Transcript
lUXlDaRIy8w • INOVASI BIOKONVERSI SAMPAH SESI 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0130_lUXlDaRIy8w.txt
Kind: captions
Language: id
dalam keadaan sehat dan penuh semangat.
Pertama-tama izinkan saya mengucapkan
selamat datang dan terima kasih atas
kehadiran Bapak, Ibu peserta yang telah
meluangkan waktunya untuk bergabung
dalam training online hari ini, Sabtu,
20 September 2020. Perkenalkan saya
Hasania Maulidah MUI MC sekaligus
moderator yang akan menemani dan memandu
jalannya acara training online hari ini
yang berjalan dua sesi. Kita akan
bersama-sama mengikuti sesi pertama
mulai pukul 09.00 hingga pukul 11.00
nanti dan dilanjutkan kembali di sesi
kedua pada pukul 13.00 hingga 15.
online kita hari ini mengusung topik
inovasi biokonversi sampah dengan
makroorganisme dan pagi ini akan
membahas teori pemanfaatan caci ulat dan
insekta dalam biokonversi sampah yang
akan disampaikan oleh pemateri kita
yaitu Bapak Ir. Faul
ST, MT, PhD yang merupakan dosen Teknik
Lingkungan Universitas Islam Indonesia.
Saya ucapkan selamat datang dan salam
hormat kepada Bapak Ir. Fajri Mulia
Iresa, ST, MT, PhD selaku pemateri kita
hari ini. Tidak lupa salam hormat kepada
Bapak Dr. Ir. Putra, SDN selaku founder
dari PTIK Daur Uyan Project B Indonesia
sekaligus sekretaris Jurusan Teknik
Lingkungan Universitas Islam Indonesia.
Dan juga tidak lupa kepada Bapak Ibu
peserta training online pada hari yang
berbahagia ini.
Sebelum masuk ke materi training online
kita, saya mohon izin mengingatkan Bapak
Ibu untuk dapat mengisi daftar hadir
atau presensi di link yang telah kami
kirimkan di kolom chat Zoom. Kemudian
dengan hormat saya meminta kesediaan
Bapak Ibu untuk menonaktifkan mikrofon
selama kegiatan berlangsung. supaya kita
dapat mendengarkan materi yang
disampaikan dengan baik.
Baik, selanjutnya sebelum kita masuk ke
acara inti yaitu penyampaian materi akan
ada sambutan dari Bapak Dr. Ir. Hijrat
Purnuma Putra, S. MP selaku Funder dari
PIK Dar ulama Project di Indonesia
sekaligus sekretaris jurusan teknik
lingkungan Universitas Islam Indonesia.
Baik, kepada Bapak Hijrah waktu dan
tempat kami persilakan.
Baik, terima kasih Mbak Nuha.
Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar
dengan jelas ya. Ee tentunya pada pagi
hari ini dalam kita dalam kondisi yang
sehat walafiat.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Ee pertama marilah kita panjatkan puji
syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa
taala, Tuhan yang maha esa. Salah. salah
satunya kita masih diberikan semangat
untuk terus belajar bersama
dengan topik-topik ee pengolahan sampah.
Hari ini giliran teori dan aplikasi ee
apa ee pemanfaatan ya cacing, ulat,
insekta dalam pengolahan sama. Yang kami
hormati Bapak ee narasumber Pak Fajri
Mulia Iresa, PhD. Kemudian Pak Hendrikus
yang mungkin juga sudah bergabung pada
pagi hari ini, serta Bapak Ibu para
peserta yang ee senantiasa
ee setia dalam kita belajar bersama. ee
periode kali ini agak berbeda karena
biasanya 2 mingguan ini. Minggu kemarin
kita sudah ketemu, minggu ini ee juga
ketemu. Biar ee maksud dari panitia
mungkin biar tidak terlalu lama terus
kemudian ilmunya masih ingat yang minggu
yang lalu atau yang baru minggu ini
bergabung jangan khawatir karena rekaman
acara minggu kemarin masih ada di
channel YouTube-nya Project B Indonesia.
dan teman-teman panitia tentunya yang
sangat bersemangat untuk
menyelenggarakan berbagai macam event
yang dilakukan oleh Project di Indonesia
maupun dari jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia.
Ee Bapak Ibu terkait dengan materi hari
ini sebenarnya ini adalah materi
sambungan dari ee pertemuan sebelumnya
yang ee tentunya sangat ee menarik untuk
kita kupas lagi gitu ya. Ee tidak hanya
BSF, ternyata ada potensi yang cukup
besar yang bisa dilakukan oleh cacing
ya. Walaupun cacing ini sebenarnya ee ee
sudah cukup lama yang dikembangkan tapi
belum terlalu ee populer dibandingkan
dengan BSF di minggu yang lalu gitu.
ternyata kemungkinan ee kemudian ada
ulat juga ya, kemudian ada
insekta-insekta yang lain. Nah, ini
sengaja kami hadirkan dan alhamdulillah
ee beliau berdua kami sangat senang
menyempatkan waktu di sela-sela
aktivitas mungkin istirahat bersama
keluarga tapi berkenan untuk berbagi ee
bersama kita gitu. keduanya punya
pengalaman yang ee kami boleh bilang
cukup eksport ya di bidang ee tema ini.
Tidak hanya dari segi teoritis tetapi
juga dari segi aplikasi gitu ya. Ee
salah satunya Pak Fajri di materi yang
pertama beliau ee kalau Bapak Ibu tadi
menyimak video ee profilnya jurusan
Teknik Lingkungan beliau muncul
sebenarnya di dalam video tersebut ya.
Beliau adalah manajer laboratorium. Jadi
sebelum Bapak Ibu mungkin punya waktu ke
Jogja untuk melihat ee laboratorium
laboratorium di teknik lingkungan, nah
kita hadirkan dulu Pak Fajri yang ee
berkecimpung setiap hari ee mengurusi
berbagai macam pengujian parameter di
laboratorium baik udara, air, limbah,
dan juga sampah ya. Dan menariknya Pak
Fajri sebenarnya tidak hanya ekspert di
teorinya saja, tapi beliau sudah mencoba
nih Bapak Ibu ada berbagai macam ee
makroorganisme kemudian dicoba dengan ee
ee sterofor, masker. nanti beliau akan
cerita nih bagaimana efektivitas itu dan
mudah-mudahan membawa hal yang ee baru
mungkin bagi kita atau Bapak Ibu
menguatkan yang sudah Bapak Ibu lakukan
di lokasi masing-masing. Kemudian materi
kita yang kedua, Pak Henri yang juga eh
sangat aplikatif ya walaupun bidang
keilmuannya ee bukan teknik lingkungan
gitu ya, tapi aktivitas pemberdayaan
masyarakat yang beliau lakukan ee secara
langsung di masyarakat em mungkin nanti
akan siang nanti akan menghadirkan
suasana yang ee bagaimana pendekatan
kepada masyarakat, apa yang dilakukan
dengan metode vermicomposting yang
beliau lakukan mudah-mudahan bisa
membawa semangat baru dalam ee
pengolahan sampah di lokasi kita
masing-masing. Ya, jadi saya juga sangat
semangat pengin dengarin ya ee belajar
bersama dari kedua narasumber. Terima
kasih Pak Fajri, Pak Henri yang telah
berken hadir. Agar tidak berlama-lama
supaya kita langsung belajar Bapak Ibu
karena ini juga sudah 9 ee 18
mudah-mudahan 9.20 sudah nanti kita
mulai dengan mengucapkan
bismillahirrahmanirrahim. training
online teori dan aplikasi pemanfaatan
cacing vermicomposting ulat insekta
dalam ee pengolahan sampah pada Sabtu 20
September 2025 resmi kita buka.
Mudah-mudahan membawa manfaat bagi kita
bersama. Tidak hanya panitia, saya tapi
juga kepada Bapak Ibu semuanya.
Sekali lagi terima kasih kepada kedua
narasumber yang telah berkenan untuk
berbagi pada ee kesempatan pagi dan
siang hari nanti. Ee terima kasih Bapak
Ibu dan mohon maaf jika ada dalam
penyelenggaraan ada hal-hal yang belum
ee baik, belum sempurna, mohon kami
dapat diinfokan terus lewat kuesioner
yang nanti akan dibagikan oleh ee
panitia. Wabillahi taufik walhidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih untuk Bapak Hijrah yang
telah memberikan sambutannya dan
sekaligus membuka acara training online
pada pagi hari ini. Bapak, Ibu peserta
training online sekalian, kami dari
panitia juga melakukan live streaming
melalui YouTube channel kami di Project
B Indonesia. Jika semesal selama acara
training online berlangsung, ada dari
Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom,
tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu
juga tetap bisa mengikuti training
online ini melalui YouTube channel kami
di Project di Indonesia. Selanjutnya,
seperti biasa nih kami hari ini juga
menyiapkan berbagai macam doorpal untuk
Bapak, Ibu peserta training online yang
beruntung. WordPress ini diberikan
kepada tiga penanya terbaik dan dua
story Instagram terunik selama training
online ini berlangsung. Untuk untuk
pemenang tiga pertanyaan terbaik akan
kami umumkan di akhir acara training
online nanti. Sedangkan untuk pemenang
dua story Instagram terik akan kami
hubungi melalui DM Instagram. Nah, jadi
bagi Bapak Ibu yang ingin bertanya
selama training online ini berlangsung
dapat memberikan pertanyaannya melalui
kolom chat dengan format nama kemudian
pertanyaan yang ingin ditanyakan dan
nanti akan kami pilih tiga penanya
terbaik untuk memenangkan price spesial
dari kami. Lalu untuk story Instagram,
Bapak, Ibu dapat membuat story Instagram
semenarik mungkin dan jangan lupa tag
Instagram kami di @ojectbyindonesia.
Tanpa berlama-lama lagi, kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita,
yaitu penyampaian materi. Namun sebelum
itu, mari kita lihat terlebih dahulu CV
dari pemateri kita berikut ini. Hari
[Musik]
Baik, itu tadi sekilas mengenai pemateri
kita hari ini. Selanjutnya mungkin jika
Bapak Ir. Dr. Fajri Iresa, SD, MT, PhD
sudah siap, mungkin bisa langsung saja
untuk penyampaian materinya ya. Ini
waktunya kurang lebih sampai pukul
10.30.
Baik, tanpa berlama-lama lagi untuk
Bapak Fajri, waktu dan tempat kami
persilakan.
Baik, terima kasih. Ee
bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita
semua.
Eh, yang saya hormati Pak Dr. Hijrah
Purnamaputra selaku founder dari Buktik
Daur ulang Project B Indonesia
dan juga tadi saya melihat ada Pak Yeb
juga ya ee yang hadir di sini dan juga
yang ee kepada para panitia ya yang juga
saya hormati
Pak Henrikus juga yang nanti akan
jadi pembicara selanjutnya ya. ee
mudah-mudahan saya bisa menyimak juga ya
ee karena menarik sekali ee apa eh
aplikasi ya dari Fermi Compoming.
Ee saya juga izinkan saya memberikan ee
apresiasi ya kepada projek di Indonesia
yang sudah menyelenggarakan sangat
konsisten dan malah ini semakin sering
ya salut sekali. ee mudah-mudahan ini
bisa menjadi ee amal jariah dan juga ee
ilmu yang bermanfaat bagi semuanya ya.
Ee
untuk pertemuan kali ini yang sesi SAT
ini saya akan banyak ya ee menjelaskan
tentang teori dari pemanfaatan
fermicomposting ulat dan insekta ya
dalam pengelolaan sampah. Namun kalau
dilihat dari materi minggu lalu kan
hanya berbicara satu spesies ya BSF ya
yang juga sangat menarik ee yang Bapak
Ibu sekalian yang di sini yang belum
menyimak juga bisa menyimak lewat
YouTube channel-nya ee Project B
Indonesia ee Pak Agus sama Pak Tomi ya
kalau enggak salah ee sudah saya simak
juga menarik ya ee tapi yang hari ini
ada banyak ya spesies-nya jadi mungkin
nanti hanya sekilas-sekilas gitu ya,
tapi mudah-mudahan itu menjadi inspirasi
atau menambah wawasan ataupun sharing
bahkan ee karena bisa jadi Bapak Ibu
sekalian juga ee lebih banyak mendalami
di ee beberapa hal gitu. Jadi kita bisa
saling sharing ya. Ee izinkan saya untuk
share screen.
Oke. Em izinkan saya juga ee menyapa
para hadirin di sini ya, audiens ee luar
biasa di tengah ya ini liburan ya. Tadi
Pak Hijrah sudah sampaikan bahwa ee di
hari Sabtu pagi lagi ya, apalagi saya
melihat ada beberapa yang juga dari
mahasiswa gitu, itu sangat berat ya
pagi-pagi sudah me ini makanya saya
teorinya enggak terlalu berat. Saya
nanti ee lebih ke teori-teori ringan dan
ee apa ya layer-layer atasnya aja gitu
ya. karena ee supaya menambah wawasan
dan lebih ke nanti membuka ya cakrawala
kita bahwa Indonesia begitu besarnya
potensi ya potensi dari Indonesia.
Kemarin Pak Menteri Pertanian baru
bilang ternyata potensi dari ee
salah satu ee komoditas di Sumatera
Barat ya Gambir kalau enggak salah ya
pohon Gambir itu bisa sampai ribuan
triliun gitu ya. itu hanya dari gambir
ya. Ee kalau sekarang kita berbicara
potensi dari ee ini ya cacing, ulat,
insekta ya sebenarnya cacing itu di luar
insekta. Lalu ulat itu sebenarnya bagian
dari insekta tapi ada ulat tertentu yang
kami fokuskan ya saya fokuskan ee tim
penelitian kami. Ee lalu ada berbagai
insekta lainnya ya dalam upaya melakukan
biokonversi sampah ya. tadi sudah di ee
jelaskan juga apa sudah dikenalkan juga.
Saya dari jurusan Teknik Lingkungan,
saya juga founder dari Zero West
Indonesia. Ee dan mari kita simak ya ee
beberapa hal yang akan saya paparkan di
sini.
Oke, sebelumnya lagi saya pengin tahu
nih dari mana aja tadi Serang hadir ya.
Coba Bapak Ibu di kolom chat bisa di ee
sampaikan. Oh, ada yang sudah malah
sudah bertanya ya. Tapi nanti ya
pertanyaan akan saya jawab di
belakangannya atau nanti kalau ada yang
benar-benar urgen kita jawab. Kalau ini
nanti mungkin di setelah saya
menjelaskan dulu ya.
Dari mana aja ini Pak Agus ya? Ada Pak
Agus dari Serang, ada Padang. Wah, baru
aja saya bilang tadi ya, Pak. Pak Mentan
baru dari Unan ya ee berbicara di situ
ngomongin gambir ya luar biasa
potensinya. Jakarta hadir ya. Dari
Jakarta hadir.
Dari mana lagi ini Bapak Ibu sekalian?
Palembang luar biasa ya. Palu ya,
Sulawesi Tengah hadir juga di sini ya.
Oke. Ee mungkin sambil ngopi-ngopi,
sambil sarapan Bapak, Ibu sekalian bisa
menyimak ya ee
materi hari ini dan juga bisa sambil di
ee apa disebarkan ke grup-grupnya,
grup-grup WA supaya mungkin ada yang mau
bergabung juga ya.
Outline pembahasan kita ada lima hal ya.
ee yaitu pendahuluan adalah bagaimana
peran ins
dalam biokonversi ya kemarin sudah
dijelaskan oleh Pak Agus e arti
biokonversi jadi saya tidak mengulang
lagi cuma saya mungkin kalau BSF itu
lebih fokusnya ke biokonversi sampah
organik ya ee pembahasan hari ini
mungkin akan lebih melebar tidak hanya
sampah organik ya yang namanya sampah
ada berbagai macam anorganik juga ada
dan anorganik juga dibagi menjadi ee
beberapa macam juga gitu ya. Jadi ee
kita akan bahas itu ya perannya ee dan
apa yang melatar belakangi dan
menginspirasi saya bisa melakukan riset
tentang ini ya. Karena enggak banyak ee
yang mau berkecimpung di sini apalagi
ulat-ulatan, cacing-cacingan itu
agak-agak konotasinya menjijikan ya.
Tapi ya
ada satu hal besar yang menginspirasi
saya itu juga akan saya paparkan di
pendahuluan.
Lalu ada potensi cacing dalam
vermicomposting. Nah, ini juga
sebenarnya ilmu yang sudah lama tapi ee
masih menarik ya, masih menarik untuk
disimak dan juga untuk dipelajari karena
masih banyak ruang untuk ee berkembang.
Oke, Pak Syahmudin selamat pagi juga,
Pak.
Oke, yang ketiga adalah potensi ulat
mealwm dan superwm dalam hal ini ya atau
kalau dalam bahasa pasarnya itu ee ulat
Hongkong dan ulat Jerman ya. Saya sering
ee di ini nih di apa ditanya gitu, "Pak,
jauh banget Pak ulat Hongkong gitu."
Dari Hongkong ngambilnya enggak ya? Itu
hanya nama pasar saja ya, bukan ulat
Hongkong. itu ulatnya punya
kewarganegaraan dari Hongkong ngambilnya
enggak ya. Jadi ulat Hongkong itu
tersedia melimpah di Indonesia ya secara
alamiah baik itu maupun di ternak ya itu
tersedia di Indonesia. Superwm biasanya
disebut ulat Jerman sama itu ketika saya
bilang saya neliti ulat Jerman.
Jauh-jauh amat Pak ngambil ulat dari
Jerman ya. Nah itu juga bukan ya. Nanti
kita akan bahas. Lalu ada potensi
insekta lainnya. Ada berapa jenis
serangga di dunia ini? Ada banyak
sekali. Berbicara masalah lalat aja yang
kemarin ya, BSF, Black Shoulder Flyat
aja sendiri itu punya 200-an spesies ya.
Ada lalat buah, lalat hijau, lalat
rumah, lalat apa segala macam ya. Ee itu
ada segala macam jenis ya apalagi
serangga secara umum. Ada banyak sekali
ya serangga dan apalagi kita di
Indonesia beriklim tropis ya ee dan
punya keaneka ragaman hayati nomor dua
di dunia setelah Brazil. ya. Jadi kita
banyak sekali potensinya. Dan yang
terakhir kita akan membahas tren ya ke
depan bagaimana pengembangan dan
penelitian ee di tema ee seperti ini.
Oke, kita ke pendahuluan dulu.
Ini inspirasi saya, Bapak, Ibu, bahwa
saya merenung ya, berpikir habis S3 kan
capek, pikiran banyak ee tekanan sana
sini ya. Ee setelah itu saya pulang ke
Indonesia saya merenung gitu, apa yang
salah dari sampah persampahan,
pengelolaan sampah di Indonesia gitu ya.
Ee saya melihat inspirasi bahwa
Indonesia itu punya banyak hutan hujan
tropis ya, yang lebat ya.
hutan hujan tropis kita sangat lebat.
Kemudian menghasilkan sampah organik
yang dalam jumlah besar. Ya, ada berapa
pohon? Nanti akan saya bahas. Ada berapa
pohon di hutan itu, ada berapa organisme
yang ada di hutan itu. Tapi herannya ya,
kok pohon-pohon tadi, hutan tadi itu
tidak pernah terkubur atau menjadi TPA
atau landfill ya dalam skala yang besar
gitu. enggak pernah kita lihat ee
tenggelam ya ee si hutan itu gara-gara
ee apa namanya ee sampah yang menumpuk
gitu. Kenapa gitu?
Padahal kita bisa lihat bahwa Indonesia
itu merupakan 10 negara dengan jumlah
pohon terbanyak di dunia ya. Ee
Indonesia masuk nomor 7 ya. Indonesia
memiliki hampir 81 miliar pohon.
Indonesia mempunyai ya bisa kita ulang
lagi ya 81
miliar pohon ya yang mencakup hampir 46%
luas daratan ee dan iklim hujan tropis
menjadikan Indonesia memiliki tanah yang
subur untuk ditumbuhi aneka pohon. Ya,
bayangkan Bapak, Ibu sekalian, Mas, dan
Mbak bahwa ee ada 81 miliar pohon setiap
harinya menghasilkan sampah, dadaunan.
Pohon apa? Pohon jati, pohon apa itu
setiap hari tukang sapu enggak
selesai-selesai tuh nyapuin ee dedaunan
ya. Karena saking banyaknya Indonesia
per orang per harinya kalau manusianya
itu ditaksir sekitar 0 hanya 0,5. kgam
sampah per orang per hari 12eng kilo ya
per orang per harinya.
Nah, namun seperti ini Bapak Ibu
sekalian kita sebagai manusia yang di
Indonesia itu hanya 280 juta dibanding
dengan pohon yang 81 miliar ya itu baru
pohon. Belum kita berbicara organisme,
belum kita bicara tentang dedaunan,
belum kita berbicara yang lain. Ya, itu
hanya kita berbicara manusia ee apa ee
pohonnya saja 81 miliar,
tapi sampahnya dari 280 juta sudah
menghasilkan berbagai macam bencana.
Kotor, estetiknya
ee buruk ya secara estetika, secara
kesehatan ya. Bisa dilihat ilustrasinya
di sini.
banyak tumpukan sampah, sungai tercemar
dan yang lain sebagainya. Hanya dari 280
juta yang punya akal pikiran ya,
which is pohon tidak punya akal dan
pikiran. Ee organisme, makhluk hidup ee
hewan tidak punya ya. Kita dikasih
berkah mempunyai akal dan pikiran.
Begini kondisinya yang sebenarnya tidak
perlu kata-kata tapi bisa dilihat
kondisi nyata.
bahwa kondisi persampahan di Indonesia
ya masih seperti ini memprihatinkan.
Sama di landfield juga di TPA masih
banyak sampah-sampah yang menggunung.
Dari situ Bapak Ibu sekalian saya ya
tadi langsung mencari ee
apa ya bacaan kemudian literatur ya kok
bisa gitu ya. hutan yang tadi yang saya
bilang enggak pernah gitu ya ee kita
punya TPA di hutan gitu.
Ada satu hal yang menarik di sini Bapak
Ibu sekalian bahwa ternyata ada satu
peran yang enggak yang mungkin kita
sering abaikan ya, yang sering tidak
pernah kita ee ini ya ee pedulikan ya,
yaitu adalah semut. Ini aktor utama dari
pengelolaan sampah di hutan ya.
bahwasanya semut itu adalah garbage
collectors of rain forest ya. Eh dia
adalah organisme yang berperan penting
dalam melakukan pengumpulan sampah ya di
dalam hutan ya. Luar biasa ini kita bisa
belajar dari semut bagaimana ee
pengumpulan sampah yang baik, yang
bagus. Kemudian nanti akan ada
hewan-hewan pengolah lainnya, pengurai
ya yang akan kita bahas satu-satu ya.
Tapi awalnya dari sini inspirasi.
They are transporting the species of
that animal spirit and seeds to their
nest. Ya, jadi dia eh transporting ya eh
collecting transporting itu kan teknis
operasional sampah ya. Ya, ternyata
semut itu punya insting untuk melakukan
itu. They have even learn how to use the
things they find to make their own farms
and food sources. Ya, luar biasa dari
semut ya.
dia bisa membuat ee pertanian dan juga
sumber makanannya sendiri ya.
Nah, ini jadi dominant eh waste
management in eh tropical rainforest.
Di agama saya sendiri Islam ya mungkin
nanti ada Bapak Ibu yang dari beragama
lain juga bisa dicari literaturnya. ee
karena saya Islam, saya yang saya tahu
adalah yang di Al-Qur'an ya. Serangga
dalam Al-Qur'an itu mempunyai tempat
yang istimewa sendiri ya. Ee ada
berbagai macam pelajaran berharga dari
makhluk-makhluk kecil ini ya. Jadi dalam
kitab suci Al-Qur'an kalau Bapak Ibu
yang muslim sekalian tahu bahwa ee ada
tiga nama surat yang berasal dari
serangga. Bayangkan surat hanya 114
surat ya. Kenapa enggak hewan mamalia
ya, ikan paus atau apa misalkan singa ya
yang lebih e galak ya ee atau pemberani
ya menyiratkan hewan yang pemberani
gitu. Kenapa serangga gitu 3 dari 114 ya
artinya porsinya lumayan besar gitu ya.
Jangan-jangan ini ada pertanda gitu ya.
ada tanda-tanda bahwa diistimeawakannya
jenis-jenis serangga ini ada
pelajaran-pelajaran berharga yang bisa
kita petik ya dari serangga ini. Ee
salah satunya ada anhal lebah yang juga
sudah banyak menjadi inspirasi banyak
orang. madunya kita manfaatkan, sarang
lebah bisa jadi karya arsitektural, dan
mungkin ada banyak lain em
apa banyak ee hal lain ya yang mungkin
bisa masih bisa kita eksplorasi dari
lebah ya, hal menarik dari lebah. Iya,
Bu Ainul ya tadi Anahel, anamel dan
Ankabut ya. Betul. Ee kemudian ada
anamel ya, semut. Nah, tadi ya semut itu
ee kalau dulu ee tafsirnya itu adalah ee
kenapa semut itu istimewa? Karena gaya
berkomunikasinya ya, gaya
berkomunikasinya kemudian juga bagaimana
mereka berkelompok ya. Ee itu yang jadi
inspirasi manusia ee meneladani ee cara
mereka berkomunikasi dan juga ee apa
namanya berkelompok ya.
Nah, jangan-jangan ada hal lain ya. Tadi
salah satunya bahwa semut ternyata juga
garbage collector terbaik di dunia ya.
Nah, ini mungkin ada yang mau meneliti
tentang semut ya itu bisa di masa yang
akan datang akan sangat menarik ya.
Kemudian alan kabut ya ee banyak sekali.
Nah, ini yang kita belum explore lagi
ya. Jangan-jangan dari laba-laba ini ada
hal yang juga bisa di sektor persampahan
bisa kita ee pelajari dan
serangga-serangga lainnya. Karena ini
mungkin ada pelajaran juga bahwa oh ini
kan tiga dari 114 itu serangga. Oh
jangan-jangan serangga itu memang
makhluk yang ee salah satu yang istimewa
gitu ya. Sehingga saya juga berpikir oh
kalau gitu ayo kita coba eksplorasi lagi
serangga-serangga lainnya. ee mungkin
ini adalah tanda-tanda gitu ya, bahwa ee
serangga itu punya potensi besar ya.
Salah satunya adalah BSF, black shoulder
fly. Siapa yang menyangka bahwa ee
sekarang black shoulder fly itu bisa
dipakai dalam
apakah ada problem suara?
Cek. Sudah ya?
Sudah ada, Pak.
Oke. Habis baterai ininya.
Oke,
lanjut lagi Bapak Ibu sekalian. Em
sambil saya setting dulu.
Oke,
jadi itu ada banyak sekali ee inspirasi
yang apa yang bisa didapat ya dari
serangga sehingga itu yang membuat saya
tertarik ya untuk mengeksplorasi lagi
lebih dalam ee tentang serangga ya.
Nah, kita mulai dari cacing dulu ya.
dari cacing yang sangat dekat dengan
serangga ya ee apa namanya ekosistemnya
dan yang lain sebagainya itu dekat
sekali dengan serangga, hewan-hewan
serangga ya dan ber ee simbiosis ya.
Yah, mudah-mudahan Bapak Ibu sudah
makan, sudah sarapan ya. Kita akan
melihat banyak foto-foto cacing di sini.
Tapi kalau yang sudah kebal enggak
apa-apa ya. Ya, anggap aja ini masa ee
makanan masa depan ya. Kalau cacing
enggak ya, tapi kalau ulat-ulat itu
banyak potensi katanya bisa menjadi
sumber protein di masa yang akan datang
ya. Kemarin juga sudah di ee jelaskan
juga ya oleh Pak Agus ya.
Nah, ini cacing itu ada berbagai macam
jenis ya ee secara umumnya ya.
eh ada yang namanya epijake epijake ya
types ya jenis epijake eh worm ya itu eh
diwakili oleh eena fetida ya spesies-nya
eh dia tipikal yang hidup di survei soil
ya di permukaan tanah yang dia khususnya
em itu mengurai ya tanaman-tanaman yang
sudah mati ataupun ee eh bangkai hewan
ini epigic eh itat warm. Terus ada
endogic ya, endogjic eat warm ya.
Tipikal ini ya, dia punya macam-macam
nih jenis cacing ya. Jadi cacing tuh
cacing tanah tuh nanti Pak Henrikus lah
yang paling ahli ya. Eh hidup di
underground dia agak lebih dalam ya.
Kalau tadi epijek itu dia ee agak
surveace ya permukaan. Kalau endock itu
dia agak lebih underground, lebih ke
bawah dan memakan eh soil ya. Jadi dia
lebih ke yang tanah yang sudah ya ada
apa ya nutrisinya gitu. Masih ada
nutrisinya ya diekstrak nutrisinya dari
ee residu-residu organik yang sudah
terdegradasi. Jadi si Epijek yang
mendegradasi di surface endojek ke
bagian sisa-sisanya gitu ya. Anes
anesic ya itu tipikal yang ee terkubur
dalam ya dalam di tanah ya tetapi bisa
datang ke ee permukaan pada saat malam
hari untuk mencari ya fresh eh organic
matter ya. Jadi materi organik ee
yang paling kita sering ini dengar
adalah yang lumbrikus ini ya, anesm itu.
Kemudian ada perionic excavatus ya, yang
merupakan ya dia ee ini ya lebih mix
lagi ya.
Nah, ini sebenarnya
dalam sejarah cacing tanah itu sudah ada
di zaman Aristoteles ya yang
mendescribkan bahwa eh si cacing tanah
itu intestinous of the earth ya.
Kemudian ada Kleopatra mendeklarasikan
bahwa cacing tanah itu ee juga ee
berkorban ya dan memberikan ee hukum ya
ee
untuk melindungi cacing tanah ya. Zaman
Kleopatra bayangkan sudah berpikir
tentang cacing tanah ya untuk melindungi
karena peran cacing tanah sangat vital
ya. Kemudian Charles Darwin setelahnya
ya beberapa abad setelahnya itu
mendemonstrasikan
bahwa ee cacing tanah itu dapat
meningkatkan ya ee produktivitas tanah
dan juga tanaman. Jadi dari dulu itu
zaman dulu ee ini adalah ilmu yang
termasuk tua ya sudah kuno ya, tapi tadi
masih sangat terus banyak ruang untuk
berkembang ya dari e warming ya atau
cacing tanah ya.
Nah, ini apa? Itu dari cacing tanah itu
ada pemanfaatan yang disebut fermi
composting ya. Jadi komposting tapi
pakai cacing ya. Apa itu
fermicomposting? Yaitu pemanfaatan
cacing dan mikroorganisme untuk mengubah
jaringan tanaman itu menjadi kompos
cacing ya yang kaya akan nutrisi ya.
kaya akan nutrisi.
Jadi cacing itu bersimbiosis
dengan mikroorganik. tidak cacing itu
sendirian, tapi juga ber eh apa
berhubungan mutual ya ee untuk
menjadikan ee kompos yang kayak nutrisi.
jaringan tanaman di dalam wadah cacing
dikonsumsi oleh cacing ya, sehingga
mereka menjadi konsumen dari si
sampah-sampah yang bisa di yang
diinputkan ke dalamnya.
di mana kita ee bisa melakukan
vermikompos. Ini banyak bisa dilakukan
ya, baik itu di dalam ruang kelas, di
kantor, di rumah, di mana pun sisa
makanan atau bahan organik lainnya
dihasilkan dan dikirim. digunakan untuk
membantu mengatasi masalah limbah ya,
limbah padat terutama sisa makanan yang
bisa digunakan di tempat ee pembuangan
ya ataupun di rumah ya di tong sampah
dan yang lain sebagainya di dapur ya
kebanyakan
bahan organik yang dimakan cacing
melewati saluran pencernaannya dan
dikeluarkan sebagai kotoran. Kotorannya
kita sebut casting atau di bahasa
Inggrisnya castings ya. Eh, kalau kita
casting kan casting bekas cacing
maksudnya ya. Ee itu juga bahkan sisanya
aja bisa jadi kompos lagi gitu. Jadi
sangat bermanfaat ya isi cacingnya dan
juga kotorannya. mikroorganisme yang ada
di dalam tubuh cacing itu membantu
mengurai bahan organik di tempat ee
pembuangannya gitu ya.
Nah, apa keuntungan dan juga ee
keberatan
dari cacing mengurangi biaya pembuangan
sampah? Bapak, Ibu sekalian yang
biasanya kalau bisa kalau bayar uang
bulanan gitu untuk ee misalkan ee tukang
sampah kalau kita bisa mengurangi ee
sampah kita yang daur ulang bisa kebang
sampah, yang ee apa organik bisa
fermikompos itu bisa mengurangi ya em
apa namanya ee biaya dari membuang
sampah kita ya. Walaupun kalau di kita
ya di Sleman di ini masih sama ya, masih
flat ya, mau banyak mau sedikit tapi
setidaknya kita mengurangi biaya yang
setelahnya ya kan karena sampah kita
diolah di UPS, di TPST ya di TPA itu
bisa mengurangi biaya operasionalnya ya.
Itu yang kesatu. Yang kedua,
menghasilkan lebih sedikit bau ya.
Menariknya di situ ya ee dia itu sedikit
bau ya ee tidak seperti anaerobic
digestion, biogas yang sangat berbau ya.
Kemudian menarik sedikit lebih sedikit
hama ya. Kalau yang ee metode lain
mungkin akan mengundang banyak hama ya.
Kalau cacing dia relatif sedikit hama.
Yang ketiga, menghemat listrik dan air
yang digunakan untuk pembuangan sampah
di
hemat ya karena ee harusnya itu ee
dibuang ya ee sampah tadi ee bisa kita
olah gitu ya. Yang keempat menghasilkan
amendemen ee tanah ya. Tanah yang apa
namanya? Tambahan zat tambahan bagi
tanah ya. eh soil amendement eh secara
gratis dan berkualitas tinggi sehingga
dapat menyuburkan tanah-tanah yang
kurang subur.
Yang selanjutnya membutuhkan sedikit
ruang karena fermikompos bisa ditaruh di
reaktor, bisa vertikal ya, bisa
horizontal.
Ee kemudian tenaga kerja juga sedikit
yang dibutuhkan karena ya sudah tinggal
ee mengatur saja gitu ya. Jadi biarkan
cacingnya ee bekerja. kita cuma mengatur
saja dan perawatannya juga minim ya,
reaktornya enggak yang reaktor yang
gimana-gimana gitu ya. Nanti mungkin Pak
Henrikus ya nanti akan memberikan
gambaran dan menghasilkan cacing gratis
untuk memancing ya. Ini yang penting
untuk Bapak-bapak yang suka memancing ya
itu bisa ee dapat gratisan cacing tanah
untuk
memancing ikan ya. Nah, itu beberapa
keuntungan fermiomposting yang nanti Pak
Henrikus akan lebih detail ya, karena
ini waktunya terbatas. Ada beberapa ee
organisme lain ya yang akan kita bahas
ya. Tapi menarik tadi ya cacing
faktanya ya, fakta cacing ya itu cacing
itu punya 4.000 lebih spesies ya. Jadi
ada banyak ya. Bahkan ada yang pernah
menemukan cacing terbesar di dunia yaitu
22 kaki atau kalau dikonversi ke meter
6,7 m ya mungkin sama ular ya kalau kita
bandingkan ular aja enggak nyampai
segitu kali ya. Nah, di Afrika pernah
ditemukan. Terus di Australia biasanya
yang gede-gede ya ee itu juga pernah di
ee temukan eh largest ya. Ini yang
digambar ini belum. Ini baru paling 1
meteran lebih ya. Tapi ada lagi ya ee
yang pernah menemukan 6,7 m. Ini yang
menarik karena apa? Bapak Ibu sekalian
saya pernah meneliti tentang
vermikompos. kecepatan atau laju
degradasinya memang masih lebih di bawah
dari BSF ya. Tapi kalau kita bisa
menemukan giant earthwm ya bukan tidak
mungkin ya dengan menggunakan
memanfaatkan cacing-cacing besar ini
bisa lebih ee buas dan ganas ya dalam
mengelola sampah organik. Nah, ini bisa
jadi salah satu inspirasi yang terkecil
itu 12/2 inci aja ya.
Oke, kita beralih ke potensi ulat ya,
Bapak, Ibu sekalian.
Minggu lalu sudah disinggung oleh Pak
Agus ya ee selaku narasumber pertama ee
bahwasanya
banyak sekali serangga atau ulat-ulat
ya, warmwm ini ulat ini ya, jenis-jenis
ulat em yang mempunyai potensi tinggi
terhadap nutrisinya, proteinnya, fat,
lemak, ash, fiber, kalsium, ya, fosforus
dan tiamin
itu ee
menariknya
itu punya potensi besar ya,
meal worm, superwm ya itu kita bisa
lihat proteinnya tinggi ya. Nah, waxwm
ini menarik juga ya eh ulat lilin ya itu
juga menarik yang bisa kita explore.
Tapi di bagian ini di sesi ini saya
hanya membahas dua meal worms sama super
worms dulu. Mengapa dua spesies ini
dispesialkan? Ya, karena ini sudah
lumayan ada yang meneliti dan juga saya
fokusnya juga meneliti di sini. Mari
kita berkenalan ya dengan para ulat-ulat
tadi ya yang dua tadi. Kedua serangga
ini si ulat Hongkong atau mealwm ya.
Kemudian ulat Jerman superwm ya. Kedua
serangga ini sebenarnya bukan ulat ee
yang biasa kita bayangkan ya. Ulat yang
biasa kita bayangkan itu adalah ulat
yang larvanya kupu-kupu. Ulat bulu ya
yang biasanya ee sering ya kita temui
ya. Melainkan
si ulat ini yang dimaksud ulat ini
adalah larva dari kumbang hitam. Kalau
Bapak, Ibu sekalian
pernah menemukan ya, di tanah di ini ada
darkling beetle ya, kumbang hitam.
Dua-duanya menjadi kumbang hitam ya.
Dua-duanya si ulat Hongkong dan ulat
Jerman ini jadi dua-duanya jadi ulat
hitam ee apa? Kumbang hitam ya. Dengan
nama ilmiah si ulat Hongkong itu adalah
tenebriomolitor
ya. Deskripsinya dia berukuran lebih
kecil daripada ulat Jerman. Warnanya
juga lebih kuning, keemasan yang seragam
dan gerakannya itu enggak terlalu
agresif ya. Ee kemudian dia ini cocok
biasanya dipakai buat burung kecil,
reptil kecil seperti leopard geko atau
tokek ya, tokek dan juga ikan hias juga
senang sama ulat Hongkong ini ya. Jadi
biasanya tapi sama ini ee untuk yang
memelihara burung ya banyak yang makai
mealwm ini ya karena menambah nutrisi
dan katanya itu kicauan burungnya jadi
lebih bagus ya.
Lalu ulat Jerman ya dengan nama
ilmiahnya Zopo Basmorio ya deskripsinya
ukurannya jauh lebih besar ya sama
seperti orang aslinya ya ee orang
Hongkong kan relatif ya ee kecil-kecil
ya tapi orang Jerman kan rata-rata
tinggi-tinggi. Kami di Teknik Lingkungan
pernah punya mahasiswa ee dari Jerman ya
ee reguler S1 itu tinggi gede badannya.
Nah, mungkin itu disebutnya ulat Jerman
karena dia ukurannya lebih besar ya.
Kemudian warna kepala dan ujung ekornya
itu lebih gelap ya. Kalau si ini tadi
seragam. Kalau ulat Hongkong tuh kuning
keemasan lebih seragam relatif. Kalau
ulat jermani ujung kepala sama ujung
ekornya agak-agak gelap. Coklat
kehitaman. Gerakannya itu lebih aktif
dan bisa menggigit. Nah, ini bahaya ini.
Bukan bahaya dalam artian apa ya,
geli-geli gitu ya. Ee apalagi untuk
ibu-ibu yang enggak terbiasa ya, tapi
enggak aman kok. Yang menggigitnya bukan
yang gigit gimana-gimana, paling cuma
geli-geli aja gitu.
Cocok untuk apa reptil yang besar
seperti birded dragon, tokek besar ya,
arwana dan juga mamalia kecil pemakan
serangga ya. Jadi hewan-hewan yang lebih
besar cenderung lebih suka ya karena ya
em karena dia lebih besar aja lebih enak
dimakannya lebih menggugah selera untuk
para hewan-hewan yang lebih besar ya.
Kasihan burung kecil tok itu malah malah
takut kalau dikasih ulat Jerman. Nah,
ini gambarannya ulat Jerman adalah
seperti ini atau king warm biasa juga
disebutnya karena saking gede ya ee
perbandingannya seperti ini ya. Ini
giant millal warm ya tapi jarang
ditemukan mungkin di hutan-hutan tropis
ya karena makanannya banyak bisa segede
ini. Tapi yang aslinya itu milwm ya yang
di bawah ya yang di bawah. Jadi
ukurannya lebih kecil ya daripada
superwm ya si zopoasmorio.
Nah, ini secara langsung perbandingannya
ya, bahwa ukuran milwm itu ee sekitar
2,5 cm lah ya. Kemudian ada superwm itu
sekitar 5 sampai 6 cent dua kali
lipatnya. Ee diameternya juga lebih
besar ya ulat Jerman. Warnanya tadi
sudah dijelaskan, perilakunya juga ee
sudah dijelaskan tadi. Kulitnya biasanya
kalau ulat Hongkong lebih tebal dan
keras. Kalau kulitnya ulat Jerman itu
lebih kenyal-kenyel, lebih lunak, dan
mudah dicerna. Kalau si ulat kongkok
enggak bisa gigit, ee kalau ulat Jerman
bisa gigit ya. Jadi harus waspada ya.
Kemudian penyimpanannya bisa disimpan di
kulkas. Jadi bisa ee punya masa dormansi
ya. Jadi dia bisa disimpan nanti dia
hidup lagi ya. Kemudian tidak bisa di
kalau yang ulat Jerman tidak bisa dia
akan langsung mati.
ini perbandingannya ya, kelebihan dan
kekurangannya tadi
em
secara umum ya kalau untuk pakan mealwm
ini kelebihannya dia dapat disimpan
dalam waktu lama. Ukuran pas untuk hewan
peliharaan yang kecil. Perawatan dan
budidayanya relatif murah. kekurangannya
dia mengandung kitin tinggi sehingga
sulit untuk dicerna, keras dia.
Kandungan lemaknya juga cukup tinggi ya
sehingga mm berbahaya juga mungkin ya
untuk beberapa jenis hewan dan kurang
aktif sehingga kurang merangsang naluri
untuk berburu hewan. Jadi dia kurang
aktif untuk ee untuk naluri berburu atau
memakan sesuatunya itu cenderung lebih
ee pasif ya. Kalau ulat Jerman
kelebihannya kandungan proteinnya lebih
tinggi, lemaknya lebih baik, kulitnya
lebih lunak, mudah dicerna, gerakannya
aktif ya, sehingga nafsu makannya juga
ee tinggi ya untuk mencerna makanan ya,
untuk mencari makanan. Kekurangannya
tidak bisa didinginkan, butuh perawatan
konstan pada suhu ruang. Lalu dia bisa
menggigit hewan peliharaan. Ya, bahaya
juga ini jika tidak langsung dimakan ya.
Kemudian dia membutuhkan ruang yang
lebih banyak untuk penyimpanan karena
tubuhnya yang lebih besar.
Secara umum siklus hidupnya sama dengan
ee antara dua itu ya, ulat Hongkong
dengan ulat Jerman dan sama juga hampir
sama dengan magot BSF. Ee dia adalah
metamorfosis sempurna dari telur larva
jadi pupa dulu baru dia jadi kumbang.
Perbedaan yang paling krusial, ulat
Hongkong akan bermetamorfosis secara
alami menjadi pupa meskipun ditempatkan
bersama koloninya. Ya, jadi dia akan
tetap bermetamorfosis walaupun dia masih
ada koloni yang lainnya belum
metamorfosis gitu. Kalau ulat Jerman dia
harus dipisahin sendiri-sendiri dalam
wadah kecil isolasi untuk memicu proses
metamorfosis menjadi pupa. Jadi ulat
ulat Jerman yang kira-kira sudah berumur
lebih tua ya sudah lebih berapa hari
lebih maju itu harus segera dipindahkan
untuk memicu terjadinya metamorfosis.
Kalau enggak dia enggak enggak akan
bermetamorfosis. Ya, itu ee
perbedaannya.
Ini tadi metamorfosisnya dari telur
sekitar 10 sampai 12 hari ya. Ini ee
iya ini untuk metamorfosisnya ya ee
waktunya. Kemudian jadi larva ya
kemudian 3 sampai 4 bulan dia akan jadi
pupa lebih lama cenderung daripada BSF
ya. Lalu dari Pupa ke ee Kumbang itu
sekitar 12 sampai 20 hari. Lalu dari
Kumbang untuk menjadi telur itu juga
butuh 1 sampai 3 bulan. Jadi cukup lama
ya siklusnya.
Dan pada dasarnya di alam liar kedua
jenis larva kumbang ini itu adalah
namanya detritor ya. yang berarti mereka
adalah organisme pengurai yang memakan
bahan organik mati ya ataupun membusuk.
Jadi peran mereka sangat penting dalam
ekosistem untuk mendaur ulang nutrisi
ya. Ya. Jadi itu ee peran mereka memang
di alam mereka akan menguraikan ee
organik ya pengurai ya. Pernya adalah
sebagai pengurai.
Nah, ini yang menarik ya, Bapak, Ibu
sekalian. Dari inspirasi tadi yang
mengurai tadi, apalagi mereka cukup ee
agresif untuk mengurai, ternyata
peneliti ini salah satunya peneliti dari
eh Stanford ya, US itu meneliti bahwa
ternyata ketika dikasih plastik ya
mereka juga suka gitu. Nah, ini yang
menarik. Salah satunya ongoing study by
Stanford Engineers ya, collaboration
with China itu menunjukkan bahwa eh
sebagian besar milwm itu bisa secara
aman mendegradasi
eh berbagai macam tipe plastik. Salah
satunya ini sterofor. Stirofor itu
berarti dari PS polistiren ya, stero
sterofor, stiren, polistirena ya. Nah,
jadi ini ada potensi bahwa si meal worm
ya ternyata kita bisa lihat di gambar
itu dia memakan ee sterofor ya sampai
bolong-bolong itu Bapak Ibu sekalian ya.
Ee menariknya ya
super warm makan dan survive eh dari
polistiren ya.
Tadi kita lihat MWM ternyata Superwm
yang tadi saya bilang kan MWM itu dia
lebih cenderung enggak terlalu agresif,
enggak terlalu ee apa ya makan banyak
gitu ya. Ternyata super superwm juga
suka ya. Ternyata Superworm juga suka
dengan sterofor dan jauh lebih ganas ya
jauh lebih dia lebih agresif dalam
mendegradasi sterofor ya. Ee jadi di
dalam sistem pencernaannya microbes-nya
itu mampu mendegradasi sampah plastik.
Potensi insekta lainnya ya.
Bapak, Ibu sekalian,
ini baru berapa cacing,
ulat ya, ulat Hongkong, ulat Jerman.
Tapi serangga di dunia ini ada berbagai
macam dan di Indonesia khususnya ya ada
berbagai macam. Kenapa kita enggak
berpikir untuk ee kita dikasih akal ya,
kita dikasih pikiran, kita dikasih ee
ilmu ya, bahwa ketika ini dikendalikan
dengan baik, kita bisa memanfaatkan ya
memanfaatkan ee keberadaan mereka. Rayap
nih satu. Rayap adalah dekomposer paling
kuat di alam. Terutama untuk material
yang sangat sulit diurai dengan nama
ilmiahnya ada berbagai macam spesies ya.
Berbicara masarah rayap aja itu
spesiesnya juga udah banyak ya. Ada
coptotermes
SP, makrotermes SP ya. Jenis sampah yang
diurai itu spesialis lignelulosa.
Sebagaimana yang kita tahu, kayu-kayu,
kusen, semuanya, lemari, apa itu,
kertas, kardus itu bisa bolong-bolong
sama kehadiran si rayap ini. material
apapun yang mengandung selulosa dan
liknin yang bas-nya adalah kayu
perkayuan, kayu, bambu, kertas, kardus,
karton, produk kayu olahan itu mampu
didegradasi oleh rakyat. Sisa-sisa
tanaman kering dan limbah pertanian
berserat tinggi, batang jagung, jerami
yang biasa dibakar itu bisa diuraikan
oleh rayap. Mekanisme penguraiannya itu
berdasarkan keajaiban rayap yang ada di
ususnya. Usus mereka adalah rumah bagi
ekosistem mikrobakteri, mikroorganisme,
protozoa, dan bakteri simbiotik.
Sehingga mikroba inilah yang
menghasilkan enzim super kuat ya,
seperti selulase, ligninase yang mampu
mencegah atau memecah ikatan kimia
selulosa dan liin yang sangat kokoh yang
tidak bisa dilakukan oleh sebagian besar
hewan lainnya. Yang kita tahu kan bahwa
kayu itu kan keras ya em itu bisa
dipecah oleh perayap. potensinya sangat
besar untuk mengolah limbah kehutanan,
pertanian, industri kertas. Penelitian
berfokus pada isolasi enzim dari si usus
rayap. Jadi, Bapak Ibu sekalian, kita
tidak mesti memperbanyak rayapnya, tapi
kita mensintesis
dan menginsolasi enzimnya saja ya, yang
dari usus rayap untuk menciptakan proses
dekomposisi skala industri. Ee misalkan
produksi bioetanol dari limbah kayu, ya.
Jadi ada berbagai macam bisa si rayapnya
yang kita perbanyak atau ya kita isolasi
enzim yang bisa memecahnya tadi yang
kita isolasi ya.
Tantangannya apa? sifatnya sebagai hama
destruktif menggunakannya secara
langsung sangat berisiko. Ya, tadi ada
yang bertanya juga kan di ini bagaimana
nanti kalau ini dikembang biakkan ya
tadi. Jadi tidak tidak mesti dikembang
biakkan secara langsung ee tetapi bisa
kita isolasi enzim yang ada di ususnya
karena tadi miracel-nya, keajaibannya
itu ada di ususnya si rayap ya.
Oleh karena itu, fokusnya bukan pada
rayap, tapi teknologi yang ada di dalam
tubuh rayapnya tersebut. Ya, walaupun
tidak bukan tidak mungkin juga sih
rayapnya kita ini dikendalikan dengan
baik ya, jangan sampai dia e kabur ya.
Ngengat lilin atau waxwm ya. Nama
ilmiahnya Galeria Melonela.
Larva dari ngengat lilin besar ya.
Ngengat itu kayak kayak kupu-kupu ya.
Bapak, Ibu pasti sudah tahulah ya.
Mengar ee jenis sampah yang diurai luar
biasanya adalah ini adalah penemuan
terbesar abad ini ya, bahwa si waxm itu
bisa mendegradasi polietylen, PE, HDPE,
LDPE ya. Jenis plastik yang paling umum
kita gunakan pada kantong plastik dan
kresek ya. Makanya ini disebut penemuan
salah satu penemuan terbesar abad ini
bahwa ternyata secara alamiah mereka itu
makanannya adalah si bisx ya atau ee dia
tuh nyantol jadi hamanya sarang lebah ya
di sarang lebah yang terbuat dari lilin
lebah ya bisx itu makanya namanya waxm
ya karena dia secara alamiahnya makannya
lilin itu yang secara kimiawi memiliki
kemiripan struktur dengan plastik PE.
Nah, ini kata kuncinya Bapak, Ibu
sekalian. Kita eksplorasi si serangganya
yang ada ya. Serangga yang ada tersebut
makanan alamiahnya apa? Nah, makanan
alamiahnya itu tinggal kita lihat
kemiripan strukturnya dengan
sampah-sampah yang menjadi masalah di ee
kehidupan kita sehari-hari. Nah, itu
yang kita eksplorasi ya. Mekanisme
penguraian ini ee
ini ya tadi ee penemuan yang sangat luar
biasa ya ee bahwa dia bisa memecah
ikatan molekul polimer plastik ya.
Proses ini disebut biodegradasi
atau biokonversi ya. Mereka secara
efektif mencerna plastik ya. potensinya
harapan besar untuk mengatasi krisis
sampah. Tapi ada tapinya Bapak Ibu
sekalian tantangannya adalah laju
degradasinya masih terlalu lambat ya.
Jadi dia mendegradasi sampah plastiknya
perlahan-lahan gitu lambat ya untuk
skala industri. Sehingga butuh cara
merekayasa agar proses ini dibuat ribuan
kali lebih cepat dan itu tugasnya
manusia dulu. Siapa yang menyangka BSF
itu bisa mengolah sampah? Ya, tapi
dengan berbagai macam penelitian
sehingga tercipta ya cara yang paling
baik gitu ya. Nah, ini juga potensi
besar waxwm.
Tahun ini sebenarnya saya meneliti
tentang rayap dan waxwm ini tapi saya
kesulitan untuk mencari waxwm ya. Bagi
Bapak Ibu sekalian yang punya ee apa ee
informasi ataupun ee pengetahuan tentang
ini boleh nanti juga ee menghubungi saya
ya bisa kita berdiskusi gitu. Karena
dari sisi ininya potensinya besar sekali
tapi cara untuk mendapatkannya ini yang
susah ya.
Kecoa atau cockroach ya. Ini saya
sengaja enggak ngambil foto kecoa
Indonesia ya. Pasti menjijikan ya. saya
sendiri juga eh gimana gitu ya. Nah,
saya kasih gambar kecoa Madagaskar yang
lebih bersih ya kelihatannya ya
kelihatannya. Nah, kecoa ini ternyata
juga adalah mesin pengurai sampah
organik yang sangat tangguh dan efisien.
Kita bisa ee juga pernah dengar juga ya,
kecoa ini adalah salah satu makhluk yang
paling ee tua ya karena dia bertahan ee
dalam kondisi apapun ya. Makhluk yang
paling tangguh ya.
Nah, nama ilmiahnya contohnya
periplaneta Americana Blata orientalis
ya. Jenis sampah yang diurai itu dia
memakan hampir jenis sampah organik ya.
Sisa makanan, dapur, restoran, sayuran,
dan buah busuk itu dimakan. Nah,
menariknya lagi kertas, karton, lem,
bahkan kain dari serat alami pun bisa
dimakan oleh kecoa ya.
ee apalagi ini kecacar ini lebih gede
dan lebih rakus ya Bapak Ibu sekalian.
Ada yang sudah pernah juga untuk
memeliharanya. Nah, mungkin ini jadi
salah satu inspirasi ya mekanismenya dia
melakukan pencernaan yang sangat kuat
dan tidak pilih-pilih. Didukung bakteri
usus yang beragam ya lagi-lagi ususnya
ya yang luar biasa
potensinya sudah diterapkan secara masif
ya. Di Tiongkok ada pabrik-pabrik
raksasa yang menampung miliaran kecoa
untuk mengolah ratusan ton sampah
makanan setiap hari. Ya. Dan hasil
akhirnya adalah pakan ternak yang
berprotein tinggi dan juga bisa
dijadikan pupuk organik. Tantangannya
apa? Stigma negatif ya. Apalagi orang
Indonesia ya takut sama kecoa.
Pengelolaannya harus dengan sistem
tertutup yang sangat aman dan mencegah
mereka kabur dan menjadi vektor
penyakit. ini yang harus hati-hati.
Jangkrik. Bapak, Ibu sekalian ya yang
sudah pernah melihara jangkrik juga
pasti tahu bahwa dia eh termasuk
grillide family ya, aceta domesticus.
Jenis sampah yang diurai itu biasanya
sampah organik lunak seperti sisa-sisa
sayuran, buah-buahan, sisa makanan
nabati, limbah biji-bijian, dan roti.
Itu juga suka jangkrik. ee sebagai
omnivora mereka cepat mengkonsumsi bahan
organik dan mengubahnya menjadi
biomassanya ya. Jadi dia lebih banyak
menyimpannya daripada membuang
kotorannya. Proses ini yang disebut
biokonversi yang biasa kita ee kenal.
Potensinya sangat baik untuk upcycling
atau meningkatkan nilai sampah. Karena
tadi jangkrik ini punya nilai nutrisi
yang sangat tinggi. Apalagi di untuk
jadi pakan ternak ini proteinnya sangat
tinggi. Bahkan ee ya di Thailand di mana
ada juga yang sudah mengkonsumsinya
untuk manusia ya. Budidayanya sudah
mapan dan diterima sangat luas ya. Tapi
tantangannya dia tidak seefektif kecoa
dan BSF untuk sampah yang sangat basah
dan beragam. Dia ee sampah-sampah khusus
saja. Tapi kan bisa untuk pabrik
biji-bijian yang pabrik yang pengolah
biji-bijian, pengolah produk roti itu
bisa kita manfaatkan si jangkrik ini ya.
Nah, ini juga nih sering di ini di
YouTube-YouTube ya, ulat sagu. Ulat
sagu.
Ulat sagu ini juga punya potensi Bapak
Ibu sekalian. Rinkoporus verugineus
ya. Jenis sampah yang diurai itu adalah
batang tanaman berpati, terutama batang
sagu dan kelapa sawit, limbah pertanian
dari perkebunan kelapa, sagu ataupun
aren. Mekanisme penguraiannya dengan
rahang yang kuat mereka melubangi dan
memakan bagian dalam batang pohon yang
akan ee yang kaya akan pati dan selulosa
sehingga mempercepat proses pembusukan
dari dalam. potensinya ya Bapak Ibu
sekalian dia ternyata tidak hanya di
pohon sagah
perkebunan sawit yang mirip-mirip
karakteristik sagu ya yang jumlahnya di
mana bendennya sangat melimpah di
Indonesia ulat ini merupakan sumber
protein dan lemak yang bernilai ekonomi
tinggi Bapak Ibu sekalian tapi ada
tantangannya kumbang dewasanya adalah
hama utama bagi perkebunan kelapa dan
kurma jadi bahaya harus hati-hati ya,
ketika dia sudah menjadi kumbang dewasa.
Ini ringkasannya Bapak Ibu sekalian
bahwa ee dari berbagai macam ini baru
segelintir sedikit sekali ya dari
potensi berbagai macam ee serangga yang
ada di dunia maupun di Indonesia ya.
Rayap, ngengat lilin, kecoa, jangkrik,
ulat sagu ya.
Ada berbagai tipe macam sampah yang
spesialis ya, kayak sama kayak dokter
atau apa ya, ada spesialisasi
sama si ini juga punya potensi
spesialisasinya masing-masing ya.
Keunggulan-keunggulannya juga ada
masing-masing sehingga kalau
dikombinasikan
ini menjadi game changer Bapak Ibu
sekalian ya. ee karena ee kombinasi yang
luar biasa ini itulah yang menyebabkan
yang tadi saya bilang hutan hujan tropis
atau apa itu tidak tidak menumpuk
sampahnya oleh kombinasi dari berbagai
macam ee pengurai sampah ini.
Terakhir ya sebelum kita ke sesi tanya
jawab ee saya ingin men share juga tren
penelitian dan pengembangan di bidang
ini sedikit. Ya, ini beberapa jurnal
yang sudah kami ee publikasikan.
Ee Fermi Compos adalah yang pertama kami
lakukan ya. Tapi ee setelah di ee teliti
memang pengurangan laju pengurangannya
itu masih ee kalah dibanding BSF ya.
Tapi ada berbagai macam keuntungannya ya
dari si cacing tanah ini ya. Nanti kita
akan coba bandingkan ya. Em
ini ya si cacingnya yang kita coba
kembang biakkan. Menariknya Bapak Ibu
sekalian, cacing yang kita kembang
biakkan ee kebetulan kami bermitra
dengan Pak Puji namanya salah satu ee
juga pakar sampah ya di ee Bantul eh di
sori di ee Sleman di Berbah ya. Nah,
beliau juga sudah mungkin ada Bapak Ibu
yang kenal di sini. Beliau juga ee
mengembangkan dan cacingnya menariknya
Bapak Ibu ketika ini diganggu cacingnya
itu mengeluarkan aroma melati ya. Jadi
ini mungkin ada potensi ee untuk
dijadikan ekstrak untuk kosmetik, untuk
apa ya? Karena menariknya ketika di ini
kok ada bau melatinya itu menariknya
kalau dia diganggu aja. Kalau enggak
diganggu dia enggak mengeluarkan bau
melatih tadi. Itu sangat menarik ya.
Jangan-jangan itu belum terdaftar ya si
spesiesnya ya karena cuma ada katanya di
berbah itu di tempat si bapaknya itu Pak
Puji itu ya. Nah ini yang ee awal mula
kami tertarik mengenai makroganisme ya
Bapak Ibu sekalian.
Ini reaktornya reaktor cacing beliau
dari Pak Puji ya. kita coba pakai
utilisasi dan menariknya ini kan
vertikal sehingga hemat lahan ya. Lalu
kami kembangkan sendiri reaktor
Fermikompos ya. Kita pernah ini melalui
mahasiswa kami Mas Tomi namanya orang
Bantul. Eh kami ee apa eh meneliti
tentang bagaimana mengembangkan reaktor
kompos terutama ini continuous flow ya.
Jadi dia bukan batch tapi continuous ya.
penelitian lainnya. Ee saya juga
meneliti tadi Pak Hijra sudah bilang di
awal saya juga meneliti tentang BSF ya.
Tapi karena BSF sudah dibahas jadi
enggak saya detailkan di sini. Salah
satunya kami sebenarnya sudah
mengembangkan modul-modul BSF ya ee
modular-modular sehingga bisa atau
reaktor ya bisa di ee replikasi dan juga
diterapkan di berbagai macam tempat ya.
sama milworm juga sudah kita teliti ee
yang ee ulat Jerman yang superwm ee
kemudian bagaimana dia mendegradasi
plastik itu juga sudah kita teliti tapi
belum publikasi sedang ongoing
publication ya.
Nah, ini yang saya ee bilang tadi bahwa
kita sedang ongoing ee yang mikroplastik
udah kita teliti juga bahwa di
kotorannya itu juga harus berhati-hati
karena muncul ee mikroplastik ternyata
ada di kotorannya sehingga tidak bisa
untuk tanaman pangan. Ya, itu harus
selektif nanti untuk apa menggunakan si
kompos dari kotoran ee ulat ya.
Kemudian kita bisa mengeksplorasi lebih
banyak mikro mak mikroorganisme
spesifik dan selective organic waste
atau breeding atau feeding-nya itu bisa
kita eh eksplorasi lebih lanjut lagi.
Salah satunya kita nyoba-nyoba ini pakai
masker Bapak Ibu sekalian ternyata juga
dimakan oleh si makroganisme.
Ke depannya mungkin seafood crickets ya,
jangkrik superwm udah kita lakukan.
Laser milwm itu ulat kandang juga
ongoing penelitiannya. Garden shoulder
fly menarik Bapak Ibu sekalian. Garden
shoulder fly adalah versi shoulder fly
katanya lebih rakus ya. Ee ini juga bisa
dikembangkan House Fly. Kita juga sedang
mengembangkan ee lalat rumah itu kalau
di Cina itu jadi pabrik Bapak Ibu
sekalian. Tapi dengan terkontrol ya,
dengan harus terkontrol jangan sampai
dia ee lepas ke lingkungan ya. Itu
sebenarnya dengan teknologi itu sangat
memungkinkan. Kemudian termit ya, rayap
dan yang lain sebagainya, ulat lilin,
ulat sagu dan yang lain sebagainya itu
yang akan kita coba kembangkan.
Dan kalau dilihat dari jurnal-jurnal
bereputasi itu juga sudah banyak yang ee
ya banyak sekali sih enggak ya, tapi
sudah mulai berkembang ya. Ini tahun
2021 ya. Jadi ini penelitian yang masih
fresh ya em yang terus ee diperkirakan
akan terus berkembang ya. Ini salah satu
impact polystiren ya untuk edible insect
ya em tenebriomolitor dan zopobas morio
ya ulat Hongkong dan ulat Jerman.
Studi-studi lainnya mungkin Bapak, Ibu
sekalian yang dosen, yang peneliti juga
bisa cari di Elsafire, Springer. Banyak
sekali berlimpah ya penelitian tentang
ee hewan-hewan ini. Dan menariknya
mereka menelitinya di daerah subtropis
yang notab itu tidak ideal bagi si
ulat-ulatan ini. Jadi kita selaku negara
tropis, kita yang harusnya memanfaatkan
si ee serangga-serangga ini ya. karena
mereka bisa hidup sepanjang tahun. Beda
dengan di negeri subtropis. Dan di sini
disebutkan artificial selection of
insect to bioonvert consumer organic
waste ya. Jadi ada multiple insect spes
ya yang bisa kita eh eksplorasi lagi.
BSF, mealwm, superwm, bioonversion ya,
by insects ya. Jadi banyak sekali ee apa
namanya yang bisa kita eksplorasi,
banyak yang bisa kita teliti di masa
yang akan datang. Ya, saya harapkan ee
siapa tahu penelitian-penelitian itu ee
bermulanya dari Indonesia ya bisa
berkembang. ee ada yang Pak saya nemuin
nih ada makroorganisme lain ee yang bisa
degradasi sampah tertentu misalkan ya
monggo silakan kita saling
berkolaborasi, kita saling bertukar
pikiran, bertukar pengetahuan sehingga
apa yang tadi permasalahan sampah di
Indonesia yang dihasilkan oleh 280
ee juta orang sekitar ya ee itu bisa
kita hadapi dengan bersama-sama. dan
juga bisa kita ee lakukan dengan gaya
kita, dengan local genius kita, ya,
dengan cara kita ya, karena setiap
tempat itu punya setiap solusinya
masing-masing.
Seperti itu mungkin dari saya masih ada
waktu 5 menit tapi sepertinya sudah
cukup ya. Saya kembalikan kepada panitia
untuk kita bisa diskusi bersama-sama.
Terima kasih.
Baik, sekian tadi ya penyampaian materi
dari Bapak Hajri yang luar biasa dan
sangat bermanfaat. Nah,
terima kasih Bapak atas penyampaian
materinya. Jika kita lihat-lihat justru
sudah banyak sekali pertanyaan dari
Bapak Ibu peserta tim online di kolab
chat Zoom. Namun sebelum kita masuk ke
acara selanjutnya yaitu sesi tanya
jawab, izinkan saya menyampaikan
beberapa informasi terlebih dahulu p
Bapak Ibu peserta training online
sekalian yang menginginkan materi ee
training online kita hari ini dapat
request materi terlebih dahulu melalui
link yang telah admin kami kirimkan di
kolom chat Zoom. Kemudian sebelum kita
masuk ke sesi tanggung jawab, kita akan
melakukan sesi foto bersama terlebih
dahulu. Untuk sesi foto bersama kali ini
saya akan dibantu oleh admin. Baik,
kepada admin waktu dan tempat kami
persilakan.
Baik, untuk sesi dokumentasi diharapkan
Bapak Ibu semua untuk mengaktifkan
kamera.
Untuk slide yang pertama 1 2 3.
Slide kedua 1 2 3.
Slide ketiga 1 2 3. Terima kasih. Saya
kembalikan kepada moderator.
Baik, terima kasih kepada admin yang
telah membantu sesi foto bersama pada
pagi hari ini. Kemudian selanjutnya kami
juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu
untuk mengisi kuesioner dan linknya
sudah kami share di kolom chat. Supaya
kegiatan kami selanjutnya bisa lebih
baik lagi, kami berharap Ibu Bapak
peserta bisa memberikan saran dan
masukan di link fesioner tersebut.
Sampailah kita di acara yang
ditunggu-tunggu yaitu sesi tanya jawab.
Di sini kami sudah menyiapkan, kami
sudah merangkumkan pertanyaan-pertanyaan
dari Bapak Ibu melalui kolom chat.
Baik, untuk Bapak Fadri saya akan
membacakan pertanyaannya kemudian bisa
dilanjutkan dengan Bapak untuk menjawab
pertanyaan.
Yang pertama dari Bapak Fajri.
Pertanyaan nomor satu, apa benar ternak
cacing lebih dulu dipraktikkan daripada
ternak magot dan masih bertahan sampai
saat ini? Kemudian pertanyaan kedua,
yang mana lebih efektif dalam
menghabiskan sampah organik, ternak
cacing, atau maghwet? Kemudian yang
ketiga, jika sterofor itu tidak bisa
terai dan sangat mencari
mencempari lingkungan, kenapa pabriknya
sampai sekarang belum ditutup dan
diterapkan aturan tegas? Baik, Bapak
Fajri silakan untuk jawab pertanyaan
dari Bapak Fajri.
Oke, menarik sekali ini pertanyaannya
sesama Fajri ya, tapi Pak Fajri nih. Em
kesatu dulu saya tanggapi bahwa apakah
benar ternak cacing lebih dulu
dipraktikkan daripada ternak magot? yang
saya tahu ya eh ternak magot BSF mungkin
ya, Pak ee dalam hal ini karena magot
itu kan bisa berbagai macam ya, tapi ini
magot BSF mungkinnya yang paling
familiar dan masih bertahan sampai saat
ini ya.
Eh, yang setahu saya begitu, Pak. Jadi
cacing memang lebih dulu di banyak
diterapkan ya. Karena tadi cacing lebih
familiar ditemukan dari zaman
Aristoteles yang tadi saya bilang bahwa
keberadaan cacing itu sudah di em
apa ya sudah disadari banyak orang. Nah,
sehingga dia lebih ee cepat untuk di ee
adaptasikan untuk mengatasi masalah
sampah. Jadi setahu saya iya karena saya
masih ingat banget 2013 dulu waktu saya
selesai kuliah S1 itu baru muncul tuh
jurnal-jurnal yang ngomongin BSF. BSF
tuh baru tahun segituan ya. Sementara
kalau cacing itu sudah banyak literatur
yang dari tahun 0-an itu sudah banyak
yang ee melakukan ya. Jadi setahu saya
sependek yang saya ee pengetahuan saya
ee itu adalah ternak cacing memang
dipraktikkan lebih dahulu. Orang lebih
banyak melakukan itu dulu ya. Namun
sekarang memang lebih banyak yang
menerapkan magot ya. Karena apa?
Permasalahannya ini menyangkut di poin
kedua ya. Mana yang lebih efektif
menghabiskan sampah organik ternak,
cacing, apa ngagot? Nah, ini harus kita
bagi dulu sampah organik yang mana dulu,
gitu. Jadi tadi kita si masing-masing
ini punya spesialisasinya masing-masing.
Ee walaupun ee mungkin bisa tapi tidak
seefektif satu sama lain. Nah, yang si
cacing ini dia sangat baik untuk
mendegradasi sampah-sampah dedaunan.
Walaupun tidak menutup kemungkinan dia
mengurangi sampah dapur. Ya, kita pernah
lihat juga ada yang namanya teori
biopori ya. Biopori itu kalau ditaruh di
tanah nanti akan muncul cacing-cacing
yang akan mendegradasi
ya. Tapi ya itu tadi butuh waktu yang
lama. Tapi kalau untuk daun dia lebih
efektif dibandingkan dengan magot BSF
ya. Nah, sementara kalau magot BSF dia
sangat-sangat rakus dan sangat-sangat
jauh lebih cepat mendegradasi sampah
makanan, sisa makan ya, food waste,
kemudian juga sampah dapur itu sangat
rakus dan dia enggak ada constrain,
enggak ada halangan. Maksudnya dia
enggak milih-milih gitu. Apapun dia
makan, dia libas ya. Si magot ini dia
enggak milih-milih dalam kondisi basah
pun, kelembaban tinggi pun. ya walaupun
ada batasannya itu dia bisa
menghabiskan. Sementara si cacing ini
dia bisa juga tapi lama lebih lama ya.
Tapi si magot BSF dia tidak ataupun
sangat kecil sekali dia bisa
mendegradasi sampah dedaunan kering ya
sisa-sisa pepohonan gitu ya. Sampah
taman ya itu kan juga organik tapi ee
itu enggak disukai oleh magot ya ee BSF
ya. Jadi itu yang poin keduanya adalah
ee tergantung ya sampah organik mana
dulu. Nah, kenapa BSF sekarang sangat ee
ee masif ya? Karena kita sekarang banyak
sampah makanan yang harus segera
didegradasi sehingga makanya BSF itu
sekarang jadi banyak yang menerapkan.
Nah, itu ee untuk jawaban yang kedua.
Menarik nih. Poin ketiga nih, sterofor
tidak bisa terurai dan sangat mencemari
lingkungan. Tapi kenapa pabriknya masih
belum ditutup?
Karena sampai saat ini, Pak, belum
ditemukan bahan yang murah, yang semurah
sterofor
ya, yang bisa menggantikan peran
sterofor ya secara nilai ekonomi.
Lagi-lagi kita ngalah dengan ekonomi ya.
Kemarin ada pertemuan dunia plastic
treatity ya tentang komitmen eh Mas apa
kesepakatan antara wirausaha pemerintah
global dunia tentang sampah plastik itu
pun masih kalah, pengusaha masih menang.
Mereka masih bisa melakukan produksi itu
sirofom plastik segala macam. Karena
apa?
Lagi-lagi nilai ekonomis
ya. Jadi kita pakai kertas belum bisa
semurah sterofor. Sterofor itu murah
sekali ya. Dengan bahan yang sedikit ee
bisa menghasilkan produk yang murah dan
ee bisa ee mempunyai nilai ee manfaatnya
propertinya itu bagus gitu. Dia bisa
menyimpan makanan, bisa sebagai wadah
makanan dan yang lain sebagainya. Jadi
itu, Pak, motifnya adalah ekonomi. Kalau
diterapkan aturan tegas belum ada materi
material material yang bisa menggantikan
sterofor. Ada. Ada Pak, saya pernah
lihat. Iya, ada tapi harga materialnya
jauh lebih mahal dibandingkan sterovo.
Ya, jadi itu ee untuk yang ketiga.
Kenapa stirovo masih digunakan? ya
tinggal dari kitanya sekarang
konsumennya kitanya mau enggak untuk
tidak memakai itu sehingga mekanisme
pasar enggak ada demand sehingga
suplainya enggak ada jadi itu balik ke
kesadaran kita mulai dari diri kita,
dari keluarga kita, kita coba
minimalisir pemakaian sampah sterofor
seperti itu.
Terima kasih sudah menjawab pertanyaan
dari Bapak Fain ya. Ee untuk selanjutnya
dari Bapak Ainul. Apakah cacing tersebut
telah berkembang biak? Langkah apa yang
sebaiknya dilakukan? Bagaimana jika
populasinya meningkat secara signifikan
dan tidak terkendali?
Baik, silakan untuk dijawab pertanyaan
Bapak Ain.
Terima kasih
Pak ya.
Ya, ini PR
adalah mengendalikan ya populasinya.
Jika cacing ini berkembang biak itu
bagus, Pak. Itu adalah salah satu
tujuannya untuk melakukan pengembang
biakan ee si cacing tersebut. Nanti Pak
Henrikus ya yang pakarnya ya, bagaimana
cara melakukan itu. Gimana kalau dia
signifikan dan tidak terkendali? Ya kita
kendalikan. Kita kan manusia, kita bisa
membuat kebun binatang, hewan-hewan buas
bisa terkendali sama kita. Singa ee
gajah, apa segala macam itu bisa kita
kendalikan ya. Hewan ternak yang jauh
lebih besar kayak sapi itu kan sapi
kalau liar kan ngeri juga ya.
ngeri-ngeri sedap ya kalau lagi ee Idul
Adha itu banyak kan sapi ngamuk apa tapi
kita sebagai manusia diberikan ee akal
dan pikiran untuk mengendalikan membuat
sistem mengendalikan ee segala ee yang
ee makhluk yang lainnya ya. Sehingga
cara mengendalikannya adalah membuat
reaktor terbatas yang di mana reaktor
tersebut terisolasi tapi bisa
memungkinkan si cacing untuk berkembang
biak, tidak makan tempat ya sehingga ee
si cacing-cacing tersebut tidak ee
merusak ataupun sebenarnya kalau cacing
sih tidak merusak sih yang ini ya malah
bagus ya untuk penyubur tanah ya. Nah,
seperti itu kira-kira. Jadi ee paling
dia tidak terkendali itu mungkin nanti
masuk ke rumah gitu ya karena nanti jadi
mengotori dan yang lain sebagainya. Tapi
itu cara yang paling efektif adalah
dengan membuat reaktor ya ee sehingga
kita bisa mengisolasi dia sehingga dia
tidak bisa kabur ya seperti itu.
Terima kasih sudah menjawab pertanyaan
Bapak Ainu. Selanjutnya dari Ibu Amrina.
Tadi sudah dijelaskan bahwa Indonesia
kaya akan biodiversitas.
Nah, menurut Bapak Fajri sebagai
akademisi teknik lingkungan, apa saja
tantangan pengaplikasian teknologi
biokonversi ini di Yogyakarta?
Silakan.
Iya. Ee menarik juga ini ee bahwa tadi
kita punya potensi tapi tiap daerah
punya tantangan, terutama kota Jogja ya.
Soal ini kalau kita berbicara kota Jogja
adalah masalah lahan Bapak Ibu sekalian.
Jadi ketika kita belum bisa membuktikan,
terus kita bikin tiba-tiba ada kandang
ulat Hongkong misalkan ya, itu bisa jadi
penolakan warga atau apa gitu ya. Karena
konotasinya tadi negatif kan serangga
dan yang lain sebagainya ini konotasinya
masih negatif kecuali kita sudah bisa
membuktikan gitu ya. Nah, tantangannya
itu tadi mengaplikasikannya bagaimana
caranya untuk yang lahan-lahan padat
penduduk ya itu bisa terkendali
terkontrol. Harusnya bisa sih ya karena
Jepang aja yang padat itu bisa dia bisa
punya pabrik insinerator di tengah kota
gitu. Asalkan terkendali itu bisa. Tapi
itulah tantangannya bagaimana membuat
itu ee terkendali ya dengan keterbatasan
lahan. Jadi tantangan utama di Jogja
adalah keterbatasan lahan ya.
Keterbatasan lahan. Em kemudian kalau
kita perluas lagi misalkan di DIY
seharusnya tantangannya lebih sedikit
ya. Saya menemukan banyak sekali MyG
Farm BSF peternak BSF apa selain Pak
Tommy ya minggu lalu itu banyak sekali
di Jogja ya tapi daerahnya kebanyakan di
Sleman, di Bantul gitu ya. Jadi
sebenarnya ee sedikit lebih sedikit
tantangannya kalau untuk yang di
daerah-daerah yang punya lahan yang
lebih luas ya. Tinggal nanti adalah
bagaimana membuat reaktor yang ee baik
ya yang memungkinkan dia bisa berkembang
biak. Karena kan biokonversi ini ee dia
harus ee banyak tadi ya menghasilkan
banyak ee insekta larva sehingga nanti
bisa mendegradasinya juga lebih efektif.
Jadi itu tantangannya eh Bapak atau Ibu
Amrina. Ibu Amrina. Amrina ya. Seperti
itu, Mbak.
Baik, terima kasih Bapak sudah menjawab
pertanyaan Ibu Amina. Selanjutnya
pertanyaan dari Bapak Samsul Arifin.
Metode pengembang biakan ulat seperti
apa, Pak? Infrastruktur, alat, dan bahan
apa saja yang harus dipersiap?
Oke, menarik.
Iya, Pak Samsul Arifin ya. Eh, ini yang
ulat ini memang kan belum familiar ya,
Bapak, Ibu sekalian di Indonesia
sehingga belum ada yang membuatnya skala
besar. Cuma kalau yang mau buat skala
kecil itu alat bahannya sangat-sangat
simpel. Kita cuma butuh wadah plastik
atau wadah apapun itu ya untuk menampung
si ulatnya. Kemudian udah dikasih
makanan, dikasih pakannya gitu. Itu
sangat-sangat mudah dan ee memastikan
bahwa tempatnya itu tidak panas. Nah,
itu aja. Itu agak-agak ininya ya ee
tantangannya yaitu membuat ruangan itu
nyaman. Kan ada yang bilang itu jangan
sampai panas itu dia kepanasan kayak
cacing kepanasan gitu kan. Ada istilah
kita kan kayak gitu istilah lama kita ya
cacing kepanasan ya. Orang itu kayak
gitu tuh. itu kayak cacing kepanasan.
Nah, itu jangan sampai si ulat ini
kepanasan ya. Nah, jadi infrastrukturnya
paling nanti ruangannya ataupun
apa ya seperti hanggar gitu ya dibuat
sedemikian rupa sehingga dia tidak ee
terlalu panas ya. Ee dibuat suhu
tertentu, suhu ruang ee yang
memungkinkan si ulat tersebut nyaman.
Karena kalau enggak nyaman saya sendiri
pernah melakukan mencoba dia langsung
ganti kulit ya. dia langsung ganti kulit
kayak jadinya pigmennya enggak ada, jadi
ulat putih gitu. Lama-lama mati. Habis
itu dia jadi mati ya karena enggak bisa
mempertahankan kehidupannya. Nah, jadi
kalau yang mau skala kecil alatnya
sangat-sangat ee gampang ya. Yang
penting tadi ee ada si wadahnya ee
kemudian ada si ulatnya, beli ya. Banyak
di toko pertanian banyak yang
menyediakan ulat. Itu biasanya buat
pakan ternak atau pakan ee mancing ya.
Kemudian infrastrukturnya ruangannya
harus temperaturnya harus bagus ya. Ee
kalau mau skala besar ini yang harus
diperhatikan ya. Mungkin kayak semacam
kalau tanaman kan bikinnya di rumah
kaca. Nah, kalau ulat ini bikinnya
seperti rumah ulat. bikin rumah ulat ee
apa vertikal aja bikin reaktornya
disusun-susun gitu ya sampai ke atas itu
bisa menghemat lahan banget ya ee karena
bisa disusun-susun si ulat ini enggak
banyak inilah enggak banyak apa ya wah
sempit gitu dia apa mengeluh sempit
enggak ya ulat itu ya si reaktornya aja
satu satu tempat satu wadah kita batasi
organismenya tapi kalau kita susun
beberapa wadah itu bisa ee banyak ee
bisa kita hemat ruang dan juga bisa kita
kendalikan dengan lebih bagus. Jadi
skala besar saya tunggu siapa yang bisa
ee ya kami sendiri juga sedang meneliti
bagaimana melakukan scale up ya,
bagaimana mencale
up si apa namanya si ulat-ulatan ini ya
sehingga dia bisa lebih banyak
mendegradasi sampah
seperti itu, Pak.
Baik, terima kasih Bapak Majiri sudah
menjawab pertanyaan dari Bapak Sul. Ee
kemudian setelah ini kami akan membuka
sesi live pertanyaan. Jadi Bapak Ibu
bisa langsung menanyakan pertanyaannya
kepada Bapak
untuk berdiskusi ya. Ee silakan untuk
e
kami akan membuka hasil live setelah
satu pertanyaan lagi ya Bapak Ibu.
Ee jika ada yang ingin bertanya bisa
langsung disiapkan pertanyaannya dan
selanjutnya pertanyaan dari Bapak
Rahmat. Bagaimana pemanfaatan cacing
untuk komposter skala rumah? Adakah
testimoni singkatnya?
Baik, Bapak.
Iya, menarik, Pak Rahmat. Nanti mungkin
lebih jelasnya sama Pak Henrikus ini
yang pakarnya ya. Tapi setahu saya
pemanfaatan cacing dalam komposter skala
rumah tangga itu dia mampu mempercepat
ya mempercepat degradasi sampah ya
sehingga tadinya komposter hanya
mengandalkan mikroorganisme saja itu
bisa dibantu oleh si cacingnya tapi
tentunya ee dengan kondisi-kondisi yang
lebih disesuaikan lagi ya. Tapi secara
umum ee ini bisa dilakukan ya, ini bisa
dilakukan tapi kalau sampah rumah
tangganya itu tadi ya yang apa namanya
yang sampah dapur, sampah makanan ya
mungkin akan lebih ee
efektif dengan menggunakan BSF ya kalau
sampah dapur. Tapi bukan menutup
kemungkinan misalkan Bapak, Ibu sekalian
sudah punya reaktor kompos ya, komposter
ya, skala rumah tangga dikasih cacing
itu seharusnya bisa ee mempercepat ya
karena cacing akan membantu ya membantu
mendegradasi. Jadi saya mungkin kalau
itu mau dilakukan itu saya ee bisa
merekomendasikannya juga gitu ya.
Seperti itu Mbak Nuha.
Baik, terima kasih Bapak sudah menjawab
pertanyaan dari Bapak.
Apakah dari Bapak Ibu ada yang ingin
bertanya secara langsung kepada Bapak
Fajri?
Sejauh ini belum ada yang ris ya, Pak.
Ya, mungkin bisa saya lanjutkan di
pertanyaan yang di
sini. Nanti jika dari Bapak Ibu ada yang
ingin bertanya, silakan untuk terlebih
dahulu, ya.
Pertanyaan selanjutnya dari Bapaku. Jika
bahan organiknya adalah daun dan ranting
kayu jati yang paling tempat untuk
mengkomposnya seperti apa?
Nah,
oke, pertanyaan yang bagus. Tapi
contohnya kayu jati ya.
Ee Pak Bayu untuk daun tadi sebenarnya
ee cukup bagus itu pakai fermicompos
memang lebih efektif ya daripada pakai
magot atau mau dikomposting secara
alamiah ya komposting dengan teknik open
window apa teknik eh invessel dan yang
lain sebagainya itu bisa juga ya.
Em, tetapi untuk ranting kayu apalagi
kayu jati ya, apalagi rantingnya kayu
jati yang sudah tua yang sudah ini kan
keras ya. Nah, lebih efektif sebenarnya
ee dia di ada mesin ya, mesin untuk
mencacah ataupun
menjadikan dia serbuk serbuk kayu ya.
Namun sebenarnya inti sampah itu kan ee
ketika dia masih bisa dimanfaatkan,
manfaatkan dulu gitu ya. Kalau memang
ranting kayu jatinya masih bisa dipakai
buat produk, jadi saya masih
merekomendasikan ini waste to ya selama
dia masih bisa dimanfaatkan menjadi
produk. Ee kalau enggak bisa ya tadi ee
saya merekomendasikan kalau kayu jati ya
dia harus memakai teknologi tertentu.
Salah satunya adalah menjadikan dia
serbuk kayu ya. Ada mesinnya itu untuk
menjadikan serbuk. Lalu serbuk itu mau
dipakai buat ee reaktor magot BSF juga
bisa ya. Jadi serbuk kayu itu gunanya
untuk mengurangi kadar air yang ada di
reaktor ataupun di ee tempat BSF ya ee
magot BSF ataupun itu mau dikomposting
ya diomposting juga bisa ya
memungkinkan. Jadi ee yang paling tepat
sebenarnya awalnya adalah bagaimana
mengutilisasinya menjadi produk untuk
ranting ya khususnya kalau daun tadi
bisa vermic kompos ee bisa ee kompos
biasa ya komposting biasa seperti itu
untuk Pak
Bayuih
Bapak sudah menjawab pertanyaan dari
Bapak Bayu. E sekali lagi kami umumkan
kami membuka live pertanyaan. Jika dari
Bapak Ibu ada yang ingin bertanya secara
live bisa langsung ra.
Pertanyaan selanjutnya dari Bapakana
Siddiq dari pertanyaan dari YouTube ini,
Pak. Tadi disebutkan bahwa kotoran dari
milwm yang
mendegasi sampah plastik mengandung
mikroplastik. Apakah ini berarti dunia
tidak benar-benar jadi solusi malah bisa
jadi masalah baru mikroplastik?
Langsung, Pak, untuk dijawab pertanyaan
dari Bapak Dinara.
Iya, ini yang saya nantikan ya.
masyarakat Indonesia yang kritis ya. Pak
Bingarana sangat ee bagus pertanyaannya
ee bahwa dari kotoran milworm tadi kan
mengandung mikroplastik ya. Apakah ini
menjadi solusi atau masalah baru? Kalau
menurut saya ini masih mending ya, ada
setingkatannya Pak. Jadi ee daripada
sampah plastik ini dibuang ke lingkungan
kemudian dia menjadi mikroplastik yang
tidak terkendali karena pada akhirnya
plastik itu kalau dia dibuang ke
lingkungan dia otomatis juga akan jadi
mikroplastik. dia akan terdegradasi juga
secara alamiah menjadi mikroplastik ya
ataupun dari mikroorganisme yang ada di
tanah atau apa dia akan terdegradasi
sendiri dan menjadi mikroplastik yang
tidak terkendali. Nah, keuntungannya
dari kotoran mealwm apabila kita
kendalikan dia sudah ada kan sudah kita
kendalikan ya sehingga nanti kotorannya
ini bisa kita pakai pada kondisi
tertentu yang terkendali juga gitu.
Sehingga ee saya sih lebih memilih
mendingan ee kita yang terkendali tadi
dibandingkan tadi plastik yang harus ke
lingkungan dibuang sembarangan atau
masuk ke landfil masuk ke air lindi, air
lindi ke sungai jadi mikroplastik juga.
Kita sudah pernah teliti itu di TPA
piungan bahwa si outlet dari air lidinya
itu mengandung mikroplastik
seperti itu kira-kira.
Baik, Bapak terima kasih sudah menjawab
pertanyaan dari Bapak Bingarana.
Eh, selanjutnya di sini ada Bapak Wahyu
Darmawan yang risen ya. Untuk Bapak
Wahyu Darmawan bisa dipersil kami
persilakan untuk onmute
ya.
Baik Bapak sudah terdengar suaranya?
Ee saya
ingin menanyakan ya, karena sekarang ini
kan ee sedang dinantikan perpres to
electricity begitu. Tapi menurut saya
was to product itu adalah salah satu
yang esensi dan lebih banyak dibutuhkan
di desa-desa yang sifatnya ee
desentralisasi lah. Kalau wasesto to
energy kan lebih pada sentralisasi
begitu. saya lebih senang sampah di
hulu. Tapi kaitan dengan hal tadi
pendekatan ini kan mungkin belum sampai
ke perintah pusat tentu mesti ada
regulasi ke depan. Nah, saya percaya
saying is believing. Jadi kalau sudah
ada sebuah ee percontohan baik tadi
untuk cacing dikonversi ee digabung
dengan ee kolaborasikan dengan meget dan
pendekatan-pendekatan ee organik
terutama untuk di desa yang pasti
sampahnya di atas 50% adalah organik itu
tentu akan menjadi satu hal yang ee bisa
dirikasi dan kemudian ee
tingkat efektivitasnya dihitung ee cukup
tinggi karena memang memang sampanya
sudah di hulu. Pertanyaannya mereka akan
selalu tanya karena kalau ini lebih pada
call center kan
suatu saat mereka-mereka yang menjadi
ujung tombak menjadi ujung tombok juga.
Nah, apakah sudah ada semacam ee
perhitungan baik ee capek, opek dan
sebagainya untuk sebuah ee ee apa
pengelolaan yang sudah terpadu ee baik
cacing sama BSF dalam satu tempat
sehingga banyak pihak yang kemudian
melihat ini sebagai sesuatu yang bisa
diisayakan keberadaannya kemudian
keberlanjutannya gitu kira-kira, Pak.
Terima kasih, Pak.
Baik, terima kasih, Pak Wahyu Darmawan.
setuju dengan pernyataan Bapak bahwa
Westu Energy memang sekarang ee jadi
viral ya di mana-mana ada Perpres, ada
dan lain sebagainya. Tapi saya meyakini
itu walaupun dia ee pemerintah mau bikin
di 33 kota atau di provinsi itu paling
enggak akan enggak akan lebih
menyelesaikan sampah. Enggak hanya hanya
ee paling 30%-an dari 33 yang mau
dibangun itu masih banyak sampah
terutama tadi betul di pedesaan yang ee
tidak tercover ya. Tingkat pelayanan
kita tuh masih di angka 39 sampai 40-an%
tingkat pelayanan sampah. Sementara
rasio elektrifikasi kita sudah 99%.
Masih banyak warga kita yang tidak
merasakan pelayanan sampah. Nah,
sehingga Mas nanti akan bergeser. Benar
sekali permasalahan sampah akan ke desa
ini. Permasalahan sampah ini akan ke
desa. Yang kota-kota ini mungkin akan
sudah mulai bisa di ini. Tapi pun saya
meyakini juga waste to energy itu adalah
memang pilihan yang opsi terakhir.
Maksudnya apa? Sebelum sampah itu jadi
energi itu seharusnya yang bisa didaur
ulang dipilah dulu. Enggak boleh semua
sampah itu dibakar. Ya, jadi harus tetap
di kota itu sistem bank sampahnya,
pendaur ulangannya itu tetap harus
bagus. Kemudian yang sampah organik juga
saya kurang setuju dijadikan wasu energy
ya yang dibakar ya terutama karena ya
sayang gitu jadi malah emisi baru gas
CO2 ya, karbon dioksida gitu. Padahal
sampah organik tadi masih bisa banyak ee
yang bisa dilakukan. Salah satunya tadi
yang Pak Wahyu tanyakan bahwa sudah
adakah perhitungan capex OPEx yang
menggambarkan yang tadi ya tentang BSF
dan em cacing tadi. Setahu saya di
Indonesia belum ada, Pak. Em tapi di
kalau enggak salah di webinar ini juga
pernah dibahas juga tentang desain atau
DED TPST ya, tempat pengolahan sampah
terpadu berbasis BSF yang hanya BSF
saja. Nah, itu sudah ada ya. Mungkin
nanti ya ini sebagai masukan nih, Pak
Hijrah ya. mungkin bisa ada kolaborasi
ya ataupun ee semacam
webinar ya tentang bagaimana nanti
membuat yang ee bisa berbagai macam ya,
tidak hanya BSF mungkin nanti juga bisa
cacing dan yang lain sebagainya sehingga
ee tercipta satu em apa ekosistem baru
ya dalam pengelolaan sampah terutama
organik ya yang menjadi masalah dan
terutama skalanya. ya skala desa gitu.
Jangan sampai skalanya yang skala yang
besar-besar banget juga enggak enggak
ini ya tapi kurang aplikatif di desanya.
Kalau desa sekarang bisa dibangun 80.000
ribu koperasi ya bukan tidak mungkin
nanti dibangun puluhan ribu ee TPS 3R
mungkin ya nanti pendekatannya lebih ke
TPS 3R nanti dan mungkin bisa di apa
dibuat ginar tentang itu ee yang skala
kecil ee kemudian yang bisa di apa
namanya direplikasi ya di seluruh
Indonesia di desa-desa terutama
desa-desa seluruh Indonesia
seperti itu. itu, Pak Wahyu. Semoga
terjawab.
Baik, terima kasih Bapak Haji sudah
menjawab pertanyaan dari Bapak Wahyu.
Selanjutnya saya akan melanjutkan
membacakan pertanyaan dari rangkuman
yang sudah kami buat.
Eh, ada pengayaan dari
via YouTube. Nomor satu, apa perbedaan
utama antara komposting biasa dan
vermomposting menggunakan cacing?
Kemudian pertanyaan kedua, jenis sampah
apa saja yang paling cocok diolah dengan
ulat atau serangga? Dan yang terakhir,
bagaimana cara sederhana memulai budaya
cacing untuk pengelolaan sampah rumah
tangga? Silakan Bapak Fajri untuk
menjawab pertanyaan dari Ibu Nana.
Oke, pertanyaan yang bagus dan kesatu
adalah perbedaannya. Langsung saja ee
kalau komposting biasa menggunakan
mikroba saja. Kalau dengan
fermicomposting kombinasi antara
mikroorganisme dan juga cacing itu yang
utamanya. Yang kedua, jenis sampah apa
yang paling cocok diolah ee dengan ulat
atau dengan em
dengan ulat atau dengan serangga ya atau
serangga ya sampah yang cocok tergantung
jenis ulat dan serangganya juga. Dan
tadi di PPT sudah saya jelaskan di
pemaparan serangga tertentu punya ke
spesialisasinya tertentu juga. Mungkin
bisa nanti dibaca lagi atau disimak
video saya yang tadi. Kemudian yang
ketiga, bagaimana cara sederhana memulai
budidaya cacing untuk pengolahan sampah
rumah tangga? Sesederhananya adalah
bikin biopori gitu, Bapak, Ibu sekalian.
Bikin biopori, lubang biopori. Kalau ada
halaman yang masih ada tanahnya di rumah
Bapak Ibu sekalian. itu secara alamiah
cacing itu akan masuk ke dalam lubang
biopori itu mendegradasi sampah dapur ee
ataupun sampah daun yang Bapak Ibu
sekalian itu taruh. Jadi ee enggak mesti
harus mikir aduh reaktornya gimana atau
ininya gimana nih tempatnya, bahannya,
alat bahan. Enggak usah bikin lubang
biopori aja sudah cukup untuk ee
melakukan sederhananya ya budidaya
cacing ya di pengolahan sampah rumah
tangga. Seperti itu kira-kira.
Ih Bapak Fajri sudah menjawab pertanyaan
sharing Nana via YouTube.
Baik, itu tadi ya pertanyaan Ibu Nanda
sekaligus menjadi pertanyaan penutup
dari sesi tanya jawab kita pada training
online sesi SAT ini. Bagi Bapak Ibu
peserta training pertanyaannya belum
terjawab. Jangan khawatir karena masih
ada sesi dua. Jika nanti pemateri di
sesi dua bisa menjawab mungkin akan kami
bacakan pertanyaannya. Baik, pagi baik
Bapak Ibu peserta rem kita sudah sampai
di penghujung sesi pertama training
online hari ini. Terima kasih banyak
atas partisipasi aktifnya sejak pagi
hingga siang ini. Kemudian yang kedua
akan dilanjutkan pada pukul 13.00 hingga
15 nanti. Kami harap Bapak Ibu dapat
kembali bergabung tepat waktu agar tidak
tertinggal materinya.
Ee untuk sementara kita break terlebih
dahulu. Silakan Bapak, Ibu peserta
training memanfaatkan beristirahat,
menkan siang beristirahat atau melakukan
aktivitas yang lain. Terima kasih kepada
Bapak Fajri yang sudah memberikan
ee memberikan ilmu yang sangat-sangat
bermanfaat.
Kemudian terima kasih dan mohon maaf
jika selama saya memandu acara terdapat
salah kata dan perbuatan. Sampai jumpa
di sesi dua nanti. Selamat beristirahat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Mohon pamit Bapak Ibu Masbak sekalian.
Iya.
Terima kasih Pak Fajri. Bapak Ibu
semuanya sampai ketemu lagi nanti jam .