Transcript
hz_G1xKv1O0 • Armada rahasia Putin – Spionase Rusia di Laut Baltik | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0009_hz_G1xKv1O0.txt
Kind: captions Language: id Tidak jauh dari Kopenhagen, sebuah kapal Rusia sedang melintasi Laut Baltik dari St. Petersburg. SIBIRYAKOV bukanlah kapal riset biasa. Kapal ini tidak sekadar menjelajah rute laut dan samudera. Kapal ini menjalankan misi rahasia. Misi yang membuat militer dan badan intelijen di Eropa siaga. Militer Denmark bahkan selalu mengawasi kapal ini. Di atas kapal yang diklaim sebagai kapal riset ada tentara bersenjata. Sebenernya apa misi SIBIRYAKOV? Laut Baltik telah menjadi panggung bagi perang dingin yang baru. Di sini, di bawah air, di dasar laut, Eropa begitu rentan. Karena di sana ada infrastruktur modern yang penting: Jaringan pipa, kabel data, saluran listrik. Jika itu dihancurkan, pasokan gas dan listrik akan terputus. Itu akan menjadi bencana. Jutaan rumah tangga bergantung pada infrastruktur itu. Badan intelijen seperti BND Jerman sangat gelisah. Mereka mengawasi aktivitas Rusia dengan sangat ketat. Selain perang Ukraina, sudah banyak bukti mengindikasikan bahwa Rusia telah dan akan menggunakan kekerasan. Kekerasan terhadap properti, infrastruktur, memata-matai dan mempersiapkan operasi sabotase. Kami anggap ini ancaman nyata, bukan sesuatu yang abstrak yang akan terjadi dalam 10-20 tahun ke depan. Cepatnya pergerakan Rusia meningkatkan ketegangan dan memperbesar kemampuan militernya terhadap Barat, adalah alasan utama kami mencermati ancaman spionase dan sabotase ini. Faktanya, ada lebih dari 70 kapal riset, yang sebagian besar berada di bawah Kementerian Pertahanan Rusia. Mereka dilengkapi dengan teknologi sensitif, seperti sonar, sistem radar besar, atau bahkan laboratorium. Di satu sisi, tentu saja, pasokan dan komunikasi dapat membantu dalam persiapan tindakan sabotase. Di sisi lain, mereka juga mengawasi struktur militer. Ini juga soal komunikasi. Tapi ini juga berkaitan dengan kapal, persenjataan, kapal selam. Ini terkait ladang energi yang juga rentan disabotase. Termasuk juga jaringan pipa. Ancaman bawah laut yang semakin besar ini tidak hanya ditujukan kepada Jerman. NATO telah membentuk unit intelijen khusus. Tujuannya untuk memperkuat keamanan infrastruktur bawah laut. Letjen Hans-Werner Wiermann kembali dipanggil bertugas dari masa pensiun karena keahliannya. Ada dua area strategis yang terus dikembangkan Rusia sejak akhir Perang Dingin. Satu, sektor nuklir. Lainnya, sektor bawah laut. Anggaran di sektor ini terus bertambah dan ini menunjukkan betapa pentingnya sektor ini bagi Moskow (Rusia). Dasar laut akan menjadi medan perang penting. Di sinilah Eropa rentan. Rusia tampaknya selalu menyadari hal ini. Kami tahu ada sejumlah kapal Rusia, yang bisa digunakan baik untuk tujuan sipil maupun militer. Mereka biasanya dinamai dengan prefiks Akademik atau Profesor. Mereka bisa dilengkapi dengan teknologi pengukuran, seperti sensor akustik resolusi tinggi atau sistem video bawah laut, yang juga dapat digunakan untuk memetakan kabel dan jalur pipa. Jadi jika sewaktu-waktu diperlukan, mereka sudah siap. Sistem identifikasi otomatis dapat digunakan untuk memantau aktivitas pelayaran. Rute-rutenya dapat dilacak secara langsung lewat <i>online.</i> Kami melihat sebuah kapal riset Rusia mendekat: AKADEMIK KARPINSKY. Bagaimana perlengkapannya? Seberapa jauh kita bisa mendekat? Kami meninggalkan pelabuhan Rostock di pagi hari. Kapal itu akan lewat kurang dari 10 mil laut dari pantai. Tiba-tiba kapal itu muncul di depan kami. KARPINSKY adalah kapal tua, tapi jelas punya kemampuan khusus. Di buritannya, ada kerekan besar untuk menurunkan peralatan pengukuran ke laut. Kami bukan satu-satunya yang mendekat. Sebuah kapal polisi Jerman juga mengikuti di belakangnya. Kapal-kapal riset seperti AKADEMIK KARPINSKY kini tidak lagi berlayar tanpa pengawasan di Laut Baltik. Mereka dipantau. Kapal kami juga tak luput diawasi. Sebuah kapal patroli polisi mendekat. Kami akan naik untuk pemeriksaan. Anda terpantau mengikuti kapal Rusia ini dan merekamnya. Semua orang gelisah. Fakta bahwa kami berada di dekat KARPINSKY membuat polisi waspada, mereka mencatat data pribadi kami. Kapal itu melanjutkan perjalanan. Hanya yang pernah berada di kapal riset itu yang tahu, ada apa di bawah geladaknya. Kami mencari di daftar awak, portal pekerjaan pelayaran dan media sosial. Setelah pencarian panjang, kami temukan seorang mantan awak SIBIRYAKOV yang bersedia berbicara. Itu kapal yang dek-nya dijaga tentara bersenjata. Pria itu sekarang tinggal di Inggris. Dia berhenti bekerja di kapal itu tak lama sebelum perang di Ukraina pecah. Ini pertama kalinya dia berbicara kepada wartawan tentang pengalamannya di kapal. Meski sudah tidak tinggal di Rusia, dia tidak ingin dikenal, dan suaranya disamarkan. Dia khawatir keselamatan keluarganya yang masih ada di Rusia. Bagaimanapun, dia menceritakan rahasia militer. Kapal bergerak zig-zag dengan kecepatan rendah. Itu indikasi bahwa mereka sedang melakukan pekerjaan sebenarnya, yaitu memata-matai. Mereka tidak ingin orang tahu kapan mereka bekerja. Kapalnya hanya mengapung mengikuti arus. Itu berarti mesinnya dimatikan. Karena saat menggunakan sonar, semua harus hening, termasuk mesinnya. Dia menunjukkan kepada kami video yang dia rekam sendiri di SIBIRYAKOV. Dia bekerja di kapal itu selama berbulan-bulan. Dia bisa bergerak bebas, tetapi beberapa ruangan terlarang untuknya. Hampir setiap waktu, SIBIRYAKOV mematikan sistem pelacakan posisi, katanya, agar tidak terdeteksi. Tapi apa sebenarnya yang dilakukan kapal riset Rusia itu? Apa pun yang terdeteksi di dasar laut, entah itu kabel internet atau jalur listrik adalah objek strategis. Kalau Anda menghancurkannya saat perang, Anda punya keuntungan. Fungsi kapal riset ini adalah memindai dasar laut dan mengumpulkan informasi itu untuk militer. Kita ingin tahu lebih jauh. Kami mengikuti riwayat SIBIRYAKOV dan menemukan bahwa kapal ini dikaitkan dengan kasus sabotase terhadap jaringan pipa gas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jaringan pipa <i>Baltic Connector</i> dibangun di Estonia tahun 2018, untuk membuat Estonia mandiri dari gas Rusia. Namun akhir tahun 2023 muncul laporan berikut. Setahun setelah pengeboman pipa Nordstream, Finlandia mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki kerusakan pipa gas bawah laut yang membentang hingga Estonia. Pada 8 Oktober 2023, menjadi jelas bahwa banyak bagian dari pipa yang hancur total. Pihak berwenang Finlandia memulai penyelidikan. Fokus penyelidikan awal adalah kapal berbendera Hong Kong NewNew Polar Bear. Kami juga menyelidiki area dasar laut yang cukup luas, dan menemukan sebuah objek yang cukup besar di dekat lokasi kerusakan. Angkatan laut mengangkat objek itu pagi ini. Ternyata jangkar dengan ukuran 2,5 x 2 x 1 meter. Jangkar dengan bobot hampir enam metrik ton. Inilah kapal Cina yang dimaksud: NewNew Polar Bear. Penyelidik masih belum tahu apa yang sebenarnya terjadi selama pelayarannya. Tapi sebagian dapat di rekonstruksi: Pada 6 Oktober 2023, kapal itu meninggalkan Kaliningrad, Rusia. Badai menerpa. Saat berlayar dengan kecepatan penuh, kapal tersebut menurunkan jangkarnya yang kemudian terseret lebih dari 200 kilometer di dasar laut. Belakangan, ada kebocoran besar pada pipa gas. Tiga kabel data juga rusak. Kementerian Luar Negeri Cina maupun perusahaan pelayaran terkait tidak merespons pertanyaan kami. Beijing lalu mengakui bahwa NewNew Polar Bear menyebabkan kerusakan itu. Diduga karena kesalahan. Penyelidikannya masih berlangsung. Stefan Krüger, arsitek angkatan laut yang juga mengusut kasus ini. Dia merasa klaim Cina bahwa jangkar itu tidak sengaja jatuh, aneh. Katrol jangkar sepenuhnya sistem teknik mekanis. Jangkar besar terpasang pada katrol rantai, dan ada penghenti rantai dan kunci rantai untuk mencegah rantai lepas secara tidak sengaja. Untuk menurunkan jangkar, Anda harus melepas penghenti rantai yang besar secara manual, melepas kunci rantai, dan mengoperasikan katrol jangkar. Suaranya akan membangunkan semua orang di kapal. Mata rantainya berat dan sangat berisik! Apa itu cocok dengan teori kecelakaan? Sama sekali tidak masuk akal. Dari sudut pandang teknis, benar-benar mustahil. Kecuali mereka sedang mabuk atau apa pun itu. Hal ini hanya bisa dilakukan dalam keadaan sadar dan terkontrol. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Muncul rumor bahwa Rusia mungkin terlibat. Kami memutuskan untuk mencari tahu kapal apa saja yang ada di area itu sebelum kecelakaan. Data pelacakan konvensional tidak membantu. Beberapa kapal mematikan sistem mereka agar tidak terdeteksi. Kami tahu ini dari informan kami. Apakah ada cara lain? Bersama dengan jurnalis dari Norwegia, Estonia, Belanda, dan Inggris, kami mencoba mengurai pesan kode Morse yang dikirim di area tersebut. Kapal penelitian Rusia mengirim laporan cuaca setiap enam jam. Laporan ini disampaikan dalam kode Morse dan berisi data lokasi. Kami menganalisis semua sinyal Morse di area itu. Pesan ini, dikirim dari dekat <i>Baltic Connector,</i> berasal dari SIBIRYAKOV, kapal yang dijaga tentara. Dalam beberapa minggu sebelum penghancuran <i> Baltic Connector, </i> data posisinya terus muncul di sebelah kiri dan kanan pipa gas. Dengan kata lain, kapal ini melintas di atasnya beberapa kali. Apakah kapal ini terkait penghancuran tersebut, tidak bisa dibuktikan secara pasti. Tapi tentu, aktivitasnya di area itu mencurigakan. Lewat pesan kode Morse, pergerakan armada penelitian rahasia yang tidak ingin teridentifikasi itu, bisa terlacak. Analisis data ini akan memakan waktu berbulan-bulan. Kapal penelitian Jerman juga mengumpulkan informasi, dengan teknologi serupa, namun dengan tujuan berbeda. DENEB adalah bagian dari Badan Maritim dan Hidrografi Jerman yang melakukan survei penting untuk pemetaan bawah laut. Kapten Andreas Thies dan awaknya misalnya, memeriksa area yang sangat dangkal, keanehan di dasar laut, atau bangkai kapal. Hari ini mereka melakukan survei dengan teknologi sonar. Kami punya <i>multibeam echo sounder. </i> Yang bisa memetakan 80 meter di bawah dasar laut. Anda bisa melihat batu-batu kecil di sana... Tidak terlalu besar. Kami dapat melihat benda asing yang muncul dari atau berada di dasar laut. DENEB mengumpulkan informasi untuk publik dan memperingatkan kapal lain akan bahaya. Tapi, kemampuan khusus kapal ini juga bisa digunakan untuk tujuan lain. Kapal penelitian Rusia, GORIGLEDZHA, muncul dekat sini tahun lalu. Apa yang dilakukannya? Kami menunjukkan kapten DENEB jalur yang ditempuhnya. Pada 15 Oktober 2023, kapal itu berputar dekat pulau Fehmarn di Jerman selama lebih satu hari. Di beberapa titik, kapal berhenti selama berjam-jam. Itu terlihat seperti jalur pencarian klasik. Pada prinsipnya, kapal itu melintasi posisi dengan persilangan dan terus melintasinya dengan beberapa variasi. Ini mengindikasikan kapal itu mencari sesuatu di area persilangan tersebut. Apa sebenarnya yang menarik di sana? Anda bisa membuat citra dasar laut di sana. Dan dengan teknologi sonar modern, Anda juga bisa mendeteksi benda-benda yang ukurannya jauh lebih kecil dari satu meter. Ini area apa? Ini area latihan kapal selam. Dengan kata lain, tempat kapal selam NATO biasanya menyelam. Tidak dapat dipastikan apa yang dilakukan GORIGLEDZHA. Namun yang pasti, kapal itu bukan kebetulan ada di area latihan kapal selam. Sensor teknis pada kapal selam sangat menarik perhatian Rusia. Bagaimana mereka berkomunikasi, bagaimana sistem senjata mereka dikendalikan. Semua data teknis ini bisa dikumpulkan di area ini dan kami menduga itulah yang dilakukan kapal-kapal penelitian ini. Informan kami, yang pernah bekerja di SIBIRYAKOV, juga berlayar ke area penyelaman kapal selam. Kami menunggu sampai kapal selam menyelam sedalam mungkin, lalu kapal kami mencoba menemukannya. Ini seperti petak umpet, tapi dalam skala militer. Anda mencoba menemukan batas pasti di mana kapal selam masih bisa terdeteksi, dengan peralatan khusus yang sama yang dimiliki kapal NATO. Itu alasannya kami pergi ke area itu. Kapal-kapal penelitian yang berpura-pura melakukan penelitian ini secara sistematis memata-matai Laut Baltik. Targetnya: Area kapal selam, kabel, dan pipa bawah laut. Infrastruktur tersembunyi yang jarang mendapat perhatian publik seperti yang terjadi tahun 2022. Beberapa kebocoran ditemukan pada pipa Nord Stream 1 dan 2 yang membuat gas mengalir ke Laut Baltik. Pengeboman pipa Nord Stream: Serangan ini memperlihatkan kerentanan infrastruktur laut. Ratusan ribu ton gas Rusia mengalir keluar dari pipa-pipa tersebut, gas yang seharusnya dikirim ke Eropa. Masih belum jelas siapa di balik ledakan tersebut. NATO ingin lebih siap di masa depan. Manuver latihan sedang berlangsung di lepas pantai Kepulauan Faroe di Atlantik Utara. Pasukan militer dari tiga negara berlatih bagaimana melindungi pipa dan kabel. Kapal Jerman DONAU memimpin manuver. Situasi lalu lintas saat ini, masih ada kapal lepas pantai yang mendekati Torshavn, Kepulauan Faroe. Awak biasanya mencari ranjau. Kami sedang menguji peralatan untuk melihat apakah kami bisa melakukan lebih dari sekadar deteksi ranjau sebagai kontribusi untuk NATO atau negara tetangga lainnya, demi membuat perairan lebih aman. Dan kami bisa. Kami punya berbagai peralatan: Sonar, drone bawah air, dan lainnya untuk melindungi infrastruktur bawah laut yang penting. Ini tentu akan saling menguntungkan. Pelatihan dilakukan di salah satu kapal lainnya, CEPHEE milik Prancis. Di sini mereka berlatih menggunakan drone bawah laut. Drone menyisir dasar laut yang keruh, mengirimkan gambar langsung ke ruang observasi. Salah satu tujuannya adalah melatih operator menggunakan layar dan sonar, lalu mereka dapat menganalisis dan membedakan antara batu biasa atau sesuatu yang mencurigakan. Ke depannya, operator misalnya akan bisa mendeteksi sabotase kabel atau alat peledak di pipa dengan lebih cepat. Saat kru melanjutkan pekerjaan di anjungan, tiba-tiba ada laporan: Sebuah kapal Rusia terlihat. Selalu menarik mendapat foto kapal Rusia, juga kapal sipil agar dapat dilaporkan ke pihak berwenang. Jadi kalau suatu hari kapal itu, entahlah... menjadi sasaran karena suatu hal, kami bisa memberi info tentang itu. Ketidakpercayaan di laut semakin meningkat. Tapi, walaupun kemampuan angkatan laut makin meningkat, mereka belum punya misi khusus untuk melindungi infrastruktur penting. Situasi hukum di Jerman cukup rumit. Tidak selalu jelas, siapa yang punya kewenangan melacak dan menghentikan kapal-kapal Rusia. Laut dibagi menjadi beberapa zona, di mana menurut hukum Jerman berbagai otoritas bertanggung jawab. Kewenangan Jerman dimulai di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Di sini, tanggung jawab ada pada kepolisian federal. Sedangkan di dalam zona 12 mil, yang bertanggung jawab adalah kepolisian negara bagian. Di kedua zona tersebut, angkatan laut memberi bantuan kalau kapal Rusia muncul. Bagaimanapun, angkatan laut sangat penting untuk melindungi infrastruktur penting di laut. Tapi, mereka masih belum memiliki mandat hukum untuk itu. Saya ingin ada kejelasan, misi yang jelas, pembagian kewenangan yang jelas, dan ini soal kesigapan. Kami perlu bertindak cepat, sehingga perlu batasan tugas dan rantai komando yang jelas. Tidak boleh ada ketidakpastian di pihak mana pun, apakah mereka diizinkan bertindak atau tidak. Bagaimanapun tantangan yang dihadapi lembaga keamanan Jerman begitu besar. Sayangnya, infrastruktur bawah laut tidak bisa dipagari atau dilindungi dengan cara yang sama seperti di darat. Dan kami tidak boleh membangkitkan kesan bahwa kami bisa memantau dan melindungi setiap jengkal kabel. Operator juga khawatir tentang kemungkinan sabotase di area perairan ladang angin di Laut Utara dan Laut Baltik. Di masa depan, ladang angin diharapkan menghasilkan listrik setara 300 pembangkit listrik tenaga nuklir. Listrik ini diharapkan membuat Eropa mandiri dari gas Rusia. Tampaknya hal itu yang menarik perhatian Rusia. Para operator sering melihat kapal dekat fasilitasnya dan mereka cemas. Saat kapal-kapal itu muncul di situasi semacam ini, mereka mematikan sistem pelacakannya. Kapal tidak terlihat di sistem. Tiba-tiba saja ada kontak visual. Situasi ini menciptakan ketidakpastian, terutama dalam konteks pipa gas dan kecelakaan atau aksi sabotase, seperti yang pernah terjadi. Investor swasta enggan mengambil risiko. Termasuk risiko kemungkinan sabotase. Faktor ketidakpastian ini bisa membuat investor ragu. Pada akhirnya ini dapat memperlambat transisi energi atau bahkan membuat transisi tidak terlaksana sama sekali. Yang tidak kami ketahui pada saat wawancara: Sebuah kapal Rusia muncul di ladang angin Jerman ini, Arcardis Ost 1, di Laut Baltik tahun lalu. Kapal itu adalah GORIGLEDZHA, kapal yang mencurigakan dalam penelitian kami. Kapal yang melintasi area latihan kapal selam dengan pola zigzag. Kami tahu ini dari sumber keamanan. Kapal mengubah jalur ketika diperingatkan oleh kepolisian federal Jerman. Tak lama kemudian, seorang fotografer mengambil foto ini. Angkatan bersenjata terlihat di atas kapal itu. Kami bertanya pada pemerintah Rusia tentang perjalanan GORIGLEDZHA dan kapal-kapal penelitian lain, tapi tidak mendapat jawaban. Tapi, analisis data kami akhirnya membuahkan hasil. Sinyal Morse mengungkap rute-rute rahasia. Sejak awal perang di Ukraina, kami menemukan puluhan transit kapal penelitian melalui Laut Baltik. Kami juga mengidentifikasi lebih dari 60 jalur yang sangat mencurigakan yang melintasi Laut Utara dan Laut Baltik. Misalnya jalur dengan pola zigzag dan rute melambat. Kami juga menemukan pergerakan mencurigakan di zona 12 mil negara-negara NATO. Jadi, sangat dekat ke pesisir. Nele Matz-Lück, pakar hukum maritim di Universitas Kiel, percaya bahwa pendekatan yang lebih tegas bisa diambil, terutama di zona 12 mil. Kami bisa menghalangi kegiatan mereka. Bisa minta mereka meninggalkan perairan pesisir, dan menurut saya, kami harus melakukannya. Apakah tindakan dapat diambil terhadap kapal penelitian di lepas pantai? Saat ini, otoritas hanya punya sedikit kewenangan karena belum ada undang-undang yang mengatur. Padahal sebagian besar aktivitas mencurigakan terjadi di wilayah ini. Jerman masih tertinggal dalam hal peraturan yang jelas. Impresi saya, kami tidak maju secepat yang seharusnya. Negara-negara lain sudah jauh lebih maju. Tapi saya tidak melihat ada pergerakan nyata untuk menciptakan dasar hukum baru. Ada diskusi dan rancangan di parlemen, tapi hasilnya belum signifikan. Para politisi dalam diskusi ini juga terus melihat adanya celah keamanan. Kita perlu belajar menata ulang semuanya. Tapi, saat berhadapan dengan kenyataan… Saya harap semua pihak siap berkompromi demi memastikan perlindungan ini. Struktur dengan berbagai kewenangan, sistem federal di mana tiap pihak melakukan tugasnya sendiri, itu memang baik. Tapi sekarang, hampir 80 tahun setelah Perang Dunia II, kita dihadapkan pada situasi keamanan yang sangat berbeda. Jika kita ingin melindungi diri dari para tiran, kita perlu alur yang lebih sederhana. Berbagai kementerian terkait Jerman mengatakan perubahan hukum sedang dibahas, namun kepastian waktu dan penerapannya belum jelas. Di saat Jerman masih berdebat, Rusia terus melakukan aksi spionase sistematisnya. Sinyal Morse terakhir dari SIBIRYAKOV dikirim bulan Juni 2024. Setelah diurai, sinyal itu mengungkapkan serangkaian angka. Rangkaian angka itu memberi tahu posisi mereka, yaitu di barat laut Denmark. Di sini, SIBIRYAKOV muncul lagi dekat pipa gas. Analisis kami menunjukkan bahwa sekali lagi, kapal itu bolak-balik melintasi pipa. Kali ini jaringan Europipe dari Norwegia ke Jerman utara, yang memasok gas untuk jutaan rumah tangga. SIBIRYAKOV melanjutkan misinya: Melakukan patroli pengawasan, memata-matai dasar laut, tanpa hambatan sama sekali.