Resume
8eJk0zij1iM • OSINT At Home #18 – How to track and find planes and flights
Updated: 2026-02-12 02:34:54 UTC

Berikut adalah rangkuman komprehensif dan terstruktur berdasarkan transkrip video yang Anda berikan.


Investigasi Pesawat dari Citra Satelit: Panduan OSINT Menggunakan Google Earth dan Flight Radar 24

Inti Sari (Executive Summary)

Video ini merupakan bagian ke-18 dari seri investigasi sumber terbuka (OSINT) yang membahas teknik mengidentifikasi pesawat secara mendetail hanya menggunakan citra satelit dan data penerbangan publik. Host, Ben, mendemonstrasikan alur kerja yang memadukan Google Earth, Apollo Mapping, dan Flight Radar 24 untuk menentukan tipe pesawat, maskapai, hingga tujuan penerbangan. Pembahasan mencakup studi kasus di Bandara Heathrow hingga analisis pesawat yang rusak akibat konflik di Bandara Khartoum, Sudan.

Poin-Poin Kunci (Key Takeaways)

  • Alat Utama: Investigasi memadukan citra satelit (Google Earth, Apollo Mapping, Planet) dengan data pelacakan penerbangan (Flight Radar 24).
  • Penentuan Waktu: Menggunakan third-party tools seperti Apollo Mapping sangat penting untuk mengetahui waktu pengambilan foto satelit yang akurat (hingga menit), karena Google Earth seringkali hanya menampilkan tanggal atau bulan.
  • Batasan Data: Langganan berbayar Flight Radar 24 (misalnya paket Gold) memungkinkan akses data historis, namun terdapat batasan waktu (misalnya 1 tahun ke belakang), sehingga citra terlalu tua tidak dapat dilacak.
  • Verifikasi Teknis: Identifikasi pesawat dikonfirmasi dengan mencocokkan dimensi fisik (bentang sayap/wingspan dan panjang pesawat) serta kode penerbangan.
  • Aplikasi Konflik: Metode ini efektif untuk memverifikasi insiden di zona konflik, seperti mengidentifikasi pesawat sipil yang hancur akibat pertempuran.

Rincian Materi (Detailed Breakdown)

1. Pengantar dan Inspirasi

Video ini diinspirasi oleh seorang YouTuber ("Planes Trains and everything") dan pelacak penerbangan di Twitter ("Gerjon"). Tujuannya adalah menunjukkan bagaimana menganalisis pesawat yang tertangkap kamera satelit secara tidak sengaja untuk mengetahui identitas dan rutenya.

2. Studi Kasus 1: "Horseshoe Curve" (Kurva Tapal Kuda)

  • Lokasi & Citra: Sebuah pesawat terlihat terbang di atas area "horseshoe curve" pada citra Google Earth.
  • Tanggal Citra: 13 April 2020.
  • Pencarian Waktu: Menggunakan Apollo Mapping (penyedia data pihak ketiga dengan citra dari Maxar), waktu pengambilan foto ditemukan secara presisi pada pukul 11:34 UTC.
  • Hambatan: Upaya pelacakan menggunakan Flight Radar 24 (paket berbayar Gold) gagal karena data penerbangan pada tahun 2020 sudah terlalu tua dan tidak tersedia dalam paket langganan saat ini.

3. Studi Kasus 2: Bandara Heathrow, London

  • Lokasi & Citra: Bandara Heathrow pada Juli 2022. Terlihat sebuah pesawat lepas landas dengan jejak shutter berwarna merah, hijau, dan biru yang menandakan kecepatan tinggi.
  • Analisis Waktu:
    • Menggunakan Apollo Mapping, tanggal pasti dikonfirmasi sebagai 11 Juli 2022.
    • Resolusi citra sangat tinggi (30 cm), memungkinkan detail garis-garis pada ekor pesawat terlihat jelas.
    • Waktu pengambilan foto dikonfirmasi pukul 10:56 UTC.
  • Identifikasi Pesawat:
    • Menggunakan fitur playback Flight Radar 24 pada tanggal dan jam tersebut, ditemukan pesawat BAW 778 (British Airways).
    • Tipe pesawat diidentifikasi sebagai Airbus A320-251N.
    • Verifikasi Fisik: Pengukuran pada citra menunjukkan bentang sayap sekitar 35,8 meter dan panjang 39 meter, yang cocok dengan spesifikasi Airbus A320neo (meskipun ada sedikit distorsi karena ketinggian/kemiringan kamera).
    • Rute: Penerbangan dari London menuju Stockholm.
    • Fitur Tambahan: Jalur penerbangan dapat diunduh dalam format KML untuk divisualisasikan di Google Earth.

4. Studi Kasus 3: Bandara Khartoum, Sudan (Zona Konflik)

  • Konteks: Analisis menggunakan citra komersial dari Planet yang menunjukkan kondisi Bandara Khartoum pasca-pertempuran antara militer Sudan dan RSF (Rapid Support Forces).
  • Tanggal Citra: 24 April (tahun kontekstual).
  • Observasi Awal: Terlihat pesawat-pesawat besar yang hancur di landasan pacu. Tidak ada aktivitas penerbangan aktif (kedatangan atau keberangkatan) karena kerusakan. Terdapat juga pesawat milik PBB (UN) yang terparkir.
  • Fokus Objek: Investigasi diarahkan pada satu pesawat besar yang menggunakan tangga samping (side steps) dan tampak berbeda dari pesawat lain di sekitarnya.

5. Verifikasi Pesawat di Khartoum

  • Identifikasi Awal: Melalui data Flight Radar 24, pesawat besar tersebut diidentifikasi sebagai tipe Airbus A330.
  • Data Penerbangan: Ditemukan kode penerbangan SV459 yang tercatat datang dari Riyadh. Jejak penerbangan menunjukkan pesawat tersebut bergerak menuju area bandara sebelum sinyal hilang/berhenti.
  • Konfirmasi Dimensi: Website Saudi Airlines dikonsultasikan untuk memverifikasi spesifikasi. Bentang sayap Airbus A330 adalah 60,3 meter. Perbandingan visual pada citra satelit mengonfirmasi ukuran ini cocok dengan objek yang dianalisis.
  • Kode Registrasi: Pesawat tersebut memiliki kode registrasi HZ-AQ30.
  • Validasi Berita: Sumber berita penerbangan "Simple Flying" mengonfirmasi bahwa pesawat Saudi Airlines Airbus A330-300 tersebut memang rusak akibat insiden bentrokan di Sudan.

Kesimpulan & Pesan Penutup

Video ini menunjukkan kekuatan Open Source Intelligence (OSINT) dalam menggabungkan data citra satelit dengan informasi lalu lintas udara. Dengan memanfaatkan alat seperti Apollo Mapping untuk penentuan waktu akurat dan Flight Radar 24 untuk data historis, seorang analis dapat mengidentifikasi objek pesawat secara rinci, mulai dari tipe, maskapai, hingga asal usulnya, bahkan dalam situasi konflik atau bencana. Metode ini membuktikan bahwa verifikasi silang antar sumber data adalah kunci utama dalam investigasi digital yang kredibel.

Prev Next