Transcript
h4X0dVxgYXQ • PENYUSUNAN RISPAM SESI 1
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0136_h4X0dVxgYXQ.txt
Kind: captions
Language: id
mengucapkan selamat datang dan terima
kasih atas kehadiran Bapak Ibu peserta
yang telah meluangkan waktunya untuk
bergabung dalam pening online hari ini,
Sabtu, 31 Januari 2026. Perkenalkan saya
Nuh Maulida, yakni MC sekaligus
moderator yang akan menemani dan memandu
jalannya acara. Acara training online
ini akan berjalan dua sesi. Kita akan
bersama-sama mengikuti sesi pertama
mulai pukul 09.00 hingga pukul 11.00
nanti dan dilanjutkan kembali di sesi
kedua pada pukul 13.00 hingga 15 UIB
nanti. Planning online kita hari ini
mengusung topik penyusunan rencana induk
sistem penyediaan air minum atau Rispam
yang disampaikan pemateri kita yaitu
Bapak Ir. ST, MT, PhD yang merupakan
dosen Teknik Lingkungan Universitas
Islam Indonesia. Saya ucapkan selamat
datang dan salam hormat kepada Bapak
Ludori selaku pemateri kita hari ini.
Tidak lupa salam hormat kepada Bapak Dr.
Ir. Hijrah Purnam Putra, ST, ME selaku
founder dari Butik Darul Ulang Projekti
Indonesia sekaligus sekretaris Jurusan
Teknik Lingkungan Universitas Islam
Indonesia. Dan juga tidak lupa salam
hormat kepada Bapak Ibu peserta training
online pada hari yang berbahagia ini.
Sebelum masuk ke materi training online
kita hari, saya mohon izin mengingatkan
Bapak Ibu untuk dapat mengisi daftar
hadir atau presensi di link yang telah
admin kami kirimkan di kolom chat Zoom.
Kemudian dengan hormat saya meminta
kesediaan Bapak Ibu untuk menonaktifkan
mikrofon selama kegiatan berlangsung
supaya kita dapat menikmati materi yang
disampaikan dengan baik.
Selanjutnya sebelum kita masuk ke acara
inti yaitu penyampaian materi akan ada
sambutan dari Bapak Dr. Ir. Gjahnama SME
selaku founder dari butikdur ulang
projek di Indonesia sekaligus sekretaris
jurusan teknik lingkungan Universitas
Islam Indonesia. Baik, langsung saja
waktu dan tempat kami persilakan kepada
Bapak Rya.
Baik, terima kasih Mbak Nuha.
Mudah-mudahan suara saya sudah jelas
terdengar. Ee bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
semuanya. Bapak, Ibu para peserta
training online pada kesempatan pagi
hari ini. Mudah-mudahan semuanya dalam
kondisi yang sehat dan tentunya
bersemangat.
Eh, yang kami hormati Pak Hudori, PhD
dari jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Islam Indonesia. Ee bukan
orang baru dalam training online ee yang
dilakukan oleh e Project B Indonesia.
Beliau telah mengisi beberapa kali
aktivitas dan termasuk materi yang
favorit disampaikan adalah terkait
dengan rencana induk sistem penyediaan
air minum atau Rispam yang kita ikuti
saat ini ya. dan juga Bapak Ibu para
peserta yang luar biasa semangatnya di
hari Sabtu kita semangat untuk belajar
bersama dalam kondisi yang mungkin
sambil santai, sambil menikmati waktu
bersama keluarga, tapi tetap bisa kita
belajar bersama ya, Bapak, Ibu ee para
panitia menyiapkan acara ee rencana
induk ini tentunya dengan latar belakang
yang sangat kuat gitu ya. Kita sudah
pernah menyelenggarakan kegiatan ini 2
tahun yang lalu, kemudian dengan
rangkaian yang panjang dan kita
mendapatkan feedback yang cukup baik.
Dan ternyata permintaan terkait dengan
penyelenggaraan ulang aktivitas training
online rencana induk ini sangat besar.
Jadi akhirnya kita coba di 2026 ini kita
mulai dari e 2 minggu yang lalu ada
rispal tentang air limbah, saat ini
tentang air minum dan insyaallah 2
minggu yang akan datang kita akan bicara
tentang ee RPS ya yang berhubungan
dengan pengolaan sampah.
Seperti kita ketahui bersama Bapak Ibu,
Rispam ini memang perlu disusun oleh
setiap daerah itu sebagai dokumen
perencanaan strategis begitu ya untuk
menjamin ketersediaan air minum yang
aman berkelanjutan juga mungkin merata
bagi seluruh masyarakat gitu. Jadi,
Rispam akan menjadi sebuah acuan utama
untuk mengidentifikasi mulai dari
kondisi existing layanan air minum,
kemudian diproyeksikan ke masa yang akan
datang, potensi sumber air baku yang
ada, dan juga mungkin akan berbicara
terkait dengan permasalahan teknis dan
juga nontnis yang dihadapi oleh daerah.
Nah, kalau tidak menggunakan Rispam bisa
saja perencanaan yang dibuat itu parsial
ya, tidak terintegrasi jadi kurang
efisien sehingga mungkin target yang
ingin didapat jadi tidak ee tercapai ya.
Jadi, Rispam harapannya bisa menjadi
sebuah pengambil ee kebijakan, penentuan
mungkin prioritas investasi ya, sinergi
mungkin pendanaan antara pemerintah
daerah, pusat atau berbagai macam pihak
yang lain. Saya sendiri sudah tidak
sabar apa yang akan disampaikan oleh Pak
Hudori nanti. mudah-mudahan bisa
menginspirasikan kita sehingga kita
kalau dari video tadi ditampilkan oleh
panitia, Bapak Ibu banyak berasal dari
ee konsultan dan juga mungkin ASN dari
berbagai macam daerah gitu. Sehingga
nantinya harapan kita bisa susun secara
komprehensif berbasis data ya. Ee daerah
juga memiliki arah yang jelas dan
kinerja pelayanan air minum bisa
meningkat. lebih baik. Di daerah
meningkat pasti secara nasional juga
akan meningkat gitu. Jadi ee kami sangat
berterima kasih kepada Pak Odori
menyediakan waktu yang luar biasa kepada
Bapak Ibu yang dengan setia ee mengikuti
kegiatan Project B Indonesia dengan
berbagai macam keterbatasan yang ada.
Dan ee jangan lupa untuk juga berbagi
kepada Bapak Ibu yang lain yang mungkin
belum hadir pada kesempatan hari ini.
Kita ada channel YouTube yang Bapak Ibu
bisa menikmati mungkin saat ini sekitar
100-an ee ee video training online dan
webinar yang tersedia di ee channel
YouTube Project B Indonesia. Dan
teman-teman panitia mudah-mudahan juga
tetap istikamah, tetap berkelanjutan
untuk mengadakan berbagai macam
aktivitas yang berhubungan dengan
peningkatan kapasitas kita bersama dalam
penyediaan infrastruktur lingkungan.
Dengan mengucapkan
bismillahirrahmanirrahim,
training online penyusunan rencana induk
sistem penyediaan air minum atau Rispam.
Pada kesempatan hari ini di penghujung
Januari 31 Januari 2026 resmi kita buka.
Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita
semuanya dan menjadi amal kebaikan bagi
kita dan bermanfaat ya. Wabillahi taufik
wal hidayah. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih untuk Bapak
Hijrah yang telah memberikan sambutannya
sekaligus membuka acara training online
pada pagi hari ini. Bapak, Ibu peserta
training online sekalian, kami dari
panitia juga melakukan live streaming
melalui YouTube channel kami di Project
Indonesia. Jika semisal selama acara
training online berlangsung ada dari
Bapak atau Ibu yang terkendala dalam
Zoom, tidak perlu khawatir karena Bapak
Ibu juga tetap bisa mengikuti training
online ini melalui YouTube channel kami
di Project Indonesia. Selanjutnya
seperti biasa hari ini kami juga
menyiapkan berbagai macam doorpace
spesial untuk Bapak Ibu yang beruntung.
ini diberikan berdasarkan tiga
pertanyaan terbaik dan dua story
Instagram terunik selama training online
ini berlangsung. Untuk pemenang tiga
pertanyaan terbaik akan kami umumkan di
akhir acara training online nanti.
Sedangkan untuk pemenang dua story
Instagram terunik akan kami hubungi
langsung melalui DM Instagram. Jadi
untuk Bapak Ibu yang ingin bertanya
selama training online ini berlangsung
dapat memberikan pertanyaannya melalui
kolom chat Zoom dengan format nama.
Kemudian pertanyaan yang ingin
ditanyakan dan nanti akan kami pilih
tiga penanya terbaik untuk memenangkan
doorb spesial dari kami. Lalu untuk
story Instagram, Bapak, Ibu dapat
membuat story Instagram semenarik
mungkin dan jangan lupa tag Instagram
kami di @projecti Indonesia.
Tanpa berlama-lama lagi, kita akan
langsung lanjut ke acara inti, yaitu
penyampaian materi. Namun sebelum itu,
mari kita terlebih dahulu ee melihat CV
dari pemateri kita berikut ini.
[musik]
Baik, itu tadi sekilas mengenai pemateri
kita pada pagi hari ini. Selanjutnya
mungkin untuk efisiensi waktu jika Bapak
Hudori sudah siap, kita bisa langsung
saja untuk penyampaian materinya.
Waktunya kurang lebih sampai pukul
10.30. Baik, waktu dan tempat kami
persilakan.
Eeh, terima kasih ee Mbak Nuha. Ee
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Ee selamat pagi Bapak Ibu ee yang
menghadiri acara ee training online pada
kesempatan pagi hari ini di ujung akhir
Januari ya tahun 2026. Jadi, perkenalkan
ee perkenalkan nama saya Hudori ya. saya
adalah dosen di ee program studi Teknik
Lingkungan Universitas Islam Indonesia
yang akan menemani Bapak Ibu selama
kurang lebih dari jam 09.00 sampai jam
.00 sore nanti gitu ya. Ee dalam rangka
untuk kita berdiskusi sebenarnya ya,
sharing ya, sharing pengetahuan terkait
dengan bagaimana ee kita melakukan
penyusunan rencana induk sistem
penyediaan air minum atau RPAM gitu ya.
Jadi saya sendiri ee selaku dosen di
teknik lingkungan karena kebetulan dosen
swasta ya, jadi diberi kemudahan untuk
juga terlibat di berbagai proyek
terutama untuk air minum. Ee juga
berkesempatan untuk menyusun beberapa
dokumen Rpam di beberapa kabupaten kota
yang ada di Jawa maupun di luar Jawa
gitu ya. Kemudian ada juga beberapa
pekerjaan lain seperti Cakstrada dan
seterusnya.
Jadi di kesempatan pagi hari ini saya ee
berusaha menyampaikan apa yang ee sudah
apa nam berbagai pengalaman ya yang
sudah pernah saya peroleh ketika
menyusun dokumen e Rispam ini. Dan
harapannya nanti mungkin Bapak Ibu yang
ee mengikuti acara ini nanti kita bisa
sharing ya atau diskusi bersama terkait
mungkin ee permasalahan atau
kendala-kendala yang kita hadapi ketika
kita ee melakukan ee penyusunan dokumen
e Rpam ini.
Jadi sebagaimana kita ketahui untuk apa
namanya ee terkait dengan penyediaan air
minum ya, kita punya beberapa ee dasar
atau kebijakan ya yang mendasari kenapa
sih kita harus melakukan ee kegiatan ini
ya. Jadi secara peraturan yang paling
tinggi di Undang-Undang Dasar 1945 sudah
dijelaskan ee ada beberapa pasal yang
memang spesifik mengatur terkait dengan
ee penyediaan air gitu ya. Dan kita juga
punya beberapa target atau ee tujuan
yang harus kita capai. Salah satunya
misalnya dari SDG ini di target 6 kita
terkait dengan air air bersih ya. Kita
diminta untuk melakukan ee penjaminan ya
ketersediaan dan juga ee keberlanjutan
terkait dengan pengolan air ya. Dan ini
menjadi ee target secara apa namanya
internasional ya. Nah, kita sebagai
salah satu negara yang ee juga mengakui
dan ee menggunakan SDGIS ini sebagai
salah satu dasar untuk ee pembangunan
gitu ya, untuk pembuatan program
pembangunan ini memiliki apa ee target
yang sama gitu ya. Nah, di level
nasionalnya sendiri kalau kita
perhatikan di tahun kemarin ya tahun
2024 itu target untuk air minum itu
adalah 100% ee layanannya aksesnya layak
gitu ya. Tetapi di RPJMN yang baru tahun
2025 sampai tahun 2029 ya ee apa namanya
targetnya sudah berubah bukan lagi ke
apa namanya penyediaan air minum layak
tetapi sudah menuju ke akses air minum
aman ya. Nah ini targetnya meningkat di
tahun 2025 ini dari 22% menjadi 43% di
akhir tahun 2029. Nah, hal yang sama
juga sudah diadopsi melalui Renstra ee
Kementerian Pekerjaan Umum ya, di mana
target di akhir tahun 2029 juga terkait
dengan akses air minum aman. Nah, ini
mungkin dua istilah yang mungkin perlu
kita pahami bersama ya ketika kita
bicara masalah penyediaan air minum. Ee
apa sih perbedaan antara kedua istilah
ini gitu ya, air minum layak dan air
minum aman gitu ya. mungkin sebagai
ilustrasi saja ee apa namanya mungkin
saya lewati dulu ya. Jadi kalau kita
lihat di sini misalnya terkait dengan
air akses air minum layak ini menurut
definisi yang ada. Jadi ini lebih
condong kepada aksesnya ya akses
keterdisadian air. Jadi di sini
dikatakan adalah ee akses air minum
layar adalah sumber air minum yang
terdiri dari ledeng, air hujan, sumur
bor atau pompa, sumur terlindung, serta
mata terlindung. dan sumber air minum
kemasan atau air isi ulang di mana
sumber air cuci, air masak, mandi ee
mandi dan lain-lain menggunakan sumber
bor, pompa, sumber terlindung, serta
mata air terlindung. Jadi kalau yang
kita lihat di sini untuk akses air minum
layar ini condongnya ke arah aksesnya
sebenarnya ya, tapi terkait dengan
kualitasnya, kemudian kuantitasnya,
kemudian hal yang lain itu belum masuk
pada kategori ini. Dan nampaknya juga
target tahun 2024 100% ini nampaknya
juga masih
cukup jauh ya. Kalau kita lihat di tahun
2018 saja ini baru 62% ya untuk level
se-Indonesia.
Nah, ketika ini dinaikkan levelnya ya
dari air minum layak menjadi air minum
aman, maka sebenarnya kategorinya itu
meningkat apa persyaratannya ya
meningkat menjadi pemenuhan ee empat
kriteria ya. Jadi ada yang kriteria
kuantitas di mana sumber air yang ada
itu harus bisa mencukupi kebutuhan untuk
setiap orangnya itu sekitar 60 liter per
hari. Ini merupakan sebenarnya merupakan
kebutuhan ee dasar ya.
itu harus tercukupi. Kemudian yang kedua
adalah dari aspek kualitas. Kualitasnya
ini harus memenuhi standar kesehatan
sesuai dengan Premenkas nomor 2 tahun
2023. Jadi kalau yang tadi air minum
layak tadi belum menyebutkan ya terkait
dengan kualitasnya. Tapi kalau yang ee
standar untuk akses air minum aman itu
harus sudah memenuhi dari aspek
kualitasnya. Kemudian yang ketiga ini
juga seringki tidak terpenuhi ya terkait
dengan kontinuitas.
Artinya apa? Artinya ketika kita ee
menyediakan layanan untuk air minum,
akses itu bisa didapatkan oleh
masyarakat selama 24 jam ya. Nah, ini
mungkin beberapa wilayah ini mengalami
kesulitan. Terkadang air itu mengalir.
Mungkin ada yang di malam hari, ada yang
mungkin siang hari atau pagi hari gitu
ya. Tapi dia tidak continue selama 24
jam. Ketika kita mau menaikkan level
kita dari air minum layak menjadi air
minum aman, maka kita harus menaikkan ee
apa namanya ee standar ini gitu ya.
Kemudian yang keempat adalah terkait
dengan keterjangkauan. Nah, ini
keterjangkauan ini ada ada dua sih
sebenarnya yang di apa dinilai ya. Yang
pertama itu kemudian akses dan yang
kedua adalah biaya ya. Biayanya harus
terjangkau ya. Ya, sebenarnya kalau kita
lihat ee apa namanya biaya atau tarif
air minum yang dikenakan untuk apa
namanya dari PDAM misalnya layanan ee
apa namanya perpipaan sebenarnya kalau
kita hitung masih murah ya mungkin
sekitar 2.000 atau 3.000 per met³ ya.
Padahal kalau kita bandingkan misalnya
dengan air dalam botol dalam kemasan
yang itu mungkin harganya bisa
berkali-kali lipat gitu ya. Nah, ini
yang mungkin ee yang perlu kita
perhatikan ketika kita
apa mengubah ya mengubah arah target
dari yang tadinya akses air minum layak
kemudian naik menjadi air ee akses air
minum aman ya. Nah, mungkin kita bisa
lihat juga terkait dengan beberapa
target yang dicanangkan oleh Kementerian
Pekerjaan Umum di dalam dokumen
restranya ya tahun 2025-2026.
Jadi ee apa namanya
di tahun 2024 sendiri baseline-nya ini
masih rendah ya sekitar 11,8 terkait
dengan akses air minum aman. Nah,
targetnya ini bisa dibilang mungkin
hampir 3 sampai 4 kali lipat ya selama 5
tahun nanti ya sampai ee tahun 202
targetnya mencapai 43%. Jadi memang
pekerjaannya cukup cukup banyak ya
karena kalau kita lihat tadi ee beberapa
persyaratan untuk aksen air minum aman
ini masih masih sulit untuk kita capai.
Kemudian
terkait dengan apa namanya ee perpipaan
ya, akses air minum terkadang air siap
minum ya.
ini targetnya dari basel di e 24% tahun
2020 di tahun 2029 itu naik jadi 51%.
Jadi ini apa namanya ee wilayah-wilayah
yang sudah dilayani oleh namanya zona
air minum ya kalau dulu ya. Jadi ee tap
water ya artinya arya dia keluar dari
kran itu bisa langsung diminum ya. Ini
harapannya bisa meningkat menjadi 50%.
Kemudian juga target-target yang lain
misalnya terkait dengan kapasitas spam
terbangun ini dari segi liter/ detiknya
ini naiknya mungkin tidak terlalu besar
ya dari basanya 281.000
liter/ detik ke tahun 2009 menjadi
287.000 L/ detik. Kemudian juga dari
akses minum jaringan perpipaan ini juga
ditargetkan dari 19,76
menjadi 40,2%
di akhir tahun 2009.
Kemudian yang lainnya terkait dengan
nonrevenue water ya atau kehilangan air
ya. ini saya kira juga masih cukup
tinggi ya. Saat ini di tahun 2023 ini
masih di angka 33%. Targetnya di 2029
itu turun menjadi ee kurang lebih di
angka 25%.
Kemudian ee nah ini mungkin yang menarik
Bapak Ibu terkait dengan pemenuhan
beberapa dokumen ya. Jadi ee yang
pertama nih terkait dengan kebutuhan
dokumen jastra ya atau kebijakan dan
strategi daerah ya terkait dengan
penyediaan ee sistem penyediaan air
minum ya. Jadi kalau kita lihat
sebenarnya ini mungkin juga potensi ya
bagi Bapak Ibu konsultan yang ada di
berbagai wilayah ya. Jadi kalau kita
lihat di tahun 2024 ini baru tersedia di
15 provinsi.
Kemudian di 103 kabupaten kota yang
memiliki dokumen jakstra ya. Padahal
jakstra itu kan kalau kita lihat dari
hierarkinya itu kan menjadi acuan untuk
penyusuan Rpam sebenarnya.
Nah, di tahun 2025 kemarin ini harusnya
naik menjadi 18 provinsi dan menjadi 178
kabupaten kota.
Kemudian di 5 tahun mendatang itu ee
meningkat cukup drastis 38 provinsi dan
508 kabupaten kota. Nah, ini nampaknya
juga menjadi peluang ya dan kebetulan
juga ee teman-teman dari Project B yang
menyelenggarakan acara training online
ini ee juga ee ada beberapa modul ya
terkait dengan penyusunan ee jakstra ya
kebijakan dan strategi daerah atau
sistem penyediaan air minum. Ya,
alhamdulill juga ee 2 tahun terakhir
kemarin pernah terlibat untuk menyusun
dokumen jastra untuk level ee provinsi.
Nah, sedangkan untuk yang Rispam sendiri
bagaimana kondisinya Bapak, Ibu? Nah,
sebenarnya kalau Rispam ini kalau kita
lihat dari kondisi saat ini ini
sebenarnya hampir seluruh kabupaten kota
itu sudah punya dokumen ini ya dibamnya.
Jadi kalau kita lihat kan ee ada 505
kabupaten kota yang sudah punya. Mungkin
kalau sekarang total Kabupaten Indonesia
sekitar 514
atau ya 14 ya atau 18 saya agak lupa ya
untuk angkanya. Kemudian ada 21.
Targetnya nanti di tahun 2029 ini
meningkat
menjadi apa namanya 38 provinsi dan 508
kabupaten kota yang sudah memiliki
dokumen resp.
Jadi mungkin kalau kita perhatikan
dengan kondisi data ini, kebutuhan untuk
penyusunan dokumen respu
mungkin sudah sangat kecil ya, kecuali
mungkin untuk level provinsi tetapi eh
review ya karena respakan
untuk 20 tahun ya, jadi jangka perencana
20 tahun dan apa namanya
perubahan-perubahan itu kan juga cukup
cukup drastis ya di daerah-daerah
sehingga memang per 5 tahun itu ada
review ya. Jadi memang nanti mungkin
kebanyakan
Bapak Ibu konsultan yang akan
mengerjakan pekerjaan ini sebenarnya ya
akan tawarannya itu kebanyakan mungkin
review ya review resp karena yang
dokumen yang baru itu mungkin hampir
sudah tidak ada karena yang tadi kecuali
yang profesi ya tadi ya itu terkait
dengan kebutuhan dokumen. Kemudian yang
menarik Bapak Ibu adalah terkait dengan
kebutuhan dokumen Airpam ya rencana
pengamanan air minum.
Jadi jumlah BOMD yang sudah punya
dokumen ini kalau kita lihat di tahun
2023 itu baru 5 ya BOMD
kemudian di eh 2024 ya ee 2023 5
kemudian targetnya di 2029 itu 20 ya
jadi memang untuk bisa kita naik level
dari standar akses air minum layak
menjadi akses air minum aman maka salah
satu kebutuhan yang harus kita lakukan
ya yang harus kita sediakan itu adalah
ee bagi PMD ya misalnya dari PDAM dan
seterusnya yang mereka harus punya
dokumen Rpam ya. Jadi mungkin nampaknya
juga apa namanya ee kebutuhan untuk
memahami bagaimana cara kita menyusun
dokumen Airpam ini nampaknya juga cukup
tinggi ya. Jadi karena memang ada
target-target yang harus kita capai
sesuai dengan akses air minum aman.
Kemudian yang lain terkait dengan
kinerja sehat. Kemudian NSPK,
kemudian jumlah proyek yang terkait
dengan perangkatan bidang air minum. Ini
ada beberapa peningkatan. Kemudian juga
akses air minum aman di perdesaan ini
juga ditargetkan naik dari 18,9 di tahun
2023 menjadi 30% pada akhir tahun 2029.
Nah, jadi Bapak Ibu ee target-target ini
sebenarnya nanti ketika kita menyusun
resp ya atau nanti merreview resp maka
target-target ini bisa kita jadikan
acuan ya yang bisa kita turunkan di
level ee provinsi maupun di kabupaten
kota ya. Oke, saya lanjutkan lagi.
Kemudian ini adalah beberapa ee kerangka
regulasi ya terkait dengan
penyelenggaraan SPAM yang k yang
hierarkinya mungkin dari undang-undang,
kemudian ada peraturan pemerintah,
kemudian ada juga Permen, ada Perpres
ya. Kemudian jadi kalau kita lihat
sebenarnya kalau dari segi peraturan
insyaallah di Indonesia ini peraturannya
sudah sangat-sangat lengkap ya,
sangat-sangat komplit. Tinggal bagaimana
implementasinya ya, penerapannya nanti
seperti apa. Tapi saya kira nanti apa
namanya beberapa peraturan-peraturan
yang ada di sini nanti bisa digunakan
sebagai acuan ya ketika Bapak, Bapak Ibu
menyusun dokumen Rispam ya. Karena nanti
biasanya di bab 1 itu nanti ada ee
subbab yang berisi berisi ee apa namanya
dasar-dasar hukum ya. Jadi nanti Bapak
Ibu tinggal memurutkan saja dari yang
paling tinggi sampai yang paling rendah
hierarki apa namanya ee peraturannya.
Oke. Kemudian kalau kita lihat dari apa
namanya urusan kewenangan ya Bapak Ibu.
Jadi air minum dan sanitasi ini
sebenarnya adalah merupakan salah satu
kebutuhan pelayanan dasar sebenarnya ya
yang harus disediakan oleh pemerintah ya
baik pemerintah pusat maupun ee
pemerintah daerah gitu ya.
Nah, terkait dengan penyediaan air minum
sendiri untuk apa namanya ee
kewenangannya kalau kita lihat karena
Rispam ini kan tidak tidak hanya di
level kabupaten kota ya, tapi tadi ada
juga provinsi.
Nah, kalau kita lihat di apa pembagian
kewenangannya pemerintah pusat ini dia
bertanggung jawab terkait dengan
penyelenggaraan spam lintas provinsi
atau beberapa kegiatan strategis
nasional ya. Jadi ini akan langsung
menhandle untuk ee apa namanya ee
penyediaan sistem air minumnya. Kemudian
kalau yang di level provinsi itu nanti
yang SPAM untuk lintas kabupaten kota.
Sedangkan nanti yang paling bawah itu
adalah yang di level ee pemerintahan
kabupaten kota yang melayani untuk akses
air minum di ee untuk masyarakat di
wilayah tersebut ya.
Nah, kemudian ee ini aturan yang Mas
sampai saat ini sebenarnya juga masih
dipergunakan ya. Peratan perintah tahun
nomor 122 tahun 15 ya tentang sistem
penjanaan air minum. Di sini kita bisa
melihat terkait dengan penyelenggara
SPAM yang itu menjadi kewajiban
pemerintah maupun pemerintah pusat
maupun pemerintah daerah.
Kemudian nanti di sini kalau diturunkan
lagi nanti ada BUMN, ada BUMD yang
bertanggung jawab untuk melakukan
penyelenggaraannya
dan juga bisa kelompok masyarakat ya.
Karena kita juga mengenal ada beberapa
layanan air minum yang diselenggarakan
oleh ee apa namanya? Sua daya masyarakat
ya seperti Pamsimas misalnya.
Kemudian untuk sumber dananya sendiri
bisa dari APBD, APBN, APBD, ada juga
dari BMN atau BMD, ada juga dari dana
masyarakat ya, ada hiba, kemudian ada
dana-dana talangan, DAK dan seterusnya
ya.
Nah, di dalam salah satu pasal yang ada
di sana terkait dengan penyusunan dan
Rispam. Jadi ee di sini di apa namanya?
eh dikategorikan ya ada dua terkait
dengan pembahan spam sendiri yang itu
mulai dari pembangunan baru, peningkatan
maupun perluasan dan juga terkait dengan
pengelolaan spam mulai dari ee operasi
dan pemeliharaan perbaikan, pembangan
SDM dan juga pengembangan kelembagaan.
Nah, ini mungkin apa namanya ee
pembagian ya terkait dengan WT ya,
wewenang dan tanggung jawab untuk
pengembangan spam sendiri di level
nasional provinsi maupun di level
kabupaten kota gitu ya. Jadi kalau kita
lihat di sini untuk fasilitasi sendiri
kalau untuk pemerintahan nasional ini
antar provinsi sifatnya khusus kemudian
strategis ya bersifat nasional maupun
internasional. Sedangkan untuk provinsi
itu adalah lintas kabupaten kota.
Sedangkan yang di kabupaten kota itu
hanya melayani di level kabupaten
kotanya sendiri. Kemudian untuk
kelembagaannya untuk pemerintah nasional
itu bisa berbentuk BUMN yang divinsi
BUMD dan juga yang BMD provinsi ya yang
di kabupaten kota adalah BMD kabupaten
kota. Kemudian terkait izinnya adalah ee
apa namanya untuk yang level nasional
berarti dia lintas provinsi kemudian
untuk provinsi lintas kabupat kota dan
yang daerah ini hanya di kabupaten kota.
Kemudian untuk air sumber air bakunya
sesuai dengan apa namanya kewenangannya
ya. Jadi kalau misalnya yang tadi air
itu air bakunya melintasi antar provinsi
ya nanti memang kewenangannya ada di
level pemerintah pusat. Tetapi kalau air
bakunya misalnya sungainya melimpasi
beberapa kabupaten kota ya bisa jadi ini
menjadi kewenangan dari pemerintah
profesi.
Nah ee
jadi kalau di dalam apa namanya ee
peraturan tersebut itu juga dijelaskan
terkait dengan beberapa dokumen ya. ada
dokumen jastra tadi kebijakan dan
strategi penyeleng SPAM yang ini
sebenarnya juga harus harus dimiliki ya
oleh pemerintah kabupaten, kota maupun
provinsi ya walaupun memang saat ini
belum di ibaratnya belum di
didorong ya untuk itu. Karena kalau resp
mungkin biasanya ketika kita minta dana
bantuan ke pusat ya seringkali kan yang
diminta itu adalah apakah sudah ada
respnya ya. Nah, itu sehingga ee
pemerintah kabupaten kota itu lebih
lebih
terpicu ya untuk bisa menyusun dokumen
ini dan itu bisa dilihat dari jumlah
dokumen resp
ya dibandingkan dengan ee jumlah ee
dokumen jastra ya. Tapi saya kira ke
depannya ee kita tetap harus apa namanya
melengkapi ya melengkapi dokumen-dokumen
yang memang berkaitan ya. mulai darira
kemudian Rpam nanti mungkin di bawahnya
nanti ada studi kelayakan kemudian yang
terakhir mungkin Ded ya perencanaan
teknis.
Nah di dalam penyusunan Rpam sendiri itu
ada beberapa hal yang mungkin juga harus
diperhatikan ya mulai dari terkait
dengan rencana pengelolaan sumber daya
airnya, rencana tata ruang wilayah,
kemudian kebijakan strategi tadi ya.
Jadi sebenarnya kalau ketika menyusun
harusnya mengacu pada jakstra ya. Ee
cuma memang tadi ketika tidak ada yang
diacur bagaimana ya berarti mungkin
kalau levelnya di level provinsi maupun
di level nasional ya walaupun di level
nasional sendiri ya jakstranya itu masih
yang masih lama ya jadi
memang butuh ee penyesuaian kemudian
terkait dengan kondisi lingkung kemudian
kondisi kota dan rencana pengembangannya
jadi banyak hal yang memang harus kita
pertimbangkan ketika kita menyusun ee
dokumen Rispam ini dan tadi ee untuk
levelnya sendiri bisa lintas provinsi,
bisa lintas kabupaten kota atau hanya di
level kabupaten kota.
Kemudian ee di dalam Rispam sendiri juga
akan ee
membahas ya terkait dengan perencanaan
air minum jaringan perpipaan maupun yang
bukan jaringan perpipaan ya sesuai
dengan kondisi yang ada di masing-masing
wilayah. Nah, ee tadi saya juga
menyampaikan terkait apa namanya rentang
waktunya ya. Jadi, respiri itu nanti di
dalam dokumen itu itu direncanakan
selama 20 tahun ya. Jadi, Bapak Ibu jadi
memang apa namanya
ee
perlu ada review setiap 5 tahun sekali
ya. Jadi kalau kita lihat tadi ya di
data hampir seluruh kabupaten kota ini
sudah punya resp. berarti pekerjaan kita
hanya mer-review ya. Jadi sebenarnya
kalau dari segi beban pekerjaan ya bagi
konsultan ini mungkin akan ee lebih
ringan ya karena tidak menyusun dari
awal.
Kemudian ee ini pembagian Bapak Ibu ya
terkait dengan dua dokumen utama yang
harus kita sediakan sebenarnya dokumen
kebijakan dan strategi penjelangan SPAM
dan dokumen RPAM baik di level nasional
provinsi maupun di level kabupaten kota
ya yang harus kita ee buat maupun kita
ee review ya kalau misalnya memang sudah
ada.
Nah ee ini adalah rentang waktunya ya
Bapak Ibu. Jadi untuk jakstra sendiri
itu dibuatnya itu per 5 tahun ya. Jadi
lebih pendek ya dibandingkan dengan ee
resp ya. Jadi resp
tahun ya rata-rata 20 tahun ya. Yang itu
harus direvisi setiap 5 tahun tapi
jakstra ini per 5 tahun Bapak Ibu. Jadi
apa namanya? Karena memang biasanya kan
ini berkaitan dengan ee kepimpinan ya.
Jadi sesuai dengan ee apa namanya
perubahan misalnya presiden yang baru ee
gubernur yang baru ataukah ee bupati
atau walikota yang baru yang mereka
punya program-program yang harus
diselenggarakan ee kemudian nanti
diturunkan dalam beberapa dokumen
perencanaan ya baik dalam misalnya
rencana pembangunan daerah dan
seterusnya yang itu nanti salah satunya
juga turun ke ee terkait dengan ee
sistem penyediaan ee air minum.
Nah, ee kalau kita perhatikan di sini
untuk apa namanya ee dokumen respam itu
ini nanti kalau diturunkan nanti ada
studi kelayakan maupun DED ya. Jadi
begitu kita menyusun Rpam nanti
sebenarnya di dalamnya nanti akan muncul
program-program kegiatan yang kita
usulkan di jangka pendek, jangka
menengah, maupun jangka panjang ya yang
nanti akan ditindaklanjuti untuk
pembangunannya. Namun sebelum itu
biasanya dilakukan analisa ya terkait
dengan studi kelayakannya apakah ini
sudah layak atau tidak baru nanti akan
ditindaklanjuti dengan perencanaan
teknis ya atau DEED-nya
dan itu dipam juga sudah muncul ya. Oh,
nanti ada rencana ee pembangunan
instalasi baru misalnya ataukah rencana
pembuatan ee intake misalnya atau
pembuatan jaringan perpimpaan transmisi
ataukah distribusi itu sudah muncul ya
di rencana di resp
ee laksanakan di rentang waktu ee apa
namanya ee 5 sampai 20 tahun yang akan
datang.
Nah, ee ini apa namanya? Ee mungkin
lebih dalam lagi ya. Jadi, ketika kita
bicara terkait dengan rencana induk maka
kita akan sebenarnya akan menyajikan
data kondisi terkini ya, kondisi
existing ee layanan kita baik yang
perpipaan maupun yang perpipaan itu
kondisinya seperti apa ya. Kemudian
nanti kita akan membuat target-target
ya. misalnya target jangka menengah
misalnya 2 tahun ke depan itu nanti ee
yang akan saya tambah apa saja gitu ya.
Misal JPAKnya yang mungkin saat ini
masih sekian ribu meter misalnya atau
sekian kilometer itu akan ditambah
menjadi ee beberapa jaringan gitu ya.
Kemudian juga di sini akan muncul ya
pendetahapan-pendetaan tadi jangka
pendek, jangka menengah, maupun jangka
panjang. Kemudian juga aspek-aspek yang
lain ya terkait dengan keuangan,
kelembagaan, dan seterusnya. Sedangkan
kalau yang studi kelayakan itu sifatnya
adalah evaluasi ya terkait dengan
pemenuhan dari standar teknis,
lingkungan, sosial, budaya, ekonomi,
finansial, maupun kelembagaan. Nah,
sedangkan untuk yang did nanti ini
menjadi ee dasar untuk pembangunan atau
untuk konstruksi. Jadi memang di dalam
dokumen itu akan secara rinci di ee
dibahas ya dan dibuat terkait
desain-desain sesuai dengan kebutuhannya
ya. Apakah ini terkait dengan unit air
baku, unit produksi, distribusi,
pelayanan, bangunan penunjang, maupun
yang ee pelengkap.
Nah, Bapak Ibu terkait dengan dokumen
Rpam ini kita punya acuan yang terbaru
yaitu surat edaran Dirjen Cipta Karya
nomor 45 tahun 2022 ya. Jadi apa namanya
kalau Bapak Ibu nanti melakukan
pekerjaan review ya ee acuan yang lama
itu kan tahun 2016 ya. Nah itu sekarang
sudah ada perton yang terbaru tahun 2022
dan insyaallah pada kesempatan ee pagi
hari ini ya pada acara training online
ee apa acuan yang kita gunakan untuk
menyesuaikan R spam ini sudah
menggunakan ee peraturan yang terbaru di
tahun 2022 ya.
Nah, ini ee beberapa hal ya terkait
dengan kriteria teknis ya. Baik dari
aspek lingkup ya. Lingkup ini seperti
yang tadi sempat juga kita bahas terkait
dengan level di nasional provinsi maupun
kabupaten kota ini kita bisa melihat ee
apa cakupannya ya lingkupannya misalnya
untuk nasional itu mencakup dua atau
lebih provinsi kemudian kalau provinsi
bisa dua atau lebih kabupaten kota.
Jangka perencanaannya sama 20 tahun
semua. Kemudian sumber air bakunya ini
bisa di level sungai nasional untuk yang
nasional maupun provinsi. Sedangkan
untuk kabupaten kota nanti perlu ada
semacam identifikasi ya identifikasi
sumber air baku yang tersedia di lokasi
tersebut ya di kabupaten kota. Kemudian
untuk penanggung jawabnya di level
nasional itu adalah Menteri PO Provinsi
Gubernur dan kabup kota itu adalah ee
Walikota.
Kemudian di sini ada penyelenggara
maupun peninjaan ulang tadi sama ya per
5 tahun. Sedangkan sumber pendanaan ini
ada APBN, ada PPD, ada KPPU, kemudian
ada B2B ya. Kemudian kalau kota
sebenarnya lebih banyak ya variasinya
ada luar negeri, pinjaman,
luar negeri maupun dalam negeri, ada
APBD swasta, dan KPBU ya. Nah, ee di
dalam penyusunan dokumen RESPAM ini ada
beberapa hal yang juga perlu kita
perhatikan ya. Jadi karena rentang waktu
perencanaannya itu cukup panjang ya 20
tahun ke depan. Jadi memang perlu apa
namanya ee perhitungan yang cukup rinci
ya. Bagaimana kita bisa memproyeksikan
kondisi di 20 tahun yang akan datang.
Walaupun apa namanya kalau kita
perhatikan di sini memang ada proses
untuk memperbaiki ya. Jadi karena
mungkin 20 tahun itu kan bayangan kita
mungkin apa namanya ee agak sulit ya
membayangkan 20 tahun ke depan tuh kayak
apa kondisinya ya dengan kondisi dunia
yang sekarang ini sangat cepat berubah
gitu ya. Jadi memang ee proses review
ini menjadi hal yang penting ya ketika
kita bicara dokumen yang 20 tahun itu
nanti harus ada apa namanya
pengencangan-pengencangan kembali ya
terkait dengan kondisi yang terkini.
Kemudian yang kedua adalah ee dokumen
ini juga memuat kegiatan-kegiatan yang
sifatnya itu bisa dilakukan ya atau
realistis ya. Jangan sampai misalnya
dengan target yang cukup tinggi ya tadi
akses air minum aman ya 43% misalnya.
Tapi ternyata di kabupaten kota kita
mungkin masih rendah ya walaupun secara
nasional targetnya ee segitu ya 43%
yaitu mungkin nanti juga harus kita kita
lihat apakah sumber daya yang kita
miliki ini bisa mencukupi ya untuk
mencapai target tersebut.
Kemudian yang ketiga adalah dia adaptif
ya. Jadi dia bisa menyesuaikan dengan
perubahan keadaan sehingga ketika ada
perubahan-perubahan maka memang ada
proses review atau peninjuan ulang untuk
ee memperbaiki ya atau merevisi
target-target atau program-program yang
sudah direncanakan.
Oke, ini tadi sudah kita bahas ee
terkait dengan beberapa
kategori atau jenis dari masing-masing
dokumen ya.
Nah, sekarang kita akan melihat dari
isinya Bapak, Ibu ya. Jadi sesuai aturan
yang baru edaran Dejancip kali ya nomor
45 tahun 2022. Jadi, Rpam sendiri itu
apa paling tidak memuat ada semilan poin
ya. Jadi yang pertama itu terkait dengan
rencana umum. Jadi rencana umum ini
sifatnya evaluasi kondisi
wilayah ya. Jadi sebenarnya kita juga
bisa menggunakan apa acuan beberapa
dokumen seperti RTRW misalnya ya yang
itu saya kira juga ee cukup
komprehensif. Salah satu bagian yang
juga dibahas di sana juga terkait dengan
penyediaan air minum. Jadi nanti kita
juga bisa menggunakan dokumen tersebut
sebagai acuan kita ketika kita ee
menyusun dokumen spam. Kemudian yang
berikutnya adalah terkait dengan kondisi
existing spam. Ya, ini menjadi hal yang
mutlak ya, Bapak Ibu. Jadi ketika kita
mau menyusun dokumen rencana induk, kita
harus mengidentifikasi selengkap mungkin
ya kondisi existing ya. Ini memang apa
namanya kondisi di lapangan seringki
tidak merata ya terkait dengan
ketersediaan data ya. Jadi beberapa
kabupaten kota ada yang atau provinsi
yang memang betul-betul punya sistem
database yang cukup baik ya sehingga
ketika ada penambahan-penambahan data
itu mereka punya ee rekaman terkait
dengan itu. Tetapi ketika misalnya
kondisinya tidak tidak ideal seperti
itu, maka tugas kita ya sebagai
konsultan ya mau tidak mau harus
mengumpulkan data dari lapangan ya.
Jadi, makanya nanti perlu diperhatikan
juga Bapak, Ibu ketika mencermati KAK
ya, Kakak untuk pekerjaan di spam ini
levelnya nanti sejauh mana. Apakah beta
hanya cukup menggunakan data-data
sekunder ataukah sampai data primer ya.
Ya, sekali lagi nanti Bapak Ibu yang di
konsultan mungkin paham apa namanya ini
juga akan ada hubungannya dengan nilai
kontrak atau nilai proyeknya ya. Jadi
kalau nilainya rendah ya mungkin agak
sulit untuk kita melakukan
mengidentifikasi kondisi yang ideal.
Kemudian yang kedua adalah terkait
dengan rencana jaringan ya. Ini baik
yang sistem transmisi maupun distribusi
ya. Jadi ee berdasarkan data yang ada
kondisi saat ini sebenarnya banyak
instalasi yang sudah kondisinya adalah
idol capacity ya. Artinya kapasitas
produksinya ee sangat banyak tetapi yang
didistribusikan ini masih tidak maksimal
ya. Artinya memang ada
pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan
dengan penambangan jaringan-jaringan
perpipaan ya.
Jadi layanan sampai ke warga atau ke
konsumen itu perlu ditingkatkan dari
segi jumlahnya.
Kemudian yang ketiga terkait dengan
program dan kegiatan pengembangan.
Jadi memang nanti dari kondisi yang ada
kemudian kita nanti bisa melakukan
identifikasi ya permasalahannya
apa saja sih yang menjadi permasalahan
di kabupaten kota tersebut ya. Contohnya
misalnya ternyata air bakunya itu
terbatas ya, mungkin dari segi
jumlahnya, kuantitasnya atau dari segi
kualitasnya yang ee rendah gitu ya. Nah,
ini kan berarti apa yang kita lakukan
juga akan menyasar ya atau
memenyakkan memecahkan permasalahan
tersebut gitu ya. Bagaimana misalnya
apakah kita harus mencari sumber air
baku yang baru misalnya ya. Nah, itu
nanti harus kita identifikasi di dalam
ee dokumen ini. Kemudian nanti kita juga
akan menghitung ya proyeksi kebutuhan
air di jangka pendek, menengah sampai
jangka panjang. Jadi nanti Bapak Ibu
akan melakukan proyeksi produk, proyeksi
kebutan air ya ee sampai akhir tahun
2000 ee 20 tahun yang akan datang.
Kemudian ee Bapak Ibu juga nanti di
dalam dokumen ini juga harus
mencantumkan beberapa kriteria dan
standar pelayanan ya. Jadi
kriteria-kriteria teknis yang digunakan
dalam perencanaan itu nanti harus
disebutkan atau dicantumkan di dalam
dokumen ini. Termasuk juga dengan
standar pelayanan ya. Kondisi saat ini
seperti apa, cakupan layanannya,
kemudian jenisnya layanannya apa saja,
kemudian nanti mungkin ee targetnya ya.
target nanti juga harus kita sampaikan
juga seperti apa ada kenaikan-kenaikan
sesuai dengan ya tadi acuan kita adalah
target-target yang di level nasional
yang diturunkan ke provinsi maupun di
kabupaten kota.
Kemudian hal yang penting ini adalah
terkait dengan ya. Jadi, Bapak Ibu ini
saya kira isu kita juga hampir sama ya
di Indonesia saya kira kondisi Air baku
kita itu banyak mengalami ee
permasalahan dari aspek ee kuantitas ya,
dari segi jumlah, dari segi debit ini
kan mengalami penurunan ya dengan
kondisi perubahan iklim yang ada di muka
bumi ini dan perubahan musim juga ya.
Jadi musim hujan, musim kemarau di
negara kita ini kan ee seringki bergeser
dari produk waktu tertentu sehingga
ketika ada instalasi-instalasi yang
menggunakan air baku dengan ee jumlah
yang terbatas ya misalnya dia
menggunakan sumber airnya danau gitu ya
atau warduk ataukah embung gitu ya. Nah,
ini kan akan sangat bermasalah ya ketika
misalnya air bakunya ini ee berkurang
jumlahnya. Dan itu kita lihat juga
banyak terjadi di tempat kita ya ketika
musim kemara di mana kebutuhan air
masyarakat ini meningkat tetapi sumber
air baku kita menurun. Nah, ini kan
perlu kita pikirkan ya bagaimana kita
mencari sumber-sumber air baku yang
lainnya.
Kemudian ee
yang berikutnya adalah terkait dengan
penggunaan ya. Jadi air bako ini kan
tidak seluruhnya dipergunakan untuk
penjidan air minum ya. Jadi Bapak Ibu
juga seringki menemukan konflik yang
terjadi antara apa namanya?
Pengguna ya pengguna air ya. Jadi
misalnya kan seringkali kan pengguna air
itu kan bisa dari sektor pertanian
misalnya ya, pertanian kemudian dari
industri atau kebutuhan juga kita untuk
ee layanan air ee minum ya, dari air
bersih kita ya. Nah, ini memang harus
ada izin ya, izin yang tertulis apalagi
nanti kalau Bapak Ibu menggunakan air
tanah dalam misalnya ya. Nah, ini kan
harus dipastikan kondisi akivornya
mencukupi ya dan tidak menimbulkan
permasalahan ketika kita ambil secara
terus-menerus.
Kemudian hal yang lain yang juga perlu
diperhatikan di dalam dokumen RISPAM ini
adalah terkait dengan keterpaduan dengan
sarana dan prasarana sanitasi. Ya, Bapak
Ibu. Jadi, kita tahu bahwasanya ee
penurunan kualitas air baku salah satu
penyetusnya atau penyebabnya adalah
pembuangan air limbah domestik ataukah
limbah industri ke air baku tersebut ya,
ke sumber ke badan air.
Nah, otomatis kan kita juga perlu apa
namanya berkoordinasi dan juga bekerja
sama ya dengan ee instansi yang terkait
ya mungkin dari Dinas LAN Hidup
misalnya. terkait bagaimana upaya kita
untuk melindungi air baku kita ya. Nah,
ini mungkin program-program yang ee
nampaknya juga perlu digencarkan ya.
Nah, ini mungkin sedikit cerita saja.
Kebetulan ee saya S3-nya di Jepang ya
dan saya waktu itu untuk risetnya
terkait dengan instalasi pengolahan air
minum ya, beberapa instalasi pengolongan
air minum yang ada di Jepang.
Nah, mereka itu PDM-nya Jepang ya, itu
mereka punya program terkait dengan
perlindungan kawasan hutan ya untuk
sumber air baku mereka. Jadi memang
nampaknya kita juga perlu apa namanya
bekerja sama ya dengan dinas-dinas lain
ya yang mereka berkaitan dengan ee
pelindungian air baku kita ya dari segi
kuantitasnya maupun dari segi
kualitasnya.
Kemudian ee dua hal yang terakhir
terkait dengan rencana pembiayaan dan
pola investasi ya. Seperti apa nanti pol
pembian yang akan kita rancang untuk
program-program kegiatan yang diusulkan.
Kemudian juga kelembagaan ya jadi
struktur perbaikan struktur organisasi
kemudian tenaga ahli ya. Jadi sesuai
dengan latar belakang pendidikan ya. ya
kita tahu apa namanya hal ini mungkin
juga menjadi salah satu PR bersama ya di
tempat kita karena tidak semua apa
namanya staf yang bekerja di misalnya di
BWN atau di BMD atau air minum ini yang
mereka punya kompetensi yang sesuai
untuk sesuai dengan pendidikan mereka
ya.
Oke, ini tadi sudah kita bahas ee jadi
memang nanti setelah dokumen respam itu
kita sudah buat beberapa hal ini akan
muncul ya tidak kita mulai dar target
pelayanan
proyeksi kebutuhan air ketersediaan
sumber air baku kemudian rencana besar
SPAMnya kebutuhan biaya tahapan
pembangun dan juga pengembangan
kelembagaan ya jadi ini nanti apa
namanya di dalam dokumen-dokumen ee di
dalam isi dokumen resped
ya.
Oke. Ee kemudian di sini terkait dengan
apa namanya review atau perbaikan
dokumen RISPAM Bapak Ibu. Jadi ee
sebagaimana tadi saya sampaikan di awal
ee karena dokumen respir sebenarnya
sudah dimiliki oleh hampir seluruh
kabupaten kota di Indonesia ya tinggal
kurang beberapa kabupaten kota yang baru
ya yang apa namanya pemekaran.
Nah memang ada ada proses ke depannya
pasti adalah pekerjaannya adalah
pekerjaan review atau penyempurnaan ya
dokumen yang sudah ada.
Nah, ketika kita melakukan ee pekerjaan
review ini atau perbaikan, maka ada
beberapa hal yang harus di ee kita
perhatikan, ya. Yang pertama terkait
dengan pemenuhan standar pelayanan
minimal ya atau SPM. Yang ini nanti juga
perlu kita gunakan acuan-acuan dokumen
yang levelnya lebih tinggi ya seperti
RPJM gitu ya ataukah misalnya
target-target yang ada di level nasional
maupun di level provinsi ataupun kota.
Kemudian yang kedua adalah terkait
dengan data potensi air baku ya. Jadi
nanti Bapak Ibu ee
kondisi air baku ini kan mengalami
perubahan ya setiap waktu ya. Jadi
memang akan ada proses pengecekan
kembali kondisi terkini terkait dengan
potensi air bakunya apakah masih
mencukupi atau sudah menurun gitu ya.
Kemudian proaksi kebutuhan air minum
nanti mungkin menyesuaikan juga dengan
ee penambahan jumlah penduduk. Kemudian
nanti ada terkait dengan indikasi dan
sumber pendanaan.
Nah, ee ini adalah alur penyusunan
dokumen resp.
Jadi nanti ee kalau kita
bisa kita lihat ini ya di dalam kerangka
acuan kerja kita ya ketika kita
mendapatkan pekerjaan atau proyek ini.
Jadi yang di tahap pertama adalah tahap
persiapan
itu mungkin apa namanya
apa ee
pengumpulan data-data
apa namanya sekunder ya penyiapan alat
dan juga misalnya tenaga ahli gitu ya.
mungkin izin-izin ataukah surat-surat
yang dibutuhkan ke instas-instasi
terkait yang terkait dengan kebutuhan
data gitu ya. Nah, setelah itu nanti
kita apa namanya mulai masuk ke dalam
tahap pelaksanaan
yang harus kita kumpulkan tadi apa saja.
Jadi mulai dari ee rencana umum kemudian
dan kondisi SPAM, rencana jaringan,
kemudian
ee program dan kegiatan pemuan SPAMnya
yang sudah ada ataukah yang nanti kita
rencanakan.
Kemudian kriteria dan standar pelayanan,
rencana sumber dan alokasi air baku,
kemudian prioritas sumber air baku,
keterbadan dengan sarpras air sanitasi
dan juga rencana pembiayaan dan
kelembagaan. Nah, di dalam kegiatan ini
seban kita tahu biasanya kita akan
melaksanakan diskusi e paparan dan
diskusi ya, Bapak, Ibu. Nah, ee di sini
nanti perlu mengundang ee berbagai
stakeholder ya, termasuk juga melakukan
konsultasi publik ya dengan mengundang
wakil-wakil masyarakat ya untuk melihat
bagaimana rencana-rencana kita ya. Jadi
apakah ini sudah mengakomodasi
kebutuhan ya sesuai dengan kondisi yang
ada di lapangan ya. Nah, itu nanti akan
dibahas dan di apa dirumuskan ya di
dalam kegiatan ini. Kemudian juga
mungkin ada konsultasi ke pemerintah
pusat atau provinsi ya terkait dengan
kesesuaian terutama ya nanti Bapak Ibu
terkait kesesuaian outline-nya. Jadi
memang nanti ada ee semacam evaluasi ya
evaluasi kesesuaian
ee dari Rpam ini ya. Jadi nanti di
mungkin nanti di sesi siang ya nanti
mungkin jam .00 itu nanti kita bahas
terkait dengan apa namanya semacam
ceklis ya, ceklis ee terkait dengan
dokumen Rpam. Apakah dokumen kita ini
sudah sesuai dengan outline-nya, datanya
sudah lengkap atau tidak, itu nanti ada
ceklisnya Bapak, Ibu sehingga nanti ada
skornya ya. Skornya ini layak dan bisa
di ee tetapkan ya. Jadi nanti ada tahap
terakhir yaitu persetujuan atau
penetapan ya. nanti mungkin dalam bentuk
peraturan di level kabupaten kota ya,
peraturan bupati dan seterusnya ya atau
di level provinsi.
Oke, ini tahap ee alur proses terkait
dengan penyusan dokumen prespam.
Kemudian ini beberapa hal yang
nanti juga kita bahas ya, Bapak, Ibu,
terkait dengan beberapa kriteria teknis
yang nanti juga akan masuk di dalam
bagian di dalam dokumen kita walaupun ee
tidak terlalu detail sekali ya
sebenarnya terkait dengan ee kriteria
teknis ya, mulai dari apa namanya
strategi penanganan, kebutuhan air ya,
kemudian komponen utama. Ya. Jadi memang
ada beberapa kriteria yang nanti harus
kita ee perhatikan ya. Misalnya terkait
dengan apa namanya penggunaan air tanah
ya, air tanah dangkal ataukah nanti air
tanah dalam itu nanti kan belum perlu
apa perlu dicek kembali dengan peraturan
yang ada dan juga dengan izin-izin yang
ada. Kemudian salah satu hal terkait
dengan idol capacity ya. Ini salah satu
isu juga Bapak Ibu terkait dengan masih
banyaknya kapasitas terpasang yang belum
terpakai ya. Jadi misalnya produksi dari
IPAM-nya itu instalasinya mungkin bisa
20 L/ detik misalnya tapi mungkin yang
terpakai hanya 10 L/ detik. Artinya ada
separuh yang idle ya dan ini sayang
sekali ee kalau tidak kita manfaatkan.
Kemudian juga masalah pengurangan jumlah
air tidak berkening. Kemudian kehilangan
air. Ini sekira juga menjadi hal yang ee
perlu kita perhatikan terkait dengan ee
apa namanya?
Pemenuhan ya atau penyediaan air minum.
Oke.
Nah, terkait dengan kebutuhan Bapak, Ibu
untuk kebutuhan tenaga ahli ya di dalam
pekerjaan ini. Jadi memang biasanya
kalau kita cermati dari kakak atau
kerangka acuan kerja yang biasanya Bapak
Ibu mungkin kalau yang konsultan paham
ketika ada penawaran pekerjaan untuk
pembuatan atau review resp. Nah, itu
biasanya yang menjadi tim leadernya itu
adalah ahli ahli teknik penyehatan ya.
atau ahli teknik lingkungan atau ahli
teknik air minum ya yang itu bisanya
saat ini kan minimal kalau setahu saya
itu adalah ahli madia ya Bapak Ibu ya
yang mungkin apa namanya karena di
Indonesia untuk ee sertifikat
keahliannya ini kan yang paling
dibutuhkan biasanya dikeluarkan oleh
IATPI ya. Nah sekarang ini untuk air
minum ini sudah tidak ada lagi SKA tapi
sudah berganti menjadi SKK ya mulai
tahun ini ya. Jadi, Bapak Ibu bagi yang
punya sudah punya SKA nanti ee tidak
bisa diperpanjang lagi ya sehingga nanti
mau tidak mau harus mengambil yang SKK
ya nanti mungkin Bapak Ibu bisa
berkonsultasi dengan IATPI ya dan mereka
seringkali juga menyelenggarakan apa
namanya webinar-webinar yang terkait
dengan banyak hal ya termasuk juga air
minum.
Kemudian nanti akan dibantu oleh
beberapa tenaga ahli misalnya ada orang
hidrologi, teknik sipil ya, K3
konstruksi, sosial ekonomi, keuangan,
kelembagaan, manajemen, orang plano,
maupun surveyor ya. Jadi memang ee
seperti yang saya sampaikan tadi terkait
dengan kebutuhan data ini cukup banyak
ya Bapak, Ibu untuk Rpam ini. Dan sekali
lagi saya sampaikan tidak setiap
kabupaten kota itu memiliki database
yang baik ya. Jadi ada beberapa yang
harus cari sendiri ya. Cari sendiri bisa
kita menelusuri mungkin dari dinas-dinas
yang terkait gitu ya atau juga harus
kita nyari datanya ke lapangan gitu ya.
Nah, ini yang mungkin juga akan
berkaitan dengan kebutuhan biaya juga
ya. Ketika harus mengambil data ke
lapangan otomatis biak ya. Nah, beberapa
kegiatan survei yang dilakukan misalnya
terkait dengan ee survei kualitas dan
kuantitas ee sumber air baku ya.
air tanah ataukah air permukaan. Nah,
ini Bapak Ibu mau tidak mau kan harus
datang ke apa namanya ke sumber-sumber
air tersebut ya. Bahkan mungkin kalau
kasus kasus di mana sumber air bakunya
sudah terbatas ya mungkin ada permintaan
juga mencari sumber air baru gitu ya.
Nah, ini mungkin tergantung kakak yang
ada di dalam ee dokumen tersebut ya.
Apakah memang sampai ke level ini cukup
dengan data sekunder. Kemudian juga
survei rencana daerah pelayanan ya. Jadi
mungkin ada rencana-rencana pengembangan
sesuai dengan arah pengembangan kota
misalnya maka nanti kita perlu close ke
lapangan. Nah, ini aksesnya dari mana,
layanannya seperti apa yang nanti bisa
kita buat ya. Apakah kita perlukan untuk
jaringan apa namanya ada resepar baru,
kemudian transmisi dan distribusinya
seperti apa nanti bisa kita buat di
wilayah tersebut. Kemudian jalur-jalur
sistem transmisinya ya
transmisi maupun mau distribusi,
kemudian
survei topografi, geoklimatografi, dan
demografi sama tata kota ya. Jadi memang
ini kebutuhan data yang memang kita
butuhkan ee ketika kita melakukan
identifikasi kondisi ee existing ya,
Bapak, Ibu. Yang itu nanti akan
digunakan sebagai dasar bagi kita untuk
melakukan perencanaan ke depan.
Nah, ini adalah apa namanya ee
outline-nya ya. Jadi isi dari
masing-masing bab ya. Jadi nanti memang
karena di dalam surat edaran dijen Cipta
Karya ini sudah sangat komplit Bapak Ibu
nanti yang apa nam mengikuti acara ini
akan nanti akan diberikan apa namanya ee
dokumen surat edaran ini ya sebagai
dasar Bapak Ibu. Jadi nanti salah satu
bahan evaluasi terkait dengan kesesuaian
resp
terkait dengan outlet-nya. Jadi memang
betul-betul leik Bapak Ibu. Jadi nanti
kalau misalnya di bab 1 itu ada enam
subbab misalnya, terus di dekon hanya
ada lima ya nanti penilaiannya akan
kurang ya. Jadi memang nanti ada skornya
ya, ada skor penilaiannya. Jadi salah
satu skornya adalah kesesuaian dengan
outline ya. Nah di bab 1 itu ada latar
belakang, maksud dan tujuan, sasaran,
ruang lingkup, keluaran, dan sistematika
laporan. Ya, nanti kita akan bahas satu
persatu Bapak Ibu setelah ini. Ini di
awal saya mungkin menjelaskan secara
umum saja terkait dengan outlet-nya.
Kemudian di bab du itu ada gambaran
umum. Ini kebetulan yang saya ambil ini
adalah outline respinsi ya, Bapak, Ibu.
Tapi nanti tinggal penyuai penyesuaian
saja ketika misalnya kita menggunakan
untuk respupatan
kota ya. Jadi misalnya kalau di bab 2
itu gambaran umum itu isinya apa saja?
Ada karakteristik fisik, dasar, sarana
dan prasarana, sosial, budaya, dan
ekonomi, ruang dan lahan, kependudukan,
dan keuangan daerah. Nah, itu isinya itu
Bapak, Ibu. Mau yang level permisi, mau
level kabupaten kota isinya ini semua.
Nah, kalau misalnya Bapak, Ibu menyusun
respinsi,
maka selain menjelaskan terkait dengan
data level provinsi, Bapak, Ibu juga
menjelaskan untuk masing-masing
kabupaten kota ya. Atau nanti bisa juga
biasanya dalam rekapan ya atau dalam
tabel biasanya juga bisa ya karena
biasanya kita menjelaskan yang umum
general nanti mungkin spesifik tiap
kabupaten kota misalnya terkait dengan
kemendurukan ini kan tinggal buat tabel
yang di situ ada kabupaten kota kemudian
jumlah penduduk per tahunnya gitu ya.
Jadi nanti formatnya paling tidak berisi
ada enam poin ya. Jadi karakteristik
dasar, fisika dasar, sarana prasarana,
sosial, budaya, ekonomi, ruang lahan,
kependukan, dan keuangan daerah.
Kemudian yang di bab 3 itu adalah
kondisi existing, ya. Nah, di sini ada
dua ee bukan dua ya, ada tiga
sebenarnya. Jadi, ada aspek teknis, ada
aspek nonteknis, dan kendala dan
permasalahan ya. Jadi
apa namanya? Ketiga poin ini yang nanti
harus Bapak Ibu ee apa namanya?
Ceritakan ya yang harus dituliskanlah di
dalam dokumen ini terkait dengan aspek
teknis, nonteknis, maupun kendala dan
permasalahan.
Kemudian yang bab 4. Nah, ini bab 4 ini
kan sebenarnya hanya berisi kriteria ya
atau standar ya. Jadi, Bapak, Ibu nanti
bisa mengacu apa beberapa
peraturan ya ataukah ee ee referensi
yang lain ya yang terkait dengan
misalnya kriteria perencanaan mulai dari
unit Air baku, transmisi produksi,
distribusi sama pelayanan. Kemudian
terkait dengan standar kebutuhan air
sama baik yang domestik, non domestik,
hari maksimum, jam puncak sama dengan
kebocoran. Kemudian nanti ada proyeksi
jumlah penduduk, perhitungan kebutuhan
air baku, periode perencanaan, sama
kriteria daerah ee layanan ya. Jadi ada
enam subbab di bab 4, kemudian di subbab
pertama dan kedua itu ada
rincian-rincian yang lebih ee detail.
Kemudian bab 5 di sini adalah terkait
dengan proyeksi kebutuhan air ya.
Jadi, profeksi kebutuhan air ini berisi
arah pengembangan provinsi ya. Jadi ini
nanti biasanya Bapak Ibu menggunakan
acuan dari dokumen RTRW biasanya ya.
Kemudian rencana daerah pelayanan,
proyeksi jumlah penduduk dan proyeksi
kebutuhan air minum ya. Jadi ada empat
bagian ya di dalam apa subab ada bab
proyeksi kebutuhan air. Kemudian di bab
6 itu terkait dengan potensi dan rencana
pengembangan air baku. Nah, ini ada ee
lima sebab. Yang pertama adalah potensi
air bak air permukaan ya.
Ee di sini ada tiga poin yaitu air
permukaan yang telah dimanfaatkan atau
dikembangkan. Kemudian potensi ya yang
dapat ya, jadi yang akan digunakan
nanti. Kemudian ada potensi tanah.
Kemudian yang subbab kedua terkait
dengan neraca air kemudian alatif sumber
air baku perizinan sama kriteria dan
penjaringan potensi air baku. Ya,
jadi ada lima subab di bab 6. Di bab 7
itu ada ya ada subab. Yang pertama mulai
dari kebijakan struktur dan pola pemakan
ruang wilayah. Nah, ini ambilnya dari
RTLP. Kemudian penyelenggaraan wilayah
daerah pelayanan atau zonasi. Jadi nanti
Bapak Ibu akan menetapkan zonasi di
wilayahnya ya berdasarkan mungkin ya
berbagai dasarlah misalnya terkait
dengan salah satu acuannya ya mungkin
dari struktur ruang atau pola ruang itu
nanti masuk ke sana kemudian kebedatan
penduduk akses dan seterusnya itu nanti
bisa menjadi dasar untuk pembuatan
zonasi. Kemudian ada rancangan terkait
dengan penguat SPAM, ada matriks ya,
pemilihan SPAM-nya, skema SPAM-nya,
kemudian kapasitas SPAM yang ada,
perkiraan biaya capek dan opeknya,
kemudian prioritas sama keterpaduan
dengan sarana dan prasarana sanitasi.
Kemudian dua bab yang terakhir itu
adalah analisis pendanaan dan rencana
pengembangan kelembagaan. Jadi yang di
pendanaannya ini ada tiga. Ada kebutuhan
investasi, sumber dan pola pendanaan,
ada dasar penatan asumsi keuangan sama
analisa kelayakan keuangan dan ekonomi.
Sedangkan di pengembangan kembakan ada
lembaga penjangan SPAM, struktur
organisasi, kebutan SDM, dan rencana
pengembangan SDM. Jadi ini adalah
apa namanya? Outline ya, outline dari
dokumen. Jadi Bapak Ibu nanti ketika
menyusun dokumen ini harus memuat semua
hal ini ya. Jadi jangan sampai ada yang
tidak ada ya. Jadi nanti paling mudah
ngeceknya ya ini apakah sesuai outlet
atau tidak.
Nah, sekarang kita akan masuk pada
masing-masing bagian ya, Bapak, Ibu.
Jadi yang pertama adalah bab 1
pendahuluan
latar belakang ya. Jadi latar belakang
itu isinya apa saja di dalam ee apa
namanya? ee petunjuk teknisnya ini sudah
dijelaskan ya, dicantumkan di sana. Jadi
misalnya di sini isinya apa? Isinya
terkait dengan apa namanya restra
kabupaten kota kemudian acuan terkait
dengan target RPJ RPJMN, target RPJMD,
SDIS dan seterusnya. Kemudian isu utama
yang ada di kabupaten kota tersebut ya
apakah terkait misalnya kondisi air
bakunya, kondisi ee pelayanannya kapan
terpasang ya kebocoran dan seterusnya
itu di diceritakan ya di latar belakang
ini. Kemudian juga isu permasalahan
utama yang ee masuk di dalam lingkup
perencanaan ya. Kemudian juga
proyeksinya nanti target capaiannya
seperti apa itu nanti dituliskan di ee
bagian latar belakang.
Kemudian di bagian maksud dan tujuan itu
nanti kita contohkan terkait dengan
mulai identifikasi kebutuhan air minum
ee kemudian
ee apa namanya formulasi program ya
mungkin jadi maksud ya pedoman ya.
Kemudian juga untuk tujuan nanti apa
saja? Jadi misalnya menghasilkan dokumen
rencana induk SPAM ya yang akan menjadi
pedoman penyelenggara SPAM di kabupaten
kota yang masuk dalam lingkup rencana
pelan SPAM dari tahun berapa sampai
tahun berapa ya. Ini nanti bisa dibuat
rincian di dalam ee poin ini. Kemudian
sasaran ya. Sasaran itu apa saja yang
dijelaskan? ada identifikasi
permasalahan penyelenggara SPAM, ada
kebutuhan penyelenggaraan, ada juga
strategi dan program ya. Jadi nanti akan
memuat beberapa ee dokumen ini ya.
Jadi ini mungkin nanti beberapa bisa
kita apa samakan ya dengan dengan Juknis
ya.
Kemudian ruang lingkup. Ruang lingkup
apa saja ya? Oh, di dalam pekerjaan
penyusunan respinasi,
pengumpulan data, konsultasi, ada
kegiatan menganalisis kinerja,
menganalisis kondisi sistem,
melaksanakan identifikasi, survei,
membuat proyeksi penduduk, membuat skema
pemakaian air, mengkaji pilihan,
melaksanakan kajian keterpaduan,
menyusun strategi dan program, kemudian
menyusun materi rencana induk. Ya, jadi
ini ini poin-poin yang contoh ya, contoh
terkait dengan ruang lingkup itu isinya
seperti ini. Kemudian untuk keluaran
nanti kita bisa menggunakan kalimat ini
ya Bapak, Ibu. Jadi misalnya keluaran
yang diharapkan dari kegiatan ini adalah
rencana induk SPAM Kabupaten Sleman
misalnya kalau kita sekarang di Sleman
ya yang siap ditindaklanjuti oleh
penyelenggara SPAM pemerintah kabupaten
kota untuk menjadi dokumen legal
pemerintah kabupaten kota yang mengenai
rencana induk SPAM.
Kemudian sistematika laporan. Nanti
Bapak Ibu akan menceritakan
ee semua masing-masing bab ya. Jadi bab
1 itu isinya apa? Bab 2 isinya apa, bab
3 isinya apa sampai bab 9 ya. Jadi nanti
sebenarnya
apa memberikan semacam pengantar ya,
menjelaskan secara singkat terkait
dengan isi dari masing-masing
ee bab ya di dalam dokumen SP.
Nah, itu yang apa namanya untuk ee
bab satu Bapak Ibu. Kemudian yang bab du
di sini ada poin terkait dengan kondisi
fisik daerah yang itu mencantumkan
berbagai hal ya. Ada kondisi geografi,
administrasi ya. Jadi mungkin dari batas
wilayah ya, jumlah ee kecamatan, jumlah
desa dan seterusnya ya, kondisi iklim
ya. Kemudian kondisi curah hujan misal
kita punya data curah hujan sekian tahun
ya kondisi topografi
dan peta ya nanti peta topograf ada
kondisi hidrologi, kondisi geologi,
kawasan rawan bencana ya. Nah sebaiknya
nanti di dalam menceritakan kondisi
fisik daerah Bapak Ibu selain data dalam
bentuk tabel-tabel nanti ee sebisa
mungkin dilengkapi dengan peta-peta
terkait ya. Jadi itu akan lebih
memudahkan bagi pembaca ya. ketika dia
melihat dokumen resp ini. Kemudian
yang berikutnya terkait dengan sarana
dan prasarana ya. Jadi walaupun yang
kita susun ini adalah dokumen terkait
air minum, kita juga menceritakan
terkait dengan sarana prasarana yang
ada. Jadi misalnya terkait dengan
pengolahan air limbah itu Bapak Ibu
nanti perlu ceritakan juga walaupun
mungkin ya tidak sangat detail sekali
gitu ya kondisi persampahan, drenase,
listrik, telepon, jalan, objek wisata
gitu ya. Nah, itu di sini juga diminta
kalau bisa direkomendasikan untuk
kondisi sarana prasarananya ini nanti
ada bentuknya dalam bentuk tabel-tabel
ya. Jadi tabel deskripsi, tabel dan
seterusnya.
Kemudian bagian yang ketiga adalah
sosial, budaya, dan ekonomi ya. Jadi,
Bapak, Ibu menceritakan terkait dengan
gerbakan sosial budaya masyarakat ya.
Kemudian kondisi perekonomiannya,
kondisi sosialnya ya. Dan di sini juga
diminta kalau bisa kita menunjukkan data
laju pertumbuhan ekonomi
untuk 5 tahun terakhir ya. Jadi memang
ada beberapa data yang datanya harus ee
apa namanya ee dari beberapa tahun
terakhir ya. Jadi tidak hanya data
terakhir saja tapi bisa data 5 tahun
terakhir atau 10 tahun terakhir.
Kemudian ruang dan lahan ini terkait
dengan penggunaan lahan yang ada di
dokumen RTLW. Jadi nanti Bapak Ibu
tinggal ee mengambil ya data-data di
RTLW untuk dituliskan kembali di bab 2
ini.
Nah, ini mungkin contohnya ya. Ini
contoh peta administrasi ya, Kabupaten
Gunung Kidul ya. Nah, ini kita ini saya
kira ee peta seperti ini kan mutlak ada
ya. Jadi mesti harus disampaikan di
dalam dokumen ini. Ada peta potensi
sumber daya air ya.
Oh, ini ada yang daerah yang ada ya
mungkin apa namanya ada juga permintaan
ya. Jadi bisa jadi Bapak Ibu nanti akan
diminta untuk membuat peta ya. Jadi
kalau misalnya belum ada di RTRW ya
nanti tugas dari konsultan untuk
mengembangkan ya ee peta-peta ini
peta-peta yang baru
ini peta penggunaan lahan ya
contoh-contoh dokumen seperti ini.
Oke
kelima ee bagian yang kelima ya terkait
dengan kependudukan ya masih di bab
kedua.
Jadi nanti Bapak Ibu akan memasukkan
data ya ee terkait dengan jumlah
penduduk untuk masingmasing wilayah ya.
Nanti kecamatan, kemudian kelurahan atau
desa ya. Ya kalau misalnya sampai level
desa ya jauh lebih baik ya. Jadi mungkin
ada juga yang mungkin terbatas hanya
kecamatan tapi kalau bisa sampai ke
level desa akan sangat-sangat bagus ya.
Kemudian yang berikutnya terkait dengan
keuangan daerah ya. Jadi, Bapak Ibu
nanti akan menuliskan di dalam dokumen
ini terkait dengan data ee penerimaan
daerah ya, mulai dari data pendapatan
asli daerah, data perimbangan,
penerimaan lainnya itu dari tahun ke
tahun ya bisa 3 tahun bisa 5 tahun ya
semakin lengkap akan semakin baik
sehingga nanti kita bisa
mengidentifikasi ya terkait dengan
bagaimana juga alokasi anggaran di
kabupaten kota tersebut yang nanti
berhubungan dengan ee penyediaan sarana
untuk air minum ya. Kalau yang di sini
diceritakan secara umum ya, Bapak, Ibu.
Jadi lengkap ya. Nanti bisa minta ke
instansi yang menangani ini di
masing-masing kabupaten kota ya. Jadi
nanti dikumpulkan
selengkap mungkin dan dituliskan dalam
bentuk ee tabel.
Kemudian yang bab ketiga itu adalah
kondisi spam existing, Bapak, Ibu. Jadi
ini data yang sangat penting karena apa?
Karena ini menjadi dasar bagi kita semua
untuk melakukan pengembangan ya. Jadi
kalau kondisi saja tidak kita miliki ya
akan sulit ya untuk membayangkan nanti
pengembangannya nanti seperti apa ya.
Nah, di sini nanti mungkin bisa
menceritakan terkait dengan kondisi umum
ya. mulai dari tingkat layanannya. Jadi
misalnya layanan atau air minum sekian
persen ya. Tapi kalau misal kita punya
data yang tadi yang layak sekian persen,
yang aman sekian persah itu nanti akan
akan sangat berguna ya Bapak Ibu. Nah
ini kan ee sumber datanya kan mungkin
tersebar ya. Ada beberapa yang kita
peroleh dari hasil survei dari Dinas
Kesehatan misalnya ya. Walaupun
terkadang itu kan basisnya biasanya
rumah tangga ya. Rumah tangga yang punya
AS air minum dari sumur, dari ledeng dan
seterusnya itu ya.
Selama itu masih bisa kita gunakan ya
dan kita tidak punya sumber data lain ya
itu kita kita bisa gunakan data tersebut
ya. Kemudian data-data lain terkait
dengan akses ya akses air minum aman dan
layak ini mungkin nanti perlu
mengkompilasi data ya mungkin dari ee
Dinas ee Pekerjaan Umum gitu ya. Nanti
mungkin harus di dicek dan PDM misalnya
dari PDM kemudian dari Papsimas. Nah,
itu semuanya nanti harus kita kumpulkan
datanya. Nah, itu baik ee kondisi
aksesnya maupun jaringannya
dan juga bukan jaringan itu nanti
semuanya harus disebutkan di sini Bapak,
Ibu. Nah, itu kita lihat di sini ada
yang bentuknya dalam bentuk ee kapasitas
ya, liter/ detik ee atau SR ada juga
atau jiwa, ada juga yang dalam bentuk
persentase ya. Nanti Bapak Ibu bisa
melihat beberapa contoh tabel yang ada
di dalam ee JUNIS ini ya.
Nah, ini contohnya ya Bapak Ibu. Jadi
nanti ada tabel akses air bersih
Kabupaten Sleman misalnya ya. Oh, di
Sleman ada kecamatan 1, 2, 3, dan
seterusnya. Jumlah penduduknya berapa?
Akses amannya berapa? Ya, assist-nya
berapa? Kemudian targetnya ya, targetnya
berapa? Kemudian ini kalau nanti yang
review nanti sangat mudah karena sudah
ada datanya sebenarnya ya. Kemudian ada
akses layak dasar ya, baik yang jaringan
perpipaan maupun yang bukan jaringan
perpipaan. Kemudian juga akses layak
terbatas, kemudian akses tidak layak
kemudian tidak ada akses ya. Jadi nanti
semuanya Bapak Ibu harus kumpulkan
datanya. Ini memang salah satu pekerjaan
yang apa namanya ee cukup berat juga ya
Bapak Ibu ketika kita harus mengisikan
data-data ini.
Kemudian ee di sini juga diceritakan
terkait dengan aspek teknisnya baik
untuk SPAM perkotaan maupun yang ee
pedesaan ya. Jadi nanti nanti sesuaikan
dengan kategori wilayahnya ya. mana yang
masuk kategori perkotaan, mana masuk
kategori pedesaan.
Dan itu data-data ini diusahakan
selengkap mungkin sesuai dengan tabel
yang ada di sini, Bapak, Ibu. Jadi,
kalau memang enggak ada ya mau enggak
mau ya kita kosongi ya. Jadi karena
memang itu mungkin juga jadi salah satu
penilaian ya, Bapak, Ibu. Ketika
misalnya ee
tidak ada data ya, mau enggak mau ya
kita
apa namanya kita laporkan sesuai dengan
kondisi yang ada di lapangan. Oke.
Kemudian di sini kita juga mencantumkan
terkait dengan apa nam unit air baku ya.
Unit air baku. Kemudian di sini
diceritakan tentang sumber-sumber airnya
ya. Apa saja di sini misalnya dari
sungai, dari waduk, dari embung, dari
mata air, dari air tanah ya ata misalnya
karena mungkin kita mengambil dari spam
regional misalnya.
Kemudian juga unit produksinya nanti
juga diceritakan Bapak Ibu terkait
instalasi apa saja yang dimiliki,
kapasitas terpasangnya berapa, kapasitas
produksinya berapa, gitu ya. Termasuk
nanti bisa ketahuan idol capacity-nya.
Kemudian juga terkait dengan unit ee
distribusi Bapak Ibu. Jadi nanti harus
diceritakan ee jaringan perpipaannya,
kemudian tabel layanannya juga ya baik
yang dilayani oleh BDHM maupun yang non
PDHM. itu nanti juga harus diceritakan.
Kemudian yang tidak kalah pentingnya
Bapak Ibu, kita nanti mungkin bisa
membuat semacam skema ya, skema kondisi
assisting
e mungkin contohnya seperti ini ya
contohnya ya. Ini kebetulan diambil di
Gunung Kidul ya. Oh ini ada Espam unit
Onosari ya. Oh kapasitasnya di sini dia
melayani daerah mana saja di sini ya.
Ada sumber air dari sumurbor ya.
Kemudian ada reservoar kapasitas sekian,
ada yang dari mata air, kemudian ada
penampungannya kemudian
didistribusikan ke mana saja dengan
kapasitas berapa saja gitu ya. Jadi
nanti skema ini akan memudahkan
bagi kita ya untuk melihat kondisi yang
ada di di daerah tersebut ya. Jadi ini
kita akan membuatkan skema-skema mungkin
ya dengan berbagai tool ya yang yang
bisa kita lakukan.
Pak
untuk waktu materinya ee tinggal 5 menit
lagi.
Oh, nggih.
Terima kasih, Pak.
Nggih. Ya, nanti mungkin apa namanya
karena kita ada dua sesi ya, Bapak, Ibu.
Jadi nanti kalau apa namanya yang sesi
pagi ini masih belum selesai ya, nanti
kita akan lanjutkan di sesi yang siang.
Kemudian
ini jalan perpipaan tadi sudah jelaskan
ya.
Kemudian aspek yang non teknis ya Bapak
Ibu. Jadi mungkin kondisi kelembagaan,
struktur organisasi yang ada di tempat
kita ya, termasuk juga sumber daya
manusia yang ada ya. Kemudian yang
terakhir itu terkait dengan kendala dan
permasalahan ya. Kendala permasalahan
nanti juga dibagi dua, ada yang teknis
maupun yang nontnis ya. Jadi nanti
mungkin tinggal dirinci saja apa saja
yang permasalahan-permasalahan yang
muncul di daerah Bapak Ibu dan ini nanti
juga bisa kita kumpulkan ya pada saat
kita mungkin laporan paparan-laporan
pendahuluan misalnya ya waktu itu kita
mungkin sudah mulai mengidentifikasi ya
terkait dengan permasalahan-permasalahan
yang ada dari masing-masing unit ya
penyelenggara SPAM itu misalnya dari
PDAM nanti seperti apa dari Pamsima
seperti apa ya, kemudian dari
kelembagakan yang lain. Nah, itu nanti
mungkin bisa ee dijelaskan di sini ya.
Kemudian ini adalah kriteria
perencanaannya ya. Ya, mungkin nanti
Bapak Ibu bisa menggunakan beberapa
acuan yang ada.
Oke.
Kemudian untuk proyeksi kebutan air ini
nanti ada beberapa poin ya, mulai dari
arah pengembangan wilayah yang mengacu
pada RTRW, kemudian juga terkait dengan
rencana daerah pelayanan maupun ee
proyeksi jumlah penduduk dan juga
proyeksi kebutuhan air minum ya. Jadi
nanti untuk bab 5 sendiri
nanti isinya adalah terkait dengan
proyeksi ya.
Dan itu nanti apa namanya sesuai dengan
periode waktunya selama 20 tahun yang
akan datang.
Nah, ini mungkin contoh dari apa namanya
proyeksi kebutuhan air ya Bapak Ibu. Oh,
di tahun sekarang seperti apa, kemudian
tahun berikutnya berapa ya nanti mungkin
bisa per 5 tahun atau bisa rinci per
tahun juga bisa ya.
Oke, ini adalah potensi dan rencana
pengembangan air baku ya. Jadi nanti
Bapak Ibu harus memetakan kondisi
potensi air baku yang ada di tempat
masing-masing ya. Kemudian juga
dilakukan
apa pembuatan mungkin raca airnya ya.
Kondisi yang terpakainya potensinya
berapa, yang terpakainya berapa, yang
tersedia berapa gitu ya.
Di masa juga untuk kondisi air tanah ya.
Nah, ini mungkin contoh-contoh seperti
ini ya. Jadi misalnya wilayah sungai ini
dia kapasitas yang diambil sekian liter/
detiknya kapasitasnya berapa gitu ya,
potensi debitnya masih ada berapa ya.
Jadi nanti memang
data-data seperti ini ee perlu kita
kumpulkan di dalam ee penyusunan dokumen
spam.
Oke, kemudian ini contoh neraca air ya
untuk suatu wilayah ya. Jadi kita bisa
melihat apa namanya sumber air kita itu
sebenarnya dipakai untuk apa saja ya. Oh
misalnya untuk pertanian untuk irigasi
sekian ya untuk kebutuhan
ee air untuk domestik sekian untuk
industri sekian. Nah itu pontesinya
masih ada berapa yang tersedia masih ada
berapa. Nanti kita bisa lihat apakah
kondisinya itu surplus atau defisit ya
Bapak Ibu. Jadi nanti kalau misalnya
ternyata air baku yang kita akan gunakan
itu kondisinya saat ini sudah defisit ya
mau enggak mau ya kita sebagai perencana
harus mencari sumber air baku yang lain
ya. Apakah itu ada di kabupaten kota
ataukah apa namanya
mengambil dari tetangga ya ataukah nanti
misalnya sekarang ini kan juga sudah
banyak spam regional ya yang biasanya
men-suplai ya men-suplai kebutuhan air
ke ke wilayah-wilayah yang ada di level
bawahnya ya nanti mungkin itu menjadi
salah satu jalan keluar.
Kemudian
kita juga mencari alternatif sumber air
baku ya Bapak Ibu ya. Jadi apakah dari
air permukaan, air tanah ya, mata air
dan seterusnya itu harus diidentifikasi
ya. Mungkin potensi yang terakhir air
laut ya. Walaupun air laut ini ya kalau
dari segi jumlahnya cukup banyak tapi
dari segi kualitasnya kan perlu
teknologi yang lebih advance ya untuk
mengolahnya ya dan butuh biaya yang
lebih mahal ya. Jadi kalau itu mungkin
menjadi alternatif yang terakhir ya.
Oke, ini bab keet7uh ya, terkait dengan
rencana pengembangan SPAM.
Ini waktunya masih ada berapa lagi,
Mbak? Masih ada berapa menit lagi atau
sudah habis?
Betul, Pak. Jika masih ee ingin
dilanjutkan tidak apa-apa, Pak. Tapi
jika ee bisa dilanjut nanti saat ini
kita lanjut ke sesi tanya jawab terlebih
dahulu.
Oke, mungkin kita apa namanya akan kita
lanjutkan lagi di sesi siang ya, Bapak,
Ibu. Mungkin kalau ada yang mau bertanya
dulu mungkin sampai di
bab keenam tadi ya.
Baik, Pak.
Jika kita lihat sudah banyak sekali
pertanyaan dari Bapak Ibu peserta reing
online. Namun sebelum kita masuk ke
acara inti, izinkan saya menyampaikan e
beberapa informasi terlebih dahulu
kepada Bapak Ibu peserta training
sekalian yang menginginkan materi
training online kita hari ini dapat
request materi terlebih dahulu melalui
link yang telah admin kami kirimkan di
kolom chat Zoom. Kemudian sebelum kita
masuk ke sesi tanya jawab, kita akan
melakukan sesi foto bersama terlebih
dahulu. Ee untuk Bapak Ibu peserta
training online dipersilakan untuk
oncamp dan sesi foto bersama kali ini
saya akan dibantu oleh admin. Baik,
kepada admin dipersilakan.
Baik, terima kasih kepada Mbak Roh MC.
Selanjutnya akan saya pandu untuk sesi
dokumentasi pada sesi 1 pagi hari ini.
Sebelum sesi dokumentasi dimulai, saya
himbau bagi Bapak atau Ibu bisa
menyalakan kameranya terlebih dahulu.
Baik, dokumentasi akan saya hitung dari
hitungan ketiga mulai dari 3 2 1. Slide
2 3 2 1. Slide 3 2 1.
Terima kasih atas kesediaan Bapak Ibu
untuk dokumentasinya. Selanjutnya akan
saya kembalikan keasu
terima kasih.
Baik, terima kasih untuk admin yang
telah membantu sesi foto bersama kita
pada hari ini. Kemudian selanjutnya kami
juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu
untuk mengisi kuesioner yang linknya
sudah di-share di kolom chat supaya
kegiatan kami selanjutnya bisa lebih
baik lagi. Kita sampai di acara yang
ditunggu-tunggu yaitu sesi tanya jawab.
Di sini
kami sudah membantu merangkumkan
pertanyaan
untuk Bapak Wari. Nanti saya akan
membacakan pertanyaannya kemudian
dilanjut oleh jawaban dari Bapak.
Pertanyaan pertama ada dari Bapak Andik
Setiono. Prinsip pemenuhan kuantitas air
minum 60 L per orang per hari. Rasanya
itu untuk air bersih. Kalau air minum
syarat kualitas beda dengan air bersih.
Sedangkan kebutuhan air minum sekitar
2,5 liter per orang per hari tergantung
berat badan. Apakah sama atau beda
antara air minum dengan air bersih?
Kemudian kualitas air PDAM yang
mengklaim air minum tapi banyak yang
tidak layak air minum tapi air bersih.
Baik, Bapak
eh terima kasih atas ee pertanyaan dari
Pak Andi Setiono ya terkait dengan apa
namanya ee target untuk pemenuhan ee
akses air minum aman yaitu 4K tadi ya
terkait definisi air bersih dan air
minum ya. Jadi memang kalau dulu sih
memang di Permenk pun sebenarnya waktu
itu juga ada dua kategori ya, ada yang
air bersih dan air minum. Dan kalau kita
lihat juga seperti apa namanya ee PDM
yang perusahaan daerah pelayanan air
minum gitu ya. Cuma memang
ee apa namanya terkait dengan target 60
liter per orang per hari itu memang
tidak hanya air minum ya. Jadi karena
yang kebutuhan air minum kita kalau
ngitungnya kan memang satu orang ya
antar antara 2 sampai 3 liter ya. Tapi
memang kebutuhan apa namanya ee standar
kebutuhan air minum yang dicantumkan di
sini ya memang tidak hanya meliputi
kebutuhan air minum saja, tetapi juga
untuk kebutuhan apa namanya memasak gitu
ya, untuk kebutuhan
pribadi ya untuk misalnya Pak buang air
besar dan seterusnya. Nah, itu
sebenarnya kalau kita lihat standar 60
liter per orang per hari. 60 liter per
orang per hari itu kan sebenarnya
kebutuhan yang basic gitu ya. Kalau kita
lihat dari beberapa kereta teknis itu
kan bisa sampai 120 bahkan 150
tergantung dari level atau kategori ee
wilayahnya ya. Jadi ada yang pedesaan,
perkotaan, kota kecil, kota sedang, kota
besar itu beda-beda untuk kriteria ee
teknisnya ya. Jadi memang di sini kalau
kita sebutkan apakah benar-benar air
minum segitu angkanya ya angka itu
sebenarnya tidak hanya untuk air minum
tapi juga untuk kebutuhan yang lainnya.
Nah, terkait dengan yang berikutnya
adalah
ee kualitas air PDAM ya yang mengklaim
air minum. Jadi memang Bapak Ibu sebungi
ketahui
untuk standar dari target pengolahan air
ee instalasi pengolahan air minum ya itu
kan targetnya adalah air minum ya dan
memang kalau secara teknologi yang sudah
dirancang itu yang keluar dari instalasi
itu memang bisa diminum gitu ya sehingga
memang makanya di kita itu kan ada
namanya sisa kor ya sisa kor itu di
dipastikan di jaringan
untuk menghilangkan ee bakteri-bakteri
yang masih ada ya. Nah, cuma yang jadi
masalah di tempat kita itu adalah sistem
jaringan kita itu tidak ee kurang baik
ya. Masih kurang baik. Kalau kita lihat
tadi kan persentase kehilangan air kita
saat ini ya masih sekitar angka 33%.
Artinya kehilangan air kan ada dua ya.
Kalau kita lihat secara administrasi
maupun teknis ya. Kalau teknis kan
berarti benar-benar bocor di jaringan
ya. sehingga ee kita tidak bisa menjamin
100% ketika air itu didribusikan dari
instalasi air pengolahan sampai ke
konsumen itu bisa siap minum gitu ya.
Makanya karena ya bisa juga karena
jaringan perpipaannya yang sudah tua,
tidak pernah dipelihara, tidak pernah
diganti dan seterusnya ya. Makanya
memang ada ee rencana untuk pengembangan
zona air minum ya dengan sistem
perpipaan yang betul-betul terjamin.
Sehingga nanti dari yang itu mungkin
kita meniruh dari negara-negara luar ya,
di mana air krannya itu kan bisa diminum
ya. Nah, itu ee yang menjadi kendala
kita saat ini ya. Jadi air yang
diproduksi sudah layak standar air
minum, tetapi ketika sampai ke konsumen
itu bisa jadi mengalami ee penurunan
kualitas ya, karena sistem jaringan kita
yang masih kurang baik. Itu mungkin apa
namanya mudah-mudahan menjawab ee
pertanyaan yang dari Pak Andi Stoina dan
juga dari Pak Masud ya.
Baik, terima kasih Bapak Audori.
Pertanyaan selanjutnya dari Bapak atau
Ibu Y Mahad Matahari katistiwa dalam
penyusunan perencanaan Rispam, apakah
pemakaian dana desa diperbolehkan?
Oke, terima kasih atas
ee pertanyaannya
ee untuk penyusunan perencanaan
penyusunan perencanaan Lis spamnya gitu
ya. Nah, ini mungkin terkait dengan
alokasi pembiayaan nanti ya untuk apa
namanya untuk pembangunan
infrastrukturnya sendiri ya. Tapi kalau
untuk perencanaannya, perencanaannya
biasanya kan di apa namanya ee bisa di
PU ataukah di BPPPEDAS ya kalau untuk
pembuatan dokumen respamnya. Tetapi
ketika kita bicara masalah pembiayaan
yang kalau kita lihat di level kabupaten
kota tadi yang sudah saya sampaikan
memang banyak sekali ee apa namanya
sumber-sumber pendanaan yang bisa kita
gunakan ya.
ee salah satunya mungkin juga hibah,
kemudian juga dari DAK pinjaman dan
seterusnya ya. Nah, untuk dana desa
sendiri ketika misalnya kita apa namanya
mungkin bisa cermati di kategori di dana
desa ini ketika mungkin bicara dengan
infrastruktur air besi yang akan
digunakan ya dan mungkin pengolaannya
sifatnya pengelolaan di level masyarakat
ya bukan di instansi. Saya kira ee
menurut saya ya menurut sepengetahuan
saya karena bisa saja digunakan ya
ketika kita apa namanya ee ada kebutuhan
ya misalnya di desa tersebut ternyata ee
masyarakat masih belum mendapatkan akses
yang layak terkait dengan air ee air
minum gitu ya. Kemudian kita ee tidak
memiliki ee dana yang mencukupi, tapi
karena ada program terkait dengan dana
desa dari pemerintah pusat ya itu kan
mungkin jadi usulan program ya yang
disunukkan oleh masyarakat untuk
pembangunan di wilayah desa ini. Ee kita
akan menggunakan sebagian dari dana desa
itu untuk apa namanya? Penyediaan
layanan infrastruktur air minum gitu ya.
Oke,
cukup Pak.
C persilakan. Baik, terima kasih Pak
pertanyaan selanjutnya dari Bapak
Sukiri. Pertanyaan nomor satu, bagaimana
metodologi proyeksi kebutuhan air minum
mempertimbangkan pertumbuhan penduduk,
perubahan iklim, dan ketahanan air
jangka panjang. Kemudian pertanyaan
kedua, standar teknis apa saja kualitas
air, kehilangan air, cakupan pelayanan
yang wajib diacu dalam perancangan
infrastruktur spam sesuai SE Dijen Cipta
Karya nomor 45 2022. Baik, Bapak
silakan.
Terima kasih atas ee pertanyaannya ya.
Jadi memang salah satu tantangan kita ya
saat ini terkait dengan kondisi di masa
datang yang tadi sempat juga saya
jelaskan apalagi kita menyusun dokumen
yang rentang waktunya cukup panjang ya
20 tahun ya kita mungkin beda tahun saja
saat ini kondisinya sudah sangat-sangat
berubah drastis ya ee ini mungkin yang
juga kemarin kita rasakan betul mengubah
pola kita misalnya ee waktu ada COVID
dan seterusnya gitu ya.
itu mengubah banyak hal yang di di dalam
ee kegiatan melakukan proyeksi sesuatu
yang akan di masa datang ini menjadi hal
yang sulit gitu ya. Nah, terkait dengan
pertumbuhan penduduk sebenarnya akan
lebih mudah ya ketika kita mengakukan
acuan ini karena kita punya tren ya tren
pertumbuhan penduduk yang kita gunakan
sebagai acuan. Jadi biasanya kita
melihat apa namanya tren selama sekitar
10 tahun ke belakang ya. Nah, itu kita
bisa memperkirakan dari 10 tahun ke
belakang itu rata pertumbuhan bedutnya
berapa kemudian nanti digunakan sebagai
acuan kita untuk proyeksi ke depan gitu
ya. Kemudian yang terkait dengan
perubahan iklim dan ketahanan air jangka
panjang ya. Untuk perubahan iklim
sendiri memang untuk kalau kebutuhan air
sebenarnya kan ee mungkin agak relatif
sama ya. maksudnya ketika kondisi di
masa datang untuk berupan iklim kan
kebutuhan orang tadi untuk aktivitas ee
minum kemudian kebutuhan e personal
untuk mandi, masak, mencuci dan
seterusnya itu kan sebenarnya hampir
sama. Mungkin maksudnya di sini adalah
terkait dengan tadi apa namanya ee
kondisi penyediaannya sendiri gitu ya.
Terutama mungkin air baku ya. Air baku
ini kan menjadi salah satu hal yang
sangat terpengaruh oleh perubahan iklim
ya. Jadi ketika musim komarah lebih
panjang daripada musim hujan atau
bulannya mungkin bisa bergeser waktunya
gitu ya. Nah, ini kan menjadi tantangan
bagi kita. Makanya tadi saya sampaikan
ada salah satu apa namanya ee hitungan
yang harus kita lakukan yaitu terkait
dengan neraca air ya. Jadi nanti dari
sana kita bisa melihat sebenarnya
kondisi air baku kita itu apakah masih
mencukupi atau tidak terkait dengan
berbagai kebutuhan tadi ya. Nah, itu
mungkin apa namanya bisa menjadi dasar
bagi kita untuk menghitung ya kebutuhan
kita di masa yang akan datang.
Kemudian beberapa kriteria atau standar
yang nanti bisa digunakan ya. Jadi
memang nanti di bab 4 sendiri Bapak Ibu
akan menuliskan ya berbagai kriteria
maupun standar untuk perencanaan baik
dari aspek teknis maupun yang not teknis
ya. Nah, kalau untuk kualitas air tadi
kan kita sudah sampaikan di awal ee kita
mengacu pada apa namanya ee Permenkes
yang terbaru ya tahun 2023 ya. Nah, itu
nanti Bapak, Ibu nanti bisa mengacu ke
sana terkait dengan aspek ee kualitas ee
kualitas airnya ya. Kemudian untuk acuan
yang lainnya seperti kehilangan air tadi
kan juga sudah saya sampaikan juga
terkait dengan target-target ya. Jadi
target-target misalnya dari hasil
identifikasi di wilayah kita ternyata
saat ini ee kehilangan airnya misalnya
ee 30% gitu ya.
Nah, makanya nanti
dari target tersebut, dari kondisi
existing nanti kita mentargetkan
penurunnya berapa banyak ya. Nah,
penurunan ini kan akan berhubungan
dengan rencana atau program kegiatan
yang akan kita susun nanti gitu ya. Jadi
misalnya kita mau dari 30% menjadi 25%
gitu ya. Berarti kan kegiatannya apa
saja? Ee mungkin bisa melakukan
identifikasi kebocoran gitu ya, apa
namanya? mungkin dari aspek ee teknis
maupun non teknis gitu ya. Itu nanti
bisa bisa dari sana. Kemudian terkait
dengan cakupan pelayanan juga hampir
sama sebenarnya nanti ini akan
tergantung dari apa namanya ee target
layanan kita ya. Jadi nanti misalnya
kalau kita mentargetkan yang dilayani
itu 100% layak, sekarang kondisinya
misalnya hanya 70% gitu ya menjadi 100%
ya berarti nanti kita akan naikkan per
tahunnya itu berapa gitu ya. nanti kita
itu menjadi dasar kita dalam melakukan
ee penyusunan program ya. Jadi apa
namanya ee paling mudah nanti ketika
kita menyusun ini kita menurunkan
target-target
dari level nasional itu nanti ke level
provinsi kalau sudah ada kalau sudah
dari provinsi ya atau nanti setelah itu
diturunkan lagi ke level kabupaten kota.
Jadi hierarkinya nanti seperti itu.
Baik, terima kasih Bapak sudah menjawab
pertanyaan Bapak Sugiri. Pertanyaan
selanjutnya dari Bapak Rahmat Armus.
Penyusunan dokumen RISPAM kadang
terkendala masalah sumber daya airnya
baik berupa penurunan air baku atau
konflik pemanfaatan yang disebabkan
karena masa yang lama. Bagaimana cara
mensiasati masalah tersebut?
silakan.
Nggih, terima kasih ee atas
pertanyaannya dari Pak Rahmat Armud ya.
Jadi tadi saya juga berulang kali
menyampaikan tantangan kita saat ini dan
di masa yang akan datang terkait dengan
ketersediaan sumber air baku ya. Jadi
ini menjadi salah satu apa namanya ee
masalah ya dan nampaknya kan juga di
level apa negara ya mungkin nanti kita
bisa melihat di masa yang akan datang ya
konflik antar negara itu bisa juga
konflik karena masalah rebutan air kan
gitu ya. Jadi kan ini salah satu isu
pokok ya. Jadi kalau kita lihat masalah
air kemudian masalah pangan dan energi
ini kan menjadi salah satu isu yang
bahkan akan bisa memicu terjadinya
perang ya di level nasional gitu ya, di
level antarnegara, di internasional gitu
ya. Nah, ya kalau kalau kita lihat di
level daerah ya yang kita paling
banyaklah yang mungkin seringki muncul
adalah konflik antara misalnya petani
dengan apa namanya ee pemerintah ya.
Jadi misalnya kita dari PDAM mau ngambil
air air bakunya dari tempat tersebut,
tapi ternyata selama ini dipakai oleh
petani ya
ini kan menjadi apa namanya menjadi
permasalahan dan hal itu juga tidak
hanya terjadi di tempat kita Bapak Ibu
ya. Jadi tadi kan saya sempat
menceritakan ya, saya ee waktu saya
studi di Jepang sana, ternyata masalah
konflik antara air minum, sumber air
baku ya untuk air minum maupun untuk
pertanian itu juga terjadi di sana.
Sehingga di Jepang itu untuk apa namanya
air itu salah satunya di bawah e
kementerian untuk agriculture ya di
pertanian. Jadi nanti
kita harus menggunakan sumber air
tersebut ya, kita harus izin ya. Ya,
kalau di Indonesia kan kita pakainya BBS
ya. Kalau untuk wilayah sungai ya itu
nanti kan menggunakan izin tersebut.
Tetapi sumber-sumber air yang misalnya
mata air. Nah, itu kan yang punya siapa
kan ya? Kalau di hutan mungkin ya kan
itu milikmik negara gitu ya. Nah, ini
memang butuh pendekatan yang
apa namanya yang khusus Bapak Ibu ya.
Artinya kan ee perlu kesepakatan bersama
ya, apakah nanti memang ada kompensasi
yang harus diberikan ataukah ada
penjatahan ya. Penjatahan ini sekian
persen yang dipakai untuk petani ataukah
sekian persen dipakai oleh untuk PDM
misalnya. Nah, ini yang saya kira
mungkin beberapa cara itu bisa ee
dilakukan ya untuk mengatasi masalah
ini. Tapi saya yakin Bapak Ibu di masa
akan datang ya ini akan menjadi isu
utama kita ya selain
kualitas air ya. Ya, jadi kualitas air
sama kuantitas air ini akan menjadi isu
pokok ketika kita menyusun dokumen
Rispam ini ya. Jadi itu karena ya tadi
sumber air sumber daya kita semakin lama
semakin terbatas ya. Ya memang kalau
kita duitnya banyak sih kita bisa
beralih ya dari air tawar ke air laut
misalnya gitu ya. Karena air laut kan
dari segi kuantitasnya kan jumlahnya
melimpah gitu ya. 97% air yang ada di
muka bumi kan dalam bentuk air asin kan
gitu ya. Nah itu yang otomatis tapi
butuh butuh biaya yang sangat-sangat
mahal ya. Jadi kalau kita bukan negara
yang kaya raya nampaknya itu bukan opsi.
Kecuali wilayah-wilayah di kepulauan
yang memang itu mereka tidak lagi punya
sumber air ya, mau enggak mau harus
menggunakan teknologi untuk mengkonversi
dari air laut menjadi air tawar.
Oke, itu sementara Mbak. Baik, baik
terima kasih Bapak sudah menjawab
pertanyaan Bapak.
Kemudian pertanyaan selanjutnya dari
Bapak Triukira
eh sekaligus Pak Eri Manggala.
Pertanyaannya, bagaimana cara penilaian
dokumen RISAM atau matriks skore dan
dokumen yang dahulu Jakstrada atau
Rispam dan untuk mengesahkan legalkan
dokumenpam siapa saja yang terlibat.
Dalam kriteria penilaian pisam, skor di
bawah 75 dilarang untuk direalisasi.
Dari pengalaman Bapak, biasanya apa
kesalahan kritis dalam Rispam yang
paling membuat nilai skor penilaian
rendah?
Baik, silakan Prof.
Oke, terima kasih Mbak ee untuk dua
penanya ini ya, Pak Tri sama Pak Eri ya.
ini nanti akan saya jelaskan di sesi
siang ya, sesi yang kedua nanti jam .00
nanti kita akan menyelesaikan tadi
terkait dengan beberapa bagian dari
dokumen respam dan juga nanti seperti
apa metode penilaiannya ya. Jadi nanti
ini tidak saya jawab sekarang Mbak
supaya nanti bisa ikut di sesi siang ya.
Jadi nanti sesi yang akan saya jelaskan
tapi mungkin saya mau ngomentari saja
terkait dengan dulu mana dokumen
jaksarada atau Rispam ya.
Nah, kalau kita lihat hierarkinya kan
harusnya jakstra dulu baru ada respam
gitu ya. Tetapi yang terjadi adalah
tidak selalu seperti itu. Seringkali ada
respam dulu baru ada jakstra. Memang ada
beberapa apa namanya ee pendekatan ya
untuk melakukan seperti itu. Ketika
misalnya jakstra prispamnya lebih dulu
ada kemudian jakstranya itu nanti di
jakstranya nanti ada ada penyesuaian ya
penyesuaian yang dia akan mengakomodasi
apa namanya beberapa hal yang sudah ada
di Rispam. Jadi ada beberapa pilihan sih
nanti Bapak Ibu kalau yang tertarik
dengan Jakstra nanti bisa apa namanya ee
mengikuti yang training online untuk
yang jakstranya ya nanti dibahas secara
rinci. Kemudian terkait penilaian nanti
ini apa namanya pesan sponsor ya untuk
yang akan kita bahas pada siang hari
nanti ya Bapak Ibu.
Baik Bapak terima kasih sudah
sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan
dari Bapak Ibu. Eh, bagi Bapak Ibu
peserta yang belum terjawab, jangan ee
jangan khawatir karena sesi
tanya jawab akan dilanjutkan di sesi dua
nanti. Baik, Bapak Ibu, kita sudah
sampai di penghujung sesi pertama
training online hari ini. Terima kasih
ee banyak atas partisipasi aktifnya
sejak pagi tadi hingga menjelang siang
ini. Sesi kedua akan dilanjutkan pada
pukul 13.00 hingga 15 WIB nanti. Kami
harap Bapak Ibu dapat kembali bergabung
tepat waktu agar tidak tertinggal
materi. Untuk sementara kita break
terlebih dahulu. Silakan memanfaatkan
waktu istirahat untuk makan siang,
beristirahat atau melakukan aktivitas
lain. Terima kasih dan mohon maaf jika
selama saya memandu acara di sesi
pertama ini terdapat salah kata dan
perbuatan. Sampai jumpa di sesi kedua
nanti. Selamat istirahat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak. Terima kasih Bapaki. Sampai
bertemu di sesi dua nanti, Pak.