Transcript
SvdbZbsRuqI • INOVASI BIOKONVERSI SAMPAH SESI 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0128_SvdbZbsRuqI.txt
Kind: captions Language: id Selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu peserta yang telah meluangkan waktunya untuk bergabung dalam training online hari ini, Sabtu 13 September 2022. Perkenalkan saya Nuhan Maulida, yakni MC sekaligus moderator yang akan menemani dan memandu jalannya acara. Acara training online ini akan berlangsung dua sesi. Kita akan bersama-sama mengikuti sesi pertama mulai pukul 9 hingga pukul 11.00 dan nanti akan dilanjutkan di sesi kedua yaitu pukul 13.00 hingga 15 WIB nanti. Ling online kita hari ini mengusung topik inovasi biokonversi sampah dengan makroorganisme dan pagi ini akan membahas teori PSF dalam biokonversi sampah yang disampaikan pemateri kita yaitu Bapak Ir. Agus Prasetya, M. Sc. PhD yang merupakan dosen Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada. Saya ucapkan selamat datang dan salam hormat kepada Bapak Agus. Tidak lupa salam hormat kepada Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnama Putra, STN selaku founder dan dari butik Daur Ulan Project di Indonesia sekaligus sekretaris jurusan teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Dan juga tidak lupa kepada Bapak Ibu peserta training online pada hari yang berbahagia ini. Sebelum masuk ke materi training online kita hari ini, saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat Zoom. Kemudian dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu untuk menonaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung. supaya kita dapat mendengarkan materi yang disampaikan dengan baik. Selanjutnya kita masuk ke acara sebelum kita masuk ke acara yaitu penyampaian materi akan ada sambutan dari Bapak Dr. Ir. Hijrah Punama Putra Smi selaku founder dari PTIK Daul sekaligus sekretaris jurusan teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia. Baik, langsung saja kepada Bapak Hijrah. Waktu dan tempat kami persilakan. Baik, terima kasih Mbak Nuha. Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas ya. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah walhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah. Tentunya selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. Yang kami hormati para peserta ee training online kegiatan pada kesempatan pagi dan siang hari nanti. Yang kami hormati tentunya Pak Agus Prastia dari Teknik Kimia UGM, alhamdulillah berkenan untuk hadir dan berbagi pada kesempatan pagi hari ini dengan kita bersama. dan juga pemateri yang kedua ee Pak Tomi ee dari TM Sampah yang juga mungkin sudah hadir juga di sesi yang pertama. Namun nanti akan ee diperkenalkan kembali oleh MC di sesi yang kedua gitu ya. Ee Bapak Ibu, alhamdulillah tentunya puji syukur pada kesempatan pagi hari ini kita dalam kondisi yang sehat dan bersemangat dengan tujuan kita belajar bersama begitu ya. Jadi ee tujuan dari webinar training online yang dilakukan alhamdulillah berkesinambungan sejak ee tahun 2021 dan hingga 2025 ini masih berjalan dengan ee rutin 2 mingguan yang kita lakukan tentunya tidak lain tidak bukan karena dukungan Bapak Ibu semuanya peserta yang selalu setia ee ee bersemangat untuk belajar bersama. Topik hari ini sangat menarik Bapak, Ibu karena salah satunya banyak sekali aktivitas-aktivitas yang sudah dilakukan terkait dengan BSF, black solder Fly atau Magot begitu ya. Banyak sekali masukan-masukan pada saat kuesioner dibagikan ada topik magot gitu. Tapi inginnya tidak hanya dari sisi aspek ee teori atau aplikasi begitu ya. Nah, pada training online kali ini kami mencoba untuk menggabungkan keduanya ya. Jadi dari akademisi ada, dari praktisi juga ada. mudah-mudahan menjadi ee suatu ee materi yang komplit yang Bapak Ibu bisa dapatkan dan ee Bapak Ibu siap untuk mungkin berbagi dengan teman-teman yang lain yang juga ya ingin menerapkan sistem pengolaan sampah terutama sampah ee makanan dengan metode BSF ini ya. Eh, Pak Agus tentunya ini ee sangat berkompeten di bidang ini. Beliau melakukan ee berbagai macam penelitian yang berhubungan dengan biokonversi dan beliau juga ee ee dosen saya ya saat belajar dulu di UGM dan ee sangat aktif di kegiatan-kegiatan masyarakat. Jadi ee paket komplit lah dan kami sangat bersyukur Pak Agus bisa berkenan untuk berbagi di hari Sabtu ini bersama Bapak Ibu yang juga sangat bersemangat untuk hadir pada kesempatan hari ini. Panitia semuanya alhamdulillah mudah-mudahan tidak bosan-bosan menggabungkan aktivitas yang dilakukan oleh Bik Daur Ulang Project B Indonesia dan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Ee saya tidak ingin berlama-lama. Saya ingin juga menyimak materi pada kesempatan hari ini. Mungkin ee kesempatan untuk pengantar cukup sekian Bapak Ibu. Sekali lagi terima kasih atas kehadirannya dan mudah-mudahan aktivitas kita ini bisa bermanfaat untuk kita semuanya dan mohon dukungan juga mudah-mudahan aktivitas serupa atau lebih baik lagi akan hadir membersamai kita di masa-masa yang akan datang. Panitia, Pak Agus dan Bapak Ibu yang telah terlibat. Terima kasih dan mudah-mudahan bisa bermanfaat. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, training online teori dan aplikasi BSF dalam biokonversi sampah pada Sabtu, 13 September 2025 resmi kita buka. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semuanya. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih untuk Bapak Hijrah telah memberikan sambutan sekaligus membuka acara training online pada pagi hari ini. Bapak, Ibu peserta training online sekalian, kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project P Indonesia. Jika semisal selama acara berlangsung ee dari Bapak Ibu ada yang terkendala dalam Zoom, tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti training online ini melalui YouTube channel kami di Project P Indonesia. Selanjutnya seperti biasa kami juga menyiapkan berbagai macam doorpress spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung. Dopres ini diberikan berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan dua story Instagram terunik selama training online ini berlangsung. Untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara training online nanti. Sedangkan untuk pemenang dua story Instagram terumik akan kami hubungi langsung melalui DM Instagram. Jadi bagi Bapak Ibu peserta training online yang ingin bertanya dapat memberikan pertanyaannya di kolom chat. dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih tiga penanya terbaik. Lalu untuk story Instagram, Bapak Ibu dapat membuat story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @projecti Indonesia. Tanpa berlama-lama lagi, kita akan langsung lanjut ke acara inti, yaitu penyampaian materi. Namun sebelum itu, mari kita lihat terlebih dahulu CV dari pemateri kita berikut ini. Hai [Musik] Baik, itu tadi sekilas mengenai pemateri kita pada hari ini. Selanjutnya mungkin ee jika Bapak Agus sudah siap ya kami ee untuk penyampaian materinya bisa langsung saja untuk penyampaian materinya sampai pukul 10.30. Baik untuk Bapak Agus waktu dan tempat kami persilakan. Oke. Ee makasih Mbak Nuha. Selamat pagi, Pak Hijrah, teman-teman dari Teknik Lingkungan UI. Selamat pagi, Bapak, Ibu, Mas, Mbak, Adik, peserta semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya akan langsung saja ini ya share untuk kita berbagi ya. kita berbagi gitu. Karena mungkin bisa saja nanti ada pertanyaan-pertanyaan atau diskusi yang menarik yang saya belum bisa jawab pada saat ini. Gu jadi saya akan coba ee berbagi apa yang saya tahu kepada Bapak, Ibu, Mas, Mbak, Adik-adik semua dan kemudian kita perkaya dengan nanti ada interaksi dan tanya jawab. Ya. Apakah ini sudah terlihat materinya? Sudah, Bapak. Sudah terlihat. Sudah terlihat. Sebentar saya stop share dulu. Ini saya kayaknya file yang keliru yang tadi saya buka nih. Yah. Wih sudah terlihat ya. Sudah Bapak. Baik. Ini topiknya sampai jam 09.15 9.20 nanti ya. Jadi 1 jam kurang lebih. Mudah-mudahan nanti nyampai karena ada 30-an slide ya kira-kira sampailah selesai semua materi tersampaikan. Baik, ini topiknya biokonversi sampah atau limbah organik dengan magot BSF. Ee tapi dari aspek teori nanti saya lebih banyak dari aspek teori Mas Tomi yang nanti sebagai praktisi akan lebih banyak membahas dari aspek-aspek praktisnya. Ada istilah di sini magot BSF. BSF itu black soldier fly atau lalat serdadu hitam itu bentuk lalatnya. Kalau magot itu kalau bahasa awam yang kita kenal magot itu artinya belatung atau larva. Jadi nanti kalau ada sebutan larva BSF, BSF magot itu ya sama saja maksudnya itu larva. Magot itu bahasa Inggris yang kalau diindonesiakan artinya itu larva atau belatung gitu. Jadi untuk untuk menghindari kebingungan ya. Karena di dalam slide saya juga mungkin nanti kecampur-campur itu istilahnya. Kadang saya menyebutnya sebagai larva BSF, kadang saya menyebutnya sebagai magot BSF atau BSF magot gitu. Untuk membedakan dengan BSF-nya. Kalau BSF-nya itu adalah lalatnya. Jadi bentuknya sudah berbentuk lalat kalau BSF. Kalau magot BSF berarti itu belatungnya atau larvanya gitu. Jadi ee pemahaman awal dulu saya sampaikan. Kemudian ada empat hal yang mudah-mudahan nanti tersampaikan semua ya dengan baik yang akan coba kita ee saya apa namanya bagi gitu ya share dengan Bapak Ibu semua itu ada pendahuluan kita kenalan dululah dengan konsep biokonversi itu apa. Kemudian kita kenalan dengan BSF-nya serta larvanya serta magotnya gitu ya. Kemudian ee dalam budidaya atau dalam ee apa kita mengelola BSF magot itu faktor pendukung dan penghambatnya itu apa saja? Coba kita kenali. Kemudian ke depan apa sih yang bisa dikembangkan dari BSF mag selain selain sebagai alat untuk budidaya larva dan untuk media pengolahan limbah organik? Selain itu, apa sih yang bisa kita kembangkan lagi? Kita coba ee apa namanya? Kupas nanti. Itu satu. Oke, kita mulai dengan ee konsep biokonversi. Apa sih konsep apa sih biokonversi? Itu ada dua kata di situ, bio dan konversi. Jadi, bio itu singkatan dari biologis. konversi itu adalah pengubahan. Pengubahan. Jadi pengubahan secara biologis atau menggunakan agen biologi. Nah, jadi secara literal atau perdefinisi kalau diuraikan dalam kalimat itu jadi biokonvers adalah mengubah sampah atau limbah organik atau organik apapun gitu ya. Bahan organik apapun gitu. Misal itu sisa makanan, kotoran hewan, mungkin limbah pertanian, mungkin buah-buahan dan seterusnya secara biologis. Jadi pengubahannya itu secara biologis bisa menggunakan mikroorganisme. Jadi mikroorganisme itu bisa bentuknya bakteri, bisa jamur ya atau ragi. Ragi itu jamur yang di didesain khusus gitu atau menggunakan makroganisme ya. Atau menggunakan makroganisme. Misalnya larva tadi ya, larva serangga. BSF Magot itu termasuk lapava serangga atau cacing atau mungkin yang lain gitu serangga yang lain. Sebetulnya ada satu lagi biokonversi yang menggunakan tanaman itu tapi kita tidak akan bahas itu ya. Fitoonversion itu menggunakan tanaman. Tapi kali ini kita tidak akan membahas itu. Nih contohnya apa? Komposting. Komposting itu kan menguraikan sampah limbah organik menjadi hasil-hasil penguraiannya itu menjadi kompos gitu ya. Unsur-unsur har yang lebih sederhana, yang lebih mudah diserap oleh ee vegetasi terutama oleh tanaman ini ee agennya adalah mikroorganisme, mikroorganisme aerob. Kemudian ada anaerobic digestion. Itu lebih dikenal dengan nama biodigester gitu ya. Biodigester itu prosesnya anaerobik. Jadi tidak tidak pakai udara, harus kedap udara. Biasanya untuk produksi biogas, gas metan itu juga mikroorganisme akhirnya. Fermentasi. fermentasi misalnya untuk bikin bioetanol atau asam cuka atau mungkin produk-produk asam-asam yang lainnya ya, asam laktat dan seterusnya itu dari ee bahan-bahan organik misalnya buah, pati, tepung dan sebagainya. Agennya itu juga agen ee jamur dan bakteri gitu. Jadi pakai maaf jamur e ragi dan bakteri itu yang dipakai ragi tertentu. Ragi kan sejenis jamur sebetulnya ya. Ya. Dan bakteri. Dua hal itu ya. Nanti akan memfermentasi itu bikin tape itu fermentasi prosesnya. Kita dapat alkohol ya. Kalau diteruskan itu nanti bisa dapat apa? Asam cukanya ada asam cukanya sedikit dan asam-asam organik lain gitu. Di samping kita dapat gula juga. dari tepungnya ee dari sari tepung yang ada di beras eh di nasi gitu ya, di beras atau di ee ketela pohon. Tiga di atas itu composting, anaerobic digestion, fermentasi itu mikroorganisme yang berperan. Terus dua terakhir vermicomposting kemudian dengan magot itu yang menggunakan makroorganisme vermic composting. Saya kira ini akan jadi bahasan besok ya. Jadi pengomposan menggunakan cacing. Baik saya lanjutkan. Tadi tadi konsep yang konversi kita sudah pahami sama-sama. Sekarang coba kita pahami tentang apa itu BSF. Mungkin sebagian dari Bapak, Ibu atau Mas, Mbak gitu sudah ngerti, sudah lama dengar gitu atau mungkin sudah ada yang mencoba melakukan apa biokonversi menggunakan ini apa dengan lalat BSF ini. Nah, tapi enggak apa-apa ya saya bahas lagi tentang apa itu lalat BSF. Jadi lalat BSF itu ee serangga yang unik karena dia tidak membawa vektor penyakit, dia tidak membay membawa vektor mikro, tidak merupakan pembawa vektor virus atau mikroorganisme yang patogen untuk manusia. Kenapa? Karena lalat dewasanya itu enggak punya mulut. Enggak punya mulut. Dia tidak, dia hanya minum air pada saat bentuknya itu lalat dewasa. Umurnya itu cuma paling lama seminggu lalat dewasa. Tugasnya cuma kawin aja setelah setelah itu bertelur. Jadi dia tidak makan, dia hanya minum. Ya, yang disukai itu ya air gula atau air yang mengandung senyawa organik untuk dia bertahan hidup selama seminggu itu. Tidak punya mulut, punyanya itu semacam sedotan gitu. di ujung mulutnya itu. Jadi dia nyedot dari situ, nyedot air dari situ. Tu akibatnya apa? Kalau tidak punya mulut dia tidak makan. Kalau tidak makan dia enggak mau hinggap di makanan. Beda dengan lalat hijau atau lalat hitam yang sering kita jumpai ngerubung makanan kita gitu kan ya. Karena mereka butuh makan. Tapi kalau BSF gak gak butuh makan ya hanya butuh minum. Makanya dia menjauh dari tempat-tempat ee menjauh dari makanan malahan yang diajari adalah air dan tempat-tempat yang berbau khas. Di situ terjadi fermentasi sebagian atau ee apa ada yang ada sampah organik yang sudah mulai membusuk. dia tertariknya malah ke situ untuk mencari cairannya dan untuk meletakkan telurnya itu. Jadi ini ee memang serangga mungkin itu diciptakan untuk seperti itu tugasnya ya seperti itu. Jadi ini sahabat manusia sekali tu pada fase larvanya itu merupakan tahap yang paling penting. Jadi di gambar kanan itu kan yang kanan itu lalatnya itu yang hitam PSF. Kemudian yang kiri itu magotnya atau larvanya atau belatungnya. Nah, tahap belatung ini yang merupakan fase paling penting dalam pengolahan limbah organik. Karena apa? Di fase itulah dia itu sedang rakus-rakusnya makan gitu. Jadi dia bisa memakan sampah organik dalam jumlah yang sangat banyak dibandingkan dengan ukuran tubuh dia gitu ya. Sangat banyak sehingga bisa mengkonversi sampah limbah organik dalam jumlah besar itu dalam waktu yang singkat. Nah, itu yang menarik ya dari maget BSF atau larva BSF. Jadi ee sangat efisien sebetulnya kalau dikelola dengan bagus ya. Larva BSF ini memiliki kemampuan luar biasa mengkonsumsi berbagai jenis sampah organik. Sampah organiknya diubah jadi apa? Ya, jadi badan dia sendiri. Mayoritas kan mayoritas kan dia jadi tambah besar itu larvanya kan. Jadi, jadi badan dia ya jadi protein di badannya. jadi lemak di badannya ya, jadi karbohidrat dan jadi berbagai macam senyawa-senyawa yang apa berkualitas tinggi di dalam tubuh larvanya itu. Kemudian ee tidak semuanya dia makan dan larva itu juga mengeluarkan kotoran. Tidak semuanya mampu dia cernak ya kan pasti semua makhluk itu mengeluarkan kotoran dari apa yang dia makan itu jadi residu dan residunya itu juga kompos ya kita menyebutnya fresh atau casgot. Kasgot jadi bekas magot. Singkatan dari bekas magot itu adalah residu dari BS yang merupakan kompos dengan kualitas yang sangat baik. Tapi harus kita treatment lebih lanjut sebelum digunakan. Nanti kita bahas di belakang. Oke, kita bahas coba satu-satu. Ee kenapa kok efektif untuk biokonversi? karena laju konsumsinya itu tinggi. Jadi, larva BSF atau BSF magot bisa mengkonsumsi sampah organik itu du sampai empat kali lipat dari berat badannya setiap hari. Jadi kalau setiap hari, hari pertama berat badannya itu mungkin cuman ee 12eng gram, dia bisa memakan sampah ya. Kalau 12 gram itu bisa sampai 2 gram. Besoknya tubuhnya berubah jadi 1 gram misalnya. Kalau 1 gram dia bisa mengkonsumsi sampah 4 gram setiap magotnya loh. Padahal di situ ada ratusan ribuan magot. Yaah. Jadi cepat sekali. Makanya itu pengkonversiannya itu bisa cepat sekali untuk diubah jadi diri dia sendiri, jadi badan dia ya itu mampu mengurangi sampah organik dari 50 sampai 80% dalam waktu singkat. Kurang dari 2 minggu atau sekitar 2 mingguah ya. 2 minggu itu adalah fase umur dari magotnya sebelum dia berubah jadi pupa atau kepompong. Karena pada saat dia masuk fase prepupa kemudian jadi pupa atau jadi kepompong dia tidak makan dan tidak minum kan. dia bertapa untuk berdiam diri ya untuk bersiap-siap menjadi lalat BSF mengalami metamorfosa di situ. Jadi efektif ya kurang lebih 2 mingguan itu waktu untuk apa memakan sampah-sampah organik itu hasilnya bernilai tinggi karena apa? Kaya sekali dengan protein ya. Magot itu kaya akan protein antara 405% dari berat keringnya ya. Dari berat keringnya. Nanti Bapak-bapak dan Ibu-ibu jangan bingung kalau disajikan data. Loh, kok saya dapat data kok ini hanya 15 sampai 20%-nya enggak 40 45% itu dilihat. Itu jangan-jangan itu adalah kadar protein dihitung dari skala basah. Artinya magotnya enggak dikeringkan dulu. Magotnya masih banyak. mengandung air di dalam badannya. Terus dianalisis proteinnya cuma 15 sampai 20-an kalau gitu. Tapi kalau kalau magotnya dikeringkan dulu, kemudian magot keringnya itu dianalisis tidak ada airnya di situ, itu proteinnya bisa 405%. Dan kita ngitungnya biasanya kadarnya kadar kering itu ya dari kadar kering lemaknya 30 35%. Jadi ini cocok untuk pakan ternak bagus gitu ya untuk pakan ternak ikan unggas hewan pilakan yang lain mungkin burung gitu ya ungges itu ya burung itu ya tikus itu juga suka sekali itu ya semut makanya itu adalah musuh-musuh kita dalam nanti kalau budidaya maget ya dihindari akan adanya itu gangguan dari itu. itu atau bahkan manusia ini menarik ya. Magot itu punya prospek untuk pakan manusia. Alternatif pakan manusia saat ini mungkin sebagai suplemen lah. Suplemen makanan dulu gitu residunya. Nah, residunya atau bekas magot atau kasot-nya dapat diolah menjadi pupu organik yang kualitasnya juga tinggi. Ramah lingkungan. Jelas itu ramah lingkungan ya. Tidak menghasilkan bau jika dikelola dengan baik. tidak menghasilkan bau, tidak menghasilkan lindi terlalu banyak, cairan terlalu banyak ya, sehingga mengurangi emisi ya dari sampah-sampah yang membusuk. Kalau sampah membusuk begitu saja kan mengeluarkan bau karena dia terkonversi oleh mikroorganisme menjadi senyawa-senyawa yang kita sebut sebagai FOM, volatil organic matter. senyawa-senyawa organik yang mudah menguap dan itu berbau tu. Nah, kalau di magot enggak ada karena senyawa yang kayak gitu dia makan gitu ya, dia asup tuh. Kemudian, oke, itu konsep biokonversi kayak gitu. Kemudian ee kita coba pelajari biologi dan ekologinya. Biologi dan ekologi dari bahasa Arab. Metamorfosis dari magot itu sempurna. Jadi kayak metamor kayak siklus hidupnya kupu-kupu itu juga metamorfosisnya itu sempurna. Jadi kalau metamorfosis sempurna itu ada telur. Telur kemudian jadi larva. Larva kemudian menjadi larva dewasa. Larva dewasa kemudian menjadi kepompong. Kepompong kemudian jadi apa namanya? Kupu-kupu atau kalau itu kupu-kupu di sini jadi BSF ya. Jadi lalat hitamnya itu dan lalat hitamnya kawin bertelur lagi terus siklusnya berulang. Itu adalah metamorfosis yang sempurna. seperti itu. Ada enggak serangga yang metamorfosisnya tidak sempurna? Ada. Ya, ada yang tidak melalui fase kepompong misalnya, ada yang seperti itu. Tapi kita enggak akan bahas itu orang-orang apa entomologi yang paham betul yang kayak gitu. Ahli-ahli serangga. Karena yang mengalami metamorfosis yang terut yang apa mengalami metamorfosis itu terutama adalah serangga. Jadi ee dia punya kese telur dari mulai bertelur sampai dia menetas itu kira-kira 0 sampai 45 harian lah ya. Kurang lebih itu tergantung kondisi lingkungannya. Warnanya krem itu panjangnya 1 mili. Kemudian 3 4 sampai 5 harian dia menetas dia jadi larva kecil-kecil gitu. Kemudian larva tumbuh tumbuh dewasa ya menjadi dari umur 0 dol1 gitu ya day of life 1 day of life itu hitungannya dari mulai lar mulai dia jadi jadi larva telurnya mentas jadi larva kemudian sampai sekitar umurnya 18 harian ini plus minus gitu ya jadi kurang lebihnya itu tumbuh menjadi lava dewasa 12 sampai 18 hari ya. Kita biasanya hitungannya 2 mingguan lah gitu ya. 2 mingguan. Kenapa kok bisa ada 12 hari? Bahkan ada yang sampai 3 minggu lebih dia enggak jadi pupa gitu ya. Dia larva aja kecil aja stunting. Enggak enggak enggak berkembang enggak enggak berkembang makin besar. itu ada pengaruh dari asupan makanan yang dia dia makan. Artinya sampah organik yang kita kasihkan tuh apa jenisnya dan kondisi kondisi dia apa namanya bertumbuh dia hidup itu seperti apa itu sangat berpengaruh terhadap ukuran larva dan terhadap waktu ee larva itu berubah jadi pupat. Tapi rata-rata ya memang sekitar itu tadi ya 2 mingguan lah, 2 sampai 3 mingguan lah kurang lebih. Ini fase paling penting untuk biokonversi warnanya putih krem. Kemudian dia berubah jadi agak hitam saat matang. saat matang itu artinya dia dia mulai pada saat dia mulai akan berubah jadi pupa, jadi kepompong kita kita menamakan itu fase prepupa itu warnanya kemudian berubah jadi agak kehitaman dan mengeras gitu kulitnya itu mengeras. Apakah warnanya selalu putih krem? Enggak selalu. Itu juga keunikan dari BSF magot karena warna magot juga ternyata tergantung dari makanannya. gitu ya makanannya. Kalau banyak karbohidratnya itu putih krem. Tapi kalau banyak serat, sayur itu nanti agak hijau-ija gimana gitu larvannya ya. Agak merah-merah gimana kalau apa terlalu banyak makan buah yang berwarna oren dan merah. Jadi warna putih krem tuh jangan dijadikan patokan baku. Tidak selalu begitu. Kemudian fase pertumbuhannya umur 16 hari itu aktif dia makan dan tumbuh dari 1 mili menjadi 2 3 cm. Bayangkan dari 1 mili menjadi 20 sampai 30 mili. Itu artinya kan dia berkembang 3 20 sampai 30 kali lipatnya pertumbuhannya. Ya, itu pada umur 1 sampai 6 hari dari larvanya ya, dari larvanya puncak konsumsinya pada 56 hari. Setelah itu dia tetap mengkonsumsi banyak tapi tidak bertambah konsumsi pengkonsumsiannya itu tapi mengkonsumsi sampai ukuran optimumnya nanti dia mulai staknan atau tidak lagi bertambah ukurannya di umur sekitar 2 mingguan tadi. dia memiliki dia bisa mencerna sampah-sampah organik karena di dalam tubuhnya di dalam tubuh larvanya itu memproduksi enzim ya. Jadi memproduksi enzim ada enzim protease, lipase, selulose. Enzim-enzim itu yang berfungsi untuk me mencerna. Jadi mencerna makanan yang dia asup di dalam tubuhnya menjadi apa? menjadi macam-macam senyawa tadi. Ada yang jadi protein, ada yang jadi lemak, ada yang jadi ee gula, ada yang jadi pati dan sebagainya itu yaah dan juga memproduksi senyawa-senyawa yang unik yang itu senyawa-senyawa eksklusif. Nanti kita bahas di belakang, mudah-mudahan nyampai waktunya ya. Berikutnya, berikutnya ee fase prepupa. Prepupa itu larvanya sudah dia sudah merasa dirinya hidup saya sebagai larva sudah hampir selesai. Ini ini adalah waktunya untuk siap-siap bertapak menjadi kepompong. Itu fase prepup dia ngurangi makan. Setelah itu berhenti makan terus pindah nyari tempat kering dan gelap. dia pindah sendiri nanti. Jadi pada saat prepupa itu dia merambat gitu nyari tempat yang agak tinggi. Makanya tempatnya biasanya dikasih kemiringan agar dia bisa manjat gitu ya. Kemudian kemudian jatuh ke tempat yang lebih kering dan lebih lembab. Di situ dia berubah warna jadi hitam, kemudian mengeras kemudian jadi pupa. Ya, berikutnya jadi kepompong tanpa makan ya, tanpa minum ya, jadi kepomponglah pokoknya. Kemudian berubah jadi lalat gitu bermetamorfose jadi lalat dewasa. Nah, lalat umurnya 56 eh 5 sampai 8 hari ya. Jadi tugasnya itu hanya ber kawin bertelur setelah itu dia mati gitu. Itu lalatnya. Jadi kalau digambar jadi kayak gini ya siklusnya ya. Jadi seekor lalat ee BSF dewasa betina itu bisa menghasilkan telur antara 500 sampai 900. Tapi tidak selalu begitu. Kadang-kadang juga kurang dari 500. Tergantung kondisinya. Balik-balik lagi kondisi di mana dia bertelur ya, kelembaban, suhu, kemudian intensitas matahari dan sebagainya ya. Ee apa namanya? intensitas sinar maksudnya ya terang gelapnya dan sebagainya itu akan menentukan ee berapa telur yang bisa dia produksi gitu. Jadi kayak gini nih ya siklusnya ini muter kayak gini. Telur 4 hari sudah menetas kemudian jadi lava 2 mingguan plus minus kemudian jadi prepupa ya 7 sampai 10 hari jadi prepupa kemudian jadi pupa jadi kepompong ya 8 harian jadi kepompong kemudian jadi lalat umurnya 8 harianlah juga kayak gitu siklusnya. Nah, yang kita panen kalau kita budidaya BSF itu adalah fase larva. Ini fase larva. Jadi pada akhir sebelum dia menjadi prepupa biasanya kita panen ya. Itu adalah fase kita memanen larva untuk pakan. diusahakan sebelum jadi prepupa. Karena kalau sudah jadi prepupa itu sudah mulai agak keras itu kulitnya ya. Kulitnya sudah mulai mengeras. Nah, ini tadi ini sama ya. Ini ini di sini disebutkan 320 sampai 620 atelor. Yaah, masih masuk rentang inilah 500 sampai 900 gitu. Nah, jadi ini macam-macam. Jadi tergantung dia penelitiannya dengan pakan apa gitu ya. Kemudian pada saat kawin rumah magotnya di rumah kadang orang menyebutnya itu rumah penganten gitu ya. Rumah penganten maget itu kondisinya kayak apa ya? Itu akan menentukan berapa telar yang diperoleh dan seterusnya. Ini mirip semuanya ya. Nah, ini dikatakan nih fase larva bisa 10 sampai 52 hari. Ya, 50. Kalau rata-ratanya kan 2 minggu, kalau sampai 4 minggu itu berarti ada yang tidak beres dalam pakannya. Dia stunting dia enggak jadi-jadi prepupa ya. Tanting tumbuhnya lambat banget. Biasanya kalau pakannya itu kebanyakan serat, kurang gula, kurang protein ya, kurang nutrisi. Itu kayak gitu. Saya pernah nyoba itu sampai 30 hari enggak jadi-jadi prepupa itu karena makan karena saya kasih makan hanya saya kasih makan sayuran dari limbahnya ee apa namanya? Limbahnya warung Padang. Sayuran dari limbahnya warung Padang itu kan cuma rebusan daun singkong aja kan ya kan. Yang yang lain kan bersantan-santan yang betul-betul bentuknya masih sayur rebusan itu ya cuma daun singkong. Saya kasih makan itu untuk percobaan aja. Larvanya warnanya agak kehijau-hijauan dan stunting sampai 30 hari lebih itu 30 hari lebih enggak jadi-jadi prepupa dan ukurannya kecil-kecil gitu. Jadi nanti komposisi pakan dalam pengolahan itu diperhatikan agar dia cepat mengkonversi sampah organiknya. Kombinasi komposisi pakan penting. Oke. Kemudian ini ekologinya. Ekologinya itu kita kita perlu perhatikan. Kenapa? Karena ini untuk mendesain agar si ee agar kita bisa mendesain kondisi agar si larva itu suka dengan tempat sehingga dia dengan tempatnya sehingga dia bisa makan lahap makan banyak gitu mengkonversi limbah dengan banyak dan cepat ya. Kondisi lingkungan yang hangat itu di disukai antara 25 sampai 30. Kalau terlalu dingin itu lambat nanti perkembangannya lambat. Kemudian kelembabannya moderat 60 sampai 70% lah kurang lebih. Itu kayak kondisi di ee rata-rata Indonesia yang jauh dari pantai gitu ya. Itu masuk gitu kelembaban 6070, suhunya 2530. Kalau terlalu ke atas di bukit ee yang terlalu dingin kondisinya ya dekat gunung atau di lereng sana bisa enggak? Ya bisa cuma lambat lebih lambat gitu. Kemudian kalau terlalu lembab, kelembabannya 80 90% bisa enggak? Ya bisa. Cuma biasanya terganggu karena kompetisi. Kalau udara yang terlalu lembab itu limbahnya itu berkompetisi dengan jamur gitu. Kadang-kadang larvanya ketumbuhan jamur juga kalau kondisinya terlalu lembab kondisi udaranya gitu. Nanti di tempat itu juga di tempat apa namanya untuk kawin dan bertelur. Kalau terlalu lembab juga kayak gitu gitu kondisinya. Nah, jadi masih bisa cuma cuma jadi lambat karena terganggu terganggu kayak gitu gitu. Di dalam ini berkembang pada bahan organik yang mulai membusuk. Jadi sebetulnya enggak usah diperkembang biakkan itu BSF atau lalot hitam itu datang sendiri kok. Dia mencari buah buah jatuh yang sudah mulai membusuk, kotoran hewan atau sisa-sisa sayur, sisa-sisa makanan. gitu yang sudah mulai mengalami fermentasi dengan bau khas, asem-asem gimana itu nanti datang sendiri itu BSF datang sendiri nyari cairan untuk dia minum kemudian naruh telur di situ. Jadi kalau tanpa budidaya bisa datang sendiri, bisa datang sendiri gitu ya. Apalagi kalau kita semprot dengan ekoenzim sehingga baunya menarik dia untuk datang ke situ ya. Tapi kalau memang kepengin intensif ya dibudidaya dikelolakan kalau kepengin kita niatkan untuk mengolah limbah sampah organik secara cepat ya kita niatkan begitu ya harus kita budidaya dengan teknik-teknik tertentu ya dengan manipulasi kondisi dan sebagainya yaah. Apakah BSF itu invasif? Enggak. Dia enggak invasif karena dia selektif ya. Selektif lalat dewasanya tidak makan ya hidupnya singkat dan dia menaruh telur secara selektif di tempat-tempat tertentu. Dia itu dominasi mendominasi di sampah organik larvanya ya. larvanya di sampah organik yang mulai membusuk. Kalau dia dia suka dengan itu, larvanya sampah ee larvanya BSF ini mendominasi di situ. Artinya apa? Artinya kalau di situ ada lalat hijau atau serangga lain naruh telur. Naruh telur kemudian dia jadi larva juga. Jadi larva lalat hijau atau lalat hitam atau serangga lain dia kalah bersaing dengan BSF dengan lalat eh dengan larva BSF. Ini yang menarik. Jadi kalau di situ didominasi oleh larva BSF ya, larva-lar serangga yang lain itu akan menyisih karena dia kalah kalah dominan. Kalah dominan, kalah rakus, kalah dominan. Dan ini menguntungkan sekali untuk kita. Kenapa? Karena dengan sendirinya akan didominasi oleh larva yang baik yang bukan pembawa vektor penyakit. Itu yang menarik dari ee BSF ya. Selain perkembangannya cepat, rakus, dia juga bisa mendominasi tempat tu. Kemudian adaptasinya ini. Adaptasinya ya tadi itu adaptasi kan terkait dengan kondisi dia nyaman hidup di situ. Dia dapat mengonsumsi limbah dengan se rasio tinggi maupun rendah. Cuma kalau se rasio tinggi atau serat ya lambat perkembang biakan dari eh perkembang biakan maknya ee pertumbuhan dari larvanya itu lambat. Kalau proteinnya cukup tinggi dia akan lebih cepat ya dia tahan terhadap antinutrisi seperti tanin fitar dalam limbah pertanian. Jadi terhadap tanin itu senyawa-senyawa apa tanat itu apa? ee saya ya kita jemputnya tanin lah yang kalau kita ekstrak itu keluar cairannya agak hitam rasanya pahit kayak gitu ya dia masih bisa masih bisa tahan itu PSF mampu mengatur pH media karena apa karena larva BSF itu memproduksi amonia dan enzim amonia itu alkali Jadi kalau pada komposting pH dari kompost cenderung turun karena ada asam-asam organik yang diproduksi yang menurunkan pH kompos gitu ya. Nah, oleh larva BS itu bisa ditahan pH-nya tidak turun karena satu dia memproduksi amonia dua asam-asam organik yang hasil dari busuk dia asup sebagai makanan dia ya. Dan akibatnya apa? Akibatnya adalah pada pH 8 sampai 9 itu lingkungan yang tidak disukai oleh mikroorganisme patogen. Nah, jadi malah bagus kan karena jadi pertumbuhan mikroorganisme patogen yang jadi pembawa penyakit kan jadi terhambat tuh. Kemudian dia bisa mengakumulasi logam berat dalam jumlah terbatas ya. Tetapi hati-hati kalau di situ ada logam berat dikasih BSF. BSF-nya e nanti logam beratnya kan masuk ke badan BSF. Nanti kalau badan BSF-nya banyak mengandung logam berat terus dimakan oleh ayam misalnya unggas atau ikan, nanti pindah lagi ke ikan ya. Jadi terjadi akumulasi di produk akhir yang nantinya kita konsumsi. Jadi tetap saja kuncinya adalah kalau mau BSF ya gunakan sampah organik saja yang terpilih dengan bagus. Jangan kecampur-campur sampahnya ya. Apalagi kalau ada plastik logam, ada logam beratnya di situ. Nanti mikroplastiknya keasup terus masuk ke dalam rantai makanan itu terjadi repot gitu. Tetap berakibat buruk untuk kita akhirnya ya. Untuk makhluk hidup yang lain juga begitu. Jadi balik lagi sampahnya dipilah. Kalau untuk BSM yang organik ya organik saja jangan pecampur-campur. Tuh tuh. The komposer utama ya tadi kata asupannya cepat ya dia makannya banyak dan cepat. Mengurangi populasi lalat rumah. Iya tadi karena dia dominating ya di tempat pembusukan sampah dia mendominasi sehingga menekan apa perkembangan larva-larva dari lalat-lalat rumah. Lalat-lalat hijau, lalat hitam tadi ee lalat lalat ya lalat-lalat rumahlah gitu dia tertekan sehingga jumlahnya akan jadi berkurang. itu mencegah bau ya. Tadi sudah kita bahas dia bersimbiosis dengan mikro mikroorganisme usus ya. Jadi di dalam tubuhnya itu di ada mikrobioma usus yang baik ya. Itu ada entrokokus, basilus dan sebagainya. untuk ahli-ahli mikrobiologi yang ngerti dan itu membantu mengurai limbah yang kompleks. Kemudian dia tahan terhadap patogen karena menghasilkan antimikrobial peptid. Jadi itu adalah protein anti mikrob yang bisa menghambat bakteri patogen selain karena mengkondisikan pH tadi. Jadi ada eekol misalnya itu yang bikin kolera atau salmonella itu yang bikin desentri dan sebagainya bisa dihambat pertumbuhannya. itu ekologi. Nah, itu punya implikasi ekologis yang sangat baik. BSF itu untuk biokonversi berkelanjutan. Dia punya implikasi ekologi yang sangat baik ya. Kontrol alami untuk hama. Dia otomatis mengurangi emisi gas rumah kaca karena dekomposisinya itu tidak dirubah jadi gas, tapi dekomposisinya dirubah jadi badan dia sendiri. itu kan ya dipakai untuk memperbesar badannya dia. Kemudian ada restorasi nutrien dia menjadi badan dia sendiri itu adalah nutrisi untuk makhluk yang lain. Kemudian ada residunya tadi fresh atau kasgotnya yang kayak nitrogen yang bisa balik lagi ke tamah untuk pupuk gitu gitu. Nah, ini adalah jargonya. Saya ngambil dari internet ini gambarnya terlalu kecil ya. Tapi intinya adalah di situ ada kata kunci menarik itu turning thres into treasure. Nah, mengubah limbah menjadi apa itu? Treasure. Tracerasure itu menjadi harta karun ya. Ngubah limbah menjadi harta karun. Ya, ini kayak gini mengembalimbah menjadi harta karun. Jadi proses biokonversinya ini tadi ee ini ya ini hasilnya adalah ee magot-nya tadi. Kemudian fresh-nya tadi yang kasot ya. Faktor-faktor pendukungnya sudah ketahuan dari tadi sebetulnya waktu kita memahami ekologi dari BSF ya kita jadi pahamkan oh kondisi yang ideal untuk PSF itu bagaimana ya dengan memahami ekologinya tadi. Jadi kita mengekstrak info dari ekologi tadi sudah ketahuan ya faktor pendukungnya apa, rentang suhu yang ideal, kemudian kelembaban, kemudian sirkulasi udara. Sirkulasi udara yang baik ya sebetulnya sirkulasi udara untuk untuk terutama ini untuk e karena mereka kan juga perlu oksigen ya. ya, di samping untuk kebutuhan oksigen dia untuk pengaturan suhu dan sebagainya juga untuk mencegah terjadinya kondisi anaerob. Kalau kondisi anaerob nanti sebagian dari limbah organiknya akan terfermentasi secara anaerob yang mungkin menghasilkan bau-bau yang tidak enak gitu. Terus kualitas dan jenis limbah organik tadi ya. kaya karbohidrat dan protein ya intinya berimbanglah dengan rasio itu 151 sampai 31. Jadi campuran sisa makanan mungkin sisa nasi, sayur dan sebagainya dengan dedak-dedak itu sumber protein yang bagus di samping di situ ada seratnya gitu ya tapi sumber protein yang bagus. Kemudian ada satu lagi yang saya luput masukkan ke sini itu adalah ke itu adalah ee kondisi dari pakan. Kondisi dari pakan jangan terlalu kering, terlalu padat, terlalu kering. Itu nanti magot itu kesulitan makan. Tapi jangan juga terlalu basah sehingga seperti pasta. Kalau terlalu basah seperti pasta, magot akan kesulitan juga untuk mobilitas dia gitu. Jadi kayak orang berjalan di lumpur gitu kan susah dia untuk nyari tempat makannya itu jadi susah karena dia berjalan di lumpur. Ya, saya juga pernah nyoba itu dengan apa namanya kombinasi digiling gitu ya, antara nasi, sosis, kemudian apa namanya? N ada nasi, ada sosis-sosis busuk, ada sisa roti ee kemudian ada sayur giling. Kemudian ternyata hasilnya itu jadi kayak pasta itu ya, kayak bubur gitu ya, kayak bubur terlalu encer. magotnya malah enggak mau makan. Banyak yang mati karena dia kesulitan tuh. Jadi itu diperhatikan saya luput itu memasukkan itu di sini ya. Jadi digiling itu lebih bagus. Itu kombinasi ya. Kombinasi beberapa jenis limbah. Ada buah, ada ampas tahu. Buah itu adalah sumber gula, sumber karbohidrat ya. Sayur itu sumber serat. Kemudian ada ampas tahu itu sumber protein juga. Dedak itu sumber protein. Ee selain ampas tahu dan dedak itu juga berfungsi sebagai untuk menjaga agar jangan terlalu lembek makannya ya. Jangan terlalu lembek, jangan kayak bubur. Nah, itu dijaga dengan menambahkan nafas tahu dan dedak. Nah, ini contoh nih yang tadi saya ceritakan ee warna-warna dari magot itu tergantung dia makan apa gitu. Dominasinya makan apa? Ini kalau makan buah-buahan ini kayak gini warnanya agak gelap. Ini makan apa namanya? Susu, limbah-limbah susu gitu ya. Susu basi, kemudian yogurt, kemudian ada ee apa? Keju yang sudah basi dan seterusnya. Kayak gini warnanya. Ini sayur-sayur mayurnya agak kehijau-hijauan warnanya ya. Nah, ini campuran ini kalau roti dan seterusnya ya. Warnanya beda, ukurannya juga bisa beda gitu tergantung dari seberapa bergizi kan limbah yang dia makan. Ini faktor pendukung yang lain itu adalah kepadatan larva. Jadi hindari naruh larva terlalu banyak. Besok Mas Tomi mungkin eh nanti Mas Tomi bisa cerita itu dari pengalaman dia yang pas itu berapa gram sih untuk 1 m persi sampah atau limbah gitu ya atau untuk per kilo limbah itu berapa gram sih kita naruh larva di situ? Berapa banyak sih yang ideal? Karena untuk setiap kondisi pakan itu berbeda. Tapi ada batas maksimumnya, ada batas minimumnya yang ideal. yang ideal. Kalau terlalu banyak nanti dia kompetisi antara dengan temannya, berebut makan dengan temannya ya apa namanya? Mungkin sampah itu cepat habis, limbah organik cepat habis tetapi BSF-nya kecil-kecil jadinya gitu. Kemudian ini sistem pemeliharaan itu bisa pakai nampan. Kalau skala kecil biasanya pakai nampan gitu. Tapi untuk skala yang lebih besar itu kita pakai biopon dengan self harvesting system. Biopon. Jadi sebuah kotakan yang sisi-sisi dalamnya dibuat miring. Bioponnya dibuat miring sehingga nanti pada saat prepupa, pada saat fase prepupa larva BSF-nya itu bisa pindah ke pinggir kemudian naik di kemiringan itu kemudian jatuh ke tempat yang sudah kita siapkan untuk dia jadi apa namanya? Mm. Jadi kepompong itu. Jadi ada self harvesting system. Biasanya yang self harvesting itu kan dia merasa sudah mulai menjadi prepupa. Dia belum jadi prepupak. Dia minggir kemudian naik jatuh. Nah itu kita panen. Jadi itu namanya self haring. Sistem yang kita kita bisa manen sendiri. Walaupun banyak orang biasanya enggak sabar ya. Artinya umur-umur 2 minggu sudahlah tak ambil aja tak ayak gitu diayak itu diambili itunya apa namanya larvanya dipisahkan dari fresnya dari residonya kontrol hama dan predator itu tadi sudah kita bahas karena musuhnya banyak yang banyak itu yang suka PSF tuh kan banyak ada tikus ada burung dan sebagainya kadang ada semut di situ banyak ya semut semut itu suka banget itu dengan daging BSF. Saya pernah punya pengalaman soalnya kandangnya tuh waktu di Magelang dulu kita coba di pasar gitu enggak diperhatikan kandangnya itu ada yang bolong BSF-nya habis dimakan tikus. Wah kita enggak tahu ya kita baru paham. Oh iya nih di pasar nih tikusnya banyak. Burung-burung gereja juga ada yang masuk ke situ ya makan itu. Jadi itu diperhatikan ya. Jadi ada jaringannya tertutup. Kemudian pastikan itu tidak ada predator yang masuk. Ini untuk kesehatan magotnya tadi. Ee intinya adalah oh iya ini bisa ditambahkan limbah-limbah yang masih mentah sekali bisa kita fermentasi dulu. Jadi tambah EM4 apa 4 difermentasi mungkin 2 3 hari dulu kemudian baru dikasihkan magot itu akan mempercepat proses. Tapi kalau malas ya wis langsung aja di itu cuma itu lantai akan lebih lambat karena masih agak keras ya limbah-limbah yang belum difermentasi. Kalau difermentasi lebih lunak ya sebagian sudah mengalami perombakan toh. Itu nanti dikonsumsi jadi lebih cepat oleh lavanya ya. Kemudian hindari stres, dikurangi stres. Larva itu juga stres. Kalau di dalam biopon tempat dia ee berkembang biak dan makan itu sering diaduk-aduk gitu juga. Dia juga akan stres nanti kalau banyak yang stres, banyak yang mati gitu. Kemudian perubahan kondisi lingkungan. Perubahan kondisi lingkungan tuh ada ekstrem panas, ekstrem dingin gitu ya. Pagi dingin sekali, nanti siang panasnya terik. Nah, kalau itu terjadi berulang-ulang banyak yang mati nanti magotnya. Jadi, makanya itu di dalam industri industri bio apa namanya ee biokonversi dengan magot yang skalanya agak besar itu ruangannya diatur ada sirkulasi udara, ada pengatur kelembaban, pengontrolan suhu dan sebagainya. Tu biasanya kalau itu skala besar industri itu diatur yang kayak gitu. Kemudian ini infrastruktur. Saya akan percepat saja karena ini Mas Tomi nanti akan membahas lebih banyak mestinya infrastruktur ya sebagai praktisi. Faktor penghambat itu ya kebalikannya dari faktor pendukung tadi ya. Ya nanti ee bisa dipahamilah kalau faktor pendukungnya kita tahu faktor penghambatnya itu ya kebalikan dari yang tadi kebanyakan seperti itu ya. ada yang tambahan itu adalah misal ya apa namanya curah hujan terlalu tinggi sehingga terlalu lembab kemudian ada angin yang terlalu kencang sehingga rumah kawin magotnya itu menjadi terganggu ya dan seterusnya infeksi jamur atau ada cacing di situ yang nanti akan membunuh larva dan sebagainya itu biatnya karena kelembaban atau terlalu banyak cairan di situ. Kemudian limbah organik terkontaminis plastik ini menjadi salah satu faktor gagalnya BSF maget. Larva BS bisa tidak sengaja makan mikroplastik kemudian terakumulasi ke dalam tubuhnya. Ya, kalau dia bisa bertahan hidup, BSF-nya bisa bertahan hidup ya, kemudian kita panen, itu akan masuk ke dalam rantai makanan kita mikroplastiknya. Karena itu harus dipisah. Kalau dia mati ya sudah berarti tidak bisa kita manfaatkan PSF-nya karena dia mati. Terlalu banyak mikroplastik yang diasup gitu. Kemudian kadar garam yang terlalu tinggi itu juga enggak bagus karena BSF itu bisa mengalami dehidrasi nanti ya. Jadi dikombinasilah limbahnya agar kadar garamnya tidak terlalu tinggi. Kalau kadar gula tinggi malah suka BSR. Tapi kadar garam tinggi enggak suka. Terus tadi yang limbah limbah medis atau limbah tercemar logam berat ya. Kenapa? Karena kalau kalau ada limbah medi misalnya misalnya antibiotik atau obat-obatan terasup ke dalam badan BSF itu masuk rantai makanan juga nanti akhirnya ya. Ya, ini e minusnya dari penggunaan BSF karena BSF-nya akan dimanfaatkan masuk ke dalam rantai makanan itu. Jadi kalau ada limbah-limbah kayak gitu ya hati-hati dipisahkan dengan baik. Nah, tren penelitiannya apa saja? Nah, sebetulnya ini ada dua kelompok besar. Kelompok pertama ini kan budidaya BSF. Kelompok pertama jadi food was treatment menggunakan BSF. Kita dapat BSF dan satu lagi CASG kan. Heeh. Kemudian grup kedua itu adalah ngolah BSF. BSF yang sudah kita panen untuk apa? Dia apakan? diproses seperti apa agar nilainya bertambah, kegunaannya bertambah kan gitu. Nah, jadi itu kelompok kedua penelitian yang kedua ini gitu. Jadi biasanya PSF kalau tidak dipakai langsung sebagai pakan segar untuk unggas itu mau dialetkan jadi suplemen atau nanti dijual sebagai BSF ee dalam bentuk kemasan-kemasan itu harus dikeringkan. Jadi dia BSF-nya bentuk kering. Makanya analisis protein, lemak dan sebagainya itu adalah pada BSF kering. Tuh dikeringkan kemudian dikeringkan ada banyak pilihan. Dijual sebagai kering. Untuk pakan unggas biasanya dijual sebagai kering sehingga dia tidak mudah busuk tan. Lebih awet kalau kering. Atau yang kering itu diproses lebih lanjut. Nah, diekstrak minyaknya, lemaknya. Kemudian dijual sebagai minyak BSF. Ya, kalau minyaknya itu berkualitas tinggi, karena BSF-nya pakannya itu berkualitas tinggi itu isinya macam-macam. Di situ ada asam-asam amino yang macam-macam gitu ya, yang bisa digunakan sebagai suplemen makanan manusia. atau kalau BSF-nya itu apa minyaknya itu tidak bisa dikonsumsi untuk makanan manusia ya ini bisa untuk fuel minyaknya gitu. Kemudian apa namanya ee padatannya residunya itu ya dikeringkan nanti untuk pakan gitu. Ini kan ini kan biasanya dengan pressing atau dengan pemanasan nanti tetap ada sisa-sisa resiko padatnya. Jadi nah ini contoh gambar ya ini yang di apa namanya yang dipanenkan kondisi prepupa ini larva. Banyak orang yang tidak tidak sabar itu kondisi larva sebelum jadi prepupa itu dipanen. Tapi yang umum itu adalah pada saat prepupa. Jadi akhir fase ini jadi prepupa sebelum jadi kepompong. Nah, jadi prepet ini dipanen kemudian jadi macam-macam produk. Nah, trend penelitiannya ke depan apa nih? Salah satunya pengaruh jenis dan komposisi pakan terhadap laju pertumbuhan larva. Nih, ini penelitian saya nih laju pertuan larva ya dan komposisi komposisi komposisi nutrien besnya kayak apa lajunya itu seperti apa seberapa cepat dia bisa kita panen ya tadi. Kemudian ini yang ini agak berhenti ini yang C sebetulnya jenis kelamin BSF itu ternyata dipengaruhi oleh pakan. Kenapa jenis kelamin itu penting? penting kalau kita ingin bicara tentang ee sustainability dari ee BSF. Karena apa? Karena pada saat nanti jadi prepupat kemudian jadi pupat jadi kepompong gitu ya, nanti kan BSF itu kan ada yang kita panen sebagai larva, ada yang kita teruskan untuk jadi ee apa namanya? Jadi jadi lalat. Karena kita butuh telurnya agar bisa berputar kan, agar bisa siklusnya berputar. Jadi lalat agar kita bisa punya telurnya. Kalau untuk bisa bertelur itu kan kira-kira kan harus seimbang antara jantan dan betina. Nah, ternyata komposisi pakan itu ada indikasi berpengaruh terhadap komposisi jenis kelamin dari lalatnya ya. ada komposisi pakan tertentu. Saya belum sampai identifikasi sedalam itu, tapi ada komposisi pakan tertentu yang nanti lalatnya itu didominasi jantan, betinanya dikit lah. Itu kan terjadi produksi telurnya jadi sedikit gitu. Kalau kebanyakan malah jantan atau kebanyakan malah betina, jantannya dikit. Itu yang terutama yang dihindari kalau jantannya banyak sekali. Nah, jadi itu diperhatikan ternyata untuk sustainability produksi gitu. Kemudian yang kedua ada pengeringan penepungan, ekstraksi minyak dan sebagainya. Ini banyak penelitian yang berjalan. Ini sudah banyak ya penelitian-penelitian ini tapi terus berjalan karena masih banyak hal yang kita belum tahulah dalam proses-proses ini. Metode yang terbaik itu kondisinya seperti apa ya. Ya. Kemudian kondisi terbaik seperti apa? alatnya kayak apa. Ini masih banyak ruang-ruang kosong di sini ya. Kemudian yang ini sudah eksotik, ini sudah melibatkan banyak teman-teman dari teknologi pangan sebetulnya karena ini sudah produk akhir jadi sudah terima larva BSR. Kemudian bisa enggak untuk pangan atau untuk suplemen pangan gitu? Kalau bisa harus dihapakan dan seterusnya. Untuk farmaseutika ya melibatkan teman-teman dari farmasi yang kayak gini. Jadi agak jauh dari apa namanya penelitian ini agak jauh dari budidaya bahasa di depan tapi terkait karena akan seperti ini akan akan dipengaruhi oleh paka pakannya kondisi di mana BSF itu dibudidaya dan pakannya apa ya. Nanti BF-nya bisa enggak untuk pangan atau suplemen makanan manusia seperti itu. Nah, ini komparasi ya PSF dengan yang lain-lain ya dengan apa? Jangkrik ya, dengan jangkrik dengan ee cacing dan seterusnya. Ini dikomparasi. Nah, ini tadi saya katakan ini proteinnya kok cuma 17,5%. Nah, ini berarti basah. Kondisi basah. Karena kalau kondisi kering itu kan 30 eh 40 sampai 50-an lebih persir flondisi basah. Nah, ini tadi saya katakan asam aminonya luar biasa loh di PSM ini orang yang tahu ini teman-teman dari bahan makanan dan farmasi ya istilah-istilah ada lisin, leusin dan segisin, glutamin dan seterusnya. Ini kan senyawa-senyalawa apa namanya ee unik, eksklusif gitu yang itu dibutuhkan sebagai suplemen di bahan makanan gitu. Karena punya fungsi yang masing-masing itu punya fungsi unik. Ini gambaran analisis ya 12% kemudian proteinnya 16% berarti ini basah. Ya, jadi kondisi larva S itis basah itu kemudian di analisis ini ada water content-nya 65% toh. Kalau kondisi kering water content enggak ada. Jadi ini nanti naik ya proteinnya naik. Jadi mungkin 2,5 2 koma berapa kali lipatnya bisa 2,5 kali lipat ya. Nah, ini yang sudah di ke depan. di Eropa malah di di Eropa dan Cina itu inten sekali penelitian perang BSF untuk untuk alternatif pangan manusia ya. Karena serangga itu katanya itu adalah salah satu sumber pangan yang potensial di masa depan. Jadi budidaya serangga itu prospeknya bagus sekali sebagai sumber protein katanya begitu. Kemudian penelitian yang lain, pengembangan teknologi tepat guna. Ini juga masih banyak lumayan banyak ruanglah kalau mau dikembangkan. Ini contohnya ember tumpuk kayak gini ya contohnya ya. Saya juga pakai ini di rumah cuma magotnya enggak pada datang ya. Jadi saya hanya dapat kompas sama POJ saja karena kondisinya tidak nyaman untuk magot-nya mungkin jadi enggak pada datang. Oke. Baik. Ee saya molor ini molor 12 menit ini dari waktu yang di jatahkan oleh moderator tadi saya mohon maaf. Ee saya kira saya akhiri dulu materi kita. Waktu saya kembalikan ke moderator untuk tanya jawab mungkin. Silakan. Baik, Bapak terima kasih atas penyampaian materinya yang sangat sangat bermanfaat dan inspiratif ya, Pak ya. Ee baik, jika dilihat-lihat sudah banyak sekali pertanyaan dari Bapak Ibu peserta planning online ya. Iya. Ee namun sebelum kita memasuki sesi sesi tanya jawab, saya izin mengingatkan ee untuk peserta training online yang menginginkan materi training online kita hari ini dapat request materi terlebih dahulu melalui link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat Zoom. Kemudian sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab, kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu. Untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibantu oleh admin. Baik, kepada admin dipersilakan ya untuk sesi foto bersama. Baik, terima kasih Mbak Muh. Ya, Bapak dan Ibu online. Sebelum kita mendokumentasikan ee kami mengharapkan untuk materi Ibu membuka kam terlebih dahulu. Baik, kita mulai dari slide pertama 3 slide kedua 32. Baik, terima kasih saya mulai ke Mbak. Baik, terima kasih untuk admin yang telah membantu sesi foto bersama kita. Kemudian selanjutnya saya ingin meminta kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah di-share oleh admin kami di kolom chat Zoom supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi. Kami berharap Bapak Ibu dapat memberikan saran dan masukannya. Nah, kita sampai di acara yang ditunggu-tunggu yaitu sesi tanya jawab. Nah, ee dari kami sudah menyiapkan dan merangkumkan beberapa pertanyaan ee dari Bapak Ibu yang masuk di kolom chat dan juga YouTube. Ee baik untuk Bapak Agus saya akan membacakan pertanyaannya. Setelah itu nanti Bapak akan memberikan jawaban begitu ya, Bapak ya. Siap, Mbak. Baik, untuk pertanyaan pertama dari Ibu Ulviani Ekasari. Kami pernah mendengar bahwa minyak magot dapat digunakan pada dunia farmasi. Mohon informasinya untuk sampah yang digunakan untuk makanan apakah tertentu dan mohon info offernya siap. Baik, Bapak silakan. Oke. Baik. Ee makasih Mbak Alviani. Ee tadi di slide saya terakhir ya, sayangnya saya singgung sekilas itu cepat sekali. Ee kita tahu kandungan-kandungan yang ada di dalam Amagot yang itu nanti kalau diekstrak itu nanti akan masuk ke minyaknya sebagian besar minyak lemak magotnya. Itu kan ada senyawa-senyawa yang unik, ada lisin, ada apalagi itu ya, glisin dan sebagainya. banyak sekali yang itu teman-teman farmasi yang sangat paham tentang kegunaan masing-masing itu. Jadi ee ya memang iya bisa itu untuk suplemen makanan maupun obat-obatan ya. Nah, untuk itu bisa diterima apa tidak di industri farmasi atau makanan tentunya akan ada prosedur standar untuk pengecekan apakah magot yang diproduksi itu ya itu diproduksi secara higienis apa tidak. Higienis apa tidak? Higienis itu maksudnya begini. Ee jangan-jangan magotnya itu nanti dikasih makan sampah yang campur aduk enggak karu-karuan. di situ ada ada logam beratnya, ada plastiknya dan sebagainya gitu. Jangan-jangan seperti itu gitu. Salah satunya seperti itu. Kemudian pemprosesannya sampai jadi minyak. Jangan-jangan itu kotor ya. Jangan-jangan itu tidak memenuhi standar ee gizi atau standar produksi bersih. Nah, yang seperti itu itu biasanya nanti akan dicek gitu. Oleh siapa? oleh calon oftaker, calon yang nanti akan mengambil minyak itu, gitu, yang akan membeli minyak itu. Nah, oftakernya siapa? Nah, itu sayangnya saya enggak tahu banyak infonya yang ofteakernya siapa. Cuma gambarannya ya mestinya ini yang supplier ke industri farmasi atau industri farmasinya atau industri pangan supplier yang ke sana ya. Jadi mohon maaf untuk offakernya siapa saya enggak tahu betul mungkin praktisi lebih tahu. Mas Tomi mungkin lebih tahu nanti ya setelah ini gitu Mbak Nuha. Tadi ya untuk jawaban pertanyaan Ibu Ulvian eh saat ini kami akan membuka live pertanyaan. Di sini ada Bapak Musrofin yang ingin bertanya ya secara langsung. Baik, Bapak dipersilakan untuk onm. Baik, Bapak mohon maaf masih dalam kondisi off bisa di bisa dinyalakan mic-nya, Bapak. Mic-nya dinyalakan dulu, Pak. Halo, Pak Musrofin. Itu belum kedengaran suaranya. masih mute. Oke, I silakan, Pak. Samp. Terima kasih ee Profesor. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee materi ini sangat bagus sekali. Saya Musrovin dari Bank Sampang Alam Westbank Kabupaten Malang, Prof. Ee kami selama ini mengelola sampah anorganik. Nah, ini mulai tahun ini kita mulai ngelola sampah organiknya tapi khusus dari skala rumah tangga. Cuman sebenarnya kami tertarik dengan sistem pengomposan dengan BSF. Tapi saya setiap kali kunjungan atau studi banding itu kok menurut kami kurang begitu menarik gitu loh. tempatnya kotor kemudian berbau sehingga kami dari anggota-anggota ngalam Westbank banyak yang kurang berkenan karena menimbulkan bau itu dari apa itu untuk mengelola magot itu sebenarnya kami sangat tertarik makanya kepingin bagaimana supaya ee bisa mengurai sampah organik dengan magot tapi tidak menimbulkan bau efek untuk yang mengganggu lingkungan gitu Profesor. Kiranya itu pertanyaan yang kami sampaikan. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Maaf Bapak Agus ee masih ter-mute. Oh iya. Heeh. ya. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Makasih, Pak Musrofin. Siap. Nggih. Ee itu berbau itu mungkin karena sebagian dari sampah organik yang sudah yang akan diolah itu sudah ada yang anu apa namanya? Mengalami pembusukan duluan mungkin atau memang dari sononya sudah berbau sampahnya, sampah dari sampah dapurnya itu gitu. Eeh. Tetapi itu akan mestinya akan begini, Pak Musrofin. Kalau tidak diolah dengan magot misalnya ya, dikomposkan itu akan lebih berbau gitu atau kalau dibiarkan itu akan lebih berbau lagi dan tidak bermanfaat jadinya. Betul. Leres. Leres. Heeh. Jadi bagaimanapun juga kalau memang ada niatan dengan BSF ya gimana caranya ngurangi bau itu gitu ya biasanya dicampur dengan dedak ya dicampur dengan dedak itu itu akan menekan timbulnya bau karena cairannya akan terserap sebagian oleh dedak gitu dicampur. Nah, kemudian yang kedua, tapi ini caranya lebih complicated. Yang kedua, kalau ada ekoenzim itu disemprot dengan ekoenzim lumayan mengurangi bau, tidak menghilangkan sama sekali ya, tapi berkuranglah baunya. Jadi bisa dengan campur dengan deda atau semprot dengan ekoenzim. Benzin nggih. Nggih. Heeh. Ngurang lumayan ngurangi tapi yo ojo ngarep-arep terus ambune hilang hilang semua gitu ya. Heeh. Ya, resiko ngurusi sampah ya. kita ber apa berurusan dengan bau nanti gigih nggih nggih gitu nggih ngaten Pak Musrafin Gigih siap terima kasih Profesor nggih sama-sama baik itu tadi ya untuk pertanyaan Bapak Musrofin mungkin selanjutnya ada lagi dari Bapak Msofyan Bapak Muksofyan apakah ee ingin bertanya secara langsung Kepus langsung ngih. Mangga Pak ini. Heeh. Terima kasih, Prof. Ini saya tanyakan itu bagaimana cara bikin kemasan kering yang di ada kemasan yang dijual kering eh cara ngopennya seperti apa diopennya terus usia berapa yang ee vitaminnya tinggi untuk diopen, dikeringkan menjadi pakan yang dikemas gitu. Terima kasih. I ee oke. Maaf. Ee baik Pak Sofyan. Ee jadi ini terkait dengan magot yang dipanen. Magot yang dipanen itu kan magot yang paling lambat sudah mulai jadi prepupak. Dia sudah mulai pindah tempat. Nah, mulai cari tempat untuk bertapa, mulai pindah tempat itu prepupa itu. Jadi, sudah mulai agak menghitam dikitlah warnanya. Belum hitam semuanya. Kalau sudah hitam semuanya sudah terlalu keras. Itu umur-umur segitulah. Umur-umur segitu biasanya yang dikeringkan. Kemudian cara pengeringannya bagaimana? Cara pengiringannya itu pakai ada beberapa cara sebetulnya, tapi yang umum dipakai untuk skala kecil pakai pakai ee apa namanya? oven tray itu tray oven tray oven suhunya tidak terlalu tinggi. waktunya agak lama dikit kalau pakai tray oven. Jangan pakai suhu tinggi karena cepat gosong. Nanti cepat gosong kulitnya di luar tapi dalamnya itu masih belum kering. Jadi kayak kulitnya itu nutup gitu ya, nutup sehingga malah cairan yang air yang ada di dalam magotnya itu malah jadi enggak bisa nguap keluar. Itu pengalaman saya untuk penelitian yang drying magot itu. Jadi suhunya sedang-sedeng gitu. Suhunya sedang-sedeng antara suhu berapa itu yang saya coba itu 70 80 apa ya lupa saya. Suhu udara. Suhu udaranya itu segitu. Kemudian tapi agak lama nanti bagus itu hasilnya ya. Jangan pakai udara terlalu panas karena nanti cuma gosong luarnya, dalamnya enggak kering gitu. Heeh. Nah, nanti berapa lamanya? Berapa lamanya itu apa namanya? Ee dari pengalaman, Pak. Karena pengalaman saya nanti kalau load-nya itu belum saya catat semua sih. Kalau beban trennya itu banyak itu kan jadi lebih lama ngeringkannya dibandingkan dengan kalau beban trennya dikit gitu. Jadi nanti lama-lama ngerti itu pasnya berapa ya gitu. Saya enggak bisa memberikan rumus. Enggak tahu mungkin Mas Tomi nanti bisa ya. Tapi kalau dari saya, saya belum catati itu. Jadi belum belum tahu persis gitu berapa sih waktunya yang paling pas pada kondisi suhu segitu pakai oven. Kalau mau lebih cepat pakai rotari sebetulnya rotary dryer itu lebih cepat itu ya yang diputar-putar kemudian dialiri udara panas gitu dalamnya gitu Pak Sofyan. Mudah-mudahan menjawab. Baik, itu tadi ya untuk jawaban untuk pertanyaan Bapak. Di sini ada lagi pertanyaan yang live pertanyaan dari BSU Mandiri. Baik, untuk ee Bapak silakan kami persilakan untuk onm I. Terima kasih Bu moderator. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin, Pak Agus. Mau nanya ee untuk masalah magot katanya untuk pakan hewan itu tidak cocok ya karena terlalu banyak protein. Cocoknya katanya hanya untuk cemilan saja gitu katanya. Tidak untuk pakan e utama katanya. Begitu yang begitu yang saya dengar. Ee itu yang pertama. Yang kedua katanya untuk sampah dapur itu tidak cocok juga katanya untuk apa BSF bagusnya untuk sampah-sampah seperti restoran, hotel begitu. Mungkin itu aja pertanyaan dari saya. Terima kasih Bapak Agus. Ya, makasih Pak. Ee betul itu untuk suplemen pakan ya, bukan makanan utama. Karena proteinnya kan sampai 40-an itu separuhnya itu ya lebih. Jadi maget kalau dalam bentuk kering ya itu untuk cemilan pakan utamanya kan yang dibutuhkan oleh apapun itu ikan atau apa kan karbohidrat tetap ya kan kalau kebanyakan protein kan dia jadi punya masalah juga gitu jadi betul itu untuk suplemen untuk tambahan gitu ya untuk tambahan atau kalau di pakan-pakan yang sudah dibentuk oleh pabrikan itu ya untuk untuk tambahan di situ dari pakanan makanan pokok pokoknya gitu. Jadi betul Pak bukan bukan makanan utama, bukan ganti makanan utama ya, tapi untuk suplemen agar apa gizi atau proteinnya bisa lebih tercukupi. Itu kemudian yang kedua, sampah dapur bisa enggak ya? Nah, ini sampah dapurnya apa nih? Kalau sampah dapurnya mirip dengan sampah restoran gitu kan. Sampah dapur masing-masing orang bisa beda-beda gitu ya. Kalau yang suka masak, masak apa? Masak yang proteinnya tinggi. Nah, masak daging, telur, ayam, dan sebagainya. Kemudian ada sisa, ada sisa-sisanya itu yang sudah mau mau basi dicampur dengan sisa nasi, dicampur dengan sayuran itu ya senang banget magotnya. Dia akan bagus gitu ya. Tetapi kalau dapurnya seperti dapur saya juga itu kenapa magotnya jadi enggak suka gitu ya. Karena isinya kebanyakan sayuran serat isinya serat gitu ya. Jadi enggak bagus magotnya. Magotnya satu enggak suka. Kalau dipaksa dimasukkan ke situ itu lambat dia tumbuhnya lambat gitu enggak gede-gede gitu kayak stunting gitu ya. Jadi betul Pak ee Pak Rudi ya. Ee jadi betul tadi Pak siapa tadi lupa saya dari bank sampah ngih. Oke, jadi betul. Jadi ee kalau sampai restoran pasti lebih suka karena proteinnya lebih tinggi, gizinya lebih berimbang, lebih banyak ya. Ada buah di situ, sisa buah, sisa nasi, sisa lauk, sisa macam-macam itu. Heeh. Jadi ee kalau saya prinsipnya begini, Pak. Ee kita niatnya ngapain sih untuk sampah rumah tangga? Sampah rumah tangga kita niatnya adalah apa namanya? ee mengkonversi sampah rumah tangga sebanyak-banyaknya dengan cara yang lebih efisien. Kalau saya, kalau cara pandang saya itu begitu. Niatnya apa? Ngerampung sampah, sampah rumah tangga. Oke. Kalau ngerampung sampah rumah tangga, magot adalah bonus. Kalau ada magotnya alhamdulillah kita dapat magot. Kalau enggak ada, ya sudah rampung masalahnya. Tapi kalau mau niatnya mau budidaya magot, pakannya harus diperhatikan. Kalau pakannya harus diperhatikan, ya sisihkan kepentingan untuk pengolahan sampah. Pengolahan sampah ini jadi bonus. Yang utama adalah memperhatikan pakan agar magotnya nanti masuk spesifikasi untuk komersil untuk diperdagangkan. masuk spesifikasi produk yang diinginkan. Jadi orientasinya adalah produksi magot. Ngolah sampah jadi bonus begitu, Pak. Jadi, jadi mungkin harus dibedakan kita niat awalnya mau ngapain ini gitu. Niat awalnya mau ngolah sampah rumah tangga. Ya sudah niatkan itu untuk ngolah sampah rumah tangga sampai rampung. Dapat magot. Alhamdulillah. tuh syukur kita dapat bonus dari situ. Kalau magotnya enggak mau datang, ya sudah gimana. Magotnya enggak mau datang, kita paksa untuk datang, kita tambahi dan sebagainya. Hati-hati nanti niatnya jadi mau produksi magot apa mau ngerampung ngeremuk sampah. Jangan-jangan nanti terus lupa. Kita enggak jadi lupa untuk jan ini awal produk ee jat awal untuk mengolah sampah, ngerampungkan sampah. Jadi geser mau produksi magot. Karena saya lihat di beberapa komunitas kayak gitu, Pak. Geser gitu ya. Wah ini magotnya enggak jadi ini. Wah magotnya jelek dan seterusnya harus ditambah dedak, harus tambah ini, tambah ini. Lali sampah yang ini enggak boleh, sampah yang ini enggak boleh. Ini ganggu nanti produksi magata awalnya mau ngerampung sampah terus lupa sampahnya disingkir-singkirkan yang tidak sesuai dengan kebutuhan mak. begitu. Jadi hati-hati aja dengan apa namanya konsisten dengan niatannya itu kayak apa gitu sih menurut saya nggih. Baik, itu tadi ya untuk jawaban untuk BSU Mandiri ya. Baik, ini terakhir kami akan memberikan satu lagi live pertanyaan kepada Bapak Rudi. Dipersilakan untuk onm. Mohon maaf Pak Rudi masih belum on mic ya. Oh, Pak Rudi enggak bisa anu ya? Enggak bisa sekarang sudah bisa. Iya, sekarang ya. Selamat pagi ya. Terima kasih moderator. Selamat pagi Pak Agus. Ee salam kenal dari saya Rudi Agung Nugroho. Ada pertanyaan dan harapan ini ya. Ee begini. Jadi saya sudah e mengembangkan magot dan salah satu produk turunan di samping ee protein dari magot itu saya ada biodiesel begitu. Nah, kebetulan kalau substrat kami itu menggunakan bungkil kelapa sawit dan juga tandan kosong begitu ngih. Nah, ini sebenarnya pertanyaan dan harapannya. Apakah ini kebetulan ketemu sekali dengan Pak Agus ini? Senang sekali saya. Harapannya dan pertanyaannya apakah bisa kami bekerja sama dengan Pak Agus di teknik kimia untuk pengujian biodiesel hasil dari budidaya magot kami? Itu saja, Pak Agus. Terima kasih. Oh, nggih. E prinsipnya itu bisa nanti saya koneksikan dengan teman saya yang penelitian tentang minyak biodiesel, Pak. Nah, jadi bisa diujikan nanti spesifiknya apa saja gitu. Jadi saya jadi nanti jadi penyalur sampelnya Pak Rudi aja ya. Karena ini sudah jadi biodiesel kan, Pak? Sudah jadi biodiesel. e saya malah enggak begitu mudeng dengan biodiesel itu. Speknya kudu harus apa saja ya yang agar memenuhi standar gitu ya, agar memenuhi baku mutunya itu seperti apa. Teman saya yang penelitiannya tentang minyak-minyak itu yang lebih paham nanti saya teruskan gitu Pak Rudi. Oke. Oke. Baik. Ee terima kasih ya untuk Bapak Rudi pertanyaannya dan terima kasih kepada Bapak Agus. Selanjutnya kami akan melanjutkan pertanyaan dari slide. Ada pertanyaan dari Bapak atau Ibu Fajarrin. Pertanyaan pertama, apa ada teori atau hasil penelitian terkait mikroplastik dalam pengolahan sampah dengan mesin pemilah sampah? Sampah organik dipisah. Namun, ada kekhawatiran plastik layer atau daun itu tercapi dan tercampur di sampah organik. Apa ada kemungkinan magot memakan sampah organik sekalian cacahan kecil plastik atau mikroplastik? Kemudian pertanyaan kedua, mana yang lebih efektif dalam pengelolaan sampah organik? Apa cacing atau m? Baik, silakan Bapak. Iya, makasih Mbak Nuga. Mbak Ungha nih Mas Fajri ini, Mas apa Mbak nih ya? Apa ada teori atau hasil penelitian terkait mikroplastik dalam pengelolaan sampah? Hm. Ee saya kebetulan tidak melakukan penelitian tentang itu ya, tidak melakukan penelitian intensif ya tentang mikroplastik. Kalau teorinya banyak Mbak teori. Jadi plastik itu kan di alam walaupun dia lamban sekali untuk terurai dia akan mengalami peruraian secara fisis. Ingat ya peruraiannya secara fisis dulu. Jadi itu mripil plastiknya. mripil, mripil, mripil, mripil jadi kecil banget. Itu yang kita sebut sebagai mikroplastik itu. Kalau sudah jadi mikrol plastik itu mata kita enggak melihat itu harus dilihat di bawah mikroskop baru ketahuan. Jadi mikroplastik itu. Jadi itu adalah elemen terkecil yang bisa kita lihat lewat mikroskop. Elemen plastik yang bisa kita lihat lewat mikroskop. sifatnya masih seperti plastik, tidak berbeda dengan plastik induknya. Jadi, sifatnya masih seperti plastik, hanya sekarang kecil banget gitu. Itu peruraian fisis, bukan peruraian kimiawi. Kalau peruraian kimiawi kan misalnya pakai pirolisis ya, kemudian jadi minyak plastik. Nah, itu plastiknya sudah berubah sifat itu jadi minyak. Tapi kalau mikroplastik masih plastik gitu dan banyak penelitian yang melaku yang dilakukan tentang itu. Degradasi dari plastik menjadi mikroplastik bisa karena cuaca ya, karena kondisi lingkungan di membuat plastiknya itu makin getas kemudian rapuh kemudian meripil dan seterusnya. Bisa karena ada bantuan kimiawi. Jadi di sekitar lingkungan itu juga ada kimiawi dan sebagainya. bisa karena mikroorganisme. Mikroorganisme kan mengeluarkan senyawa-senyawa tertentu enzim yang sebagian itu mungkin bisa memutus rantai-rantai di plastik sehingga jadi mikroplastik. Nah, kalau sudah jadi mikroplastik ya, kalau sudah jadi mikroplastik itu hewan-hewan seperti larva BSF, cacing itu sudah dia juga sudah susah membedakan dengan partikel-partikel makanan. yang ada di sekitarnya. Artinya ada potensi dia tidak sengaja memakan itu juga kemudian masuk ke tubuhnya gitu ya. Kalau dalam satu partikel protein ee apa namanya? pati misalnya ya, pati. Kemudian di situ ada bintil-bintil mikroplastik di patinya itu dimakan oleh larva. Mikroplastiknya juga kemakan masuk ke badannya si larva itu. Itu yang bikin susah mikroplastik itu. Itu sebetulnya ya. Karena kita tidak bisa menghindar kita sendiri makan mikroplastik ini sadar atau enggak sadar. Orang-orang modern kayak kita itu kalau dianalisis ee selulernya itu mungkin di darahnya itu sudah ada loh mikroplastiknya. Karena rantai makanan yang berlangsung itu membuat kita mau enggak mau yo adanya adanya yang sudah ada mikroplastiknya enggak bisa steril dari itu semua ya masuk bisa masuk entah dari kemasan, dari mana, dari mana macam-macamlah gitu. Kemudian pertanyaan berikutnya, ada kekhawatiran plastik yang daun yang tercabik tercampur di sampah organik itu apakah bisa nanti jadi mikroplastik kemudian termakan? Kalau tercabik itu masih plastik. kita bisa secara kasat mata lihat ya itu plastik itu masih ada kemungkinan si larva bisa tahu, "Oh, ini plastik bukan makanan saya gitu. Saya akan menghindari makan itu yang dimakan yang lain." Itu kalau ter kalau tercabik oleh mesin. Karena tercabik mesin itu ukurannya masih makro, belum mikro itu ya. Ukuran mikro itu biasanya kalau sudah tertimbun lama bercampur-campur dengan sampah organik di situ kena air, kena cuaca, kena macam-macam gitu ya. Kemudian menjadi mripil kecil-kecil sekali campur aduk dari situ. Diayak sudah tidak bisa lagi terpisah. Ya dengan pemisahan-pemisahan biasa itu tidak bisa lagi memisahkan. Itu sudah mikroplastik gitu. Jadi kalau sampah organik, apakah ada kemungkinan magot makan sampah organik sekalian dengan cacaan kecil plastik? Nah, kalau cacahan kecil plastiknya itu masih bisa terbedakan dari sampah organiknya itu apa? Magot masih punya kemampuan untuk membedakan itu dia tidak makan. Tapi kalau sudah jadi mikroplastik beneran, seringki mikroorganis makroorganisme kayak gitu susah membedakan. Jadi ikut kemakan apalagi kalau bercampur dengan senyawa organik makanan dia. Mana yang lebih efektif dalam mengelola sampah organik? Apa cacing atau magot? Saya belum pernah fermicomposting. Penelitian verm composting saya belum punya TRK gitu ya. Ee tapi setahu saya dua-duanya itu punya plus minus ya. Plus minusnya apa? Kalau magot tadi yang yang tadi sudah saya uraikan seperti itu. Nanti untuk yang cacing mungkin besok ya akan diuraikan seperti apa nanti ditimbang-timbang saja Mbak gitu. untuk sampah kondisi sampah seperti saya yang kayak seperti milik saya yang kayak gini dengan tujuan akhir saya itu adalah memproduk e apa namanya menyelesaikan masalah sampah dengan bonus. Kalau cacing seperti ini, kalau magot seperti ini, kerepotannya seperti ini, keuntungannya seperti ini, lebih cocoknya yang mana? Saya hanya bisa menjawab normatif seperti itu. Nah, kalau yang mana lebih efektif, cacing atau magot? Sejauh yang saya tahu, magot lebih efektif untuk sampah-sampah yang tadi saya sebutkan gitu. Kalau cacing karena saya belum itu saya belum bisa jawab ya, belum banyak mendalami gitu saya belum bisa jawab gitu. Baik tadi ya untuk jawaban pertanyaan Bapak atau Ibu Fajrin. Selanjutnya ada dari Bapak Agusoko. Nomor satu. Bagaimana cara yang efektif dalam budidaya makot supaya tidak menimbulkan bau? Kemudian nomor dua, di usia berapa magot paling bagus untuk pakan? Dan yang ketiga, apakah kandungan senyawa magot bisa berubah sesuai dengan usia magot? Rasa apa saja kandungan senyawa berdasarkan usia? Baik, Bapak silakan. Oke. Cara yang efektif dalam budidaya magot supaya tidak menimbulkan bau ini mirip pertanyaan yang dari Pak Musrofin tadi ya. Heeh. Pertanya Pak Musrofin tadi. Jadi sudah kejawab sebetulnya ya. Ya tadi jangan jangan apa diredam dengan dicampur dedak dan sebagainya semprot dengan ekoenzim itu bisa mengurangi kayak gitu. Di usia berapa magot paling bagus untuk pakan? Ya di usia sekitar menjelang prepupa. Menjelang ya. Menjelang prepupa. Jadi mulai pagotnya itu sudah mulai pindah nyari tempat itu dipanen gitu. Karena kalau setelah itu dia akan menjadi lebih keras kulitnya. Kalau sebelum itu dia belum optimum apa bobotnya gitu ya. Tapi seringki orang itu mencari ee karena alasan-alasan tertentu mencari yang sebelum jadi prepupa ya karena mau di karena mau diambil minyaknya. Kalau diambil minyaknya kan kalau bisa dikompresi itu atau dipanasi itu minyaknya keluar lebih mudah, lebih banyak ya. bisa dengan dikompresi, bisa dengan dipanasi pelan-pelan gitu ya. Ee di dipanennya sebelum jadi prepupa. Jadi tergantung tujuannya. Tapi kalau untuk pakan paling gampang ya itu memasuki awal mau jadi prepupa dipanen. Dia sudah pindah sendiri gitu ya, pindah tempat sendiri. Kemudian yang ketiga, apakah kandungan senyawa magot bisa berubah sesuai dengan usia? Pasal apa saja kandungan magot senyawa berdasarkan usia magot? data saya belum punya untuk magot umur 5 hari misalnya ya, kandungannya kayak apa, proteinnya berapa, lemaknya berapa, nanti magot 10 hari kayak apa dan seterusnya saya belum tahu ya. Saya saya enggak ada datanya. Jadi kalau di ditanya data kandungan magot berdasarkan usia magot, terus terang itu enggak tahu di penelitian-penelitian orang lain di jurnal itu sudah ada apa belum. Saya belum nyari tapi mungkin sudah ada. Cuma kalau kandungan senyawanya apakah sama kandungan senyawanya antara magot 1 hari dengan magot 15 hari? Kandungannya mestinya sama kandungannya yang beda komposisinya itu kandungannya sama. Karena apa? Karena setiap sel dari makhluk hidup dalam hal ini sel magot itu kita sudah tahu komposisinya mesti seperti ini di sel itu. Dan senyawa-senyawa yang ada macam-macam tadi itu kan di level seluler semuanya ada. Dan magot butuh senyawa itu untuk tubuhnya sendiri ya agar dia bisa berkembang. Jadi di setiap selnya pasti ada tuh senyawa itu semuanya. Cuma jumlahnya mungkin ada yang banyak, ada yang sedikit. Jadi komposisinya beda-beda gitu komposisinya. Jadi dibedakan ya kalau kandungannya ya dugaan saya itu akan sama. Kemungkinan besar sama kandungannya yang beda komposisinya saja mungkin. Ada yang lisinya lebih banyak, ada yang glitingnya lebih banyak, ada yang glutamatnya lebih banyak atau lebih sedikit kayak gitu gitu. Itu Mbak Nuha ya. Baik, terima kasih Bapak untuk jawabannya. Pertanyaan Bapak ke sini menjadi pertanyaan terakhir ya di sesi ini. Bagi Bapak Ibu peserta training yang mungkin pertanyaannya belum dijawab, mungkin bisa di lain waktu atau jika nanti pertanyaannya bisa ditanyakan ee ke Bapak Tomi di sesi kedua, silakan untuk ditanyakan. Baik Bapak Ibu, kita sudah sampai di penghujung sesi pertama training online hari ini. Terima kasih atas partisipasi aktifnya sejak pagi hingga siang ini. Sesi kedua akan dilanjutkan pukul .00 hingga pukul ee sore nanti. Kami harap Bapak Ibu dapat kembali bergabung tepat waktu agar tidak tertinggal ee materi pengablikasian nanti dengan Bapak Toni. Untuk sementara kita break dulu. Silakan memanfaatkan waktu istirahat untuk makan siang beristirahat atau melakukan aktivitas lain. Terima kasih dan mohon maaf jika selama memandu acara terdapat salah kata dan perbuatan. Saya ucapkan terima kasih banyak untuk pemateri kita pada sesi hari ini yaitu Bapak ee Agus Maset. Ya, terima kasih Bapak ee sampai berjumpa lagi ee nanti. Terima kasih sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu peserta training online. Ee juga terima kasih untuk ee panitia dan para peserta sampai sesi sampai jumpa di sesi kedua nanti. Selamat beristirahat. Ee saya mohon undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Makasih semua Mbak Nuh, teman-teman semua, Bapak Ibu semua perta. Terima kasih, Pak. Sama-sama. M.