Transcript
0SN2OQjcQi4 • INOVASI BIOKONVERSI SAMPAH SESI 2
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0129_0SN2OQjcQi4.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Baik, itu tadi CV dari Bapak Henrikus.
Mungkin langsung saja jika Bapak
Hendrikus sudah siap, kami persilakan
waktu dan tempat kurang lebihnya sampai
pukul 14.30.
Misi Bapak.
Iya.
Baik.
Selamat siang Bapak, Ibu, teman-teman
semua.
ee
kita akan mulai berbagi tentang
bagaimana aplikasi vermikoming dalam
biokonversi sampah. Jadi, izinkan saya
menyampaikan ini
selama kurang lebih 1 jam, 1 seteng jam
ke depan. Jadi
ee
sebagai pengantar Hermomposting
adalah proses penguraian sampah organik.
Mbak Nuha apakah terdengar jelas?
Terdengar, Pak.
Suara suaranya terdengar jelas, Pak.
Oh, iya. Terima kasih. I.
Jadi
saya punya pengalaman permicomposting
ini menggunakan dua
dua jenis cacing
yang cacing Afrika dengan lumbus
rubilus. Jadi tadi di pengantar
awal tadi ee sesi pagi hari tadi
saya ada tiga jenis cacing ternyata.
itu
epigaik atau cacing yang di permukaan.
Lalu ada yang di tengah lalu ada yang di
cacing yang di kedalaman. Dia hanya
muncul malam hari ketika dia gelap lalu
dia naik untuk mencari
sumber makanan.
ee yang selama ini saya tahu yang
membedakan adalah cacing-cacing yang ada
di tanah pada umumnya itu biasanya
ee
lebih ambil makanannya turun ke bawah
lalu naik muncul lalu ee
fasesnya keluar gundukan-gundungan besar
yang ada di
apa di atas tanah. Nah, di dibawa ke
permukaan. Jadi, modelnya naik turun.
Kalau yang pernah saya pelihara ini
modelnya yang ada di permukaan. Jadi, ke
kiri dan ke kanan. Itu makanya modelnya
seperti itu. Jadi kedalaman sekitar 10
cent.
ini ee yang membedakan
ee jenis dua jenis cacing tadi
yang di permukaan sama yang di
yang lebih ke apa vertikal memakannya.
Lalu ee manfaat
permicomposting ini adalah untuk
mengurangi sampah organik.
Jadi mengurangi volume sampah salah
satunya menggunakan cacing tanah
lalu menghasilkan pupuk organik
berkualitas tinggi. Selama ini ada dua
yang diproduksi dari proses kegiatan
ini. Yang pertama itu yang padat, lalu
yang kedua yang cair. Lebih mudahnya
seperti itu.
Lalu ee ketika kita mau menghasilkan
pupuk yang padat tentu saja berbeda alat
atau wadah yang digunakan. Nanti saya
akan presentasikan beberapa
model
kandang atau model wadah yang digunakan
untuk Permikompos
untuk memproses ini.
Jadi
yang ketiga ramah ramah lingkungan dan
mudah diaplikasi. Karena sebenarnya tadi
tadi pagi sudah disampaikan oleh Pak
Fasri cacing itu asal kita buat biopori
itu akan muncul.
Dan biopori yang benar memang tidak
memakai
pipa paralon. Jadi hanya di ujung
permukaan atas saja. Lalu lubang resapan
itu diisi dengan daun
seperti itu juga menjadi salah satu
metode mengompos yang mau kemungkinan
datangnya cacing itu besar. Maka
sebenarnya agak yang salah kaprah ketika
biopori itu dikasih 50 cent atau dikasih
apalagi 1 m pipa dan itu lubangnya
kecil-kecil itu sebenarnya tidak begitu
efektif.
Lebih baik hanya di ujung permukaan atas
saja lalu diisi daun-daun. Kalau mau
ditambahkan cacing juga di situ bisa
ditambahkan.
Lalu prinsip dasarnya ee permomposting
itu
mengandalkan aktivitas
cacing cacing dan mikroorganisme.
Lalu prosesnya
ee membutuhkan oksigen.
Ini pengantarnya, Teman-teman. Lalu
desain vermicomposting itu
komponen utamanya itu wadah.
Jadi wadah untuk
memelihara atau proses untuk mengompos
itu bisa kotak kayu, bisa kontainer
plastik, bisa drum, bisa kotak.
semen atau seperti apa
hamparan gitu tapi di dikasih penyekat
itu bisa nanti ada gambarnya bisa saya
menyebutnya lesean hambar hampar karena
ada juga metode mengompos itu cuma
ditaruh di yang penting plesteran bawah
lalu kompos itu ditaruh di atasnya situ
ditumpuk aja ditebar di atas lanta lalu
Lalu bisa juga di bedengan,
di lahan bedengan. Di lahan bedengan ini
memang fungsinya betul betul untuk
mengompos. Kalau kita punya produksi
bahan organik, sisa makanan sisa bukan
sisa makanan. Jadi sisa olah dapur
seperti rajang-rajangan
sayuran atau dedaunan itu bisa diproses
di lahan yang terbuka. Nanti ada
keterangan bahwa ini harus terlindung
dari sinar mata, dari sinar matahari,
dari hujan. Tapi sebenarnya di lahan
terbuka terutama di daerah sejuk itu
bisa dilakukan yang model bedengan.
Nanti saya akan berikan contohnya yang
saya lakukan di kebun.
Lalu media dasar itu lebih ke media
hidup
cacing tersebut. Jadi biasanya ee cacing
akan senang di kompos setengah jadi
diserbuk gergaji
ee sabut kelapa,
ongok aren,
bisa juga
ee gedebok pisang yang dicacah itu juga
bisa. ee menjadi media untuk hidup.
Lalu biasanya ee
komponen utama itu satu tadi wadah, yang
kedua media dasarnya untuk hidup, lalu
penutupnya bisa ditutup dengan kardus,
bisa ditutup dengan daun-daun, bisa
ditutup ee dengan kedebok pisang yang
dibelah-belah.
Jadi bisa kertas koran. Jadi penutup di
atasnya itu ee bisa bermacam-macam. Yang
terpenting ee dia bisa mengontrol
kelembaban. Yang kedua mengontrol sinar
matahari. Karena cacing itu
takut sinar matahari. Jadi dia kalau ada
sinar dia akan masuk ke dalam media.
Artinya dia akan banyak bekerja dalam
situasi gelap atau banyak makan pada
situasi gelap. Ee desain untuk
penempatan kandang atau desain sistemnya
itu bisa tumpuk. bisa pakai rak, bisa
tunggal. Tadi saya sampaikan yang pakai
rak itu ee
kadang bisa dengan rak kayu, bisa dengan
kotak atau bisa dengan ember-ember
seperti itu ee teman-teman. Lalu bisa
sistem tunggal itu yang saya sebut tadi
lesean tadi. Lalu ee kriteria desainnya
harus ada drainase dan aerasi yang baik.
Karena kalau
mengompos dengan cacing itu juga butuh
kelembaban kelembaban udaranya.
Lalu
dia tidak basah tetapi tidak kering.
Terus sirkulasi udaranya juga bagus.
Maka ketebalan media biasanya cuma
sekitar 10 cent.
Lalu dijaga kelembabannya. Kalau dia
terlalu kering lalu disiram seperti itu.
Lalu desain kandang atau tempat
memelihara juga
ee mudah. Mudah itu dalam artian
pemeliharaannya memberikan
ee
memberikan pakannya juga mudah,
memberikan komposnya juga mudah untuk
diproses. Terus
juga saat memanen. Kalau cacing
cukup pakannya itu biasanya 2 bulan
harus dicek.
Cek apakah wadahnya sudah penuh, cukup,
tidak seperti itu. Lalu aman dari
gangguan. Gangguan dari tikus, kadal,
semut. Saya pikir desain yang tadi pagi
seperti meja itu efektif juga, cuma ee
harus dikontrol
airnya, kelembabannya
itu. Lalu ini yang pernah saya temani
ada yang saya buat sendiri juga ada yang
model kalau yang lesean atau plesteran
lantai semen itu modelnya ada di
hamparan di seperti kandang gitu lalu
ditutup kiri mutar yang luas itu dengan
paranet tapi yang tengah itu cuma
lantai. itu bisa ee olahan seperti ini
yang plesteran atau bundukan kayak gini
itu model mengolah kohe atau mengompos
kotoran
sapi, kotoran kambing, kotoran kuda
itu bisa digunakan dengan model plesean
atau plesteran lantainya semen. Yang di
sasar dari proses ini adalah pupuk padat
atau cing. Kalau biasa menyebut casting,
ada posting kompos cacing atau bekas
cacing. Lalu ada juga yang menggunakan
kotak semen. Ini modelnya
ee kotak semen. Tingginya antara 30
sampai 50 cent. Itu yang model panennya
lama. Ini biasanya ketika media sudah
ditaruh, cacing ditaruh, lalu sudah
remah-remah makanannya habis, tinggal
gembur
terlihat casting itu biasanya langsung
ditumpuki di atasnya mak dikasih pakan.
Bahkan ini berupa
ee
sampah sisa olah dapur atau daun sampah
setengah jadi atau ada yang difermentasi
atau ongok aren taburkan di atasnya.
Nanti modelnya kalau yang model kotak
semen itu itu naik kalau habis pakannya
tumpukin lagi. Habis pakannya tumpukin
lagi. Itu sampai bisa sekitar 3 4 bulan.
Jadi naik 3 4 bulan ee prosesnya baru
nanti kalau panen diambil di atasnya
yang 10 senti di atas itu diambil itu
semua biasanya sudah ikut apa
cacing-cacing yang makan di permukaan
gitu diambil dengan ketebalan segini
diangkat saja itu sudah bisa ikut. Lalu
bisa juga dengan wadah tong biru. Kalau
banyak digunakan tong-tong untuk
komposter itu bisa juga digunakan di
belah modelnya. Itu prinsipnya sama
dengan di ember.
Kotak kayu itu
sering juga dilakukan. Bahkan ada yang
menggunakan kotak kayu lalu dialasi
dengan karung bekas, bekas gula atau
bekas beras itu juga ada yang membuat
seperti itu. Lalu ember plastik.
menggunakan ember plastik ini harus
dikontrol karena kadang-kadang ee liquid
atau cairan
pada saat cacingnya makan itu sering
menjadi genangan di dasar ember atau
misalnya kayak nampan plastik gitu.
Lalu ee di bedengan terbuka ini yang
sedang saya coba juga bedengan terbuka
di lahan saya mengolah kotoran
ee
kuda untuk pupuk. Itu sedang saya
lakukan prosesnya di lahan di lahan
terbuka. Tentu saja tadi ee risikonya
adalah ada
kadal, ada cacing, eh ada kadal, ada
tikus yang mungkin mampir ketika malam.
Tapi karena memang niatnya untuk
mengolah pupuk di lahan, ya sudah
dilakukan di lahan. Lalu ada juga dengan
tadi ditanyakan tadi pagi saya ingat
betul lupa yang bertanya tapi ada
bagaimana penggunaan cacing untuk
mengompos di
di
apa rumah tangga. Jadi kalau mengompos
di rumah tangga itu bisa menggunakan
salah satu alat namanya warm tower. itu
seperti
ada nanti ada saya tampilkan foto sama
videonya
itu, Teman-teman.
M
lalu, ee persiapan memulai
permomposting itu bahan yang dibutuhkan
tentu saja yang pertama bibit.
Cacing tanah itu bisa jenis ANC atau
lumricus rubilus.
Ee lalu
tentu saja medianya sisa dapur, sayur,
buah, daun kering atau kompos setengah
jadi.
Jadi kenapa yang saya sebut ini tidak
ada sisa konsumsi karena memang cacing
ee
tidak memakan sisa makanan yang ada
rasanya asin bergaram lalu berminyak.
Jadi tidak asin, tidak garam berminyak
apalagi kena sabun
bekas di apa wastaffel. Kalau sabunnya
sabun yang deterjen biasanya cacingnya
tidak mau makan itu.
Lalu yang bahan yang lain ini untuk
teman-teman yang sekitarnya punya ee
mungkin kandang komunal, kandang sapi,
kandang kambing yang itu juga bisa
diolah dengan ini. Itu jadi bahan kalau
kotoran hewan itu bisa pakan sekaligus
media hidupnya.
Yang terpenting kalau kotoran kuda,
kotoran sapi, kotoran kambing itu bukan
yang baru, bukan yang baru, tapi juga
bukan yang lama. Artinya kalau sudah
diangin-anginkan, amoniaknya sudah
menguap, itu sekitar 6 hari 56 hari itu
bisa dikasihkan. Semakin lembek itu
semakin proses pengomposan semakin
bagus. Jadi
ee yang dibutuhkan yang ketiga itu wadah
atau vermikomposternya.
Lalu yang jelas langkah awalnya
siapkan media
itu biasanya butuh dilembabkan, butuh
difermentasi atau butuh dicampur dulu.
Kalau di lahan saya modelnya dicampur
dulu di lahan tanah ee bahan organiknya
kompos setengah jadi. Lalu campurkan ee
bahan-bahan semuanya. Kalau di dalam
rumah tangga ya mungkin punya ee mau
kertas enggak dipakai, kerdus enggak
dipakai itu juga bisa jadi media untuk
mengawali
ee
memelihara cacing untuk mengompos ini.
Lalu masukkan cacing ke dalam media.
Yang ketiga,
tambahkan sampah organik secara
bertahap. Seperti saya sampaikan di muka
tadi, karena cacing ini hanya ada di
permukaan sekitar 10 cent ya. 20 10
sampai 20 cent di bawah ini dia enggak
bisa ngambil makanan di bawah sendiri.
Jadi, makanya lapisannya usahakan
ee tidak terlalu tebal. Artinya tambahan
sampah organik itu bertahap saja.
Itu
ee perawatan
secara rutin itu bisa menggunakan apa?
Melembabkan media agar tetap basah.
biasanya ee disiram
satu disiram bisa juga menjaga
kelembabannya dengan ee ditambah keebok
pisang yang masih basah
ee
seperti dua itu disiram sama itu. Tapi
jangan terlalu ee basah. Kalau kering
biasanya kalau ada yang mati nanti juga
berisiko. Kalau terlalu kering ada yang
mati lalu mengundang semut di tempat
pemeliharaan kita. Lalu memberi pakan
secukupnya. Ini mengurangi bau. Jadi
kalau ee tadi disampaikan di materi pagi
tadi adalah sedikit bau itu biasanya
karena pakan terlalu banyak cacingnya
ee tidak bisa mengurai semua bahan
organiknya.
atau penyiraman itu lalu ada yang
terendam biasanya seperti itu. Ee lalu
bisa juga
karena kita terlalu lama tidak mengaduk.
Jadi sekali waktu memang harus diaduk.
Tentu saja menggunakan alat yang tidak
tajam.
Kadang-kadang kalau kalau cetok, kalau
cangkul itu biasanya mengenai cacing.
Tapi cacing juga ketika putus, selama
itu putusnya cuma dua, itu tetap bisa
hidup. Dia akan ee
apa ya? Terpotong dia. Yang satu hidup,
yang satu hidup. Kecuali terpotong tiga.
Kalau pengalaman saya terpotong tiga itu
ee tidak bisa hidup.
Ini perawatan rutinnya ada tiga, menjaga
kelembaban, memberi pakan secukupnya,
lalu mengaduk ee
untuk sirkulasi udara.
Lalu yang harus dihindari sudah saya
sampaikan tadi pakan atau bahan organik
yang dimasukkan tidak berminyak, tidak
pedas, dan tidak daging. Nah, pakan yang
berminyak pedas dan daging itu cocoknya
untuk magot.
Jadi kalau magot mau sambal, mau mau
saos, mau apa yang pedas yang enggak
bisa kita makan atau basi atau sudah
busuk itu bisa. Tapi kalau cacing ini
tidak kena minyak, pedas, ee asin
atau garam atau sabun.
Jadi hal yang harus dihindari juga media
terlalu basah atau terlalu kering
itu. Lalu ini penutupnya bisa dengan
kertas, kardus untuk menjaga kelembaban
juga mengontrol bau serangga yang dari
luar.
Tempatnya terlindung dari hujan. ya,
terlindung dari hujan itu bisa juga
diatapi. Artinya memang di ruang yang ee
terbuka tetapi tidak kena hujan atau
juga bisa dengan pelindung paranet. Jadi
kalau tidak kena hujan langsung itu bisa
juga di atasnya dikasih paranet. Jadi
cuma kenanya klepyur gitu, bukan bukan
hujan yang deras
itu. Ee teduh itu bisa juga kalau saya
menggunakan gedebok pisang itu efektif.
Jadi ee ketika kita kasih ee pakan atau
apa langsung ditumpuki tutupi gedebok
pisang yang lembaran itu.
Kalau dikasih daun kering bisa, tetapi
itu berisiko menjadi sarang
semut.
Jadi teman-teman apalagi yang mencoba di
lahan terbuka biasanya akan datang itu
ee apa hamanya semut itu.
Lalu
optimalisasi pemanfaatan produk
vermikompos itu
bisa
jadi pupuk padat digunakan untuk
tanaman.
Hortikultura, sayuran, dan buah
kayak unsur hara dan mikroorganisme.
Lalu yang yang
pupuk cairnya itu bisa digunakan sebagai
penyemprot daun, dilarutkan 1 banding 10
bisa digunakan untuk komposti.
Jadi ee kalau
makanan kan ada yang insan. ini pupuk
itu sekarang teknologinya sudah ada yang
bagaimana bisa dibuat dalam waktu 24 jam
itu kita sudah bisa mendapatkan pupuk
seperti yang kita harapkan. Jadi
teknologi pertanian itu salah satu ini
banyak dicari kenapa ee kompos kompos
cacing atau casting atau fermompos ini
banyak dicari
karena hanya dengan 1 kilo kita sudah
bisa mengencarkan
ee air 20 sampai 50 lit. Lalu kita
aerasi dengan ee seperti kalau akuarium
itu lalu kita tambahkan beberapa
unsur yang pengin kita dapatkan. Kita
bisa membuat ini memanfaatkan
yang cair maupun yang padat ini
digunakan
untuk membuat pupuk instan
atau komposti biasanya saya membuatnya.
Lalu pemanfaatan lanjutan ya ini tentu
saja ee bisa jadi media tanam.
Tapi saat ini masih cukup mahal untuk
kompos ini. Kalau di tempat-tempat
apa
ee budidaya e penjual tanaman, hias atau
penjual tanaman itu itu sangat mahal dan
menurut saya cukup mahal dan jarang yang
menekuni. Seperti disampaikan tadi pagi
ee pengomposan di Jogja itu
sekitar tahun 2005.
2004 itu pesat perkembangannya. Apalagi
gempa Jogja itu sampai harga cacing aja
bisa sampai 300-an
harga cacing per kilo.
Kalau sekarang ya sekitar 50-an itu
sudah dapat, sudah sampai di tempat.
Jadi ee pemanfaatan lanjutannya untuk
media tanam lalu sebagai produk organik
yang bernilai ekonomi.
Lalu ee potensi yang bisa dimanfaatkan
dari mengompos dengan cacing tanah itu
yang pertama sekarang kalau ee dulu
waktu saya mau pelihara cacing
orientasinya berbeda, Teman-teman. Saya
penginnya dulu wah dapat hasil dari
cacing. Jadi jual cacing lalu, cacing ee
bukan menjual pupuk padatnya atau bukan
menghasilkan pupuk padatnya.
dulu orientasinya seperti itu. Di tahun
2021 2002 2005 saya pernah pelihara 50
kilo tapi gagal karena
terlanjur beli banyak tetapi tidak tahu
proses-proses tidak belajar dulu jadi
terlalu berani pada waktu itu. Jadi ee
dan habis hanya karena media tidak
cocok, cacing menyebar pergi ke sekitar
kandang. ee tempat saya menaruh itu lalu
menyebar ke pekarangan. Subur
pekarangannya tapi cacingnya hilang.
Jadi itu hati-hati harus kalau kita ee
pengin memanfaatkan cacing tanah untuk
mengkompos, kita juga harus punya satu
orientasi target kita mau mengambil
apanya? Mau mengambil pupuknya, mau
mengambil pupuk padatnya atau
castingnya, permikomposnya,
atau mengambil cairannya.
Jadi ee dua ini berapa pupuk pupuk padat
atau pupuk cair atau lindinya
ee
warm teya itu bisa diambil. Lalu yang
pertama tapi sebenarnya cacing. Cacing
aja kita masih berpikir ee sekaligus
menjawab pertanyaan yang tadi pagi.
Kalau kelebihan apakah itu enggak
berbahaya? Cacing itu juga umurnya
pendek.
Artinya ee kalau dia terlalu padat lalu
tidak dipanen atau tidak diambil yang
besar-besar itu dia apalagi kita tidak
ngasih atau tidak ngasih asupan pakan
yang cukup
induk-indukannya tadi akan mati. Artinya
kalau mati kalau enggak diambil semut
dipindahkan ya dia ee jadi kompos lagi
dan dimakan oleh cacing itu sendiri di
koloninya. Artinya kalau kurang pakan
itu kalau ada yang indukan yang mati
bisa dimakan oleh ee cacing kecilnya
atau anak-anaknya. Jadi yang pertama
kalau kita mau
ee budidaya cacing ini atau itu
orientasinya mau apa kalau cacing cacing
bisa digunakan untuk satu untuk pakan.
Jadi dia pengganti protein hewani yang
ee
seperti juga magot, tetapi
saya belum tahu ee cacing itu asam
aminonya kalau enggak salah yang lebih
kuat. Jadi ini juga tidak boleh
diberikan berlebihan kalau untuk ternak
karena ee kalau berlebihan dia menjadi
apa karakternya kalau ayam petarung itu
menjadi keras. Jadi bisa bisa jadi
pemiliknya malah di apa? diserang oleh
ayamnya kalau terlalu banyak protein.
Jadi, cacing juga bisa digunakan untuk
pakan ternak, pakan ayam, pakan mentok,
pakan bebek, pakan ikan itu juga bisa
digunakan untuk itu. Lalu cacing ee
yang beredar di pasaran untuk saat ini
biasanya di apa pasti atau di mana itu
ada cacing merah yang sering kemasan
3.000 sampai 5.000 Ibu bisa untuk
mancing itu sama dengan cacing yang saya
diskusikan kali ini. Jenisnya dua itu.
Cuma harga ANC itu lebih murah dari ee
lumbrikus Rubelus.
Ini ada dua jenis itu. Jadi kalau kita
mau ambil cacingnya
ya berarti tergantung pemanfaatannya.
Kalau cacing kita ambil lalu untuk
mengolah kompos ya berarti memang
orientasinya untuk menyelesaikan
persoalan kompos itu bisa dengan skala
kecil rumah tangga, bisa dengan skala
industri, skala besar, bisa juga dengan
skala kalau misalnya sekarang itu kan
banyak sekali di sekitar kita
kandang-kandang komunal.
Lalu ee
kohenya cuma dibiarkan liar gitu.
pertama kali saya belajar cacing tahun
2020 yang setelah 2025 itu 2020 itu saya
mempelajari sampai mendatangi siapa yang
produksinya cacing untuk dijual, siapa
yang produksinya eh vermompos atau
posting atau casting siapa. Jadi
keliling ke teman-teman di sekitar Jogja
untuk mengetahui saya mau orientasinya
ke mana. Oh ternyata orientasi paling
nyaman untuk saya pada waktu itu adalah
mencari ini memproduksi kompos cacing
atau cing.
Karena kalau memproduksi kompos cacing
itu ee
secara tidak langsung cacing kita itu
bertambah.
Jadi kalau cacing itu kalau ternak yang
lain kelebihannya ternak cacing itu
ternak yang lain kalau sudah jual kan
harus beli indukan lagi atau beli
kecilan lagi supaya dipelihara lalu jual
lagi. Kalau cacing ini sekali beli bibit
itu selamanya enggak usah beli.
Jadi beli sekali nanti dia dalam 1 bulan
dia akan berkembang sekitar 5 sampai 10%
dari populasi itu. Kalau kita punya
ngasih makan terus, ngasih makan terus,
ngasih makan terus, dia akan berkembang
1 bulan 5%, 1 bulan 5% terus gitu
lama-lama kita akan ee banyak koloninya,
banyak jumlah cacingnya banyak, itu baru
kita
selama proses itu menghasilkan
vermikompos
atau kompos padat, lalu
cacingnya dengan sendirinya kalau
terlalu banyak kita bisa kurangi,
bisa dijual ke teman Teman-teman yang
suka mancing bisa ke tempat yang ee
penjual pakan burung bisa dikemas
kecil-kecil. Lalu kita kalau ada
galatama mancing itu juga bisa
ya. Kemasan kalau cacing ANC
itu kemasan kecil isi 10 cacing itu ya
sekitar 35 sampai 40
saset.
ini sekaligus saya share tentang peluang
usahanya. Jadi kalau kita punya 1 kilo
cacing misalnya harganya R50.000 terus
kita bagi-bagi di plastik untuk dijual
itu menjadi sekitar 35 sampai 40
wadah. Kalau 40 wadah itu satu wadahnya
3.000 ya sekitar Rp10.000. Jadi dari 100
dari Rp50.000 R kalau kita mau bisnis
itu bisa jadi Rp10.000.
Itu ee potensi yang lain.
Lalu
lindi casting itu bisa langsung
digunakan. Kalau lindi casting itu bisa
dicairkan 1 banding 10. Kita punya satu
botol kasih 10 botol air baru kita bisa
aplikasi. ini efektif untuk ee
tanaman-tanaman yang apa?
Daun yang mau diambil dipetik daunnya
seperti sayuran.
Ee ini faktor yang perlu diperhatikan
dalam pemeliharaan. Yang pertama tadi
sudah saya cicil di atas itu kandang
lalu
disesuaikan dengan
lokasi dan ketersediaan lahan.
Kalau ee
darahnya enggak aman, terlalu banyak
hewan kayak kadal, tikus gitu, kita bisa
pakai baksen, modelnya kotak gitu
atau ee
tidak perlu diaci, tidak perlu halus
kalau cacing. Jadi yang terpenting
terlokalisir, aman dari ee semut, aman
dari binatang pengganggu.
Lalu cari ukuran yang mudah untuk
perawatan. Kalau 1 m itu kalau kita
berdiri menjangkau tanah, menjangkau
tangan itu masih bisa. Kalau nanti 2 m
itu bikin apa?
Sulit dalam menjangkau. Itu juga perlu
dipikirkan. Silakan teman-teman juga
kalau nanti mau cari referensi yang
banyak. Ada juga yang modelnya ee kalau
baksemen itu cuma kotaan 3 m².
Ini produksi-produksi kompos yang
komunal
itu biasanya 3 m². Lalu masukkan saja ee
komposnya apa bahannya. Lalu kasih
cacing. Kalau sudah merubuk gitu, sudah
jadi fermi kompos semua permukaannya
tumpukin lagi gitu sampai nanti 3 bulan
baru bongkar untuk dipanen.
Ee vermik komposnya.
Ada juga panen ada dua jenis nanti saya
terangkan. Lalu ee yang kedua lamp
lantai semen dengan hamparan itu bisa di
ruang terbuka
terus dihampar aja di situ. Cacing tidak
akan pergi kalau dengan hamparan ini
selama dia punya makanan.
Kelembabannya cukup, makanannya cukup,
dia tidak akan pergi. Biarpun kita tidak
kasih pembatas.
Jadi kelembatannya cukup, pakannya
cukup, kita enggak kasih pembatas pun di
lantai lesean gitu, hamparan gitu,
enggak tidak akan jadi masalah. Dia akan
tetap ada di situ dan makan. Lalu bisa
juga yang tadi saya sampaikan di kotak
kayu atau bambu, nanti ada contohnya
yang bambu ee saya ada foto-fotonya.
Cuma kalau rak kayu bambu tingkat itu
tenaga yang dikeluarkan banyak harus
ngangkat, ngaduk, naikkan, nyiram itu ee
harus butuh tenaga yang lebih banyak.
Ee bisa juga dengan kotak atau ember
plastik disusun di ra gitu. Hampir sama
dengan yang kotak kayu tadi, cuma
bahannya beda. Lalu bedeng lahan terbuka
tanah langsung dengan naungan naungan
tumbuhan. Ada yang teman-teman menanam
porang di atasnya, ada yang menanam eh
menaungi dengan labu siam atau dengan
paranet. Kalau yang dengan benda mati
bisa juga ada yang dengan kayak backdrop
gitu, bekas-bekas spanduk itu ada juga.
Lalu yang ee yang warm tower itu
bahannya pot dan ember.
Pot ember atau losida, lodong sisa
dapur. Nanti kayak pipa Pak peralon
gitu. Saya nanti ada fotonya.
ini ee syarat tumbuhnya
syarat hidupnya itu syarat kandang itu
tidak terkena sin matahari langsung.
Kalau di luaran itu bisa ditutup dengan
paranet, bisa ditutup dengan tadi
gedebok pisang atau kertas kardus.
Aman dari hewan pengganggu seperti tikus
itu bisa diberi streaming kawat. Semut
kalau sekitar kandang bisa di di oleh
olesi oli atau kapur semut.
Kalau ayam ya dipagari. Jadi
kadang-kadang
kalau di desa ayam-ayam itu kan masih
diliarkan. Itu kadang-kadang juga
terbang lalu masuk. Kalau kadal ya model
di pagari teman-teman.
ee
media tempat hidup cacing
itu
bisa juga media juga sekaligus pakan
cacing
ya. Yang bisa media sekaligus pakan
cacing itu
ee ongok aren atau limbah dari
penggilingan batang aren. Jadi yang
sarinya diambil jadi soon.
Terus limbahnya itu biasanya dulu kalau
di daerah Klaten itu dibuang-buang.
Mungkin di daerah lain kalau ada yang
mengolah ongok aren atau mengolah sagu
itu ee onggoknya bisa digunakan sebagai
media untuk hidup. Jadi kalau kita ee
skalanya industri itu bisa diambil
banyak-banyak lalu dikasih makan itu.
Lalu bisa juga media tempat hidupnya
dengan backlock jamur,
limbah bekas budidaya jamur itu bisa
digunakan sebagai media hidup.
Ee yang perlu hati-hati kalau kering
backlok jamur itu biasanya ee semut yang
apa yang datang. Jadi saya pernah punya
pengalaman
satu hamparan gitu, semutnya banyak
sekali, semut merah dan tidak biasa yang
saya lihat dan itu ngambil semua cacing
dibawa pergi semua. maksudnya banyak
sekali yang diserang di situ. Jadi ee
langkah yang waktu itu saya lakukan
direndam atau di dikasih air
banyak-banyak
baru setelah dia agak becek agak lembah
itu semutnya pergi. Itu salah satu ee
tip karena ketemu dari pengalaman. Lalu
media tempat hidup bisa juga kotoran
sapi, kotoran kelinci, kotoran kambing.
Kenapa saya banyak menyebut kohe? Selama
ini banyak sekali di daerah-daerah
terutama pinggiran perkotaan itu kotoran
hewan itu tidak difermentasi,
tidak punya waktu untuk mengolah itu.
Sementara kebutuhan petani banyak. Maka
cacing itu salah satu sebagai
alternatif. Ibaratnya begini, cacing itu
mengolah
ee kotoran sapi, mengolah sampah yang
sudah pasta gitu. Dia butuh waktu
satu hari dia bisa makan satu kali berat
tubuhnya.
Jadi kalau kita punya cacing 1 kilo itu
bisa mengolah 1 kilo kohe
24 jam dia besok sudah jadi cing sudah
bisa kita pakai.
Jadi
seperti itu kalau mengolah ee kotoran
sapi kelinci atau kambing. Lalu bisa
juga ampas tebu habis ee kalau di ada
beberapa teman yang memfermentasi ongok
tebu bekas dari penggilingan tebu yang
ada di pabrik gula itu. Lalu biasanya
bisa di lobi satu truk dibelokkan
entah berbiaya atau tidak. Saya belum
pernah membelokkan satu truk, tapi ini
ee ampas tebu yang habis dari
penggilingan itu bisa di permetil lalu
digunakan untuk sebagai media hidup dari
cacing. Lalu kalau yang sederhana di ee
teman-teman yang punya kebun itu bisa
fermentasibok
pisang, limbah kayu yang tidak berminyak
itu bisa digunakan untuk itu,
Teman-teman.
Terus pokoknya ee media tempat hidup itu
jauh dari minyak, garam, sama sabun.
tiga itu.
Lalu ee teman-teman,
langkah penyiapan media di kandang bak
semen ini berdasarkan pengalaman
menaburkan media yang campuran tadi bisa
kotoran
hewan, bisa
apa kompos setengah jadi
ee humus-humus itu bisa dicampurkan di
situ kedebok pisang ketebalannya sekitar
5 sampai 10 cent aja untuk awalnya. Lalu
media yang sudah ditabur ditaburi
cacing itu
siram lembab, tidak basah, tidak kering.
Nah, setelah media siap, cacing bisa
ditebarkan merata.
Setelah ee berkembang
itu akan banyak sekali cacing
kecil-kecil
ee yang muncul atau
ee apa menetas dari kokon
itu cepat sekali berkembang biaknya.
Lalu ini
karena cacing terus menerus berlipat
maka ee
dia 2 bulan sekali harus dipanen,
harus diaduk medianya, dicek apakah dia
kelebihan kapasitas atau tidak.
Lalu, langkah menyiapkan media kandang
yang baik. Ini tadi sudah saya
sampaikan.
Lalu pentingnya menjaga kelembaban.
Penyiraman dilakukan untuk menjaga
kelembaban agar media tetap lembab
tetapi tidak terlalu basah.
Ya, kalau basah kalau enggak nyaman dia
akan pergi.
Jadi kalau terlalu kering dia bisa mati.
Media yang basah lembab itu ee
menyebabkan cacing berkembang biak
cepat.
Media yang kering akan menyebabkan
cacing mati dan bisa mengundang semut.
Jadi media ini penting, Teman-teman.
Apalagi kalau nanti ee medianya kita
sudah campur dengan pakan itu kita ee
biarkan aja. Karena cacing makan
seberat-berat tubuhnya. Kalau misalnya
kita punya cacing 100 kilo, berarti
pakan yang dibutuhkan dalam ee seminggu
itu ya 100* 6.
Kalau kita misalnya mau pergi jauh
ee budidaya cacing untuk mengkompos itu
yang terpenting komposnya disediakan
selama kita pergi. Kalau kita mau pergi
sebulan ya ee pakan cacing itu sejumlah
sebulan itu
kali berat tubuhnya. Jadi kita bisa
sebenarnya ngasih selama tempatnya cukup
panjang dan kita tidak terlalu tebal.
medianya itu bisa kita kasih ee dalam
durasi
pakan yang panjang. Artinya sampah
limbah itu dikasihkan aja di atasnya se
misalnya seminggu kita pergi ya berarti
en kali berat tubuh cacing yang kita
punya.
Jadi ukuran ukuran bisnis cacing jual
belinya itu bukan gram. Kalau telur BSF
kan pakai apa? Hitungan gram atau
paketannya 10 gram. Kalau cacing ini
kiloan jadi 1 kilo
ee biasanya saya mengemas itu
kalau mau dikirim jauh itu dua media
lalu lima 5 kilo cacing satu kemasan
dalam satu kantong.
Lalu pakan cacing. Pakan cacing itu ya
kalau kita gunakan untuk mengompos ya
semua bahan organik yang mentah
teman-teman, bukan yang matang. Kalau
yang matang biar untuk magot. Jadi
jatahnya sendiri-sendiri. Kadang-kadang
kalau kita berbicara
apa organik sama anorganik, pemisahannya
kan cuma itu. Padahal organik itu masih
dipisahkan lagi. Tadi pagi ada yang
tanya apakah bagaimana mengompos ee
dengan daun-daun jati dengan ranting?
itu ada dua pertanyaan itu. Saya pikir
kalau daun masih di bisa digunakan
karena kategori
ee kita melihat
sampah atau limbah organik itu satu itu
yang basah sisa makanan kita itu bisa
untuk magot. Lalu yang lunak itu
daun-daun kering ee jerami kayak gitu
termasuk organik lunak. Lalu organik
keras itu ranting, kayu, tusuk sate. Ini
sepele tapi berbahaya. Apalagi di
tempat-tempat seperti alun-alun seperti
sekarang banyak penjual sate sama sosis
yang pakai tusuk sate. Itu berisiko juga
kalau dibuang sembarangan. Yang
kering-kering ini bisa diolah dengan
cara dibakar dengan tong. Lalu sebelum
ee jadi arang dia disiram. Jadi organik
memisahkannya tiga ini, basah, lunak,
sama kering.
Sudah tiga itu. Kadang-kadang kalau
belum tahu ya organik semuanya dicampur
jadi satu. Yang penting organik, yang
penting terpilah dengan anorganik. Ya,
itu benar. Tetapi kalau lebih baiknya
memang pemisahannya
ee yang basah, yang kering, yang basah,
yang lunak, dan yang kering. Nanti saya
kasih ee foto contoh kalau dari warung
kita mau mengolah apa yang ditimbulkan
dari warung itu. Kalau ini cacing, mana
yang bisa digunakan untuk cacing. Lalu
bisa juga ee kalau
pakannya itu menggunakan ampas tahu,
Teman-teman. Cacing lumbrikos rubelus
itu di beberapa tempat digunakan untuk
obat juga. Jadi tadi produk cacing bisa
untuk pakan yang sekarang bisa juga
untuk obat.
ke fermapsul itu ya bahan-bahannya
seperti lumricos robilus ini. Tetapi
pakannya adalah pakan yang terkontrol,
pakan sehat, pakan biasanya ampas tahu,
sisa limbah buah itu aman
untuk memproduksi cacing yang akan
dipanen untuk
ee medis, untuk obat. Biasanya tipes
yang sering apa menggunakan
cacing tanah sebagai obatnya. Lalu
ini pakannya bisa ampas sahu,
bisa kulit buah seperti itu. Lalu ada
pakan lain ee limbah buah, semangka,
pepaya, melon,
limbah sayur, tetapi yang masih mentah,
rajangan. Saya menyebutnya yang lunak
tadi ada daun, ada sisa olah dapur,
rajang-rajangan. Kalau ee
Ibu Bapak memasak di rumah itu ada
rajangan sisa olah dapur yang masih
mentah belum dimasak itu bisa masuk ee
menjadi cacing. Maka kalau kita memilah
dalam satu komunitas ya pilahkan yang
untuk magot mana, yang untuk cacing
mana, yang mau dibakar mana. Dibakar itu
artinya terlokalisir menggunakan tong
potongan drem seperti itu. lalu dibakar
sebelum itu jadi arang siram air.
Lalu limbah dapur itu juga ampas kelapa,
potongan sayur, potongan buah itu bisa
masuk di situ. Biasanya kalau ampas
ampas kelapa itu kalau media terlalu
lembab itu juga bisa ditaruh ampas
kelapa.
Bukannya itu berminyak. Oh ya. Selama
sudah diperas itu biasanya minyaknya kan
berkurang banyak dan itu tidak masalah.
Kalau pakan kotoran ruminansia itu
kambing kelinci sapi kuda yang sudah
difermentasi itu dibiarkan 2 minggu itu
bisa. Lalu pakan difermentasi atau
dilembabkan
air 2 3 hari sebelum diberikan agar
lembek atau mudah diserna.
Ini yang orientasi-orientasi
bisnis biasanya
ee
pakannya sudah digiling,
dilembut
gitu, dijadikan pasta. Lalu
menaruhnya bisa di atas permukaan atau
bisa di
dikasih
apa dilubangi sedikit di dalam
kandang itu. Terus dimasukkan lalu
dipendem lagi dengan media yang sudah
yang ada.
Nah, tujuan fermentasi itu sebenarnya
kalau sayuran supaya lembek atau mudah
dicerna oleh cacing.
Nah, ini teman-teman saya ee
foto ini saya ambil di tempat teman saya
Mbak Mbak Esther di kebun candiem
Binangon Sleman. Ini di sawah
di atas
atas kotak. Ini yang saya sebut dengan
kotak semen. Dia dengan batako dua
tingkat, dua sap. Lalu dia isi kotoran
kambing.
Jadi yang di sini sebenarnya bisa
langsung untuk mengompos. Disiram basah
aja. Taruh cacing terus taruh
limbah-limbah sayuran yang dari kebun.
Dia sudah memproses sendiri.
Ini teman-teman, ini kandang bak salah
satu contoh kandang baksemen. Ee dengan
pelindung tutupnya itu bajar ringan lalu
bisa diangkat
ee dibuka
dengan streaming
ini, Teman-teman. Ee kandang lantai
semen
modelnya hamparan gitu. Ini bekas
kandang ayam.
Terus
yang gambar pertama itu modelnya cuma
digundukkan aja gitu. Lalu sampah sisa
makan eh sisa sampah-sampah sayuran bisa
dimasukkan di
di tempat ini, di atasnya ini. Lalu
ditutup dengan
media yang sudah ada. Saya menggunakan
backlock jamur ini pada waktu ee proses
yang gambar ini. Jadi, ada yang model
karena dulu apa terlalu bersemangat lalu
ini membuat modalnya kotak ada
kotak-kotak
ee
kotak-kotak semen. Ada juga yang dengan
ini bekas
bekas apa? Tiang kayu. Ada yang lesean.
ini tidak masalah selama sekitarnya itu
terlindung dari hujan dan ayam
ini, Teman-teman. Ee saya ambil di
Sleman, saya nemani Berkah Bumi
di Blemb, Sleman itu untuk targetnya
adalah mengompos sisa-sisa sayur, terus
sisa sayur yang masih mentah ya. Lalu
ada kedebok pisang, lalu ada kohe.
Masukkan di sini.
di Sleman tahun 2021. Saya buat ini
contohnya. Lalu
ini kandang. Kandang
apa? Tong biru dibelah.
Memang target pemeliharaannya ini adalah
cacingnya. Cacing sama castingnya,
Fermomposnya. Karena teman-teman di
konservasi burung hantu cangkringan itu
juga memproduksi pupuk cair komposti
seperti yang saya sampaikan tadi
itu, Teman-teman. Ini model tong biru.
Yang ini warm tower.
Saya menggunakan pot. Yang tengah ini
menggunakan ember bekas. Lalu yang
gambar yang ketiga
itu saya menggunakan ember tumpuk.
Dilubangi pinggir-pinggirnya lalu
atasnya dikasih pipa komposter atau
losida.
Jadi ada ada
baru bisa buat sendiri atau bisa dengan
ember bekas. Prinsipnya sama. Ini warm
tower ini eh
isi media awalnya adalah sampah organik
setengah jadi. Lalu ada kohe, ada
kedebok pisang, ada rumput setengah
jadi. Rumput yang dikomposkan setengah
jadi ditaruh di situ. Lalu ditaruh
dikasih cacing. Yang bekerja
di proses warm tower ini ada dua. Satu
yang di dalam tanah itu cacing tanah.
yang di atas tanah
itu,
yang di atas tanah itu pakai pipa
komposter atau losida. Jadi dia BSF akan
masuk ke dalam
ee ini karena ada lubang di atas itu
untuk keluar masuknya BSF di bawah tutup
itu sekitar 5 10 cent biasanya saya
taruh ini. Ini yang model pengosan rumah
tangga. Saya sekaligus menjawab
pertanyaan tadi pagi. Kalau rumah tangga
seperti apa? Salah satunya ini salah
satu lagi yang model yang tadi didesain
oleh mahasiswanya Pak Fajri tadi.
Ini
war tower.
E
kawan-kawan kita akan membuat bom tower
ini dengan
wadah pot. Ini pipa
pipanya seperti itu kawan-kawan.
Pralon 4 gim yang sudah di loop. Ya, ini
ee saya membuat warm tower
belum masih bahan sih ini sebenarnya
belum jadi video untuk detailnya tapi
ini supaya membantu teman-teman
bagaimana kalau di skala rumah tangga
kita bisa menggunakan apa bahan-bahan
yang ada di sekitar kita bisa peralon
bekas bisa ee ember bekas lalu
pralon ini yang disebut losida
apa? Lodong sisa dapur yang biasa
digunakan untuk mengompos ee ditanam di
pot, ditanam di tanah atau dekat pohon
buah. Ini bisa digunakan salah satu
komponen untuk warm tower.
Ini yang lubang-lubang akan ketan di
tanah
itu. Ada tutup, ada lubang kecil untuk
keluar masuknya BSF. Ini arang,
Teman-teman.
Sekarang digunakan untuk
alas paling bawah. Lalu tadi ada rumput
kering setengah jadi. Ini kohe kotoran
kuda. Yang ini kompos setengah jadi.
Dan ini cacahan kedebok pisang.
Cacingnya yang kita gunakan adalah
agak agak sulit dicari itu cacingnya
karena dia ada di hamparan terbuka. buka
salah satu bedeng yang saya korbankan
untuk mengompos
kawan-kawan kan gitu
cacingnya, Kawan-kawan.
Langkah pertama kita masukkan
ini view-nya di tempat belajar saya,
Teman-teman.
Jadi ada di bawah pohon gayam
kita awasi dengan rumput
rumput yang dikomposkan setengah jadi
kita masuk
ini sebenarnya pas sekali kalau di Jogja
karena nanti proses pengomposannya
sangat cepat
terutama untuk kota yang tidak punya
lahan.
Habis
terus
saya percepat aja teman-teman
kita padatkan aja
siap ditanam
Silakan teman-teman itu bisa ditiru
model modelnya.
Harusnya lubang-lubang yang ada di apa
pipa itu tertanam semua. Kita taruh ini
tanah tanah.
Nah, di atas di permukaannya kita tanam
tanah.
Taruh tanah
teman-teman kita bisa tanaman
sawi di sini.
Ini sawi sudah siap petik. Ini ambil di
bedeng aja. Di kebun
bisa tanam.
Ini kembang, Teman-teman. bisa masukkan
di situ.
Kita tambahkan
ini
oke sudah jadi.
Ini kita siram dulu.
kita siram. Kita tambahkan cacingnya,
Kawan-kawan.
Ini cacing yang kita ambil tadi kita
masukkan yang dari bedengan tadi
teman-emah
ini cacingnya
Nah, itu iklannya, Teman-teman. Karena
ini tempat main anak-anak kadang-kadang
mancing
sehari-hari.
Biasanya nanam seperti ini akan dirawat
kalau ee
Iya.
Saya taruh loncang supaya kalau kita
butuh masak telur bisa ambil di situ.
I mudah ini. Mudah teman-teman buatnya.
Oke. Jadi
ini salah satu model pengomposan skala
rumah tangga.
Jadi kalau model ini nanti
ee mengolah sampahnya, sisa olah dapur,
sisa makanan bisa masuk dari atas ini
dari pipa.
Nanti cacing yang tadi ditaruh itu akan
membantu proses ee apa? penguraiannya.
Kalau yang di dalam tanah biasanya
dibantu oleh cacing. Kalau yang di atas
ee
pipa ini, di atas tanah biasanya yang
kerja magot karena ee BSF akan keluar
masuk di lubang
yang ada di dalam gambar ini.
Seperti itu, Teman-teman. Ini salah satu
model mengompos
apa? Warm tower. Dan ini cepat sekali,
Teman-teman. Kalau punya ee produksi
sampah
setengah sampai 1 kilo. Kalau satu rumah
tangga itu kan sampah organiknya 1eng
sampai 1 kilo itu teman-teman bisa
campur. Kalau di sini enggak usah
pandang mau sampah makanan
sisa konsumsi atau sampah sisa olah
dapur bisa dimasukkan semuanya di dalam
pipa komposter ini atau di dalam losida
ini.
Ada banyak metode yang kami kembangkan
di Ekosai Migunani. Ada lusida, ada
ember tumpuk, ada warm tower ini, ada
yang model lesean, ada yang model
gerabah. Jadi kalau enggak salah ada 13
jenis metode mengompos yang kami punya
di Perumahan Gerah banget. yang itu
teman-teman kalau mau main atau mau cek
nanti saya kasih link Instagram-nya
pagyupan Eee Migunani itu cek aja di
situ. Ee lanjut. Ini kandang menggunakan
rak kayu dengan karung bekas alasnya.
Jadi menggunakan apa yang ada ini
mengolah kompos kohe menjadi ee
vermikompos.
Yang ini yang model kandang di bedeng
terbuka. Saya sedang mencoba ini ee di
daerah Bantul tempat saya tinggal di
salah satu bedeng di lahan. Saya me apa?
Melokalisir ini dengan slokan. Jadi
sekitarnya ini saya gali lalu airnya
saya biarkan ee menggenang supaya cacing
tidak menyeberang ke bedeng yang lain.
Kalau terlalu banyak cacing juga
berisiko untuk lahan karena dia kalau
kurang pakan bisa makan akar juga.
Jadi ini salah satu bentuk kandang di
bedeng terbuka. Ini proses ee
penebaran bibit. Biasanya kalau kita ee
ngambil misalnya saya ngambil dari
kandang Kulonprogo itu modelnya
menggunakan ini ee rak rak
apa?
Bekas buah. Lalu ini kayak urung bantal
itu, Teman-teman. Kantong kain. Bukan
kantong ajaib ya. Kantong kain. Modelnya
kayak gitu. Biasanya saya membawa
membawanya dengan seperti ini. Satu ini
medianya 2 kilo. Cacing isi cacingnya
3 kilo. Kita lihat processingnya.
Tepian. Saya akan memindahkan cacing
ANC ke lahan. Kalau yang ini lubricus
rubilus, Kawan-kawan.
Nah, bedanya cacing ANC dengan Rubikus.
Rubeles itu kalau ANC itu kalau besarnya
kayak pentil.
Jadi, lalu ada warnanya ada ungu-ungu
gitu. Kalau kena sinar lampu atau kita
kasih sorot lampu itu kayak ungu. Kalau
lumbrikus rubelus itu ujungnya ada ekor
kuning.
Ekornya kuning. Dia pipih, lebih
kecil-kecil, lebih pendek. Dia cocok
untuk mengolah kohe.
yang itu kalau yang ANC itu lebih ganas.
Jadi dia lebih cepat untuk mengolah
kompos. Nah, saya menggunakan ini untuk
ee mengolah limbah sisa olah dapur
sebuah warung makan.
Jadi, saya bekerja sama dengan warung
makan. Ee mereka
ee limbahnya kita olah dengan cacing
dengan magot. Salah satunya
ini yang dengan cacing
saya akan memelihara di bedengan.
Minta maaf kalau bentuk
videonya enggak begitu.
Ini kotoran kuda disiram dengan air.
Cepat saja saya buat cepat.
Lalu ee batang pisang.
Batang pisang di dicacah aja masukkan di
situ. Itu ini untuk media awal. Media
aduh
untuk media awal teman-teman. Maaf
kepencet tadi.
Kita campur aja.
Kita
masukkan
ini. Masukkan cacingnya.
Ini naruh uang 250, Kawan-kawan.
kita cepat aja seperti itu. Jadi ya kita
biarkan aja di luar gitu karena dia
takut sinar dia akan cari celah untuk
bisa masuk ke dalam.
Nah, atasnya tadi saya bilang supaya
tidak terkena sinar matahari, tidak kena
terik gitu ee kita taruh ke tepok pisang
yang sudah dibuka.
setiap
2 3 hari nanti kalau kurang
lembab kita siram.
Terima kasih. Ini pembuatan
kompos menggunakan cacing. Nanti
hasilnya vermicos.
Oke.
Ee ini teman-teman proses pengomposan di
bedeng cacing. Gambar
ini adalah gambar produksi
limbah organik dari warung yang yang
pertama ini ada ee jeruk kulit apa?
irisan jeruk ini. Timun ada ee
teh lalu ada jahe dan serai. Makanan
sehat semua ini. Nah, ini ee saya proses
yang pertama yang jah serai itu saya
taruh aja di atas tadi yang saya
buat apa tumpukan bedeng itu kalau sudah
sekitar 45 hari kita bisa ngasih seperti
ini. Jadi kasih aja ee kasih saja di
atasnya
tadi serai jahe ditumpuk. Lalu atasnya
kasih timun, rajangan timun yang masih
basah-basah itu. Habis itu taruh ee di
atasnya lagi
ada
teh.
Sudah. Setelah teh itu di gambar yang
paling pojok ini adalah ditumpuki tanah
lagi. Jadi kita ambil tanah seperti itu
proses pengomposan dengan skala lumayan
karena ini sekitar kalau penuh ya 4
ember.
Empat kalau penuh 4 ember. Kalau ini ya
sekitar 2 ember. setiap hari seperti ini
proses mengompos menggunakan cacing
ini.
ini proses
proses penebaran kalau di
ee
modelnya ini langsung disebar di ageng
Pakih
ya ini masih kecil-kecil yang ditabur
yang kecil-kecil biar perkembangannya
banyak
kangkung
Ya. Kapan cacing dimekarkan? Saya masih
punya waktu 4 menit. Kapan cacing di
mekarkan? Itu kalau kepadatannya tadi
kan yang ditabur tadi kelihatan
kecil-kecil, tapi nanti dalam waktu 2
bulan cacing itu sudah besar-besar. Jadi
kalau sudah besar-besar lalu ee apa
castingnya sudah terlihat menghitam itu
berarti waktunya dipanen atau mempur
gitu sudah apa sudah tidak ada bahan
organik yang dimakan lagi. Jadi panen
fermikompos dengan panen cacing itu bisa
bareng. panen farmik kompos atau cing
bisa 2 bulan atau bisa juga dipercepat.
Kalau kita mau mempercepat berarti kalau
kita punya pakan 10 kilo, ya cacingnya
punya 20 kilo. Dia berartinya dalam
waktu ee seminggu tiap seminggu mungkin
kita bisa panen setiap hari kasih cacing
ee 2 kilo cacing tadi dikasih dua
du eh 1 kilo pakan itu nanti dalam waktu
dia akan cepat menjadi casting. Seperti
itu prinsipnya.
Jadi dipanen 2 bulan ee saat casting
terlihat hitam merata di permukaan apa
bentuk-bentuk bahan organiknya sudah
enggak ada. Lalu pupuk casting itu bisa
langsung digunakan
atau dibuat komposti
atau pupuk cair.
Biasanya kalau saya ee
kalau panen diganti media yang baru.
Lalu bibit cacing itu umurnya biasanya 2
bulan atau lebih.
ee bibit itu kalau mau mau lokalisir
seperti disampaikan Pak Fasri tadi ee
lokalisir itu bisa dengan kotak-kotak
itu kalau skala rumahan. Mungkin
teman-teman kalau mau lihat lebih detail
ada BIN Komposter
dengan apa?
Ada komunitas internasional yang cacing
di mana ee seperti apa, cacing di sini
seperti apa, itu bisa Permi Kompos itu
yang lintas negara itu juga di Metsas
ada jaringannya.
Terus bibit cacing itu juga,
Teman-teman, kalau ada yang mau mulai
dari sekarang hati-hati juga karena
cacing itu juga ada mafianya. Artinya
ada yang model paketan kayak seperti
apa? Multivel marketing itu juga ada.
Jadi ee fokuslah teman-teman pada kalau
mau cari bibit atau cari pakan ternak
atau cari ee permikomposnya itu ee cari
komunitas yang dekat-dekat di sekitar
teman-teman. Jadi tahu lihat barangnya.
Ini ini model kalau panen biasanya kalau
mau panen cacingnya seperti ini, mau
dijual atau mau ada yang butuh itu
modelnya cuma ditaruh aja. cacing tadi
sama medianya ditaruh nanti medianya
diambil di kalau gundukan gitu diambil
di atasnya biasanya saya menggunduk gitu
delan atau delan gunduk gitu kalau
diambil atasnya itu berarti castingnya
keambil atau vermic komposnya keambil
cacingnya akan masuk lagi. Jadi kalau
delapan gunduk delapan
itu
yang 1 2 3 kita jalan gitu nanti kalau
kita ambil sudah kembali lagi ke sana
cacingnya sudah masuk lagi ambil atasnya
lagi. Cara model jual belinya seperti
ini teman-teman ditimbang.
Lalu ini model cara bawanya kadang kalau
ke mau ke saya pindah ke lahan saya bisa
pakai ember.
ember pil 20 liter itu. Lalu bisa juga
dengan ini karung. Lalu model
pengemasannya seperti ini. Ini saya ee
tahun lalu membantu teman-teman petung
kriono untuk menyuburkan
untuk membuat vermikompos
ee apa dengan bahan kotoran sapi. Ini
model kemasan fermomposnya
yang kecil-kecil seperti ini ee pakai
plastik
bisa juga pakai sak seperti itu. Ada
juga kemasan-kemasan kalau sekarang.
Kalau di Jogja agak sulit juga mencari
ini. Kalau saya memang produksi untuk
saat ini produksi untuk kebun sendiri.
Ya, kesimpulannya ee mengpos dengan
cacing itu kayak manfaat, mudah
diterapkan, biaya rendah, ee sekali beli
bibit tidak beli lagi. Yang ketiga itu
tidak banyak tenaga. Cocok untuk
orang-orang yang malas mengompos. Kalau
ngompos
apa?
mauembat pupuk banyak-banyak itu kan
kita harus bekerja bolak-balik ngukur
kayak gitu. Kalau model cacing ini cuma
punya bahan taruh cacing dia bekerja
kita bekerja. Saya kira itu. Terima
kasih. Ini
teman-teman
ee
saya kira pas ya Mbak. Saya kembalikan
waktunya.
Baik Bapak jika masih mungkin masih ada
yang ingin Bapak sampaikan tidak
apa-apa, Pak. Karena ini cukup menarik
ya untuk praktik. Jadi apakah sudah
selesai untuk yang disampaikannya, Pak?
Saya pikir cukup kalau ada yang mau
bertanya.
Baik, Pak.
Demikian tadi itu penyampaian materi
dari Bapak Henrius.
Ee tetapi sebelum kita memasuki sesi
tanya jawab, kita akan melakukan sesi
foto bersama terlebih dahulu. Untuk sesi
foto bersama kali ini saya akan dibantu
oleh admin.
Kepada admin dipersilakan.
Baik, terima kasih untuk atas
kesempatannya bagi Bapak Ibu peserta
online. Sebelum foto dimulai kami
harapkan untuk membuka terlebih dahulu.
Baik, ee kami mulai di slide pertama 321
dan slide kedua 321.
Baik, terima kasih. Kami kembalikan ke
Baik, terima kasih kepada admin yang
telah membantu sesi foto bersama.
Ee kemudian sebelum memasuki sesi tanya
jawab, saya izin mengingatkan Bapak Ibu
peserta training online yang
menginginkan materi sekaligus sertifikat
dan kemarin belum request dapat mengisi
link yang sudah kami admin kami kirimkan
di kolom chat Zoom. Kemudian selanjutnya
kami juga ingin meminta kesediaan Bapak
Ibu untuk mengisi kuesioner yang linknya
juga sudah di-share di kolom chat Zoom
supaya kegiatan kami selanjutnya bisa
lebih baik lagi. Jadi kami berharap
Bapak Ibu peserta dari online dapat
memberikan saran dan masukan di learning
porioner tersebut.
Untuk acara selanjutnya itu sesi tanya
jawab yang di sini kami sudah bantu
untuk merakukan pertanyaan dari Bapak
Ibu
ee peserta training online.
Untuk Bapakus
saya akan membacakan pertanyaannya
lalu nanti akan ee bisa langsung Bapak
jawab begitu Bapak. Di sini ada
pertanyaan yang pertama dari Bapak Rahn.
Bagaimana cara mengetahui kandungan
unsur hara pada kompos padat atau POC
yang kita buat? Apakah pemeriksaannya
berbayar dan ke mana sebaiknya kita
membawanya? Silakan, Bapak.
Ya, terima kasih. Saya pernah
memeriksakan kandungan
FERMI kompos yang saya buat itu di BPPT.
Kalau dulu jadi ee berbayar tinggal
kebutuhannya untuk apa. Jadi bisa kita
mau cari di laboratorium itu ada
ee mau C organik, mau kandungan
kandungan yang kita inginkan itu ada
pilihan di situ ada ceklistnya. Jadi ee
di pemerintah
ini di Palembang ya
yang
ya itu mau kalau POC-nya saya belum
pernah tapi saya yang padatnya.
Jadi kalau kalau P-nya saya belum pernah
memeriksakan, tapi biasanya ee di tempat
itu bisa
kalau enggak BPPT
brint di bawahnya brint pada waktu itu
kalau tidak salah ya teman-teman mungkin
bisa dicari linknya di untuk
memeriksakan kandungan unsur yang ada di
dalam pupuk yang kita produksi.
Saya kira itu Pak Rahmat ya dari Bang
Sampah Holistik.
Baik Bapak terima kasih sudah menjawab
pertanyaan Bapak Rahmat. Selanjutnya
dari Ibu Amrina. Jika semisal kita
terhalang kesibukan atau waktu misal
harus bekerja di pagi sampai sore,
metode komposting mana yang kira-kira
cocok dengan kesibukan sehari-hari, Pak
Henti?
Baik, Pak. Silakan untuk dijawab
pertanyaan dari Ibu Amrina.
Iya. Ee tergantung produksi sampahnya
Mbak Amrina. Jadi produksi sampah kita
banyak apa? Kalau misalnya teman-teman
yang sibuk bekerja di kantor sehari-hari
lalu banyak sampahnya kertas ya ini
cocok karena kertas kalau dilembabkan
bisa jadi pakan cacing atau media
cacing. Tapi kalau makanan kita itu
salah satu apa? lebih banyak sampah sisa
makanan ya berarti menggunakan komposter
lusida ember tumpuk atau mic tadi yang
model warm tower
antara ada lusidanya atau pipa komposter
ada cacingnya di dalam tanah itu bisa
mik kalau produksi
ee sampah kita jadi itu tergantung
produksi sampah kita lebih banyak yang
mana. Kalau banyak masak ya cacing ini
cocok.
Artinya sisa olah dapur bisa diolah
dengan media cacing. Ee teman-teman bisa
yang saya tampilkan tadi yang saya
lakukan ada juga yang model komposter
bin modelnya ee
tumpukan tumpukan kotak gitu. Biasanya
ee dia ada tiga atau empat. yang paling
bawah itu menampung lindi
itu bin komposter dengan pengurai cacing
itu banyak model itu bisa bahkan ada
yang kalau di saya lihat literaturnya
banyak ditempatkan di dalam ruang
jadi kayak kayak peliharaan itu
mengompos itu.
Jadi saya kira itu misalnya kita banyak
kulit buah, banyak apa kita bisa
menggunakan cacing itu. Jadi tergantung
kebutuhannya. Kalau bahan matang kok
sisa konsumsi matang itu untuk pakai
BSF.
Pengomposan di Jogja bisa menggunakan
ember tumpuk.
Ee kalau belum tahu ember tupuk sebentar
ee
saya ambilkan sebentar.
ini teman-teman ee saya
saya tampilkan sekalian yang apa model
ember tumpuk seperti ini. Ini yang atas
ini Pak Nasih yang mengembangkan dari
UGM ini keluar masuk BSF nanti
mengomposnya ada di ember yang atas.
Kalau yang bawah ini untuk menyimpan
lindi ada pipa, lubang pipa yang bisa
ditaruh di sini. modelnya ember tumpuk
seperti ini. Ini cocok untuk mengompos
yang sisa konsumsi sisa olah dapur. Jadi
kalau idealnya ya mengompos dengan magot
menggunakan seperti ini. Kalau mau mic
ya dengan tadi eh warm tower tadi. Kalau
mau dengan cacing ya bin composter.
Teman-teman bisa browsing cara
menggunakan atau
apa
model-model mengompos dengan cacing.
Saya kira itu
Mbak Amrina. Terima kasih.
Baik, terima kasih Bapak Hendrik sudah
menjawab pertanyaan dari Ibu Amrina. Di
sini kami akan membuka sesi live
pertanyaan. Jadi dari Bapak Ibu yang
ingin bertanya secara langsung kepada
Bapak Hendrikus bisa langsung
hand saja.
Baik, apakah ada dari Bapak Ibu yang
ingin bertanya secara langsung?
Jika belum ada, kami akan melanjutkan di
slide.
Pertanyaan selanjutnya dari Ibu Yulia.
Mungkin saya tadi di awal terlewat.
Boleh tolong dijelaskan kembali. Nomor
satu, jenis sampah rumah tangga apa saja
yang paling cocok digunakan dalam fermom
posting? Kemudian nomor dua, jenis
cacing apa saja yang biasa dipakai dan
mengapa spesies tersebut dipilih.
Baik, Bapak silakan
ya. Ee terima kasih. Ee saya biasanya
menggunakan
yang cacing yang saya gunakan itu saya
menggunakan ANC atau African Night
Crawler itu
ee yang seperti pentil bentuknya
ee apa ya bulat gitu. Kalau kalau yang
kedua lumbrikus rubelus ada dua jenis
itu. Kalau yang paling banyak beredar di
pasaran itu yang ANC atau cacing merah
gitu,
Bu. Ee cacing merah itu mudah didapat.
Kalau kita mau mendapatkan yang paling
mudah tidak beli kiloan, itu beli di
tempat pemancingan. Cacing yang dijual
untuk memancing itu biasanya cacing
merah atau ANC.
Jarang yang menjual lumbrikus rupilus
itu. Lalu jenis
sampah rumah tangga apa yang paling
cocok untuk vermomposting
yang masih mentah, Bu. Jadi, sampah
rumah tangga yang masih mentah
ee bukan olahan. Jadi, bukan yang sudah
dimasak. Itu semua bisa digunakan untuk
permomposting ini seperti potongan
sayur, terus mungkin kulit buah, buah
busuk itu bisa kalau yang sudah matang
tadi saya sampaikan bisa menggunakan ee
komposter yang lain. Saya kira itu.
Terima kasih. Semoga menjawab.
Baik, Bapak terima kasih sudah menjawab
pertanyaan Ibu. Baik. di sini ee apak
Bapak Ibu peserta training online yang
ingin bertanya secara live kepada Bapak
Hendrikus bisa langsung raise hand
jika masih belum ada juga kami akan
melanjutkan pertanyaan dari slide yang
sudah kami temukan
pertanyaan dari Hana
bagaimana cara menjaga kondisi
lingkungan
pH kelembapan suhu agar agar cacing
tetap optimal dalam proses vermikompost
ini. Kemudian selanjutnya, berapa lama
waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan
kompos yang matang dengan metode
vermikompostil?
Silakan, Bapak.
I ee
untuk menjaga kelembaban
kalau saya mainnya cuma air artinya
disiram.
Terus cara mengukurnya sangat manual.
Jadi saya mengamati saja kalau terlalu
basah biasanya cacing itu akan
mengelompok. Kalau tidak nyaman
dia akan bergulung-gelung gitu di satu
kelompok gitu kalau tidak nyaman. Jadi
dia nanti akan berbusa karena terlalu
padat cuma gulut-gulutan gitu. Itu
artinya dia tidak nyaman. Ah ee salah
satunya tidak nyaman itu kalau enggak
medianya enggak cocok pakannya ada
sesuatu yang beracun
ee
atau kalau untuk jaga kondisinya lebih
ke air sih saya. Jadi siram air untuk
untuk kalau terlalu kering siram air
kalau terlalu basah ya berarti ditiris
di saya kasih aliran atau menjaga agar
apa tetap lembab. Kalau suhu lingkungan
sekitar itu kita bisa pakai paranet atau
naungan kalau di lahan terbuka itu bisa
naungan
tanaman. mau markisa, mau ee labu siam,
lalu di atasnya dikasih
apa? Pelanggerangan parah-parah gitu
untuk menaungi itu juga bisa.
Jadi itu untuk menjaga kelembaban suhu.
Kalau yang ruangnya kandang terbuka itu
yang terpenting sebenarnya tidak ee
dengan genting. Kalau seng biasanya agak
panas karena cacing lebih cocok di
daerah yang agak sejuk-sejuk gitu. Ini
penting. Terima kasih pertanyaannya
bagus sekali. Jadi, terutama soal suhu.
Kalau pH saya jarang mengukur. Mungkin
ada teman-teman dari di sini yang
mengukur itu. Tapi kalau tidak cocok pH,
suhu sama kelembaban biasanya capek
cacing tiba-tiba enggak ada
di tempat kita itu. Dia pergi kapan
perginya enggak tahu. Itu bisa jadi.
Saya pengalaman pertama dulu naruh 30
kilo untuk mengolah Koh tiba-tiba habis
enggak tahu ke mana. Artinya
kelembabannya pada waktu itu saya cek
memang terlalu kering. Jadi dia akan
mencari tempat yang nyaman untuk dia.
Entah pergi entah pindah posisi atau ada
bahan organik yang lebih menarik. Saya
kira itu jadi untuk menjaga kelembaban
kondisi lingkungan bisa dengan air lalu
dengan tumbuhan lalu ee kondisi media
atau pakannya
yang berapa waktu yang dibutuhkan untuk
menghasilkan kompos matang yang vermik
kompos kalau pengalaman saya 2 bulan itu
cukup
2 bulan itu cukup menghasilkan
vermikompos ada juga yang cepat ada
teman-teman di daerah Pakem
ee yang membuat ini itu 1 bulan panen
mau 1 bulan panen mau 2 bulan eh mau 2
minggu panen dia bisa membuat itu.
Jadi ee saya pikir tergantung kebutuhan
kita ee kalau
perbandingan antara cacing dengan
pakannya itu pakan lebih sedikit
cacingnya lebih banyak itu berarti akan
semakin cepat.
Kalau pakannya lebih banyak, cacingnya
lebih sedikit, ya berarti jadinya
semakin lama gitu aja. Saya kira itu
jawabannya. Bagus pertanyaannya. Terima
kasih banyak.
Makasih Bapak sudah menjawab pertanyaan
dari
Ibu Hana. Kemudian pertanyaannya
selanjutnya dari Abdul. Dari Bapak
Abdul. Ee pertanyaan nomor satu. Apa
indikator bahwa hasil fermos
sudah siap digunakan sebagai pupuk?
Kemudian yang kedua, bagaimana cara
mengendalikan masalah umum seperti bau
tidak sedap atau munculnya hama seperti
semut atau lalat dalam sistem
vermikompostil?
Baik, Bapak silakan untuk dijawab
pertanyaan dari Bapak Abdul.
Iya, Bapak Agung ya.
I ee indikator kalau fermikompos itu
ketika dia sudah berwarna agak
kehitaman, coklat kehitaman gitu, terus
biasanya dia di permukaan.
Kalau di saya waktu mengambil video
mengambil cacing tadi ada di permukaan
itu sudah merupuk itu sudah sudah
apa dipegang itu remah gitu tidak
menggumpal seperti bentuk pakannya itu
artinya dia sudah jadi biasanya warnanya
coklat kehitaman dan
ee ee apa ya? Lembut. Kalau digenggam
lembut itu artinya sudah jadi
permikompos itu tidak
ada pantangan. Artinya mau dikasih
berapun di di tanaman itu oke saja. Jadi
indikatornya kalau saya di digenggam
gini dia menggumpal dan halus. Bentuknya
halus tidak seperti tanah. Kalau tanah
kan agak kasar. Kalau vermompos ini
halus.
Saya kira itu untuk jawaban pertama.
Ee
yang kedua cara mengendalikan masalah
umum seperti bau, bau tidak sedap,
munculnya hama semut. Bau itu kalau
kalau bahan organik yang dikomposkan itu
lebih banyak dari cacingnya itu bisa
bau. Tapi kalau pengalaman saya cak
mengolah kompos dengan cacing itu tidak
bau sama sekali.
atau karena saya sudah terbiasa tidak
tahu. Tapi yang jelas tidak seperti
dengan magot.
Jadi ee tidak bau. Lalu munculnya hama
semut lalat itu saya melokalisir
kalau di wadah kotak ya dengan kapur
semut atau dengan oli di tempat
ujung-ujungnya
ee
apa
tiang tiang kalau di bangku atau
tiangnya itu dikasih kasih penghambat
atau kasih minyak yang semut tidak bisa
naik. Lalu kalau lalat itu
kalau mengasih makan sebaiknya ditutup.
Kalau lalat jarang ya, Ma hinggap di
sini kalau enggak limbah organik yang
kita masukkan. Kalau lalat itu kan kalau
matang, kalau mentah sisa-sisa sayur itu
jarang sekali lalat yang hinggap di
situ.
Kalau bau enggak sedap, ya itu
kemungkinannya perbandingannya antara
cacing dengan
pakannya lebih banyak pakannya. Lalu bau
itu karena pakannya mengandung minyak
atau mengandung air
atau pas mulai busuknya juga bisa. Kalau
mau aman ketika ngasih makan di di
gali dulu sedikit pakai cetok atau apa
lalu dimasukkan ke media lalu ditutup.
Jadi tertutup tidak langsung kena udara
di luar langsung. Saya kira itu bagus
pertanyaannya. Terima kasih.
Baik.
Terima kasih sudah menjawab pertanyaan
dari Bapak Agung. Di sini kami akan
umumkan lagi apakah dari Bapak Ibu
peserta training online ada yang ingin
bertanya secara langsung kepada Bapakus
bisa langsung onm
jika belum ada kami akan melanjutkan
pertanyaan dari slide.
Selanjutnya pertanyaan dari Bapak Ibnu.
Bagaimana perbandingan kualitas pupuk
dari vermomposting
dengan komposting konvensional dalam hal
kandungan hara dan manfaat bagi tasman?
Baik, Bapak silakan untuk dijawab
pertanyaan dari Bapak, Ibu.
Iya. Eh, perbandingan kualitas pupuk
dari fermiposting dengan komposting
konvensional dalam hal kandungan hara
dan manfaat bagi tanaman. Eh,
saya menggunakan vermikompos ini untuk
katalis. Jadi, kalau saya mau buatembat
pupuk cair
apa? membuat pupuk cair dengan
dibutuhkan cepat. Saya menaruh ini 20
liter air terus bahan-bahan untuk pupuk.
Lalu saya kasih fermik kompos itu satu 1
kilo
baru saya pantik dengan misalnya molase
satu tutup botol aja lalu diaasi dengan
untuk akuarium. Kalau ditanya komposting
konvensional
ini yang ee bertanya balik. Kalau
kalau kandungannya ya hampir sama, cuma
Fermikompos itu selama ini ee kalau saya
baca literaturnya
ini pupuk organik terbaik.
Maka dia bisa digunakan untuk membuat
pupuk cair instan.
insan ini artinya ee di lebih cepat
ee bisa lebih cepat digunakan untuk
boster kalau istilah dalam kesehatan.
Jadi supaya cepat ee apa pertumbuhannya
bisa
ee
apa lebih cepat itu bisa menggunakan ini
Hermikompos.
Semoga menjawab. Ini pertanyaan agak anu
tapi komposting konvensional itu atau
maksudnya yang prosesnya lama agak lama
atau yang tidak menggunakan media
cacing?
Karena kalau konvensional kompos
pengomposan konvensional itu ya
ee kalau kami sih banyak metode
mengompos.
Mau yang model di daun kering dilapis
sisa olah dapur lapis lagi. Terus ada
yang model terbuka kami menggunakan
banana circle ditaruh aja di di luar
dibiarkan ee di antara lingkaran
pohon pisang. Nanti kalau sudah setengah
tahun digali, diambil mana yang sudah
jadi itu namanya komposting konvensional
atau seperti apa atau yang model
dibolak-balik
dengan kerja. Kalau kami sih lebih
banyak senang ngompos yang malas cacing
itu bekerja sendiri, yang mengompos
lapis itu juga cuma tumpuk lapis, siram
tinggal gitu aja. Jadi kami banyak
banyak belajarnya malah bagaimana kita
lima tenaga mengompos dengan ee apa
dengan malas tapi hasilnya maksimal.
Saya pikir itu Pak Ibnu. Terima kasih
semoga sudah menjawab.
Baik Bapak terima kasih sudah menjawab
pertanyaan dari Bapak Ibu. Kemudian
pertanyaan selanjutnya dari Bapak
Mardiono dari Angsel.
Apakah komunitas peternak cacing? Mohon
share ya grupnya
ya. ee
Bapak Mardiono Tangsel itu cukup banyak
ee komunitas kalau mungkin dicari di
medsosnya ada komunitas cacing
apa lumbrik atau komunitas cacing ANC di
wilayah Tangerang Selatan ya. Terus ee
kalau grupnya saya saya enggak begitu
terus terang, tidak begitu mengikuti
dengan detail karena kalau grup biasanya
ee
transaksi jual beli. Grupgrup cacing itu
kebanyakan untuk distribusi sirkulasi
misalnya dari Bandung ke Tangerang, dari
Lembang, Lembang ke Jakarta seperti itu.
ya grup-grup tapi biasanya jalur.
Artinya kalau Bapak cari apa cacing
penjual cacing gitu ada grupnya untuk
lintas itu. Saya tidak belum menemukan
komunitas cacing yang untuk hanya
transaksi berteman kayak gini.
Kebanyakan bisnis.
Jadi, tapi hati-hati juga ee Bapak kalau
kalau mau beli
ee tidak harus ikut grup sih sebenarnya.
Kalau mau belajar grup-grup Facebook
ada, grup-grup komunitas cacing itu bisa
belajar di situ juga. Tapi kalau saya
senang yang Fermios belajar dari
berbagai negara itu. Jadi nanti ada
sharing-sharing dari Afrika, ada
sharing-sharing dari mana bagaimana
mereka apa mengompos, mengambil
lindinnya.
Ada menggunakan media tempat-tempat yang
ee bekas seperti bekas
apa bed up untuk bak mandi itu ada
macam-macam sekali.
Tapi ini kembali ke komunitasnya. Ee
saya minta maaf tidak bisa share
grupnya, tapi kalau dicari di Facebook
atau mungkin Instagram,
kalau dulu sih saya banyak dilihat di
Facebook, tapi
saya sudah lama, Pak. Minta maaf Pak
Mardiono.
Terus ada pertanyaan lagi tadi, Pak
Mardiono. Bagaimana aplikasi POC? POC
dari
rendaman.
Jadi POC bisa didapat dari rendaman
fermikompos. Misalnya 1 kilo kita rendam
ee 10 atau 20 liter air direndam aja
nanti 2 3 hari itu bisa airnya itu bisa
digunakan sebagai POC. POC di sini dia
nanti bisa dicampur 1 banding 10
bisa disiramkan. Saya kira itu langsung
jawaban tadi yang muncul di
chat ya.
Baik, Bapak terima kasih sudah menjawab
pertanyaan dari Bapak Miono yang ada di
chat juga ya, Pak ya. Ya.
Baik, itu tadi pertanyaan dari Bapak
Mono sekaligus menjadi pertanyaan
penutup di sesi tanya jawab pada
training online hari ini. Saya ucapkan
terima kasih kepada pemateri kita hari
ini yaitu Bapak Henrikus Hari
Wantoro yang telah membantu menjawab
pertanyaan-pertanyaan sekaligus sharing
bersama dengan Bapak Ibu peserta
training online hari ini. Kemudian
terima kasih juga untuk Bapak Ibu yang
sudah aktif bertanya dan mohon maaf
apabila ada pertanyaan yang belum
terjawab karena waktu kita yang
terbatas. Semoga di lain kesempatan kita
bisa bertemu kembali dan
pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu
sekalian bisa terjawab di sesi yang akan
mendatang.
Baik, ee seperti janji kami di awal
tadi, kami juga sudah mengantongi
nama-nama pemenang beruntung pada pada
hari ini untuk mendapatkan door price.
Untuk Bapak Ibu yang beruntung nanti
dipersilakan untuk menghubungi admin
melalui kontak WhatsApp.
Dan bagi Bapak Ibu yang belum beruntung
untuk mendapatkan doorprice, jangan
berkecil hati karena di sesi yang akan
datang di TOO selanjutnya dan webinar ee
kami akan memberikan doorpress yang
mungkin bisa jadi lebih menarik lagi.
Baik, untuk
penerima
yang pertama yaitu Bapak Ainul dari
Bekasi, kemudian yang kedua Bapak Wahyu
Darmawan dari Cianahi. Kemudian yang
terakhir Bapak Bingarana Siddiq dari
Kulonto. Untuk nama-nama yang tadi saya
sebut bisa langsung untuk ee konfirmasi
kepada admin.
Kemudian di sini kami juga ee ada
butik daur ulang projek di Indonesia.
Banyak sekali platform-platform untuk
membeli produk-produk kami. Salah
satunya yaitu di link yang linknya ada
di layar yang sedang Bapak Ibu ee lihat.
Di sini kami ee menjual sebagai produk
kami dan juga kami ee saat ini ada Ibu
optimalisasi pengelolaan sampah berbasis
TPS 3R yang sudah tersedia. Bagi Bapak
Ibu yang menginginkan ebook-nya bisa
langsung dicck out di ee link yang
terbaram.
Baik, ee kita telah sampai di pengujung
acara.
Puji syukur hari ini baik di sesi 1
maupun sesi du kita sudah belajar banyak
hal melalui training online dengan topik
konversi sampah dengan
organisme yang disampaikan oleh tadi
pagi oleh Bapak Mul dan siang ini dengan
Bapak Hand. Banyak sekali ilmu yang kita
dapatkan pada saat penyampaian materi
yang disampaikan oleh pemateri kita.
Semoga ilmu-ilmu tersebut dapat
bermanfaat. untuk kita semua. Baik,
selain itu kami juga ingin mengingatkan
Bapak Ibu sekalian untuk mengisi
kuesioner yang linknya sudah di-share di
kolom chat supaya kegiatan kami
selanjutnya bisa lebih baik lagi. Dan
sekali lagi saya izin mengingatkan untuk
Bapak Ibu yang menginginkan materi
sekaligus sertifikat dan kemarin belum
request dapat mengisi link yang sudah
dikirimkan admin kami di kolom chat
Zoom. Terakhir saya ucapkan terima kasih
kepada pemateri kita hari ini yaitu
Bapak Henrikus
ee yang telah menyempatkan waktunya
untuk berbagi dan sharing materi bersama
kami hari ini. Lalu saya juga
mengucapkan terima kasih kepada Bapak
Dr. Ir. Hijrah hijrah bernama putra SDME
selaku founder dari bukit Daurang
Project Indonesia sekaligus sekretaris
jurusan teknik lingkungan Universitas
Islam Indonesia. Dan juga tidak lupa
saya ucapkan terima kasih kepada panitia
dan peserta yang telah berkontribusi dan
sangat antusias selama training online
ini berlangsung. Sampai bertemu lagi di
training online selanjutnya yang
tentunya dengan tema-tema yang lebih
luar biasa. Akhir kata, saya selaku MC
sekaligus moderator memohon maaf
sebesar-besarnya
apabila selama memandu acara ini
terdapat kesalahan kata maupun
perbuatan. Saya Nuh Hasan Maulidah kami
undur diri. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih.
Baik, Bapak. Terima kasih.
Waalaikumsalam. Terima kasih ilmunya.
Makasih semangat.