Transcript
lUXlDaRIy8w • INOVASI BIOKONVERSI SAMPAH SESI 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0130_lUXlDaRIy8w.txt
Kind: captions Language: id dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Pertama-tama izinkan saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Bapak, Ibu peserta yang telah meluangkan waktunya untuk bergabung dalam training online hari ini, Sabtu, 20 September 2020. Perkenalkan saya Hasania Maulidah MUI MC sekaligus moderator yang akan menemani dan memandu jalannya acara training online hari ini yang berjalan dua sesi. Kita akan bersama-sama mengikuti sesi pertama mulai pukul 09.00 hingga pukul 11.00 nanti dan dilanjutkan kembali di sesi kedua pada pukul 13.00 hingga 15. online kita hari ini mengusung topik inovasi biokonversi sampah dengan makroorganisme dan pagi ini akan membahas teori pemanfaatan caci ulat dan insekta dalam biokonversi sampah yang akan disampaikan oleh pemateri kita yaitu Bapak Ir. Faul ST, MT, PhD yang merupakan dosen Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Saya ucapkan selamat datang dan salam hormat kepada Bapak Ir. Fajri Mulia Iresa, ST, MT, PhD selaku pemateri kita hari ini. Tidak lupa salam hormat kepada Bapak Dr. Ir. Putra, SDN selaku founder dari PTIK Daur Uyan Project B Indonesia sekaligus sekretaris Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Dan juga tidak lupa kepada Bapak Ibu peserta training online pada hari yang berbahagia ini. Sebelum masuk ke materi training online kita, saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di link yang telah kami kirimkan di kolom chat Zoom. Kemudian dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu untuk menonaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung. supaya kita dapat mendengarkan materi yang disampaikan dengan baik. Baik, selanjutnya sebelum kita masuk ke acara inti yaitu penyampaian materi akan ada sambutan dari Bapak Dr. Ir. Hijrat Purnuma Putra, S. MP selaku Funder dari PIK Dar ulama Project di Indonesia sekaligus sekretaris jurusan teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia. Baik, kepada Bapak Hijrah waktu dan tempat kami persilakan. Baik, terima kasih Mbak Nuha. Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas ya. Ee tentunya pada pagi hari ini dalam kita dalam kondisi yang sehat walafiat. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee pertama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala, Tuhan yang maha esa. Salah. salah satunya kita masih diberikan semangat untuk terus belajar bersama dengan topik-topik ee pengolahan sampah. Hari ini giliran teori dan aplikasi ee apa ee pemanfaatan ya cacing, ulat, insekta dalam pengolahan sama. Yang kami hormati Bapak ee narasumber Pak Fajri Mulia Iresa, PhD. Kemudian Pak Hendrikus yang mungkin juga sudah bergabung pada pagi hari ini, serta Bapak Ibu para peserta yang ee senantiasa ee setia dalam kita belajar bersama. ee periode kali ini agak berbeda karena biasanya 2 mingguan ini. Minggu kemarin kita sudah ketemu, minggu ini ee juga ketemu. Biar ee maksud dari panitia mungkin biar tidak terlalu lama terus kemudian ilmunya masih ingat yang minggu yang lalu atau yang baru minggu ini bergabung jangan khawatir karena rekaman acara minggu kemarin masih ada di channel YouTube-nya Project B Indonesia. dan teman-teman panitia tentunya yang sangat bersemangat untuk menyelenggarakan berbagai macam event yang dilakukan oleh Project di Indonesia maupun dari jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Ee Bapak Ibu terkait dengan materi hari ini sebenarnya ini adalah materi sambungan dari ee pertemuan sebelumnya yang ee tentunya sangat ee menarik untuk kita kupas lagi gitu ya. Ee tidak hanya BSF, ternyata ada potensi yang cukup besar yang bisa dilakukan oleh cacing ya. Walaupun cacing ini sebenarnya ee ee sudah cukup lama yang dikembangkan tapi belum terlalu ee populer dibandingkan dengan BSF di minggu yang lalu gitu. ternyata kemungkinan ee kemudian ada ulat juga ya, kemudian ada insekta-insekta yang lain. Nah, ini sengaja kami hadirkan dan alhamdulillah ee beliau berdua kami sangat senang menyempatkan waktu di sela-sela aktivitas mungkin istirahat bersama keluarga tapi berkenan untuk berbagi ee bersama kita gitu. keduanya punya pengalaman yang ee kami boleh bilang cukup eksport ya di bidang ee tema ini. Tidak hanya dari segi teoritis tetapi juga dari segi aplikasi gitu ya. Ee salah satunya Pak Fajri di materi yang pertama beliau ee kalau Bapak Ibu tadi menyimak video ee profilnya jurusan Teknik Lingkungan beliau muncul sebenarnya di dalam video tersebut ya. Beliau adalah manajer laboratorium. Jadi sebelum Bapak Ibu mungkin punya waktu ke Jogja untuk melihat ee laboratorium laboratorium di teknik lingkungan, nah kita hadirkan dulu Pak Fajri yang ee berkecimpung setiap hari ee mengurusi berbagai macam pengujian parameter di laboratorium baik udara, air, limbah, dan juga sampah ya. Dan menariknya Pak Fajri sebenarnya tidak hanya ekspert di teorinya saja, tapi beliau sudah mencoba nih Bapak Ibu ada berbagai macam ee makroorganisme kemudian dicoba dengan ee ee sterofor, masker. nanti beliau akan cerita nih bagaimana efektivitas itu dan mudah-mudahan membawa hal yang ee baru mungkin bagi kita atau Bapak Ibu menguatkan yang sudah Bapak Ibu lakukan di lokasi masing-masing. Kemudian materi kita yang kedua, Pak Henri yang juga eh sangat aplikatif ya walaupun bidang keilmuannya ee bukan teknik lingkungan gitu ya, tapi aktivitas pemberdayaan masyarakat yang beliau lakukan ee secara langsung di masyarakat em mungkin nanti akan siang nanti akan menghadirkan suasana yang ee bagaimana pendekatan kepada masyarakat, apa yang dilakukan dengan metode vermicomposting yang beliau lakukan mudah-mudahan bisa membawa semangat baru dalam ee pengolahan sampah di lokasi kita masing-masing. Ya, jadi saya juga sangat semangat pengin dengarin ya ee belajar bersama dari kedua narasumber. Terima kasih Pak Fajri, Pak Henri yang telah berken hadir. Agar tidak berlama-lama supaya kita langsung belajar Bapak Ibu karena ini juga sudah 9 ee 18 mudah-mudahan 9.20 sudah nanti kita mulai dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim. training online teori dan aplikasi pemanfaatan cacing vermicomposting ulat insekta dalam ee pengolahan sampah pada Sabtu 20 September 2025 resmi kita buka. Mudah-mudahan membawa manfaat bagi kita bersama. Tidak hanya panitia, saya tapi juga kepada Bapak Ibu semuanya. Sekali lagi terima kasih kepada kedua narasumber yang telah berkenan untuk berbagi pada ee kesempatan pagi dan siang hari nanti. Ee terima kasih Bapak Ibu dan mohon maaf jika ada dalam penyelenggaraan ada hal-hal yang belum ee baik, belum sempurna, mohon kami dapat diinfokan terus lewat kuesioner yang nanti akan dibagikan oleh ee panitia. Wabillahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih untuk Bapak Hijrah yang telah memberikan sambutannya dan sekaligus membuka acara training online pada pagi hari ini. Bapak, Ibu peserta training online sekalian, kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Jika semesal selama acara training online berlangsung, ada dari Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom, tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti training online ini melalui YouTube channel kami di Project di Indonesia. Selanjutnya, seperti biasa nih kami hari ini juga menyiapkan berbagai macam doorpal untuk Bapak, Ibu peserta training online yang beruntung. WordPress ini diberikan kepada tiga penanya terbaik dan dua story Instagram terunik selama training online ini berlangsung. Untuk untuk pemenang tiga pertanyaan terbaik akan kami umumkan di akhir acara training online nanti. Sedangkan untuk pemenang dua story Instagram terik akan kami hubungi melalui DM Instagram. Nah, jadi bagi Bapak Ibu yang ingin bertanya selama training online ini berlangsung dapat memberikan pertanyaannya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih tiga penanya terbaik untuk memenangkan price spesial dari kami. Lalu untuk story Instagram, Bapak, Ibu dapat membuat story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @ojectbyindonesia. Tanpa berlama-lama lagi, kita akan langsung lanjut ke acara inti kita, yaitu penyampaian materi. Namun sebelum itu, mari kita lihat terlebih dahulu CV dari pemateri kita berikut ini. Hari [Musik] Baik, itu tadi sekilas mengenai pemateri kita hari ini. Selanjutnya mungkin jika Bapak Ir. Dr. Fajri Iresa, SD, MT, PhD sudah siap, mungkin bisa langsung saja untuk penyampaian materinya ya. Ini waktunya kurang lebih sampai pukul 10.30. Baik, tanpa berlama-lama lagi untuk Bapak Fajri, waktu dan tempat kami persilakan. Baik, terima kasih. Ee bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Eh, yang saya hormati Pak Dr. Hijrah Purnamaputra selaku founder dari Buktik Daur ulang Project B Indonesia dan juga tadi saya melihat ada Pak Yeb juga ya ee yang hadir di sini dan juga yang ee kepada para panitia ya yang juga saya hormati Pak Henrikus juga yang nanti akan jadi pembicara selanjutnya ya. ee mudah-mudahan saya bisa menyimak juga ya ee karena menarik sekali ee apa eh aplikasi ya dari Fermi Compoming. Ee saya juga izinkan saya memberikan ee apresiasi ya kepada projek di Indonesia yang sudah menyelenggarakan sangat konsisten dan malah ini semakin sering ya salut sekali. ee mudah-mudahan ini bisa menjadi ee amal jariah dan juga ee ilmu yang bermanfaat bagi semuanya ya. Ee untuk pertemuan kali ini yang sesi SAT ini saya akan banyak ya ee menjelaskan tentang teori dari pemanfaatan fermicomposting ulat dan insekta ya dalam pengelolaan sampah. Namun kalau dilihat dari materi minggu lalu kan hanya berbicara satu spesies ya BSF ya yang juga sangat menarik ee yang Bapak Ibu sekalian yang di sini yang belum menyimak juga bisa menyimak lewat YouTube channel-nya ee Project B Indonesia ee Pak Agus sama Pak Tomi ya kalau enggak salah ee sudah saya simak juga menarik ya ee tapi yang hari ini ada banyak ya spesies-nya jadi mungkin nanti hanya sekilas-sekilas gitu ya, tapi mudah-mudahan itu menjadi inspirasi atau menambah wawasan ataupun sharing bahkan ee karena bisa jadi Bapak Ibu sekalian juga ee lebih banyak mendalami di ee beberapa hal gitu. Jadi kita bisa saling sharing ya. Ee izinkan saya untuk share screen. Oke. Em izinkan saya juga ee menyapa para hadirin di sini ya, audiens ee luar biasa di tengah ya ini liburan ya. Tadi Pak Hijrah sudah sampaikan bahwa ee di hari Sabtu pagi lagi ya, apalagi saya melihat ada beberapa yang juga dari mahasiswa gitu, itu sangat berat ya pagi-pagi sudah me ini makanya saya teorinya enggak terlalu berat. Saya nanti ee lebih ke teori-teori ringan dan ee apa ya layer-layer atasnya aja gitu ya. karena ee supaya menambah wawasan dan lebih ke nanti membuka ya cakrawala kita bahwa Indonesia begitu besarnya potensi ya potensi dari Indonesia. Kemarin Pak Menteri Pertanian baru bilang ternyata potensi dari ee salah satu ee komoditas di Sumatera Barat ya Gambir kalau enggak salah ya pohon Gambir itu bisa sampai ribuan triliun gitu ya. itu hanya dari gambir ya. Ee kalau sekarang kita berbicara potensi dari ee ini ya cacing, ulat, insekta ya sebenarnya cacing itu di luar insekta. Lalu ulat itu sebenarnya bagian dari insekta tapi ada ulat tertentu yang kami fokuskan ya saya fokuskan ee tim penelitian kami. Ee lalu ada berbagai insekta lainnya ya dalam upaya melakukan biokonversi sampah ya. tadi sudah di ee jelaskan juga apa sudah dikenalkan juga. Saya dari jurusan Teknik Lingkungan, saya juga founder dari Zero West Indonesia. Ee dan mari kita simak ya ee beberapa hal yang akan saya paparkan di sini. Oke, sebelumnya lagi saya pengin tahu nih dari mana aja tadi Serang hadir ya. Coba Bapak Ibu di kolom chat bisa di ee sampaikan. Oh, ada yang sudah malah sudah bertanya ya. Tapi nanti ya pertanyaan akan saya jawab di belakangannya atau nanti kalau ada yang benar-benar urgen kita jawab. Kalau ini nanti mungkin di setelah saya menjelaskan dulu ya. Dari mana aja ini Pak Agus ya? Ada Pak Agus dari Serang, ada Padang. Wah, baru aja saya bilang tadi ya, Pak. Pak Mentan baru dari Unan ya ee berbicara di situ ngomongin gambir ya luar biasa potensinya. Jakarta hadir ya. Dari Jakarta hadir. Dari mana lagi ini Bapak Ibu sekalian? Palembang luar biasa ya. Palu ya, Sulawesi Tengah hadir juga di sini ya. Oke. Ee mungkin sambil ngopi-ngopi, sambil sarapan Bapak, Ibu sekalian bisa menyimak ya ee materi hari ini dan juga bisa sambil di ee apa disebarkan ke grup-grupnya, grup-grup WA supaya mungkin ada yang mau bergabung juga ya. Outline pembahasan kita ada lima hal ya. ee yaitu pendahuluan adalah bagaimana peran ins dalam biokonversi ya kemarin sudah dijelaskan oleh Pak Agus e arti biokonversi jadi saya tidak mengulang lagi cuma saya mungkin kalau BSF itu lebih fokusnya ke biokonversi sampah organik ya ee pembahasan hari ini mungkin akan lebih melebar tidak hanya sampah organik ya yang namanya sampah ada berbagai macam anorganik juga ada dan anorganik juga dibagi menjadi ee beberapa macam juga gitu ya. Jadi ee kita akan bahas itu ya perannya ee dan apa yang melatar belakangi dan menginspirasi saya bisa melakukan riset tentang ini ya. Karena enggak banyak ee yang mau berkecimpung di sini apalagi ulat-ulatan, cacing-cacingan itu agak-agak konotasinya menjijikan ya. Tapi ya ada satu hal besar yang menginspirasi saya itu juga akan saya paparkan di pendahuluan. Lalu ada potensi cacing dalam vermicomposting. Nah, ini juga sebenarnya ilmu yang sudah lama tapi ee masih menarik ya, masih menarik untuk disimak dan juga untuk dipelajari karena masih banyak ruang untuk ee berkembang. Oke, Pak Syahmudin selamat pagi juga, Pak. Oke, yang ketiga adalah potensi ulat mealwm dan superwm dalam hal ini ya atau kalau dalam bahasa pasarnya itu ee ulat Hongkong dan ulat Jerman ya. Saya sering ee di ini nih di apa ditanya gitu, "Pak, jauh banget Pak ulat Hongkong gitu." Dari Hongkong ngambilnya enggak ya? Itu hanya nama pasar saja ya, bukan ulat Hongkong. itu ulatnya punya kewarganegaraan dari Hongkong ngambilnya enggak ya. Jadi ulat Hongkong itu tersedia melimpah di Indonesia ya secara alamiah baik itu maupun di ternak ya itu tersedia di Indonesia. Superwm biasanya disebut ulat Jerman sama itu ketika saya bilang saya neliti ulat Jerman. Jauh-jauh amat Pak ngambil ulat dari Jerman ya. Nah itu juga bukan ya. Nanti kita akan bahas. Lalu ada potensi insekta lainnya. Ada berapa jenis serangga di dunia ini? Ada banyak sekali. Berbicara masalah lalat aja yang kemarin ya, BSF, Black Shoulder Flyat aja sendiri itu punya 200-an spesies ya. Ada lalat buah, lalat hijau, lalat rumah, lalat apa segala macam ya. Ee itu ada segala macam jenis ya apalagi serangga secara umum. Ada banyak sekali ya serangga dan apalagi kita di Indonesia beriklim tropis ya ee dan punya keaneka ragaman hayati nomor dua di dunia setelah Brazil. ya. Jadi kita banyak sekali potensinya. Dan yang terakhir kita akan membahas tren ya ke depan bagaimana pengembangan dan penelitian ee di tema ee seperti ini. Oke, kita ke pendahuluan dulu. Ini inspirasi saya, Bapak, Ibu, bahwa saya merenung ya, berpikir habis S3 kan capek, pikiran banyak ee tekanan sana sini ya. Ee setelah itu saya pulang ke Indonesia saya merenung gitu, apa yang salah dari sampah persampahan, pengelolaan sampah di Indonesia gitu ya. Ee saya melihat inspirasi bahwa Indonesia itu punya banyak hutan hujan tropis ya, yang lebat ya. hutan hujan tropis kita sangat lebat. Kemudian menghasilkan sampah organik yang dalam jumlah besar. Ya, ada berapa pohon? Nanti akan saya bahas. Ada berapa pohon di hutan itu, ada berapa organisme yang ada di hutan itu. Tapi herannya ya, kok pohon-pohon tadi, hutan tadi itu tidak pernah terkubur atau menjadi TPA atau landfill ya dalam skala yang besar gitu. enggak pernah kita lihat ee tenggelam ya ee si hutan itu gara-gara ee apa namanya ee sampah yang menumpuk gitu. Kenapa gitu? Padahal kita bisa lihat bahwa Indonesia itu merupakan 10 negara dengan jumlah pohon terbanyak di dunia ya. Ee Indonesia masuk nomor 7 ya. Indonesia memiliki hampir 81 miliar pohon. Indonesia mempunyai ya bisa kita ulang lagi ya 81 miliar pohon ya yang mencakup hampir 46% luas daratan ee dan iklim hujan tropis menjadikan Indonesia memiliki tanah yang subur untuk ditumbuhi aneka pohon. Ya, bayangkan Bapak, Ibu sekalian, Mas, dan Mbak bahwa ee ada 81 miliar pohon setiap harinya menghasilkan sampah, dadaunan. Pohon apa? Pohon jati, pohon apa itu setiap hari tukang sapu enggak selesai-selesai tuh nyapuin ee dedaunan ya. Karena saking banyaknya Indonesia per orang per harinya kalau manusianya itu ditaksir sekitar 0 hanya 0,5. kgam sampah per orang per hari 12eng kilo ya per orang per harinya. Nah, namun seperti ini Bapak Ibu sekalian kita sebagai manusia yang di Indonesia itu hanya 280 juta dibanding dengan pohon yang 81 miliar ya itu baru pohon. Belum kita berbicara organisme, belum kita bicara tentang dedaunan, belum kita berbicara yang lain. Ya, itu hanya kita berbicara manusia ee apa ee pohonnya saja 81 miliar, tapi sampahnya dari 280 juta sudah menghasilkan berbagai macam bencana. Kotor, estetiknya ee buruk ya secara estetika, secara kesehatan ya. Bisa dilihat ilustrasinya di sini. banyak tumpukan sampah, sungai tercemar dan yang lain sebagainya. Hanya dari 280 juta yang punya akal pikiran ya, which is pohon tidak punya akal dan pikiran. Ee organisme, makhluk hidup ee hewan tidak punya ya. Kita dikasih berkah mempunyai akal dan pikiran. Begini kondisinya yang sebenarnya tidak perlu kata-kata tapi bisa dilihat kondisi nyata. bahwa kondisi persampahan di Indonesia ya masih seperti ini memprihatinkan. Sama di landfield juga di TPA masih banyak sampah-sampah yang menggunung. Dari situ Bapak Ibu sekalian saya ya tadi langsung mencari ee apa ya bacaan kemudian literatur ya kok bisa gitu ya. hutan yang tadi yang saya bilang enggak pernah gitu ya ee kita punya TPA di hutan gitu. Ada satu hal yang menarik di sini Bapak Ibu sekalian bahwa ternyata ada satu peran yang enggak yang mungkin kita sering abaikan ya, yang sering tidak pernah kita ee ini ya ee pedulikan ya, yaitu adalah semut. Ini aktor utama dari pengelolaan sampah di hutan ya. bahwasanya semut itu adalah garbage collectors of rain forest ya. Eh dia adalah organisme yang berperan penting dalam melakukan pengumpulan sampah ya di dalam hutan ya. Luar biasa ini kita bisa belajar dari semut bagaimana ee pengumpulan sampah yang baik, yang bagus. Kemudian nanti akan ada hewan-hewan pengolah lainnya, pengurai ya yang akan kita bahas satu-satu ya. Tapi awalnya dari sini inspirasi. They are transporting the species of that animal spirit and seeds to their nest. Ya, jadi dia eh transporting ya eh collecting transporting itu kan teknis operasional sampah ya. Ya, ternyata semut itu punya insting untuk melakukan itu. They have even learn how to use the things they find to make their own farms and food sources. Ya, luar biasa dari semut ya. dia bisa membuat ee pertanian dan juga sumber makanannya sendiri ya. Nah, ini jadi dominant eh waste management in eh tropical rainforest. Di agama saya sendiri Islam ya mungkin nanti ada Bapak Ibu yang dari beragama lain juga bisa dicari literaturnya. ee karena saya Islam, saya yang saya tahu adalah yang di Al-Qur'an ya. Serangga dalam Al-Qur'an itu mempunyai tempat yang istimewa sendiri ya. Ee ada berbagai macam pelajaran berharga dari makhluk-makhluk kecil ini ya. Jadi dalam kitab suci Al-Qur'an kalau Bapak Ibu yang muslim sekalian tahu bahwa ee ada tiga nama surat yang berasal dari serangga. Bayangkan surat hanya 114 surat ya. Kenapa enggak hewan mamalia ya, ikan paus atau apa misalkan singa ya yang lebih e galak ya ee atau pemberani ya menyiratkan hewan yang pemberani gitu. Kenapa serangga gitu 3 dari 114 ya artinya porsinya lumayan besar gitu ya. Jangan-jangan ini ada pertanda gitu ya. ada tanda-tanda bahwa diistimeawakannya jenis-jenis serangga ini ada pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita petik ya dari serangga ini. Ee salah satunya ada anhal lebah yang juga sudah banyak menjadi inspirasi banyak orang. madunya kita manfaatkan, sarang lebah bisa jadi karya arsitektural, dan mungkin ada banyak lain em apa banyak ee hal lain ya yang mungkin bisa masih bisa kita eksplorasi dari lebah ya, hal menarik dari lebah. Iya, Bu Ainul ya tadi Anahel, anamel dan Ankabut ya. Betul. Ee kemudian ada anamel ya, semut. Nah, tadi ya semut itu ee kalau dulu ee tafsirnya itu adalah ee kenapa semut itu istimewa? Karena gaya berkomunikasinya ya, gaya berkomunikasinya kemudian juga bagaimana mereka berkelompok ya. Ee itu yang jadi inspirasi manusia ee meneladani ee cara mereka berkomunikasi dan juga ee apa namanya berkelompok ya. Nah, jangan-jangan ada hal lain ya. Tadi salah satunya bahwa semut ternyata juga garbage collector terbaik di dunia ya. Nah, ini mungkin ada yang mau meneliti tentang semut ya itu bisa di masa yang akan datang akan sangat menarik ya. Kemudian alan kabut ya ee banyak sekali. Nah, ini yang kita belum explore lagi ya. Jangan-jangan dari laba-laba ini ada hal yang juga bisa di sektor persampahan bisa kita ee pelajari dan serangga-serangga lainnya. Karena ini mungkin ada pelajaran juga bahwa oh ini kan tiga dari 114 itu serangga. Oh jangan-jangan serangga itu memang makhluk yang ee salah satu yang istimewa gitu ya. Sehingga saya juga berpikir oh kalau gitu ayo kita coba eksplorasi lagi serangga-serangga lainnya. ee mungkin ini adalah tanda-tanda gitu ya, bahwa ee serangga itu punya potensi besar ya. Salah satunya adalah BSF, black shoulder fly. Siapa yang menyangka bahwa ee sekarang black shoulder fly itu bisa dipakai dalam apakah ada problem suara? Cek. Sudah ya? Sudah ada, Pak. Oke. Habis baterai ininya. Oke, lanjut lagi Bapak Ibu sekalian. Em sambil saya setting dulu. Oke, jadi itu ada banyak sekali ee inspirasi yang apa yang bisa didapat ya dari serangga sehingga itu yang membuat saya tertarik ya untuk mengeksplorasi lagi lebih dalam ee tentang serangga ya. Nah, kita mulai dari cacing dulu ya. dari cacing yang sangat dekat dengan serangga ya ee apa namanya ekosistemnya dan yang lain sebagainya itu dekat sekali dengan serangga, hewan-hewan serangga ya dan ber ee simbiosis ya. Yah, mudah-mudahan Bapak Ibu sudah makan, sudah sarapan ya. Kita akan melihat banyak foto-foto cacing di sini. Tapi kalau yang sudah kebal enggak apa-apa ya. Ya, anggap aja ini masa ee makanan masa depan ya. Kalau cacing enggak ya, tapi kalau ulat-ulat itu banyak potensi katanya bisa menjadi sumber protein di masa yang akan datang ya. Kemarin juga sudah di ee jelaskan juga ya oleh Pak Agus ya. Nah, ini cacing itu ada berbagai macam jenis ya ee secara umumnya ya. eh ada yang namanya epijake epijake ya types ya jenis epijake eh worm ya itu eh diwakili oleh eena fetida ya spesies-nya eh dia tipikal yang hidup di survei soil ya di permukaan tanah yang dia khususnya em itu mengurai ya tanaman-tanaman yang sudah mati ataupun ee eh bangkai hewan ini epigic eh itat warm. Terus ada endogic ya, endogjic eat warm ya. Tipikal ini ya, dia punya macam-macam nih jenis cacing ya. Jadi cacing tuh cacing tanah tuh nanti Pak Henrikus lah yang paling ahli ya. Eh hidup di underground dia agak lebih dalam ya. Kalau tadi epijek itu dia ee agak surveace ya permukaan. Kalau endock itu dia agak lebih underground, lebih ke bawah dan memakan eh soil ya. Jadi dia lebih ke yang tanah yang sudah ya ada apa ya nutrisinya gitu. Masih ada nutrisinya ya diekstrak nutrisinya dari ee residu-residu organik yang sudah terdegradasi. Jadi si Epijek yang mendegradasi di surface endojek ke bagian sisa-sisanya gitu ya. Anes anesic ya itu tipikal yang ee terkubur dalam ya dalam di tanah ya tetapi bisa datang ke ee permukaan pada saat malam hari untuk mencari ya fresh eh organic matter ya. Jadi materi organik ee yang paling kita sering ini dengar adalah yang lumbrikus ini ya, anesm itu. Kemudian ada perionic excavatus ya, yang merupakan ya dia ee ini ya lebih mix lagi ya. Nah, ini sebenarnya dalam sejarah cacing tanah itu sudah ada di zaman Aristoteles ya yang mendescribkan bahwa eh si cacing tanah itu intestinous of the earth ya. Kemudian ada Kleopatra mendeklarasikan bahwa cacing tanah itu ee juga ee berkorban ya dan memberikan ee hukum ya ee untuk melindungi cacing tanah ya. Zaman Kleopatra bayangkan sudah berpikir tentang cacing tanah ya untuk melindungi karena peran cacing tanah sangat vital ya. Kemudian Charles Darwin setelahnya ya beberapa abad setelahnya itu mendemonstrasikan bahwa ee cacing tanah itu dapat meningkatkan ya ee produktivitas tanah dan juga tanaman. Jadi dari dulu itu zaman dulu ee ini adalah ilmu yang termasuk tua ya sudah kuno ya, tapi tadi masih sangat terus banyak ruang untuk berkembang ya dari e warming ya atau cacing tanah ya. Nah, ini apa? Itu dari cacing tanah itu ada pemanfaatan yang disebut fermi composting ya. Jadi komposting tapi pakai cacing ya. Apa itu fermicomposting? Yaitu pemanfaatan cacing dan mikroorganisme untuk mengubah jaringan tanaman itu menjadi kompos cacing ya yang kaya akan nutrisi ya. kaya akan nutrisi. Jadi cacing itu bersimbiosis dengan mikroorganik. tidak cacing itu sendirian, tapi juga ber eh apa berhubungan mutual ya ee untuk menjadikan ee kompos yang kayak nutrisi. jaringan tanaman di dalam wadah cacing dikonsumsi oleh cacing ya, sehingga mereka menjadi konsumen dari si sampah-sampah yang bisa di yang diinputkan ke dalamnya. di mana kita ee bisa melakukan vermikompos. Ini banyak bisa dilakukan ya, baik itu di dalam ruang kelas, di kantor, di rumah, di mana pun sisa makanan atau bahan organik lainnya dihasilkan dan dikirim. digunakan untuk membantu mengatasi masalah limbah ya, limbah padat terutama sisa makanan yang bisa digunakan di tempat ee pembuangan ya ataupun di rumah ya di tong sampah dan yang lain sebagainya di dapur ya kebanyakan bahan organik yang dimakan cacing melewati saluran pencernaannya dan dikeluarkan sebagai kotoran. Kotorannya kita sebut casting atau di bahasa Inggrisnya castings ya. Eh, kalau kita casting kan casting bekas cacing maksudnya ya. Ee itu juga bahkan sisanya aja bisa jadi kompos lagi gitu. Jadi sangat bermanfaat ya isi cacingnya dan juga kotorannya. mikroorganisme yang ada di dalam tubuh cacing itu membantu mengurai bahan organik di tempat ee pembuangannya gitu ya. Nah, apa keuntungan dan juga ee keberatan dari cacing mengurangi biaya pembuangan sampah? Bapak, Ibu sekalian yang biasanya kalau bisa kalau bayar uang bulanan gitu untuk ee misalkan ee tukang sampah kalau kita bisa mengurangi ee sampah kita yang daur ulang bisa kebang sampah, yang ee apa organik bisa fermikompos itu bisa mengurangi ya em apa namanya ee biaya dari membuang sampah kita ya. Walaupun kalau di kita ya di Sleman di ini masih sama ya, masih flat ya, mau banyak mau sedikit tapi setidaknya kita mengurangi biaya yang setelahnya ya kan karena sampah kita diolah di UPS, di TPST ya di TPA itu bisa mengurangi biaya operasionalnya ya. Itu yang kesatu. Yang kedua, menghasilkan lebih sedikit bau ya. Menariknya di situ ya ee dia itu sedikit bau ya ee tidak seperti anaerobic digestion, biogas yang sangat berbau ya. Kemudian menarik sedikit lebih sedikit hama ya. Kalau yang ee metode lain mungkin akan mengundang banyak hama ya. Kalau cacing dia relatif sedikit hama. Yang ketiga, menghemat listrik dan air yang digunakan untuk pembuangan sampah di hemat ya karena ee harusnya itu ee dibuang ya ee sampah tadi ee bisa kita olah gitu ya. Yang keempat menghasilkan amendemen ee tanah ya. Tanah yang apa namanya? Tambahan zat tambahan bagi tanah ya. eh soil amendement eh secara gratis dan berkualitas tinggi sehingga dapat menyuburkan tanah-tanah yang kurang subur. Yang selanjutnya membutuhkan sedikit ruang karena fermikompos bisa ditaruh di reaktor, bisa vertikal ya, bisa horizontal. Ee kemudian tenaga kerja juga sedikit yang dibutuhkan karena ya sudah tinggal ee mengatur saja gitu ya. Jadi biarkan cacingnya ee bekerja. kita cuma mengatur saja dan perawatannya juga minim ya, reaktornya enggak yang reaktor yang gimana-gimana gitu ya. Nanti mungkin Pak Henrikus ya nanti akan memberikan gambaran dan menghasilkan cacing gratis untuk memancing ya. Ini yang penting untuk Bapak-bapak yang suka memancing ya itu bisa ee dapat gratisan cacing tanah untuk memancing ikan ya. Nah, itu beberapa keuntungan fermiomposting yang nanti Pak Henrikus akan lebih detail ya, karena ini waktunya terbatas. Ada beberapa ee organisme lain ya yang akan kita bahas ya. Tapi menarik tadi ya cacing faktanya ya, fakta cacing ya itu cacing itu punya 4.000 lebih spesies ya. Jadi ada banyak ya. Bahkan ada yang pernah menemukan cacing terbesar di dunia yaitu 22 kaki atau kalau dikonversi ke meter 6,7 m ya mungkin sama ular ya kalau kita bandingkan ular aja enggak nyampai segitu kali ya. Nah, di Afrika pernah ditemukan. Terus di Australia biasanya yang gede-gede ya ee itu juga pernah di ee temukan eh largest ya. Ini yang digambar ini belum. Ini baru paling 1 meteran lebih ya. Tapi ada lagi ya ee yang pernah menemukan 6,7 m. Ini yang menarik karena apa? Bapak Ibu sekalian saya pernah meneliti tentang vermikompos. kecepatan atau laju degradasinya memang masih lebih di bawah dari BSF ya. Tapi kalau kita bisa menemukan giant earthwm ya bukan tidak mungkin ya dengan menggunakan memanfaatkan cacing-cacing besar ini bisa lebih ee buas dan ganas ya dalam mengelola sampah organik. Nah, ini bisa jadi salah satu inspirasi yang terkecil itu 12/2 inci aja ya. Oke, kita beralih ke potensi ulat ya, Bapak, Ibu sekalian. Minggu lalu sudah disinggung oleh Pak Agus ya ee selaku narasumber pertama ee bahwasanya banyak sekali serangga atau ulat-ulat ya, warmwm ini ulat ini ya, jenis-jenis ulat em yang mempunyai potensi tinggi terhadap nutrisinya, proteinnya, fat, lemak, ash, fiber, kalsium, ya, fosforus dan tiamin itu ee menariknya itu punya potensi besar ya, meal worm, superwm ya itu kita bisa lihat proteinnya tinggi ya. Nah, waxwm ini menarik juga ya eh ulat lilin ya itu juga menarik yang bisa kita explore. Tapi di bagian ini di sesi ini saya hanya membahas dua meal worms sama super worms dulu. Mengapa dua spesies ini dispesialkan? Ya, karena ini sudah lumayan ada yang meneliti dan juga saya fokusnya juga meneliti di sini. Mari kita berkenalan ya dengan para ulat-ulat tadi ya yang dua tadi. Kedua serangga ini si ulat Hongkong atau mealwm ya. Kemudian ulat Jerman superwm ya. Kedua serangga ini sebenarnya bukan ulat ee yang biasa kita bayangkan ya. Ulat yang biasa kita bayangkan itu adalah ulat yang larvanya kupu-kupu. Ulat bulu ya yang biasanya ee sering ya kita temui ya. Melainkan si ulat ini yang dimaksud ulat ini adalah larva dari kumbang hitam. Kalau Bapak, Ibu sekalian pernah menemukan ya, di tanah di ini ada darkling beetle ya, kumbang hitam. Dua-duanya menjadi kumbang hitam ya. Dua-duanya si ulat Hongkong dan ulat Jerman ini jadi dua-duanya jadi ulat hitam ee apa? Kumbang hitam ya. Dengan nama ilmiah si ulat Hongkong itu adalah tenebriomolitor ya. Deskripsinya dia berukuran lebih kecil daripada ulat Jerman. Warnanya juga lebih kuning, keemasan yang seragam dan gerakannya itu enggak terlalu agresif ya. Ee kemudian dia ini cocok biasanya dipakai buat burung kecil, reptil kecil seperti leopard geko atau tokek ya, tokek dan juga ikan hias juga senang sama ulat Hongkong ini ya. Jadi biasanya tapi sama ini ee untuk yang memelihara burung ya banyak yang makai mealwm ini ya karena menambah nutrisi dan katanya itu kicauan burungnya jadi lebih bagus ya. Lalu ulat Jerman ya dengan nama ilmiahnya Zopo Basmorio ya deskripsinya ukurannya jauh lebih besar ya sama seperti orang aslinya ya ee orang Hongkong kan relatif ya ee kecil-kecil ya tapi orang Jerman kan rata-rata tinggi-tinggi. Kami di Teknik Lingkungan pernah punya mahasiswa ee dari Jerman ya ee reguler S1 itu tinggi gede badannya. Nah, mungkin itu disebutnya ulat Jerman karena dia ukurannya lebih besar ya. Kemudian warna kepala dan ujung ekornya itu lebih gelap ya. Kalau si ini tadi seragam. Kalau ulat Hongkong tuh kuning keemasan lebih seragam relatif. Kalau ulat jermani ujung kepala sama ujung ekornya agak-agak gelap. Coklat kehitaman. Gerakannya itu lebih aktif dan bisa menggigit. Nah, ini bahaya ini. Bukan bahaya dalam artian apa ya, geli-geli gitu ya. Ee apalagi untuk ibu-ibu yang enggak terbiasa ya, tapi enggak aman kok. Yang menggigitnya bukan yang gigit gimana-gimana, paling cuma geli-geli aja gitu. Cocok untuk apa reptil yang besar seperti birded dragon, tokek besar ya, arwana dan juga mamalia kecil pemakan serangga ya. Jadi hewan-hewan yang lebih besar cenderung lebih suka ya karena ya em karena dia lebih besar aja lebih enak dimakannya lebih menggugah selera untuk para hewan-hewan yang lebih besar ya. Kasihan burung kecil tok itu malah malah takut kalau dikasih ulat Jerman. Nah, ini gambarannya ulat Jerman adalah seperti ini atau king warm biasa juga disebutnya karena saking gede ya ee perbandingannya seperti ini ya. Ini giant millal warm ya tapi jarang ditemukan mungkin di hutan-hutan tropis ya karena makanannya banyak bisa segede ini. Tapi yang aslinya itu milwm ya yang di bawah ya yang di bawah. Jadi ukurannya lebih kecil ya daripada superwm ya si zopoasmorio. Nah, ini secara langsung perbandingannya ya, bahwa ukuran milwm itu ee sekitar 2,5 cm lah ya. Kemudian ada superwm itu sekitar 5 sampai 6 cent dua kali lipatnya. Ee diameternya juga lebih besar ya ulat Jerman. Warnanya tadi sudah dijelaskan, perilakunya juga ee sudah dijelaskan tadi. Kulitnya biasanya kalau ulat Hongkong lebih tebal dan keras. Kalau kulitnya ulat Jerman itu lebih kenyal-kenyel, lebih lunak, dan mudah dicerna. Kalau si ulat kongkok enggak bisa gigit, ee kalau ulat Jerman bisa gigit ya. Jadi harus waspada ya. Kemudian penyimpanannya bisa disimpan di kulkas. Jadi bisa ee punya masa dormansi ya. Jadi dia bisa disimpan nanti dia hidup lagi ya. Kemudian tidak bisa di kalau yang ulat Jerman tidak bisa dia akan langsung mati. ini perbandingannya ya, kelebihan dan kekurangannya tadi em secara umum ya kalau untuk pakan mealwm ini kelebihannya dia dapat disimpan dalam waktu lama. Ukuran pas untuk hewan peliharaan yang kecil. Perawatan dan budidayanya relatif murah. kekurangannya dia mengandung kitin tinggi sehingga sulit untuk dicerna, keras dia. Kandungan lemaknya juga cukup tinggi ya sehingga mm berbahaya juga mungkin ya untuk beberapa jenis hewan dan kurang aktif sehingga kurang merangsang naluri untuk berburu hewan. Jadi dia kurang aktif untuk ee untuk naluri berburu atau memakan sesuatunya itu cenderung lebih ee pasif ya. Kalau ulat Jerman kelebihannya kandungan proteinnya lebih tinggi, lemaknya lebih baik, kulitnya lebih lunak, mudah dicerna, gerakannya aktif ya, sehingga nafsu makannya juga ee tinggi ya untuk mencerna makanan ya, untuk mencari makanan. Kekurangannya tidak bisa didinginkan, butuh perawatan konstan pada suhu ruang. Lalu dia bisa menggigit hewan peliharaan. Ya, bahaya juga ini jika tidak langsung dimakan ya. Kemudian dia membutuhkan ruang yang lebih banyak untuk penyimpanan karena tubuhnya yang lebih besar. Secara umum siklus hidupnya sama dengan ee antara dua itu ya, ulat Hongkong dengan ulat Jerman dan sama juga hampir sama dengan magot BSF. Ee dia adalah metamorfosis sempurna dari telur larva jadi pupa dulu baru dia jadi kumbang. Perbedaan yang paling krusial, ulat Hongkong akan bermetamorfosis secara alami menjadi pupa meskipun ditempatkan bersama koloninya. Ya, jadi dia akan tetap bermetamorfosis walaupun dia masih ada koloni yang lainnya belum metamorfosis gitu. Kalau ulat Jerman dia harus dipisahin sendiri-sendiri dalam wadah kecil isolasi untuk memicu proses metamorfosis menjadi pupa. Jadi ulat ulat Jerman yang kira-kira sudah berumur lebih tua ya sudah lebih berapa hari lebih maju itu harus segera dipindahkan untuk memicu terjadinya metamorfosis. Kalau enggak dia enggak enggak akan bermetamorfosis. Ya, itu ee perbedaannya. Ini tadi metamorfosisnya dari telur sekitar 10 sampai 12 hari ya. Ini ee iya ini untuk metamorfosisnya ya ee waktunya. Kemudian jadi larva ya kemudian 3 sampai 4 bulan dia akan jadi pupa lebih lama cenderung daripada BSF ya. Lalu dari Pupa ke ee Kumbang itu sekitar 12 sampai 20 hari. Lalu dari Kumbang untuk menjadi telur itu juga butuh 1 sampai 3 bulan. Jadi cukup lama ya siklusnya. Dan pada dasarnya di alam liar kedua jenis larva kumbang ini itu adalah namanya detritor ya. yang berarti mereka adalah organisme pengurai yang memakan bahan organik mati ya ataupun membusuk. Jadi peran mereka sangat penting dalam ekosistem untuk mendaur ulang nutrisi ya. Ya. Jadi itu ee peran mereka memang di alam mereka akan menguraikan ee organik ya pengurai ya. Pernya adalah sebagai pengurai. Nah, ini yang menarik ya, Bapak, Ibu sekalian. Dari inspirasi tadi yang mengurai tadi, apalagi mereka cukup ee agresif untuk mengurai, ternyata peneliti ini salah satunya peneliti dari eh Stanford ya, US itu meneliti bahwa ternyata ketika dikasih plastik ya mereka juga suka gitu. Nah, ini yang menarik. Salah satunya ongoing study by Stanford Engineers ya, collaboration with China itu menunjukkan bahwa eh sebagian besar milwm itu bisa secara aman mendegradasi eh berbagai macam tipe plastik. Salah satunya ini sterofor. Stirofor itu berarti dari PS polistiren ya, stero sterofor, stiren, polistirena ya. Nah, jadi ini ada potensi bahwa si meal worm ya ternyata kita bisa lihat di gambar itu dia memakan ee sterofor ya sampai bolong-bolong itu Bapak Ibu sekalian ya. Ee menariknya ya super warm makan dan survive eh dari polistiren ya. Tadi kita lihat MWM ternyata Superwm yang tadi saya bilang kan MWM itu dia lebih cenderung enggak terlalu agresif, enggak terlalu ee apa ya makan banyak gitu ya. Ternyata super superwm juga suka ya. Ternyata Superworm juga suka dengan sterofor dan jauh lebih ganas ya jauh lebih dia lebih agresif dalam mendegradasi sterofor ya. Ee jadi di dalam sistem pencernaannya microbes-nya itu mampu mendegradasi sampah plastik. Potensi insekta lainnya ya. Bapak, Ibu sekalian, ini baru berapa cacing, ulat ya, ulat Hongkong, ulat Jerman. Tapi serangga di dunia ini ada berbagai macam dan di Indonesia khususnya ya ada berbagai macam. Kenapa kita enggak berpikir untuk ee kita dikasih akal ya, kita dikasih pikiran, kita dikasih ee ilmu ya, bahwa ketika ini dikendalikan dengan baik, kita bisa memanfaatkan ya memanfaatkan ee keberadaan mereka. Rayap nih satu. Rayap adalah dekomposer paling kuat di alam. Terutama untuk material yang sangat sulit diurai dengan nama ilmiahnya ada berbagai macam spesies ya. Berbicara masarah rayap aja itu spesiesnya juga udah banyak ya. Ada coptotermes SP, makrotermes SP ya. Jenis sampah yang diurai itu spesialis lignelulosa. Sebagaimana yang kita tahu, kayu-kayu, kusen, semuanya, lemari, apa itu, kertas, kardus itu bisa bolong-bolong sama kehadiran si rayap ini. material apapun yang mengandung selulosa dan liknin yang bas-nya adalah kayu perkayuan, kayu, bambu, kertas, kardus, karton, produk kayu olahan itu mampu didegradasi oleh rakyat. Sisa-sisa tanaman kering dan limbah pertanian berserat tinggi, batang jagung, jerami yang biasa dibakar itu bisa diuraikan oleh rayap. Mekanisme penguraiannya itu berdasarkan keajaiban rayap yang ada di ususnya. Usus mereka adalah rumah bagi ekosistem mikrobakteri, mikroorganisme, protozoa, dan bakteri simbiotik. Sehingga mikroba inilah yang menghasilkan enzim super kuat ya, seperti selulase, ligninase yang mampu mencegah atau memecah ikatan kimia selulosa dan liin yang sangat kokoh yang tidak bisa dilakukan oleh sebagian besar hewan lainnya. Yang kita tahu kan bahwa kayu itu kan keras ya em itu bisa dipecah oleh perayap. potensinya sangat besar untuk mengolah limbah kehutanan, pertanian, industri kertas. Penelitian berfokus pada isolasi enzim dari si usus rayap. Jadi, Bapak Ibu sekalian, kita tidak mesti memperbanyak rayapnya, tapi kita mensintesis dan menginsolasi enzimnya saja ya, yang dari usus rayap untuk menciptakan proses dekomposisi skala industri. Ee misalkan produksi bioetanol dari limbah kayu, ya. Jadi ada berbagai macam bisa si rayapnya yang kita perbanyak atau ya kita isolasi enzim yang bisa memecahnya tadi yang kita isolasi ya. Tantangannya apa? sifatnya sebagai hama destruktif menggunakannya secara langsung sangat berisiko. Ya, tadi ada yang bertanya juga kan di ini bagaimana nanti kalau ini dikembang biakkan ya tadi. Jadi tidak tidak mesti dikembang biakkan secara langsung ee tetapi bisa kita isolasi enzim yang ada di ususnya karena tadi miracel-nya, keajaibannya itu ada di ususnya si rayap ya. Oleh karena itu, fokusnya bukan pada rayap, tapi teknologi yang ada di dalam tubuh rayapnya tersebut. Ya, walaupun tidak bukan tidak mungkin juga sih rayapnya kita ini dikendalikan dengan baik ya, jangan sampai dia e kabur ya. Ngengat lilin atau waxwm ya. Nama ilmiahnya Galeria Melonela. Larva dari ngengat lilin besar ya. Ngengat itu kayak kayak kupu-kupu ya. Bapak, Ibu pasti sudah tahulah ya. Mengar ee jenis sampah yang diurai luar biasanya adalah ini adalah penemuan terbesar abad ini ya, bahwa si waxm itu bisa mendegradasi polietylen, PE, HDPE, LDPE ya. Jenis plastik yang paling umum kita gunakan pada kantong plastik dan kresek ya. Makanya ini disebut penemuan salah satu penemuan terbesar abad ini bahwa ternyata secara alamiah mereka itu makanannya adalah si bisx ya atau ee dia tuh nyantol jadi hamanya sarang lebah ya di sarang lebah yang terbuat dari lilin lebah ya bisx itu makanya namanya waxm ya karena dia secara alamiahnya makannya lilin itu yang secara kimiawi memiliki kemiripan struktur dengan plastik PE. Nah, ini kata kuncinya Bapak, Ibu sekalian. Kita eksplorasi si serangganya yang ada ya. Serangga yang ada tersebut makanan alamiahnya apa? Nah, makanan alamiahnya itu tinggal kita lihat kemiripan strukturnya dengan sampah-sampah yang menjadi masalah di ee kehidupan kita sehari-hari. Nah, itu yang kita eksplorasi ya. Mekanisme penguraian ini ee ini ya tadi ee penemuan yang sangat luar biasa ya ee bahwa dia bisa memecah ikatan molekul polimer plastik ya. Proses ini disebut biodegradasi atau biokonversi ya. Mereka secara efektif mencerna plastik ya. potensinya harapan besar untuk mengatasi krisis sampah. Tapi ada tapinya Bapak Ibu sekalian tantangannya adalah laju degradasinya masih terlalu lambat ya. Jadi dia mendegradasi sampah plastiknya perlahan-lahan gitu lambat ya untuk skala industri. Sehingga butuh cara merekayasa agar proses ini dibuat ribuan kali lebih cepat dan itu tugasnya manusia dulu. Siapa yang menyangka BSF itu bisa mengolah sampah? Ya, tapi dengan berbagai macam penelitian sehingga tercipta ya cara yang paling baik gitu ya. Nah, ini juga potensi besar waxwm. Tahun ini sebenarnya saya meneliti tentang rayap dan waxwm ini tapi saya kesulitan untuk mencari waxwm ya. Bagi Bapak Ibu sekalian yang punya ee apa ee informasi ataupun ee pengetahuan tentang ini boleh nanti juga ee menghubungi saya ya bisa kita berdiskusi gitu. Karena dari sisi ininya potensinya besar sekali tapi cara untuk mendapatkannya ini yang susah ya. Kecoa atau cockroach ya. Ini saya sengaja enggak ngambil foto kecoa Indonesia ya. Pasti menjijikan ya. saya sendiri juga eh gimana gitu ya. Nah, saya kasih gambar kecoa Madagaskar yang lebih bersih ya kelihatannya ya kelihatannya. Nah, kecoa ini ternyata juga adalah mesin pengurai sampah organik yang sangat tangguh dan efisien. Kita bisa ee juga pernah dengar juga ya, kecoa ini adalah salah satu makhluk yang paling ee tua ya karena dia bertahan ee dalam kondisi apapun ya. Makhluk yang paling tangguh ya. Nah, nama ilmiahnya contohnya periplaneta Americana Blata orientalis ya. Jenis sampah yang diurai itu dia memakan hampir jenis sampah organik ya. Sisa makanan, dapur, restoran, sayuran, dan buah busuk itu dimakan. Nah, menariknya lagi kertas, karton, lem, bahkan kain dari serat alami pun bisa dimakan oleh kecoa ya. ee apalagi ini kecacar ini lebih gede dan lebih rakus ya Bapak Ibu sekalian. Ada yang sudah pernah juga untuk memeliharanya. Nah, mungkin ini jadi salah satu inspirasi ya mekanismenya dia melakukan pencernaan yang sangat kuat dan tidak pilih-pilih. Didukung bakteri usus yang beragam ya lagi-lagi ususnya ya yang luar biasa potensinya sudah diterapkan secara masif ya. Di Tiongkok ada pabrik-pabrik raksasa yang menampung miliaran kecoa untuk mengolah ratusan ton sampah makanan setiap hari. Ya. Dan hasil akhirnya adalah pakan ternak yang berprotein tinggi dan juga bisa dijadikan pupuk organik. Tantangannya apa? Stigma negatif ya. Apalagi orang Indonesia ya takut sama kecoa. Pengelolaannya harus dengan sistem tertutup yang sangat aman dan mencegah mereka kabur dan menjadi vektor penyakit. ini yang harus hati-hati. Jangkrik. Bapak, Ibu sekalian ya yang sudah pernah melihara jangkrik juga pasti tahu bahwa dia eh termasuk grillide family ya, aceta domesticus. Jenis sampah yang diurai itu biasanya sampah organik lunak seperti sisa-sisa sayuran, buah-buahan, sisa makanan nabati, limbah biji-bijian, dan roti. Itu juga suka jangkrik. ee sebagai omnivora mereka cepat mengkonsumsi bahan organik dan mengubahnya menjadi biomassanya ya. Jadi dia lebih banyak menyimpannya daripada membuang kotorannya. Proses ini yang disebut biokonversi yang biasa kita ee kenal. Potensinya sangat baik untuk upcycling atau meningkatkan nilai sampah. Karena tadi jangkrik ini punya nilai nutrisi yang sangat tinggi. Apalagi di untuk jadi pakan ternak ini proteinnya sangat tinggi. Bahkan ee ya di Thailand di mana ada juga yang sudah mengkonsumsinya untuk manusia ya. Budidayanya sudah mapan dan diterima sangat luas ya. Tapi tantangannya dia tidak seefektif kecoa dan BSF untuk sampah yang sangat basah dan beragam. Dia ee sampah-sampah khusus saja. Tapi kan bisa untuk pabrik biji-bijian yang pabrik yang pengolah biji-bijian, pengolah produk roti itu bisa kita manfaatkan si jangkrik ini ya. Nah, ini juga nih sering di ini di YouTube-YouTube ya, ulat sagu. Ulat sagu. Ulat sagu ini juga punya potensi Bapak Ibu sekalian. Rinkoporus verugineus ya. Jenis sampah yang diurai itu adalah batang tanaman berpati, terutama batang sagu dan kelapa sawit, limbah pertanian dari perkebunan kelapa, sagu ataupun aren. Mekanisme penguraiannya dengan rahang yang kuat mereka melubangi dan memakan bagian dalam batang pohon yang akan ee yang kaya akan pati dan selulosa sehingga mempercepat proses pembusukan dari dalam. potensinya ya Bapak Ibu sekalian dia ternyata tidak hanya di pohon sagah perkebunan sawit yang mirip-mirip karakteristik sagu ya yang jumlahnya di mana bendennya sangat melimpah di Indonesia ulat ini merupakan sumber protein dan lemak yang bernilai ekonomi tinggi Bapak Ibu sekalian tapi ada tantangannya kumbang dewasanya adalah hama utama bagi perkebunan kelapa dan kurma jadi bahaya harus hati-hati ya, ketika dia sudah menjadi kumbang dewasa. Ini ringkasannya Bapak Ibu sekalian bahwa ee dari berbagai macam ini baru segelintir sedikit sekali ya dari potensi berbagai macam ee serangga yang ada di dunia maupun di Indonesia ya. Rayap, ngengat lilin, kecoa, jangkrik, ulat sagu ya. Ada berbagai tipe macam sampah yang spesialis ya, kayak sama kayak dokter atau apa ya, ada spesialisasi sama si ini juga punya potensi spesialisasinya masing-masing ya. Keunggulan-keunggulannya juga ada masing-masing sehingga kalau dikombinasikan ini menjadi game changer Bapak Ibu sekalian ya. ee karena ee kombinasi yang luar biasa ini itulah yang menyebabkan yang tadi saya bilang hutan hujan tropis atau apa itu tidak tidak menumpuk sampahnya oleh kombinasi dari berbagai macam ee pengurai sampah ini. Terakhir ya sebelum kita ke sesi tanya jawab ee saya ingin men share juga tren penelitian dan pengembangan di bidang ini sedikit. Ya, ini beberapa jurnal yang sudah kami ee publikasikan. Ee Fermi Compos adalah yang pertama kami lakukan ya. Tapi ee setelah di ee teliti memang pengurangan laju pengurangannya itu masih ee kalah dibanding BSF ya. Tapi ada berbagai macam keuntungannya ya dari si cacing tanah ini ya. Nanti kita akan coba bandingkan ya. Em ini ya si cacingnya yang kita coba kembang biakkan. Menariknya Bapak Ibu sekalian, cacing yang kita kembang biakkan ee kebetulan kami bermitra dengan Pak Puji namanya salah satu ee juga pakar sampah ya di ee Bantul eh di sori di ee Sleman di Berbah ya. Nah, beliau juga sudah mungkin ada Bapak Ibu yang kenal di sini. Beliau juga ee mengembangkan dan cacingnya menariknya Bapak Ibu ketika ini diganggu cacingnya itu mengeluarkan aroma melati ya. Jadi ini mungkin ada potensi ee untuk dijadikan ekstrak untuk kosmetik, untuk apa ya? Karena menariknya ketika di ini kok ada bau melatinya itu menariknya kalau dia diganggu aja. Kalau enggak diganggu dia enggak mengeluarkan bau melatih tadi. Itu sangat menarik ya. Jangan-jangan itu belum terdaftar ya si spesiesnya ya karena cuma ada katanya di berbah itu di tempat si bapaknya itu Pak Puji itu ya. Nah ini yang ee awal mula kami tertarik mengenai makroganisme ya Bapak Ibu sekalian. Ini reaktornya reaktor cacing beliau dari Pak Puji ya. kita coba pakai utilisasi dan menariknya ini kan vertikal sehingga hemat lahan ya. Lalu kami kembangkan sendiri reaktor Fermikompos ya. Kita pernah ini melalui mahasiswa kami Mas Tomi namanya orang Bantul. Eh kami ee apa eh meneliti tentang bagaimana mengembangkan reaktor kompos terutama ini continuous flow ya. Jadi dia bukan batch tapi continuous ya. penelitian lainnya. Ee saya juga meneliti tadi Pak Hijra sudah bilang di awal saya juga meneliti tentang BSF ya. Tapi karena BSF sudah dibahas jadi enggak saya detailkan di sini. Salah satunya kami sebenarnya sudah mengembangkan modul-modul BSF ya ee modular-modular sehingga bisa atau reaktor ya bisa di ee replikasi dan juga diterapkan di berbagai macam tempat ya. sama milworm juga sudah kita teliti ee yang ee ulat Jerman yang superwm ee kemudian bagaimana dia mendegradasi plastik itu juga sudah kita teliti tapi belum publikasi sedang ongoing publication ya. Nah, ini yang saya ee bilang tadi bahwa kita sedang ongoing ee yang mikroplastik udah kita teliti juga bahwa di kotorannya itu juga harus berhati-hati karena muncul ee mikroplastik ternyata ada di kotorannya sehingga tidak bisa untuk tanaman pangan. Ya, itu harus selektif nanti untuk apa menggunakan si kompos dari kotoran ee ulat ya. Kemudian kita bisa mengeksplorasi lebih banyak mikro mak mikroorganisme spesifik dan selective organic waste atau breeding atau feeding-nya itu bisa kita eh eksplorasi lebih lanjut lagi. Salah satunya kita nyoba-nyoba ini pakai masker Bapak Ibu sekalian ternyata juga dimakan oleh si makroganisme. Ke depannya mungkin seafood crickets ya, jangkrik superwm udah kita lakukan. Laser milwm itu ulat kandang juga ongoing penelitiannya. Garden shoulder fly menarik Bapak Ibu sekalian. Garden shoulder fly adalah versi shoulder fly katanya lebih rakus ya. Ee ini juga bisa dikembangkan House Fly. Kita juga sedang mengembangkan ee lalat rumah itu kalau di Cina itu jadi pabrik Bapak Ibu sekalian. Tapi dengan terkontrol ya, dengan harus terkontrol jangan sampai dia ee lepas ke lingkungan ya. Itu sebenarnya dengan teknologi itu sangat memungkinkan. Kemudian termit ya, rayap dan yang lain sebagainya, ulat lilin, ulat sagu dan yang lain sebagainya itu yang akan kita coba kembangkan. Dan kalau dilihat dari jurnal-jurnal bereputasi itu juga sudah banyak yang ee ya banyak sekali sih enggak ya, tapi sudah mulai berkembang ya. Ini tahun 2021 ya. Jadi ini penelitian yang masih fresh ya em yang terus ee diperkirakan akan terus berkembang ya. Ini salah satu impact polystiren ya untuk edible insect ya em tenebriomolitor dan zopobas morio ya ulat Hongkong dan ulat Jerman. Studi-studi lainnya mungkin Bapak, Ibu sekalian yang dosen, yang peneliti juga bisa cari di Elsafire, Springer. Banyak sekali berlimpah ya penelitian tentang ee hewan-hewan ini. Dan menariknya mereka menelitinya di daerah subtropis yang notab itu tidak ideal bagi si ulat-ulatan ini. Jadi kita selaku negara tropis, kita yang harusnya memanfaatkan si ee serangga-serangga ini ya. karena mereka bisa hidup sepanjang tahun. Beda dengan di negeri subtropis. Dan di sini disebutkan artificial selection of insect to bioonvert consumer organic waste ya. Jadi ada multiple insect spes ya yang bisa kita eh eksplorasi lagi. BSF, mealwm, superwm, bioonversion ya, by insects ya. Jadi banyak sekali ee apa namanya yang bisa kita eksplorasi, banyak yang bisa kita teliti di masa yang akan datang. Ya, saya harapkan ee siapa tahu penelitian-penelitian itu ee bermulanya dari Indonesia ya bisa berkembang. ee ada yang Pak saya nemuin nih ada makroorganisme lain ee yang bisa degradasi sampah tertentu misalkan ya monggo silakan kita saling berkolaborasi, kita saling bertukar pikiran, bertukar pengetahuan sehingga apa yang tadi permasalahan sampah di Indonesia yang dihasilkan oleh 280 ee juta orang sekitar ya ee itu bisa kita hadapi dengan bersama-sama. dan juga bisa kita ee lakukan dengan gaya kita, dengan local genius kita, ya, dengan cara kita ya, karena setiap tempat itu punya setiap solusinya masing-masing. Seperti itu mungkin dari saya masih ada waktu 5 menit tapi sepertinya sudah cukup ya. Saya kembalikan kepada panitia untuk kita bisa diskusi bersama-sama. Terima kasih. Baik, sekian tadi ya penyampaian materi dari Bapak Hajri yang luar biasa dan sangat bermanfaat. Nah, terima kasih Bapak atas penyampaian materinya. Jika kita lihat-lihat justru sudah banyak sekali pertanyaan dari Bapak Ibu peserta tim online di kolab chat Zoom. Namun sebelum kita masuk ke acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab, izinkan saya menyampaikan beberapa informasi terlebih dahulu p Bapak Ibu peserta training online sekalian yang menginginkan materi ee training online kita hari ini dapat request materi terlebih dahulu melalui link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat Zoom. Kemudian sebelum kita masuk ke sesi tanggung jawab, kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu. Untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibantu oleh admin. Baik, kepada admin waktu dan tempat kami persilakan. Baik, untuk sesi dokumentasi diharapkan Bapak Ibu semua untuk mengaktifkan kamera. Untuk slide yang pertama 1 2 3. Slide kedua 1 2 3. Slide ketiga 1 2 3. Terima kasih. Saya kembalikan kepada moderator. Baik, terima kasih kepada admin yang telah membantu sesi foto bersama pada pagi hari ini. Kemudian selanjutnya kami juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner dan linknya sudah kami share di kolom chat. Supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi, kami berharap Ibu Bapak peserta bisa memberikan saran dan masukan di link fesioner tersebut. Sampailah kita di acara yang ditunggu-tunggu yaitu sesi tanya jawab. Di sini kami sudah menyiapkan, kami sudah merangkumkan pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu melalui kolom chat. Baik, untuk Bapak Fadri saya akan membacakan pertanyaannya kemudian bisa dilanjutkan dengan Bapak untuk menjawab pertanyaan. Yang pertama dari Bapak Fajri. Pertanyaan nomor satu, apa benar ternak cacing lebih dulu dipraktikkan daripada ternak magot dan masih bertahan sampai saat ini? Kemudian pertanyaan kedua, yang mana lebih efektif dalam menghabiskan sampah organik, ternak cacing, atau maghwet? Kemudian yang ketiga, jika sterofor itu tidak bisa terai dan sangat mencari mencempari lingkungan, kenapa pabriknya sampai sekarang belum ditutup dan diterapkan aturan tegas? Baik, Bapak Fajri silakan untuk jawab pertanyaan dari Bapak Fajri. Oke, menarik sekali ini pertanyaannya sesama Fajri ya, tapi Pak Fajri nih. Em kesatu dulu saya tanggapi bahwa apakah benar ternak cacing lebih dulu dipraktikkan daripada ternak magot? yang saya tahu ya eh ternak magot BSF mungkin ya, Pak ee dalam hal ini karena magot itu kan bisa berbagai macam ya, tapi ini magot BSF mungkinnya yang paling familiar dan masih bertahan sampai saat ini ya. Eh, yang setahu saya begitu, Pak. Jadi cacing memang lebih dulu di banyak diterapkan ya. Karena tadi cacing lebih familiar ditemukan dari zaman Aristoteles yang tadi saya bilang bahwa keberadaan cacing itu sudah di em apa ya sudah disadari banyak orang. Nah, sehingga dia lebih ee cepat untuk di ee adaptasikan untuk mengatasi masalah sampah. Jadi setahu saya iya karena saya masih ingat banget 2013 dulu waktu saya selesai kuliah S1 itu baru muncul tuh jurnal-jurnal yang ngomongin BSF. BSF tuh baru tahun segituan ya. Sementara kalau cacing itu sudah banyak literatur yang dari tahun 0-an itu sudah banyak yang ee melakukan ya. Jadi setahu saya sependek yang saya ee pengetahuan saya ee itu adalah ternak cacing memang dipraktikkan lebih dahulu. Orang lebih banyak melakukan itu dulu ya. Namun sekarang memang lebih banyak yang menerapkan magot ya. Karena apa? Permasalahannya ini menyangkut di poin kedua ya. Mana yang lebih efektif menghabiskan sampah organik ternak, cacing, apa ngagot? Nah, ini harus kita bagi dulu sampah organik yang mana dulu, gitu. Jadi tadi kita si masing-masing ini punya spesialisasinya masing-masing. Ee walaupun ee mungkin bisa tapi tidak seefektif satu sama lain. Nah, yang si cacing ini dia sangat baik untuk mendegradasi sampah-sampah dedaunan. Walaupun tidak menutup kemungkinan dia mengurangi sampah dapur. Ya, kita pernah lihat juga ada yang namanya teori biopori ya. Biopori itu kalau ditaruh di tanah nanti akan muncul cacing-cacing yang akan mendegradasi ya. Tapi ya itu tadi butuh waktu yang lama. Tapi kalau untuk daun dia lebih efektif dibandingkan dengan magot BSF ya. Nah, sementara kalau magot BSF dia sangat-sangat rakus dan sangat-sangat jauh lebih cepat mendegradasi sampah makanan, sisa makan ya, food waste, kemudian juga sampah dapur itu sangat rakus dan dia enggak ada constrain, enggak ada halangan. Maksudnya dia enggak milih-milih gitu. Apapun dia makan, dia libas ya. Si magot ini dia enggak milih-milih dalam kondisi basah pun, kelembaban tinggi pun. ya walaupun ada batasannya itu dia bisa menghabiskan. Sementara si cacing ini dia bisa juga tapi lama lebih lama ya. Tapi si magot BSF dia tidak ataupun sangat kecil sekali dia bisa mendegradasi sampah dedaunan kering ya sisa-sisa pepohonan gitu ya. Sampah taman ya itu kan juga organik tapi ee itu enggak disukai oleh magot ya ee BSF ya. Jadi itu yang poin keduanya adalah ee tergantung ya sampah organik mana dulu. Nah, kenapa BSF sekarang sangat ee ee masif ya? Karena kita sekarang banyak sampah makanan yang harus segera didegradasi sehingga makanya BSF itu sekarang jadi banyak yang menerapkan. Nah, itu ee untuk jawaban yang kedua. Menarik nih. Poin ketiga nih, sterofor tidak bisa terurai dan sangat mencemari lingkungan. Tapi kenapa pabriknya masih belum ditutup? Karena sampai saat ini, Pak, belum ditemukan bahan yang murah, yang semurah sterofor ya, yang bisa menggantikan peran sterofor ya secara nilai ekonomi. Lagi-lagi kita ngalah dengan ekonomi ya. Kemarin ada pertemuan dunia plastic treatity ya tentang komitmen eh Mas apa kesepakatan antara wirausaha pemerintah global dunia tentang sampah plastik itu pun masih kalah, pengusaha masih menang. Mereka masih bisa melakukan produksi itu sirofom plastik segala macam. Karena apa? Lagi-lagi nilai ekonomis ya. Jadi kita pakai kertas belum bisa semurah sterofor. Sterofor itu murah sekali ya. Dengan bahan yang sedikit ee bisa menghasilkan produk yang murah dan ee bisa ee mempunyai nilai ee manfaatnya propertinya itu bagus gitu. Dia bisa menyimpan makanan, bisa sebagai wadah makanan dan yang lain sebagainya. Jadi itu, Pak, motifnya adalah ekonomi. Kalau diterapkan aturan tegas belum ada materi material material yang bisa menggantikan sterofor. Ada. Ada Pak, saya pernah lihat. Iya, ada tapi harga materialnya jauh lebih mahal dibandingkan sterovo. Ya, jadi itu ee untuk yang ketiga. Kenapa stirovo masih digunakan? ya tinggal dari kitanya sekarang konsumennya kitanya mau enggak untuk tidak memakai itu sehingga mekanisme pasar enggak ada demand sehingga suplainya enggak ada jadi itu balik ke kesadaran kita mulai dari diri kita, dari keluarga kita, kita coba minimalisir pemakaian sampah sterofor seperti itu. Terima kasih sudah menjawab pertanyaan dari Bapak Fain ya. Ee untuk selanjutnya dari Bapak Ainul. Apakah cacing tersebut telah berkembang biak? Langkah apa yang sebaiknya dilakukan? Bagaimana jika populasinya meningkat secara signifikan dan tidak terkendali? Baik, silakan untuk dijawab pertanyaan Bapak Ain. Terima kasih Pak ya. Ya, ini PR adalah mengendalikan ya populasinya. Jika cacing ini berkembang biak itu bagus, Pak. Itu adalah salah satu tujuannya untuk melakukan pengembang biakan ee si cacing tersebut. Nanti Pak Henrikus ya yang pakarnya ya, bagaimana cara melakukan itu. Gimana kalau dia signifikan dan tidak terkendali? Ya kita kendalikan. Kita kan manusia, kita bisa membuat kebun binatang, hewan-hewan buas bisa terkendali sama kita. Singa ee gajah, apa segala macam itu bisa kita kendalikan ya. Hewan ternak yang jauh lebih besar kayak sapi itu kan sapi kalau liar kan ngeri juga ya. ngeri-ngeri sedap ya kalau lagi ee Idul Adha itu banyak kan sapi ngamuk apa tapi kita sebagai manusia diberikan ee akal dan pikiran untuk mengendalikan membuat sistem mengendalikan ee segala ee yang ee makhluk yang lainnya ya. Sehingga cara mengendalikannya adalah membuat reaktor terbatas yang di mana reaktor tersebut terisolasi tapi bisa memungkinkan si cacing untuk berkembang biak, tidak makan tempat ya sehingga ee si cacing-cacing tersebut tidak ee merusak ataupun sebenarnya kalau cacing sih tidak merusak sih yang ini ya malah bagus ya untuk penyubur tanah ya. Nah, seperti itu kira-kira. Jadi ee paling dia tidak terkendali itu mungkin nanti masuk ke rumah gitu ya karena nanti jadi mengotori dan yang lain sebagainya. Tapi itu cara yang paling efektif adalah dengan membuat reaktor ya ee sehingga kita bisa mengisolasi dia sehingga dia tidak bisa kabur ya seperti itu. Terima kasih sudah menjawab pertanyaan Bapak Ainu. Selanjutnya dari Ibu Amrina. Tadi sudah dijelaskan bahwa Indonesia kaya akan biodiversitas. Nah, menurut Bapak Fajri sebagai akademisi teknik lingkungan, apa saja tantangan pengaplikasian teknologi biokonversi ini di Yogyakarta? Silakan. Iya. Ee menarik juga ini ee bahwa tadi kita punya potensi tapi tiap daerah punya tantangan, terutama kota Jogja ya. Soal ini kalau kita berbicara kota Jogja adalah masalah lahan Bapak Ibu sekalian. Jadi ketika kita belum bisa membuktikan, terus kita bikin tiba-tiba ada kandang ulat Hongkong misalkan ya, itu bisa jadi penolakan warga atau apa gitu ya. Karena konotasinya tadi negatif kan serangga dan yang lain sebagainya ini konotasinya masih negatif kecuali kita sudah bisa membuktikan gitu ya. Nah, tantangannya itu tadi mengaplikasikannya bagaimana caranya untuk yang lahan-lahan padat penduduk ya itu bisa terkendali terkontrol. Harusnya bisa sih ya karena Jepang aja yang padat itu bisa dia bisa punya pabrik insinerator di tengah kota gitu. Asalkan terkendali itu bisa. Tapi itulah tantangannya bagaimana membuat itu ee terkendali ya dengan keterbatasan lahan. Jadi tantangan utama di Jogja adalah keterbatasan lahan ya. Keterbatasan lahan. Em kemudian kalau kita perluas lagi misalkan di DIY seharusnya tantangannya lebih sedikit ya. Saya menemukan banyak sekali MyG Farm BSF peternak BSF apa selain Pak Tommy ya minggu lalu itu banyak sekali di Jogja ya tapi daerahnya kebanyakan di Sleman, di Bantul gitu ya. Jadi sebenarnya ee sedikit lebih sedikit tantangannya kalau untuk yang di daerah-daerah yang punya lahan yang lebih luas ya. Tinggal nanti adalah bagaimana membuat reaktor yang ee baik ya yang memungkinkan dia bisa berkembang biak. Karena kan biokonversi ini ee dia harus ee banyak tadi ya menghasilkan banyak ee insekta larva sehingga nanti bisa mendegradasinya juga lebih efektif. Jadi itu tantangannya eh Bapak atau Ibu Amrina. Ibu Amrina. Amrina ya. Seperti itu, Mbak. Baik, terima kasih Bapak sudah menjawab pertanyaan Ibu Amina. Selanjutnya pertanyaan dari Bapak Samsul Arifin. Metode pengembang biakan ulat seperti apa, Pak? Infrastruktur, alat, dan bahan apa saja yang harus dipersiap? Oke, menarik. Iya, Pak Samsul Arifin ya. Eh, ini yang ulat ini memang kan belum familiar ya, Bapak, Ibu sekalian di Indonesia sehingga belum ada yang membuatnya skala besar. Cuma kalau yang mau buat skala kecil itu alat bahannya sangat-sangat simpel. Kita cuma butuh wadah plastik atau wadah apapun itu ya untuk menampung si ulatnya. Kemudian udah dikasih makanan, dikasih pakannya gitu. Itu sangat-sangat mudah dan ee memastikan bahwa tempatnya itu tidak panas. Nah, itu aja. Itu agak-agak ininya ya ee tantangannya yaitu membuat ruangan itu nyaman. Kan ada yang bilang itu jangan sampai panas itu dia kepanasan kayak cacing kepanasan gitu kan. Ada istilah kita kan kayak gitu istilah lama kita ya cacing kepanasan ya. Orang itu kayak gitu tuh. itu kayak cacing kepanasan. Nah, itu jangan sampai si ulat ini kepanasan ya. Nah, jadi infrastrukturnya paling nanti ruangannya ataupun apa ya seperti hanggar gitu ya dibuat sedemikian rupa sehingga dia tidak ee terlalu panas ya. Ee dibuat suhu tertentu, suhu ruang ee yang memungkinkan si ulat tersebut nyaman. Karena kalau enggak nyaman saya sendiri pernah melakukan mencoba dia langsung ganti kulit ya. dia langsung ganti kulit kayak jadinya pigmennya enggak ada, jadi ulat putih gitu. Lama-lama mati. Habis itu dia jadi mati ya karena enggak bisa mempertahankan kehidupannya. Nah, jadi kalau yang mau skala kecil alatnya sangat-sangat ee gampang ya. Yang penting tadi ee ada si wadahnya ee kemudian ada si ulatnya, beli ya. Banyak di toko pertanian banyak yang menyediakan ulat. Itu biasanya buat pakan ternak atau pakan ee mancing ya. Kemudian infrastrukturnya ruangannya harus temperaturnya harus bagus ya. Ee kalau mau skala besar ini yang harus diperhatikan ya. Mungkin kayak semacam kalau tanaman kan bikinnya di rumah kaca. Nah, kalau ulat ini bikinnya seperti rumah ulat. bikin rumah ulat ee apa vertikal aja bikin reaktornya disusun-susun gitu ya sampai ke atas itu bisa menghemat lahan banget ya ee karena bisa disusun-susun si ulat ini enggak banyak inilah enggak banyak apa ya wah sempit gitu dia apa mengeluh sempit enggak ya ulat itu ya si reaktornya aja satu satu tempat satu wadah kita batasi organismenya tapi kalau kita susun beberapa wadah itu bisa ee banyak ee bisa kita hemat ruang dan juga bisa kita kendalikan dengan lebih bagus. Jadi skala besar saya tunggu siapa yang bisa ee ya kami sendiri juga sedang meneliti bagaimana melakukan scale up ya, bagaimana mencale up si apa namanya si ulat-ulatan ini ya sehingga dia bisa lebih banyak mendegradasi sampah seperti itu, Pak. Baik, terima kasih Bapak Majiri sudah menjawab pertanyaan dari Bapak Sul. Ee kemudian setelah ini kami akan membuka sesi live pertanyaan. Jadi Bapak Ibu bisa langsung menanyakan pertanyaannya kepada Bapak untuk berdiskusi ya. Ee silakan untuk e kami akan membuka hasil live setelah satu pertanyaan lagi ya Bapak Ibu. Ee jika ada yang ingin bertanya bisa langsung disiapkan pertanyaannya dan selanjutnya pertanyaan dari Bapak Rahmat. Bagaimana pemanfaatan cacing untuk komposter skala rumah? Adakah testimoni singkatnya? Baik, Bapak. Iya, menarik, Pak Rahmat. Nanti mungkin lebih jelasnya sama Pak Henrikus ini yang pakarnya ya. Tapi setahu saya pemanfaatan cacing dalam komposter skala rumah tangga itu dia mampu mempercepat ya mempercepat degradasi sampah ya sehingga tadinya komposter hanya mengandalkan mikroorganisme saja itu bisa dibantu oleh si cacingnya tapi tentunya ee dengan kondisi-kondisi yang lebih disesuaikan lagi ya. Tapi secara umum ee ini bisa dilakukan ya, ini bisa dilakukan tapi kalau sampah rumah tangganya itu tadi ya yang apa namanya yang sampah dapur, sampah makanan ya mungkin akan lebih ee efektif dengan menggunakan BSF ya kalau sampah dapur. Tapi bukan menutup kemungkinan misalkan Bapak, Ibu sekalian sudah punya reaktor kompos ya, komposter ya, skala rumah tangga dikasih cacing itu seharusnya bisa ee mempercepat ya karena cacing akan membantu ya membantu mendegradasi. Jadi saya mungkin kalau itu mau dilakukan itu saya ee bisa merekomendasikannya juga gitu ya. Seperti itu Mbak Nuha. Baik, terima kasih Bapak sudah menjawab pertanyaan dari Bapak. Apakah dari Bapak Ibu ada yang ingin bertanya secara langsung kepada Bapak Fajri? Sejauh ini belum ada yang ris ya, Pak. Ya, mungkin bisa saya lanjutkan di pertanyaan yang di sini. Nanti jika dari Bapak Ibu ada yang ingin bertanya, silakan untuk terlebih dahulu, ya. Pertanyaan selanjutnya dari Bapaku. Jika bahan organiknya adalah daun dan ranting kayu jati yang paling tempat untuk mengkomposnya seperti apa? Nah, oke, pertanyaan yang bagus. Tapi contohnya kayu jati ya. Ee Pak Bayu untuk daun tadi sebenarnya ee cukup bagus itu pakai fermicompos memang lebih efektif ya daripada pakai magot atau mau dikomposting secara alamiah ya komposting dengan teknik open window apa teknik eh invessel dan yang lain sebagainya itu bisa juga ya. Em, tetapi untuk ranting kayu apalagi kayu jati ya, apalagi rantingnya kayu jati yang sudah tua yang sudah ini kan keras ya. Nah, lebih efektif sebenarnya ee dia di ada mesin ya, mesin untuk mencacah ataupun menjadikan dia serbuk serbuk kayu ya. Namun sebenarnya inti sampah itu kan ee ketika dia masih bisa dimanfaatkan, manfaatkan dulu gitu ya. Kalau memang ranting kayu jatinya masih bisa dipakai buat produk, jadi saya masih merekomendasikan ini waste to ya selama dia masih bisa dimanfaatkan menjadi produk. Ee kalau enggak bisa ya tadi ee saya merekomendasikan kalau kayu jati ya dia harus memakai teknologi tertentu. Salah satunya adalah menjadikan dia serbuk kayu ya. Ada mesinnya itu untuk menjadikan serbuk. Lalu serbuk itu mau dipakai buat ee reaktor magot BSF juga bisa ya. Jadi serbuk kayu itu gunanya untuk mengurangi kadar air yang ada di reaktor ataupun di ee tempat BSF ya ee magot BSF ataupun itu mau dikomposting ya diomposting juga bisa ya memungkinkan. Jadi ee yang paling tepat sebenarnya awalnya adalah bagaimana mengutilisasinya menjadi produk untuk ranting ya khususnya kalau daun tadi bisa vermic kompos ee bisa ee kompos biasa ya komposting biasa seperti itu untuk Pak Bayuih Bapak sudah menjawab pertanyaan dari Bapak Bayu. E sekali lagi kami umumkan kami membuka live pertanyaan. Jika dari Bapak Ibu ada yang ingin bertanya secara live bisa langsung ra. Pertanyaan selanjutnya dari Bapakana Siddiq dari pertanyaan dari YouTube ini, Pak. Tadi disebutkan bahwa kotoran dari milwm yang mendegasi sampah plastik mengandung mikroplastik. Apakah ini berarti dunia tidak benar-benar jadi solusi malah bisa jadi masalah baru mikroplastik? Langsung, Pak, untuk dijawab pertanyaan dari Bapak Dinara. Iya, ini yang saya nantikan ya. masyarakat Indonesia yang kritis ya. Pak Bingarana sangat ee bagus pertanyaannya ee bahwa dari kotoran milworm tadi kan mengandung mikroplastik ya. Apakah ini menjadi solusi atau masalah baru? Kalau menurut saya ini masih mending ya, ada setingkatannya Pak. Jadi ee daripada sampah plastik ini dibuang ke lingkungan kemudian dia menjadi mikroplastik yang tidak terkendali karena pada akhirnya plastik itu kalau dia dibuang ke lingkungan dia otomatis juga akan jadi mikroplastik. dia akan terdegradasi juga secara alamiah menjadi mikroplastik ya ataupun dari mikroorganisme yang ada di tanah atau apa dia akan terdegradasi sendiri dan menjadi mikroplastik yang tidak terkendali. Nah, keuntungannya dari kotoran mealwm apabila kita kendalikan dia sudah ada kan sudah kita kendalikan ya sehingga nanti kotorannya ini bisa kita pakai pada kondisi tertentu yang terkendali juga gitu. Sehingga ee saya sih lebih memilih mendingan ee kita yang terkendali tadi dibandingkan tadi plastik yang harus ke lingkungan dibuang sembarangan atau masuk ke landfil masuk ke air lindi, air lindi ke sungai jadi mikroplastik juga. Kita sudah pernah teliti itu di TPA piungan bahwa si outlet dari air lidinya itu mengandung mikroplastik seperti itu kira-kira. Baik, Bapak terima kasih sudah menjawab pertanyaan dari Bapak Bingarana. Eh, selanjutnya di sini ada Bapak Wahyu Darmawan yang risen ya. Untuk Bapak Wahyu Darmawan bisa dipersil kami persilakan untuk onmute ya. Baik Bapak sudah terdengar suaranya? Ee saya ingin menanyakan ya, karena sekarang ini kan ee sedang dinantikan perpres to electricity begitu. Tapi menurut saya was to product itu adalah salah satu yang esensi dan lebih banyak dibutuhkan di desa-desa yang sifatnya ee desentralisasi lah. Kalau wasesto to energy kan lebih pada sentralisasi begitu. saya lebih senang sampah di hulu. Tapi kaitan dengan hal tadi pendekatan ini kan mungkin belum sampai ke perintah pusat tentu mesti ada regulasi ke depan. Nah, saya percaya saying is believing. Jadi kalau sudah ada sebuah ee percontohan baik tadi untuk cacing dikonversi ee digabung dengan ee kolaborasikan dengan meget dan pendekatan-pendekatan ee organik terutama untuk di desa yang pasti sampahnya di atas 50% adalah organik itu tentu akan menjadi satu hal yang ee bisa dirikasi dan kemudian ee tingkat efektivitasnya dihitung ee cukup tinggi karena memang memang sampanya sudah di hulu. Pertanyaannya mereka akan selalu tanya karena kalau ini lebih pada call center kan suatu saat mereka-mereka yang menjadi ujung tombak menjadi ujung tombok juga. Nah, apakah sudah ada semacam ee perhitungan baik ee capek, opek dan sebagainya untuk sebuah ee ee apa pengelolaan yang sudah terpadu ee baik cacing sama BSF dalam satu tempat sehingga banyak pihak yang kemudian melihat ini sebagai sesuatu yang bisa diisayakan keberadaannya kemudian keberlanjutannya gitu kira-kira, Pak. Terima kasih, Pak. Baik, terima kasih, Pak Wahyu Darmawan. setuju dengan pernyataan Bapak bahwa Westu Energy memang sekarang ee jadi viral ya di mana-mana ada Perpres, ada dan lain sebagainya. Tapi saya meyakini itu walaupun dia ee pemerintah mau bikin di 33 kota atau di provinsi itu paling enggak akan enggak akan lebih menyelesaikan sampah. Enggak hanya hanya ee paling 30%-an dari 33 yang mau dibangun itu masih banyak sampah terutama tadi betul di pedesaan yang ee tidak tercover ya. Tingkat pelayanan kita tuh masih di angka 39 sampai 40-an% tingkat pelayanan sampah. Sementara rasio elektrifikasi kita sudah 99%. Masih banyak warga kita yang tidak merasakan pelayanan sampah. Nah, sehingga Mas nanti akan bergeser. Benar sekali permasalahan sampah akan ke desa ini. Permasalahan sampah ini akan ke desa. Yang kota-kota ini mungkin akan sudah mulai bisa di ini. Tapi pun saya meyakini juga waste to energy itu adalah memang pilihan yang opsi terakhir. Maksudnya apa? Sebelum sampah itu jadi energi itu seharusnya yang bisa didaur ulang dipilah dulu. Enggak boleh semua sampah itu dibakar. Ya, jadi harus tetap di kota itu sistem bank sampahnya, pendaur ulangannya itu tetap harus bagus. Kemudian yang sampah organik juga saya kurang setuju dijadikan wasu energy ya yang dibakar ya terutama karena ya sayang gitu jadi malah emisi baru gas CO2 ya, karbon dioksida gitu. Padahal sampah organik tadi masih bisa banyak ee yang bisa dilakukan. Salah satunya tadi yang Pak Wahyu tanyakan bahwa sudah adakah perhitungan capex OPEx yang menggambarkan yang tadi ya tentang BSF dan em cacing tadi. Setahu saya di Indonesia belum ada, Pak. Em tapi di kalau enggak salah di webinar ini juga pernah dibahas juga tentang desain atau DED TPST ya, tempat pengolahan sampah terpadu berbasis BSF yang hanya BSF saja. Nah, itu sudah ada ya. Mungkin nanti ya ini sebagai masukan nih, Pak Hijrah ya. mungkin bisa ada kolaborasi ya ataupun ee semacam webinar ya tentang bagaimana nanti membuat yang ee bisa berbagai macam ya, tidak hanya BSF mungkin nanti juga bisa cacing dan yang lain sebagainya sehingga ee tercipta satu em apa ekosistem baru ya dalam pengelolaan sampah terutama organik ya yang menjadi masalah dan terutama skalanya. ya skala desa gitu. Jangan sampai skalanya yang skala yang besar-besar banget juga enggak enggak ini ya tapi kurang aplikatif di desanya. Kalau desa sekarang bisa dibangun 80.000 ribu koperasi ya bukan tidak mungkin nanti dibangun puluhan ribu ee TPS 3R mungkin ya nanti pendekatannya lebih ke TPS 3R nanti dan mungkin bisa di apa dibuat ginar tentang itu ee yang skala kecil ee kemudian yang bisa di apa namanya direplikasi ya di seluruh Indonesia di desa-desa terutama desa-desa seluruh Indonesia seperti itu. itu, Pak Wahyu. Semoga terjawab. Baik, terima kasih Bapak Haji sudah menjawab pertanyaan dari Bapak Wahyu. Selanjutnya saya akan melanjutkan membacakan pertanyaan dari rangkuman yang sudah kami buat. Eh, ada pengayaan dari via YouTube. Nomor satu, apa perbedaan utama antara komposting biasa dan vermomposting menggunakan cacing? Kemudian pertanyaan kedua, jenis sampah apa saja yang paling cocok diolah dengan ulat atau serangga? Dan yang terakhir, bagaimana cara sederhana memulai budaya cacing untuk pengelolaan sampah rumah tangga? Silakan Bapak Fajri untuk menjawab pertanyaan dari Ibu Nana. Oke, pertanyaan yang bagus dan kesatu adalah perbedaannya. Langsung saja ee kalau komposting biasa menggunakan mikroba saja. Kalau dengan fermicomposting kombinasi antara mikroorganisme dan juga cacing itu yang utamanya. Yang kedua, jenis sampah apa yang paling cocok diolah ee dengan ulat atau dengan em dengan ulat atau dengan serangga ya atau serangga ya sampah yang cocok tergantung jenis ulat dan serangganya juga. Dan tadi di PPT sudah saya jelaskan di pemaparan serangga tertentu punya ke spesialisasinya tertentu juga. Mungkin bisa nanti dibaca lagi atau disimak video saya yang tadi. Kemudian yang ketiga, bagaimana cara sederhana memulai budidaya cacing untuk pengolahan sampah rumah tangga? Sesederhananya adalah bikin biopori gitu, Bapak, Ibu sekalian. Bikin biopori, lubang biopori. Kalau ada halaman yang masih ada tanahnya di rumah Bapak Ibu sekalian. itu secara alamiah cacing itu akan masuk ke dalam lubang biopori itu mendegradasi sampah dapur ee ataupun sampah daun yang Bapak Ibu sekalian itu taruh. Jadi ee enggak mesti harus mikir aduh reaktornya gimana atau ininya gimana nih tempatnya, bahannya, alat bahan. Enggak usah bikin lubang biopori aja sudah cukup untuk ee melakukan sederhananya ya budidaya cacing ya di pengolahan sampah rumah tangga. Seperti itu kira-kira. Ih Bapak Fajri sudah menjawab pertanyaan sharing Nana via YouTube. Baik, itu tadi ya pertanyaan Ibu Nanda sekaligus menjadi pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab kita pada training online sesi SAT ini. Bagi Bapak Ibu peserta training pertanyaannya belum terjawab. Jangan khawatir karena masih ada sesi dua. Jika nanti pemateri di sesi dua bisa menjawab mungkin akan kami bacakan pertanyaannya. Baik, pagi baik Bapak Ibu peserta rem kita sudah sampai di penghujung sesi pertama training online hari ini. Terima kasih banyak atas partisipasi aktifnya sejak pagi hingga siang ini. Kemudian yang kedua akan dilanjutkan pada pukul 13.00 hingga 15 nanti. Kami harap Bapak Ibu dapat kembali bergabung tepat waktu agar tidak tertinggal materinya. Ee untuk sementara kita break terlebih dahulu. Silakan Bapak, Ibu peserta training memanfaatkan beristirahat, menkan siang beristirahat atau melakukan aktivitas yang lain. Terima kasih kepada Bapak Fajri yang sudah memberikan ee memberikan ilmu yang sangat-sangat bermanfaat. Kemudian terima kasih dan mohon maaf jika selama saya memandu acara terdapat salah kata dan perbuatan. Sampai jumpa di sesi dua nanti. Selamat beristirahat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Mohon pamit Bapak Ibu Masbak sekalian. Iya. Terima kasih Pak Fajri. Bapak Ibu semuanya sampai ketemu lagi nanti jam .