Transcript
9ZNf8QpNYT0 • MFA DALAM SISTEM PENGELOLAAN PENGELOLAAN SAMPAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0132_9ZNf8QpNYT0.txt
Kind: captions
Language: id
Hari ini mengusung topik materialis MFA
dalam sistem pengelolaan sampah yang
efisien dan berkelanjutan yang akan
disampaikan oleh Ibu Ir. Elda Agustina,
ST,mt yang merupakan dosen rekayasa
infrastruktur lingkungan ITB. Saya
ucapkan selamat datang kepada Ibu
Elfrida.
Tak lupa salam hormat kepada Bapak Dr.
Ir. Hijrah Purnama Putra, ST,M selaku
founder dari Petik Daur Ulan Project di
Indonesia sekaligus sekretaris jurusan
teknik lingkungan Universitas Islam
Indonesia. dan juga tidak lupa kepada
Bapak Ibu peserta webinar pada hari yang
berbahagia ini.
Sebelum masuk ke materi webinar, saya
mohon izin mengingatkan Bapak Ibu untuk
dapat mengisi daftar hadir atau presensi
di link yang telah admin kami kirimkan
di kolom chat Zoom. Kemudian dengan
hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu
untuk menonaktifkan mikrofon selama
kegiatan berlangsung supaya kita dapat
mendengarkan materi yang disampaikan
dengan jelas. Baik, seb selanjutnya
sebelum kita masuk ke acara inti kita ee
yaitu penyampaian materi akan ada
sambutan dari Bapak Dr. Ir. Hijrahma
Putra STME selaku founder dari BTIKDor
Ulang Project B Indonesia sekaligus
jurusan teknik
eh sekaligus sekretaris jurusan teknik
lingkungan Universitas Islam Indonesia.
Baik, langsung saja untuk Bapak Hijrah.
Waktu dan tempat kami persilakan.
Terima kasih Mbak Nuha. Mudah-mudahan
suara saya sudah terdengar dengan jelas
ya. Ee bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Walhamdulillah wasalatu wasalamu ala
rasulillah. Tentunya selamat pagi, salam
sejahtera untuk kita semuanya. Bapak,
Ibu yang kami hormati selaku peserta
dalam kegiatan webinar MFA ya dalam
sistem pengolahan sampah yang ee efisien
berkelanjutan gitu ya. Ee temanya sangat
menarik hari ini dan mungkin sebagian ee
penasaran karena apa ya MFA itu gitu
atau sebagian Bapak Ibu yang sudah
sangat familiar dengan MFA.
kami dari jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia dan juga
BTIK Daur Ulang Project B Indonesia ee
menghadirkan
ee material flow analisis ini sebagai
usaha kita untuk belajar bersama. Karena
kita melihat bahwa ada sebuah
kepentingan besar ee MA ini harus hadir
dalam berbagai macam aktivitas baik itu
perencanaan
maupun ee operasional begitu yang
nantinya MFA ini menjadi salah satu
evaluasi evaluator kemudian ee
monitoring begitu ya. Kem juga sebagai
langkah untuk pengambilan keputusan
sehingga setiap aktivitas yang dilakukan
dalam sistem pengolahan sampah mulai
dari sumber kemudian di tengah proses di
tengah sampai nanti proses di hilir gitu
ya dapat diketahui secara jelas. Dalam
bidang lingkungan mungkin material flow
analisis ini dikenal sebagai ee mas
balance gitu ya, terus kemudian neraca
massa begitu. Dan kita kemarin sempat
nyari-nyari kira-kira siapa ya yang
tepat untuk menghadirkan materi ini
dengan ringan, dengan santai, tapi tetap
dapat di baik oleh Bapak Ibu.
Ketemulah hari ini Mbak Elprida ee
sahabat saya. Walaupun masih sangat mud
tapi pengalaman beliau terutama dalam
aktivitas penelitian, publikasi yang
sangat banyak dan salah satunya saya
sangat menarik setiap yang beliau
hasilkan selalu menampilkan MFA ini
dengan tampilan yang menarik dengan
analisis yang kuat sehingga ee
ee jadi terutama enak untuk dibaca dan
juga ee menampilkan data yang menarik
dan pastinya
menghasilkan suatu mungkin kebijakan
yang juga lebih mudah untuk diambil. I
terima kasih Mbak Elfrida sudah berpoti
di hari Sabtu yang seharusnya bersama
keluarga untuk istirahat tapi ee
berkenan untuk hadir dan berbagi kepada
Bapak Ibu semuanya dan Bapak Ibu ee juga
terima kasih atas semangatnya yang luar
biasa untuk belajar bersama agenda 2
mingguan yang butik Daur ulang Project B
Indonesia dan mudah-mudahan terus bisa
membersamai dan teman Teman-teman eh
Project B dan jurusan Teknik Lingkungan
juga istikam melaksanakan ee program dua
mingguan yang ee sudah rutin dilakukan
sejak tahun 2020. Ya, ee mungkin tidak
lama-lama karena saya juga ingin
menikmati materi kita pada kesempatan
hari ini. Kita langsung saja mulai
dengan mengucapkan
bismillahirrahmanirrahim.
webinar material flow analisis ee dalam
sistem pengelolaan sampah yang efisien
dan berkelanjutan pada Sabtu 29
2025 resmi kita mulai dan mudah-mudahan
bisa bermanfaat bagi kita semuanya.
Terima kasih Mbak El, terima kasih Bapak
Ibu semuanya, terima kasih panitia yang
selalu men-support aktivitas-aktivitas
yang dilakukan selama ini oleh kita
bersama. Mudah-mudahan kegiatan ini
terus berkelanjutan dan bermanfaat bagi
kita semuanya. Mungkin itu saja dari
saya, mohon maaf jika banyak kekurangan.
Wabillahi taufik walhidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih kepada Bapak
Ira yang telah memberikan sambutannya
sekaligus membuka acara webinar pada
pagi hari ini. Bapak, Ibu peserta
webinar, ee kami dari panitia juga
melakukan live streaming melalui YouTube
channel kami di Project di Indonesia.
Jika semisal selama acara webinar
berlangsung ee ada Bapak Ibu yang
terkendala dalam Zoom tidak perlu
khawatir karena Bapak Ibu juga tetap
bisa mengikuti webinar melalui YouTube
channel kami di Project B Indonesia.
Selanjutnya seperti biasa hari ini kami
juga menyiapkan berbagai macam doorpress
spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung.
Dopres ini diberikan berdasarkan
pertanyaan-pertanyaan terbaik dan story
Instagram terunik. Jadi untuk ee acara
eh untuk
ee doorpress-nya akan kami wujud kami
umumkan di akhir acara nanti. Sedangkan
untuk pemenang story Instagram akan kami
hubungi langsung melalui DM Instagram.
Untuk story Instagram, Bapak, Ibu dapat
membuat story Instagram semik semenarik
mungkin dan juga jangan lupa tag
Instagram kami di @projectonesia.
Tak berlama-lama lagi, kita akan
langsung lanjut ke acara inti, yaitu
penyampaian materi. Namun sebelum itu,
mari kita lihat terlebih dahulu CV dari
pemateri kita berikut ini.
[musik]
Baik, itu tadi sekilas mengenai pemateri
kita hari ini yaitu Ibu Ir. Elida
Agustina Stmt. Jika Ibu Elfrida sudah
siap, mungkin bisa langsung untuk
penyampaian materinya sampai pukul
10.30. Tanpa berlama-lama lagi waktu dan
tempat kami persilakan.
Baik, terima kasih banyak Mbak Nuha. Pak
Hijrah juga tadi ya sudah membuka. Baik,
pertama-tama selamat pagi menuju siang
ya kepada Bapak Ibu sekalian peserta
webinar. Ee sebelum kita memulai ya
Bapak Ibu, saya mau mencoba melihat
terlebih dahulu ya statistik yang ada
atau kita mau lihat dulu profiling dulu
ya
peserta-peserta yang hadir saat ini
supaya nanti kita diskusinya bisa
terarah begitu ya Bapak Ibu
ya. Mohon dapat ee scan barcode berikut
ya.
Nanti di sini kita bisa melihat
bersama-sama ee apa sebetulnya
sudut pandang-sudut pandang gitu ya yang
mungkin Bapak Ibu peserta
ee miliki saat ini supaya nanti dapat
berkembang di ee sesi presentasi ya,
sesi diskusinya.
Oke, 1 menit lagi ya. Saya tunggu di
sini sudah bergabung 30
30 peserta ya. Jika ada yang kesulitan
Bapak Ibu boleh ya diinfokan di sini.
Memang tampilan di layarnya belum ada
pertanyaan apapun ya Bapak Ibu. Nanti
kita akan menjawab bersama-sama ketika
saya ganti slide-nya ya. Jadi jangan
khawatir kalau misalnya tidak terlihat
apapun di layarnya.
Ya, di sini sudah 40 yang bergabung.
30 detik lagi. [tertawa]
Kita tunggu
ya.
Oke.
Baik, terima kasih. Ini sudah memberikan
ini juga ya reaction.
Baik, kita mulai ya Bapak Ibu. Ini
pertanyaan yang pertama
ya. pekerjaan Bapak, Bapak, Ibu peserta
webinar ya mungkin bisa diisikan,
diketikkan ya pegawai,
pegawai apa swasta atau negeri misalnya
dosen, mahasiswa,
mungkin pengusaha juga ya. Nah, di sini
dapat dilihat Bapak Ibu makin besar
tulisannya ini makin banyak yang
menuliskan pekerjaan tersebut begitu ya.
berarti banyak didominasi oleh dosen,
mahasiswa ya. Di sini ada konsultan juga
lumayan banyak pegawai pegawai swasta
ya, ada SN juga
ya.
Oke, ini didominasi dosen dosen juga ya,
Bapak Ibu dosen, kolega-kolega saya.
Izin ya, saya juga ee berdiskusi,
sharing bersama ya di sini
ya. mahasiswa S3 di sini juga ada ya,
PES graduate. Baik,
ya.
Ini kurang lebih ya gambaran profile
peserta webinar hari ini. Baik,
berikutnya
seberapa familiar Bapak Ibu dengan
konsep material flow analysis? Apakah
tidak familiar sama sekali atau familiar
nih tapi belum memahami sepenuhnya
begitu ya atau juga familiar dan telah
memahami misalnya sudah pernah mengikuti
training atau melakukan ee riset kerja
sama begitu ya terkait dengan MFA ini
ya.
Di sini didominasi dengan yang sudah
familiar tapi belum memahami secara utuh
ya barangkali Bapak Ibu.
Baik, berikutnya ini izin saya
menanyakan ya Bapak Ibu karena ee akan
ada satu bahasan, satu bagian saya
membahas terkait hubungan MFA dengan LCA
gitu ya. Tapi saya izin mau lihat dulu
ee seperti apa pemahamannya dari peserta
webinar supaya nanti ee penjelasan saya
juga dapat mengikuti begitu ya.
Seberapa familiar Bapak, Ibu terkait
dengan LCA, life cycle assessment?
Ya, di sini berarti banyak didominasi
oleh yang ee
tidak familiar dan sudah familiar tapi
belum memahami secara utuh begitu ya.
Jadi, nanti saya coba ee adjust juga
kata-katanya supaya lebih ee ringan
begitu ya terkait dengan pembahasan LCA.
Baik, berikutnya Bapak Ibu, apa frasa
dua sampai 3 kata yang menggambarkan
pengelolaan sampah yang efisien dan
berkelanjutan menurut Bapak Ibu? Dua
sampai tiga kata itu berupa frasa ya,
misalnya
pengol pengolahan
yang murah misalnya
ya atau tepat guna misalnya
ya. Apa menurut Bapak Ibu zero ways?
Heeh.
ekonomi sular lingkungan hijau ya
wajib dipilah. Baik
ya.
3R dan composting
efisiensi pengelolaan ya di sini sangat
ee beragam ya Bapak Ibu berarti
ya. Lingkungan hijau tadi konsisten
dalam pilah SAM dalam pilah sampah gitu
ya. Alokasi anggaran ya.
Ya. 7R ini lebih advance lagi ya.
Baik. Responsible
ya. Pemanfaatan kembali baik fokus
organik, konversi sampah begitu ya.
Baik. Tapi ini yang mendominasi terkait
dengan zero lingkungan hijau circular
ekonomi. Itu tiga keywords yang muncul
ya dari peserta webinar hari ini.
Baik, ini pertanyaan terakhir Bapak Ibu.
ekspektasi dari mengikuti kegiatan hari
ini. Singkat saja ya, Bapak, Ibu.
Mungkin dua tiga kata
dari kegiatan kita hari ini, Bapak, Ibu
ekspektasinya mendapatkan informasi apa
begitu ya atau mendapatkan ee hal baru
apa gitu
menjadi paham, implementasi begitu ya.
Perubahan perilaku. Heeh. 3R menambah
ilmu pengetahuan
bisa paham tentang sampah bernilai
ekonomi ya dapat solusi
baik dapat membuat MFA pengelolaan
sampah
kenal Bu Elprida. Halo, siapa itu?
Dapat info mendalam tentang MFA
ya. Solusi untuk masyarakat pesisir ini
cukup spesifik ya Bapak Ibu.
Heeh. Heeh.
Baik, awareness MFA pengalaman dari
profesional baik bisa merencanakan MFA
perkotaan. Baik, terima kasih Bapak Ibu
ya. Di sini saya sudah kurang lebih ee
paham gitu ya profiling
peserta webinar hari ini.
Mudah-mudahan nanti kita sesi diskusinya
nanti bisa lebih ee terarah begitu ya.
Baik, kita akan mulai
ini presentasi saya ya. Apakah sudah
terlihat? Bapak, Ibu
sudah terlihat.
Sudah, ya. Baik, ya. Kita akan membahas
terkait MFA dalam sistem pengelolaan
sampah yang efisien dan berkelanjutan.
Ya, saya El Frida Agustina biasa
dipanggil L gitu ya. Saya dosen di Prodi
Rekayasa Infrastruktur Lingkungan FTSL
ITB. Saya juga mengucapkan terima kasih
sudah diundang begitu ya oleh sahabat
saya Pak Hijrah dan juga ada Pak Yebi
juga ada rekan-rekan lain di dosen UII
yang saya juga ee sudah kenal baik dan
sudah kenal lama gitu ya. Terima kasih
banyak.
Ee ini tadi riwayat pendidikan saya
begitu ya ee seluruhnya di ITB eh tidak
bosan-bosan begitu dan ini minat
penelitian dan pengabdian masyarakat
saya terkait dengan model spasial dan
machine learning dalam pengelolaan
sampah. Ini adalah topik disertasi saya
Bapak Ibu. Sekarang saya sedang S3 gitu
ya, tahun akhir eh S3. Kemudian
digitalization in environment
sustainability. ini juga nanti akan saya
bahas di bagian paling akhir Bapak Ibu
di mana di sini saya mendapatkan
kesempatan juga ada ee join research
bersama institusi di Jerman begitu
terkait dengan digitalization in waste
management begitu ya. Kemudian minat
penelitian saya juga di material flow
analysis, desain landfill, dan juga
waste to energy.
Ya, outline dari diskusi kita hari ini,
saya ingin mencoba ee di awal begitu ya
mengedepankan terlebih dahulu isu global
permasalahan sampah.
Barangkali sudah pernah banyak dibahas
juga, tetapi ini saya coba menunjukkan
di skala global itu seperti apa begitu
ya. Kemudian yang kedua, pengantar MFA
itu sendiri. Ketiga, prinsip dan konsep
dasar MFA. Keempat, bagaimana kita cara
mengumpulkan data begitu ya untuk
kemudian menyusun model MFA tersebut ya.
Dan di bagian terakhir kita akan melihat
pemanfaatan MFA-nya
ya. bagaimana MFA digunakan untuk ee
menjadi pertimbangan
pengambilan-pengambilan keputusan
seperti itu atau juga melihat secara
utuh permasalahan sampah kita. Seperti
itu
ya. Saya akan mulai terkait isu global
permasalahan sampah Bapak, Ibu. Walaupun
di sini ee
saya masukkan gitu hasil-hasil
studi-studi atau report-report yang
terlihat mungkin cukup berat tapi saya
akan coba ee sederhanakan.
ee penjelasannya seperti itu ya. Ini isu
global permasalahan sampah ada terkait
SDGs, global warming, marine plastik,
resource car city, food waste begitu ya.
Ada food energy, water nexus, ada COVID
pandemic ya. Saya akan bahas eh
sebagiannya begitu ya. ini terkait
dengan SDGs. Pasti familiar ya Bapak Ibu
terkait dengan SDGs ada 17 tujuan ee
atau bahasa sederhananya 17 hal untuk
manusia dianggap hidup dengan layak
begitu ya. Ini tujuan skala global. Nah,
di mana ketika kita lihat satu persatu
gitu ya, ketika dibreakdown
17 tujuan ini, 10 dari 17 itu dapat kita
capai jika kita dapat mengelola sampah
kita. Begitu ya. Pengelolaan sampah yang
baik merupakan titik masuk yang ideal
untuk tindakan di tingkat lokal maupun
nasional ya. Jadi walaupun terlihatnya
oh masalah sampah aja nih gampanglah itu
gitu ya. Tidak terlalu berpengaruh
terhadap kehidupan kita. Tetapi ternyata
10 dari 17 standar kehidupan manusia
begitu ya itu juga dikontribusikan oleh
pengelolaan sampah yang baik
ya. Kemudian ini yang kedua global
warming eh terkait dengan CO2 yang
dirilis
ya diemisikan oleh hasil pengelolaan
sampah yang tidak
sesuai begitu ya. ada 1,6 gig emisi
setara CO2 ini berasal dari limbah padat
di mana itu menyumbang 5 sampai 10%
total emisi global gitu ya. Itu
dihasilkan dari aktivitas pembakaran
sampah secara terbuka, pembuangan sampah
open damping begitu ya ataupun dari
sampah yang tidak dikelola.
Kemudian itu semua sampah-sampah yang
tidak terkelola dengan baik
dikontribusikan atau dihasilkan dari
negara berpenghasilan rendah dan
menengah ya sebesar 20 sampai 40%
kontributor negaranya itu adalah
berpenghasilan rendah dan juga menengah.
Ya, itu terkait dengan global warming.
Kemudian terkait dengan marine plastik
ini juga banyak sekali ya
prestasi-prestasi
Indonesia luar biasa di riset-riset
skala global internasional begitu.
Bagaimana kita merupakan kontribus
kontributor terbesar sampah plastik ke
laut begitu
ya. Ini 80%-nya ternyata berasal dari
sampah kota yang tidak dikelola
ya. 60%-nya berasal dari sampah yang
tidak terangkut dan 20% berasal dari
TPA. Ya, ternyata sampah kita yang sudah
masuk TPA pun itu bisa terbawa
ya oleh run off, oleh angin begitu ke
badan-badan air dan akhirnya ke laut
begitu ya. Jadi ketika kita sudah merasa
aman, oh sampah saya sih di kota saya
sudah saya bawa ke landfil nih semuanya
begitu ya. tetapi dengan pengelolaan
sampah yang belum maksimal di TPA itu
sendiri itu juga dapat berkontribusi
terhadap 20% marine plastik seperti itu
ya. Kemudian ini ada isu juga yang
menarik Bapak Ibu terkait dengan food
loss and food waste begitu. Kehilangan
makanan dan juga sampah makanan
ya. Di sini dapat dilihat di ee
grafiknya begitu ya. Ada batas di mana
food waste itu dihasilkan ketika proses
distribusi sudah berjalan begitu ya.
Jadi setelah distribusi atau juga sudah
ee sisa habis konsumsi kita itu
dikelompokkan sebagai food waste. Tetapi
sebelum distribusi itu dikategorikan
sebagai food loss, kehilangan makanan.
Dari proses apa? Dari proses
penanamannya ataupun panennya begitu ya.
Ataupun proses pasca panennya begitu.
Dan ada penelitian yang mengemukakan
bahwa ini ironi sekali ya Bapak Ibu. Di
satu bagian dunia
food waste dan food loss itu dihasilkan
sangat-sangat banyak di mana makanan itu
banyak sekali terbuang-buang begitu ya
akibat pola hidup kita ya. Tetapi di
negara bagian lain, di bagian dunia lain
itu berkekurangan makanan ya. Dan hasil
penelitian tersebut mengatakan bahwa
jika food waste dan food loss dari satu
bagian negara ini, satu bagian dunia ini
dikumpulkan itu sebenarnya mampu untuk
memberi makan sampai kenyang begitu.
Orang-orang yang tidak memiliki makanan
di belahan dunia lain seperti itu ya.
Itu sungguh ironi sebetulnya untuk kita
semua ya. ini bagaimana food loss dan
juga food waste juga memberikan
kontribusi tadi ya emission emisi ee gas
rumah kaca juga seperti itu
ya. Kemudian isu juga yang
di skala global setelah pandemi itu
terbentuk pola-pola kehidupan masyarakat
yang berbeda juga begitu ya. di mana
adanya berbelanja online ya, perilaku
berbelanja online dan juga penggunaan
masker-masker medis itu juga masih
banyak digunakan sampai saat ini begitu
ya. Dan itu timbulan sampah yang
diakibatkan sampah medis ataupun sampah
plastik dari aktivitas
berbelanja online tersebut begitu ya.
Itu meningkat tajam di era pandemi Covid
ya. itu masalah-masalah yang global ya
di seluruh belahan dunia juga mengalami
permasalahan-permasalahan tersebut
begitu
ya. Nah, ini adalah satu quotes yang
melatar belakangi juga terkait dengan
MFA ya. bagaimana. Saya juga akhirnya
paham kenapa sih kita butuh tahu MFA,
kenapa kita butuh tahu tadi isu-isu tadi
ya, isu-isu skala global tadi, kenapa
kita perlu tahu angka-angka tersebut
begitu untuk apa ya quotes dari Peter
Drucker mengatakan bahwa you cannot
manage what you don't measure.
Kita tidak bisa me-manage apapun yang
tidak bisa kita ukur. Begitu. Itulah
mengapa tadi yang saya kemukakan di
depan itu kan semuanya ada data-datanya
ya, Bapak, Ibu. Ada angka-angkanya.
Berapa gigaton rilis begitu, berapa
persen kontribusi dari sebuah negara
begitu ya. Kita harus ukur mau enggak
mau kita harus ukur untuk dapat
me-manage masalah tersebut. Begitu ya.
Nah, bagaimana pengukuran itu dilakukan
di negara kita begitu ya. bagaimana data
itu ditampilkan atau disediakan di
negara kita.
Kita bisa melihat
ini hasil-hasil eh compiling data begitu
ya di SIPSN,
sistem informasi e pengelolaan sampah
nasional. Begitu kita mendapatkan
informasi-informasi begini begitu ya.
Timbulan sampahnya berapa, pengurangan
sampahnya berapa persen begitu ya.
penanganan sampahnya berapa persen,
sampah terkelolanya berapa persen,
sampah tidak terkelola berapa persen.
Ya, kita setelah baca ini kita masih
cukup merenung ya sebetulnya Bapak, Ibu.
Oh, apalagi nih insight yang bisa kita
dapat begitu ketika kita membaca data
ini
ya. Berikutnya juga ada data komposisi
sampah. Oh, ini skala nasional seperti
ini gitu ya. Didominasi oleh sampah sisa
makanan. 40% secara nasional. Di Jawa
beda lagi polanya
begitu ya. Sisa makanannya
ee ini lumayan mirip ya, lumayan mirip
sampai sisa makanan. Tetapi di Bali dan
Papua ini sudah berbeda lagi. Begitu ya.
Bagaimana kita mencoba membandingkan nih
antara Jawa Barat, Bali, Papua, nasional
ini kita agak bingung gitu ya, bagaimana
kita membandingkannya supaya Apple to
Apple
begitu. Ini juga ada tersedia fasilitas
pengurangan sampah, distribusinya
seperti ini gitu ya. fasilitas
pengurangan sampah, bank sampah,
komposting ini sudah disediakan di SIPSN
tersebut ya. Tetapi ternyata Bapak Ibu
data saja tidak cukup ya. Data tersebut
harus bunyi. Data tersebut harus
memberikan kita informasi
ya. Ketika kita melihat data-data yang
tersedia di SN
masih bergejolak ya di kepala kita
barangkali. Oh, terus gimana? terus
harus apa gitu ya. Terus gimana kita
bisa baca data ini mendapatkan informasi
dari data-data ini seperti apa caranya
gitu ya. Balik lagi tadi kita tidak bisa
me-manage apa yang tidak kita ukur.
Setelah kita ukur pun bahkan kita perlu
mendapatkan informasi dari situ ya.
Salah satu approach-nya, salah satu eh
metodenya untuk dapat kita mendapatkan
informasi dari data-data yang kita punya
adalah menyusun sebuah material flow
analysis,
gitu ya. Apa itu material flow analysis?
MFA adalah sebuah sebuah metode yang
sistematis untuk mengidentifikasi,
menghitung, memetakan aliran ya aliran
sampah serta penyimpanan atau stok
ya stok sampah dalam sebuah sistem dan
dalam periode waktu tertentu. Ya, ini
banyak sekali keywords-nya di sini Bapak
Ibu. Kita fokus satu-satu ya. Ada aliran
ya. Aliran ini yang biasanya
ada terus, dihasilkan terus, tergenerate
terus setiap hari. Begitu ya. Sampah
rumah tangga, sampah dari rumah saya,
sampah dari kantor saya, sampah dari
sekolah saya itu tergenerate terus. Ada
timbulannya setiap hari. Itu disebut
flow-nya. Begitu. Kemudian apa itu stok
gitu ya. Ini prinsipnya mirip seperti ee
gudang gitu ya. Ketika kita memiliki
barang baru,
ya ada barang yang perlu kita simpan di
gudang gitu. Tapi kalau gudang kita
kepenuhan juga kita keluarkan barang
lainnya dari gudang tersebut ya supaya
dia tetap terjaga gitu ya stoknya. Jadi
kalau saya bisa berikan ilustrasinya,
stok itu adalah seperti
gudang atau sebuah
fenomena gitu ya yang kelihatannya
sampah tersebut bisa menumpuk di sebuah
sistem. Contohnya apa? Contohnya
misalnya TPS ya, Bapak Ibu. Kita bisa
lihat TPS yang barangkali tidak 100%
bisa langsung diangkut ke TPA. Di situ
masih ada selisih ya, masih ada selisih
di mana sampahnya menumpuk menjadi stok
dalam 1 hari. Misalnya ada selisih
satu kuintal tidak bisa terangkut.
Ya, keesokannya lagi ada satu kuintal
lagi tidak bisa terangkut. Nanti dia
akumulatif bisa menjadi sebuah stok di
situ
ya. Sama halnya misalnya di pembuangan
sampah ilegal begitu. dia enggak ke
mana-mana sampahnya Bapak Ibu, tapi
menumpuk di situ menjadi sebuah stok
ya. Kemudian dalam suatu sistem selama
periode waktu tertentu artinya apa?
Artinya kita perlu
mendefinisikan
sistemnya itu batasannya apa, begitu.
Kemudian periode waktu tertentunya juga
kita perlu definisikan ya. Nanti kita
akan bahas ee lebih banyak di bawah
begitu. MFA digunakan untuk memahami
bagaimana material diproduksi,
dikonsumsi, dibuang, diretur, didaur
ulang, atau menjadi emisi ke lingkungan.
Ya, fun fact-nya Bapak, Ibu, fun
fact-nya MFA ini juga banyak digunakan
oleh orang mesin ya di dalam pabrik
mereka. Bagaimana ee proses mesin
permesin begitu ya, ada material yang
masuk di dalamnya, keluar masuk itu
mirip begitu. Jadi konsep MFA
pengelolaan sampah itu juga dapat kita
sederhanakan gitu ya menjadi satu
lingkup atau satu sistem yang kecil di
dalam suatu pabrik gitu misalnya
ya seperti itu. Dalam konteks
pengelolaan sampah berkelanjutan MFA
dapat menjadi alat analitik penting
untuk yang pertama mengidentifikasi
sumber utama timbulan sampah begitu ya.
Kemudian menilai efektivitas intervensi
3R, 7R bahkan tadi ya. Kemudian
merancang sistem pengelolaan sampah yang
efisien dan mendukung pengambilan
kebijakan berbasis dengan bukti gitu.
Karena kita banyak meng-compile
data-data di dalamnya
ya. Prinsip dan konsep dasar MFA itu
apa? Itu sebetulnya sangat sederhana
gitu ya.
Prinsipnya adalah hukum kekekalan massa
bahwa tidak ada sampah yang tiba-tiba
hilang begitu saja. Begitu ya. Ketika
sampah masuk ke dalam sistem pengelolaan
sampah, dia jika tidak maju ke sebuah
sistem, masuk ke sebuah sistem
pengangkutan atau ke landfill berikutnya
begitu ya dalam bentuk yang sama
atau dia sudah berpindah fasa, berpindah
bentuk begitu ya misalnya dalam
pembakaran begitu ya atau dia ke sungai
begitu ya. Tetapi itu semuanya massanya
harus diperhitungkan
ya. Jadi kita harus meninjau keseluruhan
sampah kita ini ke mana aja dan menjadi
apa. Begitu di konsep MFA di mana
seluruh input dalam sistem harus sama
dengan output ditambah dengan perubahan
stok. Ya, ini sampah yang dihasilkan
setiap harinya masuk ke dalam sistem
pengelolaan sampah begitu ya. tadi ada
stok-stok tadi Bapak Ibu, ada TPS, TPS,
ada landfill, landfill begitu ya. Nah,
kemudian ada output di sini ya.
Outputnya ini apa? Outputnya bisa berupa
sisa dari sistem tersebut, sampah-sampah
yang tidak terkelola dengan baik. Begitu
ya. Artinya di sini stok-stok yang ada
kita perlu lihat juga gitu. Apakah dia
bergerak, apakah dia berkurang? Ya,
misalnya contohnya ada penimbunan
atau tumpukan sampah di sungai
ya, menuju ke muara sungai itu dianggap
sebagai stok. Tetapi misalnya ada
Pandawara masuk gitu ya, ada LSM lain
masuk untuk mengurangi sampah-sampah di
dalam stok tersebut, di dalam muara
tersebut ya itu ada perubahan stok yang
terjadi di dalamnya
ya. Artinya nanti unmanage plastic waste
misalnya sampah yang tidak terkelola ini
output-nya akan menjadi berkurang karena
stoknya pun berkurang seperti itu ya.
Jadi kita memperhatikan dengan penuh
keseluruhan sistem dan juga bagaimana
stok-stok yang ada itu berubah atau
tidak begitu ya. Itu prinsip dan konsep
dasar MFA-nya
ya. kita perlu memahami terlebih dahulu
juga terkait dengan istilah dalam
material flow analysis
ya. Ada istilah namanya barang atau good
gitu ya. Itu adalah
barang-barang yang bernilai ekonomi baik
positif ataupun negatif. Ini juga kita
perlu tinjau di dalam MFA ya. Misalnya
apa? Misalnya sampah plastik bernilai
jual, kompos, residu, begitu ya. Yang
butuh biaya penanganan.
Ada juga yang kedua istilahnya adalah
material ya. Materialnya itu seperti
komposisi sampah ya. Ada sampah organik,
plastik, logam, kertas seperti itu.
Nanti kita bisa
misalnya 1 MFA
kita breakdown menjadi sampah-sampah
organik, flow-nya ke mana, plastik ke
mana, logam ke mana, itu bisa. ataupun
kita membuat MFA yang berbeda-beda.
Jadi, ada satu MFA khusus organik, satu
MFA khusus plastik, begitu ya. Itu
adalah material yang ditinjau. Kemudian
proses ini ya, proses itu yang
digambarkan tadi yang kotak-kotak ya,
Bapak, Ibu. Eh, belum digambarkan ya, di
bawah nanti. Dia bentuknya kotak.
Artinya dia menandakan apa proses yang
terjadi di situ ya. Kegiatan apa?
kegiatan pemilahan kah, pengangkutanah,
komposting kah, begitu ya. Kemudian tadi
ada istilah stok akumulasi material
dalam suatu proses ya. Ini contohnya
timbunan di TPA, sampah yang masih
tersimpan di rumah, sampah organik dalam
komposter itu juga kan stok ya Bapak,
Ibu. Kemudian flow ini ya yang terus
dihasilkan yang sifatnya dia dinamik
tiap hari ada begitu
ya. Kemudian ada fls. Flaks itu aliran
per unit ya. Ini timbulan per kapita
misalnya kita familiar ya. Kemudian ada
transfer koefisien. Ini biasanya bentuk
penyederhanaan juga ya Bapak Ibu. Kita
di MFA biasanya juga ada asumsi berapa
persen ke ee TPA, berapa persen
diangkut, berapa persen hilang di
pemilahan seperti itu ya. Itu TC. Nanti
kalau kita lihat di bawah contohnya
ya. Nah, ini adalah contoh dari ee MFA
ya, Bapak, Ibu. Contoh dari MFA. Nah,
dapat kita lihat di sini ini adalah arah
aliran sampah ya, PWG ini PWG primary
waste generation, sampah yang
dihasilkan. Begitu ya di sini PWG. Kita
bisa lihat juga di sini penuh dengan
ini ya panah garis panah ya Bapak Ibu
itu menunjukkan arah alirannya ke mana
ya. Tapi kita bisa lihat juga di sini
ada ketebalan
di sini ya. Ketebalan ini menunjukkan
kuantitasnya.
Semakin tebal dia semakin banyak
kuantitasnya. semakin mewakilkan data
tersebut adalah data yang kuantitasnya
besar begitu ya. Ini bisa dilihat di
sini lebih tipis begitu ya. 158
rib ton ya di sini ini lebih tipis
garisnya daripada yang 421.000
ya. Nah di sini kotak-kotak ini tadi
Bapak Ibu ini adalah si prosesnya tadi
ya. Sistemnya apa saja? sistem
pengelolaan sampah di kota Bapak, Ibu
itu apa saja? Misalnya di sini dia
menyatakan dulu ini total sampah yang
masuk begitu ya. Kemudian ini ada PWC.
Ini agak sulit ya Bapak Ibu karena
disingkat-singkat. PWC di sini
adalah
municipal solid waste managed by private
waste collector gitu ya. ada yang
dikelola oleh private, kemudian ini ada
recycling begitu ya. Ada juga open
dumping di sini ya. Jadi ini dipetakkan
terlebih dahulu satu persatu proses di
dalam sistem pengelolaan sampah Bapak
Ibu ya. Nah, flow-nya tadi di mana Bu
gitu. Flow-nya tadi ini Bapak Ibu ya.
Jadi ini yang tiap hari atau dalam
satuan tertentu
entah bulan, entah tahun begitu ya. ini
yang berjalan
ya, yang masuk ke dalam sistem
berikutnya.
Stok tadi Bapak, Ibu, stok tadi itu akan
tertempel di sini berupa kotak kecil ya.
Jadi open dumping ini, open dumping ini
dia menghasilkan atau mendapatkan
flow setiap hari misalnya di sini ya,
tetapi dia juga menjadi sebuah stok
ya. Nah, di open dumping ini sendiri
juga ada aliran keluar Bapak, Ibu ya.
Aliran keluarnya ini dari aktivitas apa?
Formal solid waste disposal site.
Begitu. Jadi, kalau di studi kasus ini
ada yang TPA-nya open dumping, ada juga
yang formal solid waste disposal site
begitu ya. Ini barangkali yang eh
sanitary landfill-nya seperti itu ya.
Jadi dengan keterbatasan mereka di
sanitary landfil-nya ada yang masih
dikelola secara open damping tapi mereka
juga mengusahakan di sini ya ada sampah
di open dumping ini yang terus diangkut
ke sanitary landfel ke sini begitu ya.
Jadi ketika kita melihat 1 MFA ini Bapak
Ibu, kita langsung dapat melihat oh
aliran terbesar tuh ke mana ya? Begitu
dengan simply kita bisa lihat ketebalan
garisnya
ya. Kemudian hal yang penting juga
adalah kita bisa lihat mana stok-stok
yang besar begitu. Di mana nih
berakhirnya sampah-sampah ini yang
akhirnya ber tertumpuk
ya. Oh, tertumpuknya ini besar sekali
gitu ya di eh formal solid waste
disposal side begitu.
Di open dumping juga ada yang tertumpuk
nih ribuan ton begitu
ya. Ini add source burning and buying
gitu. Ada yang pembakaran dan juga
penguburan sampahnya begitu
ya. Ini kita dapat melihat ee secara
objektif begitu ya. langsung terlihat
begitu. Nah, ini apa nih Bu L gitu ya?
Kok ada yang di luar garis titik-titik
ini yang masuk ke dalam sini
ya. Ini dapat kita lihat Bapak Ibu ada
WE namanya waste exchange with areas
outside system boundary.
Ya, misalnya sistem boundary kita ini
adalah kota Yogyakarta misalnya ya di
tempat Pak Hijrah Pak Yebi dan
kawan-kawan UII gitu ya. Nah, kita perlu
melihat juga bagaimana interaksi kota
Yogyakarta ini dengan area-area
sekitarnya
ya. Apakah ada sampah masuk ke
Yogyakarta untuk diycling ya atau apakah
ada sampah keluar dari Yogyakarta ke
daerah lain untuk
ee dijual lagi kah begitu ya atau
misalnya memasukkan sampah ke TPA
regional di luar area Yogyakarta begitu
ya. ini perlu juga dilihat, ditinjau
begitu ya. Bukan hanya di sistem kita,
di kota kita, tetapi bagaimana
hubungannya dengan kota-kota sekitarnya
begitu ya. Ini juga sama ada nih yang
keluar begitu ya, ada sampah-sampah yang
ee keluar dari sistem boundary kita,
dari wilayah studi kita ya. Nah,
nantinya kita dapat memperoleh informasi
ini Bapak, Ibu, ada import sampah
sebanyak apa nih?
ya, ton per annual, ton per tahun begitu
ya. Ada stok yang menjadi stok yang
terendapkan sampah Bapak Ibu di dalam
kota itu seberapa banyak. Kemudian yang
diekspor yang dikeluarkan dari kota
Bapak, Ibu seberapa banyak?
Ya, seperti itu gambarannya.
Nah, kemudian kita juga sering melihat
ya ini ada sangki diagram begitu namanya
ya. Tetapi Bapak Ibu, sangki diagram ini
merupakan
mass balance, masih dalam tahap mass
balance, belum bisa kita sebut dia
sebagai material flow analysis, ya.
Karena apa? Karena tadi dia tidak dapat
menjelaskan bagaimana stock dan flow itu
berjalan seperti itu ya. Tetapi hanya ee
kita dapat melihat alirannya seperti apa
ya. aliran sampah itu ke mana,
persentasenya seberapa besar, itu kita
bisa lihat di sini. Tetapi kita tidak
bisa melihat tadi yang flow dan stoknya
ya. Dan sistem bounderis-nya juga tadi
tidak terlihat di sini untuk sanke
diagram ya. Jadi untuk menyederhanakan
begitu ya, Sanky diagram itu merupakan
alat visualisasi. Betul Bapak Ibu. Untuk
dapat kita memudahkan melihat dari 100%
sampah yang saya hasilkan ke mana saja
dia larinya sampahnya. Begitu ya.
Sementara MFA adalah metode analisis
ya. Kemudian sanke diagram tadi
menunjukkan arah alirannya ke mana.
Tetapi MFA kita melakukan ada verifikasi
mas balance namanya. Nanti kita lihat di
bawah begitu ya. Ada juga hal penting
terkait dengan menentukan stok dan delta
stok, perubahan stok yang terjadi di
area kita seperti itu
ya. Jadi ini sekilas terkait dengan sank
diagram. Tapi prinsip yang sama Bapak
Ibu di sini dapat dilihat ketebalan dari
sanki diagram ini dari garis-garis
flow-nya itu juga menjadi
prinsip gitu ya di MFA ini tadi ya
garisnya semakin tebal itu semakin ee
besar kuantitasnya
ya seperti itu. Nah, bagaimana menyusun
model MFA ya ini ada lima lima tahapan
Bapak Ibu. Yang pertama definisikan
sistem boundaries. Kedua, definisikan
temporal dan spatial scop. Temporal itu
waktu, periode. Spasial itu lokasi,
begitu ya. Kemudian pengumpulan data,
melakukan pengumpulan data, kemudian
menyusun mass balance-nya. Kemudian
menyusun material flow analysis-nya. Ya,
kita mau lihat satu persatu
ya. mendefinisikan sistem
boundaries begitu ya. Sistem boundaries
ini yang tadi Bapak Ibu titik-titik tadi
yang mau kita tinjau di mana di sini ada
dilihat ya yang abu-abu muda surrounding
area gitu ya. ini area sekitarnya.
Kita perlu putuskan dulu Bapak Ibu di
awal lingkup kita mau sampai mana ya.
Apakah skala kelurahan itu tidak masalah
juga untuk mdefine mendefinisikan sistem
boundaries kita, batasan sistem kita,
ya. Apakah mau kita mulai dari RT?
Boleh, kelurahan boleh ya sampai satu
pulau misalnya, satu provinsi itu boleh.
Kita perlu state dulu di awal ya. Jadi
sistem bondaris kita apa begitu.
Kemudian batas-batas yang mau
ditinjaunya apa tadi? misalnya apakah
materialnya keseluruhan sampah secara
umum atau misalnya kita bisa pilih mau
fokuskah ke sampah plastik, kertas
begitu ya. Itu bisa kita pilih dan kita
tuliskan dulu di awal sebagai sistem
boundaries. Begitu ya. Kemudian tadi
prosesnya proses yang mau kita masukkan
di dalam sistem kita itu apa saja gitu
ya terkait dengan
sistem pengelolaan sampah. apa saja,
apakah mau yang formalnya saja ataukah
informalnya masuk begitu ya ataukah kita
mau ninjau yang informalnya dulu saja
begitu ya. Itu perlu sangat perlu
didefinisikan di awal supaya ketika kita
melihat hasil MFI-nya Bapak Ibu kita
tidak bertanya-tanya ya, tidak berasumsi
sendiri oh ini kayaknya batasannya beda
deh dari yang lain seperti itu ya.
Kemudian juga mendefinisikan eh flow-nya
tadi ya, apakah impor dan ekspor ini mau
dianggap
tidak dihitungkah begitu ya atau kita
mau hitung di dalam sistem kita ya harus
didisklaimer dulu di awal, dituliskan
dulu di awal
ya. Kemudian tahap yang kedua adalah
mendefinisikan temporal dan juga spatial
scop
ya. cakupan temporal ini menentukan
periode waktu dari analisis FA ini.
Begitu
ya. Yang perlu kita perhatikan adalah
kesesuaian dengan tujuan analisis.
Apakah kita mau mendefinisikan
MFA kita ini dalam satuan tahunanah atau
bulanah begitu ya atau multitahun begitu
ya. Biasanya kalau tahunan ini umum
untuk kebijakan dan perencanaan
pengelolaan sampah kota ataupun TPA
begitu ya. Ataupun misalnya jangka
pendek kita hanya mau melihat
musim-musim tertentu ya bulanan saja
gitu
atau multitahun misalnya kita ambil 5
tahun ke belakang kita kita ee
akumulasikan menjadi satu begitu ya.
Kemudian nanti kita bisa melihat trennya
ke masa yang akan datang seperti apa ya.
Data per periodenya bisa harian,
bulanan, tahunan gitu ya. Ini juga Bapak
Ibu perlu meninjau juga apakah dinam
dinamikanya seperti apa gitu ya. Apakah
sangat cepat misalnya material organik
itu kan sangat cepat gitu ya
dinamikanya.
Apakah Bapak, Ibu mau mengconsider, oh
baik deh datanya mingguan aja atau
bulanan begitu. Atau mau melihat yang
sifatnya akumulatif tapi masif gitu ya.
Misalnya yang terjadi di landfield
seperti apa, apakah mau tahunan begitu
ya.
Kemudian yang tadi spasial begitu ya,
kondisi fisik
itu juga harus di tuliskan
ya batas kota, kabupaten, provinsi,
negaranya begitu
ya. Ini untuk memastikan aliran yang
masuk dan keluar bisa dihitung secara
konsisten
ya. Kemudian tadi import ekspor harus
dituliskan juga apakah mau dilibatkan
atau tidak. Begitu. ya. Tolong ee Bapak
Ibu juga perlu melihat lebih dekat
begitu ya area studi ini seperti apa
alirannya di dalam begitu. Apakah ada
yang mengalir keluar dikirim ke TPA
regional atau penjualan sampah begitu
ya, misalnya dari satu area di Pulau
Jawa itu biasanya kan nanti akan
dikumpulkan ke satu
titik begitu ya untuk pasar global
misalnya untuk plastik itu ada pasar
globalnya juga begitu. Nah, itu perlu
ditinjau
ya. Kemudian melakukan pengumpulan data
ya. pengumpulan data itu kita perlu
memahami terlebih dahulu gitu ya,
menggambarkan atau ee sketch dulu apa
sih yang terjadi di sampah ini. Kita
mungkin kita bayangkan diri kita sebagai
sampahnya begitu ya. Aduh saya mau lari
ke mana nih gitu atau saya mau diangkut
ke mana begitu ya. Ini juga perlu
meminta data-data atau informasi dari
stakeholder lokal sendiri begitu ya.
Baik dari kuesioner misalnya Bapak Ibu
juga bisa melihat gitu ya dari sumber
ini dilakukan penanganan apa saja begitu
ya. Mencoba melakukan ee sketch gitu
bagaimana flow
dari sampah tersebut
di wilayah studinya ya. Dan kemudian
proses-proses apa saja yang perlu untuk
dikumpulkan datanya jadinya gitu.
Ya, di sini misalnya sumber ada TPS
begitu. Kemudian ada nih informal sektor
level pertama misalnya ya. Kemudian ada
intermediate informal collector bandar
pengumpul kecil gitu ya, bank sampah ada
TPS3R di sini gitu. Kemudian ini ada
bandar besar kemudian di sini dijual ke
luar pulau Bali. Ini contoh penelitian
kami di Bali ya, Bapak Ibu. ini juga
mengapa ee saya lumayan banyak
penelitian di Provinsi Bali, Bapak, Ibu.
Ini untuk menyederhanakan
tadi boundary systemnya, Bapak, Ibu.
Karena saya terbayang kalau misalnya
saya melakukan penelitian di ee kota di
Jawa misalnya ya, di Jogja itu kan masih
banyak daerah sekitarnya ya, Jawa yang
perlu saya hitung juga gitu
ya. area sekitarnya. Perlu saya hitung
apakah masuk nih sampahnya ke Jogja atau
tidak gitu. Apakah sampah Jogja keluar
dari wilayah Jogja atau tidak begitu.
Nah, kalau di Bali itu setidaknya kita
mencoba mengisolir begitu ya. Kalau di
Bali kan oh ya sudah semilan kota
kabupaten saja yang ditinjau di mana dia
kecil-kecil dan harus ekspor impornya
itu sangat mudah gitu ya di
didefinisikan begitu. itu mengapa ee
saya juga banyak penelitian di Provinsi
Bali begitu
ya. Setelah melakukan sketch ini, Bapak
Ibu apa yang perlu dilakukan? Yang perlu
dilakukan adalah melakukan pengumpulan
data sampah tadi. Begitu
ya, pengumpulan data sampah karena MFA
material flow analysis gitu ya, dalam
satuan ton atau kilogram begitu.
sehingga yang data yang kita perlukan
adalah data-data yang kuantitatif dan
juga dia dalam satuan berat ya. Sehingga
kalau misalnya Bapak, Ibu menemukan data
volume itu perlu di konversi dulu ke
data ee timbulan berat seperti itu
ya. Kalau Bapak Ibu tidak melakukan
pencatatan densitas itu harus ditulis
sebagai asumsi. begitu saya asumsi ee
densitasnya sekian begitu. Itu harus
dicatatkan. Asumsi-asumsi Bapak Ibu
harus dituliskan
begitu
ya. Ini kita perlu
mendapatkan data-data. Misalnya Bapak
Ibu mau keseluruhan sampah rumah tangga,
berarti seluruh jenis sampah ini Bapak,
Ibu nanti perlu
dapatkan ya. Tapi mungkin tidak perlu
yang detail-detail banget gitu ya.
misalnya plastik menjadi satu bagian
sendiri, kertas menjadi satu bagian
sendiri, begitu. Itu tidak apa-apa
ya. Nah, pengumpulan datanya seperti
apa?
Ini yang kami lakukan di studi-studi
sebelumnya Bapak, Ibu ya. Jadi untuk MFA
ini memang kerja berat gitu ya untuk
mengumpulkan datanya itu ee luar biasa
gitu. di masing-masing subsistem
pengelolaan sampah kita perlu kumpulkan
datanya ya tadi di sumber begitu ini
dari domestik non domestik totalnya
berapa begitu ya ini kilogram per hari
berapa pengangkutan ini persennya berapa
ya besar sampah yang diangkut berapa TPS
ini juga kita perlu men breakdown satu
persatu lagi begitu jumlah TPS-nya
berapa rata kapasitasnya densitasnya
berat sampah di TPS yang masuk begitu
ya. Kemudian berapa nih yang dikumpulkan
pemulung
ya? Bisa jadi ada aktivitas pengurangan
sampah di TPS tersebut. Karena tadi kita
gambarkan ya di sebelumnya di sini
ternyata saat kita tinjau oh ada nih
aktivitas pengurangan sampah oleh
pemulung di sini
ya. Maka kita perlu tahu juga datanya
berapa
yang dikurangi oleh pemulung tersebut.
ya. Kemudian di TPS3R begitu datanya,
inputnya
seperti apa gitu ya. Berapa banyak
frekuensi penjualannya
ya? Kemudian bank sampah juga sama.
Kemudian tadi bandar kecil ini melakukan
pendataan juga gitu ya. Bank sampah eh
bank sampah ee bandar lapak besar begitu
ya. Perusahaan formal. Kemudian di TPA
juga kita perlu mendapatkan datanya
berapa sampah yang masuk. begitu
ya. Ketika semua data ini ee sudah kita
dapatkan begitu ya, apa yang kita bisa
lakukan? Yang kita bisa lakukan adalah
menyusun mass balance. Ini masih ee
sederhananya dulu ya, Bapak, Ibu. Tadi
dari oret-oret yang kita lakukan
masuk-masukkan dulu tuh
kuantitas-kuantitasnya berapa begitu
ya. ini ee contohnya begitu ya. Untuk
aktivitas ini
MBT misalnya berapa ton yang masuk di
dalamnya ya? Sama halnya tadi yang studi
kasus yang Bali di tahapan TPS itu
berapa
ya? Berapa yang masuk dan berapa yang
keluar? Kita belum hitung dulu berapa
stoknya ya Bapak Ibu, tapi kita masukkan
dulu berapa yang masuk, berapa yang
keluar di TPS ya. Di Landfill berapa
yang masuk, berapa yang keluar. Di TPS
3R berapa masuk, berapa keluar seperti
itu
ya. Menyusun terlebih dahulu mas
balance-nya.
Ini sudah dilakukan di dalam ee aplikasi
ya, Bapak, Ibu. Ini diinputkan di dalam
ee aplikasi namanya STAN. nanti kita
bahas di berikutnya ya. Tapi membuat
kotak-kotak ini menyusun ee arah
alirannya ini sudah dilakukan di dalam
sebuah software begitu
ya. Kemudian apa yang software itu bantu
kepada kita, Bapak Ibu? Software itu
membantu untuk mensimulasikan. Jadi
ketika dalam satu proses ini ada sampah
masuk sekian dan sampah masuk sekian,
dia akan otomatis menghitung berapa stok
yang tersisa di dalamnya
ya. Berapa stok yang tersisa di dalamnya
itu adalah hasil keluaran dari
ee aplikasi tersebut, software tersebut.
Jadi kita tidak menghitung stoknya ya
karena kita tidak bisa menghitung juga
ya Bapak Ibu. mungkin mungkin bisa ya
mungkin bisa kita hitung tapi itu akan
butuh waktu yang sangat panjang gitu
untuk di TPA yang akan tertumpuk di situ
dari hasil pengurangan
dari pemulung begitu ya. Berapa yang
akan tertumpuk nanti akumulatif menjadi
1 tahun begitu ya. itu yang dikerjakan
oleh software-nya begitu
ya untuk stok-stoknya ini. Kemudian di
sini juga ada error
yang harus ditampilkan begitu ya.
Errornya ini dari mana? Errornya ini
dari yang tadi kita masukkan
data-data apa saja yang kita ee
asumsikan begitu ya. Jadi kalau di dalam
model ketika kita mengasumsikan sesuatu
itu dianggap sebagai satu uncertaintis
gitu, ketidak ketidak eh uncertain,
ketidakpastian seperti itu ya. Jadi itu
perlu di ee masukkan juga dan kita
tampilkan error dari MFA ini berapa
besar gitu, berapa persen
ya. Jadi tadi prosesnya kita oret-oret
dulu, kita buat flow-nya begitu ya.
Kemudian kita ke lapangan ngambil data.
Kemudian kita masukkan data-data
tersebut ke dalam flow-nya. Nah, nanti
dia software-nya akan ee meng-generate
sendiri begitu ya. Untuk stok-stok yang
ada itu di titik mana aja, di sistem
mana saja stoknya dan seberapa besar
stoknya. Seperti itu
ya. Kemudian ini adalah eh software-nya
ada stan ya, Stan software-nya ini
dikembangkan oleh TU WIN dari Austria
ya. Jadi dikembangkan oleh universitas
dan ini dapat di ee download secara
gratis Bapak Ibu ya. ini ada ee
website-nya dan di dalam web ini sendiri
juga ada kalau Bapak Ibu ini ya
buka-buka support di sini di sini ada ee
panduannya begitu panduan untuk
melakukan analisa material flow analysis
dengan stand ini. Seperti itu
ya. Kemudian ee kita masuk ke pembahasan
pemanfaatan MFA dalam perencanaan dan
evaluasi sistem pengelolaan sampah.
Begitu ya. ini ada satu
contoh ya dari
island dari ee dari pulau gitu ya Rosida
Island begitu. Nah, mereka mencoba
memetakan
ya membuat material flow analysis dari
sampah mereka di dalam satu pulau begitu
ya. Tujuan mereka apa di sini? Tujuan
mereka adalah mau melihat mana nih
proses yang sebetulnya tidak sustainable
atau tidak
ee tidak merupakan proses yang bersih
begitu ya atau berkontribusi terhadap
terhadap beberapanya ya impact
asesmen-nya nanti. Nah, dia mau lihat
mana praktik yang paling bisa saya
lakukan di pulau ini yang bisa saya
tingkatkan gitu ya atau mana yang saya
perlu hilangkan gitu prosesnya
ya dengan mempertimbangkan impact
assesment bagaimana impactnya terhadap
lingkungan di kepulauan tersebut ya.
Jadi, Bapak, Ibu ketika saya coba pahami
begitu ya, MFA ini sebetulnya adalah
sebuah kerangka berpikir begitu ya. Di
mana ketika kita belajar nanti LCA gitu
ya, LCA itu juga prinsip prinsipnya sama
begitu. Life cycle assessment ya.
Bagaimana kita melihat sampah ini tuh
dia daur hidupnya seperti apa? Dia
berimpact kepada
poin-poin apa saja begitu ya terhadap
global warming
ya. di mana LCA itu juga akan merujuk
kepada MFA,
merujuk kepada material flow analysis,
ke mana saja sampahnya pergi. Begitu.
Ketika nanti kita bicara juga
pengambilan keputusan lain gitu ya,
sistem dinamik itu juga akan merujuk
kepada MFA lagi Bapak, Ibu gitu. Jadi
kenapa MFA ini menjadi ee fundamental
dan juga
ee hal yang perlu dipahami sebelum masuk
ke tools-tools lain menurut saya ya,
tools-tools lain seperti LCA, sistem
dinamik begitu ya. Itu pemahaman terkait
MFA itu menjadi satu hal yang penting
seperti itu ya. Kembali lagi ke ini tadi
apa saja yang dilakukan gitu ya. ini
tadi ingat Bapak Ibu ya, kotak ini
adalah sebuah ee sistem begitu,
subsistem atau aktivitas atau kegiatan
apa yang dilakukan untuk mengelola ee
solid ways tersebut, sampah tersebut
ya. Kemudian apa yang dilakukan oleh tim
peneliti yang dilakukan adalah mereka
melihat satu persatu dari kotak-kotak
tadi Bapak, Ibu. Proses-proses tadi
mereka nilai
ya. Mereka mau mencoba menilai bagaimana
dampaknya terhadap lingkungan untuk
recycling eh sampah, untuk biowaste,
untuk transportasi sampah itu sendiri
juga mereka nilai dampaknya. landfel
juga mereka nilai dampaknya seperti itu
ya. Yang harus dilakukan apa? Yang harus
dilakukan mengumpulkan data-data lagi
begitu ya melalui tahapan life cycle
inventory begitu ya. Inventarisasi
data-data untuk
ee melihat resikonya terhadap lingkungan
seperti itu ya. di proses ini. Ini
pengumpulan datanya. Ini juga sudah ada
sudah ada ee aplikasinya yang berbeda
lagi ya, Bapak, Ibu ya. Jadi, ini
advance-nya dari MFA lah kalau bisa saya
bilang begitu. Ketika kita mau sudah
dapatkan MFA bisa diapain lagi nih MFA
ini begitu ya. Salah satunya dengan
menilai impact assessmentnya
ya. Kemudian terhadap pengolahan sampah
organiknya, dia mau lihat juga impact
assessment-nya seperti apa. Dia
kumpulkan data-data yang diperlukan
seperti itu
ya. Kemudian ini transportation
stage-nya jaraknya seperti apa untuk 1
ton sampah
itu impactnya seperti apa di
masing-masing sistem tadi
ya. Singkatnya Bapak Ibu dapat dilihat
diperbandingkan nih ya dapat dilihat ini
NC ini noncarinogen
RI respiratory inorganic lo land
occupation GW global warming begitu ya
NRE nonrenewable energy. Ini adalah
dampak-dampak yang ditinjau dari analisa
life life life life life cycle
assessment begitu ya. Dari grafik ini
kita bisa lihat bahwa untuk melakukan
penanganan sampah 1 ton begitu ya di
pulau ini mana nih
sistem-sistem yang berkontribusi paling
besar
ya mungkin yang paling familiar di sini
global warming ya Bapak Ibu di sini kita
bisa lihat yang paling berkontribusi
banyak adalah yang kuning gitu ya ini
adalah di metal itu recycling. Artinya
aktivitas metal ini memberikan dampak
global warming yang sangat besar. Begitu
ya. Dari sini dapat kita
ambil kesimpulan apa begitu ya. Bisa
menjadi ke beberapa hal gitu ya. Bisa
jadi kita lihat apa yang terjadi nih di
recycling itu. Apakah ada satu apakah
ada ee aktivitas yang meningkatkan
global warming begitu ya. Apakah kita
putuskan untuk mengganti teknologinya
begitu ya atau mungkin kita putuskan
untuk kita mencari tempat lain recycling
yang lebih bertanggung jawab istilahnya
gitu ya. Sudah lebih siap teknologinya
dibanding apa yang kita punya begitu ya.
Misalnya di sini juga yang warna merah
WTE begitu ya. Oh ini juga menghasilkan
global warming yang tinggi. Begitu. Apa
yang kita bisa lakukan? yang kita bisa
lakukan adalah misalnya melakukan
pengurangan atau misalnya skenario
skenario gitu ya. Apa yang kita bisa
lakukan untuk mengurangi sampah-sampah
yang masuk ke WTE misalnya seperti itu
ya. Jadi dari impact assessment ini kita
dapat insight, dapat informasi ini Bapak
Ibu sistem mana yang cukup bisa kita
pertahankan atau kita bisa kurangi atau
kita bisa tambahkan gitu, kita
optimalkan sistemnya
ya. Itu contoh ee hubungannya MFA ke
life cycle assessment seperti itu,
ya. Kemudian ini juga ada satu contoh
studi kasus begitu ya. terkait dengan
risk assessment untuk fasilitas ee
pengolahan electronic waste begitu nih.
Kalau misalnya sudah kita bisa lihat
gitu ya. Oh, ini ada flow kemudian ada
perbedaan ketebalan garis begitu ya.
Kemudian ada kotak kecil terkait dengan
stok. Oke, ini MFA namanya begitu ya.
Kita langsung bisa lihat ini MFA
ya. Kemudian apa yang mereka coba
lakukan di sini Bapak Ibu ya? Mereka
mencoba m-breakdown masing-masing
electronic ways. Ada mobile phone, ada
laptop gitu ya. Di penelitiannya ada
banyak lagi ada ee
tablet khusus begitu ya. Ini saya coba
ambil contohnya ada HP dan juga laptop
begitu. Dan mereka petakan di sini mana
formal, mana informal begitu ya. Mana
juga yang masuk ke landf mereka. Coba
lihat di sini ya. Kemudian dari hasil
material flow analysis ini mereka
mencoba memetakan risk assessment begitu
untuk masing-masing aktivitasnya
ya. Nonestructive dismantling process
begitu ya. Ini yang formal formal
recycling begitu ya. Melakukan aktivitas
yang tidak menghancurkan tidak
menghancurkan electronic waste tersebut.
Begitu.
ya, risk assessmentnya seperti apa? Ini
di yang nomor A begitu ya. Bagaimana
dipetakan
dampak terhadap kesehatannya,
ekonomiknya, lingkungannya begitu. Ini
dipetakan sama mereka begitu. Kemudian
yang destruktifnya
ya, yang destruktifnya itu seperti apa
dampaknya? Mereka petakan juga di sini
ya. Semakin kemerah ini semakin
berbahaya begitu
ya. Kemudian burning proses ini juga
berbahaya begitu ya. Landfilling proses
ini juga ternyata untuk electronic waste
berbahaya begitu. Dari sini apa yang
dapat kita putuskan untuk electronic
waste adalah dengan
recycling atau daur ulang yang tidak
sifatnya dismantling atau destructif
begitu. Tidak
me me apa namanya? Tidak membuka
bagian-bagian baterainya misalnya. tidak
tidak diperetelin gitu istilahnya ya.
Itu adalah ee yang paling risknya paling
rendah seperti itu ya. Kembali dari MFA
ini apa yang dapat kita ee peroleh
begitu ya. Insight-nya adalah mana nih
sistem-sistem atau mana nih
kegiatan-kegiatan yang paling bisa kita
intervensi gitu ya. ketika kita tidak
menginginkan stok banyak di situ, tidak
menginginkan stok banyak di TPS misalnya
ya, seperti yang dihadapi di Kota
Bandung saat ini, stoknya terlihat di
TPS itu terjadi penumpukan begitu.
Artinya apa? Artinya kita bisa lihat
proses berikutnya apa nih yang bisa kita
optimasi begitu. Apakah pengangkutan ya
ke landf begitu kita bisa optimasi atau
bahkan satu sistem sebelum sistem TPS
itu ya artinya pengendalian
timbulan sampah yang dihasilkan yang
akan masuk ke TPS seperti itu ya.
Kemudian juga ini ada isu digitalization
and waste management, Bapak, Ibu.
Ini eh seperti smart city ya, barangkali
smart city apa yang bisa kita lakukan
dengan MFA ini begitu ya, hubungannya
dengan digitalization adalah kita dapat
me
meletakkan sensor-sensor ya. Misalnya di
transfer depo, di TPS, TPS kita
meletakkan sensor-sensor begitu ya.
Kemudian di alat transportasi kita
meletakkan sensor-sensor ketik sehingga
dia kita mendapatkan
gambaran yang eh real time begitu ya.
Efisiensi transportasi sampah kita
seberapa besar begitu ya. Kemudian
penumpukan sampah di TPS seberapa besar
ataupun sifatnya terkait dengan
monitoring begitu. Unmanage waste-nya
ini sampah tidak terkelola ini sebanyak
apa, seperti apa begitu. itu yang sedang
ee banyak dikembangkan ya di luar negeri
begitu. Sama halnya di TPA ini
diletakkan sensor-sensor begitu ya untuk
dapat disatukan begitu ya ke dalam satu
sistem informasi sehingga dia sifatnya
real time begitu ya. Hubungannya dengan
tadi SIPSN misalnya SIPSN itu kan one
time ya. Jadi kita lihat oh data
tercatatkan di satu waktu tertentu
begitu. Tetapi ketika masuk sensor
begitu ya, masuk
yang e machine learning dan kawan-kawan
begitu, itu menjadi suatu sistem yang
real time dan dapat kita trace begitu
aliran material flow-nya
seperti itu ya. Jadi ini
kesimpulan-kesimpulannya Bapak Ibu,
bagaimana MFA dapat meningkatkan
pengambilan keputusan dan juga
berkontribusi dalam sistem pengelolaan
yang efisien dan juga berkelanjutan
begitu ya. Yang pertama, MFA dapat
memberikan gambaran yang menyeluruh
ya. Kita dapat melihat tadi ee simpel
langsung melihat oh mana nih arus yang
terlalu besar
panahnya begitu ya. Kemudian stoknya di
mana saja ya kritisnya, titik kritisnya,
hambatannya, interaksi antar prosesnya
itu dapat kita lihat ya. Kemudian
identifikasi titik kebocorannya,
leakage-nya, hotspot-nya pun dapat kita
lihat tadi. Kemudian mengukur
efektivitas kebijakan dan juga teknologi
ya. Misalnya
MFA-nya menghitung perubahan aliran
sebelum dan sesudah penerapan
intervensi. Kita bisa memainkan skenario
begitu ya dengan tadi yang asumsi-asumsi
tadi ya. Kita masukkan
skenario-skenarionya
ya. Kemudian mendukung perencanaan
infrastruktur jangka panjang. ini juga
terkait dengan stok tadi ya, bagaimana
kapasitas TPA ini kita hubungannya ke
usia layan TPA nanti begitu. Kemudian
fasilitas kompos MRF apakah sebetulnya
ee fasilitas kompos itu dengan stok yang
ada, dengan lahan yang terbatas, apakah
sebetulnya dia butuh
fasilitas-fasilitas komposting lain
begitu yang ditempatkan di tempat-tempat
lain untuk menampung stok tersebut
begitu ya. Kemudian menentukan prioritas
intervensi,
kemudian meningkatkan efisiensi
operasional, begitu ya. mana yang tadi
ee jika kita
taruh sensor begitu ya di
kendaraan-kendaraan pengangkut, kita
bisa optimalisasi rute truknya begitu
ya, kapasitas pemilahannya seperti itu.
Kemudian menyediakan dasar analisis
untuk kebijakan ccular ekonomi ya. kita
dapat melihat mana titik-titik tadi yang
dapat kita masukkan nih
kebijakan-kebijakan terkait dengan
circular ekonomi ya. Kemudian menjamin
keakuratan data melalui mass balance
checking begitu. Itu di software-nya
disediakan juga ya Bapak Ibu. Jadi kita
iterasi-iterasi terus supaya dia eh m
balance-nya itu sesuai begitu ya.
Kemudian memperkuat komunikasi dengan
visualisasi yang jelas. ketika kita
dapat dengan mudah menunjukkan sesuatu
ee diagram misalnya ya dan ee relate
sangat relate terhadap pengambilan
keputusan itu cenderung akan lebih mudah
dan ee dapat lebih cepat untuk diterima
seperti itu
ya. Ee berakhir 1031 ya kita masih punya
waktu untuk diskusi Bapak Ibu silakan.
ini adalah ee
research gate saya begitu ya, Linkin
saya ataupun Instagram saya. Silakan
mari kita berjejaring bersama. Terima
kasih Bapak dan Ibu. Itu materi yang
bisa saya sampaikan.
Baik, terima kasih Ibu Elida atas
penyampaian materinya yang sangat-sangat
luar biasa. Jika dilihat-lihat sudah ee
banyak sekali pertanyaan dari Bapak Ibu
peserta webinar hari ini. Namun sebelum
kita masuk ke acara selanjutnya, izinkan
saya menyampaikan beberapa informasi ee
kepada Bapak Ibu webinar yang
menginginkan materi MFA dalam sistem
pengelolaan sampah yang efisien dan
berkelanjutan dapat request terlebih
dahulu melalui link yang telah admin
kami kirimkan di kolom chat Zoom.
Kemudian sebelum kita masuk ke sesi
tanya jawab, kita akan melakukan sesi
foto bersama terlebih dahulu. Untuk sesi
foto bersama kali ini saya akan dibantu
oleh admin. Baik, kepada admin
dipersilakan.
Terima kasih Mbak M kesempatannya Bapak
Ibu yang
terulu.
Oke, kita memulai dari slide pertama
321,
slide kedua 21
dan slide terakhir 3 21. Baik, terima
kasih. Saya kembalikan ke Mbak Anita.
Baik, terima kasih kepada admin yang
telah membantu sesi foto bersama kita
pada siang hari ini. Kemudian
selanjutnya kami juga ingin meminta
kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi
kuesioner yang linknya sudah kami share
di kolom chat supaya kegiatan kami
selanjutnya bisa lebih baik lagi.
Ee sampailah kita di acara-acara yang
kita tunggu yaitu sesi tanya jawab. Di
sini kami sudah membantu
merfumkan tanyaan dari Bapak Ibu
peserta webinar. Ee untuk Ibu Elvida
saya akan membacakan pertanyaannya
kemudian bisa lanjut untuk langsung
dijawab ya.
Ya.
Baik. Pertanyaan yang pertama dari Bapak
Hakul Yakin. Ketika isu pengelolaan
sampah semakin kompleks, strategi
tradisional sering kewalahan menghadapi
laju konsumsi dan produksi yang tak
pernah berhenti. MFA hadir sebagai
pendekatan ilmiah untuk menelusuri
pergerakan bahan dari bulu ke hilir.
Satu, bagaimana MFA mampu mengungkapkan
sampah tersembunyi yang tidak tercatat
dalam sistem formal seperti limbah rumah
tangga informal atau pembuangan ilegal.
Kemudian pertanyaan selanjutnya,
bagaimana memastikan data yang digunakan
dalam MFA impulsif, mencakup sektor
informal, dan tidak menyingkirkan
kontribusi pemulung komunitas daur
ulang, serta UMKM hijau. Baik, silakan.
Ya. Baik, terima kasih Pak Hakul Yakin
ya atas pertanyaannya ee terkait dengan
ini ya, Pak. Bagaimana
bagaimana mampu mengungkap sampah
tersembunyi begitu ya dari sistem
pencatatan ee formal kita begitu. Nah,
untuk di stan tadi apa ya? Di aplikasi
tersebut ketika kita atau saya share
screen lagi boleh ya, Mbak ya.
Saya share screen sebentar
ya. Sebentar ya.
Ya.
Baik Bapak Ibu ketika tadi di sini ya
Pak ya. Bagaimana mungkin pertanyaannya
menghitung begitu ya atau melihat
unmanage waste atau sampah yang tidak
terkelola atau sampah yang bocor dari
sistem kita begitu ya. Nah, bagaimana
ini bisa terhitung? Sebetulnya ini
terhitung otomatis nanti dari
aplikasinya begitu ya. dari aplikasinya
nanti akan meuto
hitung begitu ya, melakukan perhitungan
otomatis dari data sumber sampah yang
kita masukkan begitu ya dan dari
sistem-sistem yang di sini yang formal
sifatnya ya. Mungkin data-data formal
misalnya Bapak dari bekerja di kedinasan
begitu ya. di dinas ada data nih yang
masuk ke lenfi berapa, yang tercatatkan
di TPS berapa begitu ya. Ini sebisa
mungkin yang kita bisa dapatkan infonya
itu kita perlu plotkan ke dalam
sistemnya begitu sehingga nanti unmanage
waste ini adalah hasil perhitungan yang
dilakukan oleh software-nya sendiri
seperti itu ya. Tapi memang MFA ini
masih memiliki kekurangan di mana ee dia
tidak dapat melakukan visualisasi ya di
mana nih titik kebocorannya. Tidak
begitu ya. Tetapi hanya berapa kuantitas
sampah yang tidak mampu masuk ke dalam
sistem pengelolaan sampah kita di dalam
kota misalnya ya. Jadi jawaban yang
pertama, Pak, untuk unmanage waste atau
sampah yang tadi ee tidak bisa kita
lihat begitu ya atau tersembunyi itu
dapat dilakukan dengan ee running
aplikasinya begitu ya, running modelnya
seberapa banyak ee sampah yang tidak
masuk ke dalam sistem kita. Ya, untuk
pertanyaan yang kedua, bagaimana juga
kita bisa memasukkan ee tadi ya informal
sektor begitu ya. Ketika kita punya
datanya, kita bisa memasukkan datanya
itu kita bisa Pak memasukkannya ya.
Contohnya tadi TPS begitu. Di TPS ini
kita melihat apa nih aktivitasnya yang
ada begitu ya. Di sini kami melihat
meninjau begitu ya. ada aktivitas
pemulung ya dan ada aktivitas juga dari
petugas ya, petugas dari dinas ternyata
melakukan juga pemilah-milahan begitu
sampahnya. Nah, itu jika Bapak bisa
mendapatkan informasinya ya dari yang
ini tadi Pak ya. Misalnya ini untuk ee
pemulung tadi, Bapak bisa menanyakan
berapa
sampah yang Bapak bisa pisahkan atau
Bapak bisa jual dalam satuan hari
begitu. Berapa frekuensinya
begitu ya. Ini sama halnya dengan bandar
kecil ini juga kami melakukan ee
wawancara ke bandar-bandar kecil di
wilayah studi begitu
ya. Jadi mau itu sistemnya
bersifat formal ataupun formal bisa
dimasukkan selagi Bapak Ibu memiliki
datanya. Begitu ya. Itu barangkali
jawabannya, Mbak.
Baik, terima kasih untuk pertanyaan
selanjutnya.
Pertanyaan selanjutnya dari Bapak
Pramono, apakah bisa dapat menjelaskan
kemungkinan pemanfaatan MFA untuk
prospektif LCA?
I
Baik, silakan Ibu LD.
Baik, terima kasih Pak Pramono. Ya,
prospektif
LCA itu maksudnya untuk ee projektif
gitu ya, Pak ya.
untuk dapat melihat ee tidak hanya
dampak yang dihasilkan sekarang, tetapi
juga ee dampak yang akan dihasilkan di
masa yang akan datang. Begitu ya. Itu
dapat dilakukan, Pak ya. Dengan cara
apa? Dengan cara tadi di MFA-nya ee
misalnya kita tadi sudah membentuk ya
MFA yang dalam periode waktu saat ini
misalnya 1 tahun begitu ya. Nanti kita
bisa melakukan ee yang tadi saya share
ya, Bapak, Ibu. Misalnya persentase,
persen pengumpulan, persen pengurangan
oleh ee aspek ini A B C begitu ya. Itu
kan data yang kita punya tahun ini
misalnya. Nah, kita bisa simulasikan
MFA-nya dengan mengatur atau memasukkan
skenario-skenario tadi ya. Angka-angka
persennya itu kita gantikan. kan begitu
untuk melihat proyeksi MFA-nya seperti
apa. Kemudian masuk lagi begitu ya ke
analisa LCA sehingga ee bisa ke
projectif LCA seperti itu barangkali
gambarannya. Ya.
Baik, terima kasih Ibu sudah menjawab
pertanyaan Bapako. Pertanyaan
selanjutnya dari Ibu Devendri.
Apakah MFA sama dengan sistem dinamik?
Oh, I
baik. Untuk MFA dan sistem dinamik itu
berbeda ya ee Ibu kalau sistem dinamik
itu
dibreakdown lagi dari MFA. Jadi misalnya
tadi timbulan sampah gitu ya, kita kan
hanya punya satu
arus begitu ya. Kalau di MFA, kalau di
sistem dinamik kita harus tahu nih
timbulannya ini berasal dari mana gitu
ya. Jadi ada variabel ee penduduk.
Variabel penduduknya nanti ada
dipengaruhi variabel kelahiran dan
kematian begitu ya. Kemudian misalnya
tadi ada ee efektivitas pengangkutan
ya, nanti ada kenapa pengangkutannya
begitu ya. Dipengaruhi variabel apa?
Dipengaruhi variabel kapasitas truk
misalnya atau kondisi truk
ya. Jadi ada kalau di sistem dinamik
namanya causa loop diagram n gitu. Jadi,
variabel-variabel yang mempengaruhi
masing-masing sistem di MFA tadi itu
dibreakdown kembali, Bu. Ya,
approach-nya berbeda. Tapi sudut
pandangnya sebetulnya sama ya tadi
bagaimana kita mau menggambarkan
keseluruhan sistem yang ada. Tetapi
sistem dinamik ini kita masukkan lagi
nih variabel-variabel yang lebih detail
begitu
ya. Dan nanti bisa jadi ada arus ee
x dipengaruhi oleh y. Y dipengaruhi oleh
Z begitu ya. Jadi lebih lebih kompleks
lagi begitu sebetulnya sistem dinamik
dan aplikasinya juga berbeda begitu ya
untuk sistem dinamik dengan MFA. Begitu
Bu Devi barangkali jawabannya. Baik,
terima kasih Ibu Elida sudah menjawab
Ibu Devi. Selanjutnya pertanyaan dari
Bapak Hari Rudi Janto. Sejauh mana MFA
dapat berkontribusi dalam pencapaian
target sustainable development goals
khususnya SDJ 11 kota berbangkitan dan
SDJ 12 konsumsi dan produksi
berlanjutan.
Ya. Baik, terima kasih ee Pak Hari atas
pertanyaannya.
Ee sejauh mana sebetulnya sejauh mana
MFA dapat berkontribusi sebetulnya dia
sifatnya ee data database ya, jadinya
data dasar begitu terkait dengan
pengambilan keputusan ya. Jadi kalau ee
kontribusinya seperti apa sebetulnya ee
kembali lagi terhadap pengambilan
keputusan yang diambil begitu ya. Karena
kalau dari ee tadi ya yang kita bahas,
kita punya data nih di SIPSN ya. Data
itu sekedar data sebetulnya Bapak Ibu,
hanya membuat kita tahu begitu apa
masalahnya yang ada ya. Tapi ketika
data-data tersebut kita compile, kita
masukkan ke dalam suatu model, ke dalam
MFA misalnya atau tadi dinamik kah
misalnya, kita kemudian mendapatkan
informasi. Tidak hanya sekedar data
lagi, tetapi data-data tersebut kita
rajut gitu ya, kita jahit menjadi satu
buah informasi ya. Informasi tersebut
kemudian yang menjadi dasar dalam
pengambilan keputusan seperti itu Pak.
Jadi kalau menurut saya bagaimana
posisinya begitu ya, posisinya tetap
sebagai ee data dasar atau tools untuk
mengenhance, meningkatkan
kemudahan pengambilan keputusan seperti
itu, Pak. Untuk menurut saya begitu ya.
Kalau SDGIS 12 terkait dengan konsumsi
dan produksi ee berkelanjutan tadi kita
bisa kembangkan lagi atau kita perluas
lagi MFA ini mau sampai mana. Misalnya
ee MFA plastik gitu ya. Kita mau juga
tinjau sistem distribusinya, distribusi
plastik saat masuk ke sebelum konsumsi
misalnya
ya, sebelum konsumsi ee botol mineral
ya. botol mineral itu bagaimana
eksportnya atau itu juga kompleks ya.
Misalnya kita melibatkan data-data dari
ee dinas perindustrian gitu ya atau dari
ee perusahaannya
langsung gitu ya perusahaan minuman
kemasan tersebut. Kita lihat datanya
yang masuk ke area studi kita ke
Yogyakarta misalnya dalam waktu 1 tahun
ada berapa
juta botol begitu ya. ada berapa juta
botol di situ. Kemudian nanti yang ee
dikonsumsi sisa konsumsi jadi berapa?
Kemudian yang terkurangkan di fasilitas
pengurangan sampah berapa persen begitu.
Nah, nanti dapat dilihat begitu ya untuk
konsumsi dan produksi berkelanjutannya
seperti apa intervensi-intervensi yang
dapat dilakukan begitu ya. Barangkali
itu Pak Hari jawabannya
ya.
Ihda sudah menjawab pertanyaan Bapak
Hari. Selanjutnya pertanyaan dari Ibu
Risnawati Anwas terkait dengan MFA ini
sangat menarik namun sedikit kurang
efektif karena mesti ada flow
masing-masing jenis sampah. Apakah
memungkinkan model material flow ini
dibuat satu model untuk setiap jenis
timbulan sampah dari produsen?
I. Baik, terima kasih untuk Bu Risnawati
ya, Bu ya. Eh, ini kembali lagi kepada
scooping kita di awal, Bu. Ketika kita
mau menyebutkan scop kita analisa
MFA-nya mau merupakan satu bagian besar
sampah gitu ya, sampah perkotaan itu
juga bisa, Bu ya. Jadi kita tidak perlu
mendefinisikan satu-satu flow
masing-masing jenis sampah yang tadi
sampai 40 jenis gitu ya. Itu juga tidak
apa-apa. Jadi tergantung kemampuan kita
dan ee ketajam kedalaman analisanya mau
sampai mana begitu. Misalnya yang tadi
saya contohkan itu adalah ee satu
tinjauan keseluruhan sampah perkotaan
begitu. Artinya yang tadi masuk ke
informal sektor
itu terdiri dari plastik, kertas begitu
ya. Ada juga ee jenis-jenis sampah yang
lainnya begitu. PT, PP itu bisa
di-breakdown, tapi saat dimodelkan jadi
satu itu bisa di dihitung jadi satu
material aja seperti itu, Bu ya. Tetapi
ketika Ibu tadi ingin membuat satu model
untuk satu jenis sampah itu juga boleh
seperti itu. Ya,
Bu Elida sudah menjawab pertanyaan Ibu
Risnawati. Selanjutnya pertanyaan dari
Ibu Reni Nasida.
nomor satu dari tujuh istilah yang
dijelaskan, saya pernah sekilas membaca
adanya ketidakpastian. Apakah
ketidakpastian dalam sistem MFI ini
termasuk stok? Karena kita ketahui juga
bahwa untuk sampah perkotaan banyak
terjumpai ilegal damping. Apakah ini
masuk kategori stok dengan
ketidakpastian? Kemudian apakah sebelum
membuatkan MFA kita harus pastekan dulu
dalam bentuk diagram sank? Kemudian yang
terakhir dalam pengambilan keputusan
dalam mendubong perencanaan
infrastruktur jangka panjang. Contohnya
akan ada PS
di TPA harus terpenuhi 1000 TPD. Apakah
kita bisa melakukan setting stok di TPA
sehingga flow yang lain juga akan
tersetting mengikuti kebutuhan di TPA?
I. Baik. Baik, terima kasih
pertanyaannya Bu Reni untuk yang pertama
ya terkait dengan ketidakpastian ya.
Jadi ketidakpastian ini nanti itu ee
berupa
berupa angka ee ini Bu ee plus minus
begitu. Jadi di stok di stok yang
dihitung nanti akan ada angka plus minus
ee sekian ton misalnya begitu dan itu
akan digenerate oleh ee aplikasinya
begitu ya. Jadi ketidakpastian itu
seperti standar ee range error ya yang
diterima oleh model tersebut. Misalnya
di dalam stok TPS dicatatkan di situ ee
100 ton per hari. amit-amit ya 100 ton
per hari misalnya. Nah, nanti ketika
kita sudah setting uncertainty,
ketidakpastian, dia akan auto
menambahkan plus minus misalnya Bu, plus
minus eh 1 ton per hari begitu ya. Jadi,
uncertainty itu adalah ketidakpastian
yang dipertimbangkan oleh modelnya.
Jadi, ya kalau enggak 99 ton ya 101 ton
deh gitu di stok tersebut seperti itu ya
terkait dengan ketidakpastian. Kemudian
yang kedua ee apakah perlu membuat
diagram sanki terlebih dahulu begitu ya
sebelum membuat MFA. Kalau menurut ee
saya
untuk membuat MFA tidak perlu membuat
diagram sanke terlebih dahulu begitu ya.
Karena diagram sanke ee tersebut hanya
memperlihatkan
ee flow-nya begitu Bu. Jadi dari 100%
sampah ke mana larinya seperti itu ya.
Tetapi kalau dari MFA misalnya tadi kita
membuat langsung sistem proses A B C
hubungannya seperti apa itu jauh lebih
membantu kita kalau menurut saya ya
dibandingkan membuat sanki. Tapi untuk
sanki diagram sendiri itu ee membantu
kita memvisualis
memvisualisasikan
saja sebetulnya seperti itu ya. Kemudian
yang ketiga dalam pengambilan keputusan
misalnya ada PS di TPA begitu ya, harus
ada 1000 ton per day yang ee dimasukkan
ke PS gitu ya.
Apakah kita bisa melakukan setting stok?
Nah, stok itu kita tidak bisa setting ya
Bu ya. Tetapi yang bisa kita lakukan
adalah misalnya tadi di dalam sistem TPA
ada flow masuk misalnya flow masuknya
1.00
ton ya ke dalam TPA. Nah, kita buat lagi
flow keluar, Bu, sebesar 1.000 ton per
day untuk PS, ya. Jadi, yang stok tadi
itu bukan hasil hitungan kita, tetapi
auto generate oleh eh aplikasinya
seperti itu, ya. Kalau hitungan-hitungan
mudahnya kita berarti kan ada selisih
tadi ya 500 ton per day yang akan
menjadi stok di dalam TPA seperti itu
ya. Begitu barangkali Bu Reni.
Baik, terima kasih Ibu Elbrida sudah
menjawab pertanyaan Ibu Reni. Pertanyaan
selanjutnya dari Bapak Jik Rudiono.
Satu, bagaimana perbedaan penggunaan
data MFA dan LCA digunakan dalam
perhitungan kebutuhan infrastruktur samp
atau fasilitas pengelolaan persampahan
baik skala lingkungan, skala kawasan,
dan skala kota. Baik untuk fasilitas
teknologi WTE 3R ataupun sanitary atau
control land. Kemudian selanjutnya
sejauh mana food loss dan food waste
yang dihasilkan dari SPPBG.
Program MBG akan memperlukan fasilitas
pengelolaan persampahan di tiap wilayah.
Baik, silakan
ya. Baik, terima kasih Pak Jatmiko untuk
pertanyaannya. Yang pertama perbedaan
penggunaan penggunaan data MFA dan juga
LCA. Begitu ya, Pak ya. Untuk data MFA
ee kita hanya dapat melihat
flow dan stok tadi begitu ya. Di mana
sampahnya tertimbun, di mana sampahnya
sangat besar flow-nya, begitu ya. Masuk
ke sistem apa nih yang akan sangat besar
flow-nya begitu. Jadi untuk ee
strategi-strategi atau follow up dari
MFA itu sendiri sifatnya masih ee
terkait dengan quantity dengan
kuantitasnya
seperti itu ya. Jadi misalnya yang tadi
ee
stok di dalam TPS ini besar sekali nih
begitu ya kita dapatkan dari MFA. Nah,
strategi yang dapat kita lakukan adalah
kita intervensi sistem sebelum TPS atau
setelah TPS-nya, ya. Kalau sebelum
TPS-nya artinya ada pengurangan sampah
untuk masuk ke TPS untuk mengurangi
stok. Tapi jika sistem setelah TPS apa
yang kita bisa lakukan gitu ya? Apa yang
kita bisa ee rumuskan kebijakannya?
Misalnya terkait dengan pengangkutan
nih. Oh, kita lihat ternyata
pengangkutannya tidak tidak cukup besar
untuk menanggulangi timbulan di TPS
sehingga ada stok begitu. Sehingga apa?
Keputusannya adalah terkait dengan ee
kuantitas begitu. Banyaknya
fasilitas-fasilitas yang perlu kita
tambahkan ya. Tapi terkait dengan LC
LCA, Pak, LCA itu bagaimana suatu sistem
menghasilkan impact begitu ya. Jadi tadi
ada TPS impact-nya seperti apa, kualitas
ya secara kualitas kualitas
lingkungannya kah terhadap emisi gas
buangnya terhadap lindi yang
dihasilkannya seperti itu ya. global
warming-nya tadi. Jadi, LCA kita bisa e
sederhanakan sebagai kita melihat
kualitas dari masing-masing sistem
tersebut seperti apa sehingga nanti
follow up-nya adalah ee yang
sifat-sifatnya ini efisiensi begitu ya.
Mau peningkatan teknologiah begitu atau
peningkatan ee apa fasilitas-fasilitas
untuk mengakomodir emisi tersebut.
Seperti itu ya. Itu pertanyaan yang
pertama.
Pertanyaan yang kedua, saya agak takut
[tertawa] terkait dengan MBG begitu ya.
Eh, food loss dan juga food waste yang
dihasilkan
akan mempengaruhi fasilitas pengolahan
persampahan di tiap wilayah. Tentu saja
ini sangat mempengaruhi begitu ya, Pak
ya. Ketika tadi kita lihat food loss dan
food waste itu garis batasnya di mana?
Ee terkait dengan distribusi begitu.
Artinya ketika bahan pangan itu
didistribusikan dengan cara yang tidak
baik, menghasilkan ada bahan-bahan
bahan-bahan yang ee busuk di perjalanan
begitu ya, itu juga berkontribusi
terhadap kuantitas sampah ya, food loss
tadi, food waste juga misalnya
saya kurang tahu juga ya kalau saya baca
di ee berita ada menu-menu favorit anak
misalnya begitu ya di satu hari
tertentu.
ada kuantitas food waste-nya sangat
banyak begitu dan itu pun akan
mempengaruhi fasilitas pengolahan
persampahan di tiap wilayah pastinya,
Pak. Ya, seperti itu ya.
Terima kasih sudah menjawab pertanyaan
dari Bapak Jatiko.
Kemudian pertanyaan selanjutnya dari
Mea, dari Ibu Meina Baban. Bagaimana MFA
untuk menghitung sampah organik di
tingkat RW dengan teknikopori
massal atau jumbo yang menghasilkan
kompos dan bagaimana menghitung
kapasitas sarana yang diperlukan untuk
bondisnya adalah mingguan dan banyak
sampah organik dari foods
ya. Baik baik. Luar biasa Bu Mei. Ini
berarti ini ya tadi sudah langsung satu
paragraf itu sudah mendeskripsikan ini
ya kebutuhannya. Berarti tadi
bonderisnya mingguan ya, temporalnya
mingguan, spasialnya ini tingkat RW
begitu ya. Dan bagaimana cara
menghitungnya ya ini cara menghitungnya
tetap tadi Bu ee harus
menghitung dulu timbulan yang dihasilkan
dari keseluruhan RW ya. Kalau misalnya
ini ee organik organic food loss berarti
yang sifatnya masih bahan bahan makanan
ya, bukan food waste ya, bahan makanan.
Nah, Ibu perlu mengembangkan dulu ini ya
ee atau berdiskusi dulu bersama
teman-teman gitu ya ee dari mana saja
food loss ini akan mungkin dihasilkan,
dari kegiatan apa saja, kemudian berapa
timbulan food loss per hari ya yang bisa
dihasilkan. Kemudian nanti
menyusun tadi Bu sistem-sistemnya.
Apakah si organik ini sebelum masuk ke
biopori atau ya ke biopori
ya? Ini langsung ke biopori saja ya
sebetulnya ya dan dibiarkan begitu saja
tidak ada pengambilan ya.
Ya, kalau ini Bu karena sistemnya sangat
kecil ya setelah setelah
sampah dihasilkan langsung masuk biopori
itu menjadi stok begitu ya.
Oh, kapasitas sarana yang diperlukan ya.
Kapasitas sarana yang diperlukan berarti
kita fokus kepada ee proses yang ada di
bioporinya begitu ya Bu ya. Seberapa
seberapa cepat penurunan sampah atau
proses dekomposisinya.
ya. Artinya nanti bisa melihat satu
biopori kapasitasnya seberapa besar
begitu ya dibandingkan dengan sampah
organik yang dihasilkan dalam satuan
hitungan mingguan atau bulanan
barangkali Bu ya agar proses
dekomposisinya sudah ee berjalan
maksimal ya. Jadi timbulan bulanan
berapa? Kemudian nanti
kapasitas bioperi yang direncanakan satu
lubangnya berapa ya nanti dibagi
timbulan total terhadap kapasitas satu
biopori nanti dapat dihasilkan ee berapa
gitu ya kebutuhan bioporinya. seperti
itu barangkali ya Bu Mei.
Baik, terima kasih Ibu Elfrida sudah
menjawab pertanyaan Ibu Mei. Selanjutnya
dari Ibu Tani,
saya baru-baru ini melakukan penelitian
jumlah kebocoran sampah yang terjadi di
beberapa kota dengan melakukan observasi
langsung door to. Intinya sampah yang
kami hitung dari sampel kami dan jumlah
yang masuk ke TPA tidak sama. Sehingga
menggunakan MFA ini bagaimana sistem
menangani material yang unaed
mau misalnya eh compositing rumah
tangga, pembakaran liar atau pengurangan
vol akibat biodegradasi. Kemudian kedua
terkait temporal dan spatial scopan
fasilitas baru TPS3R atau TPA atau
kompos bagaimana dampaknya terhadap
perubahan flow 3 tahun ke depan. Baik,
silakan Ibu
ya. Baik ee Mbak Fijriani ya. ini yang
saya tangkap. Jadi ee ada perbedaan dari
hasil timbulan sampah
ya, timbulan sampah di sumber dengan
jumlah yang masuk ke TPA ini ada
perbedaan begitu ya. Ee
kalau kalau pendapat saya begitu ya Bu
ya. Tentu pasti ada perbedaan memang ya
apa yang disumber dan apa yang
dihasilkan di TPA. Karena di perjalanan
sampah itu sendiri sebelum masuk ke TPA
dia akan melalui banyak sekali subsistem
tadi ya. Misalnya tadi ke TPS kemudian
ada pengurangan di ee bank sampah TPS3R
begitu ya. sehingga apa yang harus
dilakukan adalah tadi ibu perlu ee
melihat, mengobserve ataupun mewawancara
kepada masing-masing warga ataupun ke
dinas begitu ya, ada fasilitas
pengelolaan sampah apa saja yang ada di
kota tersebut begitu ya. Kemudian nanti
menggambarkan kembali seperti apa nih
dari sumber ke mana saja kemungkinannya
ya sampahnya. Kemudian juga ee bagaimana
sistem ee itu menangani material
unacounted flows, misalnya komposting
rumah tangga, pembakaran liar, atau
pengurangan volume akibat biodegradasi.
Ya, ketika kita melakukan sampling
timbulan sampah, Ibu ya ee itu kita
asumsikan,
kita mengabaikan mengabaikan ee
kebiasaan yang dilakukan begitu. Artinya
itu adalah timbulan sampah yang masuk ke
dalam sistem kita ya, yang masuk ke
dalam sistem kita. Di luar
beliau melakukan misalnya peyimpanan
sampah plastiknya di rumah misalnya ya,
melakukan daur ulang. Karena kan
sampling yang kita lakukan adalah
sampling
ee kenyataan ya, apa yang mereka lakukan
begitu. Artinya misalnya mereka
melakukan penyimpanan sampah plastik,
kesehariannya seperti itu ya, dilakukan
penyimpanan seperti itu. Jadi hasil
sampling itu adalah hasil sampah yang
masuk ke dalam sistem pengelolaan
sampah. Begitu ya. Kemudian pertanyaan
kedua, temporal dan spasial scop
misalnya ada pembangunan fasilitas baru
begitu ya dan dampaknya seperti apa ya
karena MFA ini sendiri ee pendekatannya
adalah kuantitatif ya Bu ya. Jadi ketika
ada penambahan fasilitas baru itu tetap
kita ee mengedit saja sebetulnya ya di
dalam sistem yang tadi ee TPS3R misalnya
ada penambahan ee unit begitu. Nanti
kita tinggal tambahkan saja di situ
berapa kapasitas yang dia bisa tampung,
berapa flow in yang akan masuk, berapa
flowout yang akan keluar seperti itu ya.
Baikh Bu sudah menjawab pertanyaan dari
Ibu Ficriani. Itu tadi pertanyaan Ibu
Fijrani sekaligus menjadi pertanyaan
penutup kita dari sesi tanya jawab pada
webinar hari ini. Baik, bagi Bapak Ibu
peserta yang pertanyaannya belum
terjawab, semoga lain waktu dan
kesempatan kita dapat bertemu kembali
sehingga pertanyaan Bapak Ibu dapat ee
terjawab. Baik Bapak Ibu, kita sudah
sampai di penghujung acara. Terima kasih
banyak atas partisipasinya yang aktif
sejak pagi tadi hingga menjelang tengah
hari ini. Seperti janji kami di awal
tadi, kami juga sudah mengantongi
nama-nama pemenang yang beruntung untuk
mendapatkan door price. Untuk Bapak Ibu
yang beruntung dipersilakan untuk
menghubungi admin kami melalui kontak
kontak WhatsApp setelah ee acara ini
berakhir. Baik, untuk penerima
doorpres-nya
yang pertama ada Bapak Hakul Yakin dari
Depok, kemudian Ibu Reni Marsida dari
Depok dan Ibu Ficriani dari Jakarta.
Baik, selamat ee kepada pemenang
Doorpres ee dan jangan lupa untuk
menghubungi admin WhatsApp kami ee
setelah acara ini berakhir.
Baik, kita telah sampai di penghujung
acara ya, Bapak, Ibu peserta webinar. Ee
puji syukur hari ini ee baik ee kita
sudah belajar banyak
mengenai materi MFA dalam sistem
pengelolaan sampah yang efisien dan
berkelanjutan yang telah disampaikan
oleh Ibu Ir. Elda Agustina ST, MT.
Terima kasih, Ibu. Banyak sekali ilmu
yang kita dapatkan pada ee saat
penyampaian materi dan ee saat tanya
jawab tadi. Semoga ilmu-ilmu tersebut
dapat bermanfaat. Lalu saya juga
mengucapkan terima kasih kepada Bapak
Dr. Ir. Hijrah Pamaputra, ST, selaku
founder dari Butik Daur Ulang Project B
Indonesia sekaligus jurusan ee sekaligus
sekretaris jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia yang sudah
hadir dan tadi memberikan sambutannya.
Dan juga tidak lupa saya ucapkan terima
kasih kepada panitia dan peserta yang
telah berkontribusi dan sangat antusias
selama webinar ini berlangsung. Sampai
ketemu lagi di webinar-webinar
selanjutnya yang tentunya
ee dengan tema-tema yang lebih menarik.
Akhir kata saya selaku MC sekaligus
moderator memohon maaf sebesar-besarnya
apabila selama memandu acara ini
terdapat kesalahan kata maupun
perbuatan. Saya Nuhia Maulidah pamit
diri. Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih Bapak Ibu semuanya. Terima
kasih Pak Hijrah, Pak, Mbak Nuha. Terima
kasih.
Terima kasih.
Sampai ketemu lagi Bapak Ibu semuanya.