Transcript
9ZNf8QpNYT0 • MFA DALAM SISTEM PENGELOLAAN PENGELOLAAN SAMPAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0132_9ZNf8QpNYT0.txt
Kind: captions Language: id Hari ini mengusung topik materialis MFA dalam sistem pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan yang akan disampaikan oleh Ibu Ir. Elda Agustina, ST,mt yang merupakan dosen rekayasa infrastruktur lingkungan ITB. Saya ucapkan selamat datang kepada Ibu Elfrida. Tak lupa salam hormat kepada Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnama Putra, ST,M selaku founder dari Petik Daur Ulan Project di Indonesia sekaligus sekretaris jurusan teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia. dan juga tidak lupa kepada Bapak Ibu peserta webinar pada hari yang berbahagia ini. Sebelum masuk ke materi webinar, saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat Zoom. Kemudian dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu untuk menonaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung supaya kita dapat mendengarkan materi yang disampaikan dengan jelas. Baik, seb selanjutnya sebelum kita masuk ke acara inti kita ee yaitu penyampaian materi akan ada sambutan dari Bapak Dr. Ir. Hijrahma Putra STME selaku founder dari BTIKDor Ulang Project B Indonesia sekaligus jurusan teknik eh sekaligus sekretaris jurusan teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia. Baik, langsung saja untuk Bapak Hijrah. Waktu dan tempat kami persilakan. Terima kasih Mbak Nuha. Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas ya. Ee bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Walhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah. Tentunya selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. Bapak, Ibu yang kami hormati selaku peserta dalam kegiatan webinar MFA ya dalam sistem pengolahan sampah yang ee efisien berkelanjutan gitu ya. Ee temanya sangat menarik hari ini dan mungkin sebagian ee penasaran karena apa ya MFA itu gitu atau sebagian Bapak Ibu yang sudah sangat familiar dengan MFA. kami dari jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia dan juga BTIK Daur Ulang Project B Indonesia ee menghadirkan ee material flow analisis ini sebagai usaha kita untuk belajar bersama. Karena kita melihat bahwa ada sebuah kepentingan besar ee MA ini harus hadir dalam berbagai macam aktivitas baik itu perencanaan maupun ee operasional begitu yang nantinya MFA ini menjadi salah satu evaluasi evaluator kemudian ee monitoring begitu ya. Kem juga sebagai langkah untuk pengambilan keputusan sehingga setiap aktivitas yang dilakukan dalam sistem pengolahan sampah mulai dari sumber kemudian di tengah proses di tengah sampai nanti proses di hilir gitu ya dapat diketahui secara jelas. Dalam bidang lingkungan mungkin material flow analisis ini dikenal sebagai ee mas balance gitu ya, terus kemudian neraca massa begitu. Dan kita kemarin sempat nyari-nyari kira-kira siapa ya yang tepat untuk menghadirkan materi ini dengan ringan, dengan santai, tapi tetap dapat di baik oleh Bapak Ibu. Ketemulah hari ini Mbak Elprida ee sahabat saya. Walaupun masih sangat mud tapi pengalaman beliau terutama dalam aktivitas penelitian, publikasi yang sangat banyak dan salah satunya saya sangat menarik setiap yang beliau hasilkan selalu menampilkan MFA ini dengan tampilan yang menarik dengan analisis yang kuat sehingga ee ee jadi terutama enak untuk dibaca dan juga ee menampilkan data yang menarik dan pastinya menghasilkan suatu mungkin kebijakan yang juga lebih mudah untuk diambil. I terima kasih Mbak Elfrida sudah berpoti di hari Sabtu yang seharusnya bersama keluarga untuk istirahat tapi ee berkenan untuk hadir dan berbagi kepada Bapak Ibu semuanya dan Bapak Ibu ee juga terima kasih atas semangatnya yang luar biasa untuk belajar bersama agenda 2 mingguan yang butik Daur ulang Project B Indonesia dan mudah-mudahan terus bisa membersamai dan teman Teman-teman eh Project B dan jurusan Teknik Lingkungan juga istikam melaksanakan ee program dua mingguan yang ee sudah rutin dilakukan sejak tahun 2020. Ya, ee mungkin tidak lama-lama karena saya juga ingin menikmati materi kita pada kesempatan hari ini. Kita langsung saja mulai dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim. webinar material flow analisis ee dalam sistem pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan pada Sabtu 29 2025 resmi kita mulai dan mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semuanya. Terima kasih Mbak El, terima kasih Bapak Ibu semuanya, terima kasih panitia yang selalu men-support aktivitas-aktivitas yang dilakukan selama ini oleh kita bersama. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berkelanjutan dan bermanfaat bagi kita semuanya. Mungkin itu saja dari saya, mohon maaf jika banyak kekurangan. Wabillahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kepada Bapak Ira yang telah memberikan sambutannya sekaligus membuka acara webinar pada pagi hari ini. Bapak, Ibu peserta webinar, ee kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project di Indonesia. Jika semisal selama acara webinar berlangsung ee ada Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti webinar melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Selanjutnya seperti biasa hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam doorpress spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung. Dopres ini diberikan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan terbaik dan story Instagram terunik. Jadi untuk ee acara eh untuk ee doorpress-nya akan kami wujud kami umumkan di akhir acara nanti. Sedangkan untuk pemenang story Instagram akan kami hubungi langsung melalui DM Instagram. Untuk story Instagram, Bapak, Ibu dapat membuat story Instagram semik semenarik mungkin dan juga jangan lupa tag Instagram kami di @projectonesia. Tak berlama-lama lagi, kita akan langsung lanjut ke acara inti, yaitu penyampaian materi. Namun sebelum itu, mari kita lihat terlebih dahulu CV dari pemateri kita berikut ini. [musik] Baik, itu tadi sekilas mengenai pemateri kita hari ini yaitu Ibu Ir. Elida Agustina Stmt. Jika Ibu Elfrida sudah siap, mungkin bisa langsung untuk penyampaian materinya sampai pukul 10.30. Tanpa berlama-lama lagi waktu dan tempat kami persilakan. Baik, terima kasih banyak Mbak Nuha. Pak Hijrah juga tadi ya sudah membuka. Baik, pertama-tama selamat pagi menuju siang ya kepada Bapak Ibu sekalian peserta webinar. Ee sebelum kita memulai ya Bapak Ibu, saya mau mencoba melihat terlebih dahulu ya statistik yang ada atau kita mau lihat dulu profiling dulu ya peserta-peserta yang hadir saat ini supaya nanti kita diskusinya bisa terarah begitu ya Bapak Ibu ya. Mohon dapat ee scan barcode berikut ya. Nanti di sini kita bisa melihat bersama-sama ee apa sebetulnya sudut pandang-sudut pandang gitu ya yang mungkin Bapak Ibu peserta ee miliki saat ini supaya nanti dapat berkembang di ee sesi presentasi ya, sesi diskusinya. Oke, 1 menit lagi ya. Saya tunggu di sini sudah bergabung 30 30 peserta ya. Jika ada yang kesulitan Bapak Ibu boleh ya diinfokan di sini. Memang tampilan di layarnya belum ada pertanyaan apapun ya Bapak Ibu. Nanti kita akan menjawab bersama-sama ketika saya ganti slide-nya ya. Jadi jangan khawatir kalau misalnya tidak terlihat apapun di layarnya. Ya, di sini sudah 40 yang bergabung. 30 detik lagi. [tertawa] Kita tunggu ya. Oke. Baik, terima kasih. Ini sudah memberikan ini juga ya reaction. Baik, kita mulai ya Bapak Ibu. Ini pertanyaan yang pertama ya. pekerjaan Bapak, Bapak, Ibu peserta webinar ya mungkin bisa diisikan, diketikkan ya pegawai, pegawai apa swasta atau negeri misalnya dosen, mahasiswa, mungkin pengusaha juga ya. Nah, di sini dapat dilihat Bapak Ibu makin besar tulisannya ini makin banyak yang menuliskan pekerjaan tersebut begitu ya. berarti banyak didominasi oleh dosen, mahasiswa ya. Di sini ada konsultan juga lumayan banyak pegawai pegawai swasta ya, ada SN juga ya. Oke, ini didominasi dosen dosen juga ya, Bapak Ibu dosen, kolega-kolega saya. Izin ya, saya juga ee berdiskusi, sharing bersama ya di sini ya. mahasiswa S3 di sini juga ada ya, PES graduate. Baik, ya. Ini kurang lebih ya gambaran profile peserta webinar hari ini. Baik, berikutnya seberapa familiar Bapak Ibu dengan konsep material flow analysis? Apakah tidak familiar sama sekali atau familiar nih tapi belum memahami sepenuhnya begitu ya atau juga familiar dan telah memahami misalnya sudah pernah mengikuti training atau melakukan ee riset kerja sama begitu ya terkait dengan MFA ini ya. Di sini didominasi dengan yang sudah familiar tapi belum memahami secara utuh ya barangkali Bapak Ibu. Baik, berikutnya ini izin saya menanyakan ya Bapak Ibu karena ee akan ada satu bahasan, satu bagian saya membahas terkait hubungan MFA dengan LCA gitu ya. Tapi saya izin mau lihat dulu ee seperti apa pemahamannya dari peserta webinar supaya nanti ee penjelasan saya juga dapat mengikuti begitu ya. Seberapa familiar Bapak, Ibu terkait dengan LCA, life cycle assessment? Ya, di sini berarti banyak didominasi oleh yang ee tidak familiar dan sudah familiar tapi belum memahami secara utuh begitu ya. Jadi, nanti saya coba ee adjust juga kata-katanya supaya lebih ee ringan begitu ya terkait dengan pembahasan LCA. Baik, berikutnya Bapak Ibu, apa frasa dua sampai 3 kata yang menggambarkan pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan menurut Bapak Ibu? Dua sampai tiga kata itu berupa frasa ya, misalnya pengol pengolahan yang murah misalnya ya atau tepat guna misalnya ya. Apa menurut Bapak Ibu zero ways? Heeh. ekonomi sular lingkungan hijau ya wajib dipilah. Baik ya. 3R dan composting efisiensi pengelolaan ya di sini sangat ee beragam ya Bapak Ibu berarti ya. Lingkungan hijau tadi konsisten dalam pilah SAM dalam pilah sampah gitu ya. Alokasi anggaran ya. Ya. 7R ini lebih advance lagi ya. Baik. Responsible ya. Pemanfaatan kembali baik fokus organik, konversi sampah begitu ya. Baik. Tapi ini yang mendominasi terkait dengan zero lingkungan hijau circular ekonomi. Itu tiga keywords yang muncul ya dari peserta webinar hari ini. Baik, ini pertanyaan terakhir Bapak Ibu. ekspektasi dari mengikuti kegiatan hari ini. Singkat saja ya, Bapak, Ibu. Mungkin dua tiga kata dari kegiatan kita hari ini, Bapak, Ibu ekspektasinya mendapatkan informasi apa begitu ya atau mendapatkan ee hal baru apa gitu menjadi paham, implementasi begitu ya. Perubahan perilaku. Heeh. 3R menambah ilmu pengetahuan bisa paham tentang sampah bernilai ekonomi ya dapat solusi baik dapat membuat MFA pengelolaan sampah kenal Bu Elprida. Halo, siapa itu? Dapat info mendalam tentang MFA ya. Solusi untuk masyarakat pesisir ini cukup spesifik ya Bapak Ibu. Heeh. Heeh. Baik, awareness MFA pengalaman dari profesional baik bisa merencanakan MFA perkotaan. Baik, terima kasih Bapak Ibu ya. Di sini saya sudah kurang lebih ee paham gitu ya profiling peserta webinar hari ini. Mudah-mudahan nanti kita sesi diskusinya nanti bisa lebih ee terarah begitu ya. Baik, kita akan mulai ini presentasi saya ya. Apakah sudah terlihat? Bapak, Ibu sudah terlihat. Sudah, ya. Baik, ya. Kita akan membahas terkait MFA dalam sistem pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan. Ya, saya El Frida Agustina biasa dipanggil L gitu ya. Saya dosen di Prodi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan FTSL ITB. Saya juga mengucapkan terima kasih sudah diundang begitu ya oleh sahabat saya Pak Hijrah dan juga ada Pak Yebi juga ada rekan-rekan lain di dosen UII yang saya juga ee sudah kenal baik dan sudah kenal lama gitu ya. Terima kasih banyak. Ee ini tadi riwayat pendidikan saya begitu ya ee seluruhnya di ITB eh tidak bosan-bosan begitu dan ini minat penelitian dan pengabdian masyarakat saya terkait dengan model spasial dan machine learning dalam pengelolaan sampah. Ini adalah topik disertasi saya Bapak Ibu. Sekarang saya sedang S3 gitu ya, tahun akhir eh S3. Kemudian digitalization in environment sustainability. ini juga nanti akan saya bahas di bagian paling akhir Bapak Ibu di mana di sini saya mendapatkan kesempatan juga ada ee join research bersama institusi di Jerman begitu terkait dengan digitalization in waste management begitu ya. Kemudian minat penelitian saya juga di material flow analysis, desain landfill, dan juga waste to energy. Ya, outline dari diskusi kita hari ini, saya ingin mencoba ee di awal begitu ya mengedepankan terlebih dahulu isu global permasalahan sampah. Barangkali sudah pernah banyak dibahas juga, tetapi ini saya coba menunjukkan di skala global itu seperti apa begitu ya. Kemudian yang kedua, pengantar MFA itu sendiri. Ketiga, prinsip dan konsep dasar MFA. Keempat, bagaimana kita cara mengumpulkan data begitu ya untuk kemudian menyusun model MFA tersebut ya. Dan di bagian terakhir kita akan melihat pemanfaatan MFA-nya ya. bagaimana MFA digunakan untuk ee menjadi pertimbangan pengambilan-pengambilan keputusan seperti itu atau juga melihat secara utuh permasalahan sampah kita. Seperti itu ya. Saya akan mulai terkait isu global permasalahan sampah Bapak, Ibu. Walaupun di sini ee saya masukkan gitu hasil-hasil studi-studi atau report-report yang terlihat mungkin cukup berat tapi saya akan coba ee sederhanakan. ee penjelasannya seperti itu ya. Ini isu global permasalahan sampah ada terkait SDGs, global warming, marine plastik, resource car city, food waste begitu ya. Ada food energy, water nexus, ada COVID pandemic ya. Saya akan bahas eh sebagiannya begitu ya. ini terkait dengan SDGs. Pasti familiar ya Bapak Ibu terkait dengan SDGs ada 17 tujuan ee atau bahasa sederhananya 17 hal untuk manusia dianggap hidup dengan layak begitu ya. Ini tujuan skala global. Nah, di mana ketika kita lihat satu persatu gitu ya, ketika dibreakdown 17 tujuan ini, 10 dari 17 itu dapat kita capai jika kita dapat mengelola sampah kita. Begitu ya. Pengelolaan sampah yang baik merupakan titik masuk yang ideal untuk tindakan di tingkat lokal maupun nasional ya. Jadi walaupun terlihatnya oh masalah sampah aja nih gampanglah itu gitu ya. Tidak terlalu berpengaruh terhadap kehidupan kita. Tetapi ternyata 10 dari 17 standar kehidupan manusia begitu ya itu juga dikontribusikan oleh pengelolaan sampah yang baik ya. Kemudian ini yang kedua global warming eh terkait dengan CO2 yang dirilis ya diemisikan oleh hasil pengelolaan sampah yang tidak sesuai begitu ya. ada 1,6 gig emisi setara CO2 ini berasal dari limbah padat di mana itu menyumbang 5 sampai 10% total emisi global gitu ya. Itu dihasilkan dari aktivitas pembakaran sampah secara terbuka, pembuangan sampah open damping begitu ya ataupun dari sampah yang tidak dikelola. Kemudian itu semua sampah-sampah yang tidak terkelola dengan baik dikontribusikan atau dihasilkan dari negara berpenghasilan rendah dan menengah ya sebesar 20 sampai 40% kontributor negaranya itu adalah berpenghasilan rendah dan juga menengah. Ya, itu terkait dengan global warming. Kemudian terkait dengan marine plastik ini juga banyak sekali ya prestasi-prestasi Indonesia luar biasa di riset-riset skala global internasional begitu. Bagaimana kita merupakan kontribus kontributor terbesar sampah plastik ke laut begitu ya. Ini 80%-nya ternyata berasal dari sampah kota yang tidak dikelola ya. 60%-nya berasal dari sampah yang tidak terangkut dan 20% berasal dari TPA. Ya, ternyata sampah kita yang sudah masuk TPA pun itu bisa terbawa ya oleh run off, oleh angin begitu ke badan-badan air dan akhirnya ke laut begitu ya. Jadi ketika kita sudah merasa aman, oh sampah saya sih di kota saya sudah saya bawa ke landfil nih semuanya begitu ya. tetapi dengan pengelolaan sampah yang belum maksimal di TPA itu sendiri itu juga dapat berkontribusi terhadap 20% marine plastik seperti itu ya. Kemudian ini ada isu juga yang menarik Bapak Ibu terkait dengan food loss and food waste begitu. Kehilangan makanan dan juga sampah makanan ya. Di sini dapat dilihat di ee grafiknya begitu ya. Ada batas di mana food waste itu dihasilkan ketika proses distribusi sudah berjalan begitu ya. Jadi setelah distribusi atau juga sudah ee sisa habis konsumsi kita itu dikelompokkan sebagai food waste. Tetapi sebelum distribusi itu dikategorikan sebagai food loss, kehilangan makanan. Dari proses apa? Dari proses penanamannya ataupun panennya begitu ya. Ataupun proses pasca panennya begitu. Dan ada penelitian yang mengemukakan bahwa ini ironi sekali ya Bapak Ibu. Di satu bagian dunia food waste dan food loss itu dihasilkan sangat-sangat banyak di mana makanan itu banyak sekali terbuang-buang begitu ya akibat pola hidup kita ya. Tetapi di negara bagian lain, di bagian dunia lain itu berkekurangan makanan ya. Dan hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa jika food waste dan food loss dari satu bagian negara ini, satu bagian dunia ini dikumpulkan itu sebenarnya mampu untuk memberi makan sampai kenyang begitu. Orang-orang yang tidak memiliki makanan di belahan dunia lain seperti itu ya. Itu sungguh ironi sebetulnya untuk kita semua ya. ini bagaimana food loss dan juga food waste juga memberikan kontribusi tadi ya emission emisi ee gas rumah kaca juga seperti itu ya. Kemudian isu juga yang di skala global setelah pandemi itu terbentuk pola-pola kehidupan masyarakat yang berbeda juga begitu ya. di mana adanya berbelanja online ya, perilaku berbelanja online dan juga penggunaan masker-masker medis itu juga masih banyak digunakan sampai saat ini begitu ya. Dan itu timbulan sampah yang diakibatkan sampah medis ataupun sampah plastik dari aktivitas berbelanja online tersebut begitu ya. Itu meningkat tajam di era pandemi Covid ya. itu masalah-masalah yang global ya di seluruh belahan dunia juga mengalami permasalahan-permasalahan tersebut begitu ya. Nah, ini adalah satu quotes yang melatar belakangi juga terkait dengan MFA ya. bagaimana. Saya juga akhirnya paham kenapa sih kita butuh tahu MFA, kenapa kita butuh tahu tadi isu-isu tadi ya, isu-isu skala global tadi, kenapa kita perlu tahu angka-angka tersebut begitu untuk apa ya quotes dari Peter Drucker mengatakan bahwa you cannot manage what you don't measure. Kita tidak bisa me-manage apapun yang tidak bisa kita ukur. Begitu. Itulah mengapa tadi yang saya kemukakan di depan itu kan semuanya ada data-datanya ya, Bapak, Ibu. Ada angka-angkanya. Berapa gigaton rilis begitu, berapa persen kontribusi dari sebuah negara begitu ya. Kita harus ukur mau enggak mau kita harus ukur untuk dapat me-manage masalah tersebut. Begitu ya. Nah, bagaimana pengukuran itu dilakukan di negara kita begitu ya. bagaimana data itu ditampilkan atau disediakan di negara kita. Kita bisa melihat ini hasil-hasil eh compiling data begitu ya di SIPSN, sistem informasi e pengelolaan sampah nasional. Begitu kita mendapatkan informasi-informasi begini begitu ya. Timbulan sampahnya berapa, pengurangan sampahnya berapa persen begitu ya. penanganan sampahnya berapa persen, sampah terkelolanya berapa persen, sampah tidak terkelola berapa persen. Ya, kita setelah baca ini kita masih cukup merenung ya sebetulnya Bapak, Ibu. Oh, apalagi nih insight yang bisa kita dapat begitu ketika kita membaca data ini ya. Berikutnya juga ada data komposisi sampah. Oh, ini skala nasional seperti ini gitu ya. Didominasi oleh sampah sisa makanan. 40% secara nasional. Di Jawa beda lagi polanya begitu ya. Sisa makanannya ee ini lumayan mirip ya, lumayan mirip sampai sisa makanan. Tetapi di Bali dan Papua ini sudah berbeda lagi. Begitu ya. Bagaimana kita mencoba membandingkan nih antara Jawa Barat, Bali, Papua, nasional ini kita agak bingung gitu ya, bagaimana kita membandingkannya supaya Apple to Apple begitu. Ini juga ada tersedia fasilitas pengurangan sampah, distribusinya seperti ini gitu ya. fasilitas pengurangan sampah, bank sampah, komposting ini sudah disediakan di SIPSN tersebut ya. Tetapi ternyata Bapak Ibu data saja tidak cukup ya. Data tersebut harus bunyi. Data tersebut harus memberikan kita informasi ya. Ketika kita melihat data-data yang tersedia di SN masih bergejolak ya di kepala kita barangkali. Oh, terus gimana? terus harus apa gitu ya. Terus gimana kita bisa baca data ini mendapatkan informasi dari data-data ini seperti apa caranya gitu ya. Balik lagi tadi kita tidak bisa me-manage apa yang tidak kita ukur. Setelah kita ukur pun bahkan kita perlu mendapatkan informasi dari situ ya. Salah satu approach-nya, salah satu eh metodenya untuk dapat kita mendapatkan informasi dari data-data yang kita punya adalah menyusun sebuah material flow analysis, gitu ya. Apa itu material flow analysis? MFA adalah sebuah sebuah metode yang sistematis untuk mengidentifikasi, menghitung, memetakan aliran ya aliran sampah serta penyimpanan atau stok ya stok sampah dalam sebuah sistem dan dalam periode waktu tertentu. Ya, ini banyak sekali keywords-nya di sini Bapak Ibu. Kita fokus satu-satu ya. Ada aliran ya. Aliran ini yang biasanya ada terus, dihasilkan terus, tergenerate terus setiap hari. Begitu ya. Sampah rumah tangga, sampah dari rumah saya, sampah dari kantor saya, sampah dari sekolah saya itu tergenerate terus. Ada timbulannya setiap hari. Itu disebut flow-nya. Begitu. Kemudian apa itu stok gitu ya. Ini prinsipnya mirip seperti ee gudang gitu ya. Ketika kita memiliki barang baru, ya ada barang yang perlu kita simpan di gudang gitu. Tapi kalau gudang kita kepenuhan juga kita keluarkan barang lainnya dari gudang tersebut ya supaya dia tetap terjaga gitu ya stoknya. Jadi kalau saya bisa berikan ilustrasinya, stok itu adalah seperti gudang atau sebuah fenomena gitu ya yang kelihatannya sampah tersebut bisa menumpuk di sebuah sistem. Contohnya apa? Contohnya misalnya TPS ya, Bapak Ibu. Kita bisa lihat TPS yang barangkali tidak 100% bisa langsung diangkut ke TPA. Di situ masih ada selisih ya, masih ada selisih di mana sampahnya menumpuk menjadi stok dalam 1 hari. Misalnya ada selisih satu kuintal tidak bisa terangkut. Ya, keesokannya lagi ada satu kuintal lagi tidak bisa terangkut. Nanti dia akumulatif bisa menjadi sebuah stok di situ ya. Sama halnya misalnya di pembuangan sampah ilegal begitu. dia enggak ke mana-mana sampahnya Bapak Ibu, tapi menumpuk di situ menjadi sebuah stok ya. Kemudian dalam suatu sistem selama periode waktu tertentu artinya apa? Artinya kita perlu mendefinisikan sistemnya itu batasannya apa, begitu. Kemudian periode waktu tertentunya juga kita perlu definisikan ya. Nanti kita akan bahas ee lebih banyak di bawah begitu. MFA digunakan untuk memahami bagaimana material diproduksi, dikonsumsi, dibuang, diretur, didaur ulang, atau menjadi emisi ke lingkungan. Ya, fun fact-nya Bapak, Ibu, fun fact-nya MFA ini juga banyak digunakan oleh orang mesin ya di dalam pabrik mereka. Bagaimana ee proses mesin permesin begitu ya, ada material yang masuk di dalamnya, keluar masuk itu mirip begitu. Jadi konsep MFA pengelolaan sampah itu juga dapat kita sederhanakan gitu ya menjadi satu lingkup atau satu sistem yang kecil di dalam suatu pabrik gitu misalnya ya seperti itu. Dalam konteks pengelolaan sampah berkelanjutan MFA dapat menjadi alat analitik penting untuk yang pertama mengidentifikasi sumber utama timbulan sampah begitu ya. Kemudian menilai efektivitas intervensi 3R, 7R bahkan tadi ya. Kemudian merancang sistem pengelolaan sampah yang efisien dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis dengan bukti gitu. Karena kita banyak meng-compile data-data di dalamnya ya. Prinsip dan konsep dasar MFA itu apa? Itu sebetulnya sangat sederhana gitu ya. Prinsipnya adalah hukum kekekalan massa bahwa tidak ada sampah yang tiba-tiba hilang begitu saja. Begitu ya. Ketika sampah masuk ke dalam sistem pengelolaan sampah, dia jika tidak maju ke sebuah sistem, masuk ke sebuah sistem pengangkutan atau ke landfill berikutnya begitu ya dalam bentuk yang sama atau dia sudah berpindah fasa, berpindah bentuk begitu ya misalnya dalam pembakaran begitu ya atau dia ke sungai begitu ya. Tetapi itu semuanya massanya harus diperhitungkan ya. Jadi kita harus meninjau keseluruhan sampah kita ini ke mana aja dan menjadi apa. Begitu di konsep MFA di mana seluruh input dalam sistem harus sama dengan output ditambah dengan perubahan stok. Ya, ini sampah yang dihasilkan setiap harinya masuk ke dalam sistem pengelolaan sampah begitu ya. tadi ada stok-stok tadi Bapak Ibu, ada TPS, TPS, ada landfill, landfill begitu ya. Nah, kemudian ada output di sini ya. Outputnya ini apa? Outputnya bisa berupa sisa dari sistem tersebut, sampah-sampah yang tidak terkelola dengan baik. Begitu ya. Artinya di sini stok-stok yang ada kita perlu lihat juga gitu. Apakah dia bergerak, apakah dia berkurang? Ya, misalnya contohnya ada penimbunan atau tumpukan sampah di sungai ya, menuju ke muara sungai itu dianggap sebagai stok. Tetapi misalnya ada Pandawara masuk gitu ya, ada LSM lain masuk untuk mengurangi sampah-sampah di dalam stok tersebut, di dalam muara tersebut ya itu ada perubahan stok yang terjadi di dalamnya ya. Artinya nanti unmanage plastic waste misalnya sampah yang tidak terkelola ini output-nya akan menjadi berkurang karena stoknya pun berkurang seperti itu ya. Jadi kita memperhatikan dengan penuh keseluruhan sistem dan juga bagaimana stok-stok yang ada itu berubah atau tidak begitu ya. Itu prinsip dan konsep dasar MFA-nya ya. kita perlu memahami terlebih dahulu juga terkait dengan istilah dalam material flow analysis ya. Ada istilah namanya barang atau good gitu ya. Itu adalah barang-barang yang bernilai ekonomi baik positif ataupun negatif. Ini juga kita perlu tinjau di dalam MFA ya. Misalnya apa? Misalnya sampah plastik bernilai jual, kompos, residu, begitu ya. Yang butuh biaya penanganan. Ada juga yang kedua istilahnya adalah material ya. Materialnya itu seperti komposisi sampah ya. Ada sampah organik, plastik, logam, kertas seperti itu. Nanti kita bisa misalnya 1 MFA kita breakdown menjadi sampah-sampah organik, flow-nya ke mana, plastik ke mana, logam ke mana, itu bisa. ataupun kita membuat MFA yang berbeda-beda. Jadi, ada satu MFA khusus organik, satu MFA khusus plastik, begitu ya. Itu adalah material yang ditinjau. Kemudian proses ini ya, proses itu yang digambarkan tadi yang kotak-kotak ya, Bapak, Ibu. Eh, belum digambarkan ya, di bawah nanti. Dia bentuknya kotak. Artinya dia menandakan apa proses yang terjadi di situ ya. Kegiatan apa? kegiatan pemilahan kah, pengangkutanah, komposting kah, begitu ya. Kemudian tadi ada istilah stok akumulasi material dalam suatu proses ya. Ini contohnya timbunan di TPA, sampah yang masih tersimpan di rumah, sampah organik dalam komposter itu juga kan stok ya Bapak, Ibu. Kemudian flow ini ya yang terus dihasilkan yang sifatnya dia dinamik tiap hari ada begitu ya. Kemudian ada fls. Flaks itu aliran per unit ya. Ini timbulan per kapita misalnya kita familiar ya. Kemudian ada transfer koefisien. Ini biasanya bentuk penyederhanaan juga ya Bapak Ibu. Kita di MFA biasanya juga ada asumsi berapa persen ke ee TPA, berapa persen diangkut, berapa persen hilang di pemilahan seperti itu ya. Itu TC. Nanti kalau kita lihat di bawah contohnya ya. Nah, ini adalah contoh dari ee MFA ya, Bapak, Ibu. Contoh dari MFA. Nah, dapat kita lihat di sini ini adalah arah aliran sampah ya, PWG ini PWG primary waste generation, sampah yang dihasilkan. Begitu ya di sini PWG. Kita bisa lihat juga di sini penuh dengan ini ya panah garis panah ya Bapak Ibu itu menunjukkan arah alirannya ke mana ya. Tapi kita bisa lihat juga di sini ada ketebalan di sini ya. Ketebalan ini menunjukkan kuantitasnya. Semakin tebal dia semakin banyak kuantitasnya. semakin mewakilkan data tersebut adalah data yang kuantitasnya besar begitu ya. Ini bisa dilihat di sini lebih tipis begitu ya. 158 rib ton ya di sini ini lebih tipis garisnya daripada yang 421.000 ya. Nah di sini kotak-kotak ini tadi Bapak Ibu ini adalah si prosesnya tadi ya. Sistemnya apa saja? sistem pengelolaan sampah di kota Bapak, Ibu itu apa saja? Misalnya di sini dia menyatakan dulu ini total sampah yang masuk begitu ya. Kemudian ini ada PWC. Ini agak sulit ya Bapak Ibu karena disingkat-singkat. PWC di sini adalah municipal solid waste managed by private waste collector gitu ya. ada yang dikelola oleh private, kemudian ini ada recycling begitu ya. Ada juga open dumping di sini ya. Jadi ini dipetakkan terlebih dahulu satu persatu proses di dalam sistem pengelolaan sampah Bapak Ibu ya. Nah, flow-nya tadi di mana Bu gitu. Flow-nya tadi ini Bapak Ibu ya. Jadi ini yang tiap hari atau dalam satuan tertentu entah bulan, entah tahun begitu ya. ini yang berjalan ya, yang masuk ke dalam sistem berikutnya. Stok tadi Bapak, Ibu, stok tadi itu akan tertempel di sini berupa kotak kecil ya. Jadi open dumping ini, open dumping ini dia menghasilkan atau mendapatkan flow setiap hari misalnya di sini ya, tetapi dia juga menjadi sebuah stok ya. Nah, di open dumping ini sendiri juga ada aliran keluar Bapak, Ibu ya. Aliran keluarnya ini dari aktivitas apa? Formal solid waste disposal site. Begitu. Jadi, kalau di studi kasus ini ada yang TPA-nya open dumping, ada juga yang formal solid waste disposal site begitu ya. Ini barangkali yang eh sanitary landfill-nya seperti itu ya. Jadi dengan keterbatasan mereka di sanitary landfil-nya ada yang masih dikelola secara open damping tapi mereka juga mengusahakan di sini ya ada sampah di open dumping ini yang terus diangkut ke sanitary landfel ke sini begitu ya. Jadi ketika kita melihat 1 MFA ini Bapak Ibu, kita langsung dapat melihat oh aliran terbesar tuh ke mana ya? Begitu dengan simply kita bisa lihat ketebalan garisnya ya. Kemudian hal yang penting juga adalah kita bisa lihat mana stok-stok yang besar begitu. Di mana nih berakhirnya sampah-sampah ini yang akhirnya ber tertumpuk ya. Oh, tertumpuknya ini besar sekali gitu ya di eh formal solid waste disposal side begitu. Di open dumping juga ada yang tertumpuk nih ribuan ton begitu ya. Ini add source burning and buying gitu. Ada yang pembakaran dan juga penguburan sampahnya begitu ya. Ini kita dapat melihat ee secara objektif begitu ya. langsung terlihat begitu. Nah, ini apa nih Bu L gitu ya? Kok ada yang di luar garis titik-titik ini yang masuk ke dalam sini ya. Ini dapat kita lihat Bapak Ibu ada WE namanya waste exchange with areas outside system boundary. Ya, misalnya sistem boundary kita ini adalah kota Yogyakarta misalnya ya di tempat Pak Hijrah Pak Yebi dan kawan-kawan UII gitu ya. Nah, kita perlu melihat juga bagaimana interaksi kota Yogyakarta ini dengan area-area sekitarnya ya. Apakah ada sampah masuk ke Yogyakarta untuk diycling ya atau apakah ada sampah keluar dari Yogyakarta ke daerah lain untuk ee dijual lagi kah begitu ya atau misalnya memasukkan sampah ke TPA regional di luar area Yogyakarta begitu ya. ini perlu juga dilihat, ditinjau begitu ya. Bukan hanya di sistem kita, di kota kita, tetapi bagaimana hubungannya dengan kota-kota sekitarnya begitu ya. Ini juga sama ada nih yang keluar begitu ya, ada sampah-sampah yang ee keluar dari sistem boundary kita, dari wilayah studi kita ya. Nah, nantinya kita dapat memperoleh informasi ini Bapak, Ibu, ada import sampah sebanyak apa nih? ya, ton per annual, ton per tahun begitu ya. Ada stok yang menjadi stok yang terendapkan sampah Bapak Ibu di dalam kota itu seberapa banyak. Kemudian yang diekspor yang dikeluarkan dari kota Bapak, Ibu seberapa banyak? Ya, seperti itu gambarannya. Nah, kemudian kita juga sering melihat ya ini ada sangki diagram begitu namanya ya. Tetapi Bapak Ibu, sangki diagram ini merupakan mass balance, masih dalam tahap mass balance, belum bisa kita sebut dia sebagai material flow analysis, ya. Karena apa? Karena tadi dia tidak dapat menjelaskan bagaimana stock dan flow itu berjalan seperti itu ya. Tetapi hanya ee kita dapat melihat alirannya seperti apa ya. aliran sampah itu ke mana, persentasenya seberapa besar, itu kita bisa lihat di sini. Tetapi kita tidak bisa melihat tadi yang flow dan stoknya ya. Dan sistem bounderis-nya juga tadi tidak terlihat di sini untuk sanke diagram ya. Jadi untuk menyederhanakan begitu ya, Sanky diagram itu merupakan alat visualisasi. Betul Bapak Ibu. Untuk dapat kita memudahkan melihat dari 100% sampah yang saya hasilkan ke mana saja dia larinya sampahnya. Begitu ya. Sementara MFA adalah metode analisis ya. Kemudian sanke diagram tadi menunjukkan arah alirannya ke mana. Tetapi MFA kita melakukan ada verifikasi mas balance namanya. Nanti kita lihat di bawah begitu ya. Ada juga hal penting terkait dengan menentukan stok dan delta stok, perubahan stok yang terjadi di area kita seperti itu ya. Jadi ini sekilas terkait dengan sank diagram. Tapi prinsip yang sama Bapak Ibu di sini dapat dilihat ketebalan dari sanki diagram ini dari garis-garis flow-nya itu juga menjadi prinsip gitu ya di MFA ini tadi ya garisnya semakin tebal itu semakin ee besar kuantitasnya ya seperti itu. Nah, bagaimana menyusun model MFA ya ini ada lima lima tahapan Bapak Ibu. Yang pertama definisikan sistem boundaries. Kedua, definisikan temporal dan spatial scop. Temporal itu waktu, periode. Spasial itu lokasi, begitu ya. Kemudian pengumpulan data, melakukan pengumpulan data, kemudian menyusun mass balance-nya. Kemudian menyusun material flow analysis-nya. Ya, kita mau lihat satu persatu ya. mendefinisikan sistem boundaries begitu ya. Sistem boundaries ini yang tadi Bapak Ibu titik-titik tadi yang mau kita tinjau di mana di sini ada dilihat ya yang abu-abu muda surrounding area gitu ya. ini area sekitarnya. Kita perlu putuskan dulu Bapak Ibu di awal lingkup kita mau sampai mana ya. Apakah skala kelurahan itu tidak masalah juga untuk mdefine mendefinisikan sistem boundaries kita, batasan sistem kita, ya. Apakah mau kita mulai dari RT? Boleh, kelurahan boleh ya sampai satu pulau misalnya, satu provinsi itu boleh. Kita perlu state dulu di awal ya. Jadi sistem bondaris kita apa begitu. Kemudian batas-batas yang mau ditinjaunya apa tadi? misalnya apakah materialnya keseluruhan sampah secara umum atau misalnya kita bisa pilih mau fokuskah ke sampah plastik, kertas begitu ya. Itu bisa kita pilih dan kita tuliskan dulu di awal sebagai sistem boundaries. Begitu ya. Kemudian tadi prosesnya proses yang mau kita masukkan di dalam sistem kita itu apa saja gitu ya terkait dengan sistem pengelolaan sampah. apa saja, apakah mau yang formalnya saja ataukah informalnya masuk begitu ya ataukah kita mau ninjau yang informalnya dulu saja begitu ya. Itu perlu sangat perlu didefinisikan di awal supaya ketika kita melihat hasil MFI-nya Bapak Ibu kita tidak bertanya-tanya ya, tidak berasumsi sendiri oh ini kayaknya batasannya beda deh dari yang lain seperti itu ya. Kemudian juga mendefinisikan eh flow-nya tadi ya, apakah impor dan ekspor ini mau dianggap tidak dihitungkah begitu ya atau kita mau hitung di dalam sistem kita ya harus didisklaimer dulu di awal, dituliskan dulu di awal ya. Kemudian tahap yang kedua adalah mendefinisikan temporal dan juga spatial scop ya. cakupan temporal ini menentukan periode waktu dari analisis FA ini. Begitu ya. Yang perlu kita perhatikan adalah kesesuaian dengan tujuan analisis. Apakah kita mau mendefinisikan MFA kita ini dalam satuan tahunanah atau bulanah begitu ya atau multitahun begitu ya. Biasanya kalau tahunan ini umum untuk kebijakan dan perencanaan pengelolaan sampah kota ataupun TPA begitu ya. Ataupun misalnya jangka pendek kita hanya mau melihat musim-musim tertentu ya bulanan saja gitu atau multitahun misalnya kita ambil 5 tahun ke belakang kita kita ee akumulasikan menjadi satu begitu ya. Kemudian nanti kita bisa melihat trennya ke masa yang akan datang seperti apa ya. Data per periodenya bisa harian, bulanan, tahunan gitu ya. Ini juga Bapak Ibu perlu meninjau juga apakah dinam dinamikanya seperti apa gitu ya. Apakah sangat cepat misalnya material organik itu kan sangat cepat gitu ya dinamikanya. Apakah Bapak, Ibu mau mengconsider, oh baik deh datanya mingguan aja atau bulanan begitu. Atau mau melihat yang sifatnya akumulatif tapi masif gitu ya. Misalnya yang terjadi di landfield seperti apa, apakah mau tahunan begitu ya. Kemudian yang tadi spasial begitu ya, kondisi fisik itu juga harus di tuliskan ya batas kota, kabupaten, provinsi, negaranya begitu ya. Ini untuk memastikan aliran yang masuk dan keluar bisa dihitung secara konsisten ya. Kemudian tadi import ekspor harus dituliskan juga apakah mau dilibatkan atau tidak. Begitu. ya. Tolong ee Bapak Ibu juga perlu melihat lebih dekat begitu ya area studi ini seperti apa alirannya di dalam begitu. Apakah ada yang mengalir keluar dikirim ke TPA regional atau penjualan sampah begitu ya, misalnya dari satu area di Pulau Jawa itu biasanya kan nanti akan dikumpulkan ke satu titik begitu ya untuk pasar global misalnya untuk plastik itu ada pasar globalnya juga begitu. Nah, itu perlu ditinjau ya. Kemudian melakukan pengumpulan data ya. pengumpulan data itu kita perlu memahami terlebih dahulu gitu ya, menggambarkan atau ee sketch dulu apa sih yang terjadi di sampah ini. Kita mungkin kita bayangkan diri kita sebagai sampahnya begitu ya. Aduh saya mau lari ke mana nih gitu atau saya mau diangkut ke mana begitu ya. Ini juga perlu meminta data-data atau informasi dari stakeholder lokal sendiri begitu ya. Baik dari kuesioner misalnya Bapak Ibu juga bisa melihat gitu ya dari sumber ini dilakukan penanganan apa saja begitu ya. Mencoba melakukan ee sketch gitu bagaimana flow dari sampah tersebut di wilayah studinya ya. Dan kemudian proses-proses apa saja yang perlu untuk dikumpulkan datanya jadinya gitu. Ya, di sini misalnya sumber ada TPS begitu. Kemudian ada nih informal sektor level pertama misalnya ya. Kemudian ada intermediate informal collector bandar pengumpul kecil gitu ya, bank sampah ada TPS3R di sini gitu. Kemudian ini ada bandar besar kemudian di sini dijual ke luar pulau Bali. Ini contoh penelitian kami di Bali ya, Bapak Ibu. ini juga mengapa ee saya lumayan banyak penelitian di Provinsi Bali, Bapak, Ibu. Ini untuk menyederhanakan tadi boundary systemnya, Bapak, Ibu. Karena saya terbayang kalau misalnya saya melakukan penelitian di ee kota di Jawa misalnya ya, di Jogja itu kan masih banyak daerah sekitarnya ya, Jawa yang perlu saya hitung juga gitu ya. area sekitarnya. Perlu saya hitung apakah masuk nih sampahnya ke Jogja atau tidak gitu. Apakah sampah Jogja keluar dari wilayah Jogja atau tidak begitu. Nah, kalau di Bali itu setidaknya kita mencoba mengisolir begitu ya. Kalau di Bali kan oh ya sudah semilan kota kabupaten saja yang ditinjau di mana dia kecil-kecil dan harus ekspor impornya itu sangat mudah gitu ya di didefinisikan begitu. itu mengapa ee saya juga banyak penelitian di Provinsi Bali begitu ya. Setelah melakukan sketch ini, Bapak Ibu apa yang perlu dilakukan? Yang perlu dilakukan adalah melakukan pengumpulan data sampah tadi. Begitu ya, pengumpulan data sampah karena MFA material flow analysis gitu ya, dalam satuan ton atau kilogram begitu. sehingga yang data yang kita perlukan adalah data-data yang kuantitatif dan juga dia dalam satuan berat ya. Sehingga kalau misalnya Bapak, Ibu menemukan data volume itu perlu di konversi dulu ke data ee timbulan berat seperti itu ya. Kalau Bapak Ibu tidak melakukan pencatatan densitas itu harus ditulis sebagai asumsi. begitu saya asumsi ee densitasnya sekian begitu. Itu harus dicatatkan. Asumsi-asumsi Bapak Ibu harus dituliskan begitu ya. Ini kita perlu mendapatkan data-data. Misalnya Bapak Ibu mau keseluruhan sampah rumah tangga, berarti seluruh jenis sampah ini Bapak, Ibu nanti perlu dapatkan ya. Tapi mungkin tidak perlu yang detail-detail banget gitu ya. misalnya plastik menjadi satu bagian sendiri, kertas menjadi satu bagian sendiri, begitu. Itu tidak apa-apa ya. Nah, pengumpulan datanya seperti apa? Ini yang kami lakukan di studi-studi sebelumnya Bapak, Ibu ya. Jadi untuk MFA ini memang kerja berat gitu ya untuk mengumpulkan datanya itu ee luar biasa gitu. di masing-masing subsistem pengelolaan sampah kita perlu kumpulkan datanya ya tadi di sumber begitu ini dari domestik non domestik totalnya berapa begitu ya ini kilogram per hari berapa pengangkutan ini persennya berapa ya besar sampah yang diangkut berapa TPS ini juga kita perlu men breakdown satu persatu lagi begitu jumlah TPS-nya berapa rata kapasitasnya densitasnya berat sampah di TPS yang masuk begitu ya. Kemudian berapa nih yang dikumpulkan pemulung ya? Bisa jadi ada aktivitas pengurangan sampah di TPS tersebut. Karena tadi kita gambarkan ya di sebelumnya di sini ternyata saat kita tinjau oh ada nih aktivitas pengurangan sampah oleh pemulung di sini ya. Maka kita perlu tahu juga datanya berapa yang dikurangi oleh pemulung tersebut. ya. Kemudian di TPS3R begitu datanya, inputnya seperti apa gitu ya. Berapa banyak frekuensi penjualannya ya? Kemudian bank sampah juga sama. Kemudian tadi bandar kecil ini melakukan pendataan juga gitu ya. Bank sampah eh bank sampah ee bandar lapak besar begitu ya. Perusahaan formal. Kemudian di TPA juga kita perlu mendapatkan datanya berapa sampah yang masuk. begitu ya. Ketika semua data ini ee sudah kita dapatkan begitu ya, apa yang kita bisa lakukan? Yang kita bisa lakukan adalah menyusun mass balance. Ini masih ee sederhananya dulu ya, Bapak, Ibu. Tadi dari oret-oret yang kita lakukan masuk-masukkan dulu tuh kuantitas-kuantitasnya berapa begitu ya. ini ee contohnya begitu ya. Untuk aktivitas ini MBT misalnya berapa ton yang masuk di dalamnya ya? Sama halnya tadi yang studi kasus yang Bali di tahapan TPS itu berapa ya? Berapa yang masuk dan berapa yang keluar? Kita belum hitung dulu berapa stoknya ya Bapak Ibu, tapi kita masukkan dulu berapa yang masuk, berapa yang keluar di TPS ya. Di Landfill berapa yang masuk, berapa yang keluar. Di TPS 3R berapa masuk, berapa keluar seperti itu ya. Menyusun terlebih dahulu mas balance-nya. Ini sudah dilakukan di dalam ee aplikasi ya, Bapak, Ibu. Ini diinputkan di dalam ee aplikasi namanya STAN. nanti kita bahas di berikutnya ya. Tapi membuat kotak-kotak ini menyusun ee arah alirannya ini sudah dilakukan di dalam sebuah software begitu ya. Kemudian apa yang software itu bantu kepada kita, Bapak Ibu? Software itu membantu untuk mensimulasikan. Jadi ketika dalam satu proses ini ada sampah masuk sekian dan sampah masuk sekian, dia akan otomatis menghitung berapa stok yang tersisa di dalamnya ya. Berapa stok yang tersisa di dalamnya itu adalah hasil keluaran dari ee aplikasi tersebut, software tersebut. Jadi kita tidak menghitung stoknya ya karena kita tidak bisa menghitung juga ya Bapak Ibu. mungkin mungkin bisa ya mungkin bisa kita hitung tapi itu akan butuh waktu yang sangat panjang gitu untuk di TPA yang akan tertumpuk di situ dari hasil pengurangan dari pemulung begitu ya. Berapa yang akan tertumpuk nanti akumulatif menjadi 1 tahun begitu ya. itu yang dikerjakan oleh software-nya begitu ya untuk stok-stoknya ini. Kemudian di sini juga ada error yang harus ditampilkan begitu ya. Errornya ini dari mana? Errornya ini dari yang tadi kita masukkan data-data apa saja yang kita ee asumsikan begitu ya. Jadi kalau di dalam model ketika kita mengasumsikan sesuatu itu dianggap sebagai satu uncertaintis gitu, ketidak ketidak eh uncertain, ketidakpastian seperti itu ya. Jadi itu perlu di ee masukkan juga dan kita tampilkan error dari MFA ini berapa besar gitu, berapa persen ya. Jadi tadi prosesnya kita oret-oret dulu, kita buat flow-nya begitu ya. Kemudian kita ke lapangan ngambil data. Kemudian kita masukkan data-data tersebut ke dalam flow-nya. Nah, nanti dia software-nya akan ee meng-generate sendiri begitu ya. Untuk stok-stok yang ada itu di titik mana aja, di sistem mana saja stoknya dan seberapa besar stoknya. Seperti itu ya. Kemudian ini adalah eh software-nya ada stan ya, Stan software-nya ini dikembangkan oleh TU WIN dari Austria ya. Jadi dikembangkan oleh universitas dan ini dapat di ee download secara gratis Bapak Ibu ya. ini ada ee website-nya dan di dalam web ini sendiri juga ada kalau Bapak Ibu ini ya buka-buka support di sini di sini ada ee panduannya begitu panduan untuk melakukan analisa material flow analysis dengan stand ini. Seperti itu ya. Kemudian ee kita masuk ke pembahasan pemanfaatan MFA dalam perencanaan dan evaluasi sistem pengelolaan sampah. Begitu ya. ini ada satu contoh ya dari island dari ee dari pulau gitu ya Rosida Island begitu. Nah, mereka mencoba memetakan ya membuat material flow analysis dari sampah mereka di dalam satu pulau begitu ya. Tujuan mereka apa di sini? Tujuan mereka adalah mau melihat mana nih proses yang sebetulnya tidak sustainable atau tidak ee tidak merupakan proses yang bersih begitu ya atau berkontribusi terhadap terhadap beberapanya ya impact asesmen-nya nanti. Nah, dia mau lihat mana praktik yang paling bisa saya lakukan di pulau ini yang bisa saya tingkatkan gitu ya atau mana yang saya perlu hilangkan gitu prosesnya ya dengan mempertimbangkan impact assesment bagaimana impactnya terhadap lingkungan di kepulauan tersebut ya. Jadi, Bapak, Ibu ketika saya coba pahami begitu ya, MFA ini sebetulnya adalah sebuah kerangka berpikir begitu ya. Di mana ketika kita belajar nanti LCA gitu ya, LCA itu juga prinsip prinsipnya sama begitu. Life cycle assessment ya. Bagaimana kita melihat sampah ini tuh dia daur hidupnya seperti apa? Dia berimpact kepada poin-poin apa saja begitu ya terhadap global warming ya. di mana LCA itu juga akan merujuk kepada MFA, merujuk kepada material flow analysis, ke mana saja sampahnya pergi. Begitu. Ketika nanti kita bicara juga pengambilan keputusan lain gitu ya, sistem dinamik itu juga akan merujuk kepada MFA lagi Bapak, Ibu gitu. Jadi kenapa MFA ini menjadi ee fundamental dan juga ee hal yang perlu dipahami sebelum masuk ke tools-tools lain menurut saya ya, tools-tools lain seperti LCA, sistem dinamik begitu ya. Itu pemahaman terkait MFA itu menjadi satu hal yang penting seperti itu ya. Kembali lagi ke ini tadi apa saja yang dilakukan gitu ya. ini tadi ingat Bapak Ibu ya, kotak ini adalah sebuah ee sistem begitu, subsistem atau aktivitas atau kegiatan apa yang dilakukan untuk mengelola ee solid ways tersebut, sampah tersebut ya. Kemudian apa yang dilakukan oleh tim peneliti yang dilakukan adalah mereka melihat satu persatu dari kotak-kotak tadi Bapak, Ibu. Proses-proses tadi mereka nilai ya. Mereka mau mencoba menilai bagaimana dampaknya terhadap lingkungan untuk recycling eh sampah, untuk biowaste, untuk transportasi sampah itu sendiri juga mereka nilai dampaknya. landfel juga mereka nilai dampaknya seperti itu ya. Yang harus dilakukan apa? Yang harus dilakukan mengumpulkan data-data lagi begitu ya melalui tahapan life cycle inventory begitu ya. Inventarisasi data-data untuk ee melihat resikonya terhadap lingkungan seperti itu ya. di proses ini. Ini pengumpulan datanya. Ini juga sudah ada sudah ada ee aplikasinya yang berbeda lagi ya, Bapak, Ibu ya. Jadi, ini advance-nya dari MFA lah kalau bisa saya bilang begitu. Ketika kita mau sudah dapatkan MFA bisa diapain lagi nih MFA ini begitu ya. Salah satunya dengan menilai impact assessmentnya ya. Kemudian terhadap pengolahan sampah organiknya, dia mau lihat juga impact assessment-nya seperti apa. Dia kumpulkan data-data yang diperlukan seperti itu ya. Kemudian ini transportation stage-nya jaraknya seperti apa untuk 1 ton sampah itu impactnya seperti apa di masing-masing sistem tadi ya. Singkatnya Bapak Ibu dapat dilihat diperbandingkan nih ya dapat dilihat ini NC ini noncarinogen RI respiratory inorganic lo land occupation GW global warming begitu ya NRE nonrenewable energy. Ini adalah dampak-dampak yang ditinjau dari analisa life life life life life cycle assessment begitu ya. Dari grafik ini kita bisa lihat bahwa untuk melakukan penanganan sampah 1 ton begitu ya di pulau ini mana nih sistem-sistem yang berkontribusi paling besar ya mungkin yang paling familiar di sini global warming ya Bapak Ibu di sini kita bisa lihat yang paling berkontribusi banyak adalah yang kuning gitu ya ini adalah di metal itu recycling. Artinya aktivitas metal ini memberikan dampak global warming yang sangat besar. Begitu ya. Dari sini dapat kita ambil kesimpulan apa begitu ya. Bisa menjadi ke beberapa hal gitu ya. Bisa jadi kita lihat apa yang terjadi nih di recycling itu. Apakah ada satu apakah ada ee aktivitas yang meningkatkan global warming begitu ya. Apakah kita putuskan untuk mengganti teknologinya begitu ya atau mungkin kita putuskan untuk kita mencari tempat lain recycling yang lebih bertanggung jawab istilahnya gitu ya. Sudah lebih siap teknologinya dibanding apa yang kita punya begitu ya. Misalnya di sini juga yang warna merah WTE begitu ya. Oh ini juga menghasilkan global warming yang tinggi. Begitu. Apa yang kita bisa lakukan? yang kita bisa lakukan adalah misalnya melakukan pengurangan atau misalnya skenario skenario gitu ya. Apa yang kita bisa lakukan untuk mengurangi sampah-sampah yang masuk ke WTE misalnya seperti itu ya. Jadi dari impact assessment ini kita dapat insight, dapat informasi ini Bapak Ibu sistem mana yang cukup bisa kita pertahankan atau kita bisa kurangi atau kita bisa tambahkan gitu, kita optimalkan sistemnya ya. Itu contoh ee hubungannya MFA ke life cycle assessment seperti itu, ya. Kemudian ini juga ada satu contoh studi kasus begitu ya. terkait dengan risk assessment untuk fasilitas ee pengolahan electronic waste begitu nih. Kalau misalnya sudah kita bisa lihat gitu ya. Oh, ini ada flow kemudian ada perbedaan ketebalan garis begitu ya. Kemudian ada kotak kecil terkait dengan stok. Oke, ini MFA namanya begitu ya. Kita langsung bisa lihat ini MFA ya. Kemudian apa yang mereka coba lakukan di sini Bapak Ibu ya? Mereka mencoba m-breakdown masing-masing electronic ways. Ada mobile phone, ada laptop gitu ya. Di penelitiannya ada banyak lagi ada ee tablet khusus begitu ya. Ini saya coba ambil contohnya ada HP dan juga laptop begitu. Dan mereka petakan di sini mana formal, mana informal begitu ya. Mana juga yang masuk ke landf mereka. Coba lihat di sini ya. Kemudian dari hasil material flow analysis ini mereka mencoba memetakan risk assessment begitu untuk masing-masing aktivitasnya ya. Nonestructive dismantling process begitu ya. Ini yang formal formal recycling begitu ya. Melakukan aktivitas yang tidak menghancurkan tidak menghancurkan electronic waste tersebut. Begitu. ya, risk assessmentnya seperti apa? Ini di yang nomor A begitu ya. Bagaimana dipetakan dampak terhadap kesehatannya, ekonomiknya, lingkungannya begitu. Ini dipetakan sama mereka begitu. Kemudian yang destruktifnya ya, yang destruktifnya itu seperti apa dampaknya? Mereka petakan juga di sini ya. Semakin kemerah ini semakin berbahaya begitu ya. Kemudian burning proses ini juga berbahaya begitu ya. Landfilling proses ini juga ternyata untuk electronic waste berbahaya begitu. Dari sini apa yang dapat kita putuskan untuk electronic waste adalah dengan recycling atau daur ulang yang tidak sifatnya dismantling atau destructif begitu. Tidak me me apa namanya? Tidak membuka bagian-bagian baterainya misalnya. tidak tidak diperetelin gitu istilahnya ya. Itu adalah ee yang paling risknya paling rendah seperti itu ya. Kembali dari MFA ini apa yang dapat kita ee peroleh begitu ya. Insight-nya adalah mana nih sistem-sistem atau mana nih kegiatan-kegiatan yang paling bisa kita intervensi gitu ya. ketika kita tidak menginginkan stok banyak di situ, tidak menginginkan stok banyak di TPS misalnya ya, seperti yang dihadapi di Kota Bandung saat ini, stoknya terlihat di TPS itu terjadi penumpukan begitu. Artinya apa? Artinya kita bisa lihat proses berikutnya apa nih yang bisa kita optimasi begitu. Apakah pengangkutan ya ke landf begitu kita bisa optimasi atau bahkan satu sistem sebelum sistem TPS itu ya artinya pengendalian timbulan sampah yang dihasilkan yang akan masuk ke TPS seperti itu ya. Kemudian juga ini ada isu digitalization and waste management, Bapak, Ibu. Ini eh seperti smart city ya, barangkali smart city apa yang bisa kita lakukan dengan MFA ini begitu ya, hubungannya dengan digitalization adalah kita dapat me meletakkan sensor-sensor ya. Misalnya di transfer depo, di TPS, TPS kita meletakkan sensor-sensor begitu ya. Kemudian di alat transportasi kita meletakkan sensor-sensor ketik sehingga dia kita mendapatkan gambaran yang eh real time begitu ya. Efisiensi transportasi sampah kita seberapa besar begitu ya. Kemudian penumpukan sampah di TPS seberapa besar ataupun sifatnya terkait dengan monitoring begitu. Unmanage waste-nya ini sampah tidak terkelola ini sebanyak apa, seperti apa begitu. itu yang sedang ee banyak dikembangkan ya di luar negeri begitu. Sama halnya di TPA ini diletakkan sensor-sensor begitu ya untuk dapat disatukan begitu ya ke dalam satu sistem informasi sehingga dia sifatnya real time begitu ya. Hubungannya dengan tadi SIPSN misalnya SIPSN itu kan one time ya. Jadi kita lihat oh data tercatatkan di satu waktu tertentu begitu. Tetapi ketika masuk sensor begitu ya, masuk yang e machine learning dan kawan-kawan begitu, itu menjadi suatu sistem yang real time dan dapat kita trace begitu aliran material flow-nya seperti itu ya. Jadi ini kesimpulan-kesimpulannya Bapak Ibu, bagaimana MFA dapat meningkatkan pengambilan keputusan dan juga berkontribusi dalam sistem pengelolaan yang efisien dan juga berkelanjutan begitu ya. Yang pertama, MFA dapat memberikan gambaran yang menyeluruh ya. Kita dapat melihat tadi ee simpel langsung melihat oh mana nih arus yang terlalu besar panahnya begitu ya. Kemudian stoknya di mana saja ya kritisnya, titik kritisnya, hambatannya, interaksi antar prosesnya itu dapat kita lihat ya. Kemudian identifikasi titik kebocorannya, leakage-nya, hotspot-nya pun dapat kita lihat tadi. Kemudian mengukur efektivitas kebijakan dan juga teknologi ya. Misalnya MFA-nya menghitung perubahan aliran sebelum dan sesudah penerapan intervensi. Kita bisa memainkan skenario begitu ya dengan tadi yang asumsi-asumsi tadi ya. Kita masukkan skenario-skenarionya ya. Kemudian mendukung perencanaan infrastruktur jangka panjang. ini juga terkait dengan stok tadi ya, bagaimana kapasitas TPA ini kita hubungannya ke usia layan TPA nanti begitu. Kemudian fasilitas kompos MRF apakah sebetulnya ee fasilitas kompos itu dengan stok yang ada, dengan lahan yang terbatas, apakah sebetulnya dia butuh fasilitas-fasilitas komposting lain begitu yang ditempatkan di tempat-tempat lain untuk menampung stok tersebut begitu ya. Kemudian menentukan prioritas intervensi, kemudian meningkatkan efisiensi operasional, begitu ya. mana yang tadi ee jika kita taruh sensor begitu ya di kendaraan-kendaraan pengangkut, kita bisa optimalisasi rute truknya begitu ya, kapasitas pemilahannya seperti itu. Kemudian menyediakan dasar analisis untuk kebijakan ccular ekonomi ya. kita dapat melihat mana titik-titik tadi yang dapat kita masukkan nih kebijakan-kebijakan terkait dengan circular ekonomi ya. Kemudian menjamin keakuratan data melalui mass balance checking begitu. Itu di software-nya disediakan juga ya Bapak Ibu. Jadi kita iterasi-iterasi terus supaya dia eh m balance-nya itu sesuai begitu ya. Kemudian memperkuat komunikasi dengan visualisasi yang jelas. ketika kita dapat dengan mudah menunjukkan sesuatu ee diagram misalnya ya dan ee relate sangat relate terhadap pengambilan keputusan itu cenderung akan lebih mudah dan ee dapat lebih cepat untuk diterima seperti itu ya. Ee berakhir 1031 ya kita masih punya waktu untuk diskusi Bapak Ibu silakan. ini adalah ee research gate saya begitu ya, Linkin saya ataupun Instagram saya. Silakan mari kita berjejaring bersama. Terima kasih Bapak dan Ibu. Itu materi yang bisa saya sampaikan. Baik, terima kasih Ibu Elida atas penyampaian materinya yang sangat-sangat luar biasa. Jika dilihat-lihat sudah ee banyak sekali pertanyaan dari Bapak Ibu peserta webinar hari ini. Namun sebelum kita masuk ke acara selanjutnya, izinkan saya menyampaikan beberapa informasi ee kepada Bapak Ibu webinar yang menginginkan materi MFA dalam sistem pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan dapat request terlebih dahulu melalui link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat Zoom. Kemudian sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab, kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu. Untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibantu oleh admin. Baik, kepada admin dipersilakan. Terima kasih Mbak M kesempatannya Bapak Ibu yang terulu. Oke, kita memulai dari slide pertama 321, slide kedua 21 dan slide terakhir 3 21. Baik, terima kasih. Saya kembalikan ke Mbak Anita. Baik, terima kasih kepada admin yang telah membantu sesi foto bersama kita pada siang hari ini. Kemudian selanjutnya kami juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah kami share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi. Ee sampailah kita di acara-acara yang kita tunggu yaitu sesi tanya jawab. Di sini kami sudah membantu merfumkan tanyaan dari Bapak Ibu peserta webinar. Ee untuk Ibu Elvida saya akan membacakan pertanyaannya kemudian bisa lanjut untuk langsung dijawab ya. Ya. Baik. Pertanyaan yang pertama dari Bapak Hakul Yakin. Ketika isu pengelolaan sampah semakin kompleks, strategi tradisional sering kewalahan menghadapi laju konsumsi dan produksi yang tak pernah berhenti. MFA hadir sebagai pendekatan ilmiah untuk menelusuri pergerakan bahan dari bulu ke hilir. Satu, bagaimana MFA mampu mengungkapkan sampah tersembunyi yang tidak tercatat dalam sistem formal seperti limbah rumah tangga informal atau pembuangan ilegal. Kemudian pertanyaan selanjutnya, bagaimana memastikan data yang digunakan dalam MFA impulsif, mencakup sektor informal, dan tidak menyingkirkan kontribusi pemulung komunitas daur ulang, serta UMKM hijau. Baik, silakan. Ya. Baik, terima kasih Pak Hakul Yakin ya atas pertanyaannya ee terkait dengan ini ya, Pak. Bagaimana bagaimana mampu mengungkap sampah tersembunyi begitu ya dari sistem pencatatan ee formal kita begitu. Nah, untuk di stan tadi apa ya? Di aplikasi tersebut ketika kita atau saya share screen lagi boleh ya, Mbak ya. Saya share screen sebentar ya. Sebentar ya. Ya. Baik Bapak Ibu ketika tadi di sini ya Pak ya. Bagaimana mungkin pertanyaannya menghitung begitu ya atau melihat unmanage waste atau sampah yang tidak terkelola atau sampah yang bocor dari sistem kita begitu ya. Nah, bagaimana ini bisa terhitung? Sebetulnya ini terhitung otomatis nanti dari aplikasinya begitu ya. dari aplikasinya nanti akan meuto hitung begitu ya, melakukan perhitungan otomatis dari data sumber sampah yang kita masukkan begitu ya dan dari sistem-sistem yang di sini yang formal sifatnya ya. Mungkin data-data formal misalnya Bapak dari bekerja di kedinasan begitu ya. di dinas ada data nih yang masuk ke lenfi berapa, yang tercatatkan di TPS berapa begitu ya. Ini sebisa mungkin yang kita bisa dapatkan infonya itu kita perlu plotkan ke dalam sistemnya begitu sehingga nanti unmanage waste ini adalah hasil perhitungan yang dilakukan oleh software-nya sendiri seperti itu ya. Tapi memang MFA ini masih memiliki kekurangan di mana ee dia tidak dapat melakukan visualisasi ya di mana nih titik kebocorannya. Tidak begitu ya. Tetapi hanya berapa kuantitas sampah yang tidak mampu masuk ke dalam sistem pengelolaan sampah kita di dalam kota misalnya ya. Jadi jawaban yang pertama, Pak, untuk unmanage waste atau sampah yang tadi ee tidak bisa kita lihat begitu ya atau tersembunyi itu dapat dilakukan dengan ee running aplikasinya begitu ya, running modelnya seberapa banyak ee sampah yang tidak masuk ke dalam sistem kita. Ya, untuk pertanyaan yang kedua, bagaimana juga kita bisa memasukkan ee tadi ya informal sektor begitu ya. Ketika kita punya datanya, kita bisa memasukkan datanya itu kita bisa Pak memasukkannya ya. Contohnya tadi TPS begitu. Di TPS ini kita melihat apa nih aktivitasnya yang ada begitu ya. Di sini kami melihat meninjau begitu ya. ada aktivitas pemulung ya dan ada aktivitas juga dari petugas ya, petugas dari dinas ternyata melakukan juga pemilah-milahan begitu sampahnya. Nah, itu jika Bapak bisa mendapatkan informasinya ya dari yang ini tadi Pak ya. Misalnya ini untuk ee pemulung tadi, Bapak bisa menanyakan berapa sampah yang Bapak bisa pisahkan atau Bapak bisa jual dalam satuan hari begitu. Berapa frekuensinya begitu ya. Ini sama halnya dengan bandar kecil ini juga kami melakukan ee wawancara ke bandar-bandar kecil di wilayah studi begitu ya. Jadi mau itu sistemnya bersifat formal ataupun formal bisa dimasukkan selagi Bapak Ibu memiliki datanya. Begitu ya. Itu barangkali jawabannya, Mbak. Baik, terima kasih untuk pertanyaan selanjutnya. Pertanyaan selanjutnya dari Bapak Pramono, apakah bisa dapat menjelaskan kemungkinan pemanfaatan MFA untuk prospektif LCA? I Baik, silakan Ibu LD. Baik, terima kasih Pak Pramono. Ya, prospektif LCA itu maksudnya untuk ee projektif gitu ya, Pak ya. untuk dapat melihat ee tidak hanya dampak yang dihasilkan sekarang, tetapi juga ee dampak yang akan dihasilkan di masa yang akan datang. Begitu ya. Itu dapat dilakukan, Pak ya. Dengan cara apa? Dengan cara tadi di MFA-nya ee misalnya kita tadi sudah membentuk ya MFA yang dalam periode waktu saat ini misalnya 1 tahun begitu ya. Nanti kita bisa melakukan ee yang tadi saya share ya, Bapak, Ibu. Misalnya persentase, persen pengumpulan, persen pengurangan oleh ee aspek ini A B C begitu ya. Itu kan data yang kita punya tahun ini misalnya. Nah, kita bisa simulasikan MFA-nya dengan mengatur atau memasukkan skenario-skenario tadi ya. Angka-angka persennya itu kita gantikan. kan begitu untuk melihat proyeksi MFA-nya seperti apa. Kemudian masuk lagi begitu ya ke analisa LCA sehingga ee bisa ke projectif LCA seperti itu barangkali gambarannya. Ya. Baik, terima kasih Ibu sudah menjawab pertanyaan Bapako. Pertanyaan selanjutnya dari Ibu Devendri. Apakah MFA sama dengan sistem dinamik? Oh, I baik. Untuk MFA dan sistem dinamik itu berbeda ya ee Ibu kalau sistem dinamik itu dibreakdown lagi dari MFA. Jadi misalnya tadi timbulan sampah gitu ya, kita kan hanya punya satu arus begitu ya. Kalau di MFA, kalau di sistem dinamik kita harus tahu nih timbulannya ini berasal dari mana gitu ya. Jadi ada variabel ee penduduk. Variabel penduduknya nanti ada dipengaruhi variabel kelahiran dan kematian begitu ya. Kemudian misalnya tadi ada ee efektivitas pengangkutan ya, nanti ada kenapa pengangkutannya begitu ya. Dipengaruhi variabel apa? Dipengaruhi variabel kapasitas truk misalnya atau kondisi truk ya. Jadi ada kalau di sistem dinamik namanya causa loop diagram n gitu. Jadi, variabel-variabel yang mempengaruhi masing-masing sistem di MFA tadi itu dibreakdown kembali, Bu. Ya, approach-nya berbeda. Tapi sudut pandangnya sebetulnya sama ya tadi bagaimana kita mau menggambarkan keseluruhan sistem yang ada. Tetapi sistem dinamik ini kita masukkan lagi nih variabel-variabel yang lebih detail begitu ya. Dan nanti bisa jadi ada arus ee x dipengaruhi oleh y. Y dipengaruhi oleh Z begitu ya. Jadi lebih lebih kompleks lagi begitu sebetulnya sistem dinamik dan aplikasinya juga berbeda begitu ya untuk sistem dinamik dengan MFA. Begitu Bu Devi barangkali jawabannya. Baik, terima kasih Ibu Elida sudah menjawab Ibu Devi. Selanjutnya pertanyaan dari Bapak Hari Rudi Janto. Sejauh mana MFA dapat berkontribusi dalam pencapaian target sustainable development goals khususnya SDJ 11 kota berbangkitan dan SDJ 12 konsumsi dan produksi berlanjutan. Ya. Baik, terima kasih ee Pak Hari atas pertanyaannya. Ee sejauh mana sebetulnya sejauh mana MFA dapat berkontribusi sebetulnya dia sifatnya ee data database ya, jadinya data dasar begitu terkait dengan pengambilan keputusan ya. Jadi kalau ee kontribusinya seperti apa sebetulnya ee kembali lagi terhadap pengambilan keputusan yang diambil begitu ya. Karena kalau dari ee tadi ya yang kita bahas, kita punya data nih di SIPSN ya. Data itu sekedar data sebetulnya Bapak Ibu, hanya membuat kita tahu begitu apa masalahnya yang ada ya. Tapi ketika data-data tersebut kita compile, kita masukkan ke dalam suatu model, ke dalam MFA misalnya atau tadi dinamik kah misalnya, kita kemudian mendapatkan informasi. Tidak hanya sekedar data lagi, tetapi data-data tersebut kita rajut gitu ya, kita jahit menjadi satu buah informasi ya. Informasi tersebut kemudian yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan seperti itu Pak. Jadi kalau menurut saya bagaimana posisinya begitu ya, posisinya tetap sebagai ee data dasar atau tools untuk mengenhance, meningkatkan kemudahan pengambilan keputusan seperti itu, Pak. Untuk menurut saya begitu ya. Kalau SDGIS 12 terkait dengan konsumsi dan produksi ee berkelanjutan tadi kita bisa kembangkan lagi atau kita perluas lagi MFA ini mau sampai mana. Misalnya ee MFA plastik gitu ya. Kita mau juga tinjau sistem distribusinya, distribusi plastik saat masuk ke sebelum konsumsi misalnya ya, sebelum konsumsi ee botol mineral ya. botol mineral itu bagaimana eksportnya atau itu juga kompleks ya. Misalnya kita melibatkan data-data dari ee dinas perindustrian gitu ya atau dari ee perusahaannya langsung gitu ya perusahaan minuman kemasan tersebut. Kita lihat datanya yang masuk ke area studi kita ke Yogyakarta misalnya dalam waktu 1 tahun ada berapa juta botol begitu ya. ada berapa juta botol di situ. Kemudian nanti yang ee dikonsumsi sisa konsumsi jadi berapa? Kemudian yang terkurangkan di fasilitas pengurangan sampah berapa persen begitu. Nah, nanti dapat dilihat begitu ya untuk konsumsi dan produksi berkelanjutannya seperti apa intervensi-intervensi yang dapat dilakukan begitu ya. Barangkali itu Pak Hari jawabannya ya. Ihda sudah menjawab pertanyaan Bapak Hari. Selanjutnya pertanyaan dari Ibu Risnawati Anwas terkait dengan MFA ini sangat menarik namun sedikit kurang efektif karena mesti ada flow masing-masing jenis sampah. Apakah memungkinkan model material flow ini dibuat satu model untuk setiap jenis timbulan sampah dari produsen? I. Baik, terima kasih untuk Bu Risnawati ya, Bu ya. Eh, ini kembali lagi kepada scooping kita di awal, Bu. Ketika kita mau menyebutkan scop kita analisa MFA-nya mau merupakan satu bagian besar sampah gitu ya, sampah perkotaan itu juga bisa, Bu ya. Jadi kita tidak perlu mendefinisikan satu-satu flow masing-masing jenis sampah yang tadi sampai 40 jenis gitu ya. Itu juga tidak apa-apa. Jadi tergantung kemampuan kita dan ee ketajam kedalaman analisanya mau sampai mana begitu. Misalnya yang tadi saya contohkan itu adalah ee satu tinjauan keseluruhan sampah perkotaan begitu. Artinya yang tadi masuk ke informal sektor itu terdiri dari plastik, kertas begitu ya. Ada juga ee jenis-jenis sampah yang lainnya begitu. PT, PP itu bisa di-breakdown, tapi saat dimodelkan jadi satu itu bisa di dihitung jadi satu material aja seperti itu, Bu ya. Tetapi ketika Ibu tadi ingin membuat satu model untuk satu jenis sampah itu juga boleh seperti itu. Ya, Bu Elida sudah menjawab pertanyaan Ibu Risnawati. Selanjutnya pertanyaan dari Ibu Reni Nasida. nomor satu dari tujuh istilah yang dijelaskan, saya pernah sekilas membaca adanya ketidakpastian. Apakah ketidakpastian dalam sistem MFI ini termasuk stok? Karena kita ketahui juga bahwa untuk sampah perkotaan banyak terjumpai ilegal damping. Apakah ini masuk kategori stok dengan ketidakpastian? Kemudian apakah sebelum membuatkan MFA kita harus pastekan dulu dalam bentuk diagram sank? Kemudian yang terakhir dalam pengambilan keputusan dalam mendubong perencanaan infrastruktur jangka panjang. Contohnya akan ada PS di TPA harus terpenuhi 1000 TPD. Apakah kita bisa melakukan setting stok di TPA sehingga flow yang lain juga akan tersetting mengikuti kebutuhan di TPA? I. Baik. Baik, terima kasih pertanyaannya Bu Reni untuk yang pertama ya terkait dengan ketidakpastian ya. Jadi ketidakpastian ini nanti itu ee berupa berupa angka ee ini Bu ee plus minus begitu. Jadi di stok di stok yang dihitung nanti akan ada angka plus minus ee sekian ton misalnya begitu dan itu akan digenerate oleh ee aplikasinya begitu ya. Jadi ketidakpastian itu seperti standar ee range error ya yang diterima oleh model tersebut. Misalnya di dalam stok TPS dicatatkan di situ ee 100 ton per hari. amit-amit ya 100 ton per hari misalnya. Nah, nanti ketika kita sudah setting uncertainty, ketidakpastian, dia akan auto menambahkan plus minus misalnya Bu, plus minus eh 1 ton per hari begitu ya. Jadi, uncertainty itu adalah ketidakpastian yang dipertimbangkan oleh modelnya. Jadi, ya kalau enggak 99 ton ya 101 ton deh gitu di stok tersebut seperti itu ya terkait dengan ketidakpastian. Kemudian yang kedua ee apakah perlu membuat diagram sanki terlebih dahulu begitu ya sebelum membuat MFA. Kalau menurut ee saya untuk membuat MFA tidak perlu membuat diagram sanke terlebih dahulu begitu ya. Karena diagram sanke ee tersebut hanya memperlihatkan ee flow-nya begitu Bu. Jadi dari 100% sampah ke mana larinya seperti itu ya. Tetapi kalau dari MFA misalnya tadi kita membuat langsung sistem proses A B C hubungannya seperti apa itu jauh lebih membantu kita kalau menurut saya ya dibandingkan membuat sanki. Tapi untuk sanki diagram sendiri itu ee membantu kita memvisualis memvisualisasikan saja sebetulnya seperti itu ya. Kemudian yang ketiga dalam pengambilan keputusan misalnya ada PS di TPA begitu ya, harus ada 1000 ton per day yang ee dimasukkan ke PS gitu ya. Apakah kita bisa melakukan setting stok? Nah, stok itu kita tidak bisa setting ya Bu ya. Tetapi yang bisa kita lakukan adalah misalnya tadi di dalam sistem TPA ada flow masuk misalnya flow masuknya 1.00 ton ya ke dalam TPA. Nah, kita buat lagi flow keluar, Bu, sebesar 1.000 ton per day untuk PS, ya. Jadi, yang stok tadi itu bukan hasil hitungan kita, tetapi auto generate oleh eh aplikasinya seperti itu, ya. Kalau hitungan-hitungan mudahnya kita berarti kan ada selisih tadi ya 500 ton per day yang akan menjadi stok di dalam TPA seperti itu ya. Begitu barangkali Bu Reni. Baik, terima kasih Ibu Elbrida sudah menjawab pertanyaan Ibu Reni. Pertanyaan selanjutnya dari Bapak Jik Rudiono. Satu, bagaimana perbedaan penggunaan data MFA dan LCA digunakan dalam perhitungan kebutuhan infrastruktur samp atau fasilitas pengelolaan persampahan baik skala lingkungan, skala kawasan, dan skala kota. Baik untuk fasilitas teknologi WTE 3R ataupun sanitary atau control land. Kemudian selanjutnya sejauh mana food loss dan food waste yang dihasilkan dari SPPBG. Program MBG akan memperlukan fasilitas pengelolaan persampahan di tiap wilayah. Baik, silakan ya. Baik, terima kasih Pak Jatmiko untuk pertanyaannya. Yang pertama perbedaan penggunaan penggunaan data MFA dan juga LCA. Begitu ya, Pak ya. Untuk data MFA ee kita hanya dapat melihat flow dan stok tadi begitu ya. Di mana sampahnya tertimbun, di mana sampahnya sangat besar flow-nya, begitu ya. Masuk ke sistem apa nih yang akan sangat besar flow-nya begitu. Jadi untuk ee strategi-strategi atau follow up dari MFA itu sendiri sifatnya masih ee terkait dengan quantity dengan kuantitasnya seperti itu ya. Jadi misalnya yang tadi ee stok di dalam TPS ini besar sekali nih begitu ya kita dapatkan dari MFA. Nah, strategi yang dapat kita lakukan adalah kita intervensi sistem sebelum TPS atau setelah TPS-nya, ya. Kalau sebelum TPS-nya artinya ada pengurangan sampah untuk masuk ke TPS untuk mengurangi stok. Tapi jika sistem setelah TPS apa yang kita bisa lakukan gitu ya? Apa yang kita bisa ee rumuskan kebijakannya? Misalnya terkait dengan pengangkutan nih. Oh, kita lihat ternyata pengangkutannya tidak tidak cukup besar untuk menanggulangi timbulan di TPS sehingga ada stok begitu. Sehingga apa? Keputusannya adalah terkait dengan ee kuantitas begitu. Banyaknya fasilitas-fasilitas yang perlu kita tambahkan ya. Tapi terkait dengan LC LCA, Pak, LCA itu bagaimana suatu sistem menghasilkan impact begitu ya. Jadi tadi ada TPS impact-nya seperti apa, kualitas ya secara kualitas kualitas lingkungannya kah terhadap emisi gas buangnya terhadap lindi yang dihasilkannya seperti itu ya. global warming-nya tadi. Jadi, LCA kita bisa e sederhanakan sebagai kita melihat kualitas dari masing-masing sistem tersebut seperti apa sehingga nanti follow up-nya adalah ee yang sifat-sifatnya ini efisiensi begitu ya. Mau peningkatan teknologiah begitu atau peningkatan ee apa fasilitas-fasilitas untuk mengakomodir emisi tersebut. Seperti itu ya. Itu pertanyaan yang pertama. Pertanyaan yang kedua, saya agak takut [tertawa] terkait dengan MBG begitu ya. Eh, food loss dan juga food waste yang dihasilkan akan mempengaruhi fasilitas pengolahan persampahan di tiap wilayah. Tentu saja ini sangat mempengaruhi begitu ya, Pak ya. Ketika tadi kita lihat food loss dan food waste itu garis batasnya di mana? Ee terkait dengan distribusi begitu. Artinya ketika bahan pangan itu didistribusikan dengan cara yang tidak baik, menghasilkan ada bahan-bahan bahan-bahan yang ee busuk di perjalanan begitu ya, itu juga berkontribusi terhadap kuantitas sampah ya, food loss tadi, food waste juga misalnya saya kurang tahu juga ya kalau saya baca di ee berita ada menu-menu favorit anak misalnya begitu ya di satu hari tertentu. ada kuantitas food waste-nya sangat banyak begitu dan itu pun akan mempengaruhi fasilitas pengolahan persampahan di tiap wilayah pastinya, Pak. Ya, seperti itu ya. Terima kasih sudah menjawab pertanyaan dari Bapak Jatiko. Kemudian pertanyaan selanjutnya dari Mea, dari Ibu Meina Baban. Bagaimana MFA untuk menghitung sampah organik di tingkat RW dengan teknikopori massal atau jumbo yang menghasilkan kompos dan bagaimana menghitung kapasitas sarana yang diperlukan untuk bondisnya adalah mingguan dan banyak sampah organik dari foods ya. Baik baik. Luar biasa Bu Mei. Ini berarti ini ya tadi sudah langsung satu paragraf itu sudah mendeskripsikan ini ya kebutuhannya. Berarti tadi bonderisnya mingguan ya, temporalnya mingguan, spasialnya ini tingkat RW begitu ya. Dan bagaimana cara menghitungnya ya ini cara menghitungnya tetap tadi Bu ee harus menghitung dulu timbulan yang dihasilkan dari keseluruhan RW ya. Kalau misalnya ini ee organik organic food loss berarti yang sifatnya masih bahan bahan makanan ya, bukan food waste ya, bahan makanan. Nah, Ibu perlu mengembangkan dulu ini ya ee atau berdiskusi dulu bersama teman-teman gitu ya ee dari mana saja food loss ini akan mungkin dihasilkan, dari kegiatan apa saja, kemudian berapa timbulan food loss per hari ya yang bisa dihasilkan. Kemudian nanti menyusun tadi Bu sistem-sistemnya. Apakah si organik ini sebelum masuk ke biopori atau ya ke biopori ya? Ini langsung ke biopori saja ya sebetulnya ya dan dibiarkan begitu saja tidak ada pengambilan ya. Ya, kalau ini Bu karena sistemnya sangat kecil ya setelah setelah sampah dihasilkan langsung masuk biopori itu menjadi stok begitu ya. Oh, kapasitas sarana yang diperlukan ya. Kapasitas sarana yang diperlukan berarti kita fokus kepada ee proses yang ada di bioporinya begitu ya Bu ya. Seberapa seberapa cepat penurunan sampah atau proses dekomposisinya. ya. Artinya nanti bisa melihat satu biopori kapasitasnya seberapa besar begitu ya dibandingkan dengan sampah organik yang dihasilkan dalam satuan hitungan mingguan atau bulanan barangkali Bu ya agar proses dekomposisinya sudah ee berjalan maksimal ya. Jadi timbulan bulanan berapa? Kemudian nanti kapasitas bioperi yang direncanakan satu lubangnya berapa ya nanti dibagi timbulan total terhadap kapasitas satu biopori nanti dapat dihasilkan ee berapa gitu ya kebutuhan bioporinya. seperti itu barangkali ya Bu Mei. Baik, terima kasih Ibu Elfrida sudah menjawab pertanyaan Ibu Mei. Selanjutnya dari Ibu Tani, saya baru-baru ini melakukan penelitian jumlah kebocoran sampah yang terjadi di beberapa kota dengan melakukan observasi langsung door to. Intinya sampah yang kami hitung dari sampel kami dan jumlah yang masuk ke TPA tidak sama. Sehingga menggunakan MFA ini bagaimana sistem menangani material yang unaed mau misalnya eh compositing rumah tangga, pembakaran liar atau pengurangan vol akibat biodegradasi. Kemudian kedua terkait temporal dan spatial scopan fasilitas baru TPS3R atau TPA atau kompos bagaimana dampaknya terhadap perubahan flow 3 tahun ke depan. Baik, silakan Ibu ya. Baik ee Mbak Fijriani ya. ini yang saya tangkap. Jadi ee ada perbedaan dari hasil timbulan sampah ya, timbulan sampah di sumber dengan jumlah yang masuk ke TPA ini ada perbedaan begitu ya. Ee kalau kalau pendapat saya begitu ya Bu ya. Tentu pasti ada perbedaan memang ya apa yang disumber dan apa yang dihasilkan di TPA. Karena di perjalanan sampah itu sendiri sebelum masuk ke TPA dia akan melalui banyak sekali subsistem tadi ya. Misalnya tadi ke TPS kemudian ada pengurangan di ee bank sampah TPS3R begitu ya. sehingga apa yang harus dilakukan adalah tadi ibu perlu ee melihat, mengobserve ataupun mewawancara kepada masing-masing warga ataupun ke dinas begitu ya, ada fasilitas pengelolaan sampah apa saja yang ada di kota tersebut begitu ya. Kemudian nanti menggambarkan kembali seperti apa nih dari sumber ke mana saja kemungkinannya ya sampahnya. Kemudian juga ee bagaimana sistem ee itu menangani material unacounted flows, misalnya komposting rumah tangga, pembakaran liar, atau pengurangan volume akibat biodegradasi. Ya, ketika kita melakukan sampling timbulan sampah, Ibu ya ee itu kita asumsikan, kita mengabaikan mengabaikan ee kebiasaan yang dilakukan begitu. Artinya itu adalah timbulan sampah yang masuk ke dalam sistem kita ya, yang masuk ke dalam sistem kita. Di luar beliau melakukan misalnya peyimpanan sampah plastiknya di rumah misalnya ya, melakukan daur ulang. Karena kan sampling yang kita lakukan adalah sampling ee kenyataan ya, apa yang mereka lakukan begitu. Artinya misalnya mereka melakukan penyimpanan sampah plastik, kesehariannya seperti itu ya, dilakukan penyimpanan seperti itu. Jadi hasil sampling itu adalah hasil sampah yang masuk ke dalam sistem pengelolaan sampah. Begitu ya. Kemudian pertanyaan kedua, temporal dan spasial scop misalnya ada pembangunan fasilitas baru begitu ya dan dampaknya seperti apa ya karena MFA ini sendiri ee pendekatannya adalah kuantitatif ya Bu ya. Jadi ketika ada penambahan fasilitas baru itu tetap kita ee mengedit saja sebetulnya ya di dalam sistem yang tadi ee TPS3R misalnya ada penambahan ee unit begitu. Nanti kita tinggal tambahkan saja di situ berapa kapasitas yang dia bisa tampung, berapa flow in yang akan masuk, berapa flowout yang akan keluar seperti itu ya. Baikh Bu sudah menjawab pertanyaan dari Ibu Ficriani. Itu tadi pertanyaan Ibu Fijrani sekaligus menjadi pertanyaan penutup kita dari sesi tanya jawab pada webinar hari ini. Baik, bagi Bapak Ibu peserta yang pertanyaannya belum terjawab, semoga lain waktu dan kesempatan kita dapat bertemu kembali sehingga pertanyaan Bapak Ibu dapat ee terjawab. Baik Bapak Ibu, kita sudah sampai di penghujung acara. Terima kasih banyak atas partisipasinya yang aktif sejak pagi tadi hingga menjelang tengah hari ini. Seperti janji kami di awal tadi, kami juga sudah mengantongi nama-nama pemenang yang beruntung untuk mendapatkan door price. Untuk Bapak Ibu yang beruntung dipersilakan untuk menghubungi admin kami melalui kontak kontak WhatsApp setelah ee acara ini berakhir. Baik, untuk penerima doorpres-nya yang pertama ada Bapak Hakul Yakin dari Depok, kemudian Ibu Reni Marsida dari Depok dan Ibu Ficriani dari Jakarta. Baik, selamat ee kepada pemenang Doorpres ee dan jangan lupa untuk menghubungi admin WhatsApp kami ee setelah acara ini berakhir. Baik, kita telah sampai di penghujung acara ya, Bapak, Ibu peserta webinar. Ee puji syukur hari ini ee baik ee kita sudah belajar banyak mengenai materi MFA dalam sistem pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan yang telah disampaikan oleh Ibu Ir. Elda Agustina ST, MT. Terima kasih, Ibu. Banyak sekali ilmu yang kita dapatkan pada ee saat penyampaian materi dan ee saat tanya jawab tadi. Semoga ilmu-ilmu tersebut dapat bermanfaat. Lalu saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ir. Hijrah Pamaputra, ST, selaku founder dari Butik Daur Ulang Project B Indonesia sekaligus jurusan ee sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia yang sudah hadir dan tadi memberikan sambutannya. Dan juga tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada panitia dan peserta yang telah berkontribusi dan sangat antusias selama webinar ini berlangsung. Sampai ketemu lagi di webinar-webinar selanjutnya yang tentunya ee dengan tema-tema yang lebih menarik. Akhir kata saya selaku MC sekaligus moderator memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memandu acara ini terdapat kesalahan kata maupun perbuatan. Saya Nuhia Maulidah pamit diri. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Ibu semuanya. Terima kasih Pak Hijrah, Pak, Mbak Nuha. Terima kasih. Terima kasih. Sampai ketemu lagi Bapak Ibu semuanya.