi halnya ya ada kalimatnya ya
dengan data ee tanpa data kita hanya
berilusi.
Jadi kita hanya punya persepsi saja gitu
tanpa bisa menunjukkan hal yang lebih
spesifik gitu ya. Nah, oke Bapak Ibu ini
bagian yang pertama gitu ya. Bagian yang
kedua
kita sedikitlah secara cepat overview
apa sih bedanya antara SNI ee 94 dengan
SNI 2025 kalau nomornya sama ya. Nah,
ini tentunya ee apa namanya
lebih baru gitu ya ee lebih update pasti
ya. Dari segi judul beda ya. yang dulu
hanya pengukuran contoh tilan dan
komposisi sampah perkotaan, tapi saat
ini dia pakai dengan judul yang ee
berbeda. Salah satunya karena
hubungannya dengan regulasi yang muncul
gitu. Undang-undang 18 tahun 2008
menyebutkan ada istilah sampah rumah
tangga dan sampah sejenis sampah rumah
tangga. Ee bagi teman-teman yang sudah
berkecimpung di bidang sampah pasti
tidak asing ya. ada SRT, ada SSSRT.
Jadi mudah-mudahan tidak bingung pakai
istilah itu, ya. Jadi karena nanti dalam
materi kita akan pakai itu ya. Ee tujuan
ee berbeda juga kalau di 94 pakai
besaran timbulan sampah yang digunakan
dalam perencanaan dan pengolahan sampah
gitu ya. yang di 2025 agak spesifik ya
mendapatkan data yang pertama berat
volume, densitas, komposisi
supaya bisa dipakai untuk aktivitas
perencanaan monitoring dan evaluasi. ya
biasalah update-an itu pasti kan keluar
lebih spesifik gitu ya, lebih rinci itu
wajar saja gitu. Kemudian ruang lingkup
Bapak Ibu ya, ruang lingkup seperti
judulnya tadi ruang lingkupnya berubah
karena hubungannya dengan sampah rumah
tangga. Acuannya di Undang-Undang 18
tahun 2008 ya, ada sampah rumah tangga,
sampah sejenis sampah rumah tangga. Nah,
kalau kita lihat ee karena tadi ada yang
berubah ruang lingkupnya, maka perumahan
yang dipakai di 94 kemudian berubah
menjadi sampah rumah tangga di 202. Ee
ee apa ee nomenklatur ini menjadi
penting saat kita ikuti sebuah standar
gitu. Tapi hampir miriplah permen
pendapatan tinggi, rumah tangga kelas
atas bahasanya berubah ya. Semipermanen
menjadi kelas menengah, non permanen
menjadi kelas bawah. Kemudian yang
menarik adalah lebih spesifik Bapak Ibu
ee perumahan kemudian ada non perumahan
toko, kantor, sekolah, pasar di 94 gitu
ya. Di 2025 dia dibuat ee kawasan dan
fasilitas gitu ya. Jadi, SSRT-nya
menjadi kawasan komisil industri khusus,
fasilitas sosial. Tapi menariknya itu
dijabarkan lebih detail. Nanti kita
lihat ya komersil itu apa, industri itu
apa, khusus itu apa. Jadi sangat-sangat
ee sudah lebih detail dibandingkan
dengan lokasi yang lain ee di 94.
Kemudian alat, alat juga beda nih
frekuensi ya. 94 pakai 40 L sama ee 500
L. Bok sampling yang dipakai ya ee untuk
mengukur berat dan volume. Tapi di 2025
pakainya ukurannya beda dikit ya 54 L
dan 500 L. Kemudian waktu kalau 94 pakai
8 hari berturut-turut
ee dianjurkan dalam dua musim ya, ada
kemarau dan hujan. Karena berat ee
sampah itu akan pengaruh saat dia
terkena hujan pada saat proses
pengangkutan yang ada gitu ya. Nah, di
2025 pilihannya lebih 8 hari
berturut-turut
itu idealnya dilakukan pada musim hujan
dan kemarau kemudian diulang kembali 5
tahun sekali sekurang-kurangnya.
Tapi kalau tidak mungkin 8 hari boleh
hanya dilakukan 3 hari. Jadi ada hari
kerja, hari libur, hari puncak untuk
timbulan lambak. Jadi hari kerja
misalnya Sabtu eh Senin sampai Jumat ada
satu hari yang mewakili. Hari libur
berarti ada Sabtu dan Minggu satu hari
yang mewakili. Hari puncak berarti
setelah libur kemudian tidak tidak ke
mana-mana kemudian jumlah sampahnya
meningkat di rumah atau area yang lain
yang menurunah dipakailah hari puncak
tersebut. Jadi mungkin bisa diulang hari
Senin ya. Jadi dari waktu kemudian
perhitung jumlah sampel gitu ya. Nah ini
di 94 pakai koefisien tetap pakai CD
tergantung dari kategori kotanya. tidak
memperhitungkan error error. Tapi kalau
di 2025 ada dua alternatif, bisa pakai
populasi, bisa pakai rumus slovin yang
sudah pakai di ee di banyak penelitian
yang lain gitu. Kemudian koefisien kota
ya sudah dipakai juga di sana.
Kemudian yang berbeda lagi adalah
komposisi sampah. Ada 9 jenis. Di 2025
ada 13 jenis ya. Tapi dibuat boleh nih
kalau ee tergantung dari tujuan
pelaksanaan samplingnya. Boleh enggak
enggak pakai 13? Saya pakainya empat
saja. Ohoh. Dibuat empat juga boleh. ada
organik, anorganik, B3, dan sampah lain.
Nah, mungkin detailnya nanti di materi
selanjut ini kan ee hanya overview saja
dan perubahan-perubahan yang lain,
Bapak, Ibu. Nah, saya sengaja buatnya
kayak gini karena ada materi yang ketiga
yang sebenarnya sangat penting ya,
penentuan metode gitu ya. Jadi
perubahan-perubahan lainnya ee ada
diagram alir, ada rumus, jumlah contoh
ditambah dengan formulir-formulir ada
kuesioner, ada bagaimana penentuan
tingkat ekonomi untuk sumber rumah
tangga gitu ya, ada contoh sampah. TIG
itu contohnya apa saja gitu. Ada contoh
formulir wawancara, ada contoh formulir
untuk perhitungan densitas, total
sampah, gambar, formulir rekaman, contoh
penerapan teknik kuadrat dan seterusnya.
Nah, tugasnya kami Project B Indonesia
dan ee jurusan teknik lingkungan membuat
ini jadi lebih mudah dan siap dipakai
gitu ya. Tapi bukan bermaksud untuk
membuat malas Bapak Ibu ya. Tidak. Nah,
jadi form-form ini kita sediakan dalam
bentuk yang lebih mudah Bapak Ibu edit
gitu ya. Jadi hitungnya jadi lebih
mudah, masukin angkanya jadi lebih
mudah. Sebagian besar sudah kita buat
dalam bentuk otomatis. Lagi-lagi
semangatnya untuk menghadirkan data di
berbagai macam wilayah yang lebih baik,
gitu ya. Jadi, Bapak Ibu tinggal mikirin
teknis lapangan saja nanti materinya Pak
Yeb gitu ya.
yang oke yang kedua sudah ya ini agak
cepat-cepat tapi mudah-mudahan bisa Pak
dipahami dengan baik ya. Oke yang ketiga
ya. Nah ini bagian yang ee juga
sangat-sangat penting. Yang ketiga,
setelah kita tahu tadi perbedaan SNI ee
lama dan baru ya. Yang ketiga adalah
saat kita mau melakukan sampling
tentunya kita butuh tahu jumlah
sampelnya berapa gitu kayak tadi gitu
ya. Apakah cukup pegang badannya gajah,
cukup pegang ekornya gajah atau pegang
yang mana gitu untuk menentukan jumlah
sampel. Nah, ee bagaimana cara
menghitungnya? Nah, sebelum masuk ke
perhitungan ini adalah alur Bapak, Ibu
ya, cara kerja dari ee apa namanya ee
SNI ini gitu ya. Ee mulai dari ini kita
lihat yang bawah dulu ya, Bapak, Ibu.
Seharusnya yang atas ini enggak muncul
dulu tapi sudah terlanjur muncul dari
pengumpulan data populasi. Berarti kita
butuh data, datanya data sekunder ke
berbagai macam pihak yang bisa
menyediakan data ini, Duk Capil, BPS,
baik pusat statistik dan lain-lain ya.
Kemudian kita tentukan jumlah sampel.
Nah, jadi tadi ada koordinasi yang perlu
dilakukan gitu ya dengan bagai macam
pihak tadi. Kemudian kita lanjut
penentuan jumlah sampel ya. Kemudian
ditentukan lokasi sampelnya. Oh,
ternyata dari 1000 penduduk saya hanya
butuh 10. 10 berarti memilih dari 1000
itu cuman butuh 10.
Ee balik kita metodenya mau pakai random
sampling, pakai strata sampling. Nah,
itu bebas ya. Oh, saya akan bagi per
kecamatan. Oh, saya akan bagi per timur,
utara, barat dan seterusnya. Boleh. Oh,
saya mau random saja. tutup mata, ambil
peta, tunjukin di situ, ambil contoh,
selesai gitu ya. Ee menentukan lokasi,
kemudian pelaksanaan sampling. Jadi ee
di mau dilaksanakan samplingnya berarti
ada kebutuhan akan jumlah tenaga, jumlah
waktu ya. Ee kemudian berbagai macam
perlengkapan yang ada. dapat data
berarti ada analisis hasil sampai
ketemulah timbulan dan komposisi. Jadi
urutannya agak panjang. Berapa lama
waktunya? Nanti ee Pak Yebi yang akan
menjelaskan gitu ya. Dia bisa lama bisa
singkat karena tergantung dari luasan
wilayah yang akan kita ya. Nah, ini yang
ee paling penting Bapak Ibu ya.
Yang pertama kita akan bicara dulu
berapa jumlah sampel sampah rumah tangga
atau SRT
di dalam SNI yang lama formatnya kayak
gini Bapak Ibu. Formatnya kayak gini
gitu ya.
di Bapak Ibu yang sudah punya pengalaman
ikut kegiatan kita ee waktu yang dulu
ya, ini sudah kita bentuk dalam ee
format Excel ya, format Excel yang ada
rumus-rumusnya sudah kita buat Bapak Ibu
cukup yang mengisi warna kuningnya saja
gitu ya. Warna kuningnya hijunya sudah
berubah langsung. Oh, saya cuman punya
jumlah penduduk berapa? Ijaunya sudah
berubah. Ngikut ee rumus. Rumusnya
seperti apa? Nanti Bapak Ibu bisa lihat
di SNI-nya. Ee sebenarnya tidak tidak
sulit ya. Nah, bedanya apa di 2025 agak
lebih ee agak lebih ini Bapak Ibu ya
agak lebih panjang sedikit ya. Dia
memberikan alternatif ya. Alternatif
yang pertama kalau jumlah penduduknya
lebih dari 1000 orang ya. Jadi lebih
dari 1000 orang. Ee saya coba besarkan
sedikit ya Bapak Ibu. Nah ini ya
alternatif yang satu itu adalah lebih
dari 1000 orang maka dia kategorinya
sudah otomatis. Jadi kategori ini saat
kita input di 1000 kita buat ini yang
hijau ini otomatis dia berubah. mau
megapolitan, mau besar, mau sedang,
kecil itu berubah. Tapi standarnya tetap
kita pakai nanti standarnya yang ini ya.
Nah, jumlah penduduk yang sudah dibagi
dalam kategori ini ya. Jadi kalau jumlah
penduduknya lebih ee oh maaf maaf kurang
dari 1000 gitu ya. Kurang dari 1000.
Kemudian alternatif yang kedua yang
lebih dari 1.000. Jadi dibagi menjadi
dua dengan rumusan yang berbeda ya. Jadi
bedanya di SNI yang ee 2025
mengelompokkan ini ya karena apa
pengalaman dari SNI yang sebelumnya
ternyata makin sedikit jumlah jiwanya
tidak mencerminkan jumlah sampel yang
semakin sedikit gitu ya. Itu itu menjadi
hal yang ee pertimbangan ya. Nah, oke.
Kita akan coba lihat satu persatu
alternatif SAT itu seperti apa gitu ya.
Alternatif SAT rumusnya seperti ini ya.
Jadi ada PS jumlah sampel. Kemudian CD
itu adalah koefisien jenis kota yang
megapolitan,
kota besar, kota sedang, ee metropolitan
gitu. Kemudian PT ini adalah jumlah
penduduk. Jadi simpel sekali ee rumusnya
gitu ya. Jadi kalau kita hitung misalnya
1 juta orang, maka PS = CD-nya adalah 1.
Nah, karena tadi 1 juta masuk kategori
kota ee kota besar gitu atau kota
metropolitan. Jadi angkanya adalah satu
gitu ya. Nah, keluarlah hasilnya. Tapi
kan daripada Bapak Ibu pakai kalkulator
lagi ya kita sediakan saja sudah dalam
bentuk Excel yang bisa diakses secara
langsung ya. Alternatif yang kedua ya.
Alternatif yang kedua kalau dia jumlah
penduduknya lebih dari 1.000 misal kita
masukkan angka 2.000 berarti n-nya ya
n yang besar adalah jumlah penduduk ya.
Kemudian ini alternatif yang kedua dia
memasukkan tingkat OR. Nah, Bapak Ibu
bisa milih nih kalau di Excel ee 1, 5
atau 10 gitu ya. Ee di keterangan
SNI-nya juga sudah ada 150 ini sudah ada
tinggal dipilih kemudian ketemulah
jumlah sampel yang akan dibuat gitu ya.
Nah, ini masih dalam jumlah orang jiwa
ketemu jumlah jiwa.
Kemudian kita olah selanjutnya step yang
kedua untuk menentukan jumlah contoh,
jumlah rumah lah, jumlah KK gitu ya.
Jadi dari rumus alternatif satu tadi dan
alternatif du. Nah, ini juga ee menjadi
masukan ya. ee mungkin maksudnya ee K =
N,
K = PS dan NES
ee berbeda ya untuk menunjukkan
sebenarnya alternatif yang berbeda. Tadi
pakai alternatif satu dengan jumlah
penduduk yang berbeda, alternatif yang
kedua dengan jumlah penduduk yang
berbeda, maka simbol yang dipakai itu
berbeda.
Nah, ini ee bisa kita hitung jumlah
sampelnya berapa, hubungannya dengan
apa, Bapak, Ibu? Bapak Ibu tinggal cek
di BPS di kota Bapak, Ibu itu jumlah KK
per ee eh jumlah jiwa per KK maksudnya
ya ada 4 atau 5 atau en. Nah, tinggal
dimasukin sehingga ketemulah untuk
sampel alternatif 1 itu 200 rumah.
Sampel alternatif 2 itu menjadi 79
rumah. Jadi sudah ee ee bisa dihitung
secara detail ya jumlahnya berapa.
Ee kemudian setelah ketemu ada 200 atau
79 kan karena alternatifnya berbeda kan.
Ee dan yang kita pakai nanti dalam
perhitungan itu tetap satu ya, tidak
tidak dua-duanya gitu. Nah,
perhitungannya berarti berlanjut ya. Ada
persentase kelas. Nah, ini nanti kita
lihat rumahnya seperti apa ya. Nanti
kita akan lihat. Ini memang sangat
sangat subjektif gitu ya. Tapi kita
mencoba lihat SNI ini mencoba melakukan
pendekatan dengan berbagai macam standar
yang ada. Nah, dari angka-angka
persentase ini ketemulah alternatif 1
itu 200 rumah dengan pembagian ini. Ya,
sebenarnya kan sederhana ya, Bapak, Ibu
ya. 200 rumah dikali 25% ketemunya 50.
200 rumah dikali 30% ketemunya 60 dan
seterusnya gitu ya. Nanti kalau ada
angka yang salah mohon dikoreksinya.
Alternatif yang kedua ada total 79. Nah,
sehingga persentasenya mengikuti
persentase ini juga ketemulah jumlah
rumah untuk masing-masing. Nah, ini
adalah metode yang dikeluarkan oleh SN
ee 2025.
Tapi kita tetap juga menampilkan ada loh
metode-metode yang lain juga yang Bapak
Ibu bisa sesuaikan gitu ya. Saat ada
pekerjaan
yang tidak harus
menampilkan menggunakan SNI ya. Ada
pakai rumus eh Slovin ya, ada pakai
rumus Isak dan Michel gitu ya. Nah, di
dalam Excel itu kita tampilkan nih untuk
mempermudah Bapak Ibu ya. Bisa pilih
yang SNI 94, SNI 2025 pakai Slovin,
pakai nomogram Harry King ya, pakai Isac
Michel atau metode yang lain. Jadi
nomogram misalnya seperti ini ya. Jadi
input berapa, populasi berapa. Jadi ee
konsepnya yang kuning diisi gitu ya.
Nah, ini bisa diakses semuanya. Nah,
kembali ke ke persoalan tadi Bapak, Ibu
ya. yang rumah tadi yang saya sampaikan
ini kelas-kelas.
Nah, menariknya adalah di ee kategori
ini. Jadi, dulu kegiatan ee sampling
yang kita pernah lakukan saat surveyor
diturjurkan kan dia akan memilih ini
masuk sampel apa, Pak? Gitu kan. Oh, ini
kelas atas. Berarti kita perlu membuat
kategori ya. Oh, bisa nih lihat dari
penampakan rumahnya, kondisi fisik
rumah, kondisi pemilikan kenderaan, ada
pagarnya tidak pakai listrik atau tidak,
ada ruang tamu, lantainya bagaimana?
Jadi pendekatan ya pakai kita sebutnya
di 94 lah. Bapak, Ibu boleh pakai ini
juga ya. Memang tantangan lapangan
adalah kelas ini sangat sensitif gitu
ya, tergantung yang menilai gitu. satu
lokasi dengan lokasi yang lain berbeda.
Dia enggak punya, dia enggak punya
mobil, Pak. Tapi dia punya sawah banyak
sekali gitu ya. Jadi tingkat
pendapatannya mungkin ee tinggi. Jadi
memang perlu kesepakatan agar ada
serata. Namun kita punya kabar gembira
gitu ya, bahwa SNI 2025 melakukan
pendekatan
terhadap ee berbagai macam pendekatan
yang memungkinkan. Nah, salah satunya
yang dipakai ini Bapak Ibu bisa lihat di
dalam ee lampiran ya. Di dalam lampiran
ada penentuan tingkat ekonomi sampel
sampah rumah tangga berdasarkan tahapan
keluarga dan ee dan penggolongannya. Ya,
misalnya kita pernah mendengar istilah
keluarga prasejahtera, keluarga
sejahtera 1 2 3 4 ya yang dikelompokkan
menjadi oh yang ini yang low, yang kelas
bawah, yang ini kelas menengah, ini yang
kelas atas gitu. Yang nanti dibagi-bagi
lagi Bapak Ibu ada yang urusannya
ngomongin basic need saja, kebutuhan
dasar saja gitu ya. Nah, itu dijelaskan
di dalam ee kategori yang basic need itu
apa gitu ya. Oh, ini misalnya anggota
keluarga makan dua kali sehari, anggota
keluarga memiliki pakaian yang berbeda
untuk di rumah. Ini adalah kategori.
Maksudnya ini jangan mempersulit Bapak
Ibu juga, tapi ini menjadi rambu-rambu
yang bisa kita pakai untuk menilai
kategori ini atau kategori itu gitu ya.
yang ee masuk yang medium tadi ya, yang
menengah ini ee kategorinya
psychological needs
dan development needs.
Ee ee keluarga sejahtera tadi ya karena
ada level-levelnya atau yang ee paling
di sini. Nah, ini lagi-lagi hanya untuk
menampilkan adanya strata gitu ya. Nah,
jadi ada rambu-rambu tapi balik lagi di
lapangan bisa saja terjadi berdasarkan
subjektivitas
atau kesepakatan dari tim yang ada. Nah,
atau pilihan yang berikutnya adalah ee
penentuan tingkat ekonomi dari ee ini ya
pendapatan pendapatan. Nah, tapi
lagi-lagi saat kita pakai pendapatan ini
kan kita tidak mungkin melakukan ee
pertanyaan langsung kepada masyarakat
ya, berapa gaji mau sebulan gitu ya.
Jadi berarti harus ada survei sebelumnya
gitu ya. Survei sebelumnya ee terkait
dengan sosial, ekonomi dan budaya yang
nanti akan dipandu oleh Mas Yepi.
Nah, oke. Ini ee yang tadi rumah berarti
selesai gitu ya, sampah, rumah tangga.
Selanjutnya apa gitu ya? E selanjutnya
adalah bagaimana menentukan sampel untuk
kegiatan yang SSST,
fasilitas-fasilitas tadi,
kawasan-kawasan tadi Bapak, Ibu ya. Nah,
ini SRT pakai rumusnya ada alternatif
satu, ada alternatif du gitu ya. Ee ini
contoh untuk salah satu kawasan ya. Oh,
ada jumlah populasinya berapa?
Kemudian kita hubungkan dengan CD-nya
sesuai dengan kotanya. Ketemulah jumlah
contohnya ya. Ya, rumusnya pakai ini.
Simpel rumusnya sangat simpel. Ee tapi
ee kita menghadirkan dalam bentuk
seperti ini agar kesimpelan tadi tidak
perlu harus mikir lagi Bapak Ibu gitu
ya. atau alternatif yang pakai rumus
sloping. Jadi kalau kita cermati agak
mirip alternatif-alternatif
untuk SSSRT
ini dengan SRT yang rumah tangga ada
alternatif satu dan alternatif du gitu
ya. Nah, tapi pertanyaannya apa saja
fasilitas RT tadi? Jadi kalau tadi
dibagi menjadi enam, tiga kawasan, tiga
fasilitas, nah ini adalah listnya. Jadi
menarik nih, Bapak, Ibu ya. Di SNI
sebelumnya kita meraba-raba ini masuk
tidak. Nah, ini dijelaskan yang dimaksud
dengan kawasan komersial itu ada pasar,
ada real modern, ada swalayan, ada
minimarket, ada toko, kios, warung,
penginapan, hotel, wisma. Nah, ini
dimasukkan di situ semuanya.
fasilitas umum itu apa saja? Nah, ini
sudah ada standarnya. Menurut kami
pelaksanaan di lapangan saat kita punya
kegiatan sampling, kegiatan ini sangat
memudahkan. Karena dulu kita pakai ini,
kita pakai form ini, kita urut form ini
yang kita isi sesuai dengan kondisi
lapangan.
Oh, di lapangan punya pasar, di lapangan
punya ee rumah sakit, kita isi. Tapi
form ini kita ubah, Bapak, Ibu. Nah, ini
form ini nanti bisa untuk Bapak, Ibu
juga kita isi yang sudah sesuai dengan
list yang diberikan. Kita tinggal isi
jumlah populasi, jumlah unitnya untuk
menentukan sampel ya. Jadi SSRT-nya
tidak lagi hanya diambil satu atau dua
seperti SNI 94, tapi sudah dihitung
berdasarkan rumusan ya itu ya. SSRP.
Nah, ini berdasarkan sumber. Lanjut ya,
Bapak, Ibu ya. Lanjut. Selanjutnya
setelah dari sumber kan diagram alir
sampah tadi ee berjalan ya, sumber
sampah kemudian dikumpulkan masuk
transfer diangkut menuju TPA. Berarti
ada kegiatan sampling di lokasi lain ya.
Di lokasi lain. Berarti yang pertama
adalah lokasi TPS atau lokasi TPS 3R.
Mau sampling di sana. Tapi kan kita
butuh tahu caranya seperti apa. Salah
satu pendekatan yang dilakukan adalah
dengan menghitung jumlah alat
pengumpulnya.
Pakai geroba, pakai motor roda
pakai mobil pickup. itu dihitung
semuanya. Nah, nah ada dua alternatif
Bapak, Ibu. Nah, ini juga menarik nih.
Kalau alat ngumpul yang masuk ke TPS
tersebut lebih dari 30 kali itu pakai
rumusnya ini pakai rumus yang ada
tingkat errornya.
Kayak ini rumusnya misal ada gerobak
masuk 22, ada ee motor pakai ee motor
sampah 9, berarti totalnya 31 kan?
Berarti lebih dari 30. Berarti rumusnya
dipakai. Berarti 31
e-nya dipilih. Mau pakai 1% berarti
jumlah sampelnya lebih banyak. Mau pakai
5% agak menengah. Mau pakai 10% berarti
lebih sedikit. Berarti dari 31 kita
punya contohnya adalah 24.
Maka dipersenkan ya alat gerobak yang
harus diampling adalah 17. alat motor
yang harus diampling adalah tu. Oke.
Jadi ini adalah alternatif satu.
Bagaimana dengan alternatif yang kedua?
Ini juga jangan lupa Bapak Ibu ya harus
ada data inya kapasitas wilayah layanan
sumbernya dari mana saja. Alternatif
yang kedua bagaimana Pak kalau kurang
dari 30? Nah boleh ini diambil 10%-nya
saja. Misal cuman ada 20 unit, ya sudah
ngambilnya 10% dari 20 unit. Hanya 1
unit gerobak, satu unit motor. Jadi
sampah yang masuk di TPS tersebut satu
gerobak dibongkar,
satu motor dibongkar. Bongkarnya seperti
apa nanti di sesi siang? Apa saja yang
diukur di sana? Apa saja yang ditimbang,
apa saja yang dipilah? Itu di sesi yang
kedua ya. Nah, sehingga untuk
mempermudah Bapak Ibu kita sediakan ya
format tadi. Tapi saya enggak butuh, Pak
Perhitungannya mudah. Pakai ee
rumus-rumus yang tersedia bisa Bapak Ibu
bisa hitung gitu ya. Alternatif satu,
alternatif dua. Kalau pakai Excel ini
kita sampaikan di sini ada yang berwarna
kuning dan ada yang berwarna hijau.
Lagi-lagi penginnya mempermudah ya. Nah,
setelah masuk ke ee apa namanya? Ke TPS,
TPS3R, TPST ini sama ya metodenya. Yang
berikutnya adalah masuk ke TPA, Bapak,
Ibu.
Ah, ini TPA ya. TPA ini ee ini juga
punya dua alternatif. Kalau kita lihat
rumusnya mirip seperti tadi, Bapak, Ibu.
Cuman bedanya dia tidak pakai istilah
alat pengumpul, tapi alat pengah, ini
mohon maaf nih, Teman-teman masih ee ee
pakai pengumpul ya. Nanti kita edit ya.
Ee tim mohon bantu nanti diedit kembali.
Ada alternatif satu kalau lebih dari 30
kali pakai rumus ee yang ada errornya
dihitung. Kalau alternatif yang kedua,
kalau kurang dari 30 kali tetap pakai
10%
ya. Nah, ini juga salah nih. Ini copy
nih kayaknya nih. Seharusnya ini TPA ya.
Jadi mohon izin nanti kita edit ya
sebelum kita serahkan ke panitia ya.
Nah, ini juga sama sudah masuk
pengangkutan di PA ya. Baik alternatif
satu yang pakai error ataupun alternatif
yang kedua yang pakai model 10% ya. Pak
EBI izin sedikit saya masih ada beberapa
slide lagi ya. Ee Pak izin Pak EB nanti
bersiap dulu ya. Silakan Pak Irahat.
Iya.
ee setelah TPA kan ada tadi garis yang
ke bawah Bapak, Ibu ya. Kalau tadi
melihat diagram ya yang dikelola oleh
sektor informal. Ini juga pan ee kita di
lapangan saat berapa yang kita harus
sampling ke bank sampah, sedekah sampah.
Untuk mencari populasinya biasanya kita
pakai data awal yang bersumber dari
pastinya Dinas Lingkungan Hidup gitu ya
atau dari data dalam angka kita pakai
awalnya. Terus kemudian surveyor sambil
jalan ke lapangan melakukan proses
snowball sampling. Jadi dari satu
informasi mendapatkan informasi yang
lain, mendapatkan informasi yang lain,
mendapatkan informasi yang lain gitu ya.
Oh, ternyata berubah Bapak, Ibu ya dari
ini. Tapi lagi-lagi ini hanya cross
check lapangan tidak untuk menjelekkan
pihak-pihak yang ada. Tidak, tidak sama
sekali. Dari 103 yang terdata ternyata
hanya ke 36 berarti sisanya belum
ketemu. Heeh. Snowball. Nanti
snowballnya tinggal kita ikuti arah
pergerakan ee si GPS ini sudah menyusuri
lokasi mana saja sehingga kita bisa
persenkan secara spasial. wilayah eeya
sudah berapa persen dikeliling kira-kira
gitu ya sehingga ketemu tersebut. Oh,
ternyata ada data yang berkurang, ada
data yang bertambah. Ini tidak ada nih.
Tapi ternyata setelah disurvei keh
sehingga total ini menjadi populasi
ya. Ini pilihan saat snowball dilakukan
sudah mulai sampling
berarti sensus nanti atau snowball hanya
untuk menentukan populasinya saja.
Berarti samplingnya nanti mengiri dari
jumlah 153
ya. Bisa saja 20 lokasi, bisa saja 15
lokasi untuk dilakukan. Nah, yang
sedikit menuju terakhir nih, Bapak, Ibu.
Saat kita sudah punya lokasi sampling,
maka kita harus pertimbangkan
penyebarannya supaya merata. Punya
wilayah dari kanan ke kiri, atas ke
bawah, maka kita perlu menentukan lokasi
mana saja yang bisa mewakili keseluruhan
wilayah atau hanya sebagian wilayah
saja. Tergantung dari tujuan dari ee
sampling, Bapak, Ibu. Tapi kalau
samplingnya misalnya wilayah ini ya,
wilayah ini berarti 1 2 3 kalau mau
tetap di sini berarti 567-nya agak
bergeserlah ke sini. Ada yang di tengah,
ada yang juga di kiri supaya bisa
mewakili seluruh wilayah yang ada.
Bapak, Ibu sebagai supervisor kegiatan
sampling juga bisa menentukan ini supaya
surveyor bisa dengan lebih baik. Nah,
satu informasi terakhir sebelum nanti
Pak Y ada juga nih Bapak Ibu kita pernah
melakukan dengan menggunakan stand yang
lain namanya W eh Wise City Tools ya
dari teman-teman CLC dari INSUA yang eh
beberapa project yang dilakuk salah
satunya kita terlibat di dua lokasi di
Banyuwangi dan di Kabupaten Tegal gitu
menggunakan konsep ini ya lebih simpel
dibandingkan dengan SNI misalnya dia
sudah langsung menyatakan kalau kota itu
sedang dan kecil sesuai dengan jumlah
penduduk dia hanya punya 90 sampel. 30
tinggi, 30 sedang, 30 rendah. Tapi dia
kalau kota besar dia sudah langsung 150
sampel. 50 50 di lima wilayah area gitu
ya. Jadi
ee lebih simpel untuk penentuan
sampling. Nah, tergantung Bapak Ibu
nanti akan pakai modelnya, modelnya
siapa gitu ya. Yang penting bisa
dipertanggungjawabkan.
Nah, mungkin itu materi dari saya untuk
tiga bagian. Ee dua bagian lagi, empat
dan 5 akan dilanjutkan oleh Pak YB.
Silakan, Pak YB.
Baik. Ee terima kasih Pak Hijra, terima
kasih juga Mbak Sabrina. Ini ee baik
Bapak Ibu semuanya, tadi Pak Hijrah
sudah menjelas
kan dengan detail ya, bagaimana
penentuan sampel dan lain sebagainya.
tahap 1, 2, dan 3. Nah, ini sudah
dijelaskan oleh Pak Hijrah bagaimana ee
awal-awalnya menghitung jumlah contoh
lokasi pengambilan, penent lokasi juga
menentuk. Nah, setelah itu biasanya
kalau sudah kita ketahui jumlah
sampelnya
tentu ee kita harus menyiapkan tim. Nah,
yaitu dengan menentukan jumlah tenaga
kerja dan waktu pelaksanaannya.
Sebetulnya tadi Pak Hijrah juga sudah
menyampaikan di awal bahwa
8 hari atau 3 hari pilihannya ini SNI
yang baru. Nah, akan tetapi apakah cukup
nah dengan ee 8 dan atau 3 hari
tersebut? Nah, ini seperti yang biasa
kami lakukan. Kembali lagi ee kami di
sini mencoba menggabungkan
ee antara SNI dengan yang biasa kami
lakukan di lapangan. Nah, memang saat
ini ee ketika kami baca SNI ya kurang
lebih mirip-miriplah seperti itu, Bapak,
Ibu, dengan apa yang kami lakukan di
lapangan ketika kami melakukan ee
sampling keseluruhan. Jadi ee apa yang
saya sampaikan melanjutkan dari Pak
Hijrah terkait ee yang memang sudah
biasa lakukan di lapangan seperti itu.
Nah,
nah ini terkait personel Bapak, Ibu ee
semuanya dan teman-teman semuanya. Ee
untuk
kegiatan sampling yang baik dan berjalan
dengan
lancar. Nah, ini ada tiga
personil kami bagi, tiga kelompok kami
bagi. Biasanya ada ketua tim, ada
pelaksana utama, dan ada memang pekerja
di sini. Nah, pekerja teknis lah seperti
itu. Nah, untuk ketua tim biasanya untuk
satu area ya cukup satu. ee kalau kita
bekerja di ee
walaupun satu kabupaten biasanya ketua
timnya ya ee satulah bisa dibilang
seperti itu. Nah, di mana memang
kerjanya memimpin persiapan dan
koordinasi di awal dengan berbagai pihak
tentunya. Jadi tidak hanya dengan ee
yang di bawahinya dengan tim ataupun
dengan OPD-OPD terkait. Nah, karena
memang untuk sampling sampah ini ee kita
membutuhkan koordinasi yang intens
biasanya entah itu dengan DLH, dengan
PUPR ataupun dengan DPMD ataupun
dinas-dinas pasar biasanya. Karena kan
lokasi sampling bukan hanya dari ee SRT
saja, tapi juga SSRT dan juga ada di
TPS, TPS 3GR dan ada TPST,
bank sampah, sedekah sampah, dan sektor
informal lainnya seperti itu. Nah, jadi
pertama tentu koordinasi sebagai ketua
tim. Nah, yang kedua fungsinya mengawasi
proses sampling. Nah, dan memeriksa
data, mengklik keakuratan data. ini yang
memang biasanya kalau ketua tim kita
lebih kepada orang yang sudah
berpengalaman ya minimal ee
inilah sarjana teknik lingkungan lah
bisa bilang seperti itu yang memang
sudah mendapatkan training biasanya
seperti itu. Nah, nah pelaksana utama
kami sarankan dua orang per lokasi titik
kumpul sampel. Nah, jadi kalau tadi Pak
Hijrah cerita ee sudah ditetapkan
area-areanya
ee wilayah-wilayahnya.
Nah, biasanya ada 10 atau 20
lokasi itu dijadikan nanti di satu
tempat penimbangannya seperti itu. Nah,
biasanya kami membuat ada dua orang
untuk pelaksana utama yang fungsinya
apa? Mengukur dan mencatat. biasanya
pengukuran volume berat, volume berat
dan lain sebagainya. Terus pengumpulan
dan pencatatan data sampling
serta penyusunan laporan. Nah, kalau
kami sampling memang diusahakan
setiap hari atau kegiatan sampling entah
8 hari atau 3 hari ini juga ee
diusahakan setiap hari ada pelaporannya
sehingga terecord dengan baik. Sedangkan
untuk pekerja teknis ini ee ya 5 sampai
8 orang itu untuk 100 sampel. Biasanya
ini yang kami lakukan di mana memang
tugasnya berkeliling mengumpulkan sampah
dari sumber. Lalu dari sumber-sumber ini
kan diangkut nih ke titik kumpul. Nah,
di titik kumpul itu nanti melakukan pe
pemisahan sampel sampah untuk komposisi
ataupun nanti mengumpulkan untuk apa?
Uji karakteristik. Nah, terus
selanjutnya yang manganan sampah setelah
diampling. Nah, ini juga dari pekerja
teknis. Nah, tapi kembali lagi Bapak Ibu
seperti yang ee tadi di awal disampaikan
hijrah, semua kegiatan sampling itu
kuncinya ada di sini. Nah, kalau kita
boleh ambil ininya masalah personil.
Nah, waktu sampling itu semuanya pertama
tentu ketersediaan biaya atau anggaran.
kita tidak bisa memungkiri ketika
mengambil data yang baik dan benar itu
membutuhkan biaya yang ya cukup besarlah
bisa bilang seperti itu. Nah, sehingga
kalau untuk daerah-daerah biasanya ya
terutama
yang menggunakan anggaran yang minimah
di bawah 1% biasanya untuk pengelolaan
sampah. Nah, ini ee
sangat inilah ya. paling mungkin
pelaksana utama dengan ketua tim satu
gitu. Pekerjanya mungkin juga hanya tiga
atau empat orang. Nah, kembali lagi
melihat kondisi biaya atau anggarannya.
Yang kedua juga tujuan sampling. Nah,
tujuan samplingnya apa? Nah, ketika
memang hanya untuk data dasar yang hanya
berat dan volume biasanya tidak terlalu
banyak, enggak masalah. Tetapi kalau
yang menyeluruh, nah ini ee personil
sampling ini yang kami buat adalah yang
menyeluruh di sini. Nah, dan juga luas
wilayah sampling. Nah, ini juga ee
berpengaruh serta waktunya. Waktunya mau
8 hari atau 3 hari. Ini untuk yang
sampling teknisnya.
Terus peralatan sampling. Nah, di SNI
ini belum disebutkan tapi di SNI 2005
2025 sudah ee peralatan-peralatan
yang minimalah dimiliki oleh ee petugas
sampling ya ketika melakukaning sampah.
Yang jelas pertama tentu kantong plastik
trashback kalau bahasa awamnya kalau
kita k ini ke kalau kita beli gitu. Nah,
terus ada box sampling pilihannya 54 L
yang ukurannya kalau menurut SNI 30 * 30
* 60 cm.
Nah, yang ada pegangannya juga dan juga
ada box sampling 500 L yang ukurannya 1
m * 0,5 * 0,1 m dilengkapi dengan
pedangan. Nah, serta timbangan untuk
mengukur biasanya ee kalau kami gunakan
ini timbangan yang bisa sampai 300 kg
tapi bisa di-setting. Nah, timbangan
digital yang bisa di-setting bisa
kilogram bisa ke dalam gram ya. Minimal
kalau di SNI mensyaratkan ketelitiannya
0,01 kg 2 di belakang koma bisa dibilang
seperti itu. Terus juga terpal
terpal digunakan kalau
untuk sumber SRT ataupun SSRT
kami biasanya menggunakan terpal ukuran
3 * 5 atau 4 * 6 supaya ketika melakukan
penimbangan terus ee nanti komposisi
mengukur berat dan volume ini juga ee
sampahnya tidak ee mengotori lahan di
sekitarnya sehingga setelah dilakukan
sampling ya bisa dibersihkan dengan
mudah dan perlengkapan alat lainnya
seperti cangkul, garu, sekop dan lain
sebagainya lah ya. Nah, dan juga ada
sepatu put, sarung tangan, masker, hand
sanitizer untuk APD. Nah, ini yang
sering
ee terlupa itu adalah apa? Alat
pelindung diri. Karena kita ketahui
bahwa sampah yang diambil ini sumbernya
memang jelas, tetapi kita tahu Bapak,
Ibu apa betul sampah rumah tangga atau
tidak. Karena ada kejadian beberapa
waktu yang lalu kita sudah sosialisasi
untuk sampling sampah ternyata ada di
salah satu tempat. Nah, di sana ada
sampah infeksius. Tetap ada sampah
infeksius yang kami dapatkan. Padahal ee
ini sudah kita sampaikan bahwa ke
untuk responden kami bahwa tidak boleh
memasukkan sampah infeksius ini. Kenapa?
Karena itu adalah B3 yang memang ee
seharusnya tidak dimasukkan ke situ
karena itu bukan itu sumbernya adalah
dari fasilitas ee kesehatan sebetulnya.
tapi ternyata dicampur. Pernah kita
temukan juga seperti itu. Sehingga ee
kami sangat sangat mewajibkanlah ya
kalau APD ini harus digunakan ketika
sampling karena juga masalah keamanan
dari petugas samplingnya.
Nah, dan jangan lupa juga untuk
memudahkan petugas ini biasanya ya
memerlukan apa? logbook sampling seragam
Bapak, Ibu semuanya dan teman-teman ee
untuk pencatatannya
entah itu untuk lokasi SRT, SSSRT,
terus TPS, TPA, bank sampah, TPS 3R
ataupun sedekah sampah itu ada
logbook-nya semuanya yang biasanya kita
buat seragam untuk setiaasi.
Nah, supaya apa? supaya siapapun yang
menjadi petugas sampling itu mudah
memahaminya dan bisa mengisinya dengan
mudah.
Dan juga ee ada perlengkapan tambahan
biasanya kamera atau handphone yang
memang ee bisa untuk ee menentukan
koordinat ee seperti yang ditunjukkan
Pak Hijrah tadi ee lokasi sampling biar
mudah dipetakan sehingga apa? supaya
ketahuan mau Bapak Ibu hari ini sampling
di koordinat A berarti ketika
ini musim kemarau ketika musim hujan
Bapak juga akan bisa men-tracing. Oh
ternyata ee di musim kemarau kemarin di
titik A. Berarti di musim hujan juga
harus di titik A kalau ingin melihat ee
seperti apa perbedaan antara dua musim
tadi, musim kemarau dan musim hujan.
Nah, sehingga ee biasanya
memang ee ada kita berikan petunjuk
untuk petugas sampling ini bagaimana
cara mendokumentasi dan lain sebagainya.
Nah, nah ini contohnya yang kami lakukan
nih di daerah Jawa Tengah, di daerah
Kabupaten Tegal. Sehingga petugasnya
setiap mereka mengambil sampah itu
selalu kami minta foto Bapak Ibu. Tapi
ada di sini koordinat.
Nah, sehingga apa? Tim kami ketika ee
mendapatkan foto ini dia langsung
mengekstrak ke ee Argis atau Kigis
biasanya sehingga apa terlihat ee
perkembangannya. Oh, daerah mana saja
yang sudah dilakukan sampling. Nah, ini
contohnya ini yang SSS RT. Nah, bahwa di
titik mana mengambilnya. Nah, ini jalan
contohnya, terus ini ada toko. Nah,
sehingga ini mempermudah juga ee kami
yang melakukan analisa dan juga bisa
mempermudah entah itu DLH ataupun dinas
lainnya nanti ketika melakukan sampling
lagi. Jadi, titiknya akan sama gitu.
Nah, selanjutnya apa Bapak Ibu? Setelah
ada personel dan lain sebagainya, tentu
disamakan persepsi tentang komposisi
sampah yang ingin diambil.
Ini juga perlu kesepakatan. Nah, kalau
di SNI sudah ada 13, tetapi SNI berbunyi
apa? Ini tidak sak klek. Nah, tidak
saklap tergantung kebutuhan dari Bapak
Ibu penggunaannya untuk apa. Nah,
kami juga saya berdasarkan request
kebutuhan dari ee yang menghire kami ada
yang butuhnya hanya empat ya empat.
Kalau butuh 9 9 dari komposisinya kalau
butuh 13 ya 13. Bahkan pernah kita
melakukan sampai 40 Bapak Ibu, 40 jenis
yang dipisahkan di mana ya kalau di kita
lihat ada sampah makanan, sampah taman,
sampah kayu. Nah, di sini yang nomor
empat itu kertas, karton, karton, dan
kardus. Nah, kami juga pernah memisahkan
kertas sendiri, karton sendiri, kardus
tersendiri sehingga memang untuk
komposisi ini perlu kesepakatan. Nah,
yang kami tampilkan di sini ini yang ada
di SNI ini lebih lebih fleksibel lah
bisa dibilang seperti itu.
Terus waktu kegiatan sampling. Nah, di
bagian ini sesuai dengan SNI. Kegiatan
sampling timbulan sampah itu 8 hari
berturut-turut pada lokasi yang sama
atau dilakukan minimal 3 hari yang dapat
mewakili hari kerja, hari libur, dan
hari puncak timbulan sampah. Nah, di SNI
ee
ini menyebut, nah, kalau kami yang
melakukan biasanya Bapak, Ibu untuk
lokasi-lokasi tertentu seperti di
kawasan-kawasan wisata
dari tahun 2018 kami sudah melakukan
yang 3 hari sampling ini yaitu untuk
mewakili hari kerja, hari libur, dan
hari puncak ee piknya wisata biasanya.
Nah, ini yang biasa kami lakukan.
Terus dilakukan pada musim hujan dan
musim kemarau. Ini juga untuk melihat ee
volume densitas dan ee secara
karakteristik sampahnya. Entah
karakteristik fisik ataupun dan
karakteristik kimia untuk pengelolaan
sampah ke depannya. Dan juga ee di SNI
disebutkan dilakukan sekurang-kurangnya
5 tahun sekali. Nah, mau setiap tahun ya
boleh Bapak Ibu. Nah, tapi setidaknya
minimal 5 tahun sekali ada update. Nah,
jadi ee datanya itu ya bisalah ee
dipercaya ya bisa bilang seperti itu.
Nah,
dan ee selain waktu ini, nah, ada hal
yang kadang terlupakan Bapak, Ibu. Nah,
bahwa ada
perlahan petugas sampling ini kalau
tidak dilatih main ke lapangan begitu
saja. Nah, ini belum tentu sesuai
samplingnya. Bagaimana tata cara
samplingnya? Nah, kalau kami biasanya
melakukan pelatihan petugas sampling ini
dilakukan dua atau 3 hari. Jadi yang
diberikan materinya pertama tentu ee
bagaimana cara ngambil sampelnya,
bagaimana mengukurnya berat volume, dan
pencatan logbook. Dan hari pertama
biasanya teori, hari kedua atau ketiga
itu praktik. Nah, untuk pelatihan
petugas sampling dan juga survei lokasi
sampling. Nah, ini juga membutuhkan
waktu.
survei lokasi. Kalau kami biasanya butuh
waktu 3 4 hari tergantung luas
wilayahnya Bapak Ibu dan juga survei
sosial.
Data teknis ketika tidak diiringi data
sosial biasanya akan sulit untuk
dibunyikan dalam tanda kutip dibahas.
Kenapa? Karena ee seperti yang kita
ketahui Bapak Ibu, kondisi timbulan
samping itu sangat dipengaruhi oleh
perilaku sosial, ekonomi, dan budaya
masyarakat. Nah, kalau kami biasanya
untuk kegiatan sampling ini kami
membutuhkan waktu 1 bulan
atau kurang lebih 24 hari kerja. Kenapa?
Karena selain 8 hari atau 3 hari ada
pelatih tugas sampling, ada survei
lokasi sampling, dan juga ada survei
sosial
yang untuk mendukung data teknis tadi.
Nah, akan tetapi kembali lagi catatannya
masalah pembiayaan atau pendanaan. Nah,
waktu waktu yang terbatas dari ee kalau
di sini B OPD terkait. Nah, ini biasanya
juga ee dipersingkat biasanya waktunya
ada yang meminta hanya 3 hari atau
memang enggak apa-apa 8 hari tapi
pelatihan survei lokasi waktu survei
sosial ini dipersingkat gitu. Nah,
tetapi ya biasanya ada imbal baliknya
petugas sampling-nya lebih lebih banyak
jadinya terutama untuk survei sosial
ataupun survei lokasi.
Nah, ini contoh form yang biasa kami
buat berikan kepada petugas sampling
supaya mereka juga mengerti untuk
pekerjaan. Nah, ini jadi hari pertama
itu persiapan nol. Nah, hari keol itu
persiapan mereka memberikan traspek.
Nah, kepada responden. Nah, nanti di
hari ke apa mereka ee mengumpulkan terus
apa saja yang diukur sehingga apa ini
nanti dicentang sudah atau belum. Nah,
ketika kegiatan sampling sudah selesai
dilaksanakan, nah ini nanti mereka
langsung laporan. Jadi, kami biasanya
minta selesai sampling harus laporan,
selesai sampling harus laporan.
Dilakukan monitoring dan evaluasi selama
kegiatan sampling dilakukan. Itulah
fungsi dari daripada dari ada ketua tim
tadi Bapak, Ibu. Supaya apa? Kita ingin
lihat setiap hari seperti apa ee
ee kondisi sampah yang dihasilkan dari
ee responden yang kita ambil sampel.
Nah, kenapa ini nanti akan berhubungan
dengan pengolahan data nanti di sesi
siang? Bagaimana kami juga sudah mulai
masuk ke ee bagaim analisa kita
bandingkan secara statistik. Nah, kita
melihat validitas dari ee sampling yang
dilakukan. Nah,
nah selanjutnya setelah dilakukan ee
persiapan personil dan waktu, nah tentu
ada strategi dan metode survei sosial,
ekonomi, dan budaya sebagai pendukung
pendukung data sampling. Ini sebetulnya
kata kuncinya di sini, Bapak, Ibu.
Kegiat sampling bisa berhasil ketika
survei pendekatan sosial, ekonomi, dan
budaya ini juga berjalan sebelumnya.
Jadi, kami melakukan survei sosial ini
bisa dilakukan sebelum sampling dan
setelah sampling. Nah, kami biasanya
memang sebelum sampling kami ke lapangan
untuk pendekatan secara sosial. Nah,
barulah ee kegiatan sampling bisa
berjalan dengan baik.
Nah, ada beberapa hal yang menyebabkan
survei sosial ini kami lakukan. Bapak,
Ibu yang pertama ingin melihat seperti
apa kira-kira lifestyle dari responden
yang akan kita ambil.
Mengapa? Karena ee kita ketahui sekarang
ada gerakan pengurangan sampah, terus
yang zero waste lifestyle namanya. Terus
juga ee bagaimana mereka hidup sehat
dengan makan-makanan ya hanya yang
organik-organik saja. Nah, sehingga
dengan adanya survei sosial ini nanti
akan memperkaya pembahasan kita gitu.
Nah, terus juga ada masalah pertumbuhan
sampah. Nah, karena ada kesan sampah
menjadi berkah sehingga ada pemakluman
untuk dihasilkan karena dapat ditampung
di bank sampah. Terutama untuk apa?
ee produk-produk yang nanti sampahnya
bisa laku di bank sampah sehingga apa?
Mereka enggak ada masalah nih ketika
menggunakan botol sekali pakai ee
plastik yang memang nanti bisa ada
harganya di bank sampah gitu. Nah, ini
juga perlu disurvei. Selanjutnya produk
berkemasan ini juga iya karena
ee penampilan produk ee orang
kita di Indonesia ketika produk
penampilannya bagus mereka akan beli
gitu. Nah, seperti itu. Kecenderungannya
tingkat konsumsinya adalah melihat dari
casing atau bungkus dari produk atau
kemasan dari produk. Nah, sehingga ee
ini juga perlu perlu dilihat melalui
survei karena kalau disurvei terlebih
dahulu bisa jadi ketika sampling ini di
disimpan oleh mereka. Nah, ini yang
biasanya kita sampaikan di awal survei.
Tolong sampah yang dihasilkan, apapun
sampah yang dihasilkan dimasukkan ke
trashback yang sudah disediakan. Tidak
perlu di ditutup-tutupin lah oleh
responden gitu. Nah, terus juga ada
sekarang ee tren penggunaan kemasan
biodegradableel. Nah, contohnya kantong
plastik yang berbahan baku singkong,
jagung, dan lain sebagainya. Ini masuk
ke kategori plastik atau gimana? Nah,
ini juga perlu di didiskusikan biasanya
dengan dinas terkait ataupun dengan
petugas sampling nanti. Nah, dan
mereknya saja. Nah, kan kita juga harus
lihat di lapangan di daerah-daerah
tertentu mungkin ada merek-merek
tertentu yang memang kemasannya
biodegradableel dan semua itu
berhubungan dengan
masalah budaya dan perilaku Bapak Ibu.
Timbulan sampah juga perlu dilihat
budaya dan perilaku masyarakatnya.
Ini kelengkapan data timbulan sampahnya.
Apa saja yang biasa kami lakukan?
identitas responden. Nah, bahkan ee di
beberapa kegiatan mulai 2025 ini kami
melakukan ethical clearance, Bapak, Ibu.
Bahkan kami ee mengajukan kuisioner itu
menggunakan etical clearance. Jadi, ada
kuisioner yang kami buat, kami ajukan
untuk secara etikanya sama responden
memang dirahasiakan gitu. Nah, tetapi ee
kami uji dulu sudah layak atau belum ini
disampaikan kepada responden melalui
ethical clearance-nya. Nah, dan ada
identitas, ada perilaku responden, terus
pengetahuan responden dan rencana
pengelolaan. Sehingga ini juga membantu
nanti setelah timbulan sampah dihasilkan
pengelolaannya seperti apa. Mungkin dari
pewadahan, terus pengumpulan dan
pengangkutan ini juga akan berpengaruh
jadinya dari apa? dari kondisi perilaku
responden atau perilaku masyarakat yang
akan dilayani pengelolaan persampahannya
oleh OPD terkait entah oleh pihak
pemerintah ataupun juga oleh pihak
swasta nantinya atau pihak ketiga.
Ini contohnya. Nah, kuisioner komponen
sosial ekonomi, budaya dan kesehatan
masyarakat dalam kegiatan sampling
sampah yang kami lakukan di beberapa
tempat. Nah, sehingga ee ini yang bisa
olah untuk pembahasan kita bandingkan
dengan kondisi ee ee timbulan sampahnya
seperti apa, hasil sampling teknisnya
dan juga hasil sampling sosialnya
seperti apa. Baik, saya rasa itu Mbak
Sabrina dan Pak Hijrah untuk sesi ee
pertama ini. Aturannya sampai jam 10.40
sudah lebih 8 menit. Mohon maaf. Terima
kasih. Saya kembalikan ke Mbak Sabrina.
Baik. Ee
sekian tadi penyampaian materi dari
pemateri kita hari ini yaitu Bapak Yi
Yuriandala Stng dan Bapak Dr. Ir. Hijrah
Purnama STM yang sangat luar biasa
sekali. Jika dilihat-lihat juga ternyata
sudah ada banyak sekali pertanyaan dari
Bapak Ibu peserta training online di
sesi ini. Namun sebelum masuk ke acara
selanjutnya, saya ingin menginformasikan
terlebih dahulu kepada para peserta yang
menginginkan materi sekaligus sertifikat
pada training online kita hari ini dapat
request terlebih dahulu melalui link
yang telah admin kami kirimkan di kolom
chat Zoom. Kemudian sebelum kita masuk
ke acara sesi tanya jawab, kita akan
melakukan sesi foto bersama terlebih
dahulu. Untuk sesi foto bersama kali ini
saya akan dibantu oleh admin kami.
Kepada yang bertugas saya persilakan.
Baik. Terima kasih atas kesambutannya.
Bapak dan Ibu yang kami hormati sebelum
memulai sesi dokumentasi saya harapkan
untuk dapat membuka konferen terlebih
dahulu.
Baik di sini ada empat slide. Saya mulai
melalui pertama. 3 2 1
untuk slide kedua
3 2 1.
Slide ketiga 3 2 1
dan slide terakhir 3 2 1. Baik eh terima
kasih. Saya kembalikan ke Mbak
Baik. Terima kasih ee kepada Mas Admin
yang telah membantu sesi foto bersama
kita pada hari ini. Kemudian selanjutnya
kami juga ingin meminta kesediaan Bapak
Ibu untuk mengisi kuesioner yang linknya
juga sudah kami share di kolom chat Zoom
supaya kegiatan kami selanjutnya bisa
lebih baik lagi. Jadi Bapak Ibu bisa
memberikan saran dan masukannya di link
kuesioner tersebut.
Untuk acara selanjutnya yaitu sesi tanya
jawab yang di sini kami sudah membantu
untuk merangkumkan pertanyaan dari Bapak
Ibu sekalian yang telah Bapak Ibu
sampaikan di kolom chat Zoom. Baik
kepada Bapak Bibi dan Bapak Hijrah
mungkin saya akan membacakan
pertanyaannya kemudian bisa langsung
dijawab begitu ya Bapak. Saya izin untuk
share screen terlebih dahulu.
Baik, semoga sudah terlihat ya Bapak Ibu
sekalian. Ee untuk yang untuk pertanyaan
yang pertama di sini ada pertanyaan dari
Bapak Firman.
Perbedaan substansi utama antara SNI
sampling yang lama dengan yang baru apa?
Demikian, Mbak. Bisa langsung saja untuk
dijawab.
Oke, terima kasih Mbak Sabrina. Mungkin
ini bagian saya ya, Pak Ebi ya. Ee
Pak Firman ya. Oke, Pak. Pakirman ee
alhamdulillah bisa ketemu di dalam ee
Zoom ini gitu ya. ee secara substansi
utama sebenarnya sudah ee dijelaskan
dalam materi ya cukup ee berbeda karena
ee tidak hanya menyasar kepada ee
perumahan ya atau SRT, tapi sudah ada
spesifikasi yang lebih detail terkait
sampling di ee sampah sejenis sampah
rumah tangga atau non perumahan ee dulu
gitu. Itu yang pertama. Nah, yang kedua
sudah juga punya di aktivitas yang lain
sesuai dengan diagram ee alir pengolaan
sampah misalnya sudah ada di TPS, TPSR,
TPST,
kemudian di TPA. Ee menurut saya sih itu
yang paling utama ya untuk menentukan
karena dia SNI-nya kan terkait dengan
sampling gitu. berarti lokasi sampling
ini menjadi hal yang sangat ee
berpengaruh.
Ee kalau untuk perbedaan lainnya ee saat
kita buka SNI yang terbaru ee SNI
menghadirkan
beberapa ee perubahan mungkin ya namanya
ee istilah dan seterusnya dibandingkan
dengan SNI yang lain. Jadi ee dari
poin-poin yang ada sekitar belasan poin
lah yang disebutkan perbedaan ee
perhitungan jumlah sampel, per frekuensi
pengambilan, penggunaan bok sampling itu
secara detail ada. Mungkin itu e Mbak
Sabrina.
Baik. Eh, terima kasih Bapak untuk
pertanyaan selanjutnya dari Bapak Wahyu.
Yang pertama, SNI lama apakah otomatis
langsung sudah tidak bisa dipakai? Lalu
yang kedua apakah wajib pakai IC untuk
survei SAM?
Demikian, Mbak ee
kalau saya tidak salah ya e Mbak nanti
Masbi yang nomor dua ya. Isi isi ini
mungkin ethical clearance ya. Ee
yang pertama kalau saya tidak salah di
dalam SNI yang terbaru tidak ada kalimat
seperti regulasi ya yang saat regulasi
itu dikeluarkan maka regulasi sebelumnya
tidak berlaku. Ee sejauh saya tidak ada
kata-kata itu. Tapi saat
S yang sama, aktivitasnya yang sama yang
dilakukan, pasti ee kita perlu mengikuti
yang paling baru gitu ya. Karena yang
lama ee
yang lama yang baru itu adalah
penyempurnaan yang lama. Berarti ya
secara otomatis yang lama tidak
digunakan yang lagi gitu ya, Pak Bayu.
Mudah-mudahan saya tidak keliru gitu ya.
Nomor dua silakan Pak Yi. Baik terima
kasih Pakra ya Pak Bayu. Eh kalau memang
es ini mungkin etical clearance atau apa
nanti mungkin di ini juga kalau etical
clearance ini eh tergantung kebutuhan
biasanya Pak. Nah, ada yang lakukan, ada
yang tidak. Tapi sebagian besar ketika
kami melakukan penelitian yang
berhubungan ya ini ee berhubungan dengan
ee penelitian yang akan kami
publikasikan kami publikasikan secara
menyeluruh. Eh, ini biasanya kami
lakukan etical clearance. Jadi, kami
lakukan etical clearance-nya
ya. Kalau kami di Jogja itu di kampus
kami ada di UII. Nah, kami walaupun kami
teknik lingkungan, kami etical
clearance-nya ada di Fakultas
Kedokteran. Itu kami lakukan ee
kuisionernya kami submit. Nanti biasanya
memakan waktu kurang lebih 3 minggu
untuk proses etical clearance dan
sebagainya. Barulah kami ambil datanya.
Nah, saat ini itu yang kami lakukan.
Tetapi kalau memang
ee yang ini biasanya kalau pihak swasta
ee tidak ini tidak minta ee ethical
clearance itu tidak biayanya murah, Pak.
R.000-an kalau enggak salah R00.000-an
tadi itu kayak saya baca di chat itu ada
berapa biayanya R200.000-an etical
clearance itu murah, Pak untuk ini ee
dengan dibandingkan dengan data yang
kita dapatkan ya. Kalau biaya etikal
sangat murah lah bisa dibilang seperti
itu. Yang penting ee walaupun sebelumnya
ada yang menyebutkan bahwa ini kan tidak
ee terkait dengan ini ee spesifik
manusia dan lain sebagainya, tapi kalau
memang itu ee untuk publikasi, kalau
kami di akademisi adalah juga publikasi
ke jurnal dan lain sebagainya, kami
biasanya melakukan ethical clearance.
Nah, 3 minggu, Pak. Nah, ini ini nanya
lagi 3 minggu. Nah, 3 minggu waktunya
waktunya kurang lebih 3 minggu. Nah,
tergantung dengan apaan juga karena
biasanya kalau banyak antrian penelitian
dan lain sebagainya bisa 3 mingguan lah.
Kalau tidak ya paling seminggu 2 minggu
sudah bisa keluar. Yang penting ee di
sana jelas ee tujuannya kepada siapa.
Jadi di kuesioner itu biasanya kami
melampirkan pertama tujuannya apa, terus
nanti maksudnya seperti apa, terus
reward reward untuk responden seperti
apa juga harus ditampilkan walaupun
reward-nya hanya dalam bentuk ucapan
terima kasih gitu ya. Nah, itu tetap
wajib ditampilkan. Nah, dampak-dampaknya
seperti apa juga biasanya kita sampaikan
di di situ di form yang biasanya juga
disediakan untuk ethical clearance. Saya
rasa itu Mbak Sabrina.
Terima kasih, Pak Y dan Pak Hijrah. Eh,
untuk pertanyaan selanjutnya dari Mbak
Nurfazilah. Yang pertama, kapan kita
bisa menentukan pengambilan sampel itu 8
hari atau 3 hari layung kedua. Jika
pengambilan sampel masih menggunakan SNI
yang lama, bagaimana ya, Pak? Apakah
akan mempengaruhi kualitas data?
Demikian, Bapak.
Ee nanti bantu tambahkan Pak Ebi ya.
Kalau 8 hari memang sejak SNI yang lama
8 hari berturut-turut. Jadi kalau mulai
hari Senin maka akan berakhir di hari
Senin juga gitu. Maka sangat sangat
harus kita pastikan bahwa misalnya di
rumah rumah tersebut bisa memberikan
sampel selama 8 hari begitu ya. Nah,
bagaimana kalau alternatif 3 hari? Tadi
kan disebutkan boleh harinya 1 hari
mewakili hari kerja. Berarti Senin,
Selasa, Rabu, Kamis, Jumat. Dari 5 hari
itu pilih 1 hari gitu ya. Kemudian dari
hari libur ee Sabtu dan Minggu pilih 1
hari. Berarti sudah 2 hari. Kemudian
pilih satu hari lagi hari puncak. Ya,
hari puncak maksudnya setelah libur.
Kemudian ada hari berarti hari Senin
boleh milih, ya. hari Senin 1, mungkin
hari Rabu 1 atau kemudian hari Sabtu 1
ketemu 3 hari. Kapan boleh dilakukan?
Saat keterbatasan gitu ya. Keterbatasan
pendanaan, tenaga, waktu. Misalnya
hubungannya, Pak sampling satu kota
harus selesai 1 bulan, sementara kotanya
luas, jumlah penduduknya banyak. Setelah
dihitung jumlah sampelnya banyak, maka
tidak bisa 8 hari, maka cukup 3 hari
saja gitu. Itu bisa gitu ya. Kemudian ee
kalau pakai masih pakai yang lama ee
kalau sekarang baru direncanakan
pelaksanaan samplingnya, maka ya
sarannya adalah menggunakan yang baru.
Tapi kalau ee samplingnya sudah
dilakukan
ee sudah lama, pakai standar yang lama
ya enggak apa-apa gitu. Karena nanti di
standar yang baru nanti akan rubah juga
di SIPsN dari 9 jenis sampah menjadi 13
jenis sampah juga. Jadi ee akan berbeda
ya karena ada teknis di dalam SNI yang
baru yang nanti akan kita jelaskan di
sesi yang kedua dan mungkin ada beberapa
pertanyaan juga akan terjawab di sesi
yang kedua gitu ya. Nah, begitu.
[Musik]
E cukup dari saya, Mbak Sabrina sudah
lengkaplah dari Pak Hijrah.
Pak,
untuk pertanyaan selanjutnya dari ee Ibu
Rita pada SNI yang baru pada SNI yang
baru sampah domestik rumah sakit masuk
yang mana, Pak? Apakah masuk SSS RT
fasilitas lainnya? Lalu yang kedua,
apakah metode sampling ini dapat
digunakan untuk SSRT di kawasan rumah
sakit? Demikian,
Oke. Baik, terima kasih Bu Rita. Ini
agak banyak ke arah saya ya, Pak Yi
karena saya agak banyak tadi materinya
ya. Nanti materi yang kedua Pak Yeb nih
yang lebih banyak ya. Betul sekali Bu
Rita bahwa rumah sakit itu fasilitas
kesehatan nanti bergabung dengan
pendidikan, dengan ee perkantoran dan
seterusnya itu masuk ke dalam ee
fasilitas lainnya. Ee teknisnya
bagaimana ngambil di lokasi tersebut
nanti materinya di sesi yang ee kedua
secara detail. Ee tapi balik lagi SNI
ini hubungannya dengan sampah ya, bukan
limbah B3. Walaupun ya teknisnya
teknisnya ya ngambilnya, ngukurnya,
nimbangnya boleh kita pakaikan untuk
jenis ee limbah ee yang lain atau sampah
yang berkategori ee infeksius misalnya
di rumah sakit boleh saja gitu. Tapi ini
khusus kepada limbah yang kategorinya
adalah mungkin di kawasan rumah sakit
boleh dari ee kamar pasien gitu ya,
bangsal. kemudian ee instalasi gizi ya
itu boleh ee dan ee bisa menggunakan ee
SNI ini gitu ya. Mungkin itu.
Baik. Ee
untuk pertanyaan selanjutnya dari
Bapak Johan. Apakah dalam SNI 396425
mengakomodir rumusan CMG atau metode
CMGE berbeda lagi dengan SNI terbaru?
Oke, Pak Ebi atau saya nih?
Boleh, Pak Hijrah nanti bahkan. Oke.
Ee ee saya tidak begitu yakin dengan
pemahaman saya di CMGR ini ya.
commonly growth rate. Eh, sekilas yang
saya paham saat kita pakai growth rate
ini kan ada nilai awal di nilai akhir.
Nanti Pak Johan boleh koreksi kalau
salah ya. Ee ada nilai awal nilai akhir.
Jadi selisih antara awal dan akhir
dianggap di pertumbuhan gitu ya. Nah di
dalam SNI ini tidak ada gitu ya. tidak
ada hari pertama nilainya bagaimana,
hari ke-elapan nilainya bagaimana.
Semuanya dipakai ya, semuanya dipakai. 8
hari itu datanya dipakai semua. Tapi
nanti kita akan pakai di quality control
di materi yang keesembaga
melihat ada data yang mungkin out layer
ya ee di di melebihi ambang batas yang
kita punya itu harus dikeluarkan atau
harus diapakan nanti kita lihat di
materi ee quality ee QA dan QC-nya.
Berarti menurut pemahaman saya
mudah-mudahan tidak keliru gitu. Metode
compound monly grade eh growth rate ini
tidak ada di dalam eh SNI gitu. Jadi ee
berbeda. Tidak melihat efektivitas,
tidak melihat ee perubahan apa namanya
ee ee awal dan akhir gitu. Tidak ada ya.
Mungkin itu ee jawabannya ke Pak Johan
ya.
Ya, kalau kita lihat Pak Johan memang
untuk sampling sampah ini tidak ee belum
ya belum mengakomodir ee CMGR ini karena
memang semua data digunakan. Tapi ee
kalau untuk growth rate ya,
pertumbuhan-pertumbuhan mungkin itu tadi
salah satu untuk melihatnya memang ee
sekarang lebih fleksibel bisa disebutkan
bahwa dua musim ya, dua musim musim
penghujan dan musim kemarau juga bisa
untuk melihat pertumbuhan seperti apa
gitu ya. Dan juga ee kegiatan
samplingnya ini masih memang ee basic
data yang kalau di SNI menyebutkan ee
minimal 5 tahun sekali. Ini juga susah
sebetulnya ketika kita melakukan ini
karena compon monly grad rate ini
biasanya ya untuk hal-hal yang memang ee
ini ya untuk terutama untuk pebisnis
biasanya untuk melihat ini gitu
bagaimana pertumbuhan-pertumbuhannya
secara ee ee simultan lah ya
terus-menerus gitu. Saya rasa itu Mbak
Sabrina.
Terima kasih Bapak. Lalu untuk
pertanyaan selanjutnya dari Ibu Siti
Muyasaro. Apakah perhitungan jumlah
sampel TPS atau TPA, jumlah alat atau
jumlah
per hari? Adakah perhitungan mungkin ya,
Pak?
Demikian, Bapak. Oke. Baik. Baik. ee
dalam penjelasan saya tadi ada gitu ya,
ada perhitungan
ee yang dipakai adalah ee pertama kita
perlu mengetahui dulu populasi ya,
populasi sampah yang ada di dalam TPS
tersebut. Caranya seperti apa? Lewat ee
jumlah alat pengumpul gitu yang masuk ke
dalam TPS, jumlah alat pengangkut yang
masuk ke dalam TPA. Berarti jumlahnya
dulu gitu ya. Setelah ketemu jumlahnya
ada lima truk. Oh, ada ee roda 3 10
misalnya. Satu alat ini bolakbalik
enggak gitu?
Kalau bolak-balik berarti kan ada
ritasi. Jadi kalau satu alat ternyata
dipakai bolak-balik lima kali berarti
ada lima. Kalau ada tiga alat berarti 5
* 3 gitu ya. Jadi dipakai adalah ee
total gitu ya. Jadi jumlah alat iya,
jumlah ritasi juga iya. baru kemudian
dihubungkan. Kalau lebih dari 30 pakai
rumusnya ini, kalau kurang dari 30 pakai
rumusnya ini, gitu. Jadi ada yang ee
terkait detail itu gitu. Kalau kurang,
tadi kan disampaikan kalau kurang cukup
ngambil 10%-nya aja. Ternyata jumlah
ritasinya hanya ee 40 nih. 40 per e apa
ee 20 per hari. Berarti cukup dua saja,
gitu. Nah, kira-kira begitu Mbak
Sabrina.
Terima kasih, Bapak. Lalu untuk
pertanyaan yang terakhir mungkin dari
Bapak Ferdi Raja terkait pengukuran
volume dan berat sampling. Apakah
sampling sampah dipadatkan di wadah dan
dilakukan pemilihan jenis sampahnya atau
dicampur berdasarkan sumbernya? Sekian,
Mbak. Nah, ini bagian Pak Yebi. Nanti
siang nih. Nanti siang ini, Pak. Jadi ee
mungkin ini dikip dulu Mbak Sabrina,
nanti saya jawab siang saya jelaskan
secara
pengukuran volume dan berat ya. Sama K
terutama kan ada perubahan-perubahan
juga dari SNI metode-metodenya terutama
nantilah kita lihat siang gitu ya.
Insyaallah kita akan jawab siang. Ini
ada di materi yang bisa kita seperti apa
mengukur berat seperti apa penentuan
volumenya di SSSRT ataupun SS SRT
TPS ee terpank
sampah dan juga Sed. Okeih.
Terima kasih Bapak Yi dan Bapak Hijrah.
Baik, demikian tadi pertanyaan dari
Bapak Ibu sekalian menjadi pertanyaan
penutup dari sesi tanya jawab kita pada
training online ini. Saya ucapkan terima
kasih untuk Bapak Ibu Yuriala, STM dan
Bapak Dr. Ir. Hijrah Purama, ST, MNG
yang sudah membantu menjawab pertanyaan
dari Bapak Ibu peserta training online.
Mbak Mbak Sabrina mungkin tadi ada
beberapa pertanyaan belum terjawab, kita
lanjutkan jawabannya di sesi kedua gitu
ya. Iya betul, Pak. Oke. Sip. I
pertanyaan yang belum terjawab di sesi
kedua.
Ee lalu kemudian Bapak Ibu sekalian yang
mungkin masih memiliki berbagai macam
pertanyaan mengenai metode dan teknik
sampling sampah bisa disimpan terlebih
dahulu pertanyaannya. Selain itu kami
juga ingin mengingatkan Bapak Ibu
sekalian untuk mengisi kuesioner yang
linknya sudah di-share di kolom chat
supaya kegiatan kami selanjutnya bisa
lebih baik lagi.
Dan sekali lagi saya izin mengingatkan
kepada Bapak Ibu yang mengirimkan materi
sekaligus sertifikat dan kemarin belum
request dapat mengisi link yang juga
sudah dikirimkan dikirimkan admin kami
di kolom chat. Akhir kata, saya selaku
MC sekaligus moderator pada sesi pertama
memohon maaf sebesar-besarnya apabila
selama memandu acara ini terdapat
kesalahan kata ataupun perbuatan. Saya
Sabina Afifah pamit undur diri.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh dan sampai jumpa di sesi 2
nanti pukul. Siap. Terima kasih.