Kind: captions Language: id Perkenalkan saya Nurania Maulida, yakni MC sekaligus moderator yang akan menemani dan memandu jalannya acara. Acara training online ini akan berjalan dua sesi. Kita akan bersama-sama mengikuti sesi pertama mulai pukul 09.00 hingga 11.00 nanti dan dilanjutkan kembali di sesi dua yaitu pada pukul 13.00 hingga 15 WIB nanti online kita hari ini mengusul topik penyusunan rencana induk sistem pengelolaan air timbah yang akan disampaikan oleh pemateri kita yaitu Bapak Dr. Enging Ir. Awaluddin Nurmianto, ST, ME, IPM yang merupakan dosen Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Saya ucapkan selamat datang kepada Bapak Awaludin. Tidak lupa eh salam hormat kepada Bapak Dr. Ir. Pijrah Purnam Putra STM selaku founder dari Buik Dar Ulong Project B Indonesia sekaligus sekretaris jurusan teknik lingkungan Universitas Islam Indonesia. Dan juga tidak lupa kepada Bapak Ibu peserta training online pada hari yang berbahagia ini. Sebelum masuk ke materi training online kita, saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu dapat mengisi daftar hadir atau presensi di link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat Zoom. Kemudian dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu untuk menonaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung supaya kita dapat mendengarkan materi yang disampaikan dengan baik. Selanjutnya sebelum kita masuk ke acara inti kita yaitu penyampaian materi akan ada sambutan dari Bapak Dr. Ir. Putrahma Putra XM selaku founder dari butik Daur Ulau eh ProP Indonesia sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Baik, langsung saja kepada Bapak Hijrah. Waktu dan tempat kami persilakan. Baik, terima kasih Mbak Nuha. Mudah-mudahan suara saya sudah terdengar dengan jelas. Ee bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. tentunya selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya, Bapak, Ibu para peserta ee training online penyusunan rencana induk sistem pengelolaan air limbah Rispal pada kesempatan pagi hari ini. ee tentunya yang kami hormati pemateri kita pada kesempatan hari ini Bapak Waluddin Nurmianto ee selaku kolega kami ee di Jurusan Teknik Lingkungan Universitas ee Islam Indonesia. ya, para panitia dan ee teman-teman yang telah hadir pada kesempatan hari ini. Ee pertama kami ucapkan tentunya terima kasih atas ee ee senantiasa bergabung Bapak Ibu dalam kegiatan yang dilakukan oleh Butik Darurang ee Project B Indonesia dan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia gitu ya. Ee di awal tahun ini kita ee buka kembali training online yang mengusung tema terkait dengan rencana induk ya. Ee ada hari ini terkait dengan air limbah, kemudian 2 minggu lagi insyaallah nanti akan ada air minum, kemudian 2 minggu ke depannya lagi ada yang berhubungan dengan ee pengelolaan sampah. Jadi air minum dan sanitasi gitu ya. ee kami melihat ee kepentingan yang sangat besar dari penyusunan rencana induk ini terkait dengan pengelolaan sanitasi dan air minum di sebuah ee wilayah gitu ya, baik itu kota maupun kabupaten. ini ee rangkaian yang kedua dalam ee apa rangkaian ee training online yang sebelumnya memang sudah pernah juga dilakukan tapi terpisah-pisah dalam materi yang lebih pendek. Eah, ada webinar dan seterusnya begitu. Nah, kali ini ee kita beruntung salah satunya adalah ee Teknik Lingkungan UII dengan berbagai macam pakar yang ada di dalamnya yang telah berpengalaman juga menyusun berbagai macam rencana induk di berbagai macam wilayah di Indonesia sebagai bentuk kontribusi dalam pembangunan sanitasi dan air minum yang ada di Indonesia. Kita hadirkan. Jadi pengalaman harapannya yang di-share kepada Bapak Ibu adalah pengalaman teknis di lapangan saat ee beliau-beliau menyusun rencana induk tersebut. Jadi harapannya Bapak Ibu dapat bertanya, dapat berkomunikasi dengan baik dan menyerap berbagai macam ee ilmu yang disampaikan gitu. Walaupun ee tantangannya sangat besar, Bapak, Ibu. Ee ini sekaligus saat pembukaan saya sampaikan karena ee beberapa minggu terakhir ini ee Butik Daurulang dapat ee tantangan dalam pengolaan ee terutama WhatsApp-nya gitu yang bolak-balik bermasalah begitu. Tapi mudah-mudahan ee nanti Bapak Ibu yang merasa sudah daftar, belum dapat link ataupun belum dikirim materi, sertifikat dan seterusnya ee nanti teman-teman akan share satu nomor ee yang kita pakai. Tapi memang nomor tersebut kadang satu arah dipakai karena ee kita langganan pakai ee satu aplikasi penyedia jasa begitu. Tapi nomor yang lain memang ee memang punya agak problem ya, agak trouble beberapa waktu ini. Tapi yang pasti mungkin yang paling ee pasti dilakukan oleh teman-teman admin adalah men-share lewat email. Jadi, Bapak Ibu sebelum nanti dapat ada notifikasi di WA seperti biasa cek dulu di email mungkin di email sudah diinfokan gitu ya. Tapi kalau juga tidak, tapi Bapak Ibu merasa sudah menghubungi di WA tidak ada respon dan seterusnya, mungkin WA kami sedang error begitu ya. Ee Bapak Ibu bisa DM di Instagram ProjectB Indonesia. Nah, insyaallah di Instagram ini tidak ada problem. Ee silakan berkomunikasi di sana. Nah, kita sedang men-soft mencari solusi supaya ee tantangan WhatsApp ini jadi lebih baik. Jadi sangat agak sangat sensitif. Nah, Teman-teman ini ada ada info di chat e Bapak, Ibu boleh pakai itu ya atau nanti Mbak Nuha juga akan menginfokan. Tapi harapannya tantangan tersebut kita ya kita hadapi ya supaya tetap bisa berjalan karena niatnya memang ee edukasi dan alhamdulillah hari ini sampai tadi malam hampir mendekati ee 350 pendaftar. Mungkin pagi ini masih proses untuk bergabung begitu ya atau juga apa tantangan biasa diingatkan dan seterusnya. Nah, mudah-mudahan ini terus meningkat. ee ya biasanya memang ee tidak 100% bergabung karena nanti ada ee rekaman di YouTube ya. Tapi jangan khawatir, mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kita semuanya. Bapak Ibu, saya tidak sabar juga untuk mendengarkan materi dari Pak Awal. Sekalius, sekali lagi Pak Awal terima kasih mengganggu waktu istirahatnya bersama keluarga, tapi mudah-mudahan ini bisa menjadi ee apa materi instite menarik bagi para peserta semuanya dan mudah-mudahan perkembangan penyusunan rencana induk yang ada di Indonesia terutama yang berhubungan dengan air limbah semakin baik dan insyaallah bisa bermanfaat ya. Baik, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, training online penyusunan rencana induk sistem pengolaan air limbah Rispal pada Sabtu, 17 Januari 2026 resmi kita buka. Mudah-mudahan ee tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan dan materi yang disampaikan bisa bermanfaat bagi kita semuanya. Terima kasih Bapak, Ibu. Terima kasih Pak Awal dan terima kasih para panitia yang telah bekerja ee sangat luar biasa. terkait dengan pelaksanaan pada kesempatan hari ini. Mohon maaf dari saya jika ada kekurangan. Wabillahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih untuk Bapak Hijrah yang telah memberikan sambutannya sekaligus membuka acara training online pada pagi hari ini. Bapak, Ibu peserta training online sekalian, kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project B Indonesia. Jika semisal selama acara training online berlangsung, ada dari Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom, tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti training online ini melalui YouTube channel kami di Project P Indonesia. Selanjutnya seperti biasa hari ini kami juga menyiapkan berbagai macam dopres spesial untuk Ibu Bapak yang beruntung. Workpres ini diberikan ee berdasarkan tiga pertanyaan terbaik dan dua story Instagram terunik selama training online ini berlangsung. Nah, jadi bagi Bapak Ibu yang ingin bertanya selama training online ini dapat memberikan pertanyaannya melalui kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan dan nanti akan kami pilih untuk tiga pertanyaan terbaik. Tanpa berlama-lama lagi, kita akan langsung lanjut ke acara inti, yaitu penyampaian materi. Namun sebelum itu, mari kita lihat terlebih dahulu CV dari pemateri kita hari ini. [musik] Baik, itu tadi sekilas mengenai pemateri kita pada pagi hari ini yaitu Bapak Aal. Selanjutnya mungkin jika Bapak AAL sudah siap, kita bisa langsung untuk memulai penyampaian materinya yaitu waktunya kurang lebih sampai pukul 10.30. Baik, tanpa berlama-lama lagi waktu dan tempat kami persilakan. Cek cek suara saya sudah terdengar Mbak Noa? Sudah sudah. Baik, saya coba ee apa? Tampilin ee layar. Berbagi layar. Sudah terlihat juga? Sudah, Pak. Baik. Ee bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semuanya. Bapak, Ibu yang saya hormati, ee oh saya ucapkan terima kasih terlebih dahulu ee kepada ee Butik Darur Ulang Project B Indonesia ee Pak Direktur hadir langsung di sini Pak Irah. Terima kasih. ee alhamdulillah ee diberikan lagi kesempatan untuk bisa berdiskusi ya ee karena bukan ber bukan mengajari seperti itu. Ee karena saya yakin ee Bapak Ibu yang hadir di sini ee punya pengalaman ee praktis di lapangan atau punya permasalahan-permasalahan di dalam penyelenggaraan espal domestik di daerahnya yang itu ee tentunya malah ee menambah khanah pengetahuan bagi saya seperti itu. Jadi ee nanti kita saling belajar untuk ee saling mendukung ya untuk pencapaian akses sanitasi kali ini. Ee Bapak Ibu yang ee saya hormati ee ee langsung saja ya ee di sini saya ee diminta untuk mendiskusikan gitu ya bagaimana menyusun rencana induk sistem pengelolaan air limbah ataupun RISPAL dan ee kegiatan ini ee cukup luar biasa yang ee sudah ee dilakukan oleh Project PI kerja sama dengan ee Teknik UII di mana ee informasi-informasi teknis gitu ya ee terkait dokumen dokumen perencanaan atau hal-hal yang berkaitan dengan lingkup bidang teknik lingkungan ee itu memang ee sangat dibutuhkan baik itu oleh praktisi kemudian oleh ee dari pemangku kebijakan gitu ya dan juga mungkin ada sebagian mahasiswa dan yang lainnya. Baik ee ini tadi ee saya disampaikan tadi ee profil singkat saya gitu. Tapi ee Bapak Ibu jika nanti ee ada ee hal yang ingin ditanyakan lebih detail bisa email saja saya ke awaludin@i. Nomor WA seperti itu. Nah, ee menyambung apa yang disampaikan oleh Mbak ee Nuha tadi ya, bahwa ee nanti kita akan ada di dalam ee dua sesi ya, Bapak, Ibu ya. Ee sesi pertama dan ee sesi kedua gitu. Nah, ee tapi sebenarnya ee nanti mungkin sampai 10 ee jam 11.00 ya, nanti 10.30 30 kita mungkin di sesi SAT kita ada diskusi. Jadi ini nanti bisa di disesuaikan saja nanti Mbak Nuha mohon saya di ee bantu untuk mengingatkan. Nah, kemudian nanti kita akan ee lanjutkan di sesi kedua. Di sesi pertama ini saya akan mencoba ee untuk ee mengajak Bapak Ibu berdiskusi terlebih dahulu ya ee terkait dengan ee apa peran fungsi RISPAL dan juga diskursus ee pengelolaan ee sanitasi yang ada di Indonesia ya. Dan ee kalau Bapak Ibu mengikuti channel Project B Indonesia gitu ya ee bahwa di sebelumnya itu sudah ada juga training penyusunan RISPAL di tahun 2025. ee yang materinya disampaikan oleh Pak ee Dr. Andi Yulianto. Beliau ee adalah ee dosen saya ya. Jadi ee Bapak Ibu bisa menyimak ee terkait dengan rispal yang disampaikan oleh ee Pak Dr. Andi. Nah, ee supaya materinya tidak tumpang tindih gitu ya, saya mencoba untuk melihat dari sisi ee praktisnya. Kalau yang di e video YouTube yang di sini Bapak Ibu bisa lihat di Project B Indonesia ee Pak Andi ee di tahun kemarin ee membahas lebih ke aspek teoritis dan filosofisnya ya ee apa itu Rispal gitu ya. kemudian bagaimana ee tahapan metode, kemudian standar yang diacu seperti itu. Nah, ee saya nanti tidak akan menjelaskan atau mengulang penjelasan yang ee bisa dilihat dalam hal pengertian gitu ya ee di dokumen ataupun di standar. saya nanti ee kita akan lebih banyak ee berdiskusi ya ee terkait dengan bagaimana metode-metode yang kita gunakan di dalam analisisnya dan kita akan mencoba untuk membedah ee dokumen Rispal yang ee sudah menjadi dokumen publik di mana ee dari Rispal ini kan sudah dilegalisasi dalam bentuk peraturan daerah. nanti ee ee Mbak Nuuha akan memberikan ya ee dokumennya yang akan kita ee bedah secara bersama-sama seperti itu. Nah, Bapak Ibu yang ee saya hormati ee saya akan mencoba diskursusnya dengan ini ee pertanyaan yang pertama gitu ya. Ee kalau kita lihat ini merupakan data ee layanan sanitasi ya. ee ini yang SPALD DT dan ini yang ESPAL DS. Nah, ee di dalam SPALDT sendiri gitu ya ee layanan sanitasinya dimulai dari karena dia terpusat di mana air limbah yang dihasilkan dari eh user interface tadi yang dilayani baik itu black water, greitu ya ee itu dikumpulkan dan diangkutnya menggunakan pipa gitu ya dan ee diolah di ee secara terpusat di luar ee tempat dihasilkannya limbah. Nah, kalau kita lihat di satu daerah gitu ya, ee ada sambungan rumah yang tersambung dengan SPAL terpusat itu baru 4,1%. 4,1% ini ESPAL DT-nya juga tidak harus ESPAL DT yang ee terpusat dengan ee skala ee kota tidak harus karena ee komunal kalau lebih dari 50 KAK itu juga sudah termasuk ke dalam ee apa ee sistem terpusat gitu ya. Jadi di Indonesia ini masih menjadi ee tantangan yang ee cukup berat karena ee tidak semuanya memiliki infrastruktur dan juga tingkat layanan yang masih rendah. Lalu bagaimana dengan ee kalau kita lihat yang sistem ee pengolahan air limbah domestik sistem setempat di mana ee air limbah yang dihasilkan gitu ya ee ada yang secara ditampung secara komunal, secara individual gitu ya. Dan dari yang di ee layak itu tadi sudah memiliki sistem pengolahan gitu ya, itu sudah 87,9% misalnya. Tetapi ee dari yang layak itu tadi ternyata baru 2,5% yang dilakukan penyedotan dan artinya ee masih ada banyak e kondisi yang belum aman. Karena kalau kita melihat ya, bahwa sanitasi itu ee punya standar hierarskisnya, ada kondisi layak gitu ya. Layak pun ada ee banyak ya, layak individu dan juga bersama misalnya. Yang lebih parah lagi adalah ee buang air besar sembarangan gitu. Nah, yang e kondisi layak ini belum ee belum tentu otomatis menjadi aman. Karena kalau aman itu mulai dari ee tempat ee dihasilkannya dilakukan ee pengolahan sementara gitu ya, penampungan sementara di pengolahan setempat. Kemudian lumpurnya harus dilakukan ee penyedotan untuk diolah di instalasi pengolahan lumpur tinja. Bagaimana kita mau mengolah lumpur tinja kalau kita belum punya instalasinya misalnya atau kita sudah punya instalasinya tetapi ee septic tank kita ternyata sudah ditanam di bawah garasi gitu. Tidak ada tempat untuk membukanya gimana menyedotnya gitu. Nah, jadi ee rendahnya ee rantai layanan sanitasi ini apa masalahnya Bapak Ibu? Apa faktor penyebabnya? Saya harap nanti Bapak Ibu bisa memberikan ee komentar ya dalam diskusi. Ternyata tidak ee bukan masalah utamanya bukan hanya sekedar ini ya infrastruktur sanitasi. Ee kalau kita lihat di sini tadi di depan ini saya tampilkan ini ee bagus sekali ya Bapak Ibu ya. Keren sekali ya. ee tidak terlihat kalau ini adalah sebuah ee instalasi pengelolaan air limbah ini di daerah saya, Bapak, Ibu, di ee Pekanbaru ya. Nah, ee saya akhirnya senang gitu ya dari ee Riau gitu ya. Akhirnya kita punya ee sistem pengolahan air limbah domestik terpusat. Padahal dari dulu kita katanya punya minyak banyak gitu ya. Minyak di bawah ya ee di apa minyak bumi gitu dan minyak di atas e kelapa sawit gitu. Tapi kita belum punya IPAL, Bapak, Ibu. Kita belum punya aspal domestik. Nah, ini sudah ee terbangun eh dibangun dari tahun 2020 ya dan dioperasikan ee di tahun 2024. Di Riau di Espalde Bambu Kuning ini di Kota Pekanbaru ee kapasitasnya 8.000 m³ per hari ya dengan layanan mencapai 11.000 sambungan rumah. Sistemnya FBAS ya. Ini fixed bed eh activated slutch. Jadi ada kombinasi ee media penyangga dalam lumpur aktif yang digunakan ee menggunakan modul-modul akar tanaman. Jadi ee teknologinya cukup ee baru gitu ya dan sudah sudah punya paten di mana ee akar-akar tanaman yang ada di ee lumpur aktifnya tadi bisa ee menjadi ruang untuk mikroorganisme tumbuh dan ada ekosistem kecil di situ sehingga ee prosesnya tidak bau terus juga ee lebih efisien ee dan ee mempunya keunggulan yang lainnya sehingga ee ini ee sudah ada di kota Pekanbaru. Kalau kita lihat di arah timur ya, kalau tadi di barat Pekanbaru gitu ya. Saya tidak ngomongin Jogja karena Jogja sudah banyak gitu ya. Nah, kalau di wilayah timur ini ada ee Losari ya di Makassar ya. Kapasitasnya lebih besar lagi ya ini ee 16.000 m³ per hari dan layanannya ee ditargetkan mencapai 41.000 sambungan rumah. sistemnya MBBR yaitu Moving Bed Biofilm Reaktor. Investasinya Rp1,27 triliun. Infrastrukturnya sudah ada Bapak, Ibu. Dan ee saya pernah diskusi dengan ee pengelola ya di IPAL Losari ee biaya capek eh opex-nya itu sampai 5 M ya ee per tahun. Nah, ee tapi bagaimana dengan ee layanannya, tingkat layanannya? Apakah dari 2024 gitu ya ee sampai saat ini ya sekarang sudah masuk 2026 gitu ya, tapi paling tidak selama 1 tahun ya di 2025 ee berapa tingkat layanannya? ee ternyata baik itu di SPAL domestik di Bambu Kuning ataupun di Losari itu layanannya masih kurang dari ya kurang dari 20% bahkan ya mungkin masih ee 10 sampai 15%. Bayangkan untuk mengoperasikan ee apa ee biayanya tadi ee sebanyak 5 an mungkin ini sekitar 3an dalam 1 tahun gitu ya. tetapi ee ternyata cakupan ee apa ee sambungan rumahnya itu masih ya masih 1.200-an, 1500-an. Jadi ternyata ee infrastruktur sanitasinya sudah ada. Kalau di awal tadi layanannya rendah karena tidak ada infrastruktur ini infrastrukturnya sudah ada tapi kenapa ee layanannya juga tidak ee tinggi? Ini menjadi pemikiran kita bersama Bapak, Ibu. Nah, ada juga ee sudah ada infrastrukturnya gitu ya. Ee kalau tadi mungkin wah Pak ee karena ee jaringannya itu ee karena ee apa infrastruktur SPALDT-nya sudah dibangunkan oleh ee PU gitu ya. dalam hal ini ee dulu ee apa Cipta Karya gitu ya ee pihak BPPW kalau sekarang apa BPPK gitu ya sudah dibuatin gitu tapi untuk membuat jaringannya juga sudah dibuatin yang sistem utamanya tetapi dari ee sambungan rumah dan lain-lain itu dari pemerintah daerah. Jadi, pemerintah daerah mungkin ee masih belum memiliki dana untuk menyambung apa ee jaringan ee air limbah dari perumahan menuju ke sistem utamanya. Itu bisa. Tapi ternyata kalau kita lihat ya yang di sistem pengelolan air limbah domestik setempat dalam hal ini IPLT misalnya ternyata banyak yang mangkra Bapak Ibu. Mangkra itu artinya apa ya bahasa Jawa ya? Dia itu tidak ee digunakan sampai akhirnya rusak gitu. [tertawa] Jadi kayak mangkra seperti itu. Nah, ini misalkan dari Bulukumba gitu ya, proyek IPLT terbengkalai di Putri Cempo mangkra 2 tahun. Di mana ini? Di Tulungagung ya. Di Jawa Bapak Ibu ya. Ee itu 9 tahun mangkra. Ini sudah dibangun tetapi enggak enggak ada yang memanfaatkan atau bagaimana kalau saya lihat foto diambil gitu ya. Ini menunjukkan kolamnya ya. kolamnya sudah ee tidak ada lumpurnya gitu, malah tumbuh rumput gitu. Nah, ini ee bukan rumah kaca ya atau bukan apa ee apa greenhouse gitu ya untuk tanaman melon atau apa. Ini adalah eh SL separation chamber ya dari IPLT. E dan Bapak Ibu bisa lihat di sini ee tidak terawat. Ee kenapa IPLT-nya mangkra? Ya, karena enggak ada yang enggak ada yang nyedot tinja. enggak ada yang diolah gitu. Atau juga karena truk tinjanya cuma satu misalnya atau jangan-jangan enggak punya lembaga yang ngurusin IPLT sudah dibangunin sama pemerintah ee setelah diserah terimakan waduh siapa ini yang mengelolanya ya enggak ada. ini menjadi menjadi menarik untuk kita diskusikan Bapak Ibu lah. Kalau kita mau lihat lagi gitu ya ee peran dan fungsi sanitasi itu tanggung jawabnya siapa sih Bapak Ibu? Apakah tanggung jawabnya dari Kementerian PU kan atau tanggung jawabnya Kementerian Lingkungan Hidup? Tanggung jawabnya BAPENAS atau Kementerian Kesehatan. Ya, saya tinggal di Jogja, Bapak, Ibu, ya. Ini 2 Mei 2023 ee dari berita di koran, ya. Berbahaya semua sumur warga Jogja tercemar bakteri ekoli. Dari mana bakteri ekoli, Bapak, Ibu? Dari tinja kita. Air minum di Jakarta tercemar bakteri ekoli gitu ya. 50% air sumur di Solo tercemar. Ini salah siapa ya? ini tanggung jawab siapa gitu. Apakah kita harus menyelahkan memerintah semuanya atau kita juga bisa berperan? Lalu bagaimana ee apa metode yang tepat, bagaimana ee pengelolaan yang tepat? Saya tidak menakut-nakuti ya Bapak, Ibu ya. Tapi kalau kita lihat memang ini sebuah negara ya Jepang gitu ya. Kalau kita lihat data yang ditampilkan di sini ini adalah data kematian bayi ya. Kemudian ini adalah data eh tingkat layanan eh sistem pengelolan air limbah ee domestik terpusat dalam hal ini siwer dan ini adalah tahunnya ya Bapak Ibu ya ee tahun mulai dari 1880 sampai 99 2000-an kita lihat ya ee sebelum ini sebelum tahun 1950-an Jepang kalah perang ya kondisinya sama seperti di Indonesia Bapak Ibu di tahun-tahun ini kalau kita lihat ee bagaimana apa ee 25% itu kematian bayi itu diakibatkan karena bakteri kolera gitu ya, disentri tipes gitu ya kalau kita lihat datanya gitu ya masih 25% walaupun fluktuatif. Tapi setelah dilakukan intervensi oleh pemerintah dengan cara apa Bapak Ibu? melakukan pembangunan ee jaringan ee ee sistem ini ya ee penyaluran air limbah SPA yang dari tahun 1950 gitu ya, itu mungkin sekitar baru mencapai 15% naik terus gitu ya. Nah, mungkin kita lihat di 78 saja ee mencapai 60% saja itu langsung diikuti dengan penurunan ee apa? Kematian bayi yang sangat drastis. Kemudian risiko penyakit dan lain-lain juga sangat drastis. Kalau kita lihat di Indonesia semakin kotanya bagus ternyata rumah sakitnya makin banyak gitu ya. Orang yang sakit makin banyak gitu [tertawa] ya. Secara bisnisnya menguntungkan gitu. Tapi ee kalau kita lihat di sini joks-nya gitu ya. Jadi, apakah kita benar-benar ee paham dengan ini atau sebenarnya ya kita sudah terbiasa dengan ee bahaya yang kita hadapi dari sanitasi lah. Tanggung jawabnya siapa? E kita mencontoh negara Jepang tadi ya, baru 60% sambungan rumahnya ya. Dalam hal ini tentunya sanitasi aman gitu ya. Itu sudah menekan angka kematian bayi. Ini data real bukan data yang direkayasa. Nah, kalau di kita apakah ada rekayasa? harusnya kan ada kolasinya ya antara sanitasi yang masih rendah tetapi ee tingkat capaian kesehatan kok ee sudah cukup baik gitu. Oh, ternyata ada banyak rumah sakit gitu ya. Mungkin seperti itu. Jadi, Bapak Ibu ee laju kematian bayi dan lain-lain ini menjadi tanggung jawab siapa? Tentu ini tanggung jawab lintas sektor Bapak Ibu. Tidak hanya bisa menyalahkan ini wah ee sanitasinya tidak baik, infrastrukturnya tidak baik atau pengawasannya tidak baik, tapi ini adalah lintas sektoral. Nah, jadi ee Bapak Ibu itu ee diskursus yang saya bangun tadi. Ee mungkin Bapak Ibu ada yang ingin memberikan ee komentar dulu satu atau dua peserta silakan bisa ee res hand silakan ya J ya silakan. Oke, ada yang mau res hand. Oke. Ada ee bisa rais hand enggak ya, Mbak ya? bisa ya. Oke. Atau atau enggak ee enggak bisa enggak bisa unmute sendiri ya. Oke, mungkin dari BSU Mandiri monggo. Boleh, ya. Silakan. Nah, silakan dari BSU Mandiri. Iya. Asalamualaikum, Pak Waludin. Selamat pagi. I pagi, Pak. Terima kasih, Pak Advin. Ee boleh ini bertanya ee ee di lingkungan kami kan ada perumahan ya. Jadi, perumahan ini ada TPS 3R. Nah, ee saya pengin bertanya tentang nanti mungkin dijawabnya boleh nanti atau kapan ee tentang pengolahan ee limbah untuk TPS 3R gitu. Karena di sini kan ee sampah-sampah diangkut dan diambil oleh petugas kemudian dikumpulkan di TPS3R ada limbahnya gitu ada apa namanya ee air lindi dari sampah-sampah organik gitu. Nah, itu harus seperti apa penanganannya gitu. Kalau dibuang ke sungai kan enggak boleh ya. Nah, itu harus seperti apa. Mungkin begitu, Paki. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Baik, Pak ee siapa tadi, Pak? Ya, ee ee dari apa ee perumahan gitu, ya? Ada TPS 3R-nya. Jadi ee mungkin kita perlu membedakan Pak ya yang kita diskusikan ini lebih ke ee fungsional dari unitnya itu di eh black water greay water dari air limbah domestik dari ee yang dihasilkan dari penggunaan air rumah tangga. Nah, sementara yang ee lindi tadi itu kan memang dari unit e pengelolaan sampah. Sebenarnya bisa ya ee modelnya juga bisa menggunakan sistem ee kolam ya, instasi pengelolaan lumpur. Tetapi kalau misalkan TPS 3R-nya langsung bikin kolam yang gede gitu ya, itu juga lahan dan lain-lainnya terbatas. Jadi paling tidak mungkin bisa dilakukan pengolahan awal ya, tahap penampungan dulu gitu ya dan mungkin nanti bisa dilakukan penyedotan untuk di apa di apa olah di apa ee IPL gitu ya atau ya ee harus kita containment ya kita masukkan ke dalam ee drom-droom gitu ya yang kita ee bawa. Karena kalau kita mau mengolah ee secara mandiri sebenarnya ee bisa saja tetapi ee kita kan perlu kolaborasi ya lintas sektor itu jadi upaya yang bisa dilakukan ya ee tentu ini sudah menjadi niat baik dari pengelola sampah ya ditampung saja dulu ya untuk nanti kemudian dilakukan ee penyedotan seperti itu. Baik ee mungkin ee konteksnya terkait dengan ini ya terkait dengan peran dan fungsi sanitasi. Jadi, Bapak Ibu sebenarnya apa yang saya tampilkan di sini, apa yang saya sampaikan ini merupakan nanti masalah yang akan ditemui oleh Bapak Ibu ketika ee menyusun rispal. Jadi masalah yang pertama misalnya ya ee infrastrukturnya sudah ada Bapak, Ibu, tetapi ee tingkat layanannya sangat rendah gitu ya atau ee pemerintah daerah sendiri gitu ya, itu tidak memberikan apa ya pendanaan yang cukup di sektor sanitasi gitu. Karena program sanitasi ini kan program yang tidak populis ya, Bapak, Ibu. Kalau kita lihat ini ya, misalkan ya, kalau seperti Espalde Kota Pekanbaru di Makassar ini kan ada di atas tanah gitu, kelihatan keren bagus gitu ya, bisa dibuat foto-foto untuk baliho bagus gitu ya. Tapi kalau untuk ini ya kayak misalkan e septic tank misalnya ini kan enggak kelihatan ya ada di bawah tanah gitu Bapak, Ibu ya. Tipa dan lain-lain itu wah ini malah mengganggu saja gitu ya. Jadi ini ee tidak populis. Jadi, Bapak, Ibu ini merupakan ee kita sudah melakukan identifikasi ya terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di ee suatu wilayah terkait dengan sistem pengelolaan air limbahnya. Nah, bagaimana sebenarnya Indonesia melihat dari pemerintah Indonesia ya melihat ee apa ee arah kebijakan pengelolaan ee sanitasi dan air limbah di Indonesia itu sendiri. Ya, ini kan tahun baru dan juga bersamaan dengan ee pemerintahan baru ya, ee rezim baru di mana ee di sini juga ee perlu di ee lihat ya target-target ee bagaimana pengelolaan air limbah domestik ee terkait dengan sanitasi juga. Bapak, Ibu bisa lihat di sini bahwa ee pemerintah Indonesia gitu ya, itu sudah meratifikasi eh tujuan eh sustainable development goals di mana salah satu tujuannya terkait dengan eh air bersih dan sanitasi. Nah, tadi disebutkan terkait dengan persampahan gitu ya. Ee tetapi ee saya bukan bidang persampahan. mungkin ee Pak Hijrah, Pak Yebi yang lebih paham seperti itu. Ee ada target-target juga bahwa di tahun ya ee timbulan sampah yang terolah di fasilitas tadi 15% gitu ya. Ee targetnya sih 15% tetapi ternyata 30 ee ee ee yang terolah di fasilitas pengolahan tadi 15% di mana 13%-nya terdaur ulang. Sementara di 2029 ini e ada penambahan yang cukup besar ya, sekitar 20% ya. Jadi 38% terolah dan 20% terdaur ulang. Nah, jadi yang ditanyakan oleh Bapak tadi ee terkait dengan bank sampah tadi ya. Nah, itu merupakan usaha untuk mencapai ee target ini. Kalau kita lihat secara detail ya di target ee sanitasi air limbah domestik ya di sini ya ee ada peningkatan target gitu ya dari rumah tangga ya ee pengelolaan air limbahnya dengan akses sanitasi aman itu di 2024 itu 10,25% ya. Nah, tapi ini harus ditingkatkan menjadi berapa, Bapak, Ibu? Ditingkatkan dari 10,25 menjadi 30%. Jadi ada sekitar ya kurang dari 20% lah. Ini aksesnya sanitasi aman. Nah, sementara yang BAB di tempat terbuka saja ya itu masih ada 3,2% dan ini harus di ee turunkan sehingga tidak ada yang BAB sembarangan. Kalau yang target yang nomor dua ini saya lebih ee melihatnya yang lebih gampang ya. Karena kalau ada fasilitas gitu ya ee itu mungkin juga dilakukan adanya sosialisasi dan ee program-program apa ee peningkatan sasaran untuk ee apa ee hijin dan sanitasi ini lebih mudah tercapai gitu ya. Tetapi kalau yang akses sanitasi aman ini menjadi agak susah karena ee kalau kita lihat di sini ee tangga dari sanitasi itu ya ee kita bisa lihat yang BABS tuh paling bawah kemudian BABS tertutup ini BABS ee terbuka gitu ya tertutup itu naik levelnya kemudian akses layak bersama kemudian akses layak sendiri sampai akses aman aman itu di sini Jadi kalau kita punya septic tank, misalnya kita punya septic tank di sini ya, kita punya septic tank tapi eh belum dilakukan penyedotan ini sebenarnya masih ee akses layak yang sendiri gitu. Jadi belum aman. Nah, kalau mau aman itu ee dari lumpur tinjanya itu harus disedot. Kemudian evluence septic tank-nya juga harus sesuai. Nah, ini tantangan yang ee cukup berat Bapak Ibu ya. Karena akses aman di sini toilet milik sendiri yang terhubung dengan SPD atau tangki septik yang disedot satu kali ya dalam 3 sampai 5 tahun. Ini sudah secara spesifik ya. Kenapa seperti ini ya? Ini mimpi dari kita bersama supaya ee target yang kita harapkan tadi seperti Jepang tadi Bapak, Ibu ya. tidak ada ee kematian bayi, tidak ada angka penyakit akibat ee penyakit-penyakit yang berhubungan dengan ee waterborn diseasis. Nah, tapi kalau kita lihat gitu ya di peraturan yang terbaru ya ee ini sebenarnya sudah sangat mendukung ya Bapak, Ibu ya di Bakumutu Permen LH nomor 11 tahun 2025. di sini ee cukup fair menurut saya ya, di mana pengelolaan air limbah itu IPAL itu ee yang setempat tadi itu juga punya baku mutunya. Nah, kalau dulu seik tank itu enggak punya baku mutu ya atau misalkan perumahan ya, Pak ya. Tadi kalau Pak tadi dari bank sampah tadi sudah ada ee sampahnya gitu ya, pengelolaan TPS3R-nya ee sudah bagus itu, Pak. Sudah punya TPS3R karena kelihatan kalau enggak diolah bau sampahnya gitu ya. Ee terus kalaupun mau dikirim ke TPA, ternyata TPA-nya tutup gitu. Sudah enggak ada TPA lagi. Tapi kalau air limbah gimana, Pak? Jangan-jangan ee enggak enggak mau peduli kita karena enggak kelihatan ada di bawah tanah. Nah, ee di satu ee perumahan juga bisa dilihat dan apa ee ee di sini juga sudah ada aturan ya baku mutu yang menentukan kualitas airnya. Jadi, BOD-nya misalnya itu ee 75 gitu. tidak harus sampai 50 ataupun 30. Jadi sudah ada ya ee aturan yang ee saling mendukung. Jadi ee pemerintah dalam hal ini ee berusaha untuk meningkatkan ee targetnya. tentu target dari pemerintah tadi harus di capai dengan upaya bersama-sama, tidak ada ego sektoral seperti itu. Nah, ini yang yang ee sudah ee ada di dalam ee RPJMN ya, rencana pembangunan jangka ee menengah ee nasional gitu ya, tahun 2025 sampai 2029 di mana disebutkan bahwa di dalam Perpres nomor 12 tahun 2025 itu untuk sanitasi gitu ya ee sanitasi aman rumah tangga gitu ya dari 10,21% baseline-nya meningkat menjadi 12,5% di tahun ini ya, tahun yang lewat ya mohon maaf Bapak Ibu ya ee capaiannya berapa ee saya belum tercopy infonya tapi di 202 kita butuh target 30% ya. Nah, ini peluang ya peluang bagi Bapak Ibu di sini ya ee untuk apa? Untuk bisa apa mendukung ee capaian ee target ee rumah tangga dengan sanitasi aman. Tranitasi aman. Sekali lagi saya sampaikan bahwa akses aman tadi toilet milik sendiri yang tersambung di ee jaringan sewer atau e menggunakan tangki septik atau IPAL komunal atau SPAL DS gitu ya setempat yang dilakukan penyedotan ya satu kali dalam 3 tahun. Ada yang merasa menganggap bahwa Pak kenapa kita perlu menyedot ee 3 sampai 5 tahun sekali? Padahal karena enggak pernah enggak pernah penuh gitu Pak ya. [tertawa] karena enggak pernah penuh, jangan-jangan ee apa ee septik tanknya itu bocor gitu ya. Jadi bukan karena dia bisa mengolah karena ee tangki septik sekali lagi itu bukan pengolahan yang ee lanjut gitu. Dia hanya pengolahan awal pasti akan menimbulkan residu dan lama-kelamaan tangkiseptiknya tadi penuh. Kalau sudah penuh ya harusnya meluber. Tapi kalau tidak pernah meluber ya itu bisa jadi bocor gitu ya Bapak Ibu ya. Nah, ee ini masalah tadi yang kita belanja masalah di awal tadi ternyata sudah dipetakan sebenarnya ya. Tantangan utama untuk pencapaian target sanitasi dari ee saya ambil PPT-nya dari BAPENAS gitu ya. Itu ada berbagai masalah ya ee paling tidak dari sisi infrastruktur, pemerintahan dan institusi, pembanaan, e pendanaan dan juga partisipasi komunitas. Ini lintas sektoral Bapak, Ibu ya. penyusunan rencana induk itu enggak bisa hanya dari PU saja, hanya dari BPEDA saja, BAPERIDA saja tidak bisa ya. Karena ee infrastruktur yang ada itu harus dikaji kenapa ini tidak sesuai, kenapa tidak ee layanannya tidak meningkat atau kenapa ee masyarakat tadi partisipasinya rendah. Nah, dalam hal ini ya hal-hal yang dijadi masalah ini harus dirumuskan program-program yang sesuai untuk mendukung agar ya layanan atau pengelolaan air limbah di suatu wilayah itu ee bisa tercapai. Ini kalau bisa nyusun Rispal dengan baik harusnya sudah cocok jadi kepala dinas ya Bapak Ibu ya [tertawa] gitu ya. Karena ee sekali lagi ee penyusunan Rispal ini gak ada yang ahli nyusun Rispal. ahli rispa enggak ada, Bapak, Ibu ya. Ahli nyusunnya okelah karena ini lintas disiplin ilmu gitu ya. Lintas disiplin ilmu, teknik lingkungan gitu ya. Okelah tim leadernya. tetapi ee dari sisi kebijakan butuh orang hukum, dari sisi ee infrastruktur ee layanan butuh orang PWK gitu ya dari sisi kesehatan dan jadi ee Rispal sekali lagi ini adalah kajian ee multidisiplin seperti itu. Nah, lalu bagaimana pemerintah dalam hal ini ee menetapkan gitu ya ee strategi dalam pencapaian target sanitasi di RPJMN 2025 sampai di 2029 tadi? dari akses sanitasi layak. Sanitasi layak ini ya dia sudah punya apa ee septic tank gitu ya. Terus dia sudah tidak BABS, sudah tidak BAB gitu ya. Nah, tetapi dari layak ini tadi bagaimana bisa ditingkatkan menjadi akses sanitasi aman. Karena kalau misalkan ee sudah punya septic tank tidak lakukan penyedotan itu masih mungkin untuk terjadinya pencemaran e seperti itu sehingga menyebabkan ee terjadinya ee penyakit gitu ya. Jadi air yang kita konsumsi itu ee belum aman. Nah, ini karena saling mendukung ya antara Rispal dan juga ee Rispam seperti itu. Nah, ee strategi utama yang perlu dilakukan ee oleh pemerintah dalam ee apa paparan ee target sanitasi di RPJMN itu ternyata memperkuat ya substansi peraturan perundang-undangan. Ini penting Bapak, Ibu. ee jangan-jangan ee di dalam ee Rispal ketika kita menyusun Rispal gitu ya, itu belum ada perdanya terkait dengan pengelolan air limbahnya. Nah, ini tidak bisa karena peraturan daerah itu yang mengikat dan juga memayungi ee segala aktivitas ee usaha atau kegiatan yang terkait dengan layanan publik tentunya. Kemudian selain regulasi juga infrastruktur teknologi gitu ya, ee bagaimana ee kita memiliki teknologi-teknologi baru yang sesuai dan juga ee kesesuaian standar yang dilakukan. Nah, sekali lagi kalau misalkan kita lihat di ee Permen LH nomor 11 tahun 2025 ini kan yang mengatur ee Dinas Lingkungan Hidup gitu ya atau Kementerian Lingkungan Hidup. Tetapi dari sisi teknologinya sebenarnya ini juga sudah mengacu ke apa yang sudah dibuat di Permen PUPR nomor 4 tahun 2017 di mana misalkan ya pembuangan air limbah domestik kalau menggunakan ee apa ee IPAL domestik yang kapasitas kecil atau sama ee dengan 3 m³ misalkan ya harus menggunakan septic tank gitu ya. unit pengelolaan SNI yang kedap air misalnya kalau ada apa di sini ya kalau dia tidak mengandung minyak dan lemak tapi kalau dia mengandung minyak dan lemak ya harus ada tambahan unit pemisah minyak dan lemaknya ya saya challenge deh Bapak Ibu Bapak Ibu sekarang kan ada banyak program MBG ya ada banyak dapur SPPG gitu ya nah Bapak Ibu dari sini yang dari Dinas ee Kesehat Kesehatan tentu sudah harus ee paham ya ada sanitasi dan izin makanan supaya tidak apa ee ee terjadi keracunan misalnya, tapi dari sisi sanitasinya juga harus perlu dilihat Bapak, Ibu. Jangan-jangan enggak punya apa, enggak punya septic tank gitu ya atau syukur-syukur ada septic tank, tapi ternyata air dari sisa-sisa makanannya itu dibuang ke sungai. Ee berapa banyak ini SPPG nih yang akan ada di Indonesia kalau targetnya 100% potensi pencemaran Bapak, Ibu. Nah, ini juga ee perlu menjadi objek kajian ya di dalam apa di dalam ee Rispal juga karena ada perubahan arah kebijakan ya. Ee kita selama ini menganggap bahwa ee itu hanya ee apa ee limbah domestik dari dapur rumah tangga saja tapi sekarang ada satuan pelayanan gizi dan dalam hal ini harus mengacu ke standar yang sudah ada. Jadi ee seperti itu ya. Kemudian ini ee pemerintah itu pengin mendorong gitu ya, ingin mendorong bagaimana menciptakan ee ekosistem bisnis gitu ya, pasar sanitasi. Kebetulan saya terlibat dengan ee Balai Teknologi Sanitasi di Surabaya untuk membuat standar eh septic tank fabrikasi. Jadi, Bapak, Ibu kalau dari sisi pengusaha di sini kalau sudah ee memiliki produk berupa tangki septik biofilter yang ini misalnya ya, sudah sesuai standar, Bapak, Ibu bisa mengujinya ya untuk mendapatkan ee layak fungsi atau untuk mendapatkan sertifikasi ee dari ee Balai Teknologi Sanitasi di Surabaya. Nah, kalau sudah mendapatkan sertifikat ee kelaikan tadi ya, ee sertifikat standar teknologi tadi, eeah Bapak Ibu bisa memasukkannya ke ee e-katalog misalnya atau Bapak Ibu bisa menjadi pemasok gitu ya yang e sesuai dengan standar gitu ya. Nah, kemudian terkait dengan kelembagaan gitu ya. Kelembagaan juga ee tumpang tindih Pak gitu ya. Ee kalau TPS ee sampah ini dikelola di LH. Tapi kalau IPLT-nya itu dikelola di mana ya, Pak? Kan gitu ya. Ee sementara ini kami kabupaten baru, Pak. Nah, kemudian misalkan ee IPAL-nya eh IPLT-nya ternyata ee asetnya masih gabung sama TPA, Pak. Ini gimana ya kira-kira? Nah, jadi ee di dalam RISPA juga perlu dikaji ya bagaimana ee kualitas ee kelembagaan efektivitasnya karena ee standar pelayanan minimal gitu ya ee memang untuk layanan publik tapi kalau ke depan itu juga bisa didorong menjadi yang lebih profitable dalam hal ini menjadi BUMD gitu ya. ee dan bahkan ee nanti bisa menjadi ee perusahaan yang ee apa ya ee cukup ee bonafit gitu ya untuk mendukung pendapatan dari ee pemerintah daerah juga ya. Dan ee terkait dengan pendanaan. Nah, ini saya saya enggak enggak berani ini ya enggak berani ee apa ee memberikan program-program yang ee rumit. Kebetulan kemarin ee saya di tahun kemarin ada menyusun ee satu Rispal gitu ya. ketika kita melihat analisis pendanaannya ee cakupan persentase dari ee alokasi dana untuk sanitasi itu sudah sangat kecil gitu ya. Ee lalu dari Dinas e Baperidanya dia mengatakan, "Pak, ini kita akan dipotong lagi berapa persen? Tahun depan dipotong lagi." Jadi program-programnya ini aduh kayak apa ya? Kita membuat membuat rencananya itu kayak sudah hampir enggak mungkin ini bisa di diterapkan gitu karena melihat dari ee keuangan daerah misalnya. dan juga ee mungkin ada dilihat peluang ee misalkan dengan adanya CSR dengan ee apa perusahaan perusahaan yang ada di daerah tersebut dan juga kita yang paling penting ini partisipasi dari masyarakat. Jadi masyarakat ee kalau saya melihat ya di Jogja gitu ya ee terkait dengan pengelolaan sampah ini karena Pak Hijrah sering membuat webinar ya dan Pak Hijrah juga sering turun ke lapangan ini. Saya melihat ee ibu-ibu gitu ya, warga masyarakat di Jogja terkait dengan pengelolaan sampahnya sudah rasa keinginan untuk mengelolanya itu sudah semakin tinggi gitu dan keinginan untuk ee melakukan apa daur ulang dan lain itu sudah sangat tinggi sekali gitu ya. bahkan sudah apa ya sudah kreatif lah levelnya itu sudah luar biasa. Tetapi sayangnya untuk yang limbah tadi itu belum gitu ya karena ya itu tadi e di bawah rumah kita, di bawah garasi dan lain-lain gitu ya. Mungkin ee kerasanya kalau ada data gitu ya, ada data seperti yang di Jepang tadi ini ada jaringan air limbah di di satu wilayah gitu ya. kemudian berapa banyak ee yang apa yang sakit dan lain-lain ini bisa ditampilkan dan datanya real mungkin bisa membuka mata kita gitu ya. Tetapi ee sayangnya ini belum belum ada. Nah, jadi ee Bapak Ibu itu ee menjadi perhatian kita bahwa ee untuk melakukan ee mencapai target sanitasi ya dalam hal ini misalkan di RPJMN ee 2025-2029 ini ada berbagai aspek ya dari kerangka kelembagaan, dari kerangka teknis, dari kerangka regulasi, dari kerangka ee pendanaan, partisipasi masyarakat, bahkan yang mendukung ekosistem dari ee ee apa rantai layanan sanitasi dalam hal ini pelibatan swasta gitu juga ya untuk menciptakan ee pasar ee sistem sanitasi yang ee hidup di wilayah tersebut. Nah, Rispal ya Bapak Ibu ya kalau kita lihat ya rencana induk sistem pengelolahan air limbah ya atau Rispal ya ini kedudukannya gitu ya. Kedudukannya ee oke sebelum sampai ke situ kita perlu adanya sinkronisasi arah kebijakan dan keterpaduan. misalnya ee di awal tadi ee saya mencoba melontarkan ee isu gitu ya ee tanggung jawab siapa ya. Oke. Kalau ee terkait dengan ee jumlah warga yang melakukan apa ee peran dan fungsi sanitasi ini tadi misalkan ada sumur warga tercemar ekoli kan seperti itu ya yang melakukan pengawasan tentu dari DLH gitu ya. Lalu yang menentukan standar e septic tank-nya bagaimana tentu dari ee PU PR gitu ya. Nah, tetapi dalam hal ini juga kita perlu melakukan apa ee kampanye gitu ya atau sosialisasi gitu ya. Sosialisasi ini tentunya dari Dinas Kesehatan misalnya seperti itu. Jadi perlu ada keterpaduan Bapak Ibu antara ee instansi-instansi yang ada. enggak bisa semuanya ini hanya di satu wilayah ini. Tugasnya ee PU saja. Bahkan saya sering ya Bapak, Ibu ya ketika mengikuti penyusunan ee Rispal gitu ya, itu yang datang ya dari PU karena PU yang punya pekerjaan misalnya gitu atau yang datang dari BPPEDA gitu. Tapi dari dinas-dinas lain ya enggak terlalu antusias gitu karena bukan tanggung jawabnya. Padahal kalau kita melihat itu kita perlu sekali adanya keterpaduan antar ee antar sektor ya. Jadi kalau kita lihat posisinya di sini master plan atau Rispal ya ini bertindak sebagai jembatan. Jembatan kenapa? Karena ada kebijakan nasional ya, kebijakan provinsi, kebijakan kabupaten kota ya. ee misalnya ee ketika kita menentukan lokasi ya ee suatu wilayah di kabupaten tersebut ee ditempatkan sebagai ee rencana IPLT ee ternyata RTR RW-nya tidak sesuai ya. IPLT itu kan ada kriteria teknisnya juga ya. Karena dia pembuangan air limbah berarti dia akan bau seperti itu ya Bapak, Ibu ya. Ternyata di ploting di wilayah tersebut misalkan ya, kita sudah ploting wilayahnya di sini, ternyata di seberangnya itu akan dibangun rumah sakit gitu ya. Nah, di seberangnya ini akan dibangun rumah sakit, wilayah rumah sakit. Nah, rumah sakit ini enggak bisa diganggu gugat gitu ya. ee karena dari Pak Bupati, dari DPRD itu sudah mengunci bahwa wah kita dengan adanya rumah sakit ini PAD kita naik dan lain-lain. Akhirnya lah ya ini ngalah ini padahal sudah ditetapkan di situ. Nah, jadi kita harus sinkron dengan RTRW-nya, kebijakannya ya ee agar apa? Agar ee apa? rencana ee penyelenggaraan SPAL ke depan ini juga lebih baik dan strateginya harus menyesuaikan dengan arah kebijakan ee dan juga visi misi dari ee pemerintah daerah tersebut ya. Bahkan ee kalau kita melihat gitu gak tidak jarang juga gitu ya ee ee penentuan visi misi di satu daerah gitu ya itu ee tidak meng-highlight secara pasti gitu ya. Jangan-jangan sanitasi ini tidak masuk gitu ya. yang yang lebih banyak masuk memang kadang persampahan gitu ya. Nah, ee dari sisi sanitasi kadang diarahkannya ke ee semuanya ke Dinas Kesehatan gitu. Padahal dari sisi infrastruktur itu dari ee Kementerian ee PUPR. Nah, agar terjadi sinkronisasi arah kebijakan, nah maka ee kita perlu melihat bahwa dokumen master plan atau dokumen Rispal ini dokumen perencanaan ya, Bapak, Ibu ya. Yang satu dia multidisiplin dan dia selaras dengan dokumen-dokumen lain. Dia tidak bisa berdiri sendiri. Oh, saya maunya gini. Enggak bisa ya. Harus melihat melakukan review pembandingan, sinkronisasi dengan baik itu kebijakan spasial, baik itu kebijakan ee sektoral, dan juga target. Kadang ee Bapak Ibu kita sudah terkunci di dalam ee Musren Bank gitu ya ee SKPDSP terkait itu menyusun apa ee target-target ya, indikator-indikator enggak ngerti gitu ya. E ya udah target nasional tadi ee misalnya berapa target nasional terkait dengan sanitasi itu dibuat ee rumah tangga dengan akses sanitasi aman ee 30% gitu ya. ya sudah kita mengikuti saja gitu ya. 30% dibuat gitu ya atau malah kadang lebih kita mau mau ambisius gitu ya dibuat 40% tapi ini enggak sinkron gitu ya. Ternyata dengan 40% tadi kita melihat kondisi existingnya itu baru 0,5% gitu yang aman. Lalu kita membuat target 40% ya. Sedangkan kita tahu bahwa untuk mencapai target 40% tadi kita butuh dana berapa? Jadi ini enggak seimbang, Bapak, Ibu ya. Jadi ee hal-hal yang seperti ini yang ee perlu kita ee menjadi perhatian kita di dalam ee proses ee penyusunan Rispal. Jadi ee nantinya dari master plan dan rencana induk tadi kalau disusun dengan baik gitu ya. Nah, ini kita bisa mendapatkan rencana ee penyelenggaraan investasi ya, investasi yang dalam hal ini ee dibutuhkan untuk ee dinas-dinas ee terkait. Nah, ee sering juga di dalam penyusunan Rispal itu ee ee program-programnya kalau kita lihat ee jangka pengembangan RISPAL ini kan 20 tahun ya, Bapak, Ibu ya. Jadi mungkin jangka pendeknya ee karena ini 20 ee 20 tahun gitu ya, Bapak, Ibu ya. Ee mungkin ini 2 tahun pertama, kemudian setelah itu 5 tahun kan 7 tahun lalu kemudian 13 tahun. Nah, program-programnya ini lebih banyak ke kegiatan pembangunan. saja gitu ya di ee 2 tahun dan 5 tahun. Tetapi program untuk apa ee bagaimana pengelolaannya kemudian bagaimana monitoring itu kadang kurang sehingga ee pengembangan untuk program-program agar ee ini sesuai itu ee tidak didukung oleh ee program lanjutan gitu. Jadi dianggap bahwa ee Rispal ini ee hanya ee sekedar ee dokumen perencanaan yang bentuknya program fisik gitu. Bahkan ee harusnya programnya juga ee ee terkait dengan masalah yang ada ee yang dihadapi di suatu wilayah ee tersebut. Ee mungkin ee saya buka apa ee saya buka chat dulu ya. Ee kayaknya banyak yang ee nanya tadi ya. Oke. Ee yang pertama, yang pertama ee sebentar ya Bapak Ibu ya. Mangkra terbengkalai. Oke. Nah, apa saja poin penting dari satu dokumen Ripal? Apa saja data dan informasi yang dibutuhkan ee untuk menghasilkan suatu dokumen SPL yang ideal? Nanti kita akan bahas ya, Bapak, Ibu ya, di metode ya. Nah, kemudian Pak Sugiri kalau di Permen PUPR Rispald D itu seharusnya disusun terlebih dahulu setelah itu FS DED. Tapi faktanya di lapangan banyak yang ee sudah menyusun DED tapi belum punya Rispa. Ya, ini contohnya Bapak, Ibu sudah nyusun DED. Ee jadi dia tidak bahkan DEED-nya harusnya ada FS-nya gitu ya. ini FS-nya bagaimana gitu ya. Jangan-jangan misalkan gini ee tapi saya paham posisi daerah itu gini ketika ada namanya dana alokasi khusus gitu ya kadang ya dari pemerintah ya itu kan ada readiness kriteria ya Bapak Ibu ya untuk mendapatkan e dana alokasi tadi kan ada namanya eh readiness eh kriteria gitu ya. Salah satu kesiapannya itu tadi disebutkan bahwa dia sudah punya lahan, dia sudah punya ee apa ee izin lingkungan gitu ya. paling tidak sudah ada UKL-UPL-nya. Kadang disusun semuanya paralel, sudah ada FS dan lain-lain gitu. Sudah ada komitmen untuk apa? Agar ya supaya segera terbangunlah ee di satu daerah tadi misalkan terbangun IPLT ee tapi ternyata dari sisi kapasitas misalnya kapasitas yang ada itu kita penginnya wah dari ee pemerintah daerah pengin udah kita punya buat aja 10 m³ per hari. Padahal rnya setelah ee ee rilnya setelah dilakukan survei gitu ya, ternyata kemauan masyarakat untuk melakukan penyedotan tinja itu sangat rendah sekali gitu. Sehingga mentok-mentok paling maksimum itu adalah 3 m³ per hari. Ya, ini kan jadi kapasitas yang diolah itu sangat kecil gitu ya. Atau jangan-jangan ini bukan sangat kecil. Enggak ada orang yang mau nyedot tinja. Nah, ini ini yang ee kalau sebenarnya kita punya rencana program yang baik itu sebenarnya bisa kita ee gunakan. Tapi jangan khawatir Bapak Ibu kalau belum punya Rispal, Rispal itu kan jangkanya 20 tahun ya Bapak Ibu ya. Tetapi setiap 5 tahunan karena kan ada perubahan kebijakan gitu Bapak, Ibu ya. Perubahan tata ruang dan lain-lain itu bisa dilakukan review gitu. Jadi bukan berarti haram enggak. Karena ya kalau kita ngomongnya hitam putih gitu ya lah susah Bapak Ibu ya. Bapak Ibu kan yang sudah nyemplung di dunia birokrasi gitu ya. Susah kalau aa bb enggak bisa. Nah bagaimana kita bisa melakukan apa ya ee upaya ee penyesuaian gitu ya. Ee tidak memprioritaskan anggaran untuk sanitasi ya tidak didukung ee pemerintah akan nonsen juga. Nah, terus memenuhi akses layak saja sulit sementara harus mengenakan akses aman. Tapi gimana ya, kita enggak ee saya enggak boleh menunjukkan pesimisme saya gitu loh. Karena saya di sini pengajar gitu ya. Ee saya selalu menyampaikan ini kepada mahasiswa saya gitu ya, Mas, Mbak ini target aman kita ini masih jauh gitu ya. Tantangannya cukup besar. Jadi bidang TL ini masih sangat luas gitu ya. Jadi ee Anda-Anda semua nanti yang akan menjadi aktor-aktornya gitu ya, bagaimana bisa mencapai target tersebut seperti itu memang ee cukup cukup berat gitu ya. Mm. Oke, mungkin ee ada pertanyaan dahulu dipersilakan. Silakan ee saya ee dari apa yang saya sampaikan ini terkait dengan ee kebijakan dulu ya, kebijakan RISPA. Ada pertanyaan Bapak Ibu? Ada yang ingin dibagi? Mohon yang ee kalau bisa yang open mic itu sesuai konteks dulu ya. [tertawa] Ya, maksudnya terkait dengan ee apa misalkan Rispal ya, Rispal gitu bukan melebar ke arah yang lain dulu gitu. Topiknya masih Rispal. Silakan ada Bapak Ibu. Oke. Dari Pak Josia. Ini menurut saya menarik ini ya. IPLT yang bersahabat dan sering dikunjungi dapat menjamin IPLT tersebut tetap beroperasi. Apakah investasi IPLT harus mendatangkan keuntungan atau harus Nah, jadi gini ee keuntungan itu kan ada namanya apa ya eh inkind dan juga in case gitu ya. Kalau dia itu masih berupa ee bukan badan usaha gitu ya ee masih apa ee layanan publik tentu ini masih di diberikan sub subsidi. Tapi ee kalau misalkan ee sebenarnya dari pemerintah pusat juga sebenarnya sudah membuat ceklis itu ya kriteria ya riness kriteria misalkan porsi anggarannya yang dilakukan agar nanti ee untuk mengelola IPLT ini berapa persen proporsi anggaran yang dimilikinya? Nah, misalnya ee misalnya gini Bapak Ibu ee kalau kita ngomongin IPLT berarti ee harus punya truk tinja yang melakukan penye penyedotan gitu ya, Bapak, Ibu ya. Nah, truk tinja yang melakukan penyedotan itu tadi ee tentu harus melayani sampai ke titik terjauh ya. kita bisa biasanya ee dalam penyusunan Rispal itu kita menentukan opsi-opsi ya layanan IPLT-nya ada di daerah mana meskipun secara secara apa ee FS itu nanti akan dikaji lagi gitu ya ee ada opsi A, opsi B tapi indikasi-indikasi programnya ada, indikasi-indikasi lokasinya ada, nanti silakan dikaji lagi secara ee FS gitu. Tapi kadang di dalam di dalam ee penentuan program kita tidak melakukan kajian dari sisi ee teknisnya dengan baik. Misalnya gini ee kita anggaran APBD-nya terbatas sementara IPLT-nya itu ditaruhnya di jauh enggak di dekat kota. Sementara yang mau nyedot tinja itu di dalam kota. Nah, berarti kan biaya operasional dari truk sedot tinjanya membengkak nantinya. Misalkan e truk sedot tinjanya tadi karena pemerintah gitu ya, itu enggak boleh pakai ee apa BBM apa ee solar yang solar busuk gitu ya. Solar busuk itu apa sih namanya Bapak Ibu ya? Yang solar yang ya solar yang dipakai truk-truk yang banyak antri itu ya. Tapi kalau yang ee solar apa ee DEX gitu ya, itu kan biayanya kan pasti mahal gitu ya. Sementara jaraknya ee dari kota itu 20 kilo. Nah, kalau 20 kilo bolak-balik per hari biayanya jadi semakin besar gitu ya. Nah, ini yang menjadi apa ee tidak adanya sinkronisasi ee kebijakan gitu ya dan juga dalam kajian teknisnya tidak tidak sesuai. Ini juga bisa menjadi ee apa ya hal yang ee jadinya ee ee IPLT-nya rugi gitu, Pak ya. Tapi kalau misalkan ee biaya ini biaya sedot tinjanya ya kalau saya agar tercapai akses sanitasi aman dulu ya masyarakat ini kalau bisa dilakukan apa gratis aja dulu gitu ya [tertawa] ya supaya apa supaya mereka ee paham dulu secara secara ee apa secara layanan gitu. Nanti kalau misalkan sudah ada bertahap ee dilakukan namanya ee layanan lumpur tinja terjadwal atau L2 T2. Sehingga dengan layanan lumpur tinja terjadwal ini ee nyedot tidak nyedot e masyarakat itu akan dibebani. Jadi ee ada wilayah ini disedot tahun 2026 ya. Ee wilayah kabupaten apa kecamatan sebelah disedot di tahun 2027 misalnya. Nah, itu dilakukan giliran gitu. Jadi ee layanan lumpur tinja terjadwal ini akan menghidupkan apa ee ini ya ee ee IPLT tapi tentunya dengan berbagai ee pertimbangan dari kesiapan ee lembaganya gitu ya dan juga dari sisi ee kesiapan ee manajerial SDM dan yang lainnya. Oke, Bapak Ibu ada yang ee bertanya monggo silakan. Baik, untuk Bapak Ibu yang ingin bertanya secara langsung bisa raise hand terlebih dahulu yang nantinya akan ee oleh admin kami onmikkan. Baik, mungkin dari Bapak Ibu ada yang ingin bertanya langsung silakan untuk hand. Baik, di sini ada. Oh, oke. Kalau belum ada enggak apa-apa, Mbak. Saya ini sambil jalan aja gitu ya. Baik, Pak. Silakan. Oh, izin, Pak. Iya, silakan. Iya. Saya ee menanggapi tadi Pak pembawa materi menyampaikan ya memang kalau mau mendatangkan keuntungan itu harus siap dulu semua infrastrukturnya. Jadi, jangkauannya. Maksud saya kalau misalkan dia bisa mendatangkan keuntungan jika layanannya itu lebih menjauh, gak terfokus hanya pada satu tempat saja. Maksud saya seperti ini ee bisa membuka layanan lintas wilayah jadi atau antar kabupaten atau antar kota yang ee tidak memiliki fasilitas tersebut. Jadi memang paling utama itu kita harus layani ee diri kita sendiri kan. Misalkan Kabupaten A punya itu bisa layani itu sendiri, tapi bisa dikembangkan untuk bisa membuka diri, bisa melayani juga wilayah di sekitarnya, kabupaten B atau Kota C atau ee yang lainnya. Saya kira seperti itu. Tapi memang pada dasarnya kita harus ee perbaiki dulu semua infrastruktur, semua kesiapan sehingga mau melayani itu kita tidak ee menemui jalan buntu. Itu sih yang kalau menurut penilaian saya IPLT itu tidak akan mangkra atau tetap tetap beroperasi dan membawakan keuntungan. Saya kira itu Pak pendapat saya. Terima kasih. Iya. Terima kasih, Pak ee Josia. Ya, ini menarik sekali. Bahkan kalau kita melihat di Jogja sendiri ya, itu ada namanya Karta Mantul ya. Karta itu Yogyakarta, Man Sleman, Tul itu Bantul ya. di Sleman ini enggak punya TPA gitu ya. Terus ee adanya di Bantul gitu ya. Tapi Sleman punya wisata gitu kan. Ee ya nanti tinggal apa pemerintah daerahnya saja yang saling berembuk gitu ya. Ee terus ee terkait dengan IPAL juga adanya di Bantul gitu ya. Tapi ee pemerintah daerahnya nanti yang jadi masyarakat ya tinggal bayar saja nanti yang bagi-bagi ya pemerintah daerah. Nah, ee kadang keterpaduan ini juga jarang untuk bisa diterapkan. Karena saya dalam penyusunan Rispal gitu ya, kalau bisa kita punya sendiri dulu, Pak gitu ya. Enggak usah numpang ke kabupaten tetangga gitu ya. Kalau kabupaten tetangga PAD-nya nanti dapatnya sana kan gitu loh. Jadi kayak agak ada ego-egoan gitu ya. Ya, tapi karena ini yang diminta ya, saya juga tidak bisa wah enggak mau, Pak gitu. Saya kan ibaratnya diminta itu untuk mendampingi secara kebijakan keterkaitan sudah saya sampaikan, "Oke, Pak ee seharusnya bisa membuat MOU gitu kan. Bapak diminta untuk mencapai target aman, kan gitu ya. Target aman itu tadi ee di wilayah Bapak itu baru 5%. Sementara di tetangga itu sudah punya IPLT, tetapi IPLT-nya kapasitasnya masih rendah utilitasnya. Untuk untuk mendukung capaian target ini, Bapak sebenarnya enggak apa-apa sekarang ee kerja sama dulu dengan IPLT di kabupaten sebelah, kan gitu. Yang penting target Bapak sekarang tercapai. Nah, ke depan Bapak mengusulkan program-program yang sesuai gitu loh. Jadi tidak harus bangun IPLT dan lain-la tapi ya ee tidak semuanya setelah di di dilakukan diskusi seperti ini ee apa ee mau dan mengerti. Nah, karena mereka juga sudah punya target, Pak. Targetnya, Pak, saya itu sudah ditarget oleh Walikota, selalu ditarget oleh DPRD bahwa kita harus punya IPLT. Ya, kayak gitu. Jadi targetnya seperti itu kadang dan juga kapasitasnya itu kadang juga sudah di di ditargetkan. Jadi saya tidak ini ya ee bukan berarti ee tidak menyampaikan, saya sampaikan gitu ya. Tetapi ee ternyata pilihannya sekali lagi pilihannya itu ada di ee apa ee pemerintah daerah tersebut. Mungkin seperti itu, Pak. Oke. Nah, kemudian dari dari Pak Ardianto ya, ini saya baca ya, bagaimana penerapan Rispal ini bila diabdosi kelengan industri. Oke, jadi gini eh sebenarnya di dalam Rispal, nah kalau kita lihat gitu ya ee di dalam Permen PU, Permen PU ini mengacu memang kepada penyelenggelaraan sistem air limbah domestik gitu ya. Sekali lagi di sini adalah ee domestik. Jadi ee perencanaan ee SPAL apa ee pelayanan sistem air limbah domestik kalau kita lihat di batang tubuhnya itu di Permen PU nomor 4 tahun 2017 di pasal 4 sendiri itu ada poin A sampai poin K mulai dari perencana E penyelenggaraan jenis gitu ya, perencanaan sampai ke pengawasannya. Nah, ee kemudian di dalam rencana induk gitu ya, rencana induk ini ee merupakan bagian dari ee perencanaan. Dalam hal ini ada rencana induknya, kemudian ada studi kelayakannya, kemudian ada ee teknik terperincinya. Mungkin tidak bisa diadopsi mentah-mentah gitu ya. Tapi ee kalau rencana induk suatu kawasan mungkin lebih kepada ee kebijakan ee perusahaan ya, kawasan industri itu tadi ee membuat satu upaya untuk beyond compliance kan seperti itu Mas ya. Jadi tidak hanya sekedar pengelolaan limbah saja tetapi sudah melakukan upaya reduksi ee apanya ee beban pencemarannya atau reduksi penggunaan energi di IPALnya atau ee apa pemanfaatan daur ulang air limbahnya. Nah, itu juga dibuat sebagai rencana induk kawasan mungkin gitu ya. Mungkin ada di bawah bagian dari apa ee HSE-nya, HSE manager. Nah, dari situ nanti ee ditentukan prioritas programnya ee untuk di jangka pendek prioritas program yang mungkin dilakukan itu apa. Nah, jadi bisa diadaptasi sebenarnya ee pola-pola ini karena namanya rencana induk atau master plan ini kan banyak gitu ya. Eh dari Project B sendiri ee setelah ini ada apa eh air minum dan juga persampahan gitu. Nah, pengelolaan lingkungan di satu kawasan industri ya sebenarnya bisa-bisa saja mengacu ke ke hal tersebut tetapi tentu disesuaikan dengan ee konteksnya. Eh, konteksnya kalau di PUPR kenapa harus ada target kemudian ada gap ya karena kebijakan pemerintah. Nah, tapi kalau di satu ee perusahaan ya kita mengaku ee mengacu ke ee kebijakan ee perusahaan ee tersebut ee seperti apa. Kalaupun dibuat master plan-nya untuk pengelolan limbahnya ya boleh-boleh saja seperti itu. Ee silakan, Pak Mas Ud. Mungkin ini saya sambil apa jadi moderator enggak apa-apa ya, Mbak? Biar langsung simless gitu, Mbak Nuha. Ngunten ya. Baik, silakan untuk Masil ya untuk on me. Baik, terima kasih. Eh, saya ingin bertanya ke Pak Waluddin ya. Tadi soalnya sempat dijelaskan tentang ee apa tadi ya? Tentang nyinggung IPAL dan lain-lain. Pak ee saya ada pertanyaan. Jadi kan saya kadang-kadang kan dapat pekerjaan ee LUBL itu, Pak, karena ada praktik itu ya. Nah, ini yang kalau kita mengikuti PP yang terbaru atau Permen itu kan ada banyak perubahan. Nah, ini yang pertama itu gini, Pak. Ee IPAL itu sebaiknya ya itu dari kloset langsung ke IPAL atau dari kloset ee menuju ke tangi septik individu kemudian ke IPAL. itu karena ee apa ya? Banyak pendapat yang berbeda-beda ketika saya diskusi itu. Kemudian ada juga kalau yang di perumahan itu kan ee sudah banyak ya meskipun tidak semua sudah banyak yang menggunakan bioseptik. Ada yang punya pendapat bioseptik itu sudah tidak perlu ee apa bangun IPAL kembali. maksudnya IPAL Komunal atau ada juga yang mendapat lebih baik juga kalau ee dari Beptik disambungkan ke IPAL itu nanti jauh lebih sempurna hasil pengelolaannya itu. Kemudian ee PBN terbaru itu kan apa ya mewajibkan ee kalau dulu kan IPAL itu outletnya itu kan disalurkan ke badan air ya. Kalau yang dulu yang sekarang ini kan ee harus dimanfaatkan kembali. Dimanfaatkan kembali. Jadi kayak contohnya misalnya buat siram-siram RT ya dan lain-lain atau pohon-pohon gitu, Pak. Nah, ee cuma kadang bermasalahnya itu ketik manfaatannya itu kan ya banyak kesulitan juga ya. Kalau misalnya hanya kecil debitnya itu kan enggak ada masalah ya. Tapi kalau dia debitnya besar tiap hari dimanfaatkan, nah pertanyaan itu kan ee kalau dibuat siram-siram maka masih aman dia kan tetap juga menyerap terserap ke tanah ya kalau kita buat siram-siram gitu kan. Nah, apakah itu tidak tidak masalah juga tidak maksudnya tidak menemukan masalah ketika itu kita makkan seperti itu? Ee seperti itu, Pak. Minta ee saran atau pendapatnya seperti apa. Terima kasih. Ee baik, Pak Mas Ud ya. Jadi, mm ee tadi kayak saya ee saya simak gitu ya ee sebenarnya ee ee terkait dengan ee pengelolaan air limbah ini harusnya bagaimana gitu ya di satu ee perumahan. Nah, ee dengan adanya ee ini dengan adanya apa ee ee peraturan terbaru ya ee lampiran satu ya terkait dengan ee baku mutu ee air limbah domestik ya. Kalau dulu kan P68 gitu ya, 2016 ini semuanya ee hanya ada ee apa ada baku mutu untuk apa? Untuk ee ini untuk ee air limbah domestik gitu saja. Perumahan apa-apa kapasitasnya berapa itu tidak di state gitu. Nah, kalau sekarang di baku mutu air limbah domestik kalau misalkan untuk satu perumahan gitu ya dengan kapasitas yang lebih kecil dar atau sama dengan 3 m³ per hari baku mutunya berbeda, Pak. BOD-nya kenapa dibuat BOD-nya itu 75 lebih longgar ya karena yang dihitung adalah beban pencemaran. Jadi kalau misalkan 3 gitu ya ee dikali 75 gitu ya. Nah itu nanti ee dia lebih kecil dibandingkan kalau 50 dikali ee 50 misalkan seperti itu. Jadi yang dihitung adalah beban pencemaran dan ini sebenarnya lebih lebih fair. Nah ee terkait dengan upaya pemanfaatan. Jadi sekali lagi ee ini ya sebenarnya enggak boleh A dan B seperti itu. Misalkan kondisinya seperti ini. Ee ada satu ee wilayah dia itu belum punya espal domestik misalnya dia akan membangun espal domestik ya. Dan espal domestik ini kapasitasnya sangat besar. Kita anggap aja misalkan 5.000 m³ per hari. sungai ya. Misalkan ini kita lihat ya di wilayah tersebut ada sungai gitu ya dan ini akan dibangun ee ESPAL domestik, ESPAL D. Nah, sementara ini ada banyak rumah-rumah di sini yang membuang ee apa ee limbahnya ke sungai sehingga sungai inilah yang ee mengalami apa ee overload beban pencemaran. Nah, tapi pemerintah daerahnya juga ngotot gitu ya dari Dinas Hidupnya dia berisi keras bahwa kalau ESPD bangun espal enggak boleh dibuang ke sungai karena sungainya itu sudah overload. Eh, padahal sebenarnya ESPALD ini kan berfungsi untuk menurunkan ya ee yang biasanya masyarakat tadi buang ee air limbah ke sungai langsung atau pakai IPAL komunal tetapi enggak pernah disedot gitu ya. Nah, itulah dilakukan ee makanya diberikan apa di dibuatlah dibangunlah ESPD yang ee ee terpusat gitu. Nah, tapi dari ee Dinas Hidupnya mengatakan ini enggak bisa, tetap harus dimanfaatkan. Nah, kalau dimanfaatkan dengan 5.000 tadi benar, gimana caranya dimanfaatkannya? Ya sudah, kalau enggak dimanfaatkan dibuang ke sungai tapi pakai kompensasi. Kompensasinya bagaimana? Karena ESPALD ini sebenarnya adalah upaya kompensasi yang dilakukan untuk ee agar rumah-rumah yang selama ini punya sumber air limbah ini ee bebannya turun gitu. L jadi ini kayak duluan telur atau duluan ee apa ya e antara telur atau ee ayam gitu ya. Nah, jadi ee memang saya temui beberapa ee kita paham bahwa pemerintah di daerah itu kan sangat berhati-hati ya Pak ya. Jadi saya paham bahwa ee dari Dinas Hidup itu juga enggak mau nanti kalau disalahkan. Dari PUPR juga nanti ee tidak mau kalau ini tidak terserap dan lain-lain. Jadi ee seharusnya ee konsultan dalam hal ini bisa memberikan pandangan-pandangan gitu ya. Dan dari sisi itu juga konsultan juga harus punya pengalaman gitu ya. Harus bisa berdiskusi dengan yang pemerintah pusat arahannya seperti apa gitu. Jangan memutuskan ee sendiri gitu. Kalau yang seperti itu tadi, kita hanya ngikut bahwa harus bikin kompensasi seperti itu ya. Padahal ee ini program pemerintah seperti itu dan kompensasinya jadi kayak kebolak-balik gitu. Nah, jadi ini satu hal yang ee perlu kita ee ini ya kita berikan layanannya gitu ya. Nah, ee kemudian dari Pak Masud tadi enggak harus semuanya itu dimanfaatkan kok Pak gitu ya. Boleh dia itu dibuang ke mana? Misalkan ya kalau IPLT gitu ya. IPLT tadi bisa dibuang ke media air ya. IPLT boleh enggak kalau dibuang ke ini ke mana? Drainas ya boleh-boleh saja. Boleh-boleh saja dibuang ke drainase. Tetapi baku mutunya berubah, Pak. Awalnya BOD-nya tadi enggak 12. BOD-nya berapa tadi? BOD-nya 150. ya silakan di boleh dibuang ke drainase tetapi BOD-nya dari 150 ya ini harus bisa turun sampai 12. Jadi kalau IPLT-nya masih pakai kolamkolam kolamkolam gitu ya enggak mungkin kalau ini dibuang ke drainase gitu ya. dia harus ee diberikan upaya post treatment tadi ya agar ee apa ee ini bisa sesuai dengan standar. Terus ee konsepnya bukan bukan hanya sekedar melindungi lingkungan, Pak. Tetapi kalau misalkan pemanfaatan itu yang kita harapkan adanya penurunan biaya operasional misalnya. Oh, biasanya airnya itu digunakan siram-siram itu pakai RPDAM misalnya. Nah, sekarang bisa menggunakan ee ini gitu ya. Jadi ada capex opex-nya. Jadi kita lihat alis ekonominya bukan kan sekarang ee kadang kita hanya berpikir bahwa oke ee yang kita lakukan adalah bagaimana agar dapat izin kan gitu saja. Tapi sebenarnya kita bisa melakukan analisis ekonomi. Dari analisis ekonomi tadi kita bisa kelihatan oke kita membutuhkan biaya operasional yang lebih besar kalau kita mau melakukan door ulang. Tetapi kita memiliki nilai yaitu value perusahaan ini dianggap atau perumahan ini dianggap green ya. Dengan green itu tadi masyarakat lebih percaya trust terhadap kita sehingga itu bisa kita anggap sebagai biaya promosi misalnya. Itu kan juga bisa. Jadi seperti itu. Nah, kemudian yang terakhir Pak bagaimana terkait dengan apa risiko ya sebenarnya ada ada risiko gitu ya. eh daur yang namanya limbah itu juga berisiko. Kalau kita melakukan daur ulang limbah pasti ada risikonya. Nah, makanya ee dalam Permen LH sendiri yang terbaru gitu ya ee terkait dengan rumah sakit. Kalau dulu belum secara spesifik ini menentukan ada apa ee misalkan untuk rumah sakit siram-siram gitu ya, itu belum ada ee deteksi ya atau baku mutu untuk salmonelanya belum ada untuk sigelanya belum ada untuk korelanya belum ada streptocokus. Nah, mungkin baru ada ada fekal poliform. Padahal kalau kita lihat di rumah sakit, enggak usah rumah sakit puskesmas gitu ya, kalau mau dilakukan siram-siram, dia harus wajib untuk memantau parameter ini, Pak. Karena dalam di satu Puskesmas misalkan saya nih ee sakit ke Puskesmas kena diare, berarti sudah infeksius itu satu apa? Satu limbahnya semuanya kan sudah infeksius. Makanya ee dengan adanya peraturan yang terbaru ini sebenarnya dari pemerintah itu sudah adaptif ya untuk melindungi ee kesehatan lingkungan juga. Jadi ee yang mau nyiram-nyiram ya silakan boleh gitu ya, tetapi harus ada parameter-parameter tambahan ee terkait dengan layanan kesehatan tadi ya. Ee kalau misalkan laundri gimana, Pak? Wah, ini jadi masalah juga, Pak. saya di kampus UII ya ee sekeliling warga sekeliling itu kan banyak kos-kosan gitu ya dan banyak laundri itu pengelolan limbahnya bagaimana gitu ya padahal limbah laundri ini ee lebih dari e greay water kalau menurut saya karena sekarang sudah pakai apa ya ee bahan kimia deterjen dan lain-lain dan ini juga dibuang ke sungai atau bahkan hanya dibuang ke dalam sumur sapan. Nah, ini juga bisa ee menjadikan apa? menjadikan apa ya ee potensi pencemaran juga. Nah, mungkin ee seperti itu dari Pak Masud ee barangkali ee terjawab ya. Di sini ini ada yang raise hand mungkin untuk Ibu Maya. Oke. E baik, Pak. Mohon maaf apakah untuk materi Bapak masih ee ada? Mungkin bisa diselesaikan untuk materinya terlebih dahulu. Nanti pertanyaannya mungkin bisa diakhir jika masih ada waktu atau di sesi dua nanti. Bagaimana, Pak? Oke. Baik, baik. Ini tadi Mbak Maya bilang enggak bisa unmute sepertinya ya. Coba yang mau bertanya tadi kayaknya. Izin ee Mbak Admin dan Pak pemateri. Ee saya ingin bertanya. Jadi mungkin tadi sudah dijelaskan ya terkait e peran pemerintah, tapi mungkin ee masih ter mungkin saya terlewat atau ya ee mohon dijelaskan kembali ya Pakeri. Jadi ee yang ingin saya tanyakan itu yang pertama bagaimana pemerintah ini melakukan ee apa ya ee pengawasan atau pemantauan terhadap unit yang sudah diserah terimakan. ee ini untuk mendukung keberlanjutan dari unit yang sudah diserima diserah terimakan tersebut. Apakah hanya berupa pengumpulan data saja atau ee hanya pengawasan saja seperti itu. Lalu yang kedua eh di strateg itu kan ee dijelaskan beberapa strategi. Nah, di situ saya tidak menangkap ee adanya em rehat atau optimalisasi dari ee unit-unit yang sudah mangkrak ini. Nah, menurut Bapak apakah itu penting? apakah ee ee penting untuk merehap atau optimalisasi dari unit yang sudah makrak ini atau emang baru saja gitu. Terus yang ketiga ee saya ingin bertanya dari ee bagaimana Bapak melihat dari di masa-masa efisiensi sekarang ini bagaimana ee pemerintah ee memprioritaskan ee sanitasi capaian sanitasi aman tersebut. ee apakah ee ini merupakan target yang ee optimis atau seperti apa ya, Pak? Mohon dijelaskan. Terima kasih. Baik. Ee yang pertama ya ee terkait dengan program. Jadi jadi ee nanti ee saya akan ee kupas lebih detail ya di bagian akhir ya di di jam .00 nanti ya ee nanti saya diingatkan lagi. Jadi yang namanya ee ee program gitu ya. itu kita merencanakan ya merencanakan program itu dari hasil evaluasi terhadap eh kondisi existing ya. Jadi kondisi existing itu ee apa gitu ya ee yang terjadi. Jadi misalkan ee kalau kita lihat misalkan di sini ya apa saja isu-isu yang muncul ya apa saja ee tingkat pelayanannya bagaimana ini sekaligus menjawab ke pertanyaan kedua gitu ya. ee rehabilitasi dan lain-lain. Jadi kalau kita bisa memetakan itu dengan baik, misalkan ee tingkat layanan ee SPALD ee terpusatnya ini sebenarnya sekarang adalah 10%. ya kan diharapkan di jangka ee kan selama 20 tahun mendatang gitu ya di jangka pendek 2 tahun ke depan dia naik menjadi 11% lalu dia naik lagi ini di jangka pendek 2 tahun lalu di 5 tahun gitu ya 5 tahun dia naik lagi menjadi berapa ee 20% gitu ya ee lalu selama 13 tahun lagi gitu ya karena 17 tahun ya ini nanti 13 tahun ke depan gitu ya kan karena a umurnya 20 tahun gitu ya ini naik menjadi ee berapa 50%. Nah ini program ini kan kita lihat ya selama ee misalkan nih dari 10% naik ke 11% ini bisa jadi karena programnya 2 tahun kita evaluasi gitu ya. Ternyata 10% ini karena ada banyak IPAL yang mangkrak seperti itu. Jadi sebenarnya untuk mencapai 10 ke 11 itu tidak perlu dilakukan pembangunan baru. Dia sebenarnya hanya meningkatkan ee memanfaatkan idle capacity-nya dengan cara rehabilitasi. Ya sudah berarti program 2 tahun ini ada fokusnya program rehabilitasi misalnya. Nah, kemudian 5 tahun ke depan karena ee karena sudah direhabilitasi dan untuk mencapai dari 11 ke 20 itu kapasitasnya sudah tidak ada, maka kita lakukan proses pembangunan, kan gitu. Tetapi ketika kita merencanakan proses pembangunan yang namanya ee operasi dan pemeliharaan itu juga tetap harus ada namanya ee apa ee rehabilitasi dan lain-lain. Misalkan terkait jaringan, misalkan terkait dengan apa ee ee apa ee biaya penggantian sparep dan lain-lain, tetapi mungkin minor gitu. Jadi ada ininya. Nah, lalu selama ee 13 tahun ke depan ada target e jangka waktunya untuk mencapai 50. Ini enggak mungkin ya, karena umur infrastruktur itu kan pasti tetap ada rehabilitasinya ya kan. Nah, jadi kita tidak boleh melupakan antara program pembangunan dan juga ee program pendukungnya seperti itu. Jadi kalau misalkan program pembangunannya sudah ada gitu ya, jadi ada juga program kelembagaannya. Misalkan setelah kita bang e misalkan dalam pembangunan ee IPLT saja gitu ya, kita tentukan bahwa di tahun 2026, 2027, 2028, 2029 misalnya kita di sekarang di tahun 2025 ya itu target layanan amannya masih 1%. Lalu di tahun 2029 kita targetkan jadi ee 10%. Karena apa? 10% ini dari adanya IPLT. Tapi proses IPLT itu kan tahapannya panjang. Setelah ada ditetapkan di rispal-nya di sini dari kita ditetapkan dalam rispal targetnya ee secara selama 5 tahun ke depan jadi 10%. Oke, setelah itu kita dalam Rispal ada indikasi lokasinya ada di kabupaten e opsi yang bisa dikaji di sesuai dengan RTRW ada di Kecamatan AC. Nah, di FS ini dikaji dari Kecamatan A, D ini mana yang paling sesuai. Kalau sudah sesuai, oke yang ternyata yang paling sesuai secara teknis ekonomi lingkungan itu ada di ee Kecamatan A. Ya sudah kita bangun di situ kapasitasnya berapa barulah kita buat DEED-nya. Nah, dari DEED sebenarnya kan bertahap ya, setelah DEED kita harus clear dulu apa itu perizinan lingkungannya. Enggak boleh kita melakukan pembangunan tanpa adanya izin lingkungan, kan gitu. Eh, sori, persetujuan lingkungan. Jadi, UKL UPL-nya bagaimana ya kan ee tadi dikaji itu terkait dengan perteeknya mau dibuang ke sungai atau apa harus clear and clear dulu sehingga dengan adanya upaya apa penyediaan atau pembangunan infrastur sanitasi ee juga clear and clear dengan ee kebijakan lingkungan yang lain. Setelah itu baru pembangunan ya toh baru operasional. Jadi makanya dari 1% ini baru bisa tercapai 10% itu setelah 5 tahun. Ini kan ada ininya, ada logikanya, pentahapannya ada. Tapi kalau misalkan kita mau memakai yang diusulkan oleh Pak siapa tadi ya? Pak Josia tadi bisa saja. Oke, Pak kita 1% tetapi di 2006 kita naik jadi 5% langsung. Kenapa? Karena kita kombinasi. Kita pakai layanan dari eeem apa kabupaten sebelah. Kita numpang dulu boleh-boleh aja. Tapi jelas ininya apa ee apa kebijakannya itu jelas. Jadi seperti itu ya ee ee apa ee ee tadi ya Bu Maya ya ee bagaimana ee terkait dengan ee program-program ini apakah rehabilitasi, apakah ee pembangunan semuanya ya. Ee terus yang ee selanjutnya saya tidak berspekulasi ya. Ee saya tidak berspekulasi tetapi ee gini, Indonesia itu sangat tertinggal dengan negara-negara ASEAN di bidang apa? Sanitasi. Kita bisa lihat saja ee apa biaya sanitasi kita pernya itu berapa. Coba bandingkan dengan Vietnam ya. Bahkan sekarang dengan negara sudah Thailand sudah jauh tertinggal kita, Malaysia sudah jauh, Vietnam. Harusnya seperti itu. Kalau kita lihat Vietnam, kenapa sekarang ee apa ee punya apa ee mobil listrik yang baik dan lain-lain ya. Di di sisi lain juga biaya sanitasinya juga cukup besar. Kita masih sangat jauh sehingga namanya itu jerbasuki Mowobo gitu ya. Jadi kalau kita mau apa mau mau bagus ya biayanya harus bagus meskipun itu bukan satuatunya ya IPLT ada gitu ya kalau tidak ada operasi pemeliharaannya ya tidak ada. Nah tetapi saya positive thinking terhadap pemerintah ya. pemerintah ini kan memiliki apa ya upaya untuk program-program prioritas ya. Mungkin gitu ya program sanitasi ini belum menjadi prioritas utama sehingga tetap diberikan targetnya tadi ada tetapi bukan langsung bombastis. Ada program prioritas yang akan di dicapai gitu ya. Jadi ee kita tetaplah menurut saya menyuarakan saja ya dengan asal-asal logis dan juga sesuai dengan aturan. misalkan target e daerah tadi ee ada peningkatan sanitasi menjadi berapa persen? Menjadi ee apa ee 30% gitu. Nah, dengan 30% itu tadi ya ee kita bisa ee mengusulkan berbagai program yang sesuai mungkin seperti itu gitu ya. ee mungkin ee belum bisa terjawab semuanya ee tetapi ee saya akan lanjutkan untuk materi yang ee tahapan penyusunan ee Rispal-nya. Tapi sebelum ke materi ee tahapan penyusunan Rispal yang di ee kedua ya, metodologi dan kajian Rispal, ee saya akan melakukan review dulu terhadap ee infrastruktur sistem pengelolaan air limbah domestik. Jadi mungkin sekaligus menjawab tadi dari pertanyaan Pak Mas'ud tadi ya yang di perumahan gitu ya. Nah, kalau kita lihat di Permen PUPR nomor 4 tahun 2017 ya terkait dengan penyelenggaraan SPAL domestik. SPAL domestik itu ada sistem terpusat, ada sistem tempat. Kalau sistem terpusat itu dia diolah di mana di ee dihasilkan limbahnya. eh sori ee setempat itu di diolah di mana air limbah tersebut dihasilkan lalu nanti dilanjutkan dengan pengolahan lumpurnya. Tapi kalau terpusat dia bisa saja diolah di luar dari limbah tersebut dihasilkan. Kalau sistem terpusat ini tentu mahal ya Bapak Ibu ya karena investasinya besar ya biaya jaringan ee kapasitasnya juga cukup besar. setempat ini simpel gitu ya, tetapi ee risikonya bisa jadi bocor dan lain-lain gitu ya. Dan tidak dilakukan operasi dan pemeliharaan. Septic tank dianggap bisa mengolah semuanya ya. Septik tank dianggap bisa ee apa? Mengolah ee bakteri tanpa adanya disinfeksi. Misalnya sudah dikasih tablet klor, Pak. Tapi tablet klornya enggak pernah diganti. Ya, ya sama aja gitu ya. Nah, ada berbagai aspek yang harus dipertimbangkan, ya. di dalam e Permen PU kita bisa lihat ya kalau kepadatan penduduknya itu sangat padat ya mungkin ee pilihannya adalah yang terpusat kemampuan pembiayaannya ini apa mampu ya bisa terpusat ya kalau misalkan kita enggak mampu ya ee tetapi ee penduduknya jarang tetapi permeabilitas tanahnya ini sangat tinggi. Artinya ee apa? Kalau kita ngalirin air, meresapkan air ke dalam tanah, bukan mengalirkan itu sangat cepat. Padahal kan kita pengin mencegah terjadinya apa? Terjadinya ee kontaminasi air tanah dengan adanya ee sistem ini. Maka dengan permeabilitas tanah yang sangat tinggi ya ini enggak cocok. Harusnya untuk daerah kapur itu tidak cocok kalau kita menggunakan sistem resapan yang setempat itu tadi ya. Nah, kedalaman muka air tanah juga kalau ada daerah yang muka air tanahnya itu dangkal, kalau kita menggunakan sistem empat ya enggak cocok. Kenapa? Karena ketika kita meresapkan dari ee sistem tangki septik tadi kita tambahkan resapan, dia akan langsung kontak dengan air tanah. Padahal kita sih berharapnya dengan adanya sumur resapan itu tadi apa ya? Efluen dari septik tank tadi masih mengalami proses pengolahan. Pengolahan berupa apa? penyaringan secara alamiah melalui lapisan-lapisan tanahnya sehingga dengan permeabilitas tanah yang rendah gitu ya dia akan tersaring lambat seperti itu ya di sehingga dengan waktu yang di ada proses penyaringannya tadi lebih efektif dan muka air tanahnya juga lebih lama untuk tercapai sehingga ketika masuk ke dalam air tanah diharapkan secara alamiah airnya sudah bersih seperti itu ya. Nah, kalau kemiringan tanah ini misalkan kalau kemiringan tanahnya terlalu terjal gitu ya ee ini ya berarti kalau mau kita paksakan sistem pengelolahan air limbah yang terpusat berarti kita harus siap dengan konsekuensi adanya pemompaan. Jadi seperti itu ya ee pemilihan dari ee sistem ee pengelolaan air limbah domestik ini. Tapi kalau kita lihat ya domestik setempat gitu ya ee ini ada berdasarkan skalanya itu secara individual rumah tangga atau kelompok MCK. Jadi kalau ada MCK ya itu ee bisa di ee apa dikategorikan ee dalam ee SPALDS. Yang menariknya seperti ini, Bapak, Ibu. Saya beberapa kali project di Kalimantan kalau dikasih septic tank untuk respal ya, kalau dikasih septic tank sesuai SNI biofilter, masyarakat itu enggak mau, Bapak, Ibu. Karena enggak ngerasa dibantu. Kenapa? Karena bantuannya itu enggak kelihatan gitu loh. Bantuannya itu di bawah tanah gitu loh. Tapi kalau dibangunin MCK ini mereka senang karena ada bangunannya di atas tanah gitu ya. dan ada bangunannya di atasnya itu dianggap itu merupakan satu bantuan dari pemerintah. Tapi kalau yang di bawah tanah ini ee kurang kurang ini kurang apa kurang responsif. Masyarakat itu tidak menerima. Nah, kalau seperti ini pilihannya bagaimana? Kita harus laporkan ke stakeholder di sini Bapak Ibu dari survei willingness to connect, willingness to apa? Eh, survei dari sosial masyarakat bahwa masyarakat itu lebih senang kalau dibantu pakai MCK. berarti target sasaran programnya yang diprioritaskannya ya MCK bukan yang tangki septik individu seperti itu. Karena kan kita targetnya untuk mencapai apa? mencapai ee layanan sanitasi yang sesuai target tadi. Nah, kemudian komunal Bapak, Ibu kalau ada IPAL komunal yang sudah lebih dari apa 10 KK ya ini juga bisa masuk ke dalam ESPAL domestik terpu terpusat. Jadi kalau misalkan ada ee skala kawasan tertentu perumahan itu bisa. Tapi kalau ada misalkan IPAL Komuna di satu kampung yang sudah sampai 200 KK ini juga sebenarnya sudah masuk ke espal domestik terpu terpusat. Nah, bedanya apa? Bedanya sebenarnya saya sudah highlight tadi. Kalau yang SAL domestik yang ee setempat ini ada proses penampungan atau pengolahan awal. Dalam hal ini proses penampungan dan pengolahan awal berupa tangki septik dan tangki septik di sini akan menerima dari mana? dari black water ya akan masuk di sini ya bisa juga dari greay greay water. Tapi sekali lagi di dalam SNI eh sori SNI ee apa ee standar PU sebenarnya juga sudah ada perangkap lemaknya dulu gitu ya ee atau ada proses untuk ee pemisahan dulu gitu ya sehingga yang masuk ee menuju ke tangki septik tadi tidak mengandung minyak dan le lemak gitu. Tapi yang sering terjadi kan semuanya dicampur jadi satu sekarang ya. Dan yang paling penting kalau sudah menggunakan bioseptic tank, sekali lagi bioseptic tanknya itu apa gitu ya? Apakah biofilter? Kalau di Jepang itu ada namanya sistem namanya Joaso ya. Joasso ini dia biofilter aerob dan anaerob. Dan mereka ee biofilter anaerob dan aerob ini juga dilakukan ee apa? pembiakan bakteri dan lain-lain. Dilakukan pemeliharaan. Kalau aerob ya ada aliran udaranya gitu. Nah, ee kalau di Indonesia ya ee ini biofilternya ini kebanyakan yang untuk yang rumah-rumah gitu ya, hanya tangki septik saja tapi ditambahi dengan apa dia jualan ini Pak jualan apa? Jualan media. Medianya apa? Media bakterinya ya M4 saja gitu ya. Ya sebenarnya ya sah-sah aja sih gitu ya. Tetapi kadang ini masih misleading. Nah, yang paling penting bahwa kalau memang eh biofilter anaerob-erob seperti yang di Jepang ini harusnya mengacu ke baku mutu sesuai dengan kapasitasnya tadi. BOD-nya bisa saja 75 mg/L kalau dibuang ke ee badan air misalnya. Tetapi lumpur yang dihasilkan dari biofilter anaerop-aerob tadi tetap harus dibuang ke IPLT melalui penyedotan lumpur tinja. Karena kalau tidak dilakukan penyedotan yang namanya bakteri itu kan bertambah bertambah terus mati bertambah mati bertambah gitu ya. tapi dia juga akan menghasilkan volume lumpur. Kalau volume lumpurnya ini banyak, berarti nanti volume airnya, efektif airnya juga akan berkurang sehingga waktu tinggalnya juga akan berku berkurang. Tidak dilakukan penyedotan, maka ya terjadi ee pengurangan waktu tinggal, efisiensinya juga tu turun seperti itu. Nah, jadi Pak permisi, Pak. Nggih. Ee izin mengingatkan untuk waktu penyampaian materinya tersisa 10 menit ya, Pak. Oke. Oke. Oke. Ee berarti nanti saya apa ya? Saya lanjutkan di apa ee sesi kedua saja boleh ya? Bisa, Pak. Oke. Baik. Baik. Mungkin ee karena 10 menit ee mungkin saya ee ee selesaikan dulu yang bagian ini ya di bagian ee ee review ee sistem pengelolan air limbah. domestiknya ya. Baik, silakan. Baik. Nah, ini yang sistem setempat dan kemudian ada yang sistem ee terpusat. Kalau sistem terpusat dia menggunakan ee jaringan ee air limbah ya, jaringan SPAL ya, lalu dialirkan menuju ke IPAL. Nah, ee ini yang paling penting Bapak Ibu ee ee rencana induk atau master plan ya. ini ee saya perlu jelaskan di sini ada ee ee apa? Daur ya. Daur hidup. Kenapa disebut sebagai daur hidup? Karena ini sebenarnya di dalam SPAL pun itu ada ee siklus perencanaan, perizinan, penyiapan lahan, konstruksi, operasi, dan nanti dikembangkan lagi seperti itu. Jadi ee nanti mungkin ada upgrade IPAL-nya atau ada upgrade ee apa ee layanannya. Jadi ini kita sebut sebagai siklus. Kalau dari materinya Pak Andi disebutkan ya dalam ee apa training rispal yang sebelumnya ada proses PDCA ya eh kita tahu ya plan do check action perencanaannya ya termasuk ada respal ada kelayakan ada ded ya kemudian do-nya ya pembangunan ya ceknya pemantau action-nya pengembangan. Jadi ini sebenarnya ee prosesnya PDCA-nya sama ya. Ya. Ee sebenarnya sama. Nah, yang perlu saya sampaikan di sini bahwa tahapan perencanaan ini terbagi menjadi tiga ya Bapak, Ibu ya. Yang pertama secara umum gitu ya ada Rispal, yang kedua ada FS, dan yang ketiga ada DED. Jadi ini sebenarnya kalau ditanya duluan mana harusnya urut-urutannya seperti ini. Tapi kalaupun ternyata udah saling tabrakan ya bagaimana kita bisa menyiasatinya seperti itu. Tapi kalau dari kita lihat alurnya, alur berpikirnya, kenapa kita harus merencanakan dulu dalam master plan tadi ini kita memproyeksikan layanan yang akan kita berikan itu berdasarkan apa? Tentu berdasarkan dari kemampuan kita. berdasarkan target dari pemerintah. Lokasinya juga disesuaikan dengan RTRW. Zonanya juga disesuaikan dengan arah pengembangan wilayah di satu wilayah tersebut. Misalkan ada wilayah yang dikhususkan untuk industri. Kalau khusus untuk industri dia sudah punya ee IPAL industri ya tidak dilakukan proses e apa ee prioritas untuk zona layanan IPAL domestiknya seperti itu. Kemudian pentahapan pembangunannya ini selama berapa lama ya. Kemudian perakiraan biayanya kira-kira yang harus dianggarkan berapa dan Rispal ini dianggarkan selama 20 tahun lalu dilegalisasi. Kenapa? Kalau ada terjadi perubahan kebijakan misalnya atau pergantian pemimpin daerah, harapannya arah pengembangannya tadi masih tetap diacu seperti itu dan kalaupun ada perubahan bisa di-review selama 5 tahunan. Jadi harapannya seperti itu. Nah, kemudian kalau kalau di dalam FS, FS ini bisa saja di dalam hasil respal tadi menyebutkan bahwa ee suatu kecamatan itu perlu dibangun satu IPLT dengan kapasitas 10 m³ per hari berdasarkan dari target pelayanan ee potensi timbulan limbahnya. Lalu dianalisis di dalam FS apakah 10 m³ per hari tadi opsi lokasinya A B C secara teknis oke. Jangan-jangan di situ wilayahnya banjir. Jangan-jangan di situ di depannya mau dibangun rumah sakit. Ya, jangan-jangan warga menolak gitu. Jadi di sini dia di dalam dokumen ini dilakukan kajian kesesuaian apakah secara teknis layak, secara ekonomi oke, dan secara lingkungan mampu. Kalau sudah ee sori ee apa ee kriteria teknik ee ekonomi tadi misalkan ee disampaikan tadi ya apakah awalnya UPTD dulu atau karena dia menganggap bahwa ini tidak akan dilakukan keuntungan ee mendapatkan keuntungan secara ekonomi yang besar, ya sudah. ee karena ini sifatnya layanan daerah ya UPTD dia tidak naik ke BLUD, tidak naik ke Perumda. Bisa jadi karena ee fungsinya dia untuk layanan ee publik seperti itu. Nah, kalau sudah ee konsep-konsep dari studi kelayakannya tadi baru didetailkan dalam DEED. DEED-nya tadi ya kita hitung basic desainnya berapa ya, dimensinya berapa, kemudian ketika akan dibangun sesuai dengan kontur tanahnya ya, sesuai dengan apa ee hasil ee penyelidikan tanah dan lain-lain ya. Lalu kita mencari tahu berapa biaya yang dibutuhkan. Jadi ee tahapan di dalam ee apa perencanaan satu IPAL itu penting. Di sini ada dokumen Rispal agar apa? agar kita itu tidak salah dalam merencanakan, agar kita mengacu ke kebijakannya. Jadi, enggak semuanya pakai septic tank semuanya, enggak semuanya pakai IPAL komunal, semuanya, ternyata masyarakatnya tidak mendukung, enggak semuanya dibangun IPLT ya, tetapi ternyata masyarakatnya tidak mau melakukan penyedotan tinja. Nah, harapannya dengan adanya ini ya dengan adanya Rispal ini perencanaan itu lebih terarah. kemudian ee juga ee saling ee kolaborasi antar SKPD terkait. Nah, tadi saya ngintip ada pertanyaan terkait dengan apa bagaimana ee kedudukan Rispal dengan SSK dan lain-lain. Nah, nanti akan saya jelaskan di ee apa ee tahap ee apa sesi kedua seperti itu ya. Mungkin begitu Mbak Nuha. Baik, Kak. Terima kasih atas penyampaian materinya ya. Karena tadi kita sudah sempat ee diskusi dan ada beberapa pertanyaan yang sudah terjawab. Ee mungkin untuk pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab nanti akan bisa ditanyakan kembali atau akan kami bacakan di sesi tanya jawab di sesi dua nanti. Baik. Kemudian sebelum kita penutupan di sesi pertama ini, mungkin kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu. Untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibantu oleh admin. Baik, kepada admin waktu dan tempat dipersilakan. Terima kasih eh atas kesempatannya Bapak dan Ibu Ketua Prani e saya akan memberikan terima kasih pada sesi pertama ini. Eh untuk Bapak Ibu yang mungkin belum buka kameranya silakan untuk di sini ada empat slide. Saya mulai dari slide pertama 3 2 1. Slide kedua 3 2 1. Slide ketiga 3 2 1. Slide terakhir 321. Baik, terima kasih. Saya kembalikan ke Mbak Baik. Terima kasih admin yang sudah membantu sesi sesi foto bersama kita pada sesi pertama ini. Kemudian selanjutnya kami ingin meminta kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah kami share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi. Ee kami berharap Bapak Ibu bisa memberikan saran dan masukan di linker tersebut. Ee baik ee sampai ee kita sudah sampai di penghujung sesi pertama training online hari ini. Terima kasih banyak atas partisipasi aktifnya sejak pagi tadi sehingga siang ini. Sesi kedua akan dilanjutkan pukul 13.00 hingga 15 nanti. Kami harap Bapak Ibu dapat kembali bergabung tepat waktu agar tidak tertinggal materi. Untuk sementara kita break terlebih dahulu. Silakan manfaatkan waktu istirahat untuk makan siang, beristirahat atau melakukan aktivitas lain. Ee terima kasih dan mohon maaf jika selama memandu acara terdapat salah kata dan perbuatan. Sampai jumpa di sesi kedua nanti. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik, terima kasih Pak Awal. Sampai bertemu nanti jam .00 ya, Pak. Oke. Oke. Selamat beristirahat Bapak Ibu. Sampai ketemu lagi. Jadi kalau ee ee Bapak Ibu di ee infrastruktur gitu ya, di KPU-an gitu ee ada standar pelayanan minimalnya. misalkan ee kalau untuk IPAL Komunal ya, kalau untuk IPAL terpusat, IPAL setempat standar pelayanan minimnya bagaimana? Nah, nah ee standar penelaian minimal tadilah yang diacu ee supaya ee setiap masyarakat itu mendapatkan layanan yang sama gitu