Transcript
MxF9LiY59LU • Penyusunan RISPAL Sesi 2
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0133_MxF9LiY59LU.txt
Kind: captions
Language: id
ee seperti ini tadi ya, persiapan tenaga
ahli, penentuan jenis rencana, periode
perencanaan ini ee mungkin yang berbeda
adalah jenis rencananya. Ee ini nanti
jenis rencananya itu apa? Jadi Rispal
kabupaten kah, Rispal provinsi kah,
Rispal apa seperti itu ya. Kalau yang
tadi kan ee yang di sini ya ini ee
master plan, outline plan, SSK seperti
itu ya. ya. Jadi bedanya di situ. Nah,
ee kemudian data kondisi ya ee kondisi
daerah perencanaan tadi juga sudah jelas
ya, kondisi fisik dan lain-lain. Data
kondisi SPAL saat ini ee mulai dari ee
kinerja teknis maupun nonteknis yang ee
saya sudah sempat sampaikan sebelumnya
untuk mengambil datanya itu ee sebisa
mungkin bisa menggunakan data primer,
tapi kalau tidak bisa ya bisa kita
gunakan data sekunder. Nah, kalau kita
ingin lihat lebih ee terkait dengan
perumusan kebijakannya itu juga sama ya,
perumusan kebijakan dan strateginya itu
yang pertama dilakukan melalui penentuan
ee arah pengembangan dari ESPAL itu
sendiri. Arah pengembangannya apakah dia
setempat atau terpusat misalnya.
Kemudian zona prioritas yang akan
dikembangkan di mana? Kemudian bagaimana
cara mengembangkannya? tadi kalau
misalkan ee ada IPLT dengan kapasitas 10
m³ ee per hari. Nah, kemudian ee akan
dibangun gitu ya. Lalu bagaimana
pentahapannya mulai dari ee apa ee
kebutuhan kebutuhan apa teknisnya,
kemudian kelembagaannya dari awal
mungkin UPTD jadi BLUD sampai ke Perumda
seperti itu ya. Nah, ini merupakan ee
kajian yang bisa dimunculkan ya ee di
dalam ee penyusunan ee program-program
tadi. Nah, ini penting juga bahwa ee
rencana induk ini juga perlu dilakukan
ee apa ya ee konsultasi publik ya,
tetapi ee sebelum dilakukan ee apa ee
legalisasi. Karena ee legalisasi ini
penting dilakukan. Kenapa? agar ee
dokumen ee ketika terjadi perubahan ee
pemangku kebijakan kepentingan misalkan
ada perubahan ee bupati, gubernur
seperti itu ya. Itu ee arah arah tujuan
ee pengembangan ee apa ee air limbahnya
masih ee sejalan seperti itu. Dan
kalaupun ee nanti ketika ada pergantian
ee rezim gitu ya ee pemerintahan
maksudnya itu ee akan dilakukan evaluasi
ya tidak masalah gitu ya. menyesuaikan
dengan ee kondisi ini. Kalau belum
dilegalisasi bagaimana? Ya, mungkin ee
di mungkin bisa didiskusikan dengan biro
hukumnya gitu ya. Tetapi legalisasi ini
penting ee tujuannya itu tadi. Jadi
kalau kita lihat ee antara apa ee
pedoman penyusunan Rispal 2016 dan 2017
sebenarnya hanya ee ada kaidah SPM tadi
ya, kemudian ada jenis ya ee rispal-nya
gitu ya. tetapi secara umum kajian untuk
perumusan kebijakan gitu ya ee itu masih
sama sehingga ee mungkin nanti bisa
diacu gitu ya. Baik. Lalu ee saya
mencoba untuk apa ya me tadi sudah saya
sampaikan ya bahwa
kebutuhan personil di dalam ee
perencanaan ee dokumen Rispal ini memang
tim leadernya itu umumnya ee dari teknik
lingkungan gitu ya. Kemudian ee ada ahli
ee teknik lingkungan ee tersendiri yang
digunakan untuk mendukung dari e tim
leader tadi. Nah, ee karena kaitannya
dengan sumber daya air gitu ya, bisa
juga menggunakan ahli hidrologi ya, ahli
hidrologi yang ee dapat mendukung ee apa
ee
di dalam ee penyusunan ee dokumen ini
ya. Ee kenapa? Karena misalkan dari sisi
sungai gitu ya, kualitas airnya itu
sudah ee ada backup-nya ee ada fungsinya
di teknik lingkungan. Tetapi kalau dari
sisi hidrologinya gitu ya ee ini lebih
kepada ee misalkan pengembangan ee
sarana dan prasaran ya gitu ya. Kemudian
ahli perencanaan tata kota ini juga ee
fokus kepada apa infrastruktur ya
kebutuhan infrastruktur gitu ya. ee
kemudian juga ada ahli kebijakan publik
mungkin ya terkait dengan kelembagaan
ya. Kemudian juga butuh juga ahli ee
geologi atau geodesi ya. Ee kalau
misalkan nanti dibutuhkan eh sori
geodesi ya untuk memetakan ya ee
kesesuaian lokasi dan yang lainnya. Nah,
kemudian ada tenaga pendukung berupa ee
surveyor dan juga ee operator ee
komputer. Nah, ini sekali lagi ee ee
kakak gitu ya. Di dalam di dalam Permen
PU itu juga sudah ee ditunjukkan ya. Ee
kalau kita lihat ee Permen PU ee di sini
ya, Permen PU ya ee di sini disebutkan
ya ee pembentukan ee apa ee Rispal-nya
tadi ya. ee ini juga ada ya penanggung
jawab ketua tim dan yang lainnya.
Kemudian ee ee di sini juga ditampilkan
ee ahli teknik lingkungan itu dibutuhkan
kemudian ee ahli-ahli yang lainnya. Nah,
ee sekali lagi ini ee bisa digunakan
sebagai kakak misalkan seperti itu ya
kalau mau lengkap gitu ya. dan ee tapi
seringki ya kalau ee di dalam ee kakak
itu kan sifatnya mengunci gitu ya. Ee
tentu ee di dalam ee apa ee penyusunan
kita harus menyesuaikan dengan ee
kakak-nya itu gitu ya. ee meskipun nanti
dalam ee pelaksanaannya juga bisa ee
apakah mungkin dibongkar gitu ya,
dipasang atau menyesuaikan dengan ee
kebutuhan ee di lapangan seperti itu.
Nah, ee ini nanti Bapak Ibu bisa lihat
ee secara langsung ya kira-kira ee
kegiatan yang atau program yang akan di
dirancang. Kemudian ee tanggung jawab
dari ee tenaga ahlinya ini ada di sini.
Mulai dari misalkan kajian RTRW-nya gitu
ya yang ee apa yang terlibat itu juga
ada ee ketua tim sampai kepada ahli-ahli
yang lainnya. Ini ee contoh referensi
yang Bapak Ibu bisa gunakan. Lalu
bagaimana tahapan kerja tim penyusun
Rispal ini tadi? ini ee kita buat ya
misalkan dalam waktu berapa ee 1 ee
sampai 6 bulan gitu ya. Jadi laporan
pendahuluan 1 bulan, laporan antara 3
bulan, laporan akhir ya konsep laporan
akhir 5 bulan ee sori ya sampai ke sori
bulan e bulan kelima maksudnya ya.
Kemudian ee laporan akhir di bulan
keenam. Jadi tahapannya ini menyesuaikan
dari ee tahapan penyusunan Rispal tadi.
Jadi kalau boleh di dibuat gitu ya,
mungkin ini ee masuk ke tahap satu gitu
ya. Kemudian ee tahap satu ini berarti
laporan pendahuluan gitu ya. Kemudian ee
pengumpulan data ini survei gitu ya.
Survei ini masuk ke tahap kedua gitu ya.
Kemudian nanti dari hasil survei tadi
bisa dilakukan misalkan FGD gitu ya.
Nah, kemudian nanti ada ee hasil
kajiannya ee muncul lagi FGD ya atau
laporan antara sampai sebelum akhir itu
nanti akan ada laporan akhir dan ee
biasanya ee dikerjakan dalam waktu ee ee
kontrak itu ya ee 6 bulan ya. Ya
harusnya kalau mau lebih apa lebih
detail ya bisa 8 bulanan gitu ya. Tetapi
di dalam e tahun anggaran sih biasanya
ya 6 bulanan gitu ya, tapi ya 6 sampai 8
bulanan ya. Ee ini ini contoh yang saya
tampilkan di sini ya. Ini untuk outline
plan karena ee dulu ya masih ee 2016 ya
ee kajiannya jadi ee masih ee masuk ke
dalam ee jenis shortline plan untuk ee
kota dengan jumlah penduduk menengah
seperti itu ya. dimulai dari apa ya,
mobilisasi koordinasi tim gitu ya,
kemudian ee kakak-nya ya ee untuk
menyepakati ruang lingkup, metodologi,
dan rencana kerjanya, kemudian menyusun
rencana kerja organisasinya tadi. Lalu
kita melakukan inventarisir data.
Inventarisir data apa? karena menuntut
keterpaduan antar ee pihak tadi ya,
pemangku kepentingan tadi dan juga
secara spesifik sudah disebutkan adanya
ee keterpaduan dengan ee kebijakan
spasial, maka kajian RTRW gitu ya, NSPK
dan kebijakan peluan air limbah tadi
perlu di dilakukan ya, kemudian sampai
ee lintas sektor lain ya,
program-program yang mendukung misalkan
ee apa ee program sanitasi berbasis
masyarakat yang dilakukan oleh Dinkes
gitu ya. Kemudian program apa?
Pemantauan lingkungan hidup yang
dilakukan oleh DLH misalnya ya. kemudian
sampai kepada pembuatan instrumen ya,
instrumen ee penilaian apakah itu
kuesioner, apakah itu ee kinerja gitu ya
yang dibutuhkan untuk mengevaluasi
kondisi existing dan misalkan kita perlu
melakukan apa ee koordinasi dengan ee
satkernya misalkan gitu ya atau pemberi
pekerjaan ataupun ee kelompok kerja
seperti itu. Kalau sudah kita sepakati
ini selesai di laporan ee pendahuluan
gitu ya ee dari metode kerjanya. Lalu
melakukan identifikasi kondisi existing
ya dengan cara ee apa ee melakukan e
survei gitu ya, kemudian menyusun target
gitu ya, kemudian sampai kepada ee data
sekunder ya seperti data topografi,
demografi gitu ya. Tapi kalau dari data
primer tadi ya, misalkan bisa melakukan
ee survei sosial ekonomi masyarakat gitu
ya. Ee terkait dengan IPLT misalnya, itu
penting bagi kita untuk mengetahui ee
kesediaan masyarakat untuk menyambung
misalnya atau ee bisa konfirmasi juga ee
terkait dengan data-data yang ada di SSK
atau EHRA apakah ee septic tank-nya tadi
sudah sesuai SNI misalnya gitu ya.
Karena kalau SA sistemnya tidak sesuai
SNI, maka estimasi timbulan ee lumpur
tinjanya mungkin akan berbeda. Atau ee
misalnya kita juga bisa mengevaluasi ya,
jangan-jangan kita mengajukan program
IPA komunal tetapi efektivitas dari IPAL
komunalnya itu tidak tidak baik gitu.
Nah, kemudian ee sampling kualitas air
ini untuk menganalisa beban pencemaran
untuk menentukan ee wilayah mana nanti
yang menjadi prioritas ya. setelahnya ya
setelah setelah dilakukan ini tadi gitu
ya dilakukan ee pembagian zona
perencanaannya. Pembagian zona itu
berdasarkan ee kedekatan administratif
misalnya beberapa kecamatan satu
kelompok kemudian akses, kemudian juga
ee kaitannya dengan badan air lalu nanti
akan diproyeksikan timbulan limbah yang
muncul ke depannya itu berapa ya.
penggunaan air bisa dilihat ya, apakah
100 liter per orang per hari atau 120,
150 gitu ya. Kemudian timbulan air
limbahnya mungkin bisa kita anggap 80%
seperti itu. Kemudian kalau untuk lumpur
tinjanya bisa kita anggap sesuai dengan
juknis juga ya 0, Lit per orang per hari
seperti itu. Nah, ee untuk penentuan
strateginya kita menggunakan analisis SW
ya, perumusan strategi kebijakannya
sampai ke rencana ee programnya dan
nanti akan dilakukan penyempurnaan ee
sebelum dilakukan sosialisasi ee rencana
ee pengembangan ESPAL ee tersebut. Dan
ini ee apa eh nanti saya akan fokus
kepada ee beberapa eh aspek yang bisa
kita
praktikkan langsung ya untuk ee metode
analisis dalam Rispal. Nah, kebutuhan
datanya apa gitu ya? Saya coba masukkan
tadi ya. Kebutuhan metode pengumpulan
data ya, contohnya gitu ya. Ya,
klasifikasi data ya. datanya bisa data
ee terkait dengan kondisi lingkungan di
situ ya, topografi, geografi, jenis
tanah, kemikiran lahan, hidrogeologi,
hidrogeologi gitu ya. Ini bisa
menggunakan data data sekunder. Skalanya
mungkin bisa skolah kabupaten gitu ya.
Tetapi kalau untuk data kependudukan
gitu ya, ini bisa juga menggunakan data
sekunder ya yang diproyeksikan tetapi
tingkatnya tingkat kecamatan. Lalu ada
pertanyaan, kita mau pakai data BPS ya
ee atau kita mau pakai data Duk Capil
gitu ya? Ya. Ee ada kalau dari BPS ini
sebenarnya ee apa ya ee arah ininya
sudah ada ya berapa ee dari hasil
proyeksi gitu ya laju pertumbuhan
penduduknya berapa di tahun berapa
sampai ke 30 tahun mendatang ini sudah
sudah ada gitu ya. Tapi kalau yang
secara resmi gitu ya itu eh biasanya ee
errornya yang paling ee paling sedikit
itu ee menggunakan data ee duk capil
seperti itu. Nah, kemudian sosial budaya
ini bisa juga melalui wawancara gitu ya.
Kemudian ee kecendungan perkembangan
kota ini juga bisa melihat ee arah
kebijakannya, arah pengembangannya
berdasarkan RTRW tadi ya. kegiatan
perekonomian, transportasi, fasilitas
umum, dan yang lain-lain ini bisa
dilakukan lewat ee apa ee wawancara
kuesioner. Kemudian data-data primernya
ya, data-data pengamatan lapangan tadi
yang umum adalah ee transportasi gitu ya
ee pendidikan misalnya ya, tetapi lebih
kepada utilitas yang utama di sini ee
terkait dengan ee data air bersih,
drainase, persampahan dan ee ee sanitasi
ya ee daerah yang rawan banjir misalnya
itu juga penting. Lalu ee ini e kita
masuk ya ke apa? ke ee studi kasus gitu
ya. Eh ini tadi harusnya di di apa? bab
du dan sekarang kita ke bagian tiga ee
studi kasus ee terkait dengan penyusunan
ee Rispal ini. ada ee lima studi kasus
yang saya angkat di dalam ee webinar
kali ini yang mungkin bisa menjadi apa
ya ee referensi ataupun bisa menjadi
pembanding dengan ee yang pernah di
dihadapi atau yang ee sedang di ee
ditangani gitu ya oleh ee ee
ee
ee yang akan di apa ya yang bisa
digunakan gitu ya. ini izin bertanya
kepada Pak dari Pak Rendi ya untuk
melaksanakan jasa konsultasi ya jangka
waktu 6 sampai 8 bulan sebenarnya
membutuhkan biaya berapa gitu ya
kalau kalau biaya gitu loh ya ee
sebenarnya sesuai dengan standar ya
standar yang ada ya ee terkait dengan
jasa konsultasi gitu ya ee kemudian ee
di dalamnya juga sesuai dengan kakak-nya
gitu ya. Jadi, kakak yang diacukan
oleh ee apa ee ee di dalam apa e kakak
yang diacu yang digunakan oleh si ee
PPK-nya gitu ya, itu
membutuhkan apa? Jadi misalkan ee
pengambilan ee data primer gitu ya. Ee
jadi si pembuat KK-nya juga harus paham
gitu ya. Ee misalkan sudah ada data dari
evaluasi SSK-nya atau dataanya bisa
digunakan. Nah, mungkin dia bisa
mengadjust di situ bahwa oh enggak perlu
data primer ini gitu ya, bisa data
sekunder karena ee apa e waktunya
periodenya baru kemarin sehingga mungkin
ee apa ee biayanya bisa lebih ee rendah
gitu ya. Tetapi kalau biaya ee kan ada
biaya men ya ee biaya tenaga ahli ya,
terus biaya survei dan lain-lain. Nah,
tentu yang bisa disesuaikan ee dengan ee
apa ee lingkup pekerjaannya tentunya
seperti itu ya. Nah, ee ini tadi ya ee
mana tadi ini tadi ya ee tenaga ee
leadernya, ahlinya gitu ya. kemudian
analisa kebutuhan dan lain-lain. Ini
yang ee perlu di ini di
ee sesuaikan di dalam ee SSK-nya. Baik.
Eh eh sori kok SSK eh Rispal-nya yang
pertama ee kita akan mencoba ee melihat
ya analisis penyelenggaraan ee untuk
ESPAL e kondisi existing dan ini ee
mungkin pekerjaan yang sudah cukup lama
ya di satu daerah gitu. Nah, di satu
daerah kita bisa melihat bahwa ee
layanan ee ESPALD existing ini eh
kondisinya masih belum baik-baik saja.
Ee kalau kita lihat di sini masih ada
yang apa? Ee ini WC helikopter.
Helikopter itu jadi ee dimasukkan ke
dalam kantong gitu ya, lalu
diputar-putar kayak helikopter ya
dibuang gitu ya. Jadi ee bisa ke sungai
gitu. Jadi ini babs ya. ini babs ee babs
yang ini yang buang air besar tapi yang
ee apa ee ee langsung ke sungai seperti
itu ya. Jadi tidak ada pengolahan
setempat, pengumpulan pengangkutan. Jadi
tidak ada jadi langsung ke sungai.
Mungkin ada juga jamban gitu ya, tapi
nyemplungnya ke sungai gitu ya. Ada juga
yang ee ada jamblan gitu ya, pakai
cubluk gitu ya, sudah meresap ke tanah
gitu ya. Ini sanitasi yang ee layak gitu
ya. tetapi adanya juga ee layak yang ee
tangki septiknya tidak tidak layak
sehingga ee potensinya untuk terjadi
pencemaran tanah. Nah, kemudian ee kalau
di sini ini juga ee sebenarnya sudah
sanitasi yang layak ya, tangki septiknya
sudah oke, ada MCK+ gitu ya. Ee tinggal
sanitasi amannya gitu ya. Kalau ini
dilakukan penyedotan ee lumpur tinjanya,
ini juga dilakukan penyedotan lumpur
tinjanya, maka ini akan bisa menjadi ee
sanitasi aman. Nah, kemudian ee sasaran
ee sarana pengguna gitu ya. Ee sarana
pengguna ini subsistem pengolahan ee ee
kita bisa lihat kalau menggunakan ee
sistem yang ee terpusat gitu ya. Apakah
IPALnya kawasan, apakah IPALnya ee
komunal gitu ya. saya ee ada pekerjaan
di Jawa Timur dan di situ pesantrennya
kan cukup ee banyak ya di di wilayahnya
dan ternyata ee dari untuk pencapaian
target sanitasi itu perlu menyebab ee
melibatkan ee asrama-asrama,
pesantren-pesantren tadi karena ee
jumlah santrinya banyak dan ketika
mereka butuh IPAL dari masyarakat juga
bisa connect ee untuk ee jaringan air
limbahnya dan ini bisa menjadi ee salah
satu pilihan ya di dalam ee
penyelenggaraan IPAL ee kawasan. Nah,
ini contohnya ini di ee ini ya, daerah
Bengkulu gitu ya. Nah, ini ee ada
kecamatannya ada 15 ee kecamatan dan ee
dari jumlah penduduknya tadi kita bisa
masih melihat ya bahwa ee buang air
besar sembarangannya itu masih cukup
tinggi ya. misalkan di satu kecamatan
itu masih ada yang ee 50% tetapi sekali
lagi ini data tahun 2017 ya bahwa di
daerah ee tersebut ee ee ya di daerah
nomor 9 dan nomor 13 itu ee apa ee
persentase masyarakat yang melakukan ee
BAB itu masih tinggi. Nah, sehingga ini
masih menjadi tantangan lalu, bagaimana
kita meningkatkan ee target ya dari yang
BAB-nya masih tinggi ee sementara kita
sudah dikejar target untuk sanitasi
aman. Nah, tentu prioritas ee
perencanaan programnya harus
menyesuaikan mana yang harus
diselesaikan terlebih dahulu dan
bagaimana mencapai ee program target
yang diharapkan ya. Nah, ini ada yang
menggunakan cubluk tangki ee septic tank
yang tidak layak gitu ya. Kemudian skala
komunalnya juga masih di bawah 10% ya
bahkan 5% ya. Kemudian ee ada ESPAL yang
ee berbasis masyarakat masih tidak ada,
berbasis institusi sudah ada. Kalau di
awal tadi saya sampaikan ada contoh ee
gambaran gitu ya, bagaimana kondisi
Jepang ee sebelum ee melakukan apa upaya
ee peningkatan infrastruktur air
limbahnya masih banyak penyakit-penyakit
yang muncul. Nah, dari sini ya. Tapi ini
sekali lagi data ini bukan dari data
sampling ya, tetapi ini data dari hasil
survei ehra ya, enomment risk assessment
atau eh kita bisa menggunakan data dari
eh apa eh tingkat ee penyakit ya di
Puskesmas dan lain-lain dari Dinkes.
Kalau kita lihat ternyata ee penyakit
yang diakibatkan karena apa ee ee
penggunaan air dan juga air limbah gitu
ya, ini sangat kecil ya ee hanya sekitar
ee 5% gitu ya 5%. Tetapi ini bukan bisa
menjadi justifikasi karena kalau kita
melihat di sini ee sungainya ee bisa
potensinya tercemar gitu ya karena masih
banyak yang buang air besar sembarangan
gitu. Nah, ee kemudian dari kondisi
existing kita juga perlu memetakan ya ee
bagaimana ee apa ee pengelolaan apa ee e
sarana dan prasarana sanitasi yang sudah
terbangun. Misalnya ada MCK gitu ya,
yang sudah terbangun ya. Karena ee ee
kita paham ya bahwa ee BAB-nya masih
banyak berarti ee sanitasi yang dibangun
oleh pemerintah juga menyesuaikan dengan
kondisi tersebut ya. Jadi ee apa
intervensinya menggunakan MCK+ misalnya
ya. Jadi dari sini terlihat bahwa
semuanya ini masih menggunakan MCK+
diambil dari dana alokasi khusus ya,
dana alokasi khusus. Kemudian ada juga
yang diambil dari APBN ya, kemudian ada
juga dari APBN ee kabupaten ya ee yang
tentu melengkapi dari ee dana pendamping
tadi. Lalu kondisinya juga kita perlu
cek ya, apakah kondisinya rusak atau
kondisinya tidak digunakan,
kelembagaannya ada atau tidak. Ini
menjadi informasi bagi kita untuk
memetakan ee apa kondisi is existing di
wilayah tersebut.
Nah, ini juga hasil survei ya. Hasil
survei ee terkait dengan ee apa
kesediaan atau minat teknologi sampai ee
kita tanya kalau nanti harus ada
langganan gimana gitu ya. Ee saya ee
dapat protes ya dari ee warga-warga gitu
ya. Pak, gimana sih ee apa ee sudah
sampah bayar mahal, PDM bayar mahal, ini
kita disuruh sedot tinja lagi bayar
mahal lagi gitu ya. Nah, ini juga
[tertawa] penting. Jadi ee apa ee
program pemerintah untuk ketercapaian
target sanitasi ini ternyata juga ee
nanti sesnya dampaknya ya masyarakat
harus ikut serta gitu kan. Nah, kalau
dari awal mereka sudah tolak enggak mau
ee gimana ee cara kita untuk
mengatasinya? Jadi ee ini dari hasil
survei gitu ya. Ternyata masyarakat tadi
masih berminat menggunakan septic tank
ya. Nah, karena septic tank berarti oke
ee berarti teknologi yang diminati itu
masih septic tank. Lalu apakah
masyarakat itu bersedia menyambung?
Ternyata eh tingkat partisipasinya ya
ada 31% yang tidak bersedia ya. Ya,
kalau tidak bersedia ini kan real gitu
ya. Nah, berarti ee kalau tidak ber
menyambung kita paksakan nanti
menggunakan sistem apa ee terpusat
misalnya ini tidak akan tidak akan ee
berjalan teknologinya gitu ya. Nah, ini
tadi ya tidak bersedia lebih banyak ya.
Apakah Bapak Ibu mau ee jika dilayani
menggunakan jaringan perpipaan terpusat
sampai ke rumah nanti bayar segini
misalnya enggak mau gitu ya. Jadi ya
kita tidak ee belum saatnya untuk
mengarahkan ke ee sistem yang terpusat.
Lalu kalau membayar mau enggak gitu ya?
W ternyata tidak bersedia ya. Ee
masyarakat itu 51% tidak bersedia ee
atau dia bersedia Pak kalau kurang dari
Rp100.000.
Nah, seperti itu. Jadi, ini eh data yang
ee kita dapatkan ee terkait dengan
layanan SPALD existing. Misalnya kita
juga ee di dalam Rispal mengindikasikan
kebutuhan dari IPLT. Ee kita juga bisa
mengadaptasi ya ee kuesioner ini
menyesuaikan dengan kebutuhan IPLT-nya.
misalkan ee apakah ee tangki septiknya
sudah sesuai SNI, sudah pernah dilakukan
penyedotan atau rutin melakukan
penyedotan, kemudian nanti mau disedot
atau tidak gitu ya atau jangan-jangan
sudah pernah berlangganan di IPLT swasta
misalnya, itu perlu di didiskusikan gitu
ya. Ee perlu dilakukan kajian ya untuk
mendukung ee apa ee alasan ee kenapa
kita bisa ee menentukan arah
pengembangan ee dan juga kapasitas
layanan nantinya. Jadi ini yang pertama
terkait dengan apa ee studi kasus ee apa
penyelenggaraan SPAL SXING gitu. Oke.
Tadi saya jadi ingat gitu ya terkait
dengan pembiayaan gitu ya kira-kira ee
apa ee
ee apa ee biayanya tadi mungkin juga
bisa lihat ya di LPSE dan lain-lain gitu
ya kan ee skala kabupaten kotanya
jumlahnya itu juga juga mempengaruhi
gitu ya. ada yang kabupaten kota yang
sangat luas gitu ya dan mungkin dari
sisi akses juga masih sangat terisolir
tentu itu membutuhkan ini ya membutuhkan
apa e biaya yang lebih besar. Terus ee
bisa di ee ini juga dipastikan juga
apakah dia menyusun dari awal atau
upgrade atau review atau bagaimana.
Biasanya kalau menyusun dari awal itu ee
belum pernah ada gitu ya. Ee itu e
biasanya lebih besar biayanya. Tetapi
kalau untuk review gitu ya ee itu
mungkin bisa lebih ee rendah seperti
itu. Nah ee itu yang pertama ya terkait
dengan studi kasus untuk ee layanan
sanitasi existing.
Yang kedua ee saya coba akan ee sedikit
mengulas gitu ya, bagaimana melakukan
analisis SWAT ya ee analisis sederhana
sebenarnya ya untuk melihat ee kekuatan,
kelemahan, e peluang dan ancaman ee
terhadap apa ee kondisi sanitasi di
wilayah yang akan dikaji kondisi
sanitasi wilayahnya apa. tadi sudah
dijelaskan ya, bahwa ee yang akan
menjadi apa ee ini tadi ya, yang akan
menjadi ee lingkup kajian tadi ya itu
merupakan ee
ee ini tadi ya ee sebentar ee tahu
mungkin bisa masuk di sini ya. tetap
permasalahan yang dihadapi. Jadi
analisis SW-nya tadi permasalahan yang
dihadapi dari sisi kelembagaan, dari
sisi teknis, pembiayaan, ee peraturan
perundangan, peran serta masyarakat. Dan
ini bisa jadi dianggap sebagai faktor
internal ataupun eksternal yang akan
kita evaluasi menggunakan analisis ee
SWAT. Jadi, analisis SWAT sendiri Bapak
Ibu mungkin sudah begitu ee sudah paham
ya. ee ada ee ee ada apa ee ee empat
kuadran yang di sini ee ada kuadran 1
ya, kemudian ada kuadran 2, kuadran 3,
kuadran 4. Ini arah arah kuadrannya dari
sini gitu ya. Ee nanti ke sini menuju ke
sini. Nah, kalau di kuadran 1 ini
menunjukkan ee apa? Ee kekuatan eh
kelemahan atau weakness ya. Kemudian ee
di sini ada kekuatan atau strength.
Kemudian di sini ada opportunity atau
peluang dan di sini ada trade atau
ancaman. Jadi eh kita perlu melihat
kekuatan internalnya itu dari sisi
kekuatan eh sori faktor internalnya dari
sisi kekuatan dan kelemahan. Sementara
faktor eksternalnya dari ee peluang dan
ancaman. Artinya kekuatan internal itu
ya dari sisi ee internal kabupaten kota
tersebut. Misalnya kalau kita melihat ya
ee nanti kita akan membuat vektor atau
me apa mengurangkan gitu ya ee membuat
resultan mohon maaf ya. Jadi ee misalkan
kekuatannya ada 10 kemudian ee ini
kekuatannya kemudian ee kelemahannya ada
empat gitu ya. Ee makanya ini nanti
weakness-nya 4 maka nanti dia menjadi 10
- 4 = 6. berarti posisinya ada di ee
S - W gitu ya. Berarti posisinya ada di
sini 6 karena dia posi positif. Tapi
kalau ee kekuatannya itu 10 tetapi
kelemahannya itu ada 12 berarti kan -2
gitu ya. Karena -2 berarti ada di ee
posisi ee negatif seperti itu. Nah,
nanti ee hal yang sama juga dilakukan
pada ee opportunity dan trade ya. Nah,
kita lihat contoh ya untuk kasus SAT ya.
Ee dari sisi kekuatan dan kelemahan
tentu ini berkaitan dengan faktor
internal dan ee ini ee ancaman dan
peluang itu berkaitan dengan faktor
eksternal. Nah, ee kelemahannya ini
masih cukup banyak ya. Ee misalkan belum
punya IPLT, cakupan wilayah yang
dilayani luas gitu ya. persepsi
masyarakat sanitasi 5 masih kurang,
belum adanya pemisahan dan lain-lain.
Nah, sekali lagi ini bukan template ya,
Bapak, Ibu ya. ini bukan template,
tetapi Bapak Ibu harus menyesuaikan ya
ee isu-isu ee apa isu-isu penting yang
ada ini dari berbagai ee dokumen apa
misalkan dari respalnya eh dari respnya
seperti ini, dari SSK-nya seperti ini,
dari hasil survei seperti ini, dari
hasil FGD seperti ini. Sehingga yang
masuk di sini itu memang benar-benar ee
informasi yang ee beralasan, berdasar
gitu ya. Kalau kita lihat di sini
kelemahannya masih cukup tinggi ya.
Kemudian kekuatannya ya satu-satunya
kekuatan adalah ya perhatian dari pemda
tadi ya dengan cara ee melakukan kajian
ini atau membuat ee Pokja gitu ya dan
pembangunan IPAL Komunal misalnya.
Kemudian ancamannya ya di masa mendatang
ee karena tadi misalkan banyak membuang
ee apa di sungai misalnya gitu ya ee
potensi pencemarannya tinggi misalnya.
atau misalkan divalidasi dengan adanya
ee hasil uji ee kualitas air ya,
pemantauan kualitas lingkungan atau
indeks status lingkungan hidup daerah
yang menunjukkan ee BOD-nya atau total
kaliformnya tinggi misalnya, ini bisa
menjadi ancaman di masa mendatang
terkait dengan ketahanan air atau
ketersediaan ee air baku, air minum.
peluangnya misalkan ada ada perusahaan
sawit atau ada perusahaan tambang gitu
ya di daerahnya gitu ya. Nah, kita bisa
manfaatkan untuk mendukung ketercapaian
akses sanitasi ini tadi misalnya ya ada
regulasi terkait ataupun ada peluang
dana alokasi khusus misalnya. Nah,
sebelum ee menggunakan strategi ini kita
perlu lihat gitu ya ee contoh ya, kita
lihat contoh ini ya. Ee dari situ tadi
kita buat bobotnya ee misalkan kalau
kekuatan tentu bobotnya itu semakin kuat
semakin besar bobotnya. Tetapi kalau
kelemahan bobotnya itu kalau semakin
lemah dia semakin besar gitu ya. Jangan
sampai nanti belum memiliki IPLT itu
bobotnya dinilai satu. Nah, kalau nanti
dinilai satu itu ee jadi dia kuat
sebenarnya bukan lemah. Jadi, Bapak Ibu
harus memperhatikan antara kekuatan ya,
strength ya, dan juga weakness ini harus
ee ada magnitud-nya gitu ya. Ee harus
menyesuaikan. Kalau kuatnya itu bagus
gitu ya, ya. Lemahnya harus ee misal
kuatnya itu empat, lemahnya itu ya harus
sama misalnya. Kalau dia makin lemah ya
empat seperti kalau kalau makin lemah
jadi satu gitu ya itu nanti ee bisa
salah di dalam perhitungan. Kemudian
terkait dengan ee peluang dan ancaman
juga sama secara tidak langsung peluang
ini dianggap sebagai kekuatan tetapi
eksternal gitu ya. Kemudian ee ancaman
ini ee merupakan ee kelemahan tetapi
ekster eksternal. Nah, lalu kita lihat
misalnya ee ada bobot kemudian
persentase ini disesuaikan ya
disesuaikan dengan apa? disesuaikan
dengan ee proporsi ya dari kriteria
tersebut. Kalau kita menganggap bahwa
perhatian pemda ini memiliki ee proporsi
yang tinggi untuk keberlanjutan
keberlangsungan, maka kita alokasikanlah
24%. Sementara yang lain di tootal ini
nanti harus 100%.
Lalu ee nanti ee bisa dikalikan gitu ya
ee dari bobot ya, persentase ya,
peringkatnya gitu ya dan nanti
tertimbangnya menjadi 0,71
ya ee atau B * C gitu ya, B * C gitu ya,
B * C sehingga ee hasilnya gitu ya,
hasilnya ee kalau kita lihat di sini ee
selisihnya ya antara kekuatan
dan ee ancaman
itu ternyata eh sori kekuatan dan
kelemahan adalah ee kekuatannya 0,71
kemudian ancamannya ee kelemahannya 1,47
ketika dikurangkan ini menjadi minus
berarti - 0,76. 0,76 berarti ada di sini
misalkan di sini ya 0,7 0,7 ada di sini
misalnya ya berarti dia arahnya arah ke
sumbu W. Kemudian kalau yang di ee ee
apa ancaman dan juga peluang ini
ternyata nilainya 0,95
ada di sini arah ke sumbu T. Nanti kita
buat di sini ya. Berarti kondisinya
adalah masih lemah gitu ya. Dia masih
kekuatannya masih ee lemah gitu ya atau
ee ee kelemahannya masih ee ee banyak
dibandingkan kekuatannya. sehingga upaya
yang dilakukan adalah strategi WO
misalnya kita melakukan ee ee membenahi
kelemahan tadi untuk mengurangi ancaman
dengan memanfaatkan peluang. Ini juga
bisa ya dilakukan. Ini salah satu contoh
ee untuk ee analisis SW yang pertama.
Kemudian analisis SW yang kedua Bapak
Ibu ee kalau kita lihat ini tidak perlu
dilakukan pembobotan ya monggo saja yang
penting ee ini nanti logis gitu ya ee
karena misalkan kita tidak melakukan apa
ya ee kita menganggap semuanya itu sama
tetapi ee dipastikan kalau semuanya itu
punya bobot yang sama ya ee
subkriterianya gitu ya ee juga ee ee
menyesuaikan kalau di sini ini kan ee
setiap ee internal faktor dan eksternal
faktornya ini dilihat mulai dari setiap
aspeknya, aspek kelembagaan dibuat
dilihat ada kelemahannya apa,
kekuatannya apa. ee kelemahan dan
kekuatannya apa, kemudian aspek
keuangannya apa dan aspek kelemahannya
apa? Aspek teknik operasional misalnya,
aspek komunikasi dan ini semuanya ee
dikaji ee di dalam ee rantai layanan
sanitasi ee penyelenggaraan e spal
domestik ee di daerah tersebut. Nah,
dari sini kita bisa tahu jumlah kelemah
kekuatannya 19 kemudian jumlah
kelemahannya 22. ee 22 selisihnya dengan
19 adalah -3. Kemudian hal yang sama
kita lihat di faktor eksternal dan ee
dari peluang dan juga ancamannya ee
dapat nilai min4.
Nah, lalu apa yang harus kita lakukan
Bapak, Ibu? Nah, ini tadi berarti ee
kekuatan tadi ya, kekuatan dan juga
kekuatan eh kelemahan dan kekuatan tadi
dapat nilai minus -3 gitu ya. 3
kira-kira di sini. Kemudian ee apa ee
peluang dan ancamannya tadi ada di-4.
-4 berarti ada di sini. Berarti ee
titiknya ada, kondisinya ada di sini.
titik di sini ini menunjukkan dia ada di
kuadran ke kesatu. Jadi dia masih
kondisinya masih ee lemah gitu ya. ee
dari sisi ee kelemahannya cukup besar
dan ee ee sebentar Bapak Ibu ee
kelemahannya cukup tinggi dan ee ini
perlu di ee
upayakan gitu ya ee untuk bagaimana
meminimalisir kelemahan ee tersebut gitu
ya. Nah, ini untuk yang kasus yang ee
kedua ya. Kasus yang kedua. Nah, kita
masuk ke kasus yang ee ketiga ya. Kasus
yang ketiga ini kepada arah
pengembangannya ya. Ee bagaimana
menentukan arah arah pengembangan. Jadi
kalau tadi kita sudah mengevaluasi ee
melakukan ee apa inventaris terhadap
kondisi existing gitu ya. ee analisis
kondisi existing SPAL domestiknya
bagaimana. Kemudian kita melakukan ee
analisis ya ee untuk menentukan ee
posisi ee kelemahan dari ee posisi ee
penentuan arah kebijakan tadi gitu ya.
Nah, arah pengembangannya ini
berdasarkan dari ee kuadran-kuadran
tadi. Jadi ee kalau di kuadran satu
Bapak Ibu lihat tadi ya, di kuadran satu
ini karena masih lemah gitu ya, kita
tidak mungkin untuk melakukan ee
pengembangan teknologi yang maju karena
dari sisi apa infrastruktur ya ee
kelembagaan, kemudian dari sisi apa ee
biaya dan lain-lain ini masih cukup
lemah. sehingga upaya yang harus
dilakukan adalah mengoptimalisasi sistem
onside-nya terlebih dahulu. Kemudian
kalau sudah kekuatannya
ee ee kelemahannya tinggi tetapi
peluangnya ada ee maka melakukan
pengembangan seleksi sistem yang ee
pengembangan offset tetapi secara
selektif. Jadi sebagian mungkin sudah
bisa dengan memanfaatkan peluang tadi.
Sementara kalau ada di kuadran 3 ini
artinya secara kekuatan dia sudah
positif gitu ya. Ee kemudian ancamannya
ee ee posisinya secara peluangnya itu ee
ee ee apa sori ini ee jadi ada di
kuadran ketiga gitu ya. Ini agar ee kita
bisa melakukan pengembangan agresif
system offset. Jadi ini secara kekuatan
dan juga secara ee ee peluangnya cukup
tinggi. Nah ee tetapi ee di kuadran
keempat ini kalau kita melihat bagaimana
ancamannya ini cukup cukup tinggi gitu
ya. Ee tetapi kita memiliki ee kekuatan
yang besar. Nah, untuk menghadapi
ancaman tadi kita perlu ee apa melakukan
upaya agar ancamannya tadi dengan
kekuatan kita bisa kita reduksi. Makanya
kita melakukan pengembangan teknologi
yang lebih maju. Jadi misalnya kuadran
keempat ini sec misalkan di Jakarta gitu
ya, sungai Ciliwungnya sudah sangat
kotor gitu ya. eh misalkan dengan IPAL
dan lain-lain ee tidak mampu lagi
sehingga ditambahkan IPAL dengan
teknologi membran misalnya bisa kita
lakukan karena di Jakarta memiliki
kekuatan dalam APBD-nya misalkan seperti
itu. Ini di kuadran 1, 2, 3, dan 4. Lalu
ee ini ya ee bagaimana ee secara detail
tadi ya ee strategi yang di kuadran satu
pengawasan pengendalian onside,
pemanfaatan IPLT ya, peningkatan layanan
IPLT dan juga pengembangan sanimas.
Kalau yang kuadran du kita melakukan
pengembangan secara selektif untuk ee
SESPAL terpusat ya, offset itu terpusat.
Maksudnya ee ini adalah strategi pada
kuadran 1 ditambah pengembangan offset
di zona PR prioritas. Nah, kemudian
kalau di kuadran 3 ya onset tadi
ditinggalkan secara bertahap ya karena
ee onset tadi masih cukup berisiko gitu
ya. Lalu pengembangan kawasan DT ya atau
offside di seluruh kawasan. Kemudian di
kuadran keempat teknologi maju tadi ya
kita melakukan penerapan teknologi maju
untuk melakukan pemenuhan baku moto air
limbahnya atau kita melakukan daur ulang
air air limbah. Jadi ini mungkin ee
secara singkat ya bagaimana ee arah
pengembangan ya di dalam ee ee
kuadran-kuadran yang dihasilkan dari
analisis SW tadi. Nah, lalu kita kasih
contoh ya. Kita kasih contoh tadi yang
di
mana? di sini tadi ya. Ini kan hasilnya
-3 dan -4. Berarti min -3 ee kita buat
ya ini -3 dan -4 posisinya di sini ya.
Jadi -3 dan -4 ada di sini ya berarti
ada di kuadran 1 ya -3 dan -4. Nah, ini
nanti setelah dalam ee ee bukan setelah
di dalam perencanaan Rispal kita selama
20 tahun mendatang, apakah kita yakin
gitu ya ee ini bisa pindah ke ke kuadran
du di sini atau jangan-jangan ini bisa
pindah ke kuadran 3 seperti itu ya. Nah,
ini tentu ee melihat dari kondisi
existing ya ee terkait dengan
kelembagaan,
terkait dengan teknis, terkait dengan
pembiayaan dan lain-lain ya.
Nah, kita kasih lihat ya ee kalau kita
ingin mengarahkan pengembangan sarana
dan prasarana itu kita bisa arahkan
berdasarkan dari aspek ee fisik yang ada
ee di wilayah tersebut sesuai dengan ee
apa kondisi geofisik dan kimianya ya ee
dan juga kondisi geografisnya. ee
kepadatan penduduk misalnya kalau dia
itu sangat padat gitu ya ee apakah dia
kawasan permukiman bukan kawasan
permukiman berarti dia bisa masuk
kawasan tertentu misalkan untuk sekolah
gitu ya. Kemudian kalau untuk apa ee
SPAL DS kalau dia itu ee tidak padat
kurang dari 15.000 1000 jiwa per km²
maka dia masuk aspal DS ya. Biaya apa ee
pemda tadi mampu membiayai misalnya gitu
ya. Ya, kita bisa masuk ke SAL DT skala
perkotaan misalnya ya. Ada berapa faktor
yang bisa kita acu terkait dengan
kepadatan penduduk, kedalaman air tanah,
tadi sudah saya sampaikan,
permeabilitas, kemampuan pembiayaan,
kemiringan tanah seperti itu. Atau
mungkin bisa kita lihat ya di dalam ee
pengembangan sarana dan prasarana
berdasarkan dari hasil ee kajian ini.
Tata guna lahannya tadi sudah sesuai
belum dengan RTRW dan RDTR-nya misalnya.
Nah, ya. Kalau sudah sesuai oke kita
lanjut. Tapi kalau tidak sesuai kita
harus lakukan sinkronisasi.
Jadi kalau penduduknya tadi lebih dari
500 jiwa per hektar dan lokasi IPALnya
tersedia ya kita bisa gunakan ee kita
bangun IPAL. Tapi kalau belum ada lokasi
IPAL ya oke di daerah tersebut kita
lihat apakah ada di lingkungan terdekat.
Kalau enggak ada lahan ya
kalau lahan tersedia ya kita bisa
menggunakan sistem alirannya apakah
gravitasi. Kalau bisa ya pakai sistem
sanitasi kawasan selesai. Tapi kalau
tidak berarti sistem p pom pompa. Tapi
kalau misalkan lahan tersedia tidak
tersedia oke kita alirkan ke kota baru
dibangun sanitasi perkotaan ya.
ini adalah contoh ya ee untuk
menunjukkan bagaimana pembagian ee
apakah sistemnya itu ee terpusat komunal
atau ee tangki septik bersama atau ee
sistem setempat. Jadi sistem setempat
ini umumnya di diterapkan pada ee
wilayah dengan kepadatan penduduk yang
rendah gitu ya. Tapi harus ingat bahwa
ee ada ee faktor lain yang menjadi
pertimbangan yaitu ada kedalaman air
tanah dan permeabilitas tanah. Kalau
kedalaman air tanahnya tadi rendah dan
permeabilitasnya tinggi, kalau kita
menerapkan untuk sistem yang ee setempat
ini sangat berisiko gitu ya. Karena
tujuan fungsi sanitasi tadi di awal
untuk mencegah ya terjadinya ee
kontaminasi dari vekal kita. Nah, ini ee
arah pengembangan sarana dan prasarana
ee studi kasusnya untuk yang pertama ya.
Arah pengembangan sarana dan prasarana
SPALD ini ada jangka pendek, jangka
menengah ya, dan juga ee jangka jangka
panjang. Eeah kalau kita lihat misalkan
ee di daerah yang masih banyak membuang
ee atau BABS atau menggunakan ee
pembuangan ee di sungai langsung gitu
ya, tentu pengembangan septic tank
individual ini masih menjadi ee relevan
ya agar ee BAB-nya tadi berku berkurang.
Lalu ee dilakukanlah apa pengangkutan ee
lumpur tinjanya menuju ke IPL IPLT. Tapi
IPLT-nya itu dibangun nanti di jangka
menengah gitu ya. Jangka pendek ya.
Jangka pendeknya ini masih kepada
pengembangan eksisting setempat dan juga
pengembangan existing komu komunal
sambil ya kan tadi kita tahu ya jangka
pendek itu sekitar 2 1 sampai 2 tahun
ya. Kemudian jangka menengah tadi 5
tahun. Kemudian jangka panjang di atas 5
tahun dengan total ee spennya ee selama
20 tahun ya. Nah, ini jangka panjangnya
eh jangka menengahnya kalau kita lihat
ya ee kita mencoba ya ee awalnya di
daerah ee yang eksisting setempat tadi
gitu ya. Nah, kemudian dilakukan
existing komunal gitu ya. Nah, sebagian
dari komunal tadi mungkin di dilakukan
ee kajian gitu ya untuk daerah yang ee
mungkin daerah permukiman baru gitu ya,
kita buat ee jaringan perpipaan gitu ya.
Sehingga ee dari jangka pendek, jangka
menengah, dan jangka panjang ini saling
mendukung ee terintegrasi untuk
pencapaian target sani sanitasinya. Ini
contoh ya. Kemudian yang kedua ee studi
kasus yang kedua juga yang ee hampir
mirip gitu ya ee karena ee umumnya
pola-pola di kabupaten, kota di
Indonesia seperti ini gitu ya. Ee
layanan SPALD
setempatnya ada yang sudah bagus tapi
ada juga yang masih ee buruk, tidak
sesuai standar. Tapi ee standar layanan
ee sanitasi layaknya sudah cukup tinggi,
tapi belum ada IPLT. Sehingga ee yang
dilakukan adalah bisa jadi satu dan dua
tadi masih dilakukan atau fokus ketiga
dulu. Tapi kemudian kalau kita
mengatakan harus menggunakan sistem yang
terpusat, kita harus mempertimbangkan
tadi ee terkait dengan ee kemampuan
biaya ya ee kemudian terkait dengan ee
kemiringan tanah juga. Karena kalauem
kemampuan pembiayaan pemda tadi tidak
tinggi ee maka ini nanti akan membebani
ya. Nah, sementara juga kalau kemiringan
tanahnya ya itu kurang dari ee lebih
dari 2%. Nah, ini kita bisa lakukan ya
ee skala ee perkotaan seperti itu. Tapi
kalau misalkan ee rendah gitu ya, nah
ini bisa menggunakan sistem eh salow
sewer gitu ya, tidak perlu menggunakan
eh sanitary sewer. Dan ini merupakan ee
apa ya ee contoh arah pengembangan di
dalam ee satu ee wilayah tadi di mana ee
kalau begitu awalnya dia masih ada di ee
kondisi di sini.
minus ee 4-4 gitu ya. Lalu karena arah
pengembangannya itu masih belum ke
kuadran 3. Kuadran 3 tadi aggressive
offside gitu ya. ini masih ke selective
onside berarti ya arah pengembangannya
ya selama 20 tahun mendatang ya sampai
posisi di sini seperti itu. Nah, ini
yang ee kita buat ee rancangan ee
pengembangannya di dalam dokumen ee RIS
Rispal seperti itu.
Kemudian ee kita lanjutkan materinya
dulu ya. ee sekarang bagaimana penetapan
ee target capaian ini ee kebetulan ada
ee yang bertanya juga ee
apakah gitu ya pesantren atau sekolah
masuk dalam kategori limbah domestik
ee pencapaian akti aman apakah tidak
menjadi doel hitungnya. Jadi seperti
ini. Jadi ee kalau ada kawasan tertentu
gitu ya, misalkan ini adalah ee
pesantren gitu ya. Nah, pesantren tadi
ee ada asramanya, lalu mereka punya IPAL
Komunal ABR seperti itu ya. Nah, IPAL
Komunal ABR tadi untuk melayani siswa
yang ada di pesantren, tetapi karena
kapasitasnya dia juga bisa melayani dari
sambungan rumah dari masyarakat. Nah,
dari masyarakat tadi ya. ee masyarakat
juga berapa KK gitu ya. Ee misalkan ada
sekitar 50 KK itu melakukan sambungan
rumah ke IPAL pesantren ini tadi. Nah,
ini ee bisa gitu ya. Kenapa ee saya
cerita tadi di pesantren itu dilakukan?
Karena IPAL komunalnya kalau tidak di ee
ee diberikan ee ke pesantren gitu ya,
itu tidak ada yang mengelola
masyarakatnya enggak mau gitu. Tapi
kalau di pesantren kan ada santrinya
gitu ya, ada pengurus pondoknya gitu ya.
Jadi IPALnya ini nanti masih ee terawat
gitu. Jadi penting ya Pak Rendi. Ee
terima kasih. Jadi ee jangan sampai
dobel-dobel gitu ya. Nah karena doble
itu maksudnya kalau dari sekolahan gitu
ya. Tapi kalau yang asrama ya, kemudian
apa ee pesantren kasusnya seperti saya
ini mungkin ee dianggap tidak doble ya
karena memang ada sambungan rumahnya
seperti itu. Nah, kita lihat di sini ya
ee ini salah satu kabupaten di Madura
gitu ya. Ee kondisinya ee di capaian di
tahun 2024 akses amannya masih 0,1%
ya. tetapi akses layaknya di sini sudah
100% gitu ya. Artinya masyarakat itu
sudah enggak ada yang BABS karena memang
ee sudah dilakukan intervensi ya karena
dulu di situ masih banyak yang BABS ee
makanya menjadi program prioritas
pemerintah untuk ee memberantas sistem
BABS. Jadi ee apa fasilitasnya tadi
diberikan cukup banyak gitu ya. Nah,
sehingga masyarakat sudah tidak
melakukan BABS. Tapi ee kondisinya yang
jadi masalah adalah ee tidak ada BABS
gitu ya, tetapi
layanan apa ee individunya sudah cukup
tinggi gitu ya, tetapi yang amannya
belum gitu ya. Nanti ini targetnya
dengan adanya penyusunan rencana induk
akan seperti apa. Kita lihat ya e
analisis gap-nya dalam RPJMN akses aman
tadi ee 30%. Jadi kita punya gap sekitar
ee 20 ee 9 ya kom 9% gitu ya ee untuk
mencapai target aman. Sementara dari ee
pemda atau provinsi Jawa Timur sendiri
itu sudah menetapkan targetnya lebih
tinggi gitu ya ee 40%. Nah, lalu kalau
kita melihat di dalam ee apa ee RPJM eh
RPJMD gitu ya di di apa di ee kabupaten
itu sudah ditetapkan gitu ya kebijakan
strategisnya bahwa di tahun 2029
ditetapkan 15% ya tidak bisa mencapai
target nasional. Artinya kita masih
punya gap berapa di sini sekitar 14,9%
yang harus kita penuh penuhi. ya.
Kemudian ee gap ee kalau jangka pendek
gitu ya ee jangka pendek tadi kan ee
sekitar ee 5% gitu ya. Ee berarti dari
0,1 kita butuh ee ketercapaian 4, ee 9
ee% seperti itu. Jadi ini merupakan ee
kondisi ee existing yang ee terjadi di
satu wilayah.
Nah, dengan kondisi saat ini ya setelah
kita melakukan analisis tadi ya ee
kondisi evaluasi terhadap ee pelayanan
ee sanitasi existing kemudian arah
pengembangannya kita tetapkan gitu ya.
Nah, kita juga bisa menentukan targetnya
ya. Target RPJMN-nya misalkan akses
amannya 30 itu sama gitu ya. Nah, lalu
karena kita susun dari ini dimulai dari
2026 gitu ya selama 20 tahun berarti ee
2025 ya berarti sampai 2045
lalu kita perlu jadi pada saat kita
menetapkan target jangka pendek, jangka
menengah, jangka panjang ini bukan
dibagi rata ya.
Jadi bukan dibagi rata, tetapi kita
menyesuaikan dengan rencana program kita
dan arah pengembangan kita. Kita
menyesuaikan dengan hasil evaluasi gitu
ya. Jadi jangan dibagi rata. Wah supaya
gampang ya per tahun naik 1%. Tidak
seperti itu. Karena ee menyesuaikan
dengan kondisi wilayahnya.
misalnya target jangka pendeknya ee
karena amannya tadi masih 0,1%
ee dia naik di 2026 dan 2027 kita anggap
5% ya. Kenapa 5% ya? 5%-nya karena ee
amannya tadi masih melakukan ee MOU
dengan ee IPLT swasta seperti itu ya.
Kemudian di 2028 di dalam program
pengembangan ini kita sudah mengajukan
IPLT gitu ya dan IPLT-nya akan terbangun
di 2028 sehingga kita berani di sini
menargetkan 15% untuk sanitasi aman ya.
Sementara ee kondisi yang lain kita juga
melihat bahwa
ee di sini hujan ya ada ada petir besar.
Jadi ee akses layak individunya ya,
akses layak individunya ini
lama-kelamaan dikurangi Bapak, Ibu ya.
Dikurangi lalu dinaikkan di SPAL DDT
karena mungkin di wilayah ee apa kotanya
ya itu ada yang ee individu sehingga
individu tadi dengan keterbatasan lahan
dan lain-lain gitu. kita lihat ini bisa
peluang untuk dilakukan ee SPALD
terpusat untuk kawasan perkotaan. Jadi
ini ditingkatkan sampai akhirnya nanti
pada ee apa ya ee pada
di akhir gitu ya ee kita mencapai target
sanitasi ya aman 30% kemudian ee aksel
layak itu 98% ya. Kemudian ee ada
aksesal DT-nya tadi sekitar 2% ya. di
mana ee 2%-nya tadi ee terdiri dari ee
0,5% permukiman, 1% perkotaan, dan 0,5%
kawasan khusus dengan total adalah ee
100% ee% seperti itu.
Masih ada 5 menit lagi ya. Ee saya akan
menampilkan ya ee yang studi kasus yang
kelima ee terkait dengan penentuan zona
prioritas pengembangan ya. Jadi analisis
zona prioritas ini, ini yang membutuhkan
ee survei dan juga ee analisis
menggunakan ee data yang eksisting.
Misalkan kita akan melakukan ee analisis
kebadatan penduduk. Kebadatan penduduk
tentu kita harus melakukan apa? Ee
proyeksi ya.
Proyeksinya berdasarkan apa? Berdasarkan
ee pola pengembangan tata ruang
ya. Tata ruang. Kemudian nanti arah
pengembangannya. Arah pengembangannya.
Jadi kepadatan penduduk ini kan kondisi
saat ini di tahun 2026 gitu ya. Kalau
kita menyusun rispal dalam jangka waktu
20 tahun berarti kan sampai ke 2046.
Nah di dengan wilayah yang ada sekarang
kepadatan di tahun 2026 tentu akan
meningkat kalau jumlah penduduknya akan
meningkat. Nah, yang diproyeksikan
seperti ini, Bapak, Ibu. Sehingga ee ini
kita bisa melakukan kajian pustaka,
tetapi plus dengan pengolahan data, ya.
beban pencemaran misalnya, kualitas
airnya perlu kita uji. Kalau kita perlu
mengetahui daerah mana yang beban
pencemarannya tinggi, ya kita harus
lakukan uji kualitas air. Nah, ini yang
menentukan juga ee besaran biayanya
tadi.
Bapak, Ibu juga harus fair. Misalkan
Bapak, Ibu sebagai PPK di pemerintah
daerah ee meminta ee kajian Rispa dengan
pendanaan terbatas, tetapi meminta data
primer ya, bagaimana konsultan bisa
memenuhinya. Ini juga kita harus fair
juga ya, Bapak, Ibu ya. Ee tidak bisa
dilakukan seperti itu. Nah, kemudian
untuk angka kesakitan dan lain-lain ini
misal gitu ya. Misal saya kasih contoh.
Lalu setelah itu diberikan dengan bobot.
Apakah bobotnya rendah, bobotnya sedang,
bobotnya tinggi, dan bobotnya sangat
sangat tinggi.
Kalau sudah kita buat overlay, Bapak
Ibu, makanya ini kita butuh ee jis, ya.
Ee menggunakan shpita bisa overlaykan ya
nanti pakai model gitu ya. Misalkan ini
daerah A, daerah A Kecamatan A. Saya
buat kotak-kotak gitu ya. ini kecamatan
A, kecamatan B, kecamatan C ya. Dari
kepadatan penduduknya yang warna merah
itu tadi yang paling tinggi ya, sangat
tinggi ya. Kuning tinggi, hijau sedang,
biru ee rendah. Kita lihat bahwa daerah
kecamatan ini tadi ABC tidak terlalu
tinggi, tetapi yang tinggi adalah yang
di dekat sungai ya. Yang di dekat sungai
ini tinggi dia ya. Sini. Terus kita
lihat lagi beban pencemarannya di bagian
hilir ini juga sudah sangat tinggi.
Kemudian kondisi sanitasinya area sini
juga tinggi. Lalu kemudian angka
kesakitannya di area sini juga tinggi.
Lalu kita overlay dari yang
tinggi-tinggi ini tadi kita overlaykan
sehingga kita bisa mendapatkan ya
wilayah yang akan menjadi prioritas
utama ini adalah di daerah sini ini
menjadi prioritas utama untuk
diselesaikan ya. Prioritas utama ataupun
jangka pendek ini bisa juga utama gitu
ya. Kemudian yang hijau menengah ya atau
prioritas sedang. Kenapa? Karena beban
pencemarannya tidak begitu tinggi
misalnya ya. Lalu ini prioritas jangka
panjang untuk daerah-daerah yang masih
ee angka kesannya rendah, kondisi
sanitasinya, beban pencemaran juga masih
oke. Jadi di sini ee kita bisa
menentukan ee zona prioritas teorinya
seperti ini. Nah, secara praktik kita
bisa lihat ya ini salah satu ee Rispal
di Barito Kuala ya. Ya, di Barito Kuala
eh Barito Utara. Barito Utara mohon maaf
ya. Jadi ee penentuan zona. Jadi kita
kita dari awal sudah menentukan zonanya.
Ada empat zona. Ini zona
ee di bagian utara gitu ya. Kemudian ini
di bagian ee barat gitu ya. Ini bagian
timur. Nah, ini daerah perkotaannya
misalnya ya. Ini ee di dibuat dibagi
menjadi empat ya. Nah, dari empat titik
empat lokasi ini tadi ya. Dari empat
lokasi ini tadi mana yang akan menjadi
prioritas? pertanyaannya. Kemudian dari
empat lokasi layanan ini mana yang akan
menjadi domestik setempat, mana yang
akan terpusat?
Nah, ini kita harus bisa melakukan
analisa ya berdasarkan ee ee analisis
spasial berdasarkan data-data yang kita
kumpulkan tadi ya, baik itu data primer
ataupun data sekunder. Nah, ini saya
mencoba menampilkan ee menggunakan
matriks sederhana saja. Jadi kita
lakukan scoring. Jadi seperti ini. Yang
pertama kita lakukan scoring berdasarkan
apa? Berdasarkan dari ee kemiringan
lahan ya. Kenapa kemiringan lahan kita
masukkan? Karena kemiringan lahan tadi
menentukan ee apakah wilayah tersebut
bisa dilayani oleh SPD setempat ataupun
SPD terpu terpusat. Ini tadi ya
kemiringan lahannya ya, apakah 2% atau
tidak. Nah, data kemiringan lahan
selanjutnya kita overlaykan setelah
dapat data kemiringan lahan gitu ya. Ya,
nanti kita overlay dengan kepadatan
penduduk ya. Nah, keberadatan penduduk
ini ee kita proyeksikan gitu ya,
proyeksikan di masa mendatang. Kita bisa
tahu di sini bahwa daerah yang di bagian
utara ya, di bagian tengah, di bagian
barat ini kepadatannya cukup rendah.
Tetapi yang daerah tinggi ini ada di
perkotaan di sini. Ini perkotaan gitu
ya. Nah, nanti di daerah ini skalanya
apa? Apakah skala ee kecamatan gitu ya
atau skala desa ini bisa kita ee
overlaykan. Nah, kalau sudah dari dari
kepadatan penduduk dan juga kemiringan
ini tadi ini bisa kita overlaykan, kita
tumpuk seperti itu sehingga kita bisa
mendapatkan hasil untuk ini tadi sistem
layanannya
ya. Misalkan daerah Gunung apa ini tadi?
Gunung Timang. Eh sori. Di daerah Gunung
Timang, Tongka ini Espalde terpusat ya.
Kenapa? Karena memang dia kepadatannya
ya cukup tinggi gitu ya di nanti ya. ini
tongka ini sori ya ee di sini ya di
Gunung Timang di tongka itu di sini ya
karena daerah tersebut menjadi daerah
kepadatan tinggi dan di masa mendatang
akan dikembangkan ee menjadi pusat
perkotaan sehingga ee pada saat ee kita
cek gitu ya kepadatannya juga sesuai ya
di sini ya kepadatannya ya ini
kepadatannya gitu ya kemudian juga
overlay terhadap apa ee kemiringan ee
lerengnya ya kemiringan lerengnya. Nah,
ini yang ee bisa kita tentukan untuk ee
pilihan apakah dia SPALD setempat atau
terpu terpusat.
Nah, kemudian sekarang prioritasnya ya.
Kalau tadi pilihan sistemnya, sekarang
prioritasnya mana yang diprioritaskan
dari zona 1, 2, 3, dan 4 ini. Eeah, kita
lihat dengan cara apa? Yang pertama kita
bisa melakukan berdasarkan risiko
sanitasi.
indeks risiko sanitasi ini dihitung ee
lewat kajian ehra ya. Nah, kajian ehra
tadi kan bisa menggunakan ee ee dari
data SSK mungkin ada juga bisa
menggunakan data eh ya. Nah, dari sini
kalau misalkan satu daerah tadi memiliki
risiko sangat tinggi maka kita nilai
empat. Kalau dia itu tinggi nilainya
tiga. Kalau dia itu sedang nilainya dua.
Kalau kurang berisiko nilainya satu.
Lalu kita ploting ya berdasarkan ee
kondisi sanitasinya
ya. Resiko sangat tinggi gitu ya.
Misalkan ini daerah Gunung Purei gitu
ya, Gunung Timang misalnya gitu ya. Ada
resiko yang sangat tinggi merah. resiko
sangat tinggi. Resiko sangat tinggi. Ada
resiko yang sedang di sini, tapi yang
lain ya secara umum dia berisiko ren
rendah. Jadi kalau kita lihat berisiko
rendah di sini mungkin ee karena memang
e kualitas airnya masih bagus atau
penduduknya masih jarang atau ee memang
ee kondisi ee wilayahnya masih ee
lingkungannya masih bagus seperti itu
ya. Nah, kemudian dari sisi ee apa?
risiko sanitasi kita bisa lihat dari ee
apa peta kawasan kumuh misalnya ini kan
bisa diambil dari data SSK atau data
EHRA atau kita bisa juga melakukan ee
survei terhadap hasil dokumen-dokumen
lain ya dokumen kebijakan atau di ee
RTRW dan yang lain-lain. Ternyata
kawasan kumuh ada di tengah ya, kumuh
ringan, kumuh berat ya. kawasan kumuh
ini nanti akan menjadi penambah bobot
untuk ee penentuan prioritas lokasi ya.
Kemudian ini berdasarkan akses layaknya.
Jadi kita sudah punya modal kalau akses
sanitasi layak itu tinggi itu bobotnya
mungkin ditingkatkan ya ee ee sori akses
layaknya ee kalau sori kalau akses
layaknya tadi tinggi maka bobotnya
dinilai kecil. Artinya dia tidak
berisiko gitu karena kita pengin mencari
daerah mana yang menjadi prioritas. Oke.
Berdasarkan dari tingkat ee layanan
akses sanitasi,
berdasarkan dari BS. Nah, ini menariknya
gitu ya. Masih banyak yang BAB
sembarangan, tetapi risikonya rendah
gitu ya. Ya, karena wilayahnya masih
sangat cukup luas gitu ya. Nah, ini
kalau BABS-nya tinggi maka risikonya
tinggi. Kemudian ini ada masyarakat
berpenghasilan rendah. Ini juga penting.
Kenapa? Karena ee ke apa ee penentuan ee
tahapan pengembangan program atau
prioritas pengembangan itu juga ee
didasarkan pada ee kemampuan pembiayaan
ya. Kemudian ee ini berdasarkan kawasan
yang rentan banjir atau tidak. Nah, ini
ternyata di bagian atas tadi ini rawan
banjir. Ini rawan banjir. Banyak daerah
yang rawan banjir. Nah, rawan banjir ini
tentu akan menjadi ee amar atau
rambu-rambu bagi ee pola pengembangan ee
espal domestiknya ya. Ee untuk
lokasi-lokasi potensial PLT-nya misalnya
atau untuk lokasi espal terpusatnya ini
harus diperha diperhatikan. Nah, sebagai
resume dari semuanya gitu ya. ini
dilakukanlah apa ee pembobotan ya
skoring gitu ya. Misalkan di daerah
Gunung Kecamatan Gunung Purei dan juga
Gunung Timang ini sendiri gitu ya. Ini
ada tiga kategori prioritas. Yang
menjadi prioritas satu itu di daerah
Baturaya, Desa Kelurahan Batu Raya ini.
Kenapa? Karena meskipun kepadatan
penduduknya itu ee kecil, tetapi
masyarakat berpenghasilan rendahnya
cukup tinggi gitu ya. Dan ini menjadi
tantangan prioritas pertama. Kenapa?
Kalau tidak ditangani itu dia kondisi
sanitasinya akan jelek seperti itu. Nah,
kemudian prioritas kedua ini di Tanjung
Harapan. Jadi ini ee lokasinya ya ee
peta wilayahnya dan menentukan dari zona
satu tadi ini zona 1 ya, zona du, zona
3, zona 4 ada area-area prioritasnya.
Nah, ternyata yang banyak menjadi
prioritas adalah di zona du ya, di zona
du di sini ya dan di zona 3. Nah, nanti
indikasi indikasi programnya, sasarannya
juga akan ada di daerah ee tersebut gitu
ya.
ya. Ee oke saya lanjutkan yang ee
terakhir ya ee rencana program ya ini
studi kasus rencana program ee
pengembangan ee untuk ee ee Rispal gitu
ya. Nah, jadi tadi kita sudah mengetahui
ya ee di setiap di setiap aspek kita
lakukan pemetaan masalahnya. Sebagai
contoh di sini tadi ya, faktor internal
yang di yang menjadi muncul adalah
kelemahannya adalah kelembagaannya.
Kelembagaannya dia belum memiliki perda
air limbah. Kemudian belum ada
pelaksanaan tupoksinya belum ee kurang
koordinasi. Bukan menjadi kelemahan
mungkin karena sebenarnya masih ee
kabupaten baru gitu ya. Ya. Ee baru
pemekaran misalnya ini bisa juga. lalu
keuangan anggaran kurang ya ee terbatas
gitu ya dan ee tidak ada investasi pihak
swasta karena ee minat tarif
pelayanannya tadi rendah. Nah, ini harus
kita ee sasar gitu ya ee strateginya apa
untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan tersebut.
Misalkan belum ada Perda yang mengatur
tentang pengeluan air limbah rumah
tangga termasuk izin pembuangan limbah
domestik. Lalu kebijakan penerakan hukum
dan lain-lain belum belum ada. Maka
menyusun Perda tentang pengelolaan air
limbah. Ya, kalau sudah ada perdanya ini
kan berarti ee apa ya ee menjadi
peraturan perundangan yang ee bisa
dijadikan dasar di dalam ee penentuan
kebijakan gitu ya. Nah, kemudian ee
peraturan IMB belum di diterapkan secara
baik. Padahal dari sisi hasil diskusinya
dari pihak apa ee perumahan Dinas
Permukiman gitu itu menyatakan bahwa
yang mengurus IMB itu harus wajib
memiliki tangki septik SNI gitu ya. Nah,
mungkin di sini merupakan hasil apa?
Rembuk atau kebijakan bersama lintas
sektoral gitu ya. Nah, ini membuat
peraturan yang ee mendukung itu tadi
ya. Kemudian misalkan untuk terkait
dengan aspek ee pembiayaan gitu ya
ee karena alokasi dananya terbatas untuk
APBD maka dilakukan ee pelaksanaan tarif
retribusi yang mungkin lebih besar ee
terutama untuk yang swasta sehingga
nanti ada ee tarif sharing seperti itu.
Kemudian terkait dengan rendahnya
keterlibatan masyarakat dilakukan apa?
Dilakukan sosialisasi dan pendampingan.
Jadi programnya nanti tidak hanya
sekedar program IPLT-nya apa ee target
sanitasinya berapa ee terus IPAL
Komunalnya berapa, SPAL DT, ESPAL DS.
Tetapi juga menyasar kepada ini tadi ya
ada peraturan peraturan apa gitu ya.
kemudian ee terkait dengan tarif gitu ya
sampai ke sosialisasi.
Jadi ini yang ada di dalam program
rencana induk sistem ee pengelolaan air
limbah. Bapak Ibu juga perlu untuk
melakukan apa ee strategi intervensi
bagi ee
yang belum memiliki jamban misalnya.
Misalkan kalau sudah memiliki jamban
gitu ya ee
karena daerahnya tadi ada daerah sungai,
daerah hutan gitu ya. Sangat luar biasa
ya kalau kalau kita dapat pekerjaan di
daerah timur gitu ya ee di Kalimantan
misalnya gitu ya. Dia bahkan ada yang
enggak punya jamban gitu ya. Tapi kalau
sudah punya jamban, ada yang bisa pakai
IPAL ee komunal, tetapi ada juga yang
memilih tangki septik ya. harus
dipastikan ada pengurusan rutin lalu
dipantau. Jadi ini ada program
kebijakan-kebijakan sosialisasi ya,
kemudian ada perda dan juga sosialisasi
yang mendukung dari program fisik tadi.
Jadi tidak hanya program fisik saja ya,
[tertawa]
tetapi juga ada kebijakan dan juga peman
pemantauan ya. ini bagi yang sudah
terlayani, ini yang bagi belum terlayani
ya arah kebijakan dan juga arah
pembangunannya. Jadi bagi yang belum
memiliki jamban ya berarti BAB
sembarangan berarti arah pembangunannya
ya dibangunkan MCK umum atau dibangunkan
IPAL Komunal. Tapi harus dicek dulu IPAL
Komunal ini nanti kelembagaannya
bagaimana
ya. Kalau misalkan ada IPAL komunal yang
sudah pernah dibangunkan tapi kondisinya
mangkrak, masalahnya apa? Jadi kita bisa
mencari akar masalahnya. Kalaupun kita
tetap akan bangun IPA komunal, berarti
penyiapan kelembagaannya harus
diprogramkan.
Jadi seperti itu ya, Bapak, Ibu. Jangan
ee sampai ee programnya ini fokus ke
jumlah unit IPALnya berapa, jumlah
tangki septiknya berapa, bukan. Tetapi
ee makanya disampaikan tadi bahwa ee
penyelenggaraan
ee Rispal ini ya perancangan dokumen
Rispal ini multidisiplin ya. ada
kebijakan publik di situ, ada PWK di
situ, tidak hanya teknik lingkungan
seperti itu. Nah, kita lihat misalkan
contoh ya ini terkait dengan ee apa ya
ee
apa penyusunan peraturan R limbah
domestik misalnya ya ee perusunan
peraturan
limbah ee domestik gitu ya. Ee ini tadi
contohnya ya pengaturan ee penyusunan
air limbah domestik ya. ini dilakukan di
tahun 2025.
Nah, kemudian lumpur tinjanya itu
dilakukan di 2030 terkait dengan L2
T2-nya. Kenapa? Karena selama masa
2026-2027
ini akan dilakukan apa ee upaya untuk
pembangunan IPLT.
Kemudian ee dilakukan bimbingan teknis
ya, perawatan ee ee perawatan ee apa
sarana dan prasarana gitu ya. Kemudian
juga dilakukan monitoring ya ee eh sori
ada pelatihan operator IPLT-nya gitu ya,
kemudian ada monitoring untuk ee
kegiatan apa kegiatan ee evaluasi
UPTD-nya dan juga kegiatan sanitasi ee
masyarakatnya. Sementara e per serta
masyarakat tadi juga dilakukan ya,
karena kalau kita melihat di sini
programnya tadi masih banyak yang
program fisik untuk ee tangki septik
sesuai SNI. Maka ini perlu dukungan dari
masya.
Ya, mungkin ee demikian yang ee bisa
saya sampaikan. Mungkin kita masih ada
waktu sebentar kita ee diskusi saja.
Mungkin seperti itu ya.
Baik.
Baik, demikian penyampaian materi
penyusunan rencana induk sistem
pengelolaan air limbah yang disampaikan
oleh pemateri kita yaitu Bapak Dr. Ir.
Awaludin Nurmanto, SDM,
IPM yang merupakan dosen Teknik
Lingkungan Universitas Islam Indonesia.
Nah, sebelum masuk ke sesi selanjutnya
yaitu sesi tanya jawab dan diskusi, kita
akan melakukan sesi foto bersama
terlebih dahulu. Untuk sesi foto bersama
kali ini ee saya akan dibantu oleh admin
lagi. Baik, kepada admin dipersilakan.
Baik, terima kasih Mbak
Bapak dan yang kami hormati. Untuk
memulai sesi berkenaan kami harapkan
untuk membuka terlebih dahulu.
Baik, kami pandu untuk slide pertama 3 2
1,
slide kedua 321
dan slide terakhir 321.
Baik, terima kasih. Saya kembalikan ke
Baik, terima kasih kepada admin yang
sudah membantu sesi foto bersama di sesi
kedua ini. Sebelum memulai sesi tanya
jawab dan diskusi, saya izin
mengingatkan Bapak Ibu ee yang mengingin
yang menginginkan materi sekaligus
sertifikat dan belum request dapat
mengisi link yang sudah admin kami
kirimkan di kolom chat. Kemudian
selanjutnya kami juga meminta kesediaan
Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner yang
linknya sudah di-share di kolom chat
Zoom juga supaya kegiatan kami
selanjutnya bisa lebih baik lagi. Untuk
acara selanjutnya yaitu sesi tanya
jawab. Ee di sini kami sudah membantu
merangkumkan pertanyaan-pertanyaan yang
mungkin belum terjawab.
Baik, Bapak mungkin ee akan saya bacakan
kemudian Bapak bisa menjawab atau
bagaimana, Pak?
Oke. Oke, Mbak.
Eh, baik. Pertanyaan yang pertama ada
dari Bapak Happy Haryadi. Apa saja
poin-poin penting dari suatu dokumen
Riskal dan apa saja data dan informasi
yang dibutuhkan pada proses penyusunan
Riskal serta analisis apa saja yang
harus dilakukan untuk menghasilkan suatu
dokumen Rispal yang ideal. Baik, Bapak.
Silakan, Pak Palo. Ee ini terima kasih
pertanyaannya ya. Tapi ee sepertinya ini
tadi pertanyaannya yang di sesi
sebelumnya gitu ya. Jadi ee di sesi ini
tadi sudah sudah
ee kita bahas ya terkait dengan ee
poin-poin apa saja ruang lingkup yang
ada di dalam ee Rispal itu tadi ya. Ee
kemudian analisis apa saja yang ee perlu
di dilakukan gitu ya. Nah, di dalam ee
apa ee
ee kajiannya gitu ya ee paling tidak ee
ada rencana umum gitu ya yang meliputi
dari gambaran umum wilayah, kemudian
standar kriteria perencanaannya tadi,
kemudian rencana penyelenggaraan sampai
indikasi biaya sampai rencana
kelembagaannya sampai ke rencana
legislasi dan ee pemberdayaan masyarakat
yang diperlukan seperti itu. Jadi ee
program-program ini ee sebenarnya tidak
bisa dirancang ee secara oleh konsultan
sendiri gitu loh. Ee karena ee mas apa
ee pihak pemerintah daerah itu biasanya
yang lebih paham ya dengan kondisinya.
Nah, ee konsultan yang berpengalaman dia
bisa memberikan advice ya ee bahwa kalau
misalkan melihat kondisi wilayah seperti
ini gitu ya ee program yang paling
efektif apa? Ee jadi, jadi ee di satu
daerah misalkan di Kalimantan Barat dan
Kalimantan Timur bisa jadi berbeda gitu
ya. Nah, kemudian ee di Sumatera bisa
jadi berbeda. Jadi sosialisasinya
misalkan ee peningkatan pemahaman
masyarakat ya ee lewat sosialisasi gitu
ya. Ee kadang kalau sosialisasi saja itu
ee ee enggak spesifik gitu, tapi
sosialisasi apa yang ee perlu dilakukan.
Oh, ternyata ee ee masyarakat itu lebih
senang melibatkan ee apa perangkat desa
misalnya sehingga yang di yang dipilih
adalah melalui ee perangkat desa seperti
itu. Itu bisa menjadi salah satu ee apa
ya ee upaya yang dilakukan. Mungkin
seperti itu.
Baik, Pak. Mungkin untuk selanjutnya
pertanyaan dari Bapak Sukiri. Pertanyaan
pertama, apakah ada indikator kinerja
atau KPI yang jelas untuk mengevaluasi
capaian RISPAL setiap 5 tahun? Nomor
dua, apakah ada indikator kinerja yang
jelas untuk mengevaluasi capaian setiap
5 tahun?
Ee sepertinya sama ya ini ya indikator
kinerja yang jelas ya. ee artinya gini
ee ee indikator kinerja gitu ya kan
namanya ada target gitu ya. Ee jadi
misalkan setiap setiap 5 tahunan tadi
misalnya gitu ya ee program yang kita
rencanakan gitu ya.
program yang kita rencanakan tadi
misalkan ditarget tahun sekarang 2025
eh2 ee respalnya disusun 2025 lalu ee di
tahun 2030 itu ee layanan ESPALD ee apa
layaknya dari awalnya 70% meningkat
menjadi 80% selama 5 tahun
ya kan. Nah, kalau ternyata capaiannya
itu malah enggak nyampai sama sekali kan
gitu ya, program-programnya ini enggak
berjalan sama sekali kan bisa jadi
program tidak berjalan itu karena
perencanaannya yang jelek juga kan gitu
ya. Jadi kalau kalau menurut saya
QPI-nya tidak hanya sekedar capaian dari
target tadi, tetapi ee dari hasilnya
dari hasil atau dari ee Pokja yang ada
di situ bisa melihat bahwa
program-program yang diberikan oleh
konsultan atau pada saat penyusunan ini
belum mengakomodir kondisi ril di
lapangan misalnya sehingga perlu
dilakukan kajian seperti itu. Tetapi
kalau mau melihat QPI-nya, QPI tentu
ketercapaian dari ee target gitu ya.
Nah, targetnya kan juga sudah ditetapkan
di dalam RPJ ee MD daerah gitu ya. Nah,
seperti itu. Jadi ee mungkin itu jawaban
dari saya.
Baik, Pak. Ee terima kasih. Untuk
perkaraan selanjutnya ada dari Ibu Eri
Mang. eh dari Bapak Eri Manggala
Saputra. Ee pertanyaan nomor satu, dalam
menyusun rencana legislasi dan
kelembagaan, sejauh mana RPAL dapat
mendetailkan struktur organisasi seperti
UPTD agar siap mengelola aset yang akan
dibangun nanti? Kemudian nomor dua
terkait isu keberlanjutan infrastruktur
banyak aset SPD baik sistem ke pusat
maupun setempat yang seharusnya yang
yang
telah dibangun. Namun saat ini
kondisinya tidak berfungsi optimal
seperti tidak ada L2 T2. Bagaimana
seharusnya substansi risal mampu
mengintegrasikan
keberlanjutan ases
aset eksisten
existing tersebut dan ee apakah secara
regulasi diperbolehkan untuk
mencantumkan rencana anggaran
rehabilitasi bagi infrastruktur yang
tidak berfungsi optimal ee tersebut pada
RISPAL. Kemudian yang terakhir terkait
penyusuran konsep dan kriteria rispalaga
untuk jangka panjang bagaimana strategi
penyusunan rispal agar tidak berhenti
pada konsep buang limbah tetapi mampu
mengadopsi prinsip ekonomi sekular
seperti pemanfaatan kembali air berolah
atau pengolaan tinja menjadi sumber
energi. Apakah pada pengalaman Bapak
pernah menyusun atau menemukan hal
tersebut di Rispal kabupaten atau kota
di Indonesia?
Baik, Bapak Al.
Baik. Ee ini pertanyaannya luar biasa ya
dan ee mungkin Pak Eri ee punya sudah
punya banyak pengalaman ya. Yang pertama
eh terkait dengan legislasi kelembagaan
eh biasanya di Rispal itu lebih kepada
pola e yang pertama dilakukan adalah
melakukan identifikasi itu poxinya apa.
Jadi misalkan ee ada ada
dinas A, dinas kebersihan, dinas apa ini
nanti disesuaikan ee terkait dengan
aspek pengelolaan sanitasinya. Kemudian
sejauh mana ee bisa memunculkan ee apa
ee struktur organisasi seperti UPTD dan
lain-lain itu masih ke ranah konsep.
Jadi modelnya
adalah membuat program gitu loh. Jadi
misalkan IP e IPLT-nya dibangun di tahun
2000 dilakukan DEED-nya di 2026 kemudian
eh FS-nya di 2026 kemudian DEED-nya di
2027 kemudian AMDAL-nya di 2027 akhir
gitu ya atau UKLPL-nya gitu ya 2028
dibangun ya dan beroperasi di akhir
sehingga 202 ya ada waktu berapa ee 3
tahun. Nah, itu awalnya dari UPTD gitu
ya. Tapi karena ee kita sudah ee melihat
kajiannya bahwa ee mampu untuk
dilaksanakan L2 T2 kita plotkanlah di
itu untuk L2 T2. Nah, jadi di situ itu
hanya program saja, tetapi tidak sampai
ke ini nanti ee apa ee SOP-nya bagaimana
dan lain itu nanti akan ee dibuat
namanya dokumen ee ini ee kajian
akademisnya gitu. Jadi di dalam Rispal
ini hanya ini menentukan targetnya saja,
program apa gitu ya. Tetapi pemetaan
fungsi tadi ada. Tetapi kalau untuk
mendetailkan ee kira-kira ee struktur
organisasi dan lain-lainnya itu nanti
ada program yang berdasarkan di Rispal
gitu loh. Oke. Pembentukan lembaga ee
UPTD e IPLT atau pembentukan ee BULD di
tahun 2040 misalnya nanti programnya
itulah yang akan mendetailkan struktur
organisasinya. Mungkin seperti itu yang
pertama ya.
Kemudian
ee ya boleh boleh ya. Jadi ee apakah
secara regulasi diperbolehkan untuk
mencapkan rencana anggaran? Jadi gini
misalnya ya gitu ya ee kan kita ada
namanya ee kajian evaluasi infrastruktur
existing tadi ya. Ee jadi ee dari hasil
evaluasi tadi apa yang menjadi masalah?
misal
ee apa ABR kan gitu ketika dilakukan apa
dilakukan ee kajian ya kita ketika kita
lakukan ee evaluasi ee data existing
tadi secara struktur bangunannya masih
bagus gitu ya. Terus ee tetapi waktu
kita lihat enggak ada pemantauannya.
Kemudian ketika kita ambil sampling
ternyata baunya busuk dan lain-lain.
Ternyata masalahnya adalah karena dia
tidak ada pengelolanya sehingga
lumpurnya tidak pernah disedot misalnya
atau pipanya pecah. Sementara kita sudah
punya misalkan berapa? Kita sudah punya
10 ABR nih gitu ya tapi terbengkalai.
Kan tidak perlu kita bangun lagi
ABR-nya. ABR-nya sudah ada, tetapi kita
programnya adalah rehabilitasi plus
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
melalui pembentukan kelompok swadaya
masyarakatnya seperti itu. Jadi ee ini
apa ya ee jangan sampai kayak kita
membuat program gitu ya, tetapi
alasannya ini hanya untuk program aja
gitu harus bangun enggak gitu. Jadi
sebenarnya akan lebih bagus kalau kita
bisa melihat e kondisi existing itu
gap-nya di mana ya kan seringki yang
dianggap itu ee ABR itu tidak harus
dibersihkan gitu ya. Nah, kalau tidak
harus dibersihkan berarti masyarakat
enggak cocok dengan ABR gitu ya.
Ternyata ada teknologi lain,
perkembangan teknologi lain. Nah, itu
boleh untuk mengusulkan teknologi apa
kira-kira yang paling cocok ya, Pak gitu
ya. misalkan sekarang ada unit apa EBB
atau biofilter yang lain misalnya. Oh,
itu ternyata lebih apa lebih mudah ee
tidak seintensif ABR. Nah, mungkin yang
barunya akan seperti itu gitu loh. Tapi
yang ada sekarang apa yang bisa
di-improve gitu. Itu mungkin ya ee Pak
Eri. Dan terkait dengan ini tadi ya ee
sesuai dengan arah kebijakan tadi Pak.
Kalau di suatu daerah itu tadi ya, suatu
daerah itu tadi kuadrannya masih ada di
kuadran satu, artinya dia masih sangat
lemah gitu ya. Ya, jangankan ee mendaur
ulang orang apa bab saja masih banyak
gitu ya. Kita enggak bisa itu
mengarahkan meskipun dari sisi apa visi
visi pemerintahnya bagus gitu ya. Oke
ya. Tapi kita juga harus menganalisis
kondisi internal eksternalnya. Tapi
misalnya, Pak ya, ada satu daerah ee
terus ee tiba-tiba di situ ada ee
tambang gitu ya, tiba-tiba eskalasinya
naik banget gitu ya, karena ee apa CSR
dari perusahaan itu bisa melayan apa
memberikan apa impact yang luar biasa
sehingga masyarakatnya jadi lebih
sejahtera gitu ya. Nah, kalau masih
dalam jangka ee respalnya sudah berubah
gitu ya atau ee kira-kira kondisinya
sudah berubah ya boleh saja dilakukan
kajian rispal lagi, Pak. Dievaluasi lagi
lalu dilihat lagi plotingnya.
Jangan-jangan dengan adanya perubahan
kondisi tadi sudah tidak di kuadran satu
lagi, Pak. Sudah bisa di kuadran du.
Jadi rencana kita yang 20 tahun dari
satu ke dua kita update ternyata
sekarang sudah mendekati dua. Jadi dua
berubah ketiga kan bisa jadi ee apa ee
kondisinya seperti itu memang ee kalau
dari saya ee pengalamannya lebih ke
evaluasi ee ininya dan ee perancangan
IPLT-nya Pak untuk yang eh apa resources
recovery-nya ya untuk dibuat pelet dan
lain-lain gitu. Tapi kalau untuk
Rispal-nya ee belum, Pak. Ya, umumnya
masih ee karena Rispal yang ee
dikerjakan ini umumnya masih yang dari
kuadran 1, kuadran 2 gitu. Saya yang ada
di Surakarta gitu ya. Nah, Surakarta itu
sudah mulai agak bagus tapi levelnya
belum sampai ke kuadran 4 itu ya. Karena
di Indonesia itu dari sisi layanan
infrastruktur sanitasinya saja masih
kurang gitu. Tetapi kalau untuk ee
penerapan resources recovery atau
circular ekonomi water reuse di IPLT itu
sudah beberapa ee dilakukan ya.
Oke Mbak Nuha.
Baik,
pertanyaan selanjutnya eh dari Ibu
Yolanda.
Tanya nomor satu penyusunan
bagi daerah yang sudah memiliki SSK
apakah cukup maju pada SSK atau masih
perlu dilakukan kolaborasi antar
folder? Kemudian nomor dua, bagaimana
hubungan Rispa dengan Persia Airline?
Silakan, Pak.
Ya, ya kan ada banyak apa ya, ada banyak
apa ee mana lebih dulu SSK atau Rispal
ya karena ee beda ya SSK-nya itu ee
ranahnya di apa ee Kementerian Dalam
Negeri gitu ya. Kemudian dari sisi apa
ee rispal-nya itu di Kementerian PUPR
gitu ya. Ee biasanya banyak yang
melakukan penyusunan Rispal ya. Ini kita
sudah sama-sama tahu gitu ya. Ee supaya
mendapatkan ee dana alokasi khusus gitu
ya. Jadi kan ada readiness kriteria gitu
ya ee ee dana pemerintah daerah kan
terbatas. Untuk mendapatkan dana alokasi
khusus itu dia ee harus memiliki respal
kadang gitu. Walaupun sebenarnya kalau
kotanya kecil tadi di peraturan yang
tahun 2016 itu ya di buku pedoman itu
cukup dengan SSK saja. Tapi kalau ee
sekarang kalau kita mengacu ke Permen PU
2017 semuanya harus punya Rispal kan?
Semuanya harus punya Rispal seperti itu.
Baik itu skala kabupaten ya kota ataupun
ada lintas provinsi itu ee harus punya
RISPAL. Nah, sekarang kita lihat
misalkan SSK-nya baru disusun 2024.
Nah, sekarang 2025
2026. Boleh enggak saya nanti nyusun ee
Rispal lagi di 2028? Ya boleh. Atau
boleh enggak SSK-nya ini ee baru disusun
tapi kita anggap umurnya sampai 5 tahun.
Setelah 5 tahun baru kita evaluasi tapi
kita sekaligus nyusun rispal. Ya
boleh-boleh saja. Jadi kita ee apa ya ee
Bu sebagai pedoman seperti itu ya. Ee
tapi kalau Bapak Ibu sudah dari Pokja
dari ee pemerintah daerah sudah bisa
memotret ini ada kesenjangan yang sudah
tinggi dan juga dari rancangan ee apa ee
dari sisi target ya itu diperintahkan
untuk daerah agar bisa ee sanitasi
amannya cukup besar gitu ya dan kita
harus mengikuti kebijakan pemerintah ya.
ee caranya ya untuk merumuskan
strateginya ya melalui Rispal itu tadi.
Nah, ee kemudian Rispal, Rispal ini juga
bisa ee menjadi ee Perda gitu ya. Ee
misalkan ee nanti ee ada satu contoh ya
ee Perda tentang ee Rispal sendiri tapi
ada juga tentang Perda air limbah.
Misalkan di suatu daerah yang saya susun
itu di ee satu Jawa Timur gitu ya, di
kabupaten di Jawa Timur. Ee dari hasil
evaluasi kondisi existing dia belum
punya Perda air limbah.
Sementara di dalam Rispal tadi kan
evaluasinya mulai dari aspek
kelembagaan, peraturan gitu ya, teknis,
ekonomi gitu ya. Nah, muncullah program
di tahun 2026 gitu ya. Setelah disusun
rispalnya lalu dilegalisasi
sambil ada program untuk penyusunan
Perda air limbah ya. Jadi bisa saja
perdanya belum ada gara-gara Rispal
bisa, tapi Perdanya sekarang sudah ada
lalu kita evaluasi Rispalnya. Mungkin
ada rekomendasi dari hasil Rispal tadi
kajian terhadap Perdanya perlu
ditambahkan. Jadi seperti itu ya, saling
mendukung gitu ya. Cukup, Mbak.
Baik, terima kasih sudah menjawab
pertanyaan dari
selanjutnya ada pertanyaan dari Bapak
Ardianto.
Eh, saya ingin membandingkan atau
mengambil hal baik yang dapat diterapkan
antara Risal dengan IPAL domestik untuk
industri, Pak. di mana dalam industri
ada standar kajian teknis sesuai PP 2221
dan Permen LV 11
2025 tadi. Pertanyaannya satu dalam
perspektif principal pada kondisi apa
sait dinilai tidak lagi memenuhi prinsip
pengendalian pencemaran dan harus
ditingkatkan menjadi e domestik terpusat
di area industri. Kemudian nomor dua,
bagaimana posisi pengelolaan lumpur
tinja dari fasilitas dalam area industri
dan apa konsekuensi regulasinya bisa
tidak direncanakan sejak awal atau tidak
sesuai pengelolaannya sehingga
parameternya tidak.
Baik, Bapak itu pertanyaan Bapak
Ardianto bisa.
Terima kasih, Pak Ardianto eh cukup
aktif ya tadi. Ee ini pertanyaan juga ee
menarik ya ee dari industri sebenarnya
ya. Eh kalau saya simpel saja Pak eh
industri itu kan compliance ya. ya ee
kan kita ada aturannya misalkan ee pada
kondisi tangki septik kalau dia e dengan
aturan baru ini kan kita sudah tahu ya
meskipun dia tangki septik misalkan
kapasitasnya di bawah tig di bawah atau
sama dengan 3 itu kan ada baku mutunya
kalau sudah tidak memenuhi baku mutu ya
artinya kita lihat kenapa dia tidak
memenuhi jangan-jangan yang masuk
inputnya tidak sesuai kan septic tank
itu juga masuknya jadi saya pernah
melakukan evaluasi I ee untuk apa ya ee
kawasan ee restoran kayak gitu ya.
Restoran kan sebenarnya limbahnya enggak
banyak, Pak. Cuma dari pencucian piring
saja. Tapi ternyata restorannya di situ
banyak produksi susu, produksi minuman.
Ya sori maksudnya jual minuman, jualan
susu. Minuman yang mengandung gula, gula
itu COD kan gitu ya. Susu itu lemak gitu
ya. Sehingga pH-nya itu rendah. Kemudian
COD-nya sangat tinggi. Jadi masuk ke
tangki septik enggak mungkin dia bisa
untuk menurunkan baku mutunya. Jadi ee
harus dilihat ya kalau dia sesuai dengan
baku mutu berarti ya dia ee masih oke.
Terus ee juga mungkin dilakukan untuk ee
efisiensi. Kalau selama ini misalkan
banyak tangki septik gitu ya. Karena
banyak tangki septik dengan peraturan
baru kan harus dilakukan monitoring
satu-satu. Kalau perusahaan pengin
melakukan efisiensi gitu ya ee agar
apaalter pusatnya cukup satu gitu ya,
tetapi nanti biaya pemantauannya lebih
berkurang kan gitu ya. Eh, tapi kita
punya capex-nya dengan membangun IPAL
lagi nih, tetapi nanti OPEX-nya ee bisa
turun. Karena selama ini kalau misalkan
satu
septic tank dipantau dengan parameter
tadi butuh per bulannya misalkan ya, per
bulannya R5 juta. 5 juta ada ada
10 atau ada 8 septic tank ya. 8 septic
tank 8 * 5 40 juta gitu ya. Ternyata
kalau kita apa ee pemantauan IPAL itu
cukup 10 juta saja. Nah, karena kalau
kalau 10 juta kan berarti ada efisiensi
meskipun kita ee perlu mengeluarkan
capek yang lebih besar, tetapi nanti
kita lihat juga cost benefitnya kalau
dengan IPAL yang baru dibangun ini ee
apa ee evluence-nya lebih bagus gitu ya.
Kita bisa melakukan daur ulang dan
lain-lain. Ini juga bisa menjadi
pilihan. Nah, kemudian ee kalau
pengelolaan lumpur tinja di area
industri, jadi enggak harus industri itu
enggak harus punya IPLT.
Kalau di situ kita punya tangki septik
banyak, kalau sudah ada layanan IPLT ya
kita bisa melanggan saja gitu. Karena ee
karena sekali lagi ee fungsinya kenapa
harus bangun IPLT gitu ya. ya. Karena ee
bangun IPLT itu kan kayak kita
mengoperasikan IPAL yang baru lagi ya.
Kapasitas IPLT itu ee IPLT itu beda
dengan IPAL ya karena lumpur tinja yang
diolah. Jadi pengolahannya itu dimulai
dari pemekatan lumpur tinja gitu ya,
kemudian pemisahan padatan dan cairan
dan lain-lain gitu ya. Ee kalau
menggunakan sistem konvensional itu
membutuhkan lahan yang luas. Tapi kalau
menggunakan ee sistem yang mekanis itu
membutuhkan apa ee bahan kimia dan juga
elektricity yang cukup tinggi gitu. Nah,
saya tidak melihat apa ya ke apa ee
urgensi ee kalau misalkan kawasan
industri punya IPLT gitu ya. Tapi kalau
untuk lumpurnya, lumpur IPAL itu mungkin
boleh ya dilakukan di watering dan
lain-lain gitu. Karena kalau nanti
lumpur ee kawasan industri itu punya
IPLT,
apakah dia juga mau menerima ee
memberikan layanan lumpur tinja ke yang
lain? Mungkin bisa-bisa saja gitu ya
dari sisi bisnis gitu. Tapi kalau
misalkan ee kita bisa melanggan ke IPLT
yang sudah ada ya enggak masalah seperti
itu.
Oke, cukup
sudah cukup, Pak.
Iya.
Ee baik, itu tadi pertanyaan dari Bapak
Ardianto sekaligus menjadi pertanyaan
mutuk dari sesi tanya jawab dan diskusi
pada training online kita hari ini. Saya
ucapkan terima kasih banyak untuk
pemateri kita pada pagi dan siang ini
yaitu Bapak Awal yang telah membantu
menjawab pertanyaan-pertanyaan
sekaligus sharing bersama Bapak Ibu
peserta training online hari ini.
Kemudian ee kami ucapkan juga terima
kasih kepada Bapak Ibu yang sudah
aktanya dan mohon maaf apabila ada
pertanyaan yang belum terjawab karena
waktu yang kita miliki terbatas. Semoga
di lain waktu kita bisa bertemu kembali
dan pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu
bisa terjawab di sesi yang akan
mendatang. Baik, seperti janji kami di
awal tadi, kami sudah mengantongi
beberapa nama pemenang yang beruntung
pada hari ini untuk mendapatkan door
price. Untuk Bapak Ibu yang beruntung
dipersilakan untuk menghubungi admin
kami melalui kontak WhatsApp. Ee bagi
yang belum mendapatkan doorpress jangan
berkecil hati karena di sesi yang akan
datang kami akan terus memberikan
doorpress yang lebih menarik.
Baik, untuk pemenang doorpresnya pertama
ada Bapak Eri Manggala Saputra dari
Banten. Kemudian kedua dari Bapak Masud
dari Jawa Timur dan yang terakhir Bapak
Sudiri dari Jakarta. Ee untuk pemenang
pertanyaan terbaik bisa menghubungi
admin 1 maupun admin 2.
Kemudian ee pada minggu yang akan
datang, Sabtu tanggal 31 Januari 2026
akan diadakan training online penyusunan
rencana induk sistem penyediaan air
minum atau Rp. Jadi, bagi Bapak Ibu yang
berminat bisa langsung melakukan
pendaftaran.
Baik, kita telah sampai di penghujung
acara ya. Ee puji syukur hari ini baik
sesi satu maupun sesi dua kita sudah
belajar banyak ee tentang rispal yang
disampaikan pemateri kita yaitu Bapak
Dr. Engineering Ir. Awaludin Nanto, SDM,
Engineering IPM eh yang sudah memberikan
ilmu-ilmu tersebut. Semoga
sepertinya terlempar ya, Mbak Noha.
Ya,
Mbak Nuha mengalami trouble, Bapak Ibu,
karena Jogja sedang hujan yang sangat
lebat sore hari ini.
Oke. Ee Bapak Ibu sepertinya ee kita
cukupkan karena ee apa yang disampaikan
oleh Pak Awaludin tadi sudah ee secara
komplit ya sudah disampaikan dan Mbak
Nuuha sepertinya juga memang mengalami
kendala. Ee tentunya kami mohon maaf
cuman
Nah, ini muncul mohon maaf ee ada di
puti kami sedang mati lampu.
Iya, Pak. sedang mati lampu. [tertawa]
Baik, mungkin ee
saya sekali lagi mengucapkan terima
kasih kepada Bapak Dr. Engineering Ir.
Awaluddin Nurmianto, ST, Ming IPM dan ee
juga kepada Bapak Ibu peserta training
online yang sudah sangat antusias pada
training online hari ini. Sampai bertemu
lagi di training online selanjutnya yang
tentunya dengan tema-tema yang lebih
menarik. Akhir kata, saya selaku MC
sekaligus moderator memohon maaf
sebesar-besarnya apabila selama memandu
acara ini terdapat kesalahan kata maupun
perbuatan. Saya Nuhiah Maulida pamit
undur diri. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Kasih Bapak Ibu semuanya. Terima kasih,
Pak.