Transcript
hCMWBlsbYRk • PENYUSUNAN RISPAM SESI 2
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0135_hCMWBlsbYRk.txt
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua. Kita kembali lagi di sesi dua rangkaian acara training online yang diselenggarakan oleh Kutik Daur Ulang Project B Indonesia yang bekerja sama dengan jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Bersama saya Nung Hasan Maulida selaku MC sekaligus moderator yang akan memandu sesi du ini dari pukul 13.00 hingga 15 nanti online kita hari ini langsung topik penyusunan rencana induk sistem penyediaan air minum atau vispap yang disampaikan pemateri kita yaitu Bapak Ir. Mudori ST, MT, PhD yang merupakan dosen Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia yang tadi juga telah mengisi di sesi SAT. Sebelum masuk ke materi training online kita, saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu untuk dapat mengisi daftar hadir atau presensi di link yang telah admin kami kirimkan di kolom chat Zoom. Kemudian dengan hormat saya meminta kesediaan Bapak Ibu untuk menonaktifkan mikrofon selama kegiatan berlangsung supaya kita dapat mendengarkan materi yang disampaikan dengan baik. Bapak, Ibu sekalian, kami dari panitia juga melakukan live streaming melalui YouTube channel kami di Project di Indonesia. Jadi, semisal selama acara training online berlangsung sudah dari Bapak Ibu yang terkendala dalam Zoom, tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu juga tetap bisa mengikuti training online ini melalui YouTube channel. Selanjutnya kami juga membuka kesempatan untuk Bapak Ibu yang mungkin ingin mendapatkan spesial dari kami dapat memberikan pertanyaan terbaiknya di kolom chat dengan format nama kemudian pertanyaan yang ingin ditanyakan. Lalu Bapak Ibu juga dapat membuat story Instagram semenarik mungkin dan jangan lupa tag Instagram kami di @project Indonesia. Baik, tanpa berlama-lama lagi kita akan langsung lanjut ke acara inti yaitu penyampaian materi melanjutkan dari penyampaian materi di sesi SAT tadi. Baik, langsung saja kepada Bapak Hudori. Waktu dan tempat kami persilakan. Nggih. Ee terima kasih Mbak Nuha atas ee kesempatan yang di telah diberikan. Ee selamat siang Bapak Ibu. Ee di sesi yang kedua ini saya akan melanjutkan ee materi kita ya. Mudah-mudahan apa namanya ee materi yang akan diberikan ini bisa selesai sampai jam sebelum jam .00 sore ya. Dan mudah-mudahan pada siang hari ini Bapak Ibu bisa konsentrasi ya. Karena kalau siang hari kan terkadang godaannya banyak ya. Setelah makan siang mungkin kondisi apa namanya suhu ruangannya mungkin menyebabkan kita menjadi mengantuk gitu ya. Mudah-mudahan suara saya tidak menjadi pengantar tidur gitu ya. Nggih. Ee tadi ee saya sudah menyampaikan terkait dengan apa namanya ee beberapa bab di dalam ee dokumen Rpam ya. kita tadi sudah sampai ke bab ee 6 ya atau 6 atau 7 ya tadi. Nah, ee saya akan melanjutkan materi ini kemudian nanti kita akan melihat ee apa namanya contoh kasusnya ya Bapak Ibu. Nanti kita lihat salah satu ee contoh dokumen Rp yang ee sudah menerapkan menggunakan ee standar standar penulisan yang terbaru gitu ya. Oke, Bapak Ibu ee di bab ketujuh yang ee sempat tadi saya bahas sebagian ini merupakan sebenarnya ee inti ya inti dari ee dokumen Rpam ya. Karena di sini memang menceritakan atau menjelaskan ya terkait dengan rencana pengembangan ee spam sendiri yang itu diawali dari beberapa dokumen ee pendukung ya. Jadi seperti dokumen tata ruang RTRW ini menjadi dokumen yang sangat penting di dalam kita ee melakukan pengembangan SPAM karena mau tidak mau pengembangan wilayah itu akan disertai dengan pengembangan infrastruktur. Salah satunya adalah terkait dengan penyediaan ee air minum. Nah, di dalam bab 7 ini juga nanti kita akan membuat zonasi-zonasi ya, zona-zona pelayanan. Jadi nanti mungkin di wilayah Bapak Ibu nanti akan bisa dibagi beberapa zona. Kemudian nanti ee masing-masing zona akan dibuat tahapan-tahapan pengembangannya ya. Jadi karena mungkin ee masing-masing zona itu punya karakter yang berbeda-beda sehingga ee programnya bisa jadi antar zona itu tidak sama. Kemudian selain itu ee masing-masing ee wilayah tadi itu juga akan kita hitung kebutuhan airnya termasuk juga potensi potensi air baku, kemudian kehilangan air dan juga keterpaduan dengan sarana dan prasarana sanitasi yang lain termasuk perkiraan kebutuhan biaya untuk pembangunan ee infrastruktur ee SPAM gitu ya. Kemudian ini ee beberapa bagian ya terkait dengan identifikasi kebutuhan SPAM ya. Jadi ee nanti ketika kita akan ini kebetulan untuk kasus di mana apa namanya ee respinsi ya ini akan semacam membuat apa namanya ee prioritas ya dari masing-masing wilayah itu kondisinya seperti apa sehingga nanti akan kita menentukan mana yang akan diprioritaskan untuk dibangun. Jadi ini ee apa namanya? Untuk melakukan semacam perankingan ya, kebutuhan dari spam di wilayah ee tersebut. Kemudian ee ini beberapa contoh juga terkait dengan ee spam regional ya. Karena ini levelnya di level provinsi, maka kita juga menceritakan dari masing-masing wilayah yang itu mungkin ada semacam kluster atau zona ya. Zonasi juga sama dengan kluster tadi yang terdiri dari beberapa kabupaten kota. Kemudian kita mengidentifikasi sumber air bakunya dari mana saja dengan kapasitas berapa dan termasuk nanti untuk alokasi layanannya ke mana saja ya. Ya. Ini nanti kalau mungkin yang kita rencanakan itu adalah respam kabupaten kota ya otomatis nanti mungkin levelnya akan menjadi kecamatan ya Bapak Ibu. Jadi nanti kecamatan mana yang akan dilayani, terus berapa besar yang akan dilayani, berapa liter/ detik itu nanti kita tentukan. Kemudian setelah itu akan dilakukan ee perankingan ya. Nanti akan dari har scoring itu nanti akan dibuat ranking. Kemudian nanti kita tentukan ini dulu akan kita kerjakan. Jadi memang nanti di dalam penentuan ee program terutama untuk jangka pendek, menengah, dan panjang ee prioritas ini menjadi penting ya. Jadi mana saja yang memang harus segera diselesaikan untuk tahap pendek berarti nanti akan masuk pada ee rencana pembangunan di jangka pendek. Tapi kalau misalnya memang itu masih belum menjadi masalah di tempat itu, masih artinya dengan kondisi yang ada itu masih aman gitu ya, maka itu nanti bisa kita alokasikan di jangka menengah ataukah mungkin di jangka panjang. Oke. Kemudian ini beberapa contoh kondisi ya, kapasitas spam kalau di beberapa wilayah ya. Jadi kalau misalnya tadi kita membuat respon provinsi, maka nanti kita hanya cukup membuat tabel yang di situ ada beberapa kabupaten kota ya dan kita punya data karakteristik dari masing-masing kabupaten kota terkait dengan kapas sistemnya ya. Mulai dari layanan, kebutuhan airnya, kemudian kehilangan air sampai ee kondisi assisting ya. Oke. Kemudian di sini juga ee nanti dari program-program kegiatan yang akan diusulkan oleh Bapak Ibu semua itu nanti akan kita hitung ya perkiraan biayanya kira-kira berapa ya. Jadi untuk pembangunan itu kira-kira butuh berapa misalnya untuk bangun intake, untuk membangun instalasi, untuk membuat jaringan ya membuat ee memasang pompa air atau meter air dan seterusnya maka ini akan kita hitung berapa biayanya. Kemudian juga nanti untuk operasional juga akan kita hitung ya untuk kebutuhan operasionalnya. Jadi ini nanti akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah ya ketika dia akan melaksanakan pembangunan infrastruktur penyediaan air minum maka dia bisa menggunakan acuan dokumen ini ya respi. Termasuk juga ketika Bapak Ibu ee di kabupaten daerah itu akan mengajukan anggaran ee berupa hiba ya ke pemerintah pusat maka nanti pemerintah pusat pun akan melihat dokumen ini ya. Oh, di dalamnya sudah ada misalnya ada rencana untuk pembangunan intik misalnya karena usulan dari daerah ada bangun intek dipamnya enggak ada ya. Oh, berarti kan tidak sesuai. Makanya semua kebutuhan program terkait dengan penyediaan sarana prasarana untuk air minum seyogyanya itu semuanya di ee hitung ya kebutuhannya untuk jangka pendek, menengah, maupun yang jangka panjang. ee barang tentu memang kita mungkin tidak bisa menentukan harganya sampai harga fix ya. Karena itu kan nanti kan akan lebih terperinci ketika kita mendesain ee DEED-nya ya baru kita tahu persis berapa angkanya gitu ya. Tapi mungkin berdasarkan ee beberapa dokumen perencanaan yang terdahulu yang mungkin sudah ada di wilayah Bapak Ibu semua, kita bisa memkirakan misalnya untuk pembangunan instalasi pengolan air minum kapasitas 10 liter/ detik misalnya ya yang dulu habisnya sekian puluh M ya kurang lebih kalau misalnya yang kita rencanakan mungkin ya ada kenaikan ya inflasinya berapa sehingga nanti paling tidak ee angka yang kita usulkan itu mungkin tidak terlalu jauh dengan kondisi yang sebenar. nya. Kemudian jangan lupa di sini juga disampaikan terkait dengan keterpaduan dengan sarana dan prasara sanitasi ya. Yang tadi di sesi pagi saya sudah menjelaskan terkait bagaimana ee permasalahan air baku ini menjadi hal yang sangat penting dan itu juga melibatkan sektor lain ya, sektor air liimbang bersampahan gitu ya. di mana itu menjadi salah satu sumber pencemaran air baku kita. Dan ini ada upaya-upaya apa saja termasuk rekomendasinya untuk kita bisa melindungi dan mengambalkan ee air baku kita. Kemudian di bagian atau di bab yang ke-8 ee terkait dengan analisis pendanaan itu ada beberapa item ya terkait dengan alternatif sumber pendanaan apa saja. kemudian kebutuhan investasinya termasuk juga indikasi terselenggaranya indikasi apa sumber pendanan pendanannya ya termasuk nanti di setiap periode waktu kemudian nanti pentahapananya seperti apa ya jadi ini mungkin nanti akan menjadi salah satu dasar ketika kita akan ee mengacukan mengajukan anggaran ya jadi sudah tahu misalnya untuk pembangunan ini harus ngambilnya dari APBN ataukah ABBD ataukah ini harus hutang luar negeri atau hutang yang lain gitu ya itu nanti bisa dimasukkan ke dalam dokumen ini. Kemudian yang terakhir bab 9 terkait dengan kelembagaan yang itu melimuti mulai dari kondisi struktur organisasinya kemudian kebutuhan sumber daya manusianya termasuk juga kebutuhan pelatihan-pelatihan untuk pengembangan ya termasuk nanti mungkin untuk kerja sama dengan mitra-mitra yang ada di sana. Nah, ini semua akan Bapak Ibu tuliskan di dalam ee dokumen resp. Jadi ini contoh apa namanya untuk pola pendanaan ini misalnya kabupaten kota layanan sekian yang kita akan sambung SR-nya ada sekian unit harga sekian nanti kita bisa tahu kebutuhan totalnya berapa gitu ya. Kemudian juga untuk operasionalnya juga nanti kita bisa menghitung dari beban pegawai listrik BBM ya pemakaian bahan kimia kantor kemudian pemeliharaan penyusutan dan dan seterusnya. Nanti kita bisa menghitung total berapa sih operasional dari ee apa namanya ee alat-alat yang kita miliki ya untuk sistem penjenan air minum. Oke. Kemudian ee di sini nanti yang terkait dengan kebutuhan investasi sumber dan pola pendanaan. Jadi misalnya tadi kita sampaikan kita ee akan merencanakan untuk membangun intake misalnya di wilayah kita karena ee kita memerlukan tambahan untuk menambah kapasitas ee produksi kita ya. Nah, nanti kan di sini ada apa namanya ee berapa biaya yang akan kita ee keluarkan ya untuk pembangunan itu. Kemudian kira-kira nanti sumber bayanya dari mana saja. Nah, itu termasuk nanti akan kita masukkan termasuk pentahapan ya. Apakah proyek ini akan terselenggara hanya di 1 tahun ataukah multiyear ya. Jadi bisa jadi nanti kan ee pembangunan ini mungkin intake dibangun tahun depan misalnya tapi nanti 5 tahun lagi atau 10 tahun lagi nanti dibutuhkan lagi ya. Karena kalau dari hasil proyeksi kebutuhan air ternyata kita butuh tambahan ee produksi ya sehingga kita memerlukan ee unit ee pengambilan ataukah misalnya ee terkait dengan jaringan distribusi air ya perpipaannya ee kapasitor produk kita sudah sudah cukup besar ya tetapi jumlah pelanggannya masih sedikit ya berarti kan dari rancangan di bab 7 tadi kita sudah merancang nanti ada penambahan jaringan perpipaan ee distribusi air minum ke sebagian wilayah yang sudah direncanakan. Nah, ini nanti ee bisa multi year untuk ee pembangunannya dan nanti juga kita bisa menentukan ini kira-kira biayanya dari mana dan berapa besarnya ya. Oke. Kemudian ini beberapa analisa keuangan dan ekonomi ya. Makanya nanti kita butuh ee tim anggota tim tenaga ahli dari orang ekonomi ya untuk bisa menghitung terkait dengan beberapa analisis terkait dengan apa namanya IRR NPV ee PCR dan seterusnya ya. Oke. Kemudian terkait dengan lembaga penyenggalanan SPAM nanti ee Bapak Ibu ee dari kondisi existing nanti kan mungkin bisa mengusulkan terkait dengan struktur organisasi yang ee direncanakan gitu ya. termasuk juga mungkin menuliskan terkait dengan tugas ya, tugas dan kewajiban yang ada di sana sehingga nanti kita bisa mengidentifikasi terkait dengan kebutuhan sumber daya manusianya ya, kebutuhan tenaga ahlinya, ee tenaga-tenaga yang kita akan hire ke depannya misalnya kompetensi-kompetensi apa saja yang dibutuhkan untuk bisa menjalankan organisasi ini dengan baik. termasuk juga misalnya kita mengidentifikasi kebutuhan pengembangan e skill dari SDM yang kita miliki. Jadi pelatihan-pelitian apa saja sih yang dibutuhkan oleh ee staf kita ya itu nanti kita akan ee tuliskan di bagian ee kelembagaan ini ya. Nah, ee itu Bapak Ibu terkait dengan apa namanya outline dari ee Rispam ini. Jadi secara apanya secara struktur penulisan itu sudah ada template-nya ya. Dan itu kalau kita mau mendapatkan skor yang maksimal, minimal langkah pertama adalah semua nama bab ya, nama bab maupun subbab itu usahakan sama persis ya dengan petunjuk teknis ini ya. Jadi nanti apa namanya itu akan lebih aman ketika ee apa namanya yang mengevaluasi itu nanti melihat tersesuaiannya ya. Oh ini sudah sama sudah sesuai. Jadi dari item pertama itu nanti ee kita bisa lolos ya, dapat poin penilaian kesesuaian dengan outline. Kemudian ee beberapa data itu akan lebih mudah dilihat ketika Bapak Ibu menampilkannya dalam bentuk tabel ya. Karena itu akan lebih mudah untuk dicerna, dibaca dan nanti bisa dibandingkan akan lebih mudah. Kemudian juga ee neraca air ya. neraca air ini juga salah satu ee pekerjaan yang harus kita masukkan ya. Dan ini mungkin juga terkadang ee tidak semua ee Rispam itu memiliki dokumen ini ya ataupun pembahasan terkait dengan neraca air ini. Padahal ini diperlukan untuk mengevaluasi kondisi eksisting dari sumber air baku kita. Apakah saat ini kondisi wilayah kita ini kondisinya rentan atau tidak ya terhadap ee terkait dengan ee ee kebutuhan air baku ya. Nah, ini makanya diperlukan analisa untuk menghitung berapa sih kebutuhan dan ketersediaan gitu ya, apakah kondisi kita akan surplus ataukah ee defisit. Kemudian ee karena respyangkut banyak pihak ya yang terkait salah satunya terkait dengan air baku itu adalah badai badan ee balai wilayah sungai ya. Jadi jika di tempatnya Bapak Ibu ada BWS ya yang menangani sungai-sungai yang ada di tempat tersebut, maka dalam merapat-rapat penyusunan Rispam itu mereka selalu diundang ya. Jadi untuk nanti mengidentifikasi terkait dengan ketersediaan ar bakunya kemudian izin dan seterusnya ini akan lebih mudah dilakukan ketika kita melibatkan mereka ya. Kemudian juga di beberapa bagian subbab itu juga ada terkait dengan kebutuhan peta ya. Jadi Bapak Ibu memang di eksplisit di form penilaian itu ada juga yang menyebutkan ada harus ada peta ini, peta ini ya. Maka nanti di dalam kita menulis maka peta itu harus tersedia. Kalau enggak nanti ee kita akan kehilangan skor ya. Jadi skornya akan berkurang karena petanya tidak ada. Kemudian ee untuk tabel-tabel yang membutuhkan apa namanya ee karena mungkin datanya cukup banyak ya nanti mungkin tidak cukup kalau hanya menggunakan kertas A4 nanti mungkin bisa menggunakan kertas yang ukurannya lebih besar A3 atau yang besar A3 sih sudah cukup gitu ya. Kemudian ini ada beberapa tabel ya itu harapannya bentuknya tabel bukan screenshot ya. Kadang-kadang kan kita kan untuk lebih mudah setting-nya ya, tidak ngeser-ngeser langsung pakai circuit shoot ya. Tapi mungkin bagi yang evaluasi karena mungkin kebutuhannya untuk di copy misalnya ya itu kan tidak bisa harus diolah dulu ya. Kemudian ee jika kita menyusun apa namanya rispam provinsi ya itu harapannya ee apa namanya ya memang kalau dikatakan ini bukan gabungan dari gabungan data ya ada benarnya ada juga tidak benarnya maksudnya karena memang ya kita kan menggabungkan data sebenarnya cuma mungkin formatnya nanti harus disesuaikan ya jadi mungkin ee batasan wilayah itu nanti basisnya nanti mungkin bisa berdasarkan daerah aluran sungainya gitu ya, kesamaan sumber air bakunya ya atau juga nanti terkait dengan ee rencana untuk pembuatan spam regional gitu ya. Nah, itu juga akan masuk ke dalam item ketika kita membahas spam. Jadi, tidak hanya misalnya cerita ee dari kabupaten A, kabuten B, kabupaten C dan seterusnya. Tapi nanti ada integrasi-integrasi yang dibutuhkan ketika kita akan ee menjelaskan secara ee wilayah ya, wilayah secara lebih luas lagi. Nah, untuk penilaian sendiri Bapak Ibu ee ini ada tiga ya. Jadi ada tiga penilaian. Yang pertama itu apakah dokumen kita itu sesuai dengan outline atau tidak ya. Jadi di surat edaran nomor 45 tahun 2022 ini itu sudah ada apa nam template-nya ya. Jadi ada template-nya Bapak Ibu nanti akan saya tunjukkan template-nya. Jadi Bapak Ibu nanti tinggal pakai itu saja ya. Tinggal nanti mungkin dimasukkan data-data yang sesuai dengan ee data di kabupaten kita yang kita rencanakan gitu ya. Tapi yang jelas paling mudah untuk melihat ini ya nanti mungkin dari daftar I-nya ya. dator isinya kan kelihatan ini misalnya di bab ini harusnya ada enam subbab kita punya hanya empat subbab misalnya ya berarti jelas ini tidak sesuai ya dari outline-nya ini tidak sesuai karena tidak sama antara jumlah subab di dalam Cuknis dengan dokumen resp ya termasuk juga penempatannya Bapak Ibu. Jadi terkadang ee misalnya ketika kita menceritakan kondisi wilayah, kondisi wilayah ya, kemudian kita mengambil datanya dari dokumen RTRW. Nah, di RTRW kan sudah tertata rapi ya Bapak, Ibu. Kadang-kadang karena mungkin kita tidak apa namanya tidak cermat gitu ya, ee kadang-kadang hanya dicopy saja terus ditaruh saja di dokumen respon kita. Padahal ee isinya isinya mungkin sama ya, tapi penempatan misalnya subabnya ini yang bagian awal ini cerita apa apa dulu, yang kedua apa dulu gitu ya. Itu mungkin hanya perlu penyelesaian saja sebenarnya kalau kita ada upaya. Tetapi ketika itu tidak kita lakukan, maka berarti di sini apa namanya? Ee dokumen kita outlet-nya tidak sesuai. Kemudian yang kedua adalah ketersediaan data ya. Jadi data-data yang diminta oleh ee Juknis ini itu nanti harus ada termuat di dalam resp ya. Nah, itu kadang yang mungkin menjadi kesulitan Bapak Ibu konsultan yang di daerah yang tadi saya katakan kalau tidak punya database yang baik, yang bagus dan tidak lengkap dan dan mungkin pekerjaan ini apa namanya ee rentang waktu pengerjaannya juga lebih pendek dengan anggaran yang mungkin terbatas juga sehingga konsultan terkadang tidak bisa tidak memiliki sumber daya yang cukup ya untuk dia melengkapi data-data tersebut. Nah, ini juga akan menyebabkan nilai respel ya. Jadi nanti akan nilainya akan berkurang dari standar yang ada. Itu nanti harus dipastikan bahwasanya data-data yang diminta itu ada ya. Ini dan ini mungkin menjawab apa namanya pertanyaan tadi ya. Kalau misalnya dia skornya cuma 75 salah satu yang paling paling kritis ya penyebab utamanya salah satu ya ketersian data ya. Jadi datanya tidak ada ya. Kalau datanya tidak ada kan konsultannya atau yang menulis laporan kan enggak bisa menulis gitu ya, enggak menulis isinya karena dia enggak punya data tersebut. Kemudian yang ketiga itu adalah kesesuaian Juknis. Bapak Ibu apa yang dimaksud dengan kesesuaian Juknis? Jadi ketika Bapak Ibu menulis ya di dalam laporan itu itu nanti yang di yang dituliskan isinya itu harus sesuai dengan substansi yang ada di dalam Juknis ya. Jadi jangan sampai nanti judulnya sudah sesuai tapi isinya kok beda dengan di Juknis gitu ya. Berarti kan ini tidak sesuai. Jadi nanti em kita akan cermati satu persatu ya dari masing-masing poin ini mulai dari outline-nya, dari keteran datanya, maupun kesesuaian terhadap ee Juknisnya. Nah, ee ini adalah bobot penilaian Bapak Ibu. Jadi ee skor masing-masing bab ini berbeda-beda persentasenya. Untuk pendahuluan ini ini hanya 2%, gambaran umum 10% kondisi spam existing 15 standar atau kriteria pencernaan itu 5 proyeksi kebutuhan air itu 15 yang keenam itu potensi dan rencana pengembangan air baku itu 15 rencana pengembangan spam itu 25. Nah, ini yang paling besar nilainya Bapak Ibu. Jadi kalau rencana pengembangan spamnya itu tidak lengkap gitu ya atau tidak sesuai ya skornya nanti akan turun. Ini cukup besar ee penyumbang apa skornya. Kemudian analisis pendanaan itu delan dan rencana pengembangan kelembagaan itu lima ya. Jadi ini adalah skor atau bobot per masing-masing bab ya. Kemudian untuk menilai skor akhirnya ya itu nanti ada ee beberapa poin ya. Jadi kalau misalnya kita dari kesuat outline itu bobotnya 10% kemudian ketersediaan data itu 20% kemudian kesesuaian dengan petunjuk teknis itu 70% ya. Kemudian nanti di sini ini masuk bobot penilaian akhir ya. Kemudian plus peta Bapak Ibu. Jadi kalau ada belum ada petanya nanti skornya mungkin bisa kurang dari 25% ini. Jadi masing-masing bagian itu punya masing-masing bab itu punya bobot masing-masing. Kemudian untuk parameter penilaiannya apakah sesuai datanya ada atau sesuai dengan Juknis itu masing-masing punya datanya sendiri. Kemudian ada bobot penilaian akhir ee yang itu gabungan dengan peta ya. Jadi ini adalah beberapa item yang apa namanya ee terkait dengan bobot penan ya. Jadi Bapak Ibu nanti bisa melihat oh kenapa kok skor saya nilainya rendah ya. Ya, kita bisa menelusuri ya apakah dari outlet-nya kurang tidak sesuai datanya tidak lengkap ataukah bahkan ya tidak sesuai dengan petunjuk teknisnya ya atau ada peta-peta yang tidak kita cantumkan. Nah, ini adalah ee matriks ya, matriks penilaian dari dokumen spam. Nanti saya kasih saya berikan Excel-nya Bapak, Ibu. Ini contoh ee apa namanya? Excel-nya. Jadi, di file ini ada ee beberapa alat bantu ya yang digunakan untuk mengisi ya. Jadi yang di bagian apa namanya? Bagian di sini daftar isi atau outline ya. Nanti Bapak Ibu, kita bisa mengecek berdasarkan daftar isi yang ada di dokumen kita ini sesuai atau tidak ya. Nah, ini juga ada ketua tangan ada peta enggak nih? Peta RTRW, ada peta rencana daerah. Oh, ini ada petanya enggak nih ya. Jadi nanti kemudian di sini ada kesesuaian outline, ketersediaan data sesuai dengan Juknis, kemudian ada peta ya. Nanti kalau sesuai ya nanti tinggal kasih skornya ya satu1 sat tidak ada ya di nanti yang tidak ada yang dikasih angka satunya ya. Kemudian nanti akan disekor dengan menggunakan beberapa persentase tadi ya. Misalnya untuk bab 1 tadi berapa nilai untuk babnya, kemudian dari skor terkait dengan kusan outline-nya dan seterusnya. Nah, kita nanti tinggal apa namanya masukin angka-angka yang di biru aja ini ya, di sel yang warnanya biru itu saja. Nanti otomatis angkanya akan keluar Bapak Ibu ya. Sehingga nanti kita bisa menghitung skor dari dokumen respak memenuhi atau tidak. Nah, terkait dengan apa namanya standar pemenuhan tadi ya itu ada ada apa namanya ada ketentuannya ya. Nah, ini mungkin sebagai contoh saja ya Bapak Ibu. Nanti kita juga akan melakukan mencoba ya mengevaluasi satu dokumen respak ini sudah sesuai atau tidak ya. Jadi ini contohnya ya. Jadi misalnya di sini dikatakan pada dokumen respnya adalah proyeksi kebutuhan air minum. di subbab 5.4 5.4 itu dia membahas terkait dengan proyeksi kebutuhan air minum. Itu judul babnya sama, data kebutuhan air minumnya juga sudah ditampilkan. Pembahasan, perhitungan, serta pokok pikiran pembahasan sudah sesuai dengan Juknis ya. Termasuk metode perhitungannya, hasil perhitungannya, cara menyajikan datanya ada. Maka nanti kita bisa memberikan skor di sini dia sesuai dengan outline-nya ya. Karena memang di subbab 5 5.4 itu adalah proeksi kebutuhan air minum. Kemudian datanya ada karena di tabelnya di subbab itu lengkap datanya kita kasih angka satu. Kemudian sesuai dengan juknis ya isinya sudah sesuai dengan juknis kita kai angka satu ya. Nah ini kondisi idealnya semuanya ini terisi dengan skor maksimal. Nah, kita bisa membandingkan dengan kasus kedua ya, Bapak, Ibu. Jadi, pada kasus kedua di sini adalah proyeksi kebutuhan air minum itu tidak dibahas di bab 5 ya. Kemudian subbab pembahasan proyeksi kebutuhan air minum ini juga tidak dibahas pada subbab 5.4, tapi dibahasnya di bab yang lain ya. Karena mungkin tadi di apa namanya waktu ee melakukan apa namanya analisa misalnya dia melakukan pengembangan gitu ya. Nah, dia menaruh proyeksinya di bab yang ketujuh misalnya gitu ya. Maka ini kan dari segi outline tidak sesuai karena harusnya proyeksi kebutuhan air minum itu adanya di subbab 5.4 ya, bukan di bab yang lain atau di subab yang lain. Jadi kalau seperti ini itu nanti kesesuaian dengan outline itu nilainya nol. Walaupun di dalam tulisannya itu sudah lengkap ya, pertungannya ada, pembahasannya ada, cara penyajiannya juga sudah sesuai Juknis ya. Tetapi karena posisi dari bahasan itu di subbab yang tidak sesuai dengan outline, maka untuk kategori outline ini nilainya skornya jadi nol. E tapi yang lainnya mungkin ada nilainya ya. Jadi datanya ada, sesuai dengan jnisnya juga nilainya ada satu gitu ya. Tapi dia tidak sesuai dengan outline. Ini yang contoh yang kedua. Kemudian contoh yang ketiga adalah ternyata pada dokumen apa spam itu dia ee ada judulnya ya. Jadi ada judulnya ada judul proyeksi kebutuhan air minum. Kemudian di subbab 5.4 ada juga judulnya proyeksi kebutuhan air minum ya dengan judul yang sama. Tetapi dilihat di dalamnya isinya ternyata datanya enggak ada ya. Data keputannya tidak ada. Mungkin lembar Excel-nya mungkin lupa di copy gitu ya. Tidak ada. Hanya mungkin orean-oreaian kata-kata saja tapi datanya tidak ada. Sehingga dia dari kedesaran datanya jadi nol. Kemudian kesesuaian dengan jnisnya karena tidak ada pembahasannya, tidak ada datanya maka nilainya juga nol. Tetapi kesesuai dengan outline-nya nilainya satu ya karena sesuai judulnya ada gitu ya. di daftar isi ada gitu ya, ada bab ee bab 5 isinya proyeksi kebutuhan air minum, ada subbab 5.4 terkait dengan proyeksi kebutuhan air minum, tetapi ee apa namanya isinya tidak ada ya atau isinya tidak sesuai. Nah, nanti ee cara melakukan apa namanya penentuan skornya seperti itu Bapak Ibu. Nah, tadi saya katakan ee respak bisa di setujui atau tidak, skornya berapa, Bapak Ibu? Ya, jadi di sini dikatakan respategorikan disetujui apabila total skor kita itu lebih dari 90, ya. Jadi, setelah dinilai skor kita lebih dari 90 maka ee respetujui, ya. Nah, setujetnya nanti akan dilegalkan maksudnya Bapak, Ibu. Jadi nanti dari BPPEDA yang selaku apa namanya ee instansi ya yang menjadi berwenang menyusun apa ee resp ya. Kemudian dia akan ee mengusulkan ee dengan dibantu oleh biro hukum ya untuk dicek, diverifikasi dan seterusnya. Kemudian nanti akan diajukan dilegalkan ke kepala daerah ya, apakah di bupati ataukah gubernur ya di masing-masing wilayah tersebut. Jadi nanti ada ada tim ya, tim yang dibentuk untuk melakukan proses legalisasi. Kemudian bagaimana kalau misalnya skornya tidak 90 gitu ya, skornya misalnya antara lebih dari 75 sampai 90 gitu ya. Maka nanti di sini ee prosesnya adalah kita bisa melakukan perbaikan dokumen tersebut ya. Jadi dokumennya diespamnya diperbaiki sambil ya sambil kita lakukan proses legalisasi ya. Jadi di sini bersifat ee paralel ya. Ya memang apa namanya ee kondisi ini ya tidak ideal ya tetapi apa namanya ee proses ini harus dijalankan ketika kondisi jadi revisinya mungkin barangnya minor gitu ya. Provisnya mungkin tidak terlalu banyak. Ketika sudah diperbaiki dengan mungkin tidak butuh waktu lama ini skornya bisa naik di atas 90 sehingga sambil menunggu legalisasi itu proses perbaikan bisa tetap dilakukan. Kemudian kalau bagaimana kalau skornya kurang dari 75 Bapak Ibu? Kurang dari 75 ee lebih besar dari 25 maka yang dilakukan adalah kita diminta untuk memperbaiki tetapi tidak boleh diajukan. untuk proses legalisasi ya. Jadi memang ee ini apa namanya perbaikannya cukup besar ya, cukup besar sehingga ee pasti butuh waktu ya waktu-waktu yang lama untuk bisa memperbaiki. Jadi tidak memungkinkan kalau misalnya kita ajukan legalisasi gitu ya. Kita ajukan legalisasi ketika mau disahkan kok dokumen responnya masih banyak yang salah ya. Ya itu nanti kan akan repot gitu ya. sehingga memang kalau sparnya rendah itu tidak boleh diajukan dulu. Nah, bagaimana kalau nilainya kurang dari 25? Saya kira ini sangat jarang sekali ya Bapak, Ibu. Kalau kurang 25 ini kayaknya tidak dikerjakan gitu ya atau kerjaannya asal-asalan atau konsultannya lari gitu ya atau tidak mau ngerjain gitu ya. Kurang dari 25 ya. Mau enggak mau ya harus disusun ulang ya Bapak Ibu supaya nanti skornya bisa naik. Kemudian, nah untuk Rispam kabupaten kota itu yang disusun oleh Bebeda atau OPD air minum itu akan dinilai dan disetui melalui tim ad yang merupakan gabungan dari pepedah, OPD, dan pemangku kepentingan dengan melibatkan pemerintah daerah profesi dan unit kerja pembina sektor air minum Kementerian BPR ya. Jadi nanti untuk menilai ya, jadi nanti yang menilai kan berarti yang levelnya yang lebih tinggi itu nanti bisa dari pemerintah provinsinya, nanti juga melibatkan dari ee satkar ya, satkar air minum di kementerian. Kemudian kalau yang ee profesi nanti ya berarti ya langsung ke pusat ya Bapak Ibu. Jadi nanti langsung di di apa dievaluasi oleh ee satker ee pusat ya, satker air minum. Nah, jadi itu untuk apa namanya ee standar penilaiannya kita akan mencoba untuk melakukan atau mungkin saya akan tunjukkan dulu apa namanya parametr matriks ya, matriks dari penilaian ya Bapak Ibu. Nanti setelah itu kita akan mencoba untuk melihat salah satu contoh dokumen ya. Ya, rispaham yang nanti kita bisa evaluasi. Oke, ini Bapak Ibu bisa melihat apa namanya file Excel saya ya di sini. Di sini adalah scoring penilaian dokumen e resp ya dari Bapak Ibu. Oke, jadi di sini kita bisa melihat ee terkait dengan apa namanya outline atau daftar isinya ya. Jadi nanti dilihat di sini latar belakangnya sesuai atau tidak. Iya, kalau iya kasih angka satu gitu ya. Kemudian nanti datanya ada tidak kasih satu ya. Kalau latar belakang kan mungkin apa namanya datanya kan enggak banyak data yang harus dimasukkan sebenarnya ya Bapak Ibu. Jadi memang beberapa hal ini kadang-kala mungkin ya kalau sudah ses kira-kira sudah ada ya dikasih angka satu gitu ya. Kemudian yang penting sebenarnya ya judukisnya apakah waktu dia menceritakan latar belakang itu sesuai dengan juknisnya atau tidak. Nanti kalau di sini tidak ada keterangan yang peta yang dibutuhkan ya nanti tidak kita isi ya Bapak Ibu. Nah di sini nanti ada gambaran umum bab duanya ini rigid semua ya. Jadi kalau kondisi fisik daerah itu harus ada geografi dan administrasi, iklim, topografi, hidrologi, geologi, rawan bencana. Jadi saran saya kalau kita membuat dokumen ini, usahakan semua judul apa namanya bab maupun subbab itu dibuat sama ya, Bapak, Ibu dengan juknis ini ya. Tapi mungkin kasih keterangan misalnya Bapak ini gambaran umum misalnya wilayah kabupaten mana gitu ya. Ini jelas. Tapi sebabnya ya nanti judulnya pakai ini saja misalnya kondisi fisik daerah, sarana dan prasarana sosial budaya ekonomi. Jadi paling aman itu kita kasih nama yang sama persis ya dengan apa namanya template-nya dari ee JKDIS ini ya. Nah, ini misalnya di sini ada kebutuhan peta Bapak Ibu. Kita lihat di sini mana misalnya ini ya misalnya spam perkotaan ini ada kebutuhan petanya ada warna biru di sini yang harus kita isi Bapak Ibu. Jadi dia diminta ada peta terkait dengan spam perkotaan ya. Itu kita baik yang jaringan perpipaan maupun yang bukan jaringan perpipaan itu harus dibuatkan petanya ya. Nah, ini harus kita cantumkan. Kalau enggak ada ya nanti skornya jadi nol. Kemudian misalnya yang ada peta lagi di sini ini ya proyeksi kebutuhan air ini peta RTRW. Ini diminta ya peta RTRW ada peta rencana daerah pelayanan. Ini harus ada skornya di sini. Kemudian juga ada potensi air permukaan ini dipetakan diminta ada petanya. Kemudian potensi air tanah ini juga dibuat petanya ya. Jadi kalau di sini sudah dicantumkan ada petanya Bapak Ibu harus mencantumkan petanya ya. Kemudian juga misalnya di bab 7 ini ada rencana pengembangan SPAM itu ada kebijakan struktur dan pola pemaphan ruang wilayah ya. Ini dia ada kebutuhan terkait dengan petanya ya. di sini ada satu, satu, dan seterusnya. Ini kemudian ada potensi penyemparan tanah dia minta peta ya, kasih peta satu di situ ya. Jadi nanti ee skor itu nanti akan dihitung ketika kita sudah memasukkan angka-angka ini ya Bapak, Ibu. Ini nanti di sebelah kanan ini ada otomatis ya dia langsung ngitung sendiri sehingga nanti bisa dihitung totalnya skornya berapa persen gitu ya. J nanti kita tinggal menggunakan matriks ini ee untuk bisa menentukan apakah skor kita sudah sesuai atau tidak. Oke, kita akan ee apa namanya? Menunjukkan Bapak Ibu terkait contoh ya. Contoh dari dokumen ini saya ambilkan dari salah satu dokumen resp ya dan saya sudah lihat ini kalau dari segi format apa namanya penulisan ini sudah menggunakan JKNIS yang terbaru ya. Nah, ini dokumen ini saya dapatkan dari di internet ya dari Bapak Ibu sebenarnya kalau Bapak Ibu rajin ini bisa mendapatkan berbagai dokumen yang ada di internet ya. Jadi kalau mau melihat contohnya seperti apa, kita lihat contoh dari dokumen apa namanya? Prispam ya. Sebentar. Oke, ini kita akan mencoba Bapak Ibu untuk membandingkan ya antara skor penilaian dengan ee apa namanya dokumen ya. Ini dokumennya adalah respang ya di Nangro Aceh Darussalam sana ya. Oke, kita akan mencoba untuk melakukan evaluasi ee kesesuaian dengan outline ya, Bapak, Ibu. Di sini misalnya kita lihat di dokumen kita itu bab 1. Kita lihat ya misalnya pendahuluan, kemudian latar belakangnya ada, maksud dan tujuan juga ada, kemudian sasaran juga sudah ada, ruang lingkup kegiatan ada, keluaran ada, sistematika laporan ada. Ya, walaupun judulnya beda ya di sini. sistem penulisan laporan di matriks penilaian itu sistematika laporan ya yang apa namanya bisa kita maklumia lah gitu ya. Kemudian kita lihat untuk yang bab du ya Bapak Ibu. Bapak bab du di sini isinya adalah terkait dengan kondisi fisik daerah ya. Nah, ini seringkali yang kadang kala keliru di sini Bapak Ibu. Kondisi fisik daerah tadi karena kita mendapatkan dokumen dari dokumen lain ya misalnya RTRW. RW kan rata-rata sangat lengkap sekali ya kalau kita menceritakan terkait deskripsi wilayah kita gitu ya. Itu kan sangat lengkap tetapi mungkin urutan dari subabnya tidak sama ya dengan yang diminta. Jadi nanti bisa jadi skornya ee menjadi hilang ya untuk sesuaian dengan outline gara-gara kita tidak mau menyesuaikan ya dengan format penulisannya. Nah, ini mungkin kalau kita lihat dari segi judul ya, Bapak, Ibu. Di sini ee untuk kondisi umum daerah di outline-nya tulisannya gambaran umum, tapi di ee dokumen ini tulisannya adalah kondisi umum daerah. Ini mungkin masih bisalah ya. Kemudian kita lihat di sini kondisi fisik daerah itu isinya apa saja? Ada geografi dan administrasi, ada ya iklim, ada topografi, ada hidrologi, ada geologi, ada rawan bencana. Jadi untuk subbab 2.1 ini sama persis ya, aman ya. Kemudian 2.2 itu adalah sarana dan prasarana. 2.3 itu sosial, budaya, dan ekonomi. Kemudian ada sub sub-subbabnya lagi sosial sosial dan budaya dan ekonomi. Kemudian 2.4nya ruang dan lahan. 25 kependudukan, 26-nya itu keuangan daerah. Ya, walaupun mungkin namanya beda ya. di Juknis tulisannya adalah keuangan daerah. Di sini tulisannya kondisi keuangan daerah, ya. Kemudian sub-sebabnya sama penerimaan daerah, pengeluaran daerah, sama pembiayaan daerah, ya. Jadi ee yang mungkin berbeda hanya nama, tapi saya kira itu bisa di apa namanya? Diphami, ya. Kemudian ee kita lihat di bab 3 ya, kondisi existing. Di sini kita lihat 3.1 itu gambaran umum. Kemudian aspek teknis ya. Aspek teknis di sini ada spam perkotaan, ada bagiannya ada jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan. Di sini dia hanya menuliskan spam perkotaan saja ya, tidak sampai lebih detail lagi. Kemudian ada spam perdesaan juga sama cuma memang tidak ceritakan sampai jaring perpipaan dan bukan jaring perpipaan. Jadi nanti akan dilihat di dalam dokumentar tersebut apakah mencantumkan yang jaring bermippaan dan bukan jaring berpipaan. N kalau enggak ada nanti berarti tidak sesuai ya. Kemudian nonteknis di sini ada aspek keuangan, kelembagaan, pengaturan, ya. Nah, di sini kita lihat aspek nonteknis ini untuk yang pengaturan tidak ada, Bapak Ibu. Jadi otomatis untuk subbab sub-subbab aspek pengaturan itu tidak ada ya. Berarti tidak sesuai dengan outline-nya, ya. Outline-nya tidak sesuai. Kemudian isinya nanti kita cek apakah di dalamnya itu ada enggak yang membahas itu. Kalau enggak ada berarti nanti skor untuk apa namanya aset pengaturan dari kesuhan outline data maupun kesan dan juknis nanti skornya jadi nol semua. Kemudian kendala dan permasalahan di sini ya kalau di dokumen tulisnya adalah aspek permasalahan itu ada aspek teknis maupun nonten tulisannya ada tambahan aspek permasalahan. Kalau di juknis hanya tulis aspek teknis. Kemudian di dalamnya itu ada yang spam BOMD sama spam lembaga pengelolaan non BMD ya kalau mau spesifik lagi. Kemudian kita lihat untuk yang bab keempat Bapak Ibu di sini ada standar dan kriteria perencanaan ya. Nah kalau di sini kan tulisannya standar dan kriteria penyusunan Rpam ya. Nah, ini sebenarnya mungkin enggak tepat ya. Kalau ini kan ee karena ini yang lebih tepatnya adalah perencanaan karena nanti di sini bisa juga detail terkait dengan perencanaan Bapak Ibu. Jadi mungkin judulnya ini kayaknya perlu diperbaiki ya. Kemudian di sini ada kriteria perencanaan, ada unit air baku sudah sesuai, unit transmisi, ada produksi, distribusi, sama pelayanan ini sudah sesuai. Kemudian standar kebutuhan air di sini ada domestik, kemudian kebutuhan air nonomestik. hari maksimum, jam puncak sama kebocoran. Ya, ini sama ya sudah sesuai ya. Kemudian 4.3 itu adalah proyeksi jumlah penduduk sudah sama. Kemudian berikutnya 4.4 berbutan air baku, perodecanaan sama kriteria daerah ee layanan. Nah, ini sudah sama ya, sudah sama, sudah sesuai. Kemudian yang bab 5 proyeksi kebutuhan air di situ ada arah pengembangan ya ee di sini diteruskan ke arah pengembangan Kota Sabang ya. Kemudian ada rencana daerah pelayanan sama proyeksi jumlah penduduk sama proyeksi kebutuhan air minum. Ya, ini saya kira sudah sesuai ya. Kemudian yang bab 6 itu terkait dengan potensi dan rencana pengembangan air baku ya. Pertama terkait dengan potensi air baku eh air permukaan ya. Air permukaan itu ada air permukaan yang telah dimanfaatkan, potensi air permukaan yang dimanfaatkan sama potensi air tanah ini juga sudah ada. Kemudian ada neraca air, ada alati sumber air baku, ada perizinan. Ada kriteria dan penjaringan potensi air baku ya, baik itu air baku yang dapat digunakan ataukah yang debit andalnya mengalami kekeringan. Kemudian air baku defisit ini sudah sesuai semua ya untuk ee bab 6. Kemudian yang bab 7 kita lihat di sini 71 itu terkait dengan kebijakan struktur dan pola pemanfaatan ruang wilayah ya. di dokumen ini tulisannya adalah rencana pola pengatan ruang wilayah ya. Jadi dari segi nama ee masih perlu diperbaiki ya kalau mau diperbaiki supaya sama ya. Tapi di dalamnya ada kebijakan tata ruang, struktur tata ruang, pola pembangunan ruang itu sudah ee sesuai ya. Kemudian penyelenggaraan wilayah atau daerah pelayanan atau zonasi sudah ada. Kemudian 7.3 3 itu kalau di apa namanya di outline ya di Juknis itu judulnya adalah rencana pengembangan spam ya tapi kalau di dokumen itu tulisannya adalah tingkat pelayanan ya kadang-kala seperti ini kita kurang ee cermat ya. Kemudian di sini ada matriks pemilihan. Ini kalau kita di level profesi ya, kalau bukan profesi nanti tidak perlu menuliskan apa namanya ee terkait dengan ee skemanya ini ya. Kemudian ada rencana pentahapan di sini ada sebenarnya kalau ini mungkin bisa di sini kebetulan ee kalau kita perhatikan mungkin dia menggunakan nah ini ya rencana zona satu kemudian zona du dan seterusnya ada kebutuhan air kemudian ada alternatif rencana pengembangan olu di dokumen rencana penyelenggaraan ya untuk masing-masing zona. Kemudian ada penurunan tingkat keyangan air baik fisik maupun non fisik. Kemudian potensi sumber air baku, ada perhitungan neraca air, kombinasi sumber air bako, perhitungan biaya capek opex ya kalau kita lihat di respnya ada ya. Kemudian ada keterpaduan dengan sarana dan proses sanitasi ya. Jadi ee saya kira sudah sesuai. Kemudian yang bab ke-8 adalah analisis pendanaan. Kita lihat isinya ee sama ya. Ada kebutuhan investasi sumber dan pola pendanaan. Ada kebutuhan investasi sumber dan pola pendanaan. Cuma nampaknya di sini dia ada apa namanya? Ee di sini dia empat karena lintas provinsi ya, Bapak, Ibu. Jadi nanti kalau kita lihat di respnya kabupaten kota nampaknya cuma ada ee lebih lebih sedikit ya. Jadi jumlahnya dia tidak mencantumkan yang lintas provinsinya. Jadi ee apa namanya baru penyesuaian terkait dengan matriksnya. Kemudian dasar penentuan asumsi keuangan juga sudah ada. Hasil analisis kelayakan ekon keuangan dan ekonomi ini juga sudah ada ya bahkan dijelaskan secara detail. Kemudian terkait bab yang terakhir ee rencana pengembangan kelembagaan ini juga sudah dijelaskan terkait lembaga penyelenggara SPAM, kemudian struktur organisasi BLU ya, kemudian badan usaha milik daerah, pengembangan lembaga pola spam ya, kemudian ada sumber daya manusia sama rencana pengembangan sumber daya manusia. Nah, Bapak Ibu kalau kita lihat dari kesesuaian dengan outline dokumen yang kita jadikan contoh ini secara garis besar sudah sudah sesuai ya. Jadi mungkin hanya mungkin hanya satu atau dua saja yang masih belum sesuai ya. Tapi sebagian besar ini sudah sudah sesuai. Jadi skornya nanti untuk kesuaian dengan outline ini ee cukup tinggi ya. Nah, sekarang kita akan mencoba untuk mencermati di masing-masing apa namanya ee subab ya, bab dan subabnya. Oke, kita lihat di sini kita akan coba bandingkan dengan apa namanya ee Juknis ya. coba. Mudah-mudahan ini bisa terlihat dengan jelas di apa namanya ee laptop ataukah ee apa namanya perangkat lain yang Bapak Ibu gunakan ya. Oke, kita lihat di sini ya. Ini juknisnya dari apa namanya? Surat edaran dijenak karya ya. Kita lihat di sini untuk ee latar belakang si ya. Jadi di sini yang mau diceritakan terkait dengan aspek legalnya, kemudian isu utamanya ya, permasalahannya. Ini kita lihat ini yang level provinsi sebentar coba kita lihat yang level kabupaten kota ya. E sama aja ya. Oke. Jadi di sini kemudian kalau kita perhatikan ya secara garis besar mungkin ada beberapa yang ee apa namanya sudah sesuai ya terkait permasalahan. Ini juga dicantumkan ini ada kebocoran pipa, kemudian pengaliran juga masih pakai pompa dan seterusnya. ini juga sudah dijelaskan. Kemudian di maksud dan tujuan kalau kita lihat ya, kalau contohnya ya sebenarnya kalau kita mau membuat laporannya sebenarnya lebih mudah ya Bapak Ibu karena di sini sudah ada template-nya. Jadi misalnya disebutkan misalnya maksud dan tujuan maksud dari kegiatan apa ya kegiatannya adalah penyusunan dokumen spam Kota Sabang. Ini adalah ini bisa menginasi kebutuhan air minum, mengetahui program yang dibutuhkan memberikan masukan. Jadi berarti kalau kita sebagai konsultan kalau sudah ada template-nya ini ya lebih mudah sekali ya karena beberapa hal ya tinggal kita ganti saja dengan data di wilayah perencanaan yang kita akan rencanakan ya. Kemudian tujuan ini juga disampaikan juga sasaran. Sasaran juga sama persis ini ya antara Juknisnya ya. Ya kalau sesuai dengan Juknis nanti ya gampang menilainya ya. Jadi orang yang menilai oh ini sama persis ini ya tinggal dicentang saja ya makanya dapat skor satu ya. Kemudian ini ruang lingkup kegiatan ya. Kita lihat di sini juga sudah dijelaskan ada dari A sampai K ya. Di sini juga dari A sampai K ya. Jadi beberapa hal yang di sini yang bisa kita langsung gunakan, kita pakai ya, kita bisa gunakan Bapak Ibu. Tapi nanti ketika bicara terkait dengan detail kondisi assisting kan di jurus kan enggak ada ya. Jadi paling ya itu nanti akan berbeda ya. Kemudian sistematika laporan juga sudah dijelaskan ya. Ini terkait dengan penjelasan masing-masing bab isinya apa saja itu nanti bisa kita lihat ya. Oke, saya kira bab 1 aman. Kemudian bab du. Nah, ini mungkin kita bisa melihat seperti apa sih yang diceritakan terkait dengan gambaran umum wilayah ya. Jadi misalnya kondisi gambaran umum ya. Jadi di ini ee ada gambaran kondisi fisik daerah. Ini aspek geografi dan administrasi ya. Nah, sebenarnya kalau kita lihat poinnya di sana ada apa namanya beberapa hal dikatakan menjanikan kondisi geografi dan administrasi ya. Nah, di sini sudah ditentuk ee ditunjukkan ee letak geografisnya di mana, kemudian luasnya seperti apa. Nah, ini sudah dijelaskan di sini. Nah, termasuk ditunjukkan petanya ya. Peta administrasi Kota Sabang ini ada terdiri dari sekian kecamatan gitu ya. Kemudian kondisi iklim ya. Kondisi iklim itu ada terkait pembagian zona, kondisi iklim, serta data cera hujan ya. Nah, di sini mungkin yang ditunjukkan hanya terkait dengan ee data cerah hujan sama penyinaran sinar matahari, ya. Kemudian topografi ini menjelaskan terkait kondisi ee kemiringan lerengan ya atau kondisi dataran. Nah, ini dijelaskan ya ee secara spesifik kemudian dilengkapi dengan peta topografi ya. Ini kita lihat apakah ada petanya. Nah, ini ada ya peta lereng Kota Sabang. Nah, ini kan sesuai berarti dengan ee dengan ee Jnis ya. Kemudian kondisi hidrologi ya terkait dengan sumber air di sini jelaskan ada air permukaan, ada mata air ya itu sudah dijelaskan. Kondisi geologi juga sama apa jenis-jenis batuan ya itu sudah dijelaskan secara lengkap di sini di dalam dokumen. Kemudian ini termasuk juga ada peta geologinya juga ada kondisi kawasan rawan bencana ya. Ini kita juga jelaskan secara spesifik di sini ya. Ini termasuk juga apa namanya petanya ya. Petanya juga ada. Kemudian sarana prasarana ya dijelaskan mulai dari transportasi energi, kemudian pengolahan air limbah ya ada persampahan, kemudian ada drainase, ada jalan yaah ini semuanya dijelaskan walaupun memang tidak sedetail kalau Bapak Ibu menuliskan di dalam RTRW ya. RTRW kan sangat-sangat detail. Jadi tinggal dirangkom saja dari data yang ada di dokumen RTRW itu nanti bisa digunakan di dokumen ini. Kemudian ada kondisi sosial, budaya, dan ekonomi ya. Nah, di sini ada keterangannya apa saja terkait dengan perkembangan sosial, ekonomi, budayanya, kondisi perekonomiannya, ya juga jelaskan. Kemudian ruang dan lahan. Nah, ini juga sudah dijelaskan ya untuk area terbuka, kawasan hutan, perairan dan seterusnya luasannya berapa. ini juga bisa dijelaskan termasuk kalau di sini ada petanya bisa tak cumkan petanya. Kalau pendudukan di sini mencantumkan ee wilayahnya ya dan jumlah ee penduduknya berapa saja ya termasuk juga badan penduduknya. Kemudian untuk kondisi keuangan daerah kita bisa lihat di sini ada terkait penerimaan daerah ya, penerimaan, pengeluaran sama pembiayaan. Nah, ini ini bentuknya seperti yang di Juknis ya. Formatnya juga hampir sama ya, ada perimaan, ada PAD dan ada perimbangan, pengeluaran juga sama di sini ada belanja langsung tidak langsung, pembiayaan daerah juga terkait dengan SILPA dan seterusnya ya. Jadi ini sudah sangat lengkap. Kemudian kita masuk pada ee spam assisting ya. Ini kita mulai dari gambaran umum ya. sistem penyediaan air minumnya seperti apa ya. Mungkin ada unit-unit yang ee wilayah layanannya kemudian caknya seberapa banyak itu dijelaskan secara ee umum ya, tidak sampai detail di sini tapi nanti begitu sudah masuk ke apa yang lainnya data-data seperti akses air bersih ini juga sudah dicantumkan ya. Ini kinerja perusahaan akses air bersih seperti ini ya. Jadi kita punya data terkait dengan akses amannya berapa persen targetnya nanti berapa banyak ya targetnya sampai akhir tahun perencanaan ases layaknya layak dasarnya berapa ases layak terbatasnya berapa sampai akses tidak layaknya dan tidak tidak ada akses ya ini sudah sesuai dengan format apa ee tabelnya ya kemudian untuk aspek teknis di sini nanti apa namanya masuk ke spam perkotaan ya nah spam perkotaan di sini nya ada yang jaringan perpipaan dan non jaringan perpipaan ya. Nah, di sini sebenarnya juga ada penjelasannya ya apa namanya dimasuk ke dalam apa namanya ada bukan jaringan perpivaan juga ada ya. Jadi ee mungkin penjelasannya dilengkapi dengan beberapa data di tabel di sini ya. Oh ini jaringan perpipaakan mana saja. Kemudian kinerja teknisnya ya. ini karena di level kabupaten maka nanti apa namanya di masing-masing wilayah atau kalau misalnya di sini dia pakai kota ya kota Sabang ya berarti n ini hanya kotanya saja kemudian ini juga dijelaskan perkataan untuk jaringan perpipaan secara detail itu mulai dari unit air baku ya air baku dijelaskan apa saja sumbernya ya air permukaannya dari mana saja ini dibuatkan ee ee penjelasannya termasuk mungkin informasi-informasi beserta mungkin dengan foto ya, foto-foto ee dari sumber airnya ini bisa ditampilkan juga di sini. Kemudian mata air. Nah, ini juga ditampilkan kondisinya, lokasinya di mana saja, kapasitasnya berapa, kemudian air tanah juga sama. Kemudian di sini ada air curah, ya. Kemudian ada unit produksi ya. Ini kita lihat di sini unit produksi ini dijelaskan WTP-nya apa saja ya unitnya ya. Kita juga tunjukkan foto-fotonya ya di beberapa unit yang ada di sana. Jadi nanti Bapak Ibu bisa apa namanya mengumpulkan data-data ini kemudian nanti tinggal dituliskan di ee apa sesuai dengan subab yang ada di sini. Kemudian ini unit distribusi juga dijelaskan ya terkait dengan aspek-aspek apa namanya jenis-jenisnya kemudian kondisi tekanan dan seterusnya. Ini juga dijelaskan termasuk juga ada tabel-tabelnya. Kemudian ada unit layanan ya. Unit layanan disampaikan ini berapa persen yang terlayani ya. Pertumbuhan pelanggannya berapa banyak ya, jumlah pelanggannya berapa banyak. Ini bisa ditunjukkan di sini ya. Kemudian, nah ini yang schematik spam existing ya. Jadi ini ditunjukkan ya kondisinya misalnya untuk di unit mana spam-nya nanti seperti ini ya. Nah, itu kita gambarkan Bapak Ibu untuk masing-masing ee apa namanya? unit atau IKK-nya biasanya kalau kita pakai IK. Kemudian, nah ini semuanya kita gambarkan di sini secara detail. Untuk pengajaran perpipaan ini juga dijelaskan ya, misalnya dari sumur dangkal berapa banyak yang dilayani dari sumur pompa ee penampung air hujan, terminal air dan seterusnya ya. Ini sesuai dengan apa namanya tabel yang diminta ya. Jadi sama persis. Kemudian yang perdesaan ini juga dijelaskan walaupun mungkin ee tidak secara detail ya, namunkan informasinya terkadang untuk yang spam pedesaan ini ee seringki terbatas ya Bapak, Ibu karena apa namanya ee pengelolaannya kadang-kadang mereka tidak punya database yang bagus ya. Padahal kalau sebenarnya kalau kebutuhannya cukup banyak di sini ya, tabel-tabelnya yangak yang ada di sini. Kemudian aspek nontis ini juga dijelaskan terkait dengan aspek keuangan gitu ya. Kemudian apa namanya ee terkait dengan kelembagaan juga ya pendapatan ini masuk juga di sini ini mungkin informasi-informasi dari apa namanya ee BUMD ya keuangan sudah. Kemudian ada pengaturan ya, pengaturan terkait dengan ee peraturan-peraturan di level kabupaten kota yang sudah dibuat terkait dengan ee penyediaan air minum. Ini juga dicantumkan di dalam apa namanya dokumen kita ya. Oke. Kemudian ada permasalahan ya. Permasalahan ee yang ada apa saja ya di sini diceritakan mulai dari unit RBAKO misalnya dia bermasalah dengan kualitasnya ya. kualitasnya. Kemudian ee penyusutan debit misalnya unit produksi ini juga ada beberapa masalah distribusi pelayanan ya. Ini nanti bisa kita rekap terkait dengan kendala di aspek ee teknis ya. Oke. Kemudian yang non teknis terkait dengan apa namanya? keuangan dan juga kelembagaan termasuk juga operasional. Ini juga di dijelaskan ya di bab 3 ini. Oke. Kemudian yang bab 4. Bab 4 sebenarnya beberapa dokumen itu bisa kita acu ya. Dikatakan di sini untuk kriteria perencanaan nanti Bapak Ibu menggunakan acuan di Permen PUPR nomor 27 tahun 2016 ya. Nanti ee dokumen ini juga saya bagikan juga Bapak Ibu. Jadi nanti Bapak Ibu bisa melihat di sana terkait dengan perencanaan teknis ee kriteria perencanaan untuk masing-masing ee unit ya misalnya unit Air baku, kemudian ada unit transmisi ya di sini dijelaskan ya. Jadi kita hanya kopas saja sebenarnya dari dokumen-dokumen ee yang ada di sini ya. Jadi tinggal nanti Bapak Ibu tinggal menggunakan apa namanya beberapa acuan yang ada di sini ya. ini mungkin saya lewati saja yang bab 4 karena saya kira itu hanya tinggal ngambil saja ya dari dokumen dokumen apa namanya yang teknis ya. Oke, kita akan masuk yang bab 5, Bapak Ibu. Ini ketara rencana cukup banyak ya, cukup detail ya. Jadi ya mungkin bisa beberapa puluh bab lah. Jadi ini apa namanya standar-standar yang kita gunakan ketika kita merencanakan ya. Jadi waktu mencanakan misalnya kebutuhan air standarnya berapa itu nanti bisa kita pakai ini rumus-rumus proyeksi, rumus perhitungan itu semuanya ditaruh di sini. Oke. Kemudian yang bab 5 di sini terkait dengan proyeksi kebutuhan air ya. Di sini pertama terkait dengan arah pengembangan wilayah ya. Ini dijelaskan dari dokumen apa namanya ee tata ruang ya mat dari RTRW. Jadi di sini dijelaskan apa namanya untuk ee program-program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah ee daerah itu apa saja ya. Itu di dokumen RTRW itu sudah dibuat secara detail. Jadi Bapak Ibu tinggal mengambil saja dari dokumen RTRW kemudian tinggal disalin di ee dokumen ini. Kemudian kita lihat untuk yang ee rencana daerah pelayanan ya. jana daerah pelayanan. Nah, di sini tadi ada kebutuhan peta ya, peta struktur ruangnya ini nanti harus dicantumkan. Pola ruang di sini lengkap ya. Kemudian untuk rencana daerah pelayanan kalau kita lihat di sini ee sudah ditentukan ya. Misalnya untuk rencana pengembangan jaringan, ada rencana pengembangan apa namanya ee di beberapa lokasi ya. ini sudah ada rencananya dari tahun sekian sampai tahun sekian itu sudah dituliskan di dalam apa namanya dokumen ee RTRW ya. Jadi nanti mungkin nanti ini sebagai acuan ketika kita akan membuat rencana pengembangan di dokumen ee Rpamnya. Kemudian ini juga ada peta rencana pengembangan wilayah layanan juga ada. Kemudian proyeksi jumlah penduduk ini saya kira seperti biasa saja ya Bapak Ibu. Kita ngitung pakai metode apa saja. Kemudian nanti kita hitung apa namanya kita tentukan metodenya baru kita hitung apa jumlah penduduknya. Yang air minum saya kira juga biasa saja ya. Kebetulan air domestik, non domestik dan seterusnya sesuai dengan standar perhitungan ya. Jadi misalnya untuk nonomestik itu apa saja saya kira Bapak Ibu yang sudah berkenci pengulama di air minum kan sudah sangat paham ya standar-standar ini nanti bisa tinggal di tinggal dipakai saja ya. Kemudian ee ini nanti dapat keluar tabel kebutan airnya sampai akhir tahun yang akan datang ya. Oke ini. Nah sekarang kita masuk yang bab 6 ya. ini bab 6 potensi dan rencana pengembangan ee air baku. Nah, untuk potensi pengembangan ee potensi air permukaan di sini yang pertama ini dijelaskan ee apa namanya di dokumen ini terkait dengan beberapa wilayah sungai yang ada di tempat tersebut gitu ya. termasuk yang sudah dikelola oleh BWS itu nanti sudah dijelaskan secara detail di sini. Kemudian ada bar permukaan yang telah dimanfaatkan dikembangkan ya. Nah, ini kita bisa menceritakan ya oh ini sumber airnya dari mana, lokasinya di mana, yang sudah memapakan berapa banyak ya dibangunnya tahun berapa ya. ini bisa kita jelaskan di sini ya, termasuk dengan sumber-sumber air yang ada ya, misalnya dari mata air, kemudian ada sungai, danau gitu ya. Itu kita bisa lihat dari kapasitas yang ada yang terpakainya berapa kemudian yang masih idle capacity yang ee yang masih belum terpakai ya maksud saya itu nanti nanti bisa kita tunjukkan di sini. Kemudian nanti ini menjadi dasar baik kita untuk nanti akan memanfaatkan gitu ya, memanfaatkan dari sumber air baku yang ada. Di sini juga ditunjukkan ya peta sumber air baku penyediaan air minumnya ya yang permukaan ya tadi karena di Juknis juga ada permintaan terkait dengan ee peta. Kemudian ada juga terkait dengan potensi air tanah ini juga dijelaskan ada mata air, ada sumur dalam ya. Kemudian di sini juga digambarkan kondisi akivernya ya, lokasinya di mana karena memang ada kebutuhan terkait dengan ee petanya ya. Kemudian neraca air ya kita lihat di sini untuk neraca air ini juga juga dihitung yaitu dengan mengidentifikasi ketersediaan dan juga kebutuhan apa saja yang akan digunakan yang akan menggunakan R tersebut gitu ya. Nah, ini bisa dihitung kondisinya ada beberapa yang sudah minus ya. Jadi kalau saat ini mungkin tahun 2000 24 misalnya masih masih surplus gitu ya. Kita lihat contohnya ini mata air mata air ya. Dia saat ini masih surplus 20,25 ya liter/detik. Tapi kalau kita lihat kebutuhannya di tahun 2042 dengan proyeksi kebutuhan air ternyata jumlahnya sangat banyak ya sehingga kondisinya menjadi minus ya. Jadi nanti mungkin apa namanya mata air ini hanya dipakai sampai tahun berapa gitu ya. Setelah itu sudah enggak bisa lagi ditambah ya kapasitas untuk pengambilannya. Kemudian ada juga yang misalnya di sini masih surplusnya masih banyak ya sampai 85 gitu ya. Jadi apa namanya ini kita bisa melihat ee dengan raca air itu kondisi wilayah kita sumber air bakunya ini apakah masih mencukupi atau tidak terkait dengan ketersediaan ee sumber air bakunya. [tertawa] Kemudian yang berikutnya adalah terkait dengan ee alternatif sumber air baku ya. Jadi di sini apa namanya ee dicantumkan juga apa namanya terkait dengan rencana-rencana untuk pembangunan reservoar gitu ya. Jadi ada perluasan jaringan juga ya. Jadi mungkin karena ini satu pulau kecil ya jadi sangat-sangat terbatas untuk ee sumber air cadangannya. Kemudian terkait perizinan ya, saya kira ini juga sudah di apa ditunjukkan juga perizinan apa saja yang sudah dilakukan ya ketika menggunakan air baku tersebut ya. Jadi ini mungkin tadi ada satu pertanyaan ya terkait dengan perizinan ini ya. Jadi memang untuk ee pengambilan air tanah ya. Jadi, Bapak, Ibu kalau misalnya mengambil sumber air tanahnya dari air tanah dengan kapasitas yang melebih 50 L/ detik, maka sesuai dengan ee ee peraturan ya peraturan dari Kementerian Lingungan Hidup itu ada kebutuhan yaitu ee dokumen AMDAL ya. Kalau kurang kalau kurang dari 50 L/ detik sampai sekitar 10 kalau enggak salah ya, itu dia pakai KLUPL. Tapi kalau kurang itu nanti hanya pakai apa namanya SPPL gitu ya. Nah, itu nanti sebenarnya untuk perizinan itu nanti bisa juga dimasukkan di dalam kebutuhan program ya. Jadi waktu Bapak Ibu nanti misalnya akan merencanakan untuk penambahan unit produksi gitu ya. Kemudian dia mengambil sumber airnya dari air tanah. Maka ya ketika kapasitasnya besar maka ada kebutuhan misalnya dibutuhkan untuk dokumen AMDAL misalnya ya. Berarti kita mengalokasikan anggaran untuk penyusunan dokumen AMDAL gitu ya. Jadi nanti itu juga masuk ke dalam ee program ya program yang nanti kita usulkan untuk nanti dibiayai ya. Kemudian di sini ee kriteria dan penjaringan potensi air baku. Di sini juga dituliskan juga air baku yang dapat digunakan dari mana saja ya. Nah, ini juga dijelaskan kondisinya. Kemudian air baku yang debitnya mengalami kekeringan. Ini juga diceritakan juga walaupun nampaknya di sini dia tidak menunjukkan datanya ya, hanya apa namanya? Hanya orean saja ya. Kemudian ada baku defisit ya. Mungkin ini tadi dari hasil neraca air kita bisa menghitung jumlah yang defisitnya berapa. Oke, sekarang kita masuk ke inti dari dokumen resp yaitu rencana pengembangan spam ya di bab ee nomor 7. Nah, kalau kita lihat di bab nomor 7 itu diawali dengan rencana ee kebijakan struktur dan pola pemanfaatan ruang ya. Jadi mulai dari kebijakan data ruang ya. Ini sekali lagi kita menggunakan ee dokumen RTRW sebagai data kita ya yang kita masukkan dalam dokumen Rpam ya terkait dengan beberapa kebijakan tata ruang termasuk nanti struktur ruang kemudian pola pemanfaatan ruang ini dokumennya semuanya ada Bapak Ibu di RTRP jadi tinggal diambil saja di dalam dokumen tersebut ini juga sudah tersedia dengan peta-petanya struktur ruang tu kemudian ada pola pemap Katan ruang juga sudah ya kawasan lindung jalur hijau permukin budidaya dan seterusnya ya ini sudah dijelaskan. Kemudian di 72 itu adalah penyelenggaraan wilayah atau daerah pelayanan atau zonasi ya. Jadi nanti di sini akan direncanakan terkait dengan zona pelayanannya ya. Nah, di sini apa namanya? Kebetulan Kota Sabang ini hanya tiga kecamatan ya. Maka dia menggunakan basis wilayah administrasi tersebut sebagai daerah pelayanan atau zonasinya ya. Jadi bisa jadi bisa saja nanti Bapak Ibu menggunakan acuan ee batas administrasi sebagai dasar kita untuk apa namanya menentukan zona pelayanannya ataukah nanti bisa menggunakan dasar yang lain misalnya dari aspek sumber air bakunya ataukah apa kemiripan dari kondisi wilayahnya. ya. Jadi memang ada berbagai cara ya untuk melakukan ee zonasi ya, apakah mungkin dari sumber air bakunya atau dari instalasinya yang ada di sana sehingga kita akan menggunakan ee membuat zonasi tersebut. Nah, nanti kita akan gambarkan ee wilayah kita zonasinya nanti di dalam ee peta. Kemudian di sini ada terkait dengan ee tingkat pelayanan ya. Sebentar. karena apa namanya ee penilaiannya dia ini kebetulan gabung antara yang ee respi sama yang kabupaten kota ya. Tapi kita lihat di sini kita bisa menunjukkan terkait dengan apa namanya cakupan layanannya saat ini seperti apa, mana saja yang masih belum dilayani, berapa persen yang belum dilayani. Kemudian ee masuk ke rencana pentahapan ya atau pengembangan. Di sini dibagi menjadi tiga ya, Bapak, Ibu. Seperti yang ee di awal tadi sempat saya sampaikan bahwasanya untuk pengembangan itu biasanya kita membagi menjadi tiga yaitu jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, ya. Nah, di sini jangka pendeknya itu dari tahun 2023 sampai 2027. Jadi, ada 4 tahun ya. Kemudian jangka menangannya dari 28 sampai 32. Kemudian jangka panjangnya sampai ee 2042. Kemudian ee apa namanya? Ada juga rencana pembentukan zona air minum prima ya. Jadi di sini apa namanya ini untuk khusus melayani ee wilayah atau konsumen yang nanti bisa langsung memanfaatkan air tersebut ya ee langsung diminum dari keran ya jadi zona air minum prima ini juga ada rencana ke sana. Kemudian di sini beberapa kebutuhan juga dimasukkan ya terkait dengan kebutuhan pompa ee lab ya kemudian monitoring dan seterusnya ya. Nah, di sini juga ada matriks rencana pengembangannya di masing-masing zona ya, mulai dari perencanaan, unit bakunya, produksi, sama juga distribusi ya. Kemudian di sini apa namanya? Terkait dengan sistem pelayanan ya untuk masing-masing zona ini juga sudah dibagi dibagi ya. Jadi untuk air baku ee apa saja yang akan direncanakan untuk zona 1 gitu ya. Kemudian ada perizinan juga kemudian produksi ya ini juga disampaikan kebutuhan reservoar distribusi ada rencana penambahan pipa distribusi ya dengan ee diameter masing-masing sejauh sekian meter ya. Kemudian ada rencana pembuatan Pak DD yang baru. Ada ada unit layan juga ini yang jangka menengah gitu ya. Jadi ini masing-masing zona ini dibuat apa namanya ee tahapannya ya Bapak Ibu. Tahapan jangka pendek, jangka menengah sampai jangka panjang ya. Jadi nanti akan sangat detail ee sehingga program yang kita rencanakan ini sudah punya ee arah yang sangat jelas ya untuk masing-masing ee wilayah tersebut ya. Kemudian di sini terkait dengan kebutuhan air mulai dari kaliasi pelanggan ya. Ini juga sudah ini mungkin mengacu pada standar ya SK. Kemudian di sini terkait dengan kebutuhan air domestik untuk zona 1 ya. Ini mungkin nanti apa perhitungan proyeksi kebutuhan air sebenarnya akan lebih mudah ketika kita menyesuaikan terkait dengan zonasinya ya. Jadi mungkin kebutuhan air secara total, tapi nanti ketika sudah masuk ke wilayah masing-masing zona pelayanan itu kita bisa menghitung mengidentifikasi seberapa banyak sih kebutuhan layanannya ya untuk domestik maupun non domestik dan seterusnya ya. Ini juga sudah dijelaskan. Kemudian target kehilangan airnya ya nanti apa namanya ee ditargetkan nanti seberapa banyak ya kehilangan airnya di masing-masing ee zonasi ya. Kemudian ini kebutuhan air. Kemudian alternatif rencana pengembangan juga direncanakan ya misalnya terkait dengan sumber air bakunya ini nanti mungkin ada rencana cadangan nanti menggunakan sumber air baku yang masih memadai ya sehingga nanti ada kebutuhan terkait dengan surat ijit pemasangan brown captering kalau dia mata air ya ee penambahan reservoar kemudian penambahan jaringan ya. Nah ini dijelaskan secara rinci ya. ini memang ee di bab 7 ini memang betul-betul harus detail sesuai dengan program yang akan direncangkan oleh Bapak Ibu semua ee untuk pengembangan apa namanya ee spam ya. Kemudian terkait dengan penurunan tingkat apa namanya kehilangan air ini kalau kita perhatikan di sini apa namanya dijelaskan terkait dengan aspek fisik maupun ee non fisik ya. Jadi karena kehilangan air kan ada juga yang karena aspek administrasi ya ada pencurian juga atau meter airnya tidak berjalan dengan baik. Nah, ini mungkin juga perlu diperbaiki ya. Jadi ada program-program yang dilakukan. Kemudian ada potensi sumber air baku, ada neraca air juga ya. Kemudian rekomendasi sumber air bakunya dan ada pekiran biaya tadi ya. Jadi pekeran biaya untuk capek maupun opek-nya. Jadi ada kebutuhan ya untuk percayaan ded-nya, intake dan seterusnya ya, pipa transmisi, kebutuhan IPA ya, pembebasan lahan dan seterusnya ya. Nah, jadi nanti dari semua pekerjaan yang tadi diusulkan itu nanti kita membuat perkiraan biayanya untuk apa namanya ee pembangunannya, kemudian untuk operasionalnya juga nanti kita bisa mengidentifikasi biaya yang dikeluarkan untuk pegawai listrik BPM ya, kemudian pemeliharaan, pemakaian bahan kimia dan seterusnya ya ini semuanya dimasukkan. Kemudian yang terkait dengan apa namanya ee keterpaduan dengan sarana paras lintasi ini juga disampaikan terkait misalnya di sini masalah pengelolaan air limbah ya ee misalnya ketika ada unit ee IPLT misalnya ya itu nanti mungkin apakah nanti untuk pembuangannya nanti seperti apa gitu ya. Nah, ini mungkin ee tadi ada salah satu pertanyaan ya terkait dengan di dalam bab ini kenapa tidak diatur atau tidak dimunculkan ya tidak dimunculkan terkait dengan pengelolaan dari limbah instalasi pengelolaan air minumnya sendiri gitu ya. Jadi mungkin apa namanya kalau kita perhatikan ee sebenarnya dari proses pengolahan air minum kan memang juga ada lumpur-lumpur yang dihasilkan ya walaupun nanti lumpurnya itu akan dikeringkan ya di selat dry bed kemudian sebagian airnya itu kebanyakan kalau di kita mungkin dibuang langsung ke badan air ya setelah di slide dring bedit-nya tetapi kalau di beberapa tempat karena dari segi persentase masih cukup banyak ya Bapak Ibu jadi kalau kebetulan saya risetnya juga terkait dengan pemanfaatan kembari apa namanya air hasil pengolahan lumpur ya lumpur dari instalasi itu jumlahnya cukup cukup banyak walaupun memang dari segi kualitasnya kan lebih rendah ya sehingga bisa mempengaruhi kualitas air baku kita. Nah, selama ini di tempat kita mungkin jarang yang membahas terkait hal ini sehingga nanti kalau misalnya itu dimasukkan ya nanti Bapak Ibu bisa menceritakan terkait dengan bagaimana rencana pengelolaan terkait dengan air limbah yang dihasilkan dari pengolahan air minum ya. ini terkait misalnya tadi ee dari lumpur ee air yang dihasilkan dari lumpur di sel itu akan seperti apa mekanismenya apakah diyelukah nanti akan dibuang ke ee badan air ya. Oke, kita lihat di sini rekomendasi pengamanan sumber air juga ada ya. Kita lihat di sini ada terkait dengan misalnya reboisasi ya, penanaman hutan kembali, kemudian ada aturan penebangan dan seterusnya ya. Ya, kita bisa apa namanya membuat program-program di sini ya. Dan harapannya nanti ini betul-betul bisa diterapkan sehingga memang kita bisa menjaga terkait dengan ee apa pengamanan sumber air baku yang kita punyai ya. Oke, kemudian bab 8 ini masuk analisa pendanaan ada kebutuhan investasi ya. Ini kita lihat untuk dokumen ini mencantumkan mulai dari alternatif sumber pendanaan ya walaupun kalau di dokumen itu ada kebutuhan investasi ya. Nah, di sini menyebabkan terkait dengan internal cash-nya, thread center creditnya ya. ini mungkin kalau kita perhatikan ee bentuk uraian yang sifatnya ee normatif sih sebenarnya ya kalau kita baca dari dokumen ini. Kemudian ada kebutuhan investasinya ya. Nah, ini mungkin kita bisa lihat tadi dari hasil kita menghitung di bab 7 tadi terkait dengan rencana pengembangan, kita bisa melihat misalnya untuk jadi sebenarnya mau kere rekapan ya Bapak Ibu. Jadi misalnya untuk tawat mendesak tahun 2024-2027 di zona 1 itu yang prioritasnya yang mana ya? Oh ini ada ee investasi sekian miliar ya ee yang akan kita gelontorkan untuk bisa membangun di zona satu di prioritas pertama. Kemudian yang di zona du zona 3 dan seterusnya ya. Ini nanti ada nilai-nilai investasi yang harus dikeluarkan dan direkap di sini. Nah, ini kita bisa melihat ya secara lebih rinci ya untuk jangka pendek di zona satu itu apa saja kebutuhannya ya termasuk harga satuannya, jumlah biayanya berapa ini bisa dimunculkan di sini ya. Oke. Ee oke, kita akan lanjutkan Bapak Ibu. Jadi komponen investasi biayanya termasuk juga untuk operasional itu juga masuk di sana. Kemudian untuk sumber pendanaan itu juga ee dimasukkan ya. Ini ada beberapa opsi ya. Misalnya untuk opsi satu ada pinjaman apakah ambil dari APB APBN ada APBD ya BBD Provinsi ada PPD apa namanya ada yang dari Dirjen Cipta Karya ya ini ada beberapa opsi yang dibuat ya terkait dengan rencana untuk ee pendanaannya kemudian di sini juga ada pentahapannya ya pentahapan sumber pendanaannya ini ada yang tahap berapa banyak ya ee berapa miliar yang akan dikeluarkan tab 2 dan seterusnya ya. Walaupun kalau kita lihat dari formatnya mungkin ee kurang ee tidak tidak sama ya dengan yang di Juknis. Kemudian ada dasar penentuan asumsi keuangan. Ini juga dijelaskan terkait bagaimana melakukan asumsi keuangan tersebut ya. Kemudian di sini ada hasil analisa kelayakannya juga ada analisa keuangannya ya. J ini nanti beberapa perhitungan-perhentungan analisa finansial yang digunakan ee di dalam analisa keuangan itu semuanya dicantumkan di dalam dokumen apa namanya ee resp ya. Nah, ini beberapa contoh perhitungannya. Oke, ya. mungkin beberapa apa namanya ee format tabel ya memang kadang-kadang kita mengalami kesulitan karena mungkin ketidak tersediaan data atau hitungannya terkadang tabel yang kita miliki sedikit berbeda dengan ee tabel yang ada di Juknis ya. Jadi di Juknis itu kondisi yang sangat ideal sekali tapi di resp terkadang kita mengalami kesulitan ketika sampai mau menghitung sama seperti yang ada di di Juknis gitu ya. Tapi saya kira di dokumen contoh dokumen ini saya kira cukup lengkap ya Bapak Ibu ee untuk perhitungan-berhintungannya. Kemudian yang terakhir itu rencana kelembagaan ya mulai dari lembaga pecenggara ESPAM ini juga dijelaskan struktur organisasinya juga dicantumkan juga ya rencananya. Kemudian juga terkait dengan ada BLU, ada badan usaha milik ee daerah gitu ya. Kemudian ada kebutuhan sumber daya manusianya juga disebutkan ya. Jadi kebutuhannya misalnya di sini butuh sarjana teknik lingkungan, teknik mesin dan seterusnya ya. Dan kebutuhan apa namanya proyeksi kebutuhan pegawainya juga sudah dibuat di sini ya. Tahun 2027 sekian 56 pegawai ya. Tahun 2042 ee menjadi 197 ya dengan kompetensi yang masing-masing seperti ini ya. Untuk perencana teknik ini harus lulusan dari mana gitu ya. ini sudah dicantumkan di sini dalam dokumen ini. Oke. Kemudian ee ini juga termasuk apa namanya orian tugasnya masing-masing ya untuk staf yang akan ditugaskan. Kemudian yang terakhir adalah di sini kebutuhan untuk pengembangan, ya. pengembangan di sini adalah ee training-training ya, training-training yang akan di diselenggarakan ya. Misalnya menurut majir minum ini siapa saja yang harus mengikuti ada penyelusunan spam ya. Ya, mungkin hari ini ada Bapak Ibu yang dari dinas ya yang apa namanya memang ee membutuhkan ya training resp ya mudah-mudahan bisa membantu. Kemudian ada training terkait FS DED ya, ada corporate plan AMDAL sistem informasi dan seterusnya. Jadi ini sudah ada rencananya kemudian target tang apa anggarannya tahun berapa yang akan direncanakan termasuk sumber penganggarannya dari mana. Oke, saya kira itu Bapak Ibu terkait dengan apa namanya penjelas penjelasan saya untuk apa namanya ee dokumen Rpam ya, termasuk contoh dari respang ya yang saya lihat ini lumayan bukan lumayan sih sudah sangat baik ya artinya dari segi outline ini sudah sudah hampir 100% sudah sesuai ya kemudian dari IS juga ee saya kira juga sesuai dengan Juknisnya. Jadi apa namanya ini mungkin contoh yang baik yang yang ee bisa Bapak Ibu gunakan sebagai acuan ya ketika kita apa namanya akan menyusun dokumen dokumen Rpam ya. Oke, saya kira itu untuk penjelasan saya. Ee saya kembalikan lagi ke Mbak Nuuha ya untuk mungkin mulai menjawab beberapa pertanyaan dari Bapak Ibu semua ya. Ya nanti mudah-mudahan bisa terjawab semua ya. Jadi kalau misalnya ada yang belum ya mohon dimaafkanlah gitu ya. Oke terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh. Baik terima kasih Bapak. Demikian penyampaian materi penyusunan rencana induk sistem pengelolaan air limbah e air minum yang disampaikan oleh pemateri kita yaitu Bapak Ir. Hudori STM, PhD yang merupakan dosen Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab, kita akan melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu. Untuk Bapak Ibu peserta training online bisa dipersilakan untuk oncam. Dan untuk sesi foto bersama kali ini saya akan dibantu oleh admin. Kepada admin dipersilakan. Ee baik, terima kasih kepada Mbak Luna selaku MC. Selanjutnya saya akan pandu untuk dokumentasi pada sesi du sore hari ini. Sekali lagi saya himbau kepada Bapak atau Ibu yang belum menyalakan kamera bisa dinyalakan terlebih dahulu. Untuk dokumentasi akan dimulai dari slide 1 dari hitungan ketiga. Saya mulai 321. Slide selanjutnya 3 2 1 dan slide terakhir 3 2. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu yang sudah bersedia untuk dokumentasi pada sesi dua kali ini. Selanjutnya akan saya kembalikan ke Mbak Nuha selaku terima kasih. Baik, terima kasih Advin yang telah membantu sesi foto bersama kita pada siang hari ini. Sebelum kita masuk ke sesi tanya jawab, saya izin mengingatkan Bapak Ibu peserta training online yang materi sekaligus sertifikat dan belum request dapat mengisi link yang sudah dikirimkan admin kami di kolom chat Zoom. Kemudian selanjutnya kami juga ingin meminta kesediaan Bapak Ibu untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah di-share di kolom chat supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi. Jadi untuk Bapak Ibu yang dapat memberikan saran dan masukannya di link kuesioner tersebut. Untuk acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab. ee kami sudah merangkumkan kembali pertanyaan sayaan dari Bapak Ibu. Baik, sepertinya tadi untuk pertanyaan Bapak Triukira Putra dan Bapak Eri Manggala ini sudah terjawab dari materi ya, Pak? Iya, Mbak. Sudah, sudah saya jelaskan. Baik, mungkin untuk selanjutnya pertanyaan dari Bapak Syafrudin Raharjo. Mengapa di bab kriteria perencanaan tidak ada unit penanganan atau pengelolaan air limbah dari IPA? Baik, silakan, Pak. Tadi sebenarnya sudah sempat saya bahas ya terkait dengan penanganan dari air limbah dari instalasi pengolahan air minum ya yang bentuknya sebenarnya adalah bentuk lumpur ya lumpur yang mesti kita olah kembali sebenarnya yang nanti mungkin dipisahkan menjadi yang padatan dan juga cairan. Jadi memang kalau kita lihat dari apa namanya Juknisnya sendiri memang tidak tercantum. Jadi ee saya juga tidak tahu mengapa kok itu tidak dicantumkan ya. Tapi saya kira ee mungkin Bapak Ibu kalau mau memasukkan hal ini ini mungkin tadi ada satu bagian di terkait dengan apa ee perlindungan untuk sumber air baku ya. Ya itu nanti mungkin bisa diceritakan di sana ya terkait dengan bagaimana cara kita mengolah air limbah yang dihasilkan dari instalasi kita ya. apakah nanti akan ada proses ee pengolahan tersendiri, kemudian apakah nanti ada diyelukah nanti akan dibuang ke badan air. Nah, itu mungkin Bapak Ibu bisa menambahkan sendiri ya. Tapi memang di Juknisnya sendiri ee tidak ada ya. Jadi saya enggak tahu kenapa tidak ada gitu. Mungkin itu Mbak Mbak. Baik Pak. Terima kasih sudah menjawab pertanyaan dari Bapak Syakbudin. Kemudian pertanyaan selanjutnya dari Bapak Kadri Daud. Pertanyaan pertama untuk skema review respak perlu konsultasi publik, seiding atau ujian lagi? Kemudian pertanyaan kedua, lokasi yang 80% sumber air bakunya air tanah. Bagaimana soal izin lingkungannya? Nomor 3, andal UKL, UPL dan lainnya apakah include dijustifikasi ke dokumen? Dan yang terakhir scoring penilaian apakah dengan formula tertentu atau berdasarkan job in. Nggih. Eh, terima kasih Pak ee Pak Daud ya atas pertanyaannya. Jadi kalau kita lihat dari alur proses ya untuk penyusunan RISPAM sendiri memang ada salah satu tahapan yaitu yang namanya konsultasi publik ya. Konsultasi publik ini sebenarnya ya apa namanya ee menjaring masukan sebenarnya Bapak Ibu. Jadi sebenarnya kalau terkait dengan review respam karena review respam itu kan kita lakukan per 5 tahun ya. Per 5 tahun ini kondisi dari perkembangan wilayah kita mungkin sudah berubah ya. Jadi mungkin 5 tahun yang lalu mungkin tidak ada masalah ya terkait dengan misalnya konflik penggunaan air ya tetapi ee di tahun terakhir ternyata ada. ya. Nah, kalau misalnya ini tidak kita lakukan adanya konsultasi publik dengan mengundang masyarakat pengguna atau pengguna ee air ataukah yang mungkin terdampak dengan adanya pembangunan infrastruktur air minum. Nah, ini nanti mungkin jadi masalah. Jadi, saya kira ini tahapan yang kita selalu lakukan ya. Jadi, ketika melakukan review pun nanti ada forum di mana kita melaksanakan konsultasi publik ya. Jadi nanti kita semacam apa FD gitu ya. nanti kita tinggal undang saja misalnya dari masyarakat, dari pengguna, mungkin dari perguruan tinggi ya untuk sama-sama melakukan pengecekan dan juga memberikan masukan terkait dengan dokumen kita. Kemudian yang nomor dua terkait sumber air bakunya air tanah ya. Ini memang ee beberapa wilayah sebenarnya sudah mulai menghindari ya Bapak Ibu terkait dengan apa penggunaan air tanah ya. Walaupun saya kira juga kita tidak bisa memungkiri apa namanya keterbatasan dari sumber daya air yang kita miliki. Jadi tidak setiap daerah itu memiliki air permukaan ataukah ee sungai yang ee kebisannya besar ya. Kadang-kala hanya mungkin air tanah saja yang dimiliki ya. Nah, untuk kasus di mana sebagian besar sumber air bakunya dari air tanah ini nanti memang ada apa namanya kriteria ya kriteria terkait dengan izin lingkungan. Tadi sebenarnya sudah sempat saya bahas ketika kita menggunakan airnya dengan debit lebih dari 50 L/ detik ya ada rencana pengeburan air tandang dan kapasitas sebesar itu maka kita harus melengkapi dengan dokumen AMDAL. Kalau kurang dari itu nanti ada UKLUPL. Kalau kecil sekitar bawah 10 L/ detik nanti mungkin hanya SPPL saja gitu ya. Nah, kebutuhan dokumen tersebut Bapak Ibu nanti harus dimasukkan di dalam rencana pengembangan tadi ya. Di bab 7 tadi kan kita jelaskan ada dokumen kebutuhan dokumen misalnya ya, ada kebutuhan dokumen penyusunan DD misalnya ada kebutuhan dokumen penyusunan FS, ada kebutuhan dokumen penyusunan AMDAL UKLPL. Nanti Bapak Ibu memasukkan apa rencana tersebut di dalam ee apa namanya ee program tersebut ya. Jadi nanti misalnya di tahun depan misalnya ada rencana untuk kita mengambil air tanah dengan kapasitas sekian. Nah, untuk supaya izinnya bisa keluar maka nanti ada dokumen yang harus di disertai ya. Ya, maka kita mengawalasikan anggaran kita untuk membuat dokumen tersebut. Sehingga ini mungkin apa namanya ee menjadi salah satu ee program yang harus kita lakukan untuk pembangun infrastruktur. Kemudian yang pertanyaan yang keempat itu terkait dengan scoring penilaian ya, apakah dengan formuler tertentu atau berdasarkan juknis. Jadi Bapak Ibu nanti kalau sudah mendapatkan file Excel-nya ya, matriks penilaian itu nanti sebenarnya Bapak Ibu tinggal mengisi pada bagian yang warnanya biru saja ya. Maka nanti secara otomatis itu formulanya akan ngitung sendiri ya. Jadi di Excel itu dia akan ngitung sendiri sehingga nanti bisa didapatkan skor penilaiannya ya. Jadi apakah nilai kita 100 ataukah kurang dari 100 nanti bisa dilihat dari sana. Oke, gitu. Ee mungkin jawaban saya. Monggo. Selanjutnya, Mbak Bapak. Ee di sini kami menawarkan untuk pertanyaan live. Jadi untuk Bapak Ibu peserta training online yang ingin bertanya secara langsung bisa raise hand terlebih dahulu. Apakah ada dari Bapak Ibu yang ingin bertanya secara live? Mungkin sambil menunggu dari Bapak Ibu peserta yang ingin ee bertanya secara langsung ee akan kami lanjutkan dari pertanyaan dari kolom chat. Di sini ada pertanyaan dari Ibu Faidah. Bagaimana dokumentasi keamanan pangan air? Apa saja yang perlu diuji lab dan periodenya jangka waktu pengolahannya? Baik, silakan Bapak. Nggih. Terima kasih Bu Faida ya terkait dengan masalah keamanan pangan air ya yang mungkin sekarang ini juga menjadi salah satu isu yang cukup hangat ya yang berkaitan dengan MBG juga gitu ya. Karena kita banyak mendapatkan apa namanya kasus keracunan dan seterusnya ya. Saya kira salah satu sumbernya kan ee penyakit itu kan bisa dibawa oleh air ya. Itu yang namanya waterbond disease ya. Jadi ketika air bersih atau air yang kita gunakan untuk mengolah makanan tersebut itu tidak kualitasnya jelek gitu ya, tercemar dengan bakteri dan seterusnya ya. Nah, ini kan menjadi potensi-potensi bahaya yang akan membahayakan anak didik kita ya. Jadi ini mungkin salah satu isu juga yang memang perlu kita perhatikan. Nah, terkait dengan masalah keamanan ini sebenarnya kalau di dalam Permenkes yang nomor 2 tahun 2023 itu kan sebenarnya sudah dibahas di sana ya. apa saja sih yang harus kita ukur ya terkait dengan ee kualitas air yang ada di sana termasuk kapan kita harus melakukan uji lab-nya ya. Jadi kalau di peraturan tersebut itu ee sudah diatement bahwasanya untuk parameter pengujian fisik dan mikrobiologi itu harus diuji setiap 1 bulan ya. Jadi 1 bulan sekali itu harus dicek kondisi ee parameter fisiknya ya, fisik maupun ee mikrobolinya ya. Sedangkan untuk yang kimiawi ya, kimiawi itu per 6 bulan ya. Jadi per6 bulan itu harus dicek secara untuk parameter kimiawi ya. Jadi itu nanti yang bisa gunakan sebagai acuan ya untuk melihat apakah apa namanya air air yang kita gunakan itu sudah aman atau tidak dan tidak menimbulkan ee permasalahan ya yang akan berdampak kepada ee masyarakat pengguna kita ya. Oke, silakan yang berikutnya, Mbak. Baik, Pak. Terima kasih sudah menjawab pertanyaan dari Bu Faidat. Ee sekali lagi kami ee umumkan jika kami membuka pertanyaan live. Jadi untuk Bapak Ibu yang ingin bertanya secara langsung dipersilakan untuk hand terlebih dahulu. Baik, sambil menunggu di sini akan saya bacakan pertanyaan dari Bapak Masud. Apa perbedaan air minum dan air di Indonesia sendiri? Apa ada sumber air minum yang bisa langsung diminum? Air kemasan saja yang bisa disebut air minum? PDHM kayaknya tidak ada orang yang berani langsung meminumnya. Nggih. Terima kasih ee pas ee Pak Masud ya. Jadi apa namanya kedua istilah ini kan kalau kita perhatikan terkadang rancu antara tulisan dengan praktik yang sebenarnya ya. Jadi mungkin kita kasih contohnya misalnya PDM perusahaan daerah air minum ya. Ya, sebenarnya kalau dilihat dari apa namanya dan sebenarnya dari proses produksinya ya, produksi yang bagus ya itu memang seharusnya yang dihasilkan dari instalasi pengolan air minum ee instalasi pengolahan airnya itu harusnya standarnya adalah air minum gitu ya, bukan air bersih. Kalau air bersih kan yang kita gunakan untuk misalnya mandi, untuk cuci dan seterusnya gitu ya. Ee walaupun tadi yang sempat juga ada pertanyaan, kenapa di standar 4K tadi untuk faktor keamanan air itu kenapa untuk kuantitas itu dia pakai angkanya adalah 60 liter per orang per hari. Padahal itu kan standarnya untuk air bersih bukan air minum gitu ya. Nah, kalau terkait dengan sumbernya saya kira untuk wilayah-wilayah yang masih apa namanya masih terpencil ya mungkin di hutan-hutan yang masih perawan saya kira ee kita bisa menemukan mata air-mata air yang masih bisa ee langsung diminum gitu ya. Tapi memang dari apa namanya kalau kita perhatikan saat ini ya jumlahnya semakin lama semakin berkurang ya karena mungkin terjadi ee deforestrasi kemudian banyak pencemaran di berbagai tempat gitu ya. Sehingga memang apa namanya ini menjadi tantangan kita walaupun tadi disampaikan ada juga program-program terkait dengan zona air minum primer ya atau ee prima ya. Nah, itu kan memang upaya kita ketika kita menghasilkan air dengan kualitas yang bagus dari instalasi ya. kemudian kita distribusikan. Kalau sistem distribusinya itu masih perpipaannya tidak bisa kita jaga ya kondisinya bisa jadi ya sampai ke konsumen itu tidak layak untuk bisa diminum gitu ya. Nah, ini mungkin juga menjadi praktik yang terjadi di tempat kita ya. Saat ini saya kira hampir sebagian besar ya sebagian besar masyarakat di Indonesia itu rata-rata menggunakan air air kemasan ya dari galon terutama ya. Saya kira hampir semuanya seperti itu ya. Walaupun air yang dialirkan oleh PDHM itu standarnya layak minum gitu ya. Tetapi untungnya kita masyarakat kita itu punya kebiasaan yang baik ya. Jadi mereka ee walaupun airnya standar air minum terkadang masih mau apa ee direbus gitu ya. harus direbus dulu karena untuk meyakinkan diri bahwasanya itu layak untuk diminum atau tidak. Dan kebiasaan ini ternyata juga terbawa ya. Jadi kebetulan ee saya pernah tinggal di Jepang kemudian saya menyaksikan teman-teman Indonesia yang tinggal di sana ya itu tidak berani untuk minum langsung dari kerran ya. Padahal kalau di Jepang itu ketika Bapak Ibu buka dari kerran itu airnya sudah siap diminum gitu ya. Nah, itu karena mungkin sudah kebiasaan atau ketidakpercayaan gitu ya di Indonesia yang namanya air yang keluar dari keran itu ya tidak bisa diminum kan gitu. Takutnya sakit gitu ya. Padahal kalau di sana sudah layak tapi karena biasa tadi ya biasa tidak minum air dari keren ya mereka enggak mau gitu ya. Artya ee apa namanya mereka beli yang air kemasan gitu ya. Nah, ini yang memang menjadi PR bersama kita, Pak. Artinya dari aspek teknis maupun aspek nonteknis ini kan juga perlu perbaikan ya, perbaikan infrastrukturnya terutama mungkin dari yang menghasilkan airnya kemudian dari masyarakatnya sendiri ya. Itu kan kalau kita bandingkan saja dari segi harga ya Bapak, Ibu terkait masalah air ini kan juga menjadi ketimpangan sosial juga gitu ya. Kita menjual air dari PDAM itu kan harganya cukup murah ya per meter kubiknya. Kalau kita bandingkan dengan air kemasan 1 botol 500 mili itu kan harganya ya seperberapanya gitu ya. Jadi memang hal-hal seperti ini masih ee belum bisa kita atasi ya dari berbagai aspek di Indonesia. Ng saya kira itu mungkin ee Pak maksud pandangan saya terkait dengan ee masalah ini ya. Baik Bapak terima kasih sudah menjawab pertanyaan dari Bapak Masut. Pertanyaan selanjutnya dari Bapak Sugiri. Apa reinis kriteria yang harus dipenuhi suatu daerah sebelum memulai penyusunan atau peninjauan respon sesuai SE tersebut? Bapak terkait terima kasih Mbak. Jadi terkait dengan redis kriteria ya sebenarnya untuk kebutuhan dokumen Rpam sendiri kalau Bapak Ibu tadi ee memperhatikan di awal-awal penjelasan saya ya. Jadi kalau dari kondisi saat ini ya di Indonesia hampir seluruh kabupaten kota sebenarnya sudah punya dokumen resp ya mungkin yang level provinsi ya mungkin belum semua provinsi nampaknya ya tapi kalau kita lihat di level bawah di di kabupaten kota ini hampir semua kabupaten kota sudah punya resp ya hanya mungkin tersisa hanya beberapa kabupaten saja yang mungkin akan kita lakukan nanti adalah melakukan review ya melakukan review nah kapan review itu akan dilakukan nah Nah, menurut panduan atau dalam Juknis yang tadi sudah kita jelaskan itu karena dokumen ini adalah dokumen perencanaan yang jangka panjang ya 20 tahun dan kita tahu daerah itu mengalami perubahan-perubahan. Selain daerahnya berubah, kepemimpinan-kepinan di daerah juga mengalami perubahan per 5 tahun gitu ya. Maka memang ee untuk review Rp ini itu memang akan dilakukan per 5 tahun gitu ya. Jadi sebenarnya secara otomatis ya, ketika sudah 5 tahun ya harus harus di-review gitu ya. Apakah ini sudah sesuai enggak dengan kondisi terkini, apakah sudah sesuai dengan arah kebijakan yang baru misalnya. Jadi itu memang memang harus dilakukan. Jadi memang kredit kriteria mungkin kita lihatnya ya dari segi aturan aturan saja gitu ya. Jadi memang kebutuhannya harus divisi per-i tertentu ya kita akan lakukan ee revisi tersebut. Baik, apakah sudah cukup? Iya. Ee kami lanjut ke pertanyaan selanjutnya. Ee baik untuk Bapak Ibu peserta yang ingin bertanya secara langsung masih kami perbolehankan, jadi silakan untuk raise hand ya Bapak, Ibu. Kemudian pertanyaan selanjutnya dari Bapak atau Ibu Zaini, apakah ada dasar terkait dengan kriteria kebutuhan naker atau pegawai untuk kelas atau tipe kabupaten kota? Pada bagian slide terakhir akhir ada pembiayaan hampir 4 tahun sekali keluar biaya R50 juta pada kolom pertama untuk apa? Nggih. Baik. Mungkin ini sambil saya cek juga ya, Bapak, Ibu. Sebenarnya untuk kriteria kebutuhan pegawai ya, untuk apa namanya ee ini memang tidak ada semacam ketentuan ya terkait dengan ee level atau tingkatan dari kabupaten kotanya gitu ya. Mungkin ini berbeda ketika kita bicara masalah penentuan kebutuhan air ya. Itu kan ada keteritaannya ya. Biasanya untuk yang kotak kecil itu nanti dia kebutuhan apa airnya per orang per harinya itu mungkin berbeda dengan yang kota besar gitu ya. Nah, untuk kebutuhan tenaga kerja sendiri sebenarnya mungkin akan condong terkait dengan seberapa besar struktur organisasi yang akan dibuat di tempat tersebut. Ya, ya memang ini mungkin juga akan berkorelasi mungkin dari segi jumlah ya. Artinya ketika misalnya ee organisasi yang dibentuk itu akan menangani ee wilayah yang luas gitu ya dengan tingkat kompleksitas yang tinggi, otomatis kebutuhan tenaga kerjanya akan ee akan banyak gitu ya. Jadi apa namanya ee pendekatannya mungkin ada beberapa ee cara ya untuk melakukan hal tersebut. Kemudian yang pertanyaan kedua terkait dengan biaya yang dikeluarkan per 5 tahun ya. Oh, 350 juta ya di sini. Ini nampaknya kalau saya lihat itu adalah studi ya, kebutuhan studi. Studi ini kan bisa macam-macam Bapak Ibu di sini bisa tadi apakah nanti ada review resp atau di situ ada kebutuhan untuk membuat dokumen FS atau DED ataukah misalnya kita akan membuat dokumen AMDAL ya. Jadi angkanya di situ mungkin dianggap untuk pembuatan dokumen itu sekitar kurang lebih sekitar 350 juta ya walaupun saya kira kan beda-beda ya Bapak Ibu ketika kita bicara resp ee mungkin ya angka segitu ee kadang kala ada yang cukup kadang kala ada juga yang kurang gitu ya AMDAL apalagi kalau AMDAL mungkin nilai segitu kayaknya kurang gitu ya. Jadi itu apa angka tersebut itu adalah terkait dengan kebutuhan ee dokumen ya, pembuatan dokumen ngih. Silakan berikutnya Mbak Nuh. Baik. Baik, terima kasih sudah menjawab pertanyaan Bapak atau Ibu Zainuni. Selanjutnya pertanyaan dari Ibu Maya. Pertanyaan yang pertama, jika terdapat keterbatasan data atau data tidak ada, apakah akan mempengaruhi scoring? Apakah mungkin tidak akan berpengaruh selama dijelaskan dalam laporan? Kemudian yang selanjutnya dalam beberapa kasus rencana pengembangan SAM disesuaikan dengan kondisi eksisting daerah. Sementara terkadang tidak sesuai dengan kegiatan atau usul yang direncanakan oleh BWS di beberapa tahun mendatang. Bagaimana cara menyesuaikan rencana pengembangan SPAM dengan mengintegrasikan kondisi existing dan rencana kegiatan atau usulan PWS? Baik, Bapak silakan. Oke. Ee terima kasih atas pertanyaannya Bu Maya ya. Ini mungkin yang nomor satu ini seringki kita alami ya selaku konsultan ya. Jadi kita terkadang apa namanya mendapatkan proyek penyusunan dokumen ini tapi dengan anggaran yang terbatas gitu ya. Kemudian waktunya kadang-kala mepet gitu ya, tidak ee mungkin hanya kurang dari 2 bulan atau 3 bulan gitu ya. Sehingga terkadang memang waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan data ataukah sumber daya yang dibutuhkan itu kadangkala tidak mencukupi gitu ya. Nah, ini memang apa namanya ee agak sulit mungkin apa menjawabnya ya. Karena memang ketika itu tidak ada datanya maka jelas nanti di dalam laporan ya skor penilaian itu akan akan nol gitu ya. Tidak tidak apa namanya ee karena kita tidak bisa menunjukkan data tersebut maka otomatis juga skor dari dokumen tersebut itu juga akan menjadi rendah ya. Nah, ini mungkin juga apa namanya perlu disampaikan di awal juga dengan teman-teman SKPD ya atau yang akan membuat program pekerjaan RPAM ya mungkin dari PPPEDA atau dari PO nanti harus dijelaskan kondisi seperti ini. Jadi memang nanti kita butuh apa namanya upaya untuk menggerakkan mereka ya. Ee walaupun saya yakin juga tidak setiap kabupaten kota itu apa namanya personil yang ada di sana ada yang memang benar-benar bisa membantu, ada juga yang karena ini yang mengerjakan pihak ketiga terus ya sudah kan urusan kamu gitu ya kamu sudah dibayar kamu sendiri bagaimana caranya. Nah, ini yang upaya kita ya bagaimana kita memaksimalkan pencarian datanya di level provinsi maupun kota maupun nanti kita harus terjun ke lapangan gitu ya. Jadi terusang kalau enggak ada datanya ya skor kita akan turun Bu untuk kalau poin ini. Kemudian yang kedua ee terkait dengan ee rencana pengembangan SPAM yang bisa jadi nanti mungkin tidak sesuai ya dengan rencana yang dilakukan oleh BWS ya Badan Wilayah Sungai. Nah, makanya pentingnya kita mengundang mereka ya. Jadi mulai dari laporan pendahuluan, laporan antara sampai laporan akhir kita mengundang orang BWS Bu untuk terlibat dalam pembahasan dokumen spam ini ya. Jadi ketika kita bicara masalah apa namanya air baku gitu ya, kita sudah langsung bisa diskusi di situ ya. Apakah memang tadi kita rencanakan mau ngambil sekian puluh liter per detik gitu ya. Ternyata dari BWS tuh punya program sendiri. kadang-kadang mereka ee tidak selalu menyetujui ya apa namanya usulan kita ya. Padahal kita sudah menyampaikan ini penting sekali gitu ya. Nah, ini mungkin ee di forum-forum diskusi tadi ini perlu disepakati ya disepakati bersama nanti seperti apa skenarionya. Ketika misalnya BWS dia punya program sendiri, kemudian kita ada kebutuhan untuk menambah kapasitas produksi, ya itu nanti harus dirembuk ya dirembuk di dalam forum tersebut supaya nanti dokumen respon kita atau rencana pengembangan kita itu betul-betul bisa terlaksana dan sesuai dengan kondisi yang ada. Saya kira itu, Mbak. Baik, Bapak terima kasih sudah menjawab pertanyaan Ibu Maya. Itu tadi pertanyaan Ibu Maya sekaligus menjadi pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab kita pada training online kita hari ini. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Bubari yang sudah membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Bapak Ibu peserta training online hari ini. Kemudian juga terima kasih kepada Bapak Ibu yang sudah aktif bertanya ee pada training online respon ini. Baik, seperti janji kami tadi pagi, kami juga sudah mengantongi nama-nama pemenang beruntung pada hari ini yang mendapatkan perprise. Untuk Ibu Bapak yang beruntung dipersilakan untuk menghubungi admin. Dan bagi yang belum beruntung mendapatkan WordPress dengan berkecil hati karena di sesi yang akan datang kami akan terus memberikan doorpress yang lebih menarik lagi. Baik untuk penerima door price di sini nomor satu ada Bapak Andik Setiono dari Jawa Barat, kemudian Bapak Sukiri dari DKI Jakarta dan yang ketiga Bapak atau Ibu Zaini dari Surabaya. Baik, kita telah sampai di penghujung acara. Puji syukur kita hari ini sudah melaksanakan training online ee secara lancar baik di sesi satu maupun di sesi du. Hari ini banyak sekali ilmu yang kita dapatkan pada saat penyampaian materi yang disampaikan oleh pemateri kita. Semoga ilmu-ilmu tersebut dalam dapat bermanfaat untuk kita semua. Selain itu, kami juga ingin mengingatkan Bapak, Ibu sekalian untuk mengisi kuesioner yang linknya sudah di-share di kolom chat Zoom supaya kegiatan kami selanjutnya bisa lebih baik lagi. Dan sekali lagi saya izin mengingatkan Bapak Ibu yang mengunginkan materi sekaligus sertifikat dapat request di link yang sudah admin kami kirimkan di kolom chat Zoom. Terakhir saya ucapkan terima kasih banyak kepada pemateri kita hari ini itu Bapak Ir. Bu dari STMT, PhD yang telah menyempatkan waktu untuk berbagi dan sharing materi bersama kami hari ini. Lalu saya juga ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ir. Purnamota, STME selaku founder dari PTIK Darul Ulang sekaligus sekretaris jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Dan juga tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada panitia dan peserta yang telah berkontribusi dan antusias selama training online ini berlangsung. Sampai bertemu lagi di training online selanjutnya yang tentunya dengan tema-tema yang lebih menarik lagi. Di sini saya ingin menginfokan untuk training online selanjutnya yaitu tanggal 14 Februari 2026. Di sini ada penyusunan rencana induk sistem pengelolaan sampah atau RISBS. Jadi bagi Bapak Ibu yang berminat bisa langsung ee mendaftar di link yang tertera. Akhir kata saya selaku MC sekaligus moderator memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama memandu acara ini terdapat kesalahan kata maupun perbuatan. Saya Nur Hasaniah Maulidah pamit undur diri. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kasih Pak Udi. Bapak Ibu semuanya Bapak Ibu ya.