Transcript
SvdbZbsRuqI • INOVASI BIOKONVERSI SAMPAH SESI 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0128_SvdbZbsRuqI.txt
Kind: captions
Language: id
Selamat datang dan terima kasih atas
kehadiran Bapak Ibu peserta yang telah
meluangkan waktunya untuk bergabung
dalam training online hari ini, Sabtu 13
September 2022.
Perkenalkan saya Nuhan Maulida, yakni MC
sekaligus moderator yang akan menemani
dan memandu jalannya acara. Acara
training online ini akan berlangsung dua
sesi. Kita akan bersama-sama mengikuti
sesi pertama mulai pukul 9 hingga pukul
11.00 dan nanti akan dilanjutkan di sesi
kedua yaitu pukul 13.00 hingga 15 WIB
nanti. Ling online kita hari ini
mengusung topik inovasi biokonversi
sampah dengan makroorganisme
dan pagi ini akan membahas teori PSF
dalam biokonversi sampah yang
disampaikan pemateri kita yaitu Bapak
Ir. Agus Prasetya, M. Sc. PhD yang
merupakan dosen Teknik Kimia Universitas
Gadjah Mada. Saya ucapkan selamat datang
dan salam hormat kepada Bapak Agus.
Tidak lupa salam hormat kepada Bapak Dr.
Ir. Hijrah Purnama Putra, STN selaku
founder dan dari butik Daur Ulan Project
di Indonesia sekaligus sekretaris
jurusan teknik Lingkungan Universitas
Islam Indonesia. Dan juga tidak lupa
kepada Bapak Ibu peserta training online
pada hari yang berbahagia ini. Sebelum
masuk ke materi training online kita
hari ini, saya mohon izin mengingatkan
Bapak Ibu untuk dapat mengisi daftar
hadir atau presensi di link yang telah
admin kami kirimkan di kolom chat Zoom.
Kemudian dengan hormat saya meminta
kesediaan Bapak Ibu untuk menonaktifkan
mikrofon selama kegiatan berlangsung.
supaya kita dapat mendengarkan materi
yang disampaikan dengan baik.
Selanjutnya kita masuk ke acara sebelum
kita masuk ke acara yaitu penyampaian
materi akan ada sambutan dari Bapak Dr.
Ir. Hijrah Punama Putra Smi selaku
founder dari PTIK Daul sekaligus
sekretaris jurusan teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia. Baik,
langsung saja kepada Bapak Hijrah. Waktu
dan tempat kami persilakan.
Baik, terima kasih Mbak Nuha.
Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar
dengan jelas ya. Ee asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah
walhamdulillah wasalatu wassalamu ala
rasulillah. Tentunya selamat pagi, salam
sejahtera untuk kita semuanya. Yang kami
hormati para peserta ee training online
kegiatan pada kesempatan pagi dan siang
hari nanti. Yang kami hormati tentunya
Pak Agus Prastia dari Teknik Kimia UGM,
alhamdulillah berkenan untuk hadir dan
berbagi pada kesempatan pagi hari ini
dengan kita bersama. dan juga pemateri
yang kedua ee Pak Tomi
ee dari TM Sampah yang juga mungkin
sudah hadir juga di sesi yang pertama.
Namun nanti akan ee diperkenalkan
kembali oleh MC di sesi yang kedua gitu
ya. Ee Bapak Ibu, alhamdulillah tentunya
puji syukur pada kesempatan pagi hari
ini kita dalam kondisi yang sehat dan
bersemangat dengan tujuan kita belajar
bersama begitu ya. Jadi ee tujuan dari
webinar training online yang dilakukan
alhamdulillah berkesinambungan
sejak ee tahun 2021 dan hingga 2025 ini
masih berjalan dengan ee rutin 2
mingguan yang kita lakukan tentunya
tidak lain tidak bukan karena dukungan
Bapak Ibu semuanya peserta yang selalu
setia ee ee bersemangat untuk belajar
bersama. Topik hari ini sangat menarik
Bapak, Ibu karena salah satunya banyak
sekali aktivitas-aktivitas yang sudah
dilakukan terkait dengan BSF, black
solder Fly atau Magot begitu ya. Banyak
sekali masukan-masukan pada saat
kuesioner dibagikan ada topik magot
gitu. Tapi inginnya tidak hanya dari
sisi aspek ee teori atau aplikasi begitu
ya. Nah, pada training online kali ini
kami mencoba untuk menggabungkan
keduanya ya. Jadi dari akademisi ada,
dari praktisi juga ada. mudah-mudahan
menjadi ee suatu ee materi yang komplit
yang Bapak Ibu bisa dapatkan dan ee
Bapak Ibu siap untuk mungkin berbagi
dengan teman-teman yang lain yang juga
ya ingin menerapkan sistem pengolaan
sampah terutama sampah ee makanan dengan
metode BSF ini ya. Eh, Pak Agus tentunya
ini ee sangat berkompeten di bidang ini.
Beliau melakukan ee berbagai macam
penelitian yang berhubungan dengan
biokonversi
dan beliau juga ee ee dosen saya ya saat
belajar dulu di UGM dan ee sangat aktif
di kegiatan-kegiatan masyarakat. Jadi ee
paket komplit lah dan kami sangat
bersyukur Pak Agus bisa berkenan untuk
berbagi di hari Sabtu ini bersama Bapak
Ibu yang juga sangat bersemangat untuk
hadir pada kesempatan hari ini. Panitia
semuanya alhamdulillah mudah-mudahan
tidak bosan-bosan menggabungkan
aktivitas yang dilakukan oleh Bik Daur
Ulang Project B Indonesia dan Jurusan
Teknik Lingkungan Universitas Islam
Indonesia. Ee saya tidak ingin
berlama-lama. Saya ingin juga menyimak
materi pada kesempatan hari ini. Mungkin
ee kesempatan untuk pengantar cukup
sekian Bapak Ibu. Sekali lagi terima
kasih atas kehadirannya dan
mudah-mudahan aktivitas kita ini bisa
bermanfaat untuk kita semuanya dan mohon
dukungan juga mudah-mudahan aktivitas
serupa atau lebih baik lagi akan hadir
membersamai kita di masa-masa yang akan
datang. Panitia, Pak Agus dan Bapak Ibu
yang telah terlibat. Terima kasih dan
mudah-mudahan bisa bermanfaat. Dengan
mengucapkan bismillahirrahmanirrahim,
training online teori dan aplikasi BSF
dalam biokonversi sampah pada Sabtu, 13
September 2025 resmi kita buka.
Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita
semuanya. Wabillahi taufik wal hidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih untuk Bapak Hijrah telah
memberikan sambutan sekaligus membuka
acara training online pada pagi hari
ini. Bapak, Ibu peserta training online
sekalian, kami dari panitia juga
melakukan live streaming melalui YouTube
channel kami di Project P Indonesia.
Jika semisal selama acara berlangsung ee
dari Bapak Ibu ada yang terkendala dalam
Zoom, tidak perlu khawatir karena Bapak
Ibu juga tetap bisa mengikuti training
online ini melalui YouTube channel kami
di Project P Indonesia. Selanjutnya
seperti biasa kami juga menyiapkan
berbagai macam doorpress spesial untuk
Bapak Ibu yang beruntung. Dopres ini
diberikan berdasarkan tiga pertanyaan
terbaik dan dua story Instagram terunik
selama training online ini berlangsung.
Untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik
akan kami umumkan di akhir acara
training online nanti. Sedangkan untuk
pemenang dua story Instagram terumik
akan kami hubungi langsung melalui DM
Instagram. Jadi bagi Bapak Ibu peserta
training online yang ingin bertanya
dapat memberikan pertanyaannya di kolom
chat. dengan format nama kemudian
pertanyaan yang ingin ditanyakan dan
nanti akan kami pilih tiga penanya
terbaik. Lalu untuk story Instagram,
Bapak Ibu dapat membuat story Instagram
semenarik mungkin dan jangan lupa tag
Instagram kami di @projecti Indonesia.
Tanpa berlama-lama lagi, kita akan
langsung lanjut ke acara inti, yaitu
penyampaian materi. Namun sebelum itu,
mari kita lihat terlebih dahulu CV dari
pemateri kita berikut ini. Hai
[Musik]
Baik, itu tadi sekilas mengenai pemateri
kita pada hari ini. Selanjutnya mungkin
ee jika Bapak Agus sudah siap ya kami ee
untuk penyampaian materinya bisa
langsung saja untuk penyampaian
materinya sampai pukul 10.30. Baik untuk
Bapak Agus waktu dan tempat kami
persilakan.
Oke.
Ee makasih Mbak Nuha.
Selamat pagi, Pak Hijrah, teman-teman
dari Teknik Lingkungan UI. Selamat pagi,
Bapak, Ibu,
Mas, Mbak, Adik, peserta semuanya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Saya akan langsung saja ini ya share
untuk kita berbagi ya.
kita berbagi gitu. Karena mungkin bisa
saja nanti ada pertanyaan-pertanyaan
atau diskusi yang menarik yang saya
belum bisa jawab pada saat ini. Gu jadi
saya akan coba ee berbagi apa yang saya
tahu kepada Bapak, Ibu, Mas, Mbak,
Adik-adik semua dan kemudian kita
perkaya dengan nanti ada interaksi dan
tanya jawab.
Ya.
Apakah ini sudah terlihat materinya?
Sudah, Bapak.
Sudah terlihat.
Sudah terlihat. Sebentar saya stop share
dulu. Ini saya kayaknya file yang keliru
yang tadi saya buka nih.
Yah. Wih
sudah terlihat ya.
Sudah Bapak.
Baik. Ini topiknya sampai jam
09.15 9.20 nanti ya. Jadi 1 jam kurang
lebih. Mudah-mudahan nanti nyampai
karena
ada 30-an slide ya kira-kira sampailah
selesai semua materi tersampaikan.
Baik, ini topiknya biokonversi sampah
atau limbah organik dengan magot BSF.
Ee tapi dari aspek teori nanti saya
lebih banyak dari aspek teori Mas Tomi
yang nanti sebagai praktisi akan lebih
banyak membahas dari aspek-aspek
praktisnya.
Ada istilah di sini magot BSF. BSF itu
black soldier fly atau lalat serdadu
hitam itu bentuk lalatnya.
Kalau magot itu kalau bahasa
awam yang kita kenal magot itu artinya
belatung
atau larva. Jadi nanti kalau ada sebutan
larva BSF, BSF magot itu ya sama saja
maksudnya itu larva. Magot itu bahasa
Inggris yang kalau diindonesiakan
artinya itu larva atau belatung
gitu. Jadi untuk untuk menghindari
kebingungan ya. Karena di dalam slide
saya juga mungkin nanti kecampur-campur
itu istilahnya. Kadang saya menyebutnya
sebagai larva BSF, kadang saya
menyebutnya sebagai magot BSF atau BSF
magot gitu. Untuk membedakan dengan
BSF-nya. Kalau BSF-nya itu adalah
lalatnya. Jadi bentuknya sudah berbentuk
lalat kalau BSF. Kalau magot BSF berarti
itu belatungnya atau larvanya
gitu. Jadi ee pemahaman awal dulu saya
sampaikan. Kemudian ada empat hal yang
mudah-mudahan nanti tersampaikan semua
ya dengan baik yang akan coba kita ee
saya apa namanya bagi gitu
ya share dengan Bapak Ibu semua
itu ada pendahuluan kita kenalan dululah
dengan konsep biokonversi itu apa.
Kemudian kita kenalan dengan BSF-nya
serta larvanya serta magotnya gitu ya.
Kemudian ee dalam budidaya atau dalam ee
apa kita mengelola
BSF magot itu faktor pendukung dan
penghambatnya itu apa saja? Coba kita
kenali. Kemudian ke depan apa sih yang
bisa dikembangkan dari BSF mag selain
selain sebagai alat untuk budidaya larva
dan untuk media pengolahan limbah
organik? Selain itu, apa sih yang bisa
kita kembangkan lagi? Kita coba ee apa
namanya? Kupas nanti. Itu satu.
Oke, kita mulai dengan ee konsep
biokonversi. Apa sih konsep apa sih
biokonversi?
Itu ada dua kata di situ, bio dan
konversi.
Jadi, bio itu singkatan dari biologis.
konversi itu adalah pengubahan.
Pengubahan. Jadi pengubahan secara
biologis atau menggunakan agen biologi.
Nah, jadi secara literal atau
perdefinisi kalau diuraikan dalam
kalimat itu jadi biokonvers adalah
mengubah sampah atau limbah organik atau
organik apapun gitu ya. Bahan organik
apapun gitu. Misal itu sisa makanan,
kotoran hewan, mungkin limbah pertanian,
mungkin buah-buahan dan seterusnya
secara biologis. Jadi pengubahannya itu
secara biologis bisa menggunakan
mikroorganisme.
Jadi mikroorganisme itu bisa bentuknya
bakteri,
bisa jamur ya atau ragi. Ragi itu jamur
yang di didesain khusus gitu atau
menggunakan makroganisme
ya. Atau menggunakan makroganisme.
Misalnya larva tadi ya, larva serangga.
BSF Magot itu termasuk lapava serangga
atau cacing
atau mungkin yang lain gitu serangga
yang lain. Sebetulnya ada satu lagi
biokonversi yang menggunakan tanaman itu
tapi kita tidak akan bahas itu ya.
Fitoonversion itu menggunakan tanaman.
Tapi kali ini kita tidak akan membahas
itu.
Nih contohnya apa? Komposting.
Komposting itu kan menguraikan sampah
limbah organik
menjadi hasil-hasil penguraiannya itu
menjadi kompos gitu ya. Unsur-unsur har
yang lebih sederhana, yang lebih mudah
diserap oleh ee vegetasi terutama oleh
tanaman
ini ee agennya adalah mikroorganisme,
mikroorganisme aerob. Kemudian ada
anaerobic digestion. Itu
lebih dikenal dengan nama biodigester
gitu ya. Biodigester itu prosesnya
anaerobik. Jadi tidak tidak pakai udara,
harus kedap udara. Biasanya untuk
produksi biogas, gas metan itu juga
mikroorganisme akhirnya. Fermentasi.
fermentasi misalnya untuk bikin
bioetanol atau asam cuka atau mungkin
produk-produk
asam-asam yang lainnya ya, asam laktat
dan seterusnya itu dari ee bahan-bahan
organik misalnya buah, pati, tepung dan
sebagainya.
Agennya itu juga agen
ee jamur dan bakteri gitu. Jadi pakai
maaf jamur e ragi dan bakteri itu yang
dipakai ragi tertentu. Ragi kan sejenis
jamur sebetulnya ya. Ya. Dan bakteri.
Dua hal itu ya. Nanti akan memfermentasi
itu bikin tape itu fermentasi prosesnya.
Kita dapat alkohol ya. Kalau diteruskan
itu nanti bisa dapat apa? Asam cukanya
ada asam cukanya sedikit dan asam-asam
organik lain gitu. Di samping kita dapat
gula juga.
dari tepungnya ee dari sari tepung yang
ada di beras eh di nasi gitu ya, di
beras atau di ee ketela pohon.
Tiga di atas itu composting, anaerobic
digestion, fermentasi itu mikroorganisme
yang berperan. Terus dua terakhir
vermicomposting
kemudian dengan magot itu yang
menggunakan makroorganisme
vermic composting. Saya kira ini akan
jadi bahasan besok ya. Jadi pengomposan
menggunakan cacing.
Baik saya lanjutkan.
Tadi tadi
konsep yang konversi kita sudah pahami
sama-sama. Sekarang coba kita pahami
tentang apa itu BSF. Mungkin sebagian
dari Bapak, Ibu atau Mas, Mbak gitu
sudah
ngerti, sudah lama dengar gitu atau
mungkin sudah ada yang mencoba melakukan
apa biokonversi menggunakan ini apa
dengan lalat BSF ini. Nah, tapi enggak
apa-apa ya saya bahas lagi tentang apa
itu lalat BSF.
Jadi lalat BSF itu ee serangga yang unik
karena dia tidak membawa vektor
penyakit,
dia tidak membay membawa vektor mikro,
tidak merupakan pembawa vektor virus
atau mikroorganisme yang patogen untuk
manusia.
Kenapa? Karena lalat dewasanya itu
enggak punya mulut. Enggak punya mulut.
Dia tidak, dia hanya minum air pada saat
bentuknya itu lalat dewasa. Umurnya itu
cuma paling lama seminggu lalat dewasa.
Tugasnya cuma kawin aja setelah setelah
itu bertelur. Jadi dia tidak makan, dia
hanya minum. Ya, yang disukai itu ya air
gula atau air yang mengandung senyawa
organik untuk dia bertahan hidup selama
seminggu itu.
Tidak punya mulut, punyanya itu semacam
sedotan gitu. di ujung mulutnya itu.
Jadi dia nyedot dari situ, nyedot air
dari situ.
Tu akibatnya apa? Kalau tidak punya
mulut dia tidak makan. Kalau tidak makan
dia enggak mau hinggap di makanan.
Beda dengan lalat hijau atau lalat hitam
yang sering kita jumpai ngerubung
makanan kita gitu kan ya.
Karena mereka butuh makan. Tapi kalau
BSF gak gak butuh makan ya hanya butuh
minum. Makanya dia menjauh dari
tempat-tempat ee menjauh dari makanan
malahan yang diajari adalah air dan
tempat-tempat yang berbau khas. Di situ
terjadi fermentasi sebagian atau ee apa
ada yang ada sampah organik yang sudah
mulai membusuk. dia tertariknya malah ke
situ untuk mencari cairannya dan untuk
meletakkan telurnya
itu. Jadi ini ee memang serangga mungkin
itu diciptakan
untuk seperti itu tugasnya ya seperti
itu. Jadi ini sahabat manusia sekali tu
pada fase larvanya itu merupakan tahap
yang paling penting. Jadi di gambar
kanan itu kan yang kanan itu lalatnya
itu yang hitam PSF.
Kemudian yang kiri itu magotnya atau
larvanya atau belatungnya. Nah, tahap
belatung ini yang merupakan fase paling
penting dalam pengolahan limbah organik.
Karena apa? Di fase itulah dia itu
sedang rakus-rakusnya makan
gitu. Jadi dia bisa memakan sampah
organik dalam jumlah yang sangat banyak
dibandingkan dengan ukuran tubuh dia
gitu ya. Sangat banyak sehingga bisa
mengkonversi
sampah limbah organik dalam jumlah besar
itu dalam waktu yang singkat.
Nah, itu yang menarik ya dari maget BSF
atau larva BSF.
Jadi ee sangat efisien sebetulnya kalau
dikelola dengan bagus
ya. Larva BSF ini memiliki kemampuan
luar biasa mengkonsumsi berbagai jenis
sampah organik. Sampah organiknya diubah
jadi apa? Ya, jadi badan dia sendiri.
Mayoritas
kan mayoritas kan dia jadi tambah besar
itu larvanya kan. Jadi, jadi badan dia
ya jadi protein di badannya. jadi lemak
di badannya ya, jadi karbohidrat dan
jadi berbagai macam senyawa-senyawa yang
apa berkualitas tinggi
di dalam tubuh larvanya itu.
Kemudian
ee tidak semuanya dia makan dan larva
itu juga mengeluarkan kotoran.
Tidak semuanya mampu dia cernak ya kan
pasti semua makhluk itu mengeluarkan
kotoran dari apa yang dia makan itu jadi
residu dan residunya itu juga kompos
ya kita menyebutnya fresh atau casgot.
Kasgot jadi bekas magot. Singkatan dari
bekas magot itu adalah residu dari BS
yang merupakan kompos dengan kualitas
yang sangat baik.
Tapi harus kita treatment lebih lanjut
sebelum digunakan. Nanti kita bahas di
belakang. Oke,
kita bahas coba satu-satu.
Ee kenapa kok efektif untuk biokonversi?
karena laju konsumsinya itu tinggi.
Jadi, larva BSF atau BSF magot bisa
mengkonsumsi sampah organik itu du
sampai empat kali lipat dari berat
badannya setiap hari.
Jadi kalau setiap hari, hari pertama
berat badannya itu mungkin cuman ee
12eng gram, dia bisa memakan sampah ya.
Kalau 12 gram itu bisa sampai
2 gram. Besoknya tubuhnya berubah jadi
1 gram misalnya. Kalau 1 gram dia bisa
mengkonsumsi sampah 4 gram setiap
magotnya loh. Padahal di situ ada
ratusan ribuan magot. Yaah.
Jadi cepat sekali. Makanya itu
pengkonversiannya itu bisa cepat sekali
untuk diubah jadi diri dia sendiri, jadi
badan dia
ya itu mampu mengurangi sampah organik
dari 50 sampai 80% dalam waktu singkat.
Kurang dari 2 minggu atau sekitar 2
mingguah ya. 2 minggu itu adalah fase
umur dari magotnya sebelum dia berubah
jadi pupa atau kepompong.
Karena pada saat dia masuk fase prepupa
kemudian jadi pupa atau jadi kepompong
dia tidak makan dan tidak minum kan. dia
bertapa untuk
berdiam diri ya untuk bersiap-siap
menjadi lalat BSF mengalami metamorfosa
di situ.
Jadi efektif ya kurang lebih 2 mingguan
itu waktu untuk apa memakan
sampah-sampah organik itu
hasilnya bernilai tinggi karena apa?
Kaya sekali dengan protein
ya. Magot itu kaya akan protein antara
405% dari berat keringnya
ya. Dari berat keringnya. Nanti
Bapak-bapak dan Ibu-ibu jangan bingung
kalau disajikan data. Loh, kok saya
dapat data kok ini hanya 15 sampai
20%-nya enggak 40 45% itu dilihat. Itu
jangan-jangan itu adalah kadar protein
dihitung dari skala basah. Artinya
magotnya enggak dikeringkan dulu.
Magotnya masih banyak. mengandung air di
dalam badannya. Terus dianalisis
proteinnya cuma 15 sampai 20-an kalau
gitu. Tapi kalau kalau magotnya
dikeringkan dulu, kemudian magot
keringnya itu dianalisis tidak ada
airnya di situ, itu proteinnya bisa
405%.
Dan kita ngitungnya biasanya kadarnya
kadar kering itu ya dari kadar kering
lemaknya 30 35%.
Jadi ini cocok untuk pakan ternak bagus
gitu ya untuk pakan ternak ikan unggas
hewan pilakan yang lain mungkin burung
gitu ya ungges itu ya burung itu ya
tikus itu juga suka sekali itu ya
semut makanya itu adalah musuh-musuh
kita dalam nanti kalau budidaya maget ya
dihindari akan adanya itu gangguan dari
itu. itu atau bahkan manusia ini menarik
ya. Magot itu punya prospek untuk pakan
manusia. Alternatif pakan manusia saat
ini mungkin sebagai suplemen lah.
Suplemen makanan dulu gitu residunya.
Nah, residunya atau bekas magot atau
kasot-nya dapat diolah menjadi pupu
organik yang kualitasnya juga tinggi.
Ramah lingkungan. Jelas itu ramah
lingkungan ya. Tidak menghasilkan bau
jika dikelola dengan baik. tidak
menghasilkan bau, tidak menghasilkan
lindi terlalu banyak, cairan terlalu
banyak ya,
sehingga mengurangi emisi
ya dari sampah-sampah yang membusuk.
Kalau sampah membusuk begitu saja kan
mengeluarkan bau karena dia terkonversi
oleh mikroorganisme menjadi
senyawa-senyawa yang kita sebut sebagai
FOM, volatil organic matter.
senyawa-senyawa organik yang mudah
menguap dan itu berbau
tu. Nah, kalau di magot enggak ada
karena senyawa yang kayak gitu dia makan
gitu ya, dia asup
tuh.
Kemudian, oke, itu konsep biokonversi
kayak gitu. Kemudian ee kita coba
pelajari biologi dan ekologinya.
Biologi dan ekologi dari bahasa Arab.
Metamorfosis dari magot itu sempurna.
Jadi kayak metamor kayak siklus hidupnya
kupu-kupu itu juga metamorfosisnya itu
sempurna.
Jadi kalau metamorfosis sempurna itu ada
telur. Telur kemudian jadi larva. Larva
kemudian menjadi larva dewasa. Larva
dewasa kemudian menjadi kepompong.
Kepompong kemudian jadi
apa namanya? Kupu-kupu atau kalau itu
kupu-kupu di sini jadi BSF ya. Jadi
lalat hitamnya itu dan lalat hitamnya
kawin
bertelur lagi terus siklusnya berulang.
Itu adalah metamorfosis yang sempurna.
seperti itu. Ada enggak serangga yang
metamorfosisnya tidak sempurna? Ada. Ya,
ada yang tidak melalui fase kepompong
misalnya, ada yang seperti itu. Tapi
kita enggak akan bahas itu orang-orang
apa entomologi yang paham betul yang
kayak gitu. Ahli-ahli serangga.
Karena yang mengalami metamorfosis yang
terut yang apa mengalami metamorfosis
itu terutama adalah serangga.
Jadi ee dia punya kese telur
dari mulai bertelur sampai dia menetas
itu kira-kira 0 sampai 45 harian lah
ya. Kurang lebih itu tergantung kondisi
lingkungannya. Warnanya krem itu
panjangnya 1 mili. Kemudian
3 4 sampai 5 harian dia menetas dia jadi
larva kecil-kecil gitu.
Kemudian larva tumbuh tumbuh dewasa ya
menjadi dari umur 0 dol1 gitu ya day of
life 1 day of life itu hitungannya dari
mulai lar mulai dia jadi jadi larva
telurnya mentas jadi larva kemudian
sampai sekitar umurnya
18 harian ini plus minus gitu ya jadi
kurang lebihnya
itu tumbuh menjadi lava dewasa 12 sampai
18 hari ya. Kita biasanya hitungannya 2
mingguan lah gitu ya. 2 mingguan.
Kenapa kok bisa ada 12 hari? Bahkan ada
yang sampai 3 minggu lebih dia enggak
jadi pupa gitu ya. Dia larva aja kecil
aja stunting. Enggak enggak enggak
berkembang enggak enggak berkembang
makin besar.
itu ada pengaruh dari asupan makanan
yang dia dia makan. Artinya sampah
organik yang kita kasihkan tuh apa
jenisnya dan kondisi
kondisi dia apa namanya bertumbuh dia
hidup itu seperti apa itu sangat
berpengaruh terhadap ukuran larva dan
terhadap waktu
ee larva itu berubah jadi pupat.
Tapi rata-rata ya memang sekitar itu
tadi ya 2 mingguan lah, 2 sampai 3
mingguan lah kurang lebih.
Ini fase paling penting untuk
biokonversi
warnanya putih krem. Kemudian dia
berubah jadi agak hitam saat matang.
saat matang itu artinya dia dia mulai
pada saat dia mulai akan berubah jadi
pupa, jadi kepompong kita kita menamakan
itu fase prepupa itu warnanya kemudian
berubah jadi agak kehitaman dan mengeras
gitu kulitnya itu mengeras.
Apakah warnanya selalu putih krem?
Enggak selalu. Itu juga keunikan dari
BSF magot karena warna magot juga
ternyata tergantung dari makanannya.
gitu ya makanannya.
Kalau banyak karbohidratnya itu putih
krem. Tapi kalau banyak serat, sayur itu
nanti agak hijau-ija gimana gitu
larvannya ya. Agak merah-merah gimana
kalau apa terlalu banyak makan buah yang
berwarna oren dan merah.
Jadi warna putih krem tuh jangan
dijadikan patokan baku. Tidak selalu
begitu.
Kemudian fase pertumbuhannya umur 16
hari itu aktif dia makan dan tumbuh dari
1 mili menjadi 2 3 cm. Bayangkan dari 1
mili menjadi 20 sampai 30 mili.
Itu artinya kan dia berkembang 3 20
sampai 30 kali lipatnya pertumbuhannya.
Ya, itu pada umur 1 sampai 6 hari dari
larvanya ya, dari larvanya
puncak konsumsinya pada 56 hari. Setelah
itu dia tetap mengkonsumsi banyak tapi
tidak bertambah konsumsi
pengkonsumsiannya itu tapi mengkonsumsi
sampai ukuran optimumnya nanti dia mulai
staknan atau tidak lagi bertambah
ukurannya di umur sekitar 2 mingguan
tadi.
dia memiliki dia bisa mencerna
sampah-sampah organik karena di dalam
tubuhnya di dalam tubuh larvanya itu
memproduksi enzim
ya. Jadi memproduksi enzim ada enzim
protease, lipase, selulose. Enzim-enzim
itu yang berfungsi untuk me mencerna.
Jadi mencerna makanan yang dia asup di
dalam tubuhnya
menjadi apa? menjadi macam-macam senyawa
tadi. Ada yang jadi protein, ada yang
jadi lemak, ada yang jadi ee gula, ada
yang jadi pati dan sebagainya
itu yaah
dan juga memproduksi senyawa-senyawa
yang unik
yang itu senyawa-senyawa eksklusif.
Nanti kita bahas di belakang,
mudah-mudahan nyampai waktunya ya.
Berikutnya, berikutnya
ee
fase prepupa.
Prepupa itu larvanya sudah dia sudah
merasa dirinya hidup saya sebagai larva
sudah hampir selesai. Ini ini adalah
waktunya untuk siap-siap
bertapak menjadi kepompong. Itu fase
prepup dia ngurangi makan. Setelah itu
berhenti makan terus pindah nyari tempat
kering dan gelap.
dia pindah sendiri nanti.
Jadi pada saat prepupa itu dia merambat
gitu nyari tempat yang agak tinggi.
Makanya tempatnya biasanya dikasih
kemiringan agar dia bisa manjat gitu ya.
Kemudian kemudian jatuh ke tempat yang
lebih kering dan lebih lembab. Di situ
dia berubah warna jadi hitam, kemudian
mengeras kemudian jadi pupa. Ya,
berikutnya jadi kepompong
tanpa makan ya, tanpa minum ya, jadi
kepomponglah pokoknya.
Kemudian berubah jadi lalat
gitu bermetamorfose jadi lalat dewasa.
Nah, lalat umurnya 56 eh 5 sampai 8 hari
ya. Jadi tugasnya itu hanya ber kawin
bertelur setelah itu dia mati gitu.
Itu lalatnya. Jadi kalau digambar jadi
kayak gini ya siklusnya
ya.
Jadi seekor lalat ee BSF dewasa betina
itu bisa menghasilkan telur antara 500
sampai 900. Tapi tidak selalu begitu.
Kadang-kadang juga kurang dari 500.
Tergantung kondisinya. Balik-balik lagi
kondisi di mana dia bertelur ya,
kelembaban, suhu, kemudian intensitas
matahari dan sebagainya ya. Ee apa
namanya? intensitas sinar maksudnya ya
terang gelapnya dan sebagainya itu akan
menentukan ee berapa telur yang bisa dia
produksi gitu. Jadi kayak gini nih ya
siklusnya ini muter kayak gini. Telur
4 hari sudah menetas kemudian jadi lava
2 mingguan plus minus kemudian jadi
prepupa
ya 7 sampai 10 hari jadi prepupa
kemudian jadi pupa jadi kepompong ya 8
harian jadi kepompong kemudian jadi
lalat umurnya 8 harianlah juga kayak
gitu siklusnya. Nah, yang kita panen
kalau kita budidaya BSF itu adalah fase
larva. Ini fase larva. Jadi pada akhir
sebelum dia menjadi prepupa biasanya
kita panen
ya. Itu adalah fase kita memanen larva
untuk pakan.
diusahakan sebelum jadi prepupa. Karena
kalau sudah jadi prepupa itu sudah mulai
agak keras itu kulitnya ya. Kulitnya
sudah mulai mengeras.
Nah, ini tadi ini sama ya. Ini ini di
sini disebutkan 320 sampai 620
atelor. Yaah, masih masuk rentang inilah
500 sampai 900 gitu. Nah, jadi ini
macam-macam. Jadi tergantung dia
penelitiannya dengan pakan apa gitu ya.
Kemudian pada saat kawin rumah magotnya
di rumah kadang orang menyebutnya itu
rumah penganten gitu ya. Rumah penganten
maget itu kondisinya kayak apa ya? Itu
akan menentukan berapa telar yang
diperoleh dan seterusnya. Ini mirip
semuanya ya.
Nah, ini dikatakan nih fase larva bisa
10 sampai 52 hari.
Ya, 50. Kalau rata-ratanya kan 2 minggu,
kalau sampai 4 minggu itu berarti ada
yang tidak beres dalam pakannya. Dia
stunting dia enggak jadi-jadi prepupa
ya. Tanting tumbuhnya lambat banget.
Biasanya kalau pakannya itu kebanyakan
serat, kurang gula, kurang protein ya,
kurang nutrisi. Itu kayak gitu. Saya
pernah nyoba itu sampai 30 hari enggak
jadi-jadi prepupa itu karena makan
karena saya kasih makan hanya saya kasih
makan sayuran
dari limbahnya ee apa namanya? Limbahnya
warung Padang. Sayuran dari limbahnya
warung Padang itu kan cuma rebusan daun
singkong aja kan
ya kan. Yang yang lain kan
bersantan-santan yang betul-betul
bentuknya masih sayur rebusan itu ya
cuma daun singkong. Saya kasih makan itu
untuk percobaan aja. Larvanya warnanya
agak kehijau-hijauan dan stunting
sampai 30 hari lebih itu 30 hari lebih
enggak jadi-jadi prepupa dan ukurannya
kecil-kecil gitu. Jadi nanti komposisi
pakan dalam pengolahan itu diperhatikan
agar dia cepat mengkonversi sampah
organiknya. Kombinasi komposisi pakan
penting. Oke.
Kemudian ini ekologinya. Ekologinya itu
kita kita perlu perhatikan. Kenapa?
Karena ini untuk mendesain agar si ee
agar kita bisa mendesain kondisi agar si
larva itu suka dengan tempat sehingga
dia dengan tempatnya sehingga dia bisa
makan lahap makan banyak gitu
mengkonversi limbah dengan banyak dan
cepat
ya. Kondisi lingkungan yang hangat itu
di disukai antara 25 sampai 30. Kalau
terlalu dingin
itu lambat nanti perkembangannya lambat.
Kemudian kelembabannya moderat 60 sampai
70% lah kurang lebih. Itu kayak kondisi
di ee rata-rata Indonesia yang jauh dari
pantai gitu ya. Itu masuk gitu
kelembaban 6070, suhunya 2530.
Kalau terlalu ke atas di bukit ee yang
terlalu dingin kondisinya
ya dekat gunung atau di lereng sana bisa
enggak? Ya bisa cuma lambat lebih lambat
gitu.
Kemudian kalau terlalu lembab,
kelembabannya 80 90% bisa enggak? Ya
bisa. Cuma biasanya terganggu karena
kompetisi. Kalau udara yang terlalu
lembab itu limbahnya itu berkompetisi
dengan jamur
gitu. Kadang-kadang larvanya ketumbuhan
jamur juga
kalau kondisinya terlalu lembab kondisi
udaranya gitu. Nanti di tempat itu juga
di tempat apa namanya untuk kawin dan
bertelur. Kalau terlalu lembab juga
kayak gitu gitu kondisinya.
Nah, jadi masih bisa cuma cuma jadi
lambat karena terganggu terganggu kayak
gitu gitu.
Di dalam ini berkembang pada bahan
organik yang mulai membusuk. Jadi
sebetulnya enggak usah diperkembang
biakkan itu BSF atau lalot hitam itu
datang sendiri kok. Dia mencari buah
buah jatuh yang sudah mulai membusuk,
kotoran hewan atau sisa-sisa sayur,
sisa-sisa makanan. gitu yang sudah mulai
mengalami fermentasi dengan bau khas,
asem-asem gimana itu nanti datang
sendiri itu BSF datang sendiri nyari
cairan untuk dia minum kemudian naruh
telur di situ.
Jadi kalau tanpa budidaya bisa datang
sendiri, bisa datang sendiri
gitu ya. Apalagi kalau kita semprot
dengan ekoenzim sehingga baunya menarik
dia untuk datang ke situ ya. Tapi kalau
memang kepengin intensif ya dibudidaya
dikelolakan
kalau kepengin kita niatkan untuk
mengolah limbah sampah organik secara
cepat ya kita niatkan begitu ya harus
kita budidaya dengan teknik-teknik
tertentu ya dengan manipulasi kondisi
dan sebagainya
yaah. Apakah BSF itu invasif? Enggak.
Dia enggak invasif karena dia selektif
ya. Selektif
lalat dewasanya tidak makan ya hidupnya
singkat
dan dia menaruh telur secara selektif di
tempat-tempat tertentu.
Dia itu dominasi mendominasi
di sampah organik larvanya ya. larvanya
di sampah organik
yang mulai membusuk. Kalau dia dia suka
dengan itu, larvanya
sampah ee larvanya BSF ini mendominasi
di situ. Artinya apa? Artinya kalau di
situ ada lalat hijau atau serangga lain
naruh telur. Naruh telur kemudian dia
jadi larva juga. Jadi larva lalat hijau
atau lalat hitam atau serangga lain dia
kalah bersaing dengan BSF
dengan lalat eh dengan larva BSF. Ini
yang menarik.
Jadi kalau di situ didominasi oleh larva
BSF ya, larva-lar serangga yang lain itu
akan menyisih karena dia kalah kalah
dominan. Kalah dominan, kalah rakus,
kalah dominan. Dan ini menguntungkan
sekali
untuk kita. Kenapa? Karena dengan
sendirinya akan didominasi oleh larva
yang baik yang bukan pembawa vektor
penyakit.
Itu yang menarik dari ee BSF ya. Selain
perkembangannya cepat, rakus, dia juga
bisa mendominasi tempat tu.
Kemudian adaptasinya ini. Adaptasinya ya
tadi itu adaptasi kan terkait dengan
kondisi dia nyaman hidup di situ. Dia
dapat mengonsumsi limbah dengan se rasio
tinggi maupun rendah.
Cuma kalau se rasio tinggi atau serat ya
lambat perkembang biakan dari eh
perkembang biakan maknya ee pertumbuhan
dari larvanya itu lambat. Kalau
proteinnya cukup tinggi dia akan lebih
cepat
ya dia tahan terhadap antinutrisi
seperti tanin fitar dalam limbah
pertanian. Jadi terhadap tanin itu
senyawa-senyawa apa tanat itu apa?
ee
saya ya kita jemputnya tanin lah yang
kalau kita ekstrak itu keluar cairannya
agak hitam rasanya pahit kayak gitu ya
dia masih bisa masih bisa tahan itu PSF
mampu mengatur pH media karena apa
karena larva BSF itu memproduksi amonia
dan enzim
amonia itu alkali
Jadi kalau pada komposting pH dari
kompost cenderung turun karena ada
asam-asam organik yang diproduksi yang
menurunkan pH kompos gitu ya. Nah, oleh
larva BS itu bisa ditahan pH-nya tidak
turun karena satu dia memproduksi amonia
dua asam-asam organik yang hasil dari
busuk dia asup
sebagai makanan dia
ya. Dan akibatnya apa? Akibatnya adalah
pada pH 8 sampai 9
itu lingkungan yang tidak disukai oleh
mikroorganisme patogen.
Nah, jadi malah bagus kan karena jadi
pertumbuhan mikroorganisme patogen yang
jadi pembawa penyakit kan jadi terhambat
tuh.
Kemudian dia bisa mengakumulasi logam
berat dalam jumlah terbatas ya. Tetapi
hati-hati kalau di situ ada logam berat
dikasih BSF. BSF-nya e nanti logam
beratnya kan masuk ke badan BSF. Nanti
kalau badan BSF-nya
banyak mengandung logam berat terus
dimakan
oleh ayam misalnya unggas atau ikan,
nanti pindah lagi ke ikan ya. Jadi
terjadi akumulasi di produk akhir yang
nantinya kita konsumsi. Jadi tetap saja
kuncinya adalah
kalau mau BSF
ya gunakan sampah organik saja yang
terpilih dengan bagus. Jangan
kecampur-campur sampahnya ya. Apalagi
kalau ada plastik logam, ada logam
beratnya di situ. Nanti mikroplastiknya
keasup terus masuk ke dalam rantai
makanan itu terjadi repot gitu. Tetap
berakibat buruk untuk kita akhirnya ya.
Untuk makhluk hidup yang lain juga
begitu.
Jadi balik lagi sampahnya dipilah. Kalau
untuk BSM yang organik ya organik saja
jangan pecampur-campur. Tuh
tuh.
The komposer utama ya tadi kata
asupannya cepat ya dia makannya banyak
dan cepat. Mengurangi populasi lalat
rumah. Iya tadi karena dia dominating ya
di tempat pembusukan sampah dia
mendominasi sehingga menekan apa
perkembangan larva-larva dari
lalat-lalat
rumah. Lalat-lalat hijau, lalat hitam
tadi ee lalat lalat ya lalat-lalat
rumahlah gitu dia tertekan sehingga
jumlahnya akan jadi berkurang. itu
mencegah bau ya. Tadi sudah kita bahas
dia bersimbiosis dengan mikro
mikroorganisme usus ya.
Jadi di dalam tubuhnya itu di ada
mikrobioma usus yang baik
ya.
Itu ada entrokokus, basilus dan
sebagainya. untuk ahli-ahli mikrobiologi
yang ngerti dan itu membantu mengurai
limbah yang kompleks. Kemudian dia tahan
terhadap patogen karena menghasilkan
antimikrobial peptid. Jadi itu adalah
protein anti mikrob yang bisa menghambat
bakteri patogen selain karena
mengkondisikan pH tadi. Jadi ada eekol
misalnya itu yang bikin kolera atau
salmonella itu yang bikin desentri dan
sebagainya bisa dihambat pertumbuhannya.
itu ekologi.
Nah, itu punya implikasi ekologis yang
sangat baik. BSF itu untuk biokonversi
berkelanjutan. Dia punya implikasi
ekologi yang sangat baik ya. Kontrol
alami untuk hama. Dia otomatis
mengurangi emisi gas rumah kaca karena
dekomposisinya itu tidak dirubah jadi
gas, tapi dekomposisinya dirubah jadi
badan dia sendiri. itu kan ya dipakai
untuk memperbesar badannya dia. Kemudian
ada restorasi nutrien
dia menjadi badan dia sendiri itu adalah
nutrisi untuk makhluk yang lain.
Kemudian ada residunya tadi fresh atau
kasgotnya yang kayak nitrogen yang bisa
balik lagi ke tamah untuk pupuk gitu
gitu. Nah,
ini adalah jargonya. Saya ngambil dari
internet ini gambarnya terlalu kecil ya.
Tapi intinya adalah di situ ada kata
kunci menarik itu turning thres into
treasure.
Nah, mengubah
limbah menjadi
apa itu? Treasure.
Tracerasure itu menjadi harta karun ya.
Ngubah limbah menjadi harta karun.
Ya, ini kayak gini mengembalimbah
menjadi harta karun. Jadi
proses biokonversinya ini tadi ee ini ya
ini hasilnya adalah
ee magot-nya tadi. Kemudian fresh-nya
tadi yang kasot ya.
Faktor-faktor pendukungnya sudah
ketahuan dari tadi sebetulnya waktu kita
memahami ekologi
dari BSF ya kita jadi pahamkan oh
kondisi yang ideal untuk PSF itu
bagaimana ya dengan memahami ekologinya
tadi. Jadi kita mengekstrak info dari
ekologi tadi sudah ketahuan ya faktor
pendukungnya apa, rentang suhu yang
ideal, kemudian kelembaban,
kemudian sirkulasi udara. Sirkulasi
udara yang baik ya sebetulnya sirkulasi
udara untuk untuk terutama ini untuk e
karena mereka kan juga perlu oksigen ya.
ya, di samping untuk kebutuhan
oksigen dia untuk pengaturan suhu dan
sebagainya juga untuk mencegah
terjadinya kondisi anaerob. Kalau
kondisi anaerob nanti sebagian dari
limbah organiknya akan terfermentasi
secara anaerob yang mungkin menghasilkan
bau-bau yang tidak enak gitu.
Terus kualitas dan jenis limbah organik
tadi ya.
kaya karbohidrat dan protein ya intinya
berimbanglah dengan rasio itu 151 sampai
31. Jadi campuran sisa makanan mungkin
sisa nasi, sayur dan sebagainya dengan
dedak-dedak itu sumber protein yang
bagus di samping di situ ada seratnya
gitu ya tapi sumber protein yang bagus.
Kemudian ada satu lagi yang saya luput
masukkan ke sini itu adalah ke itu
adalah ee kondisi dari pakan. Kondisi
dari pakan jangan terlalu kering,
terlalu padat, terlalu kering. Itu nanti
magot itu kesulitan makan. Tapi jangan
juga terlalu basah sehingga seperti
pasta.
Kalau terlalu basah seperti pasta, magot
akan kesulitan juga untuk mobilitas dia
gitu. Jadi kayak orang berjalan di
lumpur gitu kan susah dia untuk nyari
tempat makannya itu jadi susah karena
dia berjalan di lumpur. Ya, saya juga
pernah nyoba itu dengan apa namanya
kombinasi digiling gitu ya, antara nasi,
sosis, kemudian apa namanya? N ada nasi,
ada sosis-sosis busuk, ada sisa roti
ee kemudian ada sayur giling. Kemudian
ternyata hasilnya itu jadi kayak pasta
itu ya, kayak bubur gitu ya, kayak bubur
terlalu encer. magotnya malah enggak mau
makan. Banyak yang mati karena dia
kesulitan tuh. Jadi itu diperhatikan
saya luput itu memasukkan itu di sini
ya. Jadi digiling itu lebih bagus.
Itu kombinasi ya. Kombinasi beberapa
jenis limbah. Ada buah, ada ampas tahu.
Buah itu adalah sumber gula, sumber
karbohidrat ya. Sayur itu sumber serat.
Kemudian ada ampas tahu itu sumber
protein juga. Dedak itu sumber protein.
Ee selain ampas tahu dan dedak itu juga
berfungsi sebagai untuk menjaga agar
jangan terlalu lembek makannya ya.
Jangan terlalu lembek, jangan kayak
bubur.
Nah, itu dijaga dengan menambahkan nafas
tahu dan dedak.
Nah, ini contoh nih yang tadi saya
ceritakan ee warna-warna dari magot itu
tergantung dia makan apa gitu.
Dominasinya makan apa? Ini kalau makan
buah-buahan ini kayak gini warnanya agak
gelap. Ini makan apa namanya? Susu,
limbah-limbah susu gitu ya. Susu basi,
kemudian yogurt, kemudian ada ee apa?
Keju yang sudah basi dan seterusnya.
Kayak gini warnanya. Ini sayur-sayur
mayurnya agak kehijau-hijauan warnanya
ya. Nah, ini campuran
ini kalau roti dan seterusnya ya.
Warnanya beda, ukurannya juga bisa beda
gitu tergantung dari seberapa bergizi
kan limbah yang dia makan.
Ini faktor pendukung yang lain itu
adalah kepadatan larva. Jadi hindari
naruh larva terlalu banyak. Besok Mas
Tomi mungkin eh nanti Mas Tomi bisa
cerita itu dari pengalaman dia yang pas
itu berapa gram sih untuk 1 m persi
sampah atau limbah gitu ya atau untuk
per kilo limbah itu berapa gram sih kita
naruh larva di situ? Berapa banyak sih
yang ideal? Karena untuk setiap kondisi
pakan itu berbeda. Tapi ada batas
maksimumnya, ada batas minimumnya yang
ideal. yang ideal. Kalau terlalu banyak
nanti dia kompetisi antara dengan
temannya, berebut makan dengan temannya
ya
apa namanya? Mungkin sampah itu cepat
habis, limbah organik cepat habis tetapi
BSF-nya kecil-kecil jadinya
gitu.
Kemudian ini sistem pemeliharaan itu
bisa pakai nampan. Kalau skala kecil
biasanya pakai nampan gitu. Tapi untuk
skala yang lebih besar itu kita pakai
biopon dengan self harvesting system.
Biopon. Jadi sebuah kotakan yang
sisi-sisi dalamnya dibuat miring.
Bioponnya dibuat miring sehingga nanti
pada saat prepupa,
pada saat fase prepupa larva BSF-nya itu
bisa pindah ke pinggir kemudian naik di
kemiringan itu kemudian jatuh ke tempat
yang sudah kita siapkan untuk dia jadi
apa namanya? Mm. Jadi kepompong
itu. Jadi ada self harvesting system.
Biasanya yang self harvesting itu kan
dia merasa sudah mulai
menjadi prepupa. Dia belum jadi
prepupak. Dia minggir kemudian naik
jatuh. Nah itu kita panen. Jadi itu
namanya self haring.
Sistem yang kita kita bisa manen
sendiri. Walaupun banyak orang biasanya
enggak sabar ya. Artinya umur-umur 2
minggu sudahlah tak ambil aja tak ayak
gitu diayak itu diambili itunya apa
namanya larvanya dipisahkan dari fresnya
dari residonya
kontrol hama dan predator
itu tadi sudah kita bahas karena
musuhnya banyak yang banyak itu yang
suka PSF tuh kan banyak ada tikus ada
burung dan sebagainya kadang ada semut
di situ banyak ya semut semut itu suka
banget itu dengan daging BSF.
Saya pernah punya pengalaman soalnya
kandangnya tuh waktu di Magelang dulu
kita coba di pasar gitu enggak
diperhatikan kandangnya itu ada yang
bolong BSF-nya habis dimakan tikus. Wah
kita enggak tahu ya kita baru paham. Oh
iya nih di pasar nih tikusnya banyak.
Burung-burung gereja juga ada yang masuk
ke situ ya makan itu. Jadi itu
diperhatikan ya.
Jadi ada jaringannya tertutup. Kemudian
pastikan itu tidak ada predator yang
masuk.
Ini untuk kesehatan magotnya tadi. Ee
intinya adalah oh iya ini bisa
ditambahkan limbah-limbah yang masih
mentah sekali bisa kita fermentasi dulu.
Jadi tambah EM4 apa 4 difermentasi
mungkin 2 3 hari dulu kemudian baru
dikasihkan magot itu akan mempercepat
proses. Tapi kalau malas ya wis langsung
aja di itu cuma itu lantai akan lebih
lambat karena masih agak keras ya
limbah-limbah yang belum difermentasi.
Kalau difermentasi lebih lunak ya
sebagian sudah mengalami perombakan toh.
Itu nanti dikonsumsi jadi lebih cepat
oleh lavanya
ya. Kemudian hindari stres, dikurangi
stres. Larva itu juga stres. Kalau di
dalam biopon tempat dia ee berkembang
biak dan makan itu sering diaduk-aduk
gitu juga. Dia juga akan stres nanti
kalau banyak yang stres, banyak yang
mati gitu. Kemudian perubahan kondisi
lingkungan.
Perubahan kondisi lingkungan tuh ada
ekstrem panas, ekstrem dingin gitu ya.
Pagi dingin sekali, nanti siang panasnya
terik. Nah, kalau itu terjadi
berulang-ulang banyak yang mati nanti
magotnya.
Jadi, makanya itu di dalam industri
industri bio apa namanya ee biokonversi
dengan magot yang skalanya agak besar
itu ruangannya diatur ada sirkulasi
udara, ada pengatur kelembaban,
pengontrolan suhu dan sebagainya. Tu
biasanya kalau itu skala besar industri
itu diatur yang kayak gitu.
Kemudian ini infrastruktur. Saya akan
percepat saja karena ini Mas Tomi nanti
akan membahas lebih banyak mestinya
infrastruktur ya sebagai praktisi.
Faktor penghambat itu ya kebalikannya
dari faktor pendukung tadi ya. Ya nanti
ee bisa dipahamilah kalau faktor
pendukungnya kita tahu faktor
penghambatnya itu ya kebalikan dari yang
tadi kebanyakan seperti itu ya. ada yang
tambahan itu adalah misal ya apa namanya
curah hujan terlalu tinggi sehingga
terlalu lembab
kemudian ada angin yang terlalu kencang
sehingga rumah kawin magotnya itu
menjadi terganggu ya dan seterusnya
infeksi jamur
atau ada cacing di situ yang nanti akan
membunuh larva dan sebagainya itu
biatnya karena kelembaban
atau terlalu banyak cairan di situ.
Kemudian limbah organik terkontaminis
plastik ini menjadi salah satu faktor
gagalnya BSF maget.
Larva BS bisa tidak sengaja makan
mikroplastik kemudian terakumulasi ke
dalam tubuhnya. Ya, kalau dia bisa
bertahan hidup, BSF-nya bisa bertahan
hidup
ya, kemudian kita panen, itu akan masuk
ke dalam rantai makanan kita
mikroplastiknya.
Karena itu harus dipisah. Kalau dia mati
ya sudah berarti tidak bisa kita
manfaatkan PSF-nya karena dia mati.
Terlalu banyak mikroplastik yang diasup
gitu.
Kemudian kadar garam yang terlalu tinggi
itu juga enggak bagus karena BSF itu
bisa mengalami dehidrasi nanti ya. Jadi
dikombinasilah limbahnya agar kadar
garamnya tidak terlalu tinggi. Kalau
kadar gula tinggi malah suka BSR. Tapi
kadar garam tinggi enggak suka. Terus
tadi yang limbah limbah medis atau
limbah tercemar logam berat
ya. Kenapa? Karena kalau kalau ada
limbah medi misalnya misalnya antibiotik
atau obat-obatan terasup ke dalam badan
BSF itu masuk rantai makanan juga nanti
akhirnya
ya. Ya, ini
e minusnya dari penggunaan BSF karena
BSF-nya akan dimanfaatkan masuk ke dalam
rantai makanan
itu. Jadi kalau ada limbah-limbah kayak
gitu ya hati-hati dipisahkan dengan
baik.
Nah, tren penelitiannya apa saja? Nah,
sebetulnya ini ada dua kelompok besar.
Kelompok pertama ini kan budidaya BSF.
Kelompok pertama jadi food was treatment
menggunakan BSF. Kita dapat BSF dan satu
lagi CASG kan. Heeh. Kemudian grup kedua
itu adalah ngolah BSF.
BSF yang sudah kita panen untuk apa? Dia
apakan? diproses seperti apa agar
nilainya bertambah,
kegunaannya bertambah kan gitu. Nah,
jadi itu kelompok kedua penelitian yang
kedua ini gitu. Jadi biasanya PSF kalau
tidak dipakai langsung sebagai pakan
segar untuk unggas
itu mau dialetkan
jadi suplemen atau nanti dijual sebagai
BSF
ee dalam bentuk kemasan-kemasan itu
harus dikeringkan.
Jadi dia BSF-nya bentuk kering.
Makanya analisis protein, lemak dan
sebagainya itu adalah pada BSF kering.
Tuh dikeringkan kemudian dikeringkan
ada banyak pilihan. Dijual sebagai
kering. Untuk pakan unggas biasanya
dijual sebagai kering sehingga dia tidak
mudah busuk tan. Lebih awet kalau
kering. Atau yang kering itu diproses
lebih lanjut.
Nah, diekstrak
minyaknya, lemaknya. Kemudian dijual
sebagai minyak BSF.
Ya, kalau minyaknya itu berkualitas
tinggi, karena BSF-nya pakannya itu
berkualitas tinggi itu isinya
macam-macam. Di situ ada asam-asam amino
yang macam-macam gitu ya, yang bisa
digunakan sebagai suplemen makanan
manusia.
atau kalau BSF-nya itu apa minyaknya itu
tidak bisa dikonsumsi untuk makanan
manusia ya ini bisa untuk fuel
minyaknya gitu. Kemudian
apa namanya
ee
padatannya
residunya itu ya dikeringkan nanti untuk
pakan
gitu. Ini kan ini kan biasanya dengan
pressing atau dengan pemanasan nanti
tetap ada sisa-sisa resiko padatnya.
Jadi
nah ini contoh gambar ya
ini yang di apa namanya yang dipanenkan
kondisi prepupa ini larva. Banyak orang
yang tidak tidak sabar itu kondisi larva
sebelum jadi prepupa itu dipanen. Tapi
yang umum itu adalah pada saat prepupa.
Jadi akhir fase ini jadi prepupa sebelum
jadi kepompong. Nah, jadi prepet ini
dipanen kemudian jadi macam-macam
produk.
Nah, trend penelitiannya ke depan apa
nih? Salah satunya pengaruh jenis dan
komposisi pakan terhadap laju
pertumbuhan larva.
Nih,
ini penelitian saya nih laju pertuan
larva ya dan komposisi komposisi
komposisi nutrien besnya kayak apa
lajunya itu seperti apa seberapa cepat
dia bisa kita panen ya tadi. Kemudian
ini yang ini agak berhenti ini yang C
sebetulnya jenis kelamin BSF itu
ternyata dipengaruhi oleh pakan. Kenapa
jenis kelamin itu penting? penting kalau
kita ingin bicara tentang ee
sustainability
dari ee BSF. Karena apa? Karena pada
saat nanti jadi prepupat kemudian jadi
pupat jadi kepompong gitu ya, nanti kan
BSF itu kan ada yang kita panen sebagai
larva, ada yang kita teruskan untuk jadi
ee apa namanya? Jadi jadi lalat. Karena
kita butuh telurnya agar bisa berputar
kan, agar bisa siklusnya berputar.
Jadi lalat agar kita bisa punya
telurnya. Kalau untuk bisa bertelur itu
kan kira-kira kan harus seimbang antara
jantan dan betina.
Nah, ternyata komposisi pakan itu ada
indikasi berpengaruh terhadap komposisi
jenis kelamin dari lalatnya
ya. ada komposisi pakan tertentu. Saya
belum sampai identifikasi sedalam itu,
tapi ada komposisi pakan tertentu yang
nanti lalatnya itu didominasi jantan,
betinanya dikit lah. Itu kan terjadi
produksi telurnya jadi sedikit gitu.
Kalau kebanyakan malah jantan atau
kebanyakan malah betina, jantannya
dikit. Itu yang terutama yang dihindari
kalau jantannya banyak sekali. Nah, jadi
itu diperhatikan ternyata untuk
sustainability produksi gitu. Kemudian
yang kedua ada pengeringan penepungan,
ekstraksi minyak dan sebagainya. Ini
banyak penelitian yang berjalan. Ini
sudah banyak ya penelitian-penelitian
ini tapi terus berjalan karena masih
banyak hal yang kita belum tahulah dalam
proses-proses ini. Metode yang terbaik
itu kondisinya seperti apa ya. Ya.
Kemudian kondisi terbaik seperti apa?
alatnya kayak apa. Ini masih banyak
ruang-ruang kosong di sini
ya. Kemudian
yang ini sudah eksotik, ini sudah
melibatkan banyak teman-teman dari
teknologi pangan sebetulnya karena ini
sudah produk akhir jadi sudah terima
larva BSR. Kemudian bisa enggak untuk
pangan atau untuk suplemen pangan gitu?
Kalau bisa harus dihapakan dan
seterusnya.
Untuk farmaseutika ya melibatkan
teman-teman dari farmasi yang kayak
gini. Jadi agak jauh dari apa namanya
penelitian ini agak jauh dari budidaya
bahasa di depan tapi terkait karena akan
seperti ini akan akan dipengaruhi oleh
paka pakannya kondisi di mana BSF itu
dibudidaya dan pakannya apa ya. Nanti
BF-nya bisa enggak untuk pangan atau
suplemen makanan manusia
seperti itu. Nah, ini komparasi ya PSF
dengan yang lain-lain ya dengan apa?
Jangkrik
ya, dengan jangkrik dengan ee cacing dan
seterusnya. Ini dikomparasi. Nah, ini
tadi saya katakan ini proteinnya kok
cuma 17,5%. Nah, ini berarti basah.
Kondisi basah. Karena kalau kondisi
kering itu kan 30 eh 40 sampai 50-an
lebih persir
flondisi basah.
Nah, ini tadi saya katakan asam aminonya
luar biasa loh di PSM
ini orang yang tahu ini teman-teman dari
bahan makanan dan farmasi ya
istilah-istilah ada lisin, leusin dan
segisin,
glutamin dan seterusnya. Ini kan
senyawa-senyalawa
apa namanya ee unik, eksklusif gitu yang
itu dibutuhkan
sebagai suplemen di bahan makanan
gitu. Karena punya fungsi yang
masing-masing itu punya fungsi unik.
Ini gambaran analisis ya 12%
kemudian proteinnya 16% berarti ini
basah.
Ya, jadi kondisi larva S itis basah itu
kemudian di analisis ini ada water
content-nya 65% toh. Kalau kondisi
kering water content enggak ada. Jadi
ini nanti naik
ya proteinnya naik. Jadi mungkin 2,5 2
koma berapa kali lipatnya
bisa 2,5 kali lipat ya.
Nah, ini yang sudah di ke depan.
di Eropa malah di di Eropa dan Cina itu
inten sekali penelitian perang BSF untuk
untuk alternatif pangan manusia ya.
Karena serangga itu katanya itu adalah
salah satu
sumber pangan yang potensial di masa
depan. Jadi budidaya serangga itu
prospeknya bagus sekali sebagai sumber
protein
katanya begitu.
Kemudian penelitian yang lain,
pengembangan teknologi tepat guna. Ini
juga masih banyak lumayan banyak
ruanglah kalau mau dikembangkan. Ini
contohnya ember tumpuk kayak gini ya
contohnya
ya. Saya juga pakai ini di rumah cuma
magotnya enggak pada datang ya. Jadi
saya hanya dapat kompas sama POJ saja
karena kondisinya tidak nyaman untuk
magot-nya mungkin jadi enggak pada
datang.
Oke. Baik. Ee
saya molor ini molor 12 menit ini dari
waktu yang di
jatahkan oleh moderator tadi saya mohon
maaf. Ee
saya kira saya akhiri dulu materi kita.
Waktu saya kembalikan ke moderator untuk
tanya jawab mungkin. Silakan.
Baik, Bapak terima kasih atas
penyampaian materinya yang sangat sangat
bermanfaat dan inspiratif ya, Pak ya. Ee
baik, jika dilihat-lihat sudah banyak
sekali pertanyaan
dari Bapak Ibu peserta planning online
ya.
Iya.
Ee namun sebelum
kita memasuki sesi
sesi tanya jawab, saya izin mengingatkan
ee untuk peserta training online yang
menginginkan materi training online kita
hari ini dapat request materi terlebih
dahulu melalui link yang telah admin
kami kirimkan di kolom chat Zoom.
Kemudian sebelum kita masuk ke sesi
tanya jawab, kita akan melakukan sesi
foto bersama terlebih dahulu. Untuk sesi
foto bersama kali ini saya akan dibantu
oleh admin. Baik, kepada admin
dipersilakan ya untuk sesi foto bersama.
Baik, terima kasih Mbak Muh. Ya, Bapak
dan Ibu online. Sebelum kita
mendokumentasikan ee kami mengharapkan
untuk materi Ibu membuka kam terlebih
dahulu. Baik, kita mulai dari slide
pertama 3
slide kedua 32.
Baik, terima kasih saya mulai ke Mbak.
Baik, terima kasih untuk admin yang
telah membantu sesi foto bersama kita.
Kemudian selanjutnya saya ingin meminta
kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi
kuesioner yang linknya sudah di-share
oleh admin kami di kolom chat Zoom
supaya kegiatan kami selanjutnya bisa
lebih baik lagi. Kami berharap Bapak Ibu
dapat memberikan saran dan masukannya.
Nah, kita sampai di acara yang
ditunggu-tunggu yaitu sesi tanya jawab.
Nah, ee dari kami sudah menyiapkan dan
merangkumkan beberapa pertanyaan ee dari
Bapak Ibu yang masuk di kolom chat dan
juga YouTube. Ee baik untuk Bapak Agus
saya akan membacakan pertanyaannya.
Setelah itu nanti Bapak akan memberikan
jawaban begitu ya, Bapak
ya. Siap, Mbak.
Baik, untuk pertanyaan pertama dari Ibu
Ulviani Ekasari. Kami pernah mendengar
bahwa minyak magot dapat digunakan pada
dunia farmasi. Mohon informasinya untuk
sampah yang digunakan untuk makanan
apakah tertentu dan mohon info offernya
siap.
Baik, Bapak silakan.
Oke. Baik. Ee makasih Mbak Alviani. Ee
tadi di slide saya terakhir ya,
sayangnya saya singgung sekilas itu
cepat sekali. Ee kita tahu
kandungan-kandungan yang ada di dalam
Amagot yang itu nanti kalau diekstrak
itu nanti akan masuk ke minyaknya
sebagian besar minyak lemak magotnya.
Itu kan ada senyawa-senyawa yang unik,
ada lisin, ada apalagi itu ya, glisin
dan sebagainya. banyak sekali yang itu
teman-teman farmasi yang sangat paham
tentang kegunaan masing-masing itu. Jadi
ee ya memang iya bisa itu untuk suplemen
makanan maupun obat-obatan
ya.
Nah, untuk itu bisa diterima apa tidak
di industri farmasi atau makanan
tentunya akan ada prosedur standar untuk
pengecekan apakah magot yang diproduksi
itu
ya itu diproduksi secara higienis apa
tidak.
Higienis apa tidak? Higienis itu
maksudnya begini. Ee jangan-jangan
magotnya itu nanti dikasih makan sampah
yang campur aduk enggak karu-karuan. di
situ ada ada logam beratnya, ada
plastiknya dan sebagainya gitu.
Jangan-jangan seperti itu gitu. Salah
satunya seperti itu. Kemudian
pemprosesannya sampai jadi minyak.
Jangan-jangan itu kotor
ya. Jangan-jangan itu tidak memenuhi
standar ee gizi atau standar produksi
bersih.
Nah, yang seperti itu itu biasanya nanti
akan dicek
gitu. Oleh siapa? oleh calon oftaker,
calon yang nanti akan mengambil minyak
itu, gitu, yang akan membeli minyak itu.
Nah, oftakernya siapa? Nah, itu
sayangnya saya enggak tahu banyak
infonya yang ofteakernya siapa. Cuma
gambarannya ya mestinya ini yang
supplier ke industri farmasi atau
industri farmasinya atau industri pangan
supplier yang ke sana ya. Jadi mohon
maaf untuk offakernya siapa saya enggak
tahu betul mungkin praktisi lebih tahu.
Mas Tomi mungkin lebih tahu nanti ya
setelah ini gitu Mbak Nuha.
Tadi ya untuk jawaban pertanyaan Ibu
Ulvian eh saat ini kami akan membuka
live pertanyaan. Di sini ada Bapak
Musrofin yang ingin bertanya ya secara
langsung.
Baik, Bapak dipersilakan untuk onm.
Baik, Bapak mohon maaf masih
dalam kondisi off bisa di
bisa dinyalakan mic-nya, Bapak.
Mic-nya dinyalakan dulu, Pak.
Halo, Pak Musrofin. Itu belum kedengaran
suaranya.
masih mute.
Oke,
I silakan, Pak.
Samp.
Terima kasih ee Profesor.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Ee materi ini sangat bagus sekali. Saya
Musrovin dari Bank Sampang Alam Westbank
Kabupaten Malang, Prof.
Ee kami selama ini mengelola sampah
anorganik.
Nah, ini mulai tahun ini kita mulai
ngelola sampah organiknya tapi khusus
dari skala rumah tangga.
Cuman sebenarnya kami tertarik dengan
sistem pengomposan dengan BSF.
Tapi saya setiap kali kunjungan atau
studi banding itu
kok menurut kami
kurang begitu menarik gitu loh.
tempatnya kotor kemudian berbau sehingga
kami dari anggota-anggota ngalam
Westbank banyak yang
kurang berkenan karena menimbulkan bau
itu dari
apa itu untuk mengelola magot itu
sebenarnya kami sangat tertarik makanya
kepingin bagaimana supaya
ee bisa mengurai sampah
organik dengan magot tapi tidak
menimbulkan bau efek untuk yang
mengganggu lingkungan gitu Profesor.
Kiranya itu pertanyaan yang kami
sampaikan. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Maaf Bapak Agus ee masih
ter-mute.
Oh iya. Heeh.
ya. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Makasih, Pak Musrofin.
Siap. Nggih.
Ee itu berbau itu mungkin karena
sebagian dari sampah organik yang sudah
yang akan diolah itu sudah ada yang anu
apa namanya? Mengalami pembusukan duluan
mungkin atau memang dari sononya sudah
berbau sampahnya, sampah dari sampah
dapurnya itu gitu. Eeh. Tetapi itu akan
mestinya akan begini, Pak Musrofin.
Kalau tidak diolah dengan magot misalnya
ya, dikomposkan itu akan lebih berbau
gitu atau kalau dibiarkan itu akan lebih
berbau lagi dan tidak bermanfaat
jadinya.
Betul. Leres. Leres.
Heeh.
Jadi bagaimanapun juga kalau memang ada
niatan dengan BSF ya gimana caranya
ngurangi bau itu gitu ya biasanya
dicampur dengan dedak ya dicampur dengan
dedak itu itu akan menekan timbulnya bau
karena cairannya akan terserap sebagian
oleh dedak
gitu dicampur. Nah, kemudian yang kedua,
tapi ini caranya lebih complicated. Yang
kedua, kalau ada ekoenzim itu disemprot
dengan ekoenzim
lumayan mengurangi bau, tidak
menghilangkan sama sekali ya, tapi
berkuranglah baunya. Jadi bisa dengan
campur dengan deda atau semprot dengan
ekoenzim. Benzin nggih.
Nggih. Heeh. Ngurang lumayan ngurangi
tapi yo ojo ngarep-arep terus ambune
hilang hilang semua gitu ya.
Heeh. Ya, resiko ngurusi sampah ya. kita
ber apa berurusan dengan bau nanti
gigih nggih nggih
gitu nggih ngaten Pak Musrafin
Gigih siap
terima kasih Profesor
nggih sama-sama
baik itu tadi ya untuk pertanyaan Bapak
Musrofin mungkin selanjutnya ada lagi
dari Bapak Msofyan Bapak Muksofyan
apakah
ee ingin bertanya secara langsung Kepus
langsung
ngih. Mangga Pak
ini. Heeh. Terima kasih, Prof. Ini saya
tanyakan itu bagaimana cara bikin
kemasan kering yang di ada kemasan yang
dijual kering eh cara ngopennya seperti
apa diopennya terus usia berapa yang ee
vitaminnya tinggi untuk diopen,
dikeringkan menjadi pakan yang dikemas
gitu. Terima kasih.
I
ee oke. Maaf. Ee baik Pak Sofyan. Ee
jadi ini terkait dengan magot yang
dipanen. Magot yang dipanen itu kan
magot yang paling lambat
sudah mulai jadi prepupak. Dia sudah
mulai pindah tempat.
Nah, mulai cari tempat untuk bertapa,
mulai pindah tempat itu prepupa itu.
Jadi, sudah mulai agak menghitam
dikitlah warnanya.
Belum hitam semuanya. Kalau sudah hitam
semuanya sudah terlalu keras. Itu
umur-umur segitulah. Umur-umur segitu
biasanya yang dikeringkan. Kemudian cara
pengeringannya bagaimana? Cara
pengiringannya itu pakai ada beberapa
cara sebetulnya, tapi yang umum dipakai
untuk skala kecil pakai pakai ee apa
namanya? oven tray itu tray oven
tray oven suhunya tidak terlalu tinggi.
waktunya agak lama dikit kalau pakai
tray oven. Jangan pakai suhu tinggi
karena cepat gosong. Nanti cepat gosong
kulitnya di luar tapi dalamnya itu masih
belum kering.
Jadi kayak kulitnya itu nutup gitu ya,
nutup sehingga malah cairan yang air
yang ada di dalam magotnya itu malah
jadi enggak bisa nguap keluar.
Itu pengalaman saya untuk penelitian
yang drying magot itu. Jadi suhunya
sedang-sedeng gitu. Suhunya
sedang-sedeng antara suhu berapa itu
yang saya coba itu 70 80 apa ya lupa
saya. Suhu udara. Suhu udaranya itu
segitu. Kemudian tapi agak lama nanti
bagus itu hasilnya ya. Jangan pakai
udara terlalu panas karena nanti cuma
gosong luarnya, dalamnya enggak kering
gitu. Heeh. Nah, nanti berapa lamanya?
Berapa lamanya itu
apa namanya? Ee dari pengalaman, Pak.
Karena pengalaman saya nanti kalau
load-nya itu belum saya catat semua sih.
Kalau beban trennya itu banyak itu kan
jadi lebih lama ngeringkannya
dibandingkan dengan kalau beban trennya
dikit gitu. Jadi nanti lama-lama ngerti
itu pasnya berapa ya gitu. Saya enggak
bisa memberikan rumus. Enggak tahu
mungkin Mas Tomi nanti bisa ya. Tapi
kalau dari saya, saya belum catati itu.
Jadi belum belum tahu persis gitu berapa
sih waktunya yang paling pas pada
kondisi suhu segitu pakai oven. Kalau
mau lebih cepat pakai rotari sebetulnya
rotary dryer itu lebih cepat itu ya yang
diputar-putar kemudian dialiri udara
panas gitu
dalamnya
gitu Pak Sofyan. Mudah-mudahan menjawab.
Baik, itu tadi ya untuk jawaban untuk
pertanyaan Bapak.
Di sini ada lagi pertanyaan
yang live pertanyaan dari BSU Mandiri.
Baik, untuk ee Bapak silakan kami
persilakan untuk onm
I.
Terima kasih Bu moderator.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Izin, Pak Agus. Mau nanya ee untuk
masalah magot katanya untuk pakan hewan
itu tidak cocok ya karena terlalu banyak
protein. Cocoknya katanya hanya untuk
cemilan saja gitu katanya. Tidak untuk
pakan e utama katanya. Begitu yang
begitu yang saya dengar. Ee itu yang
pertama. Yang kedua
katanya untuk sampah dapur itu tidak
cocok juga katanya untuk apa BSF
bagusnya untuk sampah-sampah seperti
restoran, hotel begitu. Mungkin itu aja
pertanyaan dari saya. Terima kasih Bapak
Agus.
Ya, makasih Pak.
Ee betul
itu untuk suplemen pakan
ya, bukan makanan utama. Karena
proteinnya kan sampai 40-an itu
separuhnya itu ya lebih. Jadi maget
kalau dalam bentuk kering ya itu untuk
cemilan pakan utamanya kan yang
dibutuhkan oleh apapun itu ikan atau apa
kan karbohidrat tetap
ya kan kalau kebanyakan protein kan dia
jadi punya masalah juga gitu jadi betul
itu untuk suplemen untuk tambahan gitu
ya untuk tambahan atau kalau di
pakan-pakan yang sudah dibentuk oleh
pabrikan itu ya untuk untuk tambahan di
situ dari pakanan makanan pokok pokoknya
gitu. Jadi betul Pak bukan bukan makanan
utama, bukan ganti makanan utama ya,
tapi untuk suplemen
agar apa gizi atau proteinnya bisa lebih
tercukupi.
Itu kemudian yang kedua, sampah dapur
bisa enggak ya? Nah, ini sampah dapurnya
apa nih? Kalau sampah dapurnya mirip
dengan sampah restoran
gitu kan. Sampah dapur masing-masing
orang bisa beda-beda gitu ya. Kalau yang
suka masak, masak apa? Masak yang
proteinnya tinggi.
Nah, masak daging, telur, ayam, dan
sebagainya. Kemudian ada sisa, ada
sisa-sisanya itu yang sudah mau mau basi
dicampur dengan sisa nasi, dicampur
dengan sayuran itu ya senang banget
magotnya. Dia akan bagus gitu ya. Tetapi
kalau dapurnya seperti dapur saya juga
itu kenapa magotnya jadi enggak suka
gitu ya. Karena isinya kebanyakan
sayuran serat isinya serat gitu ya. Jadi
enggak bagus magotnya. Magotnya satu
enggak suka. Kalau dipaksa dimasukkan ke
situ itu lambat
dia tumbuhnya lambat gitu enggak
gede-gede gitu kayak stunting gitu ya.
Jadi betul Pak ee Pak Rudi ya. Ee jadi
betul tadi Pak siapa tadi lupa saya dari
bank sampah ngih. Oke, jadi betul. Jadi
ee kalau sampai restoran pasti lebih
suka karena proteinnya lebih tinggi,
gizinya lebih berimbang, lebih banyak
ya. Ada buah di situ, sisa buah, sisa
nasi, sisa lauk, sisa macam-macam itu.
Heeh. Jadi ee kalau saya prinsipnya
begini, Pak. Ee kita niatnya ngapain sih
untuk sampah rumah tangga? Sampah rumah
tangga kita niatnya adalah apa namanya?
ee mengkonversi sampah rumah tangga
sebanyak-banyaknya dengan cara yang
lebih efisien.
Kalau saya, kalau cara pandang saya itu
begitu. Niatnya apa? Ngerampung sampah,
sampah rumah tangga. Oke. Kalau
ngerampung sampah rumah tangga, magot
adalah bonus. Kalau ada magotnya
alhamdulillah kita dapat magot. Kalau
enggak ada, ya sudah rampung masalahnya.
Tapi kalau mau niatnya mau budidaya
magot, pakannya harus diperhatikan.
Kalau pakannya harus diperhatikan,
ya sisihkan kepentingan untuk pengolahan
sampah. Pengolahan sampah ini jadi
bonus.
Yang utama adalah memperhatikan pakan
agar magotnya nanti masuk spesifikasi
untuk komersil
untuk diperdagangkan.
masuk spesifikasi produk yang
diinginkan. Jadi orientasinya adalah
produksi magot.
Ngolah sampah jadi bonus
begitu, Pak. Jadi, jadi mungkin harus
dibedakan kita niat awalnya mau ngapain
ini gitu. Niat awalnya mau ngolah sampah
rumah tangga. Ya sudah niatkan itu untuk
ngolah sampah rumah tangga sampai
rampung. Dapat magot. Alhamdulillah.
tuh syukur kita dapat bonus dari situ.
Kalau magotnya enggak mau datang,
ya sudah gimana. Magotnya enggak mau
datang, kita paksa untuk datang, kita
tambahi dan sebagainya.
Hati-hati nanti niatnya jadi mau
produksi magot apa mau ngerampung
ngeremuk sampah. Jangan-jangan nanti
terus lupa. Kita enggak jadi lupa untuk
jan ini awal produk ee jat awal untuk
mengolah sampah, ngerampungkan sampah.
Jadi geser mau produksi magot. Karena
saya lihat di beberapa komunitas kayak
gitu, Pak. Geser gitu ya. Wah ini
magotnya enggak jadi ini. Wah magotnya
jelek dan seterusnya harus ditambah
dedak, harus tambah ini, tambah ini.
Lali sampah yang ini enggak boleh,
sampah yang ini enggak boleh. Ini ganggu
nanti produksi magata
awalnya mau ngerampung sampah terus lupa
sampahnya disingkir-singkirkan yang
tidak sesuai dengan kebutuhan mak.
begitu. Jadi hati-hati aja dengan apa
namanya konsisten dengan niatannya itu
kayak apa gitu sih menurut saya nggih.
Baik, itu tadi ya untuk jawaban
untuk BSU Mandiri ya. Baik, ini terakhir
kami akan memberikan satu lagi live
pertanyaan kepada Bapak Rudi.
Dipersilakan untuk onm.
Mohon maaf Pak Rudi masih belum on mic
ya.
Oh, Pak Rudi enggak bisa anu ya? Enggak
bisa
sekarang sudah bisa.
Iya, sekarang ya.
Selamat pagi ya. Terima kasih moderator.
Selamat pagi Pak Agus. Ee salam kenal
dari saya Rudi Agung Nugroho.
Ada pertanyaan dan harapan ini ya. Ee
begini. Jadi saya sudah e mengembangkan
magot dan salah satu produk turunan di
samping ee protein dari magot itu saya
ada biodiesel begitu.
Nah, kebetulan kalau substrat kami itu
menggunakan bungkil kelapa sawit dan
juga tandan kosong begitu
ngih. Nah, ini sebenarnya pertanyaan dan
harapannya. Apakah ini kebetulan ketemu
sekali dengan Pak Agus ini? Senang
sekali saya. Harapannya dan
pertanyaannya apakah bisa kami bekerja
sama dengan Pak Agus di teknik kimia
untuk pengujian biodiesel hasil dari
budidaya magot kami? Itu saja, Pak Agus.
Terima kasih.
Oh, nggih. E prinsipnya itu bisa nanti
saya koneksikan dengan teman saya yang
penelitian tentang minyak biodiesel,
Pak.
Nah, jadi bisa diujikan nanti
spesifiknya apa saja gitu. Jadi saya
jadi nanti jadi penyalur sampelnya Pak
Rudi aja ya.
Karena ini sudah jadi biodiesel kan,
Pak?
Sudah jadi biodiesel.
e saya malah enggak begitu mudeng dengan
biodiesel itu. Speknya kudu harus apa
saja ya yang agar memenuhi standar gitu
ya, agar memenuhi baku mutunya itu
seperti apa. Teman saya yang
penelitiannya tentang minyak-minyak itu
yang lebih paham nanti saya teruskan
gitu Pak Rudi. Oke. Oke.
Baik. Ee terima kasih ya untuk Bapak
Rudi pertanyaannya dan terima kasih
kepada Bapak Agus. Selanjutnya kami akan
melanjutkan pertanyaan dari slide. Ada
pertanyaan dari Bapak atau Ibu Fajarrin.
Pertanyaan pertama, apa ada teori atau
hasil penelitian terkait mikroplastik
dalam pengolahan sampah dengan mesin
pemilah sampah? Sampah organik dipisah.
Namun, ada kekhawatiran plastik layer
atau daun itu tercapi dan tercampur di
sampah organik. Apa ada kemungkinan
magot memakan sampah organik sekalian
cacahan kecil plastik atau mikroplastik?
Kemudian pertanyaan kedua, mana yang
lebih efektif dalam pengelolaan sampah
organik? Apa cacing atau m? Baik,
silakan Bapak.
Iya, makasih Mbak Nuga.
Mbak Ungha nih Mas Fajri ini, Mas apa
Mbak nih ya? Apa ada teori atau hasil
penelitian terkait mikroplastik dalam
pengelolaan sampah? Hm. Ee saya
kebetulan tidak melakukan penelitian
tentang itu ya, tidak melakukan
penelitian intensif ya tentang
mikroplastik. Kalau teorinya banyak Mbak
teori. Jadi plastik itu kan di alam
walaupun dia lamban sekali untuk terurai
dia akan mengalami peruraian secara
fisis. Ingat ya peruraiannya secara
fisis dulu. Jadi itu mripil plastiknya.
mripil, mripil, mripil, mripil jadi
kecil banget. Itu yang kita sebut
sebagai mikroplastik itu. Kalau sudah
jadi mikrol plastik itu mata kita enggak
melihat itu harus dilihat di bawah
mikroskop baru ketahuan. Jadi
mikroplastik itu.
Jadi itu adalah elemen terkecil yang
bisa kita lihat lewat mikroskop.
Elemen plastik yang bisa kita lihat
lewat mikroskop. sifatnya masih seperti
plastik,
tidak berbeda dengan plastik induknya.
Jadi, sifatnya masih seperti plastik,
hanya sekarang kecil banget gitu. Itu
peruraian fisis, bukan peruraian
kimiawi. Kalau peruraian kimiawi kan
misalnya pakai pirolisis ya, kemudian
jadi minyak plastik. Nah, itu plastiknya
sudah berubah sifat itu jadi minyak.
Tapi kalau mikroplastik masih plastik
gitu dan banyak penelitian yang melaku
yang dilakukan tentang itu. Degradasi
dari plastik menjadi mikroplastik bisa
karena cuaca ya, karena kondisi
lingkungan di membuat plastiknya itu
makin getas kemudian rapuh kemudian
meripil dan seterusnya. Bisa karena ada
bantuan kimiawi. Jadi di sekitar
lingkungan itu juga ada kimiawi dan
sebagainya. bisa karena mikroorganisme.
Mikroorganisme kan mengeluarkan
senyawa-senyawa tertentu enzim yang
sebagian itu mungkin bisa memutus
rantai-rantai di plastik sehingga jadi
mikroplastik.
Nah, kalau sudah jadi mikroplastik
ya, kalau sudah jadi mikroplastik itu
hewan-hewan seperti larva BSF, cacing
itu sudah dia juga sudah susah
membedakan
dengan partikel-partikel makanan. yang
ada di sekitarnya. Artinya ada potensi
dia tidak sengaja memakan itu juga
kemudian masuk ke tubuhnya gitu ya.
Kalau dalam satu partikel protein ee apa
namanya? pati misalnya ya, pati.
Kemudian di situ ada bintil-bintil
mikroplastik di patinya itu dimakan oleh
larva. Mikroplastiknya juga kemakan
masuk ke badannya si larva itu. Itu yang
bikin susah mikroplastik itu. Itu
sebetulnya ya. Karena kita tidak bisa
menghindar kita sendiri makan
mikroplastik ini sadar atau enggak
sadar. Orang-orang modern kayak kita itu
kalau dianalisis ee selulernya itu
mungkin di darahnya itu sudah ada loh
mikroplastiknya.
Karena rantai makanan yang berlangsung
itu membuat kita mau enggak mau yo
adanya adanya yang sudah ada
mikroplastiknya enggak bisa steril dari
itu semua ya masuk bisa masuk entah dari
kemasan, dari mana, dari mana
macam-macamlah gitu. Kemudian pertanyaan
berikutnya, ada kekhawatiran
plastik yang daun yang tercabik
tercampur di sampah organik itu apakah
bisa nanti jadi mikroplastik kemudian
termakan? Kalau tercabik itu masih
plastik.
kita bisa secara kasat mata lihat ya itu
plastik itu masih ada kemungkinan si
larva bisa tahu, "Oh, ini plastik bukan
makanan saya gitu. Saya akan menghindari
makan itu yang dimakan yang lain." Itu
kalau ter kalau tercabik oleh mesin.
Karena tercabik mesin itu ukurannya
masih makro,
belum mikro itu ya.
Ukuran mikro itu biasanya kalau sudah
tertimbun lama bercampur-campur dengan
sampah organik di situ kena air, kena
cuaca, kena macam-macam gitu ya.
Kemudian menjadi mripil kecil-kecil
sekali campur aduk dari situ. Diayak
sudah tidak bisa lagi terpisah.
Ya dengan pemisahan-pemisahan biasa itu
tidak bisa lagi memisahkan. Itu sudah
mikroplastik
gitu. Jadi kalau sampah organik, apakah
ada kemungkinan magot makan sampah
organik sekalian dengan cacaan kecil
plastik? Nah, kalau cacahan kecil
plastiknya itu masih bisa terbedakan
dari sampah organiknya
itu
apa? Magot masih punya kemampuan untuk
membedakan itu dia tidak makan.
Tapi kalau sudah jadi mikroplastik
beneran,
seringki mikroorganis makroorganisme
kayak gitu susah membedakan. Jadi ikut
kemakan apalagi kalau bercampur dengan
senyawa organik makanan dia.
Mana yang lebih efektif dalam mengelola
sampah organik? Apa cacing atau magot?
Saya belum pernah fermicomposting.
Penelitian verm composting saya belum
punya TRK gitu ya. Ee tapi setahu saya
dua-duanya itu punya plus minus ya. Plus
minusnya apa? Kalau magot tadi yang yang
tadi sudah saya uraikan seperti itu.
Nanti untuk yang cacing mungkin besok ya
akan diuraikan seperti apa nanti
ditimbang-timbang saja Mbak gitu. untuk
sampah kondisi sampah seperti saya yang
kayak seperti milik saya yang kayak gini
dengan tujuan akhir saya itu adalah
memproduk e apa namanya menyelesaikan
masalah sampah dengan bonus. Kalau
cacing seperti ini, kalau magot seperti
ini, kerepotannya seperti ini,
keuntungannya seperti ini, lebih
cocoknya yang mana?
Saya hanya bisa menjawab normatif
seperti itu. Nah, kalau yang mana lebih
efektif, cacing atau magot? Sejauh yang
saya tahu, magot lebih efektif untuk
sampah-sampah yang tadi saya sebutkan
gitu. Kalau cacing karena saya belum itu
saya belum bisa jawab ya, belum banyak
mendalami gitu saya belum bisa jawab
gitu.
Baik tadi ya untuk jawaban pertanyaan
Bapak atau Ibu Fajrin.
Selanjutnya ada dari Bapak Agusoko.
Nomor satu. Bagaimana cara yang efektif
dalam budidaya makot supaya tidak
menimbulkan bau? Kemudian nomor dua, di
usia berapa magot paling bagus untuk
pakan? Dan yang ketiga, apakah kandungan
senyawa magot bisa berubah sesuai dengan
usia magot? Rasa apa saja kandungan
senyawa berdasarkan usia?
Baik, Bapak silakan.
Oke.
Cara yang efektif dalam budidaya magot
supaya tidak menimbulkan bau ini mirip
pertanyaan yang dari
Pak Musrofin tadi ya. Heeh. Pertanya Pak
Musrofin tadi. Jadi sudah kejawab
sebetulnya ya. Ya tadi jangan jangan apa
diredam dengan dicampur dedak dan
sebagainya semprot dengan ekoenzim itu
bisa mengurangi kayak gitu. Di usia
berapa magot paling bagus untuk pakan?
Ya di usia sekitar menjelang prepupa.
Menjelang ya. Menjelang prepupa. Jadi
mulai pagotnya itu sudah mulai pindah
nyari tempat itu dipanen
gitu. Karena kalau setelah itu dia akan
menjadi lebih keras kulitnya. Kalau
sebelum itu dia belum optimum
apa bobotnya
gitu ya. Tapi seringki orang itu mencari
ee karena alasan-alasan tertentu mencari
yang sebelum jadi prepupa
ya karena mau di karena mau diambil
minyaknya. Kalau diambil minyaknya kan
kalau bisa dikompresi itu atau dipanasi
itu minyaknya keluar lebih mudah, lebih
banyak ya. bisa dengan dikompresi, bisa
dengan dipanasi pelan-pelan gitu ya. Ee
di dipanennya sebelum jadi prepupa.
Jadi tergantung tujuannya. Tapi kalau
untuk pakan paling gampang ya itu
memasuki awal mau jadi prepupa dipanen.
Dia sudah pindah sendiri gitu ya, pindah
tempat sendiri. Kemudian yang ketiga,
apakah kandungan senyawa magot bisa
berubah sesuai dengan usia? Pasal apa
saja kandungan magot senyawa berdasarkan
usia magot? data saya belum punya untuk
magot umur 5 hari misalnya ya,
kandungannya kayak apa, proteinnya
berapa, lemaknya berapa, nanti magot 10
hari kayak apa dan seterusnya saya belum
tahu ya. Saya saya enggak ada datanya.
Jadi kalau di ditanya data kandungan
magot berdasarkan usia magot,
terus terang itu enggak tahu di
penelitian-penelitian orang lain di
jurnal itu sudah ada apa belum. Saya
belum nyari tapi mungkin sudah ada. Cuma
kalau kandungan senyawanya apakah sama
kandungan senyawanya antara magot 1 hari
dengan magot 15 hari? Kandungannya
mestinya sama
kandungannya yang beda komposisinya
itu kandungannya sama. Karena apa?
Karena setiap sel dari makhluk hidup
dalam hal ini sel magot itu kita sudah
tahu komposisinya mesti seperti ini di
sel itu. Dan senyawa-senyawa yang ada
macam-macam tadi itu kan di level
seluler semuanya ada.
Dan magot butuh senyawa itu untuk
tubuhnya sendiri
ya agar dia bisa berkembang. Jadi di
setiap selnya pasti ada tuh senyawa itu
semuanya. Cuma jumlahnya mungkin ada
yang banyak, ada yang sedikit. Jadi
komposisinya beda-beda gitu
komposisinya.
Jadi dibedakan ya kalau kandungannya ya
dugaan saya itu akan sama. Kemungkinan
besar sama kandungannya yang beda
komposisinya saja mungkin. Ada yang
lisinya lebih banyak, ada yang
glitingnya lebih banyak, ada yang
glutamatnya lebih banyak atau lebih
sedikit kayak gitu
gitu. Itu Mbak Nuha ya.
Baik, terima kasih Bapak untuk
jawabannya.
Pertanyaan Bapak ke sini menjadi
pertanyaan terakhir ya di sesi ini.
Bagi Bapak Ibu peserta training yang
mungkin pertanyaannya belum dijawab,
mungkin bisa di lain waktu atau jika
nanti pertanyaannya bisa ditanyakan ee
ke Bapak Tomi di sesi kedua, silakan
untuk ditanyakan.
Baik Bapak Ibu, kita sudah sampai di
penghujung sesi pertama training online
hari ini. Terima kasih atas partisipasi
aktifnya sejak pagi hingga siang ini.
Sesi kedua akan dilanjutkan pukul .00
hingga pukul ee
sore nanti. Kami harap Bapak Ibu dapat
kembali bergabung tepat waktu agar tidak
tertinggal ee materi pengablikasian
nanti dengan Bapak Toni. Untuk sementara
kita break dulu. Silakan memanfaatkan
waktu istirahat untuk makan siang
beristirahat atau melakukan aktivitas
lain. Terima kasih dan mohon maaf jika
selama memandu acara terdapat salah kata
dan perbuatan. Saya ucapkan terima kasih
banyak untuk pemateri kita pada sesi
hari ini yaitu Bapak ee Agus Maset. Ya,
terima kasih Bapak ee sampai berjumpa
lagi ee nanti.
Terima kasih sudah menjawab
pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu
peserta training online. Ee juga terima
kasih untuk ee panitia dan para peserta
sampai sesi sampai jumpa di sesi kedua
nanti. Selamat beristirahat. Ee saya
mohon undur diri. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah. Makasih
semua Mbak Nuh, teman-teman semua, Bapak
Ibu semua perta.
Terima kasih, Pak.
Sama-sama. M.