Transcript
0SN2OQjcQi4 • INOVASI BIOKONVERSI SAMPAH SESI 2
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0129_0SN2OQjcQi4.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Baik, itu tadi CV dari Bapak Henrikus. Mungkin langsung saja jika Bapak Hendrikus sudah siap, kami persilakan waktu dan tempat kurang lebihnya sampai pukul 14.30. Misi Bapak. Iya. Baik. Selamat siang Bapak, Ibu, teman-teman semua. ee kita akan mulai berbagi tentang bagaimana aplikasi vermikoming dalam biokonversi sampah. Jadi, izinkan saya menyampaikan ini selama kurang lebih 1 jam, 1 seteng jam ke depan. Jadi ee sebagai pengantar Hermomposting adalah proses penguraian sampah organik. Mbak Nuha apakah terdengar jelas? Terdengar, Pak. Suara suaranya terdengar jelas, Pak. Oh, iya. Terima kasih. I. Jadi saya punya pengalaman permicomposting ini menggunakan dua dua jenis cacing yang cacing Afrika dengan lumbus rubilus. Jadi tadi di pengantar awal tadi ee sesi pagi hari tadi saya ada tiga jenis cacing ternyata. itu epigaik atau cacing yang di permukaan. Lalu ada yang di tengah lalu ada yang di cacing yang di kedalaman. Dia hanya muncul malam hari ketika dia gelap lalu dia naik untuk mencari sumber makanan. ee yang selama ini saya tahu yang membedakan adalah cacing-cacing yang ada di tanah pada umumnya itu biasanya ee lebih ambil makanannya turun ke bawah lalu naik muncul lalu ee fasesnya keluar gundukan-gundungan besar yang ada di apa di atas tanah. Nah, di dibawa ke permukaan. Jadi, modelnya naik turun. Kalau yang pernah saya pelihara ini modelnya yang ada di permukaan. Jadi, ke kiri dan ke kanan. Itu makanya modelnya seperti itu. Jadi kedalaman sekitar 10 cent. ini ee yang membedakan ee jenis dua jenis cacing tadi yang di permukaan sama yang di yang lebih ke apa vertikal memakannya. Lalu ee manfaat permicomposting ini adalah untuk mengurangi sampah organik. Jadi mengurangi volume sampah salah satunya menggunakan cacing tanah lalu menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi. Selama ini ada dua yang diproduksi dari proses kegiatan ini. Yang pertama itu yang padat, lalu yang kedua yang cair. Lebih mudahnya seperti itu. Lalu ee ketika kita mau menghasilkan pupuk yang padat tentu saja berbeda alat atau wadah yang digunakan. Nanti saya akan presentasikan beberapa model kandang atau model wadah yang digunakan untuk Permikompos untuk memproses ini. Jadi yang ketiga ramah ramah lingkungan dan mudah diaplikasi. Karena sebenarnya tadi tadi pagi sudah disampaikan oleh Pak Fasri cacing itu asal kita buat biopori itu akan muncul. Dan biopori yang benar memang tidak memakai pipa paralon. Jadi hanya di ujung permukaan atas saja. Lalu lubang resapan itu diisi dengan daun seperti itu juga menjadi salah satu metode mengompos yang mau kemungkinan datangnya cacing itu besar. Maka sebenarnya agak yang salah kaprah ketika biopori itu dikasih 50 cent atau dikasih apalagi 1 m pipa dan itu lubangnya kecil-kecil itu sebenarnya tidak begitu efektif. Lebih baik hanya di ujung permukaan atas saja lalu diisi daun-daun. Kalau mau ditambahkan cacing juga di situ bisa ditambahkan. Lalu prinsip dasarnya ee permomposting itu mengandalkan aktivitas cacing cacing dan mikroorganisme. Lalu prosesnya ee membutuhkan oksigen. Ini pengantarnya, Teman-teman. Lalu desain vermicomposting itu komponen utamanya itu wadah. Jadi wadah untuk memelihara atau proses untuk mengompos itu bisa kotak kayu, bisa kontainer plastik, bisa drum, bisa kotak. semen atau seperti apa hamparan gitu tapi di dikasih penyekat itu bisa nanti ada gambarnya bisa saya menyebutnya lesean hambar hampar karena ada juga metode mengompos itu cuma ditaruh di yang penting plesteran bawah lalu kompos itu ditaruh di atasnya situ ditumpuk aja ditebar di atas lanta lalu Lalu bisa juga di bedengan, di lahan bedengan. Di lahan bedengan ini memang fungsinya betul betul untuk mengompos. Kalau kita punya produksi bahan organik, sisa makanan sisa bukan sisa makanan. Jadi sisa olah dapur seperti rajang-rajangan sayuran atau dedaunan itu bisa diproses di lahan yang terbuka. Nanti ada keterangan bahwa ini harus terlindung dari sinar mata, dari sinar matahari, dari hujan. Tapi sebenarnya di lahan terbuka terutama di daerah sejuk itu bisa dilakukan yang model bedengan. Nanti saya akan berikan contohnya yang saya lakukan di kebun. Lalu media dasar itu lebih ke media hidup cacing tersebut. Jadi biasanya ee cacing akan senang di kompos setengah jadi diserbuk gergaji ee sabut kelapa, ongok aren, bisa juga ee gedebok pisang yang dicacah itu juga bisa. ee menjadi media untuk hidup. Lalu biasanya ee komponen utama itu satu tadi wadah, yang kedua media dasarnya untuk hidup, lalu penutupnya bisa ditutup dengan kardus, bisa ditutup dengan daun-daun, bisa ditutup ee dengan kedebok pisang yang dibelah-belah. Jadi bisa kertas koran. Jadi penutup di atasnya itu ee bisa bermacam-macam. Yang terpenting ee dia bisa mengontrol kelembaban. Yang kedua mengontrol sinar matahari. Karena cacing itu takut sinar matahari. Jadi dia kalau ada sinar dia akan masuk ke dalam media. Artinya dia akan banyak bekerja dalam situasi gelap atau banyak makan pada situasi gelap. Ee desain untuk penempatan kandang atau desain sistemnya itu bisa tumpuk. bisa pakai rak, bisa tunggal. Tadi saya sampaikan yang pakai rak itu ee kadang bisa dengan rak kayu, bisa dengan kotak atau bisa dengan ember-ember seperti itu ee teman-teman. Lalu bisa sistem tunggal itu yang saya sebut tadi lesean tadi. Lalu ee kriteria desainnya harus ada drainase dan aerasi yang baik. Karena kalau mengompos dengan cacing itu juga butuh kelembaban kelembaban udaranya. Lalu dia tidak basah tetapi tidak kering. Terus sirkulasi udaranya juga bagus. Maka ketebalan media biasanya cuma sekitar 10 cent. Lalu dijaga kelembabannya. Kalau dia terlalu kering lalu disiram seperti itu. Lalu desain kandang atau tempat memelihara juga ee mudah. Mudah itu dalam artian pemeliharaannya memberikan ee memberikan pakannya juga mudah, memberikan komposnya juga mudah untuk diproses. Terus juga saat memanen. Kalau cacing cukup pakannya itu biasanya 2 bulan harus dicek. Cek apakah wadahnya sudah penuh, cukup, tidak seperti itu. Lalu aman dari gangguan. Gangguan dari tikus, kadal, semut. Saya pikir desain yang tadi pagi seperti meja itu efektif juga, cuma ee harus dikontrol airnya, kelembabannya itu. Lalu ini yang pernah saya temani ada yang saya buat sendiri juga ada yang model kalau yang lesean atau plesteran lantai semen itu modelnya ada di hamparan di seperti kandang gitu lalu ditutup kiri mutar yang luas itu dengan paranet tapi yang tengah itu cuma lantai. itu bisa ee olahan seperti ini yang plesteran atau bundukan kayak gini itu model mengolah kohe atau mengompos kotoran sapi, kotoran kambing, kotoran kuda itu bisa digunakan dengan model plesean atau plesteran lantainya semen. Yang di sasar dari proses ini adalah pupuk padat atau cing. Kalau biasa menyebut casting, ada posting kompos cacing atau bekas cacing. Lalu ada juga yang menggunakan kotak semen. Ini modelnya ee kotak semen. Tingginya antara 30 sampai 50 cent. Itu yang model panennya lama. Ini biasanya ketika media sudah ditaruh, cacing ditaruh, lalu sudah remah-remah makanannya habis, tinggal gembur terlihat casting itu biasanya langsung ditumpuki di atasnya mak dikasih pakan. Bahkan ini berupa ee sampah sisa olah dapur atau daun sampah setengah jadi atau ada yang difermentasi atau ongok aren taburkan di atasnya. Nanti modelnya kalau yang model kotak semen itu itu naik kalau habis pakannya tumpukin lagi. Habis pakannya tumpukin lagi. Itu sampai bisa sekitar 3 4 bulan. Jadi naik 3 4 bulan ee prosesnya baru nanti kalau panen diambil di atasnya yang 10 senti di atas itu diambil itu semua biasanya sudah ikut apa cacing-cacing yang makan di permukaan gitu diambil dengan ketebalan segini diangkat saja itu sudah bisa ikut. Lalu bisa juga dengan wadah tong biru. Kalau banyak digunakan tong-tong untuk komposter itu bisa juga digunakan di belah modelnya. Itu prinsipnya sama dengan di ember. Kotak kayu itu sering juga dilakukan. Bahkan ada yang menggunakan kotak kayu lalu dialasi dengan karung bekas, bekas gula atau bekas beras itu juga ada yang membuat seperti itu. Lalu ember plastik. menggunakan ember plastik ini harus dikontrol karena kadang-kadang ee liquid atau cairan pada saat cacingnya makan itu sering menjadi genangan di dasar ember atau misalnya kayak nampan plastik gitu. Lalu ee di bedengan terbuka ini yang sedang saya coba juga bedengan terbuka di lahan saya mengolah kotoran ee kuda untuk pupuk. Itu sedang saya lakukan prosesnya di lahan di lahan terbuka. Tentu saja tadi ee risikonya adalah ada kadal, ada cacing, eh ada kadal, ada tikus yang mungkin mampir ketika malam. Tapi karena memang niatnya untuk mengolah pupuk di lahan, ya sudah dilakukan di lahan. Lalu ada juga dengan tadi ditanyakan tadi pagi saya ingat betul lupa yang bertanya tapi ada bagaimana penggunaan cacing untuk mengompos di di apa rumah tangga. Jadi kalau mengompos di rumah tangga itu bisa menggunakan salah satu alat namanya warm tower. itu seperti ada nanti ada saya tampilkan foto sama videonya itu, Teman-teman. M lalu, ee persiapan memulai permomposting itu bahan yang dibutuhkan tentu saja yang pertama bibit. Cacing tanah itu bisa jenis ANC atau lumricus rubilus. Ee lalu tentu saja medianya sisa dapur, sayur, buah, daun kering atau kompos setengah jadi. Jadi kenapa yang saya sebut ini tidak ada sisa konsumsi karena memang cacing ee tidak memakan sisa makanan yang ada rasanya asin bergaram lalu berminyak. Jadi tidak asin, tidak garam berminyak apalagi kena sabun bekas di apa wastaffel. Kalau sabunnya sabun yang deterjen biasanya cacingnya tidak mau makan itu. Lalu yang bahan yang lain ini untuk teman-teman yang sekitarnya punya ee mungkin kandang komunal, kandang sapi, kandang kambing yang itu juga bisa diolah dengan ini. Itu jadi bahan kalau kotoran hewan itu bisa pakan sekaligus media hidupnya. Yang terpenting kalau kotoran kuda, kotoran sapi, kotoran kambing itu bukan yang baru, bukan yang baru, tapi juga bukan yang lama. Artinya kalau sudah diangin-anginkan, amoniaknya sudah menguap, itu sekitar 6 hari 56 hari itu bisa dikasihkan. Semakin lembek itu semakin proses pengomposan semakin bagus. Jadi ee yang dibutuhkan yang ketiga itu wadah atau vermikomposternya. Lalu yang jelas langkah awalnya siapkan media itu biasanya butuh dilembabkan, butuh difermentasi atau butuh dicampur dulu. Kalau di lahan saya modelnya dicampur dulu di lahan tanah ee bahan organiknya kompos setengah jadi. Lalu campurkan ee bahan-bahan semuanya. Kalau di dalam rumah tangga ya mungkin punya ee mau kertas enggak dipakai, kerdus enggak dipakai itu juga bisa jadi media untuk mengawali ee memelihara cacing untuk mengompos ini. Lalu masukkan cacing ke dalam media. Yang ketiga, tambahkan sampah organik secara bertahap. Seperti saya sampaikan di muka tadi, karena cacing ini hanya ada di permukaan sekitar 10 cent ya. 20 10 sampai 20 cent di bawah ini dia enggak bisa ngambil makanan di bawah sendiri. Jadi, makanya lapisannya usahakan ee tidak terlalu tebal. Artinya tambahan sampah organik itu bertahap saja. Itu ee perawatan secara rutin itu bisa menggunakan apa? Melembabkan media agar tetap basah. biasanya ee disiram satu disiram bisa juga menjaga kelembabannya dengan ee ditambah keebok pisang yang masih basah ee seperti dua itu disiram sama itu. Tapi jangan terlalu ee basah. Kalau kering biasanya kalau ada yang mati nanti juga berisiko. Kalau terlalu kering ada yang mati lalu mengundang semut di tempat pemeliharaan kita. Lalu memberi pakan secukupnya. Ini mengurangi bau. Jadi kalau ee tadi disampaikan di materi pagi tadi adalah sedikit bau itu biasanya karena pakan terlalu banyak cacingnya ee tidak bisa mengurai semua bahan organiknya. atau penyiraman itu lalu ada yang terendam biasanya seperti itu. Ee lalu bisa juga karena kita terlalu lama tidak mengaduk. Jadi sekali waktu memang harus diaduk. Tentu saja menggunakan alat yang tidak tajam. Kadang-kadang kalau kalau cetok, kalau cangkul itu biasanya mengenai cacing. Tapi cacing juga ketika putus, selama itu putusnya cuma dua, itu tetap bisa hidup. Dia akan ee apa ya? Terpotong dia. Yang satu hidup, yang satu hidup. Kecuali terpotong tiga. Kalau pengalaman saya terpotong tiga itu ee tidak bisa hidup. Ini perawatan rutinnya ada tiga, menjaga kelembaban, memberi pakan secukupnya, lalu mengaduk ee untuk sirkulasi udara. Lalu yang harus dihindari sudah saya sampaikan tadi pakan atau bahan organik yang dimasukkan tidak berminyak, tidak pedas, dan tidak daging. Nah, pakan yang berminyak pedas dan daging itu cocoknya untuk magot. Jadi kalau magot mau sambal, mau mau saos, mau apa yang pedas yang enggak bisa kita makan atau basi atau sudah busuk itu bisa. Tapi kalau cacing ini tidak kena minyak, pedas, ee asin atau garam atau sabun. Jadi hal yang harus dihindari juga media terlalu basah atau terlalu kering itu. Lalu ini penutupnya bisa dengan kertas, kardus untuk menjaga kelembaban juga mengontrol bau serangga yang dari luar. Tempatnya terlindung dari hujan. ya, terlindung dari hujan itu bisa juga diatapi. Artinya memang di ruang yang ee terbuka tetapi tidak kena hujan atau juga bisa dengan pelindung paranet. Jadi kalau tidak kena hujan langsung itu bisa juga di atasnya dikasih paranet. Jadi cuma kenanya klepyur gitu, bukan bukan hujan yang deras itu. Ee teduh itu bisa juga kalau saya menggunakan gedebok pisang itu efektif. Jadi ee ketika kita kasih ee pakan atau apa langsung ditumpuki tutupi gedebok pisang yang lembaran itu. Kalau dikasih daun kering bisa, tetapi itu berisiko menjadi sarang semut. Jadi teman-teman apalagi yang mencoba di lahan terbuka biasanya akan datang itu ee apa hamanya semut itu. Lalu optimalisasi pemanfaatan produk vermikompos itu bisa jadi pupuk padat digunakan untuk tanaman. Hortikultura, sayuran, dan buah kayak unsur hara dan mikroorganisme. Lalu yang yang pupuk cairnya itu bisa digunakan sebagai penyemprot daun, dilarutkan 1 banding 10 bisa digunakan untuk komposti. Jadi ee kalau makanan kan ada yang insan. ini pupuk itu sekarang teknologinya sudah ada yang bagaimana bisa dibuat dalam waktu 24 jam itu kita sudah bisa mendapatkan pupuk seperti yang kita harapkan. Jadi teknologi pertanian itu salah satu ini banyak dicari kenapa ee kompos kompos cacing atau casting atau fermompos ini banyak dicari karena hanya dengan 1 kilo kita sudah bisa mengencarkan ee air 20 sampai 50 lit. Lalu kita aerasi dengan ee seperti kalau akuarium itu lalu kita tambahkan beberapa unsur yang pengin kita dapatkan. Kita bisa membuat ini memanfaatkan yang cair maupun yang padat ini digunakan untuk membuat pupuk instan atau komposti biasanya saya membuatnya. Lalu pemanfaatan lanjutan ya ini tentu saja ee bisa jadi media tanam. Tapi saat ini masih cukup mahal untuk kompos ini. Kalau di tempat-tempat apa ee budidaya e penjual tanaman, hias atau penjual tanaman itu itu sangat mahal dan menurut saya cukup mahal dan jarang yang menekuni. Seperti disampaikan tadi pagi ee pengomposan di Jogja itu sekitar tahun 2005. 2004 itu pesat perkembangannya. Apalagi gempa Jogja itu sampai harga cacing aja bisa sampai 300-an harga cacing per kilo. Kalau sekarang ya sekitar 50-an itu sudah dapat, sudah sampai di tempat. Jadi ee pemanfaatan lanjutannya untuk media tanam lalu sebagai produk organik yang bernilai ekonomi. Lalu ee potensi yang bisa dimanfaatkan dari mengompos dengan cacing tanah itu yang pertama sekarang kalau ee dulu waktu saya mau pelihara cacing orientasinya berbeda, Teman-teman. Saya penginnya dulu wah dapat hasil dari cacing. Jadi jual cacing lalu, cacing ee bukan menjual pupuk padatnya atau bukan menghasilkan pupuk padatnya. dulu orientasinya seperti itu. Di tahun 2021 2002 2005 saya pernah pelihara 50 kilo tapi gagal karena terlanjur beli banyak tetapi tidak tahu proses-proses tidak belajar dulu jadi terlalu berani pada waktu itu. Jadi ee dan habis hanya karena media tidak cocok, cacing menyebar pergi ke sekitar kandang. ee tempat saya menaruh itu lalu menyebar ke pekarangan. Subur pekarangannya tapi cacingnya hilang. Jadi itu hati-hati harus kalau kita ee pengin memanfaatkan cacing tanah untuk mengkompos, kita juga harus punya satu orientasi target kita mau mengambil apanya? Mau mengambil pupuknya, mau mengambil pupuk padatnya atau castingnya, permikomposnya, atau mengambil cairannya. Jadi ee dua ini berapa pupuk pupuk padat atau pupuk cair atau lindinya ee warm teya itu bisa diambil. Lalu yang pertama tapi sebenarnya cacing. Cacing aja kita masih berpikir ee sekaligus menjawab pertanyaan yang tadi pagi. Kalau kelebihan apakah itu enggak berbahaya? Cacing itu juga umurnya pendek. Artinya ee kalau dia terlalu padat lalu tidak dipanen atau tidak diambil yang besar-besar itu dia apalagi kita tidak ngasih atau tidak ngasih asupan pakan yang cukup induk-indukannya tadi akan mati. Artinya kalau mati kalau enggak diambil semut dipindahkan ya dia ee jadi kompos lagi dan dimakan oleh cacing itu sendiri di koloninya. Artinya kalau kurang pakan itu kalau ada yang indukan yang mati bisa dimakan oleh ee cacing kecilnya atau anak-anaknya. Jadi yang pertama kalau kita mau ee budidaya cacing ini atau itu orientasinya mau apa kalau cacing cacing bisa digunakan untuk satu untuk pakan. Jadi dia pengganti protein hewani yang ee seperti juga magot, tetapi saya belum tahu ee cacing itu asam aminonya kalau enggak salah yang lebih kuat. Jadi ini juga tidak boleh diberikan berlebihan kalau untuk ternak karena ee kalau berlebihan dia menjadi apa karakternya kalau ayam petarung itu menjadi keras. Jadi bisa bisa jadi pemiliknya malah di apa? diserang oleh ayamnya kalau terlalu banyak protein. Jadi, cacing juga bisa digunakan untuk pakan ternak, pakan ayam, pakan mentok, pakan bebek, pakan ikan itu juga bisa digunakan untuk itu. Lalu cacing ee yang beredar di pasaran untuk saat ini biasanya di apa pasti atau di mana itu ada cacing merah yang sering kemasan 3.000 sampai 5.000 Ibu bisa untuk mancing itu sama dengan cacing yang saya diskusikan kali ini. Jenisnya dua itu. Cuma harga ANC itu lebih murah dari ee lumbrikus Rubelus. Ini ada dua jenis itu. Jadi kalau kita mau ambil cacingnya ya berarti tergantung pemanfaatannya. Kalau cacing kita ambil lalu untuk mengolah kompos ya berarti memang orientasinya untuk menyelesaikan persoalan kompos itu bisa dengan skala kecil rumah tangga, bisa dengan skala industri, skala besar, bisa juga dengan skala kalau misalnya sekarang itu kan banyak sekali di sekitar kita kandang-kandang komunal. Lalu ee kohenya cuma dibiarkan liar gitu. pertama kali saya belajar cacing tahun 2020 yang setelah 2025 itu 2020 itu saya mempelajari sampai mendatangi siapa yang produksinya cacing untuk dijual, siapa yang produksinya eh vermompos atau posting atau casting siapa. Jadi keliling ke teman-teman di sekitar Jogja untuk mengetahui saya mau orientasinya ke mana. Oh ternyata orientasi paling nyaman untuk saya pada waktu itu adalah mencari ini memproduksi kompos cacing atau cing. Karena kalau memproduksi kompos cacing itu ee secara tidak langsung cacing kita itu bertambah. Jadi kalau cacing itu kalau ternak yang lain kelebihannya ternak cacing itu ternak yang lain kalau sudah jual kan harus beli indukan lagi atau beli kecilan lagi supaya dipelihara lalu jual lagi. Kalau cacing ini sekali beli bibit itu selamanya enggak usah beli. Jadi beli sekali nanti dia dalam 1 bulan dia akan berkembang sekitar 5 sampai 10% dari populasi itu. Kalau kita punya ngasih makan terus, ngasih makan terus, ngasih makan terus, dia akan berkembang 1 bulan 5%, 1 bulan 5% terus gitu lama-lama kita akan ee banyak koloninya, banyak jumlah cacingnya banyak, itu baru kita selama proses itu menghasilkan vermikompos atau kompos padat, lalu cacingnya dengan sendirinya kalau terlalu banyak kita bisa kurangi, bisa dijual ke teman Teman-teman yang suka mancing bisa ke tempat yang ee penjual pakan burung bisa dikemas kecil-kecil. Lalu kita kalau ada galatama mancing itu juga bisa ya. Kemasan kalau cacing ANC itu kemasan kecil isi 10 cacing itu ya sekitar 35 sampai 40 saset. ini sekaligus saya share tentang peluang usahanya. Jadi kalau kita punya 1 kilo cacing misalnya harganya R50.000 terus kita bagi-bagi di plastik untuk dijual itu menjadi sekitar 35 sampai 40 wadah. Kalau 40 wadah itu satu wadahnya 3.000 ya sekitar Rp10.000. Jadi dari 100 dari Rp50.000 R kalau kita mau bisnis itu bisa jadi Rp10.000. Itu ee potensi yang lain. Lalu lindi casting itu bisa langsung digunakan. Kalau lindi casting itu bisa dicairkan 1 banding 10. Kita punya satu botol kasih 10 botol air baru kita bisa aplikasi. ini efektif untuk ee tanaman-tanaman yang apa? Daun yang mau diambil dipetik daunnya seperti sayuran. Ee ini faktor yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan. Yang pertama tadi sudah saya cicil di atas itu kandang lalu disesuaikan dengan lokasi dan ketersediaan lahan. Kalau ee darahnya enggak aman, terlalu banyak hewan kayak kadal, tikus gitu, kita bisa pakai baksen, modelnya kotak gitu atau ee tidak perlu diaci, tidak perlu halus kalau cacing. Jadi yang terpenting terlokalisir, aman dari ee semut, aman dari binatang pengganggu. Lalu cari ukuran yang mudah untuk perawatan. Kalau 1 m itu kalau kita berdiri menjangkau tanah, menjangkau tangan itu masih bisa. Kalau nanti 2 m itu bikin apa? Sulit dalam menjangkau. Itu juga perlu dipikirkan. Silakan teman-teman juga kalau nanti mau cari referensi yang banyak. Ada juga yang modelnya ee kalau baksemen itu cuma kotaan 3 m². Ini produksi-produksi kompos yang komunal itu biasanya 3 m². Lalu masukkan saja ee komposnya apa bahannya. Lalu kasih cacing. Kalau sudah merubuk gitu, sudah jadi fermi kompos semua permukaannya tumpukin lagi gitu sampai nanti 3 bulan baru bongkar untuk dipanen. Ee vermik komposnya. Ada juga panen ada dua jenis nanti saya terangkan. Lalu ee yang kedua lamp lantai semen dengan hamparan itu bisa di ruang terbuka terus dihampar aja di situ. Cacing tidak akan pergi kalau dengan hamparan ini selama dia punya makanan. Kelembabannya cukup, makanannya cukup, dia tidak akan pergi. Biarpun kita tidak kasih pembatas. Jadi kelembatannya cukup, pakannya cukup, kita enggak kasih pembatas pun di lantai lesean gitu, hamparan gitu, enggak tidak akan jadi masalah. Dia akan tetap ada di situ dan makan. Lalu bisa juga yang tadi saya sampaikan di kotak kayu atau bambu, nanti ada contohnya yang bambu ee saya ada foto-fotonya. Cuma kalau rak kayu bambu tingkat itu tenaga yang dikeluarkan banyak harus ngangkat, ngaduk, naikkan, nyiram itu ee harus butuh tenaga yang lebih banyak. Ee bisa juga dengan kotak atau ember plastik disusun di ra gitu. Hampir sama dengan yang kotak kayu tadi, cuma bahannya beda. Lalu bedeng lahan terbuka tanah langsung dengan naungan naungan tumbuhan. Ada yang teman-teman menanam porang di atasnya, ada yang menanam eh menaungi dengan labu siam atau dengan paranet. Kalau yang dengan benda mati bisa juga ada yang dengan kayak backdrop gitu, bekas-bekas spanduk itu ada juga. Lalu yang ee yang warm tower itu bahannya pot dan ember. Pot ember atau losida, lodong sisa dapur. Nanti kayak pipa Pak peralon gitu. Saya nanti ada fotonya. ini ee syarat tumbuhnya syarat hidupnya itu syarat kandang itu tidak terkena sin matahari langsung. Kalau di luaran itu bisa ditutup dengan paranet, bisa ditutup dengan tadi gedebok pisang atau kertas kardus. Aman dari hewan pengganggu seperti tikus itu bisa diberi streaming kawat. Semut kalau sekitar kandang bisa di di oleh olesi oli atau kapur semut. Kalau ayam ya dipagari. Jadi kadang-kadang kalau di desa ayam-ayam itu kan masih diliarkan. Itu kadang-kadang juga terbang lalu masuk. Kalau kadal ya model di pagari teman-teman. ee media tempat hidup cacing itu bisa juga media juga sekaligus pakan cacing ya. Yang bisa media sekaligus pakan cacing itu ee ongok aren atau limbah dari penggilingan batang aren. Jadi yang sarinya diambil jadi soon. Terus limbahnya itu biasanya dulu kalau di daerah Klaten itu dibuang-buang. Mungkin di daerah lain kalau ada yang mengolah ongok aren atau mengolah sagu itu ee onggoknya bisa digunakan sebagai media untuk hidup. Jadi kalau kita ee skalanya industri itu bisa diambil banyak-banyak lalu dikasih makan itu. Lalu bisa juga media tempat hidupnya dengan backlock jamur, limbah bekas budidaya jamur itu bisa digunakan sebagai media hidup. Ee yang perlu hati-hati kalau kering backlok jamur itu biasanya ee semut yang apa yang datang. Jadi saya pernah punya pengalaman satu hamparan gitu, semutnya banyak sekali, semut merah dan tidak biasa yang saya lihat dan itu ngambil semua cacing dibawa pergi semua. maksudnya banyak sekali yang diserang di situ. Jadi ee langkah yang waktu itu saya lakukan direndam atau di dikasih air banyak-banyak baru setelah dia agak becek agak lembah itu semutnya pergi. Itu salah satu ee tip karena ketemu dari pengalaman. Lalu media tempat hidup bisa juga kotoran sapi, kotoran kelinci, kotoran kambing. Kenapa saya banyak menyebut kohe? Selama ini banyak sekali di daerah-daerah terutama pinggiran perkotaan itu kotoran hewan itu tidak difermentasi, tidak punya waktu untuk mengolah itu. Sementara kebutuhan petani banyak. Maka cacing itu salah satu sebagai alternatif. Ibaratnya begini, cacing itu mengolah ee kotoran sapi, mengolah sampah yang sudah pasta gitu. Dia butuh waktu satu hari dia bisa makan satu kali berat tubuhnya. Jadi kalau kita punya cacing 1 kilo itu bisa mengolah 1 kilo kohe 24 jam dia besok sudah jadi cing sudah bisa kita pakai. Jadi seperti itu kalau mengolah ee kotoran sapi kelinci atau kambing. Lalu bisa juga ampas tebu habis ee kalau di ada beberapa teman yang memfermentasi ongok tebu bekas dari penggilingan tebu yang ada di pabrik gula itu. Lalu biasanya bisa di lobi satu truk dibelokkan entah berbiaya atau tidak. Saya belum pernah membelokkan satu truk, tapi ini ee ampas tebu yang habis dari penggilingan itu bisa di permetil lalu digunakan untuk sebagai media hidup dari cacing. Lalu kalau yang sederhana di ee teman-teman yang punya kebun itu bisa fermentasibok pisang, limbah kayu yang tidak berminyak itu bisa digunakan untuk itu, Teman-teman. Terus pokoknya ee media tempat hidup itu jauh dari minyak, garam, sama sabun. tiga itu. Lalu ee teman-teman, langkah penyiapan media di kandang bak semen ini berdasarkan pengalaman menaburkan media yang campuran tadi bisa kotoran hewan, bisa apa kompos setengah jadi ee humus-humus itu bisa dicampurkan di situ kedebok pisang ketebalannya sekitar 5 sampai 10 cent aja untuk awalnya. Lalu media yang sudah ditabur ditaburi cacing itu siram lembab, tidak basah, tidak kering. Nah, setelah media siap, cacing bisa ditebarkan merata. Setelah ee berkembang itu akan banyak sekali cacing kecil-kecil ee yang muncul atau ee apa menetas dari kokon itu cepat sekali berkembang biaknya. Lalu ini karena cacing terus menerus berlipat maka ee dia 2 bulan sekali harus dipanen, harus diaduk medianya, dicek apakah dia kelebihan kapasitas atau tidak. Lalu, langkah menyiapkan media kandang yang baik. Ini tadi sudah saya sampaikan. Lalu pentingnya menjaga kelembaban. Penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembaban agar media tetap lembab tetapi tidak terlalu basah. Ya, kalau basah kalau enggak nyaman dia akan pergi. Jadi kalau terlalu kering dia bisa mati. Media yang basah lembab itu ee menyebabkan cacing berkembang biak cepat. Media yang kering akan menyebabkan cacing mati dan bisa mengundang semut. Jadi media ini penting, Teman-teman. Apalagi kalau nanti ee medianya kita sudah campur dengan pakan itu kita ee biarkan aja. Karena cacing makan seberat-berat tubuhnya. Kalau misalnya kita punya cacing 100 kilo, berarti pakan yang dibutuhkan dalam ee seminggu itu ya 100* 6. Kalau kita misalnya mau pergi jauh ee budidaya cacing untuk mengkompos itu yang terpenting komposnya disediakan selama kita pergi. Kalau kita mau pergi sebulan ya ee pakan cacing itu sejumlah sebulan itu kali berat tubuhnya. Jadi kita bisa sebenarnya ngasih selama tempatnya cukup panjang dan kita tidak terlalu tebal. medianya itu bisa kita kasih ee dalam durasi pakan yang panjang. Artinya sampah limbah itu dikasihkan aja di atasnya se misalnya seminggu kita pergi ya berarti en kali berat tubuh cacing yang kita punya. Jadi ukuran ukuran bisnis cacing jual belinya itu bukan gram. Kalau telur BSF kan pakai apa? Hitungan gram atau paketannya 10 gram. Kalau cacing ini kiloan jadi 1 kilo ee biasanya saya mengemas itu kalau mau dikirim jauh itu dua media lalu lima 5 kilo cacing satu kemasan dalam satu kantong. Lalu pakan cacing. Pakan cacing itu ya kalau kita gunakan untuk mengompos ya semua bahan organik yang mentah teman-teman, bukan yang matang. Kalau yang matang biar untuk magot. Jadi jatahnya sendiri-sendiri. Kadang-kadang kalau kita berbicara apa organik sama anorganik, pemisahannya kan cuma itu. Padahal organik itu masih dipisahkan lagi. Tadi pagi ada yang tanya apakah bagaimana mengompos ee dengan daun-daun jati dengan ranting? itu ada dua pertanyaan itu. Saya pikir kalau daun masih di bisa digunakan karena kategori ee kita melihat sampah atau limbah organik itu satu itu yang basah sisa makanan kita itu bisa untuk magot. Lalu yang lunak itu daun-daun kering ee jerami kayak gitu termasuk organik lunak. Lalu organik keras itu ranting, kayu, tusuk sate. Ini sepele tapi berbahaya. Apalagi di tempat-tempat seperti alun-alun seperti sekarang banyak penjual sate sama sosis yang pakai tusuk sate. Itu berisiko juga kalau dibuang sembarangan. Yang kering-kering ini bisa diolah dengan cara dibakar dengan tong. Lalu sebelum ee jadi arang dia disiram. Jadi organik memisahkannya tiga ini, basah, lunak, sama kering. Sudah tiga itu. Kadang-kadang kalau belum tahu ya organik semuanya dicampur jadi satu. Yang penting organik, yang penting terpilah dengan anorganik. Ya, itu benar. Tetapi kalau lebih baiknya memang pemisahannya ee yang basah, yang kering, yang basah, yang lunak, dan yang kering. Nanti saya kasih ee foto contoh kalau dari warung kita mau mengolah apa yang ditimbulkan dari warung itu. Kalau ini cacing, mana yang bisa digunakan untuk cacing. Lalu bisa juga ee kalau pakannya itu menggunakan ampas tahu, Teman-teman. Cacing lumbrikos rubelus itu di beberapa tempat digunakan untuk obat juga. Jadi tadi produk cacing bisa untuk pakan yang sekarang bisa juga untuk obat. ke fermapsul itu ya bahan-bahannya seperti lumricos robilus ini. Tetapi pakannya adalah pakan yang terkontrol, pakan sehat, pakan biasanya ampas tahu, sisa limbah buah itu aman untuk memproduksi cacing yang akan dipanen untuk ee medis, untuk obat. Biasanya tipes yang sering apa menggunakan cacing tanah sebagai obatnya. Lalu ini pakannya bisa ampas sahu, bisa kulit buah seperti itu. Lalu ada pakan lain ee limbah buah, semangka, pepaya, melon, limbah sayur, tetapi yang masih mentah, rajangan. Saya menyebutnya yang lunak tadi ada daun, ada sisa olah dapur, rajang-rajangan. Kalau ee Ibu Bapak memasak di rumah itu ada rajangan sisa olah dapur yang masih mentah belum dimasak itu bisa masuk ee menjadi cacing. Maka kalau kita memilah dalam satu komunitas ya pilahkan yang untuk magot mana, yang untuk cacing mana, yang mau dibakar mana. Dibakar itu artinya terlokalisir menggunakan tong potongan drem seperti itu. lalu dibakar sebelum itu jadi arang siram air. Lalu limbah dapur itu juga ampas kelapa, potongan sayur, potongan buah itu bisa masuk di situ. Biasanya kalau ampas ampas kelapa itu kalau media terlalu lembab itu juga bisa ditaruh ampas kelapa. Bukannya itu berminyak. Oh ya. Selama sudah diperas itu biasanya minyaknya kan berkurang banyak dan itu tidak masalah. Kalau pakan kotoran ruminansia itu kambing kelinci sapi kuda yang sudah difermentasi itu dibiarkan 2 minggu itu bisa. Lalu pakan difermentasi atau dilembabkan air 2 3 hari sebelum diberikan agar lembek atau mudah diserna. Ini yang orientasi-orientasi bisnis biasanya ee pakannya sudah digiling, dilembut gitu, dijadikan pasta. Lalu menaruhnya bisa di atas permukaan atau bisa di dikasih apa dilubangi sedikit di dalam kandang itu. Terus dimasukkan lalu dipendem lagi dengan media yang sudah yang ada. Nah, tujuan fermentasi itu sebenarnya kalau sayuran supaya lembek atau mudah dicerna oleh cacing. Nah, ini teman-teman saya ee foto ini saya ambil di tempat teman saya Mbak Mbak Esther di kebun candiem Binangon Sleman. Ini di sawah di atas atas kotak. Ini yang saya sebut dengan kotak semen. Dia dengan batako dua tingkat, dua sap. Lalu dia isi kotoran kambing. Jadi yang di sini sebenarnya bisa langsung untuk mengompos. Disiram basah aja. Taruh cacing terus taruh limbah-limbah sayuran yang dari kebun. Dia sudah memproses sendiri. Ini teman-teman, ini kandang bak salah satu contoh kandang baksemen. Ee dengan pelindung tutupnya itu bajar ringan lalu bisa diangkat ee dibuka dengan streaming ini, Teman-teman. Ee kandang lantai semen modelnya hamparan gitu. Ini bekas kandang ayam. Terus yang gambar pertama itu modelnya cuma digundukkan aja gitu. Lalu sampah sisa makan eh sisa sampah-sampah sayuran bisa dimasukkan di di tempat ini, di atasnya ini. Lalu ditutup dengan media yang sudah ada. Saya menggunakan backlock jamur ini pada waktu ee proses yang gambar ini. Jadi, ada yang model karena dulu apa terlalu bersemangat lalu ini membuat modalnya kotak ada kotak-kotak ee kotak-kotak semen. Ada juga yang dengan ini bekas bekas apa? Tiang kayu. Ada yang lesean. ini tidak masalah selama sekitarnya itu terlindung dari hujan dan ayam ini, Teman-teman. Ee saya ambil di Sleman, saya nemani Berkah Bumi di Blemb, Sleman itu untuk targetnya adalah mengompos sisa-sisa sayur, terus sisa sayur yang masih mentah ya. Lalu ada kedebok pisang, lalu ada kohe. Masukkan di sini. di Sleman tahun 2021. Saya buat ini contohnya. Lalu ini kandang. Kandang apa? Tong biru dibelah. Memang target pemeliharaannya ini adalah cacingnya. Cacing sama castingnya, Fermomposnya. Karena teman-teman di konservasi burung hantu cangkringan itu juga memproduksi pupuk cair komposti seperti yang saya sampaikan tadi itu, Teman-teman. Ini model tong biru. Yang ini warm tower. Saya menggunakan pot. Yang tengah ini menggunakan ember bekas. Lalu yang gambar yang ketiga itu saya menggunakan ember tumpuk. Dilubangi pinggir-pinggirnya lalu atasnya dikasih pipa komposter atau losida. Jadi ada ada baru bisa buat sendiri atau bisa dengan ember bekas. Prinsipnya sama. Ini warm tower ini eh isi media awalnya adalah sampah organik setengah jadi. Lalu ada kohe, ada kedebok pisang, ada rumput setengah jadi. Rumput yang dikomposkan setengah jadi ditaruh di situ. Lalu ditaruh dikasih cacing. Yang bekerja di proses warm tower ini ada dua. Satu yang di dalam tanah itu cacing tanah. yang di atas tanah itu, yang di atas tanah itu pakai pipa komposter atau losida. Jadi dia BSF akan masuk ke dalam ee ini karena ada lubang di atas itu untuk keluar masuknya BSF di bawah tutup itu sekitar 5 10 cent biasanya saya taruh ini. Ini yang model pengosan rumah tangga. Saya sekaligus menjawab pertanyaan tadi pagi. Kalau rumah tangga seperti apa? Salah satunya ini salah satu lagi yang model yang tadi didesain oleh mahasiswanya Pak Fajri tadi. Ini war tower. E kawan-kawan kita akan membuat bom tower ini dengan wadah pot. Ini pipa pipanya seperti itu kawan-kawan. Pralon 4 gim yang sudah di loop. Ya, ini ee saya membuat warm tower belum masih bahan sih ini sebenarnya belum jadi video untuk detailnya tapi ini supaya membantu teman-teman bagaimana kalau di skala rumah tangga kita bisa menggunakan apa bahan-bahan yang ada di sekitar kita bisa peralon bekas bisa ee ember bekas lalu pralon ini yang disebut losida apa? Lodong sisa dapur yang biasa digunakan untuk mengompos ee ditanam di pot, ditanam di tanah atau dekat pohon buah. Ini bisa digunakan salah satu komponen untuk warm tower. Ini yang lubang-lubang akan ketan di tanah itu. Ada tutup, ada lubang kecil untuk keluar masuknya BSF. Ini arang, Teman-teman. Sekarang digunakan untuk alas paling bawah. Lalu tadi ada rumput kering setengah jadi. Ini kohe kotoran kuda. Yang ini kompos setengah jadi. Dan ini cacahan kedebok pisang. Cacingnya yang kita gunakan adalah agak agak sulit dicari itu cacingnya karena dia ada di hamparan terbuka. buka salah satu bedeng yang saya korbankan untuk mengompos kawan-kawan kan gitu cacingnya, Kawan-kawan. Langkah pertama kita masukkan ini view-nya di tempat belajar saya, Teman-teman. Jadi ada di bawah pohon gayam kita awasi dengan rumput rumput yang dikomposkan setengah jadi kita masuk ini sebenarnya pas sekali kalau di Jogja karena nanti proses pengomposannya sangat cepat terutama untuk kota yang tidak punya lahan. Habis terus saya percepat aja teman-teman kita padatkan aja siap ditanam Silakan teman-teman itu bisa ditiru model modelnya. Harusnya lubang-lubang yang ada di apa pipa itu tertanam semua. Kita taruh ini tanah tanah. Nah, di atas di permukaannya kita tanam tanah. Taruh tanah teman-teman kita bisa tanaman sawi di sini. Ini sawi sudah siap petik. Ini ambil di bedeng aja. Di kebun bisa tanam. Ini kembang, Teman-teman. bisa masukkan di situ. Kita tambahkan ini oke sudah jadi. Ini kita siram dulu. kita siram. Kita tambahkan cacingnya, Kawan-kawan. Ini cacing yang kita ambil tadi kita masukkan yang dari bedengan tadi teman-emah ini cacingnya Nah, itu iklannya, Teman-teman. Karena ini tempat main anak-anak kadang-kadang mancing sehari-hari. Biasanya nanam seperti ini akan dirawat kalau ee Iya. Saya taruh loncang supaya kalau kita butuh masak telur bisa ambil di situ. I mudah ini. Mudah teman-teman buatnya. Oke. Jadi ini salah satu model pengomposan skala rumah tangga. Jadi kalau model ini nanti ee mengolah sampahnya, sisa olah dapur, sisa makanan bisa masuk dari atas ini dari pipa. Nanti cacing yang tadi ditaruh itu akan membantu proses ee apa? penguraiannya. Kalau yang di dalam tanah biasanya dibantu oleh cacing. Kalau yang di atas ee pipa ini, di atas tanah biasanya yang kerja magot karena ee BSF akan keluar masuk di lubang yang ada di dalam gambar ini. Seperti itu, Teman-teman. Ini salah satu model mengompos apa? Warm tower. Dan ini cepat sekali, Teman-teman. Kalau punya ee produksi sampah setengah sampai 1 kilo. Kalau satu rumah tangga itu kan sampah organiknya 1eng sampai 1 kilo itu teman-teman bisa campur. Kalau di sini enggak usah pandang mau sampah makanan sisa konsumsi atau sampah sisa olah dapur bisa dimasukkan semuanya di dalam pipa komposter ini atau di dalam losida ini. Ada banyak metode yang kami kembangkan di Ekosai Migunani. Ada lusida, ada ember tumpuk, ada warm tower ini, ada yang model lesean, ada yang model gerabah. Jadi kalau enggak salah ada 13 jenis metode mengompos yang kami punya di Perumahan Gerah banget. yang itu teman-teman kalau mau main atau mau cek nanti saya kasih link Instagram-nya pagyupan Eee Migunani itu cek aja di situ. Ee lanjut. Ini kandang menggunakan rak kayu dengan karung bekas alasnya. Jadi menggunakan apa yang ada ini mengolah kompos kohe menjadi ee vermikompos. Yang ini yang model kandang di bedeng terbuka. Saya sedang mencoba ini ee di daerah Bantul tempat saya tinggal di salah satu bedeng di lahan. Saya me apa? Melokalisir ini dengan slokan. Jadi sekitarnya ini saya gali lalu airnya saya biarkan ee menggenang supaya cacing tidak menyeberang ke bedeng yang lain. Kalau terlalu banyak cacing juga berisiko untuk lahan karena dia kalau kurang pakan bisa makan akar juga. Jadi ini salah satu bentuk kandang di bedeng terbuka. Ini proses ee penebaran bibit. Biasanya kalau kita ee ngambil misalnya saya ngambil dari kandang Kulonprogo itu modelnya menggunakan ini ee rak rak apa? Bekas buah. Lalu ini kayak urung bantal itu, Teman-teman. Kantong kain. Bukan kantong ajaib ya. Kantong kain. Modelnya kayak gitu. Biasanya saya membawa membawanya dengan seperti ini. Satu ini medianya 2 kilo. Cacing isi cacingnya 3 kilo. Kita lihat processingnya. Tepian. Saya akan memindahkan cacing ANC ke lahan. Kalau yang ini lubricus rubilus, Kawan-kawan. Nah, bedanya cacing ANC dengan Rubikus. Rubeles itu kalau ANC itu kalau besarnya kayak pentil. Jadi, lalu ada warnanya ada ungu-ungu gitu. Kalau kena sinar lampu atau kita kasih sorot lampu itu kayak ungu. Kalau lumbrikus rubelus itu ujungnya ada ekor kuning. Ekornya kuning. Dia pipih, lebih kecil-kecil, lebih pendek. Dia cocok untuk mengolah kohe. yang itu kalau yang ANC itu lebih ganas. Jadi dia lebih cepat untuk mengolah kompos. Nah, saya menggunakan ini untuk ee mengolah limbah sisa olah dapur sebuah warung makan. Jadi, saya bekerja sama dengan warung makan. Ee mereka ee limbahnya kita olah dengan cacing dengan magot. Salah satunya ini yang dengan cacing saya akan memelihara di bedengan. Minta maaf kalau bentuk videonya enggak begitu. Ini kotoran kuda disiram dengan air. Cepat saja saya buat cepat. Lalu ee batang pisang. Batang pisang di dicacah aja masukkan di situ. Itu ini untuk media awal. Media aduh untuk media awal teman-teman. Maaf kepencet tadi. Kita campur aja. Kita masukkan ini. Masukkan cacingnya. Ini naruh uang 250, Kawan-kawan. kita cepat aja seperti itu. Jadi ya kita biarkan aja di luar gitu karena dia takut sinar dia akan cari celah untuk bisa masuk ke dalam. Nah, atasnya tadi saya bilang supaya tidak terkena sinar matahari, tidak kena terik gitu ee kita taruh ke tepok pisang yang sudah dibuka. setiap 2 3 hari nanti kalau kurang lembab kita siram. Terima kasih. Ini pembuatan kompos menggunakan cacing. Nanti hasilnya vermicos. Oke. Ee ini teman-teman proses pengomposan di bedeng cacing. Gambar ini adalah gambar produksi limbah organik dari warung yang yang pertama ini ada ee jeruk kulit apa? irisan jeruk ini. Timun ada ee teh lalu ada jahe dan serai. Makanan sehat semua ini. Nah, ini ee saya proses yang pertama yang jah serai itu saya taruh aja di atas tadi yang saya buat apa tumpukan bedeng itu kalau sudah sekitar 45 hari kita bisa ngasih seperti ini. Jadi kasih aja ee kasih saja di atasnya tadi serai jahe ditumpuk. Lalu atasnya kasih timun, rajangan timun yang masih basah-basah itu. Habis itu taruh ee di atasnya lagi ada teh. Sudah. Setelah teh itu di gambar yang paling pojok ini adalah ditumpuki tanah lagi. Jadi kita ambil tanah seperti itu proses pengomposan dengan skala lumayan karena ini sekitar kalau penuh ya 4 ember. Empat kalau penuh 4 ember. Kalau ini ya sekitar 2 ember. setiap hari seperti ini proses mengompos menggunakan cacing ini. ini proses proses penebaran kalau di ee modelnya ini langsung disebar di ageng Pakih ya ini masih kecil-kecil yang ditabur yang kecil-kecil biar perkembangannya banyak kangkung Ya. Kapan cacing dimekarkan? Saya masih punya waktu 4 menit. Kapan cacing di mekarkan? Itu kalau kepadatannya tadi kan yang ditabur tadi kelihatan kecil-kecil, tapi nanti dalam waktu 2 bulan cacing itu sudah besar-besar. Jadi kalau sudah besar-besar lalu ee apa castingnya sudah terlihat menghitam itu berarti waktunya dipanen atau mempur gitu sudah apa sudah tidak ada bahan organik yang dimakan lagi. Jadi panen fermikompos dengan panen cacing itu bisa bareng. panen farmik kompos atau cing bisa 2 bulan atau bisa juga dipercepat. Kalau kita mau mempercepat berarti kalau kita punya pakan 10 kilo, ya cacingnya punya 20 kilo. Dia berartinya dalam waktu ee seminggu tiap seminggu mungkin kita bisa panen setiap hari kasih cacing ee 2 kilo cacing tadi dikasih dua du eh 1 kilo pakan itu nanti dalam waktu dia akan cepat menjadi casting. Seperti itu prinsipnya. Jadi dipanen 2 bulan ee saat casting terlihat hitam merata di permukaan apa bentuk-bentuk bahan organiknya sudah enggak ada. Lalu pupuk casting itu bisa langsung digunakan atau dibuat komposti atau pupuk cair. Biasanya kalau saya ee kalau panen diganti media yang baru. Lalu bibit cacing itu umurnya biasanya 2 bulan atau lebih. ee bibit itu kalau mau mau lokalisir seperti disampaikan Pak Fasri tadi ee lokalisir itu bisa dengan kotak-kotak itu kalau skala rumahan. Mungkin teman-teman kalau mau lihat lebih detail ada BIN Komposter dengan apa? Ada komunitas internasional yang cacing di mana ee seperti apa, cacing di sini seperti apa, itu bisa Permi Kompos itu yang lintas negara itu juga di Metsas ada jaringannya. Terus bibit cacing itu juga, Teman-teman, kalau ada yang mau mulai dari sekarang hati-hati juga karena cacing itu juga ada mafianya. Artinya ada yang model paketan kayak seperti apa? Multivel marketing itu juga ada. Jadi ee fokuslah teman-teman pada kalau mau cari bibit atau cari pakan ternak atau cari ee permikomposnya itu ee cari komunitas yang dekat-dekat di sekitar teman-teman. Jadi tahu lihat barangnya. Ini ini model kalau panen biasanya kalau mau panen cacingnya seperti ini, mau dijual atau mau ada yang butuh itu modelnya cuma ditaruh aja. cacing tadi sama medianya ditaruh nanti medianya diambil di kalau gundukan gitu diambil di atasnya biasanya saya menggunduk gitu delan atau delan gunduk gitu kalau diambil atasnya itu berarti castingnya keambil atau vermic komposnya keambil cacingnya akan masuk lagi. Jadi kalau delapan gunduk delapan itu yang 1 2 3 kita jalan gitu nanti kalau kita ambil sudah kembali lagi ke sana cacingnya sudah masuk lagi ambil atasnya lagi. Cara model jual belinya seperti ini teman-teman ditimbang. Lalu ini model cara bawanya kadang kalau ke mau ke saya pindah ke lahan saya bisa pakai ember. ember pil 20 liter itu. Lalu bisa juga dengan ini karung. Lalu model pengemasannya seperti ini. Ini saya ee tahun lalu membantu teman-teman petung kriono untuk menyuburkan untuk membuat vermikompos ee apa dengan bahan kotoran sapi. Ini model kemasan fermomposnya yang kecil-kecil seperti ini ee pakai plastik bisa juga pakai sak seperti itu. Ada juga kemasan-kemasan kalau sekarang. Kalau di Jogja agak sulit juga mencari ini. Kalau saya memang produksi untuk saat ini produksi untuk kebun sendiri. Ya, kesimpulannya ee mengpos dengan cacing itu kayak manfaat, mudah diterapkan, biaya rendah, ee sekali beli bibit tidak beli lagi. Yang ketiga itu tidak banyak tenaga. Cocok untuk orang-orang yang malas mengompos. Kalau ngompos apa? mauembat pupuk banyak-banyak itu kan kita harus bekerja bolak-balik ngukur kayak gitu. Kalau model cacing ini cuma punya bahan taruh cacing dia bekerja kita bekerja. Saya kira itu. Terima kasih. Ini teman-teman ee saya kira pas ya Mbak. Saya kembalikan waktunya. Baik Bapak jika masih mungkin masih ada yang ingin Bapak sampaikan tidak apa-apa, Pak. Karena ini cukup menarik ya untuk praktik. Jadi apakah sudah selesai untuk yang disampaikannya, Pak? Saya pikir cukup kalau ada yang mau bertanya. Baik, Pak. Demikian tadi itu penyampaian materi dari Bapak Henrius. Ee tetapi sebelum kita memasuki sesi tanya jawab, kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu. Untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibantu oleh admin. Kepada admin dipersilakan. Baik, terima kasih untuk atas kesempatannya bagi Bapak Ibu peserta online. Sebelum foto dimulai kami harapkan untuk membuka terlebih dahulu. Baik, ee kami mulai di slide pertama 321 dan slide kedua 321. Baik, terima kasih. Kami kembalikan ke Baik, terima kasih kepada admin yang telah membantu sesi foto bersama. Ee kemudian sebelum memasuki sesi tanya jawab, saya izin mengingatkan Bapak Ibu peserta training online yang menginginkan materi sekaligus sertifikat dan kemarin belum request dapat mengisi link yang sudah kami admin kami kirimkan di kolom chat Zoom. Kemudian selanjutnya kami juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner yang linknya juga sudah di-share di kolom chat Zoom supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi. Jadi kami berharap Bapak Ibu peserta dari online dapat memberikan saran dan masukan di learning porioner tersebut. Untuk acara selanjutnya itu sesi tanya jawab yang di sini kami sudah bantu untuk merakukan pertanyaan dari Bapak Ibu ee peserta training online. Untuk Bapakus saya akan membacakan pertanyaannya lalu nanti akan ee bisa langsung Bapak jawab begitu Bapak. Di sini ada pertanyaan yang pertama dari Bapak Rahn. Bagaimana cara mengetahui kandungan unsur hara pada kompos padat atau POC yang kita buat? Apakah pemeriksaannya berbayar dan ke mana sebaiknya kita membawanya? Silakan, Bapak. Ya, terima kasih. Saya pernah memeriksakan kandungan FERMI kompos yang saya buat itu di BPPT. Kalau dulu jadi ee berbayar tinggal kebutuhannya untuk apa. Jadi bisa kita mau cari di laboratorium itu ada ee mau C organik, mau kandungan kandungan yang kita inginkan itu ada pilihan di situ ada ceklistnya. Jadi ee di pemerintah ini di Palembang ya yang ya itu mau kalau POC-nya saya belum pernah tapi saya yang padatnya. Jadi kalau kalau P-nya saya belum pernah memeriksakan, tapi biasanya ee di tempat itu bisa kalau enggak BPPT brint di bawahnya brint pada waktu itu kalau tidak salah ya teman-teman mungkin bisa dicari linknya di untuk memeriksakan kandungan unsur yang ada di dalam pupuk yang kita produksi. Saya kira itu Pak Rahmat ya dari Bang Sampah Holistik. Baik Bapak terima kasih sudah menjawab pertanyaan Bapak Rahmat. Selanjutnya dari Ibu Amrina. Jika semisal kita terhalang kesibukan atau waktu misal harus bekerja di pagi sampai sore, metode komposting mana yang kira-kira cocok dengan kesibukan sehari-hari, Pak Henti? Baik, Pak. Silakan untuk dijawab pertanyaan dari Ibu Amrina. Iya. Ee tergantung produksi sampahnya Mbak Amrina. Jadi produksi sampah kita banyak apa? Kalau misalnya teman-teman yang sibuk bekerja di kantor sehari-hari lalu banyak sampahnya kertas ya ini cocok karena kertas kalau dilembabkan bisa jadi pakan cacing atau media cacing. Tapi kalau makanan kita itu salah satu apa? lebih banyak sampah sisa makanan ya berarti menggunakan komposter lusida ember tumpuk atau mic tadi yang model warm tower antara ada lusidanya atau pipa komposter ada cacingnya di dalam tanah itu bisa mik kalau produksi ee sampah kita jadi itu tergantung produksi sampah kita lebih banyak yang mana. Kalau banyak masak ya cacing ini cocok. Artinya sisa olah dapur bisa diolah dengan media cacing. Ee teman-teman bisa yang saya tampilkan tadi yang saya lakukan ada juga yang model komposter bin modelnya ee tumpukan tumpukan kotak gitu. Biasanya ee dia ada tiga atau empat. yang paling bawah itu menampung lindi itu bin komposter dengan pengurai cacing itu banyak model itu bisa bahkan ada yang kalau di saya lihat literaturnya banyak ditempatkan di dalam ruang jadi kayak kayak peliharaan itu mengompos itu. Jadi saya kira itu misalnya kita banyak kulit buah, banyak apa kita bisa menggunakan cacing itu. Jadi tergantung kebutuhannya. Kalau bahan matang kok sisa konsumsi matang itu untuk pakai BSF. Pengomposan di Jogja bisa menggunakan ember tumpuk. Ee kalau belum tahu ember tupuk sebentar ee saya ambilkan sebentar. ini teman-teman ee saya saya tampilkan sekalian yang apa model ember tumpuk seperti ini. Ini yang atas ini Pak Nasih yang mengembangkan dari UGM ini keluar masuk BSF nanti mengomposnya ada di ember yang atas. Kalau yang bawah ini untuk menyimpan lindi ada pipa, lubang pipa yang bisa ditaruh di sini. modelnya ember tumpuk seperti ini. Ini cocok untuk mengompos yang sisa konsumsi sisa olah dapur. Jadi kalau idealnya ya mengompos dengan magot menggunakan seperti ini. Kalau mau mic ya dengan tadi eh warm tower tadi. Kalau mau dengan cacing ya bin composter. Teman-teman bisa browsing cara menggunakan atau apa model-model mengompos dengan cacing. Saya kira itu Mbak Amrina. Terima kasih. Baik, terima kasih Bapak Hendrik sudah menjawab pertanyaan dari Ibu Amrina. Di sini kami akan membuka sesi live pertanyaan. Jadi dari Bapak Ibu yang ingin bertanya secara langsung kepada Bapak Hendrikus bisa langsung hand saja. Baik, apakah ada dari Bapak Ibu yang ingin bertanya secara langsung? Jika belum ada, kami akan melanjutkan di slide. Pertanyaan selanjutnya dari Ibu Yulia. Mungkin saya tadi di awal terlewat. Boleh tolong dijelaskan kembali. Nomor satu, jenis sampah rumah tangga apa saja yang paling cocok digunakan dalam fermom posting? Kemudian nomor dua, jenis cacing apa saja yang biasa dipakai dan mengapa spesies tersebut dipilih. Baik, Bapak silakan ya. Ee terima kasih. Ee saya biasanya menggunakan yang cacing yang saya gunakan itu saya menggunakan ANC atau African Night Crawler itu ee yang seperti pentil bentuknya ee apa ya bulat gitu. Kalau kalau yang kedua lumbrikus rubelus ada dua jenis itu. Kalau yang paling banyak beredar di pasaran itu yang ANC atau cacing merah gitu, Bu. Ee cacing merah itu mudah didapat. Kalau kita mau mendapatkan yang paling mudah tidak beli kiloan, itu beli di tempat pemancingan. Cacing yang dijual untuk memancing itu biasanya cacing merah atau ANC. Jarang yang menjual lumbrikus rupilus itu. Lalu jenis sampah rumah tangga apa yang paling cocok untuk vermomposting yang masih mentah, Bu. Jadi, sampah rumah tangga yang masih mentah ee bukan olahan. Jadi, bukan yang sudah dimasak. Itu semua bisa digunakan untuk permomposting ini seperti potongan sayur, terus mungkin kulit buah, buah busuk itu bisa kalau yang sudah matang tadi saya sampaikan bisa menggunakan ee komposter yang lain. Saya kira itu. Terima kasih. Semoga menjawab. Baik, Bapak terima kasih sudah menjawab pertanyaan Ibu. Baik. di sini ee apak Bapak Ibu peserta training online yang ingin bertanya secara live kepada Bapak Hendrikus bisa langsung raise hand jika masih belum ada juga kami akan melanjutkan pertanyaan dari slide yang sudah kami temukan pertanyaan dari Hana bagaimana cara menjaga kondisi lingkungan pH kelembapan suhu agar agar cacing tetap optimal dalam proses vermikompost ini. Kemudian selanjutnya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan kompos yang matang dengan metode vermikompostil? Silakan, Bapak. I ee untuk menjaga kelembaban kalau saya mainnya cuma air artinya disiram. Terus cara mengukurnya sangat manual. Jadi saya mengamati saja kalau terlalu basah biasanya cacing itu akan mengelompok. Kalau tidak nyaman dia akan bergulung-gelung gitu di satu kelompok gitu kalau tidak nyaman. Jadi dia nanti akan berbusa karena terlalu padat cuma gulut-gulutan gitu. Itu artinya dia tidak nyaman. Ah ee salah satunya tidak nyaman itu kalau enggak medianya enggak cocok pakannya ada sesuatu yang beracun ee atau kalau untuk jaga kondisinya lebih ke air sih saya. Jadi siram air untuk untuk kalau terlalu kering siram air kalau terlalu basah ya berarti ditiris di saya kasih aliran atau menjaga agar apa tetap lembab. Kalau suhu lingkungan sekitar itu kita bisa pakai paranet atau naungan kalau di lahan terbuka itu bisa naungan tanaman. mau markisa, mau ee labu siam, lalu di atasnya dikasih apa? Pelanggerangan parah-parah gitu untuk menaungi itu juga bisa. Jadi itu untuk menjaga kelembaban suhu. Kalau yang ruangnya kandang terbuka itu yang terpenting sebenarnya tidak ee dengan genting. Kalau seng biasanya agak panas karena cacing lebih cocok di daerah yang agak sejuk-sejuk gitu. Ini penting. Terima kasih pertanyaannya bagus sekali. Jadi, terutama soal suhu. Kalau pH saya jarang mengukur. Mungkin ada teman-teman dari di sini yang mengukur itu. Tapi kalau tidak cocok pH, suhu sama kelembaban biasanya capek cacing tiba-tiba enggak ada di tempat kita itu. Dia pergi kapan perginya enggak tahu. Itu bisa jadi. Saya pengalaman pertama dulu naruh 30 kilo untuk mengolah Koh tiba-tiba habis enggak tahu ke mana. Artinya kelembabannya pada waktu itu saya cek memang terlalu kering. Jadi dia akan mencari tempat yang nyaman untuk dia. Entah pergi entah pindah posisi atau ada bahan organik yang lebih menarik. Saya kira itu jadi untuk menjaga kelembaban kondisi lingkungan bisa dengan air lalu dengan tumbuhan lalu ee kondisi media atau pakannya yang berapa waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan kompos matang yang vermik kompos kalau pengalaman saya 2 bulan itu cukup 2 bulan itu cukup menghasilkan vermikompos ada juga yang cepat ada teman-teman di daerah Pakem ee yang membuat ini itu 1 bulan panen mau 1 bulan panen mau 2 bulan eh mau 2 minggu panen dia bisa membuat itu. Jadi ee saya pikir tergantung kebutuhan kita ee kalau perbandingan antara cacing dengan pakannya itu pakan lebih sedikit cacingnya lebih banyak itu berarti akan semakin cepat. Kalau pakannya lebih banyak, cacingnya lebih sedikit, ya berarti jadinya semakin lama gitu aja. Saya kira itu jawabannya. Bagus pertanyaannya. Terima kasih banyak. Makasih Bapak sudah menjawab pertanyaan dari Ibu Hana. Kemudian pertanyaannya selanjutnya dari Abdul. Dari Bapak Abdul. Ee pertanyaan nomor satu. Apa indikator bahwa hasil fermos sudah siap digunakan sebagai pupuk? Kemudian yang kedua, bagaimana cara mengendalikan masalah umum seperti bau tidak sedap atau munculnya hama seperti semut atau lalat dalam sistem vermikompostil? Baik, Bapak silakan untuk dijawab pertanyaan dari Bapak Abdul. Iya, Bapak Agung ya. I ee indikator kalau fermikompos itu ketika dia sudah berwarna agak kehitaman, coklat kehitaman gitu, terus biasanya dia di permukaan. Kalau di saya waktu mengambil video mengambil cacing tadi ada di permukaan itu sudah merupuk itu sudah sudah apa dipegang itu remah gitu tidak menggumpal seperti bentuk pakannya itu artinya dia sudah jadi biasanya warnanya coklat kehitaman dan ee ee apa ya? Lembut. Kalau digenggam lembut itu artinya sudah jadi permikompos itu tidak ada pantangan. Artinya mau dikasih berapun di di tanaman itu oke saja. Jadi indikatornya kalau saya di digenggam gini dia menggumpal dan halus. Bentuknya halus tidak seperti tanah. Kalau tanah kan agak kasar. Kalau vermompos ini halus. Saya kira itu untuk jawaban pertama. Ee yang kedua cara mengendalikan masalah umum seperti bau, bau tidak sedap, munculnya hama semut. Bau itu kalau kalau bahan organik yang dikomposkan itu lebih banyak dari cacingnya itu bisa bau. Tapi kalau pengalaman saya cak mengolah kompos dengan cacing itu tidak bau sama sekali. atau karena saya sudah terbiasa tidak tahu. Tapi yang jelas tidak seperti dengan magot. Jadi ee tidak bau. Lalu munculnya hama semut lalat itu saya melokalisir kalau di wadah kotak ya dengan kapur semut atau dengan oli di tempat ujung-ujungnya ee apa tiang tiang kalau di bangku atau tiangnya itu dikasih kasih penghambat atau kasih minyak yang semut tidak bisa naik. Lalu kalau lalat itu kalau mengasih makan sebaiknya ditutup. Kalau lalat jarang ya, Ma hinggap di sini kalau enggak limbah organik yang kita masukkan. Kalau lalat itu kan kalau matang, kalau mentah sisa-sisa sayur itu jarang sekali lalat yang hinggap di situ. Kalau bau enggak sedap, ya itu kemungkinannya perbandingannya antara cacing dengan pakannya lebih banyak pakannya. Lalu bau itu karena pakannya mengandung minyak atau mengandung air atau pas mulai busuknya juga bisa. Kalau mau aman ketika ngasih makan di di gali dulu sedikit pakai cetok atau apa lalu dimasukkan ke media lalu ditutup. Jadi tertutup tidak langsung kena udara di luar langsung. Saya kira itu bagus pertanyaannya. Terima kasih. Baik. Terima kasih sudah menjawab pertanyaan dari Bapak Agung. Di sini kami akan umumkan lagi apakah dari Bapak Ibu peserta training online ada yang ingin bertanya secara langsung kepada Bapakus bisa langsung onm jika belum ada kami akan melanjutkan pertanyaan dari slide. Selanjutnya pertanyaan dari Bapak Ibnu. Bagaimana perbandingan kualitas pupuk dari vermomposting dengan komposting konvensional dalam hal kandungan hara dan manfaat bagi tasman? Baik, Bapak silakan untuk dijawab pertanyaan dari Bapak, Ibu. Iya. Eh, perbandingan kualitas pupuk dari fermiposting dengan komposting konvensional dalam hal kandungan hara dan manfaat bagi tanaman. Eh, saya menggunakan vermikompos ini untuk katalis. Jadi, kalau saya mau buatembat pupuk cair apa? membuat pupuk cair dengan dibutuhkan cepat. Saya menaruh ini 20 liter air terus bahan-bahan untuk pupuk. Lalu saya kasih fermik kompos itu satu 1 kilo baru saya pantik dengan misalnya molase satu tutup botol aja lalu diaasi dengan untuk akuarium. Kalau ditanya komposting konvensional ini yang ee bertanya balik. Kalau kalau kandungannya ya hampir sama, cuma Fermikompos itu selama ini ee kalau saya baca literaturnya ini pupuk organik terbaik. Maka dia bisa digunakan untuk membuat pupuk cair instan. insan ini artinya ee di lebih cepat ee bisa lebih cepat digunakan untuk boster kalau istilah dalam kesehatan. Jadi supaya cepat ee apa pertumbuhannya bisa ee apa lebih cepat itu bisa menggunakan ini Hermikompos. Semoga menjawab. Ini pertanyaan agak anu tapi komposting konvensional itu atau maksudnya yang prosesnya lama agak lama atau yang tidak menggunakan media cacing? Karena kalau konvensional kompos pengomposan konvensional itu ya ee kalau kami sih banyak metode mengompos. Mau yang model di daun kering dilapis sisa olah dapur lapis lagi. Terus ada yang model terbuka kami menggunakan banana circle ditaruh aja di di luar dibiarkan ee di antara lingkaran pohon pisang. Nanti kalau sudah setengah tahun digali, diambil mana yang sudah jadi itu namanya komposting konvensional atau seperti apa atau yang model dibolak-balik dengan kerja. Kalau kami sih lebih banyak senang ngompos yang malas cacing itu bekerja sendiri, yang mengompos lapis itu juga cuma tumpuk lapis, siram tinggal gitu aja. Jadi kami banyak banyak belajarnya malah bagaimana kita lima tenaga mengompos dengan ee apa dengan malas tapi hasilnya maksimal. Saya pikir itu Pak Ibnu. Terima kasih semoga sudah menjawab. Baik Bapak terima kasih sudah menjawab pertanyaan dari Bapak Ibu. Kemudian pertanyaan selanjutnya dari Bapak Mardiono dari Angsel. Apakah komunitas peternak cacing? Mohon share ya grupnya ya. ee Bapak Mardiono Tangsel itu cukup banyak ee komunitas kalau mungkin dicari di medsosnya ada komunitas cacing apa lumbrik atau komunitas cacing ANC di wilayah Tangerang Selatan ya. Terus ee kalau grupnya saya saya enggak begitu terus terang, tidak begitu mengikuti dengan detail karena kalau grup biasanya ee transaksi jual beli. Grupgrup cacing itu kebanyakan untuk distribusi sirkulasi misalnya dari Bandung ke Tangerang, dari Lembang, Lembang ke Jakarta seperti itu. ya grup-grup tapi biasanya jalur. Artinya kalau Bapak cari apa cacing penjual cacing gitu ada grupnya untuk lintas itu. Saya tidak belum menemukan komunitas cacing yang untuk hanya transaksi berteman kayak gini. Kebanyakan bisnis. Jadi, tapi hati-hati juga ee Bapak kalau kalau mau beli ee tidak harus ikut grup sih sebenarnya. Kalau mau belajar grup-grup Facebook ada, grup-grup komunitas cacing itu bisa belajar di situ juga. Tapi kalau saya senang yang Fermios belajar dari berbagai negara itu. Jadi nanti ada sharing-sharing dari Afrika, ada sharing-sharing dari mana bagaimana mereka apa mengompos, mengambil lindinnya. Ada menggunakan media tempat-tempat yang ee bekas seperti bekas apa bed up untuk bak mandi itu ada macam-macam sekali. Tapi ini kembali ke komunitasnya. Ee saya minta maaf tidak bisa share grupnya, tapi kalau dicari di Facebook atau mungkin Instagram, kalau dulu sih saya banyak dilihat di Facebook, tapi saya sudah lama, Pak. Minta maaf Pak Mardiono. Terus ada pertanyaan lagi tadi, Pak Mardiono. Bagaimana aplikasi POC? POC dari rendaman. Jadi POC bisa didapat dari rendaman fermikompos. Misalnya 1 kilo kita rendam ee 10 atau 20 liter air direndam aja nanti 2 3 hari itu bisa airnya itu bisa digunakan sebagai POC. POC di sini dia nanti bisa dicampur 1 banding 10 bisa disiramkan. Saya kira itu langsung jawaban tadi yang muncul di chat ya. Baik, Bapak terima kasih sudah menjawab pertanyaan dari Bapak Miono yang ada di chat juga ya, Pak ya. Ya. Baik, itu tadi pertanyaan dari Bapak Mono sekaligus menjadi pertanyaan penutup di sesi tanya jawab pada training online hari ini. Saya ucapkan terima kasih kepada pemateri kita hari ini yaitu Bapak Henrikus Hari Wantoro yang telah membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan sekaligus sharing bersama dengan Bapak Ibu peserta training online hari ini. Kemudian terima kasih juga untuk Bapak Ibu yang sudah aktif bertanya dan mohon maaf apabila ada pertanyaan yang belum terjawab karena waktu kita yang terbatas. Semoga di lain kesempatan kita bisa bertemu kembali dan pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu sekalian bisa terjawab di sesi yang akan mendatang. Baik, ee seperti janji kami di awal tadi, kami juga sudah mengantongi nama-nama pemenang beruntung pada pada hari ini untuk mendapatkan door price. Untuk Bapak Ibu yang beruntung nanti dipersilakan untuk menghubungi admin melalui kontak WhatsApp. Dan bagi Bapak Ibu yang belum beruntung untuk mendapatkan doorprice, jangan berkecil hati karena di sesi yang akan datang di TOO selanjutnya dan webinar ee kami akan memberikan doorpress yang mungkin bisa jadi lebih menarik lagi. Baik, untuk penerima yang pertama yaitu Bapak Ainul dari Bekasi, kemudian yang kedua Bapak Wahyu Darmawan dari Cianahi. Kemudian yang terakhir Bapak Bingarana Siddiq dari Kulonto. Untuk nama-nama yang tadi saya sebut bisa langsung untuk ee konfirmasi kepada admin. Kemudian di sini kami juga ee ada butik daur ulang projek di Indonesia. Banyak sekali platform-platform untuk membeli produk-produk kami. Salah satunya yaitu di link yang linknya ada di layar yang sedang Bapak Ibu ee lihat. Di sini kami ee menjual sebagai produk kami dan juga kami ee saat ini ada Ibu optimalisasi pengelolaan sampah berbasis TPS 3R yang sudah tersedia. Bagi Bapak Ibu yang menginginkan ebook-nya bisa langsung dicck out di ee link yang terbaram. Baik, ee kita telah sampai di pengujung acara. Puji syukur hari ini baik di sesi 1 maupun sesi du kita sudah belajar banyak hal melalui training online dengan topik konversi sampah dengan organisme yang disampaikan oleh tadi pagi oleh Bapak Mul dan siang ini dengan Bapak Hand. Banyak sekali ilmu yang kita dapatkan pada saat penyampaian materi yang disampaikan oleh pemateri kita. Semoga ilmu-ilmu tersebut dapat bermanfaat. untuk kita semua. Baik, selain itu kami juga ingin mengingatkan Bapak Ibu sekalian untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah di-share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi. Dan sekali lagi saya izin mengingatkan untuk Bapak Ibu yang menginginkan materi sekaligus sertifikat dan kemarin belum request dapat mengisi link yang sudah dikirimkan admin kami di kolom chat Zoom. Terakhir saya ucapkan terima kasih kepada pemateri kita hari ini yaitu Bapak Henrikus ee yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi dan sharing materi bersama kami hari ini. Lalu saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ir. Hijrah hijrah bernama putra SDME selaku founder dari bukit Daurang Project Indonesia sekaligus sekretaris jurusan teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia. Dan juga tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada panitia dan peserta yang telah berkontribusi dan sangat antusias selama training online ini berlangsung. Sampai bertemu lagi di training online selanjutnya yang tentunya dengan tema-tema yang lebih luar biasa. Akhir kata, saya selaku MC sekaligus moderator memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memandu acara ini terdapat kesalahan kata maupun perbuatan. Saya Nuh Hasan Maulidah kami undur diri. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih. Baik, Bapak. Terima kasih. Waalaikumsalam. Terima kasih ilmunya. Makasih semangat.